A.

Judul PENGARUH PEMBERIAN BEASISWA PRESTASI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMPN 3 TANJUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

B. Latar belakang masalah Beasiswa adalah bantuan pemerintah maupun swasta berupa sejumlah uang yang diberikan kepada siswa atau calon siswa warga negara Indonesia yang sedang atau akan mengikuti pendidikan di sekolah, Beasiswa ini bertujuan membantu siswa yang berbakat dan berprestasi dari kalangan ekonomi kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bantuan ini biasanya berbentuk dana untuk menunjang biaya atau ongkos yang harus dikeluarkan oleh anak sekolah atau mahasiswa selama menempuh masa pendidikan di tempat belajar yang diinginkan. Namun bisa juga beasiswa ini di wujudkan dalam bentuk yang lain, misalnya buku buku pelajaran, fasilitas belajar serta hal lain yang tujuannya untuk memperlancar para penerima bantuan ini agar mereka bisa menyelesaikan pendidikannya tanpa ada gangguan terutama yang berhubungan dengan keuangan hingga tuntas atau lulus. Hamzah B Uno (2006:29) menyebutkan bahwa Beasiswa prestasi diberikan kepada siswa yang memiliki prestasi, baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik tetapi lebih diutamakan bagi siswa yang berprestasi dibidang akademik. Beberapa tujuan dari pemberian beasiswa ini antara lain

1

adalah : 1) Untuk membantu para pelajar atau mahasiswa agar mereka bisa mencari ilmu sesuai dengan bidang yang ingin dikuasai, terutama bagi yang punya masalah dalam hal pembiayaan. 2) Menciptakan pemerataan suatu ilmu pengetahuan atau pendidikan kepada setiap orang yang membutuhkan. 3) Menciptakan generasi baru yang lebih pintar dan cerdas. Karena dengan adanya bantuan beasiswa ini maka seseorang terutama kaum muda bisa punya kesempatan untuk mendapat pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Dari sini akan tercipta sumber daya manusia baru yang lebih mampu menjawab tantangan jaman yang terus maju ini. 4) Meningkatkan kesejahteraan. Setelah tercipta sumber daya manusia baru yang cerdas, diharapkan mereka ini bisa memberi bantuan lewat ide dan ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya ketika menjalani masa pendidikan. Karena ilmu pengetahuan tersebut bisa diterapkan dalam masyarakat dengan tujuan untuk memajukan mereka sehingga kemakmuran dan kesejahteraan lebih mudah dicapai. Untuk meningkatkan prestasi hasil belajar peserta didik, selain pemberian motivasi berupa beasiswa, diperlukan pula faktor pendukung lainnya yaitu kondisi dari peserta didik itu sendiri, diantaranya kondisi fisiologis dan kondisi psikologis. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2011:189) dalam buku Psikologi Belajar menjelaskan tentang Kondisi fisiologis dan kondisi psikologis peserta didik. Kondisi fisiologis terdapat dua macam, yaitu: kondisi fisiologis yang bersifat umum dan yang bersifat khusus. Kondisi fisiologis umum berpengaruh dalam menunjang proses belajar peserta didik. Peserta didik yang segar jasmaninya serta kondisi kesehatan terawat dengan baik, akan meningkatkan

2

kemampuan

belajarnya.

Kondisi

fisiologis

khusus

melibatkan

cara

memfungsikan panca indera saat proses belajar berlangsung, terutama penglihatan dan pendengaran. Peserta didik yang kondisi fisiknya lemah, sering sakit-sakitan, cacat salah satu atau beberapa dari panca indera, motivasinya juga akan kurang dibandingkan dengan anak yang normal. Selama proses belajar berlangsung, peran fungsi fisiologi pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar, terutama pancaindra. Pancaindra yang berfungsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula. Dalam proses belajar, pancaindra merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia, sehingga manusia dapat mengenal dunia luar. Pancaindra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. Oleh karena itu, baik pendidik maupun peserta didik perlu menjaga pancaindra dengan baik, baik secara preventif maupun yang,bersifat kuratif, dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan, memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodik, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan lain sebagainya. Sedangkan kondisi Psikologis, Setelah diterima sebagai peserta didik, merupakan suatu keharusan bahwa kondisi psikologis harus benar-benar dipersiapkan. Hal ini perlu disadari, oleh karena tanpa suatu kesadaran yang mantap, akan berakibat tersendat-sendatnya proses dan keberhasilan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya. Saifuddin Azwar (2002) membedakan kondisi psikologis ini dalam 2 kategori, yaitu variabel non kognitif dan kemampuan kognitif. Variabel non kognitif terdiri dari minat, motivasi, dan variabel-variabel kepribadian lainnya.

3

akan berakibat tersendatsendat perjalanan studinya. Sebaliknya. bahwa tanpa minat dan motivasi tidak akan tercapai hal yang diharapkan. emosi. Sikap peserta didik terhadap pendidik dan mata pelajarannya akan mempengaruhi proses belajarnya. Tak ada seorangpun yang memungkiri. Kebutuhan ini makin lama makin meningkat dan makin kompleks. Misalnya kemampuan pembawaan berupa kecerdasan. Mungkin sikap 4 . tapi belajar rajin. Kecerdasan sangat menentukan kecepatan atau penerimaan pelajaran. Peserta didik yang benci terhadap pendidik tidak akan lancar belajarnya. Kita ketahui bahwa tidak ada dua orang yang pembawaannya sama. Tetapi jelas peserta didik yang cerdas tanpa memelihara kecerdasannya yakni tanpa belajar dengan teratur. terjadwal dan terprogram. Kemampuan Pembawaan. sikap kecemasan serta ketakutan. kita harus mengetahui dasar psikis dari orang yang belajar. akan tetap lancar studinya. meskipun tidak secepat kemampuan peserta didik yang cerdas. setiap orang mempunyai potensi kemampuan sendiri-sendiri. Motivasi adalah penting sekali bagi belajar. Untuk dapat memberi motivasi pada orang yang belajar. kesenangan dan ketidaksenangan. Selain itu. manusia datang ke dunia telah mempunyai keinginankeinginan dan kebutuhan-kebutuhan. Juga di dalam kemampuan belajar. Orang yang belajar adalah orang yang hidup yang telah mempunyai kebiasaan-kebiasaan. yang kurang cerdas.Sedangkan variabel kognitif terdiri atas kemampuan khusus (bakat) dan kemampuan umum (intelegensia). teratur. Sikap terhadap Pendidik dan mata pelajaran. Kemauan Belajar (Minat dan Motivasi).

pemberian beasiswa prestasi dipandang sangat penting. penulis ingin mengambil salah satu faktor yaitu Pengaruh Pemberian Beasiswa Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik. peserta didik butuh bimbingan. Pendidik yang tidak ramah. Beimbingan ini perlu diberikan untuk mencegah usaha-usaha yang membuta sehingga anak tidak mengalami kegagalan. selalu muram. Menurut kepala sekolah SMP Negeri 3 Tanjung. Bimbingan di dalam belajar. Penulis ingin meneliti seberapa besar pengaruh pemberian beasiswa terhadap motivasi belajar 5 . manfaat yang di peroleh dalam proses belajar dan mengajar dari hal tersebut sangat dirasakan baik itu oleh peserta didik maupun pendidik yang ada di SMP Negeri 3 Tanjung. Demikian pula sikap peserta didik terhadap mata pelajaran juga merupakan faktor penentu keberhasilan belajar. Bimbingan dapat menghindari kesalahan dan memperbaikinya.siswa terhadap pendidik dipengaruhi oleh penampilan dan sikap dari pendidik yang bersangkutan. dan cara berpakaian yang kurang baik akan mempengaruhi sikap siswa. Pemberian beasiswa prestasi di SMP Negeri 3 Tanjung telah di lakukan semenjak sekolah tersebut mulai berdiri hingga sekarang. Untuk itu. dan mengharapkan para peserta didik tersebut dapat menuntaskan pendidikannya di SMP Negeri 3 Tanjung dengan hasil yang memuaskan dan berguna untuk memudahkan mereka dalam melanjutkan pendidikannya pada sekolah-sekolah lanjutan yang mereka inginkan. melainkan dapat membawa kesuksesan. Hal tersebut di tujukan untuk meningkatkan hasil belajar para peserta didik yang menerima beasiswa tersebut.

Dalam pembatasan masalah yang tepat dan benar. maka arah dari pembahasan masalah akan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Motivasi belajar peserta didik di SMPN 3 Tanjung E.peserta didik SMPN 3 Tanjung dengan mengampil sampel perbandingan motivasi belajar peserta didik beasiswa dan non beasiswa SMPN 3 Tanjung tahun pelajaran 2012/2013. Batasan masalah Batasan masalah merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam penulisan proposal ini. Pengaruh pemberian beasiswa terhadap motivasi belajar Peserta Didik. maka masalah yang dapat di rumuskan dalam penelitian ini adalah “Apakah Ada Pengaruh Pemberian Beasiswa Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik di SMPN 3 Tanjung Tahun Pelajaran 2012/2013 ?” D. Tujuan penelitian Berdasarkan judul dan rumusan masalah yang penulis kemukakan diatas. maka penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 6 . 2. C. Rumusan masalah Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas. penulis memberikan batasan mengenai : 1. Penyusunan Proposal ini.

c. F. 2. 2. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada khususnya maupun masyarakat pada umumnya mengenai pengaruh Pemberian Beasiswa terhadap motivasi belajar peserta didik di SMPN 3 Tanjung tahun pelajaran 2012/2013. 3. b. Manfaat secara teoritis a. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk kegiatan penelitian yang sejenis pada waktu yang akan datang. Manfaat praktis 7 .1. Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Beasiswa Terhadap Motivasi Belajar Peserta didik di SMPN 3 Tanjung Tahun Pelajaran 2012/2013. Sebagai suatu karya ilmiah. Untuk mengetahui Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik di SMPN 3 Tanjung Tahun Pelajaran 2012/2013. Untuk mengetahui Perbedaan Motivasi Peserta didik yang mendapatkan beasiswa dengan yang tidak mendapatkan beasiswa pada peserta didik di SMPN 3 Tanjung Tahun Pelajaran 2012/2013. Manfaat penelitian 1. Menambah pengetahuan dan wawasan khususnya mengenai keaktifan Peserta Didik dalam proses pembelajaran dan prestasi belajar maupun Motivasi belajar peserta didik di SMPN 3 Tanjung tahun pelajaran 2012/2013..

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. pengetahuan dan pengalaman selama mengadakan penelitian ini dapat ditransformasikan kepada peserta didik pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Sebagai calon pendidik.artikata. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah.php). G. Menyebarluaskan informasi mengenai arti pentingnya keaktifan Peserta Didik dalam proses pembelajaran dan motivasi belajar untuk mendukung pencapaian prestasi belajar secara optimal. Beasiswa Beasiswa pada umumnya merupakan pemberian biaya untuk pendidikan bagi peserta didik yang masih aktif mengikuti pembelajaran di suatu sekolah atau perguruan tinggi. 8 . Beasiswa juga bisa dimaknai lain yakni sebagai dana siswa atau dharma siswa. Penegasan pengertian istilah a. (www. b. Menurut Agus Lahinta (2009) mengatakan pengertian beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh.com/arti-320966-beasiswa. Tinjauan pustaka dan perumusan hipotesis 1. perusahaan ataupun yayasan.a. beasiswa dimaknai sebagai tunjangan yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa sebagai bantuan biaya belajar.

motivasi berarti pemasok daya (energizer) untuk bertingkah laku secara terarah” (Gleitman.org/wiki/Beasiswa). Belajar sendiri di artikan 9 . menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar. Beasiswa merupakan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan ekonomi dan/atau memiliki motivasi yang baik. menggerakkan.wikipedia. 1997:136). perusahaan ataupun yayasan. Sedangkan menurut Daryanto motivasi adalah alasan atau dorongan (1998:407). termasuk prilaku mengajar. Pemberian beasiswa dapat dikategorikan pada pemberian cuma-cuma ataupun pemberian dengan ikatan kerja (biasa disebut ikatan dinas) setelah selesainya pendidikan.Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Motivasi Pengertian dasar motivasi ialah “Keadaan internal organisme (baik manusia ataupun hewan) yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu dalam pengertian ini. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah. (http://id. dalam Muhibbin. Sedangkan Motivasi menurut Kartini Kartono (2004 : 18) adalah gambaran pendorong kerja disugestikan berwujud dan insentif berupa uang sebagai satu-satunya rangsangan untuk bekerja. Menurut Dimyati (2002:80) motivasi adalah kekuatan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia. b. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan.

1984 dalam Masrial. beasiswa adalah “ tunjangan yang diberikan kepada pelajar dan peserta didik sebagai bentuan biaya belajar”.com). E. 1993 : 8) 2.sebagai sebagai suatu proses timbul atau berubahnya tingkah laku melalui latihan (usaha pendidikan) dan dibedakan dengan perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak dapat digolongkan kepada latihan usaha pendidikan itu sendiri (Hilgar.R. Beasiswa dimaksudkan sebagai bantuan yang diberikan pada siswa balam bentuk dana atau berupa uang yang dapat digunakan untuk membantu keperluan proses pendidikan. Pengertian Beasiswa Beasiswa memiliki arti sebagai bantuan yang diberikan pada siswa dalam bentuk dana atau uang yang akan digunakan untuk membantu proses pendidikan. Landasan teori a. Bantuan ini biasanya berbentuk dana untuk menunjang biaya atau ongkos yang harus dikeluarkan oleh anak sekolah atau mahasiswa selama menempuh masa pendidikan di tempat belajar yang diinginkan. Sesuai dengan terminology dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-3 (2002:141). Beasiswa adalah bantuan untuk membantu orang terutama bagi yang masih sekolah atau kuliah agar mereka dapat menyelesaikan tugasnya dalam rangka mencari ilmu pengetahuan hingga selesai (anneahira. Beasiswa juga ditujukan untuk mengantisipasi mahalnya memperoleh pendidikan yang diharapkan memenuhi segala kebutuhan 10 .

dan pengeluaran lain yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Dengan adanya bantuan dana atau beasiswa ini peserta didik dapat memenuhi segala kebutuhan yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Dan kedua. Sedangkan menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1996).dalam proses belajar agar proses pendidikan dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. beasiswa digunakan untuk memenuhi keperluan biaya pendidikan seperti iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). adalah beasiswa yang memang ditujukan kepada peserta didik yang memiliki motivasi baik. alat tulis. beasiswa bagi peserta didik bermotivasi. Jenis dan Penggunaan Beasiswa Cahyadi (2004:9) menjelaskan bahwa jenis Beasiswa dibagi menjadi dua. Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa beasiswa berfungsi sebagai bantuan dana bagi siswa yang kurang mampu maupun yang bermotivasi untuk memperoleh pendidikan yang layak yang diberikan oleh suatu lembaga pemerintah maupun swasta. Penetapan pemberian beasiswa kepada peserta didik didasarkan atas beasiswa dan tingkat ekonomi peserta didik. peralatan belajar (buku. dan lain-lain). b. seragam. yaitu: pertama. mendapatkan beasiswa untuk membantu segala 11 . beasiswa yang diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bantuan untuk menjalankan proses pendidikannya. Peserta didik dengan tingkat ekonomi yang rendah.

tujuan beasiswa yakni: 1) Untuk meningkatkan pemerataan dan kesempatan belajar bagi peserta didik yang mengalami kesulitan ekonomi. Tujuan Beasiswa Secara umum penggunaan beasiswa adalah untuk meringankan beban biaya pendidikan (Hasan. Jenis beasiswa dikelompokkan berdasarkan lembaga pemberi beasiswa itu sendiri dan macam beasiswa yang diberikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan beasiswa adalah untuk 12 . Sedangkan penggunaan beasiswa lebih diarahkan untuk memenuhi segala keperluan dalam menjalakan proses pendidikan sehingga pemberian beasiswa lebih efektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa beasiswa digolongkan berdasarkan jenis dan penggunaannya terutama untuk bidang pendidikan. Pemberian beasiswa ditujukan untuk mencukupi kebutuhan proses pembelajaran sesuai dengan yang termuat dalam pedoman pemberian dan tujuan beasiswa. 2) Mendorong dan mempertahankan semangat belajar para peserta didik agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu. c. 2004). 3) Mendorong meningkatkan motivasi akademik sehingga memacu peningkatan kualitas pendidikan. Segala kebutuhan untuk memperlancar proses pembelajaran dapat terpenuhi dengan adanya beasiswa yang berperan untuk membantu pemerataan pendidikan dan memperlancar proses belajar dengan baik. sedangkan peserta didik dengan motivasi yang baik mendapatkan beasiswa atas motivasi yang diraih.keperluan dalam proses pendidikan.

mengelola. Chaplin (2000). Pengertian motivasi Motivasi menggambarkan suatu dorongan yang menggerakkan manusia untuk bertindak dengan cara tertentu. 2006:141). Motivasi juga merupakan cadangan energi dalam diri seseorang yang nantinnya dapat digunakan dalam mewujudkan keinginannya. yang membangkitkan. Menurut J. agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan (Hasibuan. Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya.meringankan beban biaya pendidikan sehingga peserta didik dapat memperoleh pendidikan yang layak tanpa harus terkendala oleh mahalnya biaya pendidikan biaya pendidikan. motivasi adalah suatu variabel yang ikut campur tangan yang digunakan untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu didalam organisme. Kebutuhan tersebut mendorong dan mengarahkan untuk mengurangi kekurangan akan kebutuhan. 13 .P. Hal ini membuktikan bahwa motivasi muncul karena adanya suatu kebutuhan. psikologis. d. Kebutuhan menunjukkan adanya kekurangan yang dialami individu. Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Memotivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan. Kekurangan yang dapat bersifat fisiologis. atau sosiologis. dan dapat terus memacu motivasi belajar peserta didik.

Kemampuan dan kecakapan karyawan tidak ada artinya bagi perusahaan jika karyawan tidak mau bekerja giat. 14 . 2001:1) adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi. dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela (volunter) yang diarahkan ke arah tujuan tertentu. Anorogo (2006:38) motivasi adalah suatu model dalam menggerakkan dan mengarahkan seseorang agar dapat melaksanakan tugasnya masing-masing dalam mencapai sasaran dengan penuh kesadaran. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan. yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual.mempertahankan dan menyalurkan tingkah laku menuju satu sasaran. 2006) mengemukakan motivasi sebagai proses psikologis melalui keinginan yang belum terpuaskan. Motivasi menurut Robbins (dalam Winardi. kegairahan dan tanggung jawab. menyalurkan. supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. dan mendukung perilaku manusia. yang diarahkan ke pencapaian tujuan. Perusahaan bukan hanya mengharapkan karyawan mampu. Lebih lanjut Hodgetts dan Luthan (dalam Usmara. Mitchell dalam Winardi (2001:1) menyatakan motivasi mewakili prosesproses psikologikal. cakap dan terampil tetapi yang terpenting setiap karyawan mau bekerja dengan giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang maksimal. diarahkannya. yang menyebabkan timbulnya.

(2) Sebagai suatu keahlian dalam mengarahkan karyawan dan perusahaan agar mau bekerja secara berhasil. Motivasi menurut Edwin B. Anorogo (2001:34) memberikan pengertian motivasi adalah kebutuhan yang mendorong perbuatan kearah suatu tujuan tertentu. sehingga keinginan karyawan dan tujuan perusahaan sekaligus tercapai. serta menentukan karakteristik proses berdasarkan petunjuk-petunjuk tingkah laku seseorang. Jadi Motivasi dapat disimpulkan: (1) Sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu.Motivasi dapat berfungsi sebagai proses pemberian motif (penggerak) kerja kepada karyawan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi. Flippo (dalam Hasibuan. Pelajaran motivasi sebenarnya merupakan pelajaran tingkah laku. (4) Sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri. (3) Sebagai inisiasi dan pengarahan tingkah laku. Petunjuk tersebut dapat dipercaya apabila tampak kegunaanya untuk meramalkan dan menjelaskan tingkah laku lainnya. 2006:143) motivasi adalah suatu keahlian dalam mengarahkan karyawan dan organisasi agar mampu bekerja secara berhasil. sehingga keinginan para karyawan dan tujuan organisasi sekaligus tercapai. (5) Sebagai 15 . Sedangkan menurut Hamalik (1995) menyatakan bahwa motivasi merupakan suatu proses tingkah laku yang diamati dan meramalkan tingkah laku orang lain.

Pada penelitian ini. (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. 16 .pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal. 2002 : 12). Jenis penelitian Metode adalah pendekatan yang digunakan dalam rangka mengadakan pendekatan terhadap masalah yang dihadapi atau diteliti. Metode eksperimen adalah suatu pendekatan dimana situasi atau gejala dibuat dengan sengaja ditimbulkan” (Suharsimi Arikunto.kondisi yang berpengaruh membangkitkan. Metode penelitian 1. digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. 2008 : 1). teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan). H. dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Hal ini sesuai dengan pendapat seorang ahli yang mengatakan bahwa “Metode adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu” (Sugiyono. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivise. analisis data bersifat induktif/kualitatif. mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja. peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai pendekatan dalam mengumpulkan data.

Penyusunan dalam satuan-satuan. c. dokumentasi. Penelaahan seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu wawancara. dan kedua satuan-satuan itu harus dapat disatukan. pengamatan. 2000:42). tabulasi atau perumusan data dan penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian. pertama satuan itu harus mengarah pada satu pengertian atau tindakan yang diperlukan peneliti. peristiwa yang konkrit. 17 . Secara garis besar langkah-langkah dalam menganalisis data yaitu persiapan. gambar. 1998:240). Mereduksi data yang dilakukan dengan jalan membuat abstraksi yang merupakan usaha membuat rangkuman inti. b. Induktif yaitu cara berfikir yang berangkat dari faktor-faktor khusus.Analisis kualitatif adalah analisa data dengan menggunakan analisis deskriptif non statistic melalui penjelasan kata-kata yang akhirnya dapat di tarik suatu kesimpulan. (Suharsimi Arikunto. kemudian dari faktor dan peristiwa konkrit itu ditarik generalisasi yang mempunyai sifat umum (Sutrisno Hadi. maka menggunakan pola berpikir deskriptif analisis induktif. Dalam menganalisis data yang bersifat kualitatif ini. foto dan lain sebagainya. Adapun langkah-langkah pengolahan data adalah sebagai berikut: a.

Kategori. Apabila data-data yang ada sudah dapat di pahami. Moleong. yaitu pemeriksaan data yang di dapat secara keseluruhan untuk memastikan apakah sudah valid atau masih ada yang dilakukan pengulangan atau revisi. e.Mimi. Pemeriksaan keabsahan data. Analisis data dilakukan untuk menemukan makna setiap data atau informasi kemudian ditafsirkan dengan akal sehat (common sense) lantas di pilah-pilah kemudian dibandingkan satu dengan yang lain. untuk menemukan konsep-konsep pemecahan masalah dari sudut pandang sumber data itu. obyek atau peristiwa untuk 18 . Populasi dan sampel a. 2001:190-193) Sedangkan proses analisis data dilakukan setelah data yang diperoleh sudah final artinya tidak lagi melakukan wawancara atau observasi untuk mencari informasi.d. (Hadari Nawawi dan H. intuisi. Sedangkan populasi menurut Sutrisno Hadi (1990:53) adalah keseluruhan wilayah individu. yaitu penyusunan kategori yang dalam hal ini salah satu tumpukan dan seperangkat tumpukan yang telah disusun atas dasar pikiran. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto. (Lexi J. 1996:108). 1966:189-191) 2. pendapat atau kriteria tertentu. maka dapat dilakukan usaha pencarian kekeliruan atau kekurangan yang utama untuk kemudian diselesaikan.

Jenis dan sumber data 19 . b. maka dapat disimpulkan bahwa populasi adalah seluruh individu atau obyek penelitian yang di dalamnya terdapat satu atau lebih sifat yang sama. Sampel Sampel adalah sebagian populasi yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu (Hadi. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik dan Pendidik SMP Negeri 3 Tanjung. Dan menurut Sri ningsih (1983:87) populasi adalah sejumlah individu yang paling sedikit memiliki satu sifat yang sama. 1990:57). 1998:120). yang merupakan daerah untuk digeneralisasikan dalam penelitian. Sedangkan dari unsur peserta didik diambil 20% dari jumlah sampel. Jumlah Pendidik SMPN 3 Tanjung 30 orang dan jumlah peserta didik 280 dengan jumlah keseluruhan 310 orang. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (1998:117) sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. yaitu 15 orang dari 30. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sampel adalah sebagian dari jumlah populasi yang mewakili untuk di teliti baik dari peserta didik dan unsur Pendidik SMPN 3 Tanjung. Dari unsur Pendidik SMPN 3 Tanjung diambil 50% dari anggota sampel. yaitu 56 orang dari 280. 3. Data penelitian a. (Arikunto. Beberapa pengertian tersebut di atas.digeneralisasikan.

Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi. Data kualitatif. Suharsimi Arikunto (2002 : 136) menjelaskan bahwa metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. lazimnya data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data 20 . (Robert B dan Steven J. Tekhnik pengumpulan data Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan sangat penting dalam penelitian. mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden. melakukan perhitungan untuk merumuskan masalah.Penulisan proposal ini berupa penelitian lapangan. 1993 : 3). Dalam penelitan kualitatif. yang dikutip Leay Moloeng. dan sebaliknya. melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. analisa data dilakukan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. tahap ini tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat sesuai prosedur dan ciri-ciri penelitian kualitatif. menyajikan data. b. yaitu penelitian yang prosedurnya menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata atau lisan orang-orang dan perilaku yang diamati. yaitu data yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Di dalam metode penelitian kualitatif. kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel. Oleh karena itu.

1). diskusi terfokus (Focus Group Discussion). maka bisa saja hasil wawancara sesuai atau berbeda dengan informasi yang telah diperoleh sebelumnya. yakni melalui media telekomunikasi. 3). Atau. wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka. untuk memperoleh informasi apa. perlu ditegaskan di sini bahwa hal sangat penting yang harus dipahami oleh setiap peneliti adalah alasan mengapa masing-masing teknik tersebut dipakai. Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini. mana yang memerlukan teknik observasi. 21 . merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya. Karena merupakan proses pembuktian. wawancara. dokumentasi. dan 4).kualitatif. observasi. Pilihan teknik sangat tergantung pada jenis informasi yang diperoleh. yaitu. Sebelum masing-masing teknik tersebut diuraikan secara rinci. 1) Wawancara Wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian. 2). Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat dalam penelitian. mana yang harus kedua-duanya dilakukan. dst. dan pada bagian fokus masalah mana yang memerlukan teknik wawancara.

dan 22 . cari waktu dan tempat yang telah disepakati dengan informan. yakni. mulai pertanyaan dari hal-hal sederhana hingga ke yang serius. dan 4) mengajukan pertanyaan (Yunus. 5). maka berdasarkan pengalaman wawancara yang penulis lakukan terdapat beberapa kiat sebagai berikut. 1). 1) mengenalkan diri. 2). 2010: 358). tidak menanyakan hal-hal yang membuat informan tersinggung atau marah. tidak menyangkal informasi yang diberikan informan. 3) menjelaskan materi wawancara. ciptakan suasana wawancara yang kondusif dan tidak tegang. 3). tidak menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi yang tidak ada hubungannya dengan masalah/tema penelitian. maka terdapat berapa tahapan yang harus dilalui. Setidaknya. 7). agar informan dapat menyampaikan informasi yang komprehensif sebagaimana diharapkan peneliti. di mana peneliti menggali informasi secara mendalam dengan cara terlibat langsung dengan kehidupan informan dan bertanya jawab secara bebas tanpa pedoman pertanyaan yang disiapkan sebelumnya sehingga suasananya hidup. bersikap hormat dan ramah terhadap informan. dan 9). terdapat dua jenis wawancara. 10) ucapkan terima kasih setelah wawancara selesai dan minta disediakan waktu lagi jika ada informasi yang belum lengkap. yakni: 1). 8). wawancara mendalam (in-depth interview). 4). 6).Agar wawancara efektif. sebaiknya dilakukan secara sendiri. tidak bersifat mengpendidiki terhadap informan. 2) menjelaskan maksud kedatangan. Selain itu.

Sering terjadi pewawancara atau peneliti lebih memperhatikan daftar pertanyaan yang diajukan daripada bertatap muka dengan informan. 2). karena peneliti terikat dengan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Dalam praktik sering juga terjadi jawaban informan tidak jelas atau kurang memuaskan. yaitu: a) informan memang tidak mengerti pertanyaan peneliti. Berbeda dengan wawancara mendalam. Selain kurang jelas. tetapi karena suasana tidak nyaman dia menjawab “tidak tahu”. sehingga untuk menghindari jawaban “tidak mengerti". sehingga suasana terasa kaku. c) pertanyaannya bersifat personal yang mengganggu privasi informan. dia menjawab “tidak tahu”. Menurut Singarimbun dan Sofian Effendi (1989: 198-199). wawancara terarah memiliki kelemahan. wawancara terarah (guided interview) di mana peneliti menanyakan kepada informan hal-hal yang telah disiapkan sebelumnya. maka peneliti harus berhati-hati dan tidak lekas-lekas pindah ke pertanyaan lain.dilakukan berkali-kali. jika terjadi jawaban “tidak tahu”. makna “tidak tahu” mengandung beberapa arti. b) informan sebenarnya sedang berpikir memberikan jawaban. maka peneliti bisa mengajukan pertanyaan lagi secara lebih spesifik. ditemui pula informan menjawab “tidak tahu”. yakni suasana tidak hidup. Jika ini terjadi. Sebab. sehingga jawaban “tidak tahu’ dianggap lebih aman 23 .

Observasi partisipasi. 24 . merupakan bisa kegiatan dengan menggunakan penglihatan. Berikut penjelasannya: a) Observasi partisipasi adalah (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan. 2) Observasi Selain wawancara. kejadian. penciuman. jawaban “tidak tahu" merupakan jawaban sebagai data penelitian yang benar dan sungguh yang perlu dipertimbangkan oleh peneliti. observasi tidak terstruktur. Hasil observasi berupa aktivitas. Karena itu.d) informan memang betul-betul tidak tahu jawaban atas pertanyaan yang diajukan. observasi juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim dalam metode penelitian kualitatif. Observasi panca hakikatnya indera. kondisi atau suasana tertentu. peristiwa. yaitu: 1). dan 3). observasi kelompok. dan perasaan emosi seseorang. 2). Bungin (2007: 115-117) mengemukakan beberapa bentuk observasi. pendengaran. untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. objek. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian.

hasil rapat. sekelompok peneliti mendiskusikan hasil UN 2011 di mana nilai ratarata siswa pada matapelajaran bahasa Indonesia rendah. 3) Dokumen Selain melalui wawancara dan observasi.b) Observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi. 4) Focus Group Discussion Metode terakhir untuk mengumpulkan data ialah lewat Diskusi terpusat (Focus Group Discussion). yaitu upaya menemukan makna sebuah isu oleh sekelompok orang lewat diskusi untuk menghindari diri pemaknaan yang salah oleh seorang peneliti. maka 25 . Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna. cenderamata. informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat. arsip foto. jurnal kegiatan dan sebagainya. Untuk menghindari pemaknaan secara subjektif oleh seorang peneliti. catatan harian. Misalnya. c) Observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan.

dibentuk kelompok diskusi terdiri atas beberapa orang peneliti. b. a. 1996:11) Variabel dalam hal ini diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan peneliti (Rahman. Dengan beberapa orang mengkaji sebuah isu diharapkan akan diperoleh hasil pemaknaan yang lebih objektif. Analisis data Analisis Data Kualitatif adalah proses kegiatan yang meliputi mencatat. Variabel Terikat. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi belajar peserta didik yang mendapatkan beasiswa di SMPN 3 Tanjung tahun pelajaran 2012/2013. mengelompokkan dan mensintesiskan data selanjutnya memaknai setiap kategori data. mencari dan menemukan pola. hubunganhubungan dan memaparkan temuan-temuan dalam bentuk deskripsi naratif. Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pemberian beasiswa di SMPN 3 Tanjung tahun pelajaran 2012/2013. Sedangkan menurut Arikunto (1999 : 97) variabel yaitu obyek penelitian yang bervariasi. 1998 : 52). Sering pula diartikan bahwa variabel penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Variabel penelitian Variabel penelitian merupakan gejala yang menjadi obyek penelitian (Yatim. mengorganisasikan. 5. 26 . 4.

Dalam penelitian kualitatif teknis analisis data yang digunakan belum ada pola yang jelas sehingga belum ada panduan yang pasti. Hal ini memungkinkan peneliti untuk menganalisis data berdasarkan tingkat intelektual dan kreativitasnya sehingga membebaskan peneliti untuk membentuk pola tersendiri yang dirasakan cocok dengan sifat penelitiannya. peneliti mengubah fokus penelitian. Untuk bisa menentukan 27 . yang sebelumnya tidak terbayangkan. Lewat data itu akan diperoleh informasi yang lebih bermakna. Pada hakikatnya analisis data adalah sebuah kegiatan untuk mengatur. data kualitatif yang biasanya berserakan dan bertumpuk-tumpuk bisa disederhanakan untuk akhirnya bisa dipahami dengan mudah. flow chart.bagan. memberi kode atau tanda. Ukuran penting dan tidaknya mengacu pada kontribusi data tersebut pada upaya menjawab fokus penelitian. menpendidiktkan. Melalui serangkaian aktivitas tersebut. dan mengkategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin dijawab. dengan cara memilah mana data yang sesungguhnya penting atau tidak. mengelompokkan. Analisis data kualitatif sesungguhnya sudah dimulai saat peneliti mulai mengumpulkan data. Di dalam penelitian lapangan (field research) bisa saja terjadi karena memperoleh data yang sangat menarik. Ini bisa dilakukan karena perjalanan penelitian kualitatif bersifat siklus. sehingga fokus yang sudah didesain sejak awal bisa berubah di tengah jalan karena peneliti menemukan data yang sangat penting. matriks maupun gambar-gambar yang bisa dimengerti dan pahami oleh orang lain.

terlebih dahulu dilakukan analisis data. Berdasarkan harga Mi dan SDi maka dibuat tabel konversi untuk pengkategorian masing-masing variabel sebagai berikut : Mi + SDi sampai Mi + 3 SDi = tinggi Mi – 1 SDi sampai < Mi + 1 Sdi = sedang 28 . kepekaan konseptual. kreativitas. Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai data dari masingmasing variabel serta untuk menguji hipotesis penelitian. pengalaman dan expertise peneliti. 1986 : 90). Untuk menentukan harga Mi dan SDi adalah dapat digunakan rumus sebagai berikut : Mi = 1 (skor maksimal ideal + skor minimal ideal). a. kecerdikan. Teknik Deskripsi Data Data yang diperoleh dideskripsikan dengan menggunakan statistik deskripstif. Kualitas hasil analisis data kualitatif sangat tergantung pada faktorfaktor tersebut. statistik deskriftif ini meliputi penentuan skor Maksimal ideal (Mi) dan Standar Deviasi ideal (SDi). 2 1 (skor maksimal ideal – skor minimal ideal) 6 SDi = (Wayan Nurkencana dan PPN.kebermaknaan data atau informasi ini diperlukan pengertian mendalam. Sumartana.

d. c. maka teknik yang paling tepat digunakan adalah teknik analisis pragmentaris korelasi sederhana. Uji Normalitas Data Pengujian normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisis dengan statistik berdistribusi normal atau tidak. Teknik Uji Persyaratan Analisis Dalam penelitian ini. Sesuai dengan teknik analisis yang dipilih tentu saja diimbangi dengan persyaratan analisis yang harus dipenuhi. Teknik ini dipilih didasarkan atas tujuan tersebut. teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik parametrik. 1986 : 90). 2002 : 259) Kriteria : Data berdistribusi normal jika X2hitung < X2tabel dan sebaliknya data yang tidak berdistribusi normal jika X2hitung > X2tabel pada taraf uji 95 %. Maka persyaratan analisis yang paling penting untuk dipenuhi adalah persyaratan linieritas di samping uji normalitas data. b. Untuk itu digunakan rumus chi-kuadrat sebagai berikut : X2 = Σ( f o − f h ) 2 Σf h Keterangan : X2 = nilai chi-kuadrat fo = frekuensi observasi fh = frekuensi harapan (Suharsimi Arikunto.Mi – 3 3 SDi sampai < Mi -1 SDi = rendah (Wayan Nurkencana dan PPN. Uji Homogenitas Data 29 . Sumartana.

maka data yang diperoleh tidak homogen dan apabila X2hitung < X2tabel . 6.α ) (k-1). Adapun rumus teknik uji Barlet tersebut adalah sebagai berikut : X2 = Ln 10 { B .α ) (k-1) diperoleh dari daftar distribusi chi-kuadrat. maka data yang diperoleh tidak homogen pada taraf signifikansi 5 % atau taraf kebenaran 95%. “Hipotesis merupakan prediksi mengenai kemungkinan hasil dari suatu penelitian” (Fraenkel dan Wallen dalam Yatim Riyanto. dimana ( 1.3026 ( bentuk logaritma dari bilangan 10 ) B S Ni = Satuan Barlet = Standar deviasi total = Besaran ukuran sampel Untuk B = (log S2) ∑ ( Ni – 1 ) Kriteria : “ Jika X2hitung > X2tabel ( 1.Untuk menguji homogenitas data dalam penelitian ini digunakan untuk membuktikan homogenitas data dari beberapa sampel yang akan di analisis dan dapat menguji dua atau lebih kelompok sampel. 2001 : 16). maka langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian. sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Atas 30 .∑ ( Ni – 1 ) log Si2 } Keterangan : Ln 10 = 2. Pengujian hipotesis Setelah peneliti mengadakan penelahan yang mendalam terhadap berbagai sumber untuk menentukan anggapan dasar.

Sesuai dengan teknik analisis yang digunakan seperti disebutkan di atas. maka hipotesis alternatif (Ha) diubah menjadi hipotesis nihil (Ho). hipotesis yang diajukan masih perlu diuji kebenarannya. Dan sebaliknya apabila t hitung < t table maka Ho diterima pada taraf uji yang sama. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang positif dan signifikan tentang pemberian pemberian beasiswa dengan yang tidak mendapatkan Beasiswa pada peserta didik di SMPN 3 Tanjung Dengan keterangan: = Rata-rata sampel = Dugaan rata-rata populasi = Rata-rata populasi 1 = Rata-rata populasi 2 • = Simpangan baku populasi = Jumlah sampel = Varians populasi = Simpangan baku sampel E.L. Tolak Ho. 1. 31 . Joseph P. Romano. (2005). Hipotesis yang dimaksud dalam penelitian ini berbentuk alternatif yang terdiri dari hipotesa mayor dan hipotesa minor..dasar pendapat di atas. Ada pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh pemberian beasiswa terhadap motivasi belajar peserta didik di SMPN 3 Tanjung tahun pelajaran 2012/2013 Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh pemberian beasiswa terhadap motivasi belajar peserta didik di SMPN 3 Tanjung tahun pelajaran 2012/2013 (Ha) (Ho) Untuk keperluan pengujian hipotesis digunakan teknik uji-t (t-tes). apabila t hitung > t table pada taraf uji 95 % dan derajat kebebasan (dk = n1 + n2 -2).

Creswell. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi V). Juli 2012 1 2 3 4 5 1 NO 1 2 3 4 5 6 7 KEGIATAN Persiapan Penyusunan Proposal Konsultasi Proposal Perizinan Penyusunan Skripsi Konsultasi Skripsi Seminar BULAN Agustus 2012 2 3 4 5 1 September 2012 2 3 4 5 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. dan Ilmu Sosial Lainnya. Burhan. Vicki L.Thousand Oaks: SAGE Publications 32 . Kebijakan Publik.. 2007.2. Penelitian Kualitatif: Komunikasi. Ekonomi. Plano Clark. Ho di tolak artinya terdapat perbedaan yang signifikan dan menerima Ho artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan I. John W. 2002. Designing and Conducting Mixed Methods Research. M. Jakarta : Rineka Cipta Bungin. Suharsimi. 2007. Jadwal kegiatan penelitian Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yang dimulai dari Bulan Juli 2012 sampai dengan Bulan September 2012 dan tempat melakukan penelitian ini yaitu di SMPN 3 Tanjung Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Depdiknas. Jakarta: LP3S Sobry Sutikno. Metode Penelitian Kualitatif. fungsi manfaat dan tujuan beasiswa (0nline) (http://www. Arti kata: Beasiswa. Jakarta : Depdiknas. New York: Springer Moleong. Pengertian beasiswa.php. Masri dan Sofian Effendi (ed. Sondang. Testing Statistical Hypotheses (edisi ke-3E). Dedy.). 33 . Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Pendidikan Persekolahan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Keputusan Menteri Nomor 053/V/2001 Tanggal 19 April 2001. definisi. di akses 7 September 2012) Depdiknas. Manajemen Berbasis Sekolah. Joseph P.go. Lexy. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja..depdiknas. Metode Penelitian Administrasi.com/arti-320966beasiswa.. 2007. Jurnal Peran Pendidik Dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa. 2003. Mulyana. Bandung: Remaja Rosdakarya.L.id Sugiyono. www. Kamis. 2007. Jakarta : Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Bandung : Alfabeta. 1989. (2005). Singarimbun. Manajemen Berbasis Sekolah. diakses 7 september 2012). Metode Penelitian Survai. Romano. Mulyasa. (online) (www.artikata. 2004. Bandung : Remaja Rosdakarya.Definisi Beasiswa. Jakarta : Rineka Cipta. 2005. 2002. 2002.anneahira. Siagian P. E. 11 September 2007. Jakarta: Dirjen Manajemen Dikdasmen Direktorat Pembinaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama.com. Metoologi Penelitian Kualitatif.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta : Rineka Cipta. ensiklopedia bebas. Arikunto. Bandung : Remaja Rosdakarya. Suparlan.go.wikipedia. 2006. Metode Penelitian Pendidikan Bandung : Remaja Rosda Karya. 2007. Nana Syaodih. Jakarta : Depdiknas. Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer. Yunus. Suharsimi.depdiknas.id Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Syaodih Nana. www. (online) (http://id.org/wiki/Beasiswa. 34 . Hadi Sabari. di akses 7 september 2012). Metode Penelitian Pendidikan.Sukmadinata. 2006.Jurnal Dimensi Mutu Pendidikan. Sukmadinata. 2010. Wikipedia bahasa indonesia. 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.