P. 1
Pengaruh Interaksi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Ips Terpadu Di Mts

Pengaruh Interaksi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Ips Terpadu Di Mts

|Views: 295|Likes:
Published by rompas hbtm

More info:

Categories:Types, Research
Published by: rompas hbtm on Sep 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.Pengertian Motivasi
  • 2)Syarat-syarat Terjadinya Interaksi
  • 3)Faktor yang mempengaruhi Komunikasi
  • 4)Faktor Penghambat Komunikasi
  • 5)Jenis-jenis Interaksi
  • 6)Bentuk-bentuk Interaksi
  • 7)Faktor-faktor Dalam Interaksi Sosial
  • 8)Model Integrasi Berdasarkan Topik
  • 9)Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan
  • 10) Strategi Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu
  • 11)Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu

A.

Judul PENGARUH INTERAKSI ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI

BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTs. NURUL IKHSAN NW SALUT TAHUN PELAJARAN 2012/2013

B. Latar belakang masalah Pendidikan merupakan faktor utama dalam membentuk baik buruknya pribadi manusia secara normatif. Pendidikan tidak hanya diperoleh di lembagalembaga pendidikan tetapi semua faktor dapat digunakan sebagai sumber pendidikan. Terutama lingkungan yang berperan atau berpengaruh terhadap keberhasilan prestasi belajar. Dalam tujuan pendidikan nasional menurut UU (20, 2003) tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Proses pembelajaran tidak bisa terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi dan menunjang keberlangsunganya pembelajaran. Salah satu penunjang utamanya adalah, adanya interaksi dan motivasi belajar bagi peserta didik dari orang tua masing-masing dan bimbingan yang terstruktur dan

1

terkonstruksi dengan baik dari guru atau pendidik sebagai fasilitator berperan aktif mengarahkan dan memfasilitasi peserta didik dalam belajar untuk

memperoleh ilmu, pengalaman, dan ketrampilan kepada peserta didik sebagai subyek belajar. Ketika seorang guru atau pendidik mampu melaksanakan interaksi yang baik dan efektif, maka peserta didik akan mendapatkan kemudahan dalam berkomunikasi dengan guru atau pendidiknya. Interaksi guru atau pendidik dengan peserta didik di sekolah juga sering disebut interaksi edukatif. Menurut Suryosubroto, (2002 :156) “ Interaksi edukatif adalah hubungan timbal balik antara guru atau pendidik (pendidik tau peserta didik/murid) dalam suatu sistem pengajaran”. Tugas memotivasi belajar bukan hanya tanggungjawab guru atau pendidik semata, tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi anak untuk lebih giat belajar. Menurut Nanang Fatah, (2004:89) Dalam memotivasi atau memberikan motivasi akan berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh orang yang diberi motivasi sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi. Keyataan bahwa peserta didik kurang berinteraksi dengan guru atau pendidik di kelas dalam mengikuti pelajaran, peserta didik juga mengerjakan pekerjaan rumah, kondisi ini menunjukkan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak. Berdasar uraian di atas, serta hasil dari observasi peneliti selama melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di MTs. Nurul Ikhsan NW Salut, peneliti terdorong untuk mengungkap lebih jauh hal tersebut dengan mengambil judul penelitian “Pengaruh interaksi dan motivasi orang tua

2

terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTs. Nurul Ikhsan NW Salut tahun ajaran 2012/2013”.

C. Rumusan masalah Berdasar latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan yaitu apakah ada pengaruh antara interaksi orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTs. Nurul Ikhsan NW Salut Tahun Pelajaran 2012/2013? D. Batasan masalah Batasan masalah merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam penulisan proposal ini. Dalam pembatasan masalah yang tepat dan benar, maka arah dari pembahasan masalah akan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Penyusunan Proposal ini, penulis memberikan batasan mengenai :
1. Interaksi orang tua terhadap motivasi belajar Peserta Didik. 2. Proses Pembelajaran IPS Terpadu di MTs. Nurul Ikhsan NW Salut.

E. Tujuan penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi orang tua terhadap motivasi

3

belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTs. Nurul Ikhsan NW Salut Tahun Pelajaran 2012/2013. F. Manfaat penelitian 1. Manfaat secara teoritis
a. Sebagai suatu karya ilmiah, hasil penelitian ini diharapkan dapat

memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada khususnya maupun masyarakat pada umumnya mengenai pengaruh interaksi orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTs. Nurul Ikhsan NW Salut Tahun Pelajaran 2012/2013
b. Menambah pengetahuan dan wawasan khususnya mengenai keaktifan

Peserta Didik dalam proses pembelajaran dan motivasi belajar maupun prestasi terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu Di MTs. Nurul Ikhsan NW Salut Tahun Pelajaran 2012/2013. c. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk kegiatan penelitian yang sejenis pada waktu yang akan datang.

2. Manfaat praktis

4

a.

Menyebarluaskan informasi mengenai arti pentingnya keaktifan Peserta Didik dalam proses pembelajaran dan motivasi belajar untuk mendukung pencapaian prestasi belajar secara optimal.

b.

Sebagai calon pendidik, pengetahuan dan pengalaman selama mengadakan penelitian ini dapat ditransformasikan kepada peserta didik pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

G. Tinjauan pustaka dan perumusan hipotesis 1. Penegasan pengertian istilah
a. Interaksi orang tua

Monks mengemukakan bahwa interaksi pada dasarnya pengaruh atau hubungan timbal balik. Dalam suatu interaksi terjadi proses sosial, karena dalam proses interaksi selalu melibatkan orang lain atau pihak lain untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat timbal balik. Interaksi sosial yaitu hubungan manusia dengan manusia lainnya atau hubungan manusia dengan kelompok atau hubungan kelompok dengan kelompok. Noor dalam Jamilah (2005:30) Interaksi sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan masyarakat. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, antar kelompok maupun antar individu dengan keluarga dimana kelakuan individu yang satu akan mempengaruhi, memperbaiki, mengubah, atau memperburuk tingkah laku individu yang lain.

5

Pengertian Motivasi Pengertian dasar motivasi ialah “Keadaan internal organisme (baik manusia ataupun hewan) yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. 1995 : 136). interaksi sosial adalah suatu hubungan dua atau lebih individu manusia. dalam Muhibbin. dan 2) Motivasi ekstrinsik. Bonner. motivasi berarti pemasok daya (energizer) untuk bertingkah laku secara terarah” (Gleitman.Menurut H. Motivasi Belajar 1. Dalam perkembangan selanjutnya. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri peserta didik sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar.1991:57). Dalam pengertian ini. dimana tingkah laku individu yang satu mempengaruhi. Dorongan 6 . Adapun motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu peserta didik yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Berdasarkan pendapat ahli di atas dalam perspektif kognitif. motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) Motivasi intrinsik. mengubah atau memperbaiki tingkah laku individu yang lain atau sebaliknya (Gerungan. b. motivasi yang lebih signifikan bagi peserta didik adalah motivasi intrinsik karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain.

umpamanya. Jadi di dalam setiap kasus interaksi. memberi pengaruh lebih kuat dan relatif lebih langgeng dibandingkan dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orangtua dan pendidik. Interaksi orang tua 1) Pengertian interaksi Interaksi sebagai peristiwa lebih mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau hadir bersama. Mereka menciptakan suatu hasil satu sama lain. atau berkomunikasi satu sama lain. 2005:30) Adapun menurut Chaplin interaksi adalah (a) satu relasi dua sistem yang terjadi sedemikian rupa sehingga kejadian yang berlangsung pada satu system akan mempengaruhi kejadian pada suatu sistem yang lain (b) satu hubungan sosial sedemikian rupa sehingga individu yang bersangkutan saling mempengaruhi satu sama lain.mencapai prestasi dan dorongan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan. (Chaplin. (Thilbaut dan Kelly dalam Jamilah.1999:254) Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa interaksi adalah hubungan antara satu individu atau lebih dimana 7 . tindakan setiap orang untuk mempengaruhi individu lain. Landasan teori a. 2.

Suatu kontak dapat pula bersifat primer atau skunder. misalnya A berkata pada B. dan lain sebagainya. A sama sekali tidak bertemu dengan C. Jadi dalam interaksi tersebut terjadi adanya hubungan timbal balik antara individu satu dengan yang lainnya. 2) Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat yaitu: a) Adanya kontak sosial Kontak merupakan tahap pertama dari terjadinya interaksi. seperti apabila orangorang tersebut berjabat tangan.individu satu dapat mempengaruhi individu lainnya atau sebaliknya. Antara individu 2. saling berbicara. Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk. akan tetapi telah terjadi kontak antara mereka. Antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Sebaliknya kontak skunder memerlukan perantara. Antara individu dengan kelompok atau sebaliknya 3. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. bahwa C mengagumi permainannya sebagai pemegang perantara utama. yaitu: 1. oleh karena masing-masing memberi tanggapan 8 . salah satu sandiwara. saling senyum dan seterusnya.

Pengertian Komunikasi Komunikasi berarti bahwa seseorang memberi arti pada perilaku oranglain. telepon atau radio. Menurut Walgito bahwa didalam komunikasi terdapat adanya beberapa unsur: a. dalam hal ini dapat berwujud antara lain orang yang sedang bicara. perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.walaupun dengan perantara B. Pesan ini 9 . orang yang sedang menggambar b. orang yang sedang menulis. Sedangkan kontak skunder dapat dilakukan melalui alat-alat misalnya. pemikiran. Pesan atau message yang disampaikan oleh komunikator. Orangyang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebu (Soekanto. pemikiran-pemikiran. b) Adanya komunikasi 1. Komunikator atau penyampai. yang dapat berwujud pengetahuan. sikap dan sebagainya.1990:115) Menurut Walgito (1994:75) komunikasi merupakan proses penyampaian dan penerimaan lambang-lambang yang mengandung arti. baik yang berwujud informasiinformasi. ide. pengetahuan ataupun yang lain-lain dari penyampaian atau komunikator kepada penerima atau komunikan.

ini dapat berupa seorang individu. penonton. Penerima pesan atau komunikan. isyarat. yakni secara primer dan secara skunder. dapat verbal dan non verbal d. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa. Proses Komunikasi Proses komunikasi terbagi beberapa tahap.berkaitan dengan lambang-lambang yang mempunyai arti. yaitu merupakan perangkat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator. tetapi juga dapat sekelompok individu-individu. Media komunikasi dapat berwujud media komunikasi cetak dan non cetak. Ini yang sering disebut sebagai media komunikasi. a. warna dan sebagainya. yang secara langsung mampu menerjemahkan pikiran atau perasaan komunikator kepada komunikan 10 . gambar. 2. Media atau saluran. Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambing (symbol) sebagai media. ataupun pembaca. komunikan ini dapat terbentuk antara lain sebagai pendengar. c.

majalah. telepon.1985:15-21) 3) Faktor yang mempengaruhi Komunikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi menurut Yuki dalam Onong (1988:71) ada tiga. Pemahaman pesan dari penerima. jika suatu pesan di mengerti penerima mungkin tidak meyakini informasinya benar. radio.b. jika pesan disampaikan tetapi penerima mengabaikan maka usaha komunikasinya gagal b. Kesediaan menerima pesan dari penerima pesan. seperti surat. dan banyak lagi. dikarenkan komunikasi sebagai sasaranya berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. sekalipun komunikator benar-benar memberikan arti yang dikatakan 4) Faktor Penghambat Komunikasi 11 . yaitu: a. Mendapatkan perhatian. Proses komunikasi secara skunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya. (Onong. jika penerima tidak mengerti pesan tersebut tidaklah akan berhasil dalam memberikan informasi dan mempengaruhinya c.

karena kata-kata dalam bahasa memiliki makna yang berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Pada umumnya dapat digolongkan dalam tiga kategori. Hambatan Teknis Hambatan ini biasanya disebabkan karena adanya keterbatas fasilitas dan peralatan komunikasi.Menurut Ninik dalam Onong (1993:92) hambatanhambatan dalam proses komunikasi dapat timbul dalam berbagai macam bentuk. Dapat juga hambatan komunikasi disebabkan karena kurangnya penerangan dan penjelasan dari komunikator 5) Jenis-jenis Interaksi 12 . b. Jika dalam komunikasi antara orangtua dan anak mengalami hambatan maka secara tidak langsung kan berpengaruh terhadap motivasi belajarnya. Hambatan Manusiawi Hambatan ini dipandang sebagai masalah serius dalam segala bentuk komunikasi yang berasal dari manusianya sendiri. yaitu: a. Hambatan Bahasa Bahasa menjadi salah satu hambatan-hambatan dalam proses komunikasi. dimana masing-masing mempunyai kemampuan dan kepekaan sendiri-sendiri maupun pengalaman manusia itu sendiri c.

setiap komunikasi antar pribadi senantiasa mengandung interaksi.Ali&Asrori. Atas dasar itu. berdasarkan hal tersebut ada dua jenis interaksi. terjadi manakala dua orangtua atau lebih melakukan kontak dengan menggunakan bahasa-bahasa tubuh. c. terjadi apabila dua orang atau lebih melakukan kontak satu sama lain dengan menggunakan artikulasi.Dalam setiap interaksi senantiasa di dalamnya mengimplikasikan adanya komunikasi antar pribadi. Demikian pula sebaliknya. yaitu: a) Interaksi dyadic. Prosesnya terjadi dalam bentuk saling tukar percakapan satu sama lain b. Nichols membedakan jenis-jenis interaksi berdasarkan banyaknya individu yang terlibat dalam proses tersebut serta pola interaksi yang terjadi. terjadi manakala hanya ada dua orang yang terlibat didalamnya atau lebih dari dua orang tetapi arah interaksinya hanya terjadi dua arah 13 . Shaw membedakan interaksi menjadi tiga jenis yaitu: a. Interaksi Fisik. terjadi manakala individu melakukan kontak satu sama lain dengan melakukan curahan perasaan (M. 2004:88) Selain tiga jenis interaksi diatas. sulit untuk memisahkan antara keduanya. Interaksi Verbal. Interaksi emosional.

Oposisi (opposition) yang mencakup persaingan dan pertentangan atau pertikaian b. 1988:58) Menurut Kimball Young dalam bukunya Soejono bentukbentuk proses sosial adalah: a. Kerjasama yang menghasilkan akomodasi dan c.Ali& M. Differentiation yang merupakan suatu proses dimana orang perorang didalam masyarakat memperoleh hak-hak dan kewajiban yang berbeda dengan orang lain dalam masyarakat atas dasar perbedaan usia. terjadi manakala individu yang terlibat di dalamnya lebih dari dua orang dan pola interaksi di dalam keluarga (M. (Soejono. 2004:88) 6) Bentuk-bentuk Interaksi Bentuk-bentuk interaksi dapat berupa kerja sama (cooperation) persaingan (competition) dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (konflik). seks dan pekerjaan (Soejono. Asrori. 1988:59) 7) Faktor-faktor Dalam Interaksi Sosial Kelangsungan interaksi sosial dipengaruhi oleh empat faktor yaitu: a) Imitasi Imitasi dapat diartikan “peniruan” dalam interaksi sosial faktor imitasi sangat penting jika yang diimitasi adalah 14 .b) Interaksi tryadic.

b) Sugesti Menurut W. 15 . Dalam sugesti hampir mirip dengan imitasi. Macam-macam sugesti ditinjau dari sebab terjadinya adalah: 1. Sugesti karena Hambatan Berfikir Dalam proses sugesti terjadi gejala bahwa orang yang dikenai sugesti mengambil alih pandangan orang lain tanpa memberikan pertimbangan atau kritik terlebih dahulu. kebiasaan menerima sesuatu tanpa kritik dan hambatan berfikir kritis. Gerungan sugesti merupakan suatu proses dimana seorang individu menerima suatu cara memandang atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.A. Imitasi positif dapat merangsang perkembangan kepribadian seseorang dan dapat mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan baik. baik yang datang dari diri sendiri maupun yang datang dari orang lain yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik dari individu yang bersangkutan.sesuatu yang baik. Imitasi juga bisa bersifat negatif dan memberi pengaruh buruk bila imitasi itu menimbulkan terjadinya kesalahan kolektif. Menurut Bimo sugesti adalah pengaruh psikis. perbedaannya ialah bahwa dalam sugesti seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya yang kemudian diterima oleh orang lain. sedangkan pada imitasi orang mengikuti sesuatu diluar dirinya.

4. 5. kelompoknya atau masyarakat (mayoritas). Sugesti karena Otoritas atau Prestasi Sugesti ini terjadi pada seseorang yang menerima pandangan atau sikap tertentu karena pandangan atau sikap tertentu karena pandangan atau sikap tersebut diberikan oleh orang yang ahli dalam bidangnya atau orang yang mempunyai prestasi sosial yang tinggi. Sugesti karena Mayoritas Banyak orang sering cenderung menerima suatu pandangan atau ucapan seseorang apabila pandangan atau ucapan tersebut didukung oleh sebagian besar orang dari golongannya.2. Mereka cenderung menerima pandangan itu tanpa pertimbangan yang yang cermat karena orang banyak sudah menerimanya. misalnya sugesti yang digunakan dalam propaganda. Sugesti karena Disosiasi Sugesti ini mudah terjadi pada orang yang pikirannya terhambat akibat kelelahan atau rangsangan emosi. Sugesti karena Kehendak untuk Percaya 16 . 3. juga pada orang-orang yang sedang mengalami disosiasi pikiran atau kebingungan karena menghadapi kesulitan-kesulitan hidup yang terlalu kompleks melebihi kemampuannya.

Sugesti karena kehendak untuk percaya ialah sugesti untuk meyakinkan diri sendiri. disegani atau dikagumi karna kekhasan pribadinya. kesamaan jiwa antara seseorang dengan tokoh tertentu bukan terjadi karena faktor keturunan saja. Tokoh-tokoh ini misalnya ibu. tetapi berlangsung tanpa disadari. Jadi. (Soetarno. d) Simpati 17 . bapak. orang-orang terkenal dan lain-lain. dan citranya tertanam di dalam hati orang yang mengidentikasi. Sugesti itu membuat dia menerima suatu sikap atau pandangan tertentu karena sikap atau pandangan itu sebenarnya sudah terdapat pada dirinya tetapi masih dalam keadaan terpendam. ada suatu pendapat bahwa sugesti justru membuat seseorang sadar akan adanya sikap-sikap dan pandangan-pandangan tertentu pada orang banyak. Mengenai hal ini. tetapi juga karena proses identifikasi. 1992:23) Pribadi yang dijadikan obyek identifikasi adalah tokoh yang dicintai. Pada umumnya tokoh tersebut menimbulkan gejolak emosional yang kuat. orangorang terpelajar. c) Identifikasi Identifikasi ialah suatu proses penyamaan diri oleh seorang individu terhadap pribadi lain secara aktif.

bukan karena suatu ciri tertentu. pengalaman-pengalaman dalam interaksi sosial dikeluarga turut menentukan pula cara bertindak dan bereaksi pergaulan sosial yang lebih besar seperti dalam masyarakat (Kartono. Simpati timbul bukan karena penilaian rasio. Dapat terjadi seseorang tiba-tiba merasa tertarik kepada orang lain dan rasa tertarik itu seakan-akan terjadi dengan sendirinya. b. Hubungan cinta kasih antara manusia biasanya didahului oleh perasaan simpati ini. pengenalan pertama terjadi setelah mengadakan interaksi sosial. belajar memperhatikan keinginan orang lain. Disinilah pertama-tama anak mengenal norma sosial. melainkan karena penilaian perasaan. Peranan simpati cukup nyata dalam hubungan persahabatan antara dua orang atau lebih. Simpati dapat berkembang secara perlahan-lahan dan dapat pula timbul secara tiba-tiba. atau perasaan tertarik orang yang satu kepada yang lain. Interaksi Orangtua Dengan Anak Keluarga merupakan wadah yang pertama-tama dan merupakan dasar yang fundamental bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.1992:128) 18 .Simpati mengandung pegertian menarik hati. melainkan karena keseluruhan tingkah laku orang tersebut.

Dengan demikian seorang sejak awal kehidupannya sudah dikenai langsung dengan peranan sosial sehingga dapat dikatakan keluarga merupakan tempat persemaian yang paling dominan bagi perkembangan anggota-anggotanya. Pola asuh bina kasih (induction) adalah yang diterapkan orangtua dalam mendidik anaknya dengan senantiasa memberikan 19 . dimungkinkan adanya kerjasama antar anggota keluarga sehingga persaingan. tidak terjadi lagi dalam keluarga (Balson.Menurut Sarlito bahwa keluarga merupakan lembaga primer sebagai ajang pertama seseorang belajar melakukan interaksi sosial. Hoffman mengemukakan tiga jenis pola asuh orangtua. yaitu: 1.1992:128) Dalam konteks bimbingan orangtua terhadap anak. Sebelum seorang anak mengenal norma-norma dan nilai-nilai dari masyarakat umum. Apabila hal ini sudah tercapai. pertama kali ia menyerap norma-norma dan nilainilai yang berlaku dalam keluarga untuk dijadikan bagian dari pengaruh orangtua dan anak-anaknya. bahkan bertanggung jawab atas berhasil tidaknya perkembangan yang harus dilalui oleh anggota keluarga tersebut (Sarlito. keadaan menolak hingga anak diperlakukan tidak sama.1998:111-112) Keberhasilan keluarga sebagian besar tergantung dari kemampuan mereka dalam berinteraksi dan menyatukan setiap anggota keluarga mereka.

pola asuh yang disarankan oleh Hoffman untuk diterapkan adalah pola asuh bina kasih (induction). karakteristik dari hubungan antara orangtua dan anak yaitu: a) Perhatian dan kepedulian timbal balik 20 . 2004:102) Menurut Dinkmeyer dan McKay.penjelasan yang masuk akal terhadap setiap keputusan dan perlakuan yang diambil bagi anaknya. Artinya. anak akan dapat mengembangkan pemikirannya untuk kemudian mengambil keputusan mengikuti atau tidak terhadap keputusan atau perlakuan orangtua (M. 2. Dengan cara demikian. Ali&M. 3. Dalam konteks pengembangan kepribadian anak. Pola asuh lepas kasih (love withdrawal) adalah pola asuh yang diterapkan orangtua dalam mendidik anaknya dengan cara menarik sementara cinta kasihnya ketika anak tidak menjalankan apa yang yang dikehendaki orangtuanya maka cinta kasihnya itu dikembalikan seperti sediakala. Asrori. Pola asuh unjuk kuasa (power assertion) adalah pola asuh yang diterapkan orangtua dalam mendidik anaknya dengan senantiasa memaksakan kehendaknya untuk dipatuhi oleh anak meskipun sebenarnya anak tidak dapat menerimanya. setiap keputusan yang diambil oleh orangtua terhadap anaknya harus senantiasa disertai dengan penjelasan atau alasan yang rasional. termasuk didalamnya pengembangan hubungan sosial.

Sedangkan Gunarsa menjelaskan bahwa karakteristik orangtuaanak dapat terjalin sebagai berikut: a) Saling menerima: Setiap anggota keluarga saling menerima segala kelemahan. kekurangan dan kelebihannya b) Saling mempercayai: Ibu dan Ayah hendaknya mengembangkan suasana saling mempercayai dan secara timbal balik merasakan apa yang dirasakan anak. c) Perhatian: Perhatian dapat diartikan sebagai menaruh hati pada seluruh keluarga d) Mengembangkan rasa simpati merupakan faktor utama bagi terbentuknya hubungan yang harmonis orangtua anak e) Menghormati dan menghargai: dalam melakukan interaksi dengan kelurga f) hendaknya diciptakan suasana saling menghormati dan menghargai Saling mengerti: orangtua dan anak hendaknya mengembangkan rasa saling pengertian satu sama lain. dengan demikian orangtua dapat memberikan bantuan dan nasehat bila diperlukan (Gunarsa.1992:34).b) Empati untuk satu sama lain c) Keinginan untuk mendengarkan satu sama lain/saling menghargai d) Pembagian pikiran atau perasaan ketimbang menyembunyikan dan menahan kemarahan/saling terbuka e) Dukungan dan penerimaan untuk satu sama lain (Balson. 21 .1992:74).

Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran. Hal ini didukung pula oleh 22 . Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas. Woolfolk (Semiawan. Pengertian motivasi Menurut Ahmadi dan Syuhadi (1986:67) “motivasi adalah hal-hal yang mendorong aktivitas-aktivitas yang merupakan alasan dilakukannya suatu perbuatan”. Motivasi Belajar 1. 1998/1999) mengartikan motivasi sebagai suatu keadaan internal yang dapat menaikkan.c. Frandsen (Ahmadi dan Shuyadi. Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua. b. 2001:158) “motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan”. Adanya sifat kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu belajar. mengarahkan dan memelihara perilaku. c. 1986:67) menyebutkan hal yang mendorong (motivasi) seseorang untuk belajar sebagai berikut: a. guru dan teman-teman. Sedangkan menurut Donald (Hamalik. d.

penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam kegiatan belajar. Motivasi yang sebenarnya timbul dalam diri peserta didik sendiri. senang dan bersemangat untuk belajar. Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa motivasi itu tidak pernah dikatakan baik. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Peserta didik yang memiliki motivasi kuat. 2.pendapat Sardiman (2001) yang menyatakan untuk dapat belajar dengan baik diperlukan proses dan memotivasi yang baik pula. Jenis-Jenis Motivasi dalam Belajar Hamalik (2001:162-163) membagi motivasi menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut: a. Motivasi intrinsik sering juga disebut motivasi murni. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar. akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Jadi motivasi belajar memiliki peranan yaitu menumbuhkan gairah peserta didik. Itulah para ahli psikologi pendidikan mulai memperhatikan soal motivasi yang baik. Motivasi intrinsik yaitu suatu dorongan yang berasal dari dalam individu. apabila tujuan-tujuan yang diinginkan juga tidak baik. Sebagai contoh seorang peserta didik yang 23 . yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar yang memberikan arah pada kegiatan. Dari pendapat-pendapat di atas.

Selain itu seringkali para peserta didik belum memahami untuk apa ia belajar hal-hal yang diberikan oleh sekolah. peserta didik tersebut sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya. Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya belajar dimulai dan diluruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. sebab pengajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat peserta didik atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik. hadiah dan sebagainya. tidak perlu ada yang menyuruh atau mendorongnya. Sebagai contoh kongkrit. seperti: angka. Jadi sesuai contoh di atas bahwa seorang peserta didik belajar memang benar-benar ingin mengetahui segala sesuatunya. Karena itu 24 . Motivasi ekstrinsik ini tetap diperlukan di sekolah. Motivasi ekstrinsik yaitu suatu dorongan yang berasal dari luar diri individu/faktor-faktor dari luar situasi. karena betul-betul ingin mendapat pengetahuan.senang membaca. bukan karena ingin pujian atau hadiah. Maka yang dimaksud dengan motivasi intrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajar itu sendiri. seorang peserta didik itu melakukan belajar. b. nilai atau keterampilan agar dapat berubah tingkah lakunya.

Memang yang dikehendaki ialah timbulnya motivasi intrinsik pada peserta didik. diharapkan lambat laun akan timbul kesadaran sendiri pada peserta didik untuk belajar. jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.motivasi terhadap pelajaran itu perlu dibangkitkan oleh guru sehingga para peserta didik mau dan ingin belajar. akan tetapi motivasi ini tidak mudah dan tidak selalu dapat timbul. motivasi intrinsik atau ekstrinsik. Fungsi motivasi yang pertama yaitu mendorong manusia untuk berbuat. Fungsi Motivasi dalam Belajar Sardiman (2001:83) membagi fungsi motivasi dalam belajar menjadi tiga yaitu sebagai berikut: a. Adanya tanggung jawab guru agar pengajaran peserta didik berhasil dengan baik. jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Mendorong manusia untuk berbuat. maka membangkitkan motivasi ekstrinsik ini menjadi kewajiban guru untuk melaksanakannya. sesungguhnya sulit untuk menentukan mana yang lebih baik. 3. Berdasarkan kedua jenis motivasi di atas. maksunya bahwa motivasi dalam hal ini 25 .

Berdasarkan fungsi motivasi tersebut. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan. Menyeleksi perbuatan Fungsi yang ketiga yaitu menyeleksi perbuatan. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan 26 . Dengan demikian motivasi itu mempengaruhi adanya kegiatan. c. tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain atau membaca komik. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. b. Seorang peserta didik yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat lulus. sebab tidak sesuai dengan tujuan. Motivasi bertalian dengan suatu tujuan. Seorang peserta didik melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Di samping itu motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Menentukan arah perbuatan Fungsi yang kedua yaitu menentukan arah perbuatan. Dengan demikian. motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. maka sesungguhnya motivasi memiliki peranan yang sangat besar dalam kegiatan belajar.

Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu 27 . Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD/MI) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA). meliputi bahan kajian: sosiologi. maka seorang peserta didik yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum.menunjukkan hasil yang baik. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu di tingkat SMP/MTs. 1998:20) Dalam implementasinya. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). sejarah. Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi. IPS Terpadu 1) Hakekat Pengajaran IPS Terpadu. ekonomi. d. geografi.

sejarah. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. Hal ini tentu saja menghambat ketercapaian tujuan IPS itu sendiri yang dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial 28 . Melalui pembelajaran terpadu peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung. geografi.pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema (konsep). dan memproduksi kesankesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. menyimpan. dan aktif. ekonomi) tanpa ada keterpaduan di dalamnya. bermakna. Dengan demikian. pengetahuan. pelaksanaannya di sekolah SMP/MTs pembelajaran IPS sebagian besar masih dilaksanakan secara terpisah. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. 1996:3). menggali. peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik. sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. serta kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu (Williams. Namun demikian. otentik. Pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS masih dilakukan sesuai dengan bidang kajian masing-masing (sosiologi. dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. Perolehan keutuhan belajar. 1976:116).

penyusunan model ini diantaranya bertujuan untuk: 29 . (4) meskipun pembelajaran terpadu bukan merupakan hal yang baru namun para guru di sekolah tidak terbiasa melaksanakannya sehingga ”dianggap” hal yang baru. 2) Tujuan Pembelajaran IPS Terpadu Tujuan penyusunan model pembelajaran IPS Terpadu pada tingkat SMP/MTs pada dasarnya untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan sebagai kerangka acuan bagi guru dan pihak terkait. sejarah. maka diperlukan pedoman pelaksanaan model pembelajaran IPS Terpadu pada tingkat SMP/MTs. geografi. maka dalam rangka implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta untuk memenuhi ketercapai pembelajaran. politik. melainkan masih terpisah-pisah antarbidang ilmu-ilmu sosial.(sosiologi. budaya). Secara rinci. serta (3) terdapat kesulitan dalam pembagian tugas dan waktu pada masing-masing guru ”mata pelajaran” untuk pembelajaran IPS secara terpadu. ekonomi. ekonomi. Hal ini disebabkan antara lain: (1) kurikulum IPS itu sendiri tidak menggambarkan satu kesatuan yang terintegrasi. Atas dasar pemikiran di atas. antropologi sehingga sangat sulit untuk melakukan pembelajaran yang memadukan antardisiplin ilmu tersebut. sejarah. dan sosiologi. hukum. untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran terpadu yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret dalam kerangka implementasi Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar. Hal ini penting. (2) latar belakang guru yang mengajar merupakan guru disiplin ilmu seperti geografi.

e) memberikan acuan dasar dalam pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu di SMP/MTs. b) Pengembangan strategi model pembelajaran IPS Terpadu Berbasis Kompetensi untuk IPS tingkat pada tingkat SMP/MTs. 30 . dan pemahaman bagi pihak terkait. b) membimbing guru agar memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran terpadu antardisiplin ilmu-ilmu sosial pada mata pelajaran IPS. c) memberikan keterampilan kepada guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran dan penilaian secara terpadu dalam pembelajaran IPS. sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terpadu. khususnya paduan pembelajaran IPS pada tingkat SMP/MTs. d) memberikan wawasan. 3) Ruang Lingkup Pembelajaran IPS Terpadu Ruang lingkup penyusunan model pembelajaran IPS Terpadu antara lain mencakup hal-hal berikut: a) Pemetaan kompetensi yang dapat dipadukan dari masing- masing Kompetensi Dasar yang sudah ditetapkan dalam Kurikulum SMP/MTs. c) Pengembangan penilaian model pembelajaran IPS Terpadu pada tingkat SMP/MTs. pengetahuan.a) memberikan wawasan dan pemahaman tentang pembelajaran terpadu.

Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. hukum. kepercayaan. 4) Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. struktur sosial.d) Pengembangan contoh model rencana pembelajaran IPS Terpadu pada tingkat SMP/MTs untuk kelas VII. dan psikologi sosial. antropologi. 31 . dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. hukum. geografi. dan budaya. teknologi. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. Geografi. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayahwilayah. geografi. organisasi politik. dan IX. sejarah. institusi. geografi. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. proses interaksi dan kontrol sosial. aktivitas-aktivitas ekonomi. sejarah. politik. ekonomi. ekspresi-ekspresi dan spiritual. filsafat. ekonomi. sejarah. politik. dan budaya). kelompok. ekonomi. politik. VIII. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial. sejarah. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai.

Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. sejarah. kewilayahan. kekuasaan. Dimensi dalam kehidupan manusia Ruang Waktu Nilai/Norma Area dan substansi pembelajaran Alam sebagai tempat dan penyedia potensi sumber daya Alam dan kehidupan yang selalu 32 . b) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. proses dan masalah sosial serta upayaupaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. sosiologi. dan sosiologi. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. c) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. bahkan juga bidang humaniora.5) Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Karateristik mata pelajaran IPS SMP/MTs antara lain sebagai berikut: a) Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur- unsur geografi. struktur. e) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. hukum dan politik. d) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. ekonomi. 1981). ekonomi. kewarganegaraan. 2001). sejarah.

masa lalu. 33 . b) Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalahmasalah sosial. saat ini. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut: a) Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. dan yang akan datang Kaidah atau aturan yang menjadi perekat dan penjamin keharmonisan kehidupan manusia dan alam. antisipatif Konsisten dengan aturan yang disepakati dan kaidah alamiah masing-masing disiplin ilmu Alternatif penyajian dalam mata pelajaran Geografi Sejarah Ekonomi. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. Sosiologi atau Antropologi (Sardiman. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Contoh Kompetensi Dasar yang dikembangkan Adaptasi spasial dan eksploratif Berpikir kronologis.berproses. 2004) 6) Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. prospektif.

Dengan demikian. d) Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. dalam hal ini. 1996:3). (Awan Mutakin. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. Pada pendekatan pembelajaran terpadu. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. Melalui pembelajaran terpadu peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung. serta mampu membuat analisis yang kritis. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar. dan memproduksi kesankesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. menyimpan. e) Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat.c) Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. menggali. 34 . selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. Pengembangan pembelajaran terpadu. 1998) 7) Konsep Pembelajaran Terpadu dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial.

modernisasi. diperluas. Kegiatan ekonomi penduduk dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. Selanjutnya penguasaan konsep tentang jenis-jenis kegiatan ekonomi sampai pada taraf mampu menumbuhkan krteatifitas dan kemandirian dalam melakukan tindakan ekonomi dapat dikembangkan melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. contohnya banjir. contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. potensi pariwisata. Pemukiman 35 . Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. kemudian dilengkapi. dibahas. Pada pembelajaran terpadu. Kegiatan ekonomi penduduk dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam IPS. Secara sosiologis. 9) Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmuilmu sosial. mobilitas sosial.dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. pemukiman kumuh. dan permasalahan yang berkembang. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. Secara historis dari waktu ke waktu kegiatan ekonomi penduduk selalu mengalami perubahan. misalnya ‘Kegiatan ekonomi penduduk’. IPTEK. Kegiatan ekonomi penduduk dapat mempengaruhi interaksi sosial di masyarakat atau sebaliknya. peristiwa. 8) Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait.

serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. kebutuhan. Penentuan Topik/tema 3. 10) Strategi Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu a) Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi peserta didik (minat. Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran b) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Pengembangan Silabus 5. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. dan kemampuan). dan budaya. Di antaranya adalah faktor ekonomi. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 1. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema 4. c) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/Skenario Pembelajaran 36 . bakat.Kumuh ditinjau dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. sosial.

alat media yang digunakan. sesuai dengan Standar Isi. Kompetensi Dasar yang hendak dicapai. dan Sejarah. maka dalam pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. Hal ini disebabkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar telah ditentukan dalam Standar Isi. Guru dengan latar belakang tersebut tentunya sulit untuk beradaptasi ke dalam pengintegrasian disiplin ilmu-ilmu sosial. Rencana pelaksanaan pembelajaran tersebut merupakan realisasi dari pengalaman belajar peserta didik yang telah ditentukan pada silabus pembelajaran terpadu. dan Sejarah. Ekonomi.Setelah teridentifikasi peta Kompetensi Dasar dan topik yang terpadu. keterpaduan terletak pada strategi pembelajaran. Ekonomi. Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. Di sekolah pada umumnya guru-guru yang tersedia terdiri atas guru-guru disiplin ilmu seperti guru Geografi. Sosiologi/Antropologi. Sosiologi/Antropologi. selanjutnya adalah menyusun desain/rencana pelaksanaan pembelajaran. Pada pembelajaran IPS Terpadu. materi pokok beserta uraiannya. langkah pembelajaran. serta sumber bahan yang digunakan 11) Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu a) Guru Oleh karena pembelajaran IPS Terpadu merupakan gabungan antara berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. karena mereka yang memiliki latar belakang Geografi tidak 37 . yang biasanya terdiri atas beberapa mata pelajaran seperti Geografi. Seyogianya guru dalam pembelajaran IPS dilakukan oleh seorang guru mata pelajaran yakni guru IPS Terpadu. penilaian dan tindak lanjut. Komponennya terdiri atas: identitas mata pelajaran.

dan (2) guru tunggal. jika kurang persiapan. pembelajaran IPS Terpadu juga menimbulkan konsekuensi terhadap berkurangnya beban jam pelajaran yang diemban guru-guru yang tercakup ke dalam IPS. Kelebihan sistem ini antara lain adalah: (1) pencapaian KD pada setiap topik efektif karena dalam tim terdiri atas beberapa yang ahli dalam ilmu-ilmu sosial. 1. Selanjutnya. Di samping itu. Hal tersebut disesuaikan dengan keadaan guru dan kebijakan sekolah masing-masing. satu topik pembelajaran dilakukan oleh lebih dari seorang guru. sehingga 38 . dalam pembelajaran IPS dapat dilakukan dengan dua cara. yakni: (1) team teaching.memiliki kemampuan yang optimal pada Ekonomi dan Sejaran. sementara ketentuan yang berkaitan dengan kewajiban atas beban jam mengajar untuk setiap guru masih tetap. Kelemahan dari sistem ini antara lain adalah jika tidak ada koordinasi. (2) pengalaman dan pemahaman peserta didik lebih kaya daripada dilakukan oleh seorang guru karena dalam satu tim dapat mengungkapkan berbagai konsep dan pengalaman. maka setiap guru dalam tim akan saling mengandalkan sehingga pencapaian KD tidak akan terpenuhi. Team Teaching Pembelajaran terpadu dalam hal ini diajarkan dengan cara team. begitu pula sebaliknya. Untuk itu. dan (3) peserta didik akan lebih cepat memahami karena diskusi akan berjalan dengan narasumber dari berbagai disiplin ilmu. Setiap guru memiliki tugas masingmasing sesuai dengan keahlian dan kesepakatan. penampilan di kelas akan tersendat-sendat karena skenario tidak berjalan dengan semestinya.

Hal ini disebabkan: (1) IPS merupakan satu mata pelajaran. dan seterusnya. (d) Sebaiknya dilakukan simulasi terlebih dahulu jika pembelajaran dengan sistem ini merupakan hal yang baru. (2) guru dapat merancang skenario pembelajaran sesuai dengan topik yang ia kembangkan tanpa konsolidasi terlebih dahulu dengan guru yang lain. Untuk itu maka diperlukan beberapa langkah seperti berikut: (a) Dilakukan penelaahan untuk memastikan berapa KD dan SK yang harus dicapai dalam satu topik pembelajaran. dan (3) oleh karena tanggung 39 . (c) Disusun skenario pembelajaran dengan melibatkan semua guru yang termasuk ke dalam topik yang bersangkutan. SK-2 oleh guru dengan latar belakang Geografi. (e) Evaluasi dan remedial menjadi tanggung jawab masingmasing guru sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. sehingga tidak terjadi kecanggungan di dalam kelas. seperti misalnya SK-1 oleh guru dengan latar belakang Sosiologi/Antropologi. sehingga setiap anggota memahami apa yang harus dikerjakan dalam pembelajaran tersebut.para guru tidak tahu apa yang akan dilakukan di dalam kelas. Guru Tunggal Pembelajaran IPS dengan seorang guru merupakan hal yang ideal dilakukan. (b) Setiap guru bertanggung jawab atas tercapainya KD yang termasuk dalam SK yang ia mampu. Hal ini berkaitan dengan berapa guru bidang studi IPS yang dapat dilibatkan dalam pembelajaran pada topik tersebut. sehingga akumulasi nilai gabungan dari setiap Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi menjadi nilai mata pelajaran IPS. 2.

jawab dipikul oleh seorang diri. b. maka potensi untuk saling mengandalkan tidak akan muncul. 40 . maka dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut: a. yakni: (1) oleh karena mata pelajaran IPS terpadu merupakan hal yang baru. (2) seorang guru bidang studi geografi tidak menguasai secara mendalam tentang sejarah dan ekonomi sehingga dalam pembelajaran IPS terpadu akan didominasi oleh bidang studi geografi. Untuk tercapainya pembelajaran IPS Terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal tersebut. Namun demikian. terdapat beberapa kelemahan dalam pembelajaran IPS terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal. sedangkan guru-guru yang tersedia merupakan guru bidang studi sehingga sangat sulit untuk melakukan penggabungan terhadap berbagai bidang studi tersebut. Koordinasi antarbidang studi yang tercakup dalam mata pelajaran IPS tetap dilakukan. serta (3) jika skenario pembelajaran tidak menggunakan metode yang inovatif maka pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tidak akan tercapai karena akan menjadi sebuah narasi yang kering tanpa makna. seperti guru bidang studi Sejarah diberikan pelatihan tentang bidang studi Geografi dan Ekonomi. untuk mereviu apakah skenario yang disusun sudah dapat memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan bidang studi di luar yang ia mampu. Guru-guru yang tercakup ke dalam mata pelajaran IPS diberikan pelatihan bidang-bidang studi di luar bidang keahliannya.

Pembelajaran IPS Terpadu ini akan lebih dipahami peserta didik jika dalam penyajiannya lebih mengupas pada permasalahan sosial yang ada. pembelajaran 41 . sistemik. pembelajaran IPS Terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreativitas akademik. nilai atau tindakan yang terdapat dalam beberapa indikator dan Kompetensi Dasar. utuh. Selain itu. model pembelajaran IPS Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. secara psikologik. kemampuan asosiatif. teratur. peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. menerima. menyerap. Disusun skenario dengan metode pembelajaran yang inovatif dan memunculkan nalar para peserta didik sehingga guru tidak terjebak ke dalam pemaparan yang parsial bidang studi. terutama permasalahan sosial di lingkungan peserta didik itu sendiri. d. Dengan demikian. pengetahuan. peserta didik digiring berpikir secara luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan-hubungan konseptual yang disajikan guru. Persiapan pembelajaran disusun dengan matang sesuai dengan target pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan topik yang dihasilkan dari pemetaan yang telah dilakukan. Dengan mempergunakan model pembelajaran IPS Terpadu.c. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep. serta kemampuan eksploratif dan elaboratif. dan analitik. menyeluruh. Hal ini disebabkan model ini menekankan pada pengembangan kemampuan analitik. Selanjutnya. b) Peserta didik Dilihat dari aspek peserta didik.

Sejarah. majalah. surat kabar. dalam hal ini. Bahan yang akan digunakan dapat berbentuk buku sumber utama Sosiologi/Antropologi. Oleh karena pembelajaran terpadu pada dasarnya merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu-ilmu sosial. diperlukan sejumlah sumber belajar yang sesuai dengan jumlah Standar Kompetensi yang merupakan jumlah bidang studi yang tercakup di dalamnya. Pencarian informasi ini. Sejarah. Geografi. brosur. Geografi. maka ia akan memerlukan bahan ajar yang mencakup empat bidang studi yakni Sosiologi/Antroplogi. Jika pembelajaran dalam satu topik tersebut mencakup seluruh SK (4 Standar Kompetensi). sebenarnya dapat pula memanfaatkan perangkat teknologi informasi mutakhir seperti multimedia dan internet. atau berupa lingkungan sekitar seperti: lingkungan alam. Seorang guru yang akan menyusun materi perlu mengumpulkan dan mempersiapkan bahan kepustakaan atau rujukan (buku dan pedoman yang berkaitan dan sesuai) untuk menyusun dan mengembangkan silabus. maka dalam pembelajaran ini memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan pembelajaran monolitik. lingkungan sosial sehari-hari.model ini menuntun kemampuan belajar peserta didik lebih baik. poster dan informasi lepas. Sumber belajar utama yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS Terpadu dapat berbentuk teks tertulis seperti buku. dan Ekonomi. Dalam satu topik pembelajaran. baik dalam aspek intelegensi maupun kreativitas. dan 42 . c) Bahan Ajar Bahan ajar memiliki peran yang penting dalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran terpadu.

Bahan yang sudah terkumpul selanjutnya dipilah. Setelah bahan-bahan yang diperlukan terkumpul secara memadai. koran. kreativitasnya dalam mengelola bahan ajar.Ekonomi maupun buku penunjang lainnya. dikelompokkan. atau CD yang berisi cerita atau tayangan yang berkaitan dengan bahan yang akan dipadukan. hanya saja ia memiliki kekhasan tersendiri dalam beberapa hal. Semakin lengkap bahan yang terkumpulkan dan semakin luas wawasan dan pemahaman guru terhadap materi tersebut maka berkecenderungan akan semakin baik pembelajaran yang dilaksanakan. bahan bacaan penunjang seperti jurnal. dan disusun ke dalam indikator dari Kompetensi Dasar. brosur. dalam hal ini. Sebagai bahan penunjang. dapat juga digunakan disket. seorang guru selanjutnya perlu mempelajari secara cermat dan mendalam tentang isi bahan ajar yang berkaitan dengan langkah kegiatan berikutnya. hasil penelitian. Guru. wawasan. pemahaman. guru harus memilih secara jeli media yang akan digunakan. bahan-bahan Keberhasilan yang diperlukan seorang guru dan dalam dalam tingkat melaksanakan pembelajaran terpadu tergantung pada pengetahuan. dalam hal ini media tersebut harus memiliki kegunaan yang dapat dimanfaatkan oleh 43 . d) Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang harus tersedia dalam pembelajaran IPS Terpadu pada dasarnya relatif sama dengan pembelajaran yang lainnya. majalah. serta alat pembelajaran yang terkait dengan indikator dan Kompetensi Dasar ditetapkan. Dalam pembelajaran IPS Terpadu. dituntut untuk rajin dan kreatif mencari dan mengumpulkan pembelajaran. kaset. Di samping itu.

Guru dalam pembelajaran ini diharapkan dapat mengoptimalkan sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan pembelajaran Terpadu. Misalnya. Namun demikian.berbagai bidang studi yang terkait dan tentu saja terpadu. Hal ini disebabkan untuk memberikan pengalaman yang terpadu. dalam pembelajaran ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sarana yang relatif lebih banyak dari pembelajaran monolitik. 44 . IPS pandangan-pandangan filosofis dan ideologis. peserta didik harus diberikan ilustrasi dan demonstrasi yang komprehensif untuk satu topik tertentu. pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi (Nana Syaodik Sukmadinata. Jenis penelitian Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar. H. cara kerja yang bersistem untuk melaksanakan sesuatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan” (Masrial. Sebuah sumber menyebutkan bahwa metode penelitian adalah “cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan). 1993:19). Metode penelitian 1. peta yang digunakan tidak hanya peta yang dapat digunakan untuk Standar Kompetensi yang berkaitan dengan Geografi saja melainkan juga seyogianya dapat digunakan untuk mencapai Standar Kompetensi yang lainnya. efisiensi pemanfaatan sarana dapat terlaksana dalam pembelajaran ini. Dengan demikian. 2009:52).

Nurul Ikhsan NW Salut yang berjumlah 30 peserta didik. 1998:117). 2. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto. waktu yang ditentukan peneliti. b. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharsimi (2002:5) yang mengatakan bahwa penelitian non-eksperimen hanya meneliti apa yang sudah ada. Sedangkan menurut Margono (2000:118) populasi adalah seluruh obyek yang menjadi perhatian peneliti dalam ruang lingkup. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan secara empiris artinya bahwa gejala-gejala yang akan diteliti sudah ada secara wajar dan tidak perlu diadakan eksperimen. Oleh karena itu. Dalam pengambilan sampel ini tidak ada satu 45 . Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTs. Populasi Arikunto (2002:108) menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode merupakan jalan atau cara yang diperlukan dalam penelitian untuk mencapai tujuan kebenaran ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan dan sekaligus menjawab pertanyaan yang ada dalam penelitian. data yang akan diteliti baik variable bebas tentang Interaksi orang tua maupun variable terikat tentang motivasi belajar peserta didik tidak perlu dilakukan percobaan atau eksperimen. Populasi dan sampel a.

Jenis dan sumber data Dalam penelitan kuantitatif. Karena jumlah populasi dalam penelitian ini kurang dari 100. mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh 46 . lebih baik jumlah tersebut diambil semua. kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel. analisa data dilakukan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Arikunto memberikan anjuran bahwa dalam pengambilan sampel. apabila jumlah subyek kurang dari 100 orang.ketetapan yang mutlak.1998:120) Berdasarkan pendapat diatas. selanjutnya apabila jumlah subyek besar atau lebih dari 100 orang maka dapat diambil antara 10%-15 % atau 20%25% atau lebih (Arikunto. Hal ini sesuai dengan pendapat Sutrisno Hadi “sebenarnya tidak ada ketetapan mutlak itu tidak perlu menimbulkan keraguan pada seseorang penyelidik”. maka pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik sampel yaitu populasi sampling. berapa persen sampel harus diambil. sehingga penelitiannya menjadi penelitian populasi. Populasi sampling menurut hadi dan Singarimbun (1989:152) adalah pengambilan sampel penelitian secara keseluruhan jumlah populasi yang ada. Data penelitian a. 3.

Data kualitatif. data dapat dikategorikan kedalam: 1. Ditinjau dari jenisnya. yaitu data yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Dengan mengetahui jenis data. Dalam penelitian ini data yang akan diperoleh berupa angkaangka hasil angket dan hasil tes. b. menyajikan data. menurut suharsimi(1998:245). melakukan perhitungan untuk merumuskan masalah. 2. apakah menggunakan analisa statistik atau non statistik.responden. agar peneliti menjawab semua masalah dan tujuan yang telah ditetapkan. maka dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data. maka dapat ditentukan tekhnik analisanya. Tekhnik pengumpulan data Sesuai dengan tujuan penelitian ini. Data kuantitatif. penulis akan menggunakan metode sebagai berikut: 1) Metode observasi 47 . yaitu data yang berwujud angka-angka hasil perhitungan ataupun data yang diperoleh dengan mengubah data kualitatif yang dikuantitatifkan. melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Karena berupa angka-angka maka analisa yang digunakan adalah analisa statistik.

Tujuan dipakainya metode observasi ini adalah untuk mengamati secara langsung situasi populasi penelitian yang terkait dengan variabel-variabel dalam penelitian 2) Metode Test Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. pengetahuan. Nurul Ikhsan NW Salut 3) Metode Dokumentasi Metode Dokumentasi yang diselidiki peneliti adalah benda-benda tertulis seperti buku-buku.1998:139). dokumen. notulen rapat. Alat tes yang digunakan disini adalah alat tes yang sifatnya terstandart. adapun alat tes yang digunakan oleh peneliti disini adalah alat tes motivasi belajar (TKV) dari Munandar dengan tujuan untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa di MTs. majalah.Metode observasi atau pengamatan adalah kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indra (Arikunto. inteligensi. Bentuk observasi yang dilakukan adalah observasi non sistematis yakni observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan. catatan harian dan sebagainya (Arikunto. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto. peraturan-peraturan. 1998:146).1998:149). Metode ini digunakan dengan cara memeriksa dan mencatat dokumen yang ada seperti sejarah 48 .

Nurul Ikhsan NW Salut . Sering pula diartikan bahwa variabel 49 . 1998 : 52). Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. memberikan penjelasan tentang cara mengerjakan serta membuka pertanyaan kepada siswa yang merasa belum mengerti. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk variabel interaksi orangtua-anak adalah dengan menggunakan metode angket. Nurul Ikhsan NW Salut dengan cara membagikan angket kepada siswa didalam kelas. Pengumpulan data dengan angket ini disebarkan di MTs. pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Bentuk angket dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Pertanyaan dalam skala ini ada yang berbentuk menyenangkan dan tidak menyenangkan. Metode ini menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan nilai skalanya. atau dengan perkataan lain suatu faktor yang jika diukur akan menghasilkan skor yang bervariasi. Variabel penelitian Variabel dapat diartikan sebagai suatu konsep yang memiliki nilai ganda. tentang keadan guru. 4) Metode Angket a. 4.1996: 11) Variabel adalam hal ini diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan peneliti (Rahman.berdirinya MTs. data siswa serta hal-hal yang berhubungan dengan penelitian ini. Variabel penelitian merupakan gejala yang menjadi obyek penelitian(Yatim.

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS Terpadu materi ekonomi di MTs. juga memilih tekhnik dan alat pengumpul data yang relevan. Sedangkan menurut Arikunto (1999 : 97) variabel yaitu obyek penelitian yang bervariasi. Dalam penelitan kuantitatif. a. Analisis data Dalam buku metodologi penelitian pendidikan dijelaskan bahwa dalam setiap penelitian. 5. analisa data dilakukan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Penggunaan tekhnik dan alat pengumpul data yang tepat. memungkinkan diperolehnya data yang objektif dan akurat (Margono. Nurul Ikhsan NW Salut tahun pelajaran 2012/2013 b. 2000:158). Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Interaksi orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTs. Nurul Ikhsan NW Salut tahun pelajaran 2012/2013. kegiatan dalam analisi 50 .penelitian itu sebagai faktor – faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. disamping perlu menggunakan metode penelitian yang tepat. Variabel Terikat.

maka rumus yang digunakan dalam menganalisa kedua variabel tersebut adalah product moment dari pearson Formula Korelasi Product Moment Perason 51 . Untuk menganilis pengaruh antara variabel tingkat interaksi orangtua-anak dan variabel motivasi belajar.data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel. melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. menyajikan data. mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden. Karena berupa angka-angka maka analisa yang digunakan adalah analisa statistik. melakukan perhitungan untuk merumuskan masalah. Dalam penelitian ini data yang akan diperoleh berupa angka-angka hasil angket dan hasil tes.

2001 : 16). “Hipotesis merupakan prediksi mengenai kemungkinan hasil dari suatu penelitian” (Fraenkel dan Wallen dalam Yatim Riyanto. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang positif dan signifikan tentang pengaruh Interaksi orang tua terhadap motivasi belajar 52 . Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian. (Ha) Ada pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh Interaksi orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpau di MTs. 2005:327) 6. sampai terbukti melalui data yang terkumpul. maka hipotesis alternatif (Ha) diubah menjadi hipotesis nihil (Ho). Nurul Ikhsan NW Salut tahun pelajaran 2012/2013 Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh Interaksi orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpau di MTs. Nurul Ikhsan NW Salut tahun pelajaran 2012/2013 (Ho) Untuk keperluan pengujian hipotesis digunakan teknik Dua proporsi z-test (En=Two-proportion z-test) tidak digabung. Pengujian hipotesis Setelah peneliti mengadakan penelahan yang mendalam terhadap berbagai sumber untuk menentukan anggapan dasar. hipotesis yang diajukan masih perlu diuji kebenarannya. Sesuai dengan teknik analisis yang digunakan seperti disebutkan di atas.(Suharsimi Arikunto. Hipotesis yang dimaksud dalam penelitian ini berbentuk alternatif yang terdiri dari hipotesa mayor dan hipotesa minor. maka langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. Atas dasar pendapat di atas.

E. b.peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTs. Dan sebaliknya apabila z hitung < z tabel maka Ho diterima pada taraf uji yang sama. (2005). Tolak Ho. n1 p1 > 5 dan n1(1 − p1) > 5 dan n2 p2 > 5 dan n2(1 − p2) > 5 dan observasi independen. Romano. a. Ho di tolak artinya terdapat perbedaan yang signifikan dan menerima Ho artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan I. (kecuali ditentukan sebelumnya) = Dugaan proporsi populasi = proporsi 1 = proporsi 2 = Dugaan perbedaan proporsi = Jumlah sampel = Jumlah sampel 1 = Jumlah sampel 2 Lehmann. Joseph P. Dengan keterangan: = x/n = Proporsi sampel.L. Nurul Ikhsan NW Salut tahun pelajaran 2012/2013.. Jadwal kegiatan penelitian NO KEGIATAN JULI BULAN AGUSTUS SEPTEMBER 53 . apabila z hitung > z tabel pada taraf uji 95 % dan derajat kebebasan (dk = n1 + n2 -2).

Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan mulai dari bulan Juli sampai dengan bulan September tahun 2012 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Nurul Ikhsan NW Salut Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat. Statistik Dasar Untuk Penelitian. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rhineka Cipta. 2000. Jakarta : PT.2012 1 2 3 4 5 1 2 2012 3 4 5 1 2 2012 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 Persiapan Penyusunan Proposal Konsultasi Proposal Perizinan Penyusunan Skripsi Konsultasi Skripsi Seminar Adapun tempat melakukan penelitian ini yaitu di Kelas VIII MTs. Suharsimi. Syaiful Bahri. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek. Psikologi Belajar. 54 . Djamarah. Suharsimi. 2002. 2002. Surakarta: UNS Press. 2006. Rineka Cipta Arikunto. Jakarta: Rhineka Cipta Budiyono.

2002. Tatik.M. Yogyakarta: Nurcahaya. 1990. Kemampuan Interaksi Sosial Pada Anak Tunagrahita. Kuntoro. Kartini. Kreativitas yang perlu dikembangkan. 2004. Panduan Keluarga Muslim Modern. Yogyakarta: Dana Bhakti Primayasa Hurlock. Bengkel Kreativitas (10 Cara Menemukan Ide-ide Pamungkas). Jakarta. Bandung: Penerbit ALUMNI. Penerbit PT. A. Mendidik Anak Secara Bijak. Sutrisno. Hakim. Gunung Mulia. Jakarta : Prestasipustaka Jamilah. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. UIN Malang. 1997. Marja Halloran. Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu. Landasan Manajemen Pendidikan. 1984.N. Kaifa. 2000. 2011. Dimensi Manusia dalam Pemikiran Pendidikan. Azas-azas Penelitian Behavioral. A.A. Sodiq. 1978. 1985. F. Kartono. Metode Research Jilid I. Jakarta. 2005. Sofyan. 55 . 1990. Nanang. Psikologi Umum. Kerlinger.Fatah. Cara membina hubungan baik dengan orang lain. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Jordan E. Al-Qur’an: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. D. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara Hawari. Hadi. Yogyakarta: Andi Offset. Bandung. Iif. (Skripsi tidak diterbitkan).

ac. Bandung : Alfabeta. Metode Penelitian Administrasi. Testing Statistical Hypotheses (edisi ke-3E). (Skripsi tidak diterbitkan). Sugiyono .unila. PT. Malang Munandar. Bandung: Tarsito. http://blog.L. Jakarta: PT. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta. Undang-undang republik Indonesia no. Romano.Maricha. Metode Penelitian Administrasi. Proses Belajar Mengajar Disekolah. New York: Springer. Jakarta: Penerbit Erlangga ___________. Metode Statistika. Psikologi Anak. F. 2002. ______. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. 2002.id/pargito/2010/07/17/hakekat-pendidikan-ips 56 . Sugiyono . Rineka Cipta. 2003. U. Pengaruh kreativitas Verbal Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Sudjana. Joseph P. (2005). Jakarta : Rineka Cipta.1988.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional(sisdiknas) Jakarta :Gramedia E.. 2008. UIIS. Suryosubroto. 2002. Gramedia. Bandung : Alfabeta. 1999. 1985.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->