P. 1
Pengaruh Metode Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 2 Gangga

Pengaruh Metode Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 2 Gangga

|Views: 401|Likes:
Published by rompas hbtm

More info:

Categories:Types, Research
Published by: rompas hbtm on Sep 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin pesat menuntut adanya perubahan dan perkembangan disegala bidang termasuk di dunia pendidikan. Sejalan dengan perkembangan tersebut, maka tuntutan mutu pendidikan juga semakin tinggi. Saat ini pendidikan kita masih di dominasi oleh metode-metode pembelajaran konvensional seperti metode ceramah, sedangkan untuk memaksimalkan peran peserta didik dalam

proses kegiatan belajar mengajar dikelas perlu diterapkan model pembelajaran yang lebih inovatif dan variatif sehingga dapat mengaktifkan peserta didik, salah satunya dengan menerapkan model-model pembelajaran konstruktifisme. Dalam paradigma pembelajaran konstruktifistik, peserta didik diharapkan dapat menemukan dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya jika tidak, maka tidak akan menimbukan perubahan pada peserta didik (Trianto, 2009:28) menyatakan bahwa teori konstruktivisme menurutnya peserta didik berperan aktif membangun sendiri pengetahuan di benaknya,

pendidik hanya sebagai fasilitator saja. Dalam proses pembelajaran konstruktif ini, peran aktif pendidik tidak lagi sebagai pusat pengetahuan (teacher centered) tetapi perannya hanya sebagai fasilitator membantu peserta didik dalam menemukan

1

konsep, fakta, atau prinsip bagi mereka sendiri, bukan sebagai satu-satunya sumber informasi atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Pada saat ini, SMP Negeri 2 Gangga telah menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai pedoman kurikulum dalam pemblajran, namun kurikulum tersebut belum sepenuhnya dapat diterapkan dengan sempurna dalam kegiatan belajar disetiap mata pelajaran, baik dari segi strategi, metode, maupun penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan informasi yang diperoleh pendidik mata pelajaran IPS Terpadu yang mengajar di SMP Negeri 2 Gangga, pada pembelajaran materi ekonomi koperasi yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi tradisional. Pada saat pendidik menyampaikan pelajaran dengan metode konvensional, dan diskusi tradisional, hanya peserta didik tertentu yang dapat mengikuti diskusi secara aktif dan berani dalam mengungkapkan pendapat. Sehingga suasana belajar dikelas menjadi kurang menyenangkan dan hal ini berpengaruh terhadap hasil prestasi belajar yang di capai di kelas. Model pembelajaran seperti ini dirasakan kurang efektif untuk menarik perhatian dan keaktifan peserta didik didalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Salah satu arternatif untuk lebih mengaktifkan dan meningkatkan prestasi belajar peserta didik perlu dilakukan variasi dalam proses belajar, misalnya dengan pembelajaran kooperatif Metode jigsaw. Adapun kelebihan dari pembelajaran Metode jigsaw adalah lebih menekankan rasa tanggung jawab pada diri individu dan kerja sama, selain itu langkah-langkahnya sederhana sehingga tepat untuk diterapkan pada

2

peserta didik setingkat SMP. Akan tetapi metode pembelajaran kooperatif Metode jigsaw memiliki keterbatasan yaitu model pembelajaran ini memerlukan keterampilan untuk mengorganisasi dan mengkoordinir peserta didik dengan baik (perpindahan tempat duduk, tingkat berpikirnya, dan kerjasama yang tinggi) sehingga dalam penerapan metode jigsaw ini fasilitator dengan tingkat akademik dan intelegensi tinggi, kondisi kelas yang dinamis dengan fasilitas dan sumber belajar seperti buku teks yang memadai, topik-topik pelajaran tertentu, dan peserta didik memiliki rasa tanggung jawab dan kerja sama yang tinggi. Metode jigsaw adalah salah satu model belajar kooperatif yang dalam penerapannya peserta didik dibagi dalam kelompok heterogen yang beranggotakan 5 - 6 orang. Mereka berada dalam kelompok yang terstruktur didasarkan pada kerjasama dengan berbagai tanggungjawab. Strategi ini menjamin agar setiap peserta didik memikul suatu tanggung jawab yang jelas dalam kelompoknya. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti mencoba untuk melakukan penelitian tentang metode jigsaw dan melihat apakah ada pengaruhnya terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik Gangga. 1.2. Rumusan Masalah Rumusan masalah merupakan bagian penting yang harus ada dalam penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, sebelum melakukan penelitian harus mengetahui lebih dahulu permasalahan yang ada. Adanya permasalahan yang jelas, maka proses pemecahannya akan terarah dan di SMP Negeri 2

3

terfokus. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka dapat dirumuskan suatu permasalahaan sebagai berikut: ”Apakah ada Pengaruh
Metode Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 2 Gangga Tahun Pelajaran 2011-2012 ?

1.3.

Hipotesis Sebelum diajukan hipotesis penelitian, terlebih dahulu dikemukakan secara singkat makna hipotesis. Hipotesis adalah “Suatu jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpulkan” (Suharsimi Arikunto, 2002:64). Ahli lain mengatakan bahwa hipotesis merupakan “Pertanyaan tentatif yang merupakan dugaan atau terkaan tentang apa saja yang diamati dalam usaha untuk mehamaminya” (Nasution, 2003 : 39). Berdasarkan kedua pendapat di atas maka diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian berupa dugaan sementara yang pembuktian kebenarannya harus di uji dilapangan. Hipotesis ada 2 macam yaitu: 1. Hipotesis Alternatif (Ha) adalah hipotesis yang isinya mengandung pernyataan yang tidak menyangkal, sedangkan
2.

Hipotesisi Null/Nihil (Ho) adalah hipotesis yang isinya mengandung pernyataan yang menyangkal. Berdasarkan kerangka berfikir di atas dapat diajukan hipotesis

Alternatif (Ha) penelitian sebagai berikut: “ada Pengaruh Metode Jigsaw
Terhadap Prestasi Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 2 Gangga Tahun Pelajaran 2011-2012”. 4

4. Manfaat Penelitian 1. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh Metode Metode jigsaw pada materi pokok pasar terhadap prestasi belajar peserta didik di SMP 2 gangga tahun pelajaran 2011-2012. Bagi peserta didik. c. untuk dapat membantu peserta didik di dalam menumbuhkan motif-motf belajarnya kearah yang lebih keras. b. giat dan tekun sehingga tercapai prestasi belajar yang diharapkan. Bagi sekolah.5. 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. untuk dapat memperoleh gambaran tentang prestasi belajar peserta didik yang telah didapatkan di sekolah tersebut.5. Manfaat penelitian secara umum a. giat dan tekun sehingga mendapatkan prestasi belajar yang baik. Bagi pendidik. dengan prestasi belajar yang di dapatkan itulah peserta didik akan terdorong untuk melanjutkan pendidikannya.1. agar dapat belajar dengan lebih keras. 5 . serta untuk megetahui motif-motif apa yang mendorong peserta didik untuk dapat melanjutkan pendidikanya.Sedangkan Hipotesis Nol/Nihil (Ho) penelitian ini adalah: “Tidak ada Pengaruh Metode Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 2 Gangga Tahun Pelajaran 2011-2012” 1. untuk dapat membantu pendidik dalam menumbuhkan motif-motif belajar pada peserta didik nya.

untuk dapat menambah pemahaman dan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan penelitian BAB II KAJIAN TEORI 6 .d. Bagi Peneliti.

Dimana penilaian tersebut bertujuan melihat kemajuan belajar peserta didik dalam hal penguasaan materi pengajaran yang telah dipelajarinya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.2.1. Peserta didik yang mendapat tanggung jawab yang sama berkumpul dalam satu kelompok untuk mendiskusikan sub pokok bahasan tertentu.1. Materi pembelajaran disiapkan dan dibagikan kepada peserta didik dalam bentuk teks. Istilah tersebut lazim digunakan sebagai sebutan dari penilaian dari hasil belajar. Kelompok ini disebut kelompok ahli. atau dalam definisi yang lebih singkat bahwa 7 . Prestasi belajar terdiri dari dua kata. Pengertian Jigsaw Menurut Trianto (2009:60) Pembelajaaran koopertif Metode jigsaw adalah salah satu model pembelajaran yang dalam pelaksanaannya suatu kelas terbagi dalam kelompok-kelompok yang heterogen yang terdiri dari 5 atau 6 orang peserta didik.2. “Prestasi merupakan hasil yang telah dicapai dari usaha yang telah dilakukan dan dikerjakan”. yakni prestasi dan belajar. 2. Prestasi belajar digunakan untuk menunjukkan hasil yang optimal dari suatu aktivitas belajar sehingga artinya pun tidak dapat dipisahkan dari pengertian belajar. Penegasan Pengertian Istilah 2. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan istilah yang tidak asing lagi dalam dunia pendidikan.1.1. selanjutnya anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan menyampaikan materi yang telah dibahasnya secara bergantian. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari sub pokok bahasan tertentu.

1. prestasi adalah “hasil yang telah di capai dari apa yang dikerjakan/ yang sudah diusahakan”.2. dapat dinyatakan beberapa rumusan dari pengertian prestasi belajar. 2.2. diantaranya bahwa “Prestasi Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau materi yang dikembangkan oleh mata pelajaran”. Senada dengan pengertian di atas. Landasan Teori 2.1. hasil pekerjaan. yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja. prestasi adalah “apa yang telah dapat diciptakan.prestasi adalah “hasil yang telah di capai (dilakukan dan dikerjakan)”. Hasil belajar menurut Nana Sudjana (1992:22) adalah “kemampuan yang dimiliki Peserta didik.2. Sedangkan menurut Hadari Nawawi (2005:87) prestasi belajar adalah “tingkat keberhasilan murid untuk mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi”. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Model jigsaw 8 . setelah ia menerima pengalaman belajarnya”. Kamus Besar Bahasa Indonesia. diciptakan.(Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja”. Syaiful Bahri Djamarah (2004) menyatakan bahwa prestasi adalah “hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Dengan demikian. 1997:787) Menurut Mas’ud Khasan Abdul Qahar (1994:20). Pembelajaran Kooperatif Model jigsaw 2. baik secara individual maupun kelompok dalam bidang kegiatan tertentu”.1. Tidak jauh dari pengertian yang dikemukakan oleh Mas’ud.

Para anggota dari berbagai tim yang berbeda memiliki tanggung jawab yang sama untuk mempelajari bahan akademik yang sama untuk 9 . Strategi ini menjamin agar setiap peserta didik memikul suatu tanggung jawab yang jelas dalam kelompoknya.1. Kelompok ini disebut kelompok ahli. 2.6 peserta didik dengan karakteristik yang berbeda-beda (kelompok ini dinamakan kelompok asal) tugas dibagi dalam sejumlah kelompok yang ditetapkan. selanjutnya anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan menyampaikan materi yang telah dibahasnya secara bergantian. Melalui metode jigsaw ini kelas di bagi menjadi beberapa tim yang anggotaya terdiri dari 5 . berkumpul dalam satu kelompok untuk mendiskusikan sub pokok bahasan tertentu. bahan akademik yang disajikan kepada peserta didik dalam bentuk teks.Gambaran umum Metode Jigsaw Menurut Trianto (2009:73) strategi ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dkk dari Universitas Texas dan kemudian diadopsi oleh Slavin dkk.2.2.Menurut Trianto (2009:60) Pembelajaaran koopertif Metode jigsaw adalah salah satu model pembelajaran yang dalam pelaksanaannya suatu kelas terbagi dalam kelompok . Setiap anggota kelompok bertanggung jawab mempelajari sub pokok bahasan tertentu. peserta didik yang mendapat tanggung jawab yang sama. Materi pembelajaran di siapkan dan dibagikan kepda peserta didik dalam bentuk teks.kelompok heterogen terdiri atas 5 atau 6 orang peserta didik.

3. tiap kelompok beranggotakan lima sampai enam peserta didik . 2. setelah selesai berdiskusi dalam kelompok ahli peserta didik kembali dalam kelompok asalnya dan menjelaskan diskusinya pada saat di kelompok ahli. peserta didik dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari.selanjutnya berkumpul untuk saling membantu untuk mengkaji bahan tersebut. 2) Materi pelajaran dibagikan kepada peserta didik dalam bentuk teks yang dibagi menjadi beberapa sub bab.2.1.1.2. setelah diadakan pertemuan dan diskusi.4.Jigsaw type II 10 .Langkah-langkah pembelajaran jigsaw 1) Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap peserta didik dan tiap kelompok yang mendapat skor tinggi mendapat penghargaan dari Pendidik 2. 5) Setiap anggota kelompok ahli kembali ke kelompoknya bertugas untuk menjelaskan hasil diskusinya di kelompok ahli kepada temantemannya 6) Pada pertemuan dan diskusi kelompok asal. 3) Setiap anggota kelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya 4) Anggota kelompok yang lain yang mempelajari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok ahli untuk mendiskusikannya. peserta didik dikenai tagihan berupa kuis individu. Kumpulan tersebut dinamakan kelompok ahli.

3. Pada tipe II tiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan sebelum ia belajar spesialisasinya untuk menjadi tim ahli (expert) hal ini untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari konsep yang dibicarakan.2. Pada pembelajara Metode jigsaw type I.5. 2. Peserta didik kemampuan.Jigsaw tipe II dikembangkan oleh Slavin dan kawan-kawanya (1996) dengan sedikit perbedaan dalam belajar kooperatif tipe jigsaw secara umum. Peserta didik materi sebelumnya. Pembentukan dan pembinaan kelompok expert 11 . awalnya hanya belajar konsep tertentu yang akan menjadi spesialisasinya. Pengelompokan Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang heterogen dari kemampuannya. sementara konsepkonsep yang lain mereka dapatkan melalui diskusi teman segrupnya. 2. Langkah-langkah pembelajaran Metode jigsaw type II dikelompokkan secara heterogen dalam diberi materi baru atau pendalaman dari 1. kemudian diberi indeks. Orientasi Peserta didik diminta belajar konsep secara keseluruhan dari konsep yang diberikan.1.

2.2. Aturan dalam fase ini adalah: a. Peserta didik memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap anggota tim mempelajari materi yang diberikan b.1.2. Prestasi belajar 2. Diskusi (pemaparan) kelompok ahli dalam group Expertis (peserta didik ahli) dalam kelompok tertentu tersebut masing-masing kembali dalam groupnya masing-masing.Selanjutnya group ini dipecah menjadi kelompok yang akan mempelajari yang akan diberikan dibina supaya menjadi ahli berdasarkan indeks 4.2. tidak didasarkan pada skor akhir perolehan peserta didik . Tidak mengganggu teman yang lain Akhiri diskusi dengan merayakan agar memperoleh kepuasan Test (penilaian) Pada fase ini pendidik memberikan tes tulis untuk dikerjakan peserta didik yang memuat seluruh konsep yang didiskusikan 6. c.2. Memperoleh pengetahuan adalah tanggung jawab bersama Bertanya kepada anggota kelompok sebelum bertanya kepada Pendidik d. e. Pengakuan kelompok Pembinaan pembelajaran kooperatif didasarkan pada skor peningkatan individu. 5. Pada proses ini akan terjadi sharing pengetahua diantara mereka.Pengertian prestasi belajar 12 .

bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan. Sedangkan menurut Nasrudin Harahap dkk (dalam Djamarah 2004). Prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu hasil aktifitas sedangkan belajar pada dasarnya adalah suatu proses yang melibatkan perubahan pada diri individu yakni perubahan tingkah laku. Kesungguhan dan kemauan untuk belajar itu disebabkan oleh adanya motif dan atau variasi serta pendidik dalam mengajar. Sementara itu dalam buku Profesionalisme Guru dalam pembelajaran dijelaskan bahwa “Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru serta timbul dan berkembangnya sifat-sifat 13 .Poerwadarminta berpendapat (dalam Djamarah 2004). Dengan demikian prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan pada diri individu sebagai aktifitas dalam belajar (djamarah 2004:23) Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah ukuran nilai yang diperoleh oleh seorang peserta didik setelah melakukan usaha-usaha atau perbuatan. berpendapat bahwa prestasi adalah apa penilaian pendidik tentang perkembangan dan kemajuan peserta didik yang berkenan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka serta nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum. Belajar peserta didik yang baik dan berhasi adalah mereka-mereka yang terdapat dalam dirinya kemauan dan kemampuan untuk belajar sungguh-sungguh. dikerjakan dan sebagainya).

14 . 1993 : 10). Syaiful Bahri Djamarah menjelaskan bahwa belajar adalah “Perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar” (2002:44). d. Sedangkan ahli lain mengatakan bahwa belajar adalah “Proses perubahan tingkah laku pada peserta didik akibat adanya interaksi antara individu dan lingkungannya melalui pengalaman dan latihan (Iskandarwassid. 2002:42). 1993:119). b. Unsur transpormasi yaitu jalan untuk mendapatkan atau memperoleh objek yang dipelajari. belajar adalah “Suatu proses yang dapat menimbulkan perubahan tingkah laku yang baru pada individu yang telah dan sedang belajar” (Masrial. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa belajar terdiri dari beberapa unsur yang mempengaruhi antara lain: a. Menurut ahli lain. Hilgard dalam Soetomo. Unsur kepandaian merupakan hasil mempelajari objek yang menjadi sasaran kegiatan.sosial. Sedangkan menurut ahli lain belajar diartikan sebagai suatu proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan karena mereaksi terhadap suatu keadaan (karena adanya latihan) (Ernest R. Unsur objek yang dipelajari dapat berupa pengetahuan atau ilmu-ilmu tertentu. 2008:5). susila dan emosional” (Zainal Aqib. c. Unsur latihan sebagai langkah agar apa yang dipelajari bisa mencapai tujuan yang dikehendaki sebelumnya.

dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan bagi tujuan tersebut. Bakat dan minat. (3). Dalam hal ini yang dimaksud adalah potensi yang dimiliki sehingga dapat meraih nilai yang setinggi-tingginya ditunjukkan dengan nilai yang 2.2.3.2. 2) Menentukan arah perbuatan.Faktor yang meningkatkan prestasi belajar Secara garis besarnya ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Peserta didik yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Dengan demikian prestasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan dan tujuannya. 3) Menyeleksi perbuatan.Definisi ini menekankan bahwa berprestasi dalam belajar IPS terpadu adalah merupakan suatu bentuk usaha yang dilakukan individu dalam mencapai hasil yang maksimal dalam mata pelajaran IPS terpadu pada khususnya dan mata pelajaran lain pada umumnya. yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.2. 2.2. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan. Prestasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. (2). yaitu: 1) Mendorong manusia untuk berbuat. Motif. sebagai penggerak atau motor yang melepaskan daya atau energi. Kesehatan tubuh dan lain-lain. Intern maksudnya pengaruh yang berasal dari dalam diri peserta didik antara lain (1). Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berasal 15 .Fungsi prestasi dalam belajar Ada tiga fungsi dalam belajar. (4). Intelegensi.2.

1990:70). dan pembawaan yang dibawa sejak lahir” (Depdikbud. sedangkan minat diartikan sebagai kecendrungan hati 16 . (4). 1) a) Faktor Intern Intelegensi Langeveld memberikan definisi intelegensi sebagai “Disposisi untuk bertindak. Tersedianya media pembelajaran. dalam Suryabrata. musik dan sebagainya” (Nurkancana. sifat.dari luar individu antara lain: (1) Kompetensi Pendidik . b) Bakat dan Minat Menurut Warren bakat (aptitude) didefinisikan sebagai “suatu kondisi atau disposisi-disposisi tertentu yang menggejala pada kecakapan seseorang untuk memperoleh melalui latihan satu atau beberapa pengetahuan keahlian atau suatu respon seperti kecakapan untuk berbahasa. Waktu belajar. Sementara itu bakat juga diartikan sebagai “kepandaian. Suasana dan prasarana belajar. untuk menentukan tujuan-tujuan baru dalam hidupnya. 1987 : 138). 1986 : 204). (2). membuat alat untuk mencapai tujuan itu serta mempergunakannya” (Langeveld. Jadi berdasarkan pendapat ahli di atas intelegensi merupakan bagian kejiwaan manusia yang dibawa sejak lahir berupa kemampuan atau kesanggupan seseorang untuk berpikir dan bertindak dalam menentukan tujuan dalam hidupnya. (3).

1990 : 583). Kalau dikembangkan dengan belajar. dan situasi tersebut. maka semakin tinggi tingkat keberhasilannya. objek. apabila didukung oleh minat yang tinggi. Untuk mendapatkan prestasi belajar ditentukan oleh ada tidaknya dasar kepandaian. Dasar kepandaian dalam pelajaran tertentu akan menentukan prestasi belajar pada mata pelajaran yang bersangkutan. keinginan (Depdikbud. Jadi berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang berbakat dan berminat pasti mempunyai perhatian terhadap individu. Seseorang yang berbakat dalam suatu pekerjaan. sifat dan pembawaan yang dibawa sejak lahir. aktivitas. maka bakat minat mempunyai peranan yang sangat besar menentukan keberhasilan belajar peserta didik. c) Motivasi Pengertian dasar motivasi ialah “Keadaan internal organisme (baik manusia ataupun hewan) yang mendorongnya 17 .yang tinggi terhadap sesuatu. Demikian juga jika bakat dan minat ini didukung oleh latihan yang banyak maka hasilnya akan semakin optimal. Mereka yang tidak memiliki bakat untuk mata pelajaran tertentu tidak akan mendapatkan prestasi belajar pada mata pelajaran bersangkutan. gairah.

kecakapan. Dorongan mencapai prestasi dan dorongan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan. umpamanya. motivasi berarti pemasok daya (energizer) untuk bertingkah laku secara terarah” (Gleitman. motivasi yang lebih signifikan bagi peserta didik adalah motivasi intrinsik karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. memberi pengaruh lebih kuat dan relatif lebih langgeng dibandingkan dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orangtua dan pendidik. Dalam perkembangan selanjutnya. Berdasarkan pendapat ahli di atas dalam perspektif kognitif. 1996:623). dan 2) Motivasi ekstrinsik. kekuatan (Depdikbud.untuk berbuat sesuatu dalam pengertian ini. 1995 : 136). d) Kemampuan Kemampuan adalah kesanggupan. Prestasi belajar ditentukan juga oleh 18 . motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) Motivasi intrinsik. dalam Muhibbin. Adapun motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu peserta didik yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan dan keadaan yang berasal dari dalam diri peserta didik sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar.

Para peserta didik yang memiliki kepandaian atau ketajaman pikiran dimungkinkan untuk memiliki prestasi belajar yang tinggi. e) Kecerdasan Kecerdasan adalah kesempurnaan perkembangan akal budi seperti kepandaian dan ketajaman pikiran (Depdikbud. Oleh karena itu para peserta didik yang memiliki kesanggupan atau kecapakan dalam suatu mata pelajaran tertentu memiliki prestasi pada mata pelajaran yang bersangkutan. Kesanggupan atau kecakapan dalam mata pelajaran tertentu akan memungkinkan diperolehnya suatu prestasi belajar dalam mata pelajaran yang bersangkutan.faktor kemampuan atau kesanggupan dalam belajar. Ketidakmampuan atau ketidaksanggupan dalam melaksanakan kegiatan belajar memungkinkan tidak dicapainya prestasi dalam kegiatan belajar. Sebaliknya peserta didik yang tidak memiliki kepandaian atau ketajaman pikiran dalam suatu mata pelajaran dimungkinkan untuk tidak berprestasi pada mata pelajaran yang bersangkutan. Keadaan jasmani dan rohani 19 . Prestasi dalam belajar banyak ditentukan oleh masalah kepandaian atau ketajaman pikiran. f) Kesehatan tubuh Kesehatan tubuh jasmani dan rohani memegang peranan penting dalam belajar. 1996:186).

lebih dahulu kita akan menelaah apa sesungguhnya kompetensi itu.mempengaruhi kondisi manusia secara utuh. dalam hal ini bidang ilmu-ilmu pendidikan. (4). sekolah. (2). Hal ini berlaku sama juga pada suasana hati saat melaksanakan belajar. 2000:17) b) Suasana Dan Sarana Belajar 20 . 2) a) Faktor Ekstern Kompetensi Pendidik Sebelum kita menelaah kompetensi sebagai ilmu. Mempunyai sikap yang tepat tentang diri sendiri. 1998:344). Mempunyai keterampilan teknik mengajar (Nana Sudjana. pengertian dasar kompetensi (competency) adalah “Kewenangan atau kekuasaan untuk menentukan suatu hal” (Daryanto. Dalam proses belajar mengajar pendidik memegang peranan penting sekaligus dominant dalam membagi dan menularkan informasi dan pengetahuan kepada peserta didik karena itu diperlukan Pendidik yang bijaksana dan berkompetensi. maka keberhasilan secara maksimal tentu sulit diharapkan tercapai bila dibandingkan dengan kondisi tubuh yang waktu belajar dalam keadaan sehat dan prima. Cooper mengemukakan empat kompetensi pendidik yakni : (1). Mempunyai pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia. Mempunyai pengetahuan dan menguasai bidang studi yang dibinanya. teman sejawat dan bidang studi yang dibinanya. (3).

Waktu belajar seorang berbeda dengan orang lain. 1990:861). c) Waktu Belajar Masalah waktu belajar adalah masa alternatif yang dipilih dan dinantikan ketika mau belajar. Apabila lingkungan belajar dalam keadaan gaduh dan terbengkalai. Hal ini disebabkan kapasitas belajar seseorang terbatas. Terlalu banyak belajar bisa mendatangkan kejenuhan dan jadi proses belajar mengajar hanya membuang waktu saja. Keaktifan dalam proses belajar mengajar di sekolah akan memberikan dorongan kepada para peserta didik untuk belajar dengan baik. Oleh karena itu waktu belajar menentukan keberhasilan dalam proses belajar peserta didik . Dengan demikian para Peserta didik pun 21 .Suasana adalah keadaan sekitar sesuatu atau dilingkungan sesuatu (Depdikbud. maka kegiatan belajar terganggu. Suasana memegang peranan dalam keberhasilan belajar. Demikian juga kondisi sekolah yang aman akan memungkinkan para peserta didik belajar dengan baik. Sekolah yang aktif melaksanakan kegiatan belajar akan memungkinkan para peserta didik untuk memiliki prestasi dalam belajar. d) Lingkungan Sekolah Keadaan sekolah tidak jarang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik. refresing dan rekreasi. Seseorang memerlukan waktu istirahat. Selain itu kemampuan belajar juga terbatas dan tidak bisa dipaksakan.

Dengan perkataan lain kegiatan belajar melalui media terjadi bila ada komunikasi antara penerima pesan dengan sumber lewat media tersebut. Para peserta didik yang datang dari masyarakat berpendidikan dimungkinkan untuk belajar dengan baik dan tekun. Pada masyarakat yang maju. Anak banyak dipengaruhi oleh suatu permasalahan yang timbul di tengahtengah masyarakat tempat tinggalnya. Keadaan masyarakat yang aman sangat berpengaruh pada prestasi belajar peserta didik . Dengan 22 . f) Tersedianya Media/Fasiltias Belajar. e) Lingkungan Masyarakat Keadaan masyarakat juga ikut mempengaruhi prestasi belajar peserta didik. Keadaan masyarakat terkadang menjadi pendorong timbulnya keinginan anak untuk belajar dengan baik. Media yang dirancang dengan baik dalam batas tertentu dapat merangsang timbulnya semacam “dialog internal” dalam diri peserta didik yang belajar. Para Peserta didik yang tinggal di lingkungan masyarakat yang tidak aman memungkinkan Peserta didik untuk tidak berprestasi dalam belajar. Disini terlihat berpengaruhnya lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik di sekolah.dimungkinkan untuk berprestasi dalam belajar. dan terus berkembang menjadi salah satu pendorong bagi para peserta didik untuk belajar. Proses kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi.

5. dimana peserta didik biasanya berusaha untuk memperoleh nilai ulangan atau raport dengan angka baik. 2. dan merasakan apa yang sedang dirasakan peserta didik.perkataan lain terjadi komunikasi antara Peserta didik dengan sumbernya pesan atau pendidik. 4. Merspons setiap perilaku peserta didik secara positif dan menghindari respons yang negative. 3.4. Bila demikian halnya maka kita mengatakan bahwa kegiatan terjadi. 23 . Menurut Mulyasa (2004:153) factor yang meningkatkan kualitas pembelajaran dalam kerangka peningkatan prestasi belajar peserta didik yaitu dengan melakukan hal-hal dengan cara mengembangkan kecerdasan emosi seperti sebagai berikut: 1. yaitu: (1) pemberian nilai yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan dikelas.Tekhnik menumbuhkan prestasi belajar Menurut Djamarah (2005:87).2. ada beberapa tekhnik menumbuhkan restasi peserta didik . 2. Menyediakan lingkungan yang kondusif Menciptakan lingkungan pembelajaran yang demokratis Mengembangkan sikap empati. Membantu peserta didik menemukan solusi dalam setiap masalah yang dihadapinya.2. Melibatkan peserta didik secara optimal dalam pembelajaran baik berupa fisik sosial maupun emosional 6.

Pendekatan Penelitian Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar. untuk menumbuh kembangkan kesadaran para peserta didik agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga peserta didik bekerja keras. pandanganpandangan filosofis dan ideologis.(2) Pemberian ganjaran dan hukuman. (6) pembagian hasil ulangan agar peserta didik mengetahui sejauh mana kemampuan dalam menjawab soal-soal BAB III METODE PENELITIAN 3. (3) Persaingan atau kompetisi.1. sehingga peserta didik akan mempersiapkan diri sebaikbaiknya. maka hasil yang dicapai semua peserta didik akan meningkat pula. apabila semua peserta didik memiliki rasa persaingan (secara sportif dan sehat. (4) Harga diri. pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi 24 . (5) Pemberian waktu ulangan. sehingga dapat mengakibatkan dan mempertinggi prestasi pada peserta didik .

cara kerja yang bersistem untuk melaksanakan sesuatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan” (Masrial. Oleh karena itu.1. Populasi Dan Sampel 3. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan secara empiris artinya bahwa gejala-gejala yang akan diteliti sudah ada secara wajar dan tidak perlu diadakan eksperimen. Sebuah sumber menyebutkan bahwa metode penelitian adalah “cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan). 25 . 2003 : 90). 3. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharsimi (2002:5) yang mengatakan bahwa penelitian non-eksperimen hanya meneliti apa yang sudah ada.2. Populasi Dalam buku Metodologi Penelitian dijelaskan bahwa “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya (Sugiyono. 1993:19). data yang akan diteliti baik variable bebas tentang metode jigsaw maupun variable terikat tentang prestasi belajar peserta didik tidak perlu dilakukan percobaan atau eksperimen.(Nana Syaodik Sukmadinata. 2009:52). Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode merupakan jalan atau cara yang diperlukan dalam penelitian untuk mencapai tujuan kebenaran ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan dan sekaligus menjawab pertanyaan yang ada dalam penelitian.2.

sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jumlah Sampel di SMP Negeri 2 Gangga 26 .15% atau 20% . Tabel 01. Berdasarkan pendapat ahli yang disebutkan di atas. seorang ahli mengemukakan bahwa: “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti” (Suharsimi Arikunto.Sedangkan Suharsimi Arikunto mengemukakan “Populasi adalah keseluruhan objek penelitian” (2002 : 108). Maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik di SMP Negeri 2 Gangga yang berjumlah 303 orang. maka apabila subyek kurang dari 100 lebih baik diambil semua. 2002 : 109). hal ini sesuai dengan pendapat ahli yang menyatakan. Dalam penelitian ini akan diambil sampel Siswa sejumlah 10% dari 303 peserta didik di SMP Negeri 2 Gangga. “untuk sekedar ancar-ancar. Sampel Dalam penelitian pendidikan. 3. dan sampel ini berada pada kelas VIII SMP Negeri 2 Gangga.2. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil 10% .25% atau lebih. yang dimaksud dengan populasi adalah sekumpulan data baik dari subyek maupun obyek yang telah dikenakan perlakuan penelitian. Sampel merupakan bagian dari populasi. subjek yang dikenai penelitian biasanya dilakukan terhadap sampel. Jadi dapat disimpulkan bahwa sampel adalah jumlah individu sebagai wakil atau diwakili oleh sejumlah yang lebih kecil.2. Dalam penelitian ini penetapan subyek penelitian menggunakan seluruh penelitian. Sehubungan dengan hal itu. sehingga sampelnya berjumlah 30 peserta didik. Jumlah yang lebih kecil itu disebut sampel.

1. yang termasuk dalam metode kuantitatif adalah metode penelitian eksperimen dan survey. Dengan demikian. Metode Penelitian Sugiyono (2009:4) mengemukakan bahwa jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan dan tingkat kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti.3. metode penelitian dapat diklasifikasikan menjadi penelitian dasar (basic research). survey dan naturalistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3.3. maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kuantitatif. penelitian terapan (applied research) dan penelitian pengembangan. dalm arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya”. Selanjutnya berdasarkan tingkat kealamiahan. Berdasarkan tujuan. metode penelitian dapat dikelompokkan menjadi metode penelitian eksperimen.Tahun Pelajaran 2011/2012 Kelas VIII Sampel Laki -Laki Perempuan Jumlah Jumlah 12 18 30 3. Berdasarkan jenis-jenis penelitian seperti disbut diatas. Metode Angket Menurut seorang ahli: “Angket adalah sejumlah pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. 1988:124). sedangkan yang termasuk dalam metode kualitatif yaitu metode naturalistik. (Suharsimi. maka dapat dikemukakan disini bahwa. 27 .

2002:107). bakat yang dimiliki dan individu atau kelompok yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan anak. latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. pengetahuan.3. 3.2. Dari kedua perangkat diatas dapat disimpulkan bahwa tes adalah sejumlah pertanyaan.Ahli lainnya menyatakan bahwa: “Angket/kuisioner merupakan tekhnik penguupulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkkat pertanyaan atau pernyataan tertutup ataupun terbuka yang diberikan kepada responden secara langsung. dapat dikatakan bahwa angket/kuisioner adalah suatu alat pengumpul data dengan menggunakan sejumlah pertanyaan/pernyataan tertulis yang diberikan kepada responden /subjek penelitian untuk memperoleh informasi yang diinginkan peneliti. 28 . pengetahuan. Berdasarkan pendapat diatas. dan prestasi anak atau sekelompok anak tertentu. Metode Tes Tes adalah sejumlah pertanyaan. latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. 2002:162). lewat pos ataupun internet” (Sugiono. Ahli lain (Nurkencana. (Arikunto. 1990:76) mengatakan bahwa tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh anak atau sekelompok anak yang akan menghasilkan nilai tingkah laku. bakat yang dimiliki dan individu atau kelompok.

Suharsimi Arikunto (1998:137) bahwa metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Instrumen Penelitian Dalam suatu penelitian. sedangkan instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat.4. (2) tes itu diberikan kepada seorang atau kelompok untuk dikerjakan.3. Pengertian instrumen dan metode sering dikacaukan atau disamakan padahal instrumen dan metode adalah berbeda. (3) respon seseorang atau kelompok itu akan diberikan suatu penilaian. maka dari itu untuk mengukur hasil belajar biasanya banyak pendidik menggunakan tes yang tujuan utamanya adalah untuk mengukur hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik seberapa jauh materi yang telah dipelajari dapat dikuasai peserta didik. 3.Beberapa unsur dalam tes yaitu sebagai berikut: (1) tes itu bertindak sebagai suatu tugas yang terdiri dari beberapa pertanyaan atau perintah. “observasi Didalam adalah dengan pengertian psikologis. Metode Observasi Menurut memperhatikan suharsimi sesuatu (2006:156) mata”. 29 .3. lengkap dan sistematis. 3. meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan.

sistematis. Lembar Angket: Angket terdiri dari 20 item pertanyaan untuk mendapatkan informasi tentang metode jigsaw. mengidentifikasikan bahwa metode pembelajaran Metode jigsaw kurang berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik. Tes yang terdiri dari 30 . Sehubungan dengan penelitian ini. dan tidak. Apabila responden menjawab ya akan mengidentifikasikan metode pembelajaran Metode jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.1.2. 3. angket yang digunakan adalah angket langsung. lembar observasi dan tes.4. dengan alternatif jawaban ya.Sedangkan Margono (2004:155). bila responden menjawab kadang-kadang. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah: angket. dan bila menjawab tidak maka metode pembelajaran Metode jigsaw tidak dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. 3. disiapkan instrumen berupa tes. Jadi dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian merupakan suatu alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data atau mengukur fenomena alam atau sosial agar lebih mudah dan hasilnya lebuih baik. Lembar tes Untuk mendapatkan informasi tentang prestasi belajar peserta didik. dan akurat sehingga nantinya akan mempermudahkan peneliti dalam mengolah data tersebut. menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan instrumen penelitian adalah suatu alat untuk mengumpulkan data. lengkap. kadang-kadang.4.

yang telah diuji coba berkali-kali sehingga diketahui cirri-ciri dan kebaikannya.5. Tes sebagai instrumen pengumpul data dapat dibedakan menjadi dua. 2002:104). yaitu: a) Tes buatan guru yaitu tes yang disusun oleh guru dengan prosedur tertentu. Variabel penelitian Variabel dapat diartikan sebagai “Suatu konsep yang memiliki nilai ganda.3.4. 2001 : 11). 3.20 soal yang berkaitan dengan materi pasar. (Aikunto. Lembar Observasi Penggunaan pedoman observasi dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan keterangan atau informasi pelengkap yang dibutuhkan. b) Tes standar yaitu tes yang biasanya sudah tersedia dilembaga-lembaga testing. tes yang digunakan ialah tes tertulis yang dibuat guru berasal dari materi pelajaran yang diberikan dengan metode jigsaw. Adapun keterangan dan informasi yang ingin didapatkan melalui instrumen ini adalah letak geografis SMP Negeri 2 Gangga dan informasi lengkap/keterangan lainnya. 3. yang sudah diuni keampuhannya. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai penelitian ini perlu diadakan identifikasi. 31 . Dalam kaitannya dengan penelitian ini. atau dengan perkataan lain suatu faktor yang jika diukur akan menghasilkan skor yang bervariasi” (Yatim Riyanto.

2000:158). Kalau dilihat pada urutan tata waktu terjadinya.6. variabel tergantung. maka dalam hal ini yang menjadi ubahan terikat atau variabel terikatnya adalah prestasi belajar Peserta didik dimana disimbolkan dengan (Y). Berdasarkan pengertian ini. 3. memungkinkan diperolehnya data yang objektif dan akurat (Margono.Ada dua jenis variabel dalam penelitian ini yakni variabel bebas dan variabel terikat. Penggunaan tekhnik dan alat pengumpul data yang tepat. Variabel Terikat (Dependent Variabel) Ubahan terikat atau variabel terikat adalah ciri-ciri tertentu yang merupakan akibat dan pada umumnya dalam urutan tata waktu terjadi kemudian. Variabel Bebas (Independent Variabel) Ubahan bebas atau variabel bebas adalah ciri-ciri tertentu yang merupakan penyebab pada umumnya dalam urutan tata waktu terjadi lebih dahulu. disamping perlu menggunakan metode penelitian yang tepat. variabel bebas atau independent variabel (X). a. juga memilih tekhnik dan alat pengumpul data yang relevan. Berkenaan dengan hal ini. 32 . Suharsimi Arikunto (2002 : 104) mengatakan bahwa “Variabel yang mempengaruhi disebut variabel penyebab. maka yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh metode Jigsaw dimana di simbolkan dengan (X) b. sedangkan variabel akibat disebut variabel tidak bebas. variabel terikat atau dependent variabel (Y)”. Teknik Analisis Data Dalam buku metodologi penelitian pendidikan dijelaskan bahwa dalam setiap penelitian.

maka dapat ditentukan tekhnik analisanya. maka dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus statistik yaitu rumus korelasi product moment. menurut suharsimi. yaitu data yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Karena berupa angka-angka maka analisa yang digunakan adalah analisa statistik. melakukan perhitungan untuk merumuskan masalah. Data kualitatif. Data kuantitatif. b. Dalam penelitian ini. kegiatan dalam analisi data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel. Dengan mengetahui jenis data. Hal ini sesuai dengan pendapat Hadi (1980:285) 33 . analisa data dilakukan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. data dapat dikategorikan kedalam: a. Ditinjau dari jenisnya. mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden. untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode jigsaw trhadap prestasi belajar peserta didik. 1998:245) Dalam penelitian ini data yang akan diperoleh berupa angka-angka hasil angket dan hasil tes. apakah menggunakan analisa statisti atau non statistik (suharsimi.Dalam penelitan kuantitatif. yaitu data yang berwujud angka-angka hasil perhitungan ataupun data yang diperoleh dengan mengubah data kualitatif yang dikuantitatifkan. melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. menyajikan data.

2001 : 16). maka langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. hipotesis yang diajukan masih perlu diuji kebenarannya. Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian. sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Atas dasar pendapat di atas. “Hipotesis merupakan prediksi mengenai kemungkinan hasil dari suatu penelitian” (Fraenkel dan Wallen dalam Yatim Riyanto. 2005:327) Setelah peneliti mengadakan penelahan yang mendalam terhadap berbagai sumber untuk menentukan anggapan dasar.yang menyatakan: “tekhnik statistik yang kerap kali digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel adalah tekhnik korelasi” Berdasarkan pendapat tersebut diatas rumus product moment yang dugunakan adalah sebagai berikut: dengan Keterangan: rxy = koofesien korelasi product moment anatara variabel X dan Y x = simpangan setiap X dari rerata Xy = simpangan setiap Y dari rerata YX = Skor nilai variabel X Y = Skor nilai variabel y (Suharsimi Arikunto. Hipotesis yang dimaksud dalam penelitian ini berbentuk 34 .

maka hipotesis alternatif (Ha) diubah menjadi hipotesis nihil (Ho). 35 .alternatif yang terdiri dari hipotesa mayor dan hipotesa minor. 2003 : 145). Sesuai dengan teknik analisis yang digunakan seperti disebutkan di atas. (Ha) Ada pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh pembelajaran Metode Jigsaw terhadap prestasi belajar peserta didik pada materi pokok pasar di SMP Negeri 2 Gangga tahun Pelajaran 2011/2012 (Ho) Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh pembelajaran Metode Jigsaw terhadap prestasi belajar peserta didik pada materi pokok pasar di SMP Negeri 2 Gangga tahun Pelajaran 2011/2012 Untuk keperluan pengujian hipotesis digunakan teknik uji-t (t-tes). Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang positif dan signifikan tentang pemberian pembelajaran Metode Jigsaw dengan yang tidak menggunakan pembelajaran Metode Jigsaw pada peserta didik di SMP Negeri 2 Gangga X1 − X 2 t= S 1 1 + n1 n 2 Dengan keterangan: t = t hitung X 1 = Rata-Rata Kelompok Eksperimen X 2 = Rata-Rata Kelompok Eksperimen n1 = Jumlah sampel kelompok eksperimen n2 = jumlah sampel kelompok kontrol S = Varian Gabungan (Sugiyono.

Deskripsi Data Dalam upaya menjelaskan pengaruh yang ada diantara dua variable. Tolak Ho. Dan sebaliknya apabila t hitung < t tabel maka Ho diterima pada taraf uji yang sama. 36 .a.1. Kegiatan yang peneliti lakukan adalah 1) pengumpulan data. apabila t hitung > t tabel pada taraf uji 95 % dan derajat kebebasan (dk = n1 + n2 -2). b. 2) analisis data. Ho di tolak artinya terdapat perbedaan yang signifikan dan menerima Ho artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4. dan data tentang peningkatan prestasi belajar peserta didik pada bidang studi IPS terpadu di SMP negeri 2 gangga tahun pelajaran 2011/2012. maka dibutuhkan data. yakni data tentang penerapan pembelajaran metode jigsaw.

Data Hasil Angket Setelah angket dan tes terkumpul dan terisi secara lengkap. Iwan Muharis Napiyani Nunun sifiana Nurul aisah Ruhud alrosyid Rena apriana Reza effendi wandi Rozi saputra` Sopiandi Tiana susianti Tini aspianti Umul udayani Umairah Verina husna Wahidah Wahyu kelana Zidan hardianto Zulkifli Jumlah Nilai penerapan metode jigsaw 3 89 87 87 88 87 81 82 88 78 86 79 79 78 87 89 88 88 87 78 78 88 78 78 88 87 78 78 79 89 79 2503 37 .4.1.1. Adapun skor untuk angket untuk mengetahui pengaruh metode jigsaw seperti pada tabel berikut: Tabel data tentang pengaruh metode jigsaw di SMP Negeri 2 Gangga Tahun pelajaran 2011/2012 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama peserta didik 2 Azhar halil Diah rara fastika Dina sukmawati Fahturrahman Fauzan azima Fida sisnurmaini Johan effendi Laili nisfaun Masturi assandi Mahendi susanto Maya suryani Muh. maka selanjutnya dilakukan penskoran terhadap jawaban responden.

4.Tabel data diatas merupakan hasil perolehan skor untuk pengisian angket pembelajaran metode jigsaw pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII SMP Negeri 2 Gangga dengan memperoleh peningkatan nilai yang relatif yaitu dengan jumlah keseluruhan 2503. Data Prestasi Belajar Selanjutnya data tentang prestasi belajar peserta didik di SMP Negeri 2 Gangga dapat ditemuan dari hasil tes evaluasi yang dilakukan sesudah penerapan metode jigsaw adalah sebagaiberikut: Tabel 02 Data tentang prestasi belajar peserta didik sesudah penerapan metode jigsaw di SMP Negeri 2 Gangga tahun pelajaran 2011/2012 No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama peserta didik 2 Azhar halil Diah rara fastika Dina sukmawati Fahturrahman Fauzan azima Fida sisnurmaini Johan effendi Laili nisfaun Masturi assandi Mahendi susanto Maya suryani Muh.2. Iwan Muharis Napiyani Nilai penerapan metode jigsaw 3 88 87 87 88 87 80 82 87 79 85 79 80 79 88 38 .1.

15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nunun sifiana Nurul aisah Ruhud alrosyid Rena apriana Reza effendi wandi Rozi saputra` Sopiandi Tiana susianti Tini aspianti Umul udayani Umairah Verina husna Wahidah Wahyu kelana Zidan hardianto Zulkifli Jumlah 87 88 87 86 78 78 88 79 79 88 87 78 78 79 88 79 2505 Tabel data merupakan hasil perolehan penilaian tentang prestasi belajar peserta didik sesudah diberikan tes evaluasi dengan menggunakan pembelajaran metode jigsaw pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII SMP Negeri 2 Gangga dengan memperoleh peningkatan nilai yang relatif yaitu dengan jumlah keseluruhan 2505. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam analisa data ini adalah sebagai berikut: 1) merumuskan hipotesisi nol.2. 4) menguji nilai r. 3) memasukkan data kedalam rumus. Analisis Data Setelah data diperoleh maka langkah selanjutnya adalah analisis data. 4. 2) menyusun tabel kerja. 1) Merumuskan Hipotesis Nol (Ho) 39 . Data yang dianalisa dengan tekhnik statistic ialah data kuantitatif yaitu data yang berhubungan dengan angka-angka atau nilai. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa statistik.

495 12.57 -4.365 40 . yaitu: tidak ada pengaruh metode jigsaw terhadap prestasi belajar peserta didik di SMP Negeri 2 Gangga tahun pelajaran 2011/2012 2) Menyusun Tabel Kerja Sesuai dengan rumus yang digunakan untuk menganalisis data ini yaitu rumus product moment.5 3.5 -4.43 -1.5 4. menjadi hipotesis nol (Ho). terlebih dahulu mengubah hipotesis alternatif yang diajukan pada bab I.25 6.365 3.57 -3.935 15.Untuk menyelesaikan proses analisa statistic ini.5 3.25 6.5 4.25 30.25 20.43 3.57 3.25 12.25 30.43 -4. maka selanjutnya dibuatkan tabel kerja untuk mengetahui besarnya komponen yang di perlukan.25 20.6249 11.7449 11.25 12.575 2.5 x2 6 20.065 24.145 16.495 20.6249 2.7449 19.925 19.8849 12.4649 19.5 -4.25 2.57 4. Dalam hal ini metode jigsaw dengan kode X dan prestasi belajar peserta didik kode Y.25 xy 8 25.43 1.7449 20.57 -4.0449 12.57 3.135 12.5 -5.25 12.25 20.5 3. N 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 X 2 88 87 87 88 87 80 82 87 79 85 79 80 79 Y 3 89 87 87 88 87 81 82 88 78 86 79 79 78 x 4 4.57 3.495 8.5 -2.435 24.8849 12.565 12.7449 12.43 -3.5 -5.5 2.7649 2.6249 y2 7 30.43 y 5 5.5 -1.25 20. adapun tabel kerja dimaksud adalah sebagai berikut: Tabel 03 Tabel kerja pengetesan hipotesis tentang pengaruh metode jigsaw tehadap prestasi belajar peserta didik di SMP Negeri 2 Gangga Tahun Pelajaran 2011/2012.7649 19.

5 4.565 16.43 4.6249 19.1 3.995 29.5 -5.367 12.7449 29.57 3.43 -5.565 24.5 3.6249 525.495 29.135 19.25 633.365 25.43 -4.6049 29.5 5.5 -5.57 2.25 30.5 4.25 20.5 -5.57 4.57 3.25 12.865 20.5 -5.57 -4.4849 29.25 30. dengan rumus sbb: 41 .25 30.43 ∑y2 = 633.565 12.995 19.25 30.25 20.935 570.5 4.43 4.43 -4.8849 19.4849 20.5 -5.14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 ∑ 88 87 88 87 86 78 78 88 79 79 88 87 78 78 79 88 79 2503 87 89 88 88 87 78 78 88 78 78 88 87 78 78 79 89 79 2505 4. 2005:327) Diketahui : N = 30 ∑x2 = 525.25 30.065 8.57 3.4849 29.57 -5.43 0.5 3.5 -5.7449 6.5 Mx = = = = = 83.5 0 20.25 30.4849 19.5 Keterangan: rxy = koofesien korelasi product moment antara variable X dan Y ∑ xy = jmlah nilai rata-rata variable x dikalikan variable y SDx = standar deviasi nilai variable X SDy = standar deviasi nilai variable y N = Jumlah subyek penelitian (Suharsimi Arikunto.25 30.8849 12.8849 19.5 15.57 -4.25 30.37 ∑X ∑Y ∑xy Jadi: My = 2503 = 2505 = 570.25 20.365 20.43 4.8849 12.6249 20.43 -5.635 20.25 20.25 20.25 12.6249 20.50 Selanjutnya mencari standar deviasi (SD) x dan y.5 4.5 5.865 29.57 -5.865 29.5 = 83.365 24.7449 20.8849 12.25 30.865 24.5 -5.5 -4.

xy = = = = 0. Dalam teorinya dijelaskan bahwa “Jika nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel. 42 . Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh-pengaruh metode jigsaw terhadap prestasi belajar peserta didikdi SMP Negeri 2 Gangga maka diketahui dengan cara membandingkan hasil perhitungan yang diperoleh (r hitung) dengan nilai r tabel. maka kedua variable tersebut mempunyai hubungan/pengaruh yang signifikan. sehingga dapat diketahui apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. (Sugiyono.59 Memasukkan data ke dalam rumus product moment r.SD x = = = = 4.xy yang diperoleh dalam penelitian ini berada pada batas penerimaan hipotesis nol atau tidak. maka hubungan/pengaruh antara kedua variable tersebut tidak dignifikan”. 2002:121). dan sebaliknya jika nilai r hitung lebih kecil dari tabel.19 SD y 3) = = = = 4.989 4) Menguji nilai r Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah nilai r.

dengan demikian hipotesis Nol yang berbunyi: “tidak ada pengaruh metode jigsaw terhadap prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS terpadu di SMP negeri 2 Gangga tahun pelajaran 2011/2012”.989 Diterima Ditolak Berdasarkan taraf signifikansi 5% dengan N = 30 maka angka batas penerimaan hipotesis nol (Ho) yang terdapat pada tabel r product moment menunjuk pada angka 0. Angka ini berada diatas batas penerimaan hipotesis Nol.989. hipotesa alternatif (Ha) yang diajukan berbunyi: “ada pengaruh metode jigsaw terhadap prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS terpadu di SMP negeri 2 Gangga tahun pelajaran 2011/2012” terlebih dahulu harus diubah menjadi hipotesis Nihil (Ho). Ini berarti bahwa nilai r xy atau hasil penelitian ini signifikan. 43 . sehingga berbunyi “tidak ada pengaruh metode jigsaw terhadap prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS terpadu di SMP negeri 2 Gangga tahun pelajaran 2011/2012”.989 > 0.Untuk itu. sedangkan r xy yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 0. atau r xy > r T atau 0. Gambaran tentang hasil analisa data dan nilai kritik pada tabel product moment terlihat seperti dibawah ini: Tabel 04 Hasil perhitungan analisis Data No 1 Hipotesis Nilai “r” tabel pada Nilai “r” hasil taraf signifkansi 5% analisis Ha Ho 0.361. Untuk menguji taraf signifikansi hasil penelitian ini perlu dikonsultasikan kedalam tabel nilai r product momet.361. ditolak. sehingga apakah hasil penelitian ini signifikan atau tidak.361 0.

sementara dengan metode jigsaw lebih menekankan pada scenario dan tekhnik pembelajarannya. Adapun yang membedakannya. Pada dasarnya tidak ada perbedaan mendasar antara format program pembelajaran dengan metode jigsaw dengan metode konvensional seperti yang biasa dilakukan oleh guru-guru selama ini. terletak pada penekanannya. Pembahasan Dengan diterimanya hipotesis yang diajuka dalam bab I berarti dugaan yang disusun berdasarkan kerangka teori maupun asumsi ternyata dapat dibuktikan secara empiris di lokasi penelitian.3. yaitu kegiatan tahap demi tahap yang 44 .Dengan ditolaknya hipotesis Nol. Dengan demikian maka secara meyakinkan ada pengaruh metode jigsaw terhadap prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS terpadu di SMP negeri 2 Gangga tahun pelajaran 2011/2012. Hasil analisa data seperti dikemukakan diatas menunjukkan bahwa penerapan metode jigsaw lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik bila dibandingkan dengan metode konvensional. maka hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “ada pengaruh metode jigsaw terhadap prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS terpadu di SMP negeri 2 Gangga tahun pelajaran 2011/2012” diterima. dimana pada model konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai. 4. Dengan demikian hasil analisis ini dapat memperkuat teori tentang pentingnya penerapan metode jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik.

Peneliti menegaskan kembali bahwa berdasarkan rangkaian penelitian yang dilakukan. uraikan secara terperinci media dan sumber pembelajaran yang kan digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang diharapkan.dilakukan oleh guru dan peserta didik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. materi pokok. dan indicator pencapaian hasil belajar. ditemukan bahwa metode jigsaw dalam penelitian ini terbukti berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran mata pelajaran IPS terpadu. 5) rumuskan dan lakukan system penilaian dengan memfokuskan pada kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh peserta didik baik pada saat berlangsungnya (proses) maupun setelah peserta didik tersebut selesai belajar. 2) rumuskan dengan jelas tujuan umum pembelajarannya. hal tersebut paling tidak ditunjukkan olh rata-rata nilai penerapan metode jigsaw dan hasil tes yang merupakan prestasi belajar peserta didik sesudah menggunakan metode ini dalam proses pembelajaran. yaitu sebuah pernyataan kenyataan peserta didik yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar. 45 . 4) rumuskan scenario tahap demi tahap proses kegiatan peserta didik dalam melakukan proses pembelajarannya. Tahapan tersebut adalah: 1) Nyatakan kegiatan utama pembelajarannya. 3) jika ada.

361) maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan metode jigsaw mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan prestasi belajar 46 .989 > 0. yaitu dengan diperolehnya nilai r hitung yang lebih besar dari nilai r tabel (0. Dengan berstandar pada hasil analisis data lapangan.BAB V PENUTUP DAN SARAN 5. Simpulan Pembelajaaran koopertif Metode jigsaw adalah salah satu model pembelajaran yang dalam pelaksanaannya suatu kelas terbagi dalam kelompok-kelompok yang heterogen yang terdiri dari 5 atau 6 orang peserta didik.1. Materi pembelajaran disiapkan dan dibagikan kepada peserta didik dalam bentuk teks.

hendaknya selalu mengadakan Jigsaw dalam membantu Peserta didik untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi terhadap penguasaan materi-materi pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPS Terpadu . a. khususnya pada mata pelajaran IPS Terpadu . apalagi Pendidik yang selalu sadar dan ingin belajar untuk menambah ilmu pengetahuan untuk kepentingan profesinya. 47 . Kepada Pendidik kelas. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas. Kesadaran dan kepedulian ini sangat menentukan aktivitas selalu dalam proses belajar mengajar. Kepada Pendidik Diharapkan dapat memiliki kepedulian tentang pembelajaran Metode jigsaw dalam pokok bahasan yang diajarkan. 3. b. Kepada Kepala Sekolah Pihak sekolah meliputi kepala sekolah agar memberikan perhatian dan motivasi terhadap pendidik. 2.peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 2 Gangga tahun pelajaran 2011/2012.2. penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. Kepada Peserta didik Disarankan agar lebih banyak belajar dengan mengulangi pelajaran yang telah diberikan. 5. khususnya agar selalu memberikan pengajaran dengan metode Jigsaw di kelas.

Kepada Orang Tua Peserta didik Diharapkan kepada semua orang tua peserta didik agar benarbenar memperhatikan keberadaan anaknya dirumah. 2003. Depdiknas Iskandarwassid.4. ikut membantu dan mendorong untuk belajar sehingga para peserta didik dapat mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Jakarta : Balai Pustaka. 2008. Bandung : Remaja Rosdakarya Metode Pembelajaran Metode Jigsaw. 2002. Strategi Belajar Mengajar. 5. 2002. Kepada Peneliti Lain Kepada peneliti lain diharapkan dapat mengadakan penelitian yang lebih mendalam dan lebih khususnya mengenai hal-hal yang dibahas dalam penelitian ini. Suharsimi. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi V). Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002. Jakarta: 48 . DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Strategi Pembelajaran Bahasa. Djamarah. Jakarta : Rineka Cipta Aqib.Profesionalisme Pendidik Dalam Pembelajaran. 1990. Syaiful Bahri. Zainal. Surabaya : Insan Cendekia Depdikbud. Jakarta : Rineka Cipta Fasilitator.

Padang : Angkasa Raya Mulyasa. Teras Kuliah Belajar Mengajar Aktif. Surabaya : Usaha Nasional Suryabrata. 2001. Psikologi Pendidik an Suatu Pendekatan Baru. Syah. Dasar-Dasar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Sugiyono. 1993. Bandung : Remaja Rosdakarya 49 . Surabaya : Usaha Nasional. 1986. Psikologi Pendidik an.Masrial. Muhibbin. 2002. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Metode Penelitian. Sudjana. Jakarta : CV. 1993. Metodologi Penelitian Pendidik an. 1994. 1997. E.Kurikulum Berbasis Kompetensi. Yatim. Evaluasi Pendidik an. Selong : STKIP Hamzanwadi Riyanto. 2000. 1985. Sumadi. Rajawali Pers. 2003. Bandung : Remaja Rosdakarya Nasution. Nana. Jakarta : Bumi Aksara Nurkancana. 2003. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Metodologi Penelitian (Makalah). Surabaya : Usaha Nasional Ridwan. Surabaya : SIC Soetomo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->