Hewan yang dilindungi

Harimau Sumatra

Habitat
Harimau Sumatra hanya ditemukan di pulau Sumatra. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia. Harimau Sumatra mengalami ancaman akan kehilangan habitat karena daerah sebarannya seperti blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut dan hutan hujan pegunungan terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembanhunan jalan. Karena habitat yang semakin sempit dan berkurang, maka harimau terpaksa memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dimana seringkali mereka dibunuh dan ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan yang tanpa sengaja dengan manusia.

Ciri-ciri
Harimau Sumatra adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatra mempunyai warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut atau sekitar 250cm panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300 pound atau sekitar 140kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60cm. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci atau sekitar 198cm dan berat 200 pound atau sekitar 91kg. Belang Harimau Sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Warna kulit Harimau Sumatra merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.

badak Jawa pernah tersebar luas diseluruh Jawa. 1822) Ciri-ciri Fisik Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) Badak Jawa umumnya memiliki warna tubuh abu-abu kehitam-hitaman. Selain di Indonesia Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) juga terdapat di Taman Nasional Cat Tien.Nama ilmiah Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) Badak jawa Klasifikaksi Ilmiah: Kerajaan: Animalia. Memiliki satu cula. Genus: Rhinoceros. Tingginya bisa mencapai hampir 1. Populasi Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) Di Indonesia. Banten. Superfamili: Rhinocerotides. Memiliki rupa mirip dengan badak India namun tubuh dan kepalanya lebih kecil dengan jumlah lipatan lebih sedikit. Ordo: Perissodactyla. dengan panjang sekitar 25 cm namun ada kemungkinan tidak tumbuh atau sangat kecil sekali pada betina. Sekarang specimennya disimpan di Museum Zoologi Bogor. Famili: Rhinocerotidae. Badak termasuk jenis pemalu dan soliter (penyendiri). Di Sumatera saat itu badak bercula satu ini tersebar di Aceh sampai Lampung. . Di Pulau Jawa. Filum: Chordata. Badak Jawa kini hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUT). Kelas: Mammalia. Subfilum: Vertebrata. ditemukan ditembak oleh pemburu di Tasikmalaya pada tahun 1934. Individu terakhir yang di luar TNUT.Kulit Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) memiliki semacam lipatan sehingga tampak seperti memakai tameng baja. Badak Jawa dahulu diperkirakan tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa. Bibir atas lebih menonjol sehingga bisa digunakan untuk meraih makanan dan memasukannya ke dalam mulut. Spesies: Rhinoceros sondaicus (Desmarest. Vietnam.7 m. Berat badan seekor Badak Jawa dapat mencapai 900 – 2300 kg dengan panjang tubuh sekitar 2 – 4 m.

Deskripsi Anoa (Bubalus spp). quarlesi. Individu terakhir yang di luar TNUT. Famili:Bovidae. Terdapat dua jenis Anoa di Sulawesi. Upafamili:Bovinae. Sekarang specimennya disimpan di Museum Zoologi Bogor. Vietnam. Genus: Bubalus. Badak Jawa dahulu diperkirakan tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa. ditemukan ditembak oleh pemburu di Tasikmalaya pada tahun 1934. WWF – IP dan YMR pada tahun 2001 memperkirakan jumlah populasi badak di Ujung Kulon berkisar antara 50 – 60 ekor. Di Sumatera saat itu badak bercula satu ini tersebar di Aceh sampai Lampung. diperkirakan hanya 8 ekor (2007). Vietnam. Sensus terakhir yang dilaksanakan Balai TN Ujung Kulon tahun 2006 diperkirakan kisaran jumlah populasi badak Jawa adalah 20 – 27 ekor. Sedangkan populasi di di Taman Nasional Cat Tien. Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka di bumi. Di Pulau Jawa. Spesies: B. Ordo:Artiodactyla. Selain di Indonesia Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) juga terdapat di Taman Nasional Cat Tien. Badak Jawa kini hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUT). B. badak Jawa pernah tersebar luas diseluruh Jawa. Filum: Chordata. Warna bervariasi dari abu-abu hingga coklat tua dan kaki keputihputihan. Anoa disebut juga sapi hutan atau kerbau kerdil. Anoa Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Hewan. Banten. Anoa merupakan satwa terbesar daratan Sulawesi.Populasi Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) Di Indonesia. depressicorni Ciri-ciri Anoa Tubuh Anoa berukuran sekitar 1 meter dan memiliki berat 150-300 kg serta anak Anoa dilahirkan sekali setahun. Berdasarkan sensus populasi Badak Jawa yang dilaksanakan oleh Balai TNUK. yaitu Bubalus depressicornis . Kelas: Mamalia.

beruang bernama latin Helarctos malayanus ini mencapai umur 28 tahun. Adalah “endangered” (genting) – EN Cl + 2a (IUCN. 2002).(Anoa dataran rendah) dan Bubalus quarlesi (Anoa dataran tinggi). dengan bulu yang keputih-putihan atau kuning yang berbentuk “V” di dadanya. 1997). dan menyusu selama 18 bulan. Dengan ukuran tubuh ini. tuna daun. populasi Anoa merosot tajam. jumlah Anoa menurun 90% selama 15 tahun dan jenis ini sudah mengalami kepunahan setempat (Whitten. Mencapai kematangan seksual setelah berumur 3-4 tahun.Dalam kondisi liar. Penyebarannya mulai dari Bangladesh. et al. Seperti umumnya sapi liar. dan perbukitan atas sampai ketinggian 1. . Kedua jenis Anoa ini menghadapi resiko yang sangat tinggi untuk punah di alam. Status bubalus spp. Anoa dikenal agresif dan perilakuknya sulit diramalkan. maka Anoa harus melengkapi makanannya dengan mencari natrium ditempat bergaram.4 meter dengan tinggi punggungnya sekitar 70 cm. Makanan Anoa berupa buahbuahan. hutan perbukitan. rumput. Beruang madu hidup di hutan-hutan dataran rendah. Habitat dan Makanan. Dengan kukunya dan bentuk kakinya inilah Beruang madu mampu memanjat pohon-pohon yang berbatang lurus dan tinggi dengan cepat dan mudah. dan lumut. Pada saat ini. Karena hanya makan tunas pohon dan buah-buahan yang tidak banyak mengandung natrium. Beruang madu berwarna hitam. walaupun pernah ditemui dalam kelompok. Sedangkan dalam kurungan.500 meter. sebab populasinya diduga tinggal kurang dari 2500 individu dewasa dan populasi hewan ini terus menurun. Beruang madu mengandung selama 96 hari. Beruang madu dewasa mempunyai berat tubuh antara 50-65 kg. Anoa bersifat soliter. menjadikan Beruang madu sebagai beruang terkecil diantara jenis-jenis beruang lainnya yang terdapat di dunia. Beruang madu (Helarctos malayanus) mempunyai panjang tubuh sekitar 1. Kaki depannya menghadap ke dalam dan tapaknya licin. Beruang madu Ciri-ciri Beruang Madu. Moncongnya berwarna lebih cerah dari warna dadanya. pakis. usia hidup spesies beruang terkecil ini tak diketahui. Kinnaird. Binatang pemakan madu ini mampu bereproduksi sepanjang tahun. Di cagar alam Tangkoko Dua Saudara Bitung Sulawesi Utar. 1987. Beruang madu mempunyai kuku yang panjang-panjang dan terdiri dari masing-masing lima pada sepasang kaki depan dan belakang.

Caranya seekor beruang memangsa sebuah sarang madu. Kelas: Mammalia. Malaysia. Kerajaan: Animalia. Di Indonesia. Telur-telur itu menetas setelah sekitar 80 hari. ayam hutan. Warna punggung kebanyakan hijau tua kecoklatan. dengan panjang total maksimal mencapai 4 m. antara lain binatang-binatang kecil.[1] 2. di bawah pangkal ekor. Filum: Chordata. Beruang madu walaupun termasuk ke dalam ordo karnivora (pemakan daging) tetapi bersifat omnivora (pemakan segala). Sisik-sisik besar di belakang kepala (post-occipital scutes) 2-4 buah. Laos. Kegiatan mencari makan dilakukan pada malam hari. dan Vietnam. Terdapat gigir yang memanjang. buaya betina bertelur 20-80 butir. Genus: Helarctos (Horsfield 1825). seperti rawa-rawa. akan tetapi yang umum panjang buaya ini hanya sekitar 2-3 m. Famili: Ursidae. Beruang madu terdapat di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Indonesia. Spesies: Herarctos malayanus Buaya 1. yang diletakkannya dalam sebuah gundukan sarang yang dijagainya hingga anaknya menetas. buahbuahan dan daun-daun tertentu terutama pucuk-pucuk palem. burung. ialah dengan memasukkan kukukuku kaki depannya ke dalam sebuah sarang yang sudah ada madunya. Thailand. lalu menjilat madu beserta anak lebah itu dari dalamnya. Terdapat sejumlah sisik-sisik kecil di belakang dubur. oleh karena itulah binatang ini disebut “beruang madu”. Hewan ini berbiak di musim penghujan.[2] . Sisik-sisik besar di punggung (dorsal scutes) tersusun dalam 6 lajur dan 16-17 baris sampai ke belakang. Sisik perut tersusun dalam 29-33 (rata-rata 31) baris. China. Ciri-ciri fisik Buaya ini relatif kecil ukurannya. Myanmar. Habitat dan konservasi Buaya air tawar ini menyukai perairan dengan arus yang lambat.Brunei Darussalam. dengan belang ekor yang pada umumnya tidak utuh. keping tabular di kepala menaik dan menonjol di bagian belakangnya. Ordo: Carnivora. sungai di daerah dataran. India. dan danau. Klasifikasi ilmiah. nampak jelas di antara kedua matanya. Kamboja. Makanan yang paling disukainya ialah sarang lebah (anak beserta madunya).

IUCN memasukkan buaya Siam ke dalam kategori kritis (CR. Crocodylus siamensis. Listed as Critically Endangered (CR A1ac v2. IUCN 2006. Dari Malaysia dan Indonesia.Karena perburuan gelap dan rusaknya habitat buaya ini di alam. survai-survai yang berikutnya mendapatkan keberadaan sebuah populasi kecil tak-berbiak di alam di Thailand (beberapa ekor saja. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. Tubuh bagian atas Kancil atau Pelanduk berwarna coklat kemerahan. Laos bagian selatan. ISBN 979-96100-0-1 2. Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) mempunyai ukuran tubuh yang kecil seukuran dengan kelinci.[4] Di Taman Nasional Bang Sida di Thailand. Crocodile Specialist Group (1996).3) 4. yang terletak tak jauh dari Kamboja.beberapa populasi yang lebih besar dijumpai di Kamboja (total hingga sekitar 4000 individu) dan Laos. Rujukan 1.000 ekor. sayangnya. Menurut perhitungan sekarang. total populasinya di alam diperkirakan kurang dari 5. Crocodylus siamensis (Schneider 1801) . Bandung. para konservasionis mendapatkan sebuah sarang berisi bayi-bayi buaya Siam di Provinsi Savannakhet. sementara -yang menggembirakan.The Crocodile Specialist Group Kancil Ciri-ciri dan Habitat Pelanduk. 2000. sebuah populasi kecil di Vietnam (kurang dari 100 individu). di samping beberapa ribu ekor yang masih asli yang dipelihara pada berbagai tempat penangkaran. Akan tetapi untunglah.The Crocodile Specialist Group 3.[5] 3. Penerbit ITB. atau mendekati situasi itu. hal. sedangkan tengkuk bagian tengah biasanya lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya. yang tak dapat dijangkau pengunjung. Kura-kura dan Buaya Indonesia dan Papua Nugini.[3] Pada 1992 populasinya bahkan sempat dianggap punah di alam. di sekitar aliran Sungai Mekong. ada proyek reintroduksi buaya Siam ke alam liar. tersebar di beberapa tempat).T. terutama di Thailand dan Kamboja. critically endangered). Buaya Siam telah dilindungi oleh undang-undang negara Republik Indonesia. tak ada data yang baru. 162. Iskandar. Panjang tubuhnya sekitar 20-25 cm. Di penangkaran. Bagian bawah berwarna putih dengan batas . sebagian individu buaya Siam adalah merupakan hibridisasi dengan buaya muara. ^ Crocodylus siamensis Species Account . Diakses 6 Peb 2008. D.[4] Pada Maret 2005. Sejumlah buaya muda dilepas liarkan ke sebatang sungai kecil yang terpencil di taman nasional tersebut.

Raut muka Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) berwarna putih. papaya. Binatang ini mempunyai masa mengandung selama 137-155 hari dan akan menyusui bayinya hingga berusia antara 60-70 hari. Sedikitnya terdapat 6 spesies Kancil atau Pelanduk yang terdapat di Asia Tenggara. Java Mousedeer. dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Nama spesiesnya sendiri macrocephaluss diambil dari bahasa Yunani untuk "kepala besar". tanda khusus di kerogkongan dan dada bagian atas berwarna coklat tua. Tragulus napu dan Tragulus kanchil. Jawa. dan Lesser Mouse Deer. daun-daunan yang berair.Pun berbagai pepatah dan peribahasa tidak sedikit yang mempergunakan kata “Pelanduk” dan “Kancil”. Siapa yang menyangka jika kepopuleran Pelanduk dan Kancil ternyata berbalik dengan pengetahuan tentang mamalia kecil ini yang dalam status konservasi IUCN Redlist dikategorikan sebagai Data Deficient atau “Informasi Kurang”. Paus Deskripsi fisik Ciri khas dari Paus Sperma adalah kepalanya yang besar. Habitat Pelanduk atau Kancil (Tragulus javanicus) di hutan primer dan sekunder yang cukup lebat atau tanah kering di dataran rendah atau kaki bukit tidak jauh dari sungai dengan vegetasi lebat. Kalimantan. Kancil jantan tidak mempunyai tanduk tetapi mempunyai gigi taring yang yang memanjang keluar dari mulutnya.sedikit kecoklatan di tengah. kulit pisang. buah-buahan yang jatuh di tanah. Selain itu Pelanduk dapat dijumpai pula di Malaysia. Kancil atau Pelanduk merupakan binatang herbivora yang menyukai rumput. lebih-lebih untuk pejantannya. Yang sering dijumpai di Indonesia adalah Tragulus javanicus. Sedang dalam bahasa Belanda biasa disebut Kleine Kantjil. dan ketela. Javan Mousedeer. Kanchil. Berbeda dengan kulit licin . yang biasanya bisa mencapai sepertiga daripada panjang badanya. kecambah. Berbagai kisah fabel tentang kecerdikan Kancil begitu populer dan tertanam sejak kita kecil. ubi. Di Indonesia Kancil dapat ditemukan di Sumatra. terlihat seperti sebuah garis dari dagu sampai dada.Kancil atau Pelanduk merupakan spesies sebangsa Rusa dari genus Tragulus yang memiliki tubuh kecil.Pelanduk atau Kancil (Tragulus javanicus) dalam bahasa Inggris disebut Javan Chevrotain. Pelanduk atau Kancil sangat populer ditelinga bangsa Indonesia.

Tidak mengherankan kalau otak Paus Sperma adalah yang terbesar dan terberat bagi semua hewan (berat rata-ratanya 7 kg dalam paus jantan dewasa). Mereka bewarna abu-abu walaupun kadang kelihatan berwarna coklat dibawah cahaya matahari ("Great White Whale" dalam novel Melville. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) mempunyai ukuran relatif kecil. membuatnya dikenal sebagai paus arketipe (archetype). Gigi yang belum sempurna juga terdapat di bagian rahang atas. Lubang pernafasan (blowhole) terletak berdekatan dengan bagian depan kepala dan condong ke kiri (jika dilihat dari arah yang sama dengan paus). Namun. . Kepala Paus Sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda. namun gigi tersebut jarang tumbuh dan terlihat di mulut. Hipotesis ini konsisten dengan gigi yang berbentuk kerucut dan jarang-jarang. Panjang tubuh berkisar antara 90 – 150 cm dengan tinggi 60 – 95 cm. Dibandingkan subspesies macan tutul lainnya. Flukenya juga berbentuk segitiga dan amat tebal. malah ada Paus Sperma liar yang sehat dan cukup makan namun tidak bergigi. Sebagian karena Melville.yang dimiliki oleh kebanyakan paus lain. Paus Sperma juga dulu dikenal sebagai Common Cachalot Macan tutul Ciri-ciri Macan Tutul Jawa. Sirip belakangnya terletak sekitar dua pertiga dari bawah tulang belakang dan biasanya pendek dan berbentuk segitiga sama kaki. Dipercayai bahwa gigi-gigi tersebut tidak diperlukan untuk mengkonsumsi sotong. Konsensus para ilmuwan masa kini adalah gigi-gigi tersebut mungkin digunakan dalam pertengkaran antara paus jantan dalam spesies yang sama. dan pada awalnya dikira sebagai sperma. otak Paus Sperma adalah tidak begitu besar jika dibandingkan dengan ukuran badannya. Ini memberikan ciri-ciri hembusan berkembang yang jelas kearah depan. kulit bagian belakang paus sperma biasanya berkedut. Setiap gigi bisa mempunyai berat sampai satu kilogram. Paus Sperma mempunyai 20-26 pasang gigi kerucut pada rahang bawah mereka. Paus ini dinamakan karena bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya. Flukenya diangkat tinggi tinggi dari air sebelum paus melakukan penyelaman dalam. ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville. Bobot badannya berkisar 40 – 60 kg. kalaupun ada. kemungkinan adalah albino). Paus Sperma sering dihubungkan dengan Leviathan semi mistis dari cerita-cerita Alkitab. Paus Sperma (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Asal bentuk gigi ini tidaklah diketahui dengan pasti.

dan berukuran lebih kecil dari jantan. Menjadi dewasa pada usia 3-4 tahun. babi hutan. surili dan lutung hitam. Anak macan tutul akan tetap bersama induknya hingga berumur 18-24 bulan. Perilaku ini selain untuk menghindari kehilangan mangsa hasil buruan. Macan Tutul Jawa (Java Leopard) merupakan satu dari sembilan subspesies Macan Tutul (Panthera pardus) di dunia yang merupakan satwa endemik pulau Jawa. macan tutul dapat hidup berkelompok. Macan Tutul Jawa adalah binatang karnivora yang memangsa buruannya seperti kijang. Meskipun masa hidup di alam belum banyak diketahui tetapi di penangkaran. selain itu juga untuk penyimpanan persediaan makanan. kadangkadang macan tutul jantan membantu dalam hal pengasuhan anak.Macan Tutul Jawa di atas dahan Subspesies Macan Tutul yang menjadi satwa endemik pulau Jawa ini mempunyai khas warna bertutul-tutul di sekujur tubuhnya. Kucing besar ini termasuk salah satu binatang yang pandai memanjat dan berenang. Hewan langka yang dilindungi ini menjadi satwa identitas provinsi Jawa Barat. monyet ekor panjang. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) sebagaimana macan tutul lainnya adalah binatang nokturnal yang lebih aktif di malam hari. Macan tutul yang hidup dalam teritorial (ruang gerak) berkisar 5 – 15 km2. kancil dan owa jawa. Pada umumnya bulunya berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam. di mana tiap daerah tersebut ditandai dengan cakaran di batang kayu. Macan Tutul Jawa atau dalam bahasa latin disebut Panthera pardus melas menjadi kucing besar terakhir yang tersisa di pulau Jawa setelah punahnya Harimau Jawa. Macan tutul dapat hidup hingga 21-23 tahun. urine maupun kotorannya. Macan tutul jantan akan berkelana mencari pasangan dalam teritorinya masing-masing. tetapi pada saat tertentu seperti berpasangan dan pengasuhan anak. Kucing besar ini juga mampu menyeret dan membawa hasil buruannya ke atas pohon yang terkadang bobot mangsa melebih ukuran tubuhnya. Macan tutul betina umumya memiliki anak lebih kurang 2-6 ekor setiap kelahiran dengan masa kehamilan lebih kurang 110 hari. landak jawa. Dalam pola pengasuhan anak. Bersifat soliter. . Macan Tutul Jawa betina serupa. Bintik hitam di kepalanya berukuran lebih kecil.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Jalak Bali merupakan satwa yang dilarang diperdagangkan kecuali hasil penangkaran dari generasi ketiga (indukan bukan dari alam). Antara burung jantan dan betina serupa. satwa yang masuk kategori “kritis” (Critically Endangered) dalam Redlist IUCN dan nyaris punah di habitat aslinya ini dinobatkan sebagai fauna identitas (maskot) provinsi Bali. Perlindungan hukum untuk menyelamatkan satwa tersebut ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 421/Kpts/Um/8/1970 tanggal 26 Agustus 1970. Meskipun berwarna berbeda. Burung Jalak Bali ini mudah dikenali dengan ciri-ciri khusus. Jalak Bali ditemukan pertama kali oleh Dr. Jalak Bali memperoleh perhatian cukup serius dari pemerintah Republik Indonesia. Jalak bali jalak Bali (Leucopsar rothschildi) atau disebut juga Curik Bali adalah sejenis burung sedang dengan panjang lebih kurang 25 cm.Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang dimasukkan dalam status konservasi “Critically Endangered” ini mempunyai dua variasi yaitu Macan Tutul berwarna terang dan Macan Tutul berwarna hitam yang biasa disebut dengan Macan Kumbang. Burung pengicau berwarna putih ini merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bali bagian barat. Jalak Bali memiliki pipi yang tidak ditumbuhi bulu. berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabuabuan. Nama ilmiah Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dinamakan sesuai dengan nama Walter Rothschild pakar hewan berkebangsaan Inggris yang pertama kali mendiskripsikan spesies pada tahun 1912. . Karena itu. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret 1911. Sejak tahun 1991. di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Diperkirakan jumlah spesies ini yang masih mampu bertahan di alam bebas hanya sekitar belasan ekor saja. yaitu dengan ditetapkannya makhluk tersebut sebagai satwa liar yang dilindungi oleh undangundang. kedua kucing besar ini adalah subspesies yang sama. Burung ini juga merupakan satu-satunya satwa endemik Pulau Bali yang masih tersisa setelah Harimau Bali dinyatakan punah. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) merupakan satwa yang secara hidupan liar (di habitat aslinya) populasinya amat langka dan terancam kepunahan.

Bahkan pada tahun 1999. Klasifikasi Ilmiah : Kerajaan: Animalia. Sedang IUCN (International Union for Conservation of Natur and Natural Resources) memasukkan Jalak Bali dalam kategori “kritis” (Critically Endangered) yang merupakan status konservasi yang diberikan terhadap spesies yang memiliki risiko besar akan menjadi punah di alam liar atau akan sepenuhnya punah dalam waktu dekat. Kepunahan Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di habitat aslinya disebabkan oleh deforestasi (penggundulan hutan) dan perdagangan liar. Sang Maskot Bali. . Untuk menghindari kepunahan. Ordo: Aves. telah didirikan pusat penangkaran yang salah satunya berada di Buleleng. Species: Leucopsar rothschildi. Bali sejak 1995. di rampok. Tetapi tetap muncul sebuah tanya di hati saya. Famili: Sturnidae. melihat sebuah maskot yang harus dikurung dalam kerangkeng besi. Suatu hal yang ironis. mungkinkah beberapa tahun ke depan kita hanya akan menemui Jalak Bali. Selain itu sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia juga menjalankan program penangkaran Jalak Bali. Filum: Chordata. yaitu kelompok yang terancam kepunahan dan dilarang untuk diperdagangkan.Dalam konvensi perdagangan internasional bagi jasad liar CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) Jalak Bali terdaftar pada Apendix I. Padahal penangkaran ini bertujuan untuk melepasliarkan satwa yang terancam kepunahan ini ke alam bebas. di balik sangkar-sangkar kebun binatang. sebanyak 39 ekor Jalak Bali yang berada di pusat penangkaran di Taman Nasional Bali Barat.

tubuh orangutan tinggi dengan bulu/rambut yang kusut Lengan : tangan dan kaki kecil memanjang sesuai untuk memegang cabang-cabang pepohonan. Betina 90 . Orangutan Sumatra bentuk wajah oval memanjang dan menyempit. orangutan jantan mempunyai daging pipi "cheek pad" yang akan berkembang mulai dari umur 15 .20 tahun Tubuh : jantan dewasa ukuran tubuhnya dua kali lebih besar dari pada betina.60 kg Lengan : Panjang lengan 60 .Orang utan Tinggi : Jantan : 120 .90 cm.110 kg ( di alam liar ). sedangkan di karantina dapat mencapai 150 kg Betina : 40 . atau dua per tiga dari tinggi badan Warna Tubuh : Warna rambut coklat kemerahan. jempol tangan dan kaki pendek .120 cm Berat : Jantan : 70 . Orangutan Sumatra jantan mempunyai warna janggut agak merah kekuningan hingga jingga Tampilan Fisik : Wajah : sekitar mata tidak berbulu dan mempunyai telinga yang kecil.150 cm. orangutan jantan mempunyai kantung suara yang menggelantung waktu kempis. seperti berlian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful