Pendidikan Lingkungan Hidup (Plh) Kepada Siswa Sekolah Sebagai Salah Satu Alternatif Dalam Upaya Mengatasi Masalah

Lingkungan
15 04 2010

BAB 1 PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Dalam dunia pendidikan, ada dua komponen utama yang ditonjolkan. Yang pertama adalah komponen hardware, komponen ini terutama menyangkut skill, misalnya kemampuan memakai komputer, kemampuan bahasa asing dan komponen kemampuan aritmatik. Sedangkan komponen yang kedua adalah software, terutama menyangkut masalah karakter, misalnya pantang menyerah, aktif mencari tahu dan antusiasme. (Nugroho,2007) Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan hidup dan merupakan sarana yang penting dalam menghasilkan Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pendidikan lingkungan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam mencari pemecahan dan pencegahan timbulnya masalah lingkungan. Menurut anonim (2007), Pendidikan lingkungan tidak akan merubah situasi dan kondisi lingkungan yang rusak menjadi baik dalam waktu yang singkat, melainkan membutuhkan waktu, proses, dan sumber daya. Atas dasar itulah Pendidikan lingkungan sedini mungkin perlu diupayakan agar dapat meminimalisasi kerusakan-kerusakan lingkungan. Sebagai contoh dengan adanya bencana lingkungan hidup seperti bencana kebakaran hutan yang tak terkendali dari tahun ke tahun yang diakibatkan dari peran manusia pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan. Dengan adanya pendidikan lingkungan merupakan upaya memperkenalkan siswa sekolah pada lingkungan sebenarnya yang sudah ada dalam program 5K, Keindahan, Kerapian, Kebersihan, Kepribadian dan Keamanan (Nugroho, 2007) Sjarkowi (2005) menyatakan bahwa untuk membangun kadar pemahaman yang seimbang tentang peran aktif manusia pembangunan ditengah lingkungan hidup, dapat berkembang secara optimal, khususnya terkait dengan cara sajian pelajaran dan suasana pembelajaran. Disinilah pentingnya pendidikan lingkungan dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan. 1. B. Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang dapat disusun dalam karya tulis ini adalah: 1. Bagaimana solusi alternatif untuk memunculkan kepedulian kepada siswa sekolah akan makna pentingnya lingkungan hidup? 2. Bagaimana penerapan pendidikan lingkungan hidup? 3. Keuntungan apa yang dapat dirasakan ketika pendidikan lingkungan hidup ini diterapkan ? 1. C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah : 1. Mengetahui bagaimana solusi alternatif untuk memunculkan kepedulian kepada siswa sekolah akan makna pentingnya lingkungan hidup 2. Mengetahui bagaimana penerapan pendidikan lingkungan hidup

pengambilan keputusan dan kerjasama. desain grafis. menganalisa data. D. menulis secara persuasive. Oleh karena itu. Pendidikan lingkungan hidup perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun ketrampilan yang dapat meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah. serta dapat menimbulkan kontroversi/pertentangan pendapat. Pendidikan Lingkungan hidup Salah satu puncak perkembangan pendidikan lingkungan adalah dirumuskannya tujuan pendidikan lingkungan hidup menurut UNCED adalah sebagai berikut: Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education – EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya. (1978). studi pustaka. dan masyarakat yang memiliki pengetahuan. Dalam Pendidikan lingkungan hidup perlu dimunculkan atau dijelaskan bahwa dalam kehidupan nyata memang selalu terdapat perbedaan nilai-nilai yang dianut oleh individu. melakukan wawancara. 2. dimulai pada jaman pra sekolah. 2.3. sehingga siswa dapat menerima insight mengenai kondisi lingkungan di wilayah geografis yang lain. dengan memasukkan pertimbangan perspektif historisnya. bersifat teknologi dan sosial (ekonomi. Pencapaian tujuan afektif ini biasanya sukar dilakukan. moral. berbicara di depan umum. nasional. 3. estetika). 1. nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable). A. Mempunyai pendekatan yang sifatnya interdisipliner. Manfaat Penulisan Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pemerintah dan pihak sekolah akan pentingnya pendidikan lingkungan hidup bagi anak-anak. motivasi serta komitmen untuk bekerja sama . Mengetahui keuntungan yang dapat dirasakan ketika pendidikan lingkungan hidup ini diterapkan. regional dan internasional. Georgia – USSR (1977) dalam Unesco. 3. sikap dan tingkah laku. Dengan pendidikan lingkungan hidup . kultural. Beberapa ketrampilan yang diperlukan untuk memecahkan masalah adalah sebagai berikut ini : 1. Investigasi (investigation): merancang survey. Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus dan sepanjang hidup. Mempertimbangkan lingkungan sebagai suatu totalitas — alami dan buatan. Oleh karena itu. dan mencegah timbulnya masalah baru [UN – Tbilisi. selain dapat memberikan kesadaran kepada anak-anak akan pentingnya menjaga lingkungan juga dapat mengetahui sejauh mana kepeduliaan mereka dalam menjaga lingkungan. Berkomunikasi: mendengarkan. historis. dengan menarik/mengambil isi atau ciri spesifik dari masing-masing disiplin ilmu sehingga memungkinkan suatu pendekatan yang holistik dan perspektif yang seimbang. Pendidikan lingkungan hidup memasukkan aspek afektif yaitu tingkah laku. baik secara individu maupun secara kolektif . Memberi tekanan pada situasi lingkungan saat ini dan situasi lingkungan yang potensial. politik. dan berlanjut ke tahap pendidikan formal maupun non formal. . 4. keterampilan. Perbedaan nilai tersebut dapat mempersulit untuk derive the fact. 5. untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini. dalam pembelajaran guru perlu memasukkan metode-metode yang memungkinkan berlangsungnya klarifikasi dan internalisasi nilai-nilai. Ketrampilan bekerja dalam kelompok (group process): kepemimpinan. Dalam melakukan Pendidikan lingkungan hidup haruslah: 1. Meneliti (examine) issue lingkungan yang utama dari sudut pandang lokal. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.

sosial. Pendanaan/pembiayaan. sehingga diperlukan kemampuan untuk berfikir secara kritis dengan ketrampilan untuk memecahkan masalah. Ketiga pilar tersebut merupakan satu kesatuan yang bersifat saling ketergantungan Menurut dan saling memperkuat. Karena langsung mengkaji masalah yang nyata. Pengelolaan sumberdaya udara. Sehingga di akui atau tidak pondasi bangunan pemikiran sikap. Masyarakat terasing/terpencil. Memampukan peserta didik untuk mempunyai peran dalam merencanakan pengalaman belajar mereka. tetapi bagi umur muda (tahun-tahun pertama) diberikan tekanan yang khusus terhadap kepekaan lingkungan terhadap lingkungan tempat mereka hidup. Kepemerintahan/kelembagaan yang baik. Pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir. Pendidikan Lingkungan Hidup dapat mempermudah pencapaian ketrampilan tingkat tinggi (higher order skill) seperti : 1.berfikir kritis 2. Keanekaragaman hayati. Pilar Ekonomi: menekankan pada perubahan sistem ekonomi agar semakin ramah terhadap lingkungan hidup sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Menghubungkan (relate) kepekaan kepada lingkungan. 9. dan lingkungan. dan Hukum dan pengawasan 3. dan Perdagangan 2. Secara eksplisit mempertimbangkan/memperhitungkan aspek lingkungan dalam rencana pembangunan dan pertumbuhan. gejala-gejala dan penyebab dari masalah lingkungan. Pilar Lingkungan: menekankan pada pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang berkelanjutan. Konservasi satwa/tumbuhan langka. Isu atau materi yang berkaitan adalah: Kemiskinan. Oleh sebab itu. . Isu atau materi yang berkaitan adalah: Pola konsumsi dan produksi. 10. 7. Kesehatan. 12. kompleks. Industri. Memberi tekanan mengenai kompleksitas masalah lingkungan. nasional dan internasional untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah lingkungan. serta memiliki cakupan yang luas. Persoalan lingkungan hidup merupakan persoalan yang bersifat sistemik. Teknologi bersih. Adapun inti dari masing-masing pilar adalah : 1. Perikanan. Energi dan sumberdaya mineral. Isu atau materi yang berkaitan adalah: Pengelolaan sumberdaya air. Kemitraan usaha. Pertanian. Mempromosikan nilai dan pentingnya kerjasama lokal. dan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut.berfikir kreatif 3.berfikir secara integratif 4. Sesuai dengan kesepakatan nasional tentang Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan dalam Indonesian Summit on Sustainable Development (ISSD) di Yogyakarta pada tanggal 21 Januari 2004. Membantu peserta didik untuk menemukan (discover). Masyarakat perkotaan. pengetahuan. Kehutanan. Pengelolaan sumberdaya lahan. mengingat dari sejak dilahirkannya manusia sampai tumbuh dan berkembang menjadi dewasa telah banyak dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitarnya. ketrampilan untuk memecahkan masalah dan klarifikasi nilai pada setiap tahap umur. telah ditetapkan 3 (tiga) pilar pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi. Pendidikan. 8. Pilar Sosial: menekankan pada upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. materi atau isu yang diangkat dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan lingkungan hidup juga sangat beragam. tindakan manusia dan lain sebagainya telah dikontruk sedemikian rupa oleh hal-hal yang terjadi di lingkungan.6. 11. dan Penataan ruang Memahami tentang pendidikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari keadaan lingkungan. Memanfaatkan beraneka ragam situasi pembelajaran (learning environment) dan berbagai pendekatan dalam pembelajaran mengenai dan dari lingkungan dengan tekanan yang kuat pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya praktis dan memberikan pengalaman secara langsung (first – hand experience). Masyarakat pedesaan. Pertambangan. memecahkan masalah. Kearifan/budaya lokal.

Menurut Ananichev (1976). yaitu kemarin-kini-esok dan matra ruang. Masalah sosial dan budaya dengan sendirinya sudah tercakup dalam ilmu lingkungan. Akibat suatu tindakan tertentu yang terjadi dsuatu tapak belum tentu terjadi pula atau tidak dengan sendirinya harus terjadi pula ditapak lain karena tindakan yang sama. keadaan untuk hidup dan bekerja. Pendidikan lingkungan memberikan latihan kepada anak didik berpikir secara serbacakup (comprehensive) mengenai segala gatra kehidupan manusia. yaitu pencemaran. kemunduran proses dan kekahatan evolusi serta adaptasi menjadi sebab pokok degradasi kehidupan. . C. intelektual maupun tindakan. Marta ruang penting karena lingkungan merupakan fakta geografi. Kerangka Pendidikan Lingkungan Membicarakan lingkungan berarti membicarakan dampak dan resiko penggunaan sumberdaya alam. Bahkan pendidikan universitas dan berbagai sekolah penatakan jabatan di Indonesia masih cenderung mengikuti jalur ini. Jalur ini masih ditempuh sampai sekarang. sedang adaptasi berhakikat ruang (tempat). teknologi dan perencanaan perkotaan serta pedesaan dengan lingkungan manusia secara keseluruhan. Ilmu lingkungan sesuai untuk peran ini mengingat bahan yang diajarkan. Menelaah sistem lingkungan yang sangat rumit akan dapat mengembangkan kelenturan berpikir yang perlu dimiliki oleh setiap administrator. Berpikir secara bersistem yang menilai nasabah antar komponen lingkungan dan antara lingkungan dan manusia dalam skala waktu dan ruang. mengembangkan penalaran analitik dan tuntas. usikan terhadap neraca ekologi dan pengurasan sumberdaya alam. khususnya putra mahkota dalam mempersiapkan menduduki tahta kerajaan. Proses dan evolusi berhakikat waktu.Menurut Idris shaleh (2007) pendidikan harus diselaraskan dengan nilai-nilai yang terjadi di lingkungan. bahkan tidak hanya sekedar dicakup. Kemajuan proses. peruntukan dan pengurasan sumberdaya. yang menggunakan waktu lengkap. 1. B. agar disatu sisi pendidikan mampu menjawab dan memberikan sebuah solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam lingkungan. Lingkungan Sebagai Subyek Pendidikan Menurut notohadiprawiro (2006). dan tuntutannya akan keterhitungannya segala hal (demand on numeracy). baik secara sikap. Misalnya pemasukan kelompok mata ajaran sosial budaya dasar dalam kurikulum umum S1 jelas menunjukkan penganutan pada konsep itu. persoalan lingkungan mempunyai tiga gatra pokok. cakupannya yang luas. evolusi dan adaptasi menjadi jaminan kelangsungan kehidupan di bumi kita ini. akan tetapi dipadukan dengan masalah fisik. Dengan demikian anak didik tidak lagi diberi bekal pengertian yang terkotak-kotak. hayati. pencemaran. Secara tradisional Seni dan Humaniora menjadi subyek utama pendidikan para bangsawan. Dimana lingkungan merupakan tempat berpijak bahkan merupakan tempat kita untuk mengasah diri. termasuk nasabah pertumbuhan penduduk. melainkan memperoleh pengetahuan yang bulat mengenai perilaku masyarakat dengan teknologi dan rekayasanya dalam upaya membangun perikehidupan yang lebih menyenangkan. baik menurut bawaannya maupun terutama menurut saling nasabahnya (interrelationship) dengan kegiatan manusia. dan teknologi. 1997) berpendapat bahwa lingkungan sepantasnya mengganti Seni dan Humaniora selaku subyek pendidikan bagi para calon administrator. Mengingat hakekat lingkungan itu maka (Emmelin. Subyek ini juga melatih berpikir secara bersistem. Pendidikan ini merupakan suatu kajian mengenai faktor-faktor yang berpengaruh atas ekosistem. dan akibat ini berpengaruh atas kejadian yang dapat berlangsung pada masa sekarang. kota-kota yang meruntuh dan tekanan penduduk (Emmelin. Sebaliknya. baik di dunia timur maupun di dunia barat. kesehatan jiwa dan badan. pengawetan. Kejadian yang berlangsung pada masa lampau menghasilkan akibat pada masa sekarang. Waktu dan ruang adalah kaidah segala kehidupan. Pendidikan lingkungan merupakan suatu proses terpadu yang berkenaan dengan saling nasabah manusia dengan keadaan alam buatan sekelilingnya. Matra waktu penting karena lingkungan bersifat dinamis. yang akan meghasilkan akibat pada masa mendatang. 1.1977). Pendidikan juga mempunyai peranan penting untuk menciptakan sistem yang bisa mengantarkan peserta didik pada sebuah kesadaran akan makna pentingnya sebuah lingkungan.

BAB 1V PEMBAHASAN 1. persoalan lingkungan terutama ditimbulkan oleh permuiman manusia dan industri. akan tetapi mulai mencoba mengubah alam agar cocok dengan tuntutannya sendiri.Dengan pengelolaan sumber daya alam sebagai tema inti. pada waktu manusia mulai mampu membuat alat yang dapat meringankan dan memudahkan pekerjan badan. sedang yang lain mengaji pengelolaan sumberdaya tersebut (Emmelin. Literatur-literatur yang digunakan merupakan literatur yang bersifat primer dan sekunder. ada dua hampiran yang dapat ditempuh dalam pendidikan lingkungan. Penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup Pendidikan lingkungan hidup (PLH) dapat diterapkan ke dalam pendidikan formal dengan menyisipkan materi pendidikan lingkungan hidup (PLH) ke dalam materi-materi pelajaran yang telah ada mulai dari konsep pemeliharaan lingkungan hingga cara-cara yang dapat dilakukan. dimana kurangnya wawasan mengenai lingkungan hidup sehingga banyak permasalahan yang terjadi. Secara potensial kedua macam kegiatan itu merupakan sumber dampak berat atas lingkungan karena: 1. dia mulai pula mengenal cara mengolah lahan dan memelihara hewan. 2. Banyak menggunakan dan menghasilkan zat atau bahan yang asing bagi lingkungan pada umumnya. Penulis mengumpulkan semua data dan uraian yang diperoleh dari pustaka-pustaka yang tersedia seperti di media cetak dan internet. 3. Mengingat ini semua. manusia menghampiri alam dengan jalan yang secara asasi baru sama sekali. Menurut Anonim (2007) Program Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) dapat berupa Visit School (kunjungan PPLH ke sekolah). Dengan kepandaiannya bercocok tanam dan beternak. Kedua hampiran itu secara asasi berbeda. Faktor-faktor dampak ini saling berkaitan erat. Manipulasi lingkungan sehingga menjauhi keadaan semula tanpa memberikan kompesasi yang sepadan. Pendidikan Lingkungan Hidup Pendidikan merupakan salah satu solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam lingkungan. Sejak jaman batu. Memakai dan membajak atau bahan yang asing lingkungan menghasilkan yang asing pula. yaitu yang satu mengaji pengelolaan sumberdaya alam dari gatra sumberdayanya. 1. Manusia tidak lagi berusaha menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. Intensitas kegiatan persatuan tempat dan atau waktu tinggi. 1977). maka persoalan ini merupakan salah satu dampak atas lingkungan. School Visit (kunjungan sekolah ke PPLH) dan wisata PLH (paket pendidikan lingkungan yang dikemas dalam bentuk wisata) yang kesemuanya mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesadaran sehingga terjadi perubahan prilaku masyarakat agar arif terhadap lingkungan sekitarnya. yang akan mengakibatkan kerusakan-kerusakan di lingkungan itu sendiri. Limbah yang dihasilkan banyak yang tidak terdaur ulangkan dan 4. Proses . Pengusik neraca ekologi yang tertua adalah pertanian. Menurut notohadiprawiro (2006). A. Masalah yang menjadi dasar dalam penulisan ini muncul setelah melihat kelemahan sistem pendidikan. B. BAB III METODE PENULISAN Penulisan karya tulis ini didasarkan pada metode telaah pustaka dari literatur yang sesuai dengan topik penulisan.

Kesimpulan 1. di antaranya menetapkan kebijakan. yang diperlukan untuk bekerja secara individu BAB V PENUTUP 1. Beberapa langkah yang perlu ditempuh Depdiknas agar program ini dapat berjalan. mengembangkan materi pendidikan dan pelatihan. pedoman dan program PLH. Dapat memberikan kesadaran kepada siswa-siswa akan pentingnya lingkungan hidup. Keuntungan Pendidikan Lingkungan Hidup Dengan adanya pendidikan lingkungan hidup. 3. menyiapkan substansi bahan ajar. Saran Diharapkan Karya Tulis Ilmiah ini dapat memberikan masukan kepada pihak sekolah untuk dapat menjadikan lingkungan hidup sebagai salah satu mata pelajaran. sikap/perilaku.belajar mengajar tidak lagi menggunakan metode ceramah. Pendidikan merupakan salah satu solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam lingkungan 2. keterampilan. adapun keuntungannya adalah: 1. kerja sama dalam pelaksanaannya. meningkatkan kompetensi murid dan guru. C. perlu kerjasama dan kesepakatan antara Departemen Pendidikan Nasional dengan kantor Mentri Negara Lingkungan hidup. Kesepakatan bersama didasari kesadaran pentingnya menumbuhkan kesadaran lingkungan dan konsep pembangunan berkelanjutan sejak usia sekolah. yang diperlukan untuk bekerja secara individu. B. Keuntungan lingkungan hidup antara lain : Dapat memberikan informasi dan kesadaran kepada siswa akan pentingnya lingkungan hidup. Pendidikan lingkungan hidup (PLH) dapat diterapkan ke dalam pendidikan formal dengan menyisipkan materi pendidikan lingkungan hidup (PLH) ke dalam materimateri pelajaran yang telah ada mulai dari konsep pemeliharaan lingkungan hingga cara-cara yang dapat dilakukan 3. serta menyusun materi ajar dan metode pembelajarannya. Dapat mengetahui seberapa besar rasa sensitifitas siswa-siswa terhadap kondisi lingkungan sekitarnya 4. keterampilan. dapat mengetahui seberapa besar rasa sensitifitas siswa terhadap lingkungan dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan. Memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan. Pihak sekolah juga bisa menerapkan Pendidikan Lingkungan Hidup ini kepada sisiwa-siswa mereka. A. Dalam hal ini. serta melatih para guru dan tenaga kependidikan mengenai lingkungan. 1. sikap/perilaku. motivasi dan komitmen. tetapi lebih apresiatif dan aplikatif serta peduli dengan persoalan-persoalan lingkungan hidup. motivasi dan komitmen. Sementara dari pihak Kantor Menneg-LH di antaranya akan menetapkan dan mengembangkan materi PLH. DAFTAR PUSTAKA . 1. Sehingga siswa-siswa mengetahui akan pentingnya menjaga lingkungan baik di sekolah maupun lingkungan rumah mereka. Dapat memberikan informasi-informasi kepada siswa-siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup 2.

com. Anonim. Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Hegemer.ychi. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Sugiarto. http://yelweb. A. 2007. Pendidikan untuk anak-anak.com.org.kompas.Anonim. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Anonim. 2007.org.id‖ _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Lingkungan Hidup).istecs. J. 2005. Yayasan Hanns Seidel di Indonesia http://www. Pusat Diklat Lingkungan (Kementerian ―http://www.sumenep.kompas.go. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 . http://www. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup.com.Pendidikan Lingkungan Hidup Kembali Diintegrasikan ke Sekolah. C. “http://tabloid_info.menlh. Pengusaha Dan Masyarakat Dalam Mengatasi Permasalah Lingkungan Hidup.blogspot.org. http://idnugroho. http://www. Pendidikan Dasar Lingkungan. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Anonim. 2007. Pendidikan Berbasis Lingkungan. _ Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Nugroho.T dkk.blogspot. 2006. http://amircnle. Arti Penting Pendidikan Lingkungan. http://www. I.com_. 2007.go.org. D. 2007. Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Anonim.id” Diakses tanggal 3 Desember 2007 Anonim.hsfindo. Pendidikan Lingkungan Hidup Kembali Diintegrasikan ke Sekolah http://www. 2007. _Diakses tanggal tanggal 3 Desember 2007 Iriani. 2004. 2006. Peranan Pemerintah. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful