P. 1
Kumpulan Materi Dauroh Murobbi

Kumpulan Materi Dauroh Murobbi

5.0

|Views: 1,559|Likes:
Published by Abu Tamam

More info:

Published by: Abu Tamam on Sep 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2014

pdf

text

original

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 1 of 57

´HA1MIYYAH A1-1ARBIYYAH¨

Adalah Abdulloh bin Rowahah RA, seorang sahabat yang ketika diangkat oleh Rosululloh SA\
menduduki sebuah jabatan panglima dalam perang Mu`tah, Ia menerimanya dengan tangis dan cucuran air
mata. Lalu para sahabat lainnya bertanya : Maa ,vb/i/a ,a. .baattob. ,Apa gerangan yang membuat
engkau menangis wahai Abdulloh.,, Iapun menjawab : !a vaa bia bvbbvaavv,a rataa .babaabatav bi/vv
rataa/iv taa¸a//artv biva a¸a/aravii Ro.vtvttobv biqovtibi ta`ata : !a iv viv/vv ittaa raariavbaa /aava ataa Rabbi/a
íatvav Maqabi,,a ,1idak ada pada diriku cinta dunia dan keinginan untuk dielu-elukan oleh kalian, akan
tetapi aku hanya teringat ketika Rosululloh mengingatkanku dengan íirman Alloh S\1 : Dan tidaklah dari
kalain melainkan akan mendatanginya ,neraka jahannam, adalah yang demikian itu bagi 1uhanmu ,ya!
Muhammad, merupakan ketentuan yang telah ditetapkan`. ,QS. Maryam : ¯1,.

Dari ungkapan Abdulloh bin Rowahah tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa beliau
mentadabburkan ayat al-qur`an begitu dalam, sehingga beliau mengaitkan erat ayat tersebut dengan amanah
jabatan yang baru saja dipangkuanya, apakah jabatannya kelak dapat menyelamatkannya ketika masing-masing
orang mau tidak mau harus melewati ´birotbot Mv.taqiv, karena menghadapi neraka Jahannam dengan
melewatinya adalah ´Hatman Maqdhiyya¨, ketentuan yang telah ditetapkan, tidak ada jalan alternatií lain
dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

´Hatman Maqdhiyya¨ juga berlaku dalam kaidah 1arbiah sebagai sebuah proses dalam proyek
kebangkiatan umat dan pembangunan peradaban, oleh karenanya 1arbiyah memiliki siíat latmiyyah`, siíat
keniscayaan, dengan kata lain bahwa 1arbiyah suatu keniscayaan adala sebuah keharusan, atau ketentuan yang
harus dipenuhi, konsekwensi yang harus dijalankan, tidak dapat ditawar dan tidak bisa tergantikan dengan
apapun. \alhasil untuk dapat istiqomah di jalan da`wah serta mencapai target dan sasarannya, hanya ada satu
jalan : 1arbiab!. Karena 1arbiyah adalah jalan yang dikehendaki oleh Alloh S\1 untuk diikuti , QS. 6 : 153 ,,
dalam rangka melahirkan kader-kader generasi Rabbani ,Generasi-generasi yang tertarbiyah, yang senantiasa
antusias mengajarkan Al-qur`an dan mempelajarinya , QS. 3 : ¯9,.

1arbiyah suatu keniscayaan dalam prosesnya dapat dilakukan minimal dengan tiga buah pendekatan.

Pendekatan Idealis
1arbiyah adalah jalan bagi para Da`i Islam, tidak ada jalan lain, atau dengan kata lain jalan para da`i
adalah jalan tarbawi yang memiliki paling sedikit tiga karakter mendasar.

Pertama : Sulit tapi hasilnya paten ( Sha'bun ÷ 1sabit )

Sulitnya sebuah proses biasanya membuahkan hasil yang berkualitas, oleh karena itu proses da`wah yang
dilakukan oleh Rosululloh SA\, bukanlah perkara yang mudah, bayangkan, lima tahun pertama dalam
da`wahnya di Mekkah baru hanya terkumpul .rba`vva ro;vtav ra /bov.v vi.rativ ,40 laki-laki dan 5 wanita,,
akan tetapi ke 45 orang inilah yang kemudian menjadi ujung tombak da`wah, yang tidak hanya Qaabitvv
tiaaa`rab tetapi juga Qaabitvv tittbag,ir, bahkan mereka seluruhnya menjadi .va.birvttagb,ir, .gev of
cbavge, agen perubahan sosial dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat yang islami.

Berda`wah memang tidak mudah, karena berda`wah melalui proses 1arbiyah ibarat menanam pohon jati,
yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara sehingga akarnya tetap kuat menghunjam dan tidak goyah diterpa
badai dan angin kencang, oleh karena itu jalan tarbawi adalah proses menuju pembentukan pribadi yang paten,
atau dengan kata lain memiliki vatavab ,imunitas, baik secara va`vari,ab ,moral,, fi/ri,ab ,gagasan dan
pemikiran, dan 1ava¸bivi,ab` ,struktural,.

Ka`ab bin malik RA. Adalah salah satu contoh dari sebuah kepribadian yang paten, yang dengan
kesadaran ma`nawiyah, íikriyah dan tandhimiyahnya, Ia mengakui kelalaiannya tidak turut serta dalam perang
1abuk, dan kemudian iapun dengan ikhlas menerima uqubah ,sanksi, yang telah ditetapkan oleh Rosululloh
SA\. Bahkan ketika datang utusan dari kerajaan Ghassan yang secara diam-diam menemuinya untuk
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 2 of 57
menyampaikan sepucuk surat dari raja Ghassan yang isinya antara lain suaka poltik dan jabatan penting telah
tersedia untuknya bila Ia mau eksodus, Ia malah berkata seraya merobek surat tersebut : .,,v Mv.bibativ
íaa¸ibi ,Musibah apa lagi ini..!,

Itulah sebuah reíleksi dari sikap matanah yang hanya bisa dihasilkan melalu proses tarbiyah yang tidak
mudah, melalui jalan da`wah yang terkonsep secara paten, Al-Qur`an menyebutnya dengan .t·Qovtv .t·
1.abit ,QS. 14 : 2¯ ,, yang terumuskan di atas konsep yang baik atau Kativat 1ba,,ibab bukan /ativat
/babit.ab ,QS. 14 : 25 - 26 ,.

Kedua : Panjang tetapi terjaga keasliannya (1hawil - Ashil)

Da`wah adalah perjalanan panjang, perjalanan yang dilalui tidak hanya oleh satu generasi, bahkan untuk
dapat mencapai target dan sasaran jangka panjangnya membutuhkan beberapa generasi, Ingatlah ketika
Rosululloh SA\ mengayunkan palu memecahkan bebatuan parit Khandaq, ada percikan apai keluar dari sela-
sela hantaman palu dan batu memercik ke arah timur, lalu beliau mengisyaratkan bahwa umatnya kelak akan
dapat menaklukan Romawi ,Byzantium,. Padahal Romawi baru dapat di 1aklukan oleh umat Islam pada masa
daulah Utsmaniyah sekian abad sesudahnya, berapa generasi yang telah telampaui dan berapa panjang
perjalanan da`wah yang telah dilalui·, akan tetapi ikhwah íillah betapaun telah melewati sekian banyak generasi,
Asholah` tetap terjaga, lammasah` tetap terpelihara, Islam yang sampai ke Romawi adalah Islam
sebagaimana yang dijalankan oleh generasi pertamanya yaitu Rosululloh SA\ dan Para sahabat Rodhiallohu
anhum wa rodhuu`anhu.

Kepribadian yang asholah adalah kepribadian yang telah teruji dengan panjangngnya mata rantai
perjalanan da,wah, keperibadian yang hammasah adalah kepribadian yang tak lekang kerena panas` dan tak
lapuk karena hujan`, sebagai ujian dan cobaan dalam perjalanan da`wah.

Adalah Abu 1halhah RA, salah seoarang sahabat yang Alloh S\1 berikan kepadanya umur yang
panjang, sehingga beliau masih hidup pada masa kekhaliíahan Utsman RA, beliau yang saat itu usianya sudah
sepuh, ketika ada seruan jihad maritim, mengarungi lautan menuju perairan \unani untuk mrnghadapi pasukan
Romawi, seruan jihad berkumandang melalui lantunan ayat-ayat Al-Qur`an Iníiruu khiíaían wa tsiqoolan`
,berangkatlah kalian dalam keadaan ringan maupun berat,, lalu anak-anaknya berkata kpadanya : Sudahlah
Ayah tak usah ikut berperang, cukuplah kami saja yang masih muda yang mewakili Ayah di medan perang`,
dengan kecerdasan menaísirkan ayat tersebut dibarengi dengan pembawaaníi/vatv..v,v/b
íavva.atv..,abab Abu Ayyub menjawab : 1idak bisa, ayat tersebut telah mewajibkan kepada seluruh kaum
muslimin baik yang tua maupun yang muda, karena ayat tersebut menyebutkan khiíaían` ,ringan, berarti
ditujukan untuk ka lian yang masih muda dan tsiqalan` ditujukan untukku yang sudah tua, maka anak-
anaknya pun tak dapat membendung tekad sang ayah, berangkatlah Abu 1halhah RA turut serta dalam
peperangan tersebut dan Iapun menemui syahadahnya.

Adalah saad bin Abi \aqqash RA, yang telah menggoreskan kesaksian perjalan da`wah dengan
kepribadian yanga asholah yang tidak berubah karena perubahan situasi dan zaman, dari masa-masa yang
penuh dengan kesulitan dan penderitaan hingga masa-masa yang penuh dengan kemudahan dan kesenangan,
mengenang semua itu beliau berkata : Aku adalah salah satu dari ¯ orang sahabat ,dari 10 sahabat yang
dijanjikan masuk surga,, dahulu kami bersama Rosullloh SA\ dalam sebuah ekspedisi, kami tidak memiliki
makanan, sehingga kami makan daun-daunan sampai perih tenggorokan kami, akan tetapi sekarang kami yang
tujuh orang ini seluruhnya menjadi gubernur di beberapa daerah, maka kami berlindung kepada Alloh S\1
agar tidak menjadi orang yang merasa besar di tengah-tengah manusia tetapi menjadi kecil di sisi Alloh S\1`.

Ketiga : Lambat tapi hasilnya terjamin (Bathi' ÷ Ma'mun)

Da`wah adalah lari estaíet bukan sprint, untuk itu diperlukan kesabaran untuk mencapai target dan
sasaran dengan kwalitas terjamin, lari estaíet memang tampak kelihatan lambat , akan tetapi potensi dan
tenaga terdistribusi secara kolektií dan perpaduan kerjasama terarah secara baik untuk memberikan sebuah
jaminan kemenanagn di garis íinis. \atak perjalanan da`wah yang lambat harus dilihat dari proses dan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 3 of 57
tahapannya bukan dari perangai para pelakunya, karena perangai yang lambat dalam berda`wah adalah bentuk
kelalaian, yang nasab ,aíiliasi, nya kepada jama`ah kaliber Internasionalpun tidak akan mempercepat langkah
kerja da`wahnya, sebagaiman hadits rosululloh SA\ : Mav batbi`a avatvbv tav ,v.ra` bibi va.abvbv ,Barang
siapa yang lamban kerjanya, tidak bisa dipercepat dirinya dengan nasabnya,.

Salah satu jaminan dari proses tarbiyah adalah melahirkan sebuah kepribadian yang integral, tidak
mendua dan tidak terbelah, integritas kepribadian seorang muslim yang ditempa di jalan 1arbawi tercermin
pada keteguhan akidahnya, keluhuran akhlaknya , kebersuhan hatinya, kebaikan suluknya baik secara ta`abbudi,
ijtima`i maupun tandzhimi.

Keberhasilan sebuah da`wah akan tampak sejauh mana keterjaminannya bila dihadapkan oleh situasi dan
kondisi yang menguji integritas kepribadiannya. Sebagaimana halnya ketika terjadi tragedi íaait.vt íf/i yang
menimpa Aisyah radhiallohu anha, banyak orang yang yang tidak terjamin akhlaknya sehingga turut
menyebarluaskan íitnah keji tersebut, bandingkan dengan para sahabiyah yang terjamin kualitas tarbawinya,
yang menjaga lisannya, yang lebih senang mengedepankan husnudzhannya kepada ummul Mu`minin aisyah
RA, cukuplah isteri Abu Ayyub al-anshari mewakili keluarga para shabiyah yang berhati mulia, bagaiman ia
mensikapi kasus tersebut dengan penuh rasa ukhuwwah dan mencintai saudaranya karena Alloh S\1.

Berkenaan dengan gunjingan yang menimpa aisyah RA, isteri abu Ayyub al-anshary berkata kepada
suaminya : Ya...baa a,,vb!, tav /vvta .ofraava bat taf`atv bibvrvati ra.vtittaabi .vv`av, ra bva /bairvv viv/a,
Ya..baa a,,vb tav /vvtv .i.,ab vaa /bvvtv Ra.vtattobi abaaav ,\ahai abu Ayyub, jika engkau yang menjadi
Saíwannya apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada isteri Rosululloh SA\, dan Saíwan lebih baik dari
engkau. \ahai abu Ayyub, kalau aku yang jadi Aisyah, tidak akan pernah akau menghianati Rasululloh SA\,
dan Aisyah lebih baik dariku,.

Dengan kata lain isteri Abu Ayyub Al-Anshari RA mengingatkan suaminya bahwa dirinya yang tidak
lebih baik dari Shaíwan RA saja tidak ada pikiran-pikiran buruk teerhadap Aisyah RA sebagaimana yaang
digunjingkan oleh banyak orang, apalagi Shaíwan RA yang jauh lebih baik dari suaminya , sehingga mustahil
dalam pandangan isteri Abu Ayyub RA Shaíwan melakukan hal-hal sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak
orang. Sebaliknya isteri Abu Ayyub Al-Ansari RA juga berkata kepada dirinya sendiri , bahwa dirinya saja yang
tidak merasa lebih baik dari Aisyah RA tidak pernah terlintas untuk tega mengkhianati suami apalagi Aisyah
yang dalam pandangannya jelas-jelas jauh lebih baik dari dirinya, sudah barang tentu mustahil terlintas pikiran
jelek menghianati suami ,berselingkuh, seperti yang digosipkan oleh banyak orang.

Kata-kata isteri abu Ayyub syarat dengan taushiah agar kita menjaga syahwatul lisan, mendahulukan
husnu dzhan dan menonjolkan sikap tawaddhu sebagai bukti terjaminnya hasil da`wah.

Pendekatan taktis
Setelah ketiga íaktor idealis tersebut diatas telah terealisasi dengan baik, maka langkah berikutnya adalah
memetakan langkah-langkah taktis, dengan melakukan program peningkatan kualitas dan kuantitas
pertumbuhan kader dan menyelenggarakan ßi`t.atvaavat. Seperti beberapa orang sahabat yang diutus oleh
Rosululloh SA\ untuk menda`wahkan dan mengajarkan serta melakukan pembinaan kepada orang-orang
yang baru masuk islam, yang telah melampaui wilayah Makkah dan Madinah, seperti Muadz bin Jabal yang
diutus ke \aman dan Khalid bin \alid yang dikirim ke wilayah irak. lal itu dimaksudkan untuk
menyeimbangkan luasnya medan da`wah dengan jumlah kader dan menyelaraskan dukungan masa dengan
potensi ,kemampuan, tarbiyah.

Pendekatan Strategis
Langkah strategis dalam sebuah perjalanan da`wah yang sangat penting adalah íokus untuk menyusun
barisan kader inti, dimana hal ini tidak boleh terabaikan betapapun gegap gempitanya sambutan masyarakat
umum terhadap da`wah ini, oleh karena itu untuk menghindari terjadinya Lose oí generation`, atau generasi
kader yang lowong, maka segera mendesak untuk dirumuskan sebuah strategi membina kader baru yang
sekarang ini semakin kompetitií dengan gerakan-gerakan da`wah lainnya. Semakin banyak jumlah jumlah kader
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 4 of 57
inti disamping kader baru baik secara kwalitas maupun kwantitas akan banyak membantu da`wah ini dalam
menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman.

Pada masa abu bakar RA, terjadi gelombang pemurtadan yang luar biasa, sehingga 2,3 jazirah arab
nyaris mengalami kemurtadan, itu artinya hanya 1,3 wilayah yang selamat yang terdiri dari kota Makkah,
Madinah dan 1haií, di ketiga kota inilah kader inti da`wah tetap dijaga dan dipelihara, sedangkan kader-kader
baru dibina pada masa Khaliíah Umar bin Khattab dimana kebanyakan mereka adalah tawanan perang Riddah
pada masa Abu Bakar RA. 1erbukti kemudian pada perang Qadisiyah, ketika ancaman imperium Persia
menghadang, kader-kader baru yang dibina oleh umar bin khaatab selama kurang lebih satu tahun kebanyakan
mereka berada dibarisan paling depan dalam jihad íi sabilillah, dan tak jarang diantara mereka kemudian
terkenal sebagai panglima dan komandan pasukan. Itulah hasil sebuah produk tarbiyah ,QS, 3 : 146,.

Wallohu ·alamu bisshowab
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 5 of 57
SIS1LM KADLRISASI

Setelah mendapat materi ini diharapkan peserta mampu ,
1. Mevabavi .i.tev /aaeri.a.i aatav vavba; 1121 í
2. Mevabavi arab /aaeri.a.i
². Mevabavi tv;vav /aaeri.a.i
1. Mevabavi varbatab avat aatav /aaeri.a.i

I. PLNDAHULUAN
Islam sebagai Din merupakan sistem atau manhaj yang sempurna dari Allah sebagai sandaran atau
pedoman hidup bagi manusia.
Kevvaiav Kavi ;aai/av /avv beraaa ai ata. .vatv .,ariat ;¡eratvrav) aari vrv.av ;agava) itv, va/a i/vtitab
.,ariat itv aav ;avgavtab /avv i/vti bara vaf.v oravg·oravg ,avg tiaa/ vevgetabvi ; Q´ .t·]aat.i,ab tº).
Sistem ini integral dan komprehensií, karena diambil dari Kitabullah, Sunnah Rasul,Siroh Nabi, Siroh
Sahabat dan ijma Ulama. Sistem Ilahi ini mampu memecahkan seluruh persoalan hidup manusia dengan
komprehensi·itasnya sehingga tidak lagi membutuhkan sistem yang lain. \ang ingin dicapai dari sistem ini
adalah perubahan yang terdapat pada setiap orang, dari kondisi buruk kepada yang baik atau kepada yang lebih
baik, dari kuíur kepada iman, dari ma`shiyat kepada taat, dari kesesatan menuju hidayah, dari batil menuju
benar dan dari sistem manusia kepada sistem Ilahi disetiap kesempatan. Proses penyiapan manusia menuju
kebaikan ini disebut dengan tarbiyah Islamiyah.

II. 1UJUAN 1ARBIYAH ISLAMIYAH
1ujuan 1arbiyah Islamiyah adalah menciptakan kondisi yang kondusií bagi manusia untuk dapat hidup
di dunia secara lurus dan baik, serta hidup di akhirat dengan naungan ridla dan pahala Allah S\1.
1ujuan ini mencakup :
1. íbaaab
¨ 1iaa/tab Kvci¡ta/av ;iv aav vavv.ia /ecvati vvtv/ beribaaab /e¡aaaKv¨ ; .a¸·D¸ari,at : :ó)
Ibadah menuntut terwujudnya banyak unsur dari seorang muslim, antara lain : unsur iman, unsur Islam, unsur
Ihsan, unsur keadilan, unsur amar ma,ruí nahi munkar, dan unsur jihad di jalan Allah untuk menjadikan
kalimah allah sebagai kalimah yang tertinggi, sebagaimana tuntutan akan terwujudnya berbagai unsur itu dalam
bentuk kata-kata dan tindakan sekaligus.
2. 1ega/v,a Kbitafab .ttab ai vv/a bvvi.
`Sesungguhnya Aku jadikan manusia sebagai khaliíah di bumi` ,Al-Baqarah 30,.
Pengangkatan manusia sebagai khaliíah menuntut akti·itas pemakmuran bumi dan pemaníaatan segala
sesuatu yang Allah berikan untuk umat manusia
². |/bvrab ;.t·ív;vrat :1²)
Setelah beriman kepada Allah swt dan masuk agamaNya secara berbondong-bondong,tidaklah patut bagi
manusia kecuali saling berkasih sayang, saling menolong, dan saling menasehati dalam kesabaran, kemudian
mempererat hubungan itu agar makin sempurna.
1. Ke¡eviv¡ivav Dvvia.
Allah beríirman :
.ttab tetab ber;av;i /e¡aaa oravg·oravg ,avg berivav ai avtara /avv aav vevger;a/av avat·avat .batib babra Dia
.vvggvb·.vvggvb a/av vev;aai/av vere/a ber/va.a ai bvvi .ebagaivava Dia tetab vev;aai/av oravg·oravg ,avg .ebetvv
vere/a ber/va.a, aav .vvggvb Dia a/av vevegvb/av bagi vere/a agava ,avg tetab airiatai^,a vvtv/ vere/a aav Dia
bevar·bevar a/av vevv/ar ;/eaaaav) vere/a, .e.vaab vere/a beraaa aatav /eta/vtav vev;aai avav .evto.a ;.v·^vr :
::)
Artinya, bahwa orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah para tokoh penguasa bumi, karena agama
mereka adalah agama kemenangan dan kekuasaan, maka harus ada upaya meraihnya dengan program tarbiyah
Islamiyah bagi semua orang.
:. Mevgbv/vv Devgav ´,ariat.
Allah beríirman :
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 6 of 57
íevaa/tab /avv vevvtv./av ¡er/ara aiavtara vere/a vevvrvt a¡a ,avg aitvrvv/av oteb attab, aav ;avgavtab /avv
vevgi/vti bara vaf.v vere/a. ßerbati·batitab /avv terbaaa¡ vere/a .v¡a,a vere/a tiaa/ vevativg/av /avv aari .ebagiav
a¡a ,avg tetab aitvrvv/av oteb attab /e¡aaavv . ;.t·Maiaab :1·)
Inilah tujuan inti dari tujuan tarbiyah Islamiyah. 1ercapainya keempat tujuan sebelumnya akan menghantarkan
kepada tegaknya syariat Islam.

III. 1UJUAN 1ARBIYAH IKHWANIYAH
1arbiyah ikhwaniyah memiliki dua tujuan besar :
1. 1ujuan permanen, yakni penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah.
1ujuan permanen itu antara lain :
a. Memberdayakan orang, untuk dapat mengabdi kepada sesembahan yang hak,yaitu Allah swt.Semua itu
dilakukan dengan:
menajamkan unsur keimanan dalam diri manusia sebagai hamba Allah dengan persepsi yang benar.
Menghidupkan unsur Islam diri manusia.Semua itu dilakukan dengan pemahaman yang benar tentang
syahadat dan pengamalan kandungannya.
Penerapan unsur ihsan dalam ibadah dan tradisi.
Menegaskan dan membiasakan keadilan serta membantu orang untuk menegakkannya.
Penanganan amar ma`ruí nahi munkar dan membantu orang lain melakukannya.
Penanganan operasional jihad di jalan Allah agar kalimah Allah menjadi kalimat yang tertinggi.
b. Menjalankan kewajiban khilaíah di muka bumi, memakmurkannya dan membantu orang lain untuk
memahamai tujuan ini.lal ini meliputi :
3. Keyakinan bahwa bumi dan segala isinya telah Allah ciptakan untuk manusia,untuk dimaníaatkan dan
usaha memakmurkan bumi adalah kewajiban syariat.
4. Meraih segala yang meningkatkan potensi keilmuan dan keahlian yang dapat menjadikan manusia
mampu memakmurkan bumi.
5. Menegaskan keyakinan bahwa penguasaan kita dengan khilaíah atas bumi untuk tujuan kemaníaatan
dunia dan akhirat. ,An-nur :55,
c. Menunaikan kewajiban ta`aruí antar kaum muslimin di suatu negeri dan di berbagai tanah air Islam.
d. Bekerja untuk meraih kekuasaan di bumi dan menjadikan syariat Allah sebagai dasar pijakannya

2. 1ujuan konstekstual, yakni pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai masyarakat dan
bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya dalam perspektií syariat Islam.
1ujuan Kontekstual atau tujuan antara, intinya adalah bagaimana upaya menghadapi perubahan arus nilai
secara ilmiah dan tepat berlandaskan ajaran islam, sekaligus bagaimana merumuskan cara-cara terbaik
untuk itu. Perubahan adalah sunnatullah dan bagaimana manusia berubah dari satu kondisi ke kondisi
yang lain, juga bagaimana kehidupan di sekitarnya berubah seiring dengan perubahan yang diciptakan oleh
manusia itu sendiri. Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum , kecuali jika manusia itu sendiri
berusaha mengubahnya ,Ar-Ra`d :1,. Allah akan mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan
niat, ucapan, dan perilaku mereka.
Beberapa perubahan arus nilai itu antara lain :
1. Arus pemikiran dan peradaban.
2. Arus sistem nilai sosial dan politik.
3. Arus politik dan ekonomi.
4. Sarana-sarana kehidupan dan pola-polanya.
5. Arus cara pandang terhadap alam, kehidupan, dan benda hidup.
Untuk mencapai kedua tujuan itu diperlukan tahapan-tahapan amal yang komprehensi· dan saling
berkesinambungan antara satu tahapan ke tahapan berikutnya. Marhalah ,tahapan, amal itu antara lain :
1. Pembentukan pribadi. 1erbentuknya sosok muslim dalam pemikiran, keyakinan,akhlak,dan emosinya.
2. Pembentukan keluarga . 1erbentuknya rumah tangga muslim dalam pemikiran, keyakinan, akhlak, dan
emosinya.
3. Pembentukan masyarakat muslim dalam keseluruhan aspek di atas.
4. Memperbaiki negri muslim . Lahirnya pemerintah islam yang menggiring masyarakat untuk
mengamalkan nilai-nilai Islam.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 7 of 57
5. Memerdekakan negri muslim. 1erbebasnya negri-negri muslim dan kemudian bergabung bersama
ikhwan.
6. Mengembalikan khilaíah islam.
¯. Menjadi guru peradaban ummat manusia. 1erwujudnya penyebaran dakwah ke seluruh dunia,
menyampaikannya kepada seluruh umat manusia, menggaungkannya ke seluruh penjuru bumi, dan
menjatuhkan semua penguasa otoriter sehingga tidak ada lagi íitnah dan agama seluruhnya hanya milik
Allah.

IV. CIRI KHAS MANHAJ 1ARBIYAH
Manhaj tarbiyah ikhwaniyah telah mengalami perkembangan. Dalam sepuluh tahun terakhir manhaj
yang digunakan sebagai bahan rujukan secara nasional adalah manhaj tahun l994 dan manhaj tahun l998. Ciri
khas manhaj l994 menekankan pada reíerensi yang harus dikaji dalam proses tarbiyah, sedangkan substansi
materi diambil dari maraji` yang direkomendasikan. Ciri khas manhaj l998 menekankan sasaran dan tujuan
tarbiyah yang lebih rinci dalam pengukurannya. Bahan acuan manhaj tarbiyah masih ber·ariasi dalam
pengambilan sumber rujukan manhajnya. Dimana untuk marhalah muntadzim mengacu pada manhaj tahun
l994 dan untuk marhalah sebelumnya belum mengacu secara sempurna pada manhaj terakhir. Untuk itu
diperlukan manhaj berskala nasional yang dapat menjawab tantangan waqi`iah, bersiíat kontekstual dan
memenuhi standar manhaj alami. Manhaj ini disebut manhaj l421 l,2000M. Manhaj ini merupakan re·isi
untuk manhaj tamhidi dan takwiniyah yang selama ini ada. Manhaj ini mengacu sepenuhnya pada manhaj
l998 dan diupayakan sedemikian rupa tetap mempertahankan beberapa muatan manhaj l994 yang dirasakan
masih rele·an untuk diteruskan. Ciri khas manhaj l421 l adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu pada
tujuan akhir tarbiyah, , apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah pada setiap marhalah tarbiyah ,.\ang perlu
diingat ,ciri khas metode ini adalah peranan pelaksana tarbiyah yang harus memahami manhaj dengan
sempurna, sehingga jumlah materi, jenis materi, dan masa tarbiyah sangat ber·ariasi namun semuanya tetap
mengacu pada hasil akhir proses tarbiyah.
\ang menjadi landasan lahirnya manhaj tarbiyah adalah delapan íikroh ikhwan. Ini dikarenakan
pemahaman yang komprehensi· dan utuh tentang Islam dalam diri ikhwan ini menghasilkan keuni·ersalan
íikrohnya yang menyentuh semua aspek reíormasi umat dan tercermin pula di dalamnya semua ide perbaikan.
Kedelapan íikroh ikhwan itu adalah :
J. Dakwah salafiyah, karena mereka menyeru untuk mengembalikan Islam kepada sumbernya yang
jernih, yakni Kitab Allah dan Sunnah RasulNya.
2. 1hariqoh sunniyah, karena segenap kemampuannya mereka membawa dirinya untuk beramal
dengan landasan sunnah yang suci dalam segala hal, khususnya dalam hal aqidah dan ibadah.
3. Haqiqah shufiyah, karena mereka memahami bahwa asas kebaikan adalah kescuian jiwa, kejernihan
hati, kontinyuitas amal, berpaling dari ketergantungan kepada makhluk, kecintaan karena allah, dan
komitemen dengan kebajikan.
4. Hai'ah siyasiyah, karena mereka menuntut perbaikan hukum dari dalam,, meluruskan persepsi
seputar hubungan umat Islam dengan bangsa-bangsa lain di luar negeri, serta mendidik masyarakat
untuk memiliki kehormatan, harga diri, dan kemauan yang kuat untuk mempertahankan jatidirinya,
sampai batas maksimal.
S. Jama'ah riyadliyah, karena mereka sangat memperhatikan íisiknya dan menyadari bahwa mukmin
yang kuat lebih baik dari pada muknin yang lemah.
6. Rabithah ilmiyah tsaqofiyah, karena Islam menjadikan akti·itas mencari ilmu sebagai satu
kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Begitu juga karena íorum-íorum ikhwan pada dasarnya
adalah madrasah-madrasah taklim dan peningkatan wawasan serta lembaga-lembaga untuk
mentarbiyah íisik,akal, dan ruhani.
7. Syirkah iqtishodiyah, karena Islam sangat memperhatikan pendistribusian hareta dan perolehannya.
8. Iikroh ijtimaiyah, karena mereka sangat memperhatikan penyakit-penyakit yang melanda masyarakat
Islam dan berusaha memberikan terapi solusinya.
likroh ikhwan ini kemudian mendasari l0 arkanul bai`ah yang menjadi landasan operasional tarbiyah.
Kesepuluh arkanul bai`ah itu adalah :
1. Paham, adalah yakin bahwa íikrah ,pandangan , kita adalah íikrah Islami dan sahih.Anda harus
memahami Islam sebagaimana diuraikan dalam ushul isyrin , 20 prinsip ikhwan ,.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 8 of 57
2. Ikhlash, setiap al akh muslim, harus mengharapkan keridhaan Allah dan pahala dari semua ucapan,
amal, dan jihad yang dilakukannya tanpa didorong oleh kepentingan pribadi, penampilan, kemewahan,
pangkat, gelar, kedudukan dan yang lainnya.
3. Amal, adalah buah dari ilmu dan ikhlas. , At-taubah 105 ,
4. Jihad, adalah kewajiban yang harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan sampai hari
kiamat, seperti yang telah dinyatakan dalam hadist Rasulullah Saw: Barangsiapa yang mati ,sedang, ia
tidak pernah berperang dijalan Allah dan tidak pernah berniat untuk berperang ,di jalan Allah,, ia mati
dalam keadaan jahiliah.`
5. 1adhhiah, adalah mengorbankan jiwa, harta, waktu, kehidupan dan semua potensi untuk mencapai
tujuan. Di dunia ini tidak ada jihad tanpa pengorbanan. Setiap pengorbanan dalam memperjuangkan
íikrah kita tidak akan sia-sia, bahkan mendapat pahala yang besar dan baik di sisi Allah S\1. Barang
siapa yang tidak mau berkorban bersama-sama kaum muslimin dalam melaksanakan jihad íi sabilillah
akan berdosa dan akan menanggung segala akibatnya.
6. 1aat, adalah menerima perintah dan melaksanakannya dengan cepat, baik di waktu senang atau sulit,
terhadap hal-hal yang disukai atau dibenci.
¯. 1sabat , al akh senantiasa bekerja dan berjihad untuk mencapai tujuan, meskipun tujuan tersebut
masih jauh bahkan memakan waktu bertahun-tahun sampai ia bertemu Allah Swt dan benar-benar
berhasil memperoleh salah satu dari dua kebaikan : tercapainya tujuan atau mati syahid.
8. 1ajarrud, adalah membersihkan íikrah dari segala pengaruh ajaran dan tokoh lain.
9. Ukhuwwah, Adalah mengikat hati dan ruh dengan ikatan aqidah, dan aqidah merupakan ikatan yang
paling kokoh dan paling mulia. Ukhuwah adalah saudara iman, sedang perpecahan adalah saudara
kekuíuran. Kekuatan utama adalah kesatupaduan dan kesatupaduan tanpa adanya cinta. Derajat cinta
yang paling rendah adalah hati yang selamat dari segala buruk sangka kepada saudara muslim lainnya.
Derajat cinta yang paling tinggi adalah itsar.
10. 1siqah, adalah tentramnya jundi ,prajurit, kepada mas-ulnya dalam hal kemampuan dan
keikhlasannya.

Setelah memahami 10 arkanul bai`ah dan 8 íikrah ikhwan , maka ditetapkan tujuan tarbiyah yang
bermuatan atau disesuaikan dengan kebutuhan nasional keIndonesiaan . Pada tahap ini telah dibuat 69 tujuan
umum manhaj tarbiyah atau kompetensi yang harus dicapai dalam tarbiyah ,disebut dengan kompetensi
kritis,. Dua buah tujuan merupakan tambahan yang bersiíat lokal. 1ujuan umum atau kompetensi kritis
tersebut kemudian dirinci menjadi tujuan khusus manhaj untuk setiap marhalah tarbiyah mulai tamhidi,
muayid, muntasib, muntadzim dan amil.
Dari tujuan pembelajaran ini dibuat pemetaan antara tujuan umum manhaj dengan bidang studi yang
direkomendasikan. Adapun bidang studi yang direkomendasikan tercakup dalam 24 bidang studi dan disebar
ke dalam 4 kelompok kajian, yaitu :
I. Dasar-dasar keislaman, mencakup :
,1,. Al-Qur`an dan Ulumul Qur` an, ,2,. ladist dan Ulumul hadist, ,3,.Aqidah.
,4,. liqh ,5 , . akhlak dan kepribadian muslim.
II. Pengembangan diri dan ketrampilan dasar.
,6,. Metodologi beríikir dan riset, ,¯, Belajar mandiri, ,8,. Rumah tangga muslim.
,9,. Manajemen dan organisasi, ,10,. Bahasa arab, ,11,. Kesehatan dan kekuatan íisik, ,12,.
Kependidikan dan keguruan.
III.Da`wah dan Pemikiran islam:
,13,. liqh da`wah , ,14,. Sejarah dan peradaban ummat, ,15,.Dunia Islam kontemporer, ,16,.
Pemikiran, gerakan dan organisasi pembaharuan, ,1¯,. Islam dan kekuatan-kekuatan lawan.
IV. Sosial Kemasyarakatan :
,18,. 1ata sosial kemasyarakatan , ,19,. Perundang-undangan, ,20,. Sistem politik dan
hubungan internasional ,21,.Lkonomi , ,22,. Seni dan budaya, ,23,. Iptek dan lingkungan,
,24 ,.Politik kontemporer.

V. 1AHAPAN-1AHAPAN 1ARBIYAH

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 9 of 57
Untuk selanjutnya seluruh bidang studi ini disebar ke dalam proses tarbiyah. Menurut Imam Syahid lasan
Al-Banna dalam Risalah 1a`lim bahwa tarbiyah harus melalui 3 íase :
1. 1a`rií.
Dalam tahapan ini, da`wah dilakukan dengan menyebarkan íikrah prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai serta
ajaran-ajaran pokok Islam ditengah masyarakat melalui da`wah íardiah , dengan menjalankan hubungan
dengan orang-orang yang berpotensi berubah, atau dengan halaqoh dan melakukan perubahan secara Islam.
\ang termasuk marhalah ta`rií ini adalah : marhalah tamhidi dan muayyid
lokus tarbiyah pada marhalah tamhidi adalah :pembentukan seseorang agar memiliki siíat-siíat terpuji,
perangai Islam asasi, tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan, dan tidak memiliki hubungan dengan
pihak-pihak yang memusuhi Islam
Kriteria pada tahapan ini adalah :memperkenalkan dasar-dasar umum Islam yang berupa aqidah, syari`ah,
akhlaq dan seterusnya.
lokus tarbiyah pada marhalah muayid adalah pembentukan seseorang agar mendukung íikrah,
menyebarluaskannya, memiliki perhatian terhadap problematika umum kaum muslimin serta mengkaji
sebagian konssep-konsep dasar dalam da`wah.
Kriteria pada tahapan ini adalah merasakan urgensi amal jamai` dan bekerja berkhidmah kepada Islam,
dharurinya bergabung kepada jama`ah untuk menegakkan agama Allah swt di bumi serta terpenuhinya
karakteristik-karakteristik asasi seorang muslim.

2. 1akwin
Dalam tahapan ini da`wah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir positií untuk memikul beban
dan mengembangkan seluruh potensi yang ada. Da`wah pada tahapan ini bersiíat khusus, tidak dapat diikuti
oleh seseorang kecuali yang memiliki persiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang
masanya dan berat tantangannya. Sistem tarbiyah pada tahapan ini bersiíat tasawuí murni dalam tatanan ruhani
dan bersiíat militer dalam tataran operasional.
\ang termasuk dalam tahapan ini adalah marhalah muntasib dan muntadzim.
lokus tarbiyah pada marhalah muntasib adalah upaya membentuk seseorang agar sanggup melaksanakan
tugas-tugas da`wah yang dibebankan kepadanya dan memberikan pembelaan terhadap da`wah.
Muntasib dianggap sebagai seseorang yang berada di dalam barisan yang berada di tangga pertama keterkaitan.
lokus tarbiyah pada marhalah muntadzim adalah upaya untuk membentuk seseorang agar mampu
melaksanakan semua tugas, dan mengenal berbagai kondisi jama`ah dan tarikhnya.
Muntadzim merupakan batu bata asai di dalam jamaah.

3. 1aníidz
Da`wah dalam tahapan ini adalah jihad, tanpa kenal sikap plinplan, kerja terus menerus untuk menggapai
tujuan akhir, kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-
orang yang tulus dan memiliki ketaatan total.
\ang termasuk marhalah ini adalah amil dan takhosus.

VI. MUWASHOIA1
Sebagaimana telah disebutkan, bahwa ciri khas manhaj l421 l adalah mentarbiyah seseorang dengan mengacu
kepada tujuan akhir tarbiyah seseorang ,goal based learning,, atau apa yang diharapkan dari peserta tarbiyah
pada setiap marhalah. Untuk itu perlu diketahui karakteristik peserta tarbiyah yang mencakup aspek sikap
,aíektií ,, pengetahuan , cognitií,, dan perilaku ,psikomotorik, .
Karakteristik yang harus dimiliki setiap indi·idu itu mencakup 10 point :
1. Salimul aqidah, setiap indi·idu dituntut untuk memiliki kelurusan aqidah yang hanya dapat mereka
peroleh melalui pemahaman terhadap Qur`an dan Sunnah.
2. Shahihul ibadah, setiap indi·idu dituntut untuk beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan
kepada Rasulullah SA\.
3. Matinul khuluq, setiap indi·idu dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlak sehingga mampu
mengalahkan hawa naísu dan syahwat.
4. Qadirun alal Kasbi, setiap indi·idu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreati·itasnya
dalam dunia kerja.
5. Mutsaqqaíul íikri, setiap indi·idu dituntut untuk memiliki keluasan wawasan.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 10 of 57
6. Qawiyyul jism, setiap indi·idu dituntut untuk memiliki kekuatan íisik melalui sarana-sarana yang
dipersiapkan Islam.
¯. Mujahid lin naísi , setiap indi·idu dituntut untuk memerangi hawa naísunya dan senantiasa
mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh.
8. Munadzam íi syu`unihi, setiap indi·idu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai
dengan keteraturan Islam.
9. laristun ala waqtihi, setiap indi·idu dituntut untuk memelihara waktunya sehingga ia terhindar dari
kelalaian dan kehilaían perbuatan manusia.
10. Naíi`un li ghoirihi, setiap indi·idu harus menjadikan dirinya bermaníaat bagi orang lain.

VII. PROSLS 1ARBIYAH
Untuk mencapai muwashoíat proses tarbiyah memerlukan komponen-komponennya. Baik internal ataupun
eksternal. Komponen ini saling berhubungan dan berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. Adapun
komponen internalnya yang mempengaruhi proses tarbiyah adalah :
1. Peserta adalah seseorang yang direkrut untuk mengikuti proses tarbiyah sesuai dengan marhalahnya
2. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan bidang studi serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan tarbiyah yang berkaitan dengan waktu dan
tingkatan tarbiyah. Kurikulum merupakan sesuatu yang harus dikuasai dengan baik oleh pelaksana
program tarbiyah. Pada akhir program tarbiyah, kurikulum digunakan sebagai alat untuk melihat
tingkat keberhasilan proses tarbiyah.
3. Pelaksana adalah seseorang yang bertugas melaksanakan berbagai sarana tarbiyah untuk setiap peserta
tarbiyah sesuai dengan jenjang tarbiyah.
4. Pengelola adalah institusi yang berwenang dalam perencanaan,pengorganisasian, dan mutaba`ah
penyelenggaraan tarbiyah sesuai dengan ruang lingkup yang menjadi tanggung jawabnya.
5. Metode adalah cara untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dalam mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
6. Media adalah alat bantu atau alat peraga yang digunakan dalam proses tarbiyah untuk memudahkan
pencapaian tujuan pemberian materi.
¯. Administrasi meliputi tulis-menulis dalam rangka íungsi manajemen pada seluruh komponen tarbiyah.
8. 1aqwim adalah sebuah proses dan mekanisme e·aluasi pencapaian muwashaíat dan seleksi kenaikan
jenjang peserta tarbiyah.
9. Prasarana adalah segala sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan proses belajar
mengajar,akan tetapi dapat mempengaruhi hasil belajar. Prasarana ada yang bersiíat materi dan non
materi.
10. Lingkungan adalah kondisi yang mempengaruhi proses tarbiyah, positií atau negatií, dalam skala
keluarga, masyarakat, negara, dan internasional.

VIII. SARANA 1ARBIYAH
Sarana adalah program atau bentuk acara yang dijadikan sebagai alat untuk merealisasikan kurikulum
tarbiyah. Sarama tarbiyah itu antara lain :
1. lalaqah, untuk tamhidi dan muayyid. lalaqah adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok.
Jumlah normal satu halaqah maksimal 12 orang. Murabbi diperkenankan mentarbiyah paling banyak 3
kelompok.
2. Usrah, untuk muntasib dan seterusnya. Usrah adalah unit terkecil jama`ah sebagai wadah akti·itas tarbawi,
jama`i dan ijtima`i bagi anggotanya.
3. 1atsqií,adalah salah satu sarana sebagai proses pembentukan syakhsiyah dai`yah mutakamilah yang bersiíat
ilzami melalui pembekalan ulum islamiyah kepada peserta tarbiyah.
4. Daurah dan kursus, adalah íorum intensií untuk mendalami suatu tema atau ketrampilan,keahlian
tertentut. Diikuti oleh peserta dengan persyaratan tertentut dan dilaksanakan dalam waktu relatií lebih
lama.
5. 1a`lim, adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqaíiah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang
diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta`lim dengan penamaan ta`lim íil
masajid.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 11 of 57
6. Mabit, adalah salah satu sarana tarbiyah ruhiyah dalam bentuk menginap bersama dengan menghidupkan
malam untuk meningkatkan hubungan dengan Allah S\1 serta kecintaan kepada Rasulullah SA\.
7. Rihlah, adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersiíat tarbawi, manhaji, dan tandzimi dengan kegiatan yang
disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi, íikri, dan jasadi serta penguatan
hubungan kemasyarakatan dan kekeluargaan.
8. Mukhayam, adalah sarana penghimpunan , pelatihan dan pengarahan muntasib,muntazim dalam rangka
menerapkan nilai Islam pada aktiíitas kehidupannya.

IX. PLNU1UP
Manhaj tarbiyah ,sistem kaderisasi merupakan sebuah rangkaian yang utuh dan saling
berkesinambungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. 1ujuan tarbiyah akan tercapai, Insya Allah
jika setiap tahapan-tahapan tarbiyah dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh, manhaji , dan
menyerahkan seluruh amal serta urusan akhir kepada Allah S\1.
Waallohu A'lamu bisshawab.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 12 of 57
PROFIL HALAQAH

Pengertian Halaqah
Dalam manhaj 1421 l disebutkan bataqab adalah sarana utama tarbi,ab bagi varbatab tavbiai dan
vva,,ia sebagai media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah sarana utama berupa halaqah tersebut masih
harus dilengkapi dengan sarana-sarana tambahan agar sasaran tarbiyah yakni pencapaian vvra.bafat atau
karakteristik di jenjang-jenjang tersebut dapat tercapai secara optimal. Sarana-sarana tambahan antara lain
ribtab, vv/ba,,av, aavrab, seminar, ta`tiv, dan penugasan.
Selain merupakan salah satu sarana tarbiyah bagi marhalah tamhidi dan muayyid, halaqah juga dapat
dideíinisikan sebagai satu proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok dengan jumlah anggota
maksimal 12 orang.
\alaupun cara mentarbiyah seseorang bisa melalui aa´rab farabi,ab misalnya, halaqah tetap merupakan
metode tataqqi wadah yang eíektií karena terjadi proses interaksi yang intensií antara anggota halaqah. Melalui
proses interaksi, tersebut diharapkan terjadi proses saling bercermin, mempengaruhi dan berpacu ke arah yang
lebih baik serta melatih kebersamaan dalam ruang lingkup amal jama`i.
Dalam buku .aab íataqab, Dr. Abdullah Qadiri menegaskan bahwa sasaran utama belajar mengajar
dalam sebuah bataqab haruslah bertujuan akhir mengokohkan hubungan dengan Allah dan mampu beribadah
kepada-Nya, dengan cara yang diridhai-Nya. Karena beribadah kepada Allah adalah tujuan asasi diciptakan-
Nya manusia.

Halaqah Sebagai Sarana Pembentukan Pribadi Muslim
lalaqah sebagai sarana utama tarbiyah marhalah tamhidi dan muayyid juga beríungsi sebagai sarana
pembentukan pribadi Muslim yang shaleh. Pribadi-pribadi yang terbentuk diharapkan memiliki siíat-siíat
terpuji, perangai Islam asasi, tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan dan tidak memiliki hubungan
dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam. Dalam íase tarbiyah ini diperkenalkan dasar-dasar umum Islam
berupah aqidah, syari`ah, akhlaq dan jihad.
Ada sepuluh muwashaíat atau karakteristik pribadi muslim yang shaleh dengan rincian atau
penjabaran yang sesuai dengan marhalah tamhidi dan muayyid. Sebagai contoh untuk karakteristik ´atiivvt
.qiaab ,aqidah yang bersih,selamat, seorang pribadi yang shaleh hanya akan merujuk pada Al-Qur`an dan As-
Sunnah, tidak berhubungan dan meminta tolong pada jin, tidak meramal nasib dan pergi ke dukun, tidak
memintah berkah ke kuburan atau meminta tolong pada orang yang sudah mati dan lain-lain.
Kemudian untuk ciri ´babibvt íbaaab ,ibadah yang shahih, ternampakkan bila ia berani
mengumandangkan adzan, benar-benar ib.av dalam tbabarab ,bersuci,, bersemangat untuk shalat berjama`ah di
masjid, ihsan dalam shalat, berpuasa íardhu, berzakat dan qi,avvt tait , shalat tahajjud minimal 1 kali sepekan.
Berikutnya untuk muwashaíat Matiivvt Kbvtvq ,akhlak yang kokoh, mulia, terjabarkan dalam sikap dan
perilaku yang tidak takabbur, tidak ivva`ab ,asal ikut, membeo,, tidak berdusta, tidak mencaci maki, tidak
mengadu domba, tidak gbibab ,membicarakan keburukan orang lain, dan tidah mematahkan pembicaraan
orang lain.
Selanjutnya, karakteristik Qaairvv atat /a.bi ,kemandirian, tercermin pada perilaku peserta halaqah ini
bila ia selalu menjauhi sumber penghasilan yang haram, giat bekerja dan rajin membayar zakat, menjauhi riba,
judi dan segala tindak penipuan.
Ciri Mvt.aqafvt íi/ri ,intelektualitas yang berkembang dengan baik, terwujudkan bila pribadi ini
pandai, cakap membaca dan menulis, berwawasan luas, pandai menggunakan logika beríikir yang logis dan
metodologis, membaca 1 juz taísir Al-Qur`an ,juz ke 30,, memperhatikan hukum-hukum titarab,
menghaíalkan íaait. .rba`iv ,hadits ke 1-20, dan mengetahui hukum thaharah ,bersuci,, shalat dan berpuasa.
Sedangkan karakteristik Qarri,vt ]i.vi tertampakkan pada kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal,
komitmen terhadap adab makan dan minum sesuai dengan sunnah, kontinyu olahraga 2 jam,pekan, bangun
sebelum íajar, menghindari rokok dan minuman-minuman yang berkaíein.
Selanjutnya ciri Mv;abiaiv íivaf.ibi terlihat bila pribadi yang shaleh tersebut selalu menjauhi segala yang
haram, tempat-tempat hiburan maksiat. Sedangkan karakter Mvva¸bavvv fi ´,v`vvibi tercermin bila peserta
bataqab mulai memperbaiki penampilan ke arah lebih Islami serta kualitas kerja yang rapi dan proíesional.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 13 of 57
Kemudian Mvra.bafat íari.bvv !aqtibi ,menjaga dan menghargai waktu, nampak bila pribadi tersebut
senantiasa bangun pagi, menghindari kesia-siaan atau hal-hal yang tak beríaedah serta memaníaatkan waktu
untuk beribadah, belajar, mencari naíkah dan berda'wah.
Akhirnya ciri ke sepuluh berupa ^afi`vv íigbairibi ,bermaníaat bagi orang lain, terjabarkan oleh sosok
pribadi shaleh dengan menunaikan hak kedua orang tua, berpartisipasi dalam kebaikan seperti aktií dalam bakti
sosial dan kerja bakti, pandai membahagiakan orang lain, membantu orang yang membutuhkan dan
sebagainya.

Rukun Halaqah
lalaqah sebagai proyeksi bayangan sebuah v.rab juga memiliki rukun halaqah sebagaimana halnya
usrah yakni : 1a`arvf, 1afabvv dan 1a/afvt.
Rukun pertama ,1, 1a`arvf ,saling mengenal, adalah sebuah permulaan yang harus ada dalam sebuah
halaqah. Dasar da'wah kita adalah saling mengenal, seyogyanyalah setiap peserta halaqah saling mengenal dan
berkasih sayang dalam naungan ridha Allah S\1.
Ayat-ayat Al-Qur`an seperti Al-lujurat ayat 10 dan 13 serta Ali Imran ayat 103 memberi arahan
pokok bagaimana seseorang harus saling mengenal. Ditambah lagi hadits-hadits Nabi SA\: Mv/viv aevgav
vv/viv taivv,a ibarat .atv bavgvvav ,avg .ativg vevgo/ob/av, ´eoravg Mv.tiv itv .avaara bagi Mv.tiv taivv,a, tiaa/
a/av vev¸bativi aav vev,erab/avv,a ¡aaa vv.vb` dan Pervv¡avaav oravg·oravg ,avg berivav aatav bat civta, /a.ib
.a,avg aav /etevab·tevbvtav .e¡erti ;a.aa ,avg .atv.
1a`aruí melingkupi saling mengenal mulai hal-hal yang berkaitan dengan íisik seperti nama, pekerjaan,
postur tubuh, kegemaran, keadaan keluarga. Kemudian aspek kejiwaan seperti emosi, kecenderungan,
kepekaan hingga aspek íikriyah seperti orientasi pemikiran. Selain itu juga hingga mengetahui kondisi sosial
ekonomi, keseriusan dalam beribadah, dan puncaknya sampai mengetahui kondisi isi kantong` dan kegiatan
harian secara detail sepekan penuh.

,2, 1afabvv ,saling memahami,. Rasulullah SA\ bersabda : ´eoravg vv/viv itv bativ,a tvva/. 1iaa/ aaa
/ebai/av ¡aaa .e.eoravg ,avg tiaa/ aa¡at vevggvgab bati`.,lR Imam Ahmad,. \ang dimaksud dengan taíahum
adalah :
a. Menghilangkan íaktor-íaktor penyebab kekeringan dan keretakan hubungan
b. Cinta kasih dan lembut hati
c. Melenyapkan perpecahan dan perselisihan karena pada hakikatnya perbedaan itu bukan pada masalah yang
siíatnya prinsipil.

Jika itu sudah terwujud maka taíahum akan mampu memberikan arahan-arahan positií berupa :
a. Bekerja demi tercapainya kedekatan cara pandang
b. Bekerja untuk membentuk keseragaman pola pikir yang bersumberkan pada Islam dan keberpikan pada
kebenaran
Mempertemukan ragam cara pandang atas 2 hal yang sangat penting yakni :
Skala prioritas amal
1ahapan-tahapan dalam berakti·itas
d. Menuju puncak taíahum yakni memiliki kesatuan hati dan mampu berbicara dengan bahasa yang satu

,3, 1a/afvt ,saling menanggung beban,. lendaknya sesama peserta halaqah dilatih untuk saling
memikul beban saudaranya.
Rasulullah SA\ bersabda: ´e.eoravg ,avg ber;atav aatav ravg/a vevevvbi ba;at .avaarav,a tebib bai/ bagiv,a aari
í`ti/af .atv bvtav ai va.;ia/v ivi`, kemudian hadits lainnya ßaravg.ia¡a veva.v//av /egevbiraav /e¡aaa .atv
/etvarga Mv.tiv .ttab tiaa/ vetibat bata.av bagiv,a /ecvati .vrga
1akaíul memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut :
1 Saling mencintai, adanya kasih sayang dan keterkaitan hati.
2. Bahu membahu dalam berbagai pekerjaan yang menuntut banyak energi
3. 1olong menolong sesama muslim
4. Saling menjamin ,takaíul, dalam ruang lingkup halaqah baik dengan murabbi maupun dengan sesama
peserta halaqah.
Adab-adab Halaqah
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 14 of 57

Agar sebuah halaqah dapat dikategorikan sebagai halaqah muntigah ,berhasil guna, tentunya ada
aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua komponen halaqah dalam hal ini adalah vvrrabi dan vvtarabbi.
Dr. Abdullah Qadiri dalam buku .aab íataqab menyebutkan adab-adab pokok yang harus ada dalam
sebuah halaqah:
1. Serius dalam segala urusan, menjauhi senda gurau dan orang-orang yang banyak bergurau. \ang
dimaksudkan serius dan tidak bersenda gurau tentu saja bukan berarti suasana halaqah menajdi kaku,
tegang, dan gersang, melainkan tetap diwarnai keceriaan, kehangatan, kasih sayang, gurauan yang tidak
melampaui batas atau berlebih-lebihan. Jadi canda ria dan gurauan hanya menjadi unsur
penyela,penyeling yang menyegarkan suasana dan bukan merupakan porsi utama halaqah.
2. Berkemauan keras untuk memahami aqidah Salaíusshalih dari kitab-kitabnya seperti kitab .t·`|bvai,ab.
Sehingga semua peserta halaqah akan terhindar dari segala bentuk penyimpangan aqidah.
3. í.tiqavab dalam berusaha memahami kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dengan jalan banyak
membaca, mentadabbur ayat-ayatnya, membaca buku taísir dan ilmu taísir, buku hadits dan ilmu hadits
dan lain-lain.
4. Menjauhkan diri dari siíat ta`a.vb ,íanatisme buta, yang membuat orang-orang yang taqtia terhadap
seseorang atau golongan telah terjerumus ke dalamnya karena tidak ada manusia yang va`.bvv ,bebas
dari kesalahan, kecuali Rasulallah yang dijaga Allah. Sehingga apabila ada perbedaan pendapat
hendaknya dikembalikan kepada dalil-dalil yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. lanya kebenaranlah
yang wajib diikuti, oleh karenanya tidak boleh mentaati makhluk dalam hal maksiat pada Allah.
5. Majlis halaqah hendaknya dibersihkan dari kebusukan gbibab dan vavivab terhadap seseorang atau
jama`ah tertentu. Adab-adab Islami haruslah diterapkan antara lain dengan tidak memburuk-burukan
seseorang.
6. Melakukan í.btab ,koreksi, terhadap murabbi atau mutarabbi secara tepat dan bijak karena tujuannya
untuk mengingatkan dan bukan mengadili.
¯. 1idak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermaníaat dan menetapkan skala prioritas bagi
pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kadar urgensinya.

Selain adab-adab pokok tersebut, secara lebih spesiíik ada adab yang harus di penuhi oleh
peserta,anggota halaqah terhadap diri mereka sendiri, terhadap murabbi, dan sesama peserta halaqah. Mula-
mula seorang peserta halaqah hendaknya memiliki kesiapan jasmani, ruhani, dan akal saat menghadiri tiqa
halaqah ia semestinya membersihkan hati dari aqidah dan akhlaq yang kotor, kemudian memperbaiki dan
membersihkan niat, barsahaja dalam hal cara berpakaian, makanan dan tempat pertemuan. Selain itu juga
besemangat menuntut ilmu dan senantiasa menghiasai diri dengan akhlaq yang mulia.
Selanjutnya terhadap murabbi hendaknya ia t.iqab ,percaya, dan taat selama sang murabbi tidak
melakukan maksiat. Lalu berusaha /ov.vttatif atau selalu mengkomunikasikan dan meminta saran-saran tentang
urusan-urusan dirinya kepada murabbi. Selain itu ia juga berupaya memenuhi hak-hak murabbi dan tidak
melupakan jasanya, sabar atas perlakuannya yang boleh jadi suatu saat tidak berkenan, meminta izin dan
berlaku serta bertutur kata yang sopan dan santun.
Dan akhirnya adab terhadap kolega, rekan atau sesama peserta halaqah: mendorong peserta lain untuk
giat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti tarbiyah. Lalu tidak memotong pembicaraan teman tanpa
izinnya, selalu hadir tidak terlambat dan dengan wajah berseri, memberi salam, bertegur sapa dan tidak
menyakiti perasaan. Selain itu terhadap lingkungan di sekitar tempat halaqah berlangsung, hendaknya semua
peserta halaqah selalu menunjukkan adab-adab kesantunan, mengucapkan salam, meminta izin ketika melewati
mereka dan pamit bila akan pulang serta melewati mereka lagi.

Agenda Aktivitas Halaqah
Agenda akti·itas halaqah atau baravi; bataqab adalah sesuatu yang harus dirancang dan direncanakan
dengan matang dan seksama. Ayat Al-Qur`an di surat Al-lasyr ayat ke 18 yakni: íai oravg·oravg ,avg berivav,
bertaqratab /e¡aaa .ttab, bevaa/tab .etia¡ airi vev¡erbati/av be/at a¡a ,avg .vaab ai¡er.ia¡/avv,a vvtv/ bari e.o/,
bertaqratab /e¡aaa .ttab, .e.vvggvbv,a .ttab Maba vetibat a¡a ,avg /avv /er;a/av, mengingatkan bahwa agenda
akti·itas halaqah harus di ¡tavvivg`, direncanakan dengan baik agar ia tidak sekedar menjadi tempat temu
kangen, ngobrol-ngobrol yang tentu arah dan sedikit diselingi dengan materi tarbiyah, lalu diakhiri dengan
makan siang.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 15 of 57
Kita tidak bisa mengatakan: Ah bagaimana nanti saja`, melainkan kini paradigmanya harus dibalik:
Bagaimana nanti seandainya tidak direncanakan dengan baik`.
Agenda akti·itas ini bisa direncanakan dan dibuat dalam rentang waktu per pekan, per bulan atau per
tiga bulan dan kalau perlu agenda acara atau baramij selama 1 tahun penuh sudah dirancang sebelumnya.
1erlepas dari rancangan agenda acara yang setahun sekali atau sebulan sekali, yang jelas baravi; bataqab
yang pokok, yang harus ada dan secara tertib dilaksanakan setiap pekan adalah sebagai berikut:
1. íftitab ,pembukaan, bisa berupa tav;ib ,pengarahan, dari murabbi atau sekilas inío berupa analisis atas
masalah da'wah atau kejadian-kejadian yang actual di masyarakat.
2. ívfaq, kotak iníaq ,.vvavq ivfaq,, diedarkan di awal acara selagi konsentrasi para peserta halaqah masih
penuh, karena jika dikahir acara dikhawatirkan konsentrasi sudah buyar, ada saja yang lupa atau
peserta-peserta sudah terlanjur bubar.
3. 1itarab dan taaabbvr. lendaknya ditunjuk koordinator yang mengawasi yang dipilih dari peserta
halaqah yang paling baik bacaannya. lendaknya semua menyimak dan dilanjutkan bersama-sama
mentadabburinya agar diperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah.
4. 1ataqqi vaaab, murabbi lalu menyampaikan materi tarbiyah untuk marhalah tamhidi dan muayyid
secara disiplin dan cermat agar muwashaíat yang diharapkan dari materi tersebut dapat terwujud dalam
diri peserta halaqah.
5. Mvtaba`ab,pemantauan dan diskusi
6. 1a`tivat,pemberitahuan-pemberitahuan tentang rencana-rencana berikut atau inío-inío penting yang
mendesak
¯. í/btitav berupa do`a penutup yakni do`a rabithah atau do`a persatuan hati.

Selain agenda pokok rutin yang dilaksanakan per pekan, acara yang secara rutin sebulan sekali
dilakukan juga dapat direncanakan secara baik. Misalnya acara ;ata.ab rvbi atau buka shaum sunnah sebukan
sekali. Atau ziarah sebukan sekali bergiliran ke tempat setiap peserta halaqah dengan tujuan mempererat
ukhuwwah. Acara yang diselenggarakan bisa berupa saling tukar hadiah. Bisa juga acara ziarah itu berupa
ziarah yang insidental dan tidak direncakan seperti menjenguk peserta halaqah yang sakit atau melahirkan.
Kemudian sebulan sekali bisa pula dilakukan acara diskusi, bedah buku, penugasan kliping atau aavrab
v¡graaivg` dengan mengundang guru dari luar. Setiap tiga bulan sekali atau 6 bulan sekali bisa diadakan acara
ribtab atau piknik bersama ke puncak atau pantai misalnya. Acara-acara sepertiini bisa menjadi sarana
taqriv,penilaian yang eíektií karena seseorang akan terlihat siíat aslinya bila sedang menjadi musaíir juga akan
terlihat apakah ia mau berinisiatií berkerjasama dsb.
Untuk mengasah kepekaan dan tanggung jawab sosial, peserta halaqah dilatih untuk rutin,
memberikan bantuan dan mengunjungi panti asuhan atau yatim piatu, bakti sosial atau penjualan sembako
murah, khitanan massal dan pengobatan gratis di daerah kumuh dan penggalangan dana bagi Mv;abia·vv;abia
di dunia Islam seperti Palestina, Ambon dll.
Sementara untuk melatih dan meningkatkan kemampuan aa`ri,ab bisa berupa penugasan untuk
mengajar 1PA ,1aman Pendidikan Al-Qur`an,, membina remaja masjid dsb.
Acara tahunan berupa 1arbib Ramadhan dan Idul litri bisa disemarakkan dengan menjadikan iftbar
.baiv untuk dhu`aía, musaíir atau piknik bersama dan pemberian Ki.ratvt ía dalam acara misalnya Gebyar
Idul litri ,Gembira bersama yatim di saat Idul litri,
Selanjutnya karena tarbiyah melingkupi 3 aspek yang ada pada manusia yakni jasmani, rohani dan
intelektualitas ,;i.v, rvbi dan fi/ri,, maka agenda acara yang dibuatpun harus memperhatikan dan mengasah
ketiga aspek tersebut.
Di aspek jasmani bisa berupa penyuluhan pola hidup dan pola makan yang sehat, pemeriksaan
kesehatan dan olahraga yang rutin seperti senam bagi wanita dan sepakbola, jalan kaki atau bulu tangkis bagi
laki-laki.
Aspek fi/ri,ab bisa diasah dengan sering menjadi panitia atau peserta seminar bedah buku, membaca
kitab-kitab íaait. dan ´irab ^abari,ab, biograíi sahabat-sahabat Rasulullah SA\ dengan sumber-sumber
rujukan seperti Ri,aabv. ´batibiv, ´irab íbvv íi.,av, íiqb ´irab M. Cba¸ati, ´aia Ravaabav .t·ßvtbi, íiqb ´irab
Mvvir Mvbavvaa Cbaabav, Mavba; íara/i íi. ´irab .v·^abari,ab.
Berikutnya aspek rvbi,ab dapat disentuh dengan daurah-daurah ruhiyah, aavrab v¡graaivg`, tab.iv dan
tabfi¸b, vvtaba`ab titarab, membaca Ma`t.vrat, .bavv .vvvab, iftbar .baiv, bergaul, ziarah ke orang-orang shaleh,
membaca kitab 1argbib ra 1arbib.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 16 of 57
Sebagai pelengkap agar peserta halaqah juga memiliki ./itt atau ketrampilan, íaktor favvi,ab pun perlu
diasah dengan mengadakan kursus dan pelatihan masak memasak, jahit menjahit, kewiraniagaan, mengemudi
motor atau mobil dan jurnalistik.
Bila baravi; bataqab tersebut direncanakan dan dilakksanakan secara baik, cermat dan konsisten agar
abaaf bataqab terealisir.

Kiat Memenej/Menata Halaqah Dengan Baik
Keberhasilan pembentukan halaqah-halaqah muntijah tak pelak lagi ditentukan oleh tiga íaktor
dominan, yakni íaktor vvrabbi,ab, íaktor vvtarabi,,ab atau vaa`v dan íaktor manajemen,penataana halaqah
yang disebut juga sebagai iaarab bataqab.
Kemampuan seorang murabbi dalam menata halaqah-halaqah yang dimilikinya tentu saja sangat
diperlukan, Namun hal itu perlu didukung oleh mekanisme penataan yang manhaji di dalam usrah tempat
murabbi itu berada. Oleh karena itu konsep iaarab bataqab ,penataan halaqah, yang dimaksudkan di sini adalah
dalam konteks v.rab.
Dalam sebuah usrah harus ada .,v`vv tarbi,ab yang menjadi koordinator penataan halaqah-halaqah
yang dimiliki oleh anggota-anggota usrah. Akan tetapi kesadaran akan pentingnya penataan halaqah harus
dimiliki secara timbal balik oleh syu`un tarbiyah maupun oleh para murabbi. Misalnya syu`un tarbiyah
berkewajiban memutaba`ah, memantau pertumbuhan, perkembangan dan problematika halaqah-halaqah yang
dimiliki anggota-anggota usrah. Sebaliknya para murabbi berkewajiban memberi laporan secara rutin
perkembangan dan problematika para mad`u atau anggota-anggota halaqah yang dimilikinya baik secara lisan
maupun dalam bentuk laporan tertulis.
Oleh sebab itu sarana idarah halaqah yang perlu dimiliki setiap usrah adalah ßv/v íataqab. Buku
halaqah ini sangat penting dan berguna baik untuk keperluan vvta.i ,perpindahan anggota-anggota halaqah,
maupun taqriv ,penyeleksian kenaikan marhalah,.
Dalam panduan idarah halaqah tercatat beberapa íungsi syu`un tarbiyah yang ternyata mencakup
rumus dasar ilmu manajemen PO.C ,Ptavvivg, Orgavi¸ivg, .ctvativg, Covtrottivg,.
lungsi pertama adalah ¡tavvivg ,perencanaan,. Usrah dengan koordinator syu`un tarbiyah membuat
perencanaan program-program yang diharapkan dapat mengembangkan potensi peserta-peserta seperti aavrab
tarqii,ab, aavrab .a/ivab, aavrab tarbi,atvt avtaaa, daurah ketrampilan rumah tangga, aavrab tabfi¸bvt qvr`av, daurah
pembekalan .i,a.i dan lain-lain.

Halaqah Marhalah 1amhidi dan Muayyid
lungsi berikutnya adalah orgavi¸ivg ,pengaturan,. Untuk tujuan percepatan atau pematangan halaqah-
halaqah tertentu, usrah dengan koordinator syu`un tarbiyah dapat melakukan reíormasi misalnya
memindahkan dan mengelompokkan peserta-peserta halaqah tertentu ke dalam halaqah tertentu. Dan
kemudian menunjuk salah seorang anggota pilihan untuk menjadi murabbi pada halaqah tersebut. Pemindahan
anggota halaqah pra tamhidi ke dalam halaqah tamhidi setelah dimusyawarahkan dalam usrah. Sedangkan
pemindahan anggota halaqah tamhidi ke halaqah muayyid dilakukan setelah lulus taqriv v.rab.
Selanjutnya íungsi actvativg ialah bagaimana syu`un tarbiyah sebagai koordinator bidang tarbiyah
berupaya mengaktualisasikan potensi SDM yang dimilikinya, baik para muntadhim anggota usrah maupun para
muayin dalam halaqah-halaqah yang dimiliki muntadhim-muntadhim tersebut.
1erakhir adalah íungsi covtrottivg atau pemutaba`ahan. Syu`un tarbiyah beríungsi memantau
perkembangan dan problematika anggota-anggota halaqah yang berada dalam areal tanggung jawabnya.
Ketentuan-ketentuan lain dalam panduan idarah halaqah yang perlu diperhatikan adalah kewajiban para
murabiyyah buku halaqah bulanan yang juga harus dimutaba`ah oleh syu`un tarbiyah. Kemudian ketentuan
bahwa perpindahan anggota halaqah tamhidi dan muayyid pada lintas manapun harus selalu disertai buku
halaqah.
Bila butir-butir dalam panduan idarah halaqah diterapkan secara konsisten sambil mengharapkan daya
dukung ítabi,ab, insya Allah tujuan berupa akselerasi pertumbuhan muntadhim-muntadhim yang berkualitas
akan tercapai sehingga semakin banyak pemikul-pemikul beban atau pendukung-pendukung da`wah yang akan
muncul. Dan pada akhirnya akan mempercepat terealisirnya tujuan jama`ah yaitu íqavatva aiev dan Kbitafab
í.tavi,,ab.


Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 17 of 57
Karakteristik Halaqah Pada Segmen-segmen 1ertentu
Secara prinsip tidak ada perbedaan mendasar antara halaqah yang satu dengan yang lain walaupun
peserta-pesertanya terdiri dari segmen masyarakat yang berbeda misalnya segmen akhwat dan mahasiswa.
Sebenarnya juga tidak ada keharusan bahwa halaqah harus homogen atau terdiri dari peserta-peserta
halaqah yang sejenis atau seproíesi, namun memang lebih mudah buat seorang murabbi untuk mengarahkan
bila dalam satu kelompok halaqah tidak terdapat kesenjangan intelektualitas, pemikiran atau perbedaan latar
belakang yang mecolok.
Oleh karena itu kita mengenal adanya halaqah buruh, pelajar, mahasiswa atau akhwat dan halaqah
akhwat masih bisa dirinci halaqah akhwat yang mahasiswi, buruh atau pelajar. Sesuai dengan perbedaan taraí
inetelektualitas, kedewasaan dan latar belakang memang ada perbedaan spesiíik di antara jenis-jenis halaqah
tersebut.

Halaqah Pelajar
Dalam hadits disebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di mana tidak ada
naungan selain naungan Allah, di antaranya adalah pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah dan
pemuda yang lekat hatinya dengan masjid. Pelajar sebagai awal dari rentang usia seorang pemuda atau lazim
pula disebut ABG ,Anak Baru Gede, berada di masa-masa transisi,pubertas. Masa-masa ini sulit karena
kematangan biologis, seksual pada diri mereka tidak dibarengi kematangan ruhani dan fi/ri,ab ,intelektualitas,
sehingga dampak berupa kenakalan remaja, tawuran, keterjeratan,keterperangkapan pada narkoba dan
pergaulan bebas semakin marak.
Seyogyanyalah sejak usia SL1P dan SMU, mereka mulai dilirik dan dibidik sebagai sasaran da'wah
dengan tetap memperhatikan kekhasan dunia mereka sebagai ABG sehingga acara seperti wisata ruhani, olah
raga dan kesenian dapat digunakan sebagai daya tarik sebuah halaqah pelajar.

Halaqah Mahasiswa
Mahasiswa dikenal sejak dulu sebagai agen perubahan. Kekhasannya sebagai segelintir elit pemuda
yang terdidik, dinamis dan peka serta memiliki nurani yang tajam membuat ia menjadi sasaran utama da'wah.
Umar ibnul Khathab r.a pernah berkata: Kalau ingin menggenggam dunia, genggamlah para
pemudanya`. Dan memang sejarah mencatat setiap terjadi perubahan besar di masyarakat, hampir bisa
dipastikan mahasiswalah ujung tombaknya.
Karena itulah pembinaan halaqah mahasiswa harus memperhatikan kekhasan mahasiswa berupa aspek
intelektualitas dan dinamikanya yang tinggi. Kegiatan penugasan untuk menjadi peserta atau panitia seminar,
diskusi panel, pentas seni di kampus sendiri atau di kampus-kampus lain sebagai studi banding adalah sarana
yang baik untuk mengasah kemampuan ilmiah, da`wah dan bekerja dalam sebuah team work.
Selain mereka disupport untuk aktií melakukan da'wah ammah di lingkungan kampus, mereka pun
hendaknya secara berkala di up grade melalui aavrab·aavrab tarqi,ab ,v¡ graaivg,. Dengan kata lain mereka tetap
menjadi sasaran aa´rab /bo..bob yang utama agar mereka senantiasa mendapatkan bac/ v¡,daya dukung ruhiyah
yang memadai.

Halaqah Buruh/Pekerja
Buruh yang kini lebih dan ingin dikenal sebagai kelompok pekerja tak pelak lagi merupakan salah satu
komponen masyarakat yang penting karena merekalah yang turut menggerakkan roda-roda ekonomi dan
industri.
Merekapun rentan terhadap hasutan dan penguasaan kaum sosialis atau marxis yang juga
berkepentingan mendekati, menggarap dan membina para pekerja ini yang mereka anggap dan sebut sebagai
kaum proletar.
Para pekerja ini umumnya memang memiliki taraí intelentualitas yang terbatas karena umumnya
lulusan SD, SL1P atau maksimum SMU, namun tak berarti mereka sulit disentuh dan dibina. Asal kita bisa
mengarahkan dengan pas, íaham jadual kerja mereka yang acapkali berganti-ganti .bift, mereka bisa menjadi
kader da'wah yang handal dan motor penggerak paling tidak di kalangan pekerja pula.
Bahkan Majalah Ummi dulu sempat mencatat sekitar tahun 1993 - 1996 ketika membuka dompet
Bosnia bagi pembaca yang ingin membantu saudara-saudaranya di Bosnia, bahwa banyak sekali pekerja-pekerja
wanita dari beberapa pabrik tertentu yang rutin menyalurkan iníaq mereka.

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 18 of 57
Halaqah Akhwat
Seyogyanyalah seorang murabbi bagi halaqah ini adalah juga akhwat, karena hanya wanitalah yang
mengetahui secara lebih mendalam kekhasan-kekhasan kejiwaan seorang wanita. Kecuali dalam keadaan
terpaksa misalnya ketiadaan akhwat yang mampu.
\alaupun tidak ada perbedaan tugas, kewajiban dan hak-hak selaku hamba Allah, wanita tetap
memiliki hak dan kewajiban yang spesiíik sebagai seorang anak wanita, istri dan ibu. Sehingga selain diajarkan
hal-hal yang pokok seperti aqidah, ibadah dan syari`ah, akhlaq dan jihad, kepada halaqah akhwat ini juga harus
diberikan materi-materi yang dapat mengasah kewanitaannya seperti aavrvt var`ab ,peranan wanita,, tarbi,atvt
avtaa ,pendidikan anak,, íiqb ^i.a` ,íiqh wanita, seperti thaharah ,bersuci,, haid dsb dan 1ara;ivvv ^i.a`
,biograíi wanita-wanita teladan dalam sejarah Islam,.
Bahkan perlu ditambah pula pekan-pekan khusus seperti pekan terakhir di setiap bulan berupa
pembekalan íanniyah yang berkaitan dengan ke`rabbatvt bait`an ,kerumahtanggaan, seperti kursus memasak,
menjahit, menata rumah, merangkai bunga dan juga ketrampilan lain seperti memotong rambut dan
mengemudi. Dalam hal e·aluasi tarbiyah juga perlu diperhatikan pula tingkat kepekaan, kedewasaan
kewanitaan dan tingkat kecondongan mereka pada íitrah kewanitaan mereka di samping kekuatan iman dan
kontinuitas ibadah serta keutamaan akhlaq.
Proses pembinaan akhwat perlu memperhatikan peluang berupa atbifi,ab ,kelembutan, dan kepekaan
wanita dalam bersegera menyambut kebaikan namun ancaman berupa ketidakstabilan emosi dan íriksi-íriksi
dengan murabiyyah atau dengan sesama peserta halaqah perlu diwaspadai dan disiasati.
Kendala-kendala seperti cobaan keterlambatan mendapat jodoh atau bila sudah berumah tangga
kekurangcakapan menata beban-beban baru seperti tugas-tugas kerumahtanggaan dan anak dapat
mengendurkan semangat dan menurunkan akti·itas serta produkti·itas akhwat.
Seyogyanyalah halaqah akhwat perlu ditata, direncanakan dan ditangani secara lebih matang dan serius
oleh tenaga-tenaga pembina yang handal.
Waallohu A'lamu bisshawab.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 19 of 57
PROIIL MUROBBI


MUQODDIMAH
Sudah menjadi hal yang lazim bagi setiap tugas atau pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh
seseorang. Harus adanya kesiapan dan persiapan terlebih dahulu .Sebagai contoh; membangun sebuah
rumsh tidak mungkin bisa terlaksana kecuali ada ahli bangunan yang memiliki pengetahua yang lengkap
tentang semua permasahan yang terkait dengan bangunan.Demikian pula membngun manusia dengan
proses tarbiah membutuhkan murobbi murobbi proIesional.
Proses tarbiah pekerjaan yang sangat berat lagi tidak mudah ,karena tarbiah berati mempersiapkan
manusia dengan membentuk dan mempormatnya menjadi syakhsyiah muslimah da`iah setelah menghlangkan
potensi negatií dan mengembangkan potensi positií pada dirinya.
1arbiah berarti berinteraksi dengan manusia makhluk yang memiliki banyak dimensi dan permasalahan
yang kompleks.Orang yang berinteraksi dengan makhluk selain manusa dengan mudah dapat menundukkan
dan mengendalikannya namun berinteraksi dengan manusia tidak dapat disamakan dengan berinteraksi
dengan binatang atau makhluk lainnya.Oleh karena itu tidak semua orang dapat mentarbiah,bahkan orang
yang sudah memiliki pemahaman yang bagus ,latarbelakang ilmiah yang yang memadai,kemampuan berbicara
dan kemampuan berdialog yang baik sekalipun belum cukup untuk menjadi murobbi sukses.
Mengingat mentarbiah manusia bukan pekerjaan yang ringan maka para murobbi dituntut untuk terus
melakukan peningkatan kualitas diri agar menjadi murobbi yang proíesional.

DLIINISI MUROBBI
Murobbi adalah orang yang melaksanakan proses tarbiah morabbi,dengan íokus kerjanya pada
pembentukam pribadi muslim solih muslih ,yang memperhatikan aspek pemeliharaan|ar-
ria`yah|,pengembangan|at-tanmiah|dan pengarahan|at-taujih| serta pemberdayaan|at-tauzhií|.

IUNGSI MUROBBI DI DALAM AL-QUR'AN
Di dalam al-Qur`an banyak ayat yang menjelaskan íungsi murobbi, seperti di dalam surat Al-Baqoroh
ayat151,Ali Imron ayat 164 dan Al-Jumu`ah ayat 2.Di dalam surat Al-Baqoroh ayat 151 Allah S\1.
Beríirman,

Artinya,
´ebagaivava Kavi tetab vtv. /e¡aaa /avv .eoravg ra.vtMvbavvaa vevbaca/av /e¡aaavv a,at·a,at Kavi,
vevber.ib/av ;ira·;ira /avv, vevga;ar/av /e¡aaa /avv at·/itab aav at·bi/vab aav vevga;ar/av /e¡aaa /avv a¡a·a¡a
,avg /avv betvv vevgetabviv,a.

Di dalam ayat ini ada 3 poin penting yaitu,
1. Rosul diutus kepada ummatnya sebagai murobbi/ava ar.atva fi/vv ro.vtav viv/vv
2. Rosul dalam melaksanakan íungsi tarbiah dibekali manhaj dan penguasaannya yang benar dan utuh. |,attv
atai/vv a,ativa
3. Proses tarbiah yang dilakukan rosul memperhatikan 3 aspek penting yaitu,
a. Mensucikan jiwa|ra,v¸a//i/vvagar terbentuknya ruhiah ma`nwiah|mentalitas sepiritual|.
b. Mengajarkan ilmura,v`attivv/vvvt /itaba ratbi/vata| agar terbentuknya íikriah tsaqoíiah
|wawas an intelektua|
c. Mengajarkan cara beramal |ra,v`attivv/vv vatav ta/vvv ta`tavvv agar terbentuknya amaliah
harokiah|amal dan harokah|.

Jika kita perhatikan ayat di atas tazkiatun naís |pembersihan jiwa| menjadi skala prioritas dalam proses
tarbiah sebelum memberikan wawasan intelektualitan dan berbagai akti·itas,karena perubahan dan perbaikan
manusia harus dimulai dari perubahan dan perbaikan jiwa sebagaimana. íirman Allah dalam surat Ar-Ra`d ayat
11.
Artinya,
.e.vvggvbv,a .ttab tiaa/ a/av vervbab /eaaaav .vatv /avv .ebivgga /avv itv vervbab /eaaaav airiv,a``.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 20 of 57
walapun murobbi tidak boleh menabaikan sisi-sisi yang lainnya yaitu sisi intelektualitas dan akti·itas secara
seimbang dan berkesinambungan.

IUNGSI MURBBI DALAM MLNJALANKAN PROSLS 1ARBIAH
Murobbi dalam melaksanakan proses tarbiah atas mutarobbi beríungsi sebagai ,
1. \alid |orang tua|dalam hubungan emosional.
2. Syaikh|bapak sepiritual|talam tarbiah ruhiah
3. Ustadz|guru| dalam mengaarkan ilmu
4. Qoid |pemimpin|dalam kebijakan umum da`wah.
Agar íungsi-íungsi ini dapat di perankan oleh murobbi maka murobbi dituntut untuk memenuhi keriteria dan
siíat-siíat murobbi sukses.

KRI1LRIA DAN SIIA1-SIIA1 MUROBBI SUKSLS
Diantara kriteria dan siíat-siíat murobbi sukses sebagai berikut ,
Memiliki ilmu.
Ilmu yang harus dimiliki seorang murobbi meliputi banyak cabang ilmu pengetahuan,diantaranya,
a. ítvv .,ar`i, salahsatu tujuan tarbiah dalam islam menjadikan manusia agar beribadah kepada Allah
ibadah baru akan tercapai hanya dengan ilmu syar`i.\ang dimaksud dengan ilmu syar`i di sini tidak
berarti bahwa seorang murbbi harus alim di bidang ilmu syar`i atau sepesialis di bidang ulum syar`iah
akan tetapi ilmu syar`I yang harus dimiliki seorang murobbi adalah ilmu syar`i yang dengannya ia
mampu membaca,membahas dan mempersiapkan tema-tema syar`i serta memiliki ilmu-ilmu dasar
yang kemudian ia dapat mengembangkan potensi syar`inya dengan semangat belajar.
b. ítvv ¡vgetabvav yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai murobbi tentang situasi dan kodisi zaman
dan masyarakatnya.
c. P.i/otogi, seperti karakter manusia sesuai dengai usianya,anak-anak,remaja,dan orang dewasa, tentang
motiíasi naluri dan potensi manusia serta membaca tulisan-tulisan dan kajian-kajian tentang
kelompok masyarakat yang dibutuhkan dalam proses tarbiah.Ini tidak berarti seorang murobbi harus
psikolog atau ahli di bidang ilmu pendidikan,akan tetapi yang diperlukan murobbi adalah dasar-dasar
umum ilmu jiwa dan memiliki kemampuan memahami hasil kajian dan penelitian di bidang ini.
d. Mevgetabvi /e.ia¡av, /evav¡vav aav ¡otev.i vvtarobbi, dalam hal ini Rasul SA\. murobbi yang sangat
tahu tentang kondisi, potensi, kesiapan dan kemampuan mutarobb, sebagai contoh ketika rosul
memberikan sarannya kepada Abu Dzar al-Giíari di saat ia minta jabatan kepada rosul dalam
sabdanya ,
``!abai .bv D¸ar .a,a tibat /avv aatav bat ivi tevab,aav .a,a vevcivtai /avv .e¡erti .a,a vevcivtai airi .a,a
.evairi ,/avv tiaa/ ta,a/ vvtv/ vev¡iv bav,a ava oravg .e/ati¡vv aav tiaa/ vav¡v vevgetota barta viti/ ava/
,ativ.í.R.Mv.tiv.
e. Mevgetabvi tivg/vvgav ai vava vvtarobbi beraaa,tivggat, karena lingkungan mempuanyai pengaruh
yang besar terhadap kepribadaian |mutarobbi|, pengetahuan tentang lingkungan mutarobbi sangat
penting bagi mutarobbi sebagai bahan dalam proses tarbiah.
Murobbi harus lebih tinggi kualitasnya dari mutarobbi, dalam proses tarbiah terjadi timbal balik
antara murobbi dan mutarobbi, terjadi proses memberi dan mengambil menyampaikan dan menerima,oleh
karenanya murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbi, tidak berarti murobbi harus lebh tua dari mutarobbi
sekalipun íaktor usia penting akan tetapi yang lebih penting kemampuan, pengalaman dan keterampilan
murobbi harus lebih tinggi dari mutarobbinya. Karenanya Rosul orang memiliki siíat-siíat di atas semua
manusia di berbagai sisi.
3. Mampu mentransformasikan apa-apa yang dimiliki, banyak orang orang besar yang tidak mampu
memberikan dan menyampaikan apa-apa yang dimilikinya,karenanya ia tidak dapat mentarbiah ,walaupun
memiliki kelebiahb dari sisi ilmu pengetahuan, moralitas, mentalitas dan emosional, akan tetapi karena
alasan tertentu mereka mereka tidak mendapatkan pengalaman lapangan khususnya di medan 1arbiyah ia
hanya memiliki wawasan tioritis tidak memlki pengalaman praktis. Orang-orang seperti ini sering dijumpai
di acara-acara umum seperti kajian ilmiah, seminar, dialog wawancara dan lain-lainnya mereka padandai
berbicara,kuat argumentasinya dan penyampaian materinya menarik, tapi semua itu belum cukup untuk
menjadikan seseorang mampu mentarbiah. Sering kali kita terpesona dengan orang-orang seperti itu
bahkan menganggap mereka memiliki potensi tarbiah yang paling baik tanpa melihat sisi-sisi yang lain.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 21 of 57
4. Memiliki kemampuan memimpin ¡al-qudroh ·alal qiadah¡, kemampuan memimpin menjadi salah
satu kriteria asasi bagi murobbi.dan tidak semua orang memilki kemampuan ini,ada orang yang dapat
mengambil keputusan menagirial,dan ada pula yang mampu memanag perusahaan atau yayasan, akan
tetapi qiadah |kepemmpinan| lebih dari itu, khususnya proses tarbiah tidak bisa dipaksakan, jika militer
atau penguasa dapat menggiring manusia dengan tongkat dan senjata maka seorang yang tidak memiliki
kemampuan memimpin tidak akan bisa mentarbiah orang lain.
5. Memiliki kemampuan mengevaluasi¡al-qudroh ·alal mutaba'ah¡, proses tarbiah bersiaíat terus
menerusdan berkesinambungan tidak cukup denan arahan-arahan sesaat dan temporer dan tarbiah
membutuhkan e·aluasi yang berkesinambungan.untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses tarbiah
maka e·aluasi suatu hal yang tidak boleh diabaikan.Murobbi menge·aluasi dirinya, manhaj, sarana, media,
metoda dan mutarobbi secara intensií dan integral.
6. Memiliki kemampuan melakukan penilaian ¡al-qudroh ·alat taqwim|, taqwim dalam proses bagian
yang tidak terpisahkan dari tarbiah itu sendiri ,murobbi harus melakukan penilaian terhadap ,
a. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui kemampuannya,agar murobbi dapat mentarbiah sesuai
dengan keadaannya.
b. Menilai peserta tarbiah untuk mengetahui sejauh mana pecapaian muasoíat pada dirinya dan apa
pengaruhnya dalam kehidupan kesehariannya.
c. Menilai program ,tugas dankendala serta solusinya .
d. Menilai permasalahan tarbawiah untuk ditangani secara proíesonal dan proporsional.
1aqwim yang dilakukan oleh murobbi harus dilkukan secara ilmiah dan obyektií dengan berpegang pada
kaidah-kaidah taqwim yang telah baku,bukan kesan pribadi atua emosional.
7. Memilki kemampuan membangun hubungan emosional¡al-qudroh ·ala binaal-·laqoh al-insaniah¡.
lubungan antara murobbi dan mutarobbi harus dilandasi kasih sayang dan cinta karena Allah.maka
murobbi yang tidak menanamkan kasih sayang dan kecintaan kedam jiwa mutarobbinya , bisa dipastikan
bahwa semua pelajaran dan pesan-pesannya yang disampaikan kepadanya akan berakhir dengan
berakhirnya kata-kata murobbi dan tidak akan masuk kedalam hati , apa lagi untuk menjadi ilmu yang
mengkristal di dalam jiwa.
Allah S\1.telah mengingatkan didalam surat Ali Imron ayat 159 :
``Ma/a ai.ebab/av rabvat aari .ttab /avv berta/v tevab tevbvt terbaaa¡ vere/a ,.e/irav,a /avv ber.i/a¡/era. tagi
berbati /a.ar tevtvtab vev;avb/av airi aari .e/etitivgvv,/areva itv vaaf/avtab vere/a vobov/avtab av¡vvav bagi
vere/a aav bervv.,ararabtab aevgav vere/a aatav vrv.av itv /evvaiav a¡abita /avv tetab vevbvtat/av te/aa ,va/a
bertara//attab /e¡aaa .ttab .e.vvggvbv,a .ttab vev,v/ai oravg·oravg ,avg bertara//at /e¡aaav,a``.



SARANA 1ARBIAl

Pendahuluan
1arbiyah sebagai proses pembangunan diri muslim yang /aaffab harus mendapat porsi terbesar
kehidupan seseorang. Sarana, proses, pengembangan dan e·aluasi tarbiyah yang dilakukan secara simultan
adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Sisi lain tarbiyah yang dilakukan adalah tarbiyah bagi orang
dewasa. Kesadaran akan hal tersebut akan membawa kita pada pemahaman pendidikan orang dewasa tidak
sama dengan pendidikan anak-anak.
Pendidikan bagi orang dewasa memberi kesempatan yang luas bagi komunikasi dua arah. Peran
peserta menjadi sangat besar dalam pencapaian tarbiyah itu sendiri. Kesadaran peserta akan apa yang
dilakukannya dan apa yang menjadi tujuannya akan mempercepat proses perjalanan tarbiyah. 1ugas seorang
vvrobbilah untuk memoti·asi dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta. Kesiapan para vvrobbi
untuk berkomunikasi dua arah juga memainkan peranan penting. Dengan komunikasi dua arah diharapkan
peserta dapat memahami setiap nilai secara baik, tidak taklid dan sadar sepenuhnya terhadap apa yang
dilakukan berikut keterkaitannya dengan tanggungjawab dihadapan Allah Swt.
Pada sarana tarbiyah dalam setiap marhalah perlu digaris bawahi masalah kekhasan pendidikan orang
dewasa ini. Dengan pelibatan setiap peserta dalam menanamkan dan memahami nilai yang ada diharapkan
keikhlasan, keinginan untuk beramal dan seterusnya tumbuh terintegrasi dalam diri peserta. Dengan kata lain
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 22 of 57
para vvrobbi harus siap dengan berbagai proses kreatií dalam mengembangkan sarana tarbiyah pada berbagai
marhalahnya. Partisipasi aktií dari peserta tarbiyah dalam pengembangan dan pengokohan pemahamannya
dapat dibangun melalui sarana tarbiyah pada setiap le·elnya yang berjalan secara eíektií. Diharapkan pada
setiap sarana terdapat proses yang menyentuh kognisi ,konsep pengetahuan,, aíeksi ,perasaan, dan konasi
,kecenderungan untuk melakukan, sehingga nilai yang disampaikan dapat terinternalisasi dalam diri peserta.
DR Ali Abdul lalim Mahmud menuliskan dalam buku Perangkat-perangkat 1aarbiyah Ikhwanul
Muslimin terjemahan dalam bahasa Indonesia:
..etaiv itv, tarbi,ab í.tavi,ab veviti/i /ei.tiveraav aevgav /evav¡vavv,a vevgirivgi fitrab vavv.ia aatav vevgbaaa¡i
reatita. biav¡v,a ai bvvi aav ai atav vateri ivi, .ebagaivava ;vga vevgirivgi ¡otev.iv,a vevv;v tivg/at /etetaaavav aav
/e¡eto¡orav .ebivgga aa¡at verv;va/av /evavfaatav aav /e.etavatav bagi airi, agava aav va.,ara/atv,a. ´evva itv
terva.v/ aatav bata. ,avg .ttab .rt. batat/av aav .,ariat/av.;bat. 2ó)
Pernyataan ini mengisyaratkan pentingnya internalisasi nilai Ilahiah dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu
secara tegas dinyatakan sebagai sebuah keistimewaan 1arbiyah Islamiyah.


Apa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah ?
Manhaj 1arbiyah 1421 l mencatat bahwa yang dimaksud dengan sarana tarbiyah adalah program atau
bentuk acara yang dijadikan media untuk merealisasikan kurikulum tarbiyah. Sebagai sarana utama dalam
tarbiyah adalah lalaqah dan Usroh. Sedangkan sarana tambahannya berupa mabit,jalasah ruhiyah,lailatul
katibah, tatsqií, rihlah, mukhayyam, dauroh, seminar, ta'lim dan penugasan.
Masing-masing sarana memerlukan pengelolaan yang tepat sesuai dengan peserta dan sasaran yang
ingin dicapai pada tiap-tiap marhalah. Pelibatan seluruh peserta dalam pencapaian sasaran akan mempercepat
pencapaiannya. Setiap sarana memiliki kekhasan masing-masing sehingga para vvrobbi perlu cermat untuk
memadukan ke seluruhan sarana yang ada.
i. Halaqoh
• lalaqoh adalah proses kegiatan tarbiyah dalam dinamika kelompok. Jumlah normal satu halaqoh
maksimal 12 orang. Mvrobbi diperkenankan paling banyak mentarbiyah 3 halaqah. Bagi halaqoh akhwat dengan
peserta kaum ibu perlu dipertimbangkan masalah jumlah. Biasanya kehadiran para ibu disertai dengan putra-
putrinya yang masih kecil. Mvrobbi, bekerjasama dengan para suami, perlu membuat sistem taawun yang dapat
membantu para ibu mengembangkan potensi dirinya secara proporsional.
• Pengelolaan halaqoh bagi marhalah tamhidi dan muayid bertumpu pada vvrobbi. 1etapi dalam
pelaksanaannya vvrobbi dapat melibatkan seluruh peserta memilih program-program yang dianggap dapat
mewujudnya tercapainya muwashaííat marhalah tersebut. Mvrobbi dapat menugaskan salah seorang peserta
untuk menjadi koordinator, mengatur alur iníormasi sesama peserta. Menunjuk peserta lain yang bertugas
mencatat absensi dan notulensi pertemuan, serta peserta lain sebagai bendahara. Dapat pula ditambah
beberapa penanggung jawab program yang telah disepakati. Absensi dan notulensi dapat digunakan untuk
pengecekan silang terhadap catatan vvrobbi dalam proses takwim.
• Baramij adalah acara yang mesti diikuti dalam melaksanakan halaqah dengan tertib, sehingga terealisir ahdaí
halaqah. Baramij dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan
Iítitah
1ilawah dan tadabbur
1alaqqi madah
Mutaba'ah dan diskusi
1a'limat
Ikhtitam
• 1alaqqi madah tidak berarti harus selalu satu arah dan berbentuk skematik, tetapi bisa dilakukan dengan
beberapa tahap yaitu penjelasan sasaran materi, pelibatan peserta, ceramah atau dialog. Berikut ini contoh
talaqqi untuk madah Birrul Walidain ,1B081,:
. Peserta diminta untuk mengingat syair yang dirasa paling tepat untuk menggambarkan perasaannya terhadap
orang tua. Misalnya:
/a.ib ibv.. /e¡aaa beta.
ta/ terbivgga .e¡av;avg va.a.
íav,a vevberi ta/ bara¡ /evbati..
bagai .avg .vr,a vev,ivari avvia
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 23 of 57
;aiavbit aari .,air tagv ava/·ava/)
. Dilakukan dialog tentang alasan pemilihan syair tersebut
. Penjelasan materi
. Diskusi dengan melibatkan perasaan peserta.

ii. Usroh
Usroh adalah unit terkecil jama'ah sebagai wadah akti·itas tarbawi, ijtima'i dan jama'i bagi para anggotanya.
Usroh juga merupakan stelsel terkecil jama'ah dan berada dalam posisi terdepan dalam mengemban amanah
da'wah.
Sama seperti halaqoh pelibatan seluruh peserta sangatlah penting. Karena usroh merupakan ujung tombak
maka membangun rasa memiliki para peserta perlu dikedepankan. Penegakan rukun-rukunnya dilakukan
sebagai upaya penguatan sistem stelsel itu sendiri yang pada gilirannya akan mengokohkan stelsel yang lebih
besar. Rasa memiliki menjadi sebuah moti·asi kuat untuk memajukan da'wah secara bersama-sama dan
terkoordinir dengan baik. ^aqib selain membangun komitmen peserta juga perlu memunculkan rasa betah
para peserta. Sehingga meskipun ada peserta yang tidak hadir dalam pertemuan akan proaktií mencari berita
yang ditimbulkan oleh rasa rindu pada saudaranya. Keterbukaan yang ditumbuhkan dapat membantu
peningkatan ukhuwwah yang telah terbangun.
Dalam usroh program mutabaah tidak melulu hanya membicarakan kesulitan-kesulitan pribadi dan mad'u,
tetapi perlu dibangun suasana mutabaah yang membuat seluruh peserta mengenali karakteristik saudaranya
berikut keluarganya. Bagaimanapun pola pendidikan anak, pola hubungan dalam keluarga, pola hubungan
dengan tetangga setiap peserta dapat memperkaya peserta lainnya. Seperti misalnya seorang peserta ingin
meningkatkan ketrampilan sosial putranya dapat meminta tolong saudaranya untuk mengajak berbincang-
bincang putranya ketika disuruh mengirimkan sesuatu.
Pelibatan anggota keluarga pada program-program tertentu usroh dapat semakin mengembangkan 'alaqoh
ijtimaiyah peserta.
iii. 1arbiyah Iardiyah
Dilakukan bagi peserta yang karena satu dan lain hal tidak dapat bergabung dengan peserta lain dalam halaqoh.
1arbiyah lardiyah hanya berlaku bagi marhalah tamhidi dan muayyid. Seorang vvrobbi paling banyak
melakukan tarbiyah íardiyah pada 3 orang.
iv. Mabit/Lailatul Katibah & Jalsah Ruhiyah
Dilakukan dengan prioritas bagi tarbiyah ruhiyah setiap peserta dengan acara menginap bersama, kecuali untuk
akhwat. Program yang dijalankan adalah menghidupkan malam dalam upaya meningkatkan kualitas hubungan
dengan Allah swt. dan meningkatkan upaya meneladani dan mencintai Rasulullah Saw, mengeratkan
ukhuwwah, meningkatkan akhlaq rabbaniyah dan menambah bekalan da'wah.
v. 1arbiyah 1saqofiyah (tatsqif)
1atsqií adalah proses pembentukan syakhsiyah Islamiyah mutakamilah yang bersiíat ilzami melalui melalui
pembekalan 'ulum Islamiyah kepada peserta. Selain kehadiran dan talaqqi, partisipasi aktií peserta sangat
menunjang peningkatan pemahaman. Mengkaji maraji' yang disarankan, mendiskusikan hal-hal praktis yang
berkaitan dengan madah yang disampaikan dapat menjadikannya sebagai ilmu yang terinternalisasi bagi
peserta.
vi. Dauroh/Kursus
Dauroh adalah íorum khusus untuk mempelajari keahlian atau ketrampilan tertentu. Diikuti oleh peserta
dengan persyaratan tertentu dan dilaksanakan dalam waktu yang relatií lama. Sebelum mengikuti dauroh ini
sebaiknya diberi pemahaman akan pentingnya keterlibatan dalam dauroh ini. Juga sangat baik bila peserta yang
merasakan sendiri kebutuhan akan keahlian tertentu sehingga muncul keinginan untuk meningkatkan
ketrampilannya.

vii. Rihlah
Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi yang bersiíat tarbawi, manhaji dan tanzimi dengan kegiatan yang
disiapkan untuk mencapai sasaran pemulihan dan penyegaran potensi ruhi, íikri dan jasadi serta penguatan
hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. Rihlah diikuti keluarga masing-masing peserta, dilaksanakan
minimal satu tahun sekali dan mengutamakan kesempatan rekreasi bagi ummahat.
viii. Mukhayyam
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 24 of 57
Mukhayyam adalah sarana penghimpunan, pelatihan dan pengarahan peserta dalam rangka menerapkan nilai
Islam pada aktiíitas kehidupannya.
Anasir Acara yang diselenggarakan terdiri atas unsur riyadhi, askari, ruhi dan íikri.
ix. 1a'lim
1a'lim adalah bentuk penyampaian mawad tarbiyah tsaqoíiyah sekaligus tarbiyah jamahiriyah yang
diselenggarakan melalui sarana-sarana umum seperti masjid atau majelis ta'lim

Apakah sarana tarbiyah dapat dikembangkan ?
Seperti telah diuraikan sebelumnya, sarana tarbiyah yang beragam dapat dikembangkan dan sangat
tergantung pada kreatiíitas vvrobbi, vaqib dan pengelola. 1idak kurang pentingnya adalah partisipasi aktií para
peserta dengan berbagai kreatiíitasnya mengembangkan sarana-sarana yang ada dengan batasan koridor
manhaj 1421 l.
Bagi halaqoh tamhidi atau muayyid akan tampak kreatiíitas peserta mempengaruhi dinamika
kelompoknya. Bila seorang vvrobbi membina lebih dari satu kelompok halaqah dengan marhalah yang sama,
maka ia tidak dapat menganggap kedua kelompok adalah sama. Setiap kelompok memiliki kekhasan sendiri-
sendiri. Kelompok akti·is biasanya kreatií namun dari segi kehadiran sering berganti-ganti orang karena
akti·itasnya. Sebaliknya kelompok pekerja akan sulit melakukan program rutin pada waktu kerjanya. Dengan
demikian para vvrobbi dan vaqib perlu melakukan pengelolaan sedemikian rupa yang khas bagi masing-masing
kelompok.

Beberapa kiat untuk pengembangan sarana tarbiyah pada marhalah tamhidi.
Setiap vvrobbi pasti memiliki kiat-kiat untuk mengembangkan halaqohnya. Dan disadari bersama kiat-
kiat tersebut sangat spesiíik bagi kelompok dengan karakter tertentu. Sebaiknya dilakukan workshop antar
vvrobbi untuk mengembangkan dan memperkaya kreatiíitas.
lal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan halaqoh pada marhalah tamhidi diantaranya:
α Metode penyampaian yang beragam.
Dimulai dengan 'o¡evivg .e..iov' ,sesi pembuka, untuk mempersiapkan peserta dalam menerima materi.
Dapat dilakukan dengan pre test, dialog, permainan dll. Materi disampaikan sambil mengukur kesiapan
peserta pada saat tersebut. Sedapat mungkin melibatkan keaktiían peserta. Selain dengan skematik, dapat
dengan narasi, bahas buku, membahas kondisi kontemporer yang kemudian dibingkai oleh vvrobbi dengan
tujuan materi yang disampaikan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode curah pendapat ,.barivg,
dapat pula dijadikan sessi pembuka yang nanti dapat dijadikan contoh dari materi tersebut.
α Digunakan media yang beragam dalam penyampaian materi. Artikel, gambar-gambar di koran atau
majalah untuk memancing keterlibatan perasaan peserta dalam pembahasan materi.
α Metode e·aluasi yang juga beragam dengan berbagai kuis, jurnal, membuat tlisan atau artikel dan
sebagainya yang pada gilirannya dapat dijadikan indikasi otentik dalam proses takwim. Khusus tentang jurnal
akan diuraikan di lampiran.
Berikut ini sebuah contoh dalam penyampaian materi 'Ilmu Allah pada marhalah tamhidi:
Peserta diminta tanggapannya tentang kasus ajinomoto. 1anpa memberi penilaian terhadap masing-masing
pendapat vvrobbi menjelaskan materi 'Ilmu Allah ,1D232, yang menyimpulkan bahwa setiap pengetahuan
kauniyah dikembangkan hanya dalam rangka menegakkan syariah Allah di muka bumi. Dilanjutkan dengan
diskusi. Sebelum menutup acara vvrobbi meminta peserta menulis jurnal tentang perasaannya ketika menerima
materi dan rencana aplikasinya di waktu mendatang.

Penutup
Sebagaimana kekhasan pendidikan orang dewasa, maka pengembangan sarana tarbiyah sangat
tergantung pada para vvrobbi, vaqib serta peserta itu sendiri. Mengingat vvrobbi dan vaqib lebih memahami
kondisi dan tujuan pada setiap marhalahnya maka dituntut kreatiíitas dan komitmen terhadap kelangsungan
perkembangan tarbiyah di negri ini.
Semoga Allah Swt. memberi kelapangan hati, kemudahan urusan dan kekuatan dalam mengemban
amanah-Nya menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Amin
Wallahu'alam bisawab.


Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 25 of 57

Maraji :
1. Mahmud, Ali Abdul lalim. PLRANGKA1-PRANGKA1 1ARBI\Al IKl\ANUL MUSLIMIN.
1erjemahan dlm bahasa Indonesia. Lra Intermedia, 1998.
2. Kelompok Kajian Manhaj 1arbiyah. PLDOMAN PLMBINAAN KADLR-KADLR ISLAM DAN
DA'\Al, 2000



Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 26 of 57
Lampiran J


Contoh kuis tertulis Contoh jurnal harian
J. Kuis taakhi:
i. Coba sebutkan nama orang tua dan
alamat íulan ,teman se liqo,
ii. Apa yang tidak disukai íulan ·
iii. Siapa nama anak-anak íulan ·
i·. ........
J. Pembahasan materi Ma'rifatu Diinul Islam (JA03J)
sebelum materi :
í.tav itv..agava ,avg evavg aari avtv vaab aaa. Ma/.vav,a, ,a
í.tav itv agava ,avg vaab aitevtv/av ave .ttab aav .ebevarv,a
ra/tv /ita betov tabir /av vaab aiberi /e.a/.iav tevtavg bat itv

setelah materi:
Kevvaiav.. .a,a berfi/ir babra .e.vvggvbv,a .eva/iv v,ata
¡er;vavgav í.tav vetarav /avv va.boro aav ,abvai, ,avg
.ebarv.v,a /ita aa¡at veta/v/av .e.vatv ,avg bergvva
2. Kuis untuk mengukur salah satu
muwashaffat
i. Korupsi, kolusi dan nepotisme terjadi
karena kurang tegasnya aparat penegak hukum.
Bagaimana tanggapan anda tentang pernyataan di
atas·
ii. Bagaimana pendapat anda tentang ziarah
kubur ·
catatan: pertanyaan dibuat terbuka sehingga
diharapkan dapat menggali beberapa aspek dari
muwashaííat
2. Pembahasan materi Ma'na Syahadatain (JA036)
sesudah materi:

.a,a barv tav /ato´ .ebeverv,a itab itv bv/av bav,a tvbav ,avg
/vav ai.evbab a;a. 1a¡i terv,ata .avgat tva.. ´a,a berbara¡ bi.a
berbati·bati aatav bertivaa/ /areva bi.a fatat /ato .atab

Contoh jurnal di atas diambil dari salah satu halaqah tamhidi yang semuanya pelajar SMU sehingga cara
mengungkapkan pendapatnya tentu tidak akan sama dengan peserta yang berusia dewasa.

Contoh permainan ukhuwwah :
1. Peserta diminta berdiri membentuk lingkaran
2. Peserta menghaíal nama ayah teman disebelah kanan dan kirinya
3. Murobbi menjelaskan aturan main yaitu : jika murobbi menunjuk salah seorang dengan mengucapkan kata
"ding" maka peserta harus segera menyebut nama ayah teman disebelah kanannya. Sedangkan jika disebut
kata "dang" maka segera menyebut nama ayah teman disebelah kirinya.
4. Dilakukan berulang-ulang
5. Bagi peserta yang sudah berkeluarga dapat diganti dengan menyebit nama anak-anaknya


Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 27 of 57
Lampiran 2 : Buku Jurnal

1. Jurnal adalah buku yang disediakan oleh vvrobbi bagi setiap peserta dan disimpan oleh vvrobbi.
Mengandung dua íungsi : tarbiyah dan takwim. lungsi tarbiyah dilakukan dengan menjadikan jurnal
sebagai media komunikasi dua arah dan íungsi takwim berjalan sepanjang proses tarbiyah untuk
mendapatkan indikasi-indikasi otentik yang murni berasal dari peserta.
2. Jurnal dibuat untuk mengetahui apa yang diterima peserta pada saat tsb. sehingga mungkin ketika itu ybs
mengantuk sehingga jurnal hanya diisi : afrav bari ivi ava vgavtv/ berat. atau sedang punya masalah: bari
ivi .a,a vgga/ bi.a vavg/e¡ a¡a·a¡a .oatv,a tagi aaa va.atab.
3. Jurnal juga dapat diisi dengan curahan perasaan yang tidak terungkap secara ·erbal ,dapat berupa tulisan
biasa atau kadang-kadang dalam bentuk puisi tergantung kecenderungan peserta, sehingga bersiíat
rahasia antara vvrobbi dan peserta kecuali dalam konteks taqwim dalam pencarian indikasi.
4. Jurnal diisi oleh peserta pada masing-masing buku yang selalu dikumpulkan oleh vvrobbi
5. Jurnal perlu rutin diperiksa oleh vvrobbi dan dikomentari dengan kalimat-kalimat penguat yang
menandakan adanya perhatian dari vvrobbi
6. Berikut ini adalah contoh pengisian jurnal yang pernah dilakukan pada halaqoh marhalah muayyid dari 3
orang peserta setelah mendapat materi Akhtarul Syirik ,kode lama B5 kode baru 1A03,:
• Peserta 1
Kita tetab aera.a, .evva ,avg /ita ta/v/av bevar·bevar barv. ai¡ertavggvvg;arab/av ¡aaa .ttob aav Ro.vt. .¡a/ab /ita
va.ib veragv/av .ttab aav Ro.vt . ]avgav tevavg·tevavg a;a. tibattab airi /ita /areva avtara /eivavav aav .,iri/ itv
.avgat ti¡i.. .o, bagaivava aovg. ]aai /ita barv. .v¡er bati·bati aav .v¡er vevavbab itvv aav /e/vatav ivav /ita ¡aaa
.ttab.
Yavg vev;aai va.atab /ita aaatab ¨vata.¨, a¡a/ab vata. t.b ivai/a.i /eragvav ¡aaa .ttab . ^ava¸vbittab...

• Peserta 2
.tbavavtittab.
1avgi./v aatav ;ira. Rabbi.a/v ta/vt
.íí.í. /eva¡a ti¡i. bata. /evv.,ri/av itv
.eai/it .a;a ticiv, v¡., a/v tergetivcir
a.tagbfirvttab...
Rvgitab bavba ,aa .íí.í
Rvgitab bavba ,aa .íí.í
.eavaaiv,a avat·avat itv bav,a berv¡a
/a¡a. ¡vtib rivgav beterbavgav

.,etav...,etav
.íí.í, tivavvgi bavba, .etivvti bavba aariv,a
.etetab .evva coba aibavgvv
aav rvvtvb, bitavg ta/ ber.i.a
a/av/ab ... 1iaa/. .íí.í..tevbarav·tevbarav
itv .eaavg /vtata tagi
va.ib tagi /v.v.vv...;avgav tagi
;avgav tagi /evbati .e;a/ arat

.íí.í..eavaaiv,a ¡erivgatavMv bv/av
.ebagai tavaa vtvrav /a.ib aav civtaMv
.eavaaiv,a K.| biar/av .etatv terteva
va/a, tiaaatab a/v berbeaa aevgav vere/a
,avg K.| vvr/ai.

.íí.í. bavba boaob, a/v tevab tav¡a aa,a
bv/a bati ivi vvtv/ vav¡v vevbeaa/av
rarvai ;ira ivi vvtv/ .evavtia.a ¡e/a
aav vevgerti /evava ra;ab/v barv.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 28 of 57
/vbaaa¡/av
aav vevgetabvi aivava .a;a ra;ab aav
civtaMv bi.a /vtevvi.. .íí.í, i;ivtavtab!

• Peserta 3
Catetav!!! 1ertavbat bavget.
iv.igbt ,avg aiaa¡at:
# ´,iri/, aevgav baba,a·baba,av,a begitv ti¡i. .ebivgga vevbvtvb/av /ebati·batiav e/.tra vvtv/ vevaete/.i,
bivgga a/birv,a terbeba..!!!
# ]aai /evbati terivgat aevgav ¨fvrqov¨ ,avg bav,a .ttab tvrvv/av bagi oravg·oravg berivav ,avg bertaqra
;aai /vvci vvtv/ vevgbivaari .,iri/.
# .ctiov for tbe favit, :
- menyiasati segala bentuk syirik & bid'ah -
íor ... íir.t of .tt, Perbai/i bvbvvgav ag .evva!
Respon ketiga peserta terhadap satu materi ternyata berbeda, namun demikian ketiganya telah nampak
memadukan pengetahuan, perasaan dan kecenderungan antisipasi terhadap bahaya syirik. Ini dapat menjadi
bahan takwim reguler yang diselenggarakan oleh vvrobbi dan takwim ireguler oleh usroh.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 29 of 57

MICRO 1LACHING

Latar belakang
Proíesionalisme Murobbi ditandai oleh cara dan hasil memberikan taujih. Dalam keseharian
memberikan taujih perlu dibekali pengetahuan, sikap serta ketrampilan tertentu. Upaya kearah tersebut bisa
ditempuh salah satunya dengan cara mengoptimalkan kegiatan vicro teacbivg.

Pengertian
Micro berarti kecil, terbatas, sempit. 1eaching berarti mendidik atau menajar. Micro 1eaching berarti
suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. Apa yang dikecilkan atau
disederhanakan, yaitu :
Jumlah siswa 5-6 orang
\aktu mengajar 5 - 10 menit
Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana
Ketrampilan mengajar diíokuskan beberapa ketrampilan khusus saja.
Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis
keseluruhan proses mengajar yang ada. Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : sebelum kita dapat
mengerti, dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek, kita harus menguasai dulu
komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada.` Maka dengan memperkecil murid, menyingkat
waktu, mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan, perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada
pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari

Urgensi Micro 1eaching
Micro 1eaching dapat digunakan dalam :
Pendidikan pre ser·ice, yaitu bagi calon guru:
1. Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas.
2. Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru.
Pendidikan in ser·ice, yaitu bagi guru atau penilik.
1. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin, supaya menemukan dan mengetahui
kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya.
2. Untuk meningaktkan kemampuan super·isor supaya ia tahu apakah bimbingan, nasihat dan saran-
saranya benar-benar eíektií dalam membantu peningkatan guru-gurunya.
3. Untuk percobaan melaksanakan metode baru, sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran
yang sebenarnya.

1ujuan operasional Micro 1eaching
1. Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain.
2. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat.
3. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersiíat terbuka dengan kritik orang lain
4. Mengembangkan sikap kritis murobbi.
5. Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponen-komponenya.
6. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan -keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu
penampilan yang baik.
¯. Dengan menggunakan ·ideo 1ape recorder maka :
8. Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri.
9. Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi caranya mengajar berulangkali.
10. Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar.
11. Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya.
12. Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan.
13. Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar.

Materi Kegiatan (program Kegiatan)
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 30 of 57
\ang dimaksud materi disini adalah ketrampilan yang akan dilatih melalui penampilan dalam micro teaching.
Ada sepuluh ketrampilan khusus yang dapat dilatih dalam micro teaching yang kesemuanya itu merupakan
dalam sebuah proses belajar mengajar.
Keteampilan khusus itu meliputi:
Ketrampilan membuka pelajaran
Keteampilan memberi moti·asi
Ketrampilan bertanya
Ketrampilan menerangkan
Ketrampilan mendayagunakan media
Ketrampilan menggunakan metode yang tepat
Ketrampilan mengadakan interaksi
Ketrampilan penampilan ·erbal dan non ·erbal
Ketrampilan penjajagan,assesment.
Ketrampilan menutup pelajaran.

Aspek-aspek keterampilan yang harus ditampilkan sebagai berikut :
a. Keterampilan membuka pelajaran
Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa
Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar.
Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik.
Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa
,apersepsi,.
lubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis.
b. Keterampilan memberi moti·asi
Mengucapkan baik`, bagus, ya, bila siswa menjawab, mengajukan pertanyaan
Ada perubahan sikap non ·erbal positií pada saat menenggapi pertanyaan, jawaban siswa.
Memuji dan memberi dorongan dengan senyum, anggukan atas partisipasi siswa.
Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar.
Memberi pengarahan sederhana dan pancingan, agar siswa memberi jawaban yang benar.
c. Keterampilan bertanya
Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas
Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitanya dengan masalah.
Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu, baru menunjuk
Guru menggunakan teknik -pause- dalam menyampaikan pertanyaan
Pertanyaan didistribusikan secara merata diantara para siswa.
1eknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap.
d. Keterampilan menerangkan
Keterangan guru beríokus pada inti pelajaran
Keterangan guru menarik perhatian siswa
Keterangan guru mudah ditangkap,dicerna, oleh siswa.
Penggunaan contoh, ilustrasi, analogi, dan semacamnya menarik perharian siswa.
Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan, reaksi, usul dan
semacamnya.
Guru menjelaskan respon siswa, sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti.
e. Keterampilan mendayagunakan media
Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan
1eknik mengkomunikasikan media tepat.
Organisasi mengkomunikasikan media menunjang PBM.
Guru trampil menggunakan media.
í. Keterampilan menggunakan metode yang tepat
Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran.
Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas.
Dalam menggunakan metode telah memenuhi , mengikuti sistematika metode tersebut
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 31 of 57
Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan.
Menguasai dalam penggunaan metode tersebut.
Aspek mengadakan interaksi
Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru ,aksi, dengan kegiatan siswa ,reaksi, selama proses
belajar mengajar.
Ada pengaruh langsung yang berupa :
Iníormasi
Pengarahan
Menyalahkan atau membenarkan adalah cukup komunikatií

Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa :
Mendengarkan
Mengamati
Menjawab
Bertanya
Mencoba
g. Keterampilan penampilan ·erbal non ·erbal
Gerakan guru wajar dan bertujuan.
Gerakan guru bebas
Isyarat guru menggunakan tangan, badan, dan wajah cukup ber·ariasi
Suara guru cukup ber·ariasi, lemah dan keras.
Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa.
Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar.
h. Keterampilan penjajagan,assesment
Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan.
Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian
Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya
Mencari,melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan.
Melakukan kegiatan untuk mengatasi,menunjukan kesulitan siswa.
i. Keterampilan menutup pelajaran
Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat.
Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa
Dapat menimbulkan perasaan mampu , sense oí achie·ment, dari pelajaran yang diproleh.
Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima.

Persiapan Penyelenggaraan
Dalam mempersiapkan penyelenggaraan micro teaching kita harus menetapkan.
\aktu , bilamana diadakan micro teaching
1empat, dimana kapan diguanakan, pelaksanaan micro teaching
Personalia dalam micro teaching ,calon yang praktek, peserta didik,siswa guru, orang yang akan
mengadakan obser·asi dan penilaian, ahli teknik alat rekaman,
Pola micro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan.
Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan micro teaching
Sarana dan prasarana.
lollow up.
Dalam íollow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas proíesional
guru.
Waallohu A'lamu bisshawab.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 32 of 57
PRLSLN1ASI LILK1II

a. Pendahuluan
Presentasi merupakan salah satu cara dalam upaya menjelaskan sesuatu topik atau bahasan tertentu
dengan menggunakan ,multi, media dalam waktu yang relatií singkat. Media yang dimaksud dapat berupa
media tulisan, ·isual, ·erbal atau gabungan dari berbagai media ,multi-media,. Dengan kata lain, presentasi
mestilah bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan sesuatu bahasan dengan menggunakan alat peraga
yang menyebabkan pembahasan tersebut menjadi sistematis, menarik dan mudah dimengerti.
Dalam dunia pendidikan orang dewasa presentasi merupakan cara yang paling banyak digemari oleh para
instruktur ,pengajar, karena pendekatan tersebut dapat dengan mudah dan eíektií menjelaskan bahasan-
bahasan yang kompleks dan rumit sedemikian rupa sehingga kegiatan belajar-mengajar menjadi tidak
membosankan dan melelahkan.

b. Persiapan presentasi
1. lal yang paling awal untuk dipersiapkan untuk melakukan presentasi adalah meyakinkan diri dengan
pertanyaan berikut:
- Bahasan atau tema apa yang akan saya sampaikan ·
- Seberapa luas cakupan bahasan yang harus saya sampaikan dan berapa waktu yang tersedia ·
- Dapatkan saya membuat daítar poin-poin utama dari seluruh bahasan yang akan saya sampaikan ·
- Sudahkan saya mendapatkan cukup bahan ,iníormasi, untuk men.v¡¡ort bahasan yang akan saya
sampaikan, seperti: data, argumentasi, contoh, dalil, kasus dsb ··

2. Mengetahui medan presentasi: siapa dan bagaimana karakteristik avaievce, berapa jumlah mereka,
bagaimana struktur kelas dan tata ruang yang tersedia, íasilitas presentasi yang ada, serta waktu presentasi.
Dengan mengetahui medan ini, paling tidak ada kesiapan antisipatií baik psikologis maupun teknis.
3. Menyiapkan alur dan struktur bahasan dengan mempertimbangkan waktu yang tersedia. Sebaiknya
dilakukan persiapan rancangan alur pembahasan dalam araft yang ditulis dalam satu lembar kertas.
Rancangan ini membantu menjaga sistematika dan eíisiensi presentasi, sehingga tidak terjebak` membahas
sesuatu yang jauh melenceng dari topik bahasan.
4. Menentukan cara dan media yang akan digunakan. Pada intinya, gunakanlah cara dan media yang paling
komunikatií dan mudah diíahami. Bila topik bahasan seputar konsep-konsep dan pengertian, maka
pendekatan ·erbal menjadi pilihan yang memadai. Membuat makalah yang sistematis, jelas urut-urutan dan
poin-poin bahasan menjadi tuntutan pokok. Apalagi bila disertai dengan ringkasan makalah yang disajikan
di awal atau di akhir bahasan. Bila pokok bahasan menyangkut suatu kajian sebab-akibat, atau suatu proses
,kejadian, pendekatan ·isual dengan gambar-gambar graíis yang rele·an akan sangat membantu
mempercepat pemahaman peserta didik.

c. Kiat-kiat Presentasi yang menarik
Agar presentasi menarik, hendaknya dilakukan hal-hal berikut:
1. Structure. lendaknya bahan yang akan disampaikan tersusun secara sistematis dengan alur yang jelas dan
mudah diíahami. Bila bahan yang akan disampaikan sangat padat dengan masalah konsepsional dan
teoritis, susunlah dengan bentuk sebagai berikut :
a. Pengantar :
- membangkitkan perhatian dan minat peserta
- memaparkan ikhtisar materi bahasan
b. Bagian utama :
- sejumlah judul utama ,main points,
- beberapa sub judul
c. Kesimpulan :
- butir-butir atau catatan penting
- diskusi dan pertanyaan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 33 of 57
2. Simple. Sampaikan penyajian dengan mudah dan tidak berbelit-belit. lindari istilah-istilah yang sulit
diíahami, Gunakan kalimat-kalimat yang pendek, jelas dan ber·ariasi. Penyajian jadi sangat membosankan
apabila penyaji sering menggunakan istilah-istilah yag berulang-ulang.
3. Surprise. Kesuksesan penyajian seringkali tergantung di titik awal penyampaian. .¡abita /e.av ¡ertava
¡ev,a;iav vevggoaa, va/a .etav;vtv,a vev;aai ter.erab avaa. Oleh karena itu mulailah penyajian bahasan dengan
sesuatu yang mengejutkan, memancing perhatian atau mengundang minat dan keseriusan. Gunakan kasus,
data, gambar, games ataupun cerita mengenai sesuatu yang rele·an dengan topik bahasan.
4. Support. Penyajian akan sangat menarik dan meyakinkan serta mudah diíahami apabila disertai dengan
ilustrasi dan hala-hal yang menunjang. Lengkapilah setiap sub bahasan dengan ilustrasi yang memadai dan
rele·an dalam bentuk kasus, contoh aplikatií, data dan íakta, dalil.
5. Shape. Penyajian akan menjadi enak dilihat apabila disampaikan dengan model tampilan bava ovt, skema,
matriks atau graíis yang yang jelas, mudah dan menarik. Bentuk ini akan mempermudah pemahaman pada
topik-topik bahasan yang padat dan kompleks.
6. Style. Gaya menyampaikan sungguh akan mempengaruhi keberhasilan penyampaian. Bila penyaji hanya
duduk dan berbicara dengan nada yang datar atau monoton tentu akan sangat membosankan. Sebaiknya
gaya penyampaian dilakukan dengan berbagai ·ariasi gaya: kadang duduk, berdiri, jalan, menyapa dengan
nada bicara yang ekspresií serta penuh semangat.
¯. Smart-smile. Penampilan yang menarik hendaknya juga dipertimbangkan dalam menyampaikan sesuatu
kepada sejumlah pendengar. Seringkali kesan pertama penyajian justeru muncul dari penampilan íisik si
penyaji: pakaian, kerapihan dan kebersihan serta wewangian. Penampilan yang menarik akan menjadi
optimal manakala dalam proses penyampaian, tercipta hubungan dan suasana yang interaktií antara penyaji
dan pendengar. Munculkanlah suasana akrab dan hangat melalui teguran, sapaan, senyuman, pertanyaan,
meminta tanggapan ataupun komentar mereka.
8. Show. Usahakanlah menggunakan media dan atau alat peraga yang memadai. Apakah dalam bentuk
makalah, hand-out, ílipp chart, papan tulis, transparancy-sheet, slide. Artinya, jangan hanya menggunakan
lembar te·t·boo/ yang merupakan bagian dari reíerensi yang digunakan.
9. Stop. Berhenti sejenak dengan joke atau selingan-selingan segar untuk memelihara konsentrasi dan
perhatian pendengar, terutama apabila bobot topik bahasan berat dan sulit.
10. Summarize. Menentukan akhir presentasi yang mengesankan. Kiat menutup presentasi menjadi sangat
menentukan keberhasilan menyampaikan bahasan. Presentasi hendaknya diakhiri dengan merangkum
kembali secara utuh pokok bahasan yang telah disampaikan, sambil terus memberi kesempatan kepada
avaievce untuk memperjelas hal-hal yang terlewat.


d. Penutup

Presentasi atau penyajian suatu topik bahasan pada intinya adalah seni untuk menyampaikan pesan
atau iníormasi kepada pendengar dengan tujuan agar mereka dapat dengan mudah memahaminya. Oleh karena
itu keberhasilan presentasi selain ditentukan oleh keterampilan berbicara di depan publik dengan segala
kreati·itas dan gaya penyampaian, juga dipengaruhi oleh pengalaman atau jam terbang yang telah dikantongi
presenter. Selain itu, kemauan dan kemampuan mempelajari metode-metode yang berkembang ataupun
melihat, memperhatikan dan mempelajari orang-orang yang piawai dalam penyajian juga menjadi íaktor
penentu bagi kesuksesan presentasi.
Waallohu A'lamu bisshawab.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 34 of 57

DINAMIKA KLLOMPOK
(Upaya melatih berdinamika kelompok antaranggota untuk mendukung amal jama,i dalam halaqoh
tarbiyah)

Mukaddimah
1untutan bahwa dakwah harus dilaksanakan oleh setiap mukmin untuk mewujudkan rahmatan lil alamin
tak dapat ditawar-tawar lagi. Proyek dakwah yang besar ini tidak dapat dipikul oleh seorang saja, melainkan
dipikirkan dan dilaksanakan secara bersama dalam satu ikatan amal jama`i.

Dalam perkembangannya, pelaksanaan dakwah ilallah ini banyak menemukan masalah-masalah di
lapangan. Permasalahan ini tak pelak menyertai setiap akti·is dakwah dalam setiap langkah-langkahnya.

Melihat hal tersebut, makin dirasakan perlunya bekerja dalam tim untuk mengatasi masalah-masalah
dalam berbagai bidang. Agar kerja tim dapat berhasil dengan baik, para anggotanya perlu memiliki kemampuan
berinteraksi dan mengadakan hubungan antarpribadi yang baik. Kemampuan ini sangat membantu dalam
menghidupkan amal jama`I dalam tataran halaqoh atau yang lebih besar dari itu.

Pengertian
Adanya kerja tim dalam ikatan halaqoh tarbiyah memungkinkan terciptanya dinamika kelompok. Di
dalam dinamika kelompok inilah setiap anggota akan mengenali perasaan-perasaan anggota timnya, mengenali
permasalahan-permasalahan yang sering timbul dalam halaqoh tarbiyah timnya, mengatasi permasalahan-
permasalahan dalam akti·itas halaqohnya, dan pada gilirannya mampu mendinamiskan halaqoh timnya
sehingga benar-benar halqoh muntijah itu bukan sekadar utopia belaka atau konsep saja.

Di dalam buku Divavi/a /etov¡o/ oleh Drs. Slamet Santosa, M.Pd., dikemukakan bahwa dinamika
kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua indi·idu atau lebih yang mempunyai hubungan
psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain. Setiap anggota kelompok mempunyai
hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama-sama.
Ciri-ciri nya adalah:
1. adanya dorongan,motií yang sama pada setiap indi·idu sehingga terjadi interaksi antaranggota dan
tertuju dalam tujuan yang sama,
2. adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda di antara indi·idu satu dengan yang lain,
3. adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas, terdiri dari peranan dan kedudukan
yang berkembang dengan sendirinya di dalam rangka mencapai tujuan bersama, dan
4. adanya penegasan dan peneguhan adab-adab tingkah laku antaranggota kelompok yang mengatur
interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok.
Dengan demikian, urgensi mengetahui dan melaksanakan dinamika kelompok diantaranya adalah :
1. proyek dakwah dari Allah S\1 ini tidak dapat dipikul dan dilaksanakan sendiri
2. indi·idu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat, di mana pun ia berada
3. indi·idu tidak dapat bekerja sendiri di dalam kehidupannya
4. dalam suatu ikatan halaqoh tarbiayah atau suatu ikatan masyarakat yang besar perlu adanya pembagian
kerja agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuannya
5. mewujudkan amal jama`I yang sehat

Kendala yang terjadi dalam suatu kelompok
Persoalan-persoalan yang ada dalam dinamika kelompok yang dapat dijumpai dalam ikatan halaqoh
adalah sebagai berikut:
1. kohesi,persatuan
Dalam persoalan kohesi ini akan terlihat tingkah laku anggota dalam kelompok, seperti proses
pengelompokkan, intensitas anggota, arah pilihan, nilai kelompok dan sebagainya. Dalam kasus ini
misalnya seorang a`dho,anggota merasa bermasalah dengan tingkat kehadiran anggota yang lain sehingga
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 35 of 57
ikut mempengaruhi dirinya dalam menilai kelompok halaqohnya. Kasus lain misalnya, Dia bukan berada
dalam satuan pekerjaan yang sama dengan anggota lain, usia anggota sangat berjauhan, dan sebagainya.
2. moti·e,dorongan
Persoalan moti·e atau dorongan ini berkisar kepada ketertarikan anggota terhadap kehidupan kelompok
seperti kesatuan berkelompok, tujuan bersama, orientasi diri terhadap kelompok dan sebagainya. Kasus ini
misalnya adanya a`dho yang tidak memiliki quwwatul indhiía` dalam berhalaqoh sehingga selalu mengalami
kendala dalam akti·itas halaqohnya
3. struktur
Persoalan ini terlihat pada bentuk pengelompokan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antaranggota,
pembagian tugas, dan sebagainya. Misalnya, kasus seorang murobbi yang tidak memberikan tugas secara
proporsional kepada seluruh anggotanya menyebabkan struktur halaqoh pincang.
4. pimpinan
Persoalan yang satu ini tidak kalah pentingnya pada kehidupan berkelompok. lal ini terlihat pada bentuk-
bentuk kepemimpinan, tugas pemimpin, dan sebagainya. Ada kalanya ketidakcocokan antara murobbi
dengan anggotanya lebih disebabkan gaya kepemimpinannya dalam mengelola akti·itas halaqoh yang
dianggap tak sesuai dengan harapan anggota
5. perkembangan kelompok
Persoalan perkembangan kelompok dapat pula menentukan kehidupan kelompok selanjutnya, dan ini
terlihat pada perubahan dalam kelompok, senangnya anggota kelompok tetap berada dalam kelompok,
perpecahan kelompok, dan sebagainya. Kasus-kasus seperti anggota yang sering dipindah-pindah, atau
ditinggal murobbi tanpa pengontrolan, keringnya nuansa ukhuwah antaranggota.

Solusi atas Kendala yang terjadi
Sering dalam interaksi antaranggota terjadi konílik antaranggota, anggota dengan murobbinya, anngota
dengan keluarganya dan sebagainya. Konílik ini perlu dicarikan solusinya dengan tepat. Dengan solusi yang
tepat diharapkan konílik mereda dan hilang sama sekali, sebaliknya bila solusinya tidak tepat, konílik masih
tetap ada bahkan bias jadi membesar dan menyebabkan keíuturan bagi anggota itu karena akumulasi
kekecewaan-kekecewaan. Bagaimana mengatasinya :

1. tentukan dahulu persoalan dengan tepat
2. munculkan perilaku asertií yakni
a. keberanian dan kejujuran untuk mengungkapkan pendapat, perasaan, kehendak, dan putusan pribadi
seperti apa adanya tanpa merendahkan diri sendiri dan orang lain
b. kesadaran akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain serta berupaya memenuhinya secara
timbal balik
3. mengembangkan sikap mendengar aktií, pesan diri, dan umpan balik antar peserta dengan murabbi
4. gunakanlah manajemen konílik untuk menyelesaikan persoalan secara win-win solution
5. mengembangkan hikmah syura dalam halaqoh tarbiyah

Amal Jama'I
Di bagian atas telah dijelaskan dinamika kelompok mulai dari pengertian, arti pentingnya, kendala, dan
solusi. Kini akan dijelaskan pula mengenai amal jama`i.
Dakwah secara berjamaah adalah dakwah yang paling eíektií dan sangat bermaníaat bagi gerakan Islam.
Sebaliknya, seperti yang sudah diungkapkan pada awal modul ini - dakwah sendirian akan kurang pengaruhnya
dalam usaha menanamkan ajaran Islam pada umat manusia. Atas dasar ini Allah S\1 mengisyaratkan dalam
AL Quran dengan íirman-Nya : Dav bevaa/tab aaa ai avtara /avv .egotovgav vvat ,avg vev,erv ¡aaa /ebai/av,
vev,vrvb ¡aaa ,avg va`rvf aav vevcegab aari ,avg vvv/ar, vere/atab oravg·oravg ,avg bervvtvvg.` ,Ali Imaran : 104,

1ampak dalam ayat tersebut Allah S\1 mewajibkan pelaksanaan dakwa secara bersama. Sebab ikhtiar
perseorangan dengan cara sendiri-sendiri tidak akan mampu memikul segala tugas dan tanggungjawab dakwah
dan tidak akan berdaya melaksanakan segala tuntutan perjuangan dakwah dalam rangka memberantas segala
kejahatan yang ada di muka bumi dan menghancurkan akar-akar jahiliyah.

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 36 of 57
Amal jama`I mulai diwujudkan dalam tataran halaqoh tarbiyah. Di sanalah sang murabbi akan menjadi
íasilitator bagi terwujudnya amal jama,I bersama para anggotanya.

Urgensi Amal Jama,I
Urgensi amal jama`I dalam Islam adalah :
1. tuntutan sunnatullah íil alam
2. tuntutan sunnatul basyar
3. tuntutan kerja amaliyah dakwah untuk menghadaipi musuh-musuh Allah S\1
4. tuntutan karakteristik gerakan dakwah

Pokok-pokok Amal Jama'I
Pokok-pokok amal jama`I meliputi :
1. sehatnya orientasi ,ittijah, anggota , 6 : ¯5-¯9, yang meliputi sehat mabdanya ,lillah,, sehat manhajnya
,billah,, dan sehat ghoyahnya ,ilallah,
2. sehatnya loyalitas ,wala`u, anggota ,2: 130-132, yang merupakan penerjemahan dari sehatnya ketaatan
kepada Allah, Rasul, dan pemimpin-pemimpinnya
3. sehatnya amal anggota ,2:124, dengan karakter anggota yang berkorban ,tadhiyah,, bersungguh-sungguh
,jiddiyah,, dan berkelanjutan ,istimroriyah, untuk menopang jihad di jalan Allah

Sasaran Amal Jama'I
Sasaran amal jama`I pada setiap anggota adalah :
1. tercapainya perencanaan, pelaksanaan, pengontrolan, dan e·aluasi atas amal-amal dakwah secara baik
dalam halaqoh tarbiyah melalui sarana proyek-proyek kecil hingga berskala besar, baik dalam bentuk
kepanitiaan majlis ta`lim, rihlah, pernikahan, badan usaha, dan sebagainya
2. tercapainya keterlibatan anggota secara aktií dalam menyukseskan amal jama`I di halaqoh tarbiyahnya
pada skala kecil atau jamaah secara lebih luas.
3. 1ercapainya pemahaman peserta yang shahih tentang amal jama`I

Mendinamiskan Halaqoh
Berikut ini disampaikan beberapa upaya untuk mendinamiskan halaqoh tarbiyah :
1. murobbi mengenali anggota-anggotanya secara baik meliputi pengenalan zhohiri dan ma`nawi
2. menciptakan iklim halaqoh tarbiyah yang kondusií bagi pemunculan ukhuwah bainal a`dho, ketsiqohan
dengan murobbi, dan ketaatan anggota pada murobbinya
3. menggunakan berbagai sarana tarbiyah secara optimal dan tepat untuk berbagai keperluan dan
mengembangkannya
4. menjaga keistimroriyahan perjalanan halaqoh tarbiyah untuk mencegah dampak insyilah akibat
ketidakhadiran anggota dalam halaqoh tarbiyah

Penutup
Demikianlah modul dinamika kelopok ini dibuat. Dengan harapan akan terwujudlah upaya melatih
berdinamika kelompok antaranggota untuk mewujudkan amal jama`I dalam halaqoh tarbiyah. Modul ini akan
dilengkapi dengan berbagai metode penyampaian materi ke arah pelatihan hingga sesuai dengan apa yang
diharapkan.
Waallohu A'lamu bisshawab.



Maroji'

1. Manhaj 1421 l
2. Drs. Slamet Santosa, M.Pd. Divavi/a Ketov¡o/
3. Pelatihan Dinamika Kelompok
4. Mustaía Masyhur, .vat ]ava`í
5. lildegard \enzler-Cremer dan Maria lischer, Pro.e. Pevgevbavgav Diri
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 37 of 57
SCHLDULL PLLA1IHAN DINAMIKA KLLOMPOK

No. Kegiatan Sasaran Waktu Pelaksanaan Alat/Media Keterangan
1. Agenda Acara Menyepakati
agenda acara
5` Instruktur
memperlihatkan
agenda acara
Peserta menyetujui
agenda tersebut
1ransparansi
2. Ice Breaker 1ercapai suasana
pelatihan yang cair
1ercapai upaya
mengatasi
kebekuan
15` Intruktur memandu
ice breaker :
wawancara A-B
A menanyakan
sesuatu ,bisa
tentang acara atau
yang lain, kepada
B. B menyimak.
Setelah usai, B
giliran menanyakan
sesuatu pada A.
Instruktur meminta
pasangan A
menyampaikan
tentang B dan
sebasliknya di
hadapan peserta.
Pluit
3. Sharing 1ersampaikan
perasaan peserta
ttg daurah murobbi
yang berkaitan
dengan materi-
materi yang sudah
diberikan
10` Peserta
menyampaikan
sharing per
indi·idu.
1ersampaikan
perasaan peserta
dalam kegiatan
tersebut

4. Game Memperlancar
proses perkenalan
Mengurangi
kecemasan yang
dialami pada
permulaanlatihan
20` Ada di íotokopi
Game berjudul
1anda 1angan
Lembar
tanda tangan
Pensil

5. Diskusi 1erungkap tinjauan
peserta terhadap
dinamika
kelompok
30` Peserta berbagi
kelompok dan
bahas dinamika
kelompok menurut
saya`
Kertas,
spidol

6. Cerkat
Dinamika
Kelompok
1ercapai
pengetahuan
peserta tentang
dinamika
kelompok
,pengertian, cirri,
kendala, dan solusi,
1ersampaikan
penyelesaian kasus
kecil menurut
25` Instrukur bahas
Dinamika
Kelompok
1ranparansi
Kertas
llip chart

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 38 of 57
peserta
¯. Istirahat 10` Peserta
makan dan
minum
8. Game 1erungkap
pentingnya
komunikasi dalam
dinamika
kelompok
1erungkap
pentingnya peran
pemimpin dalam
dinamika
kelompok
30` Ada dalam
íotokopi
Game berjudul :
Gambar Berantai :
komunikasi
Game Permainan
Botol : Pemimpin
Spidol, 4
utas
tali,benang,
botol teh
sosro
kertas

9. Cerkat
komunikasi dan
pemimpin
dalam dinamika
kelompok
1ercapai kesadaran
pentingnya unsure
komunikasi dan
pemimpin dalam
dinamika
kelompok
15` Peserta
mendengarkan
uraian intsruktur


10. Role Play :
Game
1ercapai dinamika
kelompok.
45` Peserta terlibat
dalam game
,íotokopi, bujur
sangkar bolong
Potongan
bujursangkar
bolong
Lembar
petunjuk,
4 amplop
kertas dan
alat tulis

11. Pembahasan :
Amal Jama`i
1ercapai
pengetahuan dan
kesadaran urgensi
dinamika
kelompok dalam
konteks amal
jama`I
25` Instruktur
menjelaskan amal
jama`I termasuk
juga mendengar
akti dan
manajemen konílik
,khusus riv·riv
.otvtiov, ,ada
íotokopinya,
1ransparansi
12. Jurnal 1ercapai perasaan
peserta terhadap
materi pelatihan
dinamika
kelompok
5` Peserta menulis
jurnal
Lembar
jurnal



Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 39 of 57


1ARBIYAH IARDIYAH

Definisi dan urgensi
1arbiyah lardiyah adalah peran dan tugas indi·idu dalam konteks amal islami, dengan keharusan
melakukan interaksi sosial yang bersiíat personal untuk memperoleh satu tujuan dan sasaran dengan unsur-
unsur pendekatan yang baru , diluar kelaziman pelaksanaan 1arbiyah Jama`iyyah pada umumnya seperti halnya
dalam bentuk halaqoh. Unsur-unsur pendekatan dalam 1arbiyah lardiyah diusahakan agar seseorang pada
awalnya tertarik dengan íikrah Islam melalui proses 1arbiyah dan 1akwin, baru setelah itu mengajaknya
terlibat dan berpartisipasi lebih jauh lagi dalam amal da`wah. Dalam hal ini diberikan kebebasan bagi siapa saja
yang hendak menjalankan misi 1arbiyah lardiyah untuk memaníaatkan seoptimal mungkin seluruh akses
,Relasi, dan prakondisi untuk melakuakn penetrasi íikroh dan mengupayakan kepuasan objek da`wah
,Mutarabbi lardy, dengan íikroh-íikroh yang ditawarkan kepadanya.

Lantas sejauh mana urgensi 1arbiyah lardiyah dalam konteks amal islami·. Ikhwah lillah, sesungguhnya
amal Islami tidak dapat berjalan kecuali dengan satu proses dan cara sebagaiman yang telah dilalui dan
dijalankan oleh para Rosul alaihimussholaatu wassalaam melalui media tarbiyah yang digerakkan untuk
menyingkap dan mengenali hakekat agama ini ,Al-Islam, secara menyeluruh. Berkata Imam lasan Al-banna :
Sesungguhnya Manhaj Ikhwanul Muslimin terwujud dalam pembatasan marhalah dengan kejelasan langkah-
langkah nya, maka dari itu kita tahu sebenarnya apa yang kita inginkan, dan juga kita tahu sarana yang dapat
merealisasikan keinginan - keinginan itu`.

Status hukum dan prinsip-prinsipnya
1arbiyah íardiyah ditinjau dari kewajibannya secara hukum, dapat dipahami dari bentuk-bentuk audiensi
íirman Alloh S\1 yang diarahkan secara eksplisit kepada setiap indi·idu muslim, juga arahan nabawi yang
mengarah kepada hal yang sama, semua itu adalah 1aklií ynag memperkuat keharusan adanya rasa tanggung
jawab pada setiap indi·idu muslim untuk mengemban tugas da`wah islamiah, sebagaimana íirman alloh S\1
dalam surat lusshilat : 33, As-syura : 15, dan an-nahl , 125.

Adapun hadits Rosululloh SA\ yang dapat dijadikan landasan syar`i 1arbiyah lardiyah adalah hadits
riwayat Muslim dari Abu Said Al-Khudry , ´Barang siapa yang melihat kemungkaran, hendaklah ia
merubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa dengan lisannya, jika tidak bisa dengan hatinya dan
yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman¨. Juga dalam hadits riwaayat Muslim lainnya :
´Barang siapa yang menunjukan kepada kebaikan maka baginya pahala sebesar pahala orang yang
mengerjakannya¨.

Berkaitan dengan tarbiyah íardiyah Imam lasan Al-banna mengingatkan kita bahwa kewajiban 1arbiyah
íardiah adalah kewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam beramal, dengan menempuh proses ´1akwin
ba'da 1anbih¨ (Pembentukan setelah pengarahan) dan ´1a'sis ba'da 1adris¨ (Pemantapan atau
pengokohan setelah pengajaran).

Minimal ada enam prinsip untuk melancarkan eíisiensi dan eíektiíitas tarbiyah íardiyah :

Pertama : Al-Manhaj As-salim, yaitu konsep yang benar, yang mampu mencetak pribadi dan generasi islami,
konsep yang terpadu dan menyeluruh meliputi aspek-aspek tarbiyah íikriyah, ruhiyah dan akhlakiah.

Kedua : Al-qudwah al-hasanah, yaitu dalam hal ketaqwaan, kewaro`an dan pengamalan ilmunya.

Ketiga : Al-bi'ah As-sholehah, ya`ni dengan menyediakan nuansa dan iklim yang cocok untuk setiap
indi·idu, khusunya padaa masa-masa memasuki tahapan pembentukan pertama.

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 40 of 57
Keempat : At-1ajarrud, yaitu totalitas seorang Murabbi yang mengemban misi da`wah dalam rangka
membentuk kepribadian indi·idu muslim dan memíokuskan hal itu.

Kelima : 1adarruj, yaitu seorang Murabbi dalam konteks 1arbiyah íardiyah hendaknya memperhatikan
tahapn-tahapan logis, seperti dengan stressing maslah-masalah aqidah sebelum masalah Ibadah , maslah
Ibadah sebelum konsep kehidupan yang lebih luas, ringkasnya adaalah ´Kulliat Qobla Juziyyat¨ .

Keenam : Arrifq wallin, sikap lembut dan halus adalah sarana dalam mentarbiyah, oleh karenanya hendaklah
bersabar atas segala kegagalan dan kesalahan sampai datangnya satu masa dimana buah dari kesabaran itu akan
tampak membuahkaan hasilnya.

Sarana dan keistimewannya
Adapun sarana tarbiah íardiyah banyak macamnya yang dapat digunakan secara bertahap sesuai dengan
tahapan pendekatan Murabbi terhadap Indi·idu mad`unya. Dalam bentuk tatap muka misalnya ,Liqo`,,
seorang Murabbi tarbiyah íardiah bisa memníaatkan pertemuan dengan membaca al-Qur`an, mengkaji hadits
atau siroh, pertemuan tersebut sedapat mungkin dicarikan waktu dan tempatnya yang cocok, bisa juga
memaníaatkan pertemuan di lalaqoh ,ta`lim, Masjid, seminar Ilmiah, atau dengan mengajaknya ke Rumah
makan, dalam bentuk yang lebih sederhana sarana 1arbiyah íardiah bisa dengan menghadiahkan sebuah buku
yang bermuatan íikroh islam, sehingga pada pertemuan berikutnya bisa didiskusikan hasil dari bacaan buku
tersebut. Semua hal tersebut di atas adalah sebagian dari sarana-sarana tarbiyah íardiyah. Adapun selebihnya
seorang murabbi dengan kecerdasaannya dapat mengeksplorasi dan mengembangkan sarana-sarana lainnya
lebih banyak lagi.

1arbiyah íardiyah bila dijalankan sesuai dengan manhajnya maka ia akan menjadi sarana yang paling
eíektií , paling kuat pengaruhnya, dan paling terjamin kualitasnya terhadap indi·idu mad`u, keistimewaan
1arbiyah íardiyah terletak pada íokus perhatian yang lebih terhadap mad`u dan kesempatan memberi pengaruh
lebih besar, sehingga menjadi besar pula tibgkat keberhasilan mengajak oarang ke jalan da`wah.

1arbiyah íardiyah adalah salah satu gaya pendekatan ,Uslub, dalam berda`wah, akan tetapi gaya
pendekatan yang satu ini tidak mungkin eíektií dan membuahkan hasil bagi kalangan juru dakwah dengan
berbagai le·el mad`unya, karena para da`i yang memainkan da`waahnya dengan gaya ini dituntut untuk
memiliki beberapa karakteristik khusus yang menjamin kapabilitas dirinya melalui jalan da`wah dengan gaya
pendekatan yang satu ini. Dengan kata lain tarbiyah íardiyah tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang hanya
disebut dan dikenal sebaagai Da`i saja, tapai harus oleeh seseorang yang telah mendaapat predikat Da'i plus
yaitu Da'i Murabbi.

Karakteristik Da'i Murabbi
Adapun beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang da`i Murabbi antara lain adalah :

1. Al-Iahmu As-syamil al-kamil, yaitu pemahaman yang sempurna dan menyeluruh terhadap dasar-
dasar keislaman dan rambu-rambu petunjuknya, juga terhadap apa yaang akan dida`wahkannya, karena
seorang da`i Murabbi akan mentarbiyah seseorang yang memiliki akal, perasaan dan pemahaman, dan
orang trsebut akan mereíleksikan apa yang didengar dan diperhatikan dari sang Murabbi, maka apabila
seorang da`i Murabbi tidak memiliki le·el pengetahuan yang memadai dan wawasan pemahaman yang
menyeluruh tentang dasar-dasar keislaman, maka hal itu akan memindahkan sebuah kebodohan
kepada Mad`u itu sendiri, yang paada gilirannya akan menimbulkan masal,aah dam pembentukan
kepribadian muslim sang mad`u itu sendiri.
2. Waqi' ·Amaly, yaitu keteladanan sang Da`i Murabbi dengan amal perbuatannya yang secara real
tampak jelas padaa prilakunya, seperti geraknya, diamnya, bicaranya, atributnya, pandangannya dan
ibrohnya, seluruh keteladanan itu adalah buah reíleksi dari pengaruh keimanan dan pemahaman dalam
kehidupan sang da`i Murabbi, dalam rangka memberikan pengaruh keteladnan yang baik ,Qudwah
shalihah, pada saat kemunculannya di tengah-tengah masyarakat. Imam Hasan Al-Banna
mensifati Da'i Murabbi dengan sebutan Da'i Mujahid, lebih jelasnya beliau menyebutkan
bahwa da'i Mujahid adalah : ´Sosok seorang Da'i yang telah mempersiapkan segala
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 41 of 57
sesuatunya, yang terus menerus berfikir, besar perhatiannya dan siap siaga selalu¨. Begitulah
seharusnya seorang Da`i, tercermin iman dan keyakinannya pada prilaku dan amalnya. Berdasarkan
penelitian pada perjalanan kehidupan sang Da`i , bahwa pengaruh mereka terhadap banyaak orang
lebih banyak berasal dari prilaku dan akhlaknya yang istiqomah di setiap keadaan. Sudah menjadi
pemahaman umum bahwa ´Manthiqal Af'al aqwa min manthiqil aqwal¨ ( Logika amal /
perbuatan lebih kuat dari logika kata-kata). Dikaataakn pulaa oleh ulama saalaíusalih : ´Man lam
tuhadzdzibka ru'yatuhu fa'lam annahu ghairu Muhaadzdzab¨ (Barang siapa yang tidak
mendiddikmu ketika engkau melihatnya maka ketahuilah bahwa orang itu juga tidak
terdidik). Al-imam Syafi'i rahimahullohu berkata : ´Man wa'adzho akhohu bifi'lihi kaana
Haadiyan¨ (Barang siapa yang menasehati seudaranya dengan amal perbuatannya maka
berarti ia telah menunjukinya¨. Oleh karena itu keteladanaan adalah íokus yang sangat sensitií dan
halus, karena apa yang tampak pada dirinya jauh lebih besar pengaruhnya dari apa yang diucapkannya
(Al-Mandzhor a'dzhomu ta'tsiran minal qoul).
3. Al-khibroh binnufus, yaitu berpengalaman dalam memahami aspek kejiwaan, karena sesungguhnya
lapangan kerja seoarang da`i Murabbi tidak lain adalah kejiwaaan, bergumul dengannya dan
menjadikaannya sasaran yang pertama dan terakhir dalam 1arbiyah, sedangkan jiwa tidak seperti gigi
sisir, akan tetapi jiwa orang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang lemah, ada yang kuat, ada yang
peka dan o·er sensitií. Ada yang lembut , ada yang keras dan bebal dan sebagainya. Oleh karena itu
seorang murabbi hendaknya mensikapui seseorang sesuai dengan kejiwaannya dan berhati-hati dalam
berinteraksi dengannya, maka jangan bersikap terlalu tegas dan streng kepada orang yang jiwanya
halus dan peka, melainkan harus dihadapi dengan lemah lembut , sebaliknya orang yang jiwanya keras
harus dihadapi dengan ketegasan jika ia lalai dan menyimpang. Adalah Rosululloh SA\ sosok
Murabbi pertama yang berpengalaman dalam ilmu jiwa, beliau tidak mempergauli paara sahabtnya
dengan sikap yang sama antara yang satu dan lainnya, karena beliau sangat tahu akan tabiat manusia
dan kejiwaan mereka. Dalam hadits riwayat bukhari dari Abdulloh ibnu mas'ud RA. Beliau
bersabda : ´Adalah Rosululloh SAW pernah beberapa hari lamanya tidak memberikan
nasehat dan wejangan kepada kami, karena beliau takut kami menjadi bosan¨ (Al-Hadits)
Berkaitan dengan Al-khibroh binnuíus, banyak contoh keteladanan dari Murabbi zaman ini, diantara
mereka adalah imam lasan al-Banna, di mana telah terjadi dialog anatara beliau dengan salah seorang
ikhwah, Ikhwah tersebut berkata : sesungguyhnya ana lagi banyak muskilah dan banyak yang ingin
ana adukan kepada antum, masaalah yang ana hadapi ada yang bersiíat umum dan ada yang khusus`,
maka kata Imam Al-banna : Sudahlah jangan bebani diri antum dengan masalah itu, serahkan urusan
antum kepada Alloh`, 1api, ana ingin antum tahu`, sergah Akh tersebut, Sesungguhny ana sudah
tahu` kata Imam seraya meyakinkan Akh tersebut, Jadi ana bahagia kaalau antum mau tahu` balas
akh tersebut. Akan tetapi belum sempat ana memulai curhat, beliau sudah mendahauliku dengan
rentetan musykilah dan keluhan yang dialaminya sendiri, bahkan yang mengherankan apa yang
diutarakannya sama dengan apa yang ana rasakan . setelah beliau selesai berbicara, maka ana pun
berkata kepadanya : \a ustadz... demi Alloh sungguh ana sangat bahagia, dan ana tidak akan
mengeluh lagi`, ana mengatakan semua itu sambil terisak dan bercuccuran air mata`.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sesungguhnya 1arbiyah íardiyah merupakan seni yang hanya
daapat dimainkan oleh para Da`i tertentu, dan seni yang satu ini memiliki garis yang jelas dan batasan syar`i
yang telah dirumuskan dalam ajaran islam. Seni yang satu ini juga bukan perkara yang mudah, semudah
menulis dan mengarang sebuah buku tentang pentarbiyahan, juga semudah merumuskan manhaj dalam
khayalan, akan tetapi apalah artinya bila kemudian buku dan manhaj tersebut hanya menjadi tinta bisu diatas
kertas tergantung diatas rak, karena tidak dirubah potensinya dalam gerak nyata yang tampak di permukaan
bumi, menjadi manusia yang menterjemahkan buku dan manhaj tersebut kedalam prilakunya, gerak-geriknya,
cita rasanya, struktur beríikir dan moralitasnya.

Nah, sekarang bagaimana kita mulai, dari mana dan kapan sasaran akhirnya, adalah bentuk-bentuk
pertanyaan yang jawabanyya ada pada sejauh mana kita dapat merealisasikan manhaj 1arbiah lardiyah dengan
segala uslub kerjanya.

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 42 of 57
Langkah pertama yang harus dimulai dalam menjhalankan misi 1arbiyah íardiyah ini adalah menjalin
hubungan dengan seseorang yang hendak diproses, dan berusah semaksimal mungkin mengenali orang
tersebut, mengenali pikirannya, pemahamannya, persepsinya dan mencermati sela-sela kelemahannya. Dengan
begitu akan dapat dipastikan dan diketahui bentuk-bentuk pendekatan aplikatií apa yang mungkin bisa
dimplementasikan terhadap orang tersebut. Setelah mengenali dan meyakini bahwa orang tersebut memamng
maslahat untuk didakwahi, maka mulailah sang da`i bersama orang tersebut melakukan rekreasi spritual
,Rihlatul Iman,, dalam rihlah inilah sang mad`u digiring untuk melalui tiga tahap periode perkembangan yang
terbangun di atasnya nilai-nilai kepribadian islam dan atribut-atribut keimanan, ketiga tahap priode
perkembangan tersebut hendaknya secara tertib dan runtut harus dilalui oleh sang mad`u, karena hal itu
merupakan íaktor yang sangat mendasar bagi terbangunnya kepribadian islami yang menyeluruh dan
terhindarnya kesalahn íatal dalm menyampaikan pesan-pesan da`wah.

1iga periode perkembangan
Adapun ketiga periode perkembangan tersebut adalah :

Pertama : periode pembinaan akidah, periode ini merupakan periode yang sangat íundamental dalam
membentuk kepribbadian seorang muslim, karena ia merupakan landasan pijak bagi periode perkembangan
lainnya, akidah yang dimaksud bukanlah sekedar pengetahuan kering yang hanya membahas masalah-masalah
yang tidak bermuara pada amal, dan tidak bermaníaat bagi pertuimbuhan ghirah islamiyah dan semangat
berda`wah, akan tetapi akidah yang dimaksud adalah sebagaaimana yang dipersepsikan oleh as-syahid Sayyid
Qutub Rohimahulloh diman beliau berkata : ´Seyogyanya periode pembinaan akidah melewati masa
yang panjang, sehingga langkah-langkah pembinaan secara perlahan dapat mendekati
kesempurnaan, dengan kedalaman dan kemantapannya, sebaliknya seyogyanya periode ini jangan
hanya sekedar menjadi pelajaran teoritis, akan tetapi periode ini secara prioritas harus dipahami
sebgai periode menterjemahkan akidah dalam gambaran kehidupan nyata dengan segala kualitas
perasaan dan amal perbautan yang tercermin dalam bangunan kehidupan berjamaah dengan
gerakan kolektifnya. Adalah sebuah kesalahan fatal bila akidah hanya menjadi kerangka teori yang
hanya sekedar dijadikan sebagai konsumsi pelajaran intelektual¨.

Kedua : Periode aplikasi, setelah akidah tertanam kuat pada diri sang mad`u, dan ia meraasakan hubungan
dan ketergantungan yang kuat kepada Alloh S\1, maka berikutnya adalah periode aplikasi , yaitu pantulan
tabiat dari keyakinannya dalam prilaku, gerak-gerik, akhlak dan ubudiahnya, maka bila periode ini dapat
dilewati dengan baik berart telah terjadi keselarasan ´ bainal madzhhar wal jauhar¨ antara esensi dan
substansi, antar kulit dan isi , antara teori dan praktek, antara konsep dan realita dan antara ilmu dan amal.
Oleh karena tuntutan dan target periode ini adalah menggiring seseorang untuk membentuk dirinya sehingga
terjadi kesesuian anatara apa yang diyakinaninya ,akidahnya, dengan amalan syar`i yang lekat secara
menyeluruh pada dirinya dan muncul dari reíleksi akidahnya.

Ketiga : Periode pemetaan amal islami, setelaah akidah sang mad`u kuat dan amaliah syar`inya bagus, maka
berarti ia telah menunjukan kesiapannya untuk dipetakan atau ditempatkan dalam proyek amal islami ,amal
da`wah, dibawah naungan jamaah dan da`wah, dan dijelaskan kepadanya dalil-dali syar`i yang mengarahkan
kewajiban bekerja di bawah naungan jamaah dan tidak menghindar dari padanya walau hanya sejengkal.
Kesimpulannya bahwa tarbiah íardiah dimulai dengan tarbiyah islamiyah dan diikat kemudian dengan aml
jama`i.

Kaidah Asasiyah
1erakhir, yang menjadi catatan penting dalam mentarbiyah adalah kaidah-kaidah asasiyah yang harus di
perhatikan oleh sang Murabbi, dan menerapkan kaidah-kaidah tersebut disela-sela aktiíitasnya dalam
menjalankan tarbiyah íardiyah. Kaidah-kaidah tersebut di antaranya adalah :

1. Ar-Rifq, yaitu kelemahlembutan, sebagaimana íirman alloh S\1 dalam surat al-Imran : JS9, kelemah
lembutan adalah asas dalam bermuamalah, seoarang da`i tidak dapat mengambil hati mad`unya, kecuali bila
ia mempergaulinya dengan penuh lemah lembut sehingga menjadi mudah untuk menguasai hatinya.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 43 of 57
2. Al-Ibti'adu anidzdzammi wattaa'aatubi, yaitu menjauhkan sikap agresií yang cenderung mencela dan
mendiskriditkan, karena sesungguhnya da`wah tidak dibangun di atas celaan dan cemoohan, melainkan
dengan 1anashuh ,menjaga, dan 1aghafur ,mema`aíkan, serta Al-Irsyad bil husna ,membimbing
dengan cara - cara yang baik. Sebagaiman Ibnussamak seorang Ulama yang zuhud - Rahimahulloh- ketika
seseorang berkata kepaadanya : Kita bertemu lagi besok dalam rangka saling mencela`, lalau jawab Ibnu
samak : ´Bal baini wa bainaka ghodan nataghafar¨ ,1idak, akan tetapi kita bertemu besok untuk
saling memaaíkan,.
3. At-tarbiyah 1amhid wattasywiq, 1arbiah itu harus dijalankan dengan perlahan bukan dengan paksaan,
dengan memunculkan kesenangan bukan ketakutan, hal ini tentu saja membutuhkan kesabaran, karena
untuk dapat menikmati buahnya kadang harus menunggu masa panen yang butuh waktu lama.
4. At-1asyji', yaitu moti·asi sang da`i Murabbi terhadap mad`unya, berupa reward`, apresiasi dan
penghargaan, untuk menambah semangat dan mendorongnya untuk beramal, sebagaiman yang telah
dilakukan oleh Rosululloh kepada sahabat Suhaib bin sinan ar-rumy, yang hijrah ke Madinah dengan
meninggalkan seluruh hartanya setelah diambil seluruhnya oleh orang-orang musyrikin, dan dia hanya bisa
menyelamatkan agamanya, Rosululloh menyambut kedatangannya seraya berkata : ´Rabiha Suhaib¨
(beruntunglah Suhaib).
Waallohu A'lamu bisshawab.
Makalah ini disadur dari Kitab Mamarratul haq`, Juz a dan ba, lissyaikh Ra`id Abdul hady.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 44 of 57
S1UDI SINGKA1
SOSOK MURABBI 1LLADAN


Pernahkah anda mengalami suatu saat ketika anda membuka mushaí dan anda mulai membaca al-qur`an
kemudian anak-anak anda datang mendekati anda sambil membawa buku Iqra`nya lalu mereka melakukan hal
yang sama seperti apa yang tengah anda lakukan·, Pernahkah anda mendapatkan Mutarabbi anda mengerjakan
shaum sunnah padahal anda secara eksplisit tidah pernah menyuruhnya ataau menginstruksikannya ·, hal
tersebut dilakukan oleh Mutarabbi anda hanya karena ia mendapatkan anda juga melakukan shaum sunnah
pada hari-hari sebelumnya. Pernahkah anda mengalami khadimat anda perlahan-lahan menyesuaikan diri dan
penampilannya di tengah-tengah keluarga anda, mulai terbiaasa mengenakan gaun panjang, memakai kerudung
walau pada awalnya cuma nempel di atas kepala, tapi toh lama kelamaan ia menjadi terbiasa berjilbab baik
ketika ia bekerja di dalam rumah apalagi di luar rumah·, padahal isteri anda belum pernah berkata kepadanya
bahwa memakai jilbab itu wajib, apalagi memperdengarkannya ayat al-Qur`an yang berkenaan dengan
kewajiban menutup aurat baik dalam surat An-nur maupun Al-ahzab.

Itulah buah dari keteladanan, ketealadaanan adalah cara berda`wah yang paling hemat karena tidak
menguras enerji dengan mengobral kata-kata, bahkan bahasa keteladanaan jauh lebih íasih dari bahasa perintah
dan larangan, sebagaimaana adagium mengaatakan : ´Lisaanul hal afshohu min lisaaanil maqaaal¨, baba.a
/er;a tebib fa.ib aari baba.a /ata·/ata. Dalam ungkapan lain keteladanan ibarat tonggak, dimana bayangan akan
mengikuti secara alamiah sesuai dengan keaadaan tonggak tersebut, lurusnya, bengkoknya, miringnya ,
tegaknya dan lain sebagainya, sebagaimana pepatah mengataakan : ´Kaifa yastaqqimudzdzhillu wal ·uudu
a'waj¨, bagaaivava ba,avgav a/av tvrv. bita tovgga/v,a bevg/o/.

Oleh karena itu penting bagi kita para Murabiyyin untuk berusaha semaksimal mungkin menjadi íigur
murabbi teladan, agar keteladanaan kita memberikan keberkahan bagi perkembangan da`wah dan peningkatan
kwalitas maupun kwantitas para Mutarabbi yang kita bina . Untuk memudahkan kita mencontoh hal-hal yaang
baik yang sepatutnya disikapi oleh seoarang íigur Murabbi, maka melalui makalah ini kita akan berinteraksi
dengan beeberapa tokoh yang tercatat sebagai íigur murabbi teladan dalam sejarah, dengan menampilkan
´Suratun Hayawiyyah¨ atau gambaran kehidupan mereka khusunya dalam melakukan aktiíitas
pentarbiyahan.

Secara runtut sesuai dengan urutan zamannya , kita akan mulai membahas keteladanan íigur murabbi
dari ´Murabbi hadzihil ummah`, yaitu Rosululloh SA\, kemudian kita telusuri keteladanan íigur murabbi
para Sahaabatnya, para tabi`in ,ualam salaaíusslaih hingga para Masayikh da`wah di zaman kita sekarang ini.
´Aina nahnu minhum¨, kita sungguh tidak ada apa-apanya dibanding mereka bahkan rasanya mustahil bisa
sama dengan mereka, itulah satu perasaan yang akan terlintas pada benak kita ketika kita mengetahui
keteladaanaan mereeka sebagai murabbi, akan tetapi kita dinasehati oleh satu pepatah : ´1asyabbahu in lam
takuunuu mislahum, Innattasyabbuha bil kiraami falaahun¨, 1etaaavitab ve./i tiaa/ .ava ¡er.i. aevgav
vere/a, .e.vvggvbv,a vevetaaavavi oravoravg vvtia aaatab .atv /ebervvtvvgav.

Keteladanan Rosululloh SAW
Sebagai Murobbi Rosululloh SA\ selalu melakukan pendekatan komunikasi sebagaimana yang telah
direkomendasikan di dalam Al-Qur`an, bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan diantaranya adalah :
´Qoulan Layyinan¨ ( 20 : 44 ), ´Qoulan Maysuran¨ ( J7 : 28 ), ´Qoulan Ma'rufan¨ ( 32 : 32 ),
´Qoulan Balighan¨ ( 4 : 63 ), ´Qoulan sadidan¨ ( 4 : 9 ), dan ´Qoulan kariman¨ ( 33 : 3J ).

Sebagai Murabbi Rosululloh SA\, tidak pernah memojokkan mutarabbi dengan kata-kata , apalagi hal
itu dilakukan di hadapan orang lain, sebagaimana diriwayatkan oleh Abi lumaid Abdirrahman bin Sa`ad As-
Sa`idy RA, Ia berkata : Nabi SA\ telah mengutus seseorang yang bernama Ibnu Lutbiyyah sebagai amil
zakat, setelah selesai dari tugasnya lalu ia menghadap Rosululloh SA\ seraya berkata : ivi ba.it aari tvga. .a,a ,
.a,a .erab/av /e¡aaa vv, aav ,avg ivi baaiab ¡evberiav oravg vvtv/ .a,a, lalu Rosululloh SA\ segera naik ke atas
mimbar, setelah menyampaikan puja dan puji kehadirat Alloh S\1 beliau berkhutbah seraya berkata :
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 45 of 57
´e.vvggvbv,a a/v vegvtv. .e.eoravg ai avtaara /atiav .ebagai avit ¸a/at .ebagaivaava ,avg tetab ai¡erivtab/av oteb .ttob
´!1 /e¡aaa/v, tatv ia aatavg aav ber/ata : ivi vvtv/ evg/av aav ,avg baaiab vvtv//v, ;i/a oravg itv bevar , vevga¡a
aia tiaa/ avav/ .a;a ai rvvab ba¡a/ atav íbvv,a .ebivgga baaiab ter.ebvt aatavg /e¡aaav,a, aevi .ttob tiaa/tab
vevgavbit .e.eoravg .e.vatv ,avg bv/av ba/v,a vetaiv/av /eta/ aia bertevv aevgav .ttob ´!1 vevbara baravg ,avg
bv/av vev;aai ba/v,a , tatv Ro.vtvttob ´.! vevgavg/at /eavabetab tavgavv,a bivgga tav¡a/ /etia/v,a, .era,a ber/ata
: Ya .ttob, tetab a/v .av¡ai/av ² · ; íR. ßv/bari - Mv.tiv )

Rosululloh juga tidak pernah menjaga jarak dengan mutarabbinya, sehingga tidak terjadi kesenjangan
psikologis antara mutarabbi dengan murabbi, hal ini dapat dilihat dari gambaran dialog lepas antara Jabir bin
Abdillah dengan beliau sebagaimana yang telah diriwayatkaan sendiri olehnya : Aku pernah keluar bersama
rosululloh SA\ pada peperangan Dzatirriqo`, aku mengendarai seekor onta yang lamban jalannya, sehingga
aku tertinggal jauh dari rosululloh SA\, kemudian Rosululloh SA\ menemuiku seraya berkata : Keva¡a
evg/av bai, ]abir Ovta/v Ya Ro.vtattob.,;atavv,a tavbav .e/ati` balasku. Kemudian Rosulluooh berkata lagi :
ßeri/av /e¡aaa/v tovg/at ,avg aaa ai tavgavvv atav beri/av a/v .e¡otovg /a,v, lalu aku berikan kepadanya dan
beliaupun memukulkan kayu tersebut secara perlahan ke onta saya, lalu beliau menyuruhku menaiki onta itu,
demi Alloh tiba-tiba ontaku berjalan dengan sangat cepat`. Kemudian obrolan berlanjut , Rosululloh SA\
bertanya kepadaku : íai ]abir, a¡a/ab evg/av .vaab /ariv., .vaab ,a ro.vtattob jawabku, aevgav ;avaa atav
gaai.., tanya beliau lagi, aevgav ;avaa ,a Ro.vt tegasku, Keva¡a tiaa/ aevgav gaai. .a;a .ebivgga evg/av aa¡at
ber.evavg·.evavg aevgavv,a aav ia aa¡at ber.evag·.evag aevgavvv., balas Rosululloh SA\ dengan nada bertanya,
lalu aku menjelaskan : Ya Ra.vtvttob .e.vvggvbv,a a,ab/v vevivggat ¡aaa ¡eravg |bva, aav vevivggat/av/v .avaara
¡erev¡vav .ebav,a/ tv;vb oravg, va/a aari itv a/v vevi/abi .eoravg ravita ,avg .e/atigv. aa¡at veev;aai ¡evga.vb aav
¡evbivbivg vere/a. Kevvaiav Ro.vtvttob ber/ata : ívg/av bevar iv.,a .ttob.

Keteladanaan Para Sahabat RA
Diantara para sahabaat yang paling menonjol keteladanannya adalah Abu bakar as-Shiddiq RA, bukan
hanya karena ia adalah satu-satunya sahabat yang mendapat gelar as-sihiddiq, dan juga bukan hanya karena
satu-satunya sahabat yang menemani Rosululloh SA\ dalam perjalanaan hijrah ke Madinah, akan tetapi lebih
dari itu karena Abu Bakar layak disebut .ebagai Mvrabbi baa¸ibit |vvab sepeninggalnya Rosululloh SA\ ,
beliaulah yang memandu akidah dan íikrah para sahabat yang lainnya ketika mereka masih belum legowo
menerima berita waíatnya Rosululloh SA\ termasuk Umar bin khattab RA. Pada saat itulah Abu bakar
memberikan taujih tarbawy dengan membacakan íirman Alloh S\1, dalam surat Ali Imron : 144, seraya
menambahkan penjalasan dengan kata - kata hikmahnya : ´Man kaana ya'budu muhamma dan fainna
muhammad qod maata, wa man kaana ya'budulloha fainnallaha hayyun laa yamuutu¨ ;ßaravg .ia¡a
,avg vev,evbab Mvbavvaa .e.evvggvbv,a Mvbavvaa tetab tiaaa, teta¡i ßaravg .ia¡a ,avg vev,evbab .ttob ´!1
.e.vvggvbv,a .ttob íiav¡ aav tiaa/ a/av vati). Itulah keteladanan abu Bakar dalan menyemai benih-benih
tarbiyah, khusunya 1arbiyah Aqidiyah.

Ketika dua pertiga Jazirah Arab ditimpa oleh gerakan pemurtadan ,íara/atvt írtiaaa), dalam bentuk
pembangkangan tidak mau membayar kewajiban zakat, maka lagi-lagi Abu bakar RA tampil sebagai pelopor
Murabbi dalam hal ketegaasan Amar Ma`ruí Nahi Munkar untuk memerangi mereka, banyak para sahabat
termasuk umar bin Khattab RA masih beranggapan bahwa bukan itu jalan keluar untuk menghentikan
gelombang kemurtadan, maka Abu bakar langsung memberikan pelajaran kepada para sahabat khusunya umar
bil khattab RA seraya berkata : ´ Hatta anta ya, Umar ajabbaarun fil Jahiliyah Khawwarun fil Islam ?,
Wallaahi laa Yanqushuddinu wa anaa Hayyun, Lau mana'uuni ·Uqqoolu ba'iirin yuadduunahi ila
Rosuulillah lahaarobtuhu hatta tansalifa saalifaty¨ ( .av¡ai evga/v ;vga Ya |var, a¡a/aab evg/av bav,a
tav¡a/ ¡er/a.a ¡aaa va.a ;abiti,ab /evvaiav ;aai ragv ¡aaa va.a i.tav ., Devi .ttob tiaa/ a/av ber/vravg agava ivi
;í.tav) .eai/it¡vv .etava a/av va.ib biav¡, !atav¡vv vere/a tiaa/ vevberi/av bav,a .evta. tati vvta ,avg barv.
aiberi/av /e¡aaa Ra.vtvttob, va/a teta¡ a/av /v ¡ervagi vere/a .av¡aai vrat teber/v ter¡vtv.).

Bahkan keteladan Abu bakar sebagai Murabbi bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga langsung
dibarengi dengan sikap dan tindakan kongkrit, agar menjadi contoh bagi para sahabat yang lain, sebagaiman
terjadi pada saat sebagian besar para sahabat ,Kibaarv..bababab) keberataan dengan diangkatnya Usamah Bin
Zaid, padahal hal itu telah menjadi ketetapan komando Rosululloh SA\ sebelum waíatnya, dan abu bakar
berazam untuk tidak membatalkan apa yang telah ditetapkan Rosululloh SA\, seraya mengiringi pelepasan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 46 of 57
ekspedisi Usamah dengan meenuntun kudanya saampai perbatasan, sejak awal Usamah merasa tidak enak
karena Abu Bakar berjalan kaki sementara Ia berada diatas kudanya, lalu usamah menawarkaan agar ia turun
Abu Bakar saja yang naik kuda, lalu abu bakar berkata : ´Wallohi maa rokibtu wa maa nazalta, wa maa
lialaa ughabbira qadami fi sabilillaah¨ ; Devi .ttob, a/v tiaa/ vav vai/ aav evg/av ;vga tiaaa/ ¡ertv tvrvv,
biar/avtab /a/i/v ber.ivbab aebv ai ;av .ttob )

Keteladanan Ulama Salafusshalih
Salah satu di antara mereka adalah Atho bin abi Rabaah Rahimahulloh, yang memimpin halaaqah besar
di masjidil haram, dimana Sulaiman bin abdil malik yang menjadi Khaliíah pada saat itu juga sering menghadiri
halaqohnya, Athu bin abi Rabah adalah seorang habsyi ,Negro, yang pernah menjadi budak dari salah seorang
wanita penduduk kota mekkah, lalu ia dimerdekakan karena kepandaiannya dalam mendalami ajaran islam.

Keteladanan Atho bin Abi Rabah sebagai Murabbi adalah kelembutannya dan ketajaaman nasehatnya
serta pandangan dan perhatianya yang penuh kasih sayang, sebagaimana yang dikisahkan oleh Muhammad bin
suqoh Salah seorang Ulama Kuíah , bahwa suatu ketika Atho bin abi rabah menasehatinya : \ahai anak
saudaraku, sesungguhnya orang-orang sebelum kita tidak menyukai pembicaraan yang berlebihan`, lalu apa
batasannnya pembicaran yang berlebihan`· tanyaku, beliau melanjutkan nasehatnya seraya beerkata : Mereka
mengkategorikan pembicaraan berlebih, bila dilaakukan selain dari Al-qur`an yang dibaca dan diíahami, atau
hadits Rosululloh yang diriwayatkan, atau berkenaan dengan amar ma`ruí nahi munkar, atau pembicaraan
tentang satu hajat, kepentingan dan persoalan maisyah`, kemudian beliau mengarahkan paandangannya kepada
ku seraya berkata : .tvv/rvvva (Inna ·alaikum laahaafidzhiin, kirooman kaatibiin) (Al-infithar : J0 ÷
JJ), ra avva v`a /vttiv ,viv/vv vata/aivi Anil yamiini wa ·anisshimaali Qa'iid, maa yalfidzhu min qaulin
illaa laadaaihi raqiibun ·atiid) ( Qaf : J7 ÷ J8,, .vaa ,atab,ii aabaavva tav vv.,irat ataibi .babiifatvbvttatii
avtaa`aabaa .bara vaabaaribi, faaraa;aaa a/t.ara vaa fiibaa taai.a viv avri aiivibi rataa avri avv,aabv.

Kapabilitas takwiniyah Atha bin Abi rabah dalam mentarbiyah bukan hanya kepada kalangan pembesar
dan terpelajar tapi sampai seorang tukang cukur, sebagaimana dikisahkan oleh Imam Abu haniíah : Aku
melakukan kesalahan dalam lima hal tentang manasik haji, lalu aku diajarkan oleh seorang tukang cukur, yaitu
ketika aku ingin selesai dari ihram, aku mendatangi salah seorang tukang cukur, lalu aku berkata kepadaanya
:`berapa harganya`·, semoga Alloh menunjukimu, ibadah tidak mensaratkan soal harga, duduk sajalah dulu,
soal harga gampang` jawab tukang cukur, waktu itu aku duduk tidak menghadap kiblat, lantas ia mengarahkan
duduku hingga menghadap kiblat, kemudian menunjukan bagian kiri kepalaku, lalu ia memutarnya sehingga
mulai mencukur kepalaku dari sebelah kanan, ketika aku dicukur ia melihaatku diam saja, lalu ia menegurku :
Kenapa koq diam saja, ayo perbanyaklah takbir`, maka akupun bertakbir, setelah selesai aku hendak langsung
pergi, lalu ia berkata : mau kemana kamu`·, aku mau ke kendaraanku` jawabku, tukang cukur itu
mencegahku seraya berkata : Shalat dulu dua rakaat, baru kau boleh pergi kemana kau suka` , Aku berkata
dalam hati, tidak mungkin tukang cukur bisa seperti ini kalu bukan dia orang alim, lalu aku berkata kepadanya :
Darimana engkau dapati mengenai bebrapa manasik yang kau perintahkan kepadaku`·, Demi alloh aku
melihat Atha bin abi rabah mempratekan hal itu, lalu aku mengikutinya, dan aku arahkan orang banyak untuk
belajar kepadanya`, jawab tukang cukur alim tersebut.

Di antara kebiasaan baik ulama salaíusshalih dan keteladanan mereka dalam mentarbiyah adalah ketika
memberikan materi mereka tidak terkesan bersikap santai atau memberikannya sambil duduk bersandar
misalnya, akan tetapi mereka menunjukan sikap yang sigap dan penuh semangat, sebagaimana telah menjadi
sikap umum di kalangan mereka ketika menyampaikan materi, hal itu terungkap dari pernyataan salah seorang
diantara mereka : ´Laa yanbaghi lanaa idzaa dzukira fiinasshalihuna jalasnaa wa nahnu
mustaniduuna¨ ; 1iaa/tab ¡avta. bagi /ita /eti/a ai.ebvt/av ai tevgab·tevgab /ita oravg·oravg ,avg .bateb, tatv /ita
avav/ .avbit ber.avaar ).

Adalah Said ibnul Musayyib rahimahulloh, juga seoarang murabbi yang keteladanannya patut dicontoh
oleh para Murabbiyyiin, beliau memimpin halaqoh yang cukup besar di Masjid nabawi, di samping beliau juga
terdapat halaqohnya Urwah bin Zubair, dan abdulloh bin Utbah rahimahumalloh, Said ibnul Musayyib
mempunyai seorang mutarabbi, namanya Abu \ada`ah, suatu ketika Abu \ada`ah beberapa kali tidak datang
halaqoh, tentu saja Said bin Musayyib merasa kehilangan mutarabbinya yang sudah mustawa qowy ini, beliau
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 47 of 57
kahawatir kalau-kalau ketidakhadirannya lantaran sakit atau ada masalah yang menimpanya, lalu beliau juga
bertanya kepada ikhwah yang lainnya juga tidak ada yang tahu, akan tetapi bebrapa hari kemudian tiba-tiba
Abu \ada`ah, datang kembali sebagaimana biasa, maka sang Murabbi teladan said bin Musayyib segera
menyambut kedatangannya dengan sapaan yang penuh perhatian seraya berkata : kemana saja engkau ya, aba
wada`ah`·, Isteriku meninggal dunia, sehingga aku sibuk mengurusinya` jawab Abu wada`ah. Mengapa tidak
beritahu kami sehingga kami bisa menemanimu dan mengantarkan jenazah issterimu serta membantu segala
keperluanmu` tanya Said kembali. Jazaakallahu kahairan` jawab abu wada`ah yang terkesan memang sengaja
tidak memberi tahu karena khwatir merepotkan murabbynya.

1idak lama kemudian Said bin Musayyib menghampiri Abu \ada`ah dan membisikinya seraya berkata :
Apakah engkau belum terpikir untu mencari isteri yang baru ya Aba \ada`ah`, \arhamukalloh, siapa
orangnya yaang mau mengawini anak perempunnya dengan pemuda macamku yang sejak kecil yatim, íakir dan
hingga sekarang ini aku hanya memiliki dua sampai tiga dirham` tandas Abu \ada`ah yang tampaknya ingin
bersikap waqi` terhadap keadaan dirinya, aku yang akan mengawinimu dengan anak perempuanku` tegas said,
seraya terbata-bata Abu \ada`ah berucap : Lng,.engkau akan mengawiniku dengan anak perempuanmu,
padahal engkau tahu sendiri bagaimana keadaanku`, \a,.kenapa tidak, karena kami jika seudah kedataangan
seseorang yang kami ridho terhadap agamanya dan akhlaknya maka kami kawinkan orang iyu, dan engkau
termasuk orang yang kami ridhoi` jawab Said meyakinkan mutarabbinya. Lalu dipanggilnyalah ikhwah yang
ada di halaqah tersebut untuk menyaksikan akad nikahnya dengan mahar sebanyak dua dirham, Abu \ada`ah
benar-benar terkejut tak tahu harus berkata apa, avtara /aget aaav giravg, ia pulang menuju rumahnya sampai-
sampai ia lupa kalau hari itu ia sedang shaum, karena di tengah perjalaanan ia terus beríikir darimana ia akan
menaíkahkan isterinya, atau berhutang dengan siapa·, tak terasa ia sudah sampai di rumah dan adzan
maghribpun tiba, lalu ia berbuka dengan sepotong roti, baru saja menikmati rotinya, tiba-tiba ada suara yang
mengetuk pintu, siapa yang mengetuk pintu`, tanyanya dari dalam rumah, Said` jawab suara di balik pintu
yang sepertinya ia mengenalinya, setelah dibukanya tiba-tiba sang murabbi sudah ada di hadapannya, Abu
\ada`ah mengira telah terjadi sesuatu` dengan pernikahannya, lalu ia langsung menyapa sang Murabbi seraya
berkata : \a, aba Muhammad mengapa tidak kau untus sesorang memanggilku sehingga aku yang datang
menemuimu`, 1idak, engkau lebih berhak aku datangi hari ini`, setelah dipersilahkan masuk Said langsung
mengutarakan maksud kedatangannya seraya berkata : Sesungguhnya anak perempuanku telah sah menjadi
isterimu sesuai dengan sari`at alloh S\1 sejak tadi pagi, dan aku tahu tidak ada seorangpun yang
menemanimu, menghiburmu dan melipu kesedihanmu, maka aku tidak ingin engaku bermalam pada hari ini
disuatu tempat sedang isterimu masih berada di tempat lain, maka sekarang aku datang dengan anak
perempuanku ke rumahmu` , lalu said menoleh kee arah puterinya seraya berkata : masuklah engkau ke
rumah suamimu wahai puteriku, dengan menyebut asma Alloh dan memohon barokahN\A`, masuklah anak
perempuan said , dan ketika melangkahkan kakinya nyaris keserimpet ,terinjak gaunnya, hampir jatuh hampir
terpeleset karana saking malunya, sedang aku juga cuma berdiri di hadapanya kaget campur bingung tak tahu
harus berkata apa` kata Abu \ada`ah mengenang kejadian itu, tapi kemudian ia cepat-cepat mendahului
isterinya ke dalam ruangan, lalu ia jauhkan cahaya lampu dari sepotong roti yang memang tinggal segitu-
gitunya supaya tidak terlihat oleh isterinya. Baru setelah itu ia keluar rumah untuk mamanggil ibunya untuk
menemui menantu barunya.

Itulah keteladanan Said bin Musayyib yang menolak pinangan Abdul malik bin Marwan Khaliíah bani
uamayyah yang ingin meminang putrinya, malah beliau segara meengawinkan putrinya dengan Abu \ada`ah
mutarabbinya yang sederhana dan tidak diragukan lagi kualitas tarbiyahnya.

Subhanalloh,. ada ngga ya, Murabbi seperti Said bin Musayyib rahimahulloh di zaman sekarang ini·,
kalau ada alhamdulillah, kalau belum ada mudah-mudahaan selepas dauroh murabbi ini ada yaang berusaha
meneladaninya. Amin \a robbal alamin.

Lain lagi kisahnya dengan Imam abu haniíah, atau dikenal dengan nama Nu`man bin 1sabit
rahimahulloh, beliau seorang murabbi yang wajahnya selalu enak dipandang, berseri-seri, dalam
penegtahuannya, manis tuturkatanya, rapih penampilannya, dan selalu memakai wangi-wangian, jika beliau
datang ke majlisnya, maka semua orang yang ada disitu sudah mengetahuinya sebelum mereka melihatnya
lantaran semerbak wewangian yang dipakainya.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 48 of 57

Di samping cerdas, alim, íaqih, beliau juga dikenal sebagai Murabbi yang dermawan, karena beliau juga
dikenal sebagaai seoarang saudagar, tepatnya sebagai pedagang pakaian, kain dan sutera, beliau berkeliling dari
kota satu ke kota lainnya di wilayah irak.

Suatu ketika salah seorang muridnya datang ketempat jualannya, ia minta dicarikan baju, lalu beliau
mencarinya, sesuai dengan warna yang dimintanya lalu diberikan kepadanya, berapa harganya ·`, tanya sang
murid, sedirham` jawab Imam, satu dirham` tegas sang murid lagi penasaran dan campur heran kok murah
banget, ya, segitu`, tegasnya lagi, yang bener nih.` kata muridnya lagi, Aku tidak main-main, aku beli baju
ini dan yang serupa lagi dengannya seharga dua puluh dinar emas dan satu dirham perak, yang satu aku sudah
aku jual, sedang yang siasanya ini aku jual kepadamu dengan harga sedirham, aku memang tidak mau
mangambil untung terhadap murid-muridku`.

Suatu ketika Imam abu haniíah melahat salah seorang mutarabbinya berpakaian lusuh sehingga terkesan
tidak enak dipandang, setelah yang lainnya keluar dari majlis, sehingga tidak ada seorangpun di dalam majlis itu
selain Imam abu haniíah dengan mutarabbinya tersebut, lalu beliau berkata kepadanya, avg/attab .a;aaab ivi
tatv avbit .e.vatv ,avg aaa ai barabv,a, setelah diambilnya ternyata uang sebanyak seribu dirham, avbitab vavg
itv aav ¡erbai/itab ¡evav¡itavvv` tega. ivav abv íavifab, tatv /ata oravg itv : ./v .vaab cv/v¡, .ttob tetab
vetiv¡ab/av vi/vatv,a /e¡aaa/v, a/v tiaa/ vevbvtvb/av vavg ivi. Dengan cerdasnya imam abu haniíah
menyanggah omongan mutarabbinya itu : ]i/a vevavg bevar·bevar tetab vetiv¡ab/av vi`vatv,a /e¡aaavv, tatv
vava bv/ti /evi/vatav^Y. itv, bukankah rosululloh SA\ bersabda : ívvattoba ,vbibbv av ,araa aaat.ara
vi`vatibi ata abaibi ;.e.vvggvbv,a attob ´!1 .evavg vetibat bv/ti /evi;vatavv,a ¡aaa bavbav,a), /areva itv .vaab
.e¡avta.v,a evg/avvev¡erbai/i /eaaaavvv agar evg/av tiaa/ vevbvat .eaib .avaaravv.

Itulah beberapa keteladan Ulama Salaíussalih dalm mentarbiyah para mutarabbinya, \allohu alamu
bisshawaab.

Keteladanan Masyaikh Da'wah kita
Imam As-syahid lasan al-Banna, íigur murabbi yang satu ini sudah barang tentu tidak asing bagi kita,
juga bagi seluruh aktiíis da`wah dan harakah islamiyah di mana saja berada. Adalah pantas bila beliau
merupakan salah seorang sosok íigur murabbi teladan abad.

Keteladanan Imam lasan al-banna dapat disimpulkan dari pendekatan da`wahnya ke berbagai lapisan
masyarakat, prinsip-prinsip pendekatan da`wah yang diisyaratkan dalam hadits Rosululloh SA\ seperti :
´khoothibinnaasa ·alaa qodri uqulihim`, ´khotibinnaasa ·ala lughati qaumihim` ;.;a/tab berbicara
/avvvv .e.vai aevgav /evav¡vav a/at vere/a, a;a/tab berbicara kaummu .e.vai aevgav ga,a babaa.a vere/a). 1ampak
sekali hal ini dilakukan oleh beliau dalam menyemai benih-benih tarbiyah di tengah-tengah masyarakatnya.

Ketika beliau menetap di Ismailiyah, yang terkenal sebagai kota pelabuhan, di mana banyak buruh-buruh
pelabuhan menghabiskan waktu malamnya dengan nongkrong di kedai-kedai kopi, dari sinilah beliau memulai
da`wahnya, beliau mengadakan pendekatan yang sangat hati-hati dan perlahan, beliau menyampaikan hal-hal
yang bersiíat umum seperti ingat kepada Alloh dan hari akherat, tidak konírontatií, penyampaian da`wah
dikemas dengan sederhana, diselingi dengan bahasa amiyah ,pasaran,, diselingi dengan cerita dan ilustrasi, dan
lamanya hanya sepuluh menit atau paling laama seperempat jam.

Al-Ustadz umar 1ilmitsani Allohu yarham, menceritakan tentang sosok lasan al-banna sebagai
Murabbi, bahwa halaqoh beliau yang kemudian dikenal dengan kuliah selasa` sangatlah sederhana, seluruh
mutarabbinya duduk di atas tikar putih, dan mereka disuguhi the dalam dua teko kecil, ini bukan karena beliau
kikir, karena memang hanyalah itulah yang dapat beliau sediakan.

Imam Syahid sangat lembut , suka bergaul dan mudah dekat dengan orang lain. Beliau tidak pernah
cemberut atau berpaling saat berbicara atau diajak bicara, sikap santun selalu menyertai pergaulannya baik
dengan orang dewasa maupun anak kecil, bahkan beliau pernah memberikan ceramah di depan anak-anak
sekolah dasar Mahmudiyah yang terletak di daerah Abbasiah, beliau berdiri di tengah-tengah mereka dan
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 49 of 57
berbicara dengan mereka, seolah-olah belaiu bagian dari mereka. Beliau berbicara dan menggunakan bahasa
yang dimengerti anak kecil. Ketika selesai beliau dikeroyok` oleh anak-anak kecil tersebut seraya
bergelantungan di tubuh beliau, seolah - olah tidak ingin berpisah dengannya. Ini adalah buah dari bahas
lembut dan akhlak luhur yang tidak merasa risih dengan gurauan dan celotehan anak-anak kecil.

Allohu \arhamuhu, Al-Ustadz hasan al-ludhaibi Mursyid am II, juga mempunyai keteladanan dalam
hal mentarbiyah, diantaranya adalah kata-kata hikmahnya seperti ´Nahnu Dhu'at laa Qudhot¨ (kami
mengajak bukan memvonis), ´Aqimiddaulata fii daarika taqum fii ardhika¨ (1egakkanlah daulah di
dalam rumahmu maka kelak akan tegak di negrimu,. Selain itu apabila ada anggota Ikhwan yang bertengkar di
hadapannya, beliau selalu mengucapkan perkataannya yang terkenal : .¡abita /atiav berava tiaa/ .avggv¡
vev¡erbai/i bvbvvgav ,avg aaa ai avtara /atiav, tatv bagaivava /atiav bi.a vev¡erbai/i perselisihan ,avg ter;aai ¡aaa
oravg taiv.. Dan di antara do`a yang paling sering meluncur dari mulut beliau adalah : Ya .ttob ¡itibtab airi/v
vev;aai bavba ,avg .etatv taat /e¡aaaM|

Sebagai seoarang Murabbi, Imam As-Syahid lasan Al-Banna bukanlah tipe orang yang kaku dan pelit
senyum, sebagaimana diceritakan oleh Syekh umar 1ilmitsani, bahwa suatu ketika ia diundang untuk makaan
siang di kantor pusat. Sambil bercanda beliau berkata, lari ini kami jadi tukang masak, ayo makan siang
bersama kami`. Di lain waktu ia diajak oleh Imam as-Syahid menghadiri sebuah acara, ketika makanan
dihidangkan, ia melihat yang terhidang hanya telur goreng dan keju yang kelihatannya sudah kadaluarsa, lalu ia
membisiki beliau seraya berkata : Apaka anda mengajak saya ke tempat ini uuntuk membuat saya lapar`·.
Sambil tersenyum beliau menjawab : Diamlah, Semoga Alloh melindungimu`. Lalu beliau memanggil seorang
akh, tak lama kemudian akh tersebut datang kembali dengan membawa daging goreng dan buah anggur.
Sunguh beliau tidak memperlihatkan wajah yang tidak menyenangkan, meskipun Ustadz Umar tilmitsani
sedikit membuatnya repot.

Sebagai seorang Murabbi Imam As-Syahid tidak hanya bersikap baik kepada kalangan ikhwah saja.
Dalam suatu perjalanan beliau dengan sopirnya seorang al-akh, menjumpai sebuah kendaraan yang mogok,
beliau menyruh sopirnya berhenti, lalu ia langsung turun dari mobilnya dan menanyakan apa yang dibutuhkan
oleh laki-laki pemilik mobil tersebut, ternyata orang itu kehabisan bensin. Saat itu mobil belum ada klaksonnya
yang ada hanya terompet terbuat dari logam yang diujungnya ada gelembungan karet, nah dengan
gelembungan kare itulah beliau menuangkan bensin dari mobilnya dan beliau sendiri yang mengisinya ke dalam
tangki mobil tersebut, dan haal itu dilekuakn berkali-kali, beliaun lakuak senua itu tanpa harus bertanya siapa,
apa dar mmana dan agamanya apa kepada orang yang ditolongnya tersebut. Orang yang ditolongnya itu
kemusdian berkata ; ´a,a Mvbavvaa .bavrra.vt .eoravg ba/iv ai /ota Kairo, .vaa ivi .ia¡a. Imam as-Syahid
menjawab dengan sikap rendah hati : ´a,a ba.av at bavva, .a,a .eoravg gvrv .e/atb aa.ar ai ..·.ibti,,ab. Orang
itu kemudian berkata lagi : .¡a/ab avaa ba.av at·ßavva Mvr.,ia í/bravvt Mv.tiviv., Ya, jawab Imam as-
syahid jujur. Sejak saat itu kemudian Ustadz muhammad abdurrasul tampil sebagai salah seorang juru bicara
Ikhwanul Muslimin, di tengah rimba pengadilan. Inialah buah keteladan seoarang Murabbi yang tawaddu dan
ikhlas.

Wallohu ·alamu bisshowaab.

Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 50 of 57
LVALUASI 1ARBIYAH

I. Landasan Lvaluasi
íai oravg·oravg ,avg berivav, bertaqratab /e¡aaa .ttab aav bevaa/tab .etia¡ airi vev¡erbati/av a¡a ,avg tetab
ai¡erbvatv,a vvtv/ bari e.o/ ;a/birat). Dav bertaqratab /e¡aaa .ttab. ´e.vvggvbv,a .ttab Maba Mevgetabvi a¡a ,avg
/avv /er;a/av ;Q´. .t ía.,r : 1º)
íi.abtab airivv .ebetvv /avv aibi.ab ;.t.ar ´ababat)

II. Untuk apa evaluasi dilakukan ?
Abbas Asisi mengklasiíikasikan mutarabbi menjadi tiga bagian :
1. manusia yang berprilaku dengan akhlak islamiyah, yaitu orang yang rajin beribadah dan pergi ke mesjid.
Orang seperti ini dinomorsatukan, karena mereka lebih dekat dengan da`wah kita, sehingga tidak
memerlukan tenaga yang banyak. Untuk mengajak merekapun tidak banyak kesulitan, Insya Allah .
2. Manusia yang berprilaku denghan akhlak asasiyah, yaitu orang yang tidak taat beragama, tetapi tidak mau
terang-terangan dalam berbuat maksiyat karena ia masih menghormati harga dirinya. Orang semacam ini
menempati urutan kedua.
3. Manusia yang berprilaku dengan akhlak jahiliyah, yaitu orang yang buka dari golongan pertama dan kedua.
Dialah orang yang tidak peduli terhadap orang lain. Sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan
perangainya yang jelek.
Kategori yang dirumuskan oleh Abbas Asisi ini menunjukkan bahwa mutarabbi memiliki karakteriktik sendiri-
sendiri. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan sebuah proses penilaian. Penilaian ,e·aluasi, seperti ini sering
disebut e·aluasi karakteristik mutarabbi. L·aluasi ini dilakukan sebelum prose tarbiyah berlangsung yang bisa
kita katakan e·aluasi pra proses tarbiyah
Selain e·aluasi pra proses tarbiyah, ada juga e·aluasi pada proses tarbiyah. Jadi prosesnya yang die·aluasi, agar
dapat dipantau dan diperbaiki di kesempatan berikutnya. Apalagi dalam da`wah proses menjadi sebuah
kmponen yang mendapatkan perhatian yang lebih. Untuk itu e·aluasi bukan saja pada akhir proses yang sering
dipahami orang, akan tetapi e·aluasi itu pada prosesnya. Apakah prosesnya sudah benar atau belum. Apakah
prosesnya sudah eíektií atau belum. Pentingnya e·aluasi dalam proses tarbiyah dianjurkan oleh Rasulullah
SA\ :
ßer/bvtbabtab .e.vai aevgav /aaar a/at vere/a
Indikator keeíektiían proses adalah sesuai dengan kadar akal murabbi. Jadi proses seperti apa yang sesuai
dengan kadar akal mereka. Didalamnya terdapat makna bahwa e·aluasi untuk menentukan tujuan mana yang
belum direalisasikan, sehingga tindakan perbaikan yang cocok dapat diadakan. Dan memberikan iníormasi
tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang ia gunakan, supaya kelebihan dan kekurangan strategi mengajar
tersebut dapat ditentukan. Juga bisa bermaníaat dalam merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana
pelajaran. Menentukan apa saja sumber belajar yang perlu digunakan.
lasil ,output, dari tarbiyah sudah bisa dipastikan harus diukur, karena hasil tarbiyah harus dapat menentukan
mutarabbi sudah pada kategori mana atau apa.dengan kata lain e·aluasi untuk mengukur kompetensi dan
kapasitas mutarabbi apakah mereka telah merealisasikan tujuan yang telah ditentukan.
Dari penjelasan ini e·aluasi dapat dilakukan untuk mengkur mutarabbi yang akan diproses, mengukur
prosesnya dan hasil prosesnya. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut :

Input Proses Output





L·aluasi L·aluasi L·aluasi

III. Bagaimana mengevaluasi ?
1. Lvaluasi pra mutarabbi (pra proses).
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 51 of 57
lal ini untuk mengetahui baru sampai dimana kemampuan mutarabbi yang akan mengikuti proses
tarbiyah tersebut hingga posisinya jelas. Murabbi dapat mengetahui proses apa yang akan diselenggarakan
seperti yang tertuang dalam perencanaan proses tarbiyah. \ujud e·aluasinya mutarabbi dapat mengisi
check list ,daítar isian, yang diambil dari muwashaíat yang ada pada masing-masing marhalah. Atau
murabbi dapat melakukan wawancara dan atau dengan menggunakan obser·asi,in·estigasi ke rumah
mutarabbi.

Lvaluasi proses tarbiyah
Setelah mutarabbi tere·aluasi kini giiran menge·aluasi prosesnya. Menge·aluasi prosesnya disyaratkan
memiliki perencanaan tarbiyah, karena dari sanalah kita dapat menge·aluasinya. Apa yang kita rencanakan
dapat menjadi bahan e·aluasi proses. Dengan perencanaan kita bisa tahu berapa banyak materi yang telah
disampaikan. Berepa sering pertemuan tarbiyah kita selenggarakan. Metode apa yang telah kita
pergunakan. Berapa kali penyelenggaraan mabit atau jalsah rhiyah untuk akhowat. \ang tidak akalh
penting adalah apakah cukup menarik atau cukup eíektikkah proses tarbiyah yang telah kita laksanakan.
Untuk mengukur hal ini kita dapat membuat jurnal pertemuan. Dapat dituangkan lewat buku tulis, secarik
kertas, dan atau lisan mutarabbi.

3. Evaluasi ketika selesai belajar
L·aluasi inilah yang banyak dipahami orang dan dilakukan. L·aluasi ini digunakan untuk melihat apakah
output yang dicanangkan telah tertuang dalam muwashaíat, terpenuhi atau belum. Ini menjadi tolak ukur
dari dua komponen ,input dan proses,. Apakah keduanya baik atau belum. \ujud e·aluasi ini bisa
berwujud tes tertulis, lisan, ngobrol ,curhat,, in·estigasi, diskusi, mencocokkan muwashaíat dengan
membuat daítar check ,check list,, membuat karya tulis, menggarap proyek mengarang, silaturrahmi dan
lain-lainnya.

IV. Apakah yang harus dipantau dalam evaluasi.
Secara keseluruhan e·aluasi tarbiyah baik pra, proses maupun hasil dituangkan ke dalam tiga aspek yang harus
die·aluasi, yakni :
J. Lvaluasi kognitif
Pada kurikulum tarbiyah islamiyah ,Manhaj 1421 l, terdapat tujuan-tujuan intruksional yang telah
dirumuskan. 1ujuan tersebut diantaranya vevgetabvi ba.it ibaaab. Pada tujuan ini yang ingin diraih
settelah proses tarbiyah berlangsung adalah tujuan untuk meraih aspek kognitií. Sehingga aspek kognitií
menjadi sebuah aspek yang mesti die·aluasi.untuk mengetahui lebih jauh aspek kognitií ini, kita ikuti
uraian berikut :
Kognitií memiliki tingkatan yaitu :
a. 1ivg/at ¡evgetabvav ;/vortegae)
L·aluasi kognitií untuk tingkat pengetahuan bila yang ingin diketahui tingkat mengahíal atau
mengingat kembali atau mengulang kembaliapa yang pernah diterima para mutarabbi. L·aluasi
pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak,
yaitu dapat menyebutkan sarana dan media untuk taíakur

b. 1ivg/at ¡evabavav ;cov¡rebev.iov)
L·aluasi untuk tingkat pemahaman bila yang ingin diketahui adalah kemampuan mutarabbi dalam
mengartikan, menaísirkan, menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri
tentang pengetahuan yang pernah diterimanya. L·aluasi pada tingkat ini dapat digunkan utnuk
mengatahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu memahami kewajibannya terhadap
orang lain, khususnya keluarga dekat dengan senantiasa menekankan kewajiban pada dirinya
bukan pada haknya.

c. 1ivg/at ¡evera¡av;a¡ticatiov)
L·aluasi tingkat penerapan bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam menggunakan
pengetahuan untuk memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.
L·aluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengathui pakah tujuan berikut tercapai atau
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 52 of 57
tidak, yaitu vvtarabbi vevera¡/av /era;ibav·/era;ibav rvvab tavgga aav vev;aai tetaaav avggota /etvarga
,avg taivv,a.
a. 1ivg/at avati.i. ;avat,.i.)
L·aluasi untuk tingkat analisis bila yang ingin diketahui kemampuan mutarabbi dalam merinci dan
membandingkan pengetahuan atau data yang begitu rumit serta mengklasiíikasikannya menjadi
beberapa kategori, dengan tujuan agar dapat mengenal hubungan dan kedudukan masing-masing
data terhadap data lainnya. L·aluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah
tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu vvtarabbi vav¡v vevgivretari.ir iae·iae ¡evi/iravv,a
e. 1ivg/at .ivte.a ;.,vtbe.i.)
L·aluasi pada tingkat ini bila yang ingin diketahui memampuan mutarabbi dalam mengaitkan dan
menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang
lebih menyeluruh. L·aluasi pada tingkat dapat digunakan untuk menetahui apakah tujuan berikut
tercapai atau tidak, yaitu vvtarabbi vav¡v vevforvvta.i/av iae·iae aav ¡evi/iravv,a.
f. 1ivg/at eratv.i ;eratvatiov)
L·aluasi untuk tingkat ini bila yang ingin diketahui kemampuan muitarabbi dalam membuat
perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria dan pengetahuan yang dimilikinya.
L·aluasi ini dapat digunakan apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu vvtarabbi vav¡v
vevbeaa/av .i.tev ¡otiti/ ,avg fvvg.iovat aav ai.fvvg.iovat.
\ujud tes yang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan kognitií antara lain diskusi, karya ilmiah,
mengarang, tes tertulis, mengisi daítar cek ,check list,, jurnal dan lainnya.

2. Lvaluasi afektif
Selain itu tujuan tarbiyah ada yang berbunyi vera.a/av /e/bv.,v`av aav /evi/vatav aatav beribaaab`. 1ujuan
ini bukan sekedar mutarabbi mengetahui hasil-hasil ibadah melainkan mutarabbi memiliki sikap terhadap
aktiíitas ibadah tersebut. Sikap yang diinginkan adalah merasakan kekhusyu`an dan kenikmatan. Sehingga
pada aspek ini yang die·aluasi adalah aspek aíektiínya.
Aíektií juga memiliki tingakatan yaitu :
a. 1ivg/at veveriva ;receirivg)
L·aluasi aíektií untuk tingkat menerima bila yang ingin diketahui adalah tingkat kesadaran,
kesediaan dan kemauan mutarabbi pada islam. L·aluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk
mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu , vev,aaari /era;ibav be/er;a aav
ber¡evgba.itav aevgav vevitib ¡e/er;aav ,avg .e.vai aevgav /ecevaervvgav aav .¡e.iati.a.iv,a.
b. 1ivg/at vevavgga¡i ;re.¡ovaivg)
L·aluasi untuk tingkat menanggapi bila yang ingin diketahui adalah tingkat kemauan dan
kemampuan untuk bereaksi terhadap suatu kejadian, proses, stimulus yang ditunjukan oleh bentuk
partisipasi dalam berbagai bentuk. L·aluasi pada tingkat ini dapat digunakan untuk mengatahui
apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu vvtarabbi vever¡a/av .¡e.iati.a.i ,avg aiviti/iv,a
aatav v¡a,a vevav/vvg /er;a aa`rab .erta tavggvvg ;arab rvvab tavgga aevgav vev;ataviv,a .ecara .eriv..
c. 1ivg/at vevitai ;ratvivg)
L·aluasi untuk tingkat menilai bila yang ingin diketahui adalah tingkat pengakuan secara obyektií
,jujur, bahwa islam dan segala yang melingkupinya adalah agama yang benar yang diikutimoleh
kemauan untuk menerimanya ,istislam, dengan ditunjukan oleh sikap dan prilaku. L·aluasi pada
tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu
mutarabbi dapat menerapkan adab-adab Islam di rumah:.
a. 1ivg/at oragavi.a.i ;orgavi¸atiov)
L·aluasi untuk tingkat oraganisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat konseptualisasi nilai-
nilai islam sehingga menjadi karakternya. Nilai islam telah menjadi ciri pribadinya. L·aluasi pada
tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu
vevgvtava/av ¡roav/·¡roav/ i.tav /eti/a berbetav;a aav /eti/a vevbetiv,a ai to/o·to/o vov vv.tiv
ve./i¡vv bargav,a tebib vabat
e. 1ivg/at /ara/teri.a.i ;cbara/ter.i¸atiov)
L·aluasi untuk tingkat karakterisasi bila yang ingin diketahui adalah tingkat internalisasi nilai-nilai
islam sehingga menjadi karakternya. Nilai Islam telah menjadi ciri pribadinya. L·aluasi untuk
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 53 of 57
tingkat ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu
vvtarabbi vav¡v vevbia.a/av airi biav¡ teratvr.
\ujud tes yang bisa dipakai untuk mengukur penguasaan aíektií antara lain : diskusi, karya ilmiah,
mengarang, tes tertulis, mengisi daítar check, jurnal dan lainnya.

3. Lvaluasi psikomotorik
Kemudian ada juga tujuan tarbiyah yang berbunyi vev¡ra/te/av /iat·/iat vevca¡ai /e/bv.,v`av aatav
.batat. 1ujuan ini dirancang bahwa tarbiyah harus sampai pada tingkat amal. Artinya tarbiyah harus
sampai pada aspek psikomotorik. Sehingga aspek psikomotorik menjadi sebuah aspek yang tidak boleh
dilewatkan. Dalam aspek psikomotorik tidak ada tingkatan sepeerti pada aspek kognitií maupun aíektií,
namun dapat dibagi dalam beberapa kelompok. \akni ,
a. Cera/av .etvrvb baaav
L·aluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana
kemampuan gerak íisik mutarabbi secara keseluruha. L·aluasi pada kelompok ini dapat digunakan
untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu vvtarabbi vav¡v veta/v/av
tatibav fi.i/ aevgav teratvr 10 - 1: vevit .etia¡ bari.
b. Cera/av ,avg ter/ooraiva.i
L·aluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana
kemampuan koordinasi gerakan íisik mutarabbi antara íungsi salah satu atau lebih indera manusia
dengan salah satu anggota badannya. L·aluasi pada kelompok ini dapat digunakan untuk
mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu : vvtarabbi vav¡v vevvti. ra.vvt ba,av
aevgav bai/.
c. Kovvvi/a.i vovrerbat
L·aluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana
kemampuan komunikasi mutarabbinya dengan menggunakan simbolatau isyarat, misalnya isyarat
dengan tangan, anggukan kepala, ekspresi wajah dan lain-lain. L·aluasi pada kelompok ini dapat
digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu : vvtarabbi vav¡v
vevbia.a/av airi vvrab .ev,vv ;ravab) ai ae¡av oravg taiv.
a. Keca/a¡av aatav berbicara
L·aluasi yang dilakukan pada kelompok ini bila murabbi ingin mengetahui sudah sampai dimana
kemampuan berbicara yang dihubungkan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan
lainnya dengan ekspresi muka dan kemampuan berbicara. L·aluasi pada kelompok ini dapat
digunakan untuk mengetahui apakah tujuan berikut tercapai atau tidak, yaitu : vvtarabbi vav¡v
berbicara .e.vai aaab aav /etevtvav ,avg aaa aatav .t Qvr`av ;bagi a/borat).
\ujud tes yang bisa dipakai untuk mengukut penguasaan psikomotorik adalah praktek langsung.



Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 54 of 57
ML1ODL 1ARBIYAH DAN PLNDIDIKAN ORANG
DLWASA


I. ML1ODL 1ARBIYAH
Untuk mencapai sasaran tarbiah secara baik dan optimal diperlukan metode pembelajaran yang
sesuai dengan objek tarbiah, jenis materi, kondisi lingkungan dan íaktor lainnya. keberhasilan tercapainya
tujuan tarbiah juga ditentukan oleh penguasaan cara-cara atau teknik menyampaikan materi.
Secara umum íungsi metode adalah untuk mengikat tersirat, mengurai yang tersekat, membuka yang
tersumbat. Ada beberapa metode pembelajaran yang diperlukan dalam proses tarbiah, semuanya dapat
dipergunakan sesuai obyek tarbiah, jenis materi, lingkungan dan íaktor lainnya. Metode itu antara lain:
1. Mí1ODí CíR.M.í
Metode ceramah disebut juga metode kuliah merupakan bentuk penyampaian yang paling umum
dipakai dalam menyampaikan suatu materi. Seorang murabbi dapat memberikan materi melalui taujih
dan ditunjang dengan mengetahui tingkat kognitií sangat mengajar sangat baik. Sehingga murabbi
dalam mentarbiah tidak hanya mentransíer iníormasi untuk sekedar tahu saja.
2. Mí1ODí 1.^Y. ].!.ß
1anya jawab sebagai metode adalah berupa lontaran pertanyaan untuk dijawab agar diketahui
tingkat penguasaan dan pemahaman pesrta terhadap hal-hal yang telah tersampaikan atau íakta-íakta
yang telah dipelajari, didengar atau dibacanya. Metode ini juga berguna untuk meningkatkan keakraban
dan ukhuwwah. Mislanya murabbi dengan mengajukan pertanyaan pada peserta baik hal yang terkait
dengan materi pembahasan, pribadi, keadaan lingkungan, permasalahan yang sedang populer atau
pertanyaan lainnya.
². Mí1ODí Dí´K|´í
Adalah suatu cara penyajian bahan materi dalam bentuk percakapan atau pembahasan terhadap
suatu permasalahan atau pengalaman yang baru dperoleh. Dalam diskusi diharapkan dilakukan
pengendapan dan kratiíitas data dan iníormasi yang diperolehnya. dengan diskusi seorang peserta
akan secara otomatis terdorong melakukan penguasaan yang lebih baik terhadap suatu materi.
Kelemehan diskusi akan menyita waktu lebih banyak. Apalagi bila murabbi tidak dapat menarik
kesimpulan , bahkan akan diikuti terjadinya bias terhadap nilai yang harus disampaikan.
1. Mí1ODí DíMO^´1R.´í
Adalah suatu cara pembelajaran dalam bentuk menunjukkan, memperlihatkan atau
mendemonstrasikan suatu pembahasan materi. Seorang murabbi mempraktekkan suatu pembahasan
secara tepat. Mislanya mendemonstrasikan cara membaca al Qur`an sesuai dengan kaidah tajwid.
:. Mí1ODí íK´PíRíMí^
Merupakan metode pengajaran dalam bentuk mempraktekkan atau mencoba suau pembahasan.
Setelah murabbi menunjukkan cara melakukan sesuatu maka selanjutnya peserta mempraktekkan
sendiri sebagaimana yang telah dicontohkan. Metode demonstrasi atau Lksperimen saling terkait
sebab dengan eksperimen sekaligs mendemonstrasikan sesuatu. Metode demonstrasi lebih dititik
beratkan pada murabbi sedangkan metode eksperimen lebih menitik beratkan pada peserta yang harus
melakukan sesuatu.
ó. Mí1ODí ´íM|í.´í
\akni metode pengajaran untuk membangkitkan atau mendorong peserta dalam suatu permainan.
Mislanya dalam masalah pentingnya menjaga kesehatan dan mendeteksi diri akan kekuatan tubuh serta
maníaat olah raga bagi stamina tubuh.
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 55 of 57
¨. Mí1ODí P.R1í´íP.´í
Merupakan metode pengajaran dengan cara mendorong langsu ng padapeserta untuk terlibat aktií
dengan sebuah proses kegiatan. Musalanya murabbi ingin mengajarkan tentang urgensi quwwatul maal
dan beratnya beramal, maka murabbi dapat mewajibkan iníaq majelis dan semua peserta wajib mengisi
kotak iníaq setiap datang. Kemudian setelah beberapa saat baru dibahas tentang bagaimana kesan
sulitnya beriníaq serta kendalanya dalam mobilisasi dana.
º. Mí1ODí Pí^CC|^..^ .í.1
Metode ini sering digunakan dalam pelatihan. Metode pengajaran melalui pendekatan penggunaan
alat bantu. Mislanya peserta dapat diberikan sebuah instrumen yang dikerjakan sendiri untuk melihat
atau mengungkapkan kepribadiannya.
·. Mí1ODí í.1íí.^
Metode pengajaran dalam bentuk peserta melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh
keterampilan sesuatu. Dengan berlatih secara praktis keterampilan yang dimiliki oleh peserta dapat
ditingkatkan dan disempurnakan
10. Mí1ODí Pí^|C.´.^
Adalah cara pengajaran dengan memberikan tugas dalam bentuk tugas baca, menghadiri acara
tertentu, atau tugas-tugas lainnya yang kemduian dipertanggungjawabkannya kepada murabbi yang
memberikan tugas tersebut. 1ujuannya peserta lebih mantab, pengalamnnya lebih terintegrasi dan
untuk mendorong peserta berusaha lebih baik.
11. Mí1ODí ´O´íODR.M.
Metode pengajaran dengan pendekatan menyaksikan tayangan aktiíitas kehidupan sekitar manusia.
Bisa melui laboratorium, íilm, planetarium, tetater, dan lain sebagainya. Misalnya materi aneka ragam
ciptaan Allah S\1 di alam semesta dapat bersama-sama pergi ke planetarium menyaksikan
penayangannya.
12. Mí1ODí Pí^C.í.M.^ 1íR´1R|K1|R
\akni murabbi dapat melakukan sebuah inter·ensi tindakan yang tidak diketahui maksudnya oleh
peserta. Kemudian setelah selesai peserta disuruh untuk mengemukakan pelajaran apa yang telah
diperolehnya. Pada tahap akhir murabbi menjelaskan pelajaran apa yang baru disampaikannya.
13. ML1ODL PLNGLMBANGAN KLLOMPOK
Pada umumnya murabbi dalam menyampakan bahan denga mengunakan beberapa metode
memandang peserta sebagai indi·idu. Namun demikian pada suatu saat peserta dihadapi bukan
sebagai indi·idu melainkan sebagai kelompok dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Mislanya murabbi mengajak peserta untuk rihlah atau mukhayam. Dalam acara
tersebut, akan dapat dilakukan tenis pembentukan kelompok lebi cepat dan eíektií daripada
memberikan ceramah tentang ukhuwwah dan ta`awun.
Masih banyak lagi metode yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Karena banyaknya
metode yangd apat digunakan dalam pembelajaran maka murabbi harus memilih dengan tepat metode
mana yang paling sesuai. Sebab setiap metode hanya cocok digunakan dalam situasi dan tujuan
tertentu. Dalm situasi dan tujuan berbeda diperlukan metde yang berbeda. Masing-masing metode
mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Selayaknya murabbi dapat mengatasi kelemahan-
kelemahannya.
II. SIAPAKAH ORANG DLWASA I1U ?
Masa dewasa dibagi menjadi 3 ,tiga, kategori :
1. Ma.a aera.a aivi
Masa ini usianya berkisar antara 18 sampai dengan 30 tahun. 1ugas perkembangannya adalah :
Belajar memikul tanggung jawab sosial
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 56 of 57
Belajar memilih kelompok sosial yang cocok
Belajar hidup berkeluarga
Belajar mengurus anak
Belajar mengurus rumah tangga
2. Ma.a aera.a ¡ertevgabav
Masa ini usianya berkisar antara 30 tahun sampai 50 tahun. 1ugas perkembangannya adalah :
Mencapai tanggung jawab sosial yang layak bagi orang dewasa
Membina dan mempertimbangkan standar kehidupan ekonomi
Membantu para remaja menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab
Mengembangkan kegiatan untuk mengisi waktu luang
Mencapai hubungan yang harmonis dengan sekitarnya
Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan íisiologis pada masa dewasa
pertengahan
Menyesuaikan diri sebagai orang tua yang telah berusia
². Ma.a aera.a vatavg
Masa ini usianya berkisar diatas 50 tahun. 1ugas perkembangannya adalah :
Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan dan kesehatan jasmani
Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan berkurangnya pendapatan
Menyesuaikan diri terhadap datangnya kematian bagi keluarga
Memenuhi kewajiban sosial
Membina dan mengatur kehidupan íisik yang lebih mantap
Mengatur kehidupan batiniah yang lebih baik

III. APAKAH ORANG DLWASA BISA BLLAJAR ?
Kemampuan dasar untuk belajar sebenarnya tidak pernah berubah sekama hidup. Sementara penyebab
bahwa orang dewasa terkesan tidak bisa belajar adalah
Kurang yakin pada kemampuan diri sendiri
Perubahan íisiologis
1idak begitu peduli terhadap íaktor eksternal

IV. ORANG DLWASA JUGA BLLAJAR
Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara
keseluruhan, yaitu : secara intelektual, emosional, dan íungsi íisologis. Jadi rekomendasi untuk
membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah
belajar menjadi kebutuhannya. Pusat dinamika belajar pada orang dewasa terletak pada mereka yang
merasakan belajar sebagai sebuah pengalaman.

V. BAGAIAMANA ORANG DLWASA BLLAJAR ?
1. Mevci¡ta/av i/tiv ,avg /ovav.if
Orang dewasa akan belajar produktií apabila :
Lingkungan íisik bersiíat santai
Ruangan diatur secara tidak íormal
Memberikan kesan bahwa mereka diterima, dihargai dan didukung kehadirannya
Ditumbuhkan suasana saling membutuhkan dan menguntungkan antara guru dan murid
Memberikan kebebasan untuk berekspresi tanpa rasa takut akan ancaman atau takut dianggap
melakukan perbutan yang memalukan
Ciptakan suasana yang bersahabat dan iníormal
Mereka dikenal sebagai indi·idu yang unik
Menggunkan alat bantu belajar dari bahan yang jauh dari kesan peadagogi, contoh
menggunkan lembar kerta yang murah
Menaruh minat pada peserta didik dan mengahrgainya bukan menganggap peserta didik
sebagai penerima kebijakan
Kesediaan guru untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh muridnya
Kumpulan Materi Daurah Murabbi : Page 57 of 57

2. Mevaiagvo.a /ebvtvbav
Pendiagnosaan kebutuhan bagi peserta memiliki tujuan , yaitu peserta memahami dan menyadari
perlunya hal-hal tersebut mereka pelajari
Dalam praktek mendiagnosa kebutuhan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :
Melibatkan peserta dalam proses menentukan apa-apa saja yang perlu mereka pelajari
Memberikan gambaran tentang ciri-ciri yang dikehendaki
Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengenali diri sendiri
Membantu mereka mengukur kesenjangan yang ada antara kemampuan yang mereka miliki
saat ini dan kemampuan-kemampuan yang dituntut oleh model proíesinya dengan harapan
akan timbul ketidak puasan pada diri mereka sendiri

². Pro.e. ¡erevcavaav
Dalam proses perencanaan peserta didik ikut serta menentukan apa yang ingin mereka pelajari,
sedang guru membantu memberikan arah dan sebagai sumber dari isi pelajaran ,content resource,.
Bentuk partisipasi peserta bisa berupa perwakilan, panitia, dan atau satuan tugas.
Perencanaan yang dimaksud meliputi:
Diagnosis kebutuhan belajar.
Menentukan tujuan pendidikan khusus.
Arah pengembangan dan pentahapan.
Perencanaan pengalaman-pengalaman belajar yang akan disajikan.
Menentukan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan.

1. Pev,etevggaraav ¡evgatavav beta;ar
1ransaksi belajar mengajar sebagai tanggung jawab bersama antara guru dan peserta didik.
Peran guru dirumuskan sebagai teknisi prosedural, manusia sumber, dan mitra ,partner, dalam
mempelajari sesuatu.
Guru lebih bersiíat katalisator yang mempercepat proses belajar dari pada sebagai instruktur.
Guru lebih bersiíat pemandu.
Guru hanya mampu membantu orang lain belajar.
Memberikan kesempatan kepada peserta didik utnuk ikur bertanggung jawab dalam kegiatan
belajar.

:. íratva.i ba.it beta;ar
Proses penilaian hasil belajar pada pendidikan orang dewasa adalah proses menilai diri sendiri,
dengan membantu peserta memperoleh bukti-bukti bagi mereka sendiri. Bukti e·aluasi hasil belajar
digunakan bukan menilai baik atau buruk, tetapi untuk mendiagnosa ulang kebutuhan
belajarnya.

6 ! ' &, !, .8 $ <- # !, .8 $ <4 & <3 # * )$ ) *#

!
)

" #

" #

$ %&

2 !: = ? @ ( ; 2 + (1 + ' # >

/ %

&

>

; ; % ' & ! ' $ (% ( ( / + % // = & $ ( # & & % %+ ! .9 & ' ' + ! # & # ? A &, & ( ' ' ' $( + / + %

!

#
)

'
'

"

(
'

' '

! '

# $ + # % !:

= 2 ,' ' = & % : $ - "" ' # ) ' ' ' & & ! 2 = ' & . A ! # # ' ( ' & ' + 2 " & = 1 0 & # & & & + & ! ' ' ! ' &

> .B5 % ' 2 : & ' ' % ? 2 ,

<B5

= & >

!, 5 $ .83# ) * + *$

C /" 1" 2" 0" , & & & & & & # & & & # /01/

-./& 0'0&. ) *& * # % ' ? E ' > , 010&. &2( 3& % % $ * (4 # &( ' & & &4 * 8 3 )9 $ :;5 '& 3& ' % A # & ' %) % 34& % 2 5 & %& 3$ 3 % )6 5 75 " D

% /" , 8

1" + > 2" <

&%

*

' '

" ' E D & + ! &: / 59# '

3 )

#

/25

0" *&4& ' &

4

9 $ &# # &

" &4 %) % % & & # && & %% 9 & &% 3 & 5 && & & & %& # % && & % && & 9 % & & % & & # & # = & ) %) % && 9 % & & 9 3 )=

%% ) %% && & & ) & ::5

:"

& % '

9& % $

"

# $ . < 5 8 > > > & % % . &2( 3& ! )&. % 010&.& & % 4 % & & ' & & " . 3& $ & $ " $ > > > 1 5 8 4 ! : < % & ' $44# ' ' 2 ' ' $ ' " 2 * ' & > ! & $. % . < 5 8 4 : & & & ! # E $ ? .& & 4& ) &4 && & "3 ) % & 4 && 0>5 4 4 % && & & # % % & % .

. 1B<999 77F E ! E A E ' 2 ' ' 6.4 3 ' % % & ' 4. 9. ! <9 ' # . &1 &2( 3& ) 778 ' G : ) 778 / 8<. / $ $ ' E G 8<. ? H 2 . > * * " $ ' ! # . 1 #A 778 ' E 77F E = ? 77F G 7 2 * 7 D / 8. 2 & ' ' *7 : ' E &' & & 9 =. & . 5 2 ! & 778 &. >. 1 <. :.

? .3# !-# : !.-# $ !<. !<# 1 .<# $ $ .5# H / > I 2 !.9 # ) = ) <8 8 ) & !.F# % !<8 # > 4.7# > !<<# & !<9# !<5# $ !. & & &.# &. !8# H / > !3# !7# 2 ) !.8# !.# J !.% & & &.4# ) & !.< 5 8 ! 0 $(: ! + 4 % ) ' 3 F 7 % & % & $ % ? ' ) .# 2 ' !.94 # .9# : !F# !.? !5# / 2 ! F ' > ! ' % 37 # & ' / ? ) / & & & ' % : ! # # & .9 % / .. &2( 3& !4 # ' > !.

1 # # . / ' 2 E E E // ' ' '# / ? ! '# E E . .9 $ / .? &: . < 5 8 4 . 0)& @?& ! ! ' 2 . E E ! 8<. . % ) & & A H & 2 / H & 2 & < % ) ) ' ' A H & H = 5 % ' = ) = = ' ' ' $ & / ' $ $ & ' & ' # / % ' ' ' & ! & 5' $ 1 ' & A 4.

1 0 ? % /' = ) ) % & . ' = 1 . < 5 8 4 . ' &2&. ' / ' E E & E E E &2( 3& ' $ & ' ' ' & . ? . < 2@ 2 > 2 2 > 5 8 4 3 F 7 .< ? E ' ' / ' ' B ' / 5 .9 4 .9 D ' 4 .3 F 7 .& &2( 3& & % / > > > : ' E > ' ' ' ' $ / / 1 .

-. >.3 % =.0 0 B % & % ) * & $ . ' A. & ' ' B = = .

! ! # B # # . & ' ' / / .< ? ' ) &D D # 1 / > & / ! / 2 = : % ! $ G ' ' # & A ' ' ' ' @ . & ) & & ' & ' ' & ' ' ) &D 2 .# ) & ' . 1 / & & / ' . ! $ ! = ' &.8<. &.&<9# 6 & ! = 59# ! ' # < B + ! # = # ' & & ' ' ! = * ! # # / B / ' # & . .

% & & &4& # 4 % & ' % &1 % & % + .2 ' & ' = ' ! & K A% ! ' ' # ' # ' 2 1 $ / ) & & % % && ' 2 ' ( !<# 4 $ ' G ' 0 : : < % !5# .# '! ' # / / & ! ' # / . < : 5 % 8 / & % ' % % ' & ' ' ! # $( && + & & % % &# % &( % $ # 1 % . & .95 $ & % / ' ' !. & & % 4 # & / & &%& % &4 E $ ' & ' $ &' ' && ! % % 4 # & %% % + !1 $( & % # A + " ' )& K % &.5 & % %) % % & D % ( .9 ) (B& ( & 4 .

& 4 %+ & = # &1 & 4& & & 4 % 4 . & B < 5 8 # & 4 3 % & B / & / / / ! ' & ) & = / & . & ! # & : / . / / & & ! # A / / & / &D ' & ! &D 1 & )< % ' ' / / / # & & = / $ / & / &# & & E & B E &4 &4 / & / & & %% (4 &. & & ' !' # ' / ' 0 .F % &# $ 4& 4 %) % % & & ./ & ) / $ .

H !6 !# ) & ' & C : ' % ' = .2 (: E $( + . @ ' # > ' . # A ' @ )= & = 4% & %+ & "C ). H 5 # &. # = = ( 4% B ? > %> !% ' . # .' . 2 %+ & ' ' ' / # ' ' / 3 / : = B B & & ' & ' . < 5 / 8 ' / 4 3 . + $ % $ . H * +. ' & 1 1 ! K ' /! # & ' # # ! # ' / # & ) # ' 6 & .

& * ' & / / / ' ( % ) & ( % & / 2 ' / / / / / % %! # ? ' / > / & ) / BD E !B 4 %! # ' % D% % ( # ? % E %# & ' / ! / . & : / # . ) ./ : ' ! 2 ' 2 D L ) & ! / # ' / & / "C / # ( / & / ' # ' ' ' B / / & / / & / / & & L / ! ) H & & H / & / / ' / & % 2 / : . & & / & & .

773 & ' .775 N .! & # % # / / & / L ' / / / ' & / / ' " ) > :6 ! : 6 # & B B %> ? :6 / K & ' ! = # $ 2 K ? + ) 2 / 2 & ' ) ? K ! 4% %# ) ( 4B 2 $ (2 ( : C " & M > ) K : : ' %> ' ? & ' / : ? & .

& $ / & & ' 2 & & ! ! ' : ' ) > & # @ / = !' / & + E ' / # # / ! ! + ! # # / # # = ' / & & E / & & & E ! # ' &' 2 ) * $ . .

0D@// & > ' % L L ' ' /-? . P 02@(( ' O & O & P O & &'%D02 &.E 02@(( / /&'& ) &. . < 5 + > O O 0 ..38 : ' C C ++ & % & & % ) . % P O & = 'P ?0. C & %% & & & %% & & " = G 5 O F P O P ' O P E ' & G G P C O ' P / ' * # & )# & %& 5 ' & &4 & % # " & &4 C F ' G O % ) F ) G & ( & % # &4 &4 ) * 4 ) 4 .4. .4. &0 ' <) &: / &: / .

& ?0. ' ' & ' !2 ) & = & & %& C 9 & "F " " & %& % G" % O * ' 2 7* % & # C % L & & & & & ' & ' ## & 4 & P * C & % & H %% 4 & ( &4& 4 & %& & ( & 4 & 4 4 & )= &6 ' . C A & .!&.1&'&.E 02(( /&'& O O =O O &' -2 & /&. . 2@ ' &2( & C E ? . B ' 4 %& % C & & & ?& % ?& ' & ' 02@(( 0! C P P P P -. C .

47 $ & & 4 && & ' & 4 %) % % & & && & & &4 & " 4 & 4 & % % / # # * * F % * + %+ * % G. ' % E 2 & > '' > 2 % E ) 2 > ) ) .F % / ! E E ' " O P # B F % * + GH * + & E GH ' F % * + $ PC / C ' ' % / & # 1 & & % & & && & & & &4 & # & % && & %% & & & & & % .

8<.5 & % % & && " & ) 4 ' E ! # > & % # ' ' ! ' ) # .#$ // .:9F. 1 ? K I B B 1 $ & & & & & & % ' & % & 4 & % % ' # % & % % 4 & & # && % % "3 " 1. • * 1 / .< : 0 5 / : / & / • > / & '' ' ) % • : / / : ' % % // K % K ' • % // : ( ) !.> $ "" &4 & & %% &4 # % " & & 4 & % % & "" . 4 & %% 4 % & # " % & # % 1 /' & & > & / # .' > ! ) & & &4& 4 & > .

) % ? 5 J1 B.) % ) 5 .3 . . / ) * C! ' ' 0 ) B . 0 * ? ? K / K K E 2 > E K K & K ' & = 2 ) : & > & K / / H ' & K .> . % /' K *7 7 ' // K = ' & B.2 ' ' & = B . ) > C' ! 2 / K B.) .

.8<. 1 : / : 2 E E ' I % & ' / & & ) & # ' ' # & 1 & ) K 4& % & K ! # ' & ! & E 2 K K % !.)<5<# ) $ & %# / / .' ' K. % K & L / ' & # ' ' . ) $ ' K ( & α ) α α : > ) ' &D L ) $ .

77F >J)L D >J : D : A 1 21 D? ? D ) D D 2 )J &2 )J ." . % < 2 2 ) K 1 <999 1 % >J J D62 %&> D62 % % .

! $ 2 : # 77 G G . ! G ' E 6 G 6. . "" % .' G 6. "" % % & $ *& 4& # & 8. < 5 8 4 $ > > Q ) : Q Q Q & ' $ / ? & . 4 $ & @ : @ $ '' = & ) ? & & & # " 4 & & % % & ' " & 4 &' & & L & & %% % &% 6&M9< & % %& % % & & & & & % " & & L 7 / 6&M96 & """"""" 8. $ ! / # ' ' @ @ .

95#$ 5 ! # ' $ %% 0 % &4 4 ) 4 .% & # • > % AA & % ' % % & 4 4 & " & AA && & ( & # % AA & % & III % % % & & # 8 4 .' . & & % 4 & % % I6 % %" 6 8 < # & 4 ( 4 " ) % % % % & " AA % ""# % &# 4& % ( * < & & %* < AA 4 # & %& & & # & & & 4& 4 & & % & & && 4 & %& ( AA AA & 4 && % & "& % )& & & ) & 4& & %) & % # 4& ) %% %# 4& & % & 4 I= 4 & & "" " & 4 4 ! :4 & & / . 0 8 ( 1 ' & $ $ ' $ ' % H < 5 8 4 3 • * % 0 % & E & / 0 0 : & > & " .

4 & %& ( & " # # AA # ! • > 5 E & !!! & %& % % 4 # & % ) %% & & !!! # 6 & & % & % # ( & % # ( ' &' $ $ III @ ' B& % &% 8' " 8 % 4 & %% & % & %) ) % & & % & & && R % & * K & .

< 5 " . < 5 8 4 3 ..' > ' # ) ? ( # % $ 0 : 2 ? ? & & + $( 4&3 4 N .9 . < > .< .9 ' % & ( % 0# % > . .5 ! # N* N E E # $ $ & ? & ? & ? * * N* N # ' & & E % N $ ' ' E & & *# ! # .) F 7 .

A 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 & 2 % $ E E B # E # G ! 1 2 . + E ' # E B B 2 > > > 6 > % 2 2 2 2 > 6 6 2 > % L 6 ' 2 >: >: ' ! & # & & ) B .

! $ ' > # ! # ' D $ : 2 6 6 E E > 2 B E E B B 2 ) ) ) ) ## ) B % > E > ! # B & ! ' E # ) ) * H ' & $ . ' .

: ) $ $ ' ' ' & ! ' # @@ & (& 44 @ @ @ ' & ! E # ' ! & # ) N .. . > E ) ! # ' & . % # E # & $ $ > & & : & & 2 & & $ $ ! $ & # & ' E & ' : > & & . ! . 1 $ & & & & < ) 5 ' ' 8 ' E & : ! N.1 ' : .

E ' ' ' : 4 "6 & 4& . > ' E & & ' L & & * &J ) : O ) * & $ .< ' 5 4& 8 E 4 & 3 # . > F 7 .9 *$. 2 & %% * . ? & ' ' & 2 > & (& . 6 & & & # & # & & "L E & & > 1 & .> ' 6 E ' $ ' $ > ' : - % .> & . .

< 5 8 ) . ) ) B B # & $ " * * / % E E / & $ $ B ' E E > / / / & ) > & .0 * * ##* # " * % & ) > E & & 2 / # / & & E & ) / 9 & 4 ) E & G & . < 5 8 4 ! > .

< : ' $ # " ' 2 ' ) ' & & / & / ' / 5 8 4 & 1 ) 2 ) .98# ./ < > E B E 2 ) 2 / E 5 > / 8 > 1 E 4 > 2 * ! ' ' & . & % 4 % ' ' &D ' ' / & ' $ (9 & (&% & & & % % && ' N &% %) % % % & ' % % & & %"+ ! 4 & $ .

< 5 8 / ) ) / & / ' % * / ' & # 1 $ E & 1 $ ' & 1 $ ! ! # ! # & !<$.5<# ) % * * % * * & & ! # ! # # & & / $ = / / ) * & $ . H B & B& %& % 9 *& 4 . 1 > 9 ) ' = &G 2 6 .59&. < ) 5 > 8 4 1 . / < 5 : .<8# ! # ! ! 3 $ -4&-7# # !<$ . *" .8<. < 5 8 > . < 5 ! & ./ ' 0# ? .

& !& !-'@ ) 4 @! & % > C ! # < : % % . ! # .5 -/0'.9 > E & % 8 6 <9 6 % ' % > 4 ) % 59 > ( + 2 3 G ) 2 % <4 ) 2 % 2 H ! # % . / . -'& &.*.4 $ &: ! # : : : > : 5 % .

4 > .9 59 ' 6 6 % 6 : $> : > $ $ B 8 > 7 G % .< 0 % 4 ' > # ' ) ! .F 6 % .9 6 > $ % 84 > !' # > 8 .. > 0 $ % <4 % ! # .

! & H @ # : H 1 & $ & ( N % % ' H ' % % E $ 55 & $ .<4 % # # .4 &2 " % # .1 # # # " $ * # # # ( # # " : ' # H # # E & + % # . ' &% ! ! # E &% &% $ "& % & % & % * & / ' ' ' ' $ 1 & * % $ " & H ( ' ' C . ' & # #* * # " ./ 7 % # H ' = / ? ' & E & % % % ) % H ' ' H % 0 ! ! # H # ' &' % .

! ! & ! &% " E " & ' % / ! D* 1 O . ' / ' ' ' ' E ' !? # 1 / ! E ' # % ' ) &. & %( % & & . ! / # ' % . ' & 7 $ $ ' ' ' ' & ' & % ' ' % E ) ) / ! . !. ) +& ) ' # 7 $ / " # * * / * & " # / " # # . & %? / $ & % ' E & C 8.

&% ( &% &% O * * 7 # " 5 O * 7 *# 7 # % ' ( # $ * # O * * E ' L & & $ " : / 2* # & 1 & + (% $( &: * ' $( $ &) & * " * = 2&.L * .: : '*# $ # " # 7 ' C O O . ( &% ' + + (0 ( + + $ (A + =" + % ' ) & ' D % H & .# ) 7 ) / &7 $ .) # * # . % O O $ # ' $ # .

P & ' . & %2 7 .% & ! ' ' # * * ' # $ & # & & ' & ' ) ' & % D # # # ! 2* " * * * 7 " # * ## # " " # . * # " # # * $ " # # * # O L ! ' ! # # 2 ! % & ' * # $ " ! & & & ' 2 & ' % $ % 6.& # * % & N 7 " " # % * # *# * # * N *# N # " .

& % :. ( /+ 0 = .< &% N O O ! ( ' # $ " E $ $ # $ (2 # * $ % # 7 !% # 7 ! ' # ? &% ' ! = N + & 9. & % ( & & + $ 2 # ) * & $ 2 . .

& 98 & % $ (D = & &4 % 4& & % % $ . & & $ ' & = & ' 7 * ! 7 O O $ + ' ? & ' &# & ' % % ) ) %% & % " $ " L ' ' $ = ' ' = & 7 && ! & %% 2* & & * &) & % & & % & & 4& O & + ' & % D* D* ' ( # &.> & @ > ' / &/ @ & & > @ &. 8M :: D* : <9 D* 6= : P 8> D* D* 1 7 98 99 96 .

& %% & & & % % & ". & : 4& 5 & &4 4 3 * 4 & # 7 # 7 % 4 4 && 4& % & & 7 1 ! $$ +0 ** 4 & % # % . K & 5 & % % & & % & & & % % %% % & # &4 4 & 4& % & & & & & & % 4 % & % 0 $( )= & % .88 3.& 6 &4 ( D % & 6 % & & 4& & 4 4& ! ) & & : ' ' ' N ? % > $ . : ! = ' D 2 $ & .& & % %% &4 # && & # & &% % & 4 && % % % & 4 2J3 - & % & % .< 4 I 9& & & & & 4 & & &4 5" & 7 & % % % % I !* S = 5 ' ? : . & 4 . 5 % 4 % & & & & % < & / I %) & & % && % & % # " *& % 2& & / & % 4 # % % & % / $ # & & + &4 2 % & % # %% & % %% && # 4& % *& 4 $ + 2 I *& 4 4 & & %) & % & % I & %% & %% 4 & & % & L % & & % 4& " % # & 4 & 4 %< % & % * % & %% % 2 & & 4 $ & & %% 5" / 0 = * & 7 7 % 4 0 $ ' & 4 & 4 " ) 2* 4 3.

? / . 66 & + ' # 7 O $ + 6= 6># ' ** D &% 7 7 O ' " ' 6M D 7 2 $ ( $+ +@ ( + $ / $ ( $( + +@ ( (2 + + $ @ ) () + ) ' ' 3 & 5" 4 # % & O & O 7 & % )& % " %) % % $ & / / / .? S .? : : ? ) * # & * 7 & 7 3 9& # 5 $ & % O # % 4& $ ! / 2 / 0 / 2 !D # ' ? 2 ' & +@ &/ ' + $ ( + ( $( ' $ + !.

& ' = @ D & & % .& & $( +@ ( + % ( + / & + / & ' ( ( $ (A + (% $( % + ! ( + : 2 ' & & $ ( DA + # + + + & @ & ( + %& % % ' = & ( $(J " + (A " + + (A ' (0 = + $ + = ( " A .

&? = / % ( + ! # 1 & ' ' & : & & . ** & 2 & % + & / 4 * & ( & + & # & % % & + 3 # & ( & & 5" % & & & ' . & M 4 & " % ( + + "+ ( & @+ # % 4 &4 & ' 5 & . / && + # ' & % & % ' % & & & % & ' % % " ) ) & & & 4 $ .) ' / ( ( ( + + ( ( & ' ' & 4& & 4 & + + & % % 4& 4 &4 &% & $ 6 &4 =3 & %% & 4& & ? ! & 1 ' 1 & / $ &: ' 2 & .

& 2 N ( : + & & A &? = & &1 . 2 %% 4 I & I ) & "L & ) * + *$ . 7 4 & 4& / # & $ - D * %% 4 4 % &# 4 + ) $( $ () +@ + ? & = ? ) & & & L M $ 4 ? = & ). % & . . # " & 4& % & # % I" ) % & B* % &4 & 7 # % < & 1 % (1 & &: .

( # -B # B I JE JE . L < & 5 ) 2 ? E E E E ' $ .& ' & ' ) 0 1 ) ! # E E ? > L $ ' E ) ' & % && 0 ' > E E ? E 0 E > JE ! E # & L JE .. 0 -B % % & & 3$ " & & B ' & 3 /75 3 I 5" 9 & &4 &4 5 & " & & 4 %% & 4& & %& 4 % & 4 % $ ? . 4& ' %) &# .

& E 6.1 E ! ' # ' E & B E -B * E E : : ' ) A ) E E E ? JE ' ! ! ' & 4.8<. 1# & %& & " > ' ' ' ' JE ' ( ( ( (" JE & JE % 4& & 4 3 4 ( 5 . ! # # # E JE E ' 7 ! . -B > # E $ *# % E $ 2 " JE ( " JE ' JE % 4& 3( 4 & & 5 ' % 4& %& ' 3 $ &% &5 B .

& & 4 " JE % % " 3 5 & # ) & # %% & # & %% & % ' & JE 4 &" JE JE 4 '" JE JE & & 4 & 4 %' % ' ! & & ' E ' " JE & 4& % % JE ' % & & ' 3 &(& N %5 ' JE C " & & % & %% 4 3 & 4 4& & # %5 JE 4 (" % JE ! # ! ( " JE D & % 4 % JE & 4 % & & 3( & 5 & D JE )4 & & & # & & & ) JE % % 3 % 5 & & # $ JE & & 3N % &# %5 & %% % # & &4 %% & % 4& & # % &( & ' % & & % &(& & % & 4& & # " & &# $ ' ' ' % # & & & + % " ' % &N 3&N 5 & ' &) & 4& " % & 3 & 5 & % N& &) & 4& 8. -B 7 7 &" .

4 & ' 4 & " ' ' $ 9. -B 2 " % ) * ** & 4 & ) & ( 4 ' A " C& JE ' " C& JE & ' & % % & & /O K /: & ' JE $ (" & % * JE " N& & " & *&( JE & 4 & ( JE $ & ( & && % $ 3 % 5 " 4 3 5 &4 % " JE $ 4 4 & & 4 " ' JE 4 & C & ' ' .

." L D9L . L= J .&2( 3& ? ' & ' ' /" L D9L EL ' ' 1" L D9L % =6 .@/. *< . & ' &' ' $ 2" L D9L 9. . :" L D9L L* BL . <A A ' . . ) ' 2 ' 0" L D9L 9L D= . .

.B .F $ 59 % $ : .5 J%L)J >JD6J : D6 D 2J L >L2 > E D E ' 2 ) & & ) ' . ' / ' / ' / ' / 7" L D9L BL=CC<= 2 = A >" L D9L A . = ) /O" L D9L BL=<C & = % //" : L D9L D .E /-)& & 0 I 5! # .P" L D9L B .D9 ' ' % & /1" L D9L BL=C A A 2 > = L <* < E . /" & &!& & @2&.

E /-)& & (-'&1&2 I /" & (4 % ' L ' $ ' ' ' ) G E ' 2 .E /-)& & 10E& (-'&1&2 $ $ > ' ' 0 4. & &!& 2 @2&.E /-)& & ( & (-'&1&2 I 2 > % 4. ' ' @2&.& @2&. (&E& & &.1" : : : : & 4& & % 59 49 % $ ' 2" & % 49 % $ ' .

1" > ) & % & & $ & & & ' 2" B & 4& & ( ) ! : > ) $ # > 0" B& & & %% % > 6 6 6 4& % & # & ! ' ' # :" LN > " . & # & * : # * E # .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->