STK 203 TEORI STATISTIKA I

V. SEBARAN FUNGSI PEUBAH ACAK

V. Sebaran Fungsi Peubah Acak

1

Sebaran Fungsi Peubah Acak
Dalam banyak kasus untuk melakukan inferensi terhadap suatu parameter kita lebih banyak menggunakan fungsi dari peubah acak. Sebagai ilustrasi, pada saat kita akan melakukan pengujian hipotesis terhadap nilai tengah µ dari peubah acak X yang menyebar normal, statistik yang digunakan adalah

t=

x

_

µ0

sx
2

Kenapa menggunakan statistik tsb ?
V. Sebaran Fungsi Peubah Acak

Sebaran Fungsi Peubah Acak 4 . secara umum kita bisa mencari fU(u) yang merupakan turunan pertama dari FU(u). Sedangkan FU(u) = PU(U ≤ u) = PU(g(Y) ≤ u) V. kita akan membahas tiga metode utama yaitu : (1) Metode Fungsi Sebaran (2) Metode Transformasi (3) Metode Fungsi Pembangkit Momen V.Sebaran Fungsi Peubah Acak Untuk menentukan sebaran fungsi peubah acak tersebut. Jika U = g(Y) dan FU(u) adalah fungsi sebaran peubah acak U. Sebaran Fungsi Peubah Acak 3 (1) Metode Fungsi Sebaran Perhatikan Y adalah peubah acak kontinu dengan fungsi sebaran FY(y).

Sehingga 0 < e-u < 1 dan FU(u) = 1 – FY(y) = 1 .(1) Ilustrasi 5. Sehingga u .log(Y) Dengan demikian fU(u) kita peroleh dari turunan pertama FU(u). Dengan metode fungsi sebaran kita peroleh : Dengan demikian kita bisa memperoleh fU(u) dengan menentukan turunan pertama dari FU(u) sbb. θ > 0.log(y) > 0 sehingga diperoleh u lainnya Kita tahu bahwa FY(y) = y untuk 0 < y < 1. Sebaran Fungsi Peubah Acak (1) Ilustrasi 5.θ) = 1 .1. Sebaran Fungsi Peubah Acak .θ) Jadi u lainnya 6 V. 1) dan U = g(Y) = . karena 0 < y < 1 maka u = . sbb.e-y untuk y > 0.θ > 0 dan FU(u) = 1 – FY(u . Kita tahu bahwa FY(y) = 1. Jika Y ~ Seragam (0.e-(u .2. Tentukan fkp U = g(Y) = Y + θ. Diketahui Y ~ Eksponensial (1).e-u Bisa diperlihatkan bahwa U ~ Eksponensial (1) 5 V.

dan Dengan menurunkan FU(u) akan diperoleh aturan rantai V. yaitu : (1) g akan memetakan R ke R dengan sifat monoton naik atau monoton turun (2) g akan memiliki fungsi kebalikan yang unik. maka u = g(y) ⇔ g-1(u) = y. Sebaran Fungsi Peubah Acak 7 (2) Perhatikan jika g(y) adalah fungsi satu-ke-satu yang monoton naik. g-1 V. Ada beberapa sifat dari fungsi satu-ke-satu yang akan kita gunakan. Sebaran Fungsi Peubah Acak 8 .(2) Metode Transformasi Perhatikan peubah acak kontinu Y dengan fungsi sebarannya FY(y) dan U = g(Y) adalah fungsi satu-ke-satu dari Y.

kita bisa menggunakan fungsi harga mutlak. sehingga . Selanjutnya kita tentukan turunan dari g-1(u). sehingga fkp bagi U adalah V. kita harus meyakinkan bahwa g adalah fungsi satu-kesatu pada daerah fungsi RY. maka diperoleh untuk (?) V. sehingga akan tetapi fY(g-1(u)) < 0 sehingga bernilai positif. Untuk mengatasi kedua kasus tersebut. Jika g monoton turun. Mudah untuk ditunjukkan bahwa g(y) adalah fungsi yang monoton naik dan bersifat satu-ke-satu pada RY = {y|0 < y < ∞}. β) Peubah Acak 10 . sehingga diperoleh dan dan berdasarkan formulasi sebelumnya. demikian pula dengan g-1.(2) Sekarang perhatikan jika g monoton naik. Diketahui Y ~ Eksponensial (β).3. Sebaran Fungsi Dengan demikian U ~ Wibull (2. demikian pula dengan g-1. Sebaran Fungsi Peubah Acak 9 (2) Ilustrasi 5. Tentukan fkp Pertama-tama.

Y Mudah untuk menunjukkan g(y) adalah fungsi yang monoton turun dan bersifat satu-ke-satu pada RY = {y|0 < y < 1}. sehingga diperoleh dan dan berdasarkan formulasi sebelumnya.4. Diketahui fkp peubah acak Y sbb. Selanjutnya kita tentukan turunan dari g-1(u). y lainnya Tentukan fkp dari U = g(Y) = 1 . V. maka diperoleh untuk V.(2) Ilustrasi 5. Sebaran Fungsi Peubah Acak 12 . Sebaran Fungsi Peubah Acak 11 (2) Pertanyaan berikutnya adalah BAGAIMANA KALAU g(Y) BUKAN FUNGSI SATU-KE-SATU ? Dalam kondisi g yang bukan fungsi satu-ke-satu kita masih bisa menggunakan metode transformasi asalkan kita dapat mempartisi RY sedemikian sehingga diperoleh partisi-partisi yang tidak beririsan dan g pada masing-masing partisi bersifat satu-ke-satu.

Diketahui Y ~ N(0. Misalkan kita dapat mempartisi RY menjadi beberapa himpunan yang terhingga banyaknya.5. ….1. 1). 2.(2) Teorema 5. kita lihat bahwa U = Y2 bukan fungsi satu-ke-satu pada RY = {y |-∞ < y < ∞} tetapi bersifat satu-ke-satu pada A1 = (-∞. Tentukan fkp peubah acak U = Y2 Pertama-tama. …. g(y) = y2 bersifat monoton turun pada A1 dan monoton naik pada A2 dan juga berlaku RY = A1 ∪ A2.: Perhatikan Y peubah acak kontinu dengan fkp fY(y) dan U = g(Y) adalah suatu fungsi yang tidak bersifat satu-ke-satu pada RY tetapi kontinu. g2(y). Kemudian bisa kita peroleh ringkasan berikut partisi RY transformasi invers transformasi dan pada A1 dan A2 berlaku V. Ak dengan (i) P(Yi ∈ Ai) > 0 untuk setiap i dan (ii) fY(y) bersifat kontinu pada setiap Ai Jika fungsi g1(y). Sebaran Fungsi Peubah Acak 13 (2) Ilustrasi 5. 0) dan A2 = [0. A2. k serta gi(y) memenuhi sifat (i) g(y) = gi(y) untuk setiap y ∈ Ai (ii) gi(y) bersifat monoton pada Ai maka : u lainnya V. ∞). …. gk(y) ada sedemikian sehingga gi(y) terdefinisi pada Ai untuk i = 1. Sebaran Fungsi Peubah Acak 14 . katakan A1.

(sifat unik fungsi pembangkit momen). Sebaran Fungsi Peubah Acak 16 . maka fkp bagi U adalah u lainnya . Binomial. perhatikan u = y2 > 0. 2) atau U ~ χ2(1) V. Berdasarkan teorema 5. Gamma. V.5. Kita dapat menggunakan sifat unik fungsi pembangkit momen untuk menentukan fkp/fmp dari peubah acak U. Normal. dll).(2) Ilustrasi 5. Bagaimana menentukan fkp/fmp melalui fpm? Jika kita memiliki suatu fungsi U = g(Y) dan kemudian dapat ditentukan mU(t) adalah fungsi pembangkit momen peubah acak U. Sebaran Fungsi Peubah Acak 15 (3) Metode Fungsi Pembangkit Momen Teorema 5. karena Dengan demikian U ~ Gamma (1/2.1.2. Perhatikan X dan Y yang masing-masing memiliki fungsi pembangkit momen mX(t) dan mY(t). sehingga RU = {u|u > 0}. Jika mX(t) = mY(t) untuk semua nilai t maka X dan Y memiliki fkp/fmp yang sama. serta kita mengenali bentuknya (misal Poisson.

Y2. Kita tahu bahwa fpm Y adalah sehingga Jelas U ~ χ2(2α) V. Sebaran Fungsi Peubah Acak 17 (3) Teorema 5. Jika U = Y1 + Y2 + … + Yn maka Bisa diperlihatkan sbb.3. Yn adalah contoh acak dimana Yi memiliki fpm mYi(t) untuk i = 1.6. n. Perhatikan Y1. Jika Y ~ Gamma(α. perlihatkan bahwa U = g(Y) = 2Y/β ~ χ2(2α). β).(3) Ilustrasi 5. …. 2. V. …. Sebaran Fungsi Peubah Acak 18 .

Perhatikan jika (Y1. Jadi U ~ Binomial (n. p).(3) Ilustrasi 5. p) V. Tentukan fkp U = Y1 + Y2 + … + Yn. Sebaran Fungsi Peubah Acak 19 (4) Transpormasi Peubah Acak Ganda Dalam pembahasan topik ini kita akan fokus pada transformasi ganda dua yaitu jika kita memiliki U1 = g1(Y1. Y2). ….7. kali mU(t) adalah fpm Binomial (n. y2). Y2) serta g1-1 dan g2-1 dapat diturunkan secara parsial dan diperoleh maka (u1.Y2(y1. Y2. mU(t) dapat dihitung sbb. Y2) adalah peubah acak ganda kontinu dengan fkp R2 yang memetakan satu-ke-satu bersama fY1. Y2) dan U2 = g2(Y1. Yn ~ Bernoulli (p). Sebaran Fungsi Peubah Acak 20 . Jika Y1. Y2) dan U2 = g2(Y1. Jika g : R2 dari RY1Y2 ke RU1U2 dimana U1 = g1(Y1. u2) lainnya V.

maka fkp bersama (Y1.Y2 = {(y1.8. 1) dengan Y1 dan Y2 saling bebas. u2). u2). (a) fU1U2(u1.1). 0 < u2 < 1) dan dan V. y2 > 0). maka RU1. Y2 ~ Γ(β. Y2) adalah untuk (y1.8. y2)|y1 > 0. u2)|u1 >0. fkp marginal U1 (c) fU2(u2). fkp bersama dari U1 dan U2 (b) fU1(u1). Sebaran Fungsi Peubah Acak 21 (4) Ilustrasi 5.U2 = {(u1. fkp bersama dari U1 dan U2 karena Y1 dan Y2 saling bebas. fkp marginal U2 V. y2) ∈ RY1.(4) Ilustrasi 5. Jika didefinisikan : Tentukan : (a) fU1U2(u1. Sebaran Fungsi Peubah Acak 22 . Diketahui Y1 ~ Γ(α. Dengan memperhatikan u1 = y1 + y2 dan u2 = y1/(y1+y2).

U2) untuk setiap nilai u2 maka kita peroleh u1 lainnya V. u2).8.8. Sebaran Fungsi Peubah Acak 23 (4) Ilustrasi 5. Sebaran Fungsi Peubah Acak 24 . fkp marginal U1 kita akan integralkan fkp bersama (U1. fkp bersama dari U1 dan U2 dengan demikian diperoleh dan dapat ditulis (u1. u2) lainnya V. (b) fU1(u1). (a) fU1U2(u1.(4) Ilustrasi 5.

Y(2) nilai terkecil berikutnya. dengan demikian fkp bersama dari statistik tataan adalah fY(1).Y(n)(y1. Yn adalah contoh acak dari Y ~ fY(y|θ) dengan fungsi sebaran FY(y). fkp marginal U2 kita akan integralkan fkp bersama (U1. maka fkp bersamanya adalah Π∀i fY(yi|θ). Sebaran Fungsi Peubah Acak 25 (5) Statistik Tataan Perhatikan Y1. U2) untuk setiap nilai u1 maka kita peroleh u2 lainnya V.8. Sebaran Fungsi Peubah Acak 26 . …. yn) = n! Π∀i fY(yi|θ) = n! fY(y1|θ) fY(y2|θ) … fY(yn|θ) V. (c) fU2(u2). … . Karena Yi saling benas. Didefinisikan Y(1) ≤ Y(2) ≤ … ≤ Y(n) adalah statistik tataan (order statistics) dengan Y(1) adalah nilai terkecil. …. y2. Y2. Y2. ….Y(2).(4) Ilustrasi 5. Yn sehingga diperoleh Y(1) ≤ Y(2) ≤ … ≤ Y(n). demikian seterusnya sehingga Y(n) adalah nilai terbesar. akan ada n! cara yang berbeda untuk menyusun Y1. Menurut aturan pencacahan.

Y(1) dan dan dan sehingga dapat diperoreh V. Sebaran Fungsi Peubah Acak 28 . Sebaran Fungsi Peubah Acak 27 (5) (b) fkp statistik maksimum. Y(n) dan dan dan sehingga dapat diperoreh V.(5) (a) fkp statistik minimum.

Suatu barisan {Y(i)} kita bagi dalam 3 kelas. Y2.1). maka fkp bagi statistik tataan ke-k adalah V. P(Y(1) < 0.25) (b).50) V.90) (c). maka dengan pendekatan model multinomial kita peroleh dengan menginterpretasikan FY(y) = P(Yi < y).(5) (c) fkp statistik tataan ke-k. Sebaran Fungsi Peubah Acak 29 (5) Ilustrasi 5. fY(y) = P(Yi = y) dan 1. Y10 contoh acak dari Y ~ Beta(2. Sebaran Fungsi Peubah Acak 30 . Tentukan : (a). yaitu Kelas 1 2 3 Nilai Y Y<y Y=y Y>y Banyak anggota kelas k -1 1 n-k Karena Yi saling bebas. P(Y(10) > 0. P(Y(6) > 0. ….FY(y) = P(Yi > y). Diberikan Y1.9. Y(k) Untuk mencari fY(k)(y) coba didekati dengan model peluang multinomial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful