BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

JUNI 25, 2011 TINGGALKAN KOMENTAR

LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2009/2010 BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI PT. SAMPOERNA AGRO TBK., SUMATERA SELATAN Disusun oleh: Nama : Puput Ninggariawan I NIM : 05/185946/PN/10358 Program Studi : Pemuliaan Tanaman Jurusan : Budidaya Pertanian Dosen Pembimbing : Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc. JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKEDEMIK 2009/2010 I. LATAR BELAKANG Komoditi perkebunan memiliki peranan yang nyata dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan devisa negara. Salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia adalah kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan primadona ekspor non migas, oleh karena itu komoditi ini selalu menjadi pilihan banyak pengusaha untuk menanamkan modalnya. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dimulai sejak tahun 1911 di Sumatra Utara. Sejak saat itu perkebunan kelapa sawit mengalami banyak kemajuan sampai dengan pecahnya perang pasifik pada tahun 1940. Kemajuan perkebunan kelapa sawit ini didukung oleh lembaga-lembaga penelitian yang telah berdiri sampai dengan sekarang ini (Mangunsoekarjo dan Tojib, 2003). Ke1apa sawit bukan tanaman asli Indonesia namun saat ini kelapa sawit menjadi salah satu sumber daya pangan, pemasok kebutuhan minyak nabati nasional menggantikan ke1apa (Cocos nucifera). Di Indonesia minyak kelapa sawit mentah mulai dipergunakan sebagai bahan minyak goreng pada tahun 1980 ketika terjadi kelangkaan minyak goreng (Anonim, 1997). Produk utama kelapa sawit yang dimanfaatkan adalah tandan buahnya yang menghasilkan minyak dari daging buah dan kernel (inti sawit). Industri olahan minyak kelapa sawit dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu dalam industri pangan (misalnya pembuatan minyak goreng, lemak pangan, margarin, kue, es krim, dan permen) dan dalam industri non pangan (misalnya pembuatan sabun, detergen, dan surfaktan, pelunak, pelapis, ramuan komponen karet, pelumas, dan kosmetik. Pada saat ini telah dikenal beberapa varietas unggul kelapa sawit yang dianjurkan untuk ditanam di perkebunan. Varietas-barietas unggul tersebut dihasilkan melalui hibridisasi atau persilangan buatan antara varietas Dura sebagai induk betina dengan varietas Pisifera sebagai induk jantan. Terbukti dari hasil pengujian yang dilakukan selama bertahun-tahun, bahwa varietas-varietas tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya (Setyawibawa dan Widyastuti, 1998). PT. Sampoerna Agro Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kelapa sawit. Pelaksanaan pembudidayaan yang telah bertahun-tahun ini membuat perusahaan telah berpengalaman dalam

pengembangan, pendekatan sosial dan lingkungan. Selain itu, luas areal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut membuktikan bahwa perusahaan tersebut terus berkembang seiring dengan waktu. Areal penanaman kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Sampoerna Agro tersebar di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah (Anonim, 2006). II. TINJAUAN PUSTAKA Tanaman kelapa sawit berasal dari Guinea (pantai barat Afrika). Tanaman kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) termasuk anggota famili Palmae yang merupakan golongan tanaman keras penghasil minyak nabati. Berdasarkan taksonominya, tanaman kelapa sawit termasuk ke dalam divisi Tracheophita, kelas Angiospermeae, subkelas Monocotyledoneae, ordo Cocoideae, famili Palmae, subfamili Elaeis, spesies Elaies guineensis Jacq (Corley, 1976). Kelapa sawit termasuk tanaman berumah satu (monocious) yaitu tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman. Kedua jenis bunga tersebut keluar dari ketiak pelepah daun dan berkembang secara terpisah. Bunga dapat menyerbuk sendiri maupun menyerbuk bersilang. Tanaman kelapa sawit dapat dibagi menjadi bagian vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif terdiri atas akar, batang, dan daun, sedangkan bagian generatif yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan adalah bunga dan buah (Mangoensoekarjo dan Tojib, 2003). Deli Dura merupakan induk bagi sebagian besar tanaman kelapa sawit komersial yang saat ini ditanam di dunia. Material genetik lain yang dimiliki PPKS merupakan hasil introduksi dari Afrika maupun Amerika Selatan. Salah satu material yang diintroduksi dari Zaire adalah Tenera/Pisifera Binga, dilakukan pada 1987 oleh Balai Penelitian Perkebunan Medan. Material ini akan menjadi fokus penelitian pada 2006 untuk tujuan karakterisasi dan eksploitasi, mengingat mempunyai prospek dan potensi untuk dikembangkan terutama dari karakter kandungan minyak yang tinggi dan pertumbuhan meninggi yang lambat (Purba et al., 2006). Kegiatan karakterisasi mengacu pada Descriptor for Oil Palm. Karakter yang diamati adalah seluruh bagian tanaman yang dapat diidentifikasi sebagai pembeda dengan tanaman kelapa sawit lain. Pembeda yang dimaksud harus mengacu pada kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan suatu varietas. Hal ini merupakan standar yang ditetapkan oleh Kantor Pusat PVT Jakarta untuk pengajuan koleksi yang akan dilindungi, sedangkan keragaan hasil silang balik antara Elaeis oleifera dan Elaeis guineensis antara lain laju pertumbuhan meninggi yang lambat pada beberapa persilangan yang terbaik, yaitu berkisar antara 30–40 cm/thn, kemudian memiliki karakter tajuk kecil sehingga dapat ditanam dengan densitas tinggi per hektar, memiliki kualitas minyak yang cukup baik jika ditinjau dari kandungan oleat, asam lemak tidak jenuh, beta karoten yang lebih tinggi dibandingkan Elaeis guineensis, dan apabila ditinjau dari hasil analisis pada satu populasi silang balik generasi pertama maka dapat ditemukan rerata kandungan beta karoten lebih tinggi dari 1000 ppm, bahkan nilai tertinggi dapat mencapai 2118.63 ppm (Purba et al., 2006). Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh baik pada daerah tropikal basah di sekitar lintang utara-selatan 12° pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut. Jumlah curah hujan yang baik adalah 2000-2500 mm/tahun, tidak memiliki defisit air, suhu optimal adalah 24-28° C dengan suhu minimum 18°C dan maksimal 32°C, kelembaban udara 80%, penyinaran matahari 5-7 jam/hari dan kecepatan angin 5-6 km/jam. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, hidromorfik kelabu (HK), regosol, andosol, organosol dan alluvial. Sifat fisik tanah yang baik untuk kelapa sawit yaitu memiliki solum setebal 80 cm, tekstur ringan, memiliki pasir 20-60%, debu 10-40%, dan liat 20-50%, kemudian memiliki perkembangan struktur baik, konsistensi gembur sampai agak teguh dan permeabilitas sedang, pH tanah sekitar 5-5½, dan memiliki kandungan unsur hara dalam tanah yang tinggi (Lubis, 1992). Benih kelapa sawit mengalami dormansi (keadaan sementara istirahat tanaman) yang cukup panjang. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi (400 C selama 80 hari) untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaaban 60-80 % dengan temperatur 35 oC. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm, optimal 2.000-3.000 mm/tahun. Kelapa sawit tumbuh

baik pada tanah dengan struktur gembur atau remah yang cukup tebal lapisannya dan banyak mengandung humus dan mineral. Permukaan air tanah harus cukup dalam, sebab perakaran kelapa sawit tidak berkembang baik pada air tanah yang dangkal (Heurn, 1985). Pengolahan tandan buah segar sampai diperoleh minyak sawit kasar (Crude Palm Oil, CPO) dan inti sawit dilaksanakan melalui proses yang cukup panjang. Secara ringkas urutan pengolahan kelapa sawit yang dimaksud adalah sebagai berikut (Setyawibawa, 1998) : a. Pengangkutan buah dari kebun ke pabrik b. Perebusan buah (sterilisasi) c. Pelepasan buah (stripping) dari tandan dan pelumatan (digesting) d. Pengeluaran minyak (ekstraksi) e. Pemurnian dan penjernihan minyak (klarifikasi) f. Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah g. Pengeringan dan pemecahan biji h. Pemisahan inti dari cangkang Pembibitan kelapa sawit biasanya memerlukan waktu selama 12 bulan sampai siap ditanam ke lapangan, yang terdiri dari 2 tahap yaitu 3 bulan pembibitan awal (pre-nursery) dan 9 bulan pembibitan utama (main-nursery). Terkadang pembibitan kelapa sawit ada yang lebih dari 12 bulan berhubung terlambat dipindah ke lapangan, karena beberapa pertimbangan (Siregar dan Purba, 1992). Perawatan tanaman merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dan menentukan masa produktif tanaman. Perawatan bukan hanya ditujukkan terhadap tanaman semata, tetapi juga pada media tumbuh (tanah). Perawatan tanaman kelapa sawit meliputi penyulaman, penanaman tanaman sela, pemberantasan gulma, pemangkasan, pemupukan, kastrasi dan penyerbukan buatan (Syamsulbahri, 1996). Panen dan pengolahan hasil merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Kegiatan ini memerlukan teknik tersendiri untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Hasil panen utama dari tanaman kelapa sawit adalah buah kelapa sawit, sedangkan hasil pengolahan buah adalah minyak sawit. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Pelaksanaan pemanenan perlu memperhatikan beberapa kriteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengan kualitas minyak yang baik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen, cara panen, alat panen, rotasi dan system panen, serta mutu panen (Fauzi et al., 2002). III. ISI A. Keadaan Umum Kebun Hikmah Dua 1. Sejarah Kebun Kebun Hikmah Dua (HD) merupakan bagian dari PT Telaga Hikmah yang menjadi anak perusahaan dari PT Sampoerna Agro Tbk. Sebelumnya PT Telaga Hikmah merupakan bagian dari PT Tania Selatan yang kemudian dijual kepada PT Selapan Jaya. Pada pertengahan 2007 PT Sampoerna Agro mengambil alih kepemilikan kelompok PT Selapan Jaya termasuk di dalamnya adalah PT Telaga Hikmah. Keadaan Fisik Kebun Kebun HD terletak di Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir. Berikut batas-batas Kebun Hikmah Dua : - Utara : Desa Pulau Geronggang - Selatan : Desa Embacang (Kebun Hikmah Tiga) - Barat : Desa Maribaya - Timur : Desa Kayu Labu (Kebun Hikmah Lima) Jarak antara Kebun HD dengan ibukota kabupaten ± 3 jam, sedangkan dengan ibukota propinsi ± 7 jam dengan menggunakan roda empat pada keadaan lancar. Kebun HD memiliki kontur tanah yang bergelombang dengan

kemiringan hingga ± 15º dengan ketinggian 0-50 m dpl. Temperatur harian di kebun HD belum pernah dicatat sebelumnya, namun diperkirakan 25º C pada malam hari dan 36º C pada siang hari. Curah hujan di kebun HD sendiri cukup tinggi dengan 2000 mm per tahunnya. 2. Struktur Organisasi Kebun HD dipimpin oleh seorang senior manajer yang membawahi langsung asisten-asisten divisi dan KTU. Kebun HD terdapat 3 divisi inti, 2 plasma, serta 1 bibitan, sehingga ada 6 asisten divisi. Sedangkan untuk bagian administrasi dipimpin oleh seorang asisten kantor (KTU). Selain itu terdapat karyawan baik pegawai bulanan (PB), karyawan harian tetap (KHT), serta karyawan harian lepas (KHL). Pada bagian tata usaha kebun KTU dibantu oleh 9 orang kerani dengan pembagian 1 kerani pembukuan, 1 kerani administrasi, 1 kerani alat berat, 1 kerani produksi, 1 kerani divisi inti, 1 kerani divisi plasma, 1 kerani divisi bibitan, 2 kerani gudang. 3. Fasilitas Kebun Kebun HD memiliki fasilitas perumahan (kamp) karyawan baik G1, G2 maupun G6 yang secara keseluruhan berjumlah ± 250 pintu dengan lebih dari 200 kepala keluarga. G1 merupakan perumahan menejer, G2 untuk asisten lapangan, KTU, dan satpam. Sedangkan G6 untuk karyawan baik PB, KHT maupun KHL yang berasal dari kerani, pemanen, sopir, hingga pemuat. Kebun HD juga dilengkapi dengan sarana ibadah (mesjid), sarana olahraga (lapangan bola kaki, tenis meja, lapangan bulu tangkis, dan lapangan bola voli). Selain itu, Kebun HD menyediakan fasilitas air dan listrik gratis bagi masyarakat yang tinggal di kamp Kebun HD. Gambar A.3.1. Kiri: Perumahan Karyawan; Kanan: Mesjid Baitur Rahman. Kebun HD memiliki kantor yang terletak di sebelah timur kamp. Fasilitas yang terdapat di kantor terebut adalah 4 buah komputer (3 administrasi dan 1 KTU), 2 buah printer dot matrix (Epson LQ 2180), 1 buah mesin fotokopi, scan dan printer (Minolta), 2 buah pendingin udara / AC (ruang menejer dan ruang rapat), 5 set meja kerani, 6 set meja asisten, 1 set meja KTU dan 1 set meja menejer serta 1 set sofa tamu. Selain itu, juga terdapat 3 buah kipas angin, masing-masing di ruang kerani, ruang administrasi dan ruang KTU. Gambar A.3.2. Kiri: Gudang; Kanan: Ruang administrasi. B. Budidaya Kelapa Sawit 1. Persiapan dan Pengolahan lahan Persiapan lahan merupakan tahap awal dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Ruang lingkup dari tahap ini adalah pra survey, survey, merintis dan pengukuran lahan serta koordinasi ke instansi terkait. Kegiatan pra survey departemen GAL dan menejer kebun bersama dengan asisten melakukan peninjauan dan meneliti calon kebun secara langsung guna mendapatkan informasi data kesesuaian dan ketersediaan lahan, tenaga kerja, pra sarana, partisipasi masyarakat serta dukungan pemerintah setempat. Sedangkan kegiatan survey dilakukan oleh menejer kebun dan asisten bersama instansi pemerintah (Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup / Bapedalda, Tokoh Masyarakat) untuk menilai status legalitas dan kesesuaian lahan. Maksud survey areal adalah untuk menentukan batas areal, luasan yang akan ditanami kelapa sawit, situasi vegetasi, topografi dan batas konsesi areal yang dicadangkan. Dari hasil survey ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan sistem pengawetan tanah, air, penentuan sistem jaringan jalan, emplasmen, kantor, perumahan dan pabrik. Sedangkan merintis dan pengukuran lahan adalah kegiatan pengukuran keliling lahan yang akan dijadikan kebun sesuai dengan peta pencadangan lahan. Dalam pembukaan lahan perlu diperhatikan beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, yaitu: - Cagar budaya atau situs - Flora dan fauna yang dilindungi - Kelerengan tanah - Pohon tempat sarang burung dan lebah - Sempadan pantai (minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi) - Sempada sungai (100 meter kanan kiri sungai besar, 50 meter kanan kiri anak sungai di luar pemukiman, dan 10-15 meter di daerah pemukiman)

Namun adakalanya penanaman kacangan .1. dilanjutkan dengan pengelolaan tanah dan air.009. . Selain itu untuk membersihkan lalang juga dapat digunakan herbisida. Selain itu. Mengimas dilakukan dengan tenaga manusia dengan menggunakan parang.1. Penanaman kacangan dilakukan sebelum penanaman kelapa sawit dilaksanakan. terasan (bentuk permukaan tanah yang dibuat berjenjang/bertingkat untuk membatasi aliran air dipermukaan tanah). tahap ini meliputi kegiatan kerja pengukuran. Ketika melakukan pengukuran blok. Sedangkan peringgan batas adalah batas antara kebun dengan areal hutan areal perkebunan lain. Pembuatan blok dilakukan setelah proses pengukuran dan pemetaan selesai dengan ukuran setiap blok masing-masing 100 (seratus) Ha dan setiap blok dibagi menjadi 4 (empat) petak yang luasnya 25 Ha. rorak (lobang bekas galian tanah yang digunakan untuk benteng yang berbentuk trapesium terbalik) dan parit (saluran air yang dibentuk secara manual maupun mekanis).Diameter 21 – 30 cm tinggi maksimum 60 cm dari permukaan tanah. Menumbang adalah kegiatan menebang pohon kayu yang berdiameter lebih dari 10 cm yang biasanya dilakukan dengan menggunakan traktor. Namun apabila tidak bisa ditumbangkan dengan traktor. Penetapan areal konservasi berdasarkan Keppres No. . 32 Tahun 1990.Diameter 31 – 75 cm tinggi maksimum 100 cm dari permukaan tanah. merumpuk.Diameter > 75 cm tinggi maksimum 150 cm dari permukaan tanah. maka disebut dengan mechanical stacking. Mengimas adalah kegiatan membabat semak belukar dan pohon kayu yang berdiameter kurang dari 10 cm. mengurangi biaya produksi serta meningkatkan produksi kelapa sawit. Setelah pembersihan lahan selesai dibuat dan pengukuran blok selesai dilaksanakan. Pada setiap jarak antara timur-barat 1.036 meter dipasang pancang dengan ukuran 4 meter yang ujungnya diberi cat berwarna merah. Cara pengumpulan kayu hasil merumpuk juga sama dengan menumbang. Bagain-bagian dari konservasi tanah dan air seperti tapak kuda (suatu bentuk permukaan tanah yang ditinggikan dengan kemiringan sebesar 15º). . juga dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya erosi. Benteng Tahap terakhir dari persiapan lahan adalah penanaman kacangan.26 meter dan pada utara selatan dengan jarak 1. Pengukuran blok dilakukan dengan menggunakan Theodolit untuk menentukan arah rintisan garis batas blok utara – selatan dan timur – barat.Kawasan sekitar danau atau waduk (50-100 meter dari titik pasang tertinggi) . dan penetapan areal konservasi. Pengukuran dilakukan dengan mengikuti arah rintisan dan memasang pancang ukuran 2 meter pada setiap jarak 50 meter. Pancang stacking / rumpukan adalah kegiatan pengukuran dan pemancangan letak rumpukan yang akan dikerjakan secara mekanis maupun manual. pembuatan peringgan batas. Penanaman kacangan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Pengelolaan ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya genangan air ketika musim hujan atau kekeringan ketika musim kemarau. Dalam penebangan dan pembersihan ini meliputi kegiatan mengimas.Diameter 10 – 20 cm tinggi maksimum 40 cm dari permukaan tanah. Blok adalah suatu kesatuan administrasi terkecil sesudah divisi. . atau pemukiman dilakukan pembuatan peringgan batas.. Kayu hasil tumbangan ditumpuk memanjang arah utara selatan yang berjaraj sekitar 50-100 meter. benteng (bentuk permukaan tanah yang ditinggikan yang berasal dari galian tanah dan telah dipadatkan.Kawasan sekitar mata air (200 meter di sekitar mata air) Tahap selanjutnya adalah pengukuran blok. Setalah pengukuran blok selesai. perkebunan lain. Dalam kegiatan menumbang terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan mengenai tinggi tebangan yang disesuaikan dengan diameter tanaman. mechanical stacking dan semprot alang-alang. Apabila kegiatan merumpuk dilakukan dengan menggunakan alat berat. Merumpuk adalah kegiatan memotong cabang serta ranting-ranting hasil imasan den tebangan kemudian dikumpulkan di gawangan. dapat menggunakan gergaji rantai (chain saw). pembuatan blok. Untuk blok yang berbatasan langsung dengan hutan. pancang stacking. Gambar B. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pekerjaan menumbang dengan traktor. perlu diperhatikan lingkungan sekitar sehingga dapat ditetapkan areal konservasi. Penumbangan dimulai dari pinggir ke tengah berbentuk spiral dan pohon ditumbangkan ke arah luar agar tidak menghalangi jalannya traktor. maka dilanjutkan dengan penebangan dan pembersihan lahan. menumbang.

penyisipan. kacangan juga mampu membantu mengikat N sehingga meningkatkan kandungan N di dalam tanah. Penanaman kelapa sawit dilaksanakan dengan memotong plastik dasar polybag pada lobang tanam kemudian mengangkat plastik tersebut ke atas dan mengikatnya pada daun bibit kelapa sawit untuk memudahkan penutupan lobang.1. Di daerah berbukit dan kontur arah barisan mengikuti arah kontur dan jarak antar kontur adalah proyeksi jarak antara baris.2. Setelah itu secara berurutan bibit diangkat sampai ke pinggir jalan (pancang ke-1). semprot hama dan penyakit. 3-4 hari setelah penanaman dilakukan konsolidasi untuk memastikan bahwa bibit kelapa sawit tersebut tertanam dengan benar (tidak miring atau tumbang). Kacangan yang ditanam merupakan pencampuran tiga jenis kacangan yang disertai pupuk dengan perbandingan kacangan Centrosema pubescens (CP). jalan setapak 1 : 8 (12-16 bulan). Calopogonium muconoides (CM). 2. Jalan setapak dibuat arah . dimulai dengan jalan setapak 1 : 16 (3-6 bulan).2. hingga akhirnya nanti menjadi jalan ketika panen dilaksanakan. Penanaman Kelapa Sawit Penanaman kelapa sawit baru dapat dilaksanakan setelah semua kegiatan persiapan lahan selesai. Gambar B.25 m x 9. Pancang tidak boleh dicabut pada saat pembuatan lobang. Apabila penanaman kacangan telah selesai dilakukan. Kiri: Pemancangan. Gambar B. serta gulma).2.02) m. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dimulai dengan pembuatan jalan setapak. Pemancangan dimulai dengan membuat pancang kandang yang berukuran 101.2. Untuk areal tanaman yang sulit ditempuh dengan menggunakan truk.1.01 m dalam bentuk segitiga sama sisi dengan kerapatan 135 pkk/ha.25) x (6 x 16. Kanan: Pancang yang telah selesai dibuat Pancang tanam yang tepat mengenai tunggul kayu keras dapat dipindahkan dalam barisan tanaman maksimal 100 cm. Kacangan berfungsi sebagai penutup tanah sehingga diharapkan tidak ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit. maka dilakukan pembuatan lobang tanam. Penerimaan bibit diselesaikan perpetak dalam kelompok varietas yang sama sehingga diperoleh penanaman yang seragam untuk setiap blok. jalan setapak 1 : 2 (28-32 bulan). Lobang tanam dibuat 10 cm di sebelah selatan pancang. Jalan setapak ini nantinya akan digunakan sebagai jalannya pekerja ketika melakukan perawatan (merumput. Sebelum dilakukan penanaman. Pueraria javanica (PJ) dan pupuk RP ( 2 kg CP +2 kg CM + 1 kg PJ + 5 kg pupuk RP). Kanan: Penanaman kelapa sawit Setelah pembuatan lobang tanam selesai dilakukan. Pembibitan kacangan Penanaman kacangan dilaksanakan pada musim hujan untuk memastikan tanaman kacangan dapat tumbuh dengan baik. Bibit yang dibawa oleh truk diturunkan ditempat yang telah diberi pancang. jalan setapak 1 : 4 (18-24 bulan). Selain itu. Gambar B. Arah baris tanaman umumnya utara selatan dan pada keadaan tertentu dapat diubah dan disesuaikan dengan keadaan topografi.120 m (11 x 9.75 m x 96. Setelah dilakukan pemancangan. Jalan setapak dibuat secara berkala. Sedangkan untuk jalan tengah atau jalan 13 dibuat bersamaan dengan pembuatan jalan setapak 1 : 16. Jarak tanam 9. Kiri: Pembukaan polibag. maka bibit yang telah dipesan sebelumnya didistribusikan ke areal.25 m dengan jarak dala baris 8. Setiap tumpukan bibit berjumlah 27 pokok untuk 2 baris atau pada areal yang tidak penuh (abnormal) pancang tanam harus terlebih dahulu dihitung sehingga dapat disesuaikan jumlah bibit yang akan diturunkan. terlebih dahulu dilakukan pemancangan bibit. Hal ini karena perusahaan mengejar masa tanam yang singkat. dapat digunakan samapat atau tongkang. Posisi bibit ditempatkan dengan berdiri tegak disamping lobang tanam. maka areal siap untuk ditanamai kelapa sawit. Sebelum lobang dibuat lebih dahulu sampah dan tunggul dibersihkan dan permukaan tanah diratakan. Ukuran lobang minimal 50 x 50 x 40 cm sehingga bibit tertanam sampai batas leher akar. Bibit yang telah disebar tadi kemudian diangkat dengan cara dipanggul dan ditempatkan pada pancang terjauh (pancang ke-14). sensus pokok. Sebelum dilakukan penanaman kacangan terlebih dahulu areal disemprot dengan menggunakan herbisida sehingga areal bersih dari gulma.25 m x 9. 3.dilaksanakan setelah kelapa sawit ditanam.

sedangkan jalan tengah / jalan 13 dibuat arah timur–barat dengan panjang 1. Pembuatan TPH dilakukan pada saat tanaman berumur 3 tahun (TBM 3) dengan cara meratakan tanah. juga dilakukan garuk piringan pada tanaman kelapa sawit. mineral dan air dapat diminimalkan. Gambar B. di kebun HD dilakukan sensus hama. Rotasi penyemprotan dilakukan sebanyak 3 kali setahun. Penyisipan dilakukan berdasarkan laporan dari sensus pokok yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk mengetahui jumlah kelapa sawit yang telah ditanam dan belum ditanam. Lalang menjadi perhatian besar karena daur hidupnya sangat singkat dan sangat mudah tumbuh walaupun lingkungannya kurang mendukung. dan pada TM dilakukan dengan interval 6 bulan sekali. Sensus hama daun dilaksanakan minimal satu kali sebulan.1. Lalang yang sudah dilap pucuk daunnya dipotong. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Rotasi lap lalang dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. maka dilakukan penyisipan.2.utara–selatan sepanjang baris tanaman dengan ukuran panjang 250 meter dan lebar 1. Penyemprotan piringan dilakukan pada TBM 3 dengan rotasi 4 bulan sekali. Sensus pokok dilakukan satu bulan setelah penanaman dan sensus berikutnya satu kali setahun. Sebagai contoh adalah pembuata tempat pengumpulan hasil (TPH). yaitu spot spraying (kemis) dan lap lalang (manual). Kanan: Piringan yang telah dibersihkan Selain merumput juga terdapat kegiatan perawatan semprot lalang. Perawatan jalan setapak dilakukan dengan melakukan penyemprotan yang dimulai pada saat tanaman kelapa sawit berumur 12 bulan. Perawatan gawangan manual dilakukan dengan cara mencabut. Selain pembuatan jalan setapak.3. juga dilakukan persiapan untuk panen. selain dilakukan perawatanperawatan rutin. Kiri: Semprot lalang. juga dilakukan semprot piringan. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. dan TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada dipiringan dengan herbisida. Rotasi semprot gawangan pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Pencegahan hama dilakukan sedini mungkin untuk menghidari kerugian yang besar akibat serangan hama. Kacangan yang menjalar diatas pokok sawit harus diturunkan. Selain dilakukan perawatan garuk piringan. Pada masa TBM.apabila terdapat tanaman yang mati atau belum ditanam. Pada spot sprayer lalang disemprot menggunakan Knapsack Sprayer yang berisi campuran bahan herbisida secara sporadic dan dilakukan 1 (satu) tahun sekali. Perawatan gawangan ini dapat dilaksanakan secara manual ataupun kemis. tunggul dan kayu dengan ukuran 4 x 7 m. Untuk itu. Bila terjadi ledakan serangan hama (out break) maka dilakukan . pengupasan kulit kayu dilakukan pada tunggul kayu yang masih hidup atau anak kayu yang tidak bisa didongkel dari bawah sampai keatas berkeliling. Dongkel Anak kayu (DAK) pada TBM. Diameter piringan disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman. Selain rawat gawangan. Garuk piringan ini dilakukan supaya area piringan tanaman kelapa sawit bebas dari gulma sehingga tingkat persaingan tanaman dalam mendapatkan unsure hara.3. maka dilakukan sensus pokok. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Pada lap lalang digunakan kain yang telah dicampur bahan herbisida dengan konsentrasi 1% kemudian dilapkan pada lalang dari pangkal batang sampai pucuk daun. membersihkan rumput. Terdapat dua cara untuk menanggulangi lalang yang tumbuh disekitar pertanaman kelapa sawit. Perawatan gawangan secara kemis dilaksanakan apabila gulma di areal lebih dominan. Hasil dongkel anak kayu (DAK) ditempatkan di atas tunggul yang mati atau para-para. Rotasi garuk piringan dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. hama tikus ataupun tirathaba. Penyemprotan jalan setapak disesuaikan dengan dosis yang direkomendasikan sesuai dengan anggaran biaya tahunan. Gambar B. Sedangkan rotasi rawat gawangan manual pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali.25 meter. mendongkel anak kayu. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan/mendung untuk menghindari pencucian herbisida oleh air hujan.25 m. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. juga dilakukan kegiatan perawatan seperti perawatan gawangan. Garuk piringan dilaksanakan dengan cara membersihkan rumput/gulma yang tumbuh di piringan pokok. Gulma disemprot menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. baik itu hama daun.000 m dengan lebar 1. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Pelaksanaan semprot piringan dilakukan dengan cara menyemprot rumput di piringan pokok dengan menggunakan Knapsack Sprayer.

Keadaan jalan menjadi faktor penting terutama ketika musim hujan. Road Grader berfungsi sebagai sebagai perata jalan yang bergelombang. Sedangkan untuk hama tikus dilakukan sensus hama tikus yang dilaksanakan satu kali sebulan. produksi dan jalan alternatif dilakukan dengan Road Grader.sensus setiap dua minggu sekali pada areal yang terserang berat. merawat jalan serta pemupukan. Gambar B. hanya tempatnya saja yang berbeda. Gulma disemprot dengan menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. baik itu jalan utama (poros). Cara pengamatan serangan hama tikus dibedakan antara TBM – TM 3 dan TM 4 ke atas. Bentuk badan jalan utama dan jalan produksi tetap dipertahankan seperti batok tengkurap. Sensus hama Tirathaba dilaksanakan di areal tanaman yang sudah selesai kastrasi dan dilaksanakan satu kali sebulan.4. Kegiatan merumput dapat dilakukan dengan cara merawat gawangan dengan herbisida (kemis) atau dengan mendongkel anak kayu/anak sawit (manual). perawatan atau pemeliharaan tanaman kelapa sawit tidak seintensif ketika tanaman masih di TBM. Pada masa TBM.Oleh karena itu. Penambahan tanah pada pangkal jembatan sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan lantai jembatan. Sedangkan untuk pemupukan pada TBM dilakukan berdasarkan rekomendasi pemupukan yang diberikan oleh tim agronomy research unit (ARU) berdasarkan hasil analisa kebutuhan pupuk dan rekomendasi ini diberikan setiap tahun. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Pada tanaman menghasilkan (TM). piringan. jalan produksi. Kanan: Compactor. diperlukan perawatan jalan. Kiri: Road Grader. Selain itu jembatan juga memerlukan perawatan khusus. jalan setapak. Pelaksanaan semprot piringan/jalan setapak/TPH dilakukan dengan cara menyemprot rumput dipiringan/jalan setapak/TPH pokok menggunakan Knapsack Sprayer dengan menggunakan nozlle yang sesuai dengan populasi gulma. karena pada prinsipnya adalah menghilangkan rumput yang mengganggu pertanaman kelapa sawit. gawangan dan TPH.1. Kastrasi dilakukan pada tanaman yang telah berumur 13. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan atau mendung. . dan TPH 2 kali setahun. potongan kayu. perlu dilakukan perawatan saluran air di kanan dan kiri jalan secara manual pada saat musim hujan. dan jembatan. Badan jalan produksi dan jalan alternatif yang telah ditumbuhi rumput tidak perlu degrading. Merumput di TM sendiri tidak berbeda jauh dengan merumput di TBM. Semprot piringan/jalan setapak/TPH merupakan pekerjaan yang sama. 4. Selain itu. Rotasi semprot gawangan dan dongkel anak kayu adalah 1 kali setahun. Susunan batang kayu yang terlalu merenggang dirapatkan kembali dan mengganti kayu yang patah. Begitu juga dengan semprot piringan. Perawatan jembatan darurat dilakukan dengan membersihkan sampah. Hal ini menyebabkan banyak truk menjadi sering macet/mogok karena tidak dapat berjalan di jalan rusak. Perawatan jalan utama. lapuk pada jembatan darurat serta pangkal jembatan di timbun tanah sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan permukaan batang kayu jembatan. dilakukan secara manual dengan menggunakan ”dodos modifikasi” berbentuk cangkul. 15 dan 17 bulan. Badan jalan tidak terlindung oleh kanopi daun atau pelepah tanaman. kelapa sawit diarahkan untuk memaksimalkan pertumbuhan vegetatif sehingga ketika bunga muncul. Perawatan jalan utama. jalan setapak dan TPH. produksi dan jalan alternatif pada topografi rendah dibadan jalan dibuat saluran air berbentuk ”V” untuk mencegah genangan air di badan jalan saat musim hujan. Rotasi perawatan jalan dilakukan dua kali setahun dan dalam kondisi tertentu dapat ditambah rotasi perawatannya. melancarkan aliran air. Tanah pada kiri kanan pondasi jembatan yang longsor ditimbun kembali dan dipasang cerucuk. Pengamatan dilakukan pada pokok yang terdapat dalam baris sensus (titik sensus tetap) yang telah dibuat terlebih. sampah yang tertahan di tiang/pondasi jembatan. Rotasi semprot gawangan.jalan luar kebun. Untuk perawatan jembatan permanen dilakukan dengan membersihkan potongan kayu. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada di piringan . Sensus ini tidak perlu dilakukan bila persentase serangan sudah dibawah 2 %. maka bunga tersebut langsung di musnahkan (kastrasi). Kebun HD memiliki tekstur tanah yang didominasi lempung sehingga sangat licin ketika hujan dan lengket ketika hujan reda. Jalan yang berlobang ditimbun dan dipadatkan dengan Compactor. Perawatan hanya meliputi merumput.

Juni. membuang lumpur yang ada di badan jalan dengan menggunakan cangkul serta menimbunnya dengan tanah. Jumlah pelepah yang dipertahankan di pokok berdasarkan umur tanaman. maka ditentukan jumlah tenaga yang akan digunakan pada hari itu. hasil panen tadi kemudian diangkut ke TPH dengan menggunakan gerobak dorong (angkong). Setelah dilakukan pemangkasan dilanjutkan pembersihan dengan membuang seludang buah. Egrek yang digunakan di kebun HD sering disebut dengan fiber. Untuk jalan yang ternaungi oleh pelepah dapat dilakukan perawatan rempes pelepah dengan menggunakan egrek dan bambu. Sensus dilaksanakan setelah rotasi panen terakhir pada bulan Maret.4. sedangkan ancak giring merupakan ancak panen yang luasannya disesuaikan dengan kondisi buah dan produktivitas pemanen. Kriteria buah yang siap di panen adalah warna buah pada tandan berubah dari hitam/hijau menjadi merah mengkilat/orange dan minimal sudah membrondol 5 brondolan per 1 tandan buah segar (TBS). TBS yang telah terkumpul di TPH di sortasi terlebih dahulu oleh pemanen dan apabila terdapat tandan yang terlalu panjang dipotong hingga tersisa 2 cm dari buah. Sensus buah dimulai dengan pembuatan tanda yang pokok kelapa sawit yang akan di sensus. sedangkan pada tanaman yang sudah tinggi. Rekomendasi ini didapatkan dari hasil analisa Leaf Sampling Unit (LSU) yang pada masing-masing kebun berbeda. tanah.5. Pemanenan biasanya dilakukan 2 orang sekaligus dengan pembagian tugas sebagai pemanen dan sebagai pengangkut. Pemanenan Hasil Pemanenan hasil merupakan tahap terakhir pada budidaya kelapa sawit. Aplikasi pemupukan pada TM mengikuti rekomendasi dari tim ARU yang keluar setiap tahun. bunga jantan. melancarkan aliran air. brondolan kering yang terdapat di piringan dan ketiak pelepah pada tanaman menghasilkan dengan rotasi 1 kali setahun. Setelah diketahui perkiraan hasil panen. Untuk itu. Sensus dilaksanakan diseluruh areal TM pada setiap petak ditentukan baris sensus (kelipatan 10 baris) yang mewakili areal tersebut (biasanya 25 Ha) dengan persentase 10% terhadap jumlah pokok.1.1.5 – 3 58 – 64 3. Tanah timbunan gorong gorong dipertahankan rata dengan permukaan jalan. Hal ini untuk mengetahui jumlah tanaman kelapa sawit yang siap panen sehingga dapat diperkirakan hasil panen yang akan di dapat dan jumlah tenaga yang diperlukan. lokasi dan pemanennya telah ditetapkan. Penandaan baris pokok sensus dimulai dari arah barat ke timur yang terletak dipinggir jalan produksi.5 – 7 48 – 56 8 – 14 40 – 48 15 tahun ke atas 32 – 40 Tabel B. Pada baris sensus pokok pertama dan pokok terakhir diberi tanda cat berwarna merah dan diberi nomor baris berwarna putih. dilakukan pemangkasan (pruning) dan pembersihan (debris).Perawatan gorong-gorong dilakukan dengan membersihkan sampah. Kiri: Pemanenan dengan menggunakan egrek. Pemangkasan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Umur tanaman (tahun) Pelepah yang dipertahankan di pokok 2. Perawatan manual ini termasuk di antaranya membuang air yang menggenang di jalan dengan membuat saluran pembuangan. Terkadang kerusakan jalan tidak terlalu parah sehingga hanya memerlukan beberapa orang untuk memperbaikinya. terlebih dahulu dilakukan sensus buah. agar berondolan tidak sangkut dan di rotasi setiap 9 bulan sekali. Sistem pembagian tenaga kerja terdapat 2 macam dan tergantung pada ketersediaan tenaga dan perkiraan hasil panenan. potongan kayu. pemanenan dilakukan dengan menggunakan dodos pada tanaman yang masih pendek. Pada TM terkadang pelepah yang ada di pohon sangat banyak dan terkadang pelepah yang matipun masih menempel pada pohon tersebut. Fiber tersebut dapat dipanjangkan hingga mencapai 6 m. Kanan: Pengangkutan ke TPH. Ancak tetap adalah ancak panen yang luasan. Sebelum dilaksanakan kegiatan pemanenan. Gambar B. September dan Desember. . Sensus dilakukan dengan mengamati dan menghitung jumlah tandan buah hitam yang terdapat di pokok dalam barisan sensus. Pemangkasan pelepah harus mepet. pemanenan menggunakan egrek. 5.

Kiri : Sortasi TBS. Setiap truk yang akan mengangkut TBS disertai oleh 3 orang pemuat. Perkiraan kebutuhan bibit juga mesti dihitung secara cermat dan tepat sehingga tidak terjadi kelebihan bibit. yaitu pembibitan satu tahap (single stage) dan pembibitan dua tahap (double stage). maka harus dibuat tanggul yang mampu menahan air dari luar serta pompa air yang khusus untuk mengeluarkan air yang tergenang di dalam pembibitan apabila tinggi air di dalam lebih rendah dibandingkan di luar areal pembibitan. kemudian kerani panen memberikan tanda di ujung tandan berupa nomor divisi dan nomor mandor. antara lain: 1) Areal rata dengan kemiringan maksimal 5%. Gambar B. Selain itu. Gambar B. Hal ini disebabkan apabila areal yang digunakan miring.3. Berikut dipaparkan mengenai pembibitan yang dimulai dengan pembukaan lahan hingga transportasi menuju tempat penanaman bibit: 1. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dijadikan areal pembibitan. . Penentuan Lokasi Bibitan Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tempat pembibitan haruslah benar-benar strategis. sehingga diperkirakan waktu yang dibutuhkan sama dengan pembukaan lahan. Dengan memperhatikan alasan efisiensi biaya dan kemudahan dalam perawatan kebun HD memilih menggunakan metode dua tahap (double stage). Lokasi yang digunakan bukanlah rawa-rawa atau dataran rendah yang memiliki potensi banjir ketika musim hujan. T. dan kalaupun miring. dikhawatirkan akan ada perbedaan pembagian air antara areal yang tinggi dengan areal yang rendah. Tahap Persiapan a. Tentu saja ini akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. Kanan: Muat brondolan C. pada dasarnya terdapat dua jenis pembibitan kelapa sawit. Truk yang digunakan adalah jenis dump truck yang mampu membawa TBS hingga 6 ton. Apabila dalam 1 TPH telah selesai di sortasi. Kebun HD memiliki areal bibitan yang relative aman dari kebanjiran. tidak boleh terlalu miring. Setelah TBS tersebut disortasi. Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit dimulai bersamaan ketika pembukaan lahan dimulai.Setelah itu.2. sedangkan sistem pengairan menggunakan pompa air. walaupun nanti bisa dimodifikasi dengan pembuatan tapak kuda. Oleh karena itu. Oleh karena itu disarankan areal pembibitan merupakan areal yang rata dan bukan daerah rawa. TBS yang telah dimuat tadi kemudian dibawa ke PKS untuk proses selanjutnya. yaitu pre-nursery dan main-nursery walaupun ketika pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery membutuhkan biaya ekstra. jika areal pembibitan miring. tanaman akan miring karena polibagnya juga miring. maka akan ada biaya tambahan yang muncul akibat pembuatan tapak kuda atau konsolidasi. Hal ini dilakukan antara lain untuk menekan biaya serta mengurangi kerusakan bibit. kerani buah melakukan sortasi pada saat TBS dimuat ke truk pengangkutan. maka langsung ataupun tidak langsung. 2) Tidak banjir pada saat musim hujan.5. Apabila tetap dipaksakan.5. Lokasi yang akan dijadikan areal pembibitan memang harus rata. maka TBS tersebut siap dimuat ke truk pengangkut. perencanaan pembukaan kebun dan pembibitan harus direncanakan secara matang sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau keterlambatan dalam pelaksanaan di lapangan. Apabila dipaksakan. Tojib (2003). Kanan: Buah yang telah didop oleh kerani panen. atau bahkan kekurangan bibit yang dapat menyebabkan perbedaan masa tanam yang kemudian tanaman dalam satu blok tidak lagi seragam. walaupun ada beberapa tempat yang tetap kebanjiran ketika hujan deras berturut-turut selama beberapa hari. Menurut Soepadiyo Mangoensoekarjo dan A. Apabila pemanenan selesai dilakukan. Pembibitan memerlukan areal khusus yang benar-benar strategis baik dilihat dari efisiensi ataupun hal-hal pendukung lainnya. Hal ini dikarenakan bibit kelapa sawit baru akan siap tanam setelah berumur lebih dari 10 bulan. mengingat daerah Sumatera Selatan merupakan daerah tropis yang tingkat curah hujannya cukup tinggi. Kiri: Muat TBS. pemanen memberikan tanda pada ujung tandan berupa nomor pemanen.

17 dan 18. Juru ukur melakukan pengukuran areal yang ditetapkan sebagai tempat pembibitan. Setalh hasil pengukuran diperoleh. Hal ini akan memudahkan perhitungan kebutuhan pipa untuk pembuatan jaringan air penyiraman. sumber air yang dipersiapkan tidak hanya terpusat pada satu tempat saja. Biasanya dalam satu PT terdapat satu pembibitan yang kurang lebih terdapat 4-6 kebun. Di kebun HD. Tanpa adanya air yang cukup. seperti bulldozer.a. Pengukuran Areal Bibitan Pengukuran areal yang akan digunakan sebagai pembibitan dilakukan oleh juru ukur. 6) Lokasi tidak tertutup oleh bayang-bayang dari pohon-pohon hutan atau pohon-pohonan lainnya sehingga dapat menerima sinar matahari penuh. Di kebun HD disediakan penjaga bibitan baik siang maupun malam yang berasal dari penduduk setempat dengan harapan tingkat pencurian dapat ditekan. Sapi penduduk asli merupakan hewan pengganggu utama di pembibitan kebun HD. Kanan: Kemiringan tanah tinggi. Selain jalan. Selain itu juga dapat memudahkan perhitungan kebutuhan dan kontrol penggunanaan herbisida. areal pembibitan sebisa mungkin diposisikan setepat mungkin dengan mempertimbangkan sarana jalan yang dilewati dan jarak yang ditempuh. Air merupakan kebutuhan utama di dalam pembibitan kelapa sawit. sumber air yang tersedia berasal dari air sungai yang terhubung langsung oleh kanal sehingga potensi kekeringan pada musim kemarau sangat kecil. Sedangkan sisa 25% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Satu (IHDS) di blok 16. manajer kebun dan asisten bibitan membuat tata letak (lay out) pembibitan yang mencakup posisi pre-nursery dan main-nursery. Sedangkan cara manual adalah dengan menggunakan cangkil. rumah hujan dan kantor divisi. Jarak terdekat dari hutan atau tanaman kelapa sawit yang sudah besar yang ada di sekitar tempat tersebut minimal 20 m. Untuk mencegah masuknya sapi tersebut. disediakan tenaga khusus untuk menjaga sapi tersebut tetap berada di luar areal pembibitan.Gambar C. sehingga apabila salah satu sumber kering. Pada awal penetapan areal yang akan digunakan sebagai pembibitan. Pembersihan areal ini dapat menggunakan cara mekanis maupun manual. c. Selain itu. mencabut dan membuang tunggul kayu serta akar kayu. Pencurian merupakan gangguan yang paling berbahaya karena kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Areal yang digunakan haruslah tepat dengan kebutuhan bibit yang akan ditanam nantinya. 3) Dekat dengan sumber air dan tersedia dalam jumlah yang cukup ketika musim kemarau. rumah mesin. Kebun HD sendiri menyuplai bibit ke empat kebun lain serta kebun sendiri. road grader. yang meliputi luas areal. maka bibit tidak akan tumbuh optimal. dan excavator. Pembuatan Jalan dan Parit Keliling Jalan pada pembibitan merupakan hal yang penting untuk distribusi bibit.1. Jalan di bibitan dibuat keliling dengan memperhatikan rencana disain blok yang akan dibuat. penyemprotan lalang. b. gangguan binatang liar seperti babi ataupun tikus perlu diperhatikan. Untuk cara mekanis dapat menggunakan alat berat baik itu bulldozer. Pembibitan kebun HD sendiri berada di empat blok divisi inti yang berbeda dengan 75% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Tiga (IHDT) blok 20. Pembersihan Areal Pembersihan areal bibitan meliputi pekerjaan imas tumbang. waduk penampungan air. perlu dipertimbangkan jarak antara pembibitan dengan calon areal yang akan ditanami kelak. Kebun HD memiliki luas areal ± 80 ha yang dibagi menjadi 4 blok besar pembibitan. 7) Bentuk area pembibitan sebaiknya persegi panjang atau bujur sangkar. maupun traktor bajak. Sapi-sapi yang jumlahnya mencapai 50 ekor tersebut dibiarkan bebas sehingga terkadang masuk ke areal pembibitan. parang dan dodos yang telah dimodifikasi. 4) Aman baik dari gangguan pencurian maupun gangguan binatang liar.excavator. Selain itu. parit keliling. d. dan waduk penampungan air. Pembuatan jalan ini menggunakan alat berat. dibutuhkan juga parit keliling. sabit. compactor. 5) Dekat dengan lokasi penanaman. jalan. walaupun dampaknya tidak terlalu besar. Dengan demikian. jalan. Parit keliling ini . masih ada sumber air yang lainnya. Kiri: Dataran rendah menyebabkan tergenang. insektisida dan lain-lain.

selang kirico tersebut terbukti awet dan tahan terhadap cuaca panas ataupun dingin serta mudah dalam aplikasinya. fungisida. maka pompa air yang ada tidak digunakan secara maksimal. Waduk tersebut haruslah berasal dari sumber air yang bebas polutan. Ukuran waduk penampungan air berdasarkan kebutuhan air yang harus tersedia sesuai dengan jumlah bibit. Waduk dibuat dengan menggunakan excavator dengan ukuran 50 m x 30 m dan dengan kedalaman 5 m. Gambar C. Sebelum bibit ditanam. Debit air yang terdapat di waduk buatan tersebut menentukan besar kecilnya pembibitan dan jumlah bibit yang akan dihasilkan. sehingga ketika bibit telah ditanam. Namun karena saat ini luas areal bibitan hanya 80 ha. namun hal ini belum dilakukan oleh kebun HD karena debit air yang terdapat di waduk buatan masih mencukupi untuk kebutuhan penyiraman bibit. Panjang pipa PVC 2” tersebut ± 18 m. baik sisa pestisida.1. Sistem sprinkler memang pernah digunakan di pembibitan kebun HD. Selain itu.8-1.1. Panjang selang kirico tersebut 100 m sehingga diperkirakan mampu menyiram bibit sepanjang 100 – 110 pokok bibit sawit di main-nursery dan 9 bedeng bibit sawit di pre-nursery.f. Tiap-tiap waduk dilengkapi dengan 2 mesin pompa air yang menggunakan mesin truk fuso 5 silinder. Setelah itu.1.dibuat di samping-samping jalan untuk menghindari genangan di jalan yang dapat menyebabkan jalan cepat rusak. Satu-satunya kekurangan instalasi kirico ini adalah selang tersebut sangat mudah sobek oleh benda tajam. biaya perawatan dapat diminimalkan. Pembuatan parit e. Dari pipa PVC 4” tadi kemudian didistribusikan lagi ke pipa PVC 2”. Pembuatan waduk penampungan air Untuk menghindari kekurangan air pada musim kemarau. Gambar C. tidak terjadi keterlambatan penyiraman air yang dapat menyebabkan bibit menjadi kekeringan. Dengan demikian. terutama ketika perawatan bibit sedang dilakukan seperti merumput atau konsolidasi. pupuk maupun limbah lainnya. f. Urutan pemasangan instalasi penyiraman ini adalah dari waduk kemudian disedot menggunakan pompa air melalui pipa PVC 6”. air tersebut di dorong melalui pipa PVC 6” yang kemudian didistribusikan ke beberapa pipa PVC 4”. Kanan: Rumah mesin. Tekanan yang dianjurkan adalah 0. Dengan demikian kebun HD memiliki 4 orang operator mesin yang mulai bekerja . Untuk menjaga agar mesin tetap berjalan dengan baik dan benar.1. Gambar C.e. setiap waduk digunakan untuk menyediakan kebutuhan air bibit seluas 40 ha.0 atm dengan perkiraan semburan air hingga 160 cm. Instalasi kirico memanfaatkan selang yang terbuat dari karet yang memiliki lubang kecil yang menyebar ke tiga arah dengan jarak antar lubang antara 5 – 7 cm serta sangat fleksibel dan alot.1. Masing-masing mesin digunakan untuk menyiram bibit seluas 20 ha. Kiri: Pengukuran tekanan. Dengan demikian tiap-tiap selang kirico memiliki jangkauan siraman hingga 320 cm atau sekitar 4 pokok bibit lebih. Instalasi penyiraman bibit ini dilaksanakan sebelum bibit di tanam. setiap pembibitan harus memiliki waduk yang mampu menyangga kebutuhan air bibit selama musim kemarau. maka setiap satu mesin pompa air di kelola oleh satu orang operator mesin.1. Dengan mesin ini. Selang tersebut lebih efisien dan efektif untuk menyiram bibit kelapa sawit dalam jumlah besar dibandingkan dengan sistem sprinkler. kekuatan selang kirico tersebut harus dikalibrasi dengan menggunakan alat pengukur tekanan (Pressure Gauge).d. Waduk buatan tersebut sebaiknya dikeruk lapisan bawahnya setiap beberapa tahun supaya tidak terjadi pendangkalan. Selang kirico ini mampu bertahan hingga 3 kali tanam atau kurang lebih selama 3 tahun. Pembuatan Instalasi Penyiraman Bibit Instalasi penyiraman bibit di kebun HD menggunakan sistem selang dengan merek “kirico” sehingga lebih sering disebut selang kirico. Dengan menggunakan instalasi selang kirico. Setiap ± 3 m terdapat 1 selang kirico sehingga dalam 1 pipa PVC 2” terdapat 7 selang kirico yang dilengkapi dengan kran (gate valve). hanya saja penggunaan sistem ini rawan pencurian (terutama pipa besi) dan rawan patah pada pipa penyangga sprinkler serta biaya perawatannya tinggi sehingga dirasa kurang efisien. Kiri: Waduk penampungan air. Kanan: Mesin pompa air. Kebun HD memiliki 2 waduk yang mampu memenuhi kebutuhan air hingga 120 ha. air mampu didistribusikan hingga jarak ± 500 m.

Kantor divisi terletak tepat ditengah kebun dan dekat dengan kandangan sehingga memudahkan pekerja dalam mengontrol bibit di kandangan. Kawat yang kurang kencang akan menyebabkan tiang pagar menjadi miring dan akhirnya roboh. Gubuk tempat berteduh juga perlu dibangun untuk tempat berteduh ketika pekerja sedang beristirahat. g. Pagar juga harus bersih dari gulma sehingga memudahkan dalam pemeriksaan. h. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan dan suhu udara yang tinggi pada musim kemarau menyebabkan pagar menjadi rapuh. Kayu yang biasa digunakan adalah kayu gelam.g. Rumah mesin terdapat di tiap-tiap waduk sehingga pembibitan kebun HD memiliki 2 rumah mesin. Jarak antar kawat satu dengan kawat lainnya 25 cm sehingga terdapat 6 baris kawat. Kawat duri juga harus diperiksa ketegangannya. Di sekeliling tiang pagar dibuatkan parit yang dapat mengalirkan air untuk menghidari tergenangnya air disekitar tiang pagar yang dapat menyebabkan tiang pagar semakin cepat keropos. Percikan/butiran air yang dihasilkan lebih cocok untuk pertumbuhan bibit karena pupuk dalam polibag tidak terganggu dengan adanya percikan air penyiraman. terutama ketika turun hujan. Kantor Divisi dan Gubuk Berteduh Pembuatan rumah mesin seharusnya dibuat bersamaan dengan pembuatan waduk.5 m dan jarak antar tiang 2 m. Pembuatan Rumah Mesin. Gambar C. Rumah mesin dibangun sedemikian rupa sehingga dapat menampung 2 buah mesin beserta jaringan pipanya. lempung gembur. Areal yang dipagari oleh pagar kawat tersebut sering disebut dengan istilah “kandangan”.pukul 06. Akibat yang akan muncul apabila radiator kehabisan air adalah overheat yang tentunya akan menyebabkan umur mesin menjadi pendek.1.1. maka pembuatan rumah mesih dilaksanakan ketika penanaman kecambah akan dilaksanakan. sebaiknya diberikan pelapis sebagi pelindung dari panas dan hujan. Pagar dirawat sedemikian rupa sehingga tetap kokoh. Kawat yang digunakan adalah kawat duri yang dipaku pada tiang kayu dengan tinggi pagar kawat tersebut sekitar 1. Lantai rumah mesin tersebut haruslah terbuat dari beton cor untuk menjaga mesin agar tidak mudah goyang serta menahan getaran. karena memang bentuknya seperti sebuah kandang sapi atau kuda. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga mesin air adalah radiator yang sering bocor sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. 2. termasuk juga rayap yang sering menggerogoti tiang pagar. Untuk kebun HD sendiri tanah topsoil didapatkan dari divisi inti dan diangkut dengan menggunakan truk yang kemudian dikumpulkan menjadi 1 gunungan tanah. Kiri: Gubuk. Tetapi mengingat daerah kebun HD masih rawan terhadap pencurian.00 tergantung kepada keadaan cuaca. Tahap Pre-Nursery a. Tanah yang digunakan tidak boleh kedap air.h. Selain rumah mesin. Pembuatan pagar kawat di areal pre-nursery bertujuan untuk melindungi bibit-bibit tersebut dari gangguan binatang liar misalnya babi.1. Selain itu tanah dalam polibag tidak menjadi keras atau membentuk lapisan atas yang keras. Belum lagi masalah aki yang sering tekor karena memang jumlah aki yang tersedia terbatas sehingga mesin hanya bisa dihidupkan secara berurutan. Persiapan Media Tanah Media tanah yang digunakan adalah tanah lapisan atas (topsoil) yang biasanya dilakukan dengan bantuan alat berat baik excavator ataupun backhoe loader. Pagar kawat. atau kadar pasir < 60%.1. Gambar C. Setiap 25 m diberikan pintu gerbang dengan lebar 2 m untuk mempermudah keluar masuk ketika melakukan perawatan ataupun pemindahan bibit.00 dan berakhir pada pukul 18. juga dibangun kantor divisi yang digunakan untuk mengatur pembagian kerja dan memeriksa pekerja yang telah diabsen. Hal ini disebabkan ukuran bibit yang rendah sehingga tidak ada tempat berteduh bagi para pekerja. pemakaian sistem selang kirico untuk penyiraman di pembibitan membutuhkan biaya yang lebih murah. Pembuatan Pagar Kawat untuk Areal Pre-Nursery. Kayu tersebut ditancapkan sedalam ± 30 cm dan diberikan penopang di tiap 3 tiang. Jika dibanding dengan sistem sprinkler. Terutama pada tiang pagar. . Kanan: Kantor divisi.

Sebagai perkiraan. Gambar C. b. drainase air menjadi terhambat dan air menjadi menggenang disekitar polibag. jumlahnya dilebihkan karena jika kekurangan cukup sulit untuk memesan ke kantor pusat dan membutuhkan waktu yang cukup lama.2. Pengisian polibag dapat menggunakan piring.Gambar C. Setelah tanah tersebut dikumpulkan. tanah kemudian diayak sehingga terbebas dari sampah organik (batang kayu dan pelepah) ataupun dari sampah anorganik (plastik dan karung). bibit memerlukan naungan. Setiap 2 bedeng polibag kecil tersebut diapit oleh 2 selang kirico sehingga setiap selang kirico mampu menyuplai 2 bedengan sekaligus (kanan dan kiri). Penyusunan Polibag Polibag kecil yang telah di isi kemudian disusun per bedeng. sekop kecil ataupun tangan kosong.1.5 m3 tanah sehingga setiap tanah hasil ayakan dari 2 truk dapat dicampur dengan 10 kg pupuk RP.22 mm.b. Kiri: Tanah topsoil yang telah dikumpulkan. Pengisian polibag kecil Polibag kecil yang akan digunakan adalah polibag yang berkualitas baik. Apabila karena alasan-alasan tertentu naungan tetap dipasang dapat . pekerja juga harus memeriksa kembali tanah yang dimasukkan ke dalam polibag jika terdapat sampah. Tanah yang telah dicampur dengan pupuk dikeringanginkan selama 4 minggu. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa naungan berupa daun kelapa sawit akan menimbulkan (menularkan) penyakit daun pada bibit kelapa sawit. Apabila kebutuhan air peyiraman cukup maka pemberian naungan pada pembibitan tidak memberikan dampak positif pada pertumbuhan bibit. Bedeng tersebut berisi 1000 polibag dengan panjang 125 polibag dan lebar 8 polibag dengan perkiraan panjang bedengan 10 m dan lebar bedengan 1 m.1. Namun sebaiknya hal ini dihindari karena dengan menggunakan guludan. Pengisian Polibag Tanah yang telah di ayak dan dicampur dengan pupuk RP tadi kemudian dimasukkan ke dalam polibag yang berukuran 22 cm x 15 cm dengan ketebalan 0. Berat per polibag kecil sekitar 1-2 kg tergantung jenis tanah dan kelembaban tanah yang digunakan. Gambar C. Beberapa buku menyebutkan bahwa pada pre-nursery. c. dan ternyata bibit tersebut menjadi gosong. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P di dalam tanah sebelum dipergunakan sebagai media pembibitan. Polibag tersebut harus di isi sampai penuh untuk mengurangi resiko memadatnya tanah ketika disiram air.c. Polibag kecil yang dipakai haruslah memiliki lubang pengeluaran air berdiameter 3 mm. Tetapi di kebun HD tidak menggunakan naungan karena beberapa tahun yang lalu pembibitan kebun HD pernah menggunakan naungan.2. maka naungan pada pembibitan tidak direkomendasikan lagi. Kualitas yang jelek akan menyebabkan polibag mudah robek dan nantinya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. setiap truk mampu mengangkut sekitar 3-4 m3 tanah dan setelah di ayak akan didapatkan tanah 2-3. Polibag yang telah selesai disusun di dalam bedengan. Rekomendasi pemberian naungan di pre-nursery kemungkinan dibuat sewaktu belum ditemukan sistem penyiraman di pembibitan yang baik. Tanah yang telah diayak tadi kemudian dicampur dengan menggunakan pupuk Rock Phospate (RP) dengan takaran 10 kg tiap 4. Kanan: Pengangkutan tanah.5 m3 tanah. Pemberian naungan di pembibitan baik dengan menggunakan pelepah kelapa sawit maupun dengan menggunakan bahan lainnya mulanya dimaksudkan untuk melindungi bibit dari penyiraman yang kurang sempurna terutama pada saat bibit dalam masa-masa pertumbuhan kritis.a.1.2. Kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh pembukaan naungan yang tiba-tiba sehingga bibit tersebut “kaget”. Guludan tersebut sebaiknya diganti dengan menggunakan kayu sehingga drainase air dapat mengalir dengan lancer. misalnya dengan sistem selang kirico. Hal ini untuk menanggulangi kemungkinan tergenang ketika hujan. Pada pinggir bedengan diberikan tanah timbunan (guludan) untuk menjaga agar polibag tidak mudah berubah dari posisi semula. Selama pengisian polibag. Jumlah polibag kecil yang dipesan sebanyak 110% kebutuhan yang akan digunakan untuk penanaman. Jumlah polibag kecil per kg sekitar 80-90 polibag sehingga ada baiknya ketika melakukan pemesanan. Penghilangan naungan akan memberikan dampak berkurangnya penyakit daun pada bibit. Setelah sistem penyiraman dapat dilaksanakan dengan baik.

Oleh karena itu.menyebabkan etiolasi (pertumbuhan memanjang akibat kekurangan intensitas cahaya) pada bibit yang tidak diharapkan. Untuk memastikan bahwa kecambah tersebut telah melewati tahap pemeriksaan. Pada waktu kardus tersebut dibuka. dan SJ 6 (Yangambi). dan langsung di antar ke kebun HD pada sore hari. akan didapatkan kantong plastik berisi kecambah yang dilampiri dengan seed label untuk menunjukkan informasi mengenai kecambah yang terdapat pada kantong plastik tersebut. dan tanggal pengiriman dari Seed Proccesing Unit (SPU). Beberapa kriteria kecambah yang digunakan di kebun HD adalah sebagai berikut: 1) Kecambah normal . nomor male dan female. dapat dipastikan bahwa kardus tersebut telah dibuka sebelumnya dan dapat dilaporkan kepada pihak SPU untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Packing List tersebut harus disimpan sebagai bukti bahwa bibit yang ditanam berasal dari kecambah yang telah bersertifikat.Seleksi bibit di Pre Nursery 10 % atau 20 butir .1. Kecambah yang dikirimkan dalam sekali pengiriman dapat mencapai 25. Isi dari tiap-tiap seed label tersebut dikumpulkan menjadi satu lembar terpisah yang disebut dengan packing list. e. penanaman dilakukan berdasarkan varietas sehingga memudahkan dalam pengawasan dan penjualan.5 % atau 5 butir . Packing list merupakan daftar kecambah yang diberikan pada saat transaksi yang berisi informasi mengenai jumlah kecambah.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) dapat dibedakan dengan jelas. . Kebun HD menerima seluruh varietas yang dikirim oleh SPU. mulai dari SJ 1 (Nigeria). Kecambah yang dikirimkan merupakan hasil dari perkiraan penanaman tanaman kelapa sawit yang akan di tanam tahun berikutnya ataupun yang akan di jual kepada pihak luar. berwarna kuning keputihan. . isi kantong plastik tersebut serta tanggal pengiriman. Waktu pengiriman kecambah yang diperlukan dari SPU ke kebun HD hanya 1 hari yang artinya kecambah dapat di seleksi pagi hari.d. Kiri: Segel pada kardus. . Pada kardus kemasan kecambah juga terdapat segel untuk memastikan bahwa kardus tersebut tidak pernah dibuka sebelumnya. maka di seed label tersebut disertai cap quality control. varietas. di kemas siang hari. Namun dengan menggunakan kecambah bermutu tinggi. Kecambah yang telah diterima harus segera ditanam untuk menghindari kerusakan kecambah. trelebih dahulu dilakukan seleksi kecambah untuk menghindari tertanamnya kecambah yang tidak layak tanam. Kanan: Seed Label yang terdapat pada kantong.500-2. SJ 2 (Ghana).Posisi Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bertolak belakang (T-shape). Kebun HD menerapkan rumusan pada kerapatan 135 pokok per ha sebagai berikut: .Seleksi penerimaan kecambah 2.000 butir kecambah sehingga diperlukan manajemen yang baik untuk dapat menanam kecambah tersebut dalam waktu singkat dengan mengatur kebutuhan tenaga dan pembagian tugas yang jelas. nomor referensi.2.600 butir kecambah.Disisipan 5 % atau 10 butir Jumlah diatas merupakan perkiraan untuk mengatasi kekurangan kecambah. Seleksi Kecambah Sebelum dilakukan penanaman kecambah. . Secara sederhana. SJ 4 (Avros). Gambar C. Setiap kardus mampu menampung 2. SJ 3 (Ekona). kebutuhan kecambah dapat diperkirakan sebelumnya dengan menetapkan jumlah-jumlah kecambah yang dapat hidup ataupun yang abnormal. SJ 5 (Dami Komposit). harus diperiksa kecocokan antara packing list dengan kecambah yang diterima. Informasi yang diberikan meliputi varietas. Penerimaan Kecambah Ketika transaksi penerimaan kecambah dilakukan.Akar berwarna putih gading dengan panjang 8 – 20 mm. d. diharapkan pengurangan kecambah akibat seleksi dapat diminimalkan.Pucuk meruncing. Jumlah kebutuhan kecambah sebenarnya tidak dapat diduga dengan pasti. Apabila segel tersebut rusak atau hilang.Seleksi bibit Main Nurser 15 % atau 30 butir .

Bibit kedua yang dipisah selanjutnya ditanam pada polibag kecil yang lain. seperti menugal bersama. Kanan: Pemisahan busa serpih dengan kecambah. Tapi hal ini bukan merupakan suatu masalah karena waktu dan hasilnya tidaklah berbeda.2.Kecambah lecet atau patah. pematahan tunas atau akar adalah solusi terbaik yang dapat dilakukan. . Kecambah abnormal. Jika bibit kedua tidak baik maka langsung dimusnahkan. Kecambah tersebut sering disebut dengan “kecambah kembar”. Kecambah ini tetap ditanam dan dipelihara. .2.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) tidak dapat dibedakan. Isi yang terdapat di kantong kecambah tersebut ditumpahkan ke dalam ember sehingga busa serpih yang massanya lebih ringan akan mengapung. Hal ini dikarenakan jika aplikasi pupuk RP dilakukan ketika tanah belum di isikan ke dalam polibag. maka bibit tersebut dibelah. Kecambah yang telah ditetapkan termasuk kedalam kecambah abnormal kemudian diafkir atau dimusnahkan dengan cara dipatahkan.Tanpa akar atau pucuk dan atau salah satu akar atau pucuk tidak tumbuh.Gambar C. . dan dipilih yang bagus untuk ditinggal dalam polibag. Ketika paket kecambah sampai ke bibitan.f. Kiri: Aplikasi pupuk RP.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) yang tidak berkembang.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bengkok/berputar atau bentuk “U”. Kiri: Menugal. Terkadang beberapa hari sebelum penanaman kecambah. Selain itu. Kecambah yang berada di dalam ember juga dapat di angkat dan diletakkan di piring.2. Pertama dengan mengangin-anginkan busa serpih tersebut sehingga busa serpih terbang dari kumpulan kecambah. Gambar C. dan ditempatkan tersendiri untuk diberi perawatan khusus. Gambar C.2. Gambar C. terkadang kecambah yang disimpan terlalu lama akan memunculkan jamur walaupun pada kemasan kantong telah dilengkapi dengan busa serpih yang disemprot dengan fungisida. kebiasaan menanam kecambah juga akan mempengaruhi proses penanaman.1.e. Dengan dilakukannya aplikasi pemupukan per polibag diharapkan . Apabila sudah demikian.e. dilakukan aplikasi pupuk RP.1. kardus tersebut dibuka kemudian diperiksa lagi dan dicocokkan dengan packing list yang menyertainya. Satu tim terdiri dari 3 orang yang memiliki tugas masing-masing. dikhawatirkan pupuk RP tersebut tidak tersebar merata diseluruh polibag. menanam bersama dan menutup bersama.5 bulan. berwarna coklat dan busuk. namun berhubung alat yang dimaksud tidak tersedia. Seharusnya pemusnahan kecambah dilakukan dengan menggunakan alat nut cracker. Biasanya kerusakan kecambah yang muncul ketika kecambah terlambat ditanam adalah adanya kecambah yang patah bagian tunas ataupun akarnya.2. Penanaman kecambah dilakukan oleh tim yang biasa menanam kecambah.2. Namun setelah bibit tersebut berumur 1. Apabila sama. . sedangkan orang ketiga bertugas menutup lubang yang telah berisi kecambah. sehingga jamur tersebut kemungkinan besar tidak akan tumbuh. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memisahkan busa serpih dengan kecambah ini. f. Orang pertama bertugas menugal tanah di polibag. Namun terkadang tim ini tidak berjalan seperti apa yang diharapkan. Kecambah normal dengan panjang radikula < 20 mm.f. orang kedua bertugas menanam kecambah. dilanjutkan dengan membuka kantong plastik dan memisahkan antara busa serpih dengan kecambah. Terkadang didalam 1 kantong kecambah tersebut terdapat beberapa kecambah yang memiliki 2 atau 3 tunas. busa serpih tersebut dapat di angkat dengan mudah dari ember. Kanan: Penanaman kecambah. Beberapa orang lebih suka untuk mengerjakan semuanya secara bersama-sama. 2) Kecambah abnormal . Penanaman Kecambah Penanaman kecambah dilaksanakan sesegera mungkin untuk mengungai resiko kerusakan kecambah. sedangkan kecambah yang massanya lebih berat akan tenggelam. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan ember berisi air. . karena selain membutuhkan ketelitian yang tinggi.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bersatu yang ujungnya membengkok seperti bentuk geraham. Namun cara ini dirasa kurang baik karena busa serpih yang tertiup angin menjadi berterbangan dan menyebar di areal pre-nursery sehingga kandangan menjadi tampak kotor.

Apabila curah hujan di kebun HD di antara 8 mm dengan 18 mm. Kegiatan konsolidasi ini dilakukan seminggu sekali. kecambah ditanam kurang dalam sehingga ketika dilakukan penyiraman. maka bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). dalam konsolidsasi juga terdapat kegiatan menambah tanah pada polibag yang kekurangan tanah. Tetapi apabila curah hujan kurang dari 8 mm. sedangkan hujan yang turun belum tentu merata di seluruh kebun sehingga apabila ombrometer menunjukkan curah hujan tinggi. kecambah muncul dari tanah sehingga perlu dilakukan penimbunan tanah kembali. hal ini dikarenakan untuk 1 mesin pompa air membutuhkan 10 liter dalam 1 jam.i. Apabila ketika operator siram mengecek tingkat kelembaban tanah dan dinyatakan bahwa tanah tersebut cukup lembab dan tidak perlu disiram.6. Hal ini disebabkan karena ombrometer berada di halaman depan kantor.4. Dosis yang digunakan adalah 2 g/polibag dengan menggunakan takaran Ally. maka bibit disiram sekali dalam sehari. Untuk mempermudah dalam pelaksanaan. belum tentu kadar air di pembibitan juga rendah. Jumlah curah yang turun dapat diketahui dari ombrometer yang terdapat di halaman depan kantor. j. namun hanya 1 kali walaupun curah hujan kurang dari 8 mm. Pemupukan di pre-nursery. Gambar C. Hal ini menyebabkan tanah menjadi kedap air sehingga air dan pupuk tidak mampu diserap oleh tanah. Merumput dan Melumut Kegiatan merumput dilakukan 2 minggu sekali dan hanya dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan cara mencabut atau memotong rumput yang ada di sekitar polibag ataupun yang ada di dalam polibag. karena umur prenursery yang relatif pendek. Rumput hasil cabutan tadi kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di luar areal bibitan yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai mulsa. Selain itu memang telah disediakan mulsa khusus yang didatangkan dari PKS berupa serat (fiber) kelapa sawit atau cangkang kelapa sawit. Pemupukan dilakukan dengan melarutkan pupuk tersebut ke dalam 45 cc air. maka bibit tidak lagi memerlukan penyiraman. pelarutan pupuk dilakukan dalam jumlah yang besar sehingga cukup untuk jumlah bibit yang . Penyiraman Bibit Curah hujan menjadi penentu utama dalam penyiraman bibit. Selain itu.2. Namun sangat jarang rumput hasil cabutan tersebut digunakan sebagai mulsa. menutup akar yang terbuka dan memperbaiki arah bibit yang tidak tegak lurus. Pemupukan Pemupukan pada pre-nursery dilakukan dengan mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh ARU. g. Konsolidasi Konsolidasi merupakan kegiatan memperbaiki posisi polibag yang kurang benar seperti miring ataupun roboh. sehingga apabila dipaksakan 2 kali penyiraman dalam sehari akan menyebabkan kenaikan biaya yang sangat besar. begitu juga sebaliknya apabila ombrometer di kantor rendah. belum tentu kadar air di pembibitan juga tinggi. Penyiraman bibit di pre-nursery.2.1. Terkadang sewaktu dilakukan penanaman. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dan pupuk NPK 15. rekomendasi yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah sebagai berikut: Gambar C. lumut juga patut diperhatikan.2.g.terdapat pemerataan penggunaan pupuk RP tersebut. yang mengandung N-P-K-Mg. h. Selain rumput. Apabila curah hujan pada hari itu lebih dari 18 mm. Kebutuhan minyak solar setiap hari ketika musim kemarau dapat mencapai lebih dari 400 liter. Konsolidasi.1. Kebun HD tidak menerapkan penyiraman 2 kali.1. Untuk saat ini. Pekerjaan melumut ini dapat dilakukan bersamaan denga kegiatan merumput di atas polibag. pupuk yang digunakan terlebih dahulu dianalisa kesesuaian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk tersebut. tetapi lebih mengandalkan insting dan pengalaman operator siram. Selain itu memang di kebun HD tidak pernah mengaplikasikan mulsa pada masa pre-nursery. untuk bibit yang miring akan lebih mudah diperbaiki ketika masih muda. Terkadang penyiraman juga tidak mengikuti aturan yang ada.j. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga bibit tetap tumbuh pada posisi yang normal baik letak maupun arah pertumbuhan. maka pada hari itu tidak disiram. Gambar C. i.15. Selain memperbaiki posisi bibit.

Hal ini dilakukan untuk menekan biaya sehingga bibit tersebut dalam sekali penyemprotan sekaligus mengaplikasikan insektisida dan fungisida sekaligus. Seleksi Bibit di Pre-Nursery Kemungkinan nasihat terbaik yang dapat diberikan kepada pekerja yang bertanggung jawab terhadap seleksi bibit adalah aturan dasar “bila ragu-ragu terhadap kondisi suatu bibit maka bibit tersebut diafkir saja”.15.4 0.Jenis Pupuk Dosis/polibag Keterangan (gram) 4 Urea 0. Penggunaan bahan insektisida ataupun fungisida sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh ARU. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan cara kemis. Seleksi ini dilakukan sampai bibit dipindahkan ke main-nursery.4 0.6.4 3. Walaupun di areal pembibitan telah dikelilingi oleh parit dan tanggul dan pada pre-nursery telah dilengkapi dengan pagar kawat.6. Pembibitan kebun HD sangat menjaga kualitas bibit yang dihasilkan. Sebagai contoh apabila ingin melarutkan pupuk urea untuk 10.15 6 NPK 15.4 3. tidak perlu menggunakan timbangan digital untuk menimbang berat pupuk yang akan di aplikasikan. Sedangkan kriteria bibit normal atau abnormal dapa ditentukan dengan melihat penampilan bibit.15. seharusnya seleksi bibit didasarkan pada pertimbangan yang realistis dan mematuhi standar-standar seleksi yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya pekerja menggunakan knapsack sprayer yang mampu menampung air hingga 15 liter. sehingga diperlukan seleksi bibit yang ketat untuk mencegah keluarnya bibit yang bermutu rendah. k.6. pemeriksaan terhadap bibit dilakukan setiap hari untuk mengetahui ada atau tidak serangan hama dan penyakit.4 7 dibagi dalam 4 kali aplikasi Tabel C. l.15.4 0. Namun saat ini dosis yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah decis 2 cc/liter dan dithane 2 g/liter yang diaplikasikan secara bersamaan.15.225 9 NPK 15.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 12 NPK 15. kebun HD lebih bertindak preventif. Pemikiran tersebut salah. Tabel pemupukan pada pre-nursery.15.15 7 NPK 15.6.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 10 NPK 15. Minggu ke.6. Seringkali bibit yang kondisinya meragukan namun masih tetap dipertahankan atau tetap ditanam adalah karena adanya pemikiran bahwa “bibit tersebut dapat dipulihkan dalam waktu tidak lama dan membutuhkan sedikit perhatian”.2.6. Walaupun begitu. seperti: a) Bibit normal: . Dalam pelaksanaan pemupukan. Decis yang dibutuhkan untuk satu knapsack sprayer adalah 15 cc. Bibit yang telah dinyatakan abnormal kemudian dipisahkan dan dimusnahkan dengan cara di cincang.15.15. maka diperlukan 750 gram pupuk urea dan 450 liter air.j. hal ini untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit yang berat.000 polibag.075 5 NPK 15.1875 8 NPK 15. namun pencegahan terhadap serangan hama mamalia seperti sapi harus tetap dilakukan.6. sedangkan dithane yang dibutuhkan adalah 15 cc. pekerja menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan sehingga setiap polibag mendapatkan jumlah pupuk yang sama. Pelaksanaan seleksi bibit di pre-nursery dilakukan setiap satu bulan sekali. Pengendalian Hama dan Penyakit Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. yaitu dengan menyemprot bibit setiap 2 minggu sekali. Akibat dari kesalahan pelaksanaan seleksi bibit adalah produksi dari buah sawit yang ditanam akan memberikan hasil yang jelek. Dengan demikian. Hama ini datang terutama ketika musim hujan tiba.banyak.4 0. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi pengeluaran biaya perawatan yang tidak diperlukan.1. Terkadang juga ditambahkan dengan Bayfolan (penghijau daun) dan Agristik (perekat). Hama sapi dapat dicegah dengan menggunakan tenaga jaga yang bertugas mengawasi sapi sehingga tidak masuk ke areal pembibitan.

Setiap kg polibag besar terdapat 10-14 lembar polibag. .5 cm x 1. orang kedua bertugas membersihkan ayakan.1. Kanan: Pengayakan tanah.Daun berkerut (Crincled Leaf). .5 m dan lebar 1 m.b.Berdaun tegak lurus seperti lalang (Narrow Leaf or Grass Leaf). . Ayakan dibuat dengan menggunakan kawat berlubang dengan ukuran lubang 1.3. harus dipastikan tanah tersebut kering.Daun bersatu (Collante). sehingga tunas berkembang memutar dan menjadi berpilin. Pengisian polibag untuk main-nursery dilakukan secara bersama-sama yang beranggotakan 3 orang.Bulai/Albino (Chimera). Sebelum melakukan pengayakan tanah. Gambar C.Daun yang tumbuh terakhir harus lebih besar dari daun yang tumbuh terdahulu. Polibag di isi penuh supaya tidak terjadi penurunan ketinggian tanah dalam polibag akibat tersiram air.3. b. Persiapan Media Tanah Langkah-langkah dalam persiapan media tanah di main-nursery ini tidak berbeda dengan langkah-langkah yang dilakukan pada persiapan media tanah di pre-nursery. dingin ataupun robek. Untuk rangka ayakan dibuat dari kayu gelam sepanjang 2 m yang diberi penguat bambu.Bibit kerdil (Runtseedling). Kanan: Polibag terisi penuh. ketika basah tanah menjadi menggumpal. perlu diperhitungkan kembali kebutuhan tanah sesuai dengan rencana penanaman di main-nursery. Orang pertama bertugas mencangkul. posisi plumula dan radikula terbalik.5 cm dengan panjang 1. . Oleh karena itu.Helai daun bergulung (Rolled Leaf). Setelah itu. Kanan: Kecambah abnormal (twisted leaf) b) Bibit abnormal . Hal ini disebabkan supaya pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah karena jika tanah dalam keadaan basah tanah tersebut menjadi sulit untuk di ayak. Polibag yang digunakan adalah polibag yang memiliki kualitas baik dengan melihat ketahanannya terhadap panas. .Daun berpilin (Twisted Leaf). Polibag tersebut haruslah memiliki lubang pengeluaran air yang berguna untuk mencegah terjadinya genangan air di dalam polibag yang berdiameter 3 mm. Setiap truk mampu mengangkut 3-4 bucket excavator atau setara dengan 3-4 m3 tanah yang mencukupi kebutuhan untuk 80-100 polibag besar. .. . Tanah yang digunakan adalah tanah topsoil yang berada di divisi inti. Tahap Main-Nursery a. .1. Gambar C. Ketika melakukan kegiatan tersebut. Kiri: pengisian polibag. polibag besar dipesan 100% dari kebutuhan sebenarnya.22 mm.Bibit sakit (Diseased Seedlings).1.a. Berbeda dengan polibag kecil yang dipesan 110% dari kebutuhan. Hal ini disebabkan karena ketika dilakukan penanaman. selain tanah menjadi lebih berat. Kiri: Kecambah normal. Pengisian Polibag Polibag yang digunakan di main-nursery kebun HD adalah polibag yang berukuran 40 cm x 50 cm dengan ketebalan sekitar 0.l. Tanah yang telah dikumpulkan tadi kemudian di ayak untuk membersihkan tanah dari sampah-sampah organik maupun anorganik.2. ayakan dimiringkan ± 60º sehingga mempercepat menurunnya tanah. dan orang ketiga bertugas mengisikan . Gambar C. namun hal ini tidak mempengaruhi kualitas polibag. 3. Kiri: Pembuatan ayakan. Untuk abnormalitas lainnya sangat jarang ditemui di pembibitian kebun HD. Abnormalitas bibit di pre-nursery yang paling sering terjadi adalah daun berpilin (twisted leaf). Terkadang terdapat polibag yang memiliki warna hampir transparan yang dikarenakan zat warna yang digunakan sedikit. tanah di pindahkan ke areal pembibitan dengan menggunakan truk.Bentuk daun tumbuh sempurna dengan memiliki 3 sampai 4 helai daun. Aplikasi pupuk RP baru dilaksanakan pada saat akan dilakukan pindah tanam.

d. Sedangkan yang kedua adalah untuk menentukan titik dalam baris polibag (78 cm) dengan panjang 10. sesuai dengan tinggi polibag kecil sehingga ketika penanaman tidak ada bagian tanaman yang menyembul keluar. Berat satu polibag besar berkisar antara 15 kg hingga 20 kg tergantung kepada jenis tanah dan kadar air tanah. sehingga setiap bibit kelapa sawit mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh sinar matahari. yaitu polibag pada posisi terpinggir dari suatu blok pembibitan tersebut. Dengan demikian pekerja yang memiliki tugas menanam tidak lagi kesulitan untuk membawa bibit kecil ke tempat penanaman. Setelah semua selang dipasang. terlebih dahulu tanah yang ada di polibag dibor dengan menggunakan alat khusus yang telah disediakan. Selang kirico tersebut disambung ke pipa dengan cara mengikatnya dengan kawat.3. dapat juga dengan cara dipanggul tergantung jarak yang ditempuh dan jumlah tenaga. yang diangkat adalah bagian dasar polibag. Gambar C. polibag tidak boleh dibanting untuk menghindari pecahnya polibag akibat tekanan yang berlebihan ketika polibag diturunkan. Pemindahan dan Penanaman Bibit Bibit kelapa sawit yang telah berumur 3 bulan di pre-nursery harus dipindah ke polibag besar (main-nursery). bukan pangkal polibag. Pemasangan instalasi kirico. Kegiatan langsir bibit ini dapat menggunakan angkong. Tanah di bor dengan kedalaman sekitar 20 cm. Ketika mengangkat polibag. Hal ini dikarenakan jika tanah kering cenderung keras dan mempersulit masuknya bor ke dalam tanah. Selain itu perlu diperhatikan juga ketika menurunkan polibag baik dari panggulan ataupun dari angkong.c. f.7 m yang dapat memuat 13 titik spacing.14 m yang dapat memuat 13 titik spacing.1. Spacing dilakukan untuk membuat jarak tanam yang seragam. hanya saja skalanya lebih kecil. Setiap satu gulung selang kirico memiliki panjang 100 m yang cukup untuk 1 baris blok. Kiri: Langsir bibit. Kegiatan spacing dimulai dengan memubuat kandangan. Penyusunan Polibag Polibag yang telah terisi penuh kemudian di distribusikan (langsir) ke tempat penanaman yang telah direncanakan. begitu juga sebaliknya. Perlu diperhatikan ketika kegiatan langsir polibag dilakukan. Gambar C. Kanan: Spacing bibit. varietas dan nomor male serta penempatan di lokasi main-nursery.d. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko polibag robek. Untuk mempermudah dalam pengeboran. e. Spacing polibag ini dilakukan dengan menggunakan kawat panjang yang telah diberi tanda berupa karet yang digulung. sebelum dilakukan pekerjaan ini sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu sekitar 15 menit. Bor yang digunakan di pembibitan kebun HD terbuat dari pipa PVC 4” dengan ujung pipa . Jumlah bibit yang dipindahkan harus dihitung untuk menghindari perbedaan catatan yang ada di kantor dengan jumlah di lapangan. Harus dipastikan bahwa lubang yang ada pada selang tersebut berada di atas. Terdapat dua macam kawat yang digunakan dalam kegiatan spacing ini. kemudian diputar hingga 90º dan kemudian diangkat dan bor tersebut diayunkan di sela-sela antar polibag. Pemasangan Instalasi Kirico Instalasi kirico dipasang segera setelah seluruh polibag telah selesai di spacing. Cara mengebornya adalah dengan menekan bor tersebut kedalam tanah.1. baru kemudian di bor. Kegiatan langsir polibag besar ini langsung dilanjutkan dengan penyusunan (spacing) polibag. Bibit yang telah dilangsir langsung didistribusikan ke setiap polibag besar dengan meletakkannya di samping polibag besar. selang tersebut di uji coba dengan mengalirkan air dan melakukan kalibrasi tekanan dengan menggunakan Pressure Gauge. c. Pertama adalah kawat yang digunakan untuk posisi antar baris (90 cm) dengan panjang 11. Pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery dilakukan berdasarkan tanggal tanam. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan angkong yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menampung maksimal 150 polibag kecil.tanah ke dalam polibag.3. kegiatan spacing ini sama dengan kegiatan spacing ketika penanaman bibit di areal. Penanaman Bibit Sebelum dilakukan penanaman bibit kecil ke polibag besar. Pembibitan di kebun HD menggunakan jarak tanam polibag 90 cm x 90 cm x 90 cm.

Mulsa dapat berasal dari serat (fiber) ataupun cangkang kelapa sawit. Polibag yang telah dipisahkan tadi kemudian dimasukkan ke karung. selain itu. mulsa juga bermanfaat untuk mengurangi penguapan air tanah sehingga tanah tidak mudah kering. ketika pengeboran secara langsung maupun tidak langsung akan ada pupuk RP yang terbuang bersama tanah yang terbawa bor tersebut. Tetapi belakangan ini penggunaan mulsa cangakang sangat jarang dilakukan.3. Harus dipastikan bahwa posisi bibit tersebut tegak lurus. Apabila kegiatan penanaman telah selesai dilakukan. Pupuk RP tersebut ditaburkan tepat didalam lubang hasil pengeboran sebelumnya. penyiraman tidak lagi menjadi suatu kegiatan yang harus dilakukan. Polibag kecil berisi bibit pre-nursery di angkat. h. Kanan: Rumput di sela-sela mulsa. Polibag yang telah di bor dan di beri pupuk RP siap untuk ditanami. Untuk polibag yang masih dapat digunakan di simpan di dalam gudang. Selain itu.f. Namun untuk mencapai tingkat efisiensi maksimum. Kanan: Pembuatan lubang tanam. Apabila dirasa tanah masih lembab. penyiraman cukup dilakukan satu kali. Polibag besar yang telah dibor kemudian biberi pupuk RP untuk meningkatkan kadar P di dalam tanah.1. maka penyiraman ditunda pada hari berikutnya. Penyiraman bertujuan memberikan seluruh bibit untuk memperoleh kelembaban yang cukup dan menghindari bibit kurang air. g. Kiri: Bor pembuat lubang tanam. Penanaman bibit main-nursery. Gambar C.f. Polibag kecil yang telah berada di samping polibag besar kemudian di angkat untuk dipindah tanam. Dengan diberikannya mulsa pada bibit kelapa sawit tersebut maka pertumbuhan gulma dapat ditekan sehingga kegiatan merumput dapat dikurangi dan persaingan antar tanaman juga menurun. Gambar C. cangkang juga digunakan sebagai bahan bakar di PKS sehingga jumlahnya sangat terbatas. Setelah itu mulsa tersebut disebar merata di atas tanah hingga mulsa menutup seluruh permukaan tanah. Aplikasi Mulsa Sekitar 2 minggu setelah penanaman di polibag besar. sedangkan untuk polibag yang tidak dapat lagi digunakan di letakkan di samping gudang. Kiri: Polibag yang telah diberi mulsa. Gambar C. Penyiraman Salah satu kebutuhan utama bibit kelapa sawit adalah air. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan dan efisiensi kerja. Bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). keputusan dilakukan kegiatan penyiraman atau tidak juga ditentukan oleh operator siram dengan mengandalkan pengalaman yang dimiliki. Apalagi pada bibit main-nursery yang telah berumur lebih dari 9 bulan. pelaksanaan penyiraman dilakukan hanya 1 kali sehari walaupun hari sebelumnya tidak turun hujan. jika curah hujan lebih dari 8 mm. sehingga sebisa mungkin tanah yang berada dalam polibag dalam keadaan lembab atau basah. karena fiber yang baru dating tersebut masih panas sehingga apabila dipaksakan untuk langsung diaplikasikan dikhawatirkan akan membuat bibit tersebut gosong karena kepanasan.3. Selain itu. Bibit kecil tadi kemudian di masukkan ke dalam lubang yang telah diberi pupuk. kemudian dimiringkan dan dipukul-pukul sehingga tanah memadat dan mudah untuk dikeluarkan dari polibag kecil. akar bibit telah menembus polibag dan sumber air serta unsur hara tidak lagi terfokus pada kandungan yang ada . Yang perlu di ingat adalah fiber yang baru dating dari PKS haruslah dibiarkan selama minimal 2 minggu. Hal ini dikarenakan pada bibit yang berumur 9 bulan ke atas.2.1. selain harganya mahal. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian persiapan media tanah bahwa aplikasi pupuk RP ketika tanah masih dalam bentuk gundukan sangat sulit sehingga lebih mudah apabila diaplikasikan ketika tanah telah di isikan ke polibag besar.3.diruncingkan dan pangkalnya diberi pegangan yang terbuat dari kayu. dan di tekan sedikit sehingga permukaan tanah menjadi rata. Panjang bor sekitar ± 60 cm dengan pegangan berada 10 cm dibawah pangkal bor yang terbuat dari kayu gelam. apabila pupuk dicampur bersama dengan tanah yang belum di bor. sisa polibag kecil dikumpulkan dan dipilah-pilah antara polibag kecil yang masih dapat digunakan dan polibag kecil yang tidak dapat lagi digunakan.g. Cara aplikasi mulsa ini adalah dengan membawa mulsa dalam karung kemudian dibawa ke polibag besar yang akan di beri mulsa. Jika curah hujan lebih dari 18 mm maka tidak perlu dilakukan penyiraman. Kebutuhan air setiap polibag ± 2 liter per hari. bibit kelapa sawit tersebut diberi mulsa. Dosis yang digunakan untuk setiap polibag adalah 30 gram yang aplikasinya menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan.

Tojib. Sujadi. 2002. Pengenalan Perkebunan Kelapa Sawit. 2003. Pematangsiantar. Hartoyo. S. International Contect Bussines System. kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit di TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan) hingga pemanenan TBS (tandan buah sawit. Setyawibawa dan R. Diakses 10 Oktober 2008. http://www. Tbk. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. YE. I.U. Supriyanto. A. Manajemen Budidaya Kelapa Sawit (dalam : Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Pemanfaatan Hasil dan Limbah.. Yogyakarta. Mangoensoekarjo. Ogan Komering Ilir. Jakarta. S.sampoernaagro. Y. ______. Siregar. Asmono. Gadjah Mada University Press. 12(1):25-34. . Y. Mangoensoekarjo dan H. Pedoman Teknis Pembibitan Kelapa Sawit. Kelapa Sawit di Indonesia.iopri. Pupuk tunggal sebagai pengganti pupuk majemuk dan pengurangan frekuensi aplikasi pada pembibitan klon kelapa sawit. Penebar Swadaya. E. D. Yogyakarta http://puputwawan. Kelapa Sawit : Usaha Budidaya. Pusat Penelitian Kelapa Sawit – Pemuliaan Tanaman. 2009.com/plantation location. http://www. Yang terpenting adalah bibit main-nursery yang berumur < 9 bulan tidak boleh kekeringan karena bibit berumur 10 bulan. Ogan Komering Ilir. Widiastuti. Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran.com/2011/06/25/budidaya-kelapa-sawit-pembibitan-kelapa-sawit/ BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT PROSPEK YANG CERAH DI KETAPANG KALIMANTAN BARAT 26OKT I. kegiatannya meliputi pembukaan lahan/ kebun atau Land Clearing(LC). Amsterdam. Semangun). BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT Didalam budidaya tanaman kelapa sawit. 1976. (tidak dipublikasikan) Lubis. I. Purba. Gadjah Mada University Press. Penyiraman dapat dilakukan 2 atau 3 harus sekali. K. Oil Palm Research. 1992. Makin Group. Tbk.T. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. Kelapa Sawit. Syamsulbahri. The Genus Elaies.wordpress. Setyawibawa. (tidak dipublikasikan).org/ index. Jakarta. 1992. (tidak dipublikasikan) Purba. Plantation Location. dan N. 1997. Elsevier. Studi Tentang Perkebunan dan Pemasukan Minyak Kelapa Sawit Indonesia. Corley. Widyastuti. Hartono. 1998. ______.php?option=com_content&task=section&id =8&Itemid=31&lang=id. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Pembibitan Kelapa Sawit. Murfiah.html. 1996. Penebar Swadaya.di polibag. dan Y. Penyunting : S. Supena. V. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. H. Analisis dan Pemasaran. dan A. 2009. Jakarta. Diakses tanggal 1 September 2008. A. dan P. 2006. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. Buletin Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. R.E. teknik pembibitan dan pemeliharaannya. Fauzi. 2003. R. Yenni. Budidaya. 2006.

mencakup:  Luas area berdasarkan kelas tanah.1 Pembukaan Kebun Baru Untuk pembukaan perkebunan baru ada beberapa usaha yang harus dilakukan mulai dari bagaimana cara perolehan lahan. Penilaian Kelayakan Lahan Setelah mendapatkan izin untuk pembukaan lahan maka selanjutnya adalah penilaian kelayakan lahan atau survey pendahuluan (desk study) yang dilakukan oleh Riset dan GIS (geografic information system) untuk mendapatkan informasi yang mencakup:  Kelayakan area baru untuk dilakukan penanaman Kelapa Sawit  Alternatif jalan masuk ( Acces Road) menuju area baru  Sumber air yang cukup untuk rencana pembibitan. Dan beberapa informasi yanag lebih mendetail. Adapun Tahapan-tahapan dalam perolehan antara lain: A.2 Perolehan Lahan Proses perolehan lahan baru dan pengembangannya ditetapkan oleh Manajemen sebagai langkah ekspansifperusahaan menuju terwujudnya luasan area yang ditetapkan. Apabila dijumpai okupasi atau permasalahan dalam area yang akan diurus perizinannya maka pimpinan Proyek/ manajemen Kebun diwajibkan membantu PAD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas.  Luas kerangka berdasarkan tahapan penanaman disertai tanda batas dilapangan. Perizinan Area Baru Public affair departemen (PAD) bertugas untuk menyelesaikan proses perizinan area baru yang dimulai dari tahap proses perolehan area sampai perolehan hak guna usaha (HGU). sosial dan lingkungan. B. menejemen akan menugaskan Riset dan GIS (geografic information system) untuk melakukan survey lanjutan tentang kelayakan area yang mencakup: Teknis. 1.1. ekonomi. Emplasemen/Pondok dan pabrik  Potensi masalah sosial Apabila dari hasil survey pendahuluan menunjukan prospek bisnis yang menguntungkan. . pemasaran. Didalan pelaksanannnya pihak Manajemen mendapatkan usulan/masukan dari public affair departemen (PAD) atau sebaliknya. perencanan tata ruang sampai dengan pembukaan lahan secara fisik.

Jaringan outlet beserta ukurannya untuk area rendahan dan gambut. disusun berdasarkan hasil survey lahan yang mencakup informasi : 1 2 3 4 5 6 7 8 Batas kebun dan batas wilayah kebun Kondisi lahan : darat. Penyusunan Master Plan kebun. dan lalang. Rencana Kerja Proyek (RKP) merupakan rencana detail yang berisi informasi. dll) Hasil survey semi detail manajemen menetapkan rencana penyelesaian dan jangka waktu pembangunan kebun baru. 1 2 3 4 5 Jangka waktu pembangunan kebun Tahapan – tahapan pembukaan kebun Kebutuhan SDM Keuangan Alat berat dan kendaraan Sedangkan. Lokasi prasarana (rencana: dermaga. untuk penghubung keluar masuk lokasi dermaga Penentuan Main Road (jalan utama) dan Collection Road (jalan koleksi) Rencana pembagian blok dan luas blok Lokasi bibitan Rencana Lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lain Rencana lokasi pabrik dan perkantoran . skunder. dengan menugaskan departeman agronomi dibantu tim yang terdiri dari finance. semak belukar. Lokasi Sunber material pada area baru. Gudang sentral. dan engineering untuk menyusun rencana kerja proyek (RKP) dan master plan kebun dan pabrik. bulking. rawa. bukit dan sungai ( termasuk renca outlet) Jaringan jalan.    Kondisi dan taksiran luas hutan primer.

9 10

Lokasi sumber material penimbun dan pengeras jalan Lokasi hutan konservasi / penyangga

1.3 Perencanaan lokasi Sarana Penunjang Untuk kelancaran dalam pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit maka harus segera dibangun beberapa sarana penunjang antara lain: lokasi kantor, bibitan, lokasi jalan masuk, lokasi pabrik dan lokasiemplasemen. Untuk menentukan lokasi kantor dan tempat tinggal pengurus. Pimpinan proyek / manajer kebun segera mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk bangunan kantor dan tempat tinggal sementara. Lokasi yang sudah ditetapkan tersebt diupayakan akan menjadi tempat pembangunan kantor permanen, Gudang dan Emplasemenkebun memasuki masa stabil. Penetapan lokasi harus mendapat persetujuan dari KAWIL (kepala wiayah) dan GM (general manager) Plantation. Setelah penentuan lokasi untuk perkantoran, Pimpinan proyek manajer kebun pjuga mengidentifikasi area yang akan digunakan untuk pembibitan dengan mempertimbangkan persyaratan lokasi bibitan yang ideal. Setelah lokasi bibitan disetujui oleh KAWIL ( kepala wilayah) dan GM (general manager) Plantation, pimpinan proyek / Manager kebun segera menyusun Rencana Kerja dan Anggaran untuk pelaksanaan oprasional pekerja bibitan. Menentukan lokasi jalan masuk dengan mempertimbangkna hasil survey semi detail. Dalam hal ini Pimpinan proyek / manajer kebun bersama-sama dengan Lahan untuk jalan masuk harus dibebaskan dari kepemilikan masyarakat minimal 50 meter dari kiri kanan jalan. Guna menjaga keamanan dari berbagai gangguan maka perlu dibuat parit 2 x 2 x 1,5 m sebagai pembatas sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Kemudian untuk selanjutnya penentuan lokasi pabrik kelapa sawit (PKS) dan Emplasemen, Pimpinan Proyek / Manager kebun, GIS, dan Enginering malakukan survey untuk menentukan kelayakan tata letak rencana pembangunan PKS serta Emplasemen pada tempat yang ditunjuk. Berdasarkan hasil survey tersebut, managemen memutuskan lokasi terbaik yang akan dibangun. Untuk menghindari kesalahan penanaman pada lokasi yang di rencanakan akan di bangun PKS maupun Emplasemen maka harus segera dibuat tanda di lapangan dengan pemasangan papan nama sekaligus patok batas lokasinya. Pimpinan Proyek/Manajer kebun segera menginformasikan kepada Asisten Pengembangan untuk menghindari penanaman pada lokasi yang sudah dicadangkan tersebut. 1.4 Pembukaan Lahan lokasi

Pembukaan lahan adalah merupakan kelanjutan tahapan setelah mendapat izin hak guna usaha (HGU) dan telah dilakukan uji kelayakan lahan. Adapun Tahapan – tahapan dalam pembukaan lahan antara lain: Survey Lahan dan evaluasi lahan Kegiatan survey lahan dan evaluasi lahan dilakukan oleh para ahli PMNP, kegiatan ini bertujuan mengetahui layak atau tidak dan sesuai atau tidak lahan tersebut dinyatakan untuk dijadikan lahan untuk tanaman BudidayaTanaman Kelapa Sawit. Rintis-Bloking Kegiatan rintis bloking bertujuan untuk menentukan tata batas / kerangka kebun, menentukan desain blok yang akan dikerjakan dan menentukan tata batas jalan utama ataupun jalan koleksi. Pembuatan rintis bloking dan jalan di areal datar, didasarkan pada peta rencana blok, kemudian dilakukan kegiatan rintis jalan Main Road dan Collection Road, penentuan arah jalan mempertimbangkan bentangan luasan kebun dengan menggunakan kompas / Theodolite. Jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1.009 m dan antar jalan koleksi (CR) 307 m, dengan lebar blok 300 m dan panajang blok 1.000 m. Sedangkkan untuk areal berbukit dilikaukan imas tumbang terlebih dahulu sebelum rintis-bloking maupun pembuatan jalan. Untuk luasan blok pada areal berbukit tidak meski 30 ha tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi jaln kontur. Pancang Rintis Penentuan jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1009 M, dan antar jalan koleksi (CR) 309 M, dengan lebar blok 300 M, dan panjang blok 1000 M, dengan lebar MR 9 M dan CR 7 M. sedangkan jarak antar MR disesuaikan dengan kelipatan jarak tanaman. Imas Imas merupakan kegiatan memotong anak kayu dan tanaman yang merambat berdiameter kurang dari 10 cm dengan menggunakan parang dan kapak. Tujuan imas ialah untuk mempermudah penumbangan pohon dan pelaksaan perun mekanis, diusahakan serendah mungkin dengan permukaan tanah.

Tumbang Penumbangan pohon dengan menggunakan gergaji mesin / cheinsaw dilakukan setelah di imas. Penumbangan dilahan gambut dilakukan setelah minimal 6 bulan selesai pembuatan parit outlet dan parit utama. Ketentuan dalam penumbangan kayu:
 

Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang diareal jalur air dan jalan Pohon yang masih tegak tetapi sudah mati tidak perlu ditumbangkan sampai dilakukan perun mekanis.

Perun Mekanis Perun mekanis dengan menggunakan alat berat buldozer atau excavator. Perun mekanis merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar dengan baris tanaman mengarah timur dan barat. Lebar rumpukan untuk areal mineral 2 M dengan jarak antar rumpukan 32 M sedangkan pada areal gambut 4M dengan jarak antar rumpukan 16M. Posisi Buldozer berada pad gawangan hidup dan kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu-kayu diatur pada gawangan mati sejauh 2,5 m dari radius pohon sawit. Pancang Jalur Rumpukan (pancang staking) Pancang rumpukan dipasang pada jalur utama rumpukan dan berada di gawangan mati. Tinggi pancang 4M dan diberi bendera warna merah atau putih agar mudah dilihat oleh operator excavator atau buldozer. Setiap jarak 50 m diberi pancang pembantu sehingga ada 6-8 pancang dalam satu jaluran. 1.5 Pembuatan Prasarana Jalan Jalan merupakan urat nadi perkebunan karena fungsi jalan sangat vital, Yakni: sebagai penghubung dari dan keluar kebun/ pabrik, jalur transaportasi TBS, jalur trasportasi pemupukan, karyawan, material bangunan serta sebagai pembatas blok. Putusnya jalan akan menghambat semua aktivitas sehingga dapat mengganggu. Jenis -jenis Jalan: 1. Main Road (MR) dibangun dari timur kebarat dengan jarak antar jalan utama 1000M dan lebar badan jalan 9 m. Untuk areal gambut atau rawa jalan dibuat dengan sistem tanggulan dan pembuatan parit pada salah satu sisi badan jalan. Ukuran parit lebar atas 4 m, bawah 3 m, dalam 4 m.

2. Collection Road (CR) dibangun searah utara selatan, jarak antar koleksi 300 m dan lebar badan jalan 7 m. 3. Jalan kontur, jalan yang dibangun padaareal berbukit, dibuat dengn memotong jalur kontur dngn lebar 5-7 m. 1.6 Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit merupakan kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit secara generatif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit antara lain genetic tanaman (innate), perlakuan (induce)dan factor lingkungan atau kondisi alam (enforce). Faktor innate adalah factor yang terkait dengan genetic tanaman yang bersifat mutlak dan sudah ada sejak terbentuknya embrio dalam biji. Untuk jaminan yang dikeluarkan oleh institusi resmi salah satunya adapun jenis bibit yang digunakan di BGA yaitu mengelola factor innate ini yaitu dengan memilih jenis kecambah dan membeli yang mendapat seperti PT. Socfindo, PT. Socfindo dan Lonsum

yang keduanya merupakan hasil persilangan bibit Dura dan Pisifera. Faktor induce adalah factor yang mengimbas (mempengaruhi) ekspresi sifat genetic sebagai manifestasifactor lingkungan yang terkait dengan perlakuan manusia. Faktor induce ini berperan mulai dari bibitan sampai pemeliharaan dilapangan, seperti pemupukan. Faktor enforce adalah factor lingkungan (alam) yang bersifat merangsang atau menghambat pertumbuhan produksi tanaman, seperti iklim, temperatur, curah hujan, keadaan tanah dll. Kualitas bibit merupakan faktor penting untuk mendapatkan minyak kelapa sawit (mks) yang tinggi dan diharapkan bibit tersebut sudah mulai panen pada umur 30 bulan. Untuk Kualitas bibit dilapangan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu : 1 2 3 4 Potensi genetik dan asal – usul persilangannya Kultur teknis dalam penanaman dan pemeliharaan bibit Seleksi bibit Umur bibit saat ditanam kelapangan

Pemilihan sumber kecambah merupakan faktor terpenting karena setelah ditanam kelapangan maka selama 25 sampai 30 tahun kedepan potensi produksi tidak dapat diperbaiki.

1.3 Sistem Irigasi/ Pengairan Tujuan penerapan sistem irigasi yang tepat adalah untuk menjamin bahwa masing – masing bibit memperoleh air yang cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Membuat jalan tetap menuju bibitan.6. Membuat irigasi secara mekanis. Membersihkan areal penyemaian PN (pre nursery) dan MN (main nursery) Membuat drainase dengan baik sehingga air hujan tidak tergenang.1. Adapun faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi bibitan yaitu : 1 2 3 4 Lokasi harus datar dan lapang Tersedia air yang cukup minimal 40. Aman dari gangguan hama penyakit Dekat dengan Emplasmen sehingga pengawasan lebih intensif 1.000 liter/Ha per hari.6. .6.2 Persiapan Lahan Bibitan Lahan bibitan harus sudah dalam kondisi bersih lengkap dengan instalasi air dan jaringan jalan.1 Penentuan Lokasi Bibitan Penentuan lokasi bibitan akan menentukan sistem pembibitan yang digunakan oleh perusahaan dengan melihat untung dan rugi terkait biaya yang harus dikeluarkan selama masa bibitan. Tahapan persiapan lahan bibitan: 1 2 3 4 5 Memilih lokasi potensial.

000 bibit). bagian pemancar yang dilengkapi dengan keran.250 RPM. 1. Air yang digunakan harus bersih dan baik dengan Ph minimum 4. Pembibitan satu tahap Pada perkebunana yang sudah mapan ( established ) atau yang mempunyai topografi area datar cukup luas. dapat digunakan pembibitan satu tahap (single stage). diantaranya : 1 2 3 Sistim irigasi manual Sistim irigasi semi manual Sistem irigasi tabung dengan selang plastik berlubang (kirico) yang bertekanan.000 sd 20. 4” dan 2” serta selang kirico. Ada beberapa macam sistem irigasi yang biasa digunakan dalam pembibitan kelapa sawit. Pembibitan Dua Tahap .4 Macam-macam tahapan Pembibitan Ada dua macam cara yang umum dilakukan dalam tahap bibitan yaitu cara langsung atau satu tahap (single stage) dan cara tidak langsung atau dua tahap (double stage) a). waduk sumber air. Jenis mesin 20 hp @1.Adapun sistem penyiraman yang digunakan di BGA yaitu sistem pengairan berkabut atau Mist Irrigation. Pipa yang digunakan dalam sistem irigasi adalah pipa PVC 6”. Pembuatan sarana irigasi harus sudah selesai sebelum dimulainya kegiatan pembibitan baik di Pre Nursery maupun Main Nursery. Pada pembibitan ini kecambah langsung ditanam dalam largebag di main nursery yang sudah dilakukan penjarangan (spacing) dengan jarak tanam 70cm segitiga sama sisi (dalam 1 ha bisa menampung 17. selang plastik berlubang (kirico) dan sambungan – sambungan pipa keran.6. sehingga selain biaya yang murah juga efektif terhadap sistem penyiraman bibit karna jumlah air yang keluar merata. Sistem irigasi yang digunakan di perusahaan BGA yaitu sistm irigasi tabung dengan menggunakan selang plastik (kirico). Bagian – bagian instalasi pada irigasi tabung terdiri dari mesin pompa. Sebelum dilakukan penanaman kecambah maka instalasi air harus sudah terpasang pada seluruh areal pembibitan yang sudah direncanakan. Sistem kirico ini banyak memiliki kelebihan dan mudah dalam pengaplikasiannya. b).

Satu hari sebelum transplanting dilakukan penyiraman guna memudahkan pembuatan lubang tanam 3. Untuk jenis bibt yang memiliki diameter daun cukup lebar (contoh .1). Siram bibit di PN (pre nursery) sebelum dipindahkan 5. Bibit ditanam ke largebag dan padatkan tanahnya 7.Pre Nursery juga bertujuan untuk mengoptimalkan dalam pemeliharaan. Dosis untuk pupuk guano ialah 15gr/pokok. Pada saat transplanting atau pemindahan bibit dari PN ke MN dibarengi dengan pemberian pupuk guano dan agroblen sebagai pupuk dasar yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar. berbentuk kerucut. Pre Nursery Tujuan pre nursery adalah memberi waktu lebih longgar untuk membuat persiapan area bibitan dan mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau setelah bibit memiliki 4-5 helai daun. 1. mudah dalam proses perawatan.6. diameter 5cm. Penentuan kerapatan tanaman pada area datar sangat dipengaruhi oleh jenis bibit yang akan ditanam. Main Nursery Transplanting ke Main Nursery dilakukan pada bibit yang berumur 3 – 4 bulan atau setelah bibit memiliki 4 – 5 helai daun. hal tersebut terkait dengan teknik penanaman dan pertimbangan saat panen. Angkat bibit PN (prenursery) hati-hati dan disusun keatas masing-masing kotak kayu sebagai tempat pengangkutan dari lokasi PN ke MN menggunakan mobil atau jonder. Lakukan penyiraman secukupnya segera sesudah transplanting Untuk pembibitan tahap awal PN (prenursery) di BGA tidak menggunakan babybag tetapi menggunakan potraykhusus berlogo BGA. 2. Tata cara pelaksanaan transplanting dari pre nursery ke main nursery sebagai berikut : 1. 6. sedangkan pupuk agroblen 50gr/pokok. Pastikan Largebag sudah tersusun benar dengan posisi tegak dan telah diisi tanah.5 Kerapatan Tanam Terdapat perbedaan Kerapatan tanam antara area datar dengan area berbukit. System bibitan dengan mengguankan potray ini memiliki kelebihan diantaranya menghemat tempat atau lokasi bibitan. Buat lubang ditengah largebag dengan menggunakan alat pelubang dengan kedalaman lubang disesuaikan dengan tinggi bibit (potrey) 4. ukurannya tinggi 10cm. sedangkan untuk bibit . 2). Marihat) maka jarak tanam harus lebih dijarangkan agar pelepah daun tidak saling menutupi (bisa terjadi kompetensi sinar matahari).

kecuali bila hujan dengan curahan 8 mm maka penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan. Socpindo) maka dapat ditanam lebih rapat.6 Kegiatan Perawatan Bibitan Kegiatan yang dilakukan di Pre Nursery (PN) antara lain pengairan atau penyiraman.97 m 148 8.14 m 136 9. Adapun kegiatan – kegiatannya antara lain : 1 Persiapan lokasi bibitan utama.2 m 7.yang memiliki diameter daun yang lebih sempit (contoh: PPKS Dumpy. Pengendalian gulma dilakukan 2 minggu sekali atau bisa kurang dari seminggu sesuai kebutuhan.62 m 160 8.23 m 130 9. pengendalian hama dan penyakit (PHPT) dan seleksi bibit.6. pemupukan.3 Liter/potre per hari. dilakukan dengan cara manual dan tidak dianjurkan menggunakan herbisida. pengendalian gulma. Kerapatan tanam (pohon/Ha) 128 Jarrak tanam anatara pohon (segitiga sama sisi) 9.5 m Jarak tegak lurus antar bar 8.1 Kerapatan Tanam.36 m Sumber : Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1.5 m 7. konsolidasi bibit.8 m 7.2 – 0.4 m 8.6. Transplanting Bibit Kegiatan transplanting yaitu kegiatan pemindahan bibit dari pembibitan awal ke pembibitan utama. Penyiraman di Pre Nursery (PN) dilakukan 2x dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari. yaitu instalasi irigasi . Tabel 1.7. Kebutuhan air untuk setiap bibit adalah 0. 1.

pemupukan dan media tanah. Apabila gejala makin parah bibit harus di isolasi dan diberikan perlakuan pestisida. Penyiraman Penyiraman memerlukan 2 – 3 liter air per hari dengan sistem mist irigation : sumisamsui / kirico. bahan aktif parakuat untuk pengendalian gulma diluar polybag. Cara penaggulangannya adalah dengan memperbaiki sitem pengairan.8 Kegiatan di Main Nursery a). Pengendalian dengan cara aplikasi sistemik dan non mistemik. Pemberian Mulsa Mulsa diberikan segera setelah penanaman. Kebutuhan air ini dapat dipenuhi dengan penyiraman selama 60 menit.6. rotasinya 1 bulan 1x dengan menggunakan alat semprot. mulsa yang dipakai di perusahaan BGA adalah daun lalang kering yang dipotong – potong.2 3 4 Pengisisan media tanam berupa tanah mineral ke dalam largebag Penyusunan largebag Pembuatan lubang tanah. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan secara manual (weding) dan dengan cara herbisida kontak. Pemupukan Pengaplikasian pupuk dilakukan 1 minggu setelah transplanting dan disebar merata pada permukaan polybag. Konsolidasi Bibit . c). e). d). pagi dan sore. 1. b). f). Pengendalian Hama Hama yang biasa terjadi pada bibit adalah gejala kulvlaria dengan ciri bercak spot – spot coklat. Untuk efektifitas penyemprotan agar tidak terkena bibit biasanya menggunak sunggup bulat yang dipasang pada ujung semprot. Penyiraman dilakukan 2x dalam sehari.

Kesalahan tanam yang disebabkan oleh penanaman yang terburu-buru atau karena kurangnya pengawasan dari mandor tanam. tanah yang bekas galian ditimbunkan kembali. yang mengakibatkan kerusakan pada Kelapa Sawit.2 Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam ukuran 60 x 60 x 40 cm disiapkan sebelum penanaman dilakukan.1 Pancang Tanam Pancang titik tanam dilakukan sesudah dibuat jalan utama dan jalan koleksi agar barisan tanaman dapat rapi. Pembuatan pancang tanam diawali dengan pemasangan pancang kepala menggunakan kompas / GPS.7. polybag disobek dan bibit dimasukkan kedalam lobang tanam dengan posisi tegak. Kemudian. 1.8 Kegiatan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 1. Kegiatan konsolidasi harus sudah selesai 2 bulan setelah penanaman. 1.5 Konsolidasi Adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam.3 Lansir Bibit Lansir bibit adalah pengeceran bibit yang sudah siap tanam dari bibitan utama dan diecerkan kelokasi tanam dijalur CR sesuai dengan jumlah tanam menggunakan zonder. maupun kelambatan atau kelainan pertumbuhan. 1.7. 1. Persiapan dan penanaman kelapa sawit diperkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik.4 Penanaman Sebelum bibit ditanam kelapangan lubang tanam diberikan pupuk guano sebanyak 35ogr dan pupuk RP 500gr diberikan secara bersamaan.7. penomoran blok menggunakan kayu blok yang berukuran 10 x 30 cm. tinggi 1 meter.7.8. 1. kondisi lahan dan jenis bibit. Tanah galian dipisahkan antara topsoil dan subsoil. walaupun demikian karena penenman biasanya dalam skala luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai denagn syarat –syarat kultur teknis. Jarak pancang tanam disesuaikan dengan kerapatan tanam. Nomor blok tersebut dipasang pada . biasanyan tanaman yang doyong atau roboh maka harus ditegakkan atau dipadatkan bagian tanahnya. 1.7.7 Penanaman Kelapa Sawit 1.Yaitu kegiatan menegakkan bibit atau polybag yang condong serta meratakan tanah dan memadatkan. Konsolidasi bertujuan agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan sempurna. Oleh karena itu untuk untuk memperbaiki kesalahn tersebut perlu dilakukan konsolidasi.1 Penomoran Blok Penomoran blok dilakukan setelah penanaman.

Mempermudah pekerja untuk melakukan pekerjaan selama periode TBM 3. Efektivitas pemupukan 1. yakni sensus pokok mati ( pada TBM 1) dan sensus produktif ( pada TBM 2 dan 3). 1. Mempermudah pengawasan dilapangan 4.8.2 Pembuatan Piringan dan Pasar Rintis Tujuan pembuiatan piringan. Ada dua kategori sensus. guna memastikan kerapatan yang ideal maka perlu dilakukan kerapatan tanam. pada umur 6 bulan dan umur 10 bulan.4 titik antara persingpangan CR dan MR.3 Sensus Pokok Kerapatan tanaman yang ideal harus sudah dicapai pada bulan ke dua belas setelah penanaman.8. 1. titik kosong pohon yang diserang hama maupun abnormal.8. b). air dan sinar matahari 2. Sensus TBM 2 dan 3 ( Tanaman Non produktif) Sensus ini bertujuan untuk mengetahui tanaman yang tidak produktif. a). Sensus TBM 1 Pada TBM 1 bertujuan untuk mengetahui tanaman yang mati. Mengurangi kopetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan hara.4 Pemeliharaan Jalan Kegiatan yang diklakukan dalam pemeliharaan jalan a.5 Pengendalian Gulma . pasar rintis dan perawatan gawangan adalah : 1. Sensus tanaman dilakukan sebanyak 3x. Penomoran blok ini harus sudah selesai setelah penanaman. pada umur 2 bulan setelah tanam. dimulai pada saat kastrasi pada bulan ke 14 dan 18.l: 1 2 3 Perataan Jalan Memperbaiki saluran air ditepi jalan Pengerasan jalan Penimbunan.8. 1.

mekanis. Jenis herbisida yang digunakan untuk tanaman berumur >12 bulan menggunakn herbisida kontak. kimiawi. Standar dan tindakan pengendalian gulma pada TBM di BGA Group Kendawangan dimulai tanaman baru sampai dimulai tanaman baru sampai tanaman menghasilkan dilakukan dengan 3 cara. sabit. Secara kimia Salah satu cara penanggulangn gulma dengna cara kimia adalah dengan menggunakan herbisida. Gulma terdiri dari berbagai macam kelompok. gulma pakisan ( Ferns). pasar pikul. cangkul dan kait. tindakan frepentif. yaitu secara prevensif. 1). Secara mekanis Pengendalian gulma dengan mekanis menggunakan parang. Pengendalian secara preventif dan kultur teknis Cara penanggulangan gulma dengan cara preventif yaitu dengan penanaman kacangan sebagai penutup tanah yang dapat menekan pertumbuhan gulma. piringan harus dibersihkan.Gulma merupakan vegetasi yang tumbuh secara alami dengan menjadi pesaing bagi tananaman kerena dapat mengganggu dan merugikan pertumbuhan serta produksi dpat terhambat. b. didongkel menggunakan cangkul. Ada beberapa cara yang biasa digunakan dalam penanggulangan gulma antara lain: 1 2 3 Memusnahkan gulma berbahaya Mengembangkan/ melestarikan tanaman berguna / inang secara terkendali Menerapkan konsep pengelolaan gulma terpadu dengan memberdayakan seluruh komponan pengendalian yang meliputi: kulur teknis. Biologis. Oleh kaerna itu gulma yang ada di lokasi gawangan. gulma berdaun lebar(Broadleaves). Untuk gulma berkayu. secara mekanis dan kimia. sedangkan untuk tanaman berumur 12 . Gulma langsung ditebas dimulai dari pangkal batang hingga daun terluar pokok kelapa sawit. yaitu gulma berdaun pita (grasses). Gulma berkayu ( Brush weede). a.

Alat yang digunakan dalam pengendalian gulma secara kimia yaitu alat semprot (Knap Sack).0 25 – 50 - .0 – 1. berikut ini merupakan spesifikasi jenis nozel. Untuk pembersihan jalan rintis dan gawangan disesuaikan dengan jenis gulma yang menjadi sasaran.5 600 – 800 165 3 polyjet hijau 1.bulan yaitu herbisida sistemic. Tabel.2 225 - 10 CDA 0.0 100 42 8 VLV 50 1 50 30 9 No drif Nozzle 1.0 800 – 1000 256 6 VLV 200 1.2 400 -600 68 5 polyjet hitam 1.5 – 1.2 Jenis Nozzle dan Spesifikasinya Volume Lebar semprot NO 1 Nozzle Polyjet merah (meter) 2 semprot (liter/ha) 1000 Rata semp Kg 247 2 polyjet biru 1.0 – 1.0 200 97 7 VLV100 1. 1.2 400 90 4 polyjet kuning 1.2 – 2. Alat ini yang memiliki ujung semprot yang disebut nozel.2 – 2.2 – 2.

pemupukan.9.9 Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) 1. tindakan yang dilakukan berupa spot spraying dan wiping. Pemberantasan Lalang Kondisi TM harus bebas dari lalang. Pasar Rintis.8.1 Pengendalian Gulma Pemeliharaan Gawangan Tujuan pengendalian gulma di gawangan : 1. air dan sinar matahari. Misalnya. Akibat Serangan hama tikus. penunasan dan pengawasan serta mengurangi kompetisi dengan gulma dalam penyerapan hara. Mengurangi sarang / inang hama sehingga populasi hama bisa ditekan. jika yang diserang adalah bagian daun maka akan mengganggu proses foto sintesa dari tanaman.11 Cone Nozle 500 - Sumber : Buku Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1. Tidak semua gulma harus diberantas misalnya rumput-rumput dan tanaman lain yang lunak. Alasannya karena jika diberantas akan dapat mendorong terjadinya erosi. berakar dangkal dan tidak tinggi (pakis) masih dapat ditoleransi. Misalnya. Pasar Tengah dan TPH Pemeliharaan akses kedalam blok dan kepohon untuk mempermudah aktivitas panen. akan membuat gagal panen sehingga para petani akan merugi secara ekonomi.6 Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Biologi: Organisme yang mengganggu tanaman secara Biologi karena merusak bagian tanaman tertentu yang mengakibatkan terganggunya proses biologi dari tanaman. air dan sinar matahari 2. Pasar Tengah dan TPH adalah: . Mempermudah pengawasan dari satu gawangan ke gawangan lain 3. Pemeliharaan piringan. Fungsi dari piringan. Mengurangi kompetisi hara. Secara Ekonomi: organisme pengganggu tanaman (OPT) yang merusak tanaman inang (tanaman utama) sehingga merugikan secara ekonomi karena mengakibatkan kehilangan hasil yang diharapkan. Apabila masih ditemukan lalang dalam jumlah sedikit. Pasar Rintis. 1.

10 Perisapan Panen Pada masa peralihan TBM ke TM untuk mendapatkan semua potensi pada tahap awal produksi diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik terhadap sarana dan prasarana yang berhubungan dengan proses panen. Dasar penentuan dosis pemupuka untuk TM berdasarkan hasil analisa daun dan analisa tanah. Pemupukan memerlukan biaya yang sangat besar. serta ketahanan terhadap hama dan penyakit.1. waktu. Pada waktu penunasan pelepah yang tidak berfungsi lagi. Piringan.9. Ketentuan dalam penunasan. yakni sebagai tempat penyimpanan pupuk dan daerah jatuhnya tandan buah dan brondolan 2. 3. dosis. yakni sebagai jalan untuk mengangkut buah ke TPH dan menjalankan aktivitas operasional lainnya.9. yakni sebagai tempat pengumpulan hasil panen sebelum diangkut ke pabrik kelapa sawit (PKS) 1. cara dan administrasi. 1. TPH. oleh karna itu dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 5 tepat yaitu tepat jenis. Adapun kegiatan menjelang produksi anatara lain: 1.2 Penunasan (prunning) Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempermudah aktivitas panen dan memperlancar penyerbukan.1Kastrasi .3 Pemupukan Pemupukan tanaman menghasilkan (TM) dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman guna menunjang pertumbuhan untuk mecapai produksi yang optimal. pelepah dipotong serapat mungkin ke pohon kurang lebih 15 cm agar brondolan tidak tersangkut. Pasar Rintis dan Pasar Tengah. serta pelepah yang tidak memiliki daun harus dibuang.10. 1.

dan kelas II atau seterusnya umur 18 bulan.Pada kondisi normal. Membuang semua pelepah kering 3. maka untuk kegiatan kastrasi bunga betina dipohon non produktif (St1 s/d St4) tidak dibuang. 1. agar jalan rintis dapat dilewati tanpa hambatan.10. Kegiatan katrasi : 1. TPH yang standar dan biasa digunakan dalam perkebunan kelapa sawit adalah sebagai berikut: . kastrasi mulai dilakukan untuk tanah kelas I umur 14 bulan. karena akan digunakan sebagai media pengembangan elaidobius camerunicus 4. maka diperlukan sanitasi pad 3-4 bulan sebelum panen pertama dimulai. Pada saat dimulai kastrasi di bulan 14 dan 18.10.4 Pembuatan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) TPH diperlukan sebagai tempat untuk mengumpulkan hasil produksi panen atau TBS (tandan buah segar) kelapa sawit.3 Pembuatan Titi panen Titi panen harus dibuat setiap jalan rintis yang melewati parit maupun saluran air. 3. kegiatan sanitasi: 1. 5. 1. Membuang bunga betina dengan dodos ukuran maks. 8cm dan disusun rapi digawangan mati 2. 1. Tidak ada pemotongan pelepah pada saat kastrasi.2 Sanitasi Untuk mempermudah proses panen dan mendapatka kondisi buah yang baik pada saat panen. Pada tanah kelas 1 rotasi kastrasi dimulai umur 14 dan diakhiri pada umur 20 bulan sedangkan tanah kelas II/III rotasi dimuali pada umur 18 dan diakhiri pada 24 bulan. Membersihkan semua sampah disekitar pohon untuk mempermuah mengutip brondolan. Membuang tandan yang terkena penyakit tirathaba dan disusun digawangan mati 2.10. Pada kastrasi rotasi terakhir bunga jantan jangan dibuang.

sedangkan untuk areal berbukit atau bergelombang disesuaikan dengan kondisi lapangan.10. Adapun tugas-tugas mandoran: 1. gancu. 1. Permukaan tanah di TPH harus rata sehingga memudahkan untuk penempatan TBS.10. dengan pembagian seksi potong buah. TPH dibuat setiap 3 jalan rintis untuk areal datar. maka arah panen dapat ditentukan secara berurutandari blok yang satu ke blok yang lain. TM II dst ukutrannya 3×4 m 3.5 Perlatan panen Peralatan panen yan perlu disiapkan pada penen perdana : dodos ukuran 8cm. angkong. Membagi buku notes potong buah . 3. Ukuran TPH: – TM I dan II ukuarannya 2x3m. Menghancakan karyawan 2. ddengan demikian maka transportasi TBS akan lebih efektif. Distribusi buah mengumpul. kapak buah. 2. Memudahkan pengontrolan. Memberikan target/ sasaran yang jelas. artinya dalam satu munggu dilakukan 6 hari panen. Jika menggunakan sistem 6/7. 1.6 Seksi Potong Buah Seksi potong buah adalah pembagian wilayah atau areal panen dalam luasan tertentu yang merupakan petak-petak lokasi (terdiri dari beberap blok) yang menggambarkan tempat dilakukan panen. buah lebih cepat masuk ke PKS. Pemberian nomor TPH terdiri dari nomor blok dan nomor TPH 1. pengaruk berondol. Persiapan tenaga berondol. sehingga pengontrolan lebih sistematis.10. Tujuan pembuatan seksi panen adalah . 4. 2. 4. maka areal panen yang ada dibagi 6 seksi.7 Mandoran Panen Mandoran panen yaitu mandor yang bertugas mengontrol dan mengawasi karyawan panen yang terdiri dari 15 orang atua lebih.1. Wilayah panen terkonsentrasi/mengumpul yang bertujuan untuk memudahkan pengontrolan dan meningkatkan output karyawan diarenakan tidak terlalu jauh untuk pindah hancak. 1.

Hancak Giring tetap permandoran Yaitu sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan dalam mandoran tersebut telah memiliki hancak tetap. 5. Mengontrol kerja karyawan Memeriksamutu buah dan hancak karyawan Melakukan taksasi poong buah Megisi administrasi.8 Sistem penghancakan Sistem penghancakan adalah suatu metode atau cara menempatkan karyawan (pemanen) pad suatu daerah (jalur) tertentu. 1. 6. Bedanya dengan sistem giring murni adalah bahwa sistem giring ini yang memiliki han cak tetap hanya sebatas permandoran sedangkan karyawan tidak memiliki hancak tetap. Hancak artinya daerah kerja atau jalur tempat karyawan melaksanakan pekerjaan. Akan tetapai mandor harus tetap akatif mengawasi hasil pekerjaan karyawan maupun menghancakan pemanen ke hancak baru. tidak boleh pemanen lain memasukinya kecuali sepengatahuan mandor. output pemenen dsb. Hancak Tetap Yaitu sistem hancakan diamana mandor dan karyawan telah memiliki daerah yang telah ditentukan (hancak tetap).10. karena sistem ini memungkinkan seorang karyawan tidak punya ras tanggung jawab terhadap hncaknya dan butuh waktu yang lebuh lama untuk pindah hancak. Cara/sistem pengacakan yang dikenal di BGA ada tiga cara: Hancak Giring murni Yaitu sebuah sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan sensntiasa digiring atau tidak memiliki hancak tetap. seperti BKM dan pusingan potong buah Memeriksa alat kerja karyawan. 7. Hancak ini biasa diterapkan pada areal yang baru panen. misalnya berdasarkan karepatan panen. Dengan sistem ini rasa tanggung jawab pemanen akan . Oleh karena itu seorang mandor harus aktif dalam menghancakan karyawan dan mengawasi pekerjaannya. sementara pemanen dalam mandoran tersebut selalu dilakukan giring sesuai dengan kebutuhan.3. 4.

Buah masak tinggal dipokok 3. 4.11 Kegiatan Panen Untuk menjadi sebuah perkebunan.1 Sensus Produksi Sensus produksi adlah pencacahan/ penghitungan/ padatan terhadp tanaman ks yeng bertujuan untuk mengetahui / memperkirakan produksi selama satu semester (enem bulan memdatang). Buah mentah 2. dst hingga tanaman mulai menghasilkan/ produksi. Langkah-langkah pengendalian pusingan panen adlah dengan mengetahui informasi mengenai: 1. Administrasi yang tidak akurat Selain itu untuk mengendalikan kehilangan produksi tersebut dapat juga dengan mengendalikan pusingan/rotasi panen agar tetap normal. maka akan dapat diketahui berapa kira-kira tonase yang akan didapat . 3. Buah/Brondolan dicuri 5. 5. Janjangan buah busuk 6. di mulai dari urutan-urutan kegiatan pekerjaan dilapangan yang dimulai dari kondisi hutan yang dibloking. Para meter yang digunakan untuk mengetahui produksi semester tersebut adalah jumlah janjang yang ada dipokok dan berat janjang ratarata (BJR). Kerapatan buah masak Jumlah tenaga potong buah Umur tanaman Jumlah brondolan dan persentase siap borong Curah hujan 1. 1. yaitu: 1. Adapaun factor-faktor yang menyebabkan terjadinya losses. Gagang panjang (GP) 7. perun/rumpuk. yaitu dengan cara menekan kehilangan prouksi (losses) hingga O %. imas.11. 2.lebih tinggi dan mandor panen akan lebih mudah dalam melakukan kontrol terhadap hasil pekerjaan karyawan. tumbang. Buah/Brondolan tidak dikutip 4. maka dalam pemanenan ini diupayakan semaksimal mungkin dengan menekan biaya yang seminimal mungkin dan mengambil produksi semaksimal mungkin. Untuk mengambil produksi tersebut maka perlu cara yang dianamakan panen. Dasar pemikirannya adalah apabila diketahui jumlah janjangannya dan berat janjangannya.

tiap mandoran harus melakukan taksasi sebesar 10% dari tiap total pokok produktif pada 2 blok tsb. Menentukan BJR.Sebagai contoh. dengan 3 mandoran. Proses input data hasil sensus produksi dilaksanakan dalam waktu 5 hari setelah sensus.11. 1. Sensus pokok ini dilakukan setiap 6 bulan yang disebut dengn semester. Sedangkan semester II ialah bulan juni s/d desember tahun ini dan sensus produksinya dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 30 juni tahun ini. Data harus diterima oleh Departemen pusat yang berada jakarta paling lambat 7 hari setelah sensus.selama satu semester. yang bertujuan untuk mendapatkan jumlah janjang yang akan dipanen dalm suatu blok. Yang maksud dengan jumlah dan berat janjang adalah janjang dan berat janjang sampel/contoh dari satu blok yang akan ditaksir produksinya. 3. Kamudian dari pokok-pokok sampel ini akn diketahui jumlah rata-rata janjang per pokoknya. Semester 1 adlah bulan januari s/d juni. Penghitungan janjang yang dilaksanakan pada titik sensus dan pokok sensus.3 Kriteria Panen . Semakin banyak sempel maka data yang didapat semakin akurat. Sensus dilakukan 10% dari 66Ha = 7Ha . seksi (areal panen besok) terdiri dari 6 blok. 1.11. Dengan mengetahui perkiraaan produksi esok hari maka dapat menentukan jumlah tenaga kerja atau HK yang dibutuhkan dan jumlah alat transportasi (Truk/trailer) yang digunakan. Persiapan tanda-tanda sensus (pembuatan dan perbaikan) dan kelengkapan alat sensus. Taksasi ini didasarkan pada prsentase kerapatan panen yang ditentukan dari hasil sensus panen. Sensus dilakukan sebesar 10 % dari pokok produktif pada areal yang akan dipanen esok hari (semakin banyak semakin akurat data yang diperoleh). 2. jika kerapatan /populasi tanaman =136pokok/ Ha. maka panen besok -66Ha. dan sensus produksinya dilaksanakan pada tangal 20 s/d 31 desember tahun lalu. 1.2 Taksasi Potong Buah Taksasi potong buah adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperkirakan produksi pada esok hari. Jadi jika 1 blok =33Ha. kedua dengan penimbangan di PKS. dapat ditentukan dengan 2 cara: pertama penimbangan dilapangan TPH. maka tiap mandoran memdapat 2 blok. maka akan melakukan sensus pada 882 pokok. Sensus produksi terdiri dari 3 macam pekerjaan.

apabila terpotong maka karywan dikenakan denda. Akan tetapi cara ini kurang efektif. Tabel 1. mentah atau busuk.4 Istilah dan Simbol-simbol yang berkaitan dengan kematangan buah: Istilah Simbol Tindakan Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Keterangan Un Ripe atauMentah Hitam Under Ripe atauKurang Buah BM - Buah yang tidak membrondol.Adalah pedoman yang digunakan untuk menetuakn apakah buah itu dinyatakan matang. Buah yang telah membrondol akan tetapi belum sesuai d kriteria yang telah ditetapkan. terutama pada kondisi pokok tanaman yang sudah tinggi. Pedoman yang digunakan untuk kematangan tersebut didasarkan pada jumlah brondolan yang lepas secara normal. yaitu 1 brondolan per Kg TBS. Jika tidak sengaja maka buah diantrikan dan ditandai pada gagang buah dengan huruf berwarna merah.3 Pedoman umum yang digunakan untuk menentukan kriteria buah masak adalah sebagaiberikut: Umur tanaman Jumlah brondolan 0-4 brondolan >5 brondolan Gagang busuk 3-7 tahun 0-10 brondolan >15 brondolan Gagang busuk 8-20 tahun 0-20 brondolan >20 brondolan Gagang busuk >20 tahun Sumber : PT. BGA Group Tabel 1. yaitu buah masak biasanya berwarna merah jingga. Karyawan yang memoton . Menetukan kematangan buah juga ditentukan berdasarkan warna buah.

Sisa pengepresan berupa ampas dikeringkan untuk memisahkan biji dan sabut. Dan harus diturunkan.4 Transportasi Buah BB Buah yang membrondol lebih dari 75 % brondolan yang pada janjang buah tsb. Buah ini biasanya diakibatkan ka keterlambatan pusingan. dilumatkan di dalam buah. Di perusahaan BGA kendawangan.wordpress. Biji dikeringkan dan dipecahkan agar inti (kernel) terpisah dari cangkangnya.11. BGA Group 1. Oleh karena itu pengiriman TBS masih belum maksimal dan terkadang terlambat. Over ripe atauKelewat masak Empety Bunchatau buah busuk Sumber : PT. dipres dengan mesin untuk mengeluarkan minyak dan dimurnikan. Buah yang membusuk sehingga hanya janjangan kosong (empty bunch/B) yang tertinggal. jika berkali-kali diingatkan masih tetap menurunkannya maka dikenakan denda buah mentah Buah BN Buah denagn kriteria yang tepat. dikarenakan PKS belum jadi. Karena akan meningkatkan ALB yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas CPO yang tentunya akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri.masak atau Mentah merah Ripe atau Masak/ Normal buah ini harus diperingatkan. Setelah buah dipanen kemudian disusun di tempat pengumpul hasil (TPH). digaster.com/2011/10/26/budidaya-tanaman-kelapa-sawit-prospek-yangcerah-di-ketapang-kalimantan-barat/ perkebunan kelapa sawit . dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah. yaitu 1 brondol /Kg TB lebih. masih dalam proses pengerjaan. Di pabrik buah akan direbus. http://anthosusantho. TBS diangkut ke Poliplen atau ke Kalteng. Buah yang telah dipanen sebaiknya segera di angkut ke Pabrik untuk diproduksi menjadi CPO dan TBS jangan dibiarkan dilapangan lebih dari 7-8 jam. maka tugas krani panen adalah mencatat hasil TBS yang ada di TPH. atau buah yang tertinggal pada pusingan yang lalu.

sebelumnya harus mengenal dan memahami jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit. 26 februari 2010 Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Mengenal.jumat. Sebagai tanaman tahunan. Salah satu faktor penghambat yang perlu dipertimbangkan selain benih yang baik adalah serangan hama dan penyakit. Selanjutnya segera deteksi siklus hidup hama dan penyakit agar mudah dalam melakukan pencegahan dan pengendaliannya. Dalam keadaan normal. pada kelapa sawit dikenal periode Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang lamanya bervariasi 2-3 tahun tergantung pada beberapa faktor yang terjadi di sekitarnya. Pendekteksiasi tersebut dapat menyelamatkan tanaman kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit yang merugikan sehingga produksi dapat dipertahankan. seperti ada / tidaknya serangan hama dan penyakit. baru akan dipanem hasilnya setelah 2-3 tahun ditanam di lapangan. Pekerjaan awal ini sangat mempengaruhi kualitas hasil buah yaitu kastersi / tunas pasir. Secara ekonomis. Untuk mendapatkan produksi yang optimal. terjadi mutasi dari TBM menjadi Tanaman Menghasilkan (TM) terjadi pada tahun ketiga setelah tanam. Perkebunan kelapa sawit merupakan jenis usaha jangka panjang. Hal ini sesuai dengan tujuan penanaman kelapa sawit yaitu untuk menghasilkan produksi yang optimal. memahami dan upaya mendeteksi siklus hidup hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit secara dini mutlak harus dilaksanakan karena akan memudahkan tindakan mencegah terjadinya ledakan serangan hama dan penyakit yang tak terkendali. Kelapa sawit yang ditanam saat ini. karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi yang dapat menghambat produktifitas harus dipahami dan diupayakan solusinya. biaya pengendalian melalui deteksi dini dipastikan akan jauh lebih murah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. . Mutasi tersebut mutlak dilakukan dan perlu mendapat perhatian baik dari segi lamanya masa TBM maupun persiapan yang perlu dikerjakan sebelum tanaman dikerjakan. Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit.

Hama dan Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit diantaranya ulat api.Secara ekonomis biaya pengendalian melalui deteksi dini terhadap hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dipastikan akan jauh lebih rendah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. diposkan oleh perkebunan di 11:36 1 komentar ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. Ulat Api dan Ulat Kantong Serangan hama ulat api dan ulat kantong (ulat pemakan daun kelapa sawit) telah banyak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dengan terjadinya eksplosi dari waktu ke waktu. tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). Sedangkan penyakit yang menjadi masalah pada tanaman kelapa sawit diantaranya penyakit daun pada pembibitan. Hal ini menyebabkan kehilangan daun (defoliasi) tanaman yang berdampak langsung terhadap penurunan produksi. Jadi sudah seyogyanya jika ingin sukses dalam usaha perkebunan kelapa sawit. rayap. penyakit busuk pangkal batang (ganoderma). 1. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. penyakit busuk tandan buah (marasimius). . dan penyakit busuk pucuk (spear rot). kumbang Adorektus dan Apogonia. serta babi hutan. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. ulat kantong. Tanah gambut (lebih satu meter dalam). PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. tikus. pengelola harus mengetahui hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit.

khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). Jika mempunyai tapak semaian sendiri. Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. keadaan tanah (curam atau rata). hutan atau kawasan tanam semula.1 Calopogonium caeruleum 0.Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera.0 Pueraria phaseoloides 1. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang.6 . Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:     Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan.

Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. Lazimnya. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Jumlah Pokok Meter (Kaki) 8.     Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.7 (29) Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) .    Taburkan 150g .200g baja Fosfat didalam lubang. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan.5 (28) 8.  Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA .000 mm. Media Tanam Tanah yang baik mengandung banyak lempung. III. beraerasi baik dan subur.0 (30) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam.). dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit. SYARAT PERTUMBUHAN 2.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. II. tanah gambut saprik. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas. PENDAHULUAN Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam.2. solum cukup dalam (80 cm). Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan.1. 2. Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Tanah Latosol. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan. dan tanah tidak berbatu. Ultisol dan Aluvial. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). air dan cahaya matahari. baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. PT. Berdrainase baik. Temperatur optimal 24-280C. diposkan oleh perkebunan di 11:34 0 komentar BUDIDAYA KELAPA SAWIT BUDIDAYA KELAPA SAWIT I. permukaan air tanah cukup dalam. Curah hujan tahunan 1.9.500-4. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah. pH tanah 4-6.

Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0. minggu ke 38 & 40 (20gr). 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.1. Tanah di polibag harus selalu lembab. Minggu ke > 12-12-17-2 22. minggu ke 4 & 5 > 15-15-6-4 (4gr). 16 & 20 (8 gr). 3. 29 & 31 (8gr) Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali). Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan. Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut : Pupuk Makro Minggu ke 2 & 3 (2 gram).2. 15. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang.5-2. Pembibitan 3.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak.2.1. siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0.11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Penentuan Pola Tanaman Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. 32. Bibit tidak normal. 24. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm.2. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena . Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan. Kecambah ditanam sedalam 2 cm.1.5 tutup per liter air.3. Sebelum bibit ditanam. minggu ke 30. minggu ke 23 & 25 (6gr). minggu ke 27. Penyemaian Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1. Pemeliharaan Pembibitan Penyiraman dilakukan dua kali sehari. > POC NASA Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman 3. 26 & 28 (12gr). minggu ke 6 & 8 (6gr).1.1. 34 & 36 (17gr). Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Teknik Penanaman 3. minggu ke 10 & 12 (8gr) Mingu ke 14. > 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr).

3.3. 3. Pemeliharaan Tanaman 3. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah.3. Populasi 1 hektar + 135145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.5 m dari sisi lereng. Penyiangan Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.1. Cara Penanaman Penanaman pada awal musim hujan.2. Jarak 9x9x9 m. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. mencegah erosi. Penyulaman dan Penjarangan Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan.3. 3. Areal berbukit. siram bibit pada polibag.3. setelah hujan turun dengan teratur. mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Sehari sebelum tanam. dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1.2.3.2. 3. Pemupukan Anjuran pemupukan sebagai berikut : Pupuk Makro . Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki).dapat memperbaiki sifat-sifat fisika.2.3. 3. kimia dan biologi tanah. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.

Bulan ke 42. 30 & 36 200 kg/ha 2. setiap 4 . Bulan ke 42. 18. 60 dst 1000 kg/ha 1. Dosis 3-4 tutup/ pohon Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 60 dst 1200 kg/ha 1. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3. 24. 48. 30 & 36 20 kg/ha 2. 60 dst 40 kg/ha TSP MOP/KCl Kieserite Borax NB. 24. 54. 18. 18. 48. 18. POC NASA a. 54. Bulan ke 42. Bulan ke 6. 54. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret.3. 24. 12.April). Bulan ke 6. Bulan ke 6. 18. Dosis 3-4 tutup/ pohon Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali.5 bulan sekali >36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. Dosis POC NASA mulai awal tanam : 0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. 54. 48. 24. 12. Bulan ke 48 & 60 750 kg/ha 1.2. 30 & 36 75 kg/ha 2.4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. 12. Bulan ke 6. 12. 30 & 36 115 kg/ha 2. 12. setiap 3 – 4 bulan sekali b. 60 dst 600 kg/ha 1. Bulan ke 6. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA Tahap 1 : Aplikasikan 3 . Bulan ke 42.Urea 1.) . 24. 30 & 36 225 kg/ha 2. 48.

dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga. Kastrasi Bunga Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan. semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer. Pemangkasan pemeliharaan Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.3. bentuk buah lebih sempurna.6. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar. produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.3. Pemangkasan pasir Membuang daun kering. Penyerbukan Buatan Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah. buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka. 3. Pemangkasan produksi Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan. c. a. Penyerbukan oleh manusia Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium. Pemangkasan Daun Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu: a. 2.3. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. . b.5. Bak seludang bunga.4. Cara penyerbukan: 1. warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir. 3.3.

Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal. Gejala: pelepah mudah patah. Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. Penyakit a. Hama dan Penyakit 3. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona. daun mengering. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak. Bagian diserang adalah daun. Bagian diserang batang. Bagian yang diserang adalah daun. 3. b. Hama a. daun membusuk dan kering. . Bagian diserang akar.3. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR. Hama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810. terjadi pembusukan akar.4.2. daun muda mati dan kering. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun. Dry Basal Rot Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki . Bagian diserang daun. Root Blast Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Garis Kuning Penyebab: Fusarium oxysporum. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit. c. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik. pemberian air irigasi di musim kemarau. penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan.1. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.4. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz.4. b. tanaman dewasa layu dan mati. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja.

pH tanah antara 5. . SYARAT -SYARAT TUMBUH .5 tahun dan masak 5. Umur Panen Mulai berbuah setelah 2. Minyak sawit selain digunakan sebagai minyak makanan margarine. . . .5 bulan setelah penyerbukan.5. Panen 3. terbagi merata sepanjang tahun. lilin dan dalam pembuatan lembaran-lembaran timah serta industri kosmetik .1.Curah hujan minimum 1000-1500 mm /tahun. .Suhu optimal 26°C. hingga kadar air naik menjadi 24%.Biji dipanaskan dalam germinator selama 60 hari dengan suhu tetap 39oC dan kadar air 18%. diposkan oleh perkebunan di 11:33 0 komentar B U D I D AYA KELAPA SAWIT B U D I D AYA KELAPA SAWIT Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. . Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan. 112/92 Diterbitkan oleh : Balai Informasi Irian Jaya Jl. .Dapat tumbuh pada bermacam-macam tanah. Yahim – Sentani – Jayapura Oktober 1992 Agdex: 161/20 Kelapa sawit ( Elaeis guinensis jacg ) adalah salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil. dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen.3.Kemudian biji direndam dalam air mengalir selama 6 hari. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.Kelembaban rata-rata 75 %. dapat juga digunakan untuk industri sabun. PEMBIBITAN a. . aerasi dan draenasenya baik.5 . asalkan gembur. sedikitnya 60% buah telah matang panen. Pengecambahan Biji.0. kaya akan humus dan tidak mempunyai lapisan padas.7.5.

Buatlah naungan persemaian setinggi 2. b. PEMELIHARAAN TANAMAN .Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan. kemudian ditutup rapat . .Tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 1 kg/lobang. . . 2 minggu sebelum tanam dengan jarak 9 x 9 x 9 m membentuk segitiga sama sisi. .Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan tanaman .Lobang ditimbun dengan tanah. .Selanjutnya biji dikeringkan selama 3 jam dalam ruangan yang teduh. daunnya dipotong untuk mengurangi penquapan.2 mm.Lobang tanam ditutup kembali dan jangan dipadatkan. .Bibit yang tingginya lebih dari 150 cm. PERSIAPAN LAHAN .Biji dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 38 x 39 cm sebanyak 500 biji. PENANAMAN . . tumbuhnya lurus serta bakal daun dan bakal akarnya berlawanan arah. warnanya kekuning-kuningan. .Setelah 10-14 hari.. . dibersihkan dari semak-semak dan rumput-rumput liar.5 m .Buatlah lobang tanam sedalam 3 cm. . Persemaian dan Pembibitan .Lakukan penyiraman polybag sebelum penanaman kecambah dan selanjutnya pada setiap pagi dan sore setelah penanaman. tebal 0.Setelah bibit berumur 3 bulan dipindahkan kedalam polybag yang besar dengan ukuran 40 x 50 cm.Buatlah lobang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm.Masukkan bibit ke dalam lobang dengan hati-hati dan kantong plastik dibuka.Isilah polybag dengan tanah lapisan atas yang dibersihkan dari kotoran dan dihancurkan sebelumnya. .Kecambah yang tumbuh normal dan sehat.Biji yang belum berkecambah pada umur 30 hari dibuang saja. . .Kecambah dipindahkan kekantong plastik ukuran 14 x 22 cm dengan tebal 0.08 mm.Lahan diolah sebaik mungkin. tidak boleh diinjak-injak agar tidak terjadi kerusakan. biji mulai berkecambah.

Cara panen dengan memotong tandan buah. maupun bahan bakar (biodiesel). Mahasena Coubessi dan Ulat Api. Mg. pada awal dan akhir musim penghujan dengan cara menyebar merata di sekitar piringan tanaman. Thosea asigna. . hama ulat api dengan insektisida yang mengandung bahan aktif permetrin 20 g/liter dan monokrotofos 600 g/lite.1000 kg N. Sumber : Dinas Perkebunan Dati I Propinsi Irian Jaya diposkan oleh perkebunan di 11:31 0 komentar Kelapa sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak. . PANEN . . Dasna trina. Bo per Ha/tahun. . Metisaplama.Potonglah daun yang sudah tua.Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar sebanyak 60%. Sedangkan penyakitnya busuk tandan Marasmius sp. Hama ulat kantong dikendalikan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif metamidofos 200/liter atau 600 g/liter. . agar penyebaran cahaya matahari lebih merata.Sedangkan pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM).Penyiangan gulma dilakukan 1bulan sekali. P. K.Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainage.Telah dapat menghasilkan pada umur 30 bulan setelah tanam.Lakukan pemupukan 2 kali dalam satu tahun. Setora nitens. mempermudah penyerbukan alami.Perkebunannya menghasilkan . kebutuhan pupuk berkisar antara 400 . . minyak industri. . memudahkan panen dan mengurangi penguapan. .Anjuran pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seperti pada tabel 1.Hama-hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Ulat Kantong.Dipilih tandan yang buahnya sudah masak dengan tanda adanya sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ). .Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3 tahun dan selalu dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar.baru yang seumur dengan tanaman yang mati.Pemanenan dilakukan 1 kali seminggu. . . .

dan Sulawesi. Buah bergerombol . Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. ungu. Jawa. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak.Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Seperti jenis palma lainnya. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. daunnya tersusun majemuk menyirip.keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelahMalaysia. pantai timurSumatra. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. == Pemerian botani == African Oil Palm (Elaeis guineensis) Kelapa sawit berbentuk pohon.Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping.Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam.

yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi Tipe kelapa sawit Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. Pisifera. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU . E.Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalancangkang.15° LS). yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau.dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. cangkang pelindung intiInti sawit (kernel. 20002500 mm setahun. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). kandungan asam lemak bebas (FFA. Minyak dihasilkan oleh buah. oleifera.*Mesoskarp. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing- .Buah terdiri dari tiga lapisan:*Eksoskarp. serabut buah *Endoskarp. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. dan Tenera. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujanstabil. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. guineensis danE. Setelah melewati fase matang.=== Syarat hidup ===Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin. yang terdiri dari    Dura.

kawat. bercabang banyak. kosmetika. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. margarin. Daging buahnya padat. . industri baja. radio. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin.sabun. mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik. sekarang digunakan teknik kultur jaringan. rendah kolesterol. dan lilin. mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya. kulit dan industri farmasi. Untuk pembibitan massal. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil.[1] Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos. sabun. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. bila masak berwarna merah kehitaman. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%. [sunting] Hasil tanaman Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan. Buahnya kecil. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Bunga dan buahnya berupa tandan. Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi. dan memiliki kandungan karoten tinggi.

[2] Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruhmiliter) yang tidak berhasil meningkatkan hasil. . dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dariAfrika. Sumatera Utara pada tahun 1870-an. produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940. Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup.123 ha. Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. Pada tahun 1911. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor. maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura". perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli. Kuala Selangor. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industripertengahan abad ke-19. Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911. dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia). Malaya pada 1911-1912.Sumatera Utara dan di Rantau Panjang. dengan ketinggian sekitar 12m. Semenjak pendudukan Jepang. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS). Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang.[sunting] Sejarah perkebunan kelapa sawit Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belandapada tahun 1848. Schadt. Hingga menjelang pendudukan Jepang. sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli. kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet. yang lalu diikuti oleh K. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif. seorang Belgia. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) danAceh. Luas areal perkebunan mencapai 5. Di Malaya.

Penggunaan burung hantu sebagai musuh alami merupakan satu alternatif penanggulangan hama tikus di perkebunan kelapa sawit yang sangat efektif dan efisien. Namun cara ini dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan dianggap tidak ekonomis. ambang kritis serangan tikus di perkebunan kelapa sawit sebesar 10%. Seekor burung hantu mampu memangsa tikus 2–5 ekor sehari. Pada umumnya penanggulangan serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida). Apabila evaluasi kesesuaian lahan dilakukan. Telur yang dihasilkan bervariasi antara 4–19 butir. Evaluasi kesesuaian lahan didahului oleh kegiatan survei dan pemetaan tanah untuk mendeskripsikan satuan-satuan lahan. * * * . Burung hantu mampu bertelur 2-3 kali dalam setahun. bergantung pada ketersediaan makanan. khususnya untuk mencapai produktivitas tanaman sesuai dengan potensi lahannya. Evaluasi kesesuaian lahan didasarkan pada penilaian beberapa karakteristik lahan yang disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit. maka berbagai faktor pembatas lahan dapat diatasi secara dini. Hasil evaluasi kesesuaian lahan bermanfaat dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. * * Pengendalian Hama Tikus dengan Burung Hantu * Burung hantu (Tyto alba) merupakan predator tikus yang sangat potensial pada perkebunan kelapa sawit. Predator ini mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5%. khususnya yang berkaitan dengan kultur teknis. Sementara itu.diposkan oleh perkebunan di 11:24 0 komentar kelapa sawit kelapa sawit Evaluasi Lahan * Tahap awal dari pembukaan perkebunan kelapa sawit adalah melakukan evaluasi lahan. kemudian menjadi dewasa setelah berumur 8 bulan. Pembangunan kebun kelapa sawit yang tidak didahului dengan evaluasi kesesuaian lahan akan menimbulkan banyak masalah pada waktu mendatang. Biaya pengendalian serangan tikus dengan burung hantu hanya berkisar 50% dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi. sehingga akan meningkatkan biaya pengelolaan kebun. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan terhadap satuan lahan yang telah ditetapkan berdasarkan hasil survei tanah.

Penggunaan feromon sebagai insektisida alami sangat efektif. dan lebih murah dibandingkan teknik pengendalian konvensional. Feromon tersebut dikemas dalam kantong plastik. militaris efektif untuk kepompong hama tersebut.Pengendalian Hayati Ulat Api Menggunakan Entomopatogenik * Pengendalian hayati ulat api Setothosea asigna pada kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme entomopatogenik. dan jamur Cordyceps aff. multi plenucleopolyhedrovirus (MNPV). Biaya pemanfaatan feromon hanya 20% dari biaya aplikasi insektisida dan pengutipan kumbang secara manual. misalnya Decis 2. Pengendalian ulat api menggunakan bahan alami terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan insektisida kimia sintetis. tanaman inang. Feromon merupakan bahan yang mengantarkan serangga pada pasangan seksualnya. Hal itu disebabkan harga feromon yang murah dan cara aplikasi di lapangan * * . dan aman terhadap lingkungan. sehingga permasalahan hama menjadi lebih rumit. ramah lingkungan. militaris. yaitu virus ßNudaurelia. seperti munculnya resistensi dan resurgensi hama. efisien. Di samping itu. Mikroorganisme entomopatogenik tersebut merupakan sarana pengendalian hayati yang efektif. Pemanfaatan mikroorganisme entomopatogenik dapat mengurangi atau bahkan menggantikan insektisida kimia sintetis (semua jenis insektisida golongan piretroid sintetis. dan tempat berkembang biaknya. Penggunaan insektisida kimia sintetis selama ini justru seringkali menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. * * * Feromon untuk Pengendalian Kumbang Tanduk * Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) umumnya menyerang tanaman kelapa sawit muda dan dapat menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama menghasilkan hingga 69%.5 DC dan Matador 25 EC) dalam pengendalian ulat api di perkebunan kelapa sawit. sedangkan jamur Cordyceps aff. Virus ß Nudaurelia dan MNPV efektif mengendalikan ulat. mangsanya. kumbang tanduk juga mematikan tanaman muda sampai 25%. Komponen utama feromon sintetis kumbang tanduk adalah etil-4 metil oktanoat. dengan biaya pengendalian hanya 7% dari biaya pengendalian secara kimiawi.

Jamur G. Ganoderma pada akar kelapa sawit dan pada potongan akar karet sudah melapuk setelah 3 bulan perlakuan Trichoderma. Serangan BPB dapat terjadi sejak bibit sampai tanaman tua.000. Harga biofungisida Marfu-P hanya sebesar Rp4. Harga satu sachet feromon sebesar Rp75. Aplikasi limbah cair memiliki keuntungan antara lain dapat mengurangi biaya pengolahan limbah cair dan sekaligus . sehingga bahaya pencemaran lingkungan oleh insektisida kimiawi dapat dihindari. tetapi gejala penyakit biasanya baru terlihat setelah bibit ditanam di lapangan.000/kg. Manfaat yang diperoleh dengan adanya aplikasi biofungisida Marfu-P adalah pengendalian BPB bersifat ramah lingkungan. Biofungisida Marfu Pengendali Jamur Ganoderma boninense Penyebab busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit adalah Ganoderma boninense yang merupakan jamur tanah hutan hujan tropis. Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit * Limbah cair pabrik kelapa sawit dapat digunakan sebagai pupuk. Hasil uji aplikasi Marfu-P menunjukkan bahwa satu bulan setelah perlakuan masih dijumpai adanya Ganoderma dan Trichoderma pada potongan akar yang sama. boninense bersifat saprofit (dapat hidup pada sisa tanaman) dan akan berubah menjadi patogenik apabila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit yang tumbuh di dekatnya.tidak banyak membutuhkan tenaga kerja. Biofungisida Marfu-P banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit milik negara dan swasta. * * * * Tanaman kelapa sawit yang terserang busuk pangkal (Ganoderma boninense) (a). Bahan aktif yang digunakan untuk biofungisida Marfu-P adalah sporakonidia dan klamidospora jamur Trichoderma koningii (isolat MR 14). dan tanaman kelapa sawit yang teraplikasi dengan biofungisida Marfu-P selama 6 bulan (b). Busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit dapat dikendalikan dengan menggunakan biofungisida Marfu-P.

2 kg kieserit.500 m2. dan hanya memerlukan lahan 2. sehingga areal yang dapat diaplikasi sekitar 100-120 ha. PKS mini dirancang khusus untuk perkebunan kelapa sawit dengan luas 160-300 ha. satu unit tangki * . satu unit double screw press mini. Pembangunan instalasi aplikasi limbah cair membutuhkan biaya yang relatif mahal. yaitu dengan mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi dan selanjutnya ke parit primer dan sekunder (flatbed). hanya memerlukan tenaga kerja 6 orang/shift. 3. Penggunaan limbah cair mampu meningkatkan produksi TBS 16-60%. PKS M-1000 terdiri atas delapan unit peralatan pengolahan.5-1 ton TBS/jam. * Parit sekunder pada aplikasi limbah cair sistem flatbed * * Pabrik Kelapa Sawit Mini * Pabrik kelapa sawit (PKS) mini merupakan salah satu teknologi alternatif pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 0. menggunakan limbah sawit sebagai bahan bakar.5 kg urea. satu unit thresher dengankapasitas 1. Ukuran flatbed adalah 2. Di samping itu. PKS mini sangat mudah dioperasikan. Namun investasi ini diikuti dengan peningkatan produksi TBS dan penghematan biaya pupuk sehingga penerimaan juga meningkat. Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton/jam akan menghasilkan sekitar 480 m3 limbah cair per hari. Limbah cair pabrik kelapa sawit telah banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit baik perkebunan negara maupun perkebunan swasta. aplikasi limbah cair juga akan mengurangi biaya pengolahan limbah. dan 1.berfungsi sebagai sumber hara bagi tanaman kelapa sawit.25 m. Kandungan hara pada 1m3 limbah cair setara dengan 1. Kolam anaerobik primer * Metode aplikasi limbah cair yang umum digunakan adalah Pengaliran limbah cair PKS dengan sistem flatbed sistem flatbed.500–5.5 m x 0. Dosis pengaliran limbah cair adalah 12.6 mm ECH/ha/bulan dapat menghemat biaya pemupukan hingga 46%/ha. yaitu satu unit boiler yang mampu menghasilkan 600 kg uap/jam dengan tekanan 3 kg/cm. Aplikasi limbah cair 12. * Kualifikasi limbah cair yang digunakan mempunyai kandungan BOD 3. 0.000 kg TBS/jam.3 kg SP-36. Limbah cair tidak menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap kualitas air tanah di sekitar areal aplikasinya.000 mg/l yang berasal dari kolam anaerobik primer.5 m x 1.0 kg MOP.6 mm ekuivalen curah hujan (ECH)/ha/bulan atau 126 m3/ha/bulan. dua unit steriliser.

dan forula lain yang mempunyai karakteristik mirip dengan shortening yang dibuat dari lemak hewani. Selain itu. PKS Mi-1000 secara ekonomis layak diusahakan dengan parameter ekonomi sebagai berikut: IRR= 24. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) yang dibuat dengan bahan baku minyak kedelai dan minyak biji kapas yang terhidrogenasi parsial.150/kg. fruit elevator (g). dan tangki penampungan (j) Palm Baking Shortening * Shortening dari fraksi minyak sawit merupakan suatu formula yang mempunyai karakteristik mirip dengan produk shortening komersial Shortening dari minyak sawit (a). payback period= 3 tahun.305. clarification tank (e). dan usaha perkebunan skala menengah yang ongkos angkut TBS ke PKS lebih dari Rp75/kg TBS. inti Rp1.klarifikasi dengan kapasitas 1. screw press (d). digester (f). fibrating screen (i).18.200 liter. * Dengan biaya investasi PKS M-1000 sebesar Rp1.23/kg TBS dengan asumsi harga CPO Rp3. * * Unit pengolahan pabrik kelapa sawit mini: boiler (a). ripple mill (h).000. tandang kosong sawit (TKS) yang merupakan limbah padat PKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik. satu unit deperikarper dengan kapasitas 200 kg biji+serat/jam.78%. serta satu unit nut cracker dengan kapasitas 500 kg biji/jam. .5 miliar. B/C= 1. satu unit tangki penampung minyak. usaha perkebunan besar skala kecil.675/kg dan harga beli TBS Rp567. sterilizer (b). Teknik pendekatan formulasi dilakukan berdasarkan sifat fisika dan kimia produk komersial yang digunakan sebagai acuan. thresher (c). Sasaran pengembangan PKS M-1000 adalah kelompok pekebun kecil kelapa sawit swadana. biaya pengolahan TBS menjadi crude palm oil (CPO) adalah Rp368.4/kg. Manfaat yang diperoleh petani kelapa sawit dengan adanya PKS M-1000 adalah petani lebih mudah melakukan pemasaran TBS. harga TBS yang dihasilkan petani menjadi bersaing sehingga pendapatanpetani bertambah. NPV= Rp708.

sehingga bebas dari lemak trans yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker (karsinogenik). yaitu sebagai sistem kekebalan tubuh. Minyak makan merah dapat diaplikasikan pada minyak salad dan bahan nutrifikan pangan (margarin. selai kacang). Minyak makan merah dapat digunakan sebagai sumber vitamin A dan E. Minyak makan merah kaya akan karoten (± 440 ppm) dan vitamin E (± 500 ppm) yang sangat esensial untuk kesehatan.000/liter. Produk juga tidak menggunakan campuran bahan baku lemak hewani sehingga bebas dari kolesterol.000/liter. Palm baking shortening dari minyak sawit dapat memberikan alternatif baru bagi produsen shortening dalam memilih bahan baku. dan pencegahan kanker. Tingkat konsumsi * Minyak makan merah(a). antioksidasi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan minyak sawit untuk industri shortening dalam dan luar negeri. sehingga aman dikonsumsi dan mudah dikembangkan pada skala industri kecil. Teknologi proses minyak makan merah yang dikembangkan oleh PPKS tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. tanpa pewarna dan tanpa pengawet buatan. penundaan penuaan. * Shortening dari minyak sawit (a). Harga minyak makan merah di Malaysia berkisar RM10/liter setara dengan Rp25. mi instan.. dan aplikasi minyakmakan merah pada produk margarin (b) * * .* Produk shortening yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) tanpa melalui proses hidrogenasi. Biaya produksi minyak makan merah yang dikembangkan PPKS sekitar Rp5. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) Minyak Makan Merah * Minyak makan merah adalah minyak alami hasil pengolahan lanjut CPO.

Penerapan teknologi ini memungkinkan PKS untuk menerapkan konsep zero waste yang berarti tidak ada lagi limbah padat dan cair yang dibuang. Kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa sekitar 800-1. . Proses pengomposan TKS dimulai dengan pencacahan TKS dengan mesin pencacah. Dengan demikian. mengkonsumsi minyak makan merah 12 g/hari atau 29. kompos diayak dan dikemas. * Proses pembalikan kompos tandan kosong sawit (a) dan kompos tandan kosong sawit kering (b).28 miliar/tahun sebelum pajak. keuntungan langsung yang diperoleh sebesar Rp366/kg atau sekitar Rp2. Dengan asumsi produksi kompos per hari 60 ton. * Total biaya investasi produksi kompos dari TKS berkisar Rp4 miliar untuk PKS dengan kapasita 30 ton TBS/jam. TKS yang telah dicacah ditumpuk di atas lantai semen pada udara terbuka atau di bawah atap.2% dari konsumsi minyak per hari.000 RE (retinol equivalent). Kompos dari Tandan Kosong Kelapa Sawit * Teknologi produksi kompos dari tandan kosong sawit (TKS) merupakan satu teknologi pengolahan limbah yang sekaligus dapat mengatasi masalah limbah padat dan limbah cair di PKS. Pada akhir pengomposan yang berlangsung selama 6-8 minggu. sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa. diposkan oleh perkebunan di 11:19 0 komentar CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. maka biaya produksi kompos adalah Rp150/kg. Dengan harga jal kompos bulk Rp400/kg. Tumpukan dibalik 3.minyak di Indonesia per kapita per tahun adalah 15 kg atau setara dengan 41 g/hari. tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam).5 kali seminggu dengan mesin pembalik BAKHUS dan disiram dengan limbah cair PKS.

hutan atau kawasan tanam semula. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. keadaan tanah (curam atau rata). Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:  Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan.Tanah gambut (lebih satu meter dalam). (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. . masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. Jika mempunyai tapak semaian sendiri.

Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. .6   Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar.200g baja Fosfat didalam lubang. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam.    Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.    Taburkan 150g .   Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4.1 Calopogonium caeruleum 0. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam.0 Pueraria phaseoloides 1.

com/ Pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam usaha Budidaya Tanaman Karet Apr.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. Lazimnya.25. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Usaha Perkebunan Pengendalian gulma. Pada tahap awal. .7 (29) 9. Dengan cara demikian maka kegiatan pemeliharaan selanjutnya dan penyadapan dapat dilakukan dengan mudah.blogspot. daerah di sekitar pangkal batang dibebaskan dari gulma. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Meter (Kaki) 8. Pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan dipusatkan di sekitar barisan tanaman. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah. Pada masa TBM. 2010 in Aspek Teknis Usaha. pengendalian gulma lebih banyak menggunakan cara manual yaitu dengan mencabut/membersihkan gulma secara langsung dengan tangan/kored.5 (28) 8. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar.0 (30) Jumlah Pokok Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengaturan tanaman penutup tanah yang melilit batang karet. air dan cahaya matahari. Pengetahuan Umum. Cara pengendalian dengan menggunakan herbisida hanya dilakukan secukupnya saja. diposkan oleh perkebunan di 11:09 0 komentar http://teguhpranoto1991. Dengan bertambahnya umur tanaman pada daerah yang dibebaskan dari gulma adalah daerah 1 meter sebelah kiri dan kanan barisan tanaman.

Pada umumnya unsur yang diberikan adalah N. Pemeliharaan jalan secara rutin dilaksanakan dengan selang/rotasi pemeliharaan 6 bulan sekali. dapat diberantas penyemprotan larutan KOC. Dengan cara demikian diharapkan akan tumbuh tunas dan menghasilkan bidang sadap yang baik. Pada kondisi khusus (curah hujan tinggi) dapat saja . Untuk mengurangi tingkat evapotranspirasi di sekitar pertanaman. misalnya Cabak dengan konsentrasi 0. Semua tunas yang tumbuh di bawah ketinggian 2. maupun TM disajikan pada Tabel di bawah ini. Pada tanaman belum menghasilkan lebih banyak mengalami serangan penyakit dari pada hama. Kegiatan sensus tanaman akan terus dilakukan sampai tanaman menghasilkan.1% atau Daconil 75 wp dengan konsentrasi 0. Pupuk ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Sensus dan konsolidasi tanaman. Pembentukan bidang sadap dilakukan dengan dua cara di bawah ini. 4. Penyakit yang sering menyerang tanaman karet pada umumnya adalah rayap (Coptotermes sp). Pemupukan. Pembentukan bidang sadap. menurunkan suhu tanah dan meningkatkan ketersediaan air dalam tanah. Pemberian mulsa ini dapat dilakukan sejak awal tanaman ditanam di lapang sampai tajuk tanaman sudah saling menutup. maka pada daerah perakaran tanaman diberikan mulsa jerami.5 m dipotong/dibuang sehingga batang tanaman akan tumbuh dengan baik (tinggi dan lurus).5 m. 5. 1. sedangkan penyulaman hanya dilakukan sampai tanaman berumur 4 tahun. Sementara itu. Sensus tanaman bertujuan untuk mengetahui jumlah dan kondisi tanaman yang ada di lapang. Pemupukan pada TBM berfungsi untuk mempercepat tanaman mencapai matang sadap. Sementara itu hama Kuuk (Exopholis hypoleuca) dapat diberantas dengan Basudin 10 G. Cendawan akar merah (Ganoderma pseudoferrum) dapat diberantas dengan collar protectant. Cendawan akar putih (Rigidonporus lignosus). 2.3%. (gram/pohon)……… TB 50 100 25 50 TBM 1 236 100 100 118 50 50 TBM 2 333 267 150 160 123 75 TBM 3 381 267 200 175 128 92 TBM 4 429 333 200 188 147 88 TBM 5 476 333 200 200 140 84 TM 1 – 524 333 350 265 170 175 25 Irigasi dan pemberian mulsa.5 m atau penguncupan (pengikatan daun-daun dalam satu payung) pada ketinggian 2. Penyakit jamur upas (Corticum salmonikolor) dapat diberantas dengan Calixin Ready Mix 2%. jika menyerang TM. Penyakit bidang sadapan kanker garis (Phytophora palmivora) diberantas dengan Difolatan 4 F konsentrasi 2 – 4 %.2 % atau Difolan 4F konsentrasi 1 – 2 %. Penyakit tanaman karet lainnya yang seringpula ditemukan pada antara lain. TBM. dapat diberantas dengan sistem fogging menggunakan Daconil atau fungisida lainnya.1 – 0. Kebutuhan Pokok SPUmur Urea SP-36 KCl Urea KCl 36 Tanaman …… …… (gram/pohon)……. Pemeliharaan jalan produksi. Dari beberapa penelitian perlakuan ini akan mengurangi evapotranspirasi. Pengendalian hama dan penyakit. Dosis pupuk bagi TB.2%. 6. dapat diberantas dengan Fomac 2 atau Shell Collar Protectant atau Calixin Collar Protectant. Pada cara ini terdapat tim yang bertugas mengidentifikasi tingkat serangan dan tim pengendalian serangan hama/penyakit. Penyakit bidang sadapan Mouldyrot dapat diberantas dengan Benlate konsentrasi 0. Jika dirasa perlu. Penyakit daun Gloesporium pada TBM. K dan Mg dengan dosis sesuai anjuran daerah setempat. Untuk mengetahui akan terjadinya serangan hama/penyakit sejak awal maka perlu dilakukan pengontrolan tanaman secara rutin (early warning system). Untuk klon yang cenderung membentuk cabang digunakan cara pembuangan tunas. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin dengan memperhatikan tingkat serangan yang terjadi.1 sampai 0. penggunaan pupuk daun juga dapat dilaksanakan. 3.1. Dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah tanaman yang harus disulam (konsolidasi tanaman). 2. Pemberian irigasi pada tanaman belum menghasilkan jarang sekali dilakukan. yang dapat diberantas dengan menggunakan Chlordane 8 EC atau Basudin 6 0 EC dengan konsentrasi 0. Untuk klon yang sulit membentuk cabang/tunas maka dilakukan pemenggalan (topping) pada ketinggian 2. P.

pemeliharaan tanaman sawit (5). Pengukuran lilit batang. MAU ? METODE ALAMIAH TAMBAH UKURAN VITAL FOREDI ANTI EJAKULASI DINI BIKIN ISTRI KETAGIHAN! FOREDI ATASI EJAKULASI DINI REKOMENDASI BOYKE www. sensus tanaman (25). Dengan dilakukannya pengukuran lilit batang ini dapat dipersiapkan jumlah peralatan dan tenaga kerja penyadap yang diperlukan. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). sensus tanaman karet (12).com BISNIS ONLINE UNTUK PEMULA MODAL HANYA 25RIBU 1X SEUMUR HIDUP GASA HERBAL UNTUK EREKSI KERAS ISTRI KETAGIHAN! Foredi Utk Tahan Lama Sex. pupuk karet (16). Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). pemeliharaan tbm (8). Pengukuran ini secara rutin dilakukan 6 bulan sekali pada semua tanaman yang ada di lapangan. usaha Budidaya Tanaman Karet FOREDI UTK TAHAN LAMA SEX REKOMENDASI BOYKE! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). usaha Budidaya Tanaman Karet Zooomr : Pengelolaan Tanaman. usaha Budidaya Tanaman Karet Del.com : pemupukan karet tbm (89). TBM karet (13). Secara umum setiap tahun lilit batang tanaman karet akan bertambah antara 10 sampai 12 cm.us : Pengelolaan Tanaman. pengendalian gulma pada tanaman belum . Tanaman belum menghasilkan karet(5). Pemeliharaan jalan ini dapat berupa penimbunan/pemadatan.Rekom Boyke. Technorati : Pengelolaan Tanaman. TBM TANAMAN KARET (7). budidaya pengolahan tanaman sawit dan karet (8).indikator-forex. pemeliharaan saluran dan perbaikan badan jalan. sensus tanaman kopi(7). Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).BPOM.com Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.perbaikan/peningkatan mutu jalan dilakukan di luar jadwal yang telah ditentukan.icio. pemeliharaan TBM karet (38). pemeliharaan karet TBM (11). sensus tanaman perkebunan (10). tanaman belum menghasilkan (35). MAU ? MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA GASA REKOM BOYKE UNTUK EREKSI KERAS LEBIH 95RIBU KENCENG! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Pengukuran lilit batang dilakukan untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman dan terutama untuk menentukan waktu matang sadap. pemeliharaan tanaman karet belum menghasilkan (10). perawatan tbm (4). MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU KumpulBlogger. pemupukan tbm karet (23). Tanaman karet baru dapat disadap jika (1) lilit batangnya pada ketinggian 1 m dari pertautan lebih besar atau sama dengan 45 cm dan (2) 60% dari populasi. usaha Budidaya Tanaman Karet Flickr : Pengelolaan Tanaman.

binaukm com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belummenghasilkan-tbm-dalam-usaha-budidaya-tanaman-karet/ (2).Cara pemeliharaan dan pemupukan pohon karet (1). 2. Pemupukan dan Merawat pohon karet (2). gulma terdapat di tm apa di tbm (1). toping tanaman teh (1). penyakit batang pada TBM 3 tanaman karet (1). Penyakit pada karet TBM (1). pupuk sawit tbm (1). pemupukan tbm (1).menghasilkan dan tanaman menghasilkan (2). Rekomendasi pemupukan karet TBM(1). cara topping tanaman durian (1). Penjelasan tentang pemberian Perlakuan khusus pada tanaman (1). tanaman belum menghasilkan pelakuannya secara akuntansi (1). tbm (tanaman karet) (1). karet belum menghasikan (1). Upaya mempersingkat tanaman belum menghasilkan tanaman karet (1). metode sensus pohon (1). pengendalian gulma dengan cara irigasi (1). pemupukan pohon karet (1). Cara mempercepat lilit batang karet (1). Dosis pemupukan tanaman karet TM dan TBM (1). perlakuan akuntansi untuk tanaman yang belum menghasilkan (1). pembentuka cabang pada tanaman karet (1). peraturan tanaman belum menghasilkan (1). mengatasi hama rayap durian (1). Tanaman belum menggasil kan (1). Teknik pempercepat lilit batang karet (1). www cara mengatasi hama rayap pd karet com (1). 3. 4. teknik toping pada pohon karet (1). metode pengolahan tanaman sawit (1). pengendali hama rayap putih di tanaman karet (1). 5. Dosis anjuran umum pemupukan tanaman karet tbm dan tm (1). Cara memberantas rayap pada tanaman karet (1) 1. jurnal pada akuntansi tanaman belum menghasilkan (1). kesimpulan makalah karet(2). sensus pada tanaman teh (1). Obat rayapuntuk tanaman sawit usia lima tahun (1). sensus tanaman manghasilkan (1).mengatasi rayap dipohon sawit (1). umur pemenggalan karet (1). kebutuhan pupuk karet tbm (1). Cara perawatan tanaman karet TBM (1). Artikel Terkait: Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun) PERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET http://binaukm.com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belum-menghasilkan-tbm-dalam-usahabudidaya-tanaman-karet/ . cara sensus tanaman (1). Mengapa mulsa jerami di berikan pada daerah perakaran (1). Pemeliharaan karet tanaman belum menghasilkan (1). Cara pembasmi rayap pd tanaman karet (1).

Penyiangan Areal 1. bebas lalang W4 : 50% kacangan + 50% gulma lunak. Terdiri atas : TBM 0: menyatakan keadaan lahan sudah selesai dibuka. bebas lalang W3 : 70% kacangan + 30% gulma lunak. berlangsung 30 – 36 bulan.PERAWATAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN A.    kacangan TBM 1 : tanaman pada tahun ke I ( 0-12 bulan ) TBM 2 : tanaman pada tahun ke II (13-24 bulan ) TBM 3 : tanaman pada tahun ke III (25-30 atau 36 bulan ) B. Penutup Tanah (M/P/W) Klasifikasi penutup tanah :      W0 : belum ada tanaman penutup tanah W1 : 100% penutup tanah kacangan W2 : 85% kacangan + 15% gulma lunak. bebas lalang P = penyiangan W = weeding W = menyiang Beberapa jenis gulma di perkebunan : Kategori Jahat/sangat mengganggu Nama Latin Imperata cylindrica Mikania micrantha Nama Indonesia/Daerah Lalang Sembung rambat . Pengertian TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) Masa sebelum panen ( dari saat panen pertama ). ditanami penutup tanah dan kelapa sawit sudah ditanam pada titik pancang.

tembelekan Harendong Senduduk Rumput pahit/pahitan Rumput pahit/buffalo grass Teki Pakis kawat Pakis kadal Wedusan. kucingan Pls kucingan Putihan Tahi ayam.Mikania cordata Mimosa pudica Mimosa invisa Eupatorium odoratum Lantana camara Clidemia hirta Melastoma affine Axonopus compressus Paspalum konjugatum Cyperus rotundus Gleichenia linearis Dryopterus arida Sedang dan lunak Ageratum conyzoides Borreira latifolia Borreira laevicaulis Phyllanthus niruri Mikania Putri malu. babandotan Kentangan Rumput kancing ungu Meniran Kriteria pekerjaan : .

Rumput-rumput dan gulma lain dibersihkan semua. pahitan. 2. 1 kali/2 bulan. 4 HK/ha 2.5 m.75 HK/ha Piringan 3. Bila vegetasi > 70 cm dengan dibabat. teki (lihat daftar gulma) Kacangan yang merambat ke pohon kelapa sawit diturunkan Gulma lunak tidak perlu diberantas. lalang. pakis.4 D-Amien. 0.6 l/ha+0. Cara dengan menggaruk/mencabut gulma. 3-4 HK/ha. TBM 2 : W1. 0.5-1 HK/ha. sintrong Penyiangan :    Bulan 1-4 Bulan 5-7 Bulan 8-22 Gawangan : intensif jarak 2-2-2-3-3-4-mg . 2 = 1 HK/ha TBM 3 = 0. 4 – 6 HK/ha : 1x/2 bulan . wedusan.5-1 HK/ha   TBM 1 s/d TBM 2 = 1 x/bulan TBM 3 = 1 x/2bulan Secara khemis : Round up 0.       TBM 1 : W1 penutup tanah seluruhnya (100%) kacangan. 1x/bulan   TBM 1 : jarak dari pohon 1. 8 HK/ha : 1x/bulan .   TBM 1. Secara manual : digaruk dengan arah keluar dan kedalam piringan secara bergantian. mikania. 4-5 HK/ha. 1 kali/bulan . seperti pada TBM 1 TBM 3 : W3 Penutup tanah terdiri dari 70% kacangan + 30% gulma lunak Yang diberantas adalah gulma jahat.5 l/ha.0 m. TBM 2 : jarak dari pohon 1. .

0. TBM 2 : 1 jalan pikul untuk 4 baris tanaman. Secara khemis disemprot dengan herbisida. 3-4 HK/ha. 1x/2-3 bln. 1x/3 bln. 0. 400 m/HK.0 m.5% = 0. Alat : cangkul. 1 HK/ha 4.    TBM 1 : 1 jalan pikul untuk 8 baris tanaman. Membuang / mendongkel anak semak anak kayu yang ada di areal dengan cangkul. 1x/2-3 bln. 400 m/HK. 1x/2bln. TBM 3 : 1 jalan pikul untuk 2 baris tanaman. Dongkel Anak Kayu 5.5% + Round up 0.5 HK/ha. · ·    Kain lap dicelupkan kedalam larutan herbisida.5 l/100 l air/ha Pengendaliaan Lalang TBM 1.5-1 HK/ha   Gramoxone (parakuat) 0. Herbisida jangan sampai mengenai tajuk kelapa sawit. 0. Pangkal lalang dibersihkan dulu dengan arit.5% = 0.4 D. Cara : Tanaman penutup tanah yang berada ditengah gawangan dibuka bersih menjadi jalan kontrol/pasar pikul. Jalan Pikul    Membuat jalan pikul sebagai jalan untuk pemeliharaan tanaman. 1x/2 bln Round up.6%. 25 cc/ltr air/ha. 2 HK/ha . 0. parang babat.3 – 0. 400 m/HK.5 l/ha. C. kemudian di lap dari bawah ke atas sampai basah. Sebagai tanda sudah di lap ujung daun lalang dipotong/diputuskan.2 : dengan garuk/ garpu lalang TBM 3 : dengan wiping. TBM 3 : jarak dari pohon 2.6 HK/ha.5 l/100 l air/ha Round up (gliphosate) 0. Pemeliharaannya dengan cara manual/garuk atau dengan khemis di semprot dengan herbisida + 2.Amine 0. Lebar : 80 – 100 cm.

Bahan 30 m padas dan 1. Parit Drainase ·     Mencuci parit ( C ) Bersihkan parit-parit yang ada dari hilir ke hulu. NOZZEL Merah Biru VLV 200 VLV 100 Vol semprot / ha 600 – 1000 ltr 400 – 600 ltr 200 ltr 100 ltr Lebar Sapuan 2. C (m/HK ) P 25 D (m/HK ) 15 .0 m 1.100 m/HK.0 m 2. 1x/6 bln.0 m D. 0. Rumput-rumput di tebing parit dibabat.3 m 2.5 m sirtu (pasir batu).   Pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standart 10 m/ha/th.· Ketentuan dalam penggunaan nozzel untuk penyemprotan. 1x3 bln. Mendalamkan Parit ( D ) Ukuran dan bentuk dipertahankan seperti semula.2 JKT/ha Pemeliharaan rutin dengan cara membabat rumput – rumputnya. Pemeliharaan Jalan. E.

Pohon yang miring atau kurang tegak diluruskan. 30 m/HK. Cara-caranya seperti pada tanaman kelapa sawit. Konsolidasi Dilakukan pada TBM 1.5% TBM 3 =1% Penyisipan dilaksanakan pada musim hujan. Tapak Kuda 20 30 40 S (sekunder) T (tertier) K (kuarter) Tapak kuda dipelihara. Bila perlu ditopang dengan bambu atau kayu. K. Pemeliharaan 1 tahun sebanyak 25% (rotasi 1x/4 th ). G. J. Dilakukan secara manual dengan cangkul. Benteng dan Rorak Secara manual. 25% per tahun. Teras Kontur Teras kontur dipelihara pada bentuk dan ukuran semula. H. I. Penyisipan    Pohon yang mati/tidak normal diganti dengan bibit yang baru. Jumlah sisipan yang normal : TBM 1 = 5% TBM 2 = 2. Pemeliharaan tiap 1 tahun sebanyak 25% dari jumlah yang ada. 10 sat/HK.10 pk/ha. 30 m/HK. dipelihara seperti bentuk semula. dipertahankan pada bentuk semula. caranya dengan sedikit menimbun tanah kemudian dipadatkan. Saat mendapatkan diperhatikan lurus/mata lima dengan tanaman yang lainnya.S 40 T 60 K 90 Parit : P (primer) F. Titi Panen .

: 0. Penentuan jumlah dan panjang titi panen harus didasarkan data sensus yang benar Lebar titi panen bergantung kepada kebutuhan dan harus dapat dilalui angkong dengan ketentuan lebar titi panen sekitar 20 cm.8 HK/ha tiap jenis pupuk. : 0. Pemupukan Jenis dan dosis pupuk TBM mengikuti pedoman pada Bab Pemupukan.8 HK/ha.18 HK/ha. : 0. Dibuat pada tempat-tempat yang di perlukan atau jumlahnya tergantung dari jumlah parit dan saluran air. Ukuran 2 x 2 meter. Panjang titi panen bergantung pada lebar parit dan saluran air. Memasang 10 – 15 m/HK. : 0.56 HK/ha.     Untuk mempermudah pemanen mengambil/mengangkut buah.30 HK/ha. Pemasangan : pada TBM 1= 25 % TBM 2 = 25 % TBM 3 = 50 % L. 1x/th N. Inventarisasi Pohon Dilakukan 1x/tahun dengan memetakan dan menghitung jumlah pohon yang ada di lapangan.04 HK/ha.5 – 0. . 2x/th. dengan rincian umum:      Membuat administrasi persiapan Mengangkat pupuk Menabur pupuk Mengumpul goni Jumlah : 0. Standart tenaga tenega kerja 0. Jarak antar TPH + 50 m ( tiap 6 gawangan ). 0. Bahan : Jembatan/titi Kayu/beton.5 – 0. Penutup tanah/rumput dibersihkan dengan cangkul.04 HK/ha. M. Tempat Pengumpulan Hasil     Dibuat 3 – 6 bulan sebelum panen.

Kastrasi. 0. 2 tahun setelah tanam : 200 kg RP/ha. 3 bulan setelah tanam : 80 kg RP/ha. Q.5 HK/ha Sensus global. · Membuang bunga jantan dan betina. 0.04 -0.06 HK/ha. 1 KCD (Kesatuan Contoh Daun) diambil dari setiap blok (16-25 ha). 1 HK/ha. 1x/ bulan. 6 bulan setelah tanam : 120 kg RP/ha. Cara : dengan mengamati tiap pohon dan hasilnya digambarkan pada peta sensus. o . Analisa Daun    Contoh daun mulai diambil pada masa TBM 3.04 HK/ha. 1 tahun setelah tanam : 150 kg RP/ha. R. Dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14 – 18 ) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%.5 HK/ha. Monitoring Pembungaan   Mencatat pohon-pohon yang telah mengeluarkan bunga. 1x/bln. 1x/bln. 1x/2 mg. 0. P. karena :   Buah yang jadi belum ekonomis di panen karena belum merata. Sensus efektif dilakukan bila terdapat petunjuk adanya kenaikan tingkat serangan hama/penyakit. Hama dan Penyakit    Lihat pada bab Hama dan penyakit. Pohon contoh dan cara pengambilan contoh daun dapat dilihat pada bab pemupukan.· Kacangan penutup tanah dipupuk sebagai berikut :      3-4 minggu setelah tanam majemuk Rustika 15-15-6–4 sebanyak 40 kg/ha. 1x/bln. Energi agar dimaksimalkan untuk pertumbuhan vegetatifnya. 0. O.

ziddu. http://www.pdf. 1 HK/ha Semua cabang kering dipotong mepet ke pangkal batang dengan alat dodos.html 3.pdf. pelepah jangan terpotong. Tunas Pasir   Dilakukan 1 kali saja pada saat umur tanaman 18 atau 24 bulan.html .com/download/10565774/Budgetperawatanpe rTahuntbm2. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos.com/download/10565885/RunningCostTBMI.ziddu.com/download/10565666/Budgetperawatanpe rTahuntbm0-1.com/download/10565838/Budgetperawatanpe rTahuntbm3.html 2. http://www.html 2.pdf.com/download/10565949/RunningCostTBMII.o Cara : Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar. Standard Kebutuhan HK dan Material 1.ziddu.com/download/10567585/STANDARKEBUTUH ANHKMATERIALTBM.html Biaya Estimasi Budget Perawatan dapat di download disini 1. S. http://www.ziddu.ziddu. pdf.html Biaya Running Cost Versi Lain nya dapat di download disini 1.pdf. http://www. http://www.ziddu. http://www.pdf.

com/download/10566002/InvestasiAlat.ziddu.pdf.ziddu.com/download/10566035/EstimasiRuningcost Alat.pdf.3.com/download/10565968/RunningCostTBMIII . http://www.ziddu.com/download/10617556/KASTRASIDANPENYERBUKA NBANTUAN.html .html Tata Cara Kastrasi dapat di donlod disini 1.ht m 2.pdf.html Biaya Investasi Alat dan Perawatan Alat 1. http://www. http://www.pdf.ziddu. http://www.