Cara Mengatasi Perilaku Nakal Siswa Di Kelas

Diposkan oleh Rumah_Dani on Rabu, 26 Januari 2011
Sebagai seorang Guru peran kita sangatlah fital di sekolah apalagi kita seorang Guru kelas maupun bidang studi apa yang harus kita lakukan. Sebaik dan sebagus apa yang Guru rancang dan ciptakan ldiingkungan kelas yang positif perilaku bermasalah pada siswa atau murid akan muncul. Sebagai harus bisa menghadapinya dengan cara efektif dan tepat waktu. Hal ini mencakup beberapa hal yang harus dilakukan seorang Guru kelas/bidang studi saat menemukan atau menhadapi permasalah perilaku siswa atau murid dalam kelas.

STRATEGI MANAJEMEN KELAS Ini merupakan strategi guru dalam mengatur kelas, Pakar manajemen kelas Carolyn Evertson dan rekannya membedakan manajemen kelas menjadi 2 diantara intervensi minor dan moderasi dalam menangani perilaku bermasalah. A. INTERVESI MINOR Sebuah permasalahan dalam kelas yang hanya mengunakan intervesnsi minor atau kecil, masalah-masalah yang kerap muncul biasanya mengganggu aktifitas belajar di kelas. Misalnya, murid mungkin ribut sendiri, meninggalkan tempat duduk tanpa ijin, bercanda sendiri, atau memakan permen di kelas. Strategi yang efektif antara lain adalah:

1. Menggunakan isyarat non verbal menjalin kontak mata dengan murid. Kemudian beri isyarat atau ekspresi dengan meletakkan telunjuk jari di bibir anda, menggeleng kepala, atau menggunakan isyarat tangan untuk menghentikan perilaku tersebut. 2. Melanjutkan aktifitas belajar Akan terjadi suatu jeda dalam transisi aktifitas dalam kegiatan belajar mengajar, dimana pada jeda tersebut murid tidak melakukan aktivitas. Saat itu, murid akan kesana kemari meninggalkan tempat duduknya, mengobrol dengan temannya, bercanda dan mulai ribut. Langkah atau strategi yang tepat adalah tidak mengkoreksi tindakan mereka tetapi segera melanjutkan aktifitas baru berikutnya, masuk sub bab baru atau bab baru dalam pelajaran. 3. Dekati murid atau siswa yang rebut atau ramai

Guru bisa berkata.Disaat murid mulai bertindak menyimpang atau ramai. bersikap asertif. 2. Mengarahkan Perilaku Siswa Apabila murid/siswa mengabaikan tugas yang kita perintahkan. Memberi murid pilihan Memberi murid/siswa tanggung jawab dengan dua alternatif pilihan. Memberi tahu murid/siswa apa tindakan benar itu dan apa konsekuensi bila melanggar. Berikut adalah strategi yang bisa dilakukan: 1. Jika muncul problem atau masalah dan murid tetap keras kepala. atau mengganggu pekerjaan murid lainnya. mengganggu pelajaran. ´Baiklah. keluar dari kelas. 7. secara otomatis siswa biasanya dia akan diam sendiri. Menbuat perjanjian behavioral Membuat perjanjian yang bisa disepakati dan diterima oleh semua murid. guru mengingatkan siswa/murid tentang kewajibanny. bertindak benar atau menerima konsekuensi negatif. semua anak . 4. contoh. INTERVENSI MODERAT Ada Beberapa perilaku siswa/murid yang salah membutuhkan Intervensi yang lebih kuat dibandingkan yang baru saja dipaparkan pada intervensi minor di atas.µ 5.anak harus bisa menyelesaikan soal matematika ini. mengganggu. 6. Menyuruh murid berhenti dengan nada tegas dan langsung Menjalin kontak mata dengan murid/siswa. Untuk mengatasinya Guru harus memantau atau memperhatikan murid/siswa dan memberi petunjuk jika siswa membutuhkan. ketika murid menyalahgunakan aktifitasnya. membuat pernyataan. dan menyuruh murid menghentikan tindakannya. ingat. guru bisa merujuk pada kesepakatan bersama yang telah dibuat. Jangan memberi privilese atau aktifitas yang mereka inginkan Apabila seorang guru memperbolehkan murid untuk berkeliling kelas atau mengerjakan tugas dengan murid lain dan murid/siswa malah menyalahgunakan privilese yang guru berikan atau mengganggu pekerjaan temannya. Memberi instruksi yang dibutuhkan Kita melihat siswa melakukan kesalahan kecil saat tidak memahami cara mengerjakan tugas yang di berikan. B. Perjanjian ini harus mencakup semua masukan dari kedua belah pihak yaitu guru dan murid. singkat dan memantau situasi sampai murid/siswa patuh terhadap perintah guru. Guru cukup mendekatinya. Strategi ini bisa dilakukan dengan mengkombinasikan strategi mengarahkan perilaku murid. . maka anda bisa mencabut privilesenya.

tetapi bisa dilakukan dengan memberikan tugas mengerjakan soal atau menulis halaman tambahan.3. Sebagai Guru bisa memisahkan Murid yang nakal dari murid disekitarnya ataupun mengeluarkannya dari dalam kelas. Pisahkan atau keluarkan murid dari kelas Apabila murid bersenda gurau dan bersikap tidak mengindahkan peringatan Guru. Somaga Sukse menjadi Guru Sejatiµ Berbagai sumber . 4. Ini merupakan sebuah kumpulan teori atau pendapat yang berkaitan dengan bagaimana mengatasi permasalah siswa dalam kelas. pengalaman dan inovasi dari Guru juga bisa dilakukan. µ slamat Mencoba nya. Mengenakan hukuman atau sanksi Menggunakan hukuman atau sanksi sebaiknya tidak melakukan tindakan kekerasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful