P. 1
Ternyata Alqur'an Benar Bumi Tidak Berputar. Adakah Yahudi Dibalik Teori Heliosentris?

Ternyata Alqur'an Benar Bumi Tidak Berputar. Adakah Yahudi Dibalik Teori Heliosentris?

|Views: 1,394|Likes:
Published by Najip Ali Munajat
Bumi berputar pada sumbunya (berotasi) dan berputar mengelilingi matahari. Teori ini terkenal dengan nama teori heliosentris. Teori inilah yang saat ini diyakini oleh sebagian besar manusia di bumi ini. Teori ini juga yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini hingga menjadi doktrin yang tertancap kuat di dalam pikiran kita. Kebalikan dari teori heliosentris adalah teori geosentris. Teori geosentris menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan matahari bergerak mengelilingi bumi. Saat ini para penganut teori geosentris hanyalah jumlah minoritas di antara seluruh manusia di bumi. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah jumlah yang mayoritas selalu mewakili kebenaran yang sesungguhnya. Selalukah jumlah yang minoritas adalah yang mewakili kekeliruan dan kesalahan. Salahkah teori geosentris yang dianut kelompok minoritas tersebut. Dan apakah teori heliosentris sungguh-sungguh mewakili kebenaran dan kenyataan yang ada. Bagaimana dengan kepastian yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an yang memiliki kebenaran mutlak yang berbicara teori geosentris. Apakah ada bukti-bukti ilmiah yang diteliti oleh para ilmuwan membenarkan teori heliosentris. Atau malah sebaliknya, bukti-bukti ilmiah tersebut meruntuhkan teori heliosentris dan menegakkan kebenaran teori geosentris. Apa pendapat ulama sekaligus ilmuwan astronomi Islam pada masa kejayaannya. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita. Jika anda ingin mengetahui masalah apa yang sebenarnya terjadi pada kedua teori ini, bagaimana sejarah muncul dan perkembangannya. Teori mana yang memiliki kebenaran yang nyata, dan ada apa dibalik pertentangan ini. Maka keputusan anda sangat tepat untuk membaca buku ini. Sebelum kita menelusuri itu semua dan mencari jawaban dari berbagai pertanyaan dalam benak kita, perlu bagi kita untuk mengetahui sedikit tentang ilmu astronomi dan perkembangannya yang saya sampaikan pada bab pertama
Bumi berputar pada sumbunya (berotasi) dan berputar mengelilingi matahari. Teori ini terkenal dengan nama teori heliosentris. Teori inilah yang saat ini diyakini oleh sebagian besar manusia di bumi ini. Teori ini juga yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini hingga menjadi doktrin yang tertancap kuat di dalam pikiran kita. Kebalikan dari teori heliosentris adalah teori geosentris. Teori geosentris menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan matahari bergerak mengelilingi bumi. Saat ini para penganut teori geosentris hanyalah jumlah minoritas di antara seluruh manusia di bumi. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah jumlah yang mayoritas selalu mewakili kebenaran yang sesungguhnya. Selalukah jumlah yang minoritas adalah yang mewakili kekeliruan dan kesalahan. Salahkah teori geosentris yang dianut kelompok minoritas tersebut. Dan apakah teori heliosentris sungguh-sungguh mewakili kebenaran dan kenyataan yang ada. Bagaimana dengan kepastian yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an yang memiliki kebenaran mutlak yang berbicara teori geosentris. Apakah ada bukti-bukti ilmiah yang diteliti oleh para ilmuwan membenarkan teori heliosentris. Atau malah sebaliknya, bukti-bukti ilmiah tersebut meruntuhkan teori heliosentris dan menegakkan kebenaran teori geosentris. Apa pendapat ulama sekaligus ilmuwan astronomi Islam pada masa kejayaannya. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita. Jika anda ingin mengetahui masalah apa yang sebenarnya terjadi pada kedua teori ini, bagaimana sejarah muncul dan perkembangannya. Teori mana yang memiliki kebenaran yang nyata, dan ada apa dibalik pertentangan ini. Maka keputusan anda sangat tepat untuk membaca buku ini. Sebelum kita menelusuri itu semua dan mencari jawaban dari berbagai pertanyaan dalam benak kita, perlu bagi kita untuk mengetahui sedikit tentang ilmu astronomi dan perkembangannya yang saya sampaikan pada bab pertama

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Najip Ali Munajat on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

original

Claudius Ptolemy, terkenal juga dengan nama Ptolemeus atau
Ptolemy, merupakan seorang ilmuwan yang lahir pada tahun 85 M di
Mesir. Kata Claudius berasal dari bahasa Romawi dan Ptolemy berasal
dari bahawa Yunani. Keluarga Ptolemy merupakan orang Yunani yang
menjadi penduduk Romawi, tetapi tinggal di Mesir. Ptolemy terkenal
sebagai seorang ahli astronomi dan geografi. Salah satu karyanya
yang paling terkenal adalah teori geosentris yang mampu bertahan
hingga kini, meski telah banyak mengalami perombakan. Ia
melakukan penelitian ilmiah pertamanya pada tanggal 26 Maret 127 M
dan yang terakhir pada tanggal 2 Februari 141 M.
Ptolemy mengarang sebuah buku yang berjudul the Almagest
yang terdiri dari 13 jilid. Buku ini merupakan karyanya yang pertama.
Almagest berisi tentang teori matematika secara detail yang
menggambarkan gerak matahari, bulan, dan planet. Ptolemy
menyatakan bahwa bumi sebagai pusat alam semesta. Sedangkan
matahari, bulan, dan planet lain berputar mengelilingi bumi.
Pergerakan dan posisi alam semesta ini digambarkan dengan model
geometri yang menggunakan kombinasi gerak melingkar yang disebut
dengan episiklus (lingkaran besar berpotongan dengan lingkaran
kecil). Ia juga melakukan penelitian terhadap titik balik matahari dan
equinox ( letak matahari pada ekuator bumi yang menyebabkan
waktu siang dan malam sama panjang). Dari hasil penelitian ini,
Ptolemy mampu menghitung lama periode musim yang berlangsung di
suatu daerah. Ia mengajukan model pergerakan matahari yang
melingkar dengan kecepatan angular (sudut) yang seragam. Ptolemy

54

membagi tiga periode waktu dari pergerakan bulan. Pertama, periode
yang digunakan bulan untuk kembali ke posisi garis bujur yang sama.
Kedua, periode untuk kembali pada kecepatan yang sama dengan
sebelumnya. Dan ketiga, periode yang digunakan untuk kembali ke
garis lintang yang sama. Selain itu, Ptolemy juga membuat katalog
yang mencakup lebih dari 1000 bintang yang ditemukannya. Katalog
ini terdapat pada buku Almagest jilid 7 dan 8.
Dalam bidang geografi, jasa Ptolemy tak akan pernah
terlupakan. Dia berhasil memetakan wilayah-wilayah utama yang ada
di bumi dengan garis lintang dan garis bujur. Dalam bidang optik,
Ptolemy meneliti tentang warna, pemantulan cahaya, pembiasan
cahaya, dan variasi bentuk-bentuk cermin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->