P. 1
Tanaman Kencur

Tanaman Kencur

|Views: 362|Likes:
Published by NovinAliyah

More info:

Published by: NovinAliyah on Sep 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2014

pdf

text

original

Kencur (Kaempferia galanga L.

) banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus, rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut. Minyak atsiri didalam rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksisinamat yang banyak digunakan didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Banyaknya manfaat kencur memungkinkan pengembangan pembudidayaannya dilakukan secara intensif yang disesuaikan dengan produk akhir yang diinginkan. Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif didalam rimpang kencur ditentukan oleh varietas yang digunakan, cara budidaya dan lingkungan tempat tumbuhnya. 2. PERSYARATAN TUMBUH

Untuk pertumbuhan kencur yang optimal diperlukan lahan dengan agroklimat yang sesuai. Agroklimat yang baik untuk budidaya kencur adalah iklim tipe A, B dan C (Schmidt & Ferguson), ketinggian tempat 50 – 600 m dpl., temperatur rata-rata tahunan 25 – 30 oC, jumlah bulan basah 5 – 9 bulan per tahun dan bulan kering 5 – 6 bulan, curah hujan per tahun 2 500 – 4 000 mm, intensitas cahaya matahari penuh (100%) atau ternaungi sampai 25 – 30% hingga tanaman berumur 6 bulan, drainase tanah baik, tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir, kemiringan lahan < 3%, dengan jenis tanah latosol, regosol, asosiasi antara latosol-andosol, regosol-latosol serta regosol-litosol, dengan kemasaman tanah 4,5 – 5,0 atau bisa ditambahkan kapur pertanian (kaptan/dolomit) untuk meningkatkanpH sampai 5,5 – 6,5. Disamping itu, lahan juga harus bebas daripenyakit terutama bakteri layu.

3. BAHAN TANAMAN

Kencur (Kaempferia galanga L.; East-Indian Galangal), adalah terna aromatik yang tergolong kedalam famili Zingiberaceae (temu-temuan). Pembeda utama kencur dengan tanaman temu-temuan lainnya adalah daunnya yang menutup tanah.Tanaman ini sudah berkembang di Pulau Jawa dan di luar Jawa seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan. Sampai saat ini karakteristik utama yang dapat dijadikan sebagai pembeda kencur adalah daun dan rimpang. Berdasarkan ukuran daun dan rimpangnya, dikenal 2 tipe kencur, yaitu kencur berdaun lebar dengan ukuran rimpang besar dan kencur berdaun sempit dengan ukuran rimpang lebih kecil. Biasanya kencur berdaun lebar denganbentuk bulat atau membulat, mempunyai rimpang dengan ukuran besar pula, tetapi kandungan minyak atsirinya lebih rendah daripada kencur yang berdaun kecil berbentuk jorong dengan ukuran rimpang lebih kecil. Salah satu varietas unggul kencur dengan ukuran rimpang besar adalah varietas unggul asal Bogor (Galesia-1) yang mempunyai ciri sangat spesifik dan berbeda dengan klon dari daerah lain yaitu warna kulit rimpang cokelat terang dan daging rimpang berwarna kuning, berdaun membulat, ujung daun meruncing dengan warnadaunhijau gelap. Selain itu, meskipun ukuran rimpangnya tidak sebesar varietas Galesia-1, calon varietas unggul Galesia-2 dan Galesia-3 dengan ciri utama warna kulit

rimpang coklat gelap dan daging rimpang berwarna putih bergaris ungu, bentuk daun bulat dengan ujung daun runcing dan warna daun hijau terang, potensi produksinya mencapai 14-16 ton perha dengan kandungan minyak atsiri 4 – 7,6%.Oleh karena itu, untuk menjamin stabilitas dan kepastian hasil dalam budidaya kencur, diperlukan bahan tanaman bermutu yang berasal dari varietas unggul yang jelas asal usulnya, bebas hama dan penyakit, serta tidak tercampur dengan varietas lain.

4. BUDIDAYA

Cara budidaya sangat menentukan hasil yang akan didapat.Meskipun bahan tanaman (benih) yang digunakan merupakan varietasunggul yang berpotensi produksi tinggi, apabila tidak didukung denganteknik budidaya yang optimal tidak akan didapat hasil yang optimal

4.1. Pembenihan.

Seleksi benih perlu dilakukan dari pertanaman yang sehat, bebas dari serangan penyakit, terutama layu bakteri (Ralstoniasolanacearum). Setelah rimpang dipanen, seleksi dilanjutkan untuk membuang benih yang kurang bernas, terserang hama dan penyakit .Rimpang kencur secara umum dapat dibedakan menjadi 2bagian, yaitu rimpang utama yang berukuran besar dan rimpangcabang yang ukurannya lebih kecil. Kedua bagian rimpang tersebutdapat digunakan sebagai bahan benih, yang penting rimpang tersebutcukup tua, berasal dari pertanaman berumur 10 bulan dengan ciriutama ketika dibelah dengan tangan berbunyi, kulit mengkilat dantekstur daging rimpangnya agak keras. Rimpang yang terpilih untuk dijadikan benih, sebaiknyamempunyai 2 – 3 bakal mata tunas yang baik dengan bobot sekitar 5 -10 gram. Sebelum ditanam rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemai rimpang di tempat yang teduh ditutup dengan jerami dan disiram setiap hari. Untuk penyimpanan benih, biasa digunakan wadah atau rak-rak terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. Penanaman dilakukan apabila hujan sudah mulai turun. Benih rimpang bertunas yang siap ditanam di lapangan sebaiknya yang baru keluar tunasnya (tinggi tunas < 1 cm), sehingga dapat beradaptasi langsung dan tidak mudah rusak. Apabila hujan terlambat turun, lebih baik rimpang ditanam langsung di lapangan, tanpa ditunaskan terlebih dahulu. Karena berbeda dengan jahe, rimpang kencur bisa ditanam pada saat hujan belum turun asal rimpangnya belum bertunas.Rimpang akan beradaptasi dengan lingkungan, pada saat hujan turun tunas akan tumbuh dengan serempak.

4.2. Persiapan lahan

Pengolahan tanah dilakukan dgn cara menggarpu dan mencangkul tanah sedlm 30 cm. Tanah hendaknya dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Untuk tanahdengan lapisan olah tipis, pengolahan tanahnya harus hati-hati disesuaikan dengan lapisan tanah

tersebut dan jangan dicangkul ataudigarpu terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bawah, hal ini dapat mengakibatkan tanaman kurang subur tumbuhnya. Saluran drainase harus diperhatikan, terutama pada lahan yang datar jangan sampai terjadi genangan (drainase kurang baik). Genangan diantara tanaman akan memacu berkembangnya benihpenyakit terutama penyakit busuk rimpang.

4.3. Jarak tanam

Penanaman dapat dilakukan secara bedengan atau disesuaikan dengan kondisi lahan. Benih ditanam sedalam 5 – 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman monokultur bervariasi antara 15 cm x 15 cm atau 20 cm x 15 cm.Untuk penanaman dalam sistem pola tanam menggunakan jarak tanam20 cm x 20 cm atau dilihat berdasarkan jenis tanah dan jenis tanamanlainnya.

4.4. Pemupukan

Pupuk kandang (pukan) sapi atau kambing yang sudah matang, diberikan pada saat tanam dan diletakkan didalam lubang tanam dengan dosis 20 – 30 ton/ha, tergantung kondisi lahan. Pada lahan yang miskin hara dan teksturnya padat diberikan pukan 30 ton/ha, sedangkan lahan yang cukup subur cukup 20 ton/ha. Pukan yang kurang matang, harus disebar di lubang tanam paling tidak 2 minggu sebelum tanam. Sedangkan pupuk buatan diberikan secara tugal atau dilarik dengan jarak 5 cm dari tanaman. Dosis yang diberikan adalah: Urea 200 – 250 kg/ha, SP-36 250 – 300 kg/ha, KCl 250 – 300 kg/ha, atau bergantung kepada kesuburan tanah. Urea diberikan 3 kali, yaitu pada saat tanaman berumur 1, 2 dan 3 bulan setelah tumbuh (BST),masing-masing 1/3 dosis. Sedangkan SP-36 dan KCl diberikan satukali pada saat tanam atau ditunda sebulan apabila curah hujan belumcukup.

4.3. Pola tanam

Kencur dapat ditanam dengan sistem monokultur dan pada batas-batas tertentu dengan sistem polikultur, untuk meningkatkan produktivitas lahan. Sistem polikultur dilakukan pada waktu mulai tanam sampai berumur 3 – 6 bulan dengan cara ditumpang sarikan atau disisipkan. Umumnya pola tanam kencur dikombinasikan dengan tanaman palawija (jagung, kacang tanah, ketela pohon, jenis kacang-kacangan lain) dan tanaman hortikultura (ketimun, buncis). Pola tanam kencur yang paling menguntungkan dari segi usahatani adalah dengan kacang tanah, dengan 2 kali penanaman kacang tanah.

4.5. Pemeliharaan

Pemeliharaan perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuhdengan baik.

a. Penyiangan gulma Sampai tanaman berumur 6 – 7 bulan banyak tumbuh gulma disekitar tanaman kencur. Untuk menjaga agar pertumbuhan kencur tidak terganggu harus dilakukan penyiangan gulma paling tidak 2 minggu sekali. Pada saat curah hujan tinggi, pertumbuhan gulma sangat cepat, sehingga penyiangan perlu dilakukan lebih intensif. Penyiangan dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu perakaran kencur.

b. Penyulaman Penyulaman terhadap tanaman mati dilakukan pada saat tunas muncul di permukaan tanah dengan cara menanam rimpang bertunas atau memindahkan tanaman yang menumpuk pada lubang tanam yang lain.

c. Pembumbunan Pembumbunan mulai dilakukan pada waktu rumpun sudah terbentuk. Apabila curah hujan tinggi, pembumbunan harus dilakukan lebih intensif, karena cucuran air hujan akan menurunkan bedengan, sehingga tanaman akan terendam. Selain itu, pembumbunan juga dilakukan agar rimpang selalu tertutup tanah. Apabila rimpang muncul di permukaan tanah, akan mengurangi kualitas rimpang tersebut (berwarna hijau) dan tidak bertambah besar.

d. Pengendalian organisme pengganggu tanaman Sampai saat ini masih belum banyak dilaporkan gangguan hama pada tanaman kencur yang bersifat fatal. Kalaupun ada masihterbatas pada serangan hama ulat daun dan belalang. Pengendalianyang perlu diperhatikan dalam budidaya kencur adalah serangan penyakit, walaupun tingkat serangannya masih rendah. Penyakit yangsudah ditemukan di areal pertanaman kencur adalah busuk rimpang dan bercak daun. Busuk rimpang disebabkan oleh bakteri layu seperti pada jahe (Ralstonia solanacearum). Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala daun layu, berwarna kekuningan danmenggulung. Apabila serangan sudah berlanjut, rimpang tanamantersebut bila dicabut akan tampak gejala pangkal batang membusuk berwarna cokelat kehitaman dan berbau busuk. Didalam rimpang kencur yang terinfeksi penyakit, memungkinkan berkembang biaknyatelur dan larva serangga hama seperti lalat rimpang (Mimegrallacoeruleifrons) dan belatung (Eumerus figurans) yang memakan dagingrimpang bagian dalam. Pengendalian penyakit busuk rimpang bisadilakukan dengan cara mencabut dan membuang tanaman yangterserang. Apabila serangan masih ringan, pengendalian bisa dilakukandengan menyemprotkan bakterisida setiap 2 minggu sekali sampaigejala penyakit berkurang. Penyakit lain yang ditemukan padapertanaman kencur adalah bercak daun yang disebabkan olehcendawan Phyllosticta sp. dengan gejala pada ujung daun terdapatbercak yang tidak beraturan dibagian tepi daun.

Bercak daun akanmeluas kearah pangkal daun dan akhirnya seluruh daun mengering.Pengendalian penyakit bercak daun dilakukan dengan meyemprotkanfungisida apabila serangan penyakit terjadi pada saat tanaman berumur1 – 2 bulan. Tetapi apabila serangan pada tanaman tua, penyemprotantidak diperlukan.Selain penyakit busuk rimpang dan bercak daun, patogen lainyang menyerang rimpang kencur terutama setelah panen dan pada saatpenyimpanan adalah hama kutu perisai (Aspidiella hartii) yang seringdisebut sebagai cosmetic insect. 4.6. Panen.

Panen untuk konsumsi dimulai pada umur 6 sampai 10 bulan.Tetapi, berbeda dengan jahe, waktu panen kencur dapat ditunda sampai musim berikutnya, bahkan sampai tiga tahun. Dalam kondisi demikian tidak ada efek yang buruk terhadap mutu rimpang, bahkan produksinya akan bertambah, hanya ukuran rimpang semakin kecil. Selain itu, kencur dari pertanaman diatas 1 tahun, kurang baik untuk benih. Rimpang untuk benih dipanen pada umur 10 – 12 bulan. Cara panen kencur dilakukan dengan membongkar seluruh rimpangnya menggunakan garpu, cangkul, kemudian dibuang akar danrimpang airnya, tanah yang menempel dibersihkan. Dengan menggunakan calon varietas unggul kencur Balittro (Galesia) dan cara budidaya yang direkomendasikan, dihasilkan 12 – 16 ton rimpang segar per ha. Mutu rimpang dari varietas unggul tersebut lebih tinggi dari standar Materia Medika Indonesia (MMI), yaitu kadar minyak atsiri antara 3,20 – 7,60%; kadar pati 51,09 – 79,71%; kadar sari dalamair 14,50 – 26,22%; kadar sari larut dalam alkohol 3,02 – 7,95%.

4.7. Pasca Panen.

Tahapan pengolahan kencur meliputi penyortiran, pencucian,pengirisan, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan. Setelah panen, rimpang harus secepatnya dibersihkan untuk menghindarikotoran yang berlebihan serta mikroorganisme yang tidak diinginkan. Rimpang dibersihkan dengan disemprot air yang bertekanan tinggi,atau dicuci dengan tangan. Bila mengalami kesulitan, rimpang harus direndam dalam air untuk beberapa lama, kemudian disikat dengansikat halus agar tidak melukai kulit rimpang. Setelah pencucian, rimpang dikering anginkan sampai kulit rimpang tidak berair lagi. Untuk penjualan segar, kencur dapa tlangsung dikemas. Tetapi bila diinginkan dalam bentuk kering atau simplisia, maka perlu dilakukan pengirisan rimpang dengan ukuran 1 –4 mm berbentuk bulat atau lonjong dengan panjang 1 – 5 cm dan lebar0,5 – 3 cm. Rimpang yang sudah diiris, selanjutnya dikeringkanlangsung dibawah sinar matahari atau dengan pengering buatan/ovenpada suhu 40 – 50° C. Bila kadar air telah mencapai sekitar 10 %, yaitu bila rimpang bisa dipatahkan, pengeringan telah dianggap cukup.

Sumber : Otih Rostiana, Rosita SMD, Mono Rahardjo dan Taryono. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika.

Penanaman Tanaman Kencur

Tanaman kencur merupakan salah satu jenis tanaman herbal dapat dibudidayakan pada berbagai jenis tanah, tetapi tumbuh lebih baik pada tanah dengan kandungan bahan organik yang tinggi, tekstur dan drainase yang baik. Dapat ditanam baik di tropis dan subtropis. Dalam kondisi pertumbuhan alami, pertumbuhan vegetatif dimulai pada awal musim hujan dan daun akan mengering pada musim kemarau ketika rimpang mulai matang. Persiapan penanaman tanaman herbal kencur dilakukan dengan membajak lahan sedalam 25-30 cm, kemudian diulangi untuk mendapatkan tekstur tanah yang baik dan gembur sebelum bedengan tempat penanaman dibuat. Untuk tanah dengan pH kurang dari lima, maka harus diberikan kapur untuk mendapatkan pH sekitar enam dengan menggunakan tanah kapur magnesium sebanyak 2-3 ton / ha. Kencur ditanam menggunakan stek rimpang matang yang memiliki tunas 3-4. Stek rimpang dicelupkan dalam fungisida sebelum penanaman untuk melindungi penyakit jamur tanah. Stek rimpang diletakkan dahulu pada media tanam agar tunas yang ada tumbuh (pra-kecambahkan) sebelum ditanam di lapangan untuk memastikan dapat tumbuh baiak di lapangan. Penanaman kencur untuk menghasilkan produk herbal yang baik, sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan. Penanaman dilakukan pada bedengan yang permukaannya rata, dengan ukuran lebar sekitar satu meter dan 20 cm tinggi, panjangnya sesuai dengan kebutuhan dan keadaan lahannya. Jarak tanam 25 cm antar baris dan 20-25 cm dalam baris, kepadatan jumlah tanaman sekitar 120,000160,000 tanaman / ha. Kencur dapat ditanam di lapangan terbuka atau daerah yang sedikit teduh. Pemupukan dasar dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 10 t / ha dan pupuk buatan (NPK = 04:04:03) secukupnya dimasukkan ke dalam tanah pada 4-5 hari sebelum tanam.

