Teori – Teori

:

Computer Mediated Communication Theory (CMC)
CMC adalah proses berkomunikasi antar individu melalui medium komputer, jadi komunikasi yang terjadi secara tidak langsung. Berdasarkan definisi John December (1997), yang dimaksud dengan CMC adalah proses komunikasi manusia melalui komputer, melibatkan orang-orang, berada dalam konteks yang terbatas, dan saling berkaitan dalam proses membentuk media untuk tujuan yang beraneka ragam. Sedangkan Susan Herring (1996) memberikan definisi klasik CMC yaitu komunikasi yang mengambil tempat antara manusia melalui alat komputer (Thurlow, Lengel & Tomic, 2004). Dan dengan perkembangan waktu dan era modernisasi, keberadaan internet benar-benar menjawab dan mengaplikasikan definisidefinisi CMC di atas. Karena melalui internet individu – individu dapat terhubung satu sama lain tanpa ada batasan ruang dan waktu atau lebih dikenal dengan konsep global village. Menurut pakar CMC yaitu Joseph Walther dan Malcolm Parks, berikut merupakan bentuk teknologi internet yang cenderung menarik di CMC (Thurlow, Lengel & Tomic, 2004) : • E-mail, listserve dan mailing list • Newsgroup, bulletin board dan blog • Internet relay chat dan instant messaging • Metaworld dan visual chat • Personal homepage dan webcam Sedangkan fokus dari penelitian kami adalah pada bentuk teknologi internet yang berupa internet relay chat dan instant messaging. Hal ini dikarenakan seseorang dapat berkomunikasi secara intensif dan simultan melalui teknologi ini, meskipun bentuk komunikasinya hanya berupa tulisan dan feedbacknya dapat tertunda atau tidak langsung. Beberapa contoh aplikasi dari internet relay chat dan instant messaging adalah aplikasi jejaring sosial dan chatting seperti facebook, twitter, friendster maupun yahoo! Messenger.

Teori Penetrasi Sosial

Altman dan Taylor (1973) membahas tentang bagaimana perkembangan kedekatan dalam suatu hubungan. Lapisan ini biasanya hanya terbuka bagi orang-orang tertentu saja. atau dalam bahasa Altman dan Taylor: penetrasi sosial. oleh siapapun. Dan jika kita mampu melihat lapisan yang sedikit lebih dalam lagi. dapat dilihat dari sejauh mana penetrasi kita terhadap lapisan-lapisan kepribadian tadi. orang terdekat misalnya. daripada membicarakan hal-hal yang lebih bersifat personal. Altman dan Taylor menjelaskan beberapa penjabaran sebagai berikut: Pertama. Teori penetrasi sosial secara umum membahas tentang bagaimana proses komunikasi interpersonal. di mana terjadi semacam proses adaptasi di antara keduanya. Kedekatan kita terhadap orang lain. Menurut mereka. Dalam perspektif teori penetrasi sosial. maka kita akan menemukan lapisan kulit yang lainnya. emosi yang terpendam. Maksudnya adalah pada dasarnya manusia memiliki beberapa layer atau lapisan kepribadian. Lapisan kulit terluar dari kepribadian manusia adalah apa-apa yang terbuka bagi publik. menurut Altman dan Taylor. maka di sana ada lapisan yang tidak terbuka bagi semua orang. Akan tetapi lapisan ini adalah yang paling berdampak atau paling berperan dalam kehidupan seseorang. tidak ditutup-tutupi. pada dasarnya kita akan mampu untuk berdekatan dengan orang lain sejauh kita mampu melalui proses “gradual and orderly fashion from superficial to intimate levels of exchange as a function of both immediate and forecast outcomes. atau orang terdekat manapun. konflik-konflik yang belum terselesaikan. Lapisan ini tidak terlihat oleh dunia luar. terjadi berbagai proses gradual. Semakin ke dalam kita . Lapisan yang paling dalam adalah wilayah private. artinya kita membiarkan orang tersebut untuk semakin dekat dengan kita. Mereka menjelaskan bahwa dalam proses berhubungan dengan orang lain. konsep diri.Teori Penetrasi Sosial dipopulerkan oleh Irwin Altman & Dalmas Taylor. Dengan membiarkan orang lain melakukan penetrasi terhadap lapisan kepribadian yang kita miliki. apa yang biasa kita perlihatkan kepada orang lain secara umum. dan semacamnya. Kita lebih mudah membicarakan hal-hal yang kurang penting dalam diri kita kepada orang lain. Begitu pula kepribadian manusia. bahkan dari kekasih. lapisan kepribadian yang lebih bersifat private. Jika kita mengupas kulit terluar bawang. di mana di dalamnya terdapat nilainilai. Kita lebih sering dan lebih cepat akrab dalam hal pertukaran pada lapisan terluar dari diri kita. orang tua.” Altman dan Taylor mengibaratkan manusia seperti bawang.

Kedua. lebih bermakna. Dan kebalikannya. Dalam teori penetrasi sosial.berupaya melakukan penetrasi. . Dan biasanya banyak dalam hubungan interpersonal yang mudah runtuh sebelum mencapai tahapan yang stabil. Keempat. Tidak ada istilah “langsung akrab”. kedalaman suatu hubungan adalah penting. dan lebih bertahan lama. Tapi. Menurut teori ini. Keakraban itu semuanya membutuhkan suatu proses yang panjang. terutama pada tahap awal dalam suatu hubungan. Akan tetapi bukan berarti juga kita dapat membuka diri dalam hal pribadi yang lainnya. suatu hubungan yang biasa-biasa saja. Akan tetapi proses ini tidak bersifat eksplosif atau meledak secara sekaligus. tidak secepat pada tahap awal hubungan mereka. dalam dan juga luas. keterbukaan-diri (self disclosure) bersifat resiprokal (timbal-balik). biasanya keterbukaan tersebut semakin berjalan lambat. Ketiga. dan semakin memudar. keluasan ternyata juga sama pentingnya. penetrasi akan cepat di awal akan tetapi akan semakin berkurang ketika semakin masuk ke dalam lapisan yang makin dalam. maka keduanya akan berusaha semakin menjauh. biasanya hubungan tersebut akan lebih stabil. Mungkin kita bisa terbuka dalam urusan asmara. Maksudnya adalah ketika suatu hubungan tidak berjalan lancar. Pada dasarnya akan ada banyak faktor yang menyebabkan kestabilan suatu hubungan tersebut mudah runtuh. Akan tetapi jika ternyata mampu untuk melewati tahapan ini. Semuanya bertahap. pada awal suatu hubungan kedua belah pihak biasanya akan saling antusias untuk membuka diri. Maksudnya adalah mungkin dalam beberapa hal tertentu yang bersifat pribadi kita bisa sangat terbuka kepada seseorang yang dekat dengan kita. Hubungan yang intim adalah di mana meliputi keduanya. apakabar?”. Akan tetapi semakin dalam atau semakin masuk ke dalam wilayah yang pribadi. Dan juga semakin tidak bersifat timbal balik. luas tapi tidak mendalam (breadth without depth) mungkin ibarat hubungan “halo. tapi lebih bersifat bertahap. depenetrasi adalah proses yang bertahap dengan semakin memudar. maka hal ini menggambarkan situasi di mana hubungan mungkin bersifat mendalam akan tetapi tidak meluas (depth without breadth). dan keterbukaan ini bersifat timbal balik. maka lapisan kepribadian yang kita hadapi juga akan semakin tebal dan semakin sulit untuk ditembus. mudah goyah. Karena hanya ada satu area saja yang terbuka bagi orang lain (misalkan urusan asmara). Atau yang lainnya. namun kita tidak dapat terbuka dalam urusan pengalaman di masa lalu.