P. 1
Senyawa Kimia

Senyawa Kimia

|Views: 75|Likes:
Published by santi indriyani
good job
good job

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: santi indriyani on Sep 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/17/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

OLEH : SANTI INDRIYANI

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL

Kelas - kelas Senyawa 2. Valensi 3. Struktur Atom dan Reaksi Kimia 4. Sifat – sifat Gas Mulia
1.

dapat diulur menjadi kawat dan dapat dihantarkan panas dan listrik. yaitu unsur-unsur yang tidak memiliki sifat pada logam. yaitu unsur dalam kelas di antara logam dan non-logam. yaitu unsur yang menunjukkan kilap logam bila dipoles dan dapat di tempa (dipalu menjadi lembaran tipis). Metaloid. 2. 3. Logam. Non-logam. unsur dibagi dalam tiga kelas: 1. .Berdasarkan sifat fisiknya.

. CO. CH 4 .Dari rumus senyawa seperti: H 2O. NaCl . CaCl2 . NH 3 . CO2 . FeO. Kemampuan bersenyawa itulah yang disebut sebagai valensi. Fe2O3 Jelas bahwa atom-atom dari unsur yang berlainan mempunyai kemampuan yang berlainan dalam mengikat satu sama lain. H 2O2 . HCl .

 atom logam kehilangan elektron untuk membentuk ion positif (kation) ketika mereka bereaksi dengan nonlogam. dan atom non-logam membentuk ion negatif (anion) dengan menerima elektron dari logam itu. sedangkan ion bermuatan positif yang ditarik ke anode disebut anion.  Jadi atom logam dan non-logam bereaksi kimia dengan cara serah terima (transfer) elektron. Suatu senyawa dari sebuah logam dan sebuah non- logam terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan positif dan negatif. Ion-ion bermuatan positif ditarik ke katode dan disebut kation. . yang disebut ion.

 Tiap gas mulia kecuali helium mempunyai konfigurasi elektron tingkat terluar s 2 p 6 .  Mempunyai elektron valensi delapan. kecuali helium. Tak reaktif.

 Senyawa dalam mana partikel-partikel saling berikatan berdasarkan ikatan ion disebut senyawa ion.  Tarikan yang mengikat ion bermuatan berlawanan satu sama lain maka disebut ikatan ion. . Pada umumnya. elektron-elektron dilepaskan oleh atom-atom logam dan diterima oleh atom nonlogam. bila suatu logam bersenyawa dengan suatu unsur non-logam.  Bila elektron diserah terimakan dari atom satu ke atom lainnya. maka akan terbentuk ion-ion.

 Kestabilan yang menyolok dari suatu tingkatan energi utama tertinggi yang sub tingkatan s dan p-nya terisi penuh tak hanya dijumpai pada gas mulia saja. tetapi juga di tunjukkan oleh kecenderungan atom-atom unsur lain untuk membentuk ion. .

 Pada umumnya. bila suatu unsur non-logam bersenyawa dengan unsur non-logam lain.  Pasangan elektron yang digunakan bersama-sama ini disebut suatu ikatan kovalen. elektron tidak dibuang ataupun diambil oleh atom-atom lain melainkan dipersahamkan (digunakan bersamasama). sedangkan senyawa yang atomatomnya digabung oleh ikatan kovalen disebut senyawa kovalen. .

2. atom karbon dengan empat elektron valensi dapat membentuk empat ikatan kovalen. . Ini berarti bahwa atom karbon mampu mempu membentuk rantai dan cincin dan masih mempunyai sisa untuk berikatan dengan unsur lain. atom karbon bergabung satu sama lain dengan mempersahamkan sepasang elektron atau lebih untuk membentuk molekul berbentuk rantai atau cincin. dengan ciri khas : 1.  Senyawa organik ialah senyawa karbon. Disamping dikelompokkan sebagai ion dan kovalen. senyawa juuga dikelompokkan sebagai organik dan anorganik.

Banyak senyawa yang menarik perhatian mempunyai struktur yang lebih rumit daripada struktur molekul – molekul unsur tersebut. Rumus – rumus lewis akan didiagramkan sebagai contoh. dimana mungkin aturan delapan (aturan dua untuk hidrogen) hatus diikuti. .Rumus lewis ditunjukkan untuk sejumlah molekul. Diperlukan dua pedoman umum untuk menulis diagram ini: 1. rumus molekul harus diberikan (atau diingat) 2.

Kemudian atom – atom itu digambar ulang dengan dekat satu sama lain sehingga atom-atom ini mempersatukan pasangan – pasangan elektron untuk membentuk suatu struktur dalam mana dalam mana semua atom memenuhi aturan oktet atau aturan dua. maka struktur C – C – O diberikan kepada etil alkohol.  Untuk beberapa senyawa diberikan informasi tambahan disamping rumus molekul agar struktur lewis dapat ditulis dengan benar. Yang satu mempunyai ikatan C – C – O. dan ikayan yang lain ikatan C – O – C. Satu cara untuk membuat rumus bangun Lewis untuk suatu molekul kovalen ialah dengan pertama menulis diagram titikelektron untuk tiap atom dari rumus molekul. Misalnya etil alkohol dan metil eter mempunyai rumus molekul yang sama. Hal ini terutama untuk senyawa organik. Karena alkohol diketahui mempunyai sebuah hidrogen yang terikat pada oksigen. Untuk rumus ini hanya dua struktur Lewis dapat didiagramkan yang memenuhi aturan delapan dan dua. .

. dalam mana dua taom menggunakan bersama-sama dua pasang elektron. Misalnya dalam beberapa senyawa terdapat ikatan rangkap. lazim dijumpai ikatan ganda. Disamping ikatan tunggal antara atom – atom. dalam mana kedua atom menggunakan bersama-sama tiga pasang elektron. Terdapat juga senyawa dengan ikatan gandanya.

namun ikatan yang sebenarnya tidaklah berbeda dari ikatan pasangan elektron apa saja.  Ikatan kovalen koordinasi dapat juga digunakan untuk menjelaskan struktur ion – ion tertentu.  Konsep suatu ikatan kovalen koordinasi berguna untuk membantu menulis struktur. . Suatu ikatan kovalen dalam mana kedua elektron disumbangkan oleh salah satu atom disebut ikatan kovalen koordinasi.

jika atom non-logam ini berbeda. . Pasangan elektron semacam itu membentuk ikatan kovalen polar. Dipihak lain. Gaya tarik tersebut disebabkan oleh fakta bahwa salah satu atom negatif sebagian dan atom yang lain positif sebagian. suatu ikatan kovalen dalam mana terdapat suatu gaya tarik elektrostatik antara kedua atom itu. maka pasangan elektron itu lebih tertarik pada salah satu atom.Ikatan Kovalen Polar  Suatu ikatan yang seratus persen kovalen ialah yang pasangan elektronnya digunakan bersama-sama secara sama antara dua atom non-logam.

Tenaga yang dimiliki unsur untuk menarik pasangan elektron dalam suatu ikatan kovalen disebut keelektronegatifan . dapatlah dihitung gayatarik relatif atom-atom terhadap pasangan elektron yang membentuk ikatan itu. Dari energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan polar antara dua atom.

Dirumuskan : µ = Q x r .m keterangan : µ = momen dipol.Momen Dipol ( µ ) Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen. 1 D = 3. satuannya debye (D) Q = selisih muatan. satuannya coulomb (C) r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif.33 x 10 -30 C. satuannya meter (m) .

jari-jari suatu atom sekitar 3 – 15 nm (1 nm = 10-9 meter). . Atom merupakan partikel paling kecil yang masih mempunyai sifat unsur.

. Dengan bilangan oksidasi akan mempermudah dalam pengerjaan reduksi atau oksidasi dalam suatu reaksi redoks. biloksnya akan turun. jika elektron ditambahkan pada ion. Bilangan oksidasi menunjukkan total elektron yang dipindahkan dari unsur bebas (biloks positif) atau ditambahkan pada suatu unsur (biloks negatif) untuk mencapai keadaan atau bentuknya yang baru.

Itu karena unsur bebas belum mengalami oksidasi atau reduksi. .Contoh suatu unsur ditambahkan elektron adalah unsur sulfur : karena ion sulfur mengandung bilangan oksidasi -2. E Biloks dari unsur bebas adalah nol. Ini berlaku untuk semua unsur. baik unsur dengan struktur sederhana seperti Cl2 atau S8. atau unsur dengan struktur besar seperti karbon atau silikon.

 KCl : Kalium klorida  MgF2 : Magnesium fluorida  KO : Kalium oksida .Penamaan Senyawa Biner Ionik Untuk penamaan senyawa biner ionik yang dibentuk dari satu unsur logam dan satu unsur bukan logam. mula-mula dituliskan nama logam tanpa modifikasi dan diikuti dengan penamaan unsur bukan logam melalui pemberian akhiran 'ida'. 1.

 2. Penamaan Senyawa Biner Kovalen Penamaan senyawa biner kovalen yang terdiri dari unsur nonlogam dengan unsur nonlogam. Misalnya kita tuliskan HCl bukannya CIH. mula-mula dituliskan unsur dengan bilangan oksidasi positif. Penamaan dilakukan dengan dasar pemberian awal yang menyatakan jumlah relatif tiap jenis atom dalam sebuah molekul pemberian awalan dengan mempergunakan mono 1 hepta 7 di (bis) 2 okta 8 tri (tris) 3 ona 9 tetra (tetrakis) 4 deka 10 penta (pentakis) 5 undeka 11 heksa (heksakis) 6 dodeka 12 .

Penamaannya berdasarkan gabungan dari awalan 'hidro' dengan nama bukan logam yang diberi akhiran 'at'. Penamaan Asam-asam Biner Ada segolongan senyawa biner kovalen yang dalam keadaan tertentu dapat melepaskan ion-ion hidrogen (H+) sehingga senyawa tersebut dikenal sebagai suatu 'asam'. Asam-asam biner penting sangat terbatas jumlahnya. 3. Contoh: HF asam hidrofluorat (asam fluorida) HBr asam hidrobromat (asam bromat) asam hidrosulforat (asam sulfida) .

PENAMAAN SENYAWA POLIATONIK Senyawa poliatomik merupakan senyawa yang mengandung ion poliatomik. 4. Anion poliatomik umumnya lebih banyak dibandingkan dengan jenis kation pliatomik. Sejumlah unsur tertentu membentuk deret oksoanion yang mengandung jumlah atom oksigen yang berbeda-beda. Contohnya CaCO3 : Kalsium Karbonat BaSO4 : Barium Sulfat . Unsur yang banyak terdapat pada anion pliatomik adalah oksigen. Penamaan senyawa poliatom bergantung pada muatan masingmasing ionnya.. Ion Poliatomik terdiri dari dua atom atau lebih yang terikat bersama. Oksigen yang terikat dengan atom bukan logam lainnyadisebut oksoanion.

wassalam .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->