P. 1
BIOMA HUTAN BASAH (Hutan Hujan Tropis)

BIOMA HUTAN BASAH (Hutan Hujan Tropis)

|Views: 432|Likes:

More info:

Published by: Asep Solahudin Rusdi on Sep 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2014

pdf

text

original

HUTAN HUJAN TROPIS (HUTAN HUJAN BASAH

)

A. Karakteristik Hutan Hujan Tropis Hutan hujan tropika terbentuk di wilayah-wilayah beriklim tropis, dengan curah hujan tahunan minimum berkisar antara 1,750 millimetre (69 in) dan 2,000 millimetre (79 in). Sedangkan rata-rata temperatur bulanan berada di atas 18 °C (64 °F) di sepanjang tahun. Hutan tumbuh hingga di basah dataran ini rendah sekitar

ketinggian

1.200 m dpl., di atas tanahtanah yang subur atau relatif subur, kering (tidak tergenang air dalam waktu lama), dan tidak memiliki musim kemarau yang nyata (jumlah bulan

kering < 2). Hutan hujan tropika

merupakan vegetasi yang paling kaya, baik dalam arti jumlah jenis makhluk hidup yang membentuknya, maupun dalam tingginya nilai sumberdaya lahan (tanah, air, cahaya matahari) yang dimilikinya. Hutan dataran rendah ini didominasi oleh pepohonan besar yang membentuk tajuk berlapis-lapis (layering), sekurang-kurangnya tinggi tajuk teratas rata-rata adalah 45 m (paling tinggi dibandingkan rata-rata hutan lainnya), rapat, dan hijau sepanjang tahun. Ada tiga lapisan tajuk atas di hutan ini:  Lapisan pohon-pohon yang lebih tinggi, muncul di sana-sini dan menonjol di atas atap tajuk (kanopi hutan) sehingga dikenal sebagai “sembulan” (emergent). Sembulan ini bisa sendirisendiri atau kadang-kadang menggerombol, namun tak banyak. Pohon-pohon tertinggi ini bisa memiliki batang bebas cabang lebih dari 30 m, dan dengan lingkar batang hingga 4,5 m.   Lapisan kanopi hutan rata-rata, yang tingginya antara 24–36 m. Lapisan tajuk bawah, yang tidak selalu menyambung. Lapisan ini tersusun oleh pohonpohon muda, pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya, atau jenis-jenis pohon yang tahan naungan.  Kanopi hutan banyak mendukung kehidupan lainnya, semisal berbagai jenis epifit (termasuk anggrek), bromeliad, lumut, serta lumut kerak, yang hidup melekat di cabang dan

ranting. sehingga orang dan hewan cukup leluasa berjalan di dasar hutan. tumbuhan. dan adalah jamur ditemukan suatu ekosistem. sehingga hanya jenis-jenis tumbuhan yang toleran terhadap naungan yang bertahan hidup di sini. Hubungan simbiotik antar spesies: spesies di hutan hujan seringkali bekerja bersama. Biodiversity hewan.rerantingan. Keanekaragaman tinggi seperti biota: hutan hujan memiliki sebutan yang tingkan untuk keragaman seluruh di biota benda yang hidup (biodiversity). membentuk sejenis rimba yang rapat. kecil dan Contohnya. Kanopi: hutan hujan memiliki kanopi. saling tumbuhan Sebagai Hubungan simbiotik adalah hubungan dimana dua spesies berbeda beberapa semut. 3. semak dan anakan pohon. Tajuk atas ini demikian padat dan rapat. Pada saat-saat tertentu ketika tajuk tersibak atau terbuka karena sesuatu sebab (pohon yang tumbang. Lantai hutan sangat kurang cahaya. Para peneliti percaya bahwa sekitar separuh dari tumbuhan dan hewan yang ditemukan di muka bumi hidup di hutan hujan. Ada dua lapisan tajuk lagi di aras lantai hutan. 4. gula untuk struktur semut tempat menjaga tinggal tumbuhan dari serangga-serangga yang mungkin ingin memakan daun dari tumbuhan tersebut . lantai hutan yang kini kaya sinar matahari segera diinvasi oleh berbagai jenis terna. Pemakan semut raksasa juga hidup di sini. Ciri-ciri Umum Hutan Hujan Tropis 1. misalnya). Dedaunan. Akan tetapi kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya. lain menguntungkan membuat balasannya. yaitu lapisan-lapisan cabang pohon beserta daunnya yang terbentuk oleh rapatnya pohon-pohon hutan hujan. Tetumbuhan di lapis bawah umumnya terbatas keberadaannya oleh sebab kurangnya cahaya matahari yang bisa mencapai lantai hutan. Curah hujan: hutan hujan memperoleh curah hujan sebesar paling tidak 80 inci setiap tahunnya. B. dengan saling membantu. 5. 2. yakni lapisan semak dan lapisan vegetasi penutup tanah. segera menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. Lokasi: hutan hujan berada di daerah tropis. seperti halnya aneka kapang dan organisme pengurai (dekomposer) lainnya tumbuh berlimpah ruah. buah-buahan. membawa konsekuensi bagi kehidupan di lapis bawahnya. di samping jenis-jenis pemanjat (liana) yang melilit batang atau mengait cabang untuk mencapai atap tajuk. dan bahkan batang kayu yang rebah.

curah hujan tinggi. Mayoritas hidup tumbuhan berkayu (perpohonan. Afrika Barat. melindungi dari banjir. Madagaskar Timur. Hutan Hujan Tengah (1000 . Maluku dan Irian. Persebaran bioma hutan hujan tropis di daerah antara 10º LU dan 10º LS. Terdapat di pedalaman.6. Ciri-ciri : Iklim selalu basah. Hutan hujan:      menyediakan rumah bagi banyak tumbuhan dan hewan. kekeringan. menyokong kehidupan manusia suku pedalaman. 1. Sulawesi. termasuk di dalamnya Hutan Amazon (Amerika Tengah). Dapat dibedakan menjadi 3 zone menurut ketinggiannya : Hutan Hujan Bawah (2 .4000 mdpl). Hutan Hujan Atas (3000 . kulit tipis). dan Australia.1000 mdpl). Asia Tenggara (Indonesia dan Malaysia). adalah sumber dari obat-obatan dan makanan. dan merata. PetaPersebaran Huan hujan tropis di dunia C. tanah kering sampai lembab dan bermacam-macam jenis tanah. tumbuhan berbatang kurus (tidak banyak cabang. dan erosi. pada tanah rendah sampai berbukit (1000 mdpl) sampai pada dataran tinggi (s/d 4000 mdpi). membantu menstabilkan iklim dunia. dan adalah tempat menarik untuk dikunjungi .3000 mdpl). liana). Kalimantan. Fungsi Hutan Hujan Tropis Hutan hujan berfungsi bagi ekosistem global. Terdapat terutama di Sumatera.

Hal ini disebabkan oleh ketinggian pohon yang tidak seragam seperti telah disebutkan dalam pembagian tingkatan di atas. Hutan hujan merupakan termasuk rumah diantaranya bagi banyak spesies tumbuhan punah. Pohonpohonnya dicirikan dengan jarak antar pohon yang agak berjauhan dan jarang merupakan suatu lapisan kanopi yang bersambung. biasanya terdiri atas tujuh kelompok utama. dan masing-masing tingkatan ditandai dengan jenis pohon yang berbeda. spesies yang terancam ditebangi. kadang-kadang untuk mudahnya dinamakan atap atau tajuk (canopy). Tingkatan-tingkatan kanopi hutan hujan tropis sebenarnya sukar sekali ditentukan secara pasti. Kanopi pada tingkatan ini merupakan tajuk-tajuk pohon yang bersifat kontinu (bersambung) dan membentuk sebuah massa yang dapat disebut sebagai sebuah atap (kanopi). Tingkatan A merupakan tingakatan tumbuhan yang menjulang tinggi. Tingkatan B merupakan tumbuhan dengan ketinggian antara 15-30 meter. dan Saat hewan hutan di dunia. Beberapa spesies di hutan hujan hanya dapat bertahan hidup di habitat asli mereka. banyak spesies yang harus menghadapi kepunahan. Sedangkan tingkatan C merupakan tumbuhan dengan ketinggian antara 5-15 meter. serta memiliki tajuk yang sempit meruncing. Pengamatan tingkatan kanopi di atas hanyalah bersifat kausal saja. dengan ketinggian lebih dari 30 meter. Hutan hujan menyediakan rumah bagi tumbuhan dan hewan liar. Kanopi ini terdiri dari tiga tingkatan. Kebun binatang tidak dapat menyelamatkan seluruh hewan. Pohon-pohon Hutan Pohon-pohon ini merupakan komponen struktural utama. D. Tumbuhan Penyusun Hutan Hujan Tropis Tumbuhan utama penyusun hutan hujan tropis yang basah (lembab). mempunyai hujan juga peran yang penting kondisi Hutan mempengaruhi lokal dengan membuat hujan dan mengatur suhu.  Hutan karbon dipercaya global. pengaruh hujan Pembuangan bagi memberikan Karenanya pemanasan perubahan iklim hutan global. . mengatasi hujan dioksida membantu dari menstabilkan iklim dunia karbon dengan dioksida melalui cara ke menyerap atmosfer pemanasan dalam cuaca atmosfer. yaitu: 1. Tingkatan ini dicirikan dengan bentuk pohon yang kecil dan langsing.

Tumbuhan ini seperti menghilang di dalam kerimbunan dedaunan atau bergantungan dalam bentuk simpul-simpul tali raksasa (ingat dalam film Tarzan. dan liana. Terna dapat membentuk lapisan tersendiri. jahe. Epifita Tumbuhan ini tumbuh melekat pada batang. besar dan banyak. Lapisan kedua yaitu semai-semai pohon (E) yang dapat mencapai ketinggian 2 meter. Sering pula tumbuhan ini tumbuh di percabangan pohon-pohon besar. Persebaran terna yang baik terdapat pada wilayah terbuka dengan air yang cukup melimpah atau pada tebing-tebing terjal. . Tumbuhan ini pun hanya memainkan peran yang kurang berarti dalam ekonomi hutan. yaitu lapisan semaksemak (D). Tumbuhan Pemanjat Tumbuhan ini bergantung dan menunjang pada tumbuhan utama dan memberikan hiasan utama pada hutan hujan tropis. Tumbuhan ini hidup diakibatkan oleh kebutuhan akan cahaya matahari yang cukup tinggi. Beberapa diantaranya dapat mencapai panjang sampai 200 meter.2. Tumbuhan ini pada umumnya tidak menimbulkan pengaruh buruk terhadap inang yang menunjangnya. namun perkembangan terna dalam wilayah hutan hujan tropis kurang baik. cabang atau pada daun-daun pohon. semak. memungkinkan sinar matahari dapat tembus hingga ke lantai hutan. Tumbuhan ini dapat tumbuh baik. Lapisan semak-semak sering mencakup beberapa terna besar sepertiScitamineae (pisang. terdiri dari tumbuhan berkayu agak tinggi.) yang tingginya dapat melebihi 5 meter. the Adventure). 3. Hal ini disebabkan kurangnya pencahayaan matahari untuk membantu proses fotosintesisnya. dll. Beberapa dari tipe ini hidup di atas tanah pada pohon.) dengan bagian dindingnya sebagian besar terdiri dari tumbuhan berkayu. 4. Meskipun kondisi iklim mikronya panas dan lembab.pohon yang telah mati. dimana sinar matahari leluasa mencapai lantai hutan. sehingga mampu memberikan salah satu sifat yang paling mengesankan dari hutan hujan tropis. Tumbuhan pemanjat ini lebih dikenal dengan sebutanLiana. Tumbuhan yang demikian hidup dalah iklim yang lembab dan cenderung bersifat terna seperti pakupakuan dan paku lumut (Selagenella spp. Tumbuhan ini dapat berbentuk tipis seperti kawat atau berbentuk besar sebesar paha orang dewasa. Pada bagian ini banyak tumbuh dan berkembang vegetasi tanah yang berwarna hijau yang tidak bergantung pada bantuan dari luar. Terna Pada bagian hutan yang kanopinya tidak begitu rapat.

epfita memainkan peranan penting dalam ekosistem sebagai habitat bagi hewan. Sementara itu tajuk tumbuhan pencekik menjadi besar dan lebat. 5. adalahFircus spp. Tumpukan dedaunan tersebut dapat dijumpai pada rongga-rongga atau sudut-sudut diantara akar-akar banir pohon-pohon.Namun demikian. Pada stadium ini tumbuhan pencekik masih berupa epifit. suku Burmanniaceae dan Gentianaceae. Jenis tumbuhan ini terdiri atas cendawan atau jamur (fungi). terutama yang hidup di dekat permukaan lantai hutan. Kemudian batang-batang pohon itu tertutup dan terjalin oleh akar-akar tumbuhan pencekik dengan sangat kuat. . jenis-jenis Triuridaceae dan Balanophoraceae yang sedikit mengandung klorofil dapat hidup dengan cara saprofit yang sama. baik dari segi jenis ataupun populasinya. Pencekik Pohon Tumbuhan pencekik memulai kehidupannya sebagai epifita. Saprofita Tipe tumbuhan ini mendapatkan zat haranya dari bahan organik yang telah mati bersama-sama denganparasit-parasit. Tumbuhan ini sering membunuh pohon yang semula membantu menjadi inangnya. Namun beberapa jenis anggrek tertentu.batang inangnya hingga mencapai tanah. Kehadiran epifit dalam ukuran yang luas lagi digunakan untuk membedakan antara hutan hujan tropis dengan komunitas hutan di daerah iklim sedang. Jumlah jenisnya lebih beraneka ragam. Setelah beberapa waktu tertentu inang pohon pun akan mati dan membusuk meninggalkan pencekiknya. Tumbuhan ini merupakan komponen heterotrof yang tidak berwarna hijau di hutan hujan tropis. biasanya melibatkan kekayaan jenis-jenis tumbuhan spora. namun akar-akarnya bercabang-cabang dan menujam ke bawah melalui batang. Tumbuhan pencekik yang paling banyak dikenal dan melimpah jumlahnya. tetapi kemudian akarakarnya menancap ke tanah dan tidak menggantung lagi pada inangnya. Tumbuhan ini dapat membantu terjadinya penguraian organik. Epifit pun memainkan peranan penting dan sangat menarik untuk menunjukkan adaptasi struktural terhadap habitatnya. yang memainkan peranan penting baik dalam ekonomi maupun fisiognomi hutan hujan tropis. Biji-biji dari tumbuhan pencekik ini berkecambah diantara dahan-dahan pohon besar yang tinggi atau semak yang merupakan inangnya. 6. Tumbuhan ini banyak ditemukan pada lantai hutan yang memiliki rontokkan daundaun yang cukup tebal dan terjadi pembusukkan yang nyata. dan bakteri. baik dari golongan yang rendah maupun paku-pakuan dan tumbuhan berbunga termasuk diantaranya semak-semak.

000 jenis kumbang diketahui ada. Tumbuhan ini dapat berupa cendawan dan bakteria yang digolongkan dalam 2 sinusia penting. Lembah sungai Amazon sendiri memiliki 3000 spesies yang diketahui dan kemungkinan spesies yang tidak teridentifikasi dalam jumlah yang sama. Karena pohon-pohon yang terdapat di hutan tropis rata-rata tinggi dan permukaan tanahnya relatif sering tergenang oleh air. sehingga hutan hujan tropis di jadikan rumah bagi berbagai jenis hewan di antarnya mamalia. siamang. amphibi. dan rawa-rawa adalah rumah bagi mayoritas spesies ikan air tawar. Kebanyakan hemiparasit adalah dari suku benalu (Loranthaceae). danau. dan Clown Loach berasal dari Asia. seperti. Sekitar seperempat dari seluruh spesies hewan yang telah diberi nama dan dideskripsikan oleh ilmuwan adalah kumbang. burung. Hampir 500. dan lele pemakan ganggang berasal dari hutan hujan tropis di Amerika Selatan. Hemiparasit yang bersifat seperti epifit jenisnya sangat banyak sekali dan jumlahnyanya pun melimpah ruah serta banyak dijumpai di seluruh hutan hujan tropis. Perairan hutan hujan tropis termasuk sungai. Discus. anak sungai. maka hewan yang banyak hidup di daerah hutan basah ini adalah hewan-hewan pemanjat sejenis primata. Kebanyakan dari hewan yang ditemukan di hutan hujan adalah serangga. simpanse. Parasit Jenis tumbuhan ini biasanya mengambil unsur hara dari pohon inangnya untuk kelangsungan hidupnya. gorilla. Banyak ikan tropis yang dipelihara di akuarium air tawar berasal dari hutan hujan. Hewan Hutan hujan menyediakan makanan untuk hewan. Tumbuhan ini hidupnya hanya untuk merugikan tumbuhan inangnya. serangga dan ikan yang hidup di perairan hutan hujan tropis. dan primata lainnya. Parasit akar jumlahnya sangat sedikit dan tidak seberapa penting artinya. sedangkan Danios. Gurameh.7. monyet. namun bila dikaji secara mendalam akan sangat menarik sekali. Komponen Penyusun Hutan Hujan Selain Tumbuhan 1. E. Ikan seperti Angelfish. Siamese Fighting Fish (atau Betta). Neon Tetras. Pertama adalah parasit akar yang tumbuh di atas tanah dan yang kedua adalah setengah parasit (hemiparasit) yang tumbuh seperti epifita di atas pohon. reptile. .

tempat berlindung.2. Ukuran tertinggi dari orang-orang ini. Amazon memiliki jumlah populasi yang terbesar. manusia-manusia hutan ini dapat mengajarkan banyak tentang hutan hujan pada kita. kebanyakan telah digantikan dengan para penetap dari luar atau telah dipaksa oleh pemerintah untuk menyerahkan gaya hidup mereka. menanam hasil bumi (seperti pisang. dan beras). kebanyakan Ameridian. Saat ini hanya sedikit manusia hutan yang hidup dengan cara tradisional. Dari sisa-sisa manusia hutan yang ada. juga dikenal sebagai Mbuti. manioc. Sementara mereka masih menggunakan hutan sebagai tempat untuk berburu dan mengumpulkan makanan. jarang yang tingginya lebih dari 5 kaki. penggorengan. dan obat-obatan. dan perkakas metal). dan melakukan kunjungan reguler ke kota-kota untuk membawa makanan dan barang ke pasar. Ukuran mereka yang kecil membuat mereka dapat bergerak di dalam hutan dengan lebih efisien bila dibandingkan dengan orang yang lebih tinggi. panggilan yang biasa ditujukan pada mereka. Pengetahuan mereka tentang tanaman-tanaman obat yang digunakan untuk merawat orang sakit tidak ada tandingannya dan mereka memiliki pemahaman yang luar biasa mengenai ekologi dari hutan hujan Amazon. . walau orang-orang tersebut juga telah dipengaruhi oleh dunia modern. menggunakan barang-barang dari Barat (seperti panci. Walau begitu. Di Afrika terdapat penghuni hutan asli yang kadang dikenal dengan nama pygmies. Manusia Hutan Hujan Hutan hujan tropis merupakan rumah bagi manusia pedalaman yang bergantung pada sekitar mereka untuk makanan.

Hal ini disebabkan oleh 3 faktor: (1) Kemiringan poros bumi menyebabkan wilayah tropika menerima lebih banyak sinar matahari dibanding pada atmosfer luarnya dibanding dengan wilayah iklim sedang. dan macan kumbang. Lantai hutan adalah dimana terjadinya pembusukan (decomposation). Di wilayah hutan hujan tropis. Produktivitas khususnya di wilayah tropis dipengaruhi oleh beberapa faktor. mengurangi jumlah sinaran yang diserap oleh atmosfer. yang terbatas oleh keadaan suhu adalah lebih panjang di daerah hutan hujan tropis (kecuali di tempat-tempat yang sangat tinggi) . Permukaan Tanah Hutan Hujan Dedaunan di kanopi membuat lapisan dasar dari hutan hujan umumnya gelap dan lembab. 56% sampai dengan 59 % sinar matahari pada batas atmosfer dapat sampai di permukaan tanah. (3) Masa tumbuh. antara lain adalah: a. permukaan tanah dari hutan hujan adalah bagian yang penting dari ekosistem hutan. Dekomposasi atau pembusukan adalah proses ketika makhluk-makhluk pembusuk seperti jamur dan mikro organism mengurai tumbuhan dan hewan yang mati dan mendaur ulang material-material serta nutrisi-nutrisi yang berguna. Bagaimanapun. (2) Lewatnya sinar matahari pada atmosfer yang lebih tipis (karena sudut yang lebih tegak lurus di daerah tropika). terlepas dari bayang-bayang konstanya. G. Suhu dan cahaya matahari Wilayah hutan hujan tropis menerima lebih banyak sinar matahari tahunan yang tersedia bagi fotosintesis dibanding dengan wilayah iklim sedang. Banyak dari hewan-hewan terbesar hutan hujan ditemukan di lantai hutan. Produktivitas ekosistem adalah suatu indeks yang mengintegrasikan pengaruh kumulatif dari banyak proses dan interaksi yang berlangsung simultan di dalam ekosistem. Jika produktivitas pada suatu ekosistem hanya berubah sedikit dalam jangka waktu yang lama maka hal ini menandakan kondisi lingkungan yang stabil. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Hutan Hujan Tropis Produktivitas merupakan parameter ekologi yang sangat penting. tapir. maka menunjukkan telah terjaDI perubahan lingkungan yang nyata atau terjadi perubahan yang penting dalam interaksi di antara organisme-organisme yang menyusun ekosistem. tetapi jika terjadi perubahan yang dramatis.F. Beberapa dari ini termasuk gajah.

yang mengakibatkan terlepas unsur-unsur hara . c.. Hara-hara ini ada yang dapat dengan segera diserap oleh tumbuhan d.5-12 bulan basah. Barbour et al. (1987) mengatakan bahwa sebagai salah satu faktor siklus hara dalam sistem. Oleh karena produktivitas serasah yang tinggi maka akan memberikan keuntungan bagi vegetasi untuk meningkatkan produktivitas karena tersedianya sumber hara yang banyak. Walaupun memberi dampak positif bagi produktivitas vegetasi menurut Resosoedarmo et al. Sumber utama air dalam atmosfer adalah hasil dari penguapan dari sungai. dan genangan air tanah lainnya serta transpirasi dari tumbuhan. Warsito (1999) menjelaskan bahwa kelembapan atmosfer merupakan fungsi dari lamanya hari hujan. b. Produktivitas Serasah Produktivitas serasah di hutan hujan tropis adalah juga yang tertinggi di banding dengan wilayah-wilayah lain sebagaimana yang terlihat pada Table 2. (1986) curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah. Menurut Jordan (1995) tingginya kelembapan pada gilirannya akan meningkatkan laju aktivitas mikroorganisme. air laut. proses lain yang sangat dipengaruhi oleh proses ini adalah pelapukan tanah yang berlangsung cepat. terdapatnya air yang tergenang.Suhu yang tinggi dan konstan hampir sepanjang tahun dapat bermakna musim tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan akan berlangsung lama. Pelapukan terjadi ketika hidrogen dalam larutan tanah bereaksi dengan mineral-mineral dalam tanah atau lapisan batuan. yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas tumbuhan. Hara yang mudah sekali tercuci terutama adalah Ca dan K. Selain itu. Kondisi ini menjadikan wilayah ini memiliki curah hujan yang merata hampir sepanjang tahun yang akan sangat mendukung produktivitas. . dan suhu.tanah yang tidak tertutupi oleh vegetasi rentan sekali terhadap pencucian yang akan mengurangi kesuburan tanah dengan cepat. pencucian adalah penyebab utama hilangnya hara dari suatu ekosistem. Curah Hujan Di daerah hutan hujan tropis jumlah curah hujan per tahun berkisar antara 1600 sampai dengan 4000 mm dengan sebaran bulan basah 9. Interaksi Antara Suhu dan Curah Hujan Interaksi antara suhu yang tinggi dan curah hujan yang banyak yang berlangsung sepanjang tahun menghasilkan kondisi kelembapan yang sangat ideal bagi vegetasi hutan hujan tropis untuk meningkatkan produktivitas.

. dan kemungkinan besar tanah disini berasal dari periode Tertiary.e. pohon adanya serangan insekta alat areal berskala mengembangkan pelindung terhadap herbivora melalui produksi bahan kimia tertentu yang jika dikonsumsi oleh herbivora memberi efek yang kurang baik bagi herbivora. maka dapat di antisipasi adanya potensi yang tinggi untuk terjadi serangan insekta. Tanah Tanah adalah faktor di daerah tropis yang tidak mendukung tingginya produktivitas yang tinggi. secara Banyak alami. Periode Pleistocene tidak berpengaruh sama sekali pada tanah disini. kecuali tanah vulkanik. Sekitar 10 % dari produktivitas vegetasi darat dunia dikonsumsi oleh herbivora biofag.. Tanah di hutan hujan tropis adalah tanah yang berumur sangat tua. Herbivora Herbivora adalah faktor biotik yang mempengaruhi produktivitas vegetasi. 1987). f. sedikit bukti yang ada sekurangkurangnya pada di hutan yang tumbuh luas. Persentase ini bervariasi menurut tipe ekosistem darat (Barbour at al. Oleh karena produktivitas yang tinggi. Namun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->