P. 1
Periode Orde Lama

Periode Orde Lama

|Views: 91|Likes:
Published by Sukma Dp

More info:

Published by: Sukma Dp on Sep 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2012

pdf

text

original

PERIODE ORDE LAMA 1. Terjadinya jatuh bangun kabinet dan penyimpangan terhadap UUD’45 dan pemberlakuan UUDS’50. 2.

Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. 3. Rentang tahun 1948 dan tahun 1962 terjadi pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah pusat. Serangan pemberontakan bersenjata yang berideologi Islam di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh 4. Keadaan dalam negeri yang tidak kondusif, terlebih lagi karena adanya pemberontakan G30S PKI. PERIODE ORDE BARU 1. Pemerintah merupakan penguasa yang otoriter dan anti demokrasi serta kebebasan pers yang sangat terbatas, diwarnai dengan banyaknya media pers yangdibredel. 2. Terjadinya krisis moneter yang berdamapak bangkrutnya banyak perusahaan. 3. Terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme di lembaga pemerintahan sehingga mengancam terjadi krisis politik.

PERSAMAAN Sama-sama masih terdapat ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan Setelah Indonesia Merdeka, ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada terjadi ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Dalam 26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin meningkat dari 5,1 (1971) menjadi 6,8 (1983) dan naik lagi menjadi 9,8 (1997). Ketika reformasi ketimpangan distribusi pendapatan semakin tinggi dari 0,29 (2002) menjadi 0,35 (2006). Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi yang dikatakan cukup tinggi, namun pada kenyataanya tidak merata terhadap masyarakat. o Adanya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) Orde Lama: Walaupun kecil, korupsi sudah ada. Orde Baru: Hampir semua jajaran pemerintah koruptor (KKN). Reformasi: Walaupun sudah dibongkar dan dipublikasi di mana-mana dari media massa,media elektronik,dll tetap saja membantah melakukan korupsi. Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat praktik-pratik pemerintahan yang manipulatif dan tidak terkontrol. o Kebijakan Pemerintah

pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru. banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950) Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk. serta keamanan dan ketertiban. Inflasi yang sangat tinggi. dan mata uang pendudukan Jepang. antara lain disebabkan oleh : a.Sejak pemerintahan orde lama hingga orde reformasi kini. Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Padahal kenyataannya kebijakan yang ada biasanya hanya untuk segelintir orang dan bahkan lebih banyak menyengsarakan rakyat. Dalam arti kebijakan yang ditempuh bukan untuk perencanaan ke masa yang akan datang. d. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946. Bila diteliti lebih mendalam kebijakan-kebijakan sejak Orde Baru hingga sekarang hanya bersifat jangka pendek. Hal ini dikarenakan untuk disesuaikan dengan kondisi: stabilitas politik.Orde lama (Demokrasi Terpimpin) 1. Pada bulan Oktober 1946. c. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan. b. yaitu mata uang De Javasche Bank. kewenangan menjalankan anggaran negara tetap ada pada Presiden (masing-masing melahirkan individu atau pemimpin yang sangat kuat dalam setiap periode pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti “manusia setengah dewa”). Kebijakan anggaran negara yang diterapkan pemerintah selama ini sepertinya berorientasi pada ekonomi masyarakat. tingkat ekonomi masyarakat. Namun tiap-tiap masa pemerintahan mempunyai cirinya masing-masing dalam menjalankan arah kebijakan anggaran negara. PERBEDAAN : . Belum lagi kebijakan-kebijakan yang tidak tepat sasaran. antara lain : . untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI. yang hanya menambah beban APBN. Kas negara kosong. disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. namun biasanya cenderung untuk mengatur hal-hal yang sedang dibutuhkan saat ini. mata uang pemerintah Hindia Belanda. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Pada waktu itu. Berdasarkan teori moneter. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi.

Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada . karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi.a. diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan). 2. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi. b)Program Benteng (Kabinet Natsir).Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika. c. yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. Namun usaha ini gagal. e.Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India. terutama pengusaha Cina. d. untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun. yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950. dilakukan pada bulan Juli 1946. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. masalah sandang. c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no. d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal.Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. antara lain : a)Gunting Syarifuddin. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer.Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948. serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan. Dengan swasembada pangan. dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan. yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional.Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak. b.

Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah. termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. Sekali lagi. antara lain : a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50. Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial. e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar. dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia. maupun bidang-bidang lain. Dikarenakan pada masa itu pemerintah . Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama. sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. 3. dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Akan tetapi. b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin.Orde Baru/ Orba (Demokrasi Pancasila) Pada masa orde baru. maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. Dengan sistem ini. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967) Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. . dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.dan ekonomi (mengikuti Mazhab Sosialisme). karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman.pengusaha pribumi. c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. politik. Program ini tidak berjalan dengan baik.000 dibekukan. pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun. eonomi. uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100. ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia.

Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahanperubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. Misalnya. lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi. yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. disusun berdasarkan asumsi-asumsi perhitungan dasar. Format APBN pada masa Orde baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran. pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. dan pemerataan pembangunan. tingkat inflasi. serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin. Asumsiasumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional. . tingkat resiko yang tinggi. yaitu stabilitas politik. karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan. APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang. fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan ekonomi nasional memperhatikan petani. kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. Pinjaman-pinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit. harga ekspor minyak mentah Indonesia. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi. pertumbuhan ekonomi yang stabil. APBN pada masa pemerintahan Orde Baru. Akan tetapi. Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani. yang pada akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. masalah-masalah dalam dunia usaha.sukses menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi. Padahal sesungguhnya. Pada masa pemerintahan orde baru. Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun.

1 (1971) menjadi 6. Orde Baru: Hampir semua jajaran pemerintah koruptor (KKN). ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada terjadi ketimpangan ekonomi. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat berimbang.35 (2006). Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat praktik-pratik pemerintahan yang manipulatif dan tidak terkontrol. dan ketidakadilan. kewenangan menjalankan anggaran negara tetap ada pada Presiden (masing-masing melahirkan individu atau pemimpin yang sangat kuat dalam setiap periode pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti “manusia setengah dewa”).29 (2002) menjadi 0. namun pada kenyataanya tidak merata terhadap masyarakat. karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar negeri. pada masa itu penerimaan pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit anggaran PERSAMAAN Sama-sama masih terdapat ketimpangan ekonomi. korupsi sudah ada. dan ketidakadilan Setelah Indonesia Merdeka.media elektronik. kemiskinan. pada dasarnya APBN pada masa itu selalu mengalami defisit anggaran. Reformasi: Walaupun sudah dibongkar dan dipublikasi di mana-mana dari media massa. Ketika reformasi ketimpangan distribusi pendapatan semakin tinggi dari 0.Ini artinya pinjaman-pinjaman luar negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan. Kolusi. konsep yang benar adalah pengeluaran pemerintah dapat ditutup dengan penerimaan pajak dalam negeri. Permasalahannya.8 (1997). dan merupakan beban pengeluaran di masa yang akan datang.dll tetap saja membantah melakukan korupsi. Namun tiap-tiap masa pemerintahan . o Kebijakan Pemerintah Sejak pemerintahan orde lama hingga orde reformasi kini. kemiskinan. Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik. Dalam 26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin meningkat dari 5. Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi yang dikatakan cukup tinggi. Nepotisme) Orde Lama: Walaupun kecil. o Adanya KKN (Korupsi. Oleh karena itu. Padahal.8 (1983) dan naik lagi menjadi 9. Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang yang harus dikembalikan.

disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. serta keamanan dan ketertiban. Hal ini dikarenakan untuk disesuaikan dengan kondisi: stabilitas politik. Pada waktu itu. b. Kas negara kosong. b. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi. Pada bulan Oktober 1946. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946. Belum lagi kebijakan-kebijakan yang tidak tepat sasaran. dan mata uang pendudukan Jepang. Padahal kenyataannya kebijakan yang ada biasanya hanya untuk segelintir orang dan bahkan lebih banyak menyengsarakan rakyat. mangadakan kontak . Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. PERBEDAAN : . Kebijakan anggaran negara yang diterapkan pemerintah selama ini sepertinya berorientasi pada ekonomi masyarakat. Berdasarkan teori moneter. Inflasi yang sangat tinggi.Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India. pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru. antara lain : a. yaitu mata uang De Javasche Bank.Orde lama (Demokrasi Terpimpin) 1. mata uang pemerintah Hindia Belanda. yang hanya menambah beban APBN. Dalam arti kebijakan yang ditempuh bukan untuk perencanaan ke masa yang akan datang. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. dilakukan pada bulan Juli 1946. d. antara lain disebabkan oleh : a. banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. tingkat ekonomi masyarakat. yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Bila diteliti lebih mendalam kebijakan-kebijakan sejak Orde Baru hingga sekarang hanya bersifat jangka pendek.mempunyai cirinya masing-masing dalam menjalankan arah kebijakan anggaran negara. namun biasanya cenderung untuk mengatur hal-hal yang sedang dibutuhkan saat ini. c. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950) Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk. untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI. Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu.

b)Program Benteng (Kabinet Natsir). dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun. masalah sandang. d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo. mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.dengan perusahaan swasta Amerika. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan). karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman. 2. c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no. antara lain : a)Gunting Syarifuddin. serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan. yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Dengan swasembada pangan. d. yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950. dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. c. karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi. terutama pengusaha Cina.Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Program ini tidak berjalan dengan baik. sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan . Masa Demokrasi Liberal (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Namun usaha ini gagal. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi. e. karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi.Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.

politik. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. 3. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahanperubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. antara lain : a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. maupun bidang-bidang lain. dan semua simpanan di bank yang melebihi 25. termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik. Sekali lagi. pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1.Orde Baru/ Orba (Demokrasi Pancasila) Pada masa orde baru. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi.000 dibekukan. . Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967) Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama. . Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah. tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi.dan ekonomi (mengikuti Mazhab Sosialisme). diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial. b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.kredit dari pemerintah. Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Dengan sistem ini. dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. Akan tetapi. maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100. eonomi. e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar.

fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. yang pada akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan ekonomi nasional memperhatikan petani.Pada masa pemerintahan orde baru. Format APBN pada masa Orde baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran. tingkat resiko yang tinggi. Asumsiasumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin. Padahal sesungguhnya. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi. APBN pada masa pemerintahan Orde Baru. Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani. yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. tingkat inflasi. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. yaitu stabilitas politik. dan pemerataan pembangunan. harga ekspor minyak mentah Indonesia. Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Pinjaman-pinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit. pertumbuhan ekonomi yang stabil. hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. Akan tetapi. pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. disusun berdasarkan asumsi-asumsi perhitungan dasar. lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi. APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang. Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Ini artinya pinjaman-pinjaman luar negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan. serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah. kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang yang harus . karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. masalah-masalah dalam dunia usaha. Misalnya. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan.

pada masa itu penerimaan pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit anggaran Sebelum pak Harto tutup usia. Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik.. Padahal. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat -munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan. Oleh karena itu.dikembalikan. Permasalahannya. nepotisme -pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah.. terutama di Aceh dan Papua . pada dasarnya APBN pada masa itu selalu mengalami defisit anggaran. kita juga harus melihat kebelakang yakni ke zaman Orde Baru. kolusi. dan merupakan beban pengeluaran di masa yang akan datang.000 -sukses transmigrasi -sukses KB -sukses memerangi buta huruf -sukses swasembada pangan -pengangguran minimum -sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) -sukses Gerakan Wajib Belajar -sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh -sukses keamanan dalam negeri -investor asing mau menanamkan modal di Indonesia -sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri Kekurangan Pemerintahan Orde Baru: -semaraknya korupsi. konsep yang benar adalah pengeluaran pemerintah dapat ditutup dengan penerimaan pajak dalam negeri. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat berimbang.apa saja yang berhasil dan tidak berhasil disukseskan oleh beliau dengan kroni -kroninya (dari berbagai sumber): Kelebihan daripada Orde Baru adalah: -perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1. karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar negeri.

. Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya. dan Irian Jaya. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel -penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang disertai sentimen anti-Jawa di berbagai daerah. Bali dan Madura ke luar Jawa. Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. terutama ke Kalimantan. Timor Timur. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa. Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. Sulawesi. antara lain dengan program "Penembakan Misterius" (petrus) -tidak ada rencana suksesi O ya juga perlu diingat bahwa di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran.-kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya -bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) -kritik dibungkam dan oposisi diharamkan -kebebasan pers sangat terbatas.

KTP ditandai ET (eks tapol). tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. dan lembaga pemikir serta dukungan kapital . Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB". Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. TNI. Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Pengucilan politik — di Eropa Timur sering disebut lustrasi — dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. khususnya mereka yang dekat dengan Cendana.Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Dengan ditopang kekuatan Golkar. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta. Pada tahap awal. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966. Orde Lama atau Orde Baru. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah. Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru.

internasional. Agama tradisional Tionghoa dilarang. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. Kesenian barongsai secara terbuka. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. Bahkan USA pun memiliki sistem intelijen yang . apakah tokoh-tokoh radikal seperti Imam Samudra dll bisa bergerak bebas di Indonesia saat itu? Dalam hal ini Orde Baru memiliki penanganan khusus dalam menghindari orang-orang semacam ini. Sejak tahun 1967. Padahal. Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. Pertanyaan sekarang. kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme. dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. perayaan hari raya Imlek. Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia.

kuat karena pemerintah disana menilai bahwa dalam suatu negara bebas diperlukan penanganan sistem security yang ketat. Semoga dosa-dosa dan jasa-jasa Soeharto dimasa lalu dinilai secara obyektif oleh seluruh rakyat Indonesia. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->