DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................................. Kata Pengantar................................................................................................................. Daftar isi...........................................................................................................................

i ii iii

BAB I : PENDAHULUAN A. B. C. Latar Belakang...................................................................................................... Rumusan Masalah................................................................................................. Tujuan................................................................................................................... 1 2 2

BAB II : PEMBAHASAN A. B. C. D. E. F. G. H. Pengertian IMS..................................................................................................... Gejala Umum Penyakit Menular Seksual……………………………………….. Penyakit Yang Termasuk Dalam Kelompok IMS………………………………. Resiko Kesehatan Yang Dihadapi Remaja………………………………………. Cara Penularan…………………………………………………………………… 3 4 5 18 19

Yang Dilakukan Jika Terkena IMS……………………………………………….. 19 Cara Mencegah IMS…………………………………………………………….. 20

Peran Bidan………………………………………………………………………. 21

BAB III : PENUTUP A. Kesimpulan............................................................................................................. 22 B. Saran....................................................................................................................... 22

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG

Di Indonesia penyakit ini mulai menjalar dengan perkembangan penularan yang cukup cepat. Tidak dapat disangkal bahwa mata rantai penularan infeksi menular seksual adalah wanita tunasusila (WTS) yang dapat menyusup dalam kehidupan rumah tangga. Perubahan perilaku seksual telah menyebabkan timbunya berbagai masalah yang berkaitan dengan infeksi menular seksual dan kehamilan yang tidak dikehendaki. Bila penyakit infeksi menular seksual sebagian besar dapat diselesaikan dengan pengobatan yang tepat sehingga tidak menimbulkan penyulit selanjutnya, berbeda dengan kehamilan yang tidak dikehendaki. Masalah terakhir ini mempunyai dampak yang lebih luas baik biologis, psikologis, sosial, spiritual, dan etika. Penyakit infeksi menular seksual dapat menimbulkan infeksi akut (mendadak) yang memerlukan penanganan yang tepat karena akan dapat menjalar ke alat genitalia bagian dalam (atas) dan menimbulkan penyakit radang panggul. Pengobatan yang kurang memuaskan akan menimbulkan penyakit menjadi menahun (kronis) dengan akibat akhir rusaknya fungsi alat genitalia bagian dalam sehingga menimbulkan kurang subur atau mandul. Dalam pertemuan di Atlanta USA tentang penyakit hubungan seksual, menyatakan bahwa mata rantai yang ditularkan oleh WTS tidak dapat dihilangkan tetapi hanya mungkin diperkecil peranannya. Dengan diketemukannya penyakit AIDS yang disebabkan oleh virus dan sampai sejauh ini belum ada pengobatannya, maka masyarakat akan lebih berhati-hati. Secara kelakar disebut pula bahwa PID adalah pretty international diseases, oleh karena disebar luaskan oleh wanita cantik yang berstatus sebagai wanita tunasusila (WTS) atau wanita penghibur. Dalam upaya meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, menjadikan remaja tegar dalam menghadapi masalah dan mampu mengambil keputusan terbaik bagi dirinya, maka pelayanan konseling sangat diperlukan remaja. Meskipun kepedulian pemerintah, masyarakat maupun LSM dalam memperluas penyediaan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi sudah semakin meningkat, namun dalam akses pemberian pelayanan konseling masih terbatas. Hal ini antara lain disebabkan keterbatasan jumlah fasilitas pelayanan konseling bagi remaja yang terbatas.Disamping itu, kemampuan tenaga konselor dalam memberikan konseling kepada remaja di pusat-pusat pelayanan informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja juga masih terbatas. Atas dasar itulah maka guna mendukung kemampuan SDM dalam melakukan konseling kesehatan reproduksi remaja perlu disiapkan tenaga yang terlatih melalui workshop konseling kesehatan reproduksi remaja.

2. 5. 4. 1.B. 3. 5. 6. RUMUSAN MASALAH Apa yang dimaksud dengan IMS ? Apa saja jenis – jenis IMS ? Bagaimana cara penularan IMS ? Apa yang harus kita lakukan kalau terkena IMS? Bagaimana cara mencegah ? Bagaimana peran bidan dalam mengatasi IMS ? C. 1. TUJUAN Untuk Mengetahui apa itu IMS Untuk Mengetahui jenis – jenis IMS Untuk Mengetahui cara penularan IMS Untuk Mengetahui apa yang harus kita lakukan kalau terkena IMS Untuk Mengetahui cara mencegah IMS Untuk mengetahui Peran bidan dalam mengatasi IMS . 4. 2. 6. 3.

Namun ini hanya menunjuk pada penyakit yang ada di kelamin. Menurut Aprilianingrum (2002). AIDS tidak bisa diobati dengn antibiotik (Zohra dan Rahardjo. Pegertian IMS (Infeksi Menular Seksual) Infeksi menular seksual (IMS) disebut juga Penyakit Menular Seksual (PMS) atau dalam bahasa Inggrisnya Sexually Transmitted Disease (STDs). kaena mengakibatkan sepenuhnya pada kematian pada penderitanya. IMS disebut juga penyakit kelamin atau penyakit kotor. parasit dan kutu kelamin yang sebagian besar menular melalui hubungan seksual. karena menunjuk pada cara penularannya (Ditjen PPM & PL. dan sampai sekarang pengobatan yang paling manjur masih belum ditemukan.BAB II PEMBAHASAN A. . PMS menjadi pembicaraan yang begitu penting setelah muncul kasus penyakit AIDS yang menelan banyak korban meninggal dunia. Herpes. namun yang paling terbesar diantaranya adalah AIDS. IMS atau Seksually Transmitted Disease adalah suatu gangguan atau penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak hubungan seksual. 1997). antara lain : kemandulan kecacatan gangguan kehamilan kanker kematian Beberapa faktor yang berpengaruh dalam pola penyakit ini secara prinsip terbagi 2 faktor. bakteri.Sexually Transmitted Infection (STI) or Venereal Disease (VD). Apalagi komplikasi dari PMS (termasuk AIDS) bisa dibilang banyak dan akibatnya pun cukup fatal. Dimana pengertian dari IMS ini adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. yaitu : faktor medis dan faktor sosial. 1999). Sifilis. Infeksi Menular Seksual (IMS) didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan karena adanya invasi organisme virus. Istilah IMS lebih luas maknanya. baik yang berlainan jenis ataupun sesama jenis. IMS yang sering terjadi adalah Gonorhoe.

mulut atau bagian tubuh yang lain. Duhtubuh bisa juga keluar dari anus. anus. yang tidak berkaitan perut dengan menstruasi bisa menjadi tanda infeksi saluran reproduksi (infeksi yang telah berpindah ke bagian dalam system reproduksi. Gejala Umum Penyakit Menular Seksual TABEL GEJALA UMUM PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Gejala Luka Perempuan Laki-laki Luka dengan atau tanpa rasa sakit. berbau atau berlendir. Cairan bening atau berwarna berasal dari pembukaan kepala penis atau anus. Tonjolan kecil-kecil. disekitar alat kelamin. dan ovarium) Kemerahan Kemerahan pada sekitar Kemerahan pada sekitar alat kelamin. diikuti luka yang sangat sakit di sekitar alat kelamin Cairan dari vagina bisa gatal. atau diantara alat kelamin. tuba falopi.B. kekuningan. kemerahan kaki dan sakit di kantong zakar dari Demam Keringat malam Sakit kepala Gejala lain HIV/AIDS . Cairan tidak normal Sakit pada saat buang air PMS pada wanita biasanya Rasa terbakar atau rasa kecil tidak menyebabkan sakit sakit selama atau setelah atau burning urination urination terkadang diikuti dengan duhtubuh dari penis Perubahan warna kulit terutama di bagian telapak tangan atau kaki. Perubahan bias menyebar ke seluruh bagian tubuh Tonjolan seperti jengger Tumbuh tomjolan seperti jengger ayam di sekitar alat ayam kelamin Sakit pada bagian bawah Rasa sakit yang muncul dan hilang. kehijauan. termasuk servik.

Penyakit gonoroe paling banyak dijumpai dalam jajaran penyakit infeksi menular seksual namun mudah di obati. umumnya ditransmisi selama proses persalinan. Konjungtivitis gonokokol ( ophthalmia neonatorum). Penyakit yang termasuk dalam kelompok IMS IMS ada banyak sekali jenisnya. korioamnionitis. rasa sakit saat kencing dan banyak kencing. dan infeksi pascapersalinan. Pada pemeriksaan akan dijumpai ujung kemaluan merah. Pada tahap lanjut. dengan atau tanpa darah Bintik ungu kebiruan pada kulit C. serta infeksi genital dan rectal.Kemerahan di ketiak. Neisseria gonorrhoeae diasosiasikan dengan rupture membrane yang premature. Beberapa diantaranya yang paling penting adalah : 1. membengkak. Gejala umumnya adalah rasa gatal dan panas diujung kemaluan. paha atau leher Mencret yang terus menerus Penurunan berat badan secara cepat Batuk. kondisi ini dapat mengarah pada perforasi kornea dan panoftalmitis. a. Masa inkubasi (waktu sebelum terjadi gejala) berkisar antara 3 sampai 5 hari setelah infeksi. diikuti pengeluaran nanah diujung kemaluan dapat bercampur darah. dan menonjol. Penyakit ini bila tidak mendapat pengobatan yang . Infeksi gonore selama kehamilan telah diasosiasikan dengan pelvicinflammatory disease (PID). Infeksi ini sering ditemukan pada trimester pertama sebelum korion berfusi dengan desidua dan mengisi kavum uteri. tergolong bakteri diplokokus berbentuk seperti buah kopi. manifestasi terserang dari infeksi perinatal. diujungnya bila dipijit akan keluar nanah. Infeksi neonatal yang lebih jarang termasuk meningitis sepsis diseminata dengan atritis. Jika tidak terapi. Infeksi Gonoroe pada Pria Bentuk yang paling sering adalah uretritis gonore anterior akuta yang dalam bahasa awam disebutnya juga kencing nanah. kelahiran premature. tetapi jika terlambat atau pengobatan yang kurang tepat dapat menimbulkan komplikasi yang fatal. Gonoroe (GO) atau kencing nanah Penyakit gonoroe adalah salah satu penyakit IMS yang disebabkan oleh Neisseria Gonorhoe.

 Jenis Tes : Pemeriksaan Nanah  Penatalaksanaan Diagnose gonore dapat dipastikan dengan menemukanN. Pemeriksaan serviks akan tampak berwarna merah. b. Infeksi Gonoroe pada wanita Infeksi pertama terkena pada wanita adalah mulut rahim. pemeriksaan mulut saluran kencing menunjukkan berwarna merah.tepat dapat menyebar kebagian alat kelamin lainnya seperti kandung kencing. Dengan pengobatan yang kurang mantap. sehingga dapat menyebarkan penyakitnya menuju liang kencing (uretritis) dengan gejala rasa sakit saat kencing. membengkak.gonorrhoeaae sebagai penyebab baik secara mikroskopik maupun kultur (biakan). dan tertutup oleh lendir bernanah. bengkak. banyak kencing dan dapt bercampur nanah. sedangkan sensitivitas dan spesifisitas dengan kultur sebesar 85-95%. Infeksi mulut rahim disebut servisitis yang bersamaan dengan infeksi vagina (liang senggama) trikomonas maka gejala klinisnya semakin menonjol yaitu rasa nyeri pada daerah punggung. prostat sampai buah zakar dan salurannya. mengeluarkan keputihan encer seperti nanah. Sensitivitas dan spesifitas dengan pewarnaan Gram dari sediaan serviks hanya berkisar antara 45-65%. Lendir yang dikeluarkan sangat infeksius (bersifat menginfeksi). penyakit akan bersifat menahun dan menjadi sumber penularan bagi orang lain serta keluarganya. perlukaan. Oleh karena itu untuk infeksi gonore tanpa komplikasi adalah pengobatan dosis tunggal. apalagi bila telah terdapat perlukaan sehingga penyebarannya kebagian bawah dan bagian atas alat kelamin semakin cepat. Pilihan terapi yang direkomendasikan adalah : o Terapi Gonorrhoea Penisilin (banyak yang resisten) Cephalosporin : Cefixime : 400 mg single dose Ceftriaxone : 250 mg IM single dose Cefotaxime : 500 mg IM single dose Quinolone (banyak yang resisten) Spectinomisin : 2 g IM single dose . bila diurut keluar nanah.

 Jenis Tes : Tes Darah  Terapi Herpes Simpleks Terapi diberikan dalam bentuk krim. diikuti dengan pembentukan keropeng atau kerang (scab). Pada pria gejala klinisnya lebih ringan. sehingga terdapt kesukaran berjalan. janin atau anaknya maka perlu resep dokter sendiri yang perlu ada tambahan obat bagi mereka. penurunan kesadaran yang disertai pusing. Setelah infeksi pertama. kulit keriput (krusta). depresi. stres. dibandingkan pada wanita. Semua virus herpes memiliki ukuran dan morfologi yang sama dan semuanya melakukan replikasi pada inti sel. Tetapi. menstruasi. Pengaktifan virus yang berdormansi tersebut dapat disebabkan penurunan daya tahan tubuh.6 hari. dan kekuningan pada kulit (jaundice) dan kesulitan bernapas atau kejang. karena sering mendapat pengobatan preventif sendiri. Herpes Simpleks Penyakit infeksi hubungan seksual dengan penyebab virus herpes simpleks tipe I dan II. HSV-1 menyebabkan munulnya gelembung berisi cairan yang terasa nyeri pada mukosa mulut.2. infeksi pada ibu hamil atau ibu menyusui. kulit tampak basah dan lebih merah. infeksi pertama HSV adalah yang paling berat dan dimulai setelah masa inkubasi 4 . alergi pada makanan. wajah dan sekitar mata. Herpes Simplex Virus sendiri dibagi menjadi dua tipe. Gejala klinisnya adalah gejala umum dalam bentuk badan panas.gelembung yang berisi cairan bening yang selanutnya dapat berkembang menjadi nanah. inflamasi dan kemerahan pada kulit (eritema) dan diikuti dengan pembentukan gelembung . Masa manifestasinya (inkubasinya) sekitar 3 minggu. Pengobatan lokal dengan salep yang mengandung idoksuridin sedangkan pengobatan sistemik mempergunakan preparat asiklovir yang cukup memberikan harapan kesembuhan. HSV-2 atau herpes genital ditularkan melalui hubungan seksual dan menyebabkan vagina terlihat seperti bercak dengan luka mungkin muncul iritasi. demam. terdapt ulkus yang dangkal. bagaimanapun kedua tipe virus tersebut dapat menyebabkan penyakit dibagian tubuh manapun. kurang tidur dan sinar ultraviolet. pil atau secara intrevena (infus). rasa nyeri yang hebat. . Gejala lokal pada genitalia terdapat pembentukan vesikel berkelompok diatas kulit. trauma pada mukosa genital. napsu makan berkurang. Biasanya hilang dalam 2 minggu infeksi. yaitu Herpes Simplex Virus tipe 1 (HSV-1) yang menyebabkan infeksi pada alat kelamin (genital). HSV memiliki kemampuan yang unik untuk bermigrasi sampai pada saraf sensorik tepi menuju spinal ganglia dan berdormansi sampai diaktifasi kembali. Gejala yang timbul meliputi nyeri. lelah atau cepat lelah.

berwarna merah. orde spirochaetaeas. Penyakit infeksi dapat menyebar ke daerah kelenjar getah bening regional yang berbentuk soliter artinya tidak ada pelekatan tanpa rasa nyeri. Infeksi berulang/kambuhan Acyclovir 2x800 mg oral (5 hari) Valacyclovir 2x500 mg oral (3 hari) c. Terapi Supresi : yang sering kambuh (> 6x/tahun) Acyclovir 400 mg oral 2 kali sehari (6 bln. tidak terasa nyeri. dan sebagiannya. terdapat infitrat (pemadatan karena serbuan sel darah putih) yang selanjutnya mengelupas dan menimbulkan perlukaan dengan ciri perlukaan dengan permukaan bersih. Sifilis atau raja singa Penyebab dari sifilis adalah treponema pallidum. membengkak. Infeksi Primer Acyckivir 3x400 mg dan Acyclovir 5x200 mg oral (7-10 hari) 2x1 g oral (7-10 hari) b. Timbul perlukaan di tempat infeksi masuk. dan pergerakannya bebas. Stadium lanjut menyerang sistem pembuluh darah dan jantung. perlukaan mendatar dapat berubah menjadi ulkus karena dindingnya tegak lurus kedalam. kulit sekitarnya tidak terdapat tanda radang. yang diserang oleh penyakit ini adalah semua organ tubuh. Penjalaran menuju janin yang sedang berkembang dalam rahim dapat menimbulkan kelainan bawaan janin dan infeksi dini saat persalinan. otak dan susunan saraf. Macam-macam sifilis Sifilis primer Dalam banyak kasus. ulkus ini tidak nyeri dan disebut ulkus durum.  A.1 tahun) Valacyclovir 500 mg oral sekali sehari (1 tahun) 3. yang jelas salah satunya gejala sifilis primer adalah rasa sakit maag di sebut chancre yang muncul dalam waktu dua sampai enam minggu setelah seseorang menjadi . Masa inkubasinya cukup panjang sekitar 10-90 hari dan rata-rata 3 minggu. sehingga cairan tubuh mengandung treponema pallidum.a.

Biasanya.   - Jenis Tes : Tes Darah Terapi Sifilis Penisilin Benzatin Benzilpenisilin G: 2. hilang sensasi fisik. Orang dengan sifilis laten lanjut (orang-orang yang tidak tahu kapan infeksi yang di peroleh) untuk memerlukan perawatan lebih agresif di bandingkan dengan infeksi laten Dini (yang telah terinfeksi kurang dari satu tahun). vagina atau anus. Sementara mereka dapat muncul dimana pada tubuh. Sementara orang dengan sifilis laten secara umum tidak di anggap menular (yang berarti sangat tidak mungkin untuk mengirim bakteri padaorang lain). bibir dan bagian tubuh lainnya.4 MIU IM single dose. tergantung pada beberapa lama orang itu sudah terinfeksi. Sifilis laten Sifilis laten (tersembunyi)di diagnose ketika seseoranng telah dihasilkan antibody terhadap bakteri tetapi tidak memiliki gejala infeksi. termasuk kelumpuhan. buta dan tuli bertahap. Sifilis laten dapat di bagi menjadi laten awal atau laten lanjut. gejala sifilis sekunder adalah ruam pada telapak tangan dan telapak kaki. palidum. C. D. Neurosifilis bisa cukup berat sehingga menyebabkan cacat permanen atau kematian. injeksi 2 tempat Procain Benzilpenisilin : 600.pallidum menginfeksi otak atau sumsum tulang belakang (system saraf pusat). yang kelompok telah munculnya gatal-gatal yang tidak menghasilkan.terinfeksi dengan T. B. ulkus muncul pada penis.000 unit IM sekali sehari selama 10-14 hari Azitromisin : 500 mg oral sekali sehari selama 10 hari Cefriaxone : 1-2 g/hari IM/IV sekali sehari selama 8-10 hari Doksisiklin : 200-300 mg/hari oral selama 10-14 hari . Lidah. Sifilis neurosifilis Hal ini terjadi ketika T. Hal ini juga dapat muncul pada leher rahim. Infeksi dapat terjadi dalam setiap tahap sifilis bias menyebabkn kerusakan neurologis yang serius. Sifilis sekunder Gejala yang paling umum adalah ruam lesi kecil mirip dengan penyakit cacar (biasanya cokelat kemerah-merahan). vulva.

cuci dengan sabun 6-10 jam setelah diaplikasikan.- Tetrasiklin : 4x500 mg selama 14 hari Kondiloma Akuminata (Kutil) Kondiloma akuminatum (KA) adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV) yang menyerang kulit alat kelamin. dengan permukaan tidak rata/berbenjol-benjol. labia mayor dan minor.5% solution atau gel 2xsehari (3hari) diikuti 4 hari bebas terapi Imiquimod 5% cream Sekali sehari sebelum tidur 3 kali seminggu selama 16 minggu. Masa inkubasi KA sulit dipastikan.  Bedah Cryosurgery Laser eksisi Local eksisi Kauterisasi .   ~ Jenis Tes : Pemeriksaan jaringan dan tes darah Terapi Kondiloma Akuminata Obat-obatan: Podofilox 0. Gambaran klinis KA berupa bintil atau benjolan sewarna daging. dengan frekuensi yang seimbang antara pria dan wanita. KA ditularkan melalui sentuhan langsung. Pada pria. daerah rambut kemaluan dan di buah zakar. terbanyak pada kelompok umur 17-33 tahun. batang penis. tempat yang sering terkena adalah glans penis (topi baja). rata-rata sekitar 3 bulan. lesi KA sering timbul di liang vagina. serta sekitar anus. Pada wanita. KA disebut juga kutil kelamin. Kelainan ini sering ditemukan pada dewasa muda. penyakit jengger ayam atau brondong jagung. misalnya trauma pada saat hubungan seksual.

anal. Pada pria. . Gejala yang kadang muncul pada wanita yaitu rasa panas terbakar pada pinggul. dan dapat mengakibatkan bayi tertular dari ibunya selama masa persalinan. Jika Tanpa perawatan. Klamidia dapat menyebabkan infeksi serius reproduksi dan masalah-masalah kesehatan lainnya dengan baik jangka pendek maupun jangka panjanglamydia trachomatis. infeksi terjadi pada saluran kencing (urethritis) gejalanya : keluarnya putih dari penis dengan atau tanpa rasa sakit pada kencing (dysuria) dan menyebabkan peradangan pada daerah pernyimpanan dan kantung sperma (epididymitis). dapat merusak alat reproduksi manusia dan penyakit mata. Antara setengah dan tiga perempat dari semua wanita yang mengidap Klamidia pada leher rahim (cervicitis) tidak memiliki gejala dan tidak tahu bahwa mereka terinfeksi.Klamidia Penyakit Klamidia tergolong dalam infeksi menular seksual (IMS) pada manusia yang disebabkan oleh bakteri Chlamidia trachomatis dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal. atau oral.   Jenis Tes : Pemeriksaan cairan atau lendir Terapi Klamidia Azitromisin : 1 g oral single dose Doksisiklin : 2x100 mg selama 7 hari Amoksisilin : 3x500 mg oral selama 7 hari Eritromisin : 4x500mg oral selama 7 hari Clarithromisin: 2x250 mg oral selama 7 hari Quinolone : Levofloksasin : 1x500 mg oral selama 7 hari Ofloksasin : 2x200 mg oral selama 7 hari Ulkus Mole (Chancroid) Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi.

Gejala yang muncul antara lain:lelah. pinggirnya tidak teratur o Keluar nanah dan rasa nyeri o Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin o Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri. diare. kerongkongan terasa pahit. Hepatitis Hepatitis diindikasi sebagai salah satu penyakit akibat infeksi virus DNA (hepatitis B) atau RNA (hepatitis C) yang terjadi pada (organ) hati.vomitus. kehilangan nafsu makan. yang menyebabkan perasangan pada sel hati dengan segala akibatnya. demam tinggi serta vomitus. ~ Cara Penularan . Terdeteksi adanya hepatitis virus ABCDEF. otot terasa pegal. o Komplikasi yang mungkin terjadi : kematian janin pada ibu hamil yang tertular. Memiliki masa inkubasi antara 45-160 hari dan mengenai pada seluruh usia. demam. namun yang berkaitan dengan PMS adalah B dan C.Tes laboratorium untuk mendeteksinya dengan pewarnaan Gram dan Biakan agar selama seminggu. diare dan sakit kuning.Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain : o Luka lebih dari diameter 2 cm o Cekung. sakit kepala. nafsu makan menurun. 1. memudahkan penularan infeksi HIV. Gejala yang muncul meliputi: lelah. otot pegal-pegal dan sakit perut. Hepatitis C Gejala biasanya baru muncul 10-15 tahun setelah terinfeksi. mual. sakit perut.

ascites. antara lain: air mani.  Tes (diagnosa) HbsAg telah ditemukan hampir pada spesimen tubuh yang terinfeksi. menghindari stres. Gejala terburuk adalah kerusakan hati yang serius. HIV/AIDS HIV ada singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Istirahat. Namun virus ini juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual dengan proporsi yang lebih rendah (yakni dengan pemaparan antara darah wanita menstruasi yang melakukan hubungan seks dengan perlukaan akibat hepatitis pada pria pasangannya). yaitu: darah. 2. serosis bahkan kanker hati. cairan vagina ataupun ludah masuk ke tubuh manusia melalui luka yang terbuka dan bagian tubuh yang memungkinkan untuk infeksi bakteri. Obat-obatan untuk penderita hepatitis C kronis saat ini telah tersedia.  Terapi untuk penderita virus ini: asimptomatis. Hindari sebisa mungkin untuk tidak terpapar spesimen penderita. Hidup sehat dan teratur sebagai alternatif bijak untuk menghindarinya. Untuk mendeteksi. air mata.  Pencegahan Vaksin yang aman dan adekuat telah tersedia. namun masih mungkin terinfeksi hepatitis C.  Pemeriksaan darah sebagai pemeriksaan lab tambahan. Menghidari pemaparan spesimen tubuh dan kontak langsung dengan penderita. interferon. saliva. Selain itu kurangi dan hindari kebiasaan merokok dan alkoholik. tidak melakukan aktivitas berat dan memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi yang seimbang. semen.Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan . Pemberiannya dilakukan 3 kali penyuntikan selama 6 bulan berturut-turut dan semuanya dilakukan di bahu. Hepatitis B HbsAg+ berperan menyebarkan virus melalui cairan yang sudah terinfeksi. Antibodi virus ini bersifat seumur hidup setelah penderita terjangkit. Komplikasi sebagai penyebab utama hepatitis akut.kronik. darah. sayangnya terbukti tidak selalu efektif dan punta efek samping. pemeriksaan anti-hepatitis C virus ditegakkan. ASI dan urine penderita.Mediasi penularan hepatitis C yang utama adalah melalui pemakaian jarum suntik yang tidak disposible. Virus yang menyebabkan rusaknya atau melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.

Ketika sistem kekebalan tubuh sudah gagal. misalnya : lelah. yang berjumlah banyak sekali untuk melawan penyakit. bahkan dapat berlangsung hingga sepuluh tahun. Fase 3 : Fase ini dimulai ketika sel CD4 dalam tubuh sudah dikuasai virus yang pada tahap ini sudah banyak sekalidalam darah. Fase 2: Fase ini adalah tahap yang terpanjang diantara keempat fase lainnya. tetapi selalu kalah cepat dibanding dengan pembiakan HIV dalam tubuh anda. Tetapi seiring dengan semakin melemahnya sistem kekebalan. human T cell lymphotrophic virus. sistem kekebalan tubuh anda semakin melemah dan anda akan semakin sulit untuk menghindari penyakit. Berntuk virus ini selalu berubah-ubah sehingga sulit dibuat vaksin dan obat yang dapat menyembuhkan. penyakitpun mulai menyerang. Fase 1 ini ditandai dengan perasaan “tidak enak badan” seperti flu. Pelan-pelan HIV menghancurkan sel-sel CD4 dalam darah. Tes HIV yang dilakukan pada fase ini mungkin menunjukkan bahwa anda tidak terinfeksi HIV. Semakin sedikit sel CD4 yang anda miliki. demam. Memang tubuh akan melawan dengan cara mengganti sel CD4 yang rusak atau hilang dengan yang baru sebanyak mungkin. penyabab AIDS adalah lymphadenopaty associated virus (LAV). Selama fase ini hampir tidak ada gejala serta penderita terlihat dan merasa sehat-sehat saja. dalam 4 fase berikut : Fase1: Fase ini dimulai tepat setelah infeksi dan berlangsung selama beberapa minggu. para peneliti telah mengembangkan obat-obatan antivirus yang bisa dikonsumsi orang-orang dengan HIV. meski pada 20% penderita terjadi flu yang parah.human T cell leucemia virus III (HTLV III). ironisnya penyakit inilah yang mnguasai dan mengendalikan tubuh yang terinfeksi HIV dan gejala penyakitpun berkembang. Padahal sebenarnya. atau batuk yang terus-menerus. Fase 4 : . Acquired Immuno Deficiency Syndrom (AIDS) muncul setelah HIV menyerang sistem kekebalan tubuh kita selam lima hingga sepuluh tahun atau lebih. yaitu Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Untuk membantu tubuh dalam memerangi HIV ini.tubuh kita untuk berkembang biak. berat badan terus menurun. gejala-gejala ini semakin parah. HIV berkembang dari infeksi menjadi suatu penyakit yang mengancam jiwa manusia. diare. pembengkakan kelenjar limpa. Pada awalnya gejala-gejala ini ringan. Penyakit-penyakit ini adalah penyakit yang biasanya dapat dilawan sistem kekebalan tubh dengan mudah. infeksi jamur. pada fase inilah virus sedang berkembang. infeksi pada sekitar area mulut. berkeringat pada malam hari.

tampa diketahui sebabnya terutama malam hari. selanjutnya penderita didiagnosis menderita AIDS. membesarnya kelenjar getah bening 2. Resiko kesehatan yang dihadapi remaja Masa kanak-kanak ke dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial. 3.Ketika gejala-gejala penyakit (seperti tuberculosis atau cancer) menjadi semakin parah. Kebutuhan dan jenis resiko kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja mempunyai ciri yang berbeda dari anak-anak atau pun orang dewasa.sehingga mereka harus menghadapi Masa remaja memang masa transisi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Jenis risiko kesehatan reproduksi yang harus dihadapi remaja antara lain yaitu : . Cara penularannya terutama melalui hubungan seksual dan darah dengan memakai jarum suntik atau transfusi darah. 4. 5. Berat badan menurun lebih dari 10% Napsu makan berkurang Dapat disertai diare (sering buang air bersar yang encer)  jenis tes : ~ ~ Tes darah Untuk mendeteksi virus HIV : Elisa dan western blood Tes melalui spesimen saliva / ludah (Tes Oral) D. Panas badan sekitar 38oC yang hilang timbul lebih dari 3 bulan. Pada fase ini obat-obatan antivirus hanya bisa memperlambat perkembangan virus ini. gejala yang dapat muncul adalah : 1.

memiliki lebih banyak lagi faktor-faktor yang berkontribusi.· · · · · kehamilan aborsi penyakit menular seksual (PMS) kekerasan seksual serta masalah keterbatasan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan Risiko ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berhubungan. seperti: o o o o o o rasa kekhatiran dan ketakutan yang terus menerus ancaman sesama remaja jalanan pemerasan penganiayaan serta tindak kekerasan lainnya pelecehan seksual dan perkosaan Para remaja ini berisiko terpengaruh lingkungan yang tidak sehat. yaitu: · · · · · tuntutan untuk menikah muda dan hubungan seksual akses terhadap pendidikan dan pekerjaan ketidaksetaraan jender kekerasan seksual Dan pengaruh media massa maupun gaya hidup. Remaja yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap dan tidak mendapatkan perlindungan dan kasih sayang orang tua. . Mereka juga memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk mendapatkan pendidikan formal dan pekerjaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan dan pemberdayaan mereka untuk menunda perkawinan dan kehamilan serta mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki . termasuk penyalahgunaan obat. tindakan kriminalitas. serta prostitusi. Khusus bagi remaja putri. minuman beralkohol. mereka kekurangan informasi dasar mengenai keterampilan menegosiasikan hubungan seksual dengan pasangannya.

Pergilah ke dokter.  Berlaku saling setia atau berhubungan hanya dengan seorang yang di pastikan hanya berhubungan seks dengan kita saja kalau sudah menikah atau kita tidak bisa berpantang sek. puskesmas atau rumah sakit. · · Hubungan seks lewat dubur tanpa kondom (zakar masuk ke dubur) Seks oral (zakar dimasukkan ke mulut tanpa zakar ditutupi kondom) F. tetapi jangan mengobati sendiri. yang dimaksudkan dengan tidak aman adalah : · Hubungan seks lewat liang senggama tanpa kondom(zakar masuk ke vagina atau liang senggama). klinik. . YANG HARUS DI LAKUKAN JIKA TERKENA IMS Kalau terkena IMS atau curiga terkena IMS : o Cepat ke dokter. CARA PENULARAN IMS Kita bisa terkena IMS melalui hubungan seks yang tidak aman.E. Jawablah semua pertanyaan dokter dengan jujur supaya ia dapat memberikan obat yang tepat. o Jangan melakukan hubungan seks selama dalam pengobatan IMS. Ini sama dengan pantang seks atau puasa seks saat jauh dari pasangan. Dokter saja perlu melakukan tes untuk memastikan IMS yang diderita pasiennya. akan kumat pada waktu-waktu tertentu o Tes IMS tidak selalu dilakukan kecuali kalau perlu. IMS harus diobati. tidak bisa disembuhkan dan sifatnya kumatkumatan. ikuti saran dokter atau petugas kesehatan dan habiskan semua obatnya meski sakit dan gejalanya sudah hilang. Biasanya dokter memeriksa berdasarkan tanda-tanda atau gejala-gejala yang kita rasakan. Herpes misalnya. Ajak atau anjurkan semua pasangan seks yang Anda ketahui untuk juga berobat. o Beberapa IMS meskipun diobati. G. CARA MENCEGAH IMS Pencegahan Penularan lewat seks :  Absen dari seks atau tidak berhubungan seks sama sekali sehingga tidak ada cairan kelamin yang masuk kedalam tubuh. Cuma dokter yang tahu obat paling tepat untuk IMS yang diderita. Obat IMS juga berbedabeda tergantung jenis IMS-nya.

alat tindik dan sejenisnya yang bekas dipakai orang lain. Misalnya Jarum suntik.  Berhati-hati waktu menangani segala hal yang tercemar oleh darah segar. oral seks. Jika melakukan hubungan seks sebaiknya menggunakan kondom. bidan disini memberikan konseling memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang IMS. sebelum terjadi penularan IMS melalui hubungan seksual. . melakukan hubungan seks lewat dubur (anal). alat tato. Cegah infeksi degan menggunakan kondom sewaktu berhubungan seks.  Pada seseorang yang telah terkena IMS. betapa bahayanya jika melakukan hubungan seks bebas seperti berganti-ganti pasangan seks. Juga bila kita tidak bisa setia kepada pasangan kita gunakan kondom untuk berhubungan seks baik lewat liang senggama. tato. lewat mulut atau lubang dubur. H. Bila kita dapat memastikan kesetiaan pasangan kita atau tidak tau apakan dia pernah menerima transfusi darah. suntikan. IMS yang masi dapat disembuhkan sebaiknya penderita di anjurkn untuk melakukan pengobatan yang rutin. Pencegahan Penularan Cara lainnya :  Mencegah masuknya transfusi darah tambahan yang belum diperiksa kebersihannya dari IMS ke dalam tubuh kita. Seseorang yang terkena IMS di anjurkan untuk tidak berhubungan seks untuk menghindari tertularnya kepada patner seksnya.  Mencegah pemakaian alat-alat tembus kulit yang tidak suci hama atau tidak steril terhadap diri kita. PERAN BIDAN DALAM MENGATASI IMS Sebagai seorang bidan dalam hal ini dapat mengambil perannya sebagai pelaksana yaitu :  memberikan penyuluhan kepada remaja atau orang dewasa tentang seks. Jarum suntik yang abru biasanya masih dalam plastik dan dibuka dihadapan kita. dengan jarum yang tidak steril.

karna ini merupakan kewajiban kita semua untuk mengurangi tingkat kejadian pada penyakit mematikan tersebut. meberikan pengetahuan pada seluru remaja agar menghindari tidakan yang tidak bermoral tersebut karna dapat merusak masa depan mereka dan dapat menjadi penyesalah seumur hidup. Herpes simplex vinio tipe 2 dan clamidia. KESIMPULAN IMS (Infeksi Menular Seksual) merupakan salah satu penyakit yang mudah ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit yang termasuk dalam kelompok IMS di antaranya Gonore (kencing nanah) dan Kondiloma Akuminata (KA). . dan dapat melakukan berbagai tindak pencegahan. Saat ini diperkirakan 80%-90% PSK terinfeksi IMS seperti : Neisseria gonorrhoeae. Kelompok berisiko tinggi terkena infeksi menular seksual yaitu PSK (Pekerja Seks Komersial). Prilaku seksual berupa bergonta-ganti pasangan seksual akan meningkatkan penularan penyakit. Menghindari tindakan seks bebas. IMS sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. SARAN Sebagai saran dari penulis semoga setelah membaca makalah ini kita semua dapat mengerti tentang apa yang dimaksud dengan IMS ( Infeksi Menular Seksual ). baik di negara maju (industri) maupun di negara berkembang. Angka penyakit IMS di kalangan PSK (Pekerja Seks Komersial) tiap tahunnya menunjukkan peningkatan.BAB III PENUTUP A. Pekerja seks memerlukan skrining secara rutin untuk IMS seperti penggunaan kondom tidak sepenuhnya protektif. B. dengan ciri khas adanya penyebab dan kelainan yang terjadi terutama di daerah genital.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful