P. 1
Ternyata Alqur'an Benar Bumi Tidak Berputar. Adakah Yahudi Dibalik Teori Heliosentris?

Ternyata Alqur'an Benar Bumi Tidak Berputar. Adakah Yahudi Dibalik Teori Heliosentris?

|Views: 1,395|Likes:
Published by Najip Ali Munajat
Bumi berputar pada sumbunya (berotasi) dan berputar mengelilingi matahari. Teori ini terkenal dengan nama teori heliosentris. Teori inilah yang saat ini diyakini oleh sebagian besar manusia di bumi ini. Teori ini juga yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini hingga menjadi doktrin yang tertancap kuat di dalam pikiran kita. Kebalikan dari teori heliosentris adalah teori geosentris. Teori geosentris menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan matahari bergerak mengelilingi bumi. Saat ini para penganut teori geosentris hanyalah jumlah minoritas di antara seluruh manusia di bumi. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah jumlah yang mayoritas selalu mewakili kebenaran yang sesungguhnya. Selalukah jumlah yang minoritas adalah yang mewakili kekeliruan dan kesalahan. Salahkah teori geosentris yang dianut kelompok minoritas tersebut. Dan apakah teori heliosentris sungguh-sungguh mewakili kebenaran dan kenyataan yang ada. Bagaimana dengan kepastian yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an yang memiliki kebenaran mutlak yang berbicara teori geosentris. Apakah ada bukti-bukti ilmiah yang diteliti oleh para ilmuwan membenarkan teori heliosentris. Atau malah sebaliknya, bukti-bukti ilmiah tersebut meruntuhkan teori heliosentris dan menegakkan kebenaran teori geosentris. Apa pendapat ulama sekaligus ilmuwan astronomi Islam pada masa kejayaannya. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita. Jika anda ingin mengetahui masalah apa yang sebenarnya terjadi pada kedua teori ini, bagaimana sejarah muncul dan perkembangannya. Teori mana yang memiliki kebenaran yang nyata, dan ada apa dibalik pertentangan ini. Maka keputusan anda sangat tepat untuk membaca buku ini. Sebelum kita menelusuri itu semua dan mencari jawaban dari berbagai pertanyaan dalam benak kita, perlu bagi kita untuk mengetahui sedikit tentang ilmu astronomi dan perkembangannya yang saya sampaikan pada bab pertama
Bumi berputar pada sumbunya (berotasi) dan berputar mengelilingi matahari. Teori ini terkenal dengan nama teori heliosentris. Teori inilah yang saat ini diyakini oleh sebagian besar manusia di bumi ini. Teori ini juga yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini hingga menjadi doktrin yang tertancap kuat di dalam pikiran kita. Kebalikan dari teori heliosentris adalah teori geosentris. Teori geosentris menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan matahari bergerak mengelilingi bumi. Saat ini para penganut teori geosentris hanyalah jumlah minoritas di antara seluruh manusia di bumi. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah jumlah yang mayoritas selalu mewakili kebenaran yang sesungguhnya. Selalukah jumlah yang minoritas adalah yang mewakili kekeliruan dan kesalahan. Salahkah teori geosentris yang dianut kelompok minoritas tersebut. Dan apakah teori heliosentris sungguh-sungguh mewakili kebenaran dan kenyataan yang ada. Bagaimana dengan kepastian yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an yang memiliki kebenaran mutlak yang berbicara teori geosentris. Apakah ada bukti-bukti ilmiah yang diteliti oleh para ilmuwan membenarkan teori heliosentris. Atau malah sebaliknya, bukti-bukti ilmiah tersebut meruntuhkan teori heliosentris dan menegakkan kebenaran teori geosentris. Apa pendapat ulama sekaligus ilmuwan astronomi Islam pada masa kejayaannya. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita. Jika anda ingin mengetahui masalah apa yang sebenarnya terjadi pada kedua teori ini, bagaimana sejarah muncul dan perkembangannya. Teori mana yang memiliki kebenaran yang nyata, dan ada apa dibalik pertentangan ini. Maka keputusan anda sangat tepat untuk membaca buku ini. Sebelum kita menelusuri itu semua dan mencari jawaban dari berbagai pertanyaan dalam benak kita, perlu bagi kita untuk mengetahui sedikit tentang ilmu astronomi dan perkembangannya yang saya sampaikan pada bab pertama

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Najip Ali Munajat on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

original

Galileo Galilei, seorang ilmuwan terkenal dan terpandang,
lahir pada tanggal 15 Februari 1564 M di kota Pisa, Italia. Ayahnya
bernama Vincenzo Galilei lahir pada tahun 1520 M di Florence, dan
ibunya yang bernama Guila Ammannati, lahir di Pescia. Galileo
merupakan anak sulung di keluarganya. Pada tahun 1572 M, Vincenzo
membawa istri dan anaknya kembali ke Florence. Vincenzo mengirim
Galileo ke biara Camaldolese di daerah Vallombrosa yang terletak
disebelah tenggara Florence untuk mendapatkan pendidikan etika
dan agama. Setelah beberapa tahun, Vincenzo memindahkan Galileo
dari biara Camaldolese ke sekolah umum yang ada di kota Florence.
Pendidikan yang ada di sekolah umum ini cukup baik dan memadai.
Pada tahun 1581 M, Galileo menetap di kota Pisa dan terdaftar
sebagai mahasiswa di Universitas Pisa, yang merupakan institusi
pendidikan yang sangat terkenal di kota itu. Di kota Pisa ia tinggal
bersama Muzio Tedaldi, kerabat dekat ibunya. Galileo belajar ilmu
kedokteran di universitas tersebut, meskipun itu sebuah disiplin ilmu
yang sebenarnya tidak disukainya. Ia mengambil jurusan ilmu
kedokteran karena kehendak ayahnya. Ia sendiri lebih tertarik dan
merasa cocok dengan ilmu matematika dan filsafat. Ketertarikan
kepada ilmu matematika dan filsafat tersebut menyebabkan Galileo
lalai terhadap kuliah ilmu kedokterannya. Di Universitas Pisa, Galileo

65

belajar matematika kepada Filipo Fantoni, Ketua Jurusan Ilmu
Matematika di universitas tersebut. Selama setahun, 1582 – 1583 M,
Galileo menghadiri kuliah tentang Elemen Euclid yang diberikan oleh
Ostilo Ricci. Ketidakpedulian Galileo terhadap ilmu kedokteran
akhirnya diketahui oleh ayahnya. Dan tak ayal lagi, ayahnya sangat
marah dan kesal kepadanya. Namun setelah melalui perdebatan
panjang dengan ayahnya, akhirnya Galileo diizinkan belajar ilmu
matematika dan filsafat dengan syarat ia tidak melalaikan kuliah
kedokterannya. Akan tetapi seikap keras kepala Galileo menyebabkan
ia tidak dapat menepati janjinya. Dan pada tahun 1585 M Galileo
memutuskan untuk keluar dari jurusan ilmu kedokteran.
Masih dalam tahun 1585 M, Galileo mengajar ilmu matematika
di Florence. Selama musim gugur tahun 1586 M, ia mengajar ilmu
matematika di Vallombrosa sambil menulis buku pertamanya yang
berjudul The Little Balance (La Balancitta). Pada tahun 1589 M,
Filipo Fantoni meninggalkan jabatan sebagai Ketua Jurusan Ilmu
Matematika di Universitas Pisa. Untuk mengisi kekosongan posisi ini,
Galileo ditunjuk oleh universitas itu untuk menggantikannya selama 3
tahun. Selama menjalankan jabatan tersebut, Galileo menulis sebuah
uraian tentang hukum gerak dengan judul De Motu. Namun karyanya
ini tidak pernah dipublikasikan. Pada tahun 1591 M, kabar duka cita
sampai kepadanya. Ayah yang dicintainya meninggal dunia. Meskipun
selalu bersebarangan pendapat dengan ayahnya, ia tetap
menyayanginya. Selain kesedihan yang cukup dalam, hal ini juga
membuat Galileo menerima tanggung jawab besar untuk mengatur
dan menghidupi keluarganya. Uang yang diterima dari mengajar di
Universitas Pisa ternyata tidak mencukupi kehidupan mereka. Oleh
karena itu, ia memutuskan untuk pindah ke universitas lain. Atas

66

rekomendasi dari Guidobaldo de Monte, Galileo diterima mengajar di
Universitas Padua pada tahun 1592 M. Di tempat baru ini ia mendapat
gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sekitar 3
kali lipat dari gaji yang diterimanya di Universitas Pisa. Galileo
ditugasi untuk mengajar geometri euclid dan astronomi umum
(geosentris) untuk mahasiswa kedokteran.
Pada tahun 1598 M, Galileo menulis surat kepada Johannes
Kepler. Dalam surat itu, dia menjelaskan bahwa ia adalah seorang
Copernican. Istilah Copernican merupakan sebutan bagi orang yang
percaya terhadap teori heliosentris yang dicetuskan oleh Nicolaus
Copernicus. Beberapa bulan setelah itu, Galileo menjalin hubungan
dengan seorang wanita bernama Maria Gamba. Mereka memperoleh
keturunan tanpa sebuah ikatan pernikahan. Hal ini dicontohnya dari
ayahnya yang juga tidak pernah menikah dengan ibunya secara resmi.
Anak pertama Galileo bernama Virginia lahir pada tahun 1600 M.
Setahun berikutnya, anak keduanya lahir dan diberi nama Livia.
Sedangkan anak ketiganya lahir pada tahun 1606 M dan diberi nama
sama dengan nama ayah Galileo yaitu Vincenzo.
Sekitar tahun 1608 M, Galileo memodifikasi teleskop yang
telah ada sehingga memiliki penguatan sekitar 9 kali. Tidak lama
kemudian penguatan tersebut ditambah menjadi 60 kali. Perlu
diingat bahwa Galileo tidak menemukan teleskop, ia hanya
memodifikasi teleskop yang ada sehingga memiliki daya jangkau yang
lebih berkali-kali lipat dari sebelumnya, sebagaimana yang
dikatakannya pada bukunya yang berjudul The Starry Messenger;

“ Sekitar 10 bulan yang lalu telah sampai kabar kepadaku bahwa
seseorang telah membuat teropong dengan menggunakan lensa kaca

67

untuk melihat suatu benda, benda yang berada sangat jauh dapat
terlihat begitu dekat. Penemuan ini sangat mempengaruhi beberapa
pengalaman yang berhubungan dengannya, dimana seseorang dapat
memberikan bukti yang dapat dipercaya sementara yang lainnya
menolak. Selanjutnya saya membuat satu alat yang serupa, lebih
akurat, yang merepresentasikan benda dengan penguatan 60 kali.
”(Galileo, Starry Messenger, pp.2-3)16

.

Teleskop tersebut sangat membantu Galileo dalam penelitiannya
tentang benda-benda langit dan alam semesta. Berita tentang Galileo
membuat teleskop dengan penguatan lebih dari teleskop lainnya
telah tersebar luas. Kesempatan ini tidak disia-siakannya, segera
Galileo membuat lebih banyak untuk kepentingan komersial dan
militer. Dari bisnis pembuatan teleskop ini ia mendapat penghasilan
tambahan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Akhir tahun 1609
M, Galileo mulai mengarahkan teleskopnya ke langit pada malam hari
dan berharap mendapatkan hasil yang besar dan penting dari
penelitian tersebut. Dan setelah berkali-kali meneliti langit malam
ternyata usahanya tidak sia-sia, ia memperoleh hasil yang
menggembirakan. Hasil penelitian tersebut ditulisnya dalam sebuah
buku yang berjudul Sidereus Nuncius (The Starry Messenger). Buku ini
dipublikasikan pada bulan Mei 1610 M. Dalam buku tersebut ia
mengungkapkan adanya pegunungan dan kawah pada permukaan
bulan, planet-planet kecil yang mengitari planet Jupiter, dan bukti-

16

King, H.C. The History of the Telescope. Sky Publishing Co.,
Cambridge, MASS. 1955.

68

bukti lain yang menunjukkan pembentukan galaksi Bima Sakti berasal
dari sebuah bintang kecil. Planet-planet kecil (satelit) yang
mengelilingi Jupiter diberi nama Io, Europe, Callisto, dan Ganymade.
Galileo juga menggunakan perhitungan matematika secara kasar
untuk menentukan waktu orbit dari 4 satelit (planet-planet kecil)
yang mengelilingi Jupiter.

Gambar 2.1 Halaman Judul Sidereus Nuncius
(The Starry Messenger)17

Tahun 1610 M, Galileo meneliti pergerakan planet Venus
dengan sebuah teleskop. Ia dapat melihat adanya fase (tahapan)
pergerakan planet Venus. Fase ini mirip dengan fase pergerakan
bulan mengitari bumi. Galileo menganggap ini merupakan bukti
kebenaran teori heliosentris, tetapi ketika itu ia belum dapat
membuktikan lebih lanjut. Tahun 1611 M, Galileo datang berkunjung
ke Roma untuk menghadiri pemberian penghargaan atas
penemuannya. Pada tahun 1612 M, ia membuat perhitungan waktu

17

ibid.

69

orbit 4 satelit yang mengelilingi Jupiter dengan lebih baik dari
sebelumnya. Lalu pada tahun 1613 M, ia mempublikasikan buku yang
berisi hasil penemuan barunya tentang sunspot (bintik pada matahari)
dengan judul Letters On The Sunspot.

Gambar 2.2 Halaman Judul Letters on Sunspots18

Pada tahun 1623 M, Accademia dei Lincei menerbitkan buku
karangan Galileo yang berjudul Il Saggiatore (The Assayer). Lalu
tahun 1632 M, Galileo mengarang sebuah buku berjudul The Dialogue
Concerning the Two Chief Systems of the World Ptolemic and
Copernican
(disingkat Dialogue). Buku ini berisi perbincangan dua
orang yang saling berdebat tentang alam semesta, khususnya teori
geosentris dan heliosentris. Nama Salviati dalam buku ini mewakili
pendapat Copernicus dan Galileo tentang heliosentris. Sedangkan
nama Simplico digunakan untuk mewakili pendapat Aristoteles dan

18

ibid.

70

pengikutnya yang berpemahaman geosentris. Galileo memenangkan
pendapat Salviati dengan menunjukkan gejala pasang air laut sebagai
bukti terkuat heliosentris. Namun, beberapa tahun berikutnya,
Johannes Kepler membuktikan kesalahan anggapan Galileo tentang
gejala pasang air laut tersebut.
Pada tahun 1634 M, Galileo dilanda duka yang dalam karena
adik tercintanya, Virginia, meninggal dunia. Hal ini membuatnya
harus berisitirahat sementara waktu dari pekerjaan dan
penelitiannya. Sebelum ajalnya tiba, Galileo sempat menulis sebuah
karya terakhirnya dan diberi judul Discoursus and Mathematical
Demonstration Concerning the Two New Sciences
. Buku ini dikirim ke
luar Italia untuk diterbitkan di negara Belanda. Buku ini berisi
penjelasan dan perhitungan matematika tentang hukum daya dorong,
momen, dan pusat gravitasi. Akhirnya Galileo menghembuskan nafas
terakhir pada tanggal 8 Januari 1642 M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->