UNSUR-UNSUR FORMAL NEGARA Dalam suatu negara harus memiliki unsur-unsur formal negara agar negara

tersebut memenuhi syarat untuk dapat dikatakan sebagai negara. “Menurut OppenheimLauterpacht, unsur-unsur negara tersebut dibagi dalam dua kelompok, yaitu: o Unsur pembentuk negara (konstitutif) yang terdiri dari wilayah atau daerah, rakyat, pemerintah yang berdaulat. o Unsur deklaratif yaitu pengakuan oleh negara lain.”1 Ada 4 unsur-unsur formal negara tersebut, antara lain: 1. Wilayah atau Daerah Wilayah adalah suatu daerah atau tempat tertentu di permukaan bumi yang didiami oleh sekelompok orang dalam jumlah besar secara tetap. Wilayah tersebut meliputi daratan, lautan, udara dengan batas tertentu. o Daratan Daratan adalah bagian dari permukaan bumi berupa tanah yang luas yang tidak tertutupi oleh air secara permanen. Suatu negara dengan negara lain dalam satu daratan memiliki batas yang memisahkan kedua negara tersebut. Batas itu antara lain batas alam (gunung, sungai, danau, lembah), batas buatan (pagar tembok, pagar kawat berduri, parit) dan batas menurut ilmu alam (garis lintang dan garis bujur pada peta). o Lautan Lautan yang dimaksud adalah laut yang berada di sekitar daratan suatu negara. Pada umumnya, batas kekuasaan suatu negara terhadap laut di sekelilingnya ”sejauh 3 mil (± 5,5 km) (sesuai dengan jarak tembak meriam)”2 diukur dari pantai negara tersebut. ”Indonesia menentukan batas lautnya sejauh 12 mil dari pantai dan telah diumumkan kepada masyarakat internasional dalam Deklarasi Juanda pada tanggal 13 Desember 1957. Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi, masalah wilayah menjadi sangat rumit. Untuk menyelesaikan masalah tentang perbatasan laut, pada tanggal 10 Desember 1982 di Montego Bay (Jamaica) dibuatlah traktat multilateral yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan lautan, misalnya permukaan dan dasar laut, aspek ekonomi, perdagangan, hukum, militer dan lingkungan hidup. Traktat tersebut ditandatangani 119 delegasi peserta yang terdiri dari 117 negara dan dua organisasi kebangsaan.”3

ideologi. Sedangkan Persetujuan Internasional 1967 mengatur tentang angkasa yang tidak bisa dimiliki oleh negara di bawahnya dengan alasan segi kemanfaatan untuk semua negara dan tujuan perdamaian. Hanya seizin dan atau menurut perjanjian tertentu.339/1933).”4 2. istilah pemerintah meliputi pengertian yang tidak sama sebagai berikut: o Pemerintah sebagai gabungan semua badan kenegaraan atau seluruh alat perlengkapan negara dalam arti luas yang meliputi badan legislatif. Dalam arti sempit. Rasa persatuan menjadi satu bangsa ini dibangun dari rasa nasionalisme. agama. Misalnya negara Indonesia yang memiliki bermacammacam suku bangsa. dan budaya juga dapat bersatu menjadi satu bangsa. Penduduk Penduduk adalah sekumpulan orang yang mendiami suatu wilayah atau daerah yang menjadi wilayah suatu negara secara tetap.”5 Seperti yang dikatakan oleh seorang filsuf Perancis yang bernama Ernest Renan: ”pemersatu bangsa bukanlah kesamaan bahasa atau suku bangsa. budaya. dan kebudayaan. Misalnya antara negara Indonesia dengan negara Australia yang memiliki perbedaan bahasa. Pemerintahan ”Istilah pemerintah berasal dari kata Yunani κουβερμαν yang berarti mengemudikan kapal (nahkoda). Kekuasaan atas wilayah udara suatu negara itu pertama kali diatur dalam Perjanjian Paris pada tahun 1919 (dimuat dalam Lembaran Negara Hindia Belanda No. legislatif. . Menurut Utrecht.”6 3. tidak menutup kemungkinan bahwa dalam suatu negara berbeda suku. Pada tahun 1928. bahasa dan agama. yudikatif) yang berkuasa memerintah di wilayah suatu negara. eksekutif dan yudikatif. Namun. dalam perjanjian Havana yang dihadiri 27 negara menegaskan bahwa setiap negara berkuasa penuh atas udara di wilayahnya. bahasa. pesawat terbang suatu negara boleh melakukan penerbangan di atas negara lain. Demikian pula Persetujuan Chicago 1944 menentukan bahwa penerbangan internasional melintasi negara tanpa mendarat atau mendarat untuk tujuan transit dapat dilakukan hanya seizin negara yang bersangkutan.o Udara ”Batas wilayah udara suatu negara berada di atas wilayah daratan dan lautan negara itu. bahasa. suku bangsa.536/1928 dan No. Penduduk merupakan salah satu aspek penting dalam terbentuknya negara karena penduduk itulah yang akan menjalankan suatu negara melalui orang-orang yang berkuasa. Dalam arti luas. Penduduk suatu negara memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan penduduk negara lain dalam hal kebudayaan. pemerintah mencakup lembaga eksekutif saja. pemerintah adalah gabungan dari semua badan kenegaraan (eksekutif. dll. yaitu ”perasaan yang subjektif antar penduduk di negara tersebut yang memiliki cita-cita serta aspirasi bersama demi tercapainya tujuan bersama. o Pemerintah sebagai badan kenegaraan tertinggi yang berkuasa memerintah di wilayah suatu negara (kepala negara). akan tetapi tercapainya hasil gemilang di masa lampau dan keinginan untuk mencapainya lagi di masa depan.

”9 ”Menurut seorang ahli ilmu negara dari Perancis yang bernama Jean Bodin. Demikian pula. 3. Suatu wilayah tertentu bukan merupakan hal yang esensial untuk adanya negara dengan ketentuan bahwa terdapat pengakuan mengenai apa yang dikarakteristikan sebagai ’ketetapan’ (consistency) dari wilayah terkait dan penduduknya. berdiri. yang berarti bahwa kedaulatan itu tidak berasal adari kekuasaan lain yang Permanen atau abadi. Wilayah negara juga tidak perlu merupakan kesatuan geografis karena suatu negara mungkin karena pembatasan berarti menghilangkan ciri kedaulatan sebagai kekuasaan yang tertinggi. perubahan-perubahan yang terjadi. yang berarti bahwa kedaulatan itu tidak dibatasi oleh siapa pun. tidak dengan sendirinya mengubah identitas negara tersebut. Bodin menggunakan kata kedaulatan yang berkaitan dengan negara (kedaulatan ke dalam). kedaulatan merupakan kekuasaan untuk mempertahankan kemerdekaan negara terhadap serangan negara lain (kedaulatan ke luar). negara sebagai hukum internasional harus memiliki syarat-syarat berikut. Tidak terbagi. meskipun dalam kenyataannya semua negara modern berada dalam batas–batas teritorial.”8 ”Negara dapat memaksakan masyarakatnya untuk mematuhi undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku dalam negara tersebut (kedaulatan ke dalam atau internal sovereignty). lebih tinggi.”10 . wilayah tertentu. Sifat-sifat kedaulatan menurut Jean Bodin. baik menambah atau mengurangi luasnya wilayah negara tertentu. negara tanpa kekuasaan bukanlah negara. Melalui undangundang dan peraturan-peraturan yang dibuat dan disepakati bersama. yang berarti bahwa kedaulatan itu merupakan satu-satunya yang tertinggi di dalam negara. Tidak terbatas. Grotius (Hugo de Groot). 2. Asli. pemerintah. Sedangkan menurut bapak hukum internasional. yaitu penduduk yang tetap.”7 Pemerintah sebagai badan eksekutif (presiden bersama menteri-menteri: Pemerintah adalah sebagian kecil dari suatu penduduk yang memiliki kekuasaan atas nama negara untuk mengatur jalannya negara. 4. yaitu: 1.o kabinet). yang berarti kedaulatan tetap ada selama negara masih 4. Negara juga dapat mempertahankan kemerdekaannya terhadap seranganserangan dari negara lain (kedaulatan ke luar atau external sovereignty). Kedaulatan Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi suatu negara terhadap seluruh masyarakat dalam negara tersebut. ”Dalam Konvensi Montevideo 1933 pasal 1 mengenai Hak-Hak dan KewajibanKewajiban Negara yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Amerika Latin. Istilah kedaulatan berasal dari ”bahasa Latin yaitu supremus yang berarti tertinggi. pemerintah mengikat rakyatnya untuk mematuhi undang-undang dan peraturanperaturan tersebut agar tercipta keamanan dan ketertiban negara. dan kemampuan untuk melakukan hubungan dengan negara-negara lainnya.

Prof. ”What is a Nation?” dalam Geoff Eley and Ronald Gregor Suny.Budiardjo.Budiardjo. Miriam. 3 http://ruhcitra. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik (Edisi Revisi). Prof. 2008. 6 PT Gramedia Pustaka Utama. Miriam. 10 http://ruhcitra.com/2008/11/09/unsur-unsur-negara/ 9 ibid. (Bab II Konsep-Konsep Politik. dan tidak diakui oleh negara-negara yang lain sebagai anggota masyarakat internasional yang sepenuhnya mandiri. Dasar-Dasar Ilmu Politik (Edisi Revisi). 2008.com/2008/11/09/unsur-unsur-negara/ 4 http://ruhcitra. 2008. 9 November 2008. halaman 41-55. Miriam. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1996). ed. Prof. Dasar-Dasar Ilmu Politik (Edisi Revisi). halaman 52-53). Jakarta: ibid. (Bab II Konsep-Konsep Politik.wordpress. Ruhcitra. Suatu negara harus memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan hubungan-hubungan eksternal dengan negara-negara lain.com/2008/11/09/unsur-unsur-negara/ 5 ibid. (Bab II Konsep-Konsep Politik. unsur-negara/ 2 Gramedia Pustaka Utama.page. yang tidak mengurus hubunganhubungan luar negerinya sendiri.terdiri dari beberapa wilayah tertorial.com/2008/11/09/unsur-unsur-negara/ 11 http://archapada. 7 ibid. http://ruhcitra. ibid.com/2008/11/09/unsurBudiardjo.wordpress. Jakarta: ibid. Jakarta: PT ibid.wordpress. http://ruhcitra. Misalnya negara Indonesia yang memiliki banyak pulau dan kepulauan.com/2008/11/09/unsur-unsur-negara/ 8 http://ruhcitra. atau protektorat-protektorat. (Bab II Konsep-Konsep Politik. Prof. Ruhcitra.wordpress. halaman 54). 2008. ibid. yang kurang berhubungan atau bahkan saling berjauhan satu sama lain. Miriam. 9 November 2008. halaman 51-52). halaman 52-53). Dasar-Dasar Ilmu Politik (Edisi Revisi). PT Gramedia Pustaka Utama. 2008.tl/ . Oleh: Oleh: Ruhcitra. Oleh: Ruhcitra.wordpress. Becoming National: A Reader (New York and Oxford: Oxford University Press. Hal inilah yang membedakan negara dalam arti yang sesungguhnya dari unit-unit yang lebih kecil seperti anggotaanggota suatu federasi. Lihat juga Ernest Renan.Budiardjo. namun masih dalam satu negara. Dari segi Hukum Internasional.”11 DAFTAR PUSTAKA 1 Oleh: Ruhcitra. 9 9 November November 2008. syarat yang terakhir merupakan syarat yang paling penting.wordpress. Oleh: Oleh: Ruhcitra. 9 9 November November 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful