P. 1
Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Kerupuk Perusahaan Kerupuk Cap Dua Gajah

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Kerupuk Perusahaan Kerupuk Cap Dua Gajah

|Views: 4,742|Likes:
Published by Septiani Sofian

More info:

Published by: Septiani Sofian on Sep 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2013

pdf

text

original

Biaya adalah segala sesuatu yang mengurangi tujuan bisnis yakni manfaat.

Menurut Gittinger (1986) biaya yang digunakan dalam suatu bisnis dapat

digolongkan ke dalam tujuh kelompok yakni :

1) Barang-barang fisik, biaya jenis ini pada umumnya mudah diidentifikasi.

Contoh barang-barang fisik antara lain saluran irigasi, pupuk, dan obat-

obatan, bahan untuk bangunan rumah, dan bangunan. Namun penentuan

kapan dan berapa banyak barang ini diperlukan agak sulit dipastikan.

2) Tenaga Kerja

3) Lahan, tidak terlalu sulit untuk menetukan lokasi tanah yang cocok untuk

bisnis maupun jumlah yang dibutuhkan.

4) Cadangan-cadangan tak terduga, biaya tak terduga dibagi kedalam biaya tak

terduga fisik dan biaya tak terduga harga. Biaya tak terduga harga juga dibagi

ke dalam dua golongan yakni perubahan harga relatif dan inflasi umum.

Biaya tak terduga fisik dan biaya tak terduga harga membantu kenaikan biaya

relatif yang didasarkan pada harapan kita mengenai perubahan fisik dan harga

yang terjadi.

5) Pajak

6) Jasa Pinjaman, biaya jasa pinjaman pada analisis keuangan terdiri dari bunga

30

dan pelunasan kembali pinjamannya.

7) Biaya-Biaya Tidak Diperhitungkan, yaitu semua biaya yang dikeluarkan pada

waktu yang lampau yang didasarkan pada suatu usulan investasi yang baru

biasanya biaya ini juga disebut sebagai Sunk cost.

Pada umumnya biaya seringkali lebih mudah diperkirakan dibandingkan

dengan manfaat yang akan diperoleh. Biaya juga dapat digolongkan berdasarkan

fungsi pokok dalam perusahaan. Terdapat tiga fungsi pokok biaya yaitu fungsi

produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi dan umum. Biaya produksi

merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk

jadi yang siap dijual. Menurut objek pengeluarannya, biaya produksi dibagi

menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead

pabrik baik yang bersifat variabel maupun tetap (Mulyadi, 2000). Adapun

pengertian dari biaya-biaya tersebut antara lain:

1) Biaya bahan baku, yakni seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh

bahan baku.

2) Biaya tenaga kerja, sebenarnya biaya tenaga kerja terbagi menjadi biaya

tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Biaya tenaga kerja langsung

merupakan imbalan yang diberikan pada tenaga kerja yang terlibat langsung

dalam menghasilkan output. Sedangkan biaya tenaga kerja tidak langsung

merupakan imbalan yang diberikan pada tenaga kerja, akan tetapi manfaatnya

tidak dapat diidentifikasikan pada produk yang dihasilkan perusahaan. Biaya

tenaga kerja yang diperhitungkan dalam biaya produksi merupakan biaya

tenaga kerja langsung.

3) Biaya overhead yakni biaya yang secara tidak langsung mempengaruhi proses

produksi. Biaya overhead tetap adalah biaya overhead yang tidak berubah

dengan perubahan jumlah produksi. Sedangkan biaya overhead variabel yaitu

biaya yang berubah sebanding dengan perubahan jumlah produksi

perusahaan.

Biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan

kegiatan pemasaran produk. Contoh biaya ini antara lain biaya iklan, promosi,

transportasi, dan pengiriman. Sedangkan biaya administrasi dan umum merupakan

biaya-biaya untuk yang dikeluarkan untuk mengkoordinasikan kegiatan produksi

31

dan pemasaran produk. Contoh biaya ini antara lain gaji karyawan bagian

keuangan, personalia, biaya fotocopy, dan lain-lain.

Manfaat dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yakni Tangible

Banefit, Indirect Benefit, dan Intangible Benefit (Nurmalina et al. 2009).

1) Tangible Benefit, merupakan manfaat yang dapat diukur. Manfaat ini dapat

diperoleh melalui (1) peningkatan produksi (2) perbaikan kualitas produk

karena jika kualitas meningkat maka harga dapat meningkat sehingga dengan

jumlah yang sama total penerimaan akan meningkat pula, (3) perubahan

waktu dan lokasi penjualan baik yang berhubungan dengan peningkatan

ketersediaan produk sepanjang waktu maupun penurunan biaya transportasi,

(4) perubahan bentuk produk yang meliputi pengolahan lebih lanjut dan

penetapan grading pada produk, (5) mekanisasi pertanian sehingga mampu

mengurangi biaya misalnya karena menurunnya penggunaan tenaga kerja, (6)

penggunaan biaya transportasi, (7) penurunan atau menghidari kerugian.

2) Indirect Benefit, yakni manfaat yang dirasakan di luar bisnis itu sendiri

sehingga mempengaruhi keadaan eksternal bisnis.

3) Intangible Benefit, yakni manfaat yang riil namun sulit diukur contohnya

manfaat keindahan, kenyamanan, dan kesegaran pada bisnis pertamanan.

3.1.3.2 Kriteria Kelayakan Bisnis

Dalam menganalisis kelayakan suatu bisnis maka perlu ditinjau dari aspek

penanaman investasinya. Studi kelayakan bisnis pada dasarnya bertujuan untuk

menentukan kelayakan bisnis berdasarkan kriteria investasi sehingga kelayakan

bisnis harus pula dilihat dari sisi kelayakan kriteria investasi. Beberapa kriteria

investasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1) Net Present Value (NPV)

2) Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C)

3) Internal Rate of Return (IRR)

4) Payback Period (PP)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->