Pengertian batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras dengan

atau tanpa proses kritalisasi baik di bawah permukaan sebagai batuan instrusif maupun di atas permukaan bumi sebagai ekstrutif. Batuan beku dalam bahasa latin dinamakan igneus (dibaca ignis) yang artinya api. Batuan beku insteusif atau instrusi atau plutonik adalah batuan beku yang telah menjadi kristal dari sebuah magma yang meleleh di bawah permukaan Bumi. Magma yang membeku di bawah tanah sebelum mereka mencapai permukaan bumi disebut dengan nama pluton. Nama Pluto diambil dari nama Dewa Romawi dunia bawah tanah. Batuan dari jenis ini juga disebut sebagai batuan beku plutonik atau batuan beku intrusif. Sedangkan batuan belu ekstrusif adalah batuan beku yang terjadi karena keluarnya magma ke permukaan bumi dan menjadi lava atau meledak secara dahsyat di atmosfer dan jatuh kembali ke bumi sebagai batuan.

Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan dapat terjadi karena salah satu dari proses-proses berikut ini ; penurunan tekanan, kenaikan temperatur, atau perubahan komposisi.

dan demikianlah seterusnya sehingga terjadilah pemisahan kristal yang mengakibatkan komposisi magma induknya berubah. co2. Fraksinasi kristal juga dapat menghasilkan komposisi larutan yang berbeda dari kristalisasi normal yang dilakukan oleh magma induk. . Peristiwa ini disebut dengan peristiwa penghabluran Diferensiasi magma Diferensiasi magma adalah proses yang memungkinkan satu magma homogen menghasilkan bermacam-macam batuan beku yang secara kimiawi berbeda. memiliki temperatur yang sangat tinggi yaitu antara 1. kristal-kristal yang terbentuk lebih dulu akan mengendap. Yang termasuk dalam diferensiasi magma antara lain: 1. sehingga mineral-mineral pun akan terbentuk. Bapak Takeda Tahun 1970. sulphur dan bahan lainnya) yang magma dapat bergerak. Dalam perjalanan menuju bumi magma mengalami penurunan suhu. Fraksinasi Kristal Komposisi cairan magma dapat berubah sebagai hasil dari kristal dan magma tersebut pada saat kristal terbentuk.Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan. Hasilnya adalah batuan beku lain dengan komposisi berbeda. Bapak F. fluorine. Dalam magma terdapat bahan-bahan yang terlarut di dalamnya yang bersifat volatile / gas (antara lain air. dan sebagian besar batuan beku tersebut terbentuk di bawah permukaan kerak bumi. Kristalisasi mengakibatkan komposisi magma berubah dan jika kristal dipindahkan oleh suatu proses maka akan muncul komposisi magma baru yang berbeda dengan magma induk. Magma didefinisikan atau diartikan sebagai cairan silikat kental pijar yang terbentuk secara alami. Dan mineral yang dihasilkan merupakan mineral baru atau mineral solid solution yang telah mengalami perubahan. Akibat gaya gravitasi. terjadilah kristal-kristal mineral pada suhu yang tinggi.500 sampai dengan 2. Kondisi ini terjadi dalam semua kasus kecuali pada komposisi eutetik. iro. Berdasarkan keterangan dari para ahli seperti Bapak Turner dan Verhoogen tahun 1960.F Groun Tahun 1947.500 derajat celcius serta memiliki sifat yang dapat bergerak dan terletak di kerak bumi bagian bawah. Proses ini terjadi pada saat magma mulai mendingin. dan non-volatile / non gas yang merupakan pembentuk mineral yang umumnya terdapat pada batuan beku. chlorine.

dan batuan beku asam.  Filter pressing. maka batuan yang terbentuk umumnya dicirikan oleh adanya Xenolite (Xenolite adalah fragment batuan yang bersifat basa yang terdapat dalam batuan asam). Pelepasan kandungan gas menjadi semakin meningkat dekat makin dekatnya magma tersebut ke permukaan. jika mengalami diferensiasi magma. intermediate. Filter settling adalah suatu metode umum yang digunakan dalam memnisahkan Kristal dari larutan pada prosesproses industri tetapi belum ditemukannya yang terjadi secara alami. 2. Crystal floating: Kristal-kristal yang mempunyai densitas lebih rendah dari larutan akan mengambang dan membentuk lapisan pada bagian atas tubuh magma. Asimilasi Magma adalah proses meleburnya batuan samping (migling) akibat naiknya magma ke arah permukaan dan proses ini dapat menyebabkan magma yang tadinya bersifat basa berubah menjadi asam karena komposisi batuan sampingnya lebih bersifat asam. magma induk yang sama dapat menghasilkan beberapa jenis batuan yang berbeda. Berdasarkan proses diferensiasi magma itulah. cairannya akan dipaksa keluar dari ruang antar Kristal. sehingga terjadi pemisahan fraksi-fraksi hablur atau mineral berdasarkan komposisinya masing-masing. Pembentukan batuan yang berkomposisi ultrabasa. basa. yaitu suatu mekanisme yang digunakan untuk memisahkan larutan dari larutan Kristal. Apabila magma asalnya bersifat asam sedangkan batuan sampingnya bersifat basa. batuan beku intermedier.Untuk menghasilkan fraksinasi Kristal dibutuhkan suatu mekanisme alami. Misalnya saja magma induk berupa magma basa. Mekanisme ini sulit untuk diketahui karena: 1. maka akan terbentuk tiga jenis batuan beku berupa batuan beku basa. Yang dapat memisahkan Kristal dari magma atau memisahkan Kristal tersebut sehingga tidak lagi bereaksi dengan magma. 2. dan asam dapat juga terjadi apabila magma asal (magma basa) mengalami asimilasi dengan batuan . 2. Dalam filter settling Kristal dengan konsentrasi cairan yang tinggi. gravity settling: Kristal-kristal yang mempunyai densitas lebih besar dari larutan akan tenggelam dan membentuk lapisan pada bagian bawah tubuh magma (tekstur kumulat atau tekstur berlapis pada batuan beku). antara lain: 1. Mekanisme yang terjadi secara alami antara lain:  Crystal Setling. Liquid immiscibility Proses ini disebabkan oleh perpindahan atau menghilangnya kandungan gas. hal ini dapat dicontohkan ketika kita sedang meremas spons yang berisi air. Dibutuhkan retakan pada Kristal untuk memindahkan cairan. Kristal-kristal tersebut kaya akan unsur silik. Tidak seperti spons matriks Kristal getas dan tidak dapat mengubah bentuk dengan mudah untuk menekan cairan keluar. Umumnya kristal yang terbentuk dari suatu magma akan mempunyai densitas yang berbeda dengan larutannya.

Dengan demikian maka batuan-batuan yang berkomposisi mineral intermediate maupun asam dapat terbentuk dari magma basa yang mengalami asimilasi dengan batuan sampingnya. Klasifikasi batuan beku dapat dilakukan berdasarkan kandungan mineralnya. bersifat fragmental atau sebaliknya dan terbentuk sebagai hasil erupsi ke permukaan bumi. dan volkanik). komposisi kimia batuannya. dimana batuan samping akan melebur dengan larutan magma dan hal ini akan membuat konsentrasi magma menjadi bersifat intermediate hingga asam. 3) Batuan Plutonic adalah batuan beku intrusive yang terbentuk jauh dibawah permukaan bumi dan umumnya bertekstur sedang hingga kasar. biasanya kandungan mineral dipakai untuk mengklasifikasi batuan dan merupakan cara yang paling mudah dalam menjelaskan batuan beku. Sebagai contoh suatu magma basa yang menerobos batuan samping yang berkomposisi asam maka akan terjadi asimilasi magma. Berdasarkan kejadiannya (genesanya). 5) Batuan Intrusive adalah batuan beku yang terbentuk dibawah permukaan bumi. Proses percampuran magma Dapat djelaskan pada reaksi di bawah ini . 4) Batuan Extrusive adalah batuan beku. hypabisal. kejadian / genesanya (plutonik. Untuk berbagai keperluan klasifikasi. dan indek warna batuannya.sampingnya. batuan beku dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1) Batuan Volcanic adalah batuan beku yang terbentuk dipermukaan atau sangat dekat permukaan bumi dan umumnya berbutir sangat halus hingga gelas 2) Batuan Hypabysal adalah batuan beku intrusive yang terbentuk dekat permukaan bumi dengan ciri umum bertekstur porphyritic.

menurut Rosenbusch (1877-1976) batuan beku dibagi menjadi: • Effusive rock. Contohnya adalah dasit. Klasifikasi berdasarkan kandungan SiO2 (C. 1943). kandungan SiO2. sedang batuan effusive disebut batuan vulkanik. • Batuan beku ultra basa. Contohnya adalah basalt.60% mineral mafik. menurut dasar klasifikasinya. untuk batuan beku yang terbentuk dekat permukaan. • Batuan beku basa. yaitu: • Batuan beku asam. apabila kandungan SiO2 kurang dari 45%.KLASIFIKASI BATUAN BEKU Batuan beku dapat diklasifikasikan berdasarkan cara terjadinya.L. yaitu: • Leucoctaris rock. untuk batuan beku yang jauh di dalam bumi. Huang (1962). • Batuan beku intermediate. • Deep seated rock. untuk batuan beku yang terbentuk di permukaan. Klasifikasi berdasarkan cara terjadinya.J. Contohnya adalah riolit. Shand. • Mesococtik rock. apabila mengandung kurang dari 30% mineral mafik.52%. 1962). • Dike rock. jenis batuan ini disebut plutonik. Oleh W.66%. apabila kandungan SiO2 lebih dari 66%. apabila kandungan SiO2 antara 45% . dan indeks warna. apabila kandungan SiO2 antara 52% . Dengan demikian dapat ditentukan nama batuan yang berbeda-beda meskipun dalam jenis batuan yang sama. Klasifikasi berdasarkan indeks warna ( S.T. . Hugnes. Contohnya adalah andesit. apabila mengandung 30% .

Fanerik atau fanerokristalin. Kristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk menunjukkan berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidak berbentuk kristal. Granularitas dan Bentuk Kristal. Sedangkan jika pembekuannya berlangsung cepat maka kristalnya akan halus. 2. Tekstur holohialin banyak terbentuk sebagai lava (obsidian). atau sebagai fasies yang lebih kecil dari tubuh batuan.• Melanocractik rock. Batuan beku dalam. Batuan beku luar. dike dan sill. yaitu kritalinitas. Batuan beku gang/ tengah. . Holohialin adalah batuan beku yang semuanya tersusun dari massa gelas. • Felsic. Ellis (1948) juga membagi batuan beku berdasarkan indeks warnanya sebagai berikut: • Holofelsic.J.Holokristalin. apabila ukuran diameter butir kurang dari 1 mm.Holohialin. Tekstur holokristalin adalah karakteristik batuan plutonik. untuk batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.contohnya : Granit porfir 3. Dalam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi. Besar kristal-kristal dari golongan ini dapat dibedakan satu sama lain secara megaskopis dengan mata telanjang. • Mafik. yaitu mikrokristalin yang telah membeku di dekat permukaan. Sedangkan menurut S. yaitu: . Jenis-jenis batuan beku dibedakan menjadi 3 yaitu : 1. untuk batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%. 1. Kristal-kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi: . selain itu juga dapat mencerminkan kecepatan pembekuan magma. Pada umumnya dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir. • Mafelsic.Hipokristalin. .contohnya : Batu andesit TEKSTUR BATUAN BEKU Tekstur pada batuan beku umumnya ditentukan oleh tiga hal utama. Granularitas Granularitas dapat diartikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan beku. untuk batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%. 2. akan tetapi jika pendinginannya berlangsung dengan cepat sekali maka kristalnya berbentuk amorf. Holokristalin adalah batuan beku dimana semuanya tersusun oleh kristal. Hipokristalin adalah apabila sebagian batuan terdiri dari massa gelas dan sebagian lagi terdiri dari massa kristal. apabila mengandung lebih dari 60% mineral mafik. Kristalinitas Kristalinitas merupakan derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu terbentuknya batuan tersebut.contohnya : Batu granit. untuk batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%. Apabila magma dalam pembekuannya berlangsung lambat maka kristalnya kasar. yaitu: a. . Mari kita bahas ketiga hal penting tersebut satu persatu.Halus (fine).

misalnya: . Jika mineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan mikroskop dengan ukuran butiran sekitar 0. yaitu: . yaitu jika ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar. .01 – 0. apabila ukuran diameter butir antara 5 – 30 mm. Batuan dengan tekstur afanitik dapat tersusun oleh kristal.Allotriomorfik granular. gelas atau keduanya. apabila ukuran diameter butir lebih dari 30 mm.Sangat kasar (very coarse).Kasar (coarse).Amorf/glassy/hyaline. Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya. apabila ukuran diameter butir antara 1 – 5 mm. .Subhedral. yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineralmineral yang euhedral. . .Irregular. Bentuk Kristal Bentuk kristal merupakan sifat dari suatu kristal dalam batuan. . Mineral yang besar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yang bisa berupa mineral atau gelas. . jika mineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamati meskipun dengan bantuan mikroskop. Ukuran butiran berkisar antara 0. hubungan antar kritak dapat dibagi menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut : . dikenal empat bentuk kristal. jika bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang. . .Prismitik.Equidimensional.1 – 0. yaitu jika secara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuran sama besar. jika bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yang lain. . Afanitik. apabila batuan beku tersusun oleh gelas.Equigranular. 3.Mikrokristalin. jadi bukan sifat batuan secara keseluruhan.Anhedral.Tabular. . b. jika batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal. yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineralmineral yang subhedral.Sedang (medium).002 mm. . jika bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensi yang lain.Inequigranular. Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal.Hipidiomorfik granular. Dalam analisis mikroskopis dibedakan menjadi tiga yaitu : . maka equigranular dibagi menjadi tiga. jika bentuk kristal tidak teratur. jika sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi. yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineralmineral yang anhedral. . Hubungan Antar Kristal Hubungan antar kristal atau disebut juga relasi diartikan sebagai hubungan antara kristal atau mineral yang satu dengan yang lain dalam suatu batuan. Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak bisa dibedakan dengan mata telanjang sehingga diperlukan bantuan mikroskop.Euhedral.01 mm.Ditinjau dari pandangan tiga dimensi.Panidiomorfik granular.Kriptokristalin. . yaitu: .. jika mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli. STRUKTUR BATUAN BEKU Struktur batuan beku sebagian besar hanya dapat dilihat di lapangan saja. yaitu: .

Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur. . yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh mineral-mineral sekunder. yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang-lubangnya besar dan menunjukkan arah yang tidak teratur. Vesikuler. Xenolitis. yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik bawah laut. dan sheeting joint (kekar berlembar). yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas pada waktu pembekuan magma. yaitu: Masif. Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh-contoh batuan (hand speciment sample). Pada umumnya batuan beku tanpa struktur (masif). membentuk struktur seperti bantal. misalnya: columnar joint (kekar tiang). yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran. sedangkan struktur-struktur yang ada pada batuan beku dibentuk oleh kekar (joint) atau rekahan (fracture) dan pembekuan magma. Amigdaloidal.Pillow lava atau lava bantal. Skoria. biasanya mineral silikat atau karbonat. merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun secara teratur tegak lurus arah aliran. jejak gas (tidak menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh batuan beku. yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi. Joint struktur.

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM PETROLOGI Proses pembentukan.dan tekstur batuan beku Oleh: Nama : Ahmad Agus Arifin Nim : 1109055001 Prodi : S1 Teknik Pertambangan FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA 2012 . klasifikasi.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.