MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

KALIGRAFI DALAM ISLAM

Kelompok 2: 1.Haryani (06111010011) 2. Alhamd Hadi Putra (06111010013) 3. Harleli Rianavita (06111010014) 4. Ririn Vidiastuti (06111010015) 5. Susianah (06111010016) 6. Harisya Muchni (06111010017) 7. Feri Setiawan (06111010018) 8. Zulkandri (06111010019) Dosen Pembimbing : Nurhasan M.Ag

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah Mata Kuliah Pengembangna Kepribadian Agama Islam yang berjudul “Seni Dalam Islam” dengan tepat waktu. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Pendidikan agama islam. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada bapak Nurhasan,M.Ag. selaku dosen pembimbing mata kuliah agama islam dan kepada teman –teman serta rekan-rekan sekalian yang telah terlibat dalam penyelesaian makalah ini. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan dapat menambah wawasan kita terhadap seni dalam islam. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal „Alamiin.

Indralaya,01 Maret 2012

Penyusun

Untuk Mengetahui proses perkembangan kaligrafi di dunia islam. Bagaimana proses perkembangan kaligrafi di dunia Islam? 2.4 Manfaat 1 2 Mengetahui proses perkembangan kaligrafi di dunia islam. Oleh karena itu kami memilih kaligrafi untuk di bahas dalam makalah ini. Untuk mengetahui proses perkembangan kaligrafi di Indonesia. melainkan ada prosesnya.3 Tujuan 1. Mengetahui proses perkembangan kaligrafi di Indonesia . Tentu dengan kesemua itu harus ada usaha atau kewajiban untuk mengembangkan baik itu dari kecerdasan majemuk. 1. kreativitas yang unik seta dinamis.BAB I PENDAHULUAN 1. 2. Bagaimana proses perkembangan kaligrafi di Indonesia? 1. kecerdasan spiritual.Begitu juga dengan Kesenian tidak mungkin langsung dihasilkan karya-karya yang menakjubkan. Dalam perkembangan itu tentunya banyak mengalami hambatan atau rintangan yang dihadapi yang dapat menghambat sehingga mengasilkan sesutu yang baik . kaligrafi hanya terdapat dalam agama islam karena dalam seni kaligrafi yang di tulis huruf-huruf arab dan huruf arab biasanya di pakai oleh orang-orang islam. minat.2 Rumusan Masalah 1. Kesenian dalam islam sangat banyak akan tetapi yang lebih menonjol yaitu kaligrafi. maupun kecerdasan emosional. 1.1 Latar Belakang Manusia diciptakan dengan berbagai potensi bakat.

Manja Mohd Ludin dan Ahmad Suhaimi J. kaligrafi ini biasa disebut dengan khath. misalnya ‫ ال ش يئ خط‬artinya‫ب ق لم‬ ‫( ك ت به غ يره أو‬ia menulis atau memberi garis dengan pena atau dengan yang lain). Dengan demikian dapat dikatakan suatu tulisan yang ditulis dengan indah atau suatu kepandaian menulis elok dan boleh juga dikatakan seni tulisan indah. Tulisan dalam bentuk kaligrafi biasanya tidak untuk dibaca dengan konsentrasi tinggi dalam waktu lama. Dalam bahasa Arab kaligrafi. Ungkapan tersebut sesuai dengan pengalaman yang dirasakan oleh kaligrafer itu sendiri. Syeikh Syam al-Din al-Afghani menyatakan: . dari bahasa Yunani. dalam arti kata tulisan tersebut mempunyai kehalusan dan kesenian. Mohd Nor mengungkapkan pengertian kaligrafi itu suatu coretan atau tulisan yang membawa maksud tulisan yang indah. Karena itulah sangat sulit menemukan contoh kaligrafi sebagai tipografi buku-buku masa kini. tetapi banyak pula penerapan aplikasi ke dalam tulisan latin. dalam Bahasa Jepang Nihongo 日本語) adalah seni menulis dengan indah dengan pena sebagai hiasan. jadi dapat diartikan dengan tulisan indah.BAB II PEMBAHASAN 2. (،‫ج ال خط‬ ‫ . Meskipun kaligrafi dalam tulisan arab lebih dikenal. Kata Kaligrafi ini berasal dari bahasa Yunani yang disederhanakan dalam bahasa Inggris yaitu Calligraphy yang berasal dari dua suku kata bahasa Yunani yaitu Kallos dan Graph yang berarti beauty (indah) dan grapeny: to write (menulis). καλλι "keindahan" + γραφος "menulis". sehingga masing-masing kaligrafer itu memiliki corak tersendiri dalam memaknai kaligrafi tersebut. atau seni tulisan indah. karena sifatnya yang membuat mata cepat lelah. Dalam mengungkapkan pengertian kaligrafi ini bermacam-macam ungkapan yang dikemukakan oleh para tokoh dan pencintanya.1 Pengertian Kaligrafi Kaligrafi. )خطوط‬Merupakan bentuk masdar dari bahasa Arab yaitu ( – ‫ )خط خطا – ي خط‬yang artinya ‫ ال ك ت بة‬atau ‫( ال سطر‬tulisan atau garis).

namun pada dasarnya tujuan ungkapan tersebut mengarah kepada arti tulisan yang indah. Di samping itu ada juga yang mengungkapkan bahwa kaligrafi itu sebagai suatu kepandaian untuk mengatur gerakan ujung jari dengan memanfaatkan pena atau kalam dengan metode atau tata cara tertentu. Jadi seni kaligrafi itu sebuah . meneliti tentang tanda-tanda bahasa yang bisa dikomunikasikan.Kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal. sementara tata cara tertentu menunjukkan pada semua jenis kaidah penulisan. Selain itu ada pula yang menyatakan bahwa kaligrafi merupakan apa-apa yang ditulis ahli dengan sentuhan kesenian. Adapun yang dimaksud dengan pena di sini adalah pusat gerakan-gerakan ujung jari. dan kemudian menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kaligrafi adalah suatu kepandaian untuk mengatur gerakan ujung jari dengan memanfaatkan pena dalam tata cara tertentu. Meskipun bermacam-macam pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. pernah mengumpulkan sekitar tujuh macam pengertian kaligrafi atau khath. Dapat juga dikatakan suatu tulisan yang dirangkai dengan nilai estetika yang bersumber pada pikiran atau ide dan diwujudkan melalui benda materi (alat tulis) yang diikat oleh aturan dan tata cara tertentu. mengubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara bagaimana menggubahnya. yang dibuat secara propesional dan harmonis yang dapat dilihat secara kasat mata dan diakui sebagaimana susunan yang dihasilkan lewat kerja kesenian. letak-letaknya dan tata cara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun di atas garis dan bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis. Ada lagi Yaqut al-Musta‟shimi (seorang kaligrafer kenamaan pada masa Usman) mengungkapkan bahwa kaligrafi itu sebagai seni arsitektur rohani yang terwujud melalui pengolahan keadaan. Muhammad Thahir ibn „Abd al-Qadir al-Kurdi dalam karyanya Tarikh alKhat al-„Arabi wa Adabihi. Kaligrafi melahirkan suatu ilmu tersendiri tentang tata cara menulis. Sedangkan Ubaidillah Ibn Abbas mengistilahkan kaligrafi ini dengan “lisan al-Yadd” atau lidahnya tangan.

selatannya. Kedua istilah tersebut sama benarnya. dan tulisan yang digunakan itu bahasa Arab. di negeri Yordan dengan ibu kota Puetra. tanah dan batu. . tulisan musnad yang disebar luaskan oleh suku Maniyah (Minneni) di Yaman yang berpindah ke Arabia Utara. Perbedaan pemakaian istilah ini terjadi karena tingkat pemahaman seseorang terhadap kaligrafi itu berbeda juga.kepandaian menulis tulisan indah dengan mengikuti metode-metode tertentu untuk mempelajarinya. Mengenai istilah kaligrafi Arab ini Ahmad Munawir mengemukakan bahwa pada kata khath itu diberikan kata sifat ‫ ال عرب ي‬sehingga menjadi ‫ . Orang yang memakai istilah kaligrafi Arab mengatakan huruf-huruf yang digoreskan lewat pena terdiri dari huruf-huruf Arab. Memang apabila dilihat dari asalnya kaligrafi ini berasal dari Arab. dengan cabang-cabang (Arami): Nabati di Hirah atau Hurun dan Sataranjih-Suryani di Irak dan Musnad: Safawi. Orang yang menggeluti dan makin dalam menulis tulisan Arab disebut ‫( ال خطاط‬penulis halus). Namun tulisan Arab itu berkembangnya setelah Islam datang pada bangsa Arab. kulit kayu. Hal ini berdasarkan bukti-bukti nyata arkeologi (Dinas Purbakala) yang pernah mengadakan penelitian tentang pertumbuhan tulisan. Sedangkan Kamil al-Baba mengatakan bahwa pendapat yang paling dipercaya kaligrafi Arab itu diadopsi dari tulisan suku Nabati. seni kaligrafi itu memang lahir dari ide “menggambar” atau apa lukisan yang dipahat atau dicoretkan dalam benda-benda tertentu. seperti daun-daun. Dalam perkembangan tulisan ini. sebab apabila ditinjau dari sejarah. Pemakaian istilah kaligrafi ini sering juga disebut orang kepada dua istilah. (Utara Jazirah Arabia) dan Humeri. Ada yang menyebut dengan kaligrafi Arab dan ada juga yang menyebutnya dengan kaligrafi Islam.ال خط ال عرب ي‬artinya tulisan Arab. Sementara yang mengatakan istilah kaligrafi Islam mengatakan bahwa sekalipun tulisan yang ditulis tersebut terdiri dari huruf-huruf Arab perkembangannya yang sangat pesat adalah setelah Islam datang. Samudi. ras Arab yang menempatkan wilayah Utara jazirah Arabia. dari tulisan Hierogrhaph. Lihyani. Lalu tulisan tersebut terpecah menjadi khath Feniqi (Funisia). Akar dari tulisan Arab itu dari Mesir (Kan‟an Semit atau Turnesia).

karena merupakan alat utama untuk melestarikan Al-Qur'an. tulisan arab seringkali dibuat kaligrafi.Kemudian dari Musnad ini lalu pindah ke Nabati sampai kedatangan Islam. Biasanya isinya disadur ayat-ayat Al-Quran. Sebagai contoh. yang berkembang di negera-negera yang umumnya memiliki warisan budaya Islam. Bentuknya bermacam-macam. Kaligrafi adalah seni yang dihormati di antara berbagai seni rupa Islam. kaligrafi nama Tuhan diperkenankan sementara penggambaran figuratif Tuhan tidak diizinkan. Salah satu bentuk penerapan kaligrafi Islam sebagai seni hias adalah di Istana Al Hamra. yang dalam juga sering disebut sebagai kaligrafi Arab. yang dalam waktu lama pernah digunakan oleh banyak umat Islam untuk menulis dalam bahasa masing-masing. serta meliputi hal penjilidan. Spanyol. Penolakan penggambaran figuratif karena dapat mengarah pada penyembahan berhala. Karya kaligrafi banyak dijadikan koleksi dan adalah hasil seni yang dihargai. merupakan suatu seni artistik tulisan tangan. 2. Untung orang Nabatea meninggalkan sejumlah inskripsi yang tersebar di daerah yang mewakili tahap peralihan yang maju menuju perkembangan huruf Arab. Di dalam seni rupa Islam. . menyebabkan kaligrafi dan penggambaran abstrak menjadi bentuk utama ekspresi seni dalam berbagai budaya Islam. atau kaligrafi. Bentuk seni ini berdasarkan pada tulisan Arab. Persia dan Turki Utsmaniyah memiliki hubungan dengan motif arabesque abstrak yang terdapat di dinding-dinding dan langit-langit masjid maupun di halaman buku. tetapi seringkali juga ditatahkan di atas logam atau kulit. tidak selalu pena diatas kertas. khususnya dalam konteks keagamaan. Kaligrafi Arab. Para seniman kontemporer di dunia Islam menggali warisan kaligrafi mereka dan menggunakan tulisan kaligrafi atau abstraksi dalam berbagai karya seni mereka.2 Kaligrafi Islam Kaligrafi Islam.

Nasakh atau Naskhi Adalah salah satu jenis khat yang paling awal berkembang yang diperkenalakan oleh seorang master kaligrafer bernama Imam Muqlah pada abad ke-10 lalu dikembangkan oleh kaligrafer lainnya. Kata tsuluts berarti sepertiga. Jenis-jenis kaligrafi yang paling dasar dan dianjurkan serta dikembangkan oleh para penulis kaligrafi terutama di Indonesia ada 6 : 1. Khat merupakan seni tulisan indah yang mempunyai nilai-nilai kehalusan dan kesenian. Karena jenis ini relative sangat mudah dibaca dan ditulis. Tsuluts atau Tsulutsy Khat tsuluts pertama kali dibuat pada abad ke-7 pada jaman Khalifah Ummayah akan tetapi baru dikembangkan pada akhir abad ke-9. maka tulisan ini paling banyak digunakan oleh para muslim dan orang arab di belahan dunia. Walaupun tulisan ini jarang digunakan untuk tulisan al quran.2. penyusunannya dan cara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun. . ada istilah khat. Sehingga sering digunakan untuk menulis ayat-ayat suci dan kata-kata bijak.3 Jenis – jenis Kaligrafi Dalam kaligrafi. 2. tulisan ini berperan penting dalam tulisan hiasan/dekorasi. Khat adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal. judul dan kepala surat.

Ta‟liq dan nasta‟liq biasa digunakan uuntuk penulisan literature dan syair kepahlawanan. . Riq‟ah atau Riq‟iy Tulisan ini dikembangkan dari nasakh dan tsuluts namun riq‟ah punya cirri khas yang berbeda yakni lebih simple dan sederhana. memiliki bentuk huruf tebal dengan batang huruf pendek dan huruf alif tidak pernah ditulis dengan berkepala.3. karena tulisan gaya ini terkesan menggantung. Bukan untuk penulisan al quran. Ta‟liq atau Farisi Ta‟liq artinya menggantung. 4. Seorang kaligrafer Persia Mir Ali Sultan Al Tabrizi mengembangkan gaya ini lebh halus dan variatif menjadi nasta‟liq. 5. Diwani (Diwani „aady dan Diwani Jaly) Tulisan ini berkembang luas di akhir abad ke-15 dan dipelopori oleh seorang kaligrafer Ibrahim Munif dari Turki. Diwani jail adalah tulisan diwani yang bernuansa ornament/ hiasan yang pertama kali dikembangkan oleh Hafiz Uthman.

 Kufi Al Mukhammal  Kufi Al Muzaffar  Kufi Al Handasi 2. dengan sederet nama-nama sastrawan beken pada masanya. bangsa Assiria dengan Fonogram/Tulisan Paku.4. namun dalam hal tradisi tulis-menulis (baca: khat) masih tertinggal jauh bila dibandingkan beberapa bangsa di belahan dunia lainnya yang telah mencapai tingkat kualitas tulisan yang sangat prestisius.6. dan pelbagai negeri lain sudah terlebih dahulu memiliki jenis huruf/aksara. bangsa Indian dengan Azteka. Ia memiliki bentuk huruf yang proporsional. kaku danm persegi. bangsa Jepang dengan aksara Kaminomoji. Kufi Kufi termasuk tulisan paling dominan pada jaman dahulu. .1 Perkembangan Kaligrafi dalam Dunia Islam Bangsa Arab diakui sebagai bangsa yang sangat ahli dalam bidang sastra. bangsa India dengan Devanagari. Sebut saja misalnya bangsa Mesir dengan tulisan Hierogliph.4 Kaligrafi dan Perkembangannya 2.

dan Ti‟im (kembar yang tersusun dari segitiga dan bundar). Gaya Masyq dan Naskh terus berkembang. Perkembangan Kaligrafi Periode Bani Umayyah (661-750 M) Beberapa ragam kaligrafi awalnya dikembangkan berdasarkan nama kota tempat dikembangkannya tulisan. Dari masyarakat Arab Utara yang mendiami Hirah dan Anbar tulisan tersebut berkembang pemakaiannya ke wilayah-wilayah selatan Jazirah Arab. lentur dan gaya Mabsut berciri kaku dan terdiri goresan-goresan tebal (rectilinear). Masyq (membesar) dan Naskh (inskriptif). Dari berbagai karakter tulisan hanya ada tiga gaya utama yang berhubungan dengan tulisan yang dikenal di Makkah dan Madinah yaitu Mudawwar (bundar). Pembentukan huruf abjad Arab sehingga menjadi dikenal pada masa-masa awal Islam memakan waktu berabad-abad. Dua gaya inipun menyebabkan timbulnya pembentukan sejumlah gaya lain lagi diantaranya Mail (miring). bahkan beberapa diantara mereka tampak anti huruf. Dari tiga inipun hanya dua yang diutamakan yaitu gaya kursif dan mudah ditulis yang disebut gaya Muqawwar berciri lembut. Tulisan baru dikenal pemakaiannya pada masa menjelang kedatangan Islam dengan ditandai pemajangan al-Mu‟alaqat (syair-syair masterpiece yang ditempel di dinding Ka‟bah). Dari inskripsi-inskripsi yang ada. dapat ditelusuri bahwa huruf Arab berasal dari huruf Nabati yaitu huruf orang-orang Arab Utara yang masih dalam rumpun Smith yang terutama hanya menampilkan hurufhuruf mati. Mutsallats (segitiga). sedangkan Mail lambat laun . 328 M dan 512 M menunjukkan kenyataan tersebut. Inskripsi Arab Utara bertarikh 250 M. sehingga tradisi lisan (komuniksai dari mulut kemulut) lebih mereka sukai.Keadaan ini dapat dipahami mengingat Bangsa Arab adalah bangsa yang hidupnya nomaden (berpindah-pindah) yang tidak mementingkan keberadaan sebuah tulisan.

dan Tsuluts. baik menyangkut huruf-huruf maupun hiasan ornamennya. Perkembangan Kufi pun melahirkan beberapa variasi baik pada garis vertikal maupun horizontalnya. Mudhaffar (dianyam). Diantara kaligrafer Bani Umayyah yang termasyhur mengembangkan tulisan kursif adalah Qutbah al-Muharrir. tulisan di Qubbah Ash-Shakhrah. diantaranya Ad- . Ia menemukan empat tulisan yaitu Thumar.ditinggalkan karena kalah oleh perkembangan Kufi. Keempat tulisan ini saling melengkapi antara satu gaya dengan gaya lain sehingga menjadi lebih sempurna. surat-menyurat dan lainnya. Tulisan Thumar yang berciri tegak lurus ditulis dengan pena besar pada tumar-tumar (lembaran penuh. kitab-kitab agama. Sedangkan tulisan Jalil yang berciri miring digunakan oleh masyarakat luas. Demikian pula gaya kursif mengalami perkembangan luar biasa bahkan mengalahkan gaya Kufi. Sejarah perkembangan periode ini tidak begitu banyak terungkap oleh karena khilafah pelanjutnya besar yaitu Bani Abbasiyah telah demi menghancurkan sebagian peninggalan-peninggalannya kepentingan politis. dalam hal ini penyalinan al-Qur‟an. Nisf. Mutarabith Mu‟aqqad (terlilit berkaitan) dan lainnya. Muwarraq (berdekorasi daun). Perkembangan Kaligrafi Periode Bani Abbasiyah (750-1258 M) Gaya dan teknik menulis kaligrafi semakin berkembang terlebih pada periode ini semakin banyak kaligrafer yang lahir. Muncullah gaya Kufi Murabba‟ (lurus-lurus). Tulisan ini digunakan untuk komunikasi tertulis para khalifah kepada amir-amir dan penulisan dokumen resmi istana. baik dalam hal keragaman gaya baru maupun penggunannya. inskripsi tulisan Kufi pada sebuah kolam yang dibangun Khalifah Hisyam dan lain-lain. Jalil. gulungan kulit atau kertas) yang tidak terpotong. Hanya ada beberapa contoh tulisan yang tersisa seperti prasasti pembangunan Dam yang dibangun Mu‟awiyah.

Riqa‟. dan Ishaq ibn Muhammad pada masa Khalifah al-Manshur (754-775 M) dan al-Mahdi (775-786 M). Muhaqqaq. Tulisan Naskhi dan Tsuluts menjadi populer dipakai karena usaha Ibnu Muqlah yang akhirnya bisa menggeser dominasi khat Kufi. dan Tauqi‟ yang merupakan tulisan kursif. huruf alif. Kemudian kaligrafer lain yaitu Abu Yusuf as-Sijzi yang belajar Jalil kepada Ishaq. Ia mempunyai perhatian besar terhadap perbaikan khat Naskhi dan Muhaqqaq secara radikal. dan lingkaran. Pada masa berikutnya muncul Yaqut al-Musta‟simi yang memperkenalkan metode baru dalam penulisan kaligrafi secara lebih . Ia juga mempelopori pemakaian enam macam tulisan pokok (al-Aqlam as-Sittah) yaitu Tsuluts. Yusuf berhasil menciptakan huruf yang lebih halus dari sebelumnya. Adapun kaligrafer periode Bani Abbasiyah yang tercatat sebagai nama besar adalah Ibnu Muqlah yang pada masa mudanya belajar kaligrafi kepada Al-Ahwal al-Muharrir. Dari dua muridnya ini kemudian lahir kaligrafer bernama Ibnu Bawwab. Namun karya-karyanya hanya sedikit yang tersisa hingga sekarang yaitu sebuah al-Qur‟an dan fragmen duniawi saja. Ishaq memberi kontribusi yang besar bagi pengembangan tulisan Tsuluts dan Tsulutsain dan mempopulerkan pemakaiannya. Menurutnya setiap huruf harus dibuat berdasarkan ketentuan ini dan disebut al-Khat al-Mansub (tulisan yang berstandar). Usaha Ibnu Muqlah pun dilanjutkan oleh murid-muridnya yang terkenal diantaranya Muhammad ibn As-Simsimani dan Muhammad ibn Asad. Ibnu Bawwab mengembangkan lagi rumus yang sudah dirintis oleh Ibnu Muqlah yang dikenal dengan Al-Mansub Al-Faiq (huruf bersandar yang indah). Naskhi. Raihani. Ibnu Muqlah berjasa besar bagi pengembangan tulisan kursif karena penemuannya yang spektakuler tentang rumus-rumus geometrikal pada kaligrafi yang terdiri dari tiga unsur kesatuan baku dalam pembuatan huruf yang ia tawarkan yaitu : titik.Dahhak ibn „Ajlan yang hidup pada masa Khalifah Abu Abbas As-Shaffah (750-754 M).

Yaqut adalah kaligrafer besar di masa akhir Daulah Abbasiyah hingga runtuhnya dinasti ini pada tahun 1258 M karena serbuan tentara Mongol. Oleh Ghazan cucu Hulagu Khan yang telah memeluk agama Islam. dikenal juga kawasan bagian barat dari negeri Islam (al-Maghrib) yang terdiri dari seluruh negeri Arab sebelah barat Mesir. termasuk Andalusia (Spanyol Islam). Para kaligrafer Daulah Abbasiyah sangat ambisius menggali penemuan-penemuan baru atau mendeformasi corak-corak yang tengah berkembang.lembut dan halus lagi terhadap enam gaya pokok yang masyhur itu. Kawasan ini memunculkan bentuk kaligrafi yang berbeda. Pemakaian kaligrafi pada masa Daulah Abbasiyah menunjukkan keberagaman yang sangat nyata. perkembangan kaligrafi dapat segera bangkit kembali tidak kurang dari setengah abad. tradisi kesenian pun dibangun kembali. . Sementara bagi kawasan Masyriq. ia memberikan dorongan kepada kaum terpelajar dan seniman untuk berkarya. Seni kaligrafi dan hiasan al-Qur‟an pun mencapai puncaknya. Penggantinya yaitu Uljaytu juga meneruskan usaha Ghazan. Sistem penulisan yang ditemukan oleh Ibnu Muqlah juga tidak sepenuhnya diterima. Karya-karya kaligrafi lebih dominan dipakai sebagai ornamen dan arsitektur oleh Bani Abbasiyah daripada Bani Umayyah yang hanya mendominasi unsur ornamen floral dan geometrik yang mendapat pengaruh kebudayaan Hellenisme dan Sasania. Perkembangan Kaligrafi Periode Lanjut Selain di kawasan negeri Islam bagian timur (al-Masyriq) yang membentang di sebelah timur Libya termasuk Turki. Gaya kaligrafi yang berkembang dominan adalah Kufi Maghribi yang berbeda dengan gaya di Baghdad (Irak). sehingga gaya tulisan kursif yang ada bersifat konservatif. setelah kehancuran Daulah Abbasiyah oleh tentara Mongol dibawah Jengis Khan dan puteranya Hulagu Khan. jauh bila dibandingkan dengan masa Umayyah.

pendirinya Shah Ismail dan penggantinya Shah Tahmasp mendorong perumusan dan pengembangan gaya kaligrafi baru yang disebut Ta‟liq yang sekarang dikenal khat Farisi. Hal ini dilanjutkan oleh puteranya Shah Rukh. Tulisan Nasta‟liq ahkirnya menggeser Naskhi dan menjadi tulisan yang biasa digunakan untuk menyalin sastra Persia. Dinasti Timuriyah mengalami kemunduran menjelang abad ke-15 dan segera digantikan oleh Dinasti Safawiyah yang bertahan di Persia dan Irak sampai tahun 1736. Dinasti Il-Khan yang bertahan sampai akhir abad ke-14 digantikan oleh Dinasti Timuriyah yang didirikan Timur Leng. Gaya Behari muncul di India pada abad ke-14 yang bergaris horisontal tebal memanjang yang kontras dengan garis vertikalnya yang ramping. Gaya baru yang dikembangkan dari Ta‟liq adalah Nasta‟liq yang mendapat pengaruh dari Naskhi. Sayyid Haydar. Di Kawasan India dan Afganistan berkembang kaligrafi yang lebih bernuansa tradisional. Dan putra Shah Rukh sendiri yang bernama Ibrahim Sulthan menjadi salah seorang kaligrafer terkemuka. Gaya ini mendapat pengaruh dari tulisan yang berkembang di India dan Afganistan. Diantara ahli kaligrafi pada masa ini adalah Muhammad al-Tughra‟I yang menyalin al-Qur‟an bertarih 1408 daam gaya Muhaqqaq emas. Sedangkan di kawasan Cina memperlihatkan corak yang khas lagi. namun setelah ia masuk Islam kaum terpelajar dan seniman mendapat perhatian yang istimewa. Meskipun dikenal sebagai pembinasa besar. Ia mempunyai perhatian besar terhadap kaligrafi dan memerintahkan penyalinan al-Qur‟an. Tulisan Shini biasa ditorehkan di keramik dan tembikar. dipengaruhi tarikan kuas penulisan huruf Cina yang lazim disebut gaya Shini. Mubarak Shah al-Qutb. . Mubarak Shah alSuyufi dan lain-lain.Dinasti ini memiliki beberapa kaligrafer yang dibimbing Yaqut seperti Ahmad al-Suhrawardi yang menyalin al-Quran dalam gaya Muhaqqaq tahun 1304.

yang juga dikenal sebagai Humayuni (kerajaan). yang kemudian disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah. dan Diwani Jali.4. Syikastah-amiz. berpatokan dengan gaya kaligrafi yang dikembangkan di Baghdad jauh sebelumnya. Gaya ini benar-benar kursif. kaligrafi merupakan bentuk seni budaya Islam yang pertama kali ditemukan. bahkan ia menandai masuknya Islam di Indonesia. Perkembangan kaligrafi pada masa Utsmaniyah ini memperlihatkan gairah yang luar biasa. Syikastah (bentuk patah) adalah gaya yang dikembangkan dari Ta‟liq an Nasta‟liq awal. Diwani kemudian dikembangkan lagi dan melahirkan gaya baru yang lebih monumental disebut Diwani Jali. Gaya ini sepenuhnya dikembangkan oleh Hafidz Usman dan para muridnya. Perkembangan kaligrafi Turki sejak awal pemerintahan Utsmaniyah melahirkan sejumlah gaya baru yang luar biasa indahnya. Ungkapan rasa ini bukan tanpa alasan karena berdasarkan hasil penelitian tentang data arkeologi kaligrafi Islam yang dilakukan oleh Prof. dengan garis yang dominan melengkung dan bersusunsusun. Gaya ini biasanya dipakai untuk keperluankeperluan praktis. wilayah Arab diperintah oeh Dinasti Utsmaniyah (Ottoman) di Turki.Dalam perkembangan selanjutnya. . Adapun kaligrafer yang dipandang sebagai kaligrafer besar pada masa dinasti ini adalah Syaikh Hamdullah al-Amasi yang melahirkan beberapa murid. 2. Mereka tidak segan-segan untuk merekrut ahli-ahli dari negeri musuh seperti Persia. maka gaya Farisi pun dikembangkan oleh dinasti ini. Gaya Diwani pun pada mulanya adalah penggayaan dari Ta‟liq. Diwani. Perkembangan kaligrafi sejak masa dinasti ini hingga perkembangan terakhirnya selalu terkait dengan dinasti Utsmaniyah Turki. Kecintaan kaligrafi tidak hanya pada kalangan terpelajar dan seniman tetapi juga beberapa sultan bahkan dikenal juga sebagai kaligrafer.2 Perkembangan Kaligrafi Di Indonesia Di Indonesia. Tulisan ini dikembangkan pada akhir abad ke-15 oleh Ibrahim Munif. Yang paling penting adalah Syikastah. salah satunya adalah Hafidz Usman.

Huruf Arab yang dipakai dalam bahasa setempat tersebut diistilahkan dengan huruf Arab Melayu. Termasuk juga untuk penulisan mushaf-mushaf al-quran tua dengan bahan kertas deluang dan kertas murni yang diimpor. Bahkan diakui pula sejak kedatangannya ke Asia Tenggara dan Nusantara. Hasan Muarif Ambary. Buku pelajaran tentang kaligrafi pertama kali baru keluar sekitar tahun 1961 karangan Muhammad Abdur Razaq Muhili berjudul „Tulisan Indah‟ serta karangan Drs. kaligrafi beralih menjadi kegiatan kreasi seniman Indonesia yang diwujudkan dalam aneka media seperti kayu.H. stempel. kertas. meskipun tidak semua ulama atau santri yang piawai menulis kalgrafi dengan indah dan benar.H.M. K. kaca. Amat sulit mencari seorang khattat yang ditokohkan di penghujung abad XIX atau awal abad XX. naskah perjanjian resmi dalam bahasa setempat. H. logam. Rofi‟I Karim. kepala surat. kaligrafi gaya Kufi telah berkembang pada abad ke-11. Para tokoh tersebut antara lain. dalam mata uang logam.Dr. Arab Jawa atau Arab Pegon. H. datanya ditemukan pada batu nisan makam Fatimah binti Maimun di Gresik (wafat 495 H/1082 M) dan beberapa makam lainnya dari abad-abad ke-15. Angkatan yang menyusul kemudian . dan media lain. Darami Yunus. H. Pada abad XVIII-XX. Pelopor angkatan pesantren baru menunjukkan sosoknya lebih nyata dalam kitab-kiab atau buku-buku agama hasil goresan tangan mereka yang banyak di tanah air. catatan pribadi. Kebiasaan menulis al-Qur‟an telah banyak dirintis oleh banyak ulama besar di pesantren-pesantren semenjak akhir abad XVI. Seni Kaligrafi: Tuntunan Menulis Halus Huruf Arab‟ tahun 1971. Salim Fachry dan K. Abdur Razaq Muhili. disamping dipakai untuk penulisan batu nisan pada makam-makam. Abdul Karim Husein berjudul „Khat. karena tidak ada guru kaligrafi yang mumpuni dan tersedianya buku-buku pelajaran yang memuat kaidah penulisan kaligrafi. Salim Bakary. dan sebagainya. undang-undang. huruf Arab tersebut (baca: kaligrafi) memang juga banyak dipakai untuk tulisan-tulisan materi pelajaran.

H. Pameran Kaligrafi Islam di Balai Budaya Jakarta dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah 1405 (1984) dan pameran lainnya. H. Faih Rahmatullah. Amri Yahya (Yogyakarta. tetapi juga mulai dikembangkan dalam konteks kesenirupaan atau visual art. M. kaligrafi memiliki keunggulan pada faktor fisioplastisnya. Drs. serta lengkungan ritmisnya yang luwes sehingga mudah divariasikan dan menginspirasi secara terus-menerus. dan H. Yahya dan Rahmat Arifin dari Malang. Misbahul Munir dari Surabaya. Dalam aspek kesenirupaan. Kehadiran kaligrafi yang bernuansa lukis mulai muncul pertama kali sekitar tahun 1979 dalam ruang lingkup nasional pada pameran Lukisan Kaligrafi Nasional pertama bersamaan dengan diselenggarakannya MTQ Nasional XI di Semarang. Para pelukis yang mempelpori kaligrafi lukis adalah Prof. asal Aceh). Hendra Buana dan lain-lain. asal Palembang). Sirojuddin dari Kuningan. dilanjutkan oleh angkatan muda seperti Saiful Adnan. Mahfudz dari Ponorogo. kaligrafi tidak hanya dikembangkan sebatas tulisan indah yang berkaidah. D. Dalam perkembangan selanjutnya. Faiz Abdur Razaq dan Muhammad Wasi‟ Abdur Razaq. Rahmat Ali. MTQ Nasional di Yogyakarta tahun 1991. Chumaidi Ilyas dari Bantul dan lainnya. Sirajuddin AR selanjutnya aktif menulis buku-buku kaligrafi dan mengalihkan kreasinya pada lukisan kaligrafi. Mereka hadir dengan membawa pembaharuan bentuk-bentuk huruf dengan dasar-dasar anatomi yang . D. pola geometrisnya. Amang Rahman (Surabaya). AD. Pirous (Bandung. Ahmad Sadali (Bandung asal Garut). Dalam konteks ini kaligrafi menjadi jalan namun bukan pelarian bagi para seniman lukis yang ragu untuk menggambar makhluk hidup. Nur Aufa Shiddiq dari Kudus. Prof. menyusul pameran pada Muktamar pertama Media Massa Islam se-Dunia than 1980 di Balai Sidang Jakarta dan Pameran pada MTQ Nasional XII di Banda Aceh tahun 1981.sampai angkatan generasi paling muda dapat disebutkan antara lain Muhammad Sadzali (murid Abdur Razaq). K. Hatta Hambali.

Tanpa Islam barangkali huruf Arab tidak akan berarti apa-apa. Kehadiran seni lukis kaligrafi tidak urung mendapat berbagai tanggapan dan reaksi.5 Semangat Kaligrafi Dalam Islam Kaligrafi Islam mempunyai kedudukan yang istimewa diantara cabangcabang seni Islam yang lain. yang dalam beberapa hal banyak dipengaruhi oleh gaya-gaya lokal dan sejumah seniman non muslim – kaligrafi mencapai puncak keindahannya di tangan-tangan piawai seniman muslim sepenuhnya. Kekurangan mencolok para khattat. 2. Sayembara tersebut pada akhirnya dipandang kurang memuaskan karena sistemnya adalah mengirimkan hasil karya khat langsung kepada panitia MTQ. setelah melihat para pelukis mengolah karya mereka adalah kelemahan tentang melihat bahasa rupa yang ternyata lebih atau hanya dimiliki para pelukis. kehadiran seni lukis kaligrafi dianggap para khattat sendiri membawa banyak hikmah. Perkembangan lain dari kaligrafi di Indonesia adalah dimasukkan seni ini menjadi salah satu cabang yang dilombakan dalam even MTQ. antara lain menimbulkan kesadaran akan kelemahan para khattat selama ini. bahkan reaksi itu seringkali keras dan menjurus pada pernyataan perang. Pada awalnya dipicu oleh sayembara kaligrafi pada MTQ Nasional XII 1981 di Banda Aceh dan MTQ Nasional XIII di Padang 1983. tanpa campur tangan pihak lain. Hal ini dapat dilihat dari perhatian umat Islam terhadap tulisan yang .menjauhkannya dari kaedah-kaedah aslinya. Namun apapun hasil dari reaksi tersebut. kurang mengenal ragam-ragam media dan terlalu lama terisolasi dari penampilan di muka khalayak. arsitektur misalnya. Tidak seperti cabang seni Islam yang lain – musik. sedangkan penulisannya di tempat masing-masing peserta. MTQ Nasional XIV di Pontianak meniadakan sayembara dan MTQ tahun selanjutnya kaligrafi dilombakan di tempat MTQ. atau menawarkan pola baru dalam tata cara mendesain huruf-huruf yang berlainan dari pola yang telah dibakukan. kurang wawasan teknik.

50: 16). dan tulisan. ketika orang-orang Arab tengah asyik-masyuk dengan tradisi verbal yang mereka banggakan.S. Wahyu Allah yang turun melalui Nabi Muhammad adalah kalimat suci yang merupakan bahasa Tuhan kepada hamba-Nya. Pertalian langsung antara tulisan dengan nilai-nilai keagamaan yang sakral menjadikan umat Islam selalu termotivasi untuk terus mengembangkannya. demi pena dan apa yang mereka tulis‟. Kemudian dalam surat al-Qalam (Pena) (Q. Betapa tidak. „Nun. dua malaikat yang mencatat perbuatan manusia (Q. 31:27. . menganalisis justru menghentakkan mereka dari tidur panjangnya seolah menjadi “bom” yang menghempaskan idealisme bangsa Arab. Pandangan ini kemudian dipertegas lagi dengan kenyataan bahwa bahasa Arab merupakan satu-satunya bahasa liturgis umat Islam. Tulisan Arab menjadi terangkat fungsi dan statusnya.berawal dari perhatian mereka terhadap al-Qur‟an. dan perumpamaan air laut sebagai tinta yang tidak akan cukup untuk menuliskan kekuasaan Allah meskipun ditambah lagi dengan tujuh kali air laut yang ada di bumi (Q. bukan sekedar sebagai alat komunikasi antar manusia. Di samping itu. 85:21-22).S: 68: 1) Allah berfirman . pengertian-pengertian simbolis pentingnya tulisan juga terdapat dalam banyak ayat. 34:4 dan sebagainya).S.31: 27).S. 10:62. sekaligus “proklamasi” kemestian budaya tulis-menulis dalam risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw (baca: Islam). tinta.S. nilai-nilai dalam al-Qur‟an ini menjadi ruh. 17:73. 82: 10. Dalam sejarah perkembangan kaligrafi. misalnya al-Qur‟an yang tertulis dalam Lauhul Mahfudz (Q. Dari sini dapat dipahami bahwa kaligrafi atau tulis-menulis memperoleh asal-usul yang langsung dari Allah lewat firman-firman-Nya.S. tetapi juga merupakan tulisan religius yang sakral. menelaah. telah membawa perubahan besar dan cepat pada perkembangan tradisi Arab. 18: 109). perumpamaan seluruh pohon di bumi dijadikan pena tidak akan cukup menulis kekuasaan Allah (Q. pemberian buku catatan perbuatan manusia pada hari akhir kelak (Q. spirit bagi para kaligrafer untuk terus mencipta dan berkarya. buku. Wahyu pertama itu segera disusul dengan pengertian lain seperti „Tuhanmu yang mengajari manusia dengan pena‟. Semua ayat diatas merupakan penghargaan yang sangat tinggi terhadap pena. wahyu pertama (al-„Alaq:1-5) yang berisi perintah Tuhan agar membaca. Kehadiran Islam dengan berbagai atribut yang dibawanya.

dia akan masuk surga‟. Ini bermula dari pernyataan-pernyataan Allah sendiri dalam al-Qur‟an dan beberapa Hadist seperti yang dikemukakan di atas. Kata Qalam (pena) misalnya disinggung dalam sebuah hadist tentang nasib manusia yang telah tertulis dan tidak dapat diubah. . qad jaffa al-qalam (pena telah kering).Penghargaan yang demikian tinggi terhadap tulisan juga terdapat dalam beberapa Hadist Nabi. yang ada hanya bebas tetapi harmonis. serasi. dan harmonis. Kecintaan kepada tulis-menulis seperti dicontohkan Nabi akhirnya menjadi tauladan bagi para sahabatnya termasuk Abu Bakar. Dalam kaligrafi Islam tidak ada kesan rebelli (memberontak). serta penjelasan hadist nabi yang merupakan penghargaan terhadap tulisan indah. Kualitas religius yang suci ini akhirnya menjadi ciri yang sangat tipikal dalam apresiasi kaligrafi sepanjang peradaban Islam. Dalam sejarah Islam juga diperoleh keterangan bahwa Nabi mengerahkan para tawanan perang. Usman. keelastisannya adalah peta batin sang kaligrafer yang telah dinafasi oleh ruh religiusitas tertentu.yang notabene non muslim. Umar. tenteram. Memandang kaligrafi dari perspektif agama. Keindahannya bukan muncul dari imajinasi tak terarah atau selera egois senimannya. Budaya tulismenulis dalam Islam telah memulai sejarahnya dan terbangun kuat sejak masamasa awal Islam ini. hal ini juga didukung oleh citra bahwa kaligrafi dalam Islam dipandang sebagai manifestasi semangat religiusitas. dan Ali. Hal ini dikarenakan ia tersembul dari spiritualitas (rohani) yang seimbang. Melihat betapa dekatnya dunia seni dengan dunia agama dalam visi Islam dan peran besar kaum sufi – yang turut meniupkan ruh keilahian dalam seni Islam – kaligrafi mencapai puncak keindahannya. Hadist lain mengatakan „Ajarilah anakmu membaca dan menulis‟. Dan keindahannya. „bahwa siapa yang menulis Bismillahirrahmaniirahim dan memperindahnya.untuk mengajari membaca dan menulis anak-anak Madinah.

tulisan arab seringkali dibuat kaligrafi.KESIMPULAN Kaligrafi adalah suatu tulisan yang ditulis dengan indah atau suatu kepandaian menulis elok dan boleh juga dikatakan seni tulisan indah. Biasanya isinya ayat-ayat Al-Quran dan katta-kata bijak. Salah satu bentuk penerapan kaligrafi Islam sebagai seni hias adalah di Istana Al Hamra. Di dalam seni rupa Islam. Spanyol. . karena merupakan alat utama untuk melestarikan Al-Qur'an. Bentuknya bermacam-macam. tetapi seringkali juga ditatahkan di atas logam atau kulit. Kaligrafi adalah seni yang dihormati di antara berbagai seni rupa Islam. tidak selalu pena diatas kertas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful