P. 1
Perancangan Dan Analisa Sistem Pakar Penataan Parkir Kendaraan Di Kampus Pusat Stmik Asia Dengan Queueing Theory Berbasis Web Menggunakan Php Dan Mysql

Perancangan Dan Analisa Sistem Pakar Penataan Parkir Kendaraan Di Kampus Pusat Stmik Asia Dengan Queueing Theory Berbasis Web Menggunakan Php Dan Mysql

|Views: 637|Likes:
Published by Andre Setiawan

More info:

Published by: Andre Setiawan on Sep 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2014

pdf

text

original

PERANCANGAN DAN ANALISA SISTEM PAKAR PENATAAN PARKIR KENDARAAN DI KAMPUS PUSAT STMIK ASIA DENGAN QUEUEING THEORY

BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL

ABSTRAKSI

Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli.

Peningkatan tata letak parker kendaraan bermotor di kampus pusat STMIK ASIA merupakan salah satu konkrit yang sangat penting karena semakin meningkatnya jumlah Mahasiswa setiap tahun. Sejalan dengan itu, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah pengaturan tempat parkir sesuai dengan status dan jurusan. Masalah umum yang sering dihadapi oleh para Pengguna parkir adalah lebihnya kapasitas parkir. Proses perparkiran di STMIK ASIA di atur oleh Satpam atau Juru Parkir kampus, tetapi terkadang mereka tidak berada di parkir sehingga para pengguna parkir kendaraannya sembarangan meletakkan kendaraan mereka. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dibuatlah bahan Sistem Pakar yang berbasis web menggunakan PHP dan MySQL untuk mengatasi parkir yang tidak teratur dan meningkatkan keamanan kendaraan. Aplikasi ini menunjukkan lokasi parkir kendaraan sesuai dengan status dan jurusan masing - masing. Hasil yang akan dicapai dari pembuatan aplikasi ini adalah bahwa Mahasiswa tatu Dosen dapat menempati tempat yang lebih teratur. Hasil yang diperoleh dari aplikasi ini adalah mempermudah dalam mengatur parkir para pengguna parkir di kampus pusat STMIK ASIA. Kata Kunci : Sistem Pakar, PHP dan MySQL, Parkir.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah

Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh para akademisi dan militer, kini telah digunakan secara luas di berbagai bidang, misalnya: Bisnis, Kesehatan, Pendidikan, Psikologi, Permainan dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan komputer agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia.

Jika mengamati aktivitas perparkiran di area kampus pusat yang sering penuh selama proses perkuliahan aktif dan tidak teratur bahkan acap kali terjadi pencurian motor, Demi tercapainya kenyamanan memarkir dan keamanan kendaraan tersebut maka di ciptakanlah suatu sistem pakar yang membantu monitorisasi parkir sesuai dengan perkembangan teknologi, dan tidak terjadi kemungkinan peristiwa ini akan berkelanjutan dan menggagu kenyamanan pengguna parkir. Teknologi yang terus berkembang maka semua instansi berlomba – lomba mengotomatiskan semua sarana yang berada di lingkungan tersebut untuk mencapai kepuasan yang maksimal.

Aplikasi ini berfungsi sebagai sortir setiap kendaraan yang akan menggunakan area parkir seperti jenis kendaraan (motor, mobil dan sepeda), Status (Dosen, Mahasiswa, dan Tamu), dan jurusan mahasiswa ( Teknik Informatika, Teknik Informatika – DG, Sistem Komputer, akutansi, dan manajement). Peningkatan tata letak parkir kendaraan bermotor di kampus pusat STMIK ASIA merupakan salah satu konkrit yang sangat penting karena semakin meningkatnya jumlah Mahasiswa setiap tahun. Sejalan dengan itu, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah pengaturan tempat parkir sesuai dengan status dan jurusan. Masalah umum yang sering dihadapi oleh para Pengguna parkir adalah lebihnya kapasitas parkir.Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan lebihnya kapasitas parkir yaitu selain lahan yang kurang luas tetapi juga tidak teraturnya tata letak kendaraan dan pengawasan sehingga sering terjadi parkir penuh dan juga laporan kehilangan kendaraan karena curanmor lebih mudah memanipulasi Petugas pintu masuk kampus STMIK ASIA.

1.2.

Rumusan Masalah

· Kurang efektifnya pengaturan area parkir, sehingga tidak maksimalnya penempatan kendaraan. · Adanya laporan kehilangan kendaraan di area parkir.

1.3.

Batasan Masalah

Sehubungan dengan adanya masalah tersebut, maka penulis mencoba untuk membuat aplikasi sistem pakar untuk tata letak dengan mengukur luas area parkir dan luas ukuran kendaraan dan menyortir status para pengguna untuk menentukan lokasi parkir., Identifikasi kendaraan di area parkir kampus pusat STMIK ASIA berbasis web menggunakan PHP dan MySQL. Pembahasan materi ini dilengkapi dengan sortir menggunakan status pengguna kendaraan. 1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah mengatur tata letak agar lebih rapi dan terorganisasi sesuai status pengguna dan memonitor area parkir kendaraan. 1.5. Manfaat penelitian

Dengan adanya aplikasi ini akan membantu memaksimalkal sistem tata letak dan pengamanan kendaraan di area parkir kampus pusat STMIK ASIA. 1.6. Metode Penelitian

Metode Penelitian meliputi : a. Penelitian Rekayasa

Penelitian rekayasa merupakan penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan, guna mendapatkan suatu kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Penelitian diarahkan untuk membuktikan bahwa rancangan tersebut memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Penelitian berawal dari menentukan spesifikasi rancangan yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan, memilih alternatif yang terbaik, dan membuktikan bahwa rancangan yang dipilih dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan secara efisien, efektif dan dengan biaya yang murah.

b.

Metode pengumpulan data

Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu mencakup pengumpulan data mengenai penguna parkir dan luas area. pengumpulan data mengenai Sistem Pakar, dan Sistem Pakar tata letak parkir, dimana pengumpulan datanya didapat dari berbagai literatur, dan media penunjang lainnya seperti internet.

c.

Metode perancangan

Dalam perancangan suatu sistem diperlukan adanya suatu metode yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dengan mengikuti metode atau prosedur-

status pengguna. Luar kendaraan.7.jenis kendaraan. aplikasi Portal Informasi dan Sistem Pakar ini mengacu kepada model proses pengembangan Perangkat Lunak waterfall. dll setelah itu dilakukan pendenahan area parkir yang telah akan dilakukan oleh sistem.prosedur yang diberikan. b. METODOLOGI PENELITIAN Untuk masalah dia atas harus diatasi dengan cepat. Model proses PL waterfall 1. d. jumlah kendaraan tiap status pengguna parkir sesuai dengan data dari pihak kampus. Luas area parkir.8. 1. Gambar 1. c. Adapun dalam melakukan pengembangannya. Berhubungn dengn itu maka dilakukanlah sortir kendaraan yang masuk ke area parkir guna menentukan letak kendaraan tersebut sesuai dengan identitas kendaraan dan pengguna seperti nopol. Pembagian area parkir dilakukan setelah mengetahui : a. Pembagian area parkir. maka disini kami membuat suatu analisa lapangan di kampus pusat STMIK ASIA untuk meninjau untuk mengetahui kendala yang terjadi di area parkir tersebut. Setelah itu sistem memberikan identitas pada setiap kendaraan yang akan masuk guna menentukan lokasi kendaraan tersebut. Tahap Tahapan dan langkah-langkah Penelitian Langkah Aktivitas 1 Melakukan wawancara dengan pakar di Pra perancangan Model bidangnya : Luas area parkir : ± 25 x 40 Pembagian area parkir : 8 area Keamanan atau petugasan : 6 orang . maka diharapkan pengembangan sistem dapat berjalan dengan baik.akurat dan efisien karena terjadi penambahan pengguna parkir setiap bulannya.

timbul.yaitu : BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan tentang latar belakang dengan di ambilnya judul penelitian ilmiah “PERANCANGAN DAN ANALISA SISTEM PAKAR PENATAAN PARKIR KENDARAAN DI KAMPUS PUSAT STMIK ASIA DENGAN QUEUEING THEORY BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL” dan tujuan yang akan di capai dalam pelaksanaan penelitian ilmiah ini.9. Pada bagian akhir dari bab I di paparkan juga mengenai sistem pembuatan laporan penelitian ilmiah. Menjelaskan tentang pemecahan kemungkinan masalah yang akan . Membuat denah lokasi parkir. mengenai garis besar subtansi yang diberikan pada masalah – masalah tiap bab. BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori yang akan digunakan dalam perancangan sistem ini. Penulis juga memberikan batasan – batasan masalah dalam perancangan aplikasi. Evaluasi model Penerapan model Revisi model 5 3 4 - Tabel 1.Observasi Melakukan survey lapangan untuk mengetahui jumlah kendaraan yang masuk ke area parkir sehingga bisa diambil keputusan untuk pembagian lokasi tiap jurusan atua status pengguna. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan ilmiah ini dibagi menjadi beberapa bagian. Tahapan Perancangan Model 1. Bab ini memaparkan mengenai alasan yang melandasi dan mendukung dalam perancangan aplikasi sistem pakar penataan area parkir. Perancangan Model 2 Melakukan pembagian area sesuai dengan kendaraan yang akan di parkir di lokasi tersebut.

Artificial Intellegence dan Sistem Pakar “Artificial Intellegence (AI) atau sering disebut Kecerdasan Buatan adalah merupakan sebuah studi khusus yang bertujuan membuat komputer berfikir dan bertindak seperti layaknya manusia” (Sri. BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari penulis mengenai perbaikan sistem tata letak dan petugasan parkir kampus pusat STMIK ASIA. halaman output yang diperlukan untuk mendukung sistem aplikasi ini. BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI Bab ini memaparkan tentang aspek – aspek perancangan aplikasi dengan tujuan penjabaran setiap fungsi pada sistem. halaman seleksi. Bahasa Alami (Natural Language). . seperti Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System). Sistem Pakar (Expert System). dan lain-lain. Jaringan Syaraf Tiruan (Neural Network). DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BIOGRAFI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Saat ini telah banyak sekali implementasi AI dalam bidang ilmu komputer. Sistem Pakar 2. AI juga merupakan terobosan baru dalam ilmu komputer yang perkembangannya sangat pesat.0. Robotic. 2003 : 90).BAB III PEMBAHASAN Bab ini memaparkan tentang cara pembuatan serta pengujian terhadap aplikasi yang terdiri dari halaman input.

e. FOLIO. Data harus lengkap Perubahan pada program merepotkan Sistem bekerja jika sudah lengkap. Pengertian Sistem Pakar Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer.“Sistem Pakar (Expert System) adalah merupakan suatu sistem yang menggabungkan antara pengetahuan dengan penelusuran data untuk memecahkan masalah yang secara normal memerlukan keahlian manusia” (Sri. Sampai saat ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat. Tujuan dari pengembang sistem pakar yang sebenarnya bukanlah untuk menggantikan peran manusia. Perbandingan sistem konvensional dengan sistem pakar sebagai berikut (Kusumadewi. 2. Informasi dan pemrosesan umumnya digabung dalam satu program Sequential b. XCON & XSEL. Sedangkan bagi para ahli. 2003): A. orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. SOPHIE.2. sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman. . Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang cukup tua karena sistem ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960. seperti MYCIN. dan sebagainya (Kusumadewi. agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. DELTA. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newl dan Simon. Tidak menjelaskan mengapa input dibutuhkan atau bagaimana hasil diperoleh d. Sistem Konvensional a. 2003). DENDRAL. f. Diharapkan dengan sistem ini. tetapi adalah untuk men-substitusi-kan pengetahuan manusia kedalam sebuah bentuk sistem komputer sehingga dapat diaplikasikan oleh orang banyak. Prospector. Program tidak pernah salah (kecuali pemrogramnya yang salah) c. 2003 : 90). Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli.

4. 2003): . e. Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang 5. Sistem Pakar a. c. yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja 3. ada juga kelemahan perancangan sistem pakar. d.B. Program bisa melakukan kesalahan Penjelasan (explanation) merupakan bagian dari ES Data tidak harus lengkap Perubahan pada rules dapat dilakukan dengan mudah Sistem bekerja secara heuristik dan logik 2.3. Memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan 2. Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks 4. Meningkatkan produktivitas kerja. 2003): 1. Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kesadaran langsung seorang pakar 2. f. Keunggulan Sistem Pakar Adapun banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mengembangkan sistem pakar. waktu Pengetahuan dari seorang pakar dapat dikombinasikan tanpa ada batas 6. antara lain (Kusumadewi. Knowledge base terpisah dari mekanisme pemrosesan (inference). yaitu (Kusumadewi. Kelemahan Sistem Pakar Selain banyak manfaat yang diperoleh. b.

modus tollens. Tujuan pengembangan sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia. e. 2003): a. Berbagai contoh strategi penalaran pasti mencakup modus ponens. Tipe Sistem Pakar Terdapat 2 (dua) kelas strategi penalaran yaitu strategi penalaran pasti (exact reasoning mechanism) dan strategi penalaran tidak pasti (inexact reasoning mechanism). Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami d. 2. Berdasarkan pada kaidah atau rule tertentu Dirancang untuk dikembangkan sacara bertahap Keluarannya atau output bersifat anjuran. b. sehingga dapat digunakan oleh orang banyak. 2.5.1. Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya ilakukan secara otomatis oleh sistem 2. tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem. f.6. Ciri dan Karakteristik Sistem Pakar Suatu sistem dikatakan sistem pakar apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Kusumadewi. Kaidah modus ponens dapat digambarkan sebagai berikut: A—> B A B . Terbatas pada domain keahlian tertentu Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti c. Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan dengan perangkat lunak konvensional. dan teknik resolusi.

Arsitektur sistem pakar . Komponen-komponen yang terdapat dalam sistem pakar adalah seperti yang terdapat pada Gambar 2. Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar. maka dapat diambil kesimpulan bahwa B benar. mesin inference. yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment) (Turban. A—> B NOT B NOT A Kaidah jika A maka B dan diketahui B salah. Kaidah modus tollens pada prinsipnva merupakan kebalikan dan kaidah modus ponens. 2.Artinya Apabila ada kaidah A dan B dan diketahui bahwa A benar. Gambar 2. sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. akuisisi pengetahuan. Komponen-komponen sistem pakar dalam dua bagian tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Klasifikasi Sistem Pakar 2. workplace. basis pengetahuan. maka dapat disimpulkan bahwa A salah. yaitu User Interface (antarmuka pengguna).8. Langkah-langkah Membangun Sistem Pakar Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama. fasilitas penjelasan.7. perbaikan pengetahuan. 1995).

Struktur pemecahan masalah pada sistem pakar Sistem pakar dapat memecahkan masalah menggunakan proses yang sama dengan metode yang digunakan oleh pakar. Penggunaan kata “domain” untuk memberikan penekanan pengetahuan pada problem yang spesifik. Pakar menyimpan domain knowledge pada Long Term Memory (LTM) atau ingatan jangka panjangnya. Gambar 4. 2. Pemecahan masalah pada pakar Ketika pakar akan memberikan nasihat atau solusi kepada seseorang. Dalam hal ini disebut domain knowledge. Kemudian pakar memberikan solusi tentang masalah tersebut dengan mengkombinasikan fakta-fakta pada STM dengan pengetahuan LTM. Elemen Sistem Pakar Menurut Turban (1994). sistem pakar dapat dibagi dalam komponen-komponen sebagai berikut : .9. Dengan menggunakan proses ini pakar mendapatkan informasi baru dan sampai pada kesimpulan masalah. struktur yang digunakan ditunjukan pada Gambar 4. pakar terlebih dahulu menentukan fakta-fakta dan menyimpannya ke dalam Short TermMemory (STM) atau ingatan jangka pendek. Gambar 3. Gambar 3 menunjukan berkas diagram pemecahan masalah dengan pendekatan yang digunakan pakar.Seorang pakar mempunyai pengetahuan tentang masalah yang khusus.

Knowledge Base : Basis Pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pakar yang merupakan bagian terpenting dalam Sistem Pakar. Struktur Sistem pakar Menurut Prof Marimin . Basis Pengetahuan Basis data Mesin Inferensi Antarmuka pemakai (user interface). Struktur Dari Sistem Pakar Keterangan : a. Inference Engine : Pembangkit inferensi merupakan mekanisme analisa dari sebuah masalah tertentu yan selanjutnya mencari jawaban dari kesimpulan terbaik. Akuisisi Pengetahuan Basis Pengetahuan Mesin Inferensi Sedangkan menurut Aziz (1994). Cara Kerja Sistem Pakar Strukur dari sistem pakar dapat dilihat pada gambar 5 Gambar 5. b. c. b. d. Database : Basis data mencatat semua fakta – fakta baik dari awal pada saat sistem mulai beroperasi atau fakta yang didapat dari hasil kesimpulan. c.a. c. Gambar 6. d.10. b. User Interface : Bagian ini merupakan sarana komunikasi antar pemakai dan sistem Sedangkan struktur sistem pakar menurut Prof Dr Marimin dapat dilihat pada Gambar 6 (Marimin. 1992). 2. komponen-komponen sistem pakar terdiri dari : a.

Untuk mengaktifkan bagian THEN yang merupakan kesimpulan dari kaidah C adalah dengan menggunakan fakta 1.11. Gambar 7. penelusuran. Diagram Forward chaining dapat dilihat pada Gambar 2. Untuk kaidah B menghasilkan fakta 3. Metode Forward Chaining Teknik Forward Chaining merupakan teknik yang sering digunakan untuk proses inferensia yang memulai penalarannya dan sekumpulan data menuju kesimpulan yang dapat ditarik.Untuk Kaidah A menghasilkan fakta I dan fakta 2. Untuk mengaktifkan bagian THEN yang merupakan kesimpulan dari kaidah D dan kaidah E adalah dengan menggunakan fakta 2. Pelacakan ( mata rantai) ke depan Dari gambar 7 dapat dijelaskan aturan dari foward chaining. Adapun pada penerapannya. maka fakta 1 dan 2 merupakan fakta baru atau kesimpulan Fakta 1 merupakan fakta baru untuk kaidah C. .2. dan fakta 3 ini merupakan fakta baru dan sekaligus sebagai kesimpulan kaidah B.11. Mekanisme Inferensi Mekanisme inferensi mengandung suatu mekanisme pola pikir dan penalaran yang digunakan dalam menyelesaikan suatu masalah. dalam hal ini bagaimana sistem dapat mengambil suatu kesimpulan berdasarkan manifestasi yang dimasukkan oleh pengguna. kemudian fakta 2 merupakan fakta baru atau kesimpulan untuk kaidah D dan E. Pendekatan yang dipakai Sistem Pakar penataan lokasi parkir menggunakan pelacakan ke depan (forward chaining) dimana pelacakan tersebut dimotori oleh data masukan pengguna. 2. pendekatan dari forward chaining dan metode depthfirst search tersebut akan di implementasikan kedalam serangkaian query database yang digunakan untuk melakukan penalaran. Teknik Forward Chaining yaitu metode penalaran yang bergerak dan IF part menuju THEN part. dan pencocokan data dari tabel-tabel yang saling berhubungan pada Sistem Pakar tersebut.

Diagram Data 2.Pada proses identifikasi. sistem pakar tidak lagi dipusingkan dengn manifestasi yang sama antar penyakit infeksi yang satu denggan yang lainnya. sistemsistem dan keluaran. sehingga dengan jumlah nilai temuan tersebut. pengguna hanya bisa memilah satu dari setiap pertanyaan karena dalam keadaan tertentu mungkin saja satu manifestasi dapat dimiliki lebih dari satu jenis penyakit infeksi. 2. dan Sistem Pakar akan menggunakan suatu nilai temuan dari masing-masing manifestasi tersebut. Dimana satu lingkaran merepresentasikan seluruh sistem. Context Diagram ini harus berupa suatu pandangan. sehingga pada proses penelusurannya.12.Context Diagram Context Diagram merupakan kejadian tersendiri dari suatu diagram alir data. maka solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan pengelompokan manifestasi berdasarkan jenis penyakitnya.menggambarkan arus data dari suatu sistem menggambarkan arumenggambarkan arus data dari suatu sistem informasi. Sistem Pakar dapat menyimpulkan jenis penyakit infeksi yang paling dimungkinkan terjadi. 2. yang mencakup masukan-masukan dasar. baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut berada informasi. Data Flow Diagram (DFD) Salah satu tool yang paling penting bagi seorang analis sistem.12.2. baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa mempertimbangkan . Selanjutnya Sistem Pakar melakukan penghitungan jumlah temuannya.12. baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut beradas data dari suatu sistem informasi.Penggunaan DFD Sebagai Modeling Tool dipopulerkan Oleh Demacro & Yordan (1979) dan Gane & Sarson (1979) dengan menggunakan pendekatan Metoda Analisis Sistem Terstruktur.1.

Entity Relationship Diagram (ERD) Komponen ERD : a. e.lingkungan fisik dimana data tersebut berada 2. menggambarkan arus data dari suatu sistem informasi.12.3. . c. baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut berada. Entitas Relasi Atribut kardinalitas modalitas Entitas merupakan suatu barang atau objek yang dapat dibedakan dari objek lain. Relasi merupakan asosiasi 2 atau lebih entitas biasanya menggunakan kata kerja untuk menggabungkan entitas tersebut. b. d.

9 contoh atribut Kardinalitas merupakan angka yang menunjukkan banyaknya kemunculan suatu objek terkait dengan kemunculan objek lain pada suatu relasi. . 10 contoh kardinalitas 2. Normalisasi Definisi Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. 8 contoh relasi Atribut merupakan property yang dimiliki setian entitas yang dapat disimpan datanya. Contoh: Gambar.4.12.Gambar. Contoh: Gambar. Modalitas partisipasi suatu entitas pada suatu relasi.

maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal. selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.Tujuan dari normalisasi Ø Ø Ø Untuk menghilangkan kerangkapan data Untuk mengurangi kompleksitas Untuk mempermudah pemodifikasian data Proses Normalisasi Ø Data diuraikan dalam bentuk tabel. Ø Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu. Tahapan Normalisasi Bentuk Tidak Normal Menghilangkan perulangan group Bentuk Normal Pertama (1NF) Menghilangkan ketergantungan sebagian .

terurai.12. Flowchart Definisi • • • Bagan-bagan yang mempunyai arus Menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah Merupakan salah satu cara penyajian algoritma Tujuan • • Menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah Secara sederhana.Bentuk Normal Kedua (2NF) Menghilangkan ketergantungan transitif Bentuk Normal Ketiga (3NF) Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF) Menghilangkan Ketergantungan Multivalue Bentuk Normal Keempat (4NF) Menghilangkan anomali-anomali yang tersisa Bentuk Normal Kelima 2. rapi dan jelas .5.

• Menggunakan simbol-simbol standar Model / Jenis Flowchart • System Flowchart • Menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data serta hubungan antar peralatan tersebut • Tidak digunakan untuk menggambarkan urutan langkah untuk memecahkan masalah Hanya untuk menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibentuk Gambar. 11 penggunaan system flowchart • • • • Program Flowchart Flow direction symbols Digunakan untuk menghubungkan simbol satu dengan yang lain Disebut juga connecting line Processing symbols Menunjukan jenis operasi pengolahan dalam suatu proses / prosedur Input / Output symbols Menunjukkan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output Flow Direction Symbols Processing symbols Input / Output Symbols .

Fenomena antrian adalah hasil langsung dari sifat random dalam operasi pelayanan atau jasa Pendekatan melalui teori antrian ini mempunyai keuntungan . - Antrian Karakteristik suatu antrian ditentukan oleh unit maksimum yang boleh ada didalam sistemnya yang terbatas maupun tidak terbatas.1. 11 simbol – symbol flow chart 2. Queueing Theory Teori antrian atau queueing theory adalah bagian utama dari pengetahuan tentang antrian (Heizer and Render. - Distribusi Pelayanan . 1997). 1991). - Sumber Input Menggambarkan bentuk dan ukuran kedatangan konsumen pada fasilitas pelayanan yang kedatangannya mungkin saja tidak merata atau dapat mengikuti pola kedatangan poisson atau pola lain. karena lebih sederhana dan lebih mudah digunakan. Ukuran kedatangan konsumen yaitu jumlah total unit yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu disebut juga total langganan potensial. Teori antrian adalah bidang ilmu yang melakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan mengukur penyebab-penyebab serta konsekuensi-konsekuensi dari kegiatan mengantri (Martinich. Acuan Teori Tindakan yang Dipilih 2.5. Terdapat empat karakteristik system antrian (Hilier.5.Gambar. Struktur dasar model antrian adalah dimulai dari sumber input à antrian untuk mendapatkan pelayanan à satuan hasil pelayanan yang telah dilayani. 1980).

5.2. adalah yang datang terakhir akan lebih dahulu dilayani atau lebih dahulu keluar. Priority Service (PS) .i = tingkat kedatangan rata-rata . c. c. 2. First Come First Serve (FCFS) atau FIFO adalah system antrian yang mendahulukan yang dating lebih awal b. 2. Jumlah peristiwa rata-rata yang terjadi pada suatu satuan waktu adalah sebanding terhadap ukuran satuan waktu tersebut. melayani lebih dahulu orang yang mempunyai prioritas lebih tinggi ketiang orang yang mempunyai prioritas lebih rendah. d. tidak jadi persoalan siapa yang lebih dahulu datang. Distribusi Poisson Pada umumnya pola kedatangan memiliki pola acak sehingga setiap kedatangan terbebas dari kedatangan lain dan tidak dapat diprediksi kapan suatu kedatangan terjadi. Last Come First Served (LCFS) atau LIFO.Distribusi pelayanan berkaitan dengan cara memilih anggota antrian yang akan dilayani. Service In Random Order (SIRO) adalah pemanggilan didasarkan pada peluang secara acak. Kemungkinan terjadinya suatu peristiwa dalam suatu waktu adalah ratarata kedatangan yang dinotasikan sebagai   b. Distribusi Probabilitas Poisson X Pi l = banyaknya kedatangan = nilai kemungkinan kelas ke . Distribusi Poisson adalah jenis distribusi yang paling mendekati pola kedatangan tersebut.5.2. Bentuk disiplin pelayanannya dapat berupa: a. Suatu peristiwa dikatakan mengikuti distribusi poisson jika: a. Banyaknya peristiwa yang terjadi dalam suatu satuan waktu tertentu adalah tidak tergantung banyaknya peristiwa yang terjadi dalam satuan waktu yang lain.1.

2. dilakukan pengujian hipotesis sebagai berikut: 2. 7183. dapat juga sesuai dengan salah satu bentuk distribusi probabilitas Eksponensial. 7183 (bilangan normal) = faktorial Untuk menguji apakah suatu kedatangan berdistribusi Poisson atau bukan.5. yaitu: dengan t1.E ! = 2.2.1. waktu pelayanan probabilitas kepada tanyang berhubungan dengan tingkat pelayanan rata-rata waktu pelayanan rata-rata 2. BAB III PEMBAHASAN 3. Distribusi Eksponensial Waktu pelayanan dalam proses antrian.t2 F(t) t (t) 1/m e batas bawah dan atas. Analisa sistem .

1. Semakin banyaknya mahasiswa maupun pihak kampus yang bertugas terkadang membuat area parkir over load sehingga suasana di luar gedung kurang optimal maka dengan timbulnya permasalahn itu maka di buatlah rancangan untuk area parkir di kamus pusat STMIK ASIA. Untuk itu diperlukan perancabgan sistem dalam penentuan dan mengatur tata letak parkir di kampus pusat STMIK Asia Malang agar hasil penataan parkir lebih optimal. 3. Administrator (level 1) Administrator merupakan pengguna dengan akses penuh terhadap sistem. mengelola data kontak admin. mengelola data jajak pendapat polling).Bertambahnya mahasiswa tahun demi tahun di STMIK ASIA maka area parkir menjadi pemikiran yang serius selain proses belajar mengajar di dalam gedung kampus pusat STMIK ASIA demi kenyamanan dan ke amanan kendaraan selama pemilik melakukan aktifitas dalam gedung.1. dsb.1. engelola data berita. dan adapun aktifitas dan hak akses masing-masing pengguna tersebut dibedakan berdasarkan tingkatan (level) yang dimiliki : 3. dan memegang peranan yang sangat penting pada sistem. mengelola data artikel. Jarang seorang petugas yang mau menyesuaikan penataan parkir dengan membuat suatu denah sesuai jurusan tau bidang pengguna parkiri. Diharapkan hal tersebut dapat diimplementasikan guna kenyamanan para maha siswa atau pihak dari kampus selama beraktivitas di kampus pusat STMIK Asia Malang. Dalam mengatur letak parkir. . mengelola aplikasi Sistem Pakar.1. berada pada level yang pertama. Sehingga hasil penataan parkir tidak bisa optimal. Berikut ini merupakan aktifitas dan hak akses yang dimiliki pengguna Administrator : mengelola data pengguna (user) berdasarkan level Administrator. Analisis Kebutuhan Pengguna Berikut ini adalah daftar pengguna (user) yang terlibat pada Portal Informasi dan Sistem Pakar untuk spesifikasi penyakit infeksi. mengelola sekuritas sistem seperti blok IP address. mengelola buku tamu. seorang petugas hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri saja. mengelola links. khususnya menyangkut sekuritas sistem.1.

dan tidak memiliki hak terhadap pengelolaan sistem. menghubungi admin.2. Berikut ini merupakan aktifitas dan hak akses yang dimiliki oleh pengguna Operator : mengelola data pengguna (user) berdasarkan level Operator. 3. Berikut ini merupakan aktifitas dan hak akses yang dimiliki pengguna Member: melihat artikel dan berita. 3. Member (level 3) Member merupakan pengguna dengan akses terbatas terhadap sistem.1. melihat atau mengisi jajak pendapat (polling). Kinerja Sistem Yang Diharapkan .2.3. 3. mengelola data Penggunaan Sistem Pakar dalam Pengembangan portal Informasi untuk Spesifikasi Jenis Penyakit Infeksi (R ahmadi Wijaya) 79 jajak pendapat (polling). berada pada level yang ketiga. mengelola aplikasi Sistem Pakar. Analisis kebutuhan Sistem Dalam mengembangkan suatu sistem.2. dan menggunakan Sistem Pakar. mengelola buku tamu. melihat atau mengirim pesan pada buku tamu. dsb. mengelola data berita. Oleh karenanya pada penelitian ini dilakukan beberapa analisis dan pemodelan kebutuhan yang meliputi : 3. diperlukan adanya analisis dan pemodelan terhadap kebutuhan-kebutuhan sistem tersebut.1. Kebutuhan Aplikasi Kebutuhan ini meliputi bagaimana sistem dapat menunjang penggunanya dalam mengakses sistem tersebut. dan memiliki peranan yang hampir sama dengan pengguna Administrator. melihat atau merubah profil member yang bersangkutan. sehingga pada pelaksanaannya sistem tersebut dapat menjalankan proses dengan baik sesuai dengan kebutuhannya.1. Operator (level 2) Operator merupakan pengguna dengan akses semi penuh terhadap sistem. mengelola links.2. berada pada level yang kedua. mengelola data artikel.2.3.

Adapun aturan pengaturan denah merupakan pengetahuan yang didasarkan pada lokasi parkir.1. Pemodelan kebutuhan aplikasi Portal Informasi ini digambarkan dengan diagram konteks. Operator) dalam mengelola Portal Informasi dan Sistem Pakar. b. d. pihak kampus(staf. S. Memberikan kemudahan untuk pengelola aplikasi (Admin.3. Basis Pengetahuan Basis pengetahuan pada Sistem Pakar untuk penataan area parkir yang akan di bagi menjadi beberapa aturan yang membagi area parkir sesuai status pengguna sehingga mempermudah penataan kendaraan. guna menggambarkan kesimpulan. Pembagian lokasi ini berdasarkan persentase yang di peroleh dari petugas parkir yaitu: .3. e. dan bersifat fleksibel terhadap perubahan. sedangkan pemodelan aliran data dan informasi yang masuk dan keluar dari sistem digambarkan dengan Data Flow Diagram. Analisis Kebutuhan Sistem Pakar 3. kendaraan mobil.Komputer. dll. 3. Model perancangan program yang memungkinkan aplikasi dapat diakses lebih cepat. f. Akutansi. Menyediakan berbagai media pendukung untuk membantu pengguna dalam mendapatkan informasi dari sistem.. Dukungan interface yang dapat memberikan kemudahan bagi pengguna aplikasi dalam mengakses informasi. Manejemen). rector). Berikut ini merupakan kinerja sistem yang diharapkan dari aplikasi Portal Informasi dan Sistem Pakar untuk spesifikasi jenis penyakit infeksi : a. sehingga dapat memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Design Grafis. dan tamu. denah are parkir dibagi menjadi 8 lokasi yaitu parkir mahasiswa(Teknik Informatika. g. c. Sistem Pakar dapat melakukan penelusuran secara cepat dan tepat.Sebuah aplikasi harus dirancang agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sistem pakar dapat menghimpun data dalam jumlah yang sangat besar.

8 Gambar. Analisa Kebutuhan Proses Untuk merancang sebuah sistem. Baik itu data masukan yang dibutuhkan dalam sistem maupun data keluaran yang dihasilkan oleh sistem.1. Tamu Kendaraan Mobil = 3% = Sehingga di buatlah denah seperti gambar. Pada sistem pakar Penelitian Tindakan Lapangan (PTL) ini. d. a. c. b. harus dilakukan analisa data terlebih dahulu. b. sistem membutuhkan data masukan yang akan digunakan dalam proses inferensi guna menghasilkan data keluaran sistem yaitu menentukan letak parkir pengguna berdasarkan data masukan tersebut. a. Mahasiswa meliputi : Teknik informatika Design Grafis Sistem Komputer Akuntansi Manejemen Pihak Kampus Staf Dosen = 8% = 10% = 28% = 24% = 13% = 7% = 7% 3. 12 Denah pembagian lokasi parkir 3. Sebelum mengetahui data masukan yang dibutuhkan. Setelah mengetahui data keluaran yang diinginkan dari sistem selanjutnya adalah melakukan analisa data masukan yang dibutuhkan.2. harus ditentukan terlebih dahulu data keluaran yang diinginkan. 2.3. Adapun data masukan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: . Pada sistem pakar ini. e. kebutuhan data keluaran berupa penentuan lokasi parkir . 4.

3. 2.1.4. maka dibuatlah program sistem pakar untuk penetuan letak parkir guna membantu pengguna dalam menentukan area parkir yan sesuai dengan jurusan atau bidang masingmasing tersebut. 2 Penilaian data jumlah siswa di dalam kelasNo. Mesin inferensi berisi penentuan letak parkir untuk menggunakan basis pengetahuan dalam menentukan objek yang sesuai dengan data masukan yang diinputkan ke dalam sistem. yaitu basis pengetahuan dan mesin inferensi. selanjutnya dilakukan analisa proses data di dalam sistem. Proses di dalam sistem pakar akan melibatkan dua hal pokok. Masing-masing data masukan (input) dilakukan penilaian (assessment) untuk merepresentasikan kondisi sebuah area sesuai dengan jurusan dan jenis kendaraan. Pemecahan Masalah Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya. Tabel. Data area Data jumlah pengguna sesuai dengan substatusnya Setelah melakukan analisa data masukan dan data keluaran sistem. Basis pengetahuan dapat berupa gejala-gejala (data masukan) serta hubungannya dengan alternatif solusi (data keluaran). Berdasarkan penilaian tersebut akan dilakukan proses inferensi untuk menentukan tata letak parkir sebagai hasilnya. terlebih dahulu dilakukan penilaian terhadap gejala-gejala yang diinputkan pengguna. Untuk proses penalaran/inferensi. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mobil M RektorRK Staf/dosen Tamu TM Teknik informatika TI Design graphig Sistem komputer Akutansi AK DG SK staf Jurusan Kode area Menejemen MJ .

Dengan kata lain node anak atau node keturunannya dilahirkan oleh node orang tua atau node pendahulunya. Jadi basis data dan mesin inferensi tidak bersifat statis. serta memakai teknik penelusuran depth first search (mendalam pertama).Masing-masing penilaian dan jenis data masukan diatas dapat ditambah dan diupdate sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. teknik penalaran yang digunakan adalah penalaran maju yang merupakan pelacakan yang dimulai dari sekumpulan data menuju kesimpulan atau solusi dari permasalahan. Didalam sistem pakar PTK ini. Secara umum ada dua metode penalaran yang digunakan dalam mesin inferensi untuk pengujian aturan. Teknik ini bermula dari node akar dan bergerak kebawah/menurun ketingkat dalam yang berurutan. tetapi dapat berubah sesuai dengan kebutuhan. yaitu penalaran maju (forward chaining) dan penalaran mundur (backward chaining). . Berikut alur proses penalaran yang digunakan dalam sistem pakar Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

polisi = motor = mobil = tamu = pihak kampus = mahasiswa = dosen = staf = rektor = Teknik Informatika = Design Grafish = Sistem Komputer = Akutansi = Menejemen K = Konklusi pengaturan tata letak parkir .Gambar. 12 Alur proses penggunaan application Gambar. 13 Pohon Keputusan untuk penentuan PTK Keterangan gambar: NP MT MB TM PK MS DS ST RT TI DG SK AK MJ = No.

2. Perancangan sistem pengaturan tata letak parkir merupakan permasalahan yang termasuk dalam karakteristik permasalahan dalam Artificial Intelligent. terbukti dapat mengatur dan menata area parkir di kampus pusat STMIK ASIA dengan baik. Perancangan sistem pakar pengaturan tata letak parkir dapat membantu petugas dalam mengatur tata letak parkir di kampus pusat STMIK ASIA sesuai dengan bidang masing – masing sehingga lebih teratur. BAB IV PENUTUP 5. Data masukan ke dalam sistem sangat menentukan hasil yang di dapatkan. disarankan untuk menghimpun pengetahuan dari para pakar (ahli) yang sebenarnya. Agar hasil konsultasi lebih valid. PK. 5.1 Kesimpulan Dari hasil perancangan aplikasi sistem pakar pengaturan tata letak dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Queue theory yang digunakan dalam sistem pakar tata letak parkir ini. 4. MS. 3. karena data masukan tersebut digunakan dalam proses inferensi (penalaran). sehingga dapat diimplementasikan dalam perancangan sistem pakar.Pada gambar pohon keputusan diatas dijelaskan bahwa proses penalaran dibagi menjadi tiga bagian yaitu untuk penalaran TM. 2. Selanjutnya penalaran dibedakan berdasarkan jurusan atau bagian-bagian sehinng sistem memproses untuk menentukan lokasi. Disarankan untuk mengembangkan sistem paka ini menggunakan metode atau teori lain yang lebih baik agar solusi dan pengaturan yang dihasilkan juga lebih baik.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan penulis adalah : 1. dalam hal ini seorang pakar pendidikan. .

ac.id/Downloads/files/5616/Flowchart.staff.com/2009/05/teori-antrian.wordpress.zip di akses tanggal 21 juli 2011 http://febriani. Yogyakarta http://yuwono.id/download/TEORI%20SISTEM%20PAKAR. Sistem pakar ini bisa di kembangkan dengan menggunakan kartu anggota atau kartu tanda mahasiswa(KTM) agar lebih efisien dan cepat. DAFTAR PUSTAKA Kusumadewi.ac.edu/~zenhadi/kuliah/InternetProgramming/ di akses 29 juni 2011 http://buset.files.if.id/Downloads/files/15824/DFD.staff. Sistem Pakar.or. Graha Ilmu.pdf di akses tanggal 21 juli 2011 . Petugas parkir di STMIK ASIA diharapkan menggunakan aplikasi ini untuk mngatur dan menjaga kendaraan yang parkir di area kampus pusat STMIK ASIA .staff.3.id/Downloads/files/8624/Model+Antrian. 4.itb.ac.gunadarma.ac.pdf di akses tanggal 24 juli 2011 http://kur2003.eepis-its.himatif.pdf di akses tanggal 24 juli 2011 http://gesaf. 2003.gunadarma.id/file/SE6162%20ERD.gunadarma.pdf di akses 24 juli 2011 http://lecturer. Sri.pdf di akses tanggal 21 juli 2011 http://ajiew.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->