P. 1
HIMPUNAN

HIMPUNAN

|Views: 22|Likes:
Published by Christian Yaputra

More info:

Published by: Christian Yaputra on Sep 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

1

Struktur Diskrit

Oleh:

Sunaryo Winardy, S.Kom

Pustaka
Kenneth H. Rosen, Discrete Mathematics and its
Applications, 3
rd
edition.


2
Evaluasi
 Ujian Mid Semester: 30%
 Ujian Final Semester: 40%
 Tugas: 30%
 Total: 100%



 Keterlambatan 20 menit
Buku Pegangan:
Judul: Discrete Mathematics and Its Applications
Pengarang: Kenneth H. Rosen
Penerbit: McGraw-Hill, Singapore
Edisi: Ke 3, 1994

Silabus:
Himpunan
Relasi & fungsi
Kombinatorik
Aljabar Boolean
Induksi Matematik
Graph
Tree
Fungsi Pembangkit dan relasi rekursi

Bab I
Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda.

Himpunan dilambangkan dalam simbol A, B, C, …, Z
Obyek atau unsur atau elemen dilambang-kan dengan simbol
a, b, c, … atau 1, 2, 3, …
Keanggotaan atau Enumerasi dilambangkan dengan “e”
Cth : A = { x e Bulat | 1 ≤ x ≤ 5 }
A = {1, 2, 3, 4, 5}

Perhatikan perbedaan antara himpunan dan anggota
himpunan di mana { a } ≠ a, {{a}} ≠ { a }.




Simbol-simbol Baku :
P = himpunan bilangan bulat positif = { 1, 2, 3, ...}
N = himpunan bilangan alami (natural) = { 1, 2, ...}
Z = himpunan bilangan bulat ={...,-2, -1, 0, 1, 2,...}
Q = himpunan bilangan rasional
R = himpunan bilangan riil
C = himpunan bilangan kompleks
Dasar – dasar Teori Himpunan
(Lanj.)
 A = { x e P | 3 < x < 9 }
 B = { x e Genap | x < 15 }
 C = { x e P | 4 + x = 3 }
 D = { x e P | x
2
+ 1 = 10 }

 E = { x e Huruf Vokal | x bukan “a” atau
“I” }



Himpunan yang berada dalam himpunan semesta
dapat digambarkan dengan menggunakan
Diagram Venn seperti gambar di bawah ini :
A
B
c
Himpunan bagian (_)
Jika A dan B adalah himpunan – himpunan, maka A disebut
himpunan bagian (subset) dari B, jika dan hanya jika setiap
anggota A merupakan anggota B. Sebagai contoh :

a. 2 e {1, 2, 3}
b. {2} e {1, 2, 3}
c. 2 _ {1, 2, 3}
d. {2} _ {{1}, {2}}
e. {2} e {{1], {2}}
f. {1, 2, 3} _ {1, 2, 3}


 A= B jika dan hanya jika A _ B dan B _ A

 Contoh : Diketahui
 A = Himpuna bilangan genap
 B = {x | x = 2k untuk setiap bilangan bulat k}
 C = {x | x = 2p-1 untuk setiap bilangan bulat
p}

Apakah A=B?; A=C?



Himpunan semesta (Ɛ) adalah himpunan yang mencakup semua
objek yang dibicarakan.

Himpunan kosong (ᴓ) adalah himpunan yang tidak memiliki
anggota atau elemen.
Operasi pada Himpunan
1. Irisan
2. Gabungan
3. Komplemen
4. Selisih
Irisan
Irisan dua buah himpunan A dan B ( A ∩ B )
adalah himpunan semua elemen x dalam S
sedemikian sehingga x anggota A dan
sekaligus x juga anggota B.




Contoh :
A = { a, b, c, d}
B = { f, b, d, g}
A · B = B · A= {b, d}

Gabungan
Gabungan dua buah himpunan A dan B (A U B)
adalah himpunan semua elemen-elemen
anggota A dan anggota B.



Contoh :
A = { a, b, c, d}
B = { f, b, d, g}
A U B = B U A= {a, b, c, d, f, g}

Komplemen
Komplemen himpunan A ( Ᾱ ) adalah himpunan
semua elemen yang bukan anggota A dalam U


Contoh :
A‟={x|x e A}

Selisih
Selisih himpunan B dari himpunan A (A – B)
adalah himpunan semua elemen x yang
anggotanya A tetapi x bukan anggota B.

Contoh :
A = {a, b, c, d}
B = {f, b, d, g}
A – B = {a, c}
B – A = {f, g}

Contoh:
Misalkan diketahui himpunan-himpunan U, A,B,C :
U={a,b,c,d,e,f,g} A={a,b,c,d,e} B={a,c,e,g}
C={b,e,f,g}
Tentukan :
1. A C 2. B · A
3. C - B 4. B‟
5.A‟-B 6.B‟ C
7. (A-C)’ 8. C’ ·A
9. (A-B’)’ 10. (A·A’)’
Jawab :
U={a,b,c,d,e,f,g} A={a,b,c,d,e} B={a,c,e,g}
C={b,e,f,g}
1. AC ={a,b,c,d,e,f,g}=U
2. B·A ={a,c,e}
3. C-B={b,f}
4. B‟ ={b,d,f}
5. A‟-B ={f}
6. B‟ C ={b,d,e,f,g}
7. (A-C)’ = {b,e,f,g}
8. C’ ·A = {a,c,d}
9. (A-B’)’ = {b,d,f,g}
10.(A ·A’)’ = U
Survei di terminal Cengkareng menunjukkan bahwa dari 300
orang penumpang yang akan berangkat ke terminal Singapore,
ada 160 orang yang mengunjungi Singapore, 160 orang
mengunjungi Malaysia, dan 110 orang mengunjungi Hong
Kong. Sebanyak 50 orang diantaranya pergi ke Malaysia dan
kemudian ke Hong Kong, dan diantara yang 50 orang ini
sebanyak 30 orang terlebih dahulu menghabiskan waktu di
Singapore. Sebanyak 50 orang hanya mengganti pesawat di
Singapore dan kemudian langsung ke Hong Kong., dan 80
orang hanya mengunjungi Singapore. Ada berapa banyak
diantaranya yang hanya mengganti pesawat di Singapore untuk
mengunjungi Malaysia?
Survei di terminal Polonia menunjukkan bahwa dari 300 orang
penumpang yang akan berangkat ke terminal Cengkareng, ada
125 orang yang mengunjungi Malang, 120 orang mengunjungi
Yogyakarta, dan 110 orang mengunjungi Surabaya. Diantara
penumpang yang pergi ke Yogyakarta, setelah istirahat 2 hari
kemudian 40 orang diantaranya melanjutkan perjalanan ke
Surabaya, dan setelah beberapa hari di Surabaya 20 orang
diantaranya terus ke Malang. Sebanyak 50 orang langsung ke
Surabaya, dan 80 orang langsung ke Malang. Ada berapa banyak
diantaranya yang tinggal di Cengkareng?
Identitas Himpunan
 Identity :
 Idempotent :
 Komplemen :
 Domination :
 Double negation:
 Penyerapan :
 Commutative :
 Associative :

Topic #1.1 – logika proposisi: Equivalences
A 0 A A U A = = ·
S U A 0 0 A = = ·
A A A A A A = = ·
A A =
A B B A A B B A = · = ·
C) B ( A C B) (A
C) B ( A C B) (A
=
· · = · ·
S A A 0 A A = = ·
A B) A ( A A B) A ( A = · = ·
 Distributif:


 De Morgan:








Topic #1.1 – logika proposisi: Equivalences
Augustus
De Morgan
(1806-1871)
C) (A B) (A C) (B A
C) (A B) (A C) (B A
· · = ·
· = ·
0 A A
A A
= ·
= U
( )
( ) B A B A
B A B A
= ·
· =
) p q ( ) q (p q p
q) (p q) (p q p
· · = ©
· · = ©
Perkalian Himpunan

Notasi: A × B = {(a, b) | a e A dan b e B }

Contoh :
Misalkan C = { 1, 2, 3 }, dan D = { a, b }, maka
C × D = { (1, a), (1, b), (2, a), (2, b), (3,
a), (3, b) }
Perkalian Himpunan
 Pasangan berurutan (a, b) berbeda dengan
(b, a), dengan kata lain (a, b) = (b, a).
 Perkalian kartesian tidak komutatif, yaitu A
× B = B × A dengan syarat A atau B tidak
kosong.
 Jika A = C atau B = C, maka A × B = B × A
= C

Perkalian Himpunan
Contoh : Misalkan
A = himpunan makanan = { s = soto, g = gado-gado,
n = nasi goreng, m = mie rebus }
B = himpunan minuman = { c = coca-cola, t = teh, d =
es dawet }
Berapa banyak kombinasi makanan dan minuman
yang dapat
disusun dari kedua himpunan di atas?

Jawab:
4 x 3 = 12
yaitu {(s, c), (s, t), (s, d), (g, c), (g, t), (g, d), (n,
c), (n, t), (n, d), (m, c), (m, t), (m, d)}.
Perkalian Himpunan
Contoh : Daftarkan semua anggota himpunan
berikut:
(a) P(C) (b) C × P(C) (c) {C}× P(C) (d) P(P({3}))

 Penyelesaian:
(a) P(C) = {C}
(b) C × P(C) = C
(ket: jika A = C atau B = C maka A × B
= C)
(c) {C}× P(C) = {C}× {C} = {(C,C))
(d) P(P({3})) = P({ C, {3} }) = {C, {C}, {{3}}, {C, {3}} }
Multi Set
 Himpunan yang elemennya boleh berulang
(tidak harus berbeda) disebut himpunan
ganda (multiset).
misal : {1, 1, 1, 2, 2, 3}, {2, 2, 2}, {2, 3, 4}, {}.
 Multiplisitas dari suatu elemen pada
himpunan ganda adalah jumlah kemunculan
elemen tersebut pada himpunan ganda.
Contoh: M = { 0, 1, 1, 1, 0, 0, 0, 1 },
multiplisitas 0 adalah 4.
Operasi pada Multi Set
Misalkan P dan Q adalah multiset:
 P U Q adalah suatu multiset yang
multiplisitas elemennya sama dengan
multiplisitas maksimum elemen tersebut
pada himpunan P dan Q.
Contoh: P = { a, a, a, c, d, d } dan Q ={ a,
a, b, c, c },
P Q = { a, a, a, b, c, c, d, d }
Operasi pada Multi Set
 P · Q adalah suatu multiset yang
multiplisitas elemennya sama dengan
multiplisitas minimum elemen tersebut
pada himpunan P dan Q.
Contoh: P = { a, a, a, c, d, d } dan Q = { a,
a, b, c, c }
P · Q = { a, a, c }
Operasi pada Multi Set
 P – Q adalah suatu multiset yang
multiplisitas elemennya sama dengan
 multiplisitas elemen tersebut pada P
dikurangi multiplisitasnya pada Q, jika
selisihnya positif
 0 jika selisihnya nol atau negatif.

Contoh: P = { a, a, a, b, b, c, d, d, e } dan Q = { a, a,
b, b, b, c, c, d, d, f } maka P – Q = { a, e }
Operasi pada Multi Set
 P + Q, yang didefinisikan sebagai jumlah
(sum) dua buah himpunan ganda, adalah
suatu multiset yang multiplisitas elemennya
sama dengan penjumlahan dari
multiplisitas elemen tersebut pada P dan
Q.
Contoh: P = { a, a, b, c, c } dan Q = { a, b, b,
d },
P + Q = { a, a, a, b, b, b, c, c, d }
Himpunan Fuzzy
 Dalam teori himpunan klasik, sebuah
himpunan harus didefinisikan dengan jelas
(well-defined).
 Dalam teori himpunan fuzzy, batasan-
batasan yang ada dalam suatu himpunan
fuzzy lebih bersifat samar.

Himpunan Fuzzy


A ={ 1, 2, 3, ….,9}
{ } besar cukup yang bilangan x x B Z e =
{ } 10 dari kurang x x A Z e =
Himpunan Fuzzy
Jika property bersifat samar (fuzzy), maka setiap
anggota U mempunyai bobot keanggotaan.

Bobot keanggotaan menyatakan seberapa benar
anggota U tersebut memenuhi properti. Dalam
penyajian enumerasi, setiap anggota U diberi
bobot keanggotaan himpunan tersebut. Biasanya
yang bobotnya 0 tidak didaftar, kecuali untuk
keperluan tertentu.
Bobot biasanya merupakan bilangan dalam
interval [0, 1].

Himpunan Fuzzy
Misal didefinisikan sebuah himpunan :


Pengertian bilangan cukup besar di sini sangat relatif.
Misal bilangan 10.000, sejauh mana orang secara
umum bisa mengatakan bahwa bilangan 1000 ini
termasuk bilangan yang cukup besar? Untuk itu
diperlukan bobot yang merepresentasikan sejauh
mana bilangan 10.000 ini bisa dikatakan cukup besar.
Jika kita mendefinisikan bobot keanggotaan bilangan
10.000 sebesar 0,3, maka kita juga bisa
mendefinisikan bobot bilangan-bilangan asli yang lain.

Himpunan Fuzzy
5
10 = x
4
10 = x
Misal kita berikan bobot untuk beberapa bilangan
asli sebagai berikut :
bobot 0
bobot 0,3
bobot 0,35
bobot 1
2
10 = x
50
10 = x
Himpunan Fuzzy
Biasanya himpunan fuzzy dinyatakan dengan
fungsi keanggotaan
Contoh 1:
Himpunan merek-merek mobil yang mahal
didefinisikan sebagai berikut :
U = merek-merek mobil
M = himpunan mobil mahal
= {(1/mercedes),(1/BMW),(0,8/Audi),(0,6/Toyota),(0,3/daihatsu)}
CONTOH 1:
Pada himpunan semesta U ={2,3,4,5,6,7,8}, himpunan
fuzzy F yang menyatakan:
a. „integer yang mendekati sama dengan 5‟ dapat
didefinisikan sebagai berikut :


b. „integer yang dekat dengan 4‟ didefinisikan sebagai

8
1 . 0
7
4 . 0
6
85 . 0
5
0 . 1
4
85 . 0
3
4 . 0
2
1 . 0
1
+ + + + + + = F
8
0 . 0
7
1 . 0
6
4 . 0
5
8 . 0
4
0 . 1
3
8 . 0
2
4 . 0
2
+ + + + + + = F
Himpunan Fuzzy
Contoh
Kita juga dapat mendefinisikan himpunan untuk
beberapa kategori usia manusia, seperti tua dan
remaja dengan fungsi keanggotaan :
X = usia

Himpunan Fuzzy
• Tua • Remaja
¦
¦
¹
¦
¦
´
¦
<
s s
÷
>
=
20 , 0
80 20 ,
60
20
80 , 1
) (
x
x
x
x
x
Tua
µ
¦
¦
¦
¹
¦
¦
¦
´
¦
< <
÷
< <
÷
> s
s s
=
30 x 16 ,
14
x 30
10 x 7 ,
3
6 x
30 x atau 6 x 0,
16 x 10 1,
(x) μ
Remaj a
CONTOH 2 :
Tinggi badan seseorang dapat dinyatakan dalam fungsi
keanggotaan yang diberikan dalam rumus sbb :
0 , jk tinggi(x) < 1,5 m
µ
tinggi
(x) = (tinggi(x) -1,5) / 2 , jk 1,5m≤tinggi(x)≤2,1m
1 , jk tinggi(x) >2,1 m
Maka dapat ditentukan derajat ketinggian seseorang sbb


Nama Tinggi Derajat ketinggian
Ana
Ali
Amanda
Adrian
1
1,6
1,9
2,2
0
0,05
0,2
1
OPERASI HIMPUNAN
FUZZY
 UNION (GABUNGAN)
- Misal ada 2 himpunan fuzzy A dan B
dengan fungsi keanggotaan
A
(x) dan

B
(x) maka gabungan antara A dengan B
(A B) didefinisikan sebagai :

A B
(x) = max {
A
(x) ,
B
(x)},
untuk semua x e U
OPERASI HIMPUNAN FUZZY
(2)
 INTERSECTION (IRISAN)
Misal ada 2 himpunan fuzzy A dan B
dengan fungsi keanggotaan
A
(x) dan

B
(x) maka irisan antara A dengan B
(A ∩ B) didefinisikan sebagai :

A ∩ B
(x) = min {
A
(x) ,
B
(x)},
untuk semua x eU

OPERASI HIMPUNAN FUZZY
(3)
 COMPLEMENT
Komplemen dari suatu himpunan fuzzy
A dengan fungsi keanggotaan
A
(x)
didefinisikan sebagai :
μ
A‟
(x) = 1 -
A
(x) ,
untuk semua x eU


LATIHAN 1
 Misal didefinisikan himpunan fuzzy
seperti pada contoh 1, tentukan :
a. F
1
· F
2
b. F
1
F
2

c. F
1
’ d. F
2


8
1 . 0
7
4 . 0
6
85 . 0
5
0 . 1
4
85 . 0
3
4 . 0
2
1 . 0
1
+ + + + + + = F
8
0 . 0
7
1 . 0
6
4 . 0
5
8 . 0
4
0 . 1
3
8 . 0
2
4 . 0
2
+ + + + + + = F
LATIHAN 2
Diketahui derajat keanggotaa tinggi seperti
didefinisikan pada contoh 2, dan derajat
keanggotaan tua sbb :

0 , jk umur(x) < 18 thn
μ
tua
(x) = (umur(x) -18) /42 , jk 18
thn≤umur(x)≤60thn

1 , jk umur(x)>60 thn
Bila diketahui seorang dengan tinggi 1 m
dan umur 70 thn, tentukan berapa
derajat keanggotaan :
a. Tinggi atau tua orang tersebut
b. Tinggi dan tua orang tersebut
c. Orang tersebut tidak tinggi
d. Orang tersebut tidak tua

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->