Dinamik Karakteristik Struktur Bangunan

Pada persamaan difrensial melibatkan tiga properti utama suatu struktur yaitu massa, kekakuan dan redaman. Ketiga properti struktur itu umumnya disebut dinamik karakteristik struktur. Properti-properti tersebut sangat spesifik yang tidak semuanya digunakan pada problem statik. Kekakuan elemen / struktur adalah salah satu-satunya karakteristik yang dipakai pada problem statik, sedangkan karakteristik yang lainnya yaitu massa dan redaman tidak dipakai.

1. Massa Suatu struktur yang kontinu kemungkinan mempunyai banyak derajat kebebasan karena banyaknya massa yang mungkin dapat ditentukan. Banyaknya derajat kebebasan umumnya berasosiasi dengan jumlah massa tersebut akan menimbulkan kesulitan. Hal ini terjadi karena banyaknya persamaan differensial yang ada. Terdapat dua permodelan pokok yang umumnya dilakukan untuk mendeskripsikan massa struktur.

2. Kekakuan Kekakuan adalah salah satu dinamik karakteristik struktur bangunan yang sangat penting disamping massa bangunan. Antara massa dan kekakuan struktur akan mempunyai hubungan yang unik yang umumnya disebut karakteristik diri atau Eigenproblem. Hubungan tersebut akan menetukan nilai frekuensi sudut ω, dan periode getar struktur T. Kedua nilai ini merupakan parameter yang sangat penting dan akan sangat mempengaruhi respon dinamik struktur. Pada prinsip bangunan geser ( shear building ) balok pada lantai tingkat dianggap tetap horizontal baik sebelum maupun sesudah terjadi pergoyangan. Adanya plat lantai yang menyatu secara kaku dengan balok diharapkan dapat membantu kekakuan balok sehingga anggapan tersebut tidak terlalu kasar. Pada prinsip desain bangunan tahan gempa dikehendaki agar kolom lebih kuat dibandingkan dengan balok, namun demikian rasio tersebut tidak selalu linear dengan kekakuannya. Dengan prinsif shear building maka dimungkinkan pemakaian lumped mass model. Pada prinsip ini, kekakuan setiap kolom dapat dihitung berdasarkan rumus yang telah ada. Pada prinsipnya, semakin kaku balok maka semakin besar kemampuannya dalam mengekang rotasi ujung kolom, sehingga akan menambah kekuatan kolom. Perhitungan

pelepasan energi oleh gesekan alat penyambung maupun system dukungan. Beberapa penyebab itu antara lain adalah pelepasan energi oleh adanya gerakan antar molekul didalam material. Struktur seperti itu dinamakan struktur dengan derajat kebebasan tunggal / SDOF ( Single Degree of Freedom ) system. pelepasan energi oleh adanya gesekan dengan udara dan pada respon inelastic pelepasan energi juga terjadi akibat adanya sendi plastis. DOF) Derajat kebebasan (degree of freedom) adalah derajat independensi yang diperlukan untuk menyatakan posisi suatu system pada setiap saat. dan gaya luar yang dianggap tertumpu pada elemen fisik tunggal. Redaman Redaman merupakan peristiwa pelepasan energi ( energi dissipation) oleh struktur akibat adanya berbagai macam sebab. simpangan suatu massa pada saat t dapat dinyatakan dalam koordinat tunggal yaitu Y(t). Derajat Kebebasan (Degree Of Freedom. 3. Karena simpangan yang terjadi hanya terjadi dalam satu bidang atau dua dimensi. mekanisme kehilangan atau redaman c. setiap massa m. setiap titik atau massa pada umumnya hanya diperhitungkan berpindah tempat dalam satu arah saja yaitu arah horizontal. Struktur yang mempunyai n-derjat kebebasan atau struktur dengan derajat kebebasan banyak disebut multi degree of freedom (MDOF). Pada masalah dinamika. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa jumlah derajat kebebasan adalah jumlah koordinat yang diperlukan untuk menyatakan posisi suatu massa pada saat tertentu.kekakuan kolom akan lebih teliti apabila pengaruh plat lantai diperhatikan sehingga diperhitungkan sebagai balok T. Dalam model system SDOF atau berderajat kebebasan tunggal. kekakuan k. maka simpangan suatu massa pada setiap saat hanya mempunyai posisi atau ordinat tertentu baik bertanda negative ataupun bertanda positif. Karena redaman berfungsi melepaskan energi maka hal ini akan mengurangi respon struktur. Pada kondisi dua dimensi tersebut. .

4.3) adalah persamaan differensial gerakan massa suatu struktur SDOF yang memperoleh pembebanan dinamik p(t).1 ) Apabila persamaan 2.4.4. Di dalam hal ini masih ada anggapan bahwa antara fondasi dan tanah pendukungnya bergerak secara bersama-sama atau fondasi dianggap menyatu dengan tanah. . Tanah yang bergetar akan menyebabkan semua benda yang berada di atas tanah akan ikut bergetar termasuk struktur bangunan.3 .2 ) ( 2. Gempa bumi akan mengakibatkan permukaan tanah menjadi bergetar yang getarannya direkam dalam bentuk aselogram.4.2 disubtitusikan ke persamaan 2.y ( 2. Single Degree of Freedom System ( SDOF ) 1. maka akan diperoleh : mÿ+ cý+ ky = p(t) ( 2. Berdasarkan prinsip keseimbangan dinamik pada free body diagram tersebut.3 ) Persamaan (2. maka dapat diperoleh hubungan. pada problema dinamik. Anggapan ini sebetulnya tidak sepenuhnya benar karena tanah bukanlah material yang kaku yang mampu menyatu dengan fondasi. Kejadian yang sesungguhnya adalah bahwa antara tanah dan fondasi tidak akan bergerak secara bersamaan. p(t) – fS – fD = mÿ atau mÿ + fD + fS = p(t) dimana : fD = c. Kondisi seperti ini cukup rumit karena sudah memperhitungkan pengaruh tanah terhadap analisis struktur yang umumnya disebut soil-structure interaction analysis. Fondasi masih akan bergerak horizontal relative terhadap tanah yang mendukungnya. Persamaan Differensial Pada Struktur SDOF System derajat kebebasan tunggal (SDOF) hanya akan mempunyai satu koordinat yang diperlukan untuk menyatakan posisi massa pada saat tertentu yang ditinjau.ý fS = k. Yang penting untuk diketahui adalah simpangan horizontal tingkat atau dalam persamaaan tersebut adalah y(t). 2 Persamaan Differensial Struktur SDOF akibat Base Motion Beban dinamik yang umum dipakai pada analisa struktur selain beban angin adalah beban gempa. Bangunan satu tingkat adalah salah satu contoh bangunan derajat kebebasan tunggal.4.4.

Persamaan difrensial gerakan massa struktur SDOF akibat gerakan tanah selanjutnya dapat diturunkan dengan mengambil model seperti pada gambar : ( gambar 1.4) dan (2.6 ) adalah. sehingga diperoleh persamaaannya sebagai berikut.4.6). yaitu tanah menyatu secara kaku dengan kolom atau kolom dianggap dijepit pada ujung bawahnya. Ruas kanan tersebut seolah menjadi gaya dinamik efektif yang bekerja pada elevasi lantai tingkat.4.4.4. my + cy + ky= .4 ) Dari free body diagram yang mengandung gaya inersia f1 tampak bahwa persamaan kesetimbangannya menjadi fI + fD + fS = 0 dimana fI = my t ( 2. Ruas kanan pada persamaan (2.mÿg (t) ( 2. Kemudian gaya luar ini akan disebut sebagai gaya efektif gempa : .4.7) disebut sebagai beban gempa efektif atau beban gerakan tanah efektif. Pada kondisi tersebut ujung bawah kolom dan tanah dasar bergerak secara bersamaan.2) dan (2. Struktur SDOF Akibat Base Motion ) Berdasarkan pada free body diagram seperti gambar di atas maka deformasi total yang terjadi adalah : ytt (t) = y(t) + yg (t) ( 2.4.7 ) Persamaan tersebut disebut persamaan difrensial relative karena gaya inersia.Untuk menyusun persamaan differensial gerakan massa akibat gerakan tanah maka anggapan di atas tetap dipakai.5 ) inersia ( 2.6) ke (2.4.4.4. Dengan mensubstisusikan persamaan (2. gaya redam dan gaya pegas ketiga – tiganya timbul akibat adanya simpangan relative.

Berdasarkan pada keseimbangan dinamik pada free body diagram. Penyelesaian persamaan coupled harus dilakukan secara simultan artinya dengan melibatkan semua persamaan yang ada. Persamaan diferensial gerakan tersebut umumnya disusun berdasarkan atas goyangan struktur menurut first mode atau mode pertama seperti yang tampak pada garis putus-putus. persamaan diferensial gerakannya merupakan persamaan yang dependent atau coupled antara satu dengan yang lain. maka akan diperoleh : Pada persamaan-persamaan tersebut diatas tampak bahwa keseimbangan dinamik suatu massa yang ditinjau ternyata dipengaruhi oleh kekakuan. Selanjutnya dengan menyusun persamaan-persamaan di atas menurut parameter yang sama (percepatan. Persamaan dengan sifat-sifat seperti itu umumnya disebut coupled equation karena persamaan-persamaan tersebut akan tergantung satu sama lain. maka tetap dipakai prinsip keseimbangan dinamik (dynamic equilibrium) pada suatu massa yang ditinjau.4. redaman dan simpangan massa sebelum dan sesudahnya. damping matriks dan matriks kekakuan yang dapat ditulis menjadi. Anggapan seperti prinsip shear building masih berlaku pada struktur dengan derajat kebebasan banyak (MDOF). [M]{Ÿ} + [C]{Ỳ} + [K]{Y} = {F(t)} Yang mana [M]. Struktur bangunan gedung bertingkat 3.Peef (t) – mÿg (t).8 ) 3. . akan mempunyai 3 derajat kebebasan. Persamaan Differensial Struktur MDOF ( Multi Degree of Freedom) a) Matriks Massa. Matriks Kekakuan dan Matriks Redaman Untuk menyatakan persamaan diferensial gerakan pada struktur dengan derajat kebebasan banyak maka dipakai anggapan dan pendekatan seperti pada struktur dengan derajat kebebasan tunggal SDOF.4. kecepatan dan simpangan) selanjutnya akan diperoleh : Persamaan-persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk matriks sebagai berikut : (Pers. Untuk memperoleh persamaan tersebut maka diambil model struktur MDOF. 2. [C] dan [K] berturut-turut adalah mass matriks. Untuk memperoleh persamaan diferensial tersebut. Masalah mode ini akan dibicarakan lebih lanjut pada pembahasan mendatang. ( 2. Sering kali jumlah derajat kebebasan dihubungkan secara langsung dengan jumlahnya tingkat. Pada struktur dengan derajat kebebasan banyak.14 dapat ditulis dalam matriks yang lebih kompleks.

c) Non Klasikal / Non Proporsional Damping Apabila matriks massa dan matriks kekakuan telah dapat disusun.3 Gambar 2.Sedangkan {Ÿ}. matriks redaman dan matriks kekakuan. {Ỳ} dan {Y} dan {F(t)} masing-masing adalah vektor percepatan. vektor kecepatan. Analisis struktur seperti itu biasanya disebut analisis interaksi antara tanah dengan bangunan (soil-structure interaction analysis). Pada gambar 2. Clough dan Penzien (1993) memberikan contoh damping non-klasik. Secara visual Chopra (1995) menyajikan keseimbangan antara gaya dinamik.a tampak kombinasi antara struktur beton di bagian bawah misalnya dan struktur baja pada bagian atas.4. Maka sesuatu yang perlu dibahas lebih lanjut adalah matriks redaman. Kekakuan kolom dapat dihitung berdasarkan model kekakuan balok yang dipakai. Jenis bahan akan mempengaruhi rasio redaman. gaya redam dan gaya inersia seperti pada gambar 2. dan f1 (Chopra. Oleh karena itu sistem struktur mempunyai rasio redaman yang berbeda. Disamping itu interaksi antara tanah dan . koefisien redaman c dapat dihitung yaitu merupakan produk antara rasio antara redaman-redaman kritik.4. maka tersusunlah berturut-turut matriks massa. Akhirnya matriks massa juga dapat disusun secara jelas. vektor simpangan dan vektor beban. Apabila model distribusi massa struktur sudah dapat dikenali dengan baik. Dengan demikian matriks kekakuan sudah dapat disusun dengan jelas. maka massa setiap derajat kebebasan juga dapat dihitung dengan mudah. maka selanjutnya tinggallah matriks redaman. Pada gambar 2. Struktur tanah umumnya mempunyai kapasitas meredam energi atau mempunyai rasio redaman yang jauh lebih besar daripada bangunan atas. Pada Bab III telah dibahas tentang sistem redaman yaitu redaman klasik ( clasiccal damping ) dan redaman non-klasik ( non clasiccal damping ). Damping non-klasik dapat tergantung pada frekuensi ( frequency dependent ). Sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa kekakuan kolom sudah dapat dihitung secara lebih pasti. gaya pegas.b adalah sistem struktur yang memperhitungkan efek / pengaruh tanah dalam analisis struktur. atau. fD. Antara struktur beton dan struktur baja akan mempunyai perbedaan rasio redaman yang cukup signifikan. Pada bagian lain yang sudah dibahas adalah massa struktur. Pada struktur SDOF.3 Keseimbangan Gaya Dinamik dengan fS. Prinsip non-klasikal damping akan berlaku pada struktur tersebut. Sebelum menginjak matriks redaman maka akan dibahas terlebih dahulu jenis dan sistem redaman. 1995) b) Matriks Redaman Pada persamaan diferensial di atas.

dan oleh karenanya matriks redaman perlu disusun. Oleh karena itu memperhitungkan redaman non-klasik ini memerlukan kemampuan yang sangat khusus. Apabila analisis struktur akan memperhatikan hal itu semua.18) yang mana Cj. Didalam analisis tersebut damping matriks disusun . Apabila hal ini telah disepakati maka analisis dinamik struktur dengan modal analis tidak memerlukan matriks redaman. Gambar 2. Namun demikian penggunaan sistem damping seperti ini juga terbatas. maka problemnya tidak hanya terletak pada redaman tetapi penyelesaian yang komprehensif terhadap sistem struktur. d) Klasikal / Proposional Damping Damping dengan sistem ini relatif sederhana bila dibanding dengan nonklasikal damping. Pada kedua analisis ini diperlukan suatu matriks redaman. maka konsep ekivalen damping ratio sebagaimana tercantum pada persamaan 2. Cara ini mempunyai kelemahan. ξ dan ω j berturut-turut adalah rasio redaman dan frekuensi sudut mode ke-j. Pada analisis dinamik yang menggunakan superposisi atas persamaan independen (uncoupled modal superposition method) maka masih dapat dipakai. Ada juga yang memakainya. artinya nilai rasio redaman diambil sama untuk semua mode. Cj = 2 ξj Mj ωj (2.fondasi sebenarnya adalah interaksi frequency dependent. Pada kondisi tersebut sistem struktur tidak akan mempunyai standar mode shapes (akan dibahas kemudian). Untuk menyederhanakan persoalan umumnya dipakai rasio redaman yang konstan. Pertama rasio redaman struktur atas yang dipengaruhi oleh level respon.18 tersebut tidak dapat dipakai. namun hal itu disertai dengan anggapan-anggapan. karena pada mode yang lebih tinggi umumnya frekuensi sudut ω dan rasio redaman ξ akan lebih besar. artinya kualitas interaksi akan dipengaruhi oleh frekuensi beban yang bekerja. yaitu yang dinyatakan dalam bentuk. yaitu hanya dipakai pada analisis struktur yang tidak memperhatikan interaksi antara tanah dengan bangunan.4. Penyelesaian soil-structure interaction pada bangunan bertingkat banyak sungguhlah tidak sederhana. kedua rasio redaman pada stuktur atas dan bawah sangat berbeda. maka kekakuan dan redaman interaksi jugafrequency dependent. Mj adalah suatu simbol yang berasosiasi dengan mode j. ketiga rasio redaman struktur bawah tergantung pada frekuensi beban dankeempat sistem struktur tidak akan mempunyai standar mode shapes.4. 1993) Apabila interaksi antara tanah dengan struktur dipengaruhi frekuensi.4 Struktur Dengan Damping Non-Klasik (Clough & Pensien. Pada analisis dinamik yang melakukan integrasi secara langsung dan analisis dinamik inelastik. prinsip ekivalen damping rasio. Dengan memperhatikan kenyataankenyataan seperti itu maka ada empat hal yang perlu diperhatikan. Analisis struktur yang menggunakan damping jenis ini adalah analisis struktur elastik maupun inelastik yang mana struktur bangunan dianggap dijepit pada dasarnya.

Terdapat beberapa sistem redaman proporsional yang dapat disusun yang secara skematis ditunjukkan oleh gambar 2.berdasarkan satu dan dua nilai proporsional damping.5 Gambar 2.5 Jenis-Jenis Proporsional Damping .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful