P. 1
Sosiologi Sebagai Ilmu Tentang Masyarakat

Sosiologi Sebagai Ilmu Tentang Masyarakat

|Views: 245|Likes:

More info:

Published by: Yusril Firza Ramadhan on Sep 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2015

pdf

text

original

A.

Ilmu pengetahuan
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Defenisi ilmu pengetahuan dari berbagai ahli : J. Heberer Ilmu pengetahuan adalah suatu hasil aktivitas manusia yangmerupakan kumpulan teori, metode, dan praktik kemudian jadi perantara dalam masyrakat. J. D Bernal Ilmu pengetahuan adalah suatu prantara atau metode yang membentuk keyakinan mengenai alam semesta dan manusia. E. Cantote Ilmu pengetahuan adalah suatu hasil aktivitas manusia yang mempunyai makna dan metode. Cambridge-Dictionary Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang benar, mempunyai objek dan tujuan tertentu dengan sistem motede untuk berkembang serta berlaku universal yang dapat diuji.

2. Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Sosiologi merupakan ilmu baru yang dikembangkan sejak abad ke- 18 oleh seorang filosof Prancis yang bernama Auguste Comte, dan penelaahannya dapat dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Mula-mula sosiologi merupakan ilmu filasfat yang kemudian berkembang menjadi ilmu pengetahuan murni. Namun setelah berbagai-bagai metode penelitian dikembangkan, sosiologi dapat diaplikasikan sebagai ilmu terapan. Secara konseptual sosiologi memiliki dua pengertian dasar yakni sebagai ilmu pengetahuan dan metode. Sebagai ilmu pengetahuan sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang kajian kemasyrakatan yang disusun secara logis dan sistematis guna memberikan solusi terhadap permasalahan sosial mayarakat. Sebagai metode sosiologi merupakan cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dalam masyarakat dengan ara yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

3. Sifat dan Hakikat Sosiologi
Menurut Soerjono Soekanto, 1990 dalam Sosiologi Suatu Pengantar, sosiologi memiliki sifat-sifat berikut :
a. Sosiologi bersifat empires. b. Sosiologi bersifat teoritis. c. Sosiologi bersifat kumulatif. d. Sosiologi bersifat nonetis. Pada hakikatnya sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. Sosiologi merupakan ilmu sosial bukan ilmu pengetahuan alam maupun rohani. b. Sosiologi bersifat kategoris dan bukan normatif. c. Sosiologi merupakan ilmu murni dan bukan merupakan ilmu terapan. d. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan ilmu pengetahuan yang konkret. e. Sosiologi bertujuan untuk mendapatkan pola-pola umum interaksi. f. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empires dan rasional. g. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum bukan ilmu pengetahuan yang khusus.

4.Metode-Metode Sosiologi Sosiologi mengenal dua macam metode ilmiah, yaitu : a. Metode kualitatif, metode yang mendeskripsikan hasil penilitiaan berdasarkan penilaian-penilaian terhadap data yang diperoleh. b. Metode kuantitatif, mengutamakan keterangan berdasarkan angkaangka atau gejala-gejala yang diukur dengan skala, indeks, tabel, atau uji statistik. Menurut Abu Ahmadi, beberapa metode yang digunakan dalam sosiologi, yaitu : a. Historical method, yaitu suatu cara penelusuran terhadap kebudayaan serta sturktur masyarakat yang telah lampau, kemudian diambil contohnya untuk masa mendatang. b. Comparative method, yaitu membandingkan suatu masyrakat dengan masyrakat lain kelompok atau satu kebudayaan lain sehingga akan diperoleh garis-garis persamaan yang berlaku umum. c. Statistical method, yaitu untuk mengukur gejala social yang tampak secara kumulatif kemudian diinterpretasikan ke dalam pemahaman umum. d. Case study method, yaitu menyelidiki peristiwa yang terjadi di sekitar kelompok masyarakat atau lembaga tertentu untuk mendapatkan garisgaris pokok dari peristiwa itu.

Dalam mengkaji masyarakat, sosiologi memiliki peristiwa metode khusus dengan teoridan prosedur. Beberapa metode yang digunakan dalam studi sosiologi antara lain : a. Metode observasi partisipasi atau metode partisipan Pengumpulan data dalam suatu penelitian yang dalam pelaksanaanya, peneliti tinggal bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif lama. Peniliti berbaur dengan masyarakat , namun tidak boleh tenggelam secara emosional terhadap komunitas yang diteliti. b. Metode observasi langsung metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian. c. Metode wawancara (interview) Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan wawancara dengan objek penelitian. Metode ini biasanya digunakan untuk memperoleh data pendamping dari metode lain. d. Metode angket Metode pengumpulan data dengan memberikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian. e. Metode komparasi Metode komparasi adalah metode pengumpulan data dengan membandingkan data sosial dari dua atau lebih kelompok masyarakat. f. Metode studi pustaka Metode pengumpulan data dengan cara mendalami, mencermati, menelaah, dan mengindentifikasi pengetahuan yang ada dan ditemukan dalam sebuah sumber bacaan.

g. Metode penelusuran sejarah Metode penelusuran sejarah adalah metode pengumplan data dengan melalui dokumen-dokumen peninggalan sejarah yang dapat diajukan acuan tentang berbagai-bagai peristiwa terjadi di masa lampau. h. Metode dokumenter adalah pengumpulan data penelitian yang diambil dari data sekunder, yakni arsip-arsip dihimpun oleh kolektor. i. Metode analisis media massa Metode yang dilakukan dengan menghimpun dan mengenditifikasi berita-berita dari media massa sebagai sebagai dasar melakukan analisis dalam pengkajian hipotesis. Menurut Paul B. Harton dan Chester L. Hunt, metode yang digunakan dalam sosiologi, yaitu : a. Studi cross sectional, studi yang meliputi suatu daerah pengamatan yang luas dalam waktu tertentu. b. Studi longitudinal, studi yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan kecenderungan atau serangkaian. c. Studi ex post facto, studi yang berlangsung sepanjang waktu, namun berkerja mundur dengan mempergunakan data yabng telah dicatat. d. penelitian pengamatan, dalam studi pengamatan peneliti mengamati terjadinya sesuatu kejadian yang telah terjadi tanpa dibuat-buat.

5. Pengelompokan Ilmu Pengetahuan a.Berdasarkan atas objek atau bidang kajiannya Berdasarkan atas objek atau bidang kajiannya ilmu pengetahuan dibagi menjadi 3 macam, yaitu: 1)Ilmu pengetahuan alam (natural sciences) Ilmu pengetahuan alam (natural sciences) merupakan ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam, baik hayati maupun non hayati. 2)Ilmu pengetahuan sosial (social sciences) Ilmu pengetahuan sosial (social sciences) adalah ilmu yang mengkaji kehidupan bersama manusia dengan sesamanya. 3)Ilmu pengetahuan budaya (humanistic study) Ilmu pengetahuan budaya (humanistic study) merupakan ilmu yang mempelajari tentang manifestasi perwujudan spiritual dan kehidupan bersama manusia. b.Berdasarkan pada tujuannya pengkajiannya Berdasarkan pada tujuan pengkajiannya, ilmu pengetahuan dikelompokkan menjadi 2, yaitu : 1)Ilmu murni (pure sciences) Ilmu murni (pure sciences) merupakan suatu ilmu yang bertujuan mendalami teori untukmemajukan atau memperkaya khasanah ilmu tersebut. 2)Ilmu terapan (applied aciences) Ilmu terapan (applied aciences) merupakan ilmu pengetahuan yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis.

No. 1 2 3 4 5 6 7

Ilmu murni (pure sciences) Ilmu alam Ilmu faal Ilmu tumbuh-tumbuhan Geologi Ilmu ekonomi Sosiologi Manajemen

Ilmu terapan (applied aciences) Teknologi Kedokteran Pencangkokan Pertanian Pertambangan Jurnalistik Pemerintahan

Kegunaan mempelajari ilmu sosiologi adalah : a. Dapat dijadikan alat dan sarana untuk memahami masyarakat tertentu. b. Sebagai alat untuk memahami struktur masyarakat, pola-pola interaksi, serta stratifikasi sosial. c. Hasil studi sosiologi terhadap kondisi masyarkat dapat digunakan sebagai dasar untuk menempatkan suatu kebijakan. d. Hasil kajian sosiologi dapat dijadikan pertimbangan untuk memecahkan masalah sosial. e. Data-data masyarakat dapat membantu kegiatan pembangunan, mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi hasilnya.

6. Manfaat sosiologi Sosiologi memiliki kemanfaatan sebagai berikut : a. Memahami hubungan antarmanusia serta manusia dengan lingkungannya. b. Memahami perkembangan kebudayaan yang akan memudahkan penyusunan rencana perubahan sosial. c. Memahami istilah, kode, simbol, tingkah laku, serta perubahan sosial individu dalam masyarakat. d. Perumusan rencana dan pelaksanaan pembangunan agar dapat berjalan dengan baik dan efektif. e. Sebagai alat dalam memecahkan berbagai permasalahan sosial dan kebudayaan yang selalu timbul dan ada dalam masyarakat yang cenderung semakin kompleks.

B. HAKIKAT SOSIOLOGI 1. Definisi Sosiologi
Menurut katanya, sosiologi berasal dari kata socious dan logos. - Sociuos yang berasal dari bahasa latin yang artinya teman. - Logos yang berasal dari bahasa yunani yang artinya kata, pembicaraan, atau perkataan. Secara harfiah sosiologi artinya berbicara tentang masyarakat. Dari arti harfiah tersebut kemudian para ahli mengembanggkan definisi sosiologi sebagai berikut :  Chareles Ellwood Mengemukakan bahwa sosilogi merupakan pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya.  Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antarmanusia dalam kelompok-kelompok.

 Herbert Spencer mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat.  J.A.A Van Doorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan prosesproses kemasyarakatan yang bersifat stabil.  Max Waber Mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tindakan-tindakan sosial.  Auguste Comte
Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia sebagai mahluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.

 Van Der Zenden
Sosiologi adalah studi ilmiah tentang interaksi manusia. Dari pandangan para ahli di atas dapat kita simpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang objek studinya adalah masyarakat. Sosiologi memusatkan kajiannya pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

2. Objek Sosiologi
Sebagai bagian dari ilmu sosial, objek sosiologi adalah masyarakat. Sosiologi memfokuskan diri pada hubungan-hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut didalam masyarakat. Masyarakat sebagai objek studi sosiologi menunjukpada sejumlah manusia yang telah sekian lama hidup bersama dan mereka menciptakan berbagai peraturan pergaulan hidup sehingga membentuk kebudayaan. Ada beberapa unsur yang terkandung dalam istilah masyarakat ini, yaitu : a. Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama. Di dalamnnya manusia salingmengerti dan merasa serta mempunyai harapanharapan sebagai akibat dari hidup bersamaitu.Terdapat sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antarmanusiadalam masyarakat tersebut. b. Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu kesatuan. c. Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu sistem hidup bersama, yaitu hidup bersama yangmenimbulkan kebudayaan di mana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masingterikat dengan kelompoknya.

3. Pokok Bahasan Sosiologi
Pokok bahasan sosiologi menurut tokoh-tokoh sosiologi sebagai berikut : a. Menurut Emile Durkheim Menurut Durkhiem, pokok pembahasan sosiolohi adalah faktafakta sosial. Adapun yang dimaksud dengan fakta sosial adalah polapola atau sistem yang mempengaruhi cara manusia bertindak, berfikir, dan merasa. Fakta sosial tersebut berada diluar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. b. Menurut Max Waber menurut Waber, pokok kajian sosiologi adalah tindakan sosial. Namun, tidak semua tindakan manusia dapat dianggap sebagai tindakan sosial. Suatu tindakan disebut sebagai tindakan sosial hanya jika tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku oreng lain.

c. Menurut Wright Mills Menurut Mills, dengan khayalan sosiologis, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antar keduanya. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah personal troubels of milieu dan public issues of social structure. d. Menurut Peter L. Berger Pokok pembahasan sosiologi menurut Berger adalah pengungkapan realitas sosial. Seorang sosiolog harus dapat menyikap berbagai tabir dan mengungkapkan tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiolog tersebut harus mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian presangka pribadi, pengamatan tabir secara jeli, dan menghindari penilaian normatif. Hal ini disebabkan karena realitas sosial adalah sebuah bentukan dan bukanmerupakan sesuatu yang begitu saja ada.

4. Spesialisasi dalam Sosiologi

Sosiolog umumnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam melihat objek sosiologi ini. Ada yang lebih tertarik untuk mengupas tentang perilaku manusia yang menyimpang, tetapi ada ada juga yang tertarik mengupas tentang aspek politik dari kehidupan sosial masyarakat. Ketertarikan yang berbeda-beda tersebut menumbuhkan berbagai spealisasi dan sub-sub ilmu dalam sosiologi. Sedikitnya ada sekitar 50 spesialisasi dan sub ilmu dalam sosiologi.

5. Beberapa Ide Mendasar dalam Sosiologi
Ide Konsep mendasar adalah sebagai berikut : a. Masyarakat dan social setting lainnya seperti nilai dan norma sosial adalah hasil karya atau produk manusia Peter L. Berger B dan Thomas luckman mengungkapkan masyarakat sebagai objektif adalah produk manusia. Manusia dengan dinamikanya adalah pembentuk masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, masyarakat diamana manusia berada, menilai dan aturan sosial yang menutun mereka semuanya adalah produk dan buatan manusia. b. Masyarakat mempengaruhi dan membentuk prilaku manusia Bagi Berger, manusia pencipta masyarakat pernyataan objektif dan masyarakat mempengaruhi kembail manusia yang menciptakannya proses ini berlangsung 3 proses, yaitu : - Eksternalisasi - Objektivasi - Internalisasi

6. Sejarah Perkembangan Sosiologi

a. Sebelum Revolusi Prancis Akhir abad ke-4 dan awal abad ke-5 dipengaruhi pemikiran ahli bangsa Yunani yang terdiri Sokrates, Plato, dan Aritoteles. Dalam perkembangannya ilmuwan baru yaitu Agustinus, Avicenna, dan Thomas Aquinas mengemukakan pendapat nasib masyarakat harus diterima sebgai dari kehendak Tuhan. Abad ke-17 muncul lagi pandangan baru oleh Galileo Galilei dan Issac Newton dapat dijelaskan dengan rasional. b. Setelah Revoulusi Prancis Awal abad ke-19 munculah filsuf Perancis Bernama Augeste Marie Francois Xavier Comte, Karl Marx, Herbert Spencer, Charles James Booth, William Graham Sumner, Gabriel Tarder, Ferdinand Tonnies, William Isaac Thomas, Max Weber, Florian Znaniecki, dan Pitirim Alexandrovich Sorokin yang dimana para filusuf mengungkapkan pikirannya untuk sosiologi.

c. Perkembangan Sosiologi di Eropa Menurut Berger dan Berger, sosiologi terjadi karena adanya ancaman terhadap tatanan masyarakat yang selama ini ada (threats to the taken-forgranted world) Menurut L. Laeyendecker, sosiologi lahir karena adanya perubahan jangka panjang yaitu: 1. Revolusi Industri dan Revolusi Prancis, 2. tumbuhnya kapitalisme, 3. reformasi Martin Luther, 4. meningkatnya individualisme, 5. berkembangnya kepercayaan kepada diri sendiri . Ritzer, melihat perkembangan sosiologi terkait dengan: 1. revolusi politik 2. revolusi industri dan kapitalisme 3. munculnya sosialisme 4. urbanisasi 5. perubahan keagamaan 6. lahirnya ilmu modern Aguste Comte melihat adanya perubahan sistem pemerintahan menyebabkan terjadinya perubahan dalam masyarakat sehingga menurutnya ilmu sosial perlu untuk menjadi sebuah ilmu sendiri. Comte menyebutnya sosiologi (socius dan logos)

d. Perkembangan Sosiologi Di Indonesia  Sebelum Perang Dunia II, Sosiologi hanya dianggap sebagai ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya  Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Sosiologi mengalami perkembangan yang cukup signifikan  Kuliah Sosiologi dalam bahasa Indonesia pertama kali diberikan oleh Soenario Kolopaking (1948) di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM)  Sosiologi pun akhirnya mendapat tempat dalam insan akademisi di Indonesia apalagi setelah semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menuntut ilmu di luar negeri sejak tahun 1950.  Banyak pelajar Indonesia yang khusus memperdalam sosiologi di luar negeri, kemudian mengajarkan ilmu itu di Indonesia.

C. KEDUDUKAN SOSIOLOGI
1. Hubungan Sosiologi dan Ilmu-Ilmu Lain a. Sosiologi dan Ilmu politik Ilmu Politik dasarnya mempelajari daya upaya untuk memperoleh,mempertahankan,dan menggunakan kekuasaaan,sementara sosiologi memusatkan perhatian pada segi masyarakat bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola juga umum. b. Sosiologi dan Ekonomi ekonomi mempelajari usaha manusia dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan materiil,sementara sosiologi mempelajari unsur masyarakat secara keseluruhan. c. Sosiologi dan Ilmu Sejarah Sosiologi dan Sejarah merupakan ilmu sosial mempelajari kejadian dan hubungan yang dialami manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Sejarah melihat berbagai kejadian yg dialami manusia pada masa silam. Sedangkan sosiologi hanya memperhatikan peristiwa yang timbul dari hubungan antar manusia dalam situasi berbeda. d. Sosiologi dan Antropologi Antrapologi agak sulit dibedakan dengan sosiologi. Ada pendapat bahwa anteopologi memusatkan perhatian pada masyarakat primtif atau kebudayaan yang masih sederhana,sementara sosiologi memusatkan perhatian pada masyarakat modernyang kompleks. e. Sosiologi dan Ilmu-Ilmu Pasti Sosiologi juga memiliki hubungan dengan ilmu pasti,terutama dengan matematika.

2. Kegunaan Sosiologi dalam Masyarakat Sosiologi dibutuhkan terutama berkaitan dengan penelitian,pengolahan data,dan perencanaan kebijakan menyangkut kepentingan masayarakat. Kegunaan Sosiologi sebagai berikut : a. Pembangunan : berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan pelaksanaan maupun penilaian pembangunan. b. Penelitian : akan diperoleh perencanaan atau pemecahan masalah sosial yang baik. Contohnya,cara pencegahan kenakalan remaja dan cara meningkatkan kembali rasa solidaritas antarwarga yang semakin pudar . 3. Peran Sosiolog a. Sosiolog sebagai ahli riset Para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial untuk masyarakat. b. Sosiolog sebagai konsultan kebijakan Kebijakan diambil dengan harapan menghasilkan pengaruh atau dampak yang diinginkan. Namun,sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi harapan tersebut. c. Sosiolog sebagai teknisi Mereka memberi saran,dalam penyelesaian berbagai masalah masyarakat,hubungan atarkaryawan,masalah moral,maupun hubungan antar kelompok. Dalam kedudukan ini,sosiolog bekerja sebagai ilmuwan terapan ( applied scientist). d. Sosiolog sebagai guru atau pendidik

4. Realitas Sosial a. Keluarga Keluarga adalah bentuk perwujudan masyarakat terkecil yang terdiri atas kepala keluarga (ayah),ibu rumah tangga,anak. b. Masyarakat Masyarakat adalah persekutuan hidup sekumpulan orang menepati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek atas dasar norma sosial tertentu. c. Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik individu,antara individu masyarakat,dan kelompok d. Stratifikasi sosial Startifikasi sosial adalah penggolongan masyarakat secara hierarkis berdasarkan suatu yang dihargai dalam masyarakat. e. Diferensi sosial Diferensi sosial adalah pembedaan masyarakat secara horisontal berdasarkan ras,agama,jenis kelamin,bangsa,suku. f. Sosialisasi Sosialisasi adalah proses belajar berinteraksi seseorang atau individu ditengah masyarakat sehingga berperilaku dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. g. Proses Sosial Proses sosial adalah proses interaksi dan komunikasi antarkomponen masyarakat dari waktu ke waktu sehingga terwujudlah suatu perubahan. Komponen tersebut terdiri : struktur sosial,interaksi sosial,dan struktur lingkungan.

h. Perilaku Menyimpang Perilaku Menyimpang adalah tindakan atau kelakuan warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. i. Pengendalian sosial dan kontrol sosial Pengendalian sosial dan kontrol sosial adalah suatu sistem yang diciptakan masyarakat untuk pedoman berprilaku yang digariskan dalam nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. j. Pranata sosial atau lembaga sosial Pranata sosial atau lembaga sosial adalah norma mencapai tujuan yang penting bagi masyarakat. k. Nilai Adalah suatu abstrak yang dijadikan pedoman serta prinsip umum dan bertindak atau tingkah laku. l. Norma Untuk melaksanakan nilai karena norma merupakan wujud nyata dari nilai. m. Perubahan sosial budaya Adalah munculnya corak budaya baru dianggap terjadi karena adanya perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian unsur sosial budaya yang ada. n. Kebudayaan Kebudayaan adalah semua hasil cipta,karya,karsa manusia. o. Status sosial Status sosial adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat. p. Peranan sosial Peranan sosial Adalah Aktivitas seseorang disebabkan oleh status sosialnya dalam masyarakat.

a. Masalah Sosial Soerjono Soekanto mengatakan masalah sosial suatu ketidaksesuaian antara unsur kebudayaan atau masyarakat,membahayakan kehidupan kelompok sosial. Soerjono Soekanto membedakan masalah sosial : 1). Sosial dari faktor ekonomis 2). Sosial dari faktor biologis 3). Sosial dari faktor psikologis 4). Sosial dari faktor kebudayaan.
Para Ahli sosiologi menyusun ukuran atau kriteria masalah sosial: 1). Kriteria umum 2). Sumber masalah sosial 3). Pihak yang menetapkan masalah sosial 4). Masalah sosial nyata dan laten 5). Perhatian masyarakat dan masalah sosial

b. Data tentang realitas sosial dan permasalahannya 1) kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau kelompok mengalami kesenjangan antara pendapatan kebutuhan hidup 2)Kebodohan adalah seseorang tidak dapat mengembangkan integensinya mengikuti perkembangan peradaban dalam masyarakat. 3)Kesenjangan sosial adalah keadaan terjadi jarak antara golongan kaya dan miskin. 4) Demoralisasi adalah penurunan kualitas moral dalam masyarakat 5) Kenakalan remaja adalah aktivitas remaja yang belum dewasa dan tidak sesuai dengan hukum dan bertentangan dengan norma sosial. Kenalan remaja terjadi kurangnya fungsi peranan keluarga. 6) Kesenjangan budaya (cultural lag) adalah kondisi perbedaan kemajuan peradaban suatu masyarakat dengan masyarakat lain 7) Modernasi adalah perubahan masyarakat dan budaya segala hal bersifat irrasional menjadi rasional dan maju.

c. Masalah generasi muda dalam masyarakat modern Dalam masyarakat yang mengalami masa transisi, generasi muda seolah terjepit antara norma lama dan baru. Generasi tua seolah tidak menyadari bahwa sekarang ukuran bukan lagi usia tetapi kemampuan generasi muda sama sekali tidak diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuan. Dalam masyarakat perkotaan, perhatian terhadap orang tua terhadap anaknya sangat kurang. Sehingga akan muncul masalahmasalah sosial sebagai berikut: 1. Persoalan sense of value. 2. Tumbuhnya organisasi atau kelompok muda informal yang tingkah lakunya tidak disukai masyarakat. 3. Timbulnya usaha kaum muda untuk mengadakan perubahanperubahan dalam masyarakat, yang disesuaikan dengan nilai-nilai kaum muda. 4. Perperangan 5. Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, seperti pelacuran, delinkuensi anak-anak, alkoholisme

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->