I. PENDAHULUAN Tanaman Kencur ( kaempferia galanga L. ) termasuk kedalam famili jahe-jahean Zingiberaceae yang merupakan tumbuhan asli India dengan daerah penyebaran meliputi kawasan Asia Tenggara dan Cina. Sifat dan bentuk tanaman yaitu berbatang semu, jumlah daun 2-3 helai, warna bunga putih, umbi berwarna kuning kecoklatan dan banyak mengandung air. Komposisi umbi terdiri dari pati 4,14%, mineral sebanyak 13,73% serta minyak atsiri 2,4-3,9% yang terdiri dari cineol, asam methyl, aldehide, ethyl, ester dan lain-lain.

Manfaat rimpang kencur sebagai bumbu penyedap juga sebagai obat tradisional, oleh karenanya banyak petani yang mengusahakan di pekarangan maupun di tegalan baik secara monolkultur ataupun secara tympang sari, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. Pada saat ini kencur banyak dalam industri rokok, jamu dan kosmetika dengan perkiraan kebutuhan dalam negeri untuk ketiga komponen tersebut sebesar 10 ton cip kencur kering atau setara dengan 100 ton rimpang basah. II. SYARAT TUMBUH 2.1. Iklim - Tinggi tempat : 50 m – 1.000 m dpl. - Intensitas cahaya : Sedikit terlindung dari sinar matahari lansung - Curah hujan : 2.500 – 4.000 mm / tahun 2.2. Tanah - Jenis tanah : Lempung berpasir, lempung berliat. - Struktur : Remah dan kaya humus. III. BERCOCOK TANAM 3.1. Klon Anjuran - Jenis kencur berdaun sempit - Jenis kencur berdaun lebar 3.2. Pemilihan Bibit Berasal dari pohon yang sudah tua, cara memperoleh bibit ada 2 cara : a). Lansung tanam

Rimpang segar setelah dipotong-potong sepanjang 4 Cm lansung ditanam dilapangan tanpa disimpan dulu. b). Ditunaskan dulu Rimpang setelah dipotong-potong 4 Cm disimpsn dalam gudang 1-2 minggu (sampai tunas bermunculan), ruang tempat penyimpanan harus kering, tidak panas dan tidak terlindung. Rimpang dihamparkan (tidak bertumpuk) di atas rak kayu atau bambu. Bibit yang baik mempunyai 2-3 buah mata tunas. Keperluan bibit sekitar 1-2 ton / hektar dengan jarak tanam sekitar 20 X 15 Cm. 3.3. Penyiapan Lahan - Tanah dibersihkan dari rerumputan lalu dicangkul 2 (dua) kali. - Dibuat bedengan sambil diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektar. 3.4. Penanaman - Penanaman pada awal musim hujan. - Jarak tanam 20 X 15 Cm, kecuali untuk tumpang sari 60 X 40 Cm. - Cara penanaman dengan meletakan bibit dicelup / dipping pada larutan anti biotik agrimyoin, sterptomyoin. 3.5. Pemeliharaan - Penyiangan Pada minggu ke II – IV setelah tanam atau tergantung keadaan. - Mulching Penutupan tanah bisa denngan jerami atau ampas perasan tebu. - Pemupukan Pada saat tanaman sudah membentuk daun sempurna (akhir minggu ke 4) dipupuk dengan pupuk Urea 75 Kg, TSP 200 Kg dan KCl 100 Kg dan pada saat tanaman berumur 3 bulan dipupuk dengan Urea sebanyak 75 Kg - Penggemburan tanah Dilakukan disekitar rumput pada umur 3 bulan bersamaan dengan pemupukan ke II. - Hama dan Penyakit Hama pada tanaman kencur tidak banyak yang penting adalah penyakit busuk umbi oleh bakteri Pseudomonas sp. IV. PANEN 4.1. Umur

- Mulai dapat dipanen umur 6-8 bulan, dan dapat ditunda sampai musim berikutnya karena tidak akan ada efek buruk terhadap rimpang namun jika ditunda sampai musim berikutnya lagi kemungkinan rimpang akan membusuk dan kadar patinya menurun. - Panen sebaiknya dilakukan dalam waktu yang singkat. - Biasanya bila setelah cukup panen ditandai dengan daun menguning dan akhirnya gugur. 4.2. Cara Panen - Membongkar seluruh rimpang dengan cangkul, garpu atau alat lainnya. - Mematahkan atau memotong rimpang bagian pinggir, sisa yang tertinggal dibiarkan tumbuh untuk musim tanam berikutnya. 4.3. Produktivitas - Produksi rimpang bisa mencapai 6-10 ton /hektar. - Variasi produksi di pengaruhi oleh kesuburan tanah, jenis kencur dan pemeliharaan selama penanaman V. PENGOLAHAN HASIL Hasil lahan kencur bisa berupa rimpang basah dan rimpang kering. Pada Pengolahan Rimpang basah, rimpang hanya dibersikan, dikering anginkan, dikemas lalu diangkut. Pada pengolahan rimpang kering terdapat proses pengeringan, pencelupan dan pengeringan.

KHASIAT TANAMAN KENCUR BAGI KESEHATAN

I. PENDAHULUAN Dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka industri farmasipun semakin berkembang seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang kian pesat. Namun dalam keadaan krisis ekonomi saat ini tidak semua lapisan masyarakat mampu membeli produk farmasi yang dibutuhkan, oleh karena itu pengobatan dengan tanaman secara tradisional merupakan salah satu pilihan yang bijaksana. Begitu banyak tanaman yang berfungsi sebagai tanaman obat-obatan salah satu diantaranya adalah tanaman kencur. Kencur termasuk ke dalam suku jahe-jahean (zingeberaceae) dengan nama ilmiah Kaempferia galanga L. Aroma kencur sangat lembut dan khas sehingga mudah membedakan dengan jenis dari zingeberaceae yang lainnya. Fungsi tanaman kencur selain sebagai penyedap makanan juga banyak digunakan dalam

ramuan obat tradisional yang khasiatnya dapat mengobati berbagai macam penyakit, sehingga tidak heran apabila pabrik-pabrik pengolahan obat trasional banyak mempergunakan bahan baku kencur. II. KHASIAT TANAMAN KENCUR Kencur dipergunakan untuk meramu obat-obatan tradisional yang sudah banyak diproduksi oleh pabrikpabrik jamu maupun dibuat sendiri, selain itu rimpangnya bisa dijadikan obat tanpa diramu dengan tumbuhan lain ataupun diramu dengan campuran bahan lain. Secara garis besar khasiat tanaman kencur adalah : 1. Expentorasia yaitu untuk menyembuhkan batuk dengan cara mengencerkan dahak serta memudahkan keluarnya dahak. 2. Dinretioca yaitu untuk memperlancar proses pengeluaran urine (air kencing). 3. Carminativa yaitu untuk membantu proses pengeluaran angin dari dalam perut akibat perut kembung / masuk angin. 4. Stimulansia yaitu untuk membangkitkan atau memberikan rangsangan. 5. Protection yaitu untuk memberikan perlindungan pada pakaian atau buku dari gangguan serangga. III. RESEP PEMBUATAN OBAT-OBATAN TRADISIONAL 1. Batuk a. Rimpang kencur 1 jari (jangan dibuang kulitnya) dicuci bersih lalu dikunyah halus-halus dengan sedikit garam kemudian ditelan dan disusul dengan minum air hangat dilakukan 2 kali sehari. b. Rimpang kencur 2 jari, bawang merah 8 butir, buah kapolaga 3 buah, buah kelengkeng 8 buah, daun kaki kuda 1/3 genggam, daun jinten ¼ genggam, rimpang jahe 1 jari. Semua bahan dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dalam air bersih 3 gelas, hingga setengahnya, kemudian beri madu murni 4 sendok makan. Diminum 3 kali sehari sebanyak ½ gelas. 2. Masuk Angin a. Rimpang kencur ¾ jari, jahe ½ jari, tempurung ½ jari, gangle 1/3 jari, adas ½ sendok teh, gula aren

secukupnya. Semua bahan kecuali gula aren dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya kemudian direbus dalam air bersih 4 gelas hingga tersisa 3 gelas. Diminum 3 kali sehari ¾ gelas. b. Rimpang kencur ½ jari, dicuci bersih, dikunyah dengan garam secukupnya sesudah halus lalu ditelan disusul dengan minum air hangat 2 kali sehari. 3. Muntah – Muntah a. Rimpang kencur 1 jari dicuci bersih lalu diparut dan dicampur dengan garam sedikit, airnya disaring dan diminum 1-2 kali sehari. b. Rimpang kencur 1 jari, buah kapulaga 3 buah, jintan ¾ sendok teh, adas ¾ sendok teh. Bahan semua dicuci lalu ditumbuk seperlunya dan direbus dengan air bersih 2 gelas hingga tinggal ¾ nya kemudian ditambah gula aren secukupnya, setelah dingin diminum 1-2 kali sehari. 4. Tetanus Rimpang kencur 1 jari, putik mengkudu 15 buah, rimpang lengkuas ¾ jari, lempuyang ½ jari, temulawak ¾ jari, jahe ½ jari, bangle ½ jari. Semua bahan dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan air bersih 4 gelas hingga tinggal ¾ nya setelah dingin disaring lalu diminum 3 kali sehari ¾ gelas. 5. Radang Lambung Rimpang kencur 1 jari, putik mengkudu 15 buah, rimpang lengkuas ¾ jari, lempuyang ½ jari, temulawak ¾ jari, jahe ½ jari, bangle ½ jari. Semua bahan dicuci dipotong seperlunya lalu direbus dengan air 4 ½ gelas hingga menjadi ½ nya, setelah dingin disaring lalu diminum 3 kali sehari ¾ gelas. 6. Mulas Rimpang kencur 1 jari daun saga 1/5 genggam, bangle ½ jari, kapulaga 2 buah, asam trenggali 2 jari, cengkeh 10 kuntum, adas ½ sendok teh, pulosari ¾ jari daun sena ½ genggam. Semua bahan dicuci dan dipotong-potong lalu ditumbuk dan direbus dengan air 4 gelas hingga ¾ bagiannya, kemudian setelah dingin disaring dan diminum 2-3 kali sehari ¾ gelas. 7. Keracunan a. Keracunan jamur Kencur 1 jari, sambiloto 1/3 genggam, daun jinten ¼ genggam. Bahan ditumbuk halus dan diberi air bersih ¾ gelas, lalu diperas dan disaring kemudian diminum 2-3 kali sehari ¾ gelas. b. Keracunan udang Kencur ¾ jari, daun bidara laut ¼ genggam, daun kaki kuda 1/3 genggam, gula aren secukupnya. Bahanbahan kecuali gula aren dicuci dipotong-potong lalu direbus dengan air bersih 2 gelas hingga tinggal ¾

nya, kemudian diminum 1-2 kali sehari ¾ gelas. c. Keracunan Tempe Bongkrek Rimpang kencur ¾ jari, daun gidana laut ¼ genggam, daun kaki kuda ¼ genggam, daun jinten ¼ genggam, gula aren secukupnya. Kemudian setelah bahan dicuci direbus dengan air 2 gelas hingga menjadi ¾ nya kemudian diminum 1-2 kali sehari, sekali minum ¾ gelas. 8. Luka Berdarah/Bernanah dan Borok Kencur 2 jari lalu dicuci dan diparut dan dicampur air 4 sendok makan lalu air perasannya diteteskan pada luka atau dapat digunakan untuk mencuci pada luka bernanah. 9. Keramas Untuk menyuburkan rambut bisa dengan mencuci 15 lembar daun kencur lalu ditumbuk dan dicampur 2 gelas air, dan air perasannya bisa untuk mencuci rambut. 10. Beras Kencur Beras ½ genggam (disangrai, dicor air panas ¼ jam, tiriskan), kencur ½ genggam (diungkep), lempuyang, jahe, kunyit, asam masing-masing 1 jempol (dibakar dan diseduh air panas), gula aren 1 jari (dicairkan), cabe jawa 3 buah (direndam air panas), kedawung 3 biji, kayu manis sepotong, cengkeh, kapulaga masing-masing 3 buah lalu disngrai. Setelah siap bahan lalu ditumbuk halus dan diberi air hangat sedikit demi sedikit lalu peras dan saring baru campurkan gula aren cair dan asem.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->