8. HUkum sar’I ? pandangan hokum sara terhadap ilmu tauhid.

Hukum sar’i (hukum islam) mewajibkan dengan wajib ain kepada seluruh manusia dan jin, harus belajar
ilmu tauhid dan sekaligus bertauhid.
Catatan: Yang wajib itu adalah orang mualaf, artinya tanpa kecuali sekalipun bagi kafir. Dihadapan Alloh
nanti akan dimintakan pertanggung jawaban secara indipidual mengenai kewajiban untuk mengetahui
Ilmu tauhid dan sekaligus bertauhid.
Firman Alloh dalam surah Al Baqoroh ayat 21:


“Wahai segenap manusia sembahlah tuhanmu, yang telah menciptakan mu dengan orang2 sebelum
kamu agar kamu bertakwa.”
Justru karena masalah tauhid itu merupakan kewajiban individual (wajib ain) maka tanggung jawabnya
pun secara individual pula maka tanggung jawabnya pun secaras indipudual pula artinya tidak akan
seorang pun yang akan sanggup mempertangging jawabakan orang lain dihadapan Alloh mengenai …….
9. Istimdad/ sumber pengambilan ilmu tauhid
Dasara yang di pakai adalah dalil akli (petunjuk akal goriji) dan dalil nakli (petunjuk Al-qur’an dan Al
hadist)
10. Masa’il/Masalah2 yang terkandung dala ilmu tauhid
Masalah yang terkandung dalam ilmu tauhid kodiah2, logika yang membahas sesuatu yang pasti atau
yang disebut wajibat (anu pasti ayana), dan sesuatu yang mustahil adanya (mustahilat), dan sesuatu
yang kadang2 bisa jadi ada dan kadang2 bisa jadi tidak ada (jaizat).













BAB 2
Ta’rif Hukum Dan Pembagiannya
Pasal 1 Ta’rif Hukum
Ta’rif hukum yakini isbatu amrin li amrin ao nafyuh anhu ( menetapkan suatu perkara kepada yang lain
atau meniadakan sesuatu dari sesuatu yang lain)
Contoh : menetapakan sifat qudrot kepada Alloh, mentapkan wajibnya solat yang lima waktu,
mentapkan rasa asin pada garam, dan meniadakan sifat lemah dari Alloh, meniadakan hokum sunat
pada solat 5 waktu, atau meniadakan rasa asin dari garam,
Pasal 2 Pembagian Hukum
Dalam uraian ini hokum itu terbagi atas 3 kategori masing2 ialah
1 hukum sara
2. hukum akal
3. hukum Adat
Penilaian di antara tiga hokum tersebut, yang paling terkuat adalah hokum sara selanjutnya hukaum
akal yang paling lemah hokum adat, akibat logisnya apabila terjadi pertentangn dianatar hokum
tersebut maka hokum sara yang wajib dimenangkan sebab sumbernya dari Al Qur’an dan Hadist contoh
1. Adanya surga adalah wajib menurut sara padahal menurut akal mungkinul wujud sebab tidak
ada yang wajib adanya kecuali Alloh Swt, tapi karena Alloh telah menetapkan adanya dalam Al-
Qur’an yang menjadi hokum sara bahwa surga telah ada maka kesimpulannya surga itu wajib
adanya, hanya wajibnya disebut wajib muqoyad oleh karena itu adanya surge tidak bisa disebut
mungkin artinya tidak bias diragukan lagi adanya.
2. Apabila bertentangan antara hokum akal dan hukum adat maka yang harus dimenangakan
adalah hokum akal misalnya sepanjang hokum akal (Ilmu TAuhid) bahwa yang harusnya dibakar
itu adalah karena Alloh (Oleh Alloh) tetapi menurut huku adat dikarenakan api daslam hal ini
yang harus dimenangkan adalah hokum akal yang seharusnya di bakar adlaha kekuasaan Alloh,
namun demikian karena Alloh membuat hokum objektif yaitu sunatulloh maka bila Alloh akan
menciptakan hangus harus emlalui hukm objektif tersebut oleh karena itu
a. Diciptakan Api
b. Disambungkannya Api dengan yang akan dibakar
c. Dihilangkannya penghalang hangus seperti ada air atau basah dll,
d. Kemudian Alloh menciptakan hangus sesuatu yang dibakar maka secara itu terbuktilah
hangus
Catatan : Adapun pekataan kita dalam menjawab pertanyaan dengan apakah kamu terbakar ?
Jawabanya adalah dengan api, maka perkataan ini dibolehkan bahkan seharusnya seperti itu,
tetapi dalam aturan kesopanan secara adat bukan dalam hakekatnya, kaitan yang dalam factor
Ini biasanya tidak berubah kecuali ada kejadian luar biasa yang dalihnya disebut khowarikun lil
adat yaitu yang membedah kebiasaannya untuk lebih jelasnya akan dibahas pada uraian
tersendiri nanti
3. Kejadian adat berlawanan dengan hokum sara, melihat Alloh di surga , sepanjang adat mustahil
tetapi menurut hokum sara sudah menetapkannya dalam Alqur’an dan dengan hadist, pada
hakekatnya antara hkum sara dengan hokum adat itu tidak terdapat pertentangan secara
prinsipil hal ini dibuktikan dengan adanya sebuah definisi yang menyatakan yang artinya hokum
adat diperkuat dan menjadi landasan hokum sara (Aladatu Muhtamatun)
4. Contoh: Hukum sara memerintahkan supaya seluruh manusia memelihara kesehatan, sepanjang
hokum adat kesehatan itu wajib dipertahankan maka hokum sara pun memerintahkannya
sebagaimana sabda rosul attoharotu nisful iman pada buktinya ada orng yang selalu bersih tapi
mudah menyandang penyakit maka disitulah kehendak Alloh, soal memelihara kesehatan itu
hanya sebatas hokum adat juga soal hokum sara memerintahkan hanya sebatas ta’abudiyun
(supaya jadi ibadah)


PASAL 3
HUKUM SARA
Ta’rif hokum sara (
Menetapkan sesuatu kepada sesuatu yang lain atau meniadakan sesuatu daripada sesuatu yang
lain melalui peranataraan ada yang menetapkanya, yaitu firman Alloh yang bertalian atau
berhubungan dengan pekerjaan dengan orang mukalaf dengan sifat meharuskan atau yang
melarangnya yang ……….. dengan mempraktekan cara tersebut
Penjelasan:
1. Materi kata Isbatu amrin ao yafnuhu ini adalah materi hukm yang mehubungkan / mentitk
samakan antara hokum sara hokum akal dan hokum adat (merupakan tata jenis
2. Materi kata biwasitotin biwadil wadi’I ini adalah sebagai pasal yang memisahakan antara
hokum sara dan antra yang lainnya sebab hokum akal tidak ditangguhkan kepada adanya
yang menetapkan dan hokum adat adalah hasil dari penyelidikan yang hasil terjadi yang
sering terjadi karena itu ta’rif ini termasuk ta’rif yang terkuat
3. Materi kata wahua kitabullohi ini adalah merupakan penjelasan dari nomor 2, bahwa yang
menetapkannya adalah firman Alloh baik secara langsung dari Al-qur’an atau tidak langsung
dengan melalui sabda rosululloh saw (alhadist) karena semua yang disabdakan oleh rosulya
yakinkanlah itu wahyu dari Alloh sebagai mana firman Alloh dalam surah An-Najmu
Adapun …………….asar’iyu (shohibul sar’I) artinya yang memfirmanakan yang menetapkannya
yang mempunyai hokum sara atau yang menetafkannya karena yang menetafkannya lloh
dan rosulnya maka tidak ada yang berwewenang interpensi (campurtangan didalam
menetapkan hokum sara selain Alloh dan rosulnya maka bunyi hokum yang tidak berbunyi
hokum Al-Qur’an dan Al-Hadist secara langsung atau tidak langsung maka itu bukan hokum
sara. Adapun bunyi hokum yng keluar dari mujtahidin asalkan berdasarkan dari Alqur’an dan
Al hadits maka itu termasuk kepada penglaksanaan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Untuk ini Al-
qur’an telah memberi jaminan kepada mujtahidin sebagaimana firmannya dalam Al-qur’an
dalam surat Al-Imran ayat 7
Artinya; tidak ada yang menetahui ta’wilnya melainkan Alloh dan orang-orang yang dalam
Ilmunya dan mereka berkata kami beriman kepada ayat-ayat mutashabihat semuanya itu
dari sisi tuhan kami dan tidak dapat mengambil pelajaran dari padanya kecuali ulul albab
yaitu orang-orang yang berakalal suci yang berpikir tajam demikian pula sabda rosululloh
saw telah memberikan jaminan dalam hadistnya yang berbunyi sebagai beriktu ida hakama
alhakimu pajtahada pa’asoba palahu ajroni waida hatama alhakimu pa ahto’a palahu ajrun
waahidun
Mujtahid menetapkanhukumnya dengan hasil ijtihadnya terlebih dahulu kemudian
pendapatnya tepat (kena) kepada sasarannya dari Alloh dan rosulnya maka mujtahid itu
mendapatkan dua pahala yaitu pahala ijtihadnya dan kedua pahala ijtihad, ……. Tidapat
pada sasaranya dengan sasaran dari Al-qur’an dan Hadist maka mendapat pahala dari
ijtihadnnya ………, walaupun tidak tepat tapi tetap diberi pahala ini berarti masih dipandang
benar dan boleh dilakukan dan diikutinya. Malah hokum yang berbunyi kias pun masih di
dalam jaminan Al-qur’an sebagaimana firman Alloh

Artinya: maka wajib kamu sekalian mencontoh kepada ayat Alqur’an wahai orang-orang
yang punya penglihatan.
4. Materi kata Almuta’ (yangbertalian dengan pekerjaan mukalaf)
Dalam hal memberikan isyarat bahwa firman Alloh yang menjadi hokum sara adalah Firman
Alloh yang bertalian dengan amal perbuatan orang mukalaf (balig dan berakal sehat) baik
golongan manusia maupun golongan jin. Adapun firman Alloh yang tidak berkaitan dengan
perbuatan orang mukalaf itu tidak dinamakan hokum sara contoh seperti ferman Alloh yang
bertalian dengan proses pembentukan manusia dalam surat Attin ayat 4;
;³·³·¯ 4L^³ÞUE· =}=Oee"- EO)×
^}=O;OÒ¡ ±¦C÷O^³·> ^j÷
Artinya : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-
baiknya .

Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaikbaiknnya, juga ayat-ayat Al-
Qosos (Dalam Qisoh) yang menceritakan kisah-kisah dahulu kala seperti firman Alloh dalam
surat yusuf ayat 4

^O)³ 4··~ ÷-÷cONC gOO)®·
ge4Ò^4C O)E+)³ ¬euCÒ¡4O E³4ÞÒ¡
4O=¯4N 4:E¯OE "·;©O=¯-4Ò
4OE©·³^¯-4Ò ¯ª×g+©uCÒ¡4O Oj¯
¬-¯g³´×Ec ^j÷
Artinya: (ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku[742], Sesungguhnya aku
bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."

[742] Bapak Yusuf a.s. ialah Ya'qub putera Ishak putera Ibrahim a.s.

Contoh ayat sepertin ini tidak bias disebut hokum sara adapun contoh yang menjadi hokum sara
adalah firman-firman Alloh yang isinya memerintahkan atau melarangnya contoh dianataranyah

W-O÷©1g~Ò¡4Ò ÞE_OÞUO¯-
W-O¬>-474Ò ÞE_Oº±EO¯- _ 4`4Ò
W-ON`g-³·³¬> 7¯´O¬¼^®· ;}g)`
¯O¯OE= +ÞÒ÷³´_Ò` E³4gN *.- ¯ Ep)³
-.- E©) ¬]O¬UE©u¬·> ¬OO´4
^¯¯´÷
110. dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi
dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha melihat apa-
apa yang kamu kerjakan.






5. Materi Kata (Bittolabi awit tibahati
Ini artinya bersifat ferintah atau larangan, atau membolehkan dan aturan
pelaksanaan dari perintah tersebut. tentang hitobnya dilihat dari segi hitobnya
hokum sara itu terbagi atas 2 bagian YAitu masing-masing adalah
a) Hitob Taklif
Terbagi menjadi 5 bagian
1. Wajib = perintah yang pasti harus dikerjakan
Contoh seperti solat 5 waktu
2. Sunat = perintah yang tidak mesti dikerjakan
Contoh seperti solat malam atau tahajud
3. Haram = Larangan yang mesti harus ditinggalkan
Contoh seperti berzina dan mabuk
4. Makruh = Larang yang tidak mesti ditinggalakan
5. Mubah/Wenang = Boleh dikerjakan boleh tidak

b) Hitob Wado
Yang disebut hitob wado yaitu aturan pelaksanaan dari hitob taklif itu pun
terbagi atas 5 bagian
1. Sebab
Contoh ; Karena bergesernya matahari kesebelah barat maka menjadi sebab
wajibnya solat duhur
2. Syarat
Contoh : wudu menjadi syarat sah nya solat
3. Sohih
Yaitu berkumpulnya syarat rukun dan tidak ada yang membatalkan
4. Batil/Fasid
Seperti adanya percakapan dalam solat yang bukan sebahagian dari bacaan
solat
5. Hitob wado
yaitu yang menghalangi hokum seperti haid di wanita itu menghalangi atas
wajibnya solat atau puasa pada wanita tersebut
c)
لا لوقفلا وذل يهلا عضو مهش اعمو مهر اعم حلصي ام ىلا دومحملا مهرايثف هب ةملاس
ثاذل اب مهل ريخ وه ص : ديحوث رحوج( 9 )
Artinya penetapan dari Alloh yang ditujukan kepada orang yang mempunya akal sehat
dengan pilihan sendiri yang terpuji untuk kemaslahatan mereka yang dzati yakni
kemsalahatan yang asli baik di dunya maupun di akhirat kelak.
Catatan : Materi kata wad’un ilahiyun artinya penetapan dari Alloh yang ngomentarnya
samar dengan catatan ke 1
Materi kata ilahiya ladikuli salimati artinyua yang dijuruskan kepada yang mempunyai
akal sehat berarti tidak menjadi sasaran hokum sara contoh seperti :
a. Jamadat : yaitu benda2 mati dan tidak tumbuh
b. S
c. Hayawanat : yaitu benda-benda hidup tetapi tidak berakal
d. Orang gila dan orang mabok : mereka ini tergolong tidak selamat akalnya maka tidak
jadi sasaran hokum sara
Materi kata bikhtiain mahmudi arinya dengan pilihannya sendiri-sendri yang terpuji
a. Seorang yang dipaksa
b. Orang yang tidak mampu menguasai dirinya seperti yang jatuh yang sedang melayang di
angkasa

Materi kata Ilama hua khorullahu bi dzati artinya kepada sesuatu yang dzatiyahnya baik.
Yang dimaksud dengan materi tersebut bahwa sarana hokum sara untuk mencapai
dzatiyanhnya kebaikan didunia dan di akhirat adapun ada sarana kehidupan didunia:
a. Menjamin keutuhan akal, sebab akal manusia itu menjadi inti yang jatuh kepada diri
yang mempunyainyah untuk membawa kemulyaan. Untuk jaminan tersebut maka
diharamkan sepertin minuman yang memabkan dilarang berjudi sebagaimana firman
Alloh dala surat Al-Ma’idah ayat 9 :
Og¬³Ò^4C 4ׯg~-.-
W-EON44`-47 E©^^)³ NO;©·C^¯-
+O´O^1E©^¯-4Ò C·=^·-4Ò
Nª·¯^e·-4Ò /·;_jO ;}g)` ÷E©4N
^}·C^OO=¯- +ÞO+lg[4-;_··
¯ª7¯+UE¬·¯ 4pO÷·)U^¼¬> ^_´÷
90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

[434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan
anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu
perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu.
setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak
ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka
hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah
anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan
sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang
tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

b. Menamin keselamatan tubuh manusia, untuk jaminan tersebut maka dilarang melakukan yang
merusak kesehatan tubuh manusia dan diwajibkan oleh sara untuk memeliharanya data-data
kesehatan sehingga fardu kipayah juru kesehatan (dokter) disetiap kelompok atau disetiap
perkampungan manusia dan adanya hokum jinayat sebagai mana firman Alloh dala surat Al-
Ma’dah ayat 45:
E4¯±4E4Ò ¯ªjg¯OÞU4N .OgOg·
EpÒ¡ "·^¼EL¯- +·^¼EL¯)
¬-u-E¬^¯-4Ò ÷×u-E¬^¯)
E-^·-4Ò ´-^·)
¬]¬O1·-4Ò ÷p¬O1·)
O}´pO¯-4Ò ^-}´pO¯)
EEÒNO¬×^¯-4Ò _´=g~ _ }E©··
¬+O³=·> ·gO) 4O÷_·· ¬E4OO¼º±
N¡-. _ }4`4Ò ¯¦-¯ ª¬:^4·© .E©)
4·4O^Ò¡ +.- Elj·^·¯Òq·· Nª¬-
4pO÷©)U-¬¯- ^j)÷
45. dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas)
dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi,
dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, Maka
melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara
menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

c. Menjamin kesetiaan keturunan manusia dan kesejahtraan rumah tangga yang menjadi sumber
kesejahtraan didunia untuk jaminan tersebut maka diharamkan perjinahan dan penyelewengan
seksual oleh karena itu maka di adakan peraturan-peraturan pernikahan seutuhnya sebagaimana
dalam surat Ar-Rum ayat 21:
;}g`4Ò ¼·gOg-4C-47 upÒ¡ 4-ÞUE·
7¯·¯ ;}g)` ¯ª7¯´O¬¼^Ò¡
~w}4Ò^eÒ¡ W-EONL7¯¯O4g¢¯
E_^1·¯)³ ºE¬E_4Ò ª¬:4LuO4
LEE14OE` OE©;O4O4Ò _ Ep)³ O)×
Elg¯·O ±e4C±E ±¬¯O·³g¢¯
4pÒNO-¯E¼4-4C ^g¯÷
21. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya
diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

d. Menjamin hak manusia seutuhnya unutk jamnan tersebut diselenggarakannya oleh hokum syara bab
muamalat dan bab waris, sebagaimanna firman Alloh surat Al-Baqoroh ayat 275:
¯ EEOÒ¡4Ò +.- E7^O4l^¯-
4¯·OEO4Ò W-_O4@´O¯- ^g_)÷
275. orang-orang yang Makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya
orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. Keadaan mereka yang demikian itu,
adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya
larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah
diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang
kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

[174] Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan
oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis,
tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran
emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini Riba nasiah
yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman jahiliyah.
[175] Maksudnya: orang yang mengambil Riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.
[176] Riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.

Dan suarat An-isa 11 :
O¦7¯1gONC +.- EO)× ¯ª¬±g³·¯uÒÒ¡ W
@OE-~-g¯ NuVg` ´]^EO
÷×u-4O·V^1·- _ ^¯¯÷
11. Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian
seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan[272]; dan jika anak itu semuanya
perempuan lebih dari dua[273], Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak
perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi
masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika
orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya
mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat
seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan)
sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di
antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. ini adalah ketetapan dari Allah.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[272] Bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah karena kewajiban laki-laki lebih berat dari
perempuan, seperti kewajiban membayar maskawin dan memberi nafkah. (Lihat surat An Nisaa ayat 34).
[273] Lebih dari dua Maksudnya : dua atau lebih sesuai dengan yang diamalkan Nabi.

e. Menjamin kehormatan manusia
Untuk jaminan tersebut hokum syara mengharamkan qodaf (menuduh zina) sabbu (mencaci maki orang
lain) ghibah (mencaci maki orang dihadapan orang lain ) dan lain penghinaan. Untuk itu Alloh berfirman
dalam surat Al-Hujrot ayat 11-12 :
Og¬³Ò^4C 4ׯg~-.- W-ONL4`-47 ºº
¯OEC¯OEC ¬¯¯O·~ }g)` `¬¯O·~ -/=O4N pÒ¡
W-O+^O7¯4C -LO¯OE= ¯ª×gu+g)` ºº4Ò
E7.=O)e }g)` ·7.=O)Oe -/=O4N pÒ¡
O}7¯4C -LO¯OE= O}×gu+g)` W ºº4Ò
W-¼Ò+Og©·U·> ¯7¯=O¬¼^Ò¡ ºº4Ò
W-Ò+O44L·> ´U·³^¯·) W
"·^-) N®;-]º- 7-OOO¬¼^¯- E³u¬4
^}E©Ce"- _ }4`4Ò ¯ª-¯ ¯U+-4C
Elj·^·¯Òq·· Nª¬- 4pO+·j·-¬¯-
^¯¯÷ Og¬³Ò^4C 4ׯg~-.-
W-ONL4`-47 W-O+lg[4-;_-
-LOOg1E =}g)` ^-}-¬¯- ·])³
4*u¬4 ^-}-¬¯- _¦^¦)³ W ºº4Ò
W-OOOOOO_Ò` ºº4Ò U4-^¯4C ª7¯¬_u¬+
¯_u¬4 _ OUg47©Ò¡ ¯¦¬±÷³4ÞÒ¡ pÒ¡
º¬±·4C =ª¯··¯ gO1´=Ò¡ 6-^14`
+ÞO÷©+u-@O·¯·· _ W-O¬³E>-4Ò -.-
_ Ep)³ -.- _·-·O·> ¬®7gO·O ^¯g÷
11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang
lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan
merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela
dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk
panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka
mereka Itulah orang-orang yang zalim.
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari
purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu
sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka
tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

[1409] Jangan mencela dirimu sendiri Maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-
orang mukmin seperti satu tubuh.
[1410] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan
kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.

f. Menghidupkan social (kegotongroyongan)
Untuk menjamin kehidupan social maka di adakan zakat dan di anjurkannya berinfak sodakoh seperti
hibah, wakaf, membela fakir miskin dengan tenaga dan fikiran juga dengan kedudukan dll. Firman Alloh
dalam surat Al-Baqoroh ayat 43:
W-O÷©1g~Ò¡4Ò ÞE_OÞUO¯-
W-O¬>-474Ò ÞE_OEEO¯-
W-ON¬E¯O-4Ò E74` 4×-g¬g·O¯-
^j@÷
43. dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'[44].

[44] Yang dimaksud Ialah: shalat berjama'ah dan dapat pula diartikan: tunduklah kepada perintah-
perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk



g. Menjamin keutuhan dan keselamatan agama islam
Untuk me.jamin tesebut maka syara’ mengajarkan ajaran perjuangan, seperti mempertahankan keutuhan
masjid, menegakkan solat, menyebarkan syari’at agama islam dan lain sebagainya. Firman Alloh dalam Al-
Qur’an surat A-Shof ayat 14
Og¬³Ò^4C 4ׯg~-.- W-ONL4`-47
W-EO+^O7 4O=^Ò¡ *.- E©E
4··~ /=O1gN ÷×^¯- =ª4C¯O4`
=}·))CjO-4OE··Ug¯ ;}4` -OjO=^Ò¡
OÞ¯)³ *.- W 4··~ 4pOGCjO-4OO4^¯-
÷}^4º± +O=^Ò¡ *.- W e4L4`4*··
¬OE¼j*.-C }g)` ×_j_4
ºCg74O¯·)³ ª4OE¼E4Ò ¬OE¼j*.-C W
4^;³+CÒ·· 4ׯg~-.- W-ONL4`-47
_OÞ>4N ¯ªg-j)Ò÷³4N W-O÷·4l;Ò··
4ׯ@O)_·÷ ^¯j÷ :
14. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa Ibnu Maryam
telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-
penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah
penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka
Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka
menjadi orang-orang yang menang.

h. HAQ

Sebagaimana dalam suarat Al-Hujrot ayat 10:
E©^^)³ 4pONLg`u·÷©^¯- ¬E4Ou=)³
W-O÷·)U;Ò·· 4×u-4 ¯7¯uC4OE=Ò¡ _
W-O¬³E>-4Ò -.- u7¯+UE¬·¯
4pO+·EO¯O¬> ^¯´÷
10. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan)
antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

i. Menjamin keselamatan hewan
Untuk menjamin keselamatan berikut hokum sara melarang merusak hewan secara keji dibakatar hidup-
hidup, harus diberi makan dan minum… , menata tata car penyembelihan yang sah,

-·O)³4Ò _O^¯4O·> _/4REc O)× ^·¯O·-
E³´O^¼NOg¯ E_1g· El)U;_NC4Ò
E[¯OE·^¯- º¯OE4¯-4Ò ¯ +.-4Ò ºº
OUg47© E1=OE¼^¯- ^g´)÷
205. dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk Mengadakan kerusakan padanya, dan
merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan[130].

[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang
mukmin dan selalu Mengadakan pengacauan.
Sabda rosululloh saw dalam hadist Bukhori juz 3 halaman 312,
رصبث نا هع ىهو مثقهن اه ريغ وا ةمحب ثي دحنا( )
Artinya : nabi telah melarang menjara hewan untuk dibunuh
Juga dalam hadis yang di sipir dari kitab suma taufik halaman 4;
ا لا بهكناب ىن و مك ا عن ا( رىق )ثي دح ل

Artinya: takutlah kamu menyiksa hewan walau pun ke anjing yang buas
j. Menjamin kepentingan umum
Untuk jaminan tersebut maka hokum sara melarang merusak atau mengganggu kepentingan umum
didalam keadaan aman dan mengganggu kelestarian air, ketertiban lalu lintas, firman Alloh dalam surat
AL-a’rof ayat 56:
ºº4Ò W-Ò÷³´O^¼¬> ©)× ^·¯O·-
E³u¬4 E_´·ÞU;)³ +ÞONNu1-4Ò
+·¯OE= ¬E©·C4Ò _ Ep)³ =e4·uO4O
*.- _UC@O·~ ¬;g)` 4×-gL´O¯·÷©^¯-
^)g÷
56. dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan
Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).
Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Peraturan semua jaminan tersebut dilindungi dengan garansi demasukan ke surge bagi orang yang
mentaati dan dimasukan ke neraka bagi yang melanggarnya dan untuk menjamin keselamatan ukhrowu.
Maka sara memberikan peraturan :
a. Untuk menjamin kebenaran akidah yang benar dan sebenarnyan maka di adakan pengajaran usuludin
(aqo’id) sebagai fondasi dalam akidah agama Islam untuk perlindungan Usuludin yaitu dengan adanya
ancaman Ilahiyah abadi di neraka bagi orang yang melanggarnya, sebagaimana firman Alloh dalam
surat Az-Zumar ayat 71-73:
4-O´c4ÒA 4ׯg~-.- W-¼ÒNOE¼º±
_OÞ¯)³ 4®-¬E_E_ -O4`Ne W -/E®EO
-·O)³ E-Ò+7.~E} ;eE·g-¬·
E_+4O¯Ò¡ 4··~4Ò ¯ª÷_·¯
.Og+©4^4OE= ¯ª·¯Ò¡ ¯ª7¯g>·4C
¬÷c+O ¯7¯Lg)` 4pO¬Uu-4C ¯ª7¯^OÞU4×
ge4C-47 ¯ª7¯)Þ4O
¯ª7¯4^Ò+O´OLNC4Ò 47.·³g¯
¯ª7¯g`¯O4C -EOE- _ W-O7¯·~ _OÞ>4
;}´¯·¯4Ò ;eO³EO ¬OE©)UE
´·-EOE¬^¯- OÞ>4N 4ׯjOg¼·¯^¯-
^_¯÷ º1g~ W-EO¬U7=u1-
=·4O¯Ò¡ =¦E4E_E_ 4ׯg)-E=
E_1g· W "·^-)l·· O4Ou14`
¬-¯)O´)¯E:4-÷©^¯- ^_g÷ 4-O´c4Ò
¬-¯g~-.- W-¯O·³E>- ¯ª×g4±4O
OÞ¯)³ gOELE×^¯- -O4`Ne W -/E®EO
-·O)³ E-Ò+7.~E} ;eE·g-¬·4Ò
E_+4O¯Ò¡ 4··~4Ò ¯¦+¤O±
Og+©4^4OE= vªÞUEc ¯ª¬:^OÞU4×
¯¦+¯lgC E-O¬U7=u1··
4ׯg)-E= ^_@÷
71. orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. sehingga apabila mereka
sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-
penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-rasul di antaramu yang membacakan
kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan Pertemuan dengan hari ini?"
mereka menjawab: "Benar (telah datang)". tetapi telah pasti Berlaku ketetapan azab terhadap orang-
orang yang kafir.
72. dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di
dalamnya" Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang
menyombongkan diri.
73. dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan
(pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan
berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah
kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".




b. Tata cara berbakti dan beribadah khusus kepada Alloh
Maka hukumsara mengajarkan tata cara beribadah tersebut termasuk didalamnya ajaran haji dan
umroh.














hanya wajibnya disebut wajib muqoyad oleh karena itu adanya surge tidak bisa disebut mungkin artinya tidak bias diragukan lagi adanya. Apabila bertentangan antara hokum akal dan hukum adat maka yang harus dimenangakan adalah hokum akal misalnya sepanjang hokum akal (Ilmu TAuhid) bahwa yang harusnya dibakar itu adalah karena Alloh (Oleh Alloh) tetapi menurut huku adat dikarenakan api daslam hal ini yang harus dimenangkan adalah hokum akal yang seharusnya di bakar adlaha kekuasaan Alloh. akibat logisnya apabila terjadi pertentangn dianatar hokum tersebut maka hokum sara yang wajib dimenangkan sebab sumbernya dari Al Qur’an dan Hadist contoh 1. meniadakan hokum sunat pada solat 5 waktu. yang paling terkuat adalah hokum sara selanjutnya hukaum akal yang paling lemah hokum adat. sepanjang adat mustahil tetapi menurut hokum sara sudah menetapkannya dalam Alqur’an dan dengan hadist. melihat Alloh di surga . pada hakekatnya antara hkum sara dengan hokum adat itu tidak terdapat pertentangan secara . namun demikian karena Alloh membuat hokum objektif yaitu sunatulloh maka bila Alloh akan menciptakan hangus harus emlalui hukm objektif tersebut oleh karena itu a. 2. Diciptakan Api b. Kejadian adat berlawanan dengan hokum sara. maka perkataan ini dibolehkan bahkan seharusnya seperti itu. Disambungkannya Api dengan yang akan dibakar c. Dihilangkannya penghalang hangus seperti ada air atau basah dll. hukum akal 3. Kemudian Alloh menciptakan hangus sesuatu yang dibakar maka secara itu terbuktilah hangus Catatan : Adapun pekataan kita dalam menjawab pertanyaan dengan apakah kamu terbakar ? Jawabanya adalah dengan api. mentapkan rasa asin pada garam. Adanya surga adalah wajib menurut sara padahal menurut akal mungkinul wujud sebab tidak ada yang wajib adanya kecuali Alloh Swt. Pasal 2 Pembagian Hukum Dalam uraian ini hokum itu terbagi atas 3 kategori masing2 ialah 1 hukum sara 2. hukum Adat Penilaian di antara tiga hokum tersebut. mentapkan wajibnya solat yang lima waktu. kaitan yang dalam factor Ini biasanya tidak berubah kecuali ada kejadian luar biasa yang dalihnya disebut khowarikun lil adat yaitu yang membedah kebiasaannya untuk lebih jelasnya akan dibahas pada uraian tersendiri nanti 3.BAB 2 Ta’rif Hukum Dan Pembagiannya Pasal 1 Ta’rif Hukum Ta’rif hukum yakini isbatu amrin li amrin ao nafyuh anhu ( menetapkan suatu perkara kepada yang lain atau meniadakan sesuatu dari sesuatu yang lain) Contoh : menetapakan sifat qudrot kepada Alloh. tetapi dalam aturan kesopanan secara adat bukan dalam hakekatnya. dan meniadakan sifat lemah dari Alloh. d. atau meniadakan rasa asin dari garam. tapi karena Alloh telah menetapkan adanya dalam AlQur’an yang menjadi hokum sara bahwa surga telah ada maka kesimpulannya surga itu wajib adanya.

……. tidak ada yang menetahui ta’wilnya melainkan Alloh dan orang-orang yang dalam Ilmunya dan mereka berkata kami beriman kepada ayat-ayat mutashabihat semuanya itu dari sisi tuhan kami dan tidak dapat mengambil pelajaran dari padanya kecuali ulul albab yaitu orang-orang yang berakalal suci yang berpikir tajam demikian pula sabda rosululloh saw telah memberikan jaminan dalam hadistnya yang berbunyi sebagai beriktu ida hakama alhakimu pajtahada pa’asoba palahu ajroni waida hatama alhakimu pa ahto’a palahu ajrun waahidun Mujtahid menetapkanhukumnya dengan hasil ijtihadnya terlebih dahulu kemudian pendapatnya tepat (kena) kepada sasarannya dari Alloh dan rosulnya maka mujtahid itu mendapatkan dua pahala yaitu pahala ijtihadnya dan kedua pahala ijtihad. yaitu firman Alloh yang bertalian atau berhubungan dengan pekerjaan dengan orang mukalaf dengan sifat meharuskan atau yang melarangnya yang ………. Untuk ini Alqur’an telah memberi jaminan kepada mujtahidin sebagaimana firmannya dalam Al-qur’an dalam surat Al-Imran ayat 7 Artinya. Adapun bunyi hokum yng keluar dari mujtahidin asalkan berdasarkan dari Alqur’an dan Al hadits maka itu termasuk kepada penglaksanaan Al-Qur’an dan Al-Hadist. sepanjang hokum adat kesehatan itu wajib dipertahankan maka hokum sara pun memerintahkannya sebagaimana sabda rosul attoharotu nisful iman pada buktinya ada orng yang selalu bersih tapi mudah menyandang penyakit maka disitulah kehendak Alloh. Contoh: Hukum sara memerintahkan supaya seluruh manusia memelihara kesehatan. dengan mempraktekan cara tersebut Penjelasan: 1. Materi kata Isbatu amrin ao yafnuhu ini adalah materi hukm yang mehubungkan / mentitk samakan antara hokum sara hokum akal dan hokum adat (merupakan tata jenis 2. Materi kata wahua kitabullohi ini adalah merupakan penjelasan dari nomor 2..asar’iyu (shohibul sar’I) artinya yang memfirmanakan yang menetapkannya yang mempunyai hokum sara atau yang menetafkannya karena yang menetafkannya lloh dan rosulnya maka tidak ada yang berwewenang interpensi (campurtangan didalam menetapkan hokum sara selain Alloh dan rosulnya maka bunyi hokum yang tidak berbunyi hokum Al-Qur’an dan Al-Hadist secara langsung atau tidak langsung maka itu bukan hokum sara. Materi kata biwasitotin biwadil wadi’I ini adalah sebagai pasal yang memisahakan antara hokum sara dan antra yang lainnya sebab hokum akal tidak ditangguhkan kepada adanya yang menetapkan dan hokum adat adalah hasil dari penyelidikan yang hasil terjadi yang sering terjadi karena itu ta’rif ini termasuk ta’rif yang terkuat 3.prinsipil hal ini dibuktikan dengan adanya sebuah definisi yang menyatakan yang artinya hokum adat diperkuat dan menjadi landasan hokum sara (Aladatu Muhtamatun) 4. Tidapat pada sasaranya dengan sasaran dari Al-qur’an dan Hadist maka mendapat pahala dari . bahwa yang menetapkannya adalah firman Alloh baik secara langsung dari Al-qur’an atau tidak langsung dengan melalui sabda rosululloh saw (alhadist) karena semua yang disabdakan oleh rosulya yakinkanlah itu wahyu dari Alloh sebagai mana firman Alloh dalam surah An-Najmu Adapun ……………. soal memelihara kesehatan itu hanya sebatas hokum adat juga soal hokum sara memerintahkan hanya sebatas ta’abudiyun (supaya jadi ibadah) PASAL 3 HUKUM SARA Ta’rif hokum sara ( Menetapkan sesuatu kepada sesuatu yang lain atau meniadakan sesuatu daripada sesuatu yang lain melalui peranataraan ada yang menetapkanya.

juga ayat-ayat AlQosos (Dalam Qisoh) yang menceritakan kisah-kisah dahulu kala seperti firman Alloh dalam surat yusuf ayat 4                 Artinya: (ingatlah). walaupun tidak tepat tapi tetap diberi pahala ini berarti masih dipandang benar dan boleh dilakukan dan diikutinya. Sesungguhnya Alah Maha melihat apaapa yang kamu kerjakan. kulihat semuanya sujud kepadaku.s. Adapun firman Alloh yang tidak berkaitan dengan perbuatan orang mukalaf itu tidak dinamakan hokum sara contoh seperti ferman Alloh yang bertalian dengan proses pembentukan manusia dalam surat Attin ayat 4. tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah.ijtihadnnya ………. matahari dan bulan. Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang. Malah hokum yang berbunyi kias pun masih di dalam jaminan Al-qur’an sebagaimana firman Alloh Artinya: maka wajib kamu sekalian mencontoh kepada ayat Alqur’an wahai orang-orang yang punya penglihatan. Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaikbaiknnya. . ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku[742].s. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu. Contoh ayat sepertin ini tidak bias disebut hokum sara adapun contoh yang menjadi hokum sara adalah firman-firman Alloh yang isinya memerintahkan atau melarangnya contoh dianataranyah                     110." [742] Bapak Yusuf a. 4. dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.        Artinya : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya . ialah Ya'qub putera Ishak putera Ibrahim a. Materi kata Almuta’ (yangbertalian dengan pekerjaan mukalaf) Dalam hal memberikan isyarat bahwa firman Alloh yang menjadi hokum sara adalah Firman Alloh yang bertalian dengan amal perbuatan orang mukalaf (balig dan berakal sehat) baik golongan manusia maupun golongan jin.

Batil/Fasid Seperti adanya percakapan dalam solat yang bukan sebahagian dari bacaan solat 5. Sebab Contoh . Karena bergesernya matahari kesebelah barat maka menjadi sebab wajibnya solat duhur 2. Jamadat : yaitu benda2 mati dan tidak tumbuh . Materi Kata (Bittolabi awit tibahati Ini artinya bersifat ferintah atau larangan. Sohih Yaitu berkumpulnya syarat rukun dan tidak ada yang membatalkan 4. Makruh = Larang yang tidak mesti ditinggalakan 5. Mubah/Wenang = Boleh dikerjakan boleh tidak b) Hitob Wado Yang disebut hitob wado yaitu aturan pelaksanaan dari hitob taklif itu pun terbagi atas 5 bagian 1. Hitob wado yaitu yang menghalangi hokum seperti haid di wanita itu menghalangi atas wajibnya solat atau puasa pada wanita tersebut c) ‫وضع االهي لذو الفقول السالمة به فثيارهم المحمود الى ما يصلح معا رهم ومعا شهم‬ )9 ‫هو خير لهم با لذاث (جوحر ثوحيد : ص‬ Artinya penetapan dari Alloh yang ditujukan kepada orang yang mempunya akal sehat dengan pilihan sendiri yang terpuji untuk kemaslahatan mereka yang dzati yakni kemsalahatan yang asli baik di dunya maupun di akhirat kelak. Syarat Contoh : wudu menjadi syarat sah nya solat 3. Wajib = perintah yang pasti harus dikerjakan Contoh seperti solat 5 waktu 2. Sunat = perintah yang tidak mesti dikerjakan Contoh seperti solat malam atau tahajud 3.5. Haram = Larangan yang mesti harus ditinggalkan Contoh seperti berzina dan mabuk 4. atau membolehkan dan aturan pelaksanaan dari perintah tersebut. tentang hitobnya dilihat dari segi hitobnya hokum sara itu terbagi atas 2 bagian YAitu masing-masing adalah a) Hitob Taklif Terbagi menjadi 5 bagian 1. Catatan : Materi kata wad’un ilahiyun artinya penetapan dari Alloh yang ngomentarnya samar dengan catatan ke 1 Materi kata ilahiya ladikuli salimati artinyua yang dijuruskan kepada yang mempunyai akal sehat berarti tidak menjadi sasaran hokum sara contoh seperti : a.

S c. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya. sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa. Hayawanat : yaitu benda-benda hidup tetapi tidak berakal d. sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. Hai orang-orang yang beriman. Untuk jaminan tersebut maka diharamkan sepertin minuman yang memabkan dilarang berjudi sebagaimana firman Alloh dala surat Al-Ma’idah ayat 9 :                 90. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu. b. Sesungguhnya (meminum) khamar. Maka undian diulang sekali lagi. adalah Termasuk perbuatan syaitan. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah. Seorang yang dipaksa b. untuk jaminan tersebut maka dilarang melakukan yang merusak kesehatan tubuh manusia dan diwajibkan oleh sara untuk memeliharanya data-data kesehatan sehingga fardu kipayah juru kesehatan (dokter) disetiap kelompok atau disetiap perkampungan manusia dan adanya hokum jinayat sebagai mana firman Alloh dala surat AlMa’dah ayat 45:             . Menamin keselamatan tubuh manusia. jangan lakukan. sebab akal manusia itu menjadi inti yang jatuh kepada diri yang mempunyainyah untuk membawa kemulyaan. Orang yang tidak mampu menguasai dirinya seperti yang jatuh yang sedang melayang di angkasa Materi kata Ilama hua khorullahu bi dzati artinya kepada sesuatu yang dzatiyahnya baik. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. mengundi nasib dengan panah[434]. [434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu.b. diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. Menjamin keutuhan akal. berjudi. Orang gila dan orang mabok : mereka ini tergolong tidak selamat akalnya maka tidak jadi sasaran hokum sara Materi kata bikhtiain mahmudi arinya dengan pilihannya sendiri-sendri yang terpuji a. Yang dimaksud dengan materi tersebut bahwa sarana hokum sara untuk mencapai dzatiyanhnya kebaikan didunia dan di akhirat adapun ada sarana kehidupan didunia: a. (berkorban untuk) berhala.

Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan). Dan suarat An-isa 11 : . Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis. adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat). dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Menjamin kesetiaan keturunan manusia dan kesejahtraan rumah tangga yang menjadi sumber kesejahtraan didunia untuk jaminan tersebut maka diharamkan perjinahan dan penyelewengan seksual oleh karena itu maka di adakan peraturan-peraturan pernikahan seutuhnya sebagaimana dalam surat Ar-Rum ayat 21:                       21. orang-orang yang Makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. mata dengan mata. d. dan sebagainya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. boleh tidak dikembalikan. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya. Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. lalu terus berhenti (dari mengambil riba). Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. Menjamin hak manusia seutuhnya unutk jamnan tersebut diselenggarakannya oleh hokum syara bab muamalat dan bab waris. Keadaan mereka yang demikian itu. dan luka luka (pun) ada kisasnya. orang yang kembali (mengambil riba). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. dan urusannya (terserah) kepada Allah. Riba yang dimaksud dalam ayat ini Riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman jahiliyah. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. telinga dengan telinga. [176] Riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini. [175] Maksudnya: orang yang mengambil Riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan. dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa. Maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. sebagaimanna firman Alloh surat Al-Baqoroh ayat 275:        275. gigi dengan gigi. c. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah. tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian. hidung dengan hidung. padi dengan padi. seperti penukaran emas dengan emas. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan.                      45. [174] Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. mereka kekal di dalamnya.

           11. jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara. Untuk itu Alloh berfirman dalam surat Al-Hujrot ayat 11-12 :                                                                                11. e. Maka ibunya mendapat sepertiga. kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu. [272] Bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan. Maka ibunya mendapat seperenam. Hai orang-orang yang beriman. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan[272]. . seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan Barangsiapa yang tidak bertobat. Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan untuk dua orang ibu-bapa. Maka ia memperoleh separo harta. ini adalah ketetapan dari Allah. jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja). bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. jika anak perempuan itu seorang saja. janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain. Menjamin kehormatan manusia Untuk jaminan tersebut hokum syara mengharamkan qodaf (menuduh zina) sabbu (mencaci maki orang lain) ghibah (mencaci maki orang dihadapan orang lain ) dan lain penghinaan. Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (Lihat surat An Nisaa ayat 34). boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. jika yang meninggal itu mempunyai anak. [273] Lebih dari dua Maksudnya : dua atau lebih sesuai dengan yang diamalkan Nabi. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seperti kewajiban membayar maskawin dan memberi nafkah. dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua[273].

membela fakir miskin dengan tenaga dan fikiran juga dengan kedudukan dll. jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan). dengan panggilan seperti: Hai fasik. Menghidupkan social (kegotongroyongan) Untuk menjamin kehidupan social maka di adakan zakat dan di anjurkannya berinfak sodakoh seperti hibah. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. wakaf. HAQ . [44] Yang dimaksud Ialah: shalat berjama'ah dan dapat pula diartikan: tunduklah kepada perintahperintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk g. [1409] Jangan mencela dirimu sendiri Maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orangorang mukmin seperti satu tubuh. lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir. seperti mempertahankan keutuhan masjid. dan dirikanlah shalat. tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'[44]. Hai orang-orang yang beriman. Hai kafir dan sebagainya. f. menyebarkan syari’at agama islam dan lain sebagainya. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.12. Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka. h. lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. Hai orang-orang yang beriman. Menjamin keutuhan dan keselamatan agama islam Untuk me. seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman. Firman Alloh dalam AlQur’an surat A-Shof ayat 14                                      :   14. karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. dan bertakwalah kepada Allah.jamin tesebut maka syara’ mengajarkan ajaran perjuangan. Firman Alloh dalam surat Al-Baqoroh ayat 43:         43. [1410] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari. jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolongpenolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah". menegakkan solat.

dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. ia berjalan di bumi untuk Mengadakan kerusakan padanya.Sebagaimana dalam suarat Al-Hujrot ayat 10:             10. firman Alloh dalam surat AL-a’rof ayat 56:                  56. ketertiban lalu lintas. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak. harus diberi makan dan minum… . i. [130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mukmin dan selalu Mengadakan pengacauan. menata tata car penyembelihan yang sah. )‫ا كم و نى بانكهب ال انعقىر (ال حد يث‬ Artinya: takutlah kamu menyiksa hewan walau pun ke anjing yang buas j. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. dan apabila ia berpaling (dari kamu). dan Allah tidak menyukai kebinasaan[130]. supaya kamu mendapat rahmat. Menjamin kepentingan umum Untuk jaminan tersebut maka hokum sara melarang merusak atau mengganggu kepentingan umum didalam keadaan aman dan mengganggu kelestarian air. Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Maka sara memberikan peraturan : . Sabda rosululloh saw dalam hadist Bukhori juz 3 halaman 312. Menjamin keselamatan hewan Untuk menjamin keselamatan berikut hokum sara melarang merusak hewan secara keji dibakatar hiduphidup.                 205. )‫(انحد يث‬ ‫بحمة او غير ها نهقثم‬ ‫وهى عه ان ثبصر‬ Artinya : nabi telah melarang menjara hewan untuk dibunuh Juga dalam hadis yang di sipir dari kitab suma taufik halaman 4. Peraturan semua jaminan tersebut dilindungi dengan garansi demasukan ke surge bagi orang yang mentaati dan dimasukan ke neraka bagi yang melanggarnya dan untuk menjamin keselamatan ukhrowu.

a. sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjagapenjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan Pertemuan dengan hari ini?" mereka menjawab: "Benar (telah datang)". sebagaimana firman Alloh dalam surat Az-Zumar ayat 71-73:   A                                                                    71. dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Tata cara berbakti dan beribadah khusus kepada Alloh Maka hukumsara mengajarkan tata cara beribadah tersebut termasuk didalamnya ajaran haji dan umroh. 73. 72. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini. Untuk menjamin kebenaran akidah yang benar dan sebenarnyan maka di adakan pengajaran usuludin (aqo’id) sebagai fondasi dalam akidah agama Islam untuk perlindungan Usuludin yaitu dengan adanya ancaman Ilahiyah abadi di neraka bagi orang yang melanggarnya. sedang kamu kekal di dalamnya". tetapi telah pasti Berlaku ketetapan azab terhadap orangorang yang kafir. b. . orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu. sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful