P. 1
Reformasi Indonesia

Reformasi Indonesia

|Views: 109|Likes:
Published by Nanda Siti
Reformasi  umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru.
Reformasi  umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nanda Siti on Sep 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2013

pdf

text

original

REFORMASI

Oleh:
Ashandhini Mei Luluk Puji Nanda Siti Priska Nurmalasari Rahandhika Ivan XII IPS 2

A.Pengertian Reformasi
Dari wikipedia bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Reformasi merupakan suatu perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa. Menurut Arti kata dalam bahasa indonesia Pengertian Reformasi adalah perubahan secaradrastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Di Indonesia, kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru.

B. Tujuan Reformasi
Tujuan reformasi dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Melakukan perubahan secara serius dan bertahap untuk menemukan nilai-nilai baru dalam kehidupan berbangsaan bernegara. 2. Menata kembali seluruh struktur kenegaraan, termasuk perundangan dan konstitusi yang menyimpang dari arah perjuangan dan cita-cita seluruh masyarakat bangsa 3. Melakukan perbaikan di segenap bidang kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan keamanan. 4. Mengapus dan menghilangkan cara-cara hidup dan kebiasaan dalam masyarakat bangsa yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan reformasi, seperti KKN, kekuasaan sewenangwenang/otoriter, penyimpangan dan penyelewengan yang lain dan sebagainya.

C. Syarat-syarat Reformasi
Adapun ketentuan atau syarat-syarat yang bisa menyatakan suatu kondisi reformasi adalah sebagai adalah berikut; 1. Telah terjadi penyimpangan dan penyelewengan dalam pelaksanaan kehidupan di bidang ketatanegaraan, termasuk bidang perundangundangan dan hukum. 2. Penyelenggara Negara telah menggunakan kewenagannnya secara semenamena/otoriter di luar etika kenegaraan melalui tindakan-tindakan yang merugikan dan menekan kehidupan rakyat keseluruhan. 3. Telah semakin melemahnya kondisi kehidupan ekonomi seluruh warga masyarakat bangsa sebagai akibat krisis multidimensi yang berkepanjangan dan terus-menerus 4. Perlunya langkah-langkah penyelamatan dalam segenap bidang kehidupan, khususnya yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak. 5. Reformasi harus menggunakan landasan kerohanian berupa falsafah dasar Negara Indonesia.

D. Dampak Reformasi
1. Dampak negatif 1) iklim politik yang semrawut karena banyak yang menyalah artikan makna dari demokrasi. 2) kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin tidak beretika. 3) banyak demonnstrasi yang harusnya sebagai sarana menyampaikan aspirasi, justru malah mengganggu kenyamanan masyarakat. 4) meningkatnya kerusuhan di masyarakat.

2. Dampak postif

1) 2) 3) 4)

kebebasan pers kebebasan akademis kebabasan berorganisasi kebebasan pemikiran dalam memperjuangkan pembebasan tahanan politik maupun narapidana politik 5) Timbulnya kesadaran baru masyarakat bisa bertindak dan berbuat sesuatu serta melakukan perubahan-perubahan diantaranya pendobrakan atas rasa ketakutan berpolitik, terhadap proses pembodohan yang telah berlangsung hampir lebih dari tiga puluh tahun.

1. Krisis ekonomi Terjadinya krisis ekonomi mengakibatkan pendapatan negara dan daya beli masyarakat menurun. Hal ini pernah terjadi di Indonesia sebanyak 5 kali. • Pertama, krisis ekonomi pada tahun 1965 dengan tingkat inflasi mencapai 500%. Pemerintah Orde Baru berhasil mengatasinya dengan melakukan stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi pada tahun 1966-1969. • Kedua, krisis ekonomi pada tahun 1974 akibat melambungnya harga minyak di pasaran dunia. Namun, karena salah urus keuntungan justru meningkatkan laju inflasi hingga 41%. • Ketiga, krisis ekonomi pada tahun 1980-1982 karena jatuhnya harga minyak. Padahal pemerintah Orde Baru terlanjur menjadikan minyak sebagai barang dagang yang paling diandalkan. Untuk mengatasinya, pemerintah Orde Baru mulai meningkatkan ekspor nonmigas. Namun, sektor ini juga mengalami penurunan. • Keempat, krisis ekonomi pada tahun 1984 yang berawal dari deregulasi perbankan. Pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru sejak tahun 1966 telah meningkatkan jumlah perbankan sebagai lembaga pemberi pinjaman kepada sektor swasta. Namun pengaturannya masih memiliki kelemahan sehingga terjadi penyimpangan pemberian kredit.

E. LATAR BELAKANG LAHIRNYA REFORMASI INDONESIA

• Kelima, krisis ekonomi pada tahun 1997 yang berawal dari krisis moneter di kawasan Asia. Nilai tukar rupiah menurun drastis. Penurunan nilai tukar rupiah ini mengganggu pengembangan pasar modal, kegiatan sektor industri dan perbankan.
Krisis ekonomi tersebut mengakibatkan biaya naik, sehingga perusahaan tidak dapat memproduksi barang dan mengalami kebangkrutan. Banyak pegawai yang di PHK sehingga menimbulkan banyak pengangguran serta daya beli masyarakat menurun. Perusahaan-perusahaan yang berusaha untuk membangkitkan kembali usahanya, mengambil inisiatif untuk meminjam uang dari bank sebagai modal.

Keuangan negara terkuras habis untuk mengatasi krisis moneter yang sudah berkembang menjadi krisis ekonomi. Keadaan diperparah dengan tindakan memborong dolar AS sehingga menghabiskan persediaan dolar AS yang dimiliki pemerintah Orde Baru. Pada tanggal 15 januari 1998 pemerintah Orde Baru mencapai kesepkaatan dengan IMF yang bersedia memberikan pinjaman keuangan. Namun, pinjaman tersebut tidak bisa merubah keadaan. Hal ini mengakibatkan krisis hukum dan politik dan akhirnya menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah Orde Baru dalam menjalankan pemerintahan

2. Demonstrasi mahasiswa
Gerakan reformasi adalah sebuah gerakan yang menuntut perubahan mendasar untuk memperbaiki keadaan. Ada 6 agenda perubahan mendasar untuk memperbaiki keadaan dan mahasiswa yang menjadi aktivis dalam gerakan reformasi ini.
• Penggantian presiden Soeharto. • Melakukan amandemen UUD 45. • Menghapus dwifungsi ABRI (tugas di bidang politik dan ekonomi) • Memberikan otonomi daerah yang seluas-luasnya. • Penegakan supremasi hukum( hukum tidak di bawah kontrol pemerintah ) • Membentuk pemerintahan yang bersih dari KKN.

Mahasiswa menjadi motor dalam gerakan reformasi. Mereka merupakan golongan yang paling lantang menyuarakan agenda reformasi. Sehingga kampus menjadi tempat pertama bagi pertumbuhan gagasan reformasi. Mereka kecewa dengan keputusan MPR yang tidak memenuhi tuntutannya untuk tidak memilih Soeharto sebagai presiden RI. Gerakan mahasiswa ini menimbulkan banyak kerusuhan. Pada tanggal 12 Mei 1998 di Jakarta, 4 mahasiswa Universitas Tri Sakti meninggal dunia ditembak aparat keamanan, tertembaknya 4 mahasiswa tersebut dikenal dengan nama Tragedi Trisakti. Selama 2 hari pada tanggal 13 dan 14 Mei 1998 kerusuhan di ibukota berlangsung, karusuhan ini mengakibatkan terhentinya kegiatan pemerintahan.

3. Mundurnya Soeharto
20 Mei 1998 Jalur jalan menuju Lapangan Monumen Nasional diblokade petugas dengan pagar kawat berduri untuk mencegah massa masuk ke komplek Monumen Nasional namun pengerahan massa tak jadi dilakukan. Pada dinihari Amien Rais meminta massa tak datang ke Lapangan Monumen Nasional karena ia khawatir kegiatan itu akan menelan korban jiwa. Sementara ribuan mahasiswa tetap bertahan dan semakin banyak berdatangan ke gedung MPR / DPR. Mereka terus mendesak agar Soeharto mundur. 21 Mei 1998 Di Istana Merdeka, Kamis, pukul 09.05 Soeharto mengumumkan mundur dari kursi Presiden dan BJ. Habibie disumpah menjadi Presiden RI ketiga.

F.

Perkembangan Masyarakat Dan Pemerintahan Pada Masa Era Reformasi

Tujuan reformasi adalah memperbarui tata kehidupan bermasyarakat,bernegara, dan berbangsa agar sesuai nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, baik dalam bidang ekonomi,politik maupun hukum. Gerakan reformasi di pelopori oleh dunia kampus, mereka menuntun pemerintahan yang bersih dari KKN. Selain itu, gerakan reformasi juga menuntut pembaruan terhadap 5 paket undang-undang politik yang di anggap menjadi sumber ketidakadilan,yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum. UU No. 2 Tahun 1985 tentang susunan,kedudukan,tugas,dan wewenang DPR/MPR. UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya. UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum. UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa.

1. Masa pemerintahan presiden B.J Habibie
Tugas yang di emban presiden B.J Habibie adalah 1. 2. 3. Mengatasi krisis ekonomi sejak 1997. Menciptakan pemerintahan bersih dan berwibawa serta bebas dari KKN. Memberantas semua bentuk praktik KKN dalam segala segi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berikut beberapa langkah yang di tempuh oleh presiden B.J Habibie :
a. Pembentukan kabinet reformasi pembangunan pada tanggal 22 mei 1998. b. Perbaikan dalam bidang ekonomi. Beberapa hal dilakukan Habibie dalam bidang ekonomi,yaitu : 1. merekonstruksi perekonomin Indonesia. 2. merekapitulasi perbankan indonesia dan melikuidasi beberapa bank yang dianggap bermasalah dan merugikan keuangan negara. 3. menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

c.

d.

e.

Reformasi di bidang politik Dalam pemilu yang di selenggarakan presiden Habibie, bermunculan partaipartai politik kurang lebih berjumlah 48 parpol. Pada saat Habibie menjabat sebagai Presiden RI, terjadi perubahan yang besar menyangkut perkembangan politik di Timor Timur. Rakyat Timor Timur menginginkan negara merdeka yang terlepas dari Indonesia. Oleh presiden B.J habibie , rakyat Timor Timur di beri opsi seluas-luasnya. Namun, rakyat memilih jajak pendapat dan akhirnya melalui jajak pendapat itu 79% suara menyetujui Timor Timur lepas dari Indonesia dan menjadi negara merdeka. Lepasnya Timor Timur dari Indonesia menjadi faktor utama penolakan MPR atas pidato pertanggung jawaban B.J Habibie dan akhirnya beliau mundur dari bursa calon presiden. Kebebasan menyampaikan pendapat Pada zaman pemerintahan Habibie telah diselesaikan perundang-undangan yang mengatur teks demokrasi yakni UU No.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan untuk menyampaikan pendapat di muka umum, dimana dalam bab III undangundang tersebut telah diatur tentang hak dan kewajiban para pengunjuk rasa. Reformasi dibidang hukum Presiden Habibie bertekad melakukan reformasi di bidang hukum sesuai dengan aspirasi masyarakat dan jiwa reformasi . Tekad beliau di sambut baik oleh masyarakat dan memberikan perlindungan terhadap HAM, berkembangnya demokrasi serta munculnya kemajuan masyarakat yang dinamis,jujur,adil.

f. Masalah dwifungsi ABRI setelah reformasi dilaksanakan tugas ABRI dan MPR dikurangi secara bertahap,yaitu dari 75 orang menjadi 38 orang. ABRI semula terdiri dari 4 angkatan yaitu : AD,AL,AU,dan POLRI,namun tanggal 5 mei 1999 POLRI memisahkan diri dari ABRI. POLRI berganti nama menjadi kepolisisan negara. Istilah ABRI kemudian berubah menjadi TNI yang terdiri dari AD,AL,AU. g. Sidang istimewa MPR enam bulan setelah B.J Habibie menjabat sebagai presiden RI, diadakan sidang istimewa MPR tanggal 10-13 November 1998. tujuan sidang ini untuk mempersiapkan jaln liberalisasi politik, termasuk pemilu yang demokratis yang akan diadakan pada 7 juni 1999. sidang MPR ini diharapkan mampu menampung semua aspirasi masyarakat sehingga akan mempercepat pengembalian situasi yang kurang menguntungkan sejak krisis tahun 1997.

Hasil Sidang Istimewa
1) Tap. MPR. No. VII/MPR/1998. Perubahan dan tambahan atas Tap. I/MPR/1983 tentang perubahan tata tertib MPR. 2) Tap. MPR. No. VIII/MPR/1998. Pencabutan Tap. IV/MPR/1983 tentang referendum 3) Tap. MPR. No. IX/MPR/1998. Pencabutan Tap. II/MPR/1998 tentang GBHN 4) Tap. MPR. No. X/MPR/1998. Pokok-pokok reformasi pembangunan dalam rangka penyelamatan dan normalisasi kehidupan nasional sebagai haluan Negara 5) Tap. MPR. No. XI/MPR/1998. Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN 6) Tap. MPR. No. XII/MPR/1998. Pencabutan Tap. No. V/MPR/1998 tentang pemberian tugas dan wewenang khusus kepada presiden/mendataris MPR dalam rangka penyuksesan dan pengamanan nasional sebagai pengamalan pancasila 7) Tap. MPR. No. XIII/MPR/1998. Pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia 8) Tap. MPR. No. XIV/MPR/1998. Perubahan dan tambahan atas Tap. III/MPR/1998 tentang pemilu 9) Tap. MPR. No. XV/MPR/1998. Penyelenggaraan otonomi daerah, pengaturan pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan, serta perimbangan keuangan pusat dana daerah dalam rangka Negara Kesatuan Republlik Indonesia

10) Tap. MPR. No. XVI/MPR/1998. Politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi 11) Tap. MPR. No. XVII/MPR/1998. Hak Asasi Manusia (HAM) 12) Tap. MPR. No. XVIII/MPR/1998. Pencabutan Tap. II/MPR/1978, Pedoman Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan penetapan Pancasila sebagai dasar Negara Dari 12 ketetapan tersebut, ada 4 ketetapan yang mengakomodasikan tuntutan reformasi, antara lain: 1) Tap. MPR. No. VIII/MPR/1998. Pencabutan Tap. IV/MPR/1983 mengenai referendum yang menjaga UUD 1945 sehingga UUD dapat diubah 2) Tap. MPR. No. XVIII/MPR/1998. Pencabutan Tap. II/MPR/1978. Dengan ketetapan tersebut tidak lagi seluruh organisasi social dan politik menjadikan Pancasila sebagai satu-asatunya asaas organisasi 3) Tap. MPR. No. XII/MPR/1998. Pencabutan Tap. No. V/MPR/1998. Dengan ketetapan tersebut, pemeberian tugas khusus kepada presiden oleh MPR untuk mengambil tindakan melampaui batas perundang-undangan dibatalkan 4) Tap. MPR. No. XIII/MPR/1998. Tentang pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden maksimal hanya dua kali periode

h. Pemilihan umum 1999 pemerintah B.J Habibie melakukan perubahan terhadap undang-undang politik yang memberikan semangat bagi berkembangnya kehidupan politik di Indonesia. Pelaksanaan pemilu ditangani oleh KPU. Asas dari pemilu 1999 adalah LUBER(langsung,umum,bebas dan rahasia) dan JURDIL(jujur,adil). Pemilu 1999 berjalan lancar dan aman dan pengumuman hasil perolehan suara berjalan lancar dan dapat diterima oleh semua peserta pemilu. i. Sidang umum MPR hasil pemilu 1999 sidang umum MPR tahun 1999 diselenggarakan antara tanggal 1 -21 oktober 1999, sidang umum ini mengukuhkan Amien Rais sebagai ketua MPR dan Akbar Tanjung sebagai ketua DPR. Dalam sidang paripurna MPR XII tanggal 19 oktober, pidato pertanggungjawaban Habibie ditolak MPR. Akibatnya dia tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden.

2. Masa Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid Masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau sering disebut Gus Dur dimulai sejak sidang umum MPR yang diselenggarakan pada tanggal 1-21 Okt 1999 yang menghasilkan agenda sebagai berikut : 1. Mengangkat Amien Rais sebagai ketua MPR dan Akbar Tanjung sebagai ketua DPR untuk periode 1999-2004

2. Pembacaan pidato pertanggungjawaban Presiden Habibie. Pidato tersebut ditolak. Dengan demikian, Habibie tidak dapat maju menjadi capres
3. Pemilihan Presiden RI yang baru. Calon yang maju antara lain, Megawati, Abdurrahman Wahid, Yuzril Ihza Mahendra. Dari hasil pilpres, Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Presiden Indonesia yang ke-4 4. Pada tanggal 21 Okt 1999 dilaksanakan pemilihan wakil presiden, dengan calonnya Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz. Pemilihan wapres dimenangkan oleh Megawati Soekarnoputri

Tugas-tugas Gus Dur setelah menjabat sebagai Presiden antara lain :
1. Peningkatan pendapatan rakyat 2. Menegakkan keadilan dan mendatangkan kemakmuran 3. Mempertahankan keutuhan bangsa dan negara

Pasangan Gus Dur dan Megawati membentuk Kabinet Persatuan Nasional (KPN) yang dilantik pada tanggal 28 Okt 1999. Belum genap 100 hari berkuasa dan belum tuntasnya penyelesaian persoalan peninggalan Orba, pemerintahan Gus Dur dihadapkan pada persoalan-persoalan, kebijakannya dinilai sangat kontrovesial antara lain : a. Pencopotan Kapolri Jend. Pol. Roesmanhadi b. Pencopotan Kapuspen Hankam Mayjen TNI Sudrajat yang dilatari oleh pernyataannya bahwa presiden bukan panglima tinggi TNI c. Pencopotan Wiranto sebagai Menkopulkam yang dilatarbelakangi oleh hubungan yang tidak harmonis antar Wiranto dan Gus Dur d. Mengeluarkan pengumuman tentang adanya menteri-menteri KPN yangterlibat KKN e. Menyetujui nama Papua sebagai pengganti nama Irian Jaya pada akhir Desember 1999

Pemerintahan Gus Dur terkenal dengan sikapnya yang
kontrovesial, antara lain mengeluarkan Maklumat yang isinya membekukan lembaga DPR dan MPR. Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan adalah ketika MPR mempercepat sidang istimewa MPR, yang menilai Gus Dur telah melanggar Tap No. VII/MPR/2000 karena menetapkan Komjen Chaeruddin sebagai pemangku sementara jabatan Kapolri.

3.

Masa Pemerintahan Megawati Soekarnoputri

Pada sidang istimewa tanggal 23 Juli 2001, Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai Presiden RI dan Hamzah Haz sebagai wakil presiden RI. Megawati dilantik pada tanggal 23 Juli 2001. Kebijakan-kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut pemulihan ekonomi dan penegakan hukum antara lain : a) b) c) d) Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$5,8 miliar pada pertemuan Paris Club ke-3 Presiden Megawati berhasil menaikkan pendaptan per kapita cukup signifikan Memperbaiki kinerja ekspor Berdirinya KPK

Kabinet Gotong Royong
Kabinet Gotong Royong adalah kabinet pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Nama Gotong Royong diambil sebab pemerintahannya adalah hasil koalisi banyak partai. Nama Gotong Royong juga dipilih Megawati untuk menguatkan visi-misi utama pemerintahannya, yaitu mempersatukan bangsa Indonesia dalam semangat membangun. Akan tetapi, seiring berjalannya kabinet tersebut, masyarakat dikecewakan. Pasalnya, kinerja dari Kabinet Gotong Royong ini dinilai lamban dalam mengatasi masalah yang terjadi di Indonesia.

4.

Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

SBY dilantik pada tanggal 24 Oktober 2004. Beliau melakukan kebijakan pembangunan infrastruktur serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Tahun 2004 petumbuhan ekonomi sebesar 4,5 – 4,9%, dengan peningkatan inflasi 5,5%. SBY memperkenalkan pembangunan jalan tol sepanjang 1.539 km serta sejuta rumah dalam 5 tahun. Pada awal masa jabatan kurs dolar di Indonesia antara Rp8.900 sampai Rp9.151 per dolar. SBY mengangkat Jaksa Agung Abdurahman Saleh, dengan misi mengusut para koruptor dan menahannya di Nusakambangan. Tanggal 28 Januari 2005 Indonesia mengadakan perundingan dengan GAM di Helsinki, Finlandia, dengan perantaraan Crisis Management Initiative pimpinan Martti Ahtiasaari. Negara-negara kreditor yang tergabung dalam Paris Club memberikan kebijakan moratorium utang terhadap Indonesia. Hal itu disebabkan adanya bencana nasional, yaitu tragedi tsunami dan gempa yang terjadi di Aceh. Sabtu 27 Mei 2006 di Bantul dan Yogyakarta serta daerah Klaten diguncang gempa bumi yang berkekuatan besar dan menelan banyak korban sehingga menimbulkan keprihatinan nasional dan diadakan gerakan perduli gempa. Berita gembiranya pada tahun 2006 utang luar negeri telah lunas, dengan demikian pemerintah leluasa meningkatkn kesejehteraan rakyatnya.

DOKUMENTER

TRAGEDI TRISAKTI

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->