:: Pengertian Etika Profesi

Keiser dalam (Suhrawardi Lubis, 1994: 6-7), etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Sedang Magnis Suseno (1991: 70) membedakan profesi sebagai profesi pada umumnya dan profesi luhur. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian khusus. Pengertian profesi tersebut adalah pengertian profesi pada umumnya, sebab disamping itu terdapat pula yang disebut sebagai profesi luhur, yaitu profesi yang pada hakikatnya merupakan suatu pelayanan pada manusia atau masyarakat.

Kamis, 22 Maret 2012
Pengertian Etika, Profesi dan Profesionalisme

Pengertian Etika secara umum : Etika punya arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Moralitas adalah ha-hal yang menyangkut moral, dan moral adalah sistem tentang motivasi, perilaku dan perbuatan manusia yang dianggap baik atau buruk. Franz Magnis Suseno menyebut etika sebagai ilmu yang mencari orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan yang amat fundamental : bagaimana saya harus hidup dan bertindak ? Peter Singer, filusf kontemporer dari Australia menilai kata etika dan moralitas sama artinya, karena itu dalam buku-bukunya ia menggunakan keduanya secara tertukar-tukar. Bagi sosiolog, etika adalah adat, kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspekatasi) profesi dan amsyarakat, serta bertindak dengan cara-cara yang profesional, etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat. Bagi eksekutif puncak rumah sakit, etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain, terhadap organisasi dan staff, terhadap diri sendiri dan profesi, terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Kriteria wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. Bagi asosiasi profesi, etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. Pengertian Profesi

PROFESIONAL. karena proses aktualisasinya tidak hanya ditentukan oleh sifat dan watak seseorang. Berdasarkan kedua pendapat diatas. terdapat sejumlah faktor dominan dalam mempersoalkan profesionalisme dikalangan pegawai. Aliran Pragmatisme Aliran ini menititkberatkan pada hal‐hal yang berguna dari diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material. Ketiga. Kapasitas intelektual ini tentu berhubungan dengan jenis dan tingkat pendidikan yang menjadi karakteristik pengetahuan dan keahlian seseorang dalam bekerja. Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan. Kedua. sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi. Sebagai contoh. menurut DE GEORGE. standar kerja yang sekurang-kurangnya mencakup prosedur. timbul kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri.Profesi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menafkahi diri dan keluarganya dimana profesi tersebut diatur oleh Etika Profesi dimana Etika Profesi tersebut hanya berlaku sesama Profesi tersebut. kapasitas intelektual pegawai yang relevan dengan jenis dan sifat pekerjaannya. standar moral dan etika dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Hal ketiga inilah yang sulit dirumuskan dan dinyatakan secara utuh. . seseorang yang berwatak jujur dapat berubah menjadi pribadi yang korup. sebutan standar kerja merupakan faktor pengukuran atas bekerjanya seorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas. sehubungan dengan istilah profesi dan profesional. Aliran Naturalisme Yang menjadi ukuran baik atau buruk adalah :”apakah sesuai dengan keadaan alam”. karena system nilai yang berlaku di lingkungan kerjanya memang system nilai yang korup. Kebingungan ini timbul karena banyak orang yang profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi. tata cara dan hasil akhir pekerjaan. Yang menjadi titik beratnya adalah pengalaman. adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Berikut pengertian profesi dan profesional menurut DE GEORGE : PROFESI. apabila alami maka itu dikatakan baik. untuk senang-senang. Dari pendapat ini. pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alam semesta. sedangkan apabila tidak alami dipandang buruk. Sementara itu Philips (1991:43) memberikan definisi profesionalisme sebagai individu yang bekerja sesuai dengan standar moral dan etika yang ditentukan oleh pekerjaan tersebut. oleh karena itu penganut faham ini tidak mengenal istilah kebenaran sebab kebenaran bersifat abstrak dan tidak akan diperoleh dalam dunia empiris. adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Pertama. tetapi ditentukan juga oleh system nilai yang berlaku dalam suatu lingkungan kerja. Pengertian Profesionalisme Soedijarto (1990:57) mendefinisikan profesionalisme sebagai perangkat atribut-atribut yang diperlukan guna menunjang suatu tugas agar sesuai dengan standar kerja yang diinginkan. atau untuk mengisi waktu luang. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian.

Mengabdi pada kepentingan masyarakat. CIRI-CIRI PROFESI Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya 8. sebab orang yang berperang itulah (yang menang) yang akan memegang kekuasaan. keamanan. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan profesional. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan 6. Pengakuan sebagai profesi 9. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 4. dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas 2. Tokoh terkenal aliran vitalisme adalah F. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi 10. sehingga orang yang bekerja tetap sesuai dgn keahliannya. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.Aliran Vitalisme Aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran naturalism sebab menurut faham vitalisme yang menjadi ukuran baik dan buruk itu bukan alam tetapi “vitae” atau hidup (yang sangat diperlukan untuk hidup). Hubungan yang erat dengan profesi lain Profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Untuk itu perlu penguasaan teorisistematis yang mendasari praktek pelaksanaan. Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education. Niettsche yang banyak memberikan pengaruh terhadap Adolf Hitler. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis 4. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan masyarakat. yaitu: 1. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. 2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. 3. ada 10 ciri khas suatu profesi. dst. 5. yaitu: 1. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional. Sedangkan menurut aliran kedua “perang adalah halal”. . Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri 7. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. Aliran ini terdiri dari dua kelompok yaitu (1) vitalisme pessimistis (negative vitalistis) dan (2) vitalisme optimistis. Kelompok pertama terkenal dengan ungkapan “homo homini lupus” artinya “manusia adalah serigala bagi manusia yang lain”. Profesi Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian. Suatu teknik intelektual 3. kelangsungan hidup dan sebagainya. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. Adanya pengetahuan khusus. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi 5.

namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya. B. Ada 4 ciri‐ciri profesionalisme: Memiliki keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun. Meskipun sudah ada aturan yang mengatur tentang kode etik profesi. Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk . Latar Belakang Profesi adalah suatu hal yang harus dibarengi dengan keahlian dan etika. ETIKA Dalam pergaulan hidup bermasyrakat. Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan. Selain itu agar para professional bias menjalankan profesi nya secara baik. 4. Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain. protokoler dan lain-lain. BAB II PEMBAHASAN A. Senin. namun seperti kita lihat saat ini masih sangat banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran ataupun penyalah gunaan profesi. Untuk itu penulis akan membahas pengertian dari kode etik profesi dan sanksi atas pelanggaran kode etik profesi. Tujuan Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi. 3. 17 Oktober 2011 MAKALAH ETIKA PROFESI TUGAS SOFTSKILL MAKALAH ETIKA PROFESI NAMA : FITHRIA PRATIWI KUSUMAWARDANI KELAS : 4eb10 NPM : 20208520 BAB I PENDAHULUAN A.1. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. 2. tata karma.

timbul kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri. artis. militer. nilai-nilai.PENGERTIAN KODE ETIK Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata.P SIMORANGKIR menjelaskan etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjdai pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Kebingungan ini timbul karena banyak orang yang profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksudmaksud tertentu. sekretaris dan sebagainya. buruk atau baik. Etika Berasal dari bahasa Yunani Ethos. penyanyi.H. sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai. etika didefinisikan sebagai "the discipline which can act as the performance index or reference for our control system". berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis.O. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat. Sejalan dengan itu. Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan self control". Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan.menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. juga belum cukup disebut profesi. pengacara. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan. ETIKA KHUSUS. • Etika dibedakan menjadi : a. yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori. Etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu atau masyarakat untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar. kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. menurut DE GEORGE. C. b. sehubungan dengan istilah profesi dan profesional. Drs. Burhanudin Salam adalah Cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. B. tetapi meluas sampai mencakup pula bidang seperti manajer. wartawan. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan. guru. Satu lagi pengertian Etika menurut Drs. pelukis. karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri. misalnya untuk menjamin suatu berita. dan semacamnya. merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Dan Drs. Menurut Martin [1993]. Kita tidak hanya mengenal istilah profesi untuk bidangbidang pekerjaan seperti kedokteran. etika adalah Teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk. Yang berarti norma-norma. tentram. tenang. bagaimana manusia mengambil keputusan etis. ETIKA UMUM. PROFESI Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian. keputusan atau .

Biggs dan Blocher ( 1986 : 10) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu : 1. Masyarakat pun menjadikan sebagai perdoman dengan tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota profesi. Kode etik guru sesungguhnya merupakan pedoman yang mengatur hubungan guru dengan teman kerja. antara lain : 1. Bias interaksi merupakan monopoli profesi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis Kode Etik Dapat diartikan pola aturan. kode etik tersebut sekaligus sebagai pedoman (guidelines). Konvensi nasional IPBI ke-1 mendefinisikan kode etik sebagai pola ketentuan. Tanggung jawab terhadap masyarakat. Dalam kaitannya dengan profesi. aturan karena pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan kode etik akan berhadapan dengan sanksi. 2. pimpinan dan masyarakat serta dengan misi tugasnya. teman sekerja. Untuk mengatur hubungan guru dengan murid. Agar guru terhindar dari penyimpangan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. tata cara. Penberi arah dan petunjuk yang benar kepada mereka yang menggunakan profesinya dalam melaksanakan tugas.suatu kesepakatan suatu organisasi. Ketentuan. Sutan Zahri dan Syahmiar Syahrun (1992) mengemukakan empat fungsi kode etik guru bagi guru itu sendiri. aturan.. 1981 )mengemukakan empat asas etis. Oteng/ Sutisna (1986: 364) mendefisikan bahwa kode etik sebagai pedoman yang memaksa perilaku etis anggota profesi. 4. tanda. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. yaitu : (1). Integritas dalam hubungan (4). FUNGSI KODE ETIK Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi. pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. (3). Menurut Oteng Sutisna (1986 : 364) bahwa pentingnya kode etik guru dengan teman kerjanya difungsikan sebagai penghubung serta saling mendukung dalam bidang mensukseskan misi dalam mendidik peserta didik. bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. 3. Kode etik dijadikan standart aktvitas anggota profesi. Fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel (1945 : 449) yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas prosefional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang professional. tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktifitas maupun tugas suatu profesi. Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi. murid dan wali murid. Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah.(Chung. Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi. yaitu memanfaatkan kekuasan dan hak-hak istimewa yang melindungi kepentingan pribadi yang betentangan dengan masyarakat. Peduli dan bertanggung jawab (3). Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis. Menghargai harkat dan martabat (2). Sebagai pegangan dan pedoman tingkah laku guru agar lebih bertanggung jawab pada profesinya. D. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Bahsannya setiap orang harus menjalankan serta mejiwai akan Pola. masyarakat dan pemerintah. (2). Etika hubungan guru dengan peserta didik menuntut terciptanya hubungan berupa helping .

Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. dalam praktek seharihari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggotaanggota profesi. 4. Menentukan baku standarnya sendiri. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. 3. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. Kode etik ini lebih memperjelas. E. keterbukaan dan ketulusan serta kejelasan ekspresi seorang guru. 6. kehangatan dan perhatian.TUJUAN KODE ETIK PROFESI6 1.relationship (Brammer. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. 8. Guru sangat perlu memelihara hubungan baik dengan masyarakat untuk kepentingan pendidikan. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK a. Bahwa guru percaya kepada pimpinan dalam meberi tugas dapat dan sesuai dengan kemampuan serta guru percaya setiap apa yang telah dikerjakan mendapatkan imbalan dan sebaliknya bahwa pimpinan harus yakin bahwa tugas yang telah diberikan telah dapat untuk dilaksanakan. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. 1979). 2. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. Namun demikian. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. Sanksi dikeluarkan dari organisasi Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. 7. Dengan ditandai adanya perilaku4 empati.penerimaan4dan penghargaan. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. . 5. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional F. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. Guru juga harus menghayati apa saja yang menjadi tanggung jawab tugasnya. Untuk meningkatkan mutu profesi. Sanksi moral b. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Etika Hubungan garis dengan pimpinan di sekolah menuntut adanya kepercayaan. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbanganpertimbangan lain. Seorang guru apabila ingin menjadi guru yang professional harusnya mendalami serta memiliki etika diatas tersebut. yaitu hubungan yang bersifat membantu dengan mengupayakan terjadinya iklim belajar yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional.

Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan cita-cita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bisa mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen.prastowo. Istilah seutuhnya lahir batin. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. sebab dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. karena tidak akan dijiwai oleh citacita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri.G. Kode Etik Guru Pembimbing/ Konselor Sekolah “ Konselor harus menghormati harkat pribadi. CONTOH PENERAPAN KODE ETIK 1. Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis. pemikiran etis tidak berhenti. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri.ac. Inilah bunyi kode etik guru yang perrtama dengan istilah “bebakti membimbing” yang artinya mengabdi tanpa pamrih dan tidak pandang bulu dengan membantu (tanpa paksaan. yaitu profesi. integritas dan keyakinan kliennya”. Kode Etik Guru “ Guru memiliki kewajiban untuk membimbing anak didik seutuhnya dengan tujuan membentuk manusia pembangunan yang pancasila”.staff. Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya. Dengan membuat kode etik.doc http://www.id/files/konsep-kebijakan-wireless. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. Dengan telah adanya kode etik profesi.tuk.ugm. Tetapi setelah kode etik ada. kode etik itu sendiri harus menjadi hasil SELF REGULATION (pengaturan diri) dari profesi. Supaya dapat berfungsi dengan baik. tetapi pembuatan kode etik itu sendiri harus dilakukan oleh profesi yang bersangkutan.lsp-telematika. YANG AKAN TERJADI JIKA KODE ETIK PROFESI TIDAK ADA Kode etik profesi berfungsi sebagai pelindung dan pengembangan profesi. manusiawi). Instansi dari luar bisa menganjurkan membuat kode etik dan barang kali dapat juga membantu dalam merumuskan. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai nilai moral yang dianggapnya hakiki. Akan semakin banyak terjadi penyalah gunaan profesi. maka akan semakin banyak terjadi pelanggaran.or. Apalagi jika kode etik profesi tidak ada. secara fisik dan psikis. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar.doc . H. 1.id/download/203/203. BAB III KESIMPULAN Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. Apabila kode etik itu telah diterapkan maka konselor ketika berhadapan dalam bidang apapun demi lancarnya pendidikan diharapkan memiliki kepercayaan dengan clientnya dan tidak membuat clientnya merasa terseinggung. DAFTAR PUSTAKA http://www. masih banyak kita temui pelanggaran-pelanggaran ataupun penyalahgunaan profesi. Jadi guru harus berupaya dalam membentuk manusia pembangunan pancasila harus seutuhnya tanpa pamrih.

wordpress.http://pakgalih.com/2009/04/07/pengertian-dan-fungsi-kode-etik/ Diposkan oleh E_3L di 23:09 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful