TERNYATA AL-QUR’AN BENAR BUMI TIDAK BERPUTAR

Adakah Zionis Yahudi Dibalik Teori Heliosentris ?

© Copyright Anton Arif Ramdan Jl.Dermaga Kp.Tegal Amba No.90 RT/RW. 014/011 Duren Sawit – Klender Jakarta Timur 13470 Tlp. (021) 6829 7864

1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI Bab 1 Pendahuluan 1.1. Pengertian Astronomi 1.2. Perkembangan Astronomi Yunani 1.3. Perkembangan Astronomi Islam 1.4. Perkembangan Astronomi Eropa Bab 2 Sang Tokoh 2.1. Aristoteles 2.2. Claudius Ptolemy 2.3. Al-Biruni 2.4. Ibnu Al-Haytham 2.5. Nicolaus Copernicus 2.6. Galileo Galilei 2.7. Tycho Brahe Bab 3 Teori Yang Dipertentangkan 3.1. Geosentris 3.2. Heliosentris 3.3. Teori Alternatif Tycho Brahe 3.4. Galileo Vs Gereja Bab 4 Kegagalan Yang Disembunyikan 4.1. Revolusi Matahari atau Revolusi Bumi 4.1.1. Gerak Semu Matahari dan Pergantian Musim 4.1.2. Gerak Nyata Matahari dan Pergantian Musim 4.1.3. Perubahan fase Venus 4.1.4. Gerhana 4.1.5. Paralaks Bintang 4.1.6. Pergerakan Mundur Planet Mars 2

4.2. Rotasi Bumi 4.2.1. Perubahan fase bulan 4.2.2. Pergantian Siang dan Malam 4.2.3. Kepler Membungkan Galileo 4.2.4. Meriam Bertha 4.2.5. Pendulum Foucault 4.3. Bukti Terbaru Bab 5 Allah Yang Maha Tahu 5.1. Alam Semesta menurut Al-Qur’an 5.2. Pandangan Astronom Muslim 5.3. Zionis Dibalik Heliosentris

3

BAB 1

PENDAHULUAN
Bumi berputar pada sumbunya (berotasi) dan berputar mengelilingi matahari. Teori ini terkenal dengan nama teori heliosentris. Teori inilah yang saat ini diyakini oleh sebagian besar manusia di bumi ini. Teori ini juga yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini hingga menjadi doktrin yang tertancap kuat di dalam pikiran kita. Kebalikan dari teori heliosentris adalah teori geosentris. Teori geosentris menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan matahari bergerak mengelilingi bumi. Saat ini para penganut teori geosentris hanyalah jumlah minoritas di antara seluruh manusia di bumi. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah jumlah yang mayoritas selalu mewakili kebenaran yang sesungguhnya. Selalukah jumlah yang minoritas adalah yang mewakili kekeliruan dan kesalahan. Salahkah teori geosentris yang dianut kelompok minoritas tersebut. Dan apakah teori heliosentris sungguh-sungguh mewakili kebenaran dan kenyataan yang ada. Bagaimana dengan kepastian yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an yang memiliki kebenaran mutlak yang berbicara teori geosentris. Apakah ada bukti-bukti ilmiah yang diteliti oleh para ilmuwan membenarkan teori heliosentris. Atau malah sebaliknya, bukti-bukti ilmiah tersebut meruntuhkan teori heliosentris dan menegakkan kebenaran teori geosentris. Apa pendapat ulama sekaligus ilmuwan astronomi Islam pada masa

4

kejayaannya. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita. Jika anda ingin mengetahui masalah apa yang sebenarnya terjadi pada kedua teori ini, bagaimana sejarah muncul dan perkembangannya. Teori mana yang memiliki kebenaran yang nyata, dan ada apa dibalik pertentangan ini. Maka keputusan anda sangat tepat untuk membaca buku ini. Sebelum kita menelusuri itu semua dan mencari jawaban dari berbagai pertanyaan dalam benak kita, perlu bagi kita untuk mengetahui sedikit tentang ilmu astronomi dan perkembangannya yang saya sampaikan pada bab ini.

1.1 Pengertian Astronomi Kata astronomi berasal dari bahasa Yunani yaitu "astron" yang berarti bintang dan "nomos" berarti nama. Astronomi berarti ilmu yang mempelajari benda dan materi yang berada di luar atmosfer bumi serta fenomena yang berhubungan dengannya1. Astronomi mempelajari benda-benda langit seperti bintang, planet, galaksi, komet, dan lain-lain. Dan juga mempelajari fenomena-fenomena angkasa seperti gerhana bulan dan matahari, bintik matahari, dan lainnya. Ilmu astronomi bermula dari keingintahuan manusia terhadap apa yang dilihatnya di langit. Oleh karena itu, awalnya astronomi hanya meneliti benda-benda langit yang terlihat dengan mata telanjang. Dan ternyata rasa ingin tahu manusia tidak terbatas sampai disitu saja. Kemudian astronomi pun berkembang menjadi lebih kompleks seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya daya pikir manusia. Tidak lagi hanya memperhatikan benda-benda
1

http://www.m-w.com

5

langit, tetapi manusia mulai mengamati pengaruh dari pergerakan benda langit terhadap kehidupan di bumi seperti terjadinya siang dan malam, pergantian musim tiap tahun, dan lain-lain. Tidak diketahui kapan pastinya dan bangsa mana yang pertama kali menemukan ilmu astronomi ini. Tetapi yang terkenal pertama kali adalah bangsa Mesopotamia yaitu sekitar tahun 3000 SM – 2000 SM. Meskipun begitu ilmu astronomi ini tidak hanya milik bangsa Mesopotamia saja, tetapi bangsa lain pun melakukan hal serupa dengan tingkat penelitian dan logika yang berbeda. Astronomi ini juga terdapat di Sumeria, Babilonia, Mesir, Persia, Maya, India, and Cina. Astronomi di Babilonia mulai terlihat pada sekitar tahun 1800 SM. Para pemikir bangsa tersebut mencoba membuat penanggalan sederhana, mengamati terjadinya gerhana, perpindahan matahari dan bulan, terjadinya siang dan malam, dan lainnya. Di Cina kegiatan astronomi dimulai pada tahun sekitar 1130 SM. Kegiatan astronomi ini mendapat dukungan yang baik dari para Kaisar semisal Kaisar Wu-Ting dan Kaisar Ti-hsing. Para astronom mulai mengamati fenomena gerhana bulan dan lainnya yang dicoba direpresentasikan ke dalam kehidupan masyarakat Cina. Pada tahun 700 SM, bangsa Cina meneliti bayangan matahari dari sebuah menara yang kemudian digunakan untuk menyusun perhitungan kalender selama 1500 tahun. Pada 350 SM, Cina menentukan panjang tahun matahari adalah selama 365¼ hari. Lalu pada sekitar tahun 100 M terkenal seorang astronom bernama Zhang Heng. Ia rela meletakkan jabatan sebagai petinggi kerajaan hanya untuk melakukan penelitian dalam bidang filsafat, matematika, dan astronomi serta menulis buku tentang ilmu-ilmu tersebut. Sebagai seorang ilmuwan yang dihormati di zamannya, ia berpendapat bahwa langit seperti telur, tanah

6

seperti kuning telur, langit besar dan tanah kecil. Zhang Heng menghitung ada sekitar 2500 bintang di daerah Tiongkok Tengah. Ia juga pernah membuat alat pencatat gempa pertama di dunia, dan berhasil mencatat terjadinya gempa di propinsi Shaanxi pada tahun 138 M. Ilmu astronomi yang semakin berkembang membuat para astronom dengan dukungan dari para pemimpin bangsanya mulai mendirikan obsevatorium sederhana untuk lebih meningkatkan penelitian dalam astronomi. Perkembangan selanjutnya, benda-benda langit tidak hanya diperhatikan semata atau digunakan sebagai acuan waktu bertani dan kalender, tetapi lebih dari itu para astronom mulai memetakan posisi dari setiap benda-benda langit tersebut. Mereka mulai mencari bentuk dari alam semesta yang maha luas ini. Berpikir lebih dalam tentang bentuk yang sebenarnya dari bumi yang mereka tempati, dan hal-hal lainnya. Apakah berbentuk bulat ataukah datar seperti kelihatannya. Lebih jauh lagi, para astronom melalui pengamatan mereka meyakini bahwa bumi sebagai pusat alam semesta, matahari dan bulan serta benda-benda langit lain bergerak mengelilingi bumi. Mereka pun mencoba menemukan planet dan benda-benda yang ada di langit selain matahari, bumi dan bulan. Untuk lebih mudah memahami tentang ilmu astronomi, sebaiknya kita tahu tentang perkembangan penting ilmu tersebut. Tetapi kita tidak akan membahas perkembangan ilmu astronomi di setiap bangsa pada setiap waktu. Dibawah ini hanya akan diuraikan sedikit tentang perkembangan ilmu astronomi pada tiga masa yaitu masa keemasan Yunani, masa kejayaan Islam, dan masa pencerahan Eropa. Karena perkembangan ilmu astronomi paling terlihat pada tiga masa peradaban tersebut.

7

1.2 Perkembangan Astronomi Yunani Orang-orang Yunani mulai berpikir filosofi ketika seorang yang bernama Thales mencetuskan pemikiran filosof sekitar tahun 600 SM. Namun ini belum berarti apa-apa bagi dirinya dan bangsa Yunani. Perubahan besar terjadi ketika ia membawa ilmu pengetahuan matematika dari Mesir dan ilmu astronomi dari Babilonia. Hal ini membuat ilmu-ilmu pengetahuan yang berkembang selanjutnya dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dari Mesir dan Babilonia. Pada mulanya ilmu hitung dan astronomi digunakan untuk keperluan penanggalan, pertanian, pelayaran, dan hal-hal sederhana lainnya. Para petani menggunakannya untuk menentukan waktu yang baik untuk bercocok tanam. Pelayar dan nelayan menggunakannya untuk menentukan arah mata angin. Kemudian astronomi berkembang dan tidak hanya digunakan untuk keperluan tersebut. Dalam pembuatan kalender, digunakan analisa terhadap fase pergerakan bulan dan ditetapkan satu tahun terdiri dari 12 bulan dan setiap bulan terdiri dari 30 hari penuh. Namun penetapan penanggalan (kalender) ini kemudian diperbaiki dari kesalahan dan ketidakakuratan. Lalu para ilmuwan banyak Yunani

menetapkan satu tahun terdiri 6 bulan yang berisi 30 hari penuh dan 6 bulan yang hanya berisi 29 hari. Seorang ilmuwan yang bernama Solon mengusulkan suatu sistem penanggalan yang berbeda dari sebelumnya. Kalender yang dibuatnya berdasarkan pada periode dua tahunan. Tahun pertama terdiri dari 13 bulan dan setiap bulannya berisi 30 hari. Tahun kedua terdiri dari 12 bulan dan setiap bulannya

8

terdiri dari 29 hari. Tahun ini berjalan bergantian sehingga rata-rata terdiri dari 369 hari per tahun dan 29,5 hari per bulan. Sekitar tahun 550 SM, kemajuan bidang astronomi semakin terlihat jelas di Yunani. Hal ini ditandai dengan dikemukakannya sebuah hipotesa astronomi oleh seorang ilmuwan bernama Pythagoras. Ia menyatakan bahwa bumi berbentuk bulat dan garis edar (orbit ) bulan mengelilingi bumi membentuk suatu sudut kemiringan terhadap garis ekuator bumi. Selain itu, Pythagoras juga mengatakan bahwa planet Venus pada senja hari adalah planet Venus yang sama yang terlihat pada waktu fajar. Ini mengubah pemahaman masyarakat yang ada ketika itu yang menganggap penampakan Venus pada waktu fajar dan senja hari sebagai dua palnet yang berbeda. Tahun 450 SM, Oenopides membuat kalender dengan periode 59 tahun yang terdiri dari 730 bulan. Sementara itu, Philolaus juga menyusun kalender dengan periode 59 tahun yang terdiri dari 729 bulan, berbeda satu bulan dengan kalender Oenopides. Hipotesa yang terpenting dari Philolaus adalah hipotesa yang mengemukakan sesungguhnya bumi bergerak. Namun hal ini belum memiliki bukti yang kuat. Sekitar tahun 432 SM, Meton dan Euctemon melakukan penelitian terhadap titik balik matahari untuk menentukan panjang waktu tahun tropis. Tahap baru perkembangan ilmu astronomi di Yunani diawali dengan munculnya seorang astronom sekaligus matematikawan terkenal bernama Eudoxus. Ia mengemukakan bahwa lintasan gerakgerak benda langit di alam semesta berbentuk lingkaran, dengan teori matematika yang cukup baik pada saat itu. Ia juga menyatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat. Namun ia meyakini hipotesa hanya sebagai perhitungan matematika, bukan sebagai objek fisik

9

sebenarnya. Kemudian Callippus, murid Eudoxus, memperbaiki teori gurunya dan membuktikan bahwa teori tersebut bukan hanya perhitungan matematika tetapi objek fisik yang nyata. Setelah itu, Aristoteles lahir pada tahun sekitar 384 SM. Ilmuwan dan filsuf Yunani yang paling terkenal ini berpendapat bahwa bumi merupakan pusat alam semesta dan alam semesta sendiri memiliki suatu batas. Dan bumi terbentuk dari 4 unsur yaitu tanah, udara, air, dan api. Pada tahun 330 SM, Autolycus mengembangkan teori geometri bola (bulat). Teori tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh Euclid. Autolycus juga menulis tentang pengenalan matematika dasar untuk astronomi. Ia menemukan perhitungan untuk memperkirakan saat suatu bintang muncul atau tenggelam. Ilmuwan lainnya, Aristarchus mencoba mengukur jarak bumi ke bulan dan jarak dari bumi ke matahari. Dari perbandingan kedua jarak tersebut, ia menunjukkan bahwa jarak bumi ke matahari lebih jauh dibanding jarak bumi ke bulan. Aristarchus juga mengusulkan matahari sebagai pusat alam semesta. Namun ketika itu tidak ada yang peduli dan tertarik dengan hipotesanya, karena tidak ada bukti yang cukup kuat untuk mendukungnya. Selanjutnya, lahirlah Archimedes, seorang ilmuwan yang juga terkenal pada masanya. Ia mencoba mengukur diameter (garis tengah) yang sebenarnya dari matahari. Sedangkan Erastothenes berusaha menghitung ukuran bumi yang sebenarnya. Sementara itu, Apolliniuss mengembangkan teori epicycle (lingkaran kecil berpotongan dengan lingkaran besar) yang nantinya dijadikan salah satu pijakan teori oleh Ptolemy. Lalu Hipparchus mengusulkan teori tentang pergerakan matahari dan bulan. Teori ini disusunnya setelah melakukan penelitian dengan seksama dan mendapatkan data

10

yang cukup akurat. Teori dan perhitungan ini merupakan panduan utama Ptolemy dalam membentuk teori geosentrisnya. Setelah waktu yang cukup lama, munculah Ptolemy pada tahun 85 M. Ia merupakan ilmuwan pertama yang mengusung teori geosentris (bumi sebagai pusat tata surya, matahari dan planet lain bergerak mengelilinginya) yang dengan mampu memberikan bukti dan perhitungan matematika yang memadai serta tidak hanya sebatas pendapat atau hipotesa. Sehingga teori geosentris selalu dihubungkan dengan namanya. Setelah kematian Ptolemy, Yunani mengalami masa penurunan ilmu pengetahuan. Hal ini disebabkan kurangnya para ilmuwan dan tidak ada penemuan astronomi yang cukup penting yang dapat tercatat. Selanjutnya perkembangan astronomi beralih ke bangsa Arab yang maju dengan datangnya agama Islam, setelah berakhirnya peradaban emas bangsa Yunani.

1.3 Perkembangan Astronomi Islam Para pemikir dan ilmuwan yang banyak bermunculan di Yunani membuat bangsa tersebut menjadi pusat peradaban ilmu ketika itu. Setelah masa kejayaan Yunani berakhir, maka pusat peradaban ilmu beralih ke tangan bangsa-bangsa Arab yang maju dengan datangnya agama pembawa kebenaran yaitu Islam. Masa kejayaan peradaban Islam berlangsung paling lama dibanding peradaban lainnya yaitu selama 14 abad. Kepemimpinan pemerintahan Islam memiliki wilayah yang sangat luas meliputi Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Andalusia (Spanyol). Ketika di wilayah Eropa lainnya masih dalam

11

Abad Kegelapan (Dark Age), peradaban Islam mencapai puncak kejayaan dalam ilmu dan teknologi. Pada masa kejayaan Islam, astronomi merupakan salah satu ilmu yang berkembang pesat bahkan mendapat tempat istimewa di kalangan para ilmuwan dan para pemimpinnya. Hal ini dikarenakan ilmu astronomi berhubungan langsung dengan agama Islam yang mereka yakini. Dalam kitab suci Al-Qur’an banyak ayat-ayat yang mendorong seorang muslim untuk mengamati dan meneliti tentang alam semesta. Tidak hanya itu, ayat-ayat yang jelas dan terang membicarakan astronomi pun cukup banyak. Misalnya ayat yang menjelaskan pergantian fase bulan, bentuk bumi, aturan penanggalan, dan lain-lain. Astronomi juga sangat dibutuhkan dalam peribadatan umat Islam diantaranya untuk menentukan arah kiblat yang tepat bagi mereka yang jauh dari kota Mekah, waktu shalat, waktu awal bulan puasa (Ramadhan), penentuan hari raya, dan lainlain. Semua ini menyebabkan lahirnya para ilmuwan dan astronom muslim yang hebat dan cerdas di penjuru wilayah Islam. Ahli sejarah Donald Routledge membagi perkembangan astronomi Islam menjadi empat periode yaitu2 ; 1. Periode 700 M – 825 M. Peride ini merupakan periode awal astronomi Islam. Bukubuku dan literatur tentang astronomi diterjemahkan dari Yunani, India, dan Persia. Buku astronomi yang pertama kali diterjemahkan yaitu Zij Al-Sindhind yang berasal dari India. Buku ini diterjemahkan oleh Muhammad Al-Fazari dan Yakub ibnu Tariq ke dalam bahasa Arab pada tahun 777 M atas permintaan khalifah Al-Mansur. Buku astronomi lain yang
2

http://www.wikipedia.org

12

diterjemahkan yaitu Zij Al-Shah. Buku yang berasal dari Persia ini berisi kumpulan tabel astronomi dan telah menjadi panduan orang-orang Persia selama 2 abad. Selanjutnya, buku-buku lain pun diterjemahkan seperti Almagest karya Ptolemy dan termasuk semua buku yang berhubungan dengan alam semesta. 2. Periode 825 M – 1025 M. Pemimpin Islam yang terkenal pada periode ini dan memberikan sumbangsih yang besar terhadap kemajuan astronomi yaitu khalifah Al-Ma’mun dari dinasti Abasiyah. Peradaban Islam Dinasti Abasiyah pada periode ini terpusat di kota Baghdad dan Damaskus. Sementara itu, peradaban Dinasti Umayah menguasai wilayah Andalusia (Spanyol) dan sekitarnya dengan terpusat pada kota Kordoba. Namun, kemajuan ilmu dan teknologi di Andalusia tidak sehebat Baghdad. Pada periode ini, wilayah Eropa lainnya masih dalam kegelapan peradaban. Jangankan adanya sebuah teleskop, kamar mandi pun mereka tidak memilikinya. Seorang penulis Gustave Le Bon berkata : ” Baghdad dan kordoba merupakan dua kota besar Islam yang merupakan pusat peradaban manusia dimana menerangi dan mengguncang seluruh dunia dengan masa keagungan/keemasan mereka.”3 Khalifah Al-Ma’mun sangat tertarik dengan ilmu astronomi sehingga dana dalam jumlah besar diberikannya untuk kemajuan ilmu astronomi Islam. Walhasil pada masa ini
3

Bammate, Haidar. Muslim Contribution To Civilization. Sumber asli : Gustave Le on, La Civilisation des Arabes.

13

lahir seorang ilmuwan terkemuka bernama Al-Khawarizmi4. Ia menulis buku berjudul Zij Al-Sindh pada tahun 830 M. Buku ini merupakan buku astronomi Islam pertama yang ditulis dengan perhitungan matematika yang sangat baik pada masa itu. Buku ini menjelaskan tentang pergerakan matahari, bulan, dan 5 buah planet mengelilingi bumi. Sebelumnya, Al-Khwarizmi juga telah mengetahui tentang ide teori geosentris dan heliosentris yang berasal dari Yunani dan India5. Lalu idenya tentang teori aljabar, membuatnya dinobatkan sebagai penemu matematika aljabar dan terkenal hingga saat ini. Teori aljabar ia tulis dalam sebuah buku berjudul al-Kitāb almukhtasar fī hisāb al-jabr wal-muqābala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing).

Gambar 1.1 Salah satu halaman dalam buku Aljabar Khawarizmi6

Kemudian pada tahun 850 M, seorang astronom bernama Al-Farghani menulis sebuah buku berjudul Kitab Fi
4 5

Nama aslinya adalah Muhammad ibn Mūsā al-Khwārizmī. Al-Khawarizmi lebih percaya kepada teori Geosentris karena lebih masuk akal dan memiliki bukti yang lebih kuat yang diakuinya. 6 http://www.wikipedia.org

14

Jawani ( A Compendium of The Science of Stars ). Buku ini mengoreksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan teori geosentris Ptolemy seperti sudut kemiringan gerhana, gerak matahari dan bulan ketika berada pada titik terjauh dari bumi, dan ukuran keliling bumi. Buku ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa latin. Pada abad ke-9, Muhammad Ibnu Musa menulis buku berjudul Astral Motion dan The Force of Attraction (judul asli bahasa Arab kedua buku tersebut tidak diketahui). Buku The Force of Attraction menjelaskan adanya gaya tarik menarik antara benda yang satu dengan yang lainnya. Penemuan ini merupakan cikal bakal hukum gravitasi Newton. Kemudian, Ali Ibnu Younis menemukan pendulum (bandul) dan sundial7. Sekitar abad 10 M, Malik Shah I mendirikan sebuah obsevatorium (tempat penelitian astronomi) pertama yang terbesar di wilayah Isfahan, Iran. Obsevatorium ini pernah digunakan oleh astronom Omar Khayyam dan astronom lainnya untuk membuat kalender matahari Persia (The Jalali Calendar). Kabarnya versi modern kalender ini masih digunakan di Iran hingga sekarang. Pada tahun 940 M, lahir seorang matematikawan dan astronom hebat bernama Abū al-Wafā Muhammad ibnu Muhammad ibnu Yahyā ibnu Ismāīl ibnu alAbbās al-Būzjānī. Ia menemukan hukum identitas trigonometri dan hukum sinus untuk geometri bola. Ia juga melakukan penelitian terhadap pergerakan bulan. Ia menemukan adanya kawah pada permukaan bulan. Sehingga salah satu kawah
7

Sundial merupakan alat penunjuk waktu yang memanfaatkan bayangan sinar matahari.

15

(crater) di bulan dinamakan atas namanya yaitu Abul Wafa crater. Hukum identitas trigonometri : sin(a + b) = sin(a)cos(b) + cos(a)sin(b) cos(2a) = 1 − 2sin2(a) sin(2a) = 2sin(a)cos(a) Hukum sinus untuk geometri bola

Pada tahun 964 M, 'Abd Al-Rahman Al Sufi (di Barat dikenal dengan nama Azophi), merupakan orang pertama yang merekam penelitian tentang Galaksi Andromeda, galaksi terdekat dengan galaksi Milky Way (galaksi tempat bumi kita berada)8. Ia menyebut Galaksi Andromeda sebagai “small cloud” (kabut kecil)9. Bukunya yang terkenal berjudul “Book of Fixed Star”. 3. Periode 1025 M – 1450 M. Pada periode ini, Ibnu Al-Haytham ( di dunia Barat terkenal dengan nama Alhacen atau Alhazen ) menjadi pelopor ilmu astronomi yang berdasar pada penelitian dengan teleskop. Teori dan perhitungan yang dikerjakan oleh para ilmuwan dan
8 9

Galaksi adalah kumpulan/gugusan bintang besar yang terdiri dari jutaan bintang. http://www.wikipedia.org

16

astronom lebih detail dan dan akurat dari periode sebelumnya. Lalu pada abad ke-11, Ibnu Al-Haytham menulis sebuah buku berjudul Al-Shuku ’ala Batlamyus (Doubts on Ptolemy). Buku ini berisi kritikannya terhadap perhitungan Ptolemy, tetapi pada intinya ia sepakat dengan teori geosentris. Selanjutnya, Ibnu Al-Haytham menulis buku berjudul Maqalah fi Hay’at Alam (Treatise on the Configuration of the World). Astronom lainnya, Al-Biruni memperkenalkan sebuah perhitungan tentang percepatan gerak planet-planet. Pada tahun 1031 M, Al-Biruni menyusun ensiklopedi astronomi dan diberi judul Kitab Al-Qanun AlMas’udi. Buku ini memuat semua hasil penemuan astronomi yang dilakukannya dan merumuskan tabel astronomi. Diantara hasil penemuannya yaitu pemodelan sistem geosentris yang akurat, pengukuran jarak bumi ke matahari, dan gravitasi bumi. Tentang gravitasi bumi, Al-Biruni menyatakan ; ” Semua benda dipengaruhi oleh daya tarik yang menuju pusat bumi”. Kemudian, Al-Zarqali (Arzachel) menemukan bahwa orbit (garis edar) matahari dan planet mengelilingi bumi berbentuk elipse, bukan lingkaran. Ia telah menemukannya jauh sebelum Johannes Kepler menyatakan hal yang sama. Pada tahun 1121 M, Al-Khazini menyatakan bahwa gaya gravitasi bergantung pada jarak benda tersebut dari pusat bumi. Semakin jauh jarak benda tersebut dari pusat bumi, maka semakin kecil gaya gravitasi yang mempengaruhinya. Al-Khazini

17

menuliskannya dalam sebuah buku berjudul The Book of the Balance of Wisdom. Sekitar 1300 M, Ibnu Al-Shatir menulis Kitab Nihayat Al-sul fi Tashih Al-usul ("The Final Quest Concerning the Rectification of Principles"). Dalam buku tersebut ia mereformasi sistem alam semesta Ptolemy dengan memasukkan episiklus tambahan10. Kemudian Hulagu Khan mendirikan obsevatorium astronomi di Maragha. Tahun 1420 M, Ulugh Beg yang juga seorang ahli matematikawan dan astronom mendirikan obsevatorium astronomi lainnya di Samarkand. Ulugh Beg merupakan astronom muslim hebat sepanjang masa. Bahkan gambar dirinya diabadikan dalam sebuah perangko oleh pemerintah Uni Soviet.

Gambar 1.2 Observatorium Ulugh Beg di Samarkand11

10

Sistem geosentris Ptolemy menyatakan planet bergerak mengelilingi titik pusat pada lingkaran kecil sambil bergerak mengelilingi bumi dalam orbit lingkaran. Lingkaran kecil itu disebut episiklus. 11 http://www.wikipedia.org

18

Gambar 1.3 Perangko bergambar Ulugh Beg di Uni Soviet12.

4. Periode 1540 M – 1900 M. Periode ini merupakan masa penurunan ilmu astronomi Islam. Tidak ada penemuan astronomi yang berarti dan penting selain pendirian obsevatorium astronomi di Istanbul oleh Taqi Al-Din bin Ma’ruf. Masyarakat hanya menerapkan hasil-hasil penemuan para ilmuwan sebelumnya. Kejayaan peradaban Islam telah banyak menghasilkan karyakarya astronomi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dunia. Tercatat ada 10.000 lebih naskah astronomi Islam yang tersebar ke seluruh dunia. Beberapa alat astronomi penting yang ditemukan oleh para ilmuwan dan astronom Islam diantaranya ; 1. Teleskop (teropong bintang), ditemukan oleh Abul Hasan. 2. Saphaea (sebutan orang Eropa), digunakan untuk menghitung waktu terbit matahari atau bintang tetap lainnya. 3. Jam mekanik. 4. Jam astronomi.
12

ibid.

19

5. Ekuatorium, digunakan untuk menentukan posisi bulan, matahari, dan planet tanpa harus menggunakan sebuah model geometri. 6. Sundial, merupakan alat pengukur waktu yang memanfaatkan bayangan sinar matahari. Alat ini biasanya diletakkan di masjid untuk menentukan waktu shalat. 7. Astrolabe, jam matahari untuk mengukur tinggi dan jarak bintang. Alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur ketinggian gunung.

Gambar Astrolabe13

8. Astrolabe bola, alat yang digunakan untuk memetakan bintang-bintang. 9. Celestial Sphere, digunakan untuk membaca konstelasi bintang. 10. Quadrant, alat yang dibuat berdasarkan ¼ lingkaran dan digunakan untuk mengukur ketinggian benda-benda langit di atas horison.

13

http://www.daviddarling.info

20

Gambar 1.4 Quadrant14

Sebenarnya jumlah ilmuwan dan astronom muslim, lebih banyak dari yang telah disebutkan di atas. Berikut daftar nama beberapa ilmuwan dan astronom Islam yang terkenal ;

1. Arzachel 2. Abul Wáfa 3. Ulugh Beg 4. Abd Al-Rahman Al Sufi 5. Ja'far ibn Muhammad Abu Ma'shar al-Balkhi 6. Ahmad Nahavandi 7. Al-Khujandi 8. Anvari 9. Haly Abenragel 10. Ahmad bin Musa 11. Hasan bin Musa 12. Muhammad bin Musa 13. Al-Biruni
14

ibid.

21

14. Al-Battani

15. Ibrahim al-Fazari 16. Ghiyath al-Kashi 17. Omar Khayyám 18. Kuhi 19. Mashallah 20. Naubakht 21. Nasir al-Din Tusi 22. Mo'ayyeduddin Urdi 23. Yaqub ibn Tariq 24. Abu Sa'id Gorgani 25. Mohammad al-Fazari 26. Abolfadl Harawi 27. Khwarizmi 28. Abu Jafar Khazeni 29. Kushyar ibn Labban 30. Al-Mahani 31. Al-Marwazi 32. Al-Nayrizi 33. Al-saghani 34. Samarqandi, Ashraf 35. Qutb al-Din al-Shirazi 36. Abu Nasr Mansur 37. Al-Farghani 38. Al-Sufi 39. Al-Zarqali 22

40. Al-Bitruji 41. Ibrahim ibn Sinan 42. Ibn al-Shatir
Dan berikut dibawah ini merupakan karya-karya astronom muslim yang menandakan begitu hebatnya perkembangan astronomi muslim ketika itu.

Gambar 38. Planetarium Al-Sijzi ( Sumber: MOSTI ) Planetarium ini dibuat oleh seorang ahli astronomi Arab-Islam bernama Abu Said al-Sijzi yang berarti bahwa bumi adalah pusat tata surya.

23

Model ini bertujuan memberikan penjelasan dan gambaran tentang gerak planet-planet dan matahari mengitari bumi.

Gambar 39. Obsevatorium di Kota al-Rai ( Sumber: MOSTI ) Obsevatorium ini dibuat oleh Amir Fakhr al-Daulah berdasarkan permintaan seorang ahli astronomi agung, Hamid ibn al-Khidir alKhujandi. Obsevatorium ini terletak di al-Rai dan berfungsi menghitung altitud menit matahari terhadap peredaran tahun berdasarkan lengkung sekstan bulatan yang jari-jarinya mencapai 40 meter.

24

Gambar 40. Balistilha / Staf Ya’qub ( Sumber: MOSTI ) Alat ini digunakan oleh pelayar-pelayar Arab dan umat Islam dalam perjalanan mengarungi samudra. Alat ini digunakan untuk menentukan altitud kutub dan menggantikan astrolab yang tidak dapat menentukan perkiraan menit sewaktu berada di dalam kapal dikarenakan adanya gangguan dalam perjalanan. Alat ini dibawa ke Eropah dengan nama Staf Ya'kub dan ia digunakan oleh pelaut-pelaut Portugis yang menamakannya sebagai balistilha.

25

Gambar 41.Sfera Armila Solstis ( Sumber: MOSTI ) Alat ini dibuat oleh Mu'aiyaddin al-'Urdi sebagai penghargaan kepada Ptolemy. Alat ini digunakan untuk menentukan kecondongan eklioptik.

26

Gambar 42. Sfera Armila Ekuinoks ( Sumber : MOSTI ) Alat ini merupakan alat buatan Ptolemy yang telah disempurnakan. Alat ini digunakan untuk menentukan perjalanan matahari dalam ekuinoks.

27

Gambar 43. Alat pengukur altitud dan azimut ( Sumber : MOSTI )

Alat ini dibuat oleh astronom Musli untuk menentukan sudut altitud dan azimut langit.

28

Gambar 44. Alat pengukur azimut ( Sumber : MOSTI ) Alat ini dibuat oleh astronom Muslim, Taqiyyuddin al-Misri pada tahun 1575 – 1580M. Alat ini diletakkan pada obsevatorium yang ada di Istanbul, Turki.

29

Gambar 45. Sukuan Kayu ( Sumber : MOSTI ) Alat ini memiliki ukuran diameter hampir 4.5 meter. Alat ini disebutkan dalam sebuah buku yang terdapat di Obsevatorium di Istanbul.

30

Gambar 46. Pembaris Paralaks ( Sumber : MOSTI ) Alat ini berukuran cukup besar. Alat ini juga disebutkan dalam buku yang ada di obsevatorium Istanbul.

31

Gambar 47. Al-`Ala al-Mushabbaha bi al-Manaq'. ( Sumber : MOSTI ) Alat ini dibuat oleh Taqiyyuddin Al-Misri. Alat ini berguna untuk mengukur jarak antara benda-benda langit.

32

Gambar 48. Obsevatorium Samarkand ( Sumber : MOSTI ) Obsevatorium ini dibuat oleh Muhammad Taragay bin Shahrukh Ulugh Beg ( 796 – 853 H ).

33

Gambar 49. Astrolabe Katalan ( Sumber : MOSTI ) Alat astrolabe ini dibuat pada abad ke – 10 dan merupakan astrolabe latin yang tertua. Astrolabe ini disempurnakan berdasarkan angka dan seni Arab.

Gambar 50. Astrolab Pope Sylvester ( Sumber : MOSTI ) Astrolab ini dibuat oleh astronom Arab-Muslim dan dihadiahkan kepada Pope Sylvester.

34

Gambar 51. Astrolab al-Hama’irî / Sevilla Astrolab ini dibuat Al-Hama'iri di kota Sevilla pada tahun 1216M.

35

Gambar 52. Astrolab Museum Naval Istanbul ( Sumber : MOSTI) Alat ini adalah astrolab terbesar sebelum tahun 1000H/1600M. Alat ini masih terpelihara hingga hari ini dan disimpan di Museum Naval, Istanbul

36

Gambar 53. "Kotak Kronometri" ( Sumber : MOSTI ) "Kotak Kronometri" ini dibuat pada tahun 767H./1366M di kota Damsyik. Alat ini di buat untuk gubernur Mamluk oleh ahli astronomi yang terkenal, 'Ali ibn Ibrhim bin ash-Shatir (sekitar tahun 777H/1375M). Alat ini berisi dua buah jam matahari, satu kutub dan satu lagi khatulistiwa.

37

Gambar 54. Kalendar Astronomi Mekanikal ( Sumber : MOSTI )

Alat ini pertama kali dibuat leh Al-biruni dan kemudian dikembangkan oleh Muhammad ibn Abi Bakr al-Isfahani pada tahun 618H/1221M. Kalender masih tersimpan di Museum "History of Science" di Oxford.

38

Gambar 55. Kompas Solat ( Sumber : MOSTI ) Model ini dibuat dalam tiga jenis berdasarkan sebuah kompas Bani Usmaniyah pada abad ke-19M. Kompas yang asli disimpan di Rautenstrsuch-Joest-Museum fuer Volkerkunde.

39

Gambar 56. Jam Matahari Ibn al-Muhallabi ( Sumber : MOSTI ) Alat ini merupakan jam matahari yang dibuat oleh Zainaddin Abdarrahman ibn Muhammad ibn al-Muhallabi al-Miqati, seorang ahli astronomi masjid (muwaqqit - penetap waktu) Mesir.

40

Gambar 57. Kompas Terapung ( Sumber : MOSTI ) Kompas ini dibuat oleh Al-Asyraf di Yaman pada tahun 690H / 1291M. Alat ini terbuat dari sepotong kayu yang diapungkan bersama-sama dengan jarum magnet.

41

Gambar 58. Kompas Jarum ( Sumber : MOSTI ) Kompas ini dipercaya sebagai kompas tertua yang digunakan oleh pelaut-pelaut Islam untuk mengarungi samudra.

42

Gambar 59.Jam Matahari Ibnu Al-Shatir ( Sumber : MOSTI ) Jam matahari ini dibuat oleh Ibnu Al-Shatir untuk masjid Jami' Umayyah di kota Damsyik. Sayangnya, jam matahari yang dianggap paling modern ini terpecah menjadi tiga bagian. Jam ini sekarang tersimpan Museum Nasional Syiria di kota Damsyik.

43

Gambar 60. Jam Air ( Sumber : MOSTI I )

Jam air ini dibuat oleh Al-Jazari. Jam air ini merupakan alat yang digerakkan oleh kuasa air. Kuasa air ini akan menggerakkan pena di atas plat berbentuk bulat di bagian dalam bejana.

44

Gambar 61. Jam Air Menit ( Sumber : MOSTI ) Model jam ini terdapat pada buku yang dikarang oleh Al-Khazini pada tahun 515H / 1121M. Jam ini digunakan untuk mengukur ketepatan satuan waktu dalam menit.

45

Gambar 62. Jam Mekanik ( Sumber : MOSTI ) Jam mekanik ini pertama kali dibuat oleh seorang ahli astronom ternama, Taqiyyuddin al- Misri, di kota Istanbul, Turki pada tahun 966 H. Jam ini merupakan jam modern yang sangat akurat sebagaimana yang dijelaskan oleh Taqiyyuddin dalam kitabnya.

46

Gambar 63. Peta ( Globe ) Langit ( Sumber : MOSTI ) Globe langit ini berisi peta dan ilustrasi bintang-bintang dalam derajat longitud dan latitud langit. Globe langit yang asli dibuat oleh Abdul Ar-Rahman Al-Sufi dan terbuat dari perak. Globe asli ini telah hilang sejak dahulu.

47

1.4 Perkembangan Astronomi Eropa Perkembangan ilmu pengtahuan khususnya astronomi pada masa kejayaan Islam berpengaruh hingga ke luar wilayah Islam. Wilayah yang paling terpengaruh dengan astronomi Islam adalah wilayah Eropa. Pengaruh astronomi Islam ke Eropa masuk melalui Andalusia (Spanyol). Pada saat itu, Spanyol termasuk ke dalam wilayah Islam. Selain melalui Andalusia, pengaruh astronomi Islam juga masuk ke Eropa melalui Sisilia, wilayah yang dikuasai Islam hingga 1091 M dan memiliki perkembangan ilmu pengetahuan yang tidak kalah dengan Andalusia. Para ilmuwan Eropa mulai tertarik dengan astronomi Islam, sehingga mereka menerjemahkan banyak karya-karya astronomi Islam. Salah satu buku astronomi Islam yang diterjemahkan yaitu The Elements of Astronomy yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12. Buku ini dikarang oleh AlFarghani. Buku ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Yahudi oleh ilmuwan Yahudi bernama Jacob Anatoli. Pada saat itu, masyarakat Eropa pada umumnya memegang teguh teori Geosentris. Mereka meyakini bumi tidak bergerak dan matahari bergerak mengelilingi bumi. Hal ini bertahan cukup lama hingga datangnya ide baru Copernicus tentang alam semesta pada abad ke-16. Ia merupakan orang pertama asal Polandia yang menulis teori heliosentris dengan segenap perhitungan matematikanya. Padahal ia sendiri belajar dari buku-buku karangan Ibnu Al-Haytham dan Al-Biruni yang jelas-jelas menyatakan teori Geosentris. Copernicus menyatakan bumi berputar pada porosnya dan bergerak bersama bulan dan planet lain mengelilingi matahari. Ternyata teori ini merupakan suatu usulan untuk membentuk model alam semesta yang lebih sederhana

48

dibanding teori yang ada, tanpa menyalahkan teori geosentris. Ide ini tentu mendapat pertentangan yang keras dari para ilmuwan lainnya dan institusi gereja. Pertentangan antara Copernicus terus berlangsung bahkan setelah kematiannya, pihak gereja tetap melarang penerbitan dan peredaran buku-buku karangan Copernicus. Kurang lebih 21 tahun setelah kematian Copernicus lahirlah seorang ilmuwan bernama Galileo Galilei di kota Pisa, Italia. Ia merupakan pengikut setia teori heliosentris Copernicus. Ia juga yang membuat teori heliosentris semakin terkenal dan mempunyai identitas sendiri. Berbagai penelitian ia lakukan untuk membuktikan pemikirannya tentang teori heliosentris. Dari penelitian tentang gerak jatuh benda hingga pergerakan planet Jupiter dan satelitnya. Pertentangan dari gereja yang diterima Galileo lebih dahsyat dibanding yang dialami oleh Copernicus. Dalam kondisi pertentangan yang memanas, muncul seorang ilmuwan bernama Tycho Brahe yang berasal dari Denmark. Ia mencoba mendamaikan dan mengambil jalan tengah melalui teori barunya yang mendua. Ia menggabungkan antara teori geosentris dan heliosentris yang sedang berperang. Ia menyatakan 5 buah planet bergerak mengelilingi matahari, yang secara bersama-sama bergerak mengelilingi bumi. Dan teori ini mendapat tanggapan dari beberapa ilmuwan dan masyarakat yang kemudian menjadi pengikutnya. Hal ini menyebabkan astronomi Eropa terbelah menjadi tiga kubu yaitu Copernicus dan Galileo dengan teori heliosentris, Tycho Brahe dengan teori gabungannya, dan gereja dan ilmuwannya dengan teori geosentris. Pertentangan ini tetap berlangsung, hingga para tokoh ketiga kubu tersebut meninggal dan digantikan oleh para penerusnya. Kemudian pada tahun 1615 M, Johannes Kepler berkebangsaan Jerman menyatakan bahwa lintasan

49

gerak edar planet mengelilingi matahari berbentuk elipse bukan lingkaran. Hasil ini ia dapatkan selama melakukan penelitian bersama Tycho Brahe. Teori ini dikenal dengan prinsip Kepler. Perkembangan astronomi Eropa selanjutnya bersandar pada teori heliosentris. Meskipun teori geosentris sendiri belum dapat terbantahkan sepenuhnya. Sepertinya para penganut teori heliosentris lebih dapat bekerjasama dengan baik dalam rangka usaha memenangkan teori mereka. Berbagai penelitian lebih lanjut dari kedua belah pihak yang bertikai terus bergulir. Hingga akhirnya, sebagian besar masyarakat dunia terkonsep dengan teori heliosentris.

50

BAB 2

SANG TOKOH
Teori geosentris atau pun heliosentris tidak dapat dipisahkan dari para pencetusnya. Karena melalui perantaraan ide pemikiran dan keilmuan mereka kedua teori ini dapat seperti sekarang ini. Untuk lebih mendekatkan kita kepada kedua teori diatas dan permasalahan yang ada alangkah baiknya jika kita juga melihat sekilas tentang para tokoh dibalik kedua teori tersebut. Tidak semua tokoh yang terkait saya hadirkan disini, karena terlalu banyak dan untuk menghindari agar buku ini tidak menjadi buku biografi. Dan juga tidak semua sisi kehidupan dari tokoh-tokoh ini saya tulis. Saya hanya sampaikan hal-hal yang berhubungan dengan kedua teori dalam kehidupan para tokoh ini.

2.1 Aristoteles Aristoteles adalah seorang ilmuwan dan filsuf yang terkenal di zamannya bahkan hingga saat ini. Ia adalah orang pintar dari negerinya dan dikagumi oleh masyarakatnya. Aristoteles lahir di kota Stagira, wilayah Chalcidice, Yunani. Ia adalah anak dari seorang fisikawan kerajaan. Ketika berusia 17 tahun, ia mulai belajar kepada Plato. Beberapa tahun kemudian, Aristoteles diangkat menjadi guru di Akademi Plato di kota Athena. Ia mengajar di akademi tersebut selama 20 tahun. Setelah Plato meninggal pada tahun 347 SM, Aristoteles meninggalkan Akademi Plato dan pergi ke sebuah kota di Asia Kecil yang terkenal dengan nama Assos. Ketika itu, Assos berada di bawah kekuasaan Hermias, teman Aristoteles. Di tempat ini, Aristoteles menjadi penasehat Hermias. Kisah cintanya pun bersemi di kota ini. Kemudian ia menikahi Phythias, saudara perempuan Hermias dan menetap di sana selama beberapa tahun. Merasakan

51

ketenangan dan kedamaian bersama keluarga yang dicintai. Namun keadaan tersebut segera berubah setelah Assos mendapat serangan dari kerajaan Persia. Ketenangan dan kedamaian telah berubah menjadi kehancuran dan ketakutan. Hermias sendiri ditangkap dan dihukum mati oleh Kerajaan Persia. Dalam keadaan genting ini, Aristoteles dan Phythias serta Alexander (anak Hermias) memutuskan untuk pindah ke ibukota Macedonia, Pella. Di Pella ia mendidik Alexander dan mengajarinya berbagai ilmu. Anak inilah yang nantinya dikenal dengan sebutan Alexander Agung (Alexander The Great). Aristoteles kembali ke Athena pada saat Alexander, muridnya, berkuasa pada tahun 336 SM. Kemudian Aristoteles mendirikan akademi sendiri yang diberi nama Lyceum. Pendirian akademi ini atas dukungan dan bantuan dari Alexander, sang penguasa sekaligus muridnya. Akademi Lyceum bertahan hingga tahun 323 SM. Pemerintahan Alexander tidak selamanya berjalan mulus dan lancar. Kelompok-kelompok anti-Macedonia terus mengadakan pemberontakan dan perlawanan. Hingga akhirnya Alexander Agung meninggal pada tahun 323 SM. Dan ini membuat para pemberontak semakin leluasa bergerak. Aristoteles menghindar dari perang tersebut dan memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah milik keluarga yang terletak di Euboea. Ia menetap di Euboea selama setahun dan akhirnya meninggal pada tahun 322 SM. Aristoteles merupakan orang yang cerdas seperti gurunya, Plato. Banyak karya ilmiah yang telah dihasilkannya. Ia pernah membuat kamus filosofi dan ringkasan dari hukum-hukum alam. Aristoteles banyak mengemukakan pemikirannya dalam bidang fisika, astronomi, meteorologi, tumbuhan dan hewan, serta politik. Karya pertamanya berjudul Metaphysicsin. Aristoteles juga menulis tentang

52

etika yang kemudian dikenal dengan Nicimachean Ethics. Nama Nicomachean diambil dari nama anaknya, Nicomachus. Pemikiranpemikiran Aristoteles lebih banyak pada bidang biologi (tumbuhan dan hewan). Aristoteles juga meletakkan dasar pemikiran dalam bidang filosofi kelimuan. Dasar pemikiran itu adalah hubungan sebab akibat (analogi) terhadap suatu masalah. Ia menyatakan bahwa dengan metode ini dapat dengan mudah menjelaskan apa, mengapa, dan dimana sesuatu itu. Dalam bidang astronomi, Aristoteles juga mampu berpikir dan berkarya. Ia berpendapat bahwa alam semesta ini mempunyai suatu batas, dan berbentuk bulat dengan bumi sebagai pusatnya. Selanjutnya ia mengatakan bahwa daerah pusat alam semesta tersebut terbuat dari empat elemen dasar yaitu tanah, air, api, dan udara. Alam semesta tersebut berputar mengelilingi bumi dengan bentuk lintasan berupa lingkaran. Aristoteles juga mengungkapkan tentang hukum gerak bahwa jika dua benda dijatuhkan dari ketinggian yang sama, maka benda yang berat akan jatuh lebih cepat dan sampai di tanah lebih dahulu. Dalam psikologi, Aristoteles memberikan pengertian tentang jiwa. Ia menyatakan jiwa adalah sebuah fungsi tubuh yang terkoordinasi sedemikian rupa sehingga mendukung fungsi vital. Aristoteles juga pernah merancang konstitusi untuk Athena, hanya sebagai sebuah koleksi bukan untuk diterapkan. Ia telah berhasil mengumpulkan koleksi konstitusi dari negara-negara lain sebanyak 158 buah. Aristoteles mempunyai pengaruh yang luar biasa dan karyakaryanya banyak dipelajari oleh para pemikir generasi selanjutnya.

53

2.2 Claudius Ptolemy Claudius Ptolemy, terkenal juga dengan nama Ptolemeus atau Ptolemy, merupakan seorang ilmuwan yang lahir pada tahun 85 M di Mesir. Kata Claudius berasal dari bahasa Romawi dan Ptolemy berasal dari bahawa Yunani. Keluarga Ptolemy merupakan orang Yunani yang menjadi penduduk Romawi, tetapi tinggal di Mesir. Ptolemy terkenal sebagai seorang ahli astronomi dan geografi. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah teori geosentris yang mampu bertahan hingga kini, meski telah banyak mengalami perombakan. Ia melakukan penelitian ilmiah pertamanya pada tanggal 26 Maret 127 M dan yang terakhir pada tanggal 2 Februari 141 M. Ptolemy mengarang sebuah buku yang berjudul the Almagest yang terdiri dari 13 jilid. Buku ini merupakan karyanya yang pertama. Almagest berisi tentang teori matematika secara detail yang menggambarkan gerak matahari, bulan, dan planet. Ptolemy menyatakan bahwa bumi sebagai pusat alam semesta. Sedangkan matahari, bulan, dan planet lain berputar mengelilingi bumi. Pergerakan dan posisi alam semesta ini digambarkan dengan model geometri yang menggunakan kombinasi gerak melingkar yang disebut dengan episiklus (lingkaran besar berpotongan dengan lingkaran kecil). Ia juga melakukan penelitian terhadap titik balik matahari dan equinox ( letak matahari pada ekuator bumi yang menyebabkan waktu siang dan malam sama panjang). Dari hasil penelitian ini, Ptolemy mampu menghitung lama periode musim yang berlangsung di suatu daerah. Ia mengajukan model pergerakan matahari yang melingkar dengan kecepatan angular (sudut) yang seragam. Ptolemy

54

membagi tiga periode waktu dari pergerakan bulan. Pertama, periode yang digunakan bulan untuk kembali ke posisi garis bujur yang sama. Kedua, periode untuk kembali pada kecepatan yang sama dengan sebelumnya. Dan ketiga, periode yang digunakan untuk kembali ke garis lintang yang sama. Selain itu, Ptolemy juga membuat katalog yang mencakup lebih dari 1000 bintang yang ditemukannya. Katalog ini terdapat pada buku Almagest jilid 7 dan 8. Dalam bidang geografi, jasa Ptolemy tak akan pernah terlupakan. Dia berhasil memetakan wilayah-wilayah utama yang ada di bumi dengan garis lintang dan garis bujur. Dalam bidang optik, Ptolemy meneliti tentang warna, pemantulan cahaya, pembiasan cahaya, dan variasi bentuk-bentuk cermin.

2.3 Al-Biruni Nama asli Al-Biruni adalah Abu Rayhan Muhammad Ibnu Ahmad Biruni. Ia lahir pada tanggal 15 September 973 M di kota Khawarazm (Khiva), Uzbekistan. Al-Biruni adalah seorang muslim berkebangsaan Persia yang mempunyai banyak guru. Ia belajar matematika dan astronomi kepada Abu Nasr Mansur. Di universitas yang didirikan oleh Abu Al-Abbas Ma’mun Khawarazmshah, ia menuntut ilmu filsafat dan fisika kepada Ibnu Sinna (Avicenna) dan belajar filsafat dan etika kepada Ibnu Miskawayh. Ia merupakan ahli dalam banyak disiplin ilmu yaitu antropologi, astronomi, geodesi, geologi, sejarah, matematika, kedokteran, farmasi, fisika dan sains lainnya. Al-Biruni dan temannya, Mahmud Al-Ghazni, pernah melakukan perjalanan ke Asia Tenggara dengan tujuan melakukan

55

penelitian terhadap masyarakat wilayah ini. Pada tahun 1030 M, AlBiruni menetap di India selama beberapa tahun. Ia mengamati kebudayaan dan agama yang dianut oleh masyarakat India. Kemudian ia menulis sebuah buku berjudul Tarikh Al-Hind ( Chronicles of India) yang berisi laporan penelitiannya terhadap masyarakat India. Ia juga menguasai banyak bahasa selain bahasa Arab yaitu bahasa Yunani, Sanskrit, India, Syriac, dan Barbar. Karya Al-Biruni tercatat sebanyak 146 buku mencakup 35 buku astronomi, 4 buku astrolabe, 23 buku astrologi, 5 buku kronologi, 2 buku tentang pengukuran waktu, 9 buku geografi, 10 buku tentang peta dan geodesi, 15 buku matematika, 2 buku mekanika, 2 buku kedokteran dan farmasi, 1 buku meteorologi, 2 buku mineralogi dan batu permata, 4 buku sejarah, 2 buku tentang India, 3 buku agama dan filsafat, serta buku tentang ilmu lainnya. Dari karya-karya tersebut hanya ada sekitar 22 buku yang masih ada dan hanya 13 buku dari 22 buku tersebut yang terpublikasikan dengan baik. Buku yang masih ada diantaranya yaitu (dalam terjemahan Inggris) ; - Critical Study of What India Says, Whether Accepted by Reason or Refused The Remaining Sign of Past Centuries. The Mas’udi Canon Understanding Astrologi Pharmacy Gems Astrolabe A Historical Summary Book History of Mahmud Al-Ghazni and His Father History of Khwarazm

56

Untuk menunjang ilmu astronominya, ia pun menjadi seorang ahli matematika. Kontribusinya dalam bidang matematika diantaranya pengembangan teori aritmatika, rangkaian penjumlahan, analisa kombinasi, bilangan irasional, teori perbandingan, definisi aljabar, metode solusi persamaan aljabar, geometri, dan pengembangan teori Archimedes. Dalam bidang fisika, Al-Biruni menemukan hubungan antara gaya gravitasi khusus yang dimiliki suatu benda terhadap volume air yang dipindahkannya. Ia juga mengukur berat dari berbagai macam cairan, perbedaan berat antara air tawar dan air asin (laut), serta perbedaan berat antara air panas dan air dingin. Dalam bidang astronomi, kemampuan Al-Biruni tidak diragukan lagi. Pada usia 17 tahun, ia telah berhasil menghitung garis lintang kota Kath, Khawarazm menggunakan ketinggian maksimum matahari. Al-Biruni juga mampu menghitung keliling bumi dengan akurat dan hampir mendekati perhitungan modern saat ini. Ia menghitung jari-jari bumi sebesar 6.339,5 km, sedangkan perhitungan modern mengukur jari-jari bumi sebesar 6.356,7 km. Pada tahun 1031 M, ia menulis sebuah buku ensiklopedi astronomi berjudul Kitab AlQanun Al-Mas’udi. Buku ini berisi penjelasan matematika tentang percepatan gerak planet, perhitungan jarak antara bumi dan matahari, dan hukum gravitasi bumi. Ia sepakat dengan ilmuwan muslim lain bahwa bumi tidak bergerak, baik berupa rotasi (perputaran bumi pada porosnya) atau pun revolusi (perputaran bumi mengelilingi matahari), dan menurutnya yang benar adalah matahari mengelilingi bumi. Al-Biruni meninggal pada tanggal 13 Desember 1048 M di kota Ghazni.

57

2.4 Ibnu Al-Haytham Ibnu Al-Haytham mempunyai nama lengkap Abu Ali Al-Husen Ibnu Al-Hasan Ibnu Al-Haytham. Di dunia barat, ia terkenal dengan nama Alhacen atau Alhazen. Ibnu Al-Haytham lahir pada tahun 965 M, di kota Basra, wilayah Irak. Ia mengenyam pendidikan formalnya di kota Basra dan Baghdad. Masa hidupnya dimanfaatkan dengan baik dan telah menghasilkan banyak karya yang penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Ia adalah seorang muslim yang ahli dalam banyak bidang seperti optik, anatomi, astronomi, teknik, matematika, kedokteran, optalmologi, filosofi, fisika, dan psikologi. Dalam bidang optik, Ibnu Al-Haytham telah melakukan penelitian tentang lensa, cermin, refraksi (pembiasan cahaya), refleksi (pemantulan cahaya), dan penguraian cahaya menjadi warnawarna penyusunnya. Ia telah menemukan hukum indeks bias 600 tahun sebelum Snell menemukannya. Semuanya dijelaskan dengan tepat dan akurat dalam sebuah buku berjudul Kitab Al-Manazir (Book of Optics). Ia juga mampu menjelaskan tentang persepsi bayangan, sifat cahaya terhadap elektromagnet, dan ia juga berpendapat bahwa cahaya adalah berkas energi partikel yang merambat dalam garis lurus. Ia juga dianggap sebagai pendiri fondasi dalam bidang psikofisika dan psikologi eksperimen. Buku Book of Optics merupakan buku yang paling berpengaruh dikalangan ilmuwan setelah buku Principia yang ditulis oleh Isaac Newton. Ibnu Al-Haytham mampu menjelaskan fenomena kekaburan pandangan yang ada pada kamera, menemukan fondasi bagi Hukum I Newton, menemukan adanya daya

58

tarik diantara benda, mengukur besar percepatan gravitasi, membangun fondasi geometri analitik, teorema wilson, kalkulus integral menggunakan induksi matematika, meletakkan dasar astronomi teleskopik (ilmu astronomi yang berdasar pada penelitian menggunakan teleskop), dan memperbaiki model alam semesta Ptolemy. Ia memperbaiki kesalahan para ilmuwan Yunani yang menyatakan benda dapat terlihat karena mata mengeluarkan cahaya yang dapat menyinari benda yang dilihatnya. Melalui penelitian ia menyimpulkan bahwa benda terlihat karena benda tersebut memantulkan cahaya ke mata. Dan inilah yang benar. Ibnu AlHaytham pernah ditugasi oleh Gubernur Al-Hakim untuk memperbaiki sistem pengairan pada sungai Nil. Ia juga pernah dihukum tahanan rumah oleh penguasa setempat karena dianggap telah melanggar aturan yang ditetapkan. Selama berada dalam hukuman itulah ia menyelesaikan buku berjudul Book of Optics. Karya-karya Ibnu AlHaytham menjadi salah satu referensi utama oleh ilmuwan-ilmuwan besar Eropa seperti Roger Bacon, John Pecham, Witelo, dan Johannes Kepler. Karya Ibnu Al-Haytham tercatat ada sekitar 200 buku dan hanya sekitar 50 buku yang masih ada serta tersebar di berbagai tempat di dunia. Setengah dari semua karyanya mencakup bidang matematika, 23 buku tentang astronomi, 14 buku membahas tentang optik, dan sisanya adalah ilmu sains lain. Abdus Salam, seorang muslim asal Pakistan yang meraih penghargaan Nobel abad ini, berkomentar tentang Ibnu Al-Haytham; “ Ibnu Al-Haytham adalah seorang fisikawan terbesar sepanjang masa. Ia telah membuat eksperimen terpenting dalam bidang optik. Ia menyatakan bahwa berkas cahaya yang melalui suatu medium

59

akan menempuh lintasan termudah dan tercepat. Dalam hal ini, ia telah memperkirakan prinsip waktu tersingkat jauh sebelum Fermat mengungkapkannya. Ia telah menemukan hukum inersia, yang kemudian menjadi hukum I Newton tentang gerak benda. Bab 5 dari Opus Majus karangan Roger Bacon seluruhnya merupakan penjelasan teori optik Ibnu Al-Haytham”15. Dalam astronomi, Ibnu Al-Haytham mengungkapkan tentang densitas dan refraksi atmosfer (pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer sehingga bintang-bintang di langit kelihatan sebelum terbit dan sesudah tenggelam) dalam buku berjudul Mizan Al-Hikmah (Balance of Wisdom). Buku Al-Shuku ‘ala Batlamyus yang juga dikarangnya berisi kritikan Ibnu Al-Haytham terhadap model alam semesta Ptolemy (Ptolemeus), khususnya tentang orbit (garis edar) planet dan matahari yang berbentuk lingkaran. Buku Ibnu Al-Haytham yang berjudul On the Configuration of the World menetapkan pendiriannya terhadap sistem geosentris. Meskipun sebelumnya ia telah menghujam kritikan tajam kepada Ptolemy. Dan ia kemudian memperbaiki model alam semesta Ptolemy dalam buku The Resolution of Doubt. Setelah berkarya dan berjasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan akhirnya Ibnu Al-Haytham, ilmuwan muslim sepanjang masa ini, meninggal dunia pada 1039 M.

2.5 Nicolaus Copernicus

15

http://www.wikipedia.org

60

Nicolaus Copernicus adalah orang yang pertama kali mengusulkan teori Heliosentris. Dia lahir di kota Thorn, Polandia, pada tanggal 19 Februari 1473 M. Nama aslinya adalah Mikolaj Kopernik yang berasal dari bahasa latin. Ayahnya yang bernama Nicolaus berasal dari Silesia, sedangkan ibunya adalah adik dari ketua uskup kota Ermland, Lucas Watzelrode. Ibunya bernama Barbara Watzelrode. Setelah menjalin hubungan cukup lama, orang tua Copernicus menikah pada tahun 1463 M. Nicoulas Copernicus merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ia menganut agama Katolik Roma. Ayahnya meninggal pada saat Copernicus masih belia yaitu ketika berusia 10 tahun. Kepergian ayahnya ini menaruh kesedihan yang cukup berarti bagi dirinya. Setelah kematian ayahnya itu, Copernicus memutuskan untuk tinggal bersama pamannya. Copernicus mengenyam pendidikan sekolah dasar di kota kelahirannya yaitu Thorn. Kemudian pada tahun 1488, Copernicus masuk ke sekolah Katedral Wloclawek. Pada tahun 1491 M, ia belajar matematika, perspektif, gambar, dan ilmu klasik lain. Beberapa tahun kemudian ia pindah ke Italia dan terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Bologna pada tahun 1497 M. Di tempat baru ini, ia belajar matematika dan optik serta hukum perundang-undangan. Selain itu, ia juga belajar bahasa Yunani sekaligus menjadi murid serta asisten Domenico Maria De Novara, seorang profesor dalam bidang astronomi. Copernicus mempunyai hobi melukis dan menerjemahkan puisi bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin. Merasa tidak cukup dengan ilmu yang diberikan sang profesor, Ia menambahkan pengetahuannya dengan mempelajari ilmu astronomi dari beberapa buku seperti Euclid’s Element, Alfonsine Table, Tractatus de Sphaera, dan Regiomontanus’s Tables of Direction.

61

Selama menjadi asisten profesor Novara, Copernicus banyak melakukan penelitian bersamanya. Pada tanggal 6 November 1500 M, ia mulai melakukan penelitian tentang gerhana bulan. Dari tahun 1501 M sampai 1503 M, Nicolaus Copernicus tinggal di Ferrara dan Padua. Pertama ia tinggal di Ferrara dan masuk ke Universitas Ferrara untuk belajar ilmu hukum sekaligus mengambil gelar Doktor bidang hukum dan perundang-undangan. Setelah itu, ia pindah ke Padua untuk belajar ilmu kedokteran. Copernicus juga pernah ke Roma untuk memberi pelajaran astronomi, sekaligus berusaha menemukan suatu hukum astronomi baru. Berdasarkan ilmu yang dimilikinya, kemudian ia ditunjuk sebagai seorang fisikawan pada istana keuskupan di Heilsberg, tempat pamannya tinggal. Pada tahun 1506 – 1512 M, Copernicus mengaplikasikan ilmu kedokteran di Heilsberg. Setelah selesai bertugas di Heilsberg, Copernicus mendapat musibah kembali. Yaitu paman yang dicintainya meninggal dunia dan ini membuat duka yang sangat dalam di hati Copernicus. Setelah kematian pamannya, Copernicus pindah ke Fraunberg untuk mengikuti pemilihan uskup, dan ia tinggal di sana sampai tahun 1516 M. Karena kepiawaiannya dalam menjalankan tugas, kemudian ia ditunjuk menjadi pimpinan uskup di kastil Allenstein. Pada tahun 1514 M, Copernicus ditugasi untuk mengkaji ulang sistem kalender gerejawi oleh Leo X. Hasil dari pengkajiannya tersebut, Copernicus mengusulkan agar dibuat sebuah kalender yang lebih akurat dari kalender yang sudah ada. Selanjutnya kalender yang dibuat ini dikenal dengan kalender Gregorian. Pada tahun ini juga, Copernicus berhasil menyelesaikan sebuah tulisan yang diberi judul Little Commentary. Namun ia masih ragu untuk mempublikasikan tulisan ini sehingga ia hanya memberikan salinannya ke teman-teman astronom

62

dan filsuf terdekatnya saja. Dan hingga ajalnya, tulisan ini tidak pernah diterbitkan. Little Commentary berisi teori Copernicus yang menyatakan suatu tempat yang berdekatan dengan matahari sebagai pusat alam semesta. Tidak hanya sebagai seorang ilmuwan, Copernicus juga dianggap sebagai patriot bagi tanah airnya. Copernicus pernah ikut serta dalam suatu peperangan membela Polandia melawan pasukan Teutonic dalam rentang waktu yang cukup lama. Kemudian Copernicus turut mewakili perjanjian gencatan senjata kedua belah pihak sehingga peperangan ini sempat terhenti pada tahun 1519. Namun perselisihan kembali terjadi sehingga gencatan senjata tidak mampu berlangsung lama. Pada musim gugur tahun 1520 M, Copernicus harus kembali ke Kastil Allenstein untuk membantu menahan serangan pasukan Teutonic yang menyerang kembali. Peperangan ini akhirnya berhenti pada tahun 1521 M. Setahun setelah peperangan ini berakhir, Copernicus menulis memorandum tentang pembaharuan sistem keuangan bagi kerajaan. Raja Polandia tertarik terhadap tulisan tersebut, sehingga Copernicus dinobatkan menjadi Konselor Deputi untuk regulasi keuangan Prussia dari tahun 1522 – 1529 M. Pada tahun 1530 M, Copernicus telah menyelesaikan buku pertamanya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium. Buku ini merupakan karya keduanya setelah Little Commentary. Buku ini lebih mempertegas penemuan sebelumnya. Dalam karya barunya ini, ia menyatakan bahwa bumi berotasi ( berputar pada porosnya) dan berevolusi ( bergerak mengitari matahari selama setahun) dengan orbit berbentuk lingkaran. Ia juga menyatakan bahwa matahari adalah pusat alam semesta dan semua benda langit bergerak mengelilinginya.

63

Kemudian Copernicus bertemu dengan George Joachim Rheticus, seorang matematikawan berkebangsaan Jerman. Pertemuan ini berlanjut dan Rheticus tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Rheticus banyak berdiskusi dan belajar astronomi kepada Copernicus. Atas bujukan Rheticus juga, akhirnya Copernicus bersedia mempublikasikan buku De Revolutionibus Orbium Coelestium. Rheticus merupakan orang yang paling mendukung hasil pemikiran Copernicus tersebut. Awal tahun 1531 M, buku De Revolutionibus Orbium Coelestium mulai tersebar. Beberapa kardinal (pendeta) mendukung penerbitan buku tersebut, misalnya saja pendeta Schonburg. Tetapi penyebaran buku ini ditentang keras oleh sebagian besar masyarakat termasuk para ilmuwan dan pendeta serta tokoh-tokoh gereja. Masalahnya, hasil pemikiran Copernicus tersebut sangat bertentangan dengan kitab Injil dan pemahaman masyarakat selama ini tentang alam semesta. Ayat dalam kitab Injil, pemahaman para ilmuwan dan masyarakat menyatakan bahwa bumi diam, tidak berotasi atau pun berevolusi, justru planet-planet dan matahari-lah yang berputar mengelilingi bumi. Walhasil institusi gereja melarang penerbitan buku tersebut. Tidak hanya itu, semua hal yang berbau pemikiran Copernicus pun dilarang beredar di masyarakat. Pertentangan ini terus berlanjut hingga Copernicus meninggal pada tanggal 24 Mei 1543 M di kota Fraunberg. Bahkan 73 tahun setelah kematian Copernicus, buku tersebut tetap dilarang beredar. Selain itu jemaat gereja juga menolak hasil pemikiran Copernicus tersebut. Pihak gereja memberi syarat, jika buku tersebut tetap ingin diterbitkan maka hal-hal pokok tentang teori heliosentris harus diganti. Namun para pendukung Copernicus tetap berusaha menerbitkan dan

64

menyebarkan buku De Revolutionibus Orbium Coelestium walaupun dengan cara sembunyi-sembunyi. Pada tahun 1566 M, edisi kedua dari buku tersebut telah tersebar ke banyak negara Eropa.

2.6 Galileo Galilei Galileo Galilei, seorang ilmuwan terkenal dan terpandang, lahir pada tanggal 15 Februari 1564 M di kota Pisa, Italia. Ayahnya bernama Vincenzo Galilei lahir pada tahun 1520 M di Florence, dan ibunya yang bernama Guila Ammannati, lahir di Pescia. Galileo merupakan anak sulung di keluarganya. Pada tahun 1572 M, Vincenzo membawa istri dan anaknya kembali ke Florence. Vincenzo mengirim Galileo ke biara Camaldolese di daerah Vallombrosa yang terletak disebelah tenggara Florence untuk mendapatkan pendidikan etika dan agama. Setelah beberapa tahun, Vincenzo memindahkan Galileo dari biara Camaldolese ke sekolah umum yang ada di kota Florence. Pendidikan yang ada di sekolah umum ini cukup baik dan memadai. Pada tahun 1581 M, Galileo menetap di kota Pisa dan terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Pisa, yang merupakan institusi pendidikan yang sangat terkenal di kota itu. Di kota Pisa ia tinggal bersama Muzio Tedaldi, kerabat dekat ibunya. Galileo belajar ilmu kedokteran di universitas tersebut, meskipun itu sebuah disiplin ilmu yang sebenarnya tidak disukainya. Ia mengambil jurusan ilmu kedokteran karena kehendak ayahnya. Ia sendiri lebih tertarik dan merasa cocok dengan ilmu matematika dan filsafat. Ketertarikan kepada ilmu matematika dan filsafat tersebut menyebabkan Galileo lalai terhadap kuliah ilmu kedokterannya. Di Universitas Pisa, Galileo

65

belajar matematika kepada Filipo Fantoni, Ketua Jurusan Ilmu Matematika di universitas tersebut. Selama setahun, 1582 – 1583 M, Galileo menghadiri kuliah tentang Elemen Euclid yang diberikan oleh Ostilo Ricci. Ketidakpedulian Galileo terhadap ilmu kedokteran akhirnya diketahui oleh ayahnya. Dan tak ayal lagi, ayahnya sangat marah dan kesal kepadanya. Namun setelah melalui perdebatan panjang dengan ayahnya, akhirnya Galileo diizinkan belajar ilmu matematika dan filsafat dengan syarat ia tidak melalaikan kuliah kedokterannya. Akan tetapi seikap keras kepala Galileo menyebabkan ia tidak dapat menepati janjinya. Dan pada tahun 1585 M Galileo memutuskan untuk keluar dari jurusan ilmu kedokteran. Masih dalam tahun 1585 M, Galileo mengajar ilmu matematika di Florence. Selama musim gugur tahun 1586 M, ia mengajar ilmu matematika di Vallombrosa sambil menulis buku pertamanya yang berjudul The Little Balance (La Balancitta). Pada tahun 1589 M, Filipo Fantoni meninggalkan jabatan sebagai Ketua Jurusan Ilmu Matematika di Universitas Pisa. Untuk mengisi kekosongan posisi ini, Galileo ditunjuk oleh universitas itu untuk menggantikannya selama 3 tahun. Selama menjalankan jabatan tersebut, Galileo menulis sebuah uraian tentang hukum gerak dengan judul De Motu. Namun karyanya ini tidak pernah dipublikasikan. Pada tahun 1591 M, kabar duka cita sampai kepadanya. Ayah yang dicintainya meninggal dunia. Meskipun selalu bersebarangan pendapat dengan ayahnya, ia tetap menyayanginya. Selain kesedihan yang cukup dalam, hal ini juga membuat Galileo menerima tanggung jawab besar untuk mengatur dan menghidupi keluarganya. Uang yang diterima dari mengajar di Universitas Pisa ternyata tidak mencukupi kehidupan mereka. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk pindah ke universitas lain. Atas

66

rekomendasi dari Guidobaldo de Monte, Galileo diterima mengajar di Universitas Padua pada tahun 1592 M. Di tempat baru ini ia mendapat gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sekitar 3 kali lipat dari gaji yang diterimanya di Universitas Pisa. Galileo ditugasi untuk mengajar geometri euclid dan astronomi umum (geosentris) untuk mahasiswa kedokteran. Pada tahun 1598 M, Galileo menulis surat kepada Johannes Kepler. Dalam surat itu, dia menjelaskan bahwa ia adalah seorang Copernican. Istilah Copernican merupakan sebutan bagi orang yang percaya terhadap teori heliosentris yang dicetuskan oleh Nicolaus Copernicus. Beberapa bulan setelah itu, Galileo menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Maria Gamba. Mereka memperoleh keturunan tanpa sebuah ikatan pernikahan. Hal ini dicontohnya dari ayahnya yang juga tidak pernah menikah dengan ibunya secara resmi. Anak pertama Galileo bernama Virginia lahir pada tahun 1600 M. Setahun berikutnya, anak keduanya lahir dan diberi nama Livia. Sedangkan anak ketiganya lahir pada tahun 1606 M dan diberi nama sama dengan nama ayah Galileo yaitu Vincenzo. Sekitar tahun 1608 M, Galileo memodifikasi teleskop yang telah ada sehingga memiliki penguatan sekitar 9 kali. Tidak lama kemudian penguatan tersebut ditambah menjadi 60 kali. Perlu diingat bahwa Galileo tidak menemukan teleskop, ia hanya memodifikasi teleskop yang ada sehingga memiliki daya jangkau yang lebih berkali-kali lipat dari sebelumnya, sebagaimana yang dikatakannya pada bukunya yang berjudul The Starry Messenger; “ Sekitar 10 bulan yang lalu telah sampai kabar kepadaku bahwa seseorang telah membuat teropong dengan menggunakan lensa kaca

67

untuk melihat suatu benda, benda yang berada sangat jauh dapat terlihat begitu dekat. Penemuan ini sangat mempengaruhi beberapa pengalaman yang berhubungan dengannya, dimana seseorang dapat memberikan bukti yang dapat dipercaya sementara yang lainnya menolak. Selanjutnya saya membuat satu alat yang serupa, lebih akurat, yang merepresentasikan benda dengan penguatan 60 kali. ”(Galileo, Starry Messenger, pp.2-3)16. Teleskop tersebut sangat membantu Galileo dalam penelitiannya tentang benda-benda langit dan alam semesta. Berita tentang Galileo membuat teleskop dengan penguatan lebih dari teleskop lainnya telah tersebar luas. Kesempatan ini tidak disia-siakannya, segera Galileo membuat lebih banyak untuk kepentingan komersial dan militer. Dari bisnis pembuatan teleskop ini ia mendapat penghasilan tambahan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Akhir tahun 1609 M, Galileo mulai mengarahkan teleskopnya ke langit pada malam hari dan berharap mendapatkan hasil yang besar dan penting dari penelitian tersebut. Dan setelah berkali-kali meneliti langit malam ternyata usahanya tidak sia-sia, ia memperoleh hasil yang menggembirakan. Hasil penelitian tersebut ditulisnya dalam sebuah buku yang berjudul Sidereus Nuncius (The Starry Messenger). Buku ini dipublikasikan pada bulan Mei 1610 M. Dalam buku tersebut ia mengungkapkan adanya pegunungan dan kawah pada permukaan bulan, planet-planet kecil yang mengitari planet Jupiter, dan bukti16

King, H.C. The History of the Telescope. Sky Publishing Co., Cambridge, MASS. 1955. 68

bukti lain yang menunjukkan pembentukan galaksi Bima Sakti berasal dari sebuah bintang kecil. Planet-planet kecil (satelit) yang mengelilingi Jupiter diberi nama Io, Europe, Callisto, dan Ganymade. Galileo juga menggunakan perhitungan matematika secara kasar untuk menentukan waktu orbit dari 4 satelit (planet-planet kecil) yang mengelilingi Jupiter.

Gambar 2.1 Halaman Judul Sidereus Nuncius (The Starry Messenger)17 Tahun 1610 M, Galileo meneliti pergerakan planet Venus dengan sebuah teleskop. Ia dapat melihat adanya fase (tahapan) pergerakan planet Venus. Fase ini mirip dengan fase pergerakan bulan mengitari bumi. Galileo menganggap ini merupakan bukti kebenaran teori heliosentris, tetapi ketika itu ia belum dapat membuktikan lebih lanjut. Tahun 1611 M, Galileo datang berkunjung ke Roma untuk menghadiri pemberian penghargaan atas penemuannya. Pada tahun 1612 M, ia membuat perhitungan waktu
17

ibid.

69

orbit 4 satelit yang mengelilingi Jupiter dengan lebih baik dari sebelumnya. Lalu pada tahun 1613 M, ia mempublikasikan buku yang berisi hasil penemuan barunya tentang sunspot (bintik pada matahari) dengan judul Letters On The Sunspot.

Gambar 2.2 Halaman Judul Letters on Sunspots18 Pada tahun 1623 M, Accademia dei Lincei menerbitkan buku karangan Galileo yang berjudul Il Saggiatore (The Assayer). Lalu tahun 1632 M, Galileo mengarang sebuah buku berjudul The Dialogue Concerning the Two Chief Systems of the World Ptolemic and Copernican (disingkat Dialogue). Buku ini berisi perbincangan dua orang yang saling berdebat tentang alam semesta, khususnya teori geosentris dan heliosentris. Nama Salviati dalam buku ini mewakili pendapat Copernicus dan Galileo tentang heliosentris. Sedangkan nama Simplico digunakan untuk mewakili pendapat Aristoteles dan
18

ibid.

70

pengikutnya yang berpemahaman geosentris. Galileo memenangkan pendapat Salviati dengan menunjukkan gejala pasang air laut sebagai bukti terkuat heliosentris. Namun, beberapa tahun berikutnya, Johannes Kepler membuktikan kesalahan anggapan Galileo tentang gejala pasang air laut tersebut. Pada tahun 1634 M, Galileo dilanda duka yang dalam karena adik tercintanya, Virginia, meninggal dunia. Hal ini membuatnya harus berisitirahat sementara waktu dari pekerjaan dan penelitiannya. Sebelum ajalnya tiba, Galileo sempat menulis sebuah karya terakhirnya dan diberi judul Discoursus and Mathematical Demonstration Concerning the Two New Sciences. Buku ini dikirim ke luar Italia untuk diterbitkan di negara Belanda. Buku ini berisi penjelasan dan perhitungan matematika tentang hukum daya dorong, momen, dan pusat gravitasi. Akhirnya Galileo menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 8 Januari 1642 M.

2.7 Tycho Brahe Tycho Brahe lahir pada tanggal 14 Desember 1546 M di Knutstorp Castle, Denmark. Nama aslinya adalah Tyge Ottesen Brahe. Tycho merupakan nama panggilannya dalam bahasa latin semenjak usia 15 tahun. Tycho lahir dari seorang ayah bernama Otte Brahe dan seorang ibu bernama Beate Bille. Ayah Tycho, Otte Brahe, merupakan seorang bangsawan dan orang penting di lingkungan Kerajaan Denmark. Sedangkan ibunya, Beate Bille, merupakan keturunan pendeta dan politikus ternama di Denmark. Tycho mempunyai tiga saudara kandung. Pertama saudara kembarnya yang meninggal pada

71

saat masih balita. Lalu dua adik perempuan yaitu Kirstine Brahe dan Sophia Brahe. Pada usia kanak-kanak Tycho hidup bersama pamannya, Jorgen Brahe dan bibinya, Inger Oxe. Ia tinggal di Kastil Tostrup bersama paman dan bibinya hingga usia 6 tahun. Pada tahun 1552, mereka pindah ke Kastil Voridingborg hingga usia 12 tahun. Di tempat ini, ia mendapat pendidikan latin. Pada tanggal 19 April 1559, Tycho mendaftar di Universitas Copenhagen. Atas kemauan pamannya, ia mengambil jurusan ilmu hukum. Tetapi ia juga belajar mata kuliah lain hingga tertarik dengan ilmu astronomi. Kemudian pada tanggal 21 Agustus 1560 M terjadi gerhana, sebuah fenomena alam yang menarik untuk disimak. Peristiwa ini semakin membuatnya tertarik kepada ilmu astronomi. Oleh karena itu, ia mulai mencoba belajar sendiri mendalami ilmu astronomi dibantu oleh beberapa orang profesor. Buku-buku astronomi terkenal yang dibacanya antara lain Tractatus de Sphaera karangan Sacrobosco, Cosmographia seu descriptio totius orbis ditulis oleh Apianus dan De triangulis omnimodisi yang dikarang oleh Regiomontanus. Setelah mempelajari banyak hal tentang astronomi, ia pun mencoba melakukan penelitian sendiri. Adik perempuannya yang paling muda juga pernah menjadi asisten dalam penelitiannya. Pada tahun 1565 M, Jorgen Brahe meninggal. Setelah kematian pamannya tersebut, Tycho kembali kepada ayahnya. Dan pada tahun 1566 M, Tycho berhasil menjadi mahasiswa di Universitas Rostock di Jerman. Dalam selang waktu 6 tahun dengan kematian pamannya, ayah Tycho akhirnya pun menghela napasnya yang terakhir, tepatnya pada tanggal 9 Mei 1571. Pada tahun yang sama, paman Tycho yang lain yaitu Steen Bille memberikan andil yang besar kepadanya dalam pembangunan observatorium astronomi di Herrevad Abbey. Pada

72

tahun 1572 M, Tycho menikah dengan seorang wanita biasa bernama Kirsten Jorgensdatter. Lalu pada tanggal 12 Oktober 1573, putri pertama mereka lahir dan diberi nama Kirstine. Seterusnya, pada tahun 1574 mereka pindah ke kota Copenhagen. Sebagai seorang ilmuwan dalam bidang astronomi, Tycho banyak melakukan penelitian. Pada 11 November 1572 M, ia melakukan penelitian astronomi di Herrevad Abbey dan menemukan sebuah bintang sangat terang di dekat kumpulan bintang Cassiopeia. Kini bintang tersebut diberi nama SN 1572. Raja Frederick II dari Denmark tertarik terhadap penelitian astronomi yang dilakukan oleh Tycho. Oleh karena itu, Raja Frederick membiayai pembangunan 2 buah observatorium astronomi untuk Tycho di Pulau Hven di propinsi Oresund. Kedua observatorium itu dinamakan Uraniborg dan Stjerneborg. Oservatorium Uraniborg juga dilengkapi dengan laboratorium kimia karena selain ahli astronomi, Tycho juga merupakan seorang ahli kimia yang handal. Lalu pada tahun 1573, ia telah berhasil menulis buku tentang astronomi yang berjudul De Stella Nova. Tycho mempunyai teori sendiri tentang alam semesta yang berbeda dengan heliosentris Copernicus dan geosentris Ptolemy. Namun demikian teori alam semesta Tycho mempunyai kemiripan dengan teori geosentris murni yaitu matahari dan bulan sama-sama mengitari bumi. Ia sangat yakin terhadap teori yang dibangunnya ini. Meskipun sebelumnya, Johannes Kepler membujuknya untuk mengadopsi teori heliosentris dan memperjuangkan teori tersebut. Tetapi Tycho tetap pada pendiriannya. Dia mengatakan bahwa jika bumi bergerak, maka bintang yang terdekat dengan bumi akan terlihat mengalami pergeseran posisi relatif terhadap bintang yang dibelakangnya

73

(bintang latar belakang). Namun pada kenyataannya, ia tidak mendapati fenomena paralak tersebut betapapun penelitian dilakukan berulang kali. Tahun 1588 M, Tycho menerbitkan sebuah buku yang berjudul De Mundi Aetherei Recentionibus Phaenomenis yang berisi penjelasan lengkap mengenai model alam semesta yang diusulkannya. Pada tahun 1597 M, Raja Frederick II digantikan oleh Raja Christian IV. Tycho Brahe sangat tidak setuju dengan kebijakankebijakan yang dikeluarkan oleh raja itu, sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan pulau Hven. Pada tahun 1599 M, ia memutuskan tinggal di Prague. Kemudian Tycho membangun sebuah obervatorium baru di sebuah kastil di Benátky nad Jizerou yang terletak sejauh 50 km dari kota Prague. Pembangunan observatorium ini dibiayai oleh Kaisar Roma yaitu Rudolf II, dan beberapa bangsawan seperti Oldrich Desiderius Pruskowsky von Pruskow. Pada bulan Desember 1599 M, Tycho mengangkat Johannes Kepler sebagai asisten dalam penelitiannya. Selain sebagai ahli astronomi, Tycho juga dikenal sebagai seorang ahli kimia dan kedokteran di masanya. Ia mendapat ilmu kimia dan kedokteran ketika masih kuliah di Universitas Rostock di Jerman. Pada tanggal 13 Oktober 1601 M, Tycho menghadiri jamuan makan bersama para pejabat penting dan ilmuwan lainnya termasuk Johannes Kepler. Beberapa saat setelah jamuan makan tersebut selesai, ia merasa tidak enak badan. Tycho Brahe meninggal pada tanggal 24 Oktober 1601 M, setelah sakit parah selama 11 hari semenjak jamuan makan itu. Kematian Tycho diduga akibat adanya penegangan pada kandung kemih yang dideritanya yang selanjutnya berkembang menjadi infeksi kandung kemih. Akan tetapi investigasi

74

menunjukkan bahwa Tycho meninggal bukan disebabkan oleh infeksi kandung kemih, tetapi karena keracunan raksa. Tanda-tanda keracunan ini terdeteksi pada rambut dan akar rambutnya. Peneliti medis dalam kasus ini, Joshua dan Anne-Lee Gilder mengatakan dengan bukti-bukti yang ada maka disimpulkan bahwa Tycho meningal akibat diracuni. Dan orang yang diduga kuat melakukannya, tidak lain adalah Johannes Kepler. Karena Kepler memiliki kesempatan dan motif yang kuat melakukan kejahatan tersebut. Terbukti Johannes Kepler melakukan pencurian data penelitian tycho Brahe setelah Tycho meninggal dunia.

75

BAB 3

TEORI YANG DIPERTENTANGKAN
3.1 Geosentris Kata geosentris berasal dari bahasa Yunani. Kata geosentris tersebut terdiri dari 2 suku kata yaitu "geo" dan "sentris". Geo berarti bumi dan sentris berarti pusat. Jadi geosentris adalah teori yang menyatakan bahwa bumi sebagai pusat dari alam semesta. Sebagai pusat dari alam semesta maka bumi tidak bergerak. Tidak bergerak/berputar terhadap sumbunya atau bergerak mengelilingi benda langit yang lain. Selain itu, teori geosentris juga menyatakan bahwa alam semesta terbatas atau tetap dan tidak mengembang19. Teori geosentris pertama kali diusulkan dengan cukup baik oleh Arsitoteles. Ia berpendapat bahwa alam semesta ini terbatas atau tetap dan mempunyai bentuk yang bulat. Ia beralasan bahwa bulat adalah bentuk yang sempurna dan terbatas karena alam semesta memiliki pusat. Ia juga berpendapat bahwa bumi berbentuk bulat seperti alam semesta. Dalam hal ini, ia mengemukakan contoh sebagai bukti. Ia mengatakan berbedanya bentuk penampakan bulan setiap malam merupakan bukti bahwa bumi itu bulat. Selanjutnya,
19

Alam semesta tidak mengembang berarti ukurannya tidak terus bertambah atau konstan.

76

Aristoteles mengatakan jika seseorang berjalan ke arah utara atau selatan pada malam hari, maka ia tidak akan menjumpai bintang yang sama selama dalam perjalanannya. Ini juga bukti bahwa bumi berbentuk bulat. Planet-planet yaitu Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, Saturnus, dan Matahari serta Bulan berputar mengelilingi bumi sesuai dengan garis edarnya masing-masing yang berbentuk lingkaran. Benda-benda langit yang mengelilingi bumi tersebut bergerak dengan kecepatan yang tetap. Namun, Aristoteles mengakui bahwa model alam semesta yang diajukannya ini tidak dapat menjelaskan bagaimana bagian terluar alam semesta menjaga keseimbangan dari pengaruh pergerakan benda-benda langit di bagian dalam. Model alam semesta ini mampu bertahan ratusan tahun, walaupun terdapat banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Model alam semesta yang diusulkan Aristoteles terlihat seperti pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 Model alam semesta Aristoteles

Kemudian Ptolemy mengajukan suatu model yang lebih baik dari model yang diajukan oleh Aristoteles. Jika model alam semesta

77

yang diajukan oleh Aristoteles sangat kurang berisi penjelasan matematika. Maka Ptolemy datang dengan model alam semesta yang berisi penjelasan matematika yang cukup baik. Model yang diajukan oleh Ptolemy pada dasarnya sama dengan model alam semesta Aristoteles. Perbaikan yang diajukan Ptolemy khususnya pada pergerakan planet. Untuk memperbaiki model pegerakan planet Aristoteles, ia mengajukan suatu model yang disebut “episiklus”. Bentuk episiklus ini dapat dilihat pada gambar. Dengan sistem pergerakan episiklus ini berarti suatu planet bergerak mengelilingi titik episiklus sambil berputar mengelilingi bumi. Lintasan episiklus tersebut juga berbentuk lingkaran. Model episiklus ini bertujuan untuk menjelaskan pergerakan mundur (retograde) beberapa planet.

Gambar 3.2 Bentuk episiklus pergerakan planet20.

Pada model pergerakan planet yang diusulkannya, Ptolemy menyatakan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi dan planetplanet berputar mengitari titik episiklus sambil bergerak mengelilingi
20

Deferent adalah lintasan edar (orbit) utama sebuah planet. Episiklus bisa dikatakan lingkaran kecil yang berpotongan dengan lingkaran besar.

78

bumi. Teori ptolemy juga menyatakan bahwa bumi tidak berotasi (berputar pada sumbunya). Semua teori yang diajukan Ptolemy mampu bertahan cukup lama. Kemudian teori geosentris berlanjut hingga ke masa

peradaban Islam. Ilmuwan dan astronom muslim menganalisa lebih jauh teori geosentris yang diajukan kedua ilmuwan di atas. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan dan meneliti tentang kemungkinan teori heliosentris yang pada saat itu dianggap tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Para ilmuwan muslim juga membuat dan mengembangkan disiplin ilmu yang membantu dan mempermudah masalah-masalah sulit yang dihadapai seputar astronomi. Disiplin ilmu yang paling membantu ilmu astronomi yaitu matematika seperti teori geometri. Pada prinsipnya, para ilmuwan dan astronom Islam sepakat dengan teori geosentris yang menyatakan bahwa bumi tidak bergerak dan benda-benda lain yaitu Matahari, Planet dan Bulan bergerak mengelilingi bumi. Walaupun begitu, mereka melihat banyak kesalahan dan kelemahan pada model alam semesta Atristoteles dan Ptolemy. Hal ini menyebabkan perlunya perbaikan yang banyak pada kedua model alam semesta tersebut. Para astronom muslim juga melengkapi kekurangan-kekurangan model alam semesta tersebut seperti ukuran bumi, jarak bumi ke matahari, pergerakan dan fase bulan, serta perhitungan dan bukti-bukti yang menguatkan teori geosentris. Ibnu Al-Shatir mereformasi model alam semesta dengan menambahkan bentuk episiklus pada pergerakan matahari dan planet-planet. Model Ibnu Al-Shatir ini disebut dengan sistem “episiklus dalam episiklus”. Model pergerakan planet ini juga ditujukan untuk menjelaskan secara akurat pergerakan-pergerakan

79

planet yang bergerak secara tidak linear, seperti adanya gerakan planet yang terlihat mundur jika diamati dari bumi.

Gambar 3.3 Episiklus dalam episiklus

Pada model pergerakan planet yang diajukannya, Ibnu AlShatir menyatakan bahwa planet berputar mengelilingi titik episiklus 2, sambil mengelilingi titik episiklus 1. Sementara melakukan pegerakan tersebut, planet juga berputar mengelilingi bumi dengan bentuk lintasan yang melingkar. Lintasan episiklus 1 dan episiklus 2 juga berbentuk lingkaran. Tidak hanya astronom Islam bernama Ibnu Al-Shatir yang mengembangkan teori geosentris. Al-Zarqali juga melakukan perbaikan yang cukup penting pada teori geosentris. Ia menyatakan dengan perhitungan bahwa lintasan edar planet dan matahari mengelilingi bumi berbentuk elipse (lonjong) bukan lingkaran. Suatu teori yang berhasil ditemukannya jauh sebelum Johannes Kepler mengusulkannya. Johannes Kepler juga mengusulkan hal yang serupa

80

pada masa Galileo untuk menjelaskan pergerakan planet menurut teori heliosentris.

Gambar 3.4 Model alam semesta Al-Zarqali dengan orbit berbentuk elipse (lonjong)

Teori geosentris ini bertambah lengkap dan kuat karena dilengkapi dengan bukti-bukti yang didapat dari banyak penelitian oleh para ilmuwan muslim. Pada masa peradaban Islam, semua ilmuwan dan astronom baik Muslim, Kristen, maupun Yahudi lebih sepakat dengan teori geosentris dibanding heliosentris. Teori ini terus bertahan meskipun pernah mengalami goncangan dan serangan dari Copernicus, Galileo, dan para pengikutnya. Tidak sedikit para ilmuwan dan geosentrisme. astronom saat ini yang masih berpandangan

3.2 Heliosentris

81

Kata heliosentris juga diturunkan dari bahasa Yunani seperti kata geosentris. Kata "heliosentris" terdiri dari 2 suku kata yaitu helio yang berarti matahari dan sentris berarti pusat. Maka heliosentris berarti teori yang menyatakan matahari sebagai pusat alam semesta dan planet-planet termasuk bumi dan bulan bergerak mengelilingi matahari. Teori heliosentris merupakan lawan dari teori geosentris. Supaya teori heliosentris ini lebih mudah dipahami, tidak ada salahnya kalau kita lihat pendapat seseorang yang pertama kali memperjuangkan teori ini yaitu Copernicus. Ia mempelajari astronomi dari buku-buku ilmuwan dan astronom muslim seperti AlBiruni, Al-Zarqali, Ibnu Al-Haythan, dan lainnya. Copernicus sendiri sama sekali tidak menganggap teori geosentris yang dipelajarinya mempunyai kesalahan. Ia hanya ingin mengusulkan suatu model alam semesta yang lebih sederhana dari model yang sudah ada. Tidak perlu ada yang namanya pergerakan planet secara episiklus atau hal-hal rumit lainnya untuk menjelaskan pergerakan planet-planet. Dan ia pun terus berpikir apakah ada kemungkinan suatu teori baru yang menyederhanakan itu semua. Dalam tulisannya yang berjudul Little Commentary, Copernicus menyatakan ada suatu tempat yang berdekatan dengan matahari sebagai pusat alam semesta. Teori tersebut dinyatakannya dalam tujuh prinsip yaitu ; 1. Tidak ada satu pun pusat alam semesta. 2. Bumi bukanlah pusat alam semesta. 3. Pusat alam semesta terletak berdekatan dengan matahari. 4. Jarak dari bumi ke matahari sangat kecil dibandingkan dengan jarak ke bintang-bintang lainnya. 5. Rotasi bumi terlihat pada perputaran bintang setiap hari.

82

6. Pergerakan tahunan matahari yang nyata disebabkan oleh perputaran bumi mengelilingi matahari. 7. Pergerakan mundur planet-planet disebabkan oleh gerakan bumi dari satu titik pengamatan. Perkembangan selanjutnya, ia menyatakan suatu teori baru yang meletakkan matahari sebagai pusat alam semesta dan planetplanet, bumi serta bulan bergerak mengelilinginya. Ia juga melihat kemungkinan tersebut dari sudut pandang matematika. Dan ia mengatakan bahwa lintasan bumi dan planet lain membentuk lingkaran dalam geraknya mengelilingi matahari. Pergerakan ini merupakan pergerakan lurus tanpa adanya model episiklus atau model lainnya. Walhasil teori yang diajukan oleh Copernicus ini mendapat tanggapan negatif dari institusi gereja dan beberapa ilmuwannya, kecuali sedikit orang diantara mereka. Institusi gereja melarang keras pemahaman yang dianggap sesat ini. Institusi ini melarang dan merazia semua peredaran pemahaman ini baik berupa artikel maupun buku yang diterbitkan.

83

Gambar 3.5 Penjelasan Copernicus tentang teori heliosentris dalam bukunya21.

Selanjutnya, teori heliosentris diperjuangkan kembali oleh Galileo setelah kematian Copernicus. Teori heliosentris lebih terkenal pada masa ini dibanding pada masa Copernicus. Seperti pendahulunya, Galileo juga menyatakan bahwa bumi, bulan, dan planet-planet lain berputar mengelilingi matahari sebagai pusat alam semesta. Galileo melakukan banyak penelitian untuk mencoba membuktikan teori tentang alam semesta yang diyakininya. Supaya teori baru ini mampu dipertahankan dan dapat menjelaskan fenomena seperti terjadinya siang dan malam, maka ia menyatakan bahwa bumi juga bergerak yaitu berputar pada sumbunya (gerak
21

http://www.galileoproject.com

84

rotasi). Karena jika bumi terbukti tidak berotasi, maka teori heliosentris akan runtuh berikut sendis-sendinya. Oleh karena itu, ia berusaha menunjukkan peristiwa-peristiwa yang dianggap sebagai bukti bahwa bumi berotasi. Ia menunjukkan fenomena penampakan fase bulan yang terlihat berbeda-beda dari permukaan bumi sebagai bukti atas teori heliosentris. Menurutnya fenomena ini merupakan bukti yang jelas bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari dan bumi berputar pada sumbunya. Galileo mengajukan fenomena lain yang dianggapnya merupakan bukti yang paling kuat atas adanya rotasi bumi yang merupakan fondasi dari teori heliosentris. Bukti yang dianggap paling kuat ini yaitu fenomena pasang air laut yang terjadi di suatu tempat pada waktu tertentu. Galileo melihat adanya kenaikan permukaan laut yang diamatinya pada waktu tertentu. Setelah melihat fenomena ini, dengan serta merta ia menganggapnya sebagai bukti bahwa bumi berputar pada porosnya (sumbunya).

Gambar 3.6 Model alam semesta heliosentris

85

Gambar 3.7 Sketsa fase bulan oleh Galileo22

Kemudian Galileo meneliti adanya 4 buah satelit alami yang dimiliki planet Yupiter yang melakukan 2 macam gerak. Yaitu gerak berputar pada sumbunya dan gerak berputar mengelilingi planet Yupiter. Sehingga model alam semesta menjadi lebih kompleks. Satelit alami ini ia namakan Io, Europe, Callisto, dan Ganymede. Hasil ini ia dapatkan setelah memodifikasi alat teleskop menjadi penguatan 32 kali. Ia juga menyatakan bahwa planet Yupiter tersebut terlihat berputar pada sumbunya. Sehingga ada kemungkinan bahwa bumi juga berputar pada porosnya dan bulan bergerak mengelilingi bumi seperti yang terjadi pada planet Yupiter dan satelit alaminya.

22

http://www.galileo_library.com

86

Gambar 3.8 Model alam semesta Galileo

Sementara itu, Johannes Kepler datang dengan hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa lintasan edar planet dalam pergerakannya mengelilingi matahari berbentuk elipse (lonjong). Teori ini terkenal dengan Hukum Kepler23. Ia juga menyatakan bahwa waktu tempuh planet yang sama pada lintasan akan menghasilkan luasan daerah yang sama. Hukum Kepler ini berlaku untuk semua pergerakan planet termasuk bumi. Tiga prinsip hukum Kepler yaitu ; 1. Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem. 2. Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama.
23

Kepler juga salah satu ilmuwan yang meyakini heliosentris.

87

3. Kuadrat waktu edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari. Kepler menulis hasil temuannya tersebut ke dalam bukunya yang berjudul Epitome of The Copernican Astronomy. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar.

Gambar 3.9 Lintasan edar planet mengelilingi matahari yang diajukan Kepler berbentuk elips. Daerah A dan B memiliki luas yang sama karena planet menempuh waktu yang sama pada lintasan pertama dan kedua.

Selain menyatakan planet-planet termasuk bulan dan bumi bergerak mengitari matahari, teori heliosentris ini juga menyatakan bahwa posisi bumi tidak tegak berdiri pada sumbunya. Teori heliosentris menyatakan bahwa bumi memiliki sudut kemiringan sebesar 23,5º terhadap sumbunya. Hal ini juga dianggap mampu membantu menjelaskan fenomena-fenomena seperti terjadinya perbedaan panjang siang dan malam, dan pergantian musim.

88

Gambar 3.10 Posisi bumi

Kemudian teori heliosentris ini terus berkembang dan bertahan hingga sekarang dan dimasukkan ke dalam kurikulum salah satu pelajaran yang diwajibkan. Namun banyak juga ilmuwan yang masih meragukan teori ini.

3.3 Teori Alternatif Tycho Brahe Pertentangan para ilmuwan penganut geosentris yang

mayoritas dengan para ilmuwan heliosentris yang minoritas pada abad pertengahan, membuat beberapa ilmuwan mencoba kembali berpikir lebih dalam. Beberapa ilmuwan astronomi lain mencoba mengusulkan suatu model tata alam semesta yang berbeda ketika itu. Tycho Brahe merupakan astronom yang dianggap mampu mengajukan model alam semesta yang baru. Baru disini bukan berarti ia mengusulkan suatu teori yang benar-benar berbeda dari teori geosentris maupun heliosentris. Ia tidak menyatakan planet lain

89

sebagai pusat alam semesta dan memang hal ini sangat tidak mungkin. Dan teorinya menjadi alternatif pertimbangan para ilmuwan astronomi. Kesimpulannya tentang model alam semesta yang baru merupakan hasil penelitiannya selama bertahun-tahun. Teori geosentris menyatakan bahwa bumi sebagai pusat alam semesta. Matahari, bulan, dan planet-planet lain bergerak mengelilingi bumi dengan pergerakan yang berbeda-beda. Sementara itu, teori heliosentris menyatakan bahwa matahari-lah yang menjadi pusat alam semesta. Bumi, bulan, dan planet-planet lain melakukan gerak mengitari matahari dengan pergerakan yang berbeda-beda pula. Sedangkan Tycho mempunyai pandangan sendiri tentang gerak benda-benda langit tersebut. Ia menyatakan bahwa 5 buah planet yaitu Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus bergerak mengelilingi matahari. Kemudian matahari bersama 5 planet itu bergerak mengelilingi bumi. Satelit alami bumi yaitu bulan juga bergerak mengelilingi bumi tanpa dipengaruhi oleh gerak matahari dan 5 planet yang lain.

90

Gambar 3.11 Naskah asli model alam semesta Tycho Brahe24

Teori yang dikembangkan oleh Tycho memiliki kesamaan dengan teori geosentris. Kesamaan itu terletak pada gerak matahari mengelilingi bumi. Teori geosentris menyatakan bahwa matahari secara jelas mengitari bumi yang diam. Begitu juga dengan teori Tycho yang menjelaskan walaupun matahari dikelilingi oleh 5 planet yang bergerak mengitarinya, matahari tetap bergerak mengitari bumi. Perbedaannya terletak pada gerak 5 planet yaitu Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus. Pada teori geosentris, 5 planet ini bergerak mengitari bumi, sedangkan teori Tycho menyatakan 5
24

http://www.galilean-library.org

91

planet tersebut bergerak mengitari matahari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3.12 Model alam semesta Tycho Brahe.
Planet Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus mengelilingi Matahari. Bulan dan Matahari mengelilingi bumi.

Teori yang diajukan Tycho juga memiliki kemiripan dengan teori heliosentris. Kemiripan ini terlihat pada gerak 5 planet yaitu Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus mengitari matahari.

92

Perbedaannya terletak pada bumi dan bulan yang tidak bergerak mengitari matahari seperti 5 planet lainnya.

3.4 Galileo vs Gereja Ide yang diajukan dan diperjuangkan Galileo membuat banyak kalangan menjadi gerah khususnya suatu lembaga keagamaan yang dianggap suci ketika itu. Dan ternyata, Gereja yang dianggap sebagai lembaga suci tersebut merupakan lawan yang paling keras menentang. Sebelumnya, institusi gereja melakukan hal yang sama terhadap Copernicus, sang pencetus teori heliosentris. Pertentangan gereja terhadap Galileo lebih keras dibanding terhadap Copernicus karena ia mengemukakan idenya lebih secara terang-terangan melebihi yang dilakukan Copernicus. Oleh karena itu, teori heliosentris semakin menjadi perdebatan utama ketika itu. Tidak ada pembicaraan yang lebih mengasyikkan selain membicarakan perdebatan ini. Semua perhatian tertuju pada Galileo bersama teori yang dibawanya. Pertama kali, nasehat untuk tidak membela teori heliosentris datang kepada Galileo. Tetapi, ia tetap pada pendirian dan tidak menghiraukan nasehat tersebut. Baginya, memperjuangkan teori ini seperti sebuah keharusan yang tak boleh ditinggalkan. Bahkan ia lebih tegas mengemukakan ide-idenya tentang alam semesta yang bersandar pada heliosentris. Memang tidak semua masyarakat, ilmuwan dan pendeta yang menentangnya. Sekelompok dari golongan tersebut juga ada yang menjadi pendukungnya walau tidak secara terang-terangan karena takut terhadap apa yang akan mereka terima jika membela Galileo. Apalagi para pendukungnya

93

hanyalah sebagian minoritas yang sedikit dipertimbangkan. Memang kekecewaan sebagian masyarakat khususnya Galileo bukan tanpa alasan. Pasalnya, institusi gereja dengan kitab Injil yang isinya telah banyak diubah pernah salah dalam perkara yang hampir sama. Institusi ini pernah melakukan kesalahan dengan menyatakan bahwa bumi datar, tidak berbentuk bulat. Dan akhirnya pendapat institusi gereja ini pun runtuh karena memang bertentangan dengan kenyataan. Galileo terus melakukan komunikasi dengan para ilmuwan dan pendeta yang mendukungnya. Tidak hanya dukungan dan motivasi yang diterimanya. Terkadang para kerabatnya tersebut membujuk Galileo untuk memikirkan kembali resiko yang akan diterima jika menentang institusi gereja. Kerabatnya menasehati, dan Galileo sendiri pun mengetahui, sebuah hukuman yang pernah diterima seorang bernama Giardano Bruno. Orang itu mendapat hukuman yang sangat mengerikan akibat penentangannya terhadap doktrin dan kediktatoran para uskup gereja saat itu. Salah satu orang yang mencemaskan hal ini adalah Piero Guiciardini, seorang Duta Besar Tuscan ; “ Dia (Galileo) bersemangat sekali melibatkan diri dalam pertikaian ini, tanpa melihat apa dan bagaimana akibatnya. Dia akan tersandung dan terjerumus dalam kesulitan bersama oreng-orang yang mendukung pandangannya itu. Masalah ini tidak main-main dan berkonsekuensi tinggi.”25

25

Syukri, T.M. Galileo Mengungkap Kebenaran.Gema Insani Press. Jakarta.2005.

94

Selanjutnya peringatan pun sampai kepadanya yang tidak lain berisi perintah untuk menghentikan propaganda dan publikasi ideidenya. Semua karya dan buku-buku yang ditulis Galileo dilarang untuk diterbitkan apalagi disebar luaskan. Hal ini terjadi karena ideide Galileo dianggap sangat bertentangan dengan ayat-ayat Tuhan yang tertulis di dalam injil. Dan juga berlawanan dengan pemahaman para ilmuwan dan masyarakat pada umumnya. Galileo masih terus bertahan dan berusaha mencari bukti-bukti yang menguatkan teorinya dan menyebarkan penemuan itu kepada para ilmuwan dan masyarakat umum. Ia tidak peduli lagi terhadap semua nasehat yang pernah didengarnya dan peringatan yang pernah diterimanya. Institusi gereja bertambah gerah dengan sikap keras kepala Galileo yang semakin lama sulit untuk dikendalikan. Galileo pun dipanggil untuk menghadap kepada kardinal Bellarmino yang berbicara mewakili Sri Paus. Kardinal Bellarmino kembali memperingatkan Galileo untuk menghentikan semua pembelaannya terhadap teori heliosentris. Namun demikian, kenyataannya tidak semua pendeta/kardinal yang bersikap keras dan menolak ide-ide yang diajukan oleh Galileo. Pendeta Castelli merupakan salah satu pendeta yang bersikap baik dan bahkan mendukung perjuangannya. Setelah menghadap Kardinal Bellarmino, Galileo pun dipersilahkan kembali bertemu keluarganya. Ternyata, pemanggilan yang dilakukan institusi gereja tersebut tidak membuatnya jera. Buku-buku hasil goresan tangannya tetap berusaha diterbitkan dan diedarkan. Meskipun hal itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan di luar Italia. Tetapi seperti apapun Galileo menyembunyikan penerbitan karya-karyanya, pada akhirnya institusi gereja tetap mengetahuinya. Kemudian Galileo dipanggil menghadap untuk kedua kalinya. Ia

95

disuruh menghadap langsung kepada Sri Paus yang ketika itu dijabat oleh Paus Urbanus VIII. Kali ini Galileo tidak diam terhadap berbagai tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Ia berkelit dan mengatakan bahwa ia tidak melawan ataupun menentang hukum pada kitab injil yang menyatakan bahwa bumi tidak bergerak sedikitpun. Selanjutnya ia berpendapat bahwa pasal/hukum dalam kitab Injil tersebut harus dipahami sesuai dengan kebenaran yang berlaku yaitu teori alam semesta Copernicus. Seharusnya, lembaga suci seperti gereja dapat berpikir rasional terhadap ilmu pengetahuan ketimbang menerima apa adanya kalimat dalam Injil, Galileo melanjutkan pembelaannya. Ayat dalam Injil haruslah mengikuti apa yang dikatakan oleh ilmu pengetahuan begitulah singkatnya pembelaan yang diucapkan Galileo. Pembelaan tersebut tidak dapat merubah keputusan institusi gereja terhadapnya, bahkan semakin bersikap keras. Setelah melalui persidangan yang cukup panjang, akhirnya Galileo diputuskan untuk dijatuhi hukuman penjara. Tetapi karena alasan kesehatan Galileo yang buruk dan berbagai penyakit yang menimpanya, institusi gereja memperingan hukuman tersebut. Ia hanya dijatuhi sebagai tahanan rumah dan di rumahnya sendiri. Sebuah hukuman yang agak longgar, tapi penuh dengan pengawasan yang ketat dari institusi gereja. Pada kenyataannya, hukuman tersebut cukup berpengaruh terhadap pribadi Galileo yang semakin tua. Kelelahan dan keputusasaan mulai melemahkan semangatnya. Tetapi ia tetap mencoba mengembalikan kepercayaan dirinya selama menjalani hukuman. Dan ia pun kembali menyusun sebuah buku yang berjudul Two New Science. Buku tersebut akhirnya dapat diselesaikan pada saat ia masih berada dalam tahanan rumah. Dengan bantuan beberapa temannya, buku tersebut dibawa keluar Italia yaitu ke

96

Belanda untuk diterbitkan dan dipublikasikan. Padahal penjagaan dan pengawasan sangat ketat diberlakukan terhadapnya oleh institusi gereja. Hidup sebagai tahanan membuat penyakit yang diderita Galileo tidak kunjung membaik, malah bertambah parah dan kondisi fisiknya semakin melemah. Karena komplikasi berbagai penyakit, Galileo mengalami gagal ginjal yang cukup serius. Dalam keadaan yang apa adanya menahan penderitaan, Galileo tetap berusaha untuk dapat hidup dalam sisa usianya. Namun sekuat apapun Galileo mampu bertahan melawan penyakit dan penderitaan, akhirnya ia pun menghela nafas terakhir pada tanggal 8 Januari 1642 M dengan disaksikan oleh keluarganya. Jenazah Galileo hanya dimakamkan di sebuah ruangan tertutup di bawah bel menara (Dava Sobel, 2004:367)26.

26

T.M.Syukri. Galileo Mengungkap Kebenaran. Gema Insani Press. Jakarta.2005

97

BAB 4

KEGAGALAN YANG DISEMBUNYIKAN

Setelah melewati beberapa bab perkenalan, sekarang kita akan membahas hal yang paling menarik dalam buku ini. Bab ini membahas apa yang sebenarnya terjadi pada teori geosentris dan heliosentris. Benarkah bumi berputar pada sumbunya dan kemudian bumi bergerak mengelilingi matahari bersama bulan dan benda-benda langit lainnya. Apakah ada konspirasi yang dilakukan Zionis Yahudi untuk menyembunyikan kebenaran dan mempublikasikan hal-hal yang telah dimanipulasi. Lalu teori manakah yang menunjukkan bukti-bukti yang kuat dan nyata untuk menjadi kebenaran yang sesungguhnya. Jika pada bab sebelumnya dijelaskan 3 macam teori yaitu geosentris, heliosentris, dan teori alternatif Tycho. Maka pada bab ini hanya membandingkan antara teori geosentris dan heliosentris. Karena pada dasarnya, teori tycho dapat dikelompokan ke dalam geosentris dalam hal gerak matahari yang mengelilingi bumi. Dan memang masalah yang menjadi fokus pembahasan buku ini adalah tentang gerak bumi

98

dan gerak matahari. Apakah bumi melakukan gerak berputar pada sumbunya (rotasi) dan revolusi (berputar mengelilingi matahari). Ataukah sebaliknya, bumi diam dan matahari-lah yang bergerak mengelilinginya. Pembahasan dan pembuktian masalah ini sengaja tidak menghadirkan rumus, persamaan, ataupun perhitungan matematika. Hal ini supaya para pembaca tidak pusing tujuh keliling lalu melempar buku ini karena sulit memahami rumus matematikanya. Meskipun begitu, saya rasa cukup untuk menjelaskan masalah yang terkait dan menampilkan bukti kebenaran yang ada dari para ilmuwan. Sebelum itu saya ingin

memperkenalkan seorang Profesor bernama Dr. Gerardus Bouw, yang mendapat gelar Ph.D dalam bidang astronomi dari Case Western Reserve University. Ia banyak penelitian dalam bidang
Prof.Dr. Gerardus Bouw, Ph.D

melakukan astronomi.

Ketika ia meneliti tentang sistem tata surya, ia membandingkan antara teori

geosentris dan heliosentris. Ternyata ia menemukan banyak kesalahan pada teori heliosentris. Kemudian Marshall Hall, seorang pengarang buku “The Earth is Not Moving” juga mengemukakan hal yang serupa27. Sekarang kita lihat penjelasan para astronom tentang kenyataan yang sebenarnya. 4.1. Revolusi Matahari atau Revolusi Bumi
27

http://web.archive.org

99

4.1.1. Gerak semu matahari dan pergantian musim Menurut teori heliosentris pergantian musim di berbagai belahan bumi disebabkan oleh adanya gerak semu matahari. Dan gerak semu matahari tersebut dikarenakan adanya revolusi bumi. Kata revolusi mengandung arti perputaran suatu benda mengelilingi benda lainnya. Dengan demikian, menurut teori heliosentris revolusi bumi artinya perputaran bumi mengelilingi matahari. Bidang orbit bumi mengitari matahari disebut bidang ekliptika. Perputaran bumi mengelilingi matahari memerlukan waktu 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik. Untuk lebih mudahnya kita ambil contoh daerah iklim sedang yang memiliki 4 musim. Gerak semu matahari ialah pergeseran semu matahari sebesar 23,5o ke arah utara atau selatan pada waktu tertentu saja. Yaitu pada tanggal 21 Maret, 21 Juni, 23 September, dan 22 Desember. Menurut perhitungan teori heliosentris, pada tanggal 21 Maret matahari tepat berada pada garis khatulistiwa. Kemudian pada tanggal 21 Juni, matahari bergeser 23,5o ke arah utara bumi. Lalu pada tanggal 23 September, matahari kembali ke posisi semula yaitu pada garis khatulistiwa. Pada tanggal 22 Desember, matahari berpindah ke posisi 23,5o lintang selatan (LS). Pergeseran ini terus berulang pada waktu-waktu yang telah ditentukan tersebut. Sebenarnya, pada teori heliosentris matahari tidak benar-benar mengalami pergeseran posisi. Kata semu di sini berarti seakan-akan. Karena revolusi bumi yang mengitari matahari dengan sudut kemiringan 23,5o terhadap ekliptika, maka seakan-akan matahari mengalami pergeseran pada waktu-waktu tersebut. Sudut kemiringan 23,5o itu pun berdasarkan asumsi supaya peristiwa

100

pergeseran matahari ini dapat dijelaskan dengan teori heliosentris28. Gerak semu matahari ini mengakibatkan adanya pergantian musim di berbagai belahan bumi yang berbeda. Gerak semu ini juga mengakibatkan adanya perbedaan lama siang dan malam di berbagai wilayah di bumi. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar 4.1 dan 4.2.

Gambar 4.1. Sketsa gerak semu matahari

Gambar 4.2. Bagan revolusi bumi yang menyebabkan pergantian 4 musim di daerah iklim sedang

28

Ini adalah perkataan Profesor Gerardus Bouw dan Marshall Hall yang saya kutip dari situs http://www.geocentricity.com

101

4.1.2. Gerak nyata matahari dan pergantian musim Menurut teori geosentris, pergantian musim terjadi karena adanya pergeseran/pergerakan tahunan posisi matahari ke arah utara atau selatan bumi. Pergeseran itu terjadi selama gerak matahari mengitari bumi selama satu tahun atau disebut juga revolusi matahari. Pergeseran ini bukan pergeseran semu, tetapi benar-benar suatu gerak yang dilakukan matahari, sebut saja gerak nyata. Pergeseran ini menyebabkan daerah iklim sedang mengalami 4 macam musim yaitu musim panas, gugur, semi, dan musim dingin. Pergerakan ini terjadi pada waktu tertentu saja sepanjang tahun. Pada tanggal 21 Maret, pergerakan menandakan matahari tersebut awal musim semi.

Ketika ini matahari terletak pada ekuator bumi. Pada tanggal 21 Juni matahari berada pada 23,5 derajat di atas ekuator (ke arah utara). Ini
Gambar 4.3 Arah utara dan selatan dari gerak matahari

merupakan awal musim panas. Pada tanggal 23 September, matahari bergerak ke arah selatan kembali pada posisi ekuator. Hal ini

menandakan terjadinya musim gugur. Pada tanggal 22 Desember, matahari terletak pada 23,5 derajat di bawah ekuator (ke arah selatan). Ini berarti awal musim dingin. Hal ini terus berulang sehingga menyebabkan pergantian musim yang teratur. Profesor

102

Gerardus Bouw menyatakan bahwa perhitungan serupa dilakukan oleh teori heliosentris dan hasilnya pun sama saja. Dan posisi bumi adalah tegak lurus dan tidak mempunyai sudut kemiringan 23,5o seperti yang diasumsikan oleh teori heliosentris. Anggapan sudut kemiringan bumi sebesar 23,5o yang dimiliki bumi pertamakali dinyatakan oleh Galileo, setelah ia mengamati beberapa planet memiliki sudut kemiringan serupa. Artinya fenomena pergantian musim tidak dapat dijadikan bukti teori heliosentris dan alasan untuk menjatuhkan teori geosentris29.

Gambar 4.4 Pergeseran matahari ke arah utara dan selatan bumi pada waktu-waktu tertentu sepanjang tahun.

Pergerakan tahunan matahari tersebut membentuk suatu gerak spiral mengelilingi bumi. Satu pergerakan spiral ini menempuh waktu 24 jam. Pergerakan spiral ini yang menyebabkan terjadinya
29

http://www.reformation.org

103

siang dan malam. Dan pada waktu tertentu dari pergerakan spiral ini selama setahun menyebabkan terjadinya pergantian musim seperti yang telah dijelaskan di atas. Dan juga menyebabkan terjadinya perbedaan lama siang dan malam di berbagai belahan bumi ini yang sesuai dengan kenyataannya.

Gambar 4.5 Pergerakan spiral matahari mengelilingi bumi. Sketsa bumi dibuat lebih besar dari matahari supaya pergerakan spiral matahari terlihat lebih jelas.

4.1.3. Perubahan fase Venus Planet venus mempunyai fase-fase yang tampak berbeda pada waktu-waktu tertentu jika dilihat dari permukaan bumi. Tampilan permukaan Venus pada beberapa fase memiliki kemiripan dengan tampilan bulan. Perubahan fase venus tersebut telah teramati sejak ratusan yang lalu oleh para ilmuwan Islam maupun Eropa. Mengenai perubahan fase venus, ilmuwan geosentris dan heliosentris mempunyai penjelasan yang berbeda satu sama lain yang dianggap mampu menjelaskan fenomena fase venus tersebut. Menurut teori heliosentris, matahari adalah pusat dari peredaran planet-planet dan benda-benda langit lain. Berdasarkan teori ini posisi planet bumi terletak pada orbit ke-3 dari matahari setelah planet merkurius dan venus. Oleh karena itu, teori

104

heliosentris mengatakan bahwa perubahan fase venus yang terlihat dari bumi merupakan hasil perjalanan planet venus tersebut mengelilingi matahari. Lihat gambar 4.6.

Gambar 4.6 Fase Venus berdasar teori heliosentris

Penjelasan ini juga yang diterangkan oleh Copernicus dan Galileo. Planet venus tersebut bergerak mulus mengelilingi matahari. Tidak ada suatu bentuk gerakan tambahan pada planet venus tersebut dalam orbitnya ataupun gerak episiklus.

105

Gambar 4.7 Fase venus menurut Copernicus30

Lalu

bagaimana penjelasan perubahan fase venus yang

tampak terlihat oleh pengamat di bumi. Dengan hasil penelitian perubahan fase venus yang sama, bisakah teori geosentris menjelaskan fenomena unik tersebut dengan tepat. Berdasarkan prinsip teori geosentris yang telah dibahas pada bab sebelumnya, bumi merupakan pusat dari pergerakan matahari dan planet-planet lain, kebalikan dari pemahaman teori heliosentris. Masih menurut teori geosentris, orbit matahari terletak pada posisi ke-4 dari bumi setelah bulan, merkurius, dan venus. Planet venus bergerak mengelilingi bumi dalam pergerakan yang tidak mulus. Artinya selain bergerak mengelilingi bumi, planet venus juga melakukan suatu pergerakan pada orbitnya. Pergerakan tambahan ini merupakan gerak planet venus mengelilingi suatu titik pada orbitnya yang disebut sebagai titik episiklus. Sehingga sistem gerak tambahan ini sering disebut dengan sistem episiklus seperti yang telah dijelaskan pada bab 3 tentang teori geosentris.

Gambar 4.8 Pergerakan Venus pada orbitnya yang berupa episiklus diikuti dengan pergerakan Matahari.
30

http://ifa.hawai.edu

106

Tetapi kemudian teori geosentris sendiri mengalami perkembangan. Salah satunya yang dikemukakan oleh Ptolemy. Ia menambahkan adanya suatu pergerakan planet yang disebut dengan “episiklus”. Ibnu Al-Shatir menambahkan satu sistem episiklus sehingga menjadi “episiklus dalam episiklus”. Seperti yang juga dijelaskan pada bab 3.

Gambar 4.9 Fase Venus berdasar teori geosentris

Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa fenomena fase venus akan lebih tepat dan jelas jika dilihat dengan teori yang diusulkan Tycho dibanding menjelaskan dengan teori geosentris murni apalagi teori heliosentris. Akhirnya fenomena ini juga tidak dapat dijadikan bukti untuk menyatakan kegagalan teori geosentris. Pasalnya, teori geosentris pun mampu menjelaskan fenomena ini dengan baik.

4.1.4. Gerhana

107

Dalam bahasa Inggris, kata eclipse artinya gerhana. Sedangkan kata eclipse sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu ekleipsis, yang berarti peninggalan atau pelalaian. Ada dua macam peristiwa gerhana yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana matahari terjadi ketika sebagian atau seluruh wilayah bulan menghalangi cahaya matahari yang sampai ke permukaan bumi. Sedangkan gerhana bulan terjadi ketika sebagian atau seluruh wilayah bulan terhalangi oleh bumi dari cahaya matahari.

Gambar 4.10 Gerhana matahari terjadi ketika bulan menghalangi cahaya matahari yang sampai ke permukaan bumi.

Profesor Gerardus Bouw dan Marshall Hall menjelaskan bahwa menurut teori heliosentris, matahari diam dan bumi bergerak mengelilinginya. Agar teori ini mampu menjelaskan fenomena fase bulan, maka bulan harus mengelilingi bumi dengan sangat lambat sehingga menempuh waktu 1 bulan selama perubahan fasenya. Dengan perhitungan ini, maka seharusnya akan terjadi gerhana matahari dan bulan paling tidak 2 kali dalam sebulan. Hal ini bertentangan dengan kenyataan. Ide tentang rotasi bumi pun tidak dapat menutupi kesalahan ini31.
31

ibid.

108

Gambar 4.11 Gerhana matahari terjadi ketika bumi menghalangi cahaya matahari yang sampai ke bulan.

4.1.5. Paralaks bintang Sekarang kita akan membahas fenomena lain yang juga menjadi pertentangan antara teori geosentris dan heliosentris. Fenomena ini disebut dengan Paralaks Bintang. Paralaks bintang adalah pergeseran jarak suatu bintang yang teramati dari bumi terhadap bintang lain sebagai acuannya.

Gambar 4.12 Paralaks bintang

109

Menurut teori heliosentris

Untuk lebih jelasnya, kita lihat gambar di atas. Gambar berdasarkan pada teori heliosentris yang menyatakan paralaks bintang merupakan tanda bahwa bumi mengitari matahari. Bintang yang berwarna hijau merupakan bintang yang teramati dari bumi. Tiga buah bintang yang berwarna merah, kuning, dan biru terletak di belakang bintang yang teramati (warna hijau). Ketiga bintang itu disebut sebagai bintang latar belakang. Posisi bumi pada bulan Januari akan menyebabkan bintang hijau terlihat pada posisi antara bintang merah dan kuning. Kemudian pada bulan Juli, posisi bumi berpindah 180 derajat seperti pada gambar. Pada posisi ini, pengamat dari bumi akan melihat bintang hijau terletak antara bintang kuning dan biru. Ini merupakan paralaks bintang dari sisi teori heliosentris.

Gambar 4.13 Paralaks bintang menurut teori geosentris

Berbeda dengan teori heliosentris, menurut teori geosentris paralaks bintang bukan karena revolusi bumi mengitari matahari, tapi

110

karena pergeseran bintang itu sendiri. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di atas. Teori geosentris merupakan teori yang menyatakan bahwa matahari, planet, dan bintang-bintang lain bergerak mengelilingi bumi. Pada gambar, bumi merupakan pusat pegerakan dan matahari dan bintang bergerak mengitari bumi. Bintang yang teramati oleh pengamat dari bumi berwarna hijau, sedangkan bintang berwarna merah, kuning, dan biru terletak di belakangnya dan dijadikan sebagai acuan. Pada bulan Januari, bintang hijau yang teramati dari bumi yang diam terlihat pada posisi antara bintang merah dan kuning. Kemudian bintang ini bergerak/berpindah tempat, begitu juga dengan bintang merah, kuning, dan biru sebagai latar belakangnya. Sehingga pada bulan Juli, pengamat dari bumi akan melihat posisi bintang hijau terletak antara bintang kuning dan biru. Dalam menjelaskan fenomena paralaks bintang ini, teori geosentris dan heliosentris dianggap sama-sama mampu memberikan penjelasan yang dapat diterima. Artinya, fenomena ini tidak dapat dijadikan alasan salah satu dari kedua teori tersebut untuk menjatuhkan teori yang lain.

4.1.6. Pergerakan Mundur Planet Mars Para astronom dari pendukung teori heliosentris dan geosentris mengamati adanya pergerakan aneh yang terjadi pada planet Mars. Planet ini terlihat melakukan gerak mundur pada waktuwaktu tertentu selama bergerak pada orbitnya sepanjang tahun. Pergerakan ini disebut sebagai retograde motion. Kedua teori

111

mempunyai penjelasan yang berbeda tentang pergerakan mundur planet Mars ini. Menurut teori heliosentris, pergerakan mundur planet ini disebabkan oleh kelambatan gerak planet Mars pada orbitnya terhadap gerak bumi yang lebih cepat. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar. Pada gambar terlihat orbit Mars berada diluar orbit bumi. Posisi planet Mars terlihat lebih dahulu bergerak pada orbitnya dan berada di depan bumi(posisi 1). Pergerakan bumi pada obitnya lebih cepat dibanding gerak planet Mars pada orbitnya. Karena pergerakan bumi yang cepat dan pergerakan Mars yang lambat, maka ketika bumi mendahului planet Mars, planet tersebut terlihat seolah-olah melakukan gerak mundur ke arah yang berlawanan dengan gerak bumi (urutan posisi 3 – 4 – 5 ) pada bintang latar belakang.

112

Gambar 4.14 Fenomena pergerakan mundur planet Mars menurut teori heliosentris

Jika dilihat pada bintang latar belakang, planet Mars bergerak normal dari posisi 1 – 2 – 3, kemudian terlihat melakukan gerak mundur dari posisi 3 – 4 – 5, dan kembali bergerak normal dari posisi 5 – 6 – 7. Pergerakan ini akan terlihat seperti pada gambar.

Gambar 4.15 Pergerakan mundur planet Mars

Sedangkan menurut teori geosentris, posisi planet Mars berada dibelakang matahari jika dilihat dari bumi. Planet Mars bergerak mengelilingi bumi dengan orbit yang mengalami pergeseran setiap waktunya. Sehingga planet ini terlihat berjalan pada orbit yang berbeda. Seperti terlihat pada gambar. Perbedaan/pergeseran orbit planet Mars menyebabkan posisi planet Mars pada titik terbawah tidak sama setiap waktunya, tetapi ada pergeseran posisi. Hal inilah yang membuat planet Mars terlihat bergerak mundur (retograde motion) dari pengamat di bumi sepanjang tahun.

113

Gambar 4.14 Fenomena pergerakan mundur planet Mars menurut teori geosentris

Hal-hal diatas merupakan penjelasan atau dalil kedua teori yang bertentangan seputar gerak revolusi. Kedua teori mempunyai penjelasan sendiri terhadap fenomena yang berhubungan dengan gerak revolusi, baik revolusi bumi atau revolusi matahari. Teori geosentris menjelaskan fenomena-fenomena di atas sebagai bukti bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Sedangkan teori heliosentris mengatakan bahwa fenomena-fenomena di atas adalah bukti bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari. Namun penjelasan

114

tentang gerak revolusi di atas masih belum cukup untuk membuktikan teori manakah yang benar. Oleh karena itu, perlu diambil langkah terakhir untuk memutuskannya yaitu pembuktian tentang benar atau tidaknya gerak rotasi bumi.

4.2. Rotasi Bumi Sebelum kita membahas lebih jauh tentang rotasi bumi, sebaiknya kita mengetahui arti dari kata rotasi itu sendiri. Rotasi adalah perputaran suatu benda pada sumbunya. Rotasi bumi berarti perputaran bumi mengitari sumbunya. Kekuatan teori heliosentris terletak pada asumsi bahwa bumi berotasi. Fenomena-fenomena benda-benda langit disesuaikan dengan rotasi bumi untuk menjaga keutuhan teori heliosentris. Jika bukti-bukti eksperimen dan bukan asumsi semata tentang rotasi bumi dapat diperlihatkan, maka teori geosentris akan gagal. Tetapi jika eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan membuktikan bahwa bumi tidak berotasi, maka sudah dapat dipastikan teori heliosentris-lah yang akan mengalami keruntuhan dan hanya akan tersimpan sebagai sejarah bukan fakta.

4.2.1. Perubahan fase bulan Galileo mengajukan beberapa peristiwa alam yang dijadikannya sebagai bukti bahwa bumi berotasi. Salah satunya Galileo mengajukan fenomena penampakan fase bulan yang berbedabeda bila dilihat dari permukaan bumi. Fase bulan adalah

115

penampakkan bentuk bulan yang berbeda-beda (sabit, perbani, bulan benjol, bulan baru, dan bulan purnama) yang terlihat dari bumi. Galileo dengan teori heliosentrisnya menganggap matahari tidak bergerak atau pun berpindah tempat. Sementara itu, ia sepakat dengan teori geosentris bahwa bulan bergerak mengelilingi bumi. Supaya anggapan matahari tetap dan bulan mengelilingi bumi dapat menjelaskan perbedaan fase bulan, maka bumi harus berotasi.

Gambar 4.14 Perbedaan fase bulan menurut teori heliosentris32

32

http://www.reformation.org

116

Gambar 4.15 Macam-macam fase bulan33

Namun, ilmuwan geosentris membantah dan mengatakan sebenarnya perbedaan/selisih gerak orbital antara matahari dan bulan, dan pergerakan spiral bulan mengelilingi bumi, serta matahari mengelilingi bumi yang menyebabkan pergerakan bulan memiliki beberapa fase (tahapan), bukan karena rotasi bumi. Metode ini pun dapat menjelaskan terjadinya perbedaan fase bulan secara akurat.

Gambar 4.16 Pergerakan spiral matahari

Kemudian Galileo mencoba mengamati gejala atau fenomena lain yang ada di angkasa. Namun belum menemukan bukti lanjut untuk teorinya. Para penganut geosentris mengatakan jika bumi berotasi maka bulan akan tertinggal sehingga pergantian malam akan menjadi tidak teratur di seluruh permukaan bumi.

33

http://www.media-skytonight.com

117

4.2.2 Pergantian siang dan malam Menurut teori heliosentris, salah satu akibat yang jelas dari rotasi bumi adalah terjadinya pergantian siang dan malam. Belahan bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang dan belahan bumi yang tidak terkena sinar matahari mengalami malam. Pada kenyataannya, berbagai negara atau wilayah di seluruh bagian bumi mengalami siang dan malam secara bergantian. Sementara teori heliosentris menganggap matahari tetap/tidak bergerak, dan supaya kenyataan ini dapat dijelaskan dengan teori heliosentris, maka sekali lagi bumi harus berotasi.

Gambar 4.17 Pergantian siang dan malam kerena rotasi bumi menurut teori heliosentris

Profesor Gerardus Bouw mengatakan bahwa para astronom penganut heliosentris sangat melebih-lebihkan ukuran alam semesta. Hal serupa juga dikatakan oleh Marshall Hall dan beberapa ilmuwan lainnya. Mereka membuat ukuran jarak matahari ke bumi terlalu besar sehingga dengan ukuran tersebut tidak mungkin matahari dapat mengelilingi bumi dalam waktu 24 jam. Para ilmuwan Yunani mengukur jarak matahari ke bumi hanya sebesar 3.000.000 mil atau

118

4.8282.032 km. Nilai ini pun sesuai dengan pengukuran Ptolemy dan Al-Battani (astronom termasyhur). Bahkan Copernicus sendiri mendapatkan nilai ini melalui perhitungannya sendiri sebagaimana yang ia tulis dalam buku yang berjudul On The Revolutions of The Heavenly Spheres. Dengan demikian, perhitungan ini menyatakan bahwa pergantian siang dan malam disebabkan matahari mengelilingi bumi. Walhasil teori geosentris juga dapat dengan tepat menjelaskan peristiwa pergantian malam dan siang.

Gambar 4.18 Pergantian siang dan malam menurut teori geosentris

Hal-hal di atas merupakan sedikit gambaran penjelasan kedua teori, geosentris dan heliosentris, dalam menjawab fenomenafenomena yang terjadi di alam semesta. Tetapi, ilmu pengetahuan termasuk astronomi bukan hanya sebuah teori atau asumsi yang dapat diterima begitu saja tanpa adanya sebuah penelitian/eksperimen yang dilakukan untuk menguji teori tersebut. Berikut di bawah ini adalah beberapa bukti hasil penelitian yang dapat membantu untuk mengetahui teori mana yang memiliki kebenaran yang nyata.

119

4.2.3 Kepler membungkam Galileo Galileo mengatakan bahwa bukti yang paling kuat untuk rotasi bumi yaitu peristiwa pasang air laut. Peristiwa pasang air laut adalah keadaan pada waktu tertentu dimana permukaan air laut mengalami kenaikan. Galileo mengamati fenomena tersebut dan tertarik untuk menelitinya. Kemudian ia mengumumkan bahwa peristiwa pasang air laut merupakan bukti yang paling kuat dan tak terbantahkan yang membuktikan bahwa bumi berotasi. Ia menuliskan hal tersebut dalam buku berjudul Dialogue ; “ Sekarang, ini (rotasi bumi) adalah hal yang paling dasar dan efektif yang menyebabkan terjadinya pasang air laut. Tetapi banyak peristiwa khusus yang bervariasi teramati pada waktu dan tempat berbeda. Hal ini harus bergantung pada bermacam-macam penyebab yang bersamaan, dan semua harus memiliki beberapa hubungan dengan penyebab utamanya. Maka urusan kita selanjutnya adalah membawa dan menguji fenomena yang berbeda yang mana yang merupakan penyebab dari efek yang bermacam-macam tersebut”. (Galileo, Dialogue, p.428)34. Tentu saja pernyataan Galileo tersebut mengundang banyak perhatian para ilmuwan lainnya, tak terkecuali Johannes Kepler. Penelitian pun segera dilakukan oleh Kepler untuk mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya peristiwa pasang air laut tersebut. Setelah melalui penelitian yang seksama, ternyata Kepler menyimpulkan bahwa peristiwa pasang air laut bukan disebabkan
34

http://www.fixedearth.com

120

oleh adanya rotasi. Melainkan karena adanya gravitasi bulan yang cukup kuat pada saat posisi bulan lebih dekat dengan bumi. Bukti ini telah mematahkan argumen Galileo tentang teori heliosentrisnya. Namun, Galileo tetap menolak bukti yang diajukan oleh Kepler tersebut. Karena peristiwa pasang air laut merupakan argumen terakhir yang dianggap paling kuat yang dimilikinya. Kebenaran Kepler dalam membuktikan fenomena pasang air laut ini sudah menjadi rahasia umum.

Gambar 4.19 Gravitasi bulan menyebabkan terjadinya fenomena pasang air laut

4.2.4 Meriam Bertha Marshal Hall berkata dalam bukunya yang berjudul ‘Earth is Not Moving” menyatakan ; “ Jika bumi memang berotasi, maka seharusnya ada efek koriolis yang sangat berpengaruh terhadap semua pergerakan benda-benda yang ada35 ”. Efek koriolis pada
35

efek koriolis adalah sebuah gaya yang mempengaruhi pergerakan benda di bumi diakibatkan oleh rotasi bumi.

121

benda-benda tersebut sangat bervariasi. Ada yang menyebabkan benda yang sedang bergerak mengalami penyimpangan arah yang terlihat jelas, ada juga benda bergerak yang tak terlihat penyimpangan arahnya. Jika sebuah proyektil/peluru ditembakkan pada jarak cukup jauh ke sebuah tempat, sehingga sangat terpengaruh efek koriolis. Maka proyektil tersebut akan jatuh menyimpang dari tempat tujuan tersebut karena adanya efek koriolis itu.

Gambar 4.20 Pada Perang Dunia I, penyimpangan peluru meriam Bertha seharusnya terjadi jika bumi berotasi. Tapi kenyataannya hal ini tidak terjadi36.

36

http://www.fixedearth.com

122

Pada Perang Dunia I, sebuah meriam besar yang terkenal dengan nama meriam Bertha ditembakkan dengan arah tujuan ke kota Paris. Jarak yang dilalui peluru meriam tersebut cukup jauh, sehingga efek koriolis akan jelas terlihat. Dan karena jarak yang dilaluinya cukup jauh, maka peluru meriam tersebut menempuh waktu yang cukup lama sehingga ada waktu yang cukup untuk mengamati efek koriolis. Marshall Hall melanjutkan penjelasan dalam bukunya ; “ Berdasarkan perhitungan, jika bumi memang berotasi, maka peluru meriam yang bergerak dengan kecepatan cukup besar itu akan jatuh menyimpang sebesar 1o dari sudut awal atau sejauh 1 mil dari tempat tujuannya. Sebuah penyimpangan yang seharusnya dapat jelas terlihat. Tapi ternyata hal itu tidak terjadi dan kenyataan ini menunjukkan bahwa bumi tidak berotasi. Udara terdiri dari banyak molekul gas yang memiliki kecepatan dan energi gerak yang berbeda. Sehingga tak bisa dikatakan bahwa atmosfer juga ikut berotasi untuk membenarkan peristiwa meriam Bertha tersebut.

4.2.5 Pendulum Foucault Foucault adalah seseorang yang pernah melakukan percobaan pendulum di kota Paris pada tahun 1851. Banyak astronom yang menganggap percobaan pendulum Foucault berputar merupakan bukti bahwa bumi pada porosnya atau berotasi.

Leon Foucault (1819-1868).

Padahal hingga tahun 1851, tidak ada satu pun ilmuwan yang dapat memberikan bukti

123

yang tepat dan kuat bahwa bumi berotasi, termasuk Copernicus, Galileo, dan Kepler. Hal ini membuat organisasi rahasia Jesuits merasa putus asa sampai mereka bertemu dengan Leon Foucault dengan alat percobaanya37. Pendulum tersebut diletakkan pada suatu tempat dalam posisi tergantung. Pendulum tersebut tidak diletakkan dalam ruang hampa udara, sehingga pengaruh gesekan udara harus sangat diperhitungkan. Percobaan tersebut dilakukan di Gereja Pantheon di Paris. Foucault mengundang Komunitas Kelimuwan Perancis untuk turut menyaksikannya. Di depan alat tersebut tertulis “COME SEE THE PROOF THAT THE EARTH IS TURNING!!” ( DATANG DAN LIHATLAH BUKTI BAHWA BUMI BERPUTAR!!) dengan tulisan besar. Pendulum tersebut digerakkan dari posisi diamnya sehingga berayun. Ternyata arah ayunan tersebut tidak lurus dan mengalami pergeseran sedikit terhadap gerak tetap yang dilakukannya. Foucault menganggap bahwa gerak pendulum tersebut disebabkan oleh rotasi bumi dan dengan sangat yakin mengatakan hal ini sebagai bukti bahwa bumi berotasi. Komunitas Keilmuwan Perancis sangat kesal dengan kebodohan yang dilakukan Foucault tersebut. Tentu saja pergerakan atau perubahan gerak pendulum tersebut disebabkan oleh pengaruh udara sekitar bukan karena rotasi bumi. Pendulum tersebut terkena pengaruh gesekan udara yang cukup besar karena tidak diletakkan dalam ruang hampa udara. Atas kejadian tersebut, Komunitas Kelimuwan Perancis menolak Leon Foucault menjadi anggota Akademisi Perancis.
37

Jesuits adalah salah satu kelompok terselubung Yahudi yang ikut serta dalam rencana besar Yahudi yaitu Tatanan Dunia Baru.

124

Gambar 4.21 Aksi pertunjukkan Pendulum Foucault untuk membuktikan bahwa bumi berotasi38

4.3. Bukti Terbaru Titik kekuatan dari berbagai asumsi teori heliosentris terletak pada rotasi bumi. Artinya jika rotasi bumi ini tidak terbukti, maka semua penjelasan teori heliosentris tentang alam semesta akan segera runtuh. Selain Professor Gerardus Bouw, Ph.D dan Marshall Hall banyak astronom lainnya yang telah berhasil membuktikan kesalahan teori heliosentris dengan hasil penelitian barunya. Diantaranya yaitu Dr. Neville Thomas Jones, Ph.D., D.I.C., M.Sc.(Phys), M.Sc.(Comp), B.Sc.(Hons), M.Inst.P. Ia banyak melakukan penelitian di Laboratorium Clarendon, Universitas Oxford, yang terletak di negara Inggris. Ia juga bekerjasama dengan Steven Jones, seorang ahli astronom lainnya, dibeberapa penilitiannya. Dr. Jones mengeluarkan beberapa hasil penelitiannya heliosentris yaitu ; sebagai bukti kegagalan teori

38

http://www.reformation.org

125

1. Jejak Bintang Dr. Neville Jones dan Steven Jones mencoba mengamati langit sebelah utara Skotlandia. Ia ingin mengetahui apakah bumi benarbenar berotasi atau tidak. Ia meneliti jejak bintang pada langit tersebut dan didapatkan foto jejak bintang sebagai berikut.

Gambar 4.25 Jejak bintang yang terlihat selama 20 menit direkam pada tanggal 8 September 2004 tengah malam. Foto ini diambil di Hill O' Many Stanes in Caithness, Skotlandia sebelah utara, menggunakan Zenit 11 35-mm SLR, Helios 58-mm, lensa f2. (Copyright © 2004 Steven Jones.)
39

Setelah melalui analisa yang panjang dari data-data yang juga mereka dapatkan selain foto di atas. Maka Dr. Neville Jones dan Steven Jones mengatakan bahwa dari pergerakan bintang yang
39

http://www.geocentricperspective.com

126

melingkar tersebut dan data-data lain yang berhubungan dengannya dapat diambil poin-poin penting; Asumsi-asumsi (anggapan) yang mendasari teori heliosentris sangat berlawanan dengan data yang diamati. Pergerakan tahunan bintang-bintang di sekitar kutub tidak menunjukkan adanya rotasi bumi. Kutub langit yang berhubungan erat dengan sumbu bumi tidak pernah bergerak. Ini menjadi bukti bahwa bumi tidak pernah berotasi. Kemudian Dr. Neville Jones menyimpulkan; “ Oleh karena itu, dapat disimpulkan, bumi tidak bergerak mengelilingi matahari dan tidak berputar terhadap sumbunya (rotasi). Kenyataan tersebut, bersamaan dengan kebanyakan dari penelitian astronomi menunjukkan sebuah penyebaran yangmerata dari benda-benda di sekitar bumi, membuktikan dengan jelas, tanpa perlu analisa matematika yang rumit, bahwa kosmos dapat secara sederhana diteliti dan ditarik kesimpulan kepada Geosentris, arti yang sebenarnya dari bumi ini”.40 2. Gaya pulih (restored force) Secara singkatnya, Dr. Neville Jones menjelaskan jika bumi berotasi, maka harus diasumsikan/dianggap bahwa atmosfer bumi juga harus berotasi mengikuti bumi. Dan kita tahu bahwa di atmosfer banyak terdapat molekul udara yang mempunyai kecepatan dan
40

http://www.geocentricperspective.com

127

energi yang berbeda-beda. Tidak semua molekul dapat dengan mudah mengikuti gerak rotasi bumi. Namun jika ini dipaksakan (anggapan bahwa atmosfer berotasi bersama bumi), maka kita akan sangat sulit melakukan gerak berlawanan dengan arah rotasi bumi. Dan ini tidak sesuai dengan kenyataan. Orang-orang penganut teori heliosentris menganggap bahwa gerak berlawanan dengan arah rotasi bumi dapat dengan mudah dilakukan karena adanya gaya pulih. Tetapi berdasarkan penelitian yang terpercaya ternyata gaya pulih yang diasumsikan tersebut tidak pernah terbukti. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bumi tidak pernah berotasi. Dengan demikian teori helisentris telah gagal. Fisikawan terpercaya, Lincoln Barnett berkata, “ Tidak ada eksperimen fisika yang pernah membuktikan bahwa bumi secara aktual berada dalam pergerakan”. Hendrik Lorentz, seorang fisikawan lainnya juga berkata, “ Segala sesuatunya telah menunjukkan bahwa bumi dalam keadaan diam”. Robert Sungenis Ph.D dan Robert Bennett Ph.D, dalam karya ilmiahnya pada tahun 2005 yang berjudul Galileo was Wrong menunjukkan bahwa41; 1. Setahun sebelum menemui kematian, Galileo membuang keyakinannya tentang teori heliosentris. 2. Hasil penelitian melalui teleskop menunjukkan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta. 3. Teori heliosentris Copernicus menggunakan sistem episiklus yang lebih banyak dari Ptolemy. Padahal tujuan Copernicus menyusun teori heliosentris adalah untuk menyederhanakan teori geosentris yang banyak menggunakan sistem episiklus.

41

http://www.galileowaswrong.com

128

4. Sejumlah eksperimen menunjukkan bahwa bumi berdiri diam dalam alam semesta. 5. Ilmuwan terkenal seperti Mach, Hubble, Hoyle, dan Stephen Hawking mengakui kebenaran teori geosentris. 6. Stellar Paralax tidak mampu membuktikan kebenaran teori heliosentris. 7. Badan Antariksa Amerika, NASA, menggunakan mekanika geosentris untuk mengorbitkan satelitnya. Eksperimen yang dilakukan oleh E. Muscart pada tahun 1872 juga membuktikan bahwa bumi tidak bergerak. Hal ini diikuti oleh hasil eksperimen yang dilakukan oleh Theodore de Coudres pada tahun 1889 dan experiments Touton-Noble pada 1903 telah jelas memberikan bukti bahwa bumi tidak bergerak. 3. Bencana "Tsunami" Salah satu bukti yang dikeluarkan oleh para ilmuwan geosentris adalah peristiwa yang terjadi belum lama ini. Sebuah peristiwa bencana besar tak terlupakan yang terkenal dengan nama "tsunami". Bencana tsunami paling besar terjadi di wilayah Indonesia, tepatnya Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 dan telah berhasil menewaskan ratusan ribu manusia. Tetapi bagi para ilmuwan ada hal yang lebih penting dari sekedar terjadinya bencana alam. Ada suatu hal yang lebih penting diperhatikan dibalik peristiwa bencana tsunami tersebut. Menurut ahli geofisika Amerika Serikat, peristiwa bencana alam tsunami menyebabkan bumi berotasi lebih cepat 3 mikro detik sebagaimana dikatakan para peneliti di Laboratorium Jet NASA,

129

California. Para peneliti tersebut mengatakan bahwa perubahan rotasi yang lebih cepat 3 mikro detik berarti memperpendek periode rotasi 3 mikro detik. Perubahan ini terjadi karena adanya pergeseran massa di pusat bumi pada saat lempengan tektonik Samudra Hindia mendesak lempengan benua Eurasia. Richard Gross dan para peneliti NASA juga menyatakan bahwa gempa tsunami menggoyang Bumi di sumbunya dan akibat dari sentakan gempa tersebut kemiringan posisi bumi bertambah 2,5 centimeter. Berdasarkan kesimpulan semua ilmuwan, apapun ideologinya, perpendekan atau perpanjangan periode rotasi dan pertambahan kemiringan posisi bumi akan menyebabkan sebuah perubahan yang meskipun kecil , tetapi kita dapat merasakannya. Periode rotasi yang lebih lama dari biasanya akan mengakibatkan perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar. Dan periode yang lebih cepat dari biasanya membuat kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi. Salah satu dari kedua efek akibat perubahan periode rotasi tersebut harusnya dapat kita rasakan, tetapi pada kenyataannya tidak. Hal ini menyisakan sebuah tanda Tanya besar apakah bumi memang benar-benar berotasi ?.

130

BAB V

ALLAH YANG MAHA TAHU

5.1. Alam

Semesta Menurut Al-Qur'an

Semua manusia kecuali orang-orang atheis (tidak ber-Tuhan) percaya bahwa alam semesta ini ada yang menciptakan. Ada sebuah kekuatan tunggal yang bersifat Maha Kuasa atas segala sesuatu. Serendah-rendah pemikiran atau logika seseorang pasti mengakui adanya Tuhan Yang Tunggal Yang Maha Kuasa. Jika ada orang-orang yang tidak ber-Tuhan dan mengakui Tuhan lebih dari satu, maka sebenarnya ia tidak memakai logika dan menerima keyakinan hanya sebagai doktrin belaka. Dan sebaik-baik pencipta hanyalah Allah SWT dan tidak ada agama yang benar kecuali Islam. Dan sebenarbenar utusan adalah Rosulullah SAW. Dalam menjelaskan awal mula alam semesta, pusat alam semesta, serta sistem tata surya Al-Qur'an punya cara sendiri dalam menjelaskannya. Tentang kebenaran Al-Qur'an sudah tidak diragukan lagi. Semua isi Al-Qur'an telah nyata kebenarannya. Dan yang sering

131

membuat kita tersesat adalah penafsiran yang salah terhadap ayatayat Al-Qur'an. Sering kali ketika ada penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagian besar umat Islam menghubungkannya dengan Al-Qur'an. Tidak hanya itu, mereka mencoba mencari dalil bahkan terkesan memaksakan hanya untuk membenarkan penemuan baru tersebut. Sehingga yang terjadi adalah kita membuat kebenaran Al-Qur'an mengikuti kebenaran ilmu pengetahuan. Padahal ilmu pengetahuan seharusnya mengikuti kebenaran Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an memiliki kebenaran yang mutlak dan tidak bisa disangkal. Contoh mengenai hal ini sudah banyak terjadi. Memang Al-Qur'an bukanlah kitab ilmu pengetahuan yang harus mengandung semua teori tentang alam semesta. Tetapi AlQur'an telah menginspirasikan berbagai penemuan ilmiah. Jika Allah menerangkan tentang ilmu pengetahuan alam semesta dalam AlQur'an yang tidak terlalu sulit dianalisa oleh akal manusia, maka sudah pasti Allah akan menerangkan yang lebih sulit diterima oleh akal manusia. Dan Allah menerangkan hal yang sulit ini dengan bahasa yang mudah dimengerti misalnya tentang awal mula terbentuknya alam semesta dan tentang pergerakan benda-benda langit. Untuk mengetahui tentang alam semesta yang dijelaskan AlQur'an, maka kita harus membebaskan pikiran kita dari semua teori mulai dari teori Nebula hingga teori Big Bang, termasuk teori geosentris dan heliosentris supaya kita dapat mengetahui secara obyektif tentang alam semesta yang dinyatakan oleh Al-Qur'an. Pertama kali, Al-Qur'an menjawab misteri tentang awal mula terbentuknya alam semesta. Allah SWT berfirman;

132

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?".(Q.S. Al-Anbiya : 30) Ayat ini membantah semua teori yang menyatakan bahwa alam semesta terbentuk dari gas termasuk teori Big Bang. Karena hasil dari teori Big Bang menyimpulkan benda langit yang pertama kali diciptakan adalah matahari, bukan bumi. Ayat ini menjelaskan bahwa alam semesta tercipta dari suatu bentuk bulat yang satu. Bentuk yang satu ini belum dapat dikatakan bumi atau langit. Kemudian bagian luar dari bentuk yang satu ini dipisahkan dari intinya. Bagian inti yang terpisah merupakan cikal bakal bumi kita sekarang ini. Sedangkan bagian luar yang dipisahkan dari bagian inti merupakan cikal bakal langit yang sekarang ini. Setelah pemisahan ini dilakukan, cikal bakal langit masih berupa asap yang mengelilingi seluruh permukaan cikal bakal bumi. Sedangkan cikal bakal bumi masih seperti planet yang gundul tanpa makhluk hidup.

Gambar 65. Penciptaan alam semesta berasal dari bumi dan langit yang satu padu.

133

Sebelum memulai penciptaan langit yang masih berupa asap itu, Allah SWT menyempurnakan penciptaan bumi. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an ;

"Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam". Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. dia memberkahinya dan dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Fushilat : 9 – 12 ) Pada ayat 9 surat Fushilat di atas dijelaskan bahwa penciptaan bumi dari cikal bakal bumi memerlukan waktu selama 2 masa. Kemudian Allah menyempurnakan pembentukan bumi dengan menancapkan gunung-gunung, mengalirkan air, hingga menentukan kadar makanan bagi semua penghuni bumi. Penancapan gunung-gunung pada bumi sangat diperlukan untuk mencegah bumi agar tidak goncang pada saat

134

penciptaan terjadi. Sebagaimana yang dikabarkan Allah dalam AlQur'an surat An-Naziat ayat 32; " Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh ". (Q.S. AnNaziat : 32) Dan juga pada surat An-Nahl ayat 15; "Dan dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk". ( Q.S. An-Nahl : 15) Setelah pembentukan bumi selesai, maka kemudian Allah beralih kepada penciptaan langit yang ketika itu masih berupa asap. Kemudian asap ini ditarik sehingga membentuk langit dengan tujuh lapis. Firman Allah SWT; "Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" (Q.S. Al-Mulk : 3)

Dan juga Firman Allah dalam surat AL-Baqoroh ayat 29; "Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh

135

langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu".(Q.S. Al-Baqoroh ayat : 29) Allah SWT menjadikan bumi dalam dua masa, sebagaimana dijelaskan dalam surat Fushilat ayat 9. Seluruh penciptaan langit dan bumi memerlukan waktu selama 6 masa. Firman Allah dalam surat Al-'Araf ayat 54; "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam". (Q.S. Al-A'raaf : 54) Jika Allah menjelaskan penciptaan langit dan bumi dalam 6 masa. Kemudian menciptakan bumi dalam 2 masa dan langit dalam 2 masa. Maka kita dapat menghitung waktu penyempurnaan pembentukan bumi yaitu selama 2 masa (6 masa dikurangi 4 masa). Sehingga ayat 10 dalam surat Fushilat merupakan pembentukan bumi dari awal hingga sempurna yang menempuh waktu selama 4 masa. Semua penjelasan di atas telah membantah semua teori yang mengatakan bahwa alam semesta berasal dari gas/asap ataupun semacamnya. Karena asap ada setelah adanya bumi. Dalam tafsir Ibnu Katsir dinyatakan bahwa langit yang masih berupa asap itu merupakan uap yang berasal dari air yang ada dibumi. Karena pembentukan dan penyempurnaan bumi termasuk mengalirkan air

136

yang ada padanya. Setelah itu barulah langit yang masih berupa asap dibentuk. Dari penjelasan Al-Qur'an ini pula kita mendapat informasi yang sangat penting yaitu bumi sebagai pusat alam semesta. Sebagian astronom pada masa kejayaan Islam mengatakan bahwa alam semesta terbentuk dari air, karena bumi yang merupakan pusat atau inti alam semesta sebagian besar terdiri dari air. Memang tidak ada ayat yang menyatakan secara jelas bahwa alam semesta terbuat dari setetes air. Tetapi dari ayat-ayat mengenai penciptaan alam semesta, para ulama dan sebagian besar astronom Islam menarik kesimpulan bahwa alam semesta tercipta dari air. Seperti Firman Allah dalam surat An-Naziat ayat 31 dan 32; " Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya ".( Q.S. An-Naziat : 31 – 32 ) Kata "memancarkan" atau "mengeluarkan" dari suatu tempat. Air dikeluarkan dari dalam bumi yang berarti air telah ada sebelum lapisan-lapisan padat bumi ada. Dalam surat Al-Anbiya ayat 30 juga diterangkan bahwa air merupakan sumber dari kehidupan alam semesta; "……Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ". (Q.S. Al-Anbiya 30) Di atas telah diterangkan bagaimana Allah menciptakan dan menegakkan langit sehingga menjadi kokoh. Ada sebagian besar umat Islam yang percaya pada teori Big Bang yang menyatakan bahwa alam

137

semesta khususnya langit mengembang. Ini merupakan suatu kekeliruan yang nyata. Karena sebenarnya, setelah Allah menciptakan langit dalam tujuh lapis maka Allah menahannya dan menghentikan langit. Memang efek dari pemisahan langit dari bumi adalah menjauhnya langit dari bumi atau dengan kata lain " langit mengembang ". Sebagaimana Firman Allah dalam surat Az-Zariyat ayat 47; " Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan Sesungguhnya kami benar-benar meluaskannya ". (Q.S. Az-Zariyat : 47) Sebagian besar umat Islam berdalih dengan ayat ini untuk mendukung teori Big Bang yang menyatakan bahwa alam semesta terus mengembang. Bahkan diantara mereka ada yang bergelar ulama. Kata terjemahan " meluaskannya " sering diartikan sebagai bentuk alam semesta yang "terus mengembang". Padahal pengembangan/perluasan langit ini hanya terjadi pada waktu langit dipisahkan dari bumi dan membentuk tujuh lapis. Allah menahan langit hingga berhenti dan tidak terus mengembang seperti apa yang dikatakan teori Big Bang. Sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam Al-Qur'an surat Ar-Ruum ayat 25; " Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berhentinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur) ". (Q.S. Ar-Ruum : 25)

138

Kata ‫ " " القيام‬pada ayat ini berarti "berhenti" seperti yang terdapat dalam surat Al-Baqoroh ayat 20; " Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu ". (Q.S. Al-Baqoroh : 20) Akhirnya, bumi yang sempurna dan langit yang kokoh telah terbentuk. Lalu bagaimana dengan penciptaan benda-benda langit selain bumi yang mengisi dan menghiasi langit yang kita lihat. Allah berfirman dalam surat Fushilat ayat 12; "Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahu"i.(Q.S. Fushilat : 12) Dalam ayat diatas Allah SWT menerangkan kepada kita bahwa setelah menciptakan tujuh lapis langit, Ia mengisi dan menghiasi langit pertama (langit yang terdekat dengan kita) dengan berbagai benda langit seperti bintang (termasuk matahari), planet, satelit alami (termasuk bulan), meteorit, asteroid, dan benda langit lainnya. Apakah Allah menciptakan benda-benda langit dengan penciptaan langsung, dari ada menjadi ada seperti teori dualistik alam semesta

139

(teori yang menyatakan bahwa bumi dan matahari berasal dari induk yang berbeda). Ataukah melalui proses yang merupakan sisa dari pemisahan bumi dan langit seperti teori monistik alam semesta (teori yang menyatakan bahwa bumi dan matahari berasal dari satu kesatuan). Untuk hal ini sebaiknya kita diam hingga terlihat jelas kebenarannya bagi kita. Melalui penciptaan langsung atau melalui proses, yang jelas Allah Maha Kuasa melakukan salah satu dari itu, bahkan kedua-duanya secara bersamaan. Kemudian Allah mengatur matahari dan bulan untuk mengelilingi bumi dengan orbit, jarak, dan periode yang telah ditentukan, karena bumi merupakan pusat alam semesta. Tidak mungkin pusat alam semesta mengitari benda langit yang bukan pusat alam semesta. Perputaran roda merupakan contoh dari hal ini. Pada roda yang berputar bagian pinggir roda selalu bergerak mengitari pusat roda, dan tidak mungkin bagi pusat roda mengitari bagian pinggir roda. Hal ini membantah teori heliosentris yang menyatakan bahwa matahari diam dan bumi yang bergerak mengitari matahari. Sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur'an surat Yasin ayat 40; "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya". (Q.S.Yasin : 40) Matahari dan bulan beredar pada orbitnya untuk mengelilingi bumi. Peredaran matahari dan bulan pada orbitnya memerlukan waktu. Bulan memerlukan waktu mengitari bumi seperti yang dijelaskan dalam surat Yasin ayat 39;

140

"Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua". (Q.S. Yasin : 39)

Gambar 66. Manzilah-manzilah perjalanan bulan

Ini merupakan siklus perjalanan bulan mengitari bumi. Pada awal penanggalan Komariah, bulan berbentuk bulan baru (tidak terlihat apa karena tampak bagian belakang bulan) kemudian terus berubah sehingga pada pertengahan bulan, bulan berbentuk bulat sempurna (disebut bulan purnama) dan akhir bulan komariah, bulan membentuk seperti tandan yang tua dan kemudian kembali menjadi bulan baru yang gelap. Sedangkan matahari beredar mengorbit bumi dalam waktu sekitar 24 jam. Mungkin sebagian orang meragukan hal ini dengan alasan tidak mungkin matahari mengitari bumi dalam waktu 24 jam dengan jarak yang sangat jauh seperti yang dihitung oleh NASA. Perhitungan yang dilakukan oleh ilmuwan Yunani, ilmuwan dan astronom muslim, serta Copernicus sendiri memungkinkan matahari mengitari bumi dalam waktu 24 jam. Copernicus menghitung jarak

141

matahari ke bumi sejauh 3.000.000 mil atau 4.8282.032 km sebagaimana yang ditulis dalam bukunya yang berjudul On The Revolutions of The Heavenly Spheres. Dengan jarak ini matahari dapat mengitari matahari dalam waktu 24 jam.

Gambar 67. Pergerakan Matahari dan Bulan mengelilingi Bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam.

Allah menerangkan dalam surat Az-Zumar ayat 5 bahwa matahari dan bulan berjalan pada orbitnya memerlukan waktu.

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". (Q.S. Az-Zumar : 5)

142

Kemudian bagaimana dengan pergantian musim yang ada di berbagai Negara. Teori Al-Qur'an atau teori geosentris menjelaskan pergantian musim di berbagai belahan bumi terjadi karena pergerakan spiral tahunan matahari dalam perjalanannya mengelilingi bumi.

Gambar 68. Pergerakan spiral matahari

Pergerakan spiral inilah yang dimaksud oleh Ibnu Abbas dalam menafsirkan surat Al-Anbiya ayat 33; " Dan dialah yang Telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya ". (Q.S. Al-Anbiya : 33) Dalam menafsirkan ayat ini Ibnu Abbas berkata; " Maksudnya adalah berputar seperti alat tenun yang berbentuk bulat ". Dan perputaran alat tenun tersebut merupakan perputaran yang berbentuk spiral.

143

Allah telah menerangkan tentang penciptaan alam semesta dimana dahulu langit dan bumi menjadi satu sehingga bumi menjadi pusat alam semesta. Kemudian dampak logika dari bumi sebagai pusat alam semesta, maka matahari dan bulan bergerak mengitari bumi. Dan dampak dari perputaran matahari dan bulan mengelilingi bumi adalah bumi diam atau tidak berotasi. Karena jika matahari dan bulan berevolusi terhadap bumi serta bumi berotasi, maka ini tidak akan mampu menjelaskan fenomena pergantian siang dan malam. Dan juga tidak akan terjadi yang namanya pergantian musim di berbagai belahan dunia seperti sekarang ini. Oleh karena itu, Allah pun menjelaskan bahwa bumi diam dan tidak berotasi sebagai ketentuan ilmiah yang benar. Tidak mungkin Allah tidak tahu tentang semua pergerakan makhluk yang diciptanya. Sebenarnya penjelasan Allah dalam Al-Qur'an tentang masalah yang diperdebatkan ini sudah jelas bagi orang-orang yang beriman. Bagi orang-orang kafir tidak ada keharusan bagi mereka untuk mempercayai penjelasan Al-Qur'an ini. Sedangkan bagi orang-orang Islam, semoga Allah memberi hidayah kepada mereka. Karena haram hukumnya bagi seorang muslim menerima kebenaran sebagian ayat Al-Qur'an dan menolak sebagian yang lain. Wallahu'alam bishowab.

5.2. Pandangan Astronom Muslim Banyak di kalangan umat Islam yang telah terdoktrin dengan pemikiran barat tentang teori heliosentris. Ketika mereka menerima keterangan ulama perihal ayat-ayat di atas, ia menyangkal bahkan mengatakan bahwa ulama tersebut bukan seorang astronom jadi

144

penafsirannya tidak dapat diterima. Ini sungguh-sungguh suatu kesalahan dan kebodohan yang nyata. Tahukan Anda bahwa Rasulullah SAW tidak dapat membaca dan menulis. Lalu apakah kita akan menolak kebenaran Al-Qur’an yang telah terbukti karena Rasulullah SAW tuna aksara. Kalau begitu cara berpikirnya, maka orang tersebut sangat salah. Al-Qur’an diturunkan Allah kepada Rasulullah yang ummi (tidak bisa baca tulis) adalah sebagai bukti nyata bahwa Al-Qur’an benar-benar dari Allah SWT, bukan buatan atau hasil tulisan apalagi hasil pemikiran Muhammad SAW. Kalau begitu baiklah, kita akan menelusuri ulama sekaligus ilmuwan, atau paling tidak seorang ilmuwan dan astronom muslim. Untuk itu kita harus kilas balik ke zaman keemasan Islam seperti yang saya jelaskan sedikit pada bab satu. Dari semua literatur yang ada, tidak satu pun dari ilmuwan dan astronom muslim yang menyatakan dan mendukung teoi heliosentris. Bahkan pada saat itu, ada juga ilmuwan astronom yang bukan muslim seperti Nasrani dan Yahudi. Tetapi semua astronom sepakat bahwa yang benar adalah teori geosentris. Dari Al-Zarqali hingga Khawarizmi semua yakin bahwa matahari-lah yang mengelilingi bumi, bukan sebaliknya42. Copernicus sendiri pada mulanya belajar dari buku-buku karangan ilmuwan dan astronom muslim. Dan ia sama sekali tidak pernah menyatakan bahwa teori geosentris memiliki kesalahan. Kerja yang dilakukan Coprnicus bukanlah memperbaiki kesalahan yang ada pada teori geosentris. Tetapi ia hanya mencoba membuat suatu model
42

Sangat disayangkan buku-buku iptek para ilmuwan Islam telah lepas dari tangan kita. Sebagian manuskrip dan buku-buku karya ilmuwan Islam tercecer dimanamana. Bahkan sebagian besar telah lenyap. Karya-karya ilmiah ada yang tersimpan di Vatikan, Spanyol, Belanda, dan negara-negara non-muslim lainnya. Irak merupakan satu-satunya negara Islam yang masih menyimpan beberapa karya ilmiah ilmuwan Islam. namun, kini negeri tersebut telah hancur oleh kaki tangan Yahudi.

145

alam semesta yang dianggapnya lebih sederhana, dan ini dimaklumi oleh sebagian ilmuwan. Seperti yang dikatakan seorang ilmuwan besar, Sir Fred Hoyle, " Perbedaan antara teori heliosentris dan geosentris hanyalah perbedaan sudut pandang yang relative. Dan perbedaan tersebut bukan merupakan hal yang penting dalam dunia Fisika. Kita tidak dapat mengatakan teori heliosentris adalah benar atau teori geosentris adalah benar dalam akal sehat. Secara ilmu Fisika, kedua teori adalah ekuivalen satu dengan yang lainnya ". Teori geosentris ini tidak hanya terdapat dalam Al-Qur’an, umat-umat terdahulu yang masih murni agamanya baik Yahudi maupun Nasrani percaya bahwa bumi tidak bergerak dan matahari-lah yang berputar mengelilingi bumi. Sebagian besar ulama dan astronom muslim mengatakan bahwa orang-orang yang percaya pada teori heliosentris merupakan orang-orang yang tidak mendapat petunjuk dari Allah SWT. Saat ini para astronom Kristen yang berpegang pada kitab Injil dan sebagian astronom Yahudi juga menyatakan bahwa teori geosentris merupakan teori yang benar. Para astronom yang masih mengakui agamanya, berpegang pada teori geosentris. Bahkan mereka mengatakan bahwa teori heliosentris adalah teori orang yang tidak ber-Tuhan. Karena teori ini dipelopori oleh orang-orang yang tidak ber-Tuhan. Secara identitas memang mereka tercatat memiliki suatu agama, baik Katolik, Protestan, maupun Yahudi. Tetapi sebenarnya mereka tidak meyakini apa yang dikatakan Tuhan. Lalu tahukah Anda apa pendapat warga Amerika Serikat tentang kedua teori ini. Teori manakah yang dipilih oleh sebagian warga negara yang katanya Superpower ini. Dan kebanyakan dari mereka lebih percaya pada ilmu pengetahuan atau sains dibanding

146

kepada Tuhan. Informasi tentang sains atau ilmu pengetahuan telah memasyarakat di sana. Pernah suatu ketika seorang tunawisma/gelandangan ditanya “ Apakah kamu percaya kepada Tuhan ?”. Maka gelandangan tersebut dengan tegas dan yakin berkata ; “ Saya tidak percaya Tuhan, saya percaya kepada sains”. Lalu tahukah anda apa pendapat sebagian warga negara adidaya ini. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan, didapatkan sebanyak 46% warga Amerika percaya percaya kepada teori geosentris. Sekarang bagaimana dengan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam di Indonesia. Masih percayakah kita dengan heliosentris. Masih ingatkah kita dengan teori evolusi Darwin yang telah membohongi dan mendoktrin kita sekian lama. Darwin menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Suatu kebohongan yang besar. Dan sebagian besar manusia yaitu sekitar 80% tertipu dengan muslihat ini. Umat Islam yang menolak doktrin ini terbilang banyak sebelum datangnya keruntuhan teori evolusi Darwin ini. Karena umat Islam telah yakin bahwa manusia berasal dari Adam a.s. Lalu bagaimana dengan teori heliosentris yang diyakini sekarang ini. Apakah kita akan menolaknya dan meyakini Al-Qur’an jika belum ada bukti ilmiah yang menguatkannya. Ketahuilah dan yakinlah bahwa segala sesuatu yang bertentangan dengan Al-Qur’an cepat atau lambat akan musnah dan hancur. Sekarang pilihan ada pada anda. Teori mana yang akan kita percaya, teori heliosentris dari barat atau Al-Qur’an dengan bukti kebenaran yang mutlak. Akankah kita lebih mendengar perkataan para ilmuwan heliosentrisme dengan sederet gelar, atau perkataan Allah SWT yang telah menciptakan bumi, matahari, bulan, bahkan alam semesta ini termasuk para ilmuwan tersebut. Hari ini adalah saatnya untuk memikirkan kepada teori mana kita akan memilih.

147

5.3. Zionis Dibalik Heliosentris Jika pada bab sebelumnya telah dijelaskan bagaimana kegagalan-kegagalan menimpa Galileo dengan teorinya, lalu apa yang membuat teori ini terus bertahan bahkan menjadi keyakinan sebagian besar manusia di jagad raya ini. Apakah ada sebuah propaganda yang dilakukan besar-besaran dan terorganisir dengan baik dan sangat rapi. Suatu propoganda yang juga melibatkan ilmuwan-ilmuwan ternama. Dan propaganda ini dilakukan oleh sekelompok organisasi rahasia yang dikenal dengan nama Zionis. Organisasi Zionis yang notabene adalah Yahudi, memiliki banyak cabangnya diantaranya yaitu Freemason, Rockefeller, Rostchild, Jesuit, dan masih banyak yang lainnya. Mungkinkah perbedaan persepsi antara geosentris dan heliosentris ditunggangi oleh Zionisme. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 120 ; “ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘ Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Q.S. Al-Baqoroh 120). Ayat di atas merupakan keterangan Allah SWT tentang ketidaksukaan orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada Islam.

148

Kebencian ini, terkhusus dari Yahudi, merupakan kedengkian mereka kepada Islam yang tidak akan berhenti hingga hari kiamat. Kata “walan tardho” artinya tidak akan ridho, senang, suka, dan tidak akan rela selamanya. Kata “lan” dalam bahasa Arab digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang bersifat selamanya. Mereka akan terus berusaha menyesatkan umat Islam dari agamanya hingga mengikuti agama mereka tanpa harus masuk dalam agama mereka. Yahudi telah merusak sistem ekonomi Islam dan membangun sistem ekonomi kapitalis dan riba. Dan juga telah merusak akhlak dan ideologi umat Islam, memecah belah umat Islam, bahkan menghancurkan sistem pendidikan dan memberikan doktrin-dokitrin yang menyesatkan. Masih ingatkan Anda dengan dengan sebuah dokumen yang sempat menggegerkan wilayah Eropa. Dokumen itu disebut dengan “ The Protocol Of The Learned Elders Of Zion”43. Protokol Zionis ini pertama kali disusun oleh Sergyei Nilus dan diterbitkan pada tahun 1905 di Rusia. Dokumen ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Victor E pada tahun 1921. Protokol ini berisi kumpulan skenario singkat kelompok Zionis (gerakan terselubung orang-orang Yahudi) untuk menguasai dunia dalam segala sisinya. Tetapi pada bagian ini saya hanya mengutip yang berhubungan dengan masalah yang sedang kita bahas saja yaitu teori heliosentris. Pada Protokol No.1 pasal 23 tertulis, “Moto kita adalah kekuatan dan rekacipta”. Moto ini berarti adalah panduan sekaligus keinginan mereka untuk melakukan rekacipta terhadap suatu masalah untuk mendapatkan
43

Zion atau Zionis adalah organisasi terselubung yang berusaha untuk menguasai dunia dengan segala caranya.

149

keuntungan sendiri. Menjadikan rekacipta, manipulasi, dan penipuan ilmiah tentang suatu hal yang menguntungkan mereka. Para Zionis selalu berusaha menjauhkan umat Islam dari keyakinan kebenaran Allah SWT, Rasulullah SAW, serta Al-Qur’an. Dan menggantinya dengan perhitungan dan sikap materialitis, tanpa memperhatikan perkataan Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an. Sehingga lebih mendahulukan apa yang dikatakan iptek dibanding apa yang dikatakan Allah dalam Al-Qur’an. Sebagaimana yang mereka tulis pada Protokol no.4 pasal 3; “Inilah alasannya mengapa perlu bagi kita untuk merusak keyakinan,untuk mencabut dari pikiran orang-orang goyim (nonYahudi) prinsip yang sangat mendasar mengenai kekuasaan Tuhan dan Jiwa, dan menggantikannya dengan perhitungan aritmatika dan kebutuhan-kebutuhan material”. Lalu kita dibuat kehilangan sikap kritis kita dengan materi pendidikan berupa doktrin yang kita terima di sekolah. Pada Protokol No.3 pasal 10 mereka menyatakan; “ Orang-orang goyim (non-Yahudi) telah kehilangan kebiasaan berpikir mereka kecuali dipicu oleh saran dari para ahli kita”. Tidak hanya itu, para Zionis ini juga melakukan penipuan dan manipulasi terhadap pendidikan dan karya-karya imiah. Mereka memutar balikkan perkataan dan fakta-fakta yang sebenarnya. Protokol No. 2 pasal 2 menyatakan;

150

“Bagi mereka, biarkan hal itu menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka, yang kita telah bujuk mereka untuk menerimanya sebagai sumber ilmu pengetahuan. Dengan cara pandang seperti inilah, kita secara terus menerus, melalui lembaga pers kita, menyebarkan keyakinan buta dalam teori-teori tersebut. Para intelektual goyim (orang-orang non-Yahudi) akan menyombongkan diri mereka sendiri akan pengetahuan yang mereka miliki dan tanpa pembuktian logis atasnya akan melahap semua informasi yang berasal dari ilmu pengetahuan. Sementara para agen spesialis kita telah merangkai kembali semua pengetahuan itu secara licik dengan tujuan mendidik otak goyim (orang-orang non-Yahudi) ke arah yang kita inginkan”. Protokol No.5 pasal 4 juga menyatakan; “ Selain itu, kita juga menggunakan seni untuk mengarahkan masyarakat dan individu dengan teori-teori dan pernyataanpernyataan yang dimanipulasi secara licik”. Protokol No.9 pasal 10 menyatakan; “ Kita telah membodohi, mencekoki, dan merusak para pemuda dari kalangan goyim (orang-orang non-Yahudi) dengan membina mereka dalam prinsip-prinsip dan teori-teori yang kita ketahui sebagai sesuatu yang salah, walaupun oleh kita jugalah hal itu telah ditanamkan pada mereka”.

151

Dan rencana mereka pun telah terjadi dan mereka cukup senang karena apa yang mereka rencanakan sebagian besar telah berhasil. Jangan anggap apa yang saya katakan ini hanya kebohongan belaka. Kita semua telah membuktikan sendiri dengan mata kepala kita sendiri. Mereka telah berhasil merekayasa sains dengan teori evolusi Darwin, meracuni dengan pemikiran sesat seperti Komunis, Kapitalis, Sekuler, dan sekarang teori heliosentris.

Protokol No.2 pasal 3 menyatakan; “Jangan anggap sejenak pun bahwa pernyataan ini hanyalah katakata kosong ;camkan baik-baik keberhasilan yang telah kita buat dalam Darwinisme, Marxisme, dan Nietzsche-isme.Bagi kita orangorang yahudi, bagaimanapun juga, haruslah secara gamblang dahsyatnya pengaruh merusak dari arahan ini pada pikiran orangorang goyim (non-Yahudi)”. Makar dan kosnpirasi Zionis Yahudi telah berhasil mengacakngacak agama Kristen pada sekitar abad ke-16 dan ke-17. Mereka berada di balik ide heliosentris dan ilmuwan-ilmuwan pencetusnya. Mereka membuat Kristen terbelah menjadi dua yaitu Katolik dan Protestan. Mereka menunjuk Galileo untuk melakukan tugas besar. Sebuah tugas membangkitkan sekaligus memperjuangkan teori heliosentris Copernicus yang telah mati. Dan pada tahun 1633, Galileo dipanggil menghadap Jesuits, salah satu kelompok radikal Yahudi, untuk menerima tugas tersebut. Dari hasil pertemuan rahasia ini, kemudian Galileo menulis sebuah buku berjudul Dialogue

152

Concerning the Copernican44.

Two

Chief

World

Systems,

Ptolemaic

and

Tidak hanya Galileo yang menjadi pion terdepan para Yahudi radikal tersebut. Johannes Kepler pun dikatakan ikut serta dalam rencana licik ini. Tidak tanggung-tanggung Kepler melakukan pembunuhan kepada salah seorang ilmuwan geosentris hebat ketika itu, Tycho Brahe. Sebagaimana yang diteliti oleh Joshua dan AnneLee Gilder pada tahun 2005 dalam bukunya yang berjudul Heavenly Intrigue: Johannes Kepler, Tycho Brahe, and the Murder Behind One of History's Greatest Scientific Discoveries45. Kemudian Yahudi dan kaki tangannya melakukan propaganda dan pendoktrinan besar-besaran melalui jaringan media masa yang dimilikinya, terhadap semua rencana makarnya termasuk teori heliosentris ini sehingga sebagian besar manusia membenarkan teori tersebut. Seorang tokoh penting Yahudi,David Rockefeller berkata ; “ Kami sangat berterima kasih kepada Washington Pos, The New York Times, Time Magazine dan publikasi besar lainnya dimana para direksinya telah menghadiri pertemuan kami serta janji-janji mereka terhadap kerahasiaan terbatas dan telah membungkan diri selama hampir empat puluh tahun ini. Merupakan hal yang mustahil untuk kami menjalankan dan menerapkan perencanaan kami terhadap dunia ini seandainya kita menjadi bagian dari sorotan umum selang bertahun-tahun yang lampau ini”46.
44 45

http://www.reformations.org http://www.wikipedia.org

153

Marshall McLuhan, seorang peneliti Yahudi mengatakan dalam suratnya ;

kelompok-kelompok

“ Tahun terakhir telah saya habiskan untuk mengikuti ritual kumpulan rahasia (Gnosticism, Rosicrucianism, dan Masonry) dengan penyelidikan yang teliti. Seperti saya katakan sebelumnya, saya dalam kegusaran tak terkira ketika menemukan ternyata seni dan sains (ilmu pengetahuan) berada dalam kantong kumpulan rahasia ini”47. Surat tersebut telah memberitahukan kepada kita secara jelas bahwa ada kelompok rahasia yang terorganisir dengan sangat rapi dan baik. Kelompok ini melakukan pengaturan dan pengendalian terhadap beberapa materi ilmu pengetahuan sesuai dengan agenda mereka seperti teori evolusi Darwin, dan kini teori heliosentris Copernicus. Kelompok ini berada dibalik para elit dan petinggi negara atau pun organisasi internasional. Mereka mengubah semua bukti-bukti dan data-data yang merekam kebenaran teori geosentris. Mereka mengubah semua istilah yang benar yang berhubungan dengan teori geosentris. Sebaik-baik makar jahat yang dibuat oleh manusia pasti ada kelemahan dan kekurangannya. Begitu pun dengan makar Yahudi (dalam hal ini kumpulan rahasia Jesuits) dalam mempropagandakan teori heliosentris. Mereka lupa untuk merubah semua istilah dalam semua versi Kamus Besar Bahasa Inggris. Salah satunya adalah

46

Duane Gray, Jerry. Bayang-Bayang Gurita. Iqra Insan Press. Cetakan kelima. Jakarta. 2007 47 Yang dimaksud kantong disini adalah pengendalian atau pengaturan.

154

Webster's Third New International Dictionary. Dalam kamus tua ini tertulis ; “ Salah satu dari dua waktu ini dalam setahun terjadi ketika matahari melintasi ekuator bumi dan ketika itu lamanya siang dan malam terasa sama yaitu musim semi atau musim gugur”. (Webster's Third New International Dictionary)48. Kata “melintasi” di sini berarti matahari melakukan

pergerakan atau perpindahan tempat dari posisi awalnya. Jika memang matahari tidak bergerak seharusnya disini ditambahkan kata “seakan-akan” didepan kata “melintasi”. Ilmuwan bernama Malcolm Bowden berkata, “ Banyak penelitian para ilmuwan yang membuktikan kegagalan teori heliosentris yang sengaja tidak diajarkan di sekolahsekolah”. Bagaimana pun suatu penipuan atau kejahatan lama kelamaan pasti akan tercium juga. Sebenarnya konspirasi yang dilakukan Yahudi banyak sekali, tidak hanya teori evolusi atau heliosentris. Mereka membuat kerusakan di dunia dengan kejahatan yang mereka tebarkan. Komunis, kapitalis, liberalis, sekulerisasi, sindikat narkotika, pornografi, perjudian, perbankan, globalisasi, perdagangan valas, perang dunia, revolusi perancis, jatuhnya khilafah Islam Usmaniyah
48

Dalam kamus aslinya kata melintasi tersebut tertulis “crosses”.

155

terahir, sekte-sekte sempalan Islam (ahmadiyah, jaringan islam liberal, syiah, dll), informasi dan entertainment, dan masih banyak lagi yang lainnya merupakan produk-produk konspirasi Yahudi. Oleh karena itu, saya sarankan kepada umat Islam untuk berhati-hati terhadap konspirasi ini karena dapat meracuni kita secara kita sadari atau tidak.

156

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful