PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH

Masuknya agama-agama besar seperti Hindu, Budha, Islam di Indonesia menandai dimulainya kehidupan beragama pada masyarakat. Bagaimana agama merubah kehidupan dan pandangan masyaraat dapat dilihat pada sistem sosialekonominya. Penyelenggaraan perdagangan di kota-kota pelabuhan menimbulkan komunikasi terbuka, sehingga terjadi mobilitas sosial baik horisontal maupun vertikal serta perubahan gaya hidup dan nilai-nilai. Tidak lama kemudian Islam masuk ke Indonesia dan menguasai perdagangan internasional. Di lain pihak kekuasaan pusat dengan agama Hindu-Budha mengalami kemerosotan bersamaan dengan disintregasi politik dan degenerasi kultural. Akibatnya terciptalah kondisi yang baik bagi suatu perubahan. Dalam politik juga kemudian lahir kerajaan-kerajaan Islam. Sebelum negara Indonesia terbentuk pada 17 Agustus 1945, bentuk pemerintahan adalah kerajaan-kerajaan. Awal abad ke-16 bangsa Eropa seperti Belanda mulai masuk ke Indonesia dan terjadilah perubahan politik kerajaan yang berkaitan dengan perebutan hegemoni. Kontak dengan bangsa Eropa telah membawa perubahan-perubahan dalam pandangan masyarakat yaitu dengan masuknya paham-paham baru, seperti liberalisme, demokrasi, nasionalisme. Hingga sampai akhirnya Indonesia dapat menumbuhkan jiwa Nasionalisme dan bersatu untuk merdeka. Sebagai tindakan lanjut dari janji Kaisar Hirohito yang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia maka dibentuklah suatu badan yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yang dikenal dengan nama BPUPKI. Pada sidang pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945) dengan pembicaranya adalah Mr. Muh. Yamin, Mr. Soepomo, Drs. Moh. Hatta, dan Ir. Soekarno. Mereka semua berpidato guna membahas tentang rancangan usulan dasar negara. Menurut Soekarno dalam pidatonya, dasar bagi Indonesia merdeka adalah dasarnya suatu negara yang akan didirikan yang disebutnya philosophische gronsag, yaitu fundamen, filsafat, jiwa dan pikiran yang sedalam-dalamnya yang di atasnya akan didirikan gedung Indonesia yang merdeka. Selanjutnya Ir. Soekarno mengusulkan bahwa dasar bagi Indonesia merdeka itu disebut Pancasila, yaitu: Kebangsaan, Kemanusiaan, Musyawarah mufakat perwakilan, Kesejahteraan sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan. Pancasila sebagai dasar falsafah negara tidak boleh menjadi ideologi yang beku sehingga seluruh komponen bangsa terutama para intelektual muda dapat memberikan ide-ide baru dan kreatif untuk merevitalisasi Pancasila dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Setelah sidang tersebut dibentuklah panitia kecil yaitu panitia sembilan. Panitia sembilan bersidang tanggal 22 Juni 1945 dan menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam Mukadimah Hukum Dasar, alinea keempat dalam rumusan dasar negara sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Ketuhanan dengan berkewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam permusyawaratan/perwakilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Moh. Yamin mempopulerkan kesepakatan tersebut dengan nama Piagam Jakarta. Pada sidang kedua BPUPKI tgl 10 Juli 1945 dibicarakan mengenai materi undang-undang dasar dan penjelasannya. Sidang kedua ini juga berhasil menentukan bentuk negara Indonesia yaitu Republik. Seiring berjalannya waktu, dibentuklah PPKI yang bertugas melanjutkan tugas BPUPKI. Seiring dengan kekalahan Jepang, para pemuda mendesak agar kemerdekaan dilaksanakan secepatnya tanpa menunggu janji Jepang, akhirnya Soekarno-Hatta bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia. Sehari setelah Indonesia merdeka, PPKI mengadakan sidang pertamanya. Dalam sidang tersebut terdapat perubahan yang telah dilakukan yaitu perubahan pada sila pertama (tujuh buah kata dihilangkan dan diganti dengan kata-kata Yang Maha Esa) dan beberapa perubahan pada rancangan UUD. Pada saat itu juga Pembukaan Undang-Undang Dasar dan pasal-pasal UUD disahkan menjadi Undang-Undang dasar negara Republik Indonesia. Pada sidang tersebut juga menetapkan Ir. Soekarno dan Moh.Hatta sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia. Selanjutnya sidang tersebut juga membicarakan rancangan aturan peralihan. Di dalam aturan tersebut dinyatakan pembentukan KNIP yang bertugas membantu presiden. Page | 1

Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. dan Aksikologi (nilai dan estetika). Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia Menurut Dewan Perancang Nasional kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia. dan radikal mencari kebenaran yang hakiki 2. Filsafat yang monotheis dan religius yang mempercayai adanya sumber kesemestaan yaitu Tuhan yang Maha Esa 3. yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya menjadi negara yang sejahtera (Wellfare State). paling bijaksana. Pancasila adalah dasar Filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945. 7 bersama dengan UUD 1945. kesatuan dan kekeluargaan 4. peninjauan dalam diri yang bersifat reflektif atau berupa perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan adil dan bahagia. integral. wilayah serta pemerintahan negara. universal. serasi dan seimbang) 7. yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Filsuf adalah pencinta pandangan tentang kebenaran (vision of truth). diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tahun II No. Bersifat religius yang berarti dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran mengenal adanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (kebenaran religius) dan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan manusia. 5. realitas dan fleksibilitas 8. dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. fundamental. Idealisme / Spiritualisme (ide dan spirit). 2. Sistematis. Page | 2 . Nilai-nilai yang tertuang dalam rumusan sila-sila Pancasila adalah landasan filosofis yang dianggap. Dalam pencarian dan menangkap pengetahuan mengenai ide yang abadi dan tak berubah. Bentuk Filsafat Pancasila sendiri digolongkan sebagai berikut : 1. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. nilai-nilai) yang paling benar. paling baik dan paling sesuai sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memiliki corak universal terutama sila I dan sila II serta corak nasional Indonesia terutama silan III. Wawasan filsafat terdiri dari beberapa aspek. Harmoni Idiil (asas selaras. Pancasila disebut FILSAFAT karena Pancasila memenuhi ciri-ciri sebagai filsafat yakni : 1. yaitu Aspek Ontologi (eksistensi). Pancasila merupakan sumber kaidah hukum negara yang secara konstitusional mengatur negara Republik Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya yaitu rakyat. tapi hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (way of life / weltanschaung) agar mencapai kebahagiaan lahir dan bathin (Pancasilais). IV dan V. Idealisme fungsional (dasar dan fungsi serta tujuan idiil (sekaligus) 6. Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa dan Negara Indonesia Filsafat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa itu sendiri. Monodualisme dan monopluralisme atau integralistik yang mengutamakan ketuhanan. Sila-sila Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas) Filsafat Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara atau dengan kata lain Pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Aliran filsafat juga terbagi atas beberapa sifat yaitu Materialisme (kebendaan). serta hasrat ingin tahu. Memiliki arti praktis yang berarti dalam proses pemahamannya tidak sekedar mencari kebenaran dan kebijaksanaan. Epistemologi (Metode/cara). norma-norma.PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT BANGSA Secara etimologis istilah “filsafat” atau bahasa Inggrisnya disebut “philosophi” berasal dari bahasa Yunani “philien” (cinta) dan “sophos” (hikmah/kearifan) atau bisa juga diartikan “cinta kebijaksanaan”. paling adil. Memiliki ciri-ciri dimensi idealitas. Realisme (Realitas).

Menurut tinggi rendahnya. Oleh karena itu etika politik berkaitan erat dengan bidang pembahasan moral. Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang (privat goals) selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik. Etika Politik Secara substantive pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek sebagai pelaku etika yaitu manusia. Nilai-nilai kejiwaan 4. Nilai-nilai keagamaan Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam. Menurut KBBI politik adalah pengetahuan mengeai ketatanegaraan atau kenegaraan. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pengertian ‘moral’ senantiasa menunjuk kepada manusia sebagai subjek etika. Nilai-nilai Pancasila Sebagai Sumber Etika Politik Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara. Nilai-nilai kenikmatan 2. (2) disahkan dan dijalankan secara demokratis (legitimasi demokratis)dan (3) dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengannya (legitimasi moral). theory of value). Nilai-nilai watak 6. etika politik menuntut agar kekuasaan dalam Negara dijalankan sesuai dengan (1) asas legalitas (legitimasi hukum) yaitu dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku. Pengertian Politik Pengertian ‘politik’ berasal dari kosa kata ‘politics’ yang memiliki bermacam-macam kegiatan dalam suatu system politik atau Negara. Nilai-nilai itu secara senyatanya ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai-nilai lainya. Nilai-nilai kerohanian Walter G. Nilai-nilai social 5. Everet menggolongkan-golongkan nilai-nilai manusiawi kedalam delapan kelompok yaitu : 1. tidak sama luhurnya dan sama tingginya.229). dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian. sbg berikut : 1. lembaga masyarakat maupun perseorangan. Persoalan-persoalan tentang nilai dibahas dan dipelajari salah satu cabang filsafat yaitu filsafat nilai (Axiology. Nilai-nilai kejasmanian 3. 1987). seperti tata sistem pemerintah dan dasar pemerintah. Nilai-nilai ekonomis 2. Pengertian Nilai Nilai atau Value termasuk bidang kajian Filsafat. (frankena. Hierarkhi Nilai Max Sceler mengemukakan bahwa nilai-nilai yang ada. yaitu : 1. Nilai material 2. Nilai vital 3. nilai-nilai dapat dikelompokan dalam 4 tingkatan. atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral (Suseno. Nilai-nilai kehidupan 3. Istilah nilai di dalam bidang filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya “keberhargaan” (worth) atau ‘kebaikan’ (goodness). Nilai kerohanian Page | 3 .PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK Pengertian Etika Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu. Nilai-nilai intelektual 8. Nilai-nilai hiburan 4. Nilai-nilai estetis 7. Yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari system itu dan diikuti dengan pelaksanaan tujuan.

Ciri-ciri ideologi adalah 1) Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilali hidup kebangsaandan kenegaraan 2) Mewujudkan suatu asas kerohanian. dilestarikan. Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. manusia. perawakan. kepada generasi berikutnya. diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya : 1. dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. pedoman hidup. Sehingga 2 segi fundamental itu dapat diamati dalam setiap aspek kehidupan manusia. pegangan hidup. 1986) 2. Nilai dasar bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya hakikat tuhan. pandangan dunia. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA Pengertian Ideologi . 2001:57).Berdasarkan Tap. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4. (Setiardja. masyarakat. hal ini dikarenakan manusia sebagai warga masyarakat atau sebagai makhluk social. (Hidayat. diamalkan. (Cahyono.Ideologi berasal dari kata yunani yaitu iden yang berarti melihat. Page | 4 . Termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat. serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. MPR No. kebijaksanaan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. 2001) Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. esensi. ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran atau science des ideas (AL-Marsudi. atau ideas yang berarti raut muka. Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai instrumental itu merupakan suatu ekspilitasi dari nilai dasar. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Makna dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka. filsafat Pancasila itu berfungsi sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang diterima dan didukung oleh seluruh bangsa atau warga Negara. Dimensi Politis Manusia a. Dimensi Politis Kehidupan Manusia Dimensi politis manusia memiliki 2 segi fundamental. dikembangkan. Indonesia. yaitu pengertian dan kehendak untuk bertindak. atau segala sesuatu lainya. intisari atau makna yang terdalam dari nilai-nilai tersebut. 2001) 3. Manusia sebagai Makhluk Individu-Sosial Manusia sebagai makhluk yang berbudaya. gagasan buah pikiran dan kata logi atau logos yang berarti ilmu atau ajaran. Nilai Instrumental Nilai-nilai Instrumental merupakan suatu arahan. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. kebebasan sebagai individu dan segala aktivitas dan kreativitas dalam hidupnya senantiasa tergantung pada orang lain.Nilai dasar Nilai dasar merupakan hkikat. Nilai Praksis Nilai Praksis pada hakikatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai Instrumental dalam suatu kehidupan yang nyata. yang dipelihara.

Dengan kata lain pengamalan Pancasila sebagai dasar Negara disertai sanksi-sanksi hukum. 2. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. 2. 2. yang merupakan arahan. yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata. dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. memajukan kesejahteraan umum. Mengenai hal itu. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara Indonesia adalah Negara Pancasila. Ketetapan MPR No. jelaslah bagi kita bahwa mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia mempunyai sifat Page | 5 . 3. dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia (kemanusiaan yang adil dan beradab). Memorandum DPR-GR itu disahkan pula oleh MPRS dengan Ketetapan No. Menurut Kaelan. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat. Nilai instrumental. artinya setiap manusia Indonesia terikat dengan cita-cita yang terkandung di dalamnya untuk mewujudkan dalam hidup dan kehidupanya. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku. Inilah sifat dasar Pancasila yang pertama dan utama.XX/MPRS/1966 jo. Nilai praktis. 3. kebijakan strategi. Kirdi Dipoyudo (1979:30) menjelaskan: “Negara Pancasila adalah suatu negara yang didirikan. sepanjang tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. berbangsa dan bernegara. agar masing-masing dapat hidup layak sebagai manusia. Pancasila yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersebut ditetapkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka. PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang menandaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara Republik Indonesia.V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No. membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang-undangan. 3. 4. Nilai dasar. yaitu hakekat kelima sila Pancasila.Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah : Ideologi Terbuka 1. dan mencerdaskan kehidupan bangsa (keadilan sosial). mengembangkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin. harus ditindak menurut hukum yakni hukum yang berlaku di Indonesia.IX/MPR/1978 yang menegaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di Indonesia.Jadi. Bukan berupa nilai dan cita-cita. yakni sebagai dasar negara (philosophische grondslaag) Republik Indonesia. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.” Mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai sifat imperatif dan memaksa. yaitu pelaksanaan Pancasila dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat. nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut 1. Siapa saja yang melangggar Pancasila sebagai dasar Negara. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. Sedangkan pengamalan Pancasila sebagai weltanschuung. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya. sasaran serta lembaga pelaksanaanya. 4. Bersifat dinamis dan reformis. yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat. merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. artinya setiap warga Negara Indonesia harus tunduk dan taat kepadanya. Ideologi Tetutup 1.

1. Pancasila sebagai paradigma pembangunan Pancasila sebagai paradigma. apa yang harus dijawab. acuan. bagaimana seharusnya dalam menjawab dan aturan-aturan yang bagaimana yang harus dijalankan dalam mengetahui persoalan tersebut. kerangka acuan yang harus dijalankan oleh ilmuwan yang mengikuti paradigma tersebut. Pancasila seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan ditegaskan keseragaman sistematikanya melalui Instruksi Presiden No. Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional. seorang ilmuwan dapat menjelaskan sekaligus menjawab suatu masalah dalam ilmu pengetahuan. yang tidak dapat dipisah-pisahkan. sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan. arah. orientasi. parameter. paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. tetapi pada bidang lain seperti bidang politik. kerangka bertindak. Dengan demikian. dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia.imperatif memaksa. Dengan suatu paradigma atau sudut pandang dan kerangka acuan tertentu. Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia. yakni dengan memandang manusia qua talis. arah dan tujuan. dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia. Pancasila pun harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh. paradigma mempunyai arti kerangka berpikir atau model dalam teori ilmu pengetahuan. Pandangan tersebut melukiskan Pancasila secara integral (utuh dan menyeluruh) sehingga merupakan penopang yang kokoh terhadap negara yang didirikan di atasnya. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka. Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn. Page | 6 . Perlindungan dan pengembangan martabat kemanusiaan itu merupakan kewajiban negara. sumber. manusia adalah manusia sesuai dengan principium identatis-nya. jalan pikiran. artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan. tolok ukur. Dengan demikian dapat disimpulkan paradigma merupakan anggapan. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara tak hendak menghapuskan perbedaan (indifferentism). Usaha memisahkan sila-sila dalam kesatuan yang utuh dan bulat dari Pancasila akan menyebabkan Pancasila kehilangan esensinya sebagai dasar negara. Setiap sila (dasar/ azas) memiliki hubungan yang saling mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat dipisah-pisahkan.12 Tahun 1968 itu tersusun secara hirarkis-piramidal. Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. Pancasila merupakan intelligent choice karena mengatasi keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya perbedaan. kerangka acuan. sosial dan ekonomi. tetapi merangkum semuanya dalam satu semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam seloka “Bhinneka Tunggal Ika”. parameter. paradigma sebagai alat bantu para illmuwan dalam merumuskan apa yang harus dipelajari. Suatu paradigma mengandung sudut pandang. acuan. dan tujuan dari sebuah kegiatan. Dengan demikian. tolok ukur. Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN NASIONAL Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. hukum. atau sudut pandang yaitu bagaimana cara seseorang dalam melihat dan menanggapi suatu hal. Melanggar satu sila dan mencari pembenarannya pada sila lainnya adalah tindakan sia-sia. Sedangkan pengamalan atau pelaksanaan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam hidup seharihari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat. Oleh karena itu.

dan ketidakadilan sosial. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. moral persatuan. dan aspek ketuhanan. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter Berdasar hal itu. ekonomi. pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu. ketidakadilan. dan kesengsaraan warga negara. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. moral kerakyatan. dan pertahanan keamanan. penderitaan. Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. Dengan demikian. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain. Berdasar sila persatuan Indonesia. Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. meliputi bidang politik. brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab. oleh rakyat dan untuk rakyat. antara lain: a. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan. dan pertahanan keamanan. secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan. sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Oleh karena itu. kecemburuan. pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. makhluk pribadi maupun makhluk tuhan. a. diskriminasi. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral. sosial. Berdasarkan itu. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri.Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. sosial budaya. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga b. raga. Pembangunan. ekonomi. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial c. dan moral keadilan.pribadi. Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. kejam. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Page | 7 . Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human. Kekuasaan adalah dari rakyat. pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. sosial. Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik. Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. baik selaku makhluk individu. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab. Oleh karena itu. Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik. yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. Secara khusus. tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan. b. Secara singkat. moral kemanusiaan. sosial budaya. Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas. sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Oleh karena itu. Oleh karena itu. Perilaku politik. pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam si seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa. c.

adil. tiada jalan lain adalah mendasarkan kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan yang dimiliki bangsa Indonesia. dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. gerakan reformasi harus menjamin tetap tegaknya negara dan bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan. Pada era reformasi ini. Sebab tanpa suatu dasar dan tujuan yang jelas. Reformasi dengan paradigma pancasila adalah sebagai berikut : a. Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Reformasi yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab. gerakan reformasi berlandaskan pada moral kemanusiaan yang luhur dan sebagai upaya penataan kehidupan yang penuh penghargaan atas harkat dan martabat manusia. kerangka. aman. dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara. terarah. Apabila gerakan reformasi ingin menata kembali tatanan kehidupan yang lebih baik. atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. dan akhirnya mengarah pada kehancuran bangsa. serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu. Page | 8 . Oleh karena itu. di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. b. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). pancasila sangat tepat sebagai paradigma. bangsa Indonesia ingin menata kembali (reform) tatanan kehidupan yang berdaulat. Nilai-nilai dasar kehidupan yang baik itu sudah terkristalisasi dalam pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara. Dengan pancasila sebagai paradigma reformasi. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara. politik. Tatanan kehidupan yang berjalan pada era orde baru dianggap tidak mampu memberi kedaulatan dan keadilan pada rakyat. acuan. sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara. reformasi akan mengarah pada suatu gerakan anarki.d. keutuhan wilayah. Pada saat ini Indonesia tengah berada pada era reformasi yang telah diperjuangkan sejak tahun 1998. wilayah. Artinya. gerakan reformasi berdasarkan pada moralitas ketuhanan dan harus mengarah pada kehidupan yang baik sebgai manusia makhluk tuhan. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI Definisi reformasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Pertahanan Keamanan Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Reformasi yang berdasarkan nilai persatuan. ketika gerakan reformasi melanda Indonesia maka seluruh tatanan kehidupan dan praktik politik pada era Orde Baru banyak mengalami keruntuhan. Artinya. Jadi dapat dikatakan reformasi adalah menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat. disintegrasi. Reformasi memiliki makna. Artinya. yaitu suatu gerakan untuk memformat ulang. dan tolok ukur gerakan reformasi di Indonesia. dan sejahtera. tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Atas dasar tersebut. dan sumber daya nasional lainnya. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja. Gerakan reformasi yang menghindarkan diri dari praktik dan perilaku yang dapat menciptakan perpecahan dan disintegrasi bangsa. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No. c. serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Reformasi yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. gerakan reformasi harus diletakkan dalam kerangka perspektif sebagai landasan sekaligus sebagai cita-cita. menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicitacitakan rakyat. kerusuhan.

Pengembangan Pancasila sebagai ideologi yang memiliki dimensi realitas. makin menyentuh inti hayati dan materi di satu pihak. Implementasi Pancasila sebagai Paradigma dalam Berbagai Bidang adalah : 1. Bagi bangsa Indonesia. Pancasila merupakan suatu kerangka di dalam suatu kelompok di dalam masyarakat dapat hidup bersama. Pancasila sebagai Paradigma Ketahanan Sosial. lagi pula memasuki dan mempengaruhi makin dalam segala aspek kehidupan dan institusi budaya. bekerja bersama di dalam suatu dialog karya yang terus menerus guna membangun suatu masa depan bersama 6. yaitu rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Pendidikan.d. Pembangunan hukum bukan hanya memperhatikan nilai-nilai filosofis. filsafat dan praktek pendidikan berasal dari luar. Ada perkembangan baru yang menarik berhubung dengan dasar Negara kita. asas yang terkandung dalam Negara hukum. Tak seyogyanya bagi penyelesaian-penyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional dipergunakan secara langsung system-sistem aliran-aliran ajaran. tetapi juga mempertimbangkan realitas penegakan hukum dan kesadaran hukum masyarakat. Perkembangan IPTEK dewasa ini dan di masa yang akan datang sangat cepat. Reformasi yang berakar pada asas kerakyatan. 9. sudah semestinya Pancasila sebagai landasan filosofisnya. 8. perangkat nilai itu adalah Pancasila. 3. Page | 9 . Dengan kelima prinsipnya Pancasila memang menjadi dasar yang cukup integrative bagi kelompokkelompok politik yang cukup heterogen dalam sejarah Indonesia modern. teori. Reformasi yang bertujuan pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya. serta menggapai angkasa luas dan luar angkasa di lain pihak. Pembangunan ekonomi nasional harus juga berarti pembangunan system ekonomi yang kita anggap paling cocok bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Ideologi. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Politik. idealitas dan fleksibilitas menghendaki adanya dialog yang tiada henti dengan tantangan-tantangan masa kini dan masa depan dengan tetap mengacu kepada pencapaian tujuan nasional dan cita-cita nasional Indonesia. Pancasila mengandung hal-hal yang penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi. yaitu demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Beragama. 4. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu dan Teknologi. Dalam penyusunan system ekonomi nasional yang tangguh untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Gerakan reformasi bertujuan menuju terciptanya pemerintahan yang demokratis. 7. 5. Salah satu prasyarat terwujudnya masyarakat modern yang demokratis adalah terwujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan masyarakat dan bangsa serta mewujudkannya sebagai suatu keniscayaan. 2. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Sosial-Budaya. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Hukum. Perangkat nilai pada bangsa yang satu berbeda dengan perangkat nilai pada bangsa lain. seluruh penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dapat menempatkan rakyat sebagai subjek dan pemegang kedaulatan. gerakan reformasi harus memiliki visi yang jelas. Kaitan Pancasila dan ketahanan nasional adalah kaitan antara ide yang mengakui pluralitas yang membutuhkan kebersamaan dan realitas terintegrasinya pluralitas. Pendidikan nasional harus dipersatukan atas dasar Pancasila. Artinya. e. Perlu disadari bahwa ketidakadilanlah penyeban kehancuran suatu bangsa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful