P. 1
Kewenangan Bidan Dalam Pemberian Obat

Kewenangan Bidan Dalam Pemberian Obat

|Views: 2,126|Likes:
Published by gwandeolyn

More info:

Published by: gwandeolyn on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

SENIN, 21 MARET 2011

kewenangan bidan dalam pemberian obat BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Pemberian obat pada ibu hamil dan pada saat persalinan tentunya harus memikirkan banyak faktor , yaitu masalah efek samping yang ditimbulkan oleh obat itu. Keberadaan obat pada ibu hamil ditinjau dari tiga kompartemen, yaitu kompartemen ibu, kompartemen janina dan kompartemen plasenta. Ada banyak macam obat yang boleh atau aman untuk ibu hamil dan masa persalinan namun tidak semua dari obat tersebut bebas diberikan oloeh bidan kepada pasiennya, karena ada kewenanangan bidan dalam pemberian obat masih sangat terbatas. Kementrian kesehatan telah membuat peraturan yang tertulis tentang hak dan kewenangan bidan dalam memberikan obat untuk pasiennya sesuai dengan peraturan yang telah dibuat. B. RUMUSAN MASALAH a. Bagaimana ruang lingkup dan hubungan bidan dan obat? a. Bagaimana Pemberian obat oleh bidan? a. Bagaimana Penggunaan obat dalam masa kehamilan? b. Bagaimana Penggunaan obat dalam masa persalinan? c. Bagaimana Kewenangan bidan dalam pemberian obat dan aspek legalnya? B. TUJUAN a. Mengetahui ruang lingkup dan hubungan bidan dan obat. b. Mengetahui Pemberian obat oleh bidan. b. Mengetahui Penggunaan obat dalam masa kehamilan. c. Mengetahui Penggunaan obat dalam masa persalinan.

serta memenuhi kualifikasi untuk didaftar (register) dan atau memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik bidan. deteksi komplikasi pada ibu dan anak. BAB II PEMBAHASAN A. pada bulan Juli tahun 2005 di Brisbane Australia ditetapkan sebagai berikut: “Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikann bidan yang diakui di negaranya. memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir. RUANG LINGKUP BIDAN OBAT a. dan bayi. asuhan dan nasehat selama masa hamil. Definisi terakhir disusun melalui konggres ICM ke 27. Bidan diakui sebagai tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel. Pengertian Obat dan Bidan Sebelum terlalu dalam membahas tentang kewenangan bidan dalam pemberian obat pada ibu hamil dan masa persalinannya. Definisi tersebut secara berkala di review dalam pertemuan Internasional / Kongres ICM. dan ruang lingkupnya. perlu diketahui sebelumnya apa yang dimaksud dengan bidan. dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai. promosi persalinan normal. yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan. Mengetahui Kewenangan bidan dalam pemberian obat dan aspek legalnya. dan diakuioleh WHO dan Federation of International Gynecologist Obstetrition (FIGO). telah lulus dari pendidikan tersebut. serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan. masa persalinan dan masa nifas.d. Definisi bidan menurut International Confederation Of Midwives (ICM) yangdianut dan diadopsi oleh seluruh organisasi bidan di seluruh dunia. Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan .

Pemberian obat pada ibu hamil dan pada saat persalinan tentunya harus memikirkan banyak faktor . khususnya kontrasepsi hormonal seperti pil. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatanperempuan. oleh karena itu untuk menunjang tugasnya. seorang bidan memerlukan alat dan obat untuk menjalankan tugas nya.” Dari pengertian di atas. . masyarakat. Rumah Sakit. tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. termasuk di rumah.pendidika kesehatan. Dalam pelaksanaannya bidan memiliki tanggung jawab terhadap keamanan obat dan pemberian langsung kepada ibu hamil. tidak hanya kepada perempuan. implant. klinik atau unit kesehatan lainnya. dapat disimpulkan bahwa bidan adalah seorang mitra tenaga kesehatan yang hamper sama tugasnya dengan dokter dan perawat namun memiliki tingkatan dantugas masing-masing yang berbeda. Hal ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan paisen. kesehatan seksual atau kesehatan reproduksidan asuhan anak. Bidan dapat praktik diberbagai tatanan pelayanan. Bidan dan obat tidak dapat dipisahkan karena sudah merupakan kewajiban seorang bidan memberikan obat yang sesuai dengan keluhan pasiennya untuk mengatasi keluhannya. Keberadaan obat pada ibu hamil ditinjau dari tiga kompartemen. yaitu kompartemen ibu. tentunya bidan juga berperan dalam pemberian obat kepada ibu yang tidak ingin hamil. pengobatan dan pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh. Selain dari ibu hamil dan yang akan melakukan persalinan. dan suntikan hormon. PEMBERIAN OBAT OLEH BIDAN Bidan bertugas dalam menghadapi ibu hamil dan melahirkan menggunakan berbagi macam obat . Obat merupakan subtansi yang diberikan kepada manusia atau binatang sebangai perwatan. B. yaitu masalah efek samping yang ditimbulkan oleh obat itu. dalm hal ini pemberian alat-alat kontrasepsi. Begitu banyaknya yang perlu diperhatikan maka seorang bidan harusnya berhati-hati dalam memberikan obat kepada pasiennya. kompartemen janin dan kompartemen plasenta.

ibu. beberapa obat kan lebih menurunkan fungsi hepar akibat adanay hormone plasenta terutama profesteron dan estrogen. PENGGUNAAN OBAT DALAM MASA KEHAMILAN Pada ibu hamil . Demikian pula pada filtrasiglomerolus akan meningkat 50% . Pada ibu hamil maka akan tumbuh unit fetoplasental dalam uterus yaitu janin yang sedang berkembang dan plasenta yang berfungsi memberikan makan pada janin tersebut. serta imunisasi pada bayi dan balita meski tidak sepenuhnya harus dilakukan oleh bidan. b. ini akibat peningkatan volume plasma dara dan hormone progesterone.sehingga obat akan lebih lama berada di traktus digestivus. Pada ibu hamil fungsi hati terganggu karena adanya hormon plasenta. Dan imunissasi pra nikah. Efek pada ibu Pada ibu hamil . maka pembetukan protein. dan plasentanya. terutama albumi akan menurun . a. Bila dalam plsma darah ibu terdapat obat ..Bidan juga berperan penting dalam pemberian imunisasi toksoplasma dan toksoid pada ibu hamil. hormone plasenta akan mempengaruhi fungsi traktus digestivus dan motilitas usus.yaitu membrane bioaktif sito plasmik lipoprotein sel trofoblast . Dengan peningkatan ini maka ada jenis obat tertentu yang cepat diekskresikan. beberapa obat jantung (digoksin) dan golongan markolid. endotel . ada banyak hal yang harus diperhatiakn saat pemberian obat. Efek pada plasenta Plasenta merupakan unit yang menyalurkan nutrient dari ibu ke janin. misalnya golongan penisilin dan derivatnya . janin . yaitu efek obat tersebut terhadap. C. Dengan banyaknya mual dan muntah akan mempengaruhi dosis obat yang masuk ke saluran pencernaan. pH pada lambung akan meningkat menyebabkan buffer asam basa terganggu rebsorpsi makanan dan obat menurun sehingga efek terpeotik obat menurun. maka obat ini kan melewati mekanisme transfer plasenta (sawar plasenta).

Namun . Periode organogenesis. Efek pada janin Dengan mengingat peran palasenta dalam memfiltrasi atau seleksi obat secar pasifmaupun aktif serta banya sedikitnya obat yang akan masuk ke janin. amka akan terjadi keseimbangan kadar obta yang terdapati dalam janin lebih tinggi dibandingkan kadar obat yang terdapat dalam plasma ibu. dengan kemampuan tersebut maka kadar obat yang melewati palsenta akan berkurang c. dimana organogenesis masih berlangsung walau belum sempurna . Pemberian obat untuk ibu s akan berpengaruh besar tehadap janinnya.tapi yang paling sering terjadi adalah pembeian obat untuk ibu tepi tanpa terpikirka masuk ke dalam plasenta dan akan mempengaruhi kesejahteraan janin. sangat rentan terhadap efek obat .kapiler vili korialis. terutama obat-obat tertebtu yang memberi efek negative atau cacat bawaan pada pertumbyhan janin . maka perlu dipikirakan kadr oabt yang berefek atau memberi resiko pada kesejahteraan janin. yaitu sejak 17 hari sampai lebih kurang 70 hari pascakonsepsi. transportasi aktif dan fasilitatif . bahkan ada yang mengatakan tida berpengaruh. sangat jarang pemberian obat untuk janin melalui ibu. Dalam periode 17 hari pascakonsepsi organ janin yang telah tebentuk dapat mengadakan detoksikasi atatu . yaitu dua minggu pertam sejak konsepsi. obat yang berpengaruh jenis obatnya tidak terlalu banyak . Obat akan melaui sawar plasenta denag cara difusi aktif/pasif. Bila obat akan member pengaruh teratogenik pada jain maka pemberian obat tersebu perlu di pertimbangkan . dan jarinag pengikat intersisial vili. Pada periode ini embrio belum terpengaruh oleh efek obat penyebab teratogenik. Periode pertumbuhan janin yang dapat beresiko dalam pemberian obat pada pertumbuhannya yaitu: 1. periode trimester dua awaln sampai trimester tiga masih ada obat-obat tertentu yang dapat berpengaruh terhadap fungsi organ-organ vital janin. 2. Periode embrio. Setelah 70 hari pascakonsepsi. Sebab kemampuan janin dalam memetabolisasi obat sangat terbatas. albumin janin belum mampu mengikat obat . 3.

Obat dalam kategori ini amat kecil kemungkinannya bagi keselamatan janin. Pernah terjadi musibah bayi talidomit pada tahun 1993 dimana bayi-bayi itu mengalami kelainan cacat bawaan tanpa ekstremitas akibat ibu mengomsums talidomid. kecuali adanya penurunan fertilitas pada kehamilan trimester pertama. C B D X Sumber: pemakaian obat pada ibu hamil dan menyasui. kecuali adanya penurunan fertilitas pada kehamilan trimester pertama. adalah golongan obat yang pada studi terhadap binatang percobaan maupun pada manusia menunjukkan bukti adanya resiko bagi janin. atau kemungkinan dalam keadaan hamil. sedangkan pada trimester berikutnya tidak didapatkan bukti adanya resiko. Pada keadaan khusus obat ini digunakan jika manfaatnya kemungkinan lebih besar dibanding resikonya. adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan resiko bagi janin. Obat golongan ini tidak boleh dipergunakan (kontra indikasi) untuk wanita hamil. Belum ada studi terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan adanya efek samping. Oleh karena itu keseimbanaga obat dalam plasma ibu dan plasma janin sangat penting. sedangkan pada trimester berikutnya tidak didapatkan bukti adanya resiko. adalah golongan obat yang menunjukkan adanya resiko bagi janin.Teraupetik Good Administration) kategori A keterangan adalah golongan obat yang pada studi (terkontrol) pada kehamilan tidak menunjukkan resiko bagi janin pada trimester 1 dan trimester berikutnya. Contoh Kategori Penggunaan Obat Pada Masa Kehamilan (FDA) Nama Obat Parasetamol Asetosal Bismuth Kafein Pada Kehamilan B C ( D jika dosis penuh diberikan pada trimester ketiga) C(D pada trimester ketiga) B . untuk mengatasi morning sicks yang dialami oleh ibunya. Belum ada studi terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan adanya efek samping. Untuk menghindari hal ini maka dibuat daftar kategori obat badan pengawas obat Australia (TGA. adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan resiko bagi janin. Penggunaan obat golongan ini terutama untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa atau jika tidak ada obat lain yang lebih aman.metebolisme obat tapi belum sempuna dengan demikian obat akn tersimpan lebih lam dalam sirkulasi janin.

Cefixime. Camitine. Pantothenic acid (masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA). Alclometasone. Cefazolin. Azatadine. Astemizole. Aminophylline. Folic acid(masuk kategori C jika dosisnya melebihi 0. Budesonide (inhalasi. Acetylcholine chloride. Clotrimazole. Vitamin E (masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA). Antazoline. Ceforanide. Clemastine. nasal). Benzocaine. Cefapirin. Calcium folinate. Cefaclor. Bacitracin. Cefamandole. Beclometasone. Nystatin vaginal sup (masuk kategori C jika digunakan per oral dan topikal). Potassium citrate. Cetirizine. Calcium ascorbate. Thyroid hormones. Azelaic acid. Cefepime. Calcium citrate. Ceftibuten. CONTOH OBAT KATEGORI B (nama generik): Acetylcysteine. Cefonicid. Ceftriaxone. Calcium acetate. Cefditoren. Aluminium hydrochloride. Doxylamine. Clozapine. Calcium polystyrene . Amlodipine. Potassium gluconate. Cefotaxime. Atazanavir. Buspiron. Calcitonin. Adenosine. Caffeine. Pyridoxine (vitamin B6). Calcium lactate. Benzatropine mesilate. Ciclipirox. Amphotericin B. Riboflavin (masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA). Liothyronine. Butoconazole. Ceftizoxime. Amitriptyline. Cefprozil. Ergocalciferol( masuk kategori D jika dosisnya melebihi US RD). Cefmetazole. Carbenicillin. Benzylpenicillin.8 mg per hari). Ciclacillin. Cefalexin. Potassium chloride. Calcium chloride. Cefalotin. Cefpodoxime. Atropin. Vitamin D (masuk kategori D jika dosisnya melebihi US RDA). Cefotetan disodium. Albendazole. Chlortalidone ( masuk kategori D jika digunakan untuk hipertensi yang diinduksi oleh kehamilan). Acyclovir. Clindamycin. Chlorhexidine (mulut dan tenggorokan). Ceftazidime. Amiloride (masuk kategori D jika digunakan untuk hipertensi yang diinduksi oleh kehamilan) Ammonium chloride. Cloxacillin. Amoxicillin. Calcium gluconate. Cefdinir. Cefoxitin. Thiamine (vitamin B1) (masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA). Bisacodyl. Hydroxocobalamine (masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA). Cefadroxil. Chlorpenamine. Buclizine. Calcium glucoheptonade.CTM Konroitin sulfatglukosamin Klotrimazol Kodein Dimenhidrinat Difenhidramin Efedrin Famotidin B Tidak ada data B (topika) . Calcium phosphate. Cefoperazone. Belladonna. CONTOH OBAT KATEGORI C (nama generik): Acetazolamide. Colestyramine. Thyroglobulin. Albumin. Cefatrizine. Ampicillin. Cefuroxime. Allopurinol. Cefradine. Calcium carbonate. Cimetidine. C (troches) C ( D jika digunakan dalam waktu lam atau pada dosis tinggi) B B C B CONTOH OBAT KATEGORI A (nama generik): Ascorbic acid (vitamin C) (masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RD). Ammonium lactate (topical).

Lynestrenol. Tamoxifen. Cinnarizine. Leflunomide. Uracil. Captopril. Methimazole. Choline theophyllinate. Bicalutamide. Ganirelix. Mestranol. Oxytetracycline. Chlorpromazine. Nicotine (po). Oxazepam. Chlorothiazide. Carbachol. Coumarin. Misoprostol. Doxycycline. Finasteride. Clonazepam. Estrone. Methyl testosterone. Alprotadil (parenteral). Cidofovir. Carbimazole. Atenolol. D. Carbamazepine. Gestodene. dan beta metason dapat melalui sawar [plasenta dan masuk melalui sirkulasi janin dengan baik oleh karena detoksikasi atau metabolisme pada plasenta hanya sedikit. Nafarelin. Lorazepam. Flurouracil. Estropipate. Mifeprestone. dimana proses terjadinya karena adanya kontraksi otot polos uterus sehingga serviks melunak dan terbuka untuk memungkinkan pengeluaran bayi . Cilastatin. misalnya FLEKAINID. Kedua obat. Rasio estrogen (merangsang otot polos uterus) dan progesteron (relaksasi otot polos uterus) serta pelepasan hormon hipofisis posterior yaitu oksitosin dan prostaglandin juga sangat berperan dalam kontraksi otot polos uterus. Tetracycline. Carbidopa. Chlorotrianisene. Pada suatu saat bila diberikan pengobatan pada janin dengansengaja obat diberikan melalui ibu misalnya antibiotika .sulfonate. Diethylstilbestrol. Atorvastatin. Levonorgestrel. Cilazapril. Goserelin. Methotrexate. Chenodeoxycholic acid. disertai makin banyaknya reseptor hormon di uterus. Dienestrol. Cetrorelix. Medroxyprogesterone. Leuprorelin. Iodinated glycerol. nandrolone. PENGGUANAAN OBAT DALAM MASA PERSALINAN Persalinan adalah pengeluaran bayi pada akhir kehamilan. Estazolam. CONTOH OBAT KATEGORI D (nama generik): Amikacin. Fluoxymesterone. Ada beberapa obat yang masuk dalam sirkulasi janin yang seimbang dengan obat dalam sirkulasi ibu dan diekskresikan dengan baik oleh janin dan masuk ke dalam amnion . Fluvastatin. Diazepam. Pada saat yang tepat hormon dan reseptor berinteraksi sehingga memicu kontraksi. Lovastatin. Flurazepam. deksametason. Chloral hydrate. Etretinate. Dihydro ergotamin. Danazol. Ergometrin. Ethinyl estradiol. Estriol succinate. Menotrophin. Estramustine. Human menopausal gonadotrophin. Clomifen. Carbinoxamine. Miglustat. Medrogestrone. Amobarbital. Hormon oksitosin semakin meningkat produksinya menjelang akhir kehamilan. Desogestrel. Bosentan. Minocycline. Ergotamin. antiaritma vitamin K . Etradiol. Dutasteride. . Meprobamate. Chorionic gonadotrophin. Cerivastatin disodium. Kanamycin. Chloramphenicol. Voriconazole… dll X (nama generik): Acitretin. Capreomycin. deksametason dan betametason sering digunakan sebagai perangsang pematanagn paru-paru janin. Chloroquine. Isotretinoin. Floritropin. Imipramine. Chlordizepoxide. Fluorescein (parenteral).

lama kerja 2-3 jam eraksi obat : Dengan obat Vasopresor dpt mengakibatkan hipertensi dan dg anastesi siklopropan menyebabkan Pematangan serviks Kontraksi uterus (oksitosin + prostaglandin) Pembentukan prostaglandin oleh amnion akan meningkat pd saat menjelang akhir kehamilan sehingga menaikkan kadar prostaglandin. induksi pengeluarkan tabolisme : t1/2 1-9 menit. pencegahan perdarahan pasca persalinan (P3) serta penguatan persalinan Obat :Oxytocin (Pitocin. Sensitivitas uterus thdp prostaglandin akan meningkat secara progresif sepanjang kehamilan. dimetabolisme di hati. serviks menjadi matang (pengaruh PGE2) yg meningkatkan produksi enzim yg memecah dan melonggarkan kolagen serviks Ada 4 tipe prostaglandin yg mempunyai peranan penting dlm proses melahirkan • • PGE1 : Mematangkan serviks PGE2 : Meningkatkan kontraksi uterus dan mematangkan serviks . Dalam bulan terakhir kehamilan.OKSITOSIK adalah golongan obat yang digunakan untuk merangsang kontraksi otot polos uterus dalam membantu proses persalinan. Senyawa tersebut merupakan substansi yg penting sebagai hormon lokal Prostaglandin di dlm tubuh sangat penting dlm membantu proses melahirkan : • • kanisme kerja : Merangsang kontraksi otot polos uterus untuk mempercepat persalinan. mual. muntah. anoreksia hipertensi PROSTAGLANDIN merupakan senyawa yg dibuat dari fosfolipid pada membran sel dlm jaringan tubuh. ruam kulit. Syntocinon) 10 Unit/ampl ASI Absorpsi : Melalui mukosa hidung Distribusi :Distribusi luas ke cairan ekstraseluler Eliminasi : Ginjal Efek samping : Konstipasi.

Demi menghindari adanya kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi karena pemberian obat yang salah oleh bidan pada ibu hamil. renin dan steroid adrenal Kontraindikasi :Terdapat ruptura membran amnion . dan janin.• • PGI2 : Aliran darah darah dari ibu ke janin PGI2α : Menimbulkan kontraksi uterus segala waktu PROSTAGLANDIN SINTETIK Obat :Dinoproston (PGE2) pervaginal Sediaan :Tablet dan jelly Indikasi :Pematangan serviks dan induksi persalinan Aksi :10 menit setelah dimasukkan ke dalam vagina Absorpsi :Dinding vagina Obat :Misoprostol (PGE1) pervaginal Sediaan :Tablet Indikasi :Induksi dan penguatan persalinan serta penatalaksanaan kala tiga persalinan Efek samping prostaglandin :Pireksia (demam) Vasodilatasi dan hipotensi Inflamasi Sensitasi terhadap nyeri Duresis dan kehilangan elektrolit Pelepasan hormon hipofise. kwenangan ini dituliskan pada KEPMENKES 900 dan KEPMENKES 396 mengenai obat. maka kementrian kesehatn membuat keputusan tentang kewenangan bidan dalam pemberian obat. Adapun uraian KEPMENKES 900 tentang kewnanagn bidan adalah sebagai berikut: Lampiran III . yaitu ibu hamil itu sendiri.karena banyaknya hal-hal yang harus diperhatikan termasuk beberapa kompartemen yang harus dijaga dari efek yang ditimbulkan oleh obatobat tertentu. KEWENANGAN BIDAN DALAM PEMBERIAN OBAT DAN ASPEK LEGALNYA Melihat kondisi-kondisi diatas pemberian obat untuk ibu hamil dan masa persalina memamg harus perlu diperhatikan dan kewaspadaan yang tinggi dalam hal ini seorang bidan yang mempunyai tanggung jawab. plasenta. Adanya riwayat sikatris E.

6. nifas dan bayi baru lahir (0-28 hari). Melaksanakan tugas kewenangan sesuai dengan standar profesi. Menjaga tubuh bayi tetap hangat dengan kontak dini. persalinan.balita dan anak pra sekolah. Mencegah infeksi pada bayi baru lahir antara lain melalui perawatan tali pusat secara higienis. 4. konseling persiapan pranikah dan pemeriksaan fisik yang dilakukan menjelang pernikahan. seperti keputihan dan penundaan haid. Mematuhi dan melaksanakan protap yang berlaku diwilayahnya. 3. Pelayanan kesehatan kepada anak diberikan pada masa bayi (khususnya bayi baru lahir). Pelayanan kebidanan dalam masa kehamilan. Pelayanan kesehatan kepada anak meliputi: a. 5. bidan dapat memberikan uterotonika. 7. Dalam melaksanakan pertolongan persalinan. nifas. Memiliki ketrampilan dan kemampuan untuk tindakan yang dilakukannya.Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 900/MENKES/SK/VII/2002 Tanggal : 25 Juli 2002 PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIK BIDAN (Ada bagian yang tidak di tampilkan) WEWENANG BIDAN 1. karena kebanyakan kematian ibu dan bayi terjadi pada masa tersebut. mempertahankan bayi bernafas spontan. 2. 8. Bertanggung jawab atas pelayanan yang diberikan dan berupaya secara optimal dengan mengutamakan keselamatan ibu dan bayi atau janin. 4. b. d. . Pertolongan persalinan yang atraumatik. 5. atau tindak lanjut pengobatan sesuai advis dokter. prahamil. sehingga dapat berprilaku reproduksi sehat secara mandiri dalam kehidupan rumah tangganya kelak. Pelayanan kepada wanita dalam masa pranikah meliputi konseling untuk remaja putri. c. Membersihkan jalan nafas. menyusui dan masa antara kehamilan (periode interval). Pelayanan kebidanan kepada wanita oleh bidan meliputi pelayanan pada masa pranikahtermasuk remaja putri. Pelayanan dan pengobatan kelainan ginekologik yang dapat dilakukan oleh bidan adalahkelainan ginekologik ringan. Pemberian ASI dini dalam 30 menit setelah melahirkan. 9. masa persalinan dan masa nifas meliputi pelayanan yang berkaitan dengan kewenangan yang diberikan. 2. Perhatian khusus diberikan pada masa sekitar persalinan. agar penanganan dini atau pertolongan pertama sebelum rujukan dapat dilakukan secara cepat dan tepat waktu. bidan harus: a. b. Dalam menjalankan kewenangan yang diberikan. 3. pemberian imunisasi dan pemberian ASI eksklusif. bersih dan aman. kehamilan.Pertolonganginekologik yang diberikan tersebut pada dasarnya bersifat pertolongan sementara sebelum dirujuk ke dokter. Tujuan dari pemberian pelayanan ini adalah untuk mempersiapkan wanita usia subur dan pasangannya yang akan menikah agar mengetahui kesehatan reproduksi. Pelayanan neonatal esensial dan tata laksana neonatal sakit diluar rumahsakit yang meliputi: 1. Pemberian kewenangan lebih luas kepada bidan dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan kegawatan obstetri dan neonatal kepada setiap ibu hamil/ bersalin. Pemeriksaan dan perawatan bayi baru lahir dilaksanakan pada 0 – 28 hari.

Kehamilan ganda seharusnya sejak semula direncanakan pertolongan persalinannya dirumah sakit oleh dokter. Pemberian obat yang bersifat sementara pada penyakit ringan sepanjang sesuai dengan obat-obatan yang sudah ditetapkan dan segera merujuk pada dokter. Bayi tersebut selanjutnya perlu dirawat di fasilitas kesehatan. oksitosin pada kala III dan kala IV untuk mencegah/ penanganan perdarahan postpartum karena hipotonia uteri. Resusitasi pada bayi baru lahir dengan akfiksia. Beberapa tindakan yang termasuk dalam kewenangan bidan antara lain: a. calon pengantin. Penyuluhan kepada ibu tentang pemberian ASI eksklusif untuk bayi dibawah 6 bulan dan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi diatas 6 bulan. Tindakan ini dilakukan atas dasar kompetensi dan pelaksanaanya berdasarkan Protap. Memberikan imunisasi kepada wanita usia subur termasuk remaja putri. Bidan diberi wewenang untuk melakukan resusitasi pada bayi baru lahir yang mengalami asfiksia. Jelly dan melaksanakan konseling. Pencabutan AKBK tidak dianjurkan untuk dilaksanakan melalui pelayanan KB keliling. sedativa pada preeklamsi/ eklamsi. Diperlukan keterampilan bidan dan pelaksanaan tindakan sesuai denganprotap yang berlaku. d. pada distosia karena inertia uteri dandiyakini bahwa bayi dapatlahir pervaginan. Memberikan pelayanan efek samping pemakaian kontrasepsi. tablet. persalinan dengan tindakan dan pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Memberi pelayanan keluarga berencana yakni: pemasangan IUD. Hipotermi pada bayi baru lahir. h. b. sebagai pertolongan pertama sebelum dirujuk. Pertolongan yang diberikan oleh bidan bersifat pertolongan pertama yang perlu mendapatkan pengobatan oleh dokter bila gangguan berlanjut. kontak dini dan metode kangguru. Versi luar pada gemeli pada kelahiran bayi kedua. kondom. ibu dan bayi. khususbya yang mempunyai berat lahir kurang dari 1750 gram. Demi penyelamatan hidup bayi dan ibu. e. Kompresi bimanual internal dan/ atau eksternal dapat dilakukan untuk menyelamatkan jiwa ibu pada pendarahan postpartum untukmenghentikan pendarahan. Bidan dalam memberikan pelayanan keluarga berencana harus memperhatikan kompetensi dan protap yang berlaku diwilayahnya meliputi: a. g. menghangatkan. utamanya bayi prematur. Pemantauan tumbuh kembang balita untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak melalui deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang balita. yang sering terjadi pada partus lama. Ekstraksi vacum pada bayi dengan kepala di dasar panggul. d.c. Bila hal tersebut tidak diketahui bidan yang menolong persalinan terlebih dahulu dapat melakukan versi luar pada bayi kedua yang tidak dalam presentasi kepala sesuai dengan protap. e. dapat melakukan ekstraksi vacum atau ekstraksi cunam bila janin dalam presentasi belakang kepala dan kepala janin telah berada di dasar pinggul. bidan yang telah mempunyai kompetensi. 11. ketuban pecah dini. 10. Bidan diberi wewenang untuk melaksanakan penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dengan mengeringkan. Melakukan tindakan amniotomi pada pembukaan serviks lebih dari 4 cm pada letakbelakang kepala. b. pemberian suntikan. . Memberikan suntikan kepada penyulit kehamilan meliputi pemberian secara parental antibiotika pada infeksi/ sepsis. f. diafragma. alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK). Melakukan pencabutan alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK) tanpa penyulit. c. c.

Untuk Surat keterangan kematian hanya dapat diberikan terhadap ibu dan atau bayi yang meninggal pada waktu pertolongan persalinan dilakukan dengan menyebutkan: 1. b. Setiap pemberian surat keterangan kelahiran atau surat keterangan kamatian harus dilakukan pencatatan. sehingga memberikan kesempatan kepada pasien untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi dirinya. 5. 6. identitas bidan. 2. 8.d. b. 3. 13. Persetujuan dari pasien dan orang terdekat dalam keluarga perlu dimintakan sebelum tindakan dilakukan. Untuk surat keterangan kelahiran hanya dapat dibuat oleh bidan yang memberikan pertolongan persalinan tersebut dengan menyebutkan: 1. . 12. 2. b. berat badan dan panjang badan anak yang dilahirkan. tanggal dan jam). 7. Dalam memberikan pertolongan. dugaan penyebab kematian. 14. Setiap pelayanan yang diberikan oleh bidan perlu didokumentasikan/ dicatat. Dalam keadaan darurat. Penyediaan dan penyerahan obat-obatan: a. Pasien berhak mengetahui dan mendapat penjelasan mengenai semua tindakan yang dilakukan kepadanya. Pemberian surat keterangan kelahiran dan kematian dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. bidan berwenang melakukan mpelayanan kebidanan selain kewenangan yang diberikan bila tidak mungkin memperoleh pertolongan dari tenaga ahli. 15. bidan harus mengikuti protap yang berlaku. Informasi mengenai pelayanan/ tindakan yang diberikan dan efek samping yang ditimbulkan perlu diberikan secara jelas. identitas suami dan ibu yang melahirkan. untuk penyelamatan jiwa. jenis kelamin. identitas bidan penolong persalinan. identitas suami dari ibu yang meninggal. tanggal dan jam). identitas ayah dan ibu dari bayi yang meninggal. Melakukan rekam medis dengan baik. Bidan harus menyediakan obat-obatan maupun obat suntik sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. jenis kelamin. waktu kematian (tempat. 3. 4. Memberikan informasi. c. seperti hasil pemeriksaan dan tindakan yang diberikan dengan menggunakan format yang berlaku. Beberapa kewajiban bidan yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kewenangan: a. identitas ibu/bayi yang maninggal. Bidan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan. umur. c. 4. Meminta persetujuan yang akan dilakukan. waktu kelahiran (tempat. Bidan diperkenankan menyerahkan obat kepada pasien sepanjang untuk keperluan darurat dan sesuai dengan protap.

dilanjutkan dengan perujukan. dan c. l. Pemberian surat keterangan kelahiran m. Resusitasi pada bayi baru lahir dengan asfiksia i. penyalahgunaan . Penjahitan luka episiotomi e. 7. Referensi lain pada Peraturan menteri kesehatan republik Indonesia tertulis beberapa aturan pembewrian obat oleh bidan. Pemberian obat bebas. merujuk dan memberikan penyuluhan Infeksi Menular Seksual (IMS). Episiotomi d. uterotonika untuk postpartum dan manajemen aktif kala III. kutipan tersebut ada pada : Pasal 1 ayat 6-7 o o 6. Bimbingan senam hamil c. Pemberian minum dengan sonde/pipet k. Pemberian surat keterangan hamil untuk keperluan cuti melahirkan Pasal 13 o o o o Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat s berwenang untuk: a. Dan pemberitahuan sebelumnya oleh dokter. Melakukan pembinaan peran serta masyarakat dibidang kesehatan ibu dan bayi. Inisiasi menyusui dini dan promosi air susu ibu eksklusif h. f. j. Pencegahan anemi g. Memberikan imunisasi dalam rangka menjalankan tugas pemerintah b. Melaksanakan deteksi dini. Penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dan segera merujuk. Obat Bebas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna hijau yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.Dari keputusan di atas maka dapat disimplkan bahwa kewenagan bidan sangat terbata dalam pemberian obat. Pasal 11 o o o o o o o o o o o o o o Bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 huruf a berwenang untuk: a. Obat Bebas Terbatas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna biru yang dapat diperoleh tanpa resep dokter. Kompresi bimanual dalam rangka kegawatdaruratan. Melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas. b.

.Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) serta penyakit lainnya. Bidan dan obat tidak dapat dipisahkan karena sudah merupakan kewajiban seorang bidan memberikan obat yang sesuai dengan keluhan pasiennya untuk mengatasi keluhannya. KESIMPULAN a. kompartemen janina dan kompartemen plasenta. BAB III PENUTUP A. Pemberian obat pada ibu hamil dan pada saat persalinan tentunya harus memikirkan banyak faktor . yaitu masalah efek samping yang ditimbulkan oleh obat itu. bidan adalah seorang mitra tenaga kesehatan yang hamper sama tugasnya dengan dokter dan perawat namun memiliki tingkatan dantugas masingmasing yang berbeda. oleh karena itu untuk menunjang tugasnya. b. Dari keputusan di atas maka dapat disimplkan bahwa kewenagan bidan sangat terbata dalam pemberian obat. seorang bidan memerlukan alat dan obat untuk menjalankan tugas nya. yaitu kompartemen ibu. Dan pemberitahuan sebelumnya oleh dokter. Keberadaan obat pada ibu hamil ditinjau dari tiga kompartemen.

OAD atau jamu-jamu tradisional yang belum teruji. implant. SARAN a. Bidan juga berperan penting dalam pemberian imunisasi toksoplasma dan toksoid pada ibu hamil. Hindari makanan minuman danzat yang tidak diperlukanoleh janin dalam masa pertumbuahnnya . obat sedative.c. Selain dari ibu hamil dan yang akan melakukan persalinan. khususnya kontrasepsi hormonal seperti pil. Hindari pemberian obat pada periode pertama pascakonsepsi b. misalnya merokok. tentunya bidan juga berperan dalam pemberian obat kepada ibu yang tidak ingin hamil. Berikan obat yang jelas. dan mempertimbangkan keperluan pengobatan primernya. dalm hal ini pemberian alat-alat kontrasepsi. Pergunakan pedoman penggunaan obat rresmi dan daftar obat-obat yang aman demikian pula pemberian obat terbatas atau yang tidak diperbolehkan pada ibu hamil. c. d. B. . dan suntikan hormon. olkohol. serta imunisasi pada bayi dan balita meski tidak sepenuhnya harus dilakukan oleh bidan. d. Dan imunissasi pra nikah. aman .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->