HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA I.

LATAR BELAKANG Hak asasi manusia bukanlah merupakan sebuah masalah baru bagi masyarakat dunia. Masalah hak asasi manusia sudah mulai dilontarkan sejak lahirnya Magna Charta di Inggris pada tahun 1215 oleh Raja Lockland, hingga lahirnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak asasi manusia, yaitu “Universal Declaration of Human Right” pada 10 Desember 1948.1 Walaupun hak asasi manusia bersifat universal, namun dalam pelaksanaannya dapat berbeda karena adanya ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya dari tiap-tiap negara. Oleh karena itu, bagi negara-negara yang baru akan melaksanakan hak asasi manusia terkadang mengalami berbagai macam beturan, baik dari masyarakat maupun pemerintah negara. Permasalahan yang mendasar adalah bagaimana memperjuangkan tempat yang terhormat di mata dunia dengan melaksanakan hak asasi manusia tanpa mengorbankan identitas bangsa. Sesuai dengan kesepakatan internasional, pelaksanaan hak asasi manusia merupakan wewenang dan tanggung jawab setiap pemerintah negara dengan memperhatikan sepenuhnya keanekaragaman tata nilai, sejarah, kebudayaan, sistem politik, tingkat pertumbuhan sosial dan ekonomi, serta faktor-faktor lain yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Dengan demikian, hak asasi manusia sebagai suatu prinsip memang bersifat universal, namun sebagai suatu sistem nilai, hak asasi manusia akan berbeda antara yang satu dengan

1

Prof. H. Rozali Abdullah, S. H dan Syamsir, S. H, Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia, 2002, hlm. 9

Apa sajakah lembaga-lembaga yang menangani hak asasi manusia di Indonesia? 6. Apa sajakah kasus-kasus hak asasi manusia yang terjadi di Indonesia? III.S. maka pemerintah mengundangkan peraturan tentang hak asasi manusia agar pelaksanaan hak asasi manusiadi Indonesia bisa berjalan lancar dan dapat didukung oleh semua pihak.T Kansil. kesejahteraan. dihormati.yang lainnya karena dipengaruhi oleh kondisi dan situasi negara yang bersangkutan. dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan. ditekankan bahwa negara Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak kodrati yang melekat dan tidak terpisahkan dari manusia yang harus dilindungi. Apa sajakah yang termasuk kejahatan terhadap hak asasi manusia? 7. kebahagiaan. PEMBAHASAN 2 C. Apa sajakah macam-macam hak asasi manusia? 3. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs. serta keadilan. Bagaimanakah perundang-undangan di Indonesia mengatur hak asasi manusia? 5. Dalam undangundang. RUMUSAN MASALAH 1. dkk. II. kecerdasan. Dalam mempertimbangkan masalah ini. Di Indonesia. Apakah pengertian hak asasi manusia? 2. hlm. Bagaimanakah penerapan hak asasi manusia di Indonesia? 4. 65 . dalam melaksanakan berbagai hasil keputusan maupun konvensi internasional mengenai hak asasi manusia harus memperhatikan faktor objektif yang ada tanpa mengorbankan identitas bangsa2.

dan justru karena manusianya hak tersebut tidak dapat dicabut oleh siapapun juga karena apabila dicabut akan hilang kemanusiaannya. J. hak-hak asasi manusia bersifat universal. Hal ini dikarenakan hak dasar ini dimiliki oleh setiap manusia dan tidak dapat dipisahkan dari tiap pribadi manusia dimanapun dan kapanpun manusia itu berada. Pengertian Hak Asasi Manusia Hak Asasi manusia adalah hak pokok atau hak dasar yang dibawa oleh manusia sejak lahir yang secara kodrat melekat pada setiap manusia dan tidak dapat dipisahkan karena merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa3. Menurut Prof. hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang melekat dan berakar pada setiap pribadi manusia. Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. dijunjung tinggi. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X. Koentjoro Poerbo Pranoto (1976). Chotib. hlm. hukum. 2006. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Macam-macam Hak Asasi Manusia 3 Drs. hak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi. Sedangkan menuraut G. Maksunya adalah hak-hak tersebut menurut kodratnya tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya. Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU No. 59 . B. 39 Tahun 1999. dkk. pemerintah.A. dan dilindungi oleh negara. sehinga bersifat suci. Berdasarkan pengertian di atas. Wolhots.

5.1. Hak Asasi Perlakuan Tata Cara Peradilan dan Perlindungan Hukum (Procedural Rights) Hak mendapat perlakuan yang wajar dan adil dalam penggeledahan (razia. dan pembelaan hukum)4. 3. Setiap warga negara memiliki hak keikutsertaan dalam pemerintahan. Hak Asasi Pribadi (Personal Right) Meliputi hak kemerdekaan memeluk agama. Hak Asasi Ekonomi atau Hak Milik (Property Right) Hak kebebasan memiliki sesuatu. peradilan. H. 4. Hak Asasi Politik (Polytical Right) Hak untuk diakui dalam kedudukan sebagai warga Negara yang sederajat. maupun saran. Cita dan Citra Hak Asasi Manusia di Indonesia. serta hak mengadakan suatu perjanjian atau kontrak. S. C. 6. kritik. hlm. beribadah sesuai agama masing-masing. Hak Asasi Persamaan Hukum (Rights of Legalequality) Hak memperoleh perlakuan yang sama dalam keadilan hukum dan pemerintahan. 2. hak membeli dan menjual sesuatu. seperti hak memilih dan dipilih. dan memanfaatkannya. penangkapan. menyatakan pendapat. 17 . Hak Asasi Sosial dan Kebudayaan (Social and Culture Rights) Hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dan hak mengembangkan kebudayaan yang disukai. mendirikan organisasi politik. serta mengajukan petisi. 1983. Hak Asasi Manusia di Indonesia 4 Ramdlon Naning. dan kebebasan berserikat atau berorganisasi.

Persamaan kedudukan warga negara dalam hukum dan pemerintahan. Pancasila sebagai dasar negara memiliki pemikiran bahwa manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa dengan menyandang dua aspek. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. yaitu aspek individualis (pribadi).S.T. 67. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. melindungi. 5. terutama kaitannya dengan: 1. Kewajiban tersebut juga berlaku bagi setiap organisasi pada tataran manapun. Hak untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan. dan aspek sosialis (bermasyarakat). 2. dkk. berbangsa. Pada negara yang merdeka. Kewajiban menghormati hak manusia tersebut tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Kansil . hak-hak manusia harus dijamin karena kemerdekaan suatu negara bermakna kemerdekaan bagi setiap warga negaranya. Kebebasan setiap orang yang mengemban kewajiban mengakui dan menghormati hak asasi orang lain5. 4. dan bernegara. terutama negara dan pemerintah untuk menghormati. hlm. Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs. 2007. Kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. . 5 C. Hak asasi manusia harus selalu menjadi titik tolak dan tujuan dalam penyelenggaan kehidupan bermasyarakat. dan menjamin hak asasi manusia setiap warga negara dan penduduknya tanpa diskriminasi. membela.Salah satu identitas dari suatu negara hukum adalah adanya jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang harus dihormati dan dijunjung tinggi oleh penyelenggara negara beserta segenap warga negaranya tanpa kecuali. 3.

Hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran. Hak memperoleh keadilan. 7. Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia telah menetapkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XVII/MRR/1998 tentang hak asasi manusia yang menugaskan kepada lembaga-lembaga tinggi negara dan seluruh aparatur pemerintah untuk menghormati. Hak mengembangkan diri. Undang-Undang No. dan menyebarluaskan pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat. 39 Tahun 1999 mengatur mengenai: 1. Hak keluaraga dan melanjutkan keturunan. Untuk melaksanakan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu. Hak atas kebebasab pribadi. Secara lebih rinci.6. 4. Hak turut serta dalam pemerintahan. 3. menegakkan. Hak atas kesejahteraan. . 5. 39 Tahun 1999 yang berpedoman pada Deklarasi Hak Asasi Manusia Perserikatan BangsaBangsa tanggal 1948 dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan dan pembangunan hukum nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 2. permasalahan hak asasi manusia juga diatur dalam Undang-Undang No. 8. 6. Hak untuk hidup dan hak untuk tidak dihilangkan paksa atau tidak dihilangkan nyawa. Hak atas rasa aman.

hak asasi manusia seseorang harus dibatasi oleh kewajiban menghormati hak asasi orang lain. Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs. 76 . 39 Tahun 1999 juga mengatur tentang kewajiban dasar. Hak wanita dan anak. D. Di samping itu. undang-undang No. hlm. maka tidak akan mungkin hak asasi manusia akan terlaksana dan ditegakkan. penyuluhan. b. Oleh karenanya. tugas. maka Komnas HAM memiliki wewenang untuk melakukan : a. Tanpa menjalankankewajiban dasar manusia. Hak atas kebebasan beragama. serta tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam penegakan hak asasi manusia. 10. dkk.S. Dalam melaksanakan fungsi pengkajian dan penelitian. 2007. Pengkajian dan penelitian terhadap berbagai peraturan perundangundangan untuk memberikan rekomendasi mengenai pembentukan 6 C.9. wewenang. dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengkajian. penelitian. Undang-undang ini memandang kewajiban dasar manusia merupakan sisi lain dari hak dasar manusia. penelitian. dan mediasi tentang hak asasi manusia6. Lembaga Perlindungan Hak Asasi di Indonesia 1.T. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai lembaga mandiri mempunyai fungsi. Pengkajian dan penelitian berbagai instrumen internasional hak asasi manusia dengan tujuan memberikan saran-saran mengenai kemungkinan aksesi dan atau ratifikasi. Kansil. pemantauan.

penegakan. maka Komnas HAM memiliki wewenang melakukan : a. baik tingkat nasional. Komnas HAM memiliki wewenang pula untuk melakukan : a. atau pihak lainnya. Studi kepustakaan. Dalam rangka melaksanakan fungsi pemantauan. d. maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia. regional. . dan pencabutan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hak asasi manusia c. dan studi banding di negara lain mengenai hak asasi manusia. lembaga. Kerjasama dengan organisasi. Upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang hak asasi manusia melalui lembaga pendidikan formal dan nonformal serta berbagai kalangan lainnya. b. Penerbitan hasil pengkajian dan penelitian. regional.perubahan. e. atau pihak lainnya. Kerja sama pengkajian dan penelitian dengan organisasi. studi lapangan. dan pemajuan hak asasi manusia. Penyebarluasan wawasan mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat Indonesia. lembaga. Pengamatan pelaksanaan hak asasi manusia dan penyusunan laporan hasil pengamatan tersebut. f. maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia Dalam rangka melaksanakan fungsi penyuluhan. Pembahasan berbagai masalah yang bekaitan dengan perlindungan. baik di tingkat nasional. c.

Penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakat yang berdasarkan sifat atau lingkupnya patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia. bangunan. e. Komnas HAM juga berwenang melakukan : a. .b. Pemanggilan saksi untuk dimintai dan didengar kesaksiannya. Perdamaian kedua belah pihak. c. Peninjauan di tempat kejadian dan tempat lainnya yang dianggap perlu f. dan kepada saksi pengadu dimintai menyerahkan bukti yang diperlukan. Pemberian pendapat berdasarkan persetujuan ketua pengadilan terhadap perkara tertentu yang sedang dalam proses peradilan. bilamana dalam perkara tersebut terdapat pelanggaran hak asasi manusia dalam masalah publik dan acara pemeriksaan oleh pengadilan yang kemudian pendapat Komnas HAM tersebuat wajib diberitahukan oleh hakim kepada para pihak. pekarangan. d. Pemeriksaan setempat terhadap rumah. Dalam melaksanakan fungsi mediasi. Pemanggilan terhadap pihak terkait untuk memberikan keteranagan secara tertulis atau menyerahkan dokumen yang diperlukan sesuai dengan aslinya dengan persetujuan ketua pengadilan g. Pemanggilan kepada pihak pengadu atau korban maupun pihak yang diadukan untuk dimintai dan didengar keterangannya. dan tempat-tempat lainnya yang diduduki atau dimiliki pihak tertentu dengan persetujuan Ketua Pengadilan h.

maupun lisan. Penyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Setiap warga negara yang merasa hak asasinya dilanggar.b. Pengadilan HAM bertugas memeriksa dan memutuskan perkara pelanggaran HAM berat seperti kejahatan genosida dan kejahatan terhadap manusia. Pengaduan pelanggaran hak asasi manusia juga meliputi pengaduan perwakilan sebuah kelompok yang dilanggar hak asasinya. maka boleh melakukan pengaduan ke Komnas HAM disertai dengan alasan yang kuat. Pengadilan Hak Asasi Manusia Menurut UU Nomor 26 Tahun 2000 pengadilan HAM adalah pengadilan khusus yang berada di lingkungan umum dan berkedudukan di daerah kabupaten atau kota. Penyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelangaran hak asasi manusia kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya. c. baik tertulis. 2. Pengadilan HAM Ad Hoc Pengadilan ini berperan dalam menyelesaikan perkara HAM pada pengadilan HAM karena keterbatasan wewenang untuk memeriksa dan . Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan d. dan dengan identitas pengadu yang benar. Penyelesaian perkara melalui cara konsultasi. 3. e. negosiasi. dan penilaian ahli. mediasi konsiliasi.

Rozali Abdullah.68 Drs. bangsa. Kejahatan Genosida Setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. S. H. hlm. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya. hlm. 26 Tahun 2000. 45 .7 Penanganan ini diusulkan oleh DPR dengan keputusan presiden 4. kelompok etnis.8 E. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Lembaga ini merupakan alternatif penyelesaian pelanggaran HAM berat di luar pengadilan HAM yang dibentuk dengan undang-undang. 2006. b. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X. d. Chotib. H. Kejahatan terhadap Kemanusiaan 7 8 Drs. dkk. Kejahatan Berat terhadap Hak Asasi Manusia 1.. 2006. H. dan kelompok agama dengan cara9 : a. ras.memutuskan perkara pelanggaran berat yang terjadi sebelum diundangkannya UU No. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X. Membunuh anggota kelompok Mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok c. Chotib. 2002. Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok e. hlm. dkk. S. ( Pasal 8 UU Nomor 26 Tahun 2000) 2. Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia.68 9 Prof. dan Syamsir.

Salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa hal-hal seperti 10: a. Nomor 26 Thanun Prof.. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. S. atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional i. 2000) 10 Penghilangan orang secara paksa Kejahatan apartheid. Pemerkosaan. H. g. hlm. dan Syamsir. H. (Pasal 9 UU. e. Pembunuhan Pemusnahan Perbudakan Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik secara sewenang-wenang yang melanggar (asasasas) ketentuan pokok hukum internasional. h. c. pelacuran secara paksa. H. S. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. agama. Rozali Abdullah. budaya. f. jenis kelamin. Penyiksaan. pemaksaan kehamilan. perbudakan seksual. etnis. Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia. kebangsaan. 2000. j. 45 . ras. b. d.

2006. Proses Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia Untuk menegakkan HAM di Indonesia.Kejahatan terhadap kemanusiaan agar bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang berat harus menenuhi unsur-unsur sebagai berikut. Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia. Apabila kejahatan yang dilakukan tidak memenuhi tiga unsur tersebut. H. S. Hal ini sebagai pertanda dari diselenggarakan atau diadakan hanya untuk maksud tertentu yang sifatnya khusus hanya berlaku dalam kasus tertentu. 11 Prof. 12 1. dan Syamsir. H. Proses peradilan yang dilaksanakan oleh peradilan HAM ad hoc atau peradilan khusus. hlm. sehingga semua pengaduan atau laporan yang didasarkan KUHP tidak dapat diterima oleh jaksa 2.. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X. Adanya serangan yang meluas atau sistematis. Diketahui bahwa serangan itu ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. 47 12 Drs.11 a. c. Penegasan penyelidikan yang hanya dapat dilakukan oleh Komnas HAM. Rozali Abdullah. F. dkk. hlm. 2002. Seranagan itu sebagai kelanjutan kebijakan yang berhubungan dengan organisasi. beberapa langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut. S. b. 68-69 . H. bukan Pengadilan Hak Asasi Manusia. Chotib. maka tindakan tersebut digolongkan pada tindak pidana biasa yang diatur dalm Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang diadili oleh Pengadilan Pidana.

penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan. melainkan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia. Namun untuk kepentingan praktis. terdapat beberapa peristiwa besar mengenai pelanggaran besar terhadap hak asasi manusia dan mendapat perhatian tinggi dari pemerintah dan masyarakat. Bagi bangsa Indonesia. G. melaksanakan hak asasi manusia bukan berarti melaksanakan dengan sebebas-bebasnya. hal yang sering terjadi adalah antara aparat pemerintah dengan masyarakat. Perlindungan pada korban dan saksi karena proses peradilan yang berkaitan dengan masalah-masalah pelanggaran berat. Tenggang waktu yang dibutuhkan hukum acara peradilan HAM dalam hal penyelidikan. 4. Untuk perkara prinsip tidak terdapat keadaan kadaluarsa bagi pelanggar berat terhadap HAM. Kasus-Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia Pelanggaran hak asasi manusia dapat terjadi dalam interaksi antara aparat pemerintah dengan masyarakat dan antar warga masyarakat. Para korban semestinya mendapat kompensasi. antara lain : 1. harus ada pedoman atau pegangan tenggang waktu. seorang pekerja wanita di Jenewa(1993).3. Hal ini berarti jangan sampai instansi atau orang yang diduga melanggar HAM justru secara serius mengintimidasi korban. . Dilihat dari perkembangan sejarah bangsa Indonesia. saksi. Kasas terbunuhnya Marsinah. sehingga korban dan saksi memiliki peran yang sangat penting. 5. jaksa. dan hakim. Namun.

hlm. 7. Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs.T. 10. dihormati. 14 11. Kasus TKI di Malaysia dan di Arab Saudi. hlm. 1997. 6. IV. Peristiwa Kemerdekaan Timor Timur (1999). Kasus Tanjung Priok (1948). Hak Asasi dalam Tajuk. dkk. 8. negara Indonesia harus memberikan jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. KESIMPULAN Hak asasi manusia sebagai suatu prinsip yang bersifat universal dalam pelaksanaannya merupakan wewenang dan tanggung jawab setiap pemerintah negara karena sebagai suatu sistem nilai. Peristiwa Trisakti (1998). pelaksanaan hak asasi manusia akan berbeda antara negara satu dengan yang lainnya Sebagai negara hukum. 9. Peristiwa Aceh. Kasus terbunuhnya wartawan Udin dari harian umum Bernas(1996). Peristiwa penculikan para aktivis politik (1998).2.S. dan dilindungi oleh Negara. 34 C. 5.13 3. yang 13 14 Tanpa pengarang. 2007. Hak asasi selalu disertai dengan kewajiban dasar manusia yang semuanya diatur. Kasus Dayak-Madura. Kansil. Di Indonesia. Adanya peradilan yang bebas dan legalitas hukum dengan ditunjang sistem pemerintahan yang demokratis akan memberikan iklim yang baik dalam terselenggaranya mekanisme penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Kasus Ambon (1999).73 . DiPHKnya 3000 karyawan di Jombang(2005) 4.

pelaksanaan HAM nya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Jakarta : Yudhistira Kansil. Rozali dan Syamsir. Drs. dkk. Prof. Ramdlon. 1997. S. S. H. H. 1983. S.S. Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia. Cita dan Citra Hak Asasi Manusia di Indonesia. 2007. Tanpa pengarang. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X.T. Hak Asasi dalam Tajuk. harus memiliki keselarasan dan keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai cerminan moral yang diyakini oleh suatu bangsa. C. H. 2002. Jakarta : Bumi Aksara Naning. Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs. Dkk 2006. Jakarta : Institut Ecata-INPI-Pact . H. Jakarta : Lembaga Kriminologi Universitas Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia Chotib.