BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

JUNI 25, 2011 TINGGALKAN KOMENTAR

LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2009/2010 BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI PT. SAMPOERNA AGRO TBK., SUMATERA SELATAN Disusun oleh: Nama : Puput Ninggariawan I NIM : 05/185946/PN/10358 Program Studi : Pemuliaan Tanaman Jurusan : Budidaya Pertanian Dosen Pembimbing : Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc. JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKEDEMIK 2009/2010 I. LATAR BELAKANG Komoditi perkebunan memiliki peranan yang nyata dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan devisa negara. Salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia adalah kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan primadona ekspor non migas, oleh karena itu komoditi ini selalu menjadi pilihan banyak pengusaha untuk menanamkan modalnya. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dimulai sejak tahun 1911 di Sumatra Utara. Sejak saat itu perkebunan kelapa sawit mengalami banyak kemajuan sampai dengan pecahnya perang pasifik pada tahun 1940. Kemajuan perkebunan kelapa sawit ini didukung oleh lembaga-lembaga penelitian yang telah berdiri sampai dengan sekarang ini (Mangunsoekarjo dan Tojib, 2003). Ke1apa sawit bukan tanaman asli Indonesia namun saat ini kelapa sawit menjadi salah satu sumber daya pangan, pemasok kebutuhan minyak nabati nasional menggantikan ke1apa (Cocos nucifera). Di Indonesia minyak kelapa sawit mentah mulai dipergunakan sebagai bahan minyak goreng pada tahun 1980 ketika terjadi kelangkaan minyak goreng (Anonim, 1997). Produk utama kelapa sawit yang dimanfaatkan adalah tandan buahnya yang menghasilkan minyak dari daging buah dan kernel (inti sawit). Industri olahan minyak kelapa sawit dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu dalam industri pangan (misalnya pembuatan minyak goreng, lemak pangan, margarin, kue, es krim, dan permen) dan dalam industri non pangan (misalnya pembuatan sabun, detergen, dan surfaktan, pelunak, pelapis, ramuan komponen karet, pelumas, dan kosmetik. Pada saat ini telah dikenal beberapa varietas unggul kelapa sawit yang dianjurkan untuk ditanam di perkebunan. Varietas-barietas unggul tersebut dihasilkan melalui hibridisasi atau persilangan buatan antara varietas Dura sebagai induk betina dengan varietas Pisifera sebagai induk jantan. Terbukti dari hasil pengujian yang dilakukan selama bertahun-tahun, bahwa varietas-varietas tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya (Setyawibawa dan Widyastuti, 1998). PT. Sampoerna Agro Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kelapa sawit. Pelaksanaan pembudidayaan yang telah bertahun-tahun ini membuat perusahaan telah berpengalaman dalam

pengembangan, pendekatan sosial dan lingkungan. Selain itu, luas areal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut membuktikan bahwa perusahaan tersebut terus berkembang seiring dengan waktu. Areal penanaman kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Sampoerna Agro tersebar di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah (Anonim, 2006). II. TINJAUAN PUSTAKA Tanaman kelapa sawit berasal dari Guinea (pantai barat Afrika). Tanaman kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) termasuk anggota famili Palmae yang merupakan golongan tanaman keras penghasil minyak nabati. Berdasarkan taksonominya, tanaman kelapa sawit termasuk ke dalam divisi Tracheophita, kelas Angiospermeae, subkelas Monocotyledoneae, ordo Cocoideae, famili Palmae, subfamili Elaeis, spesies Elaies guineensis Jacq (Corley, 1976). Kelapa sawit termasuk tanaman berumah satu (monocious) yaitu tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman. Kedua jenis bunga tersebut keluar dari ketiak pelepah daun dan berkembang secara terpisah. Bunga dapat menyerbuk sendiri maupun menyerbuk bersilang. Tanaman kelapa sawit dapat dibagi menjadi bagian vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif terdiri atas akar, batang, dan daun, sedangkan bagian generatif yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan adalah bunga dan buah (Mangoensoekarjo dan Tojib, 2003). Deli Dura merupakan induk bagi sebagian besar tanaman kelapa sawit komersial yang saat ini ditanam di dunia. Material genetik lain yang dimiliki PPKS merupakan hasil introduksi dari Afrika maupun Amerika Selatan. Salah satu material yang diintroduksi dari Zaire adalah Tenera/Pisifera Binga, dilakukan pada 1987 oleh Balai Penelitian Perkebunan Medan. Material ini akan menjadi fokus penelitian pada 2006 untuk tujuan karakterisasi dan eksploitasi, mengingat mempunyai prospek dan potensi untuk dikembangkan terutama dari karakter kandungan minyak yang tinggi dan pertumbuhan meninggi yang lambat (Purba et al., 2006). Kegiatan karakterisasi mengacu pada Descriptor for Oil Palm. Karakter yang diamati adalah seluruh bagian tanaman yang dapat diidentifikasi sebagai pembeda dengan tanaman kelapa sawit lain. Pembeda yang dimaksud harus mengacu pada kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan suatu varietas. Hal ini merupakan standar yang ditetapkan oleh Kantor Pusat PVT Jakarta untuk pengajuan koleksi yang akan dilindungi, sedangkan keragaan hasil silang balik antara Elaeis oleifera dan Elaeis guineensis antara lain laju pertumbuhan meninggi yang lambat pada beberapa persilangan yang terbaik, yaitu berkisar antara 30–40 cm/thn, kemudian memiliki karakter tajuk kecil sehingga dapat ditanam dengan densitas tinggi per hektar, memiliki kualitas minyak yang cukup baik jika ditinjau dari kandungan oleat, asam lemak tidak jenuh, beta karoten yang lebih tinggi dibandingkan Elaeis guineensis, dan apabila ditinjau dari hasil analisis pada satu populasi silang balik generasi pertama maka dapat ditemukan rerata kandungan beta karoten lebih tinggi dari 1000 ppm, bahkan nilai tertinggi dapat mencapai 2118.63 ppm (Purba et al., 2006). Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh baik pada daerah tropikal basah di sekitar lintang utara-selatan 12° pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut. Jumlah curah hujan yang baik adalah 2000-2500 mm/tahun, tidak memiliki defisit air, suhu optimal adalah 24-28° C dengan suhu minimum 18°C dan maksimal 32°C, kelembaban udara 80%, penyinaran matahari 5-7 jam/hari dan kecepatan angin 5-6 km/jam. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, hidromorfik kelabu (HK), regosol, andosol, organosol dan alluvial. Sifat fisik tanah yang baik untuk kelapa sawit yaitu memiliki solum setebal 80 cm, tekstur ringan, memiliki pasir 20-60%, debu 10-40%, dan liat 20-50%, kemudian memiliki perkembangan struktur baik, konsistensi gembur sampai agak teguh dan permeabilitas sedang, pH tanah sekitar 5-5½, dan memiliki kandungan unsur hara dalam tanah yang tinggi (Lubis, 1992). Benih kelapa sawit mengalami dormansi (keadaan sementara istirahat tanaman) yang cukup panjang. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi (400 C selama 80 hari) untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaaban 60-80 % dengan temperatur 35 oC. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm, optimal 2.000-3.000 mm/tahun. Kelapa sawit tumbuh

baik pada tanah dengan struktur gembur atau remah yang cukup tebal lapisannya dan banyak mengandung humus dan mineral. Permukaan air tanah harus cukup dalam, sebab perakaran kelapa sawit tidak berkembang baik pada air tanah yang dangkal (Heurn, 1985). Pengolahan tandan buah segar sampai diperoleh minyak sawit kasar (Crude Palm Oil, CPO) dan inti sawit dilaksanakan melalui proses yang cukup panjang. Secara ringkas urutan pengolahan kelapa sawit yang dimaksud adalah sebagai berikut (Setyawibawa, 1998) : a. Pengangkutan buah dari kebun ke pabrik b. Perebusan buah (sterilisasi) c. Pelepasan buah (stripping) dari tandan dan pelumatan (digesting) d. Pengeluaran minyak (ekstraksi) e. Pemurnian dan penjernihan minyak (klarifikasi) f. Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah g. Pengeringan dan pemecahan biji h. Pemisahan inti dari cangkang Pembibitan kelapa sawit biasanya memerlukan waktu selama 12 bulan sampai siap ditanam ke lapangan, yang terdiri dari 2 tahap yaitu 3 bulan pembibitan awal (pre-nursery) dan 9 bulan pembibitan utama (main-nursery). Terkadang pembibitan kelapa sawit ada yang lebih dari 12 bulan berhubung terlambat dipindah ke lapangan, karena beberapa pertimbangan (Siregar dan Purba, 1992). Perawatan tanaman merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dan menentukan masa produktif tanaman. Perawatan bukan hanya ditujukkan terhadap tanaman semata, tetapi juga pada media tumbuh (tanah). Perawatan tanaman kelapa sawit meliputi penyulaman, penanaman tanaman sela, pemberantasan gulma, pemangkasan, pemupukan, kastrasi dan penyerbukan buatan (Syamsulbahri, 1996). Panen dan pengolahan hasil merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Kegiatan ini memerlukan teknik tersendiri untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Hasil panen utama dari tanaman kelapa sawit adalah buah kelapa sawit, sedangkan hasil pengolahan buah adalah minyak sawit. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Pelaksanaan pemanenan perlu memperhatikan beberapa kriteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengan kualitas minyak yang baik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen, cara panen, alat panen, rotasi dan system panen, serta mutu panen (Fauzi et al., 2002). III. ISI A. Keadaan Umum Kebun Hikmah Dua 1. Sejarah Kebun Kebun Hikmah Dua (HD) merupakan bagian dari PT Telaga Hikmah yang menjadi anak perusahaan dari PT Sampoerna Agro Tbk. Sebelumnya PT Telaga Hikmah merupakan bagian dari PT Tania Selatan yang kemudian dijual kepada PT Selapan Jaya. Pada pertengahan 2007 PT Sampoerna Agro mengambil alih kepemilikan kelompok PT Selapan Jaya termasuk di dalamnya adalah PT Telaga Hikmah. Keadaan Fisik Kebun Kebun HD terletak di Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir. Berikut batas-batas Kebun Hikmah Dua : - Utara : Desa Pulau Geronggang - Selatan : Desa Embacang (Kebun Hikmah Tiga) - Barat : Desa Maribaya - Timur : Desa Kayu Labu (Kebun Hikmah Lima) Jarak antara Kebun HD dengan ibukota kabupaten ± 3 jam, sedangkan dengan ibukota propinsi ± 7 jam dengan menggunakan roda empat pada keadaan lancar. Kebun HD memiliki kontur tanah yang bergelombang dengan

kemiringan hingga ± 15º dengan ketinggian 0-50 m dpl. Temperatur harian di kebun HD belum pernah dicatat sebelumnya, namun diperkirakan 25º C pada malam hari dan 36º C pada siang hari. Curah hujan di kebun HD sendiri cukup tinggi dengan 2000 mm per tahunnya. 2. Struktur Organisasi Kebun HD dipimpin oleh seorang senior manajer yang membawahi langsung asisten-asisten divisi dan KTU. Kebun HD terdapat 3 divisi inti, 2 plasma, serta 1 bibitan, sehingga ada 6 asisten divisi. Sedangkan untuk bagian administrasi dipimpin oleh seorang asisten kantor (KTU). Selain itu terdapat karyawan baik pegawai bulanan (PB), karyawan harian tetap (KHT), serta karyawan harian lepas (KHL). Pada bagian tata usaha kebun KTU dibantu oleh 9 orang kerani dengan pembagian 1 kerani pembukuan, 1 kerani administrasi, 1 kerani alat berat, 1 kerani produksi, 1 kerani divisi inti, 1 kerani divisi plasma, 1 kerani divisi bibitan, 2 kerani gudang. 3. Fasilitas Kebun Kebun HD memiliki fasilitas perumahan (kamp) karyawan baik G1, G2 maupun G6 yang secara keseluruhan berjumlah ± 250 pintu dengan lebih dari 200 kepala keluarga. G1 merupakan perumahan menejer, G2 untuk asisten lapangan, KTU, dan satpam. Sedangkan G6 untuk karyawan baik PB, KHT maupun KHL yang berasal dari kerani, pemanen, sopir, hingga pemuat. Kebun HD juga dilengkapi dengan sarana ibadah (mesjid), sarana olahraga (lapangan bola kaki, tenis meja, lapangan bulu tangkis, dan lapangan bola voli). Selain itu, Kebun HD menyediakan fasilitas air dan listrik gratis bagi masyarakat yang tinggal di kamp Kebun HD. Gambar A.3.1. Kiri: Perumahan Karyawan; Kanan: Mesjid Baitur Rahman. Kebun HD memiliki kantor yang terletak di sebelah timur kamp. Fasilitas yang terdapat di kantor terebut adalah 4 buah komputer (3 administrasi dan 1 KTU), 2 buah printer dot matrix (Epson LQ 2180), 1 buah mesin fotokopi, scan dan printer (Minolta), 2 buah pendingin udara / AC (ruang menejer dan ruang rapat), 5 set meja kerani, 6 set meja asisten, 1 set meja KTU dan 1 set meja menejer serta 1 set sofa tamu. Selain itu, juga terdapat 3 buah kipas angin, masing-masing di ruang kerani, ruang administrasi dan ruang KTU. Gambar A.3.2. Kiri: Gudang; Kanan: Ruang administrasi. B. Budidaya Kelapa Sawit 1. Persiapan dan Pengolahan lahan Persiapan lahan merupakan tahap awal dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Ruang lingkup dari tahap ini adalah pra survey, survey, merintis dan pengukuran lahan serta koordinasi ke instansi terkait. Kegiatan pra survey departemen GAL dan menejer kebun bersama dengan asisten melakukan peninjauan dan meneliti calon kebun secara langsung guna mendapatkan informasi data kesesuaian dan ketersediaan lahan, tenaga kerja, pra sarana, partisipasi masyarakat serta dukungan pemerintah setempat. Sedangkan kegiatan survey dilakukan oleh menejer kebun dan asisten bersama instansi pemerintah (Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup / Bapedalda, Tokoh Masyarakat) untuk menilai status legalitas dan kesesuaian lahan. Maksud survey areal adalah untuk menentukan batas areal, luasan yang akan ditanami kelapa sawit, situasi vegetasi, topografi dan batas konsesi areal yang dicadangkan. Dari hasil survey ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan sistem pengawetan tanah, air, penentuan sistem jaringan jalan, emplasmen, kantor, perumahan dan pabrik. Sedangkan merintis dan pengukuran lahan adalah kegiatan pengukuran keliling lahan yang akan dijadikan kebun sesuai dengan peta pencadangan lahan. Dalam pembukaan lahan perlu diperhatikan beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, yaitu: - Cagar budaya atau situs - Flora dan fauna yang dilindungi - Kelerengan tanah - Pohon tempat sarang burung dan lebah - Sempadan pantai (minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi) - Sempada sungai (100 meter kanan kiri sungai besar, 50 meter kanan kiri anak sungai di luar pemukiman, dan 10-15 meter di daerah pemukiman)

merumpuk. Penumbangan dimulai dari pinggir ke tengah berbentuk spiral dan pohon ditumbangkan ke arah luar agar tidak menghalangi jalannya traktor. tahap ini meliputi kegiatan kerja pengukuran. dan penetapan areal konservasi. pancang stacking.Diameter > 75 cm tinggi maksimum 150 cm dari permukaan tanah. juga dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya erosi. Penanaman kacangan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Apabila kegiatan merumpuk dilakukan dengan menggunakan alat berat. dilanjutkan dengan pengelolaan tanah dan air. Pengelolaan ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya genangan air ketika musim hujan atau kekeringan ketika musim kemarau. Cara pengumpulan kayu hasil merumpuk juga sama dengan menumbang. Dalam kegiatan menumbang terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan mengenai tinggi tebangan yang disesuaikan dengan diameter tanaman. Untuk blok yang berbatasan langsung dengan hutan.1. menumbang. Sedangkan peringgan batas adalah batas antara kebun dengan areal hutan areal perkebunan lain. Setelah pembersihan lahan selesai dibuat dan pengukuran blok selesai dilaksanakan. . 32 Tahun 1990. . Kayu hasil tumbangan ditumpuk memanjang arah utara selatan yang berjaraj sekitar 50-100 meter. dapat menggunakan gergaji rantai (chain saw). benteng (bentuk permukaan tanah yang ditinggikan yang berasal dari galian tanah dan telah dipadatkan. Dalam penebangan dan pembersihan ini meliputi kegiatan mengimas.009.036 meter dipasang pancang dengan ukuran 4 meter yang ujungnya diberi cat berwarna merah. Pada setiap jarak antara timur-barat 1. Bagain-bagian dari konservasi tanah dan air seperti tapak kuda (suatu bentuk permukaan tanah yang ditinggikan dengan kemiringan sebesar 15º). Namun apabila tidak bisa ditumbangkan dengan traktor. mechanical stacking dan semprot alang-alang. perkebunan lain. Pengukuran blok dilakukan dengan menggunakan Theodolit untuk menentukan arah rintisan garis batas blok utara – selatan dan timur – barat. terasan (bentuk permukaan tanah yang dibuat berjenjang/bertingkat untuk membatasi aliran air dipermukaan tanah).26 meter dan pada utara selatan dengan jarak 1. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pekerjaan menumbang dengan traktor. mengurangi biaya produksi serta meningkatkan produksi kelapa sawit. Merumpuk adalah kegiatan memotong cabang serta ranting-ranting hasil imasan den tebangan kemudian dikumpulkan di gawangan. maka dilanjutkan dengan penebangan dan pembersihan lahan. Mengimas dilakukan dengan tenaga manusia dengan menggunakan parang. rorak (lobang bekas galian tanah yang digunakan untuk benteng yang berbentuk trapesium terbalik) dan parit (saluran air yang dibentuk secara manual maupun mekanis). Selain itu. Penetapan areal konservasi berdasarkan Keppres No. Blok adalah suatu kesatuan administrasi terkecil sesudah divisi. . Mengimas adalah kegiatan membabat semak belukar dan pohon kayu yang berdiameter kurang dari 10 cm.Kawasan sekitar danau atau waduk (50-100 meter dari titik pasang tertinggi) . Ketika melakukan pengukuran blok. Pengukuran dilakukan dengan mengikuti arah rintisan dan memasang pancang ukuran 2 meter pada setiap jarak 50 meter.1. Benteng Tahap terakhir dari persiapan lahan adalah penanaman kacangan. pembuatan blok.Diameter 21 – 30 cm tinggi maksimum 60 cm dari permukaan tanah.. Pembuatan blok dilakukan setelah proses pengukuran dan pemetaan selesai dengan ukuran setiap blok masing-masing 100 (seratus) Ha dan setiap blok dibagi menjadi 4 (empat) petak yang luasnya 25 Ha. . Gambar B.Kawasan sekitar mata air (200 meter di sekitar mata air) Tahap selanjutnya adalah pengukuran blok. maka disebut dengan mechanical stacking.Diameter 31 – 75 cm tinggi maksimum 100 cm dari permukaan tanah. Setalah pengukuran blok selesai.Diameter 10 – 20 cm tinggi maksimum 40 cm dari permukaan tanah. Pancang stacking / rumpukan adalah kegiatan pengukuran dan pemancangan letak rumpukan yang akan dikerjakan secara mekanis maupun manual. atau pemukiman dilakukan pembuatan peringgan batas. Penanaman kacangan dilakukan sebelum penanaman kelapa sawit dilaksanakan. Selain itu untuk membersihkan lalang juga dapat digunakan herbisida. pembuatan peringgan batas. Namun adakalanya penanaman kacangan . Menumbang adalah kegiatan menebang pohon kayu yang berdiameter lebih dari 10 cm yang biasanya dilakukan dengan menggunakan traktor. perlu diperhatikan lingkungan sekitar sehingga dapat ditetapkan areal konservasi.

Selain itu. 2.25 m x 9. 3-4 hari setelah penanaman dilakukan konsolidasi untuk memastikan bahwa bibit kelapa sawit tersebut tertanam dengan benar (tidak miring atau tumbang). Sebelum dilakukan penanaman.25) x (6 x 16. Gambar B. Posisi bibit ditempatkan dengan berdiri tegak disamping lobang tanam. hingga akhirnya nanti menjadi jalan ketika panen dilaksanakan. 3. Bibit yang dibawa oleh truk diturunkan ditempat yang telah diberi pancang. terlebih dahulu dilakukan pemancangan bibit. Pueraria javanica (PJ) dan pupuk RP ( 2 kg CP +2 kg CM + 1 kg PJ + 5 kg pupuk RP). Lobang tanam dibuat 10 cm di sebelah selatan pancang. jalan setapak 1 : 4 (18-24 bulan). Kiri: Pemancangan. Penanaman kelapa sawit dilaksanakan dengan memotong plastik dasar polybag pada lobang tanam kemudian mengangkat plastik tersebut ke atas dan mengikatnya pada daun bibit kelapa sawit untuk memudahkan penutupan lobang. Gambar B. Kacangan yang ditanam merupakan pencampuran tiga jenis kacangan yang disertai pupuk dengan perbandingan kacangan Centrosema pubescens (CP). Hal ini karena perusahaan mengejar masa tanam yang singkat.2. Kanan: Pancang yang telah selesai dibuat Pancang tanam yang tepat mengenai tunggul kayu keras dapat dipindahkan dalam barisan tanaman maksimal 100 cm.120 m (11 x 9. Kanan: Penanaman kelapa sawit Setelah pembuatan lobang tanam selesai dilakukan. Gambar B. Sebelum lobang dibuat lebih dahulu sampah dan tunggul dibersihkan dan permukaan tanah diratakan. Untuk areal tanaman yang sulit ditempuh dengan menggunakan truk.2. jalan setapak 1 : 2 (28-32 bulan). Jalan setapak dibuat arah . Bibit yang telah disebar tadi kemudian diangkat dengan cara dipanggul dan ditempatkan pada pancang terjauh (pancang ke-14).1. Kacangan berfungsi sebagai penutup tanah sehingga diharapkan tidak ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit. Pancang tidak boleh dicabut pada saat pembuatan lobang. penyisipan. jalan setapak 1 : 8 (12-16 bulan).2.25 m x 9. Setelah dilakukan pemancangan. Setelah itu secara berurutan bibit diangkat sampai ke pinggir jalan (pancang ke-1). Setiap tumpukan bibit berjumlah 27 pokok untuk 2 baris atau pada areal yang tidak penuh (abnormal) pancang tanam harus terlebih dahulu dihitung sehingga dapat disesuaikan jumlah bibit yang akan diturunkan.25 m dengan jarak dala baris 8. Jarak tanam 9. sensus pokok.2. semprot hama dan penyakit. dapat digunakan samapat atau tongkang. Arah baris tanaman umumnya utara selatan dan pada keadaan tertentu dapat diubah dan disesuaikan dengan keadaan topografi.dilaksanakan setelah kelapa sawit ditanam. Calopogonium muconoides (CM). Sebelum dilakukan penanaman kacangan terlebih dahulu areal disemprot dengan menggunakan herbisida sehingga areal bersih dari gulma. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dimulai dengan pembuatan jalan setapak. maka bibit yang telah dipesan sebelumnya didistribusikan ke areal.1.01 m dalam bentuk segitiga sama sisi dengan kerapatan 135 pkk/ha. Ukuran lobang minimal 50 x 50 x 40 cm sehingga bibit tertanam sampai batas leher akar. Penanaman Kelapa Sawit Penanaman kelapa sawit baru dapat dilaksanakan setelah semua kegiatan persiapan lahan selesai. dimulai dengan jalan setapak 1 : 16 (3-6 bulan). Di daerah berbukit dan kontur arah barisan mengikuti arah kontur dan jarak antar kontur adalah proyeksi jarak antara baris. serta gulma). Kiri: Pembukaan polibag.02) m. Jalan setapak ini nantinya akan digunakan sebagai jalannya pekerja ketika melakukan perawatan (merumput. maka areal siap untuk ditanamai kelapa sawit. Pembibitan kacangan Penanaman kacangan dilaksanakan pada musim hujan untuk memastikan tanaman kacangan dapat tumbuh dengan baik.75 m x 96. maka dilakukan pembuatan lobang tanam. kacangan juga mampu membantu mengikat N sehingga meningkatkan kandungan N di dalam tanah. Pemancangan dimulai dengan membuat pancang kandang yang berukuran 101. Sedangkan untuk jalan tengah atau jalan 13 dibuat bersamaan dengan pembuatan jalan setapak 1 : 16. Penerimaan bibit diselesaikan perpetak dalam kelompok varietas yang sama sehingga diperoleh penanaman yang seragam untuk setiap blok. Apabila penanaman kacangan telah selesai dilakukan. Jalan setapak dibuat secara berkala.

Pada masa TBM. juga dilakukan semprot piringan. selain dilakukan perawatanperawatan rutin. Perawatan gawangan secara kemis dilaksanakan apabila gulma di areal lebih dominan. Rotasi lap lalang dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada dipiringan dengan herbisida. Selain dilakukan perawatan garuk piringan. Pada lap lalang digunakan kain yang telah dicampur bahan herbisida dengan konsentrasi 1% kemudian dilapkan pada lalang dari pangkal batang sampai pucuk daun. yaitu spot spraying (kemis) dan lap lalang (manual). Kanan: Piringan yang telah dibersihkan Selain merumput juga terdapat kegiatan perawatan semprot lalang. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan/mendung untuk menghindari pencucian herbisida oleh air hujan. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. mineral dan air dapat diminimalkan.000 m dengan lebar 1. dan TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. di kebun HD dilakukan sensus hama. Rotasi semprot gawangan pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Sedangkan rotasi rawat gawangan manual pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Penyemprotan jalan setapak disesuaikan dengan dosis yang direkomendasikan sesuai dengan anggaran biaya tahunan. sedangkan jalan tengah / jalan 13 dibuat arah timur–barat dengan panjang 1. Perawatan jalan setapak dilakukan dengan melakukan penyemprotan yang dimulai pada saat tanaman kelapa sawit berumur 12 bulan. Dongkel Anak kayu (DAK) pada TBM. maka dilakukan sensus pokok. Pembuatan TPH dilakukan pada saat tanaman berumur 3 tahun (TBM 3) dengan cara meratakan tanah. pengupasan kulit kayu dilakukan pada tunggul kayu yang masih hidup atau anak kayu yang tidak bisa didongkel dari bawah sampai keatas berkeliling. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali.utara–selatan sepanjang baris tanaman dengan ukuran panjang 250 meter dan lebar 1. Garuk piringan dilaksanakan dengan cara membersihkan rumput/gulma yang tumbuh di piringan pokok. Gambar B. Gulma disemprot menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit.25 meter. Kiri: Semprot lalang. Lalang yang sudah dilap pucuk daunnya dipotong. Penyemprotan piringan dilakukan pada TBM 3 dengan rotasi 4 bulan sekali.apabila terdapat tanaman yang mati atau belum ditanam. mendongkel anak kayu. membersihkan rumput. dan pada TM dilakukan dengan interval 6 bulan sekali. Selain rawat gawangan. Penyisipan dilakukan berdasarkan laporan dari sensus pokok yang telah dilakukan sebelumnya. Perawatan gawangan manual dilakukan dengan cara mencabut. Lalang menjadi perhatian besar karena daur hidupnya sangat singkat dan sangat mudah tumbuh walaupun lingkungannya kurang mendukung. Gambar B. Untuk itu.1. Untuk mengetahui jumlah kelapa sawit yang telah ditanam dan belum ditanam. juga dilakukan persiapan untuk panen. juga dilakukan kegiatan perawatan seperti perawatan gawangan. hama tikus ataupun tirathaba. Pada spot sprayer lalang disemprot menggunakan Knapsack Sprayer yang berisi campuran bahan herbisida secara sporadic dan dilakukan 1 (satu) tahun sekali. Bila terjadi ledakan serangan hama (out break) maka dilakukan . Rotasi garuk piringan dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali.25 m. maka dilakukan penyisipan. Pencegahan hama dilakukan sedini mungkin untuk menghidari kerugian yang besar akibat serangan hama. Selain pembuatan jalan setapak.2. Sebagai contoh adalah pembuata tempat pengumpulan hasil (TPH).3. Pelaksanaan semprot piringan dilakukan dengan cara menyemprot rumput di piringan pokok dengan menggunakan Knapsack Sprayer. baik itu hama daun. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Sensus hama daun dilaksanakan minimal satu kali sebulan. Sensus pokok dilakukan satu bulan setelah penanaman dan sensus berikutnya satu kali setahun. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. tunggul dan kayu dengan ukuran 4 x 7 m. juga dilakukan garuk piringan pada tanaman kelapa sawit. Terdapat dua cara untuk menanggulangi lalang yang tumbuh disekitar pertanaman kelapa sawit. Diameter piringan disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman. Hasil dongkel anak kayu (DAK) ditempatkan di atas tunggul yang mati atau para-para. Rotasi penyemprotan dilakukan sebanyak 3 kali setahun. Perawatan gawangan ini dapat dilaksanakan secara manual ataupun kemis. Kacangan yang menjalar diatas pokok sawit harus diturunkan. Garuk piringan ini dilakukan supaya area piringan tanaman kelapa sawit bebas dari gulma sehingga tingkat persaingan tanaman dalam mendapatkan unsure hara.3.

piringan. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Pada tanaman menghasilkan (TM). jalan setapak dan TPH. Cara pengamatan serangan hama tikus dibedakan antara TBM – TM 3 dan TM 4 ke atas. Road Grader berfungsi sebagai sebagai perata jalan yang bergelombang. Begitu juga dengan semprot piringan. Rotasi perawatan jalan dilakukan dua kali setahun dan dalam kondisi tertentu dapat ditambah rotasi perawatannya. dan jembatan. diperlukan perawatan jalan. produksi dan jalan alternatif dilakukan dengan Road Grader. hanya tempatnya saja yang berbeda. Perawatan jembatan darurat dilakukan dengan membersihkan sampah. gawangan dan TPH. Badan jalan tidak terlindung oleh kanopi daun atau pelepah tanaman. merawat jalan serta pemupukan.1. sampah yang tertahan di tiang/pondasi jembatan. karena pada prinsipnya adalah menghilangkan rumput yang mengganggu pertanaman kelapa sawit. Sedangkan untuk hama tikus dilakukan sensus hama tikus yang dilaksanakan satu kali sebulan. Rotasi semprot gawangan dan dongkel anak kayu adalah 1 kali setahun. Rotasi semprot gawangan. potongan kayu. Gulma disemprot dengan menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. Jalan yang berlobang ditimbun dan dipadatkan dengan Compactor. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada di piringan . Sedangkan untuk pemupukan pada TBM dilakukan berdasarkan rekomendasi pemupukan yang diberikan oleh tim agronomy research unit (ARU) berdasarkan hasil analisa kebutuhan pupuk dan rekomendasi ini diberikan setiap tahun. Pengamatan dilakukan pada pokok yang terdapat dalam baris sensus (titik sensus tetap) yang telah dibuat terlebih. Badan jalan produksi dan jalan alternatif yang telah ditumbuhi rumput tidak perlu degrading. lapuk pada jembatan darurat serta pangkal jembatan di timbun tanah sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan permukaan batang kayu jembatan. Untuk perawatan jembatan permanen dilakukan dengan membersihkan potongan kayu. Kebun HD memiliki tekstur tanah yang didominasi lempung sehingga sangat licin ketika hujan dan lengket ketika hujan reda.sensus setiap dua minggu sekali pada areal yang terserang berat. 4. jalan setapak. Semprot piringan/jalan setapak/TPH merupakan pekerjaan yang sama. . Merumput di TM sendiri tidak berbeda jauh dengan merumput di TBM. produksi dan jalan alternatif pada topografi rendah dibadan jalan dibuat saluran air berbentuk ”V” untuk mencegah genangan air di badan jalan saat musim hujan. perlu dilakukan perawatan saluran air di kanan dan kiri jalan secara manual pada saat musim hujan. Perawatan hanya meliputi merumput. Selain itu jembatan juga memerlukan perawatan khusus. jalan produksi. kelapa sawit diarahkan untuk memaksimalkan pertumbuhan vegetatif sehingga ketika bunga muncul. Pada masa TBM. Keadaan jalan menjadi faktor penting terutama ketika musim hujan. melancarkan aliran air. perawatan atau pemeliharaan tanaman kelapa sawit tidak seintensif ketika tanaman masih di TBM. dilakukan secara manual dengan menggunakan ”dodos modifikasi” berbentuk cangkul. 15 dan 17 bulan. Pelaksanaan semprot piringan/jalan setapak/TPH dilakukan dengan cara menyemprot rumput dipiringan/jalan setapak/TPH pokok menggunakan Knapsack Sprayer dengan menggunakan nozlle yang sesuai dengan populasi gulma. Sensus hama Tirathaba dilaksanakan di areal tanaman yang sudah selesai kastrasi dan dilaksanakan satu kali sebulan. Kanan: Compactor. Tanah pada kiri kanan pondasi jembatan yang longsor ditimbun kembali dan dipasang cerucuk. Gambar B. Perawatan jalan utama. maka bunga tersebut langsung di musnahkan (kastrasi). Susunan batang kayu yang terlalu merenggang dirapatkan kembali dan mengganti kayu yang patah.4. Selain itu. Kiri: Road Grader. baik itu jalan utama (poros).Oleh karena itu.jalan luar kebun. Kegiatan merumput dapat dilakukan dengan cara merawat gawangan dengan herbisida (kemis) atau dengan mendongkel anak kayu/anak sawit (manual). dan TPH 2 kali setahun. Perawatan jalan utama. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan atau mendung. Penambahan tanah pada pangkal jembatan sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan lantai jembatan. Sensus ini tidak perlu dilakukan bila persentase serangan sudah dibawah 2 %. Kastrasi dilakukan pada tanaman yang telah berumur 13. Bentuk badan jalan utama dan jalan produksi tetap dipertahankan seperti batok tengkurap. Hal ini menyebabkan banyak truk menjadi sering macet/mogok karena tidak dapat berjalan di jalan rusak.

5 – 7 48 – 56 8 – 14 40 – 48 15 tahun ke atas 32 – 40 Tabel B.5 – 3 58 – 64 3. Penandaan baris pokok sensus dimulai dari arah barat ke timur yang terletak dipinggir jalan produksi. Untuk itu. potongan kayu.5. Sistem pembagian tenaga kerja terdapat 2 macam dan tergantung pada ketersediaan tenaga dan perkiraan hasil panenan. pemanenan dilakukan dengan menggunakan dodos pada tanaman yang masih pendek. brondolan kering yang terdapat di piringan dan ketiak pelepah pada tanaman menghasilkan dengan rotasi 1 kali setahun. Pemangkasan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Umur tanaman (tahun) Pelepah yang dipertahankan di pokok 2. Sensus buah dimulai dengan pembuatan tanda yang pokok kelapa sawit yang akan di sensus. September dan Desember. Juni. sedangkan pada tanaman yang sudah tinggi. TBS yang telah terkumpul di TPH di sortasi terlebih dahulu oleh pemanen dan apabila terdapat tandan yang terlalu panjang dipotong hingga tersisa 2 cm dari buah. Tanah timbunan gorong gorong dipertahankan rata dengan permukaan jalan. . Untuk jalan yang ternaungi oleh pelepah dapat dilakukan perawatan rempes pelepah dengan menggunakan egrek dan bambu. bunga jantan. 5. Kiri: Pemanenan dengan menggunakan egrek. Ancak tetap adalah ancak panen yang luasan. agar berondolan tidak sangkut dan di rotasi setiap 9 bulan sekali. Perawatan manual ini termasuk di antaranya membuang air yang menggenang di jalan dengan membuat saluran pembuangan. Sensus dilaksanakan setelah rotasi panen terakhir pada bulan Maret. Setelah dilakukan pemangkasan dilanjutkan pembersihan dengan membuang seludang buah. dilakukan pemangkasan (pruning) dan pembersihan (debris). Egrek yang digunakan di kebun HD sering disebut dengan fiber. melancarkan aliran air. terlebih dahulu dilakukan sensus buah. maka ditentukan jumlah tenaga yang akan digunakan pada hari itu. Sensus dilakukan dengan mengamati dan menghitung jumlah tandan buah hitam yang terdapat di pokok dalam barisan sensus. Terkadang kerusakan jalan tidak terlalu parah sehingga hanya memerlukan beberapa orang untuk memperbaikinya. Hal ini untuk mengetahui jumlah tanaman kelapa sawit yang siap panen sehingga dapat diperkirakan hasil panen yang akan di dapat dan jumlah tenaga yang diperlukan. Pada TM terkadang pelepah yang ada di pohon sangat banyak dan terkadang pelepah yang matipun masih menempel pada pohon tersebut. Gambar B. lokasi dan pemanennya telah ditetapkan.4. Kanan: Pengangkutan ke TPH. Rekomendasi ini didapatkan dari hasil analisa Leaf Sampling Unit (LSU) yang pada masing-masing kebun berbeda. Pemanenan Hasil Pemanenan hasil merupakan tahap terakhir pada budidaya kelapa sawit. Setelah diketahui perkiraan hasil panen. Sensus dilaksanakan diseluruh areal TM pada setiap petak ditentukan baris sensus (kelipatan 10 baris) yang mewakili areal tersebut (biasanya 25 Ha) dengan persentase 10% terhadap jumlah pokok. Fiber tersebut dapat dipanjangkan hingga mencapai 6 m. hasil panen tadi kemudian diangkut ke TPH dengan menggunakan gerobak dorong (angkong).1.Perawatan gorong-gorong dilakukan dengan membersihkan sampah. pemanenan menggunakan egrek. Kriteria buah yang siap di panen adalah warna buah pada tandan berubah dari hitam/hijau menjadi merah mengkilat/orange dan minimal sudah membrondol 5 brondolan per 1 tandan buah segar (TBS).1. Pada baris sensus pokok pertama dan pokok terakhir diberi tanda cat berwarna merah dan diberi nomor baris berwarna putih. Jumlah pelepah yang dipertahankan di pokok berdasarkan umur tanaman. tanah. sedangkan ancak giring merupakan ancak panen yang luasannya disesuaikan dengan kondisi buah dan produktivitas pemanen. Pemangkasan pelepah harus mepet. Pemanenan biasanya dilakukan 2 orang sekaligus dengan pembagian tugas sebagai pemanen dan sebagai pengangkut. membuang lumpur yang ada di badan jalan dengan menggunakan cangkul serta menimbunnya dengan tanah. Sebelum dilaksanakan kegiatan pemanenan. Aplikasi pemupukan pada TM mengikuti rekomendasi dari tim ARU yang keluar setiap tahun.

kemudian kerani panen memberikan tanda di ujung tandan berupa nomor divisi dan nomor mandor.2. Truk yang digunakan adalah jenis dump truck yang mampu membawa TBS hingga 6 ton. antara lain: 1) Areal rata dengan kemiringan maksimal 5%. Penentuan Lokasi Bibitan Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tempat pembibitan haruslah benar-benar strategis. Hal ini dilakukan antara lain untuk menekan biaya serta mengurangi kerusakan bibit.5. Gambar B. Kebun HD memiliki areal bibitan yang relative aman dari kebanjiran. jika areal pembibitan miring. walaupun nanti bisa dimodifikasi dengan pembuatan tapak kuda. Selain itu. maka akan ada biaya tambahan yang muncul akibat pembuatan tapak kuda atau konsolidasi. maka TBS tersebut siap dimuat ke truk pengangkut. perencanaan pembukaan kebun dan pembibitan harus direncanakan secara matang sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau keterlambatan dalam pelaksanaan di lapangan. Berikut dipaparkan mengenai pembibitan yang dimulai dengan pembukaan lahan hingga transportasi menuju tempat penanaman bibit: 1. tanaman akan miring karena polibagnya juga miring. Apabila pemanenan selesai dilakukan. sedangkan sistem pengairan menggunakan pompa air. Hal ini dikarenakan bibit kelapa sawit baru akan siap tanam setelah berumur lebih dari 10 bulan. sehingga diperkirakan waktu yang dibutuhkan sama dengan pembukaan lahan. Pembibitan memerlukan areal khusus yang benar-benar strategis baik dilihat dari efisiensi ataupun hal-hal pendukung lainnya. Lokasi yang digunakan bukanlah rawa-rawa atau dataran rendah yang memiliki potensi banjir ketika musim hujan. maka harus dibuat tanggul yang mampu menahan air dari luar serta pompa air yang khusus untuk mengeluarkan air yang tergenang di dalam pembibitan apabila tinggi air di dalam lebih rendah dibandingkan di luar areal pembibitan. maka langsung ataupun tidak langsung. Hal ini disebabkan apabila areal yang digunakan miring.3. Tentu saja ini akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. Lokasi yang akan dijadikan areal pembibitan memang harus rata.5. Menurut Soepadiyo Mangoensoekarjo dan A. Apabila dipaksakan. TBS yang telah dimuat tadi kemudian dibawa ke PKS untuk proses selanjutnya. tidak boleh terlalu miring. dan kalaupun miring. Kiri: Muat TBS. Kanan: Muat brondolan C. Setelah TBS tersebut disortasi. Setiap truk yang akan mengangkut TBS disertai oleh 3 orang pemuat. Oleh karena itu. pemanen memberikan tanda pada ujung tandan berupa nomor pemanen. Apabila tetap dipaksakan. Perkiraan kebutuhan bibit juga mesti dihitung secara cermat dan tepat sehingga tidak terjadi kelebihan bibit. mengingat daerah Sumatera Selatan merupakan daerah tropis yang tingkat curah hujannya cukup tinggi. 2) Tidak banjir pada saat musim hujan. Kiri : Sortasi TBS.Setelah itu. Gambar B. pada dasarnya terdapat dua jenis pembibitan kelapa sawit. Tahap Persiapan a. Apabila dalam 1 TPH telah selesai di sortasi. walaupun ada beberapa tempat yang tetap kebanjiran ketika hujan deras berturut-turut selama beberapa hari. Dengan memperhatikan alasan efisiensi biaya dan kemudahan dalam perawatan kebun HD memilih menggunakan metode dua tahap (double stage). Kanan: Buah yang telah didop oleh kerani panen. kerani buah melakukan sortasi pada saat TBS dimuat ke truk pengangkutan. dikhawatirkan akan ada perbedaan pembagian air antara areal yang tinggi dengan areal yang rendah. Oleh karena itu disarankan areal pembibitan merupakan areal yang rata dan bukan daerah rawa. yaitu pre-nursery dan main-nursery walaupun ketika pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery membutuhkan biaya ekstra. T. . Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit dimulai bersamaan ketika pembukaan lahan dimulai. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dijadikan areal pembibitan. Tojib (2003). atau bahkan kekurangan bibit yang dapat menyebabkan perbedaan masa tanam yang kemudian tanaman dalam satu blok tidak lagi seragam. yaitu pembibitan satu tahap (single stage) dan pembibitan dua tahap (double stage).

Gambar C. seperti bulldozer. insektisida dan lain-lain. 3) Dekat dengan sumber air dan tersedia dalam jumlah yang cukup ketika musim kemarau. c. Kebun HD memiliki luas areal ± 80 ha yang dibagi menjadi 4 blok besar pembibitan. dan waduk penampungan air. parang dan dodos yang telah dimodifikasi. sumber air yang tersedia berasal dari air sungai yang terhubung langsung oleh kanal sehingga potensi kekeringan pada musim kemarau sangat kecil. manajer kebun dan asisten bibitan membuat tata letak (lay out) pembibitan yang mencakup posisi pre-nursery dan main-nursery. 17 dan 18. Di kebun HD. maka bibit tidak akan tumbuh optimal. Untuk mencegah masuknya sapi tersebut. penyemprotan lalang. Pencurian merupakan gangguan yang paling berbahaya karena kerugian yang ditimbulkan sangat besar. b. waduk penampungan air. Pembuatan Jalan dan Parit Keliling Jalan pada pembibitan merupakan hal yang penting untuk distribusi bibit. Kiri: Dataran rendah menyebabkan tergenang. d. Air merupakan kebutuhan utama di dalam pembibitan kelapa sawit. masih ada sumber air yang lainnya. Selain jalan. road grader. Di kebun HD disediakan penjaga bibitan baik siang maupun malam yang berasal dari penduduk setempat dengan harapan tingkat pencurian dapat ditekan. maupun traktor bajak. Juru ukur melakukan pengukuran areal yang ditetapkan sebagai tempat pembibitan. Pembersihan areal ini dapat menggunakan cara mekanis maupun manual. jalan. rumah mesin. dan excavator. disediakan tenaga khusus untuk menjaga sapi tersebut tetap berada di luar areal pembibitan. Selain itu juga dapat memudahkan perhitungan kebutuhan dan kontrol penggunanaan herbisida. Setalh hasil pengukuran diperoleh. 4) Aman baik dari gangguan pencurian maupun gangguan binatang liar. compactor. Areal yang digunakan haruslah tepat dengan kebutuhan bibit yang akan ditanam nantinya. gangguan binatang liar seperti babi ataupun tikus perlu diperhatikan. Pada awal penetapan areal yang akan digunakan sebagai pembibitan. Selain itu. sabit. Pembibitan kebun HD sendiri berada di empat blok divisi inti yang berbeda dengan 75% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Tiga (IHDT) blok 20. Kebun HD sendiri menyuplai bibit ke empat kebun lain serta kebun sendiri. sehingga apabila salah satu sumber kering.a. Jalan di bibitan dibuat keliling dengan memperhatikan rencana disain blok yang akan dibuat. Parit keliling ini . sumber air yang dipersiapkan tidak hanya terpusat pada satu tempat saja. Sapi penduduk asli merupakan hewan pengganggu utama di pembibitan kebun HD.1. 6) Lokasi tidak tertutup oleh bayang-bayang dari pohon-pohon hutan atau pohon-pohonan lainnya sehingga dapat menerima sinar matahari penuh. Hal ini akan memudahkan perhitungan kebutuhan pipa untuk pembuatan jaringan air penyiraman. areal pembibitan sebisa mungkin diposisikan setepat mungkin dengan mempertimbangkan sarana jalan yang dilewati dan jarak yang ditempuh. 7) Bentuk area pembibitan sebaiknya persegi panjang atau bujur sangkar. parit keliling. rumah hujan dan kantor divisi. Untuk cara mekanis dapat menggunakan alat berat baik itu bulldozer. Tanpa adanya air yang cukup. Sapi-sapi yang jumlahnya mencapai 50 ekor tersebut dibiarkan bebas sehingga terkadang masuk ke areal pembibitan.excavator. walaupun dampaknya tidak terlalu besar. Selain itu. mencabut dan membuang tunggul kayu serta akar kayu. Sedangkan cara manual adalah dengan menggunakan cangkil. dibutuhkan juga parit keliling. yang meliputi luas areal. Sedangkan sisa 25% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Satu (IHDS) di blok 16. 5) Dekat dengan lokasi penanaman. Pengukuran Areal Bibitan Pengukuran areal yang akan digunakan sebagai pembibitan dilakukan oleh juru ukur. Biasanya dalam satu PT terdapat satu pembibitan yang kurang lebih terdapat 4-6 kebun. Pembersihan Areal Pembersihan areal bibitan meliputi pekerjaan imas tumbang. Jarak terdekat dari hutan atau tanaman kelapa sawit yang sudah besar yang ada di sekitar tempat tersebut minimal 20 m. Kanan: Kemiringan tanah tinggi. Pembuatan jalan ini menggunakan alat berat. jalan. perlu dipertimbangkan jarak antara pembibitan dengan calon areal yang akan ditanami kelak. Dengan demikian.

Dari pipa PVC 4” tadi kemudian didistribusikan lagi ke pipa PVC 2”. Pembuatan Instalasi Penyiraman Bibit Instalasi penyiraman bibit di kebun HD menggunakan sistem selang dengan merek “kirico” sehingga lebih sering disebut selang kirico.e. Dengan demikian kebun HD memiliki 4 orang operator mesin yang mulai bekerja . pupuk maupun limbah lainnya. Dengan mesin ini.1. hanya saja penggunaan sistem ini rawan pencurian (terutama pipa besi) dan rawan patah pada pipa penyangga sprinkler serta biaya perawatannya tinggi sehingga dirasa kurang efisien. maka setiap satu mesin pompa air di kelola oleh satu orang operator mesin.1. Panjang selang kirico tersebut 100 m sehingga diperkirakan mampu menyiram bibit sepanjang 100 – 110 pokok bibit sawit di main-nursery dan 9 bedeng bibit sawit di pre-nursery.1. terutama ketika perawatan bibit sedang dilakukan seperti merumput atau konsolidasi. air tersebut di dorong melalui pipa PVC 6” yang kemudian didistribusikan ke beberapa pipa PVC 4”. Selang kirico ini mampu bertahan hingga 3 kali tanam atau kurang lebih selama 3 tahun. air mampu didistribusikan hingga jarak ± 500 m. Kebun HD memiliki 2 waduk yang mampu memenuhi kebutuhan air hingga 120 ha. fungisida.d. Dengan menggunakan instalasi selang kirico. Instalasi penyiraman bibit ini dilaksanakan sebelum bibit di tanam. Namun karena saat ini luas areal bibitan hanya 80 ha. baik sisa pestisida.8-1. Dengan demikian. selang kirico tersebut terbukti awet dan tahan terhadap cuaca panas ataupun dingin serta mudah dalam aplikasinya.f. Masing-masing mesin digunakan untuk menyiram bibit seluas 20 ha. Sebelum bibit ditanam. Setelah itu. Pembuatan waduk penampungan air Untuk menghindari kekurangan air pada musim kemarau. Instalasi kirico memanfaatkan selang yang terbuat dari karet yang memiliki lubang kecil yang menyebar ke tiga arah dengan jarak antar lubang antara 5 – 7 cm serta sangat fleksibel dan alot. Satu-satunya kekurangan instalasi kirico ini adalah selang tersebut sangat mudah sobek oleh benda tajam. setiap pembibitan harus memiliki waduk yang mampu menyangga kebutuhan air bibit selama musim kemarau.1. f. Panjang pipa PVC 2” tersebut ± 18 m. sehingga ketika bibit telah ditanam. kekuatan selang kirico tersebut harus dikalibrasi dengan menggunakan alat pengukur tekanan (Pressure Gauge). Gambar C. Selang tersebut lebih efisien dan efektif untuk menyiram bibit kelapa sawit dalam jumlah besar dibandingkan dengan sistem sprinkler. namun hal ini belum dilakukan oleh kebun HD karena debit air yang terdapat di waduk buatan masih mencukupi untuk kebutuhan penyiraman bibit. Kanan: Mesin pompa air. Waduk buatan tersebut sebaiknya dikeruk lapisan bawahnya setiap beberapa tahun supaya tidak terjadi pendangkalan. Gambar C. biaya perawatan dapat diminimalkan. Pembuatan parit e.1. Tiap-tiap waduk dilengkapi dengan 2 mesin pompa air yang menggunakan mesin truk fuso 5 silinder. Tekanan yang dianjurkan adalah 0.dibuat di samping-samping jalan untuk menghindari genangan di jalan yang dapat menyebabkan jalan cepat rusak. setiap waduk digunakan untuk menyediakan kebutuhan air bibit seluas 40 ha. Sistem sprinkler memang pernah digunakan di pembibitan kebun HD. Debit air yang terdapat di waduk buatan tersebut menentukan besar kecilnya pembibitan dan jumlah bibit yang akan dihasilkan.1. Kanan: Rumah mesin. Gambar C. Ukuran waduk penampungan air berdasarkan kebutuhan air yang harus tersedia sesuai dengan jumlah bibit. Selain itu. Setiap ± 3 m terdapat 1 selang kirico sehingga dalam 1 pipa PVC 2” terdapat 7 selang kirico yang dilengkapi dengan kran (gate valve). Kiri: Pengukuran tekanan. Dengan demikian tiap-tiap selang kirico memiliki jangkauan siraman hingga 320 cm atau sekitar 4 pokok bibit lebih. Waduk dibuat dengan menggunakan excavator dengan ukuran 50 m x 30 m dan dengan kedalaman 5 m. Kiri: Waduk penampungan air. Urutan pemasangan instalasi penyiraman ini adalah dari waduk kemudian disedot menggunakan pompa air melalui pipa PVC 6”.0 atm dengan perkiraan semburan air hingga 160 cm. tidak terjadi keterlambatan penyiraman air yang dapat menyebabkan bibit menjadi kekeringan. Waduk tersebut haruslah berasal dari sumber air yang bebas polutan. maka pompa air yang ada tidak digunakan secara maksimal. Untuk menjaga agar mesin tetap berjalan dengan baik dan benar.

karena memang bentuknya seperti sebuah kandang sapi atau kuda. Belum lagi masalah aki yang sering tekor karena memang jumlah aki yang tersedia terbatas sehingga mesin hanya bisa dihidupkan secara berurutan. Kawat duri juga harus diperiksa ketegangannya. termasuk juga rayap yang sering menggerogoti tiang pagar. Pembuatan Rumah Mesin. Kawat yang digunakan adalah kawat duri yang dipaku pada tiang kayu dengan tinggi pagar kawat tersebut sekitar 1. Kantor Divisi dan Gubuk Berteduh Pembuatan rumah mesin seharusnya dibuat bersamaan dengan pembuatan waduk. Selain itu tanah dalam polibag tidak menjadi keras atau membentuk lapisan atas yang keras. juga dibangun kantor divisi yang digunakan untuk mengatur pembagian kerja dan memeriksa pekerja yang telah diabsen. Kanan: Kantor divisi.g.00 dan berakhir pada pukul 18.1. h. Percikan/butiran air yang dihasilkan lebih cocok untuk pertumbuhan bibit karena pupuk dalam polibag tidak terganggu dengan adanya percikan air penyiraman. Akibat yang akan muncul apabila radiator kehabisan air adalah overheat yang tentunya akan menyebabkan umur mesin menjadi pendek.5 m dan jarak antar tiang 2 m. Kantor divisi terletak tepat ditengah kebun dan dekat dengan kandangan sehingga memudahkan pekerja dalam mengontrol bibit di kandangan.h. Pembuatan Pagar Kawat untuk Areal Pre-Nursery. pemakaian sistem selang kirico untuk penyiraman di pembibitan membutuhkan biaya yang lebih murah. Lantai rumah mesin tersebut haruslah terbuat dari beton cor untuk menjaga mesin agar tidak mudah goyang serta menahan getaran. Terutama pada tiang pagar. Areal yang dipagari oleh pagar kawat tersebut sering disebut dengan istilah “kandangan”. Jika dibanding dengan sistem sprinkler.1.1. Gubuk tempat berteduh juga perlu dibangun untuk tempat berteduh ketika pekerja sedang beristirahat.pukul 06. Tanah yang digunakan tidak boleh kedap air. Pagar kawat. Gambar C. Rumah mesin terdapat di tiap-tiap waduk sehingga pembibitan kebun HD memiliki 2 rumah mesin. atau kadar pasir < 60%. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga mesin air adalah radiator yang sering bocor sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Di sekeliling tiang pagar dibuatkan parit yang dapat mengalirkan air untuk menghidari tergenangnya air disekitar tiang pagar yang dapat menyebabkan tiang pagar semakin cepat keropos. Setiap 25 m diberikan pintu gerbang dengan lebar 2 m untuk mempermudah keluar masuk ketika melakukan perawatan ataupun pemindahan bibit. 2. Jarak antar kawat satu dengan kawat lainnya 25 cm sehingga terdapat 6 baris kawat. terutama ketika turun hujan. Untuk kebun HD sendiri tanah topsoil didapatkan dari divisi inti dan diangkut dengan menggunakan truk yang kemudian dikumpulkan menjadi 1 gunungan tanah. sebaiknya diberikan pelapis sebagi pelindung dari panas dan hujan. . Pembuatan pagar kawat di areal pre-nursery bertujuan untuk melindungi bibit-bibit tersebut dari gangguan binatang liar misalnya babi. g. Rumah mesin dibangun sedemikian rupa sehingga dapat menampung 2 buah mesin beserta jaringan pipanya. Kayu yang biasa digunakan adalah kayu gelam. Selain rumah mesin. maka pembuatan rumah mesih dilaksanakan ketika penanaman kecambah akan dilaksanakan. Hal ini disebabkan ukuran bibit yang rendah sehingga tidak ada tempat berteduh bagi para pekerja. Pagar juga harus bersih dari gulma sehingga memudahkan dalam pemeriksaan. Tetapi mengingat daerah kebun HD masih rawan terhadap pencurian. Kiri: Gubuk. Tahap Pre-Nursery a. Pagar dirawat sedemikian rupa sehingga tetap kokoh. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan dan suhu udara yang tinggi pada musim kemarau menyebabkan pagar menjadi rapuh. Kayu tersebut ditancapkan sedalam ± 30 cm dan diberikan penopang di tiap 3 tiang. lempung gembur. Persiapan Media Tanah Media tanah yang digunakan adalah tanah lapisan atas (topsoil) yang biasanya dilakukan dengan bantuan alat berat baik excavator ataupun backhoe loader. Gambar C.00 tergantung kepada keadaan cuaca. Kawat yang kurang kencang akan menyebabkan tiang pagar menjadi miring dan akhirnya roboh.1.

2. Gambar C. misalnya dengan sistem selang kirico. Setelah sistem penyiraman dapat dilaksanakan dengan baik. drainase air menjadi terhambat dan air menjadi menggenang disekitar polibag.1. Pengisian polibag dapat menggunakan piring. Sebagai perkiraan.1. Jumlah polibag kecil per kg sekitar 80-90 polibag sehingga ada baiknya ketika melakukan pemesanan.2. bibit memerlukan naungan. Gambar C. sekop kecil ataupun tangan kosong. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa naungan berupa daun kelapa sawit akan menimbulkan (menularkan) penyakit daun pada bibit kelapa sawit. Pengisian polibag kecil Polibag kecil yang akan digunakan adalah polibag yang berkualitas baik. Tanah yang telah dicampur dengan pupuk dikeringanginkan selama 4 minggu.c. Beberapa buku menyebutkan bahwa pada pre-nursery. Kualitas yang jelek akan menyebabkan polibag mudah robek dan nantinya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Tetapi di kebun HD tidak menggunakan naungan karena beberapa tahun yang lalu pembibitan kebun HD pernah menggunakan naungan. Bedeng tersebut berisi 1000 polibag dengan panjang 125 polibag dan lebar 8 polibag dengan perkiraan panjang bedengan 10 m dan lebar bedengan 1 m. Setelah tanah tersebut dikumpulkan. Kiri: Tanah topsoil yang telah dikumpulkan.1. Apabila kebutuhan air peyiraman cukup maka pemberian naungan pada pembibitan tidak memberikan dampak positif pada pertumbuhan bibit.a. c. jumlahnya dilebihkan karena jika kekurangan cukup sulit untuk memesan ke kantor pusat dan membutuhkan waktu yang cukup lama.22 mm. Namun sebaiknya hal ini dihindari karena dengan menggunakan guludan. pekerja juga harus memeriksa kembali tanah yang dimasukkan ke dalam polibag jika terdapat sampah. Tanah yang telah diayak tadi kemudian dicampur dengan menggunakan pupuk Rock Phospate (RP) dengan takaran 10 kg tiap 4. Setiap 2 bedeng polibag kecil tersebut diapit oleh 2 selang kirico sehingga setiap selang kirico mampu menyuplai 2 bedengan sekaligus (kanan dan kiri). dan ternyata bibit tersebut menjadi gosong.5 m3 tanah sehingga setiap tanah hasil ayakan dari 2 truk dapat dicampur dengan 10 kg pupuk RP. Selama pengisian polibag. setiap truk mampu mengangkut sekitar 3-4 m3 tanah dan setelah di ayak akan didapatkan tanah 2-3. Penyusunan Polibag Polibag kecil yang telah di isi kemudian disusun per bedeng. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P di dalam tanah sebelum dipergunakan sebagai media pembibitan. Apabila karena alasan-alasan tertentu naungan tetap dipasang dapat . Polibag yang telah selesai disusun di dalam bedengan.Gambar C.2. Pada pinggir bedengan diberikan tanah timbunan (guludan) untuk menjaga agar polibag tidak mudah berubah dari posisi semula. Kanan: Pengangkutan tanah. Pengisian Polibag Tanah yang telah di ayak dan dicampur dengan pupuk RP tadi kemudian dimasukkan ke dalam polibag yang berukuran 22 cm x 15 cm dengan ketebalan 0. Guludan tersebut sebaiknya diganti dengan menggunakan kayu sehingga drainase air dapat mengalir dengan lancer. b. Polibag tersebut harus di isi sampai penuh untuk mengurangi resiko memadatnya tanah ketika disiram air.b. Hal ini untuk menanggulangi kemungkinan tergenang ketika hujan. Pemberian naungan di pembibitan baik dengan menggunakan pelepah kelapa sawit maupun dengan menggunakan bahan lainnya mulanya dimaksudkan untuk melindungi bibit dari penyiraman yang kurang sempurna terutama pada saat bibit dalam masa-masa pertumbuhan kritis. Kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh pembukaan naungan yang tiba-tiba sehingga bibit tersebut “kaget”.5 m3 tanah. Polibag kecil yang dipakai haruslah memiliki lubang pengeluaran air berdiameter 3 mm. Berat per polibag kecil sekitar 1-2 kg tergantung jenis tanah dan kelembaban tanah yang digunakan. Rekomendasi pemberian naungan di pre-nursery kemungkinan dibuat sewaktu belum ditemukan sistem penyiraman di pembibitan yang baik. Penghilangan naungan akan memberikan dampak berkurangnya penyakit daun pada bibit. Jumlah polibag kecil yang dipesan sebanyak 110% kebutuhan yang akan digunakan untuk penanaman. maka naungan pada pembibitan tidak direkomendasikan lagi. tanah kemudian diayak sehingga terbebas dari sampah organik (batang kayu dan pelepah) ataupun dari sampah anorganik (plastik dan karung).

Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) dapat dibedakan dengan jelas. Seleksi Kecambah Sebelum dilakukan penanaman kecambah. harus diperiksa kecocokan antara packing list dengan kecambah yang diterima.Seleksi bibit Main Nurser 15 % atau 30 butir . Setiap kardus mampu menampung 2. Packing list merupakan daftar kecambah yang diberikan pada saat transaksi yang berisi informasi mengenai jumlah kecambah.menyebabkan etiolasi (pertumbuhan memanjang akibat kekurangan intensitas cahaya) pada bibit yang tidak diharapkan. . Kebun HD menerapkan rumusan pada kerapatan 135 pokok per ha sebagai berikut: .Posisi Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bertolak belakang (T-shape). mulai dari SJ 1 (Nigeria). maka di seed label tersebut disertai cap quality control. nomor male dan female. Kecambah yang dikirimkan dalam sekali pengiriman dapat mencapai 25. SJ 2 (Ghana). Kebun HD menerima seluruh varietas yang dikirim oleh SPU. varietas. Kiri: Segel pada kardus. Packing List tersebut harus disimpan sebagai bukti bahwa bibit yang ditanam berasal dari kecambah yang telah bersertifikat. isi kantong plastik tersebut serta tanggal pengiriman. Secara sederhana.1. . SJ 4 (Avros). d. Kecambah yang telah diterima harus segera ditanam untuk menghindari kerusakan kecambah.000 butir kecambah sehingga diperlukan manajemen yang baik untuk dapat menanam kecambah tersebut dalam waktu singkat dengan mengatur kebutuhan tenaga dan pembagian tugas yang jelas. Beberapa kriteria kecambah yang digunakan di kebun HD adalah sebagai berikut: 1) Kecambah normal . Waktu pengiriman kecambah yang diperlukan dari SPU ke kebun HD hanya 1 hari yang artinya kecambah dapat di seleksi pagi hari.5 % atau 5 butir . Jumlah kebutuhan kecambah sebenarnya tidak dapat diduga dengan pasti. kebutuhan kecambah dapat diperkirakan sebelumnya dengan menetapkan jumlah-jumlah kecambah yang dapat hidup ataupun yang abnormal. e. . dan tanggal pengiriman dari Seed Proccesing Unit (SPU). nomor referensi. Namun dengan menggunakan kecambah bermutu tinggi.Seleksi penerimaan kecambah 2. SJ 5 (Dami Komposit).500-2. Pada kardus kemasan kecambah juga terdapat segel untuk memastikan bahwa kardus tersebut tidak pernah dibuka sebelumnya. . SJ 3 (Ekona). Apabila segel tersebut rusak atau hilang. penanaman dilakukan berdasarkan varietas sehingga memudahkan dalam pengawasan dan penjualan. dan SJ 6 (Yangambi). dan langsung di antar ke kebun HD pada sore hari. akan didapatkan kantong plastik berisi kecambah yang dilampiri dengan seed label untuk menunjukkan informasi mengenai kecambah yang terdapat pada kantong plastik tersebut. Pada waktu kardus tersebut dibuka. trelebih dahulu dilakukan seleksi kecambah untuk menghindari tertanamnya kecambah yang tidak layak tanam. Isi dari tiap-tiap seed label tersebut dikumpulkan menjadi satu lembar terpisah yang disebut dengan packing list. Kanan: Seed Label yang terdapat pada kantong. di kemas siang hari. dapat dipastikan bahwa kardus tersebut telah dibuka sebelumnya dan dapat dilaporkan kepada pihak SPU untuk menindaklanjuti temuan tersebut.600 butir kecambah. Untuk memastikan bahwa kecambah tersebut telah melewati tahap pemeriksaan. Penerimaan Kecambah Ketika transaksi penerimaan kecambah dilakukan.Seleksi bibit di Pre Nursery 10 % atau 20 butir .d. Gambar C. Informasi yang diberikan meliputi varietas. berwarna kuning keputihan.Akar berwarna putih gading dengan panjang 8 – 20 mm. Oleh karena itu.2.Pucuk meruncing.Disisipan 5 % atau 10 butir Jumlah diatas merupakan perkiraan untuk mengatasi kekurangan kecambah. Kecambah yang dikirimkan merupakan hasil dari perkiraan penanaman tanaman kelapa sawit yang akan di tanam tahun berikutnya ataupun yang akan di jual kepada pihak luar. diharapkan pengurangan kecambah akibat seleksi dapat diminimalkan.

Namun cara ini dirasa kurang baik karena busa serpih yang tertiup angin menjadi berterbangan dan menyebar di areal pre-nursery sehingga kandangan menjadi tampak kotor.e. Tapi hal ini bukan merupakan suatu masalah karena waktu dan hasilnya tidaklah berbeda. orang kedua bertugas menanam kecambah. Gambar C. . Bibit kedua yang dipisah selanjutnya ditanam pada polibag kecil yang lain. Penanaman Kecambah Penanaman kecambah dilaksanakan sesegera mungkin untuk mengungai resiko kerusakan kecambah.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) tidak dapat dibedakan. Kecambah tersebut sering disebut dengan “kecambah kembar”. menanam bersama dan menutup bersama. dan dipilih yang bagus untuk ditinggal dalam polibag. Kecambah yang berada di dalam ember juga dapat di angkat dan diletakkan di piring. 2) Kecambah abnormal .Tanpa akar atau pucuk dan atau salah satu akar atau pucuk tidak tumbuh.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) yang tidak berkembang. Apabila sama. seperti menugal bersama. Terkadang didalam 1 kantong kecambah tersebut terdapat beberapa kecambah yang memiliki 2 atau 3 tunas. Satu tim terdiri dari 3 orang yang memiliki tugas masing-masing. Hal ini dikarenakan jika aplikasi pupuk RP dilakukan ketika tanah belum di isikan ke dalam polibag. Kiri: Menugal.2. Biasanya kerusakan kecambah yang muncul ketika kecambah terlambat ditanam adalah adanya kecambah yang patah bagian tunas ataupun akarnya. .2. kebiasaan menanam kecambah juga akan mempengaruhi proses penanaman. Namun setelah bibit tersebut berumur 1.Gambar C. sedangkan kecambah yang massanya lebih berat akan tenggelam. maka bibit tersebut dibelah. Kiri: Aplikasi pupuk RP.1.Kecambah lecet atau patah. Ketika paket kecambah sampai ke bibitan. Kecambah ini tetap ditanam dan dipelihara. . Penanaman kecambah dilakukan oleh tim yang biasa menanam kecambah. Seharusnya pemusnahan kecambah dilakukan dengan menggunakan alat nut cracker. Beberapa orang lebih suka untuk mengerjakan semuanya secara bersama-sama. f. Kecambah abnormal. dikhawatirkan pupuk RP tersebut tidak tersebar merata diseluruh polibag. dilakukan aplikasi pupuk RP. sehingga jamur tersebut kemungkinan besar tidak akan tumbuh. Gambar C.2. terkadang kecambah yang disimpan terlalu lama akan memunculkan jamur walaupun pada kemasan kantong telah dilengkapi dengan busa serpih yang disemprot dengan fungisida. Namun terkadang tim ini tidak berjalan seperti apa yang diharapkan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memisahkan busa serpih dengan kecambah ini. dilanjutkan dengan membuka kantong plastik dan memisahkan antara busa serpih dengan kecambah. Apabila sudah demikian. . pematahan tunas atau akar adalah solusi terbaik yang dapat dilakukan. Jika bibit kedua tidak baik maka langsung dimusnahkan.2. Kecambah yang telah ditetapkan termasuk kedalam kecambah abnormal kemudian diafkir atau dimusnahkan dengan cara dipatahkan. .f.2. karena selain membutuhkan ketelitian yang tinggi. Dengan dilakukannya aplikasi pemupukan per polibag diharapkan . Kecambah normal dengan panjang radikula < 20 mm.e.1. berwarna coklat dan busuk.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bengkok/berputar atau bentuk “U”.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bersatu yang ujungnya membengkok seperti bentuk geraham. sedangkan orang ketiga bertugas menutup lubang yang telah berisi kecambah. Gambar C. Selain itu. namun berhubung alat yang dimaksud tidak tersedia. busa serpih tersebut dapat di angkat dengan mudah dari ember. dan ditempatkan tersendiri untuk diberi perawatan khusus. Isi yang terdapat di kantong kecambah tersebut ditumpahkan ke dalam ember sehingga busa serpih yang massanya lebih ringan akan mengapung.2. kardus tersebut dibuka kemudian diperiksa lagi dan dicocokkan dengan packing list yang menyertainya. Pertama dengan mengangin-anginkan busa serpih tersebut sehingga busa serpih terbang dari kumpulan kecambah.f. Kanan: Penanaman kecambah.5 bulan. Terkadang beberapa hari sebelum penanaman kecambah. Kanan: Pemisahan busa serpih dengan kecambah. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan ember berisi air. Orang pertama bertugas menugal tanah di polibag.

Penyiraman Bibit Curah hujan menjadi penentu utama dalam penyiraman bibit. namun hanya 1 kali walaupun curah hujan kurang dari 8 mm.j. Hal ini menyebabkan tanah menjadi kedap air sehingga air dan pupuk tidak mampu diserap oleh tanah. Konsolidasi Konsolidasi merupakan kegiatan memperbaiki posisi polibag yang kurang benar seperti miring ataupun roboh. maka pada hari itu tidak disiram. Merumput dan Melumut Kegiatan merumput dilakukan 2 minggu sekali dan hanya dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan cara mencabut atau memotong rumput yang ada di sekitar polibag ataupun yang ada di dalam polibag. Konsolidasi. Gambar C.terdapat pemerataan penggunaan pupuk RP tersebut. kecambah muncul dari tanah sehingga perlu dilakukan penimbunan tanah kembali. g. Selain memperbaiki posisi bibit. sedangkan hujan yang turun belum tentu merata di seluruh kebun sehingga apabila ombrometer menunjukkan curah hujan tinggi. Terkadang sewaktu dilakukan penanaman. Apabila curah hujan di kebun HD di antara 8 mm dengan 18 mm. sehingga apabila dipaksakan 2 kali penyiraman dalam sehari akan menyebabkan kenaikan biaya yang sangat besar. maka bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). kecambah ditanam kurang dalam sehingga ketika dilakukan penyiraman. Selain itu memang telah disediakan mulsa khusus yang didatangkan dari PKS berupa serat (fiber) kelapa sawit atau cangkang kelapa sawit. karena umur prenursery yang relatif pendek. j. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga bibit tetap tumbuh pada posisi yang normal baik letak maupun arah pertumbuhan. dalam konsolidsasi juga terdapat kegiatan menambah tanah pada polibag yang kekurangan tanah. Tetapi apabila curah hujan kurang dari 8 mm. Apabila ketika operator siram mengecek tingkat kelembaban tanah dan dinyatakan bahwa tanah tersebut cukup lembab dan tidak perlu disiram.2. pelarutan pupuk dilakukan dalam jumlah yang besar sehingga cukup untuk jumlah bibit yang . Penyiraman bibit di pre-nursery. Pemupukan di pre-nursery. Untuk mempermudah dalam pelaksanaan. tetapi lebih mengandalkan insting dan pengalaman operator siram. Hal ini disebabkan karena ombrometer berada di halaman depan kantor.2. maka bibit tidak lagi memerlukan penyiraman.i. lumut juga patut diperhatikan.g. Pemupukan Pemupukan pada pre-nursery dilakukan dengan mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh ARU. Terkadang penyiraman juga tidak mengikuti aturan yang ada. Selain rumput. Jumlah curah yang turun dapat diketahui dari ombrometer yang terdapat di halaman depan kantor.1. h. Selain itu memang di kebun HD tidak pernah mengaplikasikan mulsa pada masa pre-nursery. i. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dan pupuk NPK 15. Apabila curah hujan pada hari itu lebih dari 18 mm. Selain itu. pupuk yang digunakan terlebih dahulu dianalisa kesesuaian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk tersebut. Kebutuhan minyak solar setiap hari ketika musim kemarau dapat mencapai lebih dari 400 liter.2. Rumput hasil cabutan tadi kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di luar areal bibitan yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai mulsa. Kegiatan konsolidasi ini dilakukan seminggu sekali. Pekerjaan melumut ini dapat dilakukan bersamaan denga kegiatan merumput di atas polibag. begitu juga sebaliknya apabila ombrometer di kantor rendah. rekomendasi yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah sebagai berikut: Gambar C. Gambar C.4. Kebun HD tidak menerapkan penyiraman 2 kali. Dosis yang digunakan adalah 2 g/polibag dengan menggunakan takaran Ally. Pemupukan dilakukan dengan melarutkan pupuk tersebut ke dalam 45 cc air.15. Untuk saat ini. menutup akar yang terbuka dan memperbaiki arah bibit yang tidak tegak lurus. yang mengandung N-P-K-Mg.1. belum tentu kadar air di pembibitan juga rendah. Namun sangat jarang rumput hasil cabutan tersebut digunakan sebagai mulsa. hal ini dikarenakan untuk 1 mesin pompa air membutuhkan 10 liter dalam 1 jam. untuk bibit yang miring akan lebih mudah diperbaiki ketika masih muda.1.6. maka bibit disiram sekali dalam sehari. belum tentu kadar air di pembibitan juga tinggi.

k.4 3. Hama sapi dapat dicegah dengan menggunakan tenaga jaga yang bertugas mengawasi sapi sehingga tidak masuk ke areal pembibitan.6. Dengan demikian.6. namun pencegahan terhadap serangan hama mamalia seperti sapi harus tetap dilakukan. Dalam pelaksanaan pemupukan. Pembibitan kebun HD sangat menjaga kualitas bibit yang dihasilkan. hal ini untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit yang berat. seharusnya seleksi bibit didasarkan pada pertimbangan yang realistis dan mematuhi standar-standar seleksi yang telah ditetapkan.15 6 NPK 15. Decis yang dibutuhkan untuk satu knapsack sprayer adalah 15 cc. Hama ini datang terutama ketika musim hujan tiba. maka diperlukan 750 gram pupuk urea dan 450 liter air.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 12 NPK 15.6. sehingga diperlukan seleksi bibit yang ketat untuk mencegah keluarnya bibit yang bermutu rendah. Namun saat ini dosis yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah decis 2 cc/liter dan dithane 2 g/liter yang diaplikasikan secara bersamaan. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan cara kemis.15.6. yaitu dengan menyemprot bibit setiap 2 minggu sekali. Seleksi Bibit di Pre-Nursery Kemungkinan nasihat terbaik yang dapat diberikan kepada pekerja yang bertanggung jawab terhadap seleksi bibit adalah aturan dasar “bila ragu-ragu terhadap kondisi suatu bibit maka bibit tersebut diafkir saja”.4 0.15.4 0.15.15. Penggunaan bahan insektisida ataupun fungisida sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh ARU. Dalam pelaksanaannya pekerja menggunakan knapsack sprayer yang mampu menampung air hingga 15 liter.4 0. Sedangkan kriteria bibit normal atau abnormal dapa ditentukan dengan melihat penampilan bibit.4 7 dibagi dalam 4 kali aplikasi Tabel C. Bibit yang telah dinyatakan abnormal kemudian dipisahkan dan dimusnahkan dengan cara di cincang. sedangkan dithane yang dibutuhkan adalah 15 cc.6. Pemikiran tersebut salah. Walaupun di areal pembibitan telah dikelilingi oleh parit dan tanggul dan pada pre-nursery telah dilengkapi dengan pagar kawat.15. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi pengeluaran biaya perawatan yang tidak diperlukan. Minggu ke.j. Tabel pemupukan pada pre-nursery.1. pemeriksaan terhadap bibit dilakukan setiap hari untuk mengetahui ada atau tidak serangan hama dan penyakit. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya sehingga bibit tersebut dalam sekali penyemprotan sekaligus mengaplikasikan insektisida dan fungisida sekaligus. Terkadang juga ditambahkan dengan Bayfolan (penghijau daun) dan Agristik (perekat).225 9 NPK 15.15.075 5 NPK 15.000 polibag.4 3.6. tidak perlu menggunakan timbangan digital untuk menimbang berat pupuk yang akan di aplikasikan.banyak.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 10 NPK 15.2.15. pekerja menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan sehingga setiap polibag mendapatkan jumlah pupuk yang sama. Walaupun begitu.6. Pengendalian Hama dan Penyakit Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Seleksi ini dilakukan sampai bibit dipindahkan ke main-nursery. Sebagai contoh apabila ingin melarutkan pupuk urea untuk 10. Pelaksanaan seleksi bibit di pre-nursery dilakukan setiap satu bulan sekali. Seringkali bibit yang kondisinya meragukan namun masih tetap dipertahankan atau tetap ditanam adalah karena adanya pemikiran bahwa “bibit tersebut dapat dipulihkan dalam waktu tidak lama dan membutuhkan sedikit perhatian”. seperti: a) Bibit normal: .Jenis Pupuk Dosis/polibag Keterangan (gram) 4 Urea 0. l.1875 8 NPK 15.4 0. Akibat dari kesalahan pelaksanaan seleksi bibit adalah produksi dari buah sawit yang ditanam akan memberikan hasil yang jelek.15 7 NPK 15. kebun HD lebih bertindak preventif.

Oleh karena itu.1. dingin ataupun robek. Tanah yang digunakan adalah tanah topsoil yang berada di divisi inti.. . Orang pertama bertugas mencangkul.22 mm. . Polibag di isi penuh supaya tidak terjadi penurunan ketinggian tanah dalam polibag akibat tersiram air. .Daun berpilin (Twisted Leaf). . Gambar C. posisi plumula dan radikula terbalik. Gambar C. sehingga tunas berkembang memutar dan menjadi berpilin. polibag besar dipesan 100% dari kebutuhan sebenarnya. Kiri: Pembuatan ayakan. Terkadang terdapat polibag yang memiliki warna hampir transparan yang dikarenakan zat warna yang digunakan sedikit. selain tanah menjadi lebih berat. tanah di pindahkan ke areal pembibitan dengan menggunakan truk.Helai daun bergulung (Rolled Leaf). Kanan: Polibag terisi penuh. Ketika melakukan kegiatan tersebut. namun hal ini tidak mempengaruhi kualitas polibag.3. Berbeda dengan polibag kecil yang dipesan 110% dari kebutuhan. Untuk rangka ayakan dibuat dari kayu gelam sepanjang 2 m yang diberi penguat bambu. Setiap truk mampu mengangkut 3-4 bucket excavator atau setara dengan 3-4 m3 tanah yang mencukupi kebutuhan untuk 80-100 polibag besar. Pengisian Polibag Polibag yang digunakan di main-nursery kebun HD adalah polibag yang berukuran 40 cm x 50 cm dengan ketebalan sekitar 0.a.3. Persiapan Media Tanah Langkah-langkah dalam persiapan media tanah di main-nursery ini tidak berbeda dengan langkah-langkah yang dilakukan pada persiapan media tanah di pre-nursery.Bibit sakit (Diseased Seedlings). Tahap Main-Nursery a. ketika basah tanah menjadi menggumpal. perlu diperhitungkan kembali kebutuhan tanah sesuai dengan rencana penanaman di main-nursery.Berdaun tegak lurus seperti lalang (Narrow Leaf or Grass Leaf). Polibag tersebut haruslah memiliki lubang pengeluaran air yang berguna untuk mencegah terjadinya genangan air di dalam polibag yang berdiameter 3 mm. ayakan dimiringkan ± 60º sehingga mempercepat menurunnya tanah. Gambar C. Kanan: Kecambah abnormal (twisted leaf) b) Bibit abnormal .Daun yang tumbuh terakhir harus lebih besar dari daun yang tumbuh terdahulu. Setelah itu. harus dipastikan tanah tersebut kering. Polibag yang digunakan adalah polibag yang memiliki kualitas baik dengan melihat ketahanannya terhadap panas.5 m dan lebar 1 m. Aplikasi pupuk RP baru dilaksanakan pada saat akan dilakukan pindah tanam.l. .b.Daun bersatu (Collante). orang kedua bertugas membersihkan ayakan. .Bentuk daun tumbuh sempurna dengan memiliki 3 sampai 4 helai daun. Kanan: Pengayakan tanah. b.1. . Kiri: pengisian polibag.Bibit kerdil (Runtseedling). Hal ini disebabkan karena ketika dilakukan penanaman.5 cm dengan panjang 1. 3.Bulai/Albino (Chimera). Setiap kg polibag besar terdapat 10-14 lembar polibag. . Sebelum melakukan pengayakan tanah. Kiri: Kecambah normal. Ayakan dibuat dengan menggunakan kawat berlubang dengan ukuran lubang 1.1.Daun berkerut (Crincled Leaf).2. Untuk abnormalitas lainnya sangat jarang ditemui di pembibitian kebun HD. dan orang ketiga bertugas mengisikan .5 cm x 1. Hal ini disebabkan supaya pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah karena jika tanah dalam keadaan basah tanah tersebut menjadi sulit untuk di ayak. Pengisian polibag untuk main-nursery dilakukan secara bersama-sama yang beranggotakan 3 orang. Abnormalitas bibit di pre-nursery yang paling sering terjadi adalah daun berpilin (twisted leaf). Tanah yang telah dikumpulkan tadi kemudian di ayak untuk membersihkan tanah dari sampah-sampah organik maupun anorganik.

1. kegiatan spacing ini sama dengan kegiatan spacing ketika penanaman bibit di areal. Pemindahan dan Penanaman Bibit Bibit kelapa sawit yang telah berumur 3 bulan di pre-nursery harus dipindah ke polibag besar (main-nursery). hanya saja skalanya lebih kecil. Kegiatan spacing dimulai dengan memubuat kandangan. bukan pangkal polibag. Terdapat dua macam kawat yang digunakan dalam kegiatan spacing ini.1. varietas dan nomor male serta penempatan di lokasi main-nursery.3. Pemasangan instalasi kirico. Sedangkan yang kedua adalah untuk menentukan titik dalam baris polibag (78 cm) dengan panjang 10. Selain itu perlu diperhatikan juga ketika menurunkan polibag baik dari panggulan ataupun dari angkong. Tanah di bor dengan kedalaman sekitar 20 cm.tanah ke dalam polibag. begitu juga sebaliknya. e. Selang kirico tersebut disambung ke pipa dengan cara mengikatnya dengan kawat. Penanaman Bibit Sebelum dilakukan penanaman bibit kecil ke polibag besar. Kanan: Spacing bibit. Jumlah bibit yang dipindahkan harus dihitung untuk menghindari perbedaan catatan yang ada di kantor dengan jumlah di lapangan.3. Gambar C. f. Setiap satu gulung selang kirico memiliki panjang 100 m yang cukup untuk 1 baris blok. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko polibag robek. kemudian diputar hingga 90º dan kemudian diangkat dan bor tersebut diayunkan di sela-sela antar polibag. baru kemudian di bor. Kegiatan langsir bibit ini dapat menggunakan angkong. Dengan demikian pekerja yang memiliki tugas menanam tidak lagi kesulitan untuk membawa bibit kecil ke tempat penanaman. Untuk mempermudah dalam pengeboran. Spacing polibag ini dilakukan dengan menggunakan kawat panjang yang telah diberi tanda berupa karet yang digulung. Berat satu polibag besar berkisar antara 15 kg hingga 20 kg tergantung kepada jenis tanah dan kadar air tanah. Pemasangan Instalasi Kirico Instalasi kirico dipasang segera setelah seluruh polibag telah selesai di spacing. sebelum dilakukan pekerjaan ini sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu sekitar 15 menit. sehingga setiap bibit kelapa sawit mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh sinar matahari. Harus dipastikan bahwa lubang yang ada pada selang tersebut berada di atas. yang diangkat adalah bagian dasar polibag. polibag tidak boleh dibanting untuk menghindari pecahnya polibag akibat tekanan yang berlebihan ketika polibag diturunkan. Penyusunan Polibag Polibag yang telah terisi penuh kemudian di distribusikan (langsir) ke tempat penanaman yang telah direncanakan. Cara mengebornya adalah dengan menekan bor tersebut kedalam tanah. terlebih dahulu tanah yang ada di polibag dibor dengan menggunakan alat khusus yang telah disediakan.14 m yang dapat memuat 13 titik spacing. Ketika mengangkat polibag. yaitu polibag pada posisi terpinggir dari suatu blok pembibitan tersebut. Kiri: Langsir bibit. Perlu diperhatikan ketika kegiatan langsir polibag dilakukan. selang tersebut di uji coba dengan mengalirkan air dan melakukan kalibrasi tekanan dengan menggunakan Pressure Gauge.7 m yang dapat memuat 13 titik spacing. Pertama adalah kawat yang digunakan untuk posisi antar baris (90 cm) dengan panjang 11. Bor yang digunakan di pembibitan kebun HD terbuat dari pipa PVC 4” dengan ujung pipa . Pembibitan di kebun HD menggunakan jarak tanam polibag 90 cm x 90 cm x 90 cm.d. sesuai dengan tinggi polibag kecil sehingga ketika penanaman tidak ada bagian tanaman yang menyembul keluar. c. Setelah semua selang dipasang. Gambar C. Kegiatan langsir polibag besar ini langsung dilanjutkan dengan penyusunan (spacing) polibag. Hal ini dikarenakan jika tanah kering cenderung keras dan mempersulit masuknya bor ke dalam tanah.c. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan angkong yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menampung maksimal 150 polibag kecil. Spacing dilakukan untuk membuat jarak tanam yang seragam. Pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery dilakukan berdasarkan tanggal tanam. dapat juga dengan cara dipanggul tergantung jarak yang ditempuh dan jumlah tenaga. d. Bibit yang telah dilangsir langsung didistribusikan ke setiap polibag besar dengan meletakkannya di samping polibag besar.

f.3. Namun untuk mencapai tingkat efisiensi maksimum. Dosis yang digunakan untuk setiap polibag adalah 30 gram yang aplikasinya menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian persiapan media tanah bahwa aplikasi pupuk RP ketika tanah masih dalam bentuk gundukan sangat sulit sehingga lebih mudah apabila diaplikasikan ketika tanah telah di isikan ke polibag besar. Pupuk RP tersebut ditaburkan tepat didalam lubang hasil pengeboran sebelumnya. Kiri: Bor pembuat lubang tanam. Untuk polibag yang masih dapat digunakan di simpan di dalam gudang. Polibag yang telah di bor dan di beri pupuk RP siap untuk ditanami. Penanaman bibit main-nursery. Polibag besar yang telah dibor kemudian biberi pupuk RP untuk meningkatkan kadar P di dalam tanah. Polibag kecil yang telah berada di samping polibag besar kemudian di angkat untuk dipindah tanam. dan di tekan sedikit sehingga permukaan tanah menjadi rata. penyiraman cukup dilakukan satu kali. cangkang juga digunakan sebagai bahan bakar di PKS sehingga jumlahnya sangat terbatas. akar bibit telah menembus polibag dan sumber air serta unsur hara tidak lagi terfokus pada kandungan yang ada . Apabila kegiatan penanaman telah selesai dilakukan. Tetapi belakangan ini penggunaan mulsa cangakang sangat jarang dilakukan. g. Selain itu.3. Gambar C. Apabila dirasa tanah masih lembab. Apalagi pada bibit main-nursery yang telah berumur lebih dari 9 bulan. selain harganya mahal. Panjang bor sekitar ± 60 cm dengan pegangan berada 10 cm dibawah pangkal bor yang terbuat dari kayu gelam. Setelah itu mulsa tersebut disebar merata di atas tanah hingga mulsa menutup seluruh permukaan tanah. Polibag kecil berisi bibit pre-nursery di angkat. Kanan: Rumput di sela-sela mulsa. keputusan dilakukan kegiatan penyiraman atau tidak juga ditentukan oleh operator siram dengan mengandalkan pengalaman yang dimiliki. Kiri: Polibag yang telah diberi mulsa. Hal ini dikarenakan pada bibit yang berumur 9 bulan ke atas. Selain itu. Gambar C. Kebutuhan air setiap polibag ± 2 liter per hari. bibit kelapa sawit tersebut diberi mulsa. apabila pupuk dicampur bersama dengan tanah yang belum di bor. Polibag yang telah dipisahkan tadi kemudian dimasukkan ke karung.f. mulsa juga bermanfaat untuk mengurangi penguapan air tanah sehingga tanah tidak mudah kering. sisa polibag kecil dikumpulkan dan dipilah-pilah antara polibag kecil yang masih dapat digunakan dan polibag kecil yang tidak dapat lagi digunakan. Penyiraman Salah satu kebutuhan utama bibit kelapa sawit adalah air. sehingga sebisa mungkin tanah yang berada dalam polibag dalam keadaan lembab atau basah. penyiraman tidak lagi menjadi suatu kegiatan yang harus dilakukan. Dengan diberikannya mulsa pada bibit kelapa sawit tersebut maka pertumbuhan gulma dapat ditekan sehingga kegiatan merumput dapat dikurangi dan persaingan antar tanaman juga menurun. Bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). Jika curah hujan lebih dari 18 mm maka tidak perlu dilakukan penyiraman. Harus dipastikan bahwa posisi bibit tersebut tegak lurus. ketika pengeboran secara langsung maupun tidak langsung akan ada pupuk RP yang terbuang bersama tanah yang terbawa bor tersebut. maka penyiraman ditunda pada hari berikutnya.g. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan dan efisiensi kerja.2.1. Mulsa dapat berasal dari serat (fiber) ataupun cangkang kelapa sawit. sedangkan untuk polibag yang tidak dapat lagi digunakan di letakkan di samping gudang. Cara aplikasi mulsa ini adalah dengan membawa mulsa dalam karung kemudian dibawa ke polibag besar yang akan di beri mulsa. Bibit kecil tadi kemudian di masukkan ke dalam lubang yang telah diberi pupuk. Yang perlu di ingat adalah fiber yang baru dating dari PKS haruslah dibiarkan selama minimal 2 minggu. selain itu. pelaksanaan penyiraman dilakukan hanya 1 kali sehari walaupun hari sebelumnya tidak turun hujan. h.3.diruncingkan dan pangkalnya diberi pegangan yang terbuat dari kayu. jika curah hujan lebih dari 8 mm. Penyiraman bertujuan memberikan seluruh bibit untuk memperoleh kelembaban yang cukup dan menghindari bibit kurang air. Kanan: Pembuatan lubang tanam. karena fiber yang baru dating tersebut masih panas sehingga apabila dipaksakan untuk langsung diaplikasikan dikhawatirkan akan membuat bibit tersebut gosong karena kepanasan.1. Aplikasi Mulsa Sekitar 2 minggu setelah penanaman di polibag besar. Gambar C. kemudian dimiringkan dan dipukul-pukul sehingga tanah memadat dan mudah untuk dikeluarkan dari polibag kecil.

(tidak dipublikasikan) Lubis. dan P. S.com/plantation location. Hartoyo.html. 2003.di polibag. Gadjah Mada University Press. dan Y. Siregar. Manajemen Budidaya Kelapa Sawit (dalam : Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Kelapa Sawit. D. 1997. H. Y. Buletin Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. DAFTAR PUSTAKA Anonim.org/ index. Analisis dan Pemasaran. YE. Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit di TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan) hingga pemanenan TBS (tandan buah sawit. Penebar Swadaya. V. Supena. Pembibitan Kelapa Sawit. Widiastuti. Yogyakarta. Tbk. Hartono. I. Widyastuti. ______. . http://www. Penebar Swadaya. Jakarta. The Genus Elaies. I. Sujadi. A. International Contect Bussines System. Y. R. (tidak dipublikasikan). Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan.php?option=com_content&task=section&id =8&Itemid=31&lang=id. S. Diakses tanggal 1 September 2008. dan A. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. Makin Group. 1996. ______. Kelapa Sawit di Indonesia. Pupuk tunggal sebagai pengganti pupuk majemuk dan pengurangan frekuensi aplikasi pada pembibitan klon kelapa sawit. 2002. Mangoensoekarjo. Gadjah Mada University Press. Ogan Komering Ilir. Fauzi.com/2011/06/25/budidaya-kelapa-sawit-pembibitan-kelapa-sawit/ BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT PROSPEK YANG CERAH DI KETAPANG KALIMANTAN BARAT 26OKT I. 1992. Studi Tentang Perkebunan dan Pemasukan Minyak Kelapa Sawit Indonesia. Syamsulbahri. 2009. 12(1):25-34. Plantation Location. 1998. Supriyanto. Elsevier. Yang terpenting adalah bibit main-nursery yang berumur < 9 bulan tidak boleh kekeringan karena bibit berumur 10 bulan.U. BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT Didalam budidaya tanaman kelapa sawit. Tojib.iopri. Budidaya. 2009. 2006. K. Yogyakarta http://puputwawan.wordpress. http://www. Mangoensoekarjo dan H. Murfiah. Pusat Penelitian Kelapa Sawit – Pemuliaan Tanaman. Pematangsiantar. Setyawibawa dan R. 2003. R. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. Diakses 10 Oktober 2008. Pedoman Teknis Pembibitan Kelapa Sawit. kegiatannya meliputi pembukaan lahan/ kebun atau Land Clearing(LC).. 1992. Penyiraman dapat dilakukan 2 atau 3 harus sekali. Kelapa Sawit : Usaha Budidaya. Asmono. Jakarta. Oil Palm Research.T. Semangun). Pengenalan Perkebunan Kelapa Sawit.sampoernaagro. Ogan Komering Ilir. 2006. Setyawibawa. teknik pembibitan dan pemeliharaannya. Tbk. Yenni. dan N. E. Penyunting : S. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. 1976. Jakarta. Amsterdam. Corley. (tidak dipublikasikan) Purba. A.E. Purba.

1 Pembukaan Kebun Baru Untuk pembukaan perkebunan baru ada beberapa usaha yang harus dilakukan mulai dari bagaimana cara perolehan lahan. pemasaran. . Adapun Tahapan-tahapan dalam perolehan antara lain: A. ekonomi.1. B. menejemen akan menugaskan Riset dan GIS (geografic information system) untuk melakukan survey lanjutan tentang kelayakan area yang mencakup: Teknis. Apabila dijumpai okupasi atau permasalahan dalam area yang akan diurus perizinannya maka pimpinan Proyek/ manajemen Kebun diwajibkan membantu PAD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas. Perizinan Area Baru Public affair departemen (PAD) bertugas untuk menyelesaikan proses perizinan area baru yang dimulai dari tahap proses perolehan area sampai perolehan hak guna usaha (HGU).  Luas kerangka berdasarkan tahapan penanaman disertai tanda batas dilapangan. mencakup:  Luas area berdasarkan kelas tanah. Dan beberapa informasi yanag lebih mendetail. 1. perencanan tata ruang sampai dengan pembukaan lahan secara fisik. Penilaian Kelayakan Lahan Setelah mendapatkan izin untuk pembukaan lahan maka selanjutnya adalah penilaian kelayakan lahan atau survey pendahuluan (desk study) yang dilakukan oleh Riset dan GIS (geografic information system) untuk mendapatkan informasi yang mencakup:  Kelayakan area baru untuk dilakukan penanaman Kelapa Sawit  Alternatif jalan masuk ( Acces Road) menuju area baru  Sumber air yang cukup untuk rencana pembibitan. Didalan pelaksanannnya pihak Manajemen mendapatkan usulan/masukan dari public affair departemen (PAD) atau sebaliknya. sosial dan lingkungan.2 Perolehan Lahan Proses perolehan lahan baru dan pengembangannya ditetapkan oleh Manajemen sebagai langkah ekspansifperusahaan menuju terwujudnya luasan area yang ditetapkan. Emplasemen/Pondok dan pabrik  Potensi masalah sosial Apabila dari hasil survey pendahuluan menunjukan prospek bisnis yang menguntungkan.

dll) Hasil survey semi detail manajemen menetapkan rencana penyelesaian dan jangka waktu pembangunan kebun baru. Rencana Kerja Proyek (RKP) merupakan rencana detail yang berisi informasi. dan lalang. dengan menugaskan departeman agronomi dibantu tim yang terdiri dari finance.    Kondisi dan taksiran luas hutan primer. untuk penghubung keluar masuk lokasi dermaga Penentuan Main Road (jalan utama) dan Collection Road (jalan koleksi) Rencana pembagian blok dan luas blok Lokasi bibitan Rencana Lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lain Rencana lokasi pabrik dan perkantoran . Lokasi prasarana (rencana: dermaga. bulking. bukit dan sungai ( termasuk renca outlet) Jaringan jalan. Gudang sentral. dan engineering untuk menyusun rencana kerja proyek (RKP) dan master plan kebun dan pabrik. 1 2 3 4 5 Jangka waktu pembangunan kebun Tahapan – tahapan pembukaan kebun Kebutuhan SDM Keuangan Alat berat dan kendaraan Sedangkan. rawa. semak belukar. Jaringan outlet beserta ukurannya untuk area rendahan dan gambut. Lokasi Sunber material pada area baru. skunder. Penyusunan Master Plan kebun. disusun berdasarkan hasil survey lahan yang mencakup informasi : 1 2 3 4 5 6 7 8 Batas kebun dan batas wilayah kebun Kondisi lahan : darat.

9 10

Lokasi sumber material penimbun dan pengeras jalan Lokasi hutan konservasi / penyangga

1.3 Perencanaan lokasi Sarana Penunjang Untuk kelancaran dalam pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit maka harus segera dibangun beberapa sarana penunjang antara lain: lokasi kantor, bibitan, lokasi jalan masuk, lokasi pabrik dan lokasiemplasemen. Untuk menentukan lokasi kantor dan tempat tinggal pengurus. Pimpinan proyek / manajer kebun segera mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk bangunan kantor dan tempat tinggal sementara. Lokasi yang sudah ditetapkan tersebt diupayakan akan menjadi tempat pembangunan kantor permanen, Gudang dan Emplasemenkebun memasuki masa stabil. Penetapan lokasi harus mendapat persetujuan dari KAWIL (kepala wiayah) dan GM (general manager) Plantation. Setelah penentuan lokasi untuk perkantoran, Pimpinan proyek manajer kebun pjuga mengidentifikasi area yang akan digunakan untuk pembibitan dengan mempertimbangkan persyaratan lokasi bibitan yang ideal. Setelah lokasi bibitan disetujui oleh KAWIL ( kepala wilayah) dan GM (general manager) Plantation, pimpinan proyek / Manager kebun segera menyusun Rencana Kerja dan Anggaran untuk pelaksanaan oprasional pekerja bibitan. Menentukan lokasi jalan masuk dengan mempertimbangkna hasil survey semi detail. Dalam hal ini Pimpinan proyek / manajer kebun bersama-sama dengan Lahan untuk jalan masuk harus dibebaskan dari kepemilikan masyarakat minimal 50 meter dari kiri kanan jalan. Guna menjaga keamanan dari berbagai gangguan maka perlu dibuat parit 2 x 2 x 1,5 m sebagai pembatas sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Kemudian untuk selanjutnya penentuan lokasi pabrik kelapa sawit (PKS) dan Emplasemen, Pimpinan Proyek / Manager kebun, GIS, dan Enginering malakukan survey untuk menentukan kelayakan tata letak rencana pembangunan PKS serta Emplasemen pada tempat yang ditunjuk. Berdasarkan hasil survey tersebut, managemen memutuskan lokasi terbaik yang akan dibangun. Untuk menghindari kesalahan penanaman pada lokasi yang di rencanakan akan di bangun PKS maupun Emplasemen maka harus segera dibuat tanda di lapangan dengan pemasangan papan nama sekaligus patok batas lokasinya. Pimpinan Proyek/Manajer kebun segera menginformasikan kepada Asisten Pengembangan untuk menghindari penanaman pada lokasi yang sudah dicadangkan tersebut. 1.4 Pembukaan Lahan lokasi

Pembukaan lahan adalah merupakan kelanjutan tahapan setelah mendapat izin hak guna usaha (HGU) dan telah dilakukan uji kelayakan lahan. Adapun Tahapan – tahapan dalam pembukaan lahan antara lain: Survey Lahan dan evaluasi lahan Kegiatan survey lahan dan evaluasi lahan dilakukan oleh para ahli PMNP, kegiatan ini bertujuan mengetahui layak atau tidak dan sesuai atau tidak lahan tersebut dinyatakan untuk dijadikan lahan untuk tanaman BudidayaTanaman Kelapa Sawit. Rintis-Bloking Kegiatan rintis bloking bertujuan untuk menentukan tata batas / kerangka kebun, menentukan desain blok yang akan dikerjakan dan menentukan tata batas jalan utama ataupun jalan koleksi. Pembuatan rintis bloking dan jalan di areal datar, didasarkan pada peta rencana blok, kemudian dilakukan kegiatan rintis jalan Main Road dan Collection Road, penentuan arah jalan mempertimbangkan bentangan luasan kebun dengan menggunakan kompas / Theodolite. Jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1.009 m dan antar jalan koleksi (CR) 307 m, dengan lebar blok 300 m dan panajang blok 1.000 m. Sedangkkan untuk areal berbukit dilikaukan imas tumbang terlebih dahulu sebelum rintis-bloking maupun pembuatan jalan. Untuk luasan blok pada areal berbukit tidak meski 30 ha tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi jaln kontur. Pancang Rintis Penentuan jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1009 M, dan antar jalan koleksi (CR) 309 M, dengan lebar blok 300 M, dan panjang blok 1000 M, dengan lebar MR 9 M dan CR 7 M. sedangkan jarak antar MR disesuaikan dengan kelipatan jarak tanaman. Imas Imas merupakan kegiatan memotong anak kayu dan tanaman yang merambat berdiameter kurang dari 10 cm dengan menggunakan parang dan kapak. Tujuan imas ialah untuk mempermudah penumbangan pohon dan pelaksaan perun mekanis, diusahakan serendah mungkin dengan permukaan tanah.

Tumbang Penumbangan pohon dengan menggunakan gergaji mesin / cheinsaw dilakukan setelah di imas. Penumbangan dilahan gambut dilakukan setelah minimal 6 bulan selesai pembuatan parit outlet dan parit utama. Ketentuan dalam penumbangan kayu:
 

Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang diareal jalur air dan jalan Pohon yang masih tegak tetapi sudah mati tidak perlu ditumbangkan sampai dilakukan perun mekanis.

Perun Mekanis Perun mekanis dengan menggunakan alat berat buldozer atau excavator. Perun mekanis merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar dengan baris tanaman mengarah timur dan barat. Lebar rumpukan untuk areal mineral 2 M dengan jarak antar rumpukan 32 M sedangkan pada areal gambut 4M dengan jarak antar rumpukan 16M. Posisi Buldozer berada pad gawangan hidup dan kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu-kayu diatur pada gawangan mati sejauh 2,5 m dari radius pohon sawit. Pancang Jalur Rumpukan (pancang staking) Pancang rumpukan dipasang pada jalur utama rumpukan dan berada di gawangan mati. Tinggi pancang 4M dan diberi bendera warna merah atau putih agar mudah dilihat oleh operator excavator atau buldozer. Setiap jarak 50 m diberi pancang pembantu sehingga ada 6-8 pancang dalam satu jaluran. 1.5 Pembuatan Prasarana Jalan Jalan merupakan urat nadi perkebunan karena fungsi jalan sangat vital, Yakni: sebagai penghubung dari dan keluar kebun/ pabrik, jalur transaportasi TBS, jalur trasportasi pemupukan, karyawan, material bangunan serta sebagai pembatas blok. Putusnya jalan akan menghambat semua aktivitas sehingga dapat mengganggu. Jenis -jenis Jalan: 1. Main Road (MR) dibangun dari timur kebarat dengan jarak antar jalan utama 1000M dan lebar badan jalan 9 m. Untuk areal gambut atau rawa jalan dibuat dengan sistem tanggulan dan pembuatan parit pada salah satu sisi badan jalan. Ukuran parit lebar atas 4 m, bawah 3 m, dalam 4 m.

2. Collection Road (CR) dibangun searah utara selatan, jarak antar koleksi 300 m dan lebar badan jalan 7 m. 3. Jalan kontur, jalan yang dibangun padaareal berbukit, dibuat dengn memotong jalur kontur dngn lebar 5-7 m. 1.6 Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit merupakan kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit secara generatif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit antara lain genetic tanaman (innate), perlakuan (induce)dan factor lingkungan atau kondisi alam (enforce). Faktor innate adalah factor yang terkait dengan genetic tanaman yang bersifat mutlak dan sudah ada sejak terbentuknya embrio dalam biji. Untuk jaminan yang dikeluarkan oleh institusi resmi salah satunya adapun jenis bibit yang digunakan di BGA yaitu mengelola factor innate ini yaitu dengan memilih jenis kecambah dan membeli yang mendapat seperti PT. Socfindo, PT. Socfindo dan Lonsum

yang keduanya merupakan hasil persilangan bibit Dura dan Pisifera. Faktor induce adalah factor yang mengimbas (mempengaruhi) ekspresi sifat genetic sebagai manifestasifactor lingkungan yang terkait dengan perlakuan manusia. Faktor induce ini berperan mulai dari bibitan sampai pemeliharaan dilapangan, seperti pemupukan. Faktor enforce adalah factor lingkungan (alam) yang bersifat merangsang atau menghambat pertumbuhan produksi tanaman, seperti iklim, temperatur, curah hujan, keadaan tanah dll. Kualitas bibit merupakan faktor penting untuk mendapatkan minyak kelapa sawit (mks) yang tinggi dan diharapkan bibit tersebut sudah mulai panen pada umur 30 bulan. Untuk Kualitas bibit dilapangan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu : 1 2 3 4 Potensi genetik dan asal – usul persilangannya Kultur teknis dalam penanaman dan pemeliharaan bibit Seleksi bibit Umur bibit saat ditanam kelapangan

Pemilihan sumber kecambah merupakan faktor terpenting karena setelah ditanam kelapangan maka selama 25 sampai 30 tahun kedepan potensi produksi tidak dapat diperbaiki.

1.6. Membuat jalan tetap menuju bibitan. Membersihkan areal penyemaian PN (pre nursery) dan MN (main nursery) Membuat drainase dengan baik sehingga air hujan tidak tergenang.3 Sistem Irigasi/ Pengairan Tujuan penerapan sistem irigasi yang tepat adalah untuk menjamin bahwa masing – masing bibit memperoleh air yang cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal.000 liter/Ha per hari.6.6.2 Persiapan Lahan Bibitan Lahan bibitan harus sudah dalam kondisi bersih lengkap dengan instalasi air dan jaringan jalan. . Membuat irigasi secara mekanis. Aman dari gangguan hama penyakit Dekat dengan Emplasmen sehingga pengawasan lebih intensif 1.1 Penentuan Lokasi Bibitan Penentuan lokasi bibitan akan menentukan sistem pembibitan yang digunakan oleh perusahaan dengan melihat untung dan rugi terkait biaya yang harus dikeluarkan selama masa bibitan. Adapun faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi bibitan yaitu : 1 2 3 4 Lokasi harus datar dan lapang Tersedia air yang cukup minimal 40. 1. Tahapan persiapan lahan bibitan: 1 2 3 4 5 Memilih lokasi potensial.

Pada pembibitan ini kecambah langsung ditanam dalam largebag di main nursery yang sudah dilakukan penjarangan (spacing) dengan jarak tanam 70cm segitiga sama sisi (dalam 1 ha bisa menampung 17. Sebelum dilakukan penanaman kecambah maka instalasi air harus sudah terpasang pada seluruh areal pembibitan yang sudah direncanakan. Air yang digunakan harus bersih dan baik dengan Ph minimum 4. bagian pemancar yang dilengkapi dengan keran. 4” dan 2” serta selang kirico. 1. Pipa yang digunakan dalam sistem irigasi adalah pipa PVC 6”.6. Pembibitan Dua Tahap . dapat digunakan pembibitan satu tahap (single stage). Pembuatan sarana irigasi harus sudah selesai sebelum dimulainya kegiatan pembibitan baik di Pre Nursery maupun Main Nursery.000 bibit).Adapun sistem penyiraman yang digunakan di BGA yaitu sistem pengairan berkabut atau Mist Irrigation. sehingga selain biaya yang murah juga efektif terhadap sistem penyiraman bibit karna jumlah air yang keluar merata. waduk sumber air. Bagian – bagian instalasi pada irigasi tabung terdiri dari mesin pompa. Pembibitan satu tahap Pada perkebunana yang sudah mapan ( established ) atau yang mempunyai topografi area datar cukup luas. Jenis mesin 20 hp @1. diantaranya : 1 2 3 Sistim irigasi manual Sistim irigasi semi manual Sistem irigasi tabung dengan selang plastik berlubang (kirico) yang bertekanan.000 sd 20. Sistem irigasi yang digunakan di perusahaan BGA yaitu sistm irigasi tabung dengan menggunakan selang plastik (kirico).250 RPM.4 Macam-macam tahapan Pembibitan Ada dua macam cara yang umum dilakukan dalam tahap bibitan yaitu cara langsung atau satu tahap (single stage) dan cara tidak langsung atau dua tahap (double stage) a). selang plastik berlubang (kirico) dan sambungan – sambungan pipa keran. Sistem kirico ini banyak memiliki kelebihan dan mudah dalam pengaplikasiannya. Ada beberapa macam sistem irigasi yang biasa digunakan dalam pembibitan kelapa sawit. b).

Pastikan Largebag sudah tersusun benar dengan posisi tegak dan telah diisi tanah. Buat lubang ditengah largebag dengan menggunakan alat pelubang dengan kedalaman lubang disesuaikan dengan tinggi bibit (potrey) 4. sedangkan pupuk agroblen 50gr/pokok. Tata cara pelaksanaan transplanting dari pre nursery ke main nursery sebagai berikut : 1. Bibit ditanam ke largebag dan padatkan tanahnya 7. Penentuan kerapatan tanaman pada area datar sangat dipengaruhi oleh jenis bibit yang akan ditanam.5 Kerapatan Tanam Terdapat perbedaan Kerapatan tanam antara area datar dengan area berbukit.1).6. hal tersebut terkait dengan teknik penanaman dan pertimbangan saat panen. Satu hari sebelum transplanting dilakukan penyiraman guna memudahkan pembuatan lubang tanam 3. Lakukan penyiraman secukupnya segera sesudah transplanting Untuk pembibitan tahap awal PN (prenursery) di BGA tidak menggunakan babybag tetapi menggunakan potraykhusus berlogo BGA.Pre Nursery juga bertujuan untuk mengoptimalkan dalam pemeliharaan. berbentuk kerucut. 2). Pada saat transplanting atau pemindahan bibit dari PN ke MN dibarengi dengan pemberian pupuk guano dan agroblen sebagai pupuk dasar yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar. sedangkan untuk bibit . Dosis untuk pupuk guano ialah 15gr/pokok. System bibitan dengan mengguankan potray ini memiliki kelebihan diantaranya menghemat tempat atau lokasi bibitan. ukurannya tinggi 10cm. mudah dalam proses perawatan. Marihat) maka jarak tanam harus lebih dijarangkan agar pelepah daun tidak saling menutupi (bisa terjadi kompetensi sinar matahari). 2. Siram bibit di PN (pre nursery) sebelum dipindahkan 5. Main Nursery Transplanting ke Main Nursery dilakukan pada bibit yang berumur 3 – 4 bulan atau setelah bibit memiliki 4 – 5 helai daun. 6. Untuk jenis bibt yang memiliki diameter daun cukup lebar (contoh . 1. Angkat bibit PN (prenursery) hati-hati dan disusun keatas masing-masing kotak kayu sebagai tempat pengangkutan dari lokasi PN ke MN menggunakan mobil atau jonder. diameter 5cm. Pre Nursery Tujuan pre nursery adalah memberi waktu lebih longgar untuk membuat persiapan area bibitan dan mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau setelah bibit memiliki 4-5 helai daun.

5 m 7.4 m 8.2 m 7. Pengendalian gulma dilakukan 2 minggu sekali atau bisa kurang dari seminggu sesuai kebutuhan.1 Kerapatan Tanam.6.36 m Sumber : Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1. Tabel 1. Kebutuhan air untuk setiap bibit adalah 0.2 – 0. pengendalian gulma. Penyiraman di Pre Nursery (PN) dilakukan 2x dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari.6 Kegiatan Perawatan Bibitan Kegiatan yang dilakukan di Pre Nursery (PN) antara lain pengairan atau penyiraman.62 m 160 8.23 m 130 9.8 m 7. Adapun kegiatan – kegiatannya antara lain : 1 Persiapan lokasi bibitan utama. pengendalian hama dan penyakit (PHPT) dan seleksi bibit.yang memiliki diameter daun yang lebih sempit (contoh: PPKS Dumpy. Socpindo) maka dapat ditanam lebih rapat.97 m 148 8.6. dilakukan dengan cara manual dan tidak dianjurkan menggunakan herbisida. 1.3 Liter/potre per hari. pemupukan. yaitu instalasi irigasi .14 m 136 9. kecuali bila hujan dengan curahan 8 mm maka penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan. konsolidasi bibit. Kerapatan tanam (pohon/Ha) 128 Jarrak tanam anatara pohon (segitiga sama sisi) 9. Transplanting Bibit Kegiatan transplanting yaitu kegiatan pemindahan bibit dari pembibitan awal ke pembibitan utama.7.5 m Jarak tegak lurus antar bar 8.

e). d). pagi dan sore. 1. Penyiraman Penyiraman memerlukan 2 – 3 liter air per hari dengan sistem mist irigation : sumisamsui / kirico. Apabila gejala makin parah bibit harus di isolasi dan diberikan perlakuan pestisida. bahan aktif parakuat untuk pengendalian gulma diluar polybag. f).6. Untuk efektifitas penyemprotan agar tidak terkena bibit biasanya menggunak sunggup bulat yang dipasang pada ujung semprot. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan secara manual (weding) dan dengan cara herbisida kontak. Penyiraman dilakukan 2x dalam sehari. rotasinya 1 bulan 1x dengan menggunakan alat semprot. b). Pengendalian Hama Hama yang biasa terjadi pada bibit adalah gejala kulvlaria dengan ciri bercak spot – spot coklat. Pengendalian dengan cara aplikasi sistemik dan non mistemik.2 3 4 Pengisisan media tanam berupa tanah mineral ke dalam largebag Penyusunan largebag Pembuatan lubang tanah. Cara penaggulangannya adalah dengan memperbaiki sitem pengairan. mulsa yang dipakai di perusahaan BGA adalah daun lalang kering yang dipotong – potong.8 Kegiatan di Main Nursery a). c). Kebutuhan air ini dapat dipenuhi dengan penyiraman selama 60 menit. Konsolidasi Bibit . pemupukan dan media tanah. Pemberian Mulsa Mulsa diberikan segera setelah penanaman. Pemupukan Pengaplikasian pupuk dilakukan 1 minggu setelah transplanting dan disebar merata pada permukaan polybag.

tanah yang bekas galian ditimbunkan kembali.8.7. Kegiatan konsolidasi harus sudah selesai 2 bulan setelah penanaman. Pembuatan pancang tanam diawali dengan pemasangan pancang kepala menggunakan kompas / GPS. 1. 1. Tanah galian dipisahkan antara topsoil dan subsoil.3 Lansir Bibit Lansir bibit adalah pengeceran bibit yang sudah siap tanam dari bibitan utama dan diecerkan kelokasi tanam dijalur CR sesuai dengan jumlah tanam menggunakan zonder.7.7 Penanaman Kelapa Sawit 1. Kesalahan tanam yang disebabkan oleh penanaman yang terburu-buru atau karena kurangnya pengawasan dari mandor tanam. Jarak pancang tanam disesuaikan dengan kerapatan tanam. 1. walaupun demikian karena penenman biasanya dalam skala luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai denagn syarat –syarat kultur teknis.7. maupun kelambatan atau kelainan pertumbuhan. Persiapan dan penanaman kelapa sawit diperkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik.8 Kegiatan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 1. biasanyan tanaman yang doyong atau roboh maka harus ditegakkan atau dipadatkan bagian tanahnya.7. Konsolidasi bertujuan agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan sempurna.2 Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam ukuran 60 x 60 x 40 cm disiapkan sebelum penanaman dilakukan.4 Penanaman Sebelum bibit ditanam kelapangan lubang tanam diberikan pupuk guano sebanyak 35ogr dan pupuk RP 500gr diberikan secara bersamaan. 1. penomoran blok menggunakan kayu blok yang berukuran 10 x 30 cm. 1. yang mengakibatkan kerusakan pada Kelapa Sawit.1 Pancang Tanam Pancang titik tanam dilakukan sesudah dibuat jalan utama dan jalan koleksi agar barisan tanaman dapat rapi. kondisi lahan dan jenis bibit.Yaitu kegiatan menegakkan bibit atau polybag yang condong serta meratakan tanah dan memadatkan. Oleh karena itu untuk untuk memperbaiki kesalahn tersebut perlu dilakukan konsolidasi. Nomor blok tersebut dipasang pada . tinggi 1 meter. Kemudian.7. 1.5 Konsolidasi Adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam. polybag disobek dan bibit dimasukkan kedalam lobang tanam dengan posisi tegak.1 Penomoran Blok Penomoran blok dilakukan setelah penanaman.

Efektivitas pemupukan 1.8.5 Pengendalian Gulma . pada umur 6 bulan dan umur 10 bulan. Sensus tanaman dilakukan sebanyak 3x. Ada dua kategori sensus. pasar rintis dan perawatan gawangan adalah : 1.4 titik antara persingpangan CR dan MR.8.8. Mempermudah pengawasan dilapangan 4. 1. 1. a). air dan sinar matahari 2.2 Pembuatan Piringan dan Pasar Rintis Tujuan pembuiatan piringan. Mengurangi kopetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan hara. Mempermudah pekerja untuk melakukan pekerjaan selama periode TBM 3.l: 1 2 3 Perataan Jalan Memperbaiki saluran air ditepi jalan Pengerasan jalan Penimbunan.3 Sensus Pokok Kerapatan tanaman yang ideal harus sudah dicapai pada bulan ke dua belas setelah penanaman. guna memastikan kerapatan yang ideal maka perlu dilakukan kerapatan tanam. dimulai pada saat kastrasi pada bulan ke 14 dan 18. yakni sensus pokok mati ( pada TBM 1) dan sensus produktif ( pada TBM 2 dan 3). pada umur 2 bulan setelah tanam. 1. titik kosong pohon yang diserang hama maupun abnormal. b). Sensus TBM 1 Pada TBM 1 bertujuan untuk mengetahui tanaman yang mati. Sensus TBM 2 dan 3 ( Tanaman Non produktif) Sensus ini bertujuan untuk mengetahui tanaman yang tidak produktif.4 Pemeliharaan Jalan Kegiatan yang diklakukan dalam pemeliharaan jalan a. Penomoran blok ini harus sudah selesai setelah penanaman.8.

a. tindakan frepentif.Gulma merupakan vegetasi yang tumbuh secara alami dengan menjadi pesaing bagi tananaman kerena dapat mengganggu dan merugikan pertumbuhan serta produksi dpat terhambat. Biologis. Secara mekanis Pengendalian gulma dengan mekanis menggunakan parang. gulma pakisan ( Ferns). sedangkan untuk tanaman berumur 12 . sabit. mekanis. piringan harus dibersihkan. Oleh kaerna itu gulma yang ada di lokasi gawangan. Gulma berkayu ( Brush weede). Jenis herbisida yang digunakan untuk tanaman berumur >12 bulan menggunakn herbisida kontak. Pengendalian secara preventif dan kultur teknis Cara penanggulangan gulma dengan cara preventif yaitu dengan penanaman kacangan sebagai penutup tanah yang dapat menekan pertumbuhan gulma. yaitu gulma berdaun pita (grasses). Untuk gulma berkayu. Gulma terdiri dari berbagai macam kelompok. cangkul dan kait. 1). gulma berdaun lebar(Broadleaves). secara mekanis dan kimia. Ada beberapa cara yang biasa digunakan dalam penanggulangan gulma antara lain: 1 2 3 Memusnahkan gulma berbahaya Mengembangkan/ melestarikan tanaman berguna / inang secara terkendali Menerapkan konsep pengelolaan gulma terpadu dengan memberdayakan seluruh komponan pengendalian yang meliputi: kulur teknis. pasar pikul. b. Secara kimia Salah satu cara penanggulangn gulma dengna cara kimia adalah dengan menggunakan herbisida. Standar dan tindakan pengendalian gulma pada TBM di BGA Group Kendawangan dimulai tanaman baru sampai dimulai tanaman baru sampai tanaman menghasilkan dilakukan dengan 3 cara. Gulma langsung ditebas dimulai dari pangkal batang hingga daun terluar pokok kelapa sawit. didongkel menggunakan cangkul. kimiawi. yaitu secara prevensif.

0 – 1.2 Jenis Nozzle dan Spesifikasinya Volume Lebar semprot NO 1 Nozzle Polyjet merah (meter) 2 semprot (liter/ha) 1000 Rata semp Kg 247 2 polyjet biru 1.bulan yaitu herbisida sistemic.0 100 42 8 VLV 50 1 50 30 9 No drif Nozzle 1.2 400 -600 68 5 polyjet hitam 1.5 – 1.2 400 90 4 polyjet kuning 1.0 200 97 7 VLV100 1. 1. Tabel.0 800 – 1000 256 6 VLV 200 1.2 – 2.5 600 – 800 165 3 polyjet hijau 1.0 – 1.2 – 2.0 25 – 50 - . berikut ini merupakan spesifikasi jenis nozel. Untuk pembersihan jalan rintis dan gawangan disesuaikan dengan jenis gulma yang menjadi sasaran. Alat ini yang memiliki ujung semprot yang disebut nozel. Alat yang digunakan dalam pengendalian gulma secara kimia yaitu alat semprot (Knap Sack).2 – 2.2 225 - 10 CDA 0.

Pasar Tengah dan TPH adalah: . 1. Pasar Tengah dan TPH Pemeliharaan akses kedalam blok dan kepohon untuk mempermudah aktivitas panen. penunasan dan pengawasan serta mengurangi kompetisi dengan gulma dalam penyerapan hara. Tidak semua gulma harus diberantas misalnya rumput-rumput dan tanaman lain yang lunak. Secara Ekonomi: organisme pengganggu tanaman (OPT) yang merusak tanaman inang (tanaman utama) sehingga merugikan secara ekonomi karena mengakibatkan kehilangan hasil yang diharapkan. Pasar Rintis. jika yang diserang adalah bagian daun maka akan mengganggu proses foto sintesa dari tanaman. Apabila masih ditemukan lalang dalam jumlah sedikit. Pasar Rintis. Misalnya. berakar dangkal dan tidak tinggi (pakis) masih dapat ditoleransi. Alasannya karena jika diberantas akan dapat mendorong terjadinya erosi. Pemberantasan Lalang Kondisi TM harus bebas dari lalang.6 Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Biologi: Organisme yang mengganggu tanaman secara Biologi karena merusak bagian tanaman tertentu yang mengakibatkan terganggunya proses biologi dari tanaman.8. akan membuat gagal panen sehingga para petani akan merugi secara ekonomi. Akibat Serangan hama tikus. Mengurangi kompetisi hara. Pemeliharaan piringan.11 Cone Nozle 500 - Sumber : Buku Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1. Mempermudah pengawasan dari satu gawangan ke gawangan lain 3.9. air dan sinar matahari 2. pemupukan. tindakan yang dilakukan berupa spot spraying dan wiping. air dan sinar matahari. Misalnya. Fungsi dari piringan. Mengurangi sarang / inang hama sehingga populasi hama bisa ditekan.9 Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) 1.1 Pengendalian Gulma Pemeliharaan Gawangan Tujuan pengendalian gulma di gawangan : 1.

10. waktu. Piringan. yakni sebagai tempat pengumpulan hasil panen sebelum diangkut ke pabrik kelapa sawit (PKS) 1. Dasar penentuan dosis pemupuka untuk TM berdasarkan hasil analisa daun dan analisa tanah. Pasar Rintis dan Pasar Tengah. 1. Pada waktu penunasan pelepah yang tidak berfungsi lagi. serta ketahanan terhadap hama dan penyakit.1Kastrasi . Pemupukan memerlukan biaya yang sangat besar. oleh karna itu dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 5 tepat yaitu tepat jenis. Ketentuan dalam penunasan.1. 3. yakni sebagai jalan untuk mengangkut buah ke TPH dan menjalankan aktivitas operasional lainnya.9.2 Penunasan (prunning) Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempermudah aktivitas panen dan memperlancar penyerbukan. pelepah dipotong serapat mungkin ke pohon kurang lebih 15 cm agar brondolan tidak tersangkut. dosis. cara dan administrasi. Adapun kegiatan menjelang produksi anatara lain: 1. yakni sebagai tempat penyimpanan pupuk dan daerah jatuhnya tandan buah dan brondolan 2.10 Perisapan Panen Pada masa peralihan TBM ke TM untuk mendapatkan semua potensi pada tahap awal produksi diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik terhadap sarana dan prasarana yang berhubungan dengan proses panen. 1. serta pelepah yang tidak memiliki daun harus dibuang.3 Pemupukan Pemupukan tanaman menghasilkan (TM) dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman guna menunjang pertumbuhan untuk mecapai produksi yang optimal.9. TPH.

1. dan kelas II atau seterusnya umur 18 bulan.10. Pada saat dimulai kastrasi di bulan 14 dan 18. Pada tanah kelas 1 rotasi kastrasi dimulai umur 14 dan diakhiri pada umur 20 bulan sedangkan tanah kelas II/III rotasi dimuali pada umur 18 dan diakhiri pada 24 bulan.2 Sanitasi Untuk mempermudah proses panen dan mendapatka kondisi buah yang baik pada saat panen. TPH yang standar dan biasa digunakan dalam perkebunan kelapa sawit adalah sebagai berikut: . Tidak ada pemotongan pelepah pada saat kastrasi. maka untuk kegiatan kastrasi bunga betina dipohon non produktif (St1 s/d St4) tidak dibuang.4 Pembuatan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) TPH diperlukan sebagai tempat untuk mengumpulkan hasil produksi panen atau TBS (tandan buah segar) kelapa sawit.10. Membersihkan semua sampah disekitar pohon untuk mempermuah mengutip brondolan. agar jalan rintis dapat dilewati tanpa hambatan. maka diperlukan sanitasi pad 3-4 bulan sebelum panen pertama dimulai. 8cm dan disusun rapi digawangan mati 2. karena akan digunakan sebagai media pengembangan elaidobius camerunicus 4. Membuang semua pelepah kering 3. 1. Pada kastrasi rotasi terakhir bunga jantan jangan dibuang. 1. 3. Kegiatan katrasi : 1.10. kastrasi mulai dilakukan untuk tanah kelas I umur 14 bulan. kegiatan sanitasi: 1.3 Pembuatan Titi panen Titi panen harus dibuat setiap jalan rintis yang melewati parit maupun saluran air. Membuang tandan yang terkena penyakit tirathaba dan disusun digawangan mati 2. Membuang bunga betina dengan dodos ukuran maks. 5.Pada kondisi normal.

Tujuan pembuatan seksi panen adalah . Ukuran TPH: – TM I dan II ukuarannya 2x3m. 2. Distribusi buah mengumpul. gancu. 2. sehingga pengontrolan lebih sistematis. 4. Membagi buku notes potong buah . 1. Persiapan tenaga berondol.1.5 Perlatan panen Peralatan panen yan perlu disiapkan pada penen perdana : dodos ukuran 8cm. Memberikan target/ sasaran yang jelas. buah lebih cepat masuk ke PKS.10. Adapun tugas-tugas mandoran: 1.7 Mandoran Panen Mandoran panen yaitu mandor yang bertugas mengontrol dan mengawasi karyawan panen yang terdiri dari 15 orang atua lebih. ddengan demikian maka transportasi TBS akan lebih efektif. kapak buah. Pemberian nomor TPH terdiri dari nomor blok dan nomor TPH 1. 3. TPH dibuat setiap 3 jalan rintis untuk areal datar. artinya dalam satu munggu dilakukan 6 hari panen.6 Seksi Potong Buah Seksi potong buah adalah pembagian wilayah atau areal panen dalam luasan tertentu yang merupakan petak-petak lokasi (terdiri dari beberap blok) yang menggambarkan tempat dilakukan panen.10. dengan pembagian seksi potong buah. maka arah panen dapat ditentukan secara berurutandari blok yang satu ke blok yang lain. 4. Memudahkan pengontrolan. Menghancakan karyawan 2. pengaruk berondol.10. maka areal panen yang ada dibagi 6 seksi. 1. TM II dst ukutrannya 3×4 m 3. angkong. 1. sedangkan untuk areal berbukit atau bergelombang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jika menggunakan sistem 6/7. Wilayah panen terkonsentrasi/mengumpul yang bertujuan untuk memudahkan pengontrolan dan meningkatkan output karyawan diarenakan tidak terlalu jauh untuk pindah hancak. Permukaan tanah di TPH harus rata sehingga memudahkan untuk penempatan TBS.

Dengan sistem ini rasa tanggung jawab pemanen akan . sementara pemanen dalam mandoran tersebut selalu dilakukan giring sesuai dengan kebutuhan. misalnya berdasarkan karepatan panen.10. Akan tetapai mandor harus tetap akatif mengawasi hasil pekerjaan karyawan maupun menghancakan pemanen ke hancak baru. Hancak Giring tetap permandoran Yaitu sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan dalam mandoran tersebut telah memiliki hancak tetap. Hancak artinya daerah kerja atau jalur tempat karyawan melaksanakan pekerjaan. tidak boleh pemanen lain memasukinya kecuali sepengatahuan mandor. Mengontrol kerja karyawan Memeriksamutu buah dan hancak karyawan Melakukan taksasi poong buah Megisi administrasi. 1. 7. seperti BKM dan pusingan potong buah Memeriksa alat kerja karyawan. 6. 4. Hancak ini biasa diterapkan pada areal yang baru panen. Bedanya dengan sistem giring murni adalah bahwa sistem giring ini yang memiliki han cak tetap hanya sebatas permandoran sedangkan karyawan tidak memiliki hancak tetap.8 Sistem penghancakan Sistem penghancakan adalah suatu metode atau cara menempatkan karyawan (pemanen) pad suatu daerah (jalur) tertentu. karena sistem ini memungkinkan seorang karyawan tidak punya ras tanggung jawab terhadap hncaknya dan butuh waktu yang lebuh lama untuk pindah hancak.3. Hancak Tetap Yaitu sistem hancakan diamana mandor dan karyawan telah memiliki daerah yang telah ditentukan (hancak tetap). 5. output pemenen dsb. Cara/sistem pengacakan yang dikenal di BGA ada tiga cara: Hancak Giring murni Yaitu sebuah sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan sensntiasa digiring atau tidak memiliki hancak tetap. Oleh karena itu seorang mandor harus aktif dalam menghancakan karyawan dan mengawasi pekerjaannya.

Dasar pemikirannya adalah apabila diketahui jumlah janjangannya dan berat janjangannya.lebih tinggi dan mandor panen akan lebih mudah dalam melakukan kontrol terhadap hasil pekerjaan karyawan. imas. Adapaun factor-faktor yang menyebabkan terjadinya losses. 3.11 Kegiatan Panen Untuk menjadi sebuah perkebunan. yaitu dengan cara menekan kehilangan prouksi (losses) hingga O %. maka akan dapat diketahui berapa kira-kira tonase yang akan didapat . di mulai dari urutan-urutan kegiatan pekerjaan dilapangan yang dimulai dari kondisi hutan yang dibloking. Janjangan buah busuk 6. 4. 5. Buah masak tinggal dipokok 3. Untuk mengambil produksi tersebut maka perlu cara yang dianamakan panen. tumbang.11. Buah/Brondolan tidak dikutip 4. yaitu: 1. Buah/Brondolan dicuri 5. Gagang panjang (GP) 7. Para meter yang digunakan untuk mengetahui produksi semester tersebut adalah jumlah janjang yang ada dipokok dan berat janjang ratarata (BJR). 2. 1. Langkah-langkah pengendalian pusingan panen adlah dengan mengetahui informasi mengenai: 1. Buah mentah 2. Kerapatan buah masak Jumlah tenaga potong buah Umur tanaman Jumlah brondolan dan persentase siap borong Curah hujan 1. Administrasi yang tidak akurat Selain itu untuk mengendalikan kehilangan produksi tersebut dapat juga dengan mengendalikan pusingan/rotasi panen agar tetap normal. perun/rumpuk.1 Sensus Produksi Sensus produksi adlah pencacahan/ penghitungan/ padatan terhadp tanaman ks yeng bertujuan untuk mengetahui / memperkirakan produksi selama satu semester (enem bulan memdatang). dst hingga tanaman mulai menghasilkan/ produksi. maka dalam pemanenan ini diupayakan semaksimal mungkin dengan menekan biaya yang seminimal mungkin dan mengambil produksi semaksimal mungkin.

dapat ditentukan dengan 2 cara: pertama penimbangan dilapangan TPH. kedua dengan penimbangan di PKS. Sensus pokok ini dilakukan setiap 6 bulan yang disebut dengn semester. dengan 3 mandoran. Yang maksud dengan jumlah dan berat janjang adalah janjang dan berat janjang sampel/contoh dari satu blok yang akan ditaksir produksinya. maka panen besok -66Ha. Semakin banyak sempel maka data yang didapat semakin akurat.11. 3. tiap mandoran harus melakukan taksasi sebesar 10% dari tiap total pokok produktif pada 2 blok tsb.2 Taksasi Potong Buah Taksasi potong buah adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperkirakan produksi pada esok hari. 1. 2. Dengan mengetahui perkiraaan produksi esok hari maka dapat menentukan jumlah tenaga kerja atau HK yang dibutuhkan dan jumlah alat transportasi (Truk/trailer) yang digunakan. maka tiap mandoran memdapat 2 blok. Data harus diterima oleh Departemen pusat yang berada jakarta paling lambat 7 hari setelah sensus. Sensus produksi terdiri dari 3 macam pekerjaan. maka akan melakukan sensus pada 882 pokok. Taksasi ini didasarkan pada prsentase kerapatan panen yang ditentukan dari hasil sensus panen. Menentukan BJR. Jadi jika 1 blok =33Ha.Sebagai contoh. 1.11.3 Kriteria Panen . 1. Semester 1 adlah bulan januari s/d juni. Sedangkan semester II ialah bulan juni s/d desember tahun ini dan sensus produksinya dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 30 juni tahun ini. Kamudian dari pokok-pokok sampel ini akn diketahui jumlah rata-rata janjang per pokoknya. dan sensus produksinya dilaksanakan pada tangal 20 s/d 31 desember tahun lalu. seksi (areal panen besok) terdiri dari 6 blok. Penghitungan janjang yang dilaksanakan pada titik sensus dan pokok sensus. Proses input data hasil sensus produksi dilaksanakan dalam waktu 5 hari setelah sensus. yang bertujuan untuk mendapatkan jumlah janjang yang akan dipanen dalm suatu blok. Sensus dilakukan 10% dari 66Ha = 7Ha . Persiapan tanda-tanda sensus (pembuatan dan perbaikan) dan kelengkapan alat sensus.selama satu semester. Sensus dilakukan sebesar 10 % dari pokok produktif pada areal yang akan dipanen esok hari (semakin banyak semakin akurat data yang diperoleh). jika kerapatan /populasi tanaman =136pokok/ Ha.

Buah yang telah membrondol akan tetapi belum sesuai d kriteria yang telah ditetapkan. Jika tidak sengaja maka buah diantrikan dan ditandai pada gagang buah dengan huruf berwarna merah. terutama pada kondisi pokok tanaman yang sudah tinggi. yaitu 1 brondolan per Kg TBS. Menetukan kematangan buah juga ditentukan berdasarkan warna buah. mentah atau busuk. Pedoman yang digunakan untuk kematangan tersebut didasarkan pada jumlah brondolan yang lepas secara normal. BGA Group Tabel 1. yaitu buah masak biasanya berwarna merah jingga.3 Pedoman umum yang digunakan untuk menentukan kriteria buah masak adalah sebagaiberikut: Umur tanaman Jumlah brondolan 0-4 brondolan >5 brondolan Gagang busuk 3-7 tahun 0-10 brondolan >15 brondolan Gagang busuk 8-20 tahun 0-20 brondolan >20 brondolan Gagang busuk >20 tahun Sumber : PT. Tabel 1.4 Istilah dan Simbol-simbol yang berkaitan dengan kematangan buah: Istilah Simbol Tindakan Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Keterangan Un Ripe atauMentah Hitam Under Ripe atauKurang Buah BM - Buah yang tidak membrondol. Karyawan yang memoton . Akan tetapi cara ini kurang efektif.Adalah pedoman yang digunakan untuk menetuakn apakah buah itu dinyatakan matang. apabila terpotong maka karywan dikenakan denda.

Sisa pengepresan berupa ampas dikeringkan untuk memisahkan biji dan sabut. dipres dengan mesin untuk mengeluarkan minyak dan dimurnikan. http://anthosusantho.masak atau Mentah merah Ripe atau Masak/ Normal buah ini harus diperingatkan. Buah yang telah dipanen sebaiknya segera di angkut ke Pabrik untuk diproduksi menjadi CPO dan TBS jangan dibiarkan dilapangan lebih dari 7-8 jam. dikarenakan PKS belum jadi. yaitu 1 brondol /Kg TB lebih. TBS diangkut ke Poliplen atau ke Kalteng.4 Transportasi Buah BB Buah yang membrondol lebih dari 75 % brondolan yang pada janjang buah tsb. Oleh karena itu pengiriman TBS masih belum maksimal dan terkadang terlambat. Over ripe atauKelewat masak Empety Bunchatau buah busuk Sumber : PT. Di pabrik buah akan direbus. masih dalam proses pengerjaan. Di perusahaan BGA kendawangan. Karena akan meningkatkan ALB yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas CPO yang tentunya akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri. jika berkali-kali diingatkan masih tetap menurunkannya maka dikenakan denda buah mentah Buah BN Buah denagn kriteria yang tepat. Setelah buah dipanen kemudian disusun di tempat pengumpul hasil (TPH). atau buah yang tertinggal pada pusingan yang lalu. BGA Group 1. Biji dikeringkan dan dipecahkan agar inti (kernel) terpisah dari cangkangnya. dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah.11. dilumatkan di dalam buah. Buah yang membusuk sehingga hanya janjangan kosong (empty bunch/B) yang tertinggal. digaster. Dan harus diturunkan. Buah ini biasanya diakibatkan ka keterlambatan pusingan.wordpress.com/2011/10/26/budidaya-tanaman-kelapa-sawit-prospek-yangcerah-di-ketapang-kalimantan-barat/ perkebunan kelapa sawit . maka tugas krani panen adalah mencatat hasil TBS yang ada di TPH.

sebelumnya harus mengenal dan memahami jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit. terjadi mutasi dari TBM menjadi Tanaman Menghasilkan (TM) terjadi pada tahun ketiga setelah tanam. Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit.jumat. memahami dan upaya mendeteksi siklus hidup hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit secara dini mutlak harus dilaksanakan karena akan memudahkan tindakan mencegah terjadinya ledakan serangan hama dan penyakit yang tak terkendali. baru akan dipanem hasilnya setelah 2-3 tahun ditanam di lapangan. biaya pengendalian melalui deteksi dini dipastikan akan jauh lebih murah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. Untuk mendapatkan produksi yang optimal. Salah satu faktor penghambat yang perlu dipertimbangkan selain benih yang baik adalah serangan hama dan penyakit. seperti ada / tidaknya serangan hama dan penyakit. Hal ini sesuai dengan tujuan penanaman kelapa sawit yaitu untuk menghasilkan produksi yang optimal. . Mutasi tersebut mutlak dilakukan dan perlu mendapat perhatian baik dari segi lamanya masa TBM maupun persiapan yang perlu dikerjakan sebelum tanaman dikerjakan. Kelapa sawit yang ditanam saat ini. Selanjutnya segera deteksi siklus hidup hama dan penyakit agar mudah dalam melakukan pencegahan dan pengendaliannya. pada kelapa sawit dikenal periode Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang lamanya bervariasi 2-3 tahun tergantung pada beberapa faktor yang terjadi di sekitarnya. Perkebunan kelapa sawit merupakan jenis usaha jangka panjang. Dalam keadaan normal. karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi yang dapat menghambat produktifitas harus dipahami dan diupayakan solusinya. 26 februari 2010 Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Mengenal. Sebagai tanaman tahunan. Secara ekonomis. Pendekteksiasi tersebut dapat menyelamatkan tanaman kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit yang merugikan sehingga produksi dapat dipertahankan. Pekerjaan awal ini sangat mempengaruhi kualitas hasil buah yaitu kastersi / tunas pasir.

diposkan oleh perkebunan di 11:36 1 komentar ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. dan penyakit busuk pucuk (spear rot). tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). rayap. penyakit busuk pangkal batang (ganoderma). tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. 1. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. Ulat Api dan Ulat Kantong Serangan hama ulat api dan ulat kantong (ulat pemakan daun kelapa sawit) telah banyak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dengan terjadinya eksplosi dari waktu ke waktu. tikus. serta babi hutan. . penyakit busuk tandan buah (marasimius). Tanah gambut (lebih satu meter dalam). ulat kantong. PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. Jadi sudah seyogyanya jika ingin sukses dalam usaha perkebunan kelapa sawit. kumbang Adorektus dan Apogonia.Secara ekonomis biaya pengendalian melalui deteksi dini terhadap hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dipastikan akan jauh lebih rendah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. pengelola harus mengetahui hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. Hama dan Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit diantaranya ulat api. Sedangkan penyakit yang menjadi masalah pada tanaman kelapa sawit diantaranya penyakit daun pada pembibitan. Hal ini menyebabkan kehilangan daun (defoliasi) tanaman yang berdampak langsung terhadap penurunan produksi.

Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:     Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang.Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera.0 Pueraria phaseoloides 1. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4. masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang.6 . khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). Jika mempunyai tapak semaian sendiri. Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit.1 Calopogonium caeruleum 0. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). keadaan tanah (curam atau rata). Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. hutan atau kawasan tanam semula. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan.

Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau.  Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar. Lazimnya.200g baja Fosfat didalam lubang. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.5 (28) 8.    Taburkan 150g . Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik.7 (29) Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) . jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Jumlah Pokok Meter (Kaki) 8.     Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam.

solum cukup dalam (80 cm).0 (30) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA . pH tanah 4-6.9. Tanah Latosol. permukaan air tanah cukup dalam. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah. Berdrainase baik. Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. air dan cahaya matahari. Media Tanam Tanah yang baik mengandung banyak lempung. Ultisol dan Aluvial.2. Temperatur optimal 24-280C.000 mm. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan. III. PENDAHULUAN Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. 2. SYARAT PERTUMBUHAN 2. tanah gambut saprik. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. diposkan oleh perkebunan di 11:34 0 komentar BUDIDAYA KELAPA SAWIT BUDIDAYA KELAPA SAWIT I. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. II.500-4. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). Curah hujan tahunan 1. dan tanah tidak berbatu.1. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas. PT.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit. baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. beraerasi baik dan subur.).

1. minggu ke 38 & 40 (20gr). 26 & 28 (12gr). Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut : Pupuk Makro Minggu ke 2 & 3 (2 gram). minggu ke 10 & 12 (8gr) Mingu ke 14. 3. 29 & 31 (8gr) Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).1. Tanah di polibag harus selalu lembab. Teknik Penanaman 3. minggu ke 6 & 8 (6gr).1. minggu ke 27.2. Pembibitan 3. Penyemaian Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1.11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak.5-2. siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0. Sebelum bibit ditanam.1. 15. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman 3.2.3. 32. Bibit tidak normal. Minggu ke > 12-12-17-2 22. 24. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. > 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr). Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm.2. 34 & 36 (17gr). 16 & 20 (8 gr). Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan. minggu ke 4 & 5 > 15-15-6-4 (4gr). Penentuan Pola Tanaman Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Pemeliharaan Pembibitan Penyiraman dilakukan dua kali sehari. > POC NASA Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk.5 tutup per liter air. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena . minggu ke 23 & 25 (6gr).1. minggu ke 30. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm.

Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Pemupukan Anjuran pemupukan sebagai berikut : Pupuk Makro .3. Sehari sebelum tanam. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.3. 3. 3.1. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Cara Penanaman Penanaman pada awal musim hujan. Penyulaman dan Penjarangan Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas.2. kimia dan biologi tanah. dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1.5 m dari sisi lereng. 3. setelah hujan turun dengan teratur. Areal berbukit. Populasi 1 hektar + 135145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.2. 3.2.3. 3. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.dapat memperbaiki sifat-sifat fisika.2. Jarak 9x9x9 m. mencegah erosi.3. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. Pemeliharaan Tanaman 3.3. siram bibit pada polibag. Penyiangan Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah.3.

60 dst 40 kg/ha TSP MOP/KCl Kieserite Borax NB. setiap 3 – 4 bulan sekali b. 12. Bulan ke 42. Bulan ke 42. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3. Bulan ke 48 & 60 750 kg/ha 1. Bulan ke 6. 24. 12. 48. 30 & 36 225 kg/ha 2. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA Tahap 1 : Aplikasikan 3 . Dosis 3-4 tutup/ pohon Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. 12. 30 & 36 20 kg/ha 2. Bulan ke 6.April). 48. 54. 54. 60 dst 1200 kg/ha 1. 24. 18. 48. 30 & 36 200 kg/ha 2. 54. Dosis 3-4 tutup/ pohon Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman.Urea 1. Bulan ke 6. 24. 18.) . 18. Bulan ke 6. setiap 4 . Bulan ke 42. 18. 48. 30 & 36 75 kg/ha 2.5 bulan sekali >36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. Bulan ke 42.4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. 12. POC NASA a. Bulan ke 6. 60 dst 600 kg/ha 1.2. 18. 24.3. 54. 24. 60 dst 1000 kg/ha 1. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret. 12. 30 & 36 115 kg/ha 2. Dosis POC NASA mulai awal tanam : 0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang.

3. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. 3.3. Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka. dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga. bentuk buah lebih sempurna. produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.3. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. b. semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer. warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar. 2. Bak seludang bunga. Penyerbukan Buatan Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah. c.5. Pemangkasan Daun Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu: a. Pemangkasan pasir Membuang daun kering. Kastrasi Bunga Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan. Cara penyerbukan: 1.6. buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan. 3. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Penyerbukan oleh manusia Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). b. Pemangkasan pemeliharaan Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai. a. Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium.4. .3. Pemangkasan produksi Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.

b. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810. pemberian air irigasi di musim kemarau. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak.4.1. Bagian diserang akar.2. Dry Basal Rot Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Gejala: pelepah mudah patah. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.3. Penyakit a. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki . Bagian diserang adalah daun. Bagian diserang daun. daun membusuk dan kering. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR. Garis Kuning Penyebab: Fusarium oxysporum. penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit. daun mengering. Bagian yang diserang adalah daun.4. 3. terjadi pembusukan akar. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO. b. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal. Hama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun. Hama dan Penyakit 3. Root Blast Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja.4. Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. tanaman dewasa layu dan mati. . Hama a. Bagian diserang batang. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona. c. daun muda mati dan kering.

5 . . Panen 3. hingga kadar air naik menjadi 24%.5. Minyak sawit selain digunakan sebagai minyak makanan margarine. . asalkan gembur.1. . lilin dan dalam pembuatan lembaran-lembaran timah serta industri kosmetik . Umur Panen Mulai berbuah setelah 2. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.5.Kemudian biji direndam dalam air mengalir selama 6 hari.Suhu optimal 26°C.Kelembaban rata-rata 75 %. .5 tahun dan masak 5.5 bulan setelah penyerbukan.Biji dipanaskan dalam germinator selama 60 hari dengan suhu tetap 39oC dan kadar air 18%.pH tanah antara 5. diposkan oleh perkebunan di 11:33 0 komentar B U D I D AYA KELAPA SAWIT B U D I D AYA KELAPA SAWIT Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan. Yahim – Sentani – Jayapura Oktober 1992 Agdex: 161/20 Kelapa sawit ( Elaeis guinensis jacg ) adalah salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil.Curah hujan minimum 1000-1500 mm /tahun. dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. SYARAT -SYARAT TUMBUH .7. terbagi merata sepanjang tahun.0. .3. sedikitnya 60% buah telah matang panen. kaya akan humus dan tidak mempunyai lapisan padas. 112/92 Diterbitkan oleh : Balai Informasi Irian Jaya Jl. . . dapat juga digunakan untuk industri sabun.Dapat tumbuh pada bermacam-macam tanah. PEMBIBITAN a. . Pengecambahan Biji. aerasi dan draenasenya baik.

Lobang tanam ditutup kembali dan jangan dipadatkan. 2 minggu sebelum tanam dengan jarak 9 x 9 x 9 m membentuk segitiga sama sisi. daunnya dipotong untuk mengurangi penquapan. . Persemaian dan Pembibitan .5 m . . .Kecambah yang tumbuh normal dan sehat.2 mm.Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan tanaman . PEMELIHARAAN TANAMAN . .Tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 1 kg/lobang. b. .Lakukan penyiraman polybag sebelum penanaman kecambah dan selanjutnya pada setiap pagi dan sore setelah penanaman. .Buatlah lobang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm. PENANAMAN .Lahan diolah sebaik mungkin.Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan..Masukkan bibit ke dalam lobang dengan hati-hati dan kantong plastik dibuka. . tumbuhnya lurus serta bakal daun dan bakal akarnya berlawanan arah.Isilah polybag dengan tanah lapisan atas yang dibersihkan dari kotoran dan dihancurkan sebelumnya. PERSIAPAN LAHAN . biji mulai berkecambah.Kecambah dipindahkan kekantong plastik ukuran 14 x 22 cm dengan tebal 0. . .Selanjutnya biji dikeringkan selama 3 jam dalam ruangan yang teduh.Biji yang belum berkecambah pada umur 30 hari dibuang saja. dibersihkan dari semak-semak dan rumput-rumput liar.Setelah bibit berumur 3 bulan dipindahkan kedalam polybag yang besar dengan ukuran 40 x 50 cm. .Bibit yang tingginya lebih dari 150 cm. tebal 0.Buatlah naungan persemaian setinggi 2. . .Biji dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 38 x 39 cm sebanyak 500 biji. kemudian ditutup rapat .08 mm.Setelah 10-14 hari. .Buatlah lobang tanam sedalam 3 cm. warnanya kekuning-kuningan. tidak boleh diinjak-injak agar tidak terjadi kerusakan.Lobang ditimbun dengan tanah.

PANEN . minyak industri. Mg.Cara panen dengan memotong tandan buah. mempermudah penyerbukan alami.Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3 tahun dan selalu dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar. . Bo per Ha/tahun. Metisaplama.Sedangkan pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM).Potonglah daun yang sudah tua. Sedangkan penyakitnya busuk tandan Marasmius sp. P. maupun bahan bakar (biodiesel). kebutuhan pupuk berkisar antara 400 .Pemanenan dilakukan 1 kali seminggu. . Dasna trina.Dipilih tandan yang buahnya sudah masak dengan tanda adanya sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ). K. .Hama-hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Ulat Kantong.Telah dapat menghasilkan pada umur 30 bulan setelah tanam. .Anjuran pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seperti pada tabel 1.1000 kg N.Penyiangan gulma dilakukan 1bulan sekali. . Setora nitens. Hama ulat kantong dikendalikan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif metamidofos 200/liter atau 600 g/liter. memudahkan panen dan mengurangi penguapan. . . agar penyebaran cahaya matahari lebih merata. Sumber : Dinas Perkebunan Dati I Propinsi Irian Jaya diposkan oleh perkebunan di 11:31 0 komentar Kelapa sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak.Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainage. .Lakukan pemupukan 2 kali dalam satu tahun. . Mahasena Coubessi dan Ulat Api. Thosea asigna.Perkebunannya menghasilkan . pada awal dan akhir musim penghujan dengan cara menyebar merata di sekitar piringan tanaman. hama ulat api dengan insektisida yang mengandung bahan aktif permetrin 20 g/liter dan monokrotofos 600 g/lite.baru yang seumur dengan tanaman yang mati.Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar sebanyak 60%. . . .

Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh. hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. dan Sulawesi. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. == Pemerian botani == African Oil Palm (Elaeis guineensis) Kelapa sawit berbentuk pohon. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. pantai timurSumatra. ungu.keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Buah bergerombol .Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping.Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Tingginya dapat mencapai 24 meter.Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. Jawa. Seperti jenis palma lainnya. daunnya tersusun majemuk menyirip. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelahMalaysia.

yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. Pisifera. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing- . yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU . oleifera. Minyak dihasilkan oleh buah. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujanstabil.15° LS). E.dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah.Buah terdiri dari tiga lapisan:*Eksoskarp. guineensis danE. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. dan Tenera. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. kandungan asam lemak bebas (FFA. yang terdiri dari    Dura. serabut buah *Endoskarp. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%.=== Syarat hidup ===Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Setelah melewati fase matang.*Mesoskarp. 20002500 mm setahun. bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi Tipe kelapa sawit Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. cangkang pelindung intiInti sawit (kernel. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalancangkang. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif.

margarin. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. bila masak berwarna merah kehitaman. rendah kolesterol. Daging buahnya padat. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng. kulit dan industri farmasi. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. sabun. Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%. dan memiliki kandungan karoten tinggi. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam.masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. radio. . industri baja. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah. bercabang banyak. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi. kawat. dan lilin. Untuk pembibitan massal. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. Bunga dan buahnya berupa tandan. Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika.[1] Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. sekarang digunakan teknik kultur jaringan. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang.sabun. mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya. [sunting] Hasil tanaman Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan. Buahnya kecil. kosmetika.

Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911. Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang.[sunting] Sejarah perkebunan kelapa sawit Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belandapada tahun 1848. Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup. dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia). Hingga menjelang pendudukan Jepang. Di Malaya. maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura". Malaya pada 1911-1912. dengan ketinggian sekitar 12m. Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) danAceh. dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS). Schadt. sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli. perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran. yang lalu diikuti oleh K. Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dariAfrika. Kuala Selangor. Semenjak pendudukan Jepang. .[2] Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruhmiliter) yang tidak berhasil meningkatkan hasil. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor.Sumatera Utara dan di Rantau Panjang. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif. Pada tahun 1911. Luas areal perkebunan mencapai 5. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industripertengahan abad ke-19. seorang Belgia. kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet.123 ha. produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940.

maka berbagai faktor pembatas lahan dapat diatasi secara dini. ambang kritis serangan tikus di perkebunan kelapa sawit sebesar 10%. Evaluasi kesesuaian lahan didahului oleh kegiatan survei dan pemetaan tanah untuk mendeskripsikan satuan-satuan lahan. Biaya pengendalian serangan tikus dengan burung hantu hanya berkisar 50% dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi. sehingga akan meningkatkan biaya pengelolaan kebun. Pada umumnya penanggulangan serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida). khususnya untuk mencapai produktivitas tanaman sesuai dengan potensi lahannya. kemudian menjadi dewasa setelah berumur 8 bulan. * * * . Burung hantu mampu bertelur 2-3 kali dalam setahun. Pembangunan kebun kelapa sawit yang tidak didahului dengan evaluasi kesesuaian lahan akan menimbulkan banyak masalah pada waktu mendatang.diposkan oleh perkebunan di 11:24 0 komentar kelapa sawit kelapa sawit Evaluasi Lahan * Tahap awal dari pembukaan perkebunan kelapa sawit adalah melakukan evaluasi lahan. Penggunaan burung hantu sebagai musuh alami merupakan satu alternatif penanggulangan hama tikus di perkebunan kelapa sawit yang sangat efektif dan efisien. Evaluasi kesesuaian lahan didasarkan pada penilaian beberapa karakteristik lahan yang disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit. Apabila evaluasi kesesuaian lahan dilakukan. Hasil evaluasi kesesuaian lahan bermanfaat dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. Sementara itu. Namun cara ini dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan dianggap tidak ekonomis. Telur yang dihasilkan bervariasi antara 4–19 butir. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan terhadap satuan lahan yang telah ditetapkan berdasarkan hasil survei tanah. Predator ini mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5%. bergantung pada ketersediaan makanan. khususnya yang berkaitan dengan kultur teknis. Seekor burung hantu mampu memangsa tikus 2–5 ekor sehari. * * Pengendalian Hama Tikus dengan Burung Hantu * Burung hantu (Tyto alba) merupakan predator tikus yang sangat potensial pada perkebunan kelapa sawit.

sedangkan jamur Cordyceps aff. seperti munculnya resistensi dan resurgensi hama. ramah lingkungan. yaitu virus ßNudaurelia. multi plenucleopolyhedrovirus (MNPV). dan tempat berkembang biaknya. Penggunaan feromon sebagai insektisida alami sangat efektif. sehingga permasalahan hama menjadi lebih rumit. militaris efektif untuk kepompong hama tersebut.5 DC dan Matador 25 EC) dalam pengendalian ulat api di perkebunan kelapa sawit. dan jamur Cordyceps aff. militaris.Pengendalian Hayati Ulat Api Menggunakan Entomopatogenik * Pengendalian hayati ulat api Setothosea asigna pada kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme entomopatogenik. dan lebih murah dibandingkan teknik pengendalian konvensional. * * * Feromon untuk Pengendalian Kumbang Tanduk * Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) umumnya menyerang tanaman kelapa sawit muda dan dapat menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama menghasilkan hingga 69%. efisien. misalnya Decis 2. Feromon merupakan bahan yang mengantarkan serangga pada pasangan seksualnya. Virus ß Nudaurelia dan MNPV efektif mengendalikan ulat. Mikroorganisme entomopatogenik tersebut merupakan sarana pengendalian hayati yang efektif. Komponen utama feromon sintetis kumbang tanduk adalah etil-4 metil oktanoat. Hal itu disebabkan harga feromon yang murah dan cara aplikasi di lapangan * * . Biaya pemanfaatan feromon hanya 20% dari biaya aplikasi insektisida dan pengutipan kumbang secara manual. kumbang tanduk juga mematikan tanaman muda sampai 25%. tanaman inang. Pengendalian ulat api menggunakan bahan alami terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan insektisida kimia sintetis. Feromon tersebut dikemas dalam kantong plastik. Penggunaan insektisida kimia sintetis selama ini justru seringkali menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. dan aman terhadap lingkungan. mangsanya. Pemanfaatan mikroorganisme entomopatogenik dapat mengurangi atau bahkan menggantikan insektisida kimia sintetis (semua jenis insektisida golongan piretroid sintetis. dengan biaya pengendalian hanya 7% dari biaya pengendalian secara kimiawi. Di samping itu.

* * * * Tanaman kelapa sawit yang terserang busuk pangkal (Ganoderma boninense) (a). Serangan BPB dapat terjadi sejak bibit sampai tanaman tua. dan tanaman kelapa sawit yang teraplikasi dengan biofungisida Marfu-P selama 6 bulan (b). Biofungisida Marfu-P banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit milik negara dan swasta. Busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit dapat dikendalikan dengan menggunakan biofungisida Marfu-P. Harga biofungisida Marfu-P hanya sebesar Rp4. Aplikasi limbah cair memiliki keuntungan antara lain dapat mengurangi biaya pengolahan limbah cair dan sekaligus . Ganoderma pada akar kelapa sawit dan pada potongan akar karet sudah melapuk setelah 3 bulan perlakuan Trichoderma. Manfaat yang diperoleh dengan adanya aplikasi biofungisida Marfu-P adalah pengendalian BPB bersifat ramah lingkungan. tetapi gejala penyakit biasanya baru terlihat setelah bibit ditanam di lapangan. Bahan aktif yang digunakan untuk biofungisida Marfu-P adalah sporakonidia dan klamidospora jamur Trichoderma koningii (isolat MR 14). Hasil uji aplikasi Marfu-P menunjukkan bahwa satu bulan setelah perlakuan masih dijumpai adanya Ganoderma dan Trichoderma pada potongan akar yang sama.tidak banyak membutuhkan tenaga kerja. Harga satu sachet feromon sebesar Rp75. boninense bersifat saprofit (dapat hidup pada sisa tanaman) dan akan berubah menjadi patogenik apabila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit yang tumbuh di dekatnya. Biofungisida Marfu Pengendali Jamur Ganoderma boninense Penyebab busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit adalah Ganoderma boninense yang merupakan jamur tanah hutan hujan tropis. Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit * Limbah cair pabrik kelapa sawit dapat digunakan sebagai pupuk. sehingga bahaya pencemaran lingkungan oleh insektisida kimiawi dapat dihindari.000/kg. Jamur G.000.

6 mm ekuivalen curah hujan (ECH)/ha/bulan atau 126 m3/ha/bulan. satu unit thresher dengankapasitas 1.5 kg urea. Ukuran flatbed adalah 2.500–5.500 m2. PKS mini dirancang khusus untuk perkebunan kelapa sawit dengan luas 160-300 ha. Namun investasi ini diikuti dengan peningkatan produksi TBS dan penghematan biaya pupuk sehingga penerimaan juga meningkat. aplikasi limbah cair juga akan mengurangi biaya pengolahan limbah.5 m x 0. Kolam anaerobik primer * Metode aplikasi limbah cair yang umum digunakan adalah Pengaliran limbah cair PKS dengan sistem flatbed sistem flatbed.000 mg/l yang berasal dari kolam anaerobik primer. 3.0 kg MOP. Di samping itu. yaitu satu unit boiler yang mampu menghasilkan 600 kg uap/jam dengan tekanan 3 kg/cm. satu unit double screw press mini. 0. Kandungan hara pada 1m3 limbah cair setara dengan 1. yaitu dengan mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi dan selanjutnya ke parit primer dan sekunder (flatbed). * Parit sekunder pada aplikasi limbah cair sistem flatbed * * Pabrik Kelapa Sawit Mini * Pabrik kelapa sawit (PKS) mini merupakan salah satu teknologi alternatif pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 0.6 mm ECH/ha/bulan dapat menghemat biaya pemupukan hingga 46%/ha. dan hanya memerlukan lahan 2.25 m.berfungsi sebagai sumber hara bagi tanaman kelapa sawit. dan 1.2 kg kieserit.000 kg TBS/jam. sehingga areal yang dapat diaplikasi sekitar 100-120 ha. * Kualifikasi limbah cair yang digunakan mempunyai kandungan BOD 3. Penggunaan limbah cair mampu meningkatkan produksi TBS 16-60%. PKS mini sangat mudah dioperasikan. Aplikasi limbah cair 12. PKS M-1000 terdiri atas delapan unit peralatan pengolahan. dua unit steriliser. Pembangunan instalasi aplikasi limbah cair membutuhkan biaya yang relatif mahal. menggunakan limbah sawit sebagai bahan bakar. Limbah cair tidak menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap kualitas air tanah di sekitar areal aplikasinya.5-1 ton TBS/jam. satu unit tangki * . Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton/jam akan menghasilkan sekitar 480 m3 limbah cair per hari. hanya memerlukan tenaga kerja 6 orang/shift. Dosis pengaliran limbah cair adalah 12.3 kg SP-36.5 m x 1. Limbah cair pabrik kelapa sawit telah banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit baik perkebunan negara maupun perkebunan swasta.

dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) yang dibuat dengan bahan baku minyak kedelai dan minyak biji kapas yang terhidrogenasi parsial. * * Unit pengolahan pabrik kelapa sawit mini: boiler (a). NPV= Rp708. fibrating screen (i). screw press (d). satu unit tangki penampung minyak. thresher (c). satu unit deperikarper dengan kapasitas 200 kg biji+serat/jam. dan tangki penampungan (j) Palm Baking Shortening * Shortening dari fraksi minyak sawit merupakan suatu formula yang mempunyai karakteristik mirip dengan produk shortening komersial Shortening dari minyak sawit (a). serta satu unit nut cracker dengan kapasitas 500 kg biji/jam. usaha perkebunan besar skala kecil. clarification tank (e).305.klarifikasi dengan kapasitas 1. digester (f). Selain itu. dan usaha perkebunan skala menengah yang ongkos angkut TBS ke PKS lebih dari Rp75/kg TBS. harga TBS yang dihasilkan petani menjadi bersaing sehingga pendapatanpetani bertambah.150/kg.23/kg TBS dengan asumsi harga CPO Rp3. .4/kg. ripple mill (h). tandang kosong sawit (TKS) yang merupakan limbah padat PKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik. Teknik pendekatan formulasi dilakukan berdasarkan sifat fisika dan kimia produk komersial yang digunakan sebagai acuan. fruit elevator (g). Manfaat yang diperoleh petani kelapa sawit dengan adanya PKS M-1000 adalah petani lebih mudah melakukan pemasaran TBS. Sasaran pengembangan PKS M-1000 adalah kelompok pekebun kecil kelapa sawit swadana. dan forula lain yang mempunyai karakteristik mirip dengan shortening yang dibuat dari lemak hewani. * Dengan biaya investasi PKS M-1000 sebesar Rp1. payback period= 3 tahun.000. inti Rp1. PKS Mi-1000 secara ekonomis layak diusahakan dengan parameter ekonomi sebagai berikut: IRR= 24.5 miliar.200 liter.18. biaya pengolahan TBS menjadi crude palm oil (CPO) adalah Rp368.78%.675/kg dan harga beli TBS Rp567. B/C= 1. sterilizer (b).

* Produk shortening yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) tanpa melalui proses hidrogenasi. tanpa pewarna dan tanpa pengawet buatan. Tingkat konsumsi * Minyak makan merah(a). Harga minyak makan merah di Malaysia berkisar RM10/liter setara dengan Rp25. sehingga bebas dari lemak trans yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker (karsinogenik). penundaan penuaan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan minyak sawit untuk industri shortening dalam dan luar negeri. Minyak makan merah kaya akan karoten (± 440 ppm) dan vitamin E (± 500 ppm) yang sangat esensial untuk kesehatan. Teknologi proses minyak makan merah yang dikembangkan oleh PPKS tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Produk juga tidak menggunakan campuran bahan baku lemak hewani sehingga bebas dari kolesterol. yaitu sebagai sistem kekebalan tubuh. Minyak makan merah dapat diaplikasikan pada minyak salad dan bahan nutrifikan pangan (margarin. selai kacang). * Shortening dari minyak sawit (a). Minyak makan merah dapat digunakan sebagai sumber vitamin A dan E.. mi instan. dan aplikasi minyakmakan merah pada produk margarin (b) * * .000/liter. Biaya produksi minyak makan merah yang dikembangkan PPKS sekitar Rp5. sehingga aman dikonsumsi dan mudah dikembangkan pada skala industri kecil.000/liter. dan pencegahan kanker. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) Minyak Makan Merah * Minyak makan merah adalah minyak alami hasil pengolahan lanjut CPO. antioksidasi. Palm baking shortening dari minyak sawit dapat memberikan alternatif baru bagi produsen shortening dalam memilih bahan baku.

Kompos dari Tandan Kosong Kelapa Sawit * Teknologi produksi kompos dari tandan kosong sawit (TKS) merupakan satu teknologi pengolahan limbah yang sekaligus dapat mengatasi masalah limbah padat dan limbah cair di PKS. * Proses pembalikan kompos tandan kosong sawit (a) dan kompos tandan kosong sawit kering (b). tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). Pada akhir pengomposan yang berlangsung selama 6-8 minggu.2% dari konsumsi minyak per hari. maka biaya produksi kompos adalah Rp150/kg. diposkan oleh perkebunan di 11:19 0 komentar CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. . kompos diayak dan dikemas.28 miliar/tahun sebelum pajak. Dengan harga jal kompos bulk Rp400/kg. * Total biaya investasi produksi kompos dari TKS berkisar Rp4 miliar untuk PKS dengan kapasita 30 ton TBS/jam. mengkonsumsi minyak makan merah 12 g/hari atau 29.minyak di Indonesia per kapita per tahun adalah 15 kg atau setara dengan 41 g/hari. TKS yang telah dicacah ditumpuk di atas lantai semen pada udara terbuka atau di bawah atap. keuntungan langsung yang diperoleh sebesar Rp366/kg atau sekitar Rp2.000 RE (retinol equivalent). Tumpukan dibalik 3. Proses pengomposan TKS dimulai dengan pencacahan TKS dengan mesin pencacah. sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa. Dengan asumsi produksi kompos per hari 60 ton.5 kali seminggu dengan mesin pembalik BAKHUS dan disiram dengan limbah cair PKS. Dengan demikian. Penerapan teknologi ini memungkinkan PKS untuk menerapkan konsep zero waste yang berarti tidak ada lagi limbah padat dan cair yang dibuang. Kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa sekitar 800-1.

Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. hutan atau kawasan tanam semula. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang.Tanah gambut (lebih satu meter dalam). Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. Jika mempunyai tapak semaian sendiri. . Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:  Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. keadaan tanah (curam atau rata). jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang.

Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan.   Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter.6   Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan.    Taburkan 150g . PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam.1 Calopogonium caeruleum 0. . Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan.200g baja Fosfat didalam lubang. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.    Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.0 Pueraria phaseoloides 1. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4.

pengendalian gulma lebih banyak menggunakan cara manual yaitu dengan mencabut/membersihkan gulma secara langsung dengan tangan/kored. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengaturan tanaman penutup tanah yang melilit batang karet. Dengan cara demikian maka kegiatan pemeliharaan selanjutnya dan penyadapan dapat dilakukan dengan mudah. Lazimnya.7 (29) 9.25. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Meter (Kaki) 8. Cara pengendalian dengan menggunakan herbisida hanya dilakukan secukupnya saja.blogspot. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah. Pengetahuan Umum. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Pada masa TBM. air dan cahaya matahari. Pada tahap awal. 2010 in Aspek Teknis Usaha. daerah di sekitar pangkal batang dibebaskan dari gulma.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. Usaha Perkebunan Pengendalian gulma. diposkan oleh perkebunan di 11:09 0 komentar http://teguhpranoto1991.0 (30) Jumlah Pokok Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun.5 (28) 8. . Pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan dipusatkan di sekitar barisan tanaman.com/ Pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam usaha Budidaya Tanaman Karet Apr. Dengan bertambahnya umur tanaman pada daerah yang dibebaskan dari gulma adalah daerah 1 meter sebelah kiri dan kanan barisan tanaman.

5 m dipotong/dibuang sehingga batang tanaman akan tumbuh dengan baik (tinggi dan lurus). maka pada daerah perakaran tanaman diberikan mulsa jerami. Pemeliharaan jalan produksi. Jika dirasa perlu. 2. Dari beberapa penelitian perlakuan ini akan mengurangi evapotranspirasi. Untuk mengetahui akan terjadinya serangan hama/penyakit sejak awal maka perlu dilakukan pengontrolan tanaman secara rutin (early warning system). dapat diberantas penyemprotan larutan KOC. dapat diberantas dengan sistem fogging menggunakan Daconil atau fungisida lainnya. Pada kondisi khusus (curah hujan tinggi) dapat saja .1% atau Daconil 75 wp dengan konsentrasi 0.5 m. Penyakit yang sering menyerang tanaman karet pada umumnya adalah rayap (Coptotermes sp). maupun TM disajikan pada Tabel di bawah ini. 2. Cendawan akar merah (Ganoderma pseudoferrum) dapat diberantas dengan collar protectant. Pembentukan bidang sadap. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin dengan memperhatikan tingkat serangan yang terjadi. Cendawan akar putih (Rigidonporus lignosus). Pada tanaman belum menghasilkan lebih banyak mengalami serangan penyakit dari pada hama.1. misalnya Cabak dengan konsentrasi 0. Sensus dan konsolidasi tanaman. Dosis pupuk bagi TB. jika menyerang TM. Kegiatan sensus tanaman akan terus dilakukan sampai tanaman menghasilkan. (gram/pohon)……… TB 50 100 25 50 TBM 1 236 100 100 118 50 50 TBM 2 333 267 150 160 123 75 TBM 3 381 267 200 175 128 92 TBM 4 429 333 200 188 147 88 TBM 5 476 333 200 200 140 84 TM 1 – 524 333 350 265 170 175 25 Irigasi dan pemberian mulsa. Untuk klon yang sulit membentuk cabang/tunas maka dilakukan pemenggalan (topping) pada ketinggian 2. Sensus tanaman bertujuan untuk mengetahui jumlah dan kondisi tanaman yang ada di lapang. Penyakit jamur upas (Corticum salmonikolor) dapat diberantas dengan Calixin Ready Mix 2%. 1. Untuk mengurangi tingkat evapotranspirasi di sekitar pertanaman. Dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah tanaman yang harus disulam (konsolidasi tanaman). Pembentukan bidang sadap dilakukan dengan dua cara di bawah ini. Penyakit daun Gloesporium pada TBM.2 % atau Difolan 4F konsentrasi 1 – 2 %. sedangkan penyulaman hanya dilakukan sampai tanaman berumur 4 tahun.3%. Pemupukan pada TBM berfungsi untuk mempercepat tanaman mencapai matang sadap. Pupuk ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Penyakit bidang sadapan Mouldyrot dapat diberantas dengan Benlate konsentrasi 0.1 sampai 0. Penyakit bidang sadapan kanker garis (Phytophora palmivora) diberantas dengan Difolatan 4 F konsentrasi 2 – 4 %. Sementara itu hama Kuuk (Exopholis hypoleuca) dapat diberantas dengan Basudin 10 G. 5. Semua tunas yang tumbuh di bawah ketinggian 2. dapat diberantas dengan Fomac 2 atau Shell Collar Protectant atau Calixin Collar Protectant. 4.5 m atau penguncupan (pengikatan daun-daun dalam satu payung) pada ketinggian 2. Dengan cara demikian diharapkan akan tumbuh tunas dan menghasilkan bidang sadap yang baik.2%. 3. Pengendalian hama dan penyakit. Pada cara ini terdapat tim yang bertugas mengidentifikasi tingkat serangan dan tim pengendalian serangan hama/penyakit. K dan Mg dengan dosis sesuai anjuran daerah setempat. Kebutuhan Pokok SPUmur Urea SP-36 KCl Urea KCl 36 Tanaman …… …… (gram/pohon)……. Pemupukan.1 – 0. Untuk klon yang cenderung membentuk cabang digunakan cara pembuangan tunas. penggunaan pupuk daun juga dapat dilaksanakan. Sementara itu. TBM. Pemberian mulsa ini dapat dilakukan sejak awal tanaman ditanam di lapang sampai tajuk tanaman sudah saling menutup. P. Penyakit tanaman karet lainnya yang seringpula ditemukan pada antara lain. menurunkan suhu tanah dan meningkatkan ketersediaan air dalam tanah. Pemeliharaan jalan secara rutin dilaksanakan dengan selang/rotasi pemeliharaan 6 bulan sekali. Pada umumnya unsur yang diberikan adalah N. 6. yang dapat diberantas dengan menggunakan Chlordane 8 EC atau Basudin 6 0 EC dengan konsentrasi 0. Pemberian irigasi pada tanaman belum menghasilkan jarang sekali dilakukan.

pemeliharaan TBM karet (38). Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Pengukuran lilit batang.BPOM. Tanaman karet baru dapat disadap jika (1) lilit batangnya pada ketinggian 1 m dari pertautan lebih besar atau sama dengan 45 cm dan (2) 60% dari populasi. perawatan tbm (4). Technorati : Pengelolaan Tanaman. MAU ? METODE ALAMIAH TAMBAH UKURAN VITAL FOREDI ANTI EJAKULASI DINI BIKIN ISTRI KETAGIHAN! FOREDI ATASI EJAKULASI DINI REKOMENDASI BOYKE www.perbaikan/peningkatan mutu jalan dilakukan di luar jadwal yang telah ditentukan. Secara umum setiap tahun lilit batang tanaman karet akan bertambah antara 10 sampai 12 cm.indikator-forex. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Pemeliharaan jalan ini dapat berupa penimbunan/pemadatan. MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU KumpulBlogger. MAU ? MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA GASA REKOM BOYKE UNTUK EREKSI KERAS LEBIH 95RIBU KENCENG! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN.Rekom Boyke.com : pemupukan karet tbm (89). pengendalian gulma pada tanaman belum . pemeliharaan tbm (8). Pengukuran lilit batang dilakukan untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman dan terutama untuk menentukan waktu matang sadap. TBM TANAMAN KARET (7).icio.com BISNIS ONLINE UNTUK PEMULA MODAL HANYA 25RIBU 1X SEUMUR HIDUP GASA HERBAL UNTUK EREKSI KERAS ISTRI KETAGIHAN! Foredi Utk Tahan Lama Sex. sensus tanaman perkebunan (10). Dengan dilakukannya pengukuran lilit batang ini dapat dipersiapkan jumlah peralatan dan tenaga kerja penyadap yang diperlukan. tanaman belum menghasilkan (35). Pengukuran ini secara rutin dilakukan 6 bulan sekali pada semua tanaman yang ada di lapangan.com Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM. budidaya pengolahan tanaman sawit dan karet (8). Tanaman belum menghasilkan karet(5). pemeliharaan karet TBM (11). usaha Budidaya Tanaman Karet Flickr : Pengelolaan Tanaman. pemupukan tbm karet (23). pupuk karet (16). sensus tanaman karet (12). Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). pemeliharaan tanaman sawit (5).us : Pengelolaan Tanaman. TBM karet (13). sensus tanaman kopi(7). usaha Budidaya Tanaman Karet Del. usaha Budidaya Tanaman Karet FOREDI UTK TAHAN LAMA SEX REKOMENDASI BOYKE! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). usaha Budidaya Tanaman Karet Zooomr : Pengelolaan Tanaman. pemeliharaan saluran dan perbaikan badan jalan. pemeliharaan tanaman karet belum menghasilkan (10). sensus tanaman (25).

kebutuhan pupuk karet tbm (1). Cara pembasmi rayap pd tanaman karet (1). teknik toping pada pohon karet (1). Obat rayapuntuk tanaman sawit usia lima tahun (1). Mengapa mulsa jerami di berikan pada daerah perakaran (1). Pemeliharaan karet tanaman belum menghasilkan (1). Upaya mempersingkat tanaman belum menghasilkan tanaman karet (1). pemupukan pohon karet (1). penyakit batang pada TBM 3 tanaman karet (1). cara topping tanaman durian (1). tanaman belum menghasilkan pelakuannya secara akuntansi (1). pengendalian gulma dengan cara irigasi (1). tbm (tanaman karet) (1). sensus tanaman manghasilkan (1). umur pemenggalan karet (1). jurnal pada akuntansi tanaman belum menghasilkan (1). Cara mempercepat lilit batang karet (1). 2. 5. metode pengolahan tanaman sawit (1). pembentuka cabang pada tanaman karet (1). pemupukan tbm (1). Cara perawatan tanaman karet TBM (1). Tanaman belum menggasil kan (1). peraturan tanaman belum menghasilkan (1). mengatasi hama rayap durian (1). kesimpulan makalah karet(2). pengendali hama rayap putih di tanaman karet (1). karet belum menghasikan (1).mengatasi rayap dipohon sawit (1). Cara memberantas rayap pada tanaman karet (1) 1. www cara mengatasi hama rayap pd karet com (1). Artikel Terkait: Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun) PERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET http://binaukm. Penjelasan tentang pemberian Perlakuan khusus pada tanaman (1). Pemupukan dan Merawat pohon karet (2). metode sensus pohon (1). Dosis anjuran umum pemupukan tanaman karet tbm dan tm (1).Cara pemeliharaan dan pemupukan pohon karet (1). sensus pada tanaman teh (1). 4. Teknik pempercepat lilit batang karet (1).menghasilkan dan tanaman menghasilkan (2). Dosis pemupukan tanaman karet TM dan TBM (1). 3. toping tanaman teh (1).com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belum-menghasilkan-tbm-dalam-usahabudidaya-tanaman-karet/ . cara sensus tanaman (1). Rekomendasi pemupukan karet TBM(1). pupuk sawit tbm (1). binaukm com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belummenghasilkan-tbm-dalam-usaha-budidaya-tanaman-karet/ (2). perlakuan akuntansi untuk tanaman yang belum menghasilkan (1). gulma terdapat di tm apa di tbm (1). Penyakit pada karet TBM (1).

Penyiangan Areal 1. bebas lalang W3 : 70% kacangan + 30% gulma lunak. Terdiri atas : TBM 0: menyatakan keadaan lahan sudah selesai dibuka.PERAWATAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN A.    kacangan TBM 1 : tanaman pada tahun ke I ( 0-12 bulan ) TBM 2 : tanaman pada tahun ke II (13-24 bulan ) TBM 3 : tanaman pada tahun ke III (25-30 atau 36 bulan ) B. ditanami penutup tanah dan kelapa sawit sudah ditanam pada titik pancang. bebas lalang W4 : 50% kacangan + 50% gulma lunak. Penutup Tanah (M/P/W) Klasifikasi penutup tanah :      W0 : belum ada tanaman penutup tanah W1 : 100% penutup tanah kacangan W2 : 85% kacangan + 15% gulma lunak. berlangsung 30 – 36 bulan. Pengertian TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) Masa sebelum panen ( dari saat panen pertama ). bebas lalang P = penyiangan W = weeding W = menyiang Beberapa jenis gulma di perkebunan : Kategori Jahat/sangat mengganggu Nama Latin Imperata cylindrica Mikania micrantha Nama Indonesia/Daerah Lalang Sembung rambat .

Mikania cordata Mimosa pudica Mimosa invisa Eupatorium odoratum Lantana camara Clidemia hirta Melastoma affine Axonopus compressus Paspalum konjugatum Cyperus rotundus Gleichenia linearis Dryopterus arida Sedang dan lunak Ageratum conyzoides Borreira latifolia Borreira laevicaulis Phyllanthus niruri Mikania Putri malu. babandotan Kentangan Rumput kancing ungu Meniran Kriteria pekerjaan : . tembelekan Harendong Senduduk Rumput pahit/pahitan Rumput pahit/buffalo grass Teki Pakis kawat Pakis kadal Wedusan. kucingan Pls kucingan Putihan Tahi ayam.

pakis. sintrong Penyiangan :    Bulan 1-4 Bulan 5-7 Bulan 8-22 Gawangan : intensif jarak 2-2-2-3-3-4-mg .       TBM 1 : W1 penutup tanah seluruhnya (100%) kacangan. . 1x/bulan   TBM 1 : jarak dari pohon 1. lalang. Secara manual : digaruk dengan arah keluar dan kedalam piringan secara bergantian. 4 – 6 HK/ha : 1x/2 bulan .5 m. 3-4 HK/ha. pahitan. 2 = 1 HK/ha TBM 3 = 0. Cara dengan menggaruk/mencabut gulma. mikania. teki (lihat daftar gulma) Kacangan yang merambat ke pohon kelapa sawit diturunkan Gulma lunak tidak perlu diberantas. 8 HK/ha : 1x/bulan . 0. 1 kali/bulan . TBM 2 : jarak dari pohon 1. TBM 2 : W1. 0. 1 kali/2 bulan.4 D-Amien.5-1 HK/ha   TBM 1 s/d TBM 2 = 1 x/bulan TBM 3 = 1 x/2bulan Secara khemis : Round up 0. 4 HK/ha 2. 2. 4-5 HK/ha. Bila vegetasi > 70 cm dengan dibabat.75 HK/ha Piringan 3. seperti pada TBM 1 TBM 3 : W3 Penutup tanah terdiri dari 70% kacangan + 30% gulma lunak Yang diberantas adalah gulma jahat.5 l/ha.0 m.   TBM 1.5-1 HK/ha. Rumput-rumput dan gulma lain dibersihkan semua.6 l/ha+0. wedusan.

Pemeliharaannya dengan cara manual/garuk atau dengan khemis di semprot dengan herbisida + 2. Herbisida jangan sampai mengenai tajuk kelapa sawit. Secara khemis disemprot dengan herbisida. Lebar : 80 – 100 cm. 0. 0. Pangkal lalang dibersihkan dulu dengan arit. Membuang / mendongkel anak semak anak kayu yang ada di areal dengan cangkul. 0. 1 HK/ha 4. C. 1x/3 bln.5 l/ha. Cara : Tanaman penutup tanah yang berada ditengah gawangan dibuka bersih menjadi jalan kontrol/pasar pikul. TBM 2 : 1 jalan pikul untuk 4 baris tanaman.5-1 HK/ha   Gramoxone (parakuat) 0.2 : dengan garuk/ garpu lalang TBM 3 : dengan wiping. Jalan Pikul    Membuat jalan pikul sebagai jalan untuk pemeliharaan tanaman.Amine 0. TBM 3 : jarak dari pohon 2.3 – 0. 25 cc/ltr air/ha.4 D.0 m. 1x/2 bln Round up.6%.5% = 0. 0. Dongkel Anak Kayu 5.5% = 0.5 HK/ha. 3-4 HK/ha. 1x/2bln.5 l/100 l air/ha Pengendaliaan Lalang TBM 1.5% + Round up 0.5 l/100 l air/ha Round up (gliphosate) 0. 1x/2-3 bln. Sebagai tanda sudah di lap ujung daun lalang dipotong/diputuskan. 400 m/HK. 1x/2-3 bln. 400 m/HK. TBM 3 : 1 jalan pikul untuk 2 baris tanaman. kemudian di lap dari bawah ke atas sampai basah. · ·    Kain lap dicelupkan kedalam larutan herbisida. 2 HK/ha .    TBM 1 : 1 jalan pikul untuk 8 baris tanaman.6 HK/ha. parang babat. 400 m/HK. Alat : cangkul.

1x/6 bln. Bahan 30 m padas dan 1.3 m 2.2 JKT/ha Pemeliharaan rutin dengan cara membabat rumput – rumputnya. E.   Pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standart 10 m/ha/th. Parit Drainase ·     Mencuci parit ( C ) Bersihkan parit-parit yang ada dari hilir ke hulu. NOZZEL Merah Biru VLV 200 VLV 100 Vol semprot / ha 600 – 1000 ltr 400 – 600 ltr 200 ltr 100 ltr Lebar Sapuan 2. 0. Rumput-rumput di tebing parit dibabat. 1x3 bln.· Ketentuan dalam penggunaan nozzel untuk penyemprotan.0 m D.100 m/HK.0 m 2.5 m sirtu (pasir batu). Mendalamkan Parit ( D ) Ukuran dan bentuk dipertahankan seperti semula.0 m 1. Pemeliharaan Jalan. C (m/HK ) P 25 D (m/HK ) 15 .

H. Bila perlu ditopang dengan bambu atau kayu.S 40 T 60 K 90 Parit : P (primer) F. Pohon yang miring atau kurang tegak diluruskan. Cara-caranya seperti pada tanaman kelapa sawit. Dilakukan secara manual dengan cangkul. 10 sat/HK. I. J. 30 m/HK. Jumlah sisipan yang normal : TBM 1 = 5% TBM 2 = 2. Konsolidasi Dilakukan pada TBM 1. Benteng dan Rorak Secara manual. K. Penyisipan    Pohon yang mati/tidak normal diganti dengan bibit yang baru. Pemeliharaan 1 tahun sebanyak 25% (rotasi 1x/4 th ). 25% per tahun. dipertahankan pada bentuk semula. Pemeliharaan tiap 1 tahun sebanyak 25% dari jumlah yang ada. 30 m/HK. Teras Kontur Teras kontur dipelihara pada bentuk dan ukuran semula. dipelihara seperti bentuk semula. Saat mendapatkan diperhatikan lurus/mata lima dengan tanaman yang lainnya.10 pk/ha. Tapak Kuda 20 30 40 S (sekunder) T (tertier) K (kuarter) Tapak kuda dipelihara.5% TBM 3 =1% Penyisipan dilaksanakan pada musim hujan. caranya dengan sedikit menimbun tanah kemudian dipadatkan. G. Titi Panen .

2x/th. Inventarisasi Pohon Dilakukan 1x/tahun dengan memetakan dan menghitung jumlah pohon yang ada di lapangan.5 – 0. : 0. 0.     Untuk mempermudah pemanen mengambil/mengangkut buah. Ukuran 2 x 2 meter. Pemupukan Jenis dan dosis pupuk TBM mengikuti pedoman pada Bab Pemupukan. 1x/th N.30 HK/ha.04 HK/ha. Dibuat pada tempat-tempat yang di perlukan atau jumlahnya tergantung dari jumlah parit dan saluran air. Pemasangan : pada TBM 1= 25 % TBM 2 = 25 % TBM 3 = 50 % L. : 0.18 HK/ha. . : 0. Jarak antar TPH + 50 m ( tiap 6 gawangan ). Standart tenaga tenega kerja 0. Penutup tanah/rumput dibersihkan dengan cangkul.5 – 0. Panjang titi panen bergantung pada lebar parit dan saluran air. Memasang 10 – 15 m/HK.8 HK/ha. Penentuan jumlah dan panjang titi panen harus didasarkan data sensus yang benar Lebar titi panen bergantung kepada kebutuhan dan harus dapat dilalui angkong dengan ketentuan lebar titi panen sekitar 20 cm. Bahan : Jembatan/titi Kayu/beton. Tempat Pengumpulan Hasil     Dibuat 3 – 6 bulan sebelum panen. M. : 0.8 HK/ha tiap jenis pupuk. dengan rincian umum:      Membuat administrasi persiapan Mengangkat pupuk Menabur pupuk Mengumpul goni Jumlah : 0.56 HK/ha.04 HK/ha.

P.04 HK/ha. Monitoring Pembungaan   Mencatat pohon-pohon yang telah mengeluarkan bunga. Q. 1x/bln. Analisa Daun    Contoh daun mulai diambil pada masa TBM 3. 2 tahun setelah tanam : 200 kg RP/ha. R. Hama dan Penyakit    Lihat pada bab Hama dan penyakit. Dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14 – 18 ) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%. 0. 1 tahun setelah tanam : 150 kg RP/ha. Sensus efektif dilakukan bila terdapat petunjuk adanya kenaikan tingkat serangan hama/penyakit. Cara : dengan mengamati tiap pohon dan hasilnya digambarkan pada peta sensus. o .5 HK/ha. Pohon contoh dan cara pengambilan contoh daun dapat dilihat pada bab pemupukan. 1 KCD (Kesatuan Contoh Daun) diambil dari setiap blok (16-25 ha). Energi agar dimaksimalkan untuk pertumbuhan vegetatifnya. 1 HK/ha. · Membuang bunga jantan dan betina.5 HK/ha Sensus global. Kastrasi. O.06 HK/ha. 6 bulan setelah tanam : 120 kg RP/ha.· Kacangan penutup tanah dipupuk sebagai berikut :      3-4 minggu setelah tanam majemuk Rustika 15-15-6–4 sebanyak 40 kg/ha. 1x/bln. karena :   Buah yang jadi belum ekonomis di panen karena belum merata. 3 bulan setelah tanam : 80 kg RP/ha. 1x/2 mg. 0.04 -0. 1x/bln. 0. 0. 1x/ bulan.

com/download/10565666/Budgetperawatanpe rTahuntbm0-1. pdf.html Biaya Estimasi Budget Perawatan dapat di download disini 1. S.com/download/10565885/RunningCostTBMI.html Biaya Running Cost Versi Lain nya dapat di download disini 1. http://www. pelepah jangan terpotong.com/download/10565774/Budgetperawatanpe rTahuntbm2.o Cara : Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang.ziddu. Tunas Pasir   Dilakukan 1 kali saja pada saat umur tanaman 18 atau 24 bulan.ziddu. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar. http://www.com/download/10567585/STANDARKEBUTUH ANHKMATERIALTBM. http://www.ziddu. http://www.com/download/10565949/RunningCostTBMII.html 2.html 2.pdf. 1 HK/ha Semua cabang kering dipotong mepet ke pangkal batang dengan alat dodos. http://www.ziddu.ziddu.html 3.pdf.pdf. Standard Kebutuhan HK dan Material 1.html .pdf.ziddu. http://www. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos.pdf.com/download/10565838/Budgetperawatanpe rTahuntbm3.

pdf.ziddu.com/download/10566002/InvestasiAlat.com/download/10566035/EstimasiRuningcost Alat. http://www.html .com/download/10617556/KASTRASIDANPENYERBUKA NBANTUAN.html Tata Cara Kastrasi dapat di donlod disini 1.pdf.ziddu. http://www.ht m 2.ziddu.com/download/10565968/RunningCostTBMIII .pdf.ziddu. http://www.html Biaya Investasi Alat dan Perawatan Alat 1. http://www.3.pdf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful