MAKALAH ILMU SOSIAL TENTANG PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

Saturday, April 18, 2009 BAB I PENDAHULUAN Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapa berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga berjalan dengan cepat. Perubahan-perubahan hanya dapat diketemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut pada waktu yang lampau. Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola prilaku organisasi, sususnan kelembagaan masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Karena luasnya bidang dimana mungkin terjadi perubahan-perubahan tersebut maka bilamana seseorang hendak membuat penelitian perlu terlebih dahulu ditentukan secara tegas, perubahan apa yang dimaksudkannya. Dasar penelitiannya mungkin tak akan jelas, apabila hal tersebut tidak dikemukakan terlebih dahulu. Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia dewasa ini merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat kebagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang berada jauh dari tempat tersebut. Perubahan dalam masyarakat memang telah ada sejak dahulu. Namun dewasa ini perubahanperubahan tersebut berjalan dengan sangat cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Perubahan-perubahan mana seiring berjalan secara konstan. Ia tersebut memang terikat oleh waktu dan tempat. Akan tetapi karena sifatnya yang berantai, maka perubahan terlihat berlangsung terus, walau diselingi keadaan di mana masyarakat mengadakan reorganisasi unsureunsur struktur masyarakat yang terkena perubahan. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian dan Teori-teori dalam Perubahan Sosial dan Kebudayaan. Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentuk perubahan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, interaksi sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang. Menurut teori siklus perubahan sosial dan kebudayaan merupakan sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar menurut pola melingkar. Dengan demikian, perubahan sosial dan kebudayaan merupakan bentuk perubahan yang selalu berulang, apa yang terjadi sekarang memiliki kemiripan dengan yang terjadi dimasa lampau, jadi menurut teori siklus tidak ada proses perubahan masyarakat secara bertahap sehingga batas-batas antara pola hidup primitive, tradisional, dan modern tidak jelas. Menurut teori linier adalah suatu perkembangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan tertentu. Dan perubahan sosial dan kebudayaan dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tujuan tertentu. Teori linier dibedakan menjadi 2 bagian: a. Teori Revolusi, yaitu perubahan sosial dak kebudayaan yang berlangsung secara drastis. Menurut Marx, masyarakat berkembang secara linier, dan bersifat revolusioner. Masyarakat semula bercorak feudal lalu berubah secara revolusioner menjadi masyarakat kapitalis kemudian berubah menjadi

namun didalam kehidupan nyata. dan yang paling penting adalah bahwa lingkaran terjadinya gejala-gejala sosial harus dipelajari. Sorokin berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan bahwa ada suatu kecenderungan tertentu dan tetap dalam perubahan-perubahan sosial. Apabila diteliti lebih mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat. tradisional. perlu kita ketahui sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya perubahan itu. yang mempengaruhi system sosialnya. perkawinan. Perubahan sosial dan kebudayaan dari masyarakat primitive.masyarakat sosial-komunis yang merupakan puncak perkembangan masyarakat. Karena tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam suatu masyarakat. Lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga. garis pemisah tersebut sukar dapat dipertahankan. Mungkin saja karena ada faktor baru yang lebih memuaskan masyarakat sebagai pengganti faktor yang lama . Tekanan pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia. Dia meragukan kebenaran akan adanya lingkaran-lingkaran perubahan sosial dan kebudayaan tersebut. yakni perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung dengan lambat dalam jangka waktu lama. biologis. termasuk didalamnya nilai-nilai. mungkin karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan. sering kali tidak mudah untuk menentukan letak garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. karena dengan jalan tersebut barulah akan dapat diperoleh suatu generalisasi. Perbedaan demikian tergantung dari adanya perbedaan pengertian tentang masyarakat dan kebudayaan. Yang jelas perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama yaitu kedua-duanya bersangkut-paut dengan sutu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara sutu masyarakat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Kemudian ada pula yang berpendapat bahwa perubahan-perubahan sosial bersifat periodik dan non-periodik. Sudah barang tentu ada unsur-unsur kebudayaan yang dapt dipisahkan dari masyarakat. Suatu perubahan sosial dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik. dan bersahaja menuju ke bentuk masyarakat modern yang kompleks dan maju berlangsung secara bertahap. Sehingga. Ini disebabkan karena struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya jalin-berjalin. karena perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. Pendapat tersebut dapat dikembalikan pada pengertian sosiolog tersebut tentang masyarakat dan kebudayaan Sebenarnya didalam kehidupan sehari-hari. C. maka dengan sendirinya perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan dapat dijelaskan. Pitirim A. perguruan tinggi atau Negara tak akan mengalami perubahan apapun bila tidak didahului oleh perubahan fundamental didalam kebudayaan. Seorang sosiolog akan lebih memperhatikan perubahan kebudayaan yang bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial. Penjelasan ini lebih menegaskan lagi akan tetapi kesukaran kita meletakkan garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. ekonomis. B. sikap dan pola prilaku diantara kelompokkelompok dalam masyarakat. pendapat-pendapat tersebut pada umumnya menyatakan bahwa perubahan merupakan lingkaran kejadian-kejadian. hak milik. Definisi lain menurut Selo Soemardjan perubahan sosial dan kebudayaan adalah segala perubahanperubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat. walaupun secara toeretis dan analitis pemisahan antara pengertianpengertian tersebut dapat dirumuskan. tidak akan berhasil baik. atau kebudayaan. tetapi perubahan-perubahan dalam kebudayaan tidak perlu mempengaruhi system sosial. Teori Evolusi. Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial dan Kebudayaan Untuk mempelajari perubahan masyarakat. serta mempengaruhinya. Akan tetapi perubahan-perubahan tetap ada. b. Menurut pendapat para sosiolog yang lain bahwa perubahan sosial dan kebudayaan terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur-unsur geografis. Hubungan Antara Perubahan Sosial dan Kebudayaan Teori-teori mengenai perubahan-perubahan masyarakat seiring mempersoalkan perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. perubahan-perubahan mana kemudian mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya. Pokoknya. Apabila perbedaan pengertian tersebut dapat dinyatakan dengan tegas.

Mungkinpula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. misalnya pergaulan yang lebih bebas antara pria dan wanita.itu. Sebab-sebab yang bersumber dalam masyarakat itu sediri. Antara lain:Peperangan a. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok. maka mereka akan berpindah ketempat-tempat lainnya. Kontak dengan Kebudayaan lain b. atau kedudukan mereka yang kian sederajat di dalam masyarakat dan lainlainnya. terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Segenap lembaga kemasyarakatan. tetapi yang Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru. Mungkin sajamasyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi untuk menyesuaikan suatu faktor dengan faktor-faktor lain yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. Pada masyarakat-masyarakat yang mata pencaharian utamanya berburu. Discovery baru menjadi Invention kala masyarakat sudah mengakui. hal mana tergantung dari persediaan hewan-hewan buruannya. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jalannya Proses Perubahan 1. dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau ke daerah-daerah lain (misalnya Transmigrasi). dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. 4. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sebab-sebab tersebut mungkin sumbernya ada yang terletak didalam masyarakat itu sendiri dan ada yang letaknya diluar. Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. misalnya. 2. Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat. b. jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat. menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Sistem Pendidikan Formal yang Maju c. 3. yang mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan. Bertambah atau Berkurangnya Penduduk. dan seringkali proses dari Discovery sampai ke Invention membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta. Faktor-faktor yang Mendorong jalannya proses perubahan a. Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar. ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu.. Pertentangan kelompok mungkin terjadi antara generasi tua dengan generasi muda. Penduduk yang heterogen . baik berupa alat. apalagi pada masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional ke tahap modern. Generasi muda yang belum terbentuk kepribadiannya. Sitem Terbuka lapisan Masyarakat (open stratification) f. perpindahan sering kali dilakukan. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (devetion) e. antara lain adalah: 1. lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing (misalnya kebudayaan barat) yang dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih tinggi. dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima. Perpindahan penduduk telah berlangsung beratus-ratus ribu tahun lamanya didunia ini. Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan. Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolute berubah menjadi diktator proletariat yang dilandasan pada doktrin Marxis. Penemuan-penemuan Baru. Hal itu sejajar dengan bertambah banyaknya manusia penduduk bumi ini. mulai dari bentuk Negara sampai keluarga batih mengalami perubahanperubahan yang mendasar. Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian-pengertian Discovery dan Invention. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain D. Apabila hewan-hewan tersebut habis. Keadaan demikian menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam masyarakat. Sikap Menghargai hasi karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju d. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia. Pertentangan-pertentangan demikian itu kerap kaliterjadi. Pertentangan (conflict) Masyarakat.

Orientasi ke masa depan i. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain DAFTAR PUSTAKA Soerjono Soekanto. CV Pustaka Manggala. Pertentangan (conflict) masyarakat d. Bandung Abdullah. interaksi sosial. Teori Siklus b. Akan tetapi. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain b. pola prilaku. Jauhari. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest e. Bertambah atau berkurangnya penduduk b. 1990 Heri. Sosiologi Suatu Pengantar. Teori Linier Menurut teori siklus Perubahan sosial dan kebudayaan adalah sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Teori revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara drstis Teori evolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung sangat lambat dalam jangka waktu yang lama. Koentjaraningrat. berputar menurut pola melingkar. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan a. dan wewenang. Pustaka Setia. Menurut teori linier perubahan sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan tertentu. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki BAB III KESIMPULAN Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentu perubahan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan a. Aspirasi Sosiologi. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan f. susunan kekuasaan.g. Peperangan 3. Penulisan Karya Ilmiah. CV. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya 1. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Grafindo Persada. Adat atau kebiasaan i. Penemuan-penemuan baru c. JAKARTA . Surakarta. Terjadinya pemberontakan atau revolusi Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. lapisan masyarakat. nilai sosial. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia 2. Teori perubahan sosial dan kebudayaan dapat dibagi 2 bagian: a. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu h. lembaga kemasyarakatan. Sikap masyarakat yang sangat tradisional d. PT RINEKA CIPTA. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis h. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat c. Antara lain: 1. Prasangka terhadap hal-hal baru asing atau sikap yang tertutup g. Drs. organisasi sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful