P. 1
Pancasila Dalam Kontek Sejarah Perjuangan

Pancasila Dalam Kontek Sejarah Perjuangan

|Views: 75|Likes:
Published by Penicillium Notatum

More info:

Published by: Penicillium Notatum on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2012

pdf

text

original

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH

Masuknya agama-agama besar seperti Hindu, Budha, Islam di Indonesia menandai dimulainya kehidupan beragama pada masyarakat. Bagaimana agama merubah kehidupan dan pandangan masyaraat dapat dilihat pada sistem sosialekonominya. Penyelenggaraan perdagangan di kota-kota pelabuhan menimbulkan komunikasi terbuka, sehingga terjadi mobilitas sosial baik horisontal maupun vertikal serta perubahan gaya hidup dan nilai-nilai. Tidak lama kemudian Islam masuk ke Indonesia dan menguasai perdagangan internasional. Di lain pihak kekuasaan pusat dengan agama Hindu-Budha mengalami kemerosotan bersamaan dengan disintregasi politik dan degenerasi kultural. Akibatnya terciptalah kondisi yang baik bagi suatu perubahan. Dalam politik juga kemudian lahir kerajaan-kerajaan Islam. Sebelum negara Indonesia terbentuk pada 17 Agustus 1945, bentuk pemerintahan adalah kerajaan-kerajaan. Awal abad ke-16 bangsa Eropa seperti Belanda mulai masuk ke Indonesia dan terjadilah perubahan politik kerajaan yang berkaitan dengan perebutan hegemoni. Kontak dengan bangsa Eropa telah membawa perubahan-perubahan dalam pandangan masyarakat yaitu dengan masuknya paham-paham baru, seperti liberalisme, demokrasi, nasionalisme. Hingga sampai akhirnya Indonesia dapat menumbuhkan jiwa Nasionalisme dan bersatu untuk merdeka. Sebagai tindakan lanjut dari janji Kaisar Hirohito yang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia maka dibentuklah suatu badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yang dikenal dengan nama BPUPKI. Pada sidang pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945) dengan pembicaranya adalah Mr. Muh. Yamin, Mr. Soepomo, Drs. Moh. Hatta, dan Ir. Soekarno. Mereka semua berpidato guna membahas tentang rancangan usulan dasar negara. Menurut Soekarno dalam pidatonya, dasar bagi Indonesia merdeka adalah dasarnya suatu negara yang akan didirikan yang disebutnya philosophische gronsag, yaitu fundamen, filsafat, jiwa dan pikiran yang sedalam-dalamnya yang di atasnya akan didirikan gedung Indonesia yang merdeka. Selanjutnya Ir. Soekarno mengusulkan bahwa dasar bagi Indonesia merdeka itu disebut Pancasila, yaitu: Kebangsaan, Kemanusiaan, Musyawarah mufakat perwakilan, Kesejahteraan sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan. Pancasila sebagai dasar falsafah negara tidak boleh menjadi ideologi yang beku sehingga seluruh komponen bangsa terutama para intelektual muda dapat memberikan ide-ide baru dan kreatif untuk merevitalisasi Pancasila dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Setelah sidang tersebut dibentuklah panitia kecil yaitu panitia sembilan. Panitia sembilan bersidang tanggal 22 Juni 1945 dan menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam Mukadimah Hukum Dasar, alinea keempat dalam rumusan dasar negara sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Ketuhanan dengan berkewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam permusyawaratan/perwakilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Moh. Yamin mempopulerkan kesepakatan tersebut dengan nama Piagam Jakarta. Pada sidang kedua BPUPKI tgl 10 Juli 1945 dibicarakan mengenai materi undang-undang dasar dan penjelasannya. Sidang kedua ini juga berhasil menentukan bentuk negara Indonesia yaitu Republik. Seiring berjalannya waktu, dibentuklah PPKI yang bertugas melanjutkan tugas BPUPKI. Seiring dengan kekalahan Jepang, para pemuda mendesak agar kemerdekaan dilaksanakan secepatnya tanpa menunggu janji Jepang, akhirnya Soekarno-Hatta bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia. Sehari setelah Indonesia merdeka, PPKI mengadakan sidang pertamanya. Dalam sidang tersebut terdapat perubahan yang telah dilakukan yaitu perubahan pada sila pertama (tujuh buah kata dihilangkan dan diganti dengan kata-kata Yang Maha Esa) dan beberapa perubahan pada rancangan UUD. Pada saat itu juga Pembukaan Undang-Undang Dasar dan pasal-pasal UUD disahkan menjadi Undang-Undang dasar negara Republik Indonesia. Pada sidang tersebut juga menetapkan Ir. Soekarno dan Moh.Hatta sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia. Selanjutnya sidang tersebut juga membicarakan rancangan aturan peralihan. Di dalam aturan tersebut dinyatakan pembentukan KNIP yang bertugas membantu presiden. Page | 1

paling baik dan paling sesuai sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bentuk Filsafat Pancasila sendiri digolongkan sebagai berikut : 1. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya menjadi negara yang sejahtera (Wellfare State). Pancasila disebut FILSAFAT karena Pancasila memenuhi ciri-ciri sebagai filsafat yakni : 1. Sila-sila Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas) Filsafat Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara atau dengan kata lain Pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Memiliki ciri-ciri dimensi idealitas. Idealisme fungsional (dasar dan fungsi serta tujuan idiil (sekaligus) 6. universal. Epistemologi (Metode/cara). IV dan V. serasi dan seimbang) 7. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. realitas dan fleksibilitas 8. Dalam pencarian dan menangkap pengetahuan mengenai ide yang abadi dan tak berubah. Sistematis. dan radikal mencari kebenaran yang hakiki 2. Pancasila merupakan sumber kaidah hukum negara yang secara konstitusional mengatur negara Republik Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya yaitu rakyat. norma-norma. Page | 2 . Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia Menurut Dewan Perancang Nasional kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia. Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa dan Negara Indonesia Filsafat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa itu sendiri. peninjauan dalam diri yang bersifat reflektif atau berupa perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan adil dan bahagia. Idealisme / Spiritualisme (ide dan spirit). diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tahun II No. nilai-nilai) yang paling benar. Aliran filsafat juga terbagi atas beberapa sifat yaitu Materialisme (kebendaan). Realisme (Realitas). Filsafat yang monotheis dan religius yang mempercayai adanya sumber kesemestaan yaitu Tuhan yang Maha Esa 3. Wawasan filsafat terdiri dari beberapa aspek. wilayah serta pemerintahan negara. 5. 7 bersama dengan UUD 1945. fundamental. Nilai-nilai yang tertuang dalam rumusan sila-sila Pancasila adalah landasan filosofis yang dianggap. tapi hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (way of life / weltanschaung) agar mencapai kebahagiaan lahir dan bathin (Pancasilais). paling bijaksana. Bersifat religius yang berarti dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran mengenal adanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (kebenaran religius) dan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan manusia. kesatuan dan kekeluargaan 4. Harmoni Idiil (asas selaras. serta hasrat ingin tahu. yaitu Aspek Ontologi (eksistensi). paling adil. Monodualisme dan monopluralisme atau integralistik yang mengutamakan ketuhanan. Filsuf adalah pencinta pandangan tentang kebenaran (vision of truth). dan Aksikologi (nilai dan estetika). Memiliki arti praktis yang berarti dalam proses pemahamannya tidak sekedar mencari kebenaran dan kebijaksanaan. integral.PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT BANGSA Secara etimologis istilah “filsafat” atau bahasa Inggrisnya disebut “philosophi” berasal dari bahasa Yunani “philien” (cinta) dan “sophos” (hikmah/kearifan) atau bisa juga diartikan “cinta kebijaksanaan”. Memiliki corak universal terutama sila I dan sila II serta corak nasional Indonesia terutama silan III. dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. 2. Pancasila adalah dasar Filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945.

Nilai-nilai kejasmanian 3. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pengertian ‘moral’ senantiasa menunjuk kepada manusia sebagai subjek etika. Nilai-nilai kenikmatan 2. nilai-nilai dapat dikelompokan dalam 4 tingkatan. Nilai-nilai Pancasila Sebagai Sumber Etika Politik Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara. Persoalan-persoalan tentang nilai dibahas dan dipelajari salah satu cabang filsafat yaitu filsafat nilai (Axiology. lembaga masyarakat maupun perseorangan. Nilai vital 3. Nilai kerohanian Page | 3 . Yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari system itu dan diikuti dengan pelaksanaan tujuan. dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian. Menurut KBBI politik adalah pengetahuan mengeai ketatanegaraan atau kenegaraan. Nilai-nilai watak 6. Nilai-nilai keagamaan Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam. Nilai-nilai social 5.PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK Pengertian Etika Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu. Nilai-nilai hiburan 4. Nilai-nilai kehidupan 3. Nilai-nilai ekonomis 2. theory of value). Hierarkhi Nilai Max Sceler mengemukakan bahwa nilai-nilai yang ada. Menurut tinggi rendahnya. tidak sama luhurnya dan sama tingginya.229). Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang (privat goals) selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik. Nilai-nilai estetis 7. Nilai-nilai kerohanian Walter G. yaitu : 1. atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral (Suseno. Pengertian Politik Pengertian ‘politik’ berasal dari kosa kata ‘politics’ yang memiliki bermacam-macam kegiatan dalam suatu system politik atau Negara. (frankena. 1987). Oleh karena itu etika politik berkaitan erat dengan bidang pembahasan moral. Etika Politik Secara substantive pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek sebagai pelaku etika yaitu manusia. Nilai-nilai kejiwaan 4. sbg berikut : 1. Nilai material 2. Everet menggolongkan-golongkan nilai-nilai manusiawi kedalam delapan kelompok yaitu : 1. (2) disahkan dan dijalankan secara demokratis (legitimasi demokratis)dan (3) dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengannya (legitimasi moral). Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. Pengertian Nilai Nilai atau Value termasuk bidang kajian Filsafat. Istilah nilai di dalam bidang filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya “keberhargaan” (worth) atau ‘kebaikan’ (goodness). Nilai-nilai itu secara senyatanya ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai-nilai lainya. Nilai-nilai intelektual 8. etika politik menuntut agar kekuasaan dalam Negara dijalankan sesuai dengan (1) asas legalitas (legitimasi hukum) yaitu dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku. seperti tata sistem pemerintah dan dasar pemerintah.

2001:57). Nilai Instrumental Nilai-nilai Instrumental merupakan suatu arahan. Sehingga 2 segi fundamental itu dapat diamati dalam setiap aspek kehidupan manusia. dikembangkan. hal ini dikarenakan manusia sebagai warga masyarakat atau sebagai makhluk social. gagasan buah pikiran dan kata logi atau logos yang berarti ilmu atau ajaran. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA Pengertian Ideologi . Nilai dasar bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya hakikat tuhan. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai instrumental itu merupakan suatu ekspilitasi dari nilai dasar. diamalkan. diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya : 1.Berdasarkan Tap. Dengan demikian ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran atau science des ideas (AL-Marsudi. 1986) 2. (Hidayat. MPR No. Manusia sebagai Makhluk Individu-Sosial Manusia sebagai makhluk yang berbudaya. atau ideas yang berarti raut muka. Indonesia. yaitu pengertian dan kehendak untuk bertindak. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4. esensi.Ideologi berasal dari kata yunani yaitu iden yang berarti melihat. Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. pedoman hidup. Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu. dilestarikan. kepada generasi berikutnya. Ciri-ciri ideologi adalah 1) Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilali hidup kebangsaandan kenegaraan 2) Mewujudkan suatu asas kerohanian. pegangan hidup. ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimensi Politis Manusia a. (Setiardja. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. kebebasan sebagai individu dan segala aktivitas dan kreativitas dalam hidupnya senantiasa tergantung pada orang lain. intisari atau makna yang terdalam dari nilai-nilai tersebut. filsafat Pancasila itu berfungsi sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang diterima dan didukung oleh seluruh bangsa atau warga Negara.Nilai dasar Nilai dasar merupakan hkikat. yang dipelihara. Page | 4 . 2001) Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat. masyarakat. (Cahyono. Dimensi Politis Kehidupan Manusia Dimensi politis manusia memiliki 2 segi fundamental. pandangan dunia. atau segala sesuatu lainya. kebijaksanaan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. Nilai Praksis Nilai Praksis pada hakikatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai Instrumental dalam suatu kehidupan yang nyata. manusia. 2001) 3. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Makna dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka. dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. perawakan.

Dengan kata lain pengamalan Pancasila sebagai dasar Negara disertai sanksi-sanksi hukum. kebijakan strategi. 2. artinya setiap manusia Indonesia terikat dengan cita-cita yang terkandung di dalamnya untuk mewujudkan dalam hidup dan kehidupanya. 3.Jadi. Nilai instrumental. yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat.V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No. yaitu hakekat kelima sila Pancasila. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat. sepanjang tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. yakni sebagai dasar negara (philosophische grondslaag) Republik Indonesia. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku. merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. artinya setiap warga Negara Indonesia harus tunduk dan taat kepadanya. 4. membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang-undangan. dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak. Ketetapan MPR No. dan mencerdaskan kehidupan bangsa (keadilan sosial). Menurut Kaelan. agar masing-masing dapat hidup layak sebagai manusia. 2. Bukan berupa nilai dan cita-cita.XX/MPRS/1966 jo. nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut 1. memajukan kesejahteraan umum. berbangsa dan bernegara. Pancasila yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersebut ditetapkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka. harus ditindak menurut hukum yakni hukum yang berlaku di Indonesia. dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia (kemanusiaan yang adil dan beradab). yang merupakan arahan. Nilai dasar. 4. Siapa saja yang melangggar Pancasila sebagai dasar Negara. mengembangkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin. Ideologi Tetutup 1. jelaslah bagi kita bahwa mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia mempunyai sifat Page | 5 . 2. Sedangkan pengamalan Pancasila sebagai weltanschuung.IX/MPR/1978 yang menegaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di Indonesia.” Mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai sifat imperatif dan memaksa. 3. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara Indonesia adalah Negara Pancasila. Kirdi Dipoyudo (1979:30) menjelaskan: “Negara Pancasila adalah suatu negara yang didirikan. Memorandum DPR-GR itu disahkan pula oleh MPRS dengan Ketetapan No. PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang menandaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara Republik Indonesia. Bersifat dinamis dan reformis. yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya. Inilah sifat dasar Pancasila yang pertama dan utama.Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah : Ideologi Terbuka 1. 3. sasaran serta lembaga pelaksanaanya. Mengenai hal itu. Nilai praktis. yaitu pelaksanaan Pancasila dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat.

arah. yakni dengan memandang manusia qua talis. parameter. Menurut Thomas Kuhn. parameter. Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. kerangka acuan. dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Pancasila merupakan intelligent choice karena mengatasi keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya perbedaan. bagaimana seharusnya dalam menjawab dan aturan-aturan yang bagaimana yang harus dijalankan dalam mengetahui persoalan tersebut. kerangka acuan yang harus dijalankan oleh ilmuwan yang mengikuti paradigma tersebut. seorang ilmuwan dapat menjelaskan sekaligus menjawab suatu masalah dalam ilmu pengetahuan. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka. Dengan suatu paradigma atau sudut pandang dan kerangka acuan tertentu. acuan. apa yang harus dijawab.12 Tahun 1968 itu tersusun secara hirarkis-piramidal. arah dan tujuan. paradigma mempunyai arti kerangka berpikir atau model dalam teori ilmu pengetahuan. Setiap sila (dasar/ azas) memiliki hubungan yang saling mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat dipisah-pisahkan. Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma. tetapi merangkum semuanya dalam satu semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam seloka “Bhinneka Tunggal Ika”. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan. Pancasila seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan ditegaskan keseragaman sistematikanya melalui Instruksi Presiden No. Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. manusia adalah manusia sesuai dengan principium identatis-nya. Usaha memisahkan sila-sila dalam kesatuan yang utuh dan bulat dari Pancasila akan menyebabkan Pancasila kehilangan esensinya sebagai dasar negara. Perlindungan dan pengembangan martabat kemanusiaan itu merupakan kewajiban negara. Pandangan tersebut melukiskan Pancasila secara integral (utuh dan menyeluruh) sehingga merupakan penopang yang kokoh terhadap negara yang didirikan di atasnya. paradigma sebagai alat bantu para illmuwan dalam merumuskan apa yang harus dipelajari. Pancasila sebagai paradigma pembangunan Pancasila sebagai paradigma. Dengan demikian. tolok ukur. Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia. atau sudut pandang yaitu bagaimana cara seseorang dalam melihat dan menanggapi suatu hal. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN NASIONAL Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Dengan demikian. sosial dan ekonomi. 1. artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar. Pancasila pun harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh. kerangka bertindak. Oleh karena itu. orientasi. Sedangkan pengamalan atau pelaksanaan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam hidup seharihari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat. Dengan demikian dapat disimpulkan paradigma merupakan anggapan. Melanggar satu sila dan mencari pembenarannya pada sila lainnya adalah tindakan sia-sia. sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan. Page | 6 . dan tujuan dari sebuah kegiatan. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional. dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia. hukum.imperatif memaksa. Suatu paradigma mengandung sudut pandang. paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. tolok ukur. jalan pikiran. Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir. tetapi pada bidang lain seperti bidang politik. acuan. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara tak hendak menghapuskan perbedaan (indifferentism). sumber.

Berdasarkan itu. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri. Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik. tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. penderitaan. Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. Oleh karena itu. sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). Dengan demikian. moral kemanusiaan. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu. makhluk pribadi maupun makhluk tuhan. sosial budaya. monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan. kecemburuan. baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral. pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa. yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Secara khusus. dan kesengsaraan warga negara. Perilaku politik. Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga b. kejam. b. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan. sosial budaya. c. brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab. dan pertahanan keamanan. pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam si seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan. sosial. Oleh karena itu. Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. ekonomi. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human. Berdasar sila persatuan Indonesia. Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. dan pertahanan keamanan. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. diskriminasi. Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. moral persatuan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain.pribadi. a. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik. pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. antara lain: a. ekonomi. baik selaku makhluk individu. moral kerakyatan. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. Page | 7 . kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan. Pembangunan. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial c. dan ketidakadilan sosial. Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas. oleh rakyat dan untuk rakyat. dan moral keadilan. Kekuasaan adalah dari rakyat.Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. Secara singkat. meliputi bidang politik. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan. dan aspek ketuhanan. Oleh karena itu. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. raga. sosial. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter Berdasar hal itu. ketidakadilan. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia.

keutuhan wilayah. politik. dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara. acuan. wilayah. Artinya. ketika gerakan reformasi melanda Indonesia maka seluruh tatanan kehidupan dan praktik politik pada era Orde Baru banyak mengalami keruntuhan. sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. adil. c. reformasi akan mengarah pada suatu gerakan anarki. Artinya. Jadi dapat dikatakan reformasi adalah menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat. gerakan reformasi harus diletakkan dalam kerangka perspektif sebagai landasan sekaligus sebagai cita-cita. dan sejahtera. dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Atas dasar tersebut. yaitu suatu gerakan untuk memformat ulang. Tatanan kehidupan yang berjalan pada era orde baru dianggap tidak mampu memberi kedaulatan dan keadilan pada rakyat. gerakan reformasi berdasarkan pada moralitas ketuhanan dan harus mengarah pada kehidupan yang baik sebgai manusia makhluk tuhan. dan akhirnya mengarah pada kehancuran bangsa. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Gerakan reformasi yang menghindarkan diri dari praktik dan perilaku yang dapat menciptakan perpecahan dan disintegrasi bangsa. menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicitacitakan rakyat. tiada jalan lain adalah mendasarkan kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan yang dimiliki bangsa Indonesia. serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI Definisi reformasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial. bangsa Indonesia ingin menata kembali (reform) tatanan kehidupan yang berdaulat. atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. dan tolok ukur gerakan reformasi di Indonesia. Reformasi memiliki makna. disintegrasi. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara. pancasila sangat tepat sebagai paradigma. Artinya. di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. Page | 8 . kerangka. Nilai-nilai dasar kehidupan yang baik itu sudah terkristalisasi dalam pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. terarah. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Pertahanan Keamanan Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Reformasi yang berdasarkan nilai persatuan. gerakan reformasi berlandaskan pada moral kemanusiaan yang luhur dan sebagai upaya penataan kehidupan yang penuh penghargaan atas harkat dan martabat manusia. dan sumber daya nasional lainnya. Apabila gerakan reformasi ingin menata kembali tatanan kehidupan yang lebih baik. Reformasi yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Reformasi dengan paradigma pancasila adalah sebagai berikut : a. Reformasi yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab. aman. Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara. Pada era reformasi ini. Sebab tanpa suatu dasar dan tujuan yang jelas. kerusuhan. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja. serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Pada saat ini Indonesia tengah berada pada era reformasi yang telah diperjuangkan sejak tahun 1998. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No. Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Oleh karena itu. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). gerakan reformasi harus menjamin tetap tegaknya negara dan bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan.d. b. Dengan pancasila sebagai paradigma reformasi.

lagi pula memasuki dan mempengaruhi makin dalam segala aspek kehidupan dan institusi budaya. Reformasi yang berakar pada asas kerakyatan. Pembangunan ekonomi nasional harus juga berarti pembangunan system ekonomi yang kita anggap paling cocok bagi bangsa Indonesia. 2. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Ideologi. Pengembangan Pancasila sebagai ideologi yang memiliki dimensi realitas. Pancasila merupakan suatu kerangka di dalam suatu kelompok di dalam masyarakat dapat hidup bersama. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Sosial-Budaya. Salah satu prasyarat terwujudnya masyarakat modern yang demokratis adalah terwujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan masyarakat dan bangsa serta mewujudkannya sebagai suatu keniscayaan. idealitas dan fleksibilitas menghendaki adanya dialog yang tiada henti dengan tantangan-tantangan masa kini dan masa depan dengan tetap mengacu kepada pencapaian tujuan nasional dan cita-cita nasional Indonesia. 7. 3. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Politik. Dalam penyusunan system ekonomi nasional yang tangguh untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. makin menyentuh inti hayati dan materi di satu pihak. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu dan Teknologi. Implementasi Pancasila sebagai Paradigma dalam Berbagai Bidang adalah : 1. seluruh penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dapat menempatkan rakyat sebagai subjek dan pemegang kedaulatan. Perlu disadari bahwa ketidakadilanlah penyeban kehancuran suatu bangsa. perangkat nilai itu adalah Pancasila. Kaitan Pancasila dan ketahanan nasional adalah kaitan antara ide yang mengakui pluralitas yang membutuhkan kebersamaan dan realitas terintegrasinya pluralitas. asas yang terkandung dalam Negara hukum. serta menggapai angkasa luas dan luar angkasa di lain pihak. teori. Pancasila mengandung hal-hal yang penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi. yaitu rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Tak seyogyanya bagi penyelesaian-penyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional dipergunakan secara langsung system-sistem aliran-aliran ajaran. 8. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Beragama. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Pendidikan. filsafat dan praktek pendidikan berasal dari luar. sudah semestinya Pancasila sebagai landasan filosofisnya. Gerakan reformasi bertujuan menuju terciptanya pemerintahan yang demokratis. bekerja bersama di dalam suatu dialog karya yang terus menerus guna membangun suatu masa depan bersama 6. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi. 9. Dengan kelima prinsipnya Pancasila memang menjadi dasar yang cukup integrative bagi kelompokkelompok politik yang cukup heterogen dalam sejarah Indonesia modern. Pendidikan nasional harus dipersatukan atas dasar Pancasila. 4. Bagi bangsa Indonesia. e. gerakan reformasi harus memiliki visi yang jelas.d. Perkembangan IPTEK dewasa ini dan di masa yang akan datang sangat cepat. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Hukum. Artinya. Pembangunan hukum bukan hanya memperhatikan nilai-nilai filosofis. tetapi juga mempertimbangkan realitas penegakan hukum dan kesadaran hukum masyarakat. Pancasila sebagai Paradigma Ketahanan Sosial. Perangkat nilai pada bangsa yang satu berbeda dengan perangkat nilai pada bangsa lain. Page | 9 . Reformasi yang bertujuan pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 5. Artinya. Ada perkembangan baru yang menarik berhubung dengan dasar Negara kita. yaitu demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->