P. 1
Pendidikan Lingkungan Hidup

Pendidikan Lingkungan Hidup

|Views: 93|Likes:
Published by dewasmanta1138

More info:

Published by: dewasmanta1138 on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

Pendidikan Lingkungan Hidup (Plh) Kepada Siswa Sekolah Sebagai Salah Satu Alternatif Dalam Upaya Mengatasi Masalah

Lingkungan
15 04 2010

BAB 1 PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Dalam dunia pendidikan, ada dua komponen utama yang ditonjolkan. Yang pertama adalah komponen hardware, komponen ini terutama menyangkut skill, misalnya kemampuan memakai komputer, kemampuan bahasa asing dan komponen kemampuan aritmatik. Sedangkan komponen yang kedua adalah software, terutama menyangkut masalah karakter, misalnya pantang menyerah, aktif mencari tahu dan antusiasme. (Nugroho,2007) Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan hidup dan merupakan sarana yang penting dalam menghasilkan Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pendidikan lingkungan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam mencari pemecahan dan pencegahan timbulnya masalah lingkungan. Menurut anonim (2007), Pendidikan lingkungan tidak akan merubah situasi dan kondisi lingkungan yang rusak menjadi baik dalam waktu yang singkat, melainkan membutuhkan waktu, proses, dan sumber daya. Atas dasar itulah Pendidikan lingkungan sedini mungkin perlu diupayakan agar dapat meminimalisasi kerusakan-kerusakan lingkungan. Sebagai contoh dengan adanya bencana lingkungan hidup seperti bencana kebakaran hutan yang tak terkendali dari tahun ke tahun yang diakibatkan dari peran manusia pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan. Dengan adanya pendidikan lingkungan merupakan upaya memperkenalkan siswa sekolah pada lingkungan sebenarnya yang sudah ada dalam program 5K, Keindahan, Kerapian, Kebersihan, Kepribadian dan Keamanan (Nugroho, 2007) Sjarkowi (2005) menyatakan bahwa untuk membangun kadar pemahaman yang seimbang tentang peran aktif manusia pembangunan ditengah lingkungan hidup, dapat berkembang secara optimal, khususnya terkait dengan cara sajian pelajaran dan suasana pembelajaran. Disinilah pentingnya pendidikan lingkungan dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan. 1. B. Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang dapat disusun dalam karya tulis ini adalah: 1. Bagaimana solusi alternatif untuk memunculkan kepedulian kepada siswa sekolah akan makna pentingnya lingkungan hidup? 2. Bagaimana penerapan pendidikan lingkungan hidup? 3. Keuntungan apa yang dapat dirasakan ketika pendidikan lingkungan hidup ini diterapkan ? 1. C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah : 1. Mengetahui bagaimana solusi alternatif untuk memunculkan kepedulian kepada siswa sekolah akan makna pentingnya lingkungan hidup 2. Mengetahui bagaimana penerapan pendidikan lingkungan hidup

Mempunyai pendekatan yang sifatnya interdisipliner. nasional. (1978). Meneliti (examine) issue lingkungan yang utama dari sudut pandang lokal. selain dapat memberikan kesadaran kepada anak-anak akan pentingnya menjaga lingkungan juga dapat mengetahui sejauh mana kepeduliaan mereka dalam menjaga lingkungan. Dalam melakukan Pendidikan lingkungan hidup haruslah: 1. Berkomunikasi: mendengarkan. 1. pengambilan keputusan dan kerjasama. Beberapa ketrampilan yang diperlukan untuk memecahkan masalah adalah sebagai berikut ini : 1. keterampilan. Pendidikan lingkungan hidup perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun ketrampilan yang dapat meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah. Mengetahui keuntungan yang dapat dirasakan ketika pendidikan lingkungan hidup ini diterapkan. serta dapat menimbulkan kontroversi/pertentangan pendapat. menganalisa data. dan berlanjut ke tahap pendidikan formal maupun non formal. dimulai pada jaman pra sekolah. Manfaat Penulisan Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pemerintah dan pihak sekolah akan pentingnya pendidikan lingkungan hidup bagi anak-anak. studi pustaka. Pendidikan lingkungan hidup memasukkan aspek afektif yaitu tingkah laku. Mempertimbangkan lingkungan sebagai suatu totalitas — alami dan buatan. 4. 2. 3. Dengan pendidikan lingkungan hidup . nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable). Oleh karena itu. desain grafis. untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini. dengan memasukkan pertimbangan perspektif historisnya. motivasi serta komitmen untuk bekerja sama . regional dan internasional. Ketrampilan bekerja dalam kelompok (group process): kepemimpinan. berbicara di depan umum. A. sikap dan tingkah laku. Georgia – USSR (1977) dalam Unesco. Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus dan sepanjang hidup. dalam pembelajaran guru perlu memasukkan metode-metode yang memungkinkan berlangsungnya klarifikasi dan internalisasi nilai-nilai. Perbedaan nilai tersebut dapat mempersulit untuk derive the fact. dan masyarakat yang memiliki pengetahuan. sehingga siswa dapat menerima insight mengenai kondisi lingkungan di wilayah geografis yang lain. 5. Oleh karena itu.3. Investigasi (investigation): merancang survey. Dalam Pendidikan lingkungan hidup perlu dimunculkan atau dijelaskan bahwa dalam kehidupan nyata memang selalu terdapat perbedaan nilai-nilai yang dianut oleh individu. menulis secara persuasive. . Pencapaian tujuan afektif ini biasanya sukar dilakukan. historis. politik. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. melakukan wawancara. Memberi tekanan pada situasi lingkungan saat ini dan situasi lingkungan yang potensial. bersifat teknologi dan sosial (ekonomi. estetika). 3. D. 2. kultural. dan mencegah timbulnya masalah baru [UN – Tbilisi. Pendidikan Lingkungan hidup Salah satu puncak perkembangan pendidikan lingkungan adalah dirumuskannya tujuan pendidikan lingkungan hidup menurut UNCED adalah sebagai berikut: Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education – EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya. dengan menarik/mengambil isi atau ciri spesifik dari masing-masing disiplin ilmu sehingga memungkinkan suatu pendekatan yang holistik dan perspektif yang seimbang. baik secara individu maupun secara kolektif . moral.

Pilar Sosial: menekankan pada upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Ketiga pilar tersebut merupakan satu kesatuan yang bersifat saling ketergantungan Menurut dan saling memperkuat. Perikanan. sehingga diperlukan kemampuan untuk berfikir secara kritis dengan ketrampilan untuk memecahkan masalah.berfikir kreatif 3. serta memiliki cakupan yang luas. Pengelolaan sumberdaya lahan. memecahkan masalah. 11. . materi atau isu yang diangkat dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan lingkungan hidup juga sangat beragam. mengingat dari sejak dilahirkannya manusia sampai tumbuh dan berkembang menjadi dewasa telah banyak dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitarnya. Membantu peserta didik untuk menemukan (discover). dan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut. dan Hukum dan pengawasan 3. Mempromosikan nilai dan pentingnya kerjasama lokal. ketrampilan untuk memecahkan masalah dan klarifikasi nilai pada setiap tahap umur. dan Perdagangan 2. dan Penataan ruang Memahami tentang pendidikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari keadaan lingkungan. telah ditetapkan 3 (tiga) pilar pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi. Menghubungkan (relate) kepekaan kepada lingkungan.berfikir kritis 2. gejala-gejala dan penyebab dari masalah lingkungan. Keanekaragaman hayati. Kearifan/budaya lokal. Teknologi bersih. Kemitraan usaha. Masyarakat pedesaan. Kesehatan. tindakan manusia dan lain sebagainya telah dikontruk sedemikian rupa oleh hal-hal yang terjadi di lingkungan. Oleh sebab itu. Pendidikan. 9. Isu atau materi yang berkaitan adalah: Pengelolaan sumberdaya air. 10. nasional dan internasional untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah lingkungan. Memampukan peserta didik untuk mempunyai peran dalam merencanakan pengalaman belajar mereka. tetapi bagi umur muda (tahun-tahun pertama) diberikan tekanan yang khusus terhadap kepekaan lingkungan terhadap lingkungan tempat mereka hidup. kompleks. Pertanian. Konservasi satwa/tumbuhan langka. Adapun inti dari masing-masing pilar adalah : 1. Pengelolaan sumberdaya udara. 12. Kehutanan. Isu atau materi yang berkaitan adalah: Kemiskinan. Pilar Ekonomi: menekankan pada perubahan sistem ekonomi agar semakin ramah terhadap lingkungan hidup sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Memanfaatkan beraneka ragam situasi pembelajaran (learning environment) dan berbagai pendekatan dalam pembelajaran mengenai dan dari lingkungan dengan tekanan yang kuat pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya praktis dan memberikan pengalaman secara langsung (first – hand experience). Energi dan sumberdaya mineral. pengetahuan.berfikir secara integratif 4. 8. Pilar Lingkungan: menekankan pada pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang berkelanjutan. sosial. Persoalan lingkungan hidup merupakan persoalan yang bersifat sistemik. Memberi tekanan mengenai kompleksitas masalah lingkungan. Kepemerintahan/kelembagaan yang baik. Karena langsung mengkaji masalah yang nyata. dan lingkungan. Pendanaan/pembiayaan. Sehingga di akui atau tidak pondasi bangunan pemikiran sikap.6. Pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir. Isu atau materi yang berkaitan adalah: Pola konsumsi dan produksi. Masyarakat perkotaan. 7. Sesuai dengan kesepakatan nasional tentang Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan dalam Indonesian Summit on Sustainable Development (ISSD) di Yogyakarta pada tanggal 21 Januari 2004. Secara eksplisit mempertimbangkan/memperhitungkan aspek lingkungan dalam rencana pembangunan dan pertumbuhan. Pendidikan Lingkungan Hidup dapat mempermudah pencapaian ketrampilan tingkat tinggi (higher order skill) seperti : 1. Pertambangan. Industri. Masyarakat terasing/terpencil.

Pendidikan lingkungan merupakan suatu proses terpadu yang berkenaan dengan saling nasabah manusia dengan keadaan alam buatan sekelilingnya. Pendidikan juga mempunyai peranan penting untuk menciptakan sistem yang bisa mengantarkan peserta didik pada sebuah kesadaran akan makna pentingnya sebuah lingkungan. cakupannya yang luas. yaitu pencemaran. agar disatu sisi pendidikan mampu menjawab dan memberikan sebuah solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam lingkungan. Subyek ini juga melatih berpikir secara bersistem. akan tetapi dipadukan dengan masalah fisik. baik menurut bawaannya maupun terutama menurut saling nasabahnya (interrelationship) dengan kegiatan manusia. kemunduran proses dan kekahatan evolusi serta adaptasi menjadi sebab pokok degradasi kehidupan. bahkan tidak hanya sekedar dicakup. baik secara sikap. 1. kota-kota yang meruntuh dan tekanan penduduk (Emmelin. yang menggunakan waktu lengkap. termasuk nasabah pertumbuhan penduduk. dan teknologi. mengembangkan penalaran analitik dan tuntas. Bahkan pendidikan universitas dan berbagai sekolah penatakan jabatan di Indonesia masih cenderung mengikuti jalur ini. peruntukan dan pengurasan sumberdaya. 1997) berpendapat bahwa lingkungan sepantasnya mengganti Seni dan Humaniora selaku subyek pendidikan bagi para calon administrator. Marta ruang penting karena lingkungan merupakan fakta geografi. khususnya putra mahkota dalam mempersiapkan menduduki tahta kerajaan. melainkan memperoleh pengetahuan yang bulat mengenai perilaku masyarakat dengan teknologi dan rekayasanya dalam upaya membangun perikehidupan yang lebih menyenangkan. Akibat suatu tindakan tertentu yang terjadi dsuatu tapak belum tentu terjadi pula atau tidak dengan sendirinya harus terjadi pula ditapak lain karena tindakan yang sama. baik di dunia timur maupun di dunia barat. pengawetan. Secara tradisional Seni dan Humaniora menjadi subyek utama pendidikan para bangsawan. sedang adaptasi berhakikat ruang (tempat). B. Misalnya pemasukan kelompok mata ajaran sosial budaya dasar dalam kurikulum umum S1 jelas menunjukkan penganutan pada konsep itu. Menelaah sistem lingkungan yang sangat rumit akan dapat mengembangkan kelenturan berpikir yang perlu dimiliki oleh setiap administrator. Kerangka Pendidikan Lingkungan Membicarakan lingkungan berarti membicarakan dampak dan resiko penggunaan sumberdaya alam. Pendidikan ini merupakan suatu kajian mengenai faktor-faktor yang berpengaruh atas ekosistem. Sebaliknya. Menurut Ananichev (1976). persoalan lingkungan mempunyai tiga gatra pokok.Menurut Idris shaleh (2007) pendidikan harus diselaraskan dengan nilai-nilai yang terjadi di lingkungan. evolusi dan adaptasi menjadi jaminan kelangsungan kehidupan di bumi kita ini. Mengingat hakekat lingkungan itu maka (Emmelin. Dimana lingkungan merupakan tempat berpijak bahkan merupakan tempat kita untuk mengasah diri. Kejadian yang berlangsung pada masa lampau menghasilkan akibat pada masa sekarang. intelektual maupun tindakan. Waktu dan ruang adalah kaidah segala kehidupan. hayati. Kemajuan proses. kesehatan jiwa dan badan. usikan terhadap neraca ekologi dan pengurasan sumberdaya alam. Proses dan evolusi berhakikat waktu. Jalur ini masih ditempuh sampai sekarang. Ilmu lingkungan sesuai untuk peran ini mengingat bahan yang diajarkan. keadaan untuk hidup dan bekerja. Dengan demikian anak didik tidak lagi diberi bekal pengertian yang terkotak-kotak. Masalah sosial dan budaya dengan sendirinya sudah tercakup dalam ilmu lingkungan. Pendidikan lingkungan memberikan latihan kepada anak didik berpikir secara serbacakup (comprehensive) mengenai segala gatra kehidupan manusia.1977). teknologi dan perencanaan perkotaan serta pedesaan dengan lingkungan manusia secara keseluruhan. dan tuntutannya akan keterhitungannya segala hal (demand on numeracy). . yang akan meghasilkan akibat pada masa mendatang. Lingkungan Sebagai Subyek Pendidikan Menurut notohadiprawiro (2006). dan akibat ini berpengaruh atas kejadian yang dapat berlangsung pada masa sekarang. pencemaran. C. 1. Berpikir secara bersistem yang menilai nasabah antar komponen lingkungan dan antara lingkungan dan manusia dalam skala waktu dan ruang. Matra waktu penting karena lingkungan bersifat dinamis. yaitu kemarin-kini-esok dan matra ruang.

Mengingat ini semua. dia mulai pula mengenal cara mengolah lahan dan memelihara hewan. 2. Literatur-literatur yang digunakan merupakan literatur yang bersifat primer dan sekunder. manusia menghampiri alam dengan jalan yang secara asasi baru sama sekali. pada waktu manusia mulai mampu membuat alat yang dapat meringankan dan memudahkan pekerjan badan. Intensitas kegiatan persatuan tempat dan atau waktu tinggi. B. akan tetapi mulai mencoba mengubah alam agar cocok dengan tuntutannya sendiri. Kedua hampiran itu secara asasi berbeda. Faktor-faktor dampak ini saling berkaitan erat. Menurut Anonim (2007) Program Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) dapat berupa Visit School (kunjungan PPLH ke sekolah). yang akan mengakibatkan kerusakan-kerusakan di lingkungan itu sendiri. Dengan kepandaiannya bercocok tanam dan beternak. 1977). Manipulasi lingkungan sehingga menjauhi keadaan semula tanpa memberikan kompesasi yang sepadan. Penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup Pendidikan lingkungan hidup (PLH) dapat diterapkan ke dalam pendidikan formal dengan menyisipkan materi pendidikan lingkungan hidup (PLH) ke dalam materi-materi pelajaran yang telah ada mulai dari konsep pemeliharaan lingkungan hingga cara-cara yang dapat dilakukan. sedang yang lain mengaji pengelolaan sumberdaya tersebut (Emmelin. ada dua hampiran yang dapat ditempuh dalam pendidikan lingkungan. Penulis mengumpulkan semua data dan uraian yang diperoleh dari pustaka-pustaka yang tersedia seperti di media cetak dan internet. School Visit (kunjungan sekolah ke PPLH) dan wisata PLH (paket pendidikan lingkungan yang dikemas dalam bentuk wisata) yang kesemuanya mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesadaran sehingga terjadi perubahan prilaku masyarakat agar arif terhadap lingkungan sekitarnya. yaitu yang satu mengaji pengelolaan sumberdaya alam dari gatra sumberdayanya. Pengusik neraca ekologi yang tertua adalah pertanian. 3. BAB III METODE PENULISAN Penulisan karya tulis ini didasarkan pada metode telaah pustaka dari literatur yang sesuai dengan topik penulisan. persoalan lingkungan terutama ditimbulkan oleh permuiman manusia dan industri. dimana kurangnya wawasan mengenai lingkungan hidup sehingga banyak permasalahan yang terjadi. A. Limbah yang dihasilkan banyak yang tidak terdaur ulangkan dan 4. 1. Banyak menggunakan dan menghasilkan zat atau bahan yang asing bagi lingkungan pada umumnya. Manusia tidak lagi berusaha menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. maka persoalan ini merupakan salah satu dampak atas lingkungan. Sejak jaman batu. Proses . Memakai dan membajak atau bahan yang asing lingkungan menghasilkan yang asing pula. BAB 1V PEMBAHASAN 1. Menurut notohadiprawiro (2006). Secara potensial kedua macam kegiatan itu merupakan sumber dampak berat atas lingkungan karena: 1. Pendidikan Lingkungan Hidup Pendidikan merupakan salah satu solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam lingkungan. Masalah yang menjadi dasar dalam penulisan ini muncul setelah melihat kelemahan sistem pendidikan.Dengan pengelolaan sumber daya alam sebagai tema inti.

mengembangkan materi pendidikan dan pelatihan. Sehingga siswa-siswa mengetahui akan pentingnya menjaga lingkungan baik di sekolah maupun lingkungan rumah mereka. Keuntungan lingkungan hidup antara lain : Dapat memberikan informasi dan kesadaran kepada siswa akan pentingnya lingkungan hidup. C. DAFTAR PUSTAKA . Kesepakatan bersama didasari kesadaran pentingnya menumbuhkan kesadaran lingkungan dan konsep pembangunan berkelanjutan sejak usia sekolah. adapun keuntungannya adalah: 1. Sementara dari pihak Kantor Menneg-LH di antaranya akan menetapkan dan mengembangkan materi PLH. serta melatih para guru dan tenaga kependidikan mengenai lingkungan. Pendidikan lingkungan hidup (PLH) dapat diterapkan ke dalam pendidikan formal dengan menyisipkan materi pendidikan lingkungan hidup (PLH) ke dalam materimateri pelajaran yang telah ada mulai dari konsep pemeliharaan lingkungan hingga cara-cara yang dapat dilakukan 3. dapat mengetahui seberapa besar rasa sensitifitas siswa terhadap lingkungan dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan. sikap/perilaku. Beberapa langkah yang perlu ditempuh Depdiknas agar program ini dapat berjalan. perlu kerjasama dan kesepakatan antara Departemen Pendidikan Nasional dengan kantor Mentri Negara Lingkungan hidup. Dalam hal ini. Dapat mengetahui seberapa besar rasa sensitifitas siswa-siswa terhadap kondisi lingkungan sekitarnya 4. tetapi lebih apresiatif dan aplikatif serta peduli dengan persoalan-persoalan lingkungan hidup. Dapat memberikan informasi-informasi kepada siswa-siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup 2. 3. motivasi dan komitmen. Pendidikan merupakan salah satu solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam lingkungan 2. meningkatkan kompetensi murid dan guru. Keuntungan Pendidikan Lingkungan Hidup Dengan adanya pendidikan lingkungan hidup. A. motivasi dan komitmen. menyiapkan substansi bahan ajar. sikap/perilaku. Memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan. Dapat memberikan kesadaran kepada siswa-siswa akan pentingnya lingkungan hidup. Saran Diharapkan Karya Tulis Ilmiah ini dapat memberikan masukan kepada pihak sekolah untuk dapat menjadikan lingkungan hidup sebagai salah satu mata pelajaran. kerja sama dalam pelaksanaannya. keterampilan. Pihak sekolah juga bisa menerapkan Pendidikan Lingkungan Hidup ini kepada sisiwa-siswa mereka.belajar mengajar tidak lagi menggunakan metode ceramah. Kesimpulan 1. 1. di antaranya menetapkan kebijakan. yang diperlukan untuk bekerja secara individu. serta menyusun materi ajar dan metode pembelajarannya. yang diperlukan untuk bekerja secara individu BAB V PENUTUP 1. 1. pedoman dan program PLH. keterampilan. B.

Pendidikan Berbasis Lingkungan. I. 2007. 2007. 2007. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Anonim.T dkk.istecs. 2006. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Iriani.sumenep. 2004.kompas. Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Hegemer.menlh.Anonim. Pusat Diklat Lingkungan (Kementerian ―http://www.go.com. 2007.com. “http://tabloid_info. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup. 2007.Pendidikan Lingkungan Hidup Kembali Diintegrasikan ke Sekolah.id‖ _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Lingkungan Hidup). http://www. Pengusaha Dan Masyarakat Dalam Mengatasi Permasalah Lingkungan Hidup. S. J. 2006. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Sugiarto.com. Arti Penting Pendidikan Lingkungan.org. Pendidikan Lingkungan Hidup Kembali Diintegrasikan ke Sekolah http://www. Pendidikan Dasar Lingkungan. Peranan Pemerintah. 2007. C. _ Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Nugroho.blogspot.id” Diakses tanggal 3 Desember 2007 Anonim. http://idnugroho. 2005. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 . Anonim. Pendidikan untuk anak-anak.org.go.org. http://www.org.kompas. http://yelweb. Yayasan Hanns Seidel di Indonesia http://www. http://amircnle.hsfindo.com_. http://www. Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Anonim. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Anonim. D.blogspot. A.ychi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->