P. 1
Makalah Besi Fix

Makalah Besi Fix

|Views: 30|Likes:
Published by RiaDesiriani

More info:

Published by: RiaDesiriani on Sep 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I . 1 . Pendahuluan Mineral merupakan bahan-bahan anorganik alam yang ditemukan dalam

kerak bumi sedangkan mineral yang digunakan sebagai sumber untuk produksi bahan-bahan secara komersial disebut bijih besi(Keenan et al.1992).Bijih besi dapat berupa karang keras sekali,butiran kecil, dan tanah yang gembur dengan warna yang beragam dari hitam hingga merah bata.Besi adalah suatu logam yang sangat kuat

dan keras.Namun,kekerasannya tidak melebihi nikel dan kobalt sehingga perlu diberi zat aditif atau dibentuk paduan logam dengan nikel,kobalt, atau logam lain. Bijih besi yang utama adalah Hematite (Fe2O3).Bijih lainnya adalah magnetit, pirit, dan siderite.Tempat penambangan bijih di Indonesia ada di Cilacap, Jawa Tengah dan di beberapa tempat di Jawa Timur, sedang peleburan bijih besi dan industri baja terdapat di Cilegon, Jawa Barat. Besi merupakan unsur yang paling penting dalam kehidupan umat manusia sejak zaman Mesopotamia,purba sampai era modern saat ini. Tidak ada logam lain yang jumlah pemakaiannya melebihi besi. Sangat wajar jika produksi logam besi diseluruh dunia mencapai 1 miliyar ton/tahun.Dewasa ini besi merupakan tulang punggung peradaban modern.

I . 2 . Permasalahan Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini , diantaranya adalah : 1. Apa yang dimaksud dengan besi ? 2 . Jelaskan spesifikasi lengkap dari besi ? 3 . Sebutkan manfaat dari besi ? 4 . Bagaimanakah proses pengolahan pada besi ?

BAB II ISI

2.1 Spesifikasi Produk Besi Produk yang dihasilkan adalah besi dengan dengan spesifikasi sebagai berikut : a. Keterangan Umum Unsur Nama, Lambang, Nomor atom Deret kimia Golongan, Periode, Blok : besi, Fe, 26 : logam transisi : 8, 4, d : metalik mengkilap keabu-abuan Penampilan

Massa atom Konfigurasi elektron Jumlah elektron tiap kulit

: 55,845(2) g/mol : [Ar] 3d6 4s2 : 2, 8, 14, 2

b. Ciri-ciri fisik Fase : padat

Massa jenis (sekitar suhu kamar) : 7,86 g/cm³ Massa jenis cair pada titik lebur Titik lebur Titik didih Kalor peleburan : 6,98 g/cm³ : 1811 K(1538 °C, 2800 °F) : 3134 K(2861 °C, 5182 °F) : 13,81 kJ/mol

4 W/(m·K) : (25 °C) 11.Kalor penguapan Kapasitas kalor : 340 kJ/mol : (25 °C) 25. 6 (oksida amfoter) : 1. 3. Lain-lain Sifat magnetik Resistivitas listrik Konduktivitas termal Ekspansi termal Kecepatan suara (pada wujud kawat) : feromagnetik : (20 °C) 96.5 kJ/mol : ke-2: 1561.8 µm/(m·K) : (suhu kamar) (elektrolitik) : 5120 m/s . 4.10 J/(mol·K) Tekanan uap P/Pa pada T/K 1 1728 10 1890 100 2091 1k 2346 10 k 2679 100 k 3132 c.1 nΩ·m : (300 K) 80.83 (skala Pauling) : pertama: 762.9 kJ/mol : ke-3: 2957 kJ/mol Jari-jari atom Jari-jari atom (terhitung) Jari-jari kovalen : 140pm : 156pm : 125pm d. Ciri-ciri atom Struktur kristal Bilangan oksidasi Elektronegativitas Energi ionisasi : kubus pusat badan : 2.

1E22 tahun 2.73 tahun DM penangkapan 2ε penangkapan ε DE(MeV) ? 0.0 : 608 MPa : 490 MPa e.2% Fe 0.72% Fe stabil dengan 30 neutron Fe 2.978 59 60 Co Co f.231 54 55 DP Cr Mn Fe 5.Modulus Young Modulus geser Modulus ruah Nisbah Poisson Skala kekerasan Mohs Kekerasan Vickers Kekerasan Brinell : 211 GPa : 82 GPa : 170 GPa : 0.5E6 tahun β β1. Isotop iso 54 55 56 57 58 59 60 NA waktu paruh >3.28% Fe syn Fe syn Fe stabil dengan 31 neutron Fe stabil dengan 32 neutron 44.8% Fe syn Fe 91. Sifat Kimia  Besi bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi 3 Fe (s) + 4 H2O (g)  Fe2O4 (s) + H2 (g) + 2 H2O (l) Besi bereaksi dengan asam klorida dan asam sulfat encer Fe (s) + 2 H3O (aq) Fe2+ (aq) + H2 (g) + 2 H2O (l) .565 3.29 : 4.503 hari 1.

oleh idara dioksidasi menjadi heksaaqua besi (III). yaitu sekitar 14 kali total penggunaan semua logam lain. kompleks heksaaqua besi (II) relative stabil tetapi dalam larutan netral atau basa. Besi (II) dan besi (III) dapat membentuk kompleks heksaaqua dalam larutan air [Fe (H2O)6]2+ Fe2 (aq) H2 (g) + 2 H2O (l)  Dalam larutan asam.  peralatan mesin b. Sedangkan dalam bahan bangunan besi digunakan untuk:  Sebagai tulang beton .  pipa saluran. Dalam kehidupan sehari – hari manfaat besi seperti:  peralatan masak didapur. [Fe (H2O)6]3 (aq) [Fe2+(H2O)5(OH)]2 (aq) + H3O (aq) 2. Larutan kompleks heksaaqua besi (III) bersifat asam sebab mengalami hidrolisis.2 Manfaat Besi merupakan logam yang paling banyak penggunaannya. Hal ini didasarkan oleh :  Bijih relatif melimpah dan tersebar di beberapa tempat di penjuru dunia  Pengolahan besi relative mudah dan murah  Sifat-sifat mudah dimodifikasi Kegunaan utama besi adalah untuk membuat baja yang biasa digunakan untuk membuat kebutuhan-kebutuhan seperti.  tiang listrik.  penangkal petir.  peralatan perang. a.

Tinjauan Proses Secara Umum Bahan utama besi dan paduannya adalah besi kasar.3 ton batu kapur.6 ton terak dan 5. sedangkan kadar kotorannya relatif rendah.Zat reduksi yang digunakan adalah karbon dengan prinsip reaksi: 2FeO3 + 3C 3CO2. siderit dan himosit. jenis bijih ini tidak digunakan karena kadar sulfur yang tinggi sehingga diperlukan tahap pemurnian tambahan. Kondisi Operasi Tanur beroperasi dengan kontinu. diperlukan kira-kira 2 ton bijih besi. Untuk setiap ton besi tanur tiup atau besi cor kasar (pig iron) yang diproduksi. atau sulfida sehingga hampir semua proses produksinya diawali dengan reduksi dengan gas reduktor H2 atau CO. Hematit (Fe2O3) adalah bijih besi yang paling banyak dimanfaatkan karena kadar besinya tinggi. Untuk bahan rangka atap  Pagar rumah  Bahan bangunan jembatan  Ventilasi rumah  Rel kereta api 2. yang dihasilkan dalam tanur tinggi. untuk memulai perjalanannya ke tingkat bawah yang panas keputihan.Campuran bahan yang bereaksi diumpamakan ke puncak pada selang waktu yang teratur.3 Deskripsi Proses Pengolahan Besi 1. Tanur harus disadap setiap enam jam.Bijih besi yang dicampur dengan kokas dan batu gamping (batu kapur) dilebur dalam tanur ini.Komposisi kimia besi yang dihasilkan bergantung pada jenis bijih yang digunakan. 0. dan 4 ton udara.Jenis bijih besi yang lazim digunakan adalah hematit.7 ton gas . 1 ton kokas. Meskipun pirit (FeS2) banyak ditemukan. Produk sampingan yang utama adalah 0. untuk mengalirkan keluar besi meleleh.Karena di alam ini besi berbentuk oksida dan karbonat. magnetit. 4Fe + 2.

Karena tingginya alat tersebut. Bila ditinjau dari segi kinetika reaksi sesuai dengan rumus Arhennius: . Tanur sembur berbentuk menara silinder dari besi atau baja dengan tinggi sekitar 30 meter dan diameter bagian perut sekitar delapan meter. mempunyai dua lubang yang masing – masing digunakan untuk mengeluarkan besi cair sebagai hasil utama dan terak (slag) sebagai hasil samping. Bagian atas dari dasar (kurang lebih 3 meter dari dasar).339^e-(5.47323*T) m3/kmol. Tinjauan Kinetika Persamaan pendekatan kecepatan reaksi pembentukan besi dari oksidasi bijih besi dengan udara. alat ini sering juga disebut sebagai tanur tinggi. 3. Bagian puncak yang disebut dengan Hopper. terdapat pipa – pipa yang dihubungkan dengan empat buah tungku dimana udara dipanaskan (sampai suhunya kurang lebih 1. d. dirancang sedemikian rupa sehingga bahan – bahan yang akan diolah dapat dimasukkan dan ditambahkan setiap saat. Tinjauan Kinetika dan Thermodinamika 1. udara panas ini disemburkan ke dalam tanur melalui pipa – pipatersebut. Bagian dasar tanur. kokas. b. Bagian bawah puncak. Adapun bagian dari tanur sembur atau tanur tinggi.3. mempunyai lubang untuk mengeluarkan hasil – hasil yang berupa gas. sebagai berikut : a. c.2.1 Tempat Pengolahan Besi Proses pengolahan bijih besi untuk menghasilkan logam besi dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace). tetapi mengandung kira-kira 12 persen CO dan 1 persen H2. yang terutama berupa nitrogen dan karbon dioksida.cerobong buangan. dan batu kapur adalah k = 4.100o C). 2.det.

serta reaksi kimia dengan gasifikasi karbon.yaitu perpindahan panas.Pengaruh komposisi gas terjadi pada perubahan volume dari besi oksida pada suhu 800-1100oC.bentuk dan distribusi ukuran partikel. Reaksi batu bara dan bijih besi merupakan suatu sistem yang kompleks. perpindahan massa oleh konveksi.k = A.difusi fase gas.El-Geassy etal. basisitas. sehingga harga k hanya dipengaruhi oleh fungsi T (suhu).Dalam system reduksi langsung dengan . E. Proses konduksi adalah perpindahan panas melalui zat padat.bobot.komposisi gas dan suhu reduksi.bentuk. 1. harga A.serta komposisi kimia.Kinetika reduksi langsung menggunakan reduktor batu bara dipengaruhi oleh kombinasi beberapa mekanisme.jenis.(2007)menjelaskan bahwa ada banyak factor yang memengaruhi reduksi besi oksida seperti komposisi bahan baku. Tinjauan Kinetika Reduksi Kinetika reaksi reduksi bijih besi adalah kecepatan besi oksida untuk bertransformasi menjadi logam besi dengan melepaskan oksigen. dengan kenaikan suhu reaksi konstanta kecepatan reaksi akan semakin besar sehingga reaksi kekanan akan berjalan lebih cepat dan reaksi yang terjadi adalah reaksi irreversible atau reaksi searah.e(-E/RT) Dalam hubungan ini: k = konstanta kecepatan reaksi A = faktor frekuensi E = energi aktivasi R = konstanta gas ideal T = temperatur Dari persamaan di atas.bobot jenis partikel dan kecepatan aliran panas.struktur kristal.Perpindahan panas yang terjadi dalam proses reduksi adalah perpindahan panas secara konduksi.Kecepatan reaksi reduksi bijih besi ditentukan oleh tinggi rendahnya kemampuan bijih besi tersebut untuk direduksi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.porosity. dan R tetap. yaitu ukuran partikel.Perubahan dalam reaksi sangat dipengaruhi oleh parameter perpindahan panas yang meliputi ukuran.

Reaksi kimia yang terjadi pada proses reduksi langsung bijih besi dengan reduktor batu bara meliputi devolatilisasi batu bara.dan gasifikasi arang batubara (char). mekanisme perpindahan panas yang paling berpengaruh adalah adalah konduksi dan konveksi. Perpindahan massa terjadi karena adanya gas CO dari batu bara yang bereaksi dengan bijih besi membentuk logam besi(Fe). Aliran gas CO yang menyebabkan proses konveksi dan difusi dipengaruhi oleh perbedaan tekanan dan konsentrasi gas dalam system sehingga perpindahan massa dapat berjalan baik.Penurunan suhu ketika reduksi bijih besi dengan karbon terjadi saat peningkatan efisiensi energi dan karbon sebagai CO2.karbon. sehingga oksigen dilepaskan dari bijih besi tersebut dan karbon (C) akan bereaksi dengan karbon dioksida (CO2) untuk membentuk CO. Besi oksida yang berisi karbon dapat direduksi pada suhu lebih rendah.Reduksi bijih besi dengan gas. Proses konduksi sangat bergantung pada suhu proses.sifat padatan dan fase gas yang terjadi sehingga nilai konduktifitas panas padatan merupakan salah satu hal penting dalam proses reduksi Konduktivitas panas yang tinggi akan meningkatkan kecepatan laju reaksi.Kesetimbangan reaksi dapat dilihat pada gambar 1 .Devolatilisasi batubara mulai terjadi lebih awal pada suhu rendah dengan laju reaksi lebih cepat dari reaksi reduksi bijih besi maupun gasifikasi arang batubara.

dTr ) . 3.000 + 0 ) = 30182 Kj/mol ada suhu reaksi 13 0 C = 1632 ∆HT . untuk menentukan apakah reaksi berjalan eksotermis atau endotermis perlu pembuktian dengan menggunakan panas pembentukan standar (∆Hof) pada 1 atm dan 298. Cp .∆H reaktan = ( -241.272.Gambar1Diagram kesetimbangangas CO danCO2 untukreduksibijihbesi (Ross 1980).15 K FeO (s) + H2 (g) P = 1 atm Fe (s) + H2O (g) ∆Hof reaksi = ∆Hof produk . Karena reaksi yang berlangsung merupakan reaksi irreversible berarti laju reaksi dipengaruhi oleh laju kinetika . maka = ∆H298 + ( n . sebaliknya jika berharga positif reaksi akan bersifat endotermis. Reaksi: T = 295. Selain itu.∆Hof reaktan Jika ∆Hof reaksi berharga negatif maka reaksi akan bersifat eksotermis. Tinjauan Thermodinamika Pembentukan besi melalui oksidasi bijih besi dengan udara merupakan reaksi endotermis. Cp . ∆H298 = ∆H produk . Hal ini ditunjukkan dengan harga entalpi yang bernilai positif pada keadaan standar yaitu 30182 Kj/mol . dTp – n .15 K dari reaktan dan produk.818 + 0 ) – (.

∆Go reaktan = ( -228.572 + 0 ) – ( 0 + 0 ) = -228.314 x 298.1124 x 1040 .= 30182 + 12.428 = 30194.482 Kj/mol Dari perhitungan ∆Hof reaksi di atas maka dapat disimpulkan bahwa reaksi pembentukan besi bersifat endotermis. .RT ln K = .572 ∆Go -228. Reaksi dapat balik (reversible) atau searah (irreversible) dapat ditentukan secara thermodinamika yaitu berdasarkan persamaan van’t Hoff: dengan: ∆Go = -RT ln K sehingga: Dimana : K T ∆H = konstanta kesetimbangan reaksi = temperature (oK ) = panas reaksi Terlihat semakin tinggi suhu maka konversi yang didapat akan semakin kecil .572 ln K K = . hal ini menunjukan bahwa reaksi pembentukan besi bersifat searah (irreversible) . Ditinjau dari energi gibbs (∆Go) . ∆Go = ∆Go produk .21 = 1.( 8.15 ) x ln K = 92.1124 x 1040 Ternyata harga ››› 1 yaitu 1.

83 97.572 J/mol / (8.94*10^-3= 0.314 J/mol K  Pada T = 200 oC = 473 K x 298 K) = 1.024 X= Dst sampai suhu 1400oC ) Tabel hubungan suhu dan presentase metalisasi Suhu oC 0 200 400 800 900 1000 1100 1350 1400 Grafik Perpotongan Suhu vs % metalisasi Metalisasi 0 8.6 62.Contoh perhitungan nilai konversi pada tinjauan termodinamika K standar pada 298 K = e(-∆Go/RT) = e(228.35 78.35 70.35 96.25 20.097 ( = ℮-4.35 .75 52.

120 100 metalisasi 80 60 40 20 0 0 Grafik Hubungan suhu vs metalisasi 200 400 600 Suhu 800 1000 1200 1400 Contoh perhitungan konversi pada tinjauan kinetika k=Ae(-E/RT) =4.39 X=( =( =20 Dst sampai suhu 1400oC Berikut Grafik Perpotongan antara suhu dengan % metalisasi dari tinjauan kinetika dan tinjauan thermodinamika Tinjauan Termodinamika Suhu 0 200 400 %metalisasi 0 8.47323*T)  T pada 200oC=473K k=4.47323*473) =4.339*e-(-5.75 Tinjauan Kinetika Suhu 0 200 400 %Metalisasi 0 20 40 ) ) .339*e-(-5.339*e-(-5.47323*T) =4.25 20.

35 78.35%.800 900 1000 1100 1350 1400 52.35 96. 4.35 120 100 % metalisasi 80 60 40 20 0 0 Grafik Perpotongan tinjauan thermodinamika dan kinetika Tinjauan kinetika tinjauan termodinamika 200 400 600 800 Suhu (C) 1000 1200 1400 1600 Dari grafik diatas maka terlihat bahwa dilihat dari tinjauan thermodinamika dan kinetika proses pembuatan besi.Bahan – bahan dimasukkan ke dalam tanur melalui bagian puncak tanur.83 97.terdapat perpotongan pada suhu 1350 dengan %metalisasi hingga 97.35 70.35 800 900 1000 1100 1350 1400 78 83 90 92 97 97.6 62. Bahan tersebut adalah : o C . Langkah Proses dan Reaksi Kimia Secara umum proses pengolahan besi dari bijihnya dapat berlangsung dengan urutan sebagai berikut: a.

C(s) + O2(g) CO2(g) H = .394 kJ Reaksi ini sangat eksoterm (menghasilkan panas).Udara panas dimasukkan di bagian bawah tanur sehingga menyebabkan kokas terbakar. d.300o C. Reaksi ini dapat berlangsung dalam beberapa tahap. yaitu : 1. CO2(g) + C(s) 2 CO(g) H = +173 kJ Reaksi kali ini berjalan endoterm (memerlukan panas) sehingga suhu tanur pada bagian itu menjadi sekitar 1. c.Pada bagian atas tanur. Batuan – batuan ini yang akan direduksi. akibatnya panas yang dibebaskan akan menaikkan suhu bagian bawah tanur sampai mencapai 1.1. 2 Bahan – bahan pereduksi yang berupa kokas (karbon). Fe3O4 yang terbentuk akan direduksi menjadi FeO pada suhu 850o C.Bahan tambahan yang berupa batu kapur (CaCO3) yang berfungsi untuk mengikat zat – zat pengotor. 3. Fe2O3 direduksi menjadi Fe3O4 pada suhu 500o C.Gas CO2 yang terbentuk kemudian naik melalui lapisan kokas yang panas dan bereaksi dengannya lagi membentuk gas CO.Bahan utama yaitu bijih besi yang berupa hematit (Fe2O3 ) yang bercampur dengan pasir (SiO2) dan oksida – oksida asam yang lain (P2O5 dan Al2O3). Fe3O4(s) + CO(g) 3 FeO(s) + CO2(g) . b.900o C. 3 Fe2O3(s) + CO(g) 2 Fe3O4(s) + CO2(g) 2.Pada bagian yang lebih rendah.Gas CO yang terbentuk dan kokas yang ada siap mereduksi bijih besi (Fe2O3).

Sementara itu. di bagian tengah tanur yang bersuhu tinggi menyebabkan batu kapur terurai menurut reaksi: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) g. Reaksinya sebagai berikut: CaO(s) + SiO2(s) 3 CaO(s) + P2O5(g) CaO(s) + Al2O3(g) CaSiO3(l) Ca3(PO4)2(l) Ca(AlO2)2(l) h.3.Besi cair yang terbentuk akan mengalir ke bawah dan mengalir di dasar tanur.000o C.Selanjutnya.Pada bagian yang lebih bawah lagi. FeO yang terbentuk akan direduksi menjadi logambesi pada suhu 1. besi cair turun ke dasar tanur sedangkan terak (slag) yang memiliki massa jenis lebih rendah daripaba besi cair akan mengapung di permukaan dan keluar pada saluran tersendiri. f. .Kemudian di dasar tanur CaO akan bereaksi dengan pengotor dan membentuk terak (slag) yang berupa cairan kental. FeO(s) + CO(g) Fe(l) + CO2(g) e.

.

penggolongan hasil dari pengolahan bijih itu sendiri dibagi menjadi tiga: 1.i. Besi tempa inicukup lunak untuk dijadikan berbagai perlatan seperti sepatu kuda.2%). Besi Kasar (pig iron) atau Besi Gubal Besi cair yang keluar dari dasar tanur disebut dengan besi kasar (pig iron). .Selanjutnya. 2. Besi Tempa (wrought iron) Besi tempam mengandung kadar karbon yang cukup rendah (0. 34% karbon. mur. silika danmangan.05 – 0. cangkul dan lain sebagainya. golok.Besi kasar mengandung 95% besi. roda besi. sisanya berupa fosfor. baut. Besi Tuang (cast iron) atau Besi Cor Jika pig iron dibuat menjadi bentuk cetakan maka disebut besi tuang 3.

pemilihan jenis besi disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penggunaan Cermat dalam pemilihan kualitas besi Bijak dalam penggunaan jumlah material besi .2 Saran 1. 3.35 dan Toptimum 1350oC hal ini sesuai dengan kondisi yang ada dalam pembuatan besi.1 Kesimpulan Besi merupakan unsur yang paling penting dalam kehidupan umat manusia sejak zaman Mesopotamia purba sampai era modern saat ini. Untuk produsen:    Bijak dan cerdas dalam pengkomposisian bahan untuk pembuatan material besi yang baik Cermat dalam pengkondisian opersai pembuatan besi Cermat dalam pemisahan slurry dan besi untuk menghasilkan besi yang minim impuritas 3.. Saat pembuatan besi harus berhati-hati karena suhu dalam tanur sangat panas 2. yang dihasilkan dalam tanur tinggi. Bahan utama besi dan paduannya adalah besi kasar.BAB III PENUTUP 3. Untuk konsumen    Bijak dalam pengaplikasian besi. Pada grafik perpotongan Xa vs T pada grafik tinjauan termodinamika diperoleh Xa maksimum pada 97.Komposisi kimia besi yang dihasilkan bergantung pada jenis bijih yang digunakan. Reaktor yang digunakan dalam pembuatan besi adalah jenis reaktor continue hal ini ditandai dalam pembuatan besi digunakan blast furnace dimana sistem kerjanya bahan dimasukkan dengan continue dan keluar melalui bawah reaktor dengan continue pula.

wikipedia.id/internal/131845374/material/proses_pembuatan_besi_dan_baja.html http://novienobie.pd f http://www.html http://repository.scribd.DAFTAR PUSTAKA http://hardiananto.com/2010/05/pendahuluan-unsur-besi-fe-dalam-suatu.ac.id/bitstream/123456789/27293/4/Chapter%20II.com/2010/01/manfaat-besi.ui.org/wiki/Bijih_besi http://jhon-arch.pdf http://staff.wordpress.blogspot.blogspot.com/tag/manfaat-besi/ http://id.com/doc/75966961/Proses-Pengolahan-Bijih-Besi-Menjadi-Besi .ac.usu.

TUGAS PROSES INDUSTRI KIMIA ”PEMBUATAN BESI” Disusun Oleh: LINDA ALIFFIA YOSHI PRIMADIANI NURHANIDAR RIA DESIRIANI 21030110141033 21030110141107 21030110141082 JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->