BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

JUNI 25, 2011 TINGGALKAN KOMENTAR

LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2009/2010 BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI PT. SAMPOERNA AGRO TBK., SUMATERA SELATAN Disusun oleh: Nama : Puput Ninggariawan I NIM : 05/185946/PN/10358 Program Studi : Pemuliaan Tanaman Jurusan : Budidaya Pertanian Dosen Pembimbing : Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc. JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKEDEMIK 2009/2010 I. LATAR BELAKANG Komoditi perkebunan memiliki peranan yang nyata dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan devisa negara. Salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia adalah kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan primadona ekspor non migas, oleh karena itu komoditi ini selalu menjadi pilihan banyak pengusaha untuk menanamkan modalnya. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dimulai sejak tahun 1911 di Sumatra Utara. Sejak saat itu perkebunan kelapa sawit mengalami banyak kemajuan sampai dengan pecahnya perang pasifik pada tahun 1940. Kemajuan perkebunan kelapa sawit ini didukung oleh lembaga-lembaga penelitian yang telah berdiri sampai dengan sekarang ini (Mangunsoekarjo dan Tojib, 2003). Ke1apa sawit bukan tanaman asli Indonesia namun saat ini kelapa sawit menjadi salah satu sumber daya pangan, pemasok kebutuhan minyak nabati nasional menggantikan ke1apa (Cocos nucifera). Di Indonesia minyak kelapa sawit mentah mulai dipergunakan sebagai bahan minyak goreng pada tahun 1980 ketika terjadi kelangkaan minyak goreng (Anonim, 1997). Produk utama kelapa sawit yang dimanfaatkan adalah tandan buahnya yang menghasilkan minyak dari daging buah dan kernel (inti sawit). Industri olahan minyak kelapa sawit dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu dalam industri pangan (misalnya pembuatan minyak goreng, lemak pangan, margarin, kue, es krim, dan permen) dan dalam industri non pangan (misalnya pembuatan sabun, detergen, dan surfaktan, pelunak, pelapis, ramuan komponen karet, pelumas, dan kosmetik. Pada saat ini telah dikenal beberapa varietas unggul kelapa sawit yang dianjurkan untuk ditanam di perkebunan. Varietas-barietas unggul tersebut dihasilkan melalui hibridisasi atau persilangan buatan antara varietas Dura sebagai induk betina dengan varietas Pisifera sebagai induk jantan. Terbukti dari hasil pengujian yang dilakukan selama bertahun-tahun, bahwa varietas-varietas tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya (Setyawibawa dan Widyastuti, 1998). PT. Sampoerna Agro Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kelapa sawit. Pelaksanaan pembudidayaan yang telah bertahun-tahun ini membuat perusahaan telah berpengalaman dalam

pengembangan, pendekatan sosial dan lingkungan. Selain itu, luas areal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut membuktikan bahwa perusahaan tersebut terus berkembang seiring dengan waktu. Areal penanaman kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Sampoerna Agro tersebar di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah (Anonim, 2006). II. TINJAUAN PUSTAKA Tanaman kelapa sawit berasal dari Guinea (pantai barat Afrika). Tanaman kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) termasuk anggota famili Palmae yang merupakan golongan tanaman keras penghasil minyak nabati. Berdasarkan taksonominya, tanaman kelapa sawit termasuk ke dalam divisi Tracheophita, kelas Angiospermeae, subkelas Monocotyledoneae, ordo Cocoideae, famili Palmae, subfamili Elaeis, spesies Elaies guineensis Jacq (Corley, 1976). Kelapa sawit termasuk tanaman berumah satu (monocious) yaitu tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman. Kedua jenis bunga tersebut keluar dari ketiak pelepah daun dan berkembang secara terpisah. Bunga dapat menyerbuk sendiri maupun menyerbuk bersilang. Tanaman kelapa sawit dapat dibagi menjadi bagian vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif terdiri atas akar, batang, dan daun, sedangkan bagian generatif yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan adalah bunga dan buah (Mangoensoekarjo dan Tojib, 2003). Deli Dura merupakan induk bagi sebagian besar tanaman kelapa sawit komersial yang saat ini ditanam di dunia. Material genetik lain yang dimiliki PPKS merupakan hasil introduksi dari Afrika maupun Amerika Selatan. Salah satu material yang diintroduksi dari Zaire adalah Tenera/Pisifera Binga, dilakukan pada 1987 oleh Balai Penelitian Perkebunan Medan. Material ini akan menjadi fokus penelitian pada 2006 untuk tujuan karakterisasi dan eksploitasi, mengingat mempunyai prospek dan potensi untuk dikembangkan terutama dari karakter kandungan minyak yang tinggi dan pertumbuhan meninggi yang lambat (Purba et al., 2006). Kegiatan karakterisasi mengacu pada Descriptor for Oil Palm. Karakter yang diamati adalah seluruh bagian tanaman yang dapat diidentifikasi sebagai pembeda dengan tanaman kelapa sawit lain. Pembeda yang dimaksud harus mengacu pada kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan suatu varietas. Hal ini merupakan standar yang ditetapkan oleh Kantor Pusat PVT Jakarta untuk pengajuan koleksi yang akan dilindungi, sedangkan keragaan hasil silang balik antara Elaeis oleifera dan Elaeis guineensis antara lain laju pertumbuhan meninggi yang lambat pada beberapa persilangan yang terbaik, yaitu berkisar antara 30–40 cm/thn, kemudian memiliki karakter tajuk kecil sehingga dapat ditanam dengan densitas tinggi per hektar, memiliki kualitas minyak yang cukup baik jika ditinjau dari kandungan oleat, asam lemak tidak jenuh, beta karoten yang lebih tinggi dibandingkan Elaeis guineensis, dan apabila ditinjau dari hasil analisis pada satu populasi silang balik generasi pertama maka dapat ditemukan rerata kandungan beta karoten lebih tinggi dari 1000 ppm, bahkan nilai tertinggi dapat mencapai 2118.63 ppm (Purba et al., 2006). Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh baik pada daerah tropikal basah di sekitar lintang utara-selatan 12° pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut. Jumlah curah hujan yang baik adalah 2000-2500 mm/tahun, tidak memiliki defisit air, suhu optimal adalah 24-28° C dengan suhu minimum 18°C dan maksimal 32°C, kelembaban udara 80%, penyinaran matahari 5-7 jam/hari dan kecepatan angin 5-6 km/jam. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, hidromorfik kelabu (HK), regosol, andosol, organosol dan alluvial. Sifat fisik tanah yang baik untuk kelapa sawit yaitu memiliki solum setebal 80 cm, tekstur ringan, memiliki pasir 20-60%, debu 10-40%, dan liat 20-50%, kemudian memiliki perkembangan struktur baik, konsistensi gembur sampai agak teguh dan permeabilitas sedang, pH tanah sekitar 5-5½, dan memiliki kandungan unsur hara dalam tanah yang tinggi (Lubis, 1992). Benih kelapa sawit mengalami dormansi (keadaan sementara istirahat tanaman) yang cukup panjang. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi (400 C selama 80 hari) untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaaban 60-80 % dengan temperatur 35 oC. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm, optimal 2.000-3.000 mm/tahun. Kelapa sawit tumbuh

baik pada tanah dengan struktur gembur atau remah yang cukup tebal lapisannya dan banyak mengandung humus dan mineral. Permukaan air tanah harus cukup dalam, sebab perakaran kelapa sawit tidak berkembang baik pada air tanah yang dangkal (Heurn, 1985). Pengolahan tandan buah segar sampai diperoleh minyak sawit kasar (Crude Palm Oil, CPO) dan inti sawit dilaksanakan melalui proses yang cukup panjang. Secara ringkas urutan pengolahan kelapa sawit yang dimaksud adalah sebagai berikut (Setyawibawa, 1998) : a. Pengangkutan buah dari kebun ke pabrik b. Perebusan buah (sterilisasi) c. Pelepasan buah (stripping) dari tandan dan pelumatan (digesting) d. Pengeluaran minyak (ekstraksi) e. Pemurnian dan penjernihan minyak (klarifikasi) f. Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah g. Pengeringan dan pemecahan biji h. Pemisahan inti dari cangkang Pembibitan kelapa sawit biasanya memerlukan waktu selama 12 bulan sampai siap ditanam ke lapangan, yang terdiri dari 2 tahap yaitu 3 bulan pembibitan awal (pre-nursery) dan 9 bulan pembibitan utama (main-nursery). Terkadang pembibitan kelapa sawit ada yang lebih dari 12 bulan berhubung terlambat dipindah ke lapangan, karena beberapa pertimbangan (Siregar dan Purba, 1992). Perawatan tanaman merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dan menentukan masa produktif tanaman. Perawatan bukan hanya ditujukkan terhadap tanaman semata, tetapi juga pada media tumbuh (tanah). Perawatan tanaman kelapa sawit meliputi penyulaman, penanaman tanaman sela, pemberantasan gulma, pemangkasan, pemupukan, kastrasi dan penyerbukan buatan (Syamsulbahri, 1996). Panen dan pengolahan hasil merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Kegiatan ini memerlukan teknik tersendiri untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Hasil panen utama dari tanaman kelapa sawit adalah buah kelapa sawit, sedangkan hasil pengolahan buah adalah minyak sawit. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Pelaksanaan pemanenan perlu memperhatikan beberapa kriteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengan kualitas minyak yang baik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen, cara panen, alat panen, rotasi dan system panen, serta mutu panen (Fauzi et al., 2002). III. ISI A. Keadaan Umum Kebun Hikmah Dua 1. Sejarah Kebun Kebun Hikmah Dua (HD) merupakan bagian dari PT Telaga Hikmah yang menjadi anak perusahaan dari PT Sampoerna Agro Tbk. Sebelumnya PT Telaga Hikmah merupakan bagian dari PT Tania Selatan yang kemudian dijual kepada PT Selapan Jaya. Pada pertengahan 2007 PT Sampoerna Agro mengambil alih kepemilikan kelompok PT Selapan Jaya termasuk di dalamnya adalah PT Telaga Hikmah. Keadaan Fisik Kebun Kebun HD terletak di Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir. Berikut batas-batas Kebun Hikmah Dua : - Utara : Desa Pulau Geronggang - Selatan : Desa Embacang (Kebun Hikmah Tiga) - Barat : Desa Maribaya - Timur : Desa Kayu Labu (Kebun Hikmah Lima) Jarak antara Kebun HD dengan ibukota kabupaten ± 3 jam, sedangkan dengan ibukota propinsi ± 7 jam dengan menggunakan roda empat pada keadaan lancar. Kebun HD memiliki kontur tanah yang bergelombang dengan

kemiringan hingga ± 15º dengan ketinggian 0-50 m dpl. Temperatur harian di kebun HD belum pernah dicatat sebelumnya, namun diperkirakan 25º C pada malam hari dan 36º C pada siang hari. Curah hujan di kebun HD sendiri cukup tinggi dengan 2000 mm per tahunnya. 2. Struktur Organisasi Kebun HD dipimpin oleh seorang senior manajer yang membawahi langsung asisten-asisten divisi dan KTU. Kebun HD terdapat 3 divisi inti, 2 plasma, serta 1 bibitan, sehingga ada 6 asisten divisi. Sedangkan untuk bagian administrasi dipimpin oleh seorang asisten kantor (KTU). Selain itu terdapat karyawan baik pegawai bulanan (PB), karyawan harian tetap (KHT), serta karyawan harian lepas (KHL). Pada bagian tata usaha kebun KTU dibantu oleh 9 orang kerani dengan pembagian 1 kerani pembukuan, 1 kerani administrasi, 1 kerani alat berat, 1 kerani produksi, 1 kerani divisi inti, 1 kerani divisi plasma, 1 kerani divisi bibitan, 2 kerani gudang. 3. Fasilitas Kebun Kebun HD memiliki fasilitas perumahan (kamp) karyawan baik G1, G2 maupun G6 yang secara keseluruhan berjumlah ± 250 pintu dengan lebih dari 200 kepala keluarga. G1 merupakan perumahan menejer, G2 untuk asisten lapangan, KTU, dan satpam. Sedangkan G6 untuk karyawan baik PB, KHT maupun KHL yang berasal dari kerani, pemanen, sopir, hingga pemuat. Kebun HD juga dilengkapi dengan sarana ibadah (mesjid), sarana olahraga (lapangan bola kaki, tenis meja, lapangan bulu tangkis, dan lapangan bola voli). Selain itu, Kebun HD menyediakan fasilitas air dan listrik gratis bagi masyarakat yang tinggal di kamp Kebun HD. Gambar A.3.1. Kiri: Perumahan Karyawan; Kanan: Mesjid Baitur Rahman. Kebun HD memiliki kantor yang terletak di sebelah timur kamp. Fasilitas yang terdapat di kantor terebut adalah 4 buah komputer (3 administrasi dan 1 KTU), 2 buah printer dot matrix (Epson LQ 2180), 1 buah mesin fotokopi, scan dan printer (Minolta), 2 buah pendingin udara / AC (ruang menejer dan ruang rapat), 5 set meja kerani, 6 set meja asisten, 1 set meja KTU dan 1 set meja menejer serta 1 set sofa tamu. Selain itu, juga terdapat 3 buah kipas angin, masing-masing di ruang kerani, ruang administrasi dan ruang KTU. Gambar A.3.2. Kiri: Gudang; Kanan: Ruang administrasi. B. Budidaya Kelapa Sawit 1. Persiapan dan Pengolahan lahan Persiapan lahan merupakan tahap awal dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Ruang lingkup dari tahap ini adalah pra survey, survey, merintis dan pengukuran lahan serta koordinasi ke instansi terkait. Kegiatan pra survey departemen GAL dan menejer kebun bersama dengan asisten melakukan peninjauan dan meneliti calon kebun secara langsung guna mendapatkan informasi data kesesuaian dan ketersediaan lahan, tenaga kerja, pra sarana, partisipasi masyarakat serta dukungan pemerintah setempat. Sedangkan kegiatan survey dilakukan oleh menejer kebun dan asisten bersama instansi pemerintah (Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup / Bapedalda, Tokoh Masyarakat) untuk menilai status legalitas dan kesesuaian lahan. Maksud survey areal adalah untuk menentukan batas areal, luasan yang akan ditanami kelapa sawit, situasi vegetasi, topografi dan batas konsesi areal yang dicadangkan. Dari hasil survey ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan sistem pengawetan tanah, air, penentuan sistem jaringan jalan, emplasmen, kantor, perumahan dan pabrik. Sedangkan merintis dan pengukuran lahan adalah kegiatan pengukuran keliling lahan yang akan dijadikan kebun sesuai dengan peta pencadangan lahan. Dalam pembukaan lahan perlu diperhatikan beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, yaitu: - Cagar budaya atau situs - Flora dan fauna yang dilindungi - Kelerengan tanah - Pohon tempat sarang burung dan lebah - Sempadan pantai (minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi) - Sempada sungai (100 meter kanan kiri sungai besar, 50 meter kanan kiri anak sungai di luar pemukiman, dan 10-15 meter di daerah pemukiman)

Dalam kegiatan menumbang terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan mengenai tinggi tebangan yang disesuaikan dengan diameter tanaman. atau pemukiman dilakukan pembuatan peringgan batas.036 meter dipasang pancang dengan ukuran 4 meter yang ujungnya diberi cat berwarna merah. menumbang. perlu diperhatikan lingkungan sekitar sehingga dapat ditetapkan areal konservasi. Dalam penebangan dan pembersihan ini meliputi kegiatan mengimas. dan penetapan areal konservasi. Merumpuk adalah kegiatan memotong cabang serta ranting-ranting hasil imasan den tebangan kemudian dikumpulkan di gawangan. tahap ini meliputi kegiatan kerja pengukuran.Kawasan sekitar danau atau waduk (50-100 meter dari titik pasang tertinggi) . . juga dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya erosi. maka disebut dengan mechanical stacking. benteng (bentuk permukaan tanah yang ditinggikan yang berasal dari galian tanah dan telah dipadatkan.Diameter 10 – 20 cm tinggi maksimum 40 cm dari permukaan tanah. maka dilanjutkan dengan penebangan dan pembersihan lahan. Pengukuran blok dilakukan dengan menggunakan Theodolit untuk menentukan arah rintisan garis batas blok utara – selatan dan timur – barat. Selain itu.. Selain itu untuk membersihkan lalang juga dapat digunakan herbisida. Gambar B. Pancang stacking / rumpukan adalah kegiatan pengukuran dan pemancangan letak rumpukan yang akan dikerjakan secara mekanis maupun manual. mengurangi biaya produksi serta meningkatkan produksi kelapa sawit.009. merumpuk.1.1.Kawasan sekitar mata air (200 meter di sekitar mata air) Tahap selanjutnya adalah pengukuran blok.Diameter 31 – 75 cm tinggi maksimum 100 cm dari permukaan tanah. Kayu hasil tumbangan ditumpuk memanjang arah utara selatan yang berjaraj sekitar 50-100 meter. Benteng Tahap terakhir dari persiapan lahan adalah penanaman kacangan. . Penetapan areal konservasi berdasarkan Keppres No. pembuatan peringgan batas. dapat menggunakan gergaji rantai (chain saw). Pembuatan blok dilakukan setelah proses pengukuran dan pemetaan selesai dengan ukuran setiap blok masing-masing 100 (seratus) Ha dan setiap blok dibagi menjadi 4 (empat) petak yang luasnya 25 Ha.Diameter 21 – 30 cm tinggi maksimum 60 cm dari permukaan tanah. dilanjutkan dengan pengelolaan tanah dan air. Bagain-bagian dari konservasi tanah dan air seperti tapak kuda (suatu bentuk permukaan tanah yang ditinggikan dengan kemiringan sebesar 15º). . Apabila kegiatan merumpuk dilakukan dengan menggunakan alat berat. rorak (lobang bekas galian tanah yang digunakan untuk benteng yang berbentuk trapesium terbalik) dan parit (saluran air yang dibentuk secara manual maupun mekanis). Pengelolaan ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya genangan air ketika musim hujan atau kekeringan ketika musim kemarau. . Mengimas adalah kegiatan membabat semak belukar dan pohon kayu yang berdiameter kurang dari 10 cm. Ketika melakukan pengukuran blok.26 meter dan pada utara selatan dengan jarak 1. Namun adakalanya penanaman kacangan . Pengukuran dilakukan dengan mengikuti arah rintisan dan memasang pancang ukuran 2 meter pada setiap jarak 50 meter. mechanical stacking dan semprot alang-alang. Pada setiap jarak antara timur-barat 1. Penanaman kacangan dilakukan sebelum penanaman kelapa sawit dilaksanakan. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pekerjaan menumbang dengan traktor.Diameter > 75 cm tinggi maksimum 150 cm dari permukaan tanah. Namun apabila tidak bisa ditumbangkan dengan traktor. pancang stacking. pembuatan blok. 32 Tahun 1990. Cara pengumpulan kayu hasil merumpuk juga sama dengan menumbang. Mengimas dilakukan dengan tenaga manusia dengan menggunakan parang. terasan (bentuk permukaan tanah yang dibuat berjenjang/bertingkat untuk membatasi aliran air dipermukaan tanah). Sedangkan peringgan batas adalah batas antara kebun dengan areal hutan areal perkebunan lain. Penanaman kacangan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Menumbang adalah kegiatan menebang pohon kayu yang berdiameter lebih dari 10 cm yang biasanya dilakukan dengan menggunakan traktor. perkebunan lain. Untuk blok yang berbatasan langsung dengan hutan. Penumbangan dimulai dari pinggir ke tengah berbentuk spiral dan pohon ditumbangkan ke arah luar agar tidak menghalangi jalannya traktor. Setelah pembersihan lahan selesai dibuat dan pengukuran blok selesai dilaksanakan. Blok adalah suatu kesatuan administrasi terkecil sesudah divisi. Setalah pengukuran blok selesai.

sensus pokok. Pembibitan kacangan Penanaman kacangan dilaksanakan pada musim hujan untuk memastikan tanaman kacangan dapat tumbuh dengan baik. Arah baris tanaman umumnya utara selatan dan pada keadaan tertentu dapat diubah dan disesuaikan dengan keadaan topografi. Kanan: Penanaman kelapa sawit Setelah pembuatan lobang tanam selesai dilakukan. Selain itu. maka areal siap untuk ditanamai kelapa sawit. Pancang tidak boleh dicabut pada saat pembuatan lobang. jalan setapak 1 : 2 (28-32 bulan).1. Sedangkan untuk jalan tengah atau jalan 13 dibuat bersamaan dengan pembuatan jalan setapak 1 : 16. Jarak tanam 9.25) x (6 x 16.dilaksanakan setelah kelapa sawit ditanam. Setelah itu secara berurutan bibit diangkat sampai ke pinggir jalan (pancang ke-1).2. 3-4 hari setelah penanaman dilakukan konsolidasi untuk memastikan bahwa bibit kelapa sawit tersebut tertanam dengan benar (tidak miring atau tumbang). Penanaman Kelapa Sawit Penanaman kelapa sawit baru dapat dilaksanakan setelah semua kegiatan persiapan lahan selesai.25 m x 9. Apabila penanaman kacangan telah selesai dilakukan. Gambar B.1. hingga akhirnya nanti menjadi jalan ketika panen dilaksanakan. Kacangan berfungsi sebagai penutup tanah sehingga diharapkan tidak ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit. Setiap tumpukan bibit berjumlah 27 pokok untuk 2 baris atau pada areal yang tidak penuh (abnormal) pancang tanam harus terlebih dahulu dihitung sehingga dapat disesuaikan jumlah bibit yang akan diturunkan. jalan setapak 1 : 8 (12-16 bulan). Kiri: Pemancangan. Sebelum lobang dibuat lebih dahulu sampah dan tunggul dibersihkan dan permukaan tanah diratakan. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dimulai dengan pembuatan jalan setapak. Kanan: Pancang yang telah selesai dibuat Pancang tanam yang tepat mengenai tunggul kayu keras dapat dipindahkan dalam barisan tanaman maksimal 100 cm.25 m dengan jarak dala baris 8.2. Pemancangan dimulai dengan membuat pancang kandang yang berukuran 101. Jalan setapak dibuat arah . Setelah dilakukan pemancangan. Ukuran lobang minimal 50 x 50 x 40 cm sehingga bibit tertanam sampai batas leher akar. 3.75 m x 96. maka bibit yang telah dipesan sebelumnya didistribusikan ke areal. Posisi bibit ditempatkan dengan berdiri tegak disamping lobang tanam. Sebelum dilakukan penanaman. Bibit yang dibawa oleh truk diturunkan ditempat yang telah diberi pancang. Untuk areal tanaman yang sulit ditempuh dengan menggunakan truk. kacangan juga mampu membantu mengikat N sehingga meningkatkan kandungan N di dalam tanah. penyisipan. Pueraria javanica (PJ) dan pupuk RP ( 2 kg CP +2 kg CM + 1 kg PJ + 5 kg pupuk RP). maka dilakukan pembuatan lobang tanam. jalan setapak 1 : 4 (18-24 bulan). Jalan setapak dibuat secara berkala. Sebelum dilakukan penanaman kacangan terlebih dahulu areal disemprot dengan menggunakan herbisida sehingga areal bersih dari gulma. Kacangan yang ditanam merupakan pencampuran tiga jenis kacangan yang disertai pupuk dengan perbandingan kacangan Centrosema pubescens (CP). Penerimaan bibit diselesaikan perpetak dalam kelompok varietas yang sama sehingga diperoleh penanaman yang seragam untuk setiap blok. dimulai dengan jalan setapak 1 : 16 (3-6 bulan).01 m dalam bentuk segitiga sama sisi dengan kerapatan 135 pkk/ha.120 m (11 x 9. dapat digunakan samapat atau tongkang. Gambar B. terlebih dahulu dilakukan pemancangan bibit. 2. Kiri: Pembukaan polibag. semprot hama dan penyakit. Lobang tanam dibuat 10 cm di sebelah selatan pancang.2. Di daerah berbukit dan kontur arah barisan mengikuti arah kontur dan jarak antar kontur adalah proyeksi jarak antara baris.02) m. Jalan setapak ini nantinya akan digunakan sebagai jalannya pekerja ketika melakukan perawatan (merumput. Penanaman kelapa sawit dilaksanakan dengan memotong plastik dasar polybag pada lobang tanam kemudian mengangkat plastik tersebut ke atas dan mengikatnya pada daun bibit kelapa sawit untuk memudahkan penutupan lobang. Calopogonium muconoides (CM). Hal ini karena perusahaan mengejar masa tanam yang singkat. serta gulma). Gambar B.25 m x 9.2. Bibit yang telah disebar tadi kemudian diangkat dengan cara dipanggul dan ditempatkan pada pancang terjauh (pancang ke-14).

TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Gambar B. Selain dilakukan perawatan garuk piringan.2. maka dilakukan penyisipan. Pada lap lalang digunakan kain yang telah dicampur bahan herbisida dengan konsentrasi 1% kemudian dilapkan pada lalang dari pangkal batang sampai pucuk daun. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada dipiringan dengan herbisida. Sensus pokok dilakukan satu bulan setelah penanaman dan sensus berikutnya satu kali setahun. selain dilakukan perawatanperawatan rutin. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan/mendung untuk menghindari pencucian herbisida oleh air hujan. yaitu spot spraying (kemis) dan lap lalang (manual). Kanan: Piringan yang telah dibersihkan Selain merumput juga terdapat kegiatan perawatan semprot lalang. Penyemprotan jalan setapak disesuaikan dengan dosis yang direkomendasikan sesuai dengan anggaran biaya tahunan. Rotasi lap lalang dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Pelaksanaan semprot piringan dilakukan dengan cara menyemprot rumput di piringan pokok dengan menggunakan Knapsack Sprayer. tunggul dan kayu dengan ukuran 4 x 7 m. Pencegahan hama dilakukan sedini mungkin untuk menghidari kerugian yang besar akibat serangan hama. Untuk itu. Sensus hama daun dilaksanakan minimal satu kali sebulan. juga dilakukan kegiatan perawatan seperti perawatan gawangan. Dongkel Anak kayu (DAK) pada TBM.utara–selatan sepanjang baris tanaman dengan ukuran panjang 250 meter dan lebar 1. juga dilakukan persiapan untuk panen.3. Rotasi garuk piringan dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. maka dilakukan sensus pokok.apabila terdapat tanaman yang mati atau belum ditanam. Sedangkan rotasi rawat gawangan manual pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Gambar B. dan TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Pembuatan TPH dilakukan pada saat tanaman berumur 3 tahun (TBM 3) dengan cara meratakan tanah. Selain rawat gawangan. mendongkel anak kayu. juga dilakukan garuk piringan pada tanaman kelapa sawit. Selain pembuatan jalan setapak. membersihkan rumput. mineral dan air dapat diminimalkan. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. baik itu hama daun.25 meter. di kebun HD dilakukan sensus hama. Terdapat dua cara untuk menanggulangi lalang yang tumbuh disekitar pertanaman kelapa sawit.1.000 m dengan lebar 1. Garuk piringan ini dilakukan supaya area piringan tanaman kelapa sawit bebas dari gulma sehingga tingkat persaingan tanaman dalam mendapatkan unsure hara. Kacangan yang menjalar diatas pokok sawit harus diturunkan. Perawatan gawangan ini dapat dilaksanakan secara manual ataupun kemis. Sebagai contoh adalah pembuata tempat pengumpulan hasil (TPH). Perawatan gawangan manual dilakukan dengan cara mencabut. Penyisipan dilakukan berdasarkan laporan dari sensus pokok yang telah dilakukan sebelumnya. Diameter piringan disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman. dan pada TM dilakukan dengan interval 6 bulan sekali. Perawatan jalan setapak dilakukan dengan melakukan penyemprotan yang dimulai pada saat tanaman kelapa sawit berumur 12 bulan. Hasil dongkel anak kayu (DAK) ditempatkan di atas tunggul yang mati atau para-para. pengupasan kulit kayu dilakukan pada tunggul kayu yang masih hidup atau anak kayu yang tidak bisa didongkel dari bawah sampai keatas berkeliling. Pada spot sprayer lalang disemprot menggunakan Knapsack Sprayer yang berisi campuran bahan herbisida secara sporadic dan dilakukan 1 (satu) tahun sekali. Rotasi penyemprotan dilakukan sebanyak 3 kali setahun. Perawatan gawangan secara kemis dilaksanakan apabila gulma di areal lebih dominan. Lalang yang sudah dilap pucuk daunnya dipotong. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Penyemprotan piringan dilakukan pada TBM 3 dengan rotasi 4 bulan sekali. juga dilakukan semprot piringan. sedangkan jalan tengah / jalan 13 dibuat arah timur–barat dengan panjang 1. Rotasi semprot gawangan pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Gulma disemprot menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. Lalang menjadi perhatian besar karena daur hidupnya sangat singkat dan sangat mudah tumbuh walaupun lingkungannya kurang mendukung.3. Garuk piringan dilaksanakan dengan cara membersihkan rumput/gulma yang tumbuh di piringan pokok. Untuk mengetahui jumlah kelapa sawit yang telah ditanam dan belum ditanam. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Pada masa TBM. hama tikus ataupun tirathaba.25 m. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Kiri: Semprot lalang. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Bila terjadi ledakan serangan hama (out break) maka dilakukan .

dilakukan secara manual dengan menggunakan ”dodos modifikasi” berbentuk cangkul. kelapa sawit diarahkan untuk memaksimalkan pertumbuhan vegetatif sehingga ketika bunga muncul. Kebun HD memiliki tekstur tanah yang didominasi lempung sehingga sangat licin ketika hujan dan lengket ketika hujan reda. dan jembatan. Gulma disemprot dengan menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. Pada masa TBM. melancarkan aliran air. gawangan dan TPH. Semprot piringan/jalan setapak/TPH merupakan pekerjaan yang sama. Badan jalan tidak terlindung oleh kanopi daun atau pelepah tanaman. diperlukan perawatan jalan. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Pada tanaman menghasilkan (TM). Rotasi semprot gawangan. Tanah pada kiri kanan pondasi jembatan yang longsor ditimbun kembali dan dipasang cerucuk. perlu dilakukan perawatan saluran air di kanan dan kiri jalan secara manual pada saat musim hujan. Perawatan hanya meliputi merumput. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan atau mendung. merawat jalan serta pemupukan. Pengamatan dilakukan pada pokok yang terdapat dalam baris sensus (titik sensus tetap) yang telah dibuat terlebih.4. 15 dan 17 bulan. Kiri: Road Grader. hanya tempatnya saja yang berbeda. Merumput di TM sendiri tidak berbeda jauh dengan merumput di TBM. Begitu juga dengan semprot piringan. Gambar B. Badan jalan produksi dan jalan alternatif yang telah ditumbuhi rumput tidak perlu degrading. Bentuk badan jalan utama dan jalan produksi tetap dipertahankan seperti batok tengkurap. Hal ini menyebabkan banyak truk menjadi sering macet/mogok karena tidak dapat berjalan di jalan rusak. 4. Jalan yang berlobang ditimbun dan dipadatkan dengan Compactor. Sensus ini tidak perlu dilakukan bila persentase serangan sudah dibawah 2 %. produksi dan jalan alternatif dilakukan dengan Road Grader. Road Grader berfungsi sebagai sebagai perata jalan yang bergelombang. karena pada prinsipnya adalah menghilangkan rumput yang mengganggu pertanaman kelapa sawit. piringan. Perawatan jalan utama. lapuk pada jembatan darurat serta pangkal jembatan di timbun tanah sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan permukaan batang kayu jembatan. Penambahan tanah pada pangkal jembatan sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan lantai jembatan. Rotasi semprot gawangan dan dongkel anak kayu adalah 1 kali setahun. dan TPH 2 kali setahun. Cara pengamatan serangan hama tikus dibedakan antara TBM – TM 3 dan TM 4 ke atas. jalan setapak. Kastrasi dilakukan pada tanaman yang telah berumur 13. Perawatan jembatan darurat dilakukan dengan membersihkan sampah. Rotasi perawatan jalan dilakukan dua kali setahun dan dalam kondisi tertentu dapat ditambah rotasi perawatannya. Susunan batang kayu yang terlalu merenggang dirapatkan kembali dan mengganti kayu yang patah. perawatan atau pemeliharaan tanaman kelapa sawit tidak seintensif ketika tanaman masih di TBM. Kanan: Compactor. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada di piringan .1. jalan produksi. potongan kayu. produksi dan jalan alternatif pada topografi rendah dibadan jalan dibuat saluran air berbentuk ”V” untuk mencegah genangan air di badan jalan saat musim hujan. Sensus hama Tirathaba dilaksanakan di areal tanaman yang sudah selesai kastrasi dan dilaksanakan satu kali sebulan.jalan luar kebun.Oleh karena itu. Selain itu. sampah yang tertahan di tiang/pondasi jembatan.sensus setiap dua minggu sekali pada areal yang terserang berat. baik itu jalan utama (poros). Untuk perawatan jembatan permanen dilakukan dengan membersihkan potongan kayu. . Kegiatan merumput dapat dilakukan dengan cara merawat gawangan dengan herbisida (kemis) atau dengan mendongkel anak kayu/anak sawit (manual). maka bunga tersebut langsung di musnahkan (kastrasi). jalan setapak dan TPH. Pelaksanaan semprot piringan/jalan setapak/TPH dilakukan dengan cara menyemprot rumput dipiringan/jalan setapak/TPH pokok menggunakan Knapsack Sprayer dengan menggunakan nozlle yang sesuai dengan populasi gulma. Perawatan jalan utama. Keadaan jalan menjadi faktor penting terutama ketika musim hujan. Sedangkan untuk hama tikus dilakukan sensus hama tikus yang dilaksanakan satu kali sebulan. Sedangkan untuk pemupukan pada TBM dilakukan berdasarkan rekomendasi pemupukan yang diberikan oleh tim agronomy research unit (ARU) berdasarkan hasil analisa kebutuhan pupuk dan rekomendasi ini diberikan setiap tahun. Selain itu jembatan juga memerlukan perawatan khusus.

Kanan: Pengangkutan ke TPH. agar berondolan tidak sangkut dan di rotasi setiap 9 bulan sekali. Perawatan manual ini termasuk di antaranya membuang air yang menggenang di jalan dengan membuat saluran pembuangan. September dan Desember. Pemangkasan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Umur tanaman (tahun) Pelepah yang dipertahankan di pokok 2. pemanenan menggunakan egrek. Terkadang kerusakan jalan tidak terlalu parah sehingga hanya memerlukan beberapa orang untuk memperbaikinya. TBS yang telah terkumpul di TPH di sortasi terlebih dahulu oleh pemanen dan apabila terdapat tandan yang terlalu panjang dipotong hingga tersisa 2 cm dari buah. Pada TM terkadang pelepah yang ada di pohon sangat banyak dan terkadang pelepah yang matipun masih menempel pada pohon tersebut.5 – 7 48 – 56 8 – 14 40 – 48 15 tahun ke atas 32 – 40 Tabel B. sedangkan pada tanaman yang sudah tinggi. Untuk jalan yang ternaungi oleh pelepah dapat dilakukan perawatan rempes pelepah dengan menggunakan egrek dan bambu. pemanenan dilakukan dengan menggunakan dodos pada tanaman yang masih pendek. 5.1. melancarkan aliran air. Sensus dilaksanakan diseluruh areal TM pada setiap petak ditentukan baris sensus (kelipatan 10 baris) yang mewakili areal tersebut (biasanya 25 Ha) dengan persentase 10% terhadap jumlah pokok. terlebih dahulu dilakukan sensus buah.5 – 3 58 – 64 3. maka ditentukan jumlah tenaga yang akan digunakan pada hari itu. Pemangkasan pelepah harus mepet. Gambar B. membuang lumpur yang ada di badan jalan dengan menggunakan cangkul serta menimbunnya dengan tanah. Rekomendasi ini didapatkan dari hasil analisa Leaf Sampling Unit (LSU) yang pada masing-masing kebun berbeda. Pemanenan Hasil Pemanenan hasil merupakan tahap terakhir pada budidaya kelapa sawit. Setelah diketahui perkiraan hasil panen.Perawatan gorong-gorong dilakukan dengan membersihkan sampah. Untuk itu. Pemanenan biasanya dilakukan 2 orang sekaligus dengan pembagian tugas sebagai pemanen dan sebagai pengangkut. hasil panen tadi kemudian diangkut ke TPH dengan menggunakan gerobak dorong (angkong). Jumlah pelepah yang dipertahankan di pokok berdasarkan umur tanaman. Sensus dilakukan dengan mengamati dan menghitung jumlah tandan buah hitam yang terdapat di pokok dalam barisan sensus. Fiber tersebut dapat dipanjangkan hingga mencapai 6 m. Sistem pembagian tenaga kerja terdapat 2 macam dan tergantung pada ketersediaan tenaga dan perkiraan hasil panenan. . Penandaan baris pokok sensus dimulai dari arah barat ke timur yang terletak dipinggir jalan produksi. Juni. potongan kayu. Pada baris sensus pokok pertama dan pokok terakhir diberi tanda cat berwarna merah dan diberi nomor baris berwarna putih. Setelah dilakukan pemangkasan dilanjutkan pembersihan dengan membuang seludang buah. sedangkan ancak giring merupakan ancak panen yang luasannya disesuaikan dengan kondisi buah dan produktivitas pemanen. Kiri: Pemanenan dengan menggunakan egrek.5. Aplikasi pemupukan pada TM mengikuti rekomendasi dari tim ARU yang keluar setiap tahun. tanah. Egrek yang digunakan di kebun HD sering disebut dengan fiber. brondolan kering yang terdapat di piringan dan ketiak pelepah pada tanaman menghasilkan dengan rotasi 1 kali setahun. Hal ini untuk mengetahui jumlah tanaman kelapa sawit yang siap panen sehingga dapat diperkirakan hasil panen yang akan di dapat dan jumlah tenaga yang diperlukan. lokasi dan pemanennya telah ditetapkan. Sebelum dilaksanakan kegiatan pemanenan. Sensus dilaksanakan setelah rotasi panen terakhir pada bulan Maret. bunga jantan.4. Sensus buah dimulai dengan pembuatan tanda yang pokok kelapa sawit yang akan di sensus. Kriteria buah yang siap di panen adalah warna buah pada tandan berubah dari hitam/hijau menjadi merah mengkilat/orange dan minimal sudah membrondol 5 brondolan per 1 tandan buah segar (TBS). Tanah timbunan gorong gorong dipertahankan rata dengan permukaan jalan. dilakukan pemangkasan (pruning) dan pembersihan (debris). Ancak tetap adalah ancak panen yang luasan.1.

tidak boleh terlalu miring. Tahap Persiapan a. walaupun nanti bisa dimodifikasi dengan pembuatan tapak kuda. . Pembibitan memerlukan areal khusus yang benar-benar strategis baik dilihat dari efisiensi ataupun hal-hal pendukung lainnya. perencanaan pembukaan kebun dan pembibitan harus direncanakan secara matang sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau keterlambatan dalam pelaksanaan di lapangan. dan kalaupun miring. Apabila dalam 1 TPH telah selesai di sortasi. Hal ini disebabkan apabila areal yang digunakan miring. dikhawatirkan akan ada perbedaan pembagian air antara areal yang tinggi dengan areal yang rendah. Truk yang digunakan adalah jenis dump truck yang mampu membawa TBS hingga 6 ton. TBS yang telah dimuat tadi kemudian dibawa ke PKS untuk proses selanjutnya.2. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dijadikan areal pembibitan. maka akan ada biaya tambahan yang muncul akibat pembuatan tapak kuda atau konsolidasi. Menurut Soepadiyo Mangoensoekarjo dan A. maka TBS tersebut siap dimuat ke truk pengangkut. kerani buah melakukan sortasi pada saat TBS dimuat ke truk pengangkutan. Gambar B.5. Lokasi yang akan dijadikan areal pembibitan memang harus rata. 2) Tidak banjir pada saat musim hujan. pemanen memberikan tanda pada ujung tandan berupa nomor pemanen. Kebun HD memiliki areal bibitan yang relative aman dari kebanjiran. walaupun ada beberapa tempat yang tetap kebanjiran ketika hujan deras berturut-turut selama beberapa hari.3. Apabila pemanenan selesai dilakukan. Penentuan Lokasi Bibitan Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tempat pembibitan haruslah benar-benar strategis. maka langsung ataupun tidak langsung. atau bahkan kekurangan bibit yang dapat menyebabkan perbedaan masa tanam yang kemudian tanaman dalam satu blok tidak lagi seragam. Selain itu. kemudian kerani panen memberikan tanda di ujung tandan berupa nomor divisi dan nomor mandor. Kanan: Muat brondolan C. Oleh karena itu. Apabila tetap dipaksakan. Perkiraan kebutuhan bibit juga mesti dihitung secara cermat dan tepat sehingga tidak terjadi kelebihan bibit. tanaman akan miring karena polibagnya juga miring. pada dasarnya terdapat dua jenis pembibitan kelapa sawit. Oleh karena itu disarankan areal pembibitan merupakan areal yang rata dan bukan daerah rawa. Gambar B. Lokasi yang digunakan bukanlah rawa-rawa atau dataran rendah yang memiliki potensi banjir ketika musim hujan. Hal ini dikarenakan bibit kelapa sawit baru akan siap tanam setelah berumur lebih dari 10 bulan. yaitu pre-nursery dan main-nursery walaupun ketika pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery membutuhkan biaya ekstra. jika areal pembibitan miring. Kiri: Muat TBS. sehingga diperkirakan waktu yang dibutuhkan sama dengan pembukaan lahan. maka harus dibuat tanggul yang mampu menahan air dari luar serta pompa air yang khusus untuk mengeluarkan air yang tergenang di dalam pembibitan apabila tinggi air di dalam lebih rendah dibandingkan di luar areal pembibitan. Apabila dipaksakan. Setelah TBS tersebut disortasi. Tojib (2003).Setelah itu. Setiap truk yang akan mengangkut TBS disertai oleh 3 orang pemuat. Kiri : Sortasi TBS. Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit dimulai bersamaan ketika pembukaan lahan dimulai. yaitu pembibitan satu tahap (single stage) dan pembibitan dua tahap (double stage). mengingat daerah Sumatera Selatan merupakan daerah tropis yang tingkat curah hujannya cukup tinggi.5. Berikut dipaparkan mengenai pembibitan yang dimulai dengan pembukaan lahan hingga transportasi menuju tempat penanaman bibit: 1. Dengan memperhatikan alasan efisiensi biaya dan kemudahan dalam perawatan kebun HD memilih menggunakan metode dua tahap (double stage). Kanan: Buah yang telah didop oleh kerani panen. antara lain: 1) Areal rata dengan kemiringan maksimal 5%. sedangkan sistem pengairan menggunakan pompa air. Tentu saja ini akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. T. Hal ini dilakukan antara lain untuk menekan biaya serta mengurangi kerusakan bibit.

sabit. Kebun HD sendiri menyuplai bibit ke empat kebun lain serta kebun sendiri. Untuk mencegah masuknya sapi tersebut. parit keliling. d. Sedangkan sisa 25% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Satu (IHDS) di blok 16. Hal ini akan memudahkan perhitungan kebutuhan pipa untuk pembuatan jaringan air penyiraman. perlu dipertimbangkan jarak antara pembibitan dengan calon areal yang akan ditanami kelak. 4) Aman baik dari gangguan pencurian maupun gangguan binatang liar. c. Pembersihan areal ini dapat menggunakan cara mekanis maupun manual. Pembibitan kebun HD sendiri berada di empat blok divisi inti yang berbeda dengan 75% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Tiga (IHDT) blok 20. Selain itu. sumber air yang dipersiapkan tidak hanya terpusat pada satu tempat saja. dan excavator. Kiri: Dataran rendah menyebabkan tergenang. Pencurian merupakan gangguan yang paling berbahaya karena kerugian yang ditimbulkan sangat besar. compactor. Dengan demikian.Gambar C. Sapi penduduk asli merupakan hewan pengganggu utama di pembibitan kebun HD. penyemprotan lalang. mencabut dan membuang tunggul kayu serta akar kayu. Selain jalan. Pada awal penetapan areal yang akan digunakan sebagai pembibitan. Pembersihan Areal Pembersihan areal bibitan meliputi pekerjaan imas tumbang. Untuk cara mekanis dapat menggunakan alat berat baik itu bulldozer. waduk penampungan air. Juru ukur melakukan pengukuran areal yang ditetapkan sebagai tempat pembibitan. areal pembibitan sebisa mungkin diposisikan setepat mungkin dengan mempertimbangkan sarana jalan yang dilewati dan jarak yang ditempuh. 3) Dekat dengan sumber air dan tersedia dalam jumlah yang cukup ketika musim kemarau. Kebun HD memiliki luas areal ± 80 ha yang dibagi menjadi 4 blok besar pembibitan. 17 dan 18.a. insektisida dan lain-lain. manajer kebun dan asisten bibitan membuat tata letak (lay out) pembibitan yang mencakup posisi pre-nursery dan main-nursery. masih ada sumber air yang lainnya. Selain itu. jalan. gangguan binatang liar seperti babi ataupun tikus perlu diperhatikan. Pengukuran Areal Bibitan Pengukuran areal yang akan digunakan sebagai pembibitan dilakukan oleh juru ukur. Di kebun HD disediakan penjaga bibitan baik siang maupun malam yang berasal dari penduduk setempat dengan harapan tingkat pencurian dapat ditekan. parang dan dodos yang telah dimodifikasi. 5) Dekat dengan lokasi penanaman.excavator. Jalan di bibitan dibuat keliling dengan memperhatikan rencana disain blok yang akan dibuat. Areal yang digunakan haruslah tepat dengan kebutuhan bibit yang akan ditanam nantinya. Air merupakan kebutuhan utama di dalam pembibitan kelapa sawit. Sedangkan cara manual adalah dengan menggunakan cangkil. 7) Bentuk area pembibitan sebaiknya persegi panjang atau bujur sangkar. jalan. Sapi-sapi yang jumlahnya mencapai 50 ekor tersebut dibiarkan bebas sehingga terkadang masuk ke areal pembibitan. yang meliputi luas areal. Biasanya dalam satu PT terdapat satu pembibitan yang kurang lebih terdapat 4-6 kebun. dan waduk penampungan air. b. seperti bulldozer. Di kebun HD. rumah mesin. road grader. Jarak terdekat dari hutan atau tanaman kelapa sawit yang sudah besar yang ada di sekitar tempat tersebut minimal 20 m. Tanpa adanya air yang cukup. Parit keliling ini . sumber air yang tersedia berasal dari air sungai yang terhubung langsung oleh kanal sehingga potensi kekeringan pada musim kemarau sangat kecil. maka bibit tidak akan tumbuh optimal. Kanan: Kemiringan tanah tinggi. Pembuatan Jalan dan Parit Keliling Jalan pada pembibitan merupakan hal yang penting untuk distribusi bibit. 6) Lokasi tidak tertutup oleh bayang-bayang dari pohon-pohon hutan atau pohon-pohonan lainnya sehingga dapat menerima sinar matahari penuh.1. disediakan tenaga khusus untuk menjaga sapi tersebut tetap berada di luar areal pembibitan. Setalh hasil pengukuran diperoleh. rumah hujan dan kantor divisi. Selain itu juga dapat memudahkan perhitungan kebutuhan dan kontrol penggunanaan herbisida. Pembuatan jalan ini menggunakan alat berat. walaupun dampaknya tidak terlalu besar. maupun traktor bajak. dibutuhkan juga parit keliling. sehingga apabila salah satu sumber kering.

Dengan menggunakan instalasi selang kirico. Pembuatan parit e. Dengan demikian tiap-tiap selang kirico memiliki jangkauan siraman hingga 320 cm atau sekitar 4 pokok bibit lebih. setiap waduk digunakan untuk menyediakan kebutuhan air bibit seluas 40 ha. Urutan pemasangan instalasi penyiraman ini adalah dari waduk kemudian disedot menggunakan pompa air melalui pipa PVC 6”. terutama ketika perawatan bibit sedang dilakukan seperti merumput atau konsolidasi. Setelah itu. Panjang pipa PVC 2” tersebut ± 18 m. Panjang selang kirico tersebut 100 m sehingga diperkirakan mampu menyiram bibit sepanjang 100 – 110 pokok bibit sawit di main-nursery dan 9 bedeng bibit sawit di pre-nursery. fungisida.d. Gambar C. Tiap-tiap waduk dilengkapi dengan 2 mesin pompa air yang menggunakan mesin truk fuso 5 silinder.e. Kiri: Waduk penampungan air. baik sisa pestisida. Ukuran waduk penampungan air berdasarkan kebutuhan air yang harus tersedia sesuai dengan jumlah bibit. Kiri: Pengukuran tekanan. Pembuatan waduk penampungan air Untuk menghindari kekurangan air pada musim kemarau. Setiap ± 3 m terdapat 1 selang kirico sehingga dalam 1 pipa PVC 2” terdapat 7 selang kirico yang dilengkapi dengan kran (gate valve). Dengan mesin ini. tidak terjadi keterlambatan penyiraman air yang dapat menyebabkan bibit menjadi kekeringan. Kebun HD memiliki 2 waduk yang mampu memenuhi kebutuhan air hingga 120 ha. Kanan: Mesin pompa air. air tersebut di dorong melalui pipa PVC 6” yang kemudian didistribusikan ke beberapa pipa PVC 4”.1.f. maka pompa air yang ada tidak digunakan secara maksimal. Pembuatan Instalasi Penyiraman Bibit Instalasi penyiraman bibit di kebun HD menggunakan sistem selang dengan merek “kirico” sehingga lebih sering disebut selang kirico. Selain itu. Waduk dibuat dengan menggunakan excavator dengan ukuran 50 m x 30 m dan dengan kedalaman 5 m. namun hal ini belum dilakukan oleh kebun HD karena debit air yang terdapat di waduk buatan masih mencukupi untuk kebutuhan penyiraman bibit. hanya saja penggunaan sistem ini rawan pencurian (terutama pipa besi) dan rawan patah pada pipa penyangga sprinkler serta biaya perawatannya tinggi sehingga dirasa kurang efisien. Namun karena saat ini luas areal bibitan hanya 80 ha. Dengan demikian. setiap pembibitan harus memiliki waduk yang mampu menyangga kebutuhan air bibit selama musim kemarau.1. Debit air yang terdapat di waduk buatan tersebut menentukan besar kecilnya pembibitan dan jumlah bibit yang akan dihasilkan. Sistem sprinkler memang pernah digunakan di pembibitan kebun HD.8-1. Waduk tersebut haruslah berasal dari sumber air yang bebas polutan. sehingga ketika bibit telah ditanam. f. Selang kirico ini mampu bertahan hingga 3 kali tanam atau kurang lebih selama 3 tahun. Untuk menjaga agar mesin tetap berjalan dengan baik dan benar. air mampu didistribusikan hingga jarak ± 500 m. Satu-satunya kekurangan instalasi kirico ini adalah selang tersebut sangat mudah sobek oleh benda tajam. Sebelum bibit ditanam. Waduk buatan tersebut sebaiknya dikeruk lapisan bawahnya setiap beberapa tahun supaya tidak terjadi pendangkalan.1. Gambar C. biaya perawatan dapat diminimalkan. Selang tersebut lebih efisien dan efektif untuk menyiram bibit kelapa sawit dalam jumlah besar dibandingkan dengan sistem sprinkler.1. maka setiap satu mesin pompa air di kelola oleh satu orang operator mesin. Dari pipa PVC 4” tadi kemudian didistribusikan lagi ke pipa PVC 2”.dibuat di samping-samping jalan untuk menghindari genangan di jalan yang dapat menyebabkan jalan cepat rusak. Dengan demikian kebun HD memiliki 4 orang operator mesin yang mulai bekerja . Masing-masing mesin digunakan untuk menyiram bibit seluas 20 ha. Gambar C. kekuatan selang kirico tersebut harus dikalibrasi dengan menggunakan alat pengukur tekanan (Pressure Gauge). pupuk maupun limbah lainnya. Tekanan yang dianjurkan adalah 0.1. Instalasi kirico memanfaatkan selang yang terbuat dari karet yang memiliki lubang kecil yang menyebar ke tiga arah dengan jarak antar lubang antara 5 – 7 cm serta sangat fleksibel dan alot. Kanan: Rumah mesin. Instalasi penyiraman bibit ini dilaksanakan sebelum bibit di tanam.0 atm dengan perkiraan semburan air hingga 160 cm.1. selang kirico tersebut terbukti awet dan tahan terhadap cuaca panas ataupun dingin serta mudah dalam aplikasinya.

Kayu yang biasa digunakan adalah kayu gelam. Akibat yang akan muncul apabila radiator kehabisan air adalah overheat yang tentunya akan menyebabkan umur mesin menjadi pendek. Hal ini disebabkan ukuran bibit yang rendah sehingga tidak ada tempat berteduh bagi para pekerja. Gambar C. 2. Kawat yang digunakan adalah kawat duri yang dipaku pada tiang kayu dengan tinggi pagar kawat tersebut sekitar 1. Tetapi mengingat daerah kebun HD masih rawan terhadap pencurian. g. Untuk kebun HD sendiri tanah topsoil didapatkan dari divisi inti dan diangkut dengan menggunakan truk yang kemudian dikumpulkan menjadi 1 gunungan tanah. Di sekeliling tiang pagar dibuatkan parit yang dapat mengalirkan air untuk menghidari tergenangnya air disekitar tiang pagar yang dapat menyebabkan tiang pagar semakin cepat keropos. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga mesin air adalah radiator yang sering bocor sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. atau kadar pasir < 60%. Terutama pada tiang pagar. Rumah mesin terdapat di tiap-tiap waduk sehingga pembibitan kebun HD memiliki 2 rumah mesin.1.5 m dan jarak antar tiang 2 m. Kayu tersebut ditancapkan sedalam ± 30 cm dan diberikan penopang di tiap 3 tiang. termasuk juga rayap yang sering menggerogoti tiang pagar. Gubuk tempat berteduh juga perlu dibangun untuk tempat berteduh ketika pekerja sedang beristirahat. Pagar kawat. Kiri: Gubuk. Kantor divisi terletak tepat ditengah kebun dan dekat dengan kandangan sehingga memudahkan pekerja dalam mengontrol bibit di kandangan. Tahap Pre-Nursery a. Kantor Divisi dan Gubuk Berteduh Pembuatan rumah mesin seharusnya dibuat bersamaan dengan pembuatan waduk. Pembuatan pagar kawat di areal pre-nursery bertujuan untuk melindungi bibit-bibit tersebut dari gangguan binatang liar misalnya babi. Percikan/butiran air yang dihasilkan lebih cocok untuk pertumbuhan bibit karena pupuk dalam polibag tidak terganggu dengan adanya percikan air penyiraman. pemakaian sistem selang kirico untuk penyiraman di pembibitan membutuhkan biaya yang lebih murah. Rumah mesin dibangun sedemikian rupa sehingga dapat menampung 2 buah mesin beserta jaringan pipanya.1. maka pembuatan rumah mesih dilaksanakan ketika penanaman kecambah akan dilaksanakan. juga dibangun kantor divisi yang digunakan untuk mengatur pembagian kerja dan memeriksa pekerja yang telah diabsen. Pembuatan Pagar Kawat untuk Areal Pre-Nursery. . Setiap 25 m diberikan pintu gerbang dengan lebar 2 m untuk mempermudah keluar masuk ketika melakukan perawatan ataupun pemindahan bibit. Gambar C.00 tergantung kepada keadaan cuaca. Jarak antar kawat satu dengan kawat lainnya 25 cm sehingga terdapat 6 baris kawat. Persiapan Media Tanah Media tanah yang digunakan adalah tanah lapisan atas (topsoil) yang biasanya dilakukan dengan bantuan alat berat baik excavator ataupun backhoe loader. Kanan: Kantor divisi. h. terutama ketika turun hujan. sebaiknya diberikan pelapis sebagi pelindung dari panas dan hujan.g. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan dan suhu udara yang tinggi pada musim kemarau menyebabkan pagar menjadi rapuh. Belum lagi masalah aki yang sering tekor karena memang jumlah aki yang tersedia terbatas sehingga mesin hanya bisa dihidupkan secara berurutan. Selain rumah mesin.h.pukul 06. Lantai rumah mesin tersebut haruslah terbuat dari beton cor untuk menjaga mesin agar tidak mudah goyang serta menahan getaran. Pagar dirawat sedemikian rupa sehingga tetap kokoh. lempung gembur.00 dan berakhir pada pukul 18. Areal yang dipagari oleh pagar kawat tersebut sering disebut dengan istilah “kandangan”.1. Kawat duri juga harus diperiksa ketegangannya. Pagar juga harus bersih dari gulma sehingga memudahkan dalam pemeriksaan. Pembuatan Rumah Mesin. karena memang bentuknya seperti sebuah kandang sapi atau kuda.1. Kawat yang kurang kencang akan menyebabkan tiang pagar menjadi miring dan akhirnya roboh. Jika dibanding dengan sistem sprinkler. Tanah yang digunakan tidak boleh kedap air. Selain itu tanah dalam polibag tidak menjadi keras atau membentuk lapisan atas yang keras.

jumlahnya dilebihkan karena jika kekurangan cukup sulit untuk memesan ke kantor pusat dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa naungan berupa daun kelapa sawit akan menimbulkan (menularkan) penyakit daun pada bibit kelapa sawit. b.1. misalnya dengan sistem selang kirico. Jumlah polibag kecil yang dipesan sebanyak 110% kebutuhan yang akan digunakan untuk penanaman.1.b. Pengisian polibag kecil Polibag kecil yang akan digunakan adalah polibag yang berkualitas baik. Beberapa buku menyebutkan bahwa pada pre-nursery.5 m3 tanah sehingga setiap tanah hasil ayakan dari 2 truk dapat dicampur dengan 10 kg pupuk RP.2.1. sekop kecil ataupun tangan kosong. pekerja juga harus memeriksa kembali tanah yang dimasukkan ke dalam polibag jika terdapat sampah. Tetapi di kebun HD tidak menggunakan naungan karena beberapa tahun yang lalu pembibitan kebun HD pernah menggunakan naungan. Sebagai perkiraan. Penyusunan Polibag Polibag kecil yang telah di isi kemudian disusun per bedeng. Kiri: Tanah topsoil yang telah dikumpulkan. maka naungan pada pembibitan tidak direkomendasikan lagi. Pemberian naungan di pembibitan baik dengan menggunakan pelepah kelapa sawit maupun dengan menggunakan bahan lainnya mulanya dimaksudkan untuk melindungi bibit dari penyiraman yang kurang sempurna terutama pada saat bibit dalam masa-masa pertumbuhan kritis. Hal ini untuk menanggulangi kemungkinan tergenang ketika hujan.Gambar C. Setelah tanah tersebut dikumpulkan. setiap truk mampu mengangkut sekitar 3-4 m3 tanah dan setelah di ayak akan didapatkan tanah 2-3. Polibag tersebut harus di isi sampai penuh untuk mengurangi resiko memadatnya tanah ketika disiram air. Tanah yang telah dicampur dengan pupuk dikeringanginkan selama 4 minggu. Tanah yang telah diayak tadi kemudian dicampur dengan menggunakan pupuk Rock Phospate (RP) dengan takaran 10 kg tiap 4. drainase air menjadi terhambat dan air menjadi menggenang disekitar polibag. Apabila karena alasan-alasan tertentu naungan tetap dipasang dapat . Gambar C. c. Jumlah polibag kecil per kg sekitar 80-90 polibag sehingga ada baiknya ketika melakukan pemesanan.2. Polibag yang telah selesai disusun di dalam bedengan. Namun sebaiknya hal ini dihindari karena dengan menggunakan guludan.a.5 m3 tanah.2. Gambar C. Pengisian Polibag Tanah yang telah di ayak dan dicampur dengan pupuk RP tadi kemudian dimasukkan ke dalam polibag yang berukuran 22 cm x 15 cm dengan ketebalan 0. Guludan tersebut sebaiknya diganti dengan menggunakan kayu sehingga drainase air dapat mengalir dengan lancer. tanah kemudian diayak sehingga terbebas dari sampah organik (batang kayu dan pelepah) ataupun dari sampah anorganik (plastik dan karung). Penghilangan naungan akan memberikan dampak berkurangnya penyakit daun pada bibit. Pada pinggir bedengan diberikan tanah timbunan (guludan) untuk menjaga agar polibag tidak mudah berubah dari posisi semula. Bedeng tersebut berisi 1000 polibag dengan panjang 125 polibag dan lebar 8 polibag dengan perkiraan panjang bedengan 10 m dan lebar bedengan 1 m.c. Setelah sistem penyiraman dapat dilaksanakan dengan baik. Selama pengisian polibag. Polibag kecil yang dipakai haruslah memiliki lubang pengeluaran air berdiameter 3 mm. Berat per polibag kecil sekitar 1-2 kg tergantung jenis tanah dan kelembaban tanah yang digunakan. Pengisian polibag dapat menggunakan piring. dan ternyata bibit tersebut menjadi gosong. bibit memerlukan naungan. Rekomendasi pemberian naungan di pre-nursery kemungkinan dibuat sewaktu belum ditemukan sistem penyiraman di pembibitan yang baik. Kanan: Pengangkutan tanah. Setiap 2 bedeng polibag kecil tersebut diapit oleh 2 selang kirico sehingga setiap selang kirico mampu menyuplai 2 bedengan sekaligus (kanan dan kiri). Apabila kebutuhan air peyiraman cukup maka pemberian naungan pada pembibitan tidak memberikan dampak positif pada pertumbuhan bibit. Kualitas yang jelek akan menyebabkan polibag mudah robek dan nantinya akan menimbulkan masalah di kemudian hari.22 mm. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P di dalam tanah sebelum dipergunakan sebagai media pembibitan. Kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh pembukaan naungan yang tiba-tiba sehingga bibit tersebut “kaget”.

1. Informasi yang diberikan meliputi varietas. mulai dari SJ 1 (Nigeria). dapat dipastikan bahwa kardus tersebut telah dibuka sebelumnya dan dapat dilaporkan kepada pihak SPU untuk menindaklanjuti temuan tersebut. isi kantong plastik tersebut serta tanggal pengiriman. Kebun HD menerapkan rumusan pada kerapatan 135 pokok per ha sebagai berikut: . . Kanan: Seed Label yang terdapat pada kantong. Pada waktu kardus tersebut dibuka. Seleksi Kecambah Sebelum dilakukan penanaman kecambah. trelebih dahulu dilakukan seleksi kecambah untuk menghindari tertanamnya kecambah yang tidak layak tanam. Packing list merupakan daftar kecambah yang diberikan pada saat transaksi yang berisi informasi mengenai jumlah kecambah. Kiri: Segel pada kardus. Oleh karena itu. Kecambah yang dikirimkan dalam sekali pengiriman dapat mencapai 25.600 butir kecambah. Kecambah yang telah diterima harus segera ditanam untuk menghindari kerusakan kecambah. Namun dengan menggunakan kecambah bermutu tinggi. kebutuhan kecambah dapat diperkirakan sebelumnya dengan menetapkan jumlah-jumlah kecambah yang dapat hidup ataupun yang abnormal.5 % atau 5 butir . Penerimaan Kecambah Ketika transaksi penerimaan kecambah dilakukan.d. Kecambah yang dikirimkan merupakan hasil dari perkiraan penanaman tanaman kelapa sawit yang akan di tanam tahun berikutnya ataupun yang akan di jual kepada pihak luar.menyebabkan etiolasi (pertumbuhan memanjang akibat kekurangan intensitas cahaya) pada bibit yang tidak diharapkan.Disisipan 5 % atau 10 butir Jumlah diatas merupakan perkiraan untuk mengatasi kekurangan kecambah. Untuk memastikan bahwa kecambah tersebut telah melewati tahap pemeriksaan. diharapkan pengurangan kecambah akibat seleksi dapat diminimalkan.Pucuk meruncing. Setiap kardus mampu menampung 2. Pada kardus kemasan kecambah juga terdapat segel untuk memastikan bahwa kardus tersebut tidak pernah dibuka sebelumnya. SJ 5 (Dami Komposit). nomor male dan female. Jumlah kebutuhan kecambah sebenarnya tidak dapat diduga dengan pasti. Beberapa kriteria kecambah yang digunakan di kebun HD adalah sebagai berikut: 1) Kecambah normal . di kemas siang hari.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) dapat dibedakan dengan jelas. Secara sederhana.Akar berwarna putih gading dengan panjang 8 – 20 mm.500-2. Kebun HD menerima seluruh varietas yang dikirim oleh SPU. penanaman dilakukan berdasarkan varietas sehingga memudahkan dalam pengawasan dan penjualan. d. berwarna kuning keputihan.Seleksi bibit di Pre Nursery 10 % atau 20 butir . Apabila segel tersebut rusak atau hilang. dan langsung di antar ke kebun HD pada sore hari. harus diperiksa kecocokan antara packing list dengan kecambah yang diterima. Packing List tersebut harus disimpan sebagai bukti bahwa bibit yang ditanam berasal dari kecambah yang telah bersertifikat. SJ 2 (Ghana). SJ 3 (Ekona).Posisi Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bertolak belakang (T-shape). dan tanggal pengiriman dari Seed Proccesing Unit (SPU).Seleksi bibit Main Nurser 15 % atau 30 butir . akan didapatkan kantong plastik berisi kecambah yang dilampiri dengan seed label untuk menunjukkan informasi mengenai kecambah yang terdapat pada kantong plastik tersebut. dan SJ 6 (Yangambi). nomor referensi. Isi dari tiap-tiap seed label tersebut dikumpulkan menjadi satu lembar terpisah yang disebut dengan packing list. e.Seleksi penerimaan kecambah 2. . Waktu pengiriman kecambah yang diperlukan dari SPU ke kebun HD hanya 1 hari yang artinya kecambah dapat di seleksi pagi hari. maka di seed label tersebut disertai cap quality control.000 butir kecambah sehingga diperlukan manajemen yang baik untuk dapat menanam kecambah tersebut dalam waktu singkat dengan mengatur kebutuhan tenaga dan pembagian tugas yang jelas. varietas. Gambar C. SJ 4 (Avros). .2. .

Kiri: Menugal. 2) Kecambah abnormal .e. Terkadang didalam 1 kantong kecambah tersebut terdapat beberapa kecambah yang memiliki 2 atau 3 tunas. Tapi hal ini bukan merupakan suatu masalah karena waktu dan hasilnya tidaklah berbeda.1.2. Ketika paket kecambah sampai ke bibitan. Kecambah yang berada di dalam ember juga dapat di angkat dan diletakkan di piring. dikhawatirkan pupuk RP tersebut tidak tersebar merata diseluruh polibag. Kecambah yang telah ditetapkan termasuk kedalam kecambah abnormal kemudian diafkir atau dimusnahkan dengan cara dipatahkan. .5 bulan. . Satu tim terdiri dari 3 orang yang memiliki tugas masing-masing. kebiasaan menanam kecambah juga akan mempengaruhi proses penanaman. dan ditempatkan tersendiri untuk diberi perawatan khusus. Kecambah tersebut sering disebut dengan “kecambah kembar”. maka bibit tersebut dibelah. Biasanya kerusakan kecambah yang muncul ketika kecambah terlambat ditanam adalah adanya kecambah yang patah bagian tunas ataupun akarnya. dilakukan aplikasi pupuk RP. sedangkan kecambah yang massanya lebih berat akan tenggelam. sehingga jamur tersebut kemungkinan besar tidak akan tumbuh. Hal ini dikarenakan jika aplikasi pupuk RP dilakukan ketika tanah belum di isikan ke dalam polibag. Apabila sudah demikian. .2. busa serpih tersebut dapat di angkat dengan mudah dari ember. Gambar C.2. Namun terkadang tim ini tidak berjalan seperti apa yang diharapkan. Terkadang beberapa hari sebelum penanaman kecambah. Apabila sama.f. Orang pertama bertugas menugal tanah di polibag. berwarna coklat dan busuk.2.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) yang tidak berkembang.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) tidak dapat dibedakan. Penanaman Kecambah Penanaman kecambah dilaksanakan sesegera mungkin untuk mengungai resiko kerusakan kecambah. seperti menugal bersama.Kecambah lecet atau patah. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memisahkan busa serpih dengan kecambah ini.Gambar C.f. . Kanan: Pemisahan busa serpih dengan kecambah. Kecambah ini tetap ditanam dan dipelihara. pematahan tunas atau akar adalah solusi terbaik yang dapat dilakukan. Kanan: Penanaman kecambah. menanam bersama dan menutup bersama. namun berhubung alat yang dimaksud tidak tersedia. . terkadang kecambah yang disimpan terlalu lama akan memunculkan jamur walaupun pada kemasan kantong telah dilengkapi dengan busa serpih yang disemprot dengan fungisida. Pertama dengan mengangin-anginkan busa serpih tersebut sehingga busa serpih terbang dari kumpulan kecambah. kardus tersebut dibuka kemudian diperiksa lagi dan dicocokkan dengan packing list yang menyertainya.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bersatu yang ujungnya membengkok seperti bentuk geraham. Isi yang terdapat di kantong kecambah tersebut ditumpahkan ke dalam ember sehingga busa serpih yang massanya lebih ringan akan mengapung. karena selain membutuhkan ketelitian yang tinggi.1. Kiri: Aplikasi pupuk RP.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bengkok/berputar atau bentuk “U”. Penanaman kecambah dilakukan oleh tim yang biasa menanam kecambah. Seharusnya pemusnahan kecambah dilakukan dengan menggunakan alat nut cracker. Jika bibit kedua tidak baik maka langsung dimusnahkan. Kecambah abnormal.2. Dengan dilakukannya aplikasi pemupukan per polibag diharapkan . Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan ember berisi air. Beberapa orang lebih suka untuk mengerjakan semuanya secara bersama-sama.e. sedangkan orang ketiga bertugas menutup lubang yang telah berisi kecambah. Bibit kedua yang dipisah selanjutnya ditanam pada polibag kecil yang lain. orang kedua bertugas menanam kecambah.Tanpa akar atau pucuk dan atau salah satu akar atau pucuk tidak tumbuh.2. Namun cara ini dirasa kurang baik karena busa serpih yang tertiup angin menjadi berterbangan dan menyebar di areal pre-nursery sehingga kandangan menjadi tampak kotor. Gambar C. f. Selain itu. dilanjutkan dengan membuka kantong plastik dan memisahkan antara busa serpih dengan kecambah. Namun setelah bibit tersebut berumur 1. Gambar C. Kecambah normal dengan panjang radikula < 20 mm. dan dipilih yang bagus untuk ditinggal dalam polibag.

yang mengandung N-P-K-Mg. sedangkan hujan yang turun belum tentu merata di seluruh kebun sehingga apabila ombrometer menunjukkan curah hujan tinggi. dalam konsolidsasi juga terdapat kegiatan menambah tanah pada polibag yang kekurangan tanah.i. Selain itu memang di kebun HD tidak pernah mengaplikasikan mulsa pada masa pre-nursery. Merumput dan Melumut Kegiatan merumput dilakukan 2 minggu sekali dan hanya dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan cara mencabut atau memotong rumput yang ada di sekitar polibag ataupun yang ada di dalam polibag. Hal ini disebabkan karena ombrometer berada di halaman depan kantor. Untuk mempermudah dalam pelaksanaan. Tetapi apabila curah hujan kurang dari 8 mm. Apabila curah hujan pada hari itu lebih dari 18 mm. maka bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore).1. belum tentu kadar air di pembibitan juga rendah. menutup akar yang terbuka dan memperbaiki arah bibit yang tidak tegak lurus. Gambar C. g. Namun sangat jarang rumput hasil cabutan tersebut digunakan sebagai mulsa. lumut juga patut diperhatikan. tetapi lebih mengandalkan insting dan pengalaman operator siram. sehingga apabila dipaksakan 2 kali penyiraman dalam sehari akan menyebabkan kenaikan biaya yang sangat besar. Pemupukan di pre-nursery. Dosis yang digunakan adalah 2 g/polibag dengan menggunakan takaran Ally. Kebun HD tidak menerapkan penyiraman 2 kali. Selain itu. kecambah ditanam kurang dalam sehingga ketika dilakukan penyiraman.1. kecambah muncul dari tanah sehingga perlu dilakukan penimbunan tanah kembali. Apabila ketika operator siram mengecek tingkat kelembaban tanah dan dinyatakan bahwa tanah tersebut cukup lembab dan tidak perlu disiram. belum tentu kadar air di pembibitan juga tinggi. Pemupukan Pemupukan pada pre-nursery dilakukan dengan mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh ARU. Kegiatan konsolidasi ini dilakukan seminggu sekali. maka bibit tidak lagi memerlukan penyiraman. Konsolidasi. begitu juga sebaliknya apabila ombrometer di kantor rendah. maka pada hari itu tidak disiram. karena umur prenursery yang relatif pendek. Konsolidasi Konsolidasi merupakan kegiatan memperbaiki posisi polibag yang kurang benar seperti miring ataupun roboh. j. i. hal ini dikarenakan untuk 1 mesin pompa air membutuhkan 10 liter dalam 1 jam. rekomendasi yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah sebagai berikut: Gambar C. Apabila curah hujan di kebun HD di antara 8 mm dengan 18 mm. Jumlah curah yang turun dapat diketahui dari ombrometer yang terdapat di halaman depan kantor.1. Terkadang penyiraman juga tidak mengikuti aturan yang ada.terdapat pemerataan penggunaan pupuk RP tersebut. h.4. Penyiraman Bibit Curah hujan menjadi penentu utama dalam penyiraman bibit. Untuk saat ini. pelarutan pupuk dilakukan dalam jumlah yang besar sehingga cukup untuk jumlah bibit yang . maka bibit disiram sekali dalam sehari.2. Terkadang sewaktu dilakukan penanaman. Pekerjaan melumut ini dapat dilakukan bersamaan denga kegiatan merumput di atas polibag. Selain memperbaiki posisi bibit. Kebutuhan minyak solar setiap hari ketika musim kemarau dapat mencapai lebih dari 400 liter. Hal ini menyebabkan tanah menjadi kedap air sehingga air dan pupuk tidak mampu diserap oleh tanah. untuk bibit yang miring akan lebih mudah diperbaiki ketika masih muda.2. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga bibit tetap tumbuh pada posisi yang normal baik letak maupun arah pertumbuhan.2.j.6. Gambar C.15.g. namun hanya 1 kali walaupun curah hujan kurang dari 8 mm. Selain rumput. Selain itu memang telah disediakan mulsa khusus yang didatangkan dari PKS berupa serat (fiber) kelapa sawit atau cangkang kelapa sawit. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dan pupuk NPK 15. Rumput hasil cabutan tadi kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di luar areal bibitan yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai mulsa. Pemupukan dilakukan dengan melarutkan pupuk tersebut ke dalam 45 cc air. Penyiraman bibit di pre-nursery. pupuk yang digunakan terlebih dahulu dianalisa kesesuaian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk tersebut.

15. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan cara kemis.4 7 dibagi dalam 4 kali aplikasi Tabel C. Hama sapi dapat dicegah dengan menggunakan tenaga jaga yang bertugas mengawasi sapi sehingga tidak masuk ke areal pembibitan. hal ini untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit yang berat.225 9 NPK 15. namun pencegahan terhadap serangan hama mamalia seperti sapi harus tetap dilakukan.6. Pengendalian Hama dan Penyakit Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Decis yang dibutuhkan untuk satu knapsack sprayer adalah 15 cc. Walaupun begitu. pekerja menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan sehingga setiap polibag mendapatkan jumlah pupuk yang sama.15. Seleksi Bibit di Pre-Nursery Kemungkinan nasihat terbaik yang dapat diberikan kepada pekerja yang bertanggung jawab terhadap seleksi bibit adalah aturan dasar “bila ragu-ragu terhadap kondisi suatu bibit maka bibit tersebut diafkir saja”.000 polibag. Terkadang juga ditambahkan dengan Bayfolan (penghijau daun) dan Agristik (perekat).15.6. sehingga diperlukan seleksi bibit yang ketat untuk mencegah keluarnya bibit yang bermutu rendah. Tabel pemupukan pada pre-nursery.15.4 0. k.2.6. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi pengeluaran biaya perawatan yang tidak diperlukan. seperti: a) Bibit normal: .15.banyak.075 5 NPK 15. Hama ini datang terutama ketika musim hujan tiba.15 6 NPK 15. yaitu dengan menyemprot bibit setiap 2 minggu sekali.6. Bibit yang telah dinyatakan abnormal kemudian dipisahkan dan dimusnahkan dengan cara di cincang. Dengan demikian.15. seharusnya seleksi bibit didasarkan pada pertimbangan yang realistis dan mematuhi standar-standar seleksi yang telah ditetapkan. Penggunaan bahan insektisida ataupun fungisida sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh ARU.6. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya sehingga bibit tersebut dalam sekali penyemprotan sekaligus mengaplikasikan insektisida dan fungisida sekaligus. Akibat dari kesalahan pelaksanaan seleksi bibit adalah produksi dari buah sawit yang ditanam akan memberikan hasil yang jelek. l.j. tidak perlu menggunakan timbangan digital untuk menimbang berat pupuk yang akan di aplikasikan. Sedangkan kriteria bibit normal atau abnormal dapa ditentukan dengan melihat penampilan bibit.Jenis Pupuk Dosis/polibag Keterangan (gram) 4 Urea 0.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 12 NPK 15.4 3.4 0. Namun saat ini dosis yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah decis 2 cc/liter dan dithane 2 g/liter yang diaplikasikan secara bersamaan.15 7 NPK 15.6. Seleksi ini dilakukan sampai bibit dipindahkan ke main-nursery. Pelaksanaan seleksi bibit di pre-nursery dilakukan setiap satu bulan sekali. kebun HD lebih bertindak preventif. Pemikiran tersebut salah. maka diperlukan 750 gram pupuk urea dan 450 liter air. Dalam pelaksanaannya pekerja menggunakan knapsack sprayer yang mampu menampung air hingga 15 liter.1.4 0.4 3. Minggu ke.4 0. Pembibitan kebun HD sangat menjaga kualitas bibit yang dihasilkan. sedangkan dithane yang dibutuhkan adalah 15 cc.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 10 NPK 15. Sebagai contoh apabila ingin melarutkan pupuk urea untuk 10. Walaupun di areal pembibitan telah dikelilingi oleh parit dan tanggul dan pada pre-nursery telah dilengkapi dengan pagar kawat.6.15. Seringkali bibit yang kondisinya meragukan namun masih tetap dipertahankan atau tetap ditanam adalah karena adanya pemikiran bahwa “bibit tersebut dapat dipulihkan dalam waktu tidak lama dan membutuhkan sedikit perhatian”.1875 8 NPK 15. pemeriksaan terhadap bibit dilakukan setiap hari untuk mengetahui ada atau tidak serangan hama dan penyakit. Dalam pelaksanaan pemupukan.

tanah di pindahkan ke areal pembibitan dengan menggunakan truk. Setelah itu. Tanah yang telah dikumpulkan tadi kemudian di ayak untuk membersihkan tanah dari sampah-sampah organik maupun anorganik. perlu diperhitungkan kembali kebutuhan tanah sesuai dengan rencana penanaman di main-nursery. Tahap Main-Nursery a. Terkadang terdapat polibag yang memiliki warna hampir transparan yang dikarenakan zat warna yang digunakan sedikit.5 m dan lebar 1 m.1.a. Pengisian polibag untuk main-nursery dilakukan secara bersama-sama yang beranggotakan 3 orang. ayakan dimiringkan ± 60º sehingga mempercepat menurunnya tanah. Oleh karena itu. .. Aplikasi pupuk RP baru dilaksanakan pada saat akan dilakukan pindah tanam. Berbeda dengan polibag kecil yang dipesan 110% dari kebutuhan. Kiri: Pembuatan ayakan. dan orang ketiga bertugas mengisikan . Gambar C. Abnormalitas bibit di pre-nursery yang paling sering terjadi adalah daun berpilin (twisted leaf). namun hal ini tidak mempengaruhi kualitas polibag. Gambar C. Persiapan Media Tanah Langkah-langkah dalam persiapan media tanah di main-nursery ini tidak berbeda dengan langkah-langkah yang dilakukan pada persiapan media tanah di pre-nursery. dingin ataupun robek. Kiri: Kecambah normal. . . Tanah yang digunakan adalah tanah topsoil yang berada di divisi inti. Setiap truk mampu mengangkut 3-4 bucket excavator atau setara dengan 3-4 m3 tanah yang mencukupi kebutuhan untuk 80-100 polibag besar.2. Orang pertama bertugas mencangkul. Gambar C. Kanan: Kecambah abnormal (twisted leaf) b) Bibit abnormal . Pengisian Polibag Polibag yang digunakan di main-nursery kebun HD adalah polibag yang berukuran 40 cm x 50 cm dengan ketebalan sekitar 0. Hal ini disebabkan supaya pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah karena jika tanah dalam keadaan basah tanah tersebut menjadi sulit untuk di ayak.3. . 3.3.Daun yang tumbuh terakhir harus lebih besar dari daun yang tumbuh terdahulu. Polibag yang digunakan adalah polibag yang memiliki kualitas baik dengan melihat ketahanannya terhadap panas. Polibag di isi penuh supaya tidak terjadi penurunan ketinggian tanah dalam polibag akibat tersiram air.Bibit kerdil (Runtseedling). Polibag tersebut haruslah memiliki lubang pengeluaran air yang berguna untuk mencegah terjadinya genangan air di dalam polibag yang berdiameter 3 mm.5 cm x 1. Untuk rangka ayakan dibuat dari kayu gelam sepanjang 2 m yang diberi penguat bambu. Sebelum melakukan pengayakan tanah. . Ayakan dibuat dengan menggunakan kawat berlubang dengan ukuran lubang 1. . Ketika melakukan kegiatan tersebut.22 mm.Daun berpilin (Twisted Leaf).Bentuk daun tumbuh sempurna dengan memiliki 3 sampai 4 helai daun. Kiri: pengisian polibag.1. harus dipastikan tanah tersebut kering.Bulai/Albino (Chimera). b. polibag besar dipesan 100% dari kebutuhan sebenarnya. orang kedua bertugas membersihkan ayakan.Berdaun tegak lurus seperti lalang (Narrow Leaf or Grass Leaf). Kanan: Pengayakan tanah.Daun bersatu (Collante). Hal ini disebabkan karena ketika dilakukan penanaman.b.Helai daun bergulung (Rolled Leaf).1.Bibit sakit (Diseased Seedlings). . . ketika basah tanah menjadi menggumpal. posisi plumula dan radikula terbalik.5 cm dengan panjang 1. selain tanah menjadi lebih berat.l. Setiap kg polibag besar terdapat 10-14 lembar polibag.Daun berkerut (Crincled Leaf). Kanan: Polibag terisi penuh. Untuk abnormalitas lainnya sangat jarang ditemui di pembibitian kebun HD. sehingga tunas berkembang memutar dan menjadi berpilin.

Selain itu perlu diperhatikan juga ketika menurunkan polibag baik dari panggulan ataupun dari angkong. f. Penyusunan Polibag Polibag yang telah terisi penuh kemudian di distribusikan (langsir) ke tempat penanaman yang telah direncanakan. Pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery dilakukan berdasarkan tanggal tanam. Spacing polibag ini dilakukan dengan menggunakan kawat panjang yang telah diberi tanda berupa karet yang digulung. Jumlah bibit yang dipindahkan harus dihitung untuk menghindari perbedaan catatan yang ada di kantor dengan jumlah di lapangan. yaitu polibag pada posisi terpinggir dari suatu blok pembibitan tersebut. kemudian diputar hingga 90º dan kemudian diangkat dan bor tersebut diayunkan di sela-sela antar polibag. Dengan demikian pekerja yang memiliki tugas menanam tidak lagi kesulitan untuk membawa bibit kecil ke tempat penanaman. bukan pangkal polibag. Sedangkan yang kedua adalah untuk menentukan titik dalam baris polibag (78 cm) dengan panjang 10. Perlu diperhatikan ketika kegiatan langsir polibag dilakukan. baru kemudian di bor. Tanah di bor dengan kedalaman sekitar 20 cm. Spacing dilakukan untuk membuat jarak tanam yang seragam.1.3. Selang kirico tersebut disambung ke pipa dengan cara mengikatnya dengan kawat. Pembibitan di kebun HD menggunakan jarak tanam polibag 90 cm x 90 cm x 90 cm. polibag tidak boleh dibanting untuk menghindari pecahnya polibag akibat tekanan yang berlebihan ketika polibag diturunkan.14 m yang dapat memuat 13 titik spacing. begitu juga sebaliknya. Gambar C. kegiatan spacing ini sama dengan kegiatan spacing ketika penanaman bibit di areal.1.d. dapat juga dengan cara dipanggul tergantung jarak yang ditempuh dan jumlah tenaga. Berat satu polibag besar berkisar antara 15 kg hingga 20 kg tergantung kepada jenis tanah dan kadar air tanah. Pemindahan dan Penanaman Bibit Bibit kelapa sawit yang telah berumur 3 bulan di pre-nursery harus dipindah ke polibag besar (main-nursery). terlebih dahulu tanah yang ada di polibag dibor dengan menggunakan alat khusus yang telah disediakan. Cara mengebornya adalah dengan menekan bor tersebut kedalam tanah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko polibag robek.3. Kegiatan langsir bibit ini dapat menggunakan angkong. hanya saja skalanya lebih kecil. Ketika mengangkat polibag. Terdapat dua macam kawat yang digunakan dalam kegiatan spacing ini. Kegiatan spacing dimulai dengan memubuat kandangan. selang tersebut di uji coba dengan mengalirkan air dan melakukan kalibrasi tekanan dengan menggunakan Pressure Gauge. Kiri: Langsir bibit. Pertama adalah kawat yang digunakan untuk posisi antar baris (90 cm) dengan panjang 11. Penanaman Bibit Sebelum dilakukan penanaman bibit kecil ke polibag besar. Bibit yang telah dilangsir langsung didistribusikan ke setiap polibag besar dengan meletakkannya di samping polibag besar. yang diangkat adalah bagian dasar polibag. Untuk mempermudah dalam pengeboran. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan angkong yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menampung maksimal 150 polibag kecil. e.tanah ke dalam polibag.7 m yang dapat memuat 13 titik spacing. Harus dipastikan bahwa lubang yang ada pada selang tersebut berada di atas. Kanan: Spacing bibit. Bor yang digunakan di pembibitan kebun HD terbuat dari pipa PVC 4” dengan ujung pipa . Pemasangan Instalasi Kirico Instalasi kirico dipasang segera setelah seluruh polibag telah selesai di spacing. Setelah semua selang dipasang. sebelum dilakukan pekerjaan ini sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu sekitar 15 menit. Kegiatan langsir polibag besar ini langsung dilanjutkan dengan penyusunan (spacing) polibag. sehingga setiap bibit kelapa sawit mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh sinar matahari. c. sesuai dengan tinggi polibag kecil sehingga ketika penanaman tidak ada bagian tanaman yang menyembul keluar.c. Pemasangan instalasi kirico. varietas dan nomor male serta penempatan di lokasi main-nursery. Gambar C. d. Setiap satu gulung selang kirico memiliki panjang 100 m yang cukup untuk 1 baris blok. Hal ini dikarenakan jika tanah kering cenderung keras dan mempersulit masuknya bor ke dalam tanah.

sedangkan untuk polibag yang tidak dapat lagi digunakan di letakkan di samping gudang. Pupuk RP tersebut ditaburkan tepat didalam lubang hasil pengeboran sebelumnya. Tetapi belakangan ini penggunaan mulsa cangakang sangat jarang dilakukan. Bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). Gambar C. akar bibit telah menembus polibag dan sumber air serta unsur hara tidak lagi terfokus pada kandungan yang ada . selain itu. Apalagi pada bibit main-nursery yang telah berumur lebih dari 9 bulan. Polibag besar yang telah dibor kemudian biberi pupuk RP untuk meningkatkan kadar P di dalam tanah. Mulsa dapat berasal dari serat (fiber) ataupun cangkang kelapa sawit. g. karena fiber yang baru dating tersebut masih panas sehingga apabila dipaksakan untuk langsung diaplikasikan dikhawatirkan akan membuat bibit tersebut gosong karena kepanasan. mulsa juga bermanfaat untuk mengurangi penguapan air tanah sehingga tanah tidak mudah kering. ketika pengeboran secara langsung maupun tidak langsung akan ada pupuk RP yang terbuang bersama tanah yang terbawa bor tersebut. h. Namun untuk mencapai tingkat efisiensi maksimum. Kiri: Bor pembuat lubang tanam. Polibag yang telah dipisahkan tadi kemudian dimasukkan ke karung. Apabila dirasa tanah masih lembab. Gambar C. Untuk polibag yang masih dapat digunakan di simpan di dalam gudang. dan di tekan sedikit sehingga permukaan tanah menjadi rata.1. cangkang juga digunakan sebagai bahan bakar di PKS sehingga jumlahnya sangat terbatas.2.3. Dengan diberikannya mulsa pada bibit kelapa sawit tersebut maka pertumbuhan gulma dapat ditekan sehingga kegiatan merumput dapat dikurangi dan persaingan antar tanaman juga menurun. Cara aplikasi mulsa ini adalah dengan membawa mulsa dalam karung kemudian dibawa ke polibag besar yang akan di beri mulsa. Bibit kecil tadi kemudian di masukkan ke dalam lubang yang telah diberi pupuk. apabila pupuk dicampur bersama dengan tanah yang belum di bor. penyiraman tidak lagi menjadi suatu kegiatan yang harus dilakukan. penyiraman cukup dilakukan satu kali. keputusan dilakukan kegiatan penyiraman atau tidak juga ditentukan oleh operator siram dengan mengandalkan pengalaman yang dimiliki. pelaksanaan penyiraman dilakukan hanya 1 kali sehari walaupun hari sebelumnya tidak turun hujan. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian persiapan media tanah bahwa aplikasi pupuk RP ketika tanah masih dalam bentuk gundukan sangat sulit sehingga lebih mudah apabila diaplikasikan ketika tanah telah di isikan ke polibag besar. Penanaman bibit main-nursery. Selain itu. selain harganya mahal. bibit kelapa sawit tersebut diberi mulsa. Hal ini dikarenakan pada bibit yang berumur 9 bulan ke atas.f. Kanan: Rumput di sela-sela mulsa. maka penyiraman ditunda pada hari berikutnya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan dan efisiensi kerja. Aplikasi Mulsa Sekitar 2 minggu setelah penanaman di polibag besar. Penyiraman Salah satu kebutuhan utama bibit kelapa sawit adalah air. Polibag kecil berisi bibit pre-nursery di angkat. Harus dipastikan bahwa posisi bibit tersebut tegak lurus.g. Polibag kecil yang telah berada di samping polibag besar kemudian di angkat untuk dipindah tanam. Dosis yang digunakan untuk setiap polibag adalah 30 gram yang aplikasinya menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan. Kebutuhan air setiap polibag ± 2 liter per hari. kemudian dimiringkan dan dipukul-pukul sehingga tanah memadat dan mudah untuk dikeluarkan dari polibag kecil. Yang perlu di ingat adalah fiber yang baru dating dari PKS haruslah dibiarkan selama minimal 2 minggu.3.f. Polibag yang telah di bor dan di beri pupuk RP siap untuk ditanami. Kanan: Pembuatan lubang tanam. Kiri: Polibag yang telah diberi mulsa. Setelah itu mulsa tersebut disebar merata di atas tanah hingga mulsa menutup seluruh permukaan tanah. Jika curah hujan lebih dari 18 mm maka tidak perlu dilakukan penyiraman. Selain itu. Panjang bor sekitar ± 60 cm dengan pegangan berada 10 cm dibawah pangkal bor yang terbuat dari kayu gelam. sisa polibag kecil dikumpulkan dan dipilah-pilah antara polibag kecil yang masih dapat digunakan dan polibag kecil yang tidak dapat lagi digunakan.3.1. jika curah hujan lebih dari 8 mm. Penyiraman bertujuan memberikan seluruh bibit untuk memperoleh kelembaban yang cukup dan menghindari bibit kurang air.diruncingkan dan pangkalnya diberi pegangan yang terbuat dari kayu. sehingga sebisa mungkin tanah yang berada dalam polibag dalam keadaan lembab atau basah. Gambar C. Apabila kegiatan penanaman telah selesai dilakukan.

2006. Ogan Komering Ilir. Kelapa Sawit : Usaha Budidaya. Manajemen Budidaya Kelapa Sawit (dalam : Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. E. Siregar. Penyunting : S. Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. Pematangsiantar.sampoernaagro. The Genus Elaies. Y. Penebar Swadaya. Pupuk tunggal sebagai pengganti pupuk majemuk dan pengurangan frekuensi aplikasi pada pembibitan klon kelapa sawit. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. R. Kelapa Sawit. 2006.U. 1996. 2009. 1992. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. (tidak dipublikasikan) Lubis. Murfiah. http://www. K. Asmono. 2002. International Contect Bussines System. V. BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT Didalam budidaya tanaman kelapa sawit. Jakarta. Yang terpenting adalah bibit main-nursery yang berumur < 9 bulan tidak boleh kekeringan karena bibit berumur 10 bulan. Tbk. I. Diakses tanggal 1 September 2008. Makin Group. Elsevier. Ogan Komering Ilir. Yogyakarta. Kelapa Sawit di Indonesia. Sujadi. A.php?option=com_content&task=section&id =8&Itemid=31&lang=id. Fauzi. Mangoensoekarjo. Widyastuti. dan Y.com/2011/06/25/budidaya-kelapa-sawit-pembibitan-kelapa-sawit/ BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT PROSPEK YANG CERAH DI KETAPANG KALIMANTAN BARAT 26OKT I. 1997. kegiatannya meliputi pembukaan lahan/ kebun atau Land Clearing(LC). Pusat Penelitian Kelapa Sawit – Pemuliaan Tanaman. Semangun). Syamsulbahri. Tojib. dan N. Budidaya. Mangoensoekarjo dan H.iopri. Buletin Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. Hartono. Widiastuti. Penebar Swadaya. 12(1):25-34.T. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. Setyawibawa dan R. dan P. 1992. Corley. Analisis dan Pemasaran. Gadjah Mada University Press. Oil Palm Research. Yenni.E. Pedoman Teknis Pembibitan Kelapa Sawit.org/ index. Y. Amsterdam.wordpress. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. Jakarta. Pembibitan Kelapa Sawit. . S. R. Supena. 2009. Pengenalan Perkebunan Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat.html. Studi Tentang Perkebunan dan Pemasukan Minyak Kelapa Sawit Indonesia. 1998. teknik pembibitan dan pemeliharaannya. Supriyanto. H. Plantation Location. (tidak dipublikasikan) Purba. A. Penyiraman dapat dilakukan 2 atau 3 harus sekali. 2003. Yogyakarta http://puputwawan. YE.. kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit di TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan) hingga pemanenan TBS (tandan buah sawit. Tbk. S.di polibag. Hartoyo. Gadjah Mada University Press. Jakarta. I. D. Purba. ______. Diakses 10 Oktober 2008. Setyawibawa. dan A. DAFTAR PUSTAKA Anonim. (tidak dipublikasikan). 2003. http://www. ______.com/plantation location. 1976.

1 Pembukaan Kebun Baru Untuk pembukaan perkebunan baru ada beberapa usaha yang harus dilakukan mulai dari bagaimana cara perolehan lahan. Adapun Tahapan-tahapan dalam perolehan antara lain: A. ekonomi. pemasaran. mencakup:  Luas area berdasarkan kelas tanah.1. Penilaian Kelayakan Lahan Setelah mendapatkan izin untuk pembukaan lahan maka selanjutnya adalah penilaian kelayakan lahan atau survey pendahuluan (desk study) yang dilakukan oleh Riset dan GIS (geografic information system) untuk mendapatkan informasi yang mencakup:  Kelayakan area baru untuk dilakukan penanaman Kelapa Sawit  Alternatif jalan masuk ( Acces Road) menuju area baru  Sumber air yang cukup untuk rencana pembibitan. sosial dan lingkungan. perencanan tata ruang sampai dengan pembukaan lahan secara fisik. 1. . Didalan pelaksanannnya pihak Manajemen mendapatkan usulan/masukan dari public affair departemen (PAD) atau sebaliknya. B. menejemen akan menugaskan Riset dan GIS (geografic information system) untuk melakukan survey lanjutan tentang kelayakan area yang mencakup: Teknis.2 Perolehan Lahan Proses perolehan lahan baru dan pengembangannya ditetapkan oleh Manajemen sebagai langkah ekspansifperusahaan menuju terwujudnya luasan area yang ditetapkan. Emplasemen/Pondok dan pabrik  Potensi masalah sosial Apabila dari hasil survey pendahuluan menunjukan prospek bisnis yang menguntungkan. Apabila dijumpai okupasi atau permasalahan dalam area yang akan diurus perizinannya maka pimpinan Proyek/ manajemen Kebun diwajibkan membantu PAD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas.  Luas kerangka berdasarkan tahapan penanaman disertai tanda batas dilapangan. Perizinan Area Baru Public affair departemen (PAD) bertugas untuk menyelesaikan proses perizinan area baru yang dimulai dari tahap proses perolehan area sampai perolehan hak guna usaha (HGU). Dan beberapa informasi yanag lebih mendetail.

1 2 3 4 5 Jangka waktu pembangunan kebun Tahapan – tahapan pembukaan kebun Kebutuhan SDM Keuangan Alat berat dan kendaraan Sedangkan. Jaringan outlet beserta ukurannya untuk area rendahan dan gambut. dengan menugaskan departeman agronomi dibantu tim yang terdiri dari finance. Lokasi prasarana (rencana: dermaga. semak belukar. untuk penghubung keluar masuk lokasi dermaga Penentuan Main Road (jalan utama) dan Collection Road (jalan koleksi) Rencana pembagian blok dan luas blok Lokasi bibitan Rencana Lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lain Rencana lokasi pabrik dan perkantoran . Gudang sentral. disusun berdasarkan hasil survey lahan yang mencakup informasi : 1 2 3 4 5 6 7 8 Batas kebun dan batas wilayah kebun Kondisi lahan : darat. rawa. Lokasi Sunber material pada area baru. dan lalang. Penyusunan Master Plan kebun. bukit dan sungai ( termasuk renca outlet) Jaringan jalan. skunder. Rencana Kerja Proyek (RKP) merupakan rencana detail yang berisi informasi. bulking. dll) Hasil survey semi detail manajemen menetapkan rencana penyelesaian dan jangka waktu pembangunan kebun baru. dan engineering untuk menyusun rencana kerja proyek (RKP) dan master plan kebun dan pabrik.    Kondisi dan taksiran luas hutan primer.

9 10

Lokasi sumber material penimbun dan pengeras jalan Lokasi hutan konservasi / penyangga

1.3 Perencanaan lokasi Sarana Penunjang Untuk kelancaran dalam pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit maka harus segera dibangun beberapa sarana penunjang antara lain: lokasi kantor, bibitan, lokasi jalan masuk, lokasi pabrik dan lokasiemplasemen. Untuk menentukan lokasi kantor dan tempat tinggal pengurus. Pimpinan proyek / manajer kebun segera mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk bangunan kantor dan tempat tinggal sementara. Lokasi yang sudah ditetapkan tersebt diupayakan akan menjadi tempat pembangunan kantor permanen, Gudang dan Emplasemenkebun memasuki masa stabil. Penetapan lokasi harus mendapat persetujuan dari KAWIL (kepala wiayah) dan GM (general manager) Plantation. Setelah penentuan lokasi untuk perkantoran, Pimpinan proyek manajer kebun pjuga mengidentifikasi area yang akan digunakan untuk pembibitan dengan mempertimbangkan persyaratan lokasi bibitan yang ideal. Setelah lokasi bibitan disetujui oleh KAWIL ( kepala wilayah) dan GM (general manager) Plantation, pimpinan proyek / Manager kebun segera menyusun Rencana Kerja dan Anggaran untuk pelaksanaan oprasional pekerja bibitan. Menentukan lokasi jalan masuk dengan mempertimbangkna hasil survey semi detail. Dalam hal ini Pimpinan proyek / manajer kebun bersama-sama dengan Lahan untuk jalan masuk harus dibebaskan dari kepemilikan masyarakat minimal 50 meter dari kiri kanan jalan. Guna menjaga keamanan dari berbagai gangguan maka perlu dibuat parit 2 x 2 x 1,5 m sebagai pembatas sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Kemudian untuk selanjutnya penentuan lokasi pabrik kelapa sawit (PKS) dan Emplasemen, Pimpinan Proyek / Manager kebun, GIS, dan Enginering malakukan survey untuk menentukan kelayakan tata letak rencana pembangunan PKS serta Emplasemen pada tempat yang ditunjuk. Berdasarkan hasil survey tersebut, managemen memutuskan lokasi terbaik yang akan dibangun. Untuk menghindari kesalahan penanaman pada lokasi yang di rencanakan akan di bangun PKS maupun Emplasemen maka harus segera dibuat tanda di lapangan dengan pemasangan papan nama sekaligus patok batas lokasinya. Pimpinan Proyek/Manajer kebun segera menginformasikan kepada Asisten Pengembangan untuk menghindari penanaman pada lokasi yang sudah dicadangkan tersebut. 1.4 Pembukaan Lahan lokasi

Pembukaan lahan adalah merupakan kelanjutan tahapan setelah mendapat izin hak guna usaha (HGU) dan telah dilakukan uji kelayakan lahan. Adapun Tahapan – tahapan dalam pembukaan lahan antara lain: Survey Lahan dan evaluasi lahan Kegiatan survey lahan dan evaluasi lahan dilakukan oleh para ahli PMNP, kegiatan ini bertujuan mengetahui layak atau tidak dan sesuai atau tidak lahan tersebut dinyatakan untuk dijadikan lahan untuk tanaman BudidayaTanaman Kelapa Sawit. Rintis-Bloking Kegiatan rintis bloking bertujuan untuk menentukan tata batas / kerangka kebun, menentukan desain blok yang akan dikerjakan dan menentukan tata batas jalan utama ataupun jalan koleksi. Pembuatan rintis bloking dan jalan di areal datar, didasarkan pada peta rencana blok, kemudian dilakukan kegiatan rintis jalan Main Road dan Collection Road, penentuan arah jalan mempertimbangkan bentangan luasan kebun dengan menggunakan kompas / Theodolite. Jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1.009 m dan antar jalan koleksi (CR) 307 m, dengan lebar blok 300 m dan panajang blok 1.000 m. Sedangkkan untuk areal berbukit dilikaukan imas tumbang terlebih dahulu sebelum rintis-bloking maupun pembuatan jalan. Untuk luasan blok pada areal berbukit tidak meski 30 ha tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi jaln kontur. Pancang Rintis Penentuan jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1009 M, dan antar jalan koleksi (CR) 309 M, dengan lebar blok 300 M, dan panjang blok 1000 M, dengan lebar MR 9 M dan CR 7 M. sedangkan jarak antar MR disesuaikan dengan kelipatan jarak tanaman. Imas Imas merupakan kegiatan memotong anak kayu dan tanaman yang merambat berdiameter kurang dari 10 cm dengan menggunakan parang dan kapak. Tujuan imas ialah untuk mempermudah penumbangan pohon dan pelaksaan perun mekanis, diusahakan serendah mungkin dengan permukaan tanah.

Tumbang Penumbangan pohon dengan menggunakan gergaji mesin / cheinsaw dilakukan setelah di imas. Penumbangan dilahan gambut dilakukan setelah minimal 6 bulan selesai pembuatan parit outlet dan parit utama. Ketentuan dalam penumbangan kayu:
 

Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang diareal jalur air dan jalan Pohon yang masih tegak tetapi sudah mati tidak perlu ditumbangkan sampai dilakukan perun mekanis.

Perun Mekanis Perun mekanis dengan menggunakan alat berat buldozer atau excavator. Perun mekanis merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar dengan baris tanaman mengarah timur dan barat. Lebar rumpukan untuk areal mineral 2 M dengan jarak antar rumpukan 32 M sedangkan pada areal gambut 4M dengan jarak antar rumpukan 16M. Posisi Buldozer berada pad gawangan hidup dan kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu-kayu diatur pada gawangan mati sejauh 2,5 m dari radius pohon sawit. Pancang Jalur Rumpukan (pancang staking) Pancang rumpukan dipasang pada jalur utama rumpukan dan berada di gawangan mati. Tinggi pancang 4M dan diberi bendera warna merah atau putih agar mudah dilihat oleh operator excavator atau buldozer. Setiap jarak 50 m diberi pancang pembantu sehingga ada 6-8 pancang dalam satu jaluran. 1.5 Pembuatan Prasarana Jalan Jalan merupakan urat nadi perkebunan karena fungsi jalan sangat vital, Yakni: sebagai penghubung dari dan keluar kebun/ pabrik, jalur transaportasi TBS, jalur trasportasi pemupukan, karyawan, material bangunan serta sebagai pembatas blok. Putusnya jalan akan menghambat semua aktivitas sehingga dapat mengganggu. Jenis -jenis Jalan: 1. Main Road (MR) dibangun dari timur kebarat dengan jarak antar jalan utama 1000M dan lebar badan jalan 9 m. Untuk areal gambut atau rawa jalan dibuat dengan sistem tanggulan dan pembuatan parit pada salah satu sisi badan jalan. Ukuran parit lebar atas 4 m, bawah 3 m, dalam 4 m.

2. Collection Road (CR) dibangun searah utara selatan, jarak antar koleksi 300 m dan lebar badan jalan 7 m. 3. Jalan kontur, jalan yang dibangun padaareal berbukit, dibuat dengn memotong jalur kontur dngn lebar 5-7 m. 1.6 Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit merupakan kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit secara generatif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit antara lain genetic tanaman (innate), perlakuan (induce)dan factor lingkungan atau kondisi alam (enforce). Faktor innate adalah factor yang terkait dengan genetic tanaman yang bersifat mutlak dan sudah ada sejak terbentuknya embrio dalam biji. Untuk jaminan yang dikeluarkan oleh institusi resmi salah satunya adapun jenis bibit yang digunakan di BGA yaitu mengelola factor innate ini yaitu dengan memilih jenis kecambah dan membeli yang mendapat seperti PT. Socfindo, PT. Socfindo dan Lonsum

yang keduanya merupakan hasil persilangan bibit Dura dan Pisifera. Faktor induce adalah factor yang mengimbas (mempengaruhi) ekspresi sifat genetic sebagai manifestasifactor lingkungan yang terkait dengan perlakuan manusia. Faktor induce ini berperan mulai dari bibitan sampai pemeliharaan dilapangan, seperti pemupukan. Faktor enforce adalah factor lingkungan (alam) yang bersifat merangsang atau menghambat pertumbuhan produksi tanaman, seperti iklim, temperatur, curah hujan, keadaan tanah dll. Kualitas bibit merupakan faktor penting untuk mendapatkan minyak kelapa sawit (mks) yang tinggi dan diharapkan bibit tersebut sudah mulai panen pada umur 30 bulan. Untuk Kualitas bibit dilapangan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu : 1 2 3 4 Potensi genetik dan asal – usul persilangannya Kultur teknis dalam penanaman dan pemeliharaan bibit Seleksi bibit Umur bibit saat ditanam kelapangan

Pemilihan sumber kecambah merupakan faktor terpenting karena setelah ditanam kelapangan maka selama 25 sampai 30 tahun kedepan potensi produksi tidak dapat diperbaiki.

2 Persiapan Lahan Bibitan Lahan bibitan harus sudah dalam kondisi bersih lengkap dengan instalasi air dan jaringan jalan.000 liter/Ha per hari. Aman dari gangguan hama penyakit Dekat dengan Emplasmen sehingga pengawasan lebih intensif 1.1. Membuat jalan tetap menuju bibitan.3 Sistem Irigasi/ Pengairan Tujuan penerapan sistem irigasi yang tepat adalah untuk menjamin bahwa masing – masing bibit memperoleh air yang cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal.1 Penentuan Lokasi Bibitan Penentuan lokasi bibitan akan menentukan sistem pembibitan yang digunakan oleh perusahaan dengan melihat untung dan rugi terkait biaya yang harus dikeluarkan selama masa bibitan. Membuat irigasi secara mekanis.6. 1. Membersihkan areal penyemaian PN (pre nursery) dan MN (main nursery) Membuat drainase dengan baik sehingga air hujan tidak tergenang.6. Adapun faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi bibitan yaitu : 1 2 3 4 Lokasi harus datar dan lapang Tersedia air yang cukup minimal 40.6. . Tahapan persiapan lahan bibitan: 1 2 3 4 5 Memilih lokasi potensial.

Sebelum dilakukan penanaman kecambah maka instalasi air harus sudah terpasang pada seluruh areal pembibitan yang sudah direncanakan. Pembibitan satu tahap Pada perkebunana yang sudah mapan ( established ) atau yang mempunyai topografi area datar cukup luas. Pembibitan Dua Tahap . Jenis mesin 20 hp @1. Bagian – bagian instalasi pada irigasi tabung terdiri dari mesin pompa. selang plastik berlubang (kirico) dan sambungan – sambungan pipa keran.250 RPM. Pipa yang digunakan dalam sistem irigasi adalah pipa PVC 6”. 4” dan 2” serta selang kirico. diantaranya : 1 2 3 Sistim irigasi manual Sistim irigasi semi manual Sistem irigasi tabung dengan selang plastik berlubang (kirico) yang bertekanan.6.000 bibit).4 Macam-macam tahapan Pembibitan Ada dua macam cara yang umum dilakukan dalam tahap bibitan yaitu cara langsung atau satu tahap (single stage) dan cara tidak langsung atau dua tahap (double stage) a).Adapun sistem penyiraman yang digunakan di BGA yaitu sistem pengairan berkabut atau Mist Irrigation. Ada beberapa macam sistem irigasi yang biasa digunakan dalam pembibitan kelapa sawit. sehingga selain biaya yang murah juga efektif terhadap sistem penyiraman bibit karna jumlah air yang keluar merata. waduk sumber air. Pada pembibitan ini kecambah langsung ditanam dalam largebag di main nursery yang sudah dilakukan penjarangan (spacing) dengan jarak tanam 70cm segitiga sama sisi (dalam 1 ha bisa menampung 17. bagian pemancar yang dilengkapi dengan keran. Sistem kirico ini banyak memiliki kelebihan dan mudah dalam pengaplikasiannya. 1. Air yang digunakan harus bersih dan baik dengan Ph minimum 4. b).000 sd 20. dapat digunakan pembibitan satu tahap (single stage). Sistem irigasi yang digunakan di perusahaan BGA yaitu sistm irigasi tabung dengan menggunakan selang plastik (kirico). Pembuatan sarana irigasi harus sudah selesai sebelum dimulainya kegiatan pembibitan baik di Pre Nursery maupun Main Nursery.

sedangkan untuk bibit . Buat lubang ditengah largebag dengan menggunakan alat pelubang dengan kedalaman lubang disesuaikan dengan tinggi bibit (potrey) 4. ukurannya tinggi 10cm.Pre Nursery juga bertujuan untuk mengoptimalkan dalam pemeliharaan. 2. sedangkan pupuk agroblen 50gr/pokok.6. Penentuan kerapatan tanaman pada area datar sangat dipengaruhi oleh jenis bibit yang akan ditanam. 2). Pre Nursery Tujuan pre nursery adalah memberi waktu lebih longgar untuk membuat persiapan area bibitan dan mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau setelah bibit memiliki 4-5 helai daun. diameter 5cm. 1. hal tersebut terkait dengan teknik penanaman dan pertimbangan saat panen. Main Nursery Transplanting ke Main Nursery dilakukan pada bibit yang berumur 3 – 4 bulan atau setelah bibit memiliki 4 – 5 helai daun. Pastikan Largebag sudah tersusun benar dengan posisi tegak dan telah diisi tanah. Bibit ditanam ke largebag dan padatkan tanahnya 7. berbentuk kerucut. System bibitan dengan mengguankan potray ini memiliki kelebihan diantaranya menghemat tempat atau lokasi bibitan. Angkat bibit PN (prenursery) hati-hati dan disusun keatas masing-masing kotak kayu sebagai tempat pengangkutan dari lokasi PN ke MN menggunakan mobil atau jonder. Marihat) maka jarak tanam harus lebih dijarangkan agar pelepah daun tidak saling menutupi (bisa terjadi kompetensi sinar matahari). Pada saat transplanting atau pemindahan bibit dari PN ke MN dibarengi dengan pemberian pupuk guano dan agroblen sebagai pupuk dasar yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar. Tata cara pelaksanaan transplanting dari pre nursery ke main nursery sebagai berikut : 1. Satu hari sebelum transplanting dilakukan penyiraman guna memudahkan pembuatan lubang tanam 3. 6. Lakukan penyiraman secukupnya segera sesudah transplanting Untuk pembibitan tahap awal PN (prenursery) di BGA tidak menggunakan babybag tetapi menggunakan potraykhusus berlogo BGA. Untuk jenis bibt yang memiliki diameter daun cukup lebar (contoh .5 Kerapatan Tanam Terdapat perbedaan Kerapatan tanam antara area datar dengan area berbukit. mudah dalam proses perawatan.1). Dosis untuk pupuk guano ialah 15gr/pokok. Siram bibit di PN (pre nursery) sebelum dipindahkan 5.

Kerapatan tanam (pohon/Ha) 128 Jarrak tanam anatara pohon (segitiga sama sisi) 9.6. kecuali bila hujan dengan curahan 8 mm maka penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan.23 m 130 9.2 – 0.6 Kegiatan Perawatan Bibitan Kegiatan yang dilakukan di Pre Nursery (PN) antara lain pengairan atau penyiraman. Penyiraman di Pre Nursery (PN) dilakukan 2x dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari.8 m 7.6. 1.2 m 7. Tabel 1.14 m 136 9.1 Kerapatan Tanam. Adapun kegiatan – kegiatannya antara lain : 1 Persiapan lokasi bibitan utama. Socpindo) maka dapat ditanam lebih rapat.5 m 7.5 m Jarak tegak lurus antar bar 8. pengendalian gulma.97 m 148 8. Pengendalian gulma dilakukan 2 minggu sekali atau bisa kurang dari seminggu sesuai kebutuhan.yang memiliki diameter daun yang lebih sempit (contoh: PPKS Dumpy. dilakukan dengan cara manual dan tidak dianjurkan menggunakan herbisida.62 m 160 8. Transplanting Bibit Kegiatan transplanting yaitu kegiatan pemindahan bibit dari pembibitan awal ke pembibitan utama. konsolidasi bibit.4 m 8.36 m Sumber : Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1.7. pengendalian hama dan penyakit (PHPT) dan seleksi bibit. Kebutuhan air untuk setiap bibit adalah 0. pemupukan.3 Liter/potre per hari. yaitu instalasi irigasi .

b). Konsolidasi Bibit . Apabila gejala makin parah bibit harus di isolasi dan diberikan perlakuan pestisida. c). Pemupukan Pengaplikasian pupuk dilakukan 1 minggu setelah transplanting dan disebar merata pada permukaan polybag.2 3 4 Pengisisan media tanam berupa tanah mineral ke dalam largebag Penyusunan largebag Pembuatan lubang tanah. rotasinya 1 bulan 1x dengan menggunakan alat semprot. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan secara manual (weding) dan dengan cara herbisida kontak. f). Untuk efektifitas penyemprotan agar tidak terkena bibit biasanya menggunak sunggup bulat yang dipasang pada ujung semprot. d). pemupukan dan media tanah.8 Kegiatan di Main Nursery a).6. Penyiraman dilakukan 2x dalam sehari. Pengendalian dengan cara aplikasi sistemik dan non mistemik. mulsa yang dipakai di perusahaan BGA adalah daun lalang kering yang dipotong – potong. Pemberian Mulsa Mulsa diberikan segera setelah penanaman. Penyiraman Penyiraman memerlukan 2 – 3 liter air per hari dengan sistem mist irigation : sumisamsui / kirico. bahan aktif parakuat untuk pengendalian gulma diluar polybag. 1. Cara penaggulangannya adalah dengan memperbaiki sitem pengairan. pagi dan sore. Pengendalian Hama Hama yang biasa terjadi pada bibit adalah gejala kulvlaria dengan ciri bercak spot – spot coklat. e). Kebutuhan air ini dapat dipenuhi dengan penyiraman selama 60 menit.

1 Penomoran Blok Penomoran blok dilakukan setelah penanaman. kondisi lahan dan jenis bibit. Persiapan dan penanaman kelapa sawit diperkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik. Konsolidasi bertujuan agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan sempurna. 1. walaupun demikian karena penenman biasanya dalam skala luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai denagn syarat –syarat kultur teknis. 1.2 Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam ukuran 60 x 60 x 40 cm disiapkan sebelum penanaman dilakukan.5 Konsolidasi Adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam.Yaitu kegiatan menegakkan bibit atau polybag yang condong serta meratakan tanah dan memadatkan.8. Oleh karena itu untuk untuk memperbaiki kesalahn tersebut perlu dilakukan konsolidasi. 1.7.1 Pancang Tanam Pancang titik tanam dilakukan sesudah dibuat jalan utama dan jalan koleksi agar barisan tanaman dapat rapi. Nomor blok tersebut dipasang pada . 1. biasanyan tanaman yang doyong atau roboh maka harus ditegakkan atau dipadatkan bagian tanahnya. maupun kelambatan atau kelainan pertumbuhan.7. 1.7.7 Penanaman Kelapa Sawit 1.3 Lansir Bibit Lansir bibit adalah pengeceran bibit yang sudah siap tanam dari bibitan utama dan diecerkan kelokasi tanam dijalur CR sesuai dengan jumlah tanam menggunakan zonder.4 Penanaman Sebelum bibit ditanam kelapangan lubang tanam diberikan pupuk guano sebanyak 35ogr dan pupuk RP 500gr diberikan secara bersamaan. tanah yang bekas galian ditimbunkan kembali. tinggi 1 meter.7. penomoran blok menggunakan kayu blok yang berukuran 10 x 30 cm.8 Kegiatan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 1. yang mengakibatkan kerusakan pada Kelapa Sawit. Jarak pancang tanam disesuaikan dengan kerapatan tanam. Tanah galian dipisahkan antara topsoil dan subsoil. Kemudian. polybag disobek dan bibit dimasukkan kedalam lobang tanam dengan posisi tegak. Pembuatan pancang tanam diawali dengan pemasangan pancang kepala menggunakan kompas / GPS. 1. Kegiatan konsolidasi harus sudah selesai 2 bulan setelah penanaman. Kesalahan tanam yang disebabkan oleh penanaman yang terburu-buru atau karena kurangnya pengawasan dari mandor tanam.7.

8. pada umur 6 bulan dan umur 10 bulan. b).l: 1 2 3 Perataan Jalan Memperbaiki saluran air ditepi jalan Pengerasan jalan Penimbunan. 1.5 Pengendalian Gulma . Sensus TBM 2 dan 3 ( Tanaman Non produktif) Sensus ini bertujuan untuk mengetahui tanaman yang tidak produktif.8. Mengurangi kopetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan hara. 1. Sensus tanaman dilakukan sebanyak 3x. guna memastikan kerapatan yang ideal maka perlu dilakukan kerapatan tanam. a). pada umur 2 bulan setelah tanam.4 Pemeliharaan Jalan Kegiatan yang diklakukan dalam pemeliharaan jalan a.8.2 Pembuatan Piringan dan Pasar Rintis Tujuan pembuiatan piringan. air dan sinar matahari 2. Sensus TBM 1 Pada TBM 1 bertujuan untuk mengetahui tanaman yang mati.3 Sensus Pokok Kerapatan tanaman yang ideal harus sudah dicapai pada bulan ke dua belas setelah penanaman. Penomoran blok ini harus sudah selesai setelah penanaman. pasar rintis dan perawatan gawangan adalah : 1. Mempermudah pekerja untuk melakukan pekerjaan selama periode TBM 3. yakni sensus pokok mati ( pada TBM 1) dan sensus produktif ( pada TBM 2 dan 3). 1.8. titik kosong pohon yang diserang hama maupun abnormal.4 titik antara persingpangan CR dan MR. Efektivitas pemupukan 1. dimulai pada saat kastrasi pada bulan ke 14 dan 18. Mempermudah pengawasan dilapangan 4. Ada dua kategori sensus.

cangkul dan kait. Untuk gulma berkayu. b.Gulma merupakan vegetasi yang tumbuh secara alami dengan menjadi pesaing bagi tananaman kerena dapat mengganggu dan merugikan pertumbuhan serta produksi dpat terhambat. Gulma berkayu ( Brush weede). mekanis. yaitu secara prevensif. tindakan frepentif. Oleh kaerna itu gulma yang ada di lokasi gawangan. sedangkan untuk tanaman berumur 12 . Standar dan tindakan pengendalian gulma pada TBM di BGA Group Kendawangan dimulai tanaman baru sampai dimulai tanaman baru sampai tanaman menghasilkan dilakukan dengan 3 cara. Ada beberapa cara yang biasa digunakan dalam penanggulangan gulma antara lain: 1 2 3 Memusnahkan gulma berbahaya Mengembangkan/ melestarikan tanaman berguna / inang secara terkendali Menerapkan konsep pengelolaan gulma terpadu dengan memberdayakan seluruh komponan pengendalian yang meliputi: kulur teknis. Secara kimia Salah satu cara penanggulangn gulma dengna cara kimia adalah dengan menggunakan herbisida. Biologis. Gulma terdiri dari berbagai macam kelompok. 1). sabit. a. Jenis herbisida yang digunakan untuk tanaman berumur >12 bulan menggunakn herbisida kontak. Pengendalian secara preventif dan kultur teknis Cara penanggulangan gulma dengan cara preventif yaitu dengan penanaman kacangan sebagai penutup tanah yang dapat menekan pertumbuhan gulma. gulma berdaun lebar(Broadleaves). Secara mekanis Pengendalian gulma dengan mekanis menggunakan parang. gulma pakisan ( Ferns). kimiawi. piringan harus dibersihkan. secara mekanis dan kimia. Gulma langsung ditebas dimulai dari pangkal batang hingga daun terluar pokok kelapa sawit. pasar pikul. yaitu gulma berdaun pita (grasses). didongkel menggunakan cangkul.

5 600 – 800 165 3 polyjet hijau 1.0 – 1.0 100 42 8 VLV 50 1 50 30 9 No drif Nozzle 1. Alat ini yang memiliki ujung semprot yang disebut nozel. 1.bulan yaitu herbisida sistemic.0 – 1.0 800 – 1000 256 6 VLV 200 1. Untuk pembersihan jalan rintis dan gawangan disesuaikan dengan jenis gulma yang menjadi sasaran.2 – 2.2 400 90 4 polyjet kuning 1. berikut ini merupakan spesifikasi jenis nozel.2 – 2. Alat yang digunakan dalam pengendalian gulma secara kimia yaitu alat semprot (Knap Sack).2 400 -600 68 5 polyjet hitam 1. Tabel.5 – 1.0 25 – 50 - .2 Jenis Nozzle dan Spesifikasinya Volume Lebar semprot NO 1 Nozzle Polyjet merah (meter) 2 semprot (liter/ha) 1000 Rata semp Kg 247 2 polyjet biru 1.0 200 97 7 VLV100 1.2 225 - 10 CDA 0.2 – 2.

penunasan dan pengawasan serta mengurangi kompetisi dengan gulma dalam penyerapan hara. Mengurangi sarang / inang hama sehingga populasi hama bisa ditekan. Pemberantasan Lalang Kondisi TM harus bebas dari lalang.6 Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Biologi: Organisme yang mengganggu tanaman secara Biologi karena merusak bagian tanaman tertentu yang mengakibatkan terganggunya proses biologi dari tanaman. Mengurangi kompetisi hara.1 Pengendalian Gulma Pemeliharaan Gawangan Tujuan pengendalian gulma di gawangan : 1. Pasar Tengah dan TPH Pemeliharaan akses kedalam blok dan kepohon untuk mempermudah aktivitas panen.11 Cone Nozle 500 - Sumber : Buku Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1. Mempermudah pengawasan dari satu gawangan ke gawangan lain 3. air dan sinar matahari 2. Apabila masih ditemukan lalang dalam jumlah sedikit.9. Akibat Serangan hama tikus. Misalnya. jika yang diserang adalah bagian daun maka akan mengganggu proses foto sintesa dari tanaman. berakar dangkal dan tidak tinggi (pakis) masih dapat ditoleransi.9 Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) 1. Alasannya karena jika diberantas akan dapat mendorong terjadinya erosi. Secara Ekonomi: organisme pengganggu tanaman (OPT) yang merusak tanaman inang (tanaman utama) sehingga merugikan secara ekonomi karena mengakibatkan kehilangan hasil yang diharapkan. Pasar Tengah dan TPH adalah: .8. Pasar Rintis. Fungsi dari piringan. air dan sinar matahari. akan membuat gagal panen sehingga para petani akan merugi secara ekonomi. Misalnya. tindakan yang dilakukan berupa spot spraying dan wiping. Pemeliharaan piringan. Pasar Rintis. 1. pemupukan. Tidak semua gulma harus diberantas misalnya rumput-rumput dan tanaman lain yang lunak.

yakni sebagai tempat penyimpanan pupuk dan daerah jatuhnya tandan buah dan brondolan 2.1.9.9. cara dan administrasi. 1. Pasar Rintis dan Pasar Tengah. 1. serta ketahanan terhadap hama dan penyakit.1Kastrasi . oleh karna itu dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 5 tepat yaitu tepat jenis. yakni sebagai jalan untuk mengangkut buah ke TPH dan menjalankan aktivitas operasional lainnya. Adapun kegiatan menjelang produksi anatara lain: 1.10. 3. TPH. waktu. pelepah dipotong serapat mungkin ke pohon kurang lebih 15 cm agar brondolan tidak tersangkut. Dasar penentuan dosis pemupuka untuk TM berdasarkan hasil analisa daun dan analisa tanah. Ketentuan dalam penunasan. serta pelepah yang tidak memiliki daun harus dibuang. Piringan. yakni sebagai tempat pengumpulan hasil panen sebelum diangkut ke pabrik kelapa sawit (PKS) 1.10 Perisapan Panen Pada masa peralihan TBM ke TM untuk mendapatkan semua potensi pada tahap awal produksi diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik terhadap sarana dan prasarana yang berhubungan dengan proses panen. Pemupukan memerlukan biaya yang sangat besar. dosis.3 Pemupukan Pemupukan tanaman menghasilkan (TM) dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman guna menunjang pertumbuhan untuk mecapai produksi yang optimal.2 Penunasan (prunning) Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempermudah aktivitas panen dan memperlancar penyerbukan. Pada waktu penunasan pelepah yang tidak berfungsi lagi.

2 Sanitasi Untuk mempermudah proses panen dan mendapatka kondisi buah yang baik pada saat panen. kastrasi mulai dilakukan untuk tanah kelas I umur 14 bulan. Membuang semua pelepah kering 3. maka untuk kegiatan kastrasi bunga betina dipohon non produktif (St1 s/d St4) tidak dibuang. dan kelas II atau seterusnya umur 18 bulan. agar jalan rintis dapat dilewati tanpa hambatan.3 Pembuatan Titi panen Titi panen harus dibuat setiap jalan rintis yang melewati parit maupun saluran air. TPH yang standar dan biasa digunakan dalam perkebunan kelapa sawit adalah sebagai berikut: . 3. 5. Membersihkan semua sampah disekitar pohon untuk mempermuah mengutip brondolan. maka diperlukan sanitasi pad 3-4 bulan sebelum panen pertama dimulai. 1.4 Pembuatan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) TPH diperlukan sebagai tempat untuk mengumpulkan hasil produksi panen atau TBS (tandan buah segar) kelapa sawit.10. Tidak ada pemotongan pelepah pada saat kastrasi. Pada kastrasi rotasi terakhir bunga jantan jangan dibuang. Pada saat dimulai kastrasi di bulan 14 dan 18. Pada tanah kelas 1 rotasi kastrasi dimulai umur 14 dan diakhiri pada umur 20 bulan sedangkan tanah kelas II/III rotasi dimuali pada umur 18 dan diakhiri pada 24 bulan.10. 1. Kegiatan katrasi : 1. kegiatan sanitasi: 1. Membuang bunga betina dengan dodos ukuran maks.10. karena akan digunakan sebagai media pengembangan elaidobius camerunicus 4. Membuang tandan yang terkena penyakit tirathaba dan disusun digawangan mati 2.Pada kondisi normal. 1. 8cm dan disusun rapi digawangan mati 2.

4. TM II dst ukutrannya 3×4 m 3. sehingga pengontrolan lebih sistematis. angkong. Jika menggunakan sistem 6/7.6 Seksi Potong Buah Seksi potong buah adalah pembagian wilayah atau areal panen dalam luasan tertentu yang merupakan petak-petak lokasi (terdiri dari beberap blok) yang menggambarkan tempat dilakukan panen. Ukuran TPH: – TM I dan II ukuarannya 2x3m.7 Mandoran Panen Mandoran panen yaitu mandor yang bertugas mengontrol dan mengawasi karyawan panen yang terdiri dari 15 orang atua lebih. Persiapan tenaga berondol. Permukaan tanah di TPH harus rata sehingga memudahkan untuk penempatan TBS.5 Perlatan panen Peralatan panen yan perlu disiapkan pada penen perdana : dodos ukuran 8cm. ddengan demikian maka transportasi TBS akan lebih efektif. Memberikan target/ sasaran yang jelas. 4. 2. Distribusi buah mengumpul. Wilayah panen terkonsentrasi/mengumpul yang bertujuan untuk memudahkan pengontrolan dan meningkatkan output karyawan diarenakan tidak terlalu jauh untuk pindah hancak. Adapun tugas-tugas mandoran: 1. Membagi buku notes potong buah .1. sedangkan untuk areal berbukit atau bergelombang disesuaikan dengan kondisi lapangan. maka areal panen yang ada dibagi 6 seksi. pengaruk berondol. artinya dalam satu munggu dilakukan 6 hari panen. 1. gancu. Pemberian nomor TPH terdiri dari nomor blok dan nomor TPH 1. kapak buah.10. Memudahkan pengontrolan. buah lebih cepat masuk ke PKS. TPH dibuat setiap 3 jalan rintis untuk areal datar.10. 1. Menghancakan karyawan 2. 1. Tujuan pembuatan seksi panen adalah . 3. 2. maka arah panen dapat ditentukan secara berurutandari blok yang satu ke blok yang lain.10. dengan pembagian seksi potong buah.

Hancak Tetap Yaitu sistem hancakan diamana mandor dan karyawan telah memiliki daerah yang telah ditentukan (hancak tetap). seperti BKM dan pusingan potong buah Memeriksa alat kerja karyawan. sementara pemanen dalam mandoran tersebut selalu dilakukan giring sesuai dengan kebutuhan. 4. output pemenen dsb. Oleh karena itu seorang mandor harus aktif dalam menghancakan karyawan dan mengawasi pekerjaannya. Hancak ini biasa diterapkan pada areal yang baru panen. 7. Cara/sistem pengacakan yang dikenal di BGA ada tiga cara: Hancak Giring murni Yaitu sebuah sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan sensntiasa digiring atau tidak memiliki hancak tetap.8 Sistem penghancakan Sistem penghancakan adalah suatu metode atau cara menempatkan karyawan (pemanen) pad suatu daerah (jalur) tertentu. 1. tidak boleh pemanen lain memasukinya kecuali sepengatahuan mandor. Bedanya dengan sistem giring murni adalah bahwa sistem giring ini yang memiliki han cak tetap hanya sebatas permandoran sedangkan karyawan tidak memiliki hancak tetap. Mengontrol kerja karyawan Memeriksamutu buah dan hancak karyawan Melakukan taksasi poong buah Megisi administrasi.10.3. Akan tetapai mandor harus tetap akatif mengawasi hasil pekerjaan karyawan maupun menghancakan pemanen ke hancak baru. karena sistem ini memungkinkan seorang karyawan tidak punya ras tanggung jawab terhadap hncaknya dan butuh waktu yang lebuh lama untuk pindah hancak. 6. 5. Dengan sistem ini rasa tanggung jawab pemanen akan . Hancak Giring tetap permandoran Yaitu sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan dalam mandoran tersebut telah memiliki hancak tetap. Hancak artinya daerah kerja atau jalur tempat karyawan melaksanakan pekerjaan. misalnya berdasarkan karepatan panen.

1 Sensus Produksi Sensus produksi adlah pencacahan/ penghitungan/ padatan terhadp tanaman ks yeng bertujuan untuk mengetahui / memperkirakan produksi selama satu semester (enem bulan memdatang). Buah/Brondolan dicuri 5. Buah mentah 2. di mulai dari urutan-urutan kegiatan pekerjaan dilapangan yang dimulai dari kondisi hutan yang dibloking. Janjangan buah busuk 6. Untuk mengambil produksi tersebut maka perlu cara yang dianamakan panen.11. tumbang. Adapaun factor-faktor yang menyebabkan terjadinya losses. yaitu: 1. yaitu dengan cara menekan kehilangan prouksi (losses) hingga O %. Langkah-langkah pengendalian pusingan panen adlah dengan mengetahui informasi mengenai: 1.11 Kegiatan Panen Untuk menjadi sebuah perkebunan. Dasar pemikirannya adalah apabila diketahui jumlah janjangannya dan berat janjangannya. maka dalam pemanenan ini diupayakan semaksimal mungkin dengan menekan biaya yang seminimal mungkin dan mengambil produksi semaksimal mungkin. Buah masak tinggal dipokok 3. dst hingga tanaman mulai menghasilkan/ produksi. Gagang panjang (GP) 7. perun/rumpuk. 1. 3. maka akan dapat diketahui berapa kira-kira tonase yang akan didapat .lebih tinggi dan mandor panen akan lebih mudah dalam melakukan kontrol terhadap hasil pekerjaan karyawan. Administrasi yang tidak akurat Selain itu untuk mengendalikan kehilangan produksi tersebut dapat juga dengan mengendalikan pusingan/rotasi panen agar tetap normal. Kerapatan buah masak Jumlah tenaga potong buah Umur tanaman Jumlah brondolan dan persentase siap borong Curah hujan 1. 5. 2. imas. 4. Buah/Brondolan tidak dikutip 4. Para meter yang digunakan untuk mengetahui produksi semester tersebut adalah jumlah janjang yang ada dipokok dan berat janjang ratarata (BJR).

selama satu semester. Taksasi ini didasarkan pada prsentase kerapatan panen yang ditentukan dari hasil sensus panen. maka akan melakukan sensus pada 882 pokok. Yang maksud dengan jumlah dan berat janjang adalah janjang dan berat janjang sampel/contoh dari satu blok yang akan ditaksir produksinya. 1. Menentukan BJR. 1. maka tiap mandoran memdapat 2 blok. Data harus diterima oleh Departemen pusat yang berada jakarta paling lambat 7 hari setelah sensus. Semakin banyak sempel maka data yang didapat semakin akurat. yang bertujuan untuk mendapatkan jumlah janjang yang akan dipanen dalm suatu blok. Sedangkan semester II ialah bulan juni s/d desember tahun ini dan sensus produksinya dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 30 juni tahun ini.2 Taksasi Potong Buah Taksasi potong buah adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperkirakan produksi pada esok hari. seksi (areal panen besok) terdiri dari 6 blok. 3.Sebagai contoh. Sensus dilakukan 10% dari 66Ha = 7Ha . 2. Kamudian dari pokok-pokok sampel ini akn diketahui jumlah rata-rata janjang per pokoknya. jika kerapatan /populasi tanaman =136pokok/ Ha. dan sensus produksinya dilaksanakan pada tangal 20 s/d 31 desember tahun lalu. Semester 1 adlah bulan januari s/d juni. maka panen besok -66Ha.3 Kriteria Panen . Penghitungan janjang yang dilaksanakan pada titik sensus dan pokok sensus. kedua dengan penimbangan di PKS. tiap mandoran harus melakukan taksasi sebesar 10% dari tiap total pokok produktif pada 2 blok tsb. Sensus produksi terdiri dari 3 macam pekerjaan. Persiapan tanda-tanda sensus (pembuatan dan perbaikan) dan kelengkapan alat sensus. dapat ditentukan dengan 2 cara: pertama penimbangan dilapangan TPH. dengan 3 mandoran.11. Dengan mengetahui perkiraaan produksi esok hari maka dapat menentukan jumlah tenaga kerja atau HK yang dibutuhkan dan jumlah alat transportasi (Truk/trailer) yang digunakan. 1. Proses input data hasil sensus produksi dilaksanakan dalam waktu 5 hari setelah sensus. Jadi jika 1 blok =33Ha.11. Sensus dilakukan sebesar 10 % dari pokok produktif pada areal yang akan dipanen esok hari (semakin banyak semakin akurat data yang diperoleh). Sensus pokok ini dilakukan setiap 6 bulan yang disebut dengn semester.

terutama pada kondisi pokok tanaman yang sudah tinggi. Buah yang telah membrondol akan tetapi belum sesuai d kriteria yang telah ditetapkan. Karyawan yang memoton .4 Istilah dan Simbol-simbol yang berkaitan dengan kematangan buah: Istilah Simbol Tindakan Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Keterangan Un Ripe atauMentah Hitam Under Ripe atauKurang Buah BM - Buah yang tidak membrondol.Adalah pedoman yang digunakan untuk menetuakn apakah buah itu dinyatakan matang. Pedoman yang digunakan untuk kematangan tersebut didasarkan pada jumlah brondolan yang lepas secara normal. apabila terpotong maka karywan dikenakan denda. Menetukan kematangan buah juga ditentukan berdasarkan warna buah. Tabel 1. Akan tetapi cara ini kurang efektif. Jika tidak sengaja maka buah diantrikan dan ditandai pada gagang buah dengan huruf berwarna merah.3 Pedoman umum yang digunakan untuk menentukan kriteria buah masak adalah sebagaiberikut: Umur tanaman Jumlah brondolan 0-4 brondolan >5 brondolan Gagang busuk 3-7 tahun 0-10 brondolan >15 brondolan Gagang busuk 8-20 tahun 0-20 brondolan >20 brondolan Gagang busuk >20 tahun Sumber : PT. BGA Group Tabel 1. mentah atau busuk. yaitu buah masak biasanya berwarna merah jingga. yaitu 1 brondolan per Kg TBS.

atau buah yang tertinggal pada pusingan yang lalu.11. Over ripe atauKelewat masak Empety Bunchatau buah busuk Sumber : PT. Di perusahaan BGA kendawangan. Oleh karena itu pengiriman TBS masih belum maksimal dan terkadang terlambat. Buah yang membusuk sehingga hanya janjangan kosong (empty bunch/B) yang tertinggal. dipres dengan mesin untuk mengeluarkan minyak dan dimurnikan. BGA Group 1. yaitu 1 brondol /Kg TB lebih. maka tugas krani panen adalah mencatat hasil TBS yang ada di TPH.wordpress. TBS diangkut ke Poliplen atau ke Kalteng. Di pabrik buah akan direbus. Setelah buah dipanen kemudian disusun di tempat pengumpul hasil (TPH). Dan harus diturunkan. jika berkali-kali diingatkan masih tetap menurunkannya maka dikenakan denda buah mentah Buah BN Buah denagn kriteria yang tepat. dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah. Biji dikeringkan dan dipecahkan agar inti (kernel) terpisah dari cangkangnya. Sisa pengepresan berupa ampas dikeringkan untuk memisahkan biji dan sabut. digaster.com/2011/10/26/budidaya-tanaman-kelapa-sawit-prospek-yangcerah-di-ketapang-kalimantan-barat/ perkebunan kelapa sawit . Buah yang telah dipanen sebaiknya segera di angkut ke Pabrik untuk diproduksi menjadi CPO dan TBS jangan dibiarkan dilapangan lebih dari 7-8 jam. Buah ini biasanya diakibatkan ka keterlambatan pusingan. dilumatkan di dalam buah. Karena akan meningkatkan ALB yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas CPO yang tentunya akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri. http://anthosusantho.masak atau Mentah merah Ripe atau Masak/ Normal buah ini harus diperingatkan. masih dalam proses pengerjaan. dikarenakan PKS belum jadi.4 Transportasi Buah BB Buah yang membrondol lebih dari 75 % brondolan yang pada janjang buah tsb.

Kelapa sawit yang ditanam saat ini. Hal ini sesuai dengan tujuan penanaman kelapa sawit yaitu untuk menghasilkan produksi yang optimal. karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi yang dapat menghambat produktifitas harus dipahami dan diupayakan solusinya. Pendekteksiasi tersebut dapat menyelamatkan tanaman kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit yang merugikan sehingga produksi dapat dipertahankan. Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit. Secara ekonomis. baru akan dipanem hasilnya setelah 2-3 tahun ditanam di lapangan. . terjadi mutasi dari TBM menjadi Tanaman Menghasilkan (TM) terjadi pada tahun ketiga setelah tanam. Mutasi tersebut mutlak dilakukan dan perlu mendapat perhatian baik dari segi lamanya masa TBM maupun persiapan yang perlu dikerjakan sebelum tanaman dikerjakan. memahami dan upaya mendeteksi siklus hidup hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit secara dini mutlak harus dilaksanakan karena akan memudahkan tindakan mencegah terjadinya ledakan serangan hama dan penyakit yang tak terkendali. pada kelapa sawit dikenal periode Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang lamanya bervariasi 2-3 tahun tergantung pada beberapa faktor yang terjadi di sekitarnya. Dalam keadaan normal. Untuk mendapatkan produksi yang optimal. Salah satu faktor penghambat yang perlu dipertimbangkan selain benih yang baik adalah serangan hama dan penyakit. seperti ada / tidaknya serangan hama dan penyakit.jumat. biaya pengendalian melalui deteksi dini dipastikan akan jauh lebih murah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. Perkebunan kelapa sawit merupakan jenis usaha jangka panjang. sebelumnya harus mengenal dan memahami jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit. 26 februari 2010 Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Mengenal. Sebagai tanaman tahunan. Pekerjaan awal ini sangat mempengaruhi kualitas hasil buah yaitu kastersi / tunas pasir. Selanjutnya segera deteksi siklus hidup hama dan penyakit agar mudah dalam melakukan pencegahan dan pengendaliannya.

PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. Sedangkan penyakit yang menjadi masalah pada tanaman kelapa sawit diantaranya penyakit daun pada pembibitan. tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). rayap.Secara ekonomis biaya pengendalian melalui deteksi dini terhadap hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dipastikan akan jauh lebih rendah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. penyakit busuk tandan buah (marasimius). ulat kantong. tikus. . Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. Hama dan Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit diantaranya ulat api. Ulat Api dan Ulat Kantong Serangan hama ulat api dan ulat kantong (ulat pemakan daun kelapa sawit) telah banyak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dengan terjadinya eksplosi dari waktu ke waktu. dan penyakit busuk pucuk (spear rot). penyakit busuk pangkal batang (ganoderma). diposkan oleh perkebunan di 11:36 1 komentar ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. pengelola harus mengetahui hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. kumbang Adorektus dan Apogonia. 1. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. serta babi hutan. Tanah gambut (lebih satu meter dalam). Jadi sudah seyogyanya jika ingin sukses dalam usaha perkebunan kelapa sawit. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. Hal ini menyebabkan kehilangan daun (defoliasi) tanaman yang berdampak langsung terhadap penurunan produksi.

keadaan tanah (curam atau rata). masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang.1 Calopogonium caeruleum 0. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. hutan atau kawasan tanam semula. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. Jika mempunyai tapak semaian sendiri.0 Pueraria phaseoloides 1. Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit.6 .Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:     Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan.

Lazimnya. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Jumlah Pokok Meter (Kaki) 8. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam.     Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.7 (29) Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) .    Taburkan 150g . PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam.200g baja Fosfat didalam lubang. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.  Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar.5 (28) 8. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam.

Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah. Tanah Latosol.9. Berdrainase baik. PENDAHULUAN Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Ultisol dan Aluvial. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. permukaan air tanah cukup dalam. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. III.1. tanah gambut saprik. beraerasi baik dan subur. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. diposkan oleh perkebunan di 11:34 0 komentar BUDIDAYA KELAPA SAWIT BUDIDAYA KELAPA SAWIT I.000 mm.). Curah hujan tahunan 1. Media Tanam Tanah yang baik mengandung banyak lempung. dan tanah tidak berbatu. Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. air dan cahaya matahari.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan. Temperatur optimal 24-280C. 2.0 (30) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam.500-4. SYARAT PERTUMBUHAN 2. baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas. solum cukup dalam (80 cm). pH tanah 4-6. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit. II. Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA .2. PT.

minggu ke 30. 3. 24. minggu ke 10 & 12 (8gr) Mingu ke 14.1. Teknik Penanaman 3. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk.5-2. minggu ke 4 & 5 > 15-15-6-4 (4gr).3. > POC NASA Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. Penyemaian Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1.1. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0.2. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena . Kecambah ditanam sedalam 2 cm. 34 & 36 (17gr). Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm. Pemeliharaan Pembibitan Penyiraman dilakukan dua kali sehari. > 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr).2. Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut : Pupuk Makro Minggu ke 2 & 3 (2 gram). minggu ke 27.1. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman 3. Penentuan Pola Tanaman Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari.5 tutup per liter air. minggu ke 38 & 40 (20gr). Minggu ke > 12-12-17-2 22. 16 & 20 (8 gr). Pembibitan 3.1.1. 26 & 28 (12gr). siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. minggu ke 23 & 25 (6gr). Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan. 29 & 31 (8gr) Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).2. Bibit tidak normal. Tanah di polibag harus selalu lembab. minggu ke 6 & 8 (6gr). 15.11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Sebelum bibit ditanam. 32. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.

3. 3. kimia dan biologi tanah. Cara Penanaman Penanaman pada awal musim hujan.dapat memperbaiki sifat-sifat fisika. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm.3. 3. 3.2.2. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Penyiangan Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma. dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1. Populasi 1 hektar + 135145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari. mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang.2. mencegah erosi. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). 3.5 m dari sisi lereng. siram bibit pada polibag. Penyulaman dan Penjarangan Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Areal berbukit.1.3.2.3. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.3. Pemeliharaan Tanaman 3. Jarak 9x9x9 m. Sehari sebelum tanam. Pemupukan Anjuran pemupukan sebagai berikut : Pupuk Makro . Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.3. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah.3. setelah hujan turun dengan teratur.

4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln.) . 24.5 bulan sekali >36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. 12.2. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3. Bulan ke 42. 54. 48. 24. 30 & 36 225 kg/ha 2. 18. 18. 30 & 36 200 kg/ha 2. POC NASA a.3. Bulan ke 42. 18. Bulan ke 6. 24. 18. setiap 3 – 4 bulan sekali b. 48. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret. 48. Bulan ke 6.April). 54. Dosis 3-4 tutup/ pohon Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. 60 dst 1000 kg/ha 1. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA Tahap 1 : Aplikasikan 3 . 54. Bulan ke 6. 60 dst 40 kg/ha TSP MOP/KCl Kieserite Borax NB. 48. 12. 24.Urea 1. Bulan ke 6. Dosis POC NASA mulai awal tanam : 0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. Bulan ke 6. Dosis 3-4 tutup/ pohon Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 12. 60 dst 1200 kg/ha 1. Bulan ke 42. 24. 30 & 36 20 kg/ha 2. 60 dst 600 kg/ha 1. setiap 4 . 54. 30 & 36 75 kg/ha 2. 18. Bulan ke 42. 12. 12. Bulan ke 48 & 60 750 kg/ha 1. 30 & 36 115 kg/ha 2.

semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer. Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka. warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir. Pemangkasan produksi Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan. Penyerbukan oleh manusia Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Pemangkasan pasir Membuang daun kering. 3. a. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan.4. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar.3. bentuk buah lebih sempurna. . 3. Bak seludang bunga. buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan. dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga. b. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Penyerbukan Buatan Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah. c.6.5.3. Pemangkasan Daun Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu: a. produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%. Cara penyerbukan: 1. Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium. Kastrasi Bunga Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan. 2.3. Pemangkasan pemeliharaan Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ).3. b.

Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR. 3. Bagian diserang akar. b. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Penyakit a. Dry Basal Rot Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun. Bagian diserang daun. c. daun muda mati dan kering. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.3. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810.2. Gejala: pelepah mudah patah. Bagian yang diserang adalah daun.4. Bagian diserang adalah daun. Garis Kuning Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang batang.1. pemberian air irigasi di musim kemarau. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal. Root Blast Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.4. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Hama dan Penyakit 3. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik. terjadi pembusukan akar. b. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak.4. daun mengering. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki . tanaman dewasa layu dan mati. penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. daun membusuk dan kering. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. . Hama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Hama a. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.

Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.Kemudian biji direndam dalam air mengalir selama 6 hari. lilin dan dalam pembuatan lembaran-lembaran timah serta industri kosmetik . terbagi merata sepanjang tahun.5. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan.5 tahun dan masak 5.pH tanah antara 5. .Biji dipanaskan dalam germinator selama 60 hari dengan suhu tetap 39oC dan kadar air 18%. dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen.7. Yahim – Sentani – Jayapura Oktober 1992 Agdex: 161/20 Kelapa sawit ( Elaeis guinensis jacg ) adalah salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil.5.Dapat tumbuh pada bermacam-macam tanah. dapat juga digunakan untuk industri sabun. Pengecambahan Biji. SYARAT -SYARAT TUMBUH . aerasi dan draenasenya baik.1. . hingga kadar air naik menjadi 24%.0. Panen 3.Curah hujan minimum 1000-1500 mm /tahun. . sedikitnya 60% buah telah matang panen. . Minyak sawit selain digunakan sebagai minyak makanan margarine.3. Umur Panen Mulai berbuah setelah 2. .Suhu optimal 26°C. . . PEMBIBITAN a.5 . asalkan gembur.5 bulan setelah penyerbukan. kaya akan humus dan tidak mempunyai lapisan padas. 112/92 Diterbitkan oleh : Balai Informasi Irian Jaya Jl. diposkan oleh perkebunan di 11:33 0 komentar B U D I D AYA KELAPA SAWIT B U D I D AYA KELAPA SAWIT Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. .Kelembaban rata-rata 75 %.

tebal 0. . Persemaian dan Pembibitan .Isilah polybag dengan tanah lapisan atas yang dibersihkan dari kotoran dan dihancurkan sebelumnya. daunnya dipotong untuk mengurangi penquapan.Buatlah lobang tanam sedalam 3 cm.Kecambah dipindahkan kekantong plastik ukuran 14 x 22 cm dengan tebal 0.Kecambah yang tumbuh normal dan sehat.Tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 1 kg/lobang. .Buatlah lobang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm. . . tidak boleh diinjak-injak agar tidak terjadi kerusakan.Biji dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 38 x 39 cm sebanyak 500 biji. .Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan tanaman . PERSIAPAN LAHAN .Setelah bibit berumur 3 bulan dipindahkan kedalam polybag yang besar dengan ukuran 40 x 50 cm. . . PEMELIHARAAN TANAMAN . tumbuhnya lurus serta bakal daun dan bakal akarnya berlawanan arah. warnanya kekuning-kuningan. biji mulai berkecambah.5 m .. PENANAMAN . b.Biji yang belum berkecambah pada umur 30 hari dibuang saja. .Masukkan bibit ke dalam lobang dengan hati-hati dan kantong plastik dibuka.08 mm.2 mm.Lobang tanam ditutup kembali dan jangan dipadatkan.Lobang ditimbun dengan tanah.Selanjutnya biji dikeringkan selama 3 jam dalam ruangan yang teduh.Buatlah naungan persemaian setinggi 2. 2 minggu sebelum tanam dengan jarak 9 x 9 x 9 m membentuk segitiga sama sisi. . . dibersihkan dari semak-semak dan rumput-rumput liar.Setelah 10-14 hari.Lahan diolah sebaik mungkin.Bibit yang tingginya lebih dari 150 cm. .Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan. . .Lakukan penyiraman polybag sebelum penanaman kecambah dan selanjutnya pada setiap pagi dan sore setelah penanaman. kemudian ditutup rapat .

. . minyak industri.Anjuran pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seperti pada tabel 1. . mempermudah penyerbukan alami.Dipilih tandan yang buahnya sudah masak dengan tanda adanya sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ).Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar sebanyak 60%. Setora nitens. .Lakukan pemupukan 2 kali dalam satu tahun.Perkebunannya menghasilkan . agar penyebaran cahaya matahari lebih merata. hama ulat api dengan insektisida yang mengandung bahan aktif permetrin 20 g/liter dan monokrotofos 600 g/lite. .baru yang seumur dengan tanaman yang mati. . Hama ulat kantong dikendalikan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif metamidofos 200/liter atau 600 g/liter. Mg.Pemanenan dilakukan 1 kali seminggu. Thosea asigna.Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3 tahun dan selalu dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar. PANEN .1000 kg N.Hama-hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Ulat Kantong. Sedangkan penyakitnya busuk tandan Marasmius sp. Sumber : Dinas Perkebunan Dati I Propinsi Irian Jaya diposkan oleh perkebunan di 11:31 0 komentar Kelapa sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak. kebutuhan pupuk berkisar antara 400 .Potonglah daun yang sudah tua. Mahasena Coubessi dan Ulat Api. .Sedangkan pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM).Penyiangan gulma dilakukan 1bulan sekali. K. Metisaplama. Bo per Ha/tahun.Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainage. . Dasna trina.Telah dapat menghasilkan pada umur 30 bulan setelah tanam. . memudahkan panen dan mengurangi penguapan. . P. .Cara panen dengan memotong tandan buah. pada awal dan akhir musim penghujan dengan cara menyebar merata di sekitar piringan tanaman. maupun bahan bakar (biodiesel). .

Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa. Seperti jenis palma lainnya. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelahMalaysia. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Tingginya dapat mencapai 24 meter. hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. hingga merah tergantung bibit yang digunakan.Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Jawa. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. dan Sulawesi. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak.Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Buah bergerombol . ungu.Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. daunnya tersusun majemuk menyirip.keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. == Pemerian botani == African Oil Palm (Elaeis guineensis) Kelapa sawit berbentuk pohon. pantai timurSumatra.

=== Syarat hidup ===Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU .Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. cangkang pelindung intiInti sawit (kernel. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera.Buah terdiri dari tiga lapisan:*Eksoskarp. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing- . Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. kandungan asam lemak bebas (FFA. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%.*Mesoskarp. yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. guineensis danE. Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalancangkang. Minyak dihasilkan oleh buah. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. dan Tenera. yang terdiri dari    Dura. Pisifera. Setelah melewati fase matang. oleifera. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik. E. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujanstabil. bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin. 20002500 mm setahun. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang.15° LS). Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi Tipe kelapa sawit Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E.dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. serabut buah *Endoskarp.

Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. bila masak berwarna merah kehitaman.masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. Bunga dan buahnya berupa tandan. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos. kulit dan industri farmasi. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. sekarang digunakan teknik kultur jaringan. kosmetika. Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. bercabang banyak. rendah kolesterol. [sunting] Hasil tanaman Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan.[1] Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Buahnya kecil. industri baja. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi. dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. kawat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Untuk pembibitan massal. Daging buahnya padat. sabun. mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%. mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya. margarin. radio. dan lilin. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah.sabun. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. .

Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor. Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan.[2] Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruhmiliter) yang tidak berhasil meningkatkan hasil.Sumatera Utara dan di Rantau Panjang. dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia). perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran. . Luas areal perkebunan mencapai 5. Hingga menjelang pendudukan Jepang. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif. Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Semenjak pendudukan Jepang. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) danAceh. kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet. Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang. maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura". sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli. Malaya pada 1911-1912. produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940. Schadt. Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. yang lalu diikuti oleh K. Di Malaya.123 ha. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industripertengahan abad ke-19. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS). Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup.[sunting] Sejarah perkebunan kelapa sawit Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belandapada tahun 1848. dengan ketinggian sekitar 12m. seorang Belgia. dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. Kuala Selangor. Pada tahun 1911. dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dariAfrika.

Pada umumnya penanggulangan serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida). Evaluasi kesesuaian lahan didasarkan pada penilaian beberapa karakteristik lahan yang disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit. ambang kritis serangan tikus di perkebunan kelapa sawit sebesar 10%. Biaya pengendalian serangan tikus dengan burung hantu hanya berkisar 50% dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi. Apabila evaluasi kesesuaian lahan dilakukan. * * * . Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan terhadap satuan lahan yang telah ditetapkan berdasarkan hasil survei tanah. bergantung pada ketersediaan makanan. Seekor burung hantu mampu memangsa tikus 2–5 ekor sehari. Evaluasi kesesuaian lahan didahului oleh kegiatan survei dan pemetaan tanah untuk mendeskripsikan satuan-satuan lahan. Predator ini mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5%. Sementara itu. maka berbagai faktor pembatas lahan dapat diatasi secara dini. kemudian menjadi dewasa setelah berumur 8 bulan. Hasil evaluasi kesesuaian lahan bermanfaat dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. Penggunaan burung hantu sebagai musuh alami merupakan satu alternatif penanggulangan hama tikus di perkebunan kelapa sawit yang sangat efektif dan efisien. Burung hantu mampu bertelur 2-3 kali dalam setahun. khususnya untuk mencapai produktivitas tanaman sesuai dengan potensi lahannya. Pembangunan kebun kelapa sawit yang tidak didahului dengan evaluasi kesesuaian lahan akan menimbulkan banyak masalah pada waktu mendatang. * * Pengendalian Hama Tikus dengan Burung Hantu * Burung hantu (Tyto alba) merupakan predator tikus yang sangat potensial pada perkebunan kelapa sawit. Namun cara ini dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan dianggap tidak ekonomis. sehingga akan meningkatkan biaya pengelolaan kebun.diposkan oleh perkebunan di 11:24 0 komentar kelapa sawit kelapa sawit Evaluasi Lahan * Tahap awal dari pembukaan perkebunan kelapa sawit adalah melakukan evaluasi lahan. Telur yang dihasilkan bervariasi antara 4–19 butir. khususnya yang berkaitan dengan kultur teknis.

dengan biaya pengendalian hanya 7% dari biaya pengendalian secara kimiawi. ramah lingkungan. Biaya pemanfaatan feromon hanya 20% dari biaya aplikasi insektisida dan pengutipan kumbang secara manual. Penggunaan insektisida kimia sintetis selama ini justru seringkali menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. dan jamur Cordyceps aff. tanaman inang. Mikroorganisme entomopatogenik tersebut merupakan sarana pengendalian hayati yang efektif. Komponen utama feromon sintetis kumbang tanduk adalah etil-4 metil oktanoat. Di samping itu. Penggunaan feromon sebagai insektisida alami sangat efektif. dan tempat berkembang biaknya. Hal itu disebabkan harga feromon yang murah dan cara aplikasi di lapangan * * . dan lebih murah dibandingkan teknik pengendalian konvensional. sedangkan jamur Cordyceps aff. Feromon merupakan bahan yang mengantarkan serangga pada pasangan seksualnya. kumbang tanduk juga mematikan tanaman muda sampai 25%.Pengendalian Hayati Ulat Api Menggunakan Entomopatogenik * Pengendalian hayati ulat api Setothosea asigna pada kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme entomopatogenik. dan aman terhadap lingkungan. misalnya Decis 2. yaitu virus ßNudaurelia. efisien. * * * Feromon untuk Pengendalian Kumbang Tanduk * Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) umumnya menyerang tanaman kelapa sawit muda dan dapat menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama menghasilkan hingga 69%. seperti munculnya resistensi dan resurgensi hama. Pengendalian ulat api menggunakan bahan alami terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan insektisida kimia sintetis.5 DC dan Matador 25 EC) dalam pengendalian ulat api di perkebunan kelapa sawit. militaris. Feromon tersebut dikemas dalam kantong plastik. multi plenucleopolyhedrovirus (MNPV). sehingga permasalahan hama menjadi lebih rumit. militaris efektif untuk kepompong hama tersebut. Pemanfaatan mikroorganisme entomopatogenik dapat mengurangi atau bahkan menggantikan insektisida kimia sintetis (semua jenis insektisida golongan piretroid sintetis. Virus ß Nudaurelia dan MNPV efektif mengendalikan ulat. mangsanya.

Busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit dapat dikendalikan dengan menggunakan biofungisida Marfu-P. Jamur G. Manfaat yang diperoleh dengan adanya aplikasi biofungisida Marfu-P adalah pengendalian BPB bersifat ramah lingkungan. Ganoderma pada akar kelapa sawit dan pada potongan akar karet sudah melapuk setelah 3 bulan perlakuan Trichoderma. Harga biofungisida Marfu-P hanya sebesar Rp4.tidak banyak membutuhkan tenaga kerja.000. Bahan aktif yang digunakan untuk biofungisida Marfu-P adalah sporakonidia dan klamidospora jamur Trichoderma koningii (isolat MR 14). Hasil uji aplikasi Marfu-P menunjukkan bahwa satu bulan setelah perlakuan masih dijumpai adanya Ganoderma dan Trichoderma pada potongan akar yang sama. Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit * Limbah cair pabrik kelapa sawit dapat digunakan sebagai pupuk. Biofungisida Marfu-P banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit milik negara dan swasta. dan tanaman kelapa sawit yang teraplikasi dengan biofungisida Marfu-P selama 6 bulan (b). Biofungisida Marfu Pengendali Jamur Ganoderma boninense Penyebab busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit adalah Ganoderma boninense yang merupakan jamur tanah hutan hujan tropis. * * * * Tanaman kelapa sawit yang terserang busuk pangkal (Ganoderma boninense) (a). tetapi gejala penyakit biasanya baru terlihat setelah bibit ditanam di lapangan. Serangan BPB dapat terjadi sejak bibit sampai tanaman tua. boninense bersifat saprofit (dapat hidup pada sisa tanaman) dan akan berubah menjadi patogenik apabila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit yang tumbuh di dekatnya. Harga satu sachet feromon sebesar Rp75. Aplikasi limbah cair memiliki keuntungan antara lain dapat mengurangi biaya pengolahan limbah cair dan sekaligus .000/kg. sehingga bahaya pencemaran lingkungan oleh insektisida kimiawi dapat dihindari.

yaitu satu unit boiler yang mampu menghasilkan 600 kg uap/jam dengan tekanan 3 kg/cm. Kandungan hara pada 1m3 limbah cair setara dengan 1. PKS mini sangat mudah dioperasikan.000 kg TBS/jam. PKS mini dirancang khusus untuk perkebunan kelapa sawit dengan luas 160-300 ha.6 mm ECH/ha/bulan dapat menghemat biaya pemupukan hingga 46%/ha.500–5.3 kg SP-36. satu unit tangki * . dua unit steriliser. PKS M-1000 terdiri atas delapan unit peralatan pengolahan.2 kg kieserit.500 m2. yaitu dengan mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi dan selanjutnya ke parit primer dan sekunder (flatbed).5 m x 0. 0. Limbah cair pabrik kelapa sawit telah banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit baik perkebunan negara maupun perkebunan swasta. dan 1. Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton/jam akan menghasilkan sekitar 480 m3 limbah cair per hari. Aplikasi limbah cair 12. 3. Namun investasi ini diikuti dengan peningkatan produksi TBS dan penghematan biaya pupuk sehingga penerimaan juga meningkat. Limbah cair tidak menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap kualitas air tanah di sekitar areal aplikasinya. satu unit thresher dengankapasitas 1. menggunakan limbah sawit sebagai bahan bakar. dan hanya memerlukan lahan 2.berfungsi sebagai sumber hara bagi tanaman kelapa sawit.6 mm ekuivalen curah hujan (ECH)/ha/bulan atau 126 m3/ha/bulan.5-1 ton TBS/jam. Di samping itu.25 m. aplikasi limbah cair juga akan mengurangi biaya pengolahan limbah. Dosis pengaliran limbah cair adalah 12. Kolam anaerobik primer * Metode aplikasi limbah cair yang umum digunakan adalah Pengaliran limbah cair PKS dengan sistem flatbed sistem flatbed.000 mg/l yang berasal dari kolam anaerobik primer.5 m x 1.0 kg MOP. Ukuran flatbed adalah 2. * Kualifikasi limbah cair yang digunakan mempunyai kandungan BOD 3.5 kg urea. satu unit double screw press mini. sehingga areal yang dapat diaplikasi sekitar 100-120 ha. hanya memerlukan tenaga kerja 6 orang/shift. * Parit sekunder pada aplikasi limbah cair sistem flatbed * * Pabrik Kelapa Sawit Mini * Pabrik kelapa sawit (PKS) mini merupakan salah satu teknologi alternatif pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 0. Penggunaan limbah cair mampu meningkatkan produksi TBS 16-60%. Pembangunan instalasi aplikasi limbah cair membutuhkan biaya yang relatif mahal.

serta satu unit nut cracker dengan kapasitas 500 kg biji/jam.78%. Sasaran pengembangan PKS M-1000 adalah kelompok pekebun kecil kelapa sawit swadana. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) yang dibuat dengan bahan baku minyak kedelai dan minyak biji kapas yang terhidrogenasi parsial. dan forula lain yang mempunyai karakteristik mirip dengan shortening yang dibuat dari lemak hewani.4/kg. Selain itu. Teknik pendekatan formulasi dilakukan berdasarkan sifat fisika dan kimia produk komersial yang digunakan sebagai acuan. Manfaat yang diperoleh petani kelapa sawit dengan adanya PKS M-1000 adalah petani lebih mudah melakukan pemasaran TBS. screw press (d). dan usaha perkebunan skala menengah yang ongkos angkut TBS ke PKS lebih dari Rp75/kg TBS. satu unit deperikarper dengan kapasitas 200 kg biji+serat/jam. . ripple mill (h).305.200 liter. thresher (c).000. sterilizer (b).675/kg dan harga beli TBS Rp567.5 miliar. clarification tank (e). usaha perkebunan besar skala kecil.150/kg. B/C= 1. * * Unit pengolahan pabrik kelapa sawit mini: boiler (a). biaya pengolahan TBS menjadi crude palm oil (CPO) adalah Rp368. harga TBS yang dihasilkan petani menjadi bersaing sehingga pendapatanpetani bertambah. tandang kosong sawit (TKS) yang merupakan limbah padat PKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik. digester (f). fruit elevator (g). NPV= Rp708. dan tangki penampungan (j) Palm Baking Shortening * Shortening dari fraksi minyak sawit merupakan suatu formula yang mempunyai karakteristik mirip dengan produk shortening komersial Shortening dari minyak sawit (a). inti Rp1.klarifikasi dengan kapasitas 1. PKS Mi-1000 secara ekonomis layak diusahakan dengan parameter ekonomi sebagai berikut: IRR= 24. fibrating screen (i).23/kg TBS dengan asumsi harga CPO Rp3. payback period= 3 tahun. satu unit tangki penampung minyak.18. * Dengan biaya investasi PKS M-1000 sebesar Rp1.

mi instan.000/liter. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan minyak sawit untuk industri shortening dalam dan luar negeri. Minyak makan merah dapat digunakan sebagai sumber vitamin A dan E.000/liter. Harga minyak makan merah di Malaysia berkisar RM10/liter setara dengan Rp25. Produk juga tidak menggunakan campuran bahan baku lemak hewani sehingga bebas dari kolesterol. antioksidasi. dan pencegahan kanker. tanpa pewarna dan tanpa pengawet buatan. penundaan penuaan. dan aplikasi minyakmakan merah pada produk margarin (b) * * . Teknologi proses minyak makan merah yang dikembangkan oleh PPKS tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. sehingga aman dikonsumsi dan mudah dikembangkan pada skala industri kecil.* Produk shortening yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) tanpa melalui proses hidrogenasi. yaitu sebagai sistem kekebalan tubuh. Minyak makan merah kaya akan karoten (± 440 ppm) dan vitamin E (± 500 ppm) yang sangat esensial untuk kesehatan. sehingga bebas dari lemak trans yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker (karsinogenik). Biaya produksi minyak makan merah yang dikembangkan PPKS sekitar Rp5. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) Minyak Makan Merah * Minyak makan merah adalah minyak alami hasil pengolahan lanjut CPO. * Shortening dari minyak sawit (a). Tingkat konsumsi * Minyak makan merah(a).. Palm baking shortening dari minyak sawit dapat memberikan alternatif baru bagi produsen shortening dalam memilih bahan baku. selai kacang). Minyak makan merah dapat diaplikasikan pada minyak salad dan bahan nutrifikan pangan (margarin.

Tumpukan dibalik 3. TKS yang telah dicacah ditumpuk di atas lantai semen pada udara terbuka atau di bawah atap. .minyak di Indonesia per kapita per tahun adalah 15 kg atau setara dengan 41 g/hari. mengkonsumsi minyak makan merah 12 g/hari atau 29. Proses pengomposan TKS dimulai dengan pencacahan TKS dengan mesin pencacah. * Total biaya investasi produksi kompos dari TKS berkisar Rp4 miliar untuk PKS dengan kapasita 30 ton TBS/jam. kompos diayak dan dikemas. keuntungan langsung yang diperoleh sebesar Rp366/kg atau sekitar Rp2. Dengan demikian. Kompos dari Tandan Kosong Kelapa Sawit * Teknologi produksi kompos dari tandan kosong sawit (TKS) merupakan satu teknologi pengolahan limbah yang sekaligus dapat mengatasi masalah limbah padat dan limbah cair di PKS. Dengan harga jal kompos bulk Rp400/kg. Penerapan teknologi ini memungkinkan PKS untuk menerapkan konsep zero waste yang berarti tidak ada lagi limbah padat dan cair yang dibuang. Pada akhir pengomposan yang berlangsung selama 6-8 minggu.5 kali seminggu dengan mesin pembalik BAKHUS dan disiram dengan limbah cair PKS. sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa. * Proses pembalikan kompos tandan kosong sawit (a) dan kompos tandan kosong sawit kering (b). maka biaya produksi kompos adalah Rp150/kg. diposkan oleh perkebunan di 11:19 0 komentar CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. Dengan asumsi produksi kompos per hari 60 ton.28 miliar/tahun sebelum pajak. tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam).2% dari konsumsi minyak per hari. Kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa sekitar 800-1.000 RE (retinol equivalent).

PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. . Jika mempunyai tapak semaian sendiri. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:  Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). keadaan tanah (curam atau rata). hutan atau kawasan tanam semula. Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang).Tanah gambut (lebih satu meter dalam). jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang.

Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau.0 Pueraria phaseoloides 1. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. . Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik.1 Calopogonium caeruleum 0. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah.    Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.6   Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan.    Taburkan 150g .200g baja Fosfat didalam lubang. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam.   Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter.

25. Pada masa TBM.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu.0 (30) Jumlah Pokok Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam.blogspot. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Meter (Kaki) 8.7 (29) 9. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah. diposkan oleh perkebunan di 11:09 0 komentar http://teguhpranoto1991. daerah di sekitar pangkal batang dibebaskan dari gulma. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Dengan cara demikian maka kegiatan pemeliharaan selanjutnya dan penyadapan dapat dilakukan dengan mudah. Pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan dipusatkan di sekitar barisan tanaman. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. . air dan cahaya matahari. Pengetahuan Umum. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. Lazimnya. Usaha Perkebunan Pengendalian gulma. 2010 in Aspek Teknis Usaha. Dengan bertambahnya umur tanaman pada daerah yang dibebaskan dari gulma adalah daerah 1 meter sebelah kiri dan kanan barisan tanaman. pengendalian gulma lebih banyak menggunakan cara manual yaitu dengan mencabut/membersihkan gulma secara langsung dengan tangan/kored. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengaturan tanaman penutup tanah yang melilit batang karet. Cara pengendalian dengan menggunakan herbisida hanya dilakukan secukupnya saja.5 (28) 8. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Pada tahap awal.com/ Pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam usaha Budidaya Tanaman Karet Apr.

1. Pada cara ini terdapat tim yang bertugas mengidentifikasi tingkat serangan dan tim pengendalian serangan hama/penyakit. Pemeliharaan jalan produksi.2 % atau Difolan 4F konsentrasi 1 – 2 %. Pembentukan bidang sadap dilakukan dengan dua cara di bawah ini. Dengan cara demikian diharapkan akan tumbuh tunas dan menghasilkan bidang sadap yang baik. Dari beberapa penelitian perlakuan ini akan mengurangi evapotranspirasi. Sementara itu hama Kuuk (Exopholis hypoleuca) dapat diberantas dengan Basudin 10 G. Pemupukan pada TBM berfungsi untuk mempercepat tanaman mencapai matang sadap.5 m. penggunaan pupuk daun juga dapat dilaksanakan. 3. Kegiatan sensus tanaman akan terus dilakukan sampai tanaman menghasilkan. Jika dirasa perlu. Pupuk ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan.2%.5 m dipotong/dibuang sehingga batang tanaman akan tumbuh dengan baik (tinggi dan lurus). Pengendalian hama dan penyakit. Sensus tanaman bertujuan untuk mengetahui jumlah dan kondisi tanaman yang ada di lapang. Cendawan akar merah (Ganoderma pseudoferrum) dapat diberantas dengan collar protectant. TBM. Pemberian mulsa ini dapat dilakukan sejak awal tanaman ditanam di lapang sampai tajuk tanaman sudah saling menutup. Pemupukan. Pada umumnya unsur yang diberikan adalah N. Untuk mengetahui akan terjadinya serangan hama/penyakit sejak awal maka perlu dilakukan pengontrolan tanaman secara rutin (early warning system). Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin dengan memperhatikan tingkat serangan yang terjadi. 5. sedangkan penyulaman hanya dilakukan sampai tanaman berumur 4 tahun. maupun TM disajikan pada Tabel di bawah ini. Penyakit bidang sadapan Mouldyrot dapat diberantas dengan Benlate konsentrasi 0. (gram/pohon)……… TB 50 100 25 50 TBM 1 236 100 100 118 50 50 TBM 2 333 267 150 160 123 75 TBM 3 381 267 200 175 128 92 TBM 4 429 333 200 188 147 88 TBM 5 476 333 200 200 140 84 TM 1 – 524 333 350 265 170 175 25 Irigasi dan pemberian mulsa. Penyakit jamur upas (Corticum salmonikolor) dapat diberantas dengan Calixin Ready Mix 2%. dapat diberantas dengan sistem fogging menggunakan Daconil atau fungisida lainnya. Untuk mengurangi tingkat evapotranspirasi di sekitar pertanaman. dapat diberantas dengan Fomac 2 atau Shell Collar Protectant atau Calixin Collar Protectant. Sementara itu. 2. Pada tanaman belum menghasilkan lebih banyak mengalami serangan penyakit dari pada hama. jika menyerang TM. Sensus dan konsolidasi tanaman. Kebutuhan Pokok SPUmur Urea SP-36 KCl Urea KCl 36 Tanaman …… …… (gram/pohon)……. 1. Dosis pupuk bagi TB. Penyakit bidang sadapan kanker garis (Phytophora palmivora) diberantas dengan Difolatan 4 F konsentrasi 2 – 4 %. menurunkan suhu tanah dan meningkatkan ketersediaan air dalam tanah. Untuk klon yang sulit membentuk cabang/tunas maka dilakukan pemenggalan (topping) pada ketinggian 2. Semua tunas yang tumbuh di bawah ketinggian 2. K dan Mg dengan dosis sesuai anjuran daerah setempat. Pada kondisi khusus (curah hujan tinggi) dapat saja . Penyakit tanaman karet lainnya yang seringpula ditemukan pada antara lain.3%.1 – 0. 6. misalnya Cabak dengan konsentrasi 0. Penyakit yang sering menyerang tanaman karet pada umumnya adalah rayap (Coptotermes sp). Pemberian irigasi pada tanaman belum menghasilkan jarang sekali dilakukan. Penyakit daun Gloesporium pada TBM. 4. dapat diberantas penyemprotan larutan KOC. Pemeliharaan jalan secara rutin dilaksanakan dengan selang/rotasi pemeliharaan 6 bulan sekali. Dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah tanaman yang harus disulam (konsolidasi tanaman). yang dapat diberantas dengan menggunakan Chlordane 8 EC atau Basudin 6 0 EC dengan konsentrasi 0. Cendawan akar putih (Rigidonporus lignosus). maka pada daerah perakaran tanaman diberikan mulsa jerami. Pembentukan bidang sadap.1 sampai 0.5 m atau penguncupan (pengikatan daun-daun dalam satu payung) pada ketinggian 2.1% atau Daconil 75 wp dengan konsentrasi 0. Untuk klon yang cenderung membentuk cabang digunakan cara pembuangan tunas. 2. P.

MAU ? METODE ALAMIAH TAMBAH UKURAN VITAL FOREDI ANTI EJAKULASI DINI BIKIN ISTRI KETAGIHAN! FOREDI ATASI EJAKULASI DINI REKOMENDASI BOYKE www. usaha Budidaya Tanaman Karet Flickr : Pengelolaan Tanaman. pemeliharaan tbm (8). pemeliharaan tanaman karet belum menghasilkan (10). sensus tanaman karet (12). TBM TANAMAN KARET (7). pemeliharaan saluran dan perbaikan badan jalan. sensus tanaman perkebunan (10). Tanaman karet baru dapat disadap jika (1) lilit batangnya pada ketinggian 1 m dari pertautan lebih besar atau sama dengan 45 cm dan (2) 60% dari populasi. MAU ? MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA GASA REKOM BOYKE UNTUK EREKSI KERAS LEBIH 95RIBU KENCENG! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Technorati : Pengelolaan Tanaman.icio. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). pengendalian gulma pada tanaman belum .indikator-forex.com Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM. pemupukan tbm karet (23).Rekom Boyke. perawatan tbm (4). Secara umum setiap tahun lilit batang tanaman karet akan bertambah antara 10 sampai 12 cm. Pengukuran lilit batang. pemeliharaan karet TBM (11). usaha Budidaya Tanaman Karet Zooomr : Pengelolaan Tanaman.com : pemupukan karet tbm (89). pemeliharaan TBM karet (38).BPOM. Pemeliharaan jalan ini dapat berupa penimbunan/pemadatan. sensus tanaman kopi(7). Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Dengan dilakukannya pengukuran lilit batang ini dapat dipersiapkan jumlah peralatan dan tenaga kerja penyadap yang diperlukan. Pengukuran ini secara rutin dilakukan 6 bulan sekali pada semua tanaman yang ada di lapangan. Tanaman belum menghasilkan karet(5).us : Pengelolaan Tanaman. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). pupuk karet (16). MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU KumpulBlogger. sensus tanaman (25). usaha Budidaya Tanaman Karet Del. pemeliharaan tanaman sawit (5). TBM karet (13).com BISNIS ONLINE UNTUK PEMULA MODAL HANYA 25RIBU 1X SEUMUR HIDUP GASA HERBAL UNTUK EREKSI KERAS ISTRI KETAGIHAN! Foredi Utk Tahan Lama Sex. tanaman belum menghasilkan (35). Pengukuran lilit batang dilakukan untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman dan terutama untuk menentukan waktu matang sadap. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). usaha Budidaya Tanaman Karet FOREDI UTK TAHAN LAMA SEX REKOMENDASI BOYKE! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. budidaya pengolahan tanaman sawit dan karet (8).perbaikan/peningkatan mutu jalan dilakukan di luar jadwal yang telah ditentukan.

www cara mengatasi hama rayap pd karet com (1). pupuk sawit tbm (1). Cara pembasmi rayap pd tanaman karet (1). pengendalian gulma dengan cara irigasi (1). karet belum menghasikan (1). tbm (tanaman karet) (1). Rekomendasi pemupukan karet TBM(1).mengatasi rayap dipohon sawit (1). Pemupukan dan Merawat pohon karet (2). kebutuhan pupuk karet tbm (1). teknik toping pada pohon karet (1). Cara memberantas rayap pada tanaman karet (1) 1. Penyakit pada karet TBM (1). pemupukan pohon karet (1). Obat rayapuntuk tanaman sawit usia lima tahun (1). sensus pada tanaman teh (1). Dosis pemupukan tanaman karet TM dan TBM (1). metode sensus pohon (1). Artikel Terkait: Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun) PERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET http://binaukm. 2. Cara perawatan tanaman karet TBM (1). Mengapa mulsa jerami di berikan pada daerah perakaran (1).Cara pemeliharaan dan pemupukan pohon karet (1). gulma terdapat di tm apa di tbm (1). Penjelasan tentang pemberian Perlakuan khusus pada tanaman (1). Upaya mempersingkat tanaman belum menghasilkan tanaman karet (1). metode pengolahan tanaman sawit (1). Tanaman belum menggasil kan (1). penyakit batang pada TBM 3 tanaman karet (1). umur pemenggalan karet (1). Teknik pempercepat lilit batang karet (1). mengatasi hama rayap durian (1). binaukm com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belummenghasilkan-tbm-dalam-usaha-budidaya-tanaman-karet/ (2). Dosis anjuran umum pemupukan tanaman karet tbm dan tm (1). pengendali hama rayap putih di tanaman karet (1). 5. 4. Cara mempercepat lilit batang karet (1). sensus tanaman manghasilkan (1). Pemeliharaan karet tanaman belum menghasilkan (1). kesimpulan makalah karet(2). 3.menghasilkan dan tanaman menghasilkan (2). perlakuan akuntansi untuk tanaman yang belum menghasilkan (1). pemupukan tbm (1). toping tanaman teh (1). cara sensus tanaman (1). cara topping tanaman durian (1). tanaman belum menghasilkan pelakuannya secara akuntansi (1). pembentuka cabang pada tanaman karet (1). jurnal pada akuntansi tanaman belum menghasilkan (1). peraturan tanaman belum menghasilkan (1).com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belum-menghasilkan-tbm-dalam-usahabudidaya-tanaman-karet/ .

PERAWATAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN A. Penyiangan Areal 1. Penutup Tanah (M/P/W) Klasifikasi penutup tanah :      W0 : belum ada tanaman penutup tanah W1 : 100% penutup tanah kacangan W2 : 85% kacangan + 15% gulma lunak. bebas lalang W4 : 50% kacangan + 50% gulma lunak. bebas lalang P = penyiangan W = weeding W = menyiang Beberapa jenis gulma di perkebunan : Kategori Jahat/sangat mengganggu Nama Latin Imperata cylindrica Mikania micrantha Nama Indonesia/Daerah Lalang Sembung rambat . Pengertian TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) Masa sebelum panen ( dari saat panen pertama ). berlangsung 30 – 36 bulan. bebas lalang W3 : 70% kacangan + 30% gulma lunak. ditanami penutup tanah dan kelapa sawit sudah ditanam pada titik pancang.    kacangan TBM 1 : tanaman pada tahun ke I ( 0-12 bulan ) TBM 2 : tanaman pada tahun ke II (13-24 bulan ) TBM 3 : tanaman pada tahun ke III (25-30 atau 36 bulan ) B. Terdiri atas : TBM 0: menyatakan keadaan lahan sudah selesai dibuka.

tembelekan Harendong Senduduk Rumput pahit/pahitan Rumput pahit/buffalo grass Teki Pakis kawat Pakis kadal Wedusan.Mikania cordata Mimosa pudica Mimosa invisa Eupatorium odoratum Lantana camara Clidemia hirta Melastoma affine Axonopus compressus Paspalum konjugatum Cyperus rotundus Gleichenia linearis Dryopterus arida Sedang dan lunak Ageratum conyzoides Borreira latifolia Borreira laevicaulis Phyllanthus niruri Mikania Putri malu. babandotan Kentangan Rumput kancing ungu Meniran Kriteria pekerjaan : . kucingan Pls kucingan Putihan Tahi ayam.

mikania. TBM 2 : jarak dari pohon 1. Secara manual : digaruk dengan arah keluar dan kedalam piringan secara bergantian. 4 HK/ha 2. Rumput-rumput dan gulma lain dibersihkan semua. 4-5 HK/ha. Cara dengan menggaruk/mencabut gulma.0 m. teki (lihat daftar gulma) Kacangan yang merambat ke pohon kelapa sawit diturunkan Gulma lunak tidak perlu diberantas. 1x/bulan   TBM 1 : jarak dari pohon 1.5-1 HK/ha   TBM 1 s/d TBM 2 = 1 x/bulan TBM 3 = 1 x/2bulan Secara khemis : Round up 0. lalang.5 l/ha. 4 – 6 HK/ha : 1x/2 bulan .6 l/ha+0.   TBM 1. . TBM 2 : W1. pahitan. wedusan. 8 HK/ha : 1x/bulan . 3-4 HK/ha. sintrong Penyiangan :    Bulan 1-4 Bulan 5-7 Bulan 8-22 Gawangan : intensif jarak 2-2-2-3-3-4-mg . 2 = 1 HK/ha TBM 3 = 0.4 D-Amien.75 HK/ha Piringan 3.5-1 HK/ha. 2. 1 kali/2 bulan.5 m. seperti pada TBM 1 TBM 3 : W3 Penutup tanah terdiri dari 70% kacangan + 30% gulma lunak Yang diberantas adalah gulma jahat. 0. 1 kali/bulan . pakis.       TBM 1 : W1 penutup tanah seluruhnya (100%) kacangan. Bila vegetasi > 70 cm dengan dibabat. 0.

Secara khemis disemprot dengan herbisida.5 l/100 l air/ha Pengendaliaan Lalang TBM 1. TBM 3 : 1 jalan pikul untuk 2 baris tanaman. Alat : cangkul. 400 m/HK. 1x/3 bln. TBM 2 : 1 jalan pikul untuk 4 baris tanaman. 1 HK/ha 4.5% + Round up 0.4 D.5% = 0. 0. TBM 3 : jarak dari pohon 2. Pangkal lalang dibersihkan dulu dengan arit. 3-4 HK/ha. 1x/2 bln Round up.5 l/ha.6 HK/ha.0 m.Amine 0. 400 m/HK.3 – 0.5% = 0.    TBM 1 : 1 jalan pikul untuk 8 baris tanaman. Herbisida jangan sampai mengenai tajuk kelapa sawit. C. Pemeliharaannya dengan cara manual/garuk atau dengan khemis di semprot dengan herbisida + 2.2 : dengan garuk/ garpu lalang TBM 3 : dengan wiping. 0. 25 cc/ltr air/ha. Membuang / mendongkel anak semak anak kayu yang ada di areal dengan cangkul.5 HK/ha. kemudian di lap dari bawah ke atas sampai basah. 0. 2 HK/ha . Sebagai tanda sudah di lap ujung daun lalang dipotong/diputuskan. 0. Jalan Pikul    Membuat jalan pikul sebagai jalan untuk pemeliharaan tanaman. Dongkel Anak Kayu 5. 1x/2-3 bln. parang babat. · ·    Kain lap dicelupkan kedalam larutan herbisida. 1x/2-3 bln. Cara : Tanaman penutup tanah yang berada ditengah gawangan dibuka bersih menjadi jalan kontrol/pasar pikul.5 l/100 l air/ha Round up (gliphosate) 0.5-1 HK/ha   Gramoxone (parakuat) 0. 1x/2bln. 400 m/HK.6%. Lebar : 80 – 100 cm.

  Pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standart 10 m/ha/th.3 m 2. C (m/HK ) P 25 D (m/HK ) 15 .0 m 2. 1x3 bln. E.2 JKT/ha Pemeliharaan rutin dengan cara membabat rumput – rumputnya. Pemeliharaan Jalan.· Ketentuan dalam penggunaan nozzel untuk penyemprotan. NOZZEL Merah Biru VLV 200 VLV 100 Vol semprot / ha 600 – 1000 ltr 400 – 600 ltr 200 ltr 100 ltr Lebar Sapuan 2.0 m 1. 0. Bahan 30 m padas dan 1.100 m/HK. Parit Drainase ·     Mencuci parit ( C ) Bersihkan parit-parit yang ada dari hilir ke hulu. 1x/6 bln. Rumput-rumput di tebing parit dibabat. Mendalamkan Parit ( D ) Ukuran dan bentuk dipertahankan seperti semula.5 m sirtu (pasir batu).0 m D.

25% per tahun. dipertahankan pada bentuk semula.10 pk/ha. 30 m/HK. 30 m/HK. Dilakukan secara manual dengan cangkul. Pohon yang miring atau kurang tegak diluruskan. J. G. Saat mendapatkan diperhatikan lurus/mata lima dengan tanaman yang lainnya. H. Tapak Kuda 20 30 40 S (sekunder) T (tertier) K (kuarter) Tapak kuda dipelihara. Titi Panen . I. Konsolidasi Dilakukan pada TBM 1. Benteng dan Rorak Secara manual. Pemeliharaan tiap 1 tahun sebanyak 25% dari jumlah yang ada. 10 sat/HK. Penyisipan    Pohon yang mati/tidak normal diganti dengan bibit yang baru.S 40 T 60 K 90 Parit : P (primer) F. dipelihara seperti bentuk semula. Jumlah sisipan yang normal : TBM 1 = 5% TBM 2 = 2. Teras Kontur Teras kontur dipelihara pada bentuk dan ukuran semula. caranya dengan sedikit menimbun tanah kemudian dipadatkan. K. Cara-caranya seperti pada tanaman kelapa sawit. Bila perlu ditopang dengan bambu atau kayu. Pemeliharaan 1 tahun sebanyak 25% (rotasi 1x/4 th ).5% TBM 3 =1% Penyisipan dilaksanakan pada musim hujan.

Ukuran 2 x 2 meter.8 HK/ha. Standart tenaga tenega kerja 0. Pemupukan Jenis dan dosis pupuk TBM mengikuti pedoman pada Bab Pemupukan. dengan rincian umum:      Membuat administrasi persiapan Mengangkat pupuk Menabur pupuk Mengumpul goni Jumlah : 0. Bahan : Jembatan/titi Kayu/beton.04 HK/ha.5 – 0.30 HK/ha. Dibuat pada tempat-tempat yang di perlukan atau jumlahnya tergantung dari jumlah parit dan saluran air.5 – 0.56 HK/ha. Inventarisasi Pohon Dilakukan 1x/tahun dengan memetakan dan menghitung jumlah pohon yang ada di lapangan. : 0. : 0.18 HK/ha. 2x/th. .8 HK/ha tiap jenis pupuk. Penutup tanah/rumput dibersihkan dengan cangkul. : 0.04 HK/ha.     Untuk mempermudah pemanen mengambil/mengangkut buah. 1x/th N. Penentuan jumlah dan panjang titi panen harus didasarkan data sensus yang benar Lebar titi panen bergantung kepada kebutuhan dan harus dapat dilalui angkong dengan ketentuan lebar titi panen sekitar 20 cm. Jarak antar TPH + 50 m ( tiap 6 gawangan ). 0. : 0. M. Memasang 10 – 15 m/HK. Pemasangan : pada TBM 1= 25 % TBM 2 = 25 % TBM 3 = 50 % L. Panjang titi panen bergantung pada lebar parit dan saluran air. Tempat Pengumpulan Hasil     Dibuat 3 – 6 bulan sebelum panen.

O.5 HK/ha Sensus global. 1x/bln. 1x/bln.04 HK/ha.5 HK/ha.· Kacangan penutup tanah dipupuk sebagai berikut :      3-4 minggu setelah tanam majemuk Rustika 15-15-6–4 sebanyak 40 kg/ha. Hama dan Penyakit    Lihat pada bab Hama dan penyakit. Cara : dengan mengamati tiap pohon dan hasilnya digambarkan pada peta sensus. R. · Membuang bunga jantan dan betina. o . Monitoring Pembungaan   Mencatat pohon-pohon yang telah mengeluarkan bunga. 2 tahun setelah tanam : 200 kg RP/ha. Pohon contoh dan cara pengambilan contoh daun dapat dilihat pada bab pemupukan. Analisa Daun    Contoh daun mulai diambil pada masa TBM 3. Dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14 – 18 ) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%. Kastrasi. 1x/bln. karena :   Buah yang jadi belum ekonomis di panen karena belum merata. 1 HK/ha. 1 KCD (Kesatuan Contoh Daun) diambil dari setiap blok (16-25 ha). 0.04 -0. Q. 3 bulan setelah tanam : 80 kg RP/ha. 1x/ bulan. 0. Sensus efektif dilakukan bila terdapat petunjuk adanya kenaikan tingkat serangan hama/penyakit. 0. 1x/2 mg. 0.06 HK/ha. 6 bulan setelah tanam : 120 kg RP/ha. Energi agar dimaksimalkan untuk pertumbuhan vegetatifnya. 1 tahun setelah tanam : 150 kg RP/ha. P.

html 2. S.com/download/10565666/Budgetperawatanpe rTahuntbm0-1. http://www. 1 HK/ha Semua cabang kering dipotong mepet ke pangkal batang dengan alat dodos. http://www. pelepah jangan terpotong.com/download/10565885/RunningCostTBMI.html .com/download/10565838/Budgetperawatanpe rTahuntbm3.html 3.ziddu.o Cara : Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang.pdf.ziddu.html Biaya Running Cost Versi Lain nya dapat di download disini 1. Tunas Pasir   Dilakukan 1 kali saja pada saat umur tanaman 18 atau 24 bulan.html Biaya Estimasi Budget Perawatan dapat di download disini 1.html 2. pdf.pdf.com/download/10565949/RunningCostTBMII. http://www.ziddu.ziddu. http://www. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar.pdf.ziddu. http://www. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos.pdf.com/download/10567585/STANDARKEBUTUH ANHKMATERIALTBM.ziddu. Standard Kebutuhan HK dan Material 1.com/download/10565774/Budgetperawatanpe rTahuntbm2. http://www.pdf.

com/download/10566002/InvestasiAlat.pdf.ziddu. http://www.ziddu.com/download/10565968/RunningCostTBMIII .pdf. http://www. http://www. http://www.com/download/10617556/KASTRASIDANPENYERBUKA NBANTUAN.com/download/10566035/EstimasiRuningcost Alat.html .ziddu.ziddu.pdf.pdf.html Tata Cara Kastrasi dapat di donlod disini 1.html Biaya Investasi Alat dan Perawatan Alat 1.3.ht m 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful