HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA I.

LATAR BELAKANG Hak asasi manusia bukanlah merupakan sebuah masalah baru bagi masyarakat dunia. Masalah hak asasi manusia sudah mulai dilontarkan sejak lahirnya Magna Charta di Inggris pada tahun 1215 oleh Raja Lockland, hingga lahirnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak asasi manusia, yaitu “Universal Declaration of Human Right” pada 10 Desember 1948.1 Walaupun hak asasi manusia bersifat universal, namun dalam pelaksanaannya dapat berbeda karena adanya ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya dari tiap-tiap negara. Oleh karena itu, bagi negara-negara yang baru akan melaksanakan hak asasi manusia terkadang mengalami berbagai macam beturan, baik dari masyarakat maupun pemerintah negara. Permasalahan yang mendasar adalah bagaimana memperjuangkan tempat yang terhormat di mata dunia dengan melaksanakan hak asasi manusia tanpa mengorbankan identitas bangsa. Sesuai dengan kesepakatan internasional, pelaksanaan hak asasi manusia merupakan wewenang dan tanggung jawab setiap pemerintah negara dengan memperhatikan sepenuhnya keanekaragaman tata nilai, sejarah, kebudayaan, sistem politik, tingkat pertumbuhan sosial dan ekonomi, serta faktor-faktor lain yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Dengan demikian, hak asasi manusia sebagai suatu prinsip memang bersifat universal, namun sebagai suatu sistem nilai, hak asasi manusia akan berbeda antara yang satu dengan

1

Prof. H. Rozali Abdullah, S. H dan Syamsir, S. H, Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia, 2002, hlm. 9

Apa sajakah lembaga-lembaga yang menangani hak asasi manusia di Indonesia? 6. II. Di Indonesia. dalam melaksanakan berbagai hasil keputusan maupun konvensi internasional mengenai hak asasi manusia harus memperhatikan faktor objektif yang ada tanpa mengorbankan identitas bangsa2. Apa sajakah yang termasuk kejahatan terhadap hak asasi manusia? 7. serta keadilan. 65 . maka pemerintah mengundangkan peraturan tentang hak asasi manusia agar pelaksanaan hak asasi manusiadi Indonesia bisa berjalan lancar dan dapat didukung oleh semua pihak. kesejahteraan. dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan. kebahagiaan. Apa sajakah macam-macam hak asasi manusia? 3.S. Bagaimanakah perundang-undangan di Indonesia mengatur hak asasi manusia? 5. dihormati. RUMUSAN MASALAH 1. Apa sajakah kasus-kasus hak asasi manusia yang terjadi di Indonesia? III. Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs. dkk. Apakah pengertian hak asasi manusia? 2. kecerdasan. 2007. Dalam undangundang. PEMBAHASAN 2 C.yang lainnya karena dipengaruhi oleh kondisi dan situasi negara yang bersangkutan.T Kansil. hlm. ditekankan bahwa negara Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak kodrati yang melekat dan tidak terpisahkan dari manusia yang harus dilindungi. Bagaimanakah penerapan hak asasi manusia di Indonesia? 4. Dalam mempertimbangkan masalah ini.

Macam-macam Hak Asasi Manusia 3 Drs. Chotib. 59 . hukum. dan justru karena manusianya hak tersebut tidak dapat dicabut oleh siapapun juga karena apabila dicabut akan hilang kemanusiaannya. Berdasarkan pengertian di atas. Pengertian Hak Asasi Manusia Hak Asasi manusia adalah hak pokok atau hak dasar yang dibawa oleh manusia sejak lahir yang secara kodrat melekat pada setiap manusia dan tidak dapat dipisahkan karena merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa3. Sedangkan menuraut G. Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU No. B. Maksunya adalah hak-hak tersebut menurut kodratnya tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya. hak-hak asasi manusia bersifat universal.A. dijunjung tinggi. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Wolhots. hak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi. 39 Tahun 1999. Koentjoro Poerbo Pranoto (1976). hlm. J. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X. sehinga bersifat suci. dan dilindungi oleh negara. dkk. Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang melekat dan berakar pada setiap pribadi manusia. pemerintah. Hal ini dikarenakan hak dasar ini dimiliki oleh setiap manusia dan tidak dapat dipisahkan dari tiap pribadi manusia dimanapun dan kapanpun manusia itu berada. 2006. Menurut Prof.

hlm. kritik. Hak Asasi Perlakuan Tata Cara Peradilan dan Perlindungan Hukum (Procedural Rights) Hak mendapat perlakuan yang wajar dan adil dalam penggeledahan (razia. peradilan. S. beribadah sesuai agama masing-masing. Cita dan Citra Hak Asasi Manusia di Indonesia. Hak Asasi Manusia di Indonesia 4 Ramdlon Naning. dan pembelaan hukum)4.1. 1983. Hak Asasi Politik (Polytical Right) Hak untuk diakui dalam kedudukan sebagai warga Negara yang sederajat. menyatakan pendapat. dan kebebasan berserikat atau berorganisasi. penangkapan. serta mengajukan petisi. Hak Asasi Pribadi (Personal Right) Meliputi hak kemerdekaan memeluk agama. Hak Asasi Ekonomi atau Hak Milik (Property Right) Hak kebebasan memiliki sesuatu. C. 17 . mendirikan organisasi politik. Hak Asasi Persamaan Hukum (Rights of Legalequality) Hak memperoleh perlakuan yang sama dalam keadilan hukum dan pemerintahan. 3. seperti hak memilih dan dipilih. 4. 6. dan memanfaatkannya. Hak Asasi Sosial dan Kebudayaan (Social and Culture Rights) Hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dan hak mengembangkan kebudayaan yang disukai. 2. H. Setiap warga negara memiliki hak keikutsertaan dalam pemerintahan. serta hak mengadakan suatu perjanjian atau kontrak. maupun saran. hak membeli dan menjual sesuatu. 5.

dkk. dan bernegara. terutama kaitannya dengan: 1. Persamaan kedudukan warga negara dalam hukum dan pemerintahan. 5. . Pada negara yang merdeka. 2007. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Kewajiban tersebut juga berlaku bagi setiap organisasi pada tataran manapun.S. Pancasila sebagai dasar negara memiliki pemikiran bahwa manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa dengan menyandang dua aspek. Kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. dan menjamin hak asasi manusia setiap warga negara dan penduduknya tanpa diskriminasi. 67. membela. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Hak untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan.T. yaitu aspek individualis (pribadi). berbangsa. 3. Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs. Hak asasi manusia harus selalu menjadi titik tolak dan tujuan dalam penyelenggaan kehidupan bermasyarakat. dan aspek sosialis (bermasyarakat). hak-hak manusia harus dijamin karena kemerdekaan suatu negara bermakna kemerdekaan bagi setiap warga negaranya. hlm. terutama negara dan pemerintah untuk menghormati. melindungi. Kebebasan setiap orang yang mengemban kewajiban mengakui dan menghormati hak asasi orang lain5. 4. 5 C. Kewajiban menghormati hak manusia tersebut tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. 2. Kansil .Salah satu identitas dari suatu negara hukum adalah adanya jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang harus dihormati dan dijunjung tinggi oleh penyelenggara negara beserta segenap warga negaranya tanpa kecuali.

Hak atas kebebasab pribadi. 8. 2.6. Hak untuk hidup dan hak untuk tidak dihilangkan paksa atau tidak dihilangkan nyawa. 7. Hak atas rasa aman. Selain itu. Hak atas kesejahteraan. . 5. Undang-Undang No. Hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran. permasalahan hak asasi manusia juga diatur dalam Undang-Undang No. dan menyebarluaskan pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat. Hak mengembangkan diri. Hak keluaraga dan melanjutkan keturunan. Hak turut serta dalam pemerintahan. 39 Tahun 1999 mengatur mengenai: 1. 6. Untuk melaksanakan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. 3. 4. menegakkan. Secara lebih rinci. 39 Tahun 1999 yang berpedoman pada Deklarasi Hak Asasi Manusia Perserikatan BangsaBangsa tanggal 1948 dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan dan pembangunan hukum nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Hak memperoleh keadilan. Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia telah menetapkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XVII/MRR/1998 tentang hak asasi manusia yang menugaskan kepada lembaga-lembaga tinggi negara dan seluruh aparatur pemerintah untuk menghormati.

Hak wanita dan anak. Kansil. Di samping itu. penyuluhan. wewenang. dan mediasi tentang hak asasi manusia6. 76 . Lembaga Perlindungan Hak Asasi di Indonesia 1. Pengkajian dan penelitian terhadap berbagai peraturan perundangundangan untuk memberikan rekomendasi mengenai pembentukan 6 C. Oleh karenanya. hlm. 39 Tahun 1999 juga mengatur tentang kewajiban dasar. maka tidak akan mungkin hak asasi manusia akan terlaksana dan ditegakkan. maka Komnas HAM memiliki wewenang untuk melakukan : a. pemantauan. Pengkajian dan penelitian berbagai instrumen internasional hak asasi manusia dengan tujuan memberikan saran-saran mengenai kemungkinan aksesi dan atau ratifikasi. Tanpa menjalankankewajiban dasar manusia.S. b. penelitian. Undang-undang ini memandang kewajiban dasar manusia merupakan sisi lain dari hak dasar manusia. penelitian. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai lembaga mandiri mempunyai fungsi. 10. undang-undang No.T.9. Hak atas kebebasan beragama. 2007. dkk. hak asasi manusia seseorang harus dibatasi oleh kewajiban menghormati hak asasi orang lain. serta tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam penegakan hak asasi manusia. Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs. Dalam melaksanakan fungsi pengkajian dan penelitian. dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengkajian. D. tugas.

Penerbitan hasil pengkajian dan penelitian. Penyebarluasan wawasan mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat Indonesia. lembaga. Dalam rangka melaksanakan fungsi pemantauan. d. regional. maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia. Upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang hak asasi manusia melalui lembaga pendidikan formal dan nonformal serta berbagai kalangan lainnya. atau pihak lainnya. lembaga. Pembahasan berbagai masalah yang bekaitan dengan perlindungan. dan pemajuan hak asasi manusia. maka Komnas HAM memiliki wewenang melakukan : a. atau pihak lainnya. e. maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia Dalam rangka melaksanakan fungsi penyuluhan. dan studi banding di negara lain mengenai hak asasi manusia. baik di tingkat nasional. baik tingkat nasional. Studi kepustakaan. Komnas HAM memiliki wewenang pula untuk melakukan : a. . regional. f. b. penegakan. Kerja sama pengkajian dan penelitian dengan organisasi.perubahan. studi lapangan. dan pencabutan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hak asasi manusia c. Kerjasama dengan organisasi. Pengamatan pelaksanaan hak asasi manusia dan penyusunan laporan hasil pengamatan tersebut. c.

Pemberian pendapat berdasarkan persetujuan ketua pengadilan terhadap perkara tertentu yang sedang dalam proses peradilan. e. dan tempat-tempat lainnya yang diduduki atau dimiliki pihak tertentu dengan persetujuan Ketua Pengadilan h. c. Pemanggilan terhadap pihak terkait untuk memberikan keteranagan secara tertulis atau menyerahkan dokumen yang diperlukan sesuai dengan aslinya dengan persetujuan ketua pengadilan g. bangunan. Perdamaian kedua belah pihak. d. Dalam melaksanakan fungsi mediasi. Peninjauan di tempat kejadian dan tempat lainnya yang dianggap perlu f. dan kepada saksi pengadu dimintai menyerahkan bukti yang diperlukan. bilamana dalam perkara tersebut terdapat pelanggaran hak asasi manusia dalam masalah publik dan acara pemeriksaan oleh pengadilan yang kemudian pendapat Komnas HAM tersebuat wajib diberitahukan oleh hakim kepada para pihak. Komnas HAM juga berwenang melakukan : a. Pemeriksaan setempat terhadap rumah. .b. Pemanggilan kepada pihak pengadu atau korban maupun pihak yang diadukan untuk dimintai dan didengar keterangannya. pekarangan. Pemanggilan saksi untuk dimintai dan didengar kesaksiannya. Penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakat yang berdasarkan sifat atau lingkupnya patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia.

maka boleh melakukan pengaduan ke Komnas HAM disertai dengan alasan yang kuat. negosiasi. c. dan penilaian ahli. Penyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelangaran hak asasi manusia kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya. e. 3. 2. maupun lisan. Pengaduan pelanggaran hak asasi manusia juga meliputi pengaduan perwakilan sebuah kelompok yang dilanggar hak asasinya. Penyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Setiap warga negara yang merasa hak asasinya dilanggar. Penyelesaian perkara melalui cara konsultasi. Pengadilan HAM Ad Hoc Pengadilan ini berperan dalam menyelesaikan perkara HAM pada pengadilan HAM karena keterbatasan wewenang untuk memeriksa dan . Pengadilan HAM bertugas memeriksa dan memutuskan perkara pelanggaran HAM berat seperti kejahatan genosida dan kejahatan terhadap manusia. baik tertulis. dan dengan identitas pengadu yang benar. mediasi konsiliasi. Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan d.b. Pengadilan Hak Asasi Manusia Menurut UU Nomor 26 Tahun 2000 pengadilan HAM adalah pengadilan khusus yang berada di lingkungan umum dan berkedudukan di daerah kabupaten atau kota.

bangsa. ras.68 Drs. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya. Membunuh anggota kelompok Mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok c. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X. b. Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia. dan Syamsir. H. Rozali Abdullah. 45 . Kejahatan Genosida Setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok.. Kejahatan terhadap Kemanusiaan 7 8 Drs. dkk. S. Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok e. kelompok etnis. Kejahatan Berat terhadap Hak Asasi Manusia 1. hlm.68 9 Prof.8 E. Chotib. ( Pasal 8 UU Nomor 26 Tahun 2000) 2. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Lembaga ini merupakan alternatif penyelesaian pelanggaran HAM berat di luar pengadilan HAM yang dibentuk dengan undang-undang. 2006. 2002. dkk. H. hlm. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. S.memutuskan perkara pelanggaran berat yang terjadi sebelum diundangkannya UU No. 26 Tahun 2000. hlm. dan kelompok agama dengan cara9 : a. H.7 Penanganan ini diusulkan oleh DPR dengan keputusan presiden 4. Chotib. d. 2006.

Rozali Abdullah. jenis kelamin. Penyiksaan. S. perbudakan seksual. Pembunuhan Pemusnahan Perbudakan Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik secara sewenang-wenang yang melanggar (asasasas) ketentuan pokok hukum internasional. f. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. e. (Pasal 9 UU. c. Nomor 26 Thanun Prof. pelacuran secara paksa. atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional i. 2000) 10 Penghilangan orang secara paksa Kejahatan apartheid. agama. S. budaya. 2000. Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia. etnis. g.Salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa hal-hal seperti 10: a. H. j. kebangsaan. H. 45 . H. dan Syamsir.. h. b. d. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. pemaksaan kehamilan. ras. hlm. Pemerkosaan.

Proses Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia Untuk menegakkan HAM di Indonesia. Hal ini sebagai pertanda dari diselenggarakan atau diadakan hanya untuk maksud tertentu yang sifatnya khusus hanya berlaku dalam kasus tertentu. Penegasan penyelidikan yang hanya dapat dilakukan oleh Komnas HAM. beberapa langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut. S. 2002. S. Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia. 47 12 Drs.. hlm. 68-69 . Diketahui bahwa serangan itu ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. 12 1. hlm. sehingga semua pengaduan atau laporan yang didasarkan KUHP tidak dapat diterima oleh jaksa 2. 11 Prof. H. Seranagan itu sebagai kelanjutan kebijakan yang berhubungan dengan organisasi. c.Kejahatan terhadap kemanusiaan agar bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang berat harus menenuhi unsur-unsur sebagai berikut. Proses peradilan yang dilaksanakan oleh peradilan HAM ad hoc atau peradilan khusus. maka tindakan tersebut digolongkan pada tindak pidana biasa yang diatur dalm Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang diadili oleh Pengadilan Pidana. H. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X. bukan Pengadilan Hak Asasi Manusia.11 a. 2006. Rozali Abdullah. F. dan Syamsir. Apabila kejahatan yang dilakukan tidak memenuhi tiga unsur tersebut. dkk. b. Adanya serangan yang meluas atau sistematis. H. Chotib.

jaksa. Kasas terbunuhnya Marsinah. terdapat beberapa peristiwa besar mengenai pelanggaran besar terhadap hak asasi manusia dan mendapat perhatian tinggi dari pemerintah dan masyarakat. seorang pekerja wanita di Jenewa(1993).3. Hal ini berarti jangan sampai instansi atau orang yang diduga melanggar HAM justru secara serius mengintimidasi korban. Kasus-Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia Pelanggaran hak asasi manusia dapat terjadi dalam interaksi antara aparat pemerintah dengan masyarakat dan antar warga masyarakat. G. . Dilihat dari perkembangan sejarah bangsa Indonesia. penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan. antara lain : 1. Untuk perkara prinsip tidak terdapat keadaan kadaluarsa bagi pelanggar berat terhadap HAM. Namun untuk kepentingan praktis. sehingga korban dan saksi memiliki peran yang sangat penting. 5. hal yang sering terjadi adalah antara aparat pemerintah dengan masyarakat. Namun. melaksanakan hak asasi manusia bukan berarti melaksanakan dengan sebebas-bebasnya. Bagi bangsa Indonesia. dan hakim. 4. saksi. Perlindungan pada korban dan saksi karena proses peradilan yang berkaitan dengan masalah-masalah pelanggaran berat. melainkan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia. Tenggang waktu yang dibutuhkan hukum acara peradilan HAM dalam hal penyelidikan. Para korban semestinya mendapat kompensasi. harus ada pedoman atau pegangan tenggang waktu.

Kasus Dayak-Madura. Peristiwa Trisakti (1998). DiPHKnya 3000 karyawan di Jombang(2005) 4. dkk. 1997. 8. IV.13 3. hlm. Kasus Tanjung Priok (1948). Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs.S.73 . 5. Hak asasi selalu disertai dengan kewajiban dasar manusia yang semuanya diatur.2. Hak Asasi dalam Tajuk. Kansil. 9. yang 13 14 Tanpa pengarang. 14 11. dihormati. hlm. Adanya peradilan yang bebas dan legalitas hukum dengan ditunjang sistem pemerintahan yang demokratis akan memberikan iklim yang baik dalam terselenggaranya mekanisme penegakan hak asasi manusia di Indonesia.T. 2007. Peristiwa Aceh. KESIMPULAN Hak asasi manusia sebagai suatu prinsip yang bersifat universal dalam pelaksanaannya merupakan wewenang dan tanggung jawab setiap pemerintah negara karena sebagai suatu sistem nilai. Kasus Ambon (1999). Peristiwa penculikan para aktivis politik (1998). 7. dan dilindungi oleh Negara. 34 C. Di Indonesia. 10. Kasus TKI di Malaysia dan di Arab Saudi. Peristiwa Kemerdekaan Timor Timur (1999). 6. Kasus terbunuhnya wartawan Udin dari harian umum Bernas(1996). pelaksanaan hak asasi manusia akan berbeda antara negara satu dengan yang lainnya Sebagai negara hukum. negara Indonesia harus memberikan jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia.

Ramdlon. 2007. H. Jakarta : Institut Ecata-INPI-Pact . 1983. Jakarta : Bumi Aksara Naning. dkk. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Pendidikan Kewarganegaraan 1 SMP/MTs. H. Perkembangan HAM dan Keberadaan Peradilan HAM di Indonesia. S.T. 2002. S. Hak Asasi dalam Tajuk.S. S. H. harus memiliki keselarasan dan keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai cerminan moral yang diyakini oleh suatu bangsa. 1997. Dkk 2006. Jakarta: Ghalia Indonesia Chotib. Kewarganegaraan 1 Menuju Masyarakat Madani SMA kelas X. C. H. Jakarta : Yudhistira Kansil. Tanpa pengarang. Prof. Jakarta : Lembaga Kriminologi Universitas Indonesia. Rozali dan Syamsir. Drs. Cita dan Citra Hak Asasi Manusia di Indonesia.pelaksanaan HAM nya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.