Karbon dioksida adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau.

Ketika dihirup pada konsentrasi yang lebih tinggi dari konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, ia akan terasa asam di mulut dan mengengat di hidung dan tenggorokan. Efek ini disebabkan oleh pelarutan gas di membran mukosa dan saliva, membentuk larutan asam karbonat yang lemah. Sensasi ini juga dapat dirasakan ketika seseorang bersendawa setelah meminum air berkarbonat (misalnya Coca Cola). Konsentrasi yang lebih besar dari 5.000 ppm tidak baik untuk kesehatan, sedangkan konsentrasi lebih dari 50.000 ppm dapat membahayakan kehidupan hewan.[2] Pada keadaan STP, rapatan karbon dioksida berkisar sekitar 1,98 kg/m³, kira kira 1,5 kali lebih berat dari udara. Molekul karbon dioksida (O=C=O) mengandung dua ikatan rangkap yang berbentuk linear. Ia tidak bersifat dipol. Senyawa ini tidak begitu reaktif dan tidak mudah terbakar, namun bisa membantu pembakaran logam seperti magnesium.

Pelet kecil dari es kering yang menyublim di udara.

Penemuan ini mengkonfirmasikan teori yang menyatakan bahwa karbon dioksida bisa berbentuk kaca seperti senyawa lainnya yang sekelompok dengan karbon.Struktur kristal es kering Pada suhu −78. Tc. disebut sebagai karbonia. Es kering biasanya digunakan sebagai zat pendingin yang relatif murah. Tekanan kritis adalah tekanan uap pada titik kritis. Titik kritis karbon dioksida adalah 7. namun ia tidak terbentuk pada tekanan atmosfer.[3] Terdapat pula bentuk amorf karbon dioksida yang seperti kaca. misalnya silikon dan germanium. Pada saat mendekati temperatur titik kritis. tetapi dengan menambah tekanan yang cukup bahan padat bisa terbentuk.38 MPa pada 31.6 °C (Silakan lihat diagram fase di atas). Untuk diagram yang menunjukan properti termodinamika sebuah bahan. Molar kritis adalah volume dari satu mol sebuah bahan pada suhu kritis dan tekanan kritis. pada tahun 1825. dihasilkan dari pelewatbekuan CO2 yang terlebih dahulu dipanaskan pada tekanan ekstrem (40-48 GPa atau kira-kira 400.[4] Bentuk kaca ini. titik tripel karbon dioksida kira-kira 518 kPa pada −56. Tidak seperti kaca silikon dan germanium. titik dimana temperatur kritis dan tekanan kritis bertemu dinamai Titik kritis dari bahan itu. Cairan kabon dioksida terbentuk hanya pada tekanan di atas 5. Diatas titik kritis cairan tidak dapat terbentuk dengan menambah tekanan. dari sebuah bahan adalah sebuah titik suhu dimana fase cairan dan uap tidak bisa dibedakan. .000 atm) di landasan intan. Sifat-sifat yang menyebabkannya sangat praktis adalah karbon dioksida langsung menyublim menjadi gas dan tidak meninggalkan cairan. fase ini disebut Fluida superkritikal.1 °C. Titik kritis. karbon dioksida langsung menyublim menjadi padat melalui proses deposisi. Penggunaan lain dari es kering adalah untuk pembersihan sembur. kaca karbonia tidak stabil pada tekanan normal dan akan kembali menjadi gas ketika tekanannya dilepas. Bentuk padat karbon dioksida biasa disebut sebagai "es kering". properti gas dan cairan menjadi sama.1 atm. Charles Thilorier. Fenomena ini pertama kali dipantau oleh seorang kimiawan Perancis.51° C.