BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

JUNI 25, 2011 TINGGALKAN KOMENTAR

LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2009/2010 BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI PT. SAMPOERNA AGRO TBK., SUMATERA SELATAN Disusun oleh: Nama : Puput Ninggariawan I NIM : 05/185946/PN/10358 Program Studi : Pemuliaan Tanaman Jurusan : Budidaya Pertanian Dosen Pembimbing : Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc. JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKEDEMIK 2009/2010 I. LATAR BELAKANG Komoditi perkebunan memiliki peranan yang nyata dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan devisa negara. Salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia adalah kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan primadona ekspor non migas, oleh karena itu komoditi ini selalu menjadi pilihan banyak pengusaha untuk menanamkan modalnya. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dimulai sejak tahun 1911 di Sumatra Utara. Sejak saat itu perkebunan kelapa sawit mengalami banyak kemajuan sampai dengan pecahnya perang pasifik pada tahun 1940. Kemajuan perkebunan kelapa sawit ini didukung oleh lembaga-lembaga penelitian yang telah berdiri sampai dengan sekarang ini (Mangunsoekarjo dan Tojib, 2003). Ke1apa sawit bukan tanaman asli Indonesia namun saat ini kelapa sawit menjadi salah satu sumber daya pangan, pemasok kebutuhan minyak nabati nasional menggantikan ke1apa (Cocos nucifera). Di Indonesia minyak kelapa sawit mentah mulai dipergunakan sebagai bahan minyak goreng pada tahun 1980 ketika terjadi kelangkaan minyak goreng (Anonim, 1997). Produk utama kelapa sawit yang dimanfaatkan adalah tandan buahnya yang menghasilkan minyak dari daging buah dan kernel (inti sawit). Industri olahan minyak kelapa sawit dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu dalam industri pangan (misalnya pembuatan minyak goreng, lemak pangan, margarin, kue, es krim, dan permen) dan dalam industri non pangan (misalnya pembuatan sabun, detergen, dan surfaktan, pelunak, pelapis, ramuan komponen karet, pelumas, dan kosmetik. Pada saat ini telah dikenal beberapa varietas unggul kelapa sawit yang dianjurkan untuk ditanam di perkebunan. Varietas-barietas unggul tersebut dihasilkan melalui hibridisasi atau persilangan buatan antara varietas Dura sebagai induk betina dengan varietas Pisifera sebagai induk jantan. Terbukti dari hasil pengujian yang dilakukan selama bertahun-tahun, bahwa varietas-varietas tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya (Setyawibawa dan Widyastuti, 1998). PT. Sampoerna Agro Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kelapa sawit. Pelaksanaan pembudidayaan yang telah bertahun-tahun ini membuat perusahaan telah berpengalaman dalam

pengembangan, pendekatan sosial dan lingkungan. Selain itu, luas areal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut membuktikan bahwa perusahaan tersebut terus berkembang seiring dengan waktu. Areal penanaman kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Sampoerna Agro tersebar di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah (Anonim, 2006). II. TINJAUAN PUSTAKA Tanaman kelapa sawit berasal dari Guinea (pantai barat Afrika). Tanaman kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) termasuk anggota famili Palmae yang merupakan golongan tanaman keras penghasil minyak nabati. Berdasarkan taksonominya, tanaman kelapa sawit termasuk ke dalam divisi Tracheophita, kelas Angiospermeae, subkelas Monocotyledoneae, ordo Cocoideae, famili Palmae, subfamili Elaeis, spesies Elaies guineensis Jacq (Corley, 1976). Kelapa sawit termasuk tanaman berumah satu (monocious) yaitu tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman. Kedua jenis bunga tersebut keluar dari ketiak pelepah daun dan berkembang secara terpisah. Bunga dapat menyerbuk sendiri maupun menyerbuk bersilang. Tanaman kelapa sawit dapat dibagi menjadi bagian vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif terdiri atas akar, batang, dan daun, sedangkan bagian generatif yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan adalah bunga dan buah (Mangoensoekarjo dan Tojib, 2003). Deli Dura merupakan induk bagi sebagian besar tanaman kelapa sawit komersial yang saat ini ditanam di dunia. Material genetik lain yang dimiliki PPKS merupakan hasil introduksi dari Afrika maupun Amerika Selatan. Salah satu material yang diintroduksi dari Zaire adalah Tenera/Pisifera Binga, dilakukan pada 1987 oleh Balai Penelitian Perkebunan Medan. Material ini akan menjadi fokus penelitian pada 2006 untuk tujuan karakterisasi dan eksploitasi, mengingat mempunyai prospek dan potensi untuk dikembangkan terutama dari karakter kandungan minyak yang tinggi dan pertumbuhan meninggi yang lambat (Purba et al., 2006). Kegiatan karakterisasi mengacu pada Descriptor for Oil Palm. Karakter yang diamati adalah seluruh bagian tanaman yang dapat diidentifikasi sebagai pembeda dengan tanaman kelapa sawit lain. Pembeda yang dimaksud harus mengacu pada kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan suatu varietas. Hal ini merupakan standar yang ditetapkan oleh Kantor Pusat PVT Jakarta untuk pengajuan koleksi yang akan dilindungi, sedangkan keragaan hasil silang balik antara Elaeis oleifera dan Elaeis guineensis antara lain laju pertumbuhan meninggi yang lambat pada beberapa persilangan yang terbaik, yaitu berkisar antara 30–40 cm/thn, kemudian memiliki karakter tajuk kecil sehingga dapat ditanam dengan densitas tinggi per hektar, memiliki kualitas minyak yang cukup baik jika ditinjau dari kandungan oleat, asam lemak tidak jenuh, beta karoten yang lebih tinggi dibandingkan Elaeis guineensis, dan apabila ditinjau dari hasil analisis pada satu populasi silang balik generasi pertama maka dapat ditemukan rerata kandungan beta karoten lebih tinggi dari 1000 ppm, bahkan nilai tertinggi dapat mencapai 2118.63 ppm (Purba et al., 2006). Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh baik pada daerah tropikal basah di sekitar lintang utara-selatan 12° pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut. Jumlah curah hujan yang baik adalah 2000-2500 mm/tahun, tidak memiliki defisit air, suhu optimal adalah 24-28° C dengan suhu minimum 18°C dan maksimal 32°C, kelembaban udara 80%, penyinaran matahari 5-7 jam/hari dan kecepatan angin 5-6 km/jam. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, hidromorfik kelabu (HK), regosol, andosol, organosol dan alluvial. Sifat fisik tanah yang baik untuk kelapa sawit yaitu memiliki solum setebal 80 cm, tekstur ringan, memiliki pasir 20-60%, debu 10-40%, dan liat 20-50%, kemudian memiliki perkembangan struktur baik, konsistensi gembur sampai agak teguh dan permeabilitas sedang, pH tanah sekitar 5-5½, dan memiliki kandungan unsur hara dalam tanah yang tinggi (Lubis, 1992). Benih kelapa sawit mengalami dormansi (keadaan sementara istirahat tanaman) yang cukup panjang. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi (400 C selama 80 hari) untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaaban 60-80 % dengan temperatur 35 oC. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm, optimal 2.000-3.000 mm/tahun. Kelapa sawit tumbuh

baik pada tanah dengan struktur gembur atau remah yang cukup tebal lapisannya dan banyak mengandung humus dan mineral. Permukaan air tanah harus cukup dalam, sebab perakaran kelapa sawit tidak berkembang baik pada air tanah yang dangkal (Heurn, 1985). Pengolahan tandan buah segar sampai diperoleh minyak sawit kasar (Crude Palm Oil, CPO) dan inti sawit dilaksanakan melalui proses yang cukup panjang. Secara ringkas urutan pengolahan kelapa sawit yang dimaksud adalah sebagai berikut (Setyawibawa, 1998) : a. Pengangkutan buah dari kebun ke pabrik b. Perebusan buah (sterilisasi) c. Pelepasan buah (stripping) dari tandan dan pelumatan (digesting) d. Pengeluaran minyak (ekstraksi) e. Pemurnian dan penjernihan minyak (klarifikasi) f. Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah g. Pengeringan dan pemecahan biji h. Pemisahan inti dari cangkang Pembibitan kelapa sawit biasanya memerlukan waktu selama 12 bulan sampai siap ditanam ke lapangan, yang terdiri dari 2 tahap yaitu 3 bulan pembibitan awal (pre-nursery) dan 9 bulan pembibitan utama (main-nursery). Terkadang pembibitan kelapa sawit ada yang lebih dari 12 bulan berhubung terlambat dipindah ke lapangan, karena beberapa pertimbangan (Siregar dan Purba, 1992). Perawatan tanaman merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dan menentukan masa produktif tanaman. Perawatan bukan hanya ditujukkan terhadap tanaman semata, tetapi juga pada media tumbuh (tanah). Perawatan tanaman kelapa sawit meliputi penyulaman, penanaman tanaman sela, pemberantasan gulma, pemangkasan, pemupukan, kastrasi dan penyerbukan buatan (Syamsulbahri, 1996). Panen dan pengolahan hasil merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Kegiatan ini memerlukan teknik tersendiri untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Hasil panen utama dari tanaman kelapa sawit adalah buah kelapa sawit, sedangkan hasil pengolahan buah adalah minyak sawit. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Pelaksanaan pemanenan perlu memperhatikan beberapa kriteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengan kualitas minyak yang baik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen, cara panen, alat panen, rotasi dan system panen, serta mutu panen (Fauzi et al., 2002). III. ISI A. Keadaan Umum Kebun Hikmah Dua 1. Sejarah Kebun Kebun Hikmah Dua (HD) merupakan bagian dari PT Telaga Hikmah yang menjadi anak perusahaan dari PT Sampoerna Agro Tbk. Sebelumnya PT Telaga Hikmah merupakan bagian dari PT Tania Selatan yang kemudian dijual kepada PT Selapan Jaya. Pada pertengahan 2007 PT Sampoerna Agro mengambil alih kepemilikan kelompok PT Selapan Jaya termasuk di dalamnya adalah PT Telaga Hikmah. Keadaan Fisik Kebun Kebun HD terletak di Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir. Berikut batas-batas Kebun Hikmah Dua : - Utara : Desa Pulau Geronggang - Selatan : Desa Embacang (Kebun Hikmah Tiga) - Barat : Desa Maribaya - Timur : Desa Kayu Labu (Kebun Hikmah Lima) Jarak antara Kebun HD dengan ibukota kabupaten ± 3 jam, sedangkan dengan ibukota propinsi ± 7 jam dengan menggunakan roda empat pada keadaan lancar. Kebun HD memiliki kontur tanah yang bergelombang dengan

kemiringan hingga ± 15º dengan ketinggian 0-50 m dpl. Temperatur harian di kebun HD belum pernah dicatat sebelumnya, namun diperkirakan 25º C pada malam hari dan 36º C pada siang hari. Curah hujan di kebun HD sendiri cukup tinggi dengan 2000 mm per tahunnya. 2. Struktur Organisasi Kebun HD dipimpin oleh seorang senior manajer yang membawahi langsung asisten-asisten divisi dan KTU. Kebun HD terdapat 3 divisi inti, 2 plasma, serta 1 bibitan, sehingga ada 6 asisten divisi. Sedangkan untuk bagian administrasi dipimpin oleh seorang asisten kantor (KTU). Selain itu terdapat karyawan baik pegawai bulanan (PB), karyawan harian tetap (KHT), serta karyawan harian lepas (KHL). Pada bagian tata usaha kebun KTU dibantu oleh 9 orang kerani dengan pembagian 1 kerani pembukuan, 1 kerani administrasi, 1 kerani alat berat, 1 kerani produksi, 1 kerani divisi inti, 1 kerani divisi plasma, 1 kerani divisi bibitan, 2 kerani gudang. 3. Fasilitas Kebun Kebun HD memiliki fasilitas perumahan (kamp) karyawan baik G1, G2 maupun G6 yang secara keseluruhan berjumlah ± 250 pintu dengan lebih dari 200 kepala keluarga. G1 merupakan perumahan menejer, G2 untuk asisten lapangan, KTU, dan satpam. Sedangkan G6 untuk karyawan baik PB, KHT maupun KHL yang berasal dari kerani, pemanen, sopir, hingga pemuat. Kebun HD juga dilengkapi dengan sarana ibadah (mesjid), sarana olahraga (lapangan bola kaki, tenis meja, lapangan bulu tangkis, dan lapangan bola voli). Selain itu, Kebun HD menyediakan fasilitas air dan listrik gratis bagi masyarakat yang tinggal di kamp Kebun HD. Gambar A.3.1. Kiri: Perumahan Karyawan; Kanan: Mesjid Baitur Rahman. Kebun HD memiliki kantor yang terletak di sebelah timur kamp. Fasilitas yang terdapat di kantor terebut adalah 4 buah komputer (3 administrasi dan 1 KTU), 2 buah printer dot matrix (Epson LQ 2180), 1 buah mesin fotokopi, scan dan printer (Minolta), 2 buah pendingin udara / AC (ruang menejer dan ruang rapat), 5 set meja kerani, 6 set meja asisten, 1 set meja KTU dan 1 set meja menejer serta 1 set sofa tamu. Selain itu, juga terdapat 3 buah kipas angin, masing-masing di ruang kerani, ruang administrasi dan ruang KTU. Gambar A.3.2. Kiri: Gudang; Kanan: Ruang administrasi. B. Budidaya Kelapa Sawit 1. Persiapan dan Pengolahan lahan Persiapan lahan merupakan tahap awal dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Ruang lingkup dari tahap ini adalah pra survey, survey, merintis dan pengukuran lahan serta koordinasi ke instansi terkait. Kegiatan pra survey departemen GAL dan menejer kebun bersama dengan asisten melakukan peninjauan dan meneliti calon kebun secara langsung guna mendapatkan informasi data kesesuaian dan ketersediaan lahan, tenaga kerja, pra sarana, partisipasi masyarakat serta dukungan pemerintah setempat. Sedangkan kegiatan survey dilakukan oleh menejer kebun dan asisten bersama instansi pemerintah (Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup / Bapedalda, Tokoh Masyarakat) untuk menilai status legalitas dan kesesuaian lahan. Maksud survey areal adalah untuk menentukan batas areal, luasan yang akan ditanami kelapa sawit, situasi vegetasi, topografi dan batas konsesi areal yang dicadangkan. Dari hasil survey ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan sistem pengawetan tanah, air, penentuan sistem jaringan jalan, emplasmen, kantor, perumahan dan pabrik. Sedangkan merintis dan pengukuran lahan adalah kegiatan pengukuran keliling lahan yang akan dijadikan kebun sesuai dengan peta pencadangan lahan. Dalam pembukaan lahan perlu diperhatikan beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, yaitu: - Cagar budaya atau situs - Flora dan fauna yang dilindungi - Kelerengan tanah - Pohon tempat sarang burung dan lebah - Sempadan pantai (minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi) - Sempada sungai (100 meter kanan kiri sungai besar, 50 meter kanan kiri anak sungai di luar pemukiman, dan 10-15 meter di daerah pemukiman)

Selain itu. pancang stacking. Mengimas adalah kegiatan membabat semak belukar dan pohon kayu yang berdiameter kurang dari 10 cm.Diameter > 75 cm tinggi maksimum 150 cm dari permukaan tanah. terasan (bentuk permukaan tanah yang dibuat berjenjang/bertingkat untuk membatasi aliran air dipermukaan tanah). dilanjutkan dengan pengelolaan tanah dan air.1.. perkebunan lain.Kawasan sekitar mata air (200 meter di sekitar mata air) Tahap selanjutnya adalah pengukuran blok. Sedangkan peringgan batas adalah batas antara kebun dengan areal hutan areal perkebunan lain. Setelah pembersihan lahan selesai dibuat dan pengukuran blok selesai dilaksanakan.Diameter 31 – 75 cm tinggi maksimum 100 cm dari permukaan tanah. Namun adakalanya penanaman kacangan . Pembuatan blok dilakukan setelah proses pengukuran dan pemetaan selesai dengan ukuran setiap blok masing-masing 100 (seratus) Ha dan setiap blok dibagi menjadi 4 (empat) petak yang luasnya 25 Ha. Pengelolaan ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya genangan air ketika musim hujan atau kekeringan ketika musim kemarau. mengurangi biaya produksi serta meningkatkan produksi kelapa sawit. 32 Tahun 1990. Penanaman kacangan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja. maka dilanjutkan dengan penebangan dan pembersihan lahan.26 meter dan pada utara selatan dengan jarak 1. Selain itu untuk membersihkan lalang juga dapat digunakan herbisida. pembuatan blok. rorak (lobang bekas galian tanah yang digunakan untuk benteng yang berbentuk trapesium terbalik) dan parit (saluran air yang dibentuk secara manual maupun mekanis). Mengimas dilakukan dengan tenaga manusia dengan menggunakan parang. Pada setiap jarak antara timur-barat 1. Bagain-bagian dari konservasi tanah dan air seperti tapak kuda (suatu bentuk permukaan tanah yang ditinggikan dengan kemiringan sebesar 15º). Pancang stacking / rumpukan adalah kegiatan pengukuran dan pemancangan letak rumpukan yang akan dikerjakan secara mekanis maupun manual. Dalam kegiatan menumbang terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan mengenai tinggi tebangan yang disesuaikan dengan diameter tanaman.036 meter dipasang pancang dengan ukuran 4 meter yang ujungnya diberi cat berwarna merah. Blok adalah suatu kesatuan administrasi terkecil sesudah divisi. Kayu hasil tumbangan ditumpuk memanjang arah utara selatan yang berjaraj sekitar 50-100 meter. pembuatan peringgan batas. Menumbang adalah kegiatan menebang pohon kayu yang berdiameter lebih dari 10 cm yang biasanya dilakukan dengan menggunakan traktor. Ketika melakukan pengukuran blok. Untuk blok yang berbatasan langsung dengan hutan. Pengukuran dilakukan dengan mengikuti arah rintisan dan memasang pancang ukuran 2 meter pada setiap jarak 50 meter.Kawasan sekitar danau atau waduk (50-100 meter dari titik pasang tertinggi) . . Namun apabila tidak bisa ditumbangkan dengan traktor. tahap ini meliputi kegiatan kerja pengukuran. juga dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya erosi. Dalam penebangan dan pembersihan ini meliputi kegiatan mengimas. Pengukuran blok dilakukan dengan menggunakan Theodolit untuk menentukan arah rintisan garis batas blok utara – selatan dan timur – barat. mechanical stacking dan semprot alang-alang.Diameter 10 – 20 cm tinggi maksimum 40 cm dari permukaan tanah. Setalah pengukuran blok selesai. Penumbangan dimulai dari pinggir ke tengah berbentuk spiral dan pohon ditumbangkan ke arah luar agar tidak menghalangi jalannya traktor.Diameter 21 – 30 cm tinggi maksimum 60 cm dari permukaan tanah. merumpuk. dapat menggunakan gergaji rantai (chain saw). maka disebut dengan mechanical stacking. menumbang.1. Penetapan areal konservasi berdasarkan Keppres No. benteng (bentuk permukaan tanah yang ditinggikan yang berasal dari galian tanah dan telah dipadatkan. perlu diperhatikan lingkungan sekitar sehingga dapat ditetapkan areal konservasi. Gambar B. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pekerjaan menumbang dengan traktor. . Benteng Tahap terakhir dari persiapan lahan adalah penanaman kacangan. Penanaman kacangan dilakukan sebelum penanaman kelapa sawit dilaksanakan. atau pemukiman dilakukan pembuatan peringgan batas. dan penetapan areal konservasi.009. Cara pengumpulan kayu hasil merumpuk juga sama dengan menumbang. Apabila kegiatan merumpuk dilakukan dengan menggunakan alat berat. . . Merumpuk adalah kegiatan memotong cabang serta ranting-ranting hasil imasan den tebangan kemudian dikumpulkan di gawangan.

25 m x 9. maka dilakukan pembuatan lobang tanam. Jalan setapak dibuat arah . Jarak tanam 9. Kacangan berfungsi sebagai penutup tanah sehingga diharapkan tidak ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit. Sebelum dilakukan penanaman. Pueraria javanica (PJ) dan pupuk RP ( 2 kg CP +2 kg CM + 1 kg PJ + 5 kg pupuk RP). Penanaman kelapa sawit dilaksanakan dengan memotong plastik dasar polybag pada lobang tanam kemudian mengangkat plastik tersebut ke atas dan mengikatnya pada daun bibit kelapa sawit untuk memudahkan penutupan lobang. serta gulma). dapat digunakan samapat atau tongkang. jalan setapak 1 : 8 (12-16 bulan). semprot hama dan penyakit. maka areal siap untuk ditanamai kelapa sawit. 3. hingga akhirnya nanti menjadi jalan ketika panen dilaksanakan.2. Jalan setapak dibuat secara berkala.01 m dalam bentuk segitiga sama sisi dengan kerapatan 135 pkk/ha. kacangan juga mampu membantu mengikat N sehingga meningkatkan kandungan N di dalam tanah. Sedangkan untuk jalan tengah atau jalan 13 dibuat bersamaan dengan pembuatan jalan setapak 1 : 16.1. Setiap tumpukan bibit berjumlah 27 pokok untuk 2 baris atau pada areal yang tidak penuh (abnormal) pancang tanam harus terlebih dahulu dihitung sehingga dapat disesuaikan jumlah bibit yang akan diturunkan. Di daerah berbukit dan kontur arah barisan mengikuti arah kontur dan jarak antar kontur adalah proyeksi jarak antara baris. Untuk areal tanaman yang sulit ditempuh dengan menggunakan truk.75 m x 96.25 m dengan jarak dala baris 8. dimulai dengan jalan setapak 1 : 16 (3-6 bulan). 3-4 hari setelah penanaman dilakukan konsolidasi untuk memastikan bahwa bibit kelapa sawit tersebut tertanam dengan benar (tidak miring atau tumbang). Penanaman Kelapa Sawit Penanaman kelapa sawit baru dapat dilaksanakan setelah semua kegiatan persiapan lahan selesai. Setelah itu secara berurutan bibit diangkat sampai ke pinggir jalan (pancang ke-1). Sebelum dilakukan penanaman kacangan terlebih dahulu areal disemprot dengan menggunakan herbisida sehingga areal bersih dari gulma.25) x (6 x 16. Bibit yang telah disebar tadi kemudian diangkat dengan cara dipanggul dan ditempatkan pada pancang terjauh (pancang ke-14).2. Pemancangan dimulai dengan membuat pancang kandang yang berukuran 101. maka bibit yang telah dipesan sebelumnya didistribusikan ke areal. Gambar B.120 m (11 x 9. 2. Pancang tidak boleh dicabut pada saat pembuatan lobang. Penerimaan bibit diselesaikan perpetak dalam kelompok varietas yang sama sehingga diperoleh penanaman yang seragam untuk setiap blok. Kiri: Pemancangan. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dimulai dengan pembuatan jalan setapak. Setelah dilakukan pemancangan. sensus pokok. jalan setapak 1 : 2 (28-32 bulan).dilaksanakan setelah kelapa sawit ditanam.2. Calopogonium muconoides (CM).2.1. penyisipan. Posisi bibit ditempatkan dengan berdiri tegak disamping lobang tanam.25 m x 9. Jalan setapak ini nantinya akan digunakan sebagai jalannya pekerja ketika melakukan perawatan (merumput. Kacangan yang ditanam merupakan pencampuran tiga jenis kacangan yang disertai pupuk dengan perbandingan kacangan Centrosema pubescens (CP). jalan setapak 1 : 4 (18-24 bulan). Gambar B. Hal ini karena perusahaan mengejar masa tanam yang singkat. Gambar B. Sebelum lobang dibuat lebih dahulu sampah dan tunggul dibersihkan dan permukaan tanah diratakan. Lobang tanam dibuat 10 cm di sebelah selatan pancang. Arah baris tanaman umumnya utara selatan dan pada keadaan tertentu dapat diubah dan disesuaikan dengan keadaan topografi. terlebih dahulu dilakukan pemancangan bibit. Ukuran lobang minimal 50 x 50 x 40 cm sehingga bibit tertanam sampai batas leher akar. Selain itu. Pembibitan kacangan Penanaman kacangan dilaksanakan pada musim hujan untuk memastikan tanaman kacangan dapat tumbuh dengan baik. Kanan: Pancang yang telah selesai dibuat Pancang tanam yang tepat mengenai tunggul kayu keras dapat dipindahkan dalam barisan tanaman maksimal 100 cm. Kanan: Penanaman kelapa sawit Setelah pembuatan lobang tanam selesai dilakukan. Kiri: Pembukaan polibag.02) m. Bibit yang dibawa oleh truk diturunkan ditempat yang telah diberi pancang. Apabila penanaman kacangan telah selesai dilakukan.

selain dilakukan perawatanperawatan rutin. Untuk itu. Penyisipan dilakukan berdasarkan laporan dari sensus pokok yang telah dilakukan sebelumnya. Pembuatan TPH dilakukan pada saat tanaman berumur 3 tahun (TBM 3) dengan cara meratakan tanah. maka dilakukan penyisipan. pengupasan kulit kayu dilakukan pada tunggul kayu yang masih hidup atau anak kayu yang tidak bisa didongkel dari bawah sampai keatas berkeliling. Untuk mengetahui jumlah kelapa sawit yang telah ditanam dan belum ditanam. hama tikus ataupun tirathaba. Bila terjadi ledakan serangan hama (out break) maka dilakukan . Perawatan gawangan secara kemis dilaksanakan apabila gulma di areal lebih dominan. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Sebagai contoh adalah pembuata tempat pengumpulan hasil (TPH).2. Diameter piringan disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman.25 m. Garuk piringan dilaksanakan dengan cara membersihkan rumput/gulma yang tumbuh di piringan pokok. Perawatan gawangan ini dapat dilaksanakan secara manual ataupun kemis. Penyemprotan piringan dilakukan pada TBM 3 dengan rotasi 4 bulan sekali.25 meter. Kanan: Piringan yang telah dibersihkan Selain merumput juga terdapat kegiatan perawatan semprot lalang. Pada lap lalang digunakan kain yang telah dicampur bahan herbisida dengan konsentrasi 1% kemudian dilapkan pada lalang dari pangkal batang sampai pucuk daun. Gulma disemprot menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. juga dilakukan semprot piringan. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada dipiringan dengan herbisida. juga dilakukan persiapan untuk panen. tunggul dan kayu dengan ukuran 4 x 7 m. Gambar B. Selain dilakukan perawatan garuk piringan. dan pada TM dilakukan dengan interval 6 bulan sekali. membersihkan rumput. Gambar B. baik itu hama daun. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Rotasi penyemprotan dilakukan sebanyak 3 kali setahun.apabila terdapat tanaman yang mati atau belum ditanam. Pelaksanaan semprot piringan dilakukan dengan cara menyemprot rumput di piringan pokok dengan menggunakan Knapsack Sprayer. Rotasi semprot gawangan pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. mendongkel anak kayu. Lalang menjadi perhatian besar karena daur hidupnya sangat singkat dan sangat mudah tumbuh walaupun lingkungannya kurang mendukung. Perawatan jalan setapak dilakukan dengan melakukan penyemprotan yang dimulai pada saat tanaman kelapa sawit berumur 12 bulan. Pada spot sprayer lalang disemprot menggunakan Knapsack Sprayer yang berisi campuran bahan herbisida secara sporadic dan dilakukan 1 (satu) tahun sekali. Pada masa TBM. yaitu spot spraying (kemis) dan lap lalang (manual). TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. mineral dan air dapat diminimalkan. Penyemprotan jalan setapak disesuaikan dengan dosis yang direkomendasikan sesuai dengan anggaran biaya tahunan. Terdapat dua cara untuk menanggulangi lalang yang tumbuh disekitar pertanaman kelapa sawit.3. Sedangkan rotasi rawat gawangan manual pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali.1. sedangkan jalan tengah / jalan 13 dibuat arah timur–barat dengan panjang 1. Perawatan gawangan manual dilakukan dengan cara mencabut. maka dilakukan sensus pokok. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali.000 m dengan lebar 1. di kebun HD dilakukan sensus hama. Hasil dongkel anak kayu (DAK) ditempatkan di atas tunggul yang mati atau para-para. juga dilakukan garuk piringan pada tanaman kelapa sawit. Rotasi garuk piringan dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Dongkel Anak kayu (DAK) pada TBM. Garuk piringan ini dilakukan supaya area piringan tanaman kelapa sawit bebas dari gulma sehingga tingkat persaingan tanaman dalam mendapatkan unsure hara.utara–selatan sepanjang baris tanaman dengan ukuran panjang 250 meter dan lebar 1. Lalang yang sudah dilap pucuk daunnya dipotong. Selain pembuatan jalan setapak. Kiri: Semprot lalang.3. Rotasi lap lalang dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Kacangan yang menjalar diatas pokok sawit harus diturunkan. dan TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Selain rawat gawangan. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Pencegahan hama dilakukan sedini mungkin untuk menghidari kerugian yang besar akibat serangan hama. Sensus pokok dilakukan satu bulan setelah penanaman dan sensus berikutnya satu kali setahun. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan/mendung untuk menghindari pencucian herbisida oleh air hujan. Sensus hama daun dilaksanakan minimal satu kali sebulan. juga dilakukan kegiatan perawatan seperti perawatan gawangan.

Kegiatan merumput dapat dilakukan dengan cara merawat gawangan dengan herbisida (kemis) atau dengan mendongkel anak kayu/anak sawit (manual). Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan atau mendung. lapuk pada jembatan darurat serta pangkal jembatan di timbun tanah sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan permukaan batang kayu jembatan. kelapa sawit diarahkan untuk memaksimalkan pertumbuhan vegetatif sehingga ketika bunga muncul. Sedangkan untuk hama tikus dilakukan sensus hama tikus yang dilaksanakan satu kali sebulan. hanya tempatnya saja yang berbeda. Selain itu.4. Sedangkan untuk pemupukan pada TBM dilakukan berdasarkan rekomendasi pemupukan yang diberikan oleh tim agronomy research unit (ARU) berdasarkan hasil analisa kebutuhan pupuk dan rekomendasi ini diberikan setiap tahun. maka bunga tersebut langsung di musnahkan (kastrasi). Untuk perawatan jembatan permanen dilakukan dengan membersihkan potongan kayu. produksi dan jalan alternatif dilakukan dengan Road Grader. potongan kayu. Perawatan jembatan darurat dilakukan dengan membersihkan sampah. melancarkan aliran air. dan jembatan. Cara pengamatan serangan hama tikus dibedakan antara TBM – TM 3 dan TM 4 ke atas.1. Kastrasi dilakukan pada tanaman yang telah berumur 13. Hal ini menyebabkan banyak truk menjadi sering macet/mogok karena tidak dapat berjalan di jalan rusak. Kebun HD memiliki tekstur tanah yang didominasi lempung sehingga sangat licin ketika hujan dan lengket ketika hujan reda. Pengamatan dilakukan pada pokok yang terdapat dalam baris sensus (titik sensus tetap) yang telah dibuat terlebih. Perawatan hanya meliputi merumput. produksi dan jalan alternatif pada topografi rendah dibadan jalan dibuat saluran air berbentuk ”V” untuk mencegah genangan air di badan jalan saat musim hujan. Pelaksanaan semprot piringan/jalan setapak/TPH dilakukan dengan cara menyemprot rumput dipiringan/jalan setapak/TPH pokok menggunakan Knapsack Sprayer dengan menggunakan nozlle yang sesuai dengan populasi gulma. dilakukan secara manual dengan menggunakan ”dodos modifikasi” berbentuk cangkul. gawangan dan TPH. Jalan yang berlobang ditimbun dan dipadatkan dengan Compactor. Gambar B. Road Grader berfungsi sebagai sebagai perata jalan yang bergelombang. Badan jalan tidak terlindung oleh kanopi daun atau pelepah tanaman. Rotasi semprot gawangan. Kiri: Road Grader. jalan setapak. Sensus ini tidak perlu dilakukan bila persentase serangan sudah dibawah 2 %.Oleh karena itu. Tanah pada kiri kanan pondasi jembatan yang longsor ditimbun kembali dan dipasang cerucuk. diperlukan perawatan jalan. perlu dilakukan perawatan saluran air di kanan dan kiri jalan secara manual pada saat musim hujan. Susunan batang kayu yang terlalu merenggang dirapatkan kembali dan mengganti kayu yang patah. piringan. 15 dan 17 bulan. Sensus hama Tirathaba dilaksanakan di areal tanaman yang sudah selesai kastrasi dan dilaksanakan satu kali sebulan. Bentuk badan jalan utama dan jalan produksi tetap dipertahankan seperti batok tengkurap. Keadaan jalan menjadi faktor penting terutama ketika musim hujan. Gulma disemprot dengan menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada di piringan . Begitu juga dengan semprot piringan. Kanan: Compactor. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Pada tanaman menghasilkan (TM). jalan produksi. jalan setapak dan TPH. Selain itu jembatan juga memerlukan perawatan khusus. Rotasi perawatan jalan dilakukan dua kali setahun dan dalam kondisi tertentu dapat ditambah rotasi perawatannya. Semprot piringan/jalan setapak/TPH merupakan pekerjaan yang sama.jalan luar kebun. baik itu jalan utama (poros). . merawat jalan serta pemupukan. Perawatan jalan utama. Rotasi semprot gawangan dan dongkel anak kayu adalah 1 kali setahun. Penambahan tanah pada pangkal jembatan sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan lantai jembatan. perawatan atau pemeliharaan tanaman kelapa sawit tidak seintensif ketika tanaman masih di TBM. Merumput di TM sendiri tidak berbeda jauh dengan merumput di TBM. dan TPH 2 kali setahun. Pada masa TBM. 4. karena pada prinsipnya adalah menghilangkan rumput yang mengganggu pertanaman kelapa sawit.sensus setiap dua minggu sekali pada areal yang terserang berat. Badan jalan produksi dan jalan alternatif yang telah ditumbuhi rumput tidak perlu degrading. sampah yang tertahan di tiang/pondasi jembatan. Perawatan jalan utama.

Terkadang kerusakan jalan tidak terlalu parah sehingga hanya memerlukan beberapa orang untuk memperbaikinya. Sensus buah dimulai dengan pembuatan tanda yang pokok kelapa sawit yang akan di sensus. melancarkan aliran air. bunga jantan. Kanan: Pengangkutan ke TPH. Egrek yang digunakan di kebun HD sering disebut dengan fiber. pemanenan dilakukan dengan menggunakan dodos pada tanaman yang masih pendek. Sensus dilaksanakan diseluruh areal TM pada setiap petak ditentukan baris sensus (kelipatan 10 baris) yang mewakili areal tersebut (biasanya 25 Ha) dengan persentase 10% terhadap jumlah pokok. Untuk itu. 5. Sensus dilaksanakan setelah rotasi panen terakhir pada bulan Maret. sedangkan ancak giring merupakan ancak panen yang luasannya disesuaikan dengan kondisi buah dan produktivitas pemanen. Pada TM terkadang pelepah yang ada di pohon sangat banyak dan terkadang pelepah yang matipun masih menempel pada pohon tersebut. Sebelum dilaksanakan kegiatan pemanenan. Jumlah pelepah yang dipertahankan di pokok berdasarkan umur tanaman. Sistem pembagian tenaga kerja terdapat 2 macam dan tergantung pada ketersediaan tenaga dan perkiraan hasil panenan. Kriteria buah yang siap di panen adalah warna buah pada tandan berubah dari hitam/hijau menjadi merah mengkilat/orange dan minimal sudah membrondol 5 brondolan per 1 tandan buah segar (TBS). agar berondolan tidak sangkut dan di rotasi setiap 9 bulan sekali. terlebih dahulu dilakukan sensus buah. Fiber tersebut dapat dipanjangkan hingga mencapai 6 m. sedangkan pada tanaman yang sudah tinggi. lokasi dan pemanennya telah ditetapkan. September dan Desember. Aplikasi pemupukan pada TM mengikuti rekomendasi dari tim ARU yang keluar setiap tahun. maka ditentukan jumlah tenaga yang akan digunakan pada hari itu. Kiri: Pemanenan dengan menggunakan egrek. Hal ini untuk mengetahui jumlah tanaman kelapa sawit yang siap panen sehingga dapat diperkirakan hasil panen yang akan di dapat dan jumlah tenaga yang diperlukan.1. pemanenan menggunakan egrek. dilakukan pemangkasan (pruning) dan pembersihan (debris). Tanah timbunan gorong gorong dipertahankan rata dengan permukaan jalan. brondolan kering yang terdapat di piringan dan ketiak pelepah pada tanaman menghasilkan dengan rotasi 1 kali setahun.5 – 7 48 – 56 8 – 14 40 – 48 15 tahun ke atas 32 – 40 Tabel B. Pemanenan Hasil Pemanenan hasil merupakan tahap terakhir pada budidaya kelapa sawit. Pada baris sensus pokok pertama dan pokok terakhir diberi tanda cat berwarna merah dan diberi nomor baris berwarna putih. TBS yang telah terkumpul di TPH di sortasi terlebih dahulu oleh pemanen dan apabila terdapat tandan yang terlalu panjang dipotong hingga tersisa 2 cm dari buah. membuang lumpur yang ada di badan jalan dengan menggunakan cangkul serta menimbunnya dengan tanah.5. Setelah dilakukan pemangkasan dilanjutkan pembersihan dengan membuang seludang buah. Pemangkasan pelepah harus mepet. tanah. Sensus dilakukan dengan mengamati dan menghitung jumlah tandan buah hitam yang terdapat di pokok dalam barisan sensus. Untuk jalan yang ternaungi oleh pelepah dapat dilakukan perawatan rempes pelepah dengan menggunakan egrek dan bambu. Pemangkasan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Umur tanaman (tahun) Pelepah yang dipertahankan di pokok 2. Juni.4. Penandaan baris pokok sensus dimulai dari arah barat ke timur yang terletak dipinggir jalan produksi. Pemanenan biasanya dilakukan 2 orang sekaligus dengan pembagian tugas sebagai pemanen dan sebagai pengangkut.5 – 3 58 – 64 3. Gambar B. Rekomendasi ini didapatkan dari hasil analisa Leaf Sampling Unit (LSU) yang pada masing-masing kebun berbeda. hasil panen tadi kemudian diangkut ke TPH dengan menggunakan gerobak dorong (angkong).1. . Ancak tetap adalah ancak panen yang luasan. Setelah diketahui perkiraan hasil panen.Perawatan gorong-gorong dilakukan dengan membersihkan sampah. potongan kayu. Perawatan manual ini termasuk di antaranya membuang air yang menggenang di jalan dengan membuat saluran pembuangan.

Tentu saja ini akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. TBS yang telah dimuat tadi kemudian dibawa ke PKS untuk proses selanjutnya. Hal ini dikarenakan bibit kelapa sawit baru akan siap tanam setelah berumur lebih dari 10 bulan. walaupun nanti bisa dimodifikasi dengan pembuatan tapak kuda. Lokasi yang digunakan bukanlah rawa-rawa atau dataran rendah yang memiliki potensi banjir ketika musim hujan. maka akan ada biaya tambahan yang muncul akibat pembuatan tapak kuda atau konsolidasi.5. Menurut Soepadiyo Mangoensoekarjo dan A. yaitu pre-nursery dan main-nursery walaupun ketika pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery membutuhkan biaya ekstra. sehingga diperkirakan waktu yang dibutuhkan sama dengan pembukaan lahan. Oleh karena itu. kerani buah melakukan sortasi pada saat TBS dimuat ke truk pengangkutan.2. Kiri : Sortasi TBS. jika areal pembibitan miring. Setiap truk yang akan mengangkut TBS disertai oleh 3 orang pemuat. Berikut dipaparkan mengenai pembibitan yang dimulai dengan pembukaan lahan hingga transportasi menuju tempat penanaman bibit: 1. Truk yang digunakan adalah jenis dump truck yang mampu membawa TBS hingga 6 ton. pada dasarnya terdapat dua jenis pembibitan kelapa sawit. Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit dimulai bersamaan ketika pembukaan lahan dimulai. Kanan: Buah yang telah didop oleh kerani panen. 2) Tidak banjir pada saat musim hujan. tidak boleh terlalu miring. atau bahkan kekurangan bibit yang dapat menyebabkan perbedaan masa tanam yang kemudian tanaman dalam satu blok tidak lagi seragam. Selain itu. kemudian kerani panen memberikan tanda di ujung tandan berupa nomor divisi dan nomor mandor. Oleh karena itu disarankan areal pembibitan merupakan areal yang rata dan bukan daerah rawa. Gambar B. Apabila dipaksakan. Penentuan Lokasi Bibitan Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tempat pembibitan haruslah benar-benar strategis. . Lokasi yang akan dijadikan areal pembibitan memang harus rata. maka TBS tersebut siap dimuat ke truk pengangkut. yaitu pembibitan satu tahap (single stage) dan pembibitan dua tahap (double stage).Setelah itu. Hal ini dilakukan antara lain untuk menekan biaya serta mengurangi kerusakan bibit. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dijadikan areal pembibitan. mengingat daerah Sumatera Selatan merupakan daerah tropis yang tingkat curah hujannya cukup tinggi. walaupun ada beberapa tempat yang tetap kebanjiran ketika hujan deras berturut-turut selama beberapa hari.5. Tahap Persiapan a. dan kalaupun miring. tanaman akan miring karena polibagnya juga miring. Dengan memperhatikan alasan efisiensi biaya dan kemudahan dalam perawatan kebun HD memilih menggunakan metode dua tahap (double stage). Gambar B. pemanen memberikan tanda pada ujung tandan berupa nomor pemanen. Hal ini disebabkan apabila areal yang digunakan miring. T. Apabila dalam 1 TPH telah selesai di sortasi. Pembibitan memerlukan areal khusus yang benar-benar strategis baik dilihat dari efisiensi ataupun hal-hal pendukung lainnya. Perkiraan kebutuhan bibit juga mesti dihitung secara cermat dan tepat sehingga tidak terjadi kelebihan bibit. Apabila tetap dipaksakan. Kanan: Muat brondolan C. Tojib (2003). maka harus dibuat tanggul yang mampu menahan air dari luar serta pompa air yang khusus untuk mengeluarkan air yang tergenang di dalam pembibitan apabila tinggi air di dalam lebih rendah dibandingkan di luar areal pembibitan. dikhawatirkan akan ada perbedaan pembagian air antara areal yang tinggi dengan areal yang rendah. antara lain: 1) Areal rata dengan kemiringan maksimal 5%. perencanaan pembukaan kebun dan pembibitan harus direncanakan secara matang sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau keterlambatan dalam pelaksanaan di lapangan. Setelah TBS tersebut disortasi. Kebun HD memiliki areal bibitan yang relative aman dari kebanjiran. maka langsung ataupun tidak langsung. Kiri: Muat TBS.3. sedangkan sistem pengairan menggunakan pompa air. Apabila pemanenan selesai dilakukan.

rumah hujan dan kantor divisi. Areal yang digunakan haruslah tepat dengan kebutuhan bibit yang akan ditanam nantinya. Sapi-sapi yang jumlahnya mencapai 50 ekor tersebut dibiarkan bebas sehingga terkadang masuk ke areal pembibitan. Pengukuran Areal Bibitan Pengukuran areal yang akan digunakan sebagai pembibitan dilakukan oleh juru ukur. 5) Dekat dengan lokasi penanaman. compactor. Setalh hasil pengukuran diperoleh. Sapi penduduk asli merupakan hewan pengganggu utama di pembibitan kebun HD. 3) Dekat dengan sumber air dan tersedia dalam jumlah yang cukup ketika musim kemarau. Kanan: Kemiringan tanah tinggi.1. Biasanya dalam satu PT terdapat satu pembibitan yang kurang lebih terdapat 4-6 kebun. rumah mesin. sumber air yang dipersiapkan tidak hanya terpusat pada satu tempat saja. Juru ukur melakukan pengukuran areal yang ditetapkan sebagai tempat pembibitan. b. Jalan di bibitan dibuat keliling dengan memperhatikan rencana disain blok yang akan dibuat. d. perlu dipertimbangkan jarak antara pembibitan dengan calon areal yang akan ditanami kelak. jalan. Dengan demikian. dan waduk penampungan air. Air merupakan kebutuhan utama di dalam pembibitan kelapa sawit.a. dibutuhkan juga parit keliling. Untuk mencegah masuknya sapi tersebut. maupun traktor bajak.excavator. walaupun dampaknya tidak terlalu besar. penyemprotan lalang. parang dan dodos yang telah dimodifikasi. Selain jalan. gangguan binatang liar seperti babi ataupun tikus perlu diperhatikan.Gambar C. mencabut dan membuang tunggul kayu serta akar kayu. areal pembibitan sebisa mungkin diposisikan setepat mungkin dengan mempertimbangkan sarana jalan yang dilewati dan jarak yang ditempuh. Pembibitan kebun HD sendiri berada di empat blok divisi inti yang berbeda dengan 75% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Tiga (IHDT) blok 20. insektisida dan lain-lain. Jarak terdekat dari hutan atau tanaman kelapa sawit yang sudah besar yang ada di sekitar tempat tersebut minimal 20 m. sabit. waduk penampungan air. manajer kebun dan asisten bibitan membuat tata letak (lay out) pembibitan yang mencakup posisi pre-nursery dan main-nursery. Selain itu juga dapat memudahkan perhitungan kebutuhan dan kontrol penggunanaan herbisida. Selain itu. Pembersihan areal ini dapat menggunakan cara mekanis maupun manual. masih ada sumber air yang lainnya. Pada awal penetapan areal yang akan digunakan sebagai pembibitan. 7) Bentuk area pembibitan sebaiknya persegi panjang atau bujur sangkar. sehingga apabila salah satu sumber kering. 6) Lokasi tidak tertutup oleh bayang-bayang dari pohon-pohon hutan atau pohon-pohonan lainnya sehingga dapat menerima sinar matahari penuh. 4) Aman baik dari gangguan pencurian maupun gangguan binatang liar. Hal ini akan memudahkan perhitungan kebutuhan pipa untuk pembuatan jaringan air penyiraman. Parit keliling ini . 17 dan 18. dan excavator. Sedangkan cara manual adalah dengan menggunakan cangkil. Untuk cara mekanis dapat menggunakan alat berat baik itu bulldozer. Pembersihan Areal Pembersihan areal bibitan meliputi pekerjaan imas tumbang. Selain itu. jalan. seperti bulldozer. Tanpa adanya air yang cukup. road grader. disediakan tenaga khusus untuk menjaga sapi tersebut tetap berada di luar areal pembibitan. Di kebun HD disediakan penjaga bibitan baik siang maupun malam yang berasal dari penduduk setempat dengan harapan tingkat pencurian dapat ditekan. maka bibit tidak akan tumbuh optimal. yang meliputi luas areal. Di kebun HD. Kebun HD memiliki luas areal ± 80 ha yang dibagi menjadi 4 blok besar pembibitan. sumber air yang tersedia berasal dari air sungai yang terhubung langsung oleh kanal sehingga potensi kekeringan pada musim kemarau sangat kecil. Pencurian merupakan gangguan yang paling berbahaya karena kerugian yang ditimbulkan sangat besar. c. Kiri: Dataran rendah menyebabkan tergenang. Pembuatan jalan ini menggunakan alat berat. Kebun HD sendiri menyuplai bibit ke empat kebun lain serta kebun sendiri. Pembuatan Jalan dan Parit Keliling Jalan pada pembibitan merupakan hal yang penting untuk distribusi bibit. Sedangkan sisa 25% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Satu (IHDS) di blok 16. parit keliling.

Selang tersebut lebih efisien dan efektif untuk menyiram bibit kelapa sawit dalam jumlah besar dibandingkan dengan sistem sprinkler. Setelah itu. Gambar C. Sistem sprinkler memang pernah digunakan di pembibitan kebun HD. maka setiap satu mesin pompa air di kelola oleh satu orang operator mesin. Ukuran waduk penampungan air berdasarkan kebutuhan air yang harus tersedia sesuai dengan jumlah bibit. Pembuatan parit e. Dengan menggunakan instalasi selang kirico. Instalasi kirico memanfaatkan selang yang terbuat dari karet yang memiliki lubang kecil yang menyebar ke tiga arah dengan jarak antar lubang antara 5 – 7 cm serta sangat fleksibel dan alot. Gambar C. Untuk menjaga agar mesin tetap berjalan dengan baik dan benar.1. Satu-satunya kekurangan instalasi kirico ini adalah selang tersebut sangat mudah sobek oleh benda tajam.d. biaya perawatan dapat diminimalkan.1. pupuk maupun limbah lainnya. fungisida.1. air tersebut di dorong melalui pipa PVC 6” yang kemudian didistribusikan ke beberapa pipa PVC 4”. Selain itu. Dengan demikian tiap-tiap selang kirico memiliki jangkauan siraman hingga 320 cm atau sekitar 4 pokok bibit lebih. Panjang pipa PVC 2” tersebut ± 18 m. Dengan mesin ini.1.1. Selang kirico ini mampu bertahan hingga 3 kali tanam atau kurang lebih selama 3 tahun.8-1. Urutan pemasangan instalasi penyiraman ini adalah dari waduk kemudian disedot menggunakan pompa air melalui pipa PVC 6”. Dari pipa PVC 4” tadi kemudian didistribusikan lagi ke pipa PVC 2”.e. Waduk dibuat dengan menggunakan excavator dengan ukuran 50 m x 30 m dan dengan kedalaman 5 m.dibuat di samping-samping jalan untuk menghindari genangan di jalan yang dapat menyebabkan jalan cepat rusak.1. Pembuatan Instalasi Penyiraman Bibit Instalasi penyiraman bibit di kebun HD menggunakan sistem selang dengan merek “kirico” sehingga lebih sering disebut selang kirico. terutama ketika perawatan bibit sedang dilakukan seperti merumput atau konsolidasi. tidak terjadi keterlambatan penyiraman air yang dapat menyebabkan bibit menjadi kekeringan. baik sisa pestisida. Pembuatan waduk penampungan air Untuk menghindari kekurangan air pada musim kemarau. Instalasi penyiraman bibit ini dilaksanakan sebelum bibit di tanam. namun hal ini belum dilakukan oleh kebun HD karena debit air yang terdapat di waduk buatan masih mencukupi untuk kebutuhan penyiraman bibit. Namun karena saat ini luas areal bibitan hanya 80 ha. hanya saja penggunaan sistem ini rawan pencurian (terutama pipa besi) dan rawan patah pada pipa penyangga sprinkler serta biaya perawatannya tinggi sehingga dirasa kurang efisien. Waduk buatan tersebut sebaiknya dikeruk lapisan bawahnya setiap beberapa tahun supaya tidak terjadi pendangkalan. Setiap ± 3 m terdapat 1 selang kirico sehingga dalam 1 pipa PVC 2” terdapat 7 selang kirico yang dilengkapi dengan kran (gate valve). Debit air yang terdapat di waduk buatan tersebut menentukan besar kecilnya pembibitan dan jumlah bibit yang akan dihasilkan. f. maka pompa air yang ada tidak digunakan secara maksimal. Tekanan yang dianjurkan adalah 0. Panjang selang kirico tersebut 100 m sehingga diperkirakan mampu menyiram bibit sepanjang 100 – 110 pokok bibit sawit di main-nursery dan 9 bedeng bibit sawit di pre-nursery. Kebun HD memiliki 2 waduk yang mampu memenuhi kebutuhan air hingga 120 ha. Waduk tersebut haruslah berasal dari sumber air yang bebas polutan. Dengan demikian. selang kirico tersebut terbukti awet dan tahan terhadap cuaca panas ataupun dingin serta mudah dalam aplikasinya. Kiri: Pengukuran tekanan. setiap waduk digunakan untuk menyediakan kebutuhan air bibit seluas 40 ha. Dengan demikian kebun HD memiliki 4 orang operator mesin yang mulai bekerja . Tiap-tiap waduk dilengkapi dengan 2 mesin pompa air yang menggunakan mesin truk fuso 5 silinder.0 atm dengan perkiraan semburan air hingga 160 cm. setiap pembibitan harus memiliki waduk yang mampu menyangga kebutuhan air bibit selama musim kemarau.f. sehingga ketika bibit telah ditanam. air mampu didistribusikan hingga jarak ± 500 m. Kanan: Mesin pompa air. Kiri: Waduk penampungan air. Sebelum bibit ditanam. Masing-masing mesin digunakan untuk menyiram bibit seluas 20 ha. kekuatan selang kirico tersebut harus dikalibrasi dengan menggunakan alat pengukur tekanan (Pressure Gauge). Kanan: Rumah mesin. Gambar C.

Selain rumah mesin.g. Rumah mesin terdapat di tiap-tiap waduk sehingga pembibitan kebun HD memiliki 2 rumah mesin. Gambar C. sebaiknya diberikan pelapis sebagi pelindung dari panas dan hujan. Pagar juga harus bersih dari gulma sehingga memudahkan dalam pemeriksaan. lempung gembur. Untuk kebun HD sendiri tanah topsoil didapatkan dari divisi inti dan diangkut dengan menggunakan truk yang kemudian dikumpulkan menjadi 1 gunungan tanah. Setiap 25 m diberikan pintu gerbang dengan lebar 2 m untuk mempermudah keluar masuk ketika melakukan perawatan ataupun pemindahan bibit.00 tergantung kepada keadaan cuaca. atau kadar pasir < 60%. Belum lagi masalah aki yang sering tekor karena memang jumlah aki yang tersedia terbatas sehingga mesin hanya bisa dihidupkan secara berurutan. Pembuatan pagar kawat di areal pre-nursery bertujuan untuk melindungi bibit-bibit tersebut dari gangguan binatang liar misalnya babi. Pagar dirawat sedemikian rupa sehingga tetap kokoh.1. terutama ketika turun hujan. 2. Lantai rumah mesin tersebut haruslah terbuat dari beton cor untuk menjaga mesin agar tidak mudah goyang serta menahan getaran.1. termasuk juga rayap yang sering menggerogoti tiang pagar. Kiri: Gubuk. Jarak antar kawat satu dengan kawat lainnya 25 cm sehingga terdapat 6 baris kawat. Tetapi mengingat daerah kebun HD masih rawan terhadap pencurian. karena memang bentuknya seperti sebuah kandang sapi atau kuda. Selain itu tanah dalam polibag tidak menjadi keras atau membentuk lapisan atas yang keras. Kawat yang kurang kencang akan menyebabkan tiang pagar menjadi miring dan akhirnya roboh.1. pemakaian sistem selang kirico untuk penyiraman di pembibitan membutuhkan biaya yang lebih murah. Terutama pada tiang pagar. Areal yang dipagari oleh pagar kawat tersebut sering disebut dengan istilah “kandangan”. Hal ini disebabkan ukuran bibit yang rendah sehingga tidak ada tempat berteduh bagi para pekerja. Tahap Pre-Nursery a. Pembuatan Pagar Kawat untuk Areal Pre-Nursery.h. Gubuk tempat berteduh juga perlu dibangun untuk tempat berteduh ketika pekerja sedang beristirahat. Jika dibanding dengan sistem sprinkler. Pembuatan Rumah Mesin. g. Kayu tersebut ditancapkan sedalam ± 30 cm dan diberikan penopang di tiap 3 tiang. h. Kawat duri juga harus diperiksa ketegangannya. Percikan/butiran air yang dihasilkan lebih cocok untuk pertumbuhan bibit karena pupuk dalam polibag tidak terganggu dengan adanya percikan air penyiraman. Pagar kawat. Rumah mesin dibangun sedemikian rupa sehingga dapat menampung 2 buah mesin beserta jaringan pipanya. Kantor divisi terletak tepat ditengah kebun dan dekat dengan kandangan sehingga memudahkan pekerja dalam mengontrol bibit di kandangan. Tanah yang digunakan tidak boleh kedap air. Kanan: Kantor divisi. Di sekeliling tiang pagar dibuatkan parit yang dapat mengalirkan air untuk menghidari tergenangnya air disekitar tiang pagar yang dapat menyebabkan tiang pagar semakin cepat keropos. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan dan suhu udara yang tinggi pada musim kemarau menyebabkan pagar menjadi rapuh. juga dibangun kantor divisi yang digunakan untuk mengatur pembagian kerja dan memeriksa pekerja yang telah diabsen. . Kawat yang digunakan adalah kawat duri yang dipaku pada tiang kayu dengan tinggi pagar kawat tersebut sekitar 1. maka pembuatan rumah mesih dilaksanakan ketika penanaman kecambah akan dilaksanakan. Persiapan Media Tanah Media tanah yang digunakan adalah tanah lapisan atas (topsoil) yang biasanya dilakukan dengan bantuan alat berat baik excavator ataupun backhoe loader. Kantor Divisi dan Gubuk Berteduh Pembuatan rumah mesin seharusnya dibuat bersamaan dengan pembuatan waduk. Kayu yang biasa digunakan adalah kayu gelam. Gambar C.5 m dan jarak antar tiang 2 m. Akibat yang akan muncul apabila radiator kehabisan air adalah overheat yang tentunya akan menyebabkan umur mesin menjadi pendek. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga mesin air adalah radiator yang sering bocor sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus.00 dan berakhir pada pukul 18.1.pukul 06.

Jumlah polibag kecil yang dipesan sebanyak 110% kebutuhan yang akan digunakan untuk penanaman. Polibag kecil yang dipakai haruslah memiliki lubang pengeluaran air berdiameter 3 mm. Pada pinggir bedengan diberikan tanah timbunan (guludan) untuk menjaga agar polibag tidak mudah berubah dari posisi semula. Jumlah polibag kecil per kg sekitar 80-90 polibag sehingga ada baiknya ketika melakukan pemesanan. c. Hal ini untuk menanggulangi kemungkinan tergenang ketika hujan.b. Penyusunan Polibag Polibag kecil yang telah di isi kemudian disusun per bedeng.2. misalnya dengan sistem selang kirico. Guludan tersebut sebaiknya diganti dengan menggunakan kayu sehingga drainase air dapat mengalir dengan lancer. tanah kemudian diayak sehingga terbebas dari sampah organik (batang kayu dan pelepah) ataupun dari sampah anorganik (plastik dan karung). Pengisian polibag kecil Polibag kecil yang akan digunakan adalah polibag yang berkualitas baik.a. sekop kecil ataupun tangan kosong.5 m3 tanah sehingga setiap tanah hasil ayakan dari 2 truk dapat dicampur dengan 10 kg pupuk RP. Selama pengisian polibag. maka naungan pada pembibitan tidak direkomendasikan lagi. dan ternyata bibit tersebut menjadi gosong. Kanan: Pengangkutan tanah. setiap truk mampu mengangkut sekitar 3-4 m3 tanah dan setelah di ayak akan didapatkan tanah 2-3.5 m3 tanah. Gambar C.2. Pengisian polibag dapat menggunakan piring.1. Setelah sistem penyiraman dapat dilaksanakan dengan baik. pekerja juga harus memeriksa kembali tanah yang dimasukkan ke dalam polibag jika terdapat sampah. Tetapi di kebun HD tidak menggunakan naungan karena beberapa tahun yang lalu pembibitan kebun HD pernah menggunakan naungan. Polibag yang telah selesai disusun di dalam bedengan. b.c. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P di dalam tanah sebelum dipergunakan sebagai media pembibitan.22 mm.1. Setelah tanah tersebut dikumpulkan. drainase air menjadi terhambat dan air menjadi menggenang disekitar polibag. Tanah yang telah dicampur dengan pupuk dikeringanginkan selama 4 minggu. Setiap 2 bedeng polibag kecil tersebut diapit oleh 2 selang kirico sehingga setiap selang kirico mampu menyuplai 2 bedengan sekaligus (kanan dan kiri). Beberapa buku menyebutkan bahwa pada pre-nursery. Tanah yang telah diayak tadi kemudian dicampur dengan menggunakan pupuk Rock Phospate (RP) dengan takaran 10 kg tiap 4.2. Berat per polibag kecil sekitar 1-2 kg tergantung jenis tanah dan kelembaban tanah yang digunakan. Sebagai perkiraan. Apabila kebutuhan air peyiraman cukup maka pemberian naungan pada pembibitan tidak memberikan dampak positif pada pertumbuhan bibit. Polibag tersebut harus di isi sampai penuh untuk mengurangi resiko memadatnya tanah ketika disiram air. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa naungan berupa daun kelapa sawit akan menimbulkan (menularkan) penyakit daun pada bibit kelapa sawit. Penghilangan naungan akan memberikan dampak berkurangnya penyakit daun pada bibit. bibit memerlukan naungan. Kiri: Tanah topsoil yang telah dikumpulkan. Kualitas yang jelek akan menyebabkan polibag mudah robek dan nantinya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Bedeng tersebut berisi 1000 polibag dengan panjang 125 polibag dan lebar 8 polibag dengan perkiraan panjang bedengan 10 m dan lebar bedengan 1 m. Apabila karena alasan-alasan tertentu naungan tetap dipasang dapat . Kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh pembukaan naungan yang tiba-tiba sehingga bibit tersebut “kaget”. Gambar C. Pemberian naungan di pembibitan baik dengan menggunakan pelepah kelapa sawit maupun dengan menggunakan bahan lainnya mulanya dimaksudkan untuk melindungi bibit dari penyiraman yang kurang sempurna terutama pada saat bibit dalam masa-masa pertumbuhan kritis. jumlahnya dilebihkan karena jika kekurangan cukup sulit untuk memesan ke kantor pusat dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun sebaiknya hal ini dihindari karena dengan menggunakan guludan.Gambar C. Pengisian Polibag Tanah yang telah di ayak dan dicampur dengan pupuk RP tadi kemudian dimasukkan ke dalam polibag yang berukuran 22 cm x 15 cm dengan ketebalan 0.1. Rekomendasi pemberian naungan di pre-nursery kemungkinan dibuat sewaktu belum ditemukan sistem penyiraman di pembibitan yang baik.

SJ 4 (Avros). SJ 2 (Ghana).000 butir kecambah sehingga diperlukan manajemen yang baik untuk dapat menanam kecambah tersebut dalam waktu singkat dengan mengatur kebutuhan tenaga dan pembagian tugas yang jelas. Secara sederhana. Pada waktu kardus tersebut dibuka.menyebabkan etiolasi (pertumbuhan memanjang akibat kekurangan intensitas cahaya) pada bibit yang tidak diharapkan.2. penanaman dilakukan berdasarkan varietas sehingga memudahkan dalam pengawasan dan penjualan.500-2. SJ 5 (Dami Komposit). Beberapa kriteria kecambah yang digunakan di kebun HD adalah sebagai berikut: 1) Kecambah normal . Namun dengan menggunakan kecambah bermutu tinggi. Waktu pengiriman kecambah yang diperlukan dari SPU ke kebun HD hanya 1 hari yang artinya kecambah dapat di seleksi pagi hari. . Pada kardus kemasan kecambah juga terdapat segel untuk memastikan bahwa kardus tersebut tidak pernah dibuka sebelumnya. dapat dipastikan bahwa kardus tersebut telah dibuka sebelumnya dan dapat dilaporkan kepada pihak SPU untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Kecambah yang dikirimkan merupakan hasil dari perkiraan penanaman tanaman kelapa sawit yang akan di tanam tahun berikutnya ataupun yang akan di jual kepada pihak luar.Pucuk meruncing. akan didapatkan kantong plastik berisi kecambah yang dilampiri dengan seed label untuk menunjukkan informasi mengenai kecambah yang terdapat pada kantong plastik tersebut. mulai dari SJ 1 (Nigeria). dan SJ 6 (Yangambi).Posisi Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bertolak belakang (T-shape). SJ 3 (Ekona). Kebun HD menerima seluruh varietas yang dikirim oleh SPU. . diharapkan pengurangan kecambah akibat seleksi dapat diminimalkan. dan langsung di antar ke kebun HD pada sore hari. Kecambah yang dikirimkan dalam sekali pengiriman dapat mencapai 25. Setiap kardus mampu menampung 2. Informasi yang diberikan meliputi varietas. nomor male dan female. Jumlah kebutuhan kecambah sebenarnya tidak dapat diduga dengan pasti. isi kantong plastik tersebut serta tanggal pengiriman.d.Disisipan 5 % atau 10 butir Jumlah diatas merupakan perkiraan untuk mengatasi kekurangan kecambah. trelebih dahulu dilakukan seleksi kecambah untuk menghindari tertanamnya kecambah yang tidak layak tanam. harus diperiksa kecocokan antara packing list dengan kecambah yang diterima. Kiri: Segel pada kardus. Oleh karena itu. e.Seleksi bibit Main Nurser 15 % atau 30 butir . Gambar C. maka di seed label tersebut disertai cap quality control.1. d.Seleksi penerimaan kecambah 2. Untuk memastikan bahwa kecambah tersebut telah melewati tahap pemeriksaan. berwarna kuning keputihan. Packing list merupakan daftar kecambah yang diberikan pada saat transaksi yang berisi informasi mengenai jumlah kecambah.Seleksi bibit di Pre Nursery 10 % atau 20 butir .Akar berwarna putih gading dengan panjang 8 – 20 mm. . Isi dari tiap-tiap seed label tersebut dikumpulkan menjadi satu lembar terpisah yang disebut dengan packing list. di kemas siang hari. varietas. Penerimaan Kecambah Ketika transaksi penerimaan kecambah dilakukan. Kanan: Seed Label yang terdapat pada kantong.600 butir kecambah. nomor referensi. dan tanggal pengiriman dari Seed Proccesing Unit (SPU). Seleksi Kecambah Sebelum dilakukan penanaman kecambah.5 % atau 5 butir . kebutuhan kecambah dapat diperkirakan sebelumnya dengan menetapkan jumlah-jumlah kecambah yang dapat hidup ataupun yang abnormal. Kecambah yang telah diterima harus segera ditanam untuk menghindari kerusakan kecambah. . Apabila segel tersebut rusak atau hilang. Kebun HD menerapkan rumusan pada kerapatan 135 pokok per ha sebagai berikut: . Packing List tersebut harus disimpan sebagai bukti bahwa bibit yang ditanam berasal dari kecambah yang telah bersertifikat.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) dapat dibedakan dengan jelas.

Kecambah yang berada di dalam ember juga dapat di angkat dan diletakkan di piring. Satu tim terdiri dari 3 orang yang memiliki tugas masing-masing. Terkadang beberapa hari sebelum penanaman kecambah. pematahan tunas atau akar adalah solusi terbaik yang dapat dilakukan. Dengan dilakukannya aplikasi pemupukan per polibag diharapkan .2. Beberapa orang lebih suka untuk mengerjakan semuanya secara bersama-sama.e. busa serpih tersebut dapat di angkat dengan mudah dari ember. Apabila sudah demikian. . Apabila sama. maka bibit tersebut dibelah. Ketika paket kecambah sampai ke bibitan. karena selain membutuhkan ketelitian yang tinggi.f. kebiasaan menanam kecambah juga akan mempengaruhi proses penanaman. Kecambah normal dengan panjang radikula < 20 mm. dilakukan aplikasi pupuk RP.e. Namun cara ini dirasa kurang baik karena busa serpih yang tertiup angin menjadi berterbangan dan menyebar di areal pre-nursery sehingga kandangan menjadi tampak kotor. 2) Kecambah abnormal . Bibit kedua yang dipisah selanjutnya ditanam pada polibag kecil yang lain. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan ember berisi air. Gambar C. Kiri: Aplikasi pupuk RP. . Kecambah ini tetap ditanam dan dipelihara. dilanjutkan dengan membuka kantong plastik dan memisahkan antara busa serpih dengan kecambah. Biasanya kerusakan kecambah yang muncul ketika kecambah terlambat ditanam adalah adanya kecambah yang patah bagian tunas ataupun akarnya.2.1. Pertama dengan mengangin-anginkan busa serpih tersebut sehingga busa serpih terbang dari kumpulan kecambah.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bengkok/berputar atau bentuk “U”. terkadang kecambah yang disimpan terlalu lama akan memunculkan jamur walaupun pada kemasan kantong telah dilengkapi dengan busa serpih yang disemprot dengan fungisida. Isi yang terdapat di kantong kecambah tersebut ditumpahkan ke dalam ember sehingga busa serpih yang massanya lebih ringan akan mengapung. Gambar C. Kanan: Pemisahan busa serpih dengan kecambah.2. Kanan: Penanaman kecambah.Kecambah lecet atau patah.Gambar C. Selain itu. sedangkan kecambah yang massanya lebih berat akan tenggelam. Namun terkadang tim ini tidak berjalan seperti apa yang diharapkan. Jika bibit kedua tidak baik maka langsung dimusnahkan. Kecambah tersebut sering disebut dengan “kecambah kembar”. Seharusnya pemusnahan kecambah dilakukan dengan menggunakan alat nut cracker.2. . dan dipilih yang bagus untuk ditinggal dalam polibag. sehingga jamur tersebut kemungkinan besar tidak akan tumbuh.2. Hal ini dikarenakan jika aplikasi pupuk RP dilakukan ketika tanah belum di isikan ke dalam polibag. Terkadang didalam 1 kantong kecambah tersebut terdapat beberapa kecambah yang memiliki 2 atau 3 tunas. Orang pertama bertugas menugal tanah di polibag. Namun setelah bibit tersebut berumur 1. .2. .1. sedangkan orang ketiga bertugas menutup lubang yang telah berisi kecambah. berwarna coklat dan busuk. f.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) yang tidak berkembang. dikhawatirkan pupuk RP tersebut tidak tersebar merata diseluruh polibag. dan ditempatkan tersendiri untuk diberi perawatan khusus. Penanaman Kecambah Penanaman kecambah dilaksanakan sesegera mungkin untuk mengungai resiko kerusakan kecambah. namun berhubung alat yang dimaksud tidak tersedia. kardus tersebut dibuka kemudian diperiksa lagi dan dicocokkan dengan packing list yang menyertainya.5 bulan. Kecambah abnormal. Gambar C. menanam bersama dan menutup bersama. orang kedua bertugas menanam kecambah. Penanaman kecambah dilakukan oleh tim yang biasa menanam kecambah. Kecambah yang telah ditetapkan termasuk kedalam kecambah abnormal kemudian diafkir atau dimusnahkan dengan cara dipatahkan.f.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bersatu yang ujungnya membengkok seperti bentuk geraham. seperti menugal bersama. Kiri: Menugal.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) tidak dapat dibedakan.Tanpa akar atau pucuk dan atau salah satu akar atau pucuk tidak tumbuh. Tapi hal ini bukan merupakan suatu masalah karena waktu dan hasilnya tidaklah berbeda. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memisahkan busa serpih dengan kecambah ini.

2. Konsolidasi Konsolidasi merupakan kegiatan memperbaiki posisi polibag yang kurang benar seperti miring ataupun roboh. maka bibit tidak lagi memerlukan penyiraman. namun hanya 1 kali walaupun curah hujan kurang dari 8 mm.4. Kegiatan konsolidasi ini dilakukan seminggu sekali. kecambah ditanam kurang dalam sehingga ketika dilakukan penyiraman.1. Pemupukan dilakukan dengan melarutkan pupuk tersebut ke dalam 45 cc air. maka bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). Kebun HD tidak menerapkan penyiraman 2 kali. yang mengandung N-P-K-Mg. Hal ini disebabkan karena ombrometer berada di halaman depan kantor. karena umur prenursery yang relatif pendek. Jumlah curah yang turun dapat diketahui dari ombrometer yang terdapat di halaman depan kantor.g. Terkadang penyiraman juga tidak mengikuti aturan yang ada. i.1. untuk bibit yang miring akan lebih mudah diperbaiki ketika masih muda. pupuk yang digunakan terlebih dahulu dianalisa kesesuaian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk tersebut. lumut juga patut diperhatikan. Pemupukan Pemupukan pada pre-nursery dilakukan dengan mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh ARU. menutup akar yang terbuka dan memperbaiki arah bibit yang tidak tegak lurus. begitu juga sebaliknya apabila ombrometer di kantor rendah. Apabila curah hujan di kebun HD di antara 8 mm dengan 18 mm. Hal ini menyebabkan tanah menjadi kedap air sehingga air dan pupuk tidak mampu diserap oleh tanah.2. rekomendasi yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah sebagai berikut: Gambar C. Merumput dan Melumut Kegiatan merumput dilakukan 2 minggu sekali dan hanya dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan cara mencabut atau memotong rumput yang ada di sekitar polibag ataupun yang ada di dalam polibag. Penyiraman Bibit Curah hujan menjadi penentu utama dalam penyiraman bibit. maka pada hari itu tidak disiram.1. Untuk mempermudah dalam pelaksanaan. Selain rumput. belum tentu kadar air di pembibitan juga tinggi. sehingga apabila dipaksakan 2 kali penyiraman dalam sehari akan menyebabkan kenaikan biaya yang sangat besar.j. Tetapi apabila curah hujan kurang dari 8 mm. g. belum tentu kadar air di pembibitan juga rendah. Rumput hasil cabutan tadi kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di luar areal bibitan yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai mulsa. Penyiraman bibit di pre-nursery.2. Dosis yang digunakan adalah 2 g/polibag dengan menggunakan takaran Ally. Gambar C. Untuk saat ini. Pekerjaan melumut ini dapat dilakukan bersamaan denga kegiatan merumput di atas polibag.i. pelarutan pupuk dilakukan dalam jumlah yang besar sehingga cukup untuk jumlah bibit yang . Hal ini dimaksudkan untuk menjaga bibit tetap tumbuh pada posisi yang normal baik letak maupun arah pertumbuhan. maka bibit disiram sekali dalam sehari. Kebutuhan minyak solar setiap hari ketika musim kemarau dapat mencapai lebih dari 400 liter. Selain memperbaiki posisi bibit. kecambah muncul dari tanah sehingga perlu dilakukan penimbunan tanah kembali. tetapi lebih mengandalkan insting dan pengalaman operator siram. sedangkan hujan yang turun belum tentu merata di seluruh kebun sehingga apabila ombrometer menunjukkan curah hujan tinggi.terdapat pemerataan penggunaan pupuk RP tersebut. Selain itu.6. Pemupukan di pre-nursery. Gambar C. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dan pupuk NPK 15. Konsolidasi. Apabila ketika operator siram mengecek tingkat kelembaban tanah dan dinyatakan bahwa tanah tersebut cukup lembab dan tidak perlu disiram. Terkadang sewaktu dilakukan penanaman. dalam konsolidsasi juga terdapat kegiatan menambah tanah pada polibag yang kekurangan tanah. Namun sangat jarang rumput hasil cabutan tersebut digunakan sebagai mulsa. h.15. hal ini dikarenakan untuk 1 mesin pompa air membutuhkan 10 liter dalam 1 jam. j. Selain itu memang di kebun HD tidak pernah mengaplikasikan mulsa pada masa pre-nursery. Selain itu memang telah disediakan mulsa khusus yang didatangkan dari PKS berupa serat (fiber) kelapa sawit atau cangkang kelapa sawit. Apabila curah hujan pada hari itu lebih dari 18 mm.

2. Minggu ke. Pemikiran tersebut salah. tidak perlu menggunakan timbangan digital untuk menimbang berat pupuk yang akan di aplikasikan. pemeriksaan terhadap bibit dilakukan setiap hari untuk mengetahui ada atau tidak serangan hama dan penyakit. Akibat dari kesalahan pelaksanaan seleksi bibit adalah produksi dari buah sawit yang ditanam akan memberikan hasil yang jelek. seharusnya seleksi bibit didasarkan pada pertimbangan yang realistis dan mematuhi standar-standar seleksi yang telah ditetapkan.banyak. Walaupun di areal pembibitan telah dikelilingi oleh parit dan tanggul dan pada pre-nursery telah dilengkapi dengan pagar kawat. Seringkali bibit yang kondisinya meragukan namun masih tetap dipertahankan atau tetap ditanam adalah karena adanya pemikiran bahwa “bibit tersebut dapat dipulihkan dalam waktu tidak lama dan membutuhkan sedikit perhatian”. l. Pembibitan kebun HD sangat menjaga kualitas bibit yang dihasilkan.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 10 NPK 15. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi pengeluaran biaya perawatan yang tidak diperlukan.6. Namun saat ini dosis yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah decis 2 cc/liter dan dithane 2 g/liter yang diaplikasikan secara bersamaan.15.4 0. kebun HD lebih bertindak preventif. Decis yang dibutuhkan untuk satu knapsack sprayer adalah 15 cc.15. Walaupun begitu.1. Dalam pelaksanaannya pekerja menggunakan knapsack sprayer yang mampu menampung air hingga 15 liter. Dalam pelaksanaan pemupukan. Pelaksanaan seleksi bibit di pre-nursery dilakukan setiap satu bulan sekali.15. hal ini untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit yang berat. Sedangkan kriteria bibit normal atau abnormal dapa ditentukan dengan melihat penampilan bibit.6.075 5 NPK 15.15.15.Jenis Pupuk Dosis/polibag Keterangan (gram) 4 Urea 0.15.4 0.4 3. Terkadang juga ditambahkan dengan Bayfolan (penghijau daun) dan Agristik (perekat).1875 8 NPK 15.4 3.15 7 NPK 15.6.6.000 polibag. Dengan demikian. sedangkan dithane yang dibutuhkan adalah 15 cc. Tabel pemupukan pada pre-nursery.6.225 9 NPK 15. Hama sapi dapat dicegah dengan menggunakan tenaga jaga yang bertugas mengawasi sapi sehingga tidak masuk ke areal pembibitan. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan cara kemis. Sebagai contoh apabila ingin melarutkan pupuk urea untuk 10.6.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 12 NPK 15. yaitu dengan menyemprot bibit setiap 2 minggu sekali.15 6 NPK 15. Pengendalian Hama dan Penyakit Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Seleksi Bibit di Pre-Nursery Kemungkinan nasihat terbaik yang dapat diberikan kepada pekerja yang bertanggung jawab terhadap seleksi bibit adalah aturan dasar “bila ragu-ragu terhadap kondisi suatu bibit maka bibit tersebut diafkir saja”. Penggunaan bahan insektisida ataupun fungisida sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh ARU. Bibit yang telah dinyatakan abnormal kemudian dipisahkan dan dimusnahkan dengan cara di cincang. pekerja menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan sehingga setiap polibag mendapatkan jumlah pupuk yang sama. k.j.4 0. sehingga diperlukan seleksi bibit yang ketat untuk mencegah keluarnya bibit yang bermutu rendah. maka diperlukan 750 gram pupuk urea dan 450 liter air.4 0. Hama ini datang terutama ketika musim hujan tiba.6. namun pencegahan terhadap serangan hama mamalia seperti sapi harus tetap dilakukan.15. seperti: a) Bibit normal: . Seleksi ini dilakukan sampai bibit dipindahkan ke main-nursery. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya sehingga bibit tersebut dalam sekali penyemprotan sekaligus mengaplikasikan insektisida dan fungisida sekaligus.4 7 dibagi dalam 4 kali aplikasi Tabel C.

2.3. 3.Berdaun tegak lurus seperti lalang (Narrow Leaf or Grass Leaf).. Setelah itu. Polibag tersebut haruslah memiliki lubang pengeluaran air yang berguna untuk mencegah terjadinya genangan air di dalam polibag yang berdiameter 3 mm.a.3. Persiapan Media Tanah Langkah-langkah dalam persiapan media tanah di main-nursery ini tidak berbeda dengan langkah-langkah yang dilakukan pada persiapan media tanah di pre-nursery. ketika basah tanah menjadi menggumpal.Bulai/Albino (Chimera). Setiap kg polibag besar terdapat 10-14 lembar polibag.1.Daun bersatu (Collante). Sebelum melakukan pengayakan tanah.22 mm. . Untuk abnormalitas lainnya sangat jarang ditemui di pembibitian kebun HD. namun hal ini tidak mempengaruhi kualitas polibag. Kiri: pengisian polibag. Kanan: Kecambah abnormal (twisted leaf) b) Bibit abnormal . Hal ini disebabkan supaya pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah karena jika tanah dalam keadaan basah tanah tersebut menjadi sulit untuk di ayak. Orang pertama bertugas mencangkul.Bentuk daun tumbuh sempurna dengan memiliki 3 sampai 4 helai daun. orang kedua bertugas membersihkan ayakan.Daun yang tumbuh terakhir harus lebih besar dari daun yang tumbuh terdahulu. Untuk rangka ayakan dibuat dari kayu gelam sepanjang 2 m yang diberi penguat bambu.5 cm x 1. ayakan dimiringkan ± 60º sehingga mempercepat menurunnya tanah. dingin ataupun robek. . harus dipastikan tanah tersebut kering. posisi plumula dan radikula terbalik. . Kanan: Polibag terisi penuh. dan orang ketiga bertugas mengisikan . selain tanah menjadi lebih berat.1. Aplikasi pupuk RP baru dilaksanakan pada saat akan dilakukan pindah tanam. .Helai daun bergulung (Rolled Leaf).Daun berkerut (Crincled Leaf). Tanah yang telah dikumpulkan tadi kemudian di ayak untuk membersihkan tanah dari sampah-sampah organik maupun anorganik. Berbeda dengan polibag kecil yang dipesan 110% dari kebutuhan. Oleh karena itu. . Gambar C. Hal ini disebabkan karena ketika dilakukan penanaman. . Pengisian polibag untuk main-nursery dilakukan secara bersama-sama yang beranggotakan 3 orang. Polibag yang digunakan adalah polibag yang memiliki kualitas baik dengan melihat ketahanannya terhadap panas. Abnormalitas bibit di pre-nursery yang paling sering terjadi adalah daun berpilin (twisted leaf).Daun berpilin (Twisted Leaf). Ketika melakukan kegiatan tersebut. tanah di pindahkan ke areal pembibitan dengan menggunakan truk.l. polibag besar dipesan 100% dari kebutuhan sebenarnya. perlu diperhitungkan kembali kebutuhan tanah sesuai dengan rencana penanaman di main-nursery. sehingga tunas berkembang memutar dan menjadi berpilin. Kiri: Pembuatan ayakan.Bibit kerdil (Runtseedling).5 cm dengan panjang 1.5 m dan lebar 1 m.1. . Polibag di isi penuh supaya tidak terjadi penurunan ketinggian tanah dalam polibag akibat tersiram air. b. Gambar C. Setiap truk mampu mengangkut 3-4 bucket excavator atau setara dengan 3-4 m3 tanah yang mencukupi kebutuhan untuk 80-100 polibag besar.Bibit sakit (Diseased Seedlings). Pengisian Polibag Polibag yang digunakan di main-nursery kebun HD adalah polibag yang berukuran 40 cm x 50 cm dengan ketebalan sekitar 0. Ayakan dibuat dengan menggunakan kawat berlubang dengan ukuran lubang 1. Tahap Main-Nursery a. Tanah yang digunakan adalah tanah topsoil yang berada di divisi inti.b. Kanan: Pengayakan tanah. . Kiri: Kecambah normal. Gambar C. Terkadang terdapat polibag yang memiliki warna hampir transparan yang dikarenakan zat warna yang digunakan sedikit.

Pemindahan dan Penanaman Bibit Bibit kelapa sawit yang telah berumur 3 bulan di pre-nursery harus dipindah ke polibag besar (main-nursery). Pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery dilakukan berdasarkan tanggal tanam. Gambar C.c. kemudian diputar hingga 90º dan kemudian diangkat dan bor tersebut diayunkan di sela-sela antar polibag. Penyusunan Polibag Polibag yang telah terisi penuh kemudian di distribusikan (langsir) ke tempat penanaman yang telah direncanakan. f. Selain itu perlu diperhatikan juga ketika menurunkan polibag baik dari panggulan ataupun dari angkong.tanah ke dalam polibag. Pemasangan instalasi kirico.1. begitu juga sebaliknya. Sedangkan yang kedua adalah untuk menentukan titik dalam baris polibag (78 cm) dengan panjang 10. Terdapat dua macam kawat yang digunakan dalam kegiatan spacing ini. Spacing dilakukan untuk membuat jarak tanam yang seragam.d. Bibit yang telah dilangsir langsung didistribusikan ke setiap polibag besar dengan meletakkannya di samping polibag besar.1.3. yaitu polibag pada posisi terpinggir dari suatu blok pembibitan tersebut. yang diangkat adalah bagian dasar polibag. Ketika mengangkat polibag. varietas dan nomor male serta penempatan di lokasi main-nursery. kegiatan spacing ini sama dengan kegiatan spacing ketika penanaman bibit di areal. Tanah di bor dengan kedalaman sekitar 20 cm. Setiap satu gulung selang kirico memiliki panjang 100 m yang cukup untuk 1 baris blok. Untuk mempermudah dalam pengeboran. Pembibitan di kebun HD menggunakan jarak tanam polibag 90 cm x 90 cm x 90 cm. c.14 m yang dapat memuat 13 titik spacing. terlebih dahulu tanah yang ada di polibag dibor dengan menggunakan alat khusus yang telah disediakan. sesuai dengan tinggi polibag kecil sehingga ketika penanaman tidak ada bagian tanaman yang menyembul keluar. Dengan demikian pekerja yang memiliki tugas menanam tidak lagi kesulitan untuk membawa bibit kecil ke tempat penanaman. hanya saja skalanya lebih kecil. Berat satu polibag besar berkisar antara 15 kg hingga 20 kg tergantung kepada jenis tanah dan kadar air tanah. baru kemudian di bor.3. bukan pangkal polibag. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko polibag robek. d. Hal ini dikarenakan jika tanah kering cenderung keras dan mempersulit masuknya bor ke dalam tanah.7 m yang dapat memuat 13 titik spacing. Perlu diperhatikan ketika kegiatan langsir polibag dilakukan. Harus dipastikan bahwa lubang yang ada pada selang tersebut berada di atas. Spacing polibag ini dilakukan dengan menggunakan kawat panjang yang telah diberi tanda berupa karet yang digulung. sehingga setiap bibit kelapa sawit mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh sinar matahari. Jumlah bibit yang dipindahkan harus dihitung untuk menghindari perbedaan catatan yang ada di kantor dengan jumlah di lapangan. Kegiatan langsir bibit ini dapat menggunakan angkong. Kegiatan spacing dimulai dengan memubuat kandangan. Cara mengebornya adalah dengan menekan bor tersebut kedalam tanah. sebelum dilakukan pekerjaan ini sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu sekitar 15 menit. Gambar C. Selang kirico tersebut disambung ke pipa dengan cara mengikatnya dengan kawat. dapat juga dengan cara dipanggul tergantung jarak yang ditempuh dan jumlah tenaga. Pertama adalah kawat yang digunakan untuk posisi antar baris (90 cm) dengan panjang 11. e. Penanaman Bibit Sebelum dilakukan penanaman bibit kecil ke polibag besar. Kanan: Spacing bibit. Kiri: Langsir bibit. Bor yang digunakan di pembibitan kebun HD terbuat dari pipa PVC 4” dengan ujung pipa . selang tersebut di uji coba dengan mengalirkan air dan melakukan kalibrasi tekanan dengan menggunakan Pressure Gauge. Kegiatan langsir polibag besar ini langsung dilanjutkan dengan penyusunan (spacing) polibag. Pemasangan Instalasi Kirico Instalasi kirico dipasang segera setelah seluruh polibag telah selesai di spacing. Setelah semua selang dipasang. polibag tidak boleh dibanting untuk menghindari pecahnya polibag akibat tekanan yang berlebihan ketika polibag diturunkan. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan angkong yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menampung maksimal 150 polibag kecil.

h. Bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). Kanan: Pembuatan lubang tanam. Selain itu. Kiri: Polibag yang telah diberi mulsa. Gambar C. Penyiraman bertujuan memberikan seluruh bibit untuk memperoleh kelembaban yang cukup dan menghindari bibit kurang air. cangkang juga digunakan sebagai bahan bakar di PKS sehingga jumlahnya sangat terbatas. ketika pengeboran secara langsung maupun tidak langsung akan ada pupuk RP yang terbuang bersama tanah yang terbawa bor tersebut. selain itu. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian persiapan media tanah bahwa aplikasi pupuk RP ketika tanah masih dalam bentuk gundukan sangat sulit sehingga lebih mudah apabila diaplikasikan ketika tanah telah di isikan ke polibag besar. Gambar C.f. Penanaman bibit main-nursery. akar bibit telah menembus polibag dan sumber air serta unsur hara tidak lagi terfokus pada kandungan yang ada . Apabila kegiatan penanaman telah selesai dilakukan. sehingga sebisa mungkin tanah yang berada dalam polibag dalam keadaan lembab atau basah. Apabila dirasa tanah masih lembab. Aplikasi Mulsa Sekitar 2 minggu setelah penanaman di polibag besar. Apalagi pada bibit main-nursery yang telah berumur lebih dari 9 bulan. keputusan dilakukan kegiatan penyiraman atau tidak juga ditentukan oleh operator siram dengan mengandalkan pengalaman yang dimiliki.3. Hal ini dikarenakan pada bibit yang berumur 9 bulan ke atas. Dosis yang digunakan untuk setiap polibag adalah 30 gram yang aplikasinya menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan.2. sedangkan untuk polibag yang tidak dapat lagi digunakan di letakkan di samping gudang.f. Kebutuhan air setiap polibag ± 2 liter per hari.1. Setelah itu mulsa tersebut disebar merata di atas tanah hingga mulsa menutup seluruh permukaan tanah.3. Selain itu. dan di tekan sedikit sehingga permukaan tanah menjadi rata.1. maka penyiraman ditunda pada hari berikutnya. Tetapi belakangan ini penggunaan mulsa cangakang sangat jarang dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan dan efisiensi kerja. Yang perlu di ingat adalah fiber yang baru dating dari PKS haruslah dibiarkan selama minimal 2 minggu. Pupuk RP tersebut ditaburkan tepat didalam lubang hasil pengeboran sebelumnya. Panjang bor sekitar ± 60 cm dengan pegangan berada 10 cm dibawah pangkal bor yang terbuat dari kayu gelam. karena fiber yang baru dating tersebut masih panas sehingga apabila dipaksakan untuk langsung diaplikasikan dikhawatirkan akan membuat bibit tersebut gosong karena kepanasan. g. Gambar C. penyiraman cukup dilakukan satu kali. kemudian dimiringkan dan dipukul-pukul sehingga tanah memadat dan mudah untuk dikeluarkan dari polibag kecil. Mulsa dapat berasal dari serat (fiber) ataupun cangkang kelapa sawit. bibit kelapa sawit tersebut diberi mulsa.diruncingkan dan pangkalnya diberi pegangan yang terbuat dari kayu. sisa polibag kecil dikumpulkan dan dipilah-pilah antara polibag kecil yang masih dapat digunakan dan polibag kecil yang tidak dapat lagi digunakan. Jika curah hujan lebih dari 18 mm maka tidak perlu dilakukan penyiraman. Polibag yang telah dipisahkan tadi kemudian dimasukkan ke karung. Kanan: Rumput di sela-sela mulsa. selain harganya mahal. Penyiraman Salah satu kebutuhan utama bibit kelapa sawit adalah air.g. Dengan diberikannya mulsa pada bibit kelapa sawit tersebut maka pertumbuhan gulma dapat ditekan sehingga kegiatan merumput dapat dikurangi dan persaingan antar tanaman juga menurun. Cara aplikasi mulsa ini adalah dengan membawa mulsa dalam karung kemudian dibawa ke polibag besar yang akan di beri mulsa. Harus dipastikan bahwa posisi bibit tersebut tegak lurus. Polibag besar yang telah dibor kemudian biberi pupuk RP untuk meningkatkan kadar P di dalam tanah. Untuk polibag yang masih dapat digunakan di simpan di dalam gudang. jika curah hujan lebih dari 8 mm. Polibag yang telah di bor dan di beri pupuk RP siap untuk ditanami. penyiraman tidak lagi menjadi suatu kegiatan yang harus dilakukan.3. Namun untuk mencapai tingkat efisiensi maksimum. Bibit kecil tadi kemudian di masukkan ke dalam lubang yang telah diberi pupuk. Polibag kecil berisi bibit pre-nursery di angkat. mulsa juga bermanfaat untuk mengurangi penguapan air tanah sehingga tanah tidak mudah kering. Polibag kecil yang telah berada di samping polibag besar kemudian di angkat untuk dipindah tanam. apabila pupuk dicampur bersama dengan tanah yang belum di bor. pelaksanaan penyiraman dilakukan hanya 1 kali sehari walaupun hari sebelumnya tidak turun hujan. Kiri: Bor pembuat lubang tanam.

(tidak dipublikasikan) Lubis. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. Makin Group. Y.. YE. 12(1):25-34. Widyastuti.U. Gadjah Mada University Press. Analisis dan Pemasaran. kegiatannya meliputi pembukaan lahan/ kebun atau Land Clearing(LC). The Genus Elaies. Tbk. Plantation Location. Setyawibawa. teknik pembibitan dan pemeliharaannya. Penebar Swadaya. Supena.com/plantation location.iopri. H. 2003. R. Diakses tanggal 1 September 2008. D. Tojib. Ogan Komering Ilir. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. Pedoman Teknis Pembibitan Kelapa Sawit. 2003. Semangun). Pusat Penelitian Kelapa Sawit – Pemuliaan Tanaman. Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran.T.di polibag. ______. (tidak dipublikasikan) Purba.html. BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT Didalam budidaya tanaman kelapa sawit. Mangoensoekarjo. Pembibitan Kelapa Sawit. Murfiah. dan N. Studi Tentang Perkebunan dan Pemasukan Minyak Kelapa Sawit Indonesia. Mangoensoekarjo dan H. Yogyakarta http://puputwawan. S. dan A. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Hartoyo. Penebar Swadaya. I. Pupuk tunggal sebagai pengganti pupuk majemuk dan pengurangan frekuensi aplikasi pada pembibitan klon kelapa sawit. Jakarta. Jakarta. Kelapa Sawit.wordpress. Yenni. 2009. Asmono. K. 1998. http://www. Siregar. Hartono.php?option=com_content&task=section&id =8&Itemid=31&lang=id. Amsterdam. Syamsulbahri.org/ index. Buletin Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. A. A. . Yang terpenting adalah bibit main-nursery yang berumur < 9 bulan tidak boleh kekeringan karena bibit berumur 10 bulan. Gadjah Mada University Press. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. dan P. Corley. 1997. Fauzi. Y. Manajemen Budidaya Kelapa Sawit (dalam : Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. V. 2006. E.sampoernaagro. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. 2009. Supriyanto.com/2011/06/25/budidaya-kelapa-sawit-pembibitan-kelapa-sawit/ BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT PROSPEK YANG CERAH DI KETAPANG KALIMANTAN BARAT 26OKT I. Penyiraman dapat dilakukan 2 atau 3 harus sekali. 2002. Pematangsiantar. Jakarta. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. 1996. Setyawibawa dan R. 1992. dan Y. kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit di TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan) hingga pemanenan TBS (tandan buah sawit. Yogyakarta. Kelapa Sawit di Indonesia. 1992. S. Tbk. Oil Palm Research. Purba. (tidak dipublikasikan). R. Pengenalan Perkebunan Kelapa Sawit. Elsevier. Ogan Komering Ilir. Budidaya. 1976. Kelapa Sawit : Usaha Budidaya. 2006. Widiastuti. Diakses 10 Oktober 2008. Penyunting : S. International Contect Bussines System. Sujadi.E. I. ______. http://www.

perencanan tata ruang sampai dengan pembukaan lahan secara fisik. Dan beberapa informasi yanag lebih mendetail.2 Perolehan Lahan Proses perolehan lahan baru dan pengembangannya ditetapkan oleh Manajemen sebagai langkah ekspansifperusahaan menuju terwujudnya luasan area yang ditetapkan.1. pemasaran. menejemen akan menugaskan Riset dan GIS (geografic information system) untuk melakukan survey lanjutan tentang kelayakan area yang mencakup: Teknis. Adapun Tahapan-tahapan dalam perolehan antara lain: A. B. Perizinan Area Baru Public affair departemen (PAD) bertugas untuk menyelesaikan proses perizinan area baru yang dimulai dari tahap proses perolehan area sampai perolehan hak guna usaha (HGU). sosial dan lingkungan. ekonomi. Didalan pelaksanannnya pihak Manajemen mendapatkan usulan/masukan dari public affair departemen (PAD) atau sebaliknya.  Luas kerangka berdasarkan tahapan penanaman disertai tanda batas dilapangan. Penilaian Kelayakan Lahan Setelah mendapatkan izin untuk pembukaan lahan maka selanjutnya adalah penilaian kelayakan lahan atau survey pendahuluan (desk study) yang dilakukan oleh Riset dan GIS (geografic information system) untuk mendapatkan informasi yang mencakup:  Kelayakan area baru untuk dilakukan penanaman Kelapa Sawit  Alternatif jalan masuk ( Acces Road) menuju area baru  Sumber air yang cukup untuk rencana pembibitan. 1. . Emplasemen/Pondok dan pabrik  Potensi masalah sosial Apabila dari hasil survey pendahuluan menunjukan prospek bisnis yang menguntungkan.1 Pembukaan Kebun Baru Untuk pembukaan perkebunan baru ada beberapa usaha yang harus dilakukan mulai dari bagaimana cara perolehan lahan. mencakup:  Luas area berdasarkan kelas tanah. Apabila dijumpai okupasi atau permasalahan dalam area yang akan diurus perizinannya maka pimpinan Proyek/ manajemen Kebun diwajibkan membantu PAD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas.

dan engineering untuk menyusun rencana kerja proyek (RKP) dan master plan kebun dan pabrik. Lokasi Sunber material pada area baru. Rencana Kerja Proyek (RKP) merupakan rencana detail yang berisi informasi. Lokasi prasarana (rencana: dermaga. rawa. Jaringan outlet beserta ukurannya untuk area rendahan dan gambut. bukit dan sungai ( termasuk renca outlet) Jaringan jalan. bulking.    Kondisi dan taksiran luas hutan primer. dan lalang. skunder. 1 2 3 4 5 Jangka waktu pembangunan kebun Tahapan – tahapan pembukaan kebun Kebutuhan SDM Keuangan Alat berat dan kendaraan Sedangkan. dll) Hasil survey semi detail manajemen menetapkan rencana penyelesaian dan jangka waktu pembangunan kebun baru. disusun berdasarkan hasil survey lahan yang mencakup informasi : 1 2 3 4 5 6 7 8 Batas kebun dan batas wilayah kebun Kondisi lahan : darat. Penyusunan Master Plan kebun. dengan menugaskan departeman agronomi dibantu tim yang terdiri dari finance. semak belukar. Gudang sentral. untuk penghubung keluar masuk lokasi dermaga Penentuan Main Road (jalan utama) dan Collection Road (jalan koleksi) Rencana pembagian blok dan luas blok Lokasi bibitan Rencana Lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lain Rencana lokasi pabrik dan perkantoran .

9 10

Lokasi sumber material penimbun dan pengeras jalan Lokasi hutan konservasi / penyangga

1.3 Perencanaan lokasi Sarana Penunjang Untuk kelancaran dalam pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit maka harus segera dibangun beberapa sarana penunjang antara lain: lokasi kantor, bibitan, lokasi jalan masuk, lokasi pabrik dan lokasiemplasemen. Untuk menentukan lokasi kantor dan tempat tinggal pengurus. Pimpinan proyek / manajer kebun segera mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk bangunan kantor dan tempat tinggal sementara. Lokasi yang sudah ditetapkan tersebt diupayakan akan menjadi tempat pembangunan kantor permanen, Gudang dan Emplasemenkebun memasuki masa stabil. Penetapan lokasi harus mendapat persetujuan dari KAWIL (kepala wiayah) dan GM (general manager) Plantation. Setelah penentuan lokasi untuk perkantoran, Pimpinan proyek manajer kebun pjuga mengidentifikasi area yang akan digunakan untuk pembibitan dengan mempertimbangkan persyaratan lokasi bibitan yang ideal. Setelah lokasi bibitan disetujui oleh KAWIL ( kepala wilayah) dan GM (general manager) Plantation, pimpinan proyek / Manager kebun segera menyusun Rencana Kerja dan Anggaran untuk pelaksanaan oprasional pekerja bibitan. Menentukan lokasi jalan masuk dengan mempertimbangkna hasil survey semi detail. Dalam hal ini Pimpinan proyek / manajer kebun bersama-sama dengan Lahan untuk jalan masuk harus dibebaskan dari kepemilikan masyarakat minimal 50 meter dari kiri kanan jalan. Guna menjaga keamanan dari berbagai gangguan maka perlu dibuat parit 2 x 2 x 1,5 m sebagai pembatas sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Kemudian untuk selanjutnya penentuan lokasi pabrik kelapa sawit (PKS) dan Emplasemen, Pimpinan Proyek / Manager kebun, GIS, dan Enginering malakukan survey untuk menentukan kelayakan tata letak rencana pembangunan PKS serta Emplasemen pada tempat yang ditunjuk. Berdasarkan hasil survey tersebut, managemen memutuskan lokasi terbaik yang akan dibangun. Untuk menghindari kesalahan penanaman pada lokasi yang di rencanakan akan di bangun PKS maupun Emplasemen maka harus segera dibuat tanda di lapangan dengan pemasangan papan nama sekaligus patok batas lokasinya. Pimpinan Proyek/Manajer kebun segera menginformasikan kepada Asisten Pengembangan untuk menghindari penanaman pada lokasi yang sudah dicadangkan tersebut. 1.4 Pembukaan Lahan lokasi

Pembukaan lahan adalah merupakan kelanjutan tahapan setelah mendapat izin hak guna usaha (HGU) dan telah dilakukan uji kelayakan lahan. Adapun Tahapan – tahapan dalam pembukaan lahan antara lain: Survey Lahan dan evaluasi lahan Kegiatan survey lahan dan evaluasi lahan dilakukan oleh para ahli PMNP, kegiatan ini bertujuan mengetahui layak atau tidak dan sesuai atau tidak lahan tersebut dinyatakan untuk dijadikan lahan untuk tanaman BudidayaTanaman Kelapa Sawit. Rintis-Bloking Kegiatan rintis bloking bertujuan untuk menentukan tata batas / kerangka kebun, menentukan desain blok yang akan dikerjakan dan menentukan tata batas jalan utama ataupun jalan koleksi. Pembuatan rintis bloking dan jalan di areal datar, didasarkan pada peta rencana blok, kemudian dilakukan kegiatan rintis jalan Main Road dan Collection Road, penentuan arah jalan mempertimbangkan bentangan luasan kebun dengan menggunakan kompas / Theodolite. Jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1.009 m dan antar jalan koleksi (CR) 307 m, dengan lebar blok 300 m dan panajang blok 1.000 m. Sedangkkan untuk areal berbukit dilikaukan imas tumbang terlebih dahulu sebelum rintis-bloking maupun pembuatan jalan. Untuk luasan blok pada areal berbukit tidak meski 30 ha tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi jaln kontur. Pancang Rintis Penentuan jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1009 M, dan antar jalan koleksi (CR) 309 M, dengan lebar blok 300 M, dan panjang blok 1000 M, dengan lebar MR 9 M dan CR 7 M. sedangkan jarak antar MR disesuaikan dengan kelipatan jarak tanaman. Imas Imas merupakan kegiatan memotong anak kayu dan tanaman yang merambat berdiameter kurang dari 10 cm dengan menggunakan parang dan kapak. Tujuan imas ialah untuk mempermudah penumbangan pohon dan pelaksaan perun mekanis, diusahakan serendah mungkin dengan permukaan tanah.

Tumbang Penumbangan pohon dengan menggunakan gergaji mesin / cheinsaw dilakukan setelah di imas. Penumbangan dilahan gambut dilakukan setelah minimal 6 bulan selesai pembuatan parit outlet dan parit utama. Ketentuan dalam penumbangan kayu:
 

Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang diareal jalur air dan jalan Pohon yang masih tegak tetapi sudah mati tidak perlu ditumbangkan sampai dilakukan perun mekanis.

Perun Mekanis Perun mekanis dengan menggunakan alat berat buldozer atau excavator. Perun mekanis merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar dengan baris tanaman mengarah timur dan barat. Lebar rumpukan untuk areal mineral 2 M dengan jarak antar rumpukan 32 M sedangkan pada areal gambut 4M dengan jarak antar rumpukan 16M. Posisi Buldozer berada pad gawangan hidup dan kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu-kayu diatur pada gawangan mati sejauh 2,5 m dari radius pohon sawit. Pancang Jalur Rumpukan (pancang staking) Pancang rumpukan dipasang pada jalur utama rumpukan dan berada di gawangan mati. Tinggi pancang 4M dan diberi bendera warna merah atau putih agar mudah dilihat oleh operator excavator atau buldozer. Setiap jarak 50 m diberi pancang pembantu sehingga ada 6-8 pancang dalam satu jaluran. 1.5 Pembuatan Prasarana Jalan Jalan merupakan urat nadi perkebunan karena fungsi jalan sangat vital, Yakni: sebagai penghubung dari dan keluar kebun/ pabrik, jalur transaportasi TBS, jalur trasportasi pemupukan, karyawan, material bangunan serta sebagai pembatas blok. Putusnya jalan akan menghambat semua aktivitas sehingga dapat mengganggu. Jenis -jenis Jalan: 1. Main Road (MR) dibangun dari timur kebarat dengan jarak antar jalan utama 1000M dan lebar badan jalan 9 m. Untuk areal gambut atau rawa jalan dibuat dengan sistem tanggulan dan pembuatan parit pada salah satu sisi badan jalan. Ukuran parit lebar atas 4 m, bawah 3 m, dalam 4 m.

2. Collection Road (CR) dibangun searah utara selatan, jarak antar koleksi 300 m dan lebar badan jalan 7 m. 3. Jalan kontur, jalan yang dibangun padaareal berbukit, dibuat dengn memotong jalur kontur dngn lebar 5-7 m. 1.6 Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit merupakan kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit secara generatif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit antara lain genetic tanaman (innate), perlakuan (induce)dan factor lingkungan atau kondisi alam (enforce). Faktor innate adalah factor yang terkait dengan genetic tanaman yang bersifat mutlak dan sudah ada sejak terbentuknya embrio dalam biji. Untuk jaminan yang dikeluarkan oleh institusi resmi salah satunya adapun jenis bibit yang digunakan di BGA yaitu mengelola factor innate ini yaitu dengan memilih jenis kecambah dan membeli yang mendapat seperti PT. Socfindo, PT. Socfindo dan Lonsum

yang keduanya merupakan hasil persilangan bibit Dura dan Pisifera. Faktor induce adalah factor yang mengimbas (mempengaruhi) ekspresi sifat genetic sebagai manifestasifactor lingkungan yang terkait dengan perlakuan manusia. Faktor induce ini berperan mulai dari bibitan sampai pemeliharaan dilapangan, seperti pemupukan. Faktor enforce adalah factor lingkungan (alam) yang bersifat merangsang atau menghambat pertumbuhan produksi tanaman, seperti iklim, temperatur, curah hujan, keadaan tanah dll. Kualitas bibit merupakan faktor penting untuk mendapatkan minyak kelapa sawit (mks) yang tinggi dan diharapkan bibit tersebut sudah mulai panen pada umur 30 bulan. Untuk Kualitas bibit dilapangan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu : 1 2 3 4 Potensi genetik dan asal – usul persilangannya Kultur teknis dalam penanaman dan pemeliharaan bibit Seleksi bibit Umur bibit saat ditanam kelapangan

Pemilihan sumber kecambah merupakan faktor terpenting karena setelah ditanam kelapangan maka selama 25 sampai 30 tahun kedepan potensi produksi tidak dapat diperbaiki.

Aman dari gangguan hama penyakit Dekat dengan Emplasmen sehingga pengawasan lebih intensif 1.3 Sistem Irigasi/ Pengairan Tujuan penerapan sistem irigasi yang tepat adalah untuk menjamin bahwa masing – masing bibit memperoleh air yang cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal.6.6.6. Membuat jalan tetap menuju bibitan.000 liter/Ha per hari.2 Persiapan Lahan Bibitan Lahan bibitan harus sudah dalam kondisi bersih lengkap dengan instalasi air dan jaringan jalan.1 Penentuan Lokasi Bibitan Penentuan lokasi bibitan akan menentukan sistem pembibitan yang digunakan oleh perusahaan dengan melihat untung dan rugi terkait biaya yang harus dikeluarkan selama masa bibitan. Tahapan persiapan lahan bibitan: 1 2 3 4 5 Memilih lokasi potensial. . Membuat irigasi secara mekanis. Adapun faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi bibitan yaitu : 1 2 3 4 Lokasi harus datar dan lapang Tersedia air yang cukup minimal 40.1. Membersihkan areal penyemaian PN (pre nursery) dan MN (main nursery) Membuat drainase dengan baik sehingga air hujan tidak tergenang. 1.

Air yang digunakan harus bersih dan baik dengan Ph minimum 4. sehingga selain biaya yang murah juga efektif terhadap sistem penyiraman bibit karna jumlah air yang keluar merata. 4” dan 2” serta selang kirico.Adapun sistem penyiraman yang digunakan di BGA yaitu sistem pengairan berkabut atau Mist Irrigation. Bagian – bagian instalasi pada irigasi tabung terdiri dari mesin pompa.250 RPM. Pipa yang digunakan dalam sistem irigasi adalah pipa PVC 6”. waduk sumber air. Pada pembibitan ini kecambah langsung ditanam dalam largebag di main nursery yang sudah dilakukan penjarangan (spacing) dengan jarak tanam 70cm segitiga sama sisi (dalam 1 ha bisa menampung 17. diantaranya : 1 2 3 Sistim irigasi manual Sistim irigasi semi manual Sistem irigasi tabung dengan selang plastik berlubang (kirico) yang bertekanan. 1.000 bibit). Jenis mesin 20 hp @1. Sistem irigasi yang digunakan di perusahaan BGA yaitu sistm irigasi tabung dengan menggunakan selang plastik (kirico). selang plastik berlubang (kirico) dan sambungan – sambungan pipa keran. Pembibitan Dua Tahap . Pembibitan satu tahap Pada perkebunana yang sudah mapan ( established ) atau yang mempunyai topografi area datar cukup luas.000 sd 20. Ada beberapa macam sistem irigasi yang biasa digunakan dalam pembibitan kelapa sawit. Sistem kirico ini banyak memiliki kelebihan dan mudah dalam pengaplikasiannya.6. Pembuatan sarana irigasi harus sudah selesai sebelum dimulainya kegiatan pembibitan baik di Pre Nursery maupun Main Nursery.4 Macam-macam tahapan Pembibitan Ada dua macam cara yang umum dilakukan dalam tahap bibitan yaitu cara langsung atau satu tahap (single stage) dan cara tidak langsung atau dua tahap (double stage) a). b). Sebelum dilakukan penanaman kecambah maka instalasi air harus sudah terpasang pada seluruh areal pembibitan yang sudah direncanakan. dapat digunakan pembibitan satu tahap (single stage). bagian pemancar yang dilengkapi dengan keran.

Pastikan Largebag sudah tersusun benar dengan posisi tegak dan telah diisi tanah. sedangkan untuk bibit . Angkat bibit PN (prenursery) hati-hati dan disusun keatas masing-masing kotak kayu sebagai tempat pengangkutan dari lokasi PN ke MN menggunakan mobil atau jonder. diameter 5cm. mudah dalam proses perawatan. System bibitan dengan mengguankan potray ini memiliki kelebihan diantaranya menghemat tempat atau lokasi bibitan. Lakukan penyiraman secukupnya segera sesudah transplanting Untuk pembibitan tahap awal PN (prenursery) di BGA tidak menggunakan babybag tetapi menggunakan potraykhusus berlogo BGA. Pre Nursery Tujuan pre nursery adalah memberi waktu lebih longgar untuk membuat persiapan area bibitan dan mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau setelah bibit memiliki 4-5 helai daun. Pada saat transplanting atau pemindahan bibit dari PN ke MN dibarengi dengan pemberian pupuk guano dan agroblen sebagai pupuk dasar yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar. Siram bibit di PN (pre nursery) sebelum dipindahkan 5. Dosis untuk pupuk guano ialah 15gr/pokok. Penentuan kerapatan tanaman pada area datar sangat dipengaruhi oleh jenis bibit yang akan ditanam. Untuk jenis bibt yang memiliki diameter daun cukup lebar (contoh .6.Pre Nursery juga bertujuan untuk mengoptimalkan dalam pemeliharaan. hal tersebut terkait dengan teknik penanaman dan pertimbangan saat panen. 6.1). Bibit ditanam ke largebag dan padatkan tanahnya 7. 2). Main Nursery Transplanting ke Main Nursery dilakukan pada bibit yang berumur 3 – 4 bulan atau setelah bibit memiliki 4 – 5 helai daun. 2. Satu hari sebelum transplanting dilakukan penyiraman guna memudahkan pembuatan lubang tanam 3. 1. sedangkan pupuk agroblen 50gr/pokok. berbentuk kerucut. Marihat) maka jarak tanam harus lebih dijarangkan agar pelepah daun tidak saling menutupi (bisa terjadi kompetensi sinar matahari).5 Kerapatan Tanam Terdapat perbedaan Kerapatan tanam antara area datar dengan area berbukit. ukurannya tinggi 10cm. Tata cara pelaksanaan transplanting dari pre nursery ke main nursery sebagai berikut : 1. Buat lubang ditengah largebag dengan menggunakan alat pelubang dengan kedalaman lubang disesuaikan dengan tinggi bibit (potrey) 4.

kecuali bila hujan dengan curahan 8 mm maka penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan.6.6 Kegiatan Perawatan Bibitan Kegiatan yang dilakukan di Pre Nursery (PN) antara lain pengairan atau penyiraman. yaitu instalasi irigasi . 1. pengendalian gulma.5 m Jarak tegak lurus antar bar 8.7.2 m 7.1 Kerapatan Tanam.yang memiliki diameter daun yang lebih sempit (contoh: PPKS Dumpy. Penyiraman di Pre Nursery (PN) dilakukan 2x dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari.62 m 160 8. dilakukan dengan cara manual dan tidak dianjurkan menggunakan herbisida. Adapun kegiatan – kegiatannya antara lain : 1 Persiapan lokasi bibitan utama. Tabel 1.6. Transplanting Bibit Kegiatan transplanting yaitu kegiatan pemindahan bibit dari pembibitan awal ke pembibitan utama. pengendalian hama dan penyakit (PHPT) dan seleksi bibit. pemupukan. Kerapatan tanam (pohon/Ha) 128 Jarrak tanam anatara pohon (segitiga sama sisi) 9.8 m 7.4 m 8.23 m 130 9.3 Liter/potre per hari.97 m 148 8.2 – 0.14 m 136 9. Pengendalian gulma dilakukan 2 minggu sekali atau bisa kurang dari seminggu sesuai kebutuhan. konsolidasi bibit. Kebutuhan air untuk setiap bibit adalah 0.5 m 7. Socpindo) maka dapat ditanam lebih rapat.36 m Sumber : Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1.

Pemberian Mulsa Mulsa diberikan segera setelah penanaman. Untuk efektifitas penyemprotan agar tidak terkena bibit biasanya menggunak sunggup bulat yang dipasang pada ujung semprot. d). f). pagi dan sore.6. Kebutuhan air ini dapat dipenuhi dengan penyiraman selama 60 menit. Cara penaggulangannya adalah dengan memperbaiki sitem pengairan. rotasinya 1 bulan 1x dengan menggunakan alat semprot. mulsa yang dipakai di perusahaan BGA adalah daun lalang kering yang dipotong – potong. Penyiraman dilakukan 2x dalam sehari. b).8 Kegiatan di Main Nursery a). c).2 3 4 Pengisisan media tanam berupa tanah mineral ke dalam largebag Penyusunan largebag Pembuatan lubang tanah. Pengendalian Hama Hama yang biasa terjadi pada bibit adalah gejala kulvlaria dengan ciri bercak spot – spot coklat. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan secara manual (weding) dan dengan cara herbisida kontak. Pemupukan Pengaplikasian pupuk dilakukan 1 minggu setelah transplanting dan disebar merata pada permukaan polybag. Apabila gejala makin parah bibit harus di isolasi dan diberikan perlakuan pestisida. Konsolidasi Bibit . bahan aktif parakuat untuk pengendalian gulma diluar polybag. Pengendalian dengan cara aplikasi sistemik dan non mistemik. 1. e). Penyiraman Penyiraman memerlukan 2 – 3 liter air per hari dengan sistem mist irigation : sumisamsui / kirico. pemupukan dan media tanah.

yang mengakibatkan kerusakan pada Kelapa Sawit. maupun kelambatan atau kelainan pertumbuhan.1 Pancang Tanam Pancang titik tanam dilakukan sesudah dibuat jalan utama dan jalan koleksi agar barisan tanaman dapat rapi. Kemudian. Tanah galian dipisahkan antara topsoil dan subsoil. penomoran blok menggunakan kayu blok yang berukuran 10 x 30 cm. Jarak pancang tanam disesuaikan dengan kerapatan tanam.2 Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam ukuran 60 x 60 x 40 cm disiapkan sebelum penanaman dilakukan. walaupun demikian karena penenman biasanya dalam skala luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai denagn syarat –syarat kultur teknis.5 Konsolidasi Adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam.3 Lansir Bibit Lansir bibit adalah pengeceran bibit yang sudah siap tanam dari bibitan utama dan diecerkan kelokasi tanam dijalur CR sesuai dengan jumlah tanam menggunakan zonder.7. Oleh karena itu untuk untuk memperbaiki kesalahn tersebut perlu dilakukan konsolidasi. Kesalahan tanam yang disebabkan oleh penanaman yang terburu-buru atau karena kurangnya pengawasan dari mandor tanam.7. Nomor blok tersebut dipasang pada . tanah yang bekas galian ditimbunkan kembali. polybag disobek dan bibit dimasukkan kedalam lobang tanam dengan posisi tegak. tinggi 1 meter.Yaitu kegiatan menegakkan bibit atau polybag yang condong serta meratakan tanah dan memadatkan. Persiapan dan penanaman kelapa sawit diperkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik.4 Penanaman Sebelum bibit ditanam kelapangan lubang tanam diberikan pupuk guano sebanyak 35ogr dan pupuk RP 500gr diberikan secara bersamaan. 1.7 Penanaman Kelapa Sawit 1. 1. Konsolidasi bertujuan agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan sempurna.7.1 Penomoran Blok Penomoran blok dilakukan setelah penanaman.8 Kegiatan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 1. Kegiatan konsolidasi harus sudah selesai 2 bulan setelah penanaman. 1. biasanyan tanaman yang doyong atau roboh maka harus ditegakkan atau dipadatkan bagian tanahnya.7. Pembuatan pancang tanam diawali dengan pemasangan pancang kepala menggunakan kompas / GPS. 1. 1.8.7. kondisi lahan dan jenis bibit. 1.

2 Pembuatan Piringan dan Pasar Rintis Tujuan pembuiatan piringan. 1. pasar rintis dan perawatan gawangan adalah : 1. Penomoran blok ini harus sudah selesai setelah penanaman.4 Pemeliharaan Jalan Kegiatan yang diklakukan dalam pemeliharaan jalan a. Sensus TBM 1 Pada TBM 1 bertujuan untuk mengetahui tanaman yang mati.5 Pengendalian Gulma . a). guna memastikan kerapatan yang ideal maka perlu dilakukan kerapatan tanam.8. yakni sensus pokok mati ( pada TBM 1) dan sensus produktif ( pada TBM 2 dan 3). b). Efektivitas pemupukan 1.8.8. titik kosong pohon yang diserang hama maupun abnormal.8.l: 1 2 3 Perataan Jalan Memperbaiki saluran air ditepi jalan Pengerasan jalan Penimbunan. 1. 1.3 Sensus Pokok Kerapatan tanaman yang ideal harus sudah dicapai pada bulan ke dua belas setelah penanaman. pada umur 6 bulan dan umur 10 bulan. Sensus TBM 2 dan 3 ( Tanaman Non produktif) Sensus ini bertujuan untuk mengetahui tanaman yang tidak produktif. air dan sinar matahari 2. Ada dua kategori sensus.4 titik antara persingpangan CR dan MR. Sensus tanaman dilakukan sebanyak 3x. pada umur 2 bulan setelah tanam. Mempermudah pekerja untuk melakukan pekerjaan selama periode TBM 3. dimulai pada saat kastrasi pada bulan ke 14 dan 18. Mempermudah pengawasan dilapangan 4. Mengurangi kopetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan hara.

1). gulma pakisan ( Ferns). Standar dan tindakan pengendalian gulma pada TBM di BGA Group Kendawangan dimulai tanaman baru sampai dimulai tanaman baru sampai tanaman menghasilkan dilakukan dengan 3 cara. Gulma berkayu ( Brush weede). sedangkan untuk tanaman berumur 12 . piringan harus dibersihkan. Gulma terdiri dari berbagai macam kelompok. Ada beberapa cara yang biasa digunakan dalam penanggulangan gulma antara lain: 1 2 3 Memusnahkan gulma berbahaya Mengembangkan/ melestarikan tanaman berguna / inang secara terkendali Menerapkan konsep pengelolaan gulma terpadu dengan memberdayakan seluruh komponan pengendalian yang meliputi: kulur teknis. yaitu gulma berdaun pita (grasses). Jenis herbisida yang digunakan untuk tanaman berumur >12 bulan menggunakn herbisida kontak. Oleh kaerna itu gulma yang ada di lokasi gawangan. sabit. kimiawi. tindakan frepentif. pasar pikul. cangkul dan kait. a. Pengendalian secara preventif dan kultur teknis Cara penanggulangan gulma dengan cara preventif yaitu dengan penanaman kacangan sebagai penutup tanah yang dapat menekan pertumbuhan gulma. Secara kimia Salah satu cara penanggulangn gulma dengna cara kimia adalah dengan menggunakan herbisida. didongkel menggunakan cangkul.Gulma merupakan vegetasi yang tumbuh secara alami dengan menjadi pesaing bagi tananaman kerena dapat mengganggu dan merugikan pertumbuhan serta produksi dpat terhambat. mekanis. yaitu secara prevensif. secara mekanis dan kimia. Biologis. b. Gulma langsung ditebas dimulai dari pangkal batang hingga daun terluar pokok kelapa sawit. gulma berdaun lebar(Broadleaves). Untuk gulma berkayu. Secara mekanis Pengendalian gulma dengan mekanis menggunakan parang.

5 – 1.bulan yaitu herbisida sistemic.0 200 97 7 VLV100 1.0 25 – 50 - .2 400 90 4 polyjet kuning 1. 1.2 Jenis Nozzle dan Spesifikasinya Volume Lebar semprot NO 1 Nozzle Polyjet merah (meter) 2 semprot (liter/ha) 1000 Rata semp Kg 247 2 polyjet biru 1.0 800 – 1000 256 6 VLV 200 1.0 100 42 8 VLV 50 1 50 30 9 No drif Nozzle 1.0 – 1.2 225 - 10 CDA 0.2 400 -600 68 5 polyjet hitam 1. Tabel.0 – 1.5 600 – 800 165 3 polyjet hijau 1.2 – 2. Alat ini yang memiliki ujung semprot yang disebut nozel.2 – 2.2 – 2. Untuk pembersihan jalan rintis dan gawangan disesuaikan dengan jenis gulma yang menjadi sasaran. Alat yang digunakan dalam pengendalian gulma secara kimia yaitu alat semprot (Knap Sack). berikut ini merupakan spesifikasi jenis nozel.

Mengurangi kompetisi hara. Misalnya. Alasannya karena jika diberantas akan dapat mendorong terjadinya erosi. Pemberantasan Lalang Kondisi TM harus bebas dari lalang. Akibat Serangan hama tikus. Misalnya.8.9. berakar dangkal dan tidak tinggi (pakis) masih dapat ditoleransi. akan membuat gagal panen sehingga para petani akan merugi secara ekonomi. Apabila masih ditemukan lalang dalam jumlah sedikit. Pasar Tengah dan TPH adalah: . tindakan yang dilakukan berupa spot spraying dan wiping. Tidak semua gulma harus diberantas misalnya rumput-rumput dan tanaman lain yang lunak. Mempermudah pengawasan dari satu gawangan ke gawangan lain 3. penunasan dan pengawasan serta mengurangi kompetisi dengan gulma dalam penyerapan hara. air dan sinar matahari. Secara Ekonomi: organisme pengganggu tanaman (OPT) yang merusak tanaman inang (tanaman utama) sehingga merugikan secara ekonomi karena mengakibatkan kehilangan hasil yang diharapkan.9 Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) 1. Pasar Rintis. jika yang diserang adalah bagian daun maka akan mengganggu proses foto sintesa dari tanaman.6 Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Biologi: Organisme yang mengganggu tanaman secara Biologi karena merusak bagian tanaman tertentu yang mengakibatkan terganggunya proses biologi dari tanaman. Mengurangi sarang / inang hama sehingga populasi hama bisa ditekan. air dan sinar matahari 2. pemupukan. Fungsi dari piringan.1 Pengendalian Gulma Pemeliharaan Gawangan Tujuan pengendalian gulma di gawangan : 1. Pemeliharaan piringan. Pasar Rintis. Pasar Tengah dan TPH Pemeliharaan akses kedalam blok dan kepohon untuk mempermudah aktivitas panen. 1.11 Cone Nozle 500 - Sumber : Buku Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1.

10 Perisapan Panen Pada masa peralihan TBM ke TM untuk mendapatkan semua potensi pada tahap awal produksi diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik terhadap sarana dan prasarana yang berhubungan dengan proses panen. pelepah dipotong serapat mungkin ke pohon kurang lebih 15 cm agar brondolan tidak tersangkut. 3. waktu. 1.2 Penunasan (prunning) Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempermudah aktivitas panen dan memperlancar penyerbukan.9. yakni sebagai tempat pengumpulan hasil panen sebelum diangkut ke pabrik kelapa sawit (PKS) 1. dosis. 1.3 Pemupukan Pemupukan tanaman menghasilkan (TM) dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman guna menunjang pertumbuhan untuk mecapai produksi yang optimal.9. Pemupukan memerlukan biaya yang sangat besar.1. Pasar Rintis dan Pasar Tengah. serta ketahanan terhadap hama dan penyakit. TPH. oleh karna itu dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 5 tepat yaitu tepat jenis. yakni sebagai jalan untuk mengangkut buah ke TPH dan menjalankan aktivitas operasional lainnya. serta pelepah yang tidak memiliki daun harus dibuang.1Kastrasi .10. cara dan administrasi. Ketentuan dalam penunasan. yakni sebagai tempat penyimpanan pupuk dan daerah jatuhnya tandan buah dan brondolan 2. Dasar penentuan dosis pemupuka untuk TM berdasarkan hasil analisa daun dan analisa tanah. Adapun kegiatan menjelang produksi anatara lain: 1. Pada waktu penunasan pelepah yang tidak berfungsi lagi. Piringan.

1.10. maka untuk kegiatan kastrasi bunga betina dipohon non produktif (St1 s/d St4) tidak dibuang. Membuang semua pelepah kering 3. dan kelas II atau seterusnya umur 18 bulan. Membersihkan semua sampah disekitar pohon untuk mempermuah mengutip brondolan. Membuang tandan yang terkena penyakit tirathaba dan disusun digawangan mati 2. 1. 5.3 Pembuatan Titi panen Titi panen harus dibuat setiap jalan rintis yang melewati parit maupun saluran air.10. Kegiatan katrasi : 1. Pada tanah kelas 1 rotasi kastrasi dimulai umur 14 dan diakhiri pada umur 20 bulan sedangkan tanah kelas II/III rotasi dimuali pada umur 18 dan diakhiri pada 24 bulan.Pada kondisi normal. 3. Pada kastrasi rotasi terakhir bunga jantan jangan dibuang. Pada saat dimulai kastrasi di bulan 14 dan 18. Membuang bunga betina dengan dodos ukuran maks.10. TPH yang standar dan biasa digunakan dalam perkebunan kelapa sawit adalah sebagai berikut: . agar jalan rintis dapat dilewati tanpa hambatan. karena akan digunakan sebagai media pengembangan elaidobius camerunicus 4. Tidak ada pemotongan pelepah pada saat kastrasi. kegiatan sanitasi: 1.2 Sanitasi Untuk mempermudah proses panen dan mendapatka kondisi buah yang baik pada saat panen. maka diperlukan sanitasi pad 3-4 bulan sebelum panen pertama dimulai. 1.4 Pembuatan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) TPH diperlukan sebagai tempat untuk mengumpulkan hasil produksi panen atau TBS (tandan buah segar) kelapa sawit. 8cm dan disusun rapi digawangan mati 2. kastrasi mulai dilakukan untuk tanah kelas I umur 14 bulan.

Distribusi buah mengumpul. Jika menggunakan sistem 6/7. Membagi buku notes potong buah . Pemberian nomor TPH terdiri dari nomor blok dan nomor TPH 1. 2. buah lebih cepat masuk ke PKS.7 Mandoran Panen Mandoran panen yaitu mandor yang bertugas mengontrol dan mengawasi karyawan panen yang terdiri dari 15 orang atua lebih. Memudahkan pengontrolan.5 Perlatan panen Peralatan panen yan perlu disiapkan pada penen perdana : dodos ukuran 8cm. sehingga pengontrolan lebih sistematis. ddengan demikian maka transportasi TBS akan lebih efektif. Menghancakan karyawan 2.1. Ukuran TPH: – TM I dan II ukuarannya 2x3m. gancu. kapak buah.10. maka areal panen yang ada dibagi 6 seksi. Persiapan tenaga berondol. 4. 3. Memberikan target/ sasaran yang jelas.6 Seksi Potong Buah Seksi potong buah adalah pembagian wilayah atau areal panen dalam luasan tertentu yang merupakan petak-petak lokasi (terdiri dari beberap blok) yang menggambarkan tempat dilakukan panen. Permukaan tanah di TPH harus rata sehingga memudahkan untuk penempatan TBS. pengaruk berondol. 1. artinya dalam satu munggu dilakukan 6 hari panen. maka arah panen dapat ditentukan secara berurutandari blok yang satu ke blok yang lain. Wilayah panen terkonsentrasi/mengumpul yang bertujuan untuk memudahkan pengontrolan dan meningkatkan output karyawan diarenakan tidak terlalu jauh untuk pindah hancak. 2.10. sedangkan untuk areal berbukit atau bergelombang disesuaikan dengan kondisi lapangan. dengan pembagian seksi potong buah. TM II dst ukutrannya 3×4 m 3.10. 4. Tujuan pembuatan seksi panen adalah . Adapun tugas-tugas mandoran: 1. 1. TPH dibuat setiap 3 jalan rintis untuk areal datar. 1. angkong.

Hancak artinya daerah kerja atau jalur tempat karyawan melaksanakan pekerjaan. 1. 6. Mengontrol kerja karyawan Memeriksamutu buah dan hancak karyawan Melakukan taksasi poong buah Megisi administrasi. Oleh karena itu seorang mandor harus aktif dalam menghancakan karyawan dan mengawasi pekerjaannya. Hancak Tetap Yaitu sistem hancakan diamana mandor dan karyawan telah memiliki daerah yang telah ditentukan (hancak tetap). sementara pemanen dalam mandoran tersebut selalu dilakukan giring sesuai dengan kebutuhan. 4. Hancak Giring tetap permandoran Yaitu sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan dalam mandoran tersebut telah memiliki hancak tetap. Bedanya dengan sistem giring murni adalah bahwa sistem giring ini yang memiliki han cak tetap hanya sebatas permandoran sedangkan karyawan tidak memiliki hancak tetap. Akan tetapai mandor harus tetap akatif mengawasi hasil pekerjaan karyawan maupun menghancakan pemanen ke hancak baru.3.8 Sistem penghancakan Sistem penghancakan adalah suatu metode atau cara menempatkan karyawan (pemanen) pad suatu daerah (jalur) tertentu. output pemenen dsb.10. karena sistem ini memungkinkan seorang karyawan tidak punya ras tanggung jawab terhadap hncaknya dan butuh waktu yang lebuh lama untuk pindah hancak. tidak boleh pemanen lain memasukinya kecuali sepengatahuan mandor. misalnya berdasarkan karepatan panen. seperti BKM dan pusingan potong buah Memeriksa alat kerja karyawan. Dengan sistem ini rasa tanggung jawab pemanen akan . Cara/sistem pengacakan yang dikenal di BGA ada tiga cara: Hancak Giring murni Yaitu sebuah sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan sensntiasa digiring atau tidak memiliki hancak tetap. Hancak ini biasa diterapkan pada areal yang baru panen. 5. 7.

1 Sensus Produksi Sensus produksi adlah pencacahan/ penghitungan/ padatan terhadp tanaman ks yeng bertujuan untuk mengetahui / memperkirakan produksi selama satu semester (enem bulan memdatang). perun/rumpuk. yaitu dengan cara menekan kehilangan prouksi (losses) hingga O %. Dasar pemikirannya adalah apabila diketahui jumlah janjangannya dan berat janjangannya. Kerapatan buah masak Jumlah tenaga potong buah Umur tanaman Jumlah brondolan dan persentase siap borong Curah hujan 1. Administrasi yang tidak akurat Selain itu untuk mengendalikan kehilangan produksi tersebut dapat juga dengan mengendalikan pusingan/rotasi panen agar tetap normal. yaitu: 1. 2. maka akan dapat diketahui berapa kira-kira tonase yang akan didapat . Untuk mengambil produksi tersebut maka perlu cara yang dianamakan panen. imas. 5.11. Gagang panjang (GP) 7. Para meter yang digunakan untuk mengetahui produksi semester tersebut adalah jumlah janjang yang ada dipokok dan berat janjang ratarata (BJR). di mulai dari urutan-urutan kegiatan pekerjaan dilapangan yang dimulai dari kondisi hutan yang dibloking. Langkah-langkah pengendalian pusingan panen adlah dengan mengetahui informasi mengenai: 1. tumbang. Janjangan buah busuk 6. Buah/Brondolan tidak dikutip 4. dst hingga tanaman mulai menghasilkan/ produksi. Buah masak tinggal dipokok 3. Buah mentah 2. 3.11 Kegiatan Panen Untuk menjadi sebuah perkebunan. Adapaun factor-faktor yang menyebabkan terjadinya losses. 4. Buah/Brondolan dicuri 5.lebih tinggi dan mandor panen akan lebih mudah dalam melakukan kontrol terhadap hasil pekerjaan karyawan. 1. maka dalam pemanenan ini diupayakan semaksimal mungkin dengan menekan biaya yang seminimal mungkin dan mengambil produksi semaksimal mungkin.

yang bertujuan untuk mendapatkan jumlah janjang yang akan dipanen dalm suatu blok. Proses input data hasil sensus produksi dilaksanakan dalam waktu 5 hari setelah sensus. Semester 1 adlah bulan januari s/d juni. maka akan melakukan sensus pada 882 pokok. Kamudian dari pokok-pokok sampel ini akn diketahui jumlah rata-rata janjang per pokoknya. Penghitungan janjang yang dilaksanakan pada titik sensus dan pokok sensus. dan sensus produksinya dilaksanakan pada tangal 20 s/d 31 desember tahun lalu. Taksasi ini didasarkan pada prsentase kerapatan panen yang ditentukan dari hasil sensus panen. maka panen besok -66Ha.11. tiap mandoran harus melakukan taksasi sebesar 10% dari tiap total pokok produktif pada 2 blok tsb. Sensus dilakukan sebesar 10 % dari pokok produktif pada areal yang akan dipanen esok hari (semakin banyak semakin akurat data yang diperoleh). Dengan mengetahui perkiraaan produksi esok hari maka dapat menentukan jumlah tenaga kerja atau HK yang dibutuhkan dan jumlah alat transportasi (Truk/trailer) yang digunakan. kedua dengan penimbangan di PKS. maka tiap mandoran memdapat 2 blok. dapat ditentukan dengan 2 cara: pertama penimbangan dilapangan TPH. jika kerapatan /populasi tanaman =136pokok/ Ha.Sebagai contoh. seksi (areal panen besok) terdiri dari 6 blok. Sensus produksi terdiri dari 3 macam pekerjaan.3 Kriteria Panen . Yang maksud dengan jumlah dan berat janjang adalah janjang dan berat janjang sampel/contoh dari satu blok yang akan ditaksir produksinya. 3. Jadi jika 1 blok =33Ha. dengan 3 mandoran. Semakin banyak sempel maka data yang didapat semakin akurat. Sedangkan semester II ialah bulan juni s/d desember tahun ini dan sensus produksinya dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 30 juni tahun ini. Persiapan tanda-tanda sensus (pembuatan dan perbaikan) dan kelengkapan alat sensus. 1. Sensus dilakukan 10% dari 66Ha = 7Ha .2 Taksasi Potong Buah Taksasi potong buah adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperkirakan produksi pada esok hari. 1.selama satu semester. Data harus diterima oleh Departemen pusat yang berada jakarta paling lambat 7 hari setelah sensus. 1.11. 2. Sensus pokok ini dilakukan setiap 6 bulan yang disebut dengn semester. Menentukan BJR.

Pedoman yang digunakan untuk kematangan tersebut didasarkan pada jumlah brondolan yang lepas secara normal. yaitu buah masak biasanya berwarna merah jingga. terutama pada kondisi pokok tanaman yang sudah tinggi. BGA Group Tabel 1. Jika tidak sengaja maka buah diantrikan dan ditandai pada gagang buah dengan huruf berwarna merah. Menetukan kematangan buah juga ditentukan berdasarkan warna buah. mentah atau busuk.4 Istilah dan Simbol-simbol yang berkaitan dengan kematangan buah: Istilah Simbol Tindakan Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Keterangan Un Ripe atauMentah Hitam Under Ripe atauKurang Buah BM - Buah yang tidak membrondol. apabila terpotong maka karywan dikenakan denda. Tabel 1. Akan tetapi cara ini kurang efektif. Karyawan yang memoton . yaitu 1 brondolan per Kg TBS.3 Pedoman umum yang digunakan untuk menentukan kriteria buah masak adalah sebagaiberikut: Umur tanaman Jumlah brondolan 0-4 brondolan >5 brondolan Gagang busuk 3-7 tahun 0-10 brondolan >15 brondolan Gagang busuk 8-20 tahun 0-20 brondolan >20 brondolan Gagang busuk >20 tahun Sumber : PT.Adalah pedoman yang digunakan untuk menetuakn apakah buah itu dinyatakan matang. Buah yang telah membrondol akan tetapi belum sesuai d kriteria yang telah ditetapkan.

Di perusahaan BGA kendawangan. yaitu 1 brondol /Kg TB lebih. dilumatkan di dalam buah. Buah yang telah dipanen sebaiknya segera di angkut ke Pabrik untuk diproduksi menjadi CPO dan TBS jangan dibiarkan dilapangan lebih dari 7-8 jam. Buah ini biasanya diakibatkan ka keterlambatan pusingan. Sisa pengepresan berupa ampas dikeringkan untuk memisahkan biji dan sabut. atau buah yang tertinggal pada pusingan yang lalu. Over ripe atauKelewat masak Empety Bunchatau buah busuk Sumber : PT. Buah yang membusuk sehingga hanya janjangan kosong (empty bunch/B) yang tertinggal. Di pabrik buah akan direbus. TBS diangkut ke Poliplen atau ke Kalteng.masak atau Mentah merah Ripe atau Masak/ Normal buah ini harus diperingatkan. BGA Group 1. Dan harus diturunkan. digaster. Setelah buah dipanen kemudian disusun di tempat pengumpul hasil (TPH).com/2011/10/26/budidaya-tanaman-kelapa-sawit-prospek-yangcerah-di-ketapang-kalimantan-barat/ perkebunan kelapa sawit .4 Transportasi Buah BB Buah yang membrondol lebih dari 75 % brondolan yang pada janjang buah tsb. jika berkali-kali diingatkan masih tetap menurunkannya maka dikenakan denda buah mentah Buah BN Buah denagn kriteria yang tepat. dikarenakan PKS belum jadi. dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah. Biji dikeringkan dan dipecahkan agar inti (kernel) terpisah dari cangkangnya.11.wordpress. Oleh karena itu pengiriman TBS masih belum maksimal dan terkadang terlambat. masih dalam proses pengerjaan. Karena akan meningkatkan ALB yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas CPO yang tentunya akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri. dipres dengan mesin untuk mengeluarkan minyak dan dimurnikan. http://anthosusantho. maka tugas krani panen adalah mencatat hasil TBS yang ada di TPH.

jumat. Salah satu faktor penghambat yang perlu dipertimbangkan selain benih yang baik adalah serangan hama dan penyakit. baru akan dipanem hasilnya setelah 2-3 tahun ditanam di lapangan. memahami dan upaya mendeteksi siklus hidup hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit secara dini mutlak harus dilaksanakan karena akan memudahkan tindakan mencegah terjadinya ledakan serangan hama dan penyakit yang tak terkendali. Kelapa sawit yang ditanam saat ini. Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit. sebelumnya harus mengenal dan memahami jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit merupakan jenis usaha jangka panjang. biaya pengendalian melalui deteksi dini dipastikan akan jauh lebih murah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. Secara ekonomis. Untuk mendapatkan produksi yang optimal. Selanjutnya segera deteksi siklus hidup hama dan penyakit agar mudah dalam melakukan pencegahan dan pengendaliannya. seperti ada / tidaknya serangan hama dan penyakit. Sebagai tanaman tahunan. terjadi mutasi dari TBM menjadi Tanaman Menghasilkan (TM) terjadi pada tahun ketiga setelah tanam. 26 februari 2010 Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Mengenal. karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi yang dapat menghambat produktifitas harus dipahami dan diupayakan solusinya. Hal ini sesuai dengan tujuan penanaman kelapa sawit yaitu untuk menghasilkan produksi yang optimal. Mutasi tersebut mutlak dilakukan dan perlu mendapat perhatian baik dari segi lamanya masa TBM maupun persiapan yang perlu dikerjakan sebelum tanaman dikerjakan. . Pekerjaan awal ini sangat mempengaruhi kualitas hasil buah yaitu kastersi / tunas pasir. Pendekteksiasi tersebut dapat menyelamatkan tanaman kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit yang merugikan sehingga produksi dapat dipertahankan. Dalam keadaan normal. pada kelapa sawit dikenal periode Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang lamanya bervariasi 2-3 tahun tergantung pada beberapa faktor yang terjadi di sekitarnya.

kumbang Adorektus dan Apogonia. pengelola harus mengetahui hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. serta babi hutan. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. Hal ini menyebabkan kehilangan daun (defoliasi) tanaman yang berdampak langsung terhadap penurunan produksi.Secara ekonomis biaya pengendalian melalui deteksi dini terhadap hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dipastikan akan jauh lebih rendah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. Jadi sudah seyogyanya jika ingin sukses dalam usaha perkebunan kelapa sawit. diposkan oleh perkebunan di 11:36 1 komentar ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. Sedangkan penyakit yang menjadi masalah pada tanaman kelapa sawit diantaranya penyakit daun pada pembibitan. . tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). tikus. rayap. 1. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. Hama dan Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit diantaranya ulat api. dan penyakit busuk pucuk (spear rot). penyakit busuk pangkal batang (ganoderma). ulat kantong. Tanah gambut (lebih satu meter dalam). Ulat Api dan Ulat Kantong Serangan hama ulat api dan ulat kantong (ulat pemakan daun kelapa sawit) telah banyak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dengan terjadinya eksplosi dari waktu ke waktu. penyakit busuk tandan buah (marasimius).

Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan.0 Pueraria phaseoloides 1. Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit.1 Calopogonium caeruleum 0. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). hutan atau kawasan tanam semula. Jika mempunyai tapak semaian sendiri. Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:     Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. keadaan tanah (curam atau rata).Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal.6 . khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4.

Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam.    Taburkan 150g . Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan.5 (28) 8. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik.  Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar.200g baja Fosfat didalam lubang.     Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Lazimnya. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Jumlah Pokok Meter (Kaki) 8. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan.7 (29) Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) .

solum cukup dalam (80 cm). pH tanah 4-6. baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. permukaan air tanah cukup dalam. tanah gambut saprik. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas. air dan cahaya matahari. diposkan oleh perkebunan di 11:34 0 komentar BUDIDAYA KELAPA SAWIT BUDIDAYA KELAPA SAWIT I.000 mm. Berdrainase baik. Tanah Latosol. dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.). beraerasi baik dan subur.0 (30) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. II. Curah hujan tahunan 1. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA . PENDAHULUAN Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. 2.1.9.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. PT. SYARAT PERTUMBUHAN 2. Ultisol dan Aluvial. dan tanah tidak berbatu. III. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. Temperatur optimal 24-280C. Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari.2. Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). Media Tanam Tanah yang baik mengandung banyak lempung. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah.500-4.

siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0. 16 & 20 (8 gr).3. Pemeliharaan Pembibitan Penyiraman dilakukan dua kali sehari.1. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm.1. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. 24. minggu ke 4 & 5 > 15-15-6-4 (4gr).2. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena . Kecambah ditanam sedalam 2 cm. minggu ke 30. minggu ke 38 & 40 (20gr). 15.11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. minggu ke 10 & 12 (8gr) Mingu ke 14. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Sebelum bibit ditanam.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. 3.1. > POC NASA Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0.1. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan. > 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr). Minggu ke > 12-12-17-2 22. minggu ke 23 & 25 (6gr). Tanah di polibag harus selalu lembab. 26 & 28 (12gr). Bibit tidak normal. 34 & 36 (17gr). Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman 3. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut : Pupuk Makro Minggu ke 2 & 3 (2 gram).5-2. 32. Penyemaian Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.1. 29 & 31 (8gr) Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).5 tutup per liter air. Penentuan Pola Tanaman Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Pembibitan 3.2. minggu ke 27. Teknik Penanaman 3.2. minggu ke 6 & 8 (6gr).

3. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. 3. 3. mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma).1.3. setelah hujan turun dengan teratur. 3. Sehari sebelum tanam.dapat memperbaiki sifat-sifat fisika. kimia dan biologi tanah. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Pemupukan Anjuran pemupukan sebagai berikut : Pupuk Makro .2.2. mencegah erosi. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Populasi 1 hektar + 135145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Cara Penanaman Penanaman pada awal musim hujan. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman.3. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. 3. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Jarak 9x9x9 m. 3. Pemeliharaan Tanaman 3. Areal berbukit. Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.3. Penyulaman dan Penjarangan Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan.3. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.2.5 m dari sisi lereng.2. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1. Penyiangan Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma. siram bibit pada polibag.3.

30 & 36 75 kg/ha 2. 12.April). Dosis 3-4 tutup/ pohon Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. setiap 4 . 60 dst 1200 kg/ha 1. Bulan ke 48 & 60 750 kg/ha 1. Bulan ke 6. 12. Dosis 3-4 tutup/ pohon Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. 54. 24. 48. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret. Bulan ke 6. 18. 24. 60 dst 40 kg/ha TSP MOP/KCl Kieserite Borax NB.Urea 1. Bulan ke 42. 48. 54. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.2. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA Tahap 1 : Aplikasikan 3 . setiap 3 – 4 bulan sekali b. 60 dst 600 kg/ha 1.4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. 30 & 36 225 kg/ha 2. Bulan ke 6. 24.5 bulan sekali >36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. Bulan ke 6. 30 & 36 200 kg/ha 2. 12. 30 & 36 20 kg/ha 2. 18. Bulan ke 42. Bulan ke 42. POC NASA a. 18. Bulan ke 6. 30 & 36 115 kg/ha 2. 60 dst 1000 kg/ha 1. 54. 24. 48. 18.3. Dosis POC NASA mulai awal tanam : 0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. 12. Bulan ke 42. 54.) . 18. 24. 48. 12.

3.6. dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.3. Pemangkasan produksi Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan. Pemangkasan pasir Membuang daun kering. Pemangkasan Daun Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu: a.4. 2.3. Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka. a. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar. bentuk buah lebih sempurna. Penyerbukan Buatan Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan. Pemangkasan pemeliharaan Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai. 3. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer. . Cara penyerbukan: 1. Kastrasi Bunga Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan. Bak seludang bunga.3. Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium. b. produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.3. c. warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Penyerbukan oleh manusia Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan).5. b.

4. daun mengering. Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. Gejala: pelepah mudah patah. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. pemberian air irigasi di musim kemarau. c. Root Blast Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. terjadi pembusukan akar. 3. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki . Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona. penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Bagian diserang daun. Bagian diserang batang.4. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal. tanaman dewasa layu dan mati. Hama a. Hama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Gejala: bibit di persemaian mati mendadak. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun.3. Bagian diserang akar. b. Bagian yang diserang adalah daun. .2. Dry Basal Rot Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Penyakit a. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. daun membusuk dan kering. Hama dan Penyakit 3. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik. b. Bagian diserang adalah daun. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.4.1. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. daun muda mati dan kering. Garis Kuning Penyebab: Fusarium oxysporum.

. .Biji dipanaskan dalam germinator selama 60 hari dengan suhu tetap 39oC dan kadar air 18%.0.Curah hujan minimum 1000-1500 mm /tahun.Suhu optimal 26°C. kaya akan humus dan tidak mempunyai lapisan padas. . Minyak sawit selain digunakan sebagai minyak makanan margarine. aerasi dan draenasenya baik.5 . terbagi merata sepanjang tahun.5 tahun dan masak 5. . dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen.5.1. Pengecambahan Biji.7. lilin dan dalam pembuatan lembaran-lembaran timah serta industri kosmetik . . diposkan oleh perkebunan di 11:33 0 komentar B U D I D AYA KELAPA SAWIT B U D I D AYA KELAPA SAWIT Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. dapat juga digunakan untuk industri sabun.Dapat tumbuh pada bermacam-macam tanah. hingga kadar air naik menjadi 24%. SYARAT -SYARAT TUMBUH . . Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan.3.5. Yahim – Sentani – Jayapura Oktober 1992 Agdex: 161/20 Kelapa sawit ( Elaeis guinensis jacg ) adalah salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil. .Kelembaban rata-rata 75 %.pH tanah antara 5. asalkan gembur.Kemudian biji direndam dalam air mengalir selama 6 hari.5 bulan setelah penyerbukan. Panen 3. . 112/92 Diterbitkan oleh : Balai Informasi Irian Jaya Jl. Umur Panen Mulai berbuah setelah 2. PEMBIBITAN a. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih. sedikitnya 60% buah telah matang panen.

Biji dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 38 x 39 cm sebanyak 500 biji. tumbuhnya lurus serta bakal daun dan bakal akarnya berlawanan arah.Buatlah lobang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm. dibersihkan dari semak-semak dan rumput-rumput liar.Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan. tidak boleh diinjak-injak agar tidak terjadi kerusakan.Masukkan bibit ke dalam lobang dengan hati-hati dan kantong plastik dibuka. .Bibit yang tingginya lebih dari 150 cm. . Persemaian dan Pembibitan . kemudian ditutup rapat .Buatlah naungan persemaian setinggi 2..Selanjutnya biji dikeringkan selama 3 jam dalam ruangan yang teduh. 2 minggu sebelum tanam dengan jarak 9 x 9 x 9 m membentuk segitiga sama sisi.Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan tanaman . warnanya kekuning-kuningan.Lobang tanam ditutup kembali dan jangan dipadatkan. PENANAMAN .Kecambah dipindahkan kekantong plastik ukuran 14 x 22 cm dengan tebal 0. . daunnya dipotong untuk mengurangi penquapan. tebal 0.Buatlah lobang tanam sedalam 3 cm.Lakukan penyiraman polybag sebelum penanaman kecambah dan selanjutnya pada setiap pagi dan sore setelah penanaman.Kecambah yang tumbuh normal dan sehat.Setelah bibit berumur 3 bulan dipindahkan kedalam polybag yang besar dengan ukuran 40 x 50 cm. .5 m . . . . b. PEMELIHARAAN TANAMAN .Biji yang belum berkecambah pada umur 30 hari dibuang saja.Setelah 10-14 hari. .08 mm. PERSIAPAN LAHAN .Isilah polybag dengan tanah lapisan atas yang dibersihkan dari kotoran dan dihancurkan sebelumnya. .Lahan diolah sebaik mungkin.Lobang ditimbun dengan tanah. .Tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 1 kg/lobang. biji mulai berkecambah. . . .2 mm.

. Setora nitens.Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar sebanyak 60%. . pada awal dan akhir musim penghujan dengan cara menyebar merata di sekitar piringan tanaman. .Anjuran pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seperti pada tabel 1. Dasna trina. .Dipilih tandan yang buahnya sudah masak dengan tanda adanya sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ). Metisaplama. agar penyebaran cahaya matahari lebih merata. . Mg. mempermudah penyerbukan alami. . . Hama ulat kantong dikendalikan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif metamidofos 200/liter atau 600 g/liter.1000 kg N.Lakukan pemupukan 2 kali dalam satu tahun. hama ulat api dengan insektisida yang mengandung bahan aktif permetrin 20 g/liter dan monokrotofos 600 g/lite. memudahkan panen dan mengurangi penguapan. Bo per Ha/tahun. .Perkebunannya menghasilkan . . .Potonglah daun yang sudah tua.Hama-hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Ulat Kantong.Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3 tahun dan selalu dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar. PANEN .Sedangkan pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM). minyak industri. Sumber : Dinas Perkebunan Dati I Propinsi Irian Jaya diposkan oleh perkebunan di 11:31 0 komentar Kelapa sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak. Sedangkan penyakitnya busuk tandan Marasmius sp. . Thosea asigna.Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainage. K. kebutuhan pupuk berkisar antara 400 . maupun bahan bakar (biodiesel).baru yang seumur dengan tanaman yang mati. Mahasena Coubessi dan Ulat Api.Telah dapat menghasilkan pada umur 30 bulan setelah tanam. P.Pemanenan dilakukan 1 kali seminggu. .Penyiangan gulma dilakukan 1bulan sekali.Cara panen dengan memotong tandan buah.

Jawa.Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. pantai timurSumatra. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelahMalaysia. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak. hingga merah tergantung bibit yang digunakan.Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. dan Sulawesi. ungu. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Buah bergerombol . Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh.Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. == Pemerian botani == African Oil Palm (Elaeis guineensis) Kelapa sawit berbentuk pohon. daunnya tersusun majemuk menyirip. Seperti jenis palma lainnya. hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam.

15° LS). Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). kandungan asam lemak bebas (FFA. dan Tenera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing- . Minyak dihasilkan oleh buah. guineensis danE.Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalancangkang. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. 20002500 mm setahun. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU . yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi.Buah terdiri dari tiga lapisan:*Eksoskarp. cangkang pelindung intiInti sawit (kernel. Setelah melewati fase matang. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. E. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.*Mesoskarp. oleifera. yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Pisifera. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujanstabil.=== Syarat hidup ===Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin. yang terdiri dari    Dura. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi Tipe kelapa sawit Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. serabut buah *Endoskarp.

Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. dan lilin. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. dan memiliki kandungan karoten tinggi. [sunting] Hasil tanaman Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan. Bunga dan buahnya berupa tandan. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos. bila masak berwarna merah kehitaman. Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. rendah kolesterol. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik. Buahnya kecil. Untuk pembibitan massal. kulit dan industri farmasi. Daging buahnya padat. mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin.[1] Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah.sabun. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. kawat. industri baja. sekarang digunakan teknik kultur jaringan. bercabang banyak. margarin.masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. radio. kosmetika. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. . Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%. sabun.

Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Schadt. . sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli. produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor. maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura". Di Malaya. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industripertengahan abad ke-19. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) danAceh. Hingga menjelang pendudukan Jepang. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif. Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan. Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup. Semenjak pendudukan Jepang. dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia).[sunting] Sejarah perkebunan kelapa sawit Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belandapada tahun 1848. Malaya pada 1911-1912. Pada tahun 1911. perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran. Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang. dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dariAfrika. kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911.[2] Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruhmiliter) yang tidak berhasil meningkatkan hasil. seorang Belgia. Kuala Selangor. Luas areal perkebunan mencapai 5. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli.Sumatera Utara dan di Rantau Panjang. dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS). Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. yang lalu diikuti oleh K.123 ha. dengan ketinggian sekitar 12m.

Burung hantu mampu bertelur 2-3 kali dalam setahun. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan terhadap satuan lahan yang telah ditetapkan berdasarkan hasil survei tanah. khususnya yang berkaitan dengan kultur teknis. Predator ini mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5%. Pembangunan kebun kelapa sawit yang tidak didahului dengan evaluasi kesesuaian lahan akan menimbulkan banyak masalah pada waktu mendatang. Penggunaan burung hantu sebagai musuh alami merupakan satu alternatif penanggulangan hama tikus di perkebunan kelapa sawit yang sangat efektif dan efisien. Sementara itu. maka berbagai faktor pembatas lahan dapat diatasi secara dini. Telur yang dihasilkan bervariasi antara 4–19 butir. Seekor burung hantu mampu memangsa tikus 2–5 ekor sehari. Apabila evaluasi kesesuaian lahan dilakukan. Evaluasi kesesuaian lahan didahului oleh kegiatan survei dan pemetaan tanah untuk mendeskripsikan satuan-satuan lahan. Pada umumnya penanggulangan serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida). Evaluasi kesesuaian lahan didasarkan pada penilaian beberapa karakteristik lahan yang disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit. sehingga akan meningkatkan biaya pengelolaan kebun. kemudian menjadi dewasa setelah berumur 8 bulan. * * * . * * Pengendalian Hama Tikus dengan Burung Hantu * Burung hantu (Tyto alba) merupakan predator tikus yang sangat potensial pada perkebunan kelapa sawit.diposkan oleh perkebunan di 11:24 0 komentar kelapa sawit kelapa sawit Evaluasi Lahan * Tahap awal dari pembukaan perkebunan kelapa sawit adalah melakukan evaluasi lahan. ambang kritis serangan tikus di perkebunan kelapa sawit sebesar 10%. Hasil evaluasi kesesuaian lahan bermanfaat dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. khususnya untuk mencapai produktivitas tanaman sesuai dengan potensi lahannya. Namun cara ini dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan dianggap tidak ekonomis. bergantung pada ketersediaan makanan. Biaya pengendalian serangan tikus dengan burung hantu hanya berkisar 50% dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi.

Feromon tersebut dikemas dalam kantong plastik. dan tempat berkembang biaknya. sehingga permasalahan hama menjadi lebih rumit. Komponen utama feromon sintetis kumbang tanduk adalah etil-4 metil oktanoat. seperti munculnya resistensi dan resurgensi hama. Di samping itu. Feromon merupakan bahan yang mengantarkan serangga pada pasangan seksualnya. misalnya Decis 2. sedangkan jamur Cordyceps aff. Pemanfaatan mikroorganisme entomopatogenik dapat mengurangi atau bahkan menggantikan insektisida kimia sintetis (semua jenis insektisida golongan piretroid sintetis. Mikroorganisme entomopatogenik tersebut merupakan sarana pengendalian hayati yang efektif. Penggunaan feromon sebagai insektisida alami sangat efektif.5 DC dan Matador 25 EC) dalam pengendalian ulat api di perkebunan kelapa sawit. Pengendalian ulat api menggunakan bahan alami terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan insektisida kimia sintetis. dan lebih murah dibandingkan teknik pengendalian konvensional. dan jamur Cordyceps aff. tanaman inang. dan aman terhadap lingkungan. dengan biaya pengendalian hanya 7% dari biaya pengendalian secara kimiawi. yaitu virus ßNudaurelia. militaris. Virus ß Nudaurelia dan MNPV efektif mengendalikan ulat. Biaya pemanfaatan feromon hanya 20% dari biaya aplikasi insektisida dan pengutipan kumbang secara manual. efisien. kumbang tanduk juga mematikan tanaman muda sampai 25%. Penggunaan insektisida kimia sintetis selama ini justru seringkali menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. militaris efektif untuk kepompong hama tersebut. multi plenucleopolyhedrovirus (MNPV). Hal itu disebabkan harga feromon yang murah dan cara aplikasi di lapangan * * .Pengendalian Hayati Ulat Api Menggunakan Entomopatogenik * Pengendalian hayati ulat api Setothosea asigna pada kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme entomopatogenik. ramah lingkungan. * * * Feromon untuk Pengendalian Kumbang Tanduk * Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) umumnya menyerang tanaman kelapa sawit muda dan dapat menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama menghasilkan hingga 69%. mangsanya.

sehingga bahaya pencemaran lingkungan oleh insektisida kimiawi dapat dihindari.000. Aplikasi limbah cair memiliki keuntungan antara lain dapat mengurangi biaya pengolahan limbah cair dan sekaligus . Serangan BPB dapat terjadi sejak bibit sampai tanaman tua.000/kg. Busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit dapat dikendalikan dengan menggunakan biofungisida Marfu-P. Biofungisida Marfu-P banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit milik negara dan swasta. tetapi gejala penyakit biasanya baru terlihat setelah bibit ditanam di lapangan. * * * * Tanaman kelapa sawit yang terserang busuk pangkal (Ganoderma boninense) (a). Ganoderma pada akar kelapa sawit dan pada potongan akar karet sudah melapuk setelah 3 bulan perlakuan Trichoderma. dan tanaman kelapa sawit yang teraplikasi dengan biofungisida Marfu-P selama 6 bulan (b). Biofungisida Marfu Pengendali Jamur Ganoderma boninense Penyebab busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit adalah Ganoderma boninense yang merupakan jamur tanah hutan hujan tropis. Manfaat yang diperoleh dengan adanya aplikasi biofungisida Marfu-P adalah pengendalian BPB bersifat ramah lingkungan.tidak banyak membutuhkan tenaga kerja. Bahan aktif yang digunakan untuk biofungisida Marfu-P adalah sporakonidia dan klamidospora jamur Trichoderma koningii (isolat MR 14). Jamur G. boninense bersifat saprofit (dapat hidup pada sisa tanaman) dan akan berubah menjadi patogenik apabila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit yang tumbuh di dekatnya. Harga biofungisida Marfu-P hanya sebesar Rp4. Hasil uji aplikasi Marfu-P menunjukkan bahwa satu bulan setelah perlakuan masih dijumpai adanya Ganoderma dan Trichoderma pada potongan akar yang sama. Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit * Limbah cair pabrik kelapa sawit dapat digunakan sebagai pupuk. Harga satu sachet feromon sebesar Rp75.

6 mm ECH/ha/bulan dapat menghemat biaya pemupukan hingga 46%/ha. satu unit tangki * .berfungsi sebagai sumber hara bagi tanaman kelapa sawit. PKS mini dirancang khusus untuk perkebunan kelapa sawit dengan luas 160-300 ha. Limbah cair pabrik kelapa sawit telah banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit baik perkebunan negara maupun perkebunan swasta. Namun investasi ini diikuti dengan peningkatan produksi TBS dan penghematan biaya pupuk sehingga penerimaan juga meningkat. Di samping itu.000 kg TBS/jam.2 kg kieserit. Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton/jam akan menghasilkan sekitar 480 m3 limbah cair per hari. dan hanya memerlukan lahan 2. yaitu dengan mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi dan selanjutnya ke parit primer dan sekunder (flatbed). aplikasi limbah cair juga akan mengurangi biaya pengolahan limbah. PKS mini sangat mudah dioperasikan. 3.5-1 ton TBS/jam. Limbah cair tidak menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap kualitas air tanah di sekitar areal aplikasinya.5 m x 1. satu unit double screw press mini. Penggunaan limbah cair mampu meningkatkan produksi TBS 16-60%.000 mg/l yang berasal dari kolam anaerobik primer. yaitu satu unit boiler yang mampu menghasilkan 600 kg uap/jam dengan tekanan 3 kg/cm. hanya memerlukan tenaga kerja 6 orang/shift.5 m x 0. PKS M-1000 terdiri atas delapan unit peralatan pengolahan. Dosis pengaliran limbah cair adalah 12. Pembangunan instalasi aplikasi limbah cair membutuhkan biaya yang relatif mahal. satu unit thresher dengankapasitas 1. Aplikasi limbah cair 12.6 mm ekuivalen curah hujan (ECH)/ha/bulan atau 126 m3/ha/bulan. 0. menggunakan limbah sawit sebagai bahan bakar. Ukuran flatbed adalah 2. dan 1.25 m.500 m2. dua unit steriliser. * Parit sekunder pada aplikasi limbah cair sistem flatbed * * Pabrik Kelapa Sawit Mini * Pabrik kelapa sawit (PKS) mini merupakan salah satu teknologi alternatif pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 0. sehingga areal yang dapat diaplikasi sekitar 100-120 ha.3 kg SP-36.0 kg MOP. Kolam anaerobik primer * Metode aplikasi limbah cair yang umum digunakan adalah Pengaliran limbah cair PKS dengan sistem flatbed sistem flatbed. Kandungan hara pada 1m3 limbah cair setara dengan 1.5 kg urea.500–5. * Kualifikasi limbah cair yang digunakan mempunyai kandungan BOD 3.

screw press (d). satu unit tangki penampung minyak. sterilizer (b).4/kg. tandang kosong sawit (TKS) yang merupakan limbah padat PKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik. serta satu unit nut cracker dengan kapasitas 500 kg biji/jam. thresher (c). dan tangki penampungan (j) Palm Baking Shortening * Shortening dari fraksi minyak sawit merupakan suatu formula yang mempunyai karakteristik mirip dengan produk shortening komersial Shortening dari minyak sawit (a). NPV= Rp708.78%.200 liter. PKS Mi-1000 secara ekonomis layak diusahakan dengan parameter ekonomi sebagai berikut: IRR= 24. payback period= 3 tahun. fibrating screen (i). * * Unit pengolahan pabrik kelapa sawit mini: boiler (a). Selain itu.305.675/kg dan harga beli TBS Rp567. inti Rp1.150/kg. .5 miliar. dan forula lain yang mempunyai karakteristik mirip dengan shortening yang dibuat dari lemak hewani. Sasaran pengembangan PKS M-1000 adalah kelompok pekebun kecil kelapa sawit swadana. Teknik pendekatan formulasi dilakukan berdasarkan sifat fisika dan kimia produk komersial yang digunakan sebagai acuan. fruit elevator (g). Manfaat yang diperoleh petani kelapa sawit dengan adanya PKS M-1000 adalah petani lebih mudah melakukan pemasaran TBS. satu unit deperikarper dengan kapasitas 200 kg biji+serat/jam.23/kg TBS dengan asumsi harga CPO Rp3. digester (f).klarifikasi dengan kapasitas 1. ripple mill (h).18.000. dan usaha perkebunan skala menengah yang ongkos angkut TBS ke PKS lebih dari Rp75/kg TBS. biaya pengolahan TBS menjadi crude palm oil (CPO) adalah Rp368. clarification tank (e). dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) yang dibuat dengan bahan baku minyak kedelai dan minyak biji kapas yang terhidrogenasi parsial. * Dengan biaya investasi PKS M-1000 sebesar Rp1. B/C= 1. usaha perkebunan besar skala kecil. harga TBS yang dihasilkan petani menjadi bersaing sehingga pendapatanpetani bertambah.

Biaya produksi minyak makan merah yang dikembangkan PPKS sekitar Rp5. antioksidasi. sehingga aman dikonsumsi dan mudah dikembangkan pada skala industri kecil. dan pencegahan kanker. tanpa pewarna dan tanpa pengawet buatan. Harga minyak makan merah di Malaysia berkisar RM10/liter setara dengan Rp25.000/liter. yaitu sebagai sistem kekebalan tubuh.. penundaan penuaan. Teknologi proses minyak makan merah yang dikembangkan oleh PPKS tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan minyak sawit untuk industri shortening dalam dan luar negeri. Tingkat konsumsi * Minyak makan merah(a). dan aplikasi minyakmakan merah pada produk margarin (b) * * .* Produk shortening yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) tanpa melalui proses hidrogenasi. mi instan.000/liter. * Shortening dari minyak sawit (a). selai kacang). Minyak makan merah kaya akan karoten (± 440 ppm) dan vitamin E (± 500 ppm) yang sangat esensial untuk kesehatan. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) Minyak Makan Merah * Minyak makan merah adalah minyak alami hasil pengolahan lanjut CPO. Minyak makan merah dapat digunakan sebagai sumber vitamin A dan E. Palm baking shortening dari minyak sawit dapat memberikan alternatif baru bagi produsen shortening dalam memilih bahan baku. sehingga bebas dari lemak trans yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker (karsinogenik). Produk juga tidak menggunakan campuran bahan baku lemak hewani sehingga bebas dari kolesterol. Minyak makan merah dapat diaplikasikan pada minyak salad dan bahan nutrifikan pangan (margarin.

Dengan harga jal kompos bulk Rp400/kg. Proses pengomposan TKS dimulai dengan pencacahan TKS dengan mesin pencacah.minyak di Indonesia per kapita per tahun adalah 15 kg atau setara dengan 41 g/hari. Dengan asumsi produksi kompos per hari 60 ton. tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). keuntungan langsung yang diperoleh sebesar Rp366/kg atau sekitar Rp2. mengkonsumsi minyak makan merah 12 g/hari atau 29. Dengan demikian. Pada akhir pengomposan yang berlangsung selama 6-8 minggu. kompos diayak dan dikemas. maka biaya produksi kompos adalah Rp150/kg.2% dari konsumsi minyak per hari. Penerapan teknologi ini memungkinkan PKS untuk menerapkan konsep zero waste yang berarti tidak ada lagi limbah padat dan cair yang dibuang.5 kali seminggu dengan mesin pembalik BAKHUS dan disiram dengan limbah cair PKS. . diposkan oleh perkebunan di 11:19 0 komentar CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur.28 miliar/tahun sebelum pajak. TKS yang telah dicacah ditumpuk di atas lantai semen pada udara terbuka atau di bawah atap. Kompos dari Tandan Kosong Kelapa Sawit * Teknologi produksi kompos dari tandan kosong sawit (TKS) merupakan satu teknologi pengolahan limbah yang sekaligus dapat mengatasi masalah limbah padat dan limbah cair di PKS. sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa.000 RE (retinol equivalent). Kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa sekitar 800-1. * Proses pembalikan kompos tandan kosong sawit (a) dan kompos tandan kosong sawit kering (b). * Total biaya investasi produksi kompos dari TKS berkisar Rp4 miliar untuk PKS dengan kapasita 30 ton TBS/jam. Tumpukan dibalik 3.

keadaan tanah (curam atau rata). PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya.Tanah gambut (lebih satu meter dalam). Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. . masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. hutan atau kawasan tanam semula. Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. Jika mempunyai tapak semaian sendiri. Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:  Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang).

PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam.6   Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam.    Taburkan 150g . Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter.200g baja Fosfat didalam lubang. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan.1 Calopogonium caeruleum 0.0 Pueraria phaseoloides 1. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik.   Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit. . Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam.    Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.

2010 in Aspek Teknis Usaha. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengaturan tanaman penutup tanah yang melilit batang karet. Dengan cara demikian maka kegiatan pemeliharaan selanjutnya dan penyadapan dapat dilakukan dengan mudah. Pada masa TBM.25. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Usaha Perkebunan Pengendalian gulma.0 (30) Jumlah Pokok Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. pengendalian gulma lebih banyak menggunakan cara manual yaitu dengan mencabut/membersihkan gulma secara langsung dengan tangan/kored. Lazimnya. Dengan bertambahnya umur tanaman pada daerah yang dibebaskan dari gulma adalah daerah 1 meter sebelah kiri dan kanan barisan tanaman.com/ Pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam usaha Budidaya Tanaman Karet Apr. diposkan oleh perkebunan di 11:09 0 komentar http://teguhpranoto1991.blogspot. Pada tahap awal. Pengetahuan Umum. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. daerah di sekitar pangkal batang dibebaskan dari gulma.5 (28) 8. . Pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan dipusatkan di sekitar barisan tanaman. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Meter (Kaki) 8.7 (29) 9. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Cara pengendalian dengan menggunakan herbisida hanya dilakukan secukupnya saja.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. air dan cahaya matahari.

dapat diberantas dengan Fomac 2 atau Shell Collar Protectant atau Calixin Collar Protectant. penggunaan pupuk daun juga dapat dilaksanakan. 5. Sementara itu hama Kuuk (Exopholis hypoleuca) dapat diberantas dengan Basudin 10 G.1 sampai 0. Dengan cara demikian diharapkan akan tumbuh tunas dan menghasilkan bidang sadap yang baik. Untuk mengurangi tingkat evapotranspirasi di sekitar pertanaman. Pada tanaman belum menghasilkan lebih banyak mengalami serangan penyakit dari pada hama. P. Penyakit bidang sadapan kanker garis (Phytophora palmivora) diberantas dengan Difolatan 4 F konsentrasi 2 – 4 %. Untuk klon yang cenderung membentuk cabang digunakan cara pembuangan tunas.3%.5 m dipotong/dibuang sehingga batang tanaman akan tumbuh dengan baik (tinggi dan lurus). Pengendalian hama dan penyakit. 6.1. Pemupukan. maka pada daerah perakaran tanaman diberikan mulsa jerami. Pemupukan pada TBM berfungsi untuk mempercepat tanaman mencapai matang sadap. Sementara itu. Pemeliharaan jalan secara rutin dilaksanakan dengan selang/rotasi pemeliharaan 6 bulan sekali. Pemeliharaan jalan produksi. Sensus tanaman bertujuan untuk mengetahui jumlah dan kondisi tanaman yang ada di lapang. Dari beberapa penelitian perlakuan ini akan mengurangi evapotranspirasi. Pembentukan bidang sadap. Penyakit jamur upas (Corticum salmonikolor) dapat diberantas dengan Calixin Ready Mix 2%. 2. menurunkan suhu tanah dan meningkatkan ketersediaan air dalam tanah.5 m atau penguncupan (pengikatan daun-daun dalam satu payung) pada ketinggian 2. maupun TM disajikan pada Tabel di bawah ini. Dosis pupuk bagi TB. Penyakit tanaman karet lainnya yang seringpula ditemukan pada antara lain.1 – 0. K dan Mg dengan dosis sesuai anjuran daerah setempat. 1. 4. dapat diberantas penyemprotan larutan KOC. Penyakit yang sering menyerang tanaman karet pada umumnya adalah rayap (Coptotermes sp). Pada umumnya unsur yang diberikan adalah N. Untuk mengetahui akan terjadinya serangan hama/penyakit sejak awal maka perlu dilakukan pengontrolan tanaman secara rutin (early warning system). Cendawan akar merah (Ganoderma pseudoferrum) dapat diberantas dengan collar protectant. Untuk klon yang sulit membentuk cabang/tunas maka dilakukan pemenggalan (topping) pada ketinggian 2. Pupuk ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah tanaman yang harus disulam (konsolidasi tanaman). Jika dirasa perlu. Kebutuhan Pokok SPUmur Urea SP-36 KCl Urea KCl 36 Tanaman …… …… (gram/pohon)…….1% atau Daconil 75 wp dengan konsentrasi 0.2%. 3.2 % atau Difolan 4F konsentrasi 1 – 2 %. Pemberian mulsa ini dapat dilakukan sejak awal tanaman ditanam di lapang sampai tajuk tanaman sudah saling menutup. Pada cara ini terdapat tim yang bertugas mengidentifikasi tingkat serangan dan tim pengendalian serangan hama/penyakit. Pembentukan bidang sadap dilakukan dengan dua cara di bawah ini. jika menyerang TM. Cendawan akar putih (Rigidonporus lignosus). Semua tunas yang tumbuh di bawah ketinggian 2. TBM. Pemberian irigasi pada tanaman belum menghasilkan jarang sekali dilakukan. sedangkan penyulaman hanya dilakukan sampai tanaman berumur 4 tahun. 2. Penyakit daun Gloesporium pada TBM. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin dengan memperhatikan tingkat serangan yang terjadi. Sensus dan konsolidasi tanaman. Penyakit bidang sadapan Mouldyrot dapat diberantas dengan Benlate konsentrasi 0. dapat diberantas dengan sistem fogging menggunakan Daconil atau fungisida lainnya. yang dapat diberantas dengan menggunakan Chlordane 8 EC atau Basudin 6 0 EC dengan konsentrasi 0. Kegiatan sensus tanaman akan terus dilakukan sampai tanaman menghasilkan. misalnya Cabak dengan konsentrasi 0.5 m. (gram/pohon)……… TB 50 100 25 50 TBM 1 236 100 100 118 50 50 TBM 2 333 267 150 160 123 75 TBM 3 381 267 200 175 128 92 TBM 4 429 333 200 188 147 88 TBM 5 476 333 200 200 140 84 TM 1 – 524 333 350 265 170 175 25 Irigasi dan pemberian mulsa. Pada kondisi khusus (curah hujan tinggi) dapat saja .

Secara umum setiap tahun lilit batang tanaman karet akan bertambah antara 10 sampai 12 cm. sensus tanaman kopi(7). pemeliharaan TBM karet (38).perbaikan/peningkatan mutu jalan dilakukan di luar jadwal yang telah ditentukan. pemeliharaan karet TBM (11).icio. Pengukuran lilit batang. MAU ? MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA GASA REKOM BOYKE UNTUK EREKSI KERAS LEBIH 95RIBU KENCENG! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). pemeliharaan tanaman karet belum menghasilkan (10). tanaman belum menghasilkan (35). pupuk karet (16). pemeliharaan tbm (8). Dengan dilakukannya pengukuran lilit batang ini dapat dipersiapkan jumlah peralatan dan tenaga kerja penyadap yang diperlukan. Tanaman belum menghasilkan karet(5). Pengukuran ini secara rutin dilakukan 6 bulan sekali pada semua tanaman yang ada di lapangan. usaha Budidaya Tanaman Karet Flickr : Pengelolaan Tanaman.indikator-forex. Tanaman karet baru dapat disadap jika (1) lilit batangnya pada ketinggian 1 m dari pertautan lebih besar atau sama dengan 45 cm dan (2) 60% dari populasi. sensus tanaman perkebunan (10). pemeliharaan tanaman sawit (5). Pemeliharaan jalan ini dapat berupa penimbunan/pemadatan. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).us : Pengelolaan Tanaman. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). usaha Budidaya Tanaman Karet Zooomr : Pengelolaan Tanaman. pemeliharaan saluran dan perbaikan badan jalan. sensus tanaman karet (12). usaha Budidaya Tanaman Karet FOREDI UTK TAHAN LAMA SEX REKOMENDASI BOYKE! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. pengendalian gulma pada tanaman belum . TBM TANAMAN KARET (7). budidaya pengolahan tanaman sawit dan karet (8).com : pemupukan karet tbm (89). Pengukuran lilit batang dilakukan untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman dan terutama untuk menentukan waktu matang sadap. Technorati : Pengelolaan Tanaman. pemupukan tbm karet (23). sensus tanaman (25).BPOM. MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU KumpulBlogger.Rekom Boyke. usaha Budidaya Tanaman Karet Del.com BISNIS ONLINE UNTUK PEMULA MODAL HANYA 25RIBU 1X SEUMUR HIDUP GASA HERBAL UNTUK EREKSI KERAS ISTRI KETAGIHAN! Foredi Utk Tahan Lama Sex. perawatan tbm (4). MAU ? METODE ALAMIAH TAMBAH UKURAN VITAL FOREDI ANTI EJAKULASI DINI BIKIN ISTRI KETAGIHAN! FOREDI ATASI EJAKULASI DINI REKOMENDASI BOYKE www. TBM karet (13).com Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.

tbm (tanaman karet) (1). toping tanaman teh (1). 4. pengendalian gulma dengan cara irigasi (1).mengatasi rayap dipohon sawit (1). 2. cara topping tanaman durian (1). Pemupukan dan Merawat pohon karet (2). 3. Rekomendasi pemupukan karet TBM(1). Teknik pempercepat lilit batang karet (1). pupuk sawit tbm (1). kesimpulan makalah karet(2). perlakuan akuntansi untuk tanaman yang belum menghasilkan (1). Penyakit pada karet TBM (1). Pemeliharaan karet tanaman belum menghasilkan (1). pemupukan pohon karet (1). mengatasi hama rayap durian (1). Cara perawatan tanaman karet TBM (1). sensus tanaman manghasilkan (1). penyakit batang pada TBM 3 tanaman karet (1).com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belum-menghasilkan-tbm-dalam-usahabudidaya-tanaman-karet/ . metode sensus pohon (1). Cara memberantas rayap pada tanaman karet (1) 1. Mengapa mulsa jerami di berikan pada daerah perakaran (1). jurnal pada akuntansi tanaman belum menghasilkan (1). karet belum menghasikan (1). Upaya mempersingkat tanaman belum menghasilkan tanaman karet (1).menghasilkan dan tanaman menghasilkan (2). 5. Obat rayapuntuk tanaman sawit usia lima tahun (1). peraturan tanaman belum menghasilkan (1). umur pemenggalan karet (1). Tanaman belum menggasil kan (1). teknik toping pada pohon karet (1). cara sensus tanaman (1). www cara mengatasi hama rayap pd karet com (1). Dosis anjuran umum pemupukan tanaman karet tbm dan tm (1). Penjelasan tentang pemberian Perlakuan khusus pada tanaman (1). kebutuhan pupuk karet tbm (1). pemupukan tbm (1). metode pengolahan tanaman sawit (1). pembentuka cabang pada tanaman karet (1). tanaman belum menghasilkan pelakuannya secara akuntansi (1). gulma terdapat di tm apa di tbm (1).Cara pemeliharaan dan pemupukan pohon karet (1). Cara mempercepat lilit batang karet (1). binaukm com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belummenghasilkan-tbm-dalam-usaha-budidaya-tanaman-karet/ (2). Dosis pemupukan tanaman karet TM dan TBM (1). Cara pembasmi rayap pd tanaman karet (1). pengendali hama rayap putih di tanaman karet (1). sensus pada tanaman teh (1). Artikel Terkait: Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun) PERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET http://binaukm.

bebas lalang W4 : 50% kacangan + 50% gulma lunak. Penutup Tanah (M/P/W) Klasifikasi penutup tanah :      W0 : belum ada tanaman penutup tanah W1 : 100% penutup tanah kacangan W2 : 85% kacangan + 15% gulma lunak. Penyiangan Areal 1. bebas lalang W3 : 70% kacangan + 30% gulma lunak.    kacangan TBM 1 : tanaman pada tahun ke I ( 0-12 bulan ) TBM 2 : tanaman pada tahun ke II (13-24 bulan ) TBM 3 : tanaman pada tahun ke III (25-30 atau 36 bulan ) B. berlangsung 30 – 36 bulan.PERAWATAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN A. Terdiri atas : TBM 0: menyatakan keadaan lahan sudah selesai dibuka. Pengertian TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) Masa sebelum panen ( dari saat panen pertama ). ditanami penutup tanah dan kelapa sawit sudah ditanam pada titik pancang. bebas lalang P = penyiangan W = weeding W = menyiang Beberapa jenis gulma di perkebunan : Kategori Jahat/sangat mengganggu Nama Latin Imperata cylindrica Mikania micrantha Nama Indonesia/Daerah Lalang Sembung rambat .

babandotan Kentangan Rumput kancing ungu Meniran Kriteria pekerjaan : .Mikania cordata Mimosa pudica Mimosa invisa Eupatorium odoratum Lantana camara Clidemia hirta Melastoma affine Axonopus compressus Paspalum konjugatum Cyperus rotundus Gleichenia linearis Dryopterus arida Sedang dan lunak Ageratum conyzoides Borreira latifolia Borreira laevicaulis Phyllanthus niruri Mikania Putri malu. tembelekan Harendong Senduduk Rumput pahit/pahitan Rumput pahit/buffalo grass Teki Pakis kawat Pakis kadal Wedusan. kucingan Pls kucingan Putihan Tahi ayam.

TBM 2 : W1.0 m. pahitan.4 D-Amien. seperti pada TBM 1 TBM 3 : W3 Penutup tanah terdiri dari 70% kacangan + 30% gulma lunak Yang diberantas adalah gulma jahat. Bila vegetasi > 70 cm dengan dibabat.       TBM 1 : W1 penutup tanah seluruhnya (100%) kacangan.6 l/ha+0. wedusan.   TBM 1. 0. lalang. 4 – 6 HK/ha : 1x/2 bulan . 1 kali/2 bulan. 4 HK/ha 2. 8 HK/ha : 1x/bulan . teki (lihat daftar gulma) Kacangan yang merambat ke pohon kelapa sawit diturunkan Gulma lunak tidak perlu diberantas.5 m. . sintrong Penyiangan :    Bulan 1-4 Bulan 5-7 Bulan 8-22 Gawangan : intensif jarak 2-2-2-3-3-4-mg . TBM 2 : jarak dari pohon 1. Cara dengan menggaruk/mencabut gulma. 2. 1 kali/bulan . Rumput-rumput dan gulma lain dibersihkan semua. 3-4 HK/ha. mikania. 0. pakis.5 l/ha. 2 = 1 HK/ha TBM 3 = 0.5-1 HK/ha.75 HK/ha Piringan 3. 1x/bulan   TBM 1 : jarak dari pohon 1. 4-5 HK/ha. Secara manual : digaruk dengan arah keluar dan kedalam piringan secara bergantian.5-1 HK/ha   TBM 1 s/d TBM 2 = 1 x/bulan TBM 3 = 1 x/2bulan Secara khemis : Round up 0.

1x/2-3 bln. 2 HK/ha . Alat : cangkul. 25 cc/ltr air/ha.5% = 0.Amine 0. Jalan Pikul    Membuat jalan pikul sebagai jalan untuk pemeliharaan tanaman. 0. 0.2 : dengan garuk/ garpu lalang TBM 3 : dengan wiping. Herbisida jangan sampai mengenai tajuk kelapa sawit.5% = 0. Pangkal lalang dibersihkan dulu dengan arit.4 D.5% + Round up 0. 400 m/HK. 1x/2bln.5 l/100 l air/ha Pengendaliaan Lalang TBM 1. 1x/2-3 bln. 3-4 HK/ha.6%. Dongkel Anak Kayu 5. Secara khemis disemprot dengan herbisida.5 l/ha. TBM 2 : 1 jalan pikul untuk 4 baris tanaman. parang babat. Membuang / mendongkel anak semak anak kayu yang ada di areal dengan cangkul. kemudian di lap dari bawah ke atas sampai basah. 1x/2 bln Round up.5 l/100 l air/ha Round up (gliphosate) 0. 400 m/HK. 1x/3 bln.0 m.    TBM 1 : 1 jalan pikul untuk 8 baris tanaman. 400 m/HK. Lebar : 80 – 100 cm. TBM 3 : 1 jalan pikul untuk 2 baris tanaman.5 HK/ha. TBM 3 : jarak dari pohon 2. 0.6 HK/ha. Cara : Tanaman penutup tanah yang berada ditengah gawangan dibuka bersih menjadi jalan kontrol/pasar pikul.3 – 0. 0. · ·    Kain lap dicelupkan kedalam larutan herbisida. 1 HK/ha 4. Pemeliharaannya dengan cara manual/garuk atau dengan khemis di semprot dengan herbisida + 2. C.5-1 HK/ha   Gramoxone (parakuat) 0. Sebagai tanda sudah di lap ujung daun lalang dipotong/diputuskan.

0 m D.0 m 2. Bahan 30 m padas dan 1. 1x3 bln.2 JKT/ha Pemeliharaan rutin dengan cara membabat rumput – rumputnya. Parit Drainase ·     Mencuci parit ( C ) Bersihkan parit-parit yang ada dari hilir ke hulu.· Ketentuan dalam penggunaan nozzel untuk penyemprotan. C (m/HK ) P 25 D (m/HK ) 15 . 0.   Pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standart 10 m/ha/th. NOZZEL Merah Biru VLV 200 VLV 100 Vol semprot / ha 600 – 1000 ltr 400 – 600 ltr 200 ltr 100 ltr Lebar Sapuan 2.3 m 2. 1x/6 bln. E.100 m/HK.5 m sirtu (pasir batu). Mendalamkan Parit ( D ) Ukuran dan bentuk dipertahankan seperti semula. Rumput-rumput di tebing parit dibabat. Pemeliharaan Jalan.0 m 1.

5% TBM 3 =1% Penyisipan dilaksanakan pada musim hujan. Saat mendapatkan diperhatikan lurus/mata lima dengan tanaman yang lainnya.10 pk/ha. Bila perlu ditopang dengan bambu atau kayu. Penyisipan    Pohon yang mati/tidak normal diganti dengan bibit yang baru. Tapak Kuda 20 30 40 S (sekunder) T (tertier) K (kuarter) Tapak kuda dipelihara. 10 sat/HK. Benteng dan Rorak Secara manual. Teras Kontur Teras kontur dipelihara pada bentuk dan ukuran semula. Pohon yang miring atau kurang tegak diluruskan. J. I. Jumlah sisipan yang normal : TBM 1 = 5% TBM 2 = 2. dipelihara seperti bentuk semula. Titi Panen . Pemeliharaan tiap 1 tahun sebanyak 25% dari jumlah yang ada. 30 m/HK. H. 30 m/HK. Pemeliharaan 1 tahun sebanyak 25% (rotasi 1x/4 th ).S 40 T 60 K 90 Parit : P (primer) F. caranya dengan sedikit menimbun tanah kemudian dipadatkan. dipertahankan pada bentuk semula. K. Konsolidasi Dilakukan pada TBM 1. Dilakukan secara manual dengan cangkul. Cara-caranya seperti pada tanaman kelapa sawit. 25% per tahun. G.

: 0.18 HK/ha. Penutup tanah/rumput dibersihkan dengan cangkul.04 HK/ha.5 – 0. 2x/th. Pemupukan Jenis dan dosis pupuk TBM mengikuti pedoman pada Bab Pemupukan. Jarak antar TPH + 50 m ( tiap 6 gawangan ). dengan rincian umum:      Membuat administrasi persiapan Mengangkat pupuk Menabur pupuk Mengumpul goni Jumlah : 0.5 – 0. Tempat Pengumpulan Hasil     Dibuat 3 – 6 bulan sebelum panen. : 0. Bahan : Jembatan/titi Kayu/beton. Dibuat pada tempat-tempat yang di perlukan atau jumlahnya tergantung dari jumlah parit dan saluran air. .8 HK/ha. Standart tenaga tenega kerja 0. Memasang 10 – 15 m/HK. Penentuan jumlah dan panjang titi panen harus didasarkan data sensus yang benar Lebar titi panen bergantung kepada kebutuhan dan harus dapat dilalui angkong dengan ketentuan lebar titi panen sekitar 20 cm. Inventarisasi Pohon Dilakukan 1x/tahun dengan memetakan dan menghitung jumlah pohon yang ada di lapangan.04 HK/ha.30 HK/ha.8 HK/ha tiap jenis pupuk. 0. M. : 0. : 0. 1x/th N. Pemasangan : pada TBM 1= 25 % TBM 2 = 25 % TBM 3 = 50 % L.     Untuk mempermudah pemanen mengambil/mengangkut buah. Panjang titi panen bergantung pada lebar parit dan saluran air.56 HK/ha. Ukuran 2 x 2 meter.

Monitoring Pembungaan   Mencatat pohon-pohon yang telah mengeluarkan bunga. Q. O. Analisa Daun    Contoh daun mulai diambil pada masa TBM 3. 0. R. 2 tahun setelah tanam : 200 kg RP/ha.04 -0. Cara : dengan mengamati tiap pohon dan hasilnya digambarkan pada peta sensus. 1 KCD (Kesatuan Contoh Daun) diambil dari setiap blok (16-25 ha). Sensus efektif dilakukan bila terdapat petunjuk adanya kenaikan tingkat serangan hama/penyakit.06 HK/ha.· Kacangan penutup tanah dipupuk sebagai berikut :      3-4 minggu setelah tanam majemuk Rustika 15-15-6–4 sebanyak 40 kg/ha. · Membuang bunga jantan dan betina. 3 bulan setelah tanam : 80 kg RP/ha. 6 bulan setelah tanam : 120 kg RP/ha. 1x/2 mg. 0. 1 HK/ha. 0. 1x/bln. karena :   Buah yang jadi belum ekonomis di panen karena belum merata. 1x/bln. 1 tahun setelah tanam : 150 kg RP/ha.5 HK/ha Sensus global. P.5 HK/ha. Hama dan Penyakit    Lihat pada bab Hama dan penyakit. Energi agar dimaksimalkan untuk pertumbuhan vegetatifnya. Pohon contoh dan cara pengambilan contoh daun dapat dilihat pada bab pemupukan. o . Kastrasi. 0. 1x/ bulan. Dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14 – 18 ) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%. 1x/bln.04 HK/ha.

ziddu.html .o Cara : Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang. http://www.pdf. http://www. Standard Kebutuhan HK dan Material 1.pdf.ziddu. http://www.com/download/10565838/Budgetperawatanpe rTahuntbm3.ziddu.html 2.ziddu. http://www.ziddu. http://www.pdf.html 2. pelepah jangan terpotong. S.com/download/10565949/RunningCostTBMII. pdf.pdf.html Biaya Running Cost Versi Lain nya dapat di download disini 1.com/download/10565774/Budgetperawatanpe rTahuntbm2. 1 HK/ha Semua cabang kering dipotong mepet ke pangkal batang dengan alat dodos. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos.html 3.com/download/10565885/RunningCostTBMI.com/download/10567585/STANDARKEBUTUH ANHKMATERIALTBM.com/download/10565666/Budgetperawatanpe rTahuntbm0-1.html Biaya Estimasi Budget Perawatan dapat di download disini 1. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar.pdf. http://www. Tunas Pasir   Dilakukan 1 kali saja pada saat umur tanaman 18 atau 24 bulan.ziddu.

http://www.pdf.ziddu.com/download/10565968/RunningCostTBMIII .com/download/10617556/KASTRASIDANPENYERBUKA NBANTUAN. http://www. http://www.ziddu. http://www.ziddu.ht m 2.pdf.pdf.3.pdf.com/download/10566035/EstimasiRuningcost Alat.html .com/download/10566002/InvestasiAlat.html Tata Cara Kastrasi dapat di donlod disini 1.html Biaya Investasi Alat dan Perawatan Alat 1.ziddu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful