P. 1
Metode Pendekatan Advance Organizer

Metode Pendekatan Advance Organizer

|Views: 802|Likes:
Published by Heri Syaifudin
METODE PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER - Presentasi kuliah akta IV Universitas Tunas Pembangunan Kota Surakarta Sebagai syarat mengikuti Ujian akhir semoga bermanfaat untuk referensi. Berdasarkan teori pembelajaran kognitifnya yang dikembangkan pada tahun 1960-an, strategi advance organizer Ausubel memusatkan perhatian pada peningkatan belajar verbal yang bermakna. Berdasarkan apa yang mungkin telah diketahui siswa, pelajaran yang didasarkan pada model tiga tahap ini mempresentasikan alat advance organizer, mempresentasikan konten belajar, dan memperkuat struktur kognitif Dalam melakukan ketiga hal tersebut, model ini
membantu siswa untuk membangun struktur kognitif, menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah ada, dan menciptakan landasan bagi belajar bemakna. Model advance organizer memusatkan perhatian pada pembelajaran melalui presentasi atau ceramah, dan strateginya menekankan pembelajaran terorganisir dan logis. Karena itu, model ini ideal bagi pembelajaran verbal di semua bidang, termasuk materi software komputer, pengetahuan produk, prosedur perakitan, rencana tunjangan pegawai, dan kebijakan serta prosedur perusahaan.
Selain itu, model advance organizer ini bisa juga digunakan bersama dengan model-model lain, seperti mnemonics, model motivasi ARCS, dan belajar struktural. Pembelajaran merupakan proses komunikatif-interaktif antara sumber belajar, guru, dan siswa yaitu saling bertukar informasi. Istilah keterampilan dalam Pembelajaran Keterampilan diambil dari kata terampil (skillful) yang mengandung arti kecakapan melaksanakan dan menyelesaikan tugas dengan cekat, cepat dan tepat. Kata cekat mengandung makna tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi dari sudut pandang karakter, bentuk, sistem dan perilaku obyek yang diwaspadai. Di dalamnya terdapat unsur kreatifitas, keuletan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan (adversity) serta kecakapan menanggulangi permasalahan dengan tuntas. Istilah cepat merujuk kepada kecakapan mengantisipasi perubahan, mengurangi kesenjangan kekurangan (gap) terhadap masalah, maupun obyek dan memproduksi karya berdasarkan target waktu terhadap keluasan materi, maupun kuantitas sesuai dengan sasaran yang ditentukan. Kata tepat menunjukkan kecakapan bertindak secara presisi untuk menyamakan bentuk, sistem, kualitas maupun kuantitas dan perilaku karakteristik obyek atau karya.
Guru-guru berpengalaman tahu bahwa eksposisi (pemaparan) adalah cara yang efektif untuk membantu memperoleh medan informasi yang diyakini oleh masyarakat sebagai hal yang penting untuk diketahui. Presentation teaching model atau model pengajaran dengan presentasi adalah salah satunya. Model ini dideskripsikan sebagai salah satu pendekatan pengajaran berharga yang dapat digunakan disemua bidang study dan semua tingkat kelas. Penggunaan model presentasi yang tepat agaknya situasional, artinya penggunaannya bergantung pada tujuan yang ingin dicapai oleh guru yang bersangkutan.
Model presentasi spesifik yang disoroti di sini adalah adaptasi dari model yang disebut Advance Organizer Model. Model ini mengharuskan guru untuk menyediakan Advance Organizer bagi siswa sebelum mempresentasikan informasi baru dan untuk secara khusus berusaha memperkuat dan memperluas pemikiran selama dan setelah presentasi.
Hasil-hasil belajar model presentasi cukup jelas dan tidak rumit, dapat membantu siswa memperoleh, mengasimilasikan, dan menyimpan informasi baru, memperluas struktur konseptualnya dan mengembangkan kebiasaan mendengarkan dan memikirkan tentang informasi. Bila menggunakan model presentasi Advance Organizer, guru berusaha menstrukturisasikan lingkungan belajarnya dengan ketat. Kecuali di fase terakhir model ini, guru berperan sebagai seorang presenter aktif dan berharap siswanya menjadi pendengar aktif. Penggunaan model ini membutuhkan lingkungan fisik belajar yang kondusif untuk mempresentasikan dan mendengarkan, termasuk fasilitas-fasilitas yang tepat untuk menggunakan teknologi multimedia.

Un
METODE PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER - Presentasi kuliah akta IV Universitas Tunas Pembangunan Kota Surakarta Sebagai syarat mengikuti Ujian akhir semoga bermanfaat untuk referensi. Berdasarkan teori pembelajaran kognitifnya yang dikembangkan pada tahun 1960-an, strategi advance organizer Ausubel memusatkan perhatian pada peningkatan belajar verbal yang bermakna. Berdasarkan apa yang mungkin telah diketahui siswa, pelajaran yang didasarkan pada model tiga tahap ini mempresentasikan alat advance organizer, mempresentasikan konten belajar, dan memperkuat struktur kognitif Dalam melakukan ketiga hal tersebut, model ini
membantu siswa untuk membangun struktur kognitif, menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah ada, dan menciptakan landasan bagi belajar bemakna. Model advance organizer memusatkan perhatian pada pembelajaran melalui presentasi atau ceramah, dan strateginya menekankan pembelajaran terorganisir dan logis. Karena itu, model ini ideal bagi pembelajaran verbal di semua bidang, termasuk materi software komputer, pengetahuan produk, prosedur perakitan, rencana tunjangan pegawai, dan kebijakan serta prosedur perusahaan.
Selain itu, model advance organizer ini bisa juga digunakan bersama dengan model-model lain, seperti mnemonics, model motivasi ARCS, dan belajar struktural. Pembelajaran merupakan proses komunikatif-interaktif antara sumber belajar, guru, dan siswa yaitu saling bertukar informasi. Istilah keterampilan dalam Pembelajaran Keterampilan diambil dari kata terampil (skillful) yang mengandung arti kecakapan melaksanakan dan menyelesaikan tugas dengan cekat, cepat dan tepat. Kata cekat mengandung makna tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi dari sudut pandang karakter, bentuk, sistem dan perilaku obyek yang diwaspadai. Di dalamnya terdapat unsur kreatifitas, keuletan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan (adversity) serta kecakapan menanggulangi permasalahan dengan tuntas. Istilah cepat merujuk kepada kecakapan mengantisipasi perubahan, mengurangi kesenjangan kekurangan (gap) terhadap masalah, maupun obyek dan memproduksi karya berdasarkan target waktu terhadap keluasan materi, maupun kuantitas sesuai dengan sasaran yang ditentukan. Kata tepat menunjukkan kecakapan bertindak secara presisi untuk menyamakan bentuk, sistem, kualitas maupun kuantitas dan perilaku karakteristik obyek atau karya.
Guru-guru berpengalaman tahu bahwa eksposisi (pemaparan) adalah cara yang efektif untuk membantu memperoleh medan informasi yang diyakini oleh masyarakat sebagai hal yang penting untuk diketahui. Presentation teaching model atau model pengajaran dengan presentasi adalah salah satunya. Model ini dideskripsikan sebagai salah satu pendekatan pengajaran berharga yang dapat digunakan disemua bidang study dan semua tingkat kelas. Penggunaan model presentasi yang tepat agaknya situasional, artinya penggunaannya bergantung pada tujuan yang ingin dicapai oleh guru yang bersangkutan.
Model presentasi spesifik yang disoroti di sini adalah adaptasi dari model yang disebut Advance Organizer Model. Model ini mengharuskan guru untuk menyediakan Advance Organizer bagi siswa sebelum mempresentasikan informasi baru dan untuk secara khusus berusaha memperkuat dan memperluas pemikiran selama dan setelah presentasi.
Hasil-hasil belajar model presentasi cukup jelas dan tidak rumit, dapat membantu siswa memperoleh, mengasimilasikan, dan menyimpan informasi baru, memperluas struktur konseptualnya dan mengembangkan kebiasaan mendengarkan dan memikirkan tentang informasi. Bila menggunakan model presentasi Advance Organizer, guru berusaha menstrukturisasikan lingkungan belajarnya dengan ketat. Kecuali di fase terakhir model ini, guru berperan sebagai seorang presenter aktif dan berharap siswanya menjadi pendengar aktif. Penggunaan model ini membutuhkan lingkungan fisik belajar yang kondusif untuk mempresentasikan dan mendengarkan, termasuk fasilitas-fasilitas yang tepat untuk menggunakan teknologi multimedia.

Un

More info:

Published by: Heri Syaifudin on Sep 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/23/2015

pdf

text

original

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 1&2

METODE PENDEKATAN ADVANCE ORGANIZER

KELOMPOK – 8
No Nama No Nama

1. 2. 3. 4. 5.

Asih Tri Wahyuni Astri Wulansari Heri Syaifudin Indah Wahyuningsih Mudrik Affan Iryana

6. 7. 8. 9. 10.

Novietha Fajar Nurhandayani Putri Dwi Prasuci Rendra Yanuar Darvinda Rina Astuti Wahyu Sari Rini Widyastuti

Pendekatan Advance Organizer
Model Pendekatan Advance Organizer merupakan pendekatan yang memusatkan pada pembelajaran melalui presentasi atau ceramah, dan strateginya menekankan pembelajaran terorganisir dan logis.

Pembelajaran merupakan proses komunikatif-interaktif antara sumber belajar, guru, dan siswa. Yaitu saling bertukar informasi.

Istilah keterampilan dalam Pembelajaran Keterampilan diambil dari kata terampil (skillful) yang mengandung arti kecakapan melaksanakan dan menyelesaikan tugas dengan cekat, cepat dan tepat.

Pengertian Komponen Pembelajaran
Menurut Arief S. Sadiman, kata pembelajaran dan kata pengajaran dapat dibedakan pengertiannya. Kalau kata pengajaran hanya ada di dalam konteks guru-murid di kelas formal, sedangkan kata pembelajaran tidak hanya ada dalam konteks guru-murid di kelas formal, akan tetapi juga meliputi kegiatan belajar mengajar yang tak dihadiri oleh guru secara fisik di dalam kata pembelajaran ditekankan pada kegiatan belajar siswa melalui usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar.

Dampak Pembelajaran
Bagi guru sebagai dampak pembelajaran (instructional effect) berupa hasil yang dapat diukur sebagai data hasil belajar siswa (angka/nilai) dan berupa masukan bagi pengembangan pembelajaran selanjutnya.

Sedangkan bagi siswa sebagai dampak pengiring (nurturent effect) berupa terapan pengetahuan dan atau kemampuan di bidang lain sebagai suatu transfer belajar yang akan membantu perkembangan mereka mencapai keutuhan dan kemandirian.

Macam-macam Komponen Pembelajaran
1. Komponen pertama yaitu urutan kegiatan pembelajaran Mengurutkan kegiatan pembelajaran dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan kegiatan mengajarnya, guru dapat mengetahui bagaimana ia harus memulainya, menyajikannya dan menutup pelajaran 2. Komponen kedua yaitu metode pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh pengajar dalam menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Macam – Macam Metode Pembelajaran : a) Metode ceramah f) Metode studi kasus b) Metode demonstrasi g) Metode pembelajaran terprogram c) Metode simulasi h) Metode discovery k) Metode bermain peran d) Metode diskusi i) Metode do-look-learn e) Metode studi mandiri j) Metode praktikum

3. Komponen ketiga yaitu media yang digunakan Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Media dapat berbentuk orang/guru, alat-alat elektronik, media cetak, dsb 4. Komponen keempat yaitu waktu tatap muka Pengajar harus tahu alokasi waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan pembelajaran dan waktu yang digunakan pengajar dalam menyampaikan informasi pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran berjalan sesuai dengan target yang ingin dicapai 5. Komponen kelima yaitu pengelolaan kelas Kelas adalah ruangan belajar (lingkungan fisik) dan lingkungan sosioemosional. Lingkungan fisik meliputi: ruangan kelas, keindahan kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan sarana atau alat-alat lain, dan ventilasi dan pengaturan cahaya

Berdasarkan strategi pembelajaran, komponenkomponen yang menentukan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar meliputi :

 Siswa  Guru  Materi  Waktu  Tempat  Sarana Prasarana

Peran dan Hubungan Masing-masing Komponen Pembelajaran
1. Hubungan buku teks dengan kurikulum 2. Hubungan buku teks dengan tujuan pembelajaran 3. Hubungan buku teks dan siswa 4. Hubungan buku teks dan guru 5. Hubungan buku teks dan media pembelajaran 6. Hubungan buku teks dan strategi pembelajaran

Berdasarkan segi kontekstual, komponen pembelajaran dikelompokkan menjadi :
1. Konstruktivisme
2. Inquiry

3. Questioning
4. Masyarakat Belajar

5. Permodelan
6. Authentic Assessment

7. Refleksi

Teori Belajar Bermakna David Ausubel
Belajar menurut Ausubel adalah proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung. Perubahan terjadi dalam kemampuan seseorang untuk bertingkah laku dan berbuat dalam situasi tertentu, perubahan dalam tingkah laku hanyalah suatu reflek dari perubahan internal (berbeda dengan aliran behaviorisme, aliran kognitif mempelajari aspek-aspek yang tidak dapat diamati secara langsung seperti, pengetahuan, arti, perasaan, keinginan, kreativitas, harapan dan pikiran).

Pengertian belajar bermakna
Menurut Ausubel ada dua jenis belajar : (1) Belajar bermakna (meaningful learning) dan (2) Belajar menghafal (rote learning).

Belajar bermakna adalah suatu proses belajar di mana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar

Langkah langkah pembelajaran menurut Ausubel
a) b) Menentukan tujuan pembelajaran. Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, motivasi, gaya belajar, dan sebagainya). Memilih materi pelajaran sesuai dengan mengaturnya dalam bentuk konsep-konsep inti. karakteristik siswa dan

c)

d) e)

Mengidentifikasikan prinsip-prinsip yang harus dikuasai peserta did ik darimateri tersebut Menyajikan suatu pandangan secara menyeluruh tentang apa yang harus dikuasai peserta didik Menentukan topik-topik dan menampilkannya dalam bentuk advance organizer yang akan dipelajari siswa. Mempelajari konsep-konsep inti tersebut, dan menerapkannya dalam bentuk nyata/konkret. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.

f)

g) h)

Prosedur pengembangan belajar bermakna melalui advance organizer
Berlandaskan konsep belajar bermakna di atas, Ausubel menyatakan bahwa faktor tunggal yang sangat penting dalam proses pembelajaran adalah apa yang telah diketahui oleh siswa berupa materi pelajaran yang telah dipelajarinya.
Karena menurut Ausubel mengajar menstrukturkan apa yang dipelajari. adalah upaya

Fungsi dan tujuan Advance Organizer
Advance organizer mempunyai tiga tujuan sebagai berikut 1. Memberi arahan bagi siswa untuk mengetahui apa yang terpenting dari materi yang akan dipelajarinya;

2. Meng highlight diantara hubungan-hubungan yang akan dipelajari;
3. Dan memberikan penguatan terhadap pengetahuan yang diperoleh/dipelajari;

Karakteristik Advance Organizer
1. Advance Organizer adalah perkenalan materi pelajaran. 2. Merelevansikan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru.

3. Advance Organizer merupakan konsep generik tingkat tinggi yang dipresentasikan sebelum pelajaran dimulai ke dalam konsep-konsep yang lebih spesifik. 4. Advance Organizer membuat hubungan Explicit antara pengetahuan utama dengan pelajaran yang disajikan.

KESIMPULAN & PENUTUP
Komponen pembelajaran merupakan pendekatan belajar yang mendekatkan materi yang dipelajari oleh siswa dengan konteks kehidupan sehari- hari siswa. Jika dilaksanakan dengan baik pembelajaran konstektual dapat meningkatkan makna pembelajaran ini pada gilirannya menimbulkan hasil belajar siswa, baik hasil belajar yang berupa kemampuan dasar maupun kemampuan fungsional.

Pendekatan pembelajaran konstektual memerlukan guru yang gemar mempelajari konteks untuk dikaitkan dengan materi pelajaran yang diajarkan.

sEkIaN & TeRiMa KaSiH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->