2012

Laporan Praktikum Biologi
Uji Amilum Metode Gustav Julius Von Sachs

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufiq, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan praktikum Uji Amilum Metode Sachs serta menyusun laporan kegiatan praktikum tersebut. Kegiatan praktikum bertujuan untuk pengaruh cahaya terhadap proses forosintesis pada tumbuhan dengan pigmen kloroplas hijau. Selain itu juga untuk mengamati kelangsungan proses fotosintesis pada tumbuhan hijau ketika tumbuhan

tersebut terhalangi dari paparan cahaya Metode yang digunakan adalah metode Sachs, yaitu mengamati produk yang dihasilkan dari proses anabolisme tumbuhan hijau (fotosintesis) pada kondisi penyinaran cahaya yang diatur sedemikian rupa sehingga faktor pencahayaan dijadikan variabel terikat. Sementara penyusunan
laporan kegiatan praktikum Uji Amilum ini benda bertujuan untuk melaporkan struktur, proses, hasil, dan kesimpulan yang kami peroleh dari kegiatan praktikum kami. Keberhasilan kami dalam melaksanakan praktikum serta menyelesaikan penyusunan laporan praktikum tidak lepas dari dukungan serta bantuan langsung dari berbagai pihak. Maka dari itu, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1.) Kepala SMA Negeri Ajibarang, Bapak Drs.Arif Priadi,M.Ed. Terima kasih kami ucapkan atas bimbingan dan dukungan yang senantiasa diberikan kepada seluruh stakeholders demi pembangunan sekolah kita tercinta; 2.) Bapak dan Ibu Guru SMA Negeri Ajibarang. Terima kasih kami ucapkan dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas didikan, motivasi, serta ilmu yag senantiasa ditularkan kepada kami sepanjang waktu; 3.) Orang tua kami tercinta, Ayah dan Bunda yang telah membesarkan dan mendidik kami. Terima kasih atas do’a yang selalu kalian panjatkan demi kesuksesan kami serta dukungan yang tiada henti; 4.) Guru mata pelajaran Biologi kelas XII,Bapak Suroyo Budi Raharjo,S.Pd selaku pembimbing kegiatan praktikum kami. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas bimbingan, tuntunan, didikan, serta motivasi tiada henti yang selalu Bapak berikan pada kami; 5.) Siswa-siswi SMA Negeri Ajibarang, khususnya siswa-siswi kelas XII-IPA 3. Yang senantiasa menemani kami menjalani hari-hari dalam suka dan duka. Terima kasih kami sampaikan atas dukungan yang senantiasa kawan berikan.

6.) Pihak-pihak lan yang turut mendukung dan membantu kegiatan praktikum dan penyusunan laporan yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dan bantuan anda. Kami berharap agar kegiatan praktikum dan laporan yang sederhana ini tidak hanya sekedar untuk memenuhi tugas belaka. Namun seyogyanya laporan ini dapat memberikan manfaat yang lebih bagi kami sebagai penyusun serta bagi pembaca sekalian untuk menambah khazanah pengetahuan keilmuan. Kami telah berusaha semaksimal mungkin agar laporan ini dapat disusun sedemikian baik, namun kami tentu menyadari masih terdapat banyak kekurangan dan kekeliruan. Maka, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca dan pengguna laporan ini demi perbaikan pada penyusunan laporan-laporan selanjutnya.

Ajibarang,September 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................................... i KATA PENGANTAR .................................................................................................................. ii DAFTAR ISI................................................................................................................................. iii BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH ................................................................................. 1 B. RUMUSAN MASALAH .................................................................................................. C. TUJUAN PRAKTIKUM .................................................................................................. D. MANFAAT PRAKTIKUM .............................................................................................. BAB II LANDASAN TEORI A. FOTOSINTESIS ............................................................................................................... B. UJI AMILUM METODE SACHS.................................................................................... C. HIPOTESIS....................................................................................................................... BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM A. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM .............................................................................. B. LANGKAH KERJA ......................................................................................................... C. VARIABEL PRAKTIKUM.............................................................................................. BAB IV HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN A. DATA HASIL PRAKTIKUM .......................................................................................... B. PEMBAHASAN ............................................................................................................... BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN ................................................................................................................. B. SARAN ............................................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................

Sebagai organisme autotrof. LATAR BELAKANG Tumbuhan hijau dalam konstelasi kehidupan di alam semesta memiliki peranan yang sangat krusial.2012) Di dalam proses fotosintesis terdapat reaksi terang yang dikemukakan oleh Robin Hill. Sebagai pengelola alam ini beserta isinya. Hewan dan manusia menggunakannya setiap detik untuk respirasi. maka merupakan sebuah keniscayaan bahwa manusia harus mampu memahami bagaimana alam ini bertindak dalam menjalankan prosesnya.BAB I PENDAHULUAN A. Sementara kemampuannya yang mampu mengasimilasi karbon dan menghasilkan O2 juga tidak kalah pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.Semua peranan itu dijalankan oleh tumbuhan dalam suatu reaksi yang kontinyu yang dinamakan fotosintesis. tumbuhan hijau berperan dalam penyediaan bahan makanan bagi hampir keseluruhan organisme heterotrof di biosfer ini. kami menyelenggarakan kegiatan praktikum Uji Amilum Metode Sachs ini. Fotosintesis adalah proses penyusunan zat anorganik (gula) dari zat anorganik (air dan karbon dioksida) dengan bantuan energi cahaya yang dilangsungkan oleh tumbuhan dan organisme yang memiliki klorofil (Siwi Wahyuni. karena itulah syarat mutlak agar manusia dapat menjadi pengelola alam. yaitu proses perubahan zat-zat anorganik (H2O dan CO2) oleh klorofil menjadi . Tekad kami tentu adalah untuk dapat menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya mengenai seluk-beluk proses anabolisme oleh tumbuhan. sehingga kami memiliki dasar ilmu dalam menjalankan tugas sebagai pengelola alam ini dengan kearifan. Mengingat akan pentingnya pemahaman mengenai hakikat keberlangsungan proses fotosintesis oleh tumbuhan. Karbohidrat yang dihasilkannya akan dikonsumsi oleh organisme yang lebih atas di rantai makanannya sebagi sumber energi utama.

B. membuktikan bahwa pada fotosintesis dihasilkan karbohidrat amilum. 1990). Bagaimana produk yang dihasilkan dari proses anabolisme tumbuhan pada kondisi penyinaran cahaya yang diatur sedemikian rupa sehingga faktor pencahayaan dijadikan variabel terikat. Untuk membuktikan bahwa salah satu produk proses fotosintesis adalah amilum .senyawa kimia organik yang stabil (Karbohidrat) dengan bantuan sinar matahari (Rakasyadi. Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis 2. Bagaimana kelangsungan proses fotosintesis pada tumbuhan hijau ketika tumbuhan tersebut terhalangi dari paparan cahaya? 3. Dimana CO2 tereduksi tanpa bantuan cahaya yang dikenal dengan reaksi gelap (Rakasyadi. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian latar belakang diatas. Teori Sachs (1860). Bagaimana pengaruh cahaya terhadap proses forosintesis pada tumbuhan dengan pigmen kloroplas hijau? 2. TUJUAN PRAKTIKUM Berdasarkan rumusan masalah yang telah dituliskan diatas. Praktikum ini merekonstruksi kembali metode pengujian kandungan amilum sebagai salah satu produk hasil fotosintesis melalui Metode Sachs yang pertama kali dilakukan oleh Gustav Julius Von Sachs pada tahun 1962. Kemudian Blackman juga mengemukakan penemuannya dalam reaksi fotosintesis dimana terjadi proses pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia (karbohidrat) yang terjadi hanya dengan bantuan enzim fotofosforilase. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian memakai iodine/yodium. tujuan diselenggarakannya kegiatan praktikum Uji Amilum Metode Sachs adalah sebagai berikut: 1. C. Ternyata amilum hanya terdapat pada daun-daun yang terkena sinar (Rasidin. 2000). 2000). rumusan masalah praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Reaksi antara amilum dengan iodine/yodium menghasilkan warna hitam.

2. untuk membentuk pemahaman yang komprehensif. Dapat merancang sebuah metode praktikum yang membuktikan secara empiris bahwa pada tumbuhan hijau yang mengandung kloroplas berpigmen hijau mengalami rangkaian proses fotosintesis dan proses tersebut menghasilkan amilum. logis. serta dapat tutut sera dalam membina kelangsungan proses alam yang dinamis. . 3. Dapat meningkatkan jiwa ilmiah dan disiplin ilmiah dalam mengkaji suatu permasalahan sehingga nantinya akan terbentuk peserta didik yang berkarakter ilmiah. Dari kegiatan ini maka akan diperoleh pengalaman yang dapat memberikan pemahaman yang dalam. Memperoleh pengetahuan tentang sebuah proses biologis yaitu berupa anabolisme fotoautotrof yang peranannya sangat besar bagi kelangsungan hidup seluruh organsisme di buni. manfaat yang diharapkan dapat diperoleh adalah sebagai berikut: 1. MANFAAT PRAKTIKUM Setelah melaksanakan kegiatan Praktikum Uji Amilum Metode Sach. terampil. sehingga peserta didik mampu menjadikan dirinya sebagai pengelola alam yang arif dan akuntabel. berorientasi pengkajian empiris.D.

terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun atau klorofil. Meskipun fotosintesis dapat berlangsung dalam berbagai cara pada berbagai spesies. kecuali pada organisme kemoautotrof yang hidup di bebatuan atau di lubang angin hidrotermal di laut yang dalam. yaitu sekitar 100 terawatt. dan . Organisme fotosintesis disebut fotoautotrof karena mereka dapat membuat makanannya sendiri. Fotosintesis mengubah sekitar 100–115 petagram karbon menjadi biomassa setiap tahunnya. protein ini tersimpan pada membran plasma. adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan. Organisme ini berfotosintesis dengan menggunakan zat hara. baik secara langsung (melaluiproduksi primer) maupun tidak langsung (sebagai sumber utama energi dalam makanan mereka). sedangkan pada bakteri. Misalnya. Elektron ini digunakan dalam reaksi yang mengubah karbondioksia menjadi senyawa organik. "penggabungan". Pada tumbuhan. dan air serta bantuan energi cahaya matahari. Selain energi. alga. Sebagian dari energi cahaya yang dikumpulkan oleh klorofil disimpan dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). protein ini tersimpan di dalam organel yang disebut kloroplas. Sisa energinya digunakan untuk memisahkan elektron dari zat seperti air. Pada tanaman. Fotosintesis sangat penting bagi semua kehidupan aerobik di Bumi karena selain untuk menjaga tingkat normal oksigen di atmosfer. karbon dioksida. prosesnya selalu dimulai dengan energi cahaya diserap oleh protein berklorofil yang disebut pusat reaksi fotosintesis. "menggabungkan". Tingkat penyerapan energi oleh fotosintesis sangat tinggi. Fotosintesis Fotosintesis berasal dari bahasa Yunani foto= "cahaya. makhluk hidup non-klorofil lain yang berfotosintesis adalah alga dan beberapa jenis bakteri.BAB II LANDASAN TEORI A. alga. fotosintesis dilakukan dengan memanfaatkan karbondioksida dan air serta menghasilkan produk buanganoksigen. atau kira-kira enam kali lebih besar daripadakonsumsi energi peradaban manusia. fotosintesis juga menjadi sumber karbon bagi semua senyawa organik dalam tubuh organisme. fotosintesis juga merupakan sumber energi bagi hampir semua kehidupan di Bumi. dan cyanobacteria. Pada tumbuhan." dan sintesis. beberapa cirinya selalu sama. Selain tumbuhan berklorofil.

Yang pertama dikenal sebagai PSII. hasilnya menjadi lebih banyak. dokter kerajaan Austria. yang mana hidrogen mengurangi karbondioksida. ada dua protosistem. Cornelis Van Niel menghasilkan penemuan penting yang menjelaskan proses kimia fotosintesis. yang satu menyerap sampai panjang gelombang 600 nm. Ketika cahaya biru dan merah digabungkan. Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa). menunjukkan bahwa udara yang "dipulihkan" dan "merusak" itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. seorang pastor Perancis. Dengan demikian. Ia juga menemukan bahwa tumbuhan juga 'mengotori udara' pada keadaan gelap sehingga ia lalu menyarankan agar tumbuhan dikeluarkan dari rumah pada malam hari untuk mencegah kemungkinan meracuni penghuninya. namun rangkaian reaksi yang berbeda ditemukan pada beberapa bakteri. PSI hanya mengandung klorofil a. Jean Senebier. yang merupakan pigmen merah dan biru pada alga merah dan biru. Dengan hanya cahaya merah. reaksi cahayanya dapat ditekan. Robert Emerson menemukan dua reaksi cahaya dengan menguji produktivitas Tumbuhan menggunakan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda.cyanobacteria. Dengan mempelajari bakteri sulfur ungu dan bakteri hijau. yang kedua PSI. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida. dia menjadi ilmuwan pertama yang menunukkan bahwa fotosintesis merupakan reaksi redoks yang bergantung pada cahaya. Proses ini paling produktif ketika . misalnya siklus Krebs terbalik pada Chlorobium. Jan Ingenhousz. Ini membantu mengurangi proses boros yang disebut fotorespirasi yang dapat menghabiskan sebagian dari gula yang dihasilkan selama fotosintesis. Tidak lama kemudian. Sejarah penemuan Pada tahun 1778. Akhirnya di tahun 1782. tetapi juga oleh pemberian air. Ini meliputi fikobilin. di antara pigmen lainnya. serta fukoksantol untuk alga coklat dan diatom. Banyak organisme fotosintesis memiliki adaptasi yang mengonsentrasikan atau menyimpan karbondioksida. ini dilakukan dalam suatu rangkaian reaksi yang disebut siklus Calvin. Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara. PAII mengandung terutama klorofil a dan klorofil b. mengemukakan bahwa cahaya Matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara yang "rusak". yang lainnya sampai 700 nm.

Otto Heinrich Warburg dan Dean Burk menemukan reaksi fotosintesis I-kuantum yang membagi CO2. penerima elektron terkurangi dan oksigen berkembang. yang lainnya dari kitokrom f ke satu tahap dalam mekanisme penghasilan karbohidrat. menjamin bahwa masukan energi dari kompleks antena terbagi antara sistem PSI dan PSII. Duysens dan Jan Amesz menemukan bahwa klorofil a menyerap satu cahaya. Louis N. dalam penerangan. Ilmuwan pemenang Hadiah Nobel. Banyak ilmuwan menyebut siklus ini sebagai Siklus CalvinBenson. Marcus. yang memerlukan energi untuk mengurangi kitokrom f karena itu merupakan reduktan yang baik. diaktifkan oleh respirasi. Dengan demikian. ferisianida atau benzokinon setelah sebelumnya diterangi oleh cahaya. Perangkat fotosintesis . Rudolph A.penyerapan kuantanya seimbang untuk PSII dan PSI. Dia menunjukkan bahwa kloroplasterisolasi melepaskan oksigen ketika memperleh agen pengurang tak alami seperti besi oksalat. kloroplas) → C6H12O62 + O2 yang mana A adalah penerima elektron. Benson-Calvin. Melvin Calvin dan Andrew Benson. Samuel Ruben dan Martin Kamen menggunakan isotop radioaktif untuk menunjukkan bahwa oksigen yang dilepaskan dalam fotosintesis berasal dari air.M. klorofil a (dan pigmen lainnya) akan menyerap cahaya lainnya. Reaksi Hill adalah sebagai berikut: 2 H2O + 2 CO2 + (cahaya. dan beberapa bahkan menyebutnya Siklus Calvin-BensonBassham (atau CBB). menunjukkan bahwa dua reaksi cahaya itu ada dalam satu rangkaian. bersama dengan James Bassham. yang pada gilirannya menggerakan fotosintesis. yang mengabaikan kontribusi oleh Bassham dan Benson. namun akan mengurangi kitokrom sama yang telah teroksidasi. Semua itu dihubungkan oleh plastokinon. Robert Hill berpikir bahwa suatu kompleks reaksi terdiri atas perantara ke kitokrom b6 (kini plastokinon). menjelaskan jalur asimilasi karbon (siklus reduksi karbon fotosintesis) pada Tumbuhan. Siklus reduksi karbon kini dikenal sebagai siklus Calvin. Percobaan lebih lanjut yang membuktikan bahwa oksigen berkembang pada fotosintesis Tumbuhan hijau dilakukan oleh Hill pada tahun 1937 dan 1939. berhasil menemukan fungsi dan manfaat dari rantai pengangkutan elektron. mengoksidasi kitokrom f.

Struktur kloroplas: 1. granum (kumpulan tilakoid) 8. Sel yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik ini tidak mampu melakukan proses fotosintesis. Pigmen ini merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan penting dalam menyerap energi matahari. . Pada percobaanJan Ingenhousz. membran dalam (1+2+3: bagian amplop) 4. lumen tilakoid (inside of thylakoid) 6. tilakoid (lamella) 9. ruang antar membran 3. Pada kedua jaringan ini. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan energi yang dihasilkan oleh setiap spektrum cahaya. DNA plastida 12. Perbedaan kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya tersebut disebabkan adanya perbedaan jenis pigmen yang terkandung pada jaringandaun. membran tilakoid 7. tetapi hanya pada sel yang mengandung pigmen fotosintetik. terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil. Di samping adanya perbedaan energi tersebut. membran luar 2. faktor lain yang menjadi pembeda adalah kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya yang berbeda tersebut. pati 10. ribosom 11. dapat diketahui bahwa intensitas cahaya memengaruhi lajufotosintesis pada tumbuhan. stroma 5. plastoglobula Pigmen Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiap sel. Di dalam daun terdapat mesofil yang terdiri atas jaringan bunga karang dan jaringan pagar.

Granum sendiri terdiri atas membran tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan ruang di antara membran tilakoid. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Sebagai contoh. Bila sebuah granum disayat maka akan dijumpai beberapakomponen seperti protein.500 nm). termasuk batang danbuah yang dalam kloroplas terdapat pigmen klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. yang didalamnya terdapat ruangruang antar membran yang disebut lokuli.700 nm). dan violet (< 400 nm). sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang yang disebut stroma. Kloroplas Hasil mikroskop elektron dari kloroplas Kloroplas terdapat pada semua belum bagian tumbuhan yang matang. biru (410 . Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Di berwarna hijau. yaitu panjang gelombangyang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm).600 nm). sementara klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Membran stroma ini disebut tilakoid. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . karetonoid.Dari semua radiasi Matahari yang dipancarkan. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. klorofil b. . Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran. hijau kuning (510 . hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Di dalam stroma juga terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk membentuk grana (kumpulan granum). klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. klorofil a.

Di dalam kloroplas terdapat beberapa macam klorofil dan pigmen lain. Dengan potensial redoks yang lebih besar. Membran dan organel fotosintesis . RNA. Secara keseluruhan. P680 yang teroksidasi merupakan agen pengoksidasi yang lebih kuat daripada P700.dan lipid. enzim. gula fosfat. Fotosistem Fotosistem adalah suatu unit yang mampu menangkap energi cahaya Matahari yang terdiri dari klorofil a. besi (Fe). Pigmen fotosintetik terdapat pada membran tilakoid. seperti klorofil a yang berwarna hijau muda. stroma berisi protein. Pada fotosistem I ini penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang 700 nm sehingga klorofil a disebut juga P700. Klorofil a berada dalam bagian pusat reaksi. Elektron yang dilepaskan klorofil a mempunyai energitinggi sebab memperoleh energi dari cahaya yang berasal dari molekul perangkat pigmen yang dikenal dengan kompleks antena. Energi yang diperoleh P700 ditransfer dari kompleks antena. Elektron ini selanjutnya masuk ke sistem siklus elektron. Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem. dan akseptor elektron. Fotosistem sendiri dapat dibedakan menjadi dua. dan karoten yang berwarna kuning sampai jingga. kompleks antena. klorofil b berwarna hijau tua. pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam stroma. ribosom. maupun tembaga (Cu). Pigmen-pigmen tersebut mengelompok dalam membran tilakoid dan membentuk perangkat pigmen yang berperan penting dalam fotosintesis. yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Pada fotosistem II penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap panjang gelombang 680 nm sehingga disebut P680. Sedangkan. vitamin-vitamin. Klorofil ini berperan dalam menyalurkan elektron yang berenergi tinggi ke akseptor utama elektron. DNA. dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn). akan cukup elektron negatif untuk memperoleh elektron dari molekulmolekul air.

Kloroplas ditutupi oleh suatu membran.000 kloroplas pada setiap milimeter persegi pada daun. namun memiliki beragam pigmen lainnya. yang mana protein-protein ini tersimpan di dalam mebran plasma. Stroma mengandung tumpukan (grana) tilakoid. merah (rhodophyta) dan xantofil pada alga hijau. disebut mesofil. misalnya fikosianin. Walaupun semua sel pada bagian hijau pada tumbuhan memiliki kloroplas. Pada protein tersebut semua pigmen bekerja bersama-sama secara teratur. dapat mengandung antara 450. Tempat terjadinya fotosintesis adalah membran tilakoid. Akan tetapi. Satu sel tumbuhan biasanya memiliki sekitar 10 sampai 100 kloroplas. termasuk membran yang menyerap energi cahaya. fikoeritrin pada alga dan fukoksantin pada alga cokelat dan diatom yang menghasilkan warna yang beragam pula. tumbuhan juga menggunakan pigmen seperi karoten dan xantofil. atau terkumpul menjadi vesikel yang disebut membran intrakitoplasma. Tumbuhan menyerap cahaya menggunakan pigmen klorofil. sebagian besar energinya diserap di dalam daun. . yang merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis. membran luar fosfolipid. Tilakoid berbentuk cakram datar. Alga juga menggunakan klorofil. Sel pada jaringan dalam daun. Permukaan daun secara sergam tertutupi oleh kutikula lilin yang tahan air yang melindungi daun dari penguapan yang berlebihan dan mengurangi penyerapan sinar biru atau ultraviolet untuk mengurangi pemanasan. Cara yang paling sederhana terdapat pada bakteri. Selain klorofil. fotosintesis terjadi di organel yang disebut kloroplas. karoten. Di dalam membran terdapat cairan yang disebut stroma. dan membran antara kedua membran itu. yang membentuk fotosistem. yang merupakan alasan kenapa sebagian besar tumbuhan memiliki warna hijau. dilapisi oleh membran dengan lumen atau ruang tilakoid di dalamnya. Struktur ini dapat mengisi sebagian besar bagian dalam sel. menjadikan membran itu memiliki area permukaan yang luas dan dengan demikian meningkatkan jumlah cahaya yang dapat diserap oleh bakteri.Protein yang mengumpulkan cahaya untuk fotosintesis dilengkapi dengan membran sel. Pigmen-pigmen ini terdapat pada tumbuhan dan alga pada protein antena khusus.000 sampai 800. Protein semacam itu disebut kompleks panen cahaya. yang mengandung kompleks membran integral dan kompleks membran periferal. Membran ini tersusun oleh membran dalam fosfolipid. Pada Tumbuhan dan alga. membran ini dapat terlipat dengan rapat menjadi lembaran silinder yang disebut tilakoid.

Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Proses Fotosintesis Fotosintesis terdiri dari dua tahap yang disebut reaksi terang. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar Matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. menuju mesofil. Berikut ini adalah persamaan reaksi fotosintesis yang menghasilkan glukosa: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida.Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. air. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Pada respirasi. yang membutuhkan cahaya dan melibatkan pemecahan air serta pelepasan oksigen. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. dan reaksi gelap . Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. dan energi kimia.Lapisan epidermis yang tembus pandang memungkinkan cahaya untuk masuk melalui sel mesofil palisade tempat sebagian besar fotosintesis berlangsung. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof.Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan.

kimia. alga. dan menggunakan energi dari cahaya. alga. dan bukan karbondioksida. Mereka menumbuhkannya sebagai bagian dari energi potensial mereka. Pada tumbuhan. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya Matahari. meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. yang mengubah karbon dioksida menjadi gula. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). Ini disebutfotosintesis oksigen. dan cyanobacteria. tidak semua organisme menggunakan cahaya sebagai sumber energi untuk melaksanakan fotosintesis. Pada dasarnya. Pada tumbuhan. dan cyanobacteria. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringanjaringan terdekat terlebih dahulu. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. tepatnya pada bagianstroma. jadi fotosintesis memerlukan sumber energi untuk melakukan proses ini. maupun biologi sendiri. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). karena fotoheterotrof menggunakan senyawa organik. fotosintesis menghasilkan oksigen. secara umum prosesnya cukup mirip pada organisme-organisme tersebut. Akan tetapi. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama:reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Dalam reaksi terang. Walaupun ada beberapa perbedaan antara fotosintesis oksigen pada tumbuhan. terjadi konversienergi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Karbondioksida diubah menjadi gula dalam suatu proses yang disebut fiksasi karbon. Organisme fotosintesis itu autotrof. Fiksasi karbon adalah reaksi redoks. dan elektron yang diperlukan untuk mengubah . semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. yang berarti bahwa mereka menyimpan energi. ada beberapa jenis bakteri yang melakukanfotosintesis anoksigen. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. yang menyerap karbondioksida namun tidak menghasilkan oksigen. mereka dapat menyintesis makanan langsung ari karbondioksida. Akan tetapi. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. seperti fisika. sebagai sumber energi.atau siklus Calvin. air. Namun secara umum.

reaksi untuk cahaya menyerap menggunakannya menghasilkan molekul penyimpan energi ATP dan NADPH. Pada tahap kedua. yang mana glukosa dan senyawa lainnya teroksidasi untuk menghasilkan karbondioksia. cahaya Pada dan tahap pertama. air.karbondioksida menjadi karbohidrat. fotosintesis adalah kebalikan dari respirasi sel. dan menghasilkan energi kimia. Namun. meskipun setidaknya tiga menggunakan radiasi inframerah. mikroba menggunakan cahaya matahari untuk mengoksidasi arsenit menjadi arsenat: Persamaan untuk reaksinya adalah sebagai berikut: CO2 + (AsO33–) + foton → (AsO43–) + CO karbondioksida + arsenit + energi cahaya → arsenat + karbonmonoksida (digunakan untuk membuat senyawa lainnya dalam reaksi berikutnya) Fotosintesis terang atau reaksi terjadi dalam dua energi tahap. sehingga menghasilkan: 2n CO2 + 2n H2O + foton → 2(CH2O)n + 2n O2 karbondioksida + air + energi cahaya → karbohidrat + oksigen Proses lainnya menggantikan senyawa lainnya (Seperti arsenit) dengan air pada peran suplai-elektron. persamaan untuk proses ini adalah: 2n CO2 + 4n H2O + foton → 2(CH2O)n + 2n O2 + 2n H2O karbondioksida + air + energi cahaya → karbohidrat + oksigen + air Seringkali 2n molekul air dibatalkan pada kedua pihak. yang merupaan reaksi reduksi. reaksi gelap menggunakan produk ini untuk menyerap dan mengurangi karondioksida. dua proses itu berlangsung melalui rangkaian reaksi kimia yang berbeda dan pada kompartemen sel yang berbeda. Sebagian besar organisme yang melakukan fotosintesis untuk menghasilkan oksigen menggunakan cahaya nampak untuk melakukannya. Secara umum. Persamaan umum untuk fotosintesis adalah sebagai berikut: 2n CO2 + 2n DH2 + foton → 2(CH2O)n + 2n DO Karbondioksida + donor elektron + energi cahaya → karbohidrat + donor elektron teroksidasi Pada fotosintesis okesigen air adalah donor elektron dan. karena merupakan hidrolisis melepaskan oksigen. Reaksi terang .

Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid.→ 4H+ + O2 + 2PQH2 Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga. Dengan menggunakan elektron dari air. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya Matahari. yang dinamakan plastosianin (PC). Proses diawali dengan penangkapan foton olehpigmen sebagai antena. Kejadian ini juga menyebabkan . selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2. yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm. PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. yaitu fotosistem I dan II. Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm.Reaksi terang fotosintesis pada membran tilakoid Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkanATP dan reduksi NADPH2. Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah: 2H2O + 4 foton + 2PQ + 4H. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H+ yang disebut sitokrom b6-f kompleks. Untuk menstabilkan kembali. Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya Matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil.

PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah: 2PQH2 + 4PC(Cu2+) → 2PQ + 4PC(Cu+) + 4 H+ (lumen) Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I. Satu enzim sintase ATP menggunakan potensi . Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II. Reaksi terang memiliki dua bentuk: siklus dan nonsiklus. yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. reaksi terang terjadi pada membran tilakoid di kloroplas dan menggunakan energi cahaya untuk menyintesis ATP dan NADPH. foton diserap pada kompleks antenafotosistem II penyerap cahaya oleh klorofil dan pigmen aksesoris lainnya. Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase. Reaksi keseluruhan pada PS I adalah: Cahaya + 4PC(Cu+) + 4Fd(Fe3+) → 4PC(Cu2+) + 4Fd(Fe2+) Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH. Ketika molekul klorofil pada inti pusat reaksi fotosistem II memperoleh energi eksitasi yang cukup dari pigmen antena yang berdekatan dengannya. Reaksinya adalah: 4Fd (Fe2+) + 2NADP+ + 2H+ → 4Fd (Fe3+) + 2NADPH Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase.Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya. Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut: Sinar + ADP + Pi + NADP+ + 2H2O → ATP + NADPH + 3H+ + O2 Skema Z Pada tanaman. Elektron ini dipindahkan melaluirangkaian transport elektron. tapi mengandung kompleks inti terpisahkan. Pada reaksi nonsiklus. Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP. yang pada awalnya berfungsi untuk menghasilkan potensi kemiosmosis di sepanjang membran. yaitu feopftin. yang disebut skema Z. melalui sebuah proses yang disebut pemisahan tenaga terfotoinduksi. satu elektron akan dipindahkan ke molekul penerima elektron.terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid.

namun berbeda pada bentuknya karena hanya menghasilkan ATP. Fotosistem II adalah satu-satunyaenzim biologi yang diketahui melaksanakan oksidasi air ini. sumber elektron eksternal siperlukan untuk mereduksi molekuk klorofil anya yang telah teroksidasi. Elektron ini tereksitasi karena cahaya yang diserap oleh fotosistem. Oksigen adalah produk . kompleks evolusi oksigen ini mengikat dua molekul air dan menyimpan empat padanannya yang telah teroksidasi yang diperlukan untuk melakukan reaksi oksidasi air. elektron digerakkan melewati molekul penerima elektron dan dikembalikan ke fotosistem I. Energi yang dihasilkan oleh penerima elektron digunakan untuk menggerakan ion hidrogen di sepanjang membran tilakoid sampai ke dalam lumen. menyediakan sumber elektron enerjik kepada reaksi lainnya. Setelah elektron dipindahkan dari fotosistem. Dua molekul air teroksidasi oleh oleh empat reaksi pemisahantenaga berturut-turut oleh fotosistem II untuk menghasilkan satu molekul oksigen diatom dan empat ionhidrogen. karena fotosistem IImeliputi tahap pertama dari skema Z. Fotolisis air NADPH adalah agen pereduksi utama dalam kloroplas. Produksinya meninggalkan klorofil dengan defisit elektron (teroksidasi). Elektron masuk ke molekul klorofil pada fofosistem II. yang memiliki fungsi pada reaksi terang. sehingga reaksi ini diberi nama reaksi siklus. elektron yang dihasilkan pada tiap tahap dipindahkan ke residu tirosin redoks-aktif yang kemudian mereduksi spesies klorofila yang berpasangan yang telah terfotooksidasi yang disebut P680 yang berguna sebagai donor elektron primer (digerakkan oleh cahaya) pada pusat reaksi fotosistem II. Reaksi siklus mirip dengan nonsiklus. yang dari sanalah awalnya elektron dikeluarkan. Oksidasi air terkatalisasi pada fotosistem oleh fotosistem II oleh suatu struktur redoks-aktif yang mengandung empat ion mangan dan satu ion kalsium.kemisomosis untuk menghasilkan ATP selama fotofosforilasi. Reaksi siklus hanya berlangsung pada fotosistem I. yang harus diperoleh dari beberapa agen pereduksi lainnya. Elektron digunakan untuk mereduksi koenzim NADP. Akan tetapi. Sumber elektron pada tanaman hijau dan fotosintesis cyanobacteria adalah air. Elektron yang hilang dari klorofil pada fotosistem I ini digantikan dari rangkaian transport elektron oleh plastosianin. Ion hidrogen berkontribusi terhadap potensi kemiosmosis transmembran yang berujung pada sintesis ATP. Pembawa elektron kedua menerima elektron. sedangkan NADPH adalah produk dari reaksi redoks terminal pada skema Z. dan tidak ada NADP (NADPH) tereduksi yang dihasilkan. yang lagi-lagi dilewatkan untuk menurunkan energi penerim elektron.

Jika Pertama. kloroplas reaksi dari enzim ion + ini distimulasi oleh dibericahaya. termasuk organisme fotosintesis. Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1. Kedua. distimulasi oleh Mg2+. pH H ditranspor stroma yang dari stroma ke menstimulasi reaksi ini dalam tilakoidmenghasilkan enzim karboksilase. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. RuBP merupakan enzim alosetrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas. yaitu siklus CalvinBenson dan siklus Hatch-Slack. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3.ampas dari reaksi cahaya. namun sebagian besar organisme di Bumi menggunakan oksigen untuk respirasi sel. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. terletak peningkatan di permukaan luar membrantilakoid. jika kloroplas diberi .Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco.5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. yang memasuki stroma daun sebagai ion H+. peningkatan pH. Reaksi gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur. Siklus Calvin-Benson Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat.

tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3-fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP. reduksi. Reduksi ini tidak terjadi secara langsung. Pada akhir reaksi Calvin. Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi.3-bifosfogliserat (1. tapi guguskarboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1. dan regenerasi. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP. sebagian lainnya dibawa keluar. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. Secara bersamaan. kemudian daur dimulai lagi. yang menyumbang 2 elektron. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat. Ketiga. Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA).3-bisPGA terbentuk. ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1.cahaya.3-Pgaldehida.3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa. Kemudian pada fase reduksi. Siklus Hatch-Slack . yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secarakonstan ke dalam dan melalui stomata. Pada fase regenerasi. yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1.

di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2. Urutan dan kinetika Proses forosintesis terjadi melalui empat tahap: Tahap Penjelasan Skala waktu . Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack. yang terjadi di sel mesofil. Dalam keseluruhan proses ini. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis. Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2. Tumbuhan ini menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin. sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin yang berlangsung di sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP. Piruvat akan kembali menjadi PEPco. yang melibatkan enzim Rubisco sebagai penambat CO2.Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerahtropis. Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. Hal ini dapat terjadi jika ada fotorespirasi. digunakan 5 ATP. ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa. Namun.Berdasarkan cara memproduksi glukosa. Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO2 dari udara dan kemudian akan menjadioksaloasetat. Oksaloasetat akan diubah menjadi malat. tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4. Tumbuhan ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa.

suhulingkungan.1 Perpindahan energi pada klorofil antena (membran tilakoid) Perpindahan elektorn pada reaksi fotokimia (membran tilakoid) Rantai perpindahan elektron dan sintesis ATP femtodetiksampai pikodetik 2 pikodetik sampainanodetik 3 4 (membran tilakoid) Fiksasi karbon dan ekspor produk stabil mikrodetiksampai millidetik millidetik sampaidetik Efisiensi Tumbuhan biasanya mengubah cahaya menjadi energi kimia dengan efisiensi fotosintesis sekitar 3–6%. ketersediaan nutrisi memengaruhi fungsi organ yang penting pada fotosintesis sehingga secara tidak langsung ikut memengaruhi laju fotosintesis.1% sampai 8%. Efisiensi fotosintesis yang sebenarnya. dan di atas 40% untuk panel laboratoium. suhu dan jumlah karbondioksida di atmosfer. beragam tergantung pada frekuensi cahaya yang diserap. inilah sebabnya faktor-faktor pembatas tersebut sangat memengaruhi laju fotosintesis yaitu dengan mengendalikan laju optimum umur daun. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: . konsentrasi karbondioksida (CO2). panel surya mengubah cahaya menjadi energi listrik dengan efisiensi ekitar 6-20 % untuk panel yang diproduksi massal. fotosintesis. Selain serta itu. Faktor lingkungan tersebut dikenal juga sebagai faktor pembatas dan berpengaruh secara langsung bagi laju fotosintesis. dan dapat bervariasi mulai dari 0. Sebagai perbadningan. Faktor penentu laju fotosintesis Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor yang dapat memengaruhi secara langsung seperti kondisi lingkungan maupun faktor yang tidak memengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa fungsi organ yang penting bagi proses fotosintesis. faktor-faktor seperti translokasi karbohidrat. Proses fotosintesis sebenarnya peka terhadap beberapa kondisi lingkungan meliputi kehadiran cahaya Matahari. Faktor pembatas tersebut dapat mencegah laju fotosintesis mencapai kondisi optimum meskipun kondisi lain untuk fotosintesis telah ditingkatkan.

secara umum. Peranguh ini dapat dilihat hanya pada tingkat pemancaran yang tinggi. peningkatan suhu hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap tingkat asimilasi karbon. Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. pada awalnya meningkat seiring peningkatan pemancaran. laju fotosintesis akan naik.1. makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. reaksi fotokimia tidak dipengaruhi oleh suhu. Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. dari penelitian ini diketahui bahwa. Intensitas cahaya.  Pada pemancaran tetap. 6. Ini adalah tahap 'fotokimia' bergantung cahaya dan tahapbergantung suhu tapi tak bergantung udara. laju fotosintesis akan berkurang. panjang gelombang dan suhu Pada awal abad ke-120.  Pada suhu tetap. Yang kedua. 5. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyakenergi dan makanan untuk tumbuh. Tahap pertumbuhan. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. 3. 2. percobaan Blackman menunjukkan konsep faktor pembatas. Akan tetapi. hubungan ini tidak berlangsung lama dan tingkat asimilasi karbon menjadi konstan. Konsentrasi karbon dioksida. Intensitas cahaya (pancaran). jadi pasti ada dua rangkaian reaksi pada proses lengkap asimilasi karbon. tingkat asimilasi karbon meningkat seiring suhu meningkat pada cakupan terbatas. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. tingkat asimilasi karbon beragam dengan pemancaran. Frederick Frost Blackman bersama dengan Albert Einstein menyelidiki pengaruh intensitas cahaya (pemancaran) dan suhu terhadap tingkat asimilasi karbon. Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. 4. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis). Semakin banyak karbon dioksida di udara. Suhu. Pada pemancaran yang rendah. pada tingkat pemancaran yang lebih tinggi. Kadar air. Dua eksperimen ini menggambarkan poin penting: Pertama. percobaan ini menunjukkan dengan jelas bahwa suhu mempengaruhi tingkat asimilasi karbon. Akan tetapi. Faktor .

. enzim yang mengkat karbondioksida pada reaksi bebas cahaya. karena dicirikan dengan konsumsi oksigen bergantung pada cahaya dan pelepasan karbondioksida. jika konsentrasi karbondioksida rendah. menggunakan energi. Salah satu produk aktivitas oksigenasi adalah fosfoglikolat (2 karbon) dan bukannya 3fosfogliserat (3 karbon). Untuk mengatasi permasalahan ini. RuBisCO. Aktivitas oksigenase RuBisCO tidak menguntungkan bagi Tumbuhan karena beberapa alasan berikut: 1. Akan tetapi. dengan demikian.pembatas lainnya adalah panjang gelombang cahaya. 2. yang dapatberdifusi keluar dari Tumbuhan. Tingkat karbondioksi dan fotorespirasi Ketika konsentrasi karbondioksi meningkat. menguras gula yang diperlukan untuk mengolah kembali ribulose 5-bisfosfat dan untuk keberlangsungan siklus Calvin-Benson. memiliki afinitas pengikatan untuk karbon dan oksigen. Reaksi ini juga menghasilkan ammonia (NH3). tapi tidak menghasilkan gula. yang dsiebutfotorespirasi. Aktivitas oksigenasi yang tinggi. Fosfoglikolat dimetabolisme dengan cepat menjadi glikolat yang beracun bagi Tumbuhan pada konsentrasi yang tinggi. 3. dan hanya 75% dari karbon yang dikembalikan pada siklus CalvinBenson sebagai 3-fosfogliserat. Ketika konsentrasi karbondioksida tinggi. Menyimpan Glikolat secara energi merupakan proses yang mahal yang menggunakan jalur glikolat. Cyanobacteria. serangkaian protein dengan pigmenpigmen berbeda mengelilingi pusat reaksi. Unit ini disebut fikobilisome. RuBisCO akan mengikat oksigen dan bukan karbondioksida. Ringkasan sederhananya adalah sebagai berikut: 2 glikolat + ATP → 3-fosfogliserat + karbondioksida + ADP + NH3 Penggunaan jalur untuk produk dari aktivitas oksigenase RuBisCO oxygenase lebih dikenal sebagai fotorespirasi. Proses ini. yang hidup beberapa meter di bawah tanah tidak dapat memperoleh panjang gelombang yang tepat yang diperlukan untuk menghasilkan pemisahan bertenaga fotoinduksi pada pigmen fotosintesis konvensional. Fosfoglikolat tidak dapat dimetabolisme oleh siklus CalvinBenson dan menunjukkan karbon yang hilang dari sklus tersebut. tingkat yang mana gula dihasilkan oleh reaksi bergantung cahaya meningkat hingga dibatasi oleh faktor-faktor lainnya. RuBisCO akan memfiksasi karbondioksida. berujung pada hilangnya nitrogen. Ini menghambat fotosintesis.

Hasil reaksi O2. Tempat berlangsung bagian kloroplas bagian kloroplas bernama Grana bernama Stroma 2.Perbedaan antara reaksi terang dengan reaksi gelap.Perbedaan Reaksi Gelap dan Reaksi Terang Reaksi fotosintesis terdiri atas dua tahapan yaitu : tahapan Reaksi Terang ( disebut juga Reaksi Hill ) dan Reaksi Gelap ( disebut juga Reaksi Blackman atau siklus Calvin ). penyusunan / Hidrogen dan hydrogen karbondioksida membentuk gula dg energi cahaya menjadi pengkombinasian molekul air 4. Tabel Perbedaan antara reaksi terang dengan reaksi gelap NO FAKTOR PEMBEDA REAKSI TERANG REAKSI GELAP 1. Namun keduanya merupakan satu rangkaian reaksi yang tak terpisahkan dari reaksi fotosintesis. ATP dan NADPH2 Karbohidrat sederhana . Proses yang terjadi Fotolisis H2O ion :pemecahan Fiksasi :pengikatan menggunakan CO2 . Sumber energi Cahaya / matahari ATP NADPH2dari terang dan reaksi 3. Masing-masing tahapan menunjukkan proses reaksi yang berbeda. secara ringkas dijelaskan dalam tabel seperti berikut ini.

merah dan ungu. 2002). Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian dengan yodium. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil. 1986) Pada tahun 1962. hal ini disebabkan klorofil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada bagian daun yang tidak ditutupi aluminium foil terdapat amilum. merah atau ungu dan fikobilin yang berwarna biru atau merah (Muhammad Wirahadikusumah. Pada saat daun ditetesi dengan iodin bagian yang sebelumnya tertutup oleh aluminium foil tetap pucat. sedangkan . Pada Uji Sachs. untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup. Pada umumnya sel fotosintesis mengandung satu atau lebih pigmen klorofil yang berwarna hijau. sedangkan yang tidak tertutup aluminium foil warnanya menjadi biru kehitaman. Hal ini disebabkan oleh adanya pigmen lain di samping klorofil. Uji Amilum Metode Gustav Julius Von Sachs Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. yaitu pigmen pelengkap. berwarna coklat.B. (Kimball. amilum dengan yodium memberikan warna hitam. seperti karotenoid yang berwarna kuning. Berbagai sel fotosintesis lainnya seperti pada ganggang dan bacteria. Jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi iodin akan berubah warna menjadi biru kehitaman. membuktikan bahwa pada fotosintesis terbentuk karbohidrat amilum. Gustav Julius Von Sachs. (Dwidjoseputro. Amilum hanya terdapat pada bagian daun yang hijau dan terkena sinar. Dari percobaan ini juga dibuktikan bahwa hanya pada daun yang berklorofil dan terkena cahaya yang dapat ”memasak” atau melakukan fotosintesis. yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari. Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi. 1985: 99) Fotosintesis adalah proses sintesis untuk menghasilkan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya matahari. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. dengan menggunakan cahaya matahari. digunakan larutan lugol yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya amilum pada daun tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis. tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi di bagian daun satu tumbuhan yang memiliki klorofil. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut.

Hal ini sesuai dengan percobaan yang dilakukan oleh Sachspada tahun 1860. yaitu fotosintesis memerlukan ketersediaan energi cahaya matahari dan akan menghasilkan amilum. sedangkan pada daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak terjadi proses fotosintesis. Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. yang berarti pada bagian daun yang terkena cahaya matahari terjadi proses fotosintesis. 1990). HIPOTESIS PRAKTIKUM Proses anabolisme pada tumbuhan. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan aluminium foil kemudian daun tersebut direbus. sehingga tidak dihasilkan amilum. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi aluminium foil menandakan adanya amilum (Malcome. Amilum merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis. lalu dimasukkan kedalam alkohol dan ditetesi dengan iodium. Maka pada kondisi dimana tumbuhan/ bagian dari tumbuhan yang mengandung pgmen fotosintesis tidak mendapatkan energi cahaya maka kami menduga bagian tumbuhan tersebut tidak dapat melangsungkan proses fotosintesis.pada bagian daun yang ditutupi aluminium foil tidak terdapat amilum. . C.

Cawan petri 9. Pada pagi hari.BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM A. . Hari berikutnya sampel diambil dan dibawa ke laboratorium untuk diuji. dan usia yang tidak terlalu muda. LANGKAH KERJA  Menyiapkan Sampel Satu hari sebelum kegiatan praktikum dimulai. terlebih dahulu disiapkan daun yang akan diuji sebagai sampel. sebagian daun ditutupi aluminium foil secara melingkar dari atas sampai bawah permukaan daun. Kompor Bunsen/Pembakar Spiritus beserta cairan spiritusnya 4. stapler B. Cairan alkohol 96% 100 ml 3. Pilih daun yang berwarna hijau. Pipet tabung 8. dengan ketebalan yang cukup. Gelas beaker besar dan kecil masing-masing berukuran 500 ml da 250 ml 2. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM Bahan-bahan yang diperlukan dalam praktikum Uji Amilum Metode Sachs meliputi sebagai berikut: 1. lalu jepit dengan stapler agar tidak lepas. Laruatan iodin/lugol beberapa tetes 4. Daun sampel 2. Tripod 3. Aluminium foil 6. Cutter 7. Air bersih Peralatan yang diperlukan untuk melaksankan kegiatan praktikum Uji amilum Metode Sachs adalah sebagai berikut: 1. Saringan 5. dan pastikan tidak ada celah pada tutupan tersebut.

Isikan air ke dalam gelas ukur/gelas beaker besar sebanyak 200ml 3. Kemudian panaskan air tersebut menggunakan pembakar spiritus hingga mendidih diatas penyangga/tripod 4. Tiriskan sampel uji di atas cawan petri 6. Setelah sampel agak kering.Variabel kontrol : Perlakuan cahaya langsung yang tidak diberi perlakuan apapun dan dibiarkan apa adanya sebagai kontrol untuk membandingkan hasil perlakuan yang lain. Lalu sampel di lumuri larutan iodium hingga merata dengan menggunakan pinset 11. tanda luruhnya klorofil dalam daun 9. da ada perbedaan antara bagian-bagian daun yang tertutupi aluminium foil dan yang tidak tertutupi .Variabel respon/terikat iodin//lugol : Perubahan warna sampel daun setelah ditetesi larutan . Selanjutnya tiriskan sampel di atas cawan petri hingga agak kering 10. Tunggu beberapa menit hingga alcohol berkurang dan berubah warna menjadi kehijauan. masukkan sampel uji ke dalam gelas ukur dan tunggu hingga daun layu sebagai tanda matinya sel-sel. VARIABEL PRAKTIKUM a.tunggu hingga kering untuk hasil maksimal C. masukkan ke dalam gelas beaker yang berisi alkohol dan pastikan sampel terendam alkohol seluruhnya 8. Melaksanakan praktikum 1. Tunggu beberapa menit.Variabel manipulasi/ bebas : Cahaya matahari lansung dan tidak langsung b. Setelah air mendidih. 5. Isi gelas beaker kecil dengan alkohol secukupnya lalu panaskan gelas tersebut ke dalam gelas beaker yang tadi digunakan untuk merebus daun yang sedang dipanaskan (dimasukkan sebagian bawah gelas kecil di dalam air panas di gelas besar) 7. c. hasilnya akan terjad perubahan warna pada daun. Persiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan 2.

D.GAMBAR ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM Pembakar Spiritus Tripod dan saringan Cutter dan penjepit kayu Cawan petri Aluminium foil Gelas Beaker Sampel Daun Pipet pinset Pipet dan larutan iodin Spiritus bakar Alkohol 96% .

bahan.E. dan modul praktikum dalam meja praktikum Air dididihkan pada gelas beaker oleh pembakar spiritus daun sampel dimasukkan ke dalam air yang sudah mendidih Sampel dibalik agar panas yang diterima kedua sisi sama Daun sampel ditiriskan setelah selesai direbus . GAMBAR LANGKAH KERJA PRAKTIKUM Mempersiapkan sampel Uji yang sudah ditutupi aluminium foil selama satu hari Mempersiapkan alat.

lalu gelas tersebut diisi dengan alcohol 96% sampel-alkohol dipanaskan sampai seluruh klorofil daun luruh Sampel ditiriskan Sampel ditetesi dengan larutan iodine Sampel dibirakan sampai berubah warna Sampel dikeringkan .sampel dimasukkan ke gelas beaker kecil.

DATA HASIL PRAKTIKUM Praktikum yang kami laksanakan tidak menunjukkan hasil yang signifikan pada perubahan warna setelah pengujian dengan larutan iodin. bagian daun yang tidak tertutupi aluminium foil. menandakan adanya kandungan amilum sebagai hasil reaksi fotosintesis yang berlangsung di bagian yang terpapar cahaya matahari Perlakuan Daun terbuka Daun ditutupi aluminium foil Perubahan pada sampel (setelah ditetesi larutan iodium) Warnanya berubah menjadi hijau pekat Warnanya berubah menjadi hijau lebih terang .BAB IV HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN A. maka kami menggunakan hasil penelitian kelompok lain sebagai ilustrasi agar dapat memberikan data kualitatif yang lebih valid. menandakan tidak adanya kandungan amilum. Daerah bagian daun yang tertutupi aluminium foil berwarna hijau terang. karena tidak berlangsungnya proses fotosintesis Daerah gelap.

seperti DNA. reaksi fotosintesis dapat diartikan bahwa enam molekul karobondioksida dan enam molekul air bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari untuk dirubah menjadi satu molekul glukosa dan enam molekul oksigen.B. dengan menggunakan cahaya matahari. membuktikan bahwa pada fotosintesis terbentuk karbohidrat amilum. seperti karotenoid yang berwarna kuning. hal ini disebabkan klorofil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro. hasil yang kami dapatpun demikian. untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup. PEMBAHASAN Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi. Seperti yang di ujikan oleh Gustav Julius Von Sachs. organisme dapat memanfaatkan energi kimia yang tersimpan dalam ikatan kimia di antara atom-atom penyusun glukosa sebagai sumber energi dalam proses-proses di dalam tubuh. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. amilum dengan yodium memberikan warna biru kehitaman. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi di bagian daun satu tumbuhan yang memiliki klorofil. Pada tumbuhan. berarti ini menunjukan bahwa dalam reaksi fotosintesis di hasilkan amilum. gula dan lemak. Berbagai sel fotosintesis lainnya seperti pada ganggang dan bacteria. Hal ini disebabkan oleh adanya pigmen lain di samping klorofil. Amilum hanya terdapat pada bagian daun yang hijau dan terkena sinar. Menurut Stone (2004). Glukosa adalah molekul yang dibentuk sebagai hasil dari proses fotosintesis yang di dalamnya tersimpan hasil konversi energi cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan kimia penyusun molekul tersebut. Gustav Julius Von Sachs. Namun secara umum. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. berwarna coklat. merah atau ungu dan fikobilin yang berwarna biru atau merah (Muhammad Wirahadikusumah. tepatnya pada . Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis. yaitu pigmen pelengkap. Selain itu. Glukosa merupakan senyawa karbon yang nantinya digunakan bersama elemenelemen lain di dalam sel untuk membentuk senyawa kimia lain yang sangat penting bagi organisme tersebut. Pada tahun 1962. Pada umumnya sel fotosintesis mengandung satu atau lebih pigmen klorofil yang berwarna hijau. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. merah dan ungu. protein. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian dengan yodium. 1986). 1985).

Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. Kloroplasmengandung beberapa pigmen. yaitu proses pematian sel dan proses peluruhan klorofil. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . hal ini menunjukkan bahwa pada bagian tersebut menghasilkan amilum. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Pada dasarnya. biru (410 . Pada praktikum Uji Amilum metode sachs. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis.700 nm). Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. hasil pengamatan pada sampel setelah diteliti diperoleh hasil bahwa sampel yang telah diproses. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang.600 nm). klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalamstroma. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. Dalam reaksi terang. menunjukkan bahwa setelah ditetesi larutan iodin. dengan kata lain menjalankan proses fotosintesis. bagian daun yang terbuka berubah warna menjadi hijau gelap. hijau kuning (510 . Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. Sebagai contoh. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari.500 nm) dan violet (< 400 nm). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH).bagian stroma. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. hal ini . Sementara bagian daun yang tertutup warnanya berubah menjadi hijau terang.

karena hanya bagian daun yang terbuka saja yang melaksanakan proses fotosintesis.menunjukkan absensi kandungan amium. Dapat disimpulkan bahwa proses fotosintesis membutuhkan cahaya. . sementara bagian daun yang tertutup tidak melangsungkan proses fotosintesis. yang berarti bagian tersebut tidak melangsungkan proses fotosintesis.

Hasil percobaan Sachs membuktikan bahwa proses fotosintesis ditandai dengan adanya amilum pada daun. Fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan zat organik (karbohidrat) dari zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil dengan menggunakan energi cahaya atau foton. yaitu reaksi terang (Robin Hill) dan reaksi gelap (Blackman). maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Dalam proses fotosintesis terjadi 2 reaksi. . Sediakan juga lahan khusus untuk kegiatan praktek biologi. lebih tepatnya adalah energi cahaya yang mengaktifkan klorofil untuk melaksanakan proses tersebut. SARAN Sebaiknya fasilitas yang terdapat di dalam laboratorium dilengkapi seperti air. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh.BAB V PENUTUP A. 3. stop kontak dan fasilitas lainnya yang dapat menunjang kenyamanan dalam melaksanakan praktek. 2. Sediakan modul atau lembar kerja agar siswa dapat melakukan praktikum sesusai prosedur. Reaksi fotosintesis tidak dapat berlangsung jika tidak ada energi cahaya yang diterima oleh daun. B. Sehingga praktikan dapat melaksanakan kegiatan dengan maksimal serta dapat lebih menguasai materi praktek dengan baik. 4.

blogspot. Siwi.Rikki.org/wiki/Amilum http://thegloryofunited.2012.com diakses tanggal 21 September 2012 (16:36) Majulah Indonesiaku: Sains Dasar "FOTOSINTESIS (PERCOBAAN SACHS DAN INGENHOUSZ)" sakitomatfis.com/fotosintesis-anabolisme/ http://farah-pinkygirl.Sidoarjo:Masmedia Buana Pustaka Firmansyah.wikipedia.Mudah dan Aktif Belajar Biologi (BSE).2009.Biologi 3 (BSE).Ida.wordpress.Biologi Untuk SMA/MA kelas XII.DAFTAR PUSTAKA Wahyuni.2012.dkk.com diakses .html FOTOSINTESIS (PERCOBAAN SACHS) « biosandlogos biosandlogos.blogspot. Jakarta:DEPDIKNAS Sumber Internet http://id.html http://arcturusarancione.Ninik.Sidoarjo:Masmedia Buana Pustaka Suspriyiyati.blogspot.com diakses tanggal 21 September 2012 (16:36) tanggal 21 September 2012 (16:36) It’s Science Time Fotosintesis gitabiology.com/2010/06/28/pengaruh-intensitas-cahaya-dan-suhuterhadap-laju-fotosintesis/ http://biologimediacentre.wordpress.Modulo Kegiatan Siswa Cerdas Biologi.blogspot.dkk.Jakarta:DEPDIKNAS Herlina.com/2010/12/fotosintesis.com/2011/06/tahapan-reaksi-pada-fotosintesis.2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful