P. 1
LAPORAN KIMIA - Elektrolisis

LAPORAN KIMIA - Elektrolisis

|Views: 1,824|Likes:
ini tugas dari bapak Agus Mulyono, materi bab Reaksi redoks.
ini tugas dari bapak Agus Mulyono, materi bab Reaksi redoks.

More info:

Published by: Latifah Suryaningrum on Sep 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

ELEKTROLISIS
Hari & tanggal : Rabu, 12 September 2012

Disusun oleh :
Latifah Suryaningrum (24 / XII IPA 1)

SMA Negeri 1 Klaten
Jl. Merbabu No. 13 Klaten

2012 / 2013

1

A. Tujuan 1) Mengetahui proses elektrolisis pada larutan KI dan NaCl dengan elektroda karbon. 2) Mengetahui perubahan yang terjadi pada katoda dan anoda dari proses elektrolisis. B. Dasar Teori Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah elektroda, elektrolit, dan sumber arus searah. Elektron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam larutan menyerap elektron dari katoda dan mengalami reduksi. Sedangkan spesi lain melepas elektron di anoda dan mengalami oksidasi. Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda, yaitu reduksi, dan reaksi anoda, yaitu oksidasi. Spesi yang terlibat dalam reaksi katoda dan anoda bergantung pada potensial elektroda dari spesi tersebut. Ketentuannya sebagai berikut.   Spesi yang mengalami reduksi di katoda adalah spesi yang potensial reduksinya terbesar. Spesi yang mengalami oksidasi di anoda adalah spesi yang potensial oksidasinya terbesar. Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:     Elektrolisis larutan elektrolit. Elektrolisis larutan non elektrolit. Elektroda inert/tidak aktif (elektroda karbon, platina, dan emas). Elektroda selain inert/aktif.

Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:

C. Alat dan bahan 1. Pipa U 2. Batu baterai 1,5 Volt 3. Kabel 4. Pipet 5. Kertas lakmus merah 6. Kertas lakmus biru 7. Larutan KI 0,5 M 8. Larutan Na2SO4 0,5 M 9. Elektroda karbon 10. Larutan amilum secukupnya secukupnya secukupnya secukupnya 2 buah 5 tetes 1 buah 4 buah 2 buah

2

D. Langkah kerja
Elektroda karbon

Kabel

Larutan

Pipa U

Batu baterai

Percobaan 1 1. Mengisi pipa U dengan larutan Na2SO4 0,5 M. 2. Menghubungkan kedua elektroda karbon dengan kabel. 3. Memasukkan kedua elektroda karbon pada bagian kiri dan kanan pipa U. 4. Menghubungkan kabel dengan batu baterai. 5. Mencatat hasil pengamatan setelah dihubungkan dengan batu baterai. 6. Setelah 10 menit memasukkan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru pada bagian katoda dan anoda. 7. Mengamati perubahan warna pada kertas lakmus kemudian mencatat hasil pengamatan ke dalam table pengamatan. Percobaan 2 1. Mengisi pipa U dengan larutan KI 0,5 M. 2. Menghubungkan kedua elektroda karbon dengan kabel. 3. Memasukkan kedua elektroda karbon pada bagian kiri dan kanan pipa U. 4. Menghubungkan kabel dengan batu baterai. 5. Mencatat hasil pengamatan setelah dihubungkan dengan batu baterai 6. Setelah 5 menit memasukkan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru pada bagian katoda. 7. Menetesi anoda dengan 5 tetes amilum. 8. Mengamati perubahan warna kertas lakmus pada katoda dan perubahan

3

warna pada anoda. 9. Mencatat hasil pengamatan ke dalam table pengamatan. E. Hasil Pengamatan Elektrolisis larutan Na2SO4 0,5 M Ruang anoda :  Setelah diruang katoda terbentuk gelembung, di ruang anoda mulai menyusul timbul gelembung.  kertas lakmus merah tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru berubah warna menjadi merah.  dari percobaan kertas lakmus tersebut menunjukan ruang anoda bersifat asam. Ruang katoda :  Muncul gelembung terlebih dahulu dari ruang anoda, gelembung banyak, berukuran kecil-kecil.  kertas lakmus merah menjadi biru dan kertas lakmus biru warnanya tetap biru.  dari percobaan kertas lakmus tersebut menunjukan ruang katoda bersifat basa F. Kesimpulan 1) Sifat larutan pada ruang katoda adalah basa. Menunjukkan adanya reduksi air yang menghasilkan OH- (pembawa sifat basa). Reaksi : Elektrolisis larutan KI 0,5 M Ruang anoda :  terbentuk gelembung.  pada detik ke-10 terjadi perubahan warna menjadi coklat.  setelah ditetesi amilum sebanyak 5 tetes warna pada ruang anoda sekilas menjadi berwarna ungu.

Ruang katoda :  terbentuk gelembung pada menit ke-1.  kertas lakmus merah menjadi biru dan kertas lakmus biru warnanya tetap biru.  dari percobaan kertas lakmus tersebut menunjukan bahwa dalam ruang katoda bersifat basa.

2H2O(l) + 2e

 H2(g) + 2OH-(aq)

Yang terbukti dengan berubahnya warna kertas lakmus menjadi biru. 2) Gas yang terjadi pada ruang katoda adalah H2. Reaksi :  H2(g) + 2OH-(aq) Yang terbukti dengan munculnya gelembung-gelembung gas. 3) Pada elektrolisis larutan KI pada anoda terjadi oksidasi ion I-.

2H2O(l) + 2e

4

Reaksi: 2I-(s)  I2(aq) + 2e Yang terbukti dengan berubahnya warna larutan pada anoda yang awalnya coklat menjadi ungu setelah ditetesi amilum. Pada elektrolisis larutan Na2SO4 pada anoda terjadi oksidasi air menjadi H+ (pembawa sifat asam) dan gas O2. Reaksi: 2H2O(l)  4H+(aq) + O2(g) + 4e Yang terbukti dengan berubahnya warna kertas lakmus menjadi merah dan munculnya gelembung-gelembung gas. 4) Persamaan setengah reaksi untuk elektrolisis: a. Na2SO4 Na2SO4(aq) A (+) 2H2O(l) K (-) 2H2O(l) + 2e 2H2O(l) + 4H2O(l) 2H2O(l) b. KI KI(aq) A (+) K (-) 2I-(s) 2H2O(l) + 2e 2I-(s) G. Pertanyaan 1. Produksi zat Contoh: Klorin dan natrium hidroksida dibuat dari elektrolisis larutan natrium klorida yang disebut proses klor-alkali. NaCl(aq)  Na+(aq) + Cl-(aq) K (-) 2H2O(l) + 2e  H2(g) + 2OH-(aq) A (+) 2Cl-(l) 2H2O(l) + 2Cl(l)  Cl2(aq) + 2e  H2(g) + 2OH-(aq) + Cl2(aq) + + 2H2O(l)  K+(aq) + I-(aq)  I2(aq) + 2e  H2(g) + 2OH-(aq) 2OH-(aq)  I2(aq) + H2(g) + + x1 x1  2Na+(aq) + SO42-(aq)  4H+(aq) + O2(g) + 4e  H2(g) +  4H
+ (aq)

x1 4OH-(aq) + x2

2OH-(aq) + O2(g) + 2H2(g) +

 O2(g) + 2H2(g)

x1 x1

5

2. Pemurnian logam Contoh: Tembaga dimurnikan secara elektrolisis. Tembaga kotor dijadikan anoda, sedangkan katoda menggunakan tembaga murni. Larutan elektrolit yang digunakan adalah CuSO4. Selama elektrolisis, tembaga dari anoda terus menerus dilarutkan kemudian diendapkan pada katoda. CuSO4(aq) K (-) A (+) Cu2+(aq) + 2e Cu(s) Cu(s)
Anoda

 Cu2+(aq) + SO42-(aq)  Cu(s)  Cu
2+ (aq)

x1 + 2e + x1

 Cu(s)
katoda

3. Penyepuhan Contoh: Penyepuhan sendok yang terbuat dari besi (baja) dengan perak. Sendok digunakan sebagai katoda, sedangkan anoda adalah perak murni. Larutan elektrolitnya pengendapan adalah larutan perak,
+

perak

nitrat.

Pada

katoda,

akan

terjadi

sedangkan  Ag(s)  Ag
+ (aq)

pada anoda, perak terus menerus larut. x1 +e + x1

Konsentrasi ion Ag dalam larutan tidak berubah. K (-) (Fe) Ag+(aq) + e A (+) (Ag) Ag(s) Ag(s)
Anoda

 Ag(s)
katoda

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->