P. 1
Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar

|Views: 1,260|Likes:
Published by sarbarita

More info:

Published by: sarbarita on Sep 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

Drs. H.

Abu Ahmadi, dkk

ILMU SOSIAL DASAR

Untuk Mahasiswa Perguruan Tinggi Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)

EDISI REVISI

KATA PENGANTAR Buku ini disusun dengan berpedoman pada Silabus Perkuliahan fimu Sosial Dasar, yang merupakan hash rumusan Konsorsium antar Bidang fimu Alamiah Dasar, fimu Budaya Dasar, dan ilmu Sosial Dasar. Isi buku ml disesuaikan dengan mateii fimu Sosial Dasar yang diberikan pada penatarandosen-dosen fimu Sosial Dasar se wilayah Indonesia Tengah dan Timur padabulan Agustus 1982, hasil lokakaiya penyusunan bahan minimal Ilmu Sosial Dasar yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang, bulan Januari 1985, dan penataranpenataran dosen Ilmu Sosial Dasar Universitas Padjajaran, Bandung, tahun 1980. Adapun tujuan Ilmu Sosial Dasar ialah agar tercapai wawasan komprehensif dan pendekatan integral dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah kehidupan, baik pada tingkat individual maupun sosial. Oleh karena itu tujuan Ilmu Sosial Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran agar daya tangkap, persepsi dan penalaran yang berkenaan dengan lingkungan sosial dapat dipertajam. Secara lebth terinci ISD adalah untuk membantu mahasiswa mengembangkan: Minat dan kebiasaan memperhatikan dan memahami peristiwa peristiwa atau gejala-gej ala sosial yang teijadi di seJcitarnya; Kesadaran kritis akan adanya sebab-sebab dan akibat-akibat berbagai peristiwa yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari, Kerelaan memikirkan dan mempertanyakan kembali pengetahuannya tentang kenyata.an-kenyataan sosial; Kemampuan menyesuaikan din dengan lingkungan sosial yang harus dibenarkan, dan sebaliknya, mengubah keadaan-keadaan sosial yang tidak dapat dibenarkan dengan penuh tanggungjawab. Dengan demikian diharapkan dapat memperluas cakrawala perhatian dan pengetahuan para mahasiswa sehingga tidak hanya terbatas pada bidang keahlian yang dipilihnya, tetapi membantu para mahasiswa menemukan dirinya sendin dalam arus perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang sedangberlangsung. Kepadapenerbit PT Bina Aksara yang telah bersedia menerbitkan buku mi kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga buku mi ada manfaatnya bagi para mahasiswa yang sedang mempelajari Ilmu Sosial Dasar, dan bagi masyarakat umum yang meminatinya.

Penyusun

KATA PENGANTAR Edisi Revisi

Setelah rnempertimbangkan saran-saran dan para pembaca untuk Iebih dipadatkan lagi materinya, maka penyusun perlu mengadakan revisi. Revisi mi meliputi pencantumanfool-nole (catatan kaki) pada halaman-halaman yang dipandang perlu. Di samping itu juga perubahan materi disesuaikan dengan sub-bab agar lebih tepat dan lebih berbobot. Sebingga secara keseluruhan buku menjadi lebih lengkap dan sesuai dengan harapan pembaca serta sesuai pula dengan silabi. Namun demikian penulis tetap menyadari adanya kekurangan dan kekhilafan dalam buku mi mengingat terbatasnya kemampuan sebagal seorang makhluk. I(arena itu penulis tetap menerima saran dan kritik yang bersifat konstruktif demi sempurnanya buku pada terbitan yang akan datang. Atas saran-saran tersebut disampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Cetakan pertama diterbitkan oleh PT Bina Aksara. Untuk cetakan kedua dan seterusnya hak penerbitannya kami limpahkan kepada PT Rineka Cipta Semoga buku mi benar-benar akan bermanfaat bagi para mahasiswa serta masyarakat pada umumnya.

Penyusun

DAFTAR ISI

KataPengantar BAB I : PENGERTIANILMUSOSIALDASAR Sekilas tentang fimu-Ilmu Sosial, fimu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar Latar-Belakang Dmu Sosial Dasar Ilmu Sosial Dasar sebagai Komponen MKDU Ruang Lmgkup Pembahasan Masalah-Masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar Rangkuman Latihan BAB II : PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN Pertambahan Penduduk dan Migrasi Pembagian Kerja dalam Masyarakat Perkembangan Kebudayaan Pranata-Pranata dan Institusionalisasi Rangkuman

BAB III : INDIVIDU, KELUA RCA, DAN MASYARAKAT Pertumbuhan Individu Fungsi-Fungsi Keluarga Individu, Keluarga, dan Masyarakat Hubungan antara Individu Keluarga dan Masyarakat

BAB IV : PEMUDA DAN SOSIALISASI Tnternalisasi, Belajar dan Spesialisasi

Negara. Diskriminasi. dan Pemerintah Warganegara dan Negara Individu.an Kepentingan Prasangka.Pemuda dan Identitas Perguruan dan Pendidikan Peranan Pemuda dalam Masyarakat BAB V : WARGANEGARA DAN NEGARA Hukum. Tindakan Politik dan Sistem Politik BAB VII : PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT Pelapisan Sosial Kesamaan Derajat Elite dan Massa Pembagian Pendapatan BAB VII : MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN Masyarakat Perkotaan Aspek-Aspek Positifdan Negatif MasyarakatPedesaan Urbanisasi dan Urbanisme BAB VIII : PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT Perbeda. dan Ethnosentrisme Pertentangan-Pertentangan Sosial/Ketegangan-Ketegangan dalam Masyarakat Golongan-Golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial Integrasi Nasional .

BAB IX : ILMU PENGETAHUAN. Distribusi dan Konsumsi Kernakmuran dan Kemiskinan Ilmu Pengetahuan dan Daya Kemampuan Masyarakat Teknologi dan Kemiskinan DafiarKepustakaan . TEKNOLOGI DAN KEMISK1NAN Sistem Ekonomi Produksi.

botani dan lainain. meliputi: fisika. Selang waktu berikutnya. SEKILAS TENTANG ILMU-ILMU SOSIAL. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah). Ilmu-ilmu Sosial berkembang terus sesuai dengan kebutuhan manusia dalam era pembangunan.BAB I PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR 1. Dan filsafat itu kemudian lahirlah 3 cabang ilmu pengetahuan yaitu: 1. yang diresmikan pembukaannya pada tanggal 3 Maret 1946. ialah Fakultas Sastra dan Fakultas Sosial. 2. Sesungguhnya latar belakang berdirinya ketiga pendidikan tinggj tersebut lebih menekankan pada pembentukan lembagalembaga pendidikan untuk mencetak kader-kader pengisi jabatan tinggi di Pemerintah . 3. geografi dan lain-lain. Sponsor-sponsor yang mendirikan akademi mi terdin dan tenaga-tenaga akademis pembina ilmu politik di Negara Belanda. a. Balai Perguruan Tinggi itu adalah perguruan tinggi swasta yang dikelola oleh yayasan. Ilmu-ilmu Sosial. Pertaina-tama didirikan di Yogyakarta suatu akademi ilmu politik. 3. khususnya di Indonesia. terdiri dan: sosiologi. psikologi. agama. biologi. politik. kesusasteraan. (Ilniu-ilmu Sosial). bahwa sumber dan semua ilmu pengetahuan adalah philosophia (filsafat). Wujud dan kenyataan-kenyataan adanya perkembangan Ilmuilmu Sosial di Indonesia. kimia. Balk ilmu-ilmu alain maupun ilmu-ilmu sosial ditifik dan pengembangannya bermula dan ilmu filsafat. ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DAN ILMU-ILMU SOSIAL DASAR. antropologi. Telah kita ketahui. kesenian dan lain-lain. 2. Didirikan Akademi Kepolisian. astronomi. ekonomi. setelah bangsa Indonesia mendapat kemerdekaan adalah sebagai berikut: 1. Humanities (fimu-ilmu Budaya) meliputi: bahasa. Social Sciences. mempunyai 2 fakultas. sejarah. didirikan pula Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada pada tanggal 17 Februari 1946.

. Paham studi sosial berkembang dan berpengaruh terhadap program kurikulum pada sekolah-sekolah di Amerika Serikat sejak tahun l940-an sampai sekarang. bahwa ilmu-ilmu sosial merupakan dasar dan IPS. dan masih berlangsung hingga sekarang mi.Republik Indonesia pada saat itu. ilmu-ilmu sosial telah mengalami perkembangan sehingga timbullah paham studi-sosial (social studies). tandaslah sudah bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ialah ilmu-ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi penggunaan program pendidikan di sekolah atai bagi kelompok belajar lainnya. jenjang pendidikan dan perkembangan pengetahuan anak didik. Dan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan. Namun dalam perkembangan tahun-tahun selanjutnya dan ketiga lembaga pendidikan tinggi inilah berkembang ilmuilmu sosial di Indonesia. sangat menentukan materi-materi ilmuilmu sosial rnana yang tepat menjadi bahan/pokok bahasan dalam IFS. an dan pengajaran. SMTP dan SMTA dalam kurun waktu 1975 — 1976. Antropologi. Ilmu Sosial Dasar. Dalam dunia pengajaran. Ilrnu Politik. yang sederajat. c. Dewasa mi di Indonesia terdapat 40 universitas dan institut negeri yang semuanya menyelenggarakan pengajaran dalam bidang ilmu sosial. Psikologi Sosial. Sosiologi. Tingkat usia. atau di Indonesia disebut Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ilmu Pengetahuan Sosial. Ilmu Hukum dan ilmu-ilmu sosial lainnya. dan bukan merupakan satu disiplin ilmu yang mandiri. Materi dan berbagai disiplin ilmu sosial seperti Geografi. Akan tetapi perlu dicamkan bahwa tidak semua ilmu-ilmu sosial secara otomatis dapat menjadi bahanlpokok bahasan dalam IPS. dijadikan bahan baku bagi pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah. Paham studi sosial dipergunakan bagi keperluan pendidik. Ihnu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah bidang studi yang merupakan paduan (fusi) dan sejumlah mata pelajaran sosial. Di Indonesia IPS menjadi salah satu mata pelajaran dalam pembaruan kurikulum SD. Social studies atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu-ilmu sosial yang disederhanalcan untuk tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah (elementary and secondary school) Dengan begitu. b. Ekonorni. Sejarah.

Berdasarkan pengetahuan yang di dapat melalui ISD. Setelah mengorientasikan din secara mantap. Di lain pihak. Pertentar. kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika. yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan rnemben alternatif pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan masy arakat. Melalui penelaahan dan pendalaman subject-oriented tersebut. Perbedaan itu terjadi pada pendekatan bidang studinya saja. diharapkan para mahasiswa akan mampu mengorientasikan diri berkat penghayatan akan arah perkembangan dalam masyarakat. tidak bérarti pengantar-pengantar ilmu sosial harus hilang dari kurikulum perguruan tinggi. nasional maupun intemasianal seperti pengangguran. paling tidak ia harus mampu mengetahui ke arah inana peniecahan jalan keluar suatu permasalahan itu hams ditempuh. regional. Pengembangan Ilmu Sosial Dasar mi sejalan dengan realisasi pengembangan ide dan pembaruan sistem pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatif. ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial kepada para mahasiswa. Akan tetapi dengan dilaksanakannya ISD sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di setiap perguruan tinggi negeri khususnya. berarti proses pendalaman bidang-bidang ilmu menuju ke arah spesialisasi keahlian telah herlangsung. ISD dipergunakan untuk mencari pemecahan masalah-masalah kemasyarakatan melalui pendekatan interdisipliner maupun multidisipliner ilmu-ilmu sosial. sekaiigus sebagai sarana jalan keluar untuk mencani pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di Perguruan Tinggi. sebab ia mempunyai misi memberikan pengetahuan teoritis ilmiah pada ilmu tertentu yang bersifat sub ject-oriented. Seperangkat konsep-konsep dasar atau pengetahuan dasar ilmu-ilmu sosial secara interdisiplin atau multi disiplin dipergunakan sebagai alat bagi pendekatan dan pemecahan problemaproblema yang timbul dan berkembang dalam masyarakat.gan ras dan pergolakan politik merupakan masalahmasalah sosial yang harus diihat serta ditanggulangi dengan segala aspek pengetahuan yang tezjalin satu sama lam. di mana ilmu-ilmu sosial dasar bersumber pada konsep-konsep dasar ilmu-ilmu sosial yang terintegrasi. Ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah Ilmuilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan. Pengantar-pengantar ilmu-ilmu sosial masih harus dipertahankan. . balk yang bersifat lokal. urbanisasi. Masalah-masalah sosial yang berkenibang sedemikian kompleks. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antara ilmu-ilmu sosial dan ilmuilmu sosial dasar (ISD) tidak terdapat perbedaan yang prinsipil sepanjang yang menyangkut konsepkonsep dasar atau pengetahuan dasar ilmu-ilmu sosial. penyelundupan dan kriminalitas.

pedagang. Bahwa hakikat Pembangunan Nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan seluruh masyarakat Indonesia. dan keahlian lain dalarn tujuan eksploitasi kekayaan negara. Kernampuan akademik adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah. baik lisan maupun tertulis. sosial dan kehudayaan. berhau kolonial dan masih merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda. teknik. I) Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dharapkan memiiki tiga jenis kemampuan yang meliputi personal. yang menyangkut ruang lingkup. akadernik dan profesional. Dengan kern ampuan mi para tenaga ahli diharapkan memiiki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap.oriented dalam rangka pendalaman ilmu-ilmu sosial itu secara teoritis. kemasyarakatan dan kenegaraan (Pancasila). kritis. 2.sistematis dan analitis. mampu berpikir logis. Mereka rnenganggap sistern pendidikan yang tengah berlangsung saat mi. mernpunyai kemampuan konsepsional untuk mengiden tifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mamPu menawarkan alternatif pemecahannya. Kita telah mengetahui bahwa Pembangunan Nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. bertujuan menghasilkn tenaga-tenaga trampil untuk menjadi ―tukang-tukang‖ yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi. yaitu kelanjutan dan ―politik balas budi‖ (etische politiek) yang dianjurkan oleh Conrad Theodore Van Deventer. metode dan sistematik any a. Dalam pengertian mi maka manusia .pengantar-pengantar ilmu-ilmu sosial disajikan secara subject. material dan spiritual berdasarkan Pancasila. Kemampuan profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. LATAR BELAKANG ILMU SOSIAL DASAR Latar belakang diberikannya Ilmu Sosial Dasar (ISD) dimulai banyaknya kritik-kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh sejumlah cendekiawan terutarna sarjana pendidikan. Dengan kemampuan mi para tenaga ahli diharapkan memiiki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. tingkah laku dan tindakan yang mencerrniñkan kepribadian Indonesia. Kemampuan personal adalah kemampuan kepribadian. menguasai peralatan analisa. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. yang merata. serta merniiki pandangan luas dan kpekaan terhadap berbagai rnasalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Perkembangan penduduk yang tinggi. terutama Indonesia. seperti suku bangsa. Kedua. yaitu manusia yang memiiki sikap hidup yang selaras. apalagi pendidikan teknologi seperti yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang saat mi. Dalam masalah kependudukan pemikiran mi menjadi jelas: bagaimana menjadikan jumlah penduduk yang besar sebagai modal pembangunan dan bukan hanya beban pembangunan. agama dan sebagainya. membawa pengaruh yang besar terhadap intensitas kontak budaya dengan kebudayaan dan luar. Pertama.bukan hanya menjadi obyek pembangunan. Ketiga. sebagai pioneers. Masyarakat Indonesia adalah merupakan masyarakat majemuk yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan.‘ Namun upaya-upaya pembangunan yang dilaksanakan pada saat ini –khususnya pada negara-negara sedang berkembang – menghadapi tantangan yang berat. melainkan juga kualitas lain yang memungkinkan seseorang berkembang menjadi manusia utuh. sementara kemampuan mereka untuk menghadapinya tetap tidak tinggi. yang ingin dicapai bukan hanya kualitas teknis yang sangat diperlukan untuk mendukung proses lepas-landas. bobot penduduk yang mereka hadapi tidaklah seberat yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang saat mi. Dalam kondisi di mana kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi massa dan transportasi sudah Sedemikian majunya. serasi dan Seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani. telah menimbulkan berbagai masalah di bidang sosial dan ekonomi. sementara pada saat yang sama pembangunan ekonomi harus mereka laksanakan. tetapi yang terpenting adalah bahwa manusia itu menjadi subyek pembangunan. hampir semua pioneers itu ditandai oleh sifat homogenitas daripada keadaan sosial dan kulturalnya. tetapi menjadikan manusia modal atau asset (terpenting) bagi pembangunan. sedangkan negara-negara sedang berkembang saat mi terpaksa bergelut dengan masalah nation building yang rumit. negara-negara Barat tidak menghadapi masalah pemilihan teknologi. Studi-studi yang cermat membuktikan betapa upaya pembangunan di abadabad lalu relatif lebih mudah dibandingkan dengan abad 20. Oleh karena itu diperlukan sikap yang . dengan latar belakang sosiokultural yang beraneka ragam. terutama pada akhir – akhirini. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya sehingga manusia bukan merupakan beban pembangunan. Di sini terjadi perobahan orientasi budaya yang kadang-kadang menimbulkan dampak terhadap tata nilai masyarakat yang Sedang menumbuhkan identitasnya sendiri sebagai bana. Dalam jangka panjang.

yang meliputi mata kuliah: Ilmu Alamiah Dasar (TAD) Ilmu Sosial Dasar (ISD) Ilmu Budaya Dasar (IBD). tidak diwajibkan mengikuti mata kuliah yang bersangkutan. Ketiga mata kuliah dasar tersebut di atas diberikan kepada semua mahasiswa dengan ketentuan bahwa mahasiswa bidang pengetahuan keahlian yang berada dalam ruang lingkup salah satu mata kuliah dásar tersebut. Secara spesifik program Mata Kuliah Dasar Umum. bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.mampu mengatasi ikatan-ikatan primordial. 3. Keempat mata kuliah kelompok pertama terse but merupakan mata kuliah intra kurikuler yang diwajibkan kepada semua mahasiswa. meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. yang dinilai dan ikut menentukan kenaikan tingkat. berkenaan dengan lingkungan alamiah. Kelompok kedua diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa. . mempertebal rasa cinta Tanah Air. mempertinggi kebanggaan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia. kesukuan dan kedaerahan tersebut sehingga integrasi nasional tetap terpelihar. Memiiki wawasan Sejarah Perjuangan Bangsa. bertujuan menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut : a. sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan. Kelompok pertama diharapkan memberi dasar pedoman -pedoman untuk bertindak sebagai warga negara yang terpelajar. ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MKDU Mata Kuliah Dasar Umum di perguruan tinggi di Indonesia dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian. dan merniliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain. lingkungan sosial dan lingkungan budaya. jenjang pendidikan dan ujian-ujian. yang meliputi mata kuliah : 1) Agama 2) Pancasila 3) Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa 4) Kewiraan. b.

limu Sosial Dasar bertujuan membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar rnemperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dan setiap anggota golongan terpelajar Indonesia. 3. Sebagai usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakatdan bana serta agama. maka diselenggarakan program-program pendidikan umum. yang mendahulukan kepentingan Nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia. 2. Demikian pula berbeda dengan pendidikan keahlian yang bertujuan untuk mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang/disiplin ilrnunya.c. e. politik. maupun tentang lingkungan alamiah serta secara bersama-sama berperan serta di dalam pelestariannya. sehingga dengan demikian memudahkan mereka berkomunikasi. Tujuan dan pendidikan umum di perguruan tinggi adalah: 1. ekonomi. 1) Sebagai mata kuliah dasar urnurn. demikian pula untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan negara. Memberi pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berpikir secara interdisipliner dan mampu memahami pikiran dan ahli-ahli berbagai ilmu pengetahuan. . pada dasarnya berbeda dengan mata kuliah-mata kuliah bantu yang bertujuan untuk menopang keahlian mahasiswa dalam disiplin ilmunya. pertahanan keamanan maupun kebudayaan. d. khususnya berkenaan dengan sikap dan tin gkah laku manusia dalarn menghadapi manusia-manusia lain serta sikap dan tingkah laku nianusia terhadap manusia yang bersangkutan. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritás kepribadian yang tinggi. Memiiki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-€ama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya. Jadi pendidikan umum yang menitik-beratkan pada usaha untuk mengembangkan kepnibadian mahasiswa.‘ Menghadapi masalah-masalah dalam penyelenggaraan tndharma perguruan tinggi. Untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan-kenyataan sosial yang timbul dalam masyarakat. Memiiki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan balk sosial.

persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan. kiranya masih memerlukan penjabaran Iebih lanjut untuk bisa dioperasionalkan. konsep. teori) yang berasal dan berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (seperti geografi sosial. ekonomi. sosiologi. sehingga dan perkuliahan tersebut kepada mahasiswa diharapkan :2 1. Mempelajani dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan . Dengan demikian. ilmu politik. sebagai pendekatan tersendin. Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendini. 2.Tegasnya Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah -masalah sosial. Sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar. Berdasarkan ruang lingkup kajian sebagaimana tersebut di atas. maupun gabungan (antar bidang). Adanya berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu masalah sosial. yaitu: 1.‘ Berdasarkan Konsonsium Antar Bidang. psikologi sosial dan sejarah). antropologi sosial. maka kuliah Ilmu Sosial Dasar inerupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejalagejala sosial agar daya tangkap (tanggap nilai). RUANG LINGKUP PEMBAHASAN Berpangkal pada tujuan di atas. yaitu ke dalam beberapa pokok bahasan dan sub-pokok bahasan. maka ada 2 rnasalah yang dapat dipakai sebgai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang Iingkup pembahasan mata kuliah ilmu Sosial Dasar. khususnya masalahmasalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta. tetapi juga adanya amat banyak persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan-pertentangan maupun hubungan-hubungan setiakawan dan kerjasama dalam masyarakat itu.2 4. maka perkuliahan Ilmu Sosial Dasan dibagi ke dalam 8 (delapan) Pokok Bahasan (masing-masing dengan sub Pokok Bahasan). sehingga biasanya suatu masalah sosial bisa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidangbidang pengetahuan keahlian yang berbeda-beda.

dan keadaan lingkungan alamnya di mana masyarakat itu hidup. Mempelajari dan menyadari adanya pertentangan-pertentangan sosial bersamaan dengan adanya integrasi rnasyarakat. Contoh : masalah pedagang kaki lima di kota-kota besar di Indonesia. Menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang her. 3.2. . 5. dasarkan atas studi mereka mempunyai sif at yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masvarakat secara keseluruhan. 8. serta selalu ada kaitannya dçngan hubunganhubungan manusia dan dengan konteks-konteks normatif di mana hubungan-hubungan manusia itu terwujud (Nisbet. Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan. Masalahmasalah tersebut dapat terwujud sebagai : masalah sosial. masalah moral. Masalah – masalah sosial yang dihadapi oleh setiap masyarakat manusia tidaklah sama antara yang satu dengan lainnya. 1961). 5. Pengertian masalah sosial ada dua pengertian 1. an dan pengurangan kemiskinan. MASALAH . Mempelajari usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh manusia untuk memanfaatkan kemakmur. Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat. Mempelajari hubungan antara warga negara dan negara. rnasalah politik. ataupun masalah-masalah lainnya. Yang membedakan masalah-masalah sosial dan masalahmasalah lainnya adalah bahwa masalah-masalah sosial selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranata-pranata sosial. Perbedaan – perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya. 4. keluarga dan masyarakat. 7. masalah ekonomi. Mempelajari dan menyadari adanya masalah-masalah mdividu. masalah agama.. Menurut umum atau warga masyarakat bahwa segala Sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.MASALAH SOSIAL DAN ILMU SOSIAL DASAR. Mengkaji masalah-masalah kependudukan dan sosialisasi serta menyadani identitasnya sebagai pemuda dan mahasiswa. 2. 6.

Oleh karena itu dengan mengikuti batasan yang lebih tegas dikemukakan oleh Lesile (1974). manusia menggunakan kebudayaan sebagai model. Sedangkan ukuran-ukuran yang dipakai oleh para warga masyarakat yang bersangkutan untuk menilai dan mewujudkan tingkah laku mereka adalah model-model dan kebudayaan yang telah mereka punyai. masalah-masalah sosial dapat di definisikan sebagai: Sesuatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai dan yang karenanya dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbalki. Berdasarkan pengertian di atas. membutuhkan bantuan orang lain untuk memecahkan berbagai masalah. minum. dan sebagainya). Sebaliknya ada juga masalah-masalah yang dianggap sebagai masalah sosial oleh umum tetapi belum tentu dianggap sebagai masalah sosial oleh para ahli. dan sebagainya). sebenarnya merupakan proses hasil dan prôses kehidupan manusia yang berusaha untuk menienuhi kebutuhan-kebutuhan jasmaniahnya (manusia harus makan. yaitu yang ada dalam kepala mereka masing-masing yang belum tntu telah berubah sesuai dengan perubahan kondisi . buang air. Kondisi-kondisi itu bukan sesuatu yang tetap tetapi Selalu dalam proses perubahan. pedagang kaki lima bukan masalah sosial. Suatu kondisi yang tidak disukai oleh para warga masyarakat pada hakikatnya tidak biasa berlaku atau cocok dengan kebudayaan mereka. Dengan demikian. Sebaliknya para ahli perencanaan kota. dan di lain pihak para pembeli yaitu para warga masyarakat dengan mudah memperoleh pelayanan dan dengan harga yang pantas untuk taraf ekonomi mereka dan para pedagang kaki lima. Kondisi atau keadaan sosial tertentu. Dalam usaha-usaha untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Perwujudan mi adalah suatu kondisi atau keadaan di mana manusia itu hidup di dalam masyarakat. mengadakan hubungan kelamin. sesuatu masalah yang digolongkan sebagal masalah sosial oleh para ahli belum tentu dianggap sebagai masalah sosial oleh umum. bernafas. ahli sosiologi dan ahli antropologi akan menyatakan bahwa pedagang kaki lima di kota-kota menjadi sumber utama dan suatu kondisi di mana kejahatan dengan mudah dapat terjadi.but dapat memperoleh nafkah untuk dapat melangsungkan kehidupannya. kebutuhan-kebutuhan sosial (berhubungan dengan orang lain. dan sebagainya). mernbutuhkan cinta kasih dan sayang. dan kebutuhan-kebutuhan kejiwaan (untuk dapat merasakan aman dan tenteram.Menurut definisi umum.model petunjuk di dalam menggunakan lingkungan alamnya dan sosialnya di masyarakat. karena di satu pihak para pedagang kaki lima terse. maka masalah-masaláh sosial liii pengertiannya terutama ditekankan pada adanya kondisi atau sesuatu keadaan tertentu dalam kehidupan sosial warga masyarakat yang bersangkutan.

cepat atau lambat. belum tentu dirasakan oleh sejumlah warga masyarakat yang lain dan masyarakat tersebut. Di dalam kenyataannya. Misalnya masalah sampah : Sampah yang bertebaran di mana-mana di sebagian kota dirasakan Sebagai merugikan kebersthan. Sehingga merangsang para warga masyarakat untuk mengidentifikasikan. berlangsung dengan tenang ataupun berlangsung dengan kekacauan. karena dianggap sebagai mengganggu kesejahteraan hidup mereka. atau bahkan dirasakan oleh yang lainnya. Di samping hal di atas.1 a. Di masa lampau. ahli politik dan kenegaraan. Walaupun demikian. politik. sebagai Sesuatu yang mengiantungkan. tetapi pada usaha untuk memahami hakikat manusia menurut perspektif masing-masing.yang mereka hadapi dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari. sosiologi. Masalah-masalah sosial dan Ahli Ilmu Sosial Masalah-masalah sosial telah menghantui manusia sejak adanya peradaban manusia. Dengan demikian terdapat suatu ketidakcocokan antara pengetahuan kebuday a. psikologi sosial. pada waktu belum ada ahli ilmu-ilmu sosial. keindahan dan ketertiban oleh sejumlah warga kota. Sesuatu kondisi yang dianggap sebagai suatu yang menghambat atau merugikan oleb sejumlah warga masyarakat.an dan kenyataan-kenyataan obyektif yang ada dalam kondisikondisi di mana mereka hidup. seperti antropologi. pusat studi-studi dan disiplin-disiplin ilmu-ilmu sosial tersebut bukanlah pada masalah-masalah sosial itu sendiri. ada perIedaan antara kerangka untuk interpretasi subyektif dan para warga dengan kenyataan-kenyataan obyektif dalam mana mereka itu hidup. menjadikan masalah-masalah sosial sebagai ruang lingkup studi mereka masingmasing. Dengan kata lain. Sedangkan masalah-masalah sosial diihat sebagai hasil atau akibat dan adanya proses perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. menganalisa. masalah-masalah sosial tidak dirasakan oleh setiap warga masyarakat secara sama. Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan adalah prosesproses yang secana tetap dan terus-menerus dialami oleh setiap masyarakat manusia. . para warga masyarakat yang biasanya peka terhadap adanya masalahrnasalah sosial adalah para ahli filsafat. komunikasi. tetapi di lain pihak dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan oleh misalnya para pengurnpul barang bekas dan para pengumpul puntung rokok. memahami dan memikirkan cara-cara untuk mengatasinya. pemuka agama. kesehatan. berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang tergolong dalam ilmu-ilmu sosial.

Dengan menggunakan kacamata obyektif. RANGKUMAN: 1. 2. menyajikan suatu pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalahnya dengan menggunakan suatu kerangka pndekatan yang meithat sasaran studinya tersebut sebagai suatu masalah obyektif dan juga menggunakan kacamata subyektif. Diharapkan dengan gabungan kacamata obyektif dan subyektif in akan mewujudkan adanya kepekaan mengenai masalah-masalah sosial yang disetai dengan penuh rasa tanggung jawab dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat ilmiah. Kalau IPS . Begitu juga. Masalah-rrzasatah Sosial dun [imu Sosial Dasar fimu Sosial Dasar sebagai suatu mata kuliah. maka masalah-masalah yang dibahas tersebut akan clikaji menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan.Sejumlah ahli ilmu-ilmu sosial seperti Merton dan Nisbet (1961). merasakan bahwa dengan menggunakan pendekatan masalahmasalah sosial sebagai kerangkanya maka hakikat masyarakat dan kebudayaan manusia akan lebih dapat dipahami. 3. sekaligus Sebagai sarana untuk mencari jalan ke luar dalam pemecahan masalah yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Social Studies atau fimu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah paham studi sosial. ilmu-ilmu sosial (social sciences) atau ilmu-ilmu budaya (humanities). ia bukan merupakan satu disiplin ilmu pengetahuan.2 b. berarti konsep-konsep dan teori-teori berkenaan dengan hakikat manusia dan masalah-mäsalahnya yang telah dikembangkan dalam ilmu-ilmu sosial akan digunakan. warga masyarakat dan negara Indonesia. dan yang dibandingkan dengan kacamata pengkaji atau masing-masing mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. menurut mereka. Denzin (1973). Gerson (1969) dan Brodley (1976). Materi IPS adalah ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran pada tingkat sekolah dasar dan menengah. Basic Social Sciences atau ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah gabungan dan bermacam-macam disiplin ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan. apakah itu ilmu-ilmu sosial alainiah (natural sciences). Dengan begitu antara ilmuilmu sosial dan ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) tidak terdapat perbedaan yang prinsipil. berbagai pemikiran yang secara masuk akal dapat dipertanggungjawabkan yang berkenaan dengan usaha-usah a untuk memperbaiki masalah-masalah sosial tersebut akan lebih dapat dikembangkan. Sumber dan semua ilmu pengetahuan adalah phiosophia (filsafat). Sedangkan dengan menggunakan kacamata subyektif.

yang meliputi mata kuliah Agama Pancasila Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa Kewiraan. Kelompok kedua dtharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan alamiah. khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lain serta sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.diprogramkan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran pada tingkat Sekolah Dasar dan Menengah. 5. Pengantar-pengantar Ilmu Sosial mengemban tugas untuk memberi bekal pengetahuan teoritis ilmiah pada bidang ilmu tertentu yang bersifat subject oriented. Tujuan ilmu Sosial Dasar ialah membantu perkembangan wawasan pernikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dan setiap anggota golongan terpelajar Indonesia. 4. Istilah pengetahuan mempunyai pengertian yang . berarti proses pendalaman bidang-bidang ilmu menuju spesialisasi! keahlian telah berlangsung. Kelompok pertama diharapkan memberi dasar pedoman-pedoman untuk bertindak sebagai warga negara yang terpelajar. Melalui penelaahan dan pendalaman subject-oriented tersebut. lingkungan sosial. Mata Kuliah Dasar Umum di perguruan tin ggi di Indonesia. tetapi hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalahmasalah yang terwujud daripadanya. dan lingkungan budaya. jenjang pendidikan dan ujian-ujian. yang dinilai dan ikut menentukan kenaikan tingkat. 6. Keempat mata kuliah kelompok pertama tersebut merupakan mata kuliah intra‘kurikuler yang diwajibkan kepada Semua mahasiswa. yang meliputi mata kuliah: 5) Ilmu Alamiah Dasar (lAD) 6) Ilmu Sosial Dasar (ISD) 7) Ilmu Budaya Dasar (IBD). Ilmu Sosial Dasar bukanlah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian. 7.ISD diprogramkan sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di Perguruan Tinggi.

maka istilah ilmu pengetahuan telah digunakan karena mencakup suatu pengertian mengenai suatu sistem berpikir dan penalaran yang mempunyai suatu kerangka pendekatan men genai masalah-masalah yang menjadi sasaran perhatiannya. .menunjukkan adanya kelonggaran dalam batas dan kerangka berpikir dan penalaran.

MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN 1. pemeliharaan kesehatan penduduk termasuk usaha-usaha imunitas menjadi lebih terjam m. tetapi. Akan tetapi pada galibnya tidak semua negara di dunia mengalarni pertumbuhan penduduk yang demikian pesat. penduduk dunia telah mencapai 500 jutajiwajumlahnya(lihat tabel 1).BAB II PENDUDUK. Termasuk salah satu di antaranya ilmu kedokteran juga berkembang. Penduduk dunia dun masalahnya Pada awal zaman modern sampai kira-kira tahun 1650. kekurangan penduduk berusia muda sebagai generasi penerus. tidak terkecuali bayi-bayi dan Indonesia. Dengan begitu negara mi lncrnpunyai masalah penduduk bukan pertumbuhannya. Sejak zaman inilah penduduk dunia terus meningkat dengan cepat. secara legal dilakukan melalui adopsi anak/bayi. Kita sering mendengar praktek adopsi yang tidak wajar bagi bayi-bayi Asia. Negara-negara Eropa Barat pada abad 20 mi cenderung mengalami kondisi stasioner. Berkat kemajuan ilmu kedokteran. sampai ia tumbuh subur dan akhirnya bersuami/heristeri dan mempunyai anak dan cucu. bahkan Jerman Barat cenderung memiliki Iebih sedikit jumlah penduduk berumur muda. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN MIGRASI a. dibandingkan dengan jumlah penduduk dewasa. Hal itu dimungkinkan oleh adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. . Kemungkinan menambah penduduk berusia rnu da sebagai generasi penerus bagi negara-negara Eropa Barat khususnya. Oleh karena itu tingkat kematian bayi-bayi yang lahir menjadi lebih rendah.

DGI—BKKBN Jakarta 1982.600 juta 5. laksana zaman perbudakan. terutama anak-anak usia sekolah di negara-negara berkembang di Afrika.500 juta Sumber: Buku Paket Latihan Pendidikan Kependudukan. akibat dan kondisi kcrniskinannya.000 SM 1.700 juta 6. b.TABEL I PERKIRAAN DAN PROYEKSI PENDUDUK DUNIA TAHUN 8. anak-anak/bayi itu diperjualbelikan.500 juta 2. . 1650 1800 1850 1900 1930 1950 1960 1970 1980 1990 2000 JUMLAH JIWA 10 juta 250 juta 500 juta 900 juta 1.000 — 7. Peluang untuk mengadopsi anak-anak/bayi Asia disalahgunakan oleh sindikat-sindikat gelap.000 juta 1. Asia dan Amerika Latin sebagaian besar tidak rnemperoleh kesempatan rnencmpuh jenjang pendidikan di sekolah.000 juta 2. Pendidikan dan Keseha tan di negara-negara berkembang 1) Pendidikan Penduduk pedesaan.500 juta 3.600 juta 4.000 juta 3.

misalnya terjadi pada anak-anak di negara-negara Asia Selatan. Di Honduras (Amerika Latin). termasuk merawat adik yang masib kecil. tidak hersekolah karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekoIah. Srilangka. Di samping unsur tekanan ekonomi. amat sering kedapatan menderita kurang vitamin A. Lap oran-laporan UNICEF j uga men gungkapkan bahwa penyakit polioyelitis banyak . Asia Tenggara. Penyakit-peny akit menular seperti tuberkulosis. mengungkapkan bahwa 45% dan orang tua penghuni kampung miskin. 43% berasal dan anak-anak pedagang.Suatu hasil survei UNICEF mernbukt. antara lain di Kalkua (India) dan di Ibadan di Nigeria bagian barat (Afrika Barat). penduduk pedesaan miskin paling sening kekurangan bangunan sekolah dan guru yang memenuhi syarat. Data lapang menunjukkan 73% anak-anak usia sekolah berasal dari kelompok ayah sebagai staf menengah. dan 20% lainnya karena anakanak mereka hams menolong menyelesaikan pekerjaan di rumah. persentase kanak-kanak untuk rnasuk sekolah sebesar 38%. 2) Kesehatan Penduduk usia muda pada negara-negara berkembang. persentase mi segera menurun menjadi 33% bagi kampung-kampung miskin. Penderita kebutaan dan anemia pada tipe dan tingkatan tertentu. Sedangkan suatu studi di Abijan ibukota Republik Pantai Ga. 72% dan anak-anak usia 7 sampai 14 tahun dapat bersekolah. bany ak menyerang penduduk di daerah pemukiman kampungkampung miskin di perkotaan. Di Karachi (Pakistan) 50% anak usia sekolah berumur antara 5 . Parasit-parasit usus penyebab penyakit cacingan (Askaris) banyak diderita oleh anak-anak di perkampungan iniskin di Lagos (ibukota Nigeria). desa itu tidak memiliki sekolah dasar.10 tahun terdaftar pada sekolah dasar. kasuskasus. Di pedesaan sekitar Dakar ihukota Senegal (Afrika Barat). menyatakan anakanaknya tidak bersekolah karena alasan tidak mampu membayar uang sekolah. seperti Birma.pendenita kekurangan vitamin A yang menonjol.ikan bahwa 58% anak-anak pedesaan miskin di Delhi India. Hasil survei yang sama di karnpung miskin di kota Madras India. India bagian selatan. dan 31% terikat dalam kerja rumah tangga. 27% lainnya berasal dan anak-anak petani. Bahkan yang lebih tragis.ding (Afrika Barat) mencatat gradasi persentase anak-anak sekolah bergantung pada fungsi pekenjaan ayah seorang anak. Di negara-negara berkembang terdapat variasi sanak-anak usia sekolah yang mendapat kesempatan dalam pendidikan formal. Indonesia dan Malaysia. Semakin tinggi status/jabatan pekerjaan semakin tinggi pula jumlah persentase anak-anak yang masuk sekolah.

dimungkinkan oleh fasiitas injeksi yang tidak memadai. buah-buahan dan sayur – mayor. pada tahun 1968. pada tahun 1969. Baru ada tanda-tanda bisul kecil atau koreng. atau lahir dengan ketahanan tubuh yang rapuh. dan boleh jadi akan melahirkan bayi-bayi cacat dan lahir. antara 8 sampai 40 tahun. Pakistan. Sidang pertama kalinya diselenggarakan di Accademia dei Lincei di Rorna. Faktafakta di lapangan membuktikafl bahwa penduduk negara-negara berkembang kekurangan makanan berkadar protein hewani. pada saat itulah disadari oleh seseorang bahwa ia telah terjangkit penyakit lepra atau kusta. Salah satu sebab membuktikan bahwa di beberapa kalangan masyarakat pedesaafl masih berlaku ―tabu‖ yang melarang memakan ikan. Resiko dan melakukan tabu dan pantangan seperti itu para ibu hamil harus menanggung kekurangan protein hewani. Laporan UNICEF tahun 1983 mengungkapkan bahwa hanya 1% saja dan anak-anak di dunia yang tegas-tegas menderita kurang gizi. Penyakit itu menyerang penduduk pada usia produktif. Sebanyak 58% dan anakanak cacat di Kenya sebagai akibat polioyelitis. Fiipina dan Thailand. Terdapat indikasi-indikasi bahwa penyakit mi telah merambat pada anak-anak usia 7 tahun. sidang kedua diselenggarakan di Wina. Beberapa survei konsumsi makanan dilakukan di Asia menunjukkan bahwa pemakaian kalori rata-rata penduduk berada di bawah tingkat yang dibutuhkan di beberapa negara. Berdasarkan estimasi perkembangan penduduk dunia yang sangat mencemaskan itu lahirlah Kelompok Roma (Club of Rome). sebagai penyebab mengapa mereka tidak dapat tertolong. Indonesia. Bersumber dan pada konsultan kesehatan dari World Health Organization (WHO) di Zimbabwe (Desember 1983) ditemukan kurang lebih sejuta penderita penyakit lepra atau kusta di seluruh wilayah Zimbabwe. Hal semacam itu berlaku di kalangan masyarakat di beberapa daerah di Burma. Akan tetapi lebih dan 25% anak-anak di negaranegara berkembang menderita kekurangan gizi yang tidak ketahuan. justru terhadap mereka yang menderita kurang gizi tidak ketahuan itu. 3) Perhatian para negarawan dan ilmuwan terhadap masalah pen duduk dunia Para negarawan dan ilmuwan sungguh-sungguh menyadani dan telah memperhitungkan betapa besar bencana yang ditimbulkan oleh ledakan penduduk dunia. Keistimewaafl penyakit mi penularannya tidak diketahui pasti. biasanya pada kaki. Malaysia dan Fiipina.diderita oleh anak-anak di Srilangka dan Kenya (Afnika Timur). atas undangan . Malaysia. Pemakaian protein total sangat rendah seperti yang dialami penduduk di India. Tabu dan pantangan seperti itu berlaku mulai dan kehamilan 7 bulan sampai 50 han sesudah kelahiran.

Dennis L. memadamkan eksplosi penduduk. Jay Forrester dan MIT. Perancis dan bulan Oktober 1973 diselenggarakan di Tokyo Jepang. adalah suatu model menurut Dynamica System yang merupakan metode baru untuk memahami kelakuan dinamis dan sistemsistem yang kompleks. Kelompok Roma melakukan studi internasional selama 18 bulan dengan biaya dan Yayasan Volkswagen di Jerman.‖ Sidang-sidang berikutnya: tahun 1970 di Swiss. kaitmengkait. Metode kerjanya menggunakan jasa komputer. dekat Paris. Tim Studi inteinasional itu beranggotakan 17 orang. maka dalam waktu 100 tahun saja. ml berarti akan lumpuhlah sistem-sistem pendukung dan pembangkit tatanan kehidupan di muka bumi mi. Meadow dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).Kanselir Austria. tahun 1971 di Jouy. Metodologi sistem dinamik itu sebagai karya rintisan Prof. . 4) Interaksi eksponensial dan lima variabel yang dominan. Pengetahuan bahwa struktur setiap sistem banyaknya hubungan yang bersif at berputar. memperbaiki alam lingkungan manusia. daya tahan dan keseimbangan bumi kita akan mencapai batas kemampuan terakhir. serta mempelajari berbagai pengaruh timbal balik terhadap sistem dunia dalam jangka panjang. Sejalan dengan itu pada tahun 1969. Dan studi tersebut dapat ditanik kesimpulan bahwa apabila kondisi-kondisi yang berlaku sekarang mi dibiarkan kadaluwarsa. (5) dan makin rusak alam lingkungan. dan membeni daya gerak yang diperlukan bagi usaha-usaha pembangunan. diketuai oleh Dr. Sekretaris Jenderal PBB (pada waktu itu U Than) menyatakan bahwa bagi anggota PBB ―barangkali hanya tinggal sepuluh tahun lagi untuk menekan pertikaianpertikaian lama mereka. yaitu (1) penduduk yang makin bertambah (2) makin pesat industrialisasi (3) produk pertanian (4) makin habis sumber-sumber alam yang tak tergantikan. The Limits to Growth (Batas-batas Akhir Pertumbuhan Dunia) merupakan gerakan tahap pertama dan proyek internasional itu. Model dunia mi secara khusus dibuat untuk mempelajari kelakuan kelima unsur dominan. yang lebih dikenal dengan Model Dunia Promotif. serta melancarkan suatu kerjasama semesta untuk mengekang perlombaan senjata.

akan dihadapi krisis kekurangan tanah yang serius. di samping modal yang cukup. cenderung makin berkurang Ia.par lahan‖ baik untuk perumahan maupun untuk kegiatan pertanian. lingkungan perkotaan mengalami pencemaran cukup berat. kadar zat asam di dalam air laut terus menerus berkurang. begitu muncul akan hilang lenyap ditelan lautan manusia. Dan segi lain. akan semakin terasa pula ―Ia. Hal mi berakibat akan mematikan makhluk-makhluk hidup di laut. Semakin bertamhah manusia. Separuh dan luas tanah itu yang paling subur dan paling rnudah dijangkau oleh manusia telah digarap secara turun temurun dan terus menerus. Harga-harga pangan akan melambung tinggi.par lahan‖ baik untuk perumahan maupun untuk kegiatan pertanian. air. penduduk perkotaan juga diancam oleb membengkaknya polutan (Zat-zat pencemar yang menimbulkan polusi) sampah. Penduduk bertambah. Kini ancaman polutan bagi umat manusia yang sangat serius datang dan sampah-sampah organik. limbah industri dan limbah rumah tangga. akibat pertumbuhan penduduk eksponensial. Bumi kita mempunyai kira-kira 3. Krisis berikutnya segera menyusul.2 milyar hektar tanah yang potensial baik untuk pertanian.han pertanian dan pemukiman. tidak terkecuali ikan. memungkinkan segera meningkat pula kebutuhan akan sumber-sumber alam berupa: hutan. Produksi pangan tidak mencukupi kebutuhan hidup manusia. Peningkatan produksi pangan akan berkait dengan penyediaan lahan dan tata air/irigasi teknis yang mamadai. melainkan diawali dengan berbagai gejala Sebelum kebutuhan tanah pertanian melebihi dan cadangan ta. Krisis kekurangan tanah pertanian tidaklah muncul Secara tiba-tiba. akan semakin terasa pula ―Ia. mineral/barang tambang dan bahanitu yang paling subur dan paling rnudah dijangkau oleh manusia telah digarap secara turun temurun dan terus menerus. sehingga pada saatnya terjadi bahaya kelaparan. Pada dimensi lain. bersumber dan knalpot-knalpot kendaraan bermotor yang memuntahkan produk-produk korban dioksida setiap saat. Semakin bertamhah manusia. Pada sisi lain. nah yang masih ada. Diperkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi dua kali lipat. cenderung makin berkurang Ia. Produksi pangan seolah-olah tidak punya arti apa-apa. kebutuhan sandang pangan dan papan/penumahan harus bertambah. .han pertanian dan pemukiman.Kelima vaniabel yang dominan membuktikan saling mempengaruhi satu sama lain. akibat bertambahnya penduduk dunia yang diiringi dengan peningkatan taraf hidup. Beberapa contoh akibat sernakin banyak sampah organik dibuang ke luar Baltik yang kemudian membusuk.

limbah industri dan limbah rumah tangga. sehingga pada saatnya terjadi bahaya kelaparan. Produksi pangan tidak mencukupi kebutuhan hidup manusia. bersumber dan knalpot-knalpot kendaraan bermotor yang memuntahkan produk-produk korban dioksida setiap saat. tidak terkecuali ikan. akibat pertumbuhan penduduk eksponensial. akibat bertambahnya penduduk dunia yang diiringi dengan peningkatan taraf hidup. pada tahun 1950 penduduk Amerika Serikat mengkonsumsi 7 bilyun kaki kubik gas alani. Alpa untuk melestarikan lingkungannya. Pada dimensi lain. Apalagi bila umat manusia lupa akan sifat-sifat alami. lingkungan perkotaan mengalami pencemaran cukup berat. maka daya pikul dunia akan dilampaui. terutama hutan. Harga-harga pangan akan melambung tinggi. Krisis berikutnya segera menyusul. air. Dari segi lain. Pada sisi lain. Hal mi berakibat akan mematikan makhluk-makhluk hidup di laut. Beberapa contoh akibat sernakin banyak sampah organik dibuang ke luar Baltik yang kemudian membusuk. air dan tanah. . Pada tahun 1971 mereka melahap gas alam sebanyak 23 bilyun kaki kubik. mineral/barang tambang dan bahan galian sebagai bahan baku industri alam Iebih cepat terkuras. Krisis kekurangan tanah pertanian tidaklah muncul Secara tiba-tiba. Berapa banyak konsumsi BBM oleh umat manusia di dunia pada tahun 1983? Berapa banyak pula konsumsi barang tambang dan bahan galian untuk memenuhi kebutuhan industn setiap tahun? Tidak dapat disangkal lagi. melainkan diawali dengan berbagai gejala Sebelum kebutuhan tanah pertanian melebihi dan cadangan ta. akan dihadapi krisis kekurangan tanah yang serius. betapa haus manusia akan sumber-sumber alam. memungkinkan segera meningkat pula kebutuhan akan sumber-sumber alam berupa: hutan. Satu contoh. Produksi pangan seolah-olah tidak punya arti apa-apa. apakah yang akan terjadi pada sistem dunia kita bila mencapai batas-batas maksimumnya? Karena persediaan sumbersumber alam yang tak tergantikan sudah semakin habis. dan terjadiiah keruntuhan kehidupan di dunia. Andaikata kelima variabel pokok berkembang seterusnya dengan ukuran seperti selama 70 tahun terakhir.Diperkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi dua kali lipat. memang cabangcabang kehidupan di bumi mi akan mempunyai batas akhir. Kini ancaman polutan bagi umat manusia yang sangat serius datang dan sampah-sampah organik. kadar zat asam di dalam air laut terus menerus berkurang. nah yang masih ada. begitu muncul akan hilang lenyap ditelan lautan manusia. penduduk perkotaan juga diancam oleb membengkaknya polutan (Zat-zat pencemar yang menimbulkan polusi) sampah.

Untuk mencapai suatu ekosistem penduduk dunia yang stabil. diperlukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. yang akan dapat mempengaruhi tata ekonomi. 5. sehingga akan cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan setiap orang. Keduanya dapat mengakibatkan perubahan bahan dalam humas welfare dan struktur penduduk. Sebenarnya perwmbuhan penduduk saja tidak akan menimbulkan masalah penduduk. dan penyeharan penduduk. Masalah penduduk timbul sebagai akibat dan perubahan penduduk. d. 2. Kerapatan/kepadatan.segera menentukan langkah-langkah kongkret dalam penanggulangan problem. Pertumbuhan penduduk satu belun: merupakan masalah penduduk yang vital.problem penduduk dunia. dan pemecahan masalahnya itu tidak dapat dilakukan dengan cara satu segi dan secara sesaat dengan cepat. antara lain Pertanibahan atau pengurangan penduduk. 2. 3. Prioritas besar diberikan kepada usaha-usaha penyuburan clan perlindungan tanah untuk mencegah erosi. Penduduk djstabilisasi/diseimhaflgkan Konsumsi sumber alam dan pembangkitan polusi narus dikurangi sampai seperempat dan tingkat konsumsi tahun 1970-an. Penyelenggaraan pendidikan dan pengadaan fasilitas kesehatan lebih diutamakan. 4. Penekanan lebih besar diberikan kepada produksi bahan pangan. yaitu 1. tata pergaulan. Ucaha mengatasi masalah penduduk dunia.c.Ada 4 macam teknik pelayanan kesehatan. tata politik dan budaya masyarakatnya. Mengikuti pertumbuhan anak Penggunaan air susu ibu Imunisasi Pengobatan Oral Rehydration Therapy (ORT). Afrika dan Amerika Latin. 3.pat ditimbangi penambahan kebutuhan hidup dan . terutama di negara-negara Asia. bilamana mi cia. Kenaikan pesat jumlah penduduk dunia. Macalah penduduk di Indonesia Masalah penduduk atau Population Problem merupakan masalah yang bersegi banyak. mendorong usahausaha bersama negara-negara di dunia untuk .

penyebarannya yang merata. satuan luas dinyatakan dalam meter persegi. Sedangkan untuk daerah urban (kota). Di Indonesia penyebarafl penduduk tidak merata dan penyebaran yang tidak merata mi meninibulkan masalah kelebihan. Beberapa masalah penduduk yang erat hubungannya dengan manusia dan lingkungan alam. kekurangan penduduic untuk beberapa daerah tertentu. Untuk daerah rural (desa) satuan luas mi dinyatakan dalam satuan kilometer persegi atau hektare. sumber alam kemudian transportasi dan sebagainya. . iklim. Untuk mi dapat anda pelajari beberapa masalah kependudukan yang disebahkan karena : 1) Rapat Penduduk (Population Density) Pengertian untuk mengenal rapat penduduk ialah Perbandingan antara jumlah orang dengan tanah yang didiami/diOlah dalam satuan luas. 2) Penyebaran Fend uduk (Population Distribution) Tersebarnya penduduk dalam beberapa wilayah sangat tergantUng dan faktor-faktOr: lokasi. Seperti di Jerman. Kegunaan mengetahui angka kerapatan penduduk adalahsebagai berikut : Untuk mengetahui ada tidaknya gejala overpopulation. Untuk mi dapat anda lihat tabel sebagai berikut : Tabel 4 : Jumlah Penduduk. setelah Perang Dunia II kurangnya penduduk merupakan masalah sebab menimbulkan gejala semakin kurangnya tenaga kerja (man power). Untuk mengetahui penyebaran dan pusat-pUSat kegiatan ekonomi maupun budaya. Untuk mengetahui pusat-pusat aglomenraSi penduduk. luas tanah dan kepadatan Penduduk Indonesia menurut Sensus Penduduk 1971. di mana orang sudah banyak yang hidup dalam gedung bertingkat. Tetapi untuk negara-negara sedang berkembang dan terbelakang. Justru dengan kasus pada negara-negara tertentu. jumlah penduduk yang besar menjadi masalah. Prancis.

3. Daerah (x 1000) Jumlah Penduduk Luas tanah Kepadatan 1.708 565 38 9 37 14 Tabel 5: Kepadatan Penduduk Jawa. 4.703 541.152 8.654 572. Luas (1000 km2) Penduduk 1973 (Juta) Penduduk Kepadatan Penduduk Kepadatan Penduduk per km2 1978 (Juta) 1973 per km2 Jawa 135 Luar Jawa 1.813 5.892 80 89 594 660 46 53 24 28 Indonesia 2.843 227.174 550. Luar Jawa dan Indonesia tahun 1973 dan 1978.103 20. 5.027 126 142 62 70 .No. Jawa&Madura Sumatera Kalimantan Sulawesi Pulau-pulau lain 76. 2.535 8.008 134.

sung maupun tidak langsung dengan adanya pertambahan penduduk yang cepat. Hal mi disebabkan karena pada umumnya negra – Negara sedang berkembang dijatuhi dengan akibat yang lang. kerapatan penduduk 200/km2. ini berarti apabila di daerah yang mempunyai rapat dan penduduk lebih besar dan 501km2. Masalah Penduduk yang dihadapi oleh Negara yang sedang berkembang. maka adanya pengangguran tidak nampak.3) Kelebihan Penduduk dan Kekurangan Penduduk (Over Polupation dan Under Population).Sebaliknya di daerah pertanian yang intensif. telah tidak dapat memberikan kebutuhan hidup kepada manusia yang berdomisili di wilayah tersebut. Sedang akibat dan under population ialah kurangnya tenaga kerja di sektor-sektor yang sangat memerlukan tenaga manusia misalnya pada saat akan diadakan ekstensifikasi pertanian dan sebagainya. Di daerah-daerah di mana penduduk masih melaksanakan shifting Cultivation atau sistem ladang. Penggunaan angka kerapatan penduduk sebagai ukuran ada tidaknya kelebihan penduduk. Di daerah pedesaan di mana unsur gotong royong masih sangat kuat. Kelebihan penduduk yang relatif. Untuk ini ada dua macam kelebihan penduduk yang anda perlu ketahui. maka gejala kelebihan penduduk akan dialami. Yaitu apabila suatu daerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan keniajuan ekonomi dan perkembangan sosial. Sering kita menggunakan angka kerapatan penduduk sebagai ukuran untuk mengetahui ada tidaknya kelebihan penduduk. Kelebihan penduduk yang absolut. angka rapat penduduk maksimum adalah 50/km2. Yaitu apabila suatu daerah dalam waktu tertentu. Hal yang demikiar itu adalah tidak benar. a) Masalah Kelebihan Penduduk. Akibat langsung dengan adanya kelebihan penduduk ialah timbulnya pengangguran. yaitu. mungkin belum . sehingga sering disebut pengangguran tidak kentara (disyuised unemployment). Akihat tidak langsung dan hal mi adalah timbulnya kriminalitas. Dalam kehidupan sehari-hari kita lebih banyak mempersoalkan masalah kelebihan penduduk daripada kekurangan penduduk.

Akibatnya fasilitas secara kualitatif dalam bidang pendidikan masih terbatas.37 19. Tingkat Pendidikan Banyaknya (%) TidakSekolah Belum tamat SD Sekolah Dasar SLO (Umum + Kejurusan) SLA (Umum + Kejurusan) SLA (Umum + Kejurusan) Universitas Sumber Biro Pusat Statistik. Oleh karena itu.menimbulkan masalah penduduk. Maluku ± 11/km2 dan sebagainya. dengan angka kepadatan penduduk 447/km2. di mana .03 2. Mengingat negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat. b) Masalah Tingkat Pendidikan Masyarakat yang Relatif Rendah. penduduk relatif. karena kekurangan modal maupun tenaga-tenaga ahli atau terdidik.01 32. Yang hal mi disebabkan antara lain Kurangnya fasilitas pendidikan dalam segala tingkatan dan di seluruh daerah. Jakarta. umur 10 tahun ke atas yang telah dapat mencapai tingkat pendidikannya tahun 1971 (menurut sensus 1971).14 Dan tabel tersebut ternyata banyaknya penduduk yang masih buta huruf maupun putus SD (Drop-out SD) adalah besar prosentasenya. dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel 6 : Penduduk Indonesia. 41. Di Indonesia beberapa daerah telah mengalami kelebihan penduduk. Sedang di luar Jawa dan Madura beberapa daerah masih kekurangan penduduk seperti Kalimantan 9/km2 . seperti di Jawa dan Madura.03 0.3 2. Pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer pada umumnya dan untuk biaya sekolah. masyarakat dalam mencapai pendidikan yang tinggipun masih sedikit sekali.38 4. Tingkat Pendidikan yang dapat dicapai oleh masyarakat Indonesia. (Lihat tabel 4 di muka). Oleh karenanya masalah Pendidikan menjadi problem Nasional yang cukup gawat. No.

1 3.5 2. 1972 Hal 10—11.1 2. Perkapita Tingkat Pertumbuhan penduduk (%) Jepang Malaysia Korea Selatan Pilipina Sriangka Thailand Vietnam Selatan Kmer Laos Pakistan India Indonesia China Birma 1.5 2. 5) Masalah Pendapatan atau Produksi Perkapita dan Tinggi Pertumbuhan Penduduk. . Okt.1 2.3 3.8 2.5 2.dikatakan bahwa tinggi rendahnya tingkat pendidikan masyarakat menggambarkan tinggi rendahnya kemajuan bangsa. Dengan adanya berbagai masalah yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang relatif cepat tersebut maka setiap pemerintah/negara mengambil kebijaksanaan kependudukan.5 1.2 Sumber Majalah Geres — FAO — Riview.2 2.4 2.190 330 180 180 180 150 130 120 100 100 100 100 90 70 1.Pertambahan Negara (US.6 2. Dollar) GNP. Tabel 7 : Produksi Perkapita dan tingkat Penduduk di beberapa Negara Asia. Keterangan angka-angka perkiraan.4 3. Sept.

hasil bumi dan ternak dapat tetap tinggi perlu dipelihara sumber-sumber biotik dengan mencegah penyakit-penyakit tanaman dan hewan. Dalani usaha mengimbangi pertanibahan penduduk perlu hasil-hasil pertanian dan peternakan dipelihara. Kebijaksanaan kependudukan di negara maju dan di negara-negara berkembang. Benefisiasi : Sumber-sumber alam tetap dipelihara Kelangsungan fungsinya beserta perkembangannya. industn.Kebijaksanaan Kependudukan Maksud diadakannya Kebijaksanaan Kependudukan adalah untuk dapat lebih tercapainya kesejahteraan penduduk/niasvarakat dalarn arti yang luas. yang dapat dilaksanakan dengan: Preservasi : dalam hal mi diusahakan agar kualitas dan kuantitas hasil bumi diperbaiki untuk rnasamasa yang akan datang. Pengertian kebijaksanaan Kependudukan Pada prinsipnya kebijaksanaan suatu negara yang me nyangkut kernakmuran penduduknya dapat digolongkan dalarn kebijaksanaan kependudukan. atau jumlah jiwa dan pemukiman dalam hubungannya dengan sumber-sumber yang tersedia setiap orang. Restorasi: agar berhasil. terutama terjadinya keseimbangan antara jumlah penduduk dengan basil pembarigunan baik melalui pertanian. berturut-turut atau secara bermacam-macam sekaligus tergantung kepada keadaan setempat. agar makin banyak tenaga alam dapat dipergunakan dalam proses pembangunan. halaman 267 269. impor dan ekspor dan sebagainya (pidato kenegaraan Presidn RI 16 Agustus 1969). . Pelaksanaan Kebijaksanaan Kependudukan: Dalam melaksanakan kebijaksanaan kependudukan untuk penyelesaian masalah penduduk dapat ditempuh beberapa usah yang dapat diiaksanakan sendiri-sendiri. dipertahankan dan ditambah (konservasi). Tetapi pada uniurnnya yang dimaksud hanyalah kebinaan yang menyangkut perubahan kuantita dan kualita penduduk pemancaran penduduk. lihat buku Pendidikan Ke• pendudukan.

Rekiamasi : Penambahan hasil pertanian dapat dijalankan dengan mengubab tanah-tanah irnproduktif menjadi produktif. dapat menambah kualitas dan kuantitas prod uksi pertanian. Intensifikasi pertanian. dan sebagainya. Sitiung. Macam -macam transmigrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah : transmigrasi umum transmigrasi spontan transmigrasi sektoral transmigrasi ABRI . : Tenggara dan Pulau-pulau lain. Bali. (Jsaha Ek stensifikasi dan fntencifihasi Pertanian Ekstensitikasi Pertanian L untuk menambah basil bumi. Untuk di Indonesia. dan sebagainya. Madura dan Bali. areal pertanian harus diperluas dengan jalan rnembuka hutan (forest clearing) atau mengeringkan rawa-rawa. Intensifikasi mi dilakukan pada daerah-daerah yang sudah tidak memungkinkan terjangkaunya perluasan areal pertanian. Untuk perhaikan-perbaikan dalam bidang bercocok tanarn meliputi pemupukan. daerah-daerah yang padat penduduknya (daerah pengirim) terutama dad Jawa. Seperti di Indonesia antara lain daerah:Jawa. dan Timur. Madura. : Barat. pengairan. pemilihan bibit unggul. dan dapat menimbulkan daerah-daerah pertanian baru di daerah yang menerima. Ucaha-ucaha yang di1akanakan Kebijahsanaan Kependudukan. pembuatan teras sawah rotasi tanaman dan lain-lain. Sedang daerah penerima : Sumatera Kalimantan Sulawesi : Rimbo Bujang. Transmigrasi: Pernindahan penduduk daerah padat ke daerah yang tidak atau kurang padat dapat mengurangi populations pressure di daerah pengirim.

transmigrasi Bedol Desa. meliputi Menjarangkan kelahiran Pengobatan Kemandulan Nasihat Perkawinan. yaitu Pancasila. . sehingga dapat mengurangi penderitaan. Keluarga Berencana Keluarga Berencana telah diprogramkan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1968. Untuk mi maka perlu meningkatkan Program Keluarga Berencana Secara integral melalui berbagai pendidikan formal maupun non formal. Jndustrialisasi: Industrialisasi mi diusahakan agar kebutuhan penduduk dapat dilayani secukupnya dengan cepat dan merata tetapi tidak mengurangi kualitas produksi. menaikkan taraf hidup mengurangi masalah-masalah sosial ekonomi. Yakni jumlah anak sekitar 3 orang. dan organisasi-organisasi baik pemerintah maupun swasta. Tidak boleh ada paksaan dan Pemerintah maupun Petugas. Sifat Pelaksanaan Program Keluarga Berencana adalah sukarela bagi pengikut/pesertanya. ibu dengan cara menjarangkan kelab iran. Usaha Program Keluarga Berencana. Dengan Program Keluarga Berencana tersebut diharapkan agar Keluarga Berencana dapat membudaya bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan mencintai keluarga kecil yang bahagia sejahtera (Small family Size). Sebab mi diselaraskan dengan Falsafah Bangsa Indonesia. Sarana Program Keluarga Berencana. Penyebaran Industrialisasi: pembangunan industri sebaiknya dapat menyebar ke seluruh wilayah Indonesia sehingga dengan desentralisasi industri mi akan mendorong pembangunan di masingmasing daerah. Adalah Masyarakat seluruh Indonesia/terutama rnereka pasangan suami isteri/keluarga baik di kotakota rnaupun di desa – desa. yang secara efektif baru berjalan mulai tahun 1970. Mengurangi laju pertambahan penduduk. agar dapat seimbang antara pertambahan penduduk dengan produksi nasional. Tujuan Program Keluarga Berencana Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama anak.

Maksud pelaksanaan Pendidikan Kependudukan adalah agar masyarakat . Unit geograf is dapat berarti suatu daerah administratif. tidak mencintai keluarga hesar yang tanpa bahagia. Dengan kata lain. Tujuan dan Pelaksanaan Program Pendidikan Kependudukan. Usaha mengernbangkan konsep migrasi ternyata . Ross Steele menyatakan bahwa migrasi meliputi perpindahan ke rumah sebelah yang jarak beberapa meter dan rumah lama.pat tinggal dan pindahnya tidak terlalu dekat. kota atau negara. 1985). tetapi juga mencakup perpindahan ke negara lain yang jaraknya beribu-ribu kilometer (dalam Sunarto. Konsep migrasi di atas mengandung pengertian sebagai perubahan tempat tinggal secara permanen. e. kabupaten. 1985). migrasi merupakan perpindahan penduduk dan satu unit geografis ke unit geografis Iainnya. serta tepat. melainkan. secara garis besar adalah agar inasyarakat/ anak didik dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pertumbuhan penduduk secara cepat.(5) Pendidikan Kependudukan: Peningkatan dan perluasan Pendidikan Kependudukan dapat melalui berbagai lembaga Pendidikan formal maupun non formal (di luar sekolah) dengan menggunakan dan memanfaatkan secara efisien dan efektif semua jenis saluran komunikasi dan mass media yang ada. tidak memberikan batasan pada jarak maupun sifat kepindahan tersebut. Selanjutnya PBI3 menyatakan bahwa migrasi ialah suatu perpindahan tempat tinggal dan suatu unit administratif he unit administratif lainnya (dalam Sunarto. pindah ke unit administrasi lain. misalnya kelurahan. sejahtera. serta segala akibatnya maupun dapat menghubungkan antara pertumbuhan penduduk tersebut dengan program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah dalam usaha mencapai kesejahteraan masyarakat. Maka mereka diharapkan dapat menyesuaikannya hal itu dalam kehidupan keluarga masyarakat bangsa dan manusia pada umumnya. Migraci (Perpindahan Periduduk) Migrasi adalah gejala gerak horizontal untuk pindah tern.iapat mengubah cara berpikir dan cara berpikir tradisional statis menuju cara berpikir yang rasional dinamis dan bertanggung jawab terhadap besar kedllnya keluarga dalam memanfaatkan masa produktifnya yakni dengan mencintai keluarga kecil yang berhahagia. melintasi batas administrasi.

Kemajuan teknologi akan mengakibatkan intensitas migrasi. Dua di antaranya dapat dikemukakan sebagai benikut 1) Teori Gravitasi Ravenstain pada tahun 1889 telah menguraikan pendapatnya tentang fenomena migrasi yang disusun dalam hukumhukum migrasi yang terkenal sampai sekarang. Pendapatan Ravenstein yang hampir satu abad yang lalu ternyata sampai sekarang masih relevan. Wanita cenderung bermigrasi ke daerah-daerah yang dekat letaknya.tidak menghasilkan suatu rumusan yang seragam. Teori Migrasi.. Satu hal yang tampaknya disepakati bersama adalah migrasi menyangkut perubahan tempat tinggal dan yang biasanya. kemudian mendapatkan julukan ―bapak migrasi‖. Teori mi kemudian dikenal dengan nama ―distancedecaY theory‖. Migrasi dalam hal mi diartikan sebagai perpindahan seseorang melewati batas propinsi lain dalam jangka waktu 6 bulan atau lebih. Ravenstein dengan teon yang dikemukakannya. an dan hukum-hukum yang dikemukakannya. 2) Teori Dorong — Tank (Push-Pull Theory) . Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut Semakin jauh jarak. semakin berkurang volume migran. Dan teori yang dikemukakannya kemudian berkembang berhagai teori gravitasi lainnya. Namun demikian dijelaskan pula bahwa seseorang dikatakan telah melakukan migrasi apabila ia telah melakukan perpindahan kurang dan 6 bulan tetapi telah secara resmi pindah atau sebelumnya telah ada niatan untuk menetap di daerah tujuan. Adanya perbedaan desa dengan kota akan mengakibatkan timbulnya migrasi. Motif utama migrasi adalah ekonomi. Di Indonesia konsep migrasi yang dipergunakan di antaranya yang dikemukakan oleh Biro Pusat Statistik dalam serisus penduduk tahun 1971 dan tahun 1980. Terdapat beberapa teoni secara khusus menjelaskan fenomena migrasi. Setiap arus migran yang benar. akan menimbulkan arus balik sebagai gantinya. dan pada dasarnya teori-teori migrasi yang lainnya merupakan pengembang.

keadaan iklim dan lingkungan yang menyenangkan (kota peristirahatan di daerah pegunungan). Ada orang sakit-sakitan di daerah dingin. Mereka tergolong migrasi psikososial. pertentangan sosial. Dalam teorinya Lee mengemukakan adanya 4 faktor yang berpengaruh terhadap seseorang dalam mengambil keputusan untuk bermigrasi yaitu: a. Sebaliknya banyak juga orang yang pindah dan kota. Orang yang dengan kehendak sendiri dan dengan motif tertentu. karena suasana kota tidak menenteramkan. Jeni-jenis migrasi di atas pada dasarnya termasuk ke dalani migrasi internal.ping itu ada berbagai variabel yang mengakibatkan mignasi tarik dan migrasi dorong. yang membuat mereka senang dan mendapat kepuasan batin. disebut migran primer. seperti : kerusakan sumber daya alam (erosi tanah. pindah ke daerah lain. Jika isterinya dan anak-anaknya juga ikut pindah. 1a pergi pindah ke daerah pantai yang hawanya panas demi kesehatan jasmaninya. Selain jenis-jenis migrasi di atas. .Iani suatu negara. sebaliknya hasil teknologi baru Seperti mekanisme pertanian. sering kambuh penyakit asmanya.Teori dorong-tanik dikemukakan pertama kali oleh Everett S. Migrasi nternasional terjadi antana negara-negara. merasa kesepian. goncangan-goncangan iklim. akan menyebabkan banyak pengangguran yang mendorong migrasi ke luar daerah pedesaan. Migrasi internal terjadi antara dua unit geograf is da. d. pendirian industri-industri. dikenal pula migrasi internal dan migrasi internasional. Perubahan teknologi misalnya. terlalu gaduh terlalu bising. agama). meskipun mereka mungkin hanya ikut-ikutan disebut migran sekunder. politik. Faktor-faktor yang bisa menjadi daya dorong. sedang di kota banyak hiburan dan kegiatan yang merupakan daya tank mereka. Ia merupakan migran fisiososial. Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal maupun di daerah tujuan dapat bersifat positif artinya mempunyai daya dorong atau mempunyai sif at negatif artinya mempunyai daya penghambat. b. misalnya ingin mengembangkan bakat dan kemampu annya. Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal Faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan Faktor-faktor rintangan Faktor pribadi. Adapun faktor-faktor yang mempunyai daya tank ialah penemuan sumber daya. misalnya: pertambangan. menggalakkan bangkitnya industri di kota-kota besar yang menanik banyak buruh dan tenaga. banjir. terlalu banyak orang. Di sam. Banyaknya orang pindah ke kota karena di desa tidak krasan. c. Lee pada tahun 1966. kekeringan.

Jeni/Macam Migrasi Dalam hal mi dapat digolongkan menurut lokasi perpindahan.. Kalau keluar ke negara lain disebut emigrasi. Antar daerh (dalam satu negara). Maka tingkat Migrasi adalah : 690. but: Urbanisasi. itu disebut Mobiisasi. yakni: Antar negara. tetapi kalau masuk atau datang dan negara lain adalah iinigrasi. untuk mi apabila terjadi antar pulau dan akan bertempat tinggal larna (menetap) disebut : Transmigrasi.000 X 1000 = 5.000. tiap senibu penduduk pada setiap tahun. Antar daerah (dalam satu pulau dan Desa ke Kota) dise. Hal ini ada kecenderungan akan bertempat tinggal relatif lama. Tetapi apabila perpindahan tersebut hanya antar daerah kota yang agak berdekatan dan hanya untuk beberapa han karena suatu sebab seperti berdagang.000. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun itu 138. Rumusnya adalah : JumlahMigrai dalam 1 tahun X 1000 Jumlah penduduk Contoh: Misalnya Negara Indonesia tahun 1979. Imignasi adalah migrasi internasional dipandang dan negara penerima atau negara tujuan. pelakunya disebut emigran. . terdapat perpindahan penduduk ke negara Malaysia sebanyak 690. pelakunya disebut imigraSi. Ernigrasi adalah migrasi internasional dipandang dan negara asal atau penginim. Jelasnya besar kecilnya angka yang disebabkan oleh terjadinya perpindahan penduduk dan suatu negara/daerah ke negara/daerah lain.000 orang.Dalani migrasi internasional selanjutnya dikenal konsep emigrasi dan imignasi.000 orang.000 138. Untuk ini dapat dicari migrasi Nettonya yakni terjadi Emigrasi atau migrasi bagi negara yang bersangkutan. disebut emigrasi atau imigrasi.

Oleh karena itu kepergiannya dalam usaha untuk mencani kehidupan yang lebih baik. Perpindahan suatu bangsa mi disebabkan karena daerah atau negaranya sendiri sudah tidak memberikan kemungkinan kehidupan yang baik. Dengan demikian dapat dimengerti. yang berarti : Pertambahan Penduduk fertilitas mortalitas emigrasi imigrasi. Dalani hal mi ada yang bersifat sernentara dan ada yang bersifat lama (mungkin menetap) yang mi pada umumnya sebagai penyebab terjadinya transmigrasi dan atau urbanisasi. bibit unggul.Dan uraian-uraiafl di atas dapat dirumuskan pertambahan penduduk sebagai berikut P P f m e i = = = = = = (f — m) + (e — i). baik itu yang bersif at internasional maupun nasional/lokal. Alasan politik. seperti:pupuk. akibat pertumbuhan pendduk melaju dengan cepat.Sebab-sebab perpindahan penduduk: Alasan ekonomi. PEMBAGIAN KERIJA DALAM MASYARAKAT Meskipun teknologi baru di bidang pertanian. Pada suatu negara sering terdapat pergolakan politik kenegaraan. maka mereka melakukan perpindahan: ke negara lain. Misalnya: perpindahan pendud uk (pengungsi) Vietnam pada akhir tahun 1979 – 1980. Dalam hal perpindahan penduduk tersebut pada urnumnya menimbulkan masalah baru yaitu dalam penyesuaian daripada tempat yang baru. Alasan agama Karena alasan kehidupan beragama yang tidak bebas menyebabkan terjadinya gerakan penduduk ke daerah lain untuk mencari kesesuaian dan ketenteraman hidupnya. sehingga banyak penduduk yang tak setuju dengan pergolakan politik tersebut. dan lain-lain telah memperluas kesempatan kerja kepada masyanakat tetapi belum juga mampu menyerap pertambahan tenaga kerja. mengapa anus urbanisasi berjalan . 2. insektisida.

tidak dapat mengimbangi Iajuriya kenaikan jumlah .terus menerus dan tak mungkin dapat dihindani. Setiap orang berusaha mencari suatu pekerjaan pada hakikatnya adalah tintuk memperoleh kelayakaxi hidup di dalam keluarganya. karena secara obyektif mereka mencita-citakan perbaikan hidup di masa mendatang yang panjang dan disertai dengan keberanian mengambil resiko. Oleh sebab itu pertumbuhan keseinpatan kerja dalam masyarakat akan senant lasa beruFhh-ubah. sebab kesempatan kerja yang diperoleh itu merupakan modal hidup untuk masa kini dan akan datang. di tingkat kota besarnya 6. niisalnya sampai Maret 1974. Masalahnya. Angka-angka tentang pembagian kerja (mata pencarian) menurut statistik erhihat dalam tabel berikut mi: Angka-angka di atas akan berubah bersarna lajunya pertam. Dalam anus urbanisasi yang paling banyak terlibat ialah golongan usia muda. Bagaimanapun dalam memperoleh kesempatan kerja kita tidak bisa mengelak dan persaingan atau pertentangan-pertentangan. Sebagai contoh pertumbuhan kesempatan kerja terlihat dalam tabel di bawah ini Pembagian kerja dalam masyarakat ml akan terjadi masalah besar lagi. 34% sendiri ada di Jakarta (Said Rush dan Dakljoeni. bahan penduduk dan pembangunan. sedanglcan dalam sektor-sektor lainnya hanya sebagian kecil saja. Semakin tinggi tingkat kelahiran dan rendahnya tingkat kematian maka ketersediaan tenaga kerja cenderung meningkat. 1981). Besar kecilnya angkatan kerja sangat tergantung pada tingkat kelahiran (fertilitas) dan tingkat kematian (mortahitas). Dengan adanya komunikasi dan transportasi yang lancar menjadikan orang desa peka terhadap perkembangan kota dan mi mendorong urbanisasi. Menurut catatan sensus 1971. sejauh mana kesempatan kerja tersedia untuk menampung tenaga kerja yang melimpah.4% ada di perkotaan. A.pa yang terlihat selama in perluasan kesempatan kerja itu berjalan seret. Sebab masyarakat Indonesia sebagian besar dan tenaga kerjanya terhihat dalam bidang pertanian. Demikian pula persaingan ketat akan terjadi dalam upaya memperoleh kesempatan kerja. penduduk yang tinggal di desa ada 82. Para pengangguran yang tercatat sekarang mi.3% dan di pedesaan 1% (Daidjoeni. 1981).6%. Namun akumulasi modal dalam pembangunan mi bertumpuk di perkotaan. Konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan akibat bertambahnya jumlah penduduk adalah lahirnya tenaga kerja. sisanya yakni 17. Di samping itu belum lagi terhitung angka pengangguran. apabila perkembangan dalam bidang pertanian lebih lambat dibanding dengan pertumbuhan penduduk.

3 juta orang yang terdiri dan 27. rendahnya produktivitas serta rendahnya pendapatan masyarakat.6 persen tiap tahun. Gambaran ml lebih jelas terjadi di pulau Jawa — Madura.4 persen tiap tahun. Tidak tertampungnya angkatan kerja secara penuh dapat terlihat dan besarnya jumlah pengangguran terbuka pada ma sing-masing tahun serisus tersehut. Berarti selama selang waktu 9 tahun terjadi kenaikan sebesar 27 persen angkatan kerja. bahwa laju pertumbuhan angkatan kerja lebih tinggi dan laju pertumbuhan penduduk.5 —. Akibat timbulnya kekurangan kesempatan kerja secara umum. Laju pertumbuhan penduduk pada waktu itu sekitar 2. Sektor mi nyatanya tidak dapat tumbuh dengan cukup pesat untuk dapat menyerap angkatan kerja yang besar itu. Perkembangan Sektoral dan Cr1 Informal Kesempatan Kerja di Indonesia.tenaga kerja sehingga tidak dapat dihindarkan munculnya kaum penganggur. Dan angkatan keija mi 37.1 . KurangnYa kesempatan kerja tersedia tidak lepas dan struktur perekonomian Indonesia yang untuk sebagian besar masib tergantung pada sektor pertanian. Dan hasil Sensus Penduduk di indonesia tahun 19711 diketahui bahwa besarnya angkatan kerja (labor face) adalah 41.7 persen per tahun.2 juta tahun 1971 dan 1.Sen dan seluruh penduduk berumur 10 tahun ke atas (usia minimal golongan bekerja menurut sensus penduduk tahun 1971).43 juta pada tahun 1980. Sensus penduduk tahun 1980 ternyata hasilnya tidak jauh berbeda dan keadaan di atas. melebihi pertumbuhan penduduk untuk kurun waktu yang sama yaitu 23 persen per tahun.26 juta pada tahun 1971 menjadi 52. Dan tabel berikut terlihat bahwa angkatan kerja meningkat dan 41.anian di wilayah Jawa Madura. berarti berada di bawah angka peningkatan angkatan kerja. halaman 10 diolah. 2 Tahun II Desember 1982.6 juta sedang bekerja dan 3. Dalam Repelita Ill angkatan kerja Indonesia diperkirakan meningkat antara 2. Forum Siatistik No.7ju.5 per.6 juta persen dan seluruh angkatan kerja atau 4. yaitu 2. di mana pertambahan penduduk memberikan tekanan yang cukup berat terhadap sektor pertanian. sehingga Geertz mensinyalir terjadinya Involusi Pert.2.3 — 2. Sumber : Hananto Sigit. bila yang sifatnya terbuka maupun tersembunyi.7 juta tahun 1980. atau dihitung menurut angka eksponensial terdapat pertumbuhan sebesar 2.6juta laki-laki dan 13.ta perempuan.

Untuk mempertahankan din agar tetap hidup mereka terlibat sehagai burub tani yang mengandalkan upah dan basil mengerjakan sawah orang lain. kepadatannya hahkan lebih dan seribu. Pulau Jawa yang luasnya hampir 7 persen dan luas seluruh daratan Indonesia. Akibat dan kelebihan tenaga kerja di daerah pedesaan dapat menimbulkan 2 kemungkinan yaitu : Tetap tinggal di desa.‘ Pada tahun 1971. Hanya 17 persen penduduk tinggal di Sumatera yang luasnya 25 persen dan Luas Indonesia.Untuk memecahkan tantangan tekanan angkatan kerja mi diperlukan usaha-usaha penciptaafl kesempatan kerja yang Sumber : Hananto Sigit.1 Untuk memecahkan tantangan tekanan angkatan kerja mi diperlukan usaha-usaha penciptaafl kesempatan kerja yang Permasalahan kepend udukan Indonesia selalu dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi dan penyebarannya tidak merata. Sektor mi nyatanya tidak dapat tumbuh dengan cukup pesat untuk dapat menyerap angkatan kerja yang besar itu. halaman 10 diolah. Forum Siatistik No.anian di wilayah Jawa Madura. Di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lebih dan 25 persen dan seluruh kabupaten di Jawa punya kepadatan pedesaan yang melampaui 700 orang tiap kilo meter persegi.sen penduduk Indonesia. sehingga kebanyakan tenaga kerja pertanian rnenjadi setengah menganggur. Jawa saja menampung penduduk sebesar 76 juta jiwa dengan kepadatan penduduk pedesaan yang lebih dan 500 orang tiap kilo meter per segi. rendahnya produktivitas serta rendahnya pendapatan masyarakat. Tenaga kerja itu teiah dihoroskan atau digunal:an dengan tidak rasional. sehingga Geertz mensinyalir terjadinya Involusi Pert. sehingga menyebabkan ―disguised unemployment‖. hahkan di beberapa daerah tidak ada sama sekali. tetapi mereka tidak dapat berbuat banyak sebab tidak ada alternatif lain yang lebih menguntungkan tersedia di pedesaan untuk dapat dimasuki. . Gambaran ml lebih jelas terjadi di pulau Jawa — Madura. Pendapatan yang diterima dan usaha seperti mi begitu rendah. Perkembangan Sektoral dan Cr1 Informal Kesempatan Kerja di Indonesia. KurangnYa kesempatan kerja tersedia tidak lepas dan struktur perekonomian Indonesia yang untuk sebagian besar masib tergantung pada sektor pertanian. di mana pertambahan penduduk memberikan tekanan yang cukup berat terhadap sektor pertanian. yakni jumlah tenaga kerja lebih banyak dan sumber daya alam dan faktor produksi.2 Angka-angka di atas cIapat menjelaskan sern pitnva ruang gerak di daerah pedesaan yang dapat menjamin kelangsungan hidup penghuninya. Akibat timbulnya kekurangan kesempatan kerja secara umum. 2 Tahun II Desember 1982. Tingkat pemilikan tanah tiap keluarga di pedesaan Jawa sangat rendah. memberikan lebih dan dua pertiga penduduk Indonesia. Sedang Kalimantan dengan luas 28 persen hanya didiami 4 per.

adat istiadat serta lain-lain kenyataan dan kebiasaan-kebiasaan yang dilaku kan manusia sebagai anggota masyarakaL‖ (Culture is that complex whole and other capability acquired by man as a member of society). kesusilaan. Kebudayaan = cultuur (bahasa Belanda) culture (bahasa Inggris) = tsaqafah (bahasa Arab). keyakinan. mesin-mesin dan sebagainya. 3. Kelompok inilah pelaku proses urbanisasi. Kebudayaan material adalah : hasil cipta. keagamaan. seperti seni tan. dan sebagainya. Dan segi arti mi berkembanglah arti culture sebagai ―segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alarn. Selanjutnya E. Jadi kebudayaan adalab hasil budi atau akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. seperti : gedung. suatu arus lintas perpindahan penduduk dan desa ke kota. dan karya manusia baik yang 1natenal maupun nonmaterial (baik yang bersifat kebendaan maupun yang bersifat kerohanian). karsa yang berwujud kebiasaafl-kebiaSaafl atau adat istiadat. kesenian. ilmu pengetahuafl. Kebudayaan nonmatenial adalah : hash cipta. hukum.B. rumahrumah. menyw burkan dan mengembangkan. Tayor dalam bukunya ―Primitive Culture‖ merumuskan definisj secara sistematis dan ilrniah tentang kebudayaan sebagai berikut: ―Kebudayaan adalah komplikasi (jalinan) dalam keseluruhan yang meliputi pengetahuan. moral. mengerjakan. Kebudayaan material mi sangat berkembang setelah lahir revolusi industni yang melahirka aparat-aparat produksi raksasa. keagamaan. berasal dan perkataan Latin ―Colere‖ yang artinya mengolah. kebudayaan berasal dan bahasa Sanskerta ―Budhayah‖ yakni bentuk jamak dan budhi yang berarti budi atau akal. terutarna mengolah tanah atau bertani. Kemungkinan kedua mi pendukungnya terhitung hesar juga di mana kelebihan tenaga kerja yang tidak tertampung di sekitar pertanian mencari usaha lain di daerah perkotaan. Pada umumnya orang mengartikan kebudayaan dengan kesenian. kebudayaafl mempunyai arti yang lebib luas daripada itu. Kebudayaan meliPUti semua basil cipta. seni suara. alat-alat hibura.‖ Ditinjau dan sudut bahasa Indonesia. rasa. karsa yang berwujud benda-benda atau barang-barang atau alatalat pengolahan alam. seni lukis dan sebagainya. kepercayaan. pabrik-pabrik. .Mereka akan masuk ke dalam bidang-bidang yang masib bisa mendukung pendapatan yakni huan di kota. Dalam pandangan sosiologi. alat-alat komunikasi. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN. jalan-jalan. karsa.

Antropologi budaya menyelidiki eIuruh cara hidup manusia. Misalnya : orang Eropa yang beriklim dingin terpaksa hams membuat pakaian tebal. yaitu bahwa hidup bermasyarakat itu adalah perlu bagi rnanusia. melainkan mempunyal arti yang lebih dalain. a. Contoh kehidupan umat Islam di Jawa Tengah. Demikian pula Kala dan Kamala. Kebudayaan adalah suatU basil. Jawa Barat dan Sumatera berlainlainan bentuknya. adalah anak yang ditemukan di Neurenburg (Jerman) belum pernab hidup bermasyarakat. maka terjadilah pola kehidupan. Sebagai makhluk biologi.. Dengan hasil budaya manusia. kebudayaan itu di satu pihak dipengaruhi oleh anggota masyarakat. Hubungan manusia (individu). Hal mi bukan hanya sekadar ketentuan (konstateren) semata-mata. Hubungan manusia dan kebudayaan. dan pola kehidupan inilah yang menyebabkan hidup bersama dan dengan pola kehidupan mi pula dapat meinpengaruhi cara berpikir dan gerak sosial. Tanpa masyarakat hidup manusia tidak dapat menunjuk. 2 orang anak perempuan yang ditemukan dalam sarang serigala di India. tetapi di lai pihak anggota masyarakat itu dipengaruhi oleh kehudayaan. kan sifatsifat kemanusiaan. Ta tidak dapat berjalan dan berbahasa. Dipandang dan sudut antropologi. setelah dibawa ke dalam kehidupan masyarakat. Misalnya: Caspar Hauser yang herumur 18 tahun. Jadi jelasnya ―kebudayaan‖ adalah suatu basil cipta daripada hidup bersama yang berlangsung berabad-abad. . manusia dipelajari dalam ilmu biologi atau anatomi. Jadi pada pokoknya tiap-tiap manusia itu pasti mempunyai kebudayaafl yaitu gejala—gejala jiwa yang dimiliki oleh manusia.Di dalam masyarakat. juga inempunyai sifat. dan sebagai makhluk sosio-budaya manusia dipelajari dalam antropologi budaya.yaitu: manusia sebagai makhluk biologi manusia sebagai makhluk sosio-budaya. agar benarbenar dapat mencapai taraf hidup kemanusiaan. dan basil itu dengan sengaia atau tidak sesungguhnya ada dalam masyarakat. masyarakat dan kebudayaan. Tegasnya dapat mengembangkan kebudayaan dan mencapai kebudayaannya. sebab pola kehidupan iereka juga lain karena adanya pengaruh lingkungan di daerah itu. Manusia hidupnya selalu di dalam masyarakat.sjfat seperti tersebut di atas. dan yang membedakan manusia dengan binatang. manusia dapat ditinjau dan 2 segi.

manusia adalah sumber kebudayaan. Konsepsi tersebut ternyata mernberi gambaran kepada kita bahwasanya hanya manusialah yang mampu berkebudayaan. Jadi erat sekali hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan. Yaitu hidup bersama-sama dengan manusia lain dan saling memandang sebagai penanggung kewajiban dan hak. b. Akhirnya terdapat konsepsi tentang kebudayaan manusia yang menganalisa masalah-masajah hidup sosialkebudayaan manusia. c. Juga memahami dan melukiskan kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat manusia. yang telah tukup lama. Dengan melihat uraian tersebut di atas. dan mempunyai aturan-aturan yang mangatur mereka. Masyarakat tidak dapat dipisahkan danipada manusia karena hanya manusia saja yang hidup bermasyarakat. Hubungan man usia. bertimbun. Memang kebudayaan itu bersifat komulatif. Sehingga tidaklah habis air dalam danau itu. ke mana air dan sumber-sumber itu mengalir dan tertampung. dan masyarakat adalah satu dunia besar. dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanp adanya manusia. Mengapa hanya manusia saja yang memiiki kebudayaan? Hal mi dikarenakan manusia dapat belajar dan dapat memahami bahasa. untuk menuju kepada tujuan yang sama. sehingga penimbunan (petandon) itu dalam keadaan yang sehat dan selalu bertambah isinya. Malta dapatlah dikatakan manusia itu ―mengangsu apikulan wanih‖ (ambil air berpikulan air). Dapat diibaratkan. Hubungan macyarakat dengan kebudayaan Masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup dalam suatu daerah tertentu. Kesimpulannya: bahwa manusialah yang dapat menghasilkan kebudayaan. Dalam masyarakat tersebut manusia selalu memperoleh kecakapan. Kebudayaan tak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat dan eksistensi masyarakat itu hanya dapat dimungkinkan oleh adanya kebudayaan. Sedang pada hewan tidak memiliki kernampuan tersebut. masyarakat dan kebudayaan.bagaimana manusia dengan akal budinya dan struktur fisiknya dalam mengubah Iingkungan berdasarkan pengalamannya. masyanakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam artinya yang utuh. malta ternyata. hahwa manusia. melainkan bertambah banyak karena selalu ditambah oleh orang yang mengambil air tadi. Manusia mengangsu (mengambil) air dan danau itu. Karena kepada ketiga unsur inilah kehidupan makhluk sosial berlangsung. yang semuanya itu bersumber pada akal manusia. . pengetahuan-pengetahuan baru.

lokasinya ada di dalam kepala kita masingmasing. tidak lagi memulai dan rnenggali yang baru. Wujud kelakuan berpola dan manusia dalam masyarakat Wujud benda-benda hasil karya manusia (Koentjaraningrat. Dengan kata lain di mana orang hidup bermasyarakat. tetapi menyempurnakan bahanbahan lama menjadi yang barü dengan berbagai macam cara. di dalam melatih dirinya memperoleh dunianya yang baru. Kegiatan-kegiatan tersebut senantjasa berpola menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat istiadat. Karena pengertian kebudayaan itu arnat luas.Sebaliknya manusia pun tidak dapat dipisahkan dan masyarakat. koleksi micro film. kebudayaan ide banyak tersimpan dalani tape. Sekarang. pasti akan tirnbul kebudayaan. Dan setiap generasi manusia. dapat diraba. peraturan. bergaul satu sama lain. 1974). Wujud pertama adalah wujud ide. tak dapat diraba. tidak dapat menunaikan bakat-bakat kemanusiaannya yaitu mencapai kebudayaa. Wujud ketiga mi tidak perlu banyak keterangafl lagi. maka Koentjaraningrat merumuskan bahwa sedikitnya ada 3 wujud kebudayaan Wujud ide. Wujud mi sifatnya paling kongkrit. misalnya manusia melakukan kegiatan berinteraksi. kartu komputer. dan lain-lain. apabila dirinci secara khusuS ke dalam unsur-uflSUrflYa. maka kebudayaafl itu sedikitnya ada 7 unsur . sehubungan dengan pengalamanpengalaman yang fundamental. Wujud ide mi baru nampak bila dibuat dalam karangan atau buku-buku hasil karya. berhubungan. Wujud ketiga adalah hasil karya manusia. dilihat dan difoto. dan sebab itulah kebudayaan itu tak dapat dilepaskan dengan individu dan masyarakat. arsip. norma. gagasan. nilai-nilai. nyata. Seorang manusia yang tidak pernah mengalami hidup bermasyarakat. Ketiga wujud kebudayaafl di atas. Kemudian sebagai anggota generasi yang baru itu telah menjadi kewajiban meneruskan ke generasi selanjutnya segala apa yang mereka telah pelajari dan masa yang lampau dan apa yang mereka sendiri telah tambahkan pada keseluruhan aspek kebudayaan itu. sebab Setiap orang bisa melihat. sifatnya abstrak. Wujud kedua adalah kelakuan berpola dan manusia dalam masyarakat. meraba dan merasakaflflYa. Setiap kebudayaan adalab sebagai jalan atau arah di dalam bertindak dan berpikir. baik daxi sejak permulaan adanya masyarakat sampai kini. Dengan adanya kebudayaan di dalam masyarakat itu adalah sebagai bantuan yang besar sekali pada individuindividu.

pant sanjana belum ada kata sepakat sehingga ada yang menterjemahkan dengan istilah ―pranata sosial‖ karena dianggap sebagai pengatur perikelakuan masyarakat. misalnYa kekuatan alam. yang tidak selalu balk bagi masyarakat. BermacammaCam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggotaaflgg0 ta masyarakat. tanpa kebudayaafl. Kebudayaafl yang merupakafl hasil karya. penterjemahafl istilah social institution ke dalam jstjlah Indonesia. PRANATA. Ada juga yang memberi istilah ―bangunan sosial‖ yang mungkin merupakan terjemahan dan istilah ―SozialeGebilde‖. Kemudian. manusia tidak bisa membentuk peradaban seperti apa yang kita punyai sekarang mi. 4. Wujud kebudaYaafl di atas mempUflYai kegunaafl yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. 1974).PRANTA DAN INSTITUSIONALISASI Pranata (lembaga kemasyarakatan) merupakan terjemahan langsung dan istilah asing ―Social Institution‖ karena pengertian lembaga lebih menunjuk pada suatu bentuk dan sekaligus juga mengandung pengertiaflPengertn yang abstrak perihal adanya normaflOrma dan peratUraflPeratmn tertentU. Di samping itu kebudaYaafl dapat dipergunakan untuk mengatur hubungan dan sebagai wadah segenap manusia sebagai anggota masyarakat.1) Sistem religi dan upacara keagamaafl 2) Sistem dan organisasi kemasyarakatai1 3) Sistem pengetahuan 4) Bahasa 5) Kesenian 6) Sistem mata pencarlan hidup 7) Sistem teknologi dan peralatan (Koentiaraflingrat. . kekuatan di dalam masyarakat sendiri. nasa dan cipta masyarakat dapat digunakan untuk ehndungi manusia dan ancamall atau bencana alam.

karena kebiasaan mi dilakukan berulang-ulang yang rnenunjukkan bahwa banyak orang yang menyukainYa. Untuk dapat membedakan kekuatan mengikat daripada norma-norma tersebut maka secara sosiologis dikenal adanya em pat pengertian Cara (usage) Kebiasaan (folkways) Tata kelakuan (mores) Adat istiadat (custom). .kan. Mula-mula norma-norma tersebut terbentuk secara tidak disengaja. yang sedang sampai yang terkuat daya pengikatnya. ada minum tanpa mengeluarkan bunyi. Apabila perbuatan mi dilakukan maka orang lain hanya merasa tersinggung dan ia hanya akan mendapat ejekan saja. Keempat pengertian tersebut di atas merupakan norma. ada norma yang lemah. Prosespertumbuhan lembaga kemasyarakatan Norma-norma dalam masyarakat berguna untuk mengatur hubungan antar manusia di dalam masyarakat agar terlaksana sebagaimana yang mereka harapkan.norma yang ada dalam masyarakat itu mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. namun lama kelamaan norma-norma tersebut dibentuk secara sadar.a. Norma mi mempunyai kekuatan yang Iemah karena penyimpangan terhadapnya tak akan mengakibatkan hukuman yang berat. Misalnya perihal perjanjian tertulis atau yang menyangkut pinjam meminjam uang yang dahulu tidak pernah di1aki. akan tetapi hanya sekadar celaan saja dan individu yang dihubunginya. di mana anggotaanggota masyarakat pada umumnya tidak berani melanggarnya. 2) Kebiasuan (folk ways) Kebiasaan atau folkways mi mernpunyai kekuatan mengikat yang lebih besar daripada cara atau usage. Norma. 1) Cara (usage) Cara atau usage mi banyak menunjuk pada suatu perbuatan antara individu ciengan individu lainnya dalam hubungan bermasyarakat. ada pula yang mengeluarkan bunyi sebagai pertanda rasa kepuasannya menghilangkan kehausan. Misalnya orang mernpunyai cara masing-masing untuk minum pada waktu bertemu.norma kemasyarakatan yang memberikan petunjuk bakat yang berupa perintah atau larangan yang bersifat mengikat dan memaksa untuk dilaksanakannya.

Tata kelakuari juga merupakan alat yang memerintahkafl dan sekaligus melarang seseorang anggota melakukan suatu perbuatan. terutama di daerah- . Tata kelakuan (mores) sangat penting bagi masyarakat. Adat kehiasaan mi masih banyak ditemui di negara Indonesia.anggota masyarakat. Anggota masyarakat yang melanggar adat kebiasaan akan menderia sanksi yang keras yang kadang-kadang secara tidak langsung diperlakukan. Maka setiap orang akan menyalahkan penyimpangan terhadap kebiasaan tersebut. 4) Adat kebiasaan (custom) Adat kebiasaan atau custom mi bisa terjadi dan tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola perikelakuan masyarakat. Page.Pelanggaran atau penyimpangan dan kebiasaan mi akan mengakibatkan seseorang dianggap menyimpang dan kebiasaan umum dalam masyarakat. 3) Tata Kelakuan (mores) Menurut Mac Iver dan H. alat pemaksa. mi akan menjaga keutuhan dan kerjasama antara anggota anggota masyarakat itu misalnya cara hubungan antara pria dan wanita. Tata kelakuan menjaga solidaritas antara anggota. sebab: Tata kelakuan memberikan batas-batas pada kelakuankelakuan mndividu. Di sini tata kelakuan memaksa orang agar menyesualkan tindakan-tindakannya dengan tata kelakuan masyarakat yang menyimpang seseorang melakukan kejahatan maka masyarakat akan menghukumnya dengan maksud agar mereka mau rnenyesuaikan dengan tata kelakuan dalam masyarakat tersebut. Setiap masyarakat mempunyai tata kelakuan yang berbeda-beda karena tata kelakuan timbul dan pengalaman yang berbeda-beda tergantung dan masyarakat yang bersangkutan. Tata kelakuan merupakan pencermiflan dan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia sebagai alat pengawas. tata kelakuan adalah hebiasaan-kebiaSaafl yang ada di dalam masyarakat yang diterima sebagai nama-nama pengatur dalam masyarakat itu. kebiasaan saling bertanya bila saling bertemu dan lain-lain. alat untuk rnelarang sesuatu terhadap anggotaanggOtaflYa supaya menyesuaikan perbuatan-perbUatan dengan tata kelakuan tersebut. Tata kelakuan mengidentifikasi individu dengan kelompoknya. Contoh kebiasaan menghormati kepada orang yang lebih tua. Tata kelakuan yang dimiliki oleh masyarakat yang berkenaan dengan masalah hubungan di antara mereka.

Contoh: Keluarga : mempunyal lembaga (institusi) khusus.lain. (1) Bila kita memikirkan hospital sebagai suatu gedung untuk orang-orang sakit. Jadi kalau kita mernandangnya sebagai suatu group yang terorganiSir. Ketiganya termasuk dalam asosiasi. Misalnya hukum adat yang melarang bercerai antara suami dan isteri. perguruafl tinggi dan sebagainya. Tetapi dapat juga kita lihat rumah sakit itu sebagai asosiasi. yang berbeda dengan asosiasi. Bentuk aturan-atUran inilah yang disebut institusi (lembaga). penjara. perkawinan disebut Institusi. sistem pengobatan. b. Setiap asosiasi yang sehubungan dengan kepentingan khusus tentu mempunyai institusi yang khusus pula.daerah yang masih memegang teguh adat kebiasaan. maka dia adalah institusi. warisan dan lain-lain. Dan kalau kita mernandangflya sebagai bentuk prosedur. Negara mempunyai 1ernbagaIembaga yang khusus pula seperti : bentuk pemerintahan yang berbentuk parlementer atau presindensiaI prosedur perundangundangan dan lain. Norma-norma tersebut di atas setelah mengalami suatu proses pada akhirnya akan menjadi bagian tertentu dan lembaga kemasyarakatan. Misalnya: kita sukar untuk menentukan kedudukan rumah sakit. . parlemen. Serikat Buruh juga mempuflYal iembagalembaga yang khusus seperti : pemogokan. sedang instituSi menunjukkarl cara berbuat. di Lampung. maka dia adalah suatu institusi. Pranata social dan peranannya Bilamana manusia menciptakan asosiasi. misalnya perkawinan. bukan institusi. maka ia adalah suatu asosiasi. tetapi sistem mengatur pewarisan. Kadang-kadang memang timbul kekacauafl antara instituSi dan asosiasi karena istilah yang sama dengan itu dapat berarti salah satu dan padanya. maka mereka juga menciptakan peraturan-peraturan dan caracara untuk mengatur pelaksanaan kepentingan anggota-anggotanya satu sama lain. badan yang didirikan oleh pemerintawpartike r untuk memenuhi kebutuhankebutuhan sosial tertentu. Misalnya : keluarga termasuk asosiasi. Asosiasi menunjukkan keanggotaafl. yaitu kalau kita melihatnya sebagai suatu kumpulan dan dokter-dokter. juru rawat dan pelayanpelaYanflYa. persetuiuafl kolektif dan lainlain. Jadi kita merupakan bagian daripada keluarga dan bukan bagian dad perkawinan.

mi seringkali menyangkut analisis kesejahteraan dan sering-sering juga menggunakan penyelidikan secara komparatif. Cara-cara mempelajari institusi Pada umumnya dalam mempelajari institusi ada 3 macam yang dapat digunakan secara send in atau bersama-sama dengan yang lain (1) Analisis kesejarahan (historical analitic). Sedang persekutuan/asosiasi lebih banyak dinyatakan oleh adanya kepentingan. kinship (kekerabatan). (2) Analisis komparatif (comparative analitic) Yaitu analisis yang meliputi penyelidikan institusi dalam masyarakat yang berlainan. Pada pokoknya membandingbandingkan macam-macam institusi itu di dalam berbagaibagai masyarakat. Atau dengan kata lain : menyelidiki sejarah perkembangan suatu lembaga. Demikian rnisalnya penyelidikan sebagai suatu aktivitas ilmiah disebut: institution. Dengan kata lain Institution adalah aktivitas-aktivitas kemasyarakatan/Pranata. misalnya: studi terhadap perkawinan harus meliputi hubungan antara perkawinan dan lembagalembaga hukum. maka kita melihat sifat kelembagaannya. tetapi pemakaian istilah mi membutuhkan perhatian yang khusus. (3) Pendekatan fungsional (functional approach) Yaitu menyelidiki hubungan-hubungan fungsional antara berbagai institution approach.(2) Bila kita memandang sebuah perguruan tinggi sebagai suatu badan yang terdiri dan guru-guru dan mahasiswanya maka kita melihat aspek asosiasinya. sedang jnstitute/lembaga adalah bentuk badan-badan yang mengoganisasikan‘ men) alakan aktivitasaktiVitas kemasyarakatan tersebut. Sedang kalau kita memandangnya sebagai suatu sistem pendidikan. Yaitu berusaha untuk menyelidiki pertumbühan dan perkembangannya di dalam waktu/usianya. tetapi suatu badan untuk mengorganisasi penyeiidikan ihniah dalam lapangan ekononhi disebut institute. Jadi tegasnya : Lembaga lebih banyak dinyatakan oleh adanya tata cara. Institution mempunyai arti yang berbeda dengan institute. keagamaan dan sebagainya. . institute berarti badan orgarlisasi yang bertujuan memenuhi suatu kebutuhan dalam berbagai lapangan kehidupan masyarakat. Istilah Institution dan Institute Istilah asing dan pranata adalah institution.

pemerintahan. Tapi di pihak lain ada juga individu atau kelompok yang melakukan aksi-aksi . Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusja Untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutions). Koentj araningrat membagi lembaga sosial/praflatapranata kemasyarakatan menjadi 8 macam Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan (kinship) atau domestic insitutions. kesehatan. Contoh : TK. Pranata yang bertujuan rnemenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib (religius institutions). masjid. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institutions). peternakan. kepartaian. c. kehakiman. Contoh pemeliharaan kecantikan. Len‘ibagalembaga tersebut stabil. Contoh gereja. penclidikan. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup (economic institutions). Adanya lembaga-lembaga tersebut dimaksudkan untuk memenuhi berbagai keperluan pokok dan kehidupan manusia. ekonomi. misalnya: pertanian. SD. seni suara. keluarga. Contoh : metodik ilmiah. pondok pesantren dan lain-lain. Contoh : pemerintahan. menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aesthetic and recreational institutions) Misalnya : seni rupa. dan kesehatan jasmaniah.Macam-macam tern baga sosial. Inslitusionalisasi (‘pelernbagaan) Dalam perkembangan masyarakat dan kebudayaan. sah dan sudah diakui oleh masyarakat. Contoh : pelarnaran. keindahan dan rekreasi. kedokteran. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institutions). kenduri dan lain-lain. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah. Pranata yang bertujuan meménuhi kebutuhan pendidikan (educational institutions). kita mengenal pranata sosial atau lembaga kemasyarakatan. dan lain-lain. perburuhan. ilmiah. doa. keagarnaan. kepolisian. industri dan sebagainya. penelitian. Lembaga-lembaga itu ada di dalam setiap rnasyarakat tanpa memperdulikan apakah masyaràkat tersebut memp nyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. pendidikan ilmiah dan lain-lain. seni drama dan lain-lain. pengasuhan anak dan lain-lain. SMP. Dr. perkawiflan. misalnya : lembaga kekeiuargaan. dan lain-lain. SMA. demokrasi.

Berdasarkan uraian di atas dapatlah dikemukakan bahwa institusionalisasi belum merniliki unsur-unsur sistem sosial yang sempurna sebagaimana terdapat di dalam institusi (lembaga). Cohen (1. sanksi dan fasilitas dalam mencapai suatu tujuan. bahwa unsur norma merupakan unsur yang paling dasar dan suatu lembaga. kita namakan lem baga-lem baga.983) rnenyatakan bahwa institusionalisasi adalab perkembangan sistem yang teratur dan norma-norma. Suatu perkumpulan baru dinyatakan sebagai institusi (lembaga) bila di dalarnnya ada unsur-unsur sistem sosial yang teratur. sehingga diminta agar para anggota maSyarakat tersebut mematuhinya. norma mempengaruhi rangkaian pemilihan tujuan. nilaini lai dan peranan tertentu dianggap sangat penting bagi kelangsungan hidupnya. Norma mempunyai hubungan yang erat dengan unsur sistem sosial lainnya. Demikian. akan tetapi institusionalisasi baru merupakan tahaptahap menuju perkembangan sistem yang teratur dan sistem sosial dan diterima oleh masyarakat. seperti yang telah dikemukakan oleh Loomis (1960) sebagai benikut Kepercayaan Sentimen Tujuan Norma Status peranan (kedudukan) Ranking . Proses perkembangan lembaga-lembaga dinamakan institusionalisasi (pelembagaan) dan proses mi terjadi bilamanasesuatu kelompok memutuskan bahwa seperangkat norma. status-peranan (kedudukan). tetapi barangkali akan diakui juga dan mengenal perkembangan institusi (lembaga) di kelak kemudian han. perananperanan yang ditetapkan dan diterima oleh masyarakat. Misalnya: kekuasaan pada seseorang diatur oleh norma yang ada. Soejono Soekanto (1983) menyatakan bahwa institusionalisasi (pelembagaan) adalah proses di mana unsur norma menjadi bagian dan suatu lembaga. Proses-proses di atas sepanjang mengenai soal-soal kebutuhan penting dan sepanjang nielahirkan sistein yang stabil dan universal. yang belum sah dan belum diakui masyarakat. Prosesproses demikian teriadi dimana-mana dan terumuskan dalam masyarakat. berdasarkan norma itu orang memberikan kesan positif atau negatif terhadap perilaku seseorang. Loomis (1960) menyatakan bahwa proses institusionalisasi menyangkut semua unsur dan proses sosial yang ada maka untuk normalah dianggap lebih penting (utama).pembaruan yang dipimpin oleh pejUaflgpejuang revolusioner.

RANGKUMAN. Sedangkan dilihat dan segi prosesnya. termasuk di antaranya lahan untuk pemukiman dan pertanian. tetapi isinya baru. walaupun percepatan pertambahan penduduk di setiap negara di dunia satu sama lain berbeda-beda. Semakin banyak sumber-sumber alam yang dikonsumsikan oleh umat manusia. Dernikian. Selain lahan. apabila orang-orang yang ada di dalam lembaga itu tidak mematuhi norma atau peraturan-peraturan yang telah dibuat dan disepakati bersama oleh semua anggota-anggota.Power Sanksi Fasilitas. bah wa institusionalisasi pada hakikatnya merupakan proses yang meliputi pula pelembagaan kembali (reinstitutionalization). Dengan begitu semakin padatlah penduduk planet bumi. untuk menunjang kebutuhan hidupnya. . 1960). bisa saja bahwa suatu lembaga menjadi tidak lembaga lagi. Suatu kelaziman yang hidup. semakin sempit pulalah lahan buat pemukiman dan pertanian. semakin cepat terkuras pula cadangan sumber-sumber alam di perut bumi. Sedemikian bertambah anak manusia. sedemikian pula harus bertambah fasilitas hidup. seiring dengan itu. (Loomis. mereka juga akan membutuhkan berbagai sumber alam lainnya. 1) Maalah Penduduk Dunia Pada prinsipnya pertambahan penduduk dunia yang meningkat sedemikian cepat merupakan suatu ancaman bagi kehidupan umat manusia itu sendiri. ialah suatu bentuk aktivitas-aktivitas yang meliputi Adanya komunikasi Adanya pemeliharaan batas-batas Adanya hubungan system Adanya sosialisasi Adanya kontrol social Adanya institusionalisasi (pelembagaan). di m ana lembaga-lembaga lama runtuh dan diganti lembagalembaga baru. atau simbulsimbulnya tetap dipertahankan dan diteruskan.

tentang religi. Sedangkan kebutuhan-kebUtuhan yang menyangkut spiritual menyangkut tentang religi. di samping dapat terpenuhi berbagai kebutuhan hidup yang menyangkut kebutuhan material maupun spiritual. akan menanggUng resiko yang berat bagi negara-negara di dunia. atau berkurangnya penduduk secara drastis dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. 3) Pen yelenggaraan Pendidikan Kesehatan a) Pendidikan Kurang lebih 50% anak-anak usia sekolah di pedesaan-pedesaan negara-negara Afrika. semakin berkembang dan semakin pekatlah unsur-unsur polutan di darat. Dengan demikian keseimbangan dan kelestarian Iingkungan hidup di bumi semakin goyah dan terancam punah. kepercayaafl dan kehudayaan. penduduk pedesaan-pedesaan pedalaman Afrika praktis masih terisolasi dan dapat dipastikan persentase jurnlah buta huruf akan lebib tinggi dan jumlah penduduk buta huruf di negara-negara berkem bang lainnya. bahkan bermilyar ton zat-zat polutan terhadap sistem ekologi di planet bumi mi. di luar itu masih menambah beban berjuta. di Guatemala dan Bolivia (Amerika Latin) masing-masing 38 clan 32% saja dan seluruh jumlah pendud uk negara-negara yang bersangkutan. karena tekanan ekonomi dan kemiskjnan yang melilit. Pendek kata. Amerika Latin tidak dapat mengenyam kesempatan pendidikan formal. Daya upaya untuk mencegah kehancuran yang lebih cepat peradaban umat manusia di planet bumi mi.Pada sisi lain apabila secara terus menerus umat manusia rnengkonsulflSi sumber-sumber alam. kepercayaan dan kebudayaan. terukur. Oleh karena itu jalan ke luar imbangan dinamis. Dengan sarana komunikasi yang masih sangat terbatas. . pertumbuhan penduduk dunia secara eksponensial tidak saja akan menguras potensi lahan dan sumbersumber alam. Misalnya di India haru 28% saja. penduduk yang. di Pakistan antara 16 — 18%. Berkaitan dengan itu. salah satu di antaranya lahir dan grup studi Kelompok Roma. Kebutuhan-kebutuhan material berkaitan dengan konsumsi sumbersumber alam yang terpaut pada kegiatan sosial ekonomi. 2) Konsep Keseimbangan Dinamis Baik pertambahan penduduk yang meningkat dengan cepat. Kelompok mi menitik beratkan program studinya pada lima variabel yang dominan mempengaruhi kehidupan umat manusia. Konsep keseimbangan dinamis berarti pertambahan populasi penduduk dapat terkontrol. Asia. sudah tidak buta huruf masih sangat terbatas jumlahnya. di perairan bahkan di udara. kehidupan mereka.

antara lain dengan sistem rotasi. Amerika Serikat. yaitu: mengikuti pertumbuhan anak. Selandia Baru. pada kelompok anak-anak unur 0 — 1 tahun adalab 100 orang di antara 1000 anak. Program imunisasi. UNICEF mencatat. kebun jalur hijau dan taman-taman di lingkungan pada umumnya. Program penggunaan AS! mendapat tanggapan positif tidak saja oleb kaum ibu di negara-negara berkembang. yang terbagi dalam 4 program. dan 5 juta anak lainnya terbebas dan cacat tubuh yang disebabkan oleh 6 macam penyakit yang dapat dikebalkan setiap tahun. dan ORT. Dalam penelitjan di lapangan ternyata 25% anak-anak di negara-negara berkembang menderjta kurang gizi yang tidak ketahuan. tetapi juga oleh ibu-ibu di negara-negara maju. terbagi dalam 2 program yaitu Proyek Pembangunan Pedesaan dan Pembangunan Pertanian. Jepang dan Finlandia masing-masing 7. Srilangka 43. 5) Peningkatan Produksi Pangan Program Bank Dunia periode 1985 — 2000 diharapkan akan menaikkan produksi pertanian sebesar 5 %. Jepang. Di luar kawasan hutan usaha penghijauan pekarangan. imunitas. di Swedia. Program bagi anakanak balita diharapkan dapat mengurangi angl:a kematjan sebanyak 50%. Malaysia 30. Menjaga kelestarian lahan pertanian di kaki dan lereng pegunungan digunakan sistem sabuk lingkar gunung.b) Kesehatan UNICEF memberjkan prioritas pelayanan kesehatan kepada anak-anak balita. pada tahun 1973. . Perancis. pada tahun 1983 melonjak menjadi 90%. setiap tahun dapat menyelamatkan 5 juta anak dan kematian. Thailand 50. Flanya 1% saja anak-anak di dunia yang jelas-jelas ketahuan menderita penyakit kurang gizi. ibu-ibu yang menyusui anaknya di negaranegara Skandinavja (Eropa Utara) hanya 30% saja.5 juta anak. Program OTR dapat menekan angka kematian 2. di antara 5 juta anak yang meninggal setiap tahun karena menderita diare (mencret). Di negaranegara lain angka kematian penderita kurang gizi di antara 1000 anak aalah sebagai berikut: Filipina 50. Kredit Investasi 1975 — 1977 dalam program peningkatan produksi pangan di negara-negara berkembang dialokasikan sebesar 7 muyar dolar. Tingkat kematian akibat kurang gizi di Indonesia mencapaj tingkat tertinggj. 4) Pengawetan Tanah dan Air Fokus usaha-usaha pengawetan tanah dan air lebih dititikberatkan kepada usaha-usaha melestarikan hutan. Singapura 11. Spanyol. AS!. Kejadian yang mirip sama terjadi di Australia.

tu = Age Specific Birth Rate (ASBR) misalnya kelompok umur pendüduk : 15 . 6) Faktor-Faktor Dasar Kependudukan Yang menjadi faktor dasar terhadap perkembangan jumlab penduduk dengan berbagai akibatnya adalah : a) Kelahiran. kali (X) 1000. yaitu besar kecilnya jum!ah kematiar. 20 -29 tahun. sejajar dengan perkembangan pembangunan pedesaan dan pembangunan sektor pertanian di negara-negara berkembang.Dan tahun ke tahun alokasi kredit investasi Bank Dunia cenderung meningkat terus. b) Kematian. c. yaitu besar kecilnya kelahiran disebut tingkat kelahiran. dengan rumus: Jumlah kelahiran 1 tahun pada kelompok unsur per atau dibagi jumlah penduduk pada kelompok umur tertentu tersebut. b. Termasuk rendah: kurang 20 orang/1000 penduduk. disebut tingkat kernatian. Dan tingkat kelahiran penduduk dapat digolongkan menjadi : a. . Untuk menghitung tingkat kematian mi ada dua cara. yaitu : (1) tingkat kematian kasar atau Crude Death Rate yang rum usnya Jumiah kematjan dalam 1 tahun X 1000 Jumlah penduduk Tingkat kematian inipun dapat digolongkan menjadi: (a) tergolong tingkat : lebih dan 19 orang/1000 penduduk.19 tahun. lebih 30 orang/1000 penduduk. Termasuk tinggi. Termasuk sedang : 20 — 30 orang/1000 penduduk. dan sebagainya. Untuk menghitung tingkat kelahiran mi ada dua cara yaitu: tingkat kelahiran kasar atau Crude Birth Rute (CBR) dengan rumus: Jumlah kelahiran 1 Th X 1000 Jumlah Penduduk (2) tingkat keahiran khusus pada kelompok urnur terten.

Dan Migrasi Netto inilah yang mempengaruhi pertarnhahan penduduk.-19 tahun dan sehagainya. Rumus daripada tingkat Migrasi itu : Jumlah penduduk/Migrasi dalam 1 tahun X 1000 Jumlah penduduk Untuk Migrasi ini dapat dihitung Migrasi Netto (migrasi bersih). Tingkat keinatian kelompok umur tertentu tersebut. . di samping pada kelompok di bawah 1 tahun.75 orang/l000 kelahiran.(b) tergolong sedang : 14 18 orang/1000 penduduk (c) tergolong rendah : 9 — 13 orang/l000 penduduk. juga dapat dihitung tingkat kernatian pada kelompok umur tertentu yang lain misainya: 5 —9 tahun. rum usnya Jumlah kematian kurang 1 tahun selarna 1 tahun x1000 Jumlah kelahiran yanghidup Untuk JMR inipun dapat digolongkan menjadi 4 yaitu tergolong sangat tinggi : Iehih dan 125 orang/1000 kelahiran. b) Migrasi masuk = In Migration Migrasi. Rumusnya Jumlah kematian pada kelonipok amur tertentu tersebut dalarn 1 tahun per jumlah penduduk pada kelompok umur tertentu tersebut kali 1000. (2) Tingkat kematian khusus atau tingkat kematian pada kelornpok umur tertentu. tergolong tinggi : 75 . untuk bertempat tinggal tetap. Migrasi/Perpindahan mi menurut lokasi atau daerah dapat dibagi menjadi Perpindahan antar negara disebut Emigrasi/Imigrasi. yaitu jumlah dan selisih Emigrasi dengan imigrasi per jumlah penduduk kali 1000. Tingkat kematian pada kelompok tertentu tersebut Age Specific Death Rate. misalnya: kelompok umur di bawah 1 tahun yang disebut Infant Mortality Rate.125 orang!1000 kelahiran. 10. (c) tergolong sedang : 35 . 7) Migraci atau Perpindahan Perpindahan atau Migrasi mi ada dua macam a) Migrasi ke luar out Migration Emigrasi.

padahal income perkapita masyarakat relatif rendah maka tak Semua orang tua dapat membiayai anak-anaknya. Sebab-sebab perpindahan : Antara lain karena alasan ekonomi. Hal mi terutama sangat dirasakan oleh negara-negara yang sedang berkem hang. Masalah-masalah kependudukan tersebut antara lain: Rendahnya income perkapita penduduk. dan belum semua penduduk mendapatkan lapangan kerja. gelandangan dan sebagainya. Kepadatan terasa pada daerah perkotaan dan daerah yang subur. Penyebaran penduduk yang tak merata: Untuk mi antara pulau yang satu dengan pulau yang lain tak sama padatnya. politik dan sebagainya 8) Perkembangan Penduduk a) Bagi negara yang cedang berkembang Berhubung semakin tahun semakin besar tingkat kelahiran penduduk pada khususnya maka ha! terse. Perpindahan dan desa ke kota disebut urbanisasi yang hat mi sebagian besar lebih banyak menimbulkan masalah kependudukan untuk daerah kota misalnya karena kurangnva lapangan pekerjaan maka timbul: pengangguran. karena untuk penyeleflggaraan pendidikan dipenlukafl biaya. Macam-macam transmigrasi antara lain Transmigrasi umum Transmigrasi spontan Transmigrasi sektoral Transmigrasi ABRI Transmigrasi Bedol Desa dan sebagainya.but akan menimbulkan berbagai problema atau masalah penduduk. . agama. Dalam hal mi pemerintah beium dapat mencukupi semua fasilitaS pendidikan. guru-guru. RendahflYa tingkat pendidikan masyarakat. alat-alat sekolah dan sebagainya. Tempat tinggal penduduk yang kurang memenuhi ukuran kehidupan yang layak dan higienis.Perpindahan antar pulau dalam suatu negara dsebut transmigrasi (tempat tinggal tetap). Untuk mi penn masyarakat berpartiSiPasi. baik gedung. untuk Indonesia kepadatan yang sangat terasa di Jawa dan Bali. karena helum sernua sumber alam dapat diolah sendiri. volume kejahatan bertambah.

b) Bagi negara yang modern/maj u Masalah kependudukan yang timbul tersehut bagi berbagai golongan negara adalah tidak sama. Tiap negara pada saat mi bekerja sama di dalam mengatasi masalah kependudukan yang pelaksanaannya menunjang kebijaksanaan kependudukan nasional. Khususnya pada negara-negara yang sedang berkembang melakukan kebijaksanaan dengan berbagai program. maka setiap pemerintah yang bertanggUflg jawab terhadap kesejahteraan rakyatnYa akan mengambil dan melakukan berbagai kebilakSaflaafl Jalam hal tersebut. . Contoh : Bagi negaraflegara yang sudah maju dengan berbagai eknologiT1Ya itu maka masalah kependUdUkan yang ditimbUlkan antara lain Kurangnya tenaga kerja manusia. Program Industrial isasi. Untuk kebijaksanaan-kebijaksanaan itu antara berbagai negara dan berbagai golongan tingkatan perkembangan negara adalah tidak sama Bagi negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. kebijaksanaan mi pada umumnya disesuaikan dengan falsafah/ pandangan hidup danpada bangsa di negara itu sendiri. Program Transmigrasi. misalnya untuk Indonesia dengan melaksanakan : Program Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pertanian. Rendahnya tingkat kelahirafl dan sebagainya 9) Kebijakcanaan Pemerintah TerhadaP Masalah Kependudukan. Dengan adanya berbagai masalah yang timbul dan perkembangan penduduk tersebut di atas. Program Pendidikan Kependudukan: Program Keluarga Berencana.

Dengan demikian sering digunakan sebutan ―orang-seorang‖ atau ―manusia perseorangan‖. agama. Pada setiap anggota suatu bangsa yang bermacam-macam tingkat peradabannya. Dan uraian di atas dapatlah disimpulkan. dan sebagainya. makin tua semakin maju dan semakin banyak pula perbedaannya. Dalam ilmu sosial. Sifat dan fungsi orang-orang di sekitar kita adalah makhluk-makhluk yang agak berdiri sendiri. merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil clan terbatas. Semuanya telah ditata dan dipakai oleh generasi sebelumnya. Insyaf akan ―aku‖ nya dan sadar.kenyataan hidup yang istimewa. ilmu pengetahuan. melainkan juga menpunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiiki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya. paham-paham hukum. melainkan sebagai kesatuan yang terbatas. Timbulnya diferensiasi bukan hanya pembawaan. Sejenis tapi tak sama. individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan. yang aktif di tengah-tengah sesama manusia lainnya. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi. KELUARGA DAN MASYARAKAT 1. serta mengumpulkan kekuaLan rohani untuk bertindak sendiri. tetapi melalui kaitan dengan dunia yang telah mempunyai sejarah dengan peradabannya. adat istiadat dan kebiasaan.BAB III INDIVIDU. dalam pcibagai hal bersama-sama satu sama lain. memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Jadi. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk. yang tak seherapa m‘mpengaruhi kehidupan manusia. ―individuum‖ artinya ―yang tak terbagi‖. Bahkan individu yang mempunyai aktivitas sadar lebih dan ukuran rata-rata kebanyakan orang. PERTUMBUHAN 1NDIVIDU Pengertian individu ―Individu‖ berasal dan kata latin. terjadi diferensiasi dengan corak sifat dan tabiat beraneka macam. yaitu sebagai manusia perseorangan. manusia tetap mempunyai watak dan sifat tertentu. aspek psikis- . betapapun besarnya pengaruh lingkungan sosial terhadap individu. tetapi dalam banyak ha banyak pula perbedaannya. Akan tetapi. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek melekat pada dirinya. Hal mi memherikan keuntungan rohani bagi individu seperti bahasa. disebut orang yang mempunyai kepribadian istimewa. yaitu aspek organik jasmaniah.

Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: menyimpang dan norma kolektif kehilangan individualitasnya atau takluk terhadap kolektif. memberi konotasi ―matang‖ atau ―dewasa‖ dalam konteks sosial. aliran psichologi Gestalt dan aliran Sosiologi. Pengertian Pertumbuhan Walaupun terdapatnya perbedaan pendapat di antara para ahli. kegoncangan pada satu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat. sedang keseluruhan ada pada kemudian. Lain halnya dengan pendapat dan aliran psikologis Gestalt tentang pertumbuhan. Menurut para ahli dan aliran ml bahwa pertumbuhan ad alah proses d iferensiasi. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu. 01) b. Perubahan mi pada lazimnya disebut dQngan istilah proses. disebut proses mdividualisasi atau aktualisasi din. Ketiga aspek tersebut saling mempengaruhi. Individu dibebani berbagai peranan yang berasal dan kondisi kebersamaan hidup. Makna manusia menjadi individu apabila pola tingkah Iakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan Proses yang meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri. dan mempengaruhi masyarakat seperti adanya tokoh pahiawan atau pengacau. Kedua macam kesan (sensation dan reflexions) merupakan pengertian yang sederhana yang kemudian dengan proses asosiasi membentuk pengertian yang lebih kompleks. . bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. dan aspek-sosial kebersamaan. Untuk selanjutnya timbul beberapa pendapat mengenai pertumbuhan dan berbagai aliran yaitu asosiasi. Sebelum ―baik‖ atau ―tidak baik‖ pengaruh individu terhadap masyarakat adalah relatif.rohaniah. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dan pengalaman atau enipiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan s?nsations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexions. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Mencari titik optimum antara dua pola tingkah laku (sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat) dalam situasi yang senantiasa berubah. maka muncul struktur masyarakat yang akan menentukan kemantapan masyarakat. Konflik mungkin terjadi karena pola tingkah laku spesifik dirinya bercorak bertentangan dengan peranan yang dituntut oleh masyarakat dan sekitarnya. Bagian-bagian mi terikat satu sama lain menjadi keseluruhan oleh asosiasi. namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.

c. b) Pendirian Emperictik dan emiro omen Lutistik Pendirian mi herlawanan dengan pendapat nativistik. Menunut para ahli dan golongan mi berpendapat. Para abli berpend apat. Para ahli dan golongan mi menunjukkan berbagai kesempatan atau keminipan antara orang tua dengan anaknya. bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleli faktor-faktor yang clibawa sejak lahir. yaitu a) Pendirian nativistik. Tetapi hal mi akan menimbulkan keragu-raguan apakah kesamaan yang ada antara orang tua dan anaknya benar-benar disehabkan oleh pembawaan sejak lahir ataukah mungkin karena adanya fasilitas-fasilitas atau hal-hal lain yang dapat memberikan dorongan ke arah kemajuannya. Misalnya seorang ayah merniliki keahlian di bidang seni lukis maka kemungkinan besar anaknya juga menjadi pelukis. bahwa pertuni )uh an individu semata mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berpera nan sania sekali. Jadi menurut proses mi keseluruhan yang lebih dahulu ada. Jadi menurut pendirian mi menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan lebih rnenekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang hanyak dibicarakan.ilah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang Semula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dan lingkungan yang ada. namun pada ganis besarnya dapat digolongkan ke dalam tiga golongan. Kemudian kita mengenal konsepsi aliran sosiologi di mana ahli dan pengikut aliran mi menganggap bahwa pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dan sif at mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Dalam membahas pertumbuhan itu ada bermacam-macam aliran.Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan. Jadi dan pendapat aliran psikologi Gestalt mi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan itu ad. baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Pendirian semacam mi biasa disebut pendirian yang . sedang bagian-bagian hanya rnempunyai arti sehagai bagian dari keseluruhan dalarn hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain.

Sehingga dapat dikatakan bahwa pendirian mi pada hakikatnya adalah kelanjutan dan faham emperisme. bila anak mi diasuh dalam lingkungan masyarakat manusia. c) Pendirian Konvergensi dan fnteraksionisrne Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan statis yaitu menganggap pertumbuhan individu itu ditentukan oleh dasar (bakat) dan lingkungan. walaupun anak tersebut hidup di antara manusia-manusia lain ada kemungkinan juga anak itu tak akan dapat berjalan karena belum matang untuk melakukan hal itu. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. karena tidak berhasil dalam belajar. Bakat atau dasar sebagai kernungkinan ada pada masing-masing individu namun bakat dan dasar yang dipunyai itu perlu diserasikan dengan lingkungan yang dapat tumbuh dengan baik. Tetapi apabila anak yang normal mi kebetulan terlantar di sebuah hutan hemudian diasuh oleh serigala sudah harang tentu anak itu tidak dapat berdiri tegak pada kedua kakinya dan dia akan merangkak seperti serigala yang mengasuhnva. Di samping harus adanya dasar.environmentalistik. misalnya anak yang normal berusia enam bulan. . Misalnya pada anak yang normal memiliki dasar atau bakat untuk herdiri tegak di atas kedua kaki. juga perlu dipertimbangkan masalah kematangan (readiness). Menurut faliam mi di dalam pertumbuhan individu itu haik dasar maupun lingkungan kedua-duanya memegang peranan penting. banyak di antara anak-anak orang kaya atau orang pandai mengecewakan orang tuanya. walaupun fasilitas belajar yang dimiliki sangat minimal. Tetapi dalam kenyataannya sering dijumpai lain. Apabila konsepsi mi dapat tahan uji (benar) akan dihasilkan manusia-manusia ideal asalkan dapat disediakan kondisi yang dibutuhkan untuk usaha itu. walaupun fasilitas yang diperlukan telah tersedia secara lengkap dan sebaliknya pada anakanak dan orang tua yang kurang mampu sangat berhasil dalam belajar. jauh dan mencukupi.

kira-kira umur 13. Melalui tahu akan kebersihan itu anak belajar mengontrol impuls-impuls yang datang dan dalam dirinya.d) Tahap pert urnbuhan individu berdasarpsikologi Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sehagai berikut: Masa vital yaitu dan 0. Adapun alasan anak berbuat kenakalan dalam usia-usia tersebut adalah sebagai berikut . Masa estetik dan umur kira-kira 2. bahwa pada masa mi mulut memainkan peranan terpenting dalam kehidupan individu. melainkan karena pada waktu itu mulut merupakan alat utama untuk melakukan eksplorasi dan belajar. karena mulut dipatidang sebagai sumber kenikmatan dan ketidak-nikmatan.0 tahun. Pendapat semacam mi mungkin beralasan Kepada kenyataan.0 tahun atau 14. Menurut Freud tahun pertama dalam kehidupan individu itu Sebagai masa oral. dengan sengaja melanggar apa yang dilarang dan tidak melakukan apa yang seharusnya untuk dilakukan. Anak sering menentang kehendak orang tua.0 tahun.0 tahun atau 21.0 tahun. Masa intelektual dan kira-kira umur 7.0 tahun.0 tahun. Sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa mi pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi paxcaindera.0 tahun sampai umur 5.0 tahun sampai kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun sampai kira-kira umur 20. b) Masa Estetik Masa estetik mi dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan.0 tahun sampai kira-kira 7. kadangkadang menggunakan kata-kata kasar. Masa sosial. dan dengan berjalan itu anak mulai pula belajar rnenguasai ruang. Bahwa anak memasukkan apa saja yang dijumpai ke dalam rnulutnya itu tidak karena mulut merupakan sumber kenikmatan utama. a) Masa Vital Pada masa vital mi individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Dalam masa mi pula tampak munculnya gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara umur 3.0 sampai kira-kira 2. Pada tahun kedua anak belajar berjalan. Di samping itu terjadi pembiasaan tahu akan kebersihan.

akan tetapi kalau dia telah rnemperolehnya maka dia tidak lagi memperdulikan. c) Maca Intelektual (masa kecerasian bercekolah) Setelah anak melewati masa kegoncangan yang pertama. ingin tahu. mempunyai pula kebebasan untuk menolak sesuatu. Karena jarang menemukan kenyataan tersehut maka anak seakan-akan ingin mendapatkan pengalaman sebagai subyek yang bebas menentukan keinginannya itu. Kalau pada masa-masa sebelumnya anak masih merasa satu dengan dunianya belum mampu mengadakan pemisahan secara sadar antara dirinya sendiri sebagai subyek dan yang lain sebagai obyek maka kemampuan itu kini dimilikinya. Sikap tunduk kepada peraturan-peratu]afl. melainkan hanya karena ingin mengalami dan ingin rnenyaksikan akibatnya. Adanya minat kepada kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit. sehingga menjadi matang untuk dididik daripada masamasa sebelum dan sesudahnya. dalam hubungan mi ada kecenderungan untuk meremehkan anak lain. dan kehendak yang dimiliki tidak dapat ditahantahan. Dalam hal mi kadang-kadang dia melanggar apa yang dilarang dan tidak mengerjakan hal yang diharuskan. Sebagai subyek dia mempunyai kebebasan untuk menghendaki sesuatu. Ada beberapa sifat khas pada anak-aak pada masa mi antara lain Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah. dan menghendaki benda yang lain dan seterusnya. maka rose sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif. . Hal yang demikian itu dilakiikannya bukan karena dia keras kepala. Amat realistik. permainan yang tradisional. ingin belajar. Berarti dia menyadari bahwa dirinya juga subyek seperti yang lain.Berkat pertumbuhan bahasanya yang merupakan modal utama bagi anak dalam menghadapi dunianya maka sampailah anak pada penyadaran ―aku‖nya atau tahap menemukan ―aku‖-nya yaitu suatu tahap ketika anak menemukan dirinya sebagai subyek. Pada masa mi terjadi apa yang kita sebut deman menghendaki. Adanya ecenderungafl mernuji din sendiri. Lalu bagaimana sikap kita dalam menghadapi anak yang sedang mengalami masa kegoncangan mi yaitu‘yang paling bijaksana mengambil jalan tengah tidak terlalu menekar dan tidak terlalU menonjolkan. Senang 1bandingbafldiflgkan dirinya dengan anak lain. Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal maka soal itu dianggap tidak penting. bila hal itu menguntungkan.

Gemar membentuk kelompok sebaya, biasanya untuk dapat bermain bersama-sama. Di dalam permainafl ada kecenderungan anak tidak lagi terikat kepada aturan permaman tradisional, mereka membuat aturan-aturan sendiri, setelah anak memasuki masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar. Masa keserasjan bersekolah diakhjrj dengan suatu rnasa puera! Masa mi dernikian khasnya sehingga menarjl perhatjan. Sifatsifat. khas anakanak masa pueral itu dapat. diringkas ke da!am dua ha! yaitu Ditujukan untuk berkuasa yang menimbulkan tingkah laku dan perbuatan yang ditujukan berkuasa; apa yang diinginkan, yang dijadikan idam-idaman adalah sekuat, sejujur, sernenang dan seterusnya. Tingkah laku ekstrovers yaitu perbuatan yang berorientasj ke luar dirinya, yang dapat mendorong untuk meyaksikan keadaan-keadaan dunia d luar dirinya dan untuk mencarj teman sebaya untuk men enuhi kebutuhan psikisnya. Pada mereka dorongan bersajn besar sekali sehingga dalam persaingan itulah anak-anak pier mendapatkan sosialisasj lebih lanjut. Dan nampak anak puer dapat melakukan mi dan itu (si tukang jual aksi) tetapi di samping itu tidak berani berbuat begini atau begitu (si pengecut), sehingga pada anak puer seringkalj dijulukj si ―tukang jual aksi‖. Sementara juga dijuluki si ―pengecut,‖. Suatu hal yang penting pada niasa mi anak menerima otoritas orang tua dan guru sebagai suatu hal yang wajar karena itu pada anak-anak mi mengharapkan adanya sikap yang obyektif dan adil pada pihak orang tua Jan guru sebagai pemegang otoritas sehingga sikap pilih kasih akan mudah rnenimbul kan problem di kalangan mereka.

d) Maca Remaja Masa remaja merupakan masa yang banyak menarjk perhatian masyarakt karena mempunyaj sifat-sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya. Karena manusia dewasa harus hidup dalam alam kultui- dan hatus dapat rneuempatkajj dirinya di antara nilai-nilaj (kultur) itu maka perlu mengenal dirinya sebagai pendukung maupun pelaksana nilai-nilai. Untuk inilah maka ia harus mengarahkan dirinya agar dapat menemukan din, meneliti sikap hidup yang lama dan mencoba-coba yang baru agar dapat menjadi pribadi yang dewasa. Pada dasarnya mi masih dirinci ke dalam beherapa masa, yaitu

1) Masa Pra remaja Penggunaan istilah pra remaja mi hanya untuk menunjukkan satu masa yang mengikuti masa pueral yang benlangsung secara singkat. Masa mi ditandai oleh sifat-sifat negatif Sehingga disebut juga masa negatif. Pada masa mi terdapat beberapa gej ala yang dianggap sebagai gejala negatif misalnya tidak tenang, kurang suka bekerja, kurang suka bergerak, lekas lelah, kebutuhan untuk tidur besar, hati sering murung, pesimistik dan non sosial. Atau dapat dikatakan secara ringkasnya sifat-sifat negatif meliputi sikap negatif dalam prestasi, baik prestasi jasmani maupun prestasi mental. Negatif dalam sikap sosial balk dalam bentuk pasif maupun dalam bentuk apresif terhadap masyarakat. Terjadinya gejala-gejala negatif itu pada umumnya berpangkal pada biologis yaitu mulai bekerjanya kelenjarkelenjar kelamin, yang dapat membawa perubahan-perubahan cepat dalam din si remaja yang seringkali perubahanperubahan yang cepat mi belum mereka fahami sehingga dapat menimbulkan rasa ragu-ragu kurang pasti dan bersifat malu.

2) Maca rem aja Sebagai gejala pada masa mi adalah merindu puja. Dalam fase mi (masa negatif) untuk pertama kallnya remaja sadar akan kesepian yang tidak pernah dialaminya pada masa-masa sebelumnya. Kesejukan di dalam penderitaan yang nampaknya tidak ada orang yang dapat mengerti dan memaharninya dan menerangkannya. Sebagai reaksi pertama-tama terhadap gangguan Icetenangan dan keamanan batinnya ialah protes terhadap sekitarnya yang dirasanya tiba-tiha bersikap menter!antarkan dan memusuhinya. Sebagai tingkah berikutnya ialah kebutuhan akan ternan yang dapat memahami dan menolongnya serta yang dapat merasakan suka dan dukanya. Di sinilah rnulai tirniul dalam din remaja itu dorongan untuk mencari pedoman hidup vaitu mencari sesuatu yang dapat dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi, dan dipuja-puja, Pacla masa remaja mi mereka mengalarni kegoncangan batin, sebab pada masa mi mereka sudah tidak mau mernakai pedoman hidup kekanak-kanakan, tetapi juga belum mempunyai pedonmn hidup yang baru. Oleh karena itu maka si remaja itu merasa tidak tenang, banyak kontradiksi di dalam dirinya, mengeritik karena merasa diririya mampu, tetapi mereka mi jilga masih mencari pertolongan karena belum dapat mewujudkan keinginannya.

Proses terbentuknya pendirian hidup atau cita-cita hidup itu dapat dipandang sebagai penemuan nilai-nilai hidup di dalam eksplorasi si rernaja. Jadi proses penemuan nilai-nilai hidup tersebut melewati tiga langkah, yaitu Karena tiadanya pedoman hingga mereka merindukan sesuatu yang dapat dianggap hernilai, pantas hidupnya. Padi taraf mi sesuatu yang dipuja itu belum mempunyai bentuk tertentu, sehingga seringkali mereka hanya tahu hahwa merka itu menginginkan sesuatu, tetapi tidak tahu apa yang diiiiginkan itu. Obyek pemujaan itu telah menjadi lebih jelas yaitu pribadi-pribadi yang dipandangnya mendukung nilai-nilai tertentu. Dalam pemujaan terhadap orang-orang tertentu mi umurnnya terdapat perhedaan antara anak laki-laki dan anak wanita. Pada anak laki-laki sering nampak aktif meniru sedang anak wanita kehanyakan pasif. mengagumi dan mernuja dalam khayal. Schingga pada masa mi pulalab umumnya rasa kehangsaan tumhuh dengan subur. Para remaja lebih dapat rnenghargai nilai-nilai lepas dan pendukungnya, nilai dapat ditangkap dan difahaminya se bagai sesuatu yang abstrak. Oleh karena itu pada saat mi para remaja mulai dapat menentukan pilihan atau pemikiran hidupnya. Penentuan pilihan dan pemikiran hidup mengalami jatuh bangun, tidak dapat satu kali. Jadi karena mereka mi harus menguji nilai-nilai yang dipilihnya dalam kehidupan praktis di masyarakat Setelah diketahui bahwa nilai-nilai yang dipilihnya itu tahan uji, maka mreka pilihlah pendirian hidupnya. Pendirian tersebut tiap kali dimodifikasi agar dapat rnengikuti perubahan dan perkembangan niasyarakat dalam lingkungan remaja mi berada. Setelah mereka dapat menemukan pendiian hidup dan telab terpenuhi tugas-tugas pertumbuhan masa remaja maka berarti mereka telah mencapai masa remaja akhir dan mulailah individu mi memasuki masa dewasa awal.

3) Masa Usk Mahasiswa Masa umur mahasiswa dapat digolongkan pemuda-pemuda yang herusia sekitar 18,0 tahun sampai 30,0 tahun. Mereka dapat dikeiompokkan pada masa remaja akhir sampai dewasa awal atau dewasa madya. Pada masa usia mahasiswa banyak peristiwa-peristiwa yang perlu untuk diperhatikan, antara lain yaitu Bila dilihat dan segi pertumbuhan, tugas perkembangan pada usia mahasiswa mi adalah pemantapan pendirian hidup, yaitu pengujian lebih lanjut pendirian hidup serta penyiapan din dengan ketrampilan dan kemampuan-kemamPUan yang digunakan untuk merealisasikan pendirian hidup yang telah dipilihnya. Mahasiswa mi termasuk kelompok khusus

dalam suatu masyarakat maka mereka mulai mempersiapkan din untuk menerima tugas-tugas pimpinan di masa mendatang. Oleh karena itu mereka mulai mempelajani berbagai aspek kehidupan. Sebagai remaja pimpinan dipelajani dan dipersiapkan selama usia mahasiswa mi, misalnya kebudayaan berkeluarga, kemampuan memimpin, kemampuan mengambil keputusan, kemampuan flwnyesuaikan din secara sosial. Mahasiswa akan mengalami perubahan secara perlahan demi sikap hidup yang idealistik ke sikap hidup yang realistik. Dengan demikian keinginan-keinginan yang kurang realistik dalam dirinya dan realitas dalam lingkungannya telah diganti dengan yang lebih berdasar kepada realistis. Tetapi hal mi tidak berarti bahwa di kalangan mahasiswa tidak ada idealisme, justru pada mahasiswa mi banyak terdapat idealisme tetapi idealisme yang realistik yaitu yang dapat diterapkan dalam tin.. dakan. Dengan uraian-uraian mi diharapkan adanya suatu pemahaman mengenai manusia sebagai individu. ―Manusia merupakan makhluk individual tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa-raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiaptiap itu merupakan pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapannya sendiri.‖ Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar keberadaannya. Karena dan sinilah kita akan baru bisa memahami seseorang individu seperti kata Johnson.2 person are what they are always in social context the solitary person is unreal, abstract artifical, abnormal Kehadiran individu dalam suatu masyarakat biasanya ditandai oleh perilaku individu yang berusaha menempatkan dirinya di hadapan individu-individu lainnya yang telah mempunyai pola-pola perilaku yang sesuai dengan normanorma dan kebudayaan di tempat ia merupakan bagiannya. Di sini individu akan berusaha mengambil jarak dan memproses dininya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang ada. Perilaku yang telah ada pada dirinya. bisa adjustable, artinya ia bisa menyesuaikan din. Namun ia bisa juga mengalami maladjustment, yaitu gagal menyesuaikan din. Mengapa terjadi kegagalan2 Kita bisa menelusuri kembali bentukan perilaku itu. Kepribadian mewujudkan penikelakuan manusia. Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi. Proses dan individu untuk menjadi pribadi, tidak hanya didukung dan dihambat oleh dirinya, tetapi juga didukung dan dihambat oleh kelompok sekitarnya.

Kelompok inilah yang meiahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepnibadiannya dalam masyarakat.3 Banyak halhal mengenai kepribadian yang dapat dirunut dan keluarga. bahwa sebenarnya keluarga mempunyai fungsi yang tidak hanya terbatas selaku penerus keturunan saja. Anak-anak inilah yang nantinya berkembang dan mulai bisa melihat dan mengenal aPi din sendiri. dan kemudian belajar melalui pengenalan itu. moderate dan keluarga sukses. sering dikenal dengan sebutan primary group. yang pada saat-saat sekarang mi sering dilupakan orang.2. Keluarga sebagai kelompok pertama yang dikenal individu sangat berpengaruh secara Iangsung terhadap perkembangan individu sebelum maupun sesudab ter. Pen gertian Fungsi Ke1uirga Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. membinanya dengan cara menelusuri dan meramalkan han esoknya. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.un langsung secara individual di masyarakat. Individu ml pada tahap selanjutnya mulai merasakan bahwa telah ada individu-individu lainnya yang berhubungan secara fungsional. Keluarga biasanya terdiri dan suami. mempersiapkan pendidikan. karena kehilangan pijakan. Individuindividu tersebut adalah keluarganya yang memelihara cara pandang dan cara menghadapi masalah-masalahnya. Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan itu biasa disebut fungsi. Oleh karena itu adalah bijaksana kalau diiihat dan dikembalikan peranan keluarga dan proporsi yang se benarnya dengan skala prioritas yang pas. dalam huhungannya dengan perkembangan individu. Keluarga sudah seringkali tenlihat kehilangan peranannya. Perkembangan intelektual akan kesadaran lingkungan seorang individu seringkali dilepaskan dan bahkan dipisahkan dengan masalah keluarga Hal-hal semacam inilah yang sering menimbulkan masalah-masalah sosial. Kelompok mi. Dan sinilah ia mulai dikenal sebagai individu. ketrampilan dan budi pekertinya. isteri dan anak-anaknya. Tidaklah dapat dipungkiri. a. FUNGSI-FUNGSI KELUARGA Keluarga adaiah unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Akhirnya keluarga menjadi semacam model untuk mengidentifikasikan sebagai keluarga yang broken home. diketahui terdiri dan seorang individu (suami) individu lainnya (isteri) yang selalu berusaha menjaga rasa aman dan ketenteraman ketika menghadapi segala suka duka hidup dalam eratnya arti ikatan luhur hidup bersama. Apa yang dilihatnya. pada umumnya. Keluarga. pada akhirnya akan memberinya suatu pengalaman indivithal. .

Sehingga tepat pada waktunya ia sudah matang menerima keadaan baru dalam mengarungi hidup rumah tangganya. yaitu : Fungsi Biologis Fungsi Pemeliharaan Fungsi Ekonomi Fungsi Keagamaan Fungsi Sosial a) Fungci Biologis Dengan fungsi mi diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anakanaknya. Dengan persiapan yang cukup matang mi dapat mewujudkan suatu bentuk kehidupan rumah tangga yang baik dan harmonis. .ci Pemeliharaan Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dan gangguan-gangguan sebagai berikut: gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan obat obatan gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata. pagan tembok dan lain-lain. pengetahuan untuk mengatur rumah tangga bagi sang isteri. melalui perkawinan. b) Fung. Dan setiap manusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya. memelihara pendidikan bagi anak-anak dan lain-lain.b. Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh orangorang tua bagi anak-anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tentang kehidupan sex bagi suami isteri. Macam-macam Fungsi Keluarga Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/dirinci ke dalam beberapa fungsi. Persiapan mi dilakukan sejak anak menginjak kedewasaan. Kebaikan rumah tangga mi dapat membawa pengaruh yang baik pula bagi kehidupan bermasyarakat. Karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan. tugas dan kewajiban bagi suami.

lain. . perhiasan dan lain. Sehingga terwujud suatu masyarakat yang teriepas terhindar dan segala gangguan apapun yang terjadi. Di negara Indonesia yang berideologi Pancasila berkewajiban pada setiap warganya (rakyat) untuk menghayati. tern pat tidur. Sedangkan perlengkapan jasmani yang bersifat individual inisalnya alat-alat sekolah. Juga dapat termasuk ke dalam golongan perlengkapar) jasmani adalah permainan anak. Dengan dasar pedoman mi keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian akan tercermin bentuk masyarakat yang Pancasila apabila semua keluarga melaksanakan P4 dan fungsi keluarga mi. c) FungsiEkonomi Keluarga berusaha rnenyelenggarakan kehutuhan manusia yang pokok yaitu: kebutuhan makan dan minum kebutuhan pakaian untuk rnenutup tubiihnya kebutuhan tempat tinggal. pakaian. lampu dan lain-lain. Sehubungan dengan fungsi mi keluarga juga berusaha nielengkapi kebutuhan jasmani di mana keluarga (orang tua) diwajibkan berusaha agar anggotanya mendapat penlengkapan hidup yang bersifat jasrnaniah baik yang bersifat urnurn maupun yang bersifat individual. Perlengkapan jasrnaniah keluarga yang sifatnya umurn misalnya meja kursi. mendalami dan mengamalkan Pancasila di dalarn perilaku dan kehidupan keluarganya sehingga benar-benar dapat diamalkan P4 mi dalam kehidupan keluarga yang Pancasila. Permainan anak mi memiliki nilai bagi anak-anak untuk mengembangkan daya cipta di samping sebagai alat-alat rekreasi anak. Berhubung dengan fungsi penyelenggaraan kebutuhani pokok mi maka orang tua diwajibkan untuk berusaha keras agar supaya setiap anggota keluarga dapat cukup makan dan minum. d) Fungsi Keagamaan. cukup pakaian serta tempat tinggal.Bila dalam keluarga fungsi mi telah dijalankan dengan Sebaik-baiknya sudah barang tentu akan membantu terpeliharanya keamanan dalani masyarakat pula.

Dan sesuai dengan kepribadian bangsa . Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi. tidak sopan. diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk antara lain sopan santun. Soewaryo Wangsanegara dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut a) Pembentukan kepribadian. orang tua akan langsung menegur dan spontan memberitahu anaknya bahwa hal-hal yang menyimpang dan tata cara yang telah digariskan adalah tidak benar. bahasa. bertingkah laku serta bertutur kata yang baik dan tepat terhadap teman-teman sebaya. Mulai sejak anak-anak bertatih-tatih belajar berjalan sampai dengan usia sekolah dengan penuh kesadaran dan asa tanggung jawab. harus menerima dengan tangan kanan. Dengan melalui nasihat dan larangan. cara bertingkah laku. dan baru setelah anak menerima dengan tarigan kanan pemberian itu benar-benar diberikan. dan kepada mereka yang patut dihormati. seorang anak yang menerima sesuatu pember-ian dan orang tua atau kerabat-kerabat keluarga.e) FungsiSosial Dengan fungsi mi keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa. pernberian itu ditanik surut. dengan tujuan untuk memproduksikan serta melestarikan kepribadian mereka dengan anak cucu dan keturunannya. orang tua. khususnya orang tua membentuk kepribadian anak-anaknya secara sadar dan terencana sesuai dengan kepribadian suku Jawa atau suku Sunda khususnya. Secara bertahap anak-anak juga diajari dan diberi pengertian mendasar. Apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan yang telah digariskan. dalam lingkungan keluarga. Tindakan semacam mi merupakan suatu proses mendidik dan membentuk kepribadian dengan penuh kesadaran dan berencana. para orang tua meletakkan dasar-clasar kepribadian kepada anak-anaknya. orang tua menyampaikan norma-norma hidup tertentu dalam bertingkah laku Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. bagairnana harus bersopan santun. Demikianlah lingkungan keluarga. Dengan fungsi mi diharapkan agar di dalam keluarga selalu terjadi pewarisan kebudayaan atau nilai-nilai kebudayaan. Kebudayaan yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah diniiliki okh generasi tua yaitu ayah dan ibu. ukuran tentang baik buruknya perbuatan dan lain-lain. lingkungan keluarga yang bertitik sentral pada ayah dan ihu secara intensif membentuk—sikap dan kepribadian anak-anaknya Contoh pada keluarga suku Jawa atau suku Sunda. Bila anak menerima dengan tangan kin.

Pada kelompok masyarakat pnimitif. moral keagamaan. Bahkan menurut Margaret Mead (antropolog dan Amerika Serikat) menyatakan bahwa peranan televisi sebagai transmisi kebudayaan sudah melebihi peranan transmisi kebudayaan lainnya. karena menempati posisi kunci. Keluarga adalah Sebagai jenjang dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan. Namun demikian. dan kebudayaan yang berkorelasi fungsional dengan sebuah struktur masyarakat tertentu. Contoh : Televisi sebagai produk teknologi modern sudah sedemikian besar berperan sebagai transmisi kebudayaan. estetika. Akan berlaku serupa proses reproduksi dan materi-materi kebudayaan dan keluarga lain dan berbagai suku bangsa di Republik Indonesia khususnya. keluarga juga berfungsi sebagai alat reproduksi kepribadian-kepribadian yang berakar dan etika. Dalam masyarakat primitif biasanya terdapat sistem kekeluargaafl yang sangat luas. Lembaga-lembaga nonformal ataupun formal seperti sekolah-sekolah adalah perantara-Perantara dalam bentuk lain dalam transmisi kebudayaan. b) Erat kaitannya dengan butir a. trampil pula sebagai seniman patung atau sebagai seniman tan Bali.Indonesia pada umumnya. Pengalamanpenga1aman dalam interaksi sosial dalam lingkungan keluarga adalah suatu modal dasar dalam membentuk kepnihadian seseorang. Sej alan dengan itu semakin hesar pula fungsi seholah sebagai perantara dalam transmisi kebudayaan. 1979: 108). Contoh : Dalam lingkungan . Akan tetapi kehidupan perekonomian rnasih belum berkembang. Sebaliknya fungsi keluarga sebagai lembaga transmisi kebudayaan secara relatif semakin mundur. sekalipun sudah ada pula perantara-Perantara lain. peranan keluarga adalah maha penting sehagai transmisi kehudayaan. perekonomian mereka sud‘ah mulai berkembang. Namun begitu ikatan-ikatan kekeluargaafl masih terjalin kuat dan sering mempengarubi atau menguasal bidang perekonomian mereka. dan turut menentukan pula tingkah laku seseorang terhadap orang lain. peranan keluarga sebagai penyaluran (transrnisi) kebudayaan sudah tidak memadai lagi. Semakin maju dan dinamis suatu kelompok masyarakat makin banyak memerlukan sekolah-sekolah. d) Keluarga berfungsi sehagai lembaga perkumpUlafl perekonomian. dalani pergaulan di luar lingkungan keluarganya. diwariskan ketrampilan seni patung atau seni tan Bali kepada anak keturunannya. dan masyarakat dunia pada umum nya. (Mayor Polak. pada masyarakat l)rlmitit. Contoh Dan keluarga seniman tan Bali. c) Keluarga merupakari eksponen dan kebudayaan masyarakat. Pada kelompok-kelompok masyarakat yang lebih kompleks tetapi belum masuk pada era masyarakat industri. sebagai hasil reproduksi seni patung dan seni tan dalam lingkup keluarga tersebut.

Pelaksanaan pendidikan anak laki-laki ditangani oleh ayah atau paman dan pihak ayah. Dalam lingkungan masyarakat primitif. pendidikan diawali dengan pengetahuan kerohanian. e) Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan. dan mant era-mantera untuk melern ahkan musuli (Koentjaraning. ada tanah panjaen. . Akan tetapi tidak dapat menjual tanpa persetujuan dan huta yang diputuskan dengan musyawarah adat.. Sebaliknya dalam masyarakat yang berindustrialisasi. rat. menebang pohon. T)alani lingkungan suku Batak Karo dan Simalungun. ada perbedaan antara golongan keturunan dan para pendiri huta atau kuta dengan penduduk pendatang kemudian. termasuk alat-alat herburu. baik beTupa sawah atau ladang. l3alai pendidikan akan dimiliki oleh ―keluarga besar‖ (terdini dan beberapa keluarga batih) atau juga dirniliki oleh keluarga batih. Sedangkan golongan lainnya rnemiliki tanah hanya cukup untuk hidup (Koentjaraningrat. 1979 : 101). Perkembangan perekonornian itupun tidak rnutlak sepenuhnya didukung oleh para pengelola dan sanak keluarga. anak laki-laki atau perempuan mempunyai tempat sendirisendiri. ci. untuk keperluan pengasuhan dan pendidikan anak-anak (baik anak lakilaki ataupun perempuan) dibangun balai pendidikan. (Koentjaraningrat. menangkap ikan. Mereka dapat menggarap tanah pertanian itu seperti tanah milik send iri. Pada keluarga suku Batak Toba misalnya. ‗ranahtanah pertanian yang dikuasai huta atau kuta dapat diolah anggota-anggota keluarga Iaki4aki. inemperbail:i peralatan. namun cenderung terlepas dan ikatan-ikatan kekeluargaan. misalnya membuat api. herdagang bahkan pengetahuan rnengenai seks juga harus diketahui dan dikuasai. Lebih lanjut diajarkan pengetahuan ilmu-ilmu gaib berupa mantera-mantera penolak bala. perekonomiannya berkembang pesat. Pada umumnya. al. segera sesudah berumah tangga. namun harus tetap tinggal di balai pendidikan yang terpisah. tanah yang dimiliki seorang laki-laki atas pemberian orang tuanya. membuat kapak. 1963 : 228). Para pendiri huta atau kuta disebut marga tanah memiliki tanah paling luas.―keluarga besar‖ suku Batak Karo maupun Simalungun di Sumatera Utara. Kendatipun demikian. tanah pertanian yang dimiliki setiap inclividu juga ada. al. huta atau kuta yang memegang hak ulayat atas penguasaan tanah pertanian. Materimateni pendidikan harus diketahui dan harus dikuasai oleh seorang anak laki-laki dalam inasa pendidikan dan seterusnya hingga dewasa. Dalam masa pendidikan. penolak sihir. antara lain tentang initologi nenek moyang yang keramat. Selain dan itu diajarkan pula hagaimana hekerja mencari dan rnengambil air dan hekerja di ladang. Pengasuhan dan pendidikan anak-anak Derempuan Iebih dititikberatkan kepada penguasaari tata cara kehidupan dalarn rumah tangga.. 1963 187). et. Untuk anak perempuan biasanya ditangani oleh bibi dan pihak ibu.

Perlu kita ketahui bahwa nafsu seksual memang harus dijuruskan dengan cara-cara yang dapat diterirna oleh norma hidup. maka keluarga itu akan lebih akan goyah terus dan akan segera pecah setelah kehidupan seksual suami isteni itu hilang. Secara merata 3istem pendidikan serupa itu telah diganti oleh sekoiah-sekolah. Kehidupan seksual manusia itu beruhahubah dan masa ke masa. Namun hidup seksual itu tidak langgeng sebab seksualitas manusia akan mati sebelum manusia itu sendiri mati. Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. ekonomi dan lingkungan. demikian pendapat Dr. Lysen. seielun tahun 1960-an.Sistem pendidikan semacam mi herlaku dalam lingkungan masyarakat suku pedalaman atau pesisir di Irian Jaya. INDIVIDU. ―individuum‖ yang artinya yang tak terbagi.. Dalam peradaban modern dewasa mi.laki atau perempuan) seperti itu sudah jarang di dapat. . Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk inenyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tenbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. 3. Bahwa perkawinan itu menurut beliau adalah berdasarkan pada libido seksualis. 2) Pen gertian Keluarga Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga. Tetapi inipun tidak realistis sebab menurut nalar keluarga yang dibangun di atas dasar nafsu rnenguasai itu tidak pernah sejahtera. Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lernbaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik. Oleh karena itu apabila keluarga mi benar-benar dibangun atas dasar hidup seksual. Hal mi kurang realistis. Lain halnya Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pada hasrat atau nafsu berkuasa. Dengan demikian keluarga merupakan manifestasi daripada dorongan seksual sehingga landasan keluarga itu adalah kehidupan seksual suami isteri.. KELUARGA DAN MASYARAKAT 1) Pengertian Individu Individu berasal dan kata latin. sistem pendidikan yang berlangsung di balai pendidikan (lali. A. Padahal yang dicita-citakar adalah keluarga bahagia sejahtera. dan umur ke umur dan keadaan yang satu keadaan yang lain.

Dalam lingkungan iti. antara kakek dan cucu. norma-norma. sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiiki ciri-ciri kehidupan yang khas. sejalan dengan pola kehidupan dan pola perekonomian masyarakat pnimitif atau belum sedemikian rupa seperti pada tnasyarakat maju. enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. antara sesama kaurn laki-laki atau sesama kaurn wanita. adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas. norma-norma yang mereka miiki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dala‘n lingkungan mereka. larut dalam suatu kehidupan yang teratur dan terpadu dalam suatu kelompok manusia. Salah satu di antaranya adalah suku Sunda. dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju (masyarakat modern) a) Masyarakat sederhana. Contoh yang disebüt masyarakat Jakarta atau orang Betawi. suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. pada hakikatnya berakar dan bernenek moyang dan berbagai suku. antara ibu dan ayah. Jelasnya: Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan.Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena tenikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki. Djojodiguno tentang Masyarakat aclalah suatu kebulatan daripada segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia. Akhirnya Hasan Sadily berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup betsaina. Bisa juga berlatan belakang darn berbagai sulcu. salah satu di antaranya berakar dan berasal dan kebudayaan dan kepribadian suku Sunda dan Jawa Barat. Dalarn linghungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Jawa Barat. M. Erat kaitannya dengan itu tatanan kehidupan. esensial. yang disebut masyarakat. Tatanan kehiclupan. 3) Pengertian Masyarakat Drs. . Dalam pertunibuhan dan perkembangan suatu masyarakat. Menilik kenyataan di lapangan. antara orang tua dan anak. JBAF Mayor Polak menyebut masyarakat (Society) adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompol:-kelornpok lebih baik atau sub kelompok. atau antara kaum laki-laki dan kaum wanita.M. norma-norma dan adat istiadat yang memberi warna kepnibadian orang Betawi. Kemudian pendapat dan Prof.

jelas bahwa antara sang suami dengan sang isteri. Kalaulah pada saat mengolah tanah pertanian (lad ang atau kebun) dikerjakan bersama-sama. dikerjakan oleh orang laki-laki. merajut. Dengan latar belakang seperti itu. nampaknya berpangkal tolak dan latar belakang adanya kelemahan dan keniampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas pada saat itu. maka pekerjaan yang berat seperti: membuka lahan. dan mengumpulkan sayuran liar. merupakan pekerjaan berat yang menuntut keberanian. menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang. Berburu atau menangkap ikan di laut misainya.kelamin. dan mengasuh anak-anak. niempersiapkan serta membersihkan lahan pertanian untuk berladang. 1960 41—42). dan antara sesama isteri. 1961 . Mengurus rurnah tangga. terjadi pembagian kerja dengan kesepakatan yang dapat diteritna satu sama lain. dan bercocok tanam adalah pekerjaan orang perempuan. Amir Sutaarga. 1961 : 120). regional maupun internasional. . menyusui. misalnya menebang pohon.. b) Masyarakat maju. ketrampilan serta kemampuan daya tahan fisik yang kuat.Fembagian kerja berdasarkan jenis . al. et. seorang isteri meminta kepada suaminya supaya mengambil seorang isteri lain untuk meringankan pekerjaan rurnah tangganya (Raymond Firth. di sam ping pekerjaan-pekerjaan lain. jika seorang laki-laki mempunyai lebih banyak isteri. Dalam lingkungan masyarakat maju. kedua bidang pekerjaan mi tercatat sebagai monopoli pekcrjaan kaum lelaki. dan binatang-binatang kerang (M. dan memelihara ternak besar. dapat dibedakan sebagai kelompok masyarakat non industni dan masyarakat industni. Demikian maka kaum wanita tidak saja mengurus anak-anak tetapi juga membuat barang-barang anyaman. Masyarakat m. ada kalanya pada beberapa masyarakat primitif. atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai Organisasi kemasyarakatan itu dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada cakupan nasional. dia terhindar dan pekerjaan pertanian yang sangat berat. menyiangi rumput (Raymond Firth. buah-buahan. seperti keranjang. misalnya. Pada suku Nehe. Karena dirasakan perlu menambahkan tenaga kerja. menyebar benih.aju memiiki aneka ragam kelompok sosial. 107). Oleb karena itu. Kaum wanita mengerjakan yang ringan-ringan. membuat pakaian.

dan kelompok tidak resmi (informal group). lebih dititik beratkan pada kesadaran. Contoh-contoh kelompok sekunder. Oleh karena itu. juga kurang bersifat kekeluargaan. bertatap muka. kelompok belajar. perhimpunan serikat kerja/serikat buruh. obyektif. antara lain : keluarga. Sifat interaksi dalam kelompok-keloinpok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. lebih erat. terpaut saling hubungan talc langsung. (b) Kelompok sek under Antara anggota kelompok sekunder. Para anggota menerima pembagian kerja/pemhagian tugas atas dasar kemampuan. (a) Kelompok primer Dalarn kelompok primer. pembagian kerja. yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekundet (secondary group). rukun tetangga. Berlatar belakang dan pengertian resmi dan tak resmi. . Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidair berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rurnah Tangga 4ART) seperti yang Jazim berlaku pada kelompok resmi. keahlian tertentu. di samping dituntut dedikasi. sif at interaksi. kelompok agama. karena itu saling mengenal lebih dekat. pembagian kerja antar anggoLa kelompok diatur atas dasar pertimbanganpertimbangan rasional.(1) Masyarakat Non irzdustri Secara garis besar.program yang telah sama-sama disepakati. sebab para anggota kelompok sering berdialog. interaksi antar anggota terjalin lebih intensif. maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi. lebih akrab. organisasi profesi dan sebagainya. tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. lebih akrab. Contoh-contoh kelompok primer. 1-lal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang t€Iah di flot dalam program. kelompok nasional atau organisasi kemasyarakat non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan. Kelompok primer mi disebut juga kelompok ―face to face group‖. formal. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelcmipok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa. misalnya : partai politik. dan lain sebagainya.

suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. terutama di daratan Eropa. tukang las.A. peranan-peranan serta hirarki tertentu. Contoh : Semua kelompok sosial. juga menjadi ciri dan bagian/kelompok-kelompok masyarakat industri. 1980 : 91). Tetapi hal mi tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W. yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Akan tetapi Ia lebih cenderung mempergunakan dua traf kiasifikasi. Abad ke-15 sebagai pangkal tolak dan berkembang pesatnya industrialisasi. 1982-190). Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. ahli mesin.Namun demikian. perkumpulan-perkumpulan. Contoh-contoh : tukang roti. sampai pada batas-batas tertentu. sehingga konflik jarang texjãdi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompokkelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. tukang bubut. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri. makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. karena latar belakang pengalaman-pengalaman. tukang sepatu. Anggota-anggota terdiri atas beberapa individu atau beberapa keluarga saja. ahli listrik dan ahli dinamo. kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja. Semula pembagian kerja antara majikan dan buruh atau mereka yang magang bekerja berjalan serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu.— Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua ekstrem tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto. senasib sepenanggungan dan pandangan-pandangan yang sama. Seringkali dalam tubuh kelompok resmi juga terbentuk kelompok tak resmi. sesuai dengan taraf perkembangannya. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional. Hal tersebut telah melahirkan bentuk pembagian kerja antara majikan dan buruh. Dengan demikian Semakin kompleks pembagian kerja. . semakin banyak timbul kepribadian individu. sesuai dengan bertambahnya individualisme. (2) Masyarakat Industri Durkheim mempergunakan variasi pembagian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat. atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi. mereka dapat bekerja secara mandiri. Gerungan. norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Jika pembagian kerja bertambah kompleks. Otonomi sejenis. Sifat interaksinya berlangsung saling mengerti yang lebih mendalam.

Contoh Manusia sebagai makhluk individu mengalami kegembiraan atau kecewa akan terpaut dengan jiwa raganya. kebanggaan memiliki ketrampilan dan spesialisasi semakin meningkat. karena kaum industrialis mengganti tenaga manusia oleh mesin-mesin. Dalam kegembiraannya manusia dapat mengagumi dan merasakan suatu keindahan. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU. Perjuangan kaum buruh semakin meningkat. dan perhatin yang kita curahkan kepada objek yang kita amati itu. Bukan hanya kegiatan alatalat tubuh saja. Dengan dem. kauin pekerja membentuk serikat-serikat kerja/serikat buruh. pembagian kerja semakin timpang dan tidak adil. apabila kita mengarnati sesuatu. sebagai kesatuan. karena ia mempunyai rasa keindahan. 4. dan tidak hanya indera mata saje. Sejalan dengan kompleksitas pembagian kerja. KELUARGA DAN MASYARAKAT a. melainkan juga seluruh minat. Suatu keindahan ia kagumi dan ia nikmatj melalui indera mata dan indera perasaan yang berbaut menjadi satu kesatuan. rasa estetis dalam individunya. Kegiatan manusia sehari-hari merupakan kegi atan keseluruhan jiwa raganya. Makna Individu Manusia adalah makhluk individu. kemauan. lambat laun menjadi luntur. sehingga menimbulkan konflik. terutama cli perusahaan-perusahaan besar. Ketidak-puasan kaum buruh terhadap kondisi keija dan upah semakin meluas. atau bukan hanya aktivitas dan kemampuan-kemampuan jiwa satu persatu terlepas daripada yang lain. Hal mi berakibat membawa stagriasi mental para buruh. Tidak hanya dengan mata. Majikan Sebagai pemiik modal monopoli posisi-posisi tertentu.ikian. Dalam pengamatan suatu objek tersebut keseluruhan jiwa raga kita terlibat dalam proses pengamatan itu. Makhluk mdividu berarti rnakhluk yang tidak dapat dibagi-bagi. tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Awal perjuangan tersebut ditandai dengan keinginan untuk memperbaiki kondisi kerja dan upah. Akibat terjadi konflik-konflik yang tak dapat dihindari. tangan. Suatu rasa keindahan. Para ahli Psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan. pekerjaan menjadi tambah rumit dan terlalu khusus. . rasa estetis dalam individunya. Minat dan perhatian mi sangat dipengaruhi oleh niat dan kebutuhan kita pada waktu itu. Akumulasi ketidak puasan buruh menjadi bertambah. telinga. dan perasaan saja. Tegasrlya.Laju pertumbuhan industri-industri membawa konsekuensi memisahkan pekerja dengan majikan lebih nyata. maka kita bukan hanya melihat sesuatu dengan alat mata kita saja.

termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya. Menurut Sigmund Freud. melainkan juga dalam anti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial mi mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama. peinalu. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dan perhubungan laki-laki dan wanita. ada pula yang poligami. yaitu sekelompok wanita kawin dengan sekelompok laki-laki. Ada yang berbentuk monogomi.ri satu indung telur. yaitu 1. Bersumber d. Karakter yang khas itu terbentuk dalam lingkungan keluarga secara bertahap dan akan mengendap melalui sentuhan-sentuhan interaksi : etika. Failport merumuskan kepnibadian manusia sebagai xnakhluk individu adalah sebagai benikut : kepnibadian adalah organisasi dinamis danipada. di mana saja dalam satuan masyarakat manusia. Bahkan masyarakat yang sederhana terdapat ―group married‖. sukar bergaul dengan teman-teman sebaya dan linkungannya. .A Gerungan.isteri Hubungan mi mungkin berlangsung seumur hidup dan mungkin dalam waktu yang singkat saja. Anak yang satu lagi bersifat tertutup. Kenyataan-kenyataan yang kita dapati dalam kehidupan sehari-hani setiap individu berkembang sejalan dengan ciriciri khasnya. 1980 28). periang. Proses yang dilaluinya adalah pro. Dua individu inanusia yang berasal dan satu keturunan yang sama. perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Hubungan suami . Sehuhungan dengan itu. Di sini kita sebutkan 5 macam sifat yang terpenting. Sejak anak manusia dilahirkan ia membutuhkan proses pergaulan dengan orang-orang lain untuk memenuhi kebutuhan batiniah dan lahiriah yang membentuk dirinya. Untuk menjadi suatu individu yang ―mandini‖ harus rnelalui pnoses. estetika. pemantapan dalam pergaulan di lingkungan keluarga pada tahap pertama. 1980 : 29). tetapi toh-tetap memiliki karakter ramah tamah. tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga. b.Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu. Makna keluarga Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. walaupun dalam kehidupan lingkungan yang sama. Gerungan. dan moral agama. superego pribadi manusia sudah mulai terbentuk pada saat manusia berumur 5-6 tahun (W.sistem-sistem psycho-physik dalam individu yang turut menentukan caracaranya yang unik (khas) dalam menyesuaikan dirinya dengan iingkungan (WA. Contohnya yang sangat tepat adalah anak kernbar. dan mudah hergaul dengan teman-teman sebaya dalam lingkungannya.

melainkan diurus oleh adik atau saudara perempuannya.2. bahkan hartanya pun tidak diurusi oleh wanita itu. Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara. di mana kekuasaan terletak pada wanita.. Sedang pada masyarakat lainnya diserahkan pada orang-orang yang bersangkutan. 4. Di Minangkabau wanita tidak mempunyai hak apa-apa. Sistem mi disebut Avonculat. kakan. Milik atau harta benda keluarga Di manapun keluarga itu pasti mempunyai milik untuk kelangsungan hidup para anggota-anggotanya. 3. Dalam pemilihan jodoh dapat kita lihat. Mengenai arti masyarakat ini. sama. bahwa calon suami-isteri itu dipilihkan oleh orang-orang tua mereka. Ada yang melalui garis wanita. c. Selanjutnya perkawinan mi ada yang berbentuk indogami (yakni kawin di dalam golongan sendiri. seperti misalnya R. Herskovjst : menulis bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan meng-ikuti satu cara hidup tertentu . Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan.J. bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja.. Definisi adalah sekedar alat ringkat untuk memberikan batasan-batasan mengenai sesuatu persoalan atau pengertian ditinjau daripada analisa. 5. ada pula yang berbentuk exogami (yaitu kawin di luar golongan sendiri). Analisa inilah yang memberikan arti yang jernih dan kokoh dari sesuatu pengertian. Di dalam beberapa masyarakat keturunan dihitung melalui garis laki-laki misalnya : Di batak. mi disebut patrilineal. mi disebut : Matrilineal. di Minangkabau. Linton Seorang ahli antropologi mengemu. sehingga mereka itu clapat mengorganisasjk dirinya dan berfikir tentarLg dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Pada umumnya keluarga itu tempat bersamaJrumah bersama. baiklah di sini kita kemukakan beberapa definisi mengenai masyarakat itu. Makna Masyarakat Seperti halnya dengan definisi sosiologi yang banyak jumlahnya kita dapati pula definisi-definisi tentang masyarakat yang juga tidak sedikit. M.

Dalam arti yang luas masyarakat dimaksud keseluruhan hubunganhubuiigan dalam hidup bersama tidak dibatasi oleh lingkungan. bangsa dan sebagainya. yang mempurlyai perhubungan yang erat dan teratru.J. golongan dan sebagainya. masyarakat Minang. yaitu : Adaptasi dan organisasi dart tingkah laku para anggota. masyarakat Sunda. Gilliri : mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok m. masyarakat tani dan sebagainya. Dan uraian tersebut di atas dapat kita lihat bahwa masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan dalam arti yang sempit. sikap dan perasaan persatuan yang sama. Steinmetz : seorang sosiologi bangsa Belanda. yang telah cukup lama hidup dan bekeja dalam waktu lama.P. Gillin dan J. Kalau kita mengikuti definisi Linton. Dalam arti sempit masyarakat dimaksud sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspekaspek tertentu. tradisi. masyarakat Jawa. Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelom pokan yang lebih kecil. bangsa. dipakailah kata masyarakat itu dalam arti yang sempit. S. Hasan Shadily mendefinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dan beherapa manusia. Kelompok manusia yang dimaksud di atas yang belum terorganisasikan mengalami proses yang fundamental. bertaijan secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain. Proses mi biasanya bekerja tanpa disadari dan diikuti oleh semua anggota kelompok dalam suasana trial and error. misalnya territorial. masyarakat itu timbul dan setiap kumpulan vidu. dengan atau karena sendirinya. bahwa masyarakat harus mernpunyai syarat-syarat sebagai berikut: Harus ada pengumpulan manusia. Umpamanya : ada masyarakat mahasiswa. dan harus banyak.anusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan.R. Timbul perasaan berkelompok secara lambat laun atau lesprit de corps. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu. maka dapat ambil kesimpulan. Atau dengan kata lain : kebulatan dan semua perhubungan daiam hidup bermasyarakat. Adanya aturan-aturan atau Undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama. yang meliputi penge] ompokan-pengelompokan manusi a yang lebih kecil. . bukan pengumpulan binatang. Mengingat defi nisi-definisi masyarakat tersebut di atas. mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar.L.

Kerapkali rasa harg din menjelma menjadi nafsu untuk berkuasa. yaitu perasaan yang lain. manusia di laut mencari ikan sebagai nelayan. dan sebagainya manusia menciptakan rumah. Hal mi disebabkan manusia sejak lahir mempunyai 2 hasrat/keinginan. untuk itu ia mengambil makanan sebagai hasil dan alam sekitarnya dengan menggunakan akal. Manusia sebagai makhluk sosial manapun tersusun dalam kelompok-kelompok. Reaksi mi yang menyebabkan hubungan manusia bertambah luas. yang penting ialah reaksi sebagai akibat dan hubungan tadi. Misalnya seorang yang menyanyi ia memerlukan reaksi berupa pujian atau celaan guna mendorong tindakan seianjutnya. penyelenggaraan untuk mencani makanan itu lebih mudah dilakukan dengan bekerjasama. Di dalam memberikan rekasi tersebut ada kecenderungan untuk menserasikan dengan tindakan orang lain. Kesem uanya itu ditimbulkan kelompok-kelompok sosial (Sosial groups) dalam kehidupan manusia. dorongan mi merupakan cambuk untuk kerjasama. — Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana sekelilingnya. agar tetap sehat . Kecenderungan sosial merupakan keanehan. rasa harga din berhubungan juga dengan suatu kelompok sosial tertentu. Orang yang gila hormat rnisalnya sebetu]nya bertindk karena dorongan penghargaan orang lain. Fakta mi menunjukkan manusia mempunyai sosial akan pembawaan kemasyarakatan (sejumlah sifat-sifat dapat berkembang dalam pergaulan dengan sesamanya) seperti hasrat bergaul dan sebagainya. milieu sosial. terutama pada keadaan pnimitif . alam yang kejam.Di dalam hubungan antar manusia dengan manusia lain. faktor-faktor yang menyebabkan manusia hidup bersama. adalah Dorongan untuk mencari makan . Untuk mencari makanannya. Mis&flYa harga din. Manusia juga harus makan. . Rasa harga din tampak sebagai jiginan untuk berharga tetapi juga kelihatan berharga. karena manusia tak mungkin hidup sendiri. di hutan manusia terbaru. yakni — Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (yaitu masyarakat). Dorongan untuk melangsungkan jenis. Untuk dapat menyesuaikan din dengan kedua lingkungan tersebut manusia menggunakan pikiran untuk dapat menghadapi udara dingin. Menurut Eliwood. Dorongan untuk mempertahankan din . misalnya seorang anggota Parpol akan bangga kalau Parpolnya dapat menunjukkan prestasi yang baik. pakaian dan lain-lainnya.

Nyatalah bahwa manusia pada kodratnya adalah makhluk sosial. yaitu masyarakat. Di sini kita dapati manusia dengan sadar rnenghubungkan sikap tingkah laku dan perbuatannya dengan individuindividu lainnya. Membentuk satu kesatuan dapat disebut individu sebagai anggota maYarakat. individu. Kenyataan mi sesuai dengan rurnus Aristoteles : man is by nature a political animal. maka itulah yang disebut masyarakat. khususnya masyarakat. Individuindividu yang hilang ingatan. ideologi yang sama dan sebagainya. Ada hubungan timbal balik antara anggota-anggotanya. Atau dengP‘ kata lain : individu yang sedang dalam keadaan mernutuskan hubungannya dengan alarn sekitarnya. RANG KUMAN Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa. Ada suatu faktor yang dm1liki bersama. . sepenti nasib yang sama. Individu perseorangan berarti individu berbeda dalam keadaan tidak berhubungan dengan individu lainnya.khususnya masyarakat. Auguste Comte tersendiri di dalam ilmu pengetahuan sosiologi berpendapat bahwa : Kehendak berkumpul itu memang terkandung di dalam sifat manusia. antara lain Setiap anggotanya harus sadar bahwa ia merupakan bagian lain kelompoknya. namun kodratnya manusia itu adalah ―makhluk sosial‖ bukan makhluk individual. maka tak ada jalan lain untuk mengatakan. Dapatlah kita membedal(an pengertian antara individu sebagai perseorangafl dan individu sebagai makhluk sosial.ereka yang benar-benar saling mengikatkan dininya engan individu-individu lainnya. Bila rumusan tersebut kita terima dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kenyataannya. yaitu makhluk yang bertindak seirama dengan kehendak umum. kepentir3gafl yang sama. Sesungguhnya telah kita bedakan dua pengertian individu tersebut sebagai dua pengertian yang contras. Atau dengan singkat manusia itu adalah zoon politicon. dan apabila kelornpok-kelompok itu berjalan constant.Suatu himpunan manusia supaya merupakan kelompok sosial harus memenub syarat-syarat. Sehingga terbentuklah suatu kelompok yang besar . yang artinya : manusia pada kodratnya adalah makhluk yang berkumpul-kumpul. melainkan hanyalah kepada . Jadi masyarakat itu dibextuk oleh individu-individu yang beradab dalam keadaan sadar.indiVidU type pertapa tidak dapat menjadi anggota masy1rakat yang permanen. individu-individu yang fikirannya rusak. Sedang individu sehagai rnakhluk sosial berarti individu yang sedang mengadakari hubungan dengan alam sekitarnya. bahwa manusia sebagai makhluk sosial adalah sudah pada kodratnya. tujuan yang sama.

kepribadian. Sebagai lembaga perkumpulan ekonG. Dalam lingkungan kelompok masyarakat maju. . pembagian kerja menjadi lebih kompleks.ni. Sebaliknya pekeniaan-pekerjaan yang lebih ringan dikerjakan oleh orangorang wanita. Oleh karena itu pekerjaan-pekriaan yang memerlukan kekuatan phisik dilakukan oleh orang laki-laki. Pembagian kerja pada kelompok-kelompOk masyarakat sedërhana lebih dititikberatkan pada keterbatasan dan kemampuan fisik (antara orang wanita dan pria). Berfungsi sebagai alat reproduksi kepribadian. dan Sebagal pusat-pusat pengasuhan dan pendidikan anakanak sebagai generasi penerus. yang terbagi menjadi masyarakat non industri dan masyarakat industri. lebih rumit dan lebih khusus. Pertumbuhan ini dividu dan saat lahir sampai dewasa melalui rnasarnasa: Vital Estetik Intelektual Remaja Usia mahasiswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dapat dilihat dan tiga pendirian.Pertumbuhan itu antara lain dapat ditinjau dan tiga aliran yaitu Asosiasi Psikologi Gestalt Sosiologi. sebab keluarga menempati posisi kunci. Furigsi-fungsi keluarga Sebagai tempat atau wahana pembentukan kepribadian anak-anak dan anak keturunan keluarga tersebut. Sebagai eksponen dan perantara (transmisi) kebudayaan masyarakat. yaitu Nativistik Empiristik dan environmentalistik Konvergensi dan interaksionirme Tahap pertumbuhan berdasar psikologi.

Keluarga dan Masyarakat: Individu diartikan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.Sejalan dengan berkembangnya industri. posisi dan peranannya semakin abstrak. Individu. . Mengenai pengertian keluarga ada beberapa pendapat antara lain Sigmund Freud berpendapat bahwa keluarga adalah perwujudan dan adanya perkawinan antara pria dan wanita. Djojodiguno berpendapat bahwa rnasyarakat adalah suatu kebulatan dan segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia. dan pekerja kelas tinggi. Mayor Polak berpendapat bahwa masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri. M. dan kolektiva-kolektiva serta kelompok-kelompok dan sub-sub kelompok. Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa keluarga itu adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki. Mengenai pengertian rnasyarakat antara lain menurut: Drs. sehingga keluarga itu merupakan perwuj udan dorongan dorongan seksual. pekerja kehs menengah. Individu mempunyai makna langsung apabila konteks situasional adalah keluarga atau lembaga sosial. Prof. dapat dibedakan : pekerja kasar. lahirlah kelompok masyarakat pemijk modal (disebut majikan) dan keloinpok pekerja. Hasan Sadily berpendapat bahwa masyarakat adaIah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama. JBAF.M. eksensial enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh golongan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. seperti masyarakat atau nasion. sedangkan individu dalam konteks lingkungan sosial yang lebih besar. Berpangkal tolak dan penggolongan kelas-kelas pekerja.

Masalah-masalah Kepemuduan Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh 8etiap generasi dalam hubungannya dengan generan yang lebih tua. bahkan seakanakan tidak diberi kesempatan untuk menyesuaikan dengan situasi (obyektif) perubahan tadi. penyesuaian dirinya dengan situasi yang baru timbuflah harapan setiap pemuda akan mempunyai masa depan yang (kalau bisa) lebih balk daripada orang tuanya. akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat. Sebagian besar pemuda mengalami/menikmati suatu pendidikan yang lebih tinggi dan orang tuanya hal mana merupakan inti berkurangnya pengertian antara orang tua dengan anak. mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum serta mempunyai tujuan agar manusia bertingkah laku yang baik dalam pergaulan hidup dan bertujuan untuk mencapai kedamaian hidup. dan norma kesusilaan yang bertujuan agar manusia berhati nurani yang bersih. Proses perubahan terjadi secara lambat dan teratur (evolusi) atau dengan besar-besaran sehingga orang sukar mengendalikan perubahan yang terjadi. Norma-norma yang mengatur hubungan pribadi. dewasa mi mengalami suatu situasi di mana mereka sebanyak mungkin harus menemukan jalannya untuk dirinya sendiri. a. merupakan norma-norma masyarakatnya sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya dalam zaman perubahan masyarakat seringkali orang tua sendiri tidak dapat memahami apa yang terjadi di sekitarnya. Problema mi disebabkan karena sebagai aid. Dalam masyarakat tradisional maka orang tua dan para sesepuh sebagai peer group memberikan bimbingan pengarahan kepada anak-anaknya.bat dan proses pendewasaan seseorang.norma: Norma-norma yang mengatur pribadi yang mencakup norma kepercayaan yang bertujuan agar manusia beriman.BAB IV PEMUDA DAN SOSIALISASI INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI Internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusionalisasi saja. Banyak masalah tidak terpecahkan oleh mereka karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami oleh siapa pun dalam lingkungannya dan . Norma-norma mi kadang-kadang dibedakan antara norma. Di negara-negara berkembang anak-anak yang hingga beberapa waktu yang lalu memperoleh pendidikan tradisional yaitu pendidikan berupa penerusan kebiasaan dan nilai-nhlai budaya dan orang tuanya.

Suatu masyarakat akan mengalami stabilitas sosial apabila ―proses reproduksi generasi‖ berjalan dengan baik. Pada uniumnya dapatlah dikatakan bahwa masalah antar generasi mencerminkan bagaimana kebudayaan masyarakat itu sendini. Sehubungan dengan mi. Yang dipermasalahkan adalah nilai-nilai masyarakat. Hakikat Kepemudaan Kiranya disadani bahwa ada berbagai tafsiran yang bisa diberikan terhadap pemuda/generasi muda. diawasi oleh sosial kontrol masyarakat. bagaimana masalah itu dipecahkan juga mencerminkan kebudayaan masyarakat itu. Maka keanehan-keanehan yang menjadi ciri khas masa muda akan hilang sejalan dengan berubahnya usia. psikologis masih kurang dewasa. pembinaan dan proses pendewasaan terjadi secara kontinyu. sehingga terbentuklah personifikasi. mempunyai keluarga menikmati hak poiitiknya sebagai warga negara tetapi dalam segi ekonominya masih tergantung dan orang tua yang tinggal agak jauh dan tempat belajan/studinya. Pendekatan kiasik tentang pemuda melihat bahwa masa muda merupakan masa perkembangan yang enak dan menarik. Untuk itu kiranya penlu diperjelas bahwa pengertian pemuda di sini adalah mereka yang berumur di antara 15 . Dewasa ini umum diketemukan bahwa secara biologi.30 tahun. b. Masalah antar generasi merupakan masalah suatu masyarakat yang dikenal sejak dahulu kala. identitas-identitas dan solidanitas sebagaimana diharapkan oleh generasi sebelumnya. Seringkali diketemukan pemudapemuda telah menikah. p0. Kepemudaan merupakan suatu fase dalam pertuinbuhan biologis seseorang yang bersifat seketika. Dengan demikian. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa masalah antar generasi merupakan suatu masalah modern. Adapun inti pokok adalah bahwa dalam masyarakat dengan sistem tertutup/tradisional.karena itu anak-anak juga dapat menikmati bimbingan yang akan memudahkan masa depan mereka seperti sedia kala. para ahli paedagogi sosial berpendapat bahwa masalab antar generasi kurang dan hampir tidak ter dapat di masyarakat yang tertutup tradisional.litis dan fisik seorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara ekonomis. Hal mi sesuai dengan pengertan pemuda/generasi muda sebagaimana yang dimaksudkan dengan pembinaan generasi muda dan dilaksanakan dalam Repelita IV. dan sekali waktu akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan hukum blobgis itu sendiri: manusia tidak dapat nielawan proses ketuaan. Bagaimana serasi atau kurang Serasi hubungan mi akan tampak dalam saat-saat knitis. .

Masa kanakkanak hanya dapat diresapi karena keanakannya. balk pemuda sehagai perorangan maupun pemuda sebagai anggota kelompok dan anggota dan suatu masyarakat. Tidak mengherankan kalau romantisme akan tumbuh subur dalam pendekatan mi. Pendekatan kiasik melihat potensi dan rornantisme pe. Dinamika pemuda tidak lebih dan usaha untuk menye. Dalam huhungan mi kemungkinan timbul konflik dalam berbagai bentuk protes. karena potensi itu dilihat bukan menupakan sebagian dan aktivitas dalam wawasan kehidupan. pemuda dianggap sebagai suatu kebompok yang mempunyai aspirasi sendiri yang bertentangan dengan aspirasi masyarakat.Menurut pendekatan yang kiasik mi. atau lebih tepat aspirasi orang tua atau generasi tua. maka tingkah laku anak dan pemuda tidak lebih dan riakriak kecil yang tidak berarti dalam gelombang penjalanan hidup manusia. Di sinilah pemuda bergejolak untuk mencari identitas mereka. Dalam hal mi hakikat kepemudaan dicari atau ditinjau dan dua asumsi pokok:‘Pertama. Selanjutnya muncul persoalan-persoalan frustasi dan kecemasan pemuda karena keinginan-keinginan mereka tidak sejalan dengan kenyataan (keinginan) generasi tua. dan setiap bentuk kelakuan yang menyimpang akan dicap sebagai sesuatu yang anomalis. dan setiap fragmen mempunyai artinya sendiri-sendiri. Karena ―mahkota hidup‖ adalah masa tua yang disamakan dengan hidup bermasyarakat. masa pemuda karena sifat-sifatnya yang khas pemuda. Seyogyanyalah penilaian bertolak dan suatu asumsi ke. baik yang terbuka maupun yang terselubung. suaikan din dengan pola-pola kelakuan yang sudah tersedia. hidupan yang bersifat kontinum.. yang tak sewajarnya. arti setiap masa perkembangan hanya dapat dimengerti dan dinilai dan masa itu sendiri. Pemuda dibedakan dan anak dan orang tua dan masing-masing fragmen itu mewakili nilai sendiri. Penghayatan mengenai proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung-menyambung tetapi fragmentaris. yang melihat pemuda dan kepemudaan sebagai suatu tonggak dan ―wawasan kehidupan‖.. terpecah-pecah. yang dengan sendininya mempunyai potensi serta rornantisme dalarn suatu kesatuan untuk inengisi hidupnya. maka hal itu akan terjelma dalam bentuk adanya jurang pemisah antara generasi muda dan generasi tua. Demikian pula usaha-usaha untuk menyalurkan potensi pemuda kerapkali bersifat fragmentaris. dan masa orang tua yang diidentikkan dengan stabiitas hidup dan kemapanan.muda sebagi sesuatu yang berdini sendini. . Oleh sebab itu. Dan jika itu ditantang oleh kaidah-kaidah sosial yang sudah melembaga. tetapi tidak lebih sebagai penyaluran tenaga yang berlebihan dan pemuda itu.

dan kedua. Pemuda sebagai suatu subyek dalarn hidup. Pemuda dianggap sebagai obyek dan penterapan pola-pola kehidupan dan bukan sebagai subyek yang mempunyai nilai sendini. Arah gerak itu sendiri mungkin ke arah perbaikan mungkin pula ke arah kehancuran. Dua asumsi yang mendasari pandangan di atas.Asumsi pokok yang kedua yang merupakan tambahan dan asumsi wawasan kehidupan ialah posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri. Artinya. Tingkah laku manusia merupakan interaksi antara manusia dengan lingkungannya itu. tetapi lingkungan juga akan ikut menentukan. Hal mi hanya bisa terjadi apabila tingkah laku pemuda itu sendiri ditinjau sebagai interaksi terhadap lingkungannya dalam arti luas. suatu interaksi yang bergerak. Keseimbangan antara manusia dengan lingkungannya adalah suatu keseimbangan yang dmamis.‘ Ciri utama dan pendekatan mi melingkupi dua unsur pokok yaitu unsur lingkungan atau ekologi sebagai keseluruhan. Balk gagasan mengenai ―wawasan kehidupan‖ maupun konsep mengenai tata kehidupan yang dinamis. yang menafsirkan kelakuan pemuda dan hidup kepemudaan sebagai sesuatu yang abnormal. sosial dan budaya. Hal itu tergantung . kinanya tidak akan memberi jawaban terhadap ―kebinalan‖ pemuda dewasa mi. Dinarnika pemuda tidak dilihat sebagai sebagian dan dinamika kehidupan atau lebih tepat sebagian dan dinamika wawasan kehidupan. Hal mi disebabkan oleh suatu anggapan bahwa pemuda tidak mempunyai andil yang berarti dalam ikut mendukung proses kehidupan bersama dalaxn masyarakat. akan menggugurkan pandangan kiasik. Penafsiran mengenai identifikasi pemuda seperti mi disebut sebagai sauatu pendekatan ekosferis. Manusia yang hidup dalam lingkungan pesisir pantai akan bertingkah laku yang berbeda dengan yang hidup di pegunungan. Tafsiran-tafsiran klasik didasarkan pada anggapan bahwa kehidupan mempunyai pola yang banyak sedikitnya sudah tertentu dan ditentukan oleh mutu pemikiran yang diwakili oleh generasi tua yang bersembunyi di balik tradisi. tentulah mempunyai nilai sendini dalam mendukung dan menggerakkan hi dup bersama itu. termasuk nilai-nilai kehidupan. Yang dimaksud dengan ―lingkungan‖ dalam konsep mi melingkupi seluruh aspek dan totalitas lingkungan yang dapat diidentifisir dalam unsur-unsur lingkungan fisik. bukan saja manusia itu mengubah. Hubungan antara manusia sebagai suhyek dengan lingkungannya adalah hubungan timbal balik yang aktif. memperbaiki atau merusak lingkungannya. Yang hidup di kota metropolitan hingarbingar akan berbeda dengan yang hidup di dusun-dusun yang penuh kedamaian. unsur tujuan yang menjadi pengarah dinamika dalam iingkungan itu. mengubah atau merusak manusia sebagai akibat pengrusakan manusia atas lingkungannya.

antara generasi tua dan pemuda misalnya. Sebalilcnya. Sebagai konsekuensinya. generasi tua tidak dapat menuntut bahwa merekalah satu-satunya penyelamat masyarakat dan dunia. di sam.pada tingkat pengelolaan manusia terhadap lingkungannya. hanya terletak pada derajat dan ruang lingkup tanggung jawabnya. Bertolak dan suatu kenyataan bahwa dalam masyarakat modern di mana perubahan sosial terjadi begitu cepat. dalam arti adanya perbedaan yang fundamental antara generasi tua dan generasi muda. generasi muda yang penuh dinarnika hidup. Dengan demikian tidak ada pertentangan antara pemuda. Pertama. Dua hal yang menonjol dan pendekatan ekosferis mi. berkewajiban mengisi akumulator generasi tua yang makin melemah. serta jawaban yang kreatif terhadap potensi lingkungannya. secara fundamental. Di sinilah terletak makna kedua dan pendekatan ekosferis bahwa balk apa yang menggolongkan din generasi tua maupun generasi muda dan anak-anak. Dengan demikian maka adanya penilaian yang baku (fixed standard) yang melihat generasi tua sebagai ahli wanis dan segala ukuran dan nilai dalam masyarakat. Semuanya bertanggung jawab atas keselamatan kesejahteraan. Di pihak lain. dalam menghayati makna hidup dan kehidupan mi semata-mata disebabkan oleh tingkat kedewasaannya. dan karena itu menghakimi para pemuda yang cenderung menyelewenang dan ukuran dan nilai tersebut. kelangsungan generasi sekarang dan yang akan datang. Pendekatan ekosferis mengenai tingkah laku manusia memperkuat dugaan di . kiranya tidak dapat ditenima. Perbedaan antara kelompok-kelompok yang ada. semuanya berada dalam status yang sama ialah menghadapi atau berada dalam satu kesatuan wawasan kehidupan. maka semua kelompok. Dengan demikian maka dalam pendekatan mi tidak ditemukan adanya ―jurang generasi‖. Dalam hubungan mi.ping memetik buah-buah pengalamannya yang telah terkumpul oleh pengalaman. dan melihat generasi muda sebagai perusak tatanan sosial yang sudah mapan. kepemudaan dan kehidupan orang dewasa dan anakanak merupakan suatu totalitas. orang dewasa (generasi tua) dan anak-anak. generasi muda tidak bisa melepaskan din dan kewajiban untuk memelihara dunia — yang hanya satu mi — bersama-sàma dengan generasi tua. mempersiapkan generasi muda untuk memikul tanggung jawabnya yang makin kompleks. balk potensi manusiawi maupun potensi fisik yang ekonomis. Kalaupun perbedaan dalam kematangan berfikir. Generasi tua sebagai ―angkatan yang berlalu‖ (passing generation). berkewajiban untuk membimbing generasi muda sebagai generasi penerus. termasuk generasi tua perlu mencari dan menginternalisasikan atau menghayati ukuran-ukuran standar yang ternyata bersifat dinamis. maka tidak ada generasi yang menganggap dirinya pelindung generasi sekarang atau yang akan datang.

Hal mi juga berarti bahwa keresahan pemuda adalah juga suatu refleksi dan keresahan masyarakat secara keseluruhan. narnun kerapkali dalarn kenyataannya hal mi sukar dicapai karena keterbatasan-keterbatasan dalam lingkungan itu sendiri. Secara ideal irama mi hendaknya hanmonis. juga generasi tua hanuslah sensitif terhadap dinamika lingkungan dengan ukuranukuran standar yang baru. Misalnya ―pemuda harapan bangsa‖. ketidakpatuhan kepada orang tua/guru. ―pemuda pemilik masa depan‖ dan lain Sebagainya yang kesemuanya merupakan beban moral bagi pemuda. hal mi sering lebih merupakan pengertian ideologis dan kaltural danipada pengertian irniah.atas. keterbatasan lapangan kerja dan masalah lainnya. Tetapi di lain pihak pemuda rnenghadapi persoalanpersoalan seperti kenakalan remaja. adalah respons terhadap lingkungan yang kini berubah dengan cepat. masa depan suram. Hal mi berarti. akan lebih dapat dimengerti sebagai suatu keresahan dan masyanakat sendiri sebagai keseluruhan. 2. Secara lebih spesifik. Segala jenis ―kelainan‖ yang hingga kini seolah-olah telah menjadi hak paten pemuda. bahwa bukan saja pemuda. kecanduan narkotika. gejolak hidup pemuda dewasa mi. kesemuanya akibat adanya jurang antara keinginan dan harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi. merupakan suatu totalitas yang dinamis. frustasi. Lingkungan hidup manusia dalam arti yang luas. tidak berjalan seirama. Dengan pendapat di atas jelas kiranya bahwa pendekatan ekosferis mengenai pemuda. menempatkan masalah pemuda pada horizon yang lebih luas. seperti yang telah dijelaskan. merupakan istilah demografis dan sosiologis dalam konteks tertentu. Di atas telah dikemukakan bahwa pemuda sening disebut ―generasi muda‖. PEMUDA DAN IDENTITAS Telah kita ketahui bahwa ―pemuda atau generasi muda‖ merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah ―nilai‖. Dalam pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda bahwa yang dimaksud pemuda adalah: . Kerapkali unsur-unsur manusiawi dengan lingkungan sosial ekonomis ataupun fisik.

Dilihat dan segi psikologis dan budaya.Siswa. dan kadang-kadang sampai umur 40 tahun.18 tahun. Di muka pengadilan manusia berumur 18 tahun sudah dianggap dewasa. Dilihat dan segi budaya atau fungsional dikenal istilah: Anak : 12 – 15 tahun Remaja : 13 – 18 tahun – 21 tahun Dewasa : 18 – 21 tahun ke atas. di luar lingkungan sekolah ataupun perguruan tinggi. maka generasi muda adalah calon pengganti generasi terdahulu.Dilihat dan segi biologis. Diihat dan angkatan kerja. digunakan istilah sumber-sumber daya manusia muda (young human resources) sebagal salah satu dan 3 sumber-sumber pembangunan yaitu: Sumbersumber alam (natural resources) Sumber-sumber dana (financial resources) Sumber-sumber daya manusia (human resources). usia antara 6 . Untuk tugas-tugas negara 18 tahun sening diambil sebagai batas dewasa tetapi dalam menuntut hak seperti hak pilih. .enaga muda dan tenaga tua. Dilihat dan perencanaan modern. maka pematangan pribadi ditentukan pada usia 21 tahun. Dilihat dan umur. ada yang mengambil 18 tahun dan ada yang mengambil 21 tahun sebagai permulaan dewasa.25 tahun. ada istilah t. Yang dimaksud dengan sumber-sumber daya manusia muda adalah dan 0 18 tahun. Dilihat dan ideologis-politis. masih ada di Universitas atau perguruan tinggi. masih dibangku sekolah Mahasiswa.Pemuda. dalam hal mi berumur antara 18 sampai 30 tahun. diperoleh 3 kategori. terdapat istilah : Bayi Anak : 0 – 1 tahun : 1 – 12 tahun Remaja : 12 – 15 tahun Pemuda : 15 – 30 tahun Dewasa : 30 tahun keatas. lembaga dan ruang lingkup tempat. usia antara 25 – 30 tahun. usia antara 18. Tenaga muda adalah calon-calon yang dapat ditenima sebagai tenaga kerja yang diambil antara 18—22 tahun.

Supersemar itu sendiri lahir bukanlah karena kemurahan hati atau hadiah dan rezim Orde Lama kepada pimpinan Orde Baru. Moratorium merupakan masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda yang bersangkutan dalam jangka waktu tertentu mengalami perubahan. kaurn ekstrimis PM yang dimanifestasikan dalam bentuk teror G 30 S-nya. dan dua hulan kemudian lahirlah Surat Perintah 11 Maret (Superseman) yang amat bersejarah itu. mendorong mempercepat berhasilnya Tnitura. Bachtiar. tidak akan berhasil dalam waktu yang begitu singkat mematangkan situasi dan mempercepat tangan Bung Karno untuk menandatangani Supersemar dengan hati yang enggan.Dalarn setiap masyanakat. 1982 11). merupakan identitas dan pola pikiran dan sumbangsih generasi muda. Basuki Rachmad (almarhum) dan M. sehingga ide dan pikiran itu menjadi suatu konsep yang berguna. Lahirnya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) di tengah-tengah kemelut masyarakat yang sedang dilanda kekalutan sebagai akibat goncangan-goncangan sosial dan tragedi nasional yang diintroduksikan oleh PM dengan G 30 S-nya. telah menjawab suatu tantangan yang tengah mengancam mar tabat manusia dan kemanusiaan di tnah air mi (Abdul Gafur 1982 172). khususnya pana mahasiswa dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ―moratorium‖. Lahirnya KAMI di tengah-tengah kemelut masyarakat sebagai akibat tragedi nasional itu. dengan sekalian kesalahan yang mereka buat dalam mengalarni perubahan itu (Hansja W. Generasi mudaJmahasiswatanpa bantuan ABRI dan dukungan seluruh rakyat. Generasi muda tidak tinggal diam melihat bangsanya mengalami depresi mental sebagai akibat teror kaum revisionis. Orde Baru. Ta lahir melalui proses perjuangan. Tetapi tidak benar kalau ada anggapan seolah-olah hanya mahasiswa (generasi muda) yang benjuang. Yusuf (Abdul Gafur : 1982 173 — 1974). Demonstrasi dan aksi-aksi KAMI. tetapi tetap ditongkrongi oleh tiga perwira tinggi ABRI: Amir Machmud. . memang benar. Tritura dan Supersemar tidak lain dan suatu kemenangan pertama. golongan pemuda mempunyai tempat tersendini. Hanya dengan melalui perjuangan identitas dalam upaya meningkatkan kualitas generasi muda. dapat diperjelas ide serta pikiran mereka. Bahwa dalam perjuangan itu andil dan peran generasi muda/mahasiswa sebagai ―pressure group‖ yang meyakinkan sebagai suatu fakta sejarah.

Dengan begitu. dapat tampil dengan kesiapan yang mantap. Bukankah generasi muda penerus bangsa yang paling berkepentingan untuk meraih sukses masa depan? Justru harus disadari penuh oleh generasi muda. untuk introspeksi dan retrospeksi. cinta bangsa. Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa penmasalahan generasi muda dapat dilihat dan beberapa aspek sosial. yakni : 1) Sosial Pcihologi Proses pertumbuhan dan perkembangan keprihadian sera penyesuaian din secara jasmaniah dan rohaniah selak dan masa kanak-kanak sarnpai usia dewasa dapat (hpengaruh oleh beberapa faktor. Pembangunan dan pembaruan adalah tekad seluruh bangsa.angan generasi muda dan menjadi tantangan seluruh rakyat Indonesia. dan harus direalisasi agar menjadi kenyataan. menjadi penonton derap langkah dan deru deramnya motor pembangunan. Anda semua harus menjadi perencana dan pelaku pembangunan mi. tentu kita semua belum puas dengan kondisi seperti itu Bahkan kadang-kadang rnerasa kecewa. tekad nasional. generasi muda diharapkan dalam turut aktif mengisi kemerdekaan dan sebagai pelaku peinbangunan bana. Namun. fakta-fakta menunjukkan di sana-sini rnasih terdapat kelemahan dan kekurangan. Akademi dan Perguruan Tinggi sebagai lembaga pendidikan formal. sebagal eksponen generasi muda penerus bangsa. bahwa generasi muda harus sungguh-sungguh mempersiapkan din. Angkatan muda harus turut dalani ants utania (mainstream) pembangunan. di samping pendidikan informal tempat menempa din bagi generasi muda. Selalu taqwa terhadap Tuhan Yang Mahaesa. cinta tanah air serta cinta kesatuan dan persatuan dalam kebersaniaan menyonong han esok yang lebih cerah. agar kita tidak bersikap seperti orang mabuk kemenangan. Pelaksanaan pembangunan dan pembaruan harus merupakan suatu proses aktivitas dan kreativitas yang berkesinamhungar terus-mene n1s Memang tidak dapat dipungkiti. Dengan demikian kiranya sudah jelas. Bukan berdiri dan berada pada bingkai luar pembangunan. eksistensi generasi muda penerus bangsa dan masa depan adalah sebagai satu kesatuan. generasi muda harus terus turut berperan aktif dalam derap langkah pembangurian. Hadapilah kenyataan-kenyataan yang ada dengan tabah dan sikap dewasa. Tetapi. Dapat bertindak dan berpikir rasional. Sekolahsekolah. bahwa generasi muda tidak boleh berpangku tangan.Marilah kita merenung sejenak. demokratis dan pragmatis. Pembangunan. Hal-hal itu semua jelas menjadi tant. dami kesejahteraan seluruh rakyat indonesia. haruskah mandeg sampai di situ saja? Secara ideal realita. seperti keterbelakangan jasmali i dan .

Pola hidup yang berdasarkan kekeluargaan. ketidakpatuhan kepada orang tua dan guru. keterasingan di kalangan mereka. maka corak dan warna masa depan negara dan bangsa akan menjadi lain danpada yang dicita-citakan. mengelornpokkan din dalam gang-gang dengan sikap dan cara berpikir yang lepas dan norma-norma dan system nilai yang berlaku. Hal seperti mi memungkinkan mereka lalu menjauhkan din dan masyarakat. Akan timbul rasa tidak aman. Hambatan-hambatan tersebut di atas memungkinkan tirnbulnya kenakalan remaja. pengaruh negatif dan lingkungari pergaulan sehari-hani oleh ternan sebayanya. mandi uap. barangkali dapat dicari dan pengaruh-pengaruh daya pamer budaya asing yang lebih bersifat pemuasan kenikmatan duniawi semata-mata seperti kiub malam. kegotongroyongan sebagai salah satu ciri kehidupan masyarakat Indonesia. 3) Sosial Ekonomi Pertambahan jumlah penduduk yang cepat dan belum meratanya pembangunan dan hasil-hasil pembangunan mengakibatkan makin bertambahnva pen gangguran di kalangan pemuda. salah asuh oleh orang tua/keluarga maupun guru-guru di lingkungan sekolah. sehingga apabila tidak memperoleh arah yang jelas. Sebabnya. Meremehkan ajaran-ajaran agama dan memudarkan kesadaran berbangsa dan berpribadian nasional. karena kurangnya lapangan kerja.merit al. makin bergeser ke arah kehidupan individualistis. pola-pola konsumsi mewah. majalah dan film yang lebih menampilkan adegan-adegan porno daripada cerita-cerita yang bermutu yang mengandung unsurunsur pendidikan. Keadaan seperti itu bila berlangsung terus akan mempengaruhi perkembangan generasi muda. Benturan antara nilai-nilai budaya tradisional dengan nilai-nilai baru yang cenderung menimbulkan pertentangan antara sesama generasi muda dan generasi sebelumnya yang pada gilirannya akan menimbulkan perbedaan sistem riilai dan pandangan antara generasi tua dan generasi muda. penolakan. kecanduan pada narkotika dan lain-lain yang kesemuanya itu merupakan gejalagejala yang perlu rnemperoleh perhatian dan semua pihak. 2) Sosial budaya Kaum muda perkernbangannya ada dalam proses pembangunan dan modernisasi dengan segala akibat sampingnya yang bisa mempengaruhi proses pendewasaannya. Hal tersebut dapat menyebabkan terputusrrya kesinambungan nilai-nilai perjuangan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. pada akhirnya akan mempunyai pengaruh dalam rangka pendidikan moral Pancasila. Keadaan mi akan menimbulkan idealisme dan patriotisme serta kesetiakawanan di kalangan kaum muda. .

. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri. makin bertambahnya jumlah pemudapemuda putus sekolah. hal mana merupakan hambatan bagi penyaluran aspirasi generasi muda secara institusional dan konstitusional. baik yang formal maupun nonformal. Dirasakan belum terarahnya pendidikan politik di kalangan pemuda dan belum dihayatinya mekanisme demokrasi Pancasila maupun lembagalembaga konstitusional. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia. Akibatnya makin dirasakan bahwa di kalangan pemuda masih ada hamhatan-hambatan untuk menumbuhkan satu orientasi baru yakni pemikiran untuk menjangkau kepentingan nasional dan bangsa di atas segala kepentingan lainnya. Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan cli kalangan generasi muda disebabkan oleh rendahnya daya beli dan kurangnya pengertian tentang gizi dan menu seimbang di kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah. 4) Sosial Politik Dalam kehidupan sosial politik aspirasi pemuda berkembang dan cenderung mengikuti pola infra struktur politik yang hidup dan berkembang pada suatu periode tertentu. patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda. tertib hukum dan disiplin nasional. Dan uraian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa mi adalah: Dirasakan menurunnya jiwa idealisme. Demikian juga sistem pendidikan tidak mampu menjawab tantangan kebutuhan pembangunan. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya. tapi juga merugikan seluruh bangsa. Ketidakseimbangan antara kebutuhan bagi pendidikan dan penyediaan saranasarana pendidikan. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran/setengah pengangguran di kalangan generasi muda dapat mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problema sosial lainnya. sementara di pihak lain anggaran pemerintah yang terbatas mengakibatkan kekurangan fasilitas bagi latihan-latihan ketrampilan.Kurangnya lapangan kerja mi menimbulkan herbagai problema sosial serta frustasi di kalangan kaum iiuda.

Persentasejumlah penduduk yang masih huta huruf diperkirakan sebesar 40%. agar mereka dapat berkembang menjadi warga negara yang produktif biarpun ada ketunaan. Sebagai subyek pembangunan maka setiap orang harus terlibat secara aktif dalam proses pembangunan. PERGURUAN DAN PENDIDIKAN Keherhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh ber bagai faktor seperti: kualitas sumber daya manusia. Belum dilihatnya secara menye!uruh potensi yang ada mi meniyebahkan penyelesaian masaiah te ebut helum berjalan secepat yang dbnginkan.12 tahun) dapat ditampung oleh fasilitas pendidikan dasar yang ada. Suatu bangsa akan berhasil dalani pembaiigunannya secara ―self prospelling‖ dan turn buh menjadi bangsa yang maju apabila telah berhasilmemenuhi minimum jumlah dan mutu (termasuk relevansi dengan pembangunan) dalam pendidikan penduduknya. terarah dan terencana dan seluruh potensi nasional dengan rnelibatkan generasi muda sebagai subvek pengembangan.‘ . tidak dapat disangkal bahwa kualitas sumber daya rnanusia merupakan faktor yang sangat menentukan dalarn proses pernbangunan. mental dan sosial yang memerlukan usaha-üsha yang lebih sungguhsungguh. tetapi sekaligus juga merupakan subyek pembangunan.Masih banyaknya perkawinan di bawah umur. D sinilah terletak arti pen ting dan pendidikan sebagai upava ntuk toremianya kualitas sumber daya manusia.‖ Dewasa mi sudah sekitar 80% dan usia sekolah dasar (6 . 3. Namun dernikian. dan sebagainya. sedangkan sebagal obyek. rnaka hasil pembangunan tersehut harus bisa dinikrnati oleh setiap orang. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang menvangkut generasi rnuda. Pergaulan behas yang membayakan sendi-sendj perkawin an dan kehidupan kehidupan keuarga. adanya birokrasi pemerintahan yang knat dan efisien. Modemisasi Jepang agaknya merupakan contoh proto-tipe dalam hubungan ini. Hal mi karena rnanusia bukan sernata-niata menjadi obyek pembangunan. sebagai masyarakat utarna dalam pembangunan. terutama di kalangan masyarakat daerah pedesaan. Adanya generasi muda yang menderita fisik. Indonesia demikian pula menghadapi kenyataan untuk melakukan usaha keras ―mencerdaskan kehidupan bangsa. tersedianya sumber daya alam yang memadai. Organisasi oyganjsasj generasi muda/pemuda yang tclah berjalan balk adalah merupakan potensi yang slap uuk dilibatkan dalarn kegiatan pembangunan. Meningkatnya kenakalan rernaja penyalahgunaan narkotika. Penanggulangan rnasalah-niasajalj tersebut di atas memerlukan usaha-usaha secara terpadu.

Tetapi masalah pendidikan bukan saja masalah pendidikan formal. melalui suatu alternatif pembangunan yang lebih balk. Dalam implementasinya. Tidak benlebihan kiranya apabila prestasi keseluruhan mi dinilai . akan kepercayaan kepada din sendin. banyaknyajurnlah pencari kerja. Bila dibandingkan dengan sektor-sektor pembangunan lainnya. sekWr tersebut telah mencapai hasil yang dapat dibanggakan. serta akan kekayaan nllai serta keagungan bangsa dan negara Indonesia. Sebab hal itu semua akan berarti belum terlepasnya Indonesia dan belenggu keterbelakangan dan kemiskinan sebagaimana diharapkan. tetapi pendidikan membentuk manusia-manusia membangun. sektor pendidikan termasuk sektor yang cukup pesat kemajuannya. ?da saat mi bukan saja jumlah para remaja yang dapat ditampung dalani pendidikan formal melonjak tinggi. Untuk itu maka diperlukan adanya perubahan-perubahan secara mendasar dan mendalam yang menyangkut persepsi. satu pendidikan yang akan rnembina ketahanan hidup bangsa. merupakan hal-hal yang memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh. konsepsi serta norma-norma kependidikan dalam kaitannya dengan cita-cita bermasyarakat Pancasila. maka pendidikan nasional yang dibutuhkan adalah pendidikan dengan dasar dan dengan tujuan menurut Pancasila. Rendahnya produktivitas rata-rata penduduk. ―under utilized population‖. Dalam hal mi kiranya Pernenintah telah cukup berhasil dalarn menegakkan landasan-landasan ideal serta landasan konseptual terhadap pembaruan pendidikan menuju suatu sistein pendidikan nasional yang tepat arab dan tepat guna. serta menghargai kemajuan yang aiitara lain bercirikan perubahan yang berkesinambungan. Pendidikan yang dapat mengembangkan semangat ―Inner will atau peninkatan kemampuan din dan bangsa‖ yang terpancar dalam pembangunan pendidikan mental. pendidikan tersebut diarahkan menjadi pendidikan pembang-dnan. kalau tidak dalam aspek kualitatif. akan moral dan harkat pembangunan. tetapi juga semakin besar jurnlah mereka yang berkesempatan mendapatkan pendidikan non formal dengan berbagai keahiian dan keterampilan. kurangnya semangat kewiraswastaan. intelektual dan profesional bagi seluruh penduduk dan pemuda Indonesia2 Di sinilah diperlukan suatu sistem pendidikan-pendidikan nasional yang mampu menyadarkan manusia Indonesia akan potensi-potensi mereka. baik secara fisik maupun secara ideologis dan mental. Sebagai satu bangsa yang menetapkan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan negara Indonesia. Melalui pendiclikan itu diharapkan bangsa Indonesia akan mampu membebaskan din dan belenggu kemiskinan dan keterbelakangan. sedikitnya dalam aspek kuantitatif. Dan untuk itu dipenlukan kebijaksanaan terarah dan terpadu di dalam menangani masalah pendidikan mi.

akan tetapi uga bagi tuuan terakhit pembanguftan sepetti kualitaS keluarga dan kehidUPan masyarakat.sebagai suatu permulaan yang akan merupakan pra kondisi yang subur menuju terciptanya satu masyarakat belajar secara menyeluruh. tanpa mengecilkan arti dan semua yang telah dicapai selama mi. Basic Memora11d1m itu meniuat hal-hal sebagai bet ikut Sekolah itu hendakflYa merupakan bagian integral dan masyarakat sekitarnya. Sejalan dengan itu keluarlah Surat Keputusan Menteri P dan K No. pnia dan wanita. bukan saja bagi produktiV tas. pengetahua1i dan ketramPilan untuk pembafl bangsa clan negara di berbagai bidang. Basic Memorandum dalarfl bidang Pendidikan adalah tanggapan Menteni Pendidikan dan KebudaYaan Republik Indonesia dalani kaitannYa dengan Tahun Pendidikan InterflaSi01. 1973:34). sekolab itu hendakflYa memPUflY dwifun i. mamPU membenil pendidikan formal dun juga pendidikat‘ nonfoflfl8l. serta memper kuaC masyarakat dun kebudaYaan (UmemOto. berbagai masalah telah timbul. akan memberikan 5urnbangan positif bagi pembaflgUflun maka pemenintah Indonesia telah melakukun 1angkah43flg pembarUali dalani bidang pendidikan formal maupun nonformal. dan menyadari investaSi aga4efla terdidik dalani ptograflR jangka pendek enengah ataU jangka panjaflg. yang tidak pernah ada sebelumnya. Sekolah itu hendaknYa beronienta5‖ kepada pembangunafl dan kemajUan 5hingga dapat menyiapkan tenaga kenla yang memiliki watak. Setidk-tidaknya dua faktor yang dapat kita amati sebagai faktor yang sangat pentirig dalam pembangunan dewasa ini:semakin ba‘iyaknya manusia yang membutuhkan pendidikan dan seniakin bervariasinYa mutU pendidikafl yang diharapkan oleh mereka itu. 1970). Akan tetapi. 172/1971. menantang dan cocok dengan tujuannya (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. tahuil 1970. a. Pendidikan Formal. UsahaUSaha dalani pendidikan dasar dapat memberik 5bangan dalam jangka paniang. tanggal 21 September 1971. sekolah pembangunan menjadi model inovasi dalam bidang pendidikan . Sejalan dengan pendapat UmenlOtO tersebut di atas. Basic Memorandum mi dikembangkan lebih lanjut dengan eksperimen-eksperimen di bidang pendidikan. Sesuai dengalL asas pendidikan seumur hidup. metode mengajar dan program yang menyenangkan. Perkembangan lebih lanjut. Steve FL. Sekolah itu hendaknya mempunyaj kurikulum. balk untuk para pemuda maupun untuk orang dewasa. tentang Sekolah Pembangunan. yaitu rnasalah obyektif yang baru.

baik perguruan tinggi negeri atau swasta. Oleh karena pendidikan nonformal dilakukan di luar sekoiah.program yang didasarkan kepada masyarakat harus sejalan dan terintegrasi dengan program-program pembangunan yang dibutuhkan oleh rakyat banyak. pendidikan nonformal sangat dibutuhkan oleh anggota masyarakat yang belum sempat mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan formal karena sudah terlanjur lewat umur atau. Aspek lain yang tidak kalah pen. program sarjana (Si) hanya berjangka waktu 4 tahun. program-program pendidikan nonformal sening dikoordinasikan dan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Masyarakat.. luar itu organisasi-organisasi wanita seperti Dharma Wanita . tingnya adalah untuk meningkatkan mutu lulusan pada bidang. Berdasarkan penelitian di lapangan. heAtujuan untuk mempercepat pemenuhan tenaga-tenaga terdidik pada aspek lain. diintroduksi paket-paket program Di. seperti pada pendidikan formal di sekolah. bidang pendidikan di republik ini. Di kalangan masyarakat. Arus inovasi juga meram bat ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. maka sasaran pokok adalah anggota-anggota masyarakat. Tim Penggerak Pembinaan ICesejahteraan Keluarga (Tim Penggerak PICK) pada tingkat kelurahan dibina oleh para lurah/kepala desa. Selain dan itu dalam sektor pendidikan tenaga kependudukan. Di. Pembaruan-pembaruan dalam bidang pendidikan itu. Akhirnya tujuan terpenting dan pendidikan nonformal adalah program. baik itu perguruan tinggi negeri atau pun perguruan tinggi swasta. maka pendidikan nonformal diidentikkan dengan pendidikan luar sekolah. lama pendidikan di perguruan tinggi menjadi lebih singkat. Senafas dengan jalur inovasi tersebut. terpaksa putus sekoiah. Sebab itu program-program pendidikan nonformal harus dibuat sedemikian rupa agar bersifat luwes tetapi lugas. tetapi tidak terlalu ketit mengikuti peraturan-peraturan yang tepat. Pendidikan Non formal Pendidikan n onformal adalah pendidikán yang dilakukan secara teratur. D2 dan D3 untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan mulai dan tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. program serjana semula berlangsung selama 5 — 6 tahun. b. di samping pembinaan terus-menerus pada sekolah-seko]ah kejuruan. Sistem Kredit Semester (SKS) diberlakukan di semua perguruan tinggi. kurikulum juga mengalami perubahan. Dengan sistem SKS. sehingga lahirlah Kurikulum1975. dengan sadar dilakukan. karena suatu hal. Dengan sistem SKS.Sekolah Menengah. Pada tahun 1985 diwajibkan menggunakan SKS tanpa kecuali. namun tetap menarik minat para konsumen pendidikan. Berdasarkan program lama. Karena pendidikan nonformal pada umumnya dilaksanakan tidak dalam Iingkungan fisik seklah.

Apa itu TTG? TIG adalah seperangkat model. dan lain sebagainya. Sudarmadi. Berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan yang cukup mendesak bagi pelaksanaan pembangunan di pedesaan. Di luar negara-negara anggota ASEAN. perlu kiranya Badaniendidikarr yang mempunyai kewenangan policy pendidikan tadi disatukan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang mengatur rencana pembangunan di daerah tersebut (S. dirancang sedemikian rupa untuk penggunaan-penggunaan di pedesaan. TTG yang serupa. Oleh karena karakteristik masyarakat pedesaan akan berlainan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat perkotaan. Teknologi pembuatan jembatan bambu. dkk. Teknologi tambak air tawar dan air payau. akselerasi pembangunan di pedesaan Indonesia diharapkan dapat lebih cepat.model teknologi yang sederhana. Moerdiyono. Teknologi pembuatan krupuk dan minyak kelapa. Teknologi pembuatan gas bio.dalam program bakti sosial kepada masyarakat acapkali melaksanakan program-program dalam bentuk paket program pendidikan nonformal. menjadi kenyataan. Dengan begitu harapan untuk mencapai masyarakat adil makmur akan Segera terwujud. khususnya bagi kaum wanita (Drs. Teknologi yang dibicarakan ialah sarana meningkatkan taraf hidup masyarakat beban sehari-hari. Contoh-contoh: Teknologi merancang/membuat alat pengeringan gabah atau jagung. PIG seperti itu dilaksanakan di pedesaan India. terutama di Filipina. 1982 : 13). telah dilaksanakan di negara-negara anggota ASEAN.. Pakistan dan Bangladesh. terutama bagi masyarakat pedesaan . Dengan sistem TI‘G. Apa-apa saja yang dapat dijangkau oleh TTG? Jawabnya: Semua aspek teknologi sederhana yang berkaitan dengan kepentingan hajat hidup rakyat banyak di pedesaan. maka oleh para perencana pembangunan pedesaan diintroduksi Teknologi Tepat Guna (VI‘G). maka metode dan teknologi yang akan dipergunakan harus sejalan dengan kemampuan para pelaksana pembangunan di pedesaan. 1973 : 42) Program pembangunan di pedesaan adalah sebagai salah satu garapan pokok pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pedesaan dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Untuk lebih menjamin fungsionalnya program pendidikan nonformal.

kalau akan membelok harus bersikap begini dan begitu. atau ía tidak akan menyentak tali keridali agar kudanya tidak terlalu tegak mendongak ketika jalan naik mendakj. di dalam lingkungan keluarga. Kalau tukang sado.c. Apakali anda pernah mendapatkan pendidikan informal dalam kehidur‘ax seharj-harj? Boleh diingatingat. Pendidikan informal yakni pendidikan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengalaman dalam hidup sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar. jika lebih dulu tidak nngetahUi secara pasti sifat-sifat buruk atau baik dan kudanya dengan cara pendekatan batin. atau lebih tepat kalau disebut pendekatan naluriah aau intuisi. Mereka akan mendapatkan pendidikan informal berkat ketajaman naluri. dengan menghadapi makhluk yang bernyawa seperti kuda. ―Kontak batin‖ dengan kudanya itulah Ia akan mendapatkan nila-nilai pendidikan informal yang sangat membantu kehidupannya sehari-hari.tap mengendalikafl becak. Tentu tidak ada pula sekolah pengemudi sado. Berdasarkan naluri dan pengalaman yang didapat dan kegiatan sehari-hari ia merasakan lebih man. selern but atau sekeras apa? Tidak pasti.Contoh-contoh Apakah ada pendidikan formal bagi pengemudi becak? Jelas tidak ada. Pendeknya dan pengan. Seterusnya si calon pengemudi becak itu akan berjalan sendiri. menjalankan becak di suatu tanah lapang atau di jalan yang lengang. Pendidikan Informal. ia akan menemui kesulitan. dokar atau delman. Bagaimana kalau ia ingin mernacu sado dengan muatan penuh pada jalan mendak] atau menu.run? Tentu diperlukan ―pehdekatan batin‖ serta trik-trik Lertentu agar kudanya tidak tersungkur.pengalarn dalam aktivitas sehari-hari itulah sang tukang sado akan mereguk ese. Hal yang serupa berlaku pada calon tukang saclo.nsi pendidjkan infornal dan sektor persadoan. Hanya akan terjadi perbedaan antara tukang sado dengan tuang becak. sejak seorang lahir sampai ke hang kubur. Atas dasar itu sebenarnya abang becak tadi telah mendapat pendidikan informal dalam mengemudikan becak. l3agairriana ia harus menarik tali kendalj ketika akan berangkat atau berhenti. atau lebih tepat dikatakan mengendalikan becak. keberanian bertindak dan ketekunan dalam kegiatan sehari-hari sebagai tukang sado. Mustahil ia akan dapat menjadi tukang sado yang balk. . Jika seorang pertama kali mencoba mengemudi. masyarakat atau dalam lingkungan pekerjaan sehari-hari. Kalaupun ada temannya yang baik hati. cara memegang kemudi begini. temannya pun akan mengatakan lebih kurang. lebih dahulu ia harus mengadakan ―pendekatan baLm‖ dengan kuda sebagai partnernya.

PT.lembaga Pendidikan yang bersifat tekriis dan sangat teknjs di bawah naungan suatu departemen bertanggung jawab Iangsung kepada Menterj yang mernbawahj departemen tersebut. Batan. Dalam hubungannya dengan persoalan mi menjadi kewajiban bagi pemuda untuk melestarikan kebudayaan bangsa.d. Lembaga. 4. agar dalam fungsinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat memiliki ketrampilan yang memadai sejalan dengan tuntutan pembangunan. dengan demikian akan teijadi perubahan dalam tradisi dalam masyarakat. Berdasarkan peran yang pertama dibedakan atas: Peranan pemuda sebagai individu-individu yang meneruskan tradisi mendukung tradisi dan yang oleh sebab itu dengan sendininya berusaha mentaati tradisi yang berlaku. Nurtanjo. tapi juga bisa menjadi . pendukung kebudayaan bisa merupakan bantuan dalam usaha-usaha pembangunan. Lembaga – embaga Pendidihan di Bawah Departemen don Nondeparte Lembaga. misalnya: Departeen Keuangan dengan lembaga pendidikan Sekolab Tiziggi Akuntansj Negara (STAN). PERANAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT Peranan pemuda di dalam masyarakat dapat kita bedakan atas dua hal. Pertamjna. naung di bawah suatu departemen atau nondeparterne lazim disebut Pusat Pendjdjkan dan Latihan (bersifat teknis). Peranan pemuda sebagai individu-individu yang berusaha menyesuaikan din. Lembaga-lembaga Pendidikan dan Latihan nondepartemen dimiliki oleh LIPI. yaitu a. baik dengan orang-orang atau golongan yang berusaha mengubah tradisi. Semuanya itu bertujuan untuk meningkatkan skill insan-insan pelaksana pembangunan. kebudayaan yang berlaku dalam tingkah laku perbuatan masing-masing. Lapan.lembaga pendidikan yang her. Kedua jenis peranan pemuda di atas bisa mengakibatkan sumbangan pada usaha pembangunan maupun merupakan hambatan terhadap usaha pembangunar. Pemuda yang berusaha untuk menjadi pendukung tradisi. Badan Koordjnasj Survey Tanah Nasiona] (Bakosurtanal) dan lain-lain. Lembaga. Departernen Pertanian dengan lembaga pendidikan Akademi Usaha Perikanan (AUP).lembaga pendidikan di bawah naungan departemen yang bersifat teknis. Departemen Hankam dengan lembaga pendidikan Akabri. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan din dengan tuntutan lingkungan. Departemeri Pertambangan dengan lembaga pendidikan Akademi Geologi.

akan tetapi ingin kebebasan bagi dirinya sendiri. a. melainkan berusaha memperoleh manfaat dan masyarakat dengan melakukan tindakan yang meeka anggap menguntungkan dirinya tetapi merugikan masyarakat. Berdasarkan peran pemuda yang kedua dibedakan atas 1) Jenis pemuda urakan Yaitu jenis pemuda yang tidak bermaksud untuk mengadakan-perubahan d. Asas pembinaan dan pengembangan generasi muda: Asas edukatip (a) Pembinaan dan pengembangan oleh unsur di luargenerasi muda. tidak berniat dan tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat ataupun kebudayaan. 3) Jenis pemuda radikal Pemuda-pemuda radikal berkeinginan untuk mengadakan perubahan revolusioner. didasarkan pada asas Silih asih Silih asah Silih asuh 2) Asas persatuan dan kesatuan bangsa .penghambatlpenentang pembangunan. 2) Jenis pemuda nakal Pemuda-pemuda inipun tidak ingin. Kebudayaan seniman dan sastrawan tergolong dalam jenis mi Misalnya Chairil Anwar dan sebagainya.alam masyarakat. kebebasan untuk menentukan kehendak din sendiri. tidak ingin untuk mengadakan-perubahan dalam kebudayaan. Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan din dengan lingkungannya. Begitu juga pemuda yang berusaha mengubah tradisi belurn tentu mengur tungkan pembangunan. b. Mereka tidak puas. tak bisa menenima kenyataan-kenyataan yang mereka hadapi dan oleh sebab itu mereka berusaha baik secara lisan maupun dalam tindakan rencana jangka panjang asal saja keadaan berubah sekarang juga. didasarkan pada asas Ing ngarso sung tulodo Ing madya mangun karso Tut wuri handayani (b) Pembinaan dan pengembangan oleh sesama generasi muda.

yakni Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Maha Esa. maka perlu diadakan penataan untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna bagi pelaksanaan program-program generasi muda dalam prinsipnya dalam pembangunan nasional. 2) Orientasi ke dalam terhadap dirinya sendiri Pembinaan dan pengembangan generasi muda menu. b. yang bertakwa kepada-Nya dalam segala aspek kehidupannya. membantu dan mengembangkan kemauan dan kemampuan generasi muda untuk membina dan mengembangkan dirinya sendiri dan lingkungannya. 5) Asas pendayagunaafl dan fungsionalisaSi Mengingat banyaknya dan beranekaragafllnya organisasi pemuda yang ada dewasa mi.rut sumbu orientasi ke dalam ialah pengembangan sebagai insan biologis.Asas swakrasa Berdasarkan atas asas mi pembinaan dan pengembangan generasi muda harus dapat menumbuhkan. berbudi pekerti luhur dan hermoral Pancasila.rut sumbu orientasi ke atas ialah pengembangan insan ber-Ke Tuhanan Yang Maha Esa. nilai-nilai kerohanian yang luhur dan falsafali hidup Pancasila.Pembinaan dan pengembangan generasi muda menu. Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda ditujukan pada pembangunan yang memiliki kesek‘rasan dan keutuhan antara ketiga sumbu orientasi hidupnya. 4) Asas keselarasan dan terpadu Pembinaan dan pengembangan secara swakarsa itu dilaksanakan selaras dan terpadu dengan berbagai aspek kmampuan manusia yang seutuhnya dan sekaligus dengan berbagai bidang pembangunafl lainnya. Faktor-faktor yang dimaksud ialah (a) Dorongan untuk mempertahankan dan memelihara dirinya (b) Dorongan untuk mempertahankan jenis/generasinya (c) Dorongan untuk menyatakan dirinya . insan intelek serta insan kerja guna mengembangkan bakat-bakat dan kern ampuan jasmaniah dan rohaniah agar dapat memberikan prestasi yang semaksimal mungkin dengan rnengembangkan faktorfaktor kemainpuan dalam dirinya.

dan mendayagunakan sumber alam serta menjaga kelestanannya. Tujuan nbinaan dan Pengembangan Generasi Muda/ Pemuda. pengembangan dan penerus nilai-nilai serta citacita Prokiamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. termasuk di sini adalah sebagai insan keija dan insan profesi yang memiliki kemampuan untuk menggali. Tujuan ycmg hendak dicapai dalam Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda/Pemuda adalah Mernantapkan persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda Tahun 1928 dalam rangka pembangunan hangsa dan kepribadian bangsa. Mewujudkan kader-kader penerus perjuangan bangsa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berpegang teguh kepada Pancasila sebagai satu-satunya idiologi dan pandangan hidup bangsa. Kepekaan terhadap masa depannya akan menumbuhkan kemampuan untuk mawas diri. dan moral) dan masa depannya.Pembinaan dan pengembangan generasi muda sumbu orientasi ke luar dibagi atas Pengembangan sebagai insan sosial budaya. 3) Orientasi ke luar terhadap lingkungan (budaya. Mewujudkan warga negara Indonesia di masa depan yang memihki kreatifitas kebudayaan nasional yang maju tetap bercirikan dan bercorak kepribadian Indonesia. Pengembangan sebagai insan sosial ekonomi. adat dan moral).Dalam usaha mi mungkin saja individu akan bertentangan dengan lingkungannya (keadaan maupun dorongandorongan) sehingga diperlukan kekuatanlkem ampuan untuk mempertahankan kepribadian dirinya (agama. pengembangan pemuda terhadap masa depannya. kritis serta menumbuhkan kesadaran bagi kesinambungan nilai-nilai luhur bangsa dan negara.memanfaatkan. soaial. Pengembangan sebagai insan sosial politik dan Sebagai insan patriot. Jalur Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda . dinamis dan kreatif. kreatif. Mewujudkan kader-kader patriot pembela bangsa dan negara yang berkesadaran dan berketahanan nasionai. Melahirkan kader-kader pembangunan nasional dengan angkatan kerja yang berbudi luhur.

Jalur masyarakat yang tidak melembaga : pergaulan sehari-hari. organisasi sosial kemasyai. Kelompok Pecinta Alam . Kelompok Jalur Penunjang Pembinaan dan Pengembangan Generasj Muda melalui jalur mi meliputi Jalur sekolahlpra sekolah ini bisa dilakukan melalui organisasi orang tua murid sedangkan untuk jalur pra sekolah bisa dilakukan dengan jalan peningkatan penataan maupun pembakuan mutu dan para pendidiknya serta sarananya.. Kelompok Jalur Koordinatif Yang dimaksud denganjalur koordinatif di sini adalah jalur pemerintah. Karang Taruna.uan tinggi/akademj melalui SenatMahasiswa dan sebagainya.a. Jalur yang dimaksud.. dan sehagainya. Pramuka. c. tempat rekreasj dan sebagainya.Sesuai dengan ayat 3 tentang generasi muda dalam GBHN dijelaskan.alcatan dan sebagainya. bahwa Sistem pengkoordinasian tunggal melalui badan pembina kebijakan yang bernama Badan Koordinasi Penyelenggaraan Pembinaan Generasi Muda di mana Departmen-departemen Pemerintah yang mempunyai program kepemudaan/generasi muda duduk bersama dalam badan mi dengan maksud agar secara lintas sektoral kebijakankebijakan pembinaan dan pengembangan dapat terkoordinir dan terpadu. . adalah Jalur SLTP dan SLTA melaluj OSIS Jalur kampus/pergui. Kelompok Jalur Utama Kelompok Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda lewat jalur utama mi meliputi : Jalur Keluarga Dalam jalur keluarga mi pe]aksanaan pembinaan dan pengembmgan adalah orang tua serta anggota keluarga terdekat yang merupakan lingkungan pertama dalam rangka pelaksanaan konsepsi pendidikan seumur hidup.. Jalur masyarakat Jalur masyarakat mi dibedakan atas Jalur masyarakat yang nielembaga : lembaga penbadatan. Jalur kepemudaan melaluj KNPI. Jalur Gezierasj Muda Pembinaan dan pengembangan melalui jalur mi termasuk di dalam organisasjorganj85j pemuda yang telah ada selama mi. b.

ikut aktif mernegang peranan pelaksana pe!nbangunan bangsanya. Dalam hubungannya dengan sosialisa.Kesinambungan dan keiestarjan sejarah bangsa kita akan dapat dipelihara. Prokiamasi Kemcrdekaan 17 Agustus 1945 ternyata perlu ditebus dengan pengorbanan yang tinggi. 1) Peran pemuda/mahasjc dalarn menegakkan kernerdekaan. balk yang bersifat politik maupun militer. ialah golongan Nasional.Badan koordinasi mi dibentuk mulai tingkat pusat sampai ke tingkat kecamatan. yang berdasarkari atas pengkotakan golongan masyarakat dalam 3 goongan.sj generasi rnuda khu. Susnya mahasiswa telah nielaksanakan proses sosiajjsasj dengan balk dan dapat dijadikari eontoh untuk generasi muda. Untuk menjaga dan memelihara kesinambungan dan kelestarian sejarah bangsa kita. apabila kita ingin membangun han esok yang lebih balk. 2) Peran rnahasiswa/pern uda dala rn rnempelopoy-z Orde’ Barn Dekrjt Presiden 5 JuJi 1959 rnenetapkan bahwa Republik Indonesia kembali menggunakan UUD 1945 sebagai landasan konstjtusjonai Kemudian Presiden Soekarrju mencarnkan Idenya yang kemudian terkenal dengan Demokrasj Terpirnpin. maka pupuklah semangat kepeloporan. OIeh karena itu untuk pernberj bentuk dan isi masa depan sejarah bangsanya. melajnkan naik ke atas pentas sejarah bangsanya. Pembangunan yang tengah dikerjakan saat mi secara keseluruhan tetap merupakan tugas. tanggung jawab dan milik kita bersama. mahasjswa pada khususnya pada saat mi. yang bertujuan untuk mengendaijkan kekuatan-kekuatan politik yang saling bertentangan. Kenvataan demikjan juga rnempengaruh i kehi dii pan . golongan Agama dan goongan Komunis. perlu menekankan pentingnya keikutsertaan generasi muda dalam kegiatan pembangunan. Sebab. kalau generasi muda tidak duduk sebagai penonton. maka di dalamnya telah tercermin kepentingan yang sekaligus peranan generasi muda. Keadaan Yang dernikian dimanfaatkan oleh golongan komunis (PKI) untuk lebib memantapkan peranannya dalam dunia politik. Timbulnya ide NASAKOM. 1 Pengisian masa depan seperti yang dicita-citakan oleh Prokiamasi Kemerdekaan itu dengan sendininya menuntut keterlibatan generasi muda. Pelaksanaan organisasi pembinaan dan pengembangan generasi muda melalui satuan pengendali pembinaan generasi muda yang dipimpin oleh Menteri Urusan Pemuda. Wujud nyatanya hams dilakukan dalarn perbuatan dan pengabdian dan sekali-kali bukan dalam ariganangan dan impian semata. OIeh karena segera setelah prokiamasi Pemuda Indonesia niembentuk organisasj. keberanjan memikul tanggung jawab dan resiko.

Kalau tidak Iebih mendalarn. ke arah perubahan yang lebih balk. Sebagai . Jumlah pemuda yang dapat mengenyam pendidikan Tinggi tidaklah banyak. Generasi mudalah yang harus menggantikan generasi sebelumnya memimpin bangsanya. Perpecahan inilah yang selalu dinanti-nantikan oleh golongan Komunis. berarti bahwa rnasa depan suatu bangsa itu terletak di tangan generasi muda. bagi pemuda yang sempat duduk di perguruan tinggi. maka mahasiswa pada garis besarnya mempunyai peranan sebagai: Agent of change Agent of development Agent of modernization. Dengan pengkotakan tersebut yang terjadi bukannya persatuan dan kesatuan. Front Pancasila mi mengilhami lahirnya kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) yang merupakan unsur penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. keadaan mi berlangsung sampai pada puncaknya adalah meietusnya 0 30 SIPKI pada tahun 1965. Sebab golongan Komunis bisa Iebih memantapkan peranannya di bidang politik. mempunyai kewajiban untuk menyumbangkan tenaganya kepada masyarakat. 3). ke arah perubahan dalam masyarakat. demikianlah bunyi suatu pepatah. perubahan-perubahan dalam masyarakat. di mana pengetahuan yang diterhna dalam pendidikan dipakai demi pengabdian manusia. Dalam mengadakan perubahan harus memperlihatkan situasi dan kondisi di mana mereka berada. KAM1 menjadi pelopor pendobrak ke arah kehidupan baru yang kemudian dikenal dengan nama Orde Baru (ORBA).Halhal yang tidak sesuai dan menghambat kemajuan haruslah diganti dengan hal-hal yang baru yang sesuai dengan tuntutan zaman. Jumlah yang sedikit tersebut.peni uda i‘m ahasisWa. Perubahan yang membawa kemajuan di negara lain belum bisa cocok untuk dilaksanakan di Indonesia. tetapi justru perpecahari yang dialami. Dengan mengkaji lebih dalam arti apa yang tersirat dalam pepatah itu. Sebagai Agent of change mahasiswa bertugas untuk mengadakan. kemudian terorganisasikan dalam Front Pancasila. berarti menguasal masa depan suatu bangsa. Barangsiapa menguasai generasi muda. yang tidak terlepas adanya pengkotakan-pengkotakan tersehut. Aksi-aksi pengganyangari terhadap PM timbul secara spontan dan masing-masing golongan. Peran mahasiswa dalam masyarakat. agar dapat hidup bermartabat. Perubahan yang bersifat kemanusiaan.

Tidak semua yang telah hidup yang berurat dan berakar di Indonesia dengan begitu diubah dengan hal-hal yang baru. sistem regenerasi-kaderisasi adalah proses tempat pada kader pimpinan para suku atau bangsa digemhieng serta dipersiapkan sebagai pimpinan suku atau bangsa pada generasi berikutnya. Pembangunan tidak akan bisa berjalan dengan lancar bila. Bila dibandingkan dengan generasi sebelum dan generasi berikutnya.Demi suksesnya pembangunan. Generasi 45 dan Generasi 66. menggantikan generasi tua. Proses regenerasi mi berjalan sebagai hiasa-biasa saja. diperlukan u iltu k mem pertahankan kelangsungan eksistensi . Mahasiswa diharapkan bertindak sebagai pelopor-pelopor dalam pembangunan. Belum tentu bahwa hal-hal yang baru itu bisa membawa kebahagiaan kepada bangsa Indonesia. setiap generasi memiliki ciri-ciri khas corak atau watak pergerakan/perjuangannya. Regenerasi Berencana. dengan masing-masingciri khasnya. di Indonesia pernah turnbuh dan berkembang tiga generasi yaitu Generasi 20-an. peranan mahasiswa tidak bisa diabaikan. dipersiapkan. 2. tidak diekspos atau dipublikasikan. Sebagai agent of modernization. RANGKUMAN 1. yaitu Regenerasi yang berlangsung alamiah. Sehubungan dengan itu. Pada hakikatnya.agent of development. mahasiswa dalam fungsi mi bertindak dan bertugas sebagai pelopor dalam pembaruan. bahkan tidak jarang hal-hal yang baru itu justru menjerumuskan bangsa Indonesia ke jurang kesengsaraan. mahasiswa bertugas untuk melancarkan pembangunan di segala bidang yang bersifat fisik maupun bersifat non fisik. sejak Kebangkitan Nasional. Regenerasi-kaderisasi suatu suku atau bangsa. artinya proses regenerasi mi sungguh-sungguh direncanakan. Pada masyarakat suku-suku primitif. proses regenerasi dibakukan dalarn lembaga adat yang disebut Inisiasi. Mahasiswa sebagai manusia yang mengalami pendidilcan cukup tinggi harus dapat memiih mana yang perlu diubah dan mana yang masih tetap dipertahankan. justru mempunyai peranan yang besar sekali. mahasiswa tidak boleh meninggalkan masyarakat yang akan diadakan pembaruan. Dengan sendirinya macam pembaruan yang bagaimana yang harus dijalankan tidak terlepas dengan lingkungan masyarakat selcitarnya. Ada dua regenerasi. Artinya regenerasi berjalan lumrah seperti yang terjadi pada kelorn pok dunia tumbuhan atau hewan. Untuk suksesnya pembaruan yang hendak dijalankan. Oleh karena itu sislem regenerasi seperti mi lebih tepat disebut sistem Regenerasi Kaderisasi. berlangsung secara alami.manusia-manusianya tidak giat bekerja.

menempa dan mencetak kader-kader dan pimpinan bangsa yang tangguh dan merakyat. telah memberi kesempatan luas kepada generasi muda untuk mengembangkan ketrampilan dan potensi dirinya. Demi kesinambungan generasi dan kepemimpinan bangsa. di samping diharapkan terjaminnya kelestarian nilainilai budaya nenek moyang yang dimiliki. mulai dan generasi muda yang masih duduk di SLTP/SLTA dipancing dan dirang— sang kreativitasnya dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja secara Nasional. Sikap oposisi yang diperlihatkan oleh sebagian kalangan generasi muda itu. melaIui lembaga-lembaga negara-matipun swasta dengan fasilitas yang tersedia serba lengkap dan modern. Dalam program pengembangan potensi tenaga usia muda di negeri-negeri Barat.sung oleh LIPI. Ternyata setiap tahun peserta lomba Semakin bertambah jumlahnya. . 6. sebagian kecil dan mereka cenderung menempatkan din sebagai oposisi ―tidak resmi‖ dan Orde Baru yang justru mereka juga turut memberi andil dalam rnenegakkan Orde Baru. Cara yang ditempuh. Dengan pola pikir dan tujuan yang hampir sama. dan turut berperan dalam mematangkan situasi lahirnya Supersemar. Pendidikan non-Formal dan Pendidikan Informal. Namun demikian. nampaknya berlatar belakang pada kurang diberi kesempatan berperan dalam struktur pemerintahan. 7. 3. Generasi muda Indonesia mulai turut dalam pencaturan aksi-aksi Tritura. Acara itu diasuh dan dikoordinasi lang. setelah era Tritura Supersemar berlaku. agar menjadi intelektual yang cakap. Bidang-bidang pendidikan yang dapat menopang pembangunan dengan melahirkan tenaga-ntenaga trampil dalam bidangnya masing-masing dapat digolongkan dalam tiga bidang. Pemerintah Singapura telah menetapkan suatu persyaratan-persyaratan yang ketat dan ―berat‖ untuk memilih calon-calon kader pimpinan bangsanya. 4. Sistem mi telah menjadi milik bangsa-bangsa di dunia. tangguh dan berbudi pekerti luhur di kemudian han. Hal semacam mi berlaku tidak Saja berlaku di Singapura dan di Indonesia saja. dengan peserta-peserta dan seluruh propins di Republik Indonesia. Indonesia telah memiliki KNPI dan AMPI sebagai wadahwadah forum komunikasi dan tempat menggembleng. Bangsa Indonesia tidak mau ketinggalan dalam program pembinaan potensi tenaga muda. yaitu: Pendidikan Formal. Atau ada unsur-unsur lain? 5.serta keinambungan suatu generasi atau bangsa. antara lain di Amerika Serikat.

Puncak penyelewengan adalah pecahnya peristiwa tragedi nasional. maupun penyelewengan-penyelewengan. .8. 9. 11. bangsa dan negara Indonesia mengalami bermcam-macam hambatan. Setelah tegaknya pemerintah Orde Baru para pemuda berperan serta dalam pembangunan di segala bidang. Dalam proses pemberian/penerusan nilai-nilai masyarakat kepada orang muda. gangguan. maka para pemuda/mahasiswa tampil ke depan untuk meluruskan kembali cita-cita nasional yang telah diselenggarakan oleh perrierintah Orde Lama serta menggantinya dengan pemerintah Orde Baru yang sesuai dengan Pancasila danUUD 1945. Menyadari akan tugasnya sebagai generasi penerus. yang kemudian terkenal dengan nama G 30 S/PKI. 10. dan berdiri di garis paling depan dalam melawan penjajah. adakalanya orang tua sendini mengalami hambatan. karena mereka sendiri belum pernahmengalaminya. 12. para pemuda Sebagal pelopor. ancaman. hingga tidak dapat memecahkan masalah yang dihadapinya tersebut. Dalam perjalanannya. demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan IJUD 1945. Dalarn rangka rnenegakkan kemerdekaan.

yaitu dengan hukuman tertentu. Agar tata tertib dalarn masyarakat dapat dilaksanakan dan tetap terpelihara dengan balk. Akan tetapi ternyata tidak setiap orang mau menaati kaidah hukum tersebut.BABV WARGANEGARA DAN NEGARA 1. Sumber hukum material dapat kita tinjau lagi dan berbagai sudut. oleh karena itu agar peraturan hidup itu benar-benar dilaksanakan dan ditaati. perlu ada peraturan yang mengatur dan memaksa tata tertib itu untuk ditaati yang disebut kaidah hukum. yang menentukan tingkah Iaku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh Badan-badan resmi yang berwajib. misalnya dad sudut politik. Dan kepada barangsiapa yang melanggar balk disengaja atau tidak. maka penlu dilengkapi dengan unsur memaksa. ekonomi dan lain-lain. dapat dikenai sani yang berupa hukuman. pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan. b) Sumber-surnber Hukum Ialah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang memaksa. yang mendefinisikan hukum sebagai peraturanperaturan yang memaksa. masing-masing menonjolkan segi tertentu dan hukum. Sumber hukum dapat ditinjau dan segi formal dan segi material. NEGARA DAN PEMERINTAH a. dan Woerjono Sastropranoto SH. Beberapa perumusan yang ada. Dengan demikian hukum mempunyai sifat mengatur dan memaksa. sejarah. Di dalam bukunya ―Pengantar Dalam Hukum Indonesia‖. Di antaranya adalah JCT. HUKUM. Selain Utrecht beberapa Sarjana Hukum Indonesia lainnya telah pula merurnuskan definisi hukum. Sedangkan sumber hukum formal antara lain ialah: . Simorangkir SH. Sehingga hukum menjadi peraturan hidup yang dapat rnemaksa orang untuk menaati serta dapat memberikan sangsi tegas terhadap setiap orang yang tidak mau mematuhinya. Utrecht niembenikan batasan hukum sebagai himpunan peraturan-peraturan (penintah. yang kalau dilanggar dapat inengakibatkan sangsi yang tegas dan nyata. Hukurn Sukar kiranya untuk memberikan suatu definisi tentang hukum. — perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.penintah atau larangan4arangan) yang mengurus tata tertib dalam masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu.

3) Keputusan-keputusan hakim (Yurisprudensi) Ialah keputusan hakim terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sama. . ialah hukum yang ditetapkan oleh negara-negara dalarn suatu perjanjian antar negara. sehingga masing-masing pihak yang bersangkutan terikat dengan isi perjanjian tersebut. 5) Pendapat Sarjana Hukum Ialah pendapat para sarjana yang sering dikutip para hakim dalam menyelesaikan suatu masalah. yang terbagi lagi atas: — hukum tertulis yang dikodifikasikan ialah hukum tertulis yang telah dibukukan jenis-jenisnya dalam kitab undang-undang secara sistematis dan lengkap. — hukum tertulis talc dikodifikasikan. -— Hukum Traktat.enima oleh masyarakat. 3) Menurut ―tempat berlakunya‖ hukum dibagi dalani: Hukum Nasional ialah hukum dalam suatu negara. yaitu hukum yang terletak pada kebiasaan (adat). 2) Menurut ―bentuknya‖ hukum dibagi dalam: Hukum tertulis. Hukum Internasional ialah hukum yang mengatur hubungan internasional. — Hukum talc tertulis. Hukum Yurisprudensi. yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan. — Hukum Kebiasaan. Ialah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuasaan hukum yang mengikat.1) Undang-undang (Statute). c) Pembagian Hukum 1) Menurut ―sumbernya‖ hukum dibagi dalam: Hukum Undang-undang. yaitu hukum yang terbentuk karena keputusan hakim. 4) Traktat (treaty) Ialah perjanjian antara dua orang atau lebih mengenai Sesuatu hal. 2) Kebiasaan (costum) Ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulangulang dalani hal yang sama dan dit. Sehingga tndakan yang benlawanan dianggap sebagai pelanggaran perasaan hukum. diadakan dan dipelihara oleh penguasa negara.

Hukum yang mengatur (pelengkap) ialah hukum yang dapat dikesampingkan. Con toh: Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata. 6) Menurut ―sifatnya‖ hukum dibagi dalam: Hukum yang memaksa ialah hukum yang dalam keadaan bagaimana harus dan mempunyai paksaan mutlak. Menurut ―waktu berlakunya‖ hukum dibagi dalam: lus Constitutum (hukum positif) ialah hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu. dan lain-lain. . maka yang dimaksud adalah Hukum Pidana atau Perdata material. Contoh: Hukum Perdata. 7) Menurut ―wujudnya‖ hukum dibagi dalam: Hukum Obyektif ialah hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang atau golongan tertentu. apabila pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam perjanjian. Hukum Formal (Hukum ProseS atau Hukum Acara) ialah hukum yang memuat peraturan yang mengatur bagaimana cara-cara melaksanakan dan mempertahankan hukum material atau peraturan yang mengatur bagai mana caracaranya mengajukan sesuatu perkara ke muka pengadilan dan bagaimana caranya hakim memben putusan. lus Constituendum ialah hukum yang diharapkan akan berlaku di waktu yang akan datang. 5) Menurut ―cara mempertahankannya‖ dibagi dalam: Hukum material ialah hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang ber wujud perintah-perintah dan larangan-larangan.Hukum Asing ialah hukum dalani negara lain. Hukum gereja ialah norma gereja yang ditetapkan untuk anggota-anggotanya. bila kita berbicara Hukum Pidana atau Perdata. Hukum Asasi (hukum alam) ialah hukum yang berlaku dalam segala bangsa di dunia. Kedua jenis hukum mi iarang digunakan. Hukum Subyektif ialah hukum yang timbul dan hubungan obyektif dan berlaku terhadap seseorang tertentu atau lebih. Oleh karena itu.

Bahkan berarti kepentingan warga masyarakat tidak terpenuhi oleh kaidah agama. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat disebut hukurn positif. Sebab mungkin saja terlaksana dengan kaidah tersebut. untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telab dilindungi kaidah-kaidah tadi perlu sistem hukum. bukanlah kaidah sosial yang mengambang atau tidak jelas bentuk dan tujuannya. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan perlindungan kepentingan orang dalam masyarakat. Kekuasaan negara mempunyai organisasi yang teratur dan paling kuat. tif mi adalah: Pertama. tampil lebih jelas. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dan masyarakat seluruh atau tujuan sosial. dan menitikberatkan pada kepentingan perseorangan. serta menetapkan cara-cara dan batasbatas sampai di mana kekuasaan dapat digunakan dalam kehidupan bersama. tegas dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti anggota masyarakat. kesusilaan dan kesopanan. Oieh karena itu negara mempunyai dua tugas pokok: Mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan asosial. Sebagai atnibut posi. Negara sebagai organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan dan warganegaranya.8) Menurut ―isinya‖ hukum dibagi dalam: Hukum Privat (Hukum Sipil) ialah hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lainnya. golongan atau oleh negara sencliri. baik oleh warga negara. bagi kepentingan-kepentingan yang telah melindungi kaidah agama. oleh karena itu semua golongan atau asosiasi yang memperjuangkan kekuasaan harus dapat menetapkan din dalam rangka in Pentingnya sistem hukum mi sebagai perlindungan. Hukum Publik (Hukum Negara) ialah hukum yang mengatur hubungan antara negara dan alat perlengkapan atau negara dengan warganegaranya. Pengendalian mi dilakukan berdasarkan sistem hukum dan dengan perantaraan pemerintah beserta lembagalembaganya. tetapi tidak cukup terlindungai atau terjamin. kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. tetapi belum cukup kuat untuk melindunginya mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Sehingga dibutuhkan lembaga khusus yang bertujuan merumuskan dengan jelas tujuan yang . Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai ―differentie‖ dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat. artinya bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan.

Dalarn kediniannya secara intern tidak ada sangkutpaut dengan ―kaidah‖ dan ―kebenaran‖ dalam makna dan hakiki yang sebenarnya. pengertian memaksa bukanlah senantiasa dipaksakan apabila tindakan sewenangwenang. perlu mempelajari manajemen hukum dan kultur hukum. dalam rangka konseptualisasi hokum selalu berpihak. Sebab sistem hukum terural dalam tiga komponen yaitu: (1) Substansi. Manajemen hukum memikirkan bagaimana mendayagunakan sumber daya dalam masyarakat untuk mengatur masyarakat melalui hukum. maknanya. struktural dan agama sekalipun. peranannya.hendak dicapai oleh hukum. Sehingga hukum diartikan sebagai serumpunan peraturan yang bersifat memaksa yang diadakan untuk melindungi kepentingankepentingan orang dalam masyarakat. 5) Hukum dapat diidentifikasikan dengan kekuatan atas kekuasaan. Untuk menganalisa lebih tajam apa sebenarnya hukurn. (2) Struktur dan (3) Kultur. 3) Hukum tetap mengabdikan din untuk menjamin kegiatan masa sistem dan bentuk pemerintahan. 7) Jangan apriori bahwa hukum adat lebih baik dan hukum tertulis. seperti posisi. dihutuhkan staf (personalia) yar‘g menjaga berlakunya hukum. perlu dipelajari 10 aspek penganalisa yaitu: 1) Jangan mengidentifikasikan ―hukum‖ dengan ―kebeflaran keadilan‖. sebagai sistem kontrol dan sebagai sistem engineering (pemegang kekuasaan mernelopori proses pengkaidahannya). 2) Tidak dengan sendirinya harus adil dan benar. Sifat dan peraturan hukum tersebut adalah memaksa dan menghendaki tujuan yang lebih dalam. yang perlu mempertimbangkan tiga hal yaitu: Sistem norma. budaya. Agar masyarakat siap memakai hukum positif. kejaksaan dan pengadilan. Hukum tidak lain hanyalah merupakan sarana bagi pemerintah atas tangan-tangan yang berkuasa untuk mengerahkan cara berpikir dan bertindak dalam rangka kebijakan tujuan nasional. selalu berwarna dan memang yang terpancang dalam kamus hukum hanya dirasakan dan dialami. 4) Meskipun mengandung unsur keadilan atau kebaikan tidak selamanya disambut dengan tangan terbuka. 6) Macam-macam hukum terlalu dipukuiratakan. dampaknya dalam proses interaksi dalam masyarakat. . Kedua. Kultur hukum adalah nilai dan sikap dalam masyarakat mengenai hukum. Sebab hukum itu sebagai kongkretisasi danipada sistem nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. bermakna dan berwujud relatif serta karakter dan sosial.

dan masyarakat tidak mungkin bermakna dan berada tanpa hukum. penggelapan dan sehagainya adalah contoh-contoh dan pengangkatan perilaku sosial yang menyim. Hukum sebagai kerangka luar. mulai bayi sampai dewasa. perwujudan dan penampilannya yang tidak dapat dibayangkan seperti pada masyarakat sekarang.. sehingga orang (enaerung untuk memberikan penafsirannya sendiri terhadap hukum. sebab ada persyaratan minimum etis. Antara penyimpangan sosial dan hukum terdapat hubungan yang erat. Penyimpangan sosial tidak segera mempunyai arti pelanggaran hukum. yaitu perbuatan yang tidak sesuai dengan kaidah yang ada sebagai unsur yang membentuk tatanan sosial. artinya ada ambang batas .8) Jangan mencampur-adukkan substansi hukum dengan cara atau proses sampai terbentuk dasar diundangkannya hukum. Tidak tertulisnya hukum dalam hentuk peraturan perundang-undangan tidak mengurangi keheradaan dan kehadiran hukum. dapat pula mengandung arti suatu penafsiran terhadap kaidah hukum yang formal. terus ke kelakuan (costum). Dalam menganalisa adanya pencampur-adukan menganalisir hukum sampai diungkapkannya hukutn. perlu dirniliki pengetahuan sosial. dan yang demikian lalu hanya berfungsi sebagai pe(loman saja. akan berhadapan dengan tatanan di dalam danipada kehidupan sosial yang lebih substansial sifatnya. 9) Jangan mencampur-adukkan ―law in activis‖ dengan ―law in books‖ dan aparat penegak hukum. Apakah hukum itu dalam embrionya bertumbuh dan cara (usage) menuju ke kebiasaan (folk-ways). sebab hukum dapat diartikan sebagai hukum tertulis dan tidak tertulis. dan entah dan tahap mana dan kapan hukum tertulis menampakkan din. pang ke dalain hukum. 10) Jangan menganggap sama aspek terjang penegak hukum dengan hukum. Ancaman pidana terhadap pencurian. Oleh karena itu hukum tidak dapat dipahaini tanpa memperhatikan faktor sosial budaya dan struktur negara. bahkan ―masuk surga‖ sekalipun. hukum akan selalu berfungsi. Penafsiran itu membuat hukum menjadi terang terhadap keadaan kongknit dalam masyarakat. Tetapi tidak semua bentuk penyimpangan sosial dapat diangkat menjadi hukum. Bagi masyarakat modern atau masyarakat primitif. menikah dan meninggal dunia perlu ketentuan perundang-undangan yang mengaturnya. lebih banyak memuat stereotip perbuatan danipada diskripsi mengenai perbuatan itu sendiri. Tetapi ada penilaku yang tidak sepenuhnya digolongkan kepada mematuhi liukum atau melanggar hukum yaitu penyimpangan sosial. budaya dan struktur masyarakat Indonesia serta melepaskan din dan prasangka atau praduga tak bersalah. hadirnya hukum adalah untuk diikuti atau dilanggar. di mana hukum diminta bantuan untuk mencegah dan menindak terjadinya penyimpangan. pembunuhan. Penyimpangan sosial lebih luas daripada pelanggaran hukum. Dalam pemahaman sosiologis. Hanya bentuk. untuk kemudian ke hukum adat.

dapatlah dikatakan mudah untuk menilai hukum. artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang tanpa terkecuali. Dengan demikian.bagi pencantumannya ke dalam hukum seperti perilaku kebenaran ada anak-anak muda. artinya negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dan masyarakat. Sifat tersebut melekat pada negara karena penjelmaan (manifestasi) dan kedaulatan yang dimiliki. negara mempunyai sifat khusus yang tidak melekat pada organisasi lain. b. dapat kita bedakan antara bentuk negara dan bentuk kenegaraan. perlu waktu panjang. sebagai organisasi. Dengan perkataan lain. sehagai organisasi. bentuk negara yang terpenting adalah: Negara Kesatuan dan Negara Serikat. negara dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan serta dapat menetapkan tujuan hidup bersama. negara mempunyai kekuasaan yang paling kuat dan teratur. Sebagai organisasi kekuasaan tertinggi. ikatannya bukan merupakan suatu negara. Adapun sifat tersebut adalah: 1) Sifat memaksa. Negara Negara merupakan alat dan masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. bertahap dan hukum ingin memanusiakan manusia itu sendiri. Sedang bentuk kenegaraan ialah jika hubungan ke dalam maupun ke luarnya. Akhirnya. Dalam teori modern sekarang mi. 2) Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakalA tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan negara. b) Bentuk Negara Dan erat tidaknya serta sifat hubungan suatu negara ke dalam maupun ke luar. artinya negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi. 3) Sifat mencakup semua. yaitu: 1) Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu dengan lainnya. 2) Sif at monopoli. negara mempunyai 2 tugas utama. Disebut bentuk negana jika hubungan suatu negara ke dalam (dengan daerahdaerahnya) maupun ke luar (dengan negara lain) ikatannya merupakan suatu negara. a) Sifat-sifat Negara. Oleh karena itu. 1) Negara Kesatuan (Unitarisme) .

(b) Negara Kesatuan dengan sistem desentralisasi. Ada negara kesatuan dahulu banu kemudian dibentuk daerah otonom. Ada negara bagian terlebih dahulu. Sehingga ada 2 UUD yang betlaku. Di dalain sistem mi. ke dalam suatu ikatan kerjasama yang efektif untuk melaksanakan urusan secara bersama. — terlambatnya putusan-putusan dan Pusat. Kewenangan membuat UUD Hanya ada satu pembuat UUD yaitu Pemerintah Pusat. Dengan demikian. derah diberi kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Dengan kata lain. 2) Negara Serikat (negara Federczsi) Adalah negara yang terjadi dan penggabungan beberapa negara yang semula berdiri sendiri sebagai negara yang merdeka. Di dalam sistern in segala sesuatu dalam negara langsung diatur dan diurus Pemenintah Pusat. Dan biasanya yang diserahkan adalah urusan luar negeni. Kekuasaan yang diserahkan disebutkan secara satu persatu (iimitatif) dan hanya kekuasaan yang disebut itulah yang diserahkan. kekuasaan asli ada pada Negara Bagian. Keuntungannya: — adanya peraturan yang sama di seluruh negara. — penghasilan daerah dapat digunakan untuk kepenluan se luruh negara. Ada 2 macam bentuk Negara Kesatuan. Perbedaan antara Negara Kesatuan yang didesentralisir dengan Negara Senikat Negara Kesatuan yang dide. di mana kekuasaan untuk mengurus seluruh pemerintahan dalam negara itu berada pada Pusat. — keputusan sering tidak cocok dengan keadaan daerah. Kerugiannya: menumpuknya pekerjaan di Pemerintah Pusat. (3) harus ada pemerintahnya . yaitu (a) Negara Kesatuan dengan sistem sentralisasi. pertahanan negara dan keuangan. Pemerintah Pusat memegang seluruh kekuasaan dalam negara. masing-masing negara itu melepaskan sebagian kekuasaan dan menyerahkan kepada Negara Federalnya. berdaulat.Negara Serikat sentralisir Asal usulnya: Ada 2 pembuat UUD yaitu Pemerintah Federal dan Pcmerintah Negara Bagian.Adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat. Setelah menggabungkan din. banu membentuk negara senikat. — rakyat kurang mendapat kesempatan untuk turut serta dan bertanggung jawab terhadap daerah.

Harus ada uilavahnva Setiap negara mesti mempunyai suatu wilavah tertentu. 4. maka negara dan rakyat dipisahkan dengan tegas. 3. Ad. Atau dapat pula dikatakan bahwa negara itu merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan bersama dan anggota-anggotanya. bahkan tujuan negara itu merupakan suatu hal yang sangat penting. Tentang Pemerintah mi selanjutnya akan diuraikan tersendiri. 1. wilayah perairari (yang ditentukan dengan perjanjian) dan wilayah udara (di atas darat dan lautan). karena segala sesuatu dalam negara itu akan diarahkan untuk mencapai apa yang menjadi tujuan tersehut. Ajaran mi memberikan suatu anggapan hahwa kekuasaan itu berarti kebenaran. Harus ada tujuannya Bahwasanya negara itu mempunyai tujuan adalah merupakan hal yang jelas. Apabila dilakukan antara dua negara disehut Perjanjian Bilateral. setiap orang yang ada dalarn wilayah negara itu harus patuh kepada hukum dan Pemerintah negara tersehut. Harus ada rakyatnya Yang termasuk suatu negara adalah semua orang yang ada di dalam wilayah negara. Namun demikian. Harus ada pemerintahnya Sebagai suatu organisasi. Perjanjian itu disebut Perjanjian Antar Negara (Intern asional). Ad.(4) harus ada tujuannya (5) mempunvai kedaulatan. Tentang rakyat mi akan diuraikan tersendiri dalam uraian warganegara. . dan apabila dilakukan oleh banyak negara disebut Perjanjian Multilateral. Batas-batas wilayah suatu negara ditentukan dalam perjanjian dengan negara lain. Wilayah itu terdiri dan wilavah daratan. 2. Adapun tujuan negara itu bermacam-macam di antaranya adalah untuk: (a) Perluasan kekuasaan semata Negara yang mempunyai tujuan perluasan kekuasaan Semata disehut Negara Kekuasaan. Ad. Di dalam mencapai tujuan mi. Ad. yang disebut Pemerintah. Déngan demikian rakyat suatu negara dapat terdiri dan herbagai macam golongan. Rakyat hanya merupakan alat dan menjadi korban helaka. Tokohnya: Machiavelli dan Shang Yang. maka negara harus mempunyai badan yang berhak mengatur dan berwenang merumuskan serta melaksanakan peraturan yang mengikat warganya.

dijaga dan dicampuri oleh alat-alat kekuasaan negara. (d) Pen yelenggaraan Ke sejah teraan Urn urn Walaupun kalau kita lihat. bukan hanya dinikmati oleh beherapa orang atau segolongan orang tertentu saja. Oleh karena itu negara mi disebut Negara Hukum. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan ―. dan untuk memajukan kesejahteraan umum. berarti hahwa Negara Indonesia tidak mengadakan pembedaan terhadap suku. maka kehebasan dan kemerdekaan rakyat menjadi terbatas. tetapi negara yang bertujuan menyelenggarakan kesejahteraan umum yang disehut Negara Kesejahteraan (Welfare State) mi ternyata lebih tegas merumuskan daripada negara hukum. Dengan perluasan kekuasaan negara. (a) Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam hal mi Pemerintah hanya menjaga jangan sampai ketertiban itu terganggu. namun yang menjadi tujuan dan Pemerintah Negara Republik Indonesia adalah sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 ―Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pe merintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam negara kesejahteraan. tujuan negara hukum adalah juga untuk kesejahteraan umum. (b) Memajukan kesejahteraan umum mi berarti bahwa negara Republik Indonesia menghendaki agar semua warga dapat mengenyarn kesejahteraan. dan agar segala sesuatunya berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Hal mi karena semua lapangan kehidupan diawali. mencerdaskan kehidupan hangsa. (c) Penyelenggaraan ketertiban hukum Di sini negara mempunyai tujuan ketertiban hukum dengan berdasarkan dan berpedoman pada hukum. negara hanyalah merupakan alat dan manusia untuk mencapai tujuan bersania. (c) Mencerdaskan kehidupan hangsa . Sehingga negara dengari tujuan mi disebut juga Negara Kepolisian.(b) Perluasan kekuasaan untuk rnencapai tujuan lain Tujuan lain dan perluasan kekuasaan adalah untuk mengatur keamanan dan ketertiban negara. Walaupun nanti dalam prakt3knya keadaan negara tidak berbeda dengan Negara Kekuasaan. agama. Tujuan Negara Republik Indonesia Walaupun ada beberapa teori tujuan negara. ras dan golongan dalam membawa rakyatnya ke arah tujuan yang dicitacitakan.

(3) Tidak terbagi-bagi Walaupun kekuasaan pemenintahan memang dapat dibagi-bagi. Kedaulatan hanya akan lenyap bersama dengan lenyapnya negara. kedaulatan negara masih tetap ada. Di samping itu juga turut berusaha dengan aktif meredakan ketegangan dunia yang mengancam ketertiban dan perdamaian. Untuk itu negara menuntut kesetiaan yang mutlak dan warganya. (a) Sifat-sifat Kedaulatan (1) Permanen Artinya walau badan yang memegang kedaulatan itu berganti. Di samping itu. (b) Sum ber Kedaulatan (1) Teon Kedaulatan Tuhan . (4) Tidak terbatas Berarti kedaulatan suatu negara itu rneliputi setiap orang dan setiap golongan yang ada dalam suatu negara tanpa terkecuali. negara juga harus mempertahankan kernerdekaaannya yang tetah dimiliki serta mempertahankan kedaulatan ke luar (external sovereighnity). OIeh karena itu negara mempunyai kekuasaan tertinggi untuk memaksa rakyatnya mentaati dan melaksanakan peraturan-peraturannya (kedaulatan ke dalam). tetapi kekuasaan tertinggi dan negara tetap tidak dapat dibagi-bagi. karena kedaulatan mi yang akan membedakan organisasi negara dan organisasi/perkumpulan Iainnya. Ad. maka tidak henti-hentinya Pemerintah dan bangsa Indonesia membantu perjuangan bangsa-bangsa yang dijajah. 5. Mempunyai kedaulatan/ kemerdekaan Kedaulatan merupakan unsur penting dalam suatu negara. Kedaulatan berarti kekuasaan tertinggi. (d) Ikut melaksanakan ketertiban dunia.Kemajuan dunia dewasa mi menyadarkan usaha Pemerintah Indonesia untuk lebih mempergiat usaha dalam lapangan pendidikan. Sejak Indonesia mencapai kemerdekaannya. (2) Absolut Artinya di dalam negara tidak ada kekuasaan yang lebih tinggi dan kekuasaan negira.

Karena arti hukum tidak hanya terbatas pada peraturan-peraturan tertulis saja. maka terbentuknya negara pun atas kehendak Tuhan. dan Pemerintah melakukan itu atas nama rakyat. Oleh karena itu Pemerintah wajib menggunakan kedaulatan tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan. (4) Teori Kedaulatan Hukum Teori mi merupakan kebalikan teori kedaulatan negara. . (3) Teori Kedaulatan Negara Teori mi mengatakan bahwa negara terjadi karena kodrat alam. Tokoh : Rousseau. sebenarnya masyarakat tunduk kepada kemauannya sendiri!kemauan umum. Montesquieu. Sehingga. Hukum ada karena dikehendaki negara. Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto mencoba menghimpun berhagai pengertian yang diberikan oleh masyarakat terhadap hukum. Teori mi menganggap bahwa kedudukan dan martabat hukum lebih tinggi dan negara. yakni pengetahuan yang tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan pemik iran. dengan hasil sebagai herikut 1) Hukum sehagai ilmu pengetahuan. 2) Hukuni sehagai disiplin. Hal mi dapat dimengerti. John Locke. Dengan demikian hukumlah yang berdaulat. oleh karena itu negara tidak dapat dibatasi hukum karena hukum adalah hasil buatan negara sendiri. Dengan kata lain. tetapi juga segala kebiasaan yang ditaati masyarakat. negaralah yang dianggap sumber kedaulatan. bila disadari betapa luasnya lingkup hukum. Jadi bila masyarakat tunduk kepada Pemerintah. Pemerintah diberi kekuasaan oleh rakyat yang berdaulat itu. Tokoh : Jellineck. Sampai sekarang tidak ada kesepakatan di antara para ahli sendiri tentang apa arti sebenarnya daripada hukum. yang meliputi semua bidang kehidupan masyarakat. Paul Lahand. yakni suatu sistem ajaran tentang kenvataan atau gejala-gejala yang dihadapi. (2) Teori Kedaulatan Rakyat Teori mi menyatakan bahwa negara terbentuk karena sekelompok marnisia yang semula hidup sendiri-sendiri dan mengadakan perjanjian untuk membentuk suatu badan yang diserahi kekuasaan menyelenggarakan ketertiban dalam masyarakat.Menurut teori mi segala sesuatu yang ada di dunia mi berasal dan Tuhan. demikian pula kekuasaan yang ada. Karena itu kedaulatan dianggap ada sejak adanya/lahirnya negara.

1964) oleh karena itu yang dimaksudkan dengan diskreksi adalah ―authority conferred by law to act in certain conditions situations in accordance an official‘s or an agency‘s own conside red judgement and conscience. litigation. and adjudication (Donald Black. 1960). yakni struktur dan proses perangkat kaidahkaidah hukum yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu serta herbentuk tertulis. 7) Hukum sebagai proses pemerintah. h. yaitu jalinan dan konsepsi-konsepsi abstrak tentang apa yang dianggap baik dan buruk (G. Sedangkan pandangan terhadap . • 1976).. Terutama sekali. such as le. Dengan demikian yang dimaksudkan dengan hukum adalah‖ Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto. yang bertujuan uhtuk mencapai kedamaian. 1976). yaitu proses sehuhungan timbal balik antara unsur-unsur pokok dan sistem kenegaraan. Artinya. hukum mempunyai hubungan yang erat dengan negara. but rather with significant element of personal judgement‖ (Wayne Laa Favre. akni pedoman atau patokan sikap tindak atau perikelakuan yang pantas atau diharapkan. 8) Hukum sebagai sikap — tindak ajeg atau perikelakuan yang teratur. gislation. 6) llukum sehagai keputusan penguasa. belong in to the twilight zone between law and morals (Rescoe Pounds. yakni hasil proses diskresi yang menyangkut ― decision-making not strictly governd by legal rules. Sendi-sendi flmu Hukum dan Tata 1-lukurn. Pentingnya mengadakan identifikasi terhadap pelbagai arti hukum adalah untuk mencegah terjadinya kesimpangsiuran di dalam melakukan studi terhadap hukum.3) flukum sehagai kaidah. 12 – 14 the normative live of a state and its citizens. Duncan Mitchell : 1977).al.. Penerbit Alumni. dan pemikiran-pemikiran lain yang hidup pada zaman tersebut. 5) Hukum sebagai petugas. 1979. hukum dianggap sebagai ―a command or prohibition emanating from the authorized agency of the state and backed up by the authority and the capacity to exercise force which is characteristic of the state (Henry Pratt. yakni pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubungan erat dengan penegakan hukum (law-enforcement officer). 4) Hukum sehagai tata hukurn. Lagi pula anti hukum pada suatu kurun waktu tertentu tidak akan lepas. It is an idea of morals. yaitu perikelakuan yang diulang-ulang dengan cara yang sama. maupun di dalam penerapannya. 9) Hukum sebagai jalinan nilai-nilai. Bandung. et. sehingga setiap telaah terhadap negara akan ikut menentukan tentang apa yang dimaksud dengan hukum.

mi merupakan pandangan yang bersumber pada teori absolutisme negara. Menurut pendapatnya hukum dan negara adalah identik. Bahkan adat-istiadat bangsa maupun hasil pemikiran ahli-ahli hukum hanya berlaku sebagai. mi adalah pandangan yang menolak setiap dualisme antara negara dan hukum. yaitu suatu sistem filsafat tertentu. Salah seorang di antara berpendapat bahwa negara mempunyal kedudukan yang lebth tinggi daripada hukum adalah Puchta. Geiger berpendapat bahkan satu-satunya hukum yang berlaku adalah hukum yang berasal dan negara. dan bukan dua ketaatan pemaksa yang sah pada satu waktu. Jadi negara tidak lebih tinggi danpada hukum.3 Hans Kelsen. karena dalam masyarakat hanya ada satu. Ketaatan pemaksa mi tidak beda dengan tata hukum. yang mencoba untuk menyusun suatu teoni murni tentang hukum. Keyakinan hukum yang hidup jiwa bangsa harus disahkan melalui kehendak umum masyarakat yang terorganisasi dalam negara. Teoni inilah yang sebenarnya berakar dan t. munid seorang pemikir terkenal di bidang hukum yang bernama Friednick Von Savigny. menjadi kuat bersama dengan kekuatan bangsa dan akhirnya mati (punah) ketika suatu bangsa kehilangan kebangsaan. Pendapat para sarjana rnengenai hubungan antara negara dan hukum pada garis besarnya dapat disederhanakan dalarn tiga pendapat: a) bahwa negara lebih tinggi danipada hukum. yang menelaah hukum melalui teori-teoni sosiologi.hukum sesudah disahkan oleh negara. karena negara tidak lain daripada sistem sikap tindak manusia dan ketaatan dan paksaan sosial. Lebih jauh lagi Puchta berpendapat bahwa hukum timbul dan jiwa bangsa secara langsung dalam pelaksanaannya (dalam adat-istiadat orang-orang).2 Pandangan Puchta mi senada dengan pendapat Theodor Geiger. h) negara.eori absolutisme negara dan positivisme yunidis. sebenarnya adalah identik atau sama dengan hukum. pendapat mi dikemukakan oleh penganut teoni kedaulatan hukum. . Savigny berpendapat bahwa hukum tumbuh bersama pertumbuhan bangsa (rakyat). dan c) negara harus tunduk pada hukum. menolak pandangan dualisme terhadap negara dan hukum. secara tidak Iangsung hukum timbul dan jiwa bangsa melalui undangundang (yang dibentuk oleh negara) dan melalui ilmu pengetahuan hukum (yang merupakan karya ahli-ahli hukurn).‘ Puchta menenima pendapat gurunya bahwa hukum bersumber dan jiwa bangsa (volkgeist).hukum dan negara berkaitan erat dengan pemikiran tentang semua gejala yang ada. karena bila demikian berarti pendewaan terhadap negara dan hukum tidak lebih tinggi dan negara. seperti penLihat dapat penganut aliran hukum alam yang ditentang ofeh Ke2)sen.

Jadi dalam menjalankan kehijaksanaan. tetapi karena mereka merniliki kesadarari hukum. Penerbit Alumni Bandung. Jika hak-hak asasi manusia dirumuskan dalam konstitusi. Dengan deriikian negara bukanlah pernegang kedaulatan tertinggi karena negara pun harusjuga tunduk kepada hukum. 2) Pemisahan kekuasaan. untuk aparat pemerintah yang melanggar batas-batas kewenangannya. c. mengandung empat unsur sehagai berikut: 1) Perlindungan terhadap hak asasi manusia. maka tidak akan mungkin ada suatu negara tanpa Pemerintah. 3) Konstitusi bukan rnerupakan (satu-satunya) sumber bagi hak-hak asasi manusia. Karena Pemerintan merupakan roda negara. lebih luas daripada negara hukum liberal. 2) Pemisahan kekuasaan. negara terikat pada norma-norma keadilan. Negara hukum dalam arti formal. Disiplin Hukum. Menurut sistem Anglo Saxon. mentaati peraturan negara bukan karena paksaan (oleh kekuasaan) negara. artinya bahwa yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam negara hukum (kedaulatan hukum). Negara hukum dalam arti sempit. Teori kedaulatan hukurn inilah yang menjiwai prinsip negara hukum.Di atas sudah diuraikan hahwa Krabhe berpendapat. Tanpa Pemerintah. Persamaan kedudukan di depan hukum bagi setiap orang. yakni negara hukum liberal. ditandai dengan dua ciri 1) Adanya perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Dicey juga mengembangkan teori kedaulatan hukum di Inggris yang sedikit berbeda dengan prinsip negara hukum yang berkembang di Eropa Kontinental. 3) Setiap tindakan pemerintahan harus didasarkan pada undang-undang 4) Adanya peradilan administrasi yang berdiri sendiri.1980. A. Kesadaran hukum rakyatlah yang merupakan surnher kekuasaan negara. dikenal the rule of law yang memiliki tiga unsur: 1) Supremasi dan hukum.hal. Pemerintah Pemerintah merupakan salah satu unsur penting daripada negara.V. maka negara tidak ada yang rnengatur. legislatif dan yudikatif. . 1 Lihat Purnadi Purbacaraka dan Chaidir Mi. antara kekuasaan eksekutif. hal mi hanya sebagai penegasan bahkan hak asasi tersebut harus dilindungi.

c. Kalau kita mengikuti pemisahan kekuasaan Montesquieu. mengenai rakyat/penduduk dan wilayah (negara itu) demi tercapainya tujuan negara. kewajiban negara yang harus dilaksanakan menurut dasar-dasar tertentu (suatu negara) demi tercapainya tujuan negara. Segala tugas. Kalau kita mengikuti Vollenhoven maka meliputi bidang wetgeving. eksekutif. mengenai rakyat/penduduk dan wilayah (negara itu) demi tercapainya tujuan negara. hersumber pada kedaulatan dan herlandaskan dasar negara. yudikatif. Tanpa Pemerintah. kewajiban negara yang harus dilaksanakan menurut dasar-dasar tertentu (suatu negara) demi tercapainya tujuan negara. Dalam pengertian umum sering dicampuradukkan pengertian Pemerintah dan pernerintahan. politie. Untuk rnembedakan kedua istilah tersehut. kewenangan. hal mi hanya sebagai penegasan bahkan hak asasi tersebut harus dilindungi. Untuk rnembedakan kedua istilah tersehut. dapat penganut aliran hukum alam yang ditentang ofeh Ke2)sen. . Padahal jelas keduanya berbeda. maka negara tidak ada yang rnengatur. bestuur.Pemerintahan dalam cirti luas Segala kegiatan atau usaha yang terorganisir. Karena Pemerintan merupakan roda negara. Persamaan kedudukan di depan hukum bagi setiap orang. seakan-akan keduanya adalah sama. Kalau kita mengikuti pemisahan kekuasaan Montesquieu. — Segala tugas. Pemerintah Pemerintah merupakan salah satu unsur penting daripada negara. bestuur. Kalau kita mengikuti Vollenhoven maka meliputi bidang wetgeving.Dalam pengertian umum sering dicampuradukkan pengertian Pemerintah dan pernerintahan. Padahal jelas keduanya berbeda. maka meliputi bidang legislatif. hersumber pada kedaulatan dan herlandaskan dasar negara. rechtspraak. politie. eksekutif. Pemerintahan dalam cirti luac Segala kegiatan atau usaha yang terorganisir. rechtspraak. maka tidak akan mungkin ada suatu negara tanpa Pemerintah. kewenangan. maka meliputi bidang legislatif. Jika hak-hak asasi manusia dirumuskan dalam konstitusi. maka istilah tersebut harus kita bedakan dalam anti luas dan dalam arti sempit. 3) Konstitusi bukan rnerupakan (satu-satunya) sumber bagi hak-hak asasi manusia. yudikatif. seakan-akan keduanya adalah sama. maka istilah tersebut harus kita bedakan dalam anti luas dan dalam arti sempit.

yakni negara hukum liberal. Negara hukum dalam arti sempit. Karena Pemerintan merupakan roda negara. . maka negara tidak ada yang rnengatur. untuk aparat pemerintah yang melanggar batas-batas kewenangannya. A. maka tidak akan mungkin ada suatu negara tanpa Pemerintah. 3) Konstitusi bukan rnerupakan (satu-satunya) sumber bagi hak-hak asasi manusia. Teori kedaulatan hukurn inilah yang menjiwai prinsip negara hukum.V. hal mi hanya sebagai penegasan bahkan hak asasi tersebut harus dilindungi. Dalam pengertian umum sering dicampuradukkan pengertian Pemerintah dan pernerintahan. Dengan deriikian negara bukanlah pernegang kedaulatan tertinggi karena negara pun harusjuga tunduk kepada hukum. c. ditandai dengan dua ciri 1) Adanya perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Jika hak-hak asasi manusia dirumuskan dalam konstitusi. legislatif dan yudikatif. Dicey juga mengembangkan teori kedaulatan hukum di Inggris yang sedikit berbeda dengan prinsip negara hukum yang berkembang di Eropa Kontinental. Pemerintah Pemerintah merupakan salah satu unsur penting daripada negara. lebih luas daripadanegara hukum liberal. Persamaan kedudukan di depan hukum bagi setiap orang. Menurut sistem Anglo Saxon. Padahal jelas keduanya berbeda. 2) Pemisahan kekuasaan. 3) Setiap tindakan pemerintahan harus didasarkan pada undang-undang 4) Adanya peradilan administrasi yang berdiri sendiri. dikenal the rule of law yang memiliki tiga unsur: 1) Supremasi dan hukum. negara terikat pada norma-norma keadilan. Negara hukum dalam arti formal. seakan-akan keduanya adalah sama. antara kekuasaan eksekutif.Di atas sudah diuraikan hahwa Krabhe berpendapat. mentaati peraturan negara bukan karena paksaan (oleh kekuasaan) negara. Tanpa Pemerintah. mengandung empat unsur sehagaiberikut: 1) Perlindungan terhadap hak asasi manusia. Jadi dalam menjalankan kehijaksanaan. artinya bahwa yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam negara hukum (kedaulatan hukum). 2) Pemisahan kekuasaan. Kesadaran hukum rakyatlah yang merupakan surnher kekuasaan negara. tetapi karena mereka merniliki kesadarari hukum.

maka istilah tersebut harus kita bedakan dalam anti luas dan dalam arti sempit. yudikatif. mengenai rakyat/penduduk dan wilayah (negara itu) demi tercapainya tujuan negara. eksekutif. bahwa Presiden adalah penyelenggara pemerintahan yang tertinggi di bawah Majelis (MPR adalah pemegang kekuasaan tertinggi). kewajiban negara yang harus dilaksanakan menurut dasar-dasar tertentu (suatu negara) demi tercapainya tujuan negara. Kalau kita mengikuti Vollenhoven maka meliputi bidang wetgeving. — Segala tugas. Presiden dan para Menterj inilah Pemerintah dalarn arti sempit. satu alat perlengkapan negaia melaksanakan lebih dan satu bidang tugas . rechtspraak. Untuk itu Presiden menunjuk para Menteri sebagai pembantunya. Pemerintahan dalam cirti luac Segala kegiatan atau usaha yang terorganisir.Kalau kita mengikutj Montesquieu. teori Montesquieu mengenai pemisahan kekuasaan mi tidak sepenuhnya dianut di Indonesia. politie. hersumber pada kedaulatan dan herlandaskan dasar negara. sehingga dapat terjadi satu bidang tugas dilakukan oleh lebih dan satu alat perlengkapan negara. kewenangan. Karena teori mi mengajarkan bahwa masing-masing bidang kekuasaan mi berdiri sendiri-sendiri dan tidak mencampuri urusan bidang lainnya. Mengikuti pengertian pemerintahan dalam arti luas dan sempit tersebut. maka meliputi bidang legislatif. Walaupun demikian. Sedangkan menurut UUD 1945. Di dalam penjelasan UUD 1945 disebutkan dengan tegas. maka: Pemerintah dalam arti luac Adalah menunjuk kepada alat perlengkapan negara seluruhnya (aparatur negara) sebagai badan yang melaksanakan Seluruh tugas! kekuasaan negara atau melaksanakan pemerintahan dalam arti luas. kekuasaan negara di bidang bestuur. Atau sebaliknya.Pemerintahan dalam arti sempit -. Para Menteri mi mempunyai pengaruh yang besar terhadap Presiden dalam menentukan politik negara mengenai departemennya. Indonesia menganut istem pembagian kekuasaan (bukan pemisahan). bestuur.Untuk rnembedakan kedua istilah tersehut. Pemerintah dalam arti sempit adalah hanya menunjuk kepada alat perlengkapan negara yang melaksanakan pemerjntahan dalam arti sempit. Kalau kita mengikuti pemisahan kekuasaan Montesquieu. — Kalau kita mengikutj Vollenhoven. kewajiban dan kekuasaan negara di bidang eksekutif. Hal mi berarti bahwa Presiden bertanggung jawab dan berkuasa menjalankan pemerintahan negara. maka hanyalah tugas.

masih dibedakan lagi menjadi 2. 1) Asa. Berdasarkan kniterium mi. Di dalam asas mi.s Kewarganegaraan Adapun untuk menentukan siapa-siapa yang menjadi warganegara. yaitu (1) Kniterium kelahiran. Tan. Berhubung dengan itu. Konflik antara lus Soli dan lus Sanguinis akan menyebabkan terjadinya kewarganegaraan rangkap (bipatride) atau tidak mempunyai kewarganegaraan sama sekali (a-patnide). b. tetapi tanpa meniadakan yang satu. maka negara itu hanya ada dalam angan-angan. WARGANEGARA DAN NEGARA Unsur penting suatu negara yang lain adalah rakyat. Kedua prinsip kewarganegaraan mi digunakan secara hvsarna dengan mengutamakan salah satu. yaitu (a) Kniterium kelahiran menurut asas keibuhapaan atau disebut. Pelaksanaan kedua stelsel mi kita bedakan dalam .2. diperkenankan mempunyai tempat tinggal pokok (domisili) dalam wilayah negara itu. Di dalam asas mi. Seseorang mernperoleh kewarganegaraan suatu negara berdasarkan asas kewarganegaraan orang tuanya. 2) Penduduk bukan Warga Negara atau Orang Asing adalah penduduk yang bukan warga negara. pula ―lus Sanguinis‖. digunakan 2 kriteria. yaitu 1) Penduduk Warga Negara atau Warga Negara adalah penduduk yang sepenuhnya dapat diatur oleh Pemerintah negara tersebut dan mengakui Pemerintahnya sendini. Bukan Penduduk ialah mereka yang berada dalam wilayah suatu negara untuk sementara waktu dan yang tidak bermaksud bertempat tinggal di wilayah negara tersehut. Penduduk mi dapat dihedakan menjadi 2 lagi.pa rakyat. meskipun orang tuanya hukan warga negara dan negara tersebut. Termasuk rakyat suatu negara adalah meliputi semua orang yang hertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan negara tensebut dan tunduk pada kekuasaan negara tersebut. Dalam hubungan mi rakyat diartikan sehagai kumpulan manusia yang dipersatukan oleh suatu rasa persatuan dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu. dia dilahirkan. seseorang memperoleh kewarganegaraannya berdasarkan negara tempat di mana dia dilahirkan. Menurut Kansil. Penduduk ialah mereka yang telah memenuhi syaratsyarat tertentu yang ditetapkan oleh peraturan negara yang bersangkutan. orang-orang yang berada dalam wilayah suatu negara itu dapat dibedakan menjadi a. (b) Kriterium kelahiran menurut asas tempat kelahiran atau ―his Soli‖. maka untuk menentukan kewarganegaraan seseorang digunakan 2 stelsel kewarganegaraan (di samping kedua asas di atas) yaitu stelsel aktif dan stelsel pasif.

. misalnya. adalah suatu proses hukum yang menyebabkan seseorang dengan syaratsyarat tertcntu mempunyai kewarganegaraan negara lain. Pelaksanaan selanjutnya dan pasal 26 UUD 1945 mi di. 2) Hak dan Kewaji ban Warga Negara Indonesia Apabila kita melihat pasal-pasal dalam UUD 1945. Anak baru turut kewarganegaraan ayahnya. d dan e. Menjalankan ius soli supaya orang-orang yang lahir di Indonesia tidak ada yang tanpa kewarganegaraan. Apabila tidak ada hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya atau apabila ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan ataupun selama tidak diketahui kewarganegaraannya.gdanh. setelah ayah itu mengadakan hubungan hukum kekeluargaan dan apabila hubungan hukum itu baru diadakan set1ah anak itu menjadi dewasa.— hak opsi. c.:Sudah selayaknya keturunan warga negara RI adalah WNI. — hak repudiasi. yaitu (1) Yang menjadi warganegara ialah orang-orang angsa Indonedia ash dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Sebagaimana telah diterangkan di atas dalam Bab I huruf a yang menentukan status anak ialah ayahnya. pendidikan. maka akan dapat kita temukan beberapa ketentuan tentang hakhak warga negara. Selanjutnya di dalam Penjelasan Pasal I UU Nomor 62 tahun 1958 disebutkan: b. Hubungan hukum kekeluargaan antara ibu dan anak selalu ada. yang pasal 1-nya menyebutkan: Warga negara Republik Indonesia ialah: Orang-orang yang berdasarkan perundang-undangan dan! atau perjanjian-perjanjian dan/atau peraturan-peraturan karena pewarganegaraan karena atau sebagai akibat dan perkawinan karena turut ayah/ibunya karena pernyataan. kalau ayahnya mengadakan hukum secara yuridis.f. atur dalam UTJ Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Di Indonesia. yaitu hak untuk memilih kewarganegaraan (pelaksanaan stelsel aktif). siapa-siapa yang menjadi warganegara telah disebutkan di dalam pasal 26 UUD 1945. ialah hak untuk menolak kewarganegaraan (pelaksanaan stelsel pasif). (2) Naturalisasi atau pewarganegaraan. pertahanan dan kesejahteraan sosial. maka barulah ibunya yang menentukan status anak itu. maka ia tidak turut kewarganegaraan aya!rya. (2) Syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.

Pasal 28 : Kemerdekaan bersenikat dan berkumpul. Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. mi Sesuai dengan sifat UUD 1945 yang hanya mengatur hal-hal yang pokok saja. (hakmemilih dan dipilih). Orang asing di Indonesia tidak mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana warga negara Indonesia. pada hakikatnya adalah untuk membedakan ―hak dan kewajiban‖nya saja.Walaupun hak dan kewajiban warga negara di dalam UUD 1945 hanya dirumuskan dalam beberapa pasal saja. bagaimana hak-hak dan kewajiban tersebut di atas harus dilaksanakan.Pembedaan penduduk suatu negara menjadi warga negara dan orang asing tersebut.Pasal 27 (2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang Iayak bagi kemanusiaan. . . . .. (hak bersama dan mengeluarkan pendapat). Pasal 30 (1) Pasal 31 (1) Selain pasal-pasal yang inenyebutkan hak warga negara maka terdapat pula beberapa pasal yang menyebutkan tentang kemerdekaan warga negara: Pasal 27 (1) : Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. hak dan kewajiban mempertahankan dan membela negara. .Pasal 30 (1) : Tiap-tiap warga negara. batang tubuh maupun penjelasan UUD 1945 akan kehilangan artinya dan hanya tinggal merupakan rangkaian huruf-huruf mati saja. * . . wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.. ikut serta dalam usaha pembelaan negara. dan berhak mendapatkan perlindungan atas din dan harta bendanya.Di samping itu dua ketentuan dengan tegas menyebutkan tentang kewajiban warga negara:Pasal 27 (1) : Segala warga negara. Mereka tidak mempunyai hak untuk memilih dan dipilih. Karena UUD 1945 hanya mengatur hal-hal yang pokok. (hak untuk beragama dan beribadat menurut kepercayaan masing – masing. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undangundang. wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. . maka untuk pelaksanaan selanjutnya harus ada undangundang yang akan menentukan lebih jauh.. selama agama dan kepercayaan itu di akui Pemerintah). . Tanpa adanya undang-undang semacam in maka ketentuan-ketentuan yang ada pada pembukaan. namun Semuanya yang telah disebut di atas hal-hal yang pokok. namun mereka mempunyai kewajiban untuk tunduk dan patuh pada peraturan. Pasal 29 (2) : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Tiap-tiap warga negara berhak .

Karena itu pernerintah berkewajiban untuk menyediakan lapangan kerja baru dengan syarat-syarat yang sesuai dengan kemanusiaan. apakah akan menjadi pendukung setia atau akan beroposisi terhadap Pemerintah. sehingga kebebasan tersebut adalah dalam hubungannya dengan agama yang mempercayai keesaan Tuhan. suatu undang-undang isinya tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang Dasar yang kedudukannya lebih tinggi. sehingga sering menimbulkan berbagai penafsiran. Kebebasan berserikat tidak akan ada artinya hila tidak ada hak untuk mengeluarkan pendapat. ―Penduduk‖ yang dimaksud di sini adalah siapa saja yang berdomisili di wilayah Indonesia. Pasal 29 ayat 2 menyebutkan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing. pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat telah menyusun Undang-Undang nomor 3 tahun 1975. Tentu saja ada pembatasan bahwa partai yang didirikan harus tidak bertentangan dengan nilai demokrasi yang justru terkandung dalam pasal 28 UUD 1945. Ketiga hak mi adalah suatu negara demokrasi. Kebebasan berserikat tersebut terutama adalah kebebasan untuk mendirikan partai politik.Sebagai contoh pasal 28 mengatur tentang kebebasan berserikat. Jadi sesuai dengan tingkatan/hierarki perundangundangan. ni berarti bahwa tidak ada warga negara yang memiliki hak lebih banyak atau lebih sedikit daripada warga negara lainnya. Kebebasan mi berarti pula bahwa pemerintah sama sekali tidak memiliki hak untuk melarang berdirinya suatu partai politik baru.1 Pasal 27 ayat I menetapkan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum. Tentu saja pasal mi harus dihubungkan dengan ayat satunya. Dalam UUD sendiri telah disebutkan bahwa hal tersebut harus diaturr lehih lanjut dengan undang-undang. . berkumpul dan mengeluarkan pendapat dengan tulisan dan lisan. Ayat 2 pasal mi menghendaki bahwa warga negara berhak atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Jadi suatu partai politik bebas untuk menentukan sikapnya. dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Sedangkan kebebasankebehasan lain yang juga diatur pada pasal 23 sampai sekarang belum diatur lebih jauh. dan menjadi sumber bagi undangundang tersebut. Pengakuan terhadap partai tersebut oleh pemerintah tidak boleh sama sekali dikaitkan dengan program partai tersebut apakah mendukung program pemerintah atau tidak. baik ia warga negara ataupun orang asing. Sebagai pelaksanaan hak atas kebebasan berserikat. karena larangan semacam mi jelas bertentangan dengan asas kebebasan berserikat yang dijamin oleh pasal 28 tersebut.

Dengan pengertian mi dapat dicontohkan. maka pengaturan tersebut sudah cukup memadai. UUD itu tentu akan merintangi jalannya negara. yaitu kehidupan. hal tersebut akan menjadi sia-sia bila penyelenggara negaranya. sistem tubuh manusia. akan tetapi jikalau semangat para penyelenggara pemerintah baik. tetapi karena hal-hal tersebut meliputi pokok-pokok saja yang kemudian pelaksanannya diatur lebih lanjut dengan undang-undang. 33. Oleh karena itu demi tegaknya tubuh manusia yang merupakan bagian dan sistem tubuh selalu bekerja berfungsi dan berdedikasi demi satu tujuan yang besar. para pemimpin pemerintahannya memang tidak baik. Jadi meskipun ketentuan yang terdapat dalam UUD 1945 tidak terlalu banyak. Arti sistem Berbicara soal sistem. 3.Begitu pula pasal 31. INDIVIDU. TINDAKAN POLITIK DAN SISTEM POLITIK a. Tetapi yang lebih penting lagi adalah apa yang dinyatakan dalam penjelasan UUI) 1945 bahwa:―Yang penting adalah semangat para penyelenggara negara semangat para pemimpin pernerintahan meskipun UUD itu tidak sempurna. melainkan seluruh sela dalam tubuh bekerja sama secara selaras demi tegaknya tubuh sebagai satu sistem. Tidak karena bekerja keras lalu otot menuntut mayoritas rejeki untuk din sendiri. di mana di dalam tubuh manusia terdapat berbagai sel yang dapat dikatakan sebagai unsur atau bagian dan tubuh manusia sebagai satu sistem. Apabila salah satu sel tidak bekerja sebagaimana mestinya maka dapat berakibat guricangan tubuh manusia.‖ Sebaliknya. meskipun dalam UUD dicantumkan perumusan hak-hak dan kewajiban warga negara yang se‗Lihat banyak-banyaknya. Tidak berpikir keras lalu otak menuntut mayoritas rejeki dan seterusnya.an sosial.Meriam Budiardjo lewat ―Dasar-dasar Ilmu Politik‖ menyatakan. perlindungan kultural. maka di dalamnva terlihat adanya bagian-bagian yang ters usun secata teratur dan merupakan satu kesatuan yang utuh. dan 34 menjamin hak-hak terhadap pengajaran. bahkan keharicuran tubuh itu. . ekonomi dan kesejahtera. Tidak karena fungsinya yang vital lalu jantung menuntut rejeki yang istimewa. rneskipun hakhaknya maupun melaksanakan kewajibannya. meskipun hak-hak dan kewajiban-kewajiban tersebut jelas sudah disebutkan dengan cukup rnemadai dalamUUD 1945. di dalam sistem terdiri dan unsurunsur yang lain dan saling mengadakan interaksi. dalam arti mernang tidak mempunyai itikad untuk memberi kesempatan kepada warga negara untuk menikmati halc-haknya maupun melaksanakan kewajibannya. 32.

— Ada bayangan. Ada rantai. Kalau sepeda pancal itu dipandang sebagai satu sistem maka di dalamnya akan terlihat adanya bagian-bagian atau unsur-unsur sebagai berikut — Ada ster. maka sub sistem politik (baca sistem politik) dengan sub sistem yang lain yang ada dalam sistem kemasyarakatan terdapat saling ketergantungan dan pengaruh-pengaruh yang mempengaruhi (baik yang menyangkut jalannya sistem politik maupun pelaku-pelaku politik). Apabila salah satu unsur atau bagian di dalam sepeda pancal itu tidak berfungsi (salah satu pedal tidak ada). Dengan pengertian di muka dan beberapa contohnya. Pengertian Sistem Politik Untuk memperoleh kejelasan mengenai pengertian sistem politik. — Unsur-unsur atau bagian-bagian yang tersusun dalam kebulatan itu saling bekerja sama antara yang satu dengan yang lain secara harmonis. sub sistem hukum. — Ada roda muka dan belakang.Contoh lain sepeda pancal yang sama-sama kita ketahui. — Di dalam kebulatan itu terkandung adanya unsurunsur atau bagian-bagian yang tersusun secara teratur dan tidak mengandung kontradiksi. dan seterusnya. Konsep sistem politik dalam kaitannya dengan situasi yang nyata seperti negara. Sistem Politik kalau dikaji secara mendalam hanya merupakan salah satu sub sistem dan sistem kemasyarakatan yang mencakup antara lain sub sistem ekonomi. sub sistem spiritual. Dengan pemikiran mi dimaksudkan masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang pada hakikatnya terdiri dan . sub sistem politik dan sebagainya. memberikan kejelasan bahwa sesuatu dikatakan sebagai sistem apabila — Sesuatu itu merupakan satu kesatuan yang bulat/ utuh. Tingkah laku politik dianggap merupakan salah satu bagian dan tingkah laku sosial secara keseluruhan. tidak bisa lepas dan sistem yang ada dalam kehidupan masyarakat. maka sepeda tersebut sulit bahkan tidak daat dijalankan sebagaimana mestinya. dan — Kerjasama antar bagian atau unsur dalam kebulatan itu tertuju pada satu tujuan. berusaha melihat dan mempelajari mengenai gej ala-gejala atau kej adian-kejadian yang bersifat politik dalam konteks tingkah laku di dalam masyarakat. Sebagai salah satu sub sistem. b. — Ada pedal kin dan kanan.

bermacam-macam proses. Salah satu di antara bermacam-macam proses itu dapat dilihat gejalagejala politik sebagai suatu kumpulan proses tersendiri yang menunjukkan adanya perbedaan dengan proses-proses lainnya. Inilah yang dimaksud dengan sistem politik. Singkatnya berkaitan dengan kehidupan negara, yang dimaksud sistem politik adalah suatu pola kehidupan yang menyangkut hal ihwal kenegaraan dalam satu kebulatan yang utuh. Hal ihwal kenegaraan dilihat dan kaca mata politik di dalamnya terdapat bagian-bagianlunsur-unsur yang saling pengaruh mempengaruhi dan saling ketergantungan. Bagian-bagian itu berupa : Lembaga-lembaga negara. Lembaga-lembaga negara mi selalu berinteraksi satu sama lain dalam rangka: — menetapkan tujuan nasional, — menetapkan skala prioritas tujuan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional, — menetapkan kebijaksanaan sebagai landasan pelaksanaan skala prioritas tujuan yang telah ditetapkan, dan — melaksanalcan skala prioritas tujuan yang telah diambil atas clasar kebijakan-kebijakan yang telah tetapkan. Di dalam melaksanakan tugasnya/fungsinya lembagalembaga negara di samping berinteraksi antar lembaga juga mengadakan interaksi dengan setiap warga negara. Mengingat jumlah warga negara di setiap negara modem seperti mi jutaan manusia dan masing-masing memiliki kepribadian serta kepentingan yang tidak sama, maka hal yang demikian mi merupakan salah satu pendorong lahimya berbagai golongan dalam kehidupan bernegara, baik yang berupa golongan atas dasar profesi yang sama, ide politik yang sama, keyakinan yang sama, dan sebagainya. Golongan-golongan itulah yang pada hakikatnya memiliki fungsi sebagai wadah dan penyalur aspirasi setiap warga negara dalam keikutsertaan di dalam pemerintah suatu negara.Dengan demikian sistem politik pada dasarnya mencakup: Kehidupan lembaga-lembaga negara (Supra struktur politik) balk kehidupan di masing-masing lembaga maupun hubungan antara lembaga negara yang ada. Pola kehidupan dan tata hubungan antara lembaga sosio-politik yang nyata dalam kehidupan pemerintari negara (infra struktur politik atau non legal bodies).Kehidupan mi menurut Goodman meliputi Partai politik/Organisasi politik Kelompok kepentingan Kelompok penekan Media komunikasi politik

Figur politik. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang memandang negara sebagai satu sistem, maka demi tegak dan lestarinya kehidupan tersebut secara ideal semua unsur yang ada dalam negara baik para penguasa negara yang ducluk dalam lembaga-lembaga negara maupun para warga yang hidup dalam berbagai kelompok, apakah kelompok sosial, kelompok profesi, kelompok keagamaan, kelompok politik, dan seterusnya harus ada hubungan yang serasi, selaras dan seimbang. Dengan demikian antara kehidupan lembaga-lembaga negara (supra struktur politik) dan kehidupan warga negara yang terdiri dan berbagai kelompok pada hakikatnya terdapat hubungan timbal balik dan saling ketergantungan. Untuk itu dalam hubungan timbal balik dan saling ketergantungan mi dapat dilihat pada fungsi infra struktur politik dan supra struktur politik seperti berikut mi

a) Mengajukan kepentingan Pengajuan kepentingan mi utamanya menjadi tugas atau dilakukan kelompok-kelompok kepentingan. Salah satu contoh dalam kehidupan negara Indonesia, HKTI sebagai wadah kaum tani dalam membawakan aspirasi seluruh anggotanya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selalu berusaha untuk menyerap, mengajukan dan memperjuangkan nasib para petani. Mengingat kelompok kepentingan yang hidup di suatu. negara termasuk negara kita menunjukkan adanya kebhinnekaan, maka hal mi berakibat lahirnya perbedaan perjuangan antar kelompok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

b) Pemaduan kepentingan. Pemaduan kepentingan mi utamanya menjadi tgas organisasi politik atau partai politik. Untuk itu ketelitian, kejelian setiap organisasi politik beserta para tokoh-tokohnya dalam melihat, menyerap, memadukan dan merumuskan setiap aspirasi dan kepentingan dan berbagai golongan dalam masyarakat sangat menentukan bobot program masingmasing organisasi politik dalam rangka mempertahankan pemerintahan negara, sangat ditentukan oleh program, masing-masing organisasi politik tersebut. Sebagai contoh dalam kehidupan negara kita di mana baik PDI, P3 maupun Golkar dengan kemampuannya, ketelitiannya drir‘ kecermatan yang dimilikinya, masing-rnasing mencoba merumuskan apa yang diajukan oleh berbagai macam kelompok kepentingan yang ada untuk dijadikan program perjuangannya. Program yang telah dirumuskan kemudian ditawarkan kepada masyarakat khusus pada saat kampanye pemilihan umum. Dengan penawaran mi diharapkan masyarakat melakukan penilaian terhadap program

masing-masing organisasi politik peserta pemilu, sehingga kampanye bukan merupakan arena adu kekuatan, melainkan merupakan penjabaran program dan masing-masing organisasi politik dalam rangka menarik dukungan dan masyarakat.

c). Pemasyarakatan dan komunikasi politik Pemasyarakatan dan komunikasi politik mi berlansung melalui setiap komponen sistem politik. Sedang supra struktur politik menghasilkan berbagai ketentuan dan kebijakan-kebijakan yang mengikat seluruh sistem politik dan sekaligus juga sebagai umpan balik kepada infra struktur politik beserta Iingkungannya, dalam hal mi keseluruhan sistem kemasyarakatan. Kesimpulan: Dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: Sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, manusia diciptakan sebagai makhluk pribadi dan sekaligus sebagai makhluk pribadi manusia cenderung untuk bersaing, mempertahankan din dan selalu ingin dihormati dalam hidupnya. Sebagai makhluk sosial setiap manusia memerlukan rasa kasih sayang antara sesama dan dalam dirinya ada kecenderungan untuk saling ketergantungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itu kecenderungan yang tumbuh dan berkembang dalam din manusia adalah hidup berkawan, hidup bersama antar sesama manusia secara gotong royong, mengadakan hubungan sesama manusia untuk menciptakan rasa aman, tentram dan sebagainya denganjalan mengorganisir bermacammacam kelompok, sehingga dalam kehidupan manusia dapat dijumpai keanekaragaman kelompok. Dan yang dapat menampung keanekaragaman kelompok tersebut adalah masyarakat, yang pada tingkat tertentu lahirlah negara. Dalam kehidupan negara dapat dijumpai adanya Pemerintahan yang mengemudikan negara dan warga negara yang mendukung kehidupan negara. Kenyataan mi melahirkan interaksi antara warga negara dan antar warga negara dengan negara (pemerintah). sesuai yang diharapkan, maka ketentuan hukum sangat diperlukan. Negara sebagai satu sistem politik di dalamnya terdapat kehidupan lembaga-lembaga negara (Supra struktur politik) dan kehidupan sosio lembaga-lembaga politik, yang nyata dalam kehidupan pemerintahan negara, dalam hal mi adalah partai politik, organisasi profesi, media komunikasi, dan organisasi kemasyarakatan lainnya (infra struktur politik). Sebagai satu sistem, maka secara ideal interaksi antara keduanya hams berjalan harmonis‘.

RANGKUMAN Negara adalah organisasi tertinggi yang terbentuk atas dasar kehendak bersama dan individu-individu atau kelompokkelompok yang mempunyai kepentingan untuk suatu tujuan bersama.Syarat yang hams ada bagi terbentuknya negara adalah, hams ada wilayah tertentu, rakyat yang mendianii wilayah tersebut dan pemerintahan yang berdaulat. Syarat pelengkap adalah pengakuan dan negara-negara lain. Negara mempunyai monopoli kekuasaan yang sangat besar. Teori-teori yang mencoba untuk membenikan dasar atau pembenaran atas kekuasaan yang dimiliki oleh negara tersebut, yaitu: Teori klasik, meliputi teori mitologis dan teori teokratis; Teori perjanjian, yang berasal dan Thomas Hobbes, John Locke dan Rousseau; dan Teori kekuasaan, yang berasal dan pendapat Leon Duguit dan Krabbe.Agar interaksi tersebut dapat berjalan. Adapun yang dimaksud warga negara Indonesia adalah seperti apa yang teiah ditetapkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 26 ayat 1 dan ayt 2.Ayat 1 dan ayat 2 dan pasal 26 UUD 1945 sangat erat sekali hubungannya. Sebab kalau ayat 2 sampai tidak ada maka akan timbul penafsiran-penafsiran. Huhungan antara negara dengan warga negara mi dapat kita temukan di dalam pasal 26 s/d pasal 33 UUD 1945. Dalam rangka mencapai tujuan negara, maka negara antara lain bertugas niengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dan masyarakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional.

Masyarakat tidak dapat dibayangkan tanpa individu. individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakatnya. manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya. Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan(status) yang sarna menurut ukuran masyarakatnya. PELAPISAN SOSIAL a. Individuindividu yang terdiri dan berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dan kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial mi maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata. maka dengan sendirin. Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dan kenyataan. marilah kita pelajari apa yang dimaksucl dengan Stratifikasi Sosia] atau Pelapisan Masyarakat. Karena itu Social Stratification sering diterjemahkan dengan PelapisanMasyarakat. b. Setelah itu kita mengerti bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang selalu mengalarni perubahan sosial. dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum.‖ Lebih lengkap lagi hatasan yang dikemukakan oleh Theodorson dkk. Istilah Stratifikasi atau Stratification berasal dan kataSTRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Sorokin memberikan definisi pelapisan masyarakat sebagai berikut : ―Pelapisan masyarakat adalah perbeda. an penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis). Seperti juga individu tidak dapat dibayangkan tanpa adanya masyarakat. Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil.BAB VI PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT 1. oleh mereka dikatakan sehagai herikut . Pengertian Masyarakat terbentuk dan individu-individu. masvarakat merupakan kesatuan yang dalam pembentukannya mernpunyai gejala yang sama. di dalam Dictionary of Sociology. hahwa a. Sehubungan dengan mi. Pitirini A.

pelapisan masyarakat itu sudah ada. Pendapat tradisional tentang masyarakat primitif sebagai masyarakat yang komunistis yang tanpa hak milik pribadi dan perdagangan adalah tidak benar. di mana lapisan bawah adalah paling lehar dan lapisan mi menyernpit ke atas. Di dalam organisasi masyarakat primitif pun di mana helum mengenal tulisan. Di Jawa kekuasaan keluarga di tangan ayah sedang di Minangkahau tidak demikian. 3) adanya pemimpin yang paling berpengaruh. Masvarakat yang herstratifikasi sering dilukiskan sehagai suatu kerucut atau primida. Ekonomi primitif bukanlah ekonorni dan individu-individu yang terisolir produktif kolektif. PelapIsan 9osiol ciri tetap kelompok sosial Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhuhungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dan seluruh sistern sosial masyarakat kuna. wanita harus lebih bekerja keras daripada laki-laki. Dalam huhungannya dengan pembagian pekerjaan pun setiap suku bangsa memiliki cara sendiri-sendiri. 6) adanya pernbedaan standar ekonomi dan di dalam ketidak. 5) adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri. Apa yang sesungguhnya adalah kelompok ekonomi yang tersusun atas dasar ketergantungan yang timbal balik dan individu-individu yang aktif secara ekonomis. h. pengaruh dan kekuasaan. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepada kaum laki-laki dan perempuan. Kita lihat saja misalnya kedudukan laki-laki di Jawa berheda dengan kedudukan laki-laki di Minangkabau. Di Irian misalnya atau di Bali. sarnaan ekonomi itu secara umum. . 4) adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum (cutlaw men). Tetapi hal mi perlu diingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan. Hal mi terwujud berbagai bentuk sebagai berikut 1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajihan.Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat di dalam sistem sosial (dan kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam hal pembedaan hak. 2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiiki hak-hak istimewa. serta bagian-bagian yang lebih kecil daripada suatu kelompok yang memiliki sistern perdagangan dan barter satu sarna lain. sematamata adalah ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.

Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaanmi maka di dalarn organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang di tempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam suatu organisasi baik secara vertikal maupun secara horisontal. . atau sakti. Pengakuan-pengakuan terhadap kuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya. Di dalam sistem pelapisan mi ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Terjadi dengan disengajaSistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. atau kerabat pembuka tanah. Jika kita tidak dapat menemukan niasyarakat yang tidak berlapis-lapis di antara masyarakat yang primitif. misalnya karena usia tua. Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka hentuk pelapisan dan dasar dan pada pebapisan itu bervaniasi menurut tempat. dan jenderal sampai kepada prajunt dan sebagainya yang semuanya itu rnenunjukkan sebagai jenjang-jenjang dan gradasi sosial yang menunjukkan walaupun di dalam sistem demokrasi yang paling mutakhir pun ada pelapisan masyarakat.Bilaniana di dalam beberapa suku perbedaan ekonomi begitu kecil dan kebiasaan tolong-menolong secara timbal balik mendekati sistem komunisme. Di dalam masyarakat pertanian dan khususnya di dalam masyarakat industri pelapisan itu tampak menyokmata dan jelas. walaupun di dalam konstitusinya menyatakan bahwa ―Semua manusia adalah sama (all men are created equal). seseorang yang memiliki bakat seni. Gradasi itu dapat kita lihat misalnya: multi clan menulih modal yang kaya sampai kepada buruh yang termiskin. tetapi pada dasarnya pelapisan masyarakat itu ada di mana-mana dan di sepanjang waktu. Bentuk dan proporsi pelapisan di masyarakat yang telah maju bezvariasi. Terjadinya pekzpisan social Terjadi den gan sendirinya Proses mi berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. hal mi disebabkan hanya terhadap miik umum dan kelompok. Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya. maka lebih tidak rnungkin lagi untuk menemukannya di dalam masyarakat yang telah lebih maju/berkembang. waktu dan kebudayaan masyarakat di mana sistem itu berlaku. c. maka kedudukan seseorang pada sesuatu strata atau pelapisan adalah Secara otomatis. karena pemilikan kepandaian yang lebih. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu. dan presiden kepada lurah. Di demokrasi-demokrasi yang modern pun juga tidak dapat mengecualikan adanya hukum-hukurn pelapisan masyarakat. tetapi berjalan secara alamiah dengan sendininya.

maka sering terjadi kelambatan di dalam penye9.Pertama karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa. Kedua : karena organisasi itu telah diatur sedemikian rupa Sehingga membatasi kemampuan-kemampuan individual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif. dan lain-lain. laan. misalnya saja di dalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepalakepala seksi dan lain-lain. Misalnya dapat kita lihat di dalam kehidupan perguruan tinggi. kecuali ada hal-hal yang istimewa. Pembagian kedudukan mi di dalam organisasi formal pada pokoknya diperlukan agar organisasi itu dapat bergerak secara teratur untuk mencapai tujuan yang diinginkan. sehingga sering terjadi kelemahan di dalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat. Sistem skalar: merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dan bawah ke atas (vertikal). Di dalam sistem ini perpindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain balk ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi. ialah : Sistem fungsional: merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sarna dalam kedudukan yang sederajat. Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara mi mengandung dua sistem. Di dalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dan suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. seorang dosen yang baru golongan III a tetapi cakap. organisasi partai politik. Pendek kata di dalam organisasi formal. maka merupakan harnbatan yang merugikan bagi dosen yang bersangkutan dan universitas. Pembedaun sistem pelapisan menurut sifatnya. maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi: 1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup. perusahaan besar. Menurut sifatnya. d. perkumpulan-perkumpulan resmi. Misalnya saja perubahan-perubahan pula dalam cara-cara perjuangan partai politik.Tetapi sebenarnya terdapat pula kelemahan yang disebabkan sistem yang demikian itu. Sistem pelapisan tertutup . tidak diperkenankan menduduki jabatan-jabatan tertentu yang hanya boleh diduduki atau dijabat oleh golongan IV a ke atas. tetapi karena organisasi itu mempunyai tata cara tersendiri di dalam menentukan kebijaksanaan politik sosial. Contoh yang lain dapat kita lihat sendiri misalnya di dalam kantor-kantor pemerintah di mana banyak tenaga-tenaga yang cukup tetapi tidak diberi wewenang karena kedudukannya mengikat.Sistem pelapisan yang dibentuk dengan sengaja mi dapat kita libat misalnya di dalam organisasi pemerintahan.

2) Sistern pelapisan rnasyarakat yang terbuha Di da!am sistem yang demikian mi setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang di atasnya. — Kasta Ksatria: merupakan kasta dan golongan hangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua. (Seperti pemerintahan d Arika Selatan yang terkenal masih melakukan politik apartheid atau perbedaan warna kulit yang disahkan oleh undang. — Kasta Waisya: merupakan kasta dan golongan pedagang yang dipandangsebagai lapisan menengah. Demikian sebaliknya hagi mereka yang tidak bermutu akan semakin didesak oleh mereka yang cakap. Dengan demikian orang berusaha untuk wengembangkan segala kecakapannya agar dapat meraih kedudukan yang dicitacitakan.undang). sehingga yang bersangkutan bisa jadi jatuh ke tangga sosial yang Iebih rendah.Sistern yang demikian mi dapat kita ternukan misalnya di dalam masyarakat di Indonesia sekarang mi.kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal sistem kasta.Status (kedudukan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut ―Achieved status‖. Dalam hubungannya dengan pembangunan masyarakat. . — Pania: adalah golongan dan mereka yang tidak mempunyai kasta. Yang termasuk golongan ini misalnya kaum gelandangan. Tetapi di sarnping itu orang juga dapat turun dan jabatannya hila dia tidak mampu mempertahankannya. Sebab setiap warga masyarakat diberi kesempatan untuk bersaing dengan yang lain. Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam: — Kasta Brahmana: yang merupakan kastanya golongangolongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi. ketiga. sistem pelapisan masyarakat yang terbuka sangat menguntungkan. peminta dan sebagainya. Setiap orang dihen kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. — Kasta Sudra : merupakan kasta dan golongan rakyat jelata. Sistem stratifikasi sosial yang tertutup biasanya juga kita temui di dalam masyarakat feodal atau masyarakat yang berdasarkan realisme.

MA. atau aspek politik saja. Selanjutnya itu ada yang membagi pelapisan masyarakat ke dalam jumlah yang lebih sederhana (rnisalnya membagi hanya menjadi dua hagian). Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti berikut mi: Masyarakat terdiri dan kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class). demikian seterusnya semakin tinggi golongannya semakin sedikit jumlah orangnya. Sementara itu ada pula yang membagi tiga lapisan atau lebih). Prof. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. kelas menengah (middle class). seperti misalnya: keturunan. Ada sementara sarjana yang menirijau bentuk pelapisan masyarakat hanya berdasar salah satu aspek saja misalnya aspek ekonomi. Di sini Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya. Oleh karena itu beberapa sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat. dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Menurut dia pangkal danpada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan. Dengan demikian sistem pelapisan masyarakat itu mengikuti bentuk piramid. sarjana Italia.e. kelas menengah (middle class) dan kelas bawah (lower class). Masyarakat terdiri dan tiga kelas ialah kelas atas (upper class). pengaruh. Dr. Pada umumnya golongan yang menduduki kelas bawah jumlah orangnya daripada kelas menengah. kelas menengah bawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class). Beberapa dicantumkan di sini: Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap negara terdapat tiga unsur. yaitu mereka yang kaya sekali. Vilfredo Pareto. watak. keahlian dan kapasitas yang berbedaheda. Sementara itu ada pula sering kita dengar: kelas atas (upper class). menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. kekuatan dan lain sebagainya. mereka yang melarat sekali. Beberapa teori tentangpelapisan sosial Bentuk konkrit daripada Pelapisan Masyarakat ada beberapa macam. Orang dapat menduduki lapisan (atau istilah lain ada yang menggunakan dengan kelas) tertentu disebabkan oleh beherapa faktor. . menyatakan sebagai berikut : selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat. menengah dan melarat. kecakapan. tetapi sementara itu ada pula yang melihatnya melaluj berbagai ukuran secara kompreh ensif.

cara-cara mempergunakan pakaian serta bahan pakaian yang dipakainya. monopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan-keuntungan yang dihasilkan oleh kekuasaannya itu. Orang yang paling disegani dan dihormati. ialah kelas yang diperintah. di dalam ―The Ruling Class‖ menyatakan sebagai herikut Di dalam seluruh masyarakat dan masyarakat yang sangat kurang berkembang. menempati lapisan sosial teratas. sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah. karena ternyata bahwa bukan ilmu pengetahuan yang dijadikan ukuran. Biasanya mereka adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa besar kepada masyarakat. pada pokoknya ada dua macam di dalam setiap masyarakat vaitu kelas yang memiliki tanah dan alatalat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi. tetapi masih ada ukuran-ukuran lainnya yang dapat dipergunakan. akan tetapi gelar kesarjanaannya. jumlahnya selalu sedikit. tidaklah bersifat limitatif (terbatas). Ukuran semacam mi hanyak dijumpai pada masyarakat-masyarakat tradisional. berupa mobil pribadinya. dan sebagainya. misalnya dapat dilihat pada bentuk rumah yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan : Barangsiapa yang rnemiliki kekuasaan atau yang mempunya wewenang terbesar. Kelas yang pertama. akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau kriteria yang biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial adalah sebagai berikut Ukuran kekayaan : Ukuran kekayaan (kebendaan) dapat dijadikan suatu ukuran: barangsiapa yang mempunyai kekayaan paling banyak. Ukuran kehormatan: Ukuran kehormatan mungkin terlepas dan ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Kenyataan tersehut. termasuk ke dalam lapisan sosial teratas. kebiasaan untuk berbelanja barangbarang mahal. menjalankan peranan-peranan politik.tang pelapisan masvarakat menggunakan istilah kelas menurut dia. Ukuran ilmu pengetahuan : litnu pengetauan dipakai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Ukuran mi kadang-lçadang menyebabkan menjadi negatif. Ukuran-ukuran tersebut di atas. sarjana Italia. Dari apa yang diuraikan di atas. Karl Marx didalam menjelaskan secara tidak Iangsung ten. Sudah tentu hal itu mengakibatkan segala macam usaha untuk mendapatkan gelar tersebut walaupun secara tidak halal. jumlahnya lebih bariyak diarahkan dan diatur/diawasi oleh kelas yang pertama.Gaotano Mosoa. Akan tetapi ukuran-ukuran di atas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial . Sehaliknya yang kedua. mendapatkan atau mendudukj lapisan sosial teratas.

yaitu kekuasaan manusia yang berwujud dalam hakhak dasar beserta kebebasan asasi yang selama itu dimilikinya dengan leluasa. dan yang mampu memberi jaminan mi adalah pemenintah yang kuat dan berwibawa. balk terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. seperti dalam Pasal 1 : ―Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. dan kekuasaan yang melekat pada organisasi baru dalam bentuk masyarakat yang merupakan negara tadi. Kesamaan derajat mi terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Untuk dapat melaksanakan hak dan kewajiban mi dengan bebas dan rasa takut perlu adanya jaminan. Undang-undang tersebut benlaku sama pada setiap orang tanpa kecualinya dalam anti semua orang mempunyai kesamaan derajat dan mi dijamin oleh undang-undang. 2. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan. Beberapa hak dan kewajiban penting ditetapkan dalam Undang-undang (Konstitusi) sebagai hak dan kewajiban asasi. artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakatnya. lambat-laun dirasakan sebagai suatu yang mengganggu. mempunyai hak dan kewajiban. karena di mana kekuasaan negara itu berkembang.dalam masyarakat. Di dalam susunan negara modern hak-hak dan kebebasankebebasan asasi manusia itu diindungi oleh Undang-undang dan menjadi hukum positif.‖ . Mengenai persamaan hak mi selanjutnya dicantumkan dalam Pernyataan Sedunia Tentang Hak-hak (Asasi) Manusia atau Universitas Declaration of Human Right (1948) dalam pasalpasalnya. Kesamaan derajat dan isi jaminan oleh undang-undang. terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pnibadi dan herkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu. Dan di sinilah timbul persengketaan pokok antara dua kekuasaan itu secara pninsip. Mereka dikaruniai akal dan budi dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan. 1) Persamaan hak Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu. Hak inilah yang banyak dikenal dengan Hak Asasi Manusia. KESAMAAN DERAJAT Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik.

Kalau kita lihat ada empat pasal yang memuat ketentuan-ketentuan tentang hak-hak asasi itu yakni pasal 27. hanya menyebutkan hak tanpa ada kewajiban di sam pingnya. politik atau pendapat lain. kelahiran ataupun kedudukan.‖ Pokok ketiga.‖ 2) Persamaan Derajat di Indonesia Dalam Undang-Undang Dasar 1945 mengenai hak dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalarn pasal-pasalnya secara jelas. Empat pokok hak-hak asasi dalam empat pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut Pertama tentang kesamaan kedudukan dan kewajihan warga negara di dalam hukum dan di muka pemerintahan. asal mula kebangsaan atau kemasyarakatan. Sekalian orang berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap perbedaan yang memperkosa pernyataan mi dan terhadap segala hasutan yang ditujukan kepada perbedaan semacam mi.Pasal 2 ayat 1: ―Setiap orang berhak atas semua hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum dalam pernyataan mi dengan tak ada kecuali apa pun. agama. warna. dalam pasal 29 ayat 2 dirumuskan kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara. selanjutnya dalam pasal 28 ditetapkan. seperti rni sainya bangsa. Kemudian yang ditetapkan dalam pasal 27 ayat. Dengan demikian perumusan mi secara prinsipil telah membuka suatu sistem yang berlainan sekali daripada sistem perumusan ―Human Rights‖ itu secara Barat. ialah hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Hukum dihuat dimaksudkan untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum tanpa adanya perbedaan.‖ Di dalam perumusan mi dinyatakan adanya suatu kewajiban dasar di samping hak asasi yaag dimiliki oleh warga negara. bahwa ―kemerdekaan berserikat dan berkumpul. milik. bahasa. dan mi sebagai konsekuensi prinsip dan kedaulatan rakyat yang bersifat kerakyatan. yaitu kewajiban untuk meijunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Pokok kedua. Sebagaimana kita ketahui Negara Republik Indonesia menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecualinya memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. 28. jenis kelamin. yang berbunyi . Pasal 27 ayat 1 menetapkan : bahwa : ―Segala Warga Negara hersamaan kedudukannya di dalam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahari itu dengan tidak ada kecualinya.‖ Pasal 7 : ―Sekalian orang adalah sama terhadap undang-undang dan berhak atas perlindungan hukum yang sama dengan tak ada perbedaan. 29 dan 31. 2. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sehagainya ditetapkan oleh Undang-undang.

pengajaran. a. yang diatur dengan undang-undang. Dalam masyarakat industri watak elitenya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitif. sebaliknya dalam masyarakt tertentu penduduk tidak diikutsertakan. b. Di dalam suatu lapian masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kebijaksanaan. baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit. dalam kelompok heterogen maupun homogen selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu . ulama guru. pemerintahan aparat kemiliteran. yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi. politik. agama. adalah pasal 31 yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran yang berbunyi (1) ―Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran‖ dan (2) ―Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional.‖ Pokok keempat. ELITE DAN MASSA 1) Elite Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ilcut terlibat dalam kepemimpinan. Berbicara masalah elite adalah berbicara masalah pimpinan. Pengertian Dalam pengertian yang umum elite itu menunjuk sekelonipok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukari tinggi.‖ ‗ripe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. petani kaya.‖ 3. Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur. Mereka itu mungkin para pejabat tugas.sebagai berikut: ―Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. dan pekerjaan-pekerjaan dinas. Dalam arti lebih yang khusus dapat diartikan sekeloin pok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan. Fun gsi Elite dalam memegang Strategi. Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan: ―posisi di dalam masyarakat di puncak strukturstruktur sosial yang terpenting. pensiunan dan lainnya lagi Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki Status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya. pedagang kaya.

Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial.golongan yang penting. pertimbangan-pertimbangan yang bersif at moral. herhubungan dengan problema-problema yang memperlihatkan sifat yang keras. memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. yaitu Elite internal dan Elite eksternal. Golongan minoritas yang herada pada posisi atas yang secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi sosial dikenal dengan elite. Kelompok minoritas yang mempunyai nilai secara sosial mi berkembang sejalan dengan perkembangan fungsional dalam suatu masyarakat. Dalam hal tanggung jawab. menitikberatkan pada fungsi sosial dan yang kedua. merupakan heriditer maupun pencapaian. Pengembangan elite sebagai suatu kelompok minor yang berpengaruh dan menentukan dalain masyarakat tetap beranjak dan fungsi sosialnya di samping adanya pertimbangan-pertimbangan lain sesuai dengan latar belakang sosial budaya masyarakat. material maupun immaterial.‘ . Faktor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yang bersifat fisik maupun psikhis. sopan santun dan keadaan jiwa. Ada dua kecenderungan yang digunakan untuk menentukan elite dalam masyarakat yaitu: Pertama. mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain. Penentuan golongan minoritas mi didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap peranan yang dilancarkan dalam kehidupan masa kini serta andilnya dalani meletakkan dasar-dasar kehidupan pada masa-masa yang akan datang. Ciri-ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dan ketiga hal di atas adalah imbalaii yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya. Sedangkan Elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi. Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain: Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidu pan masyarakat secara keseluruhan. Elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhuhungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu. masyarakat lain atau masa depan yang talc tentu. . Kedua kecenderungan penilaian mi menurut Parson melahirkan dua macam elite.

Elite ekonomi. memperhatikan serta memelihara nonna yang berlaku dan memperhatikan kepemimpinan. olahragawan dan tokoh hiburan dan sebagainya.Sejalan dengan ciri-ciri (yang walau pun tidak selalu tam pak secara eksplisit) mi dan berdasarkan tata nilai dan norma yang melahirkan stratifikasi sosial maka kita akan mengenal herbagai macam elite. pendidik dan pemuka masyarakat. penulis. militer. Elite agarna. Sep ti : antis. mengkoordinir serta menciptakan yang harmonis dalam berbagai . tokoh film. Di sini para elite harus dapat menyesuaikan dirinya dalam menguasai masyarakat. seperti memberikan contoh tingkah laku yang balk kepada masyarakatnya. filsuf. Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis. diplomatik dan cendekiawan. Yang paling berkuasa biasanya disebut elite segala elite). Apa yang harus diperhatikan yaitu antara lain : tujuan yang hendak dicapai. Sehubungan dengan fungsi yang harus dijalankan oleh elite dalam memegang pimpinan ia harus dapat mengatur strategi yang tepat. Elite dan segala elite dapatlah menjalankan fungsinya dengan mengajak para elite pemegang strategi di tiap bidangnya untuk bekerja sehaik-baiknya. kebudayaan maupun adat-istiadat sendiri-sendini. Kelompok inti sosial itu mungkin para pendeta. (mereka yang berkuasa atau mempunyai pengaruh dalam bidang itu). Tujuan yang hendak dicapai haruslah terikat dan merupakan tujuan bersama kepandaian dalam menyesuaikan din terutama bagi elite baru dapat membantunya secara efektif dalam mengarahkan masyarakat untuk mencapai tujuannya. Kecuali itu di manapun juga pana elite pemegang strategi tersehut memiliki prinsip yang sama dalam menjalankan fungsi pokok maupun fungsinya yang lain. penyesuaian dir integrasi. militer dan lain-lain yang dapat dijadikan perantara bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam hal mi mereka hams memperhatikan beberapa fungsi dalam pengambilan kebijaksanaan untuk memimpin masyarakatnya agar terjadi kerjasama yang baik dalam mencapai tujuan. mungkin para pemegang kekuasaan. atau pemuka agama lainnya. Dalam hal mi kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara ganis besar sebagai berikut Elite politik (elite yang herkuasa dalam mencapai tujuan. Kelompok inti sosial akan melahirkan elite sesuai dengan kecenderungan masyarakat menentukan golongan yang memiiki fungsi sosial terhesar atau kelompok-kelompok terkemuka dalam masyarakat. Di dalam masyarakat yang heterogen tentu banyak nilai yang dijadikan anutan karena setiap golongan atau suku bangsa tentu memiliki kebiasaan.

Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh heberapa peristiwa nasicnal. mereka yang tertanik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan . mereka yang menyebar di berbagai tempat. tapi yang Secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain. Adanya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat bagaimanapun juga menjadi tanggung jawab mereka untuk dapat bekerjasama lain di dalam tiap lembaga kehidupan masyarakat. yang dalam beberapa hal menyerupai crowd. fungsi pertahanan dan keamanan. Mungkin di dalam suatu masyarakat biasanya tindaktanduk elite merupakan contoh. 2) Massa Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan.kegiatan. dan sangat mungkin séorang elite diharapkan dapat melakukan segala fungsi yang multi dimensi walaupun kadang-kadang hal itu sulit dilaksanakan. meredakan konflik sosial maupun fisik dan dapat melindungi masyarakatnya terhadap sehagai bahaya dan luar.

6) Kepentingan Individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya. maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu di dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan manifestasi pemenuhan dan kepentingan tersebut. 7) Kepentingafl individu untuk memperoleh rasa arnn ‗ perlindungan din. yaitu faktor pembawaan dan lingkungan sosial sebagai komponen utama bagi terbentuknya keunikan indIvidu dalam hal kepentingannya meskipun dengan lingkungan yang sania. perbedaan tersebut secara ganis besar disebabkan oleh dua faktor. 2) Kepentingan individu untuk memperoleh harga din.sisi. Dengan berpegang kepada prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kepentingannya. maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. . Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa: 1) Kepentingan indiviclu untuk memperoleh kasih sayang. 5) Kepentingafl individu untuk dibutuhkan oleh orang lait. Jika individu berhasil dalam memenuhi kepentingannya. dan sebaliknya kegagalan dalarn memenuhi kepentingan mi akan banyak menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.BAB VIII PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT 1. Sebaliknya lingkungan yang berbeda akan memungkinkan timbulnya perbeclaan individu dalam hal kepentingafl meskipun pembawaannYa sama. OIeh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang individu yang sama persis di dalam aspek-aspek pribadinya. PERBEDAAN KEPENTINGAN Kepentingan merupakan dasar dan timbulnya tingkah laku individu. maka ia akan merasa puas. 4) Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan p0. Kepentingan mi sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri. Pada umumnya secara psikologis dikenal ada dua jenis kepentingan dalam din individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis. 3) Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sania. Perbedaan-. baik jasmani maupun rohani. Individu bertingkah laku karena ada dorongan untuk memenuhi kepentingannya.

niaka akan tampak lagi adanya konflik di antara mereka yang disebabkan karena cara panclang mereka yang berbeda tentang satu masalah. fase disintegrasi (konflik) yaitu pernyataan tidak Setuju dalam berbagai bentuk seperti timbulnya emosi massa yang meluap. fase disorganisasi yang tenjadi karena kesalahfahaman (akibat pertentangan antara harapan dengan standar normatif).2 . masih kita akan menemui adanya konflik intern yang disebabkan karena perbedaan kepentingan masingmasing individu dalam kelompok itu atau sebagai akibat heterogenitas suatu kelompok. Jika lebih detail lagi kita perhatikan pola hubungan dalam satu kelompok. 4) sangsi sudah menjadi lemah bahkan sangsi tidak dilaksanakan dengan konsekuen lagi. 3) norma-norma dalam kelompok dan yang dihayati oleh kelompok bertentangan satu sama lain. Secara lebih teliti Walter T. ahli-ahli ekonomi. Kedua. 2) norma-norma sosial tidak membantu anggota masyarakat lagi dalam mencapai tujuan yang telah disepakatinya. Martin dan kawan-kawannya mengemukakan tahapan pertama disintegrasi sebagai berikut 1) ketidaksefahaman anggota kelompok tentang tujuan sosial yang hendak dicapai yang semula menjadi pegangan kelonipok. aksi mogok. Perbedaan kepentingan mi tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi rnengenal beberapa fase yaitu1 Pertama. Jika lebih terpeninci kita melihat pola hubungan antara berbagai kelompok kepentingafl sesuai dengan kelompok sosial yang ada dalam masyarakat.8) Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaafl din. Kenyataan-keflYataan seperti itu menunjukkan ketidakmanipuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang metupakan konsensus dan berbagai subideologi yang akhiniya akan melahirkan kondisi dis-integrasi atau konflik. Katakanlah tentang peranan kelompok sosial dalam pembangunafl negara. 5) tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok. Di sinilah tercermiL adanya perbedaan kepentingan antra berbagai kelompok kepentingan dalam kerangka tinjauan politik. pemberontakan dan lainlain. kelompok sosial. tentu saja kelompok agama. Permasalahan utaxna yang jelas tampak dalam tinjauan konflik mi adalah adanya jarak yang tenlalu besar antara harapan (tujuan sosial) dengan kenyataan pelaksanaafl dan hasilnya. yang menyehabkan sulitnya atau tidak dapatnya satu kelompok sosial menyesuaikan din dengan norma (ideologi). para hartawan dan lain-lain a1anmelihatnya dan sudut kepentingan masing-masing kelompok tersebut. protes. Kenyataan seperti itu disebabkan oleh cara pandang yang berbeda antara pemerintah/peflguaSa sebagai pemegang kendall ideologi dengan berbagai kelompok kepentingan sebagai sub-sub ideologi.

mengingat bangsa Indonesia terdiri dan berbagai suku bangsa atau masyanakat multi-etnik. Tetapi masalah integrasi mi akan diuraikan tersendiri dalam bagian berikut tulisan mi. melibatkan sepuluh orang. 2. Kerugiannya prasangka melalui hubungan pribadi akan menjalar.Pandangan sosiologis tentang proses disorganisasi dan disintegrasi tidak saja akan melahirkan konflik sosial. Prasangka dan Diskriminasi Prasangka dan diskriminasi adalah dua hal yang ada relevansinya. dan sebaliknya seorang yang berprasangka dapat saja bertindak tidak diskriminatif. obyek atau situasi. sejak masih kecil unsur sikap bermusuhan sudah nampak. di mana setiap orang memilikinya. Sikap seseorang banu diketahui bila ia sudah bertindak atau bertingkah-laku. golongan atau wilayah disertai tindakan-tindakan kekerasan dan destruktif yang merugikan. . Jadi prasangka dasarnya pribadi dan dimiliki bersama. Tetapi dapat pula yang bertindak diskriminatif tanpa didasani prasangka.sedangkan diskriminatif pada tindakan. Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian dengan seksama. Oleh karena itu bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah-laku atau tindakan. Suatu hal yang saling berkaitan. apabila seorang individu mempunyai prasangka rasial biasanya bertindak diskriminatif terhadap ras yang diprasangkanya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuhan perkembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi. Perbedaan terpokok antara prasangka dan diskniminatif adalah bahwa prasangka menunjukkan pada aspek sikap. Perbedaan yang secara sosial dilaksanakan antar lembaga atau kelompok dapat menimbulkan prasangka. tetapipada hal-hal tertentu dapat mengarah kepada integrasi kelompok maupun masyarakat. membuat sikap cenderung untuk membedabedakan. Dan peristiwa kecil yang menyangkut dua orang dapat meluas dan menjalar. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak tampak. DISKRIMINASI DAN ETHNOSENTRISME a. bahkan melembaga (turun-temurun) sehingga tidak heran kalau prasangka ada pada mereka yang berpikirnya sederhana dan masyarakat yang tergolong cendekiawan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk berespons baik secara positif atau negatif terhadap orang. aksi yang sifatnya realistis. pemimpin atau negarawan. PRASANGKA. sedangkan prasangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh din individu masing-masing. sarjana. Dengan demikian diskriminatif merupakan tindakan yang realistis. dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan. Melalui proses belajar dan semakin besarnya manusia.

sifat berat sebelah. golongan minoritas. Dengan demikian prasangka dapat dikatakan seperti yang dikemukakan oleh Newcomb sebagai sikap yang tak baik dan sebagai suatu predisposisj untuk berfikir. diproyeksikan kepada si ―kambing hitam‖. Gradasi prasangka menunjukkan aaanya distansi sosial antara ingroup dan outgroup. Atau lebih tepat kalau prasangka itu merupakan hasil proses belajar dan pengenalan individu dalam perkemhangannya. semuanya tidak bisa disalurkan secara wajar. atau dioper dan milieu di mana orang menetap. Pengetahuan itu akan membuat seseorang atau satu kelompok berpersepsi. Kanibing hitam itu biasanya berwujud individu atau kelompok sosial yang lemah. Prasangka bisa diartikan sebagai suatu sikap yang terlampau tergesa-gesa. yang belum tentu pihak-pihak tersebut bersalah. Pengalaman Seseorang yang bersifat sepintas. Pada prinsipnya seseorang akan bersikap tertentu terhadap orang lain atau terhadap suatu kelompok apabila ia telah memiliki pengetahuan itu tidak dapat kita pastikan apakah bersifat positif atau negatif. terutama sebagai anggota kelompok. Pada lazimnya prasangka sedemikian itu dibarengi dengan rasionalisasi. prasangka mi banyak dimuati emosi-emosi atau unsur efektif yang kuat. berdasankan generalisasi yang terlampau cepat. karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung pola orang lain. anggota kelompok luar. yaitu membuat rasional segala prasangka dan pikiran yang negatif. merasa dan bertindak dengan cara yang menentang atau menjauhi dan bukan menyokong atau mendekati orang-orang lain.Prasangka mi sebagian besar sifatnya apriori. Dan sinilah lahirnya suatu sikap dalam bentuk tingkah laku yang cenderung negatif. Jika prasangka itu disertai agresivitas dan rasa permusuhan. Dalam kehidupan sehari-hari. yaitu suatu obyek untuk melampiaskan segenap frustasi. ras lain atau suatu bangsa tertentu. biasanya orang yang bersangkutan lalu mencani obyek ―kambing hitam‖. tingkat prasangka itu menumhuhkan jarak sosial tertentu di antara anggota kelompok sendiri dengan anggota-anggota kelompok luar. Pada akhirnya dibarengi justifikasj dir yaitu pembenaran din terhadap semua tingkah-laku sendiri. Dengan kata lain.‘ Pengertian Newcomb tersebut timbul dan gejala-gejala yang terjadi dalam masyarakat. Prasangka sebagai suatu sikap tidaklah merupakan wawasan dasar dan individu melainkan merupakan hasil proses interaksi antar individu atau golongan. yang bersifat performance semata akan cepat sekali menimbulkan sikap negatif terhadap suatu kelompok atau terhadap . Dengan kata lain. mencoba untuk mendiskriminasikan pihak-pihak lain. berpikir dan merasa terhadap obyek tertentu. mendahului pengalaman sendiri (tidak berdasarkan pengalaman sendiri). dan rasa-rasa negatif. dengan kata lain adanya diskriminatif antar kelompok. dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap suatu realita.

Prasangka bersumber dan suatu sikap. pada suatu lingkungan/wilayah di mana norma-norma dan tata hukum dalam kondisi goyah. sadis.helakangpada suatu prasangka. bahkan juga para pemimpin dan negarawan juga bisa berprasangka. Sementara pendapat menyebutkan bahwa orang yang berintelegensi tinggi. Seorang yang mempunyai prasangka rasial. Namun demikian belum jelas benar ciri-ciri kepribadian mana yang membuat seseorang mudah berprasangka. b. Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi Tidak sedikit orang-orang yang mudah berprasangka. atau untuk meraih status sosial bagi suatu individu atau kelompok sosial tertentu. dapat merangsang munculnya prasangka dan diskriminasi. Dalam kondisi persaingan untuk mencapai akumulasi material tertentu. Bukankah pemasangan rudal-rudal jarak pendek milik Amerika Serikat di daratan Eropa Barat adalah suatu manifestasi dan prasangka Amerika Serikat terhadap rivalnya yaitu Uni Soviet? Kondisi lingkungan/wilayah yang tidak mapan pun cukup beralasan untuk dapat menimbulkan prasangka suatu individu atau kelompok sosial tertentu. Diskriminasi menunjuk kepada suatu tindakan. Pandangan yang demikian akan menimbulkan kesan segan bergaul dengan mereka dan selalu memandangriya dengan sikap negatif. . Mengapa? Karena orang-orang macam mi bersif at dan bersikap kritis. Tetapi fakta-fakta dalam kehidupan sehani-hari menunjukkan bahwa mereka yang tergolong dalam jajaran kaum cendekiawan. lebih sukar untuk bersikap berprasangka. hiasa saja seseorang bertin dak diskriminatif tanpa herlatar. Walaupun hegitu. tak dapat dipisahkan. biasanya bertindak diskiminasi terhadap ras yang diprasangkainya. tidak hermoral dan sejenisnya. Demikian Juga sebaliknya. sering menjadi sasaran prasangka rasial. walaupun secara yuridis telah jadi warga negara Indonesia dan dalani UUD 1945 Bab X Pasal 27 dinyatakan bahwa semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. seseorang yang berprasangka dapat saja berperilaku tidak diskriminatif. Dalam pergaulan sehani-hari sikap berprasangka dan diskriminasi seolah-olah menyatu. Antara prasangka dan diskriminasi dapat dibedakan dengan jelas. Mengapa terjadi perbedaan cukup menyolok? Tampaknya kepribadian dan intelegensia.seseorang. namun banyak juga orang-orang yang lehih sukar untuk berprasangka. Di Indonesia kelompok keturunan Cina sebagai kelompok minoritas. negarawan negara-negara adikuasa (superpower). Bukankah lahirnya senjata-senjata antar benua (Inter Continental Balistic Missile ICBM) adalah suatu prasangka yang berlebihan dan para pemimpin. Melihat penampilan orang-orang Negro maka sering menimbulkan kesan keras. juga faktor lingkungan cukup berkaitan dengan munculnya prasangka.

Apahila muncul suatu sikap berprasangka dan diskriminatif terhadap kelompok sosial lain. diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dan usaha-usaha yang tidak halal. untuk kemudian disimpulkan dan dibuat pukul rata sebagai sifat dan seluruh anggota kelompok sosial tertentu. Akan menjadi lebih riskan lagi apabila peristiwa itu menjalar lebih luas. bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus Sebagai budak. sehingga melibatkan orangorang di suatu wilayah tertentu. atau terhadap kelompok sosial tertentu manakala terjadi penurunan status atau terjadi Pemutusan Huhungan Kerja (PHK) oleh pimpinan perusahaan terhadap karyawanflYa. Antara lain dan usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya. Pada sisi lain prasangka hisa berkembang lebih auh sebagai akibat adanya jurang pisah antara kelompok orang-orang kaya dengan golongan orang-orang miskiñ. c) Bercum bar dan faktor keprjbadjan Keadaan frustasj dan beherapa orang atau kelompok sosial tertentu merupakan kondjsj yang cukup untuk menjmbul.. sebab sikap yang diambil hanya berdasarkan pada pengalaman atau apa yang didengar. b) Dilatarbelakaflgi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasioflal Suatu prasangka muncul dan berkembang dan suatu mdividu terhadap individu lain. yang diikuti dengan tindakan-tindakan kekerasan dan destruktif dengan berakibat mendatangkan kerugian yang tidak kecil. bisa jadi akan menimbulkan pertentangan-pertentangan sosial yang lebih luas.Sikap berprasangka jelas tidak adil. Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi a) Bela tar belakang sejarah Orang-orang kulit putth di Amerika Senikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro. atau terhadap suatu suku bangsa. melibatkan sejumlah orang. Walaupun reputasi dan prestasi orang-orang Negro dewasa mi cukup dapat dibanggakan. terutama dalam bidang olahraga. herlatar belakang pada sejarah masa Iampau. Harta kekayaan orang-orang kaya baru. Para ahli heranggapan bahwa prasangka lebih dominan disebabkan tipe kepribadjan orang- . akan tetapi prasangka terhadap orang-orang Negro sebagai biang keladi kerusuhan dan keonara‘n belum sirna sainpai dengan generasi-generasi sekarang mi. kelompok etnis tertentu. c. laku agresif. Suatu contoh beberapa peristiwa yang semula menyangkut beberapa orang saja. kan tingkah. Lebih-lebih lagi bila sikap berprasangka itu muncul dan pikiran sepintas. sening menjadi luas.

Bisa ditambah lagi dengan perbedaan pandangan politik.tap dan didukung oleh lembagalembaga ekonomi pedesaan seperti BUUD dan KUD. dengan ciri-cjrj bersif at konservatjf dan bersifat tertutup. d. Usaha mengurai / menghilangkan prasangka dan diskriminasi a) Perbajkan kondjcj sosjal ehonomi Pemerataan pembangunan dan usaha peningkatan pendapatan bagi warga negara Indonesia yang masih tergolong di bawah ganis kemiskinan akan mengurangi adanya kesenjangan . ekonomi dan ideologi. prasangkaprasangka ketidakadilan dalam sektor perekonomian antara kelompok ekonomi kuat dan kelompok ekonomi Icmahsedikit banyak dapat dikurangi dan akhirnya akan sirna. tefutama pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati . Melalui pelaksanaan-pelaksanaan program-program pembangunan yang man. Juga melalui program Kredit Candak Kulak (KCK). dan strategi politik global. d) Belatar belakang dariperbedaan keyakinan. Prasangka yang berakar dan hal-hal tersebut di atas dapat dikatakan sebagai suatu prasangka yang bersifat universal. Beberapa di antaranya : konflik Irlandia Utara -— Irlandia Selatan. Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP). berdirinya fakta-fakta pertahanan seperti NATO atau SEATO adalah contoh-contoh yang jelas dan gamblang — berkat dan adanya suatu prasangka dan adanya politik global dan negaranegara adikuasa. konflik antara golongan keturunan Yunanj — Turkj di Cyprus dan perang Irak — Iran berakar dan latar belakang adanya prasangka agama/kepercaya agama. Tipe authoritarian personality adalah sebagai ciri kepribadjan seseorang yang penuh prasangka.negara Amerika Tengah Iebih banyak bermotjfkan ideologi politik.kelompok ekononvi. paling tidak dapat mengurangi prasangka bahwa program pendidikan. konflik-konfljk di lingkungan negara. kepercaya an dan agama. b) Perluasan kesempa tan belajar Adanya usaha-usaha pemerintab dalam perluasan kesempatan belajar bagi seluruh warganegara Indonesia. proyek Perkehunan Inti Rakyat (PIR).orang tertentu. dan dalam sektor pertanian dengan program: Intensifikasi Khusus (Insus). Munculnya kelompok. Perang Vietnam. pendudukan Afganistan oleh Uni Soviet. Dengan begitu.kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. juga Proyek Tebu Rakyat diperkirakan golongan ekonomi lemah Imbat-laun akan dapat. menikmati usaha-usaha pemerintah dalam perbaikan sektor perekonomian.

berbagai pengaruh dan kemungkjnan itu tidak boleh diremehkan begitu saja. Mengapa? Untuk mencapai jenjang pendidikan tertentu di perguruan tinggi memang mahal. menghormatj dan menjauhkan din dan sikap berprasangka. sungguh malang bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan otak dan modal. suatu makna dan perbedaan pendapat yang wajar dalam kemajemukan masyarakat Indonesia. diskrimjnasi. c) Sikap terbuka dan sikap lapang Harus selaiu kita sadari bahwa berbagai tantangan yang datang dan luar maupun yang datang dan dalam negeri. antar kelompok sosial yang diduga berprasangka dengan tujuan membina kesatuan dan persatuan bangsa. Dengan berbagai sikap unggul itu. karena masing-masing berniat membuka din untuk berdialog antar golongan. bukan mustahil akan mengarnbil manfaat kemajemukan kultur. Masih beruntung bagi mereka yang memiliki kemampuan otak. beasiswa yang ancka-ragam itu . Upaya menjalin komunjkasj dua arah. Dilandasj dengan sikap-sikap tersehut di atas. Sesungguhnya idealisme paham kehangsaan yang mencanangkan persatuan dan kemerdekaan. resah. selain harus memiliki kemampuan otak. solidaritas dan loyalitas yang tinggi. Jika dapat mencapai prestasi tinggi dan dapat dipertahankan secara konsisten. Apalagi dalam suasana transisj masa satu asas.dapat diraih dan kantong pun tidak akan kering-kerontang. adalah suatu cara yang sungguh bijaksana. saling menghargaj. prasangka dan perasaan tidak adil pada sektor pendidikan cepat alati lambat akan hilang lenyap. juga harus punya modal. diharapkan akan berkelanjutan dengan sikap saling percaya. Berbagai ideologi secara historis pernah mendapat tempat dan berkiprah di republik mi. semuanya akan dapat merongrong keutuhan negara dan bangsa. telah menumbuhkan sikap kesepakatan. Bagi mereka yang memiliki keduanya.oleh kalangan masyarakat menengah dan kalangan atas. merupakan basis empuk bagi timbulnya prasangka. Dengan memberi kesempatan luas untuk mencapai ting kat pendidikan dan tingkat dasar sampai peruguruan tinggl bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa kecuali. Mereka akan selalu tercecer dan tersisih dalam persaingan memprehutkan bangku sekolah. sungguh sangat beruntung. Kebhinekaan masyarakat berikut sejumlah nilai yang melekat. dan kemelut. Sebaliknya. Untuk mencapai jenjang pendidikan tertentu. akan muncul sikap terbuka. dan keresahan. . sikap lapang untuk menerima knitik. status dan kelas masyarakat Bukan mustahil kalau mereka memanfaatkan situasi berprasangka.

nilai-nilaj yang terkandung dan tersifat cfalam kebudayaan tersebut.sesuai dengan kodrat alam dan sebagainya. 3. masalahmasaiah. Suku bangsa. Ethnosentnisme dapat dianggap sebagai sikap dasar ideologi Chauvinis yang melahirkan Chauvinisme. tidak luwes. lehih unggul dan bangsa-bangsa lain. sikap-sikap. maupun gagasangagasan. Hal-hal tersebut di atas dikenal sebagai ethnosentrisme. yaitu Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau bagian-bagian yang terlibat di dalam konflik.-jcme Setiap suku bangsa atau ras tertentu akan memiliki cmi khas kebudaya yang sekaligus menjadi kebanggaan mereka. nilai-nilai. logis. dan dipergunakannya sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Akibatnya ethnosentrisme penampilan yang ethnosentrik. nil. ras tersebut cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai sesuatu yang prima. dapat menjadi penyebab utama kesalahpaham an dalam berkomunikasi. kab laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasan dan penang. Terdapatnya interaksi di antara baglan-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut. ras tersebut dalam kehidupan seharj-hanj bertingkah laku sejalan dengan norma-norma. Mereka merasa din superior. tujuan-tujuan. Suku bangsa. kurang estetis. yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagai sesuatu yang prima. bloon dan Sebgainya. Dasar konflik berhedabeda. mutlak. bertentangan den gan kodrat alam dan sebagainya. nista. Dalam hal mi terdapat tiga elemen dasan yang merupakan cini-ciri dan situasi konflik. terbaik. dan sikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar. PERTENTANGAN-PERTENTANGAN GANGAN DALAM MASYARAKAT SOSIAL/KETE Konflik (pertentangan) mengandung s‘iatu pengertian ting.e. Ethnosent. Dengan demikian ethnosentnisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau meriilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendin. rendah. Ethnosentnisrne nampaknya rnerupakan gejala sosial yang universal. . Unitunit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kehutuhan. dan memandang bangsabangsa lain sebagai inferior. Segala yang berbeda dengan kurang baik. Sikap ethnosentnisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung. Chauvinisme pernah dianut oleh orangorang Jerman pada zaman Nazi Hitler.

Simmel. yaitu masyarakat. dapat pula tidak bersifat fungsional dan destruktif (Berstein. tenlalu gawat. namun sebaliknya. dan kemampuan empatinya dapat meningkat dengan cepat. Sanford mengatakan bahwa ―Seseorang yang telah mempelajari cara-cara rnenanggulangi konflik di dalam dirinya sendir adalah orang yang akan berkembang dengan lebih baik. Konflik menimbulkan rangsangan untuk bertingkah laku dan merupakan basis interaksi. 1965). atau terlalu mendasar terhadap struktur kepribadian seseorang. Para penulis seperti Berstein. akan semakin luas dan semakin fleksibel. Coser menyatakan bahwa hanyalah dengan melalui pengungkapan perbedaanperbedaan di antara para . 1966). dihandingkan dengan mereka yang tidak pernah menghadapi konflik yang serius di dalam dirinya sendiri (Nevitt Sanford. Sebaliknya. sampai kepada lingkup yang luas. karena perbedaan-perbedaan yang timbul dapat disalurkan dan tidak dibiarkan terpendam di dalam hati masing-masing orang. konflik menunjuk kepada adanya pertentangan. memandang konflik sebagai sesuatu yang tidak dapat dicegah timbulnya. disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio-ekonomis di dalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang ada dalam kebudayaan-kebudayaan lain. ketidakpastian. nilai-nilai. dan norma. konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai dan norma-norma kelompok yang bersangkutan berada. Follett. Pada taraf kelompok. konflik dapat menuntun kepada peningkatan pemahaman dan penguatan huhungan di antara para anggota kelompok. Kemampuan drang yang biasa menghadapi konflik dalam melaksanakan atau menggu nakan mekanisme-mekanisme dan tingkah laku penyesuaian din. Pada taraf di dalam din seseorang. dan perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan. serta minat-minat mereka. dapat menuntun kepada desintegrasi kepribadian yang berat dan kehilangan kemampuan untuk melaksanakan fungsinya. Coser. konflik-konflik ditimbulkan dan konflik-konflik yang terjadi di dalam din individu. Pada taraf masyarakat. konflik-konflik yang terjadi di dalam din seseonang yang berlangsung terlalu lama. Perbedaan-perbedaan dalam tujuan. nilai. Wilson dan Ryland. atau emosi-emosi dan dorongan-dorongan yang antagonistik di dalam din seseorang. motivasimotivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok.Konflik merupakan suatu tlngkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihuhungkan dengannya. dan norma-norma. Konflik dapat terjadi pada lingkungan yang paling kecil yaitu individu. misalnya kebencian atau permusuhan. Pada taraf kelompok. yang secara potensial dapat mempunyai kegunaan yang fungsional dan konstruktif. Konflik mempunyai potensi untuk memberikan pengaruh yang positif maupun negatif dalam berbagai taraf interaksi manusia. serta minat.

memecabkan dan menanggulangi konflik. Lebih jauh lagi konflik-konflik tersehut mungkin fungsional maupun disfungsional pada saat yang hersamaan. cara-cara yang digunakan anggota-anggota kelompok untuk mengenali. Konflik yang realistis terkait dengan tujuan yang rasional. rnerupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan kehidupan berkelompok. Sringka1i pihakpihak yang terlibat di dalam konflik. Di dalam prosesproses pembuatan keputusan. 1969). Dengan demikian. maka hal yang telah disepakati pun menjadi lebih jelas. tidak boleh dilupakan pula bahwa hanyak konflik yang bersifat destruktif dan dapat menuntun kepada terjadinya desintegrasi kelompok. Hampir semua konflik yang herlangsung di dalam kerumitan situasi kehidu pan manusia.anggotanya. tidak menyadari akan proses-proses emosional yang telah mernotivasi mereka uniuk memasuki pertentangan itu. yang memungkinkan kelompok untuk dapat menggambarkan nilainilai dan minat-minat bersama. namun terdapat perbedaan-perbedaan di dalam sifatdan intensitaskonflik pada berbagai tahap perkembangan kelompok. Tips konflik mi timbul dan proses-proses yang tidak rasional dan ernosional dan pihak-pihak yang terlihat di dalamnya. mernpunyai elemen rasional maupun elemen tidak rasional. Konflik sosial dapat menlmbulkan konsekuensi-konsekuensi yang meningkatkan kemampuan orang untuk melibatkan din di dalam kegiatan-kegiatan pemecahan masalah dengan hasil-hasil yang memuaskan. secara langsung menunjang kesatupaduan atau ikatan kelompok. Pemecahan terhadap konflik-konflik yang hesar tidak akan dapat terjadi sampai suatu kelompok telah berkembang mencapai suatu titik di mana terdapat kesepakatan yang mendasar di dalain kelompok terjadi dengan pasti. Selain memperhatikan aspek-aspek dalam konflik yang memberikan manfaat. Konflik mungkin realistis maupun tidak realistis. dan konflik terjadi herkenaan atau merupakan kelengkapan untuk pencapaian tujuan. pada saatnya. Dalam konflik yang tidak realistis. Kejelasan mengenai kesepakatan dan ketidaksepakatan tersebut. terletak metode-metode pengendalian konflik yang dapat digunakan terhadap semua atau setiap konflik (Wilson an Ryland. Pada saat hal-hal yang tidak disepakati diungkapkan. . Upaya untuk memecahkan jonflik selalu timbul selama herlangsungnya kehidupan suatu kelompok. konflik tersebut merupakan tujuan itu sendiri.

namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan. dan Indonesia. artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting. pada umumnya negara-negara tersebut dijajah oleh negara-negara Barat selama waktu yang lama. yang diungkapkan dengan kami mengalah kami mendongkol kami ke luar kami membentuk kelompok kami sendini. seperti India. Pengetahuan dan pengalaman yang serba sedikit dalam bidang pemerinlahan menimbulkan mas&ah setelah mencapai kemerdekaafl. tanpa mempertimbangkan argumentasi. Negara Indonesia sebagai bagian dan negaranegara di Asia Tenggara menghadapi beberapa masalah atau problema setelah mencapai kemerdekaafl pada tahun 1945. sejunilah negara di Asia mendapat peluang. akan menentukan keputusan. 1969). Minority Consent. Tentu saja cara mi bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihakpihak yang terlibat. artinya kedua atau semua sub kelompok yang terlibat di dalam konflik. berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah (halfway). Pada hakikatnya majority mi merupakan salah satu bentuk dan subjugation.Adapun cara-cara pemecahan konflik-konflik tersebut adalah sebagai berikut Elimination yaitu pengunduran din salah satu pihak yang terlihat di dalam konflik. Malaya. Pada dasarnya problema yang dihadapi oleh negara Indonesia meliputi: . Burma. Integrasi merupakan cara pemecahan konflik yang paling dewasa (Albert Bandura. artinya kelompok mayoritas yang menang. artinya orang atau pihak yang mempunyal kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya. artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan. Subjugation atau Domination. Mua. dipertimbangkafl dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak. Compromise (kompromi). Majority Rule.ngthai. menyatakan kemerdekaanflYa. Dalam masa penjajahan rakyat setempat tidak diberikan kesempatan yang luas dalam ikut serta di bidang pemerintahan. dan menerima keputusan serta sepakat untuk melakukan keiatan bersama. Integration (integrasi). Setelah Perang Dunia II selesai.

Makasar dan Minahasa di Sulawesi.1) Pro blema Pemerintahan Seakan-akan merupakan patokan. Semangat UUD 1945 disingkirkan. Peraturan-peraturan yang bersifat nasional meupakan produk baru dan masih dirasakan sebagaisesuatu yang asing. Setiap suku-suku bangsa lebih merasa terik it oleh sistem budayanya masing-masing. Suku Ambon di Maluku. Tetapi pernyataan tentang kepribadian bangsa dalain segala aspek nampak jelas. rasa kesukuan memang sengaja ditiup-tiupkan oleh Belanda dalam usaha menyelamatkan kekuasaan-Nya. Walaupun UUD 1945 memakai sistem pemerintahan dan Barat sebagai modelnya. Minangkabau. Pancasila yang digali dan kebudayaan sendiri dapat diterima segala ideologi bangsa. Padang. terutama dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Setelah mencapai kemerdekaan. Tetapi pada Juli 1959 dengan Dekrit Presiden UUD 1945 diberlakukan kembali. Eropa ternyata merupakan masalah. Bugis. sementara kelompok yang menginginkan sistem liberalisme mencapai kemenangan. Sebagai alternatif Indonesia lebih menekankan pencanian ideologi bangsa pada akar budaya bangsa. 3) Pro blema Kedo. Pada zaman penjajahan disatukan oleh kekuatan kolonial Belanda yang mempergunakan kekerasan. sistem budaya sukunya lebih ditonjolkan. Arab. Undang-Undang Dasar dan peraturan-peraturan lain yang bersifat Nasional mengatur persatuan dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat Nasional. 2) Pro blema Ideologi Bangsa Di Asia Tenggara terdapat pengaruh yang kuat dan pandangan Jefferson dan Marxist. Minoritas di Indonesia yaitu suku asing keturunan China. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan bahwa pada masa akhir kekuasaan Belanda di Indonesia. Suku-suku bangsa tersebar di seluruh pulaupulau di Indonesia seperti suku Aceh. bahwa negara modern harus mempergunakan sistem pemerintahan model Barat.erahan dan Minoritas Indonesia terdiri dan beribu-ribu pulau dan berpuluhpuluh suku bangsa merupakan masalah tersendiri dalam alain kemerdekaan. Oleh karena itu dalam menjalin hubungan antar suku atau yang bersifat Nasional. agar dapat diterima sebagai anggota baru yang terbebas dan belenggu penjajahan. Lanibang statusnya ternyata juga mempengaruhi sikap Indonesia di dalam memiih model sistem pemerintahan. suku Bali dan seterusnya. Batak. .

kepercaya. Banjar. politik. adat-istiadat. Tiap suku bangsa tersebut memiliki kehudayaan sendiri yang berbeda dengan kebudayaan serta bangsa lain. 1) Suku Bangsa dan Kebudayaannya Indonesia terdini dan sekitan 13. kesenian dan kebiasaan-lcebjasaan lainnya. Minahasa dan di kepulauan-kepulauan lainnya dikenal suku bana yang tidak sedikit jumlahnya. Batak. selat dan samudera mewujudkan satu daerah atau lingkungan alam yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Masyarakat majemuk dan nasion Indonesia Masyanakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk. kesenian. Perbedaan lingkungan alam mempengaruhi ciri-ciri jasmaniah penduduk di masing-masing daerah sehingga penduduk Indonesia mewujudkan ciri-ciri jasmaniah yang berbeda-beda. Di daerah-daerah di Indonesia yang terseban luas terdiri dan sejumlah suku bangsa yang dikenal pula dengan masyarakat daerah. Di Sumatera dikenal beberapa suku bangsa Seperti: Aceh.000 buah pulau besan dan kecil dan sejumlah laut. hukum. Sistem kebudayaan tersebut ditaati oleh warga masyarakatnya. ekonomi dan sosial yang berpusat di kota-kota.4. Pelaku dan pelanggaran tersebut mendapat sanksi dan . Minangkabau. Di Sulawesi dikenal suku bangsa Makasar. Bugis. kepercayaan. Di Kalimantan dikenal suku bangsa Dayak. Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan. GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSLAL a. maka di Indonesia juga terdapat sejumlah sistem budaya yang dipergunakan oleh masing-masing suku bangsa. dan sebagainya. adat-Istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. hukum. an. Masyarakat yang majemuk tersebut dipersatukan oleh sistem Nasional yang mengintegrasikannya melalui janinganjaningan administrasi pemerintahan. yaitu berwujud Negara Indonesia. moral. Dalam kehidupan sehari-hari suku bangsa itu mempergunakan sistem budayanya sendiri yang terdiri dan seperangkat ilmu pengetahuan. Usaha mengingkari sistem budayanya dianggap oleh warga masyarakatnya sebagai tindakan yang menye1ewng. Untuk lebih jelas dikemukakan aspek dan kemasyarakatan tersebut. Oleh karena tiap suku bangsa mempunyai kehudayaan sendiri-sendiri. yaitu suatu masyarakat negana yang terdini dan beberapa suku bangsa atau golongan sosial yang dipersatukan oleh kekuatan Nasional.

2) Agama Dilihat dan segi historis suku-suku bangsa di Indonesia mempunyai teoleransi yang besar terhadap agama atau kepercayaan yang lain. 4) Nasion Indonesia Di luar suku bangsa Batak. Setelah agama Hindu mengalami kemunduran. Orang mempergunakan nilai-nilai tertentu. Bugis. Banjar.masyarakatnya. Pelanggaran yang berat dapat menyebabkan orang tersebut dikeluarkan dan masyarakatnya. Bahasa yang merupakan alat komunikasi dalam melaksanakan interaksi sosial di antara kelompoknya. Sebelum kedatangan agama Hindu yangberasal dan India. Sasak dan sebagainya di Indonesia masih terdapat satu Nasion baru yaitu Nasion Indonesia. Dan kehudayaan sebagai sistem budaya merupakan alat yang mengatur atau mengontrol masyarakatnya. tetapi terkait dengan kepercayaan tertentu membenarkannya. Nilai digunakan dalam menentukan tujuan tindakan atau usaha. Jawa. Nilai digunakan untuk menentukan baik tidaknya sesuatu. Kepercayaan seperti diwujudkan dalam agama Islam atau agama Kristen dan kepercayaan lain (Hindu Budha) merupakan sumber nilai yang dianut oleh warganya. tetapi juga mungkin merupakan nilainilai barn. karena orang menganut suatu kepercayaan tertentu yang membenarkan nilai-nilai dianutnya. Kedua agama tersebut juga diterima dengan cara-cara yang damai. orang-orang Indonesia sudah mempunyai kepercayaan sendini yang biasa disebut dengan istilab animisme dan dinamisme. Agama Hindu datang di Indonesia dengan jalan damai. Nilai-nilai yang dianutnya bersama mi dinamakan nilai-nilai budaya. Berat-ringannya sanksi didasarkan atas berat-ringannya pelanggaran yang dilakukan. Sunda. Nilai-nilai budaya mungkin merupakan nilai lama. Nilai merupakan pedoman umum yang digunakan dalam memilih antara berbagai kemungkinan pilihan. Minangkabau. datanglah agama lain berturut-turut agama Islam dan Kristen. Di daerah Batak warga masyarakatnya mempergunakan bahasa Batak. Di masyarakat Bugis orang mempergunakan bahasa Bugis. Kalau disistematiskan maka masyarakat merupakan sumber energi yang menghasilkan kebudayaan. Di Jawa warga masyarakatnya mempergunakan bahasa Jawa. Kontak agama tersebut melalui jalan perdagangan. Demikian pula karya-karya sastra masyarakat daerah itu mempergunakan bahasa daerahnya masing-masing. Nilai biasanya tidak berdiri sendiri. . Bali. Di Bali warga masyarakatnya mempergunakan bahasa Bali dalam mengadakan hubungan. 3) Bahasa Pada suku-suku bangsa yang bermacam-macam itu terikat pula oleh satu persamaan yaitu bahasa.

Nasion Indonesia juga mempunyai kebudayaan sendiri yang disebut kebudayaan Nasional. Sarlito W. Nasion Indonesia merupakan suatu federasi antara suku-suku bangsa yang masing-masing merupakan kesatuan tersendiri dan federasi mi tetap mempertahankan kesatuan mereka masing-masing. seperti Bagong Kusudiardjo. Tarian-tarian daerah yang dapat diterima dan dinikmati oleh warga daerah lainnya di seluruh Indonesia dapat juga disebut sebagai Tazi Nasional.Nasion merupakan kesatuan solidaritas. Hal yang menggembirakan ialah bahwa ada beberapa ahli yang mencoba kreasi tarian baru yang dapat diterima dan dinikmati di seluruh Indonesia. Kebudayaan Nasional itu sendiri masth dalam tarap proses pembentukan lebih lanjut. Jadi dalam pembentukan kebudayaan Nasional unsurunsurnya berasal dan kebudayaan daerah. Justru mengembangkan kebudayaan daerah berarti pula memperkaya kebudayaan Nasional. Integrasi Penduduk Indonesia yang menempati wilayah yang luas mi bukan hanya terikat oleh satu sistem kebudayaan. tetapi tetap berkembang terus. Sistem kebudayaan yang berlaku di Indonesia 1) Sistem kebudayaan daerah . Pada suku bana Jawa yang mempunyai karya-karya sastra Jawa dan ditulis dalam bahasa Jawa merupakan kebudayaan daerah. Nasion Indonesia Nasion Daerah (kebudayaan daerah) Kebudayaan Nasional Kebudayaan Nasional sebagai sistem kebudayaan Nasional mengontrol perilaku para warganya. Kesenian wayang mungkin akan tetap sebagai kesenian daerah saja. Kebudayaan daerah itu sendiri tidak akan punah. yang terbentuk sebagai hasil proses setelah kemerdekaan tahun 1945. Tetapi karyakarS‘a sastra Jawa yang dalam bahasa Indonesia dan dapat diterima dan dimengerti oleh suku-suku bangsa yang lain dapat digolongkan dalam kebudayaan Nasional. Penyimpanan dan sistem kebudayaan Nasional merupakan pelanggaran yang akan dikenakan sanksi. Kebudayaan Nasional terbentuk dan merupakan perpaduan dan kebudayaan daerah yang dapat diterima oleh masyarakat dan suku-suku bangsa lainnya. b. Kusumo. tetapi banyak sistem kebudayaan. karena tidak dapat diterima dan dinikmati oleh warga/ orang dan suku bangsa lain.

Sebagai bagian dan rakyat Indonesia. Karena itu hartis memperjelas dalam hubungan antara: 1) Kebudayaan atau kekuatan Nasional dengan kebudayaan suku-suku bangsa/daerah. Masyarakt majemuk itu tetap pada kemajemukan masing-masing. Kristen. Demikian pula dominasi kekuatan di tingkat Nasional cileh salah satu suku bangsa akan menimbulkan konflik kekuatan antara suku-suku bangsa. ekonomi warga sukusuku bangsa/daerah. Keempat unsur di atas merupakan unsur dan kebudayaan Nasional. tetapi keserasian persatuan. sosial. 2) Isu ash tidak ash 3) Isu agama . Integrasi bukan peleburan. Mereka dapat hidup serasi.2) Sistem kebudayaan agama. Hindu dan Budha. Oleh karena itu dia juga memakai sistem kebudayaan Islam. Keempat unsur tersebut sekaligus menjadi landasan dan atau corak masalah dihadapi oleh masyarakat Indonesia yang majemuk. karena suku Jawa dianggap mendominasi kekuasaan Nasional. Di samping itu seorang Sunda ada yang beragama Islam. berdampingan. 2) Kebudayaan suku-suku bangsa/daerah dengan kebudayaan suku-suku bangsa/daerah yang lain. Dalam peristiwa pemberontakan Permesta. Kiranya timbulnya pemberontakan Dewan Banteng yang dipimpin oleh Kol. Orang Indonesia merupakan pendukung lebih dan satu sistem kebudayaan. orang Sunda itu juga memakai sistem kebudayaan Nasional. Variabel-variabel lain yang dapat menjadi penghamhat dalam integrasi ialah 1) Klaim!tuntutan penguasaan atas wiiayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya. Ahmad Huein dapat dianalisa dan segi itu. Dalam hal mi masalah besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia setelah merdeka yaitu masalah integrasi di antara masyarakat yang majemuk itu. akan menimbulkan konflik antara pusat dan daerah. suku Jawa dimusuhi oleh orang Minahasa. sebagai contoh seorang Sunda dalam berkomunikasi dengan sukunya mempergunakan sistem kebudayaan Sunda. seperti Islam. Kalau kekuatan Nasional terlalu mendorninasi kehidupan politik. yang berbeda-beda tetapi merupakan kesatuan. Arab. seperti China. Kuatnya integrasi akan menjadi salah satu ukuran timbul atau tidaknya pemberontakan-pemberontakan di daerah. seperti tulisan yang terdapat dalam Lambang Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika. 3) Sistem kebudayaan Nasional 4) Sistem kebudayaan asing.

Jawa Tengah merupakan tempat tinggal suku Jawa. Kathohik. Mereka mendapatkan fasihitas-fasiltias yang lebih baik dibandingkan dengan orang Indonesia sendiri.simihasi yang dipandang sebagai jalan ke luar yang paling baik ternyata sulit dilaksanakan karena adanya perbedaan dan atau hambatan kebudayaan. Hal yang dapat menimbulkan masalah ialah sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan keukuan. tetapi kebudayaannya sudah sangat berbeda dengan kebudayaan nenek moyangiiya. Prasangka biasanya dikaitkan dengan ethnosentrisme yaitu anggapan bahwa sukunya merupakan suku bangsa yang paling balk dibanding dengan suku bangsa lainnya. Oleh karena itu mereka digolongkan sebagai golongan sosial. Islam telah mengambil oper kedudukan agamaagama atau sistem kepercayaan yang sebelumnya dianut oleh suku-suku bangsa di Indonesia.4) Prasangka dan ethnosentrisme Ad. Sejak zaman penjajahan di Indonesia terdapat orangorang. Agama yang masuk di Indonesia seperti Kristen. Propinsi Sumatera Utara merupakan tempat tin ggal suku Aceh. Ad. Ad. Oleh karena itu masyarakat yang tingkat kemajemukannya tinggi akan menghadapi banyak kesulitan dalam integrasi dibandmgkan dengan masyarakat yang tingkat kemajemukannya lebih sederhana.3. 2. A. Propinsi Jawa Barat batasnya merupakan batas wilayah yang ditempati suku Sunda. Hal yang mungkin kurang tepat bahwa banyak pembagian propinsi yang didasarkan pada garis wilayah suatu suku hangsa. Setelah merdeka adanya perbedaan dalam kehidupan ekonomi antara orang-orang Indonesia dengan orang-orang Tionghoa menjadi masalah dengan issue ash dan tidak ash. bahwa prasangka dan ethnosentrisme menjadi penghalang adanya integrasi. Dalam masa penjajahan orangorang Tionghoa digunakaa sebagai pedagang perantara dengan orang-orang Indonesia oleh Belanda. Ad. Arab. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu yang dihubungkan sifat buruk yang berkait pada golongan tertentu tadi.1. Dalam hal mi terdapat Maim pengakuan dan suatu suku bangsa terhadap wihayah tertentu sebagai daerah sukunya. Hubungan antara agama dengan kebudaynan suku sangat erat. yaitu orang-orang Tionghoa. Agama-agama hesar itu dijadikan sumber etika dalam sistem nilai dan ajaran-ajaran moral dan kebudayaan suku bangsa yang bersangkutan. Mereka walaupun nenek moyangnya berasal dan luar Indonesia. Agamaagama besar itu telah dimasukkan dalam kebudayaan suku bangsa bahkan menjadi inti pendorong dinamika kebudayaan tersebut. Jelas. . seperti ternyata pada petugas-petugas atau ungkapan-ungkapan. Setelah kemerdekaan nampak jelas bahwa orang Tionghoa lebih baik kedudukan ekonominya dibandingkan dengan orangorang Indonesia lainnya.4.

agama. dan masyarakat secara keseluruhan sehmgga menghasilkan persenyawaanpersenyawaan berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama-sama dijunjung tinggi. dan semua golongan. keluarga. lembaga. dominasi. ras. sehingga menjadi modal dasar bagi terwujudnya Integrasi Sosial — Integrasi Nasional. larut dalam kesadaran kebersamaan dalarn berbangsa begiu mengendap. dan tumbuh integrasi tanpa paksaan. konsensus anggota-anggota masyarakat terhadap nilai yang mengikat seluruh warga masyarakat. Tidak perlu dipertanyakan dan mana asal-usul suku bangsa. l Sejarah telab mencatat bahwa Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada tahun 1928 adalah suatu perwujudan solidaritassosial begitu kental merasuk dalam kalbu antar golongan pemuda. Narnun begitu. Bahwa bangsa dan budaya Indonesia pada hakikatnya satu. tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi. asimilasi dan berkurangnya prasangka-prasangka di antara anggota masyarakat secara keseluruhan. bahwa Tanah Air tercinta Negara Kesatuan Indonesia mi didirikan sebagai hasil kerjasama Semua pihak. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi masyarakat pada masyarakat majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka. Kondisi yang mirip juga pernah terjadi. semua pihak tetap menyadari. IntegrasiSosial Integrasi sosial (integrasi masyarakat) dapat diartikan adanya kerjasama dan seluruh anggota masyarakat.erjadi konflik. dan mudah-tidaknya individu pindah dan suatu kelompok ke kelompok lainnya. Hal yang penting. semua golongan begitu larut dalam semangat solidaritas sosial yang tinggi. Dalam kurun waktu tahun lima puluhan sampai enam puluhan. Mereka bergabung. Walaupun tidak dapat dipungkiri. Kenyataan adanya berbagai suku bangsa. . walaupun dimensi waktu dan jumlah pelaku‘ berbeda. pada kurun waktu itu pun terdapat percikan-percikan konflik sosial dalam bentuk pemberontakan-pemberontakan di daerah-daerah tertentu di wilayah Republik Indonesia. bahasa dan lain sebagainya. menuju terwujudnya integrasi sosial — integrasi nasional. membaur.c. ras dan corakragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan Budaya Bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan Budaya Bangsa seluruhnya. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mainpu mengendalikan prasangka yang ada di masyarakat sehingga tidak t. menganiati dimensi kemajemukan suatu masyarakat dapat dilakukan dengan melihat jumlah kelompok yang berbeda kebudayaannya. Dalam hal mi terjadi akomodasi. menyatu dalam kadar solidanitas yang tinggi. mulai dan individu.

Ada yang menempuh jalan kekerasan dan ada yang menempuh strategi politik yang lebih lunak. Mereka memiliki ciri-ciri sendiri yang merupakan ciri-ciri suatu nation. bahasa sendiri.nation pribumi yang telah terbentuk lama sebelum nation Indonesia diprokiamasikan. melahirkan Negara Pakistan. Ibo dan Yoruba. Memiliki kebudayaansendiri. Canada dan Australia menghadapi masalah integrasi bangsabangsa imigran. yang berbeda ad4lah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Sehingga masalah integrasi mi cenderung diselesaikan sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan. . Dengan kata lain masalah integrasi nasional mi pada prinsipnya bersumber pada perbedaan ideologi. Amerika Serikat.5. Fulani. maupun dalam pembentukan konsepsi nalarnya. daerah teritorial sendiri dan perasaan solidaritas antara anggotaanggota warga masyarakat yang bersangkutan. permasalahan yang ditimbulkan oleh kondisi masyarakat majemuk. Permasalahan yang kedua. 1) Beberapa Permasalahan In tegraci Nasional Permasalahan utama yang dihadapi dalam integrasi nasional mi adalah adanya cara pandang yang berbeda tentang pola laku duniawi dan cara untuk mencapai tujuan. Beberapa negara yang herdiri setelah Perang Dunia II ternyata banyak yang tidak mampu mengintegrasikan berbagai golongan dalam masyarakatnya. Demikianlah bentuk-bentuk permasalahan yang disebabkan oleh masalah integrasi mi. INTEGRASI NASIONAL Integrasi Nasional adalah merupakan masalah yang dialami oleh semua negara atau nation yang ada di dunia. Ketidakmampuan India mempersatukan seluruh wilayahnya. Pakistan tidak mampu mempersatukan kedua wilayah itu Sehingga pada tahun 1971 lahirlah Bangladesh. Menghadapi masalah integrasi mi sebenarnya tidak memiliki kunci yang pasti karena masalah yang dihadapi berbeda dan latar belakang sosio kultural nation state yang berbeda pula. yang terdiri dan berbagai kelompok atnis baik di antara penduduk pribumi maupun keturunan asing. sehingga lahirlah negara baru yang menamakan din Republik Baifara. Ketika wilayah timur memberontak.1 ke1ompok etnis atau suku-suku bangsa yang ada di daerah merupakan nation. Karena agama dipandang sebagai nilai hakiki sehingga kontrol sosial masyarakat agama cenderung lebih peka dan sering tajam. Perbedaan ideologi mi disebabkan karena perbedaan falsafah hidup yang banyak berpengaruh dalam proses sosialisasinya. Perang Saudara yang terjadi di Nigeria terjadi karena Nigeria tidak berhasil mengintegrasikan suku-suku bangsa Hausa. Termasuk faktor dominan dalam pembentukan suasana kesenjangan ideologi mi adalah masalah agama. Menurut Harsya Bachtiar.

Dimensi horisontal dimaksudkan untuk menunjuk perbedaan suku. Kondisi mi akan lebih mempererat rasa solidaritas kelompok etnis tertentu. 2) Upaya Pendekatan Di samping perbedaan golongan itu sendiri mempunyai p0. and national Integration : An Indonesia Case Study. sedangkan dimensi vertikal dimaksudkan untuk menunjuk kesenjangan kelompok elite nasional dengan massa.‖2 bahwa integrasi nasional Indonesia mempunyai dua dimensi yaitu dimensi horisontal dan ditnensi vertikal. keturunan asing maupun peranakan membuat jarak yang tegas dengan kelompok pribumi. Permasalahan politik di Indonesia berpengaruh pula dalam mencapai integrasi nasional. ditinjau dan kehidupan dan pertumbuhan Partai Politik. William Liddle dalam bukunya ―Ethnicity.tensi untuk menuju ke arah integrasi dengan sistem silangmenyilang (Cross cutting Affilation) yang akan melahirkan pelapisan sosial yang saling silang-menyilang. Hal mi yang menyebabkan bahwa masalah integrasi berbagai kelompok etnis merupakan masalah pokok bagi integrasi nasional Indonesii. Hudson mencatat beberapa indikator pertentangan politik di Indonesia yaitu. R.nation lama tidak bisa hilang walaupun telah tergabung dalam nation Indonesia yang baru. Hal mi sesuai dengan yang ditulis Prof. Karena mereka yang tergolong keturunan asing mi secara genitas masih memiiki hubungan dengan negara asalnya. adalah masalah teritonial daerah yang seringkali berjarak cukup jauh. maka mereka berusaha mengembangkan kebudayaan negara asalnya di Indonesia. mi merupakan masalah baru bagi negara Indonesia. mi juga masalah yang cukup rumit bagi kelancaran integrasi nasional secara utuh. kerusuhan. Dan segi kemungkinafl memberontak untuk memperjuangkafl satu wilayah sendini. aliran dan lain-lain.Perasaan solidaritas yang tinggi menyebabkan nation.‘ Di samping itu adanya partai-partai politik yang tenikat oleh kepentingankepefltingan primordial yang secara tidak langsung terikat oleh kepentingan daerah dankelompok elite dan kelompok etnis tertentu. pemindahan kekuasaan eksekutif yang bersifat ireguler. meningkatnya angka kematlan akibat kekerasan politik. Yang terakhir mi mengakibatkan partisipasi politik massa yang sangat kecil. Lebih-lebih Indonesia yang berbentuk negara kepulauan dan merupakan arus lalu lintas dua benua dan dua samudera. Demikianlah dengan sistem silang-menyilang mi konflik antara suku-suku bangsa . Charles Lewis Tylor dan Michael C. agama. Party. terjadinya demonstrasi. Masalah keempat. serangan bersenjata. Selain masalah etnis pribumi Indonesia juga menghadapi masalah integrasi warga negara keturuflan asing. Petmasalahan ketiga. atau paling tidak akan membuat konflik sosial tidak menjadi terlalu tajam.3 maka diusahakan pula langkah-langkah yang lebih sistematis dan operasional.

di samping asimilasi budaya. Termasuk pembangunan politik dan kebudayaan. Kedua : Berusaha membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis dan antar daerah/pulau dengan pembangunan sarana komunikasi. Di samping itu berpedoman pada teori Walter T. Ketiga Menggali kebudayaan daerah untuk dijadikan kebudayaan nasional dan membina penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. pertukaran/mutasi karyawan dan satu daerah lain. Bachtiar bahwa masalah integrasi nasional akan tetap merupakan masalah. Untuk langkah mi dapat dicontuhkan dengan transmigrasi. Di samping dukungan usaha-usaha seperti yang telab dikemukakan di atas. Kelima Melalui jalur-jalur formal seperti pendidikan perundang-undangan yang berlaku bagi seluruh warga negara dan pendekatan formal lainnya. Martin yang telah dikemukakan terdahulu bahwa perbedaan golongan mempunyai dua kemungkinan yang sama besar untuk menjadi konflik (disintegrasi) atau integrasi. sama besar dengan tercapainya integrasi. informasi dan transportasi. adanya BAKOM PKB dan lain-lain.pa memandang apakah itu negara baru ataupun negara yang sudah lama.daerah akan dapat diredakan dengan adanya perternuan di bidang agama. maka kemungkinan integrasi iasional menjadi masalah. 3) Integrasi Nasional dalam Perspektif Seperti yang diasumsikan oleh Harsya W. tan. Keempat Membentuk janingan asimilasi bagi berbagat kelompok etnis baik pribumi maupun keturunan asing. maka pemerintah berusaha untuk mewujudkan idealisme atau citacita nasional yang diamanatkan oleh seluruh bangsa kepada ideologi melalui pembangunan di berbagai sektor. Upayaupaya yang dilaksanakan untuk memperkecil dan kalau mungkin menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain Pertama : Untuk mempertebal keyakinan seluruh warga negara yang terdiri dan berbagai golongan itu terhadap ideologi nasional. maka masih ada penunjangyang cukup berpengaruh terhadap usaha-usaha lain yaitu memperkuat kedudukan ideologi nasional. karena pada setiap soal konflik dapat saja terjadi. . dengan titik tekan pada pemerataan pembangunan dan hasil pembangunan. Namun demikian integrasi nasional sebagai suatu cita-cita nasional maupun cita-cita negara akan dapat terwujud atau paling tidak menekan kemungkinan permasalahan yang timbul dengan berbagai usaha yang mendukung potensi masyarakat untuk berintegrasi sendiri secara alamiah dengan sistem Cross cuttiig affiliation.

Prasangka dibedakan dengan diskriminasi. Prasangka dan diskriminasi tidak muncul dan segolongan orang-orang kampungan berpendidikan rendah. Setiap orang atau kelompok dalam menghadapi masalah soalal selalu melihat dan sistem nilai yang benlaku pada kelompoknya. Ambon dan sebagainya. Pada zaman penjajahan Belanda persatuan Indonesia diikat oleh . perbedaan sistem agama yang ada di Indonesia adalah penting bagi bangsa Indonesia. kepercayaan agama. maka betapa kompleknya masalah-masalah sosial dan atau pertentangan pertefltaflgafl yang timbul di Indonesia. Prasangka bersumber dan suatu sikap. Oleh karena masyarakatIndonesia merupakan masyarakat majemuk. tetapi juga di kalangan orang-orangintelek seperti para pemimpin dan negarawan berkaliber nasional maupun internasional.RANGKUMAN Prasangka adalah sikap negatif atau juga dapat bersifat p0. terdini dan bermacam-maCam kebudayaan. dan adanya sikap terbuka dan sikap lapang. Kebudayaan Batak. Bahwa pertentangan sosial dapat terjadi di masyarakat sebagai akibat dan adanya interaksi sosial. seperti kebudayaan Jawa. kebudayaan Bali. bersumber dan faktor kepribadian. kebudayaan Dayak. Daya upaya untuk mengurangi!menghilangkan prasangkadan diskriminasi: perbaikan kondisi sosial ekonomi perluasan kesempatan belajar. Sebab-sebab timbulnya prasangka: berlatar belakang sejarah dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Kesadaran akan pengertian adanya perbedaan kebudayaan sistem nilai. kebudayaan Aceh. Diskriminasi menunjuk pada suatu tindakan. Opini urnurn berpendapat bahwa lahimya peluru-peluru kendali ICBM (peluru-peluru kendali antar benua) yang dibuat oleh negara-negara adikuasa (superpower) adalah sebagai akibat adanya akumulasi dan prasangka yang berlebihan di antara negara-negara Adikuasa.sitif terhadap sesuatu. Masalah itu akan lebih menonjol lagi di masyarakat yang bersifat majemuk seperti Indonesia i. dan berlatar belakang dan perbedaan keyakinan. sedangkan sistem nilai merupakan bagian dan kebudayaan.

kerukunan antar umat beragama. dianahkan demi keharmonisan demi persatuan dan kesatuan nasional. perubahan nilai-nilai. . UUD 1945 dan ideologi Pancasila. rasa kebersamaan antar hubungan masyanakat secara harmonis dalam kerjasama kelompok yang mempunyai sifat. sikap dan watak yang berbeda.adanya pemerintahan kolonial yang memerintah seluruh Indonesia. Kemajemukan tetap diberikan peluang untuk hidup di In donesia. yaitu: pembauran hana. Integrasi sosial bermakna terwujudnya solidanitas sosial. Oleh karena itu integrasi merupakan alternatif yang baik untuk modal tumbuhnya kebudayaan nasional. dan aliran kepercayaan. Secara umum terdapat tiga masalah besar yang harus dikaji secara serius untuk mencapai perwujudan integrasi social integrasi nasional. Sedangkan integrasi nasional bermakna: solidanitas sosial dan kerjasama antar kelompok sosial yang harmonis tersebut. Hal-hal baru yang disetujui atau dapat disetujui bersama itulah yang akan menjadi modal dan kebudayaan nasional. Unsur-unsur daerah yang dapat disetujui atau diterima oleh suku bangsa lain atau menjadi hagian dani kebudayaan nasional. Satu ikatan lagi dipenlukan yaitu kebudayaan nasional sehingga nation Indonesia yang lahir pada tahun 1945 itu dapat mempunyai akar yang kuat. Setelah Indonesia merdeka kekuatan formal yang menyatukan Indonesia adalah pemerintahan nasional. Tetapi dalam mengadakan interaksi sosial antara suku perlu dicarikan dasar yang disetujui bersama.

di mana antara elemen-elemen tersebut terdapat adanya hubungan.BAR IX ILMU PENGETAHUAN. dan yang ditujukan ke arah pencapaian sasaransasaran beama atau tujuan yang diinginkan bersama. Apakah yang akan diproduksi ? Masalah yang pertama mi berhubungan dengan masalah pilihan atas macam-macam alternatif terhadap barang dan jasa yang akan diproduksikan. sedang elemen-elemen yang dimaksud adalah lembaga-lembaga ekonomi. relative ti the them are utilized to satisfy the of man‖. Di dalam setiap sistem ekonomi dalam bentuk apapunjuga senatiasa menghadapi empat tugas pokok. Berdasarkan rumusan pengertian sistem ekonomi di atas. . Due yang dimaksud dengan sistem ekonomi adalah is the group of economic system. Penertian Sistem Ekonomi Sebelum kita membicarakan pengertian system ekonmi maka terlebih dahulu kita mengetahui artiistil‘h sistem dalam sistem ekonomi. yang pada hakikatnya merupakan pemecahan masalah-masalah a. Bagaimanakah barang-barang dan jasa-jasa terse. DISTRIBUSI DAN KONSUMSI Sistem Ekonorni 1.but akan diproduksikan ? Masalah yang kedua mi berhubungan dengan masalah pilihan teknologi yang akan digunakan dalam menghasilkan barang-barang dan j asa-jasa. the organization through the operation of which the various. sistem ekonomi terdiri dan sejumlah elemenelemen. Menurut John F. scarce. Istilah sistem dalam sistem ekonomi adalahSuatu kumpulan elernen-elemen. b. TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN SISTEM EKONOMI : PRODUKSI.

dan gejala mi oleh Smith dikatakan sebagai pengaturan yang dilakukan oleh tangan yang tidak kelihatan. Dalam pandangan sistern kapitalis. karena sistem persaingan bebas akan menertibkannya. Menurut prinsip mi. Keempat sifat pokok tersebut adalah Hak milik atas barang-barang modal atau alat produksi seperti tanah. Kalau semua Orang hanya mengurusi kepentingan dirinya sendiri saja.c. Macam ekonomi yang dianut oleh suatu negara akan mewarnai pola/cara pemecahan keempat masalah di atas. . Orang yang terlalu serakah menjual barangnya terlalu mahal akan terpaksa membatasi keinginannya mi dengan munculnya orang lain yang rnau menerima keuntungan yang lebih sedikit dengan menjual barangnya secara lebih murah. Ada empat sifat pokok yang penting dalarn sistern kapitalis. mesin-mesin sumber-sumber alam ada di tangan orang orang. keserakahan manusia bukan saja tidak berbahaya. dia bahkan merupakan sumber dinamika dan masyarakat kapitalis. Siapakah yang akan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa tersebut apabila selesai dihasilkan? Masalah yang ketiga mi berhubungan dengan masalah pembagian pendapatan (distribution of income) yang diterima oleh tiap-tiap individu dalam masyarakat. Macam-macam Sistem Ekonomj 1) Sistem Ekonomi Kapitaljsme Sistem ekonomi kapitalisme mempunyai konsep yang jelas tentang hakikat manusia. Prinsip ekonomi pasar. Bilamanakahlberapa banyak sumber-sumber ekonomi yang bersangkutan akan disalurkan ke arah konsumsi yang sedang berlangsung dan berapa banyaknya akan disalurkan ke arah investasi ? Masalah mi berkaitan dengan soal pilihan antara masa kini dan masa yang akan datang. bagaimana kehidupan masyarakat dimungkinkan ? Adam Smith tidak merasa khawatir. Bagaimanakah pemecahan masalah terhadap empat permasalahan di atas pada tiap-tiap sistem ekonomi berbeda sama lain. keempat sifat pokok tersebut pada dasarnya alat/cara daripada sistem kapitalis guna mencapai tujuannya. 2. maka harga barang-barang dan jasa-jasa di tentukan oleh permintaan dan penawaran. Keserakahan masing-masing orang akan saling mengatur dirinya sendiri. Pada sistem ekonomi kapitalisme asumsi dasarnya adalah manusia mengejar kepentingan pribadinya. d. Kepentingan pribadi dan tiap-tiap oranglah yang dikelola dalam sistem kapitalis.

Alam dan manusia lain jadi semacam. Dalam sistem kapitalis persiangan bebds dapat terjamin hal mi berasal dan adanya empat kebebasan kapitalis yang pokok yaitu Kebebasan untuk berdagang dan mempunyai pekerjaan. 2) Sistem Ekonomi Sos ialisme Dalam sistem ekonomi sosialis juga xnempunyai konsep jelas tentang hakikat manusia. Manusia sebenarnya hidup secara harmonis dengan alam dan manusiamanusia lain. Dalam mencari keuntungan sistem kapitalis lebih demokratis sifatnya. menurut pandangan sosialis manusia itu sebenarnya adalah sosial bukan individu. manusia jadi berkompetisi dengan manusia lainnya. ―musuh‖ yang bisa digunakan untuk mengancam dirinya. Berdasarkan pandangan kaum sosialis hakikat manusia adalah Hakikat manusia umum (human nature in general) yaitu manusia sosial. dia jadi makin berkuasa dan bisa memiliki manusia Iainnya. Tapi oleh kaum kapitalisme melalui konsep pemilikan pribadi. Akibat dan upaya pemilikan pnbadi yang diizinkan oleh kaum kapitalis. maka orang jadi berebutan untuk memiliki alam sebanyak-baflYakflYa. . d) Prinsip keuntungan. Kebebasan untuk mengaclakan kontrak. jadi menyendiri terputus dan hubungannYa baik dengan alam maupun dengan manusia lainnya. kalau dia tidak memilikinya. Hakikat manusia sebagaimana dia telah diubah oleh sejarah (human nature-asmodifled historical epoch): Pengertian sejarah yang dimaksud adalah sejarah yang telah ditinggalkan oleh kaum kapitalisme. Kebebasan hak milik. Kebebasan untuk membuat untung. Dengan demikian lebih banyak. Akibatnya manusia menjadi terasing. artinya terbuka kesempatan bagi setiap orang untuk mengecap keuntungan.c) Persaingan bebas.

Akibatnya dari kenyataan di atas manusia yang dahulu sosial menurut pandangan kaum sosialis berubah menjadi serakah. dengan kelengkapan pada pasal 23. Upaya yang perlu dilakukan menurut pandangan kaum sosialis adalah penghapusafl pemilikan pribadi. pasal 27 ayat 2 dan pasal 34. Kegiatan usaha koperasi merupakan tulang punggung kegiatan perekonomian bangsa Indonesia. Bertumpu pada pasal 33 UUD 45 terdapat tiga bentuk kegiatan atau bangun usaha dalam perekonomian Indonesia. Seluruh kegiatan ekonomi dipimpin dan pusat/negara. terlepas dan berbagai kegagalan yang ada di dalam pertumbuhannya.Pasal 33 UUD‘45 berbunyi Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. 3) Sistem Ekonomi Indonesia Berbicara tentang sistem ekonomi Indonesia. Oleb sebab itu diperlukan adanya suatu sistem sosial yang bisa mengembalikan hakikatnya manusia itu. Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesarbesarnya bagi kemakmuran rakyat. Cabang-cabang yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Pokok pikiran kaum sosialis Kaum Sosialis berpandangan bahwa keserakahan manusia perlu untuk diubah. Pasal 33 UUD‘45 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia. Pagaimana semangat kebersamaan dapat dijelmakan dalam kegiatan usaha koperasi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Produksi. Dalam pandangan hidup bangsa Indonesia kita temukan adanya semangat kolektivisme (gotong royong) atau kekeluargaan. . Akar pandangan hidup kolektivime inilah yang memperkuat tumbuhnya koperasi di kalangan masyarakat kita. yaitu manusia sosial. Sistem ekonomi sosialisme pada dasarnya berupaya mengembalikan hakikat manusia pada proporsi sebenarnya. maka arah pembicaraan kita kepada Undang-Undang Dasar 1945. sedang sistem sosial yang dimaksud adalah sistem sosialisme. Usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan adalah ―koperasi‖. khususnya yang mengatur kegiatan ekonomi. distribusi dan konsumsi diatur dengan peraturan dan tiada tempat bagi private interprise.

. patungan dengan asing. akan tetapi kehutuhan hidup lainnya harus diciptakan oleh m anti si a. 1. Kegiatan untuk rnenghasiikan barang dan jasa itu dinamaka produksi. Jadi pengertian secara luas produksi. bukan hanya kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa. melayani tukang mengatür irigasi.akyatan yang kuat. yang hakikat dan perananannya sesuai dengan petunjuk-petuniuk ayat 2 dan 3. domestik prihumi maupun non pribumi harus dihidupkan pula semangat keusahabersamaari dan berasaskan kekeluargaan. Artinya di dalam kegiatan usaha swasta. Cara memperoleh barang dan jasa mi ada yang memenlukan pengorhanan dan ada juga yang tidak penlu pengorbanan. maka cabangcabang produksi penlu benarbenar ―dikuasai oleh negara‘‖ hal mi memberikan petunjuk langsung bahwa mekanisme harga bebas tdak holeh berlaku di dalam perekono mian. Benda-benda bebas yang disediakan oleh alam dan tidak lagi memerlukan pengorbanan seperti udara. tetapi mencakup semua kegiatan yang menciptakan dan menambah kegunaan. Kegunaan artinyadapat memenuhi kebutuhan manusia. 2 dan 3 pasal 33 U[1Y45 kalimat ―mengusai hajat hid up orang banyak‖ (yang tidak lain adalah ―basic needs‖) dan ―digunakari untuk sehesarbesarnya kemakmuran rakyat‖ adalah ekspresi danpada adanya orientasi ker. Untuk yang penting bagi negara dan untuk hajat hidup orang banyak itu. Produksi 1) Pengertian Produksi Kebutuhan hidup manusia dapat dipenuhi dengan barang dan jasa. Yang penting dan menjadi tujuan utarna adalah pengamanan kepentingan negara dan kepentingan rakyat banyak. sinar matahani. patungan dengan asing.Ayat I pasal 33 UUD‘45 tidak dapat dipisahkan pengaruhnya terhadap ayat 2 dan 3. Pada hakekatnya produksi adalah kegiatan menciptakan kegunaan. Mengangkut batu dan sungai ke tempat bangunan. Ayat 1 pasal 3 tetap melandasi dan mewarnai bangun-bangun ataubentuk usaha lain yang ada. apakah asing. apakah itu herhentuk Perseroan Terhatas atnu Jainnya. mengaduk semen dan dengan pasir. Mengenai ayai. semuanya itu termasuk kegiatan produksi.

. Perdagangan Perdagangan ialah semua kegiatan jua 1wIi. usalia perbengkelan. Perdagangan.li bidang-bidang tersebut. Dalam pertambangan manusia hanya sekedar menggalinya dan perut dan lapisan bumi. dan sebagainya. minyak bumi melalui proses kimia dan alamiah ratusan ribu tahun lamanya tanpa usaha manusia. Agraris Mengolah tanah untuk memlihara tumbuhtumbuhan dan hewan dinamakan produksi agraris seperti pertanian dan perikanan. mi semua merupakan perindustrian. perakitan. 1 produksi sendiri sepereti Pertamina mnjuJ minyak hasil produksi sendiri kepada agen-a. perbankan dan sebagainya. Pada umumnya perdagangan itu mencakup kegiatan membeli untuk kemudian dijua1nya. yaitu: Ektraktif Memungut langsung dan hasil alam seperti perikanan laut pertambangan dinamakan produksi ektraktif. Bahan mentah diolah menjadi bahan jadiatau sehgah jadi. pergu dangan. Perdagangan membeli hasil pertanian dan petani yang umumnya berada di desa desa. kemudian dijualnya ke pasar. pabrik makanan dan minuman. Endustri Kerajinan.2) Pembagian Bidang Produksi Produksi dapat digolongkan ke dalam 5 bidang. Pembagian bidang produksi di atas menunjukkaii jeflis produksi dalam perekonomian. seperti tranport. Sektor jasa tidak menghasilkan barang. Alam menciptakan batubara. misalnya terdapat Depa rte me Perindustrian. perakitan sepeda motor. petarii menjual padi yang dihasilkan sendiri. Jasa Produksi jasa adalah kegiatan penyediaan saratia jasa. Parawisata di Indonesia termasuk industri karena kegiatan itti dianggap sebagai pengolahan objek-objek pariwisata untuk mendapatkan hasil bagi negara. perbaikan ada]ah kegiatan industri. tetapi hasilnya berupa sarana Makn maju produksi jasa menunjukkan makiji majunya bidang produksi lainnya. asuransi. Pengaturni‘ perekonomian sesuatu negara umumnya men i k i. Perdagangan itu adakalanya hanya merju‘iI L. perhotelan. Perikanan daràt di Indonesia dikelompokkan ke dalam produksi agraris karena pada hakekatnya kegiatan itu bersifat pengolahan tanah dan air untuk memelihara ikan.

diciptakan alat. Jepang. Negara yang mempunyai perekonomian sudah maju dan yang memiliki keahlian serta permodalan. Itulab sebab mengapa alam dan tenaga kerja disebut faktor produksi ash. karena hasil produksinya besar. akibat teknologi produksi yang modern. Dalam perekonomian seperti itu akan timbul usahausaha perbankan. sejalan dengan makin berkembangnya taraf berpikir dan kecerdasan manusia. asuransi dan sebagainya. jadi sebagai produksi turunan. Inggris. Kemakmuran suatu bangsa. Sebaliknya bila pertanian tersebut meningkat dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan juga untuk diperdangkan. . Sedangkn negara yang tingkat negaranya juga sudah baik. Pada perkembangan selanjutnya. manusia berusaha untuk menghasilkan suatu barang hanya dengan 2 jenis faktor produksi. Swedia. Ektraktif dan agraris merupakan tahap pri mer industri dan perdagangan merupakan thap sekunder dan jasa merupakan tahap tersier Negara yang telah dapat mengernbangkan tahap produksi bidang tersier. yang dalam sejarah perekonomian disebut tahap primer. pad umumnya sejalan dengan tingkat tahapan perkembangan jenis produksinya tetapi mi tidak mutlak. 3) Faktor-faktor Produksi Suatu kegiatan untuk menghasilkan suatu barangdiperlukan faktor-faktor produksi.Jenis Produksi yang diusahakan manusia berkem bang melalui beberapa tahap. pengangkutan asuransi. seperti pengangkutan. dan sebagainya. pergudangan. yaitu faktor alam dan faktor tenaga kerja. yaitu alam beserta isinya (tanah. yang ditandai dengan produksi masa. karena belum diperlukan. Mereka berburu hanya dengan mempergunakan tenaga kerja saja. Dalam hal mi proses produksi hanya mempergunakan faktor alam. sekunder tersier. Tahapan-tahapan perkembangan jenis produksi yang diusahakan di atas seirama dengan kemajuan tehnologi yang dimiliki suatu bangsa. antara lain Amerika Serikat. seperti panah. Selandia Baru merupakan negara agraris yang tingkat kemakmurannya tinggi. Misalnya Australia. mi terjadi pada masyarakat yang masih primitif. Misalnya : Jika pertanian masih tahap primitif dan hasilnya pun juga masih rendah. Tujuan produksinya pun hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. yang mampu melakukkan produksi jasa dengan baik. umumnya adalah negara yang makmurr dan sudah relatif kuat perekonomiannya. dengan sendirinya akan diperlukan sektor j asa. jaring dan sebagainya. Pada mulanya. Produksi bidang jasa mi merupakan produksi sebagai akibat dan kegiatan produksi lainnya. binatang dan sebagainya) dan faktor tenaga kerja manusia.

Para konsumen baru bisa memperoleh barang-barang dan yang diperlukan. Baik di negara dengan sistem ekonomi leiberal maupun sistem ekonomi sosialis. 2. apabila telah dibawa oleh lembaga-lembaga pemasan ke tempatnya. Pada sisi lain jumlah manusia main bertambah banyak. faktor produksi ash hanya dapat memberikan hasil minim dan mi hanya sekedar dapat dipergunakan untuk mempertahankan hidup. Suatu proses produksi dapat berhasil dengan baik atau tidak. Peristiwa jual beli itu sendiri mungkin terjadi di tepi jalan di kota dan mungkin juga terjadi dengan di rumah sendiri. Sedangkan pemasaran. Hal inilah yang disebut faktor produksi yang keempat. Adapun pasar merupakan tempat terjadinya jual-beli. seperti halnya distribusi hanya saja jumlah barang dan jasa sangat tergantung pada konsumen sendiri. Distribusi 1) Pengertian Distribusi. Walaupun negara atau pengusaha-pengusaha dapat menghasilkan barang-barang sebanyakbanyaknya. mi sangat tergantung kepada keempat faktor produksi tersebut. maka perlu pengaturan dalam mempergunakan ketiga faktor tersebut. Karena pada prinsipnya kedua berusaha menyampaikan barang dan produsen kepada konsumen. Apabila pada waktu berburu mempergunakan alat-ala tersebut maka hasil buruannya akan relati lebih banyak. Faktor skill berfungsi mengatur faktor-faktor produksi lainnya. Pasar dan Pemasaran Yang dimaksud dengan distribusi ialah semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang dan jasa dan produsen kepada konsumen (pemakai). Oleh karena itu perlu diketahui dan dipertimbangkan sifat-sifatnya. yaitu faktor keahlian mengatur atau faktor skill. Pada kehidupan sehari-hari antara distribusi dan pemasaran diberi pengertian yang sama. distirbusilpemasaran mi megang peranan penting sekali.Alat-alat mi dalam ilmu ekonomi disebut modal. Masyarakat baru merasa . Penambahan hasil produksi secara berlipat ganda dan sampam batas tertntu setiap penambahan faktor produksi modal akan terus meningkatkan hasil produksi. tidaklah memberi jaminan bahwa kebutuhan masyarakat akan mudah dipenuhi. agar Jebih berdayaguna dengan memperoleh hasil produksi yang lebih banyak lagi. Jumlah barang dan jasa yang ditenma konsumen sangat tergantung pada kebijaksanaan produsen. yaitu membeli melalui telepon. Dan segi hasilnya. Hal mi dipengaruhi oleh kebutuhan dan daya beli konsumen. Selanjutnya faktor modal dan faktor skill mi disebut faktor produksi turunan.

misalnya menjual tembakau dalam partai besar. 3) Permintaan dan Penawaran Permintaan adalah jumlah barang yang akan dibeli oleh pembeti pada suatu saat dengan harga t. harga sudah disetujui maka pembeli dapat segera membayar harga yang telah ditentukan dan langsung menenima barang tersebut. Barang yang diperdagangkan juga tersedia di tempat itu. Menurut waktu pasar itu diadakan. Jika dalam tawar menawar. (2) Pasar Abstrak. (2) Pasar luar negeri. Contoh jika harga sepotong baju Rp 5000 jumlah baju yang dibeli 100 buah. yaitu pasar yang ruang lingkupnya terbatas pada negeri sendiri. (3) Pasar dunia. contoh pasar temabakau.ertentu.puas kalau mereka dapat memperoleh barang keperluan dengan mudah di daerah di mana mereka bertempat tinggal. Jika harga naik menjadi Rp 6. mi semua sangat tergantung pada kegiatan distribusi/ pemasaran.000 jumlah baju yang . dan sebagainya. Mata uang yang diperdagangkan adalah mata uang dalam negeri. Barang yang diperdagangkan diproduksikan ujituk diekspor. pasar karet. yaitu pasar tempat menjual dan pembelinya benar-benar bertemu. pasar dapat dibagi menjadi (1) Pasar nil (nyata). Penjual menawarkan barang dengan contoh (monster). yaitu pasar yang ruang lingkupnya meliputi seluruh dunia. Barang yang diperdagangkan diproduksikan hanya untuk pasar dalam negeri. Contoh Pasar Antasari di Banjarmasin. Proses mi dapat digambarkan Produsen—> Distribusi/Pemasaran—> Konsumen 2) Jenis-jenis Pasar Menurut fisiknya. Pasar Turi di Surabaya. pasar dapat dibagi menjadi (1) Pasar dalam negeri. yakni pasar yang ruang lingkupnya melampaui batas negara. yang di bawa kepada calon pembelinya hanya contohnya umpamanya 1 kg. Pasar Kiewet di Solo. Mata uang yang dipergunakan biasanya dolar. yaitu pasar di mana antara penjual dan pembeli belum tentu bertemu. misalnya tahu.

esar kecilnya intensitas kebutuhan akan barang. Makin rendah harga barang. Hukum permintaan tersebut hanya berlaku dengan asumsi ―ceteris paribus‖. makin banyak jumlah permintaan terhadap harang itu dan sebaliknya. jurniab bararig yang dirninta turun relatif besar. . Apabila perubahan harga Lla. Elastisilas per!flifltaall akaii barang konsunisi tergantung kepada beberapa hal.000 maka jumlah baju yang akan dibeli naik menjadi 125 buah. Misalnya mentega pengganti margarine. inakiii sedikit pengaruh kenaikan hirga barang tersebut. 2) Tingkat substitusi. yang berarti ―kalau kondisi tetap sama‖. mi berarti tiugkat elastisitas hesar. Jika harga mentega naik maka orang akan berpindah beli margarine. I)engan adanya kenaikan harga sedikit saja. Apabila harga turun menjadi Rp 4. makin sedikit jumlah permintaan terhadap barang itu. diebu t permi nt aan in elastis Dan dalarn keadaan ang eI>a1iknya diebut perinintaan elastis. yaitu permintaan semua orang yang memerlukan barang yang dapat membayar harganya. Hukum disebut : Hukum permintaan.tkJturuIl relatif Iebih besar daripada perubahan turuii/naik) juinlah barang yang dim inta. Jumlah-jumlah baju yang akan dibeli itulah yang disebut permintaan. bahwa perubahan harga yang satu itu tidak akan menyebabkan perubahan harga selanjutnya. yang hargariya relatif murah. antara lain 1) Tingkat [. kondisi yang dimaksud adalah: pendapatan tetap sama selera tidak berubah harga barang lain tetap sama tidak ada barang substitusi barang itu dibeli bukan untuk prestise (tahan harga din) orang tidak percaya. Makin hesar tingkat intensitasnya. Jadi permintaan itu berbanding terbalik dengan harga barang. yaitu permintaan semua orang yang membutuhkan barang yang tidak mengingat keuangannya.akan dibeli turun menjadi 80 buah. Adam Smith membedakan permintaan menjadi 1) Permintaan mutlak (absolut demand). 2) Permintaan efektif (efetive demand). makin tinggi harga barang. mi berarti tingkat elastisitasnya kecil.

Makin besar jumlah penghasilan konstimen makin sedikit pengaruh perubahan harga terhadap jumlah perrnintaan. Tetapi jika penghasilan konsumen sedikit maka tingkat elastisitas permintaannya akan barang adaiah besar. yaitu mengangkut barang-barang dan tempat produsen ke tampat konsumen.3) Besar kecilnya konsumen. Tingkat permintaan (konsumsi) seseorang ditentukan oleh tingkat harga dan daya beli (pendapatannya). Jika penjual pesimis. yaitu melakukan penyimpanan barang-barang sampai waktu barang-barang itu diperlukan oleh konsumen atau menunggu tingkat harga yang diinginkan.antara lain 1) Penjual tidak pesimis. pembeli menerima barang dengan membayar harganya.rang. Fungsi atau tugas yang haru dilakukan antara lain membeli. 3) Penjual tidak kekurangan tempat untuk menyimpan barang 4) Tidak diketemukan methode produksi baru. yaitu melakukan penjualan barang-barang dan jasa-jasa pada tingkat harga yang berlaku. dan hal mi disebut hukum penawaran. Demikian juga sebaliknya. Jadi penawaran mi berbanding lurus dengan tingkat harga ha. Pada tingkat harga tersebut penjual bersedia menyerahkan barangnya dengan menerima pembayaran harga barang tersebut. Perijual tidak mengharap atau menganggap bahwa harga barang akari terus turn. Makin rendah tingkat harga barang. Penawaran adalah jumlah harang yang akan dijual oleh penjual pada suatu saat dengan harga tertentu. 2) Penjual tidak sangat membutuhkan uang kas. mi berarti tingkat elastisitasnya kecil. pengangkutan. Pertemuan atau kesesuaian permintaan dan penawaran adalah harga keseimbangan (equilibrium price) disebut juga harga pasar. . menjual. Huku penawaran hanya berlaku jika keadaankeadaan lain yang dapat Inempengar uhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus). makin sedikit jumlah barang yang ditawarkanJdijuai. menyimpan. 4) Fungsi-fungsi Pemasaran Fungsi-fungsi Pemasaran adalah semua hal yang harus dilakukan oleh mata rantai pemasaran. permintaan dan kemampuan berproduksi. Sedangkan tingkat penawaran (Supply) ditentukan oleh tingkat harga. maka walaupun harga barang turun penawaran tetap banyak. sehingga barangbarang dapat disalurkan dan produsen kepada konsumen/pembeli. yaitu melakukan pembelian barang-barang dan jasa-jasa.

Pedagang mi membeli barang-barang kepada pedagang besar.mengadakan standardisasi. yaitu Pedagang Agen Pedagang ialah lembaga pemasaran yang ikut memiliki harang yang diperjualbelikan. membayar pegawai. tetapi hanya membantu mempertemukan penjual dn pembeli saja. yaitu membuat ukuran-ukuran dari barang-barang sehingga memudahkan konsumen untuk merientukan pilihannya. 5) Lembaga-lembaga Pemasaran Lembaga-lembaga pemasaran. ialah perseorangan atau perusahaan yang bekerja antara produsen dan konsumen akhir (bekerja untuk mendekatkan jarak antara produsen dan konsumen). Standardisasi dapat dilakukan berdasarkan kualitas barang. yaitu mengusahakan dan mempergunakan modal yang diperlukan terutama untuk melalukan stock barang-barang. maka lembagalembaga pemasaran dapat dibedakan menjadi dua golongan. sepertikebakaran. Pedagang kecil ialah pedagang yang menjual barangnya dalam jumlah kecil-kecilan langsung kepada konsumen atau pemakai terakhir untuk keperluan rumah tangga. Pedagang besar membeli barang langsung ke produsen dan menjualnya kepada pedagang kecil/eceran. membiayai reklame dan sebagainya. yaitu mengadakan kampanye untuk memperkenalkan barang-barang baik mengenai harga merk. mengadakan advertensi/ikian. Dalam menjalankan fungsi-fungsi pemasaran. yaitu menanggung kemungkinan rugi atau rusaknya barang-barang. Pedagang mi dapat dikelompokkan menjadi Pedagang besar Pedagang lecil/eceran Pedagang besar ialah pedagang yang menjual dan membeli barangnya dalam jumlah besar. ada lembaga-lembaga pemasaran yang ikut memiliki barang-barang yang diperjual belikan. jumlah barang dan sebagainya. pembelanjaan. . ada pula lembagalembaga yang tidak ikut memiliki barang-barang. mengambil resiko. pencurian. Berdasarkan uraian di atas. turunnya harga dan sebagainya. kualitas barang dan sebagainya.

Minum teh. sedangkan pendapatan/penerimaan adalah sangat terbatas. Tindakan mengurangi atau menghabiskan kegunaan barang disebut konsumsi. Konsumsi 1) Pengertian Konsumsi Kemampuan barang untuk memenuhi kebutuhan disebut kegunaan. . berarti menghabiskan kegunaan teh.Agen ialah lembaga pemasaran yang pekerjaannya mengadakan perjanjian mengenai pembelian dan atau penjualan tanpa mengambil/memiliki barang-barang. Hal mi disebabkan oleh kebutuhan itu tidak terbatas. hingga akhirnya habis terpakai. Setiap tindakan konsumsi harus dilakukan atas dasar prinsip ekonomi dan prioritas kebutuhan. Setiap kali digunakan berkurang pula kegunaannya.Di bawah mi merupakan bagan proses pemasaran distribusi ProdusenDalam Negeri Importir Distributor Tunggal (Agen) Pedagang Besar Pedagang Kecil Pedagang Pemakai 3.

Setiap orang yang berusaha memperoleh kepuasan setinggi mungkin dan barang-barang yang dimiliki. pedagang mendapat laba. pemuasan kebutuhan terhadap beberapa jenis barang konsumen berusaha untuk mengkombinasjn. Engel (Ekonomi Jerman) mengemukakan hukum hubungan antara pendapatan dan konsumsi. 2) Pembeli. perusahaan maupun negara harus mempunyai ?enerimaan. 1) Pemuasan maksjmum. beli barang karena hanya ingin meniru urang lain. Juga demikian halnya dengan tingkat harga. nya seserasi mungkin. Selain jumlah penerimaan. barulah sisanya diperuntukkan investasi (penanaman modal). sebab dengan penerimaan tersebut rumah dapat dibiayai pengeluaran yang harus dilakukan. Pemuasan itu berbentuk vertikal. rumah tangga. pemuasan kebutuhan terhadap suatu jenis barang tertentu secara terus menerus hingga ia mencapat tingkat kepuasan yang tertinggi. . Setelah kebutuhan konsumsi terpenuhi. Semua unsur yang diterima tadi adalah himpunan penerimaan. Faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhj tingkah laku konsumen 1) Pengetahuan pembeli tentang seluk beluk kualitas barang terbatas. Pengeluaran pertama-tama ditujukan untuk memenuhi konsumsi. 2) Pendapatan terbatas dan harga barang kebutuhan. nya. agar dana yang dapat dimanfaatkan sebaikbaiknya. Sedangkan kepuasan yang berbentuk horizontal. makin tinggi tingkat harga makin kecil tingkat konsumsinya demikian juga sebaliknya. dipasarkanJdijual kepada konsumen. makin besar bagian dan pendapatan yang dipergunakan untuk konsumsi atau sebaliknya. Sebagaimaria telah dikatakan bahwa tingkat konsumsi itu tergantung pada jumlah pendapatan dan juga tingkat harga barang kebutuhan.. Makin besar jumlah pen dapatan secara absolut makin besar jumlah konsumsj. dapat mempertahankan kelangsungan hidup. 3) Tingkah Laku Konsumen Prosduksj yang teiah dihasilkan oleh produsen. orang tua menerima kiriman uang dan anaknya. baik berupa keluarga.. Setiap rumah tangga. Pernuasan itu herbentuk vertikal dan horizontal.2) Penerimaan dan Pengeluaran Buruh menerima upah. Dan segi lain juga harus diakui bahwa beberapa jumlah yang harus diproduksi itu dipengaruhi oleh ada atau tidaknya calon pembeli. yang mempengaruhi besarnya konsumsi adalah cara mengatur pembelanjaan. bahwa makin kecil pendapatan. Oleh karena itu perlu ditelaah tingkah laku konsumen/pembejj.

yaitu: kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. rnaka seseorang nierasa niakmur apabila ada keserasian antara keinginankeinginannya dan keadaan material atau sosial yang dinuiiki atau dikuasainya. kemakmuran seseorang atau masyarakat diukur dengan jumlah serta nilai bahan-bahan dan barang-barang yang dimiiki atau yag dikuasal untuk memelihara dan menikmati hidupnya. pegawai. Jadi kedudukan-kedudukan tidak hanya mempunyai perbedaan dalam hak-hak dan kewajiban-kewajiban atau peranan. Bagi orang-orang yang biasa berpikir rasional dan eksak. terutama yang hidup di daerah pedesaan. KEMAKMURAN DAN KEMISKINAN e. 2. (Drs Muhammad Masduki Ms. tetapi pula dapat berbeda persepsinya. guru. Halaman 169-195). Kebahagiaan ialah suatu keadaan di mana keinginii-keinginan sesemang atau sesuatu rnasyarakat seimbang dengan keadaan material atau sosial yang dimiliki atau dikuasainya. Kebutuhan hidup itu bermacam-macam.3) Adat kebiasaan yang berlaku di kalangan konsumen. Pandangan yang berbeda dan pandangan di atas adalah yang dianut inasyarakat umum. kemewahan dan lain4ain. pengusaha dan sebagainya. Sebenarnya pandangan yang dianut orang-orang terhadap pengertian kemakmuran tidak selalu sama. Kebutuhan primer berupa barang-barang pangan. Bagi mereka yang tidak membedakai antara kernakrnuran dan kebahagiaan. Kemakmuran Adanya lapisan4apisan sosial atau kedudukan-kedudukan yang berbeda-beda tingkatannya dalam masyarakat. Kebutuhankebutuhan yang tak dapat ditangguhkan penggunaannya disebut kebutuhan sekunder. 5) Dan sebagainya. akan tetapi apabila digolongkan hanya ada dua. Bagi mereka pengertian kemakrnuran tidakJ berbe da dan pada pengertian kbahagiaan. misalnya persepsi kemakmuran menuut buruh. 4) Pembeli berlaku ceroboh terhadap jenis barang yang dibelinya. Apabila keadaan material atan sosial itu melebihi keinginannya maka keadaan itu dapat mengganggu keseimbangan . Karena itu setiap orang mengejar berbagai fasiitas dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang kehidupan dan kelangsungan hidup keluarganya. misalnya berupa barang-barang kenikmatan. maka diakui pula adanya anggapan umum bahwa ukuran kemakmuan bagi tiap-tiap golongan atau lapisan di dalam masyarakat adaIah berbeda. sandang dan papan yang pertama-tama dituntut untuk menunjang hidup rnanusia. Makin banyak jumlahnya dan makin tinggi nilainya maka makin tinggi taraf kemakmuran hidupnya. ulama.

maka sese%rang merasa makunir apabila . bangan antara keinginan dan keadaan mater-i atau sosial. Kalau kita bandingkan kedua pandangan di utas.ida keserasian antara keinginan-keinginannya dan keadaar material alan sosial yang dimiiki atau dikuasainya. Oleh karena itu setiap orang selalu mencari keseim. Kedua keinginan-keingjiian diturunkan sesuai dengan keadaan rnateri atau sosial yang dimiliki. terutama yang hidup di daerah pedesaan. berbagai cara dapat dilakukannya. Kebahagiaan ialah suatu keadaan di inana keinginmkeinginan sesecang atau sesuatu masarakat sdmbang dengan keadaan material atau sosial yang dimiliki atau dikuasainya. 13agi rnereka pengertian kerndkfrilran tidaldan berbeda dan pada pengertian kbahagiaan... yaitu pertania keadaar materi atau sosial ditingkatkan sesuai dengan keinginan. saling beitengkar. bangan lagi antara keinginannya dan keadaan yang nyata di sekitarnya. rnakan meinakan antara seorang dengan yang Iainnya di dalam suatu lirigkungan. ada yang menggunakan daya dan tipu daya. Sebaliknya apabila keadaan material atau sosial Ladi kurang danpada ang diinginkannya maka perasaan orang yang rnengalarnii-jya dapat diiputi oleh frustas1 aLan kakecewaan sampai ia berhasil mencapai keseirn. Untuk men capai keseimbangan itu. saling bersaing. yang pertama hersifat eksak.. OIeh karena itu setiap orang selalu mencarj keseim. bangan antara keinginan dan keadaan materi atau sosial. Apabila keadaan material atau sosial itu melebihi keinginannya maka keadaan itu dapat mengganggu keseimbangan rasa pada orang yang mengaiaminya sanipai pada suatu waktu nasa kerriakmurari orang itu nienmgkat lebih tinggi pula. Bagi mereka yang tidak rnernbedakar1 antara keniakrriuran dan kebahagiaan. Uniuk rriemulihkan kernbali perasaan maktiiur pada seseorang dapat diatasi melalui dua cara.keinginan. berbagai cara dapat dilakukannya. Sebaliknya apabila keadaan material alan sosial tadi kurang daripada ang diinginkannya rnaka prasaan orang yang mengalaininya dapat diiputi oleh frustasi atau kekecewaan sampai ia berhasil mencapai keseimbangan lagi antara keinginannya dan keadaan yang nyat. . saling bertengkar. Pandangan kedua lebih bersifat relatif sebab adanya taktorfaktor keingirian yang pada pokoknya berdasarkan pada perasaan. ada yang menggunakan daya dan tipu daya. saling bersaing. kalau tidak dinamakan absolut.rasa pada orang yang me ngalammva sanipai pada suatu waktu rasa keniakmuran orang itu nanungkat lebth tinggi pula. Pandangan kedua pada akhirnya akan berubah pula sebagai akibat perkembangan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahu Pandangan yang berbeda dari pandangan di atas adalari yang dianut masyarakat urnum. Untuk mencapai keseimbangan itu.a di sekitarnya. makan memakan antara seorang dengan yang lainnya di dalam suatu lirigkungan.

sandang dan papannya yang layak buat dia sendiri dan keluarganya. kalau tidak dinamakan absolut. Istilah layak di sini menunjukkan pada perbedaan-perbedaan taraf yang dinilai pantas buat orang-orang dan berbagai golongan atau lapisan-lapisan sosial yang berbeda satu sama lain. tingkat kemakmuran suatu keluarga atau masyarakat ditentukan oleh standar nilai dan norma-norma yangberlaku pada suatu masyarakat tertentu. Di samping itu. Demikian pula. Minimal adanya keseimbangan antara kebutuhan hidup dengan materi atau sosial yang ia miliki. Seseorang untuk memperoleh kemakmuran hidupnya di dalam keluarga. Persaingan pada galibnya justru berfungsi sebagai alat penggerak manusia dan keadaan yang apatis dan tanpa gairah. dapat mencapai jumlah dan nilai barang yang berlebihan untuk dimiiki dan dinikmati. bekerja dengan sungguh-sungguh maka kemakmuran tidak akan bisa dicapai. bahwa kemakmuran ialah suatu suasana umum di mana setiap orang yang bekerja sungguh-sungguh dengan menggunakan kemampuan yang ada padanya terjamin akan rumah. tetapi masalahnya sangat komplek.keinginan. Sebaliknya. bahwa tingkat kemakmuran banyak dipengaruhi oleh keadaan faktor-faktor demografis. umumnya setiap orang akan bekerja dengan sungguh-. Individu sendiri telah ditakdirkan mempunyai watak bersaing antara sesama manusia untuk menguasai sumbersumber daya alam dan kekuasaan yang pada gilirannya untuk memperoleh kemakmuran buat dia sendiri dan keluarganya. Berdasarkan uraian di atas dapatlah ditarik suatu kesimpulan. sebab kepentingan mereka bertabrakan. Kedua keinginan-keingjnan dituruukan sesuai dengan keadaan rnateri atau sosial yang dimiliki. Persaingan antara sesama manusia dalam usaha memperoleh sumber-sumber alam dan dana adalah suatu yang wajar terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Pandangan kedua padd dkhirnya akan berubah pula se bagai akibat perkembangan masyarakat dan perkembangan i]mu pengetahuan dan teknologi dalam proses modernisasi yang menuntut berpikir secara eksak dan rasional. seperti fertiitas. Persaingan-persaingan akan selalu terjadi. Ka]au kita band ingkan kedua pandangan di atas.Untuk rnemulihkan kernbali perasaan makinur pada sese orang dapat diatasi rnelalui dua cara. justru tanpa persaingan. yaitu pertama keadaan materi atau sosial ditingkatkan sesuai dengari keinginan. Padahal setiap orang di manapun mengharapkan din dan keluarganya memperoleh kemakmuran. persaingan suatu saat bisa berubah ménjadi konflik. mortalitas. perkawin . Pandangan kedua lebih bersifat relatif sebab adanya faktor-faktor keinginan yang pada pokoknya berdasarkan pada perasaan. yang pertama hersifat eksak. Namun demikian.sungguh dengan menggunakan kemampuan yang ada padanya. Faktor penyebabnya bukanlah karena persoalan keterbatasan lapangan kerja saja.

Suparlan (1981) menyatakan kemiskiwtn adalah sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah. adanya ketidaksamaan di antara sesama warga masyarakat dalam hak dan kewajiban yang berkenaan dengan pengalokasian sumber-sumber daya ekonomi.gan aspek ekonomi ialah. . kemiskinan hzimnya dil ukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. ialah kemiskinan. papan sebagai tempat berteduh.an. ditetapkan dengan menggunakan tolok ukur. Selanjutnya. migrasi dan mobiitas sosial. kehidupan moral dan rasa harga din dan mereka yang tergolong sebagai orang miskin. Standar kehidupan yang rendah mi secara langsung nampak pengaruhya terhadap tingkat keadaan kesehatan. seperti perbedaan suku bangsa. mereka sendiri merasakan dan menjalani kehidupan dalam kemiskinan tersebut. yang sama tuanya dengan usia kemanusiaan itu sendiri dan implikasi permasalahannya dapat melibatkan ke seluruh aspek kehidupan manusia. yang bersumber dan corak sistem pelapisan sosial yang ada dalam masyarakat. tetapi kemiskinan itu terwujud sebagai basil interaksi antara berbagai aspek yang ada dalam kehidupan manusia. kelamin. Kemiskinan Salah satu masalah yang dipunyai oleh manusia. ras. yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. pakaian. kemiskinan adalah sesuatu yang nyata adanya. b. usia. Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. pakaian. Aspek-aspek tersebut. Kemiskinan itu akan lebih terasa lagi apabila mereka telah membandingkannya dengan kehidupan orang lain yang lebih tinggi tingkat kehidupannya. Aspek sosial ialah adanya ketidak Samaansosial cli antara sesama warga masyarakat yang bersangkutan. bagi mereka yang tergolong miskin. Kiasifikasi atau penggolongan seseorang atau masyarakat itu dikatakan miskin. Emil Salim (1982) menyatakan bahwa mereka dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hitlup yang paling pokok. Tolok ukur yang urnumnya dipakai adalah sebagai benkut: 1) tingkat pendapatan 2) kebutuhan relatif. Kemiskinan bukanlah sesuatu yang terwujud sendiri terlepas dan aspek-aspek lainnya. seperti pangan. tetapi sering tidak disadari kehadirannya sebagai masalah. Sedangkan yang dimaksud dei. terutama adalah aspek sosial dan ekonomi. tempat berteduh dan lain-lain. seperti pangan.

30. Kemiskinan menurut pendapat umum dapat dikategorikan dalam tiga unsur.000. Dengan menggunakan ukuran-ukuran di atas. Dengan adanya tolok ukur in maka jumlah dan siapa yang tergolong sehagai orang miskin dapat diketahuinya. Tolok ukur yang telah dibuat dan digunakan di Indonesia untuk menentukan besarnya jumlah orang miskin adalah hatasan tingkat pendapatan per waktu kerja (Rp. 3) Kemiskinan buatan. yang batasan-batasannya dibuat berdasarkan atas kebutuhan minimal yang harus dipenuhi guna sebuah keluarga dapat melangsungkan kehidupannya secara se derhana tapi memadai sebagai warga masyarakat yang layak. .Di Indonesia. Sayogyo (1978) menyatakan bahwa pada tahun 1976 di Indonesia terdapat 45 juta orang yang tergolong miskin. Dan jumlah terse. biaya untuk menyekolahkan anak-anak.but 38 juta atau 84% berada di pedesaan. di mana dinyatakan batas minimal kemiskinan adalah mereka yang makan kurang dan 320 kg. Tercakupnya tolok ukur mi adalah kebutuhan-kebutuhan yangberkenaan dengan biaya sewa rumah dan mengisi rumah dengan peralatan rumah tangga yang sederhana tapi memadai. 1981). dan di samping itu juga tolok ukur yang dibuat berdasarkan atas batas minimal jumlah kalori yang dikonsumsi yang diambil persamaannya dalam betas. Tolok ukur yang lain ialah yang dinamakan tolok ukur kebutuhan relatif per keluarga. yang bersumber pada sistem ekonominya. Sistem ekonomi yang trjaIin dalam berbagai pranata tersebut memberikan corak pada pola kehidupan ekonomi. yaitu suatu sistem antar hubungan peranan-peranan dan norma-norma yang terorganisasi untuk usahausaha penentuan kebutuhan-kebutuhan sosial utama yang dirasakan perlunya dalam masyarakat. tingkat pendapatan digunakan ukuran waktu kerja sebulan. yang menghasilkan adanya ketidakmerataan ekonomi yang dirasakan oleh warga masyarakat sebab tidak semua warga masyarakat tersebut dapat mencapai pola ideal yang ada dalam pola kehidupan ekonomi. di kota pertahunnya (Suparlan. yaitu: 1) Kemiskinan yang disebabkan aspek badaniah atau mental seseorang. beras di desa dan 420 kg. 2) Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam. Sistem ekonomi mi tercermin dalam berbagai pranata yang ada dalam masyarakat tersebut. Para ahli ilmu-ilmu sosial umumnya berpendapat baliwa Sebab utama yang melahirkan kemiskinan ialah sistem ekonomi yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. biaya untuk sandang dan pangan sederhana tetapi mencukupi dan mernadai. T)iperkrakan sekarang jumlahnya 60 juta.— per bulan atau lebih rendah) yang dibuat pada tahun 1976/1977. biaya untuk memelihara kesehatan dan untuk pengobatan.

ialah kemiskinan yang ditimbulkan oleh dan dan strukturstruktur ekonomi. Sedangkan yang menyangkut aspek mental. Kerniskinan yang disebabkan bencana alam. Namun demikian. seperti: menjadi pengemis atau peminta-minta.Kemiskinan disebabkan aspek badaniah biasanya orangorang tersebut tidak bisa berbuat maksimal sebagaimana manusia lainnya yang sehat jasmaniah. atau menempuh dua cara. apabila tidak dengan segera diatasi sama saja halnya akan menimbulkan beban bagi masyarakat umum lainnya. bahwa. biasanya pihak pernerintah mengambil. Pendapat lain ada yang mengatakan. Kerniskinan yang disebabkan oleh bencana. kernudian ditunjang oieh tindakari sosial dan politik yang nyata. Menurut ukuran produktivitas kerja. Berdasarkan uraian di atas dapatlah disimpulkan. pertama sebagai pertolongan sementara diberikan bantuan secukupnya dan tindakan berikutnya mentransmigrasikan mereka ke tempat-tempat lain yang lebih aman dan memungkinkan mereka bisa hidup layak. sosial dan kultur serta politik. atau sebagai pekerja sambilan bila ada yang memerlukannya. Kemiskinan buatan disebut juga kemiskinan strukturaI. seperti orang tua. tetapi harga din sebagai manusia dan sebagai warga . bahwa usaha memerangi kemiskinan hanya dapat berhasil kalau dilakukan dengancara memberikan pekerjaan yang memberikan pendapatan yang layak kepada orang-orang miskin. mereka tidak bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal malah Iebih bersifat konsumtif. mi atau politik. Karena dengan cara mi bukan hanya tingkat pendapatan yang dinaikkan. Sehingga penanganannya harus berlangsung secara menyeluruh dengan suatu strategi yang mengandung kaitan-kaitan semua aspek dan perikehidupan manusia. Tindakan-tindakan seperti itu jelas bisa menyebabkan kemiskinan bagi dirinya dan menimbulkan beban bagi masyarakat lainnya. anak-anak yang orang tuanya miskin. orang yang pendapatannya di bawah garis kemiskinan. Adanya yang berpendapat bahwa memberikan bantuan sosial kepada orangorang yang tergolong miskin. kemiskinan itu pada hakikatnya langsung berkait dengan sistern masyarakat secara rnenycluruh dan bukan hanya ekono. Bisa dimulai dengan resep ekonorni. Mereka yang kena bencana alarn. dalam kenyataannya bahwa masalah memerangi kemiskinan sering kali menjadi suatu masalah perdebatan di antara mereka yang merasa ada kaitannya dengan masalah term sebut. malahan sebagai takdir Tuhan. Karena cacat badaniah misalnya. Kemiskinan struktur mi selain ditimbulkan oleh struktur penenangan atau nrimo memandang kemiskinan sebagai nasib. yaitu berkenaan degan cara dan sasarannya. Mereka ada yang bekerja sebagai peminta-minta. biasanya mereka disifati oleh sifat malas bekerja secara wajar. sosial dan hudaya. sebagaimana halnya manusia lainnya. cacat. umumnya tidak memiiki tempat tinggal bahkan sumber-sumber daya alarn yang mereka miiki sebelumnya habis oleh pengikisan bencana alam. dia lantas berbuat atau bekerja secara tidak wajar.

Kesemuanya merupakan substruktur atau subsistem dan struktur dan sistem kemasyarakatan yang berlaku yang mendasani masalah-masalah kemiskinan. Pola relasi dalam struktur sosial ekonomi mi dapat diuraikan sebagai berikut: a) Pola relasi antara manusia (subyek) dengan sumber-sumber kemakmuran ekonomi seperti alat-alat produksi. apakah mernperoleh apa yang diperlukan sesuai dengan kelayakan derajat hidup manusiawi. b) Pola relasi antara subyek dengan hasil produksi. gampang atau sulit bagi atau oleh subyek tersebut. Dengan demikian kemiskinan berkaitan langsung dengan sistem kemasyarakatan secara menyeluruh. mi mencakup masalah kondisi dan posisi komponen (subyeksubyek) dan struktur yang bersangkutan dalam keseluruhan tata susunan atau sistem dan fungsi dan subyek atau komponen tersebit dalam keseluruhan fungsi dan sistem. seperti warga masyarakat lainnya. tidak bersikap nrimo dan tidak bersikap neglect atau tidak mau tahu tentang kemiskinan. c) Pola relasi antara subyek atau komponen-komponen sosialekonomi dalam keseluruhan mata rantai kegiatan dengan bangunan sistem produksi. Inti pokok dan struktur adalah realisasi hubungan antara suatu subyek dan obyek. mi menyangkut masalah distribusi hasil. Pola relasi dan struktur mi. Maka permasalahan struktur yang penting dalam hal mi adalah pola relasi. disewa. dan antara subyek-6ubyek komponen-kom. Karena keniiskinan di antaranya disebabkan oieh struktur ekonomi. Apakah mi dimiliki. bagi-hasil. kemudian ditunjang oleh tindakan sosial dan politis yang nyata. dengan intervensi pemerintah dan kesadaran manusia miskin itu sendiri. dengan suatu strategi yang mengandung kaitan-kaitan dan semua aspek dan penkehidupan manusiawi. perbankan. ponen yang merupakan bagian dan suatu sistem. maka terlebih dahulu perlu memahami inti pokok dan suatu ―struktur‖. . Bisa dimulai dengan resep ekonomi. Maka penanganannya harus berlangsung secara komprehensif. bagaimana posisi dan peranan manusia sebagal subyek dalam berfungsinya mekanisme tersebut. Secara analog dapat ditentukan pola-pola relasi dalam bidang ekonomi.masyarakat dinaikkan. Dalam hal mi adalah mekanisme pasar. yang urgen adalah struktur dalam soal sosial-ekonomi meskipun struktur lainnya menentukan. Dengan lapangan kerja dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk bekerja dan merangsang berbagai kegiatan di sektor-sektor ekonomi lainnya. dan kekayaan sosial. dan bukan hanya masalah ekonomi atau politik atau sosial-budaya. fasiitasfasilitas negara.

Abstrak berarti bahwa konstruksi tersebut hanya ada dalam pikiran dan tidak dapat dir‖ba ataupun dipegang. Yang dimaksud dengan pemikiran adalah pernikiran dengan menggunakan otak. Tidak semua pengetahuan merupakan suatu ilmu hanyalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis saja yang merupakan ilmu pengetahuan.rangan-penerangan yang kelim. setiap bagian dan suatu keselurulian dapat dihubungkan satu dengan lainnya. (Obyektif). temyata pengetahuan tersebut didapatkan melalui kenyataan (fakta) dengan melihat dan mendengar sendiri. yang mungkin berbeda fahamnya. misalnya membaca surat kabar. Dalam hal mi yang dimaksud adalah : Apabila kembali pada pengetahuan. serta melalui alat-alat komunikasi. Sistem tadi adalah suatu konstruksi yang abstrak dan teratut Artinya. dengan ilmu pengetahuan orang tidak boleh merahasiakan seg ala sesuatunya. ilmuPengetahuan Ilmu pengetahuan (science) adalah pengetahuan (knowledge) yang tersusun dengan sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran. ilmu pengetahuan tersebut harus dapat dikemukakan. takhayul. harus pula dinamis. pengetahaan mana selalu dapat dipeniksa dan ditelaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang lain yang ingin mengetahuinya. adalah: a) pengetahuan (knowledge) b) tersusun secara sistematis c) menggunakan pernikiran d) dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. sehingga dengan sistematilca tersebut akan jelas tergambar apa yang merupakan garis besar dan ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Sistematika berarti urut-urutan yang tertentu daripada unsur yang merupakan suatu kebulatan. Unsur-unsur yang merupakan bagian yang tergabung dalam suatu kebulatan. tetapi yang terpenting adalah perumusan tersebut mencakup beberapa unsur pokok. Perumusan tersebut sebetulnya belum sempurna. Sistem di dalam ilmu pengetahuan hams bersifat terbuka. artinya sistem tersebut harus menggunakan cara-cara yang selalu disesuaikan dengan tarafperkembangan ilmu pengetaliuan pada suatu saat. Oleh kanena itu pada umumnya ilmu pengetahuan dapat . ILMU PENGETAHUAN DAN DAYA KEMAMPUAN MASYARAKAT a. Yang dimaksud dengan pengetahuan adalah kesan dalam pemikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca inderanya yang berbeda sekali dengan kepercayaan. dan peneIr. melihat televisi dan sebagainya Selanj utnya. artinya dapat ditelaah kebenarannya oleh orang lain.3. harus diketahui umum sehingga dapat diperiksa dan dikontrol oleh umum.

menurut Immanuel Kant ilmu pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Pemanfaatan ilmu pengetahuan hendaknya membatasi din pada hal-hal yang asasi. dan mengembaiigkan ilmu pengetahuan secara abstrak. Ilmu pengetahuan bukan saja mengandung kebenaran-kebenaran tapi juga kebaikan-kebaikan. yaitu untukmempertinggi mutunya. Dan sudut penerapannya. Ilmu pengetahuan dikatakan etis atau bermoral adalah harus mengandung nilai yang bermakna atau berarti. sehingga manusia hanya menerima informasi mengenai kemungkinan yang dihasilkan oleh para peneliti sebelumnya. Ilmu pengetahuan hendaknya dikembangkan manusia untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. masyarakat manusia. Adalah sangat bijaksana apabila manusia-manusia di muka bumi mi dapat memanfaatkan ilmunya untuk mempelajari berbagai gejala atau peristiwa yang menurut anggapannya mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. bahwa ilmu pengetahuan selain tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran juga harus mengandung nilai etis atau moral. ilmu pengetahuan selalu berkembang. Kalau ilmu pengetahuan sudah diterima oleh umum. berguna bagi kehidupan manusia. ilmu pengetahuan dibedakan antara ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan yang diterapkan (applied science) Ilmu pengetahuan murni terutama bertuj uan membentuk. misalnya. perlu diperhatikan suatu perpaduan dan pertimbangan antara aspek ilmiah dan moral. Dan pandangan di atas dapatlah dikemukakan. dan semua orang akan menyambut gem bira bila ilmu pengetahuan dewasa mi benar-benar dapat dimanfaatkan bagi kemaslahatan manusia.dikontrol oleh umum. maka ilmu pengetahuan tersebut liarus ditujukan pada suatu sasaran tertentu. Dalam perkembangan sekarang mi manusia harus sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dan etika (kebaikan). Karena perkembangan ilmu-ilmu . gejalagejala alam dan sebagainya. Demikian pulamanusia harus mampu mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan etika dalam suatu sikap yang dapat dipertanggung jawabkan. Ilmu pengetahuan yang diterapkan bertujuan untuk mempergunakan dan menerapkan ilmu pengetahuan tersebut di dalarn masyarakat di dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya. Jadi dalam menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena itu para ahli filsafat seperti Descartes menyatakan bahwa ilmu pengetahuan merupakan serba hudi. Ilmu pengetahuan yang dikendalikan oleh manusia-manusia yang tak bermoral telah membawamaut dan penderitaan yang begitu dahsyat kepada umat manusia. sehingga manusia di dunia mi tetap mendambakan perdamaian abadi dengan penemuan-penemuan ilmu yang modern dan canggih mi. Pada umumnya manusia tidak sadar akan perpaduan di atas (aspek ilmiah dan moral).

modern. Sejarah perkembangan teknologi dibagi dalam tiga gelombang.000 SM — 1. Di mana manusia pindah dan teknologi pengumpulan hasil hutan yang mengakibatkan mereka sering berpindahpindah. Karena itu etika ilmu pengetahuan tetap merupakan satusatunya senjata yang paling ampuh yang dapat memberikan jaIan keluar bagi ilmu pengetahuan. dengan hatinya dan dengan pancainderanya. nilai etika atau norma kesusilaan. dalam suatu tempat tertentu maupun kegiatan untuk merombak perangkat tersebut demi memenuhj kebutuhan manusia. sebagai pemegang amanat dan akan memperoleh pahala. yaitu manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian. hasil ilmu pengetahuan harus membawa manfaat bagi kehidupan manusja. Sehingga manusia dalam mengambil keputusannya. Seluruh perangkat ide. ke penerapan teknologi pertanian.700 — 1. Kontak ilmu dengan ajaran agama. Dunia modern saat mi tidak bérsikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. dan ―Gelombang Ketiga‖ (1. di mana manusia lebih cenderung tetap tinggal di suatu tempat yang disebut desa. Semua ilmu pengetahuan tidak bisa lepas dan lingkup kehidupan manusia sehari-hari. tetapi juga metode untuk mencari makan. Setiap kali terasa ada kebutuhan sesuatu manusia berusaha menemukan jalan untuk rnemperolehnya. disebut teknologi. teknik. dalam rangka meningkatkan ilmuwan itu sendiri sejajar dengan orang-orang yang beriman pada derajat yang tinggi. Alvin Toffler menganalisis gejala-gejaia perubahan dan pembaruan di dunia mi akibat majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. bukan untuk membawa maut dan penderitaan kepada umat manusia di dunia mi. Penerapan teknologi itu bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.970 — 2000). Gelombang pertama adalah gelombang pembaruan. Teknologi dun Sejarah Perkembangannya Timbulnya rasa lapar mendesak manusia bukan saja untuk mencarj makan. yaitu ―Gelombang Pertama‖ (8. benda material yang dipergunakan dalam suatu jangka waktu tertentu. Jadi teknologi lahir dan akal manusia untuk menguasai dan memanfaatkan lingkungan sehingga kebutuhannya dapatterpenuhi. membuat piihannya terlebih dahulu mendapatkan pertimbangan dengan ajaran agama. Gelombang Kedua‖ (1. metode. b. Lebih lanjut diakui oleh filsafat modem bahwa manusia dalam pekerjaan ilmiahnya tidak hanya bekerja dengan akal budi saja. yaitu ilmu demi ilmu.700). tidak ada alasan bahwa ilmu pengetahuan mempunyai tujuan sendiri.970). melainkan dengan seluruh eksistensinya dengan seluruh keadaannya. sebab manusia hidup dalam satu dunia. .

singkatan dan produsen dan konsumen. tumbuhan atau langsung dan matahari. Ia menghasilkan mesin elektro mekanis raksasa ban jalan. yang Toffer namakan Prosumen. dikonsumsi sendiri. Benda nyata dengan masa ―GelombangPertama‖ adalah bahwa manusia menggunakan energi yang didapatnya dan batubara. Peradaban Gelombang Kedua dapat berkembang cepat atas tiga dasan keyakinan. yang akhirnya dikoordinir dengan iapih menjadi suatu pabrik. gas dan minyak atau pada umumnya dan energi yang tidak dapat diperbarui. dan air. angin.Salah satu ciri masa Gelombang pertama adalah penggunaan ―bateri hidup‖ atau bateri alamiah. dan dapat mengh asil kan/melah irkan bermacam-macam mesin baru. tekstil. yaitu manusia memakai energi yang telah disimpan oleh alam untuknya. Oleh produsen beserta keluarga. Dapat dikatakan masyarakat ―Gelombang Pertama‖ memasuki energi yang dapat diperbarui. Mesin-mesin tersebut tidak hanya mengganti otot-otot manusia. sehingga mesin-mesin dapat mendngar dan melihat lebih tajam. besi baja. seperti industri batubara. karena di masyarakat pertanian praktis semua makanan. . Kelompok sosialis dan kapitalis di dunia mi percaya dan Sependapat sepenuhnya bahwa alam adalah hanya suatu obyek untuk digunakan oleh manusia. Menurut Toffer ciri khas yang sangat menonjol dan peradaban Gelombang Kedua adalah adanya garis pemisah yang jelas antara produsen dan konsumen. kimia. mesin-mesin bergerak cepat. Masa ―Gelombang Kedua‖ adalah masa revolusi industri. aluminium. dan macam-macam alat rumah tangga. Cara produksi massa yang menghasilkan jutaan barang-barang identil menjadi ciri khas peradaban Gelombang Kedua. Garis pemisah tersebut tidak ada pada peradaban Gelombang Pertama. Tetapi mereka belum sependapat bagaimana membagi kekayaan alam antara mereka berdua. Gelombang Kedua tersebut mengembangkan teknologi pada tingkat yang baru sekaIi. Masa ―Gelornbang Kedua‖ mi dimulai dengan penemuan mesin uap pada tahun 1712 oleh New Conien. yaitu: Kepercayaan bahwa manusia harus menaklukkan alam. kereta api. tetapi peradaban industri juga memberi mesin -mesin terse but alat-alat pancaindera. berupa energienergi yang tersimpan dalam otot-otot binatang. mobil. barang dan pelayanan yang dihasilkan oleh produsen. Secara kasar dapat dikatakan bahwa peradaban industri memisah peranan produsen dan peranan konsumen.Atas dasar teknologi tersebut. macam-macam industri berkembang dengan pesat dalam masa atau peradaban ―Gelombang Kedua‖. yang membawa masyarakat ke arah sesia1isasi. yang selanjutnya lebih mempertajam pembagian pekerjaan. yaitu kira-kira antara tahun 1700 — 1970 .

subsidi tersembunyi dalam harga bahan-bahan baku industrijuga ikut berakhir. ataupun dengan pergerakanpergerakan yang diidentifisir dengan pepatah ―Small is Beautiful‖. Peradaban Gelombang Ketiga bukan suatu pengulangan ke peradaban Gelombang Pertama. karena kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi.Kepercayaan bahwa manusia tidak hanya menguasai alam. Kemajuan yang dicapal (tidak hanya membenarkan perusahaan alam tetapi juga) membenarkan kemusnahan peradaban-peradaban dan bangsa yang kurang maju. teknologi madya. Cadangan energi yang tidak dapat diperbarui sudah terlihat batas-batasnya beserta harga energi yang tidak dapat secara semena-mena ditetapkan hanya oleh negara industri.Menurut Toffler peradaban Gelombang Ketiga adalah suatu sintesa. seperti yang sering disamakan dengan pergerakan-pergerakan teknologi tepat guna. Gelombang Ketiga terjadi dengan kemajuan teknologi dalam bidang: Komunikasi dan data prosesing Penerbangan dan angkasa luar Energi alternatif dan energi yang dapat diperbarui Terjadinya de-Urbanisasi. sebagai suatu kesatuan dalam alam keseluruhan. Negara-negara industri yang dihasilkan oleh GelombangKedua merupakan bangsa-bangsa yang berkebudayaan lebih besar. Dapat dikatakan bahwa peradaban . dan lebih kaya. Dengan berakhirnya zaman kolonialisme. sesuai‖ teori Darwin. Kepercayaan bahwa sejarah perkembangan manusia selalu akan ke arah kemajuan. Sedangkan makhluk hidup yang tertinggal adalah yang terkuat.Meskipun Darwin menyusun teori untuk Ilmu Biologi. di mana makhluk hidup yang lemah dan tidak efisien akan punah. Peradaban Gelombang Kedua menurut Toffler akan menciut dan akan digantikan oleh peradaban ―Gelombang Ketiga‖. suasana pada waktu itu mudah sekali menerima bahwa teori tersebut juga benlaku untuk bidang sosial dan politik. terutama disebabkan oleh hal-hal sebagai beiikut: Perusahaan alam tidak dapat lebih parah lagi daripada apa yang telah terjadi. yang memungkinkan manusia melihat semua faktor yang lebih luas. lebih kuat. Hal tersebut terutama disebabkan karena unsurunsur kemajuan dalam bidang komunikasi dan proses data. dan memang adalah bangsa ―piihan. tetapi manusia adalah hasil dan suatu proses evolusi yang lama sesuai teori Darwin yaitu bahwa selalu akan terjadi suatu ―Piihan alamiah‖. jadi luas dan menyeluruh dan kedua peradaban Sebelumnya.

c. Dalarn bidang organisasi. seperti Indonesia kadang-kadang tidak dapat dihindarkan jika memang Iebih efisien dan pada teknologi lain. cam gaya hidup yang senang dan mewah. Makin maju teknologi tersebut makin melahirkan sifat yang menyenangkan dan rnewah. dan bahkan telah sampai ke desa-desa. Teknologi maju membawa juga sema. masyarakat Indonesia sudah terlibat dalam sentuhan teknologi maju. karena tidak tersedia atau belum dapat dihasilkan oleh negara berkembang. dan juga seringkali makin mahal. terutama di kota-kota besar. Persentuhan masyarakat Indonesia dengan kemajuan teknologi nampaknya menciptakan hasil yang bersegi dua. yang dalam hal tersebut amat berbeda dengan keadaan dan lingkungan negara berkembang. Karena memang sudah mendorong lahirnya pola. namun kurang diketahuiperbedaan apa menyebabkan kesulitan dalam pengalihan teknologi maju di negara-negara berkembang.Gelombang Kedua lebih mengutamakan pelipatgandaan kekuatan fisik manusia sedangkan Gelombang Ketiga lebih mengutamakan pelipatgandaan kekuatan pikir manusia. unit produksi yang besar itu mernerlukan teknik pengelolaan yang maju pada umumnya langka sekali di negara berkembang. Perlu diketahui bahwa teknologi maju dikembangkan Sesuai dengan keadaan dan lingkungan khas di negara-negara maju. perbedaan utania antara negaranegara maju dan negara berkernbang adalah skala produksi dan unit produksi di negara berkembang. Dalam bidang teknik penggunaan teknologi maju oleh ne• gara berkembang mernerlukan masukan (input) barangbarang dan jasa-jasa yang perlu diimport dan negara maju. hidup mewah di kalangan masyarkat berada. Masalah Teknologi maju di negara berkern bang Pada era pembangunan sekarang mi. Di satu pihak membawa gaya hidup yang serba menyenangkan. Tetapi di lain pihak membawa juga problema sosial yang gawat yaitu mempertajam jurang antara lapisan kaya dan lapisan miskin di kalangan masyarakat. yaitu penurunan dalam biaya satuan (per unit cost) makin besar skala produksi. . Penggunaan teknologi maju di sektor modern di negara berkembang. Namun dalam menentukan teknologi yang akan digunakan sangat diperlukan pendekatan selektif yang menghindarkan penggunaan teknologi maju secara luas tanpa pertimbangan mengenai keuntungan atau manfaat bagi masyarakat. Lagi pula. Skala produksi yang besar sering diperlukan dalam penggunaan teknologi maju dan menghasilkan ―Economic of Scal‖. serta seringkali juga mempermudah terjadinya bencana-bencana bagi kehidupan manusia itu sendiri.

Hal tersebut disebabkan oleh karena negara maju memang dapat menjual teknologi ma-. termasuk Indonesia. Suatu konsekuensi lain dan pengalihan teknologi maju ke negara berkembang yang belum mempunyai kemampuan sendin untuk mengembangkan teknologi yang tepat guna dengan lingkungan. Kesulitan yang timbul dalam pengalihan teknologi maju ke negara berkembang disebabkan oleh karena teknologi maju tersebut dikembangkan di negara maju yang mampu untuk menunjang investasi perkapita yang tinggi. oleh karena negara berkembang memang dapat membeli teknologi maju dan negara maju. ju kepada negara berkembang. Tetapi karena teknologi maju di negara berkembang terus. Perkernbangn lirnu Pengetahuan dan Teknologi dalarn Kaitannya dengan Kern iskinan Dan hasil perencanaan satu demi satu. Ilmu pengetahuan digunakan untuk . Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan pokok antara negara maju dan negara berkembang.Dalam bidang ekonomi penggunaan teknologi maju di negara berkembang terutama mempengaruhi kesempatan kerja yang tersedia. dan kebutuhan negara tersebut adalah ketergantungan teknologi pada negara maju. ternyata ilmu pengetaliuan dan teknologi rnerupakan saudara kembar yang sulit dipisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kehidupan insani. Oleh karena itu jika teknologi maju digunakan juga di negara berkembang. teknologi. Dengan demikian maka penggunaan teknologi maju yang kurang selektif dapat mempersulit penanggulangan masalah pengãngguran dan setengah pengangguran yang umum terdapat di negara berkembang. namun bukan pengetahuannya atau kemampuan untuk mengembangkan teknologi tersebut. maka dengan sendirinya tabungan perkapita yang rendah akan berarti tingkat biaya perkapita yang rendah yang tersedia bagi investasi. tetapi tidak dapat membeli pengetahuan yang diperlukan untuk menghasilkan teknologi maju tersebut. yaitu tingkat pendapatan perkapita yang rendah di negara berkembang yang menyebabkan pula tingkat tabungan perkapita yang rendah di negara berkembang. dan kemiskinan) itu kaitan strukturnya lehih jelas. Tetapi dengan demikian tidak akan tersedia cukup dana tabungan lagi untuk mempekerjakan seluruh tenaga kerja di sektor-sektor lain yang tidak memerlukan teknologi maju. Karena sumber pembiayaan investasi adalah tabungan. d. ketiga hal (ilmu pengetahuan. maka ketergantungan teknologi negara berkembang menjadi makin besar. Teknologi mi pada umurnnya dicirikan oleh perbandingan modal tenaga kerja yang tinggi. maka hal tersebut akan berarti persediaan tabungan yang relatif terbatas jumlahnya akan terpaksa dipusatkan pada kelompok tenaga kerja yang menggunakan teknologi maju. Dan ketiga hal.

ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan). interaksi antara ilmu dan teknologi dengan masyarakat — rnisalnya pengalaman dua kali Perang Dunia — ternyata bahwa ilmu tujuannya destruktif. Dalarn hal kemiskinan mungkin akan berhadapan dengan sistem ekonomi kapitalisme. hatinya. ekonomi. hasil produksi dan mekanisme pasar. Demikian pula hasil analisis situasi oleh akselerasi. teknologi. keduanya menghasilkan suatu kehidupan di duniâ (satu dunia). yang di antaranya membawa malapetaka yang belum pernah dibayangkan. feodalisme. atau sosialisme. Atas dasar inilah maka ilmuwan atau ahli teknologi terpanggil untuk mengembangkan sikap tanggung jawab sosial secara formal. yang di Indonesia sekarang masih dicani-cari bentuk sistem ekonomi mana yang tidak mengubah kodrat manusia. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan karena mengakibatkan terjadinya perubahan social yang fundamental. Ilmuwan atau seorang ahli teknologi hartis bersikap mempunyai tanggung jawab sosial. Bila ditelaah ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya. Untuk mengatasi hal mi perlu dihargai dan diterima adanya gagasan ekonomika etik atau ekonomi Pancasila. dan teknologi sehagai ―seni‖‗ang berhubungan dengan proses produksi. Teknologi adalah penerapanilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan sebagai suatu ha-. Oleh karena itu tidak dapat netral lagi dan bersikap netral tenhadap penyelidikan ilmiah.struktunal. dan sosial buatan manusia pula. . keadaannya. dan dan transcience. berkaitan dalarn suatu sistem saling berinteraksi. dan teknologi untuk mengetahui ―bagairnana‖. yakni tanggung jawab terhadap masyarakat yang menyangkut asas moral mengenai penelitian etis terhadap obyek penelaahan keilmuan dan penggunaan pengetahuan ilmiah (teknologi) dengan segala akibat sosialnya. teknologi mengakibatkan kodrat manusia tidak harmonis. Padahal manusia dalarn pekerjaan ilmiahnya tidak hanya bekerja dengan akal budinya. akal budinya dan pancainderanya. dan penetahuan (body knowledge). dalam hal mi pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran. ternyata adalah buatan manusia tenhadap manusia Iainnya yang timbul akibat dan dan struktun politik. Sebab kemiskinan di antarnya disebabkan oleh struktur ekonomi. Dalam hal kemiskinan . Dibuktikan dan analisis sejarah.mengetahui ―apa‖. tetapi dengan seluruh eksistensinya. sementara teknologi sendiri mengandung ilm. sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknolo— gi.u pengetahuan di dalamnya. terlebih dahulu mendapat pertimbangan moral atau ajaran agama.

Kemiskinan sebagai akibat pola relasi segala bidang sosial. dalam perwujud maka dengan sendininya setiap jenis teknologi atau bagian ilmu pengetahuan dapat diteko1ogilcan. kesemuanya merupakan subsistem atau substruktur dan struktur dan sistem kemasyarakatan. Dan pengertian teknologi di atas dapat kecenderungan bahwa teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan. b. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi. dan pengetahuan tentang teknologi perlu disertai oleh pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya. Menurut Walter Buckingham yang dimaksud dengan teknologi adalah ilmu pengetahuan yang diterapkan ke dalam seni industri serta oleh karenanya mencakup alat-alat yang memungkinkan terlaksananya efisiensi tenaga kerja menurut keragaman kemampuan. dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju keperbuatan atau perwujudan sesuatu. kultur dan bersama-sama bidang ekonomi. Teknologi modern Jenis teknologi modern mi mempunyai ciri-cini sebagai berikut — padat modal — mekanis elektris — menggunakan bahan import — berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain. yaitu a. Dengan demikian teknologi tidak dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan. Kecenderungan mi pun mempunyai suatu akibat di mana kalau teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu per.getahuan. Macam-macam Teknologi Ada tiga macam teknologi yang sering dikemukakan para ahli. Teknologi madya Jenis teknologi madya mi mempunyai ciri-ciri sebagai benikut: . TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN 1) Pengertian Teknologi Para saijana telah banyak memberikan pengertian tentang teknologi. di mana masing-masing berbeda dalam sudut pandangannya. 4. politik.

kesengsaraan atau kemelarutan dalam setiap langkah hidupnya. yaitu a. Istilah kemiskinan sebenarnya bukan merupakan suatu hal yang asing dalam kehidupan kita. Pendidikan yang terlampau rendah Dengan adanya tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan seseorang kurang mempunyai keterampilan tertentu yang diperlukan dalam kehidupannya Ketethatasan pendidikan/keterampilan yang dimiliki menyebabkan . Teknologi tradisional — Teknologi mi mempunyai cini-ciri sebagai berikut — bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kezja) — menggunakan ketrampilan setempat — menggunakan alat setempat — menggunakan bahan setempat — berdasarkan kebiasaan atau pengamatan. Upaya pemecahanmasalah kemiskinan tersebut sebagai upaya untuk mempercepat proses pembangunan yang selama mi sedang dilaksanakan. khususnya masyarakat di negara-negara yang sedang berkembang.— padat karya — dapat dikeijakan oleh ketrampilan setempat — menggunakan alat setempat — berdasarkan suatu penelitian c. Menurut Prof. Faktor-faktor Timbulnya Kemiskinan Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan. 2) Pengertian Kemiskinan Kemiskinan pada dasarnya merupakan salah satu bentuk problem yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Dr. Atau dengan istilah lain kemiskinan itu merupakan ketidak mampuan dalam memenuhi kebutuhan pokok. terintegrasi dan menyelunth c1dirni waktu yang singkat. Kemiskinan yang dimaksud di sini adalah kemiskinan ditinjau dan segi material (ekonomi). Emil Salim yang dimaksud dengan kemiskinan adalah merupakan suatu keadaan yang dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Masalah kemiskinan mi menuntut adanya suatu upaya pemecahan masalah secara berencana. sehirigga mengalami keresahan.

karena masalah mi menyangkut mentalitas dan kepribadian seseorang. c. Sering dikatakan oleh para ahli. e. Terbatasnya lapangan keija Keterbatasan lapangan kerja akan membawa konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal banyak orang mengatakan bahwa seseorang/masyarakat harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. Malas bekerja Sikap malas merupakan suatu masalah yang cukup memprihatinkan. Alamiah miskin yang dimaksud di sini adalah kekayaan alamnya. Seorang miskin sebab mereka tidak mempunyal modal untuk melengkapi alat ataupun bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miiki dengan suatu tujuan untuk memperoleh penghasilan. Keterbatasan sumber alam Kemiskinan akan melanda suatu masyarakat apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka. Sikap malas mi cenderung uniuk menggantungkan hidupnya pada orang lain. karena adanya keterhatasan kemampuan seseorang balk yang berupa ―skill‖ maupun modal. Keterbatasan modal bagi negaranegara yang sedang berkembang dapat diibaratkan sebagai suatu lingkaran yang tak berujung pangkal balk dan segi permintaan akan modal maupun dan segi penawaran akan modal. bahwa masyarakat itu miskin karena memang dasarnya ―alamiah miskin‖. . tidak menyimpan kekayaan mineral.dan sebagainya. kenyataan tersebut membawa kemiskinan pada sebagian besar masyarakat di negara tersebut. Keterbatasan modal Keterbatasan modal adalah sebuah kenyataan yang ada di negara-negara yang sedang berkembang. Atas dasar kenyataan di atas dia miskin karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. b. Dengan demikian layaklah kaiau miskin sumber daya alam miskin juga masyarakatnya. Adanya sikap malas mi seseorang bersikap acuh tak acuh dan tidak bergairah untuk bekerja. d. Tetapi secara faktual hal tersebut kecil kemungkinannya. baik dan keluarga.keterbatasan kemampuan untuk masuk dalam dunia kerja.saudara atau farnili yang dipandang mempunyai kemarnpuan untuk menanggung kebutuhan hidup mereka. .. misalnya tanahnya berbatu-batu. Atau bersikap pasif dalam hidupnya (sikap bersandar pada nasib).

Maka muncullah akhir-akhir mi upaya-upaya menyelaraskan perkembangan dengan dialog Utara Selatan. sistem perekonomian.yang lebih baik. Dalam sejarah perkembangan perekonomian dunia kemajuan telah dicapai lewat perjuangan dan kerja keras. Lepas dan upaya banyak bangsa untuk mewujudkan tata kehidupan yang lebih benimbang. dengan ilmu dan teknologinya orang telah dapat meningkatkan daya dukung sumber-sumber dan kehidupan umat manusia . . sistem tata nilai dan sikap manusia dalam mengelola kekayaan alam yang dikuasai sangat berlainan. dalam kenyataannya negara-negara maju yang kaya dengan penduduk yang lebih sedikit telah menguasai sebagian terbesar sumber-sumber daya yang ada di bumi. dan seruan yang cukup vokal untuk mewujudkan tata perekonomian dunia baru. Kenaikan pendapatan yang dibarengi dengan pertambahan jumlah keluarga. Di satu pihak orang ingin selalu (terus menerus) meningkatkan kekayaan dan taraf hidupnya setinggi mungkin. Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak apabila tidak diimbangi dengan usaha peningkatan pendapatan udah pasti akan meninibulkan kemiskinan karena mereka memang berangkat dan kemiskinan. agar kehidupan penduduk negara-negara berkembang dapat cepat meningkat secara layak. Di pihak lain ada penduduk dunia yang cukup santai dalam menggunakan kekayaan sumber-sumber daya tanpa memperdulikan upaya-upaya pelestariannya. faktor jumlah dan pengendalian penduduk serta peningkatan pengetahuan merupakan hal-hal yang sangat esensial. Kalau secara teori dan teknis. konflik politik dan adanya pengungsian penduduk yang masih dan terus berlangsung di dunia hingga saat mi menunjukkan adanya sikap tamak manusia dan sukarnya dicapai kesamaan pandangan dalam hal memanfaatkan sumber-sumber yang ada. Dalam kenyataannya. Kesenjangan yang ada antara negara-negara industn maju dengan negara berkembang makin melebar. berakibat kemiskinan akan tetap melanda clirinya dan bersifat latent1. Peperangan. Beban Keluarga Semakin banyak anggota keluarga akan semakin banyak/ meningkat pula tuntutanJbeban untuk hidup yang harus dipenuhi. Pada saat mi banyak orang berpendapat bahwa alih teknologi tidaklah begitu saja dapaat diperoleh dan juga tidak selalu menjadikan obat mujarab bagi upaya peningkatan perekonomian negara-negara berkembang.f. baik lewat pengaruh kekuasaan politik maupun lewat sistem ekonomi liberal yang menjadikan negara-negara berkembang makin bergantung dan makin tertinggal dalam perkembangan perekonomian dan taraf hidupnya.

dan dengan begitu saja menerapkan teori pengembangan sebagaimana yang telah berlakua atau dipakai oleh negara Eropa dan Amerika. Memang. Dalam kenyataanya sekarang. maka teknologi dapat diartikan sebagai ilmu yang menyelidiki cara-cara kerja dalam teknik.tanpa disertai usaha menyiapkan pengetahuan yang diperlukan untuk melayani dan mengembangkannya. (3) bila teknologi maju diperoleh lewat membeli. Indonesia juga menggalakkan pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna. yang berakibat adanya upaya untuk menangguhkan atau . kalaupun tidak lalu menjadi demikian tergantung pada penyedia/pembeni teknologi maju. banvak negara berkembang menjadi demikian bergantung kcpada negaranegara industri maju oleh sebab keinginan Ruat segera menerapkanb teknolpgi maju seperti yang banyak terdapat di negara industri.stri maju). (2) karena efisiensi kerja pemakaian teknologi maju yang tinggi. yaitu teknologi yang tidak memerlukan dasar pengetahuanyang demikian canggihnya dan umumnya dalam penggunaannya masih menyerap cukup banyak tenaga kerja. yang cenderung terkena juga praktek monopoli. Kalau teknik dapat diartikan antara lain sebagai lapangan pengetahuan yang memusatkan perhatiannya pada cara membuat atau membentuk benda-benda mateniil. Dengan menerapkan teknologi maju yang hanya memerlukan sedikit tenaga (yang hali) dampak negatif yang mungkin timbul adalah (1) diberhentikannya sebagian tenaga keija. yaitu bentuk teknologi yang lebih banyak mendayagunakan bahan-bahan setempat dan bersifat memberi manfaat langsung kepada sebagian besar masyarakat yang berpenghasilan kurang. tetapijuga di bidang perekonomian dan keuangan negara yang bersangkutan. mi ternyata dan banyaknya negara berkembang yang mengalami kesulitan dalam pengembalian pinjaman (hutang) daii negara industri sementara tents menemui kesulitan dalam pembiayaanpembangunannya. Tetapi dengan teknologi maju yang diimpor suatu masyarakat yang sedang membangun belum tentu memperoleh manfaar yang sepadan. yang berarti menambah jumlah pengangguran. yaitu dengan menciptakan atau mewujudkan benda-benda nyata berdasarkan usaha manusia. teknologi sekarang merupakan juga komoditi atau barang dagangan.Dengan munculnya korporasi-korporasi multi nasional. Ketergantungan tidak saja terbatas pada bidang ilmu dan teknologi (lewat bantuan saransaran para konsultan dan program pendidikar1 dan latihan yang dihadiahkan oleh negara-negara indu. Karena itu banyak negara berkembang yang ilmu dan teknologinya belum begitu maju ada kalanya lebih memilih pengembangan teknologi madya terlebih dahulu. akan cenderung teijadi ketergantungan yang berkelanjutan kepada pihak pemberi/penyedia teknologi maju tersebut. usaha-usaha industri kecil yang masih memakai teknologi yang lebih bersahaya tak mampu bersiang dan terancam bangkrut. teknologi sekarang dapat dibeli. Di sam ping mencoba membuat terobosan-terobosan me1 aiui pengembangan teknologi maju untuk mengajar ketertinggalannya.

penjadwalan kembali pembayaran hutang negara-negara berkembang yang angka debt-serviceratio-nya (DRS angka rasio nilai ekspor dun jumlah hutang luar negeri yang harus dibayar setahun) sudah demikian tinggi. Upaya peningkatan taraf kehidupan tidak lepas dan masalah kependudukan. Masalah penduduk menyangkut persoalan jumlah dan persoalan mutu. Keberhasilan peningkatan taraf hidup tidaklah bergantung sematamata pada kemampuan fisik yang lebih baik. Kualitas non fisik c penduduk yang serupa sikap hemat, disiplin, kerja keras, semangat mengembangkan din dan sebagainya merupakan faktor-faktor yang tidak kalah pentingnya bagi usaha meningkatkan tarafhidup. Jepang merupakan satu contoh bangsa yang telah demikian berhasil dengan cepat meningkatkan taraf hidup dan perekonomiannya (baik sejak masa restorasi maupun dalam kebangkitannya kembali dan kehancuran o]eh kalah perang) dengan modal kualitas non fasik penduduknya. Secara umum peningkatan perekonomian akan bergantung pada tersediannya modal dan juga tingginya produktivitas usaha. Modal akan terbentuk lewat investasi dan hasil tabungan. Orang akan lebih bisa menabung kalau hidupnya hemat. Sedang produktivitas usaha akan berkaitan dengan pengetahuan, efisiensi keija dan faktor-faktor iain yang berkaitan dengan kualitas non phisik penduduk. 1 c. Teknoiogi dan Keiniskinan Salah satu penyebab kesengsaraan atau penderitaan manusia adalah kemiskinan. Kemiskinan biasanya sejalan dengan kelaparan dan wabah penyakit, yang sering kali terjadi di Negara Drs.negara yang sedang berkembang. Lapisan masyarakat banyak yang hidup dalam kemiskinan berusaha mati-matian untuk dapat mencapai kehidupan yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan tetap tinggal terhambat pada garis kemiskinan dan bahkan di bawah garis kemiskinan. Perlu diketahui salah satu Unsur terpenting dalam pertumbuhan ekonomi adalah kemajuan teknologi. Kernajuan teknologi mengakibatkan dalam struktur produksi maupun dalam komposisi tenaga kerja yang diperlukan dalam proses produksi mengalami perubahan. Bagi tenaga kerja yang mempunyai ketrampilan teknis yang tinggi, akan terbuka Iebih banyak kesempatan-kesempatan kerja yang baik. Tetapi tenaga kerja yang tidak berketrampilan atau yang hanya mempunyai ketrampilan rendah akan tergeser atau kadang-kadang kehilangan sama sekali pekerjaan mereka. Selama dua dasawara (1960 - 1980) yang baru lalu beberapa negara berkembang dan hasil pembangunan telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat malahan lebih pesat dan yang pernah dialami oleh negara-negara industri Barat Selama tahap-tahap permulaan dan proses industrialisasj mereka, namun pertumbuhan ekonomi yang

pesat tersebut pada umumnya ternyata tidak terlalu berhasil dalam penyediaan kesempatan kerja yang produktif bagi penduduk. Bahkan di negara-negara yang telah mengalami penurunaii dalain prosentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, penurunan relatif sering ditidakan oleh pertambahan penduduk yang pesat, sehingga hampir tidak mengurangi jumlah absoltit penduduk yang miskin. Salah satu kasus yang dapat disebut dalam hubungan tersebut adalah pulau Jawa, yang selama masa 1967 - 1976 telah mengalami penurunan yang cukup besar dalam persentase penduduk yang hidup dalam kemiskinan, namun gagal dalam mengurangi secara berarti jumlah absolut penduduk yang miskin, karena pertumbuhan penduduk pesat. Di samping tidak tercapainya pengurangan secara berarti dan kemiskinan, pengangguran serta setengah pengangguran, maka pertumbuhan ekononii yang pesat di banyak negara betkembang juga disertai oleh ketimpangan yang semakin meningkat dalarn pembagian pendapatan (ketimpangan relatif). Hal tersebut memang tidak rnengherankan bagi alili lain ekonomi. Misalnya Kuznets mengernukakan bahwa dalam masa pertumbuhan ekonorni selalu ada ketirnpangan redistribusi pendapatan, di mana dalam pertumbuhan ekonorni yang cepat, golongan berpenghasilan rendah selalu ketinggalan kemajuan, tidak mampu mengikuti berpartisipasi. Karenanya mereka tidak mampu memanfaatkan proses redistribusi pendapatannya. Di Indonesia pola perkembangan pembangunan juga mengikuti pendapatan yang dikemukakan Kuznets, artinya golongan miskin kurang terjamah oleh hasil-hasil pertumbuhan ekonomi. Mengapa mereka tidak terangkat, padahal pemerintah telah mengambil kebijaksanaan penyebaran proyek-proyek ke daerah-daerah, desa-desa, misalnya adanya kredit Bimas, KIK, KMKP, KCK, padat karya dan sebagainya. Bila diteliti golongan-golongan miskin yang tidak terjamah oleh hasil-hasil pembangunan, karena: Ketimpangan dalarn peningkatan pendidikan.Selama belum ada kewajiban belajar golongan miskin tidak akan mampu berpartisipasi mengenyam peningkatan anggaran pendidikan. Ketidakmerataan kemampuan untuk berpartisipasi. Untuk berpartisipasi diperlukan tingkat pendidikan, ketrampilan, relasi, dan sebagainya. Golongan miskin tidak memiikinya. Ketidakmerataan pemiikan alat-alat produksi, Golongan miskin tidak memiiki alat-alat produksi, penghasilannya untuk makan saja sudah susah, sehingga tidak mungkin membentuk modal. Ketidakmerataan kesempatan terhadap modal dan kredit yang ada. Modal dan kredit pemberiannya menghendaki syarat-syarat tertentu dan golongan miskin tidak mungkin memenuh i persyaratannya.

Ketidakmerataan menduduki jabatan-jabatan. Untuk mendapat pekerjaan yang dapat memberi makan pada keluargasaja sudah susah, apalagi menduduki jabatan-jabatan yang sering memerlukan relasi tertentu dan persyaratan tertentu. Ketidakmerataan mempengaruhi pasaran, Karena miskin dan pendidikannya-rendah, maka tidak mungkin golongan miskin dapat mempengaruhi pasaran. Ketidakmerataan kemampuan menghindari musibah misalnya peny akit, kecelakaan, dan ketidakberuntun gan lainnya. Bagi golongan miskin dibutuhkan bantuan untuk dapat mengatasi musibah tersebut. Mengharapkan dan mereka sendiri untuk dapat mengangkat dirinya tanpa pertolongan, sukar dipastikan. Laju pertambahan penduduk lebih memberatkan golongan miskin. Dengan jumlah keluarga besar, mereka sulit dapat menyekolahkan, memberi makan, dan pakaian secukupnya. Hanya keluarga yang kaya atau berpenghasilan besar sajalah yang mampu. Dapatlah dipastikan bahwa golongan berpenghasilan rendah,karenakurangterjamah pendidikan, tidak memiiki saranasarana, misalnya kredit, modal, alat-alat produksi, relasi dan sebagainya, tidak akan mampu berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi dan menikmati pembagian hasil-hasilnya tanpa adanya kebijaksanaan khusus yang ditujukan untuk mengangkat mereka. Penelitian yang diadakan di daerah perkotaan di Jawa, Sun- drum telah menemukan bahwa selama tahun 1970 sampai tahun 1976 ternyata pembagian pendapaan memburuk, terutama di ibukota Jakarta. Dan hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) menunjukkan bahwa selama kurun waktu 1970 sampai 1976 persentase penduduk Indonesia yang mis- kin yaltu hidup di bawah tingkat kemiskinan telah berkurang. Hal tersebut berlaku balk bagi Indonesia sebagai keseluruhan, maupun jika diadakan perincian menurut daerah pedesaan dan daerah perkotaan, balk di Jawa maupun di luar Jawa. Tingkat hidup absolut semua golongan masyarakat telah meningkat, sehingga kemiskinan absolut di Indonesia selama Repelita I dan tahun-tahun pertama Repelita II telah berkurang. Perhitungan berbagai peneliti dapat disimpulkan bahwa persentasependuduk Indonesia yang miskin telah menurun dan hamper 60% dalam tahun 1970 sampai kurang lebih 45% dalam tahun1976. Di lain pihak hasil-hasil SUSENAS telah memperlihatkan, bahwa pembagian pendapatan selama kurun waktu yang sama telah memburuk. Hal tersebut disebabkan karena laju kenaikan pendapatan golongan yang berpendapatan tinggi telah meningkat jauh lebih pesat daripada penaikan golongan yang berpendapatan rendah.

Di samping perkembangan tersebut, maka pembagian pendapatan antara penduduk çlaerah perkotaan dan daerah pedesaan juga telah memburuk. Hal tersebut disebabkan karena laju kenaikan pendapatan penduduk perkotaan selama kurun waktu 1970 sampai 1976 rata-rata bertambah dua setengah kali lebih cepat daripada penduduk pedesaan. Jika dirinci menurut daerah maka ketimpangan antara pendapatan penduduk perkotaan dan pedesaan di Jawa lebih besar daripada di luar Jawa. Usaha mengatasi Kemiskinan Dan kegagalan kebijaksanaan konvensional mengenai pertumbuhan ekonomi di banyak negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan, pengangguran dan disparitas (ketimpangan) pendapatan secara berarti telah memaksa balk para perencana ekonomi dan teknokrat maupun para peneliti ekonomi untuk kembali mempelajari secara sungguhsungguh kebijaksanaan tersebut, serta mendorong mereka untuk mempelajani alternatif-alternatif yang realistis bagi kebijaksanaan pertumbuhan ekonomi yang konvensional. Dalam hal mi; pendekatan kebutuhan dasar dalam perencanaan pembangun an merupakan hasil yang logis dan sesuatu proses reorientasi yang panjang dalam pemikiran tentang pembangunan. Dan hasil-hasil penelitian kemudian pusat perhatian para ahli lambat laun mulai bergeser dan tekanan pada penciptaan lapangan kerja yang rnemadai ke penghapusan kemiskinan, dan akhirnya ke penyediaan barang-barang dan jasa-jasa kebutuhan dasar bagi seluruh penduduk, yang berupa dua perangkat, yaitu: Perangkat kebutuhan konsumsi perorangan akan pangan. sandang dan pemukiman. Perangkat yang mencakup penyediaan jasa umum dasar, seperti fasiitas kesehatan, pendidikan, saluran air minum, pengangkutan, dan kebudayaan; samping kedua perangkat tersebut, kebutuhan dasar atau kebutuhan dasar manusiawi kadang-kadang juga digunakan untuk mencakup tiga sasaran lain, yaitu Hak atas pekerjaan produktif dan yang memberikan inibalan yang layak, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap rumah tangga atau perorangan. Prasarana yang mampu menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk.

Partisipasj seluruh penduduk, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam pelaksanaan proyek-proyek yang berhubungan dengan penyediaan barang-barang dan jasajasa kebutuhan dasar. Pengalaman dan negara-negara Asia Timur, yaitu Korea, Taiwan, Jepang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat dengan disertai pemerataan hasil-hasil pembangunan dapat tercapai karena di negara-negara tersebut program pembangunan pedesaan (rural development program) sangat diutamakan.

RANGKUMAN Salah satu unsur terpenting dalam pertumbuhan ekonomi adalah kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi mengakibatkan perubahan dalam struktur produksi maupun dalam komposisi tenaga kerja yang digunakan. Bagi yang memiliki ketrampilan teknis tinggi dengan majunya teknologi akan selalu terbuka kesempatan kerja. Tetapi bagi yang tidak memiikinya dapat tergeser atau kehilangan pekerjaan.Selama 1960-1980 dan beberapa negara berkembang yang membangun, nampak mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun ternyata kapasitas pertumbuhan ekonomi tersebut tidak selalu berhasil menyediakan kesempatan kerja yang produktif, sehingga hampir tidak dapat mengurangi secara berarti dan kemiskinan dan pengangguran. Di Indonesia juga dan hasil pembangunan menunjukkan bahwa golongan miskin kurang terjamin oleh hasil-hasil pertumbuhan ekonomi. Padahal pemerintah telah mengam bil kebijaksanaan penyebaran proyek-proyek ke daerah, ke desa-desa. Dan kegagalan dalam mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan secara berarti, maka para ahli kernudian bergeser dan penciptaan lapangan kerja yang memadai, penghapusan kemiskinan, dan akhirnya ke penyediaan barang-barang dan jasa kebutuhan dasar bagi seluruh penduduk.

LATIHAN Apakah yang disebut ilmu pengetahuan ? Unsur-unsur apakah yang merupakan bagian yang tergabung dalam suatu kebulatan ilmu tersebut? Coba jelaskan! Coba jelaskan hubungan antara teknologi dan kemiskinan! Sebutkan golongan-golongan miskin yang kurang terjamah oleh hasil-hasil pembangunan! Sebutkan beberapa usaha yang dapat mengatasi adanya kemiskinan! Coba jelaskan beberapa akibat yang disebabkan adanya kemajuan teknologi!

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Abdullah, Taufik. Pemuda dan Perubahan Sosial. Jakarta: LP3ES, 1974. Alfian. Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia. Jakarta: Gramedia, 1978. Au, Mukti. Agama, KB dan Kependudukan. Jakarta: BKKBN, 28 Agustus 1974. Amsari, Amo dan Djaka Ardiwinangun. Ilmu Sosial Dasar, Bahan Perkuliahan Program D3. Bandung Fakultas MIPA Universitas Padjajaran. Bachtiar, Harsya W: Masalah Integrasi Nasional di Indonesia.Jakarta: Prisma LP3ES, No. 8. Agustus 1976. Bachtiar, Harsya W., Hasan Walinono, H.A. Sallatang, dan MaxH., Waney. Pedoman Penyelenggaran Perkuliahan IlmuSosial Dasar. Konsorsium antar-bidang DepartemenPendidikan dan Kebudayaan pada Penataran Dosendosen ISD se-Indonesia Timur di Solo, 1-13 Agustus1981. ______ .Problema Sosial. Dalam penataran dosen-dosen se-Indonesia Timur, Solo, 1-13 Agustus 1982. Berger, Peter L. Humanisme Sosiologi. Jakarta: Inti Sarana Aksara, 1985. Bertrand, Alvin K. Sosiologi. (Terj. Drs. Sanapiab S. Faisal). Surabaya: Bina ilmu, 1980. Budiardjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia, 1981. Budiman, Arif. Pemuda dan Sosialisasi. Lokakarya PenyusunanKumpulan Minimal Bahan Peragaan Mata Kuliah IlmuSosial Dasar Universitas Brawijaya, Malang, Tanggal21-27 Januari 1985. Daidjoeni, N dan A. Suyitno. Pedesaan, Lingkungan dan Pembangunan. Bandung: Alumni, 1982. Dawson dan Prawjt. Political Socialization, An Analytic Study. Boston: Little Brown and Company, 1977.Djojohadikusumo, Sumitro. Indonesia Menuju Tahun 2000. Jakarta: Prisma LP3ES, April, 1975. Fabrengat, Claudio Esteva dan S. Giponathan. Masalah Penduduk.Jakarta: PN. Balai Pustaka, 1981. Gerungan, W.A., Psikologi Sosial. Jakarta: VT Eresco. 1977. Hadisoeprapto, Hartono. Pen gantar Tata Hukum Indonesia.Yogyakarta: Liberty, 1981.

Hadjisarosa, Poemomosidi. ―Suatu Pendekatan Terhadap Regional Planning di Indonesia‖, Bulletin BPA UGM, No. 2- 1975. Heeren, HJ. Transmigrasi di Indonesia. Jakarta: Gramedia. 1979. Hasan, Fuad. Kitt.i dan Kami, An Analysis of the Basic Modes of Togetherness, Jakarta: Bhratara, 1975.Hidayat. Pengembangan Sektor Informal dalam Pembangunan Nasional, Masalah dan Prospek. Bandung: Fak. Ekonomi Universitas Padjadjaran, 1978. Kansil, CST: Pen gantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka, 1977. Kayam, Umar, dkk. Perubahan Nilai-Nilai di Indonesia, Bandung: Alumni, 1983. Koentjaraningrat. Masyarakat Desa di Indonesia. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI, 1984. - . Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan, 1979. ______ Pen gantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Barn, 1980. Migrasi, Transmigrasi dan Urbanisasi dalam MasalahMasalah Pembangunan, Jakarta: LP3ES, 1982. Liysen, A. Individu dan Masyarakat, Bandung: Surnur, 1981. Lubis, Firman. Masalah Kependudukan dan Kesehatan Ma5yarakar. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI, 1982. Mantra, Ida Bagus. ―Beberapa Masalah Penduduk di Indonesia dan Akibatnya di Bidang Sosial Ekonomi.‖ Prisma No. 6, Juni 1980. Mariun. Asas-Asas Ilmu Pemerintahan, Yogyakarta: Sie Penerbitan BPA Fakultas SOSPOL UGM, 1979. McNicol, G. ―Internal Migration in Indonesia: Descriptive Notes.‖. Indonesia V, 1968. Mubyarto. ―Politik Pertanian dan Pembangunan Pedesaan‖. Jakarta: Sinar Harapan, 1983. Munandar, S. ―Pencemaran Lingkungan,‖ Makalah dalam Lokakarya Ilmu Sosial Dasar Universitas Padjadjaran, Bandung, 1980. Mustopo, Habib. Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: Usaha Nasional, 1983. Nasikun. ―Urbanisasi Berlebih, Involusi Perkotaan ,dan Radikalisme Politik di Negara-Negara Berkembang‖. Prisma No. 6, Juni 1980. Newcomb, dkk. Psikologi Sosial. Bandung: Diponegoro, 1981. Polak, J.B.A.F, Mayor. Sosiologi Suatu Pengantar RingkasJakarta: Ikhtiar Baru, 1979.

nu Budaya Dasar. I/mu Negara. Hak-Hak Asasi Manusia dan Pancasila. Jakarta: YayasanPenerbit Universitas Indonesia.Bandung: Unpad. Transmigrarion Pro gramm and it‘s Information Base A Case Study of Indonesia.‖ Forum Statistik No. Parsudi. Suparlan.1980. I/mu Sosial Dasar. ―Perkembangan Sektoral dan Ciri Informal K.esempatan Kerja di Indonesia.a. 1966. Kuntjoro. Konsep Dasar Demografi. Sigit. Prisma. Kertas kerja yang tidak diterbitkan. 1980. Hadi. Sernarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Pemuda dan Masyarakat.Jakarta: Pradnya Paramit. Perbandingan Sistem Politik. Bandung. Jaja. Kependudukan Teori. 2. Kerniskinan di Perkotaan‖ Jakarta: . Fakta dan Masalah. Singarimbun. Il. Sosiologi Suatu Pen gantar. Soekanto Soerjono. 1984. H. 1981. ―Sistem Kota-Kota: Suatu Pendekatan Pengembangan Wilayah Pulau Jawa‖. 1980. Surabaya: FT Bina Ilmu. Djuana. Frieda NRH.Simorangki r. Bambang Bintoro. 1979. Liberty. Salladien. 1958. Saiful. 1979. Yogyakarta: BPA-AAN. Hananto. ―Keluarga Berencana. Soedjito. Jakarta : NV. Juni1975. Desember. Arbi. Masri dan Chris Manning. Bukit Tinggi. Materi Penataran MKDU ilmu Sosial Dasar Unpad. 1975. Jakarta: LP3ES. Djoko. Rush. Suiwan dan Moh. Undang-Undang Dasar 1945. 1958. 1979. Yogyakarta. Desember 1982. Tata Negara Indonesia. April 1974. Woltres.2.1982. Pengantar ilmu Kependudukan. Makalah pada Penataran Dosen MKDU Ilmu Sosial Dasar Universitas Padjajaran.Bandung: Alumni. Sank. Ruslan. Tata Negara Republik Indonesia. Sudharto. Said. Pendekalan Penthangunan Perkotaan Ditinjau dan Segi Perencanaan Lokal.Prisma No. Probopranoto. Kasus Mojolama‖. 1980 ―oekarno. Soehino.Prawiro. Mahasiswa dan AngkatanMuda Indonesia Kekuatan Pollilk Anomie. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press. Sujarto. Motivasi dan Pola Sosial Ekonomi. Jakarta: JB. Nusantara. (Penyunting). Suparjaman. 1982.

Astrid S. Jakarta: Gunung Agung. Teori Sirategi Pembanggunan Nasional. Dr. Suryadi. Solo. Pengantar Sos/al dan Perubahan Sos/al. Jakarta. Majelis Permusyawaratan Rakyat RI. Analisis Kebudayaan. dkk (Penyunting). Nomor2 Tahun II. Bandung. Dakwah Islam dengan Pembangunan Masyarakat I)e. Garis-Garis Besar I-Ia! uan Negara. Ketetapan MPRNo.1988/1989: Sekior Generasi Muda. Susanto.Sinar Harapan. H Bintoro dan Mustopadidjaja AR. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Alumni. 1981 Departernen Pendidikan dan Kebudayaan. Komunikasi Sosial di Indonesia. I/mu Kependudukan. 1983 Undang. 1983. 1984.Garis Besar Haluan Negara. Hiinpunan Feral ziran Perundang.su.Undang Dasar. IV/MPR11978. Kebudayaan dan Lingkungannya. 1977. Rajawali. 1-13 Agustus 1983. . Makalah Penataran Dosen-Dosen se-Indonesia Timur. Jakarta. 1980. 1984. Bandung: B ma Cipta. Sediono MP.undangan Men genai Warga A1e gara dan Penduduk Negara Republik indonesia. Manusia. Himpunan Hasil Pengkajian Bahan Pen vusunan Repelita IV 1984/1985 . Masalah-Masa/ah Sos ial dan I/mu Sosial Dasar. Pedoinan Pen ghayatan dan Pen gamalan Pancas i/a. Tjondronegoro. 1981/1982. Garis. 1980 Tjokronidjojo. Bandung. Phil. Bina Cipta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->