P. 1
Modul Ips Smk Kelas x

Modul Ips Smk Kelas x

|Views: 867|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Zulfikri Hidayat on Sep 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

PERTEMUAN KE-SATU A.

Kebutuhan Hidup Manusia Apabila kita mengamati kegiatan manusia yang ada di lingkungan sekitar kita, nampaklah berbagai macam aktivitas yang dilakukan manusia, begitu banyak ragamnya aktivitas yang dilakukan manusia Coba kita amati! pegawai/karyawan menuju ke kantor atau ke pabrik, pedagang ke pasar atau ke toko siap menjajakan dagangannya. Petani membajak sawah, sopir angkutan umum menjalankan kendaraan untuk melayani penumpang, dan masih banyak lagi kegiatan di masyarakat.  Apa tujuan manusia beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari?  Coba kalian pikirkan, apa saja kebutuhan hidup manusia?  Jelaskan maksud dari makna makan itu untuk hidup atau hidup untuk makan ! kebutuhan hidup manusia bersifat dinamis, selalu berubah dan berkembang baik secara kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu dikatakan kebutuhan manusia tidak ada batasnya dan tidak ada berhentinya. Bilamana berhenti maka manusia tersebut akan mati, karena kebutuhan manusia itu yang selalu berubah dan berkembang menjadikan manusia selalu berfikir, berusaha, dan berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan dengan dua cara; yaitu produksi dan konsumsi. Produksi artinya manusia memenuhi kebutuhannya dilakukan dengan cara membuat atau memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan tersebut. Agar manusia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara konsumsi, maka manusia harus punya alat tukar yaitu uang.  Apakah semua kebutuhan hidup manusia dapat dipenuhi?

Masalah ekonomi pasti dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, dan keluarga, maupun dalam organisasi, seperti perusahaan, koperasi, serikat pekerja, maupun negara. Jadi pokok permasalahan ekonomi adalah: bagaimanakah dengan sumber-sumber daya yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhankebutuhan yang banyak dan beraneka ragam. Nah! Untuk mengatasi pokok permasalahan ekonomi itu, manusia melakukan kegiatan ekonomi dan membentuk sistem ekonomi yang berbeda-beda. Kehidupan sehari-hari manusia maupun perusahaan akan selalu menghadapi masalahmasalah atau problematika yang bersifat ekonomi, yaitu problematika yang menghendaki agar individu maupun perusahaan membuat keputusan tentang cara terbaik untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi. Apakah kegiatan ekonomi itu? kegiatan ekonomi adalah kegiatan individu maupun perusahaan untuk menghasilkan produk yang berupa barang dan jasa serta mengkonsumsi (menggunakan) produk (barang dan jasa) tersebut. Mengapa individu maupun perusahaan memerlukan cara terbaik untuk melakukan kegiatan ekonomi? Hal ini disebabkan oleh masalah “scarcity” yaitu (kelangkaan atau kekurangan) sebagai akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan faktor-faktor produksi yang tersedia. Berdasarkan paparan di atas dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan kebutuhan hidup adalah kehendak atau naluri individu untuk memperoleh dan mengkonsumsi produk yang berupa barang dan jasa agar bisa hidup. Kebutuhan sangat dirasakan oleh setiap manusia. Kebutuhan senantiasa menampakkan dirinya sebagai suatu perasaan kekurangan yang menimbulkan keinginan untuk dipenuhi.

B. Macam-Macam Kebutuhan Manusia 1. Kebutuhan Menurut Intensitasnya

1

Kebutuhan manusia menurut intensitasnya, bilamana kebutuhan akan barang dan jasa tersebut dipandang dari urgensinya (pentingnya), atau mendesak tidaknya suatu kebutuhan bagi kehidupan manusia 1. Kebutuhan Primer: yaitu kebutuhan manusia yang mutlak harus dipenuhi keberadaannya agar manusia tetap hidup dan bias beraktivitas. Jadi sifatnya wajib untuk dipenuhi. Contohnya ?...... 2. Kebutuhan Sekunder: kebutuhan ini disebut juga kebutuhan kultural, yaitu kebutuhan yang timbul bersamaan dengan meningkatnya peradaban manusia. Contohnya ?....... 3. Kebutuhan Tertier : yaitu kebutuhan manusia yang ditujukan untuk kesenangan hidup manusia Contohnya ?....... Dewasa ini banyak barang yang semula dipandang mewah, sekarang telah digolongkan menjadi kebutuhan sekunder, seperti: pesawat televisi (TV), handphone (HP), sepeda motor, laptop dan komputer. Demikian juga untukpendidikan dan kesehatan telah digolongkan menjadi kebutuhan primer, mengingat kebutuhan ini sangat mendesak dan penting bagi kehidupan manusia. 2. Kebutuhan Menurut Sifatnya Kebutuhan menurut sifatnya dibedakan yaitu suatu kebutuhan hidup manusia yang keberadaannya didasarkan menurut dampak atau pengaruhnya terhadap jasmani dan rohani 1. Kebutuhan jasmani, yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan badanlahiriah atau tubuh seseorang. Contohnya?....... 2. Kebutuhan rohani, yaitu kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya. Contohnya?...... 3. Kebutuhan Menurut Waktu 1. Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga, pada saat ini secara mendesak Contohnya?….. 2. Kebutuhan masa depan adalah pemenuhan kebutuhan yang dapat ditunda untuk waktu yang akan datang. Contohnya?…… 4. Kebutuhan Menurut Wujud 1. Kebutuhan material, yaitu kebutuhan berupa barang-barang yang dapat diraba dan dilihat Contohnya?....... 2. Kebutuhan immaterial, yaitu kebutuhan yang tidak berwujud Contohnya?....... 5. Kebutuhan Menurut Subyek Kebutuhan menurut subyek adalah kebutuhan yang dibedakan menurut pihak-pihak yang membutuhkan 1. Kebutuhan individu, yaitu kebutuhan yang dapat dilihat dari segi orang yang membutuhkan. Contohnya?....... 2. Kebutuhan masyarakat, disebut juga kebutuhan kolektif atau kebutuhan sosial, yaitu alat pemuas kebutuhan yang digunakan bersama Contohnya?.......

C.

Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Sekarang coba kalian pikirkan! Mengapa kebutuhan bagi setiap orang berbeda-beda? Banyak faktor yang memengaruhi kebutuhan.

2

a. Keadaan alam b. Peradaban

PERTEMUAN KE-DUA A. Jenis-jenis dan kegunaan benda pemuas kebutuhan manusia 1. Menurut Kegunaannya  benda konsumsi, yaitu benda yang dapat langsung digunakanmemenuhi kebutuhan Contoh?......  benda produksi atau disebut juga barang modal yaitu benda yang dapat digunakan untuk memproduksi benda lain Contoh?...... 2. Benda Menurut Hubungannya dengan Benda Lain  Benda komplementer adalah benda yang dalam penggunaannya harus bersamasama dengan benda lain. Contoh?......  Benda substitusi adalah benda yang dalam penggunaannya dapat saling menggantikan Contoh?...... 3. Benda Menurut Proses Pembuatannya  Bahan baku. Contoh?......  Barang setengah jadi Contoh?......  Barang jadi Contoh?...... B. Pengertian kelangkaan Inti dari ilmu ekonomi adalah kelangkaan atau scarcity? Kelangkaan adalah suatu keadaan saat manusia inggin mengkonsumsi jauh lebih banyak dari apa yang tersedia. Jadi kelangkaan bukan berarti barang itu sedikit atau terbatas tetapi adanya kesenjangan antara kebutuhan dan jumlah barang yang tersedia. C. Faktor penyebab kelangkaan Tahukah kalian apa yang menyebabkan benda pemuas kebutuhan itu langka? Kelangkaan benda pemuas kebutuhan itu terjadi karena beberapa sebab: a. Terbatasnya persediaan sumber alam. b. Terbatasnya kemampuan manusia untuk mengolah alam. c. Meningkatnya kebutuhan manusia yang lebih cepat dari kemampuan manusia D.Biaya kesempatan (opportunity cost) Sumber : http://ekonomikelasx.blogspot.com/2010/03/biaya-peluang-atau-biayaekonomi_18.html Biaya peluang atau biaya ekonomi adalah suatu ukuran dari biaya ekonomi yang harus dikeluarkan dalam rangka memproduksi suatu barang atau jasa tertentu dalam kaitannya dengan alternatif lain yang harus dikorbankan. Misalnya jika kita memilih menggunakan uang kita untuk membeli makanan, maka kita kehilangan biaya peluang untuk membeli pakaian dari uang tadi. Singkatnya, biaya peluang merupakan biaya yang dikorbankan untk memperoleh sesuatu yang lain. Menghitung Biaya Peluang

3

Berikut ini akan diuraikan cara menghitung biaya peluang. Agar lebihjelas perhatikan contoh berikut: Setelah lulus SMA, Farida mendapat 2 tawaran pekerjaan. Tawaran pertama sebagai pelayan toko di dekat rumah dengan gaji Rp400.000,- per bulan. Tawaran kedua sebagai pramusaji di sebuah rumah makan di kotanya dengan gaji Rp900.000,- per bulan. Dengan beberapa pertimbangan, di antaranya ingin dekat keluarga, akhirnya Farida memutuskan bekerja sebagai pelayan toko. Keputusan Farida memilih bekerja sebagai pelayan toko telah menghilangkan peluang untuk bekerja sebagai pramusaji yang sebenarnya bisa memberikan pendapatan Rp900.000,- per bulan. Dengan demikian, biaya peluang yang ditanggung Farida dengan memilih bekerja sebagai pelayan toko adalah sebesar Rp900.000,- per bulan.

PERTEMUAN KE-TIGA A. Masalah Pokok Ekonomi Pokok masalah ekonomi (pendekatan klasik) ada tiga, yaitu: produksi,konsumsi dan distribusi. 1. Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan menciptakan atau menambah kegunaan suatu benda sehingga bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. 2. Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau menggunakansuatu benda atau jasa. 3. Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dan jasa yang telah diproduksi dari produsen kepada konsumen. Dari ketiga pokok masalah ekonomi di atas, para ahli ekonomi menjabarkan lagi problematika ekonomi tersebut (pendekatan modern) menjadi tiga, yaitu sebagai berikut. 1. Apakah Jenis Barang dan Jasa yang Perlu Dihasilkan, dan Dalam Jumlah Berapa (WHAT)? Barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu perekonomian adalah sangat banyak jenisnya, yaitu dari barang yang sangat sederhana (misalnya beras) kepada barang yang sangat kompleks (misalnya pesawat terbang). Oleh sebab itu pengusaha harus menghasilkan barang dan jasa yang sesuai dengan keinginan para pembeli. Untuk itu diperlukan interaksi antara produsen dan konsumen, dimana produsen akan mendapatkan informasi mengenai barang-barang yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat dan perlu diproduksi. Untuk itu pilihan-pilihan para konsumen (pembeli) merupakan faktor penting dalam menentukan jenis-jenis kegiatan memproduksi yang harus dijalankan. Penentuan tersebut akan mempengaruhi penggunaan faktor-faktor produksi.Makin banyak sesuatu jenis barang akan dihasilkan, semakin banyak faktor produksi yang akan digunakan di kegiatan tersebut.

 Pertanyaan apa yang dimaksud faktor-faktor produksi?
unsur-unsur yang dapat digunakan dalam proses produksi yang disebut faktor produksi Faktor produksi terdiri atas sumberdaya alam, tenaga kerja mansuia, modal dan kewirausahaan 2. Bagaimanakah Caranya Menghasilkan Barang dan Jasa (HOW)? Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam setiap perekonomian terbatas jumlahnya dan memerlukan biaya atau pengorbanan untuk memperolehnya. Oleh karena itu para produsen harus membuat pilihan agar dapat mencapai efisiensi yang tinggi dalam menggunakan faktor-faktor produksi. Faktor produksi yang akan dipilih adalah yang mampu untuk menciptakan barang-barang tersebut dengan cara yang paling efisien. Masalah efisien ini dapat dihubungkan dengan factor efisiensi dari segi teknik yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa, dan faktor lain yaitu besarnya jumlah permintaan. 3. Untuk Siapakah Barang dan Jasa Dihasilkan (FOR WHOM)?

4

Setelah mengetahui jenis-jenis faktor produksi yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan memproduksi, produsen akan pergi ke pasar untuk mendapatkan faktor-faktor produksi yang diperlukannya. Di sini ada interaksi antara para produsen (pembeli faktor produksi) dan rumah tangga (pemilik faktor produksi). Sebagai akibat dari penggunaan faktor-faktor produksi oleh produsen dalam kegiatan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, maka rumah tangga akan mendapatkan aliran pendapatan dari faktor-faktorproduksi yang telah digunakan B. Sistem Perekonomian 1. Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah : 1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana 2. Hanya sedikit menggunakan modal 3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang) 4. Belum mengenal pembagian kerja 5. Masih terikat tradisi 6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran

oleh

2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah : 1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal 2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya 3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba 4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta) 5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar 6. Persaingan dilakukan secara bebas 7. Peranan modal sangat vital 3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat) Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi. Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah : 1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah 2. Hak milik perorangan tidak diakui 3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian 4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah 4. Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah : 1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat 2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah 3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta. 4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara

5

negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia. Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif Tradisional Kepemelika n sumber daya Harga Individu Terpusat Pemerintah Pasar Swasta Campuran Pemerintah dan swasta Pemerintah bisa mengintervens i Terbuka bagi industri swasta ada

Belum ada perdagangan tidak ada Ada

Pemerintah

Mekanisme pasar Terbuka/Beba s Ada

Persaingan Kepemilikan Individu

Tertutup Tidak ada (sangat kecil)

Tugas mandiri Buat resume / rangkuman bersama teman semeja mengenai salah satu sistem ekonomi yaitu:  pengertian sistem ekonomi tersebut  kelebihan sistem ekonomi tersebut  kelemahannya sistem ekonomi tersebut  nama negara penganut sistem ekonomi tersebut  tulis sumber belajar didapat dari mana PERTEMUAN KE-EMPAT A. Produksi, distribusi, dan konsumsi sebagai kegiatan ekonomi utama Untuk mencapai kemakmuran, kita harus melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan manusia yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kegiatan tersebut bila kita kelompokkan meliputi: 1. Kegiatan produksi adalah setiap usaha menghasilkan atau menambah guna suatu barang dan jasa untuk memenuhikebutuhan. 2. Kegiatan distribusi adalah kegiatan barang dan jasa hasil produksi dari produsen kepada konsumen. Kegiatan utama distribusi ini adalah perdagangan. 3. Kegiatan konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi guna barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhanhidup. B. Pelaku-pelaku ekonomi 1. Rumah Tangga Sektor rumah tangga ini menawarkan faktor-faktor produksi kepada sektor perusahaan. Sebagai balas jasa atas penggunaan berbagai jenis faktor produksi, maka sector perusahaan akan memberikan berbagai jenis “pendapatan” kepada sektor rumah tangga. Tenaga kerja menerima gaji atau upah, pemilik tanah dan harta tetap lain menerima sewa, pemilik modal menerima bunga, dan pemilik keahlian keusahawanan menerima keuntungan Berbagai jenis pendapatan yang diterima oleh sektor rumah tangga akan digunakan kembali untuk membeli barang atau jasa yang diperlukan. Selain itu juga sebagian pendapatan akan ditabung atau disimpan. 2. Perusahaan Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan menyatukan sumber daya produksi untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan. Perusahaan tidak hanya menghasilkan barang dan jasa tetapi juga bias bergerak dalam bidang distribusi. 3. Pemerintah

6

Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang diberi tugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Badan pemerintah ini bertugas mengawasi kegiatan-kegiatan rumah tangga dan perusahaan, dengan tujuan agar mereka melakukan kegiatan-kegiatan mereka dengan cara yang wajar dan tidak merugikan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu pemerintah juga melakukan sendiri beberapa kegiatan ekonomi. Contoh kegiatan mengembangkan prasarana ekonomi seperti jalan, jembatan, dan lain sebagainya. Untuk membiayai pengeluarannya pemerintah mengenakan berbagai jenis pajak kepada rumah tangga dan perusahaan. 4. Luar Negeri Luar negeri dalam kegiatan ekonomi dapat berperan sebagai penanam modal, pemasok tenaga kerja (ahli), pemakai barang (ekspor bagi kita) dan pemasok hasil produksi yang kita butuhkan (impor bagi kita). C. Peran dan pola interaksi pelaku ekonomi  Pola interaksi pelaku ekonomi pada perekonomian dua sector, yaitu pola ekonomi yang hanya terdiri dari produsen dan konsumen  Pola interaksi pelaku ekonomi pada perekonomian tiga sector, yaitu pola ekonomi yang hanya terdiri dari produsen, konsumen dan pemerintah  pola interaksi pelaku ekonomi pada perekonomian terbuka, yaitu pola ekonomi yang melibatkan masyarakat luar negeri.

PERTEMUAN KE-LIMA A. Prinsip ekonomi Karena terbatasnya jumlah alat pemuas kebutuhan pada kebutuhan manusia yang tanpa batas maka diperlukan adanya pilihan ekonomi atau tindakan ekonomi yaitu memilih kebutuhan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan kebutuhan mana yang harus ditunda. Dalam hal memilih, jelas ada barang yang dihasilkan dan ada barang yang dikorbankan. Orang disebut bertindak ekonomi, apabila berhasil memilih perbandingan yang terbaik antara pengorbanan dan hasil, sehingga: (1) kebutuhan terpenuhi dengan sebaik mungkin, dan (2) pengorbanan yang sedikit mungkin, maka terjadilah prinsip ekonomi yang mengatur kegiatan perekonomian masyarakat. Mengapa individu tidak termasuk dalam pelaku kegiatan ekonomi? Kegiatan ekonomi manakah yang dapat menyebabkan kesejahteraan masyarakat? Mengapa? Apa yang dimaksud prinsif ekonomi ? B. Prinsip ekonomi dapat kita bagi menjadi tiga jenis, yaitu 1. Prinsip Produsen Prinsip ekonomi produsen adalah menentukan bahan baku, alat produksi serta biayabiaya produksi yang ditekan serendah mungkin dengan menghasilkan produk yang berkualitas baik. 2. Prinsip Penjual/Pedagang/ Peritel Prinsip ekonomi penjual adalah melakukan berbagai usaha untuk memenuhi selera pembeli dengan berbagai macam iklan, promosi, reward/ hadiah, dan lain-lain untuk meraup banyak keuntungan dari kegiatan tersebut. 3. Prinsip Pembeli/Konsumen

7

Prinsip ekonomi pembeli adalah mendapatkan produk barang dan jasa yang baik dan mutu terbaik dengan harga semurah mungkin serta jumlah uang yang terbatas. Selain prinsip ekonomi di atas, ada beberapa prinsip ekonomi lain yang sifatnya umum. Prinsip-prinsip ekonomi tersebut adalah sebagai berikut. 1. Prinsip Efisiensi atau Ekonomis Artinya bagaimana memperoleh satu (unit) barang atau jasa dengan menggunakan atau mengeluarkan biaya paling rendah. Prinsip ini biasa dipergunakan dalam prosuksi atau mendapatkan suatu barang atau jasa. Contohnya: ibu-ibu yang pergi ke pasar sering hanya membeli lombok 1 kg dilakukan dengan cara mengitari pasar, mencari lombok yang paling baik dengan harga termurah. 2. Kekuatan ekonomi terletak pada kerja Kerja berkaitan dengan sumber daya manusia, oleh karena itu dikatakan bahwa kekuatan ekonomi sangat ditentukan oleh kinerja manusia, akal pikiran dan ide-ide kreatif yang dilakukan manusia dalam kegiatan ekonomi. Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan sumber daya yang langka dan mahal, oleh karena itu harus dilakukan pilihan terhadap barang-barang apa yang harus mereka buat, berapa banyak tiap-tiap barang harus dihasilkan, bagaimana dan untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi. 3. Kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam serta beragam, sedangkan sumber daya sangat terbatas, Oleh karena itu manusia harus melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap hari, mulai bangun tidur hingga tidur kembali, manusia melakukan pilihan atas apa yang dilakukannya. 4. Jika melakukan pilihan diantara sejumlah kemungkinan alternatif, maka manusia harus bertindak rasional, yaitu dengan memilih alternative alternatif yang biayanya minimal tetapi mendapatkan keuntungan atau kepuasan maksimal atas biaya dikeluarkan. C. Berbagai motif ekonomi Kegiatan ekonomi dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia yang selalu berkembang dan berubah, baik dalam jumlah, ragam maupun kualitasnya. Namun demikian ada alasan lain yang mendorong orang melakukan kegiatan ekonomi. Hal-hal atau alasan yang mendorong seseorang melakukan kegiatanekonomi disebut motif ekonomi. Motif ekonomi yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut. 1. Dorongan untuk Mencukupi Kebutuhan 2. Dorongan untuk Mendapatkan Keuntungan 3. Dorongan untuk Mendapatkan Penghargaan 4. Dorongan untuk Mendapatkan Kekuasaan 5. Dorongan Berbuat Sosial PERTEMUAN KE-ENAM A. Nilai Kegunaan Kegunaan (utility) adalah kemampuan suatu benda memuaskan kebutuhan. Nilai kegunaan adalah kemampuan suatu benda atau jasa untuk digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan. 1. Guna Dasar (Elementary Utility), adalah kegunaan benda karena benda itu merupakan bahan untuk membuat benda lain. Contoh: Kayu diolah menjadi mebel, kapas diolah menjadi kain 2. Guna Bentuk (Form Utility), kegunaan benda yang terjadi karena adanya perubahan bentuk pada benda tersebut. Contoh: Pipa besi diubah bentuk menjadi sepeda, kayu diubah bentuk menjadi meja kursi 3. Guna Tempat (Place Utility), kegunaan benda terjadi karena benda tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih membutuhkan. Untuk kegiatan ini peranan transportasi sangat penting. Contoh: Pipa besi menjadi sepeda, kayu menjadi meja kursi, batu merah, pasir, semen, genting, dan sebagainya menjadi gedung. 4. Guna Waktu (Time Utility), kegunaan benda ini terjadi karena adanya waktu Contoh: Padi pada saat panen kurang berguna, dan akan lebih berguna pada saat paceklik, Tabungan untuk hari tua, obat-obatan pada waktu sakit, payung pada waktu hujan. 5. Guna Milik (Possesion Utility), kegunaan benda ini terjadi setelah seseorangmemiliki benda tersebut.

8

Contoh: Sepatu yang ada di toko kurang berguna tetapi setelah sepatu tersebut dibeli dan dimiliki dapat digunakan untuk ke sekolah atau berolahraga. Nilai barang dan jasa dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: nilai tukar dan nilai pakai. Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang dan jasa B. Perilaku konsumen Dalam mengkonsumsi, tentu Anda menginginkan sesuatu yaitu utilitas Untuk mencapai utilitas maksimum dilakukan melalai tiga pendekatan 1. Pendekatan Marginal Utility atau pendekatan guna batas (diukur dengan angka cardinal) 2. Pendekatan Indiference utility (diukur dengan angka ordinal) 3. Pendekatan garis anggaran (diukur dengan angka ordinal) Pendekatan cardinal (cardinal approach) Perhatikan table berikut Konsumsi Air Minum Unit Utilitas Total 5 30 4 28 Utilitas marginal (MU) adalah tambahan utilitas yang diterima konsumen dari setiap yang dikonsumsi

MU =

30- 28 =2 5- 4

Seseorang yang sedang kehausan membeli 6 gelas air Gelas ke-1 tingkat utilitynya baru mencapai 10 Gelas ke-2 tingkat utilitynya baru mencapai 18 Gelas ke-3 tingkat utilitynya baru mencapai 24 Gelas ke-4tingkat utilitynya baru mencapai 28 Gelas ke-5 tingkat utilitynya baru mencapai 30 Gelas ke-6 tingkat utilitynya baru mencapai 30 Tingkat pemenuhan Total utility Marginal utility air 1 10 10 2 18 8 3 24 6 4 28 4 5 30 2 6 30 0 Hukum Gosen I berbunyi : “Kebutuhan akan satu jenis barang dilakukan secara terus menerus, utilitas yang diperoleh konsumen akan semakin tinggi, tetapi setiap tambahan konsumsi satu unit barang akan memberikan tambahan unit yang semakin kecil” Misalkan Toni memili 3 kebutuhan yang sama penting dan harga sama Alternatif MU Makanan MU Pakaian MU Utilitas Total (MUX) (MUX) Pendidikan (TU) (MUX) 1 10 10 2 9 9 18 3 8 8 8 24 Pada tebel diatas toni tidak memilih alternative pertama dan kedua karena tidak mencapai otmisasi konsumsi MU x = MUy = MUz Hal ini dapat dirumuskan Jika harga barang tidak sama

MUx MUy MUz = = Py Px Pz

Hukum Gosen II Jika konsumsi melalkukan pemenuhan kebutuhan akan berbagai jenis barang dengan tingkat pendapatan dan harga barang tertentu makan konsumen tersebut akan mencapai

9

tingkat optimisasi konsumsi pada saat rasio MU berbanding harga sama untuk barang yang dikonsumsinya C. Perilaku produsen
Input (faktor produksi) Proses Produksi Output (Produk)

Bagan diatas tersebut menunjukan bahwa suatu produk bergantung pada proses produksi yang dilaksanakan, sedangkan proses produksi bergantung pada faktor produksi Secara matematis, hubungan anara faktor produksi dan produk dapat dituliskan Q=f (P) Q = f (P1,P2,P3, dan P4)

Keterangan Q = jumlah produk yang dihasilkan f = fungsi P = faktor produksi yang masuk proses produksi P1 = SDA , P2 = tenaga kerja P3 = modal, P4 = kewirausahaan Perluasan produksi mengandung arti memperluas dan meningkatkan produksi dengan maksud meningkatkan produk, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Mengapa produksi perlu diperluas ? 1. kebutuhan manusia terus berkembang , bertambahnya jumlah penduduk/ ilmu pengetahuan 2. barang rusak/musnah 3. keinginan untuk untuk meningkatkan kemakmuran 1. 2. perluasan produksi dapat dilakukan dengan dua cara ekstensifikasi (dengan menambah unit produksi) intensifikasi (meningkatkan produktivitas) perluasan produksi yang dilakukan dalam suatu bidang produksi dibatasi dengan berlakunya hukum pertambahan hasil yang semakin menurun (law of diminishing marginal return) dikemukan oleh “David Ricardo” 1. 2. 3. Hubungan produksi dengan jumlah tenaga kerja dapat dibedakan dalam tiga tahap tahap pertama, produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat tahap kedua, produksi total pertambahannya semakin lambat tahap ketiga , produksi total semakin lama semakin berkurang
Tanah (hekta r)
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Tenaga kerja (orang)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Produksi total (unit)
150 400 810 1.080 1.290 1.440 1.505 1.505 1.440 1.300

Produksi marginal (unit)
150 250 410 270 210 150 65 0 -80 -140

Produksi rata (unit)
150 200 270 270 258 240 215 188 160 130

rata-

Tahap
Pertama

Kedua

ketiga

PERTEMUAN KE-TUJUH Sumber belajar : http://e-dukasi.net A. Pengertian Permintaan Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu. Contoh: Seorang siswa SMU Terbuka membutuhkan buku tulis, yang berasal dari uang saku yang dikumpulkan. Di toko buku siswa tersebut mengadakan tawar-menawar dan disepakati harga sebuah buku Rp.2.500,00 dengan isi 40 lembar. Sesuai dengan kemampuannya, maka siswa tersebut membeli 4 buah buku tulis. Contoh tersebut di atas adalah contoh permintaan perseorangan. Jika dalam satu sekolah buku tersebut pada harga Rp.2.500,00, jumlah pembeli 100 orang dengan jumlah yang dibeli 500 buah, merupakan contoh permintaan pasar.

10

Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam: 1. Permintaan absolut (absolut demand).Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli. 2. Permintaan efektif (effective demand)Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli. B. Hukum Permintaan Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Hukum permintaan “apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang”. Hukum permintaan berbanding terbalik dengan harga. Contoh: Jika harga kendaraan turun dari mahal ke murah, jumlah yang membeli semakin banyak dan sebaliknya jika harga kendaraan naik dari murah ke mahal, maka jumlah yang membeli semakin sedikit. C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan 1. Harga barang itu sendiri Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya terhadap jumlah barang ya Pendapatan masyarakat Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan. ng diminta 2. Intensitas kebutuhan Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda 3. Distribusi Pendapatan Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat, sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun 4. Pertambahan penduduk Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat. 5. Selera (Taste) 6. Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera masyarakat, yang akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan. 7. Barang pengganti (substitusi) Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya Contoh: Pada saat harga beras naik sangat tinggi, maka masyarakat yang tidak mampu akan beralih membeli jagung sebagai pengganti beras.

D. Kurva Permintaan Kurva ini menggambarkan hubungan fungsional antara harga dan jumlah barang yang diminta. Kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang berarti bahwa makin rendah harga (P), makin banyak jumlah yang diminta (Q). Mengapa demikian, karena Orang yang mula-mula tak mampu membeli, dengan harga turun maka menjadi mampu membeli atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli riil. Orang yang tadinya membeli barang lain karena tingkat kemampuannya, sekarang menjadi membeli karena mampu. Berdasarkan keterangan tersebut di atas dapat dibuat kurva yang menunjukkan jumlah barang yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga sebagai berikut

11

Harga Rp. 200,00 Rp. 300,00 Rp. 400,00 Rp. 500,00 Rp. 600,00 Rp. 700,00 Rp. 800,00

Jumlah yang dibeli 100 unit 90 unit 80 unit 70 unit 60 unit 50 unit 40 unit

Post test Dari contoh di atas, kerjakan latihan berikut dalam bentuk kurva permintaan! Harga Rp. 300,00 Rp. 400,00 Rp. 500,00 Rp. 600,00 Rp. 700,00 Jumlah yang dibeli 900 unit 800 unit 700 unit 600 unit 500 unit

E. Pergeseran Kurva Permintaan Kurva permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus, masih ingatkan, apa artinya? Jika faktor-faktor lain berubah, maka kurva permintaan juga akan mengalami perubahan/pergeseran. Kurva permintaan dapat berubah karena: Perubahan Harga Perubahan harga mengakibatkan perubahan permintaan, yaitu: a. Jika harga naik, maka jumlah permintaan akan berkurang. Kurva akan bergeser ke kiri. b. Jika harga turun, maka jumlah permintaan akan naik. Kurva akan bergeser ke kanan. Contoh 1: Pada saat harga Rp.30,00 jumlah permintaan 50 unit. Harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah permintaan turun menjadi 30 unit. Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00, maka permintaan meningkat menjadi 70 unit. Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan harga.

PERTEMUAN KE-DELAPAN A. Pengertian Penawaran Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual pada berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu. Jumlahnya penawaran sebagai akibat adanya permintaan dan sebaliknya, sehingga antara penawaran dan permintaan tidak dapat dipisahkan. Apabila harga naik, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah. Jika harga barang/jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/ turun. B. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang.Hukum ini juga tidak berlaku mutlak cateris paribus. Dengan demikian terjadi perbedaan antara hukum penawaran dengan hukum permintaan.

12

Coba bedakan di antara keduanya! C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi jumlah yang Ditawarkan 1. Seperti permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu: 2. Biaya produksi (input) 3. Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan. 4. Harapan keuntungan 5. Tingkat keuntungan produsen, besar kecilnya laba akan menentukan harga jual. Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah, sehingga jumlah penawaran meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan 6. Kebutuhan akan uang tunai 7. Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa 8. Harapan harga masa yang akan dating 9. Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih menguntungkan, produsen akan menahan barang, sehingga mempengaruhi jumlah penawaran D. Kurva Penawaran Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan. Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih jelas, ikuti contoh berikut dengan seksama. Tabel Penawaran Harga Rp. 100,00 Rp. 200,00 Rp. 300,00 Rp. 400,00 Rp. 500,00 Jumlah yang ditawarkan 200 unit 300 unit 400 unit 500 unit 600 unit

Post test Setelah Anda mengerti perbedaan antara kurva permintaan dan kurva penawaran, cobalah selesaikan data berikut menjadi kurva penawaran dan kurva permintaan. Harga Rp. 200,00 Rp. 300,00 Rp. 400,00 Rp. 500,00 Rp. 600,00 Rp. 700,00 Jumlah permintaan 900 unit 800 unit 700 unit 600 unit 500 unit 400 unit Jumlah penawaran 300 unit 400 unit 500 unit 600 unit 700 unit 800 unit

PERTEMUAN KE-SEMBILAN Sumber : bse.kemdiknas.go.id Fungsi Permintaan

Qd = f (P)

Qd = a – bP

Keterangan Qd = jumlah barang yang diminta f = fungsi dari P P = harga barang a = kontanta (karena faktor lain diangap konstan)

13

b = koefisien (b negative karena hubungan antara harga dan jumlah yang diminta bersifat negative) SOAL Fungsi permintaan a = 4, b = 2, dan P = Rp 10,00. Berapakah jumlah barang yang diminta dan buatkan kurva Fungsi permintaan = Qd = a - bP = 4 - 2.10 = 16 Jadi apabila harga Rp. 10,00 jumlah barang yang diminta adalah 16. Jika digambarkan dalam grafik dengan fungsi permintaan Qd = 4 - 2P adalah Qd = 4 -2P Jika Q = 0 Qd = 4 – 2P Qd = 4 – 2P 2P = 4 P =2 Qd = 4 -2P Jika P = 0 Qd = 4 – 2P Qd = 4 – (2.0) Qd =4 Q =4

Tugas induvidu (Post test) 25 menit Buat kurva dari persamaan permintaan Qd = 100 – 5 P

PERTEMUAN KE-SEPULUH Sumber : bse.kemdiknas.go.id Hukum penawaran Hukum penawaran berbunyi: “Jika suatu harga barang naik jumlah yang ditawarkan akan bertambah, sebaliknya jika harga barang turun, jumlah yang ditawarkan akan berkurang” Hukum penawaran bisa berlaku jika faktor-faktor lain diluar harga barang tidak berubah (centeris paribus) (harga barang lain, pendapatan, cita rasa masyarakat, dan sebagainya) Fungsi Penawaran Qs = f (P) Qs = -a + bP Keterangan

14

Qd = jumlah barang yang diminta f = fungsi dari P P = harga barang a = kontanta (karena faktor lain diangap konstan) b = koefisien (b negative karena hubungan antara harga dan jumlah yang ditawarkan bersifat negative) SOAL Diketahui penawaran suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Qs = - 6 + 3P. Diminta : 1. berapakah jumlah barang yang ditawarkan bila harga barang yang ditawarkan Rp3,00 ? 2. buat kurva fungsi penawaran Fungsi penawaran Q = - 6 + 3 P, dengan P = 3 = - 6 + 3. 3 =3 Jika, P = 0 maka Q = -6 Jika, Q = 0 maka P = 2

adalah

Tugas induvidu (Post test) 25 menit Buat kurva dari persamaan penawaran Qs = -50 +10 P

PERTEMUAN KE-SEBELAS Harga keseimbangan (equilibrium price) disebut juga harga pasar. Jadi, harga keseimbangan merupakan harga yang terjadi sebagai akibat interaksi antara permintaan dan penawaran. Pergeseran Titik Keseimbangan disebabkan bertambahnya jumlah permintaan Jika jumlah permintaan bertambah sedangkan jumlah penawaran tetap, maka ada kecenderungan harga akan naik. Misalnya pada harga Rp.20,00 jumlah permintaan 30 unit. Jika jumlah permintaan meningkat 40 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.30,00. Perhatikan di grafik: E akan berubah menjadi E1.

15

Contoh 1 Diketahui fungsi permintaan dan penawaran adalah sebagai berikut. I --------Fungsi permintaan Qd = 15 - 2P II -------Fungsi penawaran Qs = - 5 + 2P Hitunglah harga dan output keseimbangan ! Qd = 15 – 2P 4P = P =5 Qs = 20 5 + 2P

maka, Qd = 15 - 2P = 15 - 2 (5) =5 Jadi, keseimbangan tercapai pada saat harga sebesar Rp5,00 dan output sebanyak5 unit. Contoh 2 Di kota Surakarta terdapat 20.000 orang yang membeli ponsel "X" diketahui bahwa fungsi permintaan masing-masing adalah Qd = 10 − 4P. Jumlah orang yang menjual ponsel "X" sebanyak 500 orang dengan fungsi penawaran masing-masing adalah Qs = 40P. Berapakah harga dan output keseimbangannya! Jawab: Fungsi permintaan pasar: Qd = 20.000 (10 − 4P) = 200.000 − 80.000P Fungsi penawaran pasar: Qs = 500 (40P) = 20.000P Keseimbangan pasar: Qd = Qs 200.000 − 80.000P = 20.000P 100.000P = 200.000 P=2 Langkah selanjutnya untuk menentukan output masukkan persamaan fungsi permintaannya. Q = 200.000 − 80.000P atau Q = 500 (40p) = 200.000 − 80.000 (2) = 40.000 = 500.40.2 = 40.000 Jadi, keseimbangan tercapai pada saat harga Rp2,00 dan output keseimbangan sebanyak 40.000 unit.

16

Tugas induvidu (Post test) 30 menit Buat kurva keseimbangan pasar untuk soal No .1 dan No.2 PR (HOMEWORK) Buat grafik / kurva pergeseran titik keseimbangan 1. Jika jumlah permintan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun. Misalnya harga Rp.25,00 jumlah permintaan 45 unit. Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00. 2. Jika jumlah penawaran bertambah sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan turun. Misalnya pada harga Rp.40,00 jumlah penawaran 40 unit. Jika jumlah penawaran bertambah menjadi 50 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.30,00. 3. Jika jumlah penawaran berkurang, sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan naik. Misalnya pada harga Rp.25,00 jumlah penawaran 45 unit. Jika jumlah penawaran berkurang menjadi 35 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.35,00.

PERTEMUAN KE-DUA BELAS A. Pengertian Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan adanya perubahan harga barang/jasa tersebut. Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut, diukur dengan angka-angka yang disebut Koefisien Elastisitas permintaan yang dilambangkan dengan huruf ED ( Elasticity Demand B. Macam-macam Elastisitas Permintaan

17

Untuk membedakan elastisitas permintaan digunakan ukuran berdasarkan besar/ kecilnya tingkat koefisien elastisitasnya  In Elastis Sempurna (E = 0)  In Elastis (E < 1)  Elastis Uniter (E = 1)  Elastis Sempurna ( E = ~ )  Elastis (E > 1) C. Perhitungan Koefisien Elastisitas Permintaan Untuk membedakan elastisitas permintaan digunakan ukuran berdasarkan besar/ kecilnya tingkat koefisien elastisitasnya. Hasil perhitungan koefisien elastisitas permintaan selalu negatif, karena berbanding terbalik antara harga barang dengan jumlah permintaan. Beberapa cara untuk menghitung koefisien elastisitas permintaan: Membandingkan antara % perubahan jumlah permintaan dengan % perubahan harga

RUMUS 1 Perubahan permintaan = 900 unit - 1.000 unit = - 100 unit. Perubahan harga Rp.960,00 - Rp.800,00 = Rp.160,00

RUMUS KE-2

18

RUMUS KE-3

TUGAS Hitung Elastisita Dengan Menggunakan 3 Rumus Kemudian Buat Grafik/Kurva

PERTEMUAN KE-TIGA BELAS

19

Elastisitas Penawaran Perhitungan koefisien elastisitas penawaran sama prinsipnya dengan koefisien elastisitas permintaan. Hasil perhitungan koefisien elastisitas penawaran selalu positif, karena berbanding lurus antara jumlah penawaran dengan harga barang. Rumus perhitungan koefisien penawaran: Keterangan: ES = elastisitas penawaran (Q = perubahan jumlah penawaran Q = jumlah penawaran sebelum berubah Q1 = jumlah penawaran setelah berubah (P = perubahan harga P = harga sebelum berubah P1 = harga setelah berubah

Kerjakan latihan di bawah ini dan buktikan dengan ketiga cara/rumus, hasilnya sama.

PERTEMUAN KE- EMPAT BELAS

20

Pengertian pasar barang dan jasa Pasar adalah tempat yang sifatnya tetap, permanen, bertemunya produsen dan konsumen atau pedagang dan pembeli, tempat terjadinya tukar menukar antara barang dan jasa yang telah diproduksi produsen dengan konsumen yang membutuhkan barang atau jasa tersebut. Bentuk-bentuk Pasar barang (pasar output) Beberapa bentuk pasar yang biasa dipergunakan dalam kajian ekonomi di dalam pendidikan adalah sebagai berikut. 1. Pasar Persaingan Sempurna Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna: (1) jumlah penjual danpembeli banyak; (2) barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satusama lain; (3) penjual bersifat pengambil harga (price taker); (4) harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand andsupply); (5) posisi tawar konsumen kuat; (6) sulit memperoleh keuntungandi atas rata-rata; (7) sensitif terhadap perubahan harga; dan (8) mudah untuk masuk dan keluar dari pasar. 2. Pasar Monopolistik Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbedabeda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dansebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik: (1) untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda; (2) mirip dengan pasar persaingan sempurna; (3) brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda; (4)produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga; (5) relatif mudah keluar masuk pasar. 3. Pasar Oligopoli Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli: (1) harga produk yang dijual relatifsama; (2) pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses; (3) sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar; dan (4) perubahan harga akan diikuti perusahaan lain.

4.

Pasar Monopoli Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti Microsoft windows, perusahaan listrik negara (PLN), perusahaan kereta api, dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli: (1) hanya terdapat satu penjual atau produsen; (2) harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasaioleh perusahaan monopoli; (3) umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak; (4) sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber day yang sulit didapat; (5) hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan; dan (6) tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses.

21

Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan. Monopoli dilarang dipraktekkan di negara Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->