Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre Construction Meeting), Rekayasa lapangan (Field Engineering), Kaji Ulang Desain (Review

Design), Perubahan Kontrak (Contract Change Orders / CCO), Rapat Lapangan (Site Meeting)
1. RUANG LINGKUP

Dalam rangka pengendalian pelaksanaan pekerjaan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan yang akan dilakukan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak maka perlu diadakan rapat persiapan pelaksanaan (pre construction meeting) untuk menghasilkan kesepakatankesepakatan beberapa materi yang dapat menimbulkan masalah dalam pelaksanaan pekerjaan. Adapun yang dimaksud dengan dokumen kontrak meliputi dan atau harus diinterpretasikan dalam urutan kekuatan hokum sebagai berikut: a) surat perjanjian, b) surat penunjukkan penyedia jasa, c) surat penawaran, d) addendum dokumen lelang (bila ada), e) syarat-syarat khusus kontrak, f) syarat-syarat umum kontrak, g) spesifikasi teknis, h) gambar-gambar, i) daftar kuantitas dan harga, j) dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak. Rapat persiapan pelaksanaan (PCM) diselenggarakan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) atau 21 hari setelah penandatanganan kontrak yang diikuti oleh direksi pekerjaan (Pinpro/Pinbagpro), direksi teknis (konsultan pengawas), penyedia jasa (kontraktor) serta unsure perencanaan. Salah satu agenda penting yaitu persyaratan-persyaratan dalam kontrak kerja konstruksi yang berhubungan dengan mutu konstruksi sesuai dengan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, bahwa Program Mutu atau Rencana Mutu Kontrak (RMK) yang telah disusun oleh kontraktor disampaikan selambat-lambatnya dalam rapat persiapan pelaksanaan untuk mendapat persetujuan/pengesahan direksi pekerjaan. Adapun untuk mengetahui kuantitas awal pekerjaan dari berbagai mata pembayaran yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga maka dilakukan pemeriksaan lapangan bersama yang terdiri dari direksi teknis, panitia peneliti pelaksanaan kontrak dan penyedia jasa/kontraktor setelah penerbitan SPMK. Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara hasil pemeriksaan bersama yang akan menjadi pedoman pelaksanaan pekerjaan. Apabila hasil pemeriksaan lapangan bersama mengakibatkan perubahan isi kontrak (spesifikasi teknis, gambar, jenis pekerjaan, mata pembayaran,

kuantitas) maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam perintah perubahan kontrak (contract change orders/CCO) yang ditindak lanjuti dengan pembuatan amandemen kontrak. Selanjutnya pemeriksaan lapangan bersama terhadap setiap kegiatan pekerjaan/ mata pembayaran terus dilaksanakan selama periode waktu pelaksanaan pekerjaan untuk menetapkan kuantitas hasil pekerjaan yang akan dibayar setiap bulan/angsuran. Rapat lapangan (site meeting) dilakukan dilokasi pekerjaan/lapangan dalam rangka koordinasi kegiatan pelaksanaan, yang diadakan sekali dalam satu minggu atau mingguan, tengah bulanan, dan bulanan.

2. ACUAN

a) Undang Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan; b) Undang Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi; c) Undang Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah; d) Undang Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup; e) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; f) Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 1985 tentang Jalan; g) Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi; h) Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi; i) Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi; j) Keputusan Presiden No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah; k) Keputusan Menteri Kimpraswil No. 369/KPTS/M/2001 Pedoman Pemberian Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional; l) Keputusan Menteri Kimpraswil No. 339/KPTS/M/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konstruksi oleh Instansi Pemerintah; m) Keputusan Menteri Kimpraswil No.257/KPTS/M/2004 tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi; 2- 2

80 Tahun 2003] 3. o) Surat Edaran Menteri Kimpraswil No.3 . 3.3 daerah manfaat jalan (damaja) ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar. barang setengah jadi. yang ditetapkan Pembina Jalan dan diperuntukan bagi pandangan bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan (ruwasja) [Peraturan Pemerintah No.4 daerah milik jalan (damija) ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu yang dikuasai oleh Pembina Jalan dengan suatu hak tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (rumija) [Peraturan Pemerintah No.1 badan usaha badan usaha di bidang jasa konstruksi [Keppres No. yang spesifikasinya ditetapkan oleh pengguna barang/jasa [Keppres No.2 barang benda dalam berbagai bentuk dan uraian. 02/SE/M/2001 tentang Tata Cara Penilaian Hasil Evaluasi serta Sanggahan dalam Pengadaan Barang dan Jasa diatas Lima Puluh Milyar rupiah.5 daerah pengawasan jalan (dawasja) ruang sepanjang jalan diluar Daerah Milik Jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu.IK0106-Mn/66 Sertifikasi Badan Usaha Jasa Konstruksi Dalam Rangka Pengadaan yang dilaksanakan Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2002. 80 Tahun 2003] 3. yang meliputi bahan baku. barang jadi/peralatan. ISTILAH DAN DEFINISI 3.n) Keputusan Menteri Kimpraswil No. 26 Tahun 1985] 3. 26 Tahun 1985] 3. 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana wilayah. tinggi dan kedalaman ruang bebas tertentu yang ditetapkan oleh Pembinan Jalan (rumaja) [Peraturan Pemerintah No. p) Surat Edaran Menteri Kimpraswil No. 26 Tahun 1985] 2.

3.4 . namun dapat dijabat oleh orang lain yang ditunjuk oleh pengguna jasa [Kepmen Kimpraswil No.257KPTS/M/2004] 3.8 dokumen kualifikasi dokumen yang disiapkan oleh panitia pengadaan dan ditetapkan oleh pengguna jasa sebagai pedoman dalam proses pembuatan dan penyampaian data kualifikasi oleh penyedia jasa [Kepmen Kimpraswil No. 257/KPTS/M/2004] 3.7 direksi pekerjaan pejabat atau orang yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengelola administrasi kontrak dan mengendalikan pekerjaan.13 hari hari kalender. independen. 18 Tahun 1999] 3. 257/KPTS/M/2004] 2.11 harga kontrak harga yang tercantum dalam Surat Penunjukan Penyedia Jasa yang selanjutnya disesuaikan menurut ketentuan kontrak [Kepmen Kimpraswil No.6 daftar kuantitas pekerjaan daftar kuantitas yang telah diisi harganya yang merupakan bagian dari penawaran 3.10 gambar kerja gambar mencakup perhitungannya dan keterangan lain yang disediakan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan untuk pelaksanaan pekerjaan 3. Pada umumnya direksi pekerjaan dijabat oleh pengguna jasa. dan mandiri [Undang-Undang No.9 forum jasa konstruksi sarana komunikasi dan konsultasi antara masyarakat jasa konstruksi dan Pemerintah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah jasa konstruksi nasional yang bersifat nasional.12 harga kontrak awal harga kontrak yang tercantum dalam Surat Penunjukan Pemenang Lelang 3. 257/KPTS/M/2004} 3. bulan adalah bulan kalender [Kepmen Kimpraswil No.

berdasarkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam perjanjian tertulis [Keppres No. 257/KPTS/M/2004} 3. dalam rangka mencapai sasaran tertentu yang keluarannya berbentuk piranti lunak yang disusun secara sistematis berdasarkan kerangka acuan kerja yang ditetapkan pengguna jasa [Kepmen Kimpraswil No. 38 Tahun 2004] 3.18 kemitraan kerjasama usaha antara penyedia barang/jasa dalam negeri maupun dengan luar negeri yang masing.14 jalan prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun.20 klasifikasi bagian kegiatan registrasi untuk menetapkan penggolongan usaha di bidang jasa konstruksi menurut bidang dan subbidang pekerjaan atau penggolongan profesi keterampilan dan keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi 2. kewajiban dan tanggung jawab yang jelas. 257/KPTS/M/2004] 3.5 .16 jasa konsultansi layanan jasa keahlian profesional dalam berbagai bidang yang meliputi jasa perencanaan dan pengawasan konstruksi.257/KPTS/M/2004] 3. 18 Tahun 1999] 3. layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi.15 jasa konstruksi layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi.3.masing pihak mempunyai hak. 80 Tahun 2003] 3.19 kepala kantor / satuan kerja pejabat struktural yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan jasa pelaksanaan konstruksi yang dibiayai dari dana anggaran belanja rutin APBN [Kepmen Kimpraswil No.17 jasa pemborongan layanan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang perencanaan teknis dan spesifikasinya ditetapkan pengguna jasa dan proses serta pelaksanaannya diawasi oleh pengguna jasa atau pengawas konstruksi yang ditugasi [Kepmen Kimpraswil No. dan layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi [Undang-Undang No. meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas [Undang-Undang No.

dan lapis permukaan/aus (surface) 3. atau penggolongan profesi keterampilan dan keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi dan kemampuan profesi dan keahlian [Kepmen Kimpraswil No. bila tidak ada lapis pondasi bawah. 257/KPTS/M/2004] 3.23 kontraktor orang atau badan usaha yang penawarannya untuk melaksanakan pekerjaan telah diterima oleh pemilik 3.27 lapis permukaan bagian perkerasan yang paling atas dan langsung menerima beban lalu-lintas serta mendistribusikan beban yang diterimanya ke lapisan perkerasan dibawahnya 3.28 lapis pondasi atas bagian perkerasan yang terletak antara lapisan permukaan dengan lapis pondasi bawah.22 kontrak kerja konstruksi keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi [Undang-Undang No. maka lapis pondasi atas 2.26 lapis perkerasan susunan perkerasan jalan yang terdiri dari tanah dasar (sub grade).25 lapangan tempat yang disebutkan sedemikian di dalam Data Kontrak konstruksi 3.257/KPTS/M/2004] 3.21 kontrak perikatan hukum antara pengguna jasa dengan penyedia jasa dalam pelaksanaan pengadaan jasa [Kepmen Kimpraswil No.6 . pondasi bawah (sub base).24 kualifikasi bagian kegiatan registrasi untuk menetapkan penggolongan usaha di bidang jasa konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi dan kemampuan usaha. 18 Tahun 1999] 3. pondasi atas (base). 257/KPTS/M/2004] 3.menurut disiplin keilmuan dan atau keterampilan tertentu dan atau kefungsian dan atau keahlian tertentu [Kepmen Kimpraswil No.

dan tepat mutu [Ervianto. 257/KPTS/M/2004] 3.29 lapis pondasi bawah (sub base) bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi atas dan tanah dasar (sub grade) 3. tepat biaya. pelaksanaan.31 lembaga organisasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. untuk menjamin bahwa proyek dilaksanakan tepat waktu.34 mediator orang yang ditunjuk atas kesepakatan pengguna jasa dan penyedia jasa untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan pertama [Kepmen Kimpraswil No.35 menteri menteri yang bertanggung jawab dalam bidang konstruksi [Keppres No.32 manajemen konstruksi pengelolaan perencanaan (rencana kerja).(base) adalah bagian yang terletak antara lapis permukaan dengan tanah dasar (sub grade) 3. pelaksanaan. yang bertujuan untuk mengembangkan kegiatan jasa konstruksi nasional [Keppres No. tepat waktu. 80 Tahun 2003] 2. pengendalian dan koordinasi suatu proyek dari awal pelaksanaan pekerjaan sampai selesainya proyek secara efektif dan efisien.30 laporan investigasi lapangan data dalam dokumen lelang yang memberikan gambaran nyata tentang kondisi permukaan dan bawah permukaan tanah di lapangan 3. dan tepat biaya 3.7 . untuk menjamin bahwa proyek dilaksanakan tepat mutu. pengendalian dan koordinasi suatu proyek pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan berdasarkan persyaratan teknik dan administrasi dari awal pelaksanaan sampai dengan selesainya masa kontrak kerja konstruksi secara efektif dan efisien.33 manajemen proyek pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan tata cara dan/atau pengelolaan perencanaan (rencana kerja). 80 Tahun 2003] 3. 2003] 3.

38 pasca kualifikasi proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang/jasa setelah memasukkan penawaran 3.3. korupsi. 257/KPTS/M/2004] 3.000.39 pejabat pengadaan personil yang diangkat oleh pengguna barang/jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa dengan nilai sampai dengan Rp50. sebagaimana disebutkan dalam Data Kontrak 3. dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa [Keppres No.36 pakta integritas surat pernyataan yang ditandatangani oleh pengguna barang/jasa/panitia pengadaan/pejabat pengadaan/ penyedia barang/jasa yang berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan kolusi.41 pekerjaan hal-hal yang ditentukan dalam kontrak yang mengharuskan kontraktor untuk melaksanakan.000. yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dari APBN/APBD [Keppres No. 80 Tahun 2003] 3. 80 Tahun 2003] 3.42 pekerjaan harian pemakaian berbagai jenis pekerjaan yang pembayarannya berdasarkan waktu atas pemakaian peralatan (equipment) dan tenaga kerja kontraktor. memasang dan menyerahkannya kepada pemilik.37 panitia pengadaan panitia yang diangkat oleh pengguna jasa untuk melaksanakan penilaian kualifikasi [Kepmen Kimpraswil No. di samping pembayaran untuk bahan dan peralatan instalasi (plant) yang berkaitan 2.00 (lima puluh juta rupiah) [Keppres No.40 pejabat yang disamakan pejabat yang diangkat oleh pejabat yang berwenang di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian Republik Indonesia (Polri)/pemerintah daerah/Bank Indonesia (BI)/Badan Hukum Milik Negara (BHMN)/Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). 80 Tahun 2003] 3.8 .

45 pekerjaan sementara pekerjaan yang dirancang. dibangun. 80 Tahun 2003] 3.49 penawaran kontraktor dokumen penawaran yang lengkap yang diajukan kontraktor kepada pemilik 3. 18 Tahun 1999] 3.43 pekerjaan kompleks pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi dan/atau mempunyai resiko tinggi dan/atau menggunakan peralatan didesain khusus dan/atau bernilai di atas Rp 50.000. dan dibongkar oleh kontraktor.48 pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek pejabat yang diangkat oleh Menteri/Gubernur/pejabat yang diberi kuasa. baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun oleh penyedia barang/jasa 2.46 pelaksana konstruksi penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pelaksanaan jasa konstruksi yang mampu menyelenggarakan kegiatannya untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lain [Undang-Undang No. yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan jasa pelaksanaan konstruksi yang dibiayai dari anggaran belanja pembangunan APBN [Kepmen Kimpraswil No.44 pekerjaan konstruksi keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural. dipasang.3. 257/KPTS/M/2004] 3.9 . dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya. yang diperlukan untuk pelaksanaan atau pemasangan dalam pekerjaan 3.00 (lima puluh miliar rupiah) [Keppres No. elektrikal.000.50 pengadaan barang/jasa pemerintah kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dengan APBN/APBD. 18 Tahun 1999] 3. 80 Tahun 2003] 3.000. untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain [Undang-Undang No. sipil.47 pemilihan penyedia barang/jasa kegiatan untuk menetapkan penyedia barang/jasa yang akan ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan [Keppres No. mekanikal.

257/KPTS/M/2004] 3.51 pengawas konstruksi penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pengawasan jasa 3. pondasi atas. 257/KPTS/M/2004] 3.54 penyedia jasa penyedia jasa badan usaha yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa pelaksanaan konstruksi [Kepmen Kimpraswil No. dan pada umumnya terdiri dari lapis pondasi bawah. 80 Tahun 2003] 3.53 pengguna jasa kepala kantor/satuan kerja/pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek yang ditunjuk sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan jasa pelaksanaan konstruksi di lingkungan unit kerja/proyek tertentu [Kepmen Kimpraswil No. 80 Tahun 2003] 3.58 perkerasan jalan konstruksi jalan yang diperuntukan bagi jalan lalu lintas yang terletak diatas tanah dasar. elektris.55 peralatan (equipment) mesin-mesin dan kendaraan kontraktor yang dibawa sementara ke lapangan untuk melaksanakan pekerjaan 3. 18 Tahun 1999] 3.52 pengguna anggaran daerah pejabat di lingkungan pemerintah propinsi / kabupaten / kota yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dari dana anggaran belanja APBD [Keppres No.[Keppres No. dan lapis permukaan 2-10 .56 peralatan instalasi (plant) setiap bagian integral dari pekerjaan yang harus mempunyai fungsi mekanis.57 perencana konstruksi penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan bangunan atau bentuk fisik lain [Undang-Undang No. kimiawi atau biologis 3.

3. 257/KPTS/M/2004] 3.65 surat jaminan jaminan tertulis yang dikeluarkan bank umum/lembaga keuangan lainnya yang diberikan oleh penyedia barang/jasa kepada pengguna barang/jasa untuk menjamin terpenuhinya persyaratan/kewajiban penyedia barang/jasa [Keppres No.60 proyek kegiatan investasi yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang diharapkan dapat memperoleh keuntungan dalam suatu periode tertentu [Bappenas TA-SRRP. 80 Tahun 2003] 2-11 . 257/KPTS/M/2004} 3. orang perseorangan dan badan usaha untuk menentukan ijin usaha sesuai klasifikasi dan kualifikasi yang diwujudkan dalam sertifikat [Kepmen Kimpraswil No. 80 Tahun 2003] 3.61 registrasi kegiatan untuk menentukan kompetensi profesi keahlian dan keterampilan tertentu.62 sertifikat keterampilan/keahlian kerja tanda bukti pengakuan atas kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja dan keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan atau keterampilan tertentu dan atau kefungsian dan atau keahlian tertentu [Kepmen Kimpraswil No. 2003] 3.63 spesifikasi spesifikasi dari pekerjaan yang terdapat dalam kontrak dan setiap perubahan atau tambahan yang dibuat atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan 3.64 subkontraktor orang atau badan usaha yang mempunyai kontrak dengan kontraktor untuk melaksanakan sebagian pekerjaan dari kontrak yang mencakup pekerjaan di lapangan 3.59 prakualifikasi proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang/jasa sebelum memasukkan penawaran [Keppres No.

Materi pembahasannya sesuai Surat Dirjen Bina Marga UM.66 tanggal mulai kerja tanggal mulai kerja penyedia jasa yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). 2-12 . pemeliharaan lalu lintas.67 variasi perintah yang diberikan oleh Direksi Pekerjaan untuk melakukan perubahan pekerjaan 4.3. RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN (PRE CONSTRUCTION MEETING) Dalam menyusun rencana kerja pelaksanaan suatu proyek.1 Tujuan Tujuan Pre Construction Meeting adalah penyatuan pengertian terhadap hal-hal penting yang belum tertera dalam dokumen kontrak maupun antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Berita acara PCM merupakan hasil yang akan digunakan sebagai rencana kerja dan pegangan dalam pelaksanaan proyek selanjutnya. Kegiatan awal dari tindakan pengendalian oleh Pinpro/Pinbagpro terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan adalah penyelenggaraan Rapat Persiapan Pekerjaan (Pre Construction Meeting). 257/KPTS/M/2004] 3.02. Direksi Teknik sebagai pengawas. yang terdiri dari Proyek/Bagian proyek sebagai unsur pengendali. dan kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan. antara lain adalah sebagai berikut: 1) penerapan klausal penting dokumen kontrak: pekerjaan tambah kurang.05-Db/514 tanggal 19 Maret 1990 dan Keputusan Menteri Kimpraswil No. pemutusan kontrak. 4. Pinpro/Pinbagpro diharapkan mampu menggalang kekompakan semua unsur terkait di dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. mobilisasi. 257/KPTS/M/2004 tanggal 29 April 2004. yang dikeluarkan oleh kepala kantor/satuan kerja/pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek [Kepmen Kimpraswil No.

serah terima pekerjaan. waktu dan mutu. pelaksanaan rigid pavement pada segmen jalan dengan LHR yang tinggi beserta traffic management-nya. - - 4) kendala-kendala yang mungkin terjadi. organisasi lapangan. pengajuan pembayaran bulanan. penentuan sumber bahan (quarry). jadwal pengadaan lahan. menyusun rencana dan pemeriksaan sehubungan dengan review design. 2-13 . lapangan (mutual check) - 3) tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan: pelaksanaan konstruksi pondasi jembatan dan bangunan atasnya. penggunaan peralatan dan personil (mobilisasi). pelaksanaan soil stabilization. estimasi deposit bahan beserta rencana pemeriksaan mutu bahan yang akan digunakan. review dan penyempurnaan jadwal kerja sesuai target volume. 2) prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan: pengajuan dan persetujuan pekerjaan. pembuatan addendum kontrak. pelaksanaan produksi agregat dan pondasi jalan serta perkerasan aspal. perpanjangan waktu pelaksanaan. pendekatan terhadap masyarakat sekitar dan jalan menuju quarry serta jalan angkutannya (haul road).- pekerjaan sub kontraktor. asuransi. ketentuan gambar kerja dan kelengkapannya.

6) Kontraktor: – penanggungjawab perusahaan. UM. tanggal 29 April 2004. – Supervision Engineer.05-Db/514 tanggal 19 Maret 1990. – Chief Inspector / Senior Inspector. – General Superintendent / Kepala Unit Pelaksanaan. 2-14 . 257/KPTS/M/2004.4. 5) Konsultan Supervisi: – Chief Supervision Engineer. sebagai berikut: 1) unsur Sub Dinas Bina Marga. 4) Proyek: – – Pinpro / Pinbagpro. Seksi Jalan / Seksi Jembatan. Unsur Proyek. tentang Standard an Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi.2 Unsur pelaksana PCM Berdasarkan Keputusan Menteri Kimpraswil No. 3) unsur Perencanaan: − − P3JJ.02. Seksi Perencanaan. Staff Pinpro / Pinbagpro yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. maka pengguna jasa atau Pinpro/Pinbagpro diharuskan untuk mengadakan Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre Construction Meeting) dengan melibatkan unsur-unsur yang terkait sesuai petunjuk yang tertera dalam surat Bapak Dirjen Bina Marga No. 2) unsur Dinas / Sub Dinas Bina Marga: − − − Kepala Dinas / Kepala Sub Dinas.

- b) unsur Dinas / Sub Dinas Praswil / Bina Marga: sebagai moderator dan nara sumber. beserta prosedur survey sampai dengan penyelesaiannya sebagai pedoman awal pelaksanaan pekerjaan. c) unsur P3JJ menjelaskan prosedur review design (kaji ulang perencanaan).4.05-Db/514 tanggal 19 Maret 1990 sebagai berikut: a) segera setelah kontrak ditandatangani. menjelaskan kebijaksanaan penghijauan. memberikan pengarahan secara umum pelaksanaan proyek. 2) peran dan tugas unsur pelaksana PCM a) unsur Sub Dinas Bina Program Dinas Praswil / Bina Marga: sebagai nara sumber.02.3 Tahap pelaksanaan PCM 1) jadwal pelaksanaan Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (PCM) Mengingat pentingnya pertemuan untuk menyelesaikan masing-masing permasalahan yang diperkirakan akan timbul di lapangan saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung. termasuk: 2-15 . UM. memberikan pengarahan. menjelaskan bahwa Pimpro ikut bertanggungjawab terhadap review design. sewaktu-waktu akan dilaksanakan uji petik. b) selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). maka Pimpro/Pimbagpro segera menetapkan jadwal pelaksanaan Rapat Persiapan Pelaksanaan (PCM) sesuai batasan yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri No. menjelaskan bahwa quality control untuk pekerjaan jembatan menggunakan fasilitas Balai Pengujian Departemen Kimpraswil setempat. 257/KPTS/M/2004 tanggal 29 April 2004 dan surat Dirjen No. menjelaskan kebijaksanaan AMDAL. pembinaan. menegakkan bahwa di dalam pelaksanaan proyek.

Final Report beserta kapan laporan tersebut harus selesai dan dikirim. menjelaskan TOR / tugas-tugas dan tanggungjawab konsultan supervisi serta kualifikasi personilnya. d. b. pembuatan rekayasa dan laporannya. Monthly Program Report. menjelaskan kapan review design harus diselesaikan. b. proses administrasi review design dan proses addendum serta memorandum. menjelaskan bahwa konsultan bertanggungjawab dalam pengarsipan dokumen-dokumen lapangan. c. Monthly Executive Summary Report. Draft Final Report. c. Quality Control Report. menjelaskan akomodasi dan fasilitas yang disediakan oleh Kontrak konsultan. d. secara periodik melaksanakan uji petik. e. menjelaskan adanya penilaian performance konsultan dan kontraktor yang sedang melaksanakan pekerjaan. pembuatan gambar kerja. Quarterly Report. menjelaskan prosedur kerja dan jadwal kerja seluruh tenaga konsultan supervisi serta kualifikasi personilnya. Technical Report: – Review Design / Technical Justification Report – Technical Report f. 2-16 - - - . - - g. cara survey. menjelaskan laporan-laporan fisik yang akan dibuat oleh konsultan supervisi dan distribusi laporan yang terdiri dari: a.a.

lebar perkerasan setiap segmen. c. IRI. rencana pengadaan peralatan personil dan bahan. sebagai Chairman. tipe perkerasan setiap segmen. a. menjelaskan adanya keharusan mencari data-data input original design kepada Perencana Teknik dalam hal: a. menjelaskan kapan dan sebagaimana proses taking over dan final certificate issued. membahas struktur organisasi yang diusulkan kontraktor maupun konsultan supervisi. d. besar lendutan setiap segmen. CBR setiap segmen. f. rencana penyelesaian Vector-Diagram setelah Review Design. d. b. 2-17 - . menjelaskan bahwa keterlambatan mobilisasi dapat dikenakan denda. RCI. b. e. menjelaskan Struktur Organisasi Pinbagpro. SNC (kalau ada) Untuk itu Supervision Engineer harus berkoordinasi dengan P3JJ. membahas tugas kontraktor mengenai: a. survey dan membuat gambar kerja. penyiapan jadwal pelaksanaan dan S-Curve.- As Built Drawing harus dibuat sesuai standard Praswil. b. menjelaskan perlunya Show Cause Meeting bila terjadi keterlambatan di dalam pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan tidak sesuai dengan jadwal semula. d) unsur Proyek Pinpro/Pimbagpro. c.

PDAM dan sebagainya. bahwa proyek akan selesai dengan maksud menghindari adanya tagihan hutang yang belum dibayar oleh kontraktor. pagar. menjelaskan kapan serah terima lapangan dilakukan.- menjelaskan bahwa 1 (satu) bulan sebelum taking over certificate dikeluarkan. menjelaskan perlu atau tidak perlu dilakukan sendiri pada awal sebelum dimulainya pekerjaan pondasi jembatan. - - - - 2-18 . dan sebelum mulainya penerimaan pekerjaan (waktunya ditetapkan Pinbagpro). menjelaskan kewajiban pembayaran pungutan retribusi. menjelaskan mekanisme kerja antara ketiga unsur proyek dalam hal perlunya request kontraktor sebelum mulai pekerjaan. menjelaskan standar laporan harian dan mingguan sesuai standar Praswil. menjelaskan tanggal mobilisasi terakhir dan menjelaskan kapan akhir masa konstruksi serta sanksi-sanksinya apabila tanggal tersebut dilewati. menjelaskan proses pengusulan dan pembayaran bulanan (Monthly Certficate). telepon. tiang listrik. menjelaskan proses pengujian bahan jalan dan proses pengujian bahan jembatan. menjelaskan perlunya pendekatan terhadap masyarakat setempat dan Pemerintah Daerah setempat sehubungan dengan rencana kerja yang berkaitan dengan musim tanam petani setempat. menjelaskan bahwa quality control pekerjaan jalan menggunakan fasilitas laboratories yang disediakan kontraktor dari item pembayaran MOBILISASI. Pinbagpro mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat sekitar proyek. masalah jalan akses ke quarry / angkutan bahan. pembebasan lahan. menekankan bahwa tidak ada biaya tambahan biaya test bahan untuk quality control. dan menegaskan bahwa biaya tersebut sudah termasuk di dalam harga satuan masing-masing pekerjaan. misalnya : Bangunan Atas Jembatan. membahas metode pelaksanaan yang diajukan kontrakor pada saat tender. asuransi kepada Pemda Tingkat II menjelaskan prosedur pembongkaran dan pengarahan barang bekas.

e) kontraktor menjelaskan rencana kerja pada saat mobilisasi yang meliputi: a. struktur. meliputi : drainase.- menjelaskan bahwa pemilik dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga. e. b. pemeliharaan rutin. d. c. beton. mobilisasi peralatan dan personil. Rencana Kerja dan Review Design: melaksanakan survey untuk pembuatan gambar kerja (membuat gambar kerja standar survey dan gambar kerja mengacu pada standar Praswil). pelaksanaan pekerjaan pada masa pemeliharaan (deffect liability period). agregat kelas B pada bahu jalan. pengembalian kondisi (reinstatement) dan pekerjaan minor (dilakukan setelah survey lapangan selesai) : perkerasan jalan bahu jalan. bilamana terjadi kelalaian kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan. perkerasan jalan. menjelaskan barang-barang selesainya Proyek. d. b. setelah diterbitkannya SPMK / 2-19 . yang menjadi milik (Pemilik) setelah menekankan dan mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri. - menjelaskan adanya Tim Mutual Check selama periode kontrak. pemeliharaan rutin (dilakukan dimulainya pekerjaan). membahas tentang item pembayaran yang spesifik : a. survey lapangan. penyiapan badan jalan dibayar setelah pondasi diterima. c.

menjelaskan rencana penggunaan peralatan. menjelaskan kualifikasi personil kontraktor yang akan dimobilisasi. jembatan • bangunan atas c. a. jumlah dan jenis peralatan. tanah timbunan b. menjelaskan struktur organisasi serta tugas dan tanggungjawabnya. b. mempersiapkan formulir-formulir isian. deposit material quarry menjelaskan Rencana Kerja S-Curve. jalan • • • aspal. antara lain: a. menjelaskan rencana mobilisasi personil. rencana kedatangan peralatan - menjelaskan rencana pengadaan bahan serta surat ijinnya. menjelaskan bagian pekerjaan yang akan di sub-kontrakkan serta calon sub kontraktornya. lokasi quarry d. - 2-20 . Laporan Harian. f) konsultan mencatat seluruh kesepakatan dalam Pre Construction Meeting dan dtuangkan dalam Berita Acara tersendiri sebagai Dokumen Proyek. termasuk : a.- menjelaskan metode / cara pelaksanaan konstruksi. kualitas bahan jalan / struktur termasuk cara pengujiannya e. agregat.

k. d. m. l. d. i. kelengkapan peralatan yang diperlukan untuk survey lapangan. f. menjelaskan rencana kerja review design: a. c. memberikan usulan teknik pelaksanaan yang lebih efisien. e. waktu yang diperlukan untuk survey lapangan. Persiapan Gambar Kerja. Pemeliharaan Berkala. menjelaskan personil konsultan yang sudah dimobilisasi dan rencana personil lainnya yang akan dimobilisasi.menjelaskan Struktur Organisasi Konsultan dan tugas daripada masingmasing personil konsultan. Betterment. 2-21 . lingkup pekerjaan survey. Laporan Bulanan / Monthly Progress Report. berapa kali yang harus dilaksanakan kontraktor. Pemeliharaan Rutin. g. memulai pekerjaan. h. b. j. Laporan Mingguan.b. Quality Control. . Request Kontraktor. survey lapangan untuk Review Design. menegaskan pengambilan lokasi foto dokumentasi : dimana. kapan. c. perhitungan volume / Back – up Data serta Monthly Certificate. pengujian bahan. alternatif penanganan hasil survey lapangan. e. f. Rencana dan Gambar Kerja yang harus dibuat. personil yang terlibat dalam survey lapangan.

Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi kontrak maka harus dituangkan dalam bentuk amandemen kontrak. dilakukan pada periode mobilisasi dan hanya diterapkan pada rancangan bertahap (phasing design). Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara. Investigasi dan pengujian bahan tanah. REKAYASA LAPANGAN (FIELD ENGINEERING) Rekayasa lapangan adalah suatu kegiatan untuk mencari kesesuaian antara rancangan asli yang ditunjukkan dalam gambar dengan kebutuhan aktual lapangan. Berdasarkan tujuannya. umumnya dilakukan selama masa pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor bersama-sama Direksi Teknis melaksanakan survey lapangan yang lengkap dan menyiapkan hasil laporan tersebut. Setiap penyimpangan dari gambar sehubungan dengan kondisi lapangan yang tidak terantisipasi akan ditentukan secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan. Setelah itu baru dilaksanakan pematokan (steaking out) dan survey seluruh lokasi pekerjaan. Pada tahap awal pelaksanaan kontrak. direksi teknis bersama-sama dengan panitia peneliti pelaksanaan kontrak dan penyedia jasa melaksanakan pemeriksaan lapangan bersama dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan untuk setiap rencana mata pembayaran guna menetapkan kuantitas awal.5. campuran aspal dan rekayasa serta penggambaran untuk selanjutnya disimpan sebagai rekaman proyek yang kemudian dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan kontrak 2-22 . bahan agregat. 2) rekayasa lapangan untuk menerapkan rancangan detail dilapangan. Dengan demikian akan memungkinkan Direksi Pekerjaan melaksanakan peninjauan kembali rancangan atau revisi desain dan menyelesaikan serta menerbitkan detail pelaksanaan sebelum kegiatan pelaksanaan dimulai. dan dapat diterapkan baik pada rancangan bertahap (phasing design) maupun pada rancangan lengkap (full engineering design). campuran beton. rekayasa lapangan terdiri atas: 1) rekayasa lapangan yang bertujuan untuk mendetailkan rancangan asli. Kontraktor dan Direksi pekerjaan harus mencapai kesepakatan terhadap ketepatan atas setiap perubahan yang diambil terhadap gambar dalam kontrak ini. setelah penerbitan SPMK.

3) biaya berkurang . Kaji Ulang Desain ini harus didasarkan pada datadata terbaik dan terkini yang dapat diperoleh. Ini dimaksudkan untuk dapat menjamin seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai spesifikasi dan kondisi lapangan.panjang efektif tetap – umur rencana tetap. 4) biaya tetap . yaitu: 1) biaya berkurang . Dan prosedur Kaji Ulang harus mengikuti aturan yang berlaku dan diterapkan pada proyek bersangkutan dengan menyusunnya dalam Justifikasi Teknik dengan uraian antara lain sebagai berikut: 1) Proyek bersama dengan konsultan pengawas memonitor dan terlibat secara aktif kegiatan survey tambahan/rekayasa lapangan yang dilaksanakan kontraktor guna keperluan pemeriksaan kembali desain rinci. sebelum dilakukan Kaji Ulang Desain. 7) biaya bertambah . 6) biaya tetap . serta masih dalam batas nilai kontraknya. hal ini biasanya diakibatkan kondisi lapangan yang sesungguhnya telah mengalami perubahan-perubahan kondisi dibandingkan dengan kondisi pada saat survai untuk pembuatan desain. atau dikarenakan kesalahan-kesalahan kecil baik pada saat survey ataupun kesalahan desain itu sendiri. 8) biaya bertambah .panjang efektif tetap – umur rencana berkurang.panjang efektif berkurang – umur rencana tetap. Untuk itu.panjang efektif tetap – umur rencana berkurang. 5) biaya tetap .panjang efektif berkurang – umur rencana tetap. Proyek dan Konsultan Pengawas menetapkan terlebih dahulu tipe Kaji Ulang yang akan dipilih sehingga segala akibat yang menyertainya dapat diestimasi lebih dini. Tujuan dari Kaji Ulang Desain adalah untuk menghasilkan desain final yang optimum untuk dilaksanakan. 9) biaya bertambah .panjang efektif tetap – umur rencana tetap. 2) biaya berkurang . KAJI ULANG DESAIN (REVIEW DESIGN) Setiap desain awal dari suatu proyek pada umumnya selalu mengalami revisirevisi pada saat pelaksanaannya. 2-23 .panjang efektif tetap – umur rencana berkurang.panjang efektif tetap – umur rencana tetap.6. Dalam manajemen proyek konstruksi jalan dan jembatan terdapat berbagai tipe Kaji Ulang Desain.panjang efektif berkurang – umur rencana tetap.

Dalam hal pengaruhnya terhadap lingkungan dan sosial. pencegahan gangguan terhadap stabilitas tanah (erosi dan longsor). perubahan kuantitas dari pekerjaan utama (mayor item) akan secara langsung berpengaruh terhadap lini proyek. 3) konsultan pengawas melakukan perhitungan-perhitungan teknis. pencegahan gangguan terhadap fauna langka/ dilindungi. dan perhitungan biaya (estimasi) hasil “kaji ulang desain” dan menyerahkannya kepada Proyek untuk diperiksa kelayakannya. analisis teknis.2) konsultan pengawas mempelajari perubahan yang diperlukan berdasarkan data-data yang diperoleh pada kegiatan no. Sebagai contoh misalnya dengan melakukan crash program agar target waktu penyelesaian dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan. 4) selain itu konsultan pengawas juga memberikan kaji secara teknis maupun non teknis. keselamatan jalan bagi pengemudi/ penumpang kendaraan dan pejalan kaki. pencegahan kebisingan pada lokasi tertentu. konsultan pengawas harus memberikan kaji dan pertimbangan antara lain dalam hal: penentuan alinyemen jalan sedapat mungkin tidak mengakibatkan pemindahan. Pada pekerjaan jalan dan jembatan. tinjauan metode kerja. atau setidak-tidaknya diusahakan seminimal mungkin. 1 terhadap “desain asli” dan memberikan masukan-masukan dan pemecahan persoalan berupa rekomendasi sesuai kebutuhan nyata lapangan. Dalam kaitannya dalam perubahan biaya proyek. tinjauan penggunaan material. ( Catatan : Lihat artikel Perubahan Kontrak / Contract Change Orders/CCO) 2-24 . hal ini apabila ternyata dari hasil Kaji Ulang Desain akan mempengaruhi penyelesaian pekerjan secara keseluruhan. - - 5) Proyek dan konsultan pengawas mengoreksi jadwal pelaksanaan apabila diperlukan (re-scheduling). biasanya mayor item tersebut adalah pekerjaan tanah dan pekerjaan perkerasan. estetika lingkungan (lansekap). penyusunan rencana pengadaan tanah dan pemukiman kembali (bila perlu).

ada perubahan (bertambah / berkurang) Kuantitas per item pekerjaan yang melebihi 25% yang lainnya) > 10% dari kontrak awal. lamanya waktu kontrak tidak bertambah/ berkurang. Faktor-faktor yang penting dalam mengajukan suatu proses perubahan kontrak adalah alasan apa yang menyebabkan terjadinya perubahan itu. kemudian bagaimana kaji (review) terhadap usulan perubahan tersebut. Ketiga unsur diatas merupakan suatu keharusan yang perlu dibahas dan dikembangkan untuk dapat dipertanggung jawabkan dalam kelayakan teknis maupun biayanya. digunakan apabila: tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) dalam keseluruhan lingkup pekerjaan seperti : panjang efektif dalam kilometer tidak berubah. terdapat item kontrak baru. uraian pekerjaan apa yang akan diadakan perubahan.7. tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) dalam lamanya waktu kontrak. 2) Perubahan Mayor Digunakan apabila: tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) didalam keseluruhan lingkup pekerjaan seperti : panjang efektif dalam kilometer tidak berubah. tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) dalam keseluruhan nilai kontrak. penambahan ataupun pengurangan nilai kontrak sebagai akibat adanya revisi desain. PERUBAHAN KONTRAK (CONTRACT CHANGE ORDERS / CCO) Pada umumnya dalam pelaksanaan kontrak pekerjaan jalan dan jembatan hampir selalu mengalami perubahan kontrak. tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) dalam keseluruhan nilai kontrak. - - 2-25 . perubahan ini bias disebabkan oleh adanya perpanjangan waktu (time extension). tidak ada item kontrak baru. Perubahan secara umum dibagi dalam dua tipe: 1) Perubahan Minor Perubahan yang bersifat minor. ada sedikit perubahan didalam masing-masing item pekerjaan (<25%).

2-26 . maka perlu didiskusikan tentang bagaimana mengatasinya atau perbaikan apa yang perlu dilakukan. uraian pekerjaan apa yang akan diadakan perubahan dan bagaimana Kajinya. menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan adanya perubahan desain sampai dengan penerbitan Adenda akibat dari perubahan tersebut. Dokumentasinya dibuat atas kesepakatan serta ditanda – tangani oleh Kontraktor maupun Konsultan dan diserahkan kepada Proyek untuk persetujuan. Dalam rapat tersebut dibahas mengenai persoalan-persoalan yang timbul sehubungan dengan pekerjaan.Di depan telah disinggung tentang hal yang harus dibahas yaitu alasan mengapa diadakan perubahn. Notulen rapat akan dibuat sebagai catatan penting di kemudian hari. Hasil dari pembahasan tersebut oleh Pinbagpro dan Konsultan Pengawas diwujudkan dalam bentuk justifikasi teknis. kemudian kompensasi sebagai akibat dari perubahan tersebut bisa berupa biaya dan tambahan waktu dan pelaksanaan bila diperlukan. RAPAT LAPANGAN (SITE MEETING) Diperlukan penjadwalan pelaksanaan rapat formal mingguan dengan pihak kontraktor yang dihadiri oleh personil utama baik dari pihak konsultan maupun kontraktor rapat-rapat tersebut dipimpin oleh Proyek. inspeksi/survey lapangan dan lain sebagainya. Demikian pula apabila timbul masalah dengan hasil pengujian yang tidak memenuhi syarat. 8. yang merupakan pembenaran secara teknis terhadap adanya perubahan yang terjadi yang berisi penjelasan dan alasan-alasannya. antara lain mengenai rencana kerja ataupun halhal lainnya seperti jadwal pengujian. Prosedur perubahan selengkapnya dimuat dalam beberapa contoh bagan alir dari berbagai sumber dan dari pengalaman konsultan yang dapat dilihat pada lembar lampiran. justifikasi teknis. Change orders sesusai kebutuhannya dapat dilengkapi dengan sketsa – sketsa.

Bagan alir Perubahan Kontrak (Contract Change Orders / CCO) B.8.5. Bagan alir Rapat Persiapan Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) B. LAMPIRAN B.6.9.4.3.2. Bagan alir Perubahan Kontrak sumber dana PHLN C 2-27 . Contoh bagan alir Review Design pekerjaan jalan dan jembatan ( proyek EIRTP Loan IBRD 4643 IND ) B.9. Bagan alir Perubahan Kontrak sumber dana PHLN B B. Bagan alir Perubahan Kontrak sumber dana PHLN A B. Bagan alir Dokumen Administrasi (CCO dan Addendum) B. Bagan alir Kaji Ulang Desain (Review Design) B.7. Bagan alir Perubahan Pekerjaan B.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful