BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

JUNI 25, 2011 TINGGALKAN KOMENTAR

LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2009/2010 BUDIDAYA KELAPA SAWIT : PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI PT. SAMPOERNA AGRO TBK., SUMATERA SELATAN Disusun oleh: Nama : Puput Ninggariawan I NIM : 05/185946/PN/10358 Program Studi : Pemuliaan Tanaman Jurusan : Budidaya Pertanian Dosen Pembimbing : Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc. JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 LAPORAN KEGIATAN KERJA LAPANGAN SEMESTER I TAHUN AKEDEMIK 2009/2010 I. LATAR BELAKANG Komoditi perkebunan memiliki peranan yang nyata dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan devisa negara. Salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia adalah kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan primadona ekspor non migas, oleh karena itu komoditi ini selalu menjadi pilihan banyak pengusaha untuk menanamkan modalnya. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dimulai sejak tahun 1911 di Sumatra Utara. Sejak saat itu perkebunan kelapa sawit mengalami banyak kemajuan sampai dengan pecahnya perang pasifik pada tahun 1940. Kemajuan perkebunan kelapa sawit ini didukung oleh lembaga-lembaga penelitian yang telah berdiri sampai dengan sekarang ini (Mangunsoekarjo dan Tojib, 2003). Ke1apa sawit bukan tanaman asli Indonesia namun saat ini kelapa sawit menjadi salah satu sumber daya pangan, pemasok kebutuhan minyak nabati nasional menggantikan ke1apa (Cocos nucifera). Di Indonesia minyak kelapa sawit mentah mulai dipergunakan sebagai bahan minyak goreng pada tahun 1980 ketika terjadi kelangkaan minyak goreng (Anonim, 1997). Produk utama kelapa sawit yang dimanfaatkan adalah tandan buahnya yang menghasilkan minyak dari daging buah dan kernel (inti sawit). Industri olahan minyak kelapa sawit dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu dalam industri pangan (misalnya pembuatan minyak goreng, lemak pangan, margarin, kue, es krim, dan permen) dan dalam industri non pangan (misalnya pembuatan sabun, detergen, dan surfaktan, pelunak, pelapis, ramuan komponen karet, pelumas, dan kosmetik. Pada saat ini telah dikenal beberapa varietas unggul kelapa sawit yang dianjurkan untuk ditanam di perkebunan. Varietas-barietas unggul tersebut dihasilkan melalui hibridisasi atau persilangan buatan antara varietas Dura sebagai induk betina dengan varietas Pisifera sebagai induk jantan. Terbukti dari hasil pengujian yang dilakukan selama bertahun-tahun, bahwa varietas-varietas tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya (Setyawibawa dan Widyastuti, 1998). PT. Sampoerna Agro Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kelapa sawit. Pelaksanaan pembudidayaan yang telah bertahun-tahun ini membuat perusahaan telah berpengalaman dalam

pengembangan, pendekatan sosial dan lingkungan. Selain itu, luas areal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut membuktikan bahwa perusahaan tersebut terus berkembang seiring dengan waktu. Areal penanaman kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Sampoerna Agro tersebar di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah (Anonim, 2006). II. TINJAUAN PUSTAKA Tanaman kelapa sawit berasal dari Guinea (pantai barat Afrika). Tanaman kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) termasuk anggota famili Palmae yang merupakan golongan tanaman keras penghasil minyak nabati. Berdasarkan taksonominya, tanaman kelapa sawit termasuk ke dalam divisi Tracheophita, kelas Angiospermeae, subkelas Monocotyledoneae, ordo Cocoideae, famili Palmae, subfamili Elaeis, spesies Elaies guineensis Jacq (Corley, 1976). Kelapa sawit termasuk tanaman berumah satu (monocious) yaitu tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman. Kedua jenis bunga tersebut keluar dari ketiak pelepah daun dan berkembang secara terpisah. Bunga dapat menyerbuk sendiri maupun menyerbuk bersilang. Tanaman kelapa sawit dapat dibagi menjadi bagian vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif terdiri atas akar, batang, dan daun, sedangkan bagian generatif yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan adalah bunga dan buah (Mangoensoekarjo dan Tojib, 2003). Deli Dura merupakan induk bagi sebagian besar tanaman kelapa sawit komersial yang saat ini ditanam di dunia. Material genetik lain yang dimiliki PPKS merupakan hasil introduksi dari Afrika maupun Amerika Selatan. Salah satu material yang diintroduksi dari Zaire adalah Tenera/Pisifera Binga, dilakukan pada 1987 oleh Balai Penelitian Perkebunan Medan. Material ini akan menjadi fokus penelitian pada 2006 untuk tujuan karakterisasi dan eksploitasi, mengingat mempunyai prospek dan potensi untuk dikembangkan terutama dari karakter kandungan minyak yang tinggi dan pertumbuhan meninggi yang lambat (Purba et al., 2006). Kegiatan karakterisasi mengacu pada Descriptor for Oil Palm. Karakter yang diamati adalah seluruh bagian tanaman yang dapat diidentifikasi sebagai pembeda dengan tanaman kelapa sawit lain. Pembeda yang dimaksud harus mengacu pada kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan suatu varietas. Hal ini merupakan standar yang ditetapkan oleh Kantor Pusat PVT Jakarta untuk pengajuan koleksi yang akan dilindungi, sedangkan keragaan hasil silang balik antara Elaeis oleifera dan Elaeis guineensis antara lain laju pertumbuhan meninggi yang lambat pada beberapa persilangan yang terbaik, yaitu berkisar antara 30–40 cm/thn, kemudian memiliki karakter tajuk kecil sehingga dapat ditanam dengan densitas tinggi per hektar, memiliki kualitas minyak yang cukup baik jika ditinjau dari kandungan oleat, asam lemak tidak jenuh, beta karoten yang lebih tinggi dibandingkan Elaeis guineensis, dan apabila ditinjau dari hasil analisis pada satu populasi silang balik generasi pertama maka dapat ditemukan rerata kandungan beta karoten lebih tinggi dari 1000 ppm, bahkan nilai tertinggi dapat mencapai 2118.63 ppm (Purba et al., 2006). Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh baik pada daerah tropikal basah di sekitar lintang utara-selatan 12° pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut. Jumlah curah hujan yang baik adalah 2000-2500 mm/tahun, tidak memiliki defisit air, suhu optimal adalah 24-28° C dengan suhu minimum 18°C dan maksimal 32°C, kelembaban udara 80%, penyinaran matahari 5-7 jam/hari dan kecepatan angin 5-6 km/jam. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, hidromorfik kelabu (HK), regosol, andosol, organosol dan alluvial. Sifat fisik tanah yang baik untuk kelapa sawit yaitu memiliki solum setebal 80 cm, tekstur ringan, memiliki pasir 20-60%, debu 10-40%, dan liat 20-50%, kemudian memiliki perkembangan struktur baik, konsistensi gembur sampai agak teguh dan permeabilitas sedang, pH tanah sekitar 5-5½, dan memiliki kandungan unsur hara dalam tanah yang tinggi (Lubis, 1992). Benih kelapa sawit mengalami dormansi (keadaan sementara istirahat tanaman) yang cukup panjang. Diperlukan aerasi yang baik dan temperatur yang tinggi (400 C selama 80 hari) untuk memutuskan masa dormansi agar bibit dapat berkecambah. Pada proses perkecambahan diperlukan kelembaaban 60-80 % dengan temperatur 35 oC. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm, optimal 2.000-3.000 mm/tahun. Kelapa sawit tumbuh

baik pada tanah dengan struktur gembur atau remah yang cukup tebal lapisannya dan banyak mengandung humus dan mineral. Permukaan air tanah harus cukup dalam, sebab perakaran kelapa sawit tidak berkembang baik pada air tanah yang dangkal (Heurn, 1985). Pengolahan tandan buah segar sampai diperoleh minyak sawit kasar (Crude Palm Oil, CPO) dan inti sawit dilaksanakan melalui proses yang cukup panjang. Secara ringkas urutan pengolahan kelapa sawit yang dimaksud adalah sebagai berikut (Setyawibawa, 1998) : a. Pengangkutan buah dari kebun ke pabrik b. Perebusan buah (sterilisasi) c. Pelepasan buah (stripping) dari tandan dan pelumatan (digesting) d. Pengeluaran minyak (ekstraksi) e. Pemurnian dan penjernihan minyak (klarifikasi) f. Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah g. Pengeringan dan pemecahan biji h. Pemisahan inti dari cangkang Pembibitan kelapa sawit biasanya memerlukan waktu selama 12 bulan sampai siap ditanam ke lapangan, yang terdiri dari 2 tahap yaitu 3 bulan pembibitan awal (pre-nursery) dan 9 bulan pembibitan utama (main-nursery). Terkadang pembibitan kelapa sawit ada yang lebih dari 12 bulan berhubung terlambat dipindah ke lapangan, karena beberapa pertimbangan (Siregar dan Purba, 1992). Perawatan tanaman merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dan menentukan masa produktif tanaman. Perawatan bukan hanya ditujukkan terhadap tanaman semata, tetapi juga pada media tumbuh (tanah). Perawatan tanaman kelapa sawit meliputi penyulaman, penanaman tanaman sela, pemberantasan gulma, pemangkasan, pemupukan, kastrasi dan penyerbukan buatan (Syamsulbahri, 1996). Panen dan pengolahan hasil merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Kegiatan ini memerlukan teknik tersendiri untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Hasil panen utama dari tanaman kelapa sawit adalah buah kelapa sawit, sedangkan hasil pengolahan buah adalah minyak sawit. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Pelaksanaan pemanenan perlu memperhatikan beberapa kriteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengan kualitas minyak yang baik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen, cara panen, alat panen, rotasi dan system panen, serta mutu panen (Fauzi et al., 2002). III. ISI A. Keadaan Umum Kebun Hikmah Dua 1. Sejarah Kebun Kebun Hikmah Dua (HD) merupakan bagian dari PT Telaga Hikmah yang menjadi anak perusahaan dari PT Sampoerna Agro Tbk. Sebelumnya PT Telaga Hikmah merupakan bagian dari PT Tania Selatan yang kemudian dijual kepada PT Selapan Jaya. Pada pertengahan 2007 PT Sampoerna Agro mengambil alih kepemilikan kelompok PT Selapan Jaya termasuk di dalamnya adalah PT Telaga Hikmah. Keadaan Fisik Kebun Kebun HD terletak di Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir. Berikut batas-batas Kebun Hikmah Dua : - Utara : Desa Pulau Geronggang - Selatan : Desa Embacang (Kebun Hikmah Tiga) - Barat : Desa Maribaya - Timur : Desa Kayu Labu (Kebun Hikmah Lima) Jarak antara Kebun HD dengan ibukota kabupaten ± 3 jam, sedangkan dengan ibukota propinsi ± 7 jam dengan menggunakan roda empat pada keadaan lancar. Kebun HD memiliki kontur tanah yang bergelombang dengan

kemiringan hingga ± 15º dengan ketinggian 0-50 m dpl. Temperatur harian di kebun HD belum pernah dicatat sebelumnya, namun diperkirakan 25º C pada malam hari dan 36º C pada siang hari. Curah hujan di kebun HD sendiri cukup tinggi dengan 2000 mm per tahunnya. 2. Struktur Organisasi Kebun HD dipimpin oleh seorang senior manajer yang membawahi langsung asisten-asisten divisi dan KTU. Kebun HD terdapat 3 divisi inti, 2 plasma, serta 1 bibitan, sehingga ada 6 asisten divisi. Sedangkan untuk bagian administrasi dipimpin oleh seorang asisten kantor (KTU). Selain itu terdapat karyawan baik pegawai bulanan (PB), karyawan harian tetap (KHT), serta karyawan harian lepas (KHL). Pada bagian tata usaha kebun KTU dibantu oleh 9 orang kerani dengan pembagian 1 kerani pembukuan, 1 kerani administrasi, 1 kerani alat berat, 1 kerani produksi, 1 kerani divisi inti, 1 kerani divisi plasma, 1 kerani divisi bibitan, 2 kerani gudang. 3. Fasilitas Kebun Kebun HD memiliki fasilitas perumahan (kamp) karyawan baik G1, G2 maupun G6 yang secara keseluruhan berjumlah ± 250 pintu dengan lebih dari 200 kepala keluarga. G1 merupakan perumahan menejer, G2 untuk asisten lapangan, KTU, dan satpam. Sedangkan G6 untuk karyawan baik PB, KHT maupun KHL yang berasal dari kerani, pemanen, sopir, hingga pemuat. Kebun HD juga dilengkapi dengan sarana ibadah (mesjid), sarana olahraga (lapangan bola kaki, tenis meja, lapangan bulu tangkis, dan lapangan bola voli). Selain itu, Kebun HD menyediakan fasilitas air dan listrik gratis bagi masyarakat yang tinggal di kamp Kebun HD. Gambar A.3.1. Kiri: Perumahan Karyawan; Kanan: Mesjid Baitur Rahman. Kebun HD memiliki kantor yang terletak di sebelah timur kamp. Fasilitas yang terdapat di kantor terebut adalah 4 buah komputer (3 administrasi dan 1 KTU), 2 buah printer dot matrix (Epson LQ 2180), 1 buah mesin fotokopi, scan dan printer (Minolta), 2 buah pendingin udara / AC (ruang menejer dan ruang rapat), 5 set meja kerani, 6 set meja asisten, 1 set meja KTU dan 1 set meja menejer serta 1 set sofa tamu. Selain itu, juga terdapat 3 buah kipas angin, masing-masing di ruang kerani, ruang administrasi dan ruang KTU. Gambar A.3.2. Kiri: Gudang; Kanan: Ruang administrasi. B. Budidaya Kelapa Sawit 1. Persiapan dan Pengolahan lahan Persiapan lahan merupakan tahap awal dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Ruang lingkup dari tahap ini adalah pra survey, survey, merintis dan pengukuran lahan serta koordinasi ke instansi terkait. Kegiatan pra survey departemen GAL dan menejer kebun bersama dengan asisten melakukan peninjauan dan meneliti calon kebun secara langsung guna mendapatkan informasi data kesesuaian dan ketersediaan lahan, tenaga kerja, pra sarana, partisipasi masyarakat serta dukungan pemerintah setempat. Sedangkan kegiatan survey dilakukan oleh menejer kebun dan asisten bersama instansi pemerintah (Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup / Bapedalda, Tokoh Masyarakat) untuk menilai status legalitas dan kesesuaian lahan. Maksud survey areal adalah untuk menentukan batas areal, luasan yang akan ditanami kelapa sawit, situasi vegetasi, topografi dan batas konsesi areal yang dicadangkan. Dari hasil survey ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan sistem pengawetan tanah, air, penentuan sistem jaringan jalan, emplasmen, kantor, perumahan dan pabrik. Sedangkan merintis dan pengukuran lahan adalah kegiatan pengukuran keliling lahan yang akan dijadikan kebun sesuai dengan peta pencadangan lahan. Dalam pembukaan lahan perlu diperhatikan beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, yaitu: - Cagar budaya atau situs - Flora dan fauna yang dilindungi - Kelerengan tanah - Pohon tempat sarang burung dan lebah - Sempadan pantai (minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi) - Sempada sungai (100 meter kanan kiri sungai besar, 50 meter kanan kiri anak sungai di luar pemukiman, dan 10-15 meter di daerah pemukiman)

tahap ini meliputi kegiatan kerja pengukuran. terasan (bentuk permukaan tanah yang dibuat berjenjang/bertingkat untuk membatasi aliran air dipermukaan tanah).Diameter 31 – 75 cm tinggi maksimum 100 cm dari permukaan tanah. Penumbangan dimulai dari pinggir ke tengah berbentuk spiral dan pohon ditumbangkan ke arah luar agar tidak menghalangi jalannya traktor. Gambar B. Sedangkan peringgan batas adalah batas antara kebun dengan areal hutan areal perkebunan lain. Dalam penebangan dan pembersihan ini meliputi kegiatan mengimas. Untuk blok yang berbatasan langsung dengan hutan.. . juga dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya erosi. Mengimas adalah kegiatan membabat semak belukar dan pohon kayu yang berdiameter kurang dari 10 cm. perkebunan lain. benteng (bentuk permukaan tanah yang ditinggikan yang berasal dari galian tanah dan telah dipadatkan. Benteng Tahap terakhir dari persiapan lahan adalah penanaman kacangan. Apabila kegiatan merumpuk dilakukan dengan menggunakan alat berat. Selain itu. Blok adalah suatu kesatuan administrasi terkecil sesudah divisi. Selain itu untuk membersihkan lalang juga dapat digunakan herbisida.009. Kayu hasil tumbangan ditumpuk memanjang arah utara selatan yang berjaraj sekitar 50-100 meter. Menumbang adalah kegiatan menebang pohon kayu yang berdiameter lebih dari 10 cm yang biasanya dilakukan dengan menggunakan traktor.Diameter > 75 cm tinggi maksimum 150 cm dari permukaan tanah. atau pemukiman dilakukan pembuatan peringgan batas. pancang stacking.036 meter dipasang pancang dengan ukuran 4 meter yang ujungnya diberi cat berwarna merah.Diameter 10 – 20 cm tinggi maksimum 40 cm dari permukaan tanah. mengurangi biaya produksi serta meningkatkan produksi kelapa sawit. merumpuk. . Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pekerjaan menumbang dengan traktor. Pengukuran blok dilakukan dengan menggunakan Theodolit untuk menentukan arah rintisan garis batas blok utara – selatan dan timur – barat.Kawasan sekitar danau atau waduk (50-100 meter dari titik pasang tertinggi) . maka dilanjutkan dengan penebangan dan pembersihan lahan. pembuatan blok. Penanaman kacangan dilakukan sebelum penanaman kelapa sawit dilaksanakan. Dalam kegiatan menumbang terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan mengenai tinggi tebangan yang disesuaikan dengan diameter tanaman. Bagain-bagian dari konservasi tanah dan air seperti tapak kuda (suatu bentuk permukaan tanah yang ditinggikan dengan kemiringan sebesar 15º). Setelah pembersihan lahan selesai dibuat dan pengukuran blok selesai dilaksanakan.Kawasan sekitar mata air (200 meter di sekitar mata air) Tahap selanjutnya adalah pengukuran blok. Cara pengumpulan kayu hasil merumpuk juga sama dengan menumbang. Penanaman kacangan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Namun apabila tidak bisa ditumbangkan dengan traktor. dan penetapan areal konservasi. Pada setiap jarak antara timur-barat 1. Pancang stacking / rumpukan adalah kegiatan pengukuran dan pemancangan letak rumpukan yang akan dikerjakan secara mekanis maupun manual. mechanical stacking dan semprot alang-alang. menumbang. rorak (lobang bekas galian tanah yang digunakan untuk benteng yang berbentuk trapesium terbalik) dan parit (saluran air yang dibentuk secara manual maupun mekanis). Namun adakalanya penanaman kacangan . Penetapan areal konservasi berdasarkan Keppres No. . dilanjutkan dengan pengelolaan tanah dan air.26 meter dan pada utara selatan dengan jarak 1.1. dapat menggunakan gergaji rantai (chain saw). Setalah pengukuran blok selesai. 32 Tahun 1990. Pengelolaan ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya genangan air ketika musim hujan atau kekeringan ketika musim kemarau.Diameter 21 – 30 cm tinggi maksimum 60 cm dari permukaan tanah. Pembuatan blok dilakukan setelah proses pengukuran dan pemetaan selesai dengan ukuran setiap blok masing-masing 100 (seratus) Ha dan setiap blok dibagi menjadi 4 (empat) petak yang luasnya 25 Ha. Mengimas dilakukan dengan tenaga manusia dengan menggunakan parang. Merumpuk adalah kegiatan memotong cabang serta ranting-ranting hasil imasan den tebangan kemudian dikumpulkan di gawangan. perlu diperhatikan lingkungan sekitar sehingga dapat ditetapkan areal konservasi. Ketika melakukan pengukuran blok.1. Pengukuran dilakukan dengan mengikuti arah rintisan dan memasang pancang ukuran 2 meter pada setiap jarak 50 meter. maka disebut dengan mechanical stacking. pembuatan peringgan batas. .

Kanan: Pancang yang telah selesai dibuat Pancang tanam yang tepat mengenai tunggul kayu keras dapat dipindahkan dalam barisan tanaman maksimal 100 cm. Setiap tumpukan bibit berjumlah 27 pokok untuk 2 baris atau pada areal yang tidak penuh (abnormal) pancang tanam harus terlebih dahulu dihitung sehingga dapat disesuaikan jumlah bibit yang akan diturunkan.75 m x 96. Pancang tidak boleh dicabut pada saat pembuatan lobang. dimulai dengan jalan setapak 1 : 16 (3-6 bulan). Kiri: Pemancangan. maka bibit yang telah dipesan sebelumnya didistribusikan ke areal. Arah baris tanaman umumnya utara selatan dan pada keadaan tertentu dapat diubah dan disesuaikan dengan keadaan topografi.01 m dalam bentuk segitiga sama sisi dengan kerapatan 135 pkk/ha. penyisipan. Untuk areal tanaman yang sulit ditempuh dengan menggunakan truk. Setelah dilakukan pemancangan. Penerimaan bibit diselesaikan perpetak dalam kelompok varietas yang sama sehingga diperoleh penanaman yang seragam untuk setiap blok.25 m dengan jarak dala baris 8. semprot hama dan penyakit. jalan setapak 1 : 8 (12-16 bulan). Bibit yang dibawa oleh truk diturunkan ditempat yang telah diberi pancang. 2. Lobang tanam dibuat 10 cm di sebelah selatan pancang. Pueraria javanica (PJ) dan pupuk RP ( 2 kg CP +2 kg CM + 1 kg PJ + 5 kg pupuk RP). Calopogonium muconoides (CM). Kiri: Pembukaan polibag. 3. Gambar B. kacangan juga mampu membantu mengikat N sehingga meningkatkan kandungan N di dalam tanah. Posisi bibit ditempatkan dengan berdiri tegak disamping lobang tanam. 3-4 hari setelah penanaman dilakukan konsolidasi untuk memastikan bahwa bibit kelapa sawit tersebut tertanam dengan benar (tidak miring atau tumbang). Sedangkan untuk jalan tengah atau jalan 13 dibuat bersamaan dengan pembuatan jalan setapak 1 : 16. Pembibitan kacangan Penanaman kacangan dilaksanakan pada musim hujan untuk memastikan tanaman kacangan dapat tumbuh dengan baik. maka areal siap untuk ditanamai kelapa sawit.2. Kacangan yang ditanam merupakan pencampuran tiga jenis kacangan yang disertai pupuk dengan perbandingan kacangan Centrosema pubescens (CP).120 m (11 x 9.25) x (6 x 16. dapat digunakan samapat atau tongkang. Kacangan berfungsi sebagai penutup tanah sehingga diharapkan tidak ada gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit. Penanaman Kelapa Sawit Penanaman kelapa sawit baru dapat dilaksanakan setelah semua kegiatan persiapan lahan selesai.2. jalan setapak 1 : 4 (18-24 bulan). Apabila penanaman kacangan telah selesai dilakukan. Jalan setapak dibuat arah . Jalan setapak ini nantinya akan digunakan sebagai jalannya pekerja ketika melakukan perawatan (merumput. Ukuran lobang minimal 50 x 50 x 40 cm sehingga bibit tertanam sampai batas leher akar. Jarak tanam 9.1. Jalan setapak dibuat secara berkala. Sebelum dilakukan penanaman. terlebih dahulu dilakukan pemancangan bibit. Sebelum lobang dibuat lebih dahulu sampah dan tunggul dibersihkan dan permukaan tanah diratakan.25 m x 9.2.25 m x 9. Hal ini karena perusahaan mengejar masa tanam yang singkat. Pemancangan dimulai dengan membuat pancang kandang yang berukuran 101. Selain itu. sensus pokok. Gambar B. Penanaman kelapa sawit dilaksanakan dengan memotong plastik dasar polybag pada lobang tanam kemudian mengangkat plastik tersebut ke atas dan mengikatnya pada daun bibit kelapa sawit untuk memudahkan penutupan lobang.2. serta gulma). Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dimulai dengan pembuatan jalan setapak. maka dilakukan pembuatan lobang tanam. hingga akhirnya nanti menjadi jalan ketika panen dilaksanakan. Kanan: Penanaman kelapa sawit Setelah pembuatan lobang tanam selesai dilakukan.1. Sebelum dilakukan penanaman kacangan terlebih dahulu areal disemprot dengan menggunakan herbisida sehingga areal bersih dari gulma.dilaksanakan setelah kelapa sawit ditanam. jalan setapak 1 : 2 (28-32 bulan). Di daerah berbukit dan kontur arah barisan mengikuti arah kontur dan jarak antar kontur adalah proyeksi jarak antara baris. Gambar B. Bibit yang telah disebar tadi kemudian diangkat dengan cara dipanggul dan ditempatkan pada pancang terjauh (pancang ke-14). Setelah itu secara berurutan bibit diangkat sampai ke pinggir jalan (pancang ke-1).02) m.

Gulma disemprot menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. juga dilakukan kegiatan perawatan seperti perawatan gawangan. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada dipiringan dengan herbisida. Penyemprotan jalan setapak disesuaikan dengan dosis yang direkomendasikan sesuai dengan anggaran biaya tahunan. Penyisipan dilakukan berdasarkan laporan dari sensus pokok yang telah dilakukan sebelumnya. Rotasi garuk piringan dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Perawatan gawangan ini dapat dilaksanakan secara manual ataupun kemis. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Pada masa TBM. Hasil dongkel anak kayu (DAK) ditempatkan di atas tunggul yang mati atau para-para. Kanan: Piringan yang telah dibersihkan Selain merumput juga terdapat kegiatan perawatan semprot lalang. Pada lap lalang digunakan kain yang telah dicampur bahan herbisida dengan konsentrasi 1% kemudian dilapkan pada lalang dari pangkal batang sampai pucuk daun. Sedangkan rotasi rawat gawangan manual pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Penyemprotan piringan dilakukan pada TBM 3 dengan rotasi 4 bulan sekali. Kacangan yang menjalar diatas pokok sawit harus diturunkan. mendongkel anak kayu.25 meter. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Diameter piringan disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman. tunggul dan kayu dengan ukuran 4 x 7 m. Pelaksanaan semprot piringan dilakukan dengan cara menyemprot rumput di piringan pokok dengan menggunakan Knapsack Sprayer. Selain rawat gawangan.utara–selatan sepanjang baris tanaman dengan ukuran panjang 250 meter dan lebar 1. mineral dan air dapat diminimalkan. selain dilakukan perawatanperawatan rutin. sedangkan jalan tengah / jalan 13 dibuat arah timur–barat dengan panjang 1. Bila terjadi ledakan serangan hama (out break) maka dilakukan . juga dilakukan persiapan untuk panen. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan/mendung untuk menghindari pencucian herbisida oleh air hujan.3. membersihkan rumput. Pencegahan hama dilakukan sedini mungkin untuk menghidari kerugian yang besar akibat serangan hama. Pada spot sprayer lalang disemprot menggunakan Knapsack Sprayer yang berisi campuran bahan herbisida secara sporadic dan dilakukan 1 (satu) tahun sekali.3. Perawatan jalan setapak dilakukan dengan melakukan penyemprotan yang dimulai pada saat tanaman kelapa sawit berumur 12 bulan. Untuk mengetahui jumlah kelapa sawit yang telah ditanam dan belum ditanam. TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. juga dilakukan semprot piringan. Selain pembuatan jalan setapak. Rotasi penyemprotan dilakukan sebanyak 3 kali setahun.2. yaitu spot spraying (kemis) dan lap lalang (manual). Sebagai contoh adalah pembuata tempat pengumpulan hasil (TPH). TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Sensus pokok dilakukan satu bulan setelah penanaman dan sensus berikutnya satu kali setahun. di kebun HD dilakukan sensus hama. Rotasi lap lalang dilakukan dengan ketentuan TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. Sensus hama daun dilaksanakan minimal satu kali sebulan. Kiri: Semprot lalang.25 m. Rotasi semprot gawangan pada TBM 1 dengan interval 2 bulan sekali. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. dan TBM 3 dengan interval 4 bulan sekali. Garuk piringan dilaksanakan dengan cara membersihkan rumput/gulma yang tumbuh di piringan pokok. maka dilakukan penyisipan. Garuk piringan ini dilakukan supaya area piringan tanaman kelapa sawit bebas dari gulma sehingga tingkat persaingan tanaman dalam mendapatkan unsure hara. baik itu hama daun. Gambar B.1.apabila terdapat tanaman yang mati atau belum ditanam. Lalang menjadi perhatian besar karena daur hidupnya sangat singkat dan sangat mudah tumbuh walaupun lingkungannya kurang mendukung. dan pada TM dilakukan dengan interval 6 bulan sekali. Selain dilakukan perawatan garuk piringan. juga dilakukan garuk piringan pada tanaman kelapa sawit. Terdapat dua cara untuk menanggulangi lalang yang tumbuh disekitar pertanaman kelapa sawit. maka dilakukan sensus pokok. hama tikus ataupun tirathaba.000 m dengan lebar 1. Untuk itu. TBM 2 dengan interval 3 bulan sekali. Dongkel Anak kayu (DAK) pada TBM. Pembuatan TPH dilakukan pada saat tanaman berumur 3 tahun (TBM 3) dengan cara meratakan tanah. pengupasan kulit kayu dilakukan pada tunggul kayu yang masih hidup atau anak kayu yang tidak bisa didongkel dari bawah sampai keatas berkeliling. Perawatan gawangan secara kemis dilaksanakan apabila gulma di areal lebih dominan. Perawatan gawangan manual dilakukan dengan cara mencabut. Lalang yang sudah dilap pucuk daunnya dipotong. Gambar B.

Tanah pada kiri kanan pondasi jembatan yang longsor ditimbun kembali dan dipasang cerucuk. 4. kelapa sawit diarahkan untuk memaksimalkan pertumbuhan vegetatif sehingga ketika bunga muncul. Pelaksanaan semprot piringan/jalan setapak/TPH dilakukan dengan cara menyemprot rumput dipiringan/jalan setapak/TPH pokok menggunakan Knapsack Sprayer dengan menggunakan nozlle yang sesuai dengan populasi gulma. Bentuk badan jalan utama dan jalan produksi tetap dipertahankan seperti batok tengkurap. Susunan batang kayu yang terlalu merenggang dirapatkan kembali dan mengganti kayu yang patah. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Pada tanaman menghasilkan (TM). jalan setapak dan TPH. . Jalan yang berlobang ditimbun dan dipadatkan dengan Compactor.Oleh karena itu. perlu dilakukan perawatan saluran air di kanan dan kiri jalan secara manual pada saat musim hujan. dilakukan secara manual dengan menggunakan ”dodos modifikasi” berbentuk cangkul. merawat jalan serta pemupukan. Perawatan jalan utama. melancarkan aliran air. Selain itu jembatan juga memerlukan perawatan khusus. produksi dan jalan alternatif pada topografi rendah dibadan jalan dibuat saluran air berbentuk ”V” untuk mencegah genangan air di badan jalan saat musim hujan.4. sampah yang tertahan di tiang/pondasi jembatan. Sensus ini tidak perlu dilakukan bila persentase serangan sudah dibawah 2 %. Badan jalan tidak terlindung oleh kanopi daun atau pelepah tanaman.1. Sedangkan untuk pemupukan pada TBM dilakukan berdasarkan rekomendasi pemupukan yang diberikan oleh tim agronomy research unit (ARU) berdasarkan hasil analisa kebutuhan pupuk dan rekomendasi ini diberikan setiap tahun. Semprot piringan/jalan setapak/TPH merupakan pekerjaan yang sama. Kiri: Road Grader. Perawatan hanya meliputi merumput. Pengamatan dilakukan pada pokok yang terdapat dalam baris sensus (titik sensus tetap) yang telah dibuat terlebih. gawangan dan TPH. Untuk perawatan jembatan permanen dilakukan dengan membersihkan potongan kayu. karena pada prinsipnya adalah menghilangkan rumput yang mengganggu pertanaman kelapa sawit. Merumput di TM sendiri tidak berbeda jauh dengan merumput di TBM. Sedangkan untuk hama tikus dilakukan sensus hama tikus yang dilaksanakan satu kali sebulan. jalan produksi. Kanan: Compactor. Perawatan jalan utama.sensus setiap dua minggu sekali pada areal yang terserang berat. Rotasi semprot gawangan. Selain itu. Keadaan jalan menjadi faktor penting terutama ketika musim hujan. Badan jalan produksi dan jalan alternatif yang telah ditumbuhi rumput tidak perlu degrading. lapuk pada jembatan darurat serta pangkal jembatan di timbun tanah sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan permukaan batang kayu jembatan. Rotasi semprot gawangan dan dongkel anak kayu adalah 1 kali setahun. Hal ini menyebabkan banyak truk menjadi sering macet/mogok karena tidak dapat berjalan di jalan rusak. piringan. dan TPH 2 kali setahun. Sensus hama Tirathaba dilaksanakan di areal tanaman yang sudah selesai kastrasi dan dilaksanakan satu kali sebulan. Pada masa TBM. Gulma disemprot dengan menggunakan alat Knapsack Sprayer dengan larutan herbisida pada gawangan sawit. Penambahan tanah pada pangkal jembatan sehingga permukaan jalan sama tinggi dengan lantai jembatan. Perawatan jembatan darurat dilakukan dengan membersihkan sampah. baik itu jalan utama (poros). perawatan atau pemeliharaan tanaman kelapa sawit tidak seintensif ketika tanaman masih di TBM. Begitu juga dengan semprot piringan. produksi dan jalan alternatif dilakukan dengan Road Grader.jalan luar kebun. Penyemprotan tidak dilakukan bila cuaca hujan atau mendung. hanya tempatnya saja yang berbeda. Kegiatan merumput dapat dilakukan dengan cara merawat gawangan dengan herbisida (kemis) atau dengan mendongkel anak kayu/anak sawit (manual). Kebun HD memiliki tekstur tanah yang didominasi lempung sehingga sangat licin ketika hujan dan lengket ketika hujan reda. Jenis rumput yang disemprot adalah seluruh jenis–jenis rumput/gulma yang ada di piringan . Cara pengamatan serangan hama tikus dibedakan antara TBM – TM 3 dan TM 4 ke atas. Kastrasi dilakukan pada tanaman yang telah berumur 13. dan jembatan. Rotasi perawatan jalan dilakukan dua kali setahun dan dalam kondisi tertentu dapat ditambah rotasi perawatannya. potongan kayu. 15 dan 17 bulan. Road Grader berfungsi sebagai sebagai perata jalan yang bergelombang. maka bunga tersebut langsung di musnahkan (kastrasi). Gambar B. jalan setapak. diperlukan perawatan jalan.

Pemangkasan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Umur tanaman (tahun) Pelepah yang dipertahankan di pokok 2. Pemangkasan pelepah harus mepet.5 – 3 58 – 64 3. potongan kayu. Untuk itu. Kanan: Pengangkutan ke TPH. Sebelum dilaksanakan kegiatan pemanenan. Juni. Aplikasi pemupukan pada TM mengikuti rekomendasi dari tim ARU yang keluar setiap tahun. agar berondolan tidak sangkut dan di rotasi setiap 9 bulan sekali. sedangkan ancak giring merupakan ancak panen yang luasannya disesuaikan dengan kondisi buah dan produktivitas pemanen. Hal ini untuk mengetahui jumlah tanaman kelapa sawit yang siap panen sehingga dapat diperkirakan hasil panen yang akan di dapat dan jumlah tenaga yang diperlukan. Sensus dilakukan dengan mengamati dan menghitung jumlah tandan buah hitam yang terdapat di pokok dalam barisan sensus. terlebih dahulu dilakukan sensus buah.1. Sensus dilaksanakan setelah rotasi panen terakhir pada bulan Maret.5 – 7 48 – 56 8 – 14 40 – 48 15 tahun ke atas 32 – 40 Tabel B.Perawatan gorong-gorong dilakukan dengan membersihkan sampah. bunga jantan. pemanenan dilakukan dengan menggunakan dodos pada tanaman yang masih pendek.4. Penandaan baris pokok sensus dimulai dari arah barat ke timur yang terletak dipinggir jalan produksi. TBS yang telah terkumpul di TPH di sortasi terlebih dahulu oleh pemanen dan apabila terdapat tandan yang terlalu panjang dipotong hingga tersisa 2 cm dari buah. Sensus buah dimulai dengan pembuatan tanda yang pokok kelapa sawit yang akan di sensus. Rekomendasi ini didapatkan dari hasil analisa Leaf Sampling Unit (LSU) yang pada masing-masing kebun berbeda. Sistem pembagian tenaga kerja terdapat 2 macam dan tergantung pada ketersediaan tenaga dan perkiraan hasil panenan. Kriteria buah yang siap di panen adalah warna buah pada tandan berubah dari hitam/hijau menjadi merah mengkilat/orange dan minimal sudah membrondol 5 brondolan per 1 tandan buah segar (TBS). Tanah timbunan gorong gorong dipertahankan rata dengan permukaan jalan. Untuk jalan yang ternaungi oleh pelepah dapat dilakukan perawatan rempes pelepah dengan menggunakan egrek dan bambu. dilakukan pemangkasan (pruning) dan pembersihan (debris). Ancak tetap adalah ancak panen yang luasan. Pemanenan Hasil Pemanenan hasil merupakan tahap terakhir pada budidaya kelapa sawit. Perawatan manual ini termasuk di antaranya membuang air yang menggenang di jalan dengan membuat saluran pembuangan. Gambar B. Setelah dilakukan pemangkasan dilanjutkan pembersihan dengan membuang seludang buah. tanah. hasil panen tadi kemudian diangkut ke TPH dengan menggunakan gerobak dorong (angkong). Jumlah pelepah yang dipertahankan di pokok berdasarkan umur tanaman. Pada TM terkadang pelepah yang ada di pohon sangat banyak dan terkadang pelepah yang matipun masih menempel pada pohon tersebut. membuang lumpur yang ada di badan jalan dengan menggunakan cangkul serta menimbunnya dengan tanah. brondolan kering yang terdapat di piringan dan ketiak pelepah pada tanaman menghasilkan dengan rotasi 1 kali setahun. Kiri: Pemanenan dengan menggunakan egrek. Sensus dilaksanakan diseluruh areal TM pada setiap petak ditentukan baris sensus (kelipatan 10 baris) yang mewakili areal tersebut (biasanya 25 Ha) dengan persentase 10% terhadap jumlah pokok. maka ditentukan jumlah tenaga yang akan digunakan pada hari itu.5. Fiber tersebut dapat dipanjangkan hingga mencapai 6 m. Pada baris sensus pokok pertama dan pokok terakhir diberi tanda cat berwarna merah dan diberi nomor baris berwarna putih. melancarkan aliran air. Setelah diketahui perkiraan hasil panen.1. lokasi dan pemanennya telah ditetapkan. September dan Desember. 5. sedangkan pada tanaman yang sudah tinggi. Pemanenan biasanya dilakukan 2 orang sekaligus dengan pembagian tugas sebagai pemanen dan sebagai pengangkut. pemanenan menggunakan egrek. Terkadang kerusakan jalan tidak terlalu parah sehingga hanya memerlukan beberapa orang untuk memperbaikinya. . Egrek yang digunakan di kebun HD sering disebut dengan fiber.

jika areal pembibitan miring. Pembibitan memerlukan areal khusus yang benar-benar strategis baik dilihat dari efisiensi ataupun hal-hal pendukung lainnya. Selain itu. . mengingat daerah Sumatera Selatan merupakan daerah tropis yang tingkat curah hujannya cukup tinggi. Penentuan Lokasi Bibitan Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tempat pembibitan haruslah benar-benar strategis. perencanaan pembukaan kebun dan pembibitan harus direncanakan secara matang sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau keterlambatan dalam pelaksanaan di lapangan. Perkiraan kebutuhan bibit juga mesti dihitung secara cermat dan tepat sehingga tidak terjadi kelebihan bibit. maka TBS tersebut siap dimuat ke truk pengangkut. Setelah TBS tersebut disortasi. pemanen memberikan tanda pada ujung tandan berupa nomor pemanen. Apabila tetap dipaksakan. Gambar B. sedangkan sistem pengairan menggunakan pompa air. tanaman akan miring karena polibagnya juga miring. Berikut dipaparkan mengenai pembibitan yang dimulai dengan pembukaan lahan hingga transportasi menuju tempat penanaman bibit: 1.3. Kebun HD memiliki areal bibitan yang relative aman dari kebanjiran.5. Apabila pemanenan selesai dilakukan. Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit dimulai bersamaan ketika pembukaan lahan dimulai. kerani buah melakukan sortasi pada saat TBS dimuat ke truk pengangkutan. yaitu pre-nursery dan main-nursery walaupun ketika pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery membutuhkan biaya ekstra. Gambar B. antara lain: 1) Areal rata dengan kemiringan maksimal 5%.2. maka harus dibuat tanggul yang mampu menahan air dari luar serta pompa air yang khusus untuk mengeluarkan air yang tergenang di dalam pembibitan apabila tinggi air di dalam lebih rendah dibandingkan di luar areal pembibitan. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dijadikan areal pembibitan. maka langsung ataupun tidak langsung.Setelah itu. Kanan: Buah yang telah didop oleh kerani panen. Oleh karena itu. Oleh karena itu disarankan areal pembibitan merupakan areal yang rata dan bukan daerah rawa. sehingga diperkirakan waktu yang dibutuhkan sama dengan pembukaan lahan. pada dasarnya terdapat dua jenis pembibitan kelapa sawit. 2) Tidak banjir pada saat musim hujan. dikhawatirkan akan ada perbedaan pembagian air antara areal yang tinggi dengan areal yang rendah. Apabila dalam 1 TPH telah selesai di sortasi. Truk yang digunakan adalah jenis dump truck yang mampu membawa TBS hingga 6 ton. walaupun nanti bisa dimodifikasi dengan pembuatan tapak kuda. Tojib (2003). Tentu saja ini akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. atau bahkan kekurangan bibit yang dapat menyebabkan perbedaan masa tanam yang kemudian tanaman dalam satu blok tidak lagi seragam. walaupun ada beberapa tempat yang tetap kebanjiran ketika hujan deras berturut-turut selama beberapa hari. Setiap truk yang akan mengangkut TBS disertai oleh 3 orang pemuat. Kiri: Muat TBS. Lokasi yang akan dijadikan areal pembibitan memang harus rata. yaitu pembibitan satu tahap (single stage) dan pembibitan dua tahap (double stage). Hal ini dilakukan antara lain untuk menekan biaya serta mengurangi kerusakan bibit. Tahap Persiapan a. Kanan: Muat brondolan C. TBS yang telah dimuat tadi kemudian dibawa ke PKS untuk proses selanjutnya. Hal ini disebabkan apabila areal yang digunakan miring. Hal ini dikarenakan bibit kelapa sawit baru akan siap tanam setelah berumur lebih dari 10 bulan. kemudian kerani panen memberikan tanda di ujung tandan berupa nomor divisi dan nomor mandor. Menurut Soepadiyo Mangoensoekarjo dan A. Lokasi yang digunakan bukanlah rawa-rawa atau dataran rendah yang memiliki potensi banjir ketika musim hujan. tidak boleh terlalu miring. Dengan memperhatikan alasan efisiensi biaya dan kemudahan dalam perawatan kebun HD memilih menggunakan metode dua tahap (double stage). maka akan ada biaya tambahan yang muncul akibat pembuatan tapak kuda atau konsolidasi. Kiri : Sortasi TBS. dan kalaupun miring.5. Apabila dipaksakan. T.

Sapi-sapi yang jumlahnya mencapai 50 ekor tersebut dibiarkan bebas sehingga terkadang masuk ke areal pembibitan. Pencurian merupakan gangguan yang paling berbahaya karena kerugian yang ditimbulkan sangat besar. maka bibit tidak akan tumbuh optimal. c. Air merupakan kebutuhan utama di dalam pembibitan kelapa sawit. gangguan binatang liar seperti babi ataupun tikus perlu diperhatikan. sumber air yang dipersiapkan tidak hanya terpusat pada satu tempat saja. Kanan: Kemiringan tanah tinggi. Selain itu juga dapat memudahkan perhitungan kebutuhan dan kontrol penggunanaan herbisida. masih ada sumber air yang lainnya. areal pembibitan sebisa mungkin diposisikan setepat mungkin dengan mempertimbangkan sarana jalan yang dilewati dan jarak yang ditempuh. 3) Dekat dengan sumber air dan tersedia dalam jumlah yang cukup ketika musim kemarau. dibutuhkan juga parit keliling. Dengan demikian. disediakan tenaga khusus untuk menjaga sapi tersebut tetap berada di luar areal pembibitan. maupun traktor bajak. Pada awal penetapan areal yang akan digunakan sebagai pembibitan. compactor. dan waduk penampungan air. Untuk cara mekanis dapat menggunakan alat berat baik itu bulldozer. seperti bulldozer. Pembibitan kebun HD sendiri berada di empat blok divisi inti yang berbeda dengan 75% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Tiga (IHDT) blok 20. Parit keliling ini . sabit. road grader. Tanpa adanya air yang cukup. walaupun dampaknya tidak terlalu besar. rumah mesin. 17 dan 18. Kebun HD memiliki luas areal ± 80 ha yang dibagi menjadi 4 blok besar pembibitan. Sedangkan sisa 25% berada pada divisi Inti Hikmah Dua Satu (IHDS) di blok 16.1. Selain jalan. Hal ini akan memudahkan perhitungan kebutuhan pipa untuk pembuatan jaringan air penyiraman. insektisida dan lain-lain.Gambar C. Pembuatan jalan ini menggunakan alat berat. 6) Lokasi tidak tertutup oleh bayang-bayang dari pohon-pohon hutan atau pohon-pohonan lainnya sehingga dapat menerima sinar matahari penuh. Jalan di bibitan dibuat keliling dengan memperhatikan rencana disain blok yang akan dibuat. Biasanya dalam satu PT terdapat satu pembibitan yang kurang lebih terdapat 4-6 kebun. Setalh hasil pengukuran diperoleh. 4) Aman baik dari gangguan pencurian maupun gangguan binatang liar. Selain itu. perlu dipertimbangkan jarak antara pembibitan dengan calon areal yang akan ditanami kelak. Untuk mencegah masuknya sapi tersebut. jalan. b. sumber air yang tersedia berasal dari air sungai yang terhubung langsung oleh kanal sehingga potensi kekeringan pada musim kemarau sangat kecil. Juru ukur melakukan pengukuran areal yang ditetapkan sebagai tempat pembibitan. jalan. Jarak terdekat dari hutan atau tanaman kelapa sawit yang sudah besar yang ada di sekitar tempat tersebut minimal 20 m. d. Pengukuran Areal Bibitan Pengukuran areal yang akan digunakan sebagai pembibitan dilakukan oleh juru ukur. Areal yang digunakan haruslah tepat dengan kebutuhan bibit yang akan ditanam nantinya. Pembersihan areal ini dapat menggunakan cara mekanis maupun manual. parang dan dodos yang telah dimodifikasi. yang meliputi luas areal. parit keliling. Kebun HD sendiri menyuplai bibit ke empat kebun lain serta kebun sendiri. Di kebun HD disediakan penjaga bibitan baik siang maupun malam yang berasal dari penduduk setempat dengan harapan tingkat pencurian dapat ditekan. dan excavator. Selain itu. mencabut dan membuang tunggul kayu serta akar kayu. 7) Bentuk area pembibitan sebaiknya persegi panjang atau bujur sangkar. 5) Dekat dengan lokasi penanaman.excavator. manajer kebun dan asisten bibitan membuat tata letak (lay out) pembibitan yang mencakup posisi pre-nursery dan main-nursery. Di kebun HD. rumah hujan dan kantor divisi. Kiri: Dataran rendah menyebabkan tergenang. Pembuatan Jalan dan Parit Keliling Jalan pada pembibitan merupakan hal yang penting untuk distribusi bibit. waduk penampungan air.a. Sapi penduduk asli merupakan hewan pengganggu utama di pembibitan kebun HD. Sedangkan cara manual adalah dengan menggunakan cangkil. penyemprotan lalang. Pembersihan Areal Pembersihan areal bibitan meliputi pekerjaan imas tumbang. sehingga apabila salah satu sumber kering.

fungisida. Satu-satunya kekurangan instalasi kirico ini adalah selang tersebut sangat mudah sobek oleh benda tajam. f. selang kirico tersebut terbukti awet dan tahan terhadap cuaca panas ataupun dingin serta mudah dalam aplikasinya. Dari pipa PVC 4” tadi kemudian didistribusikan lagi ke pipa PVC 2”. Gambar C. Setiap ± 3 m terdapat 1 selang kirico sehingga dalam 1 pipa PVC 2” terdapat 7 selang kirico yang dilengkapi dengan kran (gate valve). air mampu didistribusikan hingga jarak ± 500 m.0 atm dengan perkiraan semburan air hingga 160 cm.1. baik sisa pestisida.1. tidak terjadi keterlambatan penyiraman air yang dapat menyebabkan bibit menjadi kekeringan. Dengan demikian kebun HD memiliki 4 orang operator mesin yang mulai bekerja .d. Pembuatan Instalasi Penyiraman Bibit Instalasi penyiraman bibit di kebun HD menggunakan sistem selang dengan merek “kirico” sehingga lebih sering disebut selang kirico. Selang kirico ini mampu bertahan hingga 3 kali tanam atau kurang lebih selama 3 tahun. Gambar C. Tekanan yang dianjurkan adalah 0. Dengan demikian. setiap pembibitan harus memiliki waduk yang mampu menyangga kebutuhan air bibit selama musim kemarau. maka pompa air yang ada tidak digunakan secara maksimal. Sebelum bibit ditanam. air tersebut di dorong melalui pipa PVC 6” yang kemudian didistribusikan ke beberapa pipa PVC 4”. terutama ketika perawatan bibit sedang dilakukan seperti merumput atau konsolidasi. Tiap-tiap waduk dilengkapi dengan 2 mesin pompa air yang menggunakan mesin truk fuso 5 silinder.8-1. Instalasi kirico memanfaatkan selang yang terbuat dari karet yang memiliki lubang kecil yang menyebar ke tiga arah dengan jarak antar lubang antara 5 – 7 cm serta sangat fleksibel dan alot. Panjang pipa PVC 2” tersebut ± 18 m. kekuatan selang kirico tersebut harus dikalibrasi dengan menggunakan alat pengukur tekanan (Pressure Gauge). Waduk tersebut haruslah berasal dari sumber air yang bebas polutan. Urutan pemasangan instalasi penyiraman ini adalah dari waduk kemudian disedot menggunakan pompa air melalui pipa PVC 6”. hanya saja penggunaan sistem ini rawan pencurian (terutama pipa besi) dan rawan patah pada pipa penyangga sprinkler serta biaya perawatannya tinggi sehingga dirasa kurang efisien.1. Panjang selang kirico tersebut 100 m sehingga diperkirakan mampu menyiram bibit sepanjang 100 – 110 pokok bibit sawit di main-nursery dan 9 bedeng bibit sawit di pre-nursery. Kiri: Waduk penampungan air. Kanan: Rumah mesin. Sistem sprinkler memang pernah digunakan di pembibitan kebun HD. Namun karena saat ini luas areal bibitan hanya 80 ha. Waduk dibuat dengan menggunakan excavator dengan ukuran 50 m x 30 m dan dengan kedalaman 5 m. sehingga ketika bibit telah ditanam. setiap waduk digunakan untuk menyediakan kebutuhan air bibit seluas 40 ha. Dengan demikian tiap-tiap selang kirico memiliki jangkauan siraman hingga 320 cm atau sekitar 4 pokok bibit lebih. Selain itu.dibuat di samping-samping jalan untuk menghindari genangan di jalan yang dapat menyebabkan jalan cepat rusak. pupuk maupun limbah lainnya. Kiri: Pengukuran tekanan. Waduk buatan tersebut sebaiknya dikeruk lapisan bawahnya setiap beberapa tahun supaya tidak terjadi pendangkalan. Instalasi penyiraman bibit ini dilaksanakan sebelum bibit di tanam.1. Dengan mesin ini.1.f. namun hal ini belum dilakukan oleh kebun HD karena debit air yang terdapat di waduk buatan masih mencukupi untuk kebutuhan penyiraman bibit. Gambar C. Selang tersebut lebih efisien dan efektif untuk menyiram bibit kelapa sawit dalam jumlah besar dibandingkan dengan sistem sprinkler. Untuk menjaga agar mesin tetap berjalan dengan baik dan benar. Ukuran waduk penampungan air berdasarkan kebutuhan air yang harus tersedia sesuai dengan jumlah bibit.e. biaya perawatan dapat diminimalkan. Setelah itu.1. Kanan: Mesin pompa air. Debit air yang terdapat di waduk buatan tersebut menentukan besar kecilnya pembibitan dan jumlah bibit yang akan dihasilkan. Kebun HD memiliki 2 waduk yang mampu memenuhi kebutuhan air hingga 120 ha. Masing-masing mesin digunakan untuk menyiram bibit seluas 20 ha. Dengan menggunakan instalasi selang kirico. Pembuatan waduk penampungan air Untuk menghindari kekurangan air pada musim kemarau. maka setiap satu mesin pompa air di kelola oleh satu orang operator mesin. Pembuatan parit e.

Selain itu tanah dalam polibag tidak menjadi keras atau membentuk lapisan atas yang keras. Tahap Pre-Nursery a. Jarak antar kawat satu dengan kawat lainnya 25 cm sehingga terdapat 6 baris kawat. Tanah yang digunakan tidak boleh kedap air. Percikan/butiran air yang dihasilkan lebih cocok untuk pertumbuhan bibit karena pupuk dalam polibag tidak terganggu dengan adanya percikan air penyiraman. Kawat yang digunakan adalah kawat duri yang dipaku pada tiang kayu dengan tinggi pagar kawat tersebut sekitar 1. Pembuatan pagar kawat di areal pre-nursery bertujuan untuk melindungi bibit-bibit tersebut dari gangguan binatang liar misalnya babi. Gambar C. Terutama pada tiang pagar. Kayu tersebut ditancapkan sedalam ± 30 cm dan diberikan penopang di tiap 3 tiang. Rumah mesin terdapat di tiap-tiap waduk sehingga pembibitan kebun HD memiliki 2 rumah mesin. Untuk kebun HD sendiri tanah topsoil didapatkan dari divisi inti dan diangkut dengan menggunakan truk yang kemudian dikumpulkan menjadi 1 gunungan tanah. Kantor divisi terletak tepat ditengah kebun dan dekat dengan kandangan sehingga memudahkan pekerja dalam mengontrol bibit di kandangan. Hal ini disebabkan ukuran bibit yang rendah sehingga tidak ada tempat berteduh bagi para pekerja. sebaiknya diberikan pelapis sebagi pelindung dari panas dan hujan. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menjaga mesin air adalah radiator yang sering bocor sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Kiri: Gubuk.00 tergantung kepada keadaan cuaca.1. Setiap 25 m diberikan pintu gerbang dengan lebar 2 m untuk mempermudah keluar masuk ketika melakukan perawatan ataupun pemindahan bibit. Belum lagi masalah aki yang sering tekor karena memang jumlah aki yang tersedia terbatas sehingga mesin hanya bisa dihidupkan secara berurutan. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan dan suhu udara yang tinggi pada musim kemarau menyebabkan pagar menjadi rapuh. Kanan: Kantor divisi. terutama ketika turun hujan. . 2.pukul 06. Gubuk tempat berteduh juga perlu dibangun untuk tempat berteduh ketika pekerja sedang beristirahat. Pagar juga harus bersih dari gulma sehingga memudahkan dalam pemeriksaan. juga dibangun kantor divisi yang digunakan untuk mengatur pembagian kerja dan memeriksa pekerja yang telah diabsen. karena memang bentuknya seperti sebuah kandang sapi atau kuda. pemakaian sistem selang kirico untuk penyiraman di pembibitan membutuhkan biaya yang lebih murah.5 m dan jarak antar tiang 2 m. Jika dibanding dengan sistem sprinkler. Akibat yang akan muncul apabila radiator kehabisan air adalah overheat yang tentunya akan menyebabkan umur mesin menjadi pendek. Selain rumah mesin. Kayu yang biasa digunakan adalah kayu gelam. h. atau kadar pasir < 60%. Persiapan Media Tanah Media tanah yang digunakan adalah tanah lapisan atas (topsoil) yang biasanya dilakukan dengan bantuan alat berat baik excavator ataupun backhoe loader. Gambar C. Kawat yang kurang kencang akan menyebabkan tiang pagar menjadi miring dan akhirnya roboh.1.h. Tetapi mengingat daerah kebun HD masih rawan terhadap pencurian. Areal yang dipagari oleh pagar kawat tersebut sering disebut dengan istilah “kandangan”. Lantai rumah mesin tersebut haruslah terbuat dari beton cor untuk menjaga mesin agar tidak mudah goyang serta menahan getaran. Di sekeliling tiang pagar dibuatkan parit yang dapat mengalirkan air untuk menghidari tergenangnya air disekitar tiang pagar yang dapat menyebabkan tiang pagar semakin cepat keropos.00 dan berakhir pada pukul 18.1.g. Pembuatan Rumah Mesin. lempung gembur. Pembuatan Pagar Kawat untuk Areal Pre-Nursery. Pagar dirawat sedemikian rupa sehingga tetap kokoh. maka pembuatan rumah mesih dilaksanakan ketika penanaman kecambah akan dilaksanakan. termasuk juga rayap yang sering menggerogoti tiang pagar. Kantor Divisi dan Gubuk Berteduh Pembuatan rumah mesin seharusnya dibuat bersamaan dengan pembuatan waduk. Rumah mesin dibangun sedemikian rupa sehingga dapat menampung 2 buah mesin beserta jaringan pipanya. g. Kawat duri juga harus diperiksa ketegangannya. Pagar kawat.1.

a. Namun sebaiknya hal ini dihindari karena dengan menggunakan guludan. Pengisian Polibag Tanah yang telah di ayak dan dicampur dengan pupuk RP tadi kemudian dimasukkan ke dalam polibag yang berukuran 22 cm x 15 cm dengan ketebalan 0. Bedeng tersebut berisi 1000 polibag dengan panjang 125 polibag dan lebar 8 polibag dengan perkiraan panjang bedengan 10 m dan lebar bedengan 1 m.1. c. Pengisian polibag dapat menggunakan piring. bibit memerlukan naungan. Polibag kecil yang dipakai haruslah memiliki lubang pengeluaran air berdiameter 3 mm. Hal ini untuk menanggulangi kemungkinan tergenang ketika hujan. Jumlah polibag kecil yang dipesan sebanyak 110% kebutuhan yang akan digunakan untuk penanaman. Apabila kebutuhan air peyiraman cukup maka pemberian naungan pada pembibitan tidak memberikan dampak positif pada pertumbuhan bibit. dan ternyata bibit tersebut menjadi gosong. b. maka naungan pada pembibitan tidak direkomendasikan lagi. Kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh pembukaan naungan yang tiba-tiba sehingga bibit tersebut “kaget”. Rekomendasi pemberian naungan di pre-nursery kemungkinan dibuat sewaktu belum ditemukan sistem penyiraman di pembibitan yang baik. Setiap 2 bedeng polibag kecil tersebut diapit oleh 2 selang kirico sehingga setiap selang kirico mampu menyuplai 2 bedengan sekaligus (kanan dan kiri).b. Pengisian polibag kecil Polibag kecil yang akan digunakan adalah polibag yang berkualitas baik. Sebagai perkiraan. Guludan tersebut sebaiknya diganti dengan menggunakan kayu sehingga drainase air dapat mengalir dengan lancer. Tanah yang telah diayak tadi kemudian dicampur dengan menggunakan pupuk Rock Phospate (RP) dengan takaran 10 kg tiap 4.1.c. Kanan: Pengangkutan tanah. Beberapa buku menyebutkan bahwa pada pre-nursery. Pemberian naungan di pembibitan baik dengan menggunakan pelepah kelapa sawit maupun dengan menggunakan bahan lainnya mulanya dimaksudkan untuk melindungi bibit dari penyiraman yang kurang sempurna terutama pada saat bibit dalam masa-masa pertumbuhan kritis. Penyusunan Polibag Polibag kecil yang telah di isi kemudian disusun per bedeng. Setelah tanah tersebut dikumpulkan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P di dalam tanah sebelum dipergunakan sebagai media pembibitan. drainase air menjadi terhambat dan air menjadi menggenang disekitar polibag. Setelah sistem penyiraman dapat dilaksanakan dengan baik.5 m3 tanah. Pada pinggir bedengan diberikan tanah timbunan (guludan) untuk menjaga agar polibag tidak mudah berubah dari posisi semula. sekop kecil ataupun tangan kosong. misalnya dengan sistem selang kirico. jumlahnya dilebihkan karena jika kekurangan cukup sulit untuk memesan ke kantor pusat dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Penghilangan naungan akan memberikan dampak berkurangnya penyakit daun pada bibit. Kualitas yang jelek akan menyebabkan polibag mudah robek dan nantinya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. setiap truk mampu mengangkut sekitar 3-4 m3 tanah dan setelah di ayak akan didapatkan tanah 2-3.2. Berat per polibag kecil sekitar 1-2 kg tergantung jenis tanah dan kelembaban tanah yang digunakan. Apabila karena alasan-alasan tertentu naungan tetap dipasang dapat . Jumlah polibag kecil per kg sekitar 80-90 polibag sehingga ada baiknya ketika melakukan pemesanan. tanah kemudian diayak sehingga terbebas dari sampah organik (batang kayu dan pelepah) ataupun dari sampah anorganik (plastik dan karung).2. Tetapi di kebun HD tidak menggunakan naungan karena beberapa tahun yang lalu pembibitan kebun HD pernah menggunakan naungan. Selama pengisian polibag.1.2. Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa naungan berupa daun kelapa sawit akan menimbulkan (menularkan) penyakit daun pada bibit kelapa sawit. Polibag tersebut harus di isi sampai penuh untuk mengurangi resiko memadatnya tanah ketika disiram air. Kiri: Tanah topsoil yang telah dikumpulkan. Gambar C. Tanah yang telah dicampur dengan pupuk dikeringanginkan selama 4 minggu. pekerja juga harus memeriksa kembali tanah yang dimasukkan ke dalam polibag jika terdapat sampah. Polibag yang telah selesai disusun di dalam bedengan.5 m3 tanah sehingga setiap tanah hasil ayakan dari 2 truk dapat dicampur dengan 10 kg pupuk RP.22 mm.Gambar C. Gambar C.

isi kantong plastik tersebut serta tanggal pengiriman.500-2. Packing List tersebut harus disimpan sebagai bukti bahwa bibit yang ditanam berasal dari kecambah yang telah bersertifikat.000 butir kecambah sehingga diperlukan manajemen yang baik untuk dapat menanam kecambah tersebut dalam waktu singkat dengan mengatur kebutuhan tenaga dan pembagian tugas yang jelas. nomor male dan female. dan langsung di antar ke kebun HD pada sore hari. akan didapatkan kantong plastik berisi kecambah yang dilampiri dengan seed label untuk menunjukkan informasi mengenai kecambah yang terdapat pada kantong plastik tersebut. penanaman dilakukan berdasarkan varietas sehingga memudahkan dalam pengawasan dan penjualan. . maka di seed label tersebut disertai cap quality control.Akar berwarna putih gading dengan panjang 8 – 20 mm. Untuk memastikan bahwa kecambah tersebut telah melewati tahap pemeriksaan.Posisi Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bertolak belakang (T-shape). Isi dari tiap-tiap seed label tersebut dikumpulkan menjadi satu lembar terpisah yang disebut dengan packing list. e. Namun dengan menggunakan kecambah bermutu tinggi. Packing list merupakan daftar kecambah yang diberikan pada saat transaksi yang berisi informasi mengenai jumlah kecambah. Kecambah yang dikirimkan merupakan hasil dari perkiraan penanaman tanaman kelapa sawit yang akan di tanam tahun berikutnya ataupun yang akan di jual kepada pihak luar. Pada kardus kemasan kecambah juga terdapat segel untuk memastikan bahwa kardus tersebut tidak pernah dibuka sebelumnya. Beberapa kriteria kecambah yang digunakan di kebun HD adalah sebagai berikut: 1) Kecambah normal . Secara sederhana.5 % atau 5 butir . Kebun HD menerapkan rumusan pada kerapatan 135 pokok per ha sebagai berikut: .Seleksi bibit Main Nurser 15 % atau 30 butir .2. Kecambah yang telah diterima harus segera ditanam untuk menghindari kerusakan kecambah. kebutuhan kecambah dapat diperkirakan sebelumnya dengan menetapkan jumlah-jumlah kecambah yang dapat hidup ataupun yang abnormal.600 butir kecambah. Informasi yang diberikan meliputi varietas. SJ 5 (Dami Komposit). Kebun HD menerima seluruh varietas yang dikirim oleh SPU. Oleh karena itu. .d. Kiri: Segel pada kardus.1. Pada waktu kardus tersebut dibuka. SJ 4 (Avros). Kanan: Seed Label yang terdapat pada kantong. . Apabila segel tersebut rusak atau hilang. Penerimaan Kecambah Ketika transaksi penerimaan kecambah dilakukan. berwarna kuning keputihan. d. diharapkan pengurangan kecambah akibat seleksi dapat diminimalkan. Kecambah yang dikirimkan dalam sekali pengiriman dapat mencapai 25. harus diperiksa kecocokan antara packing list dengan kecambah yang diterima. nomor referensi.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) dapat dibedakan dengan jelas. SJ 2 (Ghana). dapat dipastikan bahwa kardus tersebut telah dibuka sebelumnya dan dapat dilaporkan kepada pihak SPU untuk menindaklanjuti temuan tersebut. mulai dari SJ 1 (Nigeria). di kemas siang hari.Seleksi penerimaan kecambah 2. dan SJ 6 (Yangambi).menyebabkan etiolasi (pertumbuhan memanjang akibat kekurangan intensitas cahaya) pada bibit yang tidak diharapkan. .Pucuk meruncing. Seleksi Kecambah Sebelum dilakukan penanaman kecambah. varietas.Seleksi bibit di Pre Nursery 10 % atau 20 butir . trelebih dahulu dilakukan seleksi kecambah untuk menghindari tertanamnya kecambah yang tidak layak tanam. SJ 3 (Ekona). dan tanggal pengiriman dari Seed Proccesing Unit (SPU). Gambar C. Waktu pengiriman kecambah yang diperlukan dari SPU ke kebun HD hanya 1 hari yang artinya kecambah dapat di seleksi pagi hari.Disisipan 5 % atau 10 butir Jumlah diatas merupakan perkiraan untuk mengatasi kekurangan kecambah. Jumlah kebutuhan kecambah sebenarnya tidak dapat diduga dengan pasti. Setiap kardus mampu menampung 2.

menanam bersama dan menutup bersama. maka bibit tersebut dibelah. Kecambah abnormal. Penanaman Kecambah Penanaman kecambah dilaksanakan sesegera mungkin untuk mengungai resiko kerusakan kecambah. dan ditempatkan tersendiri untuk diberi perawatan khusus. Ketika paket kecambah sampai ke bibitan.f. dilakukan aplikasi pupuk RP. Kecambah tersebut sering disebut dengan “kecambah kembar”. Jika bibit kedua tidak baik maka langsung dimusnahkan. Beberapa orang lebih suka untuk mengerjakan semuanya secara bersama-sama. berwarna coklat dan busuk. 2) Kecambah abnormal . Biasanya kerusakan kecambah yang muncul ketika kecambah terlambat ditanam adalah adanya kecambah yang patah bagian tunas ataupun akarnya. Pertama dengan mengangin-anginkan busa serpih tersebut sehingga busa serpih terbang dari kumpulan kecambah. Kanan: Pemisahan busa serpih dengan kecambah. Gambar C.Gambar C. terkadang kecambah yang disimpan terlalu lama akan memunculkan jamur walaupun pada kemasan kantong telah dilengkapi dengan busa serpih yang disemprot dengan fungisida. kebiasaan menanam kecambah juga akan mempengaruhi proses penanaman. Apabila sudah demikian. . Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memisahkan busa serpih dengan kecambah ini. Terkadang didalam 1 kantong kecambah tersebut terdapat beberapa kecambah yang memiliki 2 atau 3 tunas. Kecambah normal dengan panjang radikula < 20 mm. f. Namun terkadang tim ini tidak berjalan seperti apa yang diharapkan.Kecambah lecet atau patah. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan ember berisi air. Kiri: Menugal. . Gambar C.1.2. Satu tim terdiri dari 3 orang yang memiliki tugas masing-masing. Kanan: Penanaman kecambah. Namun setelah bibit tersebut berumur 1. sedangkan orang ketiga bertugas menutup lubang yang telah berisi kecambah.2. Kiri: Aplikasi pupuk RP.1. Kecambah yang berada di dalam ember juga dapat di angkat dan diletakkan di piring. . dilanjutkan dengan membuka kantong plastik dan memisahkan antara busa serpih dengan kecambah.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bengkok/berputar atau bentuk “U”. karena selain membutuhkan ketelitian yang tinggi. Tapi hal ini bukan merupakan suatu masalah karena waktu dan hasilnya tidaklah berbeda. . Orang pertama bertugas menugal tanah di polibag. Penanaman kecambah dilakukan oleh tim yang biasa menanam kecambah. Namun cara ini dirasa kurang baik karena busa serpih yang tertiup angin menjadi berterbangan dan menyebar di areal pre-nursery sehingga kandangan menjadi tampak kotor. pematahan tunas atau akar adalah solusi terbaik yang dapat dilakukan. . Selain itu. Gambar C.2. dan dipilih yang bagus untuk ditinggal dalam polibag. Hal ini dikarenakan jika aplikasi pupuk RP dilakukan ketika tanah belum di isikan ke dalam polibag. Kecambah yang telah ditetapkan termasuk kedalam kecambah abnormal kemudian diafkir atau dimusnahkan dengan cara dipatahkan. orang kedua bertugas menanam kecambah.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) bersatu yang ujungnya membengkok seperti bentuk geraham.2.e. Seharusnya pemusnahan kecambah dilakukan dengan menggunakan alat nut cracker.Tanpa akar atau pucuk dan atau salah satu akar atau pucuk tidak tumbuh. sedangkan kecambah yang massanya lebih berat akan tenggelam. Terkadang beberapa hari sebelum penanaman kecambah.2.e. Dengan dilakukannya aplikasi pemupukan per polibag diharapkan .Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) yang tidak berkembang. Apabila sama. sehingga jamur tersebut kemungkinan besar tidak akan tumbuh. dikhawatirkan pupuk RP tersebut tidak tersebar merata diseluruh polibag. Kecambah ini tetap ditanam dan dipelihara. Isi yang terdapat di kantong kecambah tersebut ditumpahkan ke dalam ember sehingga busa serpih yang massanya lebih ringan akan mengapung. namun berhubung alat yang dimaksud tidak tersedia. seperti menugal bersama.f.5 bulan.2. kardus tersebut dibuka kemudian diperiksa lagi dan dicocokkan dengan packing list yang menyertainya.Tunas (Plumula) dan akar (Radikula) tidak dapat dibedakan. Bibit kedua yang dipisah selanjutnya ditanam pada polibag kecil yang lain. busa serpih tersebut dapat di angkat dengan mudah dari ember.

i. kecambah ditanam kurang dalam sehingga ketika dilakukan penyiraman. karena umur prenursery yang relatif pendek. Namun sangat jarang rumput hasil cabutan tersebut digunakan sebagai mulsa. Konsolidasi Konsolidasi merupakan kegiatan memperbaiki posisi polibag yang kurang benar seperti miring ataupun roboh. Untuk saat ini. Apabila curah hujan di kebun HD di antara 8 mm dengan 18 mm. untuk bibit yang miring akan lebih mudah diperbaiki ketika masih muda. lumut juga patut diperhatikan.2. Gambar C. sedangkan hujan yang turun belum tentu merata di seluruh kebun sehingga apabila ombrometer menunjukkan curah hujan tinggi. Kegiatan konsolidasi ini dilakukan seminggu sekali. Selain itu memang telah disediakan mulsa khusus yang didatangkan dari PKS berupa serat (fiber) kelapa sawit atau cangkang kelapa sawit. menutup akar yang terbuka dan memperbaiki arah bibit yang tidak tegak lurus. Hal ini menyebabkan tanah menjadi kedap air sehingga air dan pupuk tidak mampu diserap oleh tanah. Pemupukan di pre-nursery. sehingga apabila dipaksakan 2 kali penyiraman dalam sehari akan menyebabkan kenaikan biaya yang sangat besar. belum tentu kadar air di pembibitan juga rendah. begitu juga sebaliknya apabila ombrometer di kantor rendah.15. Selain memperbaiki posisi bibit.1. Penyiraman bibit di pre-nursery. Kebutuhan minyak solar setiap hari ketika musim kemarau dapat mencapai lebih dari 400 liter. Selain itu. maka bibit disiram sekali dalam sehari.6. Jumlah curah yang turun dapat diketahui dari ombrometer yang terdapat di halaman depan kantor. Merumput dan Melumut Kegiatan merumput dilakukan 2 minggu sekali dan hanya dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan cara mencabut atau memotong rumput yang ada di sekitar polibag ataupun yang ada di dalam polibag. Untuk mempermudah dalam pelaksanaan.4.i. g.j. pelarutan pupuk dilakukan dalam jumlah yang besar sehingga cukup untuk jumlah bibit yang .g. pupuk yang digunakan terlebih dahulu dianalisa kesesuaian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk tersebut. Apabila ketika operator siram mengecek tingkat kelembaban tanah dan dinyatakan bahwa tanah tersebut cukup lembab dan tidak perlu disiram.1. yang mengandung N-P-K-Mg.1.terdapat pemerataan penggunaan pupuk RP tersebut. Terkadang penyiraman juga tidak mengikuti aturan yang ada. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dan pupuk NPK 15. Pekerjaan melumut ini dapat dilakukan bersamaan denga kegiatan merumput di atas polibag. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga bibit tetap tumbuh pada posisi yang normal baik letak maupun arah pertumbuhan. h. Rumput hasil cabutan tadi kemudian dikumpulkan dan ditempatkan di luar areal bibitan yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai mulsa. maka pada hari itu tidak disiram. Penyiraman Bibit Curah hujan menjadi penentu utama dalam penyiraman bibit.2. maka bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). rekomendasi yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah sebagai berikut: Gambar C. hal ini dikarenakan untuk 1 mesin pompa air membutuhkan 10 liter dalam 1 jam. tetapi lebih mengandalkan insting dan pengalaman operator siram. belum tentu kadar air di pembibitan juga tinggi. Gambar C. dalam konsolidsasi juga terdapat kegiatan menambah tanah pada polibag yang kekurangan tanah. namun hanya 1 kali walaupun curah hujan kurang dari 8 mm. Tetapi apabila curah hujan kurang dari 8 mm. Hal ini disebabkan karena ombrometer berada di halaman depan kantor. Selain itu memang di kebun HD tidak pernah mengaplikasikan mulsa pada masa pre-nursery. Dosis yang digunakan adalah 2 g/polibag dengan menggunakan takaran Ally. Pemupukan Pemupukan pada pre-nursery dilakukan dengan mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh ARU. Kebun HD tidak menerapkan penyiraman 2 kali. maka bibit tidak lagi memerlukan penyiraman. kecambah muncul dari tanah sehingga perlu dilakukan penimbunan tanah kembali. Apabila curah hujan pada hari itu lebih dari 18 mm. Konsolidasi. Terkadang sewaktu dilakukan penanaman. Pemupukan dilakukan dengan melarutkan pupuk tersebut ke dalam 45 cc air. Selain rumput. j.2.

Walaupun di areal pembibitan telah dikelilingi oleh parit dan tanggul dan pada pre-nursery telah dilengkapi dengan pagar kawat. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya sehingga bibit tersebut dalam sekali penyemprotan sekaligus mengaplikasikan insektisida dan fungisida sekaligus.1875 8 NPK 15. Minggu ke.Jenis Pupuk Dosis/polibag Keterangan (gram) 4 Urea 0.banyak. Tabel pemupukan pada pre-nursery.15. tidak perlu menggunakan timbangan digital untuk menimbang berat pupuk yang akan di aplikasikan.6. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan cara kemis. maka diperlukan 750 gram pupuk urea dan 450 liter air. Sebagai contoh apabila ingin melarutkan pupuk urea untuk 10. pekerja menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan sehingga setiap polibag mendapatkan jumlah pupuk yang sama.15.6.2.6.15.4 0.15.15 7 NPK 15. Dalam pelaksanaannya pekerja menggunakan knapsack sprayer yang mampu menampung air hingga 15 liter. pemeriksaan terhadap bibit dilakukan setiap hari untuk mengetahui ada atau tidak serangan hama dan penyakit. Seleksi ini dilakukan sampai bibit dipindahkan ke main-nursery. namun pencegahan terhadap serangan hama mamalia seperti sapi harus tetap dilakukan.4 3.4 0.225 9 NPK 15. Hama ini datang terutama ketika musim hujan tiba. seperti: a) Bibit normal: .4 0.15 6 NPK 15.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 12 NPK 15.6. yaitu dengan menyemprot bibit setiap 2 minggu sekali.075 5 NPK 15. sehingga diperlukan seleksi bibit yang ketat untuk mencegah keluarnya bibit yang bermutu rendah. Hama sapi dapat dicegah dengan menggunakan tenaga jaga yang bertugas mengawasi sapi sehingga tidak masuk ke areal pembibitan. Pemikiran tersebut salah.4 0. l. Sedangkan kriteria bibit normal atau abnormal dapa ditentukan dengan melihat penampilan bibit. Dengan demikian. Namun saat ini dosis yang digunakan oleh pembibitan kebun HD adalah decis 2 cc/liter dan dithane 2 g/liter yang diaplikasikan secara bersamaan. Pembibitan kebun HD sangat menjaga kualitas bibit yang dihasilkan. seharusnya seleksi bibit didasarkan pada pertimbangan yang realistis dan mematuhi standar-standar seleksi yang telah ditetapkan. Pengendalian Hama dan Penyakit Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Penggunaan bahan insektisida ataupun fungisida sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh ARU.4 3. Dalam pelaksanaan pemupukan.6. k.15. Bibit yang telah dinyatakan abnormal kemudian dipisahkan dan dimusnahkan dengan cara di cincang. sedangkan dithane yang dibutuhkan adalah 15 cc.4 7 dibagi dalam 4 kali aplikasi Tabel C.15.6.5 dibagi dalam 2 kali aplikasi 10 NPK 15. Seringkali bibit yang kondisinya meragukan namun masih tetap dipertahankan atau tetap ditanam adalah karena adanya pemikiran bahwa “bibit tersebut dapat dipulihkan dalam waktu tidak lama dan membutuhkan sedikit perhatian”. hal ini untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit yang berat. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi pengeluaran biaya perawatan yang tidak diperlukan. Pelaksanaan seleksi bibit di pre-nursery dilakukan setiap satu bulan sekali. Walaupun begitu.j.000 polibag.15.6. kebun HD lebih bertindak preventif. Akibat dari kesalahan pelaksanaan seleksi bibit adalah produksi dari buah sawit yang ditanam akan memberikan hasil yang jelek. Decis yang dibutuhkan untuk satu knapsack sprayer adalah 15 cc.1. Seleksi Bibit di Pre-Nursery Kemungkinan nasihat terbaik yang dapat diberikan kepada pekerja yang bertanggung jawab terhadap seleksi bibit adalah aturan dasar “bila ragu-ragu terhadap kondisi suatu bibit maka bibit tersebut diafkir saja”. Terkadang juga ditambahkan dengan Bayfolan (penghijau daun) dan Agristik (perekat).

Sebelum melakukan pengayakan tanah. Polibag di isi penuh supaya tidak terjadi penurunan ketinggian tanah dalam polibag akibat tersiram air. . Gambar C. dingin ataupun robek. .Daun yang tumbuh terakhir harus lebih besar dari daun yang tumbuh terdahulu. ketika basah tanah menjadi menggumpal.1. Kiri: Kecambah normal. Oleh karena itu. perlu diperhitungkan kembali kebutuhan tanah sesuai dengan rencana penanaman di main-nursery. 3.5 cm dengan panjang 1. Orang pertama bertugas mencangkul. Hal ini disebabkan supaya pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah karena jika tanah dalam keadaan basah tanah tersebut menjadi sulit untuk di ayak. Aplikasi pupuk RP baru dilaksanakan pada saat akan dilakukan pindah tanam. posisi plumula dan radikula terbalik. Tanah yang digunakan adalah tanah topsoil yang berada di divisi inti. . . Berbeda dengan polibag kecil yang dipesan 110% dari kebutuhan. . . Polibag yang digunakan adalah polibag yang memiliki kualitas baik dengan melihat ketahanannya terhadap panas. Gambar C. Tahap Main-Nursery a. Untuk rangka ayakan dibuat dari kayu gelam sepanjang 2 m yang diberi penguat bambu.. Kiri: Pembuatan ayakan.Daun bersatu (Collante). Ayakan dibuat dengan menggunakan kawat berlubang dengan ukuran lubang 1. Terkadang terdapat polibag yang memiliki warna hampir transparan yang dikarenakan zat warna yang digunakan sedikit.Bulai/Albino (Chimera). dan orang ketiga bertugas mengisikan . harus dipastikan tanah tersebut kering.1. namun hal ini tidak mempengaruhi kualitas polibag. Kanan: Polibag terisi penuh.Helai daun bergulung (Rolled Leaf). Pengisian Polibag Polibag yang digunakan di main-nursery kebun HD adalah polibag yang berukuran 40 cm x 50 cm dengan ketebalan sekitar 0. Hal ini disebabkan karena ketika dilakukan penanaman. Persiapan Media Tanah Langkah-langkah dalam persiapan media tanah di main-nursery ini tidak berbeda dengan langkah-langkah yang dilakukan pada persiapan media tanah di pre-nursery. polibag besar dipesan 100% dari kebutuhan sebenarnya. Untuk abnormalitas lainnya sangat jarang ditemui di pembibitian kebun HD.Daun berpilin (Twisted Leaf).Daun berkerut (Crincled Leaf). . tanah di pindahkan ke areal pembibitan dengan menggunakan truk. Setiap truk mampu mengangkut 3-4 bucket excavator atau setara dengan 3-4 m3 tanah yang mencukupi kebutuhan untuk 80-100 polibag besar. b. Pengisian polibag untuk main-nursery dilakukan secara bersama-sama yang beranggotakan 3 orang. Ketika melakukan kegiatan tersebut. Kiri: pengisian polibag. Setelah itu. ayakan dimiringkan ± 60º sehingga mempercepat menurunnya tanah.l. Gambar C.3. Kanan: Kecambah abnormal (twisted leaf) b) Bibit abnormal .22 mm.5 cm x 1. sehingga tunas berkembang memutar dan menjadi berpilin.Bibit sakit (Diseased Seedlings).b. Kanan: Pengayakan tanah.Berdaun tegak lurus seperti lalang (Narrow Leaf or Grass Leaf).1.2.5 m dan lebar 1 m. Abnormalitas bibit di pre-nursery yang paling sering terjadi adalah daun berpilin (twisted leaf). Polibag tersebut haruslah memiliki lubang pengeluaran air yang berguna untuk mencegah terjadinya genangan air di dalam polibag yang berdiameter 3 mm. Tanah yang telah dikumpulkan tadi kemudian di ayak untuk membersihkan tanah dari sampah-sampah organik maupun anorganik.3. orang kedua bertugas membersihkan ayakan.Bibit kerdil (Runtseedling). .a. selain tanah menjadi lebih berat. Setiap kg polibag besar terdapat 10-14 lembar polibag.Bentuk daun tumbuh sempurna dengan memiliki 3 sampai 4 helai daun.

Untuk mempermudah dalam pengeboran. sebelum dilakukan pekerjaan ini sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu sekitar 15 menit. Tanah di bor dengan kedalaman sekitar 20 cm. Pemindahan bibit dari pre-nursery ke main-nursery dilakukan berdasarkan tanggal tanam.d. varietas dan nomor male serta penempatan di lokasi main-nursery. Terdapat dua macam kawat yang digunakan dalam kegiatan spacing ini. Gambar C. baru kemudian di bor.tanah ke dalam polibag. Selain itu perlu diperhatikan juga ketika menurunkan polibag baik dari panggulan ataupun dari angkong. begitu juga sebaliknya. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan angkong yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menampung maksimal 150 polibag kecil. dapat juga dengan cara dipanggul tergantung jarak yang ditempuh dan jumlah tenaga. sehingga setiap bibit kelapa sawit mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh sinar matahari. Penanaman Bibit Sebelum dilakukan penanaman bibit kecil ke polibag besar.3. Hal ini dikarenakan jika tanah kering cenderung keras dan mempersulit masuknya bor ke dalam tanah. hanya saja skalanya lebih kecil. e. Ketika mengangkat polibag. polibag tidak boleh dibanting untuk menghindari pecahnya polibag akibat tekanan yang berlebihan ketika polibag diturunkan. Pemasangan instalasi kirico. Penyusunan Polibag Polibag yang telah terisi penuh kemudian di distribusikan (langsir) ke tempat penanaman yang telah direncanakan. Berat satu polibag besar berkisar antara 15 kg hingga 20 kg tergantung kepada jenis tanah dan kadar air tanah. Harus dipastikan bahwa lubang yang ada pada selang tersebut berada di atas. Kegiatan spacing dimulai dengan memubuat kandangan. f. Pemasangan Instalasi Kirico Instalasi kirico dipasang segera setelah seluruh polibag telah selesai di spacing. sesuai dengan tinggi polibag kecil sehingga ketika penanaman tidak ada bagian tanaman yang menyembul keluar. Kegiatan langsir bibit ini dapat menggunakan angkong. Cara mengebornya adalah dengan menekan bor tersebut kedalam tanah. yaitu polibag pada posisi terpinggir dari suatu blok pembibitan tersebut. Kiri: Langsir bibit. Setelah semua selang dipasang. terlebih dahulu tanah yang ada di polibag dibor dengan menggunakan alat khusus yang telah disediakan. Gambar C. kemudian diputar hingga 90º dan kemudian diangkat dan bor tersebut diayunkan di sela-sela antar polibag. Kanan: Spacing bibit.7 m yang dapat memuat 13 titik spacing. Selang kirico tersebut disambung ke pipa dengan cara mengikatnya dengan kawat. Pembibitan di kebun HD menggunakan jarak tanam polibag 90 cm x 90 cm x 90 cm. c. Bibit yang telah dilangsir langsung didistribusikan ke setiap polibag besar dengan meletakkannya di samping polibag besar. Sedangkan yang kedua adalah untuk menentukan titik dalam baris polibag (78 cm) dengan panjang 10. Bor yang digunakan di pembibitan kebun HD terbuat dari pipa PVC 4” dengan ujung pipa . Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko polibag robek.c. bukan pangkal polibag. Dengan demikian pekerja yang memiliki tugas menanam tidak lagi kesulitan untuk membawa bibit kecil ke tempat penanaman. selang tersebut di uji coba dengan mengalirkan air dan melakukan kalibrasi tekanan dengan menggunakan Pressure Gauge. Setiap satu gulung selang kirico memiliki panjang 100 m yang cukup untuk 1 baris blok. Pemindahan dan Penanaman Bibit Bibit kelapa sawit yang telah berumur 3 bulan di pre-nursery harus dipindah ke polibag besar (main-nursery). Spacing polibag ini dilakukan dengan menggunakan kawat panjang yang telah diberi tanda berupa karet yang digulung. kegiatan spacing ini sama dengan kegiatan spacing ketika penanaman bibit di areal. yang diangkat adalah bagian dasar polibag. Pertama adalah kawat yang digunakan untuk posisi antar baris (90 cm) dengan panjang 11.14 m yang dapat memuat 13 titik spacing. Perlu diperhatikan ketika kegiatan langsir polibag dilakukan.1. Jumlah bibit yang dipindahkan harus dihitung untuk menghindari perbedaan catatan yang ada di kantor dengan jumlah di lapangan. Kegiatan langsir polibag besar ini langsung dilanjutkan dengan penyusunan (spacing) polibag.1. d.3. Spacing dilakukan untuk membuat jarak tanam yang seragam.

jika curah hujan lebih dari 8 mm. Polibag kecil yang telah berada di samping polibag besar kemudian di angkat untuk dipindah tanam. Polibag kecil berisi bibit pre-nursery di angkat. bibit kelapa sawit tersebut diberi mulsa. mulsa juga bermanfaat untuk mengurangi penguapan air tanah sehingga tanah tidak mudah kering. ketika pengeboran secara langsung maupun tidak langsung akan ada pupuk RP yang terbuang bersama tanah yang terbawa bor tersebut. Penyiraman bertujuan memberikan seluruh bibit untuk memperoleh kelembaban yang cukup dan menghindari bibit kurang air. Bibit kecil tadi kemudian di masukkan ke dalam lubang yang telah diberi pupuk. Setelah itu mulsa tersebut disebar merata di atas tanah hingga mulsa menutup seluruh permukaan tanah. Apabila kegiatan penanaman telah selesai dilakukan. Panjang bor sekitar ± 60 cm dengan pegangan berada 10 cm dibawah pangkal bor yang terbuat dari kayu gelam. Dengan diberikannya mulsa pada bibit kelapa sawit tersebut maka pertumbuhan gulma dapat ditekan sehingga kegiatan merumput dapat dikurangi dan persaingan antar tanaman juga menurun. Gambar C. apabila pupuk dicampur bersama dengan tanah yang belum di bor. cangkang juga digunakan sebagai bahan bakar di PKS sehingga jumlahnya sangat terbatas. sehingga sebisa mungkin tanah yang berada dalam polibag dalam keadaan lembab atau basah. Gambar C. Namun untuk mencapai tingkat efisiensi maksimum. penyiraman cukup dilakukan satu kali. sedangkan untuk polibag yang tidak dapat lagi digunakan di letakkan di samping gudang. selain itu.f. Dosis yang digunakan untuk setiap polibag adalah 30 gram yang aplikasinya menggunakan takaran yang telah disediakan oleh perusahaan. Kiri: Polibag yang telah diberi mulsa. Yang perlu di ingat adalah fiber yang baru dating dari PKS haruslah dibiarkan selama minimal 2 minggu. Cara aplikasi mulsa ini adalah dengan membawa mulsa dalam karung kemudian dibawa ke polibag besar yang akan di beri mulsa. Kebutuhan air setiap polibag ± 2 liter per hari. kemudian dimiringkan dan dipukul-pukul sehingga tanah memadat dan mudah untuk dikeluarkan dari polibag kecil.f. Kanan: Pembuatan lubang tanam. pelaksanaan penyiraman dilakukan hanya 1 kali sehari walaupun hari sebelumnya tidak turun hujan. Penanaman bibit main-nursery. sisa polibag kecil dikumpulkan dan dipilah-pilah antara polibag kecil yang masih dapat digunakan dan polibag kecil yang tidak dapat lagi digunakan. Apalagi pada bibit main-nursery yang telah berumur lebih dari 9 bulan. Gambar C. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan dan efisiensi kerja. keputusan dilakukan kegiatan penyiraman atau tidak juga ditentukan oleh operator siram dengan mengandalkan pengalaman yang dimiliki. Pupuk RP tersebut ditaburkan tepat didalam lubang hasil pengeboran sebelumnya. Kiri: Bor pembuat lubang tanam. Tetapi belakangan ini penggunaan mulsa cangakang sangat jarang dilakukan. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian persiapan media tanah bahwa aplikasi pupuk RP ketika tanah masih dalam bentuk gundukan sangat sulit sehingga lebih mudah apabila diaplikasikan ketika tanah telah di isikan ke polibag besar. Untuk polibag yang masih dapat digunakan di simpan di dalam gudang. Aplikasi Mulsa Sekitar 2 minggu setelah penanaman di polibag besar. Penyiraman Salah satu kebutuhan utama bibit kelapa sawit adalah air. Kanan: Rumput di sela-sela mulsa. selain harganya mahal. Apabila dirasa tanah masih lembab. Polibag besar yang telah dibor kemudian biberi pupuk RP untuk meningkatkan kadar P di dalam tanah.2.3. Jika curah hujan lebih dari 18 mm maka tidak perlu dilakukan penyiraman. karena fiber yang baru dating tersebut masih panas sehingga apabila dipaksakan untuk langsung diaplikasikan dikhawatirkan akan membuat bibit tersebut gosong karena kepanasan. penyiraman tidak lagi menjadi suatu kegiatan yang harus dilakukan.diruncingkan dan pangkalnya diberi pegangan yang terbuat dari kayu.3. g.1. Selain itu. Polibag yang telah dipisahkan tadi kemudian dimasukkan ke karung.g. Hal ini dikarenakan pada bibit yang berumur 9 bulan ke atas. maka penyiraman ditunda pada hari berikutnya. akar bibit telah menembus polibag dan sumber air serta unsur hara tidak lagi terfokus pada kandungan yang ada . Polibag yang telah di bor dan di beri pupuk RP siap untuk ditanami. Mulsa dapat berasal dari serat (fiber) ataupun cangkang kelapa sawit. dan di tekan sedikit sehingga permukaan tanah menjadi rata.1. Harus dipastikan bahwa posisi bibit tersebut tegak lurus.3. Bibit disiram dua kali sehari (pagi dan sore). Selain itu. h.

sampoernaagro. 1992.U. 2009. S. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Pemanfaatan Hasil dan Limbah.com/2011/06/25/budidaya-kelapa-sawit-pembibitan-kelapa-sawit/ BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT PROSPEK YANG CERAH DI KETAPANG KALIMANTAN BARAT 26OKT I. Mangoensoekarjo. E. Supena. Widiastuti. Pupuk tunggal sebagai pengganti pupuk majemuk dan pengurangan frekuensi aplikasi pada pembibitan klon kelapa sawit. Y. Elsevier. 1997. Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. The Genus Elaies. Diakses tanggal 1 September 2008. Yenni.org/ index. (tidak dipublikasikan) Lubis.wordpress.php?option=com_content&task=section&id =8&Itemid=31&lang=id. Diakses 10 Oktober 2008. Pusat Penelitian Kelapa Sawit – Pemuliaan Tanaman. Amsterdam. 1998. D. dan A. BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT Didalam budidaya tanaman kelapa sawit. Studi Tentang Perkebunan dan Pemasukan Minyak Kelapa Sawit Indonesia. Ogan Komering Ilir. Kelapa Sawit : Usaha Budidaya. Murfiah. Jakarta. Mangoensoekarjo dan H.iopri. Plantation Location. Corley. 2003. Makin Group. Jakarta. kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit di TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan) hingga pemanenan TBS (tandan buah sawit. Manajemen Budidaya Kelapa Sawit (dalam : Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. V. 2003. Syamsulbahri. Penyiraman dapat dilakukan 2 atau 3 harus sekali. I. dan P. Budidaya. R. I. International Contect Bussines System. A. 2006. teknik pembibitan dan pemeliharaannya. Widyastuti. Jakarta. Setyawibawa. Tbk. A.E.com/plantation location. R. Tojib. Asmono. Tbk. Penebar Swadaya. 2006. Buletin Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. Oil Palm Research. Siregar. Penyunting : S. Fauzi. ______. Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. (tidak dipublikasikan). 2002. 2009. Semangun).di polibag. http://www.html. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. dan Y. Supriyanto. http://www. Analisis dan Pemasaran. Kelapa Sawit di Indonesia. K. kegiatannya meliputi pembukaan lahan/ kebun atau Land Clearing(LC). Kelapa Sawit. Gadjah Mada University Press. . Presentasi Asisten Training 2009 PT Sampoerna Agro. Penebar Swadaya. Pengenalan Perkebunan Kelapa Sawit. H. Hartono. Pedoman Teknis Pembibitan Kelapa Sawit. Yogyakarta http://puputwawan. YE. Sujadi. dan N. Hartoyo. Yang terpenting adalah bibit main-nursery yang berumur < 9 bulan tidak boleh kekeringan karena bibit berumur 10 bulan. Pematangsiantar. S.T. Y. Ogan Komering Ilir. Setyawibawa dan R. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan.. Pembibitan Kelapa Sawit. Yogyakarta. 1996. Purba. ______. 1976. Gadjah Mada University Press. 1992. 12(1):25-34. (tidak dipublikasikan) Purba.

Apabila dijumpai okupasi atau permasalahan dalam area yang akan diurus perizinannya maka pimpinan Proyek/ manajemen Kebun diwajibkan membantu PAD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas. sosial dan lingkungan. pemasaran. Didalan pelaksanannnya pihak Manajemen mendapatkan usulan/masukan dari public affair departemen (PAD) atau sebaliknya. 1. mencakup:  Luas area berdasarkan kelas tanah.1 Pembukaan Kebun Baru Untuk pembukaan perkebunan baru ada beberapa usaha yang harus dilakukan mulai dari bagaimana cara perolehan lahan. Emplasemen/Pondok dan pabrik  Potensi masalah sosial Apabila dari hasil survey pendahuluan menunjukan prospek bisnis yang menguntungkan. menejemen akan menugaskan Riset dan GIS (geografic information system) untuk melakukan survey lanjutan tentang kelayakan area yang mencakup: Teknis. ekonomi. perencanan tata ruang sampai dengan pembukaan lahan secara fisik. Perizinan Area Baru Public affair departemen (PAD) bertugas untuk menyelesaikan proses perizinan area baru yang dimulai dari tahap proses perolehan area sampai perolehan hak guna usaha (HGU). Adapun Tahapan-tahapan dalam perolehan antara lain: A.1. . B.2 Perolehan Lahan Proses perolehan lahan baru dan pengembangannya ditetapkan oleh Manajemen sebagai langkah ekspansifperusahaan menuju terwujudnya luasan area yang ditetapkan. Dan beberapa informasi yanag lebih mendetail. Penilaian Kelayakan Lahan Setelah mendapatkan izin untuk pembukaan lahan maka selanjutnya adalah penilaian kelayakan lahan atau survey pendahuluan (desk study) yang dilakukan oleh Riset dan GIS (geografic information system) untuk mendapatkan informasi yang mencakup:  Kelayakan area baru untuk dilakukan penanaman Kelapa Sawit  Alternatif jalan masuk ( Acces Road) menuju area baru  Sumber air yang cukup untuk rencana pembibitan.  Luas kerangka berdasarkan tahapan penanaman disertai tanda batas dilapangan.

bukit dan sungai ( termasuk renca outlet) Jaringan jalan. semak belukar. Gudang sentral. dengan menugaskan departeman agronomi dibantu tim yang terdiri dari finance. untuk penghubung keluar masuk lokasi dermaga Penentuan Main Road (jalan utama) dan Collection Road (jalan koleksi) Rencana pembagian blok dan luas blok Lokasi bibitan Rencana Lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lain Rencana lokasi pabrik dan perkantoran . Penyusunan Master Plan kebun. skunder. Jaringan outlet beserta ukurannya untuk area rendahan dan gambut. Rencana Kerja Proyek (RKP) merupakan rencana detail yang berisi informasi. dan engineering untuk menyusun rencana kerja proyek (RKP) dan master plan kebun dan pabrik. 1 2 3 4 5 Jangka waktu pembangunan kebun Tahapan – tahapan pembukaan kebun Kebutuhan SDM Keuangan Alat berat dan kendaraan Sedangkan. dll) Hasil survey semi detail manajemen menetapkan rencana penyelesaian dan jangka waktu pembangunan kebun baru. dan lalang.    Kondisi dan taksiran luas hutan primer. rawa. Lokasi Sunber material pada area baru. Lokasi prasarana (rencana: dermaga. disusun berdasarkan hasil survey lahan yang mencakup informasi : 1 2 3 4 5 6 7 8 Batas kebun dan batas wilayah kebun Kondisi lahan : darat. bulking.

9 10

Lokasi sumber material penimbun dan pengeras jalan Lokasi hutan konservasi / penyangga

1.3 Perencanaan lokasi Sarana Penunjang Untuk kelancaran dalam pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit maka harus segera dibangun beberapa sarana penunjang antara lain: lokasi kantor, bibitan, lokasi jalan masuk, lokasi pabrik dan lokasiemplasemen. Untuk menentukan lokasi kantor dan tempat tinggal pengurus. Pimpinan proyek / manajer kebun segera mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk bangunan kantor dan tempat tinggal sementara. Lokasi yang sudah ditetapkan tersebt diupayakan akan menjadi tempat pembangunan kantor permanen, Gudang dan Emplasemenkebun memasuki masa stabil. Penetapan lokasi harus mendapat persetujuan dari KAWIL (kepala wiayah) dan GM (general manager) Plantation. Setelah penentuan lokasi untuk perkantoran, Pimpinan proyek manajer kebun pjuga mengidentifikasi area yang akan digunakan untuk pembibitan dengan mempertimbangkan persyaratan lokasi bibitan yang ideal. Setelah lokasi bibitan disetujui oleh KAWIL ( kepala wilayah) dan GM (general manager) Plantation, pimpinan proyek / Manager kebun segera menyusun Rencana Kerja dan Anggaran untuk pelaksanaan oprasional pekerja bibitan. Menentukan lokasi jalan masuk dengan mempertimbangkna hasil survey semi detail. Dalam hal ini Pimpinan proyek / manajer kebun bersama-sama dengan Lahan untuk jalan masuk harus dibebaskan dari kepemilikan masyarakat minimal 50 meter dari kiri kanan jalan. Guna menjaga keamanan dari berbagai gangguan maka perlu dibuat parit 2 x 2 x 1,5 m sebagai pembatas sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Kemudian untuk selanjutnya penentuan lokasi pabrik kelapa sawit (PKS) dan Emplasemen, Pimpinan Proyek / Manager kebun, GIS, dan Enginering malakukan survey untuk menentukan kelayakan tata letak rencana pembangunan PKS serta Emplasemen pada tempat yang ditunjuk. Berdasarkan hasil survey tersebut, managemen memutuskan lokasi terbaik yang akan dibangun. Untuk menghindari kesalahan penanaman pada lokasi yang di rencanakan akan di bangun PKS maupun Emplasemen maka harus segera dibuat tanda di lapangan dengan pemasangan papan nama sekaligus patok batas lokasinya. Pimpinan Proyek/Manajer kebun segera menginformasikan kepada Asisten Pengembangan untuk menghindari penanaman pada lokasi yang sudah dicadangkan tersebut. 1.4 Pembukaan Lahan lokasi

Pembukaan lahan adalah merupakan kelanjutan tahapan setelah mendapat izin hak guna usaha (HGU) dan telah dilakukan uji kelayakan lahan. Adapun Tahapan – tahapan dalam pembukaan lahan antara lain: Survey Lahan dan evaluasi lahan Kegiatan survey lahan dan evaluasi lahan dilakukan oleh para ahli PMNP, kegiatan ini bertujuan mengetahui layak atau tidak dan sesuai atau tidak lahan tersebut dinyatakan untuk dijadikan lahan untuk tanaman BudidayaTanaman Kelapa Sawit. Rintis-Bloking Kegiatan rintis bloking bertujuan untuk menentukan tata batas / kerangka kebun, menentukan desain blok yang akan dikerjakan dan menentukan tata batas jalan utama ataupun jalan koleksi. Pembuatan rintis bloking dan jalan di areal datar, didasarkan pada peta rencana blok, kemudian dilakukan kegiatan rintis jalan Main Road dan Collection Road, penentuan arah jalan mempertimbangkan bentangan luasan kebun dengan menggunakan kompas / Theodolite. Jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1.009 m dan antar jalan koleksi (CR) 307 m, dengan lebar blok 300 m dan panajang blok 1.000 m. Sedangkkan untuk areal berbukit dilikaukan imas tumbang terlebih dahulu sebelum rintis-bloking maupun pembuatan jalan. Untuk luasan blok pada areal berbukit tidak meski 30 ha tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi jaln kontur. Pancang Rintis Penentuan jarak titik pancang antar jalan utama (MR) adalah 1009 M, dan antar jalan koleksi (CR) 309 M, dengan lebar blok 300 M, dan panjang blok 1000 M, dengan lebar MR 9 M dan CR 7 M. sedangkan jarak antar MR disesuaikan dengan kelipatan jarak tanaman. Imas Imas merupakan kegiatan memotong anak kayu dan tanaman yang merambat berdiameter kurang dari 10 cm dengan menggunakan parang dan kapak. Tujuan imas ialah untuk mempermudah penumbangan pohon dan pelaksaan perun mekanis, diusahakan serendah mungkin dengan permukaan tanah.

Tumbang Penumbangan pohon dengan menggunakan gergaji mesin / cheinsaw dilakukan setelah di imas. Penumbangan dilahan gambut dilakukan setelah minimal 6 bulan selesai pembuatan parit outlet dan parit utama. Ketentuan dalam penumbangan kayu:
 

Hasil tumbangan tidak dibenarkan melintang diareal jalur air dan jalan Pohon yang masih tegak tetapi sudah mati tidak perlu ditumbangkan sampai dilakukan perun mekanis.

Perun Mekanis Perun mekanis dengan menggunakan alat berat buldozer atau excavator. Perun mekanis merupakan kegiatan merumpuk kayu hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar dengan baris tanaman mengarah timur dan barat. Lebar rumpukan untuk areal mineral 2 M dengan jarak antar rumpukan 32 M sedangkan pada areal gambut 4M dengan jarak antar rumpukan 16M. Posisi Buldozer berada pad gawangan hidup dan kegiatan pengumpulan atau perumpukan kayu-kayu diatur pada gawangan mati sejauh 2,5 m dari radius pohon sawit. Pancang Jalur Rumpukan (pancang staking) Pancang rumpukan dipasang pada jalur utama rumpukan dan berada di gawangan mati. Tinggi pancang 4M dan diberi bendera warna merah atau putih agar mudah dilihat oleh operator excavator atau buldozer. Setiap jarak 50 m diberi pancang pembantu sehingga ada 6-8 pancang dalam satu jaluran. 1.5 Pembuatan Prasarana Jalan Jalan merupakan urat nadi perkebunan karena fungsi jalan sangat vital, Yakni: sebagai penghubung dari dan keluar kebun/ pabrik, jalur transaportasi TBS, jalur trasportasi pemupukan, karyawan, material bangunan serta sebagai pembatas blok. Putusnya jalan akan menghambat semua aktivitas sehingga dapat mengganggu. Jenis -jenis Jalan: 1. Main Road (MR) dibangun dari timur kebarat dengan jarak antar jalan utama 1000M dan lebar badan jalan 9 m. Untuk areal gambut atau rawa jalan dibuat dengan sistem tanggulan dan pembuatan parit pada salah satu sisi badan jalan. Ukuran parit lebar atas 4 m, bawah 3 m, dalam 4 m.

2. Collection Road (CR) dibangun searah utara selatan, jarak antar koleksi 300 m dan lebar badan jalan 7 m. 3. Jalan kontur, jalan yang dibangun padaareal berbukit, dibuat dengn memotong jalur kontur dngn lebar 5-7 m. 1.6 Pembibitan Kelapa Sawit Pembibitan kelapa sawit merupakan kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit secara generatif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit antara lain genetic tanaman (innate), perlakuan (induce)dan factor lingkungan atau kondisi alam (enforce). Faktor innate adalah factor yang terkait dengan genetic tanaman yang bersifat mutlak dan sudah ada sejak terbentuknya embrio dalam biji. Untuk jaminan yang dikeluarkan oleh institusi resmi salah satunya adapun jenis bibit yang digunakan di BGA yaitu mengelola factor innate ini yaitu dengan memilih jenis kecambah dan membeli yang mendapat seperti PT. Socfindo, PT. Socfindo dan Lonsum

yang keduanya merupakan hasil persilangan bibit Dura dan Pisifera. Faktor induce adalah factor yang mengimbas (mempengaruhi) ekspresi sifat genetic sebagai manifestasifactor lingkungan yang terkait dengan perlakuan manusia. Faktor induce ini berperan mulai dari bibitan sampai pemeliharaan dilapangan, seperti pemupukan. Faktor enforce adalah factor lingkungan (alam) yang bersifat merangsang atau menghambat pertumbuhan produksi tanaman, seperti iklim, temperatur, curah hujan, keadaan tanah dll. Kualitas bibit merupakan faktor penting untuk mendapatkan minyak kelapa sawit (mks) yang tinggi dan diharapkan bibit tersebut sudah mulai panen pada umur 30 bulan. Untuk Kualitas bibit dilapangan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu : 1 2 3 4 Potensi genetik dan asal – usul persilangannya Kultur teknis dalam penanaman dan pemeliharaan bibit Seleksi bibit Umur bibit saat ditanam kelapangan

Pemilihan sumber kecambah merupakan faktor terpenting karena setelah ditanam kelapangan maka selama 25 sampai 30 tahun kedepan potensi produksi tidak dapat diperbaiki.

6.3 Sistem Irigasi/ Pengairan Tujuan penerapan sistem irigasi yang tepat adalah untuk menjamin bahwa masing – masing bibit memperoleh air yang cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal.2 Persiapan Lahan Bibitan Lahan bibitan harus sudah dalam kondisi bersih lengkap dengan instalasi air dan jaringan jalan. Membuat jalan tetap menuju bibitan.000 liter/Ha per hari. . Tahapan persiapan lahan bibitan: 1 2 3 4 5 Memilih lokasi potensial. Adapun faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi bibitan yaitu : 1 2 3 4 Lokasi harus datar dan lapang Tersedia air yang cukup minimal 40.1. Aman dari gangguan hama penyakit Dekat dengan Emplasmen sehingga pengawasan lebih intensif 1.6.1 Penentuan Lokasi Bibitan Penentuan lokasi bibitan akan menentukan sistem pembibitan yang digunakan oleh perusahaan dengan melihat untung dan rugi terkait biaya yang harus dikeluarkan selama masa bibitan. Membersihkan areal penyemaian PN (pre nursery) dan MN (main nursery) Membuat drainase dengan baik sehingga air hujan tidak tergenang. Membuat irigasi secara mekanis.6. 1.

Sistem irigasi yang digunakan di perusahaan BGA yaitu sistm irigasi tabung dengan menggunakan selang plastik (kirico). Pembibitan Dua Tahap . diantaranya : 1 2 3 Sistim irigasi manual Sistim irigasi semi manual Sistem irigasi tabung dengan selang plastik berlubang (kirico) yang bertekanan. 1. Pembuatan sarana irigasi harus sudah selesai sebelum dimulainya kegiatan pembibitan baik di Pre Nursery maupun Main Nursery.250 RPM. Pipa yang digunakan dalam sistem irigasi adalah pipa PVC 6”. bagian pemancar yang dilengkapi dengan keran.000 sd 20. selang plastik berlubang (kirico) dan sambungan – sambungan pipa keran. Pada pembibitan ini kecambah langsung ditanam dalam largebag di main nursery yang sudah dilakukan penjarangan (spacing) dengan jarak tanam 70cm segitiga sama sisi (dalam 1 ha bisa menampung 17. 4” dan 2” serta selang kirico.000 bibit). Sebelum dilakukan penanaman kecambah maka instalasi air harus sudah terpasang pada seluruh areal pembibitan yang sudah direncanakan. sehingga selain biaya yang murah juga efektif terhadap sistem penyiraman bibit karna jumlah air yang keluar merata. Air yang digunakan harus bersih dan baik dengan Ph minimum 4. dapat digunakan pembibitan satu tahap (single stage). Pembibitan satu tahap Pada perkebunana yang sudah mapan ( established ) atau yang mempunyai topografi area datar cukup luas.4 Macam-macam tahapan Pembibitan Ada dua macam cara yang umum dilakukan dalam tahap bibitan yaitu cara langsung atau satu tahap (single stage) dan cara tidak langsung atau dua tahap (double stage) a).Adapun sistem penyiraman yang digunakan di BGA yaitu sistem pengairan berkabut atau Mist Irrigation.6. Bagian – bagian instalasi pada irigasi tabung terdiri dari mesin pompa. Jenis mesin 20 hp @1. Ada beberapa macam sistem irigasi yang biasa digunakan dalam pembibitan kelapa sawit. waduk sumber air. Sistem kirico ini banyak memiliki kelebihan dan mudah dalam pengaplikasiannya. b).

diameter 5cm.6. Lakukan penyiraman secukupnya segera sesudah transplanting Untuk pembibitan tahap awal PN (prenursery) di BGA tidak menggunakan babybag tetapi menggunakan potraykhusus berlogo BGA. Marihat) maka jarak tanam harus lebih dijarangkan agar pelepah daun tidak saling menutupi (bisa terjadi kompetensi sinar matahari).1). Penentuan kerapatan tanaman pada area datar sangat dipengaruhi oleh jenis bibit yang akan ditanam. 6. Tata cara pelaksanaan transplanting dari pre nursery ke main nursery sebagai berikut : 1. Dosis untuk pupuk guano ialah 15gr/pokok. 1. Siram bibit di PN (pre nursery) sebelum dipindahkan 5. Pada saat transplanting atau pemindahan bibit dari PN ke MN dibarengi dengan pemberian pupuk guano dan agroblen sebagai pupuk dasar yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar. ukurannya tinggi 10cm. Untuk jenis bibt yang memiliki diameter daun cukup lebar (contoh . berbentuk kerucut. Main Nursery Transplanting ke Main Nursery dilakukan pada bibit yang berumur 3 – 4 bulan atau setelah bibit memiliki 4 – 5 helai daun. 2). Pre Nursery Tujuan pre nursery adalah memberi waktu lebih longgar untuk membuat persiapan area bibitan dan mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau setelah bibit memiliki 4-5 helai daun. Pastikan Largebag sudah tersusun benar dengan posisi tegak dan telah diisi tanah. Satu hari sebelum transplanting dilakukan penyiraman guna memudahkan pembuatan lubang tanam 3. System bibitan dengan mengguankan potray ini memiliki kelebihan diantaranya menghemat tempat atau lokasi bibitan. Bibit ditanam ke largebag dan padatkan tanahnya 7. Angkat bibit PN (prenursery) hati-hati dan disusun keatas masing-masing kotak kayu sebagai tempat pengangkutan dari lokasi PN ke MN menggunakan mobil atau jonder.Pre Nursery juga bertujuan untuk mengoptimalkan dalam pemeliharaan. mudah dalam proses perawatan. sedangkan untuk bibit .5 Kerapatan Tanam Terdapat perbedaan Kerapatan tanam antara area datar dengan area berbukit. hal tersebut terkait dengan teknik penanaman dan pertimbangan saat panen. 2. sedangkan pupuk agroblen 50gr/pokok. Buat lubang ditengah largebag dengan menggunakan alat pelubang dengan kedalaman lubang disesuaikan dengan tinggi bibit (potrey) 4.

6.14 m 136 9. Kebutuhan air untuk setiap bibit adalah 0.yang memiliki diameter daun yang lebih sempit (contoh: PPKS Dumpy. 1.3 Liter/potre per hari.36 m Sumber : Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1.6.5 m Jarak tegak lurus antar bar 8. pemupukan.5 m 7. Penyiraman di Pre Nursery (PN) dilakukan 2x dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari.62 m 160 8.6 Kegiatan Perawatan Bibitan Kegiatan yang dilakukan di Pre Nursery (PN) antara lain pengairan atau penyiraman. Transplanting Bibit Kegiatan transplanting yaitu kegiatan pemindahan bibit dari pembibitan awal ke pembibitan utama. pengendalian hama dan penyakit (PHPT) dan seleksi bibit. yaitu instalasi irigasi . konsolidasi bibit. Pengendalian gulma dilakukan 2 minggu sekali atau bisa kurang dari seminggu sesuai kebutuhan. Tabel 1.2 m 7.97 m 148 8.8 m 7. kecuali bila hujan dengan curahan 8 mm maka penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan. Kerapatan tanam (pohon/Ha) 128 Jarrak tanam anatara pohon (segitiga sama sisi) 9.2 – 0. Adapun kegiatan – kegiatannya antara lain : 1 Persiapan lokasi bibitan utama. dilakukan dengan cara manual dan tidak dianjurkan menggunakan herbisida.4 m 8. pengendalian gulma.1 Kerapatan Tanam. Socpindo) maka dapat ditanam lebih rapat.7.23 m 130 9.

b). d). Cara penaggulangannya adalah dengan memperbaiki sitem pengairan. Pemberian Mulsa Mulsa diberikan segera setelah penanaman. 1. Pemupukan Pengaplikasian pupuk dilakukan 1 minggu setelah transplanting dan disebar merata pada permukaan polybag. Penyiraman dilakukan 2x dalam sehari. Penyiraman Penyiraman memerlukan 2 – 3 liter air per hari dengan sistem mist irigation : sumisamsui / kirico. Untuk efektifitas penyemprotan agar tidak terkena bibit biasanya menggunak sunggup bulat yang dipasang pada ujung semprot. e). Pengendalian Hama Hama yang biasa terjadi pada bibit adalah gejala kulvlaria dengan ciri bercak spot – spot coklat. pagi dan sore. rotasinya 1 bulan 1x dengan menggunakan alat semprot. f). pemupukan dan media tanah. Pengendalian dengan cara aplikasi sistemik dan non mistemik.6. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan secara manual (weding) dan dengan cara herbisida kontak.2 3 4 Pengisisan media tanam berupa tanah mineral ke dalam largebag Penyusunan largebag Pembuatan lubang tanah. Konsolidasi Bibit . c). bahan aktif parakuat untuk pengendalian gulma diluar polybag. Kebutuhan air ini dapat dipenuhi dengan penyiraman selama 60 menit. mulsa yang dipakai di perusahaan BGA adalah daun lalang kering yang dipotong – potong. Apabila gejala makin parah bibit harus di isolasi dan diberikan perlakuan pestisida.8 Kegiatan di Main Nursery a).

2 Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam ukuran 60 x 60 x 40 cm disiapkan sebelum penanaman dilakukan.8. kondisi lahan dan jenis bibit. Jarak pancang tanam disesuaikan dengan kerapatan tanam. tanah yang bekas galian ditimbunkan kembali. 1.7 Penanaman Kelapa Sawit 1. biasanyan tanaman yang doyong atau roboh maka harus ditegakkan atau dipadatkan bagian tanahnya. Nomor blok tersebut dipasang pada . Persiapan dan penanaman kelapa sawit diperkebunan pada umumnya dilaksanakan dengan cukup baik. tinggi 1 meter.7.7. Pembuatan pancang tanam diawali dengan pemasangan pancang kepala menggunakan kompas / GPS.1 Penomoran Blok Penomoran blok dilakukan setelah penanaman. 1.5 Konsolidasi Adalah tindakan rehabilitasi terhadap tanaman yang baru ditanam. Kesalahan tanam yang disebabkan oleh penanaman yang terburu-buru atau karena kurangnya pengawasan dari mandor tanam.7. Kegiatan konsolidasi harus sudah selesai 2 bulan setelah penanaman.3 Lansir Bibit Lansir bibit adalah pengeceran bibit yang sudah siap tanam dari bibitan utama dan diecerkan kelokasi tanam dijalur CR sesuai dengan jumlah tanam menggunakan zonder. 1. 1. 1. 1. Tanah galian dipisahkan antara topsoil dan subsoil. yang mengakibatkan kerusakan pada Kelapa Sawit. polybag disobek dan bibit dimasukkan kedalam lobang tanam dengan posisi tegak. penomoran blok menggunakan kayu blok yang berukuran 10 x 30 cm.8 Kegiatan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 1.Yaitu kegiatan menegakkan bibit atau polybag yang condong serta meratakan tanah dan memadatkan. Kemudian. walaupun demikian karena penenman biasanya dalam skala luas maka masih selalu terjadi penanaman yang tidak sesuai denagn syarat –syarat kultur teknis.4 Penanaman Sebelum bibit ditanam kelapangan lubang tanam diberikan pupuk guano sebanyak 35ogr dan pupuk RP 500gr diberikan secara bersamaan. Konsolidasi bertujuan agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan sempurna.7.1 Pancang Tanam Pancang titik tanam dilakukan sesudah dibuat jalan utama dan jalan koleksi agar barisan tanaman dapat rapi. Oleh karena itu untuk untuk memperbaiki kesalahn tersebut perlu dilakukan konsolidasi.7. maupun kelambatan atau kelainan pertumbuhan.

pada umur 6 bulan dan umur 10 bulan. Sensus tanaman dilakukan sebanyak 3x. air dan sinar matahari 2. dimulai pada saat kastrasi pada bulan ke 14 dan 18. Sensus TBM 2 dan 3 ( Tanaman Non produktif) Sensus ini bertujuan untuk mengetahui tanaman yang tidak produktif.8.4 Pemeliharaan Jalan Kegiatan yang diklakukan dalam pemeliharaan jalan a. Mempermudah pekerja untuk melakukan pekerjaan selama periode TBM 3. Mengurangi kopetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan hara. a). Sensus TBM 1 Pada TBM 1 bertujuan untuk mengetahui tanaman yang mati. Ada dua kategori sensus.8. yakni sensus pokok mati ( pada TBM 1) dan sensus produktif ( pada TBM 2 dan 3). titik kosong pohon yang diserang hama maupun abnormal. b).3 Sensus Pokok Kerapatan tanaman yang ideal harus sudah dicapai pada bulan ke dua belas setelah penanaman. Efektivitas pemupukan 1.5 Pengendalian Gulma . pasar rintis dan perawatan gawangan adalah : 1. guna memastikan kerapatan yang ideal maka perlu dilakukan kerapatan tanam.2 Pembuatan Piringan dan Pasar Rintis Tujuan pembuiatan piringan.8. 1. Mempermudah pengawasan dilapangan 4. 1.8. 1. Penomoran blok ini harus sudah selesai setelah penanaman. pada umur 2 bulan setelah tanam.4 titik antara persingpangan CR dan MR.l: 1 2 3 Perataan Jalan Memperbaiki saluran air ditepi jalan Pengerasan jalan Penimbunan.

mekanis. kimiawi. sedangkan untuk tanaman berumur 12 . pasar pikul. yaitu gulma berdaun pita (grasses). Oleh kaerna itu gulma yang ada di lokasi gawangan. Gulma berkayu ( Brush weede). sabit. piringan harus dibersihkan.Gulma merupakan vegetasi yang tumbuh secara alami dengan menjadi pesaing bagi tananaman kerena dapat mengganggu dan merugikan pertumbuhan serta produksi dpat terhambat. Gulma langsung ditebas dimulai dari pangkal batang hingga daun terluar pokok kelapa sawit. Untuk gulma berkayu. 1). secara mekanis dan kimia. gulma berdaun lebar(Broadleaves). Gulma terdiri dari berbagai macam kelompok. Pengendalian secara preventif dan kultur teknis Cara penanggulangan gulma dengan cara preventif yaitu dengan penanaman kacangan sebagai penutup tanah yang dapat menekan pertumbuhan gulma. Jenis herbisida yang digunakan untuk tanaman berumur >12 bulan menggunakn herbisida kontak. Standar dan tindakan pengendalian gulma pada TBM di BGA Group Kendawangan dimulai tanaman baru sampai dimulai tanaman baru sampai tanaman menghasilkan dilakukan dengan 3 cara. Secara kimia Salah satu cara penanggulangn gulma dengna cara kimia adalah dengan menggunakan herbisida. yaitu secara prevensif. Biologis. didongkel menggunakan cangkul. a. Ada beberapa cara yang biasa digunakan dalam penanggulangan gulma antara lain: 1 2 3 Memusnahkan gulma berbahaya Mengembangkan/ melestarikan tanaman berguna / inang secara terkendali Menerapkan konsep pengelolaan gulma terpadu dengan memberdayakan seluruh komponan pengendalian yang meliputi: kulur teknis. gulma pakisan ( Ferns). cangkul dan kait. tindakan frepentif. b. Secara mekanis Pengendalian gulma dengan mekanis menggunakan parang.

Alat ini yang memiliki ujung semprot yang disebut nozel. Alat yang digunakan dalam pengendalian gulma secara kimia yaitu alat semprot (Knap Sack).2 – 2.2 225 - 10 CDA 0. Tabel.5 600 – 800 165 3 polyjet hijau 1.0 800 – 1000 256 6 VLV 200 1.5 – 1. 1.0 – 1.2 400 -600 68 5 polyjet hitam 1.2 – 2.2 Jenis Nozzle dan Spesifikasinya Volume Lebar semprot NO 1 Nozzle Polyjet merah (meter) 2 semprot (liter/ha) 1000 Rata semp Kg 247 2 polyjet biru 1.bulan yaitu herbisida sistemic.2 400 90 4 polyjet kuning 1.0 200 97 7 VLV100 1.0 – 1.0 25 – 50 - . Untuk pembersihan jalan rintis dan gawangan disesuaikan dengan jenis gulma yang menjadi sasaran.0 100 42 8 VLV 50 1 50 30 9 No drif Nozzle 1. berikut ini merupakan spesifikasi jenis nozel.2 – 2.

Apabila masih ditemukan lalang dalam jumlah sedikit. Mengurangi kompetisi hara. jika yang diserang adalah bagian daun maka akan mengganggu proses foto sintesa dari tanaman. Tidak semua gulma harus diberantas misalnya rumput-rumput dan tanaman lain yang lunak. Mempermudah pengawasan dari satu gawangan ke gawangan lain 3.9.11 Cone Nozle 500 - Sumber : Buku Pedoman Teknis Kelapa Sawit 1. Secara Ekonomi: organisme pengganggu tanaman (OPT) yang merusak tanaman inang (tanaman utama) sehingga merugikan secara ekonomi karena mengakibatkan kehilangan hasil yang diharapkan. air dan sinar matahari. akan membuat gagal panen sehingga para petani akan merugi secara ekonomi. Pasar Rintis. Fungsi dari piringan. Misalnya. Mengurangi sarang / inang hama sehingga populasi hama bisa ditekan. tindakan yang dilakukan berupa spot spraying dan wiping.1 Pengendalian Gulma Pemeliharaan Gawangan Tujuan pengendalian gulma di gawangan : 1. 1. air dan sinar matahari 2.6 Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Biologi: Organisme yang mengganggu tanaman secara Biologi karena merusak bagian tanaman tertentu yang mengakibatkan terganggunya proses biologi dari tanaman. Akibat Serangan hama tikus.8. pemupukan. Pemberantasan Lalang Kondisi TM harus bebas dari lalang.9 Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) 1. berakar dangkal dan tidak tinggi (pakis) masih dapat ditoleransi. Pasar Tengah dan TPH Pemeliharaan akses kedalam blok dan kepohon untuk mempermudah aktivitas panen. Pasar Tengah dan TPH adalah: . Pasar Rintis. penunasan dan pengawasan serta mengurangi kompetisi dengan gulma dalam penyerapan hara. Pemeliharaan piringan. Alasannya karena jika diberantas akan dapat mendorong terjadinya erosi. Misalnya.

10 Perisapan Panen Pada masa peralihan TBM ke TM untuk mendapatkan semua potensi pada tahap awal produksi diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik terhadap sarana dan prasarana yang berhubungan dengan proses panen. oleh karna itu dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 5 tepat yaitu tepat jenis.9. yakni sebagai tempat pengumpulan hasil panen sebelum diangkut ke pabrik kelapa sawit (PKS) 1. Pemupukan memerlukan biaya yang sangat besar.9. TPH.1. serta pelepah yang tidak memiliki daun harus dibuang. dosis. yakni sebagai tempat penyimpanan pupuk dan daerah jatuhnya tandan buah dan brondolan 2. 1. Piringan. serta ketahanan terhadap hama dan penyakit. Adapun kegiatan menjelang produksi anatara lain: 1. Pada waktu penunasan pelepah yang tidak berfungsi lagi.10.1Kastrasi . pelepah dipotong serapat mungkin ke pohon kurang lebih 15 cm agar brondolan tidak tersangkut. waktu. Dasar penentuan dosis pemupuka untuk TM berdasarkan hasil analisa daun dan analisa tanah. 3. cara dan administrasi.2 Penunasan (prunning) Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempermudah aktivitas panen dan memperlancar penyerbukan. yakni sebagai jalan untuk mengangkut buah ke TPH dan menjalankan aktivitas operasional lainnya. Pasar Rintis dan Pasar Tengah. 1. Ketentuan dalam penunasan.3 Pemupukan Pemupukan tanaman menghasilkan (TM) dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman guna menunjang pertumbuhan untuk mecapai produksi yang optimal.

Membuang bunga betina dengan dodos ukuran maks. Pada kastrasi rotasi terakhir bunga jantan jangan dibuang. Membuang tandan yang terkena penyakit tirathaba dan disusun digawangan mati 2. maka untuk kegiatan kastrasi bunga betina dipohon non produktif (St1 s/d St4) tidak dibuang.10. Pada saat dimulai kastrasi di bulan 14 dan 18.4 Pembuatan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) TPH diperlukan sebagai tempat untuk mengumpulkan hasil produksi panen atau TBS (tandan buah segar) kelapa sawit. kastrasi mulai dilakukan untuk tanah kelas I umur 14 bulan. maka diperlukan sanitasi pad 3-4 bulan sebelum panen pertama dimulai. 5. 1. Membersihkan semua sampah disekitar pohon untuk mempermuah mengutip brondolan.10. 8cm dan disusun rapi digawangan mati 2. agar jalan rintis dapat dilewati tanpa hambatan. kegiatan sanitasi: 1. 1. dan kelas II atau seterusnya umur 18 bulan.Pada kondisi normal. 3. Kegiatan katrasi : 1.2 Sanitasi Untuk mempermudah proses panen dan mendapatka kondisi buah yang baik pada saat panen.10. karena akan digunakan sebagai media pengembangan elaidobius camerunicus 4. Tidak ada pemotongan pelepah pada saat kastrasi. Pada tanah kelas 1 rotasi kastrasi dimulai umur 14 dan diakhiri pada umur 20 bulan sedangkan tanah kelas II/III rotasi dimuali pada umur 18 dan diakhiri pada 24 bulan. TPH yang standar dan biasa digunakan dalam perkebunan kelapa sawit adalah sebagai berikut: .3 Pembuatan Titi panen Titi panen harus dibuat setiap jalan rintis yang melewati parit maupun saluran air. Membuang semua pelepah kering 3. 1.

Wilayah panen terkonsentrasi/mengumpul yang bertujuan untuk memudahkan pengontrolan dan meningkatkan output karyawan diarenakan tidak terlalu jauh untuk pindah hancak. 2. TM II dst ukutrannya 3×4 m 3.6 Seksi Potong Buah Seksi potong buah adalah pembagian wilayah atau areal panen dalam luasan tertentu yang merupakan petak-petak lokasi (terdiri dari beberap blok) yang menggambarkan tempat dilakukan panen.10.1. Permukaan tanah di TPH harus rata sehingga memudahkan untuk penempatan TBS. sehingga pengontrolan lebih sistematis. 2. Ukuran TPH: – TM I dan II ukuarannya 2x3m.5 Perlatan panen Peralatan panen yan perlu disiapkan pada penen perdana : dodos ukuran 8cm. kapak buah. 4. Menghancakan karyawan 2. Jika menggunakan sistem 6/7. buah lebih cepat masuk ke PKS. TPH dibuat setiap 3 jalan rintis untuk areal datar. Memberikan target/ sasaran yang jelas. pengaruk berondol. angkong. maka areal panen yang ada dibagi 6 seksi. Membagi buku notes potong buah . gancu. 1. Distribusi buah mengumpul. Memudahkan pengontrolan. Tujuan pembuatan seksi panen adalah . sedangkan untuk areal berbukit atau bergelombang disesuaikan dengan kondisi lapangan. artinya dalam satu munggu dilakukan 6 hari panen. 1.10. Pemberian nomor TPH terdiri dari nomor blok dan nomor TPH 1. dengan pembagian seksi potong buah. 3. Persiapan tenaga berondol.10. 1. Adapun tugas-tugas mandoran: 1. ddengan demikian maka transportasi TBS akan lebih efektif. maka arah panen dapat ditentukan secara berurutandari blok yang satu ke blok yang lain.7 Mandoran Panen Mandoran panen yaitu mandor yang bertugas mengontrol dan mengawasi karyawan panen yang terdiri dari 15 orang atua lebih. 4.

tidak boleh pemanen lain memasukinya kecuali sepengatahuan mandor. Cara/sistem pengacakan yang dikenal di BGA ada tiga cara: Hancak Giring murni Yaitu sebuah sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan sensntiasa digiring atau tidak memiliki hancak tetap. Bedanya dengan sistem giring murni adalah bahwa sistem giring ini yang memiliki han cak tetap hanya sebatas permandoran sedangkan karyawan tidak memiliki hancak tetap. seperti BKM dan pusingan potong buah Memeriksa alat kerja karyawan. 4. Dengan sistem ini rasa tanggung jawab pemanen akan . karena sistem ini memungkinkan seorang karyawan tidak punya ras tanggung jawab terhadap hncaknya dan butuh waktu yang lebuh lama untuk pindah hancak. Akan tetapai mandor harus tetap akatif mengawasi hasil pekerjaan karyawan maupun menghancakan pemanen ke hancak baru.8 Sistem penghancakan Sistem penghancakan adalah suatu metode atau cara menempatkan karyawan (pemanen) pad suatu daerah (jalur) tertentu. Hancak Tetap Yaitu sistem hancakan diamana mandor dan karyawan telah memiliki daerah yang telah ditentukan (hancak tetap). Hancak ini biasa diterapkan pada areal yang baru panen.10. 1. Oleh karena itu seorang mandor harus aktif dalam menghancakan karyawan dan mengawasi pekerjaannya. sementara pemanen dalam mandoran tersebut selalu dilakukan giring sesuai dengan kebutuhan. output pemenen dsb. 7.3. Hancak Giring tetap permandoran Yaitu sistem penghancakan dimana antara mandor dan karyawan dalam mandoran tersebut telah memiliki hancak tetap. Mengontrol kerja karyawan Memeriksamutu buah dan hancak karyawan Melakukan taksasi poong buah Megisi administrasi. 5. Hancak artinya daerah kerja atau jalur tempat karyawan melaksanakan pekerjaan. misalnya berdasarkan karepatan panen. 6.

1 Sensus Produksi Sensus produksi adlah pencacahan/ penghitungan/ padatan terhadp tanaman ks yeng bertujuan untuk mengetahui / memperkirakan produksi selama satu semester (enem bulan memdatang). Para meter yang digunakan untuk mengetahui produksi semester tersebut adalah jumlah janjang yang ada dipokok dan berat janjang ratarata (BJR). imas. 5. Buah/Brondolan tidak dikutip 4. Langkah-langkah pengendalian pusingan panen adlah dengan mengetahui informasi mengenai: 1. Buah mentah 2. Buah masak tinggal dipokok 3. 3. Administrasi yang tidak akurat Selain itu untuk mengendalikan kehilangan produksi tersebut dapat juga dengan mengendalikan pusingan/rotasi panen agar tetap normal. Gagang panjang (GP) 7. tumbang. maka dalam pemanenan ini diupayakan semaksimal mungkin dengan menekan biaya yang seminimal mungkin dan mengambil produksi semaksimal mungkin. dst hingga tanaman mulai menghasilkan/ produksi. maka akan dapat diketahui berapa kira-kira tonase yang akan didapat . yaitu dengan cara menekan kehilangan prouksi (losses) hingga O %.11 Kegiatan Panen Untuk menjadi sebuah perkebunan. Adapaun factor-faktor yang menyebabkan terjadinya losses. perun/rumpuk.lebih tinggi dan mandor panen akan lebih mudah dalam melakukan kontrol terhadap hasil pekerjaan karyawan. yaitu: 1. Dasar pemikirannya adalah apabila diketahui jumlah janjangannya dan berat janjangannya. 1. 4. Kerapatan buah masak Jumlah tenaga potong buah Umur tanaman Jumlah brondolan dan persentase siap borong Curah hujan 1. Janjangan buah busuk 6. Untuk mengambil produksi tersebut maka perlu cara yang dianamakan panen. 2. Buah/Brondolan dicuri 5.11. di mulai dari urutan-urutan kegiatan pekerjaan dilapangan yang dimulai dari kondisi hutan yang dibloking.

2 Taksasi Potong Buah Taksasi potong buah adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperkirakan produksi pada esok hari. Penghitungan janjang yang dilaksanakan pada titik sensus dan pokok sensus.selama satu semester. Dengan mengetahui perkiraaan produksi esok hari maka dapat menentukan jumlah tenaga kerja atau HK yang dibutuhkan dan jumlah alat transportasi (Truk/trailer) yang digunakan. jika kerapatan /populasi tanaman =136pokok/ Ha. maka panen besok -66Ha. yang bertujuan untuk mendapatkan jumlah janjang yang akan dipanen dalm suatu blok. maka akan melakukan sensus pada 882 pokok. maka tiap mandoran memdapat 2 blok. Sensus dilakukan sebesar 10 % dari pokok produktif pada areal yang akan dipanen esok hari (semakin banyak semakin akurat data yang diperoleh). Yang maksud dengan jumlah dan berat janjang adalah janjang dan berat janjang sampel/contoh dari satu blok yang akan ditaksir produksinya. 3. Menentukan BJR. dengan 3 mandoran. 2. Sensus produksi terdiri dari 3 macam pekerjaan. Jadi jika 1 blok =33Ha.11. Kamudian dari pokok-pokok sampel ini akn diketahui jumlah rata-rata janjang per pokoknya.Sebagai contoh. dapat ditentukan dengan 2 cara: pertama penimbangan dilapangan TPH. Sedangkan semester II ialah bulan juni s/d desember tahun ini dan sensus produksinya dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 30 juni tahun ini. Sensus pokok ini dilakukan setiap 6 bulan yang disebut dengn semester. Sensus dilakukan 10% dari 66Ha = 7Ha . dan sensus produksinya dilaksanakan pada tangal 20 s/d 31 desember tahun lalu. tiap mandoran harus melakukan taksasi sebesar 10% dari tiap total pokok produktif pada 2 blok tsb. Data harus diterima oleh Departemen pusat yang berada jakarta paling lambat 7 hari setelah sensus. Proses input data hasil sensus produksi dilaksanakan dalam waktu 5 hari setelah sensus. 1. 1. seksi (areal panen besok) terdiri dari 6 blok. Semester 1 adlah bulan januari s/d juni.3 Kriteria Panen .11. Taksasi ini didasarkan pada prsentase kerapatan panen yang ditentukan dari hasil sensus panen. Semakin banyak sempel maka data yang didapat semakin akurat. Persiapan tanda-tanda sensus (pembuatan dan perbaikan) dan kelengkapan alat sensus. 1. kedua dengan penimbangan di PKS.

Tabel 1. apabila terpotong maka karywan dikenakan denda. Pedoman yang digunakan untuk kematangan tersebut didasarkan pada jumlah brondolan yang lepas secara normal.Adalah pedoman yang digunakan untuk menetuakn apakah buah itu dinyatakan matang. BGA Group Tabel 1. Jika tidak sengaja maka buah diantrikan dan ditandai pada gagang buah dengan huruf berwarna merah. Buah yang telah membrondol akan tetapi belum sesuai d kriteria yang telah ditetapkan. yaitu buah masak biasanya berwarna merah jingga. mentah atau busuk. yaitu 1 brondolan per Kg TBS.3 Pedoman umum yang digunakan untuk menentukan kriteria buah masak adalah sebagaiberikut: Umur tanaman Jumlah brondolan 0-4 brondolan >5 brondolan Gagang busuk 3-7 tahun 0-10 brondolan >15 brondolan Gagang busuk 8-20 tahun 0-20 brondolan >20 brondolan Gagang busuk >20 tahun Sumber : PT. Akan tetapi cara ini kurang efektif. terutama pada kondisi pokok tanaman yang sudah tinggi. Menetukan kematangan buah juga ditentukan berdasarkan warna buah. Karyawan yang memoton .4 Istilah dan Simbol-simbol yang berkaitan dengan kematangan buah: Istilah Simbol Tindakan Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Mentah (BM) Normal (BN) Buah Busuk (BB) Keterangan Un Ripe atauMentah Hitam Under Ripe atauKurang Buah BM - Buah yang tidak membrondol.

11. Di perusahaan BGA kendawangan. dikarenakan PKS belum jadi. digaster. Sisa pengepresan berupa ampas dikeringkan untuk memisahkan biji dan sabut. Over ripe atauKelewat masak Empety Bunchatau buah busuk Sumber : PT. TBS diangkut ke Poliplen atau ke Kalteng. Dan harus diturunkan. Karena akan meningkatkan ALB yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas CPO yang tentunya akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri. Buah ini biasanya diakibatkan ka keterlambatan pusingan.masak atau Mentah merah Ripe atau Masak/ Normal buah ini harus diperingatkan.com/2011/10/26/budidaya-tanaman-kelapa-sawit-prospek-yangcerah-di-ketapang-kalimantan-barat/ perkebunan kelapa sawit . yaitu 1 brondol /Kg TB lebih.wordpress. dilumatkan di dalam buah. Setelah buah dipanen kemudian disusun di tempat pengumpul hasil (TPH).4 Transportasi Buah BB Buah yang membrondol lebih dari 75 % brondolan yang pada janjang buah tsb. maka tugas krani panen adalah mencatat hasil TBS yang ada di TPH. atau buah yang tertinggal pada pusingan yang lalu. dipres dengan mesin untuk mengeluarkan minyak dan dimurnikan. Biji dikeringkan dan dipecahkan agar inti (kernel) terpisah dari cangkangnya. Buah yang membusuk sehingga hanya janjangan kosong (empty bunch/B) yang tertinggal. dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah. Di pabrik buah akan direbus. jika berkali-kali diingatkan masih tetap menurunkannya maka dikenakan denda buah mentah Buah BN Buah denagn kriteria yang tepat. BGA Group 1. Buah yang telah dipanen sebaiknya segera di angkut ke Pabrik untuk diproduksi menjadi CPO dan TBS jangan dibiarkan dilapangan lebih dari 7-8 jam. Oleh karena itu pengiriman TBS masih belum maksimal dan terkadang terlambat. http://anthosusantho. masih dalam proses pengerjaan.

memahami dan upaya mendeteksi siklus hidup hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit secara dini mutlak harus dilaksanakan karena akan memudahkan tindakan mencegah terjadinya ledakan serangan hama dan penyakit yang tak terkendali. biaya pengendalian melalui deteksi dini dipastikan akan jauh lebih murah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. Mutasi tersebut mutlak dilakukan dan perlu mendapat perhatian baik dari segi lamanya masa TBM maupun persiapan yang perlu dikerjakan sebelum tanaman dikerjakan. 26 februari 2010 Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Hama dan Penyakit pada Kelapa Sawit Mengenal. Dalam keadaan normal. karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi yang dapat menghambat produktifitas harus dipahami dan diupayakan solusinya. Secara ekonomis. pada kelapa sawit dikenal periode Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang lamanya bervariasi 2-3 tahun tergantung pada beberapa faktor yang terjadi di sekitarnya. Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit. Salah satu faktor penghambat yang perlu dipertimbangkan selain benih yang baik adalah serangan hama dan penyakit. Sebagai tanaman tahunan. seperti ada / tidaknya serangan hama dan penyakit. Untuk mendapatkan produksi yang optimal. baru akan dipanem hasilnya setelah 2-3 tahun ditanam di lapangan. Pekerjaan awal ini sangat mempengaruhi kualitas hasil buah yaitu kastersi / tunas pasir.jumat. Selanjutnya segera deteksi siklus hidup hama dan penyakit agar mudah dalam melakukan pencegahan dan pengendaliannya. sebelumnya harus mengenal dan memahami jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit. terjadi mutasi dari TBM menjadi Tanaman Menghasilkan (TM) terjadi pada tahun ketiga setelah tanam. . Hal ini sesuai dengan tujuan penanaman kelapa sawit yaitu untuk menghasilkan produksi yang optimal. Pendekteksiasi tersebut dapat menyelamatkan tanaman kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit yang merugikan sehingga produksi dapat dipertahankan. Kelapa sawit yang ditanam saat ini. Perkebunan kelapa sawit merupakan jenis usaha jangka panjang.

serta babi hutan. Ulat Api dan Ulat Kantong Serangan hama ulat api dan ulat kantong (ulat pemakan daun kelapa sawit) telah banyak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dengan terjadinya eksplosi dari waktu ke waktu. penyakit busuk tandan buah (marasimius). dan penyakit busuk pucuk (spear rot). . pengelola harus mengetahui hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. Sedangkan penyakit yang menjadi masalah pada tanaman kelapa sawit diantaranya penyakit daun pada pembibitan. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. tikus. ulat kantong. PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. kumbang Adorektus dan Apogonia. diposkan oleh perkebunan di 11:36 1 komentar ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT ARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur. Hal ini menyebabkan kehilangan daun (defoliasi) tanaman yang berdampak langsung terhadap penurunan produksi. 1.Secara ekonomis biaya pengendalian melalui deteksi dini terhadap hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dipastikan akan jauh lebih rendah daripada pengendalian serangan hama dan penyakit yang sudah menyebar luas. Tanah gambut (lebih satu meter dalam). jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. rayap. Jadi sudah seyogyanya jika ingin sukses dalam usaha perkebunan kelapa sawit. penyakit busuk pangkal batang (ganoderma). tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). Hama dan Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit diantaranya ulat api.

Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter.1 Calopogonium caeruleum 0. Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4. Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:     Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. keadaan tanah (curam atau rata). (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang).6 . Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. Jika mempunyai tapak semaian sendiri. khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). hutan atau kawasan tanam semula.0 Pueraria phaseoloides 1.Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit.

Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Jumlah Pokok Meter (Kaki) 8.7 (29) Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) .    Taburkan 150g . Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah.200g baja Fosfat didalam lubang. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam. Lazimnya.  Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar.5 (28) 8. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau.     Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.

diposkan oleh perkebunan di 11:34 0 komentar BUDIDAYA KELAPA SAWIT BUDIDAYA KELAPA SAWIT I.2. Curah hujan tahunan 1. beraerasi baik dan subur.0 (30) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. Temperatur optimal 24-280C.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan. II. tanah gambut saprik.500-4. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA . PENDAHULUAN Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. 2. pH tanah 4-6. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. PT. Ultisol dan Aluvial. Berdrainase baik. dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit. SYARAT PERTUMBUHAN 2. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl.). baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. Tanah Latosol. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam.1.000 mm. Media Tanam Tanah yang baik mengandung banyak lempung. solum cukup dalam (80 cm). Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3). Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah.9. permukaan air tanah cukup dalam. air dan cahaya matahari. dan tanah tidak berbatu. III. Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari.

Penyemaian Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan. Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0. 24. Pembibitan 3. Teknik Penanaman 3. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal.11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak.1. siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang.1.5-2.1. 34 & 36 (17gr). minggu ke 10 & 12 (8gr) Mingu ke 14. 3. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman 3. Pemeliharaan Pembibitan Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penentuan Pola Tanaman Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. 29 & 31 (8gr) Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).1. minggu ke 27. Tanah di polibag harus selalu lembab.3. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm.5 tutup per liter air.2. 26 & 28 (12gr). Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena . Sebelum bibit ditanam. minggu ke 30. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. minggu ke 6 & 8 (6gr). > 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr). minggu ke 38 & 40 (20gr). Kecambah ditanam sedalam 2 cm.2. minggu ke 23 & 25 (6gr). Minggu ke > 12-12-17-2 22.2. > POC NASA Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit.1. minggu ke 4 & 5 > 15-15-6-4 (4gr). Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut : Pupuk Makro Minggu ke 2 & 3 (2 gram). 32. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. 15. 16 & 20 (8 gr).

3. Segera ditimbun dengan galian tanah atas.2. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. Penyulaman dan Penjarangan Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan.3. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.dapat memperbaiki sifat-sifat fisika. 3.2. Populasi 1 hektar + 135145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari. mencegah erosi. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. siram bibit pada polibag.3. Pemeliharaan Tanaman 3. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). 3. 3.3. 3. Sehari sebelum tanam. Cara Penanaman Penanaman pada awal musim hujan. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Jarak 9x9x9 m.2. 3.2.1. setelah hujan turun dengan teratur.3. Pemupukan Anjuran pemupukan sebagai berikut : Pupuk Makro . Areal berbukit. Penyiangan Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma. kimia dan biologi tanah.3.5 m dari sisi lereng.

18. 54. 60 dst 40 kg/ha TSP MOP/KCl Kieserite Borax NB. 18. 48. 12.Urea 1. 18. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret. Bulan ke 42. 54. Bulan ke 6. Dosis POC NASA mulai awal tanam : 0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3. 60 dst 600 kg/ha 1. 60 dst 1000 kg/ha 1. Dosis 3-4 tutup/ pohon Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. 30 & 36 115 kg/ha 2. Bulan ke 6. 24.April). 12. setiap 4 . 12. 18. 18.) . 54. Bulan ke 42. setiap 3 – 4 bulan sekali b. 30 & 36 75 kg/ha 2. POC NASA a. 24. 54. 30 & 36 200 kg/ha 2. 48. 24.3. Bulan ke 48 & 60 750 kg/ha 1. Bulan ke 6. Dosis 3-4 tutup/ pohon Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 12. 24.5 bulan sekali >36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang. Bulan ke 42.4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln.2. Bulan ke 6. 30 & 36 20 kg/ha 2. Bulan ke 6. 24. 60 dst 1200 kg/ha 1. 48. 12. Bulan ke 42. 30 & 36 225 kg/ha 2. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA Tahap 1 : Aplikasikan 3 . 48.

Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar. Pemangkasan produksi Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.3.3. Pemangkasan pasir Membuang daun kering. Pemangkasan pemeliharaan Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.6. . buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan. warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir. Kastrasi Bunga Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan. Penyerbukan Buatan Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah. dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.5. b. Pemangkasan Daun Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu: a. 2. produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. b. bentuk buah lebih sempurna. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). a. Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium. Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka.4. Penyerbukan oleh manusia Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer. 3. Cara penyerbukan: 1. 3. c.3. Bak seludang bunga.3.

Hama dan Penyakit 3.2. daun membusuk dan kering. Hama a. Gejala: pelepah mudah patah.4. daun mengering. Root Blast Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. 3. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit. Bagian diserang daun. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .4. pemberian air irigasi di musim kemarau. daun muda mati dan kering.4. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810. . Penyakit a.1. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun. Garis Kuning Penyebab: Fusarium oxysporum. c. Bagian yang diserang adalah daun. penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR. Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. b. tanaman dewasa layu dan mati. b. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Bagian diserang batang. Hama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. terjadi pembusukan akar. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.3. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Bagian diserang adalah daun. Bagian diserang akar. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO. Dry Basal Rot Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik.

Kemudian biji direndam dalam air mengalir selama 6 hari. aerasi dan draenasenya baik. dapat juga digunakan untuk industri sabun.0. . Pengecambahan Biji.1. hingga kadar air naik menjadi 24%. Umur Panen Mulai berbuah setelah 2. kaya akan humus dan tidak mempunyai lapisan padas. . Minyak sawit selain digunakan sebagai minyak makanan margarine.5. asalkan gembur. .pH tanah antara 5.7. Yahim – Sentani – Jayapura Oktober 1992 Agdex: 161/20 Kelapa sawit ( Elaeis guinensis jacg ) adalah salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil.Curah hujan minimum 1000-1500 mm /tahun. PEMBIBITAN a.Suhu optimal 26°C. SYARAT -SYARAT TUMBUH . . dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. .5 tahun dan masak 5. .Biji dipanaskan dalam germinator selama 60 hari dengan suhu tetap 39oC dan kadar air 18%. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih. terbagi merata sepanjang tahun. .5 bulan setelah penyerbukan. sedikitnya 60% buah telah matang panen.Dapat tumbuh pada bermacam-macam tanah. 112/92 Diterbitkan oleh : Balai Informasi Irian Jaya Jl. lilin dan dalam pembuatan lembaran-lembaran timah serta industri kosmetik . Panen 3.5 .5. diposkan oleh perkebunan di 11:33 0 komentar B U D I D AYA KELAPA SAWIT B U D I D AYA KELAPA SAWIT Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan.3. .Kelembaban rata-rata 75 %.

tebal 0. . PEMELIHARAAN TANAMAN . .Lobang tanam ditutup kembali dan jangan dipadatkan.Tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 1 kg/lobang.5 m .. .Kecambah yang tumbuh normal dan sehat. biji mulai berkecambah.Biji yang belum berkecambah pada umur 30 hari dibuang saja.Lobang ditimbun dengan tanah. daunnya dipotong untuk mengurangi penquapan. warnanya kekuning-kuningan.Bibit yang tingginya lebih dari 150 cm. . . 2 minggu sebelum tanam dengan jarak 9 x 9 x 9 m membentuk segitiga sama sisi. .Setelah 10-14 hari.2 mm.Buatlah lobang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm. Persemaian dan Pembibitan . PERSIAPAN LAHAN . .Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan tanaman .Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan.Selanjutnya biji dikeringkan selama 3 jam dalam ruangan yang teduh. . dibersihkan dari semak-semak dan rumput-rumput liar. . PENANAMAN .Biji dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 38 x 39 cm sebanyak 500 biji.Buatlah naungan persemaian setinggi 2. b. tumbuhnya lurus serta bakal daun dan bakal akarnya berlawanan arah.Setelah bibit berumur 3 bulan dipindahkan kedalam polybag yang besar dengan ukuran 40 x 50 cm. kemudian ditutup rapat . .Isilah polybag dengan tanah lapisan atas yang dibersihkan dari kotoran dan dihancurkan sebelumnya. tidak boleh diinjak-injak agar tidak terjadi kerusakan.08 mm.Kecambah dipindahkan kekantong plastik ukuran 14 x 22 cm dengan tebal 0.Masukkan bibit ke dalam lobang dengan hati-hati dan kantong plastik dibuka.Lakukan penyiraman polybag sebelum penanaman kecambah dan selanjutnya pada setiap pagi dan sore setelah penanaman. . .Lahan diolah sebaik mungkin. .Buatlah lobang tanam sedalam 3 cm.

memudahkan panen dan mengurangi penguapan. . PANEN . .Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainage. Sedangkan penyakitnya busuk tandan Marasmius sp. .1000 kg N. . . kebutuhan pupuk berkisar antara 400 . Thosea asigna. . Bo per Ha/tahun. . .Lakukan pemupukan 2 kali dalam satu tahun. Setora nitens.Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar sebanyak 60%. agar penyebaran cahaya matahari lebih merata. Sumber : Dinas Perkebunan Dati I Propinsi Irian Jaya diposkan oleh perkebunan di 11:31 0 komentar Kelapa sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak.Anjuran pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seperti pada tabel 1. hama ulat api dengan insektisida yang mengandung bahan aktif permetrin 20 g/liter dan monokrotofos 600 g/lite.Telah dapat menghasilkan pada umur 30 bulan setelah tanam. pada awal dan akhir musim penghujan dengan cara menyebar merata di sekitar piringan tanaman.Cara panen dengan memotong tandan buah. mempermudah penyerbukan alami. . K. Mahasena Coubessi dan Ulat Api. maupun bahan bakar (biodiesel).Hama-hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Ulat Kantong. . minyak industri. P. .Potonglah daun yang sudah tua. Hama ulat kantong dikendalikan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif metamidofos 200/liter atau 600 g/liter. . Dasna trina.Sedangkan pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM). Metisaplama.baru yang seumur dengan tanaman yang mati.Penyiangan gulma dilakukan 1bulan sekali.Perkebunannya menghasilkan . Mg.Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3 tahun dan selalu dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar.Dipilih tandan yang buahnya sudah masak dengan tanda adanya sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ).Pemanenan dilakukan 1 kali seminggu.

Jawa.Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. dan Sulawesi. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh.Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam. Seperti jenis palma lainnya. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelahMalaysia. daunnya tersusun majemuk menyirip.keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak. ungu.Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa. pantai timurSumatra. == Pemerian botani == African Oil Palm (Elaeis guineensis) Kelapa sawit berbentuk pohon. Buah bergerombol .

Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). serabut buah *Endoskarp. Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalancangkang. bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin. dan Tenera. free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.*Mesoskarp. yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau.15° LS). yang terdiri dari    Dura. Minyak dihasilkan oleh buah.Buah terdiri dari tiga lapisan:*Eksoskarp. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera.Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. E. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang.dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. kandungan asam lemak bebas (FFA. cangkang pelindung intiInti sawit (kernel. oleifera. Pisifera. 20002500 mm setahun. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.=== Syarat hidup ===Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing- . Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. Setelah melewati fase matang. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujanstabil. yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. guineensis danE. Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi Tipe kelapa sawit Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU .

Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi. sekarang digunakan teknik kultur jaringan. bercabang banyak. Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C.[1] Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. dan lilin. kulit dan industri farmasi. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. dan memiliki kandungan karoten tinggi. sabun. kosmetika. Untuk pembibitan massal. [sunting] Hasil tanaman Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah. rendah kolesterol. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. kawat. radio. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%. . Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. bila masak berwarna merah kehitaman.sabun. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. Daging buahnya padat. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik. mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Bunga dan buahnya berupa tandan. margarin. Buahnya kecil. industri baja.

dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan.Sumatera Utara dan di Rantau Panjang.[sunting] Sejarah perkebunan kelapa sawit Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belandapada tahun 1848. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli. Schadt. produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940. yang lalu diikuti oleh K. Sumatera Utara pada tahun 1870-an. dengan ketinggian sekitar 12m. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor. Hingga menjelang pendudukan Jepang. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif. . Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran. seorang Belgia.123 ha. dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dariAfrika. dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia). maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura". Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911. Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup. Pada tahun 1911. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industripertengahan abad ke-19.[2] Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruhmiliter) yang tidak berhasil meningkatkan hasil. Luas areal perkebunan mencapai 5. kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) danAceh. Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan. Kuala Selangor. Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang. sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli. Malaya pada 1911-1912. Semenjak pendudukan Jepang. Di Malaya. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS).

Pada umumnya penanggulangan serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida). kemudian menjadi dewasa setelah berumur 8 bulan.diposkan oleh perkebunan di 11:24 0 komentar kelapa sawit kelapa sawit Evaluasi Lahan * Tahap awal dari pembukaan perkebunan kelapa sawit adalah melakukan evaluasi lahan. Biaya pengendalian serangan tikus dengan burung hantu hanya berkisar 50% dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi. ambang kritis serangan tikus di perkebunan kelapa sawit sebesar 10%. Apabila evaluasi kesesuaian lahan dilakukan. * * * . * * Pengendalian Hama Tikus dengan Burung Hantu * Burung hantu (Tyto alba) merupakan predator tikus yang sangat potensial pada perkebunan kelapa sawit. Evaluasi kesesuaian lahan didasarkan pada penilaian beberapa karakteristik lahan yang disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit. Pembangunan kebun kelapa sawit yang tidak didahului dengan evaluasi kesesuaian lahan akan menimbulkan banyak masalah pada waktu mendatang. maka berbagai faktor pembatas lahan dapat diatasi secara dini. Sementara itu. bergantung pada ketersediaan makanan. khususnya yang berkaitan dengan kultur teknis. sehingga akan meningkatkan biaya pengelolaan kebun. Hasil evaluasi kesesuaian lahan bermanfaat dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. Evaluasi kesesuaian lahan didahului oleh kegiatan survei dan pemetaan tanah untuk mendeskripsikan satuan-satuan lahan. Predator ini mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5%. Namun cara ini dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan dianggap tidak ekonomis. khususnya untuk mencapai produktivitas tanaman sesuai dengan potensi lahannya. Burung hantu mampu bertelur 2-3 kali dalam setahun. Telur yang dihasilkan bervariasi antara 4–19 butir. Penggunaan burung hantu sebagai musuh alami merupakan satu alternatif penanggulangan hama tikus di perkebunan kelapa sawit yang sangat efektif dan efisien. Seekor burung hantu mampu memangsa tikus 2–5 ekor sehari. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan terhadap satuan lahan yang telah ditetapkan berdasarkan hasil survei tanah.

yaitu virus ßNudaurelia. kumbang tanduk juga mematikan tanaman muda sampai 25%. dengan biaya pengendalian hanya 7% dari biaya pengendalian secara kimiawi. misalnya Decis 2. dan lebih murah dibandingkan teknik pengendalian konvensional. Pengendalian ulat api menggunakan bahan alami terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan insektisida kimia sintetis. dan tempat berkembang biaknya. Mikroorganisme entomopatogenik tersebut merupakan sarana pengendalian hayati yang efektif. sehingga permasalahan hama menjadi lebih rumit. multi plenucleopolyhedrovirus (MNPV). sedangkan jamur Cordyceps aff. Feromon tersebut dikemas dalam kantong plastik. Feromon merupakan bahan yang mengantarkan serangga pada pasangan seksualnya.Pengendalian Hayati Ulat Api Menggunakan Entomopatogenik * Pengendalian hayati ulat api Setothosea asigna pada kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme entomopatogenik. militaris. * * * Feromon untuk Pengendalian Kumbang Tanduk * Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) umumnya menyerang tanaman kelapa sawit muda dan dapat menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama menghasilkan hingga 69%. Penggunaan feromon sebagai insektisida alami sangat efektif. seperti munculnya resistensi dan resurgensi hama. efisien. Hal itu disebabkan harga feromon yang murah dan cara aplikasi di lapangan * * . Di samping itu.5 DC dan Matador 25 EC) dalam pengendalian ulat api di perkebunan kelapa sawit. dan jamur Cordyceps aff. dan aman terhadap lingkungan. Pemanfaatan mikroorganisme entomopatogenik dapat mengurangi atau bahkan menggantikan insektisida kimia sintetis (semua jenis insektisida golongan piretroid sintetis. Virus ß Nudaurelia dan MNPV efektif mengendalikan ulat. mangsanya. militaris efektif untuk kepompong hama tersebut. tanaman inang. Biaya pemanfaatan feromon hanya 20% dari biaya aplikasi insektisida dan pengutipan kumbang secara manual. ramah lingkungan. Penggunaan insektisida kimia sintetis selama ini justru seringkali menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. Komponen utama feromon sintetis kumbang tanduk adalah etil-4 metil oktanoat.

Hasil uji aplikasi Marfu-P menunjukkan bahwa satu bulan setelah perlakuan masih dijumpai adanya Ganoderma dan Trichoderma pada potongan akar yang sama. Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit * Limbah cair pabrik kelapa sawit dapat digunakan sebagai pupuk.000. Biofungisida Marfu Pengendali Jamur Ganoderma boninense Penyebab busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit adalah Ganoderma boninense yang merupakan jamur tanah hutan hujan tropis. Busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit dapat dikendalikan dengan menggunakan biofungisida Marfu-P. * * * * Tanaman kelapa sawit yang terserang busuk pangkal (Ganoderma boninense) (a). Biofungisida Marfu-P banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit milik negara dan swasta. Ganoderma pada akar kelapa sawit dan pada potongan akar karet sudah melapuk setelah 3 bulan perlakuan Trichoderma. sehingga bahaya pencemaran lingkungan oleh insektisida kimiawi dapat dihindari.000/kg. boninense bersifat saprofit (dapat hidup pada sisa tanaman) dan akan berubah menjadi patogenik apabila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit yang tumbuh di dekatnya. Serangan BPB dapat terjadi sejak bibit sampai tanaman tua. Jamur G. Manfaat yang diperoleh dengan adanya aplikasi biofungisida Marfu-P adalah pengendalian BPB bersifat ramah lingkungan. Aplikasi limbah cair memiliki keuntungan antara lain dapat mengurangi biaya pengolahan limbah cair dan sekaligus . Harga satu sachet feromon sebesar Rp75. Harga biofungisida Marfu-P hanya sebesar Rp4.tidak banyak membutuhkan tenaga kerja. tetapi gejala penyakit biasanya baru terlihat setelah bibit ditanam di lapangan. Bahan aktif yang digunakan untuk biofungisida Marfu-P adalah sporakonidia dan klamidospora jamur Trichoderma koningii (isolat MR 14). dan tanaman kelapa sawit yang teraplikasi dengan biofungisida Marfu-P selama 6 bulan (b).

Namun investasi ini diikuti dengan peningkatan produksi TBS dan penghematan biaya pupuk sehingga penerimaan juga meningkat.5 m x 1.5 kg urea. menggunakan limbah sawit sebagai bahan bakar. Pembangunan instalasi aplikasi limbah cair membutuhkan biaya yang relatif mahal. yaitu dengan mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi dan selanjutnya ke parit primer dan sekunder (flatbed). Ukuran flatbed adalah 2.5-1 ton TBS/jam. Kandungan hara pada 1m3 limbah cair setara dengan 1. PKS M-1000 terdiri atas delapan unit peralatan pengolahan.25 m. sehingga areal yang dapat diaplikasi sekitar 100-120 ha.000 mg/l yang berasal dari kolam anaerobik primer. Penggunaan limbah cair mampu meningkatkan produksi TBS 16-60%. hanya memerlukan tenaga kerja 6 orang/shift.500–5. Limbah cair tidak menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap kualitas air tanah di sekitar areal aplikasinya. dua unit steriliser. PKS mini sangat mudah dioperasikan.0 kg MOP.3 kg SP-36. * Parit sekunder pada aplikasi limbah cair sistem flatbed * * Pabrik Kelapa Sawit Mini * Pabrik kelapa sawit (PKS) mini merupakan salah satu teknologi alternatif pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 0. Aplikasi limbah cair 12. Di samping itu.5 m x 0.000 kg TBS/jam. satu unit tangki * . dan 1. aplikasi limbah cair juga akan mengurangi biaya pengolahan limbah. Kolam anaerobik primer * Metode aplikasi limbah cair yang umum digunakan adalah Pengaliran limbah cair PKS dengan sistem flatbed sistem flatbed. Limbah cair pabrik kelapa sawit telah banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit baik perkebunan negara maupun perkebunan swasta. 0. satu unit thresher dengankapasitas 1.500 m2.2 kg kieserit.6 mm ECH/ha/bulan dapat menghemat biaya pemupukan hingga 46%/ha. * Kualifikasi limbah cair yang digunakan mempunyai kandungan BOD 3. 3. satu unit double screw press mini. Dosis pengaliran limbah cair adalah 12. PKS mini dirancang khusus untuk perkebunan kelapa sawit dengan luas 160-300 ha. dan hanya memerlukan lahan 2. yaitu satu unit boiler yang mampu menghasilkan 600 kg uap/jam dengan tekanan 3 kg/cm.6 mm ekuivalen curah hujan (ECH)/ha/bulan atau 126 m3/ha/bulan.berfungsi sebagai sumber hara bagi tanaman kelapa sawit. Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton/jam akan menghasilkan sekitar 480 m3 limbah cair per hari.

23/kg TBS dengan asumsi harga CPO Rp3. dan tangki penampungan (j) Palm Baking Shortening * Shortening dari fraksi minyak sawit merupakan suatu formula yang mempunyai karakteristik mirip dengan produk shortening komersial Shortening dari minyak sawit (a). Manfaat yang diperoleh petani kelapa sawit dengan adanya PKS M-1000 adalah petani lebih mudah melakukan pemasaran TBS. sterilizer (b).18.klarifikasi dengan kapasitas 1. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) yang dibuat dengan bahan baku minyak kedelai dan minyak biji kapas yang terhidrogenasi parsial.000. . * Dengan biaya investasi PKS M-1000 sebesar Rp1.305. inti Rp1.675/kg dan harga beli TBS Rp567. dan usaha perkebunan skala menengah yang ongkos angkut TBS ke PKS lebih dari Rp75/kg TBS. Sasaran pengembangan PKS M-1000 adalah kelompok pekebun kecil kelapa sawit swadana. digester (f). * * Unit pengolahan pabrik kelapa sawit mini: boiler (a). harga TBS yang dihasilkan petani menjadi bersaing sehingga pendapatanpetani bertambah. clarification tank (e). B/C= 1. usaha perkebunan besar skala kecil. payback period= 3 tahun. dan forula lain yang mempunyai karakteristik mirip dengan shortening yang dibuat dari lemak hewani. tandang kosong sawit (TKS) yang merupakan limbah padat PKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik. Selain itu.78%. serta satu unit nut cracker dengan kapasitas 500 kg biji/jam.5 miliar. biaya pengolahan TBS menjadi crude palm oil (CPO) adalah Rp368. screw press (d). satu unit deperikarper dengan kapasitas 200 kg biji+serat/jam.4/kg. PKS Mi-1000 secara ekonomis layak diusahakan dengan parameter ekonomi sebagai berikut: IRR= 24.150/kg.200 liter. ripple mill (h). Teknik pendekatan formulasi dilakukan berdasarkan sifat fisika dan kimia produk komersial yang digunakan sebagai acuan. thresher (c). satu unit tangki penampung minyak. fruit elevator (g). NPV= Rp708. fibrating screen (i).

antioksidasi.000/liter. dan aplikasi minyakmakan merah pada produk margarin (b) * * . dan pencegahan kanker. Produk juga tidak menggunakan campuran bahan baku lemak hewani sehingga bebas dari kolesterol. sehingga bebas dari lemak trans yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker (karsinogenik).. Minyak makan merah kaya akan karoten (± 440 ppm) dan vitamin E (± 500 ppm) yang sangat esensial untuk kesehatan.* Produk shortening yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) tanpa melalui proses hidrogenasi. mi instan. yaitu sebagai sistem kekebalan tubuh. dan aplikasi shortening pada roti dan kue (b) Minyak Makan Merah * Minyak makan merah adalah minyak alami hasil pengolahan lanjut CPO. Teknologi proses minyak makan merah yang dikembangkan oleh PPKS tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. * Shortening dari minyak sawit (a). Minyak makan merah dapat digunakan sebagai sumber vitamin A dan E. sehingga aman dikonsumsi dan mudah dikembangkan pada skala industri kecil. penundaan penuaan. Palm baking shortening dari minyak sawit dapat memberikan alternatif baru bagi produsen shortening dalam memilih bahan baku. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan minyak sawit untuk industri shortening dalam dan luar negeri.000/liter. Minyak makan merah dapat diaplikasikan pada minyak salad dan bahan nutrifikan pangan (margarin. Harga minyak makan merah di Malaysia berkisar RM10/liter setara dengan Rp25. selai kacang). Biaya produksi minyak makan merah yang dikembangkan PPKS sekitar Rp5. tanpa pewarna dan tanpa pengawet buatan. Tingkat konsumsi * Minyak makan merah(a).

Tumpukan dibalik 3.2% dari konsumsi minyak per hari.5 kali seminggu dengan mesin pembalik BAKHUS dan disiram dengan limbah cair PKS. * Total biaya investasi produksi kompos dari TKS berkisar Rp4 miliar untuk PKS dengan kapasita 30 ton TBS/jam. diposkan oleh perkebunan di 11:19 0 komentar CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT PENDAHULUAN Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur.000 RE (retinol equivalent). Dengan harga jal kompos bulk Rp400/kg. kompos diayak dan dikemas. Kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa sekitar 800-1. Pada akhir pengomposan yang berlangsung selama 6-8 minggu. keuntungan langsung yang diperoleh sebesar Rp366/kg atau sekitar Rp2.minyak di Indonesia per kapita per tahun adalah 15 kg atau setara dengan 41 g/hari. . Dengan demikian. Dengan asumsi produksi kompos per hari 60 ton. TKS yang telah dicacah ditumpuk di atas lantai semen pada udara terbuka atau di bawah atap. mengkonsumsi minyak makan merah 12 g/hari atau 29.28 miliar/tahun sebelum pajak. sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin A untuk orang dewasa. tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam). maka biaya produksi kompos adalah Rp150/kg. Proses pengomposan TKS dimulai dengan pencacahan TKS dengan mesin pencacah. Kompos dari Tandan Kosong Kelapa Sawit * Teknologi produksi kompos dari tandan kosong sawit (TKS) merupakan satu teknologi pengolahan limbah yang sekaligus dapat mengatasi masalah limbah padat dan limbah cair di PKS. Penerapan teknologi ini memungkinkan PKS untuk menerapkan konsep zero waste yang berarti tidak ada lagi limbah padat dan cair yang dibuang. * Proses pembalikan kompos tandan kosong sawit (a) dan kompos tandan kosong sawit kering (b).

Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut:  Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan. khususnya Nitrogen Memelihara kelembapan tanah Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:    Centrosema pubescens Pueraria phaseoloides Calopogonium mucunoides/caeruleum Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. keadaan tanah (curam atau rata). hutan atau kawasan tanam semula. tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang). PERLAKSANAAN KERJA Kerja-kerja pembersihan. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. Jika mempunyai tapak semaian sendiri. Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera. Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. .Tanah gambut (lebih satu meter dalam). pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit. Penutup bumi adalah untuk:    Mengawal hakisan Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah.

Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter. . Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:- Kekacang Kg/ha Centrocema pubescens 4. Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah.    Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.   Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit.0 Pueraria phaseoloides 1. PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam. Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut: Umur Kekacang Semasa menanam (sepanjang jalur-jalur) 2 bulan 6 bulan 8 bulan 12 bulan Kadar Baja Debu Fosfat (kg/ha) 112 112 112 112 112  Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:-  Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau. Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.1 Calopogonium caeruleum 0. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan.200g baja Fosfat didalam lubang.    Taburkan 150g .6   Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan.

daerah di sekitar pangkal batang dibebaskan dari gulma. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:   Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun. Usaha Perkebunan Pengendalian gulma. Pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan dipusatkan di sekitar barisan tanaman. Pada masa TBM. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah: Jarak Meter (Kaki) 8. Dengan cara demikian maka kegiatan pemeliharaan selanjutnya dan penyadapan dapat dilakukan dengan mudah.25. Lazimnya.0 (30) Jumlah Pokok Hektar (Ekar) 160 (65) 148 (60) 136 (55)  Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam. .5 (28) 8. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengaturan tanaman penutup tanah yang melilit batang karet. Dengan bertambahnya umur tanaman pada daerah yang dibebaskan dari gulma adalah daerah 1 meter sebelah kiri dan kanan barisan tanaman. Tanaman selinganTanaman selingan: Kacang tanah. Pengetahuan Umum. 2010 in Aspek Teknis Usaha. Cara pengendalian dengan menggunakan herbisida hanya dilakukan secukupnya saja. diposkan oleh perkebunan di 11:09 0 komentar http://teguhpranoto1991. Pada tahap awal.com/ Pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam usaha Budidaya Tanaman Karet Apr. jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar.  Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu. pengendalian gulma lebih banyak menggunakan cara manual yaitu dengan mencabut/membersihkan gulma secara langsung dengan tangan/kored. air dan cahaya matahari.7 (29) 9.blogspot. Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan. jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam.

dapat diberantas penyemprotan larutan KOC. misalnya Cabak dengan konsentrasi 0. maupun TM disajikan pada Tabel di bawah ini. Kegiatan sensus tanaman akan terus dilakukan sampai tanaman menghasilkan. Pemupukan pada TBM berfungsi untuk mempercepat tanaman mencapai matang sadap. 2.1. Jika dirasa perlu. Cendawan akar putih (Rigidonporus lignosus). P.1 – 0. Penyakit yang sering menyerang tanaman karet pada umumnya adalah rayap (Coptotermes sp).3%. Untuk klon yang sulit membentuk cabang/tunas maka dilakukan pemenggalan (topping) pada ketinggian 2. Pemeliharaan jalan produksi. penggunaan pupuk daun juga dapat dilaksanakan. dapat diberantas dengan sistem fogging menggunakan Daconil atau fungisida lainnya. dapat diberantas dengan Fomac 2 atau Shell Collar Protectant atau Calixin Collar Protectant.5 m. Dari beberapa penelitian perlakuan ini akan mengurangi evapotranspirasi.5 m dipotong/dibuang sehingga batang tanaman akan tumbuh dengan baik (tinggi dan lurus). Sensus tanaman bertujuan untuk mengetahui jumlah dan kondisi tanaman yang ada di lapang. 2. Untuk mengetahui akan terjadinya serangan hama/penyakit sejak awal maka perlu dilakukan pengontrolan tanaman secara rutin (early warning system). 1. Pengendalian hama dan penyakit. Dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah tanaman yang harus disulam (konsolidasi tanaman). menurunkan suhu tanah dan meningkatkan ketersediaan air dalam tanah. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin dengan memperhatikan tingkat serangan yang terjadi. K dan Mg dengan dosis sesuai anjuran daerah setempat. yang dapat diberantas dengan menggunakan Chlordane 8 EC atau Basudin 6 0 EC dengan konsentrasi 0. Pemberian mulsa ini dapat dilakukan sejak awal tanaman ditanam di lapang sampai tajuk tanaman sudah saling menutup. Dosis pupuk bagi TB. Cendawan akar merah (Ganoderma pseudoferrum) dapat diberantas dengan collar protectant. Penyakit bidang sadapan Mouldyrot dapat diberantas dengan Benlate konsentrasi 0. Sementara itu. Pada tanaman belum menghasilkan lebih banyak mengalami serangan penyakit dari pada hama. sedangkan penyulaman hanya dilakukan sampai tanaman berumur 4 tahun. Untuk klon yang cenderung membentuk cabang digunakan cara pembuangan tunas. Penyakit tanaman karet lainnya yang seringpula ditemukan pada antara lain. jika menyerang TM. Pada umumnya unsur yang diberikan adalah N.2 % atau Difolan 4F konsentrasi 1 – 2 %. Pupuk ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Penyakit bidang sadapan kanker garis (Phytophora palmivora) diberantas dengan Difolatan 4 F konsentrasi 2 – 4 %. Dengan cara demikian diharapkan akan tumbuh tunas dan menghasilkan bidang sadap yang baik.5 m atau penguncupan (pengikatan daun-daun dalam satu payung) pada ketinggian 2. Kebutuhan Pokok SPUmur Urea SP-36 KCl Urea KCl 36 Tanaman …… …… (gram/pohon)……. Sensus dan konsolidasi tanaman. Pemeliharaan jalan secara rutin dilaksanakan dengan selang/rotasi pemeliharaan 6 bulan sekali. Pada cara ini terdapat tim yang bertugas mengidentifikasi tingkat serangan dan tim pengendalian serangan hama/penyakit. 6. Untuk mengurangi tingkat evapotranspirasi di sekitar pertanaman. Pada kondisi khusus (curah hujan tinggi) dapat saja . 3. maka pada daerah perakaran tanaman diberikan mulsa jerami.1% atau Daconil 75 wp dengan konsentrasi 0. Pemberian irigasi pada tanaman belum menghasilkan jarang sekali dilakukan. Penyakit daun Gloesporium pada TBM. Pembentukan bidang sadap dilakukan dengan dua cara di bawah ini. Semua tunas yang tumbuh di bawah ketinggian 2. TBM.2%. 5. Sementara itu hama Kuuk (Exopholis hypoleuca) dapat diberantas dengan Basudin 10 G. Pemupukan. 4. (gram/pohon)……… TB 50 100 25 50 TBM 1 236 100 100 118 50 50 TBM 2 333 267 150 160 123 75 TBM 3 381 267 200 175 128 92 TBM 4 429 333 200 188 147 88 TBM 5 476 333 200 200 140 84 TM 1 – 524 333 350 265 170 175 25 Irigasi dan pemberian mulsa. Pembentukan bidang sadap.1 sampai 0. Penyakit jamur upas (Corticum salmonikolor) dapat diberantas dengan Calixin Ready Mix 2%.

pemeliharaan tbm (8). budidaya pengolahan tanaman sawit dan karet (8). MAU ? MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA GASA REKOM BOYKE UNTUK EREKSI KERAS LEBIH 95RIBU KENCENG! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. TBM karet (13). Pengukuran lilit batang dilakukan untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman dan terutama untuk menentukan waktu matang sadap. pemeliharaan tanaman karet belum menghasilkan (10). Pengukuran lilit batang. usaha Budidaya Tanaman Karet Del. usaha Budidaya Tanaman Karet FOREDI UTK TAHAN LAMA SEX REKOMENDASI BOYKE! INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).perbaikan/peningkatan mutu jalan dilakukan di luar jadwal yang telah ditentukan. sensus tanaman kopi(7).us : Pengelolaan Tanaman. pengendalian gulma pada tanaman belum . pupuk karet (16). pemeliharaan tanaman sawit (5). Dengan dilakukannya pengukuran lilit batang ini dapat dipersiapkan jumlah peralatan dan tenaga kerja penyadap yang diperlukan. Pemeliharaan jalan ini dapat berupa penimbunan/pemadatan. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). sensus tanaman karet (12). usaha Budidaya Tanaman Karet Zooomr : Pengelolaan Tanaman. Secara umum setiap tahun lilit batang tanaman karet akan bertambah antara 10 sampai 12 cm. pemupukan tbm karet (23).Rekom Boyke. tanaman belum menghasilkan (35). TBM TANAMAN KARET (7). Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).icio.indikator-forex. Pengukuran ini secara rutin dilakukan 6 bulan sekali pada semua tanaman yang ada di lapangan. usaha Budidaya Tanaman Karet Flickr : Pengelolaan Tanaman.BPOM. MAU ? METODE ALAMIAH TAMBAH UKURAN VITAL FOREDI ANTI EJAKULASI DINI BIKIN ISTRI KETAGIHAN! FOREDI ATASI EJAKULASI DINI REKOMENDASI BOYKE www. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). pemeliharaan karet TBM (11). MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU KumpulBlogger. sensus tanaman perkebunan (10).com : pemupukan karet tbm (89). sensus tanaman (25). perawatan tbm (4).com Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM. Tanaman karet baru dapat disadap jika (1) lilit batangnya pada ketinggian 1 m dari pertautan lebih besar atau sama dengan 45 cm dan (2) 60% dari populasi. pemeliharaan TBM karet (38). Technorati : Pengelolaan Tanaman.com BISNIS ONLINE UNTUK PEMULA MODAL HANYA 25RIBU 1X SEUMUR HIDUP GASA HERBAL UNTUK EREKSI KERAS ISTRI KETAGIHAN! Foredi Utk Tahan Lama Sex. pemeliharaan saluran dan perbaikan badan jalan. Tanaman belum menghasilkan karet(5).

metode sensus pohon (1).Cara pemeliharaan dan pemupukan pohon karet (1). Tanaman belum menggasil kan (1). 5. Cara perawatan tanaman karet TBM (1). mengatasi hama rayap durian (1). Artikel Terkait: Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun) PERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET http://binaukm. www cara mengatasi hama rayap pd karet com (1). pemupukan tbm (1). 4. Pemupukan dan Merawat pohon karet (2). gulma terdapat di tm apa di tbm (1). karet belum menghasikan (1). Obat rayapuntuk tanaman sawit usia lima tahun (1). Upaya mempersingkat tanaman belum menghasilkan tanaman karet (1). umur pemenggalan karet (1). Teknik pempercepat lilit batang karet (1). sensus pada tanaman teh (1). Cara mempercepat lilit batang karet (1). Cara pembasmi rayap pd tanaman karet (1). Penyakit pada karet TBM (1). binaukm com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belummenghasilkan-tbm-dalam-usaha-budidaya-tanaman-karet/ (2). pengendali hama rayap putih di tanaman karet (1).mengatasi rayap dipohon sawit (1). perlakuan akuntansi untuk tanaman yang belum menghasilkan (1). tanaman belum menghasilkan pelakuannya secara akuntansi (1). Cara memberantas rayap pada tanaman karet (1) 1. 3. tbm (tanaman karet) (1). kebutuhan pupuk karet tbm (1).com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belum-menghasilkan-tbm-dalam-usahabudidaya-tanaman-karet/ . Dosis pemupukan tanaman karet TM dan TBM (1). 2. pengendalian gulma dengan cara irigasi (1). metode pengolahan tanaman sawit (1). penyakit batang pada TBM 3 tanaman karet (1). teknik toping pada pohon karet (1). toping tanaman teh (1). pupuk sawit tbm (1). cara topping tanaman durian (1). Rekomendasi pemupukan karet TBM(1). Mengapa mulsa jerami di berikan pada daerah perakaran (1).menghasilkan dan tanaman menghasilkan (2). Dosis anjuran umum pemupukan tanaman karet tbm dan tm (1). pembentuka cabang pada tanaman karet (1). cara sensus tanaman (1). pemupukan pohon karet (1). sensus tanaman manghasilkan (1). Pemeliharaan karet tanaman belum menghasilkan (1). jurnal pada akuntansi tanaman belum menghasilkan (1). kesimpulan makalah karet(2). Penjelasan tentang pemberian Perlakuan khusus pada tanaman (1). peraturan tanaman belum menghasilkan (1).

Penutup Tanah (M/P/W) Klasifikasi penutup tanah :      W0 : belum ada tanaman penutup tanah W1 : 100% penutup tanah kacangan W2 : 85% kacangan + 15% gulma lunak. bebas lalang P = penyiangan W = weeding W = menyiang Beberapa jenis gulma di perkebunan : Kategori Jahat/sangat mengganggu Nama Latin Imperata cylindrica Mikania micrantha Nama Indonesia/Daerah Lalang Sembung rambat . berlangsung 30 – 36 bulan. bebas lalang W3 : 70% kacangan + 30% gulma lunak. bebas lalang W4 : 50% kacangan + 50% gulma lunak. Pengertian TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) Masa sebelum panen ( dari saat panen pertama ). Terdiri atas : TBM 0: menyatakan keadaan lahan sudah selesai dibuka. Penyiangan Areal 1.PERAWATAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN A. ditanami penutup tanah dan kelapa sawit sudah ditanam pada titik pancang.    kacangan TBM 1 : tanaman pada tahun ke I ( 0-12 bulan ) TBM 2 : tanaman pada tahun ke II (13-24 bulan ) TBM 3 : tanaman pada tahun ke III (25-30 atau 36 bulan ) B.

Mikania cordata Mimosa pudica Mimosa invisa Eupatorium odoratum Lantana camara Clidemia hirta Melastoma affine Axonopus compressus Paspalum konjugatum Cyperus rotundus Gleichenia linearis Dryopterus arida Sedang dan lunak Ageratum conyzoides Borreira latifolia Borreira laevicaulis Phyllanthus niruri Mikania Putri malu. babandotan Kentangan Rumput kancing ungu Meniran Kriteria pekerjaan : . kucingan Pls kucingan Putihan Tahi ayam. tembelekan Harendong Senduduk Rumput pahit/pahitan Rumput pahit/buffalo grass Teki Pakis kawat Pakis kadal Wedusan.

4 HK/ha 2. 1x/bulan   TBM 1 : jarak dari pohon 1.5 l/ha. 8 HK/ha : 1x/bulan .5-1 HK/ha. Bila vegetasi > 70 cm dengan dibabat. seperti pada TBM 1 TBM 3 : W3 Penutup tanah terdiri dari 70% kacangan + 30% gulma lunak Yang diberantas adalah gulma jahat.4 D-Amien. . 2 = 1 HK/ha TBM 3 = 0. Rumput-rumput dan gulma lain dibersihkan semua.0 m. TBM 2 : W1. 0. pakis. 3-4 HK/ha. 4 – 6 HK/ha : 1x/2 bulan . Secara manual : digaruk dengan arah keluar dan kedalam piringan secara bergantian. TBM 2 : jarak dari pohon 1. Cara dengan menggaruk/mencabut gulma. pahitan. 1 kali/bulan . 2. 1 kali/2 bulan. 4-5 HK/ha.   TBM 1.6 l/ha+0.75 HK/ha Piringan 3.5 m. teki (lihat daftar gulma) Kacangan yang merambat ke pohon kelapa sawit diturunkan Gulma lunak tidak perlu diberantas. mikania. wedusan. lalang.       TBM 1 : W1 penutup tanah seluruhnya (100%) kacangan.5-1 HK/ha   TBM 1 s/d TBM 2 = 1 x/bulan TBM 3 = 1 x/2bulan Secara khemis : Round up 0. sintrong Penyiangan :    Bulan 1-4 Bulan 5-7 Bulan 8-22 Gawangan : intensif jarak 2-2-2-3-3-4-mg . 0.

Pemeliharaannya dengan cara manual/garuk atau dengan khemis di semprot dengan herbisida + 2. Alat : cangkul.5% = 0. 1x/2bln. kemudian di lap dari bawah ke atas sampai basah. 1x/2 bln Round up. 0. Sebagai tanda sudah di lap ujung daun lalang dipotong/diputuskan. parang babat. 1x/2-3 bln. Cara : Tanaman penutup tanah yang berada ditengah gawangan dibuka bersih menjadi jalan kontrol/pasar pikul. 1 HK/ha 4. Jalan Pikul    Membuat jalan pikul sebagai jalan untuk pemeliharaan tanaman.5% = 0. Dongkel Anak Kayu 5.0 m.5 l/100 l air/ha Pengendaliaan Lalang TBM 1. Lebar : 80 – 100 cm. 0. 0. 400 m/HK.6 HK/ha. Secara khemis disemprot dengan herbisida. 1x/2-3 bln.5 HK/ha. Membuang / mendongkel anak semak anak kayu yang ada di areal dengan cangkul. · ·    Kain lap dicelupkan kedalam larutan herbisida.5-1 HK/ha   Gramoxone (parakuat) 0.6%.5 l/100 l air/ha Round up (gliphosate) 0.5% + Round up 0. TBM 3 : jarak dari pohon 2. C. Pangkal lalang dibersihkan dulu dengan arit. TBM 2 : 1 jalan pikul untuk 4 baris tanaman. 3-4 HK/ha.Amine 0. 400 m/HK. 2 HK/ha . 25 cc/ltr air/ha. Herbisida jangan sampai mengenai tajuk kelapa sawit.4 D.3 – 0. TBM 3 : 1 jalan pikul untuk 2 baris tanaman.    TBM 1 : 1 jalan pikul untuk 8 baris tanaman. 400 m/HK. 0. 1x/3 bln.2 : dengan garuk/ garpu lalang TBM 3 : dengan wiping.5 l/ha.

  Pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standart 10 m/ha/th. Pemeliharaan Jalan. 0. Mendalamkan Parit ( D ) Ukuran dan bentuk dipertahankan seperti semula. Rumput-rumput di tebing parit dibabat. E.· Ketentuan dalam penggunaan nozzel untuk penyemprotan.3 m 2. NOZZEL Merah Biru VLV 200 VLV 100 Vol semprot / ha 600 – 1000 ltr 400 – 600 ltr 200 ltr 100 ltr Lebar Sapuan 2.5 m sirtu (pasir batu).100 m/HK. 1x3 bln.0 m D.0 m 2. Parit Drainase ·     Mencuci parit ( C ) Bersihkan parit-parit yang ada dari hilir ke hulu.2 JKT/ha Pemeliharaan rutin dengan cara membabat rumput – rumputnya. 1x/6 bln. Bahan 30 m padas dan 1. C (m/HK ) P 25 D (m/HK ) 15 .0 m 1.

S 40 T 60 K 90 Parit : P (primer) F. Jumlah sisipan yang normal : TBM 1 = 5% TBM 2 = 2. I. Titi Panen . Dilakukan secara manual dengan cangkul. 25% per tahun. dipertahankan pada bentuk semula. Pemeliharaan 1 tahun sebanyak 25% (rotasi 1x/4 th ). Bila perlu ditopang dengan bambu atau kayu. Benteng dan Rorak Secara manual.10 pk/ha. J. 30 m/HK. Cara-caranya seperti pada tanaman kelapa sawit. H. Penyisipan    Pohon yang mati/tidak normal diganti dengan bibit yang baru. Tapak Kuda 20 30 40 S (sekunder) T (tertier) K (kuarter) Tapak kuda dipelihara. Saat mendapatkan diperhatikan lurus/mata lima dengan tanaman yang lainnya. G.5% TBM 3 =1% Penyisipan dilaksanakan pada musim hujan. Teras Kontur Teras kontur dipelihara pada bentuk dan ukuran semula. 30 m/HK. Pohon yang miring atau kurang tegak diluruskan. 10 sat/HK. dipelihara seperti bentuk semula. caranya dengan sedikit menimbun tanah kemudian dipadatkan. Konsolidasi Dilakukan pada TBM 1. K. Pemeliharaan tiap 1 tahun sebanyak 25% dari jumlah yang ada.

Pemupukan Jenis dan dosis pupuk TBM mengikuti pedoman pada Bab Pemupukan.5 – 0. Panjang titi panen bergantung pada lebar parit dan saluran air.04 HK/ha. Ukuran 2 x 2 meter. 0. Penutup tanah/rumput dibersihkan dengan cangkul. M.5 – 0. Memasang 10 – 15 m/HK.18 HK/ha.56 HK/ha. 2x/th.8 HK/ha tiap jenis pupuk. Jarak antar TPH + 50 m ( tiap 6 gawangan ). Tempat Pengumpulan Hasil     Dibuat 3 – 6 bulan sebelum panen. : 0.04 HK/ha. dengan rincian umum:      Membuat administrasi persiapan Mengangkat pupuk Menabur pupuk Mengumpul goni Jumlah : 0.8 HK/ha. : 0. Dibuat pada tempat-tempat yang di perlukan atau jumlahnya tergantung dari jumlah parit dan saluran air. Pemasangan : pada TBM 1= 25 % TBM 2 = 25 % TBM 3 = 50 % L. : 0. Standart tenaga tenega kerja 0. Bahan : Jembatan/titi Kayu/beton. : 0. Inventarisasi Pohon Dilakukan 1x/tahun dengan memetakan dan menghitung jumlah pohon yang ada di lapangan.30 HK/ha.     Untuk mempermudah pemanen mengambil/mengangkut buah. Penentuan jumlah dan panjang titi panen harus didasarkan data sensus yang benar Lebar titi panen bergantung kepada kebutuhan dan harus dapat dilalui angkong dengan ketentuan lebar titi panen sekitar 20 cm. 1x/th N. .

R. 1x/bln. 6 bulan setelah tanam : 120 kg RP/ha. 2 tahun setelah tanam : 200 kg RP/ha.04 HK/ha. Cara : dengan mengamati tiap pohon dan hasilnya digambarkan pada peta sensus. 0. 0.· Kacangan penutup tanah dipupuk sebagai berikut :      3-4 minggu setelah tanam majemuk Rustika 15-15-6–4 sebanyak 40 kg/ha. 1 KCD (Kesatuan Contoh Daun) diambil dari setiap blok (16-25 ha). 1 HK/ha. karena :   Buah yang jadi belum ekonomis di panen karena belum merata.06 HK/ha. Energi agar dimaksimalkan untuk pertumbuhan vegetatifnya. Monitoring Pembungaan   Mencatat pohon-pohon yang telah mengeluarkan bunga. 1 tahun setelah tanam : 150 kg RP/ha. Hama dan Penyakit    Lihat pada bab Hama dan penyakit.5 HK/ha Sensus global. P. 0. 1x/2 mg. 1x/bln.5 HK/ha. Sensus efektif dilakukan bila terdapat petunjuk adanya kenaikan tingkat serangan hama/penyakit. O. Q. Pohon contoh dan cara pengambilan contoh daun dapat dilihat pada bab pemupukan. Kastrasi. Analisa Daun    Contoh daun mulai diambil pada masa TBM 3. 1x/ bulan. 0. · Membuang bunga jantan dan betina. Dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14 – 18 ) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%. o .04 -0. 1x/bln. 3 bulan setelah tanam : 80 kg RP/ha.

html 2. http://www. S.html 3. http://www.com/download/10565949/RunningCostTBMII.o Cara : Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang.ziddu.com/download/10565666/Budgetperawatanpe rTahuntbm0-1.pdf. pdf.com/download/10565885/RunningCostTBMI.ziddu.html Biaya Running Cost Versi Lain nya dapat di download disini 1. Standard Kebutuhan HK dan Material 1. Tunas Pasir   Dilakukan 1 kali saja pada saat umur tanaman 18 atau 24 bulan. http://www.ziddu.ziddu.html . http://www.ziddu.html 2.pdf.pdf.pdf.com/download/10565838/Budgetperawatanpe rTahuntbm3. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar.ziddu.pdf. 1 HK/ha Semua cabang kering dipotong mepet ke pangkal batang dengan alat dodos. pelepah jangan terpotong.com/download/10565774/Budgetperawatanpe rTahuntbm2. http://www. http://www.html Biaya Estimasi Budget Perawatan dapat di download disini 1.com/download/10567585/STANDARKEBUTUH ANHKMATERIALTBM.

http://www. http://www. http://www.ziddu.html .ziddu.pdf.com/download/10617556/KASTRASIDANPENYERBUKA NBANTUAN.pdf.ziddu. http://www.ht m 2.html Biaya Investasi Alat dan Perawatan Alat 1.ziddu.pdf.html Tata Cara Kastrasi dapat di donlod disini 1.com/download/10566002/InvestasiAlat.pdf.com/download/10566035/EstimasiRuningcost Alat.3.com/download/10565968/RunningCostTBMIII .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful