P. 1
Algoritma Dan Pemograman Menggunakan Bahasa Pascal

Algoritma Dan Pemograman Menggunakan Bahasa Pascal

|Views: 23|Likes:
Published by Novi Wulandari

More info:

Published by: Novi Wulandari on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2013

pdf

text

original

Algoritma dan pemograman menggunakan bahasa Pascal (PART 1

)
Posted on November 12, 2009 by Andri Indrawan Pendahuluan Sebelum beranjak kepada pembahasan tema apa itu Algoritma, sebaiknya kita mengenok terlebih dahulu kepada bentuk-bentuk permsalahan dan tata cara, aturan main dan mekanisme penyelesaiannya yang senantiasa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam kehidupan kita sehari-hari, beragam permasalahan senantiasa muncul ditengah-tengah hiruk pikuk aktivitas kita. Ambil contoh sederhana dalam menyelesaikan permasalahan mendasar kehidupan manusia, yaitu menghilangkan rasa lapar dengan makan. Kita senantiasa mengetahui bahwasyahnya lapar merupakan suatu indikasi permasalah diri yang mesti kita cari bagaimana menyelesaikannya, kita tahu bahwa lapar merupakan salah satu bentuk dari kekurangan diri maka apa dan bagaimana bentuk dalam menyempurnakannya. Kita sekarang tahu bahwa lapar adalah permasalahannya dan makan merupakan solusinya. Untuk mencapai solusi kita mesti tahu bahwa solusi yang hendak dikejar merupakan suatu bentuk penyelesaian yang dapat memberikan efek terhadap hilangnya suatu permasalahan dan menimbulkan suatu hal baru dari kebalikan dari rasa lapar itu sendiri yaitu rasa kenyang. Jika saja makan sebagai suatu solusi tidak dapat memberikan efek menghilangkan rasa lapar dan menimbulkan rasa kenyang, maka makan yang kita anggap sebagai solusi itu merupakan suatu kekeliruan, atau jika makan memang merupakan solusi yang sebenarnya berarti ada suatu mekanisme yang salah dalam mencapai dan melakukan makan tersebut, misal makan ditunjukan untuk aktivitas memakan makanan yang dapat memberikan nutirisi pada tubuh bukan makanan asal yang dimana keadaan tubuh tetap kekurangan nutrisi sehingga saraf-saraf yang ada pada tubuh tetap memberikan sinyal kepada otak bahwa tubuh kekurangan nutrisi dan tetap menimbulkan rasa lapar. Atau kita keliru dalam melakukan langkah pencapaian dalam menemukan makanan sehingga yang kita temukan hanyalah minuman, maka aktivitas makan tetap tidak dapat kita laksanakan. Untuk kasus yang lain dalam menujukan bahwa bukan hanya mekanisme dalam pencapaian dan menjalankan solusi yang ada dapat menjadi kekeliruan tetapi juga dari penujukan solusi yang diharapkan. Misal kita tahu bahwa kita sedang lapar maka merokok adalah solusinya, contoh lain ketika seseorang mengetahui dirinya tertolak dalam melamar suatu pekerjaan maka meminum minuman keras lah solusinya, atau kita tahu bahwa dilingkungan kita terjadi suatu praktek ketidak adilan dan kita tahu bahwa ketidak adilan merupakan suatu kekeliruan yang berefek tidak baik maka bersabar dan beribadah sajalah solusinya?. Nah Algoritma dalam dunia pemograman sebenarnya dapat dimengerti keberadaannya dari gambaran peristiwa diatas, dimana Algoritma ini hadir sebagai suatu bentuk jiwa dan kerangka dari struktur program guna memenuhi kebutuhannya mulai dari penujukan dan pencapaianpencapaian hasil yang diharapkan dari keberadaan progam itu sendiri.

mesin. kata Algorithm diserap menjadi Algoritma. Adapun notasi yang dimaksud merupakan suatu bahasa pemograman tertentu. Dengan uraian dari pengertian diatas. Banyak cabang dari ilmu komputer yang diacu ke dalam termonolgi Algortima ini. Algoritma harus dibuat secara benar dan dituangkan ke dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pemroses. Menurut sejarah perjalanan matematik. Secara istilah atau termonologis. bahwa ada perbedaan secara mendasar antara apa itu belajar memogram dengan belajar bahasa pemograman. Dalam belajar memogram diperlukan adanya pemahaman terhadap persoalan yang ditunjuk. ialah belajar untuk dapat menggunakan suatu bahasa pemograman tertentu diantara lain mempelajari aturan. komputer dan alat-alat mesin lainnya. maka –sm berubah menjadi –thm yaitu menjadi Algorithm. Dalam buku yang berjudul Kitab al jabr w’almuqabala atau “Buku Pemugaran dan Pengurangan” (The book of restoration and reduction). Adapun pihak-pihak yang dapat dikatakan pemroses secara umum dapat berupa manusia. Belajar memogram berarti belajar bagaimana membuat atau menentukan suatu strategi. dari sudut pandang pemroses setidaknya ada beberapa hal yang mesti diperhatikan yaitu pemroses mesti memahami setiap langkah dalam Algoritma dan pemroses harus dapat mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut. Secara komprehensif belajar memogram identik dengan mendesain program. dan sistematika pemecahan permasalahan. metodologi. tata cara. jika kita cari asal-usul kata dari Algoritma yaitu Algorism. Selain itu agar penyelesaian permasalahan yang sesuai dapat terjadi. pemroses (Processor) merupakan pihak yang melakukan suatu proses dengan melaksanakan atau mengeksekusi Algoritma yang terdefinisikan dan terjabarkan didalam proses tersebut. menurut buku Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka 1988. sintaksis. kata Algorism didapat dari penulis buku Arab terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad ibnu Musa al-Kuwarizmi. yang berarti proses menghitung dengan angka Arab. maka kita dapat mendefinisikan Algoritma sebagai metoda atau urutan dari langkah-langkah yang logis dalam penyelesaian suatu masalah dan tersusun secara sistematis. Adapun belajar bahasa pemograman. robot. dan . Dalam bahasa Indonesia. Sedangkan dalam melakukan pemograman senantiasa melibatkan data maka dapat dikatakan secara simbolik program = Algoritma + struktur data. dikatakan bahwa Algoritma adalah urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah. Algoritma yang dituangkan ke dalam bahasa tertentu (notasi) yang dapat dimengerti oleh pemroses dapat dikatakan sebagai program. Karena penggunaan kata Algorism sering di salah artikan dalam dunia matematik dengan penggunaan kata Arithmetic. Keberadaan Algoritma didalam dunia informatika atau ilmu komputer dinilai sangatlah penting. Perlu diperhatikan.Pengertian Algoritma dan Pemograman Secara bahasa atau etimologis. kemampuan analisis dan sintesis. Dengan kata lain program merupakan implementasi dari Algoritma. Sedangkan kata Algorist dikenakan bagi seseorang yang ahli dalam menggunakan perhitungan dengan angka Arab. Secara umum. karena pemroses mesti melakukan urutan langkah secara pasti dan benar terhadap Algortima.

Algoritma dalam urutan aksinya harus menekankan kepada setiap kejadian yang terjadi pada selang waktu tertentu (terbatas) yaitu dimulai saat T0 (Initial State/ Keadaan Awal) dan berakhir pada T1 (Final State/ Keadaan Akhir) serta menghasilkan efek netto yang terdefinisi dengan baik dan sesuai dengan apa yang direncanakan sejak awal. Memilih Algoritma. tahapan ini dapat dilakukan sejak awal bersamaan dengan aktivitas penulisan program. Menguji program. dokumentasi juga ditunjukan untuk pembendaharan dan penjelasan dari masing-masing keyword. 5. dari pendefinisian masalah diatas maka menentukan bagaimana pemecahannya dengan tetap mempertimbangkan ketepatan dalam pencapaian sasaran dan penggunaan waktu yang dibutuhkan. Mendefinisikan masalah. icon. Aturan Pembuatan Algoritma Menurut Donald E Knuth[1] Algoritma harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Setiap langkah yang telah ditentukan harus terdefinisi dengan jelas dan tepat sehingga tidak mempunyai arti ganda. langkah-langkah penyelesaian dan keluaran (output).pemanfaatan intruksi-intruksi spesifik (key word) bawaan. Algoritma harus efektif dan sedeherna sehingga dapat dikerjakan dengan waktu yang rasional. Penambahan komentar pada setiap blok program atau sintaks program tertentu diperlukan untuk kemudahan dalam perbaikan dan pengembangan program. ketika tahapan ini kita harus dapat membuat dan menentukan mana Algoritma yang paling sesuai yang dapat kita terapkan dalam pemecahan permasalahan yang ada. Tahap ini memberikan beberapa kasus permasalahan yang diuji cobakan terhadap jalannya program dengan melihat aspek-aspek dari masukan (input). 2. Menulis program. Langkah-langkah dalam pemograman setidaknya meliputi: 1. Belajar bahasa pemograman lebih ditekankan ke coding. 3. 4. fungsi atau prosedure program yang kita buat ataupun tatacara penggunaan dari masing- . Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah-langkah yang telah ditentukan. Algoritma dapat mempunyai nol atau lebih keluaran. Selain memberikan komentar dalam kode program. tahapan ini kita masih dalam mencari permasalahan yang hendak dipecahkan dengan mempertimbangkan sumber daya (resource) yang ada dan hasil yang kita inginkan. Seperti yang dapat kita simpulkan bahwa pemograman merupakan aktivitas dalam menulis Algoritma yang dituangkan ke dalam notasi / bahasa pemograman tertentu yang dapat dimengerti oleh komputer. Menulis dokumentasi. 5. tahap ini diperlukan untuk mengetahui kesesuaian dan ketepatan dengan tujuan awal. 4. 2. 6. Algoritma dapat mempunyai nol atau lebih masukan. Menentukan solusi. 3. dari Algoritma yang ada maka kita tinggal menuangkannya kedalam bahasa pemograman tertentu yang kita gunakan.

yaitu : 1. Jika pemogram melakukannya dengan cara mencari kemungkinan BUG yang ada dan memperbaikinya maka end user melakukannya dengan cara menggunakan program sesuai dengan petunjuk dan batasannya ataupun restore program (restore. install ulang. C. 7. Ada beberapa bagian algoritma di dalam Pseudecode. Pseudecode Dari ketiga model diatas. dan lain-lain. model terakhir yaitu pseudecode lah yang amat banyak digunakan dan populer dikalangan para pemrogramam. Merawat program. Judul (Header) Judul merupakan bagian kepala yang berisi nama algoritma dan penjelasan spesifik mengenai algoritma tersebut seperti cara kerja. dan 3. yaitu: 1. Flowcharts 2. Deklarasi (Kamus) 3. Di dalam pembelajaran ini pun kita menggunakan pemodelan Pseudecode. . Ada tiga tipe pemodelan. Pseudecode berasal dari kata Pseudo yang artinya mirip atau imitasi atau menyerupai. khususnya di Indonesia. Deskripsi Pada setiap bagian tersebut dapat kita berikan dokumentasi berupa komentar. Dokumentasi dapat berupa tools helper ataupun hand out petunjuk penggunaan program.masing perintah dalam penggunaan program. PASCAL. Dan akar kata kedua yaitu Code yang berarti program. tahapan ini merupakan runtinitas yang dilakukan oleh pemogram atau user end. Secara bahasa. Untuk memberikan komentar kita gunakan kurung kurawa contoh {komentar}. backup data. Judul (Header) 2. Pemodelan Algoritma Pemodelan Algoritma merupakan aktivitas dalam mengilustrasikan jalannya suatu alur Algoritma dalam program dengan menggunakan simbol dan aturan-aturan tertentu. seperti BASIC. Notasi algoritmis yang ditulis didalam kurung kurawa {} maka tidak akan dieksekusi oleh compiler. dll). Pseudecode Pseudecode adalah pemodelan algoritma dengan menggunakan kode yang mirip dengan kode pemograman yang sebenarnya. Nassi Scheniderman (Ns Diagram). Hal itu dapat terlihat di hampir semua perguruan tinggi atau sekolah menggunakan pemodelan algoritma Pseudecode dalam melakukan pendekatan terhadap code. kondisi awal dan kondisi akhir.

variabel. nama saya Pascal!‟).„. penamaan Pascal di ambil dari sebuah nama guru besar di Francis yaitu Blaise Pascal. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal” ke piranti keluaran (monitor). Siapa nama kamu?”. Input(TheName). {variabel penampung inputan bertipe data String} Deskripsi Bagian yang berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah. Siapa nama kamu?‟). nama saya Pascal!”. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal‟). Contoh: {Deskripsi} Output(‘Hallo. {Judul/Header Program} { mencetak String “Hallo. Sebelum beranjak lebih jauh dan untuk mempermudah pelajaran selanjutnya. Deskripsi merupakan bagian inti dari algoritma.Contoh: Program Perkenalan. “Oh!.TheName . Dalam pembelajaran ini. sebaiknya kita bahas dulu apa itu bahasa pemograman Pascal. Output(„Oh! ‟. Contoh: {Deklarasi/Kamus} TheName:String. konstanta). biasa berisi intruksi-intruksi penyelesaian dan pemanggilan aksi tertentu yang sudah didefinisikan. “Boleh kita berkenalan. Dan menerima inputan sebuah nama (TheName)dari user. Pascal termasuk ke dalam kategori bahasa pemograman prosedural yaitu suatu bahasa pemograman yang impelemtasinya berdasarkan kepada penyelesaian permasalahan . notasi algoritma yang kita buat dengan model pseudecode akan kita konversikan ke dalam bahasa pemograman Pascal. TheName. Output(‘Boleh kita berkenalan. Bahasa pemograman Pascal. fungsi dan prosedure.} Deklarasi (Kamus) Bagian ini merupakan ruang untuk mendefinisikan beberapa komponen data (type data.

Jika secara sederhana template dari struktur pascal tampak sebagai berikut: { Program name } PROGRAM my_program_1. graphic dan lain-lain. { Main Procedure } BEGIN { Main procedure code } END.yang mengandalkan langkah terurut dari beberapa fungsi dan prosedure program yang di definisikan. crt. Programe name dan Processor directive yang sama dengan judul program pada pseudecode. Main procedure dan Main procedure code merupakan deksripsi dalam pseudecode. misal wincrt. 2. Any_var : Real. . Adapun struktur Pascal yang dimaksud yaitu: 1. Processor directive ini mengacu kepada library bawaan Pascal untuk melakukan standar baku pemograman. String_var : String. Struktur Pascal terdiri dari beberapa bagian yang dimana tiap bagiannya sama dengan bagianbagian yang dimiliki oleh Algoritma-Pseudecode. namun untuk processor directive adalah key word wajib yang mesti dipanggil paling awal pada saat program di buat dan dijalankan. Namun kemudahan bahasa pemograman ini jika dibandingkan dengan bahasa pemogaman non-prosedural lainnya ialah mudah untuk dipelajari. Kelemahan kategori ini akan terlalu banyak melibatkan coding dalam penggunaan fungsi dan prosedure dalam satu medan kerja untuk permasalahan yang kompleks dan sulit dalam pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengembangan code-nya. 3. { Global Variable Block } VAR Int_var : Integer. { Preprocessor directives } USES crt. khususnya bagi para pemula dalam mempelejari dan mengenal apa itu bahasa pemograman. Global variabel block merupakan kamus atau deklarasi dalam pseudecode.

Writeln.TheName . {variabel penampung inputan bertipe data String} {Deskripsi} Output(‘Hallo.Contoh konversi pseudecode program perkenalan ke pascal Pseudecode Program Perkenalan. USES crt. Writeln(‘======================================’). . Input(TheName). {Judul/Header Program} {Deklarasi/Kamus} TheName:String.„. Siapa nama kamu?‟). nama saya Pascal!‟). Output(‘Boleh kita berkenalan. Output(„Oh! ‟. Pascal {judul program} PROGRAM perkenalan. { Deskripsi } BEGIN Writeln(‘ Program Perkenalan ‘). Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal‟). { Deklarasi } VAR TheName : String.

. {kh: konstanta suhu} {nama variable} var f. {writeln: keyword keluaran dengan satu enter ke bawah} writeln(‘Boleh kita berkenalan. {Deskripsi} Input(f). read(TheName).{proses konversi} Output(c). {read: keyword untuk masukan} writeln(„Oh! ‟. c:=k*(f-kh). Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal‟).TheName . readln. {readln: keyword masukan dengan satu enter ke bawah} END. {kamus} {nama tetapan} Const k=5/9.„. LATIHAN  Program Konversi Suhu Farenhit ke Celcius Pseudecode {nama program} Program Konversi_Suhu. nama saya Pascal!‟). {k: konstanta farenhit} Const kh=32. {write: keyword keluaran} writeln.c:real. Siapa nama kamu?‟).write(‘Hallo.

{kamus} .c:real. var f. readln. Uses WinCrt. Const k=5/9. Const kh=32. Writeln. end. c:=k*(f-kh). Writeln(‘======================================’).  Program Konversi Waktu (Jam ke Detik) Pseudecode {nama program} Program Konversi_Waktu.c:4:2). Write(‘Masukan Suhu dalam Farenheit: ‘). Writeln.readln(f). begin Writeln(‘Program Konversi Fareinheit Ke Celcius’). Writeln(‘Jadi Suhu Dalam Celcius Adalah: ‘.Pascal Program Konversi_Suhu.

m. Writeln(‘======================’). Write(‘Masukkan Jumlah Jam : ‘).d. {menit} Input(d).readln(j). {deskripsi} Input(j). {proses konversi} Output(h).readln(m). . Writeln. begin Writeln(‘Program Konversi Waktu’). Writeln(‘Jadi Hasil Konversi : ‘. {jam} Input(m).h:integer.j. {detik akumulatif hasil konversi} Pascal Program Konversi_Waktu.’ Detik’). readln. Write(‘Masukkan Jumlah Detik : ‘).readln(d). Write(‘Masukkan Jumlah Menit : ‘). Writeln. h:=(j*3600)+(m*60)+d.h:integer.h. Var j.m. {detik} h:=(j*3600)+(m*60)+d. Uses Wincrt.d.

Output( A.C:integer. Input(B). Begin Clrscr. A:=B. {proses tukar} C:=A.B.  Program Menukar Nilai Pseudecode {nama program} Program Menukar_Nilai. Uses WinCrt. {keyword untuk membersihkan layar} .WinDos.end.B). var A. {kamus} var A.B.C:integer. Pascal Program Menukar_Nilai. B:=C. {deskripsi} Input(A).

B).readln(B). A:=B.’ B=’.readln(A). B:=C.  Program Hitung Karakter (Nama) Pseudecode {nama program} PROGRAM Hitung_Karakter.A. Writeln. Writeln. . Writeln(‘=================================’). readln. Writeln(‘Hasil A=’. Write(‘Masukkan Nilai B: ‘). End.Writeln(‘Program Menukar Nilai A Menjadi B’). namalen : integer. Write(‘Masukkan Nilai A: ‘). Writeln. {kamus} nama : string. C:=A. {deskripsi} input (nama).

Writeln(‘=================================’). namalen). readln. VAR nama : string. {length: keyword untuk hitung karakter} output (nama.  „Program Konversi Teks ke Uper ke Lower Pseudecode {nama program} . Pascal PROGRAM Hitung_Karakter. readln (nama). USES crt.namalen := length(nama). BEGIN clrscr. END. namalen := length(nama). nama. Writeln. namalen).’ memiliki panjang karakter ‘. Writeln(‘Program Hitung Karakter’). namalen : integer. {length: keyword untuk hitung karakter} writeln (‘Nama ‘. write (‘Masukan nama Anda? ‘).

{deskripsi} input (text). {proses uper} text := upcase(text). Writeln(‘=======================================’). Pascal PROGRAM convert_uper_lower. {kamus} text : string. VAR text : string. Writeln(‘Program Konversi Teks ke Uper ke Lower’). {upcase: keyword untuk upercase karakter} output(text). i : integer. {proses lower} text:= lowercase(text). output(text). . USES crt.PROGRAM convert_uper_lower. i : integer. BEGIN clrscr.

readln (text). write (‘ ‘. write (‘Masukan sebuah kalimat ‘). write (‘ ‘. writeln (‘lowercase dari kalimat tersebut adalah: ‘). text). . text).Writeln. END. readln. text := upcase(text). text:= lowercase(text). writeln (‘Uppercase dari kalimat tersebut adalah: ‘). readln.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->