PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH

Masuknya agama-agama besar seperti Hindu, Budha, Islam di Indonesia menandai dimulainya kehidupan beragama pada masyarakat. Bagaimana agama merubah kehidupan dan pandangan masyaraat dapat dilihat pada sistem sosialekonominya. Penyelenggaraan perdagangan di kota-kota pelabuhan menimbulkan komunikasi terbuka, sehingga terjadi mobilitas sosial baik horisontal maupun vertikal serta perubahan gaya hidup dan nilai-nilai. Tidak lama kemudian Islam masuk ke Indonesia dan menguasai perdagangan internasional. Di lain pihak kekuasaan pusat dengan agama Hindu-Budha mengalami kemerosotan bersamaan dengan disintregasi politik dan degenerasi kultural. Akibatnya terciptalah kondisi yang baik bagi suatu perubahan. Dalam politik juga kemudian lahir kerajaan-kerajaan Islam. Sebelum negara Indonesia terbentuk pada 17 Agustus 1945, bentuk pemerintahan adalah kerajaan-kerajaan. Awal abad ke-16 bangsa Eropa seperti Belanda mulai masuk ke Indonesia dan terjadilah perubahan politik kerajaan yang berkaitan dengan perebutan hegemoni. Kontak dengan bangsa Eropa telah membawa perubahan-perubahan dalam pandangan masyarakat yaitu dengan masuknya paham-paham baru, seperti liberalisme, demokrasi, nasionalisme. Hingga sampai akhirnya Indonesia dapat menumbuhkan jiwa Nasionalisme dan bersatu untuk merdeka. Sebagai tindakan lanjut dari janji Kaisar Hirohito yang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia maka dibentuklah suatu badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yang dikenal dengan nama BPUPKI. Pada sidang pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945) dengan pembicaranya adalah Mr. Muh. Yamin, Mr. Soepomo, Drs. Moh. Hatta, dan Ir. Soekarno. Mereka semua berpidato guna membahas tentang rancangan usulan dasar negara. Menurut Soekarno dalam pidatonya, dasar bagi Indonesia merdeka adalah dasarnya suatu negara yang akan didirikan yang disebutnya philosophische gronsag, yaitu fundamen, filsafat, jiwa dan pikiran yang sedalam-dalamnya yang di atasnya akan didirikan gedung Indonesia yang merdeka. Selanjutnya Ir. Soekarno mengusulkan bahwa dasar bagi Indonesia merdeka itu disebut Pancasila, yaitu: Kebangsaan, Kemanusiaan, Musyawarah mufakat perwakilan, Kesejahteraan sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan. Pancasila sebagai dasar falsafah negara tidak boleh menjadi ideologi yang beku sehingga seluruh komponen bangsa terutama para intelektual muda dapat memberikan ide-ide baru dan kreatif untuk merevitalisasi Pancasila dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Setelah sidang tersebut dibentuklah panitia kecil yaitu panitia sembilan. Panitia sembilan bersidang tanggal 22 Juni 1945 dan menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam Mukadimah Hukum Dasar, alinea keempat dalam rumusan dasar negara sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Ketuhanan dengan berkewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam permusyawaratan/perwakilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Moh. Yamin mempopulerkan kesepakatan tersebut dengan nama Piagam Jakarta. Pada sidang kedua BPUPKI tgl 10 Juli 1945 dibicarakan mengenai materi undang-undang dasar dan penjelasannya. Sidang kedua ini juga berhasil menentukan bentuk negara Indonesia yaitu Republik. Seiring berjalannya waktu, dibentuklah PPKI yang bertugas melanjutkan tugas BPUPKI. Seiring dengan kekalahan Jepang, para pemuda mendesak agar kemerdekaan dilaksanakan secepatnya tanpa menunggu janji Jepang, akhirnya Soekarno-Hatta bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia. Sehari setelah Indonesia merdeka, PPKI mengadakan sidang pertamanya. Dalam sidang tersebut terdapat perubahan yang telah dilakukan yaitu perubahan pada sila pertama (tujuh buah kata dihilangkan dan diganti dengan kata-kata Yang Maha Esa) dan beberapa perubahan pada rancangan UUD. Pada saat itu juga Pembukaan Undang-Undang Dasar dan pasal-pasal UUD disahkan menjadi Undang-Undang dasar negara Republik Indonesia. Pada sidang tersebut juga menetapkan Ir. Soekarno dan Moh.Hatta sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia. Selanjutnya sidang tersebut juga membicarakan rancangan aturan peralihan. Di dalam aturan tersebut dinyatakan pembentukan KNIP yang bertugas membantu presiden. Page | 1

wilayah serta pemerintahan negara. Bentuk Filsafat Pancasila sendiri digolongkan sebagai berikut : 1. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. kesatuan dan kekeluargaan 4. Idealisme / Spiritualisme (ide dan spirit). Monodualisme dan monopluralisme atau integralistik yang mengutamakan ketuhanan. integral. Bersifat religius yang berarti dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran mengenal adanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (kebenaran religius) dan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan manusia. paling bijaksana. diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tahun II No. paling adil. peninjauan dalam diri yang bersifat reflektif atau berupa perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan adil dan bahagia. universal. Memiliki arti praktis yang berarti dalam proses pemahamannya tidak sekedar mencari kebenaran dan kebijaksanaan. realitas dan fleksibilitas 8. Epistemologi (Metode/cara). 5. Filsuf adalah pencinta pandangan tentang kebenaran (vision of truth). Pancasila adalah dasar Filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945. Sistematis. 2. Nilai-nilai yang tertuang dalam rumusan sila-sila Pancasila adalah landasan filosofis yang dianggap. fundamental. Pancasila merupakan sumber kaidah hukum negara yang secara konstitusional mengatur negara Republik Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya yaitu rakyat. Memiliki ciri-ciri dimensi idealitas. 7 bersama dengan UUD 1945. norma-norma. Filsafat yang monotheis dan religius yang mempercayai adanya sumber kesemestaan yaitu Tuhan yang Maha Esa 3. yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya menjadi negara yang sejahtera (Wellfare State). Sila-sila Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas) Filsafat Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara atau dengan kata lain Pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa dan Negara Indonesia Filsafat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa itu sendiri.PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT BANGSA Secara etimologis istilah “filsafat” atau bahasa Inggrisnya disebut “philosophi” berasal dari bahasa Yunani “philien” (cinta) dan “sophos” (hikmah/kearifan) atau bisa juga diartikan “cinta kebijaksanaan”. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. Realisme (Realitas). yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. yaitu Aspek Ontologi (eksistensi). dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. serta hasrat ingin tahu. dan Aksikologi (nilai dan estetika). IV dan V. Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia Menurut Dewan Perancang Nasional kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia. tapi hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (way of life / weltanschaung) agar mencapai kebahagiaan lahir dan bathin (Pancasilais). Wawasan filsafat terdiri dari beberapa aspek. Pancasila disebut FILSAFAT karena Pancasila memenuhi ciri-ciri sebagai filsafat yakni : 1. Harmoni Idiil (asas selaras. dan radikal mencari kebenaran yang hakiki 2. Idealisme fungsional (dasar dan fungsi serta tujuan idiil (sekaligus) 6. nilai-nilai) yang paling benar. Dalam pencarian dan menangkap pengetahuan mengenai ide yang abadi dan tak berubah. serasi dan seimbang) 7. paling baik dan paling sesuai sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memiliki corak universal terutama sila I dan sila II serta corak nasional Indonesia terutama silan III. Aliran filsafat juga terbagi atas beberapa sifat yaitu Materialisme (kebendaan). Page | 2 .

Nilai-nilai social 5. Nilai-nilai kerohanian Walter G. Pengertian Politik Pengertian ‘politik’ berasal dari kosa kata ‘politics’ yang memiliki bermacam-macam kegiatan dalam suatu system politik atau Negara. dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian. Everet menggolongkan-golongkan nilai-nilai manusiawi kedalam delapan kelompok yaitu : 1. Persoalan-persoalan tentang nilai dibahas dan dipelajari salah satu cabang filsafat yaitu filsafat nilai (Axiology. Nilai-nilai watak 6. Oleh karena itu etika politik berkaitan erat dengan bidang pembahasan moral. Nilai material 2. Pengertian Nilai Nilai atau Value termasuk bidang kajian Filsafat. Menurut tinggi rendahnya. (frankena. Hierarkhi Nilai Max Sceler mengemukakan bahwa nilai-nilai yang ada. seperti tata sistem pemerintah dan dasar pemerintah. yaitu : 1.229). Nilai-nilai kejiwaan 4. etika politik menuntut agar kekuasaan dalam Negara dijalankan sesuai dengan (1) asas legalitas (legitimasi hukum) yaitu dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku. tidak sama luhurnya dan sama tingginya. theory of value). atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral (Suseno. nilai-nilai dapat dikelompokan dalam 4 tingkatan. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang (privat goals) selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pengertian ‘moral’ senantiasa menunjuk kepada manusia sebagai subjek etika. Nilai-nilai kehidupan 3. (2) disahkan dan dijalankan secara demokratis (legitimasi demokratis)dan (3) dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengannya (legitimasi moral). Menurut KBBI politik adalah pengetahuan mengeai ketatanegaraan atau kenegaraan. Nilai-nilai kenikmatan 2. Nilai-nilai keagamaan Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam. lembaga masyarakat maupun perseorangan.PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK Pengertian Etika Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu. Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. Nilai-nilai Pancasila Sebagai Sumber Etika Politik Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara. Nilai vital 3. Nilai-nilai itu secara senyatanya ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai-nilai lainya. Etika Politik Secara substantive pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek sebagai pelaku etika yaitu manusia. Nilai-nilai hiburan 4. Istilah nilai di dalam bidang filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya “keberhargaan” (worth) atau ‘kebaikan’ (goodness). Nilai kerohanian Page | 3 . 1987). sbg berikut : 1. Nilai-nilai estetis 7. Nilai-nilai kejasmanian 3. Nilai-nilai ekonomis 2. Yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari system itu dan diikuti dengan pelaksanaan tujuan. Nilai-nilai intelektual 8.

Dengan demikian ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran atau science des ideas (AL-Marsudi. Ciri-ciri ideologi adalah 1) Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilali hidup kebangsaandan kenegaraan 2) Mewujudkan suatu asas kerohanian. dikembangkan. dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya : 1. perawakan. yang dipelihara. Page | 4 . 2001) Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. 2001) 3. Dimensi Politis Kehidupan Manusia Dimensi politis manusia memiliki 2 segi fundamental. Sehingga 2 segi fundamental itu dapat diamati dalam setiap aspek kehidupan manusia. Nilai Instrumental Nilai-nilai Instrumental merupakan suatu arahan. kebebasan sebagai individu dan segala aktivitas dan kreativitas dalam hidupnya senantiasa tergantung pada orang lain. MPR No. dilestarikan. ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. filsafat Pancasila itu berfungsi sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang diterima dan didukung oleh seluruh bangsa atau warga Negara. atau ideas yang berarti raut muka. yaitu pengertian dan kehendak untuk bertindak. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai instrumental itu merupakan suatu ekspilitasi dari nilai dasar. esensi. diamalkan. Manusia sebagai Makhluk Individu-Sosial Manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Nilai Praksis Nilai Praksis pada hakikatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai Instrumental dalam suatu kehidupan yang nyata. serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. pandangan dunia. (Hidayat. Indonesia. Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu. pedoman hidup. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4. 1986) 2. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA Pengertian Ideologi . Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Makna dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka. Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. kebijaksanaan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. masyarakat. hal ini dikarenakan manusia sebagai warga masyarakat atau sebagai makhluk social. gagasan buah pikiran dan kata logi atau logos yang berarti ilmu atau ajaran. (Cahyono. 2001:57). Termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat. Nilai dasar bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya hakikat tuhan. manusia. pegangan hidup. kepada generasi berikutnya.Nilai dasar Nilai dasar merupakan hkikat. (Setiardja. atau segala sesuatu lainya. Dimensi Politis Manusia a.Berdasarkan Tap. intisari atau makna yang terdalam dari nilai-nilai tersebut.Ideologi berasal dari kata yunani yaitu iden yang berarti melihat.

Inilah sifat dasar Pancasila yang pertama dan utama. berbangsa dan bernegara.XX/MPRS/1966 jo.Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah : Ideologi Terbuka 1. Ketetapan MPR No. Ideologi Tetutup 1. Bukan berupa nilai dan cita-cita. harus ditindak menurut hukum yakni hukum yang berlaku di Indonesia. 3. Sedangkan pengamalan Pancasila sebagai weltanschuung. PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang menandaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara Republik Indonesia. 3. yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat. 2. Mengenai hal itu. yaitu pelaksanaan Pancasila dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat. Siapa saja yang melangggar Pancasila sebagai dasar Negara.IX/MPR/1978 yang menegaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di Indonesia. 4. sepanjang tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. mengembangkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin.Jadi. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. 2. sasaran serta lembaga pelaksanaanya. dan mencerdaskan kehidupan bangsa (keadilan sosial). yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat. dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia (kemanusiaan yang adil dan beradab). Bersifat dinamis dan reformis. artinya setiap manusia Indonesia terikat dengan cita-cita yang terkandung di dalamnya untuk mewujudkan dalam hidup dan kehidupanya.V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No. membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang-undangan. artinya setiap warga Negara Indonesia harus tunduk dan taat kepadanya. 4. yakni sebagai dasar negara (philosophische grondslaag) Republik Indonesia. Menurut Kaelan. agar masing-masing dapat hidup layak sebagai manusia. 2. dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. jelaslah bagi kita bahwa mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia mempunyai sifat Page | 5 . Memorandum DPR-GR itu disahkan pula oleh MPRS dengan Ketetapan No. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara Indonesia adalah Negara Pancasila. Kirdi Dipoyudo (1979:30) menjelaskan: “Negara Pancasila adalah suatu negara yang didirikan. Nilai instrumental. yaitu hakekat kelima sila Pancasila.” Mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai sifat imperatif dan memaksa. merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. Nilai praktis. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya. kebijakan strategi. Pancasila yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersebut ditetapkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka. yang merupakan arahan. nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut 1. memajukan kesejahteraan umum. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku. Nilai dasar. Dengan kata lain pengamalan Pancasila sebagai dasar Negara disertai sanksi-sanksi hukum. 3.

Setiap sila (dasar/ azas) memiliki hubungan yang saling mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat dipisah-pisahkan. Dengan suatu paradigma atau sudut pandang dan kerangka acuan tertentu. kerangka bertindak.imperatif memaksa. Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir. parameter. parameter.12 Tahun 1968 itu tersusun secara hirarkis-piramidal. manusia adalah manusia sesuai dengan principium identatis-nya. acuan. tetapi pada bidang lain seperti bidang politik. dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Pancasila pun harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh. 1. Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia. acuan. Dengan demikian. Dengan demikian dapat disimpulkan paradigma merupakan anggapan. Usaha memisahkan sila-sila dalam kesatuan yang utuh dan bulat dari Pancasila akan menyebabkan Pancasila kehilangan esensinya sebagai dasar negara. Sedangkan pengamalan atau pelaksanaan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam hidup seharihari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat. sumber. Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. apa yang harus dijawab. Oleh karena itu. sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan. yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Perlindungan dan pengembangan martabat kemanusiaan itu merupakan kewajiban negara. sosial dan ekonomi. tolok ukur. paradigma sebagai alat bantu para illmuwan dalam merumuskan apa yang harus dipelajari. artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar. tolok ukur. atau sudut pandang yaitu bagaimana cara seseorang dalam melihat dan menanggapi suatu hal. yakni dengan memandang manusia qua talis. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara tak hendak menghapuskan perbedaan (indifferentism). dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia. Pancasila sebagai paradigma pembangunan Pancasila sebagai paradigma. Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. Melanggar satu sila dan mencari pembenarannya pada sila lainnya adalah tindakan sia-sia. Suatu paradigma mengandung sudut pandang. Page | 6 . tetapi merangkum semuanya dalam satu semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam seloka “Bhinneka Tunggal Ika”. arah dan tujuan. hukum. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka. bagaimana seharusnya dalam menjawab dan aturan-aturan yang bagaimana yang harus dijalankan dalam mengetahui persoalan tersebut. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN NASIONAL Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. paradigma mempunyai arti kerangka berpikir atau model dalam teori ilmu pengetahuan. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional. jalan pikiran. orientasi. Pandangan tersebut melukiskan Pancasila secara integral (utuh dan menyeluruh) sehingga merupakan penopang yang kokoh terhadap negara yang didirikan di atasnya. Pancasila seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan ditegaskan keseragaman sistematikanya melalui Instruksi Presiden No. kerangka acuan. kerangka acuan yang harus dijalankan oleh ilmuwan yang mengikuti paradigma tersebut. Dengan demikian. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan. Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma. Pancasila merupakan intelligent choice karena mengatasi keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya perbedaan. seorang ilmuwan dapat menjelaskan sekaligus menjawab suatu masalah dalam ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn. paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. arah. dan tujuan dari sebuah kegiatan.

pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. moral kemanusiaan. dan moral keadilan.pribadi. a. ekonomi. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial c. Dengan demikian. dan pertahanan keamanan. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. diskriminasi. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human. kecemburuan. baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral. raga. Oleh karena itu. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri. meliputi bidang politik. Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. moral kerakyatan. Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. oleh rakyat dan untuk rakyat. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan. Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. sosial budaya. Oleh karena itu. sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. baik selaku makhluk individu. b. brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab. Secara singkat. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas. Page | 7 . penderitaan. Pembangunan. Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. Berdasar sila persatuan Indonesia. dan ketidakadilan sosial. dan aspek ketuhanan. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan. sosial.Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa. sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). c. Secara khusus. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga b. sosial. Berdasarkan itu. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Perilaku politik. Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. Kekuasaan adalah dari rakyat. monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan. pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam si seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan. moral persatuan. pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas. Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain. dan pertahanan keamanan. Oleh karena itu. Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter Berdasar hal itu. sosial budaya. kejam. Oleh karena itu. makhluk pribadi maupun makhluk tuhan. antara lain: a. ketidakadilan. pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. dan kesengsaraan warga negara. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab. ekonomi. yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu.

atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. reformasi akan mengarah pada suatu gerakan anarki. disintegrasi. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara. dan sejahtera. Oleh karena itu. gerakan reformasi harus menjamin tetap tegaknya negara dan bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan. yaitu suatu gerakan untuk memformat ulang. gerakan reformasi berlandaskan pada moral kemanusiaan yang luhur dan sebagai upaya penataan kehidupan yang penuh penghargaan atas harkat dan martabat manusia. Artinya. Artinya. adil. ketika gerakan reformasi melanda Indonesia maka seluruh tatanan kehidupan dan praktik politik pada era Orde Baru banyak mengalami keruntuhan. Reformasi yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Gerakan reformasi yang menghindarkan diri dari praktik dan perilaku yang dapat menciptakan perpecahan dan disintegrasi bangsa. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja. dan tolok ukur gerakan reformasi di Indonesia. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. b. terarah. bangsa Indonesia ingin menata kembali (reform) tatanan kehidupan yang berdaulat. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI Definisi reformasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial. Reformasi yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab. wilayah. sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. kerangka. kerusuhan. c. Pada saat ini Indonesia tengah berada pada era reformasi yang telah diperjuangkan sejak tahun 1998. Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila. dan akhirnya mengarah pada kehancuran bangsa. Reformasi dengan paradigma pancasila adalah sebagai berikut : a. di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara. Atas dasar tersebut. keutuhan wilayah. menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicitacitakan rakyat. Reformasi memiliki makna.d. Jadi dapat dikatakan reformasi adalah menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat. serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu. Nilai-nilai dasar kehidupan yang baik itu sudah terkristalisasi dalam pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. acuan. Pada era reformasi ini. gerakan reformasi berdasarkan pada moralitas ketuhanan dan harus mengarah pada kehidupan yang baik sebgai manusia makhluk tuhan. tiada jalan lain adalah mendasarkan kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan yang dimiliki bangsa Indonesia. pancasila sangat tepat sebagai paradigma. gerakan reformasi harus diletakkan dalam kerangka perspektif sebagai landasan sekaligus sebagai cita-cita. Tatanan kehidupan yang berjalan pada era orde baru dianggap tidak mampu memberi kedaulatan dan keadilan pada rakyat. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara. Dengan pancasila sebagai paradigma reformasi. dan sumber daya nasional lainnya. politik. aman. Apabila gerakan reformasi ingin menata kembali tatanan kehidupan yang lebih baik. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Pertahanan Keamanan Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara. Sebab tanpa suatu dasar dan tujuan yang jelas. Reformasi yang berdasarkan nilai persatuan. Artinya. Page | 8 .

serta menggapai angkasa luas dan luar angkasa di lain pihak. Page | 9 . Perlu disadari bahwa ketidakadilanlah penyeban kehancuran suatu bangsa. Reformasi yang berakar pada asas kerakyatan. filsafat dan praktek pendidikan berasal dari luar. Tak seyogyanya bagi penyelesaian-penyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional dipergunakan secara langsung system-sistem aliran-aliran ajaran. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Hukum. e. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu dan Teknologi. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Beragama. Ada perkembangan baru yang menarik berhubung dengan dasar Negara kita. Pancasila sebagai Paradigma Ketahanan Sosial. Gerakan reformasi bertujuan menuju terciptanya pemerintahan yang demokratis. yaitu demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. 3. 2. Artinya. 7. sudah semestinya Pancasila sebagai landasan filosofisnya.d. Salah satu prasyarat terwujudnya masyarakat modern yang demokratis adalah terwujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan masyarakat dan bangsa serta mewujudkannya sebagai suatu keniscayaan. Perkembangan IPTEK dewasa ini dan di masa yang akan datang sangat cepat. Bagi bangsa Indonesia. asas yang terkandung dalam Negara hukum. Pembangunan ekonomi nasional harus juga berarti pembangunan system ekonomi yang kita anggap paling cocok bagi bangsa Indonesia. lagi pula memasuki dan mempengaruhi makin dalam segala aspek kehidupan dan institusi budaya. yaitu rakyat sebagai pemegang kedaulatan. seluruh penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dapat menempatkan rakyat sebagai subjek dan pemegang kedaulatan. 4. Perangkat nilai pada bangsa yang satu berbeda dengan perangkat nilai pada bangsa lain. Pancasila merupakan suatu kerangka di dalam suatu kelompok di dalam masyarakat dapat hidup bersama. Pengembangan Pancasila sebagai ideologi yang memiliki dimensi realitas. gerakan reformasi harus memiliki visi yang jelas. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Ideologi. 9. Dengan kelima prinsipnya Pancasila memang menjadi dasar yang cukup integrative bagi kelompokkelompok politik yang cukup heterogen dalam sejarah Indonesia modern. Implementasi Pancasila sebagai Paradigma dalam Berbagai Bidang adalah : 1. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Sosial-Budaya. idealitas dan fleksibilitas menghendaki adanya dialog yang tiada henti dengan tantangan-tantangan masa kini dan masa depan dengan tetap mengacu kepada pencapaian tujuan nasional dan cita-cita nasional Indonesia. Dalam penyusunan system ekonomi nasional yang tangguh untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. 8. Pancasila mengandung hal-hal yang penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi. Reformasi yang bertujuan pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan nasional harus dipersatukan atas dasar Pancasila. teori. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Politik. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Pendidikan. bekerja bersama di dalam suatu dialog karya yang terus menerus guna membangun suatu masa depan bersama 6. Artinya. perangkat nilai itu adalah Pancasila. tetapi juga mempertimbangkan realitas penegakan hukum dan kesadaran hukum masyarakat. 5. makin menyentuh inti hayati dan materi di satu pihak. Kaitan Pancasila dan ketahanan nasional adalah kaitan antara ide yang mengakui pluralitas yang membutuhkan kebersamaan dan realitas terintegrasinya pluralitas. Pembangunan hukum bukan hanya memperhatikan nilai-nilai filosofis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful