TINJAUAN PUSTAKA II.

1 Definisi Trauma lahir adalah trauma pada bayi yang diterima dalam atau karena proses kelahiran. (7) Istilah trauma lahir digunakan untuk menunjukkan trauma mekanik dan anoksik, baik yang dapat dihindarkan maupun yang tidak dapat dihindarkan, yang didapat bayi pada masa persalinan dan kelahiran. Trauma dapat terjadi sebagai akibat ketrampilan atau perhatian medik yang tidak pantas atau yang tidak memadai sama sekali, atau dapat terjadi meskipun telah mendapat perawatan kebidanan yang terampil dan kompeten dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan tindakan atau sikap orang tua yang acuh tak acuh. (6,11) Pembatasan trauma lahir tidak meliputi trauma akibat amniosentesis, tranfusi intrauteri, pengambilan contoh darah vena kulit kepala atau resusitasi.(11) II.2 Insidensi Insidensi trauma lahir sekitar 2-7 per 1000 kelahiran hidup. Sebanyak 5-8 per 100.000 lahir meninggal akibat trauma mekanik dan 25 per 100.000 lahir meninggal akibat trauma anoksik. (6) Faktor predisposisi terjadinya trauma lahir antara lain :(8,11,13) 1. makrosomia 2. prematuritas 3. disproporsi sefalopelvik 4. distosia 5. persalinan lama 6. persalinan yang diakhiri dengan alat (ekstraksi vakum dan forceps) 7. persalinan dengan sectio caesaria 8. kelahiran sungsang 9. presentasi bokong 10. presentasi muka 11. kelainan bayi letak lintang II.3 Kelainan pada Bayi Baru Lahir Akibat Trauma Lahir

tak berbatas tegas dan melewati batas sutura. kebersihan dan pengeringan kulit yang terluka perlu diperhatikan. tetapi dalam keadaan lebih pendek dari normal.11. Trauma m. Pada bagian tersebut terjadi edema sebagai akibat pengeluaran serum dari pembuluh darah. Caput Succedaneum tidak memerlukan pengobatan khusus dan biasanya menghilang setelah 2-5 hari.11. Kepala serta leher bayi cenderung miring ke arah otot yang sakit dan jika keadaan dibiarkan.11) d. eritema. (3. ptekiae. Infeksi sekunder merupakan bahaya yang dapat timbul pada kejadian ini. sehingga kadang-kadang kepala berbentuk asimetris. Perdarahan subaponeurotik Perdarahan ini terjadi di bawah aponeurosis akibat pecahnya vena-vena yang menghubungkan jaringan di luar dengan sinus-sinus di dalam tengkorak. Kelainan ini memerlukan pengobatan khusus dan menghilang pada minggu pertama. Biasanya diperlukan waktu 6-8 minggu untuk penyembuhan.8. otot sembuh. (3.12) e. syok. Karena itu. Kelainan ini biasanya ditemukan pada presentasi kepala. (3. atau hiperbilirubinemia.10.11.10. Caput Succedaneum Caput succedaneum merupakan edema subcutis akibat penekanan jalan lahir pada persalinan letak kepala. berbentuk benjolan yang segera tampak setelah bayi lahir. Pemberian vitamin K dianjurkan pada perdarahan ringan.12) b. abrasi. ekimosis dan nekrosis lemak subkutan Jenis persalinan yang sering menyebabkan kelainan ini yaitu presentasi muka dan persalinan yang diselesaikan dengan ekstraksi cunam dan ekstraksi vakum. Perdarahan dapat terjadi pada persalinan yang diakhiri dengan alat. dan biasanya tidak mempunyai batas tegas. perlu dilakukan fisioterapi dengan cara pengurutan setempat dan peregangan leher secara pasif ke sisi yang berlawanan.12) . Jika setelah 6 bulan tidak berhasil maka harus dilakukan pembedahan korektif. Perlukaan kulit Kelainan ini mungkin timbul pada persalinan yang mempergunakan alat-alat seperti cunam atau vakum. sternokleidomastoideus Kelainan ini didapat pada persalinan sungsang karena usaha untuk melahirkan kepala bayi. sesuai dengan posisi bagian yang bersangkutan.10. Bila perlu dapat juga digunakan obat-obat antiseptik lokal.12) c.Beberapa kelainan pada bayi baru lahir akibat trauma lahir adalah sebagai berikut : Perlukaan jaringan lunak a. (3.dengan dosis 1-2 mg/kg BB/hari selama tiga hari dan transfuse darah bila diperlukan. Sebelum hal itu terjadi.11. Kelainan ini dapat menimbulkan anemia. (3.

pucat.11) Bayi dengan perdarahan intra kranial menunjukkan gejala-gejala asfiksia yang sukar diatasi. merintih. (3. Bayi setengah sadar. tergantung pada tempat dan luasnya . Perdarahan subdural Kelainan terjadi akibat tekanan mekanik pada tengkorak yang dapat menimbulkan robekan falks cerebri atau tentorium cerebelli. seperti ekstraksi cunam atau vakum. (3.12) b. muntah dan kadang-kadang kejang.f .11. Kadang-kadang disertai dengan fraktur tulang tengkorak di bawahnya atau perdarahan intra kranial. Pada kelainan yang agak luas. (3. (3.8. sesak nafas. Kelainan ini dapat menghilang dengan sendirinya setelah 2-12 minggu. Kelainan dapat terjadi pada persalinan biasa. tetapi lebih sering paada persalinan lama atau persalinan yang diakhiri dengan alat. penyembuhan kadang-kadang disertai kalsifikasi.11) Gejala lanjut yang mungkin terjadi yaitu anemia dan hiperbilirubinemia. (3) Bila tidak ditemukan gejala lanjut. sehingga terjadi perdarahan. Darah yang tampak di bawah konjungtiva biasanya diabsorpsi lagi setelah 1-2 minggu tanpa diperlukan pengobatan apa-apa. Bayi dapat meninggal atau hidup terus tanpa gejala-gejala lanjut atau dengan gejala-gejala neurologik yang beraneka ragam. Hal ini biasanya ditemukan pada persalinan dengan disproporsi sefalopelvik dengan dipaksakan untuk lahir pervaginam dan lebih sering ditemukan pada bayi aterm dari pada bayi prematur. Perdarahan subkonjungtiva Keadaan ini sering ditemukan pada bayi.8.11) Perdarahan intra kranial a.sering ditemukan pada tulang temporal dan parietal. Perdarahan subarakhnoidal Perdarahan ini juga ditemukan pada bayi-bayi premmatur dan mempunyai hubungan erat dengan hipoksia pada saat lahir.11) c. Perdarahan subependimal dan intraventrikuler Kejadian ini lebih sering disebabkan oleh hipoksia dan biasanya terdapat pada bayi-bayi prematur. cephal hematoma tidak memerlukan perawatan khusus. baik pada persalinan biasa maupun pada yang sulit. Cephal hematoma Istilah cephal hematoma mengacu pada pengumpulan darah di atas tulang tengkorak yang disebabkan oleh perdarahan subperiosteal dan berbatas tegas pada tulang yang bersangkutan dan tidak melampaui sutura-sutura sekitarnya.8. (3.10. (3.11) g.

jika pengumpulan darah subdural dicurigai.yang mungkin terjadi apabila terdapat kesulitan mengeluarkan bahu pada persalinan.11. Pada keadaan ini . krepitasi. 3.konvulsi dikendalikan dengan sedativ .12) Tindakan pada perdarahan intra kranial adalah sebagai berikut : (8) .kelainan yang membawa trauma harus dihindari dan kalau ada disproporsi harus dilakukan sectio caesaria . ketidakteraturan tulang mungkin dapat diraba. Diagnosis dapat ditegakkan dengan palpasi dan foto rontgent.sekret dalam tenggorokan diisap keluar . karena tindakan ini bisa menambah perdarahan .bayi jangan terlampau banyak digerakkan dan dipegang . Fraktur klavikula Fraktur ini merupakan jenis yang tersering pada bayi baru lahir. Patah tulang a.10. perubahan warna kulit pada bagian atas yang terkena fraktur serta menghilangnya refleks Moro pada sisi tersebut. vitamin K dapat diberikan .11. Gejala yang tampak pada keadaan ini adalah kelemahan lengan pada sisi yang terkena. (3.temperatur harus dikontrol .kepala jangan direndahkan. Penyembuhan sempurna terjadi setelah 7-10 hari dengan imobilisasi dengan posisi abduksi 60 derajat dan fleksi 90 derajat dari siku yang terkena.kerusakan jaringan otak akibat perdarahan.diberikan antibiotik sebagai profilaktik. pungsi lumbal harus dikerjakan untuk mengurangi tekanan .bayi dirawat dalam inkubator .8. Fraktur humeri Kelainan ini terjadi pada kesalahan teknik dalam melahirkan lengan pada presentasi puncak kepala atau letak sungsang dengan lengan membumbung ke atas. Hal ini dapat timbul pada kelahiran presentasi puncak kepala dan pada lengan yang telentang pada kelahiran sungsang.12) b. (3.kalau perlu diberikan tambahan oksigen .kalau ada indikasinya.

promontorium. Hal ini sering tampak pada bayi yang lahir dengan ekstraksi cunam Kelumpuhan perifer ini bersifat flasid. walaupun fraktur hanya terjadi unilateral. Kalau keadaannya parah dapat memburuk dengan cepat sampai menimbulkan kematian dalam beberapa jam. pengobatan yang dilakukan bersifat suportif dan sering terdapat cedera permanen.12) e. dan bila kelumpuhan terjadi total. (3.13) d. (3. (3. akan mengenai seluruh sisi wajah termasuk dahi. Fraktur tulang tengkorak Kebanyakan fraktur tulang tengkorak terjadi akibat kelahiran pervaginam sebagai akibat penggunaan cunam atau forceps yang salah.4.12) c. Perlukaan susunan saraf a.11. Fraktur atau dislokasi lebih sering pada tulang belakang servikal bagian bawah dan torakal bagian atas. Fraktur dan dislokasi tulang belakang Kelainan ini jarang ditemukan dan biasanya terjadi jika dilakukan traksi kuat untuk melahirkan kepala janin pada presentasi sungsang atau untuk melahirkan bahu pada presentasi kepala. Pada bayi yang selamat.biasanya sisi yang terkena tidak dapat digerakkan dan refleks Moro pada sisi tersebut menghilang. Prognosis penderita sangat baik dengan dilakukannya imobilisasi lengan dengan mengikat lengan ke dada. Dan akan membaik dalam waktu 2-4 minggu. hanya dapat dilihat adanya pergerakan pada sisi wajah yang tidak . dengan memasang bidai berbentuk segitiga dan bebat Valpeau atau dengan pemasangan gips. Penyembuhan sempurna didapat setelah 3-4 minggu pengobatan. Keadaan bayi mungkin buruk sejak kelahirannya.11. Tipe lesinya berkisar dari perdarahan setempat hingga destruksi total medulla spinalis pada satu atau lebih aras (level) cerebral.11) 4.12. atau spina ischiadica ibu pada persalinan dengan diproporsi sefalopelvik. Semua fraktur ini harus direposisi untuk menghindari cedera korteks akibat tekanan yang terus-menerus dengan menggunakan anesthesi lokal dalam minggu pertama dan segera setelah kondisi bayinya stabil. syok dan hipotermia.8. Yang paling sering adalah fraktur linier yang tidak menimbulkan gejala dan tidak memerlukan pengobatan. Pengobatan dilakukan dengan melakukan traksi pada kedua tungkai. serta fraktur depresi yang biasanya kelihatan sebagai lekukan pada kalvarium yang mirip lekukan pada bola pingpong. (3. Paralisis nervus facialis Kelainan ini terjadi akibat tekanan perifer pada nervus facialis saat kelahiran.5.11. dan bila ditemukan biasanya disebabkan oleh kesalahan teknik dalam pertolongan pada presentasi sungsang. Fraktur femoris Kelainan ini jarang terjadi. disertai depresi pernafasan. atau dari simpisis pubis. Gejala yang tampak pada penderita adalah pembengkakan paha disertai rasa nyeri bila dilakukan gerakan pasif pada tungkai. Kalau bayi menangis.

. Kelainan ini timbul akibat tarikan yang kuat di daerah leher pada saat lahirnya bayi. serta memutar ke luar disertai hilangnya refleks biseps dan Moro. Paralisis pita suara Kelainan ini mungkin timbul pada setiap persalinan dengan traksi kuat di daerah leher. Pada persalinan presentasi kepala. Pada paralisis berat bayi dapat memperlihatkan sindroma gangguan pernafasan dengan dispneu dan sianosis.mengalami kelumpuhan dan mulut tertarik ke sisi itu.11.12) c. Infeksi paru merupakan komplikasi yang berat. (3. atau sindroma gangguan pernafasan. Bayi harus diletakkan pada sisi yang terkena gangguan dan kalau perlu diberi oksigen. (3. stridor pada inspirasi. Disini terdapat kelemahan oto-otot fleksor pergelangan. Trauma tersebut dapat mengenai cabang ke laring dari nervus vagus. Posisi ini dipertahankan untuk beberapa waktu. kelainan dapat terjadi pada janin dengan bahu lebar. (3. Penyembuhan biasanya setelah beberapa hari. abduksi.Paralisis Klumpke.paralisis Duchenne – Erb. Pengobatan biasanya simptomatik. mata tidak dapat ditutup.(3.8. sehingga bayi kehilangan refleks mengepal.8. yaitu kelumpuhan bagian-bagian tubuh yang disarafi oleh cabang-cabang C5 dan C6 dari plexus brachialis.11.12) . Pada sisi yang terkena gangguan. Pada keadaan ini ditemukan kelemahan untuk fleksi. Kelainan biasanya sembuh dalam beberapa hari tanpa tindakan-tindakan khusus. kadang-kadang 3-6 bulan.11. Kelainan ini dapat menghilang dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu dan kadang- .12) b. lipatan nasolabial tidak ada dan sudut mulut kelihatan jatuh. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan röntgen foto torak atau fluoroskopi dimana diafragma yang terganggu posisinya lebih tinggi. sehingga terjadi gangguan pita suara (afonia). Siku berada dalam fleksi 90° disertai supinasi lengan bawah dengan ekstensi pergelangan dan telapak tangan menghadap ke depan.11) d.11. Paralisis plexus brachialis Kelainan ini dibagi atas : (3. yaitu kelumpuhan bagian-bagian tubuh yang disarafi oleh cabang C8Th 1 dari plexus brachialis. Penyembuhan biasnya terjadi spontan pada bulan ke-1 samapi ke-3. Paralisis nervus frenikus Gangguan ini biasanya terjadi di sebelah kanan dan menyebabkan terjadinya paralisis diafragma. dahinya licin. sehingga terjadi kerusakan pada plexus brachialis.12) Penanggulangannya dengan jalan meletakkan lengan atas dalam posisi abduksi 90° dan putaran ke luar. Kelainan sering ditemukan pada kelahiran sungsang. Kelainan ini biasanya menyertai paralisis Duchenne – Erb dan diafragma yang terkena biasanya diafragma kanan. Hal ini ditemukan pada persalinan sungsang apabila dilakukan traksi yang kuat dalam usaha melahirkan kepala bayi.

Operasi serta transfusi darah dini dapat memperbaiki prognosis bayi. hiperfleksi.12) 5. anemia. presentasi muka atau presentasi dahi. paralisis kedua tungkai.11. retensio urine.5. tetapi pada beberapa keadaan perlu dilakukan tindakan bedah atau bedah saraf. Kerusakan medulla spinalis Kelainan ini ditemukan pada kelahiran letak sungsang. Perlukaan lain . Kerusakan yang ringan kadang-kadang tidak memerlukan tindakan apa-apa. (3. pucat. Ruptur hepar.11. atau hiperekstensi pada kelahiran. Gejala yang ditemukan tergantung dari bagian medulla spinalis yang terkena dan dapat memperlihatkan sindroma gangguan pernafasan. dan kelainan abdomen tanpa tanda-tanda perdarahan yang jelas. dan lain-lain.Perdarahan intra abdominal Kelainan ini dapat terjadi akibat teknik yang salah dalam memegang bayi pada ekstraksi persalinan sungsang.(3.4. lien dan perdarahan adrenal merupakan beberapa faktor yang dapat menimbulkan perdarahan ini. (3) e. Gejala yang dapat dilihat ialah adanya tanda-tanda syok.kadang diperlukan tindakan trakeotomi pada kasus yang berat.12) Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook . Hal ini terjadi akibat regangan longitudinal tulang belakang karena tarikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful