P. 1
Budidaya Kelapa Sawit

Budidaya Kelapa Sawit

3.0

|Views: 1,082|Likes:
Published by Janshen Lea Perdana

More info:

Published by: Janshen Lea Perdana on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2015

pdf

text

original

BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

JUNI 25, 2011 TINGGALKAN KOMENTAR

LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2009/2010 BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI PT. SAMPOERNA AGRO TBK., SUMATERA SELATAN Disusun oleh: Nama : Puput Ninggariawan I NIM : 05/185946/PN/10358 Program Studi : Pemuliaan Tanaman Jurusan : Budidaya Pertanian Dosen Pembimbing : Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc. JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKEDEMIK 2009/2010 I. LATAR BELAKANG Komoditi perkebunan memiliki peranan yang nyata dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan devisa negara. Salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia adalah kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan primadona ekspor non migas, oleh karena itu komoditi ini selalu menjadi pilihan banyak pengusaha untuk menanamkan modalnya. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dimulai sejak tahun 1911 di Sumatra Utara. Sejak saat itu perkebunan kelapa sawit mengalami banyak kemajuan sampai dengan pecahnya perang pasifik pada tahun 1940. Kemajuan perkebunan kelapa sawit ini didukung oleh lembaga-lembaga penelitian yang telah berdiri sampai dengan sekarang ini (Mangunsoekarjo dan Tojib, 2003). Ke1apa sawit bukan tanaman asli Indonesia namun saat ini kelapa sawit menjadi salah satu sumber daya pangan, pemasok kebutuhan minyak nabati nasional menggantikan ke1apa (Cocos nucifera). Di Indonesia minyak kelapa sawit mentah mulai dipergunakan sebagai bahan minyak goreng pada tahun 1980 ketika terjadi kelangkaan minyak goreng (Anonim, 1997). Produk utama kelapa sawit yang dimanfaatkan adalah tandan buahnya yang menghasilkan minyak dari daging buah dan kernel (inti sawit). Industri olahan minyak kelapa sawit dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu dalam industri pangan (misalnya pembuatan minyak goreng, lemak pangan, margarin, kue, es krim, dan permen) dan dalam industri non pangan (misalnya pembuatan sabun, detergen, dan surfaktan, pelunak, pelapis, ramuan komponen karet, pelumas, dan kosmetik. Pada saat ini telah dikenal beberapa varietas unggul kelapa sawit yang dianjurkan untuk ditanam di perkebunan. Varietas-barietas unggul tersebut dihasilkan melalui hibridisasi atau persilangan buatan antara varietas Dura sebagai induk betina dengan varietas Pisifera sebagai induk jantan. Terbukti dari hasil pengujian yang dilakukan selama bertahun-tahun, bahwa varietas-varietas tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya (Setyawibawa dan Widyastuti, 1998). PT. Sampoerna Agro Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kelapa sawit. Pelaksanaan pembudidayaan yang telah bertahun-tahun ini membuat perusahaan telah berpengalaman dalam

pengembangan, pendekatan sosial dan lingkungan. Selain itu, luas areal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut membuktikan bahwa perusahaan tersebut terus berkembang seiring dengan waktu. Areal penanaman kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Sampoerna Agro tersebar di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah (Anonim, 2006). II. TINJAUAN PUSTAKA Tanaman kelapa sawit berasal dari Guinea (pantai barat Afrika). Tanaman kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) termasuk anggota famili Palmae yang merupakan golongan tanaman keras penghasil minyak nabati. Berdasarkan taksonominya, tanaman kelapa sawit termasuk ke dalam divisi Tracheophita, kelas Angiospermeae, subkelas Monocotyledoneae, ordo Cocoideae, famili Palmae, subfamili Elaeis, spesies Elaies guineensis Jacq (Corley, 1976). Kelapa sawit termasuk tanaman berumah satu (monocious) yaitu tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman. Kedua jenis bunga tersebut keluar dari ketiak pelepah daun dan berkembang secara terpisah. Bunga dapat menyerbuk sendiri maupun menyerbuk bersilang. Tanaman kelapa sawit dapat dibagi menjadi bagian vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif terdiri atas akar, batang, dan daun, sedangkan bagian generatif yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan adalah bunga dan buah (Mangoensoekarjo dan Tojib, 2003). Deli Dura merupakan induk bagi sebagian besar tanaman kelapa sawit komersial yang saat ini ditanam di dunia. Material genetik lain yang dimiliki PPKS merupakan hasil introduksi dari Afrika maupun Amerika Selatan. Salah satu material yang diintroduksi dari Zaire adalah Tenera/Pisifera Binga, dilakukan pada 1987 oleh Balai Penelitian Perkebunan Medan. Material ini akan menjadi fokus penelitian pada 2006 untuk tujuan karakterisasi dan eksploitasi, mengingat mempunyai prospek dan potensi untuk dikembangkan terutama dari karakter kandungan minyak yang tinggi dan pertumbuhan meninggi yang lambat (Purba et al., 2006). Kegiatan karakterisasi mengacu pada Descriptor for Oil Palm. Karakter yang diamati adalah seluruh bagian tanaman yang dapat diidentifikasi sebagai pembeda dengan tanaman kelapa sawit lain. Pembeda yang dimaksud harus mengacu pada kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan suatu varietas. Hal ini merupakan standar yang ditetapkan oleh Kantor Pusat PVT Jakarta untuk pengajuan koleksi yang akan dilindungi, sedangkan keragaan hasil silang balik antara Elaeis oleifera dan Elaeis guineensis antara lain laju pertumbuhan meninggi yang lambat pada beberapa persilangan yang terbaik, yaitu berkisar antara 30–40 cm/thn, kemudian memiliki karakter tajuk kecil sehingga dapat ditanam dengan densitas tinggi per hektar, memiliki kualitas minyak yang cukup baik jika ditinjau dari kandungan oleat, asam lemak tidak jenuh, beta karoten yang lebih tinggi dibandingkan Elaeis guineensis, dan apabila ditinjau dari hasil analisis pada satu populasi silang balik generasi pertama maka dapat ditemukan rerata kandungan beta karoten lebih tinggi dari 1000 ppm, bahkan nilai tertinggi dapat mencapai 2118.63 ppm (Purba et al., 2006). Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh baik pada daerah tropikal basah di sekitar lintang utara-selatan 12° pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut. Jumlah curah hujan yang baik adalah 2000-2500 mm/tahun, tidak memiliki defisit air, suhu optimal adalah 24-28° C dengan suhu minimum 18°C dan maksimal 32°C, kelembaban udara 80%, penyinaran matahari 5-7 jam/hari dan kecepatan angin 5-6 km/jam. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, hidromorfik kelabu (HK), regosol, andosol, organosol dan alluvial. Sifat fisik tanah yang baik untuk kelapa sawit yaitu memiliki solum setebal 80 cm, tekstur ringan, memiliki pasir 20-60%, debu 10-40%, dan liat 20-50%, kemudian memiliki perkembangan struktur baik, konsistensi gembur sampai agak teguh dan permeabilitas sedang, pH tanah sekitar 5-5½, dan memiliki kandungan unsur hara dalam tanah yang tinggi (Lubis, 1992). Benih kelapa sawit mengalami dormansi (keadaan sementara istirahat tanaman) yang cukup panjang. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi (400 C selama 80 hari) untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaaban 60-80 % dengan temperatur 35 oC. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm, optimal 2.000-3.000 mm/tahun. Kelapa sawit tumbuh

baik pada tanah dengan struktur gembur atau remah yang cukup tebal lapisannya dan banyak mengandung humus dan mineral. Permukaan air tanah harus cukup dalam, sebab perakaran kelapa sawit tidak berkembang baik pada air tanah yang dangkal (Heurn, 1985). Pengolahan tandan buah segar sampai diperoleh minyak sawit kasar (Crude Palm Oil, CPO) dan inti sawit dilaksanakan melalui proses yang cukup panjang. Secara ringkas urutan pengolahan kelapa sawit yang dimaksud adalah sebagai berikut (Setyawibawa, 1998) : a. Pengangkutan buah dari kebun ke pabrik b. Perebusan buah (sterilisasi) c. Pelepasan buah (stripping) dari tandan dan pelumatan (digesting) d. Pengeluaran minyak (ekstraksi) e. Pemurnian dan penjernihan minyak (klarifikasi) f. Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah g. Pengeringan dan pemecahan biji h. Pemisahan inti dari cangkang Pembibitan kelapa sawit biasanya memerlukan waktu selama 12 bulan sampai siap ditanam ke lapangan, yang terdiri dari 2 tahap yaitu 3 bulan pembibitan awal (pre-nursery) dan 9 bulan pembibitan utama (main-nursery). Terkadang pembibitan kelapa sawit ada yang lebih dari 12 bulan berhubung terlambat dipindah ke lapangan, karena beberapa pertimbangan (Siregar dan Purba, 1992). Perawatan tanaman merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dan menentukan masa produktif tanaman. Perawatan bukan hanya ditujukkan terhadap tanaman semata, tetapi juga pada media tumbuh (tanah). Perawatan tanaman kelapa sawit meliputi penyulaman, penanaman tanaman sela, pemberantasan gulma, pemangkasan, pemupukan, kastrasi dan penyerbukan buatan (Syamsulbahri, 1996). Panen dan pengolahan hasil merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Kegiatan ini memerlukan teknik tersendiri untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Hasil panen utama dari tanaman kelapa sawit adalah buah kelapa sawit, sedangkan hasil pengolahan buah adalah minyak sawit. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Pelaksanaan pemanenan perlu memperhatikan beberapa kriteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengan kualitas minyak yang baik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen, cara panen, alat panen, rotasi dan system panen, serta mutu panen (Fauzi et al., 2002). III. ISI A. Keadaan Umum Kebun Hikmah Dua 1. Sejarah Kebun Kebun Hikmah Dua (HD) merupakan bagian dari PT Telaga Hikmah yang menjadi anak perusahaan dari PT Sampoerna Agro Tbk. Sebelumnya PT Telaga Hikmah merupakan bagian dari PT Tania Selatan yang kemudian dijual kepada PT Selapan Jaya. Pada pertengahan 2007 PT Sampoerna Agro mengambil alih kepemilikan kelompok PT Selapan Jaya termasuk di dalamnya adalah PT Telaga Hikmah. Keadaan Fisik Kebun Kebun HD terletak di Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir. Berikut batas-batas Kebun Hikmah Dua : - Utara : Desa Pulau Geronggang - Selatan : Desa Embacang (Kebun Hikmah Tiga) - Barat : Desa Maribaya - Timur : Desa Kayu Labu (Kebun Hikmah Lima) Jarak antara Kebun HD dengan ibukota kabupaten ± 3 jam, sedangkan dengan ibukota propinsi ± 7 jam dengan menggunakan roda empat pada keadaan lancar. Kebun HD memiliki kontur tanah yang bergelombang dengan

kemiringan hingga ± 15º dengan ketinggian 0-50 m dpl. Temperatur harian di kebun HD belum pernah dicatat sebelumnya, namun diperkirakan 25º C pada malam hari dan 36º C pada siang hari. Curah hujan di kebun HD sendiri cukup tinggi dengan 2000 mm per tahunnya. 2. Struktur Organisasi Kebun HD dipimpin oleh seorang senior manajer yang membawahi langsung asisten-asisten divisi dan KTU. Kebun HD terdapat 3 divisi inti, 2 plasma, serta 1 bibitan, sehingga ada 6 asisten divisi. Sedangkan untuk bagian administrasi dipimpin oleh seorang asisten kantor (KTU). Selain itu terdapat karyawan baik pegawai bulanan (PB), karyawan harian tetap (KHT), serta karyawan harian lepas (KHL). Pada bagian tata usaha kebun KTU dibantu oleh 9 orang kerani dengan pembagian 1 kerani pembukuan, 1 kerani administrasi, 1 kerani alat berat, 1 kerani produksi, 1 kerani divisi inti, 1 kerani divisi plasma, 1 kerani divisi bibitan, 2 kerani gudang. 3. Fasilitas Kebun Kebun HD memiliki fasilitas perumahan (kamp) karyawan baik G1, G2 maupun G6 yang secara keseluruhan berjumlah ± 250 pintu dengan lebih dari 200 kepala keluarga. G1 merupakan perumahan menejer, G2 untuk asisten lapangan, KTU, dan satpam. Sedangkan G6 untuk karyawan baik PB, KHT maupun KHL yang berasal dari kerani, pemanen, sopir, hingga pemuat. Kebun HD juga dilengkapi dengan sarana ibadah (mesjid), sarana olahraga (lapangan bola kaki, tenis meja, lapangan bulu tangkis, dan lapangan bola voli). Selain itu, Kebun HD menyediakan fasilitas air dan listrik gratis bagi masyarakat yang tinggal di kamp Kebun HD. Gambar A.3.1. Kiri: Perumahan Karyawan; Kanan: Mesjid Baitur Rahman. Kebun HD memiliki kantor yang terletak di sebelah timur kamp. Fasilitas yang terdapat di kantor terebut adalah 4 buah komputer (3 administrasi dan 1 KTU), 2 buah printer dot matrix (Epson LQ 2180), 1 buah mesin fotokopi, scan dan printer (Minolta), 2 buah pendingin udara / AC (ruang menejer dan ruang rapat), 5 set meja kerani, 6 set meja asisten, 1 set meja KTU dan 1 set meja menejer serta 1 set sofa tamu. Selain itu, juga terdapat 3 buah kipas angin, masing-masing di ruang kerani, ruang administrasi dan ruang KTU. Gambar A.3.2. Kiri: Gudang; Kanan: Ruang administrasi. B. Budidaya Kelapa Sawit 1. Persiapan dan Pengolahan lahan Persiapan lahan merupakan tahap awal dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Ruang lingkup dari tahap ini adalah pra survey, survey, merintis dan pengukuran lahan serta koordinasi ke instansi terkait. Kegiatan pra survey departemen GAL dan menejer kebun bersama dengan asisten melakukan peninjauan dan meneliti calon kebun secara langsung guna mendapatkan informasi data kesesuaian dan ketersediaan lahan, tenaga kerja, pra sarana, partisipasi masyarakat serta dukungan pemerintah setempat. Sedangkan kegiatan survey dilakukan oleh menejer kebun dan asisten bersama instansi pemerintah (Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup / Bapedalda, Tokoh Masyarakat) untuk menilai status legalitas dan kesesuaian lahan. Maksud survey areal adalah untuk menentukan batas areal, luasan yang akan ditanami kelapa sawit, situasi vegetasi, topografi dan batas konsesi areal yang dicadangkan. Dari hasil survey ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan sistem pengawetan tanah, air, penentuan sistem jaringan jalan, emplasmen, kantor, perumahan dan pabrik. Sedangkan merintis dan pengukuran lahan adalah kegiatan pengukuran keliling lahan yang akan dijadikan kebun sesuai dengan peta pencadangan lahan. Dalam pembukaan lahan perlu diperhatikan beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, yaitu: - Cagar budaya atau situs - Flora dan fauna yang dilindungi - Kelerengan tanah - Pohon tempat sarang burung dan lebah - Sempadan pantai (minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi) - Sempada sungai (100 meter kanan kiri sungai besar, 50 meter kanan kiri anak sungai di luar pemukiman, dan 10-15 meter di daerah pemukiman)

mengurangi biaya produksi serta meningkatkan produksi kelapa sawit. Mengimas dilakukan dengan tenaga manusia dengan menggunakan parang. tahap ini meliputi kegiatan kerja pengukuran.Diameter 10 – 20 cm tinggi maksimum 40 cm dari permukaan tanah. dapat menggunakan gergaji rantai (chain saw). Pengelolaan ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya genangan air ketika musim hujan atau kekeringan ketika musim kemarau. juga dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya erosi. Penetapan areal konservasi berdasarkan Keppres No. Apabila kegiatan merumpuk dilakukan dengan menggunakan alat berat.1. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pekerjaan menumbang dengan traktor.Kawasan sekitar danau atau waduk (50-100 meter dari titik pasang tertinggi) . maka disebut dengan mechanical stacking. Sedangkan peringgan batas adalah batas antara kebun dengan areal hutan areal perkebunan lain. . Penanaman kacangan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja. benteng (bentuk permukaan tanah yang ditinggikan yang berasal dari galian tanah dan telah dipadatkan. perlu diperhatikan lingkungan sekitar sehingga dapat ditetapkan areal konservasi.Kawasan sekitar mata air (200 meter di sekitar mata air) Tahap selanjutnya adalah pengukuran blok. Dalam penebangan dan pembersihan ini meliputi kegiatan mengimas. Pengukuran dilakukan dengan mengikuti arah rintisan dan memasang pancang ukuran 2 meter pada setiap jarak 50 meter. Namun apabila tidak bisa ditumbangkan dengan traktor. Cara pengumpulan kayu hasil merumpuk juga sama dengan menumbang.Diameter > 75 cm tinggi maksimum 150 cm dari permukaan tanah. .Diameter 31 – 75 cm tinggi maksimum 100 cm dari permukaan tanah. Gambar B.. dilanjutkan dengan pengelolaan tanah dan air. Setalah pengukuran blok selesai. .1. Namun adakalanya penanaman kacangan . Kayu hasil tumbangan ditumpuk memanjang arah utara selatan yang berjaraj sekitar 50-100 meter. Merumpuk adalah kegiatan memotong cabang serta ranting-ranting hasil imasan den tebangan kemudian dikumpulkan di gawangan. Penumbangan dimulai dari pinggir ke tengah berbentuk spiral dan pohon ditumbangkan ke arah luar agar tidak menghalangi jalannya traktor. Ketika melakukan pengukuran blok. perkebunan lain. Pembuatan blok dilakukan setelah proses pengukuran dan pemetaan selesai dengan ukuran setiap blok masing-masing 100 (seratus) Ha dan setiap blok dibagi menjadi 4 (empat) petak yang luasnya 25 Ha. Bagain-bagian dari konservasi tanah dan air seperti tapak kuda (suatu bentuk permukaan tanah yang ditinggikan dengan kemiringan sebesar 15º). Pengukuran blok dilakukan dengan menggunakan Theodolit untuk menentukan arah rintisan garis batas blok utara – selatan dan timur – barat.26 meter dan pada utara selatan dengan jarak 1. Blok adalah suatu kesatuan administrasi terkecil sesudah divisi. Selain itu.036 meter dipasang pancang dengan ukuran 4 meter yang ujungnya diberi cat berwarna merah. Penanaman kacangan dilakukan sebelum penanaman kelapa sawit dilaksanakan. rorak (lobang bekas galian tanah yang digunakan untuk benteng yang berbentuk trapesium terbalik) dan parit (saluran air yang dibentuk secara manual maupun mekanis). merumpuk.009. Mengimas adalah kegiatan membabat semak belukar dan pohon kayu yang berdiameter kurang dari 10 cm.Diameter 21 – 30 cm tinggi maksimum 60 cm dari permukaan tanah. mechanical stacking dan semprot alang-alang. maka dilanjutkan dengan penebangan dan pembersihan lahan. Menumbang adalah kegiatan menebang pohon kayu yang berdiameter lebih dari 10 cm yang biasanya dilakukan dengan menggunakan traktor. pembuatan blok. Benteng Tahap terakhir dari persiapan lahan adalah penanaman kacangan. Dalam kegiatan menumbang terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan mengenai tinggi tebangan yang disesuaikan dengan diameter tanaman. menumbang. 32 Tahun 1990. Selain itu untuk membersihkan lalang juga dapat digunakan herbisida. Setelah pembersihan lahan selesai dibuat dan pengukuran blok selesai dilaksanakan. atau pemukiman dilakukan pembuatan peringgan batas. . pembuatan peringgan batas. pancang stacking. terasan (bentuk permukaan tanah yang dibuat berjenjang/bertingkat untuk membatasi aliran air dipermukaan tanah). Pancang stacking / rumpukan adalah kegiatan pengukuran dan pemancangan letak rumpukan yang akan dikerjakan secara mekanis maupun manual. Untuk blok yang berbatasan langsung dengan hutan. Pada setiap jarak antara timur-barat 1. dan penetapan areal konservasi.

Jalan setapak dibuat arah . Pueraria javanica (PJ) dan pupuk RP ( 2 kg CP +2 kg CM + 1 kg PJ + 5 kg pupuk RP). Sebelum dilakukan penanaman kacangan terlebih dahulu areal disemprot dengan menggunakan herbisida sehingga areal bersih dari gulma. Posisi bibit ditempatkan dengan berdiri tegak disamping lobang tanam. Pancang tidak boleh dicabut pada saat pembuatan lobang. maka bibit yang telah dipesan sebelumnya didistribusikan ke areal. Setelah dilakukan pemancangan. 3-4 hari setelah penanaman dilakukan konsolidasi untuk memastikan bahwa bibit kelapa sawit tersebut tertanam dengan benar (tidak miring atau tumbang). maka dilakukan pembuatan lobang tanam. jalan setapak 1 : 4 (18-24 bulan). Sedangkan untuk jalan tengah atau jalan 13 dibuat bersamaan dengan pembuatan jalan setapak 1 : 16.2.2. Gambar B. Calopogonium muconoides (CM). sensus pokok. Bibit yang telah disebar tadi kemudian diangkat dengan cara dipanggul dan ditempatkan pada pancang terjauh (pancang ke-14). Ukuran lobang minimal 50 x 50 x 40 cm sehingga bibit tertanam sampai batas leher akar. Setiap tumpukan bibit berjumlah 27 pokok untuk 2 baris atau pada areal yang tidak penuh (abnormal) pancang tanam harus terlebih dahulu dihitung sehingga dapat disesuaikan jumlah bibit yang akan diturunkan. kacangan juga mampu membantu mengikat N sehingga meningkatkan kandungan N di dalam tanah. maka areal siap untuk ditanamai kelapa sawit. Lobang tanam dibuat 10 cm di sebelah selatan pancang. terlebih dahulu dilakukan pemancangan bibit. Kanan: Pancang yang telah selesai dibuat Pancang tanam yang tepat mengenai tunggul kayu keras dapat dipindahkan dalam barisan tanaman maksimal 100 cm. dapat digunakan samapat atau tongkang. semprot hama dan penyakit.25 m x 9.01 m dalam bentuk segitiga sama sisi dengan kerapatan 135 pkk/ha. penyisipan.25) x (6 x 16. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dimulai dengan pembuatan jalan setapak. Untuk areal tanaman yang sulit ditempuh dengan menggunakan truk. Di daerah berbukit dan kontur arah barisan mengikuti arah kontur dan jarak antar kontur adalah proyeksi jarak antara baris.2. Jarak tanam 9.02) m.dilaksanakan setelah kelapa sawit ditanam.25 m x 9. Jalan setapak dibuat secara berkala. Kiri: Pembukaan polibag. Sebelum lobang dibuat lebih dahulu sampah dan tunggul dibersihkan dan permukaan tanah diratakan. Pemancangan dimulai dengan membuat pancang kandang yang berukuran 101.75 m x 96. Arah baris tanaman umumnya utara selatan dan pada keadaan tertentu dapat diubah dan disesuaikan dengan keadaan topografi. Sebelum dilakukan penanaman. serta gulma). Bibit yang dibawa oleh truk diturunkan ditempat yang telah diberi pancang.1. Penanaman Kelapa Sawit Penanaman kelapa sawit baru dapat dilaksanakan setelah semua kegiatan persiapan lahan selesai. Kacangan berfungsi sebagai penutup tanah sehingga diharapkan tidak ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit. Kiri: Pemancangan. Jalan setapak ini nantinya akan digunakan sebagai jalannya pekerja ketika melakukan perawatan (merumput. Pembibitan kacangan Penanaman kacangan dilaksanakan pada musim hujan untuk memastikan tanaman kacangan dapat tumbuh dengan baik. Hal ini karena perusahaan mengejar masa tanam yang singkat. Penerimaan bibit diselesaikan perpetak dalam kelompok varietas yang sama sehingga diperoleh penanaman yang seragam untuk setiap blok. Apabila penanaman kacangan telah selesai dilakukan. jalan setapak 1 : 2 (28-32 bulan).1. 3. hingga akhirnya nanti menjadi jalan ketika panen dilaksanakan. Penanaman kelapa sawit dilaksanakan dengan memotong plastik dasar polybag pada lobang tanam kemudian mengangkat plastik tersebut ke atas dan mengikatnya pada daun bibit kelapa sawit untuk memudahkan penutupan lobang. Setelah itu secara berurutan bibit diangkat sampai ke pinggir jalan (pancang ke-1). Gambar B.25 m dengan jarak dala baris 8. 2. jalan setapak 1 : 8 (12-16 bulan). Gambar B.120 m (11 x 9.2. Kacangan yang ditanam merupakan pencampuran tiga jenis kacangan yang disertai pupuk dengan perbandingan kacangan Centrosema pubescens (CP). dimulai dengan jalan setapak 1 : 16 (3-6 bulan). Kanan: Penanaman kelapa sawit Setelah pembuatan lobang tanam selesai dilakukan. Selain itu.

Garuk piringan ini dilakukan supaya area piringan tanaman kelapa sawit bebas dari gulma sehingga tingkat persaingan tanaman dalam mendapatkan unsure hara. tunggul dan kayu dengan ukuran 4 x 7 m. Sedangkan rotasi rawat gawangan manual pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Perawatan jalan setapak dilakukan dengan melakukan penyemprotan yang dimulai pada saat tanaman kelapa sawit berumur 12 bulan. Pembuatan TPH dilakukan pada saat tanaman berumur 3 tahun (TBM 3) dengan cara meratakan tanah. selain dilakukan perawatanperawatan rutin. Rotasi garuk piringan dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Sensus pokok dilakukan satu bulan setelah penanaman dan sensus berikutnya satu kali setahun. Penyemprotan piringan dilakukan pada TBM 3 dengan rotasi 4 bulan sekali. Penyisipan dilakukan berdasarkan laporan dari sensus pokok yang telah dilakukan sebelumnya. Perawatan gawangan manual dilakukan dengan cara mencabut. Gambar B. Garuk piringan dilaksanakan dengan cara membersihkan rumput/gulma yang tumbuh di piringan pokok. Selain rawat gawangan. Pada spot sprayer lalang disemprot menggunakan Knapsack Sprayer yang berisi campuran bahan herbisida secara sporadic dan dilakukan 1 (satu) tahun sekali. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Hasil dongkel anak kayu (DAK) ditempatkan di atas tunggul yang mati atau para-para.1. sedangkan jalan tengah / jalan 13 dibuat arah timur–barat dengan panjang 1. di kebun HD dilakukan sensus hama. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada dipiringan dengan herbisida. Bila terjadi ledakan serangan hama (out break) maka dilakukan . pengupasan kulit kayu dilakukan pada tunggul kayu yang masih hidup atau anak kayu yang tidak bisa didongkel dari bawah sampai keatas berkeliling. juga dilakukan kegiatan perawatan seperti perawatan gawangan. Penyemprotan jalan setapak disesuaikan dengan dosis yang direkomendasikan sesuai dengan anggaran biaya tahunan. Selain dilakukan perawatan garuk piringan.000 m dengan lebar 1. maka dilakukan sensus pokok. dan pada TM dilakukan dengan interval 6 bulan sekali. Dongkel Anak kayu (DAK) pada TBM. juga dilakukan semprot piringan. Sensus hama daun dilaksanakan minimal satu kali sebulan. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali.25 m.2. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan/mendung untuk menghindari pencucian herbisida oleh air hujan. Pada masa TBM. Lalang yang sudah dilap pucuk daunnya dipotong. hama tikus ataupun tirathaba. Kacangan yang menjalar diatas pokok sawit harus diturunkan. Gulma disemprot menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. Lalang menjadi perhatian besar karena daur hidupnya sangat singkat dan sangat mudah tumbuh walaupun lingkungannya kurang mendukung. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Untuk mengetahui jumlah kelapa sawit yang telah ditanam dan belum ditanam.3. Kiri: Semprot lalang. Diameter piringan disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman. Selain pembuatan jalan setapak. dan TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Pelaksanaan semprot piringan dilakukan dengan cara menyemprot rumput di piringan pokok dengan menggunakan Knapsack Sprayer. Untuk itu.utara–selatan sepanjang baris tanaman dengan ukuran panjang 250 meter dan lebar 1. Perawatan gawangan ini dapat dilaksanakan secara manual ataupun kemis. juga dilakukan persiapan untuk panen. mendongkel anak kayu. Rotasi penyemprotan dilakukan sebanyak 3 kali setahun. Sebagai contoh adalah pembuata tempat pengumpulan hasil (TPH). Rotasi semprot gawangan pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Gambar B. Pada lap lalang digunakan kain yang telah dicampur bahan herbisida dengan konsentrasi 1% kemudian dilapkan pada lalang dari pangkal batang sampai pucuk daun.apabila terdapat tanaman yang mati atau belum ditanam.3. Kanan: Piringan yang telah dibersihkan Selain merumput juga terdapat kegiatan perawatan semprot lalang. mineral dan air dapat diminimalkan. Rotasi lap lalang dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. maka dilakukan penyisipan. Pencegahan hama dilakukan sedini mungkin untuk menghidari kerugian yang besar akibat serangan hama. Perawatan gawangan secara kemis dilaksanakan apabila gulma di areal lebih dominan. baik itu hama daun.25 meter. membersihkan rumput. juga dilakukan garuk piringan pada tanaman kelapa sawit. Terdapat dua cara untuk menanggulangi lalang yang tumbuh disekitar pertanaman kelapa sawit. yaitu spot spraying (kemis) dan lap lalang (manual). TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali.

baik itu jalan utama (poros). gawangan dan TPH. Penambahan tanah pada pangkal jembatan sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan lantai jembatan. Bentuk badan jalan utama dan jalan produksi tetap dipertahankan seperti batok tengkurap. Gambar B. Rotasi semprot gawangan dan dongkel anak kayu adalah 1 kali setahun. produksi dan jalan alternatif pada topografi rendah dibadan jalan dibuat saluran air berbentuk ”V” untuk mencegah genangan air di badan jalan saat musim hujan. Kiri: Road Grader. Untuk perawatan jembatan permanen dilakukan dengan membersihkan potongan kayu. Kastrasi dilakukan pada tanaman yang telah berumur 13.sensus setiap dua minggu sekali pada areal yang terserang berat. Pada masa TBM. 4. Sensus hama Tirathaba dilaksanakan di areal tanaman yang sudah selesai kastrasi dan dilaksanakan satu kali sebulan. Cara pengamatan serangan hama tikus dibedakan antara TBM – TM 3 dan TM 4 ke atas. potongan kayu. Road Grader berfungsi sebagai sebagai perata jalan yang bergelombang. Sedangkan untuk hama tikus dilakukan sensus hama tikus yang dilaksanakan satu kali sebulan. Perawatan jembatan darurat dilakukan dengan membersihkan sampah. Selain itu jembatan juga memerlukan perawatan khusus.Oleh karena itu. sampah yang tertahan di tiang/pondasi jembatan. perlu dilakukan perawatan saluran air di kanan dan kiri jalan secara manual pada saat musim hujan. karena pada prinsipnya adalah menghilangkan rumput yang mengganggu pertanaman kelapa sawit. Rotasi perawatan jalan dilakukan dua kali setahun dan dalam kondisi tertentu dapat ditambah rotasi perawatannya. hanya tempatnya saja yang berbeda. melancarkan aliran air. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan atau mendung. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Pada tanaman menghasilkan (TM). Selain itu. Keadaan jalan menjadi faktor penting terutama ketika musim hujan. dan TPH 2 kali setahun. Kebun HD memiliki tekstur tanah yang didominasi lempung sehingga sangat licin ketika hujan dan lengket ketika hujan reda. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada di piringan . Jalan yang berlobang ditimbun dan dipadatkan dengan Compactor. jalan produksi. merawat jalan serta pemupukan. Perawatan jalan utama. jalan setapak dan TPH. maka bunga tersebut langsung di musnahkan (kastrasi).1. Tanah pada kiri kanan pondasi jembatan yang longsor ditimbun kembali dan dipasang cerucuk. Badan jalan tidak terlindung oleh kanopi daun atau pelepah tanaman. Kegiatan merumput dapat dilakukan dengan cara merawat gawangan dengan herbisida (kemis) atau dengan mendongkel anak kayu/anak sawit (manual). kelapa sawit diarahkan untuk memaksimalkan pertumbuhan vegetatif sehingga ketika bunga muncul. . Sensus ini tidak perlu dilakukan bila persentase serangan sudah dibawah 2 %. Merumput di TM sendiri tidak berbeda jauh dengan merumput di TBM. dan jembatan.jalan luar kebun. Kanan: Compactor. Gulma disemprot dengan menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. Pengamatan dilakukan pada pokok yang terdapat dalam baris sensus (titik sensus tetap) yang telah dibuat terlebih. jalan setapak. Semprot piringan/jalan setapak/TPH merupakan pekerjaan yang sama. Badan jalan produksi dan jalan alternatif yang telah ditumbuhi rumput tidak perlu degrading. lapuk pada jembatan darurat serta pangkal jembatan di timbun tanah sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan permukaan batang kayu jembatan. Sedangkan untuk pemupukan pada TBM dilakukan berdasarkan rekomendasi pemupukan yang diberikan oleh tim agronomy research unit (ARU) berdasarkan hasil analisa kebutuhan pupuk dan rekomendasi ini diberikan setiap tahun. dilakukan secara manual dengan menggunakan ”dodos modifikasi” berbentuk cangkul. perawatan atau pemeliharaan tanaman kelapa sawit tidak seintensif ketika tanaman masih di TBM. piringan. Hal ini menyebabkan banyak truk menjadi sering macet/mogok karena tidak dapat berjalan di jalan rusak. Rotasi semprot gawangan. produksi dan jalan alternatif dilakukan dengan Road Grader. Begitu juga dengan semprot piringan. 15 dan 17 bulan. Perawatan jalan utama.4. Pelaksanaan semprot piringan/jalan setapak/TPH dilakukan dengan cara menyemprot rumput dipiringan/jalan setapak/TPH pokok menggunakan Knapsack Sprayer dengan menggunakan nozlle yang sesuai dengan populasi gulma. Perawatan hanya meliputi merumput. Susunan batang kayu yang terlalu merenggang dirapatkan kembali dan mengganti kayu yang patah. diperlukan perawatan jalan.

melancarkan aliran air. Kanan: Pengangkutan ke TPH. tanah. Juni. Pemangkasan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Umur tanaman (tahun) Pelepah yang dipertahankan di pokok 2. . potongan kayu. sedangkan pada tanaman yang sudah tinggi. Fiber tersebut dapat dipanjangkan hingga mencapai 6 m. pemanenan menggunakan egrek. Sistem pembagian tenaga kerja terdapat 2 macam dan tergantung pada ketersediaan tenaga dan perkiraan hasil panenan. Kiri: Pemanenan dengan menggunakan egrek.1. Kriteria buah yang siap di panen adalah warna buah pada tandan berubah dari hitam/hijau menjadi merah mengkilat/orange dan minimal sudah membrondol 5 brondolan per 1 tandan buah segar (TBS). Aplikasi pemupukan pada TM mengikuti rekomendasi dari tim ARU yang keluar setiap tahun. Tanah timbunan gorong gorong dipertahankan rata dengan permukaan jalan. Hal ini untuk mengetahui jumlah tanaman kelapa sawit yang siap panen sehingga dapat diperkirakan hasil panen yang akan di dapat dan jumlah tenaga yang diperlukan. Sebelum dilaksanakan kegiatan pemanenan. Pada baris sensus pokok pertama dan pokok terakhir diberi tanda cat berwarna merah dan diberi nomor baris berwarna putih. Sensus dilaksanakan setelah rotasi panen terakhir pada bulan Maret. Pada TM terkadang pelepah yang ada di pohon sangat banyak dan terkadang pelepah yang matipun masih menempel pada pohon tersebut. Pemangkasan pelepah harus mepet. TBS yang telah terkumpul di TPH di sortasi terlebih dahulu oleh pemanen dan apabila terdapat tandan yang terlalu panjang dipotong hingga tersisa 2 cm dari buah. agar berondolan tidak sangkut dan di rotasi setiap 9 bulan sekali. Pemanenan biasanya dilakukan 2 orang sekaligus dengan pembagian tugas sebagai pemanen dan sebagai pengangkut. sedangkan ancak giring merupakan ancak panen yang luasannya disesuaikan dengan kondisi buah dan produktivitas pemanen. Perawatan manual ini termasuk di antaranya membuang air yang menggenang di jalan dengan membuat saluran pembuangan. pemanenan dilakukan dengan menggunakan dodos pada tanaman yang masih pendek. Untuk jalan yang ternaungi oleh pelepah dapat dilakukan perawatan rempes pelepah dengan menggunakan egrek dan bambu. Sensus buah dimulai dengan pembuatan tanda yang pokok kelapa sawit yang akan di sensus.1. maka ditentukan jumlah tenaga yang akan digunakan pada hari itu. terlebih dahulu dilakukan sensus buah. 5. September dan Desember. dilakukan pemangkasan (pruning) dan pembersihan (debris). Gambar B. Sensus dilaksanakan diseluruh areal TM pada setiap petak ditentukan baris sensus (kelipatan 10 baris) yang mewakili areal tersebut (biasanya 25 Ha) dengan persentase 10% terhadap jumlah pokok. Ancak tetap adalah ancak panen yang luasan. Untuk itu.5. Egrek yang digunakan di kebun HD sering disebut dengan fiber. Sensus dilakukan dengan mengamati dan menghitung jumlah tandan buah hitam yang terdapat di pokok dalam barisan sensus. Setelah diketahui perkiraan hasil panen. Terkadang kerusakan jalan tidak terlalu parah sehingga hanya memerlukan beberapa orang untuk memperbaikinya. Setelah dilakukan pemangkasan dilanjutkan pembersihan dengan membuang seludang buah. bunga jantan.4. Rekomendasi ini didapatkan dari hasil analisa Leaf Sampling Unit (LSU) yang pada masing-masing kebun berbeda. membuang lumpur yang ada di badan jalan dengan menggunakan cangkul serta menimbunnya dengan tanah. lokasi dan pemanennya telah ditetapkan. hasil panen tadi kemudian diangkut ke TPH dengan menggunakan gerobak dorong (angkong). Penandaan baris pokok sensus dimulai dari arah barat ke timur yang terletak dipinggir jalan produksi.5 – 7 48 – 56 8 – 14 40 – 48 15 tahun ke atas 32 – 40 Tabel B. brondolan kering yang terdapat di piringan dan ketiak pelepah pada tanaman menghasilkan dengan rotasi 1 kali setahun.5 – 3 58 – 64 3.Perawatan gorong-gorong dilakukan dengan membersihkan sampah. Pemanenan Hasil Pemanenan hasil merupakan tahap terakhir pada budidaya kelapa sawit. Jumlah pelepah yang dipertahankan di pokok berdasarkan umur tanaman.

walaupun nanti bisa dimodifikasi dengan pembuatan tapak kuda. Tentu saja ini akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. walaupun ada beberapa tempat yang tetap kebanjiran ketika hujan deras berturut-turut selama beberapa hari. Tahap Persiapan a. dikhawatirkan akan ada perbedaan pembagian air antara areal yang tinggi dengan areal yang rendah. perencanaan pembukaan kebun dan pembibitan harus direncanakan secara matang sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau keterlambatan dalam pelaksanaan di lapangan. Gambar B. sehingga diperkirakan waktu yang dibutuhkan sama dengan pembukaan lahan. Truk yang digunakan adalah jenis dump truck yang mampu membawa TBS hingga 6 ton. . Berikut dipaparkan mengenai pembibitan yang dimulai dengan pembukaan lahan hingga transportasi menuju tempat penanaman bibit: 1. Perkiraan kebutuhan bibit juga mesti dihitung secara cermat dan tepat sehingga tidak terjadi kelebihan bibit. T. sedangkan sistem pengairan menggunakan pompa air. Pembibitan memerlukan areal khusus yang benar-benar strategis baik dilihat dari efisiensi ataupun hal-hal pendukung lainnya. Menurut Soepadiyo Mangoensoekarjo dan A. Lokasi yang akan dijadikan areal pembibitan memang harus rata. pada dasarnya terdapat dua jenis pembibitan kelapa sawit. 2) Tidak banjir pada saat musim hujan. Dengan memperhatikan alasan efisiensi biaya dan kemudahan dalam perawatan kebun HD memilih menggunakan metode dua tahap (double stage). mengingat daerah Sumatera Selatan merupakan daerah tropis yang tingkat curah hujannya cukup tinggi. kemudian kerani panen memberikan tanda di ujung tandan berupa nomor divisi dan nomor mandor. yaitu pembibitan satu tahap (single stage) dan pembibitan dua tahap (double stage). atau bahkan kekurangan bibit yang dapat menyebabkan perbedaan masa tanam yang kemudian tanaman dalam satu blok tidak lagi seragam. Penentuan Lokasi Bibitan Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tempat pembibitan haruslah benar-benar strategis. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dijadikan areal pembibitan. Kebun HD memiliki areal bibitan yang relative aman dari kebanjiran. Tojib (2003). Lokasi yang digunakan bukanlah rawa-rawa atau dataran rendah yang memiliki potensi banjir ketika musim hujan. dan kalaupun miring. Selain itu. Kiri: Muat TBS. Oleh karena itu. maka langsung ataupun tidak langsung. Gambar B. pemanen memberikan tanda pada ujung tandan berupa nomor pemanen. antara lain: 1) Areal rata dengan kemiringan maksimal 5%.5. Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit dimulai bersamaan ketika pembukaan lahan dimulai. Hal ini disebabkan apabila areal yang digunakan miring. tanaman akan miring karena polibagnya juga miring. Hal ini dikarenakan bibit kelapa sawit baru akan siap tanam setelah berumur lebih dari 10 bulan. tidak boleh terlalu miring. Hal ini dilakukan antara lain untuk menekan biaya serta mengurangi kerusakan bibit.2. TBS yang telah dimuat tadi kemudian dibawa ke PKS untuk proses selanjutnya.Setelah itu. Apabila dalam 1 TPH telah selesai di sortasi. maka harus dibuat tanggul yang mampu menahan air dari luar serta pompa air yang khusus untuk mengeluarkan air yang tergenang di dalam pembibitan apabila tinggi air di dalam lebih rendah dibandingkan di luar areal pembibitan. Apabila pemanenan selesai dilakukan. Apabila tetap dipaksakan. maka TBS tersebut siap dimuat ke truk pengangkut. kerani buah melakukan sortasi pada saat TBS dimuat ke truk pengangkutan. Setelah TBS tersebut disortasi.3. Setiap truk yang akan mengangkut TBS disertai oleh 3 orang pemuat. maka akan ada biaya tambahan yang muncul akibat pembuatan tapak kuda atau konsolidasi. Kanan: Buah yang telah didop oleh kerani panen. jika areal pembibitan miring. Oleh karena itu disarankan areal pembibitan merupakan areal yang rata dan bukan daerah rawa. Apabila dipaksakan. yaitu pre-nursery dan main-nursery walaupun ketika pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery membutuhkan biaya ekstra. Kanan: Muat brondolan C. Kiri : Sortasi TBS.5.

gangguan binatang liar seperti babi ataupun tikus perlu diperhatikan. walaupun dampaknya tidak terlalu besar. parang dan dodos yang telah dimodifikasi. Selain itu. Parit keliling ini . sumber air yang tersedia berasal dari air sungai yang terhubung langsung oleh kanal sehingga potensi kekeringan pada musim kemarau sangat kecil. d. rumah hujan dan kantor divisi. maka bibit tidak akan tumbuh optimal. dibutuhkan juga parit keliling. Kiri: Dataran rendah menyebabkan tergenang. penyemprotan lalang. Di kebun HD disediakan penjaga bibitan baik siang maupun malam yang berasal dari penduduk setempat dengan harapan tingkat pencurian dapat ditekan. 3) Dekat dengan sumber air dan tersedia dalam jumlah yang cukup ketika musim kemarau. waduk penampungan air. 5) Dekat dengan lokasi penanaman. 4) Aman baik dari gangguan pencurian maupun gangguan binatang liar. Pada awal penetapan areal yang akan digunakan sebagai pembibitan. maupun traktor bajak. yang meliputi luas areal. Pencurian merupakan gangguan yang paling berbahaya karena kerugian yang ditimbulkan sangat besar. masih ada sumber air yang lainnya. Untuk mencegah masuknya sapi tersebut.excavator. Sedangkan sisa 25% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Satu (IHDS) di blok 16. Kebun HD memiliki luas areal ± 80 ha yang dibagi menjadi 4 blok besar pembibitan. Biasanya dalam satu PT terdapat satu pembibitan yang kurang lebih terdapat 4-6 kebun. dan waduk penampungan air. Air merupakan kebutuhan utama di dalam pembibitan kelapa sawit. sabit. Pembuatan Jalan dan Parit Keliling Jalan pada pembibitan merupakan hal yang penting untuk distribusi bibit. parit keliling. Hal ini akan memudahkan perhitungan kebutuhan pipa untuk pembuatan jaringan air penyiraman. Selain jalan. Juru ukur melakukan pengukuran areal yang ditetapkan sebagai tempat pembibitan.1. compactor. Kanan: Kemiringan tanah tinggi.a. areal pembibitan sebisa mungkin diposisikan setepat mungkin dengan mempertimbangkan sarana jalan yang dilewati dan jarak yang ditempuh. Pengukuran Areal Bibitan Pengukuran areal yang akan digunakan sebagai pembibitan dilakukan oleh juru ukur. Selain itu juga dapat memudahkan perhitungan kebutuhan dan kontrol penggunanaan herbisida. 7) Bentuk area pembibitan sebaiknya persegi panjang atau bujur sangkar. road grader. Setalh hasil pengukuran diperoleh. Areal yang digunakan haruslah tepat dengan kebutuhan bibit yang akan ditanam nantinya. insektisida dan lain-lain. Di kebun HD. perlu dipertimbangkan jarak antara pembibitan dengan calon areal yang akan ditanami kelak. manajer kebun dan asisten bibitan membuat tata letak (lay out) pembibitan yang mencakup posisi pre-nursery dan main-nursery. jalan. disediakan tenaga khusus untuk menjaga sapi tersebut tetap berada di luar areal pembibitan. Kebun HD sendiri menyuplai bibit ke empat kebun lain serta kebun sendiri. Dengan demikian. Pembersihan areal ini dapat menggunakan cara mekanis maupun manual. Jarak terdekat dari hutan atau tanaman kelapa sawit yang sudah besar yang ada di sekitar tempat tersebut minimal 20 m. Pembuatan jalan ini menggunakan alat berat. Sapi penduduk asli merupakan hewan pengganggu utama di pembibitan kebun HD. sehingga apabila salah satu sumber kering. jalan. b. Untuk cara mekanis dapat menggunakan alat berat baik itu bulldozer. Selain itu. Pembersihan Areal Pembersihan areal bibitan meliputi pekerjaan imas tumbang. sumber air yang dipersiapkan tidak hanya terpusat pada satu tempat saja. Jalan di bibitan dibuat keliling dengan memperhatikan rencana disain blok yang akan dibuat. 17 dan 18.Gambar C. dan excavator. 6) Lokasi tidak tertutup oleh bayang-bayang dari pohon-pohon hutan atau pohon-pohonan lainnya sehingga dapat menerima sinar matahari penuh. mencabut dan membuang tunggul kayu serta akar kayu. Pembibitan kebun HD sendiri berada di empat blok divisi inti yang berbeda dengan 75% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Tiga (IHDT) blok 20. rumah mesin. Sapi-sapi yang jumlahnya mencapai 50 ekor tersebut dibiarkan bebas sehingga terkadang masuk ke areal pembibitan. seperti bulldozer. c. Sedangkan cara manual adalah dengan menggunakan cangkil. Tanpa adanya air yang cukup.

Panjang selang kirico tersebut 100 m sehingga diperkirakan mampu menyiram bibit sepanjang 100 – 110 pokok bibit sawit di main-nursery dan 9 bedeng bibit sawit di pre-nursery. Kanan: Rumah mesin. namun hal ini belum dilakukan oleh kebun HD karena debit air yang terdapat di waduk buatan masih mencukupi untuk kebutuhan penyiraman bibit.dibuat di samping-samping jalan untuk menghindari genangan di jalan yang dapat menyebabkan jalan cepat rusak. selang kirico tersebut terbukti awet dan tahan terhadap cuaca panas ataupun dingin serta mudah dalam aplikasinya. Sistem sprinkler memang pernah digunakan di pembibitan kebun HD. fungisida. Kiri: Pengukuran tekanan.d. tidak terjadi keterlambatan penyiraman air yang dapat menyebabkan bibit menjadi kekeringan.1.1. Untuk menjaga agar mesin tetap berjalan dengan baik dan benar. maka pompa air yang ada tidak digunakan secara maksimal. Ukuran waduk penampungan air berdasarkan kebutuhan air yang harus tersedia sesuai dengan jumlah bibit. Tekanan yang dianjurkan adalah 0. air mampu didistribusikan hingga jarak ± 500 m. terutama ketika perawatan bibit sedang dilakukan seperti merumput atau konsolidasi. Waduk tersebut haruslah berasal dari sumber air yang bebas polutan. Sebelum bibit ditanam. Tiap-tiap waduk dilengkapi dengan 2 mesin pompa air yang menggunakan mesin truk fuso 5 silinder.f. baik sisa pestisida. Kebun HD memiliki 2 waduk yang mampu memenuhi kebutuhan air hingga 120 ha. Debit air yang terdapat di waduk buatan tersebut menentukan besar kecilnya pembibitan dan jumlah bibit yang akan dihasilkan. Dengan menggunakan instalasi selang kirico. Satu-satunya kekurangan instalasi kirico ini adalah selang tersebut sangat mudah sobek oleh benda tajam. Pembuatan waduk penampungan air Untuk menghindari kekurangan air pada musim kemarau.1. Kiri: Waduk penampungan air. setiap waduk digunakan untuk menyediakan kebutuhan air bibit seluas 40 ha. Dengan mesin ini. sehingga ketika bibit telah ditanam. Pembuatan Instalasi Penyiraman Bibit Instalasi penyiraman bibit di kebun HD menggunakan sistem selang dengan merek “kirico” sehingga lebih sering disebut selang kirico. pupuk maupun limbah lainnya. Gambar C. Selain itu. hanya saja penggunaan sistem ini rawan pencurian (terutama pipa besi) dan rawan patah pada pipa penyangga sprinkler serta biaya perawatannya tinggi sehingga dirasa kurang efisien. biaya perawatan dapat diminimalkan. Selang tersebut lebih efisien dan efektif untuk menyiram bibit kelapa sawit dalam jumlah besar dibandingkan dengan sistem sprinkler. Dengan demikian.8-1. Gambar C. Panjang pipa PVC 2” tersebut ± 18 m. air tersebut di dorong melalui pipa PVC 6” yang kemudian didistribusikan ke beberapa pipa PVC 4”. Waduk buatan tersebut sebaiknya dikeruk lapisan bawahnya setiap beberapa tahun supaya tidak terjadi pendangkalan. Pembuatan parit e. Instalasi kirico memanfaatkan selang yang terbuat dari karet yang memiliki lubang kecil yang menyebar ke tiga arah dengan jarak antar lubang antara 5 – 7 cm serta sangat fleksibel dan alot. maka setiap satu mesin pompa air di kelola oleh satu orang operator mesin. Instalasi penyiraman bibit ini dilaksanakan sebelum bibit di tanam. setiap pembibitan harus memiliki waduk yang mampu menyangga kebutuhan air bibit selama musim kemarau. Selang kirico ini mampu bertahan hingga 3 kali tanam atau kurang lebih selama 3 tahun. Setelah itu. Dengan demikian kebun HD memiliki 4 orang operator mesin yang mulai bekerja . Namun karena saat ini luas areal bibitan hanya 80 ha. kekuatan selang kirico tersebut harus dikalibrasi dengan menggunakan alat pengukur tekanan (Pressure Gauge).0 atm dengan perkiraan semburan air hingga 160 cm. Setiap ± 3 m terdapat 1 selang kirico sehingga dalam 1 pipa PVC 2” terdapat 7 selang kirico yang dilengkapi dengan kran (gate valve). Dengan demikian tiap-tiap selang kirico memiliki jangkauan siraman hingga 320 cm atau sekitar 4 pokok bibit lebih.1. Masing-masing mesin digunakan untuk menyiram bibit seluas 20 ha.e. Gambar C. Urutan pemasangan instalasi penyiraman ini adalah dari waduk kemudian disedot menggunakan pompa air melalui pipa PVC 6”. f.1.1. Dari pipa PVC 4” tadi kemudian didistribusikan lagi ke pipa PVC 2”. Kanan: Mesin pompa air. Waduk dibuat dengan menggunakan excavator dengan ukuran 50 m x 30 m dan dengan kedalaman 5 m.

Pembuatan pagar kawat di areal pre-nursery bertujuan untuk melindungi bibit-bibit tersebut dari gangguan binatang liar misalnya babi. juga dibangun kantor divisi yang digunakan untuk mengatur pembagian kerja dan memeriksa pekerja yang telah diabsen.1. Pembuatan Rumah Mesin. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga mesin air adalah radiator yang sering bocor sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. . maka pembuatan rumah mesih dilaksanakan ketika penanaman kecambah akan dilaksanakan. Pagar kawat. sebaiknya diberikan pelapis sebagi pelindung dari panas dan hujan. Selain itu tanah dalam polibag tidak menjadi keras atau membentuk lapisan atas yang keras. Tanah yang digunakan tidak boleh kedap air.1. termasuk juga rayap yang sering menggerogoti tiang pagar. g. Gambar C. Kawat yang kurang kencang akan menyebabkan tiang pagar menjadi miring dan akhirnya roboh. Kawat yang digunakan adalah kawat duri yang dipaku pada tiang kayu dengan tinggi pagar kawat tersebut sekitar 1. Gambar C. Kantor Divisi dan Gubuk Berteduh Pembuatan rumah mesin seharusnya dibuat bersamaan dengan pembuatan waduk. Hal ini disebabkan ukuran bibit yang rendah sehingga tidak ada tempat berteduh bagi para pekerja. atau kadar pasir < 60%.1. 2. Akibat yang akan muncul apabila radiator kehabisan air adalah overheat yang tentunya akan menyebabkan umur mesin menjadi pendek. Jika dibanding dengan sistem sprinkler.00 tergantung kepada keadaan cuaca.pukul 06. Pagar juga harus bersih dari gulma sehingga memudahkan dalam pemeriksaan. Jarak antar kawat satu dengan kawat lainnya 25 cm sehingga terdapat 6 baris kawat. Kayu yang biasa digunakan adalah kayu gelam. Kayu tersebut ditancapkan sedalam ± 30 cm dan diberikan penopang di tiap 3 tiang. Untuk kebun HD sendiri tanah topsoil didapatkan dari divisi inti dan diangkut dengan menggunakan truk yang kemudian dikumpulkan menjadi 1 gunungan tanah. karena memang bentuknya seperti sebuah kandang sapi atau kuda. Gubuk tempat berteduh juga perlu dibangun untuk tempat berteduh ketika pekerja sedang beristirahat. Tahap Pre-Nursery a. Belum lagi masalah aki yang sering tekor karena memang jumlah aki yang tersedia terbatas sehingga mesin hanya bisa dihidupkan secara berurutan.h. pemakaian sistem selang kirico untuk penyiraman di pembibitan membutuhkan biaya yang lebih murah. Di sekeliling tiang pagar dibuatkan parit yang dapat mengalirkan air untuk menghidari tergenangnya air disekitar tiang pagar yang dapat menyebabkan tiang pagar semakin cepat keropos. Terutama pada tiang pagar. Lantai rumah mesin tersebut haruslah terbuat dari beton cor untuk menjaga mesin agar tidak mudah goyang serta menahan getaran. Rumah mesin terdapat di tiap-tiap waduk sehingga pembibitan kebun HD memiliki 2 rumah mesin. terutama ketika turun hujan.5 m dan jarak antar tiang 2 m. Kiri: Gubuk. Rumah mesin dibangun sedemikian rupa sehingga dapat menampung 2 buah mesin beserta jaringan pipanya. Tetapi mengingat daerah kebun HD masih rawan terhadap pencurian.g. h. Setiap 25 m diberikan pintu gerbang dengan lebar 2 m untuk mempermudah keluar masuk ketika melakukan perawatan ataupun pemindahan bibit. Kanan: Kantor divisi.00 dan berakhir pada pukul 18. Selain rumah mesin. Kawat duri juga harus diperiksa ketegangannya. Persiapan Media Tanah Media tanah yang digunakan adalah tanah lapisan atas (topsoil) yang biasanya dilakukan dengan bantuan alat berat baik excavator ataupun backhoe loader. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan dan suhu udara yang tinggi pada musim kemarau menyebabkan pagar menjadi rapuh. lempung gembur. Pagar dirawat sedemikian rupa sehingga tetap kokoh. Kantor divisi terletak tepat ditengah kebun dan dekat dengan kandangan sehingga memudahkan pekerja dalam mengontrol bibit di kandangan.1. Percikan/butiran air yang dihasilkan lebih cocok untuk pertumbuhan bibit karena pupuk dalam polibag tidak terganggu dengan adanya percikan air penyiraman. Areal yang dipagari oleh pagar kawat tersebut sering disebut dengan istilah “kandangan”. Pembuatan Pagar Kawat untuk Areal Pre-Nursery.

Gambar C. Tetapi di kebun HD tidak menggunakan naungan karena beberapa tahun yang lalu pembibitan kebun HD pernah menggunakan naungan. Pengisian polibag kecil Polibag kecil yang akan digunakan adalah polibag yang berkualitas baik. sekop kecil ataupun tangan kosong.2. Polibag yang telah selesai disusun di dalam bedengan.5 m3 tanah sehingga setiap tanah hasil ayakan dari 2 truk dapat dicampur dengan 10 kg pupuk RP. Namun sebaiknya hal ini dihindari karena dengan menggunakan guludan. Pemberian naungan di pembibitan baik dengan menggunakan pelepah kelapa sawit maupun dengan menggunakan bahan lainnya mulanya dimaksudkan untuk melindungi bibit dari penyiraman yang kurang sempurna terutama pada saat bibit dalam masa-masa pertumbuhan kritis. drainase air menjadi terhambat dan air menjadi menggenang disekitar polibag.2. Rekomendasi pemberian naungan di pre-nursery kemungkinan dibuat sewaktu belum ditemukan sistem penyiraman di pembibitan yang baik. Guludan tersebut sebaiknya diganti dengan menggunakan kayu sehingga drainase air dapat mengalir dengan lancer. Selama pengisian polibag. Bedeng tersebut berisi 1000 polibag dengan panjang 125 polibag dan lebar 8 polibag dengan perkiraan panjang bedengan 10 m dan lebar bedengan 1 m. setiap truk mampu mengangkut sekitar 3-4 m3 tanah dan setelah di ayak akan didapatkan tanah 2-3. Pengisian polibag dapat menggunakan piring. Gambar C. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa naungan berupa daun kelapa sawit akan menimbulkan (menularkan) penyakit daun pada bibit kelapa sawit. Pengisian Polibag Tanah yang telah di ayak dan dicampur dengan pupuk RP tadi kemudian dimasukkan ke dalam polibag yang berukuran 22 cm x 15 cm dengan ketebalan 0. Kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh pembukaan naungan yang tiba-tiba sehingga bibit tersebut “kaget”. Tanah yang telah diayak tadi kemudian dicampur dengan menggunakan pupuk Rock Phospate (RP) dengan takaran 10 kg tiap 4. b. pekerja juga harus memeriksa kembali tanah yang dimasukkan ke dalam polibag jika terdapat sampah. Kualitas yang jelek akan menyebabkan polibag mudah robek dan nantinya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Setelah sistem penyiraman dapat dilaksanakan dengan baik.1. Setiap 2 bedeng polibag kecil tersebut diapit oleh 2 selang kirico sehingga setiap selang kirico mampu menyuplai 2 bedengan sekaligus (kanan dan kiri). Tanah yang telah dicampur dengan pupuk dikeringanginkan selama 4 minggu. Apabila karena alasan-alasan tertentu naungan tetap dipasang dapat . c. Jumlah polibag kecil per kg sekitar 80-90 polibag sehingga ada baiknya ketika melakukan pemesanan. misalnya dengan sistem selang kirico.Gambar C.b. Jumlah polibag kecil yang dipesan sebanyak 110% kebutuhan yang akan digunakan untuk penanaman. jumlahnya dilebihkan karena jika kekurangan cukup sulit untuk memesan ke kantor pusat dan membutuhkan waktu yang cukup lama. bibit memerlukan naungan. Polibag tersebut harus di isi sampai penuh untuk mengurangi resiko memadatnya tanah ketika disiram air. Sebagai perkiraan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P di dalam tanah sebelum dipergunakan sebagai media pembibitan. Pada pinggir bedengan diberikan tanah timbunan (guludan) untuk menjaga agar polibag tidak mudah berubah dari posisi semula.5 m3 tanah.c. Penghilangan naungan akan memberikan dampak berkurangnya penyakit daun pada bibit. Polibag kecil yang dipakai haruslah memiliki lubang pengeluaran air berdiameter 3 mm. Setelah tanah tersebut dikumpulkan. dan ternyata bibit tersebut menjadi gosong. Apabila kebutuhan air peyiraman cukup maka pemberian naungan pada pembibitan tidak memberikan dampak positif pada pertumbuhan bibit. Penyusunan Polibag Polibag kecil yang telah di isi kemudian disusun per bedeng. Beberapa buku menyebutkan bahwa pada pre-nursery. Hal ini untuk menanggulangi kemungkinan tergenang ketika hujan. Kiri: Tanah topsoil yang telah dikumpulkan. tanah kemudian diayak sehingga terbebas dari sampah organik (batang kayu dan pelepah) ataupun dari sampah anorganik (plastik dan karung).1. Kanan: Pengangkutan tanah. Berat per polibag kecil sekitar 1-2 kg tergantung jenis tanah dan kelembaban tanah yang digunakan. maka naungan pada pembibitan tidak direkomendasikan lagi.22 mm.1.2.a.

5 % atau 5 butir . Beberapa kriteria kecambah yang digunakan di kebun HD adalah sebagai berikut: 1) Kecambah normal . mulai dari SJ 1 (Nigeria).Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) dapat dibedakan dengan jelas. Kebun HD menerapkan rumusan pada kerapatan 135 pokok per ha sebagai berikut: . d. Waktu pengiriman kecambah yang diperlukan dari SPU ke kebun HD hanya 1 hari yang artinya kecambah dapat di seleksi pagi hari. e.000 butir kecambah sehingga diperlukan manajemen yang baik untuk dapat menanam kecambah tersebut dalam waktu singkat dengan mengatur kebutuhan tenaga dan pembagian tugas yang jelas. Packing list merupakan daftar kecambah yang diberikan pada saat transaksi yang berisi informasi mengenai jumlah kecambah. SJ 3 (Ekona). Isi dari tiap-tiap seed label tersebut dikumpulkan menjadi satu lembar terpisah yang disebut dengan packing list.Akar berwarna putih gading dengan panjang 8 – 20 mm. dan SJ 6 (Yangambi).Pucuk meruncing. isi kantong plastik tersebut serta tanggal pengiriman. Oleh karena itu. trelebih dahulu dilakukan seleksi kecambah untuk menghindari tertanamnya kecambah yang tidak layak tanam. dan langsung di antar ke kebun HD pada sore hari. Kebun HD menerima seluruh varietas yang dikirim oleh SPU. Kecambah yang dikirimkan dalam sekali pengiriman dapat mencapai 25. penanaman dilakukan berdasarkan varietas sehingga memudahkan dalam pengawasan dan penjualan.Disisipan 5 % atau 10 butir Jumlah diatas merupakan perkiraan untuk mengatasi kekurangan kecambah. Namun dengan menggunakan kecambah bermutu tinggi. nomor male dan female. Apabila segel tersebut rusak atau hilang. Seleksi Kecambah Sebelum dilakukan penanaman kecambah.2. Kecambah yang telah diterima harus segera ditanam untuk menghindari kerusakan kecambah.Seleksi bibit Main Nurser 15 % atau 30 butir . Pada waktu kardus tersebut dibuka. . SJ 5 (Dami Komposit).menyebabkan etiolasi (pertumbuhan memanjang akibat kekurangan intensitas cahaya) pada bibit yang tidak diharapkan. harus diperiksa kecocokan antara packing list dengan kecambah yang diterima. . dapat dipastikan bahwa kardus tersebut telah dibuka sebelumnya dan dapat dilaporkan kepada pihak SPU untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Penerimaan Kecambah Ketika transaksi penerimaan kecambah dilakukan. kebutuhan kecambah dapat diperkirakan sebelumnya dengan menetapkan jumlah-jumlah kecambah yang dapat hidup ataupun yang abnormal. Packing List tersebut harus disimpan sebagai bukti bahwa bibit yang ditanam berasal dari kecambah yang telah bersertifikat. . diharapkan pengurangan kecambah akibat seleksi dapat diminimalkan. nomor referensi. Kiri: Segel pada kardus. SJ 2 (Ghana). SJ 4 (Avros). Setiap kardus mampu menampung 2. Kecambah yang dikirimkan merupakan hasil dari perkiraan penanaman tanaman kelapa sawit yang akan di tanam tahun berikutnya ataupun yang akan di jual kepada pihak luar.500-2. berwarna kuning keputihan. Jumlah kebutuhan kecambah sebenarnya tidak dapat diduga dengan pasti. Informasi yang diberikan meliputi varietas. akan didapatkan kantong plastik berisi kecambah yang dilampiri dengan seed label untuk menunjukkan informasi mengenai kecambah yang terdapat pada kantong plastik tersebut. Gambar C. . Pada kardus kemasan kecambah juga terdapat segel untuk memastikan bahwa kardus tersebut tidak pernah dibuka sebelumnya. di kemas siang hari.600 butir kecambah.Seleksi penerimaan kecambah 2. varietas. dan tanggal pengiriman dari Seed Proccesing Unit (SPU). Untuk memastikan bahwa kecambah tersebut telah melewati tahap pemeriksaan. Secara sederhana.Posisi Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bertolak belakang (T-shape).Seleksi bibit di Pre Nursery 10 % atau 20 butir .d. maka di seed label tersebut disertai cap quality control.1. Kanan: Seed Label yang terdapat pada kantong.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memisahkan busa serpih dengan kecambah ini. dilakukan aplikasi pupuk RP. dilanjutkan dengan membuka kantong plastik dan memisahkan antara busa serpih dengan kecambah. Kecambah yang berada di dalam ember juga dapat di angkat dan diletakkan di piring.Gambar C. sedangkan orang ketiga bertugas menutup lubang yang telah berisi kecambah. Beberapa orang lebih suka untuk mengerjakan semuanya secara bersama-sama. berwarna coklat dan busuk.2.f. Kecambah abnormal. maka bibit tersebut dibelah. . Kanan: Penanaman kecambah.Tanpa akar atau pucuk dan atau salah satu akar atau pucuk tidak tumbuh. Penanaman Kecambah Penanaman kecambah dilaksanakan sesegera mungkin untuk mengungai resiko kerusakan kecambah. Apabila sama. kardus tersebut dibuka kemudian diperiksa lagi dan dicocokkan dengan packing list yang menyertainya. Gambar C. dan dipilih yang bagus untuk ditinggal dalam polibag. Kiri: Menugal. Penanaman kecambah dilakukan oleh tim yang biasa menanam kecambah. Tapi hal ini bukan merupakan suatu masalah karena waktu dan hasilnya tidaklah berbeda.1. Dengan dilakukannya aplikasi pemupukan per polibag diharapkan .e. . namun berhubung alat yang dimaksud tidak tersedia. Ketika paket kecambah sampai ke bibitan. sehingga jamur tersebut kemungkinan besar tidak akan tumbuh. Terkadang didalam 1 kantong kecambah tersebut terdapat beberapa kecambah yang memiliki 2 atau 3 tunas. .5 bulan.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) yang tidak berkembang. . Kecambah yang telah ditetapkan termasuk kedalam kecambah abnormal kemudian diafkir atau dimusnahkan dengan cara dipatahkan. Namun cara ini dirasa kurang baik karena busa serpih yang tertiup angin menjadi berterbangan dan menyebar di areal pre-nursery sehingga kandangan menjadi tampak kotor. Seharusnya pemusnahan kecambah dilakukan dengan menggunakan alat nut cracker. busa serpih tersebut dapat di angkat dengan mudah dari ember. seperti menugal bersama. Orang pertama bertugas menugal tanah di polibag. 2) Kecambah abnormal .f. dikhawatirkan pupuk RP tersebut tidak tersebar merata diseluruh polibag. pematahan tunas atau akar adalah solusi terbaik yang dapat dilakukan. dan ditempatkan tersendiri untuk diberi perawatan khusus. Terkadang beberapa hari sebelum penanaman kecambah.2. Kecambah tersebut sering disebut dengan “kecambah kembar”.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bersatu yang ujungnya membengkok seperti bentuk geraham.2. kebiasaan menanam kecambah juga akan mempengaruhi proses penanaman. Biasanya kerusakan kecambah yang muncul ketika kecambah terlambat ditanam adalah adanya kecambah yang patah bagian tunas ataupun akarnya. . Satu tim terdiri dari 3 orang yang memiliki tugas masing-masing. Hal ini dikarenakan jika aplikasi pupuk RP dilakukan ketika tanah belum di isikan ke dalam polibag. Pertama dengan mengangin-anginkan busa serpih tersebut sehingga busa serpih terbang dari kumpulan kecambah.2.Kecambah lecet atau patah. Jika bibit kedua tidak baik maka langsung dimusnahkan.e. terkadang kecambah yang disimpan terlalu lama akan memunculkan jamur walaupun pada kemasan kantong telah dilengkapi dengan busa serpih yang disemprot dengan fungisida. Kecambah ini tetap ditanam dan dipelihara. Namun terkadang tim ini tidak berjalan seperti apa yang diharapkan. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan ember berisi air. menanam bersama dan menutup bersama. Kecambah normal dengan panjang radikula < 20 mm. Kanan: Pemisahan busa serpih dengan kecambah. Isi yang terdapat di kantong kecambah tersebut ditumpahkan ke dalam ember sehingga busa serpih yang massanya lebih ringan akan mengapung. Selain itu.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) tidak dapat dibedakan.2. sedangkan kecambah yang massanya lebih berat akan tenggelam. Apabila sudah demikian. Gambar C.2. orang kedua bertugas menanam kecambah. f. Gambar C.1. Namun setelah bibit tersebut berumur 1. karena selain membutuhkan ketelitian yang tinggi. Bibit kedua yang dipisah selanjutnya ditanam pada polibag kecil yang lain.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bengkok/berputar atau bentuk “U”. Kiri: Aplikasi pupuk RP.

Pemupukan dilakukan dengan melarutkan pupuk tersebut ke dalam 45 cc air. Rumput hasil cabutan tadi kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di luar areal bibitan yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai mulsa. Konsolidasi Konsolidasi merupakan kegiatan memperbaiki posisi polibag yang kurang benar seperti miring ataupun roboh. Gambar C. Penyiraman bibit di pre-nursery. pelarutan pupuk dilakukan dalam jumlah yang besar sehingga cukup untuk jumlah bibit yang . tetapi lebih mengandalkan insting dan pengalaman operator siram. belum tentu kadar air di pembibitan juga rendah. Selain rumput. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dan pupuk NPK 15. h. Apabila ketika operator siram mengecek tingkat kelembaban tanah dan dinyatakan bahwa tanah tersebut cukup lembab dan tidak perlu disiram. Untuk saat ini.2. Selain itu memang telah disediakan mulsa khusus yang didatangkan dari PKS berupa serat (fiber) kelapa sawit atau cangkang kelapa sawit. pupuk yang digunakan terlebih dahulu dianalisa kesesuaian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk tersebut. Apabila curah hujan di kebun HD di antara 8 mm dengan 18 mm. Kebun HD tidak menerapkan penyiraman 2 kali. karena umur prenursery yang relatif pendek. Apabila curah hujan pada hari itu lebih dari 18 mm. g. Jumlah curah yang turun dapat diketahui dari ombrometer yang terdapat di halaman depan kantor. Kegiatan konsolidasi ini dilakukan seminggu sekali. Selain itu. kecambah muncul dari tanah sehingga perlu dilakukan penimbunan tanah kembali. Namun sangat jarang rumput hasil cabutan tersebut digunakan sebagai mulsa. j. kecambah ditanam kurang dalam sehingga ketika dilakukan penyiraman. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga bibit tetap tumbuh pada posisi yang normal baik letak maupun arah pertumbuhan. begitu juga sebaliknya apabila ombrometer di kantor rendah. Terkadang penyiraman juga tidak mengikuti aturan yang ada. sedangkan hujan yang turun belum tentu merata di seluruh kebun sehingga apabila ombrometer menunjukkan curah hujan tinggi. i. sehingga apabila dipaksakan 2 kali penyiraman dalam sehari akan menyebabkan kenaikan biaya yang sangat besar. Kebutuhan minyak solar setiap hari ketika musim kemarau dapat mencapai lebih dari 400 liter. Untuk mempermudah dalam pelaksanaan. Pemupukan di pre-nursery. maka pada hari itu tidak disiram. Terkadang sewaktu dilakukan penanaman.g. Dosis yang digunakan adalah 2 g/polibag dengan menggunakan takaran Ally. Merumput dan Melumut Kegiatan merumput dilakukan 2 minggu sekali dan hanya dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan cara mencabut atau memotong rumput yang ada di sekitar polibag ataupun yang ada di dalam polibag. lumut juga patut diperhatikan.j.1. maka bibit tidak lagi memerlukan penyiraman.4. Penyiraman Bibit Curah hujan menjadi penentu utama dalam penyiraman bibit. Gambar C.15.1.terdapat pemerataan penggunaan pupuk RP tersebut. Selain itu memang di kebun HD tidak pernah mengaplikasikan mulsa pada masa pre-nursery. menutup akar yang terbuka dan memperbaiki arah bibit yang tidak tegak lurus. rekomendasi yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah sebagai berikut: Gambar C. Selain memperbaiki posisi bibit. Hal ini menyebabkan tanah menjadi kedap air sehingga air dan pupuk tidak mampu diserap oleh tanah. maka bibit disiram sekali dalam sehari. dalam konsolidsasi juga terdapat kegiatan menambah tanah pada polibag yang kekurangan tanah.i. untuk bibit yang miring akan lebih mudah diperbaiki ketika masih muda. belum tentu kadar air di pembibitan juga tinggi. Tetapi apabila curah hujan kurang dari 8 mm. yang mengandung N-P-K-Mg. maka bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). namun hanya 1 kali walaupun curah hujan kurang dari 8 mm.1.6.2. Pemupukan Pemupukan pada pre-nursery dilakukan dengan mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh ARU. Pekerjaan melumut ini dapat dilakukan bersamaan denga kegiatan merumput di atas polibag.2. hal ini dikarenakan untuk 1 mesin pompa air membutuhkan 10 liter dalam 1 jam. Hal ini disebabkan karena ombrometer berada di halaman depan kantor. Konsolidasi.

6.6.15.1.1875 8 NPK 15. k. Terkadang juga ditambahkan dengan Bayfolan (penghijau daun) dan Agristik (perekat). Seleksi Bibit di Pre-Nursery Kemungkinan nasihat terbaik yang dapat diberikan kepada pekerja yang bertanggung jawab terhadap seleksi bibit adalah aturan dasar “bila ragu-ragu terhadap kondisi suatu bibit maka bibit tersebut diafkir saja”.000 polibag.banyak. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya sehingga bibit tersebut dalam sekali penyemprotan sekaligus mengaplikasikan insektisida dan fungisida sekaligus.4 0.15.15 6 NPK 15.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 10 NPK 15. Tabel pemupukan pada pre-nursery. sehingga diperlukan seleksi bibit yang ketat untuk mencegah keluarnya bibit yang bermutu rendah. Walaupun di areal pembibitan telah dikelilingi oleh parit dan tanggul dan pada pre-nursery telah dilengkapi dengan pagar kawat. seharusnya seleksi bibit didasarkan pada pertimbangan yang realistis dan mematuhi standar-standar seleksi yang telah ditetapkan. Akibat dari kesalahan pelaksanaan seleksi bibit adalah produksi dari buah sawit yang ditanam akan memberikan hasil yang jelek.6. l.225 9 NPK 15. Bibit yang telah dinyatakan abnormal kemudian dipisahkan dan dimusnahkan dengan cara di cincang. Decis yang dibutuhkan untuk satu knapsack sprayer adalah 15 cc. pemeriksaan terhadap bibit dilakukan setiap hari untuk mengetahui ada atau tidak serangan hama dan penyakit. Hama ini datang terutama ketika musim hujan tiba. tidak perlu menggunakan timbangan digital untuk menimbang berat pupuk yang akan di aplikasikan.15.4 0.4 0. Dalam pelaksanaan pemupukan.4 3. yaitu dengan menyemprot bibit setiap 2 minggu sekali.075 5 NPK 15. Hama sapi dapat dicegah dengan menggunakan tenaga jaga yang bertugas mengawasi sapi sehingga tidak masuk ke areal pembibitan. Walaupun begitu. sedangkan dithane yang dibutuhkan adalah 15 cc. Pemikiran tersebut salah.Jenis Pupuk Dosis/polibag Keterangan (gram) 4 Urea 0.4 7 dibagi dalam 4 kali aplikasi Tabel C.15. Pengendalian Hama dan Penyakit Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dengan demikian. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi pengeluaran biaya perawatan yang tidak diperlukan.4 3.15.6.j. Seringkali bibit yang kondisinya meragukan namun masih tetap dipertahankan atau tetap ditanam adalah karena adanya pemikiran bahwa “bibit tersebut dapat dipulihkan dalam waktu tidak lama dan membutuhkan sedikit perhatian”. Pembibitan kebun HD sangat menjaga kualitas bibit yang dihasilkan. Sedangkan kriteria bibit normal atau abnormal dapa ditentukan dengan melihat penampilan bibit.6.6.6. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan cara kemis. namun pencegahan terhadap serangan hama mamalia seperti sapi harus tetap dilakukan. Penggunaan bahan insektisida ataupun fungisida sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh ARU. Seleksi ini dilakukan sampai bibit dipindahkan ke main-nursery.15. Sebagai contoh apabila ingin melarutkan pupuk urea untuk 10. seperti: a) Bibit normal: . maka diperlukan 750 gram pupuk urea dan 450 liter air.4 0.2. Namun saat ini dosis yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah decis 2 cc/liter dan dithane 2 g/liter yang diaplikasikan secara bersamaan. kebun HD lebih bertindak preventif.15.15 7 NPK 15. hal ini untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit yang berat. Dalam pelaksanaannya pekerja menggunakan knapsack sprayer yang mampu menampung air hingga 15 liter.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 12 NPK 15. Minggu ke. pekerja menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan sehingga setiap polibag mendapatkan jumlah pupuk yang sama. Pelaksanaan seleksi bibit di pre-nursery dilakukan setiap satu bulan sekali.

Hal ini disebabkan karena ketika dilakukan penanaman. Gambar C. harus dipastikan tanah tersebut kering. sehingga tunas berkembang memutar dan menjadi berpilin.Daun berpilin (Twisted Leaf). Polibag di isi penuh supaya tidak terjadi penurunan ketinggian tanah dalam polibag akibat tersiram air. . Persiapan Media Tanah Langkah-langkah dalam persiapan media tanah di main-nursery ini tidak berbeda dengan langkah-langkah yang dilakukan pada persiapan media tanah di pre-nursery. . orang kedua bertugas membersihkan ayakan.5 cm x 1. . dan orang ketiga bertugas mengisikan . Terkadang terdapat polibag yang memiliki warna hampir transparan yang dikarenakan zat warna yang digunakan sedikit. ayakan dimiringkan ± 60º sehingga mempercepat menurunnya tanah. Hal ini disebabkan supaya pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah karena jika tanah dalam keadaan basah tanah tersebut menjadi sulit untuk di ayak.1. Pengisian polibag untuk main-nursery dilakukan secara bersama-sama yang beranggotakan 3 orang. Polibag yang digunakan adalah polibag yang memiliki kualitas baik dengan melihat ketahanannya terhadap panas. Tahap Main-Nursery a. Ayakan dibuat dengan menggunakan kawat berlubang dengan ukuran lubang 1. Tanah yang digunakan adalah tanah topsoil yang berada di divisi inti. 3. .1. Pengisian Polibag Polibag yang digunakan di main-nursery kebun HD adalah polibag yang berukuran 40 cm x 50 cm dengan ketebalan sekitar 0. Polibag tersebut haruslah memiliki lubang pengeluaran air yang berguna untuk mencegah terjadinya genangan air di dalam polibag yang berdiameter 3 mm. Kanan: Pengayakan tanah. namun hal ini tidak mempengaruhi kualitas polibag. Kiri: Pembuatan ayakan.Daun berkerut (Crincled Leaf). Tanah yang telah dikumpulkan tadi kemudian di ayak untuk membersihkan tanah dari sampah-sampah organik maupun anorganik.3. Ketika melakukan kegiatan tersebut.Daun bersatu (Collante).b. Kanan: Kecambah abnormal (twisted leaf) b) Bibit abnormal . tanah di pindahkan ke areal pembibitan dengan menggunakan truk. Untuk rangka ayakan dibuat dari kayu gelam sepanjang 2 m yang diberi penguat bambu.Berdaun tegak lurus seperti lalang (Narrow Leaf or Grass Leaf).5 m dan lebar 1 m. posisi plumula dan radikula terbalik. . Kiri: pengisian polibag. Oleh karena itu. . Berbeda dengan polibag kecil yang dipesan 110% dari kebutuhan. Kiri: Kecambah normal. b.a. Aplikasi pupuk RP baru dilaksanakan pada saat akan dilakukan pindah tanam.2. perlu diperhitungkan kembali kebutuhan tanah sesuai dengan rencana penanaman di main-nursery. dingin ataupun robek. ketika basah tanah menjadi menggumpal.Bulai/Albino (Chimera). Setiap kg polibag besar terdapat 10-14 lembar polibag. selain tanah menjadi lebih berat. Untuk abnormalitas lainnya sangat jarang ditemui di pembibitian kebun HD.Helai daun bergulung (Rolled Leaf).Daun yang tumbuh terakhir harus lebih besar dari daun yang tumbuh terdahulu.22 mm.3.Bentuk daun tumbuh sempurna dengan memiliki 3 sampai 4 helai daun. Abnormalitas bibit di pre-nursery yang paling sering terjadi adalah daun berpilin (twisted leaf). polibag besar dipesan 100% dari kebutuhan sebenarnya. . Kanan: Polibag terisi penuh. . Orang pertama bertugas mencangkul. Sebelum melakukan pengayakan tanah. Setiap truk mampu mengangkut 3-4 bucket excavator atau setara dengan 3-4 m3 tanah yang mencukupi kebutuhan untuk 80-100 polibag besar.1. Gambar C.5 cm dengan panjang 1. Setelah itu.Bibit kerdil (Runtseedling)..l.Bibit sakit (Diseased Seedlings). Gambar C.

yang diangkat adalah bagian dasar polibag. Cara mengebornya adalah dengan menekan bor tersebut kedalam tanah. Spacing polibag ini dilakukan dengan menggunakan kawat panjang yang telah diberi tanda berupa karet yang digulung. d. Selang kirico tersebut disambung ke pipa dengan cara mengikatnya dengan kawat. sebelum dilakukan pekerjaan ini sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu sekitar 15 menit. Kegiatan langsir polibag besar ini langsung dilanjutkan dengan penyusunan (spacing) polibag. bukan pangkal polibag. Berat satu polibag besar berkisar antara 15 kg hingga 20 kg tergantung kepada jenis tanah dan kadar air tanah. kemudian diputar hingga 90º dan kemudian diangkat dan bor tersebut diayunkan di sela-sela antar polibag. sehingga setiap bibit kelapa sawit mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh sinar matahari. Pembibitan di kebun HD menggunakan jarak tanam polibag 90 cm x 90 cm x 90 cm.1. Kiri: Langsir bibit. f. Tanah di bor dengan kedalaman sekitar 20 cm. Pemindahan dan Penanaman Bibit Bibit kelapa sawit yang telah berumur 3 bulan di pre-nursery harus dipindah ke polibag besar (main-nursery). Spacing dilakukan untuk membuat jarak tanam yang seragam. Hal ini dikarenakan jika tanah kering cenderung keras dan mempersulit masuknya bor ke dalam tanah. Jumlah bibit yang dipindahkan harus dihitung untuk menghindari perbedaan catatan yang ada di kantor dengan jumlah di lapangan. Gambar C. Pemasangan instalasi kirico.c. Pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery dilakukan berdasarkan tanggal tanam. Sedangkan yang kedua adalah untuk menentukan titik dalam baris polibag (78 cm) dengan panjang 10. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko polibag robek. terlebih dahulu tanah yang ada di polibag dibor dengan menggunakan alat khusus yang telah disediakan. begitu juga sebaliknya. Kanan: Spacing bibit. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan angkong yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menampung maksimal 150 polibag kecil.tanah ke dalam polibag. Penanaman Bibit Sebelum dilakukan penanaman bibit kecil ke polibag besar. e. Gambar C.1.3. baru kemudian di bor. Setiap satu gulung selang kirico memiliki panjang 100 m yang cukup untuk 1 baris blok. Kegiatan spacing dimulai dengan memubuat kandangan. varietas dan nomor male serta penempatan di lokasi main-nursery. c. Pertama adalah kawat yang digunakan untuk posisi antar baris (90 cm) dengan panjang 11.d. Pemasangan Instalasi Kirico Instalasi kirico dipasang segera setelah seluruh polibag telah selesai di spacing. Bibit yang telah dilangsir langsung didistribusikan ke setiap polibag besar dengan meletakkannya di samping polibag besar. Ketika mengangkat polibag. Penyusunan Polibag Polibag yang telah terisi penuh kemudian di distribusikan (langsir) ke tempat penanaman yang telah direncanakan.14 m yang dapat memuat 13 titik spacing. Setelah semua selang dipasang. Bor yang digunakan di pembibitan kebun HD terbuat dari pipa PVC 4” dengan ujung pipa . Selain itu perlu diperhatikan juga ketika menurunkan polibag baik dari panggulan ataupun dari angkong. Terdapat dua macam kawat yang digunakan dalam kegiatan spacing ini. Dengan demikian pekerja yang memiliki tugas menanam tidak lagi kesulitan untuk membawa bibit kecil ke tempat penanaman. yaitu polibag pada posisi terpinggir dari suatu blok pembibitan tersebut. dapat juga dengan cara dipanggul tergantung jarak yang ditempuh dan jumlah tenaga. selang tersebut di uji coba dengan mengalirkan air dan melakukan kalibrasi tekanan dengan menggunakan Pressure Gauge. kegiatan spacing ini sama dengan kegiatan spacing ketika penanaman bibit di areal. Kegiatan langsir bibit ini dapat menggunakan angkong. polibag tidak boleh dibanting untuk menghindari pecahnya polibag akibat tekanan yang berlebihan ketika polibag diturunkan. Untuk mempermudah dalam pengeboran. hanya saja skalanya lebih kecil. Harus dipastikan bahwa lubang yang ada pada selang tersebut berada di atas.3.7 m yang dapat memuat 13 titik spacing. sesuai dengan tinggi polibag kecil sehingga ketika penanaman tidak ada bagian tanaman yang menyembul keluar. Perlu diperhatikan ketika kegiatan langsir polibag dilakukan.

Harus dipastikan bahwa posisi bibit tersebut tegak lurus. bibit kelapa sawit tersebut diberi mulsa. Namun untuk mencapai tingkat efisiensi maksimum. sedangkan untuk polibag yang tidak dapat lagi digunakan di letakkan di samping gudang. Untuk polibag yang masih dapat digunakan di simpan di dalam gudang. sisa polibag kecil dikumpulkan dan dipilah-pilah antara polibag kecil yang masih dapat digunakan dan polibag kecil yang tidak dapat lagi digunakan. Pupuk RP tersebut ditaburkan tepat didalam lubang hasil pengeboran sebelumnya. Penyiraman bertujuan memberikan seluruh bibit untuk memperoleh kelembaban yang cukup dan menghindari bibit kurang air.2. Dengan diberikannya mulsa pada bibit kelapa sawit tersebut maka pertumbuhan gulma dapat ditekan sehingga kegiatan merumput dapat dikurangi dan persaingan antar tanaman juga menurun. penyiraman tidak lagi menjadi suatu kegiatan yang harus dilakukan. Kanan: Pembuatan lubang tanam. Kanan: Rumput di sela-sela mulsa. Apalagi pada bibit main-nursery yang telah berumur lebih dari 9 bulan. kemudian dimiringkan dan dipukul-pukul sehingga tanah memadat dan mudah untuk dikeluarkan dari polibag kecil.1. Penyiraman Salah satu kebutuhan utama bibit kelapa sawit adalah air. Setelah itu mulsa tersebut disebar merata di atas tanah hingga mulsa menutup seluruh permukaan tanah. Polibag kecil yang telah berada di samping polibag besar kemudian di angkat untuk dipindah tanam.3. Selain itu. ketika pengeboran secara langsung maupun tidak langsung akan ada pupuk RP yang terbuang bersama tanah yang terbawa bor tersebut. Apabila dirasa tanah masih lembab. Mulsa dapat berasal dari serat (fiber) ataupun cangkang kelapa sawit.f. Polibag kecil berisi bibit pre-nursery di angkat.3.f. pelaksanaan penyiraman dilakukan hanya 1 kali sehari walaupun hari sebelumnya tidak turun hujan. Bibit kecil tadi kemudian di masukkan ke dalam lubang yang telah diberi pupuk. Kiri: Polibag yang telah diberi mulsa. h. Polibag yang telah dipisahkan tadi kemudian dimasukkan ke karung. akar bibit telah menembus polibag dan sumber air serta unsur hara tidak lagi terfokus pada kandungan yang ada . Polibag yang telah di bor dan di beri pupuk RP siap untuk ditanami. selain harganya mahal.3. Panjang bor sekitar ± 60 cm dengan pegangan berada 10 cm dibawah pangkal bor yang terbuat dari kayu gelam. Aplikasi Mulsa Sekitar 2 minggu setelah penanaman di polibag besar.diruncingkan dan pangkalnya diberi pegangan yang terbuat dari kayu.g. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan dan efisiensi kerja. Tetapi belakangan ini penggunaan mulsa cangakang sangat jarang dilakukan. Kebutuhan air setiap polibag ± 2 liter per hari. Polibag besar yang telah dibor kemudian biberi pupuk RP untuk meningkatkan kadar P di dalam tanah. karena fiber yang baru dating tersebut masih panas sehingga apabila dipaksakan untuk langsung diaplikasikan dikhawatirkan akan membuat bibit tersebut gosong karena kepanasan. keputusan dilakukan kegiatan penyiraman atau tidak juga ditentukan oleh operator siram dengan mengandalkan pengalaman yang dimiliki. Dosis yang digunakan untuk setiap polibag adalah 30 gram yang aplikasinya menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan. maka penyiraman ditunda pada hari berikutnya. sehingga sebisa mungkin tanah yang berada dalam polibag dalam keadaan lembab atau basah. g. Bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). Cara aplikasi mulsa ini adalah dengan membawa mulsa dalam karung kemudian dibawa ke polibag besar yang akan di beri mulsa. Gambar C. dan di tekan sedikit sehingga permukaan tanah menjadi rata. apabila pupuk dicampur bersama dengan tanah yang belum di bor. Apabila kegiatan penanaman telah selesai dilakukan. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian persiapan media tanah bahwa aplikasi pupuk RP ketika tanah masih dalam bentuk gundukan sangat sulit sehingga lebih mudah apabila diaplikasikan ketika tanah telah di isikan ke polibag besar. jika curah hujan lebih dari 8 mm. Selain itu. Gambar C. Penanaman bibit main-nursery. Kiri: Bor pembuat lubang tanam. Yang perlu di ingat adalah fiber yang baru dating dari PKS haruslah dibiarkan selama minimal 2 minggu. cangkang juga digunakan sebagai bahan bakar di PKS sehingga jumlahnya sangat terbatas. penyiraman cukup dilakukan satu kali. Jika curah hujan lebih dari 18 mm maka tidak perlu dilakukan penyiraman.1. selain itu. Gambar C. mulsa juga bermanfaat untuk mengurangi penguapan air tanah sehingga tanah tidak mudah kering. Hal ini dikarenakan pada bibit yang berumur 9 bulan ke atas.

R. 1992. E. dan A. Sujadi. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. 1976. Yenni. Penyiraman dapat dilakukan 2 atau 3 harus sekali. Yogyakarta. Pusat Penelitian Kelapa Sawit – Pemuliaan Tanaman. Pupuk tunggal sebagai pengganti pupuk majemuk dan pengurangan frekuensi aplikasi pada pembibitan klon kelapa sawit. ______. Pematangsiantar. Setyawibawa dan R. dan N. Kelapa Sawit. Diakses tanggal 1 September 2008.U. Yang terpenting adalah bibit main-nursery yang berumur < 9 bulan tidak boleh kekeringan karena bibit berumur 10 bulan. Hartoyo.wordpress. Tbk. Setyawibawa. Kelapa Sawit di Indonesia. Gadjah Mada University Press. dan P. kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit di TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan) hingga pemanenan TBS (tandan buah sawit. I.html. Asmono. R.sampoernaagro. S. Jakarta. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. Pembibitan Kelapa Sawit. DAFTAR PUSTAKA Anonim.T.com/2011/06/25/budidaya-kelapa-sawit-pembibitan-kelapa-sawit/ BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT PROSPEK YANG CERAH DI KETAPANG KALIMANTAN BARAT 26OKT I. 12(1):25-34. Corley. 2003. Plantation Location. Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. K. Murfiah. Diakses 10 Oktober 2008. Pedoman Teknis Pembibitan Kelapa Sawit. Mangoensoekarjo dan H. YE. Gadjah Mada University Press. Purba. Elsevier. V. dan Y. ______. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. Pengenalan Perkebunan Kelapa Sawit. Jakarta. kegiatannya meliputi pembukaan lahan/ kebun atau Land Clearing(LC).com/plantation location.. 2006. (tidak dipublikasikan). Widiastuti. 1998. Manajemen Budidaya Kelapa Sawit (dalam : Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Budidaya. Supriyanto. http://www.E. 2009. 2003. International Contect Bussines System. Penebar Swadaya. D. Yogyakarta http://puputwawan. Y. Studi Tentang Perkebunan dan Pemasukan Minyak Kelapa Sawit Indonesia. Syamsulbahri.iopri. Hartono. Supena. BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT Didalam budidaya tanaman kelapa sawit. Makin Group. H.php?option=com_content&task=section&id =8&Itemid=31&lang=id. I. http://www. Widyastuti. Analisis dan Pemasaran. 1997. 1992. Oil Palm Research. Buletin Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. 1996. Penebar Swadaya. 2006. Fauzi. Y. Semangun). 2002. Siregar. 2009. Kelapa Sawit : Usaha Budidaya. (tidak dipublikasikan) Purba. Tojib. Ogan Komering Ilir. A. Amsterdam. Mangoensoekarjo. Penyunting : S. S.org/ index. Jakarta. The Genus Elaies. . Ogan Komering Ilir. teknik pembibitan dan pemeliharaannya. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. (tidak dipublikasikan) Lubis. Tbk.di polibag. A.

Dan beberapa informasi yanag lebih mendetail. ekonomi. Perizinan Area Baru Public affair departemen (PAD) bertugas untuk menyelesaikan proses perizinan area baru yang dimulai dari tahap proses perolehan area sampai perolehan hak guna usaha (HGU). Didalan pelaksanannnya pihak Manajemen mendapatkan usulan/masukan dari public affair departemen (PAD) atau sebaliknya.2 Perolehan Lahan Proses perolehan lahan baru dan pengembangannya ditetapkan oleh Manajemen sebagai langkah ekspansifperusahaan menuju terwujudnya luasan area yang ditetapkan. Adapun Tahapan-tahapan dalam perolehan antara lain: A. . Emplasemen/Pondok dan pabrik  Potensi masalah sosial Apabila dari hasil survey pendahuluan menunjukan prospek bisnis yang menguntungkan.1. 1. pemasaran. B. menejemen akan menugaskan Riset dan GIS (geografic information system) untuk melakukan survey lanjutan tentang kelayakan area yang mencakup: Teknis. sosial dan lingkungan. Apabila dijumpai okupasi atau permasalahan dalam area yang akan diurus perizinannya maka pimpinan Proyek/ manajemen Kebun diwajibkan membantu PAD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas.  Luas kerangka berdasarkan tahapan penanaman disertai tanda batas dilapangan. Penilaian Kelayakan Lahan Setelah mendapatkan izin untuk pembukaan lahan maka selanjutnya adalah penilaian kelayakan lahan atau survey pendahuluan (desk study) yang dilakukan oleh Riset dan GIS (geografic information system) untuk mendapatkan informasi yang mencakup:  Kelayakan area baru untuk dilakukan penanaman Kelapa Sawit  Alternatif jalan masuk ( Acces Road) menuju area baru  Sumber air yang cukup untuk rencana pembibitan. mencakup:  Luas area berdasarkan kelas tanah.1 Pembukaan Kebun Baru Untuk pembukaan perkebunan baru ada beberapa usaha yang harus dilakukan mulai dari bagaimana cara perolehan lahan. perencanan tata ruang sampai dengan pembukaan lahan secara fisik.

    Kondisi dan taksiran luas hutan primer. bukit dan sungai ( termasuk renca outlet) Jaringan jalan. dan engineering untuk menyusun rencana kerja proyek (RKP) dan master plan kebun dan pabrik. Rencana Kerja Proyek (RKP) merupakan rencana detail yang berisi informasi. dengan menugaskan departeman agronomi dibantu tim yang terdiri dari finance. Lokasi Sunber material pada area baru. skunder. Lokasi prasarana (rencana: dermaga. dan lalang. rawa. Jaringan outlet beserta ukurannya untuk area rendahan dan gambut. Gudang sentral. dll) Hasil survey semi detail manajemen menetapkan rencana penyelesaian dan jangka waktu pembangunan kebun baru. semak belukar. 1 2 3 4 5 Jangka waktu pembangunan kebun Tahapan – tahapan pembukaan kebun Kebutuhan SDM Keuangan Alat berat dan kendaraan Sedangkan. disusun berdasarkan hasil survey lahan yang mencakup informasi : 1 2 3 4 5 6 7 8 Batas kebun dan batas wilayah kebun Kondisi lahan : darat. Penyusunan Master Plan kebun. bulking. untuk penghubung keluar masuk lokasi dermaga Penentuan Main Road (jalan utama) dan Collection Road (jalan koleksi) Rencana pembagian blok dan luas blok Lokasi bibitan Rencana Lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lain Rencana lokasi pabrik dan perkantoran .

9 10

Lokasi sumber material penimbun dan pengeras jalan Lokasi hutan konservasi / penyangga

1.3 Perencanaan lokasi Sarana Penunjang Untuk kelancaran dalam pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit maka harus segera dibangun beberapa sarana penunjang antara lain: lokasi kantor, bibitan, lokasi jalan masuk, lokasi pabrik dan lokasiemplasemen. Untuk menentukan lokasi kantor dan tempat tinggal pengurus. Pimpinan proyek / manajer kebun segera mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk bangunan kantor dan tempat tinggal sementara. Lokasi yang sudah ditetapkan tersebt diupayakan akan menjadi tempat pembangunan kantor permanen, Gudang dan Emplasemenkebun memasuki masa stabil. Penetapan lokasi harus mendapat persetujuan dari KAWIL (kepala wiayah) dan GM (general manager) Plantation. Setelah penentuan lokasi untuk perkantoran, Pimpinan proyek manajer kebun pjuga mengidentifikasi area yang akan digunakan untuk pembibitan dengan mempertimbangkan persyaratan lokasi bibitan yang ideal. Setelah lokasi bibitan disetujui oleh KAWIL ( kepala wilayah) dan GM (general manager) Plantation, pimpinan proyek / Manager kebun segera menyusun Rencana Kerja dan Anggaran untuk pelaksanaan oprasional pekerja bibitan. Menentukan lokasi jalan masuk dengan mempertimbangkna hasil survey semi detail. Dalam hal ini Pimpinan proyek / manajer kebun bersama-sama dengan Lahan untuk jalan masuk harus dibebaskan dari kepemilikan masyarakat minimal 50 meter dari kiri kanan jalan. Guna menjaga keamanan dari berbagai gangguan maka perlu dibuat parit 2 x 2 x 1,5 m sebagai pembatas sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Kemudian untuk selanjutnya penentuan lokasi pabrik kelapa sawit (PKS) dan Emplasemen, Pimpinan Proyek / Manager kebun, GIS, dan Enginering malakukan survey untuk menentukan kelayakan tata letak rencana pembangunan PKS serta Emplasemen pada tempat yang ditunjuk. Berdasarkan hasil survey tersebut, managemen memutuskan lokasi terbaik yang akan dibangun. Untuk menghindari kesalahan penanaman pada lokasi yang di rencanakan akan di bangun PKS maupun Emplasemen maka harus segera dibuat tanda di lapangan dengan pemasangan papan nama sekaligus patok batas lokasinya. Pimpinan Proyek/Manajer kebun segera menginformasikan kepada Asisten Pengembangan untuk menghindari penanaman pada lokasi yang sudah dicadangkan tersebut. 1.4 Pembukaan Lahan lokasi

Pembukaan lahan adalah merupakan kelanjutan tahapan setelah mendapat izin hak guna usaha (HGU) dan telah dilakukan uji kelayakan lahan. Adapun Tahapan – tahapan dalam pembukaan lahan antara lain: Survey Lahan dan evaluasi lahan Kegiatan survey lahan dan evaluasi lahan dilakukan oleh para ahli PMNP, kegiatan ini bertujuan mengetahui layak atau tidak dan sesuai atau tidak lahan tersebut dinyatakan untuk dijadikan lahan untuk tanaman BudidayaTanaman Kelapa Sawit. Rintis-Bloking Kegiatan rintis bloking bertujuan untuk menentukan tata batas / kerangka kebun, menentukan desain blok yang akan dikerjakan dan menentukan tata batas jalan utama ataupun jalan koleksi. Pembuatan rintis bloking dan jalan di areal datar, didasarkan pada peta rencana blok, kemudian dilakukan kegiatan rintis jalan Main Road dan Collection Road, penentuan arah jalan mempertimbangkan bentangan luasan kebun dengan menggunakan kompas / Theodolite. Jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1.009 m dan antar jalan koleksi (CR) 307 m, dengan lebar blok 300 m dan panajang blok 1.000 m. Sedangkkan untuk areal berbukit dilikaukan imas tumbang terlebih dahulu sebelum rintis-bloking maupun pembuatan jalan. Untuk luasan blok pada areal berbukit tidak meski 30 ha tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi jaln kontur. Pancang Rintis Penentuan jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1009 M, dan antar jalan koleksi (CR) 309 M, dengan lebar blok 300 M, dan panjang blok 1000 M, dengan lebar MR 9 M dan CR 7 M. sedangkan jarak antar MR disesuaikan dengan kelipatan jarak tanaman. Imas Imas merupakan kegiatan memotong anak kayu dan tanaman yang merambat berdiameter kurang dari 10 cm dengan menggunakan parang dan kapak. Tujuan imas ialah untuk mempermudah penumbangan pohon dan pelaksaan perun mekanis, diusahakan serendah mungkin dengan permukaan tanah.

Tumbang Penumbangan pohon dengan menggunakan gergaji mesin / cheinsaw dilakukan setelah di imas. Penumbangan dilahan gambut dilakukan setelah minimal 6 bulan selesai pembuatan parit outlet dan parit utama. Ketentuan dalam penumbangan kayu:
 

Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang diareal jalur air dan jalan Pohon yang masih tegak tetapi sudah mati tidak perlu ditumbangkan sampai dilakukan perun mekanis.

Perun Mekanis Perun mekanis dengan menggunakan alat berat buldozer atau excavator. Perun mekanis merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar dengan baris tanaman mengarah timur dan barat. Lebar rumpukan untuk areal mineral 2 M dengan jarak antar rumpukan 32 M sedangkan pada areal gambut 4M dengan jarak antar rumpukan 16M. Posisi Buldozer berada pad gawangan hidup dan kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu-kayu diatur pada gawangan mati sejauh 2,5 m dari radius pohon sawit. Pancang Jalur Rumpukan (pancang staking) Pancang rumpukan dipasang pada jalur utama rumpukan dan berada di gawangan mati. Tinggi pancang 4M dan diberi bendera warna merah atau putih agar mudah dilihat oleh operator excavator atau buldozer. Setiap jarak 50 m diberi pancang pembantu sehingga ada 6-8 pancang dalam satu jaluran. 1.5 Pembuatan Prasarana Jalan Jalan merupakan urat nadi perkebunan karena fungsi jalan sangat vital, Yakni: sebagai penghubung dari dan keluar kebun/ pabrik, jalur transaportasi TBS, jalur trasportasi pemupukan, karyawan, material bangunan serta sebagai pembatas blok. Putusnya jalan akan menghambat semua aktivitas sehingga dapat mengganggu. Jenis -jenis Jalan: 1. Main Road (MR) dibangun dari timur kebarat dengan jarak antar jalan utama 1000M dan lebar badan jalan 9 m. Untuk areal gambut atau rawa jalan dibuat dengan sistem tanggulan dan pembuatan parit pada salah satu sisi badan jalan. Ukuran parit lebar atas 4 m, bawah 3 m, dalam 4 m.

2. Collection Road (CR) dibangun searah utara selatan, jarak antar koleksi 300 m dan lebar badan jalan 7 m. 3. Jalan kontur, jalan yang dibangun padaareal berbukit, dibuat dengn memotong jalur kontur dngn lebar 5-7 m. 1.6 Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit merupakan kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit secara generatif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit antara lain genetic tanaman (innate), perlakuan (induce)dan factor lingkungan atau kondisi alam (enforce). Faktor innate adalah factor yang terkait dengan genetic tanaman yang bersifat mutlak dan sudah ada sejak terbentuknya embrio dalam biji. Untuk jaminan yang dikeluarkan oleh institusi resmi salah satunya adapun jenis bibit yang digunakan di BGA yaitu mengelola factor innate ini yaitu dengan memilih jenis kecambah dan membeli yang mendapat seperti PT. Socfindo, PT. Socfindo dan Lonsum

yang keduanya merupakan hasil persilangan bibit Dura dan Pisifera. Faktor induce adalah factor yang mengimbas (mempengaruhi) ekspresi sifat genetic sebagai manifestasifactor lingkungan yang terkait dengan perlakuan manusia. Faktor induce ini berperan mulai dari bibitan sampai pemeliharaan dilapangan, seperti pemupukan. Faktor enforce adalah factor lingkungan (alam) yang bersifat merangsang atau menghambat pertumbuhan produksi tanaman, seperti iklim, temperatur, curah hujan, keadaan tanah dll. Kualitas bibit merupakan faktor penting untuk mendapatkan minyak kelapa sawit (mks) yang tinggi dan diharapkan bibit tersebut sudah mulai panen pada umur 30 bulan. Untuk Kualitas bibit dilapangan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu : 1 2 3 4 Potensi genetik dan asal – usul persilangannya Kultur teknis dalam penanaman dan pemeliharaan bibit Seleksi bibit Umur bibit saat ditanam kelapangan

Pemilihan sumber kecambah merupakan faktor terpenting karena setelah ditanam kelapangan maka selama 25 sampai 30 tahun kedepan potensi produksi tidak dapat diperbaiki.

Adapun faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi bibitan yaitu : 1 2 3 4 Lokasi harus datar dan lapang Tersedia air yang cukup minimal 40.1.6. Aman dari gangguan hama penyakit Dekat dengan Emplasmen sehingga pengawasan lebih intensif 1. Membersihkan areal penyemaian PN (pre nursery) dan MN (main nursery) Membuat drainase dengan baik sehingga air hujan tidak tergenang.000 liter/Ha per hari.2 Persiapan Lahan Bibitan Lahan bibitan harus sudah dalam kondisi bersih lengkap dengan instalasi air dan jaringan jalan. Membuat jalan tetap menuju bibitan.1 Penentuan Lokasi Bibitan Penentuan lokasi bibitan akan menentukan sistem pembibitan yang digunakan oleh perusahaan dengan melihat untung dan rugi terkait biaya yang harus dikeluarkan selama masa bibitan. . Membuat irigasi secara mekanis. Tahapan persiapan lahan bibitan: 1 2 3 4 5 Memilih lokasi potensial.6. 1.3 Sistem Irigasi/ Pengairan Tujuan penerapan sistem irigasi yang tepat adalah untuk menjamin bahwa masing – masing bibit memperoleh air yang cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal.6.

diantaranya : 1 2 3 Sistim irigasi manual Sistim irigasi semi manual Sistem irigasi tabung dengan selang plastik berlubang (kirico) yang bertekanan.6. Pembuatan sarana irigasi harus sudah selesai sebelum dimulainya kegiatan pembibitan baik di Pre Nursery maupun Main Nursery. Bagian – bagian instalasi pada irigasi tabung terdiri dari mesin pompa.Adapun sistem penyiraman yang digunakan di BGA yaitu sistem pengairan berkabut atau Mist Irrigation. 1. Pada pembibitan ini kecambah langsung ditanam dalam largebag di main nursery yang sudah dilakukan penjarangan (spacing) dengan jarak tanam 70cm segitiga sama sisi (dalam 1 ha bisa menampung 17. Jenis mesin 20 hp @1. Pembibitan satu tahap Pada perkebunana yang sudah mapan ( established ) atau yang mempunyai topografi area datar cukup luas. dapat digunakan pembibitan satu tahap (single stage). Pembibitan Dua Tahap . Ada beberapa macam sistem irigasi yang biasa digunakan dalam pembibitan kelapa sawit. sehingga selain biaya yang murah juga efektif terhadap sistem penyiraman bibit karna jumlah air yang keluar merata.000 sd 20. Pipa yang digunakan dalam sistem irigasi adalah pipa PVC 6”. Sistem kirico ini banyak memiliki kelebihan dan mudah dalam pengaplikasiannya.000 bibit). b). waduk sumber air. bagian pemancar yang dilengkapi dengan keran. Air yang digunakan harus bersih dan baik dengan Ph minimum 4. Sistem irigasi yang digunakan di perusahaan BGA yaitu sistm irigasi tabung dengan menggunakan selang plastik (kirico). 4” dan 2” serta selang kirico.4 Macam-macam tahapan Pembibitan Ada dua macam cara yang umum dilakukan dalam tahap bibitan yaitu cara langsung atau satu tahap (single stage) dan cara tidak langsung atau dua tahap (double stage) a).250 RPM. selang plastik berlubang (kirico) dan sambungan – sambungan pipa keran. Sebelum dilakukan penanaman kecambah maka instalasi air harus sudah terpasang pada seluruh areal pembibitan yang sudah direncanakan.

Pada saat transplanting atau pemindahan bibit dari PN ke MN dibarengi dengan pemberian pupuk guano dan agroblen sebagai pupuk dasar yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar. ukurannya tinggi 10cm. mudah dalam proses perawatan. Satu hari sebelum transplanting dilakukan penyiraman guna memudahkan pembuatan lubang tanam 3. Siram bibit di PN (pre nursery) sebelum dipindahkan 5. 1. 6. Bibit ditanam ke largebag dan padatkan tanahnya 7. sedangkan pupuk agroblen 50gr/pokok. 2. Untuk jenis bibt yang memiliki diameter daun cukup lebar (contoh .5 Kerapatan Tanam Terdapat perbedaan Kerapatan tanam antara area datar dengan area berbukit. Buat lubang ditengah largebag dengan menggunakan alat pelubang dengan kedalaman lubang disesuaikan dengan tinggi bibit (potrey) 4. Angkat bibit PN (prenursery) hati-hati dan disusun keatas masing-masing kotak kayu sebagai tempat pengangkutan dari lokasi PN ke MN menggunakan mobil atau jonder. Main Nursery Transplanting ke Main Nursery dilakukan pada bibit yang berumur 3 – 4 bulan atau setelah bibit memiliki 4 – 5 helai daun.6.Pre Nursery juga bertujuan untuk mengoptimalkan dalam pemeliharaan. System bibitan dengan mengguankan potray ini memiliki kelebihan diantaranya menghemat tempat atau lokasi bibitan. berbentuk kerucut.1). diameter 5cm. Marihat) maka jarak tanam harus lebih dijarangkan agar pelepah daun tidak saling menutupi (bisa terjadi kompetensi sinar matahari). hal tersebut terkait dengan teknik penanaman dan pertimbangan saat panen. 2). Pastikan Largebag sudah tersusun benar dengan posisi tegak dan telah diisi tanah. Tata cara pelaksanaan transplanting dari pre nursery ke main nursery sebagai berikut : 1. sedangkan untuk bibit . Dosis untuk pupuk guano ialah 15gr/pokok. Lakukan penyiraman secukupnya segera sesudah transplanting Untuk pembibitan tahap awal PN (prenursery) di BGA tidak menggunakan babybag tetapi menggunakan potraykhusus berlogo BGA. Penentuan kerapatan tanaman pada area datar sangat dipengaruhi oleh jenis bibit yang akan ditanam. Pre Nursery Tujuan pre nursery adalah memberi waktu lebih longgar untuk membuat persiapan area bibitan dan mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau setelah bibit memiliki 4-5 helai daun.

4 m 8. dilakukan dengan cara manual dan tidak dianjurkan menggunakan herbisida.1 Kerapatan Tanam.6.36 m Sumber : Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1.6. Transplanting Bibit Kegiatan transplanting yaitu kegiatan pemindahan bibit dari pembibitan awal ke pembibitan utama.23 m 130 9.97 m 148 8.yang memiliki diameter daun yang lebih sempit (contoh: PPKS Dumpy. Kebutuhan air untuk setiap bibit adalah 0.6 Kegiatan Perawatan Bibitan Kegiatan yang dilakukan di Pre Nursery (PN) antara lain pengairan atau penyiraman.5 m 7.2 – 0. pemupukan. Tabel 1. Adapun kegiatan – kegiatannya antara lain : 1 Persiapan lokasi bibitan utama. Penyiraman di Pre Nursery (PN) dilakukan 2x dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari.62 m 160 8. yaitu instalasi irigasi . konsolidasi bibit.14 m 136 9. Socpindo) maka dapat ditanam lebih rapat.7. kecuali bila hujan dengan curahan 8 mm maka penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan. 1.2 m 7. Pengendalian gulma dilakukan 2 minggu sekali atau bisa kurang dari seminggu sesuai kebutuhan.5 m Jarak tegak lurus antar bar 8. Kerapatan tanam (pohon/Ha) 128 Jarrak tanam anatara pohon (segitiga sama sisi) 9.8 m 7. pengendalian hama dan penyakit (PHPT) dan seleksi bibit.3 Liter/potre per hari. pengendalian gulma.

Pemupukan Pengaplikasian pupuk dilakukan 1 minggu setelah transplanting dan disebar merata pada permukaan polybag. mulsa yang dipakai di perusahaan BGA adalah daun lalang kering yang dipotong – potong. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan secara manual (weding) dan dengan cara herbisida kontak. Penyiraman dilakukan 2x dalam sehari. b). Penyiraman Penyiraman memerlukan 2 – 3 liter air per hari dengan sistem mist irigation : sumisamsui / kirico. pemupukan dan media tanah. bahan aktif parakuat untuk pengendalian gulma diluar polybag. Konsolidasi Bibit . c).8 Kegiatan di Main Nursery a). Pemberian Mulsa Mulsa diberikan segera setelah penanaman. f). Cara penaggulangannya adalah dengan memperbaiki sitem pengairan. Untuk efektifitas penyemprotan agar tidak terkena bibit biasanya menggunak sunggup bulat yang dipasang pada ujung semprot. e). Pengendalian dengan cara aplikasi sistemik dan non mistemik. rotasinya 1 bulan 1x dengan menggunakan alat semprot. d). 1. Pengendalian Hama Hama yang biasa terjadi pada bibit adalah gejala kulvlaria dengan ciri bercak spot – spot coklat.6. Kebutuhan air ini dapat dipenuhi dengan penyiraman selama 60 menit. pagi dan sore. Apabila gejala makin parah bibit harus di isolasi dan diberikan perlakuan pestisida.2 3 4 Pengisisan media tanam berupa tanah mineral ke dalam largebag Penyusunan largebag Pembuatan lubang tanah.

7. tinggi 1 meter.7. kondisi lahan dan jenis bibit. 1. tanah yang bekas galian ditimbunkan kembali.Yaitu kegiatan menegakkan bibit atau polybag yang condong serta meratakan tanah dan memadatkan. Kegiatan konsolidasi harus sudah selesai 2 bulan setelah penanaman.7.2 Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam ukuran 60 x 60 x 40 cm disiapkan sebelum penanaman dilakukan. 1. 1. penomoran blok menggunakan kayu blok yang berukuran 10 x 30 cm.7. biasanyan tanaman yang doyong atau roboh maka harus ditegakkan atau dipadatkan bagian tanahnya. 1. 1.5 Konsolidasi Adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam. Persiapan dan penanaman kelapa sawit diperkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik. Konsolidasi bertujuan agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan sempurna. Tanah galian dipisahkan antara topsoil dan subsoil.3 Lansir Bibit Lansir bibit adalah pengeceran bibit yang sudah siap tanam dari bibitan utama dan diecerkan kelokasi tanam dijalur CR sesuai dengan jumlah tanam menggunakan zonder. maupun kelambatan atau kelainan pertumbuhan. Oleh karena itu untuk untuk memperbaiki kesalahn tersebut perlu dilakukan konsolidasi.7 Penanaman Kelapa Sawit 1. 1.8. yang mengakibatkan kerusakan pada Kelapa Sawit. Kemudian. polybag disobek dan bibit dimasukkan kedalam lobang tanam dengan posisi tegak.4 Penanaman Sebelum bibit ditanam kelapangan lubang tanam diberikan pupuk guano sebanyak 35ogr dan pupuk RP 500gr diberikan secara bersamaan.8 Kegiatan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 1. Pembuatan pancang tanam diawali dengan pemasangan pancang kepala menggunakan kompas / GPS.1 Pancang Tanam Pancang titik tanam dilakukan sesudah dibuat jalan utama dan jalan koleksi agar barisan tanaman dapat rapi. Nomor blok tersebut dipasang pada .7. Jarak pancang tanam disesuaikan dengan kerapatan tanam. walaupun demikian karena penenman biasanya dalam skala luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai denagn syarat –syarat kultur teknis. Kesalahan tanam yang disebabkan oleh penanaman yang terburu-buru atau karena kurangnya pengawasan dari mandor tanam.1 Penomoran Blok Penomoran blok dilakukan setelah penanaman.

Sensus TBM 2 dan 3 ( Tanaman Non produktif) Sensus ini bertujuan untuk mengetahui tanaman yang tidak produktif.8.4 titik antara persingpangan CR dan MR. air dan sinar matahari 2.4 Pemeliharaan Jalan Kegiatan yang diklakukan dalam pemeliharaan jalan a. Sensus TBM 1 Pada TBM 1 bertujuan untuk mengetahui tanaman yang mati. pada umur 2 bulan setelah tanam.3 Sensus Pokok Kerapatan tanaman yang ideal harus sudah dicapai pada bulan ke dua belas setelah penanaman. guna memastikan kerapatan yang ideal maka perlu dilakukan kerapatan tanam.2 Pembuatan Piringan dan Pasar Rintis Tujuan pembuiatan piringan.5 Pengendalian Gulma .8. 1. dimulai pada saat kastrasi pada bulan ke 14 dan 18.8. Mengurangi kopetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan hara. b). Sensus tanaman dilakukan sebanyak 3x. titik kosong pohon yang diserang hama maupun abnormal. 1. yakni sensus pokok mati ( pada TBM 1) dan sensus produktif ( pada TBM 2 dan 3). 1. Mempermudah pekerja untuk melakukan pekerjaan selama periode TBM 3.8. pasar rintis dan perawatan gawangan adalah : 1.l: 1 2 3 Perataan Jalan Memperbaiki saluran air ditepi jalan Pengerasan jalan Penimbunan. pada umur 6 bulan dan umur 10 bulan. Ada dua kategori sensus. a). Mempermudah pengawasan dilapangan 4. Efektivitas pemupukan 1. Penomoran blok ini harus sudah selesai setelah penanaman.

Ada beberapa cara yang biasa digunakan dalam penanggulangan gulma antara lain: 1 2 3 Memusnahkan gulma berbahaya Mengembangkan/ melestarikan tanaman berguna / inang secara terkendali Menerapkan konsep pengelolaan gulma terpadu dengan memberdayakan seluruh komponan pengendalian yang meliputi: kulur teknis. Gulma langsung ditebas dimulai dari pangkal batang hingga daun terluar pokok kelapa sawit. b. Secara mekanis Pengendalian gulma dengan mekanis menggunakan parang. Untuk gulma berkayu. Pengendalian secara preventif dan kultur teknis Cara penanggulangan gulma dengan cara preventif yaitu dengan penanaman kacangan sebagai penutup tanah yang dapat menekan pertumbuhan gulma. Gulma terdiri dari berbagai macam kelompok. gulma berdaun lebar(Broadleaves). secara mekanis dan kimia. piringan harus dibersihkan. 1). sabit.Gulma merupakan vegetasi yang tumbuh secara alami dengan menjadi pesaing bagi tananaman kerena dapat mengganggu dan merugikan pertumbuhan serta produksi dpat terhambat. Standar dan tindakan pengendalian gulma pada TBM di BGA Group Kendawangan dimulai tanaman baru sampai dimulai tanaman baru sampai tanaman menghasilkan dilakukan dengan 3 cara. a. mekanis. Oleh kaerna itu gulma yang ada di lokasi gawangan. didongkel menggunakan cangkul. Gulma berkayu ( Brush weede). yaitu gulma berdaun pita (grasses). cangkul dan kait. gulma pakisan ( Ferns). kimiawi. Biologis. tindakan frepentif. Jenis herbisida yang digunakan untuk tanaman berumur >12 bulan menggunakn herbisida kontak. pasar pikul. yaitu secara prevensif. sedangkan untuk tanaman berumur 12 . Secara kimia Salah satu cara penanggulangn gulma dengna cara kimia adalah dengan menggunakan herbisida.

Untuk pembersihan jalan rintis dan gawangan disesuaikan dengan jenis gulma yang menjadi sasaran.0 800 – 1000 256 6 VLV 200 1.2 – 2.2 – 2.2 400 90 4 polyjet kuning 1.2 – 2.2 400 -600 68 5 polyjet hitam 1.0 – 1.0 25 – 50 - .5 – 1.0 200 97 7 VLV100 1. Alat yang digunakan dalam pengendalian gulma secara kimia yaitu alat semprot (Knap Sack).0 – 1. berikut ini merupakan spesifikasi jenis nozel.2 Jenis Nozzle dan Spesifikasinya Volume Lebar semprot NO 1 Nozzle Polyjet merah (meter) 2 semprot (liter/ha) 1000 Rata semp Kg 247 2 polyjet biru 1.0 100 42 8 VLV 50 1 50 30 9 No drif Nozzle 1.2 225 - 10 CDA 0. Alat ini yang memiliki ujung semprot yang disebut nozel. 1.bulan yaitu herbisida sistemic.5 600 – 800 165 3 polyjet hijau 1. Tabel.

1. Pasar Tengah dan TPH Pemeliharaan akses kedalam blok dan kepohon untuk mempermudah aktivitas panen.1 Pengendalian Gulma Pemeliharaan Gawangan Tujuan pengendalian gulma di gawangan : 1. Akibat Serangan hama tikus.9 Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) 1. Mempermudah pengawasan dari satu gawangan ke gawangan lain 3. Pasar Rintis. Pasar Tengah dan TPH adalah: . Misalnya. jika yang diserang adalah bagian daun maka akan mengganggu proses foto sintesa dari tanaman. Pasar Rintis. air dan sinar matahari.6 Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Biologi: Organisme yang mengganggu tanaman secara Biologi karena merusak bagian tanaman tertentu yang mengakibatkan terganggunya proses biologi dari tanaman. Apabila masih ditemukan lalang dalam jumlah sedikit. Pemeliharaan piringan. Alasannya karena jika diberantas akan dapat mendorong terjadinya erosi.11 Cone Nozle 500 - Sumber : Buku Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1. Fungsi dari piringan. Mengurangi sarang / inang hama sehingga populasi hama bisa ditekan. Tidak semua gulma harus diberantas misalnya rumput-rumput dan tanaman lain yang lunak. berakar dangkal dan tidak tinggi (pakis) masih dapat ditoleransi. Pemberantasan Lalang Kondisi TM harus bebas dari lalang. tindakan yang dilakukan berupa spot spraying dan wiping. pemupukan. Misalnya.8. akan membuat gagal panen sehingga para petani akan merugi secara ekonomi. air dan sinar matahari 2. penunasan dan pengawasan serta mengurangi kompetisi dengan gulma dalam penyerapan hara. Mengurangi kompetisi hara.9. Secara Ekonomi: organisme pengganggu tanaman (OPT) yang merusak tanaman inang (tanaman utama) sehingga merugikan secara ekonomi karena mengakibatkan kehilangan hasil yang diharapkan.

1Kastrasi .10. TPH.10 Perisapan Panen Pada masa peralihan TBM ke TM untuk mendapatkan semua potensi pada tahap awal produksi diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik terhadap sarana dan prasarana yang berhubungan dengan proses panen. Pemupukan memerlukan biaya yang sangat besar.9. serta pelepah yang tidak memiliki daun harus dibuang. 3.9. oleh karna itu dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 5 tepat yaitu tepat jenis. pelepah dipotong serapat mungkin ke pohon kurang lebih 15 cm agar brondolan tidak tersangkut. Pada waktu penunasan pelepah yang tidak berfungsi lagi. 1. yakni sebagai tempat pengumpulan hasil panen sebelum diangkut ke pabrik kelapa sawit (PKS) 1. Dasar penentuan dosis pemupuka untuk TM berdasarkan hasil analisa daun dan analisa tanah. 1. waktu.1. Pasar Rintis dan Pasar Tengah. serta ketahanan terhadap hama dan penyakit. Piringan. Adapun kegiatan menjelang produksi anatara lain: 1. yakni sebagai jalan untuk mengangkut buah ke TPH dan menjalankan aktivitas operasional lainnya. yakni sebagai tempat penyimpanan pupuk dan daerah jatuhnya tandan buah dan brondolan 2.2 Penunasan (prunning) Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempermudah aktivitas panen dan memperlancar penyerbukan. Ketentuan dalam penunasan.3 Pemupukan Pemupukan tanaman menghasilkan (TM) dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman guna menunjang pertumbuhan untuk mecapai produksi yang optimal. dosis. cara dan administrasi.

2 Sanitasi Untuk mempermudah proses panen dan mendapatka kondisi buah yang baik pada saat panen. Pada tanah kelas 1 rotasi kastrasi dimulai umur 14 dan diakhiri pada umur 20 bulan sedangkan tanah kelas II/III rotasi dimuali pada umur 18 dan diakhiri pada 24 bulan. dan kelas II atau seterusnya umur 18 bulan. agar jalan rintis dapat dilewati tanpa hambatan. Membuang bunga betina dengan dodos ukuran maks.4 Pembuatan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) TPH diperlukan sebagai tempat untuk mengumpulkan hasil produksi panen atau TBS (tandan buah segar) kelapa sawit. 5. kegiatan sanitasi: 1. Pada saat dimulai kastrasi di bulan 14 dan 18. kastrasi mulai dilakukan untuk tanah kelas I umur 14 bulan. Membuang tandan yang terkena penyakit tirathaba dan disusun digawangan mati 2. 1.3 Pembuatan Titi panen Titi panen harus dibuat setiap jalan rintis yang melewati parit maupun saluran air.10. 8cm dan disusun rapi digawangan mati 2. Membuang semua pelepah kering 3. Pada kastrasi rotasi terakhir bunga jantan jangan dibuang.10. karena akan digunakan sebagai media pengembangan elaidobius camerunicus 4.Pada kondisi normal. Membersihkan semua sampah disekitar pohon untuk mempermuah mengutip brondolan. TPH yang standar dan biasa digunakan dalam perkebunan kelapa sawit adalah sebagai berikut: . Tidak ada pemotongan pelepah pada saat kastrasi. maka untuk kegiatan kastrasi bunga betina dipohon non produktif (St1 s/d St4) tidak dibuang.10. 1. Kegiatan katrasi : 1. 1. maka diperlukan sanitasi pad 3-4 bulan sebelum panen pertama dimulai. 3.

Pemberian nomor TPH terdiri dari nomor blok dan nomor TPH 1. 1. Ukuran TPH: – TM I dan II ukuarannya 2x3m. ddengan demikian maka transportasi TBS akan lebih efektif. TPH dibuat setiap 3 jalan rintis untuk areal datar.5 Perlatan panen Peralatan panen yan perlu disiapkan pada penen perdana : dodos ukuran 8cm. Wilayah panen terkonsentrasi/mengumpul yang bertujuan untuk memudahkan pengontrolan dan meningkatkan output karyawan diarenakan tidak terlalu jauh untuk pindah hancak. TM II dst ukutrannya 3×4 m 3. 1.1.10. 4.10. Distribusi buah mengumpul.6 Seksi Potong Buah Seksi potong buah adalah pembagian wilayah atau areal panen dalam luasan tertentu yang merupakan petak-petak lokasi (terdiri dari beberap blok) yang menggambarkan tempat dilakukan panen. Membagi buku notes potong buah . kapak buah. dengan pembagian seksi potong buah.10. maka arah panen dapat ditentukan secara berurutandari blok yang satu ke blok yang lain. 2. Permukaan tanah di TPH harus rata sehingga memudahkan untuk penempatan TBS. Memberikan target/ sasaran yang jelas. 2. maka areal panen yang ada dibagi 6 seksi. Menghancakan karyawan 2. 3. sedangkan untuk areal berbukit atau bergelombang disesuaikan dengan kondisi lapangan. artinya dalam satu munggu dilakukan 6 hari panen. Jika menggunakan sistem 6/7. sehingga pengontrolan lebih sistematis. gancu. Adapun tugas-tugas mandoran: 1. 4. Tujuan pembuatan seksi panen adalah .7 Mandoran Panen Mandoran panen yaitu mandor yang bertugas mengontrol dan mengawasi karyawan panen yang terdiri dari 15 orang atua lebih. Memudahkan pengontrolan. pengaruk berondol. angkong. Persiapan tenaga berondol. 1. buah lebih cepat masuk ke PKS.

Akan tetapai mandor harus tetap akatif mengawasi hasil pekerjaan karyawan maupun menghancakan pemanen ke hancak baru. Hancak Giring tetap permandoran Yaitu sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan dalam mandoran tersebut telah memiliki hancak tetap. tidak boleh pemanen lain memasukinya kecuali sepengatahuan mandor. 7. 5. Hancak artinya daerah kerja atau jalur tempat karyawan melaksanakan pekerjaan. 4. Mengontrol kerja karyawan Memeriksamutu buah dan hancak karyawan Melakukan taksasi poong buah Megisi administrasi. Dengan sistem ini rasa tanggung jawab pemanen akan .10. misalnya berdasarkan karepatan panen. Bedanya dengan sistem giring murni adalah bahwa sistem giring ini yang memiliki han cak tetap hanya sebatas permandoran sedangkan karyawan tidak memiliki hancak tetap. Hancak ini biasa diterapkan pada areal yang baru panen. 6. Hancak Tetap Yaitu sistem hancakan diamana mandor dan karyawan telah memiliki daerah yang telah ditentukan (hancak tetap). output pemenen dsb. Cara/sistem pengacakan yang dikenal di BGA ada tiga cara: Hancak Giring murni Yaitu sebuah sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan sensntiasa digiring atau tidak memiliki hancak tetap. karena sistem ini memungkinkan seorang karyawan tidak punya ras tanggung jawab terhadap hncaknya dan butuh waktu yang lebuh lama untuk pindah hancak.8 Sistem penghancakan Sistem penghancakan adalah suatu metode atau cara menempatkan karyawan (pemanen) pad suatu daerah (jalur) tertentu.3. 1. seperti BKM dan pusingan potong buah Memeriksa alat kerja karyawan. Oleh karena itu seorang mandor harus aktif dalam menghancakan karyawan dan mengawasi pekerjaannya. sementara pemanen dalam mandoran tersebut selalu dilakukan giring sesuai dengan kebutuhan.

Buah mentah 2. perun/rumpuk. imas. Para meter yang digunakan untuk mengetahui produksi semester tersebut adalah jumlah janjang yang ada dipokok dan berat janjang ratarata (BJR). 4. Dasar pemikirannya adalah apabila diketahui jumlah janjangannya dan berat janjangannya. Buah masak tinggal dipokok 3.lebih tinggi dan mandor panen akan lebih mudah dalam melakukan kontrol terhadap hasil pekerjaan karyawan. maka dalam pemanenan ini diupayakan semaksimal mungkin dengan menekan biaya yang seminimal mungkin dan mengambil produksi semaksimal mungkin. Gagang panjang (GP) 7. Adapaun factor-faktor yang menyebabkan terjadinya losses. yaitu: 1.11. 5. Buah/Brondolan tidak dikutip 4. 3. Untuk mengambil produksi tersebut maka perlu cara yang dianamakan panen. yaitu dengan cara menekan kehilangan prouksi (losses) hingga O %. 2. maka akan dapat diketahui berapa kira-kira tonase yang akan didapat .11 Kegiatan Panen Untuk menjadi sebuah perkebunan. tumbang. Langkah-langkah pengendalian pusingan panen adlah dengan mengetahui informasi mengenai: 1. Kerapatan buah masak Jumlah tenaga potong buah Umur tanaman Jumlah brondolan dan persentase siap borong Curah hujan 1. di mulai dari urutan-urutan kegiatan pekerjaan dilapangan yang dimulai dari kondisi hutan yang dibloking.1 Sensus Produksi Sensus produksi adlah pencacahan/ penghitungan/ padatan terhadp tanaman ks yeng bertujuan untuk mengetahui / memperkirakan produksi selama satu semester (enem bulan memdatang). 1. dst hingga tanaman mulai menghasilkan/ produksi. Administrasi yang tidak akurat Selain itu untuk mengendalikan kehilangan produksi tersebut dapat juga dengan mengendalikan pusingan/rotasi panen agar tetap normal. Janjangan buah busuk 6. Buah/Brondolan dicuri 5.

Yang maksud dengan jumlah dan berat janjang adalah janjang dan berat janjang sampel/contoh dari satu blok yang akan ditaksir produksinya. Menentukan BJR. yang bertujuan untuk mendapatkan jumlah janjang yang akan dipanen dalm suatu blok. Sensus dilakukan 10% dari 66Ha = 7Ha . Sedangkan semester II ialah bulan juni s/d desember tahun ini dan sensus produksinya dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 30 juni tahun ini. Sensus produksi terdiri dari 3 macam pekerjaan. dapat ditentukan dengan 2 cara: pertama penimbangan dilapangan TPH.11. Kamudian dari pokok-pokok sampel ini akn diketahui jumlah rata-rata janjang per pokoknya. maka panen besok -66Ha. Sensus dilakukan sebesar 10 % dari pokok produktif pada areal yang akan dipanen esok hari (semakin banyak semakin akurat data yang diperoleh). dengan 3 mandoran. Sensus pokok ini dilakukan setiap 6 bulan yang disebut dengn semester. 1. tiap mandoran harus melakukan taksasi sebesar 10% dari tiap total pokok produktif pada 2 blok tsb. maka tiap mandoran memdapat 2 blok. 1.11. Dengan mengetahui perkiraaan produksi esok hari maka dapat menentukan jumlah tenaga kerja atau HK yang dibutuhkan dan jumlah alat transportasi (Truk/trailer) yang digunakan. Semester 1 adlah bulan januari s/d juni. 3. seksi (areal panen besok) terdiri dari 6 blok.3 Kriteria Panen . Taksasi ini didasarkan pada prsentase kerapatan panen yang ditentukan dari hasil sensus panen.2 Taksasi Potong Buah Taksasi potong buah adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperkirakan produksi pada esok hari. Semakin banyak sempel maka data yang didapat semakin akurat. Proses input data hasil sensus produksi dilaksanakan dalam waktu 5 hari setelah sensus.selama satu semester. jika kerapatan /populasi tanaman =136pokok/ Ha. Jadi jika 1 blok =33Ha. maka akan melakukan sensus pada 882 pokok.Sebagai contoh. Penghitungan janjang yang dilaksanakan pada titik sensus dan pokok sensus. 1. dan sensus produksinya dilaksanakan pada tangal 20 s/d 31 desember tahun lalu. 2. Data harus diterima oleh Departemen pusat yang berada jakarta paling lambat 7 hari setelah sensus. Persiapan tanda-tanda sensus (pembuatan dan perbaikan) dan kelengkapan alat sensus. kedua dengan penimbangan di PKS.

Adalah pedoman yang digunakan untuk menetuakn apakah buah itu dinyatakan matang. Menetukan kematangan buah juga ditentukan berdasarkan warna buah. mentah atau busuk. Pedoman yang digunakan untuk kematangan tersebut didasarkan pada jumlah brondolan yang lepas secara normal. terutama pada kondisi pokok tanaman yang sudah tinggi. apabila terpotong maka karywan dikenakan denda. yaitu buah masak biasanya berwarna merah jingga. BGA Group Tabel 1.4 Istilah dan Simbol-simbol yang berkaitan dengan kematangan buah: Istilah Simbol Tindakan Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Keterangan Un Ripe atauMentah Hitam Under Ripe atauKurang Buah BM - Buah yang tidak membrondol. Buah yang telah membrondol akan tetapi belum sesuai d kriteria yang telah ditetapkan. Karyawan yang memoton .3 Pedoman umum yang digunakan untuk menentukan kriteria buah masak adalah sebagaiberikut: Umur tanaman Jumlah brondolan 0-4 brondolan >5 brondolan Gagang busuk 3-7 tahun 0-10 brondolan >15 brondolan Gagang busuk 8-20 tahun 0-20 brondolan >20 brondolan Gagang busuk >20 tahun Sumber : PT. Tabel 1. Jika tidak sengaja maka buah diantrikan dan ditandai pada gagang buah dengan huruf berwarna merah. Akan tetapi cara ini kurang efektif. yaitu 1 brondolan per Kg TBS.

Biji dikeringkan dan dipecahkan agar inti (kernel) terpisah dari cangkangnya. digaster. Di pabrik buah akan direbus. Dan harus diturunkan. yaitu 1 brondol /Kg TB lebih. Karena akan meningkatkan ALB yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas CPO yang tentunya akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri. dikarenakan PKS belum jadi. dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah.11. Over ripe atauKelewat masak Empety Bunchatau buah busuk Sumber : PT.com/2011/10/26/budidaya-tanaman-kelapa-sawit-prospek-yangcerah-di-ketapang-kalimantan-barat/ perkebunan kelapa sawit . atau buah yang tertinggal pada pusingan yang lalu.wordpress. dilumatkan di dalam buah. dipres dengan mesin untuk mengeluarkan minyak dan dimurnikan. maka tugas krani panen adalah mencatat hasil TBS yang ada di TPH.masak atau Mentah merah Ripe atau Masak/ Normal buah ini harus diperingatkan. Buah yang telah dipanen sebaiknya segera di angkut ke Pabrik untuk diproduksi menjadi CPO dan TBS jangan dibiarkan dilapangan lebih dari 7-8 jam. http://anthosusantho. Di perusahaan BGA kendawangan. masih dalam proses pengerjaan. Setelah buah dipanen kemudian disusun di tempat pengumpul hasil (TPH).4 Transportasi Buah BB Buah yang membrondol lebih dari 75 % brondolan yang pada janjang buah tsb. Buah yang membusuk sehingga hanya janjangan kosong (empty bunch/B) yang tertinggal. TBS diangkut ke Poliplen atau ke Kalteng. jika berkali-kali diingatkan masih tetap menurunkannya maka dikenakan denda buah mentah Buah BN Buah denagn kriteria yang tepat. Oleh karena itu pengiriman TBS masih belum maksimal dan terkadang terlambat. BGA Group 1. Buah ini biasanya diakibatkan ka keterlambatan pusingan. Sisa pengepresan berupa ampas dikeringkan untuk memisahkan biji dan sabut.

sebelumnya harus mengenal dan memahami jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit. biaya pengendalian melalui deteksi dini dipastikan akan jauh lebih murah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. Untuk mendapatkan produksi yang optimal. Hal ini sesuai dengan tujuan penanaman kelapa sawit yaitu untuk menghasilkan produksi yang optimal. Mutasi tersebut mutlak dilakukan dan perlu mendapat perhatian baik dari segi lamanya masa TBM maupun persiapan yang perlu dikerjakan sebelum tanaman dikerjakan. Pekerjaan awal ini sangat mempengaruhi kualitas hasil buah yaitu kastersi / tunas pasir. Selanjutnya segera deteksi siklus hidup hama dan penyakit agar mudah dalam melakukan pencegahan dan pengendaliannya. Dalam keadaan normal. . pada kelapa sawit dikenal periode Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang lamanya bervariasi 2-3 tahun tergantung pada beberapa faktor yang terjadi di sekitarnya. Salah satu faktor penghambat yang perlu dipertimbangkan selain benih yang baik adalah serangan hama dan penyakit. memahami dan upaya mendeteksi siklus hidup hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit secara dini mutlak harus dilaksanakan karena akan memudahkan tindakan mencegah terjadinya ledakan serangan hama dan penyakit yang tak terkendali. 26 februari 2010 Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Mengenal. terjadi mutasi dari TBM menjadi Tanaman Menghasilkan (TM) terjadi pada tahun ketiga setelah tanam. Sebagai tanaman tahunan. baru akan dipanem hasilnya setelah 2-3 tahun ditanam di lapangan. seperti ada / tidaknya serangan hama dan penyakit. Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit. Secara ekonomis. Pendekteksiasi tersebut dapat menyelamatkan tanaman kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit yang merugikan sehingga produksi dapat dipertahankan. karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi yang dapat menghambat produktifitas harus dipahami dan diupayakan solusinya. Kelapa sawit yang ditanam saat ini.jumat. Perkebunan kelapa sawit merupakan jenis usaha jangka panjang.

Jadi sudah seyogyanya jika ingin sukses dalam usaha perkebunan kelapa sawit. PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. kumbang Adorektus dan Apogonia. ulat kantong. 1. Ulat Api dan Ulat Kantong Serangan hama ulat api dan ulat kantong (ulat pemakan daun kelapa sawit) telah banyak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dengan terjadinya eksplosi dari waktu ke waktu. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. pengelola harus mengetahui hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. Hal ini menyebabkan kehilangan daun (defoliasi) tanaman yang berdampak langsung terhadap penurunan produksi. Hama dan Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit diantaranya ulat api. diposkan oleh perkebunan di 11:36 1 komentar ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. penyakit busuk pangkal batang (ganoderma). tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. penyakit busuk tandan buah (marasimius). Sedangkan penyakit yang menjadi masalah pada tanaman kelapa sawit diantaranya penyakit daun pada pembibitan.Secara ekonomis biaya pengendalian melalui deteksi dini terhadap hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dipastikan akan jauh lebih rendah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. tikus. rayap. Tanah gambut (lebih satu meter dalam). dan penyakit busuk pucuk (spear rot). serta babi hutan. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. .

keadaan tanah (curam atau rata).1 Calopogonium caeruleum 0.6 . Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:     Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima.Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. Jika mempunyai tapak semaian sendiri. hutan atau kawasan tanam semula. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit.0 Pueraria phaseoloides 1. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4.

    Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau.5 (28) 8. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik. Lazimnya. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Jumlah Pokok Meter (Kaki) 8. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam.200g baja Fosfat didalam lubang.    Taburkan 150g . Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam.7 (29) Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) . Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.  Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar.

2.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. tanah gambut saprik. solum cukup dalam (80 cm). II. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Media Tanam Tanah yang baik mengandung banyak lempung. permukaan air tanah cukup dalam. Ultisol dan Aluvial. Temperatur optimal 24-280C. PENDAHULUAN Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.1. pH tanah 4-6. baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi.). Berdrainase baik. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan.000 mm. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. air dan cahaya matahari.2. III.500-4. Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. PT. Curah hujan tahunan 1. SYARAT PERTUMBUHAN 2. Tanah Latosol. diposkan oleh perkebunan di 11:34 0 komentar BUDIDAYA KELAPA SAWIT BUDIDAYA KELAPA SAWIT I. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas.9. dan tanah tidak berbatu.0 (30) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. beraerasi baik dan subur. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA . dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah.

minggu ke 6 & 8 (6gr). > 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr). Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan. minggu ke 23 & 25 (6gr).1. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Pemeliharaan Pembibitan Penyiraman dilakukan dua kali sehari. 3. Tanah di polibag harus selalu lembab. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0. 16 & 20 (8 gr). Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut : Pupuk Makro Minggu ke 2 & 3 (2 gram).1.1. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena .11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan. Minggu ke > 12-12-17-2 22. > POC NASA Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit.5-2. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. 34 & 36 (17gr). 15.2. Bibit tidak normal. 26 & 28 (12gr). minggu ke 30. Pembibitan 3.5 tutup per liter air.2. minggu ke 4 & 5 > 15-15-6-4 (4gr).2. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm. Penentuan Pola Tanaman Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari.1. Teknik Penanaman 3.1. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Penyemaian Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1. minggu ke 38 & 40 (20gr). Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. 29 & 31 (8gr) Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali). 32. siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0. Sebelum bibit ditanam. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman 3. minggu ke 10 & 12 (8gr) Mingu ke 14. 24.3. minggu ke 27.

2. Cara Penanaman Penanaman pada awal musim hujan. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Pemupukan Anjuran pemupukan sebagai berikut : Pupuk Makro . Populasi 1 hektar + 135145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari. setelah hujan turun dengan teratur.3. dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1. Penyulaman dan Penjarangan Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan.3. kimia dan biologi tanah. 3. siram bibit pada polibag.2. 3.3. Penyiangan Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.dapat memperbaiki sifat-sifat fisika. Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai. Areal berbukit. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. mencegah erosi. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Jarak 9x9x9 m. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Pemeliharaan Tanaman 3. Sehari sebelum tanam. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.2. 3.2.1. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma).3. 3. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman.3.3.5 m dari sisi lereng. 3. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm.

Dosis POC NASA mulai awal tanam : 0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang.2.April).3. 30 & 36 225 kg/ha 2. 24. 30 & 36 200 kg/ha 2.) . POC NASA a. 24. setiap 3 – 4 bulan sekali b. 18. 54. 60 dst 1000 kg/ha 1. 12. 60 dst 600 kg/ha 1. 48. 12. Bulan ke 6. 54. 12. 24.Urea 1. 18. 18. 48. 24. 60 dst 40 kg/ha TSP MOP/KCl Kieserite Borax NB. 30 & 36 115 kg/ha 2. 12. 12. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret. 30 & 36 20 kg/ha 2. Bulan ke 6. setiap 4 . 30 & 36 75 kg/ha 2. Bulan ke 42. Bulan ke 6. Bulan ke 48 & 60 750 kg/ha 1. Bulan ke 42. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3. 48. Bulan ke 6.5 bulan sekali >36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. 18.4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. 54. Bulan ke 6. 54. Bulan ke 42. 24. Dosis 3-4 tutup/ pohon Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA Tahap 1 : Aplikasikan 3 . 18. 48. Bulan ke 42. 60 dst 1200 kg/ha 1. Dosis 3-4 tutup/ pohon Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman.

3.3. buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Pemangkasan pemeliharaan Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai. . dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga. bentuk buah lebih sempurna. Pemangkasan Daun Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu: a. Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium. 2.3. Cara penyerbukan: 1. warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.6. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Bak seludang bunga. semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer. 3.5. Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka. produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%. a. Kastrasi Bunga Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan. c.4. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar. Penyerbukan Buatan Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah. Pemangkasan produksi Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan. Pemangkasan pasir Membuang daun kering.3. b. Penyerbukan oleh manusia Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). b.3. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ).

Hama dan Penyakit 3. daun membusuk dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit. tanaman dewasa layu dan mati. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak. Bagian diserang adalah daun. b. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. daun muda mati dan kering. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun. Root Blast Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Hama a. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Gejala: pelepah mudah patah.4. Hama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus).1. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik. daun mengering. c.4.2. terjadi pembusukan akar. Bagian diserang daun. Bagian diserang batang. penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Dry Basal Rot Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang akar. Penyakit a. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Bagian yang diserang adalah daun. b. pemberian air irigasi di musim kemarau. 3.3. Garis Kuning Penyebab: Fusarium oxysporum. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki . Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona. Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. .4. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810.

aerasi dan draenasenya baik. PEMBIBITAN a.5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan.Curah hujan minimum 1000-1500 mm /tahun. . Umur Panen Mulai berbuah setelah 2. sedikitnya 60% buah telah matang panen.5. dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. .1. dapat juga digunakan untuk industri sabun. lilin dan dalam pembuatan lembaran-lembaran timah serta industri kosmetik . Yahim – Sentani – Jayapura Oktober 1992 Agdex: 161/20 Kelapa sawit ( Elaeis guinensis jacg ) adalah salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil.5 .Biji dipanaskan dalam germinator selama 60 hari dengan suhu tetap 39oC dan kadar air 18%. . .7. kaya akan humus dan tidak mempunyai lapisan padas. 112/92 Diterbitkan oleh : Balai Informasi Irian Jaya Jl.Kemudian biji direndam dalam air mengalir selama 6 hari.Dapat tumbuh pada bermacam-macam tanah.0. Panen 3. hingga kadar air naik menjadi 24%.Suhu optimal 26°C.3. . . asalkan gembur. Minyak sawit selain digunakan sebagai minyak makanan margarine.pH tanah antara 5.5 tahun dan masak 5. terbagi merata sepanjang tahun.Kelembaban rata-rata 75 %. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih. . Pengecambahan Biji. .5. SYARAT -SYARAT TUMBUH . diposkan oleh perkebunan di 11:33 0 komentar B U D I D AYA KELAPA SAWIT B U D I D AYA KELAPA SAWIT Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No.

.5 m . kemudian ditutup rapat .Kecambah yang tumbuh normal dan sehat. . .Isilah polybag dengan tanah lapisan atas yang dibersihkan dari kotoran dan dihancurkan sebelumnya. PERSIAPAN LAHAN . .Buatlah lobang tanam sedalam 3 cm. .Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan tanaman . b.Masukkan bibit ke dalam lobang dengan hati-hati dan kantong plastik dibuka. tebal 0. . daunnya dipotong untuk mengurangi penquapan.Lobang tanam ditutup kembali dan jangan dipadatkan.Bibit yang tingginya lebih dari 150 cm.08 mm. . 2 minggu sebelum tanam dengan jarak 9 x 9 x 9 m membentuk segitiga sama sisi.. Persemaian dan Pembibitan .Biji yang belum berkecambah pada umur 30 hari dibuang saja. tidak boleh diinjak-injak agar tidak terjadi kerusakan. .Biji dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 38 x 39 cm sebanyak 500 biji. . PEMELIHARAAN TANAMAN . .Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan.Buatlah lobang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm. PENANAMAN .Setelah 10-14 hari.Lobang ditimbun dengan tanah. . .Setelah bibit berumur 3 bulan dipindahkan kedalam polybag yang besar dengan ukuran 40 x 50 cm. dibersihkan dari semak-semak dan rumput-rumput liar. tumbuhnya lurus serta bakal daun dan bakal akarnya berlawanan arah.Selanjutnya biji dikeringkan selama 3 jam dalam ruangan yang teduh. warnanya kekuning-kuningan. biji mulai berkecambah.2 mm.Tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 1 kg/lobang.Lahan diolah sebaik mungkin.Buatlah naungan persemaian setinggi 2.Lakukan penyiraman polybag sebelum penanaman kecambah dan selanjutnya pada setiap pagi dan sore setelah penanaman.Kecambah dipindahkan kekantong plastik ukuran 14 x 22 cm dengan tebal 0. .

maupun bahan bakar (biodiesel). .Pemanenan dilakukan 1 kali seminggu.Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3 tahun dan selalu dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar. agar penyebaran cahaya matahari lebih merata. hama ulat api dengan insektisida yang mengandung bahan aktif permetrin 20 g/liter dan monokrotofos 600 g/lite. K.Hama-hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Ulat Kantong. . Setora nitens. Dasna trina. PANEN . memudahkan panen dan mengurangi penguapan. minyak industri. Bo per Ha/tahun.baru yang seumur dengan tanaman yang mati. . .Sedangkan pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM). kebutuhan pupuk berkisar antara 400 . .Telah dapat menghasilkan pada umur 30 bulan setelah tanam. Hama ulat kantong dikendalikan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif metamidofos 200/liter atau 600 g/liter.Perkebunannya menghasilkan . Mahasena Coubessi dan Ulat Api.Potonglah daun yang sudah tua. Sumber : Dinas Perkebunan Dati I Propinsi Irian Jaya diposkan oleh perkebunan di 11:31 0 komentar Kelapa sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak.Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar sebanyak 60%. mempermudah penyerbukan alami. P. . .Anjuran pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seperti pada tabel 1.1000 kg N.Cara panen dengan memotong tandan buah.Dipilih tandan yang buahnya sudah masak dengan tanda adanya sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ).Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainage.Penyiangan gulma dilakukan 1bulan sekali. . . . . pada awal dan akhir musim penghujan dengan cara menyebar merata di sekitar piringan tanaman. Sedangkan penyakitnya busuk tandan Marasmius sp. . Mg. Metisaplama. Thosea asigna.Lakukan pemupukan 2 kali dalam satu tahun.

Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. == Pemerian botani == African Oil Palm (Elaeis guineensis) Kelapa sawit berbentuk pohon. Seperti jenis palma lainnya. Jawa. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelahMalaysia. dan Sulawesi.Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping.keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun.Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak. daunnya tersusun majemuk menyirip. ungu. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa. pantai timurSumatra.Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol .

E. Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi Tipe kelapa sawit Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah.15° LS). yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. yang terdiri dari    Dura. kandungan asam lemak bebas (FFA. oleifera. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah.=== Syarat hidup ===Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. serabut buah *Endoskarp.*Mesoskarp.dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin. 20002500 mm setahun. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. Minyak dihasilkan oleh buah. Pisifera. guineensis danE. Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalancangkang. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).Buah terdiri dari tiga lapisan:*Eksoskarp. dan Tenera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing- . Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujanstabil. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU . oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik. cangkang pelindung intiInti sawit (kernel. Setelah melewati fase matang. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang.Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera.

Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Untuk pembibitan massal. Bunga dan buahnya berupa tandan. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. rendah kolesterol. sabun. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos. kosmetika. mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik. margarin. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. dan memiliki kandungan karoten tinggi. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%. sekarang digunakan teknik kultur jaringan.sabun. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. dan lilin. Daging buahnya padat. industri baja. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam.masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya. bercabang banyak. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. kulit dan industri farmasi.[1] Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. [sunting] Hasil tanaman Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan. . radio. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng. Buahnya kecil. kawat. bila masak berwarna merah kehitaman.

Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli. dengan ketinggian sekitar 12m.Sumatera Utara dan di Rantau Panjang. dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia). dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup. sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli. Di Malaya.123 ha. Hingga menjelang pendudukan Jepang. Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940. Pada tahun 1911. dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dariAfrika. . Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) danAceh. kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet. Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS). seorang Belgia. Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan. maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura".[sunting] Sejarah perkebunan kelapa sawit Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belandapada tahun 1848. perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran. Semenjak pendudukan Jepang. Kuala Selangor. yang lalu diikuti oleh K. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industripertengahan abad ke-19. Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang. Luas areal perkebunan mencapai 5. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif.[2] Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruhmiliter) yang tidak berhasil meningkatkan hasil. Schadt. Malaya pada 1911-1912.

Sementara itu. maka berbagai faktor pembatas lahan dapat diatasi secara dini. * * * . * * Pengendalian Hama Tikus dengan Burung Hantu * Burung hantu (Tyto alba) merupakan predator tikus yang sangat potensial pada perkebunan kelapa sawit. Penggunaan burung hantu sebagai musuh alami merupakan satu alternatif penanggulangan hama tikus di perkebunan kelapa sawit yang sangat efektif dan efisien. sehingga akan meningkatkan biaya pengelolaan kebun. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan terhadap satuan lahan yang telah ditetapkan berdasarkan hasil survei tanah. Evaluasi kesesuaian lahan didasarkan pada penilaian beberapa karakteristik lahan yang disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit. Predator ini mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5%. Namun cara ini dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan dianggap tidak ekonomis. Telur yang dihasilkan bervariasi antara 4–19 butir. khususnya yang berkaitan dengan kultur teknis. bergantung pada ketersediaan makanan. Biaya pengendalian serangan tikus dengan burung hantu hanya berkisar 50% dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi.diposkan oleh perkebunan di 11:24 0 komentar kelapa sawit kelapa sawit Evaluasi Lahan * Tahap awal dari pembukaan perkebunan kelapa sawit adalah melakukan evaluasi lahan. ambang kritis serangan tikus di perkebunan kelapa sawit sebesar 10%. Seekor burung hantu mampu memangsa tikus 2–5 ekor sehari. Hasil evaluasi kesesuaian lahan bermanfaat dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. Burung hantu mampu bertelur 2-3 kali dalam setahun. Evaluasi kesesuaian lahan didahului oleh kegiatan survei dan pemetaan tanah untuk mendeskripsikan satuan-satuan lahan. khususnya untuk mencapai produktivitas tanaman sesuai dengan potensi lahannya. Pada umumnya penanggulangan serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida). Pembangunan kebun kelapa sawit yang tidak didahului dengan evaluasi kesesuaian lahan akan menimbulkan banyak masalah pada waktu mendatang. kemudian menjadi dewasa setelah berumur 8 bulan. Apabila evaluasi kesesuaian lahan dilakukan.

tanaman inang. Pemanfaatan mikroorganisme entomopatogenik dapat mengurangi atau bahkan menggantikan insektisida kimia sintetis (semua jenis insektisida golongan piretroid sintetis. efisien. dengan biaya pengendalian hanya 7% dari biaya pengendalian secara kimiawi. misalnya Decis 2. kumbang tanduk juga mematikan tanaman muda sampai 25%. yaitu virus ßNudaurelia. Penggunaan feromon sebagai insektisida alami sangat efektif. Pengendalian ulat api menggunakan bahan alami terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan insektisida kimia sintetis. sehingga permasalahan hama menjadi lebih rumit.Pengendalian Hayati Ulat Api Menggunakan Entomopatogenik * Pengendalian hayati ulat api Setothosea asigna pada kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme entomopatogenik. seperti munculnya resistensi dan resurgensi hama. Komponen utama feromon sintetis kumbang tanduk adalah etil-4 metil oktanoat. Hal itu disebabkan harga feromon yang murah dan cara aplikasi di lapangan * * . Di samping itu. militaris. Biaya pemanfaatan feromon hanya 20% dari biaya aplikasi insektisida dan pengutipan kumbang secara manual. dan jamur Cordyceps aff. Mikroorganisme entomopatogenik tersebut merupakan sarana pengendalian hayati yang efektif. dan lebih murah dibandingkan teknik pengendalian konvensional. mangsanya. Feromon merupakan bahan yang mengantarkan serangga pada pasangan seksualnya. * * * Feromon untuk Pengendalian Kumbang Tanduk * Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) umumnya menyerang tanaman kelapa sawit muda dan dapat menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama menghasilkan hingga 69%. ramah lingkungan. Virus ß Nudaurelia dan MNPV efektif mengendalikan ulat. dan aman terhadap lingkungan. multi plenucleopolyhedrovirus (MNPV). dan tempat berkembang biaknya. Feromon tersebut dikemas dalam kantong plastik. sedangkan jamur Cordyceps aff.5 DC dan Matador 25 EC) dalam pengendalian ulat api di perkebunan kelapa sawit. Penggunaan insektisida kimia sintetis selama ini justru seringkali menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. militaris efektif untuk kepompong hama tersebut.

Hasil uji aplikasi Marfu-P menunjukkan bahwa satu bulan setelah perlakuan masih dijumpai adanya Ganoderma dan Trichoderma pada potongan akar yang sama. * * * * Tanaman kelapa sawit yang terserang busuk pangkal (Ganoderma boninense) (a). dan tanaman kelapa sawit yang teraplikasi dengan biofungisida Marfu-P selama 6 bulan (b). Ganoderma pada akar kelapa sawit dan pada potongan akar karet sudah melapuk setelah 3 bulan perlakuan Trichoderma. Harga biofungisida Marfu-P hanya sebesar Rp4. Busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit dapat dikendalikan dengan menggunakan biofungisida Marfu-P. boninense bersifat saprofit (dapat hidup pada sisa tanaman) dan akan berubah menjadi patogenik apabila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit yang tumbuh di dekatnya. Harga satu sachet feromon sebesar Rp75. Serangan BPB dapat terjadi sejak bibit sampai tanaman tua.000. Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit * Limbah cair pabrik kelapa sawit dapat digunakan sebagai pupuk.000/kg. Biofungisida Marfu Pengendali Jamur Ganoderma boninense Penyebab busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit adalah Ganoderma boninense yang merupakan jamur tanah hutan hujan tropis. Bahan aktif yang digunakan untuk biofungisida Marfu-P adalah sporakonidia dan klamidospora jamur Trichoderma koningii (isolat MR 14). Jamur G. tetapi gejala penyakit biasanya baru terlihat setelah bibit ditanam di lapangan. Manfaat yang diperoleh dengan adanya aplikasi biofungisida Marfu-P adalah pengendalian BPB bersifat ramah lingkungan. Aplikasi limbah cair memiliki keuntungan antara lain dapat mengurangi biaya pengolahan limbah cair dan sekaligus .tidak banyak membutuhkan tenaga kerja. Biofungisida Marfu-P banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit milik negara dan swasta. sehingga bahaya pencemaran lingkungan oleh insektisida kimiawi dapat dihindari.

5 m x 1. PKS mini sangat mudah dioperasikan. sehingga areal yang dapat diaplikasi sekitar 100-120 ha. dua unit steriliser. Ukuran flatbed adalah 2. Limbah cair tidak menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap kualitas air tanah di sekitar areal aplikasinya. 0.25 m. Namun investasi ini diikuti dengan peningkatan produksi TBS dan penghematan biaya pupuk sehingga penerimaan juga meningkat. * Kualifikasi limbah cair yang digunakan mempunyai kandungan BOD 3.000 kg TBS/jam. hanya memerlukan tenaga kerja 6 orang/shift. satu unit tangki * . * Parit sekunder pada aplikasi limbah cair sistem flatbed * * Pabrik Kelapa Sawit Mini * Pabrik kelapa sawit (PKS) mini merupakan salah satu teknologi alternatif pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 0. dan hanya memerlukan lahan 2. PKS mini dirancang khusus untuk perkebunan kelapa sawit dengan luas 160-300 ha. menggunakan limbah sawit sebagai bahan bakar.500 m2.6 mm ECH/ha/bulan dapat menghemat biaya pemupukan hingga 46%/ha. Dosis pengaliran limbah cair adalah 12.5 kg urea. Limbah cair pabrik kelapa sawit telah banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit baik perkebunan negara maupun perkebunan swasta. yaitu satu unit boiler yang mampu menghasilkan 600 kg uap/jam dengan tekanan 3 kg/cm.6 mm ekuivalen curah hujan (ECH)/ha/bulan atau 126 m3/ha/bulan. Kandungan hara pada 1m3 limbah cair setara dengan 1.0 kg MOP.500–5. Di samping itu. PKS M-1000 terdiri atas delapan unit peralatan pengolahan.2 kg kieserit. aplikasi limbah cair juga akan mengurangi biaya pengolahan limbah. dan 1.000 mg/l yang berasal dari kolam anaerobik primer. Aplikasi limbah cair 12. satu unit thresher dengankapasitas 1.berfungsi sebagai sumber hara bagi tanaman kelapa sawit. Pembangunan instalasi aplikasi limbah cair membutuhkan biaya yang relatif mahal. 3. satu unit double screw press mini. Kolam anaerobik primer * Metode aplikasi limbah cair yang umum digunakan adalah Pengaliran limbah cair PKS dengan sistem flatbed sistem flatbed.5-1 ton TBS/jam. Penggunaan limbah cair mampu meningkatkan produksi TBS 16-60%.5 m x 0. yaitu dengan mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi dan selanjutnya ke parit primer dan sekunder (flatbed). Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton/jam akan menghasilkan sekitar 480 m3 limbah cair per hari.3 kg SP-36.

200 liter. Manfaat yang diperoleh petani kelapa sawit dengan adanya PKS M-1000 adalah petani lebih mudah melakukan pemasaran TBS.18.78%. PKS Mi-1000 secara ekonomis layak diusahakan dengan parameter ekonomi sebagai berikut: IRR= 24. harga TBS yang dihasilkan petani menjadi bersaing sehingga pendapatanpetani bertambah. fruit elevator (g).000. payback period= 3 tahun. tandang kosong sawit (TKS) yang merupakan limbah padat PKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik. Selain itu. B/C= 1. NPV= Rp708. satu unit tangki penampung minyak. * * Unit pengolahan pabrik kelapa sawit mini: boiler (a). dan usaha perkebunan skala menengah yang ongkos angkut TBS ke PKS lebih dari Rp75/kg TBS. clarification tank (e). satu unit deperikarper dengan kapasitas 200 kg biji+serat/jam. * Dengan biaya investasi PKS M-1000 sebesar Rp1. inti Rp1.klarifikasi dengan kapasitas 1.150/kg. dan forula lain yang mempunyai karakteristik mirip dengan shortening yang dibuat dari lemak hewani. biaya pengolahan TBS menjadi crude palm oil (CPO) adalah Rp368. digester (f). dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) yang dibuat dengan bahan baku minyak kedelai dan minyak biji kapas yang terhidrogenasi parsial. screw press (d). fibrating screen (i). sterilizer (b).23/kg TBS dengan asumsi harga CPO Rp3.305. .5 miliar.4/kg. dan tangki penampungan (j) Palm Baking Shortening * Shortening dari fraksi minyak sawit merupakan suatu formula yang mempunyai karakteristik mirip dengan produk shortening komersial Shortening dari minyak sawit (a). Sasaran pengembangan PKS M-1000 adalah kelompok pekebun kecil kelapa sawit swadana. serta satu unit nut cracker dengan kapasitas 500 kg biji/jam. Teknik pendekatan formulasi dilakukan berdasarkan sifat fisika dan kimia produk komersial yang digunakan sebagai acuan. ripple mill (h). thresher (c).675/kg dan harga beli TBS Rp567. usaha perkebunan besar skala kecil.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan minyak sawit untuk industri shortening dalam dan luar negeri. Teknologi proses minyak makan merah yang dikembangkan oleh PPKS tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Minyak makan merah dapat digunakan sebagai sumber vitamin A dan E. antioksidasi. Minyak makan merah kaya akan karoten (± 440 ppm) dan vitamin E (± 500 ppm) yang sangat esensial untuk kesehatan. * Shortening dari minyak sawit (a). Minyak makan merah dapat diaplikasikan pada minyak salad dan bahan nutrifikan pangan (margarin. Produk juga tidak menggunakan campuran bahan baku lemak hewani sehingga bebas dari kolesterol. Tingkat konsumsi * Minyak makan merah(a). tanpa pewarna dan tanpa pengawet buatan. dan aplikasi minyakmakan merah pada produk margarin (b) * * .. Palm baking shortening dari minyak sawit dapat memberikan alternatif baru bagi produsen shortening dalam memilih bahan baku. selai kacang).000/liter. mi instan. Biaya produksi minyak makan merah yang dikembangkan PPKS sekitar Rp5.* Produk shortening yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) tanpa melalui proses hidrogenasi. penundaan penuaan. dan pencegahan kanker. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) Minyak Makan Merah * Minyak makan merah adalah minyak alami hasil pengolahan lanjut CPO. sehingga aman dikonsumsi dan mudah dikembangkan pada skala industri kecil.000/liter. sehingga bebas dari lemak trans yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker (karsinogenik). yaitu sebagai sistem kekebalan tubuh. Harga minyak makan merah di Malaysia berkisar RM10/liter setara dengan Rp25.

Penerapan teknologi ini memungkinkan PKS untuk menerapkan konsep zero waste yang berarti tidak ada lagi limbah padat dan cair yang dibuang. Dengan demikian. diposkan oleh perkebunan di 11:19 0 komentar CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. Dengan asumsi produksi kompos per hari 60 ton. sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa. . kompos diayak dan dikemas. keuntungan langsung yang diperoleh sebesar Rp366/kg atau sekitar Rp2.5 kali seminggu dengan mesin pembalik BAKHUS dan disiram dengan limbah cair PKS.28 miliar/tahun sebelum pajak. TKS yang telah dicacah ditumpuk di atas lantai semen pada udara terbuka atau di bawah atap. Kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa sekitar 800-1. * Proses pembalikan kompos tandan kosong sawit (a) dan kompos tandan kosong sawit kering (b). Pada akhir pengomposan yang berlangsung selama 6-8 minggu. tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). Tumpukan dibalik 3.000 RE (retinol equivalent). Dengan harga jal kompos bulk Rp400/kg. * Total biaya investasi produksi kompos dari TKS berkisar Rp4 miliar untuk PKS dengan kapasita 30 ton TBS/jam.minyak di Indonesia per kapita per tahun adalah 15 kg atau setara dengan 41 g/hari. maka biaya produksi kompos adalah Rp150/kg. mengkonsumsi minyak makan merah 12 g/hari atau 29. Kompos dari Tandan Kosong Kelapa Sawit * Teknologi produksi kompos dari tandan kosong sawit (TKS) merupakan satu teknologi pengolahan limbah yang sekaligus dapat mengatasi masalah limbah padat dan limbah cair di PKS. Proses pengomposan TKS dimulai dengan pencacahan TKS dengan mesin pencacah.2% dari konsumsi minyak per hari.

Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. hutan atau kawasan tanam semula. Jika mempunyai tapak semaian sendiri. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya.Tanah gambut (lebih satu meter dalam). . khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. keadaan tanah (curam atau rata). Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:  Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan.

6   Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. .1 Calopogonium caeruleum 0.    Taburkan 150g . Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4.0 Pueraria phaseoloides 1.   Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam.200g baja Fosfat didalam lubang.    Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan.

pengendalian gulma lebih banyak menggunakan cara manual yaitu dengan mencabut/membersihkan gulma secara langsung dengan tangan/kored. daerah di sekitar pangkal batang dibebaskan dari gulma. Dengan bertambahnya umur tanaman pada daerah yang dibebaskan dari gulma adalah daerah 1 meter sebelah kiri dan kanan barisan tanaman. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. Pengetahuan Umum. diposkan oleh perkebunan di 11:09 0 komentar http://teguhpranoto1991.0 (30) Jumlah Pokok Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengaturan tanaman penutup tanah yang melilit batang karet. .blogspot. Cara pengendalian dengan menggunakan herbisida hanya dilakukan secukupnya saja.com/ Pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam usaha Budidaya Tanaman Karet Apr. Pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan dipusatkan di sekitar barisan tanaman. air dan cahaya matahari. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Meter (Kaki) 8. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Pada masa TBM. Usaha Perkebunan Pengendalian gulma.7 (29) 9. Pada tahap awal. 2010 in Aspek Teknis Usaha. Lazimnya. Dengan cara demikian maka kegiatan pemeliharaan selanjutnya dan penyadapan dapat dilakukan dengan mudah.25. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu.5 (28) 8.

(gram/pohon)……… TB 50 100 25 50 TBM 1 236 100 100 118 50 50 TBM 2 333 267 150 160 123 75 TBM 3 381 267 200 175 128 92 TBM 4 429 333 200 188 147 88 TBM 5 476 333 200 200 140 84 TM 1 – 524 333 350 265 170 175 25 Irigasi dan pemberian mulsa. Pemupukan. 5. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin dengan memperhatikan tingkat serangan yang terjadi. menurunkan suhu tanah dan meningkatkan ketersediaan air dalam tanah. Kegiatan sensus tanaman akan terus dilakukan sampai tanaman menghasilkan. 2.5 m atau penguncupan (pengikatan daun-daun dalam satu payung) pada ketinggian 2. P. Sementara itu.1 sampai 0. Semua tunas yang tumbuh di bawah ketinggian 2. Pemeliharaan jalan produksi.1. Cendawan akar putih (Rigidonporus lignosus). Pupuk ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Sensus dan konsolidasi tanaman. Dari beberapa penelitian perlakuan ini akan mengurangi evapotranspirasi. penggunaan pupuk daun juga dapat dilaksanakan. Penyakit yang sering menyerang tanaman karet pada umumnya adalah rayap (Coptotermes sp). Penyakit bidang sadapan kanker garis (Phytophora palmivora) diberantas dengan Difolatan 4 F konsentrasi 2 – 4 %. maupun TM disajikan pada Tabel di bawah ini. Pada cara ini terdapat tim yang bertugas mengidentifikasi tingkat serangan dan tim pengendalian serangan hama/penyakit.1 – 0. Jika dirasa perlu. 1.5 m dipotong/dibuang sehingga batang tanaman akan tumbuh dengan baik (tinggi dan lurus). TBM. Untuk mengurangi tingkat evapotranspirasi di sekitar pertanaman. Penyakit jamur upas (Corticum salmonikolor) dapat diberantas dengan Calixin Ready Mix 2%. Pada umumnya unsur yang diberikan adalah N. Sensus tanaman bertujuan untuk mengetahui jumlah dan kondisi tanaman yang ada di lapang. Untuk mengetahui akan terjadinya serangan hama/penyakit sejak awal maka perlu dilakukan pengontrolan tanaman secara rutin (early warning system). Dengan cara demikian diharapkan akan tumbuh tunas dan menghasilkan bidang sadap yang baik.5 m. Pemberian irigasi pada tanaman belum menghasilkan jarang sekali dilakukan.3%. Kebutuhan Pokok SPUmur Urea SP-36 KCl Urea KCl 36 Tanaman …… …… (gram/pohon)……. K dan Mg dengan dosis sesuai anjuran daerah setempat. maka pada daerah perakaran tanaman diberikan mulsa jerami. yang dapat diberantas dengan menggunakan Chlordane 8 EC atau Basudin 6 0 EC dengan konsentrasi 0. Dosis pupuk bagi TB. Pemupukan pada TBM berfungsi untuk mempercepat tanaman mencapai matang sadap. Untuk klon yang cenderung membentuk cabang digunakan cara pembuangan tunas.2 % atau Difolan 4F konsentrasi 1 – 2 %. Pemeliharaan jalan secara rutin dilaksanakan dengan selang/rotasi pemeliharaan 6 bulan sekali. Pada kondisi khusus (curah hujan tinggi) dapat saja . Penyakit daun Gloesporium pada TBM. 6. Penyakit tanaman karet lainnya yang seringpula ditemukan pada antara lain. sedangkan penyulaman hanya dilakukan sampai tanaman berumur 4 tahun. 4. dapat diberantas dengan sistem fogging menggunakan Daconil atau fungisida lainnya.1% atau Daconil 75 wp dengan konsentrasi 0.2%. misalnya Cabak dengan konsentrasi 0. Sementara itu hama Kuuk (Exopholis hypoleuca) dapat diberantas dengan Basudin 10 G. dapat diberantas penyemprotan larutan KOC. Cendawan akar merah (Ganoderma pseudoferrum) dapat diberantas dengan collar protectant. Untuk klon yang sulit membentuk cabang/tunas maka dilakukan pemenggalan (topping) pada ketinggian 2. Pada tanaman belum menghasilkan lebih banyak mengalami serangan penyakit dari pada hama. Pemberian mulsa ini dapat dilakukan sejak awal tanaman ditanam di lapang sampai tajuk tanaman sudah saling menutup. jika menyerang TM. dapat diberantas dengan Fomac 2 atau Shell Collar Protectant atau Calixin Collar Protectant. Dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah tanaman yang harus disulam (konsolidasi tanaman). Penyakit bidang sadapan Mouldyrot dapat diberantas dengan Benlate konsentrasi 0. Pembentukan bidang sadap dilakukan dengan dua cara di bawah ini. 3. Pengendalian hama dan penyakit. 2. Pembentukan bidang sadap.

usaha Budidaya Tanaman Karet Flickr : Pengelolaan Tanaman. TBM TANAMAN KARET (7). usaha Budidaya Tanaman Karet Zooomr : Pengelolaan Tanaman. Technorati : Pengelolaan Tanaman. TBM karet (13). pemupukan tbm karet (23). sensus tanaman perkebunan (10).perbaikan/peningkatan mutu jalan dilakukan di luar jadwal yang telah ditentukan. pemeliharaan karet TBM (11). pemeliharaan saluran dan perbaikan badan jalan. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). usaha Budidaya Tanaman Karet FOREDI UTK TAHAN LAMA SEX REKOMENDASI BOYKE! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Secara umum setiap tahun lilit batang tanaman karet akan bertambah antara 10 sampai 12 cm. pemeliharaan TBM karet (38).BPOM. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). pemeliharaan tbm (8). sensus tanaman karet (12).com Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com : pemupukan karet tbm (89). Pengukuran lilit batang. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).com BISNIS ONLINE UNTUK PEMULA MODAL HANYA 25RIBU 1X SEUMUR HIDUP GASA HERBAL UNTUK EREKSI KERAS ISTRI KETAGIHAN! Foredi Utk Tahan Lama Sex. MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU KumpulBlogger. Pemeliharaan jalan ini dapat berupa penimbunan/pemadatan. pemeliharaan tanaman sawit (5). tanaman belum menghasilkan (35). sensus tanaman (25).Rekom Boyke. usaha Budidaya Tanaman Karet Del. pemeliharaan tanaman karet belum menghasilkan (10). budidaya pengolahan tanaman sawit dan karet (8).indikator-forex. MAU ? METODE ALAMIAH TAMBAH UKURAN VITAL FOREDI ANTI EJAKULASI DINI BIKIN ISTRI KETAGIHAN! FOREDI ATASI EJAKULASI DINI REKOMENDASI BOYKE www. Tanaman belum menghasilkan karet(5). perawatan tbm (4). pengendalian gulma pada tanaman belum . Dengan dilakukannya pengukuran lilit batang ini dapat dipersiapkan jumlah peralatan dan tenaga kerja penyadap yang diperlukan. Pengukuran ini secara rutin dilakukan 6 bulan sekali pada semua tanaman yang ada di lapangan. sensus tanaman kopi(7). MAU ? MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA GASA REKOM BOYKE UNTUK EREKSI KERAS LEBIH 95RIBU KENCENG! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Pengukuran lilit batang dilakukan untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman dan terutama untuk menentukan waktu matang sadap. pupuk karet (16).us : Pengelolaan Tanaman. Tanaman karet baru dapat disadap jika (1) lilit batangnya pada ketinggian 1 m dari pertautan lebih besar atau sama dengan 45 cm dan (2) 60% dari populasi.icio.

kesimpulan makalah karet(2). sensus pada tanaman teh (1). metode pengolahan tanaman sawit (1). Pemeliharaan karet tanaman belum menghasilkan (1). cara sensus tanaman (1). Cara pembasmi rayap pd tanaman karet (1). pembentuka cabang pada tanaman karet (1). Dosis anjuran umum pemupukan tanaman karet tbm dan tm (1). penyakit batang pada TBM 3 tanaman karet (1). pengendalian gulma dengan cara irigasi (1). Penyakit pada karet TBM (1). metode sensus pohon (1). cara topping tanaman durian (1).menghasilkan dan tanaman menghasilkan (2). teknik toping pada pohon karet (1). Cara memberantas rayap pada tanaman karet (1) 1. pemupukan pohon karet (1). jurnal pada akuntansi tanaman belum menghasilkan (1). mengatasi hama rayap durian (1). tbm (tanaman karet) (1). gulma terdapat di tm apa di tbm (1). Mengapa mulsa jerami di berikan pada daerah perakaran (1). Pemupukan dan Merawat pohon karet (2). kebutuhan pupuk karet tbm (1). umur pemenggalan karet (1).mengatasi rayap dipohon sawit (1). sensus tanaman manghasilkan (1). 2. Cara mempercepat lilit batang karet (1). Cara perawatan tanaman karet TBM (1).com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belum-menghasilkan-tbm-dalam-usahabudidaya-tanaman-karet/ . Obat rayapuntuk tanaman sawit usia lima tahun (1). Penjelasan tentang pemberian Perlakuan khusus pada tanaman (1). www cara mengatasi hama rayap pd karet com (1). Tanaman belum menggasil kan (1).Cara pemeliharaan dan pemupukan pohon karet (1). 3. Dosis pemupukan tanaman karet TM dan TBM (1). perlakuan akuntansi untuk tanaman yang belum menghasilkan (1). 4. pemupukan tbm (1). Teknik pempercepat lilit batang karet (1). peraturan tanaman belum menghasilkan (1). Upaya mempersingkat tanaman belum menghasilkan tanaman karet (1). Rekomendasi pemupukan karet TBM(1). karet belum menghasikan (1). tanaman belum menghasilkan pelakuannya secara akuntansi (1). Artikel Terkait: Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun) PERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET http://binaukm. pengendali hama rayap putih di tanaman karet (1). pupuk sawit tbm (1). toping tanaman teh (1). 5. binaukm com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belummenghasilkan-tbm-dalam-usaha-budidaya-tanaman-karet/ (2).

berlangsung 30 – 36 bulan. bebas lalang P = penyiangan W = weeding W = menyiang Beberapa jenis gulma di perkebunan : Kategori Jahat/sangat mengganggu Nama Latin Imperata cylindrica Mikania micrantha Nama Indonesia/Daerah Lalang Sembung rambat . Terdiri atas : TBM 0: menyatakan keadaan lahan sudah selesai dibuka. ditanami penutup tanah dan kelapa sawit sudah ditanam pada titik pancang. bebas lalang W4 : 50% kacangan + 50% gulma lunak. Pengertian TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) Masa sebelum panen ( dari saat panen pertama ). Penyiangan Areal 1.PERAWATAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN A.    kacangan TBM 1 : tanaman pada tahun ke I ( 0-12 bulan ) TBM 2 : tanaman pada tahun ke II (13-24 bulan ) TBM 3 : tanaman pada tahun ke III (25-30 atau 36 bulan ) B. Penutup Tanah (M/P/W) Klasifikasi penutup tanah :      W0 : belum ada tanaman penutup tanah W1 : 100% penutup tanah kacangan W2 : 85% kacangan + 15% gulma lunak. bebas lalang W3 : 70% kacangan + 30% gulma lunak.

babandotan Kentangan Rumput kancing ungu Meniran Kriteria pekerjaan : .Mikania cordata Mimosa pudica Mimosa invisa Eupatorium odoratum Lantana camara Clidemia hirta Melastoma affine Axonopus compressus Paspalum konjugatum Cyperus rotundus Gleichenia linearis Dryopterus arida Sedang dan lunak Ageratum conyzoides Borreira latifolia Borreira laevicaulis Phyllanthus niruri Mikania Putri malu. tembelekan Harendong Senduduk Rumput pahit/pahitan Rumput pahit/buffalo grass Teki Pakis kawat Pakis kadal Wedusan. kucingan Pls kucingan Putihan Tahi ayam.

sintrong Penyiangan :    Bulan 1-4 Bulan 5-7 Bulan 8-22 Gawangan : intensif jarak 2-2-2-3-3-4-mg . .       TBM 1 : W1 penutup tanah seluruhnya (100%) kacangan.   TBM 1. lalang. 1 kali/bulan .0 m. pakis.5 m. 0. 0. Rumput-rumput dan gulma lain dibersihkan semua.5-1 HK/ha   TBM 1 s/d TBM 2 = 1 x/bulan TBM 3 = 1 x/2bulan Secara khemis : Round up 0. 8 HK/ha : 1x/bulan . TBM 2 : W1. 2 = 1 HK/ha TBM 3 = 0. 1x/bulan   TBM 1 : jarak dari pohon 1. 4 HK/ha 2. Cara dengan menggaruk/mencabut gulma. Bila vegetasi > 70 cm dengan dibabat. pahitan. Secara manual : digaruk dengan arah keluar dan kedalam piringan secara bergantian.5 l/ha.5-1 HK/ha. mikania. wedusan. 1 kali/2 bulan.4 D-Amien. 4 – 6 HK/ha : 1x/2 bulan . teki (lihat daftar gulma) Kacangan yang merambat ke pohon kelapa sawit diturunkan Gulma lunak tidak perlu diberantas. 4-5 HK/ha. 3-4 HK/ha.75 HK/ha Piringan 3.6 l/ha+0. 2. TBM 2 : jarak dari pohon 1. seperti pada TBM 1 TBM 3 : W3 Penutup tanah terdiri dari 70% kacangan + 30% gulma lunak Yang diberantas adalah gulma jahat.

TBM 3 : 1 jalan pikul untuk 2 baris tanaman.4 D. TBM 2 : 1 jalan pikul untuk 4 baris tanaman. Cara : Tanaman penutup tanah yang berada ditengah gawangan dibuka bersih menjadi jalan kontrol/pasar pikul. Jalan Pikul    Membuat jalan pikul sebagai jalan untuk pemeliharaan tanaman. 25 cc/ltr air/ha.3 – 0. 0. Herbisida jangan sampai mengenai tajuk kelapa sawit. Lebar : 80 – 100 cm.5 HK/ha.Amine 0.5% = 0.5-1 HK/ha   Gramoxone (parakuat) 0.2 : dengan garuk/ garpu lalang TBM 3 : dengan wiping. 0. 1x/2 bln Round up. 1x/3 bln. 1 HK/ha 4. 3-4 HK/ha. · ·    Kain lap dicelupkan kedalam larutan herbisida. C. 400 m/HK.5 l/100 l air/ha Round up (gliphosate) 0. 400 m/HK.5 l/ha. 1x/2-3 bln. 400 m/HK.0 m. Secara khemis disemprot dengan herbisida. kemudian di lap dari bawah ke atas sampai basah. Pemeliharaannya dengan cara manual/garuk atau dengan khemis di semprot dengan herbisida + 2. Dongkel Anak Kayu 5.6%. Sebagai tanda sudah di lap ujung daun lalang dipotong/diputuskan.6 HK/ha.    TBM 1 : 1 jalan pikul untuk 8 baris tanaman. Alat : cangkul. Membuang / mendongkel anak semak anak kayu yang ada di areal dengan cangkul. Pangkal lalang dibersihkan dulu dengan arit. 0.5% + Round up 0. 0. 1x/2-3 bln. 2 HK/ha .5% = 0. 1x/2bln. parang babat.5 l/100 l air/ha Pengendaliaan Lalang TBM 1. TBM 3 : jarak dari pohon 2.

Bahan 30 m padas dan 1. 1x/6 bln.100 m/HK. 1x3 bln.0 m 2.   Pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standart 10 m/ha/th. 0.0 m D.· Ketentuan dalam penggunaan nozzel untuk penyemprotan. Parit Drainase ·     Mencuci parit ( C ) Bersihkan parit-parit yang ada dari hilir ke hulu. NOZZEL Merah Biru VLV 200 VLV 100 Vol semprot / ha 600 – 1000 ltr 400 – 600 ltr 200 ltr 100 ltr Lebar Sapuan 2. E.5 m sirtu (pasir batu). Pemeliharaan Jalan.0 m 1. Mendalamkan Parit ( D ) Ukuran dan bentuk dipertahankan seperti semula. C (m/HK ) P 25 D (m/HK ) 15 .3 m 2.2 JKT/ha Pemeliharaan rutin dengan cara membabat rumput – rumputnya. Rumput-rumput di tebing parit dibabat.

Jumlah sisipan yang normal : TBM 1 = 5% TBM 2 = 2. I. Dilakukan secara manual dengan cangkul. Benteng dan Rorak Secara manual. dipertahankan pada bentuk semula. Titi Panen . Cara-caranya seperti pada tanaman kelapa sawit. Penyisipan    Pohon yang mati/tidak normal diganti dengan bibit yang baru. 25% per tahun. Pohon yang miring atau kurang tegak diluruskan. Teras Kontur Teras kontur dipelihara pada bentuk dan ukuran semula. Tapak Kuda 20 30 40 S (sekunder) T (tertier) K (kuarter) Tapak kuda dipelihara. caranya dengan sedikit menimbun tanah kemudian dipadatkan. 30 m/HK. K. Konsolidasi Dilakukan pada TBM 1. dipelihara seperti bentuk semula. Pemeliharaan 1 tahun sebanyak 25% (rotasi 1x/4 th ). Pemeliharaan tiap 1 tahun sebanyak 25% dari jumlah yang ada. 10 sat/HK. G. H. 30 m/HK. Bila perlu ditopang dengan bambu atau kayu. J.10 pk/ha.S 40 T 60 K 90 Parit : P (primer) F.5% TBM 3 =1% Penyisipan dilaksanakan pada musim hujan. Saat mendapatkan diperhatikan lurus/mata lima dengan tanaman yang lainnya.

Standart tenaga tenega kerja 0. 2x/th. : 0.18 HK/ha. Ukuran 2 x 2 meter.5 – 0. Inventarisasi Pohon Dilakukan 1x/tahun dengan memetakan dan menghitung jumlah pohon yang ada di lapangan.     Untuk mempermudah pemanen mengambil/mengangkut buah.8 HK/ha tiap jenis pupuk. : 0.56 HK/ha. Tempat Pengumpulan Hasil     Dibuat 3 – 6 bulan sebelum panen.30 HK/ha.8 HK/ha. M. 1x/th N. . Bahan : Jembatan/titi Kayu/beton. dengan rincian umum:      Membuat administrasi persiapan Mengangkat pupuk Menabur pupuk Mengumpul goni Jumlah : 0. Panjang titi panen bergantung pada lebar parit dan saluran air. Memasang 10 – 15 m/HK. Dibuat pada tempat-tempat yang di perlukan atau jumlahnya tergantung dari jumlah parit dan saluran air. Jarak antar TPH + 50 m ( tiap 6 gawangan ). : 0. Penentuan jumlah dan panjang titi panen harus didasarkan data sensus yang benar Lebar titi panen bergantung kepada kebutuhan dan harus dapat dilalui angkong dengan ketentuan lebar titi panen sekitar 20 cm. Penutup tanah/rumput dibersihkan dengan cangkul. Pemasangan : pada TBM 1= 25 % TBM 2 = 25 % TBM 3 = 50 % L. 0.04 HK/ha.5 – 0.04 HK/ha. Pemupukan Jenis dan dosis pupuk TBM mengikuti pedoman pada Bab Pemupukan. : 0.

0. 0.5 HK/ha. · Membuang bunga jantan dan betina. Dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14 – 18 ) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%. 1 tahun setelah tanam : 150 kg RP/ha.· Kacangan penutup tanah dipupuk sebagai berikut :      3-4 minggu setelah tanam majemuk Rustika 15-15-6–4 sebanyak 40 kg/ha.06 HK/ha. Energi agar dimaksimalkan untuk pertumbuhan vegetatifnya. R. Kastrasi. P. karena :   Buah yang jadi belum ekonomis di panen karena belum merata. 6 bulan setelah tanam : 120 kg RP/ha. Cara : dengan mengamati tiap pohon dan hasilnya digambarkan pada peta sensus. 2 tahun setelah tanam : 200 kg RP/ha. 0. O. 1x/bln. 1 KCD (Kesatuan Contoh Daun) diambil dari setiap blok (16-25 ha). 1x/bln. Monitoring Pembungaan   Mencatat pohon-pohon yang telah mengeluarkan bunga.5 HK/ha Sensus global. 3 bulan setelah tanam : 80 kg RP/ha. 1 HK/ha. 0. 1x/bln. Q.04 HK/ha. o .04 -0. Pohon contoh dan cara pengambilan contoh daun dapat dilihat pada bab pemupukan. 1x/ bulan. 1x/2 mg. Sensus efektif dilakukan bila terdapat petunjuk adanya kenaikan tingkat serangan hama/penyakit. Analisa Daun    Contoh daun mulai diambil pada masa TBM 3. Hama dan Penyakit    Lihat pada bab Hama dan penyakit.

ziddu. http://www.html 2. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar.com/download/10565666/Budgetperawatanpe rTahuntbm0-1.pdf.html Biaya Estimasi Budget Perawatan dapat di download disini 1. http://www. 1 HK/ha Semua cabang kering dipotong mepet ke pangkal batang dengan alat dodos. http://www.html 3.com/download/10567585/STANDARKEBUTUH ANHKMATERIALTBM.pdf.com/download/10565885/RunningCostTBMI.com/download/10565838/Budgetperawatanpe rTahuntbm3.ziddu. http://www. S.ziddu.pdf.ziddu.html Biaya Running Cost Versi Lain nya dapat di download disini 1.pdf. http://www.com/download/10565949/RunningCostTBMII. Standard Kebutuhan HK dan Material 1.html 2. http://www.o Cara : Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang. Tunas Pasir   Dilakukan 1 kali saja pada saat umur tanaman 18 atau 24 bulan. pelepah jangan terpotong. pdf. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos.ziddu.pdf.com/download/10565774/Budgetperawatanpe rTahuntbm2.html .ziddu.

3.ziddu.pdf.html .html Tata Cara Kastrasi dapat di donlod disini 1.com/download/10617556/KASTRASIDANPENYERBUKA NBANTUAN. http://www. http://www.pdf.ziddu.ziddu.ziddu. http://www.ht m 2.com/download/10566035/EstimasiRuningcost Alat.com/download/10565968/RunningCostTBMIII . http://www.pdf.pdf.com/download/10566002/InvestasiAlat.html Biaya Investasi Alat dan Perawatan Alat 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->