P. 1
Sap Hiv Aids.

Sap Hiv Aids.

|Views: 33|Likes:
Published by gitapuspasari92

More info:

Published by: gitapuspasari92 on Sep 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original

SATUAN ACARA PENYULUHAN

HIV/AIDS

GITA PUSPASARI TINGKAT II REGULER P3.73.20.3.10.008

POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III JURUSAN KEPERAWATAN PRODI PERSAHABATAN JAKARTA TAHUN 2012

Satuan Acara Penyuluhan
Mata ajar Pokok bahasan Hari/tanggal Waktu Penyuluh Tempat A. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah diberikan pendidikan kesehatan pada Nn. J , mampu menerima tentang penyakit yang di alami. 2. Tujuan Khusus Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 1x 20 menit di harapkan Nn J, mampu :
a. Mengetahui pengertian HIV dan AIDS.

: Promosi Kesehatan : HIV/AIDS : Jumat, 01 Juni 2012 : 09.00 WIB : Gita Puspasari : Rumah Sakit P, Ruang Mawar

Sub pokok bahasan : HIV/AIDS

b. Menyebutkan minimal tiga dari empat tanda dan gejala AIDS. c. Menjelaskan cara penularan HIV. d. Menguraikan cara deteksi dini HIV/AIDS. e. Menjabarkan cara mencegah penularan HIV. B. Sasaran dan Target Sasaran ditujukan pada Nn. J di ruang Mawar, Penyakit Dalam di Rumah Sakit P. C. Strategi Pelaksanaan Pendidikan kesehatan dilakukan pada hari Jumat, 01 Juni 2012 pada pukul 09.00 WIB. D. Metode 1. Ceramah 2. Tanya jawab
3. Bimbingan

2

E. Susunan Acara

Waktu
3 menit

Kegiatan
Pembukaan

Penyuluhan
1. Mengucapkan salam. 2. Memperkenalkan diri 3. 4. Persepsi materi 1. Menjelaskan tujuan 1. Menjelasan materi. 2. Memberikan 1.

Peserta
Menjawab dan siap untuk mengikuti kesehatan. Memperhatikan penyampaian materi dalam pendidikan

15 menit

Inti

waktu 2.

Mengikuti kegiatan Tanya jawab.

untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat. 3. 4. 1. Memberikan penguatan. 2 menit Penutup

Menjawab pertanyaan Menyimpulkan 1. Bersama-sama materi menyimpulkan materi tindak 2. Menjawab salam

2. Melakukan lanjut. 3. Memberi salam

F. Setting tempat

A B

Keterangan gambar : A B : Penyuluh : Klien ( Nn. J)

G. Media 1. Leaflet 3

H. Kriteria Evaluasi 1. Evaluasi Struktur
a.

Kesepakatan dengan klien Nn. J (waktu dan tempat). Kesiapan materi penyuluh. Klien (Nn. J) bersedia di tempat yang ditentukan dengan kontrak waktu yang ditentukan.

b.
a.

2. Evaluasi Proses

b. Klien (Nn. J) antusias untuk bertanya tentang hal – hal yang tidak di ketahui. c.

Klien (Nn. J) menjawab pertanyaan yang dberikan. Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan. Dapat menjalankan peranan sesuai tugas. Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kesepakatan dengan klien dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya.

3. Mahasiswa a. b. a. b.

4. Evaluasi Hasil

URAIAN MATERI
4

1. Pengertian HIV dan AIDS HIV (Human Immuno-deficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menimbulkan AIDS. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh virus HIV. 2. Tanda dan gejala AIDS Biasanya tidak ada gejala khusus pada orang-orang yang terinfeksi oleh HIV dalam waktu 5 – 10 tahun. Setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda atau gejala, yakni : c. d. e. f. Kehilangan berat badan drastis. Diare berkelanjutan. Pembengkakan pada leher/ketiak. Batuk terus menerus.

Bila ada orang yang menunjukan salah satu tanda dan gejala diatas, buakn berarti orang tersebut telah terinfeksi HIV. Untuk memastikannya, sebaiknya segera hubungi layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan tes darah. 3. Cara penularan HIV HIV hanya bisa ditularkan oleh orang yang telah terinfeksi HIV melalui :
a.

Hubungan seks (anal, oral, dan vaginal) yang tidak terlindungi dan bergantiganti pasangan. Penampilan seseorang tidak menjamin orang tersebut bebas dari HIV. Makin banyak pasangan seks, makin berisiko. Risiko semakin besar jika pasanagnnya terkena IMS (Infeksi Menular Seksual) karena luka dab jaringan tubuh yang terbuka akibat IMS merupakan pintu masuknya virus tersebut.

b. Transfusi darah atau menggunakan jarum suntik secara bergantian. Sisa darah yang tertinggal pada jarum sangat berpotensi menularkan HIV jika tanpa disterilkan. c. Melalui Ibu hamil pengidap HIV pada janin yang dikandung atau bayi yang dilahirkan. Bisa terjadi selama proses kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Penelitian menyatakan bahwa risiko penularan dari ibu yang terinfeksi ke bayinya rata-rata 30%. 5

Perlu diketahui HIV/AIDS tidak menular melalui : a. b. c. d. e. f. g. Tinggal bersama dengan penderita positif AIDS. Berpelukan dan berciuman. Berjabat tangan. Makan bersama penderita AIDS. Gigitan nyamuk atau serangga. Berenang. Menggunakan toilet umum.

4. Cara deteksi dini HIV/AIDS Untuk medeteksi secara dini ada tidaknya virus HIV/AIDS ini dapat dilakukan dengan tes HIV dengan pengecekan darah. Tes HIV yang umumnya digunakan adalah yang mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh dalam merespons HIV, karena antibodi itu lebih mudah (dan lebih murah) dideteksi dibanding pendeteksian virus itu sendiri. 5. Cara mencegah penularan HIV
a. b. c.

Absen dari seks. Berlaku setia pada pasangan Cegah dengan menggunakan kondom.

6. Sikap yang perlu di perhatiak pada penderita positif HIV/AIDS a. Jangan mengucilkan mereka yang sudah positif terkena HIV/AIDS.
b. Berikan dukungan pada penderita HIV/AIDS.

Sumber : http://komisipenanggulananaids.com booklet Informasi Umum HIV dan AIDS.

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->