P. 1
Bab i Peranan Ortu Dalam Kecerdasan Sq

Bab i Peranan Ortu Dalam Kecerdasan Sq

|Views: 62|Likes:
Published by faizaladli_3

More info:

Categories:Types, Research
Published by: faizaladli_3 on Sep 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBINA KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DALAM KELUARGA

SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam pada Fakultas Tarbiyah STIT-YAPTIP Pasaman Barat

Oleh Nama NIMKO : Rosita : S 1. 09.288/VII (Tujuh)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM YAYASAN PERGURUAN TINGGI ISLAM PASAMAN PASAMAN BARAT 1431 H / 2010 M

DAFTAR ISI Halaman

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah............................................................................. 1 B. Rumusan dan Batasan Masalah ................................................................. 6 C. Penjelasan Judul......................................................................................... 7 D. Tujuan dan Kegunaan Pembahasan .......................................................... 8 E. Metode Penelitian ...................................................................................... 9 F. Sistematika Penulisan ...............................................................................10

BAB II KECERDASAN SPIRITUAL A. Pengertian Kecerdasan Spiritual...............................................................11 B. Ciri-ciri Kecerdasan Spiritual................................................................... 18 C. Fungsi Kecerdasan Spiritual..................................................................... 26 D. Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ........................................................... . 32 BAB III MEMBINA KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DALAM KELUARGA A. Pentingnya Membina Kecerdasan Spiritual dalam Keluarga.................. 36 B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual ........................................................................................................ 53 C. Langkah-langkah Pembinaan Kecerdasan Spiritual ................................ 63 D. Peranan Orang Tua dalam Membina SQ Anak dalam Keluarga ................................................................................................... 75 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan............................................................................................... 82 B. Saran ........................................................................................................ 83 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak merupakan amanah Allah SWT yang harus dijaga dan dibina, hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal harganya. Jika dibiasakan pada kejahatan dan dibiarkan seperti dibiarkannya binatang, ia akan celaka dan binasa. Sedangkan memeliharanya adalah dengan upaya pendidikan dan mengajarinya akhlak yang baik. Oleh karena itu orang tualah yang memegang faktor kunci yang bisa menjadikan anak tumbuh dengan jiwa Islami sebagaimana sabda

Rasulullah:

‫حدثنا ادم حدثنا ابببن ابببي ذءب عببن ابببى سببلمة ابببن عبببد‬ ‫الرحمن عن ابي هرىرة رضىال عنه قببال قببال رسببول‬ ‫ال صببلى الب عليببه وسببلم مببا مببن مولببود ال يولببد علببي‬ ‫الفطببرة فببابويه يهببودانه و يناصببرانه ويمجسببانه )رواه‬ ‫)البخاري‬
Artinya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam, telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R.A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi”. (Hadis riwayat Bukhari)1
1

Bukhari, Shahih Bukhari, (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy, tt), h.125

Karim surat Luqman ayat 16:                           Artinya: (Luqman berkata): "Hai anakku. 2 . Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. edisi Khat Madinah. dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi. 2005) hal. Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. Al-Qur’an dan Terjemahannya.2 Orang tua hendaknya memperhatikan anak dari segi Muraqabah Allah SWT yakni dengan menjadikan anak merasa bahwa Allah selamanya melihat yang mendengar setiap bisikan dan serta pembicaraannya. anak (SQ). niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). begitu pentingnya peran orang tua dalam membentuk kepribadian anak dimasa yang akan datang.Dari hadis ini dapat dipahami. (Bandung :Syamil Cipta Media. SQ masalah kecerdasan spiritual merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ Departemen Agama RI. mengetahui Terutama apa gerak-geriknya dan dirahasiakan disembunyikan. 412. Dalam Al-Qur’an al.

Untuk dapat melaksanakan pengabdian tersebut harus dibina seluruh potensi yang dimiliki yaitu potensi spiritual. 1997) cet ke-1. h. melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah menuju manusia yang seutuhnya (hanif) dan memiliki pola Abuddin Nata. kecerdasan hati (EQ). (Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Islam mengupayakan pembinaan seluruh potensi manusia secara serasi dan seimbang dengan terbinanya seluruh potensi manusia secara sempurna diharapkan ia dapat melaksanakan fungsi pengabdiannya sebagai khalifah di muka bumi. perasaan dan kepekaan. dan kecerdasan memiliki spiritual fungsi (SQ). Potensi-potensi itu sesungguhnya merupakan kekayaan dalam diri manusia yang amat berharga. Ketiga kecerdasan itu adalah kecerdasan otak (IQ). Pada saat ini kita telah mengenal adanya tiga kecerdasan. 51 3 . kecerdasan. Dalam rangka mencapai pendidikan. Filsafat Pendidikan Islam.3 Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan. Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia.dan EQ secara efektif. Kecerdasan-kecerdasan tersebut masing- masing yang kita butuhkan dalam hidup di dunia ini.

pemikiran tauhid (integralistik). Ak. 5 Dedhi Suharto. Besarnya kecerdasan ruh lebih besar dari pada kecerdasan hati dan kecerdasan otak atau kecerdasan ruh cendrung meliputi kecerdasan hati dan kecerdasan otak. 3 4 . Kecerdasan spiritual ini berada di bagian diri yang paling dalam yang berhubungan langsung dengan kearifan dan kesadaran yang dengannya manusia tidak hanya mengakui nilai-nilai yang ada tetapi manusia secara kreatif menemukan nilai-nilai yang baru.4 Adapun ketiadaan kecerdasan ruh akan mengakibatkan hilangnya ketenangan bathin dan pada akhirnya diri akan orang mengakibatkan hilangnya kebahagiaan pada tersebut. Ia dapat membantu manusia menyembuhkan dan membangun dirinya secara utuh. 2003) cet ke-1 h. serta berprinsip “hanya karena Allah”. Setiap manusia pada prinsipnya membutuhkan kekuatan spiritual ini. 57. (Jakarta : Yayasan Ukhuwah. karena kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mempertahankan/ mengembangkan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama serta kebutuhan untuk mendapatkan pengampunan mencintai. Qur’anis Quotient.5 Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa. h. Ary Ginanjar Agustian. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan SpiritualESQ (Jakarta:Penerbit Arga 2001) cet ke-1. menjalin hubungan dan penuh rasa percaya dengan sang penciptanya.

Anak merupakan bahagian dari masyarakat yang dipundaknya terpikul beban pembangunan dimasa mendatang. memberi manusia rasa moral dan memberi manusia kemampuan untuk menyesuaikan dirinya dengan aturan-aturan yang baru.Kecerdasan spiritual ini sangat penting dalam kehidupan manusia. maka dari itu orang tua harus lebih memperhatikan dan selalu membimbing dan mendidik dengan baik. maka Allah mengingatkan kepada orang tua agar mempertahankan keturunannya.                 Artinya: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang . sehingga tercapailah baginya kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. karena ia akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk membedakan yang baik dengan yang buruk. Untuk mengantisipasi hal ini. Peranan orang tua sangat berpengaruh sekali dalam mendidik anakanaknya terutama sekali di dalam pendidikan agama Islam. dan juga sebagai generasi penerus dari yang tua-tua.

maupun masalah aqidah atau keimanannya. kasih sayang. Lemah disini maksudnya adalah lemah dalam segala aspek kehidupan seperti lemah mental. Maka bertaqwalah kepada Allah para orang tua. Jadi semua orang tua harus memperhatikan semua aspek perkembangan anaknya baik itu dari segi perhatian. An-Nisa : 9)6 Ayat di atas mengisyaratkan kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak mereka dalam keadaan lemah. . ekonomi terutama lemah iman (spiritual). Cit. Dalam Al-Qur’an al-Karim surat An-Nahl ayat 78 yang berbunyi:           6 Departemen Agama RI. Op. psikis. berlaku lemahlembutlah kepada anak. (Qs. pendidikan mental. Anak yang lemah iman akan menjadi generasi tanpa kepribadian.. 78. h.mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah. pendidikan. karena dengan berperilaku lemah-lembut sangat membantu dalam menanamkan kecerdasan spiritual pada anak sebab anak itu besarnya nanti ditentukan bagaimana cara-cara orang tua memdidik dan membesarkannya.

Dan Dia memberi kamu pendengaran penglihatan dan hati. karena dengan shalat kita melatih lidah. 275 . meneguhkan hubungan. yang berdasarkan kepada Al Qur’an dan Hadis. Berdasarkan hal tersebut mendorong penulis untuk membahasnya dengan judul “PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBINA KELUARGA”. KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DALAM B.       Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. dan seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah. h. Rumusan dan Batasan Masalah 7 Ibid. hati. memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima. Beranjak dari apa yang penulis paparkan di atas dapat dipahami bahwa upaya membina kecerdasan spiritual anak perlu mendapat perhatian yang serius dari para orang tua. maka dirikanlah shalat. agar kamu bersyukur7 Untuk memperkuat pribadi.

penulis batasi masalah dalam beberapa hal yaitu: 1. Faktor spiritual.Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan di atas. Penjelasan Judul Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalah pahaman akan judul skripsi ini. maka penulis memberikan penjelasan sebagai berikut: Peranan : Bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. fungsi utama. Agar penulisan skripsi ini tidak menyimpang dari pokok masalah tersebut. maka yang menjadi masalah pokok dalam skripsi ini adalah : “Bagaimana peranan orang tua dalam membina kecerdasan spiritual anak dalam keluarga”. yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan C. 667 8 . Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2.8 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bagaimana membina kecerdasan spiritual kepada anak dalam keluarga. (Jakarta : Balai Pustaka. 3. Langkah-langkah pembinaan kecerdasan spiritual 4. 1990) h. Pengertian kecerdasan spiritual.

Poerwadarminta.9 Membina Kecerdasan : Mengusahakan supaya lebih baik. cit. h. 109 11 Chaplin. Op. yang penulis maksud turunan yang dihasilkan oleh pasangan laki-laki dan perempuan yang diikat dalam lembaga perkawinan yang disebut suami-istri. Op. h. Kamus Lengkap Psikologi (Jakarta : Rajawali. keimanan.11 Anak : Turunan yang kedua.10 : Spiritual berkaitan dengan roh. semangat atau jiwa religius Spiritual yang berhubungan dengan agama. h. 1989). Poerwadarminta. menyangkut nilai-nilai transcendental yang bersifat mental sebagai lawan dari material. kesholehan. 1982). 480 12 WJs. orang yang dianggap tua (cerdik pandai kampung) yang penulis maksud adalah “Ibu dan Bapak”. Cit. Ibu Bapak. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Purtaka. h. fisikal/jasmaniah.Orang Tua : Orang tua yang sudah tua. 688 10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.12 WJs. Jadi kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah menuju manusia seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid serta berprinsip hanya karena Allah. 38 9 .

Sebagai syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pada STIT-YAPTIP Pasaman Barat pada jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).? b. ibu dan anak.136 D. Tujuan Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui kecerdasan spiritual anak serta cara pengembangan dalam keluarga menurut pendidikan Islam. h. orang seisi rumah. Mengetahui langkah-langkah pembinaan kecerdasan spiritual? 4. a. Dari tujuan umum ini diperinci kepada beberapa tujuan khusus sebagai berikut: 1. Kegunaan Sedangkan kegunaan penelitian adalah: 1. Yang penulis maksud adalah rumah tangga yang terdiri dari ayah. Mengetahui apa hakikat spiritual? 2. 471 . 13 Ibid. Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan spiritual? 3.Keluarga : (Kaum) sanak saudara. Mengetahui bagaimana membina kecerdasan spiritual anak dalam keluarga.

 Induktif : mempelajari sesuatu hal untuk menentukan hukum yang bersifat umum. 2. Metode Penelitian Pengumpulan data-data diperoleh melalui book survey kemudian dikelompokkan menurut jenisnya. membina Sebagai pedoman bagi orang tua dalam kecerdasan spiritual kepada anak dalam keluarga sehingga para orang tua tahu hakikat spiritual. 4. . gunanya untuk mancari kebenaran serta kesempurnaan dalam penulisan. deduktif dan indukatif.2.  Komperatif : membandingkan dari beberapa pendapat. faktor yang menghambat kecerdasan spiritual. Untuk menambah wawasan penulis yang menekuni bidang Pendidikan Islam tentang psikologi . Melengkapi literatur keilmuan dan E. 3. perpustakaan. Pengolahan data-data yang diperoleh diolah dengan metode komperatif.  Deduktif : menarik kesimpulan dari keadaan yang bersifat umum kepada hal yang bersifat khusus. 1. dan cara menanamkan kecerdasan spiritual kepada anak.

daftar pustaka. kesimpulan dan saran. fungsi kecerdasan spiritual. peranan orang tua dalam membina SQ anak dalam keluarga. Sistematika Penulisan Untuk membentuk jalan pikiran yang sistematis oleh karena penulis pada pembahasan skripsi ini terdiri dari bab-bab dan sub bab yaitu: BAB I : Pendahuluan yang berisikan latar belakang masalah. pengertian kecerdasan spiritual. rumusan dan batasan masalah. BAB II : Kecerdasan spiritual. BAB IV : Penutup. pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ. metode penelitian dan sistematika penulisan. penjelasan judul. langkah-langkah pembinaan kecerdasan spiritual. ciri-ciri kecerdasan spiritual. BAB III : Pembinaan kecerdasan spiritual anak dalam keluarga. BAB II KECERDASAN SPIRITUAL A. tujuan dan kegunaan penelitian.F. faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan spiritual. pentingnya membina kecerdasan spiritual dalam keluarga. Pengertian Kecerdasan Spiritual .

Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti. 1993) cet. Dalam istilah modern mengacu kepada energi batin yang non jasmani meliputi emosi dan karakter. 1989) cet. h. moral atau motivasi. tenaga. semangat. 15 Toni Buzan. h. h.1. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan & Kebudayaan.16 Dengan demikian dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang sempurna dari perkembangan akal budi untuk memikirkan halhal diluar alam materi yang bersifat ketuhanan yang memancarkan energi batin untuk memotivasi lahirnya ibadah dan moral. 2003) cet. (Jakarta : Rajawali Pers. 480 14 . (Indonesia : PT Pustaka Delapratosa. kekuatan. biasanya bersifat ketuhanan menurut aslinya.P. 6 16 J. Ke-2. Ke-1. Kekuatan ESQ: 10 Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional Spiritual.15 Dalam kamus psikologi spirit adalah suatu zat atau makhluk immaterial. 186. Ke. yang diberi sifat dari banyak ciri karakteristik manusia. (Jakarta : Balai Pustaka. terjemahan Ana Budi Kuswandani. Chaplin.Secara konseptual kecerdasan spiritual terdiri dari gabungan kata kecerdasan dan spiritual. vitalitas energi disposisi. Kamus Lengkap Psikologi.14 Sedangkan spiritual berasal dari kata spirit yang berasal dari bahasa latin yaitu spritus yang berarti nafas.

Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan bahwa: “Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi perilaku atau hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. sehingga muncullah suatu paradigma dimasyarakat bahwa otak itu adalah segala-galanya. Tuhan dan semesta. Dengan asumsi dasar yang telah diketahui ini. benda dalam sesta yang metafisis dan transenden. jauh diluar sana karena Tuhan dalam pengertian Yang Maha Kuasa. Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi. tak tersentuh. kecerdasan untuk menilai bahwa hidup seseorang lebih bermakna bila dibandingkan dengan yang lain. padahal nyatanya tidaklah demikian. telah tertanam pengandaian bahwa terdapat sekat tebal antara manusia. Spiritual adalah suatu dimensi yang terkesan maha luas. bahkan kecerdasan inilah yang dipandang berperan memfungsikan dari kecerdasan IQ dan EQ. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia”. para ahli sangat bangga dengan temuan tentang adanya IQ dan EQ. sehingga sekaligus meniscayakan nuansa mistis dan supra rasional. Sebelum kecerdasan ini ditemukan. .

ataupun estetika yang telah dicakup dengan cakupan referensentatif oleh aliran filsafat Immanuel Khant. (Yogyakarta : IRCisoD. 7 18 17 Ibid. Jadi tegasnya. Ini sekaligus menunjukkan klaim bahwa segala perilaku sosial manusia niscaya juga diwarnai oleh “pengalaman yang suci” itu spiritualitasnya. Manusia dalam Alam. misalnya filsafat idealisme. empirisme. sebagaimana dikutip oleh 17 Sayyed mendefinisikan spiritual sebagai “pengalaman yang suci”.Upaya manusia untuk menembus sekat tebal Tuhan manusia bukannya tidak pernah dilakukan. 8 . Rodolf Otto. Akhirnya Khant sendiri harus berguman dengan sedih bahwa “Tuhan” dalam traktat rasionalitas adalah hipotesis. Antara Tuhan. tetapi dalam traktat keimanan atau keyakinan adalah kebenaran. Bahkan eksistensi semua filosuf sejak zaman Yunani senantiasa berakhir pada upaya untuk memberikan pemaknaan dan pemahaman terhadap wujud Tuhan itu. Ke-1. at home atau in side. spiritual diasumsikan bukan dalam pengertian diskursifnya. melainkan terefleksikan dalam perilaku sosialnya. h. terjemahan oleh Ali Noer Zaman. Pemaknaan ini kemudian diintroduksi oleh seluruh pemikir agama (spiritualis) dalam “pemahaman makna keyakinankeyakinan dalam konteks sosial mereka”. h. sekaligus kemudian mereka berlabuh dalam epistemologi yang berbeda-beda. Jembatan Filosofis dan Religius Menuju Puncak Spritual. 2003) cet.18 Sayyed Hossein Nasr.

cit. dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah. op. memenuhi kewajiban agama. 57. mengembalikan keyakinan. sebagai wujud dari pengalamannya terhadap tuntutan fitrahnya sebagai makhluk yang memiliki ketergantungan terhadap kekuatan yang berada diluar jangkauan dirinya yaitu Sang Maha Pencipta. 19 Dengan demikian berarti orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilainilai Ilahiah sebagai manifestasi dari aktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari dan berupaya mempertahankan keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupannya. h. Kebutuhan akan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan.Selanjutnya bahwa Ary Ginanjar Agustian mendefinisikan untuk kecerdasan spiritual adalah kemampuan memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah. serta untuk menyeimbangkan kemampuan intelektual dan emosional yang dimiliki 19 Ary Ginanjar Agustian. menuju manusia seutuhnya (hanif). .

20 . dan dapat terus kita bangun sejak Departemen Agama RI. Untuk keperluan itu perlulah kiranya Allah mengutus seorang Rasul yaitu Muhammad SAW. Artinya: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya. 2005).seseorang. 62:2. Al-Jum’ah. menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah). Edisi Khat Madinah. sehingga dengan kemampuan ini akan membantu mewujudkan pribadi manusia seutuhnya.S. (Bandung : Syamil Cipta Media.20 Spiritual dalam Islam identik dengan                       kecerdasan ruhaniah yang pada dasarnya tahap pencerdasan ruh ini dapat kita mulai sejak pra kehamilan. 553. kemudian kita teruskan pada saat kehamilan. Al-Qur’an dan Terjemahannya. meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya Q. h.

sains pun tidak bisa berdiri sendiri. Hanya saja. Pengabdian diri seutuhnya terhadap Ilahi merupakan hasil dari kerja keras spiritual yang membumi pada setiap jiwa. sehingga serpihan spiritual akan mengerucut dan mengumpul dalam kehidupan manusia.balita hingga dewasa. Keinginan bahwa mempertahankan ini itupun ada keyakinan yang dalam diri dan kehidupan mengatur dari mengendalikannya. lantaran semua lini historis dan sosiologis manusia memiliki serpihan “pengalaman suci” yang berbeda-beda pula. yang baik di suatu tempat tertentu belum tentu baik di tempat lain. evaluasi baik dan jahat itu dengan sendirinya akan terkontaminasi oleh prilaku sosiologis suatu masyarakat. lantaran “lain dari yang kelihatan” atau yang luar biasa. maka pada dirinya tumbuh spiritualitas tersebut. Sains tetap membutuhkan instrumeninstrumen. Maka. baik maupun jahat. Namun dalam memahami spiritual ini. Dengan demikian penulis berkesimpulan bahwa spiritualitas menjadi “pusat aktifitas” setiap manusia Segala prilaku pada akhirnya harus dipersepsikan sebagai serpihan spiritualitas. Setiap pemeluk agama yang meyakini eksistensi Allah selaku penciptanya. Ada dua instrumen yang lazim digunakan dalam dunia . cabang spiritualitas.

hubungan dan tanggung jawab yang sama seperti sebelumnya. kepribadian kemanusiaan. Ini terjadi karena pada akhirnya petualangan manusia. maka 21 Sayyed Hossein Nasr. h. 10 . cit. kesadaran menjadi lensa mendapati Tuhan memandang dunia fisik sehingga “kita” menjadi mata yang melaluinya Tuhan “melihat” sehingga Tuhan melihat. meskipun kita mendapati tubuh yang kasar. ternyata roh (dimensi Ilahiyah yang terdapat dalam diri manusia) dan yang tidak terbatas (dimensi Ilahi yang yang terdapat dalam finalitas transpersonal Tuhan) adalah identik. sedangkan bagi masyarakat yang tidak kenal baca tulis (primitif). peradaban. Jika seseorang dibesarkan dalam tradisi tulis baca yang mengajarkan gambaran antropomorfis Tuhan yang berasal dari teks-teks suci. perjalanan atau kebiasaan ini telah berobah secara dramatis. Yang bersifat kolektif itu bagi suku. ia niscaya menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang muncul dari pemahaman alam bawah sadarnya tentang teladan-teladan spiritual.21 Ketika dimensi roh berfungsi seoptimalnya. op. instrumen yang digunakan adalah mitos yang termuat dalam legenda-legenda mereka. atau tradisi adalah instrumen wahyu yang ada dalam teks suci..spiritual ini yang satu bersifat kolektif dan lainnya bersifat privasi. masyarakat.

penglihatan kita adalah penglihatan Ilahi. keberadaan kita terdiri dari dua kutub kesadaran. . diri individual yang pribadi sifatnya dan diri Ilahi yang lebih mulia. meditasi. Dapat dirasakan bagaimana kesadaran sebelum lahir ketika kita melihat cahaya di mata seorang bayi. dapat diketahui kembali pengetahuan itu dengan memperdalam dan memperluas kesadaran melalui shalat. Membangkitkan terjemahan Rahmain Astuti. Sebab sejak jiwa mendapatkan bentuk fisiknya. Ke-1. (Bandung : Putaka Hidayah. kenangan akan lingkungan samawi tempat ia berasal menjadi kabur. dan perjalanan kembali serta kesedarannya kembali kepada hakikat Ilahiyah. pengalamannya dalam penderitaan yang diakibatkan oleh perpisahan dari keberadaannya yang sejati. Secara sederhana. Kisah tentang turunnya setiap jiwa kedalam eksistensi.22 Sesungguhnya rahasia tasawuf adalah beralih dari sudut pandang pribadi yang sempit ke sudut pandang Ilahi. Di dalam kutub dimensi kesadaran pribadi Pir Vilayat Inayat Khan. yang teringat hanyalah hal-hal yang terjadi pada diri sejak dilahirkan. dan pemujaan. Tetapi pengetahuan yang hilang mengenai alam semesta tetap tersimpan di alam bawah sadar. 22 Kesadaran Spritualitas. Seperti pakar arkeologi yang mengorekkorek melalui berlapis-lapis batuan. 2002) cet. h. 17. Dalam perumpamaan ini terkandung esensi tasawuf.

Sementara kita mengira bahwa keadaan merupakan penyebab frustasi ini. Penyebab yang sesungguhnya adalah tidak sadar akan diri yang lebih mulia. maka kehidupannya adalah jelmaan dari hidupNya.23 Dari penjelasan ini. Sehingga disanalah kepantasaan manusia menyandang gelar makhluk mulia yang dibekali dengan pengalaman suci dan fitrah beragama semenjak ia dari kandungan ibunya. Artinya semakin disadari dan dihayati hakikat diri. 23 Ibid. 18 . dapat dipahami bahwa spiritualitas adalah bagian dari tasawuf yang mengharapkan lahirnya kesadaran pribadi akan hakikat diri yang sesungguhnya. Menghadirkan Tuhan ke dalam setiap diri memang sangat tidak rasional menurut pandangan ilmiah. tetapi hal itu harus didorong oleh keyakinan yang dalam bahwa seluruh aktifitas adalah gerakan kekuatan yang ditransfer-Nya (dari kekuatan absolut). semakin tahu dan kenal akan Tuhan. Jadi tujuan meditasi adalah menghubungkan kembali pribadi dengan dimensi transpersonal dari keberadaan ini.itulah mengalami kendala dan batasan. Manusia itu adalah “serpihan” Ilahi sebenarnya. Setiap manusia yang memiliki kemampuan transendental. h..

24 1. itu akan mewakili kemenangan heroik atas determinisme. Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material. spiritualitas Bahkan tersebut itulah Tuhan yang untuk sebagai tenaga peggerak membentangkan celah dari masa lalu ke masa depan. Perencanaan alama semesta adalah menyadari akan pengaruh pada penyingkapan penciptaan. Ada sebagian manusia berpendapat bahwa yang dicapai dalam proses pembinaan sebenarnya.Maka makna hidup manusia dengan demikian terletak pada tingkat spiritualitas yang dimilikinya. muthahhari. merupakan bagian dari proses yang berlangsung selama milyaran tahun dan masih berlangsung hingga sekarang yang dengan itu alam semesta terus membentuk debu-bintang menjadi manusia. bukan atas alam. melainkan akan batasan-batasan pikiran sendiri yang mencegah untuk bekerja secara selaras dengan alam semesta. Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual Roberts A.id/doc/artikel/sqanak. B.htm (tidak diterbitkan) . Emmons sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat. Jika perubahan kuantum dalam kesedaran semacam itu benar-benar terjadi. 24 www.or. ada 5 ciri orang yang cerdas secara spiritual.

3. Kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari. Dua karakteristik diatas disebut sebagai komponen inti kecerdasan spiritual. Menurut Marsha Sinetar (2000). hanyalah sebagai dari kebajikan.2. bersyukur atau mengungkapkan terima kasih. Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. Anak yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. 4. pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) mempunyai kesadaran diri yang mendalam. Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual untuk menyelesaikan masalah. Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah disekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material.Qur’an dan Sunnah. menunjukkan kasih sayang dan kearifan. 5. Ia memasuki dunia spiritual. intuisi dan kekuatan “keakuan” atau “otoritas” . bersikap rendah hati. yaitu memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan seperti memberi maaf. Ia merujuk pada warisan spiritual yaitu Al. ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta. Kemampuan untuk berbuat baik.

10 25 . h. penulis menyimpulkan bahwa anak yang cerdas secara spiritual akan terlihat dalam beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh anak tersebut. Ke-3. 2003) cet. Satiadarma & Fidelis E. Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi.25 Dari dua pendapat tersebut diatas.2614 Visi dituangkan adalah komitmen (keterikatan. Diantara ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan spiritual adalah: a.tinggi. visi adalah pengejawantahan yang terbaik dari imajinasi kreatif dan merupakan motivasi utama dari tindakan manusia. akad) yang dalam konsep jangka yang akan menuntun dan mengarahkan kemana ia harus pergi. Visi adalah kemampuan utama untuk melihat realitas yang kita alami saat ini untuk menciptakan dan menemukan apa yang belum ada. panjang. dan bekal Monty P. kecendrungan merasakan “pengalaman puncak” dan bakat-bakat “estetis”. Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas Menurut Stephen R. Waruwu. keahlian apa yang kita butuhkan untuk sampai ketujuan. (Jakarta : Pustaka Populer Obor. h. Ke-1. 2003) cet. Covey seperti yang dikutip oleh Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Rohaniyah. 46 26 Toto Tasmara. Mendidik Kecerdasan. (Depok : Gema Insani Pers.

makan. tetapi lebih jauh dari itu. 2) Membantu memeriksa pikiran-pikiran yang terdalam.apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan. diantara manfaat tujuan hidup adalah: 1) Mendorong untuk berfikir lebih mendalam tentang kehidupan. 4) Memperluas cakrawala pandangan. 3) Menjelaskan hal-hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. minum. . Dengan demikian hidup manusia sebenarnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani saja seperti. Orang yang memiliki tujuan hidup secara jelas akan memperoleh manfaat yang banyak dari apa yang telah dicitacitakannya. manusia juga memerlukan kebutuhan rohani seperti mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beribadah yang tujuan akhirnya adalah untuk mencapai ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya. tidur. berkasih sayang dan sebagainya. Seseorang yang cerdas secara spiritual akan memiliki tujuan hidup berdasarkan alasan-alasan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun dihadapan Allah SWT nantinya.

Op. jika seseorang selalu pesimis dalam melaksanakan aktivitas yang menjadi tujuannya. Demikian pula sebaliknya.27 27 Departemen Agama RI.               Artinya: Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri. 6) Membantu dalam mengarahkan kehidupan. .5) Memberikan arah dan komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini. Kualitas hidup seseorang sangat tergantung kepada persepsinya terhadap tujuan hidupnya. ayat : 46. maka keberhasilan juga akan selalu dekat dengannya.. orang yang selalu optimis dalam kehidupan. Cit.S. Firman Allah dalam Q. Persepsinya terhadap tujuan hidupnya amat dipengaruhi pula oleh pandangannya terhadap dirinya sendiri. Fushshilat (41). maka ia juga akan memperoleh hasil yang tidak memuaskan. 7) Mempermudah dalam mengelola potensi dan karunia yang ada. h. 481. dan sekalikali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba (Nya).

h. (9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.b. 595. (10)28               Berdasarkan firman Allah di atas. jalan mana yang akan dipilih. tinggal bagaimana seseorang menjadikan potensi tersebut sebagai bekal untuk senantiasa berpegang kepada prinsip yang benar yaitu sesuai dengan panggilan hati nuraninya. Semuanya tergantung kepada keteguhannya dalam memegang prinsip yang telah ditatapkannya. (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang menyadarkan 28 Ibid. Artinya : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. manusia telah diberi potensi yang mengarah kepada kebaikan oleh Allah. Memiliki Prinsip Hidup Prinsip adalah suatu kesadaran fitrah yang berpegang teguh kepada pencipta yang abadi yaitu prinsip yang Esa. . 8-10. Seperti firman Allah dalam surat Asy-Syams (91). Kekuatan prinsip akan menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. apakah jalan yang benar atau jalan yang salah.

dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah 29 kepadamu”. dan ia tidak raguragu terhadap apa yang telah diyakininya berdasarkan ketentuan Ilahiah. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan). 480. ayat : 30. Selalu Merasakan Kehadiran Allah Orang yang memiliki kecerdasan spiritual selalu merasakan kehadiran Allah. h.                     Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih.prinsipnya hanya kepada Allah semata. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat. c. . bahwa dalam setiap aktivitas 29 Ibid.

tentu saja tidak datang begitu saja. (QS. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. . akan lahir nilai-nilai moral yang baik karena seluruh tindakan atau perbuatannya berdasarkan panggilan jiwanya yang suci. Cenderung kepada Kebaikan 30 Ibid. Maha Suci Engkau. h.30 d. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Perasaan selalu merasakan kehadiran Allah dalam jiwa kita. Firman Allah SWT dalam surah Ali ‘Imran ayat 191:                       Artinya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. sehingga akan lahirlah pribadi-pribadi yang teguh memegang prinsip keimanannya. 75. Dengan kesadaran itu pula. Ali ‘Imran (3) ayat 191).yang mereka lakukan tidak satupun yang luput dari pantauan Allah SWT. tatapi melalui pembersihan jiwa dengan memperbanyak ibadah-ibadah kepada Allah. tanpa proses terlebih dahulu.

. 9 : 71.Insan yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu termotivasi untuk menegakkan nilai-nilai moral yang baik sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan menjauhi segala kemungkaran dan sifat yang yang merusak kepada Allah kepribadiannya sebagai manusia beragama. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. menunaikan zakat. mencegah dari yang mungkar. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.Nya. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul. h. berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah. Berjiwa Besar 31 Ibid. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf. mendirikan sembahyang. 198.                             Artinya : Dan orang-orang yang beriman. lelaki dan perempuan.31 e.

Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. .32 f. akan sportif dan mudah mengoreksi diri dan mengakui kesalahannya. bahkan ia akan menjadi karakter yang berkepribadian yang lebih mendahulukan kepentingan umum dari dirinya sendiri.Manusia yang memiliki kecerdasan ruhiyah atau spiritual. adalah orang yang peka dan memiliki perasaan yang halus. Memiliki Empati Manusia yang memiliki kegemilangan spiritual. 32 Ibid. suka membantu meringankan beban orang lain. 3 : 134. Allah menjelaskan hal ini dalam surat Ali Imran. mudah tersentuh dan bersimpati kepada keadaan dan penderitaan orang lain. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang.                Artinya: (yaitu) orang-orang yang menafkankan hartanya). 67. Manusia seperti ini sangat mudah memaafkan dan meminta maaf bila ia bersalah. baik diwaktu lapang maupun sempit. h.

Meledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal. 481. h. 2005) cet. sehingga akan berdampak pula kepada kepandaian dia dalam berinteraksi dengan manusia. Cit. mengerjakan amal yang saleh. ث قم ينققا دي فققي السققماء فيقققول : إنٌال ق يح قب فلنققا‬ ٌ ٌ ٌ ٌ . ققال‬ ‫ٌ ق ق ٌ ق‬ ٌ ٌ ‫فيحبققه جبريققل. h. Fungsi Kecerdasan Spiritual Manusia yang memiliki spiritual yang baik akan memiliki hubungan yang kuat dengan Allah. Op. ‫فأحبوه . Ke-1. dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” 34 ‫إنٌال إذا أحب عبدا دعا جبريل فقال : إني أحب فلنقا فقأحبه . فيحبه أهل السماء قققال ثققم يوضققع لقه القبققول فققي ال رض‬ ٌ ٌ ٌ ٌ ‫وإذا أبغض عبدا دعا جبريل فيقول :إني أبغققض فلنقا فأبغضققه : ققال‬ ‫ق‬ ‫ق‬ ٌ ‫فيبغضه جبريل . 33 .C. ثم ينققا دي فققي أهققل السققماء : إن الق يبغققض فلنققا‬ ٌ ٌ ٌ ‫فأبغضوه. 181. (Jakarta: Zikrul Hakim. karena dibantu oleh Allah yaitu hati manusia dijadikan cendrung kepada-Nya. قال فيبغضونه. 34 Departemen Agama RI. ثم يوضع له البغضاء في الرض‬ ٌ Mas Udik Abdullah.33 Firman Allah dalam surat Fushshilat ayat 33:               Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah.

Jibril mencintainya.35 Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa kondisi spiritual seseorang berpengaruh terhadap kemudahan dia dalam menjalani kehidupan ini. cit. Shahih Muslim. kemudian diletakkan padanya kebencian di muka bumi ini. Muslim 2637).” Kemudian penduduk langit pun mencintainya. h. 1983) jilid 4. maka hendaklah engkau membencinya.” (H. Demikian pula jika (Allah) membenci seorang hamba. lalu (Jibril) menyeru penduduk langit dan berkata: “Sesungguhnya Allah membenci fulan. Untuk itu yang terbaik bagi kita adalah memperbaiki hubungan kita kepada Allah yaitu dengan cara meningkatkan taqwa dan menyempurnakan tawaqal serta memurnikan pengabdian kita kepada-Nya. (Allah) menyeru Jibril. antara lain: Husein Muslim bin Hajjaj. Allah menyeru kepada Jibril. op. Kemudian diletakkan padanya penerimaan di bumi (yakni dicintai penduduk bumi). h.Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai seorang hamba. 35 Wannasyar . Kemudian (Jibril) menyeru penduduk langit dan berkata:“Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka hendaklah kalian mencintainya. kemudian berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mencintai fulan. 182. (Beirut: Dar al-Fikr al Muthaba’ah Wattauzi’. 2030 36 Mas Udik Abdullah. kemudian berfirman: ‘Sesungguhnya Aku membenci fulan. maka ia menjadi orang yang cerdas dalam kehidupan. Jika spiritualnya baik. maka cintailah dia.R..’ Maka Jibril pun membencinya.” Maka penduduk langit pun membencinya.36 Dari keterangan diatas dapat penulis ungkapkan beberapa fungsi kecerdasan spiritual.’ Lalu. maka hendaklah kalian membencinya.

Sebagaimana dalam firman Allah surat Ar-Ra’d (13).h. . 2004) cet.37 Ada 2 metode mendidik hati menjadi benar. tentu kecerdasan spiritual mengambil metode vertikal. bagaimana kecerdasan spiritual bisa mendidik hati anak untuk menjalin hubungan kemesraan kepada Allah SWT. Ke-2. Jika kita mendefinisikan diri kita sebagai bagian dari kaum beragama. Kecerdasan Spritual. hanya 37 Sukidi.              Artinya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.1. (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Ingatlah. ayat 28. 28. antara lain: a. karena pendidikan hati tidak saja menekankan segi-segi pengetahuan kognitif intelektual saja menumbuhkan segi-segi kualitas tetapi juga psikomotorik dan kesadaran spiritual yang reflektif dalam kehidupan seharihari. Mendidik hati menjadi benar Pendidikan sejati adalah pendidikan hati.

tidak bisa baca tulis. 253 Mas Udik Abdullah. . Op.38 Dzikir merupakan salah Allah-lah satu hati metode kecerdasan spiritual untuk mendidik hati anak menjadi tenang. Implikasinya secara horizontal. h. 2. kepada sebagai Rasulullah seseorang yang terkenal seorang yang ummi. yaitu kecerdasan spiritual mendidik hati kita kedalam budi pekerti yang baik dan moral yang beradab. pergaulan bebas yang berpuncak pada seks bebas. tatapi juga menjadi “guidance” manusia untuk menapaki hidup secara sopan dan beradab. Op. Kecerdasan kesuksesan. Kecerdasan spiritual tidak saja efektif untuk mengobati perilaku manusia seperti diatas. 24. prilaku manusia akhir-akhir ini seperti sikap destruktif. b. namum beliau adalah orang paling sukses dalam 38 39 Departemen Agama RI. Di tengah arus demoralisasi. tentram dan damai yang berimplikasi langsung pada ketenangan.39 spiritual Seperti dapat hal mengantarkan SAW.. Cit.dengan mengingati menjadi tenteram. kematangan dan sinar kearifan yang memancar dalam kehidupan kita sehari-hari. Cit. h. narkoba dan lain sebagainya.

. h. selalu Setiap langkah yang hendak dengan wahyu yang disesuaikan diterimanya. Op. cit. 53 : 6.29 Jadi kondisi spiritual seseorang itu berpengaruh terhadap kemudahan dia dalam menjalani kehidupan ini. karena dibantu oleh Allah yaitu hati manusia dijadikan cenderung kepada-Nya. Ini akan berdampak pada kepandaian dia berinteraksi dengan manusia lainnya. h. dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli”. Beliau bisa melaksanakan semua yang menjadi tugas dan kewajibannya dengan baik. Kecerdasan spiritual dapat membuat manusia memiliki hubungan yang kuat dengan Allah SWT. 4. Cit.hidupnya.41 40 41 Departemen Agama RI. op. Hal ini semuanya karena akal dan hati beliau mengikuti bimbingan dan petunjuk Allah yang diturunkan kepadanya ditempuhnya. maka ia akan menjadi orang yang paling cerdas dalam kehidupannya. Sukidi. sehingga selalu berakhir dengan kesuksesan yang gilang-gemilang Allah menerangkan hal ini dalam firman-Nya surat An-Najm.     Artinya : “Yang mempunyai akal yang cerdas.40 3. Kecerdasan spiritual membimbing kita untuk meraih kebahagiaan hidup hakiki. 103. Jika spiritualnya baik.

Kunci kecerdasan spiritual untuk meraih kebahagiaan spiritual didasarkan pada cinta kepada Sang Khalik. Cinta adalah perasaan yang lebih menekankan kepekaan emosi dan sekaligus menjadi energik atau tidak. Inilah level cinta tertinggi yakni cinta kepada Allah (the love of God) karena cinta kepada Allah akan . Love (cinta). Maka dengan itu ada tiga kunci yang harus kita perhatikan dalam meraih kebahagiaan hidup yang hakiki yaitu: 1). namun dia tetap tampak energik dan bersemangat untuk menemui dan menemani pacarnya. Itulah dorongan cinta yang menggelora dalam emosinya. Tetapi apabila kecerdasan spiritual telah bagus maka dia tidak mau untuk menjatuhkan cintanya kepada lawan jenisnya demi kepuasan nafsu semata.Hidup bahagia menjadi tujuan hidup kita semua. tatapi dia akan lebih mencurahkan rasa cintanya kepada Tuhannya yang telah menciptakannya yaitu Allah SWT. meskipun kondisi tubuhnya sedang lelah. hampir tanpa kecuali. sedikit banyaknya tergantung pada energi cinta. Misalkan saja seorang anak muda yang lagi dimabuk cinta.

Monty P. cit. Berbuat kebajikan dan berbudi pekerti luhur dapat membawa kita pada kebenaran dan kebahagiaan hidup. dimanapun kita berada. Do’a merupakan bentuk komunikasi spiritual kehadirat Tuhan. Waruwu.. Kebajikan. op. Do’a. manfaat terbesar do’a terletak pada penguatan ikatan cinta antara manusia dan Tuhan. Satiadarma & Fidelis E. h. op. 2).. cit.42 3). Do’a menjadi bukti bahwa kita selalu bersama Tuhan. Doa sebagai salah satu nilai SQ terpenting dalam meraih kehidupan sukses. 5. juga sangat membatu kita dalam mengobati “kekurangan gizi spiritual”. h. 48 43 . Kecerdasan spiritual mengarahkan hidup kita untuk selalu berhubungan dengan kebermaknaan hidup agar hidup kita menjadi lebih bermakna.43 42 Sukidi. Karena itu. 117. Hidup dengan cinta dan kasih sayang akan mengantarkan kita pada kebajikan yang menjadikan kita lebih bahagia. Kita meneguhkan cinta kehadirat Tuhan dengan jalan do’a.menjadikan hidup kita lebih bermakna dan bahagia secara spiritual.

rasa sakit. sebagai berikut:                44 Ary Ginanjar Agustian. akan dalam pengambilan melahirkan keputusan yang terbaik.. mampu beradaptasi secara spontan dan aktif. memiliki visi dan prinsip nilai. . 6 : 57. mampu menghadapi dan memanfaatkan penderitaan.44 Allah menerangkan hal ini dalam firman-Nya pada surat Al-An’aam. 162.Danah Zohar dan Ian Marshall (2000). cit. Dengan menggunakan keputusan kecerdasan cenderung spiritual. h. Keputusan spiritual itu adalah keputusan yang diambil dengan mengedepankan sifat-sifat Ilahiah dan menuju kesabaran mengikuti Allah Ash-Shabuur atau tetap mengikuti suara hati untuk memberi atau taqarub kepada Al-Wahhaab dan tetap menyayangi. op. mempunyai komitmen dan bertidak penuh tanggung jawab. yaitu keputusan spiritual. 6. mempunyai kesedaran diri yang tinggi. menggambarkan orang yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) sebagai orang yang mampu bersikap fleksibel. menuju sifat Allah ArRahim.

h. 45 7.46 Artinya IQ memang penting kehadirannya dalam kehidupan manusia. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Memaknai Kehidupan. dan kecerdasan manusia. Ke-1. namun tanpa SQ yang mengajarkan nilai-nilai kebenaran. 2001) cet. h. Terjemahan Rahmi Astuti – Ahmad Nadjib Burhani (Bandung. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik”. maka keberhasilan itu hanyalah akan menghasilkan Hitler-Hitler baru atau Fir’aun-Fir’aun kecil di muka bumi. Kronik Indonesia Baru. Jadi dapat disimpulkan bahwa kecerdasan Departemen Agama RI. 20 46 45 spiritual ini adalah kecerdasan tertinggi . Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Cit. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. 134 Danah Zohar dan Ian Marshall. Op..            Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang nyata (Al-Qur’an) dari Tuhanku sedangkan kamu mendustakannya. yaitu agar manusia memanfaatkan teknologi demi efisiensi dan efektivitas. Kecerdasan Spiritual merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Juga peran EQ yang memang begitu penting dalam membangun hubungan antar manusia yang efektif sekaligus perannya dalam meningkatkan kinerja.

spiritual itu selain bias membawa seseorang ke puncak kesuksesan dan memperoleh ketentraman diri, juga bisa melahirkan karakter-karakter yang mulia di dalam diri manusia.

D. Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Kecerdasan klasik yang masih permanen sampai hari ini adalah pemisahan antara SQ, IQ dan EQ, padahal ketiganya saling mempengaruhi. Dari literatur yang penulis baca salah satu diantaranya adalah ESQ karangan Ary Ginanjar dalam tulisannya menggambarkan bahwa hubungan IQ, EQ dan SQ bagaikan segitiga sama kaki, dimana ketiga sudutnya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengilustrasikannya seperti dibawah ini: TUHAN

Spiritual

SQ (God Spot) Suara Hati

Paaradigma Paradigma S Kepentingan Zero Mind Process
Emosional

Persepsi

Intelektual

IQ

EQ

Gambar segitiga ini menjelaskan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif, bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah).47 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan, pada sikapnya berupa ketawadhu’an, pada

keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain, pada gerakannya berupa kebajikan, pada amalnya berupa keshalihan, dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ, bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam kehidupan manusia SQ-lah yang mutlak harus dimiliki. Hal ini adalah sebagai
47

Ary Ginanjar, op. cit., xliv

bantahan terhadap pendapat para tokoh yang mengatakan bahwa IQ dan EQ saja yang memberi makna hidup dan mengarahkan aktifitas manusia. IQ dan EQ ternyata tidak mampu mencapai kehidupan yang tenang dan abadi, karena setelah keduanya dimiliki masih terasa kegelisahan jiwa. Fungsi dan peran yang paling dominan dalam setiap kehidupan adalah kombinasi antara kecerdasan IQ, EQ dan SQ. Berdasarkan atas cerdas dan tidaknya ketiga piranti kecerdasan tersebut, terdapat beberapa kemungkinan pada diri seseorang. Pertama, dia cerdas otaknya, tapi tidak memiliki kecerdasan hati maupun kecerdasan ruh yang tinggi. Kedua, dia cerdas otaknya maupun hatinya, tapi tidak memiliki kecerdasan ruh yang tinggi. Ketiga, dia cerdas keseluruhannya baik otak, hati, maupun ruhnya. Keempat, dia cerdas hati dan ruhnya. Dan kelima, dia cerdas ruhnya.48 Orang yang cerdas otak tapi ‘jeblok’ hati dan ruhnya akan terganggu pergaulan sosialnya dan ketenangan batinnya. Orang tersebut sangat mungkin untuk gagal dalam karirnya sekaligus gelisah hidupnya. Orang yang cerdas otak dan hatinya akan dapat memelihara pergaulan sosialnya meskipun mudah terganggu ketenangan batinnya. Orang tersebut dapat
48

Dedhi Suharto, Ak. Qur’anic Quotient, (Jakarta:Yayasan Ukhuwah, 2003), cet ke-1, h. 53

dan SQ) saling berhubungan.berhasil dalam karirnya tetapi merasakan kekosongan dalam jiwanya. Orang yang cerdas keseluruhannya akan mampu menjaga interaksi sosialnya serta mampu memelihara ketenangan batinnya. Yang demikian itu menjadikan hubungan antara ketiganya (IQ. Dengan demikian pada akhirnya akan terdapat tiga kondisi kecerdasan yaitu. cerdas otak dan hatinya. Namun SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan jiwa yang tenang. hanya cerdas otaknya saja. . serta cerdas keseluruhannya. EQ. Orang tersebut akan berhasil dalam karir serta kehidupannya.

Orang tua sebagai pendidik utama dan utama bagi anak merupakan penanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. 4. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan didalam lingkungan keluarga sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah.) Memberi pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis. 3. Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak. Secara psikososiologi keluarga berfungsi sebagai:1. agama dan spiritualnya.BAB III MEMBINA KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DALAM KELUARGA A. Disamping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pentingnya Membina Kecerdasan Spiritual dalam Keluarga Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak.) Model pola perilaku yang tepat bagi anak .) Sumber kasih sayang dan penerimaan. 2.) Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainya.

) Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi. 7. 39-41 49 LN. h.) Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat. 3) Fungsi pendidikan (edukatif). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. 5. h. . baik disekolah maupun di masyarakat.) Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan. fungsi keluarga dapat diklasifikasikan kedalam fungsi-fungsi berikut : 1) Fungsi biologis. atau persahabatan diluar rumah tidak memungkinkan.4914 Sedangkan dari sudut pandang sosiologis. verbal dan social yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri. dan 10. 7) Fungsi agama (religius). 8. 38 50 Ibid.) Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi. 9.5015 Untuk lebih jelasnya akan penulis kemukakan satu persatu antara lain : Syamsu Yusuf (Bandung:Rosda Karya. 4) Fungsi sosialisasi. 2) Fungsi ekonomis.) Sumber persahabatan atau teman bermain bagi anak sampai cukup usia untuk apabila mendapatkankan teman diluar rumah. 5) Fungsi perlindungan (protektif).untuk belajar menjadi anggota masyarakat yang baik. 6) Fungsi rekreatif.) Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik. 2001). 6.

pangan dan sebagainya.a) Fungsi biologis. b) Fungsi ekonomis. dimana dikeluargalah tempat dimulainya pendidikan semua anggota keluarga. keluarga merupakan pusat dari kenyamanan dan hiburan bagi semua anggota keluarganya. e) Fungsi perlindungan. artinya keluarga merupakan tempat memenuhi semua kebutuhan biologis keluarga seperti. maksudnya keluarga merupakan tempat penanaman agama bagi keluarga. maksudnya dikeluargalah tempat orang tua untuk memenuhi semua kewajibanya selaku kepala keluarga. maksudnya keluarga merupakan buaian atau penyemaian bagi masyarakat masa depan. c) Fungsi pendidikan. g) Fungsi agama. d) Fungsi sosisalisasi. Fungsi ekonomi dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233                . keluarga merupakan tempat perlindungan semua keluarga dari semua gangguan dan ancaman. f) Fungsi rekreatif. sandang.

(HR. (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy. ”Bersyukurlah kepada Allah”. telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari AzZuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R.125 51 . yaitu. dan barang siapa yang Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya.Artinya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (baik). Nasrani atau Majusi”. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.524 Dalam Al-Qur’an al-Karim surat Luqman ayat 12 s. yaitu: Artinya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam. edisi Khat Madinah. h. Bukhari).A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi. (Bandung : Syamil Cipta Media. 52 Bukhari. 37. 2005). h. Shahih Bukhari. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah). 233)513 Fungsi pendidikan (edukatif) dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Seseorang tidak akan dibebani (dalam memberi nafkah). maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri.d 19 yaitu: Surat Luqman ayat 12                       Artinya: ”Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman. (QS: 2. tt). melainkan menurut standar kemampuannya”.

h.. op. Ibid. lagi Maha Terpuji”. hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman : 12) 535 Surat Luqman ayat 13                 Artinya: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya. janganlah kamu mempersekutukan Allah. 412. diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya: ”Hai anakku. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya. sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (Luqman :14)55 7 Surat Luqman ayat 15 : 53 54 Departemen Agama RI.tidak bersyukur. dan menyapihnya dalam dua tahun. 412 55 Ibid. (Luqman:13) 546 Surat Luqman ayat 14                   Artinya: Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya. h. cit. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah. h. 412 . Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu.

h. 412 . maka janganlah kamu mengikuti keduanya. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu. h. dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. 412 Ibid. dan ikutilah jalan orang kembali kepada-Ku.. (Luqman : 15) 568 Surat Luqman ayat 16 Artinya: (Luqman berkata) ”Hai anakku. (Luqman : 16) 579 56 57                           Ibid. niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya) sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui..                                 Artinya: Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. maka Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.Surat Luqman ayat 17                    Artinya: Hai anakku. 412 . 59 (Luqman : 18) 11 Surat Luqman ayat 19              58 59 Ibid. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk halhal yang diwajibkan (oleh Allah). dirikanlah sholat. dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.. 412 Ibid. (Luqman : 17)58 10 Surat Luqman ayat 18                   Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. h.. h.

. sebagaimana disarikan berikut ini: inti hikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada Luqman telah disampaikan dan diajarkan kepada anaknya sebagai pedoman utama dalam kehidupannya yaitu : supaya jangan mempersekutukan Allah dengan yang lainnya karena mempersekutukan Allah merupakan dosa besar. dicintai dengan sepatutnya dengan yang ma’ruf. Allah memerintahkan kepada manusia agar mereka menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya. Jika akidah anak berbeda dengan kedua orang tuanya keduanya selalu dihormati.d 19). Sesungguhnya seburukburuk suara adalah suara keledai. disayangi. Dengan shalat kita melatih 60 Ibid.Artinya: Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima. Untuk memperkuat pribadi. Karena melalui kedua orang tuanyalah mereka dilahirkan dimuka bumi sehingga sewajarnyalah keduanya dihormati. (Luqman : 19)60 12 Terkait dengan penafsiran ayat-ayat diatas (surat Luqman ayat 12 s. h. 412 . maka dirikanlah shalat. meneguhkan hubungan. Hamka menafsirkannya.

lidah. jika terjadi pertikaian pendapat antar orang tua dengan anak yang berbeda akidah. bahwa kandungan surat Luqman ayat 12 s. ibadah 61 Syamsu Yusuf LN.40 .d 19 meliputi: 61 13 a) Pembinaan jiwa orang tua (kewajiban bersyukur kepada Allah). b) Pembinaan atau pendidikan kepada anak yang menyangkut aspek-aspek: iman dan tauhid (tidak mensyukuri Allah) akhlak atau kepribadian (bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua.Cit. karena sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan dari Allah. mengandung pokok akidah yaitu kepercayaan terhadap Allah yang menimbulkan jiwa merdeka dan bebas dari pengaruh benda dan alam serta merupakan dasar utama tegaknya rumah tangga sakinah. bersifat sabar dalam menghadapi musibah. Allah tidak menyukai orangorang yang sombong. hati. Kecintaan terhadap kedua orang tua tidak boleh mengalahkan akidah. Ayat ini juga menganjurkan untuk berbuat baik. Op. dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pendidikan anak-anak kaum muslimin. Juga dijelaskan pedoman. mawaddah dan rahmah. Zakiah Darajat sebagaimana dikutip Syamsu Yusuf mengatakan. dan seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah. Dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat ini mengandung dasar-dasar pendidikan bagi seorang muslim. h. tidak bersikap sombong atau angkuh kepada orang lain).

bertaubat. dan lain-lain. keras. periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. 560. cit.. rajin beramal shaleh dan dakwah) dengan kata lain memerintah atau mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan melarang atau mencegah orang lain berbuat kejahatan/keburukan. op. (At-Tahrim : 6) 6214 Sebuah rumah tangga terkadang terdiri dari ayah. . pendidikan 62 dan pembina percaya bahwa rumah tangga Departemen Agama RI. h. kakek.(menegakkan shalat. Fungsi agama (religius) dapat dijelaskan dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6:                        Artinya: Hai orang-orang yang beriman. Para psikolog. Rumah tangga merupakan sebuah lingkungan alamiah. ibu ditambah saudara anggota lain. yang mengemban tugas dalam pembinaan anak. nenek.

Oleh karena itu Islam melarang bergaul dengan teman yang jahat dan buruk. (Bogor : Cahaya. Bagir Hujjati. h. Pendidikan keluarga dipandang sebagai pendidikan pertama dan utama karena peranannya yang begitu besar sebagai peletak pondasi pengembangan-pengembangan berikutnya. Namun demikian. 6315 Hubungan dan komunikasi anak dengan kedua orang tuanya merupakan hubungan paling kuat dibanding berbagai bentuk hubungan lain. Pendidikan Anak dalam Kandungan.109 63 . Pertumbuhan anak dibawah asuhan ayah dan ibu merupakan sebaikbaik sarana bagi pembinaan akhlaknya. kurangnya pengetahuan anggota keluarga juga dapat berpengaruh (negatif) bagi keturunan mereka. 2003). Kebiasaan dan tradisi yang diperoleh seorang anak dari keluarganya akan diwarnai adat dan kebiasaan temantemannya. karena pada dasarnya pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia.merupakan lingkungan terbaik dalam upaya membina seorang anak. Hal ini mengingat bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan Allah berdasarkan FitrahNya (QS Ar-Ruum:30): M. Pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anak mempunyai peran yang besar sekali bagi kehidupan dan masa depan anak.

h. h. cit. ibulah orang yang selalu ada di sampingnya. (itulah) agama yang lurus. 180 . (sesuai) Fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (Fitrah) itu. Peranan ibu dalam pendidikan anak lebih dominan dari peranan ayah.                          Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam). tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui..6517 Peranan ayah terhadap anaknya tidak kalah pentingnya dari peranan ibu.”64 16 Yang dimaksud dengan Fitrah pada QS. op. hal ini agaknya dapat dipahami karena ibulah orang yang lebih banyak mengerti anak sejak seorang anak lahir. bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah. 407 Abu Ahmadi. Ilmu Pendidikan. Pendidikan anak dalam keluarga adalah tanggung jawab orang tua terutama ibu. Ayah merupakan sumber kekuasaan yang 64 65 Departemen Agama RI. Ar-Ruum ayat 30 diatas adalah bahwa diantara yang dibawa sejak lahir telah membawa potensi untuk didik dan mendidik.

Sebab itu maka wanita yang saleh.cet. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.2001).Nisaa’ Ayat: 34                                              Artinya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ke-1. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). (Baitul hikmah Press. ialah yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika Rehani. Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an.6618 Hal ini dapat dipahami berdasarkan QS. sebagai penghubung antara keluarga dan masyarakat dengan memberikan pendidikan terhadap anaknya berupa komunikasi terhadap sesamanya memberi perasaan aman dan perlindungan terhadap keluarganya.memberikan anaknya tentang manajemen dan kepemimpinan. 91 66 . h. An.

emosional. dalam kedokteran dikatakan bahwa kualitas makanan yang diberikan kapada anak balita akan menentukan kualitas kecerdasan dan kemampuan anak.67 19 Secara garis besar ada dua kebutuhan anak yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani (spiritual). Sepertinya kepribadian dan kecerdasan anak terbangun melalui transmisi spiritual.. Upaya pencerdasan dapat dilakukan oleh siapa saja tidak memandang apakah ibu yang hamil itu cerdas atau tidak. membaca dan mentala’ah Al-Quran. maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. Dari satu sisi. perumahan. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya. intelektual. dan pukullah mereka Kemudian jika mereka mentaatimu. op. pakaian. 67 Departemen Agama RI. oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Peningkatan ini banyak ditempuh dengan memperbanyak ibadah shalat sunat. Karena itu ibu yang sedang hamil sangat dianjurkan untuk meningkatkan bobot spiritual. 84 . h. Antara kebutuhan jasmani dan rohani terdapat keterkaitan satu sama lain. emosional dan moral ibunya. Kebutuhan jasmani anak seperti makanan. moral dan intelektualitasnya. kesehatan dan sebagainya. maka janganlah kamu mencaricar jalan untuk menyusahkannya. cit.suaminya tidak ada. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

118 . Berulang kali dia 68 Suharsono. Orang tua cendrung lebih memperhatikan kebutuhan jasmani anak dari pada kebutuhan dalam mencerdaskan spiritualnya. prestasinya juga tercetak di dunia olah raga.2000). oleh sebab itu orang tua harus memberikan makanan yang halal dan bergizi kepada anak balita agar otaknya tumbuh dengan sempurna.menjaga tutur kata. gemar berinfak dan bersedekah (dermawan) serta akhlak terpuji lainya. orang tua (ayah dan ibu) hendaknya memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani anak. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semakin banyaknya anak-anak yang sehat dan cerdas tetapi spiritualnya belum tentu cerdas. Namun dewasa ini tidak sedikit para orang tua yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan akan spiritual anak. Faktor kasih sayang sangat menentukan perkembangan kepribadian anak.h.6820 Berdasarkan hal tersebut. Mencerdaskan Anak. namun dia masih merasa kosong seolah-olah tidak ada sesuatu yanag besar telah terjadi. Sebagai contoh: Irianti Erning Praja (28 th) seorang presenter dan pencipta lagu. (Jakarta : Intiusi Press. Irianti memang bangga akan semua prestasi yang diraihnya. disamping melakukan anak dengan penuh kasih sayang. Ia belum merasakan kepuasan.

bahkan jutaan anak yang tidak merasakan kebahagiaan atas apa yang telah mereka raih. Dibidang akademis. Irianti merupakan salah seorang contoh dari ribuan. Disinilah barang kali letak kesenjangan perhatian sebagai orang tua dalam kaitannya dengan pendidikan anak. Karena itulah setiap orang tua harus menyadari dan memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani (spiritual) anaknya. Irianti juga pernah menyabet mendali emas untuk renang tahun 1977.memperoleh mendali di tingkat Internasional. di tingkat SEA Games. tetapi jika tidak dibarengi dengan kecerdasan spiritual. Kegelisahan Irianti mulai reda setelah ia membaca buku-buku tentang pengembangan diri. namun segudang prestasi ini hanya berlalu begitu saja di hatinya. ada orang salah sedikit kepadanya dia pasti marah. Dia mulai mulai menyadari walaupun dia punya segudang kecerdasan. bahkan Irianti sempat mengubah namanya karena kesal banyak orang salah menulis namanya. Selain itu ia juga merasa dirinya cepat sekali marah. Terutama masalah kecerdasan spiritual. jiwanya tidak akan merasakan kebahagiaan. ditingkat ASIA Games. . Irianti juga pernah mendapatkan beasiswa dan dia juga tercatat sebagai alumni Jurusan Statistik Institut Pertanian Bogor.

Berdasarkan contoh diatas menunjukkan betapa pentingnya membina kecerdasan spiritual anak.6921 Hasan Langgulung. (Jakarta : PT. tetapi SQ yang lebih diutamakan ditanamkan kepada anak-anaknya. khususnya dalam lingkungan keluarga. Al Husna Zikra. termasuk mula-mula sekali adalah iman yang kuat kepada Allah. . Penulis mengajak kepada para orang tua supaya lebih memperhatikan anak-anaknya. takut kepada Allah dan selalu mendapat pengawasan dari pada-Nya dalam segala perbuatan dan perkataan. Begitu juga dengan mengajarkan kepadanya caracara yang betul untuk menunaikan syiar-syiar dan kewajiban agama. Rasul-rasulNya. tidak hanya dari segi IQ dan EQnya saja. Hari akhirat.372 69 . Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan. Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesediaan Spiritual yang bersifat naluri yang ada pada kanak-kanak melalui bimbingan agama yang sehat dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dan upacara-upacaranya. Ke-3. Pendidikan agama dan Spiritual termasuk bidang-bidang pendidikan yang mendapat perhatian penuh oleh keluarga (orang tua) terhadap anak-anaknya. Yaitu orang tua tidak lagi mengabaikan kecerdasan spiritual anaknya. h. 1995) cet. dan menolong mengembangkan sikap agama yang betul. Kitab-Kitab-Nya. Malaikat.

Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam. Bahasa. (Jakarta: Pusat Penelitian IAIN Sultan Syarif Qosim Pekan Baru. Menurut Hurlock (1956:434). Dalam hal ini orang tua sebagai kepala keluarga memang dituntut untuk mewarnai keluarga dengan nilai dan akhlak yang baik. suri tauladan yang baik. X1X. keluarga merupakan “training centre” bagi penanaman nilai-nilai pengembangan fitrah atau jiwa beragama an seyogianya bersamaan dengan perkembangan kepribadianya yaitu sejak lahir bahkan lebih An Nida’. baik susahnya perjuangan dunia maupun akhirat. karena baik buruk atau sukses tidaknya anggota keluarga merupakan tanggung jawabnya.21 70 . pangkal ketentraman dan kedamaian kehidupan adalah terletak dalam keluarga. h. cet..Sebagaimana penulis ketahui bahwa keluarga adalah sebagai persekutuan hidup terkecil dari masyarakat negara yang luas. Mengingat betapa pentingnya hidup keluarga yang demikian itu. maka Islam memandang keluarga bukan hanya sebagai persekutuan hidup terkecil saja. tetapi lebih dari itu yakni sebagai lembaga hidup manusia yang dapat memberi kemungkinan celaka dan bahagianya anggotaanggota keluarga tersebut dunia dan akhirat.7022 Dengan demikian keluarga mempunyai kewajiban yang tidak kecil. 1997). Pendidikan. menyelamatkan aggota keluarga dari segala bentuk keresahan dan kesusahan. dan Kepemudaan.

dari itu sejak dalam kandungan. seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat. dan tokoh yang diidentifikasi atau ditiru anak. h. Op. maka ada beberapa hal lagi yang perlu menjadi perhatian orang tua yaitu sebagai berikut:7224 1. baik yang menyangkut sikap.Cit. berdo’a. Karena orang tua merupakan pembina pribadi yang pertama bagi anak. sebaiknya pada saat bayi masih berada dalam kandungan. h. kebiasaan berprilaku atau tata cara hidupnya merupakan unsur-unsur pandidikan yang 71 72 Syamsu Yusuf LN. 138 Ibid. orang tua (terutama ibu) seyogianya lebih meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah. Pandangan ini didasarkan pengamatan para ahli jiwa terhadap orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. maka seyogianya dia memiliki kepribadian yang baik atau berakhlakul karimah (akhlak yang mulia). 139 . Kepribadian orang tua.7123 Oleh karena itu. membaca Al-Qur’an dan memberi sedekah serta amalan shaleh lainnya. berzikir. ternyata dipengaruhi oleh keadaan emosi atau sikap orang tua (terutama ibu) pada waktu anak masih dalam kandungan. disamping upaya-upaya yang telah dilakukan diatas. Dalam membina dan mengembangkan spiritual anak dalam lingkungan keluarga.

tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan fitrah beragama anak. Mau mendengarkan pendapat atau keluhan anak. Memaafkan kesalahan anak. Meluruskan kesalahan anak dengan pertimbangan atau alasan-alasan yang tepat. e. 2. d. b. Orang tua hendaknya memelihara hubungan yang harmonis antar anggota keluarga (ayah dengan ibu. Bersikap respek atau menghargai pribadi anak. Orang tua hendaknya memperlakukan anaknya dengan baik. Sedangkan yang tidak harmonis. Memberikan curahan kasih sayang yang ikhlas. orang tua dengan anak. c. f. meminta maaf bila ternyata orang tua sendiri salah kepada anak. Hubungan yang harmonis penuh pengertian dan kasih sayang akan membuahkan perkembangan perilaku anak yang baik. Perlakuan yang otoriter (perlakuan yang keras) akan mengakibatkan perkembangan pribadi anak yang kurang diharapkan. Menerima anak sebagaimana biasanya. Sikap dan perlakuan orang tua yang baik adalah yang mempunyai karakteristik: a. seperti sering terjadi pertentangan atau . dan anak dengan anak). 3. begitu pula perlakuan yang permisif (terlalu memberi kebebasan) akan mengembangkan pribadi anak yang tidak bertanggung jawab atau kurang memperdulikan tata nilai yang dijunjung tinggi dalam lingkungannya.

dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah. mengajarkan atau melatih ajaran agama terhadap anak seperti: Syahadat. sehingga pada gilirannya anak dapat membedakan mana yang baik dan terbaik dan mana yang . seperti keras kepala. bersikap jujur menjalin persaudaraan dengan orang lain. Dengan cara membiasakan anak sejak dini dengan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama diharapkan akan terbentuk akhlak dan pribadi yang baik pula dimasa-masa selanjutnya. Do’a-do’a. pembohong dan sebagainya. 4. Sebagai orang tua. Orang tua hendaknya membimbing. Untuk memelihara keluarga dari segenap hal-hal yang dapat menjerumuskan kedalam neraka tentu tidak mudah begitu saja. lafaz zikir dan akhlak terpuji seperti bersyukur ketika mendapat anugerah. Shalat (bacaan dan gerakanya). tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan jasmaniah anak semata tetapi juga kebutuhan akan spiritual anak dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.perselisihan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak yang tidak baik. Bacaan Al-Qur’an. Karena itu dibutuhkan suatu proses pengertian dan pemahaman yang mendalam terhadap tugas-tugas tersebut.

buruk dan terburuk. Namun sekarang kemajuan teknologi dan sains yang betul-betul memanjakan kebutuhan material menyebabkan manusia gagal mencapai puncak spiritual. yaitu hubungan yang harmonis antara Tuhan. potensi qalbu (hati nurani) dan kehendak nafsu. Spiritual adalah jalan yang paling ideal yang memberikan makna hidup bagi manusia di antara makhluk Allah yang lain. Semua itu disebabkan oleh hilangnya makna filosofis dan religius dari manusia dalam menjaga keseimbangan dialektis antara dirinya. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual Ada beberapa faktor yang menentukan kecerdasan spiritual seseorang. fana dan paraksal. yang menuntun kejalan hidup yang tidak ambigu. mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga hal ini perlu dikaji lebih jauh karena manusia dimanapun di dunia ini selalu merindukan puncak keagungan yang ditandai dengan segala dimensi eksistensinya. B. Di antaranya sumber kecerdasan itu sendiri (God-Spot). . manusia dan alam sekitar. Spiritual sebagai pengalaman horistik merupakan jati diri yang fundamental bagi manusia.

S. xxxviii 73 . Suara hati tersebut selalu menganjurkan agar selalu berbuat sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan meninggalkan segala kemungkaran dan kejahatan.S. Akibatnya mereka tersesat di medannya sediri dan hampa dalam menjalani hidup yang sedang dilaluinya. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ (Jakarta: Arga. bahwa seorang ahli syaraf dari California University yaitu V. 2001). Agar terhindar dari kesesatan hidup yang sedang di jalani ini.              Ary Ginanjar Agustian.Tuhan dan alam. Hal ini dapat dijumpai dalam Q.7316 Karena God-Spot adalah pusat spiritual. God. maka ia dipandang sebagai sumber suara hati manusia. yang merupakan pusat spiritual terletak antara jaringan saraf dan otak. h. Al-A’raf ayat: 172.Spot ( Fitrah) Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: 1. maka ia di pandang sebagai factor penentu. Ke-1. cet. God-Spot di samping sebagai penentu spiritual. Ramachandran telah berhasil menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia.

ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami).11 74 . h.                 Artinya: Dan (ingatlah). edisi Khat Madinah. Ke-1. Al-Qur’an dan Terjemahannya.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ”Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. Dryarkara ialah adanya suara hati manusia. 1987).7518 Bukti adanya perjanjian ini menurut Muhammad Abduh ialah adanya fitrah iman dalam fitrah manusia. (terjemahan Anwar Rasyidi. 75 Ahmad Mushthafa Al. maka suara hatinya akan Departemen Agama RI. cet. Manusia telah dibekali oleh Allah dengan fitrah Islam yaitu dengan menaruh dalam hati mereka iman yang yakin. 173.74 17 Dalam tafsir al-Maraghi ayat ini menerangkan bahwa manusia telah memiliki janji naluri (fitrah) antara Allah dengan manusia. 2005) hal. 189 76 Ibid. Suara hati itu adalah suara Tuhan yang terekam di dalam setiap jiwa setiap manusia.7619 Sehingga bila manusia berbuat tidak baik. kami menjadi saksi. (Bandung : Syamil Cipta Media. h. Tafsir Al-Maraghi.Maragi.. Sedangkan menurut N.

amarah. untuk itu god-spot dan suara hati adalah bagian penting manusia yang mesti dipertahankan. Toto Tasmara. Seandainya masih dilakukan hal yang tidak baik tersebut ia pasti akan menyesal.menasehatinya.7821 Padahal dimensi qalbu tidak hanya mencakup atau dicakup dengan pembatasan katagori yang pasti. 2001).7720 Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa nasihat yang dikeluarkan oleh suara hati membuat manusia selalu dalam keadaan benar. cet. (Jakarta: Kalam Mulia. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. Kekuatan yang dibangun dalam jiwa merupakan manifestasi dari god-spot sebagai tanda bahwa manusia adalah “bagian” dari Tuhan itu sendiri. Potensi Qalbu Menggali potensi qalbu. cinta dan logos pengetahuan. Kecerdasan Ruhaniah. 1 78 I. 93 . Ke- 1995). artinya tidak mungkin ada pemisah antara Tuhan dan manusia. Mac. eros. (Jakarta: Gema Insani. secara klasik sering dihubungkan dengan polemos. God-Spot adalah kendali kehidupan manusia secara spiritual.h. 2. h. Ini adalah merupakan realisasi dari kecerdasan spiritual. Menangkap dan memahami pengertian qalbu secara 77 Syahminan Zaini. Scheler mengatakan bahwa penyesalan adalah tanda kembalinya kepada Tuhan.

Fu’ad mempunyai tanggung jawab intelektual yang jujur kepada apa yang dilihatnya. memilih dan memutuskan segala informasi yang dibawa oleh sentuhan indra. Fu’ad Merupakan potensi qalbu yang sangat berkaitan dengan indrawi. Fu’ad yang bersikap jujur dan objektif akan selalu haus dengan kebenaran dan bertindak atas rujukan yang benar pula. . Fu’ad mampu menerima informasi dan menganalisisnya sedemikian rupa sehingga diperoleh pelajaran dari informasi tersebut. Fu’ad memberi ruang untuk akal. kejujuran. Kemampuan untuk mengolah. mengolah informasi yang sering dilambangkan berada dalam otak manusia (fungsi rasional kognitif). zikir. bertafakur. Pengawas setia sang fu’ad adalah akal.utuh adalah kemustahilan. dan jauh dari sikap kebohongan. Itu hanyalah sebagai asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena didalam qalbu terdapat potensi yang sangat multi dimensional. Diantaranya adalah sebagai berikut: a. Qalbu diberi potensi pikir yaitu hati dalam bentuk fu’ad. berpikir. Sehingga lahirlah ilmu pengetahuan yang bermuatan moral. Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada objektifitas. memilih dan memilah seluruh data yang masuk dalam qalbu.

berbeda dengan Fu’ad yang berorientasi kedepan. pengalaman dan keberhasilan sebagai cermin. Shadr Shadr berperan untuk merasakan dan menghayati atau. Di dalam ini pula tersimpan rasa cemas dan takut. dan keberanian yang sama besarnya dengan keberanian untuk menerima kejahatan dan kemunafikan. 96 Ibid. kebenaran. dan nyata dengan mempergunakan fungsi nazhar indra penglihatan. mempunyai fungsi emosi (marah. mempunyai dan kemampuan membanding menghasilkan kearifan. efektif). Fungsi akal adalah membantu fu’ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir. 101 . Shadr adalah pelita orang-orang yang berilmu. kesejarahan.pendengaran dan penglihatan yang secara nyata yang sistimatis diuraikan dalam Al-Qur’an. cinta. serta nostalgia melalui rasa. manusia untuk menimbang. sehingga mampu menerjemahkan segala sesuatu serumit apapun menjadi indah dari karyanya. Shadr memandang pada masa lalu. wujud. Shadr adalah dinding hati yang menerima limpahan cahaya keindahan. indah.7922 b. Shadr mempunyai potensi besar untuk hasrat. Dengan kompetensinya untuk melihat dunia masa lalu.8023 79 80 Ibid. h. kemauan. benci. h. niat.

Dengan kata lain. dan keinginan untuk mendunia. Hawaa Merupakan potensi qalbu yang mengarahkan kemauan. pengaruh. Karena shadr bisa melihat masa silam sebagai pedoman pelaksanaan sebuah manajemen hidup saat ini dan masa mendatang. Potensi hawaa selalu ingin membawa pada . dapat dipahami bahwa orang yang shadrnya terkendali. maka pendidikan itu sendiri juga berorentasi kepada pembinaan shadr yang ada dalam setiap qalbu manusia. shadr adalah sebuah sumber kecerahan sebuah kehidupan. Pemeliharaan terhadap Fu’ad dan Shadr juga penulis pandang sebagai proses perjalanan spiritual. akhirnya tergelincir menjadi hina dikarenakan manusia tetap terpikat pada dunia. Di dalamnya ada ambisi. Potensi hawaa cendrung untuk membumi dan merasakan nikmat dunia yang bersifat fana. karena ia mampu menyiasati hidup dengan membangun manajemen yang terkendali dan mantap. Sehingga dengan demikian ada sebuah kepastian menjalani hidup berikutnya. kekuasaan. Fitrah manusia yang dimuliakan Allah. Pendidikan sebagai langkah awal mencapai kesejahteraan dan keseimbangan hidup manusia. c.Dari penjelasan di atas.

karena berfungsi sebagai tenaga penggerak kehidupan manusia. Sementara manusia sebagai makhluk mulia telah diamanahi Allah dengan tugas yang sangat banyak.sikap-sikap yang rendah. Sebagai penentu nasib setiap makhluk. h. tetapi karena manusia mempunyai hawaa ini. maka fu’ad dan shadr memiliki tugas berat untuk mengatasi kekuatan hawaa yang selalu membawa kearah kebinasaan dan kehancuran sehingga lenyaplah kenikmatan yang kekal dan abadi yaitu keabadian disisi Tuhan Yang Maha Esa. maka seluruh qalbu bisa rusak binasa karena keterpikatan dan bisikan yang dihembuskan setan kedalam potensi seluruh hawaa. Sebagai seorang khalifah. Hawaa sebenarnya juga harus dipertahankan dalam hidup manusia. Namun fu’ad dan shadr harus mengendalikan kerjanya hawaa. menggoda. merayu dan menyesatkan tetapi sekaligus memikat. Tanpa hawaa tentu manusia berubah wujud menjadi malaikat yang kehidupanya statis. 104 . Walaupun cahaya di dalam qalbu pada fitrahnya selalu benderang. yang kerjanya hanya mengabdikan segala hidupnya untuk suatu tugas tertentu saja.8124 Dari penjelasan ini. tentu banyak tugas yang mesti diselesaikannya 81 Ibid. diantaranya sebagai “khalifah fil ardi”.

maka setiap manusia kerja ekstra keras untuk mewujudkan keseimbangan ketiga potensi tersebut. Selanjutnya penulis akan mengungkapkan ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan secara umum yaitu: 1.dalam waktu yang sudah ditetapkan-Nya. maka proses pengolahan apapun yang diterima otak akan ditangkap dengan baik dan . semestinya patuh dan taat terhadap segala ketetapan-Nya.) Faktor genetik/ bawaan Faktor ini lebih merupakan potensi kecerdasan yang sudah ada atau terberikan karena terkait dengan saraf-saraf yang ada pada organ otak. shadr dan hawaa sebagaimana yang telah di jelaskan diatas. maka dosa besar menyelimuti sehingga sinar Ilahi yang menyinari qalbu setiap manusia memudar dan bahkan lenyap sama sekali. Tetapi karena spiritual belum bekerja semaksimal mungkin dalam kehidupan seluruh jiwa. Manusia yang merupakan bagian dari-Nya. Jika organ dalamnya baik. yaitu fu’ad. Bagaimana kecepatan otak mengola atau memproses masukan yang didapat amat tergantung pada kondisi dan kematangan organ vital yang satu ini. Ketiga hal itu juga di pandang sebagai faktor dominan untuk mewujudkan spiritual dalam jiwa manusia. Demi penyelesaian seluruh tugas.

Di sini ada empat faktor lingkungan yang dapat mengasah potensi anak yaitu:8225 a. Lingkungan keluarga merupakan faktor pendukung terpenting keluarga bagi anak kecerdasan anak. Hasilnya? Apa yang di kerjakan anak akan memberi hasil terbaik. 2. Dedeh Kurniasih. Dalam lingkungan masa ini menghabiskan Pengaruh waktu lingkungan dalam perkembangannya. faktor stimulus menjadi sangat penting. saat lahir. baik yang berkaitan dengan fisik maupun mental/emosi anak. Arti Sehat dan Bahagia. sampai dia tumbuh besar. rumah berkaitan pula dengan masalah: a. (http://www. Untuk menjadikan anak cerdas.1) Stimulus.) Faktor lingkungan Kapasitas atau potensi kecerdasan yang sudah terberikan dalam diri setiap anak tidak akan berarti apa-apa kalau lingkungan sama sekali tidak berperan dalam merangsang dan mengasah potensi tersebut. com/Khasanah/khasanah06309-01.dijalankan tubuh sesuai perintah otak. .tabloidnakita. Orang tua dapat memberikan stimulus sejak anak masih dalam kandungan.) Lingkungan rumah.htm) 82 Bagi Anak.

dan trauma yang . Secara mental orang tua juga menstimulasi anak dengan menciptakan rasa aman dan nyaman sejak masa bayi. menumbuhkan empati dan afeksi.2) Pola asuh. disamping memberi stimulasi dengan menanamkan nilai-nilai moral dan kebijakan secara konkret.Tentu saja dengan intensitas dan bentuk stimulasi yang berbeda-beda pula pada ketika setiap masih tahap dalam pada perkembangan. Sebaliknya. tidak adanya pola asuh hanya akan membuat anak bingung. a. Begitu stimulasi lainya yang dapat merangsang dan mengembangkan kemampuan kognisinya maupun kemampuan lain. Dengan itu dapat membuat potensi kecerdasan anak mencapai maksimal. Caranya dengan mencurahkan kasih sayang. stimulus ini diperluas menjadi pada kelima indra maupun sensorimotoriknya. Pola asuh orang tua yang penuh kasih sayang diyakini dapat meningkatkan potensi kecerdasan si anak. kandungan. Contohnya stimulus lebih diarahkan pendengaran menggunakan irama musik dan tuturan ibu dan ayah. stres. Setelah anak lahir.

Untuk menjadikan anak sehat secara fisik dan mental. Ini pun lagi-lagi dapat dilakukan sejak ia masih dalam kandungan. Misalnya dengan aktif mengajaknya bicara. sepanjang masa kehamilan dan akan terus berlanjut selama masa pertumbuhan anak. Mengapa demikian? Tak lain karena kecukupan nutrisi berkaitan erat dengan perkembangan organ otak dan fungsinya yang akan menentukan kualitas anak dimasa depan. b. Orang tua harus aktif dan interaktif merangsang otak anaknya.berbuntut masalah pada emosi anak. ayah dan ibu dapat memberikan yang beragam berguna eksperimen untuk kecil kepadanya merangsang keinginan dan minat bereksplorasi. Dampaknya apapun yang dikerjakannya tidak akan membuahkan hasil maksimal. Peran nutrisi bagi kecerdasan anak tak bisa diabaikan begitu saja. sebetulnya perlu persiapan jauh-jauh hari sebelum proses kehamilan terjadi. a. kemungkinan besar pertumbuhan dan fungsi otak . Tanpa nutrisi yang baik dimasa-masa sebelumnya.3) Memberi pangajaran. Tepatnya mesti dimulai ketika masa perencanaan kehamilan.) Kecukupan nutrisi. Setelah anak lahir.

Tubuh yang lemah dan sering sakit-sakitan tentu saja juga mempengaruhi potensi kecerdasannya. Dampak interfensi dini terhadap anak akan baik jika itu dilakukan berdasarkan Menyediakan pertimbangan berbagai tingkat bagi kematangannya. Diluar potensi yang terberikan. Agar efeknya selalu positif. keterampilan. pengetahuan. ingatlah selalu untuk menginterfensi anak dengan hal-hal kreatif. fasilitas kepentingan anak merupakan salah satu bentuk interfensi orang tua. Selain pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. sebetulnya cerdas juga berarti ketekunan mempelajari sesuatu. Begitu pula kesehatannya secara keseluruhan. Yang pasti kecerdasan dalam diri anak tidak muncul begitu saja.terhambat sehingga potensi kecerdasan anak menjadi rendah.) Interfensi dini. Boleh dikatakan sekolah merupakan rumah kedua bagi anak yang memungkinkannya mentransfer kehidupan. c. d. dan nilainilai . Contohnya mengajak membuat mainan bersama guna merangsang kognisi anak. peran sekolah juga tidak kalah besar.) Pendidikan di sekolah.

karena ia bersumber dari suara hari (God Spot). masing-masing dari Harvard University dan Oxford University membuktikan secara ilmiah kecerdasan spiritual tersebut. dan membaca. Cit. xxxvii Ibid. EQ.S. misalnya belajar berhitung. Kemudian penelitian yang lain juga membuktikan.. IQ bisa dicapai dengan banyak melakukan pelatihan-pelatihan yang menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri. Langkah-langkah Pembinaan Kecerdasan Spiritual Kecerdasan spiritual (SQ). Ramachanran dan timnya dari California University yang menemukan God Spot dalam otak manusia. mendengarkan musik. Op. yang merupakan temuan terkini secara ilmiah yang digagas Danah Zohar dan Ian Marshall.8326 Menurut penulis pada dasarnya IQ. Liv . Langkah-langkah yang ditawarkan oleh Ary Ginanjar dapat dilakukan untuk mengembangkan Emotional Spiritual Question (ESQ) adalah sebagai berikut:8427 83 84 Ary Ginanjar.C. Sementara pelatihan EQ dan SQ hampir sama. dan SQ masingmasing memiliki langkah-langkah tersendiri dalam pencapaiannya. h. pertama riset ahli psikologi atau sharaf Michael Persinger pada awal tahun 1990-an dan lebih mutakhir lagi tahun 1997 oleh ahli sharaf V. h.

Mental building. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan segala potensi. Jika hal itu ada diharapkan dapat diantisipasi lebih dini sebelum menghujam kedalam benak. tempat untuk menanam benih berupa gagasan. maksudnya adalah kesehatan mental. Kemerdekaan berfikir dan perasaan yang netral dari dirinya mesti ada.1. karena akal dan hati itulah hakikat dari manusia. yaitu berusaha mengungkap belenggubelenggu pikiran dan mencoba mengidentifikasi paradigma itu. sehingga dapat dikenali apakah paradigma tersebut telah mengkerangkeng pikiran. Tahap ini merupakan titik tolak dari sebuah kecerdasan emosi. Tidak bernilai seseorang bila ia hanya potret atau jelmaan diri orang lain. Disinilah tanah yang subur. Penulis berpendapat bahwa setiap diri harus menguasai hati dan pikirannya sendiri. Kebebasan dan kemerdekaan ini diharapkan melahirkan prinsip hidup yang kuat. 2. Hasil yang diharapkan adalah lahirnya alam pikiran jernih dan suci yang dinamakan God Spot atau fitrah yaitu kembali pada hati dan pikiran yang bersifat merdeka serta bebas dari belenggu. bakat dan . yaitu terhindarnya dari gejala gangguan jiwa dan dari gejala penyakit jiwa. Zero Mind Process.

dan mempertahankan komitmen pribadi. pengendalian diri. Kesehatan Mental. (Jakarta: PT. dilanjutkan dengan pembentukan karakter. Social strength. pada tahap ini seluruh langkah-langkah diatas harus dilakukan sehingga dapat diharapkan lahirnya ketangguhan sosial (Social Strength).8629 Spiritualitas adalah dasar bagi tumbuhnya harga diri. sehingga bisa membawa kebahagiaan diri dan orang lain. dan moral. Hidup menjadi indah dan menggairahkan karena diri manusia tidak hanya di kurung oleh batas-batas fisik..pembawaan semaksimal mungkin. Toko Gunung Agung. nilainilai. maka orang tua dan guru hendaknya selalu memupuk spiritualitas anaknya. 5 86 85 Ary Ginanjar. 5. Spiritualitas memberi arah dan arti pada kehidupan. intinya hal ini dimulai dari penetapanpenetapan misi pribadi. Caranya dengan melalui Zakiah Darajad. lvi . yaitu pembentukan dan pelatihan untuk melakukan aliansi. cet. Suatu perwujudan tanggung jawab sosial seorang individu yang telah memiliki ketangguhan pribadi. sumber keceriaan dan makna hidup. 2001). Ke. Cit. sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya. Op. Aplikasi total.8528 3. h. 4.23. Karena jiwa anak-anak intuitif dan terbuka secara alami. Personal strength. h.

dan perhatian sepenuhnya dari orang tua. Jadilah cermin positif bagi anak8831 Untuk lebih jelasnya akan penulis uraiakan satu-persatu. Ceritakan kisah-kisah nabi dan rasul serta kisah teladan lainya e. Jadilah kita “gembala spiritual” yang baik b. Kompas. d. or. Ajarkan Al-Qur’an bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan kita. Ia sudah “mengakses” sumber-sumber spiritual untuk mengembangkan dirinya. Disamping upaya yang dilakukan di atas.id/doc/artikel/sqanak. Bantulah anak untuk merumuskan “misi” hidupnya c. yaitu: a.) Jadilah “gembala spiritual” yang baik Orang tua atau guru yang bermaksud mengembangkan SQ anak haruslah seseorang yang sudah mengalami kesadaran spiritual juga. Muthahhari. maka ada beberapa langkahlangkah untuk menumbuh dan mengembangkan kecerdasan spiritual anak yaitu sebagai berikut: a.perkataan.htm (tidak diterbitkan) Www. 87 88 Www. tindakan. com/kompas –cetak/ 0305/18/keluarga/312326. Ikut sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial dan8730 i. Bacakan puisi-puisi atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional g. Bawa anak untuk menikmati keindahan alam h.htm . Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan f.

Ia tampak pada orang-orang di sekitarnya sebagai “orang yang berjalan dengan membawa cahaya. . Cit.. “Spiritual intelligence is the faculty of our non-material dimension the human soul.” Sebagai mana terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 122:                           Artinya: Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang. ia harus dapat merasakan kehadiran dan peran Tuhan dalam hidupnya. yakni ciri orang yang cerdas secara spiritual. serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. h.Seperti yang telah penulis jelaskan diatas.” itulah ungkapan Khalil Khavari. yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengahtengah masyarakat manusia. ia harus sudah menemukan makan hidupnya dan mengalami hidup yang bermakna. Op. 8932 89 Departemen Agama RI. 143.

aku akan memperoleh pekerjaan yang bagus. c. Mulai dari tujuan paling dekat sampai tujuan paling jauh dan bahkan tujuan akhir kita. mau apa? Aku ingin Bantu orang miskin. Jika sudah pintar mau jadi apa? What then? Dengan kepintaranku.) Bantulah anak untuk merumuskan “misi” hidupnya. jika kamu sudah sekolah kamu mau jadi apa? Aku mau jadi orang pintar. yang dinegeri kita sudah tidak terhitung jumlahnya. . Jika sudah dapat pekerjaan. Iqra’bismi rabbik al-ladzi khalaq. Nyatakan kepada anak bahwa ada berbagai tingkat tujuan dalammerumuskan “misi” hidup ini. Sampai disini kita sudah membantu anak untuk menemukan tujuan hidupnya. dengan kalimat. hingga sampai ke tujuan akhirnya yaitu bahagia dunia dan akhirat. Jika sudah punya duit banyak. kita dapat membantu anak untuk menemukan misinya dengan ungkapan.) Ajarkan Al-Qur’an bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan kita. Penulis akan memulai pembahasan ini sebagai mana Allah SWT mengawali wahyu pertamanya kepada Rasulullah SAW. senor” dalam anekdot Danah Zohar.b. Rumusan ini bisa di lakukan dengan menggunakan teknik “what then. mau jadi apa? Aku akan punya duit banyak.

Allah SWT. Kitab yang tidak menyimpan sedikitpun kebatilan. sekalipun memiliki makna yang sama. perubahan atau bahkan penggantian dengan kalimatkalimat lain. Spiritual Quotient for Children ( Jogjakarta: Diva Press. Kitab yang mengandung syariat Islam serta petunjuk halal haram dan bebas dari segala macam penyimpangan. kata aqra’ dalam ayat di atas memiliki pengertian. Orang-orang terdahulu (salaf-al-ummah) banyak yang telah melaksanakan pendidikan Al-Qur’an ini untuk anak-anaknya. juru dakwah dan para pendidik hendaknya mendasarkan pengajaranya kepada Al-Qur’an dan hadits yang berisi petunjuk-petunjuk penting Rasulullak SAW.9033 Dalam mengajarkan Al-Qur’an. 90 Hamdan Rajih.Menurut Al-Fakhrurraazi. Karena Al-Qur’an berada dibawah pengawasan dan penjagaan langsung Allah SWT. bacalah Al-Qur’an. 2005) h. Sebab yang akan diajarkan adalah firman Ilahi yang merupakan ”undangundang” dan pedoman hidup umat manusia. para orang tua. 165 . Kita juga patut berterima kasih kepada Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an dengan bahasa Arab. Sebab kata alQiraa’ah (membaca) hanya dipergunakan untuk membaca AlQur’an. Kitab yang mendapat jaminan keutuhan langsung dari Dzat yang menurunkanya.

Sejarah banyak mencatat keberhasilan mereka. pertama. dada mereka akan menjadi lapang dan tidak mudah stress. Hal ini karena di dalam Al. tetapi dimalam hari mereka tetap ruku’ dan sujud dengan penuh kekhusyukan. Mereka tumbuh menjadi suatu generasi yang sangat gigih mempertahankan dan menyebarkan Islam diberbagai penjuru dunia. Rasulullah mengajarkan mereka selalu mendorong agar mempelajari Al-Qur’an untuk kemudian di ajarkan kepada orang lain. Out put dari modal pendidikan ini cukup mengagumkan. Ini semua karena mereka telah ”menghirup” air yang memancarkan dari mata air Al-Qur’an. karena pemberian orang tua kepada anak yang memiliki nilai tinggi adalah mengajarkan Al-Qur’an. bahasa mereka lancar dan pintu-pintu samudera ilmu pengetahuan terbuka lebar untuk mereka. Mengapa orang-orang terdahulu (salaf) ini begitu antusias melaksanakan tugas pengajaran Al-Qur’an? Jawabanya jelas. Mereka yang menjadi ”singa” di siang hari.Qur’an . Karena. Al-Qur’an adalah firman Ilahi. Ketika Al-Qur’an suadah bersemayam di kedalaman hati mereka. Kedua. Dengan mempelajarinya. berarti mereka telah mempelajari ilmu pengetahuan sekaligus mempraktekkanya.dan sering dilaksanakan di masjid-masjid. Ketiga.

seperti ibadah serta kewajiban-kewajiban lain. d. Didalamnya juga terdapat pesanpesan para Rasul bahwa Allah SWT. akhlak. berarti kita telah mengajarkan hal-hal yang telah diwajibkan oleh Allah. adalah satusatunya makhluk yang suka bercerita dan hidup berdasarkan cerita yang di percayainya. Kita tentu tidak akan pernah mampu memperoleh kepercayaan dan kaitan dari mereka kecuali jika kita telah mampu memberikan kepada mere ka 91 Ibid .terdapat ajaran budi pekerti.9134 Dengan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak.) Ceritakan kisah-kisah Nabi dan Rasul serta kisah teladan lainya. seluruh jenis keutamaan. tata krama. berarti kita telah memulai mengikat mereka dengan kitab Allah serta mendidik mereka untuk mengagungkan Al-Qur’an untuk kemudian melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan yang tertuang di dalamnya. yang tidak menginginkan ada di antara hamba-hamba-Nya yang kufur. Anak-anak bahkan orang dewasa. hikmah serta sejarah hidup umat terdahulu sejak dari nabi Adam As. sangat terpengaruh dengan cerita karena “manusia” kata Gerbner. Sebab dengan begitu. 171 . berarti kita telah memulai pendidikan yang benar dan sesungguhnya. h. Di samping itu.

. yang dibawanya dalam sikap dan kehidupan sehari-hari.contoh teladan yang tinggi dan nilai-nilai yang sudah barang tentu jauh dari berbagai kesalahan dan kekhilafan. Op. Firman Allah surat Al. sebagai panutan dan teladan terbaik umat Islam semuanya. Sosok tersebut adalah Rasulullah SAW.Ahzab ayat 21:                   Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. ia merupakan sosok yang cukup sempurna dan terpelihara dari kesalahan dan kekhilafan tersebut. 420 . Cit. Sebaliknya. Kita mengambil contoh dari petunjuk dan akhlak yang dibawa oleh beliau yang mulia. 92 Departemen Agama RI. sehingga dia menjadikan Rasulullah sebagai idolanya. Kemudian apabila anak tertarik akan cerita itu. h.9235 Kisah teladan yang ada pada diri Rasulullah tersebut bisa kita ajarkan dan contohkan kepada anak-anak kita. maka ceritakanlah berulang-ulang kepadanya.

dan sebagainya. Manusia mempunyai dua fakultas-fakultas untuk mencerap halhal material dan spiritual. atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional. Kegiatan agama adalah cara praktis untuk “tune in“ dengan sumber dari segala kekuatan.) Bacakan puisi-puisi. dalam bentuk apapun.) Libatkan anak dalam kegiatan ritual keagamaan. voltasenya. Bahaslah bentuknya. Ketika kita berkata “masakan ini pahit”. Ambillah bola lampu listik di rumah anda. tetapi ketika kita berkata “keputusan ini pahit”. mengangkat manusia dari pengalaman fisikal dan material ke pengalaman spiritual. shalat adalah kehormatan untuk menghadap Dia Yang Maha Kasih dan Penyanyang. f. Untuk itu. Berikan kepada anak-anak kita makna batiniah dari setiap ritual yang kita lakukan. Shalat bukan sekedar kewajiban.e. Kita punya mata lahir dan mata batin. kita sedang menggunakan indra lahiriah kita. komponen-komponennya. kegiatan keagamaan tidak boleh dilakukan dengan terlalu banyak menekan hal-hal yang formal. kekuatan cahayanya. Kegiatan agama adalah kabel yang menghubungkan bola lampu itu dengan cahaya. strukturnya. Shalat. kita sedang menggunakan .

g. Kita ha rus menyediakan waktu khusus bersama mereka untuk menikmati ciptaan Tuhan. Alam tampak di depan kita sebagai musuh setelah kita memusuhinya. dan dirusak.indra batiniah kita. keindahan hanya dapat dicerap dengan fakultas spiritual kita (ini yang kita sebut sebagai SQ). Ajak mereka naik kepuncak gunung. Hirup wewangian alami. karna dengan itu dapat memicu kecerdasan anak. SQ harus dilatih. rasakan angina yang menerpa tubuh. ajak mereka kepantai. setelah setiap hari kita dipengapkan oleh ciptaan kita sendiri. dengarkan burung-burung yang berkicau dengan bebas. Empati. salah satu cara melatih SQ ialah menyanyikan lagu-lagu rohaniah atau membacakan puisi-puisi. Teknologi modern dan kehidupan urban membuat kita teralienasi dari alam. Rasakan udara yang segar dan sejuk. celupkan kaki kita dan biarkan ombak kecil mengelus-elus jarinya dan seterusnya. cinta.) Bawa anak untuk menikmati keindahan alam. Kita tidak akrab lagi dengan alam. . dimanipulasi. Bawalah anak-anak kita kepada alam yang relatif belum banyak tercemari. Setiap hari kita berhubungan dengan alam yang sudah dicemari. kedamian.

Sampaikan terima kasih dan pujian atas kebaikan dan keindahan yang selalu hadir menyertai kita tanpa memungut bayaran. Setiap pagi ajak anak-anak untuk bersyukur pada Tuhan sambil menatap langit.) Bergabung dengan organisasi yang berusaha menyelamatkan spesies yang terancam punah . matahari.) Ikut sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial Keterampilan SQ seperti ini tidak cukup hanya dibicarakan. tetapi juga mengajarkan keterampilan sosial yakni pentingnya kerja sama. h. yang wajib dihayati dan disyukuri. Diantara kegiatan sosial kemasyarakatan yang dimaksud antara lain: 1.) B ekerja didapur umum 3. pohon-pohonan dan alam sekitar rumah kita. Apabila orang tua bertekad untuk membantu orang lain. mereka hendaknya mengikut sertakan anak-anak mereka karena pengalaman ini tidak hanya akan mengajari mereka lebih peduli pada orang lain. Jika anak usia pra sekolah mengalami sendiri bagaimana penderitaan yang dirasakan oleh orang lain maka langkah inilah yang terbaik.Setiap hari adalah istimewa. kesetiaan dan ketekunan.) Menjenguk teman atau tetangga yang sedang sakit 2.

4.) Ikut serta dalam kerja bakti dilingkungan sekitar rumah 5.) Menghibur orang-orang yang telah tua 6.) Membantu anak-anak yang masih kecil 7.) Menghimpun bantuan untuk korban bencana alam 8.) Dan lainnya. Kegiatan-kegiatan sosial diatas kesannya memang sangat sederhana, tapi orang tua hendaknya menekankan pada anaknya bahwa betapa perbuatan yang sangat sederhana itu mampu membuat orang lain bahagia. Orang tua bisa mengusulkan pada anaknya untuk mencatat perbuatan baik yang telah mereka lakukan pada hari ini. menuntun orang yang sudah tua, menyeberangi jalan, atau membesuk teman yang sedang sakit. Apabila melakukan perbuatan baik ini sudah menjadi kebiasaan, pada akhirnya orang tua akan menyaksikan anakanaknya ketagihan melakukan perbuatan yang baik tersebut, dan mereka akan mencari jalan sendiri untuk melakukan lebih banyak lagi perbuatan baik. i.) Jadilah cermin positif bagi anak Dalam kehidupan rumah tangga tanpa disadari

masing-masing merupakan aktor yang selalu dilihat dan dinilai oleh orang lain. Maka jadilah aktor atau model peran

yang baik bagi anak-anak. Sekali-kali adakan forum untuk saling menyampaikan kesan dan penilaian yang satu kepada yang lain dalam suasana yang rileks, nyaman, tanpa tekanan. Bahkan masing-masing harus bisa yang lain. Jadilah orangtua sebagai pendengar yang baik bagi anak-anaknya. Jika anak bicara jangan buru-buru dipotong lalu diceramahi. Dengarkan dan perhatikan dengan tatapan mata yang penuh antusias dan stimulatif agar anak terlatih mengutarakan pikiran dan emosinya dengan lancar, tertib, dan jernih. Ibarat sumur kalau sering ditimba maka airnya akan jernih.

D. Peranan Orang Tua dalam Membina SQ Anak dalam Keluarga Dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa keluarga dalam hal ini orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Hal ini telah tergambar pada Al-Qur’an surat at-Tahrim ayat 6 sebagaimana telah penulis jelaskan sebelumnya. Keluarga adalah wadah pertama dan utama bagi pertumbuhan dan

perkembangan anak, jika suasana dalam keluarga itu baik dan menyenangkan maka anak akan tumbuh dengan baik pula. Jika tidak, tentu akan terhambatlah pertumbuhan anak tersebut. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan beragama dan bermasyarakat, merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat. Orang tua merupakan orang yang terdekat dengan anak. Di mana sikap dan tingkah laku orang tua akan menjadi panutan bagi anaknya, terutama anak yang masih kecil. Pengalaman anak semasa kecil ini akan terbawa dan membekas sampai ia dewasa. Dan akhirnya akan mewarnai corak kepribadianya. Dalam hal ini terutama sekali dari pihak ibu lebih dituntut

apakah memang sudah bisa bertingkah laku lebih baik?36 Berat sekali memang tugas sebagai orangtua. seorang psikolog terkenal mengatakan.untuk berperan aktif. karena ibu merupakan orang yang lebih dekat dengan anaknya. Seorang ibu yang penuh keseriusan perhatian. serta untuk hidup sesuai nilainilai moral yang telah digariskan oleh agama. penyayang dan tekun menjalankan ajaran-ajaran agama. maka ia dapat membina moral dan mental (pribadi) anaknya secara sehat dan teratur. terlebih dahulu orang tua harus mengevaluasi dirinya. Menurut Carl Gustav Jung. Orang tua manapun pasti ingin anaknya bisa bertingkah laku yang baik . kalau orang tua ingin anaknya bertingkah laku baik. ada tuntutan untuk selalu bisa menjadi teladan bagi anak karena anak akan selalu belajar tentang dunia ini dengan melihat sikap dari orang terdekatnya terutama orang tua.

com/balita-anda/balita-anda. Lecgueline Kennedy. mengatakan bahwa alasan kita (dan juga anak-anak) perlu bertingkah laku yang baik dan sopan santun yaitu:37 1. namun kita begitu ingin mereka tahu dan bisa mengamalkan hal-hal baik tersebut. seorang ahli etiket yang merupakan staf ahli dari mantan Fisrt Lady 36 www. html. Sungguh bukan hal yang mudah untuk diserap dan dipelajari anak. Mengapa anak harus mempelajari hal tersebut? Letitia Baldrige.di depan orang banyak. Pendek kata anak bisa mengikuti norma dan nilai sosial yang berlaku. Diri kita akan merasa nyaman dan bahagia ketika kita bisa memperlihatkan tingkah laku yang baik .com/msg 54237. serta peka terhadap orang lain. sadar akan hak dan kewajiban orang lain yang bisa membatasi hak dan kewajibannya sendiri. menghormati orang lebih tua. mailarchive.

Artinya anak melakukan setiap aktifitasnya dengan perasaan senang. Kita akan bisa hidup ditempat yang efisien dan tertib bila semua orang bisa bertingkah laku baik dan bersopan santun 3. bukan karena terpaksa atau karena paksaan orang tua.2. Melalui “jalan tugas” Yaitu anak dilatih melakukan tugas-tugas hariannya dengan dorongan motivasi dari dalam. Biasanya anak akan melakukan tugas-tugasnya dengan penuh . berikut ini beberapa tips yang dapat diperhatikan orang tua: 1) Melalui “jalan tugas” 2) Melalui “jalan pengasuhan” 3) Melalui “jalan pengetahuan” 4) Melalui “jalan perubahan pribadi” 5) Melalui “jalan persaudaraan” 6) Melalui “jalan kepemimpinan yang penuh pengabdian” 38 Untuk lebih jelasnya akan penulis uraikan satu persatu. Kebaikan akan membuat lingkungan dan dunia kita lebih baik dan nyaman Untuk mengembangkan SQ dalam keluarga. yaitu: a.

h. dan sebagainya. Ke-1. Permainan membuka pintu bakat dan membuat orang bebas berpikir dan dengan demikian mengembangkan kecerdasan. memancing. Anak perlu diberi waktu menggunakan kebebasan pribadinya. Satia Darma dan Fidelis E. Mendidik Kecerdasan. Didalam keluarga perlu kondisi yang mendukung pengembangan kondisi batin anak agar dapat berkhayal. menari. berangan-angan. membuka wawasan sehingga setiap tindakan anakanak tersebut secara bertahap dimotivasi dari dalam. 2003) cet. dan bermain. menatap tembok. mendengarkan musik. membenamkan diri pada aktifivitas-aktivitas favoritnya seperti membaca.(Jakarta : Pustaka Populer Obor.48 semangat apabila dia tau manfaat baginya. Untuk itu orang tua perlu memberi motivasi.37 Ibid 38 Monty P. Permainan memungkinkan anakanak . Waruwu. mengembangkan fantasinya. Permainan-permainan ini membuat anak-anak produktif dan mengembangkan kekayaan kecerdasan dalam diri mereka.

memulai. Melalui “jalan pengasuhan” Orang tua yang penuh kasih sayang. sifat-sifat orang tua yang sangat mengekang atau mengendalikan anak secara positif akan menghambat perkembangan SQ anak dalam keluarga. Permainan membuka pintu untuk memasuki suatu yang mungkin dirasakan seseorang anak sebagai tatanan yang sudah ada sebelumnya. Permainan membantu anak terhubung dengan bebas ke dunianya dan dengan mudah menghabiskan waktunya penuh kualitas. Berhubungan dengan hal itu. Kebebasan berpikir yang efektif dan positif akan berkembang dalam diri anak yang merencanakan. Anak tidak perlu dimanjakan karena akan mengembangkan dalam diri anak sifat mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kebutuhan orang lain. Permainan adalah guru terbaik bagi anak-anak. dan penghargaan.mengenal dirinya sendiri. Pengasuh atau ibu yang terlalu menolong tidak . b. dan menentukan sendiri arah permainannya. cinta. saling pengertian.

Kita perlu belajar untuk bisa menerima dan mendengarkan dengan baik “diri kita sendiri” dan lebih-lebih “orang lain”. Orang tua perlu menciptakan lingkungan keluarga penuh kasih dan pengalaman pelayanan dan pengampunan memberikan apa yang dikatakanan oleh ahli pendidikan saling memaafkan. Orang tua perlu membuka diri. . tidak memilih perspektif luas sehingga tidak menyadari kebutuhan dasar atau keberadaan orang lain.mengembangkan kecerdasan spiritual (SQ) anak. Terbuka dan jalin hubungan kasih dengan anak-anak. Tindakan balas kasihan. mengambil putrinya”. karena hanya mengembangkan pribadi-pribadi yang kikir dan berpikiran sempit dalam cinta. Hanya dengan cara demikian kita memberi model dan resiko mengungkapkan dirinya kepada “putra- pengalaman hidup bagi anak-anak untuk mengembangkan kecerdasan spiritual (SQ)nya.

c. pemahaman.Grace Pilon sebagai “rasa sejahtera dalam pikiran” yang menjadi landasan bagi pengembangan kecerdasan spiritual (SQ). Itu berarti orang tua tidak lagi . Banyaknya larangan mungkin akan menghambat ruang kreatifitas anak. Dirumah perlu diberi ruang bagi anak untuk mengembangkan wawasan ilmu pengetahuannya. d. Mungkin dialog dengan orang tua yang sudah memiliki pengetahuan yang lebih luas dapat memperluas pengetahuan anak sehingga membantu usaha eksploitatif dan pencariannya terhadap kekayaan ilmu pengetahuan itu sendiri. Untuk mengembangkan kreatifitas anak membutuhkan waktu bagi dirinya sendiri untuk dapat berimajinasi dan kemudian menciptakan sesuatu sesuai hasil imajinasinya. Melalui “jalan perubahan pribadi” (kreatifitas). pengetahuan dan sikap eksploitatif. Melalui “jalan pengetahuan” Dengan mengembangkan sikap investigatif.

Setiap kesulitan atau konflik yang timbul dalam keluarga dipecahkan bersama dengan saling menghargai satu sama lain. Pengalaman seperti itu hanya dapat dialami oleh anak didalam keluarganya. Sarana untuk itu adalah “dialog”.melarang dan mengarahkan kegiatan anak melainkan perlu berdialog dengan anak-anak. Untuk dapat berdialog diandalkan kemampuan untuk saling mendengarkan dan kemampuan menerima pendapat yang berbeda. Melalui “jalan persaudaraan” Hal inilah yang paling dapat dilatih dalam keluarga. e. sehingga mereka dapat menggunakan kebebasan kreatifitasnya dengan tetap memperhatikan komitmen pada tugas-tugas yang dilakukannya. melalui sikap saling terbuka semua anggota keluarga dengan berdialog satu sama lain. Melalui jalan kepemimpinan yang penuh pengabdian. f. .

........................ tempat pertama untuk menumbuhkan kecerdasan spiritual adalah keluarga.. B............. Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berkecerdasan spiritual (SQ) tinggi akan menjadi pribadipribadi dengan SQ tinggi pula... Karena yang memandu setiap perilaku adalah apa yang bernilai dan bermakna bagi semua..... Langkah-langkah Pembinaan Kecerdasan Spiritual . Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual ..... rela berkorban........................ 53 C.......... Pemimpin yang efektif seorang yang bersikap ramah... Singkatnya........... 63 .... Disini orang tua dapat menjadi model bagi anak-anak untuk melayani... mampu memahami perasaan yang dipimpin dan mampu berhubungan dengan semua anggota keluarga............................... dan mengutamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan diri sendiri....Orang tua adalah model seorang pemimpin yang akan dialami oleh anak-anak didalam keluarga......

............................................. 82 B.........................................D............. 75 BAB IV PENUTUP A......................... Kesimpulan....................... 83 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... Saran .......... Peranan Orang Tua dalam Membina SQ Anak dalam Keluarga ..........................

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->