Budidaya Kelapa Sawit

BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

JUNI 25, 2011 TINGGALKAN KOMENTAR

LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2009/2010 BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI PT. SAMPOERNA AGRO TBK., SUMATERA SELATAN Disusun oleh: Nama : Puput Ninggariawan I NIM : 05/185946/PN/10358 Program Studi : Pemuliaan Tanaman Jurusan : Budidaya Pertanian Dosen Pembimbing : Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc. JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKEDEMIK 2009/2010 I. LATAR BELAKANG Komoditi perkebunan memiliki peranan yang nyata dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan devisa negara. Salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia adalah kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan primadona ekspor non migas, oleh karena itu komoditi ini selalu menjadi pilihan banyak pengusaha untuk menanamkan modalnya. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dimulai sejak tahun 1911 di Sumatra Utara. Sejak saat itu perkebunan kelapa sawit mengalami banyak kemajuan sampai dengan pecahnya perang pasifik pada tahun 1940. Kemajuan perkebunan kelapa sawit ini didukung oleh lembaga-lembaga penelitian yang telah berdiri sampai dengan sekarang ini (Mangunsoekarjo dan Tojib, 2003). Ke1apa sawit bukan tanaman asli Indonesia namun saat ini kelapa sawit menjadi salah satu sumber daya pangan, pemasok kebutuhan minyak nabati nasional menggantikan ke1apa (Cocos nucifera). Di Indonesia minyak kelapa sawit mentah mulai dipergunakan sebagai bahan minyak goreng pada tahun 1980 ketika terjadi kelangkaan minyak goreng (Anonim, 1997). Produk utama kelapa sawit yang dimanfaatkan adalah tandan buahnya yang menghasilkan minyak dari daging buah dan kernel (inti sawit). Industri olahan minyak kelapa sawit dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu dalam industri pangan (misalnya pembuatan minyak goreng, lemak pangan, margarin, kue, es krim, dan permen) dan dalam industri non pangan (misalnya pembuatan sabun, detergen, dan surfaktan, pelunak, pelapis, ramuan komponen karet, pelumas, dan kosmetik. Pada saat ini telah dikenal beberapa varietas unggul kelapa sawit yang dianjurkan untuk ditanam di perkebunan. Varietas-barietas unggul tersebut dihasilkan melalui hibridisasi atau persilangan buatan antara varietas Dura sebagai induk betina dengan varietas Pisifera sebagai induk jantan. Terbukti dari hasil pengujian yang dilakukan selama bertahun-tahun, bahwa varietas-varietas tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya (Setyawibawa dan Widyastuti, 1998). PT. Sampoerna Agro Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kelapa sawit. Pelaksanaan pembudidayaan yang telah bertahun-tahun ini membuat perusahaan telah berpengalaman dalam

pengembangan, pendekatan sosial dan lingkungan. Selain itu, luas areal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut membuktikan bahwa perusahaan tersebut terus berkembang seiring dengan waktu. Areal penanaman kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Sampoerna Agro tersebar di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah (Anonim, 2006). II. TINJAUAN PUSTAKA Tanaman kelapa sawit berasal dari Guinea (pantai barat Afrika). Tanaman kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) termasuk anggota famili Palmae yang merupakan golongan tanaman keras penghasil minyak nabati. Berdasarkan taksonominya, tanaman kelapa sawit termasuk ke dalam divisi Tracheophita, kelas Angiospermeae, subkelas Monocotyledoneae, ordo Cocoideae, famili Palmae, subfamili Elaeis, spesies Elaies guineensis Jacq (Corley, 1976). Kelapa sawit termasuk tanaman berumah satu (monocious) yaitu tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman. Kedua jenis bunga tersebut keluar dari ketiak pelepah daun dan berkembang secara terpisah. Bunga dapat menyerbuk sendiri maupun menyerbuk bersilang. Tanaman kelapa sawit dapat dibagi menjadi bagian vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif terdiri atas akar, batang, dan daun, sedangkan bagian generatif yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan adalah bunga dan buah (Mangoensoekarjo dan Tojib, 2003). Deli Dura merupakan induk bagi sebagian besar tanaman kelapa sawit komersial yang saat ini ditanam di dunia. Material genetik lain yang dimiliki PPKS merupakan hasil introduksi dari Afrika maupun Amerika Selatan. Salah satu material yang diintroduksi dari Zaire adalah Tenera/Pisifera Binga, dilakukan pada 1987 oleh Balai Penelitian Perkebunan Medan. Material ini akan menjadi fokus penelitian pada 2006 untuk tujuan karakterisasi dan eksploitasi, mengingat mempunyai prospek dan potensi untuk dikembangkan terutama dari karakter kandungan minyak yang tinggi dan pertumbuhan meninggi yang lambat (Purba et al., 2006). Kegiatan karakterisasi mengacu pada Descriptor for Oil Palm. Karakter yang diamati adalah seluruh bagian tanaman yang dapat diidentifikasi sebagai pembeda dengan tanaman kelapa sawit lain. Pembeda yang dimaksud harus mengacu pada kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan suatu varietas. Hal ini merupakan standar yang ditetapkan oleh Kantor Pusat PVT Jakarta untuk pengajuan koleksi yang akan dilindungi, sedangkan keragaan hasil silang balik antara Elaeis oleifera dan Elaeis guineensis antara lain laju pertumbuhan meninggi yang lambat pada beberapa persilangan yang terbaik, yaitu berkisar antara 30–40 cm/thn, kemudian memiliki karakter tajuk kecil sehingga dapat ditanam dengan densitas tinggi per hektar, memiliki kualitas minyak yang cukup baik jika ditinjau dari kandungan oleat, asam lemak tidak jenuh, beta karoten yang lebih tinggi dibandingkan Elaeis guineensis, dan apabila ditinjau dari hasil analisis pada satu populasi silang balik generasi pertama maka dapat ditemukan rerata kandungan beta karoten lebih tinggi dari 1000 ppm, bahkan nilai tertinggi dapat mencapai 2118.63 ppm (Purba et al., 2006). Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh baik pada daerah tropikal basah di sekitar lintang utara-selatan 12° pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut. Jumlah curah hujan yang baik adalah 2000-2500 mm/tahun, tidak memiliki defisit air, suhu optimal adalah 24-28° C dengan suhu minimum 18°C dan maksimal 32°C, kelembaban udara 80%, penyinaran matahari 5-7 jam/hari dan kecepatan angin 5-6 km/jam. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, hidromorfik kelabu (HK), regosol, andosol, organosol dan alluvial. Sifat fisik tanah yang baik untuk kelapa sawit yaitu memiliki solum setebal 80 cm, tekstur ringan, memiliki pasir 20-60%, debu 10-40%, dan liat 20-50%, kemudian memiliki perkembangan struktur baik, konsistensi gembur sampai agak teguh dan permeabilitas sedang, pH tanah sekitar 5-5½, dan memiliki kandungan unsur hara dalam tanah yang tinggi (Lubis, 1992). Benih kelapa sawit mengalami dormansi (keadaan sementara istirahat tanaman) yang cukup panjang. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi (400 C selama 80 hari) untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaaban 60-80 % dengan temperatur 35 oC. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm, optimal 2.000-3.000 mm/tahun. Kelapa sawit tumbuh

baik pada tanah dengan struktur gembur atau remah yang cukup tebal lapisannya dan banyak mengandung humus dan mineral. Permukaan air tanah harus cukup dalam, sebab perakaran kelapa sawit tidak berkembang baik pada air tanah yang dangkal (Heurn, 1985). Pengolahan tandan buah segar sampai diperoleh minyak sawit kasar (Crude Palm Oil, CPO) dan inti sawit dilaksanakan melalui proses yang cukup panjang. Secara ringkas urutan pengolahan kelapa sawit yang dimaksud adalah sebagai berikut (Setyawibawa, 1998) : a. Pengangkutan buah dari kebun ke pabrik b. Perebusan buah (sterilisasi) c. Pelepasan buah (stripping) dari tandan dan pelumatan (digesting) d. Pengeluaran minyak (ekstraksi) e. Pemurnian dan penjernihan minyak (klarifikasi) f. Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah g. Pengeringan dan pemecahan biji h. Pemisahan inti dari cangkang Pembibitan kelapa sawit biasanya memerlukan waktu selama 12 bulan sampai siap ditanam ke lapangan, yang terdiri dari 2 tahap yaitu 3 bulan pembibitan awal (pre-nursery) dan 9 bulan pembibitan utama (main-nursery). Terkadang pembibitan kelapa sawit ada yang lebih dari 12 bulan berhubung terlambat dipindah ke lapangan, karena beberapa pertimbangan (Siregar dan Purba, 1992). Perawatan tanaman merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dan menentukan masa produktif tanaman. Perawatan bukan hanya ditujukkan terhadap tanaman semata, tetapi juga pada media tumbuh (tanah). Perawatan tanaman kelapa sawit meliputi penyulaman, penanaman tanaman sela, pemberantasan gulma, pemangkasan, pemupukan, kastrasi dan penyerbukan buatan (Syamsulbahri, 1996). Panen dan pengolahan hasil merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Kegiatan ini memerlukan teknik tersendiri untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Hasil panen utama dari tanaman kelapa sawit adalah buah kelapa sawit, sedangkan hasil pengolahan buah adalah minyak sawit. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Pelaksanaan pemanenan perlu memperhatikan beberapa kriteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengan kualitas minyak yang baik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen, cara panen, alat panen, rotasi dan system panen, serta mutu panen (Fauzi et al., 2002). III. ISI A. Keadaan Umum Kebun Hikmah Dua 1. Sejarah Kebun Kebun Hikmah Dua (HD) merupakan bagian dari PT Telaga Hikmah yang menjadi anak perusahaan dari PT Sampoerna Agro Tbk. Sebelumnya PT Telaga Hikmah merupakan bagian dari PT Tania Selatan yang kemudian dijual kepada PT Selapan Jaya. Pada pertengahan 2007 PT Sampoerna Agro mengambil alih kepemilikan kelompok PT Selapan Jaya termasuk di dalamnya adalah PT Telaga Hikmah. Keadaan Fisik Kebun Kebun HD terletak di Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir. Berikut batas-batas Kebun Hikmah Dua : - Utara : Desa Pulau Geronggang - Selatan : Desa Embacang (Kebun Hikmah Tiga) - Barat : Desa Maribaya - Timur : Desa Kayu Labu (Kebun Hikmah Lima) Jarak antara Kebun HD dengan ibukota kabupaten ± 3 jam, sedangkan dengan ibukota propinsi ± 7 jam dengan menggunakan roda empat pada keadaan lancar. Kebun HD memiliki kontur tanah yang bergelombang dengan

kemiringan hingga ± 15º dengan ketinggian 0-50 m dpl. Temperatur harian di kebun HD belum pernah dicatat sebelumnya, namun diperkirakan 25º C pada malam hari dan 36º C pada siang hari. Curah hujan di kebun HD sendiri cukup tinggi dengan 2000 mm per tahunnya. 2. Struktur Organisasi Kebun HD dipimpin oleh seorang senior manajer yang membawahi langsung asisten-asisten divisi dan KTU. Kebun HD terdapat 3 divisi inti, 2 plasma, serta 1 bibitan, sehingga ada 6 asisten divisi. Sedangkan untuk bagian administrasi dipimpin oleh seorang asisten kantor (KTU). Selain itu terdapat karyawan baik pegawai bulanan (PB), karyawan harian tetap (KHT), serta karyawan harian lepas (KHL). Pada bagian tata usaha kebun KTU dibantu oleh 9 orang kerani dengan pembagian 1 kerani pembukuan, 1 kerani administrasi, 1 kerani alat berat, 1 kerani produksi, 1 kerani divisi inti, 1 kerani divisi plasma, 1 kerani divisi bibitan, 2 kerani gudang. 3. Fasilitas Kebun Kebun HD memiliki fasilitas perumahan (kamp) karyawan baik G1, G2 maupun G6 yang secara keseluruhan berjumlah ± 250 pintu dengan lebih dari 200 kepala keluarga. G1 merupakan perumahan menejer, G2 untuk asisten lapangan, KTU, dan satpam. Sedangkan G6 untuk karyawan baik PB, KHT maupun KHL yang berasal dari kerani, pemanen, sopir, hingga pemuat. Kebun HD juga dilengkapi dengan sarana ibadah (mesjid), sarana olahraga (lapangan bola kaki, tenis meja, lapangan bulu tangkis, dan lapangan bola voli). Selain itu, Kebun HD menyediakan fasilitas air dan listrik gratis bagi masyarakat yang tinggal di kamp Kebun HD. Gambar A.3.1. Kiri: Perumahan Karyawan; Kanan: Mesjid Baitur Rahman. Kebun HD memiliki kantor yang terletak di sebelah timur kamp. Fasilitas yang terdapat di kantor terebut adalah 4 buah komputer (3 administrasi dan 1 KTU), 2 buah printer dot matrix (Epson LQ 2180), 1 buah mesin fotokopi, scan dan printer (Minolta), 2 buah pendingin udara / AC (ruang menejer dan ruang rapat), 5 set meja kerani, 6 set meja asisten, 1 set meja KTU dan 1 set meja menejer serta 1 set sofa tamu. Selain itu, juga terdapat 3 buah kipas angin, masing-masing di ruang kerani, ruang administrasi dan ruang KTU. Gambar A.3.2. Kiri: Gudang; Kanan: Ruang administrasi. B. Budidaya Kelapa Sawit 1. Persiapan dan Pengolahan lahan Persiapan lahan merupakan tahap awal dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Ruang lingkup dari tahap ini adalah pra survey, survey, merintis dan pengukuran lahan serta koordinasi ke instansi terkait. Kegiatan pra survey departemen GAL dan menejer kebun bersama dengan asisten melakukan peninjauan dan meneliti calon kebun secara langsung guna mendapatkan informasi data kesesuaian dan ketersediaan lahan, tenaga kerja, pra sarana, partisipasi masyarakat serta dukungan pemerintah setempat. Sedangkan kegiatan survey dilakukan oleh menejer kebun dan asisten bersama instansi pemerintah (Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup / Bapedalda, Tokoh Masyarakat) untuk menilai status legalitas dan kesesuaian lahan. Maksud survey areal adalah untuk menentukan batas areal, luasan yang akan ditanami kelapa sawit, situasi vegetasi, topografi dan batas konsesi areal yang dicadangkan. Dari hasil survey ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan sistem pengawetan tanah, air, penentuan sistem jaringan jalan, emplasmen, kantor, perumahan dan pabrik. Sedangkan merintis dan pengukuran lahan adalah kegiatan pengukuran keliling lahan yang akan dijadikan kebun sesuai dengan peta pencadangan lahan. Dalam pembukaan lahan perlu diperhatikan beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, yaitu: - Cagar budaya atau situs - Flora dan fauna yang dilindungi - Kelerengan tanah - Pohon tempat sarang burung dan lebah - Sempadan pantai (minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi) - Sempada sungai (100 meter kanan kiri sungai besar, 50 meter kanan kiri anak sungai di luar pemukiman, dan 10-15 meter di daerah pemukiman)

Untuk blok yang berbatasan langsung dengan hutan.26 meter dan pada utara selatan dengan jarak 1.Diameter 10 – 20 cm tinggi maksimum 40 cm dari permukaan tanah. Menumbang adalah kegiatan menebang pohon kayu yang berdiameter lebih dari 10 cm yang biasanya dilakukan dengan menggunakan traktor. . Apabila kegiatan merumpuk dilakukan dengan menggunakan alat berat. juga dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya erosi. menumbang. Penumbangan dimulai dari pinggir ke tengah berbentuk spiral dan pohon ditumbangkan ke arah luar agar tidak menghalangi jalannya traktor. Namun adakalanya penanaman kacangan . terasan (bentuk permukaan tanah yang dibuat berjenjang/bertingkat untuk membatasi aliran air dipermukaan tanah). Kayu hasil tumbangan ditumpuk memanjang arah utara selatan yang berjaraj sekitar 50-100 meter. Pancang stacking / rumpukan adalah kegiatan pengukuran dan pemancangan letak rumpukan yang akan dikerjakan secara mekanis maupun manual. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pekerjaan menumbang dengan traktor.1. Pengukuran dilakukan dengan mengikuti arah rintisan dan memasang pancang ukuran 2 meter pada setiap jarak 50 meter. Cara pengumpulan kayu hasil merumpuk juga sama dengan menumbang. Blok adalah suatu kesatuan administrasi terkecil sesudah divisi.1. maka dilanjutkan dengan penebangan dan pembersihan lahan. Selain itu. Merumpuk adalah kegiatan memotong cabang serta ranting-ranting hasil imasan den tebangan kemudian dikumpulkan di gawangan.Kawasan sekitar mata air (200 meter di sekitar mata air) Tahap selanjutnya adalah pengukuran blok. Dalam kegiatan menumbang terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan mengenai tinggi tebangan yang disesuaikan dengan diameter tanaman. dan penetapan areal konservasi. perlu diperhatikan lingkungan sekitar sehingga dapat ditetapkan areal konservasi. Penetapan areal konservasi berdasarkan Keppres No. Penanaman kacangan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Namun apabila tidak bisa ditumbangkan dengan traktor. maka disebut dengan mechanical stacking.Diameter 21 – 30 cm tinggi maksimum 60 cm dari permukaan tanah. Bagain-bagian dari konservasi tanah dan air seperti tapak kuda (suatu bentuk permukaan tanah yang ditinggikan dengan kemiringan sebesar 15º). pancang stacking. Selain itu untuk membersihkan lalang juga dapat digunakan herbisida. Pembuatan blok dilakukan setelah proses pengukuran dan pemetaan selesai dengan ukuran setiap blok masing-masing 100 (seratus) Ha dan setiap blok dibagi menjadi 4 (empat) petak yang luasnya 25 Ha. Dalam penebangan dan pembersihan ini meliputi kegiatan mengimas. . Setalah pengukuran blok selesai. Gambar B.. mengurangi biaya produksi serta meningkatkan produksi kelapa sawit. . Benteng Tahap terakhir dari persiapan lahan adalah penanaman kacangan. Mengimas dilakukan dengan tenaga manusia dengan menggunakan parang.Diameter > 75 cm tinggi maksimum 150 cm dari permukaan tanah. Mengimas adalah kegiatan membabat semak belukar dan pohon kayu yang berdiameter kurang dari 10 cm. 32 Tahun 1990. Penanaman kacangan dilakukan sebelum penanaman kelapa sawit dilaksanakan. Ketika melakukan pengukuran blok. Sedangkan peringgan batas adalah batas antara kebun dengan areal hutan areal perkebunan lain. perkebunan lain. Pengelolaan ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya genangan air ketika musim hujan atau kekeringan ketika musim kemarau.Kawasan sekitar danau atau waduk (50-100 meter dari titik pasang tertinggi) . benteng (bentuk permukaan tanah yang ditinggikan yang berasal dari galian tanah dan telah dipadatkan. Setelah pembersihan lahan selesai dibuat dan pengukuran blok selesai dilaksanakan. . Pada setiap jarak antara timur-barat 1. atau pemukiman dilakukan pembuatan peringgan batas. rorak (lobang bekas galian tanah yang digunakan untuk benteng yang berbentuk trapesium terbalik) dan parit (saluran air yang dibentuk secara manual maupun mekanis). pembuatan peringgan batas.009. Pengukuran blok dilakukan dengan menggunakan Theodolit untuk menentukan arah rintisan garis batas blok utara – selatan dan timur – barat. dapat menggunakan gergaji rantai (chain saw). pembuatan blok.036 meter dipasang pancang dengan ukuran 4 meter yang ujungnya diberi cat berwarna merah. merumpuk. mechanical stacking dan semprot alang-alang. dilanjutkan dengan pengelolaan tanah dan air.Diameter 31 – 75 cm tinggi maksimum 100 cm dari permukaan tanah. tahap ini meliputi kegiatan kerja pengukuran.

Sedangkan untuk jalan tengah atau jalan 13 dibuat bersamaan dengan pembuatan jalan setapak 1 : 16. Kanan: Penanaman kelapa sawit Setelah pembuatan lobang tanam selesai dilakukan.01 m dalam bentuk segitiga sama sisi dengan kerapatan 135 pkk/ha. Penanaman Kelapa Sawit Penanaman kelapa sawit baru dapat dilaksanakan setelah semua kegiatan persiapan lahan selesai. Untuk areal tanaman yang sulit ditempuh dengan menggunakan truk. maka dilakukan pembuatan lobang tanam.25 m x 9. Calopogonium muconoides (CM). dapat digunakan samapat atau tongkang.25) x (6 x 16. Pancang tidak boleh dicabut pada saat pembuatan lobang. Kiri: Pembukaan polibag.2. Jalan setapak dibuat arah .2. jalan setapak 1 : 2 (28-32 bulan). Arah baris tanaman umumnya utara selatan dan pada keadaan tertentu dapat diubah dan disesuaikan dengan keadaan topografi. Sebelum dilakukan penanaman. Sebelum lobang dibuat lebih dahulu sampah dan tunggul dibersihkan dan permukaan tanah diratakan.120 m (11 x 9. Jarak tanam 9. Setelah itu secara berurutan bibit diangkat sampai ke pinggir jalan (pancang ke-1). Pembibitan kacangan Penanaman kacangan dilaksanakan pada musim hujan untuk memastikan tanaman kacangan dapat tumbuh dengan baik. Hal ini karena perusahaan mengejar masa tanam yang singkat. semprot hama dan penyakit. 2. Selain itu. Gambar B. hingga akhirnya nanti menjadi jalan ketika panen dilaksanakan. dimulai dengan jalan setapak 1 : 16 (3-6 bulan). jalan setapak 1 : 8 (12-16 bulan). terlebih dahulu dilakukan pemancangan bibit. Pueraria javanica (PJ) dan pupuk RP ( 2 kg CP +2 kg CM + 1 kg PJ + 5 kg pupuk RP). Bibit yang telah disebar tadi kemudian diangkat dengan cara dipanggul dan ditempatkan pada pancang terjauh (pancang ke-14). Sebelum dilakukan penanaman kacangan terlebih dahulu areal disemprot dengan menggunakan herbisida sehingga areal bersih dari gulma. penyisipan.75 m x 96. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dimulai dengan pembuatan jalan setapak. Ukuran lobang minimal 50 x 50 x 40 cm sehingga bibit tertanam sampai batas leher akar.2. maka bibit yang telah dipesan sebelumnya didistribusikan ke areal. Lobang tanam dibuat 10 cm di sebelah selatan pancang. Kacangan berfungsi sebagai penutup tanah sehingga diharapkan tidak ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit. sensus pokok. 3-4 hari setelah penanaman dilakukan konsolidasi untuk memastikan bahwa bibit kelapa sawit tersebut tertanam dengan benar (tidak miring atau tumbang).1. Gambar B. Setelah dilakukan pemancangan. 3.1. Kiri: Pemancangan. Jalan setapak dibuat secara berkala.25 m x 9. serta gulma). Penerimaan bibit diselesaikan perpetak dalam kelompok varietas yang sama sehingga diperoleh penanaman yang seragam untuk setiap blok. Setiap tumpukan bibit berjumlah 27 pokok untuk 2 baris atau pada areal yang tidak penuh (abnormal) pancang tanam harus terlebih dahulu dihitung sehingga dapat disesuaikan jumlah bibit yang akan diturunkan. Bibit yang dibawa oleh truk diturunkan ditempat yang telah diberi pancang. kacangan juga mampu membantu mengikat N sehingga meningkatkan kandungan N di dalam tanah.dilaksanakan setelah kelapa sawit ditanam. Penanaman kelapa sawit dilaksanakan dengan memotong plastik dasar polybag pada lobang tanam kemudian mengangkat plastik tersebut ke atas dan mengikatnya pada daun bibit kelapa sawit untuk memudahkan penutupan lobang. maka areal siap untuk ditanamai kelapa sawit. Apabila penanaman kacangan telah selesai dilakukan. Gambar B. Jalan setapak ini nantinya akan digunakan sebagai jalannya pekerja ketika melakukan perawatan (merumput. jalan setapak 1 : 4 (18-24 bulan).2. Kanan: Pancang yang telah selesai dibuat Pancang tanam yang tepat mengenai tunggul kayu keras dapat dipindahkan dalam barisan tanaman maksimal 100 cm. Posisi bibit ditempatkan dengan berdiri tegak disamping lobang tanam. Pemancangan dimulai dengan membuat pancang kandang yang berukuran 101. Di daerah berbukit dan kontur arah barisan mengikuti arah kontur dan jarak antar kontur adalah proyeksi jarak antara baris.25 m dengan jarak dala baris 8.02) m. Kacangan yang ditanam merupakan pencampuran tiga jenis kacangan yang disertai pupuk dengan perbandingan kacangan Centrosema pubescens (CP).

2. juga dilakukan persiapan untuk panen. juga dilakukan semprot piringan. Perawatan gawangan manual dilakukan dengan cara mencabut. Pencegahan hama dilakukan sedini mungkin untuk menghidari kerugian yang besar akibat serangan hama.apabila terdapat tanaman yang mati atau belum ditanam. Sensus pokok dilakukan satu bulan setelah penanaman dan sensus berikutnya satu kali setahun. Gulma disemprot menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. Pada lap lalang digunakan kain yang telah dicampur bahan herbisida dengan konsentrasi 1% kemudian dilapkan pada lalang dari pangkal batang sampai pucuk daun. Pelaksanaan semprot piringan dilakukan dengan cara menyemprot rumput di piringan pokok dengan menggunakan Knapsack Sprayer. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan/mendung untuk menghindari pencucian herbisida oleh air hujan. Perawatan jalan setapak dilakukan dengan melakukan penyemprotan yang dimulai pada saat tanaman kelapa sawit berumur 12 bulan. pengupasan kulit kayu dilakukan pada tunggul kayu yang masih hidup atau anak kayu yang tidak bisa didongkel dari bawah sampai keatas berkeliling. yaitu spot spraying (kemis) dan lap lalang (manual). Gambar B. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada dipiringan dengan herbisida. Dongkel Anak kayu (DAK) pada TBM. mineral dan air dapat diminimalkan. Penyemprotan piringan dilakukan pada TBM 3 dengan rotasi 4 bulan sekali. baik itu hama daun. Diameter piringan disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman. Selain dilakukan perawatan garuk piringan. Perawatan gawangan ini dapat dilaksanakan secara manual ataupun kemis. Pembuatan TPH dilakukan pada saat tanaman berumur 3 tahun (TBM 3) dengan cara meratakan tanah. Perawatan gawangan secara kemis dilaksanakan apabila gulma di areal lebih dominan. Untuk mengetahui jumlah kelapa sawit yang telah ditanam dan belum ditanam. mendongkel anak kayu. Lalang menjadi perhatian besar karena daur hidupnya sangat singkat dan sangat mudah tumbuh walaupun lingkungannya kurang mendukung. Gambar B. sedangkan jalan tengah / jalan 13 dibuat arah timur–barat dengan panjang 1.3. dan TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Kacangan yang menjalar diatas pokok sawit harus diturunkan. Garuk piringan dilaksanakan dengan cara membersihkan rumput/gulma yang tumbuh di piringan pokok. Pada spot sprayer lalang disemprot menggunakan Knapsack Sprayer yang berisi campuran bahan herbisida secara sporadic dan dilakukan 1 (satu) tahun sekali. Kanan: Piringan yang telah dibersihkan Selain merumput juga terdapat kegiatan perawatan semprot lalang. maka dilakukan sensus pokok. Untuk itu. dan pada TM dilakukan dengan interval 6 bulan sekali. Hasil dongkel anak kayu (DAK) ditempatkan di atas tunggul yang mati atau para-para. Penyisipan dilakukan berdasarkan laporan dari sensus pokok yang telah dilakukan sebelumnya.utara–selatan sepanjang baris tanaman dengan ukuran panjang 250 meter dan lebar 1. tunggul dan kayu dengan ukuran 4 x 7 m. Penyemprotan jalan setapak disesuaikan dengan dosis yang direkomendasikan sesuai dengan anggaran biaya tahunan. Rotasi garuk piringan dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Sebagai contoh adalah pembuata tempat pengumpulan hasil (TPH). selain dilakukan perawatanperawatan rutin. Lalang yang sudah dilap pucuk daunnya dipotong. hama tikus ataupun tirathaba. Selain pembuatan jalan setapak. Rotasi semprot gawangan pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. juga dilakukan kegiatan perawatan seperti perawatan gawangan. Pada masa TBM. Kiri: Semprot lalang. Rotasi penyemprotan dilakukan sebanyak 3 kali setahun. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Rotasi lap lalang dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Garuk piringan ini dilakukan supaya area piringan tanaman kelapa sawit bebas dari gulma sehingga tingkat persaingan tanaman dalam mendapatkan unsure hara.000 m dengan lebar 1.3. di kebun HD dilakukan sensus hama. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Selain rawat gawangan. juga dilakukan garuk piringan pada tanaman kelapa sawit.1. membersihkan rumput. Sedangkan rotasi rawat gawangan manual pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Terdapat dua cara untuk menanggulangi lalang yang tumbuh disekitar pertanaman kelapa sawit. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Sensus hama daun dilaksanakan minimal satu kali sebulan.25 meter. Bila terjadi ledakan serangan hama (out break) maka dilakukan . maka dilakukan penyisipan.25 m.

merawat jalan serta pemupukan.sensus setiap dua minggu sekali pada areal yang terserang berat. Perawatan jembatan darurat dilakukan dengan membersihkan sampah. gawangan dan TPH.Oleh karena itu. dan TPH 2 kali setahun. dilakukan secara manual dengan menggunakan ”dodos modifikasi” berbentuk cangkul. lapuk pada jembatan darurat serta pangkal jembatan di timbun tanah sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan permukaan batang kayu jembatan. Selain itu. Badan jalan produksi dan jalan alternatif yang telah ditumbuhi rumput tidak perlu degrading. Susunan batang kayu yang terlalu merenggang dirapatkan kembali dan mengganti kayu yang patah. Penambahan tanah pada pangkal jembatan sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan lantai jembatan. Sedangkan untuk pemupukan pada TBM dilakukan berdasarkan rekomendasi pemupukan yang diberikan oleh tim agronomy research unit (ARU) berdasarkan hasil analisa kebutuhan pupuk dan rekomendasi ini diberikan setiap tahun. Kegiatan merumput dapat dilakukan dengan cara merawat gawangan dengan herbisida (kemis) atau dengan mendongkel anak kayu/anak sawit (manual). Keadaan jalan menjadi faktor penting terutama ketika musim hujan. diperlukan perawatan jalan. Jalan yang berlobang ditimbun dan dipadatkan dengan Compactor. Bentuk badan jalan utama dan jalan produksi tetap dipertahankan seperti batok tengkurap. . Perawatan jalan utama.jalan luar kebun. Semprot piringan/jalan setapak/TPH merupakan pekerjaan yang sama. Badan jalan tidak terlindung oleh kanopi daun atau pelepah tanaman. 4. piringan. Gambar B. Perawatan hanya meliputi merumput. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Pada tanaman menghasilkan (TM). produksi dan jalan alternatif pada topografi rendah dibadan jalan dibuat saluran air berbentuk ”V” untuk mencegah genangan air di badan jalan saat musim hujan. 15 dan 17 bulan. Pelaksanaan semprot piringan/jalan setapak/TPH dilakukan dengan cara menyemprot rumput dipiringan/jalan setapak/TPH pokok menggunakan Knapsack Sprayer dengan menggunakan nozlle yang sesuai dengan populasi gulma. Road Grader berfungsi sebagai sebagai perata jalan yang bergelombang. Merumput di TM sendiri tidak berbeda jauh dengan merumput di TBM. karena pada prinsipnya adalah menghilangkan rumput yang mengganggu pertanaman kelapa sawit. Tanah pada kiri kanan pondasi jembatan yang longsor ditimbun kembali dan dipasang cerucuk. Hal ini menyebabkan banyak truk menjadi sering macet/mogok karena tidak dapat berjalan di jalan rusak. jalan produksi. Cara pengamatan serangan hama tikus dibedakan antara TBM – TM 3 dan TM 4 ke atas. Kebun HD memiliki tekstur tanah yang didominasi lempung sehingga sangat licin ketika hujan dan lengket ketika hujan reda. produksi dan jalan alternatif dilakukan dengan Road Grader. jalan setapak. Pada masa TBM. Sensus hama Tirathaba dilaksanakan di areal tanaman yang sudah selesai kastrasi dan dilaksanakan satu kali sebulan. melancarkan aliran air. perlu dilakukan perawatan saluran air di kanan dan kiri jalan secara manual pada saat musim hujan. Rotasi semprot gawangan dan dongkel anak kayu adalah 1 kali setahun. hanya tempatnya saja yang berbeda. Rotasi perawatan jalan dilakukan dua kali setahun dan dalam kondisi tertentu dapat ditambah rotasi perawatannya. maka bunga tersebut langsung di musnahkan (kastrasi). perawatan atau pemeliharaan tanaman kelapa sawit tidak seintensif ketika tanaman masih di TBM. Untuk perawatan jembatan permanen dilakukan dengan membersihkan potongan kayu. Rotasi semprot gawangan. dan jembatan. Kanan: Compactor. sampah yang tertahan di tiang/pondasi jembatan.1. baik itu jalan utama (poros). Sensus ini tidak perlu dilakukan bila persentase serangan sudah dibawah 2 %. Sedangkan untuk hama tikus dilakukan sensus hama tikus yang dilaksanakan satu kali sebulan. Kastrasi dilakukan pada tanaman yang telah berumur 13. kelapa sawit diarahkan untuk memaksimalkan pertumbuhan vegetatif sehingga ketika bunga muncul. Pengamatan dilakukan pada pokok yang terdapat dalam baris sensus (titik sensus tetap) yang telah dibuat terlebih. Begitu juga dengan semprot piringan. potongan kayu. Gulma disemprot dengan menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada di piringan .4. jalan setapak dan TPH. Perawatan jalan utama. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan atau mendung. Selain itu jembatan juga memerlukan perawatan khusus. Kiri: Road Grader.

Pemangkasan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Umur tanaman (tahun) Pelepah yang dipertahankan di pokok 2.5 – 7 48 – 56 8 – 14 40 – 48 15 tahun ke atas 32 – 40 Tabel B.1. Aplikasi pemupukan pada TM mengikuti rekomendasi dari tim ARU yang keluar setiap tahun. Jumlah pelepah yang dipertahankan di pokok berdasarkan umur tanaman. . Egrek yang digunakan di kebun HD sering disebut dengan fiber. Pada baris sensus pokok pertama dan pokok terakhir diberi tanda cat berwarna merah dan diberi nomor baris berwarna putih. Fiber tersebut dapat dipanjangkan hingga mencapai 6 m. 5. Setelah diketahui perkiraan hasil panen. terlebih dahulu dilakukan sensus buah. bunga jantan. sedangkan ancak giring merupakan ancak panen yang luasannya disesuaikan dengan kondisi buah dan produktivitas pemanen. Pemanenan Hasil Pemanenan hasil merupakan tahap terakhir pada budidaya kelapa sawit. Kiri: Pemanenan dengan menggunakan egrek. Sensus buah dimulai dengan pembuatan tanda yang pokok kelapa sawit yang akan di sensus. Sistem pembagian tenaga kerja terdapat 2 macam dan tergantung pada ketersediaan tenaga dan perkiraan hasil panenan. pemanenan dilakukan dengan menggunakan dodos pada tanaman yang masih pendek. Untuk jalan yang ternaungi oleh pelepah dapat dilakukan perawatan rempes pelepah dengan menggunakan egrek dan bambu. Sebelum dilaksanakan kegiatan pemanenan.4. Sensus dilaksanakan setelah rotasi panen terakhir pada bulan Maret.5. Tanah timbunan gorong gorong dipertahankan rata dengan permukaan jalan. sedangkan pada tanaman yang sudah tinggi. membuang lumpur yang ada di badan jalan dengan menggunakan cangkul serta menimbunnya dengan tanah.5 – 3 58 – 64 3. Sensus dilaksanakan diseluruh areal TM pada setiap petak ditentukan baris sensus (kelipatan 10 baris) yang mewakili areal tersebut (biasanya 25 Ha) dengan persentase 10% terhadap jumlah pokok.Perawatan gorong-gorong dilakukan dengan membersihkan sampah. Setelah dilakukan pemangkasan dilanjutkan pembersihan dengan membuang seludang buah. Untuk itu. maka ditentukan jumlah tenaga yang akan digunakan pada hari itu. Juni. Ancak tetap adalah ancak panen yang luasan. September dan Desember. Rekomendasi ini didapatkan dari hasil analisa Leaf Sampling Unit (LSU) yang pada masing-masing kebun berbeda. Kriteria buah yang siap di panen adalah warna buah pada tandan berubah dari hitam/hijau menjadi merah mengkilat/orange dan minimal sudah membrondol 5 brondolan per 1 tandan buah segar (TBS). melancarkan aliran air. Pemangkasan pelepah harus mepet. Kanan: Pengangkutan ke TPH.1. Perawatan manual ini termasuk di antaranya membuang air yang menggenang di jalan dengan membuat saluran pembuangan. agar berondolan tidak sangkut dan di rotasi setiap 9 bulan sekali. hasil panen tadi kemudian diangkut ke TPH dengan menggunakan gerobak dorong (angkong). Penandaan baris pokok sensus dimulai dari arah barat ke timur yang terletak dipinggir jalan produksi. lokasi dan pemanennya telah ditetapkan. Pada TM terkadang pelepah yang ada di pohon sangat banyak dan terkadang pelepah yang matipun masih menempel pada pohon tersebut. Gambar B. dilakukan pemangkasan (pruning) dan pembersihan (debris). Sensus dilakukan dengan mengamati dan menghitung jumlah tandan buah hitam yang terdapat di pokok dalam barisan sensus. Hal ini untuk mengetahui jumlah tanaman kelapa sawit yang siap panen sehingga dapat diperkirakan hasil panen yang akan di dapat dan jumlah tenaga yang diperlukan. potongan kayu. TBS yang telah terkumpul di TPH di sortasi terlebih dahulu oleh pemanen dan apabila terdapat tandan yang terlalu panjang dipotong hingga tersisa 2 cm dari buah. Pemanenan biasanya dilakukan 2 orang sekaligus dengan pembagian tugas sebagai pemanen dan sebagai pengangkut. brondolan kering yang terdapat di piringan dan ketiak pelepah pada tanaman menghasilkan dengan rotasi 1 kali setahun. pemanenan menggunakan egrek. Terkadang kerusakan jalan tidak terlalu parah sehingga hanya memerlukan beberapa orang untuk memperbaikinya. tanah.

perencanaan pembukaan kebun dan pembibitan harus direncanakan secara matang sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau keterlambatan dalam pelaksanaan di lapangan. antara lain: 1) Areal rata dengan kemiringan maksimal 5%. Gambar B. Gambar B. sedangkan sistem pengairan menggunakan pompa air. jika areal pembibitan miring.5. yaitu pembibitan satu tahap (single stage) dan pembibitan dua tahap (double stage). Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dijadikan areal pembibitan. Oleh karena itu disarankan areal pembibitan merupakan areal yang rata dan bukan daerah rawa. pada dasarnya terdapat dua jenis pembibitan kelapa sawit. tanaman akan miring karena polibagnya juga miring. . yaitu pre-nursery dan main-nursery walaupun ketika pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery membutuhkan biaya ekstra. Apabila pemanenan selesai dilakukan. pemanen memberikan tanda pada ujung tandan berupa nomor pemanen. Hal ini dikarenakan bibit kelapa sawit baru akan siap tanam setelah berumur lebih dari 10 bulan. Perkiraan kebutuhan bibit juga mesti dihitung secara cermat dan tepat sehingga tidak terjadi kelebihan bibit. Menurut Soepadiyo Mangoensoekarjo dan A. Kanan: Buah yang telah didop oleh kerani panen.5. Setelah TBS tersebut disortasi. Tahap Persiapan a. Oleh karena itu. dikhawatirkan akan ada perbedaan pembagian air antara areal yang tinggi dengan areal yang rendah. atau bahkan kekurangan bibit yang dapat menyebabkan perbedaan masa tanam yang kemudian tanaman dalam satu blok tidak lagi seragam. Lokasi yang digunakan bukanlah rawa-rawa atau dataran rendah yang memiliki potensi banjir ketika musim hujan. Penentuan Lokasi Bibitan Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tempat pembibitan haruslah benar-benar strategis. Selain itu. maka TBS tersebut siap dimuat ke truk pengangkut. Kiri : Sortasi TBS. Hal ini dilakukan antara lain untuk menekan biaya serta mengurangi kerusakan bibit.Setelah itu.2. maka harus dibuat tanggul yang mampu menahan air dari luar serta pompa air yang khusus untuk mengeluarkan air yang tergenang di dalam pembibitan apabila tinggi air di dalam lebih rendah dibandingkan di luar areal pembibitan. kemudian kerani panen memberikan tanda di ujung tandan berupa nomor divisi dan nomor mandor. walaupun nanti bisa dimodifikasi dengan pembuatan tapak kuda. tidak boleh terlalu miring. maka langsung ataupun tidak langsung. Lokasi yang akan dijadikan areal pembibitan memang harus rata. mengingat daerah Sumatera Selatan merupakan daerah tropis yang tingkat curah hujannya cukup tinggi. Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit dimulai bersamaan ketika pembukaan lahan dimulai. Kiri: Muat TBS. Truk yang digunakan adalah jenis dump truck yang mampu membawa TBS hingga 6 ton. Kanan: Muat brondolan C. Kebun HD memiliki areal bibitan yang relative aman dari kebanjiran. Apabila dipaksakan. 2) Tidak banjir pada saat musim hujan. sehingga diperkirakan waktu yang dibutuhkan sama dengan pembukaan lahan. Pembibitan memerlukan areal khusus yang benar-benar strategis baik dilihat dari efisiensi ataupun hal-hal pendukung lainnya. Setiap truk yang akan mengangkut TBS disertai oleh 3 orang pemuat.3. Dengan memperhatikan alasan efisiensi biaya dan kemudahan dalam perawatan kebun HD memilih menggunakan metode dua tahap (double stage). TBS yang telah dimuat tadi kemudian dibawa ke PKS untuk proses selanjutnya. Tojib (2003). kerani buah melakukan sortasi pada saat TBS dimuat ke truk pengangkutan. dan kalaupun miring. Hal ini disebabkan apabila areal yang digunakan miring. Apabila tetap dipaksakan. Berikut dipaparkan mengenai pembibitan yang dimulai dengan pembukaan lahan hingga transportasi menuju tempat penanaman bibit: 1. T. maka akan ada biaya tambahan yang muncul akibat pembuatan tapak kuda atau konsolidasi. Apabila dalam 1 TPH telah selesai di sortasi. walaupun ada beberapa tempat yang tetap kebanjiran ketika hujan deras berturut-turut selama beberapa hari. Tentu saja ini akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi.

maupun traktor bajak. perlu dipertimbangkan jarak antara pembibitan dengan calon areal yang akan ditanami kelak. Kanan: Kemiringan tanah tinggi. Parit keliling ini . Pada awal penetapan areal yang akan digunakan sebagai pembibitan. maka bibit tidak akan tumbuh optimal.1. masih ada sumber air yang lainnya. parit keliling. penyemprotan lalang. waduk penampungan air. compactor. Pengukuran Areal Bibitan Pengukuran areal yang akan digunakan sebagai pembibitan dilakukan oleh juru ukur. Jarak terdekat dari hutan atau tanaman kelapa sawit yang sudah besar yang ada di sekitar tempat tersebut minimal 20 m. dibutuhkan juga parit keliling. Pembuatan Jalan dan Parit Keliling Jalan pada pembibitan merupakan hal yang penting untuk distribusi bibit. seperti bulldozer. Di kebun HD. Jalan di bibitan dibuat keliling dengan memperhatikan rencana disain blok yang akan dibuat. Selain jalan. b. Kebun HD memiliki luas areal ± 80 ha yang dibagi menjadi 4 blok besar pembibitan. Juru ukur melakukan pengukuran areal yang ditetapkan sebagai tempat pembibitan. Sapi penduduk asli merupakan hewan pengganggu utama di pembibitan kebun HD. 6) Lokasi tidak tertutup oleh bayang-bayang dari pohon-pohon hutan atau pohon-pohonan lainnya sehingga dapat menerima sinar matahari penuh. Pembuatan jalan ini menggunakan alat berat. Sapi-sapi yang jumlahnya mencapai 50 ekor tersebut dibiarkan bebas sehingga terkadang masuk ke areal pembibitan. Pembersihan areal ini dapat menggunakan cara mekanis maupun manual. Tanpa adanya air yang cukup. areal pembibitan sebisa mungkin diposisikan setepat mungkin dengan mempertimbangkan sarana jalan yang dilewati dan jarak yang ditempuh. sumber air yang tersedia berasal dari air sungai yang terhubung langsung oleh kanal sehingga potensi kekeringan pada musim kemarau sangat kecil. disediakan tenaga khusus untuk menjaga sapi tersebut tetap berada di luar areal pembibitan. Hal ini akan memudahkan perhitungan kebutuhan pipa untuk pembuatan jaringan air penyiraman.a. Sedangkan cara manual adalah dengan menggunakan cangkil. 3) Dekat dengan sumber air dan tersedia dalam jumlah yang cukup ketika musim kemarau. sehingga apabila salah satu sumber kering. insektisida dan lain-lain. walaupun dampaknya tidak terlalu besar.excavator. d. dan waduk penampungan air. 17 dan 18. Pencurian merupakan gangguan yang paling berbahaya karena kerugian yang ditimbulkan sangat besar. manajer kebun dan asisten bibitan membuat tata letak (lay out) pembibitan yang mencakup posisi pre-nursery dan main-nursery. Air merupakan kebutuhan utama di dalam pembibitan kelapa sawit. Pembibitan kebun HD sendiri berada di empat blok divisi inti yang berbeda dengan 75% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Tiga (IHDT) blok 20. road grader. mencabut dan membuang tunggul kayu serta akar kayu. sumber air yang dipersiapkan tidak hanya terpusat pada satu tempat saja. Biasanya dalam satu PT terdapat satu pembibitan yang kurang lebih terdapat 4-6 kebun. gangguan binatang liar seperti babi ataupun tikus perlu diperhatikan. Setalh hasil pengukuran diperoleh. Kiri: Dataran rendah menyebabkan tergenang. c. rumah mesin. Untuk mencegah masuknya sapi tersebut. Di kebun HD disediakan penjaga bibitan baik siang maupun malam yang berasal dari penduduk setempat dengan harapan tingkat pencurian dapat ditekan. Dengan demikian. jalan. rumah hujan dan kantor divisi.Gambar C. 4) Aman baik dari gangguan pencurian maupun gangguan binatang liar. dan excavator. Selain itu. yang meliputi luas areal. parang dan dodos yang telah dimodifikasi. sabit. Sedangkan sisa 25% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Satu (IHDS) di blok 16. Selain itu. 5) Dekat dengan lokasi penanaman. 7) Bentuk area pembibitan sebaiknya persegi panjang atau bujur sangkar. jalan. Areal yang digunakan haruslah tepat dengan kebutuhan bibit yang akan ditanam nantinya. Kebun HD sendiri menyuplai bibit ke empat kebun lain serta kebun sendiri. Untuk cara mekanis dapat menggunakan alat berat baik itu bulldozer. Selain itu juga dapat memudahkan perhitungan kebutuhan dan kontrol penggunanaan herbisida. Pembersihan Areal Pembersihan areal bibitan meliputi pekerjaan imas tumbang.

setiap pembibitan harus memiliki waduk yang mampu menyangga kebutuhan air bibit selama musim kemarau. maka pompa air yang ada tidak digunakan secara maksimal. Selang tersebut lebih efisien dan efektif untuk menyiram bibit kelapa sawit dalam jumlah besar dibandingkan dengan sistem sprinkler.e.1. Instalasi kirico memanfaatkan selang yang terbuat dari karet yang memiliki lubang kecil yang menyebar ke tiga arah dengan jarak antar lubang antara 5 – 7 cm serta sangat fleksibel dan alot. Gambar C. Urutan pemasangan instalasi penyiraman ini adalah dari waduk kemudian disedot menggunakan pompa air melalui pipa PVC 6”. fungisida. Dengan mesin ini. Kanan: Rumah mesin. Waduk buatan tersebut sebaiknya dikeruk lapisan bawahnya setiap beberapa tahun supaya tidak terjadi pendangkalan. kekuatan selang kirico tersebut harus dikalibrasi dengan menggunakan alat pengukur tekanan (Pressure Gauge). Tekanan yang dianjurkan adalah 0.0 atm dengan perkiraan semburan air hingga 160 cm. Satu-satunya kekurangan instalasi kirico ini adalah selang tersebut sangat mudah sobek oleh benda tajam. sehingga ketika bibit telah ditanam.dibuat di samping-samping jalan untuk menghindari genangan di jalan yang dapat menyebabkan jalan cepat rusak.d.1. f. Panjang pipa PVC 2” tersebut ± 18 m. Kebun HD memiliki 2 waduk yang mampu memenuhi kebutuhan air hingga 120 ha. Dengan demikian kebun HD memiliki 4 orang operator mesin yang mulai bekerja . pupuk maupun limbah lainnya. Setelah itu. Pembuatan Instalasi Penyiraman Bibit Instalasi penyiraman bibit di kebun HD menggunakan sistem selang dengan merek “kirico” sehingga lebih sering disebut selang kirico. Waduk dibuat dengan menggunakan excavator dengan ukuran 50 m x 30 m dan dengan kedalaman 5 m. air tersebut di dorong melalui pipa PVC 6” yang kemudian didistribusikan ke beberapa pipa PVC 4”.f. tidak terjadi keterlambatan penyiraman air yang dapat menyebabkan bibit menjadi kekeringan. Namun karena saat ini luas areal bibitan hanya 80 ha. Untuk menjaga agar mesin tetap berjalan dengan baik dan benar. hanya saja penggunaan sistem ini rawan pencurian (terutama pipa besi) dan rawan patah pada pipa penyangga sprinkler serta biaya perawatannya tinggi sehingga dirasa kurang efisien. Waduk tersebut haruslah berasal dari sumber air yang bebas polutan. Selang kirico ini mampu bertahan hingga 3 kali tanam atau kurang lebih selama 3 tahun. Gambar C. baik sisa pestisida.1. Kiri: Waduk penampungan air. Pembuatan parit e. Panjang selang kirico tersebut 100 m sehingga diperkirakan mampu menyiram bibit sepanjang 100 – 110 pokok bibit sawit di main-nursery dan 9 bedeng bibit sawit di pre-nursery. Pembuatan waduk penampungan air Untuk menghindari kekurangan air pada musim kemarau. Instalasi penyiraman bibit ini dilaksanakan sebelum bibit di tanam. Gambar C.1. Debit air yang terdapat di waduk buatan tersebut menentukan besar kecilnya pembibitan dan jumlah bibit yang akan dihasilkan. namun hal ini belum dilakukan oleh kebun HD karena debit air yang terdapat di waduk buatan masih mencukupi untuk kebutuhan penyiraman bibit. Setiap ± 3 m terdapat 1 selang kirico sehingga dalam 1 pipa PVC 2” terdapat 7 selang kirico yang dilengkapi dengan kran (gate valve). Masing-masing mesin digunakan untuk menyiram bibit seluas 20 ha. terutama ketika perawatan bibit sedang dilakukan seperti merumput atau konsolidasi. biaya perawatan dapat diminimalkan. Dengan demikian.1. air mampu didistribusikan hingga jarak ± 500 m.8-1. Tiap-tiap waduk dilengkapi dengan 2 mesin pompa air yang menggunakan mesin truk fuso 5 silinder. Dengan demikian tiap-tiap selang kirico memiliki jangkauan siraman hingga 320 cm atau sekitar 4 pokok bibit lebih. Ukuran waduk penampungan air berdasarkan kebutuhan air yang harus tersedia sesuai dengan jumlah bibit. Sistem sprinkler memang pernah digunakan di pembibitan kebun HD. Selain itu.1. Dengan menggunakan instalasi selang kirico. Kiri: Pengukuran tekanan. selang kirico tersebut terbukti awet dan tahan terhadap cuaca panas ataupun dingin serta mudah dalam aplikasinya. setiap waduk digunakan untuk menyediakan kebutuhan air bibit seluas 40 ha. Dari pipa PVC 4” tadi kemudian didistribusikan lagi ke pipa PVC 2”. maka setiap satu mesin pompa air di kelola oleh satu orang operator mesin. Kanan: Mesin pompa air. Sebelum bibit ditanam.

lempung gembur. Lantai rumah mesin tersebut haruslah terbuat dari beton cor untuk menjaga mesin agar tidak mudah goyang serta menahan getaran. Kiri: Gubuk. Kawat yang digunakan adalah kawat duri yang dipaku pada tiang kayu dengan tinggi pagar kawat tersebut sekitar 1. juga dibangun kantor divisi yang digunakan untuk mengatur pembagian kerja dan memeriksa pekerja yang telah diabsen.pukul 06. Belum lagi masalah aki yang sering tekor karena memang jumlah aki yang tersedia terbatas sehingga mesin hanya bisa dihidupkan secara berurutan. Jarak antar kawat satu dengan kawat lainnya 25 cm sehingga terdapat 6 baris kawat.1. Jika dibanding dengan sistem sprinkler. Hal ini disebabkan ukuran bibit yang rendah sehingga tidak ada tempat berteduh bagi para pekerja. Pembuatan Rumah Mesin.00 tergantung kepada keadaan cuaca. Terutama pada tiang pagar.h. Pagar juga harus bersih dari gulma sehingga memudahkan dalam pemeriksaan. Kawat duri juga harus diperiksa ketegangannya.g.1. sebaiknya diberikan pelapis sebagi pelindung dari panas dan hujan. Gambar C. maka pembuatan rumah mesih dilaksanakan ketika penanaman kecambah akan dilaksanakan. Pembuatan pagar kawat di areal pre-nursery bertujuan untuk melindungi bibit-bibit tersebut dari gangguan binatang liar misalnya babi. Di sekeliling tiang pagar dibuatkan parit yang dapat mengalirkan air untuk menghidari tergenangnya air disekitar tiang pagar yang dapat menyebabkan tiang pagar semakin cepat keropos.5 m dan jarak antar tiang 2 m. pemakaian sistem selang kirico untuk penyiraman di pembibitan membutuhkan biaya yang lebih murah. Pagar dirawat sedemikian rupa sehingga tetap kokoh. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga mesin air adalah radiator yang sering bocor sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Kawat yang kurang kencang akan menyebabkan tiang pagar menjadi miring dan akhirnya roboh. Setiap 25 m diberikan pintu gerbang dengan lebar 2 m untuk mempermudah keluar masuk ketika melakukan perawatan ataupun pemindahan bibit. karena memang bentuknya seperti sebuah kandang sapi atau kuda. Akibat yang akan muncul apabila radiator kehabisan air adalah overheat yang tentunya akan menyebabkan umur mesin menjadi pendek. Tetapi mengingat daerah kebun HD masih rawan terhadap pencurian. Rumah mesin dibangun sedemikian rupa sehingga dapat menampung 2 buah mesin beserta jaringan pipanya. Rumah mesin terdapat di tiap-tiap waduk sehingga pembibitan kebun HD memiliki 2 rumah mesin. Selain itu tanah dalam polibag tidak menjadi keras atau membentuk lapisan atas yang keras. Percikan/butiran air yang dihasilkan lebih cocok untuk pertumbuhan bibit karena pupuk dalam polibag tidak terganggu dengan adanya percikan air penyiraman. Tahap Pre-Nursery a. Kanan: Kantor divisi. terutama ketika turun hujan.1. Kayu tersebut ditancapkan sedalam ± 30 cm dan diberikan penopang di tiap 3 tiang. Persiapan Media Tanah Media tanah yang digunakan adalah tanah lapisan atas (topsoil) yang biasanya dilakukan dengan bantuan alat berat baik excavator ataupun backhoe loader. g. . Gambar C. Pembuatan Pagar Kawat untuk Areal Pre-Nursery.00 dan berakhir pada pukul 18. Kantor Divisi dan Gubuk Berteduh Pembuatan rumah mesin seharusnya dibuat bersamaan dengan pembuatan waduk. Gubuk tempat berteduh juga perlu dibangun untuk tempat berteduh ketika pekerja sedang beristirahat. Selain rumah mesin. Areal yang dipagari oleh pagar kawat tersebut sering disebut dengan istilah “kandangan”. Kayu yang biasa digunakan adalah kayu gelam. Pagar kawat. Untuk kebun HD sendiri tanah topsoil didapatkan dari divisi inti dan diangkut dengan menggunakan truk yang kemudian dikumpulkan menjadi 1 gunungan tanah. atau kadar pasir < 60%.1. Tanah yang digunakan tidak boleh kedap air. h. 2. termasuk juga rayap yang sering menggerogoti tiang pagar. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan dan suhu udara yang tinggi pada musim kemarau menyebabkan pagar menjadi rapuh. Kantor divisi terletak tepat ditengah kebun dan dekat dengan kandangan sehingga memudahkan pekerja dalam mengontrol bibit di kandangan.

Gambar C. setiap truk mampu mengangkut sekitar 3-4 m3 tanah dan setelah di ayak akan didapatkan tanah 2-3. Guludan tersebut sebaiknya diganti dengan menggunakan kayu sehingga drainase air dapat mengalir dengan lancer. Beberapa buku menyebutkan bahwa pada pre-nursery. Pemberian naungan di pembibitan baik dengan menggunakan pelepah kelapa sawit maupun dengan menggunakan bahan lainnya mulanya dimaksudkan untuk melindungi bibit dari penyiraman yang kurang sempurna terutama pada saat bibit dalam masa-masa pertumbuhan kritis.1. Tanah yang telah dicampur dengan pupuk dikeringanginkan selama 4 minggu. Jumlah polibag kecil per kg sekitar 80-90 polibag sehingga ada baiknya ketika melakukan pemesanan. sekop kecil ataupun tangan kosong. Apabila kebutuhan air peyiraman cukup maka pemberian naungan pada pembibitan tidak memberikan dampak positif pada pertumbuhan bibit. Pengisian Polibag Tanah yang telah di ayak dan dicampur dengan pupuk RP tadi kemudian dimasukkan ke dalam polibag yang berukuran 22 cm x 15 cm dengan ketebalan 0.2. Berat per polibag kecil sekitar 1-2 kg tergantung jenis tanah dan kelembaban tanah yang digunakan. Selama pengisian polibag.1. Jumlah polibag kecil yang dipesan sebanyak 110% kebutuhan yang akan digunakan untuk penanaman.2. drainase air menjadi terhambat dan air menjadi menggenang disekitar polibag.22 mm. b. Kanan: Pengangkutan tanah. Sebagai perkiraan. Penghilangan naungan akan memberikan dampak berkurangnya penyakit daun pada bibit.b. Setiap 2 bedeng polibag kecil tersebut diapit oleh 2 selang kirico sehingga setiap selang kirico mampu menyuplai 2 bedengan sekaligus (kanan dan kiri). Kualitas yang jelek akan menyebabkan polibag mudah robek dan nantinya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Setelah tanah tersebut dikumpulkan. Pengisian polibag kecil Polibag kecil yang akan digunakan adalah polibag yang berkualitas baik. Kiri: Tanah topsoil yang telah dikumpulkan. dan ternyata bibit tersebut menjadi gosong. Hal ini untuk menanggulangi kemungkinan tergenang ketika hujan. Polibag tersebut harus di isi sampai penuh untuk mengurangi resiko memadatnya tanah ketika disiram air. c. tanah kemudian diayak sehingga terbebas dari sampah organik (batang kayu dan pelepah) ataupun dari sampah anorganik (plastik dan karung). Pada pinggir bedengan diberikan tanah timbunan (guludan) untuk menjaga agar polibag tidak mudah berubah dari posisi semula. Apabila karena alasan-alasan tertentu naungan tetap dipasang dapat .2. Polibag kecil yang dipakai haruslah memiliki lubang pengeluaran air berdiameter 3 mm. Gambar C. Pengisian polibag dapat menggunakan piring.a. Rekomendasi pemberian naungan di pre-nursery kemungkinan dibuat sewaktu belum ditemukan sistem penyiraman di pembibitan yang baik. misalnya dengan sistem selang kirico. Polibag yang telah selesai disusun di dalam bedengan. Bedeng tersebut berisi 1000 polibag dengan panjang 125 polibag dan lebar 8 polibag dengan perkiraan panjang bedengan 10 m dan lebar bedengan 1 m.c. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa naungan berupa daun kelapa sawit akan menimbulkan (menularkan) penyakit daun pada bibit kelapa sawit. Penyusunan Polibag Polibag kecil yang telah di isi kemudian disusun per bedeng. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P di dalam tanah sebelum dipergunakan sebagai media pembibitan. Tetapi di kebun HD tidak menggunakan naungan karena beberapa tahun yang lalu pembibitan kebun HD pernah menggunakan naungan. Gambar C. bibit memerlukan naungan. Kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh pembukaan naungan yang tiba-tiba sehingga bibit tersebut “kaget”. Tanah yang telah diayak tadi kemudian dicampur dengan menggunakan pupuk Rock Phospate (RP) dengan takaran 10 kg tiap 4.5 m3 tanah. jumlahnya dilebihkan karena jika kekurangan cukup sulit untuk memesan ke kantor pusat dan membutuhkan waktu yang cukup lama. maka naungan pada pembibitan tidak direkomendasikan lagi. Namun sebaiknya hal ini dihindari karena dengan menggunakan guludan.1.5 m3 tanah sehingga setiap tanah hasil ayakan dari 2 truk dapat dicampur dengan 10 kg pupuk RP. pekerja juga harus memeriksa kembali tanah yang dimasukkan ke dalam polibag jika terdapat sampah. Setelah sistem penyiraman dapat dilaksanakan dengan baik.

. Setiap kardus mampu menampung 2. Kebun HD menerapkan rumusan pada kerapatan 135 pokok per ha sebagai berikut: . Kecambah yang telah diterima harus segera ditanam untuk menghindari kerusakan kecambah. Isi dari tiap-tiap seed label tersebut dikumpulkan menjadi satu lembar terpisah yang disebut dengan packing list. Kebun HD menerima seluruh varietas yang dikirim oleh SPU. SJ 3 (Ekona). Namun dengan menggunakan kecambah bermutu tinggi.Seleksi penerimaan kecambah 2. .Pucuk meruncing. SJ 5 (Dami Komposit). Kanan: Seed Label yang terdapat pada kantong.Seleksi bibit di Pre Nursery 10 % atau 20 butir .5 % atau 5 butir . di kemas siang hari. Penerimaan Kecambah Ketika transaksi penerimaan kecambah dilakukan.Seleksi bibit Main Nurser 15 % atau 30 butir .1. penanaman dilakukan berdasarkan varietas sehingga memudahkan dalam pengawasan dan penjualan. Beberapa kriteria kecambah yang digunakan di kebun HD adalah sebagai berikut: 1) Kecambah normal . Jumlah kebutuhan kecambah sebenarnya tidak dapat diduga dengan pasti. . SJ 2 (Ghana).menyebabkan etiolasi (pertumbuhan memanjang akibat kekurangan intensitas cahaya) pada bibit yang tidak diharapkan.000 butir kecambah sehingga diperlukan manajemen yang baik untuk dapat menanam kecambah tersebut dalam waktu singkat dengan mengatur kebutuhan tenaga dan pembagian tugas yang jelas.Akar berwarna putih gading dengan panjang 8 – 20 mm. isi kantong plastik tersebut serta tanggal pengiriman.Posisi Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bertolak belakang (T-shape).d. nomor referensi. Informasi yang diberikan meliputi varietas. trelebih dahulu dilakukan seleksi kecambah untuk menghindari tertanamnya kecambah yang tidak layak tanam.Disisipan 5 % atau 10 butir Jumlah diatas merupakan perkiraan untuk mengatasi kekurangan kecambah. mulai dari SJ 1 (Nigeria). diharapkan pengurangan kecambah akibat seleksi dapat diminimalkan. Secara sederhana. Gambar C. d. berwarna kuning keputihan.2.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) dapat dibedakan dengan jelas. Kecambah yang dikirimkan dalam sekali pengiriman dapat mencapai 25. kebutuhan kecambah dapat diperkirakan sebelumnya dengan menetapkan jumlah-jumlah kecambah yang dapat hidup ataupun yang abnormal.500-2. SJ 4 (Avros). Kiri: Segel pada kardus. . Packing list merupakan daftar kecambah yang diberikan pada saat transaksi yang berisi informasi mengenai jumlah kecambah. dan SJ 6 (Yangambi). nomor male dan female. Waktu pengiriman kecambah yang diperlukan dari SPU ke kebun HD hanya 1 hari yang artinya kecambah dapat di seleksi pagi hari. dan langsung di antar ke kebun HD pada sore hari. Oleh karena itu. Apabila segel tersebut rusak atau hilang. akan didapatkan kantong plastik berisi kecambah yang dilampiri dengan seed label untuk menunjukkan informasi mengenai kecambah yang terdapat pada kantong plastik tersebut. harus diperiksa kecocokan antara packing list dengan kecambah yang diterima. Pada kardus kemasan kecambah juga terdapat segel untuk memastikan bahwa kardus tersebut tidak pernah dibuka sebelumnya. Pada waktu kardus tersebut dibuka. dan tanggal pengiriman dari Seed Proccesing Unit (SPU). Seleksi Kecambah Sebelum dilakukan penanaman kecambah. Packing List tersebut harus disimpan sebagai bukti bahwa bibit yang ditanam berasal dari kecambah yang telah bersertifikat. maka di seed label tersebut disertai cap quality control. Kecambah yang dikirimkan merupakan hasil dari perkiraan penanaman tanaman kelapa sawit yang akan di tanam tahun berikutnya ataupun yang akan di jual kepada pihak luar.600 butir kecambah. varietas. dapat dipastikan bahwa kardus tersebut telah dibuka sebelumnya dan dapat dilaporkan kepada pihak SPU untuk menindaklanjuti temuan tersebut. e. Untuk memastikan bahwa kecambah tersebut telah melewati tahap pemeriksaan.

Kecambah abnormal. Gambar C. Namun terkadang tim ini tidak berjalan seperti apa yang diharapkan.2. Tapi hal ini bukan merupakan suatu masalah karena waktu dan hasilnya tidaklah berbeda. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan ember berisi air. sedangkan orang ketiga bertugas menutup lubang yang telah berisi kecambah. Kecambah ini tetap ditanam dan dipelihara. . karena selain membutuhkan ketelitian yang tinggi.e.2. Penanaman kecambah dilakukan oleh tim yang biasa menanam kecambah.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bersatu yang ujungnya membengkok seperti bentuk geraham. pematahan tunas atau akar adalah solusi terbaik yang dapat dilakukan.f.2.f.Tanpa akar atau pucuk dan atau salah satu akar atau pucuk tidak tumbuh.Gambar C.2.2. Gambar C. Satu tim terdiri dari 3 orang yang memiliki tugas masing-masing. 2) Kecambah abnormal . Penanaman Kecambah Penanaman kecambah dilaksanakan sesegera mungkin untuk mengungai resiko kerusakan kecambah. Kecambah yang telah ditetapkan termasuk kedalam kecambah abnormal kemudian diafkir atau dimusnahkan dengan cara dipatahkan. .5 bulan. dikhawatirkan pupuk RP tersebut tidak tersebar merata diseluruh polibag.e. busa serpih tersebut dapat di angkat dengan mudah dari ember. Dengan dilakukannya aplikasi pemupukan per polibag diharapkan . Namun setelah bibit tersebut berumur 1. . Kecambah tersebut sering disebut dengan “kecambah kembar”. Pertama dengan mengangin-anginkan busa serpih tersebut sehingga busa serpih terbang dari kumpulan kecambah. Kecambah yang berada di dalam ember juga dapat di angkat dan diletakkan di piring. kebiasaan menanam kecambah juga akan mempengaruhi proses penanaman. sehingga jamur tersebut kemungkinan besar tidak akan tumbuh.2.1. f. berwarna coklat dan busuk. . seperti menugal bersama. dilanjutkan dengan membuka kantong plastik dan memisahkan antara busa serpih dengan kecambah. dilakukan aplikasi pupuk RP. terkadang kecambah yang disimpan terlalu lama akan memunculkan jamur walaupun pada kemasan kantong telah dilengkapi dengan busa serpih yang disemprot dengan fungisida. menanam bersama dan menutup bersama. Ketika paket kecambah sampai ke bibitan. dan dipilih yang bagus untuk ditinggal dalam polibag. Kanan: Pemisahan busa serpih dengan kecambah. Hal ini dikarenakan jika aplikasi pupuk RP dilakukan ketika tanah belum di isikan ke dalam polibag. Bibit kedua yang dipisah selanjutnya ditanam pada polibag kecil yang lain.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) tidak dapat dibedakan. Isi yang terdapat di kantong kecambah tersebut ditumpahkan ke dalam ember sehingga busa serpih yang massanya lebih ringan akan mengapung. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memisahkan busa serpih dengan kecambah ini. Kecambah normal dengan panjang radikula < 20 mm. Terkadang beberapa hari sebelum penanaman kecambah.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) yang tidak berkembang. sedangkan kecambah yang massanya lebih berat akan tenggelam. orang kedua bertugas menanam kecambah. namun berhubung alat yang dimaksud tidak tersedia. maka bibit tersebut dibelah. Kanan: Penanaman kecambah. Kiri: Menugal. Terkadang didalam 1 kantong kecambah tersebut terdapat beberapa kecambah yang memiliki 2 atau 3 tunas. Jika bibit kedua tidak baik maka langsung dimusnahkan. Biasanya kerusakan kecambah yang muncul ketika kecambah terlambat ditanam adalah adanya kecambah yang patah bagian tunas ataupun akarnya. Selain itu.Kecambah lecet atau patah. Apabila sama.1. Apabila sudah demikian. dan ditempatkan tersendiri untuk diberi perawatan khusus. kardus tersebut dibuka kemudian diperiksa lagi dan dicocokkan dengan packing list yang menyertainya. Beberapa orang lebih suka untuk mengerjakan semuanya secara bersama-sama.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bengkok/berputar atau bentuk “U”. Orang pertama bertugas menugal tanah di polibag. Namun cara ini dirasa kurang baik karena busa serpih yang tertiup angin menjadi berterbangan dan menyebar di areal pre-nursery sehingga kandangan menjadi tampak kotor. Gambar C. . Kiri: Aplikasi pupuk RP. Seharusnya pemusnahan kecambah dilakukan dengan menggunakan alat nut cracker.

Selain rumput. Namun sangat jarang rumput hasil cabutan tersebut digunakan sebagai mulsa. yang mengandung N-P-K-Mg. namun hanya 1 kali walaupun curah hujan kurang dari 8 mm. kecambah ditanam kurang dalam sehingga ketika dilakukan penyiraman. Selain memperbaiki posisi bibit.j. Untuk saat ini. j. Gambar C. Hal ini menyebabkan tanah menjadi kedap air sehingga air dan pupuk tidak mampu diserap oleh tanah. Jumlah curah yang turun dapat diketahui dari ombrometer yang terdapat di halaman depan kantor. kecambah muncul dari tanah sehingga perlu dilakukan penimbunan tanah kembali. begitu juga sebaliknya apabila ombrometer di kantor rendah. belum tentu kadar air di pembibitan juga tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga bibit tetap tumbuh pada posisi yang normal baik letak maupun arah pertumbuhan. maka pada hari itu tidak disiram. tetapi lebih mengandalkan insting dan pengalaman operator siram. Hal ini disebabkan karena ombrometer berada di halaman depan kantor.g.i. Apabila curah hujan di kebun HD di antara 8 mm dengan 18 mm. Apabila curah hujan pada hari itu lebih dari 18 mm. Selain itu memang telah disediakan mulsa khusus yang didatangkan dari PKS berupa serat (fiber) kelapa sawit atau cangkang kelapa sawit. Terkadang penyiraman juga tidak mengikuti aturan yang ada. dalam konsolidsasi juga terdapat kegiatan menambah tanah pada polibag yang kekurangan tanah. Konsolidasi. Kegiatan konsolidasi ini dilakukan seminggu sekali. Untuk mempermudah dalam pelaksanaan. Pemupukan Pemupukan pada pre-nursery dilakukan dengan mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh ARU. i.2. Terkadang sewaktu dilakukan penanaman. Penyiraman Bibit Curah hujan menjadi penentu utama dalam penyiraman bibit. Konsolidasi Konsolidasi merupakan kegiatan memperbaiki posisi polibag yang kurang benar seperti miring ataupun roboh. Pemupukan di pre-nursery. maka bibit tidak lagi memerlukan penyiraman. Kebun HD tidak menerapkan penyiraman 2 kali. Rumput hasil cabutan tadi kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di luar areal bibitan yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai mulsa. Gambar C. sehingga apabila dipaksakan 2 kali penyiraman dalam sehari akan menyebabkan kenaikan biaya yang sangat besar.1. Merumput dan Melumut Kegiatan merumput dilakukan 2 minggu sekali dan hanya dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan cara mencabut atau memotong rumput yang ada di sekitar polibag ataupun yang ada di dalam polibag.2. menutup akar yang terbuka dan memperbaiki arah bibit yang tidak tegak lurus.1.4. sedangkan hujan yang turun belum tentu merata di seluruh kebun sehingga apabila ombrometer menunjukkan curah hujan tinggi. Tetapi apabila curah hujan kurang dari 8 mm. Apabila ketika operator siram mengecek tingkat kelembaban tanah dan dinyatakan bahwa tanah tersebut cukup lembab dan tidak perlu disiram. g.2. Penyiraman bibit di pre-nursery. pelarutan pupuk dilakukan dalam jumlah yang besar sehingga cukup untuk jumlah bibit yang . rekomendasi yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah sebagai berikut: Gambar C. Pemupukan dilakukan dengan melarutkan pupuk tersebut ke dalam 45 cc air. maka bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore).1.terdapat pemerataan penggunaan pupuk RP tersebut. belum tentu kadar air di pembibitan juga rendah. Dosis yang digunakan adalah 2 g/polibag dengan menggunakan takaran Ally. lumut juga patut diperhatikan. pupuk yang digunakan terlebih dahulu dianalisa kesesuaian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk tersebut. Kebutuhan minyak solar setiap hari ketika musim kemarau dapat mencapai lebih dari 400 liter. Pekerjaan melumut ini dapat dilakukan bersamaan denga kegiatan merumput di atas polibag. maka bibit disiram sekali dalam sehari. karena umur prenursery yang relatif pendek. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dan pupuk NPK 15. untuk bibit yang miring akan lebih mudah diperbaiki ketika masih muda.15. h. hal ini dikarenakan untuk 1 mesin pompa air membutuhkan 10 liter dalam 1 jam. Selain itu.6. Selain itu memang di kebun HD tidak pernah mengaplikasikan mulsa pada masa pre-nursery.

Hal ini dilakukan untuk menekan biaya sehingga bibit tersebut dalam sekali penyemprotan sekaligus mengaplikasikan insektisida dan fungisida sekaligus. Decis yang dibutuhkan untuk satu knapsack sprayer adalah 15 cc. yaitu dengan menyemprot bibit setiap 2 minggu sekali. tidak perlu menggunakan timbangan digital untuk menimbang berat pupuk yang akan di aplikasikan. maka diperlukan 750 gram pupuk urea dan 450 liter air.2. Pemikiran tersebut salah.225 9 NPK 15.15.6.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 10 NPK 15.4 0.banyak. Walaupun di areal pembibitan telah dikelilingi oleh parit dan tanggul dan pada pre-nursery telah dilengkapi dengan pagar kawat. seharusnya seleksi bibit didasarkan pada pertimbangan yang realistis dan mematuhi standar-standar seleksi yang telah ditetapkan. Penggunaan bahan insektisida ataupun fungisida sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh ARU. Sebagai contoh apabila ingin melarutkan pupuk urea untuk 10. Hama sapi dapat dicegah dengan menggunakan tenaga jaga yang bertugas mengawasi sapi sehingga tidak masuk ke areal pembibitan.Jenis Pupuk Dosis/polibag Keterangan (gram) 4 Urea 0.075 5 NPK 15. k. Bibit yang telah dinyatakan abnormal kemudian dipisahkan dan dimusnahkan dengan cara di cincang.15. Pengendalian Hama dan Penyakit Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.15.4 0.6. Namun saat ini dosis yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah decis 2 cc/liter dan dithane 2 g/liter yang diaplikasikan secara bersamaan.1. Pelaksanaan seleksi bibit di pre-nursery dilakukan setiap satu bulan sekali. Dalam pelaksanaannya pekerja menggunakan knapsack sprayer yang mampu menampung air hingga 15 liter.15 7 NPK 15.4 0.15.4 3. sehingga diperlukan seleksi bibit yang ketat untuk mencegah keluarnya bibit yang bermutu rendah.6. pekerja menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan sehingga setiap polibag mendapatkan jumlah pupuk yang sama. Pembibitan kebun HD sangat menjaga kualitas bibit yang dihasilkan.15.4 7 dibagi dalam 4 kali aplikasi Tabel C.000 polibag.6.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 12 NPK 15. Terkadang juga ditambahkan dengan Bayfolan (penghijau daun) dan Agristik (perekat). Minggu ke. sedangkan dithane yang dibutuhkan adalah 15 cc. Dengan demikian. kebun HD lebih bertindak preventif. Sedangkan kriteria bibit normal atau abnormal dapa ditentukan dengan melihat penampilan bibit. Akibat dari kesalahan pelaksanaan seleksi bibit adalah produksi dari buah sawit yang ditanam akan memberikan hasil yang jelek. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi pengeluaran biaya perawatan yang tidak diperlukan.j. Seleksi Bibit di Pre-Nursery Kemungkinan nasihat terbaik yang dapat diberikan kepada pekerja yang bertanggung jawab terhadap seleksi bibit adalah aturan dasar “bila ragu-ragu terhadap kondisi suatu bibit maka bibit tersebut diafkir saja”.6. Hama ini datang terutama ketika musim hujan tiba.1875 8 NPK 15. hal ini untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit yang berat. l. pemeriksaan terhadap bibit dilakukan setiap hari untuk mengetahui ada atau tidak serangan hama dan penyakit. seperti: a) Bibit normal: .4 0. Seringkali bibit yang kondisinya meragukan namun masih tetap dipertahankan atau tetap ditanam adalah karena adanya pemikiran bahwa “bibit tersebut dapat dipulihkan dalam waktu tidak lama dan membutuhkan sedikit perhatian”.6.15. Dalam pelaksanaan pemupukan. Seleksi ini dilakukan sampai bibit dipindahkan ke main-nursery. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan cara kemis. Walaupun begitu.4 3.15 6 NPK 15. Tabel pemupukan pada pre-nursery. namun pencegahan terhadap serangan hama mamalia seperti sapi harus tetap dilakukan.6.15.

Aplikasi pupuk RP baru dilaksanakan pada saat akan dilakukan pindah tanam. posisi plumula dan radikula terbalik.Daun yang tumbuh terakhir harus lebih besar dari daun yang tumbuh terdahulu.Bibit sakit (Diseased Seedlings).22 mm.a.2. Polibag di isi penuh supaya tidak terjadi penurunan ketinggian tanah dalam polibag akibat tersiram air.Daun berpilin (Twisted Leaf). Kiri: Kecambah normal. Gambar C. polibag besar dipesan 100% dari kebutuhan sebenarnya. Kanan: Pengayakan tanah.Bulai/Albino (Chimera). Polibag tersebut haruslah memiliki lubang pengeluaran air yang berguna untuk mencegah terjadinya genangan air di dalam polibag yang berdiameter 3 mm. Tahap Main-Nursery a. Kiri: Pembuatan ayakan.5 cm x 1. Setelah itu. Ketika melakukan kegiatan tersebut.Helai daun bergulung (Rolled Leaf). namun hal ini tidak mempengaruhi kualitas polibag.Berdaun tegak lurus seperti lalang (Narrow Leaf or Grass Leaf). Kanan: Polibag terisi penuh. harus dipastikan tanah tersebut kering. Terkadang terdapat polibag yang memiliki warna hampir transparan yang dikarenakan zat warna yang digunakan sedikit.3. . Untuk abnormalitas lainnya sangat jarang ditemui di pembibitian kebun HD. Hal ini disebabkan supaya pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah karena jika tanah dalam keadaan basah tanah tersebut menjadi sulit untuk di ayak. Kanan: Kecambah abnormal (twisted leaf) b) Bibit abnormal . dan orang ketiga bertugas mengisikan . perlu diperhitungkan kembali kebutuhan tanah sesuai dengan rencana penanaman di main-nursery.1. tanah di pindahkan ke areal pembibitan dengan menggunakan truk. Berbeda dengan polibag kecil yang dipesan 110% dari kebutuhan. ayakan dimiringkan ± 60º sehingga mempercepat menurunnya tanah. Pengisian Polibag Polibag yang digunakan di main-nursery kebun HD adalah polibag yang berukuran 40 cm x 50 cm dengan ketebalan sekitar 0. Ayakan dibuat dengan menggunakan kawat berlubang dengan ukuran lubang 1. Hal ini disebabkan karena ketika dilakukan penanaman.Bentuk daun tumbuh sempurna dengan memiliki 3 sampai 4 helai daun. Persiapan Media Tanah Langkah-langkah dalam persiapan media tanah di main-nursery ini tidak berbeda dengan langkah-langkah yang dilakukan pada persiapan media tanah di pre-nursery. Setiap kg polibag besar terdapat 10-14 lembar polibag. Kiri: pengisian polibag. . dingin ataupun robek. ketika basah tanah menjadi menggumpal.3. orang kedua bertugas membersihkan ayakan.5 m dan lebar 1 m.. Gambar C. Oleh karena itu.Daun bersatu (Collante). Tanah yang digunakan adalah tanah topsoil yang berada di divisi inti. Setiap truk mampu mengangkut 3-4 bucket excavator atau setara dengan 3-4 m3 tanah yang mencukupi kebutuhan untuk 80-100 polibag besar.b.1. b.l. . Gambar C. Pengisian polibag untuk main-nursery dilakukan secara bersama-sama yang beranggotakan 3 orang. . Sebelum melakukan pengayakan tanah. 3. Tanah yang telah dikumpulkan tadi kemudian di ayak untuk membersihkan tanah dari sampah-sampah organik maupun anorganik. . selain tanah menjadi lebih berat. sehingga tunas berkembang memutar dan menjadi berpilin.Daun berkerut (Crincled Leaf). Orang pertama bertugas mencangkul. Abnormalitas bibit di pre-nursery yang paling sering terjadi adalah daun berpilin (twisted leaf).Bibit kerdil (Runtseedling). Polibag yang digunakan adalah polibag yang memiliki kualitas baik dengan melihat ketahanannya terhadap panas. Untuk rangka ayakan dibuat dari kayu gelam sepanjang 2 m yang diberi penguat bambu. .1.5 cm dengan panjang 1. . .

Dengan demikian pekerja yang memiliki tugas menanam tidak lagi kesulitan untuk membawa bibit kecil ke tempat penanaman. Selain itu perlu diperhatikan juga ketika menurunkan polibag baik dari panggulan ataupun dari angkong. Kegiatan langsir bibit ini dapat menggunakan angkong. Bor yang digunakan di pembibitan kebun HD terbuat dari pipa PVC 4” dengan ujung pipa . begitu juga sebaliknya. yaitu polibag pada posisi terpinggir dari suatu blok pembibitan tersebut. Berat satu polibag besar berkisar antara 15 kg hingga 20 kg tergantung kepada jenis tanah dan kadar air tanah.d. Cara mengebornya adalah dengan menekan bor tersebut kedalam tanah. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan angkong yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menampung maksimal 150 polibag kecil.1. Untuk mempermudah dalam pengeboran. Pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery dilakukan berdasarkan tanggal tanam. f. Perlu diperhatikan ketika kegiatan langsir polibag dilakukan. Harus dipastikan bahwa lubang yang ada pada selang tersebut berada di atas. Penyusunan Polibag Polibag yang telah terisi penuh kemudian di distribusikan (langsir) ke tempat penanaman yang telah direncanakan.3. sebelum dilakukan pekerjaan ini sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu sekitar 15 menit. Pemasangan instalasi kirico. Bibit yang telah dilangsir langsung didistribusikan ke setiap polibag besar dengan meletakkannya di samping polibag besar. Kanan: Spacing bibit. Ketika mengangkat polibag.14 m yang dapat memuat 13 titik spacing. dapat juga dengan cara dipanggul tergantung jarak yang ditempuh dan jumlah tenaga.tanah ke dalam polibag. kemudian diputar hingga 90º dan kemudian diangkat dan bor tersebut diayunkan di sela-sela antar polibag.c. Kegiatan spacing dimulai dengan memubuat kandangan. varietas dan nomor male serta penempatan di lokasi main-nursery. Penanaman Bibit Sebelum dilakukan penanaman bibit kecil ke polibag besar. Kegiatan langsir polibag besar ini langsung dilanjutkan dengan penyusunan (spacing) polibag. baru kemudian di bor. c.1. Gambar C. polibag tidak boleh dibanting untuk menghindari pecahnya polibag akibat tekanan yang berlebihan ketika polibag diturunkan. hanya saja skalanya lebih kecil. d. Sedangkan yang kedua adalah untuk menentukan titik dalam baris polibag (78 cm) dengan panjang 10. kegiatan spacing ini sama dengan kegiatan spacing ketika penanaman bibit di areal. selang tersebut di uji coba dengan mengalirkan air dan melakukan kalibrasi tekanan dengan menggunakan Pressure Gauge. yang diangkat adalah bagian dasar polibag. sesuai dengan tinggi polibag kecil sehingga ketika penanaman tidak ada bagian tanaman yang menyembul keluar. Terdapat dua macam kawat yang digunakan dalam kegiatan spacing ini. Pertama adalah kawat yang digunakan untuk posisi antar baris (90 cm) dengan panjang 11. Pemindahan dan Penanaman Bibit Bibit kelapa sawit yang telah berumur 3 bulan di pre-nursery harus dipindah ke polibag besar (main-nursery). Selang kirico tersebut disambung ke pipa dengan cara mengikatnya dengan kawat. Spacing polibag ini dilakukan dengan menggunakan kawat panjang yang telah diberi tanda berupa karet yang digulung. Pembibitan di kebun HD menggunakan jarak tanam polibag 90 cm x 90 cm x 90 cm. Hal ini dikarenakan jika tanah kering cenderung keras dan mempersulit masuknya bor ke dalam tanah. bukan pangkal polibag. Setiap satu gulung selang kirico memiliki panjang 100 m yang cukup untuk 1 baris blok. sehingga setiap bibit kelapa sawit mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh sinar matahari. Jumlah bibit yang dipindahkan harus dihitung untuk menghindari perbedaan catatan yang ada di kantor dengan jumlah di lapangan. Spacing dilakukan untuk membuat jarak tanam yang seragam. e.3. Gambar C.7 m yang dapat memuat 13 titik spacing. Pemasangan Instalasi Kirico Instalasi kirico dipasang segera setelah seluruh polibag telah selesai di spacing. terlebih dahulu tanah yang ada di polibag dibor dengan menggunakan alat khusus yang telah disediakan. Setelah semua selang dipasang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko polibag robek. Kiri: Langsir bibit. Tanah di bor dengan kedalaman sekitar 20 cm.

apabila pupuk dicampur bersama dengan tanah yang belum di bor.g. Cara aplikasi mulsa ini adalah dengan membawa mulsa dalam karung kemudian dibawa ke polibag besar yang akan di beri mulsa. Namun untuk mencapai tingkat efisiensi maksimum. Penyiraman Salah satu kebutuhan utama bibit kelapa sawit adalah air.2. Setelah itu mulsa tersebut disebar merata di atas tanah hingga mulsa menutup seluruh permukaan tanah.f. Polibag besar yang telah dibor kemudian biberi pupuk RP untuk meningkatkan kadar P di dalam tanah. selain itu.3. ketika pengeboran secara langsung maupun tidak langsung akan ada pupuk RP yang terbuang bersama tanah yang terbawa bor tersebut. Mulsa dapat berasal dari serat (fiber) ataupun cangkang kelapa sawit.3. Polibag kecil yang telah berada di samping polibag besar kemudian di angkat untuk dipindah tanam. Polibag yang telah di bor dan di beri pupuk RP siap untuk ditanami. pelaksanaan penyiraman dilakukan hanya 1 kali sehari walaupun hari sebelumnya tidak turun hujan. dan di tekan sedikit sehingga permukaan tanah menjadi rata. Pupuk RP tersebut ditaburkan tepat didalam lubang hasil pengeboran sebelumnya. Aplikasi Mulsa Sekitar 2 minggu setelah penanaman di polibag besar. bibit kelapa sawit tersebut diberi mulsa.f. Kebutuhan air setiap polibag ± 2 liter per hari. Kiri: Polibag yang telah diberi mulsa. sehingga sebisa mungkin tanah yang berada dalam polibag dalam keadaan lembab atau basah. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian persiapan media tanah bahwa aplikasi pupuk RP ketika tanah masih dalam bentuk gundukan sangat sulit sehingga lebih mudah apabila diaplikasikan ketika tanah telah di isikan ke polibag besar. Polibag kecil berisi bibit pre-nursery di angkat. penyiraman cukup dilakukan satu kali. Kanan: Rumput di sela-sela mulsa. maka penyiraman ditunda pada hari berikutnya. Hal ini dikarenakan pada bibit yang berumur 9 bulan ke atas. Dosis yang digunakan untuk setiap polibag adalah 30 gram yang aplikasinya menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan. selain harganya mahal. sedangkan untuk polibag yang tidak dapat lagi digunakan di letakkan di samping gudang. karena fiber yang baru dating tersebut masih panas sehingga apabila dipaksakan untuk langsung diaplikasikan dikhawatirkan akan membuat bibit tersebut gosong karena kepanasan. Gambar C. Untuk polibag yang masih dapat digunakan di simpan di dalam gudang. keputusan dilakukan kegiatan penyiraman atau tidak juga ditentukan oleh operator siram dengan mengandalkan pengalaman yang dimiliki. Bibit kecil tadi kemudian di masukkan ke dalam lubang yang telah diberi pupuk. Apabila kegiatan penanaman telah selesai dilakukan. Selain itu. Kanan: Pembuatan lubang tanam. Harus dipastikan bahwa posisi bibit tersebut tegak lurus. cangkang juga digunakan sebagai bahan bakar di PKS sehingga jumlahnya sangat terbatas. mulsa juga bermanfaat untuk mengurangi penguapan air tanah sehingga tanah tidak mudah kering.diruncingkan dan pangkalnya diberi pegangan yang terbuat dari kayu.1. Gambar C. Apalagi pada bibit main-nursery yang telah berumur lebih dari 9 bulan.1. h. kemudian dimiringkan dan dipukul-pukul sehingga tanah memadat dan mudah untuk dikeluarkan dari polibag kecil. akar bibit telah menembus polibag dan sumber air serta unsur hara tidak lagi terfokus pada kandungan yang ada . Apabila dirasa tanah masih lembab. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan dan efisiensi kerja. Bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). g. Dengan diberikannya mulsa pada bibit kelapa sawit tersebut maka pertumbuhan gulma dapat ditekan sehingga kegiatan merumput dapat dikurangi dan persaingan antar tanaman juga menurun. penyiraman tidak lagi menjadi suatu kegiatan yang harus dilakukan. Penanaman bibit main-nursery. Kiri: Bor pembuat lubang tanam. Penyiraman bertujuan memberikan seluruh bibit untuk memperoleh kelembaban yang cukup dan menghindari bibit kurang air. Gambar C. Panjang bor sekitar ± 60 cm dengan pegangan berada 10 cm dibawah pangkal bor yang terbuat dari kayu gelam. Yang perlu di ingat adalah fiber yang baru dating dari PKS haruslah dibiarkan selama minimal 2 minggu. Polibag yang telah dipisahkan tadi kemudian dimasukkan ke karung. sisa polibag kecil dikumpulkan dan dipilah-pilah antara polibag kecil yang masih dapat digunakan dan polibag kecil yang tidak dapat lagi digunakan.3. Selain itu. Jika curah hujan lebih dari 18 mm maka tidak perlu dilakukan penyiraman. jika curah hujan lebih dari 8 mm. Tetapi belakangan ini penggunaan mulsa cangakang sangat jarang dilakukan.

1998. 2006. 2009. Pedoman Teknis Pembibitan Kelapa Sawit. Pematangsiantar. Hartono. The Genus Elaies. Tbk. Y. 1992. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. Yogyakarta http://puputwawan.sampoernaagro. Kelapa Sawit. Pupuk tunggal sebagai pengganti pupuk majemuk dan pengurangan frekuensi aplikasi pada pembibitan klon kelapa sawit. Diakses 10 Oktober 2008. (tidak dipublikasikan) Lubis. Yogyakarta. 2002. S. 1976. 2009. Y. Plantation Location. 2003. Asmono. 1992. Sujadi. Pengenalan Perkebunan Kelapa Sawit.. Ogan Komering Ilir. R. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. Penebar Swadaya. Amsterdam. Gadjah Mada University Press. A. dan Y.php?option=com_content&task=section&id =8&Itemid=31&lang=id. 12(1):25-34.wordpress. Buletin Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. 2003. Ogan Komering Ilir. Fauzi. Pusat Penelitian Kelapa Sawit – Pemuliaan Tanaman. H. ______. Siregar. I. Jakarta. Mangoensoekarjo. BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT Didalam budidaya tanaman kelapa sawit. I. Jakarta. Kelapa Sawit di Indonesia. D. Tojib.di polibag. http://www. Syamsulbahri. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Corley. Studi Tentang Perkebunan dan Pemasukan Minyak Kelapa Sawit Indonesia. K. Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. http://www. International Contect Bussines System. Penebar Swadaya. Jakarta. Murfiah. Tbk. A. Oil Palm Research.U. Yang terpenting adalah bibit main-nursery yang berumur < 9 bulan tidak boleh kekeringan karena bibit berumur 10 bulan. Penyiraman dapat dilakukan 2 atau 3 harus sekali.E. YE. Penyunting : S.com/2011/06/25/budidaya-kelapa-sawit-pembibitan-kelapa-sawit/ BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT PROSPEK YANG CERAH DI KETAPANG KALIMANTAN BARAT 26OKT I. 2006. Manajemen Budidaya Kelapa Sawit (dalam : Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Gadjah Mada University Press. Makin Group. Supriyanto. Setyawibawa. dan P. Kelapa Sawit : Usaha Budidaya. Purba. kegiatannya meliputi pembukaan lahan/ kebun atau Land Clearing(LC). Setyawibawa dan R. Yenni. Analisis dan Pemasaran. 1997. Widiastuti. kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit di TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan) hingga pemanenan TBS (tandan buah sawit. S. Hartoyo. Mangoensoekarjo dan H.org/ index. (tidak dipublikasikan) Purba.com/plantation location. Pembibitan Kelapa Sawit. Elsevier. ______.iopri. Widyastuti. Budidaya. teknik pembibitan dan pemeliharaannya. R. dan A. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. . 1996.T. Supena. (tidak dipublikasikan). V. Semangun).html. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. dan N. E. Diakses tanggal 1 September 2008.

1 Pembukaan Kebun Baru Untuk pembukaan perkebunan baru ada beberapa usaha yang harus dilakukan mulai dari bagaimana cara perolehan lahan.1. Adapun Tahapan-tahapan dalam perolehan antara lain: A. Apabila dijumpai okupasi atau permasalahan dalam area yang akan diurus perizinannya maka pimpinan Proyek/ manajemen Kebun diwajibkan membantu PAD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas. 1. Penilaian Kelayakan Lahan Setelah mendapatkan izin untuk pembukaan lahan maka selanjutnya adalah penilaian kelayakan lahan atau survey pendahuluan (desk study) yang dilakukan oleh Riset dan GIS (geografic information system) untuk mendapatkan informasi yang mencakup:  Kelayakan area baru untuk dilakukan penanaman Kelapa Sawit  Alternatif jalan masuk ( Acces Road) menuju area baru  Sumber air yang cukup untuk rencana pembibitan.  Luas kerangka berdasarkan tahapan penanaman disertai tanda batas dilapangan. Dan beberapa informasi yanag lebih mendetail. ekonomi. perencanan tata ruang sampai dengan pembukaan lahan secara fisik. mencakup:  Luas area berdasarkan kelas tanah. pemasaran. sosial dan lingkungan. Perizinan Area Baru Public affair departemen (PAD) bertugas untuk menyelesaikan proses perizinan area baru yang dimulai dari tahap proses perolehan area sampai perolehan hak guna usaha (HGU). . Emplasemen/Pondok dan pabrik  Potensi masalah sosial Apabila dari hasil survey pendahuluan menunjukan prospek bisnis yang menguntungkan. menejemen akan menugaskan Riset dan GIS (geografic information system) untuk melakukan survey lanjutan tentang kelayakan area yang mencakup: Teknis. B.2 Perolehan Lahan Proses perolehan lahan baru dan pengembangannya ditetapkan oleh Manajemen sebagai langkah ekspansifperusahaan menuju terwujudnya luasan area yang ditetapkan. Didalan pelaksanannnya pihak Manajemen mendapatkan usulan/masukan dari public affair departemen (PAD) atau sebaliknya.

dengan menugaskan departeman agronomi dibantu tim yang terdiri dari finance. bukit dan sungai ( termasuk renca outlet) Jaringan jalan. dll) Hasil survey semi detail manajemen menetapkan rencana penyelesaian dan jangka waktu pembangunan kebun baru. disusun berdasarkan hasil survey lahan yang mencakup informasi : 1 2 3 4 5 6 7 8 Batas kebun dan batas wilayah kebun Kondisi lahan : darat. Lokasi Sunber material pada area baru. bulking. Lokasi prasarana (rencana: dermaga. Gudang sentral. untuk penghubung keluar masuk lokasi dermaga Penentuan Main Road (jalan utama) dan Collection Road (jalan koleksi) Rencana pembagian blok dan luas blok Lokasi bibitan Rencana Lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lain Rencana lokasi pabrik dan perkantoran . semak belukar. dan engineering untuk menyusun rencana kerja proyek (RKP) dan master plan kebun dan pabrik. Rencana Kerja Proyek (RKP) merupakan rencana detail yang berisi informasi. Penyusunan Master Plan kebun. dan lalang.    Kondisi dan taksiran luas hutan primer. rawa. 1 2 3 4 5 Jangka waktu pembangunan kebun Tahapan – tahapan pembukaan kebun Kebutuhan SDM Keuangan Alat berat dan kendaraan Sedangkan. Jaringan outlet beserta ukurannya untuk area rendahan dan gambut. skunder.

9 10

Lokasi sumber material penimbun dan pengeras jalan Lokasi hutan konservasi / penyangga

1.3 Perencanaan lokasi Sarana Penunjang Untuk kelancaran dalam pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit maka harus segera dibangun beberapa sarana penunjang antara lain: lokasi kantor, bibitan, lokasi jalan masuk, lokasi pabrik dan lokasiemplasemen. Untuk menentukan lokasi kantor dan tempat tinggal pengurus. Pimpinan proyek / manajer kebun segera mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk bangunan kantor dan tempat tinggal sementara. Lokasi yang sudah ditetapkan tersebt diupayakan akan menjadi tempat pembangunan kantor permanen, Gudang dan Emplasemenkebun memasuki masa stabil. Penetapan lokasi harus mendapat persetujuan dari KAWIL (kepala wiayah) dan GM (general manager) Plantation. Setelah penentuan lokasi untuk perkantoran, Pimpinan proyek manajer kebun pjuga mengidentifikasi area yang akan digunakan untuk pembibitan dengan mempertimbangkan persyaratan lokasi bibitan yang ideal. Setelah lokasi bibitan disetujui oleh KAWIL ( kepala wilayah) dan GM (general manager) Plantation, pimpinan proyek / Manager kebun segera menyusun Rencana Kerja dan Anggaran untuk pelaksanaan oprasional pekerja bibitan. Menentukan lokasi jalan masuk dengan mempertimbangkna hasil survey semi detail. Dalam hal ini Pimpinan proyek / manajer kebun bersama-sama dengan Lahan untuk jalan masuk harus dibebaskan dari kepemilikan masyarakat minimal 50 meter dari kiri kanan jalan. Guna menjaga keamanan dari berbagai gangguan maka perlu dibuat parit 2 x 2 x 1,5 m sebagai pembatas sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Kemudian untuk selanjutnya penentuan lokasi pabrik kelapa sawit (PKS) dan Emplasemen, Pimpinan Proyek / Manager kebun, GIS, dan Enginering malakukan survey untuk menentukan kelayakan tata letak rencana pembangunan PKS serta Emplasemen pada tempat yang ditunjuk. Berdasarkan hasil survey tersebut, managemen memutuskan lokasi terbaik yang akan dibangun. Untuk menghindari kesalahan penanaman pada lokasi yang di rencanakan akan di bangun PKS maupun Emplasemen maka harus segera dibuat tanda di lapangan dengan pemasangan papan nama sekaligus patok batas lokasinya. Pimpinan Proyek/Manajer kebun segera menginformasikan kepada Asisten Pengembangan untuk menghindari penanaman pada lokasi yang sudah dicadangkan tersebut. 1.4 Pembukaan Lahan lokasi

Pembukaan lahan adalah merupakan kelanjutan tahapan setelah mendapat izin hak guna usaha (HGU) dan telah dilakukan uji kelayakan lahan. Adapun Tahapan – tahapan dalam pembukaan lahan antara lain: Survey Lahan dan evaluasi lahan Kegiatan survey lahan dan evaluasi lahan dilakukan oleh para ahli PMNP, kegiatan ini bertujuan mengetahui layak atau tidak dan sesuai atau tidak lahan tersebut dinyatakan untuk dijadikan lahan untuk tanaman BudidayaTanaman Kelapa Sawit. Rintis-Bloking Kegiatan rintis bloking bertujuan untuk menentukan tata batas / kerangka kebun, menentukan desain blok yang akan dikerjakan dan menentukan tata batas jalan utama ataupun jalan koleksi. Pembuatan rintis bloking dan jalan di areal datar, didasarkan pada peta rencana blok, kemudian dilakukan kegiatan rintis jalan Main Road dan Collection Road, penentuan arah jalan mempertimbangkan bentangan luasan kebun dengan menggunakan kompas / Theodolite. Jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1.009 m dan antar jalan koleksi (CR) 307 m, dengan lebar blok 300 m dan panajang blok 1.000 m. Sedangkkan untuk areal berbukit dilikaukan imas tumbang terlebih dahulu sebelum rintis-bloking maupun pembuatan jalan. Untuk luasan blok pada areal berbukit tidak meski 30 ha tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi jaln kontur. Pancang Rintis Penentuan jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1009 M, dan antar jalan koleksi (CR) 309 M, dengan lebar blok 300 M, dan panjang blok 1000 M, dengan lebar MR 9 M dan CR 7 M. sedangkan jarak antar MR disesuaikan dengan kelipatan jarak tanaman. Imas Imas merupakan kegiatan memotong anak kayu dan tanaman yang merambat berdiameter kurang dari 10 cm dengan menggunakan parang dan kapak. Tujuan imas ialah untuk mempermudah penumbangan pohon dan pelaksaan perun mekanis, diusahakan serendah mungkin dengan permukaan tanah.

Tumbang Penumbangan pohon dengan menggunakan gergaji mesin / cheinsaw dilakukan setelah di imas. Penumbangan dilahan gambut dilakukan setelah minimal 6 bulan selesai pembuatan parit outlet dan parit utama. Ketentuan dalam penumbangan kayu:
 

Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang diareal jalur air dan jalan Pohon yang masih tegak tetapi sudah mati tidak perlu ditumbangkan sampai dilakukan perun mekanis.

Perun Mekanis Perun mekanis dengan menggunakan alat berat buldozer atau excavator. Perun mekanis merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar dengan baris tanaman mengarah timur dan barat. Lebar rumpukan untuk areal mineral 2 M dengan jarak antar rumpukan 32 M sedangkan pada areal gambut 4M dengan jarak antar rumpukan 16M. Posisi Buldozer berada pad gawangan hidup dan kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu-kayu diatur pada gawangan mati sejauh 2,5 m dari radius pohon sawit. Pancang Jalur Rumpukan (pancang staking) Pancang rumpukan dipasang pada jalur utama rumpukan dan berada di gawangan mati. Tinggi pancang 4M dan diberi bendera warna merah atau putih agar mudah dilihat oleh operator excavator atau buldozer. Setiap jarak 50 m diberi pancang pembantu sehingga ada 6-8 pancang dalam satu jaluran. 1.5 Pembuatan Prasarana Jalan Jalan merupakan urat nadi perkebunan karena fungsi jalan sangat vital, Yakni: sebagai penghubung dari dan keluar kebun/ pabrik, jalur transaportasi TBS, jalur trasportasi pemupukan, karyawan, material bangunan serta sebagai pembatas blok. Putusnya jalan akan menghambat semua aktivitas sehingga dapat mengganggu. Jenis -jenis Jalan: 1. Main Road (MR) dibangun dari timur kebarat dengan jarak antar jalan utama 1000M dan lebar badan jalan 9 m. Untuk areal gambut atau rawa jalan dibuat dengan sistem tanggulan dan pembuatan parit pada salah satu sisi badan jalan. Ukuran parit lebar atas 4 m, bawah 3 m, dalam 4 m.

2. Collection Road (CR) dibangun searah utara selatan, jarak antar koleksi 300 m dan lebar badan jalan 7 m. 3. Jalan kontur, jalan yang dibangun padaareal berbukit, dibuat dengn memotong jalur kontur dngn lebar 5-7 m. 1.6 Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit merupakan kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit secara generatif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit antara lain genetic tanaman (innate), perlakuan (induce)dan factor lingkungan atau kondisi alam (enforce). Faktor innate adalah factor yang terkait dengan genetic tanaman yang bersifat mutlak dan sudah ada sejak terbentuknya embrio dalam biji. Untuk jaminan yang dikeluarkan oleh institusi resmi salah satunya adapun jenis bibit yang digunakan di BGA yaitu mengelola factor innate ini yaitu dengan memilih jenis kecambah dan membeli yang mendapat seperti PT. Socfindo, PT. Socfindo dan Lonsum

yang keduanya merupakan hasil persilangan bibit Dura dan Pisifera. Faktor induce adalah factor yang mengimbas (mempengaruhi) ekspresi sifat genetic sebagai manifestasifactor lingkungan yang terkait dengan perlakuan manusia. Faktor induce ini berperan mulai dari bibitan sampai pemeliharaan dilapangan, seperti pemupukan. Faktor enforce adalah factor lingkungan (alam) yang bersifat merangsang atau menghambat pertumbuhan produksi tanaman, seperti iklim, temperatur, curah hujan, keadaan tanah dll. Kualitas bibit merupakan faktor penting untuk mendapatkan minyak kelapa sawit (mks) yang tinggi dan diharapkan bibit tersebut sudah mulai panen pada umur 30 bulan. Untuk Kualitas bibit dilapangan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu : 1 2 3 4 Potensi genetik dan asal – usul persilangannya Kultur teknis dalam penanaman dan pemeliharaan bibit Seleksi bibit Umur bibit saat ditanam kelapangan

Pemilihan sumber kecambah merupakan faktor terpenting karena setelah ditanam kelapangan maka selama 25 sampai 30 tahun kedepan potensi produksi tidak dapat diperbaiki.

1.6.6. Adapun faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi bibitan yaitu : 1 2 3 4 Lokasi harus datar dan lapang Tersedia air yang cukup minimal 40. Aman dari gangguan hama penyakit Dekat dengan Emplasmen sehingga pengawasan lebih intensif 1. Membuat irigasi secara mekanis.2 Persiapan Lahan Bibitan Lahan bibitan harus sudah dalam kondisi bersih lengkap dengan instalasi air dan jaringan jalan.000 liter/Ha per hari. 1.1 Penentuan Lokasi Bibitan Penentuan lokasi bibitan akan menentukan sistem pembibitan yang digunakan oleh perusahaan dengan melihat untung dan rugi terkait biaya yang harus dikeluarkan selama masa bibitan. Membuat jalan tetap menuju bibitan. .3 Sistem Irigasi/ Pengairan Tujuan penerapan sistem irigasi yang tepat adalah untuk menjamin bahwa masing – masing bibit memperoleh air yang cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Membersihkan areal penyemaian PN (pre nursery) dan MN (main nursery) Membuat drainase dengan baik sehingga air hujan tidak tergenang.6. Tahapan persiapan lahan bibitan: 1 2 3 4 5 Memilih lokasi potensial.

1. Bagian – bagian instalasi pada irigasi tabung terdiri dari mesin pompa. Sistem irigasi yang digunakan di perusahaan BGA yaitu sistm irigasi tabung dengan menggunakan selang plastik (kirico). Pembibitan Dua Tahap .000 sd 20. bagian pemancar yang dilengkapi dengan keran.6. Pipa yang digunakan dalam sistem irigasi adalah pipa PVC 6”. sehingga selain biaya yang murah juga efektif terhadap sistem penyiraman bibit karna jumlah air yang keluar merata.Adapun sistem penyiraman yang digunakan di BGA yaitu sistem pengairan berkabut atau Mist Irrigation.250 RPM. diantaranya : 1 2 3 Sistim irigasi manual Sistim irigasi semi manual Sistem irigasi tabung dengan selang plastik berlubang (kirico) yang bertekanan. Pembuatan sarana irigasi harus sudah selesai sebelum dimulainya kegiatan pembibitan baik di Pre Nursery maupun Main Nursery. 4” dan 2” serta selang kirico. dapat digunakan pembibitan satu tahap (single stage). waduk sumber air. Jenis mesin 20 hp @1. b). Air yang digunakan harus bersih dan baik dengan Ph minimum 4. Ada beberapa macam sistem irigasi yang biasa digunakan dalam pembibitan kelapa sawit. Sebelum dilakukan penanaman kecambah maka instalasi air harus sudah terpasang pada seluruh areal pembibitan yang sudah direncanakan. selang plastik berlubang (kirico) dan sambungan – sambungan pipa keran. Sistem kirico ini banyak memiliki kelebihan dan mudah dalam pengaplikasiannya.4 Macam-macam tahapan Pembibitan Ada dua macam cara yang umum dilakukan dalam tahap bibitan yaitu cara langsung atau satu tahap (single stage) dan cara tidak langsung atau dua tahap (double stage) a).000 bibit). Pada pembibitan ini kecambah langsung ditanam dalam largebag di main nursery yang sudah dilakukan penjarangan (spacing) dengan jarak tanam 70cm segitiga sama sisi (dalam 1 ha bisa menampung 17. Pembibitan satu tahap Pada perkebunana yang sudah mapan ( established ) atau yang mempunyai topografi area datar cukup luas.

Untuk jenis bibt yang memiliki diameter daun cukup lebar (contoh . diameter 5cm. Pada saat transplanting atau pemindahan bibit dari PN ke MN dibarengi dengan pemberian pupuk guano dan agroblen sebagai pupuk dasar yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar. berbentuk kerucut. Bibit ditanam ke largebag dan padatkan tanahnya 7. Dosis untuk pupuk guano ialah 15gr/pokok. 2). Angkat bibit PN (prenursery) hati-hati dan disusun keatas masing-masing kotak kayu sebagai tempat pengangkutan dari lokasi PN ke MN menggunakan mobil atau jonder.6. Satu hari sebelum transplanting dilakukan penyiraman guna memudahkan pembuatan lubang tanam 3. sedangkan untuk bibit . Pastikan Largebag sudah tersusun benar dengan posisi tegak dan telah diisi tanah. sedangkan pupuk agroblen 50gr/pokok. 1.Pre Nursery juga bertujuan untuk mengoptimalkan dalam pemeliharaan. Siram bibit di PN (pre nursery) sebelum dipindahkan 5. Pre Nursery Tujuan pre nursery adalah memberi waktu lebih longgar untuk membuat persiapan area bibitan dan mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau setelah bibit memiliki 4-5 helai daun. ukurannya tinggi 10cm. Penentuan kerapatan tanaman pada area datar sangat dipengaruhi oleh jenis bibit yang akan ditanam. 2. Lakukan penyiraman secukupnya segera sesudah transplanting Untuk pembibitan tahap awal PN (prenursery) di BGA tidak menggunakan babybag tetapi menggunakan potraykhusus berlogo BGA. Buat lubang ditengah largebag dengan menggunakan alat pelubang dengan kedalaman lubang disesuaikan dengan tinggi bibit (potrey) 4. Tata cara pelaksanaan transplanting dari pre nursery ke main nursery sebagai berikut : 1.1). Main Nursery Transplanting ke Main Nursery dilakukan pada bibit yang berumur 3 – 4 bulan atau setelah bibit memiliki 4 – 5 helai daun. Marihat) maka jarak tanam harus lebih dijarangkan agar pelepah daun tidak saling menutupi (bisa terjadi kompetensi sinar matahari). System bibitan dengan mengguankan potray ini memiliki kelebihan diantaranya menghemat tempat atau lokasi bibitan. hal tersebut terkait dengan teknik penanaman dan pertimbangan saat panen. mudah dalam proses perawatan. 6.5 Kerapatan Tanam Terdapat perbedaan Kerapatan tanam antara area datar dengan area berbukit.

8 m 7.1 Kerapatan Tanam.5 m Jarak tegak lurus antar bar 8. Kerapatan tanam (pohon/Ha) 128 Jarrak tanam anatara pohon (segitiga sama sisi) 9.2 m 7.yang memiliki diameter daun yang lebih sempit (contoh: PPKS Dumpy.4 m 8.6.23 m 130 9.5 m 7. pengendalian hama dan penyakit (PHPT) dan seleksi bibit.7.6.62 m 160 8. Transplanting Bibit Kegiatan transplanting yaitu kegiatan pemindahan bibit dari pembibitan awal ke pembibitan utama.2 – 0. pemupukan. Adapun kegiatan – kegiatannya antara lain : 1 Persiapan lokasi bibitan utama.14 m 136 9. Pengendalian gulma dilakukan 2 minggu sekali atau bisa kurang dari seminggu sesuai kebutuhan. Penyiraman di Pre Nursery (PN) dilakukan 2x dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari. pengendalian gulma.6 Kegiatan Perawatan Bibitan Kegiatan yang dilakukan di Pre Nursery (PN) antara lain pengairan atau penyiraman. konsolidasi bibit.36 m Sumber : Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1. dilakukan dengan cara manual dan tidak dianjurkan menggunakan herbisida.97 m 148 8. Kebutuhan air untuk setiap bibit adalah 0. Tabel 1.3 Liter/potre per hari. yaitu instalasi irigasi . 1. Socpindo) maka dapat ditanam lebih rapat. kecuali bila hujan dengan curahan 8 mm maka penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan.

Penyiraman dilakukan 2x dalam sehari. f). c). Pemberian Mulsa Mulsa diberikan segera setelah penanaman. Pengendalian dengan cara aplikasi sistemik dan non mistemik. pagi dan sore. Pemupukan Pengaplikasian pupuk dilakukan 1 minggu setelah transplanting dan disebar merata pada permukaan polybag. e).6. pemupukan dan media tanah. b). mulsa yang dipakai di perusahaan BGA adalah daun lalang kering yang dipotong – potong. Pengendalian Hama Hama yang biasa terjadi pada bibit adalah gejala kulvlaria dengan ciri bercak spot – spot coklat.8 Kegiatan di Main Nursery a). Kebutuhan air ini dapat dipenuhi dengan penyiraman selama 60 menit. Konsolidasi Bibit . Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan secara manual (weding) dan dengan cara herbisida kontak. 1. rotasinya 1 bulan 1x dengan menggunakan alat semprot. Apabila gejala makin parah bibit harus di isolasi dan diberikan perlakuan pestisida. Cara penaggulangannya adalah dengan memperbaiki sitem pengairan. d).2 3 4 Pengisisan media tanam berupa tanah mineral ke dalam largebag Penyusunan largebag Pembuatan lubang tanah. bahan aktif parakuat untuk pengendalian gulma diluar polybag. Untuk efektifitas penyemprotan agar tidak terkena bibit biasanya menggunak sunggup bulat yang dipasang pada ujung semprot. Penyiraman Penyiraman memerlukan 2 – 3 liter air per hari dengan sistem mist irigation : sumisamsui / kirico.

3 Lansir Bibit Lansir bibit adalah pengeceran bibit yang sudah siap tanam dari bibitan utama dan diecerkan kelokasi tanam dijalur CR sesuai dengan jumlah tanam menggunakan zonder. tanah yang bekas galian ditimbunkan kembali. kondisi lahan dan jenis bibit. tinggi 1 meter.2 Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam ukuran 60 x 60 x 40 cm disiapkan sebelum penanaman dilakukan. Konsolidasi bertujuan agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan sempurna.1 Penomoran Blok Penomoran blok dilakukan setelah penanaman. biasanyan tanaman yang doyong atau roboh maka harus ditegakkan atau dipadatkan bagian tanahnya. Oleh karena itu untuk untuk memperbaiki kesalahn tersebut perlu dilakukan konsolidasi. Kegiatan konsolidasi harus sudah selesai 2 bulan setelah penanaman.7.Yaitu kegiatan menegakkan bibit atau polybag yang condong serta meratakan tanah dan memadatkan.7. 1.8 Kegiatan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 1. Nomor blok tersebut dipasang pada . 1. 1. Tanah galian dipisahkan antara topsoil dan subsoil. Kesalahan tanam yang disebabkan oleh penanaman yang terburu-buru atau karena kurangnya pengawasan dari mandor tanam. yang mengakibatkan kerusakan pada Kelapa Sawit. walaupun demikian karena penenman biasanya dalam skala luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai denagn syarat –syarat kultur teknis. 1.1 Pancang Tanam Pancang titik tanam dilakukan sesudah dibuat jalan utama dan jalan koleksi agar barisan tanaman dapat rapi.7.4 Penanaman Sebelum bibit ditanam kelapangan lubang tanam diberikan pupuk guano sebanyak 35ogr dan pupuk RP 500gr diberikan secara bersamaan.7. penomoran blok menggunakan kayu blok yang berukuran 10 x 30 cm. polybag disobek dan bibit dimasukkan kedalam lobang tanam dengan posisi tegak.5 Konsolidasi Adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam.7 Penanaman Kelapa Sawit 1. 1. 1.8. maupun kelambatan atau kelainan pertumbuhan. Kemudian. Persiapan dan penanaman kelapa sawit diperkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik.7. Jarak pancang tanam disesuaikan dengan kerapatan tanam. Pembuatan pancang tanam diawali dengan pemasangan pancang kepala menggunakan kompas / GPS.

1. titik kosong pohon yang diserang hama maupun abnormal. a). Efektivitas pemupukan 1. Sensus TBM 2 dan 3 ( Tanaman Non produktif) Sensus ini bertujuan untuk mengetahui tanaman yang tidak produktif.8. 1. Mempermudah pengawasan dilapangan 4.3 Sensus Pokok Kerapatan tanaman yang ideal harus sudah dicapai pada bulan ke dua belas setelah penanaman.5 Pengendalian Gulma . guna memastikan kerapatan yang ideal maka perlu dilakukan kerapatan tanam.8. Ada dua kategori sensus. Sensus tanaman dilakukan sebanyak 3x.8. pasar rintis dan perawatan gawangan adalah : 1. pada umur 2 bulan setelah tanam. Mengurangi kopetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan hara. b). air dan sinar matahari 2.l: 1 2 3 Perataan Jalan Memperbaiki saluran air ditepi jalan Pengerasan jalan Penimbunan. 1. dimulai pada saat kastrasi pada bulan ke 14 dan 18. pada umur 6 bulan dan umur 10 bulan.4 titik antara persingpangan CR dan MR. Mempermudah pekerja untuk melakukan pekerjaan selama periode TBM 3. Sensus TBM 1 Pada TBM 1 bertujuan untuk mengetahui tanaman yang mati.2 Pembuatan Piringan dan Pasar Rintis Tujuan pembuiatan piringan.4 Pemeliharaan Jalan Kegiatan yang diklakukan dalam pemeliharaan jalan a.8. Penomoran blok ini harus sudah selesai setelah penanaman. yakni sensus pokok mati ( pada TBM 1) dan sensus produktif ( pada TBM 2 dan 3).

sabit. Gulma berkayu ( Brush weede). didongkel menggunakan cangkul. b. Untuk gulma berkayu. Jenis herbisida yang digunakan untuk tanaman berumur >12 bulan menggunakn herbisida kontak. pasar pikul. Pengendalian secara preventif dan kultur teknis Cara penanggulangan gulma dengan cara preventif yaitu dengan penanaman kacangan sebagai penutup tanah yang dapat menekan pertumbuhan gulma. Gulma langsung ditebas dimulai dari pangkal batang hingga daun terluar pokok kelapa sawit. Standar dan tindakan pengendalian gulma pada TBM di BGA Group Kendawangan dimulai tanaman baru sampai dimulai tanaman baru sampai tanaman menghasilkan dilakukan dengan 3 cara. piringan harus dibersihkan. Secara mekanis Pengendalian gulma dengan mekanis menggunakan parang. 1). tindakan frepentif.Gulma merupakan vegetasi yang tumbuh secara alami dengan menjadi pesaing bagi tananaman kerena dapat mengganggu dan merugikan pertumbuhan serta produksi dpat terhambat. kimiawi. mekanis. gulma berdaun lebar(Broadleaves). cangkul dan kait. sedangkan untuk tanaman berumur 12 . Ada beberapa cara yang biasa digunakan dalam penanggulangan gulma antara lain: 1 2 3 Memusnahkan gulma berbahaya Mengembangkan/ melestarikan tanaman berguna / inang secara terkendali Menerapkan konsep pengelolaan gulma terpadu dengan memberdayakan seluruh komponan pengendalian yang meliputi: kulur teknis. a. Oleh kaerna itu gulma yang ada di lokasi gawangan. secara mekanis dan kimia. Secara kimia Salah satu cara penanggulangn gulma dengna cara kimia adalah dengan menggunakan herbisida. gulma pakisan ( Ferns). yaitu secara prevensif. Gulma terdiri dari berbagai macam kelompok. yaitu gulma berdaun pita (grasses). Biologis.

0 – 1.5 – 1. 1.2 400 -600 68 5 polyjet hitam 1.0 800 – 1000 256 6 VLV 200 1. Untuk pembersihan jalan rintis dan gawangan disesuaikan dengan jenis gulma yang menjadi sasaran. Alat ini yang memiliki ujung semprot yang disebut nozel.0 100 42 8 VLV 50 1 50 30 9 No drif Nozzle 1.0 – 1.0 200 97 7 VLV100 1.2 – 2. berikut ini merupakan spesifikasi jenis nozel.5 600 – 800 165 3 polyjet hijau 1.2 400 90 4 polyjet kuning 1.2 – 2.2 225 - 10 CDA 0.bulan yaitu herbisida sistemic. Alat yang digunakan dalam pengendalian gulma secara kimia yaitu alat semprot (Knap Sack).2 Jenis Nozzle dan Spesifikasinya Volume Lebar semprot NO 1 Nozzle Polyjet merah (meter) 2 semprot (liter/ha) 1000 Rata semp Kg 247 2 polyjet biru 1. Tabel.0 25 – 50 - .2 – 2.

6 Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Biologi: Organisme yang mengganggu tanaman secara Biologi karena merusak bagian tanaman tertentu yang mengakibatkan terganggunya proses biologi dari tanaman. air dan sinar matahari 2.9 Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) 1.11 Cone Nozle 500 - Sumber : Buku Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1. Apabila masih ditemukan lalang dalam jumlah sedikit.8. Misalnya. jika yang diserang adalah bagian daun maka akan mengganggu proses foto sintesa dari tanaman.9. air dan sinar matahari.1 Pengendalian Gulma Pemeliharaan Gawangan Tujuan pengendalian gulma di gawangan : 1. Pasar Rintis. Pasar Tengah dan TPH adalah: . Pemberantasan Lalang Kondisi TM harus bebas dari lalang. Secara Ekonomi: organisme pengganggu tanaman (OPT) yang merusak tanaman inang (tanaman utama) sehingga merugikan secara ekonomi karena mengakibatkan kehilangan hasil yang diharapkan. pemupukan. Pasar Rintis. Fungsi dari piringan. Pasar Tengah dan TPH Pemeliharaan akses kedalam blok dan kepohon untuk mempermudah aktivitas panen. Tidak semua gulma harus diberantas misalnya rumput-rumput dan tanaman lain yang lunak. Mengurangi kompetisi hara. 1. Akibat Serangan hama tikus. Misalnya. Pemeliharaan piringan. tindakan yang dilakukan berupa spot spraying dan wiping. Mengurangi sarang / inang hama sehingga populasi hama bisa ditekan. akan membuat gagal panen sehingga para petani akan merugi secara ekonomi. penunasan dan pengawasan serta mengurangi kompetisi dengan gulma dalam penyerapan hara. Mempermudah pengawasan dari satu gawangan ke gawangan lain 3. Alasannya karena jika diberantas akan dapat mendorong terjadinya erosi. berakar dangkal dan tidak tinggi (pakis) masih dapat ditoleransi.

1. Pada waktu penunasan pelepah yang tidak berfungsi lagi. Pasar Rintis dan Pasar Tengah. cara dan administrasi.9. yakni sebagai jalan untuk mengangkut buah ke TPH dan menjalankan aktivitas operasional lainnya. TPH. serta pelepah yang tidak memiliki daun harus dibuang. yakni sebagai tempat penyimpanan pupuk dan daerah jatuhnya tandan buah dan brondolan 2. Ketentuan dalam penunasan.2 Penunasan (prunning) Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempermudah aktivitas panen dan memperlancar penyerbukan. Adapun kegiatan menjelang produksi anatara lain: 1. serta ketahanan terhadap hama dan penyakit.3 Pemupukan Pemupukan tanaman menghasilkan (TM) dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman guna menunjang pertumbuhan untuk mecapai produksi yang optimal. Pemupukan memerlukan biaya yang sangat besar.10 Perisapan Panen Pada masa peralihan TBM ke TM untuk mendapatkan semua potensi pada tahap awal produksi diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik terhadap sarana dan prasarana yang berhubungan dengan proses panen. waktu. Dasar penentuan dosis pemupuka untuk TM berdasarkan hasil analisa daun dan analisa tanah. yakni sebagai tempat pengumpulan hasil panen sebelum diangkut ke pabrik kelapa sawit (PKS) 1. 1. Piringan. dosis.10. 3. oleh karna itu dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 5 tepat yaitu tepat jenis.9.1Kastrasi . 1. pelepah dipotong serapat mungkin ke pohon kurang lebih 15 cm agar brondolan tidak tersangkut.

1.Pada kondisi normal.10. Membersihkan semua sampah disekitar pohon untuk mempermuah mengutip brondolan. maka diperlukan sanitasi pad 3-4 bulan sebelum panen pertama dimulai. 1.2 Sanitasi Untuk mempermudah proses panen dan mendapatka kondisi buah yang baik pada saat panen. karena akan digunakan sebagai media pengembangan elaidobius camerunicus 4. Membuang tandan yang terkena penyakit tirathaba dan disusun digawangan mati 2.10. TPH yang standar dan biasa digunakan dalam perkebunan kelapa sawit adalah sebagai berikut: . Kegiatan katrasi : 1.10. kastrasi mulai dilakukan untuk tanah kelas I umur 14 bulan. maka untuk kegiatan kastrasi bunga betina dipohon non produktif (St1 s/d St4) tidak dibuang. Pada kastrasi rotasi terakhir bunga jantan jangan dibuang. 1.4 Pembuatan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) TPH diperlukan sebagai tempat untuk mengumpulkan hasil produksi panen atau TBS (tandan buah segar) kelapa sawit. agar jalan rintis dapat dilewati tanpa hambatan.3 Pembuatan Titi panen Titi panen harus dibuat setiap jalan rintis yang melewati parit maupun saluran air. 8cm dan disusun rapi digawangan mati 2. Membuang bunga betina dengan dodos ukuran maks. Pada saat dimulai kastrasi di bulan 14 dan 18. 5. Pada tanah kelas 1 rotasi kastrasi dimulai umur 14 dan diakhiri pada umur 20 bulan sedangkan tanah kelas II/III rotasi dimuali pada umur 18 dan diakhiri pada 24 bulan. Tidak ada pemotongan pelepah pada saat kastrasi. kegiatan sanitasi: 1. 3. dan kelas II atau seterusnya umur 18 bulan. Membuang semua pelepah kering 3.

1. Membagi buku notes potong buah . 1. Distribusi buah mengumpul. Jika menggunakan sistem 6/7. 4. Ukuran TPH: – TM I dan II ukuarannya 2x3m. maka areal panen yang ada dibagi 6 seksi. 1. 2. 3. TPH dibuat setiap 3 jalan rintis untuk areal datar. Pemberian nomor TPH terdiri dari nomor blok dan nomor TPH 1. Memberikan target/ sasaran yang jelas. maka arah panen dapat ditentukan secara berurutandari blok yang satu ke blok yang lain.7 Mandoran Panen Mandoran panen yaitu mandor yang bertugas mengontrol dan mengawasi karyawan panen yang terdiri dari 15 orang atua lebih. Permukaan tanah di TPH harus rata sehingga memudahkan untuk penempatan TBS. Menghancakan karyawan 2. pengaruk berondol.6 Seksi Potong Buah Seksi potong buah adalah pembagian wilayah atau areal panen dalam luasan tertentu yang merupakan petak-petak lokasi (terdiri dari beberap blok) yang menggambarkan tempat dilakukan panen.10.10.5 Perlatan panen Peralatan panen yan perlu disiapkan pada penen perdana : dodos ukuran 8cm. 2. TM II dst ukutrannya 3×4 m 3. artinya dalam satu munggu dilakukan 6 hari panen. angkong.10. Tujuan pembuatan seksi panen adalah . 4. Wilayah panen terkonsentrasi/mengumpul yang bertujuan untuk memudahkan pengontrolan dan meningkatkan output karyawan diarenakan tidak terlalu jauh untuk pindah hancak. Adapun tugas-tugas mandoran: 1. Memudahkan pengontrolan. kapak buah. gancu. buah lebih cepat masuk ke PKS.1. Persiapan tenaga berondol. sehingga pengontrolan lebih sistematis. ddengan demikian maka transportasi TBS akan lebih efektif. dengan pembagian seksi potong buah. sedangkan untuk areal berbukit atau bergelombang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

6. output pemenen dsb. Dengan sistem ini rasa tanggung jawab pemanen akan . seperti BKM dan pusingan potong buah Memeriksa alat kerja karyawan. Mengontrol kerja karyawan Memeriksamutu buah dan hancak karyawan Melakukan taksasi poong buah Megisi administrasi. misalnya berdasarkan karepatan panen. 1. karena sistem ini memungkinkan seorang karyawan tidak punya ras tanggung jawab terhadap hncaknya dan butuh waktu yang lebuh lama untuk pindah hancak. 5. Hancak Giring tetap permandoran Yaitu sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan dalam mandoran tersebut telah memiliki hancak tetap. Cara/sistem pengacakan yang dikenal di BGA ada tiga cara: Hancak Giring murni Yaitu sebuah sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan sensntiasa digiring atau tidak memiliki hancak tetap. 4.8 Sistem penghancakan Sistem penghancakan adalah suatu metode atau cara menempatkan karyawan (pemanen) pad suatu daerah (jalur) tertentu.3. Akan tetapai mandor harus tetap akatif mengawasi hasil pekerjaan karyawan maupun menghancakan pemanen ke hancak baru. Hancak Tetap Yaitu sistem hancakan diamana mandor dan karyawan telah memiliki daerah yang telah ditentukan (hancak tetap). tidak boleh pemanen lain memasukinya kecuali sepengatahuan mandor. Hancak artinya daerah kerja atau jalur tempat karyawan melaksanakan pekerjaan. Bedanya dengan sistem giring murni adalah bahwa sistem giring ini yang memiliki han cak tetap hanya sebatas permandoran sedangkan karyawan tidak memiliki hancak tetap. sementara pemanen dalam mandoran tersebut selalu dilakukan giring sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu seorang mandor harus aktif dalam menghancakan karyawan dan mengawasi pekerjaannya. 7.10. Hancak ini biasa diterapkan pada areal yang baru panen.

11 Kegiatan Panen Untuk menjadi sebuah perkebunan. tumbang. 2. 3. di mulai dari urutan-urutan kegiatan pekerjaan dilapangan yang dimulai dari kondisi hutan yang dibloking.1 Sensus Produksi Sensus produksi adlah pencacahan/ penghitungan/ padatan terhadp tanaman ks yeng bertujuan untuk mengetahui / memperkirakan produksi selama satu semester (enem bulan memdatang). Untuk mengambil produksi tersebut maka perlu cara yang dianamakan panen. Dasar pemikirannya adalah apabila diketahui jumlah janjangannya dan berat janjangannya. Janjangan buah busuk 6. Buah mentah 2. maka akan dapat diketahui berapa kira-kira tonase yang akan didapat . 1. dst hingga tanaman mulai menghasilkan/ produksi. maka dalam pemanenan ini diupayakan semaksimal mungkin dengan menekan biaya yang seminimal mungkin dan mengambil produksi semaksimal mungkin. Buah/Brondolan dicuri 5. Para meter yang digunakan untuk mengetahui produksi semester tersebut adalah jumlah janjang yang ada dipokok dan berat janjang ratarata (BJR). imas. Buah masak tinggal dipokok 3.11. Langkah-langkah pengendalian pusingan panen adlah dengan mengetahui informasi mengenai: 1. Administrasi yang tidak akurat Selain itu untuk mengendalikan kehilangan produksi tersebut dapat juga dengan mengendalikan pusingan/rotasi panen agar tetap normal. Gagang panjang (GP) 7. yaitu dengan cara menekan kehilangan prouksi (losses) hingga O %.lebih tinggi dan mandor panen akan lebih mudah dalam melakukan kontrol terhadap hasil pekerjaan karyawan. Kerapatan buah masak Jumlah tenaga potong buah Umur tanaman Jumlah brondolan dan persentase siap borong Curah hujan 1. perun/rumpuk. 4. Adapaun factor-faktor yang menyebabkan terjadinya losses. 5. Buah/Brondolan tidak dikutip 4. yaitu: 1.

Jadi jika 1 blok =33Ha.Sebagai contoh. 1. Dengan mengetahui perkiraaan produksi esok hari maka dapat menentukan jumlah tenaga kerja atau HK yang dibutuhkan dan jumlah alat transportasi (Truk/trailer) yang digunakan.2 Taksasi Potong Buah Taksasi potong buah adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperkirakan produksi pada esok hari. 2.selama satu semester. Penghitungan janjang yang dilaksanakan pada titik sensus dan pokok sensus. dan sensus produksinya dilaksanakan pada tangal 20 s/d 31 desember tahun lalu. Semakin banyak sempel maka data yang didapat semakin akurat. Data harus diterima oleh Departemen pusat yang berada jakarta paling lambat 7 hari setelah sensus. maka panen besok -66Ha. Yang maksud dengan jumlah dan berat janjang adalah janjang dan berat janjang sampel/contoh dari satu blok yang akan ditaksir produksinya. Persiapan tanda-tanda sensus (pembuatan dan perbaikan) dan kelengkapan alat sensus. Kamudian dari pokok-pokok sampel ini akn diketahui jumlah rata-rata janjang per pokoknya. 1. dengan 3 mandoran. Semester 1 adlah bulan januari s/d juni. maka tiap mandoran memdapat 2 blok. Proses input data hasil sensus produksi dilaksanakan dalam waktu 5 hari setelah sensus. seksi (areal panen besok) terdiri dari 6 blok. tiap mandoran harus melakukan taksasi sebesar 10% dari tiap total pokok produktif pada 2 blok tsb. Taksasi ini didasarkan pada prsentase kerapatan panen yang ditentukan dari hasil sensus panen. Sensus pokok ini dilakukan setiap 6 bulan yang disebut dengn semester.11. Sedangkan semester II ialah bulan juni s/d desember tahun ini dan sensus produksinya dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 30 juni tahun ini. 1. 3. Sensus dilakukan 10% dari 66Ha = 7Ha . dapat ditentukan dengan 2 cara: pertama penimbangan dilapangan TPH. maka akan melakukan sensus pada 882 pokok. kedua dengan penimbangan di PKS. Sensus dilakukan sebesar 10 % dari pokok produktif pada areal yang akan dipanen esok hari (semakin banyak semakin akurat data yang diperoleh). Sensus produksi terdiri dari 3 macam pekerjaan. yang bertujuan untuk mendapatkan jumlah janjang yang akan dipanen dalm suatu blok.3 Kriteria Panen . jika kerapatan /populasi tanaman =136pokok/ Ha. Menentukan BJR.11.

terutama pada kondisi pokok tanaman yang sudah tinggi. apabila terpotong maka karywan dikenakan denda. Jika tidak sengaja maka buah diantrikan dan ditandai pada gagang buah dengan huruf berwarna merah. mentah atau busuk. Karyawan yang memoton .4 Istilah dan Simbol-simbol yang berkaitan dengan kematangan buah: Istilah Simbol Tindakan Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Keterangan Un Ripe atauMentah Hitam Under Ripe atauKurang Buah BM - Buah yang tidak membrondol. Akan tetapi cara ini kurang efektif.Adalah pedoman yang digunakan untuk menetuakn apakah buah itu dinyatakan matang. yaitu buah masak biasanya berwarna merah jingga. Menetukan kematangan buah juga ditentukan berdasarkan warna buah. yaitu 1 brondolan per Kg TBS. BGA Group Tabel 1. Pedoman yang digunakan untuk kematangan tersebut didasarkan pada jumlah brondolan yang lepas secara normal. Tabel 1.3 Pedoman umum yang digunakan untuk menentukan kriteria buah masak adalah sebagaiberikut: Umur tanaman Jumlah brondolan 0-4 brondolan >5 brondolan Gagang busuk 3-7 tahun 0-10 brondolan >15 brondolan Gagang busuk 8-20 tahun 0-20 brondolan >20 brondolan Gagang busuk >20 tahun Sumber : PT. Buah yang telah membrondol akan tetapi belum sesuai d kriteria yang telah ditetapkan.

Dan harus diturunkan. Karena akan meningkatkan ALB yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas CPO yang tentunya akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri. Sisa pengepresan berupa ampas dikeringkan untuk memisahkan biji dan sabut. Biji dikeringkan dan dipecahkan agar inti (kernel) terpisah dari cangkangnya.wordpress. Over ripe atauKelewat masak Empety Bunchatau buah busuk Sumber : PT. Setelah buah dipanen kemudian disusun di tempat pengumpul hasil (TPH). TBS diangkut ke Poliplen atau ke Kalteng. jika berkali-kali diingatkan masih tetap menurunkannya maka dikenakan denda buah mentah Buah BN Buah denagn kriteria yang tepat. dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah. masih dalam proses pengerjaan. maka tugas krani panen adalah mencatat hasil TBS yang ada di TPH. Di pabrik buah akan direbus.com/2011/10/26/budidaya-tanaman-kelapa-sawit-prospek-yangcerah-di-ketapang-kalimantan-barat/ perkebunan kelapa sawit .4 Transportasi Buah BB Buah yang membrondol lebih dari 75 % brondolan yang pada janjang buah tsb. digaster. Buah yang membusuk sehingga hanya janjangan kosong (empty bunch/B) yang tertinggal.masak atau Mentah merah Ripe atau Masak/ Normal buah ini harus diperingatkan. Oleh karena itu pengiriman TBS masih belum maksimal dan terkadang terlambat. atau buah yang tertinggal pada pusingan yang lalu. dipres dengan mesin untuk mengeluarkan minyak dan dimurnikan. dilumatkan di dalam buah. Di perusahaan BGA kendawangan.11. dikarenakan PKS belum jadi. Buah ini biasanya diakibatkan ka keterlambatan pusingan. BGA Group 1. yaitu 1 brondol /Kg TB lebih. http://anthosusantho. Buah yang telah dipanen sebaiknya segera di angkut ke Pabrik untuk diproduksi menjadi CPO dan TBS jangan dibiarkan dilapangan lebih dari 7-8 jam.

jumat. Sebagai tanaman tahunan. Secara ekonomis. Pekerjaan awal ini sangat mempengaruhi kualitas hasil buah yaitu kastersi / tunas pasir. Perkebunan kelapa sawit merupakan jenis usaha jangka panjang. Kelapa sawit yang ditanam saat ini. Pendekteksiasi tersebut dapat menyelamatkan tanaman kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit yang merugikan sehingga produksi dapat dipertahankan. . Untuk mendapatkan produksi yang optimal. seperti ada / tidaknya serangan hama dan penyakit. Hal ini sesuai dengan tujuan penanaman kelapa sawit yaitu untuk menghasilkan produksi yang optimal. sebelumnya harus mengenal dan memahami jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit. terjadi mutasi dari TBM menjadi Tanaman Menghasilkan (TM) terjadi pada tahun ketiga setelah tanam. biaya pengendalian melalui deteksi dini dipastikan akan jauh lebih murah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. 26 februari 2010 Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Mengenal. baru akan dipanem hasilnya setelah 2-3 tahun ditanam di lapangan. karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi yang dapat menghambat produktifitas harus dipahami dan diupayakan solusinya. Salah satu faktor penghambat yang perlu dipertimbangkan selain benih yang baik adalah serangan hama dan penyakit. memahami dan upaya mendeteksi siklus hidup hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit secara dini mutlak harus dilaksanakan karena akan memudahkan tindakan mencegah terjadinya ledakan serangan hama dan penyakit yang tak terkendali. Selanjutnya segera deteksi siklus hidup hama dan penyakit agar mudah dalam melakukan pencegahan dan pengendaliannya. pada kelapa sawit dikenal periode Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang lamanya bervariasi 2-3 tahun tergantung pada beberapa faktor yang terjadi di sekitarnya. Mutasi tersebut mutlak dilakukan dan perlu mendapat perhatian baik dari segi lamanya masa TBM maupun persiapan yang perlu dikerjakan sebelum tanaman dikerjakan. Dalam keadaan normal. Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit.

Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. . Jadi sudah seyogyanya jika ingin sukses dalam usaha perkebunan kelapa sawit. penyakit busuk tandan buah (marasimius). 1. rayap. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. tikus. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. ulat kantong. diposkan oleh perkebunan di 11:36 1 komentar ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. Hama dan Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit diantaranya ulat api. Sedangkan penyakit yang menjadi masalah pada tanaman kelapa sawit diantaranya penyakit daun pada pembibitan.Secara ekonomis biaya pengendalian melalui deteksi dini terhadap hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dipastikan akan jauh lebih rendah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. kumbang Adorektus dan Apogonia. Tanah gambut (lebih satu meter dalam). penyakit busuk pangkal batang (ganoderma). pengelola harus mengetahui hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. dan penyakit busuk pucuk (spear rot). serta babi hutan. Hal ini menyebabkan kehilangan daun (defoliasi) tanaman yang berdampak langsung terhadap penurunan produksi. Ulat Api dan Ulat Kantong Serangan hama ulat api dan ulat kantong (ulat pemakan daun kelapa sawit) telah banyak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dengan terjadinya eksplosi dari waktu ke waktu. tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan.

1 Calopogonium caeruleum 0.0 Pueraria phaseoloides 1. hutan atau kawasan tanam semula.Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM).6 . (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. Jika mempunyai tapak semaian sendiri. Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:     Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. keadaan tanah (curam atau rata).

    Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau.7 (29) Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) .    Taburkan 150g . jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar.  Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.5 (28) 8. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. Lazimnya. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam.200g baja Fosfat didalam lubang. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Jumlah Pokok Meter (Kaki) 8. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan.

II. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah. pH tanah 4-6. SYARAT PERTUMBUHAN 2.9.). Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas. Tanah Latosol. air dan cahaya matahari. III. baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. dan tanah tidak berbatu. solum cukup dalam (80 cm). diposkan oleh perkebunan di 11:34 0 komentar BUDIDAYA KELAPA SAWIT BUDIDAYA KELAPA SAWIT I. PT. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan.1. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA .000 mm. beraerasi baik dan subur. tanah gambut saprik.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. 2. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan. Curah hujan tahunan 1. Berdrainase baik. Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). Temperatur optimal 24-280C.2. permukaan air tanah cukup dalam. dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit. Media Tanam Tanah yang baik mengandung banyak lempung.500-4.0 (30) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. Ultisol dan Aluvial. PENDAHULUAN Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.

1.5-2. Pembibitan 3. minggu ke 27. siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0. minggu ke 10 & 12 (8gr) Mingu ke 14.1.2. 15.1. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan. Tanah di polibag harus selalu lembab.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. minggu ke 6 & 8 (6gr). Minggu ke > 12-12-17-2 22. Bibit tidak normal. Sebelum bibit ditanam. minggu ke 4 & 5 > 15-15-6-4 (4gr). Penentuan Pola Tanaman Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena .2. minggu ke 38 & 40 (20gr). minggu ke 30. > POC NASA Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 29 & 31 (8gr) Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali). 26 & 28 (12gr). berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm. minggu ke 23 & 25 (6gr).1. Kecambah ditanam sedalam 2 cm.3. Penyemaian Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1. Pemeliharaan Pembibitan Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman 3.5 tutup per liter air. 16 & 20 (8 gr). 3. Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut : Pupuk Makro Minggu ke 2 & 3 (2 gram). 24. 34 & 36 (17gr). > 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr). Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Teknik Penanaman 3.11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak.2.1. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. 32. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.

mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). siram bibit pada polibag.5 m dari sisi lereng. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.2. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk.3. Pemeliharaan Tanaman 3. Populasi 1 hektar + 135145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari. mencegah erosi.3.3. Jarak 9x9x9 m. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Penyulaman dan Penjarangan Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Areal berbukit. kimia dan biologi tanah.3.2.3.3. 3. Sehari sebelum tanam. 3.2. Pemupukan Anjuran pemupukan sebagai berikut : Pupuk Makro . 3.1.2. 3. setelah hujan turun dengan teratur. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah.dapat memperbaiki sifat-sifat fisika. Cara Penanaman Penanaman pada awal musim hujan. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. 3. Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai. dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1. Penyiangan Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki).

Bulan ke 6. Bulan ke 42. 12. 24. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA Tahap 1 : Aplikasikan 3 . Dosis POC NASA mulai awal tanam : 0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. 30 & 36 115 kg/ha 2. 48. 60 dst 40 kg/ha TSP MOP/KCl Kieserite Borax NB.Urea 1.April). 30 & 36 75 kg/ha 2. 18. 60 dst 1200 kg/ha 1. 18. 12. 24.4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 54. 54. Bulan ke 6.) . 24. 48. 12. Bulan ke 42. 12.5 bulan sekali >36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. 18. Bulan ke 6. 30 & 36 200 kg/ha 2. Bulan ke 48 & 60 750 kg/ha 1. 18. 54. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret. 30 & 36 20 kg/ha 2. 12. setiap 4 . Bulan ke 42. 60 dst 600 kg/ha 1. 24. 30 & 36 225 kg/ha 2. Bulan ke 6. 24. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3. 54. Bulan ke 42. 48. setiap 3 – 4 bulan sekali b. Bulan ke 6. Dosis 3-4 tutup/ pohon Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. 18. POC NASA a. 48. 60 dst 1000 kg/ha 1.2.3.

c.6.4. Kastrasi Bunga Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.3. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. . Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar. warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir. Pemangkasan pemeliharaan Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai. 2. 3. 3. b. Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium. Pemangkasan Daun Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu: a.5. Pemangkasan pasir Membuang daun kering. Cara penyerbukan: 1. bentuk buah lebih sempurna. Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka.3. Pemangkasan produksi Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.3. semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer. dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga. Penyerbukan oleh manusia Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Penyerbukan Buatan Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah. produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%. Bak seludang bunga.3. a. b.

Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .4. Gejala: pelepah mudah patah. 3. Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. Hama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Bagian diserang adalah daun.4. Bagian diserang batang. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit. pemberian air irigasi di musim kemarau. c. penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR. Bagian diserang daun.3.4. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO. daun mengering. terjadi pembusukan akar. Garis Kuning Penyebab: Fusarium oxysporum.2. Root Blast Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810. Hama dan Penyakit 3. Hama a. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.1. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. daun membusuk dan kering. b. . b. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak. Bagian diserang akar. Penyakit a. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik. Dry Basal Rot Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian yang diserang adalah daun. daun muda mati dan kering. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. tanaman dewasa layu dan mati.

Biji dipanaskan dalam germinator selama 60 hari dengan suhu tetap 39oC dan kadar air 18%.Suhu optimal 26°C. Umur Panen Mulai berbuah setelah 2. . 112/92 Diterbitkan oleh : Balai Informasi Irian Jaya Jl.7. .3.0. SYARAT -SYARAT TUMBUH . diposkan oleh perkebunan di 11:33 0 komentar B U D I D AYA KELAPA SAWIT B U D I D AYA KELAPA SAWIT Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. sedikitnya 60% buah telah matang panen. lilin dan dalam pembuatan lembaran-lembaran timah serta industri kosmetik .5. hingga kadar air naik menjadi 24%.5 tahun dan masak 5. .Dapat tumbuh pada bermacam-macam tanah. Yahim – Sentani – Jayapura Oktober 1992 Agdex: 161/20 Kelapa sawit ( Elaeis guinensis jacg ) adalah salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil. dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih. kaya akan humus dan tidak mempunyai lapisan padas. . terbagi merata sepanjang tahun.pH tanah antara 5. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan. Pengecambahan Biji.5.Curah hujan minimum 1000-1500 mm /tahun. Minyak sawit selain digunakan sebagai minyak makanan margarine.Kelembaban rata-rata 75 %. Panen 3.Kemudian biji direndam dalam air mengalir selama 6 hari.5 . . aerasi dan draenasenya baik. PEMBIBITAN a. asalkan gembur. dapat juga digunakan untuk industri sabun.1.5 bulan setelah penyerbukan. . . .

Biji yang belum berkecambah pada umur 30 hari dibuang saja. b. PERSIAPAN LAHAN .Masukkan bibit ke dalam lobang dengan hati-hati dan kantong plastik dibuka. .Kecambah dipindahkan kekantong plastik ukuran 14 x 22 cm dengan tebal 0. . warnanya kekuning-kuningan. .Lobang tanam ditutup kembali dan jangan dipadatkan. PEMELIHARAAN TANAMAN . Persemaian dan Pembibitan .Biji dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 38 x 39 cm sebanyak 500 biji.Setelah 10-14 hari. tebal 0. dibersihkan dari semak-semak dan rumput-rumput liar. daunnya dipotong untuk mengurangi penquapan. . . .Lobang ditimbun dengan tanah. .Lahan diolah sebaik mungkin.2 mm.Buatlah lobang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm. . tumbuhnya lurus serta bakal daun dan bakal akarnya berlawanan arah.5 m .Kecambah yang tumbuh normal dan sehat.Isilah polybag dengan tanah lapisan atas yang dibersihkan dari kotoran dan dihancurkan sebelumnya. PENANAMAN .Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan tanaman . .Setelah bibit berumur 3 bulan dipindahkan kedalam polybag yang besar dengan ukuran 40 x 50 cm.Lakukan penyiraman polybag sebelum penanaman kecambah dan selanjutnya pada setiap pagi dan sore setelah penanaman. .. . biji mulai berkecambah.Selanjutnya biji dikeringkan selama 3 jam dalam ruangan yang teduh. 2 minggu sebelum tanam dengan jarak 9 x 9 x 9 m membentuk segitiga sama sisi.Buatlah naungan persemaian setinggi 2. tidak boleh diinjak-injak agar tidak terjadi kerusakan.Bibit yang tingginya lebih dari 150 cm.Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan.Tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 1 kg/lobang.Buatlah lobang tanam sedalam 3 cm. kemudian ditutup rapat . .08 mm. .

pada awal dan akhir musim penghujan dengan cara menyebar merata di sekitar piringan tanaman. Mahasena Coubessi dan Ulat Api. . Mg. . Hama ulat kantong dikendalikan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif metamidofos 200/liter atau 600 g/liter. . Thosea asigna. .Penyiangan gulma dilakukan 1bulan sekali. kebutuhan pupuk berkisar antara 400 . mempermudah penyerbukan alami. .Sedangkan pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM). K.Cara panen dengan memotong tandan buah. .Perkebunannya menghasilkan .Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar sebanyak 60%. . agar penyebaran cahaya matahari lebih merata. minyak industri.Anjuran pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seperti pada tabel 1.Hama-hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Ulat Kantong. memudahkan panen dan mengurangi penguapan.Potonglah daun yang sudah tua. . . Sumber : Dinas Perkebunan Dati I Propinsi Irian Jaya diposkan oleh perkebunan di 11:31 0 komentar Kelapa sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak. Setora nitens.baru yang seumur dengan tanaman yang mati.1000 kg N.Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3 tahun dan selalu dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar. maupun bahan bakar (biodiesel).Lakukan pemupukan 2 kali dalam satu tahun. Bo per Ha/tahun. .Pemanenan dilakukan 1 kali seminggu. PANEN . .Dipilih tandan yang buahnya sudah masak dengan tanda adanya sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ). hama ulat api dengan insektisida yang mengandung bahan aktif permetrin 20 g/liter dan monokrotofos 600 g/lite. . Metisaplama. Sedangkan penyakitnya busuk tandan Marasmius sp. P. Dasna trina.Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainage.Telah dapat menghasilkan pada umur 30 bulan setelah tanam.

daunnya tersusun majemuk menyirip.keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh.Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping.Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. ungu. Seperti jenis palma lainnya. hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. == Pemerian botani == African Oil Palm (Elaeis guineensis) Kelapa sawit berbentuk pohon. Buah bergerombol . dan Sulawesi. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. pantai timurSumatra. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelahMalaysia. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa. Tingginya dapat mencapai 24 meter.Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. Jawa.

Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalancangkang.Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. guineensis danE. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. oleifera. dan Tenera. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. Pisifera. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang. kandungan asam lemak bebas (FFA.15° LS). Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU . yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. E. serabut buah *Endoskarp.=== Syarat hidup ===Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. 20002500 mm setahun. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Setelah melewati fase matang. yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. cangkang pelindung intiInti sawit (kernel. Minyak dihasilkan oleh buah. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. yang terdiri dari    Dura.Buah terdiri dari tiga lapisan:*Eksoskarp. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing- . Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujanstabil. Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi Tipe kelapa sawit Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E.*Mesoskarp.

Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi. margarin.[1] Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng. Untuk pembibitan massal. industri baja. . sekarang digunakan teknik kultur jaringan. bercabang banyak. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. dan lilin. dan memiliki kandungan karoten tinggi. Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C.sabun. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. Buahnya kecil. radio. rendah kolesterol. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. kosmetika. Bunga dan buahnya berupa tandan. mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya. bila masak berwarna merah kehitaman. kawat. [sunting] Hasil tanaman Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan. sabun. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang.masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. kulit dan industri farmasi. Daging buahnya padat. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah.

sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli. maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura". Malaya pada 1911-1912. .[2] Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruhmiliter) yang tidak berhasil meningkatkan hasil. seorang Belgia. Di Malaya.123 ha. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor. dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) danAceh.Sumatera Utara dan di Rantau Panjang. Luas areal perkebunan mencapai 5. Kuala Selangor. Schadt. dengan ketinggian sekitar 12m. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS). Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif. Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industripertengahan abad ke-19. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911. Pada tahun 1911. Semenjak pendudukan Jepang. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli. perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran. Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. Sumatera Utara pada tahun 1870-an. dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia). kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet. Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup.[sunting] Sejarah perkebunan kelapa sawit Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belandapada tahun 1848. Hingga menjelang pendudukan Jepang. yang lalu diikuti oleh K. Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang. dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dariAfrika.

Evaluasi kesesuaian lahan didasarkan pada penilaian beberapa karakteristik lahan yang disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit. Burung hantu mampu bertelur 2-3 kali dalam setahun. * * * . Biaya pengendalian serangan tikus dengan burung hantu hanya berkisar 50% dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi. Pembangunan kebun kelapa sawit yang tidak didahului dengan evaluasi kesesuaian lahan akan menimbulkan banyak masalah pada waktu mendatang. Telur yang dihasilkan bervariasi antara 4–19 butir. Hasil evaluasi kesesuaian lahan bermanfaat dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. bergantung pada ketersediaan makanan. Predator ini mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5%. Evaluasi kesesuaian lahan didahului oleh kegiatan survei dan pemetaan tanah untuk mendeskripsikan satuan-satuan lahan. * * Pengendalian Hama Tikus dengan Burung Hantu * Burung hantu (Tyto alba) merupakan predator tikus yang sangat potensial pada perkebunan kelapa sawit. kemudian menjadi dewasa setelah berumur 8 bulan. sehingga akan meningkatkan biaya pengelolaan kebun. Penggunaan burung hantu sebagai musuh alami merupakan satu alternatif penanggulangan hama tikus di perkebunan kelapa sawit yang sangat efektif dan efisien.diposkan oleh perkebunan di 11:24 0 komentar kelapa sawit kelapa sawit Evaluasi Lahan * Tahap awal dari pembukaan perkebunan kelapa sawit adalah melakukan evaluasi lahan. khususnya untuk mencapai produktivitas tanaman sesuai dengan potensi lahannya. Seekor burung hantu mampu memangsa tikus 2–5 ekor sehari. Sementara itu. maka berbagai faktor pembatas lahan dapat diatasi secara dini. khususnya yang berkaitan dengan kultur teknis. ambang kritis serangan tikus di perkebunan kelapa sawit sebesar 10%. Apabila evaluasi kesesuaian lahan dilakukan. Pada umumnya penanggulangan serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida). Namun cara ini dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan dianggap tidak ekonomis. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan terhadap satuan lahan yang telah ditetapkan berdasarkan hasil survei tanah.

Komponen utama feromon sintetis kumbang tanduk adalah etil-4 metil oktanoat. kumbang tanduk juga mematikan tanaman muda sampai 25%. yaitu virus ßNudaurelia.5 DC dan Matador 25 EC) dalam pengendalian ulat api di perkebunan kelapa sawit. misalnya Decis 2. militaris.Pengendalian Hayati Ulat Api Menggunakan Entomopatogenik * Pengendalian hayati ulat api Setothosea asigna pada kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme entomopatogenik. sehingga permasalahan hama menjadi lebih rumit. dengan biaya pengendalian hanya 7% dari biaya pengendalian secara kimiawi. multi plenucleopolyhedrovirus (MNPV). Mikroorganisme entomopatogenik tersebut merupakan sarana pengendalian hayati yang efektif. Penggunaan feromon sebagai insektisida alami sangat efektif. sedangkan jamur Cordyceps aff. dan jamur Cordyceps aff. seperti munculnya resistensi dan resurgensi hama. Feromon tersebut dikemas dalam kantong plastik. Biaya pemanfaatan feromon hanya 20% dari biaya aplikasi insektisida dan pengutipan kumbang secara manual. mangsanya. * * * Feromon untuk Pengendalian Kumbang Tanduk * Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) umumnya menyerang tanaman kelapa sawit muda dan dapat menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama menghasilkan hingga 69%. Hal itu disebabkan harga feromon yang murah dan cara aplikasi di lapangan * * . Penggunaan insektisida kimia sintetis selama ini justru seringkali menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. Virus ß Nudaurelia dan MNPV efektif mengendalikan ulat. Pemanfaatan mikroorganisme entomopatogenik dapat mengurangi atau bahkan menggantikan insektisida kimia sintetis (semua jenis insektisida golongan piretroid sintetis. ramah lingkungan. militaris efektif untuk kepompong hama tersebut. dan tempat berkembang biaknya. Di samping itu. dan aman terhadap lingkungan. Feromon merupakan bahan yang mengantarkan serangga pada pasangan seksualnya. efisien. dan lebih murah dibandingkan teknik pengendalian konvensional. tanaman inang. Pengendalian ulat api menggunakan bahan alami terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan insektisida kimia sintetis.

000. boninense bersifat saprofit (dapat hidup pada sisa tanaman) dan akan berubah menjadi patogenik apabila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit yang tumbuh di dekatnya.000/kg.tidak banyak membutuhkan tenaga kerja. Jamur G. sehingga bahaya pencemaran lingkungan oleh insektisida kimiawi dapat dihindari. Manfaat yang diperoleh dengan adanya aplikasi biofungisida Marfu-P adalah pengendalian BPB bersifat ramah lingkungan. Harga satu sachet feromon sebesar Rp75. Ganoderma pada akar kelapa sawit dan pada potongan akar karet sudah melapuk setelah 3 bulan perlakuan Trichoderma. Bahan aktif yang digunakan untuk biofungisida Marfu-P adalah sporakonidia dan klamidospora jamur Trichoderma koningii (isolat MR 14). Busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit dapat dikendalikan dengan menggunakan biofungisida Marfu-P. dan tanaman kelapa sawit yang teraplikasi dengan biofungisida Marfu-P selama 6 bulan (b). Hasil uji aplikasi Marfu-P menunjukkan bahwa satu bulan setelah perlakuan masih dijumpai adanya Ganoderma dan Trichoderma pada potongan akar yang sama. Biofungisida Marfu-P banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit milik negara dan swasta. * * * * Tanaman kelapa sawit yang terserang busuk pangkal (Ganoderma boninense) (a). Harga biofungisida Marfu-P hanya sebesar Rp4. Aplikasi limbah cair memiliki keuntungan antara lain dapat mengurangi biaya pengolahan limbah cair dan sekaligus . tetapi gejala penyakit biasanya baru terlihat setelah bibit ditanam di lapangan. Biofungisida Marfu Pengendali Jamur Ganoderma boninense Penyebab busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit adalah Ganoderma boninense yang merupakan jamur tanah hutan hujan tropis. Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit * Limbah cair pabrik kelapa sawit dapat digunakan sebagai pupuk. Serangan BPB dapat terjadi sejak bibit sampai tanaman tua.

PKS mini dirancang khusus untuk perkebunan kelapa sawit dengan luas 160-300 ha. aplikasi limbah cair juga akan mengurangi biaya pengolahan limbah. Limbah cair tidak menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap kualitas air tanah di sekitar areal aplikasinya. 0.000 mg/l yang berasal dari kolam anaerobik primer. Kolam anaerobik primer * Metode aplikasi limbah cair yang umum digunakan adalah Pengaliran limbah cair PKS dengan sistem flatbed sistem flatbed.5 m x 0.5-1 ton TBS/jam.500 m2. yaitu satu unit boiler yang mampu menghasilkan 600 kg uap/jam dengan tekanan 3 kg/cm. Kandungan hara pada 1m3 limbah cair setara dengan 1. Namun investasi ini diikuti dengan peningkatan produksi TBS dan penghematan biaya pupuk sehingga penerimaan juga meningkat. sehingga areal yang dapat diaplikasi sekitar 100-120 ha. PKS mini sangat mudah dioperasikan.6 mm ECH/ha/bulan dapat menghemat biaya pemupukan hingga 46%/ha.berfungsi sebagai sumber hara bagi tanaman kelapa sawit.5 kg urea.500–5.25 m.5 m x 1. Penggunaan limbah cair mampu meningkatkan produksi TBS 16-60%.2 kg kieserit.000 kg TBS/jam. Pembangunan instalasi aplikasi limbah cair membutuhkan biaya yang relatif mahal. hanya memerlukan tenaga kerja 6 orang/shift. dan hanya memerlukan lahan 2. Di samping itu. satu unit thresher dengankapasitas 1. * Kualifikasi limbah cair yang digunakan mempunyai kandungan BOD 3. menggunakan limbah sawit sebagai bahan bakar. satu unit double screw press mini. yaitu dengan mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi dan selanjutnya ke parit primer dan sekunder (flatbed). Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton/jam akan menghasilkan sekitar 480 m3 limbah cair per hari. * Parit sekunder pada aplikasi limbah cair sistem flatbed * * Pabrik Kelapa Sawit Mini * Pabrik kelapa sawit (PKS) mini merupakan salah satu teknologi alternatif pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 0. satu unit tangki * . Aplikasi limbah cair 12. dua unit steriliser.6 mm ekuivalen curah hujan (ECH)/ha/bulan atau 126 m3/ha/bulan. Limbah cair pabrik kelapa sawit telah banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit baik perkebunan negara maupun perkebunan swasta.3 kg SP-36. 3. dan 1.0 kg MOP. PKS M-1000 terdiri atas delapan unit peralatan pengolahan. Ukuran flatbed adalah 2. Dosis pengaliran limbah cair adalah 12.

ripple mill (h). harga TBS yang dihasilkan petani menjadi bersaing sehingga pendapatanpetani bertambah. * * Unit pengolahan pabrik kelapa sawit mini: boiler (a). B/C= 1. satu unit tangki penampung minyak.5 miliar.305. dan usaha perkebunan skala menengah yang ongkos angkut TBS ke PKS lebih dari Rp75/kg TBS. tandang kosong sawit (TKS) yang merupakan limbah padat PKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) yang dibuat dengan bahan baku minyak kedelai dan minyak biji kapas yang terhidrogenasi parsial.4/kg. Teknik pendekatan formulasi dilakukan berdasarkan sifat fisika dan kimia produk komersial yang digunakan sebagai acuan. sterilizer (b). serta satu unit nut cracker dengan kapasitas 500 kg biji/jam. Sasaran pengembangan PKS M-1000 adalah kelompok pekebun kecil kelapa sawit swadana. biaya pengolahan TBS menjadi crude palm oil (CPO) adalah Rp368. satu unit deperikarper dengan kapasitas 200 kg biji+serat/jam. fruit elevator (g). payback period= 3 tahun. Manfaat yang diperoleh petani kelapa sawit dengan adanya PKS M-1000 adalah petani lebih mudah melakukan pemasaran TBS.78%.200 liter. usaha perkebunan besar skala kecil.675/kg dan harga beli TBS Rp567. Selain itu. NPV= Rp708. PKS Mi-1000 secara ekonomis layak diusahakan dengan parameter ekonomi sebagai berikut: IRR= 24. fibrating screen (i). digester (f). inti Rp1. * Dengan biaya investasi PKS M-1000 sebesar Rp1. screw press (d). dan tangki penampungan (j) Palm Baking Shortening * Shortening dari fraksi minyak sawit merupakan suatu formula yang mempunyai karakteristik mirip dengan produk shortening komersial Shortening dari minyak sawit (a). . clarification tank (e).18. dan forula lain yang mempunyai karakteristik mirip dengan shortening yang dibuat dari lemak hewani.23/kg TBS dengan asumsi harga CPO Rp3. thresher (c).000.150/kg.klarifikasi dengan kapasitas 1.

Minyak makan merah dapat digunakan sebagai sumber vitamin A dan E. Palm baking shortening dari minyak sawit dapat memberikan alternatif baru bagi produsen shortening dalam memilih bahan baku. penundaan penuaan. * Shortening dari minyak sawit (a). sehingga aman dikonsumsi dan mudah dikembangkan pada skala industri kecil.000/liter. Harga minyak makan merah di Malaysia berkisar RM10/liter setara dengan Rp25. Tingkat konsumsi * Minyak makan merah(a).* Produk shortening yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) tanpa melalui proses hidrogenasi. sehingga bebas dari lemak trans yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker (karsinogenik). Produk juga tidak menggunakan campuran bahan baku lemak hewani sehingga bebas dari kolesterol. mi instan. Minyak makan merah kaya akan karoten (± 440 ppm) dan vitamin E (± 500 ppm) yang sangat esensial untuk kesehatan. dan aplikasi minyakmakan merah pada produk margarin (b) * * . Biaya produksi minyak makan merah yang dikembangkan PPKS sekitar Rp5. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan minyak sawit untuk industri shortening dalam dan luar negeri. dan pencegahan kanker. Minyak makan merah dapat diaplikasikan pada minyak salad dan bahan nutrifikan pangan (margarin.000/liter. antioksidasi. Teknologi proses minyak makan merah yang dikembangkan oleh PPKS tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. yaitu sebagai sistem kekebalan tubuh. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) Minyak Makan Merah * Minyak makan merah adalah minyak alami hasil pengolahan lanjut CPO. tanpa pewarna dan tanpa pengawet buatan.. selai kacang).

5 kali seminggu dengan mesin pembalik BAKHUS dan disiram dengan limbah cair PKS. * Proses pembalikan kompos tandan kosong sawit (a) dan kompos tandan kosong sawit kering (b). Tumpukan dibalik 3. maka biaya produksi kompos adalah Rp150/kg. kompos diayak dan dikemas.000 RE (retinol equivalent).28 miliar/tahun sebelum pajak. * Total biaya investasi produksi kompos dari TKS berkisar Rp4 miliar untuk PKS dengan kapasita 30 ton TBS/jam. sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa.minyak di Indonesia per kapita per tahun adalah 15 kg atau setara dengan 41 g/hari. diposkan oleh perkebunan di 11:19 0 komentar CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). TKS yang telah dicacah ditumpuk di atas lantai semen pada udara terbuka atau di bawah atap. Pada akhir pengomposan yang berlangsung selama 6-8 minggu. Dengan harga jal kompos bulk Rp400/kg.2% dari konsumsi minyak per hari. Kompos dari Tandan Kosong Kelapa Sawit * Teknologi produksi kompos dari tandan kosong sawit (TKS) merupakan satu teknologi pengolahan limbah yang sekaligus dapat mengatasi masalah limbah padat dan limbah cair di PKS. Dengan demikian. Penerapan teknologi ini memungkinkan PKS untuk menerapkan konsep zero waste yang berarti tidak ada lagi limbah padat dan cair yang dibuang. Dengan asumsi produksi kompos per hari 60 ton. mengkonsumsi minyak makan merah 12 g/hari atau 29. . Proses pengomposan TKS dimulai dengan pencacahan TKS dengan mesin pencacah. keuntungan langsung yang diperoleh sebesar Rp366/kg atau sekitar Rp2. Kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa sekitar 800-1.

Jika mempunyai tapak semaian sendiri. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. hutan atau kawasan tanam semula. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit.Tanah gambut (lebih satu meter dalam). Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. keadaan tanah (curam atau rata). masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. . (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:  Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera.

Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan.    Taburkan 150g . Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik.0 Pueraria phaseoloides 1. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.    Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.6   Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam.1 Calopogonium caeruleum 0. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. .200g baja Fosfat didalam lubang. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam.   Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit.

Cara pengendalian dengan menggunakan herbisida hanya dilakukan secukupnya saja.blogspot. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Meter (Kaki) 8. Pada masa TBM.5 (28) 8. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan.com/ Pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam usaha Budidaya Tanaman Karet Apr. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengaturan tanaman penutup tanah yang melilit batang karet. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah.25. Pada tahap awal.7 (29) 9. daerah di sekitar pangkal batang dibebaskan dari gulma. air dan cahaya matahari.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. Dengan cara demikian maka kegiatan pemeliharaan selanjutnya dan penyadapan dapat dilakukan dengan mudah. Pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan dipusatkan di sekitar barisan tanaman. Lazimnya.0 (30) Jumlah Pokok Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. pengendalian gulma lebih banyak menggunakan cara manual yaitu dengan mencabut/membersihkan gulma secara langsung dengan tangan/kored. 2010 in Aspek Teknis Usaha. diposkan oleh perkebunan di 11:09 0 komentar http://teguhpranoto1991. Pengetahuan Umum. Dengan bertambahnya umur tanaman pada daerah yang dibebaskan dari gulma adalah daerah 1 meter sebelah kiri dan kanan barisan tanaman. Usaha Perkebunan Pengendalian gulma. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. . Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun.

Penyakit yang sering menyerang tanaman karet pada umumnya adalah rayap (Coptotermes sp).1 sampai 0. Pada tanaman belum menghasilkan lebih banyak mengalami serangan penyakit dari pada hama. Penyakit bidang sadapan kanker garis (Phytophora palmivora) diberantas dengan Difolatan 4 F konsentrasi 2 – 4 %. Penyakit daun Gloesporium pada TBM. Untuk klon yang sulit membentuk cabang/tunas maka dilakukan pemenggalan (topping) pada ketinggian 2.1% atau Daconil 75 wp dengan konsentrasi 0. Pemberian irigasi pada tanaman belum menghasilkan jarang sekali dilakukan. Kegiatan sensus tanaman akan terus dilakukan sampai tanaman menghasilkan. Kebutuhan Pokok SPUmur Urea SP-36 KCl Urea KCl 36 Tanaman …… …… (gram/pohon)……. Dengan cara demikian diharapkan akan tumbuh tunas dan menghasilkan bidang sadap yang baik. 3. yang dapat diberantas dengan menggunakan Chlordane 8 EC atau Basudin 6 0 EC dengan konsentrasi 0. K dan Mg dengan dosis sesuai anjuran daerah setempat. menurunkan suhu tanah dan meningkatkan ketersediaan air dalam tanah.2%. maupun TM disajikan pada Tabel di bawah ini. Sementara itu. Dosis pupuk bagi TB. dapat diberantas dengan sistem fogging menggunakan Daconil atau fungisida lainnya. Pemberian mulsa ini dapat dilakukan sejak awal tanaman ditanam di lapang sampai tajuk tanaman sudah saling menutup. Untuk mengurangi tingkat evapotranspirasi di sekitar pertanaman. Pengendalian hama dan penyakit. dapat diberantas penyemprotan larutan KOC. Pada kondisi khusus (curah hujan tinggi) dapat saja . Pemeliharaan jalan produksi. dapat diberantas dengan Fomac 2 atau Shell Collar Protectant atau Calixin Collar Protectant. Untuk klon yang cenderung membentuk cabang digunakan cara pembuangan tunas. Pemupukan pada TBM berfungsi untuk mempercepat tanaman mencapai matang sadap. (gram/pohon)……… TB 50 100 25 50 TBM 1 236 100 100 118 50 50 TBM 2 333 267 150 160 123 75 TBM 3 381 267 200 175 128 92 TBM 4 429 333 200 188 147 88 TBM 5 476 333 200 200 140 84 TM 1 – 524 333 350 265 170 175 25 Irigasi dan pemberian mulsa.5 m atau penguncupan (pengikatan daun-daun dalam satu payung) pada ketinggian 2. Pemupukan. Sementara itu hama Kuuk (Exopholis hypoleuca) dapat diberantas dengan Basudin 10 G. maka pada daerah perakaran tanaman diberikan mulsa jerami. Pembentukan bidang sadap.5 m. Semua tunas yang tumbuh di bawah ketinggian 2. Sensus dan konsolidasi tanaman. Cendawan akar putih (Rigidonporus lignosus).3%. sedangkan penyulaman hanya dilakukan sampai tanaman berumur 4 tahun.2 % atau Difolan 4F konsentrasi 1 – 2 %. 4. Cendawan akar merah (Ganoderma pseudoferrum) dapat diberantas dengan collar protectant. misalnya Cabak dengan konsentrasi 0. penggunaan pupuk daun juga dapat dilaksanakan. 5. Pemeliharaan jalan secara rutin dilaksanakan dengan selang/rotasi pemeliharaan 6 bulan sekali. Pembentukan bidang sadap dilakukan dengan dua cara di bawah ini. Dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah tanaman yang harus disulam (konsolidasi tanaman). 2. Jika dirasa perlu. Penyakit bidang sadapan Mouldyrot dapat diberantas dengan Benlate konsentrasi 0. Sensus tanaman bertujuan untuk mengetahui jumlah dan kondisi tanaman yang ada di lapang.5 m dipotong/dibuang sehingga batang tanaman akan tumbuh dengan baik (tinggi dan lurus). 1. Untuk mengetahui akan terjadinya serangan hama/penyakit sejak awal maka perlu dilakukan pengontrolan tanaman secara rutin (early warning system). Pada cara ini terdapat tim yang bertugas mengidentifikasi tingkat serangan dan tim pengendalian serangan hama/penyakit. jika menyerang TM. Pupuk ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. 2. Penyakit jamur upas (Corticum salmonikolor) dapat diberantas dengan Calixin Ready Mix 2%. P.1 – 0. 6. TBM. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin dengan memperhatikan tingkat serangan yang terjadi. Pada umumnya unsur yang diberikan adalah N.1. Penyakit tanaman karet lainnya yang seringpula ditemukan pada antara lain. Dari beberapa penelitian perlakuan ini akan mengurangi evapotranspirasi.

Secara umum setiap tahun lilit batang tanaman karet akan bertambah antara 10 sampai 12 cm. usaha Budidaya Tanaman Karet Del. pemeliharaan saluran dan perbaikan badan jalan. budidaya pengolahan tanaman sawit dan karet (8). sensus tanaman perkebunan (10). pemupukan tbm karet (23). TBM karet (13). perawatan tbm (4). Technorati : Pengelolaan Tanaman. sensus tanaman karet (12). pupuk karet (16). Tanaman belum menghasilkan karet(5). usaha Budidaya Tanaman Karet FOREDI UTK TAHAN LAMA SEX REKOMENDASI BOYKE! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN.Rekom Boyke. pemeliharaan karet TBM (11). Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Tanaman karet baru dapat disadap jika (1) lilit batangnya pada ketinggian 1 m dari pertautan lebih besar atau sama dengan 45 cm dan (2) 60% dari populasi. pemeliharaan tanaman karet belum menghasilkan (10). MAU ? MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA GASA REKOM BOYKE UNTUK EREKSI KERAS LEBIH 95RIBU KENCENG! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU KumpulBlogger. pengendalian gulma pada tanaman belum . pemeliharaan tbm (8).icio. Dengan dilakukannya pengukuran lilit batang ini dapat dipersiapkan jumlah peralatan dan tenaga kerja penyadap yang diperlukan. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Pemeliharaan jalan ini dapat berupa penimbunan/pemadatan. usaha Budidaya Tanaman Karet Flickr : Pengelolaan Tanaman.com Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.indikator-forex. MAU ? METODE ALAMIAH TAMBAH UKURAN VITAL FOREDI ANTI EJAKULASI DINI BIKIN ISTRI KETAGIHAN! FOREDI ATASI EJAKULASI DINI REKOMENDASI BOYKE www. TBM TANAMAN KARET (7).us : Pengelolaan Tanaman. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Pengukuran lilit batang dilakukan untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman dan terutama untuk menentukan waktu matang sadap. Pengukuran ini secara rutin dilakukan 6 bulan sekali pada semua tanaman yang ada di lapangan. sensus tanaman (25).com BISNIS ONLINE UNTUK PEMULA MODAL HANYA 25RIBU 1X SEUMUR HIDUP GASA HERBAL UNTUK EREKSI KERAS ISTRI KETAGIHAN! Foredi Utk Tahan Lama Sex. sensus tanaman kopi(7).com : pemupukan karet tbm (89). tanaman belum menghasilkan (35). usaha Budidaya Tanaman Karet Zooomr : Pengelolaan Tanaman. pemeliharaan TBM karet (38). pemeliharaan tanaman sawit (5).BPOM. Pengukuran lilit batang.perbaikan/peningkatan mutu jalan dilakukan di luar jadwal yang telah ditentukan.

toping tanaman teh (1). Rekomendasi pemupukan karet TBM(1). tbm (tanaman karet) (1). perlakuan akuntansi untuk tanaman yang belum menghasilkan (1). mengatasi hama rayap durian (1). kebutuhan pupuk karet tbm (1).Cara pemeliharaan dan pemupukan pohon karet (1). Obat rayapuntuk tanaman sawit usia lima tahun (1). pengendali hama rayap putih di tanaman karet (1). 3. binaukm com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belummenghasilkan-tbm-dalam-usaha-budidaya-tanaman-karet/ (2). cara topping tanaman durian (1). umur pemenggalan karet (1). gulma terdapat di tm apa di tbm (1).mengatasi rayap dipohon sawit (1). Pemeliharaan karet tanaman belum menghasilkan (1). Teknik pempercepat lilit batang karet (1). Artikel Terkait: Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun) PERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET http://binaukm. www cara mengatasi hama rayap pd karet com (1). teknik toping pada pohon karet (1). cara sensus tanaman (1).com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belum-menghasilkan-tbm-dalam-usahabudidaya-tanaman-karet/ . penyakit batang pada TBM 3 tanaman karet (1). pemupukan tbm (1). Upaya mempersingkat tanaman belum menghasilkan tanaman karet (1). Tanaman belum menggasil kan (1). Penyakit pada karet TBM (1). 2. Dosis pemupukan tanaman karet TM dan TBM (1). Penjelasan tentang pemberian Perlakuan khusus pada tanaman (1). metode pengolahan tanaman sawit (1). sensus pada tanaman teh (1). Cara memberantas rayap pada tanaman karet (1) 1. 5. Pemupukan dan Merawat pohon karet (2). Mengapa mulsa jerami di berikan pada daerah perakaran (1). kesimpulan makalah karet(2). karet belum menghasikan (1). pupuk sawit tbm (1). peraturan tanaman belum menghasilkan (1). sensus tanaman manghasilkan (1). 4. Dosis anjuran umum pemupukan tanaman karet tbm dan tm (1). pemupukan pohon karet (1). pembentuka cabang pada tanaman karet (1). Cara pembasmi rayap pd tanaman karet (1). jurnal pada akuntansi tanaman belum menghasilkan (1).menghasilkan dan tanaman menghasilkan (2). tanaman belum menghasilkan pelakuannya secara akuntansi (1). Cara perawatan tanaman karet TBM (1). Cara mempercepat lilit batang karet (1). pengendalian gulma dengan cara irigasi (1). metode sensus pohon (1).

bebas lalang P = penyiangan W = weeding W = menyiang Beberapa jenis gulma di perkebunan : Kategori Jahat/sangat mengganggu Nama Latin Imperata cylindrica Mikania micrantha Nama Indonesia/Daerah Lalang Sembung rambat . Penutup Tanah (M/P/W) Klasifikasi penutup tanah :      W0 : belum ada tanaman penutup tanah W1 : 100% penutup tanah kacangan W2 : 85% kacangan + 15% gulma lunak. ditanami penutup tanah dan kelapa sawit sudah ditanam pada titik pancang. berlangsung 30 – 36 bulan.    kacangan TBM 1 : tanaman pada tahun ke I ( 0-12 bulan ) TBM 2 : tanaman pada tahun ke II (13-24 bulan ) TBM 3 : tanaman pada tahun ke III (25-30 atau 36 bulan ) B.PERAWATAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN A. bebas lalang W3 : 70% kacangan + 30% gulma lunak. Penyiangan Areal 1. bebas lalang W4 : 50% kacangan + 50% gulma lunak. Pengertian TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) Masa sebelum panen ( dari saat panen pertama ). Terdiri atas : TBM 0: menyatakan keadaan lahan sudah selesai dibuka.

Mikania cordata Mimosa pudica Mimosa invisa Eupatorium odoratum Lantana camara Clidemia hirta Melastoma affine Axonopus compressus Paspalum konjugatum Cyperus rotundus Gleichenia linearis Dryopterus arida Sedang dan lunak Ageratum conyzoides Borreira latifolia Borreira laevicaulis Phyllanthus niruri Mikania Putri malu. tembelekan Harendong Senduduk Rumput pahit/pahitan Rumput pahit/buffalo grass Teki Pakis kawat Pakis kadal Wedusan. kucingan Pls kucingan Putihan Tahi ayam. babandotan Kentangan Rumput kancing ungu Meniran Kriteria pekerjaan : .

mikania.   TBM 1. 0. 1x/bulan   TBM 1 : jarak dari pohon 1. 1 kali/bulan . 3-4 HK/ha.5-1 HK/ha. wedusan.5-1 HK/ha   TBM 1 s/d TBM 2 = 1 x/bulan TBM 3 = 1 x/2bulan Secara khemis : Round up 0. 2 = 1 HK/ha TBM 3 = 0. teki (lihat daftar gulma) Kacangan yang merambat ke pohon kelapa sawit diturunkan Gulma lunak tidak perlu diberantas. seperti pada TBM 1 TBM 3 : W3 Penutup tanah terdiri dari 70% kacangan + 30% gulma lunak Yang diberantas adalah gulma jahat. Secara manual : digaruk dengan arah keluar dan kedalam piringan secara bergantian.75 HK/ha Piringan 3. pahitan. . 2.0 m.4 D-Amien. Bila vegetasi > 70 cm dengan dibabat. TBM 2 : W1. 4 HK/ha 2.5 m.       TBM 1 : W1 penutup tanah seluruhnya (100%) kacangan. 4-5 HK/ha. 8 HK/ha : 1x/bulan . Rumput-rumput dan gulma lain dibersihkan semua. sintrong Penyiangan :    Bulan 1-4 Bulan 5-7 Bulan 8-22 Gawangan : intensif jarak 2-2-2-3-3-4-mg .5 l/ha. 0. 1 kali/2 bulan. 4 – 6 HK/ha : 1x/2 bulan . lalang.6 l/ha+0. Cara dengan menggaruk/mencabut gulma. pakis. TBM 2 : jarak dari pohon 1.

2 HK/ha .6%. Alat : cangkul. 1x/2-3 bln.5% = 0. Dongkel Anak Kayu 5.5 l/100 l air/ha Round up (gliphosate) 0. TBM 2 : 1 jalan pikul untuk 4 baris tanaman.5-1 HK/ha   Gramoxone (parakuat) 0. kemudian di lap dari bawah ke atas sampai basah. 1 HK/ha 4.2 : dengan garuk/ garpu lalang TBM 3 : dengan wiping. 0. Pangkal lalang dibersihkan dulu dengan arit.Amine 0. Jalan Pikul    Membuat jalan pikul sebagai jalan untuk pemeliharaan tanaman. Secara khemis disemprot dengan herbisida. parang babat.0 m.5% + Round up 0. Membuang / mendongkel anak semak anak kayu yang ada di areal dengan cangkul.4 D. 3-4 HK/ha. TBM 3 : 1 jalan pikul untuk 2 baris tanaman. Cara : Tanaman penutup tanah yang berada ditengah gawangan dibuka bersih menjadi jalan kontrol/pasar pikul. 1x/3 bln. 0. TBM 3 : jarak dari pohon 2. 1x/2bln. Pemeliharaannya dengan cara manual/garuk atau dengan khemis di semprot dengan herbisida + 2. 1x/2-3 bln.5 l/ha. · ·    Kain lap dicelupkan kedalam larutan herbisida. 0.5 HK/ha. 0.3 – 0.6 HK/ha.    TBM 1 : 1 jalan pikul untuk 8 baris tanaman. 400 m/HK. Herbisida jangan sampai mengenai tajuk kelapa sawit.5% = 0. Lebar : 80 – 100 cm. Sebagai tanda sudah di lap ujung daun lalang dipotong/diputuskan. 25 cc/ltr air/ha. 400 m/HK. C.5 l/100 l air/ha Pengendaliaan Lalang TBM 1. 1x/2 bln Round up. 400 m/HK.

Mendalamkan Parit ( D ) Ukuran dan bentuk dipertahankan seperti semula.· Ketentuan dalam penggunaan nozzel untuk penyemprotan. 1x/6 bln.2 JKT/ha Pemeliharaan rutin dengan cara membabat rumput – rumputnya. Rumput-rumput di tebing parit dibabat.100 m/HK. Parit Drainase ·     Mencuci parit ( C ) Bersihkan parit-parit yang ada dari hilir ke hulu. Bahan 30 m padas dan 1.3 m 2.0 m D. Pemeliharaan Jalan. NOZZEL Merah Biru VLV 200 VLV 100 Vol semprot / ha 600 – 1000 ltr 400 – 600 ltr 200 ltr 100 ltr Lebar Sapuan 2.0 m 1. E. C (m/HK ) P 25 D (m/HK ) 15 . 0.5 m sirtu (pasir batu). 1x3 bln.   Pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standart 10 m/ha/th.0 m 2.

Tapak Kuda 20 30 40 S (sekunder) T (tertier) K (kuarter) Tapak kuda dipelihara. 30 m/HK. Cara-caranya seperti pada tanaman kelapa sawit. J. 10 sat/HK. Jumlah sisipan yang normal : TBM 1 = 5% TBM 2 = 2. Konsolidasi Dilakukan pada TBM 1. dipertahankan pada bentuk semula. Pohon yang miring atau kurang tegak diluruskan. Dilakukan secara manual dengan cangkul. K.5% TBM 3 =1% Penyisipan dilaksanakan pada musim hujan. Titi Panen . dipelihara seperti bentuk semula. Benteng dan Rorak Secara manual. Bila perlu ditopang dengan bambu atau kayu.S 40 T 60 K 90 Parit : P (primer) F. Penyisipan    Pohon yang mati/tidak normal diganti dengan bibit yang baru. Teras Kontur Teras kontur dipelihara pada bentuk dan ukuran semula. caranya dengan sedikit menimbun tanah kemudian dipadatkan. G. 30 m/HK.10 pk/ha. 25% per tahun. H. I. Pemeliharaan tiap 1 tahun sebanyak 25% dari jumlah yang ada. Saat mendapatkan diperhatikan lurus/mata lima dengan tanaman yang lainnya. Pemeliharaan 1 tahun sebanyak 25% (rotasi 1x/4 th ).

5 – 0. Dibuat pada tempat-tempat yang di perlukan atau jumlahnya tergantung dari jumlah parit dan saluran air.04 HK/ha.56 HK/ha. 0.04 HK/ha. 2x/th. Panjang titi panen bergantung pada lebar parit dan saluran air.5 – 0. : 0.8 HK/ha. Standart tenaga tenega kerja 0. Memasang 10 – 15 m/HK.     Untuk mempermudah pemanen mengambil/mengangkut buah. Pemupukan Jenis dan dosis pupuk TBM mengikuti pedoman pada Bab Pemupukan. Penentuan jumlah dan panjang titi panen harus didasarkan data sensus yang benar Lebar titi panen bergantung kepada kebutuhan dan harus dapat dilalui angkong dengan ketentuan lebar titi panen sekitar 20 cm. Bahan : Jembatan/titi Kayu/beton. dengan rincian umum:      Membuat administrasi persiapan Mengangkat pupuk Menabur pupuk Mengumpul goni Jumlah : 0. Tempat Pengumpulan Hasil     Dibuat 3 – 6 bulan sebelum panen. Ukuran 2 x 2 meter. Penutup tanah/rumput dibersihkan dengan cangkul. .18 HK/ha. M.8 HK/ha tiap jenis pupuk.30 HK/ha. : 0. : 0. Jarak antar TPH + 50 m ( tiap 6 gawangan ). Pemasangan : pada TBM 1= 25 % TBM 2 = 25 % TBM 3 = 50 % L. : 0. Inventarisasi Pohon Dilakukan 1x/tahun dengan memetakan dan menghitung jumlah pohon yang ada di lapangan. 1x/th N.

R. 1 HK/ha. karena :   Buah yang jadi belum ekonomis di panen karena belum merata.06 HK/ha. 0. 1x/bln. Monitoring Pembungaan   Mencatat pohon-pohon yang telah mengeluarkan bunga. 3 bulan setelah tanam : 80 kg RP/ha. · Membuang bunga jantan dan betina. Q.04 -0. 1x/ bulan. O.5 HK/ha. 1x/2 mg. o . Cara : dengan mengamati tiap pohon dan hasilnya digambarkan pada peta sensus. 6 bulan setelah tanam : 120 kg RP/ha.5 HK/ha Sensus global. P.04 HK/ha. 0. Dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14 – 18 ) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%. Hama dan Penyakit    Lihat pada bab Hama dan penyakit. 1x/bln.· Kacangan penutup tanah dipupuk sebagai berikut :      3-4 minggu setelah tanam majemuk Rustika 15-15-6–4 sebanyak 40 kg/ha. Pohon contoh dan cara pengambilan contoh daun dapat dilihat pada bab pemupukan. Sensus efektif dilakukan bila terdapat petunjuk adanya kenaikan tingkat serangan hama/penyakit. 1 KCD (Kesatuan Contoh Daun) diambil dari setiap blok (16-25 ha). 0. 2 tahun setelah tanam : 200 kg RP/ha. 1x/bln. Kastrasi. 0. Energi agar dimaksimalkan untuk pertumbuhan vegetatifnya. 1 tahun setelah tanam : 150 kg RP/ha. Analisa Daun    Contoh daun mulai diambil pada masa TBM 3.

S.com/download/10565885/RunningCostTBMI. pdf.ziddu.html 3.o Cara : Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang.com/download/10565838/Budgetperawatanpe rTahuntbm3.html 2. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos. Standard Kebutuhan HK dan Material 1. 1 HK/ha Semua cabang kering dipotong mepet ke pangkal batang dengan alat dodos.html .ziddu. http://www.ziddu. http://www.html Biaya Running Cost Versi Lain nya dapat di download disini 1.com/download/10567585/STANDARKEBUTUH ANHKMATERIALTBM. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar. http://www.pdf. http://www.html Biaya Estimasi Budget Perawatan dapat di download disini 1.pdf. http://www.pdf.ziddu.com/download/10565666/Budgetperawatanpe rTahuntbm0-1.ziddu.ziddu. pelepah jangan terpotong.pdf.pdf.html 2.com/download/10565774/Budgetperawatanpe rTahuntbm2.com/download/10565949/RunningCostTBMII. Tunas Pasir   Dilakukan 1 kali saja pada saat umur tanaman 18 atau 24 bulan. http://www.

com/download/10566002/InvestasiAlat.3.com/download/10565968/RunningCostTBMIII . http://www.ziddu. http://www.html Biaya Investasi Alat dan Perawatan Alat 1.pdf. http://www.com/download/10566035/EstimasiRuningcost Alat.pdf.ziddu.html Tata Cara Kastrasi dapat di donlod disini 1.pdf.ziddu.html .ziddu.pdf.com/download/10617556/KASTRASIDANPENYERBUKA NBANTUAN.ht m 2. http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful