P. 1
Beriman+Kepada+Nabi+Dan+Rasul

Beriman+Kepada+Nabi+Dan+Rasul

|Views: 37|Likes:
Published by Dewi Majidah II

More info:

Published by: Dewi Majidah II on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

1

BERIMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL-RASUL
BELIEF IN THE PROPHETS AND MESSENGERS



1. Beriman kepada rasul-rasul

Beriman kepada rasul adalah salah satu rukun iman dalam agama Islam, dimana
tidak sah iman seseorang tanpa beriman kepada para rasul tersebut.
Pengertian beriman kepada rasul-rasul adalah: meyakini secara pasti bahwa Allah
SWT Mempunyai rasul-rasul, mereka sengaja dipilih Allah untuk menyampaikan risalah-
Nya. Barangsiapa mengikuti mereka maka mendapat petunjuk dan barangsiapa yang
mengingkarinya akan tersesat. Dan mereka para rasul telah menyampaikan semua yang
telah diturunkan Allah kepada mereka secara jelas. Mereka telah menunaikan semua
amanah, membimbing umat dan berjuang di jalan Allah dengan sebenar-benarnya,
menegakkan hujjah, tidak ada sedikitpun isi risalah yang diganti atau diubah atau
disembunyikan mereka. Kita wajib beriman kepada semua rasul baik yang disebutkan
namanya atau yang tidak disebutkan, dan setiap rasul yang datang pasti membawa berita
tentang kedatangan rasul setelahnya dan rasul yang dating sesudahnya membenarkan
rasul-rasul sebelumnya. Firman Allah:
#θ9θ% $ΨΒ#´™ ¸!$¸/ $Β´ρ Α¸“Ρ& $´ΖŠ9¸) $Β´ρ Α¸“Ρ& ´’<¸) ´Ο↵¸δ≡¯/¸) Ÿ≅Š¸è≈ÿœ¸)´ρ ,≈s`™¸)´ ρ ´>θ)胴ρ ¸Þ$6`™{#´ρ $Β´ρ ´’¸Aρ&
©›θ`Β ©¤Š¸ã´ρ $Β´ρ ´’¸Aρ& šχθ–Š¸;Ψ9# ⎯¸Β `Ο¸γ¸/¯‘ Ÿω −¸¯Ρ ⎦⎫/ ¸‰n& `ΟγΨ¸Β ⎯tΥ´ρ …μ9 βθ`Κ¸=`¡`Β ∩⊇⊂∉∪
“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang
diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub
dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan
kepada nabi-nabi dari Tuhannya. kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara
mereka dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. 2 : 136)

Barangsiapa yang mendustakan salah seorang rasul maka berarti dia mendustakan
Allah SWT yang telah membenarkan rasulnya, begitu juga barangsiapa yang durhaka
kepada seorang rasul maka berarti dia telah durhaka kepada Allah SWT yang telah
menyuruh untuk mentaatinya. Allah berfirman:
β¸) š⎥⎪¸%!# βρ`3ƒ ¸!$¸/ ⎯¸&¸#™'‘´ρ šχρ‰ƒ¸`ƒ´ρ β& #θ%¸¯`ƒ ⎦⎫/ ¸!# ⎯¸&¸#™'‘´ρ šχθ9θ)ƒ´ρ ⎯¸ΒσΡ ¸Ùè7¸/
`6Ρ´ρ ¸Ùè7¸/ βρ‰ƒ¸`ƒ´ρ β& #ρ‹¸‚−Gƒ ⎦⎫/ 7¸9≡ Œ ξ‹¸6 ™ ∩⊇∈⊃∪ 7¸×≈9`ρ& `Νδ βρ`¸≈39# $)m $Ρ‰Fã&´ρ
⎦⎪¸¸≈3=¸9 $/#‹ã $´ΨŠ¸γ•Β ∩⊇∈⊇∪
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan
bermaksud memperbedakan[373] antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya,
dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap
sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan
(tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), Merekalah orang-orang yang kafir
2
sebenar-benarnya. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan
yang menghinakan”. (QS. 4 : 150-151)

2. Hakikat Kenabian

Kenabian merupakan perantara antara Allah dan makhluk dalam menyampaikan
syari’atnya, dan status kenabian merupakan perantara antara Allah dan makhluk dalam
manyampaikan syari’at-Nya, dan status kenabian marupakan hak prerogratif Allah
subhannahuwatanaala dimana Dialah yang menentukan siapa yangDia kehendaki untuk
mendapatkan derajat kenabian,tidak ada usaha atau pilihan dari seseorang hamba untuk
mendapatkan status tersebut. Allah berfirman:
´!# ’¸∀Ü`Áƒ š∅¸Β ¸π6¸×≈ = ϑ9# ξ™'‘ š∅¸Β´ρ ¸¨$Ζ9# ´χ¸) ´!# ´ì‹¸ϑ™ ¸Á/ ∩∠∈∪
“Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia; Sesungguhnya
Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Haj:75).
Jadi status kenabian sifatnya adalah pemberian bukan sesuatu yang bisa diusahakan,
tidak bisa di peroleh dengan bayak berbuat ketaatan atau ibadah, tidak pula berdasarkan
pilihan atau permohonan dari nabi, akan kenabian semata-mata adalah pilihan dari Allah
subhanahu wata’ala. Allah bberfirman:
í´ Ÿ° Ν39 ´⎯¸Β ¸⎦⎪¸$!# $Β ©œ»´ρ ⎯¸μ¸/ %´nθΡ “¸%!#´ρ $´ΖŠmρ& 7‹9¸) $Β´ρ $´ΖŠ¯¹´ρ ⎯¸μ¸/ Λ⎧¸δ≡ ¯/¸) ©›θ`Β´ρ ´©¤Š¸ã´ρ
β& #θ`ΚŠ¸%& ⎦⎪¸$!# Ÿω´ρ #θ%¯G? ¸μŠ¸ù ´`9. ’?ã ⎦⎫¸ .¸³ϑ9# $Β ¯Νδθ`ã‰? ¸μŠ9¸) ´!# ©¸<Fg† ¸μ‹9¸) ⎯Β '™$±„ “¸‰¯κ´‰´ρ
¸μ‹9¸) ⎯Β ´=‹¸⊥`ƒ ∩⊇⊂∪
“ Dia Telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang Telah diwasiatkan-Nya
kepada Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami
wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah
kamu berpecah belah tentangnya. amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu
seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya
dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). “
(QS.Asy-syuura:13).

3. Hikmah diutusnya para rasul:

Diantara hikmah diutusnya rasul:
i. mengeluarkan manusia dari menyembanh sesame manusiakepada menyembah
tuhan manusia.
Dan membebaskan manusia dari belenggu penghanbaan diri kepada sesame
manusia menuju kemerdekaan penghambaan diri kepada. Allah berfirman:
$Β´ρ š≈Ψ=™¯‘& ω¸) π Ηq ‘ š⎥⎫¸ϑ =≈ è=¸9 ∩⊇⊃∠∪
“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam.”(QS.Al-Anbiya:107).

3
ii. memperkenalkan kepada manusia tentang hakikat dan tujuan Allah
menciptakan makhlik, yaitu untuk beribadah hanya kepadan-Nya, dan
mengesakan-Nya, yang mana hal itu tidak bisa di ketahui kecuali melalui para
rasul yang dipilih oleh Allah di antara makhluk-Nya, dan Allah istimewakan
mereka dari semua makhluk. Allah berfirman:
‰)9´ρ $´ΖWè/ ’¸û ¸≅2 ¸πΒ& ωθ™¯‘ ¸χ & #ρ‰6ã# ´!# #θ7¸⊥ G_#´ρ Nθó≈Ü9# ΝγΨ¸ϑù ⎯Β “‰δ ´!#
ΝγΨ¸Β´ρ ∅Β M)m ¸μ‹ =ã '#≈ =Ò9# #ρ¸¡ù ’¸û ¸Ú¯‘{# #ρ`´àΡ$ù #‹. šχ%. π7¸)≈ã ⎥⎫¸/¸‹3ϑ9#
“Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu", Maka di
antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di
antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah
kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang
mendustakan (rasul-rasul).” (QS.An-Nahl:36).

iii. untuk menegakkan hujjah atas manusia dengan mengutus para rasul, supaya
tidak ada alas an bagi mereka untuk membantah Allah:
Allah berfirman:
`Ν¸δ¸‹{&´ρ #θ/¸¯9# ‰%´ρ #θ·κΞ μΖ ã ¯Ν¸ γ¸=.&´ρ Α≡´θΒ& ¸¨$Ζ9# ¸≅¸Ü≈79$¸/ $Ρ‰Gã&´ρ ⎦⎪¸¸≈3=¸9 ¯Ν·κ]¸Β $/#‹ã $ϑŠ¸9&
“Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah
dilarang daripadanya, dan Karena mereka memakan harta benda orang dengan
jalan yang batil. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara
mereka itu siksa yang pedih.QS.An-nisa’:165).

iv. menjelaskan kepada manusia tentag beberapa perkara ghaib yang tidak bisa di
jangkau oleh akal, seperti nama-nama dan sifat-sifaf Allah, mengenal para
malaikat, berita tetang hari kiamat dan lainnya.
v. Sebagai suri tauladan yang baik bagi umat manusia, karena Allah telah
membekali mereka dengan akhlak yang mulia, serta menjaga mereka dari
terjerumus kepada syahwat dan syubhat. Allah subhanahu wuta’ala berfirman:
7¸×≈9`ρ& ⎦⎪¸%!# “‰δ ´!# `Νγ1‰γ¸6ù ν¸‰F%# ≅% ω ¯Ν3=↔`™ & ¸μ‹ = ã #´_& β¸) ´θδ ω¸) “.¸Œ š⎥⎫¸ϑ =≈è=¸9
“Mereka Itulah orang-orang yang Telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah
petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam
menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk
seluruh ummat.(QS.Al-An’am:90).
Dan dalam ayat lain:
‰)9 β%. ¯/39 ¯Ν¸κ¸ù ο´θ`™& π´Ζ ¡m ⎯ ϑ¸9 β%. #θ`_¯ƒ ´!# Π¯θ´ ‹9#´ρ ¸zψ#
⎯Β´ρ Α´θGƒ β¸* ù ´!# ´θδ ¯©¸_ó9# ‰Š¸ ϑt:#
“Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik
bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan
4
pada) hari kemudian. dan barangsiapa yang berpaling, Maka Sesungguhnya Allah
Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.(QS.Al-Mumtahanah:6).

vi. memperbaiki, membersihkan dan mensucikan jiwa-jiwa manusia, dan
memperingatkannya dari hal-hal yang akan merusaknya. Allah berfirman:
´θδ “¸%!# ]è / ’¸û ´⎯↵¸¯‹¸Β{# ωθ™´‘ ¯Ν·κ]¸Β #θ=Fƒ ¯Ν¸κ¯= ã ⎯¸μ¸G≈ ƒ#´™ ¯Ν¸κ¸.“`ƒ´ρ `Νγϑ¸=è`ƒ´ρ =≈G¸39# π ϑ3¸t:#´ρ
β¸)´ρ #θΡ%. ⎯¸Β `≅¯6% ’¸∀9 ¸≅≈= Ê ¸⎦⎫¸7•Β ∩⊄∪
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara
mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan
mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah).(QS.Al-Jum’ah:2).

Dan rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Bahwasanya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang
mulia.”(HR.Ahmad dan Hakim).

4. Tugas para rasul
Rasul-rasul yang diutus oleh Allah subhanahu wata’ala mempunyai tugas-tugas
yang sangat mulia, diantaranya:
1. menyampaikan syari’ah (ajaran agama) dan mengajak manusia untuk beribadah
kepada selain-Nya. Allah berfirman:
š⎥⎪¸%!# βθó¸= 7`ƒ ¸M≈=≈™¸‘ ¸!# …μΡ¯θ±ƒ†´ρ Ÿω´ρ β¯θ±ƒ† #‰n& ω¸) ´!# ’∀.´ρ ¸!$¸/ $´7Š¸¡m ∩⊂®∪
“ (yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah[1222], mereka takut
kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada
Allah. dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.(QS.Al-Ahzab:39).

2. menjelaskan semua permasalahan agama yagn di turunkan Allah. Allah
berfirman:
¸M≈´Ζ¸79$¸/ ¸/–“9#´ ρ $´Ζ9“Ρ&´ρ 7‹9¸) 2¸%!# ⎦¸⎫7F¸9 ¸¨$Ζ=¸9 $Β Α¸¯“Ρ ¯Ν¸κ¯9¸) ¯Νγ= è9´ρ šχρ`3  Gƒ ∩⊆⊆∪
“Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan kami turunkan kepadamu Al
Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan
kepada merekadan supaya mereka memikirkan.(QS.An-Nahl:44).

3. membimbing manusia kepada kebaikan dan memperingatkan mereka dari
kejahatan, serta membawa kabar gembira tentang adanya pahala dan mengingatka
mereka akan adanya siksa. Allah berfirman:
ξ™•‘ ⎦⎪¸¸³6•Β ⎦⎪¸ ‘¸‹Ψ`Β´ρ ξ∞¸9 βθ3ƒ ¸¨$Ζ=¸9 ’?ã ¸!# πf`m ‰è/ ¸≅™”9# β%.´ρ ´!# #“ƒ¸•ã $ϑŠ¸3m ∩⊇∉∈∪
“ (mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi
peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah
5
diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS.
An-Nisa’:165)

4. memperbaiki kondisi umat manusia, dengan memberikan tauladan yang baik, baik
dalam perkataan mmaupun perbuatan.
5. menegakkan syari’at Allah serta mempraktekannya di tengah-tengah ummat
manusia.
6. memperbaiki kesaksian atas umat mereka pada hari kiamat bahwa mereka telah
menyampaikan semua misi yang mereka embank secara jelas. Allah berfirman:
#‹3ù #Œ¸) $´Ζ∞¸_ ⎯¸Β ¸≅. _πΒ& ¸‰‹¸γ±¸0 $´Ζ∞¸_´ ρ 7¸/ ’?ã ¸™ωσ≈δ #´‰‹¸κ− ∩⊆⊇∪
“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan
seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu
(Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).(QS.An-Nisa’:41)

5. Islam agama semua nabi

Islam adalah agama semua nabi dan rasul. Allah berfirman:
β¸) š⎥⎪¸$!# ‰Ψ¸ã ¸!# `Ο≈=`™¸}#
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah
Islam.(QS.Al-Imran:19)
Semua nabi dan rasul mengajak umat manusia untuk beribadah hanya
kepada Allah subhanahu wata’ala dan memberantas semua bentuk ibadah
kepada selain-Nya, sekalipun berbeda syriat dan hokum-hukum mereka, akan
tetapi mereka sepakat pada asas tauhid. Rasulullah shallallahu alai wasallam
bersabda:


“semua nabi itu adalah saudara sebapak, berlainan ibu (asal agama
mereka satu yaitu tauhid, sekalipun berbeda rincian syariatnya).”(HR.
Bukhari).

6. Para rasul adalah manusia biasa yang tida mengatahui hal-hal yang ghaib

mengatahui hal-hal gaib merupakan sifat ketuhanan, bukan sifat para nabi, karena
mereka adalah sebagaimana halnya manusia yang lain. Mereka makan,
minum,beristri,tidur,sakit dan lelah. Allah berfirman:
$Β´ρ $Ψ=™¯‘& š=¯6% ´⎯¸Β š⎥⎫¸=™¯ϑ9# ω¸) ¯ΝγΡ¸) šχθ=.'´‹9 Π$èÜ9# šχθ±ϑƒ´ρ ’¸û ¸−#´θ`™{#
$Ψ=è_´ρ ¯Ν 6ŸÒè/ ¸Ùè7¸9 π´ ΖF¸ù šχρ¸9`Á ?& β%Ÿ2´ρ 7•/´‘ #¸Á/ ∩⊄⊃∪
“Dan kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh
memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.(QS.Al-Furqan:20).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
6
‰)9´ρ $´Ζ=™¯‘& ξ™'‘ ⎯¸Β 7¸=¯6 % $´Ζ=è_´ρ ¯Νλ; %´`≡´ρ— & π−ƒ¸¯‘Œ´ρ $Β´ρ β%. ¸Αθ™¸9 β& ´’¸A'ƒ ¸πƒ$↔¸/
ω¸) ¸βŒ¸*¸/ ¸!# ¸≅3¸9 ¸≅ _& '>$G¸2 ∩⊂∇∪
“Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan
kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. dan tidak ada hak
bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin
Allah. bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu).”(QS.Ar-Ra’d:38).
Dan mereka juga mengalami apa yang di alami manusia lain,seperti merasa sedih,
gembira bekerja keras, semangat dan lainnya,hanya saja Allah subhanahu wataala
telah memilih mereka menyampaikan agama-Nya. Mereka tidak mengatahui hal-
hal gaib kecuali apa yang telah diberitahukan Allah kepada mereka. Allah
berfirman:
`Ν¸=≈ã ¸=‹ ó9# Ÿξù `¸γà`ƒ ’?ã ⎯¸μ¸7Š î #‰n& ∩⊄∉∪ ω¸) ¸⎯Β ©Ó?¯‘# ⎯¸Β ¸Αθ™¯‘ …μΡ¸*ù 7=`¡„
⎯¸Β ¸⎦⎫/ ¸μƒ‰ƒ ⎯¸Β´ρ ⎯¸μ¸= z #´‰¹´‘ ∩⊄∠∪
“ (Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka dia tidak
memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
“Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya dia mengadakan
penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.(QS.Al-Jin:26-27).

7. Para rasul adalah ma’sum (terpelihara dari perbuatan dosa).
Guna mengembangkan misi yang amat besar yaitu menyampaikan risalah agama
kepada ummat, maka Allah benar-benarmemilih diantara hamba-hamba-Nya yang
paling istimewa yang mempunyai akhlak dan kepribadian yang sempurna, selain
itu Allah memelihara mmereka dari perbuatan dosa besar serta menjauhkan
mereka dari sifat-sifat tidak baik, para ulama sepakat bahwa semua rasul itu
ma’sum (tidak pernah salah) dalam menyampaikan risalah agam Allah. Allah
subhanahu wata’ala berfirman:
$κš‰'≈ƒ `Αθ™¯9# ¸=/ $Β Α¸“Ρ& š‹9¸) ⎯¸Β 7¸/¯‘ β¸)´ρ `Ο9 ¯≅è? $ϑù Mó=/ …μG9$™¸‘
´!#´ρ šϑ¸Áèƒ ´⎯¸Β ¸¨$Ζ9# β¸) ´!# Ÿω “¸‰¯κ´‰ Π¯θ)9# ⎦⎪¸¸≈39# ∩∉∠∪
“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan
jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak
menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan)
manusia,Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
kafir.(QS.Al-Maidah:67).

Dan Allah berfirman:
´Ο=è´‹¸9 β& ‰% #θó =¯/& ¸M≈=≈™¸‘ ¯Ν¸κ¸¯5´‘ Þ%n&´ρ $ϑ¸ / ¯Ν¸κ¯‰‰9 ©Âm&´ρ ≅. ¸™`©« #Š‰ã ∩⊄∇∪
“Supaya dia mengetahui, bahwa Sesungguhnya rasul-rasul itu Telah
menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi
7
apa yang ada pada mereka, dan dia menghitung segala sesuatu satu persatu.(QS.
Al-Jin:28).
Apabila ada di antara rasul yang melakukan dosa kecil yang tida bberhubungan
dengan risalah yang disampaikan, maka Allah subhanahu wataala langsung
menegurnya dan merekapun segera bertaubat dan kembali kepada-Nya, sehingga
dosa-dosa kecil tersebut seolah-olah tidak ada terjadi, dengan demikian mereka
menepati derajat yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Demikianlah Allah subhanahu wata’ala mengkhususkan nabi-nabi-Nya denga
mengarunia mereka akhlak, sifat-sifat mulia serta mensucikan mereka dari
segalah hal yang bisa menodai kehormatan dan kedudukan mereka sebagai nabi.

8. Jumlah nabi dan rasul

Disebutkan dalam sebuah hadist bahwa rasul-rasul Allah berjumlah sekitar 300
sampai 319. Hal itu dikatakan oleh rasulullah shallahu alaihi wasallam ketika
beliau ditanya tentang beberapa jumlah rasul. Beliau mengatakan:”Tiga ratus lima
belas banyaknya.”(HR.Hakim).
Adapun jumlah nabi lebih banyak dari itu. Di antara mereka ada yang di kisahkan
Allah kepada kita dalam Al-Quran, dan diantara mereka ada yang tidak
dikisahkan. Allah telah menyebutkan nama-nama 25 nabi dan rasul dalam Al-
Qur’an
Alla berfirman:
ξ™'‘´ρ ‰% ¯Νγ≈Ψ`ÁÁ% š‹= ã ⎯¸Β `≅¯6% ξ™'‘´ρ ¯Ν9 ¯Νγ`Á´Á)Ρ š‹= ã
“Dan (Kami Telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Telah kami kisahkan
tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak kami kisahkan
tentang mereka kepadamu. “(QS.An-Nisa:164).
Dan Allah berfirman:
7=¸?´ρ $´ΖFf`m $γ≈ΨŠ?#´™ ´ΟŠ¸δ≡ ¯/¸) ’?ã ⎯¸μ¸Β¯θ% ìù¯Ρ ¸M≈ _´‘Š ⎯Β '™$±Σ β¸) š−/´‘ 'Ο‹¸3m 'ΟŠ¸=æ ∩∇⊂∪
$´Ζ¯6δ´ρ´ρ …`&! ,≈ s`™¸) ´>θ)胴 ρ ˆξ2 $Ψƒ‰δ $´mθΡ´ρ $Ψƒ‰δ ⎯¸Β `≅¯6% ⎯¸Β´ρ ⎯¸μ¸G−ƒ¸¯‘Œ Š…`ρ#Š ´⎯≈ ϑ‹ =™´ρ
šU蕃&´ρ #™θ`ƒ´ρ ©›θ`Β´ρ βρ`≈ δ´ρ 7¸9≡‹.´ρ “¸“gΥ ⎦⎫¸Ζ¸¡`sϑ9# ∩∇⊆∪ $−ƒ¸ .—´ρ ©´t†´ρ ©¤Š¸ã´ρ ´¨$´‹9¸)´ ρ ¨≅.
´⎯¸Β š⎥⎫¸s¸=≈¯Á9# ∩∇∈∪ Ÿ≅‹¸è≈ ϑ`™¸)´ρ ì¡´Š9#´ρ ´§Ρθ`ƒ´ρ $Ûθ9´ρ ξ2´ ρ $Ψ=Òù ’?ã ⎦⎫¸ϑ =≈è9# ∩∇∉∪ ⎯¸Β´ρ
`Ο¸γ¸←$/#´™ ¯Ν¸κ¸ J≈−ƒ¸¯‘Œ´ρ ¯Ν¸κ¸Ξ≡´θz¸)´ρ Λι≈´Ζ7G_#´ρ `Ογ≈Ψƒ‰δ´ρ ’<¸) ¸Þ≡´¸À ¸ΟŠ¸)G`¡•Β ∩∇∠∪
“Dan Itulah hujjah kami yang kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi
kaumnya. kami tinggikan siapa yang kami kehendaki beberapa derajat.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
“Dan kami Telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. kepada
keduanya masing-masing Telah kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu
(juga) Telah kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh)
8
yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami
memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
“Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. semuanya termasuk orang-orang yang
shaleh.
86. Dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Luth. masing-masing kami lebihkan
derajatnya di atas umat (di masanya),
“Dan kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka,
keturunan dan Saudara-saudara mereka. dan kami Telah memilih mereka (untuk
menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan kami menunjuki mereka ke jalan yang
lurus.”(QS.Al-An’am:83-87).

Demikian pula Allah subhanahu wata’ala telah melebihi derajat sebagian nabi-
nabi di atas sebagian yang lain, sebagaimana dalam firman-Nya:
7š/´‘´ρ `Ο=ã& ⎯ϑ¸/ ’¸û ¸N≡´θ≈ ϑ´¡9# ¸Ú¯‘{#´ρ ‰)9´ρ $´Ζ=Òù ´Ùè/ ´⎯↵¸¯Š¸;Ψ9# ’?ã ¸Ùè/
“Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. dan
Sesungguhnya Telah kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang
lain.”(QS.Al-Isra’:55).
Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala juga melebihkan sebagian rasul-rasul atas
sebagian yang lain, dalam firman-Nya:
7=¸? `≅™”9# $Ψ=Òù ¯ΝγŸÒè/ ’?ã ¸Ùè/
Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. (QS.Al-
Baqarah:253).

Dan yang paling utama diantara mereka adalah rasul-rasu ulu azmi. Mereka adalah Nuh,
Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi kita Muhammad shallalahu alaihi wasallam. Allah
berfirman:
¸9¹$ù $ϑ. ´9 ¹ #θ9`ρ& ¸Θ“è9# ´⎯¸Β ¸≅™”9#
“Maka Bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-
rasul Telah bersabar .(QS.Al-Ahqaf:35).
Dan Allah berfirman:
Œ¸)´ρ $Ρ‹{& ´⎯¸Β ´⎯↵¸¯Š¸;Ψ9# ¯Νγ)≈V‹¸Β šΖ¸Β´ρ ⎯¸Β´ρ ¸yθœΡ Λ⎧¸δ≡¯/¸)´ρ ©›θ`Β´ρ ©¤Š¸ã´ρ ¸⎦⌠# ´Νƒ`Β $Ρ‹{&´ρ ΝγΨ¸Β
$)≈W‹¸Β $àŠ¸= î ∩∠∪
“Dan (Ingatlah) ketika kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu
(sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan kami Telah mengambil
dari mereka perjanjian yang teguh.”(QS.Al-Ahzab:7).

Dan Muhammad shallalahu alaihi wasallam adalah raul terbaik dan penutup para nabi
serta imamnya orang-orang yang bertaqwa, pemimpin seluruh anak cucu Adam dan iman
para nabi jika mereka berkumpul, dan pembicara jika dalam utusan, pemilik maqam
terpuji yang diimpikan oleh orang-orang terdahulu ataupun yang akan datan,g, pemegang
9
panji pujian dan pemilik telaga di surga, pemberi syafaat manusia di hari kiamat, pemilik
wasilah dan keutamaan, Allah mengutusnya dengan membawa syariat dien yang paling
utam, dan Dia menjadikan umatnya sebagai umat terbaik dari seluruh umat manusia, dan
Allah menghimpun untuknya dan umatnya segalah keutamaan dan kebaikan yang belum
pernah diberikan untuk umat yang sebelumnya dan mereka adalah umat palung
akhirpencitaanya, akan tetapi paling awal di bangkitkan.
Rasul shallalahu alaihi wasallam bersabda:


“aku di berikan enam kelebihan atas seluruh para nabi.”(HR.Muslim).
Beliau juga bersabda:

“saya pemimpin anak Adam dihari kiamat dan di tanganku lah panji pujian, tampa
kesombongan. Tidak seorang nabipun di hari itu mulai dari Adam dan yang datang
sesudahnya, kecuali pasti berada di bawah panjiku di hari kiamat.”(HR.Ahmad dan
Tirmizi).
Dan rasul yang terbaik setelah Rasulallah shallallahu alaihi wasallam adalah
Ibrahimalaihis salam khalil rahman (kekasih yang maha pemurah). Kedua rasul inilah
sebaik-baik rasul ulul azmi, kemudian yang berikutnya adalah tiga rasul yang lain.

9. Mukjizat para nabi
Allah memperkuat rasul-rasul-Nya dengan tanda-tanda yang agung dan mukjizat-
mukjizat yang mengagumkan sebagai hujjah ataupun kebutuhan (ketika di perlukan).
Seoerti Al-Qur’an al-Karim, terbelahnya bulan, tongkat yang berubah menjadi ular,
penciptaan burung dari tanahdan lain sebagiannya.
Mukjizat yang melebihibatas kewajaran manusia adalah mereupakan bukti kenabian yang
benar, dan keramah adalah merupakan bukti benarnya kesaksian denga kenabian yang
benar.
Allah berfirman:
‰)9 $´Ζ=™¯‘& $Ψ=™'‘ ¸M≈´Ζ¸79$¸/
Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang
nyata.”(QS.Al-Hadid:25).

Rasul shallallahu wasallam bersabda:


“tidak ada seorang nabipun kecuali pasti telah diberikan mu’jizat yang tidak cukup
untuk mangimankan manusia. Sesungguh yang di berikan kepadakuadalah wahyu yang
diwahyukan kepadaku, dan aku berharap menjadi (nabi)yang paling banyak pengikutnya
di hari kiamat.”(Muttafaq Alaih).

10. Beriman kepada kenabian Muhammad.
Bariman kepada kenabian Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam merupakan
salah satu pokok keimanan yang sangat penting, yang tidak mungkin iman seseorang sah
kecuali dengan beriman kepada kenabiannya.
10
Allah berfirman:
⎯Β´ρ `Ο9 ⎯¸Βσ`ƒ ¸!$¸/ ⎯¸&¸!θ™´‘´ρ $Ρ¸*ù $Ρ‰Fã& ⎦⎪¸¸≈3=¸9 #¸è™ ∩⊇⊂∪
“Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya Maka Sesungguhnya
kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.”(QS.Al-
Fath:13)
Rasulullah shallallahu alai wasallam bersabda:

“aku diutus untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan yang
berhak disembah melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa aku adalah
rasulullah.”(HR.Muslim)
Dan iman kepada Rasulullah shallallahu alaihai wasallam tidak sempurna kecuali jika
terpenuhi hal-hal berikut:

Pertama : Ma’rifah (mengenal) Rasulullah Muhammad shallallahualahi wasllam.
Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasym,Hasym dari suku
Quraisy dari Arab dan arab keturunan nabi Ismail bin Ibrahim alaihi salam. Beliau di
karunia umur 63 tahun, diantaranya 40 tahun sebelum kenabian dan 23 tahun
mengembang risalah sebagai nabi dan rasul.
Kedua : membenarkan segalah yang diberitakannya, mentaati seluruh perintahnya
dan menjauhi seluruh larangannya dan beribadah kepada Allah sesui dengan apa yang
disyratkannya.
Ketiga : menyakini bahwa beliau adalah Rasullah untuk semua makhluk, baik jin
ataupun manusia, maka tidak ada jalan lain bagi siapapun kecuali harus mengikuti beliau.
Allah berfirman:
¯≅% $㕃'≈ƒ Z$Ζ9# ’¸Τ¸) `Αθ™´‘ ¸!# ¯Ν6¯‹9¸) $´èŠ¸Ηd
“Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu
semua.’(QS.Al-A’raf:158).

Keempat : mengimani risalahnya, dan bahwa beliau adalah nabi terbaikserta
penutup para nabi.
Allah berfirman:
$Β β%. ‰´ϑtΧ $/& ¸‰n& ⎯¸Β ¯Ν3¸9%`¸¯‘ ⎯¸3≈9´ρ Αθ™¯‘ ¸!# ´Ο?$z´ρ ´⎯↵¸¯Š¸;Ψ9# β%.´ρ ´!# ¸≅3¸/ ¸™`©« $ϑŠ¸= ã
∩⊆⊃∪
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu
tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha
mengetahui segala sesuatu.”(QS.Al-Ahzab:40)
Dan menyakini bahwa beliau khalil Arahman (kekasih yang maha pemurah),
pemimpin seluruh manusia, pemilik syafa’at agung, yang diiastimewakan dengan
wasilah yang merupakan derajat tertinggi di surga, pemilik telaga di surga dan
umatnya adalah sebaik-baik umat. Allah ta’ala berfirman;
11
¯ΝGΖ. ´¯z ¸πΒ& M_¸z& ¸¨$Ψ=¸9
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,”(QS.Al-Imran:110).

Dan umatnya adalah penghuni surga terbanyak serta risalahnya sebagai penghapus
risalah-risalah sebelumnya.

Kelima : sesungguhnya Allah telah memperkuat beliau denga mu’jizat terbesar
dan ayat terjelas, yaitu Al-Quran Al-K arim kalamullah (firman Allah), yang dijaga
dari perubahan dan pengertian.
allah berfirman;
≅% ¸⎦¸⌡9 ¸Mè ϑ G_# §Ρ¸}# ¯⎯¸f9#´ρ ´’?ã β & #θ?'ƒ ¸≅V¸ϑ¸/ # ‹≈δ ¸β#´™¯)9# Ÿω βθ?'ƒ ⎯¸&¸#W¸ϑ¸/ ¯θ9´ρ šχ% .
¯Ν·κ´Õè/ ¸Ùè7¸9 #¸γß ∩∇∇∪
“ Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang
serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan
Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".(QS.Al-
Isra:88).
Dan firmannya yang lain;
$Ρ¸) ⎯tΥ $´Ζ9“Ρ .¸%!# $Ρ¸)´ρ …μ9 βθ´à¸≈t: ∩®∪
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami
benar-benar memeliharanya.”(QS.Al-hijr:9).

Keenam : mengimani bahwasanya Rasullah shallallahu alai wasllam telah
menyampaikan risalah islam, menyampaikan amanah, menasehati umat, tidak ada
suatu kebaikanpun kecuali telah beeliau tunjukkan kepada umatnya dan
menganjurkan untuk melaksanakannya, dan tiada suatu keburukanpun keculai sudah
beliau larang dan memperingati umat daripadanya. Allah berfirman:
‰)9 ¯Ν2´™% ` ^θ™´‘ ⎯¸Β ¯Ν6¸¡Ρ& “ƒ¸•ã ¸μ‹ = ã $Β `ΟšG¸Ψ㠴ȃ¸m Ν6‹=æ š⎥⎫¸Ζ¸Βσϑ9$¸/
∃ρ'™´ ‘ 'ΟŠ¸m¯‘ ∩⊇⊄∇∪
“Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa
olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu,
amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.’(QS.At-
Taubah:128).
Rasulallah shallallahu alahi wasllam bersabda:


“tidaklah Allah mengutus seseorang nabi kepada suatu umat, kecuali wajib baginya
untuk menunjukknya umatnya kepada kebaikan yang dia ketahui dan
memperingatkan mereka dari kejelekan yang dia ketahui.”(HR,Muslim).

12
Ketujuh : mencintai beliau shallallhu alaihi wasallam dan mengedapkan
kecintaan kita kepada beliau diatas mencintai diri dan semua makhluk. Menagungkan,
menghormati, memuliakan,menghargai dan mentaati beliau. Karena semuanyaini
adalah merupakan hak beliau yang telah diwajibkan oleh Allah dalam Al-Quran.
Maka mencintai beliau berarti mencintai Allah dan mentaati belaiu berarti mentaati
Allah. Allah berfirman:
¯≅% β¸) `ΟFΖ. βθ™7¸s? ´!# ‘¸Ρθ`è¸7?$ù `Ν3¯7¸6`s`ƒ ´!# ¯¸óƒ´ρ ¯/39 ¯/3/θΡŒ ´!#´ρ "‘θ î 'Ο‹¸m¯‘ ∩⊂⊇∪
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”(QS.Ali-Imran:31).

Dan Rasulullah shallallah alai wasallam bersabda:

“Tidak sempurnah iman seseorang diantara kamu hingga ia lebih mencintai aku
daripad anaknya., orangtuanya dan seluruh keluarga.”(Muttafaq Alaih)

Kedelapan : memperbayak salat dan salam untuk beliau, sesungguhnya orang
yang bakhil adalah orang yang tidak mengucapakan salawat apabila disebut nama
beliau. Allah berfirman:
β¸ ) ´!# …μG6¸×≈ =Β´ρ βθ=Á`ƒ ’?ã ¸¯©¸<Ζ9# $κš‰'≈ƒ š⎥⎪¸%!# #θ`ΖΒ#´™ #θ=¹ ¸μ‹= ã #θϑ¸=™´ρ $ϑŠ¸=`¡@ ∩∈∉∪
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam
penghormatan kepadanya.(QS.Al-Ahzab:56).
Rasulallah shallallah alaihi wasallam bersabda:

“barang siapa yang bersalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersalawat
kepadanya sebanyak sepuluh kali.”(HR. Muslim).
Sangat diperintahkan bersalawat kepada beliau pada beberapa tempat, diantaranya
ketika tasyahud dalam shalat, qunut, shalat jenazah, khutbah jumat, setaelah adzan,
ketika masuk masijd dan keluar darinya, ketika berdoa ketika nama beliau disebut dan
lainya.
Kesembilan : sesugguhnya rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan seluru nabi
hidup di sisi Tuhan mereka, dengan kehidupan alam berzakh yang lebih mulia dan
lebih tinggi daripad kehidupan para syuhada. Tetapi kehidupan mereka itu tidak
seperti kehidupan di dunia ini, kiota tidak ketahui hakikatnya, dan kita tidak
meniadakan kata mati dari mereka. Rasulullah shallallahu alaihi wasalallam bersabda:


“sengguhnya seorang muslimpin yang mengucapkna salam kepadaku, kecuali pasti
Allah mengembalikan ruhku supaya aku menjawab salamnya.”(HR.Abu Dawud).

Kesepuluh :termasuk bentuk penghormatan kepada beliau: tidak mengangkat
suara dihadapan beliau ketika masih hidup, demikian juga ketika memberi salam
dihadapan kuburnay. Allah berfirman:
13
$κš‰'≈ƒ ⎦⎪¸%!# #θ`ΖΒ#´™ Ÿω #θ`èù¯? ¯Ν3?≡´ θ¹& −¯θ ù ¸N¯θ¹ ¸¯©¸<Ψ9# Ÿω´ρ #ρ`γgB …μ 9 ¸Α¯θ)9$¸/ ¸γ f. ¯Ν6¸Òè /
¸Ùè7¸9 β& Ý7tB ¯Ν3=≈ ϑã& `ΟFΡ&´ρ Ÿω βρ'ê±? ∩⊄∪
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi
suara nabi, dan janganlah kamu Berkata kepadanya dengan suara yang keras,
sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya
tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari”(QS.Al-
Hujurat:2).

Penghormatan kepada beliau setelah wafat seperti penghormatan kepada beliau di
waktu hidup, maka kita wajib menghormati beliau seperti halnya para generasi
sahabat radhiallahu anhum dulu menghormati beliau. Karena mereka adalah generasi
yang paling taat kepada beliau dan paling jauh dari menyelisihi beliau, dan paling
jauh dari berbuat bid’ah dalam agam Allah.
Kesebelas : mencintai para sahabat, keluarga dan istri-istri beliau dengan
menunjukkan kesetian kita kepada mereka, dan tidak menghina, mencaci serta
menuduh mereka denga hal-hal negative. Karena sensungguhnay Allah telah meridahi
mereka dan memilih mereka sebagai sahat nabi-Nya shallallhu alaihi wasallam serta
telah mewajibkan kepada umat ini untuk membela dan mencintai mereka. Allah
berfrman:
šχθ)¸6≈´¡9#´ρ βθ9ρ{# ´⎯¸Β ⎦⎪¸¸f≈γϑ9# ¸‘$ÁΡ{#´ρ ⎦⎪¸%!#´ρ Νδθ`è7?# ¸⎯≈¡m¸*¸/ š†¸Ì¯ ‘ ´!# ¯Ν·κ]ã
#θÊ´ ‘´ρ μΖã
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan
muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah
ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah .”(QS.At-Taubah:100).

Rasullullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“janganlah kamu mencaci shabatku, Karena demi yang jiwaku ada di tangan-Nya
seandainya salah seorang di antara kamu menginfakkan emas sebesar gunung Uhud
maka tidak bisa menyamai (pahala)dan satu mud dari yang mereka infakkan atau
separuhnya.”(HR. Bukhori).

Dan dianjurkan kepada generasi setelah mereka untuk memohonkan ampunan bagi
mereka dan berdoa kepada Allah agar menjauhkan rasa dengki dalam hati terhadap
mereka. Allah berfirman:
š⎥⎪¸%!#´ρ ρ'™%` ⎯¸Β ¯Ν¸δ¸‰è / šχθ9θ)ƒ $´Ζ−/´‘ ¯¸î# $Ψ9 $Ψ¸Ρ≡´θz¸}´ρ š⎥⎪¸%!# $Ρθ) 7™ ¸⎯≈ ϑƒ¸}$¸/ Ÿω´ρ
¯≅ègB ’¸û $´Ζ¸/θ =% ξ¸î ⎦⎪¸%#¸9 #θ`ΖΒ#´ ™ $Ψ−/´‘ 7Ρ¸) ∃ρ'™´‘ Λ⎧¸m¯‘ ∩⊇⊃∪
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka
berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan Saudara-saudara kami yang Telah
14
beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam
hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya
Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."(QS.Al-Hasyr:10).
Kedua belas : Menghindari ghuluw (berlebihan dalam memuji) beliau, karena
justru itu sangat menyakiti beliau. Karena beliau telah memperingatkan umatnya agar
tidak terjerumus pada ghuluw dan melampui batas dalam memuji, menyangjungnya
dan menempatkan beliau melebihi dari yang telah ditempatkan oleh Allah. Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“sesungguhnya aku hanlah hamba, maka katakanlah hamba Allah dan rasul-Nya,
aku tidak suka kalian mengangkatku melebihi derajatku yang sebenarnya.”janganlah
kalian berlebihan dalam mmemujiku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan dalam
memuji putra Maryam.’(HR. Bukhari)

Dan tidak diperbolehkan berdoa kkepada beliau, mohon pertolongan kepadanya,
thawaf di kuburnya atau bernadzar dan menyembelih karenanya, karena ini semua
syirik. Dan Allah sangat melarang mengarahkan ibadah kepada selain-Nya.
Demikian pula sebaliknya, tidak menghormati Nabi shallallahu alaihi wasallam,
dengan merendahkannya, menghina atau mengejeknya adalah perbuatan murtad
(kkeluar dari isalm) dan kafir kepada Allah. Allah berfirman:
¯≅% ¸!$¸/& ⎯¸μ¸G≈ ƒ#´™´ρ ⎯¸&¸!θ™´‘´ρ `ΟFΨ. šχρ'™¸“¯κ J`¡@ ∩∉∈∪ Ÿω #ρ'‘¸‹Gè? ‰% Λn¯. ‰è/ `Ο3¸Ψ≈ϑƒ¸)
." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu
berolok-olok?"
Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. dosa.(QS.At-
Ataubah:65-66).
Kecintaan yang benar kepada Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam adalah kecintaan
yang mendorong untuk meladani beliau, mengikut sunnah-sunnahnya dan
meninggalkan apa saja yang bertentangan dengan jalannya. Allah berfirman:
¯≅% β¸) `ΟFΖ. βθ™7¸s? ´!# ‘¸Ρθ`è¸7?$ù `Ν3¯7¸6`s`ƒ ´!# ¯¸óƒ´ρ ¯/39 ¯/3/θΡŒ ´!#´ρ "‘θ î 'Ο‹¸m¯‘ ∩⊂⊇∪
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”(QS.Ali-Imran:31).

Maka wajib bagi kita untuk tidak berlebihan atau sangat kurang dalam
mengangungkan Rasululluah shallallahu alaihi wasallam . tidak boleh diberikan
kepadanya sifat-sifat ketuhanan, akan tetapi tida juga dikurangi kedudukannya dan
haknya untuk dihormati dan dicintai,bukti yang paling menonjol adalah mengikuti
syariatnya, berjalan diatas petunjuknya dan meneladaninya.

Ketiga belas : Iman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak akan
terwujud kecuali dengan membenarkannya dan mengamalkan risalah yang dibawanya.
Inilah makna ketaatan kepadanya. Mentaatinya berarti mentaati Allah, dan maksiat
kepadanya berarti maksiat kepada Allah. Maka beriman kepada beliau baru terwujud
dengan membenarkan dan mengikuti shallallahu alaihi wasallam.
15














.


































16













You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->