P. 1
Ternyata Alqur'an Benar Bumi Tidak Berputar. Adakah Yahudi Dibalik Teori Heliosentris?

Ternyata Alqur'an Benar Bumi Tidak Berputar. Adakah Yahudi Dibalik Teori Heliosentris?

|Views: 1,385|Likes:
Published by Najip Ali Munajat
Bumi berputar pada sumbunya (berotasi) dan berputar mengelilingi matahari. Teori ini terkenal dengan nama teori heliosentris. Teori inilah yang saat ini diyakini oleh sebagian besar manusia di bumi ini. Teori ini juga yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini hingga menjadi doktrin yang tertancap kuat di dalam pikiran kita. Kebalikan dari teori heliosentris adalah teori geosentris. Teori geosentris menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan matahari bergerak mengelilingi bumi. Saat ini para penganut teori geosentris hanyalah jumlah minoritas di antara seluruh manusia di bumi. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah jumlah yang mayoritas selalu mewakili kebenaran yang sesungguhnya. Selalukah jumlah yang minoritas adalah yang mewakili kekeliruan dan kesalahan. Salahkah teori geosentris yang dianut kelompok minoritas tersebut. Dan apakah teori heliosentris sungguh-sungguh mewakili kebenaran dan kenyataan yang ada. Bagaimana dengan kepastian yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an yang memiliki kebenaran mutlak yang berbicara teori geosentris. Apakah ada bukti-bukti ilmiah yang diteliti oleh para ilmuwan membenarkan teori heliosentris. Atau malah sebaliknya, bukti-bukti ilmiah tersebut meruntuhkan teori heliosentris dan menegakkan kebenaran teori geosentris. Apa pendapat ulama sekaligus ilmuwan astronomi Islam pada masa kejayaannya. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita. Jika anda ingin mengetahui masalah apa yang sebenarnya terjadi pada kedua teori ini, bagaimana sejarah muncul dan perkembangannya. Teori mana yang memiliki kebenaran yang nyata, dan ada apa dibalik pertentangan ini. Maka keputusan anda sangat tepat untuk membaca buku ini. Sebelum kita menelusuri itu semua dan mencari jawaban dari berbagai pertanyaan dalam benak kita, perlu bagi kita untuk mengetahui sedikit tentang ilmu astronomi dan perkembangannya yang saya sampaikan pada bab pertama
Bumi berputar pada sumbunya (berotasi) dan berputar mengelilingi matahari. Teori ini terkenal dengan nama teori heliosentris. Teori inilah yang saat ini diyakini oleh sebagian besar manusia di bumi ini. Teori ini juga yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini hingga menjadi doktrin yang tertancap kuat di dalam pikiran kita. Kebalikan dari teori heliosentris adalah teori geosentris. Teori geosentris menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan matahari bergerak mengelilingi bumi. Saat ini para penganut teori geosentris hanyalah jumlah minoritas di antara seluruh manusia di bumi. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah jumlah yang mayoritas selalu mewakili kebenaran yang sesungguhnya. Selalukah jumlah yang minoritas adalah yang mewakili kekeliruan dan kesalahan. Salahkah teori geosentris yang dianut kelompok minoritas tersebut. Dan apakah teori heliosentris sungguh-sungguh mewakili kebenaran dan kenyataan yang ada. Bagaimana dengan kepastian yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an yang memiliki kebenaran mutlak yang berbicara teori geosentris. Apakah ada bukti-bukti ilmiah yang diteliti oleh para ilmuwan membenarkan teori heliosentris. Atau malah sebaliknya, bukti-bukti ilmiah tersebut meruntuhkan teori heliosentris dan menegakkan kebenaran teori geosentris. Apa pendapat ulama sekaligus ilmuwan astronomi Islam pada masa kejayaannya. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita. Jika anda ingin mengetahui masalah apa yang sebenarnya terjadi pada kedua teori ini, bagaimana sejarah muncul dan perkembangannya. Teori mana yang memiliki kebenaran yang nyata, dan ada apa dibalik pertentangan ini. Maka keputusan anda sangat tepat untuk membaca buku ini. Sebelum kita menelusuri itu semua dan mencari jawaban dari berbagai pertanyaan dalam benak kita, perlu bagi kita untuk mengetahui sedikit tentang ilmu astronomi dan perkembangannya yang saya sampaikan pada bab pertama

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Najip Ali Munajat on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

original

Banyak di kalangan umat Islam yang telah terdoktrin dengan
pemikiran barat tentang teori heliosentris. Ketika mereka menerima
keterangan ulama perihal ayat-ayat di atas, ia menyangkal bahkan
mengatakan bahwa ulama tersebut bukan seorang astronom jadi

144

penafsirannya tidak dapat diterima. Ini sungguh-sungguh suatu
kesalahan dan kebodohan yang nyata. Tahukan Anda bahwa
Rasulullah SAW tidak dapat membaca dan menulis. Lalu apakah kita
akan menolak kebenaran Al-Qur’an yang telah terbukti karena
Rasulullah SAW tuna aksara. Kalau begitu cara berpikirnya, maka
orang tersebut sangat salah. Al-Qur’an diturunkan Allah kepada
Rasulullah yang ummi (tidak bisa baca tulis) adalah sebagai bukti
nyata bahwa Al-Qur’an benar-benar dari Allah SWT, bukan buatan
atau hasil tulisan apalagi hasil pemikiran Muhammad SAW.
Kalau begitu baiklah, kita akan menelusuri ulama
sekaligus ilmuwan, atau paling tidak seorang ilmuwan dan astronom
muslim. Untuk itu kita harus kilas balik ke zaman keemasan Islam
seperti yang saya jelaskan sedikit pada bab satu. Dari semua literatur
yang ada, tidak satu pun dari ilmuwan dan astronom muslim yang
menyatakan dan mendukung teoi heliosentris. Bahkan pada saat itu,
ada juga ilmuwan astronom yang bukan muslim seperti Nasrani dan
Yahudi. Tetapi semua astronom sepakat bahwa yang benar adalah
teori geosentris. Dari Al-Zarqali hingga Khawarizmi semua yakin
bahwa matahari-lah yang mengelilingi bumi, bukan sebaliknya42

.

Copernicus sendiri pada mulanya belajar dari buku-buku karangan
ilmuwan dan astronom muslim. Dan ia sama sekali tidak pernah
menyatakan bahwa teori geosentris memiliki kesalahan. Kerja yang
dilakukan Coprnicus bukanlah memperbaiki kesalahan yang ada pada
teori geosentris. Tetapi ia hanya mencoba membuat suatu model

42

Sangat disayangkan buku-buku iptek para ilmuwan Islam telah lepas dari tangan
kita. Sebagian manuskrip dan buku-buku karya ilmuwan Islam tercecer dimana-
mana. Bahkan sebagian besar telah lenyap. Karya-karya ilmiah ada yang tersimpan
di Vatikan, Spanyol, Belanda, dan negara-negara non-muslim lainnya. Irak
merupakan satu-satunya negara Islam yang masih menyimpan beberapa karya ilmiah
ilmuwan Islam. namun, kini negeri tersebut telah hancur oleh kaki tangan Yahudi.

145

alam semesta yang dianggapnya lebih sederhana, dan ini dimaklumi
oleh sebagian ilmuwan. Seperti yang dikatakan seorang ilmuwan
besar, Sir Fred Hoyle, " Perbedaan antara teori heliosentris dan
geosentris hanyalah perbedaan sudut pandang yang relative. Dan
perbedaan tersebut bukan merupakan hal yang penting dalam dunia
Fisika. Kita tidak dapat mengatakan teori heliosentris adalah benar
atau teori geosentris adalah benar dalam akal sehat. Secara ilmu
Fisika, kedua teori adalah ekuivalen satu dengan yang lainnya ".

Teori geosentris ini tidak hanya terdapat dalam Al-Qur’an,
umat-umat terdahulu yang masih murni agamanya baik Yahudi
maupun Nasrani percaya bahwa bumi tidak bergerak dan matahari-lah
yang berputar mengelilingi bumi. Sebagian besar ulama dan astronom
muslim mengatakan bahwa orang-orang yang percaya pada teori
heliosentris merupakan orang-orang yang tidak mendapat petunjuk
dari Allah SWT.

Saat ini para astronom Kristen yang berpegang pada kitab Injil
dan sebagian astronom Yahudi juga menyatakan bahwa teori
geosentris merupakan teori yang benar. Para astronom yang masih
mengakui agamanya, berpegang pada teori geosentris. Bahkan
mereka mengatakan bahwa teori heliosentris adalah teori orang yang
tidak ber-Tuhan. Karena teori ini dipelopori oleh orang-orang yang
tidak ber-Tuhan. Secara identitas memang mereka tercatat memiliki
suatu agama, baik Katolik, Protestan, maupun Yahudi. Tetapi
sebenarnya mereka tidak meyakini apa yang dikatakan Tuhan.
Lalu tahukah Anda apa pendapat warga Amerika Serikat
tentang kedua teori ini. Teori manakah yang dipilih oleh sebagian
warga negara yang katanya Superpower ini. Dan kebanyakan dari
mereka lebih percaya pada ilmu pengetahuan atau sains dibanding

146

kepada Tuhan. Informasi tentang sains atau ilmu pengetahuan telah
memasyarakat di sana. Pernah suatu ketika seorang
tunawisma/gelandangan ditanya “ Apakah kamu percaya kepada
Tuhan ?”. Maka gelandangan tersebut dengan tegas dan yakin berkata
; “ Saya tidak percaya Tuhan, saya percaya kepada sains”. Lalu
tahukah anda apa pendapat sebagian warga negara adidaya ini.
Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan, didapatkan sebanyak

46% warga Amerika percaya percaya kepada teori geosentris.

Sekarang bagaimana dengan masyarakat Indonesia, khususnya umat
Islam di Indonesia. Masih percayakah kita dengan heliosentris. Masih
ingatkah kita dengan teori evolusi Darwin yang telah membohongi
dan mendoktrin kita sekian lama. Darwin menyatakan bahwa manusia
berasal dari kera. Suatu kebohongan yang besar. Dan sebagian besar
manusia yaitu sekitar 80% tertipu dengan muslihat ini. Umat Islam
yang menolak doktrin ini terbilang banyak sebelum datangnya
keruntuhan teori evolusi Darwin ini. Karena umat Islam telah yakin
bahwa manusia berasal dari Adam a.s. Lalu bagaimana dengan teori
heliosentris yang diyakini sekarang ini. Apakah kita akan menolaknya
dan meyakini Al-Qur’an jika belum ada bukti ilmiah yang
menguatkannya. Ketahuilah dan yakinlah bahwa segala sesuatu yang
bertentangan dengan Al-Qur’an cepat atau lambat akan musnah dan
hancur. Sekarang pilihan ada pada anda. Teori mana yang akan kita
percaya, teori heliosentris dari barat atau Al-Qur’an dengan bukti
kebenaran yang mutlak. Akankah kita lebih mendengar perkataan
para ilmuwan heliosentrisme dengan sederet gelar, atau perkataan
Allah SWT yang telah menciptakan bumi, matahari, bulan, bahkan
alam semesta ini termasuk para ilmuwan tersebut. Hari ini adalah
saatnya untuk memikirkan kepada teori mana kita akan memilih.

147

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->