IMPLIKASI PEMBANGUNAN TERHADAP SUMBER DAYA ALAM 1.

PENDAHULUAN Persoalan yang paling PInsip dalam bidang ekonomi yang berkenaan langsung dengan sumberdaya alam adalah bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat dan cenderung tidak terbatas, sementara ketersediaan sumberdaya alam terbatas dan cenderung menuju kelangkaan. 2. KONSEP SUMBER DAYA ALAM Sesuatu disebut sebagai sumber daya jika sesuatu itu berguna atau bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sungguhpun begitu, tidak semua yang ada di bumi ini disebut sumber daya, karena manusia belum bisa memanfaatkan seluruhnya yang ada di bumi ini.. Ketidakmampuan manusia untuk memanfaatkan seluruh apa yang ada di bumi ini disebabkan karena ketidakmampuan manusia untuk mengolah sumber daya dan menemukan sumber daya bant unhik kepentingan hidupnya. Konsep sumber daya alam, yaitu pertama, sesuatu yang berguna baik sebagai faktor produksi maupun komoditi. Kedua, sesuatu yang dinamis atau sesuatu yang bisa berubah-ubah. Selain dua konsep tersebut perlu juga diingat bahwa sumber daya alam mempunyai konsep jamak (Suparmoko, 1997). A. Sesuatu yang Berguna Yang_dimaksud berguna di sini adalah sumber daya alam tersebut sudah dirasakan kegunaan dan manfaatnya oleh manusia. Sedangkan dari kegunaannya sumber daya alam bisa berguna secara langsung dan tidak langsung. Yang dimaksud berguna secara langsung berarti manusia tidak perlu melakukan pengolahan atau proses untuk mendapatkan manfaat dari sumber daya alam tersebut. Sedangkan yangdimaksud dengan penggunaan tidaklangsungberarri sumber daya alam berperan sebagai faktor produksi, atau dengan kata lain untuk mendapatkan manfaat dari sumber daya alam tersebut memerlukan proses atau pengolahan. B. Sesuatu yang Dinamis Dinamis di sini adalah sumber daya alam mempunyai sifat yang berubah-ubah, artinya bisa saja sesuatu itu tadinya sebagai sumber daya alam pada saat ini tapi masa yang akan datahg bukan sebagai sumber daya alam atau sebaliknya, tadinya bukan sebagai sumber daya alam, pada saat ini sebagai sumberdaya alam. Faktor-faktor yang mempengaruhi kedinamisan sumber daya alam antara lain disebabkan oleh teknologi, kelangkaan sumber daya alam yang lainnya, dan kondisi ekonomi. 1. Teknologi Teknologi sangat berperan terhadap kedinamisan sumber daya alam, karena dengan teknologi manusia bisa mengubah sesuatu yang tadinya tidak bermanfaat, bisa menjadi bermanfaat bagi manusia. Misalnya tenaga matahari, di mana dulunya bagi manusia hanya bermanfaat unruk menjemur pakaian, namun dengan teknologi sinar matahari bisa diubah menjadi pembangkit tenaga listrik, menjadi pengganti bahan bakar, dan sebagainya. 2. Kelangkaan sumber daya Seperti dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa penggunaan sumber daya alam bisa bersifat komplementer (saling melengkapi) dan bersifat substitusi (saling mengganti). Sifat penggunaan

Misalnya ditemukannya pembangkit listrik tenaga air. Salah satu faktor pendorong tersebut adalah faktor kelangkaan. ikan dilaut. Faktor ^kelangkaan akan mendorong seseorang untuk mencari dan meWmukan sumber daya alam lain atau alternatif yang masih banyak. uap. setiap orang berhak untuk mendapatkan manfaat dari sujnbeivdava alam tersebut (seperti udara segar. khususnya yang bersifat barang publik. 2. Dimensi waktu Dimensi waktu berhubungan dengan generasi selanjutnya yang akan menikmati sumber daya alam. Karena sumber daya alam mempunyai konsep jamak. sinar matahari. Intinya bukan hanya mempunyai kewajiban untuk mengelola alam ini. Banyaknya penemuan tersebut disebabkan oleh banyaknya dana yang digunakan untuk riset atau penelitian untuk penemuan-penemuan sumber daya alam. . namun generasi berikutnya juga mempunyai hak untuk menikmatinya.sumber daya alam secara substitusi bisa memung-kinkan manusia untuk mengganti sumber daya alam yang satu dengan sumber daya alam yang lainnya. Dimensi kualitas Kualitas sumber daya alam dipengaruhi oleh proses produksi maupuncara konsumsi manusia terhadap barang dan jasa. maka setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kualitas sumber daya alam. Jadi tidak berlebihan jika sumber daya alam ini mempunyai konsep jamak dilihat dari penggunaannya. Yang dimaksud dengan kondisi ekonomi adalah tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. 3. Sesuatu Yang Jamak Sumber daya alam merupakan sumber daya yang proses penciptaannya melalui proses alamiah atau dengan kata lain sumber daya alam merupakan ciptaan Tuhan. atau angin salah satu faktor penyebabnya adalah adanya isu kelangkaan pada sumber daya alam minyak. Oleh karena sumber daya alam itu mempuyai konsep jamak. sehingga bisa mencegah habisnya sumber daya alam. Sumber daya alam ini mempunyai konsep jamak atau dibutuhkan oleh semua orang. sehingga ditemukan sumber daya alam baru yang sebelumnya belum berfungsi sebagai sumber daya alam. air dan sebagainya). Dimensi jumlah Dimensi jumlah berkenaan dengan banyaknya sumber daya alam yang dieksploitasi oleh manusia. tempat. Dimensi ini harus memperhatikan jangan sampai pemanfaatan sumber daya alam hanya dinikmati sebagian orang saja. dan waktu. sehingga proses pengeksploitasiannya harus terencana. karena minyak merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. maka perlu diperhatikan dimensi jumlah. 4. di mana semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara biasanya semakin banyak menemukan jenis sumber daya alam baru. kualitas. sementara orang lain tidak bisa menikmatinya padahal mereka juga mempunyai hak untuk menerima manfaatnya. 3. Oleh karena sumber daya alam ini merupakan kebutuhan semua manusia. Kondisi Ekonomi Kondisi ekonomi juga mempunyai peran terhadap kedina¬misan sumber daya alam. maka bukan hanya generasi sekarang atau sebelumnya yang mempunyai hak untuk mengelola dan menikmati hasil dari alam ini. C. 1. tetapi juga mempunyai kewajiban untuk mewariskan alam ini kepada anak cucu atau generasi-generasi selanjutnya. Dimensi distribusi/tempat Dimensi distribusi berkenaan dengan pembagian manfaat sumber daya alam.

dan telah diketahui manfaatnya. yang pada gilirannya kalau hal ini terus terjadi akan mengakibatkan pengurasan sumber daya alam dan habisnya sumber daya alam. kelangkaan sumber daya alam bisa diklasifikasikan dalam dua bentuk. Bagi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. serta bisa menimbulkan gangguan ekongmi .3. Jika sumber daya alam ini habis maka akan menentukan batas-batas fisik pada proses ekonomi baik prduksi maupun konsumsi. Deplisi Deplisi ini merupakan implikasi paling awal yang terjadi akibat penggunaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan atau kepuasan manusia. barang-barang jadi dan jasa. 2.Kelangkaan relatif terjadi ketika suatu sumber daya masih cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan tetapi distribusinya tidak merata bagi yang membutuhkan sumberdaya alam tersebut. apalagi untuk negara yang sedang berkembang di mana tingkat pembgngunannya masih rendah. Dari pemahaman seperti di atas. sehingga mereka ini berusaha untuk menggali sumberdaya alam sebanyaknya dalam waktu secepat mungkin untuk mendapatkan keuntungan secepatnya. Kelangkaan absolut didefinisikan sebagai fenomen kelangkaan sumber daya alam secara fisik Sistem ekonomi sering tergantung pada satu sumber daya esensial yang memiliki batas tertentu dalam ketersediaannya secara fisik. B. Sedangkan pada tingkat negara (makro) deplisi terjadi untuk mempercepat proses pembangunan yang lebih tinggi. KELANGKAAN DAN KONSERVASI A. peningkatan cadangan yang telah terbukti (extension) dan revisi (revision) sebagai akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi baru. yang suatu cara pengambilan sumber daya alam secara besar-besaran. Deplisi berasal dari kata “deplation”. Pada tingkat perorangan (mikro) deplisi biasanya terjadi demi untuk memenuhi kebutuhan akan bahan hidup. KONSEP DEPLISI. Kelangkaan absolut (absolut scarcity) Kelangkaan absolut sering juga disebut “malthusian scarcity” karena konsep kelangkaan absolut pertama kali diperkenalkan oleh Robert Malthus. Kelompok ini terpaksa mengurus sumberdaya alam karena kemiskinannya tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan yang sesungguhnya adalah tempat mereka sendiri sebagai tempat untuk hidup. 1997). Cadangan sumberdaya alam akan meningkat atau tidak akan terjadi kelangkaan bila terjadi penemuan baru (distcovery). 1. yaitu kelompok pertama adalah kelompok kapasitas yang mempunyai tujuan untuk memaksimumkan laba. Kelangkaan Sumber daya alam merupakan sumber daya alam yang sudah diketahui (identified) ldan bernilai ekonomis. Keberadaan kedua bentuk kelangkaan di atas bisa mengakibatkan meningkatnya harga-harga bahan-bahan mentah. Kelompok kedua adalah kelompok yang mijkin yang bertujuan untuk memenuhi kelangsungan hidupnya. sebenarnva yang menyebabkan terjadinya deplisi pada dasarnya dapat disebabkan oleh dua kelompok. Periode kelangkaan absolut ini mulai terjadi ketika permintaan (demand) akan suatu sumber daya alam akan melebihi penawarannya (supply). Sumber daya alam bisa disebut cadangan jika sudah diketahui baik dari segi jumlah atau besarnya deposit yang sudah terukur dalam satu satuan seperti ton. Kelangkaan relatif (relative scarcity) Kelangkaan relative sering juga disebut “ricardian scarcity”. terjadinya deplisi akan mempunyai dampak mempercepathabisnya sumber daya alam akibat pengurasan sumber daya yang ada. Menurut para ahli lingkungan. yaitu kelangkaan absolut (absolute scarcity) dan kelangkaan relative (relative scarcity) (Suparmoko.

Mengacu masa depan Indikator ini mempertimbangkan pola permintaan masa depan. pemeliharaan dan pengumpulan barang-barang yang ada. Perbandingan ini tidak hanya untuk menilai tingkat kelangkaan tetapi juga sejauh mana seriusnya kelangkaan tersebut dan hal ini harus dipertimbangkan dalam penilaian kelangkaan sumber daya alam. Komputabilitas-bisa dihitung (computability) Indikator ini mempertimbangkan bahwa kelangkaan sumber daya harus bisa diperhitungkan dan dianalisa berdasarkan informasi yang tersedia atau informasi yang bisa diperoleh secara terbuka. yakni dengan sesedikit mungkin 3. C. 2. Ada pula yang mengartikan konservasi merupakan pemakaian sumber daya alam dengan bijaksana dan mempertimbangkan unsure waktu. . 2. Menurut Pincho (dalam Suparmoko. pengawetan. Tingkat alokasi sumber daya alam yang dinamis dalam konteks analisa ekonomi lingkungan berpijak dari konsep kelangkaan ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa konservasi adalah suatu tindakan untuk mencegah pengusan sumber daya alam dengan cara pengambilan yang tidak berlebihan sehingga dalam jangka panjang sumber daya alam tetap terseda. Konsep kelangkaan sumber daya ini sangat bermanfaat sebagai dasar dalam menganalisa tingkat produksi dan konsumsi yang optimal sehingga memenuhi kebutuhan manusia pada saat ini dan generasi yang akan datang. Mengusahakan eksploitasi sumber daya alam secara efisien. dalam jumlah yang terbanyak dan untuk jangka waktu yang paling lama. konservasi diartikan sebagai penggunaan sumber daya alam untuk kebaikan secara optimal.(economic disruption) dan pada gilirannya yang harus mencari sumber daya substirusi untuk mengganti sumber daya yang langka tersebut. Komgarabilitas-bisa diperbandingkan (comparability) Indikator yang ideal harus dimungkinkan adanya perbandingan langsung diantara sumber daya alternatif untuk mengidentifikasi permasalahan yang paling serius dihadapi sumber daya alam. Pembahasan lebih lanjut dan mendalam mengenai kelangkaan sumber daya alam akan dibahas pada Bab Enam (bagian yang khusus membahas dampak pembangunan terhadap sumber daya dan lingkungan). 1997). dengan pengambilan secara terbatas. Konservasi Dari cara pandang sosial-budaya. terutama yang berkenaan dengan kelangka¬an. perubahan dalam biaya ekstraksi atau pengolahan dan sebagainya. Melakukan perencanaan terhadap pengambilan sumber daya alam. Mengembangkan sumber daya alternatif atau mencari sumber daya pengganti sehingga sumber daya alam yang terbatas jumlahnya dapat disubstitusikan dengan sumber daya alam jenis lain. dan tindakan yang mengarah pada pengurasan perlu dicegah. Kelangkaan sumber daya alam harus memiliki tiga ciri penting: 1. konservasi dikonotasikan sebagai kewajiban moral yang menunrutnya untuk melindungi satu jenis atau beberapa sumber daya. sumber-sumber alternatif bagi sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Konservasi secara umum seringkaki diartikan sebagai tindakan perlindungan. Selanjutnya Wantrup (1986) menyatakan bahwa konservasi sumber daya alam bukanlah memelihara persediaan secara permanen. 3. tanpa pengurangan dan perusakan. Tindakan konservasi menurut Suparmoko (1997) dapat djiilakukan dengan beberapa cara: 1.

dan salahan keputusan. Hambatan kelembagaan Konservasi tidak bisa dilakukan karena adanya kebiasaan atau adat istiadat masyarakat setempat yang menghambat kegiatan konservasi. Mengurangi. Jadi keterbatasan teknologi akan menjadi penghambat untuk melakukan kegiatan konservasi. Menggunakan unsur-unsur teknologi yang sesuai dalam mengeksploitasi sumber daya alam agar dapat menghemat penggunaan sumber daya tersebut dan tidak merusak lingkungan 5. Di satu sisi pemerintah melakukan konservasi. Hambatan ekonomi biasanya berkenaan dengan sejumlah modal untuk melakukan kegiatan konservasi. Bahkan ada adat istiadat yang cenderung menguras sumber daya alam dan merusak lingkungan. Ketidakbisaan Kegiatan Konservasi Ketidakbisaan kegiatan dalam konservasi disebabkan karena hambatan-hambatan dalam konservasi tidak bisa diatas atau dihilangkan. Hambatan fisik Hambatan fisik yang dihadapi dalam kegiatan konservaS adalah hambatan yang berkenaan dengan letak geografis sumber daya alam. waktu perencanaan yang sangat panjang. sehingga konservasi tidak bisa berjalan atau menjadi sesuatu yang sia-sia. BEBERAPA MASALAH KONSERVASI Pertama. 4. 3. Hambatan-hambatan tersebut bisa berupa: 1. kecuali bisa mengubah adat atau kebiasaan masyarakat tersebut. membatasi dan mengatasi pencemaran lingkungan karena pencemaran akan mengakibatkan cadangan sumber daya alam semakin cepat habis karena kepunahan. Misalnya daerah lereng bukit atau tebing. Apakah konservasi menguntungkan Prinsip konservasi sumber daya alam adalah pengelolaan dalam waktu selama mungkin dan sering . Pertimbanganpertimbangan tersebut antara lain: apakah konservasi menguntungkan.4. masalah konservasi yang berkenaan dengan “ketidakbisaan” kegiatan konservasi dan yang kedua. seperti ikan. 4. Hambatan teknologi Seperti dijelaskan pada pembahasan-pembahasan sebelum-nya. masalah konservasi yang berkenaan dengan “keengganan” melakukan keglatan konservasi. sementara di sisi lain masyarakat melakukan deplisi. Keengganan melakukan konservasi Keengganan melakukan konservasi yang dimaksud di sini adalah adanya pertimbanganpertimbangan lain mengapa orang enggan atau tidak mau melakukan konservasi. Ketidaktahuan masyarakat tersebut akan menyebabkan perbedaan keinginan antara kepentingan masyarakat dengan kepentingan pemerintah. A. B. bahwa teknologi mempunyai peran terhadap pencegahan habisnya sumber daya alam dan rusaknya lingkungan. risiko ketidakpastian. Letak sumber daya alam yang tidak bisa dijangkau oleh manusia merupakan hambatan bagi manusia untuk mengelola maupun melestarikannya. 2. daerah ini akan menyulitkan kita untuk melakukan reboisasi. sehingga masyarakat tidak mengetahui arti pentingnya konservasi bagi kelangsungan hidup manusia. 1. Hambatan ekonomi. Kurangnya permodalan dalam kegiatan konservasi akan menyebabkan kurangnya pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat. tanah dan sebagainya. Dengan adanya hambatan tersebut konservasi tidak bisa dilakukan. padahal lahan tersebut sangat membutuhan reboisasi untuk mencegah longsor atau erosi.

Kemampuan memilih cara konservasi Pemilihan cara konservasi tentu saja akan mempengaruhi tingkat keuntungan yang diharapkan dari investasi sumber daya alam. Adanya dampak konservasi terhadap sumber daya alam lainnya Konservasi harus mempertimbangkan juga bagaimana pengaruhnya terhadap sumber daya alam lain. mungkin saja suatu sumber daya alam pada saat ini sangat diminati oleh masyarakat. sehingga pada gilirannya akan cederung menguras sumber daya alam.pula terjadi konservasi sumberdaya alam tidak menguntungkan sipengelola dan bahkan tidak. aspek-aspek konservasi. tapi belum tentu sumber daya alam tersebut terus menjadi minat atau disenangi masyarakat pada masa yang akan datang. 3. sehingga hal inilah yang menyebabkan orang enggan untuk memutuskan tindakan konservasi. 1997). diinginkan oleh masyarakat. o Ketidakpastian teknologi Ketidakpastian teknologi merupakan ketidapastian dalam hal memperkirakan kemajuan atau perkembangan teknologi. antara lain: jangka waktu yang direncanakan. o Ketidakpastian pasar Ketidakpastian pasar merupakan ketidakmampuan untuk menebak atau memprediksi kondisi pasar di masa yang akan datang seperti yang berhubungan dengan harga atau selera masyarakat terhadap suatu sumber daya alam. Keputusan untuk melakukan pengambilan sumberdaya alam pada saat ini. berarti kehilangan di masa depan (irrevessibility). Ide mengenai “irrevessibility” bermanfaat karena hak ini menarik perhatian terhadap pilihan-pilihan yang dapat dikembalikan ke bentuk semula tetapi memerlukan biaya yang sangat mahal. tetapi ketidakpastian (uncertainty) tidak dapat diperkirakan sebelumnya. dan adanya dampak konservasi sumber daya alam tertentu terhadap sumberdaya alam lain (Suparmoko. terutama selera terhadap sumber daya alam dalam jangka panjang tidak mudah dianalisis dengan teori-teori ekonomi. khususnya yang berhubungan dengan penggunaan sumber daya alam. 1997). Risiko dan ketidakpastian Risiko dapat diartikan sesuatu yang masih bisa diperkirakan jsebelurnnva. Kesalahan keputusan Faktor yang menyebabkan orang takut salah dalam mengambil keputusan adalah karena tingginya ketidakpastian dan adanya pertimbangan. sehingga dapat mempertimbangkan menguntungkan atau tidaknya konservasi sumber daya alam tersebut. Pandangan yang pesimis terhadap teknologi menderong orang untuk menghemat sumber daya alam. Misalnya pandangan yang optimis terhadap kemajuan teknologi untuk menemukan sumber daya alam baru sebagai pengganti dari sumber daya alam yang tidak pulih akan menyebabkan meningkatnya pengambilan sumber alam yang tidak dapat pulih tersebut. Karena cara konservasi akan menentukan kualitas dan kuantitas sumber daya alam yang dihasilkan pada waktu yang akan datang. Konservasi sumberdaya alam tergantung pada beberap faktor. Masa yang akan datang sangatlah tidak pasti. 4. . Periode waktu perencanaan yang sangat panjang Penyebab kedua yang menyebabkan keengganan untuk melakukan konservasiadalah karena periode waktu perencanaan yang sangat panjang. yang menyebabkan orang enggan melakukan kegiatan konservasi dalam jangka waktu yang sangat panjang karena faktor tingkah laku manusia. 2. Misalnya faktor selera. Sebaliknya. Ketidakpastian muncul bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu ketidakpastian teknologi dan ketidakpastian pasar (Suparmoko. kemampuan pelaksanaan dalam cara konservasi. Selain alasan di atas.