P. 1
Hewan Yang Dilindungi

Hewan Yang Dilindungi

|Views: 41|Likes:
Published by Suci Rismayanda

More info:

Published by: Suci Rismayanda on Sep 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2013

pdf

text

original

Hewan yang dilindungi

Harimau Sumatra

Habitat
Harimau Sumatra hanya ditemukan di pulau Sumatra. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia. Harimau Sumatra mengalami ancaman akan kehilangan habitat karena daerah sebarannya seperti blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut dan hutan hujan pegunungan terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembanhunan jalan. Karena habitat yang semakin sempit dan berkurang, maka harimau terpaksa memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dimana seringkali mereka dibunuh dan ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan yang tanpa sengaja dengan manusia.

Ciri-ciri
Harimau Sumatra adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatra mempunyai warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut atau sekitar 250cm panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300 pound atau sekitar 140kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60cm. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci atau sekitar 198cm dan berat 200 pound atau sekitar 91kg. Belang Harimau Sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Warna kulit Harimau Sumatra merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.

Subfilum: Vertebrata. Populasi Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) Di Indonesia.Kulit Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) memiliki semacam lipatan sehingga tampak seperti memakai tameng baja. Sekarang specimennya disimpan di Museum Zoologi Bogor. Filum: Chordata. Kelas: Mammalia. Superfamili: Rhinocerotides. Badak Jawa dahulu diperkirakan tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa. Spesies: Rhinoceros sondaicus (Desmarest. Memiliki satu cula. Famili: Rhinocerotidae. Vietnam. . Selain di Indonesia Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) juga terdapat di Taman Nasional Cat Tien. ditemukan ditembak oleh pemburu di Tasikmalaya pada tahun 1934. Individu terakhir yang di luar TNUT. Di Sumatera saat itu badak bercula satu ini tersebar di Aceh sampai Lampung. dengan panjang sekitar 25 cm namun ada kemungkinan tidak tumbuh atau sangat kecil sekali pada betina. Banten.Nama ilmiah Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) Badak jawa Klasifikaksi Ilmiah: Kerajaan: Animalia. 1822) Ciri-ciri Fisik Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) Badak Jawa umumnya memiliki warna tubuh abu-abu kehitam-hitaman. Badak Jawa kini hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUT). badak Jawa pernah tersebar luas diseluruh Jawa. Bibir atas lebih menonjol sehingga bisa digunakan untuk meraih makanan dan memasukannya ke dalam mulut. Badak termasuk jenis pemalu dan soliter (penyendiri). Memiliki rupa mirip dengan badak India namun tubuh dan kepalanya lebih kecil dengan jumlah lipatan lebih sedikit. Tingginya bisa mencapai hampir 1.7 m. Ordo: Perissodactyla. Genus: Rhinoceros. Berat badan seekor Badak Jawa dapat mencapai 900 – 2300 kg dengan panjang tubuh sekitar 2 – 4 m. Di Pulau Jawa.

diperkirakan hanya 8 ekor (2007). Terdapat dua jenis Anoa di Sulawesi. Upafamili:Bovinae.Populasi Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) Di Indonesia. Selain di Indonesia Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) juga terdapat di Taman Nasional Cat Tien. Ordo:Artiodactyla. Di Pulau Jawa. Badak Jawa kini hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUT). ditemukan ditembak oleh pemburu di Tasikmalaya pada tahun 1934. WWF – IP dan YMR pada tahun 2001 memperkirakan jumlah populasi badak di Ujung Kulon berkisar antara 50 – 60 ekor. yaitu Bubalus depressicornis . Vietnam. Anoa merupakan satwa terbesar daratan Sulawesi. Banten. Famili:Bovidae. B. Sedangkan populasi di di Taman Nasional Cat Tien. Individu terakhir yang di luar TNUT. Spesies: B. Anoa Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Hewan. badak Jawa pernah tersebar luas diseluruh Jawa. quarlesi. Sensus terakhir yang dilaksanakan Balai TN Ujung Kulon tahun 2006 diperkirakan kisaran jumlah populasi badak Jawa adalah 20 – 27 ekor. Kelas: Mamalia. Di Sumatera saat itu badak bercula satu ini tersebar di Aceh sampai Lampung. Genus: Bubalus. depressicorni Ciri-ciri Anoa Tubuh Anoa berukuran sekitar 1 meter dan memiliki berat 150-300 kg serta anak Anoa dilahirkan sekali setahun. Anoa disebut juga sapi hutan atau kerbau kerdil. Vietnam. Berdasarkan sensus populasi Badak Jawa yang dilaksanakan oleh Balai TNUK. Warna bervariasi dari abu-abu hingga coklat tua dan kaki keputihputihan. Sekarang specimennya disimpan di Museum Zoologi Bogor. Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka di bumi. Deskripsi Anoa (Bubalus spp). Badak Jawa dahulu diperkirakan tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa. Filum: Chordata.

Anoa dikenal agresif dan perilakuknya sulit diramalkan. walaupun pernah ditemui dalam kelompok. Habitat dan Makanan. Pada saat ini. et al. Mencapai kematangan seksual setelah berumur 3-4 tahun.(Anoa dataran rendah) dan Bubalus quarlesi (Anoa dataran tinggi). . dan menyusu selama 18 bulan. Beruang madu Ciri-ciri Beruang Madu. dengan bulu yang keputih-putihan atau kuning yang berbentuk “V” di dadanya. sebab populasinya diduga tinggal kurang dari 2500 individu dewasa dan populasi hewan ini terus menurun. Beruang madu mempunyai kuku yang panjang-panjang dan terdiri dari masing-masing lima pada sepasang kaki depan dan belakang. dan lumut. Anoa bersifat soliter. maka Anoa harus melengkapi makanannya dengan mencari natrium ditempat bergaram.Dalam kondisi liar. Kedua jenis Anoa ini menghadapi resiko yang sangat tinggi untuk punah di alam. Dengan ukuran tubuh ini. Sedangkan dalam kurungan. jumlah Anoa menurun 90% selama 15 tahun dan jenis ini sudah mengalami kepunahan setempat (Whitten. hutan perbukitan. beruang bernama latin Helarctos malayanus ini mencapai umur 28 tahun. Moncongnya berwarna lebih cerah dari warna dadanya. menjadikan Beruang madu sebagai beruang terkecil diantara jenis-jenis beruang lainnya yang terdapat di dunia. populasi Anoa merosot tajam. 1997). Seperti umumnya sapi liar. 1987. rumput. Beruang madu berwarna hitam.500 meter. dan perbukitan atas sampai ketinggian 1. tuna daun. Status bubalus spp. Beruang madu (Helarctos malayanus) mempunyai panjang tubuh sekitar 1. Penyebarannya mulai dari Bangladesh. Binatang pemakan madu ini mampu bereproduksi sepanjang tahun. Beruang madu mengandung selama 96 hari. Kinnaird. Beruang madu hidup di hutan-hutan dataran rendah.4 meter dengan tinggi punggungnya sekitar 70 cm. Adalah “endangered” (genting) – EN Cl + 2a (IUCN. Beruang madu dewasa mempunyai berat tubuh antara 50-65 kg. usia hidup spesies beruang terkecil ini tak diketahui. 2002). pakis. Makanan Anoa berupa buahbuahan. Dengan kukunya dan bentuk kakinya inilah Beruang madu mampu memanjat pohon-pohon yang berbatang lurus dan tinggi dengan cepat dan mudah. Di cagar alam Tangkoko Dua Saudara Bitung Sulawesi Utar. Kaki depannya menghadap ke dalam dan tapaknya licin. Karena hanya makan tunas pohon dan buah-buahan yang tidak banyak mengandung natrium.

buaya betina bertelur 20-80 butir. China. Ordo: Carnivora. Ciri-ciri fisik Buaya ini relatif kecil ukurannya. yang diletakkannya dalam sebuah gundukan sarang yang dijagainya hingga anaknya menetas.Brunei Darussalam.[1] 2. Beruang madu terdapat di Pulau Sumatera dan Kalimantan. dengan belang ekor yang pada umumnya tidak utuh. Beruang madu walaupun termasuk ke dalam ordo karnivora (pemakan daging) tetapi bersifat omnivora (pemakan segala). Laos. Telur-telur itu menetas setelah sekitar 80 hari. sungai di daerah dataran. Malaysia. seperti rawa-rawa. lalu menjilat madu beserta anak lebah itu dari dalamnya. ialah dengan memasukkan kukukuku kaki depannya ke dalam sebuah sarang yang sudah ada madunya. Kelas: Mammalia. oleh karena itulah binatang ini disebut “beruang madu”. buahbuahan dan daun-daun tertentu terutama pucuk-pucuk palem. Famili: Ursidae. Sisik-sisik besar di punggung (dorsal scutes) tersusun dalam 6 lajur dan 16-17 baris sampai ke belakang. akan tetapi yang umum panjang buaya ini hanya sekitar 2-3 m.[2] . Kamboja. Genus: Helarctos (Horsfield 1825). Filum: Chordata. Warna punggung kebanyakan hijau tua kecoklatan. dan danau. Terdapat gigir yang memanjang. Sisik perut tersusun dalam 29-33 (rata-rata 31) baris. keping tabular di kepala menaik dan menonjol di bagian belakangnya. antara lain binatang-binatang kecil. dan Vietnam. Thailand. Habitat dan konservasi Buaya air tawar ini menyukai perairan dengan arus yang lambat. burung. Di Indonesia. Spesies: Herarctos malayanus Buaya 1. ayam hutan. nampak jelas di antara kedua matanya. Klasifikasi ilmiah. Indonesia. Caranya seekor beruang memangsa sebuah sarang madu. India. Myanmar. Kegiatan mencari makan dilakukan pada malam hari. Hewan ini berbiak di musim penghujan. Sisik-sisik besar di belakang kepala (post-occipital scutes) 2-4 buah. Kerajaan: Animalia. di bawah pangkal ekor. Makanan yang paling disukainya ialah sarang lebah (anak beserta madunya). dengan panjang total maksimal mencapai 4 m. Terdapat sejumlah sisik-sisik kecil di belakang dubur.

Bandung. di sekitar aliran Sungai Mekong. Dari Malaysia dan Indonesia. survai-survai yang berikutnya mendapatkan keberadaan sebuah populasi kecil tak-berbiak di alam di Thailand (beberapa ekor saja. yang terletak tak jauh dari Kamboja. Di penangkaran.T. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. Buaya Siam telah dilindungi oleh undang-undang negara Republik Indonesia. tersebar di beberapa tempat). Iskandar. Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) mempunyai ukuran tubuh yang kecil seukuran dengan kelinci.3) 4. D. critically endangered). di samping beberapa ribu ekor yang masih asli yang dipelihara pada berbagai tempat penangkaran. Penerbit ITB. total populasinya di alam diperkirakan kurang dari 5. Rujukan 1. sebuah populasi kecil di Vietnam (kurang dari 100 individu). terutama di Thailand dan Kamboja. Crocodylus siamensis (Schneider 1801) .The Crocodile Specialist Group 3. Tubuh bagian atas Kancil atau Pelanduk berwarna coklat kemerahan.[4] Pada Maret 2005. ^ Crocodylus siamensis Species Account . hal. 162. Listed as Critically Endangered (CR A1ac v2. sementara -yang menggembirakan. Kura-kura dan Buaya Indonesia dan Papua Nugini.beberapa populasi yang lebih besar dijumpai di Kamboja (total hingga sekitar 4000 individu) dan Laos. IUCN 2006. sayangnya. 2000. Akan tetapi untunglah. atau mendekati situasi itu. Menurut perhitungan sekarang. Crocodylus siamensis. sebagian individu buaya Siam adalah merupakan hibridisasi dengan buaya muara.[5] 3.The Crocodile Specialist Group Kancil Ciri-ciri dan Habitat Pelanduk. Bagian bawah berwarna putih dengan batas .[3] Pada 1992 populasinya bahkan sempat dianggap punah di alam. Laos bagian selatan. ISBN 979-96100-0-1 2. tak ada data yang baru. Sejumlah buaya muda dilepas liarkan ke sebatang sungai kecil yang terpencil di taman nasional tersebut. yang tak dapat dijangkau pengunjung. ada proyek reintroduksi buaya Siam ke alam liar.Karena perburuan gelap dan rusaknya habitat buaya ini di alam. Diakses 6 Peb 2008. Crocodile Specialist Group (1996). para konservasionis mendapatkan sebuah sarang berisi bayi-bayi buaya Siam di Provinsi Savannakhet. IUCN memasukkan buaya Siam ke dalam kategori kritis (CR.[4] Di Taman Nasional Bang Sida di Thailand.000 ekor. sedangkan tengkuk bagian tengah biasanya lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya. Panjang tubuhnya sekitar 20-25 cm.

papaya. Kanchil. buah-buahan yang jatuh di tanah.Pun berbagai pepatah dan peribahasa tidak sedikit yang mempergunakan kata “Pelanduk” dan “Kancil”. Sedang dalam bahasa Belanda biasa disebut Kleine Kantjil. Yang sering dijumpai di Indonesia adalah Tragulus javanicus. tanda khusus di kerogkongan dan dada bagian atas berwarna coklat tua. terlihat seperti sebuah garis dari dagu sampai dada. kecambah. Sedikitnya terdapat 6 spesies Kancil atau Pelanduk yang terdapat di Asia Tenggara. Di Indonesia Kancil dapat ditemukan di Sumatra. Nama spesiesnya sendiri macrocephaluss diambil dari bahasa Yunani untuk "kepala besar". yang biasanya bisa mencapai sepertiga daripada panjang badanya. Habitat Pelanduk atau Kancil (Tragulus javanicus) di hutan primer dan sekunder yang cukup lebat atau tanah kering di dataran rendah atau kaki bukit tidak jauh dari sungai dengan vegetasi lebat. Raut muka Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) berwarna putih. daun-daunan yang berair. Berbagai kisah fabel tentang kecerdikan Kancil begitu populer dan tertanam sejak kita kecil. Jawa. Selain itu Pelanduk dapat dijumpai pula di Malaysia. dan ketela. dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. ubi. kulit pisang. Berbeda dengan kulit licin . Siapa yang menyangka jika kepopuleran Pelanduk dan Kancil ternyata berbalik dengan pengetahuan tentang mamalia kecil ini yang dalam status konservasi IUCN Redlist dikategorikan sebagai Data Deficient atau “Informasi Kurang”. Binatang ini mempunyai masa mengandung selama 137-155 hari dan akan menyusui bayinya hingga berusia antara 60-70 hari. Java Mousedeer. Pelanduk atau Kancil sangat populer ditelinga bangsa Indonesia. Kalimantan. Javan Mousedeer.sedikit kecoklatan di tengah.Pelanduk atau Kancil (Tragulus javanicus) dalam bahasa Inggris disebut Javan Chevrotain.Kancil atau Pelanduk merupakan spesies sebangsa Rusa dari genus Tragulus yang memiliki tubuh kecil. Kancil jantan tidak mempunyai tanduk tetapi mempunyai gigi taring yang yang memanjang keluar dari mulutnya. Tragulus napu dan Tragulus kanchil. Kancil atau Pelanduk merupakan binatang herbivora yang menyukai rumput. lebih-lebih untuk pejantannya. dan Lesser Mouse Deer. Paus Deskripsi fisik Ciri khas dari Paus Sperma adalah kepalanya yang besar.

Dibandingkan subspesies macan tutul lainnya. ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) mempunyai ukuran relatif kecil. Lubang pernafasan (blowhole) terletak berdekatan dengan bagian depan kepala dan condong ke kiri (jika dilihat dari arah yang sama dengan paus). malah ada Paus Sperma liar yang sehat dan cukup makan namun tidak bergigi. Paus Sperma mempunyai 20-26 pasang gigi kerucut pada rahang bawah mereka. Panjang tubuh berkisar antara 90 – 150 cm dengan tinggi 60 – 95 cm. Hipotesis ini konsisten dengan gigi yang berbentuk kerucut dan jarang-jarang. Paus Sperma sering dihubungkan dengan Leviathan semi mistis dari cerita-cerita Alkitab. Paus Sperma (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Paus Sperma juga dulu dikenal sebagai Common Cachalot Macan tutul Ciri-ciri Macan Tutul Jawa. namun gigi tersebut jarang tumbuh dan terlihat di mulut. Paus ini dinamakan karena bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya. Dipercayai bahwa gigi-gigi tersebut tidak diperlukan untuk mengkonsumsi sotong. Ini memberikan ciri-ciri hembusan berkembang yang jelas kearah depan. otak Paus Sperma adalah tidak begitu besar jika dibandingkan dengan ukuran badannya. Namun. kulit bagian belakang paus sperma biasanya berkedut. dan pada awalnya dikira sebagai sperma.yang dimiliki oleh kebanyakan paus lain. membuatnya dikenal sebagai paus arketipe (archetype). Konsensus para ilmuwan masa kini adalah gigi-gigi tersebut mungkin digunakan dalam pertengkaran antara paus jantan dalam spesies yang sama. Kepala Paus Sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda. kemungkinan adalah albino). Bobot badannya berkisar 40 – 60 kg. . Mereka bewarna abu-abu walaupun kadang kelihatan berwarna coklat dibawah cahaya matahari ("Great White Whale" dalam novel Melville. Sebagian karena Melville. Flukenya juga berbentuk segitiga dan amat tebal. Asal bentuk gigi ini tidaklah diketahui dengan pasti. kalaupun ada. Sirip belakangnya terletak sekitar dua pertiga dari bawah tulang belakang dan biasanya pendek dan berbentuk segitiga sama kaki. Gigi yang belum sempurna juga terdapat di bagian rahang atas. Setiap gigi bisa mempunyai berat sampai satu kilogram. Flukenya diangkat tinggi tinggi dari air sebelum paus melakukan penyelaman dalam. Tidak mengherankan kalau otak Paus Sperma adalah yang terbesar dan terberat bagi semua hewan (berat rata-ratanya 7 kg dalam paus jantan dewasa).

Macan Tutul Jawa atau dalam bahasa latin disebut Panthera pardus melas menjadi kucing besar terakhir yang tersisa di pulau Jawa setelah punahnya Harimau Jawa. tetapi pada saat tertentu seperti berpasangan dan pengasuhan anak. Bersifat soliter. monyet ekor panjang. Pada umumnya bulunya berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam. urine maupun kotorannya. Macan tutul dapat hidup hingga 21-23 tahun. Macan tutul betina umumya memiliki anak lebih kurang 2-6 ekor setiap kelahiran dengan masa kehamilan lebih kurang 110 hari. Dalam pola pengasuhan anak. Macan Tutul Jawa (Java Leopard) merupakan satu dari sembilan subspesies Macan Tutul (Panthera pardus) di dunia yang merupakan satwa endemik pulau Jawa. selain itu juga untuk penyimpanan persediaan makanan. Perilaku ini selain untuk menghindari kehilangan mangsa hasil buruan. kancil dan owa jawa. Kucing besar ini juga mampu menyeret dan membawa hasil buruannya ke atas pohon yang terkadang bobot mangsa melebih ukuran tubuhnya. Macan tutul jantan akan berkelana mencari pasangan dalam teritorinya masing-masing. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) sebagaimana macan tutul lainnya adalah binatang nokturnal yang lebih aktif di malam hari. Macan Tutul Jawa betina serupa. Macan tutul yang hidup dalam teritorial (ruang gerak) berkisar 5 – 15 km2. dan berukuran lebih kecil dari jantan. di mana tiap daerah tersebut ditandai dengan cakaran di batang kayu. Macan Tutul Jawa adalah binatang karnivora yang memangsa buruannya seperti kijang. babi hutan. Anak macan tutul akan tetap bersama induknya hingga berumur 18-24 bulan. Kucing besar ini termasuk salah satu binatang yang pandai memanjat dan berenang. Menjadi dewasa pada usia 3-4 tahun. Meskipun masa hidup di alam belum banyak diketahui tetapi di penangkaran. macan tutul dapat hidup berkelompok. surili dan lutung hitam. Hewan langka yang dilindungi ini menjadi satwa identitas provinsi Jawa Barat. kadangkadang macan tutul jantan membantu dalam hal pengasuhan anak. . Bintik hitam di kepalanya berukuran lebih kecil. landak jawa.Macan Tutul Jawa di atas dahan Subspesies Macan Tutul yang menjadi satwa endemik pulau Jawa ini mempunyai khas warna bertutul-tutul di sekujur tubuhnya.

Karena itu. Jalak Bali memiliki pipi yang tidak ditumbuhi bulu. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) merupakan satwa yang secara hidupan liar (di habitat aslinya) populasinya amat langka dan terancam kepunahan.Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang dimasukkan dalam status konservasi “Critically Endangered” ini mempunyai dua variasi yaitu Macan Tutul berwarna terang dan Macan Tutul berwarna hitam yang biasa disebut dengan Macan Kumbang. . Jalak Bali ditemukan pertama kali oleh Dr. Nama ilmiah Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dinamakan sesuai dengan nama Walter Rothschild pakar hewan berkebangsaan Inggris yang pertama kali mendiskripsikan spesies pada tahun 1912. Antara burung jantan dan betina serupa. Meskipun berwarna berbeda. Jalak Bali memperoleh perhatian cukup serius dari pemerintah Republik Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Jalak Bali merupakan satwa yang dilarang diperdagangkan kecuali hasil penangkaran dari generasi ketiga (indukan bukan dari alam). di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Sejak tahun 1991. berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabuabuan. Burung Jalak Bali ini mudah dikenali dengan ciri-ciri khusus. satwa yang masuk kategori “kritis” (Critically Endangered) dalam Redlist IUCN dan nyaris punah di habitat aslinya ini dinobatkan sebagai fauna identitas (maskot) provinsi Bali. yaitu dengan ditetapkannya makhluk tersebut sebagai satwa liar yang dilindungi oleh undangundang. Perlindungan hukum untuk menyelamatkan satwa tersebut ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 421/Kpts/Um/8/1970 tanggal 26 Agustus 1970. Diperkirakan jumlah spesies ini yang masih mampu bertahan di alam bebas hanya sekitar belasan ekor saja. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret 1911. Jalak bali jalak Bali (Leucopsar rothschildi) atau disebut juga Curik Bali adalah sejenis burung sedang dengan panjang lebih kurang 25 cm. Burung ini juga merupakan satu-satunya satwa endemik Pulau Bali yang masih tersisa setelah Harimau Bali dinyatakan punah. kedua kucing besar ini adalah subspesies yang sama. Burung pengicau berwarna putih ini merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bali bagian barat.

Selain itu sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia juga menjalankan program penangkaran Jalak Bali. .Dalam konvensi perdagangan internasional bagi jasad liar CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) Jalak Bali terdaftar pada Apendix I. Tetapi tetap muncul sebuah tanya di hati saya. Suatu hal yang ironis. Famili: Sturnidae. di rampok. mungkinkah beberapa tahun ke depan kita hanya akan menemui Jalak Bali. Ordo: Aves. Klasifikasi Ilmiah : Kerajaan: Animalia. sebanyak 39 ekor Jalak Bali yang berada di pusat penangkaran di Taman Nasional Bali Barat. Bahkan pada tahun 1999. Untuk menghindari kepunahan. yaitu kelompok yang terancam kepunahan dan dilarang untuk diperdagangkan. Bali sejak 1995. Kepunahan Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di habitat aslinya disebabkan oleh deforestasi (penggundulan hutan) dan perdagangan liar. Filum: Chordata. Species: Leucopsar rothschildi. Padahal penangkaran ini bertujuan untuk melepasliarkan satwa yang terancam kepunahan ini ke alam bebas. Sedang IUCN (International Union for Conservation of Natur and Natural Resources) memasukkan Jalak Bali dalam kategori “kritis” (Critically Endangered) yang merupakan status konservasi yang diberikan terhadap spesies yang memiliki risiko besar akan menjadi punah di alam liar atau akan sepenuhnya punah dalam waktu dekat. melihat sebuah maskot yang harus dikurung dalam kerangkeng besi. telah didirikan pusat penangkaran yang salah satunya berada di Buleleng. Sang Maskot Bali. di balik sangkar-sangkar kebun binatang.

orangutan jantan mempunyai kantung suara yang menggelantung waktu kempis. sedangkan di karantina dapat mencapai 150 kg Betina : 40 . Betina 90 .Orang utan Tinggi : Jantan : 120 . Orangutan Sumatra bentuk wajah oval memanjang dan menyempit. Orangutan Sumatra jantan mempunyai warna janggut agak merah kekuningan hingga jingga Tampilan Fisik : Wajah : sekitar mata tidak berbulu dan mempunyai telinga yang kecil.110 kg ( di alam liar ).90 cm. orangutan jantan mempunyai daging pipi "cheek pad" yang akan berkembang mulai dari umur 15 . tubuh orangutan tinggi dengan bulu/rambut yang kusut Lengan : tangan dan kaki kecil memanjang sesuai untuk memegang cabang-cabang pepohonan.20 tahun Tubuh : jantan dewasa ukuran tubuhnya dua kali lebih besar dari pada betina.150 cm. atau dua per tiga dari tinggi badan Warna Tubuh : Warna rambut coklat kemerahan.60 kg Lengan : Panjang lengan 60 . jempol tangan dan kaki pendek .120 cm Berat : Jantan : 70 . seperti berlian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->