P. 1
hypospadia

hypospadia

|Views: 9|Likes:
Published by Dwi Ermawati

More info:

Published by: Dwi Ermawati on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN HIPOSPADIA Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook 2.1.

1 Definisi Hipospadia

Hipospadia adalah suatu keadaan abnormal dari perkembangan uretra anterior dimana meatus uretra eksterna terletak di bagian ventral dan letaknya lebih proksimal dari letak yang normal dan disertai adanya firosis pada bagian distal MUE yang menyebabkan bengkoknya penis (chordae). Hipospadia merupakan salah satu kelainan bawaan (kongenital) pada anak-anak yang lumayan sering ditemukan. Hipospadia sendiri berasal dari dua kata yaitu “hypo” yang berarti “dibawah” dan “spadon“ yang berarti keratan yang panjang.

2.1.2

Etiologi

Penyebabnya sebenarnya sangat multifaktor dan sampai sekarang belum diketahui penyebab pasti dari hipospadia. Namun, ada beberapa faktor yang oleh para ahli dianggap paling berpengaruh, 1. Gangguan antara dan lain ketidakseimbangan : hormone.

Hormone yang dimaksud di sini adalah hormone androgen yang mengatur organogenesis kelamin (pria). Atau bias juga karena reseptor hormone androgennya sendiri di dalam tubuh yang kurang atau tidak ada. Sehingga walaupun hormone androgen sendiri telah terbentuk cukup akan tetapi apabila reseptornya tidak ada tetap saja tidak akan memberikan

suatu efek yang semestinya. Atau enzim yang berperan dalam sintesis hormone androgen tidak mencukupi 2. pun akan berdampak sama. Genetika.

Terjadi karena gagalnya sintesis androgen. Hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen yang mengode sintesis androgen tersebut sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi. 3. Lingkungan.

Biasanya faktor lingkungan yang menjadi penyebab adalah polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi.

mungkin perlu dilakukan pemeriksaan radiologis untuk memeriksa kelainan bawaan lainnya. perbaikan hipospadia dianjurkan dilakukan sebelum anak berumur 18 bulan. yaitu suatu jaringan fibrosa yang kencang. Jika tidak diobati. 2. bukan di ujung penis. mungkin akan terjadi kesulitan dalam pelatihan buang air pada anak dan pada saat dewasa nanti. Kelainan ini seringkali berhubungan dengan kordi. Rangkaian pembedahan biasanya telah selesai dilakukan sebelum anak mulai sekolah. penoscrotal. proksimal tipe Posterior terdiri scrotal 2. Kulit depan penis dibiarkan untuk digunakan pada pembedahan nanti. perineal. 2. . kebanyakan lubang uretra terletak di dekat ujung penis. 3. Bentuk hipospadia yang lebih berat terjadi jika lubang uretra terdapat di tengah batang penis atau pada pangkal penis. yaitu pada glans penis. mungkin akan terjadi gangguan dalam melakukan hubungan seksual. Pada saat ini. Ada beberapa tipe atau pengklasifikasian hipospadia menurut letak muara uretranya antara lain 1. Jika hipospadia terdapat di pangkal penis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik. dan kadang pada skrotum (kantung zakar) atau di bawah skrotum. mikropenis.Hipospadia sering disertai kelainan penyerta yang biasanya terjadi bersamaan pada penderita hipospadia. 3. 1. Bayi yang menderita hipospadia sebaiknya tidak disunat. dari tipe glandular penile. dan dan dan : coronal. Anterior Middle yang yang terdiri yang terdiri dari distal dari penile. yang menyebabkan penis melengkung ke bawah pada saat ereksi. Beratnya hipospadia bervariasi. Mikrophalus / Kelainan yang sering (tidak menyertai turunnya hipospadia testis ke adalah : Undescensus testikulorum skrotum).3 Patofisiologi Hipospadia adalah suatu keadaan dimana lubang uretra terdapat di penis bagian bawah. Hidrokel.1.

Tahapan operasi rekonstruksi antara lain : 1. dan berbeda dengan teman-temannya yang lain yaitu dimana anak yang lain biasanya miksi (buang air seni) dengan berdiri sedangkan ia sendiri harus melakukannya dengan jongkok aga urin tidak “mbleber” ke mana-mana. Anak yang menderita hipospadia hendaknya jangan dulu dikhitan. Hal ini dikarenakan pada penderita hipospadia biasanya terdapat suatu chorda yang merupakan jaringan fibrosa yang mengakibatkan penis penderita bengkok.4 Tanda 1. Waktu operasi yang optimal adalah saat anak berusia 3 sampai 18 bulan. Hal ini dimaksudkan bahwa pada usia ini anak diharapkan belum sadar bahwa ia begitu “spesial”. Operasi ini bertujuan untuk merekonstruksi penis agar lurus dengan orifisium uretra pada tempat yang normal atau diusahakan untuk senormal mungkin. dan Jika Pembukaan Tanda gejala berkemih. Meluruskan penis yaitu orifisium dan canalis uretra senormal mungkin.1. kulit preputium penis untuk menutup sulcus uretra. hal ini berkaitan dengan tindakan operasi rekonstruksi yang akan mengambil kulit preputium penis untuk menutup lubang dari sulcus uretra yang tidak menyatu pada penderita hipospadia. Untuk saat ini penanganan hipospadia adalah dengan cara operasi. penis 3. Penis melengkung ke bawah 5. Penis tampak seperti berkerudung karena adanya kelainan pada kulit depan penis 4.5 Penanggulangan Pengelolaan hipospadia harus ditangani oleh dokter yang benar-benar berkompeten agar hasilnya pun dapat maksimal. Semprotan air seni yang keluar abnormal 2.2. uretra di Hipospadia anak lokasi dan antara harus selain ujung lain Gejala : duduk. Langkah selanjutnya adalah mobilisasi (memotong dan memindahkan) 2. Lubang penis tidak terdapat di ujung penis.1. Uretroplasty . 2. Operasi sebaiknya dilaksanakan pada saat usia anak yaitu enam bulan sampai usia prasekolah. Pada saat ini anak-anak akan mengalami amnesia dari prosedur operasi dan 70-80% kelainan dapat ditangani tanpa perlu dirawat. tetapi berada di bawah atau di dasar penis 6.

Urin untuk sementara dikeluaskan melalui sonde yang dimasukkan pada vesica urinaria (kandung kemih) melalui lubang lain yang dibuat olleh dokter bedah sekitar daerah di bawah umbilicus (pusar) untuk mencapai kandung kemih. Tidak kalah pentingnya pada penanganan penderita hipospadia adalah penanganan pascabedah dimana canalis uretra belum maksimal dapat digunakan untuk lewat urin karena biasanya dokter akan memasang sonde untuk memfiksasi canalis uretra yang dibentuknya.Tahap kedua ini dilaksanakan apabila tidak terbentuk fossa naficularis pada glans penis. . Uretroplasty yaitu membuat fassa naficularis baru pada glans penis yang nantinya akan dihubungkan dengan canalis uretra yang telah terbentuk sebelumnya melalui tahap pertama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->