SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK SE - 02/PJ.

/2006 tanggal (1 Februari 2006)

Direktorat Jenderal Pajak .Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) di bidang pendidikan adalah Program pemerintah untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan pendidikan terutama dalam penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.2006 2 .

  Untuk periode bulan Juli-Desember 2005 dan akan dilanjutkan pada tahun 2006. Direktorat Jenderal Pajak . Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) di bidang pendidikan tersebut diberikan dalam Bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS).2006 3 . Dana BOS tersebut bersumber dari APBN.

Pondok Pesantren Salafiyah Penyelenggara Wajib Belajar Pendidikan 9 Tahun. f. b.Sekolah Agama Non Islam Penyelenggara Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. MI. SMPLB. e. MTs. d. h. SD. Direktorat Jenderal Pajak . g.a.2006 4 . c. SDLB. SMP.

Penanggung jawab kegiatan harus memberikan pertanggungjawaban kepada Bendahara/Guru. Pengeluaran dana berdasarkan permintaan penanggung jawab kegiatan dan diketahui oleh Kepala Sekolah dan disetujui oleh Komite Sekolah. Direktorat Jenderal Pajak . c. b.a.2006 5 . Dana BOS ditransfer ke rekening rutin sekolah oleh lembaga penyalur Kantor Pos/Bank.

 Direktorat Jenderal Pajak .Belanja Barang/Jasa dan.2006 6 .  Pengeluaran untuk Honorarium Guru dan Bantuan Siswa.

ulangan umum bersama dan ulangan umum harian. Pembelian bahan-bahan untuk perawatan/ perbaikan ringan gedung sekolah. Belanja Barang/Jasa. antara lain meliputi: 1. Pembelian bahan-bahan habis pakai.a. Pembelian ATK/bahan/Penggandaan dan lain-lain: a) untuk keperluan pengadaan formulir pendaftaran. kapur tulis.2006 7 . 2. seperti buku tulis. b) untuk keperluan ujian sekolah. Direktorat Jenderal Pajak . pensil dan bahan praktikum. 3.

2006 8 . seperti tukang bangunan atau tukang kebun. Pembayaran honor atas jasa tenaga kerja lepas. Direktorat Jenderal Pajak . 6. Pembayaran imbalan jasa perawatan atau pemeliharaan gedung sekolah kepada pemberi jasa berbentuk badan usaha bukan orang pribadi.4. 5. untuk pekerjaan perawatan dan pemeliharaan bangunan sekolah. Pembelian peralatan ibadah oleh pesantren salafiyah. Pengadaan buku pelajaran pokok dan buku penunjang untuk perpustakaan. 7.

2) Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin. Pengeluaran untuk Honorarium Guru dan Bantuan Siswa: 1) Pembayaran honorarium guru honorer (non PNS) dan guru PNS yang merangkap di sekolah swasta.2006 9 . Direktorat Jenderal Pajak .b.

2006 10 . Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS. Sekolah Swasta maupun Pesantren Salafiyah. Direktorat Jenderal Pajak . baik Sekolah Negeri.

pembelian bahan-bahan untuk perawatan/perbaikan ringan gedung sekolah dan pembelian peralatan ibadah oleh pesantren salafiyah Direktorat Jenderal Pajak .2006 11 . seperti buku tulis. pembelian bahan-bahan habis pakai.   pembelian ATK/ bahan/penggandaan dan lainlain (baik untuk keperluan pengadaan formulir pendaftaran maupun untuk keperluan ujian sekolah. pensil dan bahan pratikum. kapur tulis. ulangan umum bersama dan ulangan umum harian).

03/2010 tgl 31 Agustus 2010) . .Tidak Dipungut PPh 22 .PPN dipungut oleh pihak penjual Direktorat Jenderal Pajak .dikecualikan dari pemungutan PPh Pasal 22 (PMK-154/PMK. .2006 12 .  Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Negeri atas penggunaan dana BOS untuk belanja barang.PPN atas pembelian barang sebesar 10% dari nilai pembelian (bila diatas 1 juta) Bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri atau Pesantren Salafiyah adalah tidak termasuk Bendaharawan Pemerintah.

2006 13 . PPN yang terutang dibebaskan. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. 2) Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri atau Pesantren Salafiyah 1) Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22.karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. Direktorat Jenderal Pajak .

2. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Negeri 1.2006 14 . Direktorat Jenderal Pajak . PPN yang terutang dibebaskan. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. Tidak dilakukan pemungutan PPh Pasal 22 berapapun besarnya.

harus dipotong PPh Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5% dari jumlah bruto honor. Pembayaran honor guru non PNS.1. 4. Bila guru tidak ber-NPWP dipotong 120%. Direktorat Jenderal Pajak . Pembayaran honor guru PNS Golongan IID kebawah dipotong PPh Pasal 21 yang bersifat final sebesar 0% dari jumlah honor. 3. Pembayaran honor guru PNS Golongan III harus dipotong PPh Pasal 21 yang bersifat final sebesar 5% dari jumlah honor.2006 15 . Pembayaran honor guru PNS Golongan IV harus dipotong PPh Pasal 21 bersifat final sebesar 15% dari jumlah honor. 2. atau pembayaran honor kepada komite sekolah jika ada.

Direktorat Jenderal Pajak . PPh 23 2% (PMK-244/2009 berlaku mulai 1 Januari 2009) imbalan jasa perawatan pemeliharaan atau perbaikan harus memotong: PPh Pasal 23 sebesar 2% dari jumlah imbalan bruto tidak termasuk PPN. bila rekanan tidak ber-NPWP dipotong 4% PPN 10% Bendaharawan/penanggung jawab BOS Sekolah Negeri mempunyai kewajiban untuk membayar PPN sebesar 10% dari jumlah imbalan bruto dengan cara memungut dan menyetorkannya ke Kas Negara. Bendaharawan/penanggung jawab BOS Sekolah Swasta atau Pesantren Salafiyah membayar PPN yang dipungut oleh pihak pemberi jasa. (tidak memungut dan menyetor ke Kas Negara).2006 16  .

320. Direktorat Jenderal Pajak .000 * Tarif PPh Psl 17 )   Upah > Rp.000/sehari => Tidak Kena PPh 21 Upah > Rp. 150.000/sebulan ( dikurangi Rp.000/sehari dan < Rp.2006 17 . 1. 1. 150.000/sebulan ( dikurangi PTKP n Hari ) * Tarif PPh Psl 17 Bila si Tukang tidak ber-NPWP dipotong 120%.320. 150. Upah < Rp.

000 Rp 1.840.000 Rp 1.200.000 Rp 864.880.000 Rp 1.200.000 Rp 13.000 Rp 1.000 Rp 2.000.200.728.000 Rp 1.05 /2005 PASAL 7 UU PPH NO.000 Rp 1.840.17 Tahun 2000 564/KMK.000 Rp 15.000 Rp 12.320.000 Berlaku sejak 1 Januari 1995 1 Januari 2001 1 Januari 2005 1 Januari 2006 1 Januari 2009 Direktorat Jenderal Pajak .000 Rp 1.728.36 TAHUN 2008 Rp 15.000.000 Rp 2.200.200.000 Rp 864.2006 18 .000 Rp 1.000 137/PMK.880.400.440.320.000 Rp 1.200.000 Rp 1.10 Tahun 1994 Untuk diri Wajib Pajak (WP) Tambahan untuk WP kawin Tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami Tambahan untuk keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus paling banyak 3 orang UU No.03 /2004 Rp 12.000 Rp 13.PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) UU No.

Atas pemberian bantuan tersebut diatas tidak dilakukan pemotongan pajak.   pemberian bantuan transport bagi siswa miskin yang bersumber dari dana BOS adalah merupakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada siswa miskin sebagai bentuk kompensasi pengurangan subsidi BBM. pemberian bantuan tersebut memenuhi kriteria pemberian bantuan yang tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (3) huruf a angka 1 UU PPh.2006 19 . Direktorat Jenderal Pajak